P. 1
Contoh Isi Buku: MEMBURU MATAHARI

Contoh Isi Buku: MEMBURU MATAHARI

|Views: 4|Likes:
Published by bisnis2030

Para penyair dalam bunga rampai ini adalah generasi terkini penyair Indonesia, yang sangat menjanjikan bagi masa depan puisi Indonesia itu sendiri. Jamal D. Rahman, Pimpinan Redaksi Majalah Sastra HORISON.

Para penyair dalam bunga rampai ini adalah generasi terkini penyair Indonesia, yang sangat menjanjikan bagi masa depan puisi Indonesia itu sendiri. Jamal D. Rahman, Pimpinan Redaksi Majalah Sastra HORISON.

More info:

Published by: bisnis2030 on Nov 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

12/13/2013

i

antologi puisi











0HPEXUX0DWDKDUL 0HPEXUX0DWDKDUL 0HPEXUX0DWDKDUL 0HPEXUX0DWDKDUL

AǤ Faiuqi Nunifǡ Ahmau Subkiǡ Anuy Baiuianti Bastutiǡ Bea Anugiahǡ
Bwi SǤ Wibowoǡ Eko Putiaǡ Faisal Syahiezaǡ Beiu }oni Putiaǡ Busen Aiifinǡ
Ikhtiai }annati Aiiniǡ NohǤ Nuiul Kamilǡ Nuhammau Aminǡ Nutiah Ayu Rastaǡ
Na Lesmanaǡ Pianita Bewiǡ Piatiwi Eka Putiiǡ Piingaui Abui Suiyaǡ Rozi Kembaiaǡ
Syaiful Bahiiǡ Zulkifli SongyananǤ

WWW.o|sr|s2030.cor

2011
ii


}uuul Buku ǣ Nembuiu Natahaii

Bitulis oleh ǣ
AǤ Faiuqi Nunifǡ Ahmau Subkiǡ Anuy Baiuianti Bastutiǡ Bea Anugiahǡ
Bwi SǤ WibowoǡEko Putiaǡ Faisal Syahiezaǡ Beiu }oni Putiaǡ Busen Aiifinǡ
Ikhtiai }annati Aiiniǡ NohǤ Nuiul Kamilǡ Nuhammau Aminǡ Nutiah Ayu Rastaǡ
Na Lesmanaǡ Pianita Bewiǡ Piatiwi Eka Putiiǡ Piingaui Abui Suiyaǡ Rozi Kembaiaǡ
Syaiful Bahiiǡ Zulkifli SongyananǤ

ǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦǦ

Besain Sampul ǣ Bwi SǤ Wibowo
ISBN ǣ ϵϳϴͲϲϬϮͲϴϱϰϯͲϴϴͲϬ

Biteibitkan peitamakali oleh BisnisʹͲ͵Ͳǡ
wwwǤBisnisʹͲ͵ͲǤcom Naiet ʹͲͳͳ

Bak Cipta uilinuungi oleh 0nuangǦunuangǤ
Bilaiang mempeibanyak sebagian atau seluiuh isi buku ini tanpa izin teitulis uaii PeneibitǤ























hhZ/EŽ͘ϭϵͬϮϬϬϮƚĞŶƚĂŶŐ,ĂŬŝƉƚĂ
>ŝŶŐŬƵƉ,ĂŬŝƉƚĂ
WĂƐĂůϮ͗
ϭ͘ ,ĂŬ ŝƉƚĂ ŵĞƌƵƉĂŬĂŶ ŚĂŬ ĞŬƐŬůƵƐŝĨ ďĂŐŝ WĞŶĐŝƉƚĂ ĂƚĂƵ WĞŵĞŐĂŶŐ ,ĂŬ ŝƉƚĂ ƵŶƚƵŬ ŵĞŶŐƵŵƵŵŬĂŶ
ĂƚĂƵŵĞŵƉĞƌďĂŶLJĂŬĐŝƉƚĂĂŶLJĂ͕LJĂŶŐƚŝŵďƵůƐĞĐĂƌĂŽƚŽŵĂƚŝƐƐĞƚĞůĂŚƐƵĂƚƵĐŝƉƚĂĂŶĚŝůĂŚŝƌŬĂŶƚĂŶƉĂ
ŵĞŶŐƵƌĂŶŐŝƉĞŵďĂƚĂƐĂŶŵĞŶƵƌƵƚƉĞƌĂƚƵƌĂŶWĞƌƵŶĚĂŶŐͲƵŶĚĂŶŐĂŶLJĂŶŐďĞƌůĂŬƵ͘

^ĂŶŬƐŝWĞůĂŶŐŐĂƌĂŶ
WĂƐĂůϳϮ͗
ϭ͘ ĂƌĂŶŐƐŝĂƉĂ ĚĞŶŐĂŶ ƐĞŶŐĂũĂ ŵĞůĂŶŐŐĂƌ ĚĂŶ ƚĂŶƉĂ ŚĂŬ ŵĞůĂŬƵŬĂŶ ƉĞƌďƵĂƚĂŶ ƐĞďĂŐĂŝŵĂŶĂ
ĚŝŵĂŬƐƵĚĚĂůĂŵWĂƐĂůϮLJĂƚ;ϭͿĂƚĂƵƉĂƐĂůϰϵLJĂƚ;ϭͿĚĂŶLJĂƚ;ϮͿĚŝƉŝĚĂŶĂĚĞŶŐĂŶƉŝĚĂŶĂƉĞŶũĂƌĂ
ŵĂƐŝŶŐͲŵĂƐŝŶŐ ƉĂůŝŶŐ ƐŝŶŐŬĂƚ ϭ ;ƐĂƚƵͿ ďƵůĂŶ ĚĂŶͬĂƚĂƵ ĚĞŶĚĂ ƉĂůŝŶŐ ƐĞĚŝŬŝƚ ZƉ͘ϭ͘ϬϬϬ͘ϬϬϬ͕ϬϬ ;ƐĂƚƵ
ũƵƚĂ ƌƵƉŝĂŚͿ͕ ĂƚĂƵ ƉŝĚĂŶĂ ƉĞŶũĂƌĂ ƉĂůŝŶŐ ůĂŵĂ ϳ ;ƚƵũƵŚͿ ƚĂŚƵŶ ĚĂŶͬĂƚĂƵ ĚĞŶĚĂ ƉĂůŝŶŐ ďĂŶLJĂŬ ZƉ͘
ϱ͘ϬϬϬ͘ϬϬϬ͘ϬϬϬ͕ϬϬ;ůŝŵĂŵŝůŝĂƌƌƵƉŝĂŚͿ͘
Ϯ͘ ĂƌĂŶŐƐŝĂƉĂĚĞŶŐĂŶƐĞŶŐĂũĂŵĞŶLJŝĂƌŬĂŶ͕ŵĞŵĂŵĞƌŬĂŶ͕ŵĞŶŐĞĚĂƌŬĂŶ͕ĂƚĂƵŵĞŶũƵĂůŬĞƉĂĚĂƵŵƵŵ
ƐƵĂƚƵĐŝƉƚĂĂŶĂƚĂƵďĂƌĂŶŐŚĂƐŝůƉĞůĂŶŐŐĂƌĂŶŚĂŬĐŝƉƚĂĂƚĂƵŚĂŬƚĞƌŬĂŝƚƐĞďĂŐĂŝĚŝŵĂŬƐƵĚƉĂĚĂLJĂƚ
;ϭͿĚŝƉŝĚĂŶĂĚĞŶŐĂŶƉŝĚĂŶĂƉĞŶũĂƌĂƉĂůŝŶŐůĂŵĂϱ;ůŝŵĂͿƚĂŚƵŶĚĂŶͬĂƚĂƵƉĂůŝŶŐďĂŶLJĂŬ
ZƉ͘ϱϬϬ͘ϬϬϬ͘ϬϬϬ͕ϬϬ;ůŝŵĂƌĂƚƵƐũƵƚĂƌƵƉŝĂŚͿ͘
iii















0HPEXUX0DWDKDUL 0HPEXUX0DWDKDUL 0HPEXUX0DWDKDUL 0HPEXUX0DWDKDUL


antologi puisi



























iv













v

6(.$'$53(1*$17$5

BETAPA SULIT MELAHIRKAN SEBI)I PUISI

0lehǣ Wayan Sunaita
ȋPenyoirǡ menetop Ji BoliȌ


̴̴̴̴̴̴̴Sebelumnyaǡ ijinkan saya beicelotehǤ Kaienaǡ memangǡ tulisan ini hanya beiisi
celotehan sayaǤ Sebabǡ saya tak beikeinginan mengulas puisi uemi puisi yang
teihimpun ualam antologi iniǤ Sebaiknyaǡ hal itu uiseiahkan kepaua paia kiitikus
sastia saja atau penulisǦpenulis yang meiasa menjaui kiitikus sastiaǤ Bi sini saya
hanya inginǡ sekali lagiǡ beiceloteh peiihal kesejatian puisi uan anakǦanak muua yang
menulis puisiǤ

Ketika Eko Putia meminta saya menulis semacam pengantai untuk buku iniǡ saya
ualam konuisi Dzbau mooudz untuk menulis apa punǤ Saat ituǡ saya sangat jenuh
beihauapan uengan kataǦkata yang makin haii teiasa makin menyiksa kepala sayaǤ
Namunǡ menuengai celotehnya untuk menghimpun kaiya sejumlah penyaii muua
usia ualam satu buku antologi puisiǡ akhiinya saya mengabulkan peimintaannyaǤ
Saya selalu beiupaya menghaigai semangatǦsemangat peijuangan uaii kawanǦkawan
muuaǡ apalagi upayaǦupaya meneibitkan buku puisiǡ yang kita tahu begitu beiat ui
negeii yang konon beibuuaya aui luhung iniǤ

Kita juga tahuǡ ui jaman yang supei canggih iniǡ banyak oiang begitu gampang
menulis puisi atau sesuatu yang uisebut puisiǤ Siapa saja bisa uan boleh menulis
puisiǤ Puisi telah menjaui semacam Dzlife stylesdzǡ saiana eksistensi uan kenaisisanǤ
Kita bisa peihatikan betapa tumpah iuahnya kataǦkataǡ fiaseǦfiase atau kalimatǦ
kalimat beibau puisiǡ baik ui Focebookǡ Twitterǡ Bloqǡ Webǡ Nilisǡ layai Ponselǡ atau
sejenisnyaǤ Sesungguhnyaǡ negeii ini mengalami suiplus puisiǡ sehingga puisi tiuak
lagi angkei atau Dzbikin kening beikeiutdzǤ Bi tengah panen iaya iniǡ puisi malah
menjaui Dzmuiahdz uan teikesan Dzmuiahandzǡ sepeiti piouukǦpiouuk yang uiimpoit uaii
ChinaǤ

Paua titik iniǡ saya mengalami kejenuhan yang amat menyiksa ketika beihauapan
uengan puisiǦpuisi yang uitempel oleh oiangǦoiang Dzuunia mayadz ui uinuing
Focebookǡ atau puisiǦpuisi yang teicetak ui suiat kabai yang setiap haii Ninggu iajin
uiantai oleh lopei koian langganan sayaǤ Yang membuat saya jenuh aualah begitu
jaiang saya menemukan puisi yang menggetaikan sanubaii sayaǤ Teiutama puisi
yang menganuung metafoiaǦmetafoia menyegaikan sekaligus menyengat ingatanǤ
Tentu penilaian ini sangat subjektif uan menjaui ielatifǤ Kejenuhan ini akhiinya
beiimbas paua kesauaian betapa sulitnya melahiikan sebiji puisiǤ

vi

DzPuisi aualah puncak pencapaian ueiita penyaiidzǡ ujai 0ktavio Pazǡ penyaii Nexico
Pemenang Nobel SastiaǤ Nemangǡ melahiikan sebiji puisi yang Dzbeikepiibauiandzǡ
memiliki kaiaktei khasǡ penuh giegetǡ atau kata oiang Bali Dzmetaksudzǡ tentu tiuaklah
muuahǤ Nungkin miiip uengan seoiang ibu melahiikan bayinyaǤ Bi ualamnyaǡ
teikanuung peijuanganǡ peigulatan uan peigelutan uengan kata uan metafoiaǡ yang
nyaiis menuekati kegilaanǤ Bagi yang tiuak meiasa jaui penyaii atau yang menulis
puisi hanya untuk isengǦisengǡ mungkin hal ini uianggap beilebihanǤ Tapiǡ bagi yang
mengabuikan hiuupnya uemi puisiǡ hal ini aualah keniscayaanǤ Nakaǡ penyaii Fians
Naujiia peinah beiujaiǡ DzBanya oiang tak waias beiani menyebeiangi batas angan
milik penyaiidzǤ

Penyaii menjalani pioses untuk DzmenjauidzǤ Tiuak muuah memangǤ Sepeiti oiang
yang menuaki gunung untuk mencapai puncakǤ Nelewati jalan setapak beilikuǡ
uimana uuiiǡ ulai uan seiangga beibisa mengintai ui balik ieiimbun semakǤ Kauang
teipeleset jika tak waspauaǤ Kauang teigoua memanjakan mata menyaksikan
panoiama alam atau bungaǦbunga hutan yang semeibakǤ Namunǡ peijalanan mesti
teius uilanjutkanǡ uemi mencapai puncakǤ Setelah sampai ui puncakǡ muncul
peiasaan jumawaǡ si penuaki meiasa mampu menunuukkan gunung ituǤ Bia lupa
masih beiaua jauh ui bawah atap langitǤ

Penuaki sejati yang mencapai puncak gunung selalu meiasa gamangǡ kaiena uia
sauai tak beiuaya ui tengah alam semestaǡ sehingga yang muncul aualah
keienuahatianǤ Begitu pula halnya penyaii sejati yang selalu ingin menggapai
puncakǦpuncak puisiǤ PuncakǦpuncak puisi itu sebenainya aua ui ualam uiiinya
senuiiiǤ Bialah si penuaki atau si penyaiiǡ uan uia pula gunung ituǡ sekaligus uia pula
alam semesta bagi uiiinya senuiiiǤ Ketika semesta kecil ȋbhuana alitȌ beisatu uengan
semesta besai ȋbhuana agungȌǡ maka lahiilah Puisi Naha SempuinaǤ Begitulah kiiaǦ
kiiaǤ

Saya salut uengan kawanǦkawan penyaii muua usia iniǡ yang masih tetap gigih
melahiikan puisi uemi puisi ui tengah suiplus puisi yang menjenuhkan ui negeii
teicinta iniǤ Rasa salut saya makin tebalǡ ketika meieka ingin mengabauikan DzanakǦ
anak iohanidzǦnya ualam sebuah buku antologi puisiǤ Sebab kita tahu betapa sulitnya
meneibitkan sebuah buku puisi ui uunia peneibitan yang lebih mementingkan piofit
ketimbang upaya memajukan seni puisi ke aiah lebih beikualitasǤ Nemangǡ
peijuangan masih panjangǡ Dzkeija belum selesaiǡ belum apaǦapaǡdz ujai Chaiiil AnwaiǤ

Ketika beihauapan uengan puisiǦpuisi ui ualam antologi iniǡ saya beihaiap pembaca
tiuak begitu menemukan kejemuanǤ Sehinggaǡ sepeiti yang uitulis Bwi SǤ Wibowo
ualam puisi Fontosi Kobut 0ini horiǡ Dzkutemukan ui manaȀkataǦkata tak lagi
menjemukanȀualam sebuah puisidzǤ Semoga begituǤ






1























$ )$584,081,)

2

SEBELUM KESUNYIAN MEN)ADI SA)AK
ǣ Wotsiqo Azizob

jenuelaǦjenuela teibuka
meneiima keuatangan angin
yang membawa pekabai
oiangǦoiang teitinggal ui iantau

Dzkyǡ kenapa malam begitu beiatǡdz ucapmu

uan meiebaklah kesunyianku
mencipta kenangan sangsai
paua lembaianǦlembaian tanggal
uan almanak tua meiangkum
langkahku yang gelisah

paua langit kupahat namaku
saat geiimis mulai tuiun
sebelum hujan mencipta genangan bagi sajakǦsajakku
yang kelak esok paia pemulung memungutnya
sebagai sampah uaui ulang
menjaui kataǦkata putih uan jingga

aku saiang langit yang beikabung
atas kematian sajakǦsajak
melepas ujub uan ujuu
uahiku mengeiut
tak juga mampu memaknai kesetiaan laknat
iblis uan tuhannya
melumat uetak oaitaku
ke ualam sujuu yang kakuǤ

Dzkyǡ bagaimana sajakǦsajakmuǤ
matahaii telah aku tawai uengan kisahǦkisah tak sengajadz katamuǤ

ȋ6opuroǡ Hei ͸ͶͷͶȌ
3

SA)AK PUTIH

Ǣ Fko Putro

senja yang tuiun ui matamu
mengiiim peiihal angin ke mataku
kaitu pos coklat yang sampai
lewat jaiingǦjaiing layai
menghempasku ke uinuing januaii yang laluǣ
bahwaǡ ui situ peinah ku baca sajakmu
tentang peiempuan beimantel matahaii
membakai keuip silap paia lelakiǤ

laluǡ
hantaikan pauaku suiatǦsuiat pauang
saat Nusi meluapkan aius iinuu
uan keinginanku
yang sempat uihilangkan cuaca gasalǤ

setiap tikunganǡ
aku lihat bulan beiueiam
saat uaua malam teitikam panah
yang kau aiahkan ke langit tujuhǤ

saat aku menyulam shubuh menjaui sutia
bagi sajakǦsajak yang kelak kau tulis
yang kelak juga bakal menyesatkanku
paua belukai kisahǦkisahku senuiiiǤ

beisama bayangan mimpi
aku melaiung langkah
membaiut jalanǦjalan layang menuju shubuh
menyublimkan sisa fajai timui
meiah menanggung kemaiauǤ

kubangun peiuu bagi sajakku
uengan isyaiat manteia
membuka pintu uuaia
menawaikan kegagalanku uengan penuhǤ

ȋBotonqonǡ juni ͸ͶͷͶȌ


4

RIWAYATǢ ͷ AYAT YANC CACAL DIBACA

ayat ͳǢ selohan dan risalab sungai yang tah ada dalam hitab

tibaǦtiba aku beiuiii ui tengah kesibukan oiangǦoiang yang beilaii menuju iumah
yang penuh uaiah uan mataǦmataǤ tak aua iuang selain bisingǢ ueias aii kali penuh
limbahǡ teiiakan peuagang asongan uan becek lumpui memenuhi jejalan sepanjang
losǦlos pasaiǤ Aua uaun yang jatuh ke ualam pikiianǡ menelusukǡ mengeiatǡ
menghunjamǡ peilahan teiuengai suaia malaikat membisikkan sesuatuǡ liiihǡ
mengaliiǡ hilii uan siiǥ

ayat ʹǢ men|adi taman di atas se|arab yang salab

aku uuuuk beiseuekap lututǡ mengunyah nafasǢ sesuatu yang tak peinah aku pelajaii
selain ui televisiǤ Bati meliai membelut kesauaianǡ tak peinah kulayaii samuueiaǦ
NyaǤ Sekolahǡ sekolahan sama sajaǤ Teienuap jutaan pasiahku membumikan ingatan
hubb uan syauq pauaǦNuǤ Auakah sejaiahǫ }utaan langkah menjelma uuii langai
menakik usia yang uekat uengan jatuh uan upacaiaǦupacaia menemui tuhan palsuǤ

ayat ͵Ǣ menu|u buhit

Negeiiǡ bangunlahǥ aua sesuatu yang teilipat ui selangkanganmuǡ uiamǡ pelanǥ aku
tulis iangkai gelisah yang tetiiahǡ tak sempuina menyoal uiiinya uengan baiisǦbaiis
puisi tak jaui uan menjaui guiuh yang melahiikan hujanǢ kau mengajaiiku tentang
senyum uan Dzmembeiidzǡ uan tak peinah kuuapat ini paua ijazah uan skiipsiǤ Negeiiǡ
mana auilǡ mana uamaiǥ aku kembali menyusun kisahǦkisah cinta yang iumitǡ gelap
hati memaksa henuak jatuh ui pucukǦpucuk sangobiǤ

ayat ͶǢ ber|alan dengan rub

Baii uauaku melingkai akai geiimis tuiun uaii langit yang beikecubung lepas uaii
ujubǢ muasal hubbsyauq tumbuh menisbikan selain iabbǤ Aku lihat cahayaǡ cahaya ui
bukit iaksaǡ blusukan ke ionggaǦiongga nafas yang keiingǡ jiwa yang keiing uan
seiangkaian oinamen langkah yang keiing pulaǤ

ayat ͷǢ wasiat dari cabaya

iukukǡ sujuuǡ tahiyatǢ membuka seseipih uuaia yang melekat ui jenuelaǤ Aku laiung
jejak kaki uan sisa uebu mengepulkan angin iuntuh ui keningkuǤ Nenapaki tanuus
angin iuncing membelah aisy sampai kehaiibaan uzikiiǢ uiam ui antaia kesibukan
oiangǦoiang yang beilaii menuju iumah yang penuh uaiah uan mataǦmataǤ tak aua
iuang selain bisingǢ ueias aii kali penuh limbahǡ teiiakan peuagang asongan uan
becek lumpui memenuhi jejalan sepanjang losǦlos pasaiǤ Baǥ BuǥǤǢ aku temukan
siiǥ ui hentak lagu satuǡ aku temui uzat luiuh ui keiamaian ueiu shubuhǡ menyepi
uikeiiuhan oiangǦoiang yang menjual uiii sebagai pesakitan uan zaiahǦzaiahǤ

ȋ͸ͶͷͶȌ
5




















$+0$'68%.,
6

ANNE FRANK

ui iuncing luka yang menancapkan seceicah sepi
engkau beisembunyi mengubui suaia ketukan paua liang petang
beilaii uaii peicikan tangis sebelum menapaki gelisah
uengan uesah embun yang meiebak ke puncak mimpi

seuang ui luai sebongkah api memainkan iembulan
mencumbu angin layaknya sepasang kekasih
yang beisenanuung tentang aiimata uan uaiah
sepeiti gugusan asap teitebas bauai
ǣ kebohongan
engkau masih menuliskan semua luka
meski cahaya teitimbun beikepingǦkeping pekat yang luiuh
uan ualam isakanmu aku menemukan sebeikas sinai
memantul ke langit basah yang menggelai malam
menembus setiap uenyut waktu ui kelelahan silam
aku membacamu lewat keiling aiimata yang membuncah
mencaii tangismu ui antaia kelopak bauai
beihaiap menjumpai senyummu ui puingǦpuing iemang

ȋjokortoǡ Februori ͸ͶͶͽȌ

7

HASTI

menatapmuǥ
aualah kebeianian ombak menantang matahaii
beii aku sepenggal embun yang teiakhii uaii geiai iambutmu
meski gigil ui tubuhku membekukan baitǦbait puisi
namunǡ tetap kuiengkuh kelembutan tetesnya yang beiuenting
aku tahu ui matamu topan beisaiangǡ hasti
meluluhkan cakiawala uengan keganasan aiimata
tapi ui teiik nafasku kusumpal suaia gelegai
agai uentumnya singgah ualam gauuh topanmu
menulis puisi untukmuǡ Basti
aualah gemetai yang teisangkut ui ujung uaunǤ

ȋjokortoǡ Aqustus ͸ͶͶͽȌ
8

NISRINA ͳ

untukmuǡ
inqin kurojutkon seqenop poqi Jori kerinq rerumputon
yonq Jitelontorkon embunǥ

aku maknai halilintai yang meiambati binai matamu
sebagai geiak yang teibelenggu kesemuan iuang uan waktu
ketika semua jejak beilaii ke kubui waktu silam
selepas pagi meniupkan matahaii uaii malam sepi
masihkah ombak menueiaskan aius ualam hening mimpimu
sehingga uahan yang patah tetap setia
mengkhalwatkan luka paua uiam batuǦbatu
gugui embun mengutuk bayangǦbayang fajai
kiianya kuaiungi samuuia iahasia ualam uiammu
akankah kauiemukkan sehelai sesal
yang menuesiikan gelisah hiuupku
paua iinuu yang uiluhuikan waktu

ȋjokortoǡ ͸ͶͶͽȌ

9

NISRINA ʹ

beikisai ui antaia iinuu uan kebeianian yang teibelenggu
cinta aualah keiapuhan yang beiujai tentang keiaguan
maka selain aiimata tak aua lagi yang beimakna

ǥ
setiap memanuang laut aku mampu meienungi kabut
tapi bauai beigeloia uan hujan meieuakan langit tembaga
maka gelisah menimpa
sebab kita teicipta uaii peiih yang sama
menuekatlah uengan iinuu beikobai uan kebeianian yang beipijai
lalu kuuekap engkau uengan keniscayaan yang kekal
keniscayaan yang sakial
beikisai ui antaia iinuu uan kebeianian yang teibelenggu
aku selalu beihaiap memilikimu

ȋjokortoǡ ͸ͶͶ;Ȍ
10

BERU)AR TENTANC KERINDUAN

paua tangkai malam yang meiinuangi seuihku
aiimata ini kutampungkan untuk ketabahanmu
menjaga ueiai tangisku yang sembilu
lantaian waktu membuat kelu segala iinuuku
esokǡ ketika matahaii menyingkap subuh yang basah
kupunguti setiap mimpi yang uitabui sunyi
sebab gelisah hanya sampai paua pasiah
sebelum mengatup kembang ui taman uicumbu embun
telah kuuenuangkan nyanyian peiih tentang penantian
sebab gelisah hanya sampai paua pasiah
iinuu begitu muuah uibuat goyah

ȋjokortoǡ ͸ͶͶ;Ȍ

11





















$1'<+$5',$17,+$6787,

12

RINDU STADIUM EMPAT

sayangǡ
aku teiseiang penyakit iinuu stauium empatǨ
hubungilah segeia ponselkuǡ bila kau sempatǨ
atau biai aku saja yang menghubungimuǡ mohon uiangkatǨ
jangan sampai stauium penyakit ini semakin meningkatǨ
apa henuak kau lihat
seoiang peiempuan teigeletak ui tempat ini sebagai mayat
koiban penyakit iinuu stauium empatǫ

ȋHokossorǡ ; Hei ͸ͶͶͿȌ
13

RENDEZVUUS ȋUNDER THE TREEȌ

sepohon iimbun iinuang ui sebuah geuung tak teijaga
ia hanya uuuuk uisitu
tak beipinuah selamanya
kauang beua hanya teigantung uaii musim
bila hujan ia jaui peneuuh seauanya
jika teiik maka ia uicintai segala iupa
mukamuka uuuuk mengelilinginya
uisini ia temui lagi apa yang tak sama
kauang meieka bicaia apa auanyaǡ sekeuai istiiahǡ
atau beimain sastia
salah satu peimainan anualan meieka
tak jaiang tawa jaui sisipan
atau yang beiatbeiat uiiangkumkan agai jaui iingan
ǣpeimainan bagus

kelak kan kumainkan pula ui geuung tuaku
uisana beiuiii kokoh sebuah pohon mangga
tapi sayang sekali tak aua mukamuka bicaia sastia
hanya aua iak tempat bukubuku yang semakin beku
atau iemajaiemaja yang tibatiba aua kala senja

ȋmolomǡ ͷͼ November ͸ͶͶ;Ȍ
14

PUISI DALAM HU)AN

ȀͳȀ
saiapan apa kita pagi iniǡsayangǫ
jawabmu sungguh sama uenganku
meski masih ualam pembaiingan
aku paua iuang ujian
menatap luaian jenuela
beisama kita beikata
ǣ hujan

ȋRuonq ujion Ͷ͹ǡ ͷͶ 0esember ͸ͶͶ;Ȍ

ȀʹȀ
hujanǡ
aku uitikam keiinuuanǨ

ȋRumobǡ ͷ͸ 0esemberȌ

15

SUATU RABU

awan hampii semua tak beiwajah biiu uan titik iintik hujan yang peilahan jatuh
satusatuǤ ahǨ mengapa wajah tulus tanpa peinah seiius itu beiubah kelabuǫ mengapa
engkau beiubah menjaui seoiang paling pelit bahkan untuk mengucap sepatah saja
kataǫ heyǨ beiucaplah meski sepelan nyanyian hujan pagi taui yang katakatanya
hanya jatuh satusatuǤ

paua suatu iabuǡ ingin kukatakanǣ gauuhmu aualah hiuupkuǨ

ȋ͸ͶͷͶȌ


16

LELAKI DARI SIN)AI

ǣ icconq J̹reJs

katamuǡ ui sana batu kali menghiasi
biji kopiǡ menebai aioma satu sinjai
belum lagi ueuaunan tembakau muini
yang meieka bilang
jaui lalapan paia paiakang

kau mau uibawakan apaǡkawanǫ
jangan minta benua lain
aku tak punya apaǦapa tuk membeli apaǦapa
yang kau pinta
kecuali itu ui atas yang tiga

pilih sajaǡ aku yakin kau ̵kan suka
sebab sungai mana ui Nakassaiǡ yang menyembunyikan
batu kali seinuah milik Sinjaiǫ
ui suuut mana ui Nakassaiǡ henuak kau jumpai biji kopiǫ
uan ui jalan mana ui Nakassaiǡ tempat paiakang bisa uipanuangǫ

peicayalah kawanǡ
yang tiga iniǡ oleholeh istimewa
uan hanya aua ui SinjaiǨ

ȋHksǡ ͻǦ; Hei ͸ͶͶͿȌ
17




















'($$18*5$+
18

PADA SUATU SIANC

siang ini
kami mempeicakapkan kemungkinan
bagaimana kau akan uatang

lewat liuahǦliuah api
yang menjului
uaii kegelapan bumiǡ
gelombang pasangǡ
amok samuueia
atau wabah koleia

tapi kami tak meiasa
peilu beibenah
kami hanya ingin mempeicakapkan
kemungkinan uemi kemungkinan
mengenai tanah yang teibelah
uan tubuhǦtubuh yang teihisap ke keualamannya
mengenai langit yang tumpah
uan akhii uaii sejumlah cinta iemaja

Dzia mungin uatang soie iniǡdz kataku
peiempuanku teitawa
uilingkaikannya lengannya paua leheiku
uan beikataǣ Dzia mungkin takkan uatang
uan kita tiuak akan kemanaǦmanaǤdz

kami tak meiasa peilu beibenahǤ

tanpa iasa cemas
aku menyesap haium iambut
kekasihku
sementaia oiangǦoiang meiibutkan bau mayat
yang meiuap uaii beianuaǤ

19

uan sekawanan buiung geieja
saling beikabai ui bawah jenuela
tentang kemungkinan
kau beisembunyi
ualam pijai liuah apiǡ
langit yang tumpahǡ
wangi tubuh kekasih

atau baiangkaliǡ
ualam biiahiku senuiiiǤ

ȋ͸ͶͷͶȌ
20

DUA

menyanyilah teiusǡ uuhai gagak
ualam uiiiku
tak aua uaging yang sanggup
membenuung lengking
lagu kecemasanmuǤ
beijagalah teiusǡ o ulai
yang menggigiti peigelangan nyawaku
jangan peinah hentikan
iacun kebencianmuǤ
beisabualahǤ beisabualah
mengenai kebohonganǡ cinta uan kematianǡ
wahai hantuǦhantu kegelapankuǨ

jiwaku aualah manuolin
yang memanggil kalian uaii kelembaban
malam hutanǤ
sajakku aualah altaiǡ
uan aku memuja kalian
uengan segenap uaiah hitam
yang kupunyaiǤ

tujuh batu neiakaǡ empat akai
pohon amaiahǡ sembilan api
peijanjian suci
jauilah pelengkap
bagi peimohonan iniǤ


ȋ͸ͶͷͶȌ
21

SEBAB MATAHARI TAK PERNAH BISA MENCHAPUS KESEDIHAN

ǣ inJriyoni

sebab matahaii tak peinah bisa
menghapus keseuihanǡ sebuah kota
tanpa kemanusiaan tumbuh ualam uiiimuǤ
iumahǦiumah kosongǡ pohonan sungsangǡ
aiwah paia penuosa menjelma ulai
sebesai keietaǤ
sebab matahaii tak peinah bisa
menghapus keseuihan
kotamu tumbuh tanpa cahayaǤ angin uingin
mengamuk sepanjang tahunǤ uan
awan hitam lupa caia menuiunkan hujanǤ
sebab matahaii
tak peinah bisa menghapus keseuihan
seoiang peitapa yang teisesat
uan keuinginan
membakai jubahnya senuiiiǤ
sebab matahaii tak peinah bisa menghapus keseuihan
lapai aualah musuh teibesai bagi
yang hiuupǤ
sebab matahaii tak peinah bisa
menghapus keseuihanǡ
menghapus uenuamǡ
kau menghalangi segala
yang henuak meninggalkanmu
uengan uinuing kutukanǤ

suatu pagi
buiungǦbuiung bangkai uan ulaiǦulai iaksasa
tak lagi membenci
matahaii
yang tak peinah bisa
menghapus keseuihanǤ

jubah yang sepaiuh teibakai
menyaksikan semuanyaǨ

ȋ͸ͶͷͶȌ
22

TENTANC SA)AK DAN MELANKULIA

geiimisǡ cintakuǡ tak peinah
cukup liiisǤ
juga tangkai bungaǦbunga
yang menyeiah paua haium tanah

uan lengang bangkuǦbangku
bis teiakhii yang kau tumpangi
waktu senja akhiinya beilaluǤ
tiaua sajak

juga uewaǦuewaǡ cintakuǡ sanggup
menciptakan uunia
yang cukup muiam
sebagai peilambang keseuihanmuǤ

tapi munginkahǡ selembai saja kita gelai
potiet buiam kenangan
ualam uiamǡ tanpa metafoia
tanpa sihii kataǦkataǫ

ȋ͸ͶͷͶȌ


23





















':,6:,%2:2
24

PADA SEBUAH TAMAN

KepoJo Cecelio AǤ Puspito

aku ingin menuengai kicau buiungǦbuiung pagi
aku ingin meiasakan getai lagu uaunǦuaun jatuh
ui taman iniǡ fajai uemikian gugup uemikian gagap
lahii uan beialih begitu saja tanpa meninggalkan apapun
kecuali uingin uuaia uan lembab tetes embun mengenuap
paua bangkuǦbangku kayu tanpa peinah tahu
siapa yang telah kuasa memilikinyaǤ

musim semi hauii ualam penantianku
membayangkan pohonǦpohon tumbuh uaii anganku
lumutǦlumut mulai meiambat uaii celah uinuing
mengalii ualam uaiah menuju setiap iuang ualam iongga uauaku
lalu mulai kuiasakan sejuk uuaia menjalai
ke seluiuh tubuh bagai kuntum bunga yang jatuh paua alii sungai
ui taman iniǡ hanyut uan beikelok mengikuti aius
yang tak peinah uapat kita teika uimana ia akan teitambatǤ

kau aualah musim buiungǦbuiung beinyanyi
kau aualah musim yang menanggalkan bunyi uaunǦuaun jatuh
ui jalananǡ mobilǦmobil beigegas melaju ualam kecepatan tinggi
sesegeia mungkin meninggalkan kota uingin ini
meieka tinggalkan iumahǦiumah yang tak lagi membeii cahaya
uan bangkuǦbangku taman telah uitumbuhi jamui
tinggal bangku yang kita uuuuki iniǡ yang membeii sisa kehangatannya
sebelum jamui uiteibangkan angin musim uingin kemaii
segeia kemasilah seluiuh angan uan ingin yang meiebak ualam benakku
lalu masukkan ualam kopei yang tentu kau tahu
kemana akan kau buang kuncinyaǤ

ȋYoqyokortoǡ Ͷ͸ 0esember ͸ͶͷͶȌ

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->