P. 1
EVALUASI

EVALUASI

|Views: 32|Likes:
Published by anon_637302128

More info:

Published by: anon_637302128 on Nov 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/26/2013

pdf

text

original

EVALUASI Hari/Tanggal 30 Agustus 2012 S 1.

Mahasiswa koordinasi dengan pihak puskesmas dan sekolah untuk menentukan tanggal pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan simantik. 2. Mahasiswa mengurus surat perijinan pelasanaan kegiatan dari puskesmas untuk sekolah. 3. Mahasiswa membagi tugas untuk kegiatan simantik. 4. Mahasiswa mempersiapkan materi dan modul sebagai bahan O 1. Kegiatan dilaksanakan tanggal 30 Agustus 2012 jam 10.00 – 13.00. 2. Peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 38 orang dengan rincian 17 siswa dari SD 1, 8 orang dari SD 2, dan 13 orang dari SD 3. 3. Kepala desa memberikan sambutan pada saat pembukaan. 4. Peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan dibuktikan dengan, siswa aktif dalam tanya jawab, serta tidak ada siswa yang A Masalah sudah teratasi. P Pertahankan intervensi dengan cara: Review materi sosialisasi disetiap kegiatan pendampingan.

sosialisasi dan pelatihan simantik. 5. Mahasiswa datang sebelum acara dimulai untuk mempersiapkan media yang digunakan selama kegiatan. 6. Mahasiswa mengundang kepala desa dan perawat dari puskesmas. 7. Mahasiswa melakukan sosialisasi dengan materi PHBS, P3K, DBD, dan pengenalan serta tugas simantik. 8. Mahasiswa melakukan pelatihan tentang cuci tangan, P3K, pengenalan

meninggalkan kegiatan hingga akhir acara. 5. Dari hasil pre dan pos tes, pengetahuan siswa meningkatdari kurang baik (100%) menjadi baik (65%).

2 September 2012

jentik nyamuk. • Mahasiswa telah meminta persetujuan dan menyampaikan kegiatan pendampingan pada Kepala Sekolah, guru, dan siswa yang akan hadir tanggal 2 September 2012 • Mahasiswa dan simantik datang tepat waktu • Mahasiswa mengingatkan kembali tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta pencegahan penyakit Demam Berdarah • Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (3M) dilakukan mulai pukul 09.00 di SD Sumber

• Peserta SD Sumber Sekar 1 menguras bak mandi yang ada di sekolah • Ditemukan jentik di bak kamar mandi di SD sumber Sekar 1 dan dibersihkan saat itu juga • Tidak ditemukan jentik di SD Sumber Sekar 1 • Peserta mengetahui jentik-jentik nyamuk demam berdarah

Masalah sudah teratasi

Lanjutkan intervensi dengan cara; Anjurkan siswa untuk memeriksa jentik di rumah masing-masing dan membawanya jika ditemukan jentik di rumah tersebut.

Sekar 1 • Siswa SD Sumber Sekar 3 keliling sekolah untuk mengecek adanya jentik di sekolah • Siswa bersemangat melakukan 3 M dan pemeriksaan jentik nyamuk dibuktikan dengan 100% simantik datang untuk melakukan pemebrantasan sarang nyamuk dan 3 September 2012 pemeriksaan jentik • Mahasiswa telah meminta persetujuan dan menyampaikan kegiatan Lokakarya Mini Masyarakat (Musyawarah Desa) ke Kepala Desa, Kepala Dusun, Ketua RW, Ketua RT, kader • Masyarakat antusias selama kegiatan berlangsung dan sebagian besar warga mampu untuk sharing tentang kondisi lingkungannya. • Tidak semua peserta Masalah teratasi. Lanjutkan intervensi dengan cara: 1. Memantau setiap kegiatan desa yang telah disepakati bersama. 2. Anjurkan untuk terus memantau kondisi lingkungan sekitar

Posyandu (Lansia dan Balita), kader Jumantik, dan Tokoh Masyarakat. • Mahasiswa telah mengundang dan mengarahkan Kepala Desa, Kepala Dusun, Ketua RW, Ketua RT, kader Posyandu (Lansia dan Balita), kader Jumantik, dan Tokoh Masyarakat untuk hadir di Balai Desa guna sosialisasi hasil pengkajian dan musyawarah desa. • Mahasiswa hadir tepat waktu dan mempersiapkan perlangkapan acara. • Mahasiswa melakukan

yang diundang hadir dalam acara musyawarah desa. • Masyarakat antusias untuk mengikuti setiap kegiatan yang telah disepakati bersama.

dari adanya jentikjentik nyamuk.

sosialisasi hasil pengkajian desa terkait penyakit DBD. • Musyawarah desa dilakukan pada jam 16.00 (tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan) karena keterlambatan warga. • Masyarakat antusias dengan kegiatan musyawarah desa dan mengikuti sampai acara selesai. Musyawarah untuk mufakat dapat berjalan dengan lancar dan didapatkan kesepakatan 5 september 2012 bersama. • Mahasiswa meminta ijin kepada ketua • Peserta penyuluhan saat antusias dalam masalah teratasi sebagian ulangi intervensi: 1. Memotivasi

tahlil RT 3 dan 4 untuk mengisi acara penyuluhan mengenai DBD dan cara pemberantasan saran nyamuk setelah acara tahlilan • Mahasiswa datang sebelum acara di mulai • Mahasiswa menggunakan media penyuluhan berupa leaflet dan ovitrap • Mahasiswa melakukan penyuluhan mengenai DBD, cara pemberantasan sarang nyamuk salah satunya dengan menggunakan

menyimak materi penyuluhan • Peserta mengajukan pertanyaan kepada pemateri mengenai DBD dan ovitrap • Peserta dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan pemateri • Tidak terdapat jamaah yang meninggalkan tempat kegiatan selama kegiatan penyuluhan berlangsung • Penyuluhan berjalan dengan tenang dan antusias dari para jamaah

masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam melakukan upaya pencegahan DBD dan upaya untuk memberantas sarang nyamuk 2. Memotivasi kader jumantik untuk memberikan penyuluhan DBD di dalam setiap kegiatan

ovitrap kepada para jamaah tahlll di RT 3 dan 4 • Mahasiswa menjelaskan mengenai cara pemberantasan sarang nyamuk salah satunya dengan menggunakan ovitrap dengan membawa contoh ovitrap serta memperagakan cara pembuatannya • Peserta mengajukan pertanyaan seputar DBD dan 7 September 2012 penggunaan ovitrap - Mahasiswa telah meminta persetujuan kepada kepala desa, kepala sekolah, perawat desa, dan - Peserta (siswa SD kelas 5) mampu melakukan pemeriksaan jentik nyamuk aedes Masalah Teratasi Pertahankan intervensi dengan cara: 1. Koordinasi dengan kepala sekolah beserta dewan guru

bidan desa Sumber Sekar. - Mahasiswa memberikan pengumuman kepada siswa kelas 5 di SDN sumber sekar 1 dan 3. - Mahasiswa datang sesuai dengan kontrak awal dengan pihak sekolah, yaitu jam istirahat (09.00 WIB). - Mahasiswa bersama simantik melakukan pemeriksaan jentik terhadap jentik yang telah dibawa oleh para siswa kelas 5. - Mahasiswa melakukan motivasi kepada para siswa untuk melakukan pemeriksaan jentik secara rutin di rumah

aegipti. - Siswa SD kelas 5 mampu menemukan jentik di rumah masing-masing. - Siswa SD kelas 5 dapat membedakan jentik aedes aegipti dengan jentik nyamuk lainnya. - Siswa SD melakukan praktek PSN dengan membunuh jentik yang didapatkan dari rumah.

SDN 1 dan 3 Sumber Sekar untuk melanjutkan kegiatan pemeriksaan jentik nyamuk setiap minggu di rumah masing-masing dan di sekolah. 2. Koordinasi dengan kepala sekolah dan guru UKS untuk memasukkkan anggota simantik ke dalam struktur UKS.

masing-masing dan bagi siswa yang di rumahnya ada jentik, dianjurkan untuk menguras tempat penampungan di rumahnya. - Peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan yang dapat ditunjukkan dengan semua siswa ikut aktif memeriksa dan bertanya ketika pemeriksaan jentik. - Peserta tidak ada yang meninggalkan tempat kegiatan sebelum 8 September 2012 kegiatan selesai. 1. Mahasiswa berkoordinasi dengan Kepala Sekolah untuk pelaksanaan Kerja Bakti: waktu, 1. Siswa antusias Masalah teratasi 1. Pertahankan intervensi dengan cara: a. Motivasi Simantik untuk menginisiasi

mengikuti kegiatan kerja bakti (kelas 1-6) dengan membawa peralatan dari rumah masing-masing

sasaran, peserta 2. Mahasiswa sosialisasi agenda kerja bakti kepada siswa dan guru 3. Mahasiswa melakukan koordinasi pembagian PJ wilayah kerja bakti 4. Mahasiswa mengarahkan dan memantau siswa selama kegiatan kerja bakti berlangsung 5. Kerja bakti dimulai tepat waktu jam 09.30 setelah jam istirahat

2.

Guru ikut

adanya kerja bakti sekolah setiap 1 bulan sekali b. Motivasi Simantik untuk menjadi pemantau keberlangsungan piket harian kelas c. Beri saran pada Kepala Sekolah dan Guru untuk memonitor siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah

mengarahkan siswa selama kegiatan kerja bakti berlangsung 3. Lingkungan sekolah tampak lebih bersih dan rapi, dengan kriteria: a. bersih b. bersih c. Tidak ada sampah berserakan di lingkungan sekolah d. Tidak ada sampah di kolong meja dan di atas lemari dalam kelas 1. Kegiatan dimulai Bak mandi dan lantai Lantai

9 September 2012

1. Mahasiswa

Masalat teratasi

Pertahankan intervensi

memberikan pengumuman 3 hari sebelum kegiatan pendampingan simantik. 2. Mahasiswa melakukan koordinasi kelompok untuk kegiatan pendampingan simantik. 3. Mahasiswa terbagi menjadi 2 kelompok untuk mendampingi simantik di SD 1 dan SD 3. 4. Mahasiswa datang sebelum acara dimulai. 5. Mahasiswa membuka acara dengan memberikan motivasi kepada

jam 09.00. 2. Peserta yang mengikuti kegiatan yaitu SD 1 sebanyak 16 siswa dan 13 siswa di SD 3. 3. Terdapat 3 siswa mempraktekkan cara cuci tangan yang benar di hadapat peserta lainnya. 4. Peserta menjawab pertanyaan seputar materi sosialisasi dengan antusias dibuktikan dengan peserta yang berebut untuk menjawab pertanyaan. 5. Semua peserta membawa peralatan yang telah diinformasikan

dengan cara: 1. Koordinasi dengan guru sekolah untuk melakukan pemeriksaan jentik rutin setiap bulan di lingkungan sekolah. 2. Menyampaikan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan siswa ke tokoh masyarakat Desa Sumber Sekar dan PKM Dau. 3. Koordinasi dengan PKM Dau untuk melakukan program rutin dalam pencegahan DBD.

siswa agar tetap semangat melakukan tugas-tugasnya. 6. Revie materi PHBS, P3K, dan DBD. 7. Mahasiswa meminta 3 simantik untuk mempraktekkan cara cuci tangan dengan benar di hadapan peserta yang datang. 8. Mahasiswa memberikan pertanyaanpertanyaan tentang PHBS, P3K, dan DBD kepada siswa. 9. Mahasiswa mendampingi pemeriksaan jentik di lingkungan sekolah. 10. Mahasiswa

sebelumnya. 6. Peserta berbaris dengan rapi menuju rumah yang tempat ditemukannya jentik. 7. Peserta melakukan pemeriksaan jentik dengan memanfaatkan senter di rumah tempat ditemukannya jentik. 8. Peserta menemukan jentik dibeberapa tempat yang telah diperiksanya.

mendampingi simantik untuk melakukan home visit ke rumah siswa yang ditemukan 9 September 2012 jentik. 1. Mahasiswa berkoordinasi dengan Kepala Desa dan Sekretaris Desa untuk pelaksanaan Kerja Bakti: waktu, sasaran, peserta 2. Mahasiswa melakukan koordinasi pembagian PJ wilayah kerja bakti 3. Undangan Kerja Bakti sudah disebar ke semua RT 1-5 satu hari sebelum kegiatan berlangsung 4. Mahasiswa 1. Tidak semua warga di RT 1-5 mengadakan kerja bakti di depan rumah masing-masing 2. Kurangnya pemantauan dan motivasi dari Ketua RT masing-masing (Ketua RT tidak keliling menyusuri RT wilayahnya) 3. Lingkungan Sumber Sekar wilayah Krajan 1 lebih bersih daripada sebelumnya 4. Got di depan rumah ada yang Masalah teratasi sebagian 1. Pertahankan intervensi dengan cara: a. Beri saran Kepala Desa untuk melaksanakan Kerja Bakti rutin Desa setiap 1 bulan sekali b. Motivasi Ketua RT untuk giat memantau keadaan RT wilayahnya

memantau kegiatan warga selama kegiatan kerja bakti berlangsung 5. Kerja bakti dimulai tepat waktu 10 September 2012 jam 06.00-09.00 • Mahasiswa meminta ijin dan menyampaikan kegiatan kepada Kepala Desa, Sekretaris Desa, Ketua Tim PKK, dan Bidan Desa • Mahasiswa datang tepat waktu • Mahasiswa membagi modul tentang DBD dan kader Jumantik • Peserta yang hadir terdiri dari kader posyandu, BLK, dan BKL yang berjumlah 45 orang dari 60

masih belum bersih

• Peserta antusias mengikuti penyuluhan dan pelatihan • Jumlah modul yang tersebar sebanyak 25 buah dan 45 lembar leaflet • Terdapat pemahaman masyararakat tentang penyakit DBD dan peran dan funsi kader Jumantik yang ditunjukkan dengan rata-rata hasil pre test=62,7 dan post test= 73,8

Masalah teratasi sebagian

- Pembentukan struktur organisasi Jumantik yang dipimpin oleh Tim Penggerak PKK secara mandiri - Pembuatan jadwal kegiatan kunjungan rumah

orang. • Mahasiswa keperawataan berkolaborasi dengan mahasiswa kedokteran untuk memebrikan penyuluhan dan pelatihan • Materi yang disampaikan meliputi pengenalan penyakit DBD, cara-cara pemberantasan sarang nyamuk, tugas dan fungsi kader Jumantik serta pelapoannya, dan teknologi tepat guna yaitu TMT (Tradisional Mosquitos Trap) • Mahasiswa memberikan motivasi

tentang pentingnya pemberantasan sarang nyamuk untuk menghindari penularan penyakit DBD secara luas • Tidak ada pesertya yang meninggalkan acara sebelum acara 12 September 2012 selesai - Mahasiswa telah meminta persetujuan kepada kepala desa, ketua RW 2 (Krajan 1), ketua RT 1, perawat desa, dan bidan desa Sumber Sekar. - Mahasiswa melakukan koordinasi dengan bu RT 1 untuk menentukan tanggal dan tempat pelaksanaan penyuluhan 3 hari sebelum acara - Peserta antusias mengikuti penyuluhan, dibuktikan dengan lebih dari 70% hadir (28 orang), 5 orang aktif bertanya serta kompak menjawab pertanyaan penyuluh. - Peserta dapat menjawab pertanyaan penyuluh tentang pengertian DBD, penyebab DBD, ciri nyamuk aedes Masalah Teratasi Pertahankan Evaluasi dengan cara: 1. Anjurkan masyarakat untuk melakukan PSN setiap minggu minimal selama 30 menit. 2. Anjurkan peserta untuk peka terhadap tanda dan gejala DBD. 3. Koordinasi dengan ketua RT untuk memantau

penyuluhan. - Mahasiswa datang sesuai dengan kontrak awal dengan ibu-ibu pengajian RT 1, yaitu jam 16.00 WIB. sosialisasi tentang pengertian DBD, penyebab DBD, ciri nyamuk aedes aegipti, tempat rawan jentikjentik, cara pencegahan, cara PSN, dan cara 15 September 2012 mengatasi DBD. • Mahasiswa telah melakukan permintaan ijin pada pihak sekolah untuk melakukan pemeriksaan jentik dan menginformasikan tentang ovitrap.

aegipti, tempat rawan jentik-jentik, cara pencegahan, cara PSN, dan cara mengatasi DBD dengan benar. bersedia untuk melakukan pemeriksaan jentik dan PSN di rumah masing-masing.

kegiatan PSN warganya setiap minggu.

- Mahasiswa melakukan - Peserta penyuluhan

• Sebagian kecil siswa telah membawa jentik-jentik dari rumahnyadan sebagian besar siswa sudah tidak menemukan jentik di tempat-tempat penampungan air di

Masalah teratasi

Lanjutkan intervensi dengan cara: • Anjurkan siswa untuk terus memantau jentik di rumah masingmasing dan membawanya jika ditemukan di rumah

• Mahasiswa datang di lingkungan sekolah tepat waktu. • Mahasiswa telah mengajarkan pembuatan ovitrap. Mahasiswa memberian 1 buah ovitrap di tiap kelas dan di masingmasing sekolah. 15 September 2012 • Mahasiswa telah melakukan permintaan ijin pada ketua RT 2 dan 5 serta ketua pengajian untuk melakukan penyuluhan DBD saat kegiatan PKK dan pengajian. • Mahasiswa datang tepat waktu saat kegiatan. Mahasiswa telah

sekitar rumah. • Siswa sangat antusias dengan pemberian informasi tentang ovitrap dan mampu mengulangi kembali bagaimana cara pembuatan ovitrap. • Siswa antusias untuk membuat ovitrap di rumah. • Peserta antusias selama kegiatan berlangsung dan sebagian besar warga mampu untuk sharing tentang kondisi lingkungan di rumahnya. • Sebagian besar warga hadir dalam kegiatan penyuluhan dan sangat antusias tehadap penyuluhan Masalah teratasi

tersebut.

Lanjutkan intervensi dengan cara: Anjurkan masyarakat untuk peka terhadap tanda gejala DBD sehingga dapat segera tertangani.

memberikan penyuluhan DBD dan juga sosialisasi tentang alat perangkap telur nyamuk (ovitrap).

yang diberikan. Masyarakat antusias dengan pemberian informasi tentang pembuatan ovitrap dan berkeinginan untuk membuat ovitrap di rumah. • Peserta penyuluhan saat antusias dalam menyimak materi penyuluhan • Peserta mengajukan pertanyaan kepada pemateri mengenai DBD dan ovitrap • Peserta dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan pemateri • Tidak terdapat jamaah yang meninggalkan tempat kegiatan selama kegiatan penyuluhan

16 september 2012

Mahasiswa meminta ijin kepada ketua tahlil aisyah untuk mengisi acara dengan penyuluhan mengenai DBD dan cara pemberantasan saran nyamuk pada saat kegiatan tahlil aisyah

masalah teratasi sebagian

ulangi intervensi: 1. Memotivasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam melakukan upaya pencegahan DBD dan upaya untuk memberantas sarang nyamuk 2. Memotivasi kader jumantik untuk memberikan penyuluhan DBD di dalam setiap kegiatan

Mahasiswa datang sebelum acara di mulai

Mahasiswa menggunakan media penyuluhan berupa leaflet dan ovitrap

Mahasiswa melakukan penyuluhan mengenai DBD, cara pemberantasan sarang nyamuk salah satunya dengan menggunakan ovitrap kepada para jamaah tahlll di RT 3 dan 4

berlangsung • Penyuluhan berjalan dengan tenang dan antusias dari para jamaah

Mahasiswa menjelaskan mengenai cara pemberantasan sarang nyamuk salah satunya dengan menggunakan ovitrap dengan membawa contoh ovitrap serta memperagakan cara

pembuatannya • Peserta mengajukan pertanyaan seputar DBD dan penggunaan ovitrap

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->