P. 1
K A S T I

K A S T I

|Views: 167|Likes:
Published by Firdaus Plg

More info:

Published by: Firdaus Plg on Nov 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2016

pdf

text

original

KASTI

A. Pendahuluan Pengertian Permainan Kasti

mengutamakan

K

asti merupakan salah satu jenis permainan bola kecil beregu. Kasti merupakan beberapa bentuk unsur permainan tradisional ketangkasan yang dan

kekompakan,

kegembiraan. Permainan ini biasa dilakukan di lapangan terbuka. Pada anakanak usia sekolah dasar, permainan ini bisa melatih kedisiplinan diri serta memupuk rasa kebersamaan dan solidaritas antar teman. Agar dapat bermain kasti dengan baik kita dituntut memiliki beberapa keterampilan yaitu memukul, melempar, dan menangkap bola serta kemampuan lari. Kasti dimainkan oleh 2 regu, yaitu regu pemukul dan regu penjaga. Permainan kasti sangat mengandalkan kerjasama pemain dalam satu regu. B. Kelengkapan Permainan 1. Lapangan Ukuran yang terbesar ialah 30 x 60 M. dengan ruang pemukul dan ruang bebas menjadi 30 x 65 M. ukuran terkecil 30 x 45 M. dengan ruang pemukul dan ruang bebas menjadi 30 x 50 M. ukuran yang besar untuk anak-anak besar, sedang ukuran yang kecil untuk anak-anak kecil atau anak-anak perempuan. Semua garis batas dinyatakan dengan kapur, atau tali, atau bilah. Dapat juga dengan cara menggali tanah dengan ketentuan tidak lebih dari 3 cm. pada keempat sudut lapangan dan pertengahan garis samping di pasangkan bendera. Tinggi tiang bendera sekurang-kurangnya 1.50 M dari tanah. Dalam pertandingan, di luar garis (batas) harus ada tanah kosong yang lebarnya

sekurang-kurangnya 5 M, sedang untuk di luar garis sebelah kiri 10 M. penonton harus berada di luar tanah kosong tersebut. 2. Kayu Pemukul Kayu pemukul terbuat dari kayu yang panjangnya antara 50-60 cm. Penampang bulat telor (oval), lebarnya tidak lebih dari 5 cm, dan tebalnya 3,5 cm. Panjang pegangan antara 15-20 cm, tebal 3 cm, dan boleh dibalut. Kayu pemukul dapat berbentuk bulat panjang, dengan tebal antara 3,5-4 cm, dan panjang bagian pegangan sama yang tersebut dahulu. Kayu pemukul tidak boleh diganti dengan logam atau benda lainnya. Setiap regu dibenarkan menggunakan kayu pemukul nya masing- masing, asal memenuhi syarat yang tersebut di atas. 3. Bola Bola yang dipergunakan adalah bola kasti, yang terbuat dan karet atau kulit, ukuran lingkaran antara 19-20 cm, dan beratnya antara 70-80 gram. Bola yang terlalu tinggi pantulan nya seperti bola tenis tidak baik untuk kasti. Yang terbaik tidak ten]alu kenyal dan tidak terlalu keras. 4. Aturan Bermain dalam Permainan Bola Kasti 4.1. Lama bermain Lama pertandingan kasti sekurang-kurangnya 2 X 20 menit dan selama-lamanya 30 menit, tidak terhitung waktu istirahat 10 menit. 4.2. Regu Setiap regu terdiri atas 12 orang pemain. Salah seorang ditunjuk menjadi pemimpin (kapten) regu. Semua pemain memakai nomor

dada yang tampak dengan jelas. Sebelum pertandingan dimulai, kapten regu menyerahkan daftar nama-nama pemain dengan nomor urutnya kepada wasit. Giliran memukul bola berdasarkan urutan nomornya. Selama pertandingan urutan nomornya tidak boleh diubah. Wasit membolehkan adanya penggantian seorang pemain. 4.3. Wasit Wasit memimpin pertandingan. Ia harus memegang teguh aturanaturan main dan menjaga agar aturan-aturan diikuti dengan seksama oleh pemain-pemain. Petunjuk dan keputusannya adalah mutlak harus ditaati. Nilai-nilai dicatat oleh seorang penulis yang dibantu oleh seorang, dan di bawah pengawasan Wasit. Penulis dan pembantunya berdiri di luar lapangan, dekat dengan batas antara ruang pemukul dun ruang bebas. 4.4. Tempat pemain Sebelum pertandingan dimulai, diadakan undian oleh wasit untuk menentukan regu mana yang akan menjadi regu pemukul atau regu lapangan. (Undian dapat pula dengan suit).
4.4.1. Regu pemukul

Regu pemukul berkumpul di dalam ruang bebas. Setelah dipanggil nomornya oleh penulis, pemukul mengambil tempat di dalam bujur sangkar tengah, dan siap untuk memukul.

4.4.2.

Regu lapangan

Anggota regu lapangan menempati tempatnya yang telah ditentukan sebelumnya oleh pemimpin regu. Mereka dibenarkan berdiri di mana saja di luar atau di dalam lapangan, dengan ketentuan :    tidak boleh berdiri di ruang bebas, tidak boleh ada pemain lain di dalam ruang pemukul, kecuali pelambung dan pembantunya, jalan lurus dan ruang pemukul ke tiang pertolongan tidak boleh dirintang.

4.5.

Peringatan

Bila pemukul menunjuk suatu tempat lambungan bola, pelambung harus memenuhinya. Bila pemukul tidak menunjuk tempat lambungan, bola yang memenuhi syarat harus dipukul. Pemukul tidak boleh meminta lambungan bola di luar (melewati garis pukul) ruang pukul.
4.5.1. Banyaknya pukulan

Setiap anggota dan regu pemukul hanya berhak atas : satu pukulan saja. Pembebas adalah pemain dan regu pemukul yang mendapat giliran memukul pada saat anggota regu lainnya sedang berdiri di dalam lingkaran tiang pertolongan atau tiang bebas. Ia mendapat hak memukul 3 kali.
4.5.2. Mendapat Nilai

Seorang pemukul akan mendapat nilai 2, bila ia dapat lari dari ruang pemukul ke tiang bebas dan kembali ke ruang bebas dengan selamat, atas pukulannya sendiri.

Jika perjalanan kembali ke ruang bebas dilakukan dalam 2 atau 3 bagian dengan selamat dan pukulannya betul, maka pelari akan mendapat nilai 1. Setiap anggota regu lapangan akan mendapat nilai 1 bila dapat melakukan satu kali tangkap bola. Bila pada akhir pertandingan jumlah nilai kedua regu sama besar, maka regu yang mendapat nilai lari terbanyak yang dinyatakan menang.
4.5.3. Meninggalkan ruang bebas

Keluar dan ruang bebas dengan maksud akan turut bermain (ada dugaan akan terjadi pertukaran tidak bebas), tidak dibenarkan. Hukuman atas pelanggaran ini, dinyatakan “pertukaran bebas”.
4.4.4. Bola Tangkap

Setiap bola yang terpukul dan dapat ditangkap oleh pemain lapangan sebelum mengenai tanah, dinyatakan sebagai bola tangkap, dan penangkap mendapat nilai 1.

4.6.

Pergantian Tempat

Pergantian tempat antara regu pemukul dan regu penjaga terjadi apabila: - Salah seorang regu pemukul terkena lemparan bola - Bola pukulan regu pemukul ditangkap langsung oleh regu penjaga sebanyak 3 kali berturut-turut. - Alat pemukul lepas ketika memukul

5. Teknik Dasar Permainan Kasti

Agar dapat bermain kasti dengan baik kita dituntut menguasai teknik dasar bermain kasti. Adapun teknik dasar permainan kasti ada 3, yaitu teknik melempar, menangkap, dan memukul bola.

A. Teknik Melempar Bola
1. Melempar Bola Menyusur Tanah Cara melakukan: - Bola dipegang pada pangkal ruas jari tangan - Posisi badan membungkuk - Ayunan lengan belakang ke depan melalui bawah - Bola dilempar menyusur tanah ke sasaran 2. Melempar Bola Mendatar Cara melakukan: - Bola dipegang pada pangkal ruas jari tangan, diantara jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis. Sedangkan jari kelingking dan ibu jari mengontrol bola agar tidak jatuh - Badan condong ke belakang, ayunan lengan dari bawah ke atas - Bola dilempar mendatar setinggi dada ke arah sasaran 3. Melempar Bola Melambung Cara melakukan: - Bola dipegang pada pangkal ruas jari tangan, diantara jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis. Sedangkan jari kelingking dan ibu jari mengontrol bola agar tidak jatuh - Badan condong ke belakang, ayunan lengan dari bawah ke atas - Melempar dengan tangan terkuat. Apabila melempar dengan tangan kanan, maka kaki kiri berada di depan, begitu sebaliknya. - Bola dilempar melambung diikuti gerakan lanjutan dengan melangkahkan kaki k;belakang ke depan. - Pandangan mata ke arah sasaran lemparan 4. Melempar Bola Memantul Tanah Cara melakukan: - Posisi kaki ditekuk dan badan condong ke depan - Ayunan lengan ke arah depan bawah - Bola dilempar memantul tanah ke sasaran

B. Teknik Menangkap Bola Teknik menangkap bola kasti ada 4 macam, yaitu: 1) Menangkap Bola Mendatar 2) Menangkap Bola Melambung 3) Menangkap Bola Menyusur Tanah 4) Menangkap Bola Memantul Tanah Cara melakukan 4 teknik ini pada dasarnya sama, yaitu - Pandangan mata tertuju pada arah datangnya bola - Menangkap dengan kedua tangan dengan kedua telapak tangan dibuka membentuk setengah bola - Saat perkenaan bola pertama dengan telapak tangan, diikuti sedikit tarikan tangan ke belakang. C. Teknik Melambungkan Bola Teknik melambungkan bola digunakan untuk memberikan umpan yang baik kepada pemukul. Cara melakukan:  Berdiri tegak. Jika melempar dengan tangan kanan, maka kaki kanan berada di depan  Bola dipegang dengan tangan kanan di depan paha kanan  Badan condong ke depan  Putar lengan kanan (yang memegang bola) ke belakang 360°  Langkahkan kaki kiri ke depan, ayunkan lengan ke depan dan lepaskan bola saat berada di samping paha kanan disertai lecutan pergelangan tangan D. Teknik Memukul Bola Cara melakukan: - Pegang alat pemukul di bagian yang lebih kecil dengan satu tangan - Berdiri menyamping sehingga pelambung berada di samping kiri pemukul - Kedua kaki dibuka selebar bahu - Letakkan alat pemukul di atas bahu sebelah kanan dengan siku tangan yang memegang alat pemukul ditekuk - Pandangan ke arah pelambung dan datangnya bola - Ayunkan alat pemukul dengan meluruskan siku disertai lecutan pergelangan tangan saat bola dalam jangkauan pukulan

- Diikuti gerakan lanjutan dengan melangkahkan kaki belakang ke depan Teknik memukul bola ada 3 macam, yaitu: 1) Memukul Bola Mendatar 2) Memukul Bola Melambung 3) Memukul Bola Memantul Tanah

-

Lapangan Permainan Kasti Lapangan kasti berbentuk persegi panjang dengan ukuran: Panjang : 60 – 70 meter Lebar : 30 meter Ruang hinggap :3 Ruang bebas :1
Gambar.

Keterangan Gambar: A : Ruang bebas atau ruang tunggu B : Tempat pelempar (pelambung) C : Tempat pemukul D : Tempat penjaga belakang E : Tiang hinggap pertama F : Tiang hinggap kedua G : Tiang hinggap ketiga 7) Pergantian Tempat Pergantian tempat antara regu pemukul dan regu penjaga terjadi apabila: - Salah seorang regu pemukul terkena lemparan bola - Bola pukulan regu pemukul ditangkap langsung oleh regu penjaga sebanyak 3 kali berturut-turut. - Alat pemukul lepas ketika memukul

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->