SISTEM EKONOMI DAN POTENSI KABUPATEN SIDOARJO

OLEH : BIMA SURYA S. ACHMAD ZULFIKAR INDIRA FITRADA (2512100077) (2512100083) (2512100147)

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2012

Oleh karena itu. teman-teman kami dan keterlibatan dari semua pihak. Akhir kata. penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk pendalaman dan telaah bahan studi ilmu ekonomi lebih lanjut. dan hidayah-Nya. Keberhasilan dalam penyusunan makalah ini tidak terlepas dari bantuan dosen kami bapak Ibnu Hisyam yang telah membimbing kami dalam satu semester ini. penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak terkait yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini. penulis menyadari bahwa masih jauh dari kesempurnaan sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak agar lebih sempurnanya makalah ini. Surabaya. rezeki.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT karena atas berkat rahmat. Dalam pembuatan makalah ini. 21 Desember 2009 Penulis .

selanjutnya dikatakannya pula bahwa suatu sistem ekonomi tidaklah harus berdiri sendiri. Bagaimana tentang sistem perekonomian yang diberlakukan di kota Sidoarjo ditinjau dari berbagai sektor ? . Sektor-sektor tersebutlah yang memegang kemana dan pada tingkat apa perekonomian Sidoarjo berada.2 Perumusan Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas. Banyak yang dari pihak swasta yang memiliki namun juga banyak usaha-usaha yang dikuaai oleh pemerintah daerah Sidoarjo sendiri. maka dalam penulisan makalah ini dapat dirumuskan pokok permasalahan sebagai berikut : 1. sentra industri kerupuk di Telasih Tulangan.BAB I PENDAHULUAN 1. diantaranya sentra industri kerajinan tas dan koper di Tanggulangin. Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suat tatanan kehidupan. menjadikan Sidoarjo menerapkan berbagai aturan tentang bagaimana aturan-aturan sektr pendukung perekonomian di Sidoarjo. menyimpan potensi sebagai kawasan industri. Sektor industri di Sidoarjo berkembang cukup pesat karena lokasi yang berdekatan dengan pusat bisnis kawasan Indonesia Timur (Surabaya). padangan dan pola hidup masyarakat tempatnya berpijak. Dari hal kepemilikan usaha di berbagai sektor di Sidoarjo pun berbeda-beda.. memiliki sumber daya manusia yang produktif serta kondisi sosial politik dan keamanan yang relatif stabil menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Sidoarjo.Gedangan. Menurut Dumairy (1966). Sidoarjo sebagai kota satelit bagi ibukota propinsi Surabaya. Sektor industri kecil juga berkembang cukup baik. Seperti Bdan Usaha Milik Pemerintah atau Badan Usaha Milik Swasta.Waru dan Tebel . tetapi berkaitan dengan falsafah. Sistem ekonomi sesungguhnya merupakan salah satu unsur saja dalam suatu supra sistem kehidupan masyarakat. Hal ini dikarenakan ingin mengetahui sistemm ekonomi yang diberlakukan di kota Sidoarjo seperti apa ditinjau dari berbagai aspek. dekat dengan Pelabuhan Laut Tanjung Perak maupun Bandar Udara Juanda. Sehingga tidak heran jika perekonomian Sidoarjo didominasi oleh sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan. Banyaknya sektor-sektor yaang mampu mendongkrak perekonomian Sidoarjo. 1.1 Latar belakang Sistem ekonomi merupakan cabang ilmu ekonomi yang membahas persoalan pengambilan keputusan dalam tata susunan organisasi ekonomi untuk menjawab persoalanpersoalanekonomi untuk mewujudkan tujuan nasional suatu negara. sentra industri sandal dan sepatu di Wedoro . Hal ini menjadikan kita menuliskan studi literatur ini. hotel dan restaurant. Sistem ekonomi merupakan bagian dari kesatuan ideologi kehidupan masyarakat di suatu negara.

Dengan penulisan makalah ini dapat diketaui sistem perekonomian yang berlaku di kota Sidoarjo 2.4 Manfaat Penulisan Adapun manfaat penelitian yang dilaksanakan adalah : 1. Bagaimana status kepemilikan berbagai sektor Industri. Perekonomian. Mengetahui tentang sistem perekonomian yang diberlakukan di kota Sidoarjo ditinjau dari berbagai sektor 2.3 Tujuan Penulisan Sesuai dengan latar belakang dan permasalahan yang telah diuraikan di atas maka tujuan yang hendak dicapai sehubungan denganpenulisan makalah ini adalah : 1. Badan Usaha dan sektor-sektor lain yang ada di Sidoarjo 1. Mengetahui status kepemilikan berbagai sektor Industri. Badan Usaha dan sektor-sektor lain yang ada di Sidoarjo? 1.2. Sebagai bahan untuk mengetahui aturan-aturan yang mengatur tentang sistem ekonomi dan pengaturan perekonomian di Sidoarjo . Perekonomian.

1. Sementara itu nasionalisasi merupakan upaya sebaliknya. Pengelolaan ini berkaitan dengan upaya mencari penyelesaian terhadap empat persoalan ekonomi kunci seperti yang telah dikemukakan pada bab terdahulu sistem ekonomi yang digunakan dalam suatu daerah dapat diketahui dengan mengetahui siapa dan berapa besar konstribusinya pada kegiatan ekonomi di negara/daerah itu.1 Sistem Ekonomi Pasar Bebas (liberal) Dasar pemikiran sistem ekonomi pasar bebas ini adalah kebebasan alamiah yang dimiliki oleh masyarakat dalam berperilaku ekonomi yang dicetuskan oleh Adam Smith dalam buku yang terkenal dengan judul The Wealth of Nations(1776). Kebebasan : hak untuk memproduksi dan mempertukarkan barang.2 Sistem Ekonomi Perencanaan Terpusat / Negara Pembicaraan tentang sistem ekonomi perencanaan terpusat atau ekonomi sosialis atau juga disebut ekonomi negara disini dibatasi pada pemikiran Karl marx(1818-1883). berarti terjadi perubahan ke arah perekonomian yang lebih bebas. Mengarah kepada peningkatan kepemilikan pribadi. Berikut ini adalah beragai sistem ekonomi yang berlaku di berbagai negaara : 2. Model klasik Smith ini mengemukakan bahwa kekayaan dan kemakmuran diciptakan melalui kapitalisme pasar bebas.BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Meskipun tidak semua pemikiran Sosialis itu revolusioner. Pemberian kesempatan swasta asing dalam kepemilikan domestik berarti kebebasan ekonomi yang semakin luas terjadi. Tulis Marx.1. . pemilik tanah. dan pemilik modal lain 2. tujuan “kemakmuran universal” Adam Smith akan tercapai di bawah komunisme.Kepentingan diri: hak seseorang melakukan usaha sendiri dan membantu kepentingan diri orang lain. Persaingan: hak untuk bersaing dalam produksi dan perdagangan barang dan jasa. Ketiga unsur ini akan menghasilkan “harmoni alamiah” kepentingan pekerja. tenaga kerja.2. membolehkan kekerasan untuk memaksa warga negara mengikuti kemauan negara.dan 3. Marx meramalkan bahwa sosialisme revolusioner akan mengekspresikan eksistensi dan kebahagiaan manusia untuk pertama kalinya. akan tetapi hampir semua pemikiran ekonomi negara tidak dapat dilepaskan dari pemikiran Marx. Istilah privatisasi berarti proses perubahan dari kepemilikan negara kepada kepemilikan pribadi atau swasta. Surga dapat diwujudkan di Bumi. Aspek siapa ini mengarah ke persoalan kepemilikan bukan pelakunya. Tiga karakteristik model klasik ini : 1. dan kapital.1 Sistem-sistem ekonomi Sistem-sistem ekonomi ini berkaitan dengan cara pemerintahan suatu negara /daerah mengelola kegiatan ekonomi.

hal. dan sebentuk perbudakan-yang tidak memiliki properti hanya mengandalkan jasa tenaga kerja. sehingga tidak memerlukan uang. utang.Teori ini juga berawal dari teori nilai kerja. Nilai komoditas akan bervariasi menurut waktu kerja. maka semua profit yang diterima oleh kapitalis dan pemilik tanah pastilah merupakan nilai surplus. Agar tidak ada eksploitasi anak-anak oleh orang tua.Misalnya ada pekerja peternakan sapi yang mendapat upah pasti setiap bulan. kapitalis tampaknya tetap berkembang pesat. Produksi dan konsumsi dapat dilanjutkan dan berkembang melalui perencanaan sentral tanpa pertukaran atau uang. harga barang ditentukan oleh nilai kerja. yang diambil secara tidak adil dari pendapatan kelas pekerja. Ia menentang pendapat Say tentang nilai komoditas terletak pada kegunaannya. Karena itu Marx menyimpulkan bahwa industri padat karya lebih menguntungkan dari pada industri padat modal. kenyataanya terbantahkan oleh kesaksian mantan pemimpin Komunis Polandia Leszek Kolkowski(1. Dengan teori nilai surplus. 2. Meskipun ada daur hidup bisnis dan depresi besar. keluarga tradisional perlu dihapuskan. tingkat profit tidak menurun. dan 5. Kewajiban yang setara bagi semua untuk bekerja. Tetapi bukti yang ada cenderung menuju tingkat keuntungan yang relatif sama antara satu industri dengan industri lain karena adanya proses transformasi modal.Meskipun pernyataan ini pada akhir tahun 1937 dipuji oleh Wessily Leontief (orang Rusia penemu analisis input-output yang memenangkan hadih Nobel ). 192) yang menyatakan bahwa ramalan Marx itu keliru. Tanpa hak milik pribadi tidak perlu ada pertukaran. dari yang kurang menguntungkan ke yang lebih menguntungkan dalam jangka panjang. jual beli. 3. Kelas pekerja tidak semakin menderita. Di bawah kapitalisme. Masyarakat utopian sosialis (sebagai model masyarakat komunitarian seperti New Harmoni ) tidak berkembang dan bubar karena kemalasan. dan revolusi proletariat juga tidak terjadi.Tidak banyak terjadi peningkatan konsentrasi industri dalam masyarakat kapitalis maju. Marx mendukung penghapusan hak milik pribadi berdasarkan teori bahwa pemilikan pribadi merupakan penyebab perselisihan. pertentangan kelas. dan kecurangan. Fakta-fakta yang diperlihatkan :1. Menurut Marx. Teori ini jelasjelas mengabaikan peran vital pemodal dan wirausahawan yang melakukan investasi dan mengambil resiko. pengusahanya . sehingga komoditas yang menyerap tenaga kerja lebih banyak akan menghasilkan komoditas yang lebih bernilai. Marx memperlihatkan bagaimana kapitalis mengeksploitasi pekerja. Karena harga sapi merosot tajam oleh sebab kedatangan sapi impor. 4. Jika semua nilai adalah produk tenaga kerja.

isu tentang ras. Usaha besar menjadi lebih terkonsentrasi sebagai perusahaan besar yang memproduksi komoditas yang lebih murah . keterasingan dan kerja monoton di tempat kerja.W Hegel yang kemudian merumuskan Sosialisme sebagai anti tesa Kapitalisme yang melahirkan sintesa Komunisme. berkurangnya konsumsi. Marx terpengaruh pada dialektika materialisme sejarah G. dan masing-masing mendapatkan kebutuhannya”. yang “selalu berakibat yang menghancurkan kapitalis yang kecil-kecil’. Pekerja menjadi semakin menderita. Akumulasi kapital akan terus bertambah besar guna menghadapi persaingan dan menjaga agar upah tidak naik. Semakin banyak pekerja yang dikeluarkan dari pekerjaan.rugi Rp.kapital)). dan meterialisme dalam masyarakat kapitalis yang mencari uang. Ketiga tokoh ini menolak teori biaya produksi obyektif dan lebih fokus pada prinsip utilitas . Ini akan menimbulkan kesulitan bagi kapitalisme. Kedua. Pertama. s (nilai surplus)/((vbiaya variabel.isu keserakahan.3 Sistem Ekonomi Pasar Bebas Reformasi (Neo klasik/ neoliberal) Pelopor revolusi marginalis itu adalah William Stanley Jevons (1835-82) dari Inggris. Penambahan mesin akan memperbesar nilai c dan menurunkan profit. Meskipun prediksi Mark keliru. Leon Walras(1843-1910) dari Perancis.2 juta per ekor. dan kehancuran adalah hal yang tak terelakkan. Dimana eksploitasi pekerjanya? Marx menganggap modal adalah tenaga kerja beku( kumulasi dari konstribusi tenaga kerja).tenaga kerja)+c-biaya tetap. kekuatan monopolistik. Masyarakat komunis ini tergambar dalam satu frasa “masing-masing mendapatkan setimpal dengan kemampuannya. bagaimana bila modal didapatkan dari menjual langsung hasil alam karunia Tuhan yang tidak perlu menggunakan tenaga kerja untuk menghasilkannya? Mesin dan teknologi dipandang negatif oleh Marx. karena daya belinya menurun karena berkurangnya penghasilan. Tidak ada stabilitas dalam kapitalisme. profit yang turun. perhatian kepada kesenjangan kekayaan. diskriminasi. dan semakin banyak pengangguran.1. kecurangan. Biaya yang turun. Menurut rumus Marx untuk tingkat profit p. Ketiga. pengangguran besar-besaran kelas proletariat akan menciptakan krisis yang destruktif dan meluas dan depresi bagi sistem kapitalis. dan dari Austria Carl Menger(1840-1921). Dan keempat. pendapatan. dan peluang. ada beberapa hal penting yang dapat dicatat. dan lingkungan. feminisme. 2.

membangun masyarakat yang berkeadilan dan bermoral. 2.1. mereka berpandangan bahwa nilai produk terletak pada penilaian subyektif dari pengguna. manusia tidak boleh menguntungkan diri sendiri. Pembagian harta waris terperinci. Permintaan harus cukup tinggi sebelum produsen akan menggunakan sumber dayanya untuk memproduksi suatu produk. Produksi komoditas yang halal dan baik. tetapi harus membagi-bagikan kekayaan secara merata. Intervensi pemerintah pada kegiatan ekonomi secara langsung minim. Negara lebih perhatian pada upaya pemenuhan kebutuhan pokok bagi semua dibanding pada kegiatan produksi sendiri. egalitarianisme-kesetaraan. .subyektif dan permintaan konsumen sebagai kunci pendekatan baru ilmu ekonomi. Pengakuan hak pribadi ada dan jelas. Seperti halnya Say. Pertama.Perdagangan didasarkan pada prinsip kerelaan dari kedua belah pihak dengan menjunjung tinggi kejujuran. Kedua. dan kepedulian kepada keadilan sosial merupakan tujuan tertinggi ajaran Islam (2. spiritualitas yang mendalam (bukan materi atau kebanggaan diri).4 Sistem Ekonomi Islam Mengawali pembicaraan ekonomi Islam disini akan dikemukakan pendapat orientalis ternama Karen Amstrong berkenaan dengan esensi ajaran Islam.Pembelanjaan harta tidak boros dan juga tidak kikir. dan memperlakukan kaum miskin dan kaum lemah secara terhormat.h539). Mendukung segala upaya yang mengarah pada keberhasilan usaha berkenaan dengan perolehan hasil pemungutan zakat bagi muslim /pajak untuk non muslim.

baik saran maupun kritik juga diharapkan dapat membantu kesempurnaan makalah ini. kami menarik sebuah kesimpulan mengenai rumusan masalah yang ada. 2.1 Perumusan Masalah Pada tahap ini. . 2. dan juga data Statistik kota Sidoarjo (BPS Sidoarjo) 2.3 Kajian Pustaka Pada tahap ini. Tujuannya agar kami mampu memahami definisi variabel-variabel yang akan digunakan dalam pembahasan masalah yang akan dianalisa. kami mempelajari materi-materi terkait dengan permasalahan yang telah dirumuskan. 2.4 Analisa dan Pembahasan Masalah Dari data yang kami kumpulkan serta pemahaman terhadap variabel-variabel mengenai materi terkait. kami kumpulkan dari berbagai sumber. diantaranya melalui studi pustaka.2 Pengumpulan Data Data-data yang berkaitan mengenai rumusan masalah. Berawal dari analisa. serta browsingdata dari internet. perusahaan mauoun industri. disusun berdasarkan data dan sumber informasi. yaitu mengenai sistem perekonomian yang diterapkan di Sidoarjo ditinjau dari aspek kepemilikan badan usaha.BAB III METODE PENULISAN 2. kemudian kami spesifikasikan dan selanjutnya kami analisis sesuai dengan penerapan masalah yang dirumuskan.5 Kesimpulan Spesifikasi data dalam proses analisis serta solusi dari permasalahan yang ada. Segala hal yang mendukung. kami merumuskan permasalahan yang ada.

1 Potensi Ekonomi Kabupaten Sidoarjo Sidoarjo merupakan salah satu kabupaten yang potensinya sangat melimpah di wilayah Provinsi Jawa Timur. Selain itu perikanan dan jasa juga merupakan sektor perekonomian utama Sidoarjo. dan Sedati. Kabupaten Sidoarjo juga merupakan salah satu pertanian di Jawa Timur memiliki tingkat perkembangan yang cukup baik. Sidoarjo juga menyimpan potensi sebagai kawasan industri. Pengelolaan perkebunan yang ada di kabupaten Sidoarjo masih diusahakan dalam bentuk kebun campuran dalam skala kecil oleh rakyat. bebek. Buduran. Selain itu di sidoarjo juga terdapat banyak sekali tambak. Sidoarjo dekat dengan selat Madura. Selainitu ada juga kuda. bandeng dan udang dijadikan sebagai lambing kabupaten Sidoarjo. Dengan luas tambak mencapai 15.530 hektar dan dimiliki sekitar 3. Dari kedua sektor tersebut saja sudah memegang peranan ekonomi sampai dengan 75 % dari total PDRB kabpaten Sidoarjo. dan babi. Sedangkan ternak kecil dan unggas seperti ayam. bagi .BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN 4. Karena inilah juga. Candi. dan singkong. jagung. Jabon. Komoditi pertanian yang dominan ditanam adalah tanaman yang berguna untuk kemandirian pangan seperti kedelai. hotel dan restaurant. Perkebunan Sektor perkebunan di kabupaten Sidoarjo masih belum berkembang dan masih diusahakan secara sambilan. Tanggulangin. seperti kecamatan Sidoarjo. b. ubi. sehingga tidak mengherankan jika perekonomian Sidoarjo didominasi oleh sector industri pengolahan dan sector perdagangan. Contoh tanaman yang sering ditanam yaitu kelapa lokal. Pertanian Sektor pertanian menjadi salah satu leading sektor penting dalam pemberdayaan ekonomi dan social masyarakat di kabupaten Sidoarjo. sehingga bisa memaksimalkan potensi laut yang ada. Pola penggunaan tanah untuk perkebunan dengan cara memanfaatkan tanah-tanah perkarangan atau lading yang ada di sekitar pemukiman. c. d. kambing. Perikanan Sektor perikanan merupakan salah satu potensi yang paling melimpah di kabupaten Sidoarjo. Peternakan Sektor peternakan khususnya ternak besar sapi di kabupaten Sidoarjo merupakan aktivitas ekonomi yang penting untuk penduduk. Beberapa kecamatan di Sidoarjo juga memiliki tambak. Berikut ini merupakan potensi-potensi lain yang terdapat pada kabupaten Sidoarjo : a. domba. kopok randu dan mete..300 petambak bandeng.

Sehingga. Lukisan Kulit dan Kaligrafi - Kerajinan Batik Kenongo Ada tiga motif batik khas Sidoarjo. Sebagian masyarakat Desa BalongBendo adalah nelayan pencari Kupang di laut. Sedangkan motif Kebun Tebu ini terkait dengan Sidoarjo yang dulunya dikenal sebagai penghasil gula terbesar. masyarakat Bluru Kidul. Saat ini. ikat pinggang dan sepatu. Sehingga. Dan pada tahun 1976 didirikanlah Koperasi Industri Tas dan Koper (Intako). Produk ini telah memiliki brand dan mutu yang cukup bagus . koperasi itu terus berkembang dan jumlah anggotanya sudah mencapai 354 perajin UKM dengan aset sekitar Rp 10 miliar. motif Kembang Bayem ini terkait dengan banyaknya sayuran bayam di daerah pedesaan Sidoarjo. e. Yang dibuat antara lain adalah Wayang Kulit. dompet. yakni beras utah. Kecamatan Sidoarjo sebagai nelayan kerang juga melakukan kegiatan Nyadran. Dan pada setiap bulan Maulud. Demikian pula dengan masyarakat Gisik Cemandi Kecamatan Sedati juga melakukan kegiatan yang dinamakan Petik . kembang bayem. Kerajinan seni Kulit Seni kerajinan kulit adalah membuat barang-barang kerajinan yang terbuat dari bahan kulit. Berikut beberapa obyek wisata di Sidoarjo antara lain: Industri tas dan koper di Tanggulangin Industri tas dan koper Tanggulangin Sidoarjo merupakan salah satu ikon wisata Sidoarjo.penduduk lebih bersifat sebagai tabungan. tentu banyak pula kebun-kebun tebu yang menjadi bahan baku gula. Pada setiap Bulan Ruwah (1 minggu sebelum Bulan Puasa) mereka mengadakan Nyadran. Perkembangan sektor peternakan kini menunjukkan keadaan yang lebih baik. Sementara. Produk yang dihasilkan antara lain tas. Beras Utah ini terkait dengan melimpahnya bahan pangan terutama padi yang ada di Sidoarjo. Dalam perjalanannya. Wisata minat khusus (kerajinan) dan wisata sejarah menjadi unggulan sektor pariwisata di Kabupaten Sidoarjo. situs-situs yang menunjukkan Sidoarjo sebagai penghasil gula masih ada. koper. yang awalnya hanya beranggotakan 27 orang. dengan penduduk Sidoarjo yang relative kecil waktu itu. Hingga kini perkembangan industri juga terus meningkat. Potensi Pariwisata Potensi pariwisata kini kembali diminati. kelebihan beras tersebut tentu akan dilimpahkan ke daerah lain. Nyadran Acara Nyadran diadakan sebagai ungkapan terima kasih pada sang Pencipta. dan kebun tebu. Industri ini pada awalnya dimulai sejak 1939 ketika beberapa perajin memulai pembuatan barangbarang tas dan koper. Modal usaha diperoleh dari simpanan pokok anggota.

diantaranya sentra industri kerajinan tas dan koper di Tanggulangin. memiliki sumber daya manusia yang produktif serta kondisi sosial politik dan keamanan yang relatif stabil menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Sidoarjo. kampong kerupuk. tempat lilin berkualitas ekspor. Para perajin Sayangan di sini sangat piawai membuat peralatan dapur antara lain. kampoeng sandal dan sepatu.Waru dan Tebel . Desa Sawoan.didominasi oleh sektor industri dan sektor perdagangan. Kedua sektor tersebut memegang peranan ekonomi sampai dengan 75 % dari total PDRB kabupaten Sidoarjo. Setiap kegiatan Nyadran. masyarakat selalu menyempatkan berziarah ke makam tersebut. dilaksanakan setiap bulan Agustus. diantaranya ikan. Logo Kabupaten menunjukkan bahwa Udang dan Bandeng merupakan komoditi perikanan yang utama kota ini. dandang.2 Kondisi ekonomi di Sidoarjo Perikanan. Sektor industri di Sidoarjo berkembang cukup pesat karena lokasi yang berdekatan dengan pusat bisnis kawasan Indonesia Timur (Surabaya).Laut.hotel dan restaurant dimana sektor ini memiliki dampak secara langsung terhadap pertumbuhan ekonomi suatu kawasan. Seain itu juga adanya pertambahan jumlah perusahaan berkembang yang tumbuh di kota Sidoarjo dalam kurun waktu lima tahun sudah mencapai ratusan sampai akhir tahun . seperti pada penyerapan nilai investasi dan tenaga kerja yang naik rata-rata 5% dalam kurun waktu lima tahun. Putri Ayu Sekar Dadu merupakan putri dari raja Blambangan yang bernama Minak Sembayu. 4. Sidoarjo dikenal pula dengan sebutan "Kota Petis". Oleh-oleh makanan khas Sidoarjo adalah Bandeng Asap dan Kerupuk Udang. Putri Ayu Sekar Dadu meninggal dan dimakamkan di dusun Kepentingan. panci. Kota Sidoarjo merupakan kota satelit bagi ibukota kota Surabaya. Selat Madura di sebelah Timur merupakan daerah penghasil perikanan. Kampoeng Sayangan Sentra produksi perlengkapan rumah tangga yang terbuat dari aluminium dan baja anti karat ini berada di desa Sayangan Kec. dekat dengan Pelabuhan Laut Tanjung Perak maupun Bandar Udara Juanda.Tulangan. sentra industri kerupuk di Telasih . Makam Putri Ayu Sekar Dadu Dari cerita yang beredar di masyarakat sekitar. Candi. Sidoarjo mengalami berbagai peningkatan di berbagai aspek ekonomi. Sektor industri kecil juga berkembang cukup baik. sentra industri sandal dan sepatu di Wedoro . dan lain-lain. Dan masih banyak lagi seperti waterpark. dan kepiting. yang diyakini sebagai Ibu Sunan Giri. udang. dengan maksud seperti kegiatan Nyadran di Desa Balongbendo. kecamatan Buduran. industri dan jasa merupakan sektor perekonomian utama Sidoarjo. cetakan kue.Gedangan.

sampai pada tahun 2007 dapat dilihat bahwa ada tiga sektor ekonomi yang sangat dominan kontribusinya bagi pertumbuhan perekonomian di kabupaten ini. pemilik saham tebesar juga didominasi oleh pihak swasta . tenaga kerja. sedangkan sisanya adalah dibawah naunan pemerintah daerah. pemerintah hanya menaungi hampir 47% dari industri yang ada di Sidoarjo. 2007 :157) Bisa dikatakan bahwa Sidoarjo menggunakan sistem ekonomi liberal karena sebagian besar industrinya dikuasai pihak swasta. (BPS. Aspek lain yang mulai berkembang di Sidoarjo adalah perkembangan jumlah unit industri. hal ini terlihat dari data statistik yang menyebutkan di akhir Tahun 2006. di sektor industri Sidoarjo.Di Daerah Tingkat II kabupaten Sidoarjo Propinsi Jawa Timur.47 % dan sektor ketiga yaitu sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 8. sementara sektor kedua yaitu sektor perdagangan sebesar 24. perekonomian Sidoarjo mulai merosot. dilihat berdasarkan angka distribusi persentase Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (persen) diketahui bahwa sektor industri pengolahan sebagai sektor ekonomi yang paling besar sumbangannya dalam perekonomian Kabupaten Sidoarjo yaitu sebesar 53.2000an. .6 % per Tahun.72 % dimana selain tiga sektor tersebut terdapat beberapa sektor yang memang dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi secara riil di Kabupaten Sidoarjo.30%. Rata . Disamping itu.3 Sistem Perekonomian Yang Berlaku Di Sidoarjo Pada tahun 2000 keatas.rata pendapatan perkapita masyarakat Sidoarjo juga tergolong tinggi di Jawa Timur. Kabupaten sidoarjo masih termasuk 10 besar wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jatim. Sistem ekonomi di Sidoarjo bisa dikatakan mengikuti aliran sistem ekonomi liberal dapat dilihat dari jumlah badan usaha yang ada di Sidoarjo. 4. Dalam lima tahun terakhir rata-rata pertumbuhan ekonomi Sidoarjo bergerak pada kisaran 5 . nilai investasi dan nilai produksi PMA/ PMDN sampai bulan April 2001 sudah mencapai ratusan jumlahnya dan tentunya mampu menampung jumlah tenaga kerja yang mencapai ribuan per kelompok industri. Pendapatan perkapita ini bisa dipakai untuk melihat besarnya potensi daya beli masyarakat Sidoarjo. 65% dari Badan usha yang ada di Sidoarrjo dikuassai oleh pihak swasta. Hhal ini mendatangkan nilai investasi yang cukup besar bagi kota Sidoarjo yang mana mampu menaikkan perekonomian Sidoarjo.

terutama industri dan perikanan yang ada di Sidoarjo . Hendaknya pemerintah lebih mampu mengoptimalkan potensi-potensi. Sidoarjo unggul dalam bidang industri dan perikanan yang merupakan devisa terbesar untuk Sidoarjo Sidoarjo memiliki potensi yang sangat luar biaa ditinjau dari berbagai aspek. 5. beberapa hal yang perlu disimpulkan diantaranya : 1.1 Kesimpulan Dari Permasalahan yang diuraiakn diatas.BAB V PENUTUP 5.2 Saran 1. 2. namun permasalahan bencana Lapindo menyebabkan adanya kemerosootan perkembangan Sidoarjo terutama di bidang ekonomi Sidoarjo menerapkan sistem ekonomi Liberal karena hampir sebagian besar Badan Usaha dan sektor industri di sidoarjo dikuassai oleh pihak swasta 3. Hendaknya pemerintah menanggulangi permasalahan bencana Lapindo yang ada di Sidoarjo demi menjaga stabilitas perekonomian dan mencegah keterpurukan kota Sidoarjo 2.

sidoarjokab.html http://jawatimuran.html http://radiojatim.html http://www.go.php .html http://www.forplid.id/main.lensaindonesia.sidoarjokab.net/studi-kasus/13-perikanan-perikanan-/124-tambak-udangsidoarjo.go.id/potensi_detail/potensi/34/PROFIL-KABUPATEN-BLITAR http://bisnisukm.com/2011/11/01/batik-sidoarjo/ http://pariwisata.DAFTAR PUSTAKA http://dprd-sidoarjokab.wordpress.id/pertumbuhan-ekonomi-lampaui-target.id/wisata.go.com/industri-tas-dan-koper-tanggulangin-tetap-eksis.com/2012/08/02/sidoarjo-tidak-bisa-tambah-lahanpertanian.html http://www.php?content=pemerintah/kecamatan/candi.or.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful