P. 1
makalah konstitusi dalam presepsi Kemiskinan dan pengangguran

makalah konstitusi dalam presepsi Kemiskinan dan pengangguran

|Views: 56|Likes:
Published by Farah Devi Isnanda
makalah 1 D4 TEKNIK KOMPUTER B - POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA
makalah 1 D4 TEKNIK KOMPUTER B - POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Farah Devi Isnanda on Nov 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

KEMISKINAN DALAM PERSPEKTIF NEGARA DAN KONSTITUSI

1. Pengertian Negara Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent. Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain. Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah tersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada. Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada. 1.1 Keberadaan Negara Keberadaan negara, seperti organisasi secara umum, adalah untuk memudahkan anggotanya (rakyat) mencapai tujuan bersama atau citacitanya. Keinginan bersama ini dirumuskan dalam suatu dokumen yang disebut sebagai Konstitusi, termasuk didalamnya nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh rakyat sebagai anggota negara. Sebagai dokumen yang mencantumkan cita-cita bersama, maksud didirikannya negara Konstitusi merupakan dokumen hukum tertinggi pada suatu negara. Karenanya dia juga mengatur bagaimana negara dikelola. Konstitusi di Indonesia disebut sebagai Undang-Undang Dasar. Dalam bentuk modern negara terkait erat dengan keinginan rakyat untuk mencapai kesejahteraan bersama dengan cara-cara yang demokratis. Bentuk paling kongkrit pertemuan negara dengan rakyat adalah pelayanan publik, yakni pelayanan yang diberikan negara pada rakyat. Terutama sesungguhnya adalah bagaimana negara memberi pelayanan kepada rakyat secara keseluruhan, fungsi pelayanan paling dasar adalah pemberian rasa aman. Negara menjalankan fungsi pelayanan keamanan bagi seluruh rakyat bila semua rakyat merasa bahwa tidak ada ancaman dalam kehidupannya. Dalam perkembangannya banyak negara memiliki kerajang layanan yang berbeda bagi warganya.

1

Berbagai keputusan harus dilakukan untuk mengikat seluruh warga negara, atau hukum, baik yang merupakan penjabaran atas hal-hal yang tidak jelas dalam Konstitusi maupun untuk menyesuaikan terhadap perkembangan zaman atau keinginan masyarakat, semua kebijakan ini tercantum dalam suatu Undang-Undang. Pengambilan keputusan dalam proses pembentukan Undang-Undang haruslah dilakukan secara demokratis, yakni menghormati hak tiap orang untuk terlibat dalam pembuatan keputusan yang akan mengikat mereka itu. Seperti juga dalam organisasi biasa, akan ada orang yang mengurusi kepentingan rakyat banyak. Dalam suatu negara modern, orang-orang yang mengurusi kehidupan rakyat banyak ini dipilih secara demokratis pula. 1.2 Pengertian Negara Menurut Para Ahli. - Prof. Farid S. Negara adalah Suatu wilayah merdeka yang mendapat pengakuan negara lain serta memiliki kedaulatan. - Georg Jellinek Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang telah berkediaman di wilayah tertentu. - Georg Wilhelm Friedrich Hegel Negara merupakan organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal - Roelof Krannenburg Negara adalah suatu organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu golongan atau bangsanya sendiri. - Roger H. Soltau Negara adalah alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat. - Prof. R. Djokosoetono Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama. - Prof. Mr. Soenarko Negara ialah organisasi manyarakat yang mempunyai daerah tertentu, dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai sebuah kedaulatan. - Aristoteles Negara adalah perpaduan beberapa keluarga mencakupi beberapa desa, hingga pada akhirnya dapat berdiri sendiri sepenuhnya, dengan tujuan kesenangan dan kehormatan bersama. 2. Pengertian Konstitusi. Konstitusi (bahasa Latin: constitutio) dalam negara adalah sebuah norma sistem politik dan hukum bentukan pada pemerintahan negara biasanya dikodifikasikan sebagai dokumen tertulis - Dalam kasus bentukan negara, konstitusi memuat aturan dan prinsip-prinsip entitas politik dan hukum, istilah ini merujuk secara khusus untuk menetapkan

2

konstitusi nasional sebagai prinsip-prinsip dasar politik, prinsip-prinsip dasar hukum termasuk dalam bentukan struktur, prosedur, wewenang dan kewajiban pemerintahan negara pada umumnya, Konstitusi umumnya merujuk pada penjaminan hak kepada warga masyarakatnya. Istilah konstitusi dapat diterapkan kepada seluruh hukum yang mendefinisikan fungsi pemerintahan negara. Dalam bentukan organisasi konstitusi menjelaskan bentuk, struktur, aktivitas, karakter, dan aturan dasar organisasi tersebut. Jenis organisasi yang menggunakan konsep Konstitusi termasuk: - Organisasi pemerintahan (transnasional, nasional atau regional) - Organisasi sukarela - Persatuan dagang - Partai politik - Perusahaan Pengertian KONSTITUSI Konstitusi pada umumnya bersifat kodifikasi yaitu sebuah dokumen yang berisian aturan-aturan untuk menjalankan suatu organisasi pemerintahan negara, namun dalam pengertian ini, konstitusi harus diartikan dalam artian tidak semuanya berupa dokumen tertulis (formal). namun menurut para ahli ilmu hukum maupun ilmu politik konstitusi harus diterjemahkan termasuk kesepakatan politik, negara, kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijakan dan distibusi maupun alokasi, Konstitusi bagi organisasi pemerintahan negara yang dimaksud terdapat beragam bentuk dan kompleksitas strukturnya, terdapat konstitusi politik atau hukum akan tetapi mengandung pula arti konstitusi ekonomi. Istilah konstitusi berasal dari bahasa inggris yaitu “Constitution” dan berasal dari bahasa belanda “constitue” dalam bahasa latin (contitutio,constituere) dalam bahasa prancis yaitu “constiture” dalam bahsa jerman “vertassung” dalam ketatanegaraan RI diartikan sama dengan Undang – undang dasar. Konstitusi / UUD dapat diartikan peraturan dasar dan yang memuat ketentuan – ketentuan pokok dan menjadi satu sumber perundang- undangan. Konstitusi adalah keseluruhan peraturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur secara mengikat cara suatu pemerintahan diselenggarakan dalam suatu masyarakata negara. 2.1 Pengertian konstitusi menurut para ahli. - K. C. Wheare, konstitusi adalah keseluruhan sistem ketaatnegaraaan suatu negara yang berupa kumpulan peraturan yang membentuk mengatur /memerintah dalam pemerintahan suatu negara. - Herman heller, konstitusi mempunyai arti luas daripada UUD. Konstitusi tidak hanya bersifat yuridis tetapi juga sosiologis dan politis.

3

- Lasalle, konstitusi adalah hubungan antara kekuasaaan yang terdapat di dalam masyarakat seperti golongan yang mempunyai kedudukan nyata di dalam masyarakat misalnya kepala negara angkatan perang, partai politik, dsb. - L.J Van Apeldoorn, konstitusi memuat baik peraturan tertulis maupun peraturan tak tertulis. - Koernimanto Soetopawiro, istilah konstitusi berasal dari bahasa latin cisme yang berarti bersama dengan dan statute yang berarti membuat sesuatu agar berdiri. Jadi konstitusi berarti menetapkan secara bersama. - Carl schmitt membagi konstitusi dalam 4 pengertian yaitu: A. Konstitusi dalam arti absolut mempunyai 4 sub pengertian yaitu; - Konstitusi sebagai kesatuan organisasi yang mencakup hukum dan semua organisasi yang ada di dalam negara. - Konstitusi sebagai bentuk negara. - Konstitusi sebagai faktor integrasi. - Konstitusi sebagai sistem tertutup dari norma hukum yang tertinggi di dalam negara . Konstitusi dalam arti relatif dibagi menjadi 2 pengertian yaitu konstitusi sebagai tuntutan dari golongan borjuis agar haknya dapat dijamin oleh penguasa dan konstitusi sebagai sebuah konstitusi dalam arti formil (konstitusi dapat berupa tertulis) dan konstitusi dalam arti materiil (konstitusi yang dilihat dari segi isinya). konstitusi dalam arti positif adalah sebagai sebuah keputusan politik yang tertinggi sehingga mampu mengubah tatanan kehidupan kenegaraan. konstitusi dalam arti ideal yaitu konstitusi yang memuat adanya jaminan atas hak asasi serta perlindungannya. Tujuan konstitusi yaitu: Membatasi kekuasaan penguasa agar tidak bertindak sewenang – wenang maksudnya tanpa membatasi kekuasaan penguasa, konstitusi tidak akan berjalan dengan baik dan bisa saja kekuasaan penguasa akan merajalela Dan bisa merugikan rakyat banyak. Melindungi HAM maksudnya setiap penguasa berhak menghormati HAM orang lain dan hak memperoleh perlindungan hukum dalam hal melaksanakan haknya.Pedoman penyelenggaraan negara maksudnya tanpa adanya pedoman konstitusi negara kita tidak akan berdiri dengan kokoh. Nilai konstitusi yaitu: Nilai normatif adalah suatu konstitusi yang resmi diterima oleh suatu bangsa dan bagi mereka konstitusi itu tidak hanya berlaku dalam arti hukum (legal), tetapi juga nyata berlaku dalam masyarakat dalam arti berlaku efektif dan dilaksanakan secara murni dan konsekuen. Nilai nominal adalah suatu konstitusi yang menurut hukum berlaku, tetrapi tidak sempurna. Ketidak sempurnaan itu disebabkan pasal – pasal tertentu tidak berlaku / tidsak seluruh pasal – pasal yang terdapat dalam UUD itu -

4

berlaku bagi seluruh wilayah negara. Nilai semantik adalah suatu konstitusi yang berlaku hanya untuk kepentingan penguasa saja. Dalam memobilisasi kekuasaan, penguasa menggunakan konstitusi sebagai alat untuk melaksanakan kekuasaan politik. Macam – macam konstitusi Menurut CF. Strong konstitusi terdiri dari: 1. Konstitusi tertulis (dokumentary constiutution / writen constitution) adalah aturan – aturan pokok dasar negara , bangunan negara dan tata negara, demikian juga aturan dasar lainnya yang mengatur perikehidupan suatu bangsa di dalam persekutuan hukum negara. 2. Konstitusi tidak tertulis / konvensi (nondokumentary constitution) adalah berupa kebiasaan ketatanegaraan yang sering timbul.

- Adapun syarat – syarat konvensi adalah: 1. Diakui dan dipergunakan berulang – penyelenggaraan negara. 2. Tidak bertentangan dengan UUD 1945. 3. Memperhatikan pelaksanaan UUD 1945. 4. Secara teoritis konstitusi dibedakan menjadi:

ulang

dalam

praktik

Konstitusi politik adalah berisi tentang norma- norma dalam penyelenggaraan negara, hubungan rakyat dengan pemerintah, hubuyngan antar lembaga negara.Konstitusi sosial adalah konstitusi yang mengandung cita – cita sosial bangsa, rumusan filosofis negara, sistem sosial, sistem ekonomi, dan sistem politik yang ingin dikembangkan bangsa itu. - Berdasarkan sifat dari konstitusi yaitu: 1. Fleksibel / luwes apabila konstitusi / undang undang dasar memungkinkan untuk berubah sesuai dengan perkembangan. 2. Rigid / kaku apabila konstitusi / undang undang dasar jika sulit untuk diubah. 3. Unsur /substansi sebuah konstitusi yaitu: Menurut Sri Sumantri konstitusi berisi 3 hal pokok yaitu: 1. Jaminan terhadap Ham dan warga negara. 2. Susunan ketatanegaraan yang bersifat fundamental. 3. Pembagian dan pembatasan tugas ketatanegaraan. 3. Pengertian Kemiskinan Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan

5

komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan,dll. Kemiskinan bisa dikelompokan dalam dua kategori , yaitu Kemiskinan absolut dan Kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut mengacu pada satu set standard yang konsisten , tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat / negara. Sebuah contoh dari pengukuran absolut adalah persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yg cukup menopang kebutuhan tubuh manusia (kira kira 2000-2500 kalori per hari untuk laki laki dewasa). Bank Dunia mendefinisikan Kemiskinan absolut sebagai hidup dg pendapatan dibawah USD $1/hari dan Kemiskinan menengah untuk pendapatan dibawah $2 per hari, dg batasan ini maka diperkiraan pada 2001 1,1 miliar orang didunia mengonsumsi kurang dari $1/hari dan 2,7 miliar orang didunia mengonsumsi kurang dari $2/hari." Proporsi penduduk negara berkembang yang hidup dalam Kemiskinan ekstrem telah turun dari 28% pada 1990 menjadi 21% pada 2001. Melihat pada periode 1981-2001, persentase dari penduduk dunia yang hidup dibawah garis kemiskinan $1 dolar/hari telah berkurang separuh. Tetapi , nilai dari $1 juga mengalami penurunan dalam kurun waktu tersebut. Meskipun kemiskinan yang paling parah terdapat di dunia bekembang, ada bukti tentang kehadiran kemiskinan di setiap region. Di negara-negara maju, kondisi ini menghadirkan kaum tuna wisma yang berkelana ke sana kemari dan daerah pinggiran kota dan ghetto yang miskin. Kemiskinan dapat dilihat sebagai kondisi kolektif masyarakat miskin, atau kelompok orang-orang miskin, dan dalam pengertian ini keseluruhan negara kadang-kadang dianggap miskin. Untuk menghindari stigma ini, negara-negara ini biasanya disebut sebagai negara berkembang. Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup: Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar. Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan

6

yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. 3. Kemiskinan dalam Perspektif Negara . Perubahan dan perkembangan yang terjadi pada dunia internasional turut berimbas pada perubahan politik dan sosial negara dalam ekonomi internasional. Dengan semakin berkembangnya penemuan dalam bidang komunikasi, orang-orang menjadi lebih sadar akan adanya keadaan ekonomi yang lebih baik yang dimiliki oleh orang-orang di belahan bumi lain. Kekayaan yang dimiliki oleh negara-negara maju memberikan orang-orang di negara yang kurang berkembang keinginan untuk terlepas dari kemiskinan yang menimpa mereka. Pertumbuhan ekonomi, modernisasi, dan industrialisasi menjadi sebuah target yang harus diraih oleh elit-elit di seluruh dunia. Kemiskinan bukan lagi dilihat oleh masyarakat sebagi sebuah keadaan yang alami tetapi sebagai sebuah keadaan yang merupakan imbas dari tindakan manusia itu sendiri (Gilpin, 1987). Kemiskinan menjadi sebuah keadaan yang tidak dapat diterima dan harus segera dientaskan. Ketimpangan yang terjadi antara negara-negara di belahan utara dunia dengan negara-negara di bagian selatan membuat beberapa isu seperti perkembangan, industrialisasi, dan ketergantungan menjadi pembicaraan dalam ekonomi politik internasional. Robert Gilpin (1987) menjelaskan dalam artikelnya mengenai pandangan beberapa perspektif dalam menganalisa ketiga isu tersebut. Menurut perspektif negara serikat, kemiskinan yang terjadi di negara-negara maju merupakan akibat dari kurangnya integrasi negaranegara tersebut ke ekonomi dunia dan adanya kebijakan-kebijakan pemerintah yang justru menjadi penghalang bagi perkembangan pasar. Dengan kata lain, halangan untuk mengembangkan pasar justru terletak pada sistem sosial dan politik negara itu sendiri. Dengan kata lain, untuk mengembangkan ekonominya, negara harus menghilangkan halanganhalangan yang ada agar tercipta suatu kinerja yang efisien. Menurut negara berkembang(termasuk negara Indonesia) ada dua pandangan terkait dengan kemiskinan, yakni pandangan tradisional dan pandangan alternatif. Pandangan tradisional melihat kemiskinansebagai situasi ketika manusia tidak mempunyai uang untuk membeli makanan dan memenuhi kebutuhan material dasar. Oleh karena itu, perlu diadakan pembangunan yang bertujuan untuk mentransformasi pemenuhan kebutuhan ekonomi tradisional menjadi industri. Hal ini maksudnya adalah setiap individu menawarkan tenaganya sendiri untuk mendapatkan uang, daripada mencari uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Pandangan tradisional ini berasumsi bahwa kemungkinan pertumbuhan ekonomi yang tak terbatas adalah pada sistem pasar bebas sehingga ekonomi akan mencapai titik lepas landas dan memberikan kemakmuran bagi semua orang. Pada pandangan ini ukurannya adalah pertumbuhan

7

ekonomi melalui industrialisasi termasuk pertanian. Prosesnya berjalan dari atas ke bawah yaitu berlandaskan pada pengetahuan ahli, biasanya pihak barat, investasi yang besar pada proyek yang luas, teknologi modern, dan perluasan sektor privat. Adapun pandangan alternatif melihat kemiskinan sebagai situasi ketika manusia tidak dapat memenuhi kebutuhan material dan kebutuhan non-material dengan usaha mereka sendiri. Pembangunan dalam pandangan ini bertujuan untuk menciptakan manusia yang berkembang baik melalui kehidupan sosial, budaya, politik, dan ekonomi yang terpelihara. Asumsi dasar dari pandangan ini yaitu kecukupan, yang berarti nilai hakiki dari alam, keragaman budaya, dan kontrol komunitas yang penting, manusia beraktivitas selaras dengan alam, partisipasi, dan memberikan suara bagi kaum yang terpinggirkan, misalnya anak-anak dan kelompok suku tertentu. Ukurannya dilihat dari pemenuhan kebutuhan material dan non-material bagi setiap orang, kondisi lingkungan alam yang baik, dan kepenuhan kebutuhan politik bagi yang terpinggirkan. Prosesnya berjalan dari bawah ke atas yaitu : partisipasi, bersandar pada pengetahuan dan teknologi lokal yang diperlukan, investasi kecil pada proyek kecil, dan perlindungan bagi masyarakat. Menurut negara komunis kemiskinan adalah merupakan sebuah standar hidup yang rendah dibawah standar hidup yang berlaku umum di masyarakat.Kemiskinan adalah situasi serba kekurangan yang terjadi bukan karena dikehendaki oleh seseorang, melainkan karena tidak dapat dihindari dengan kekuatan yang ada padanya.Karl Max yaitu yang lebih dikenal sebagai bapak komunisme menganggap bahwa akar dari kemiskinan adalah berasal dari negara-negara kapitalis yang dulunya menjajah negara-negara lain,atau yang disebut sebagai kapitalisme. “Jangan pernah meremehkan orang-orang miskin, sebab dari mereka amarah bisa menggelegak menjadi sebuah revolusi sosial, revolusi yang dipelopori oleh orang-orang miskin yang akan membumi-hanguskan kaum-kaum yang selama ini “menghina” dan menempatkan orang miskin secara kurang ajar”

- Karl Marx -

4. Kemiskinan dalam Perspektif Konstitusi. - Kemiskinan dalam Tinjauan UUD 45 Seperti yang tertulis pada Pembukaan Undang-undang Dasar 1945: membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut

8

melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,perdamaian abadi dan keadilan sosial…. Inilah tujuan nasional yang menjadi landasan awal penanggulangan kemiskinan di Indonesia.Tentunya dalam menanggulangi kemiskinan harus diketahui dahulu makna kemiskinan dan juga kesejahteraan. Sehingga awal dan akhir dari tujuan yang ingin dicapai dapat diketahui. Makna Kemiskinan Menurut UUD 1945 Kemiskinan mempunyai makna yang sangat luas hal ini yang menyebabkan makna kemiskinan mengalami koreksi tiap waktu. Secara konvensional kemiskinan dimaknai dengan pendapatan yang kurang dikarenakan distribusi kekayaan yang tidak merata yang menyebabkan seseorang atau keluarga tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar untuk kehidupan sehari-hari. Parameter untuk mengetahui pendapatan yang kurang adalah pengeluaran rumah tangga yang amat rendah. Dengan pengertian kemiskinan ini tentunya yang harus dilakukan pemerintah mengusahakan agar pendapatan dari seseorang dapat ditingkatkan sehingga memenuhi kebutuhan dasar untuk kehidupan sehari-hari.Makna konvensional kemiskinan tersebut kemudian mengalami koreksi. Kemiskinan tidak hanya menyangkut kesenjangan pendapatan. Pada pertengahan 1980-an muncul rumusan definisi baru: “Kemiskinan harus dimaknai: orang, keluarga, dan sekelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan sumber daya material, sosial, dan budaya, sehingga menghalangi mereka untuk dapat hidup layak menurut ukuran paling minimal di suatu negara tempat mereka bermukim” (Komisi Eropa, 1984 dalam Alhumami, 2009). Makna kemiskinan menjadi perdebatan dikalangan sarjana sehingga kemiskinan tidak lagi bermakna kesenjangan pendapatan atau tidak meratanya distribusi kekayaan, tetapi lebih ditekankanpada pemerataan kesempatan untuk mendapatkan hak-hak dasar, yang dimulai sejak manusia lahir. Pergeseran makna kemiskinan tersebut tentunya menjadikan parameter kemiskinan menjadi berbeda dari sebelumnya. Sebelumnya kemiskinan yang hanya dilihat dari kurangnya pendapat yang dapat diketahui dari pengeluaran rumah tangga yang amat rendah, untuk selanjutnya hal ini tidak dapat dipakai untuk melihat tingkat kemiskinan. Kemiskinan oleh Bappenas (2005) didefinisikan sebagai kondisi di mana seseorang atau sekelompok orang, laki-laki dan perempuan, tidak terpenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Definisi kemiskinan ini beranjak dari pendekatan berbasis hak yang mengakui bahwa masyarakat miskin, baik laki-laki maupun perempuan, mempunyai hak-hak dasar yang sama dengan anggota masyarakat lainnya.Kemiskinan tidak lagi dipahami hanya sebatas ketidakmampuan ekonomi, tetapi juga kegagalan pemenuhan hak-

9

hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi seseorang atau sekelompok orang, laki-laki dan perempuan, dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. Definisi kemiskinan oleh pemerintah ini sebenarnya sudah termasuk mencakup untuk menanggulangi krisis multidimensi. Kemiskinan diartikan sebagai pelanggaran hak dari seseorang atau kelompok masyarakat. Hak-hak dari setiap warga Negara Indonesia ini telah tertuang dalam UUD 1945.

10

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->