P. 1
Makalah Behaviorisme

Makalah Behaviorisme

|Views: 227|Likes:
Published by Pram Hatake

More info:

Published by: Pram Hatake on Nov 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2015

pdf

text

original

DAFTAR ISI

Daftar Isi ........................................................................................................... 1 BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. 2 1.1. Latar Belakang ......................................................................................... 2 1.2. Tujuan Penulisan Makalah ....................................................................... 2 1.3. Manfaat Penulisan Makalah ..................................................................... 3 1.4. Landasan Teori ......................................................................................... 3 BAB II Pembahasan ......................................................................................... 5 2.1. Aplikasi Teori Behavioristik dalam Pembelajaran ................................... 5 2.2. Implikasi Teori Behavior dalam Pembelajaran ........................................ 7

2.3. Tujuan Pembelajaran Behaviorisme ........................................................ 7 2.4. Tokoh-Tokoh Behaviorisme Beserta Pemikirannya ................................ 8 BAB III PENUTUP ......................................................................................... 11 3.1. Kesimpulan ............................................................................................. 11

3.2. Saran ......................................................................................................... 11 Daftar Pustaka ................................................................................................. 12

1

Manusia adalah makhluk individu dan makhluk sosial. baik itu sengaja maupun tidak disengaja. ada yang lebih mementingkan sistem informasi yang diolah dalam proses belajar. keterampilan. Sedangkan mengajar adalah kegiatan menyediakan kondisi yang merangsang serta mangarahkan kegiatan belajar siswa/subjek belajar untuk memperoleh pengetahuan. Sehubungan dengan hal tersebut. Teori dengan sifat demikian ini hampir dipastikan tidak pernah mempunyai sifat ekstrim. Tujuan Penulisan Makalah Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk : 1. maupun interaksi dengan tuhannya.1. dan lain-lain. Tidak ada teori belajar yang secara ekstrim memperhatikan aspek siswa saja. Dengan demikian kegiatan hidup manusia akan selalu disertai dengan proses interaksi atau komunikasi. interaksi dengan sesama. untuk itu perlu difahami secara benar mengenai pengertian proses dan interaksi belajar. dengan ketidak terbatasannya akal dan keinginan manusia. aspek guru saja. Ada yang lebih mementingkan proses belajar. terkandung suatu maksud bahwa manusia bagaimanapun juga tidak lepas dari individu yang lainnya. aspek kurikulum saja dan sebagainya.BAB I PENDAHULUAN 1. Hidup bersama antar manusia akan berlangsung dalam berbagai bentuk komunikasi dan situasi. Latar Belakang Teori belajar adalah teori yang prakmatik dan eklektik. Untuk mengetahui penerapan teori behaviorisme dalam pembelajaran 2 . Belajar diartikan sebagai suatu perubahan tingkah-laku karena hasil dari pengalaman yang diperoleh. Secara kodrati manusia akan selalu hidup bersama. Titik fokus yang menjadi pusat perhatian suatu teori selalu ada. 1. baik interaksi dengan alam lingkungan. Dalam kehidupan semacam inilah terjadi interaksi. Namun faktor-faktor lain du luar titik fokus itu juga selalu diperlukan untuk menjelaskan seluruh persoalan belajar yang dibahas. Dalam hubungannya manusia sebagai makhluk sosial. nilai dan sikap yang dapat membawa perubahan serta kesadaran diri sebagai pribadi.2. Belajar dan mengajar adalah dua kegiatan yang tunggal tapi memang memiliki makna yang berbeda.

Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) 3 . Untuk mengetahui implikasi teori behaviorisme 3. mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Manfaat Penulisan Makalah Adapaun manfaat dari pembuatan makalah ini yaitu kita dapat mengetahui implikasi pembelajaran dari teori behaviorisme. Dalam konsep Behavioral. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada siswa. sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan siswa terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut.2. Dengan kata lain. perilaku manusia merupakan hasil belajar. minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Menurut teori behavioristik belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman (Gagne. Berliner. Untuk mengetahui tokoh-tokoh behaviorisme beserta pemikirannya. dan untuk mempermudah kita dalam mengetahui pembelajaran serta tokoh . Teori Behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya.4.3. behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan. Landasan Teori Behaviorisme merupakan salah satu aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah. dan mengabaikan aspek – aspek mental. Untuk mengetahui tujuan pembelajaran teori behaviorisme 4. untuk mengetahui penerapan dalam teori behaviorisme. 1. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu. bakat.tokoh behaviorisme beserta pemikirannya. 1984) Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin. 1. 2000). Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. sehingga dapat di ubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi belajar.

Teori ini mengutamakan pengukuran. Dengan demikian teori behaviorisme adalah teori yang memiliki konsep kunci bahwa setiap perilaku manusia bisa dimanipulasi dan dikreasikan serta perubahan perilaku yang dapat diamati.dan apa yang diterima oleh siswa (respon) harus dapat diamati dan diukur. sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut. diukur dan dinilai secara konkret. 4 .

Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode drill atau pembiasaan semata. Begitu juga dalam proses evaluasi belajar pebelajar diukur hanya pada halhal yang nyata dan dapat diamati sehingga hal-hal yang bersifat tidak teramati kurang dijangkau dalam proses evaluasi. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus responnya. mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif.BAB II PEMBAHASAN 2. maka pebelajar harus dihadapkan pada aturan-aturan yang jelas dan ditetapkan terlebih dulu secara ketat. tidak berubah. sehingga makna yang dihasilkan dari proses berpikir seperti ini ditentukan oleh karakteristik struktur pengetahuan tersebut. tetap. Oleh karena itu. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan reinforcement dan akan menghilang bila dikenai hukuman. apa yang dipahami oleh pengajar atau guru itulah yang harus dipahami oleh murid. pasti. Aplikasi teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti: tujuan pembelajaran. Artinya. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Aplikasi Teori Behavioristik dalam Pembelajaran Aliran psikologi belajar yang sangat besar pengaruhnya terhadap arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran hingga kini adalah aliran behavioristik. pebelajar dianggap sebagai objek pasif yang selalu membutuhkan motivasi dan penguatan dari pendidik. Pembiasaan dan disiplin menjadi sangat 5 . Fungsi mind atau pikiran adalah untuk menjiplak struktur pengetahuan yag sudah ada melalui proses berpikir yang dapat dianalisis dan dipilah. Demikian halnya dalam pembelajaran. Pembelajaran yang dirancang dan berpijak pada teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan adalah obyektif. Karena teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan telah terstruktur rapi dan teratur.1. sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan. para pendidik mengembangkan kurikulum yang terstruktur dengan menggunakan standar-standar tertentu dalam proses pembelajaran yang harus dicapai oleh para pebelajar. Pebelajar diharapkan akan memiliki pemahaman yang sama terhadap pengetahuan yang diajarkan. karakteristik pebelajar. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapi. sifat materi pelajaran. sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan (transfer of knowledge) ke orang yang belajar atau pebelajar.

dan biasanya menggunakan paper and pencil test. Pembelajaran mengikuti urutan kurikulum secara ketat. 3. Evaluasi menekankan pada respon pasif.esensial dalam belajar. 6 . ketaatan pada aturan dipandang sebagai penentu keberhasilan belajar. Maksudnya bila pebelajar menjawab secara “benar” sesuai dengan keinginan guru. 5. Penyajian isi atau materi pelajaran menekankan pada ketrampian yang terisolasi atau akumulasi fakta mengikuti urutan dari bagian ke keseluruhan. Pebelajar atau peserta didik adalah objek yang berperilaku sesuai dengan aturan. sehingga aktivitas belajar lebih banyak didasarkan pada buku teks/buku wajib dengan penekanan pada ketrampilan mengungkapkan kembali isi buku teks/buku wajib tersebut. atau tes. dan biasanya dilakukan setelah selesai kegiatan pembelajaran. Mementingkan pengaruh lingkungan (environmentalistis) Mementingkan bagian-bagian (elentaristis) Mementingkan peranan reaksi (respon) Mementingkan mekanisme terbentuknya hasil belajar Mementingkan hubungan sebab akibat pada waktu yang lalu Mementingkan pembentukan kebiasaan. Kegagalan atau ketidakmampuan dalam penambahan pengetahuan dikategorikan sebagai kesalahan yang perlu dihukum dan keberhasilan belajar atau kemampuan dikategorikan sebagai bentuk perilaku yang pantas diberi hadiah. 2. yang menuntut pebelajar untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari dalam bentuk laporan. hal ini menunjukkan bahwa pebelajar telah menyelesaikan tugas belajarnya. 4. Evaluasi hasil belajar menuntut jawaban yang benar. Demikian juga. sehingga pembelajaran lebih banyak dikaitkan dengan penegakan disiplin. 6. ketrampilan secara terpisah. Evaluasi belajar dipandang sebagi bagian yang terpisah dari kegiatan pembelajaran. sedangkan belajar sebagi aktivitas “mimetic”. sehingga kontrol belajar harus dipegang oleh sistem yang berada di luar diri pebelajar. Untuk mempermudah mengenal teori belajar behavioristik dapat dipergunakan ciricirinya yakni 1. Tujuan pembelajaran menurut teori behavioristik ditekankan pada penambahan pengetahuan. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil belajar. Teori ini menekankan evaluasi pada kemampuan pebelajar secara individual. kuis.

bereksperimentasi dan mengembangkan kemampuannya sendiri 4. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapi. kuis. 2. ketrampilan secara terpisah. atau tes. sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan. sedangkan belajar sebagi aktivitas “mimetic”. Teori behavioristik dalam proses pembelajaran dirasakan kurang memberikan ruang gerak yang bebas bagi peserta didik untuk berkreasi. Implikasi Teori Behavior dalam Pembelajaran Ada beberapa implikasi teori behavior dalam pembelajaran. Peserta didik dianggap sebagai objek pasif yang selalu membutuhkan motivasi dan penguatan dari pendidik 3. Pembelajaran mengikuti urutan kurikulum secara ketat. yang menuntut pebelajar untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari dalam bentuk laporan. Evaluasi menekankan pada respon pasif. tidak berubah.7. dan biasanya menggunakan paper and pencil test. maka Peserta didik atau orang yang belajar harus dihadapkan pada aturan-aturan yang jelas dan ditetapkan terlebih dulu secara ketat 5. ciri khusus dalam pemecahan masalah dengan “mencoba dan gagal’ atau trial and error. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil belajar. atau tes 2. Pembelajaran yang dirancang dan berpijak pada teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan adalah obyektif. sehingga aktivitas belajar lebih banyak didasarkan pada buku teks/buku wajib dengan penekanan pada ketrampilan mengungkapkan kembali isi buku teks/buku wajib tersebut. yang menuntut peserta didik untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari dalam bentuk laporan.2.3. antara lain : 1. Penyajian isi atau materi pelajaran menekankan pada ketrampian yang terisolasi atau akumulasi fakta mengikuti urutan dari bagian ke keseluruhan. sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan (transfer of knowledge) ke orang yang belajar 2. pasti. Tujuan pembelajaran menurut teori behavioristik ditekankan pada penambahan pengetahuan. kuis. tetap. sedangkan belajar sebagi aktivitas “mimetic”. Tujuan Pembelajaran Behaviorisme Tujuan pembelajaran menurut teori behavioristik ditekankan pada penambahan pengetahuan. Karena teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan telah terstruktur rapi dan teratur. Evaluasi hasil belajar menuntut jawaban 7 .

sementara individu tidak menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya.Yang terpenting dalam belajar menurut teori ini adalah adanya latihan dan pengulangan. Dalam percobaan ini anjing di beri stimulus bersarat sehingga terjadi reaksi bersarat pada anjing. 2. Dari contoh tersebut diterapkan strategi Pavlo ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan. bel masuk. Kelemahan teori ini adalah belajar hanyalah terjadi secara otomatis keaktifan dan penentuan pribadi dihiraukan. Evaluasi belajar dipandang sebagi bagian yang terpisah dari kegiatan pembelajaran. Maksudnya bila pebelajar menjawab secara “benar” sesuai dengan keinginan guru. Thorndike (1874-1949) Menurut Thorndike belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa yang disebut stimulus dan respon. Thorndike menggambarkan proses belajar sebagai proses pemecahan masalah. Ciri-ciri belajar dengan Trial dan Error Yaitu : adanya aktivitas. dan antri di bank. Contoh situasi percobaan tersebut pada manusia adalah bunyi bel di kelas untuk penanda waktu tanpa disadari menyebabkan proses penandaan sesuatu terhadap bunyi-bunyian yang berbeda dari pedagang makan. dan biasanya dilakukan setelah selesai kegiatan pembelajaran. 2. dalam hal ini Thorndike melakukan eksperimen dengan sebuah puzzlebox. ada berbagai 8 . Teori ini menekankan evaluasi pada kemampuan pebelajar secara individual. Sementara individu tidak sadar dikendalikan oleh stimulus dari luar.4. Belajar menurut teori ini adalah suatu proses perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat yang menimbulkan reaksi. Dalam penyelidikannya tentang proses belajar. Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936) Ivan Petrovich Pavlov lahir 14 September 1849 di Ryazan Rusia. Eksperimen yang dilakukan adalah dengan kucing yang dimasukkan pada sangkar tertutup yang apabila pintunya dapat dibuka secara otomatis bila knop di dalam sangkar disentuh. Ia mengemukakan bahwa dengan menerapkan strategi ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan. pelajar harus diberi persoalan. Pavlov mengadakan percobaan laboratories terhadap anjing. hal ini menunjukkan bahwa pebelajar telah menyelesaikan tugas belajarnya.yang benar. Percobaan tersebut menghasilkan teori Trial dan Error. Tokoh-Tokoh Behaviorisme Beserta Pemikirannya 1.

Operant conditing menjamin respon terhadap stimuli. mengontrol tingkah laku. Hukum ini sebenarnya tercermin dalam perkataan repetioest mater studiorum atau practice makes perfect. Teori ini juga disebut dengan operant conditioning. Hasil belajar harus segera diberitahukan pada siswa jika salah dibetulkan jika benar diberi penguat. Skinner (1904-1990) Skinner menganggap reward dan reinforcement merupakan faktor penting dalam belajar. Semakin sering suatu tingkah laku dilatih atau digunakan maka asosiasi tersebut semakin kuat. 2). Jadi hukum akibat menunjukkan bagaimana pengaruh hasil suatu tindakan bagi perbuatan serupa. Rumusan tingkat hukum akibat adalah. Prinsip belajar Skinners adalah : 1). Atas dasar percobaan di atas. Hukum Kesiapan (Law of Readiness) Jika suatu organisme didukung oleh kesiapan yang kuat untuk memperoleh stimulus maka pelaksanaan tingkah laku akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosaiasi cenderung diperkuat. 3. Hukum akibat ( Efek ) Hubungan stimulus dan respon cenderung diperkuat bila akibat menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan. ada kemajuan reaksi-reaksi mencapai tujuan. Bila tidak menunjukkan stimuli maka guru tidak dapat membimbing siswa untuk mengarahkan tingkah lakunya. 9 . ada eliminasai terhadap berbagai respon yang salah. bahwa suatu tindakan yang disertai hasil menyenangkan cenderung untuk dipertahankan dan pada waktu lain akan diulangi. Thorndike menemukan hukum-hukum belajar : 1). Guru memiliki peran dalam mengontrol dan mengarahkan siswa dalam proses belajar sehingga tercapai tujuan yang diinginkan. Skinner berpendapat bahwa tujuan psikologi adalah meramal. Pada teori ini guru memberi penghargaan hadiah atau nilai tinggi sehingga anak akan lebih rajin.respon terhadap berbagai situasi. Hukum Latihan Hukum latihan akan menyebabkan makin kuat atau makin lemah hubungan SR. Operant conditioning adalah suatu proses penguatan perilaku operant yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat diulang kembali atau menghilang sesuai keinginan. 3).

Untuk itu lingkungan perlu diubah untuk menghindari hukuman. asosiasi verbal. diskriminasi. Guru harus mengetahui kemampuan dasar yang harus disiapkan. Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. Ia kemudian mengembangkan konsep terpakai dari teori instruksionalnya untuk mendisain pelatihan berbasis komputer dan belajar berbasis multi media. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi. dan belajar konsep) sampai pada tipe belajar yang lebih tinggi (belajar aturan dan pemecahan masalah). Belajar dimulai dari hal yang paling sederhana dilanjutkan pada yang lebih kompleks ( belajar SR. tidak digunakan hukuman. dalam pembelajaran digunakan shapping. Prakteknya gaya belajar tersebut tetap mengacu pada asosiasi stimulus respon. Gagne disebut sebagai Modern Neobehaviouris mendorong guru untuk merencanakan instruksioanal pembelajaran agar suasana dan gaya belajar dapat dimodifikasi. Keterampilan paling rendah menjadi dasar bagi pembentukan kemampuan yang lebih tinggi dalam hierarki keterampilan intelektual. 10 . untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. 4). Gagne pelopor dalam instruksi pembelajaran yang dipraktekkannya dalam training pilot AU Amerika. Robert Gagne Gagne adalah seorang psikolog pendidikan berkebangsaan amerika yang terkenal dengan penemuannya berupa condition of learning. Materi pelajaran digunakan sebagai sistem modul. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah dan sebaiknya hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variable ratio reinforcer. 4. 5). Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu.2). Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Teori Gagne banyak dipakai untuk mendisain software instruksional. rangkaian SR. 3). Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan.

Seperti teori behavioristik dalam pembelajaran guru memperhatikan tujuan belajar. sifat materi pelajaran. mementingkan mekanisme hasil belajar. dan perkembangan teori pembelajaran hendaknya dipahami oleh para pendidik dan diterapkan dalam dunia pendidikan dengan benar. Saran Pengertian. media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Teoriteori dalam rumpun ini sangat bersifat molekular. Kesimpulan Dalam konsep Behaviorme. mementingkan pembentukan reaksi atau respon. karakteristik pebelajar. Teori behaviorisme sangat menekankan perilaku atau tingkah laku yang dapat di amati. karakteristik siswa. Dengan memahami berbagai teori belajar. prinsip. 11 . sehingga tujuan pendidikan akan benar-benar dapat dicapai.2. sehingga dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi belajar. mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan.BAB III PENUTUP 3. perilaku manusia merupakan hasil belajar. dan sebagainya. prinsip-prinsip pembelajaran dan pengajaran. Implikasi perkembangan teori pembelajaran sekarang sangatlah beragam. menekankan peranan lingkungan. bersifat mekanistis. Guru dapat menerapkan menurut aliran-aliran teori tertentu. menekankan pentingnya latihan. karena memandang kehidupan individu terdiri atas unsur-unsur seperti halnya molekul-molekul Ciri dari teori ini adalah mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil. Pada teori belajar ini sering disebut S-R psikologis artinya bahwa tingkah laku manusia dikendalikan oleh ganjaran atau reward dan penguatan atau reinforcement dari lingkungan. Aplikasi teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti: tujuan pembelajaran. Guru yang menganut pandangan ini berpandapat bahwa tingkah laku siswa merupakan reaksi terhadap lingkungan dan tingkah laku adalah hasil belajar. 3.1. Dengan demikian dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-reaksi behavioural dengan stimulusnya. pendidikan yang berkembang di bangsa kita niscaya akan menghasilkan output-output yang berkualitas yang mampu membentuk manusia Indonesia seutuhnya.

wikipedia. Oemar. Jakarta: Kencana prenada media group Sudjana. 2007.net/shintiaminandar/teori-mimetik-1 (Diakses tanggal 18 Oktober 2012 ) http://id.org/wiki/Teori_Belajar_Behavioristik (Diakses tanggal 18 Oktober 2012 ) 12 . Teori-teori Belajar Untuk Pengajaran. Bandung:Sinar Baru Algesindo Offset Muhibbin syah.slideshare. Sanjaya.DAFTAR PUSTAKA Hamalik. 1989. 2009. Psikologi Belajar dan Mengajar. Jakarta: UI Press. http://www. Psikologi belajar. Jakarta: PT Raja grafindo persada. 2008. Nana. Wina. Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->