P. 1
Sosialisasi Tentang Ketetapan & Keputusan MPR

Sosialisasi Tentang Ketetapan & Keputusan MPR

4.67

|Views: 4,340|Likes:
Published by Raharjo

More info:

Published by: Raharjo on Jan 29, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT or read online from Scribd
See more
See less

04/09/2013

original

TAP MPRS/TAP MPR YANG DINYATAKAN TIDAK

PERLU LAGI DILAKUKAN TINDAKAN HUKUM LEBIH

LANJUT, BAIK KARENA BERSIFAT FINAL (EINMALIG),

TELAH DICABUT, MAUPUN TELAH SELESAI

DILAKSANAKAN

HASIL KAJIAN TIM KERJA MPR RI

TENTANG

STATUS HUKUM TAP MPRS DAN TAP MPR RI

BERDASARKAN TAP MPR RI NOMOR I/MPR/2003

SAMPAI DENGAN FEBRUARI 2006

NO.

PASAL

JUMLAH

KETETAPAN

TIDAK

BERLAKU

BERLAKU

1

Pasal 1

8

8

-

2

Pasal 2

3

-

3

3

Pasal 3

8

8

-

4

Pasal 4

11

1

10

5

Pasal 5

5

5

-

6

Pasal 6

104

104

-

JUMLAH

139

126

13

TATA TERTIB

Keputusan Majelis berisi

ketentuan yang mengatur tata cara Majelis

dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya

serta mengikat secara internal

KEPUTUSAN MPR RI NOMOR 7/MPR/2004 TENTANG

PERATURAN TATA TERTIB MPR RI SEBAGAIMANA

TELAH DIUBAH DENGAN KEPUTUSAN MPR RI

NOMOR 13/MPR/2004 TENTANG

PERUBAHAN PERATURAN TATA TERTIB MPR RI

Peraturan Tata Tertib

DASAR PEMIKIRAN DAN TUJUAN PEMBENTUKAN TATA-TERTIB

Perubahan UUD NEGARA RI 1945 mengharuskan MPR

melakukan penyesuaian terhadap

Peraturan Tata Tertib MPRyang dituangkan ke dalam

Keputusan MPR Nomor 7/MPR/2004

tentang Peraturan Tata Tertib MPR RI

sebagaimana telah diubah

dengan Keputusan MPR RI Nomor 13/MPR/2004

tentang Perubahan Peraturan Tata Tertib MPR RI.

Peraturan Tata Tertib

DASAR HUKUM

1.Ketentuan dalam Pasal-pasal UUD Negara RI1945 yaitu

Pasal 2, Pasal 3, Pasal 7B ayat (6) dan ayat (7) , Pasal 8

ayat (2) dan ayat (3) serta Pasal 37.

2.UU Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan

MPR, DPR, DPD, dan DPRD sebagaimana tercantum dalam

Pasal 11 huruf g.

Peraturan Tata Tertib

HAL-HAL YANG DIATUR, Antara Lain:

KEDUDUKAN
KEDUDUKAN

(Pasal 3
(Pasal 3))

KEDUDUKAN
KEDUDUKAN

(Pasal 3
(Pasal 3))

MPR
MPRadalah
adalah

sebuah lembaga negara
sebuah lembaga negara

KEANGGOTAAN
KEANGGOTAAN

(Pasal 1 ayat (2))
(Pasal 1 ayat (2))

KEANGGOTAAN
KEANGGOTAAN

(Pasal 1 ayat (2))
(Pasal 1 ayat (2))

Anggota MPRterdiri

dari Anggota DPRdan

Anggota DPD.

TATA CARA PERUBAHAN UUD (Pasal 78)

TATA CARA PELANTIKAN PRESIDEN (Pasal 82)

TATA CARA PEMBERHENTIAN PRESIDEN

DAN/ATAUWAKIL PRESIDEN (Pasal 83)

TUGAS DAN WEWENANG (Pasal 4)

MPRmemiliki tugas dan wewenang sebagai berikut:

mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar;

melantik Presiden dan Wakil Presiden;

memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusiuntuk

memberhentikanPresiden dan/atau Wakil Presiden;

melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat, berhenti,

atau diberhentikan, atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa

jabatannya;

memilih dan melantik Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden

apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden selambat-lambatnya dalam

waktu enam puluh hari;

memilih dan melantik Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti

secara bersamaan dalam masa jabatannya;

menetapkan Peraturan Tata Tertib Majelis dan Kode Etik Anggota Majelis;

memilih dan menetapkan Pimpinan Majelis;

membentuk alat kelengkapan Majelis.

Peraturan Tata Tertib

TUGAS DAN WEWENANG (PASAL 4)

Usul 1/3 Anggota

(• 226 Anggota)

[Pasal 78 huruf ³a´]

Usul dibahas dalam

Rapat Pimpinan

(” 90 Hari)

[Pasal 78 huruf ³c´]

Jika SyaratTerpenuhi,

Pimpinan

Mengundang

Anggota Bersidang

[Pasal 78 huruf ³d´]

Syarat Pengambilan Putusan:

-Kuorum 2/3

-Keputusan 50% + 1 dari

seluruh Anggota Majelis

[Pasal 71 ayat (1) huruf ³a´]

Peraturan Tata Tertib

TATA CARA PERUBAHAN UUD (PASAL 78)

Usul Tertulis Ke Pimpinan

(Materi yang Diubah)

[Pasal 78 huruf ³b´]

Usul Tertulis Ke Pimpinan

(Materi yang Diubah)

[Pasal 78 huruf ³b´]

a. diusulkan oleh sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah Anggota Majelis;

b. setiap usul perubahan diajukan secara tertulis dan ditunjukan dengan jelas bagian

yang diusulkan untuk diubah beserta ulasannya;

c. usul sebagaimana dimaksud pada huruf b, diajukan kepada Pimpinan Majelis dan Pimpinan Majelis

melaksanakan rapat untuk membahas usul tersebut paling lambat 90 hari dari sejak diterimanya usul;

d. apabila rapat Pimpinan Majelis menilai usul tersebut telah memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud

pada huruf a dan b, Pimpinan Majelis mengundang Anggota Majelis untuk melaksanakan Sidang Majelis.

Pasal 71 ayat (1) huruf a:

diambil dalam rapat yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota

Majelis untukmengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar (kuorum), dan disetujui oleh

lima puluh persen ditambah satu anggota dari seluruh anggota Majelis .

Peraturan Tata Tertib

TATA CARA PERUBAHAN UUD (PASAL 78)

Pimpinan MPR

Mengundang

[Pasal82 ayat (1)]

Presiden dan Wapres

Terpilih

[Pasal 82 ayat (3)]

Anggota MPR

[Pasal 82 ayat (2)]

Sidang Majelis:

1.SK KPU

2.Sumpah

3.Berita Acara

Peraturan Tata Tertib

TATA CARA PELANTIKAN PRESIDEN (PASAL 82)

Peraturan Tata Tertib

TATA CARA PELANTIKAN PRESIDEN (PASAL 82)

Pimpinan Majelis mengundang Anggota Majelis untuk

mengikuti Rapat Paripurna Majelis dalam rangka Pelantikan

Presiden dan Wakil Presiden hasil Pemilu;

Pimpinan Majelis mengundang Presiden dan Wakil Presiden terpilih;

Pembacaan Berita Acara hasil Pemilihan Umum Presiden dan

Wakil Presiden oleh Ketua KPUdalam Rapat Paripurna Majelis;

Pelantikan dilakukan dengan cara mengucapkan sumpah/janji

menurut agama dengan sungguh-sungguh dihadapan Majelis;

Berita Acara Pelantikan ditandatangani oleh Presiden dan

Wakil Presiden, serta Pimpinan Majelis.

DPR

MK
MK

Memeriksa,Mengadili, dan

Memutuskan

(” 90 hari)

MPR

” 30 hari menyelenggarakan Sidang

(Presiden dan/atau Wapres diundang)

Pengambilan Putusan:

-Kuorum • 3/4 jumlah anggota

-Keputusan • 2/3 Jumlah

anggota yang hadir

Peraturan Tata Tertib

TATA CARA PEMBERHENTIAN PRESIDEN DAN/ATAU

WAKIL PRESIDEN (PASAL 83)

1

2

3

a. Majelis menyelenggarakan sidang untuk mengambil putusan tentang usul pemberhentian Presiden dan/atau

Wakil Presiden pada masa jabatannya yang diajukan DPRsetelah adanya putusan MKpaling lambat 30 hari

setelah Majelis menerima usul tersebut;

b. Pimpinan Majelis mengundang Anggota Majelis untuk mengadakan Rapat Paripurna;

c. Pimpinan Majelis mengundang Presiden dan/atau Wakil Presiden untuk menyampaikan penjelasan

yang berkaitan dengan usul pemberhentiannya kepada Rapat Paripurna Majelis;

d. Presiden dan/atau Wakil Presiden wajib hadir untuk memberikan penjelasan atas usul

pemberhentiannya tersebut;

e. apabila Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak hadir untuk menyampaikan penjelasan,

maka Majelis tetap mengambil putusan.

Peraturan Tata Tertib

TATA CARA PEMBERHENTIAN PRESIDEN DAN/ATAU

WAKIL PRESIDEN (PASAL 83)

KEPUTUSAN MPR RI NOMOR8/MPR/2004

TENTANG KODE ETIK ANGGOTA

MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

PENGERTIAN
PENGERTIAN

(Pasal
(Pasal 1)
1)

PENGERTIAN
PENGERTIAN

(Pasal
(Pasal 1)
1)

Kode Etik Anggota MPR RIadalah

seperangkat norma-norma moral yang

berisi nilai-nilai etikdalam perikehidupan

yang wajib dipatuhi oleh setiap

Anggota MPR RI

Kode Etik Anggota MPR RIadalah

seperangkat norma-norma moral yang

berisi nilai-nilai etikdalam perikehidupan

yang wajib dipatuhi oleh setiap

Anggota MPR RI

Kode Etik
Kode Etik Anggota

Anggota Majelis bertujuan untuk
Majelis bertujuan untuk

menjaga
menjagamartabat, kehormatan, dan citra
martabat, kehormatan, dan citra

Anggota Majelis
Anggota Majelisdi tengah

di tengah--tengah masyarakat
tengah masyarakat

yang merupakan
yang merupakanbagian yang tidak terpisahkan
bagian yang tidak terpisahkan

ddar
ari

i terjaganya
terjaganyakehormatan

kehormatan MPR RI
MPR RI.

KODE ETIK ANGGOTA
KODE ETIK ANGGOTA

TUJUAN (PASAL 2)
TUJUAN (PASAL 2)

Kepribadian
Kepribadian::
³³Anggota

AnggotaMajelis

Majelisadalah

adalahinsan

insanyang
yang

bertaqwa
bertaqwakepada

kepadaTuhan
Tuhan

Yang
Yang

Maha
MahaEsa,
Esa,

menjunjung
menjunjungtin

tingggi

ginorma
norma--norma

normaagama,

agama,hukum,
hukum,

hak
hakasasi

asasimanusia,
manusia,dan

danmoral

moraldalam

dalamkehidupan
kehidupan

bermasyarakat,

bermasyarakat,berbangsa,

berbangsa,dan
dan

bernegara
bernegara
´´

((Pasal
Pasal 44))..

KODE ETIK ANGGOTA
KODE ETIK ANGGOTA

KEPRIBADIAN DAN ETIKA
KEPRIBADIAN DAN ETIKA

Etika:³SetiapAnggotaMajeliswajibmematuhi

etika(19butirPasal 5),antaralain:

menjauhkandiridariperbuatankorupsi,

kolusi,dannepotisme,sertaperbuatantercela
lainnya;

jujurterhadapdirisendiridanoranglain;

memilikikepekaandankepedulianterhadap

kondisidanaspirasirakyat´.

PENUTUP

AKU KENAL NEGERIKU

TERIMA KASIH

Semoga Sosialisasi ini dapat memberikan

pemahaman dan pengetahuan tentang

konstitusidan dinamika ketatanegaraan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->