P. 1
Kondisi Sosial Dan Ekonomi Pasca Reformasi

Kondisi Sosial Dan Ekonomi Pasca Reformasi

|Views: 578|Likes:

More info:

Published by: Sastika Chandra Aginanti on Nov 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/08/2014

pdf

text

original

Oleh : Rosa Pangestika Islami (27) Sastika Chandra Aginanti (28) XIIA3

KONDISI SOSIAL
Sejak krisis moneter tahun 1997 perusahaan swasta mengalami kerugian dan kesulitan dalam membayar gaji karyawan. Sementara itu harga sembako semakin tinggi sehingga banyak karyawan yang menuntut kenaikan gaji pada perusahaan yang pada akhirnya berimabas pada memPHKkan karyawannya.  Karyawan yang di PHK itu menambah jumlah pengangguran sehingga jumlah pengangguran mencapai 40 juta orang. Dampaknya adalah maraknya tindakan kriminalitas yang terjadi dalam

Tuntutan Reformasi yang menghendaki perubahan dan perbaikan diberbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia dalam kenyataannya disalahgunakan oleh pelaku politik hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok  . Oleh karena itu pemerintah harus membuka lapangan kerja baru yang dapat menampung para penganggur tersebut. Dan juga menarik kembali para investor untuk menanamkan modalnya ke Indonesia sehingga dapat membuka lapangan kerja.

Pada era Reformasi.sering terjadi konflik dalam masyarakat yang seringkali bersifat etnis.  Kondisi sosial masyarakat yang kacau disebabkan oleh lemahnya hukum dan perekonomian yang tak kunjung membaik  .

KERUSUHAN AMBON Kerusuhan Ambon (Maluku) terjadi sejak bulan Januari 1999.1. diskriminasi dibidang pemerintahan dll) untuk melanggengkan skenario yang ditetapkan .puncaknya September 1999 Kerusuhan Ambon berdasarkan fakta-fakta merupakan sebuah rekayasa yang direncanakan oleh orang atau kelompok tertentu demi kepentingannya dengan mempergunakan isu SARA dan beberapa faktor internal didaerah (seperti kesenjangan ekonomi.

namun kemudian memicu kerusuhan di daerah Ambon. dengan munculnya warga Muslim dimana-mana untuk menyerang warga Kristen dan sebaliknya juga warga Kristen yang muncul untuk mempertahankan diri (munculnya fanatisme agama yang kuat) .Latar Belakang Kerusuhan Ambon Pada awalnya konflik Ambon dipicu oleh perkelahian antara sopir angkot beragama Kristen dengan preman di Terminal Batu Merah yang beragama Islam.

Kronologi Peristiwa Terjadi pemalakan terhadap sopir angkot beragama Kristen oleh preman muslim di Terminal Batumerah.  Peristiwa tersebut berkembang menjadi pertikaian bernuansa SARA antar orang Islam dan Kristen  Pecahnya kerusuhan dimana-mana di kota Ambon yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa  .

20 Januari 1999. terjadi kontak antara umat Muslim kota Ambon dengan umat Muslim jazirah Leihitu untuk melakukan penyerangan terhadap desadesa Kristen  Isu SARA semakin mengental di kalangan masyarakat sehingga menyebabkan kerusuhan terjadi sampai di luar kota  . terjadi penyerangan secara besar-besaran yang dilakukan oleh warga Kristen terhadap pemukiman Muslim  9 Januari 1999 di kota Ambon.

Upaya Penyelesaian Pada 12 Desember 1999 Presiden Abdurrahman Wahid dan Wapres Megawati berkunjung ke Ambon sebagai upaya untuk mendamaikan antara dua pihak yang sedang bertikai. . namun usaha itu tidak sepenuhnya efektif karena masih ada konflik berskala kecil setelah kunjungan tersebut.

KERUSUHAN POSO Latar Belakang : Diawali dengan terjadinya penyerangan sekelompok pemuda desember 1998 yang memicu bentrokan antara 2 kelompok  Lokasi : Poso.2. Sulawesi Tengah  .

Kronologi Kerusuhan Poso 28 Desember 1998 terjadi bentrokan antara 2 kelompok yang bertikai  Adanya isu politik yaitu pemilihan bupati pada desember 1998. Dengan menangnya pasangan Piet I dan Mutholib Rimi waktu tidak lepas dari identitas agama dan suku  Terjadi bentrokan berdarah pada April 2000 yang dipicu perkelahian antar kelompok pemuda  26 November – 2 Desember 2000 terjadi  . Ada sintimen keagamaan yang melatarbelakangi pemilihan tersebut.

UPAYA PENYELESAIAN  Pada masa pemerintahan Presiden Megawati diadakan Konferensi Malino pada 19 – 20 Desember 2001 yang menghasilkan 10 butir kesepakatan. kondisi konflik Poso berangsur-angsur mereda  . Setelah Kesepakatan Malino.

3. Meminta aparat negara bertindak tegas dan adil untuk menjaga keamanan. 5. Menghentikan segala bentuk konflik dan perselisihan. . Menaati semua bentuk dan upaya penegakan hukum dan mendukung pemberian sanksi hukum bagi siapa saja yang melanggar. 2. Menghilangkan seluruh fitnah dan ketidakjujuran terhadap semua pihak dan menegakkan sikap saling menghormati dan memaafkan satu sama lain. serta campur tangan asing.KESEPAKATAN MALINO 1. menolak memberlakukan keadaan darurat sipil. 4. Untuk menjaga terciptanya suasana damai. demi terciptanya kerukunan bersama.

setiap warga negara memiliki hak untuk hidup. Tana Poso adalah bagian integral dari Republik Indonesia. Karena itu. baik dalam bentuk undangundang. Menjalankan syariat agama masing-masing dengan cara dan prinsip saling menghormati dan menaati segala aturan yang telah disetujui.6. dan tinggal secara damai dan menghormati adat istiadat setempat. maupun peraturan pemerintah dan ketentuanketentuan lainnya . sebagaimana adanya sebelum konflik daAn perselisihan berlangsung. Semua hak-hak kepemilikan harus dikembalikan kepada pemiliknya yang sah. Bersama pemerintah melakukan rehabilitasi sarana dan prasarana ekonomi secara menyeluruh. 9. 7. 8. 10. datang. Mengembalikan seluruh pengungsi ke tempat asal masing-masing.

3. Kalimantan Barat  Peristiwa berkembang dengan bergabungnya ratusan warga suku Madura dan menyerang warga suku Melayu yang berakibat 3 orang suku Melayu meninggal dunia dan 2 orang luka-luka  .  Lokasi kejadian dikabupaten Sambas. KONFLIK SAMBAS Kerusuhan massal dipicu oleh adanya perkelahian individu antara suku yang berbeda dan selanjutnya meluas keseluruh kabupaten Sambas.  Awal peristiwa dilatar belakangi kasus pencurian ayam oleh seorang warga suku Madura yang ditangkap dan dianiaya oleh warga masyarakat suku melayu.

e. Hari berikutnya terjadi perkelahian antara warga suku Madura dan warga suku Melayu karena tidak membayar ongkos angkot. Peristiwa berkembang dengan terjadinya pengungsian . c. pengrusakan dan tindak kekerasan lainnya. pembakaran. Pada tanggal 19 Januari 1999 sekitar 200 orang suku madura dari suatu desa menyerang warga suku Melayu desa lainnya. Kejadian ini berkembang menjadi perkelahian antara kelompok dan antara desa yang disertai pembakaran. d.30 WIB telah ditangkap dan dianiaya pelaku pencurian ayam warga suku Madura oleh warga suku Melayu. b. pengrusakan. Pada tanggal 17 Januari 1999 pukul 01.KRONOLOGI KERUSUHAN SAMBAS      a. Warga suku Melayu dibantu suku Dayak melakukan penyerangan. penganiayaan dan pembunuhan terhadap warga suku Madura dan selanjutnya saling membalas.

Thionghoa. tetapi merupakan pertikaian individu  . Melayu. dan Madura membentuk Forum Komunikasi Masyarakat Kalimantan Barat Disepakati bahwa konflik tersebut tidak dipicu oleh pertikaian antar suku.UPAYA PENYELESAIAN  26 April 1999 pemerintah bersama wakil suku Dayak.

KONFLIK SAMPIT Terjadi pada 18 Februari 2001  Terjadi di kota Sampit.  Konflik ini terjadi antara suku Dayak asli dan warga migran Madura dari pulang Madura. termasuk ibu kota Palangkaraya.4. Kalimantan tengah dan meluas ke seluruh provinsi.  .

Latar Belakang Konflik Sampit Konflik tersebut pecah pada ketika dua warga Madura diserang oleh sejumlah warga Dayak. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan.  Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif.  . dengan lebih dari 100. penambangan dan perkebunan.  Konflik Sampit mengakibatkan lebih dari 500 kematian.000 warga Madura kehilangan tempat tinggal.

KRONOLOGI PERISTIWA    Diawali oleh terjadinya perkelahian antara Suku Madura dengan kelompok Suku Dayak di Jalan Padat Karya Setelah itu terjadi pembakaran rumah Suku Dayak sebanyak dua buah. yang dilakukan oleh Suku Madura dan satu rumah lagi dijarah. Kerusuhan semakin berkembang dan terjadi pembalasan antar suku yang pada akhirnya kerusuhan tersebut merambat hingga ke Kota Palangkaraya .

. akses pendidikan. kesehatan yang memadai. serta peran strategis orang Dayak dalam struktur pemerintahan (otonomi daerah). Hal ini membuka akses bagi orang Dayak untuk mengontrol sumber daya alam bagi keberlangsungan masyarakat Dayak. menjadi solusi untuk meredam konflik di Sampit. Pengembalian hak-hak adat.UPAYA PENYELESAIAN Penyelesaian konflik di Sampit dengan menggunakan pendekatan “masyarakat adat” menjadi langkah strategis untuk menggugat keadilan bagi masyarakat Dayak.

.

pertumbuhan ekonomi menjadi sangat terbatas dan pendapatan perkapita . Keadaan perekonomian makin memburuk dan kesejahteraan rakyat makin menurun. Terlihat dari nilai rupiah yang masih bertahan di kisaran Rp 8. ekonomi Indonesia mengalami keterpurukan. Banyak investor asing yang lari keluar negeri dengan alasan tidak ada jaminan keamanan di Indonesia dan Indonesia dinilai bukan lagi tempat investasi yang menarik.000 – Rp 9.    Sejak berlangsungnya krisis moneter pertengahan 1997.000 per dollar AS.

Ketenagakerjaan Pasca reformasi. seharusnya kondisi ketenagakerjaan menjadi lebih baik. Kebijakan ekonomi nasional lebih mementingkan sistim yang mendorong pertumbuhan ekonomi dengan investasi sehingga menekan pekerja. . terutama pekerja yang unskillabour. tetapi sangat disayangkan kenyataannya pemerintah kurang berpihak kepada pekerja.

perusahaan sepatu kasogi dari korea menutup pabriknya di Indonesia.1 juta jiwa ◦ Contoh: 1998. .Masalah ketenagakerjaan  Pengangguran ◦ Penyebab: banyak perusahaan melakukan rasionalisasi tenaga kerja dengan cara melakukan PHK ◦ Data:  Angka pengangguran: 40.

Kesejahteraan rakyat  Salah satu akibat terjadinya krisis ekonomi adalah meningkatnya jumlah warga miskin di Indonesia.5 juta keluarga (56 juta jiwa) ◦ Solusi: program subsidi berupa BLT . ◦ Penyebab: kenaikan harga BBM ◦ Data:  Jumlah penduduk miskin: 16.

. utang luar negeri Indonesia mencapai 163 dolar AS. sehingga dapat digunakan untuk membayar utang kepada IMF. ◦ Data:  Krisis moneter: 40 M dolar AS  1967-1968 utang Indonesia: 70 M dolar AS (cicilan 7. ◦ Penyebab: sebagian besar utang luar negeri Indonesia menggunakan mata uang dolar AS sehingga ketika mata uang tersebut meningkat.6 M dolar AS(Bunga 6. pada tahun 2006 cadangan devisa negara mencapai 40 M dolar AS.6 M dolar AS ◦ Solusi: peningkatan cadangan devisa negara.3 M dolar AS  2001: 3.3 dolar/tahun)  1990: jumlah pinjaman baru 4.6 M dolar AS)  1997: penurunan pembayaran utang pembayaran utang sebesar 8. maka jumlah utang luar negeri Indonesia juga meningkat.Hutang Luar negeri  Pada saat terjadinya krisis moneter 1997.

.7% ◦ Penyelesaian: mengalirnya kembali modal asing (PMA) di Indonesia. Arus PMA tersebut menyebabkan bergeraknya sektor riil dan meningkatnya cadangan devisa negara yang didapat dari ekspor.32% 2006: mencapai 5.13% Masa pemerintahan Habibie: meningkat 0.93% 2001:mencapai 3. ◦ Penyebab: krisis ekonomi ◦ Data:     Pertumbuhan ekonomi 1998: -13.Pertumbuhan ekonomi  Penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi.

com/2011/07/kondisi-ekonomi-politiksosial-budaya.scribd.DAFTAR PUSTAKA         http://id.org/wiki/Kerusuhan_Poso http://adminkece.wordpress.com/2012/04/03/awal-mulaterjadinya-tragedi-sampit/ http://newzhoel.com/2011/08/kronologis-kerusuhansambas-1999.html http://www.com/doc/46835682/MAKALAH-SEJARAH .wikipedia.html http://saatnyayangmuda.com/2011/04/tragedi-sampittergerusnya-identitas.blogspot.blogdetik.blogspot.org/wiki/Kerusuhan_Sambas http://blog-chiex.wikipedia.html http://fullpaper.com/2009/01/28/sejarahkonflik-poso/ http://ms.blogspot.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->