P. 1
BAB III SKRIPSI

BAB III SKRIPSI

5.0

|Views: 13,221|Likes:
Published by MUCHAMAD MUKHLIS

More info:

Published by: MUCHAMAD MUKHLIS on Jan 28, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2013

pdf

text

original

39

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Program Pembibitan Penghafal Al-Qur’an Daarul Qur’an Cipondoh Tangerang Banten 2. Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2008. B. Metode Penelitian Dalam kesempatan penelitian ini dilakukan pendekatan secara analisis kualitatif, melalui penggambaran Penelitian ini atas analisis menggunakan kualitatif mengandung makna suatu data dengan menggunakan kata dan baris kalimat. pendekatan kualitatif, yang bertujuan

memahami suatu situasi sosial, peristiwa, peran, interaksi dan kelompok. Menurut John W. Creswell, ahli psikologi pendidikan dari University of Nebraska, Lincoln (Creswell, 1994:150-1) metode pendekatan kualitatif merupakan sebuah proses investigasi. Peneliti juga lebih menekankan pada obyektivitas dan kejujuran yang diwujudkan dengan menjelaskan tujuan penelitian kepada informan. Selain itu merahasiakan identitas informan, sehingga konsekuensi dari hasil penelitian ini tidak berdampak informasi. Data dan informasi kepada informan yang digunakan yang telah memberikan dalam penelitian ini

didapat dari observasi dan wawancara. Informasi yang didapat dari observasi

39

langsung, cacatan wawancara, rekaman wawancara, dan foto kegiatan. Informasi tersebut dalam bentuk dokumen dan catatan peristiwa yang diolah menjadi data. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Menurut Maman (2002; 3) penelitian deskriptif berusaha menggambarkan suatu gejala Metode diterapkan sosial. Dengan kata lain penelitian informasi ini bertujuan untuk menggambarkan sifat sesuatu yang tengah berlangsung pada saat studi. kualitatif pada ini memberikan berbagai yang mutakhir sehingga bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta lebih banyak dapat masalah (Husein Umar, 1999:81). Sedangkan yang merupakan penelitian ini lebih memfokuskan pada studi kasus

penelitian yang rinci mengenai suatu obyek tertentu selama kurun waktu tertentu dengan cukup mendalam dan menyeluruh. Menurut Vredenbregt (1987: 38) Studi kasus ialah suatu pendekatan yang bertujuan untuk mempertahankan keutuhan yang terintegrasi, (wholeness) dari obyek, artinya data yang dikumpulkan dalam rangka studi kasus dipelajari sebagai suatu keseluruhan di mana tujuannya adalah untuk memperkembangkan pengetahuan yang mendalam mengenai obyek yang bersangkutan yang berarti bahwa studi kasus harus disifatkan sebagai penelitian yang eksploratif dan deskriptif. Dari segi teknik penulisan, penulis berpedoman pada buku: Pedoman Penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi yang diterbitkan oleh Tim Penyusun UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta: UIN Jakarta Press, 2008. C. Instrumen Penelitian Instrument mudah penelitian adalah suatu pedoman yang dipakai peneliti data penelitian yang diperlukan agar menjadi merupakan dalam memperolehnya. Instrument untuk mengumpulkan dan sistematis

alat bagi upaya pengumpulan data yang diinginkan.

D. Teknik Pengumpulan Data

41

1. Jenis dan Sumber data Prosedur pengambilan data penelitian menggunakan dua jenis data, yang dapat digolongkan sebagai berikut: a. Data Primer Data primer yang dimaksud 68 meliputi data yang diperoleh dari hasil wawancara pihak manajemen PPPA Daarul Qur’an serta dari hasil observasi. b. Data Sekunder Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh melalui studi kepustakaan. 2. Cara Pengumpulan Data Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut: a. Observasi dengan melakukan pengamatan langsung pada obyek yang diteliti atau dapat dirumuskan sebagai proses pencatatan pola perilaku subyek (orang), obyek (benda) atau kejadian sistematik tanpa adanya pertanyaan atau komunikasi dengan individu-individu yang diteliti. Metode ini dilakukan tanpa perlu memberikan pertanyaan kepada responden. Peneliti melakukan pengamatan baik di lingkungan kerja alami ataupun di laboratorium, dan mencatat perilaku subyek penelitian. Pengamatan terhadap objek yang akan diteliti, berusaha mengumpulkan data dari fenomena yang telah muncul untuk memberikan penafsiran, yang diperoleh melalui data primer dalam pengumpulan data. Observasi dilaksanakan dengan melakukan pengamatan langsung terhadap proses pelaksanaan kerja dan hasil kerja yang diperoleh dan untuk menilai tingkat akurasi data dan informasi yang disampaikan oleh setiap unit kerja yang dianggap perlu dengan pertimbangan: 1. Adanya data atau informasi yang dinilai kurang layak atau meragukan, sehingga perlu diobservasi ke lapangan (unit kerja yang bersangkutan). 2. Adanya unit organisasi yang spesifik dan cenderung mengarah kepada bentuk organisasi fungsional sehingga perlu pendalaman lebih khusus untuk perumusan dan pengkajiannya.

41

b. Wawancara adalah percakapan dengan maksud untuk maksud tertentu. Pada metode ini peneliti dan responden berhadapan langsung (face to face) untuk mendapatkan informasi secara lesan dengan tujuan mendapatkan data yang dapat menjelaskan permasalahan penelitian. Sesuai dengan jenisnya, peneliti memakai jenis wawancara,yaitu: 1. Wawancara berstruktur, yaitu wawancara yang dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan secara sistematis dan pertanyaan yang diajukan telah disusun sebelumnya. 2. Wawancara tanpa tidak berstruktur susunan adalah wawancara yang dan dengan telah kondisi mengajukan beberapa pertanyaan secara lebih luas dan leluasa terikat oleh pertanyaan situasi dipersiapkan sebelumnya, biasanya pertanyaan muncul secara sepontan sesuai denagn perkembangan ketika melakukan wawancara.Dengan tehnik ini diharapkan terjadi komunikasi langsung, luwes dan fleksibel serta terbuka, sehingga informasi yang didapat lebih banyak dan luas. c. Dokumentasi merupakan kegiatan penelitian dengan mengamati berbagai dokumen yang berkaitan dengan topik dan tujuan penelitian, teknik ini sering disebut juga observasi historis. Dokumentasi merupakan merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen,baik dokumen tertulis,gambar maupun elektronik. Dokumen yang telah diperoleh kemudian dianalisis (diurai), dibandingkan dan dipadukan (sintesis) membentuk satu hasil kajian yang sistematis, padu dan utuh. Jadi studi dokumenter tidak sekedar mengumpulkan dan menuliskan atau melaporkan dalam bentuk kutipan-kutipan tentang sejumlah dokumuen yang dilaporkan dalam penelitian adalah hasil analisis terhadap dokumendokumen tersebut. E. Teknik Analisis Data Analisa data adalah proses penyusunan data agar dapat ditafsirkan. S Nasution (1996:126) menjelaskan bahwa menyusun data berarti

43

menggolongkannya kedalam pola, tema atau kategori sehingga dengan demikian tidak akan terjadi chaos. Tafsiran atau interpretasi data artinya memberikan makna kepada analisis, menjelaskan pola atau kategori, mencari hubungan antara berbagai konsep yang mencerminkan pandangan atau perspektif peneliti, dan bukan kebenaran. Kebenaran hasil penelitian masih harus dinilai orang lain dan diuji dalam berbagai situasi lain. Hasil interpretasi juga bukan generalisasi dalam arti kuantitatif, namun lebih bersifat hipotesis kerja yang senantiasa harus diuji kebenarannya dalam situasi yang lain. Adapun metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk analisis kualitatif. Teknik ini digunakan untuk memberikan gambaran manajemen PPPA Daarul Qur’an. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis secara induktif, dengan model metode perbandingan tetap. Metode ini dimulai dengan mereduksi data, pengkatagorisasian, sintesisasi dan menyusun hipotesis kerja. Langkah-langkah tersebut dijelaskan dengan disesuaikan pada subyek penelitian yang diteliti di lapangan nantinya. Untuk menganalisis penelitian ini, maka dilakukan dengan langkahlangkah sebagai berikut: (Miles dan Huberman, 1992: 18) 1 Pengumpulan informasi, melalui wawancara maupun observasi langsung. 2. Reduksi. Langkah ini adalah untuk memilih informasi mana yang sesuai dan tidak sesuai dengan masalah penelitian. 3. Penyajian. Setelah informasi dipilih maka disajikan bisa dalam bentuk tabel, ataupun uraian penjelasan. 4. Tahap akhir, adalah menarik kesimpulan. (Miles dan Huberman, 1992: 18) Wawancara yang diajukan kepada informan semata-mata sebagai bahan kajian yang mendasar untuk membuat kesimpulan. Bagaimanapun pendapat banyak orang merupakan hal penting meskipun tidak dijamin validitasnya. Semakin banyak informasi, maka diharapkan akan menghasilkan data yang sudah tersaring dengan ketat dan lebih akurat.

43

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->