BAB I PENDAHULUAN  Latar Belakang

Masa Neonatus adalah masa dimana saat bayi dilahirkan sampai dua minggu. Tahap ini sangat berbahaya karena merupakan masa penyesuaian radikal dari bayi itu dimana ia harus menyesuaikan dengan perubahan suhu, belajar bernapas, menelan dan membuang kotoran. Hal ini sangat berbeda saat bayi masih dalam kandungan, sehingga pada masa ini orang tua harus sangat teliti terhadap perkembangan bayinya karena bayi mulai mengalami tingkah laku yang tidak teratur, berat badan berkurang karena masih menyesuaikan diri untuk menelan ASI agar bayi lebih dapat berkembang dan terhindar dari peristiwa kematian bayi.

 Ruang Lingkup
a. Masa bayi neonatal b. bayi baru lahir normal c. Asuhan keperawatan pada anak usia neonatus d. bayi baru lahir bermasalah

 Sistematika Penulisan
Kata Pengantar Daftar Isi Bab I Pendahuluan A. Latar Belakang B. Ruang Lingkup C. Maksud dan Tujuan D. Sistematika Penulisan E. Metode Penulisan Bab II Pembahasan A. Masa bayi neonatal B. Bayi baru lahir normal C. Asuhan keperawatan pada ana neonates
1

D. Bayi baru lahir bermasalah Bab III Penutup A. Kesimpulan B. Saran Daftar Pustaka

 Metode Penulisan
Metode yang digunakan adalah : a. Studi Dokumentasi Yaitu suatu metode yang dilakukan dengan mempelajari naskah-naskah dan dokumen-dokumen lainnya baik berbentuk buku sumber ataupun dari internet. b. Studi Kepustakaan Yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan mempelajari teori-teori dalam buku atau literature lainnya yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.

2

BAB II PEMBAHASAN A. Secara psikologis masa terhentinya perkembangan berbahaya karena dapat menyebabkan orangtua menjadi cemas dan takut tentang perkembangan anak. psikologis. Masa bayi neonatal menurut kamus yang baku . Periode ini bermula dari keluarnya janin dari rahim 3 . Sekalipun pada umumnya bayi menyelesaikan penyesuaian ini dalam dua minggu atau sedikit lebih cepat. atau kedua-duanya dan dapat mempengaruhi penyesuaian diri saat ini dan masa depan.  Pembagian Masa Bayi Neonatal Periode partunate (mulai saat kelahiran sampai antara lima belas dan tiga puluh menit sesudah kelahiran). Bahaya dalam periode ini mungkin fisik. Menurut istilah medis. Menurut criteria medis penyesuaian ini akan berakhir pada saat tali pusat lepas dari pusarnya. Kamus juga merumuskan bayi sebagai seorang anak dalam kehidupannya yang pertama. bayi adalah seorang anak yang muda usianya.  Ciri-ciri bayi neonatal Masa bayi neonatal merupakan periode tersingkat dari semua periode perkembangan. Masa ini dimuali dari kelahiran dan berakhir pada saat bayi menjelang dua minggu. Periode yang tersingkat dari semua periode perkembangan yang ada. merupakan permulaan atau periode agar keberadaan seabagi individu dan bukan sebagai parasit didalam tubuh ibu. perasaan-perasaan yang dapat tetap ada dan mengakibatkan sikap yang sangat melindungi ditahun-tahun kemudian. Masa Bayi Neonatal  Periode Bayi Neonatal Periode bayi neonatal merupakan salah satu dari periode yang paling berbahaya dalam rentang kehidupan. Menurut criteria fisilogi berakhir pada saat bayi mulai menunjukkan tandatanda kemajuan perkembangan perilaku.

ibu dan berakhir setelah tali pusar dipotong dan diikat. mandiri dan tidak lagi merupaakan parasit. Periode Neonate( dari pemotongan dan pengkatan tali pusar sampai akhir mingggu kedua dari kehidupan pascamatur).  Masa Bayi Neonatal Merupakan Masa Terjadinya Penyesuaianyang radikal Meskipun tentang kehidupan manusia secara resmi dimulai pada saat kelahiran. Perubahan suhu Didalam rahim suhunya tetap.  Penyesuaian Bayi Neonatal 1. Sekarang bayi adalah inidividu yang terpisah. Kelairan merupakan suatu gangguan pada pola perkembangan yang dimulai pada saat pembuahan. baik secara fisik maupun psikologi. Secara fisik periode ini berbahaya. namun bagi bayi lain terasa sulit dan mengalami kegagalan. Secara psikologi. sedangkan dirumah sakit atau diumah berkisar 60°sampai 70°F. karena sulitnya mengadakan penyesuaian diri secara radikal yang terpenting pada lingkungan yang sangat baru dan sangat berbeda. Bernapas 4 . 2. Ini adalah suatu peralihan dari lingkungan dalam ke lingkungan luar. Miller mengatakan dalam seluruh kehidupannya. Selama periode ini bayi harus mengadakan penyusuaian pada lingkungan baru diluar tubuh ibu. yaitu 100°F. Bagi beberapa bayi penyesuaian mudah dilakuakn .  Masa Bayi Neonatal Periode Yang Berbahaya Masa bayi neonatal merupakan periode yang berbahaya. masa bayi merupakan saat terbentuknya sikap dari orang-orang yang berarrti bagi bayi. Seperti halnya semua peralihan diperlukan penyesuaian dari bayi. tidak pernah terjadi perubahan lokasi yang sangat menyeluruh. Sampai hal ini selesai dilakukan. bayi masih merupakan pascamatur yaitu lingkungan diluar tubuh ibu.

tidak lagi memeperolehnya melalui tali pusar. Kematian Bayi Bahkan hingga sekarang ini. 3. 6. Refleksi-refleksi ini belum berkembang sempurna pada waktu lahir dan bayi seringkali tidak cukup memperoleh makanan yang diperlukan sehingga berat badanya menurun. Perilaku Yang Tidak Teratur Pada hari pertama atu kedua hidup pascanatal. semua bayi menunjukkan perilaku yang relative tidak teratu. Hal ini sebagian disebabakan karena adanya tekanan pada otak selama persalinan yang mengakibatkan keadaan pingsan dan sebagian karena keadaan susunan saraf otonom yang kurang berkembang yang mengendalikan keseimbangan tubuh. Selama masa neonatal dan bulan pertama dari masa bayi. bayi mulai harus bernapas sendiri. Pembuangan Alat-alat pembuangan bayi mulai berfungsi segera setelah dilahirkan.Kalau tali pusar diputus. 5. berdesah dan muntah. Kematian itu disebabkan banyak factor yang berbeda. sering kencing dan berak. Sekarang bayi harus memperoleh makanan dengan jalan menghisap dan menelan. sebelumnya pembuangan dilakukan melalui tali pusar. Indikasi kesulitan penyeseuaian terhadap kehidupan pascanatal. 4. Menghisap dan menelan. tingkatan kematian bayi selama dua hari pertama pascanatal cenderung tinggi.  Vokalisasi Bayi Vokalisasi bayi neonatal dapat diabagi dalam 2 kategori yaitu suara tangis dan suara yang eksplosit. Berkurang berat badan Karena adanya kesulitan untuk menghisap dan menelan. seperti ketidak teraturan dalam bernapas. tangis 5 . bayi yang baru lahir biasanyamengalami penurunan berat badan dalam minggu pertama.

Suara merupakan ucapan tanpa arti atau tujuan dan terjadi secara kebetulan kalau otot-otot suara mengerut. Janin akan menangis sekalipun masih berada didalam uterus. Menangis pada waktu lahir merupakan gerak refleksi murni yang terjadi ketika udara masuk kedalam tali suara yang menyebabkan tali suara bergerak dan tujuannya untuk memompa paru-paru sehingga pernapasan dan memeberikan oksigen yang cukup untuk darah. Menangis dimilai pada saat lahir atau segera sesudah dilahirkan kadang dalam pesalinan yang panjang dan sulit. Suara eksplosit bayi neonatal kadang mengeluarkan suara eksplosit seperti napas yang berat.  Ostwald Menguraikan Nilai Social dan Tangisan Bayi Tangisan bayi merupakan perilaku dari ketergantungan total pada satu makhluk yaitu ibu yang hamil pada kemungkinan berkomunikasi dengan sekelompok manusia didalam lingkungan kelangsungan hidup manusia sampai tingkat tertentu bergantung pada kewajaran keluarnya bayi dan tanggapan ibu yang tepat terhadap tangisan bayi.  Kepekaan 6 . karena selalu ada kemungkinan janin akan tersumbat oleh cairan didalam rahim. Semakin keras tangisnya semakin meluas aktifitasnya dan merupakan petunjuk bahwa bayi membutuhkan perhatian jadi hal itu merupakan bentuk bahasa. Dan ada beberapa macam tangisan bayi secara terbata dapat diketahui apa yang dikehendaki bayi. Menangis sebelum dilahirkan jarang terjadi dan berbahaya. Biasanya bunyi-bunyi itu disebut dekatan. degukan atau dengkuran. Suara eksplosit adalah jenis suara yang lebih penting karena akhirnya mengembangakan kemampuan berbicara. Ostwald dan Pehzman melaporkan bahwa 4 suara permulaan bayi dipengaruhi oleh jenis obat bius yang diberikan kepada ibunya dan tepatnya tali pusar menjepit setelah dilahirkan.merupakan bentuk suara yang menonjol. Bunyi-bunyi ini diperkuat dan berkembang menjadi ocehan yang selanjutnya berkembang menjadi bicara.

Bayi premature memerlukan waktu yang lebih lama untuk menyesuaikan diri pada bayi yang cukup umur yang mengalami kesulitan dalam kelahiran. kesadaran lebih menyerupai kebingungan yang berkembangan dan mendengung.  Emosi Bayi Neonatal Reaksi emisional hanya dapat diuraikan sebagai keadaan menyenangkan dan tidak menynangkan. Kondisi demikian belum terdapat pada bayi neonatal terutama dalam seharihari pertama dari kehidupan pascanatal. Bayi neonatal seringkali tidak mampu melakukan bentuk belajar yang sangat sederhana biasanya atau belajar melalui asosiasi. Akibatnya mereka memerlukan waktu lebih lama untuk menyadarinya apa yang terjadi disekitar mereka. Semua bayi mengalami semacam kekacauan pada hari-hari pertama dan kedua setelah dilahirkan. Kecuali sitiasi makan. Akan tetapi. Yang pertama ditandai oleh tubuh yang tenang dan yang kedua 7 .Kriteria terbaik yang dapat digunakan untuk menentukan ada atau tidaknya kemampuan sensorik adalah reaksi adalah reaksi motorikterhadap rangsangan sensorik yang biasanya terjadi bila alat-alat sensorik dirangsang. seringkali sulit menentukan apakah reaksi motorik itu terjadi karena rangsangan atau bagian dari aktifitas menyeluruh yang umum.  Kemampuan Belajar Untuk belajar. Lambat laun setelah kegoncangan kelahiran mereka dan alat-alat indera mulai berfungsilebih baik. Tidak adanya reaksi juga tidak harus berarti tidak adanya kepekaan itu hanya berarti rangsangan yang dipergunakan terlampau lemah untuk dapat membangkitkan reaksi intensitas dari rangsangan sangat mempengaruhi reaktivitas bayi pada berbagai rangsang sensorik. reaksi yang berupa kebiasaan sulit diperoleh.  Kesadaran Menurut James. mereka lebih sadar akan dunia sekitarnya. individu harus menyadari apa yang diharapkan harus dilakukan. Ini berati bahwa mereka tidak sepenuhnya menyadari tentanfg apa yang terjadi disekitarnya. Lagipula otak dan saraf harus cukup berkembang untuk memungkinkan proses belajar.

Bayi Baru Lahir Normal  Pengertian Menurut Saifuddin. (2002) Bayi baru lahir adalah bayi yang baru lahir selama satu jam pertama kelahiran. Gangguan seperti ini sangat penting terutama kalau terjadi pada bagian akhir kehidupan intrautering dapat menyebabkan keadaan hiperaktif dan sifat cepat pada bayi. Dari perbedaan ini akan berkembang pola kepribadian individual. namun ada bukti yang menunjukkan bahwa bayi yang dipisahkan dari ibunya setelah kelahiran tidak dapat mengadakan peyesuaian diri pada kehidupan pascanatal sebaik bayi yang tetap tinggal bersama ibunya. Thomas dkk mengatakan pentingnya hubungan timbal balik antara matangnya sifat-sifat turunan dari pengalaman dalam perkembang kepribadian. Bukti yang menunjukkan bahwa trauma kelahiran atau goncangan psikologi yang terjadi pada saat bayidipisahkan dari ibunya. jadi kalau kedua efek selaras. dapat menyebabkan perubahan pada pola perilaku bayi neonatal. Lahirrnya biasanya dengan usia gestasi 38 – 42 minggu. Misalnya lingkungan prenatal yang terganggu karena ibu menderita sakit keras atau mengalami tekanan dalam waktu yang lama. (2003) Bayi baru lahir adalah bayi dari lahir sampai usia 4 minggu. Menurut Donna L. kalau tidak serasi hamper selalu dapat dipastikan timbulnya perilaku yang mengundang masalah.ditandai oleh tubuh yang tegang. Ciri yang menonjol dari keadaan emosi adalah tidak adanya tingkatan reaksi yang menunjukkan tingkat intensitas yang berbeda. dapat diharapkan perkembangan anak yang sehat. 8 . dapat menimbulkan akibat yang tetap ada pada kepribadian sepertiapa yang dikatakan oleh Rank. Wong..  Permulaan Kepribadian Anak-anak dilahirkan dengan perbedaan sifat yang karateristik yang tercermin dalam tingkat aktivitas dan kepekaan. B.

Lingkar kepala 33 . Pernafasan ± . Kuku agak panjang dan lemas 10.  Ciri – Ciri Bayi Baru Lahir 1. Reflek graps atau menggenggan sudah baik 14. Rambut lanugo tidak terlihat. Sholeh Kosim. mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama. harus menetapkan sepanjang hidup. Genitalia. Mata a. RI. c. Kes.52 cm 3.Menurut Dep. Reflek morrow atau gerak memeluk bila dikagetkan sudah baik 13. dan tidak ada kelainan congenital (cacat bawaan) yang berat.35 cm 5. Eliminasi baik. jika tidak ada maka menunjukkan adanya kerusakan pada saraf cranial. Reflek hisap dan menelan sudah terbentuk dengan baik 12. reflek ini harus sepanjang hidup. Lingkar dada 30 . Berat badan 2500 .4000 gram 2.60 40 kali/menit 7.160 kali/menit 6. mekonium berwarna hitam kecoklatan  Reflek – Reflek Fisiologis 1. Pupil Pupil kontriksi bila sinar terang diarahkan padanya. lahir langsung menangis. skrotum sudah ada 11. • Perempuan labia mayora sudah menutupi labia minora • Laki – laki testis sudah turun. Panjang badan 48 . Glabela 9 . cukup bulan. Frekuensi jantung 120 .38 cm 4.merahan dan licin karena jaringan sub kutan cukup 8. b. (2007) Bayi baru lahir normal adalah berat lahir antara 2500 – 4000 gram. (2005) Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dengan umur kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat lahir 2500 gram sampai 4000 gram. Menurut M. rambut kepala biasanya telah sempurna 9. Kulit kemerah . Berkedip atau reflek corneal Bayi berkedip pada pemunculan sinar terang yang tiba – tiba atau pada pandel atau obyek kearah kornea.

Menggenggam Sentuhan pada telapak tangan atau telapak kaki dekat dasar kaki menyebabkan fleksi tangan dan jari b. Babinski Tekanan di telapak kaki bagian luar kearah atas dari tumit dan menyilang bantalan kaki menyebabkan jari kaki hiperektensi dan haluks dorso fleksi 10 . hisapan atau masuknya selang harus menyebabkan bayi mengalami reflek muntah.Ketukan halus pada glabela (bagian dahi antara 2 alis mata) menyebabkan mata menutup dengan rapat.Ekstrusi Bila lidah disentuh atau ditekan bayi merespon dengan mendorongnya keluar harus menghilang pada usia 4 bulan f. Rooting Menyentuh dan menekan dagu sepanjang sisi mulut akan menyebabkan bayi membalikkan kepala kearah sisi tersebut dan mulai menghisap. Muntah Stimulasi terhadap faring posterior oleh makanan. reflek ini harus menetap sepanjang hidup. reflek ini harus terus ada sepanjang hidup. Menguap Respon spontan terhadap panurunan oksigen dengan maningkatkan jumlah udara inspirasi. 2. Ekstrimitas a. b.Batuk Iritasi membrane mukosa laring menyebabkan batuk. harus hilang pada usia kira – kira 3 -4 bulan d. Mulut dan tenggorokan a. reflek ini harus tetap ada selama masa bayi. harus menetap sepanjang hidup e. bahkan tanpa rangsangan sekalipun. Menghisap Bayi harus memulai gerakan menghisap kuat pada area sirkumoral sebagai respon terhadap rangsangan. c. biasanya ada setelah hari pertama lahir 3. seperti pada saat tidur.

kepala dipalingkan ke salah satu sisi. pita pengukur. gunting. (2007) asuhan segera. Reflek moro Kejutan atau perubahan tiba – tiba dalam ekuilibrium yang menyebabkan ekstensi dan abduksi ekstrimitas yang tiba –tiba serta mengisap jari dengan jari telunjuk dan ibu jari membentuk “C” diikuti dengan fleksi dan abduksi ekstrimitas. bahu dan batang tubuh membalik kearah tersebut dan diikuti dengan pelvis (4) Inkurvasi batang tubuh (gallant) Sentuhan pada punggung bayi sepanjang tulang belakang menyebabkan panggul bergerak kea rah sisi yang terstimulasi. termometer. kaki dapat fleksi dengan lemah. lengan dan kakinya akan berekstensi pada sisi tersebut dan lengan yang berlawanan dan kaki fleksi. Demikin pula dengan timbangan. Pencegahan Infeksi  Cuci tangan dengan seksama sebelum dan setelah bersentuhan dengan bayi  Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi yang belum dimandikan  Pastikan semua peralatan dan bahan yang digunakan. Neck – righting Jika bayi terlentang. handuk. (3). (2). sudah dalam keadaan bersih. aman dan bersih untuk bayi baru lahir ialah : 1. Melakukan penilaian  Apakah bayi menangis kuat dan/atau bernafas tanpa kesulitan  Apakah bayi bergerak dengan aktif atau lemas 11 .c. Tonik leher Jika kepala bayi dimiringkan dengan cepat ke salah sisi. APN. stetoskop. Masa tubuh (1). penghisap lendir DeLee dan benang tali pusat telah didesinfeksi tingkat tinggi atau steril. Startle Suara keras yang tiba – tiba menyebabkan abduksi lengan dengan fleksi siku tangan tetap tergenggam (3).  Penanganan Segera Bayi Baru Lahir Menurut JNPK-KR/POGI. 2. terutama klem.  Pastikan semua pakaian. selimut dan kain yang digunakan untuk bayi.

b. co/ ruangan yang dingin. Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih dan hangat Ganti handuk atau kain yang telah basah oleh cairan ketuban dengan selimut atau kain yang baru (hanngat. d. Keringkan bayi dengan seksama Mengeringkan dengan cara menyeka tubuh bayi. Selimuti bagian kepala bayi Bagian kepala bayi memiliki luas permukaan yg relative luas dan bayi akan dengan cepat kehilangan panas jika bagian tersebut tidak tertutup. Pencegahan Kehilangan Panas Mekanisme kehilangan panas a. co/ meja. Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayinya 12 . bersih. atau pendingin ruangan. timbangan yang temperaturnya lebih rendah dari tubuh bayi akan menyerap panas tubuh bayi bila bayi diletakkan di atas benda – benda tersebut b. a. juga merupakan rangsangan taktil untuk membantu bayi memulai pernapasannya. dan kering) c. hembusan udara melalui ventilasi. tubuh bayi tidak segera dikeringkan. Konduksi Kehilangan panas tubuh melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan permukaan yang dingin. 3. Evaporasi Penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh oleh panas tubuh bayi sendiri karena setelah lahir. c. Konveksi Kehilangan panas tubuh terjadi saat bayi terpapar udara sekitar yang lebih dingin. adanya aliran udara dari kipas angin. tempat tidur.Jika bayi tidak bernapas atau bernapas megap – megap atau lemah maka segera lakukan tindakan resusitasi bayi baru lahir. karena benda – benda tersebut menyerap radiasi panas tubuh bayi (walaupun tidak bersentuhan secara langsung) Mencegah kehilangan panas Cegah terjadinya kehilangan panas melalui upaya berikut : a. Radiasi Kehilangan panas yang terjadi karena bayi ditempatkan di dekat benda – benda yang mempunyai suhu tubuh lebih rendah dari suhu tubuh bayi.

Ganti handuk yang basah dengan selimut bersih dan kering. sebelum melakukan penimbangan. Sebelum bayi dimandikan. selimuti kembali tubuh bayi secara longgar.Pelukan ibu pada tubuh bayi dapat menjaga kehangatan tubuh dan mencegah kehilangan panas. kemudian selimuti tubuh bayi secara longgar. Bayi dapat diletakkan bersentuhan kulit dengan ibu dan diselimuti dengan baik (9). tutupi bagian kepala dan tempatkan bersama ibunya di tempat tidur atau lakukan persentuhan kuli ibu – bayi dan selimuti keduanya. Tunggu sedikitnya 6 jam setelah lahir sebelum memandikan bayi (lebih lama jika bayi mengalami asfiksia atau hipotermi) (2). Siapkan handuk bersih dan kering untuk mengeringkan tubuh bayi dan siapkan beberapa lembar kain atau selimut bersih dan kering untuk menyelimuti tubuh bayi setelah dimandikan. Jangan segera menimbang atau memandikan bayi baru lahir Karena bayi baru lahir cepat dan mudah kehilangan panas tubuhnya. terlebih dahulu selimuti bayi dengan kain atau selimut bersih dan kering. Tunda untuk memandikan bayi yang sedang mengalami masalah pernapasan (4).5º C. Segera keringkan bayi dengan menggunakan handuk bersih dan kering (7). pastikan ruangan mandinya hangat dan tidak ada tiupan angin. Praktik memandikan bayi yang dianjurkan adalah : (1). Ibu dan bayi disatukan di tempat dan anjurkan ibu untuk menyusukan bayinya 13 . Memandikan bayi secara cepat dengan air bersih dan hangat (6).5º C – 37º C). Tunda memandikan bayi hingga suhu tubuh bayi tetap stabil dalam waktu (paling sedikit) satu (1) jam. Sebaiknya pemberian ASI harus dimulai dalam waktu satu (1) jam pertama kelahiran e. Bayi sebaiknya dimandikan sedikitnya enam jam setelah lahir. Pastikan bagian kepala bayi diselimuti dengan baik (8). Jika suhu tubuh bayi masih dibawah 36. Sebelum memandikan bayi. periksa bahwa suhu tubuh stabil (suhu aksila antara 36. (5). (3). Berat badan bayi dapat dinilai dari selisih berat bayi pada saat berpakaian/diselimuti dikurangi dengan berat pakaian/selimut.

 Alat penghisap lendir mulut (De Lee) atau alat penghisap lainnya yang steril. Idealnya bayi baru lahir ditempatkan di tempat tidur yang sama dengan ibunya.5 % untuk membersihkan darah dan sekresi tubuh lainnya. ikat atau jepitkan klem plastik tali pusat pada puntung tali pusat. Merawat tali pusat  Setelah plasenta dilahirkan dan kondisi ibu dianggap stabil. Posisi kepala diatur lurus sedikit tengadah ke belakang.  Bersihkan hidung.f.  Ikat ujung tali pusat sekitar 1 cm dari pusat bayi dengan menggunakan benang disinfeksi tingkat tinggi atau klem plastik tali pusat (disinfeksi tingkat tinggi atau steril). untuk menjaga bayi tetap hangat dan mendorong ibu untuk segera memberikan ASI 4.  Bilas tangan dengan air matang atau disinfeksi tingkat tinggi  Keringkan tangan (bersarung tangan) tersebut dengan handuk atau kain bersih dan kering.  Tepuk kedua telapak kaki bayi sebanyak 2-3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain kering dan kasar. adanya cairan atau mekonium dalam hidung atau mulut harus diperhatikan. penolong segera membersihkan jalan nafas dengan cara sebagai berikut :  Letakkan bayi pada posisi terlentang di tempat yang keras dan hangat. tabung oksigen dengan selangnya harus sudah ditempat  Segera lakukan usaha menghisap mulut dan hidung  Memantau dan mencatat usaha bernapas yang pertama (Apgar Score)  Warna kulit. apabila bayi tidak langsung menangis. 14 .  Gulung sepotong kain dan letakkan di bawah bahu sehingga leher bayi lebih lurus dan kepala tidak menekuk.  Celupkan tangan yang masih menggunakan sarung tangan ke dalam larutan klonin 0. Membebaskan Jalan Nafas nafas Dengan cara sebagai berikut yaitu bayi normal akan menangis spontan segera setelah lahir. Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat g. rongga mulut dan tenggorokkan bayi dengan jari tangan yang dibungkus kassa steril. Lakukan simpul kunci atau jepitankan secara mantap klem tali pusat tertentu. 5.

. 2002). 2002) 6. Jika menggunakan benang tali pusat. Bayi baru lahir harus di bungkus hangat. Bayi yang mengalami kehilangan panas (hipotermi) beresiko tinggi untuk jatuh sakit atau meninggal. jika bayi dalam keadaan basah atau tidak diselimuti mungkin akan mengalami hipoterdak.5 – 1 mg IM. bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya.  Lepaskan klem penjepit tali pusat dan letakkan di dalam larutan klonin 0. Pencegahan infeksi  Memberikan vitamin K Untuk mencegah terjadinya perdarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir normal atau cukup bulan perlu di beri vitamin K per oral 1 mg / hari selama 3 hari. Kes. Kes.(Dep.5%  Selimuti ulang bayi dengan kain bersih dan kering. dan membutuhkan pengaturan dari luar untuk membuatnya tetap hangat. Bayi prematur atau berat lahir rendah sangat rentan terhadap terjadinya hipotermia. Suhu tubuh bayi merupakan tolok ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai suhu tubuhnya sudah stabil. Suhu bayi harus dicatat (Prawiroharjo. (Dep. lingkarkan benang sekeliling ujung tali pusat dan dilakukan pengikatan kedua dengan simpul kunci dibagian tali pusat pada sisi yang berlawanan. kering dan hangat  Tutup bagian kepala bayi  Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusukan bayinya  Lakukan penimbangan setelah bayi mengenakan pakaian  Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat. Bayi baru lahir tidak dapat mengatur temperatur tubuhnya secara memadai dan dapat dengan cepat kedinginan jika kehilangan panas tidak segera dicegah.  Memberikan obat tetes atau salep mata 15 . Mempertahankan suhu tubuh bayi Pada waktu lahir. meskipun berada dalam ruangan yang relatif hangat. RI. dan bayi beresiko tinggi di beri vitamin K parenteral dengan dosis 0. Pencegah terjadinya kehilangan panas yaitu dengan :  Keringkan bayi secara seksama  Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih. 2002) 7. RI. pastikan bahwa bagian kepala bayi tertutup dengan baik.

nama lengkap ibu 16 . tidak mudah sobek dan tidak mudah lepas  Pada alat atau gelang identifikasi harus tercantum nama (bayi. pastikan untuk melakukan tindakan pencegahan infeksi berikut ini :  Cuci tangan secara seksama sebelum dan setelah melakukan kontak dengan bayi. termasuk klem gunting dan benang tali pusat telah didinfeksi tingkat tinggi atau steril. Identifikasi bayi  Alat pengenal untuk memudahkan identifikasi bayi perlu di pasang segera pasca persalinan.  Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi yang belum dimandikan. termometer. nyonya). selimut serta kain yang digunakan untuk bayi telah dalam keadaan bersih.kes. yaitu pemberian obat mata eritromisin 0. sedangkan salep mata biasanya diberikan 5 jam setelah bayi lahir.Untuk pencegahan penyakit mata karena klamidia (penyakit menular seksual) perlu diberikan obat mata pada jam pertama persalinan. dengan tepi yang halus tidak mudah melukai. tindakan ini dapat dikerjakan setelah bayi selesai dengan perawatan tali pusat Yang lazim dipakai adalah larutan perak nitrat atau neosporin dan langsung diteteskan pada mata bayi segera setelah lahir Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi. handuk. Alat pengenal yang efektif harus diberikan kepada bayi setiap bayi baru lahir dan harus tetap ditempatnya sampai waktu bayi dipulangkan. pipa pengukur. nomor bayi. (Dep.5 % atau tetrasiklin 1 %. di kamar bersalin dan di ruang rawat bayi  Alat yang digunakan.RI. hendaknya kebal air. pakai yang bersih dan baru.  Pastikan bahwa timbangan.  Peralatan identifikasi bayi baru lahir harus selalu tersedia di tempat penerimaan pasien. unit. jenis kelamin. tanggal lahir. 2002) 8. Perawatan mata harus segera dikerjakan.  Pastikan bahwa semua pakaian. jika menggunakan bola karet penghisap. stetoskop dan benda-benda lainnya yang akan bersentuhan dengan bayi dalam keadaan bersih (dekontaminasi dan cuci setiap setelah digunakan).  Pastikan bahwa semua peralatan.

sirkulasi. Empat aspek transisi pada bayi baru lahir yang paling dramatic dan cepat berlangsung adalah pada sistem pernapasan. FISIOLOGI Neonatus ialah bayi yang baru mengalami proses kelahiran dan harus menyesuaikan diri dari kehidupan intra uterin ke kehidupan ekstrautern. Tiga faktor yang mempengaruhi perubahan fungsi dan proses vital neonatus yaitu maturasi. Selain itu pengaruh kehamilan dan proses persalinan mempunyai peranan penting dalam morbiditas dan mortalitas bayi. Faktor sosial : alamat rumah. Data Subyektif 1. penyalah gunaan obat/ napza di lingkungan dekat. (Saifudin. tanggal lahir. 17 . Di setiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan nama. pada usia kehamilan genap 37 minggu sampai dengan 42 minggu. Beralih dari ketergantungan mutlak pada ibu menuju kemandirian fisiologi. Asuhan keperawatan pada anak neonatus I. kemampuan menghasilkan sumber glukosa III. Riwayat kehamilan. 2. nomor identifikasi. Identitas bayi : didasarkan pada informasi dari ibu / pengasuhnya. adaptasi dan toleransi. 2002) C. dengan berat badan 2500-4000 gram. proses persalinan dan umur kehmilan 3. DEFINISI Bayi yang lahir dalam presentasi belakang kepala melalui vagina tanpa memakai alat. PENGKAJIAN A. saudara kandung dan sumber/factor pendukung lain. orang-orang yang tinggal serumah. II. pekerjaan oramg tua. nilai Apgar > 7 dan tanpa cacat bawaan ..

Pernapasan c. D. 5. Refleks: moro. Data Laboratorium Kalau perlu sesuai kebijakan setempat 1. melalui ukuran fronto – occipito. Ht. Hiperbilirubinemi 18 . Penilaian lima menit setelah lahir : untuk menentukan prognosa. Warna kulit C. babinski. Potensial komplikasi 1. Lekosit dan Trombosit. Infeksi 5. Denyut nadi d. Nilai Apgar : lima unsur yang dinilai : frekuensi denyut jantung. leher. 2. Keadaan umum: a. mata. 3. reflek dan warna. teling.B. b. kulit. Lingkar perut dalam cm. Berat badn lahir rendah. isap. Hb. Berat badan ditimbang dalam gram b. 2. Data Obyektif 1. bayi diperiksa secara sistematis dari : kepala. hidung. Aspirasi air ketuban 3. Hipoglikemia 6. tonus otot. rooting. menggenggam. punggung extemetis. c. ukuran melaui pusat 4. muka. a. genitalia dan anus. Anteropometri : a. usaha nifas. Aspiksia 4. dada. abdomen. Pemeriksaan fisik untuk mendeteksi adanya kelainan bawaan. Penilaian satu menit setelah lahir : untuk menilai derajat aspiksi. Suhu b. Gula darah sewaktu 2. Panjang badan dalm cm. mulut. Bilirubin dan golongan darah : ABO dan Rhesus factor 3.

Memotong dan mengikat tali pusat. 4. Memandikan/membersihkan badan bayi. PENATALAKSANAAN 1. Menilai apgar menit pertama dan menit kelima 6. 12. 5. Mengeringkan dengan segera dan membungkus bayi dengan kain yang cukup hangat untuk mencegah hipotermia. 3. Bonding Attacment (kontak kulit dini) dan segera ditetekan pada ibunya. Mengukur suhu. 4. kalau suhu sudah stabil (bisa tunggu sampai enam jan setelah lahir) 9.Hasil yang diharapkan: bayi sehat Rencana tindakan 1. 2. Menetetesi obat mata bayi untuk mencegah opthalmia –neonatorum. Memberi identitas bayi: Pengecapan telapak kaki bayi dan ibu jari ibu. pernafasan. Menghisap lendir untuk membersihkan jalan nafas sesuai kondisi dan kebutuhan. DIAGNOSA KEPERAWATAN A. 19 . Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan . Pemberian vitamin K oral/parenteral sesuai kebijakan setempat.IV. V. 8. Pemerikksaan fisik dan antropometri. 10. Kontsk kulit dini dan ditetekan ke ibu untuk mendukung laktsi. denyut nadi. Mengeringkan dan membungkus bayi 2. memberi ntiseptik sesuai ketentuan setempat. Menghisap lendir sesui kondisi bayi 3. Memotong dan mengikat tali pusat dan diberi antiseptik. Rooming in (rawat gabung): penuh atau partial. 11. pemasangan gelang nama sesuai ketentuan setempat 7.

Potensial hipotermi Hasil yang diharapkan : hipotermi tidak terjadi (suhu bayi dalam batas normal > 36. Laboratorium Pada bayi lahir normal umumnya tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium. Kontak dini kulit 4. Semua tindakan dilakukan di bwah lampu sorot (kalau memungkinkan). VI. Bebaskan jalan nafas : hisap lendir disekitar mulut dan hidung sesuai kondisi bayi 2. Observasi keadaan umum bayi. Rencana tindakan: 1. Bungkus bayi dengan selimut yang hangat (hati-hati dengan ruangan ber AC) 3. 7. Kurang efektifnya jalan nafas Hasil yang diharapkan : selama masa transisi pernafasan normal. untuk mencegah bayi kehilangan panas tubuh karena pengaruh lingkungan. B. Keringkan badan bayi segera setelah lahir 2.5oC aksiler) . Metode kangguru 5. Hindari evaporasi. 6. Observasi suhu tubuh bayi dan lingkungan. Nilai apgar satu menit pertama dan menit ke lima 3. radiasi. Observasi pernafasan C. Dokumentasikan hasil observasi dengan tepat dan jelas 8. Rencana tindakan: 1. Pemeriksaan 1. konduksi.5. Menilai Apgar satu dan lima mnit setelah lahir. 6. IMPLIKASI KEPERAWATAN A. konveksi. Atur posisi bayi : kepala agak ekstensi 4. namun kadang kadang dengan riwayat kehamilan dan kondisi tertentu perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium sesui indikasi dan kebijakan setempat antara lain : 20 .

Bilirubin direk dan indirek. Diagnosa keperawatan: 1) Potensial infeksi sehubungan dengan adanya perlukaan pada kulit. hb. 21 . c) Informasikan hasil pemikiran kepada orang tua secepat mungkin d) Beri pendampingan dan dukungan sesuai kebutuhan. Gula darah sewaktu untuk mendeteksi secara dini adanya hipoglikmia pada bayi dengan kondisi tertentu. Intervensi keperawatan: a) Kaji pengetahuan dan kekhawatiran orang tua tentang perlunya pemeriksaan laboratorium. golongan darah ABO dan rhesus faktor. c.a. b) Observasi ketat kondisi umum bayi c) Beri minum dan pengobatan segera sesuai kondisi bayi. untuk yang ada indikasi. 2) Cemas (orang tua) berhubungan dengan prosedur pemeriksaan laboratorium pada bayi. Intervensi keperawatan : a) Melakukan tindakan dengan memenuhi standart aseptic dan antiseptik. Hasil yang diharapkan : hipoglikemia terdekteksi secara dini dan teratasi sehingga tidak terjadi kerusakan / gangguan neurologik Intervensi keperawatan: a) Tingkatkan termoregulasi untuk memenuhi kebutuhan glukosa. Diagnosa keperawatan: Beresiko gangguan neurologik berhubungan dengan hipoglikemia. leko dan trombosit. b) Beri penjelasan dengan bahasa yang mudah diterima orang tua tentang perlunya dan prosedur pemeriksaan. b) Menjaga kebersihan kulit bayi c) Mengobservasi dan mencatat dengan baik sebelum dan sesudah merawat setiap bayi. ht.

Vitamin K yang diberikan yaitu vitamin K1 (phytonadione) untuk meningkatkan pembentukan promthrombin. Vitamin K Vitamin k penting untuk mempertahankan mekanisme pembekuan darah yang normal. Beri obat secara hati-hati agar tidak tersedak c. Observasi bayi secara rutin e. begitu juga bagi bayi yang mendapat ASI aecara eksklusive juga beresiko mengalami kekurangan vitamin K Fakta menunjukan cukup banyak bayi baru lahir mengalami pendarahan terutama di otak dan saluran cerna. ingatkan pada ibu perlu dosis ulangan pada hari keempat 22 . Pemberian vitamin K1 bisa juga secara oral denagan ketentuan 2 mg apabila berat badan lahir lebih dari 2500 gram segera setelah lahir dan diulangi dengan dosis yang sama (2 mg) pada hari keempat.m dengan dosis satu kali segera setelah lahir (sebelum 24 jam). dosis yang dianjurkan adalah 1 mg dengan cara pemberian yang sama yaitu hari pertama dan ke empat setelah lahir. Obat-obatan 1. oleh karena itu bayi perlu diberi vitamin K sebagai tindakan pencegahan terhadap pendarahan.B.5 – 1 mg i. Pada pemberian oral. karena usus yang masih steril. Intervensi keperawatan: a. Diagnosa keperawatan: Beresiko aspirasi berhubungan dengan muntah setlah pemberian obat. Pemberiannya bisa secara parental. bayi belum mampu membentuk vitamin K nya sendiri untuk beberapa hari pertama. Bayi ditidurkan pada posisi miring (side position) setelah minum d. Bila berat badan lahir kurang dari 2500 gram. o.pada bayi yang baru lahir. Beritahu orang tua (ibu) tentang kebijakan pemberian obat vitamin K1 b.

kemicetin atau tetracilin tetes / salep mata Diberikan pada kedua belah mata. PENYULUHAN Penyuluhan diberikan pada ibu dan keluarga. Hasil yang diharapkan: 1. Pada situasi tidak tersedianya nitrat perak 1% atau erythromycin dapat diberikan obat tetes / zalf mata dari jenis antibiotika lain. Obat profilaksis yang rutin dibberikan adalah Tetes / zalf mata. Jaga kebersihan mata bayi b. karena terutama zalf mata dianggap dapat menghambat proses bonding dan attachment karena mengaburkan pandangan bayi (menghalangi eye contact) e. misalnya garamicin. Intervensi keperawatan: a. Pastikan obat yang dipakai tepat konsentrasinya dan dalam kondisi baik d. kadang-kadang perlu juga membrikan obat-obatan tertentu sebagai tidakan pencegahan yang rutin. Cuci tangan secara rutin sebelum dan sesudah merawat bayi. obat diteteskan pada bagian dalam dari konjungtiva kelopak bawah mata.2. Ibu dan keluarga dapat mengerti serta menerapkan materi penyuluhan yang diberikan 23 . Pada bayi baru lahir secara rutin diberikan tetes mata nitrat perak 1% atau eritromycin tetes mata untuk mencegah oftalmia neonatorum. Observasi tanda-tanda inveksi mata atau reaksi alergi f. Beri tetes / zalf mata setelah bayi kontak pertama dengan ibu. Dokumentasikan semua dengan singkat dan tepat. walaupun belum terdeteksi adanya masalah. Dosis umumnya masing-masing mata satu tetes. c. Terramicin. Tetes / zalf mata Pada bayi baru lahir yang normal. VII.

Demonstrasi 3. Ceramah 2. Bayi mendapatkan perawatan yang baik dirumah Materi penyuluhan yang diberikan : 1. Boks ini juga bisa dibuat sendiri. Simulasi / praktek 4. Tanyakan juga tentang perlu tidaknya boks khusus untuk si kecil yang lahir belum cukup bulan ini. termasuk tindakan yang harus dilakukan dalam keadaan darurat. Boks yang menyerupai inkubator ini berfungsi sebagai penghangat mengingat bayi prematur umumnya belum memiliki pengaturan suhu tubuh yang baik sehingga mudah kedinginan. Bayi baru lahir bermasalah 1. Konsultasikan kondisi bayi pada dokter. Pemberian ASI ekslusif. b. Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan: a. Tubuh bayi juga telah memiliki pengaturan suhu yang baik. yakinlah bahwa Anda dan pasangan mampu merawat bayi prematur di rumah. perawatan tali pusat. cara dan indikasi menjemur bayi. Pemijatan pada bayi 3. Perawatan bayi: memandikan bayi. perawatan payudara 2. Metode : 1.2. Caranya pada keempat sisi bagian bawah boks dipasangi lampu berkekuatan 60-100 24 . Atau setidaknya sudah terjadi kecenderungan peningkatan berat badan yang stabil dalam 2–3 kali pemantauan.000 g. Keyakinan orangtua akan “menular” kepada bayi sehingga ia akan lebih nyaman dan tenang. Dapat mendeteksi secara dini jika ditemukan kelainan 3. Diskusi dan tanya jawab D. Bayi Prematur Umumnya bayi yang lahir prematur baru diizinkan pulang bila berat badannya telah mencapai 2. Menjelang kepulangan.

bila dirasa perlu. Berguna untuk mengukur suhu tubuh bayi sewaktu-waktu bila diperlukan. berikan minum sedikit demi sedikit tapi sesering mungkin. Jaga suhu tubuhnya agar stabil. Untuk itu. Bayi prematur rentan terhadap infeksi. selain akan membuatnya merasa nyaman juga sekaligus menghangatkannya. Semakin sering bayi diberi ASI semakin baik. Suhu ideal bayi berkisar antara 36.5-37. Jika kamar bayi menggunakan penyejuk ruangan. Jaga suhu ruangan agar tetap stabil. 25 . Gendong bayi yang dalam keadaan tanpa busana ke dada ibu. g. Cara lain untuk menghangatkan tubuh bayi prematur adalah dengan metode kangguru. c. Untuk itu. Jaga suhu tubuhnya. dekap bayi di dada ibu lalu selimuti bayi dengan kemeja tersebut. Untuk alat kesehatan. selimuti ia sehingga merasa nyaman serta hangat dan siap dibawa pulang. Ibu lebih sering menyusui.5˚C.watt. bayi akan mendapatkan suhu yang nyaman dan stabil. Patuhi petunjuk dokter perihal waktu kunjungan. Ingat. batasi penjenguk dan mintalah mereka mencuci tangan terlebih dahulu dan menggunakan masker sebelum melihat bayi. Tambahkan sarung tangan dan kaki. Buka kancing kemeja yang ibu kenakan. Selama ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik. d. Kemampuan minum dan daya tampung perutnya belumlah terlalu banyak. Cucilah tangan dan gunakan masker. karena bagian kepala paling mudah kehilangan panas tubuh. setel suhunya tidak terlalu dingin sekitar 23°. h. pengaturan suhu tubuh bayi prematur belum baik. i. sarung tangan. Setelah bayi dipakaikan baju lengan panjang. Bila perlu matikan AC. e. Patuhi kontrol rutin yang sudah dijadwalkan dan ikuti petunjuk dokter agar kesehatan si kecil lebih terjaga. yang wajib disediakan adalah termometer. Kulit bayi yang bersentuhan dengan kulit ibu. Kenakan padanya tutup kepala terutama pada malam hari. sarung kaki dan topi. f. Pakaikan baju lengan panjang dan selimut pada bayi. Dapat juga disediakan lampu belajar (100 watt) yang diletakkan di samping atau bawah boks.

aorta sangat menyempit pada satu tempat. tetapi sebagian lagi dapat mengancam nyawa dan harus diperbaiki dengan teknik operasi . Banyak kasus yang tak serius dan tak disadari sepanjang hidup. Akibatnya. Kelainan semacam ini disebut 'cacat jantung bawaan'. katup jantung tak normal dan bocor. Pada kasus penyempitan aorta atau batang nadi. Jenis cacat jantung bawaan lainnya: ruang jantung terlalu sempit. Bayi kuning Kuning (karena tingginya kadar bilirubin) pada bayi umumnya timbul pada hari keempat dan berakhir pada usia bayi 2 minggu. Pada beberapa bayi. Boleh dimandikan. Namun sebelumnya. jangan sampai kurang dari 36. Bayi prematur tidak dilarang untuk dimandikan.j. Mandikan ia 2 kali sehari dengan air hangat. kegagalan pemisahan empat bilik pada jantung dan pembuluh besar yang dihasilkannya. atau pembuluh darah yang salah sambung.mulai dari jahitan sederhana sampai penggantian bagian yang tak berfungsi dengan benda sintetis 26 . ditemukan satu bayi yang lahir dengan jantung tak normal.5° C. Ada bermacam-macam jenisnya. arteri utama hampir tertutup. sehingga timbullah tekanan darah tinggi. pasokan darah beroksigen ke seluruh tubuh menurun. cermati dulu suhu tubuhnya. Bilik jantung sebelah kiri dipaksa bekerja lebih keras. 3. pembuluh darah yang seharusnya tertutup ternyata terbuka. Misalnya. serta penyempitan aorta atau batang nadi. Cacat Jantung Bawaan Dari setiap 100 bayi. Kasus lainnya sembuh sendiri. 2. terbentuk lubang di sekat pemisah yang seharusnya masif.

kita bisa memahami bagaimana cara melakukan atau menerapkan asuhan keperawatan pada anak usia neonatus. Berat Badan neonatus akan kembali menginjak hari ke10 atau selambatnya hari ke-14. Daftar pustaka 27 . Bayi cukup bulan lahir dengan kelebihan cairan. Karena dengan mempelajari tentang hal tersebut. B. Menurut Depkes (2006) masa neonatal dibagi menjadi dua periode yaitu: satu masa neonatal dini (0-7 hari) dan kedua adalah masa neonatal lanjut (8-28 hari). mereka akan kehilangan berat 5-10% dari berat lahir dan akan kembali ke berat lahir semula dalam beberapa hari. Sehingga proses keperawatan yang dilakukan bisa berjalan dengan dengan baik. Hal ini terjadi terutama jika neonatus hanya mendapat Air Susu Ibu (ASI). Kesimpulan Usia neonatus yaitu usia 0-28 hari.BAB III PENUTUP A. Rata-rata berat badan lahir 3000-4000 gram. Pada masa ini terjadi adaptasi terhadap lingkungan dan terjadi perubahan sirkulasi darah serta mulai berfungsinya organorgan. kita harus bisa memahami tentang asuhan keperawatan pada anak usia neonates . karena di dalam tubuh neonatus masih terdapat kelebihan cairan yang harus dibuang dalam waktu beberapa hari sementara produk ASI belum memadai. Saran Sebagai seorang perawat yang professional.

Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Meterial dan Neonatal. Prinsip Keperawatan Pediatrik. 2003 28 . Asuhan Keperawatan Perinatal. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik. Edisi 4. Buku 1. Dra. AB. Aiziz Alimul. AB. Saifuddin. Edisi 2. 2002. jakarta: EGC. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. 1996  Wong. jakarta: Salemba Medika. 2006  Sacharin. Rosa M. 2003. Jakarta : YBP-SP  Jumiarni. Jakarta: EGC. Donna L. 1994. Jakarta : EGC  Saifuddin. Pengantar Ilmu keperawatan Anak. Jakarta : YBP-SP  Hidayat.