P. 1
Laporan Penelitian Tindakan Kelas PKN SD

Laporan Penelitian Tindakan Kelas PKN SD

|Views: 54|Likes:
Published by _Aldina_Fhoeni_2687

More info:

Published by: _Aldina_Fhoeni_2687 on Nov 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

Laporan Penelitian Tindakan Kelas PKN SD: UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL

PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW
01:56 AINA MULYANA NO COMMENTS

Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah Negara berkembang selalu berusaha untuk mengejar ketinggalannya, yaitu dengan giat melakukan pembangunan di segala bidang kehidupan. Dalam bidang pendidikan pemerintah selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan berbagai cara seperti mengganti kurikulum, meningkatkan kualitas guru melalui penataran-penataran atau melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi, memberi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan sebagainya. Sesuai dengan UU no. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 3 menyatakan bahwa: “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Dengan memperhatikan isi dari UU No. 20 tahun 2003 tersebut, peneliti berpendapat bahwa tugas seorang guru memang berat, sebab kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh keberhasilan pendidikan dari bangsa itu sendiri. Jika seorang seorang guru atau pendidik tidak berhasil mengembangkan potensi peserta didik maka negara itu tidak akan maju, sebaliknya jika guru atau pendidik berhasil mengembangkan potensi peserta didik, maka terciptalah manusia yang cerdas, terampil, dan berkualitas. Sesuai dengan

“Pendidikan Kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama. seperti pembelajaran yang dilakukan dengan ceramah dan tanya-jawab. peneliti sering menggunakan model pembelajaran ceramah. fasilitator. Dari diskusi yang telah dilaksanakan. Sebagai motivator guru harus mampu membangkitkan motivasi siswa agar aktivitas siswa dalam proses pembelajaran berhasil dengan baik. Model pembelajaran ini tidak dapat membangkitkan aktivitas siswa dalam belajar. Hal ini tampak dari perilaku siswa yang cenderung hanya mendengar dan mencatat pelajaran yang diberikan guru. memecahkan sendiri masalah-masalah dari suatu konsep yang dipelajari. Salah satu cara untuk membangkitkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran adalah dengan mengganti cara / model pembelajaran yang selama ini tidak diminati lagi oleh siswa. Dalam bekerja kelompok. sedangkan guru lebih banyak bertindak sebagai motivator dan fasilitator. Siswa dibagi atas beberapa kelompok yang beranggotakan 6 orang (melihat kondisi siswa di kelas). Menurut Wina Sanjaya (2006 : 19).Depdiknas (2005 : 33) yang menyatakan bahwa. dan berkarakter yang dilandasi oleh Pancasila dan UUD 1945”. sedangkan yang lainnya membicarakan hal lain yang tidak berhubungan dengan tugas . dan evaluator”. peneliti berusaha untuk mencarikan model pembelajaran lain yaitu model pembelajaran diskusi. bahasa. ternyata siswa masih kurang mampu dalam mengemukakan pendapat. Siswa tidak mau bertanya apalagi mengemukakan pendapat tentang materi yang diberikan siswa yang mau bertanya dan berani mengemukakan pendapat dari 20 orang siswa kelas VI A hanya sekitar 3 orang (15%) di atas (85%) siswa tidak mau bertanya dan tidak berani mengemukakan pendapat. usia. terampil. sosio-kultural. Pada SDN Sodong 1 sejak peneliti mengajar tahun 1999 dalam pembelajaran PKn. Suasana belajar mengajar yang diharapkan adalah menjadikan siswa sebagai subjek yang berupaya menggali sendiri. suku bangsa untuk menjadi warga negara yang cerdas. Situasi belajar yang diharapkan di sini adalah siswa yang lebih banyak berperan (kreatif). model pembelajaran ini membuat siswa jenuh dan tidak kreatif. pembimbing. Untuk mencapai tujuan ini peranan guru sangat menentukan. peran guru adalah: “Sebagai sumber belajar. hanya satu atau dua orang saja yang aktif. demonstrator. sebab kemampuan dasar siswa rendah. pengelola. Melihat kondisi ini.

apalagi mengajukan saran. baik individu maupun kelompok. peneliti berpendapat bahwa aktivitas siswa di SDN Sodong 1 dalam pembelajaran PKn sangat kurang. mengemukakan bahwa jenis aktivitas dalam kegiatan lisan atau oral adalah mengemukakan suatu fakta atau prinsip. mengajukan pertanyaan. diskusi dan interupsi. Jadi. Sumber Data Sekunder Nilai PKn SDN Sodong 1. sehingga pembelajaran lebih bermakna dan lebih berkualitas. sehingga siswa tidak terangsang untuk mengembangkan kemampuan berfikir kreatif.kelompok. Berdasarkan pengalaman yang peneliti hadapi di dalam proses pembelajaran PKn yang tidak aktif maka peneliti berusaha mencarikan model pembelajaran lain. Dierich dalam Oemar Hamalik (2001: 173). antara lain rendahnya perhatian siswa dalam mengikuti pelajaran PKn. peneliti juga melihat di antara anggota kelompok ada yang suka mengganggu teman karena mereka beranggapan bahwa dalam belajar kelompok (diskusi) tidak perlu semuanya bekerja. Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh beberapa faktor. seperti Paul D. Karena tidak semua anggota kelompok yang aktif. Ketertarikan peneliti mengambil model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. menghubungkan suatu kejadian. maka tanggung jawab dalam kelompok menjadi kurang. bahkan dalam kerja kelompok (diskusi). Karena aktivitas siswa yang rendah itu. karena peneliti melihat dalam model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw semua anggota kelompok diberi tugas dan tanggungjawab. Melihat kenyataan-kenyataan yang peneliti temui pada sikap siswa di dalam proses pembelajaran tersebut di atas. Berdasarkan pengamatan atau observasi pendahuluan yang peneliti lakukan. hasil belajar yang diperoleh juga menjadi rendah. Dalam hal ini peneliti berani mengungkapkan karena memang aktivitas siswa SDN Sodong 1 masih jauh dari pengertian aktivitas yang diungkapkan dari para ahli. peneliti juga menemukan ada di antara anggota kelompok yang egois sehingga tidak mau menerima pendapat teman. Guru sering memberikan pelajaran dalam bentuk ceramah dan tanya-jawab. ditemukan bahwa siswa SDN Sodong 1 dalam melaksanakan diskusi kelas jarang sekali mengemukakan pendapat. Model pembelajaran yang akan di coba untuk melakukannya adalah model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw. Dalam melaksanakan diskusi kelompok. mengemukakan pendapat. mengajukan pertanyaan. wawancara. keunggulan pada pembelajaran kooperatif Jigsaw dibanding dengan . memberi saran.

Adanya anggota kelompok yang tidak mau menerima pendapat teman. Pembatasan Masalah Sesuai dengan kemampuan waktu dan tenaga yang peneliti miliki. Siswa kurang berani dalam mengemukakan pendapat. 2. 2. Tanggung jawab siswa terhadap tugas masih rendah. Apakah penggunaan model pembelajaran Kooperatif tipe jigsaw memberikan aktivitas siswa dalam pembelajaran PKn kelas VI A SDN Sodong 1? E. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk mengembangkan aktivitas siswa dalam pembelajaran PKn? 2. 5. diharapkan aktivitas siswa dalam pembelajaran meningkat. maka peneliti memberi batasan masalah: 1. D. Tanggung jawab siswa terhadap tugas masih rendah. masalah sebagai berikut: Siswa kurang memperhatikan dalam pembelajaran. Siswa kurang berani dalam mengemukakan pendapat. sebab tugas itu ada yang merupakan tanggung jawab individu dan ada pula tanggung jawab kelompok. yang tidak berhubungan dengan tugas kelompok.diskusi yaitu seluruh anggota dalam kelompok harus bekerja sesuai dengan tugas yang diberikan. C. 4. Dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw di SDN Sodong 1. dalam penelitian ini peneliti mengambil sebuah judul yaitu: “Upaya Peningkatan Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran PKn dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw”. maka dapat diidentifikasi 1. Adanya siswa beranggapan bahwa dalam belajar kelompok tidak perlu semua bekerja. Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah yang telah ditetapkan dalam pembelajaran PKn dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. 3. maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1. Adanya siswa yang suka membicarakan hal lain. 6. 3. Oleh sebab itu. Motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran kurang. B. Tujuan Penelitian Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah “untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa dan motivasi belajar .

Hakekat Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu mata pelajaran yang dapat membentuk diri yang beragam dari segi agama. F. Memberikan suasana pembelajaran yang menggairahkan b. bahasa. dan keterampilan kewarganegaraan yang memadai dan memungkinkan untuk berpartisipasi secara cerdas dan bertanggung jawab dalam berbagai kehidupan bermasyarakat. Bagi Sekolah Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran diSDN Sodong 1. Manfaat Penelitian Berdasarkan tujuan penelitian yang telah diuraikan di atas. Memupuk tanggung jawab individu maupun kelompok 3. Melatih guru agar lebih cermat dalam memperhatikan kesulitan belajar siswa 2. untuk menjadi warga negara yang cerdas. sikap. sehingga memiliki wawasan. Berdasarkan pendapat di atas jelas bagi kita bahwa PKn bertujuan mengembangkan potensi individu warga negara. terampil dan berkarakter yang dilandasi oleh UUD 1945. Menghilangkan anggapan bahwa belajar kelompok itu cukup dikerjakan oleh satu atau dua orang saja c. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Depdiknas (2005: 34) bahwa : Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang secara umum bertujuan untuk mengembangkan potensi individu warga negara Indonesia.Pendidikan Kewarganegaraan melalui model pembelajaran kooperatif Jigsaw”. Mengembangkan kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran yang bermutu b. sosio-kultural. dengan demikian maka . usia. Bagi Siswa a. Bagi Guru a. Bab II Kajian Kepustakaan A. berbangsa dan bernegara. maka peneliti mengharapkan penilitian ini bermanfaat sebagai berikut: 1. Memupuk pribadi siswa aktif dan kreatif d.

hukum dan moral. Belajar menurut Oemar Hamalik (2001: 28).seorang guru PKn haruslah menjadi guru yang berkualitas dan profesional. 3. . B. keterampilan. Mulyono (2001 : 26). Dimensi Keterampilan Kewarganegaraan (Civics Skills) meliputi keterampilan partisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. apresiasi. etis atau budi pekerti dan sikap. sebab jika guru tidak berkualitas tentu tujuan PKn itu sendiri tidak tercapai. Aktivitas Belajar Sebelum peneliti meninjau lebih jauh tentang aktivitas belajar. Menurut Anton M. pengertian. keterampilan dan nilai-nilai. 2. jasmani. Dimensi Pengetahuan Kewarganegaraan (Civics Knowledge) yang mencakup bidang politik. (Depdiknas 2003 : 4) Berdasarkan uraian di atas dapat ditegaskan bahwa dalam mata pelajaran Kewarganegaraan seorang siswa bukan saja menerima pelajaran berupa pengetahuan. Aktivitas Belajar Siswa dalam Pembelajaran PKn 1. keterampilan sosial dan intelektuan. Aspek tingkah laku tersebut adalah: pengetahuan. maka guru berupaya melalui kualitas pembelajaran yang dikelolanya. adalah “Suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan”. norma dan moral luhur. Secara garis besar mata pelajaran Kewarganegaraan memiliki 3 dimensi yaitu: 1. terlebih dahulu dijelaskan tentang Aktivitas dan Belajar. Aktivitas artinya “kegiatan / keaktivan”. tetapi pada diri siswa juga harus berkembang sikap. kebiasaan. penguasaan atas nilai religius. emosional. hubungan sosial. Jika seseorang telah belajar maka akan terlihat terjadinya perubahan pada salah satu atau beberapa aspek tingkah laku tersebut. Sesuai dengan Depdiknas (2005 : 33) yang menyatakan bahwa tujuan PKn untuk setiap jenjang pendidikan yaitu mengembangkan kecerdasan warga negara yang diwujudkan melalui pemahaman. upaya ini bisa dicapai jika siswa mau belajar. Untuk mencapai tujuan Pendidikan Kewarganegaraan tersebut. Dalam belajar inilah guru berusaha mengarahkan dan membentuk sikap serta perilaku siswa sebagai mana yang dikehendaki dalam pembelajaran PKn. merupakan suatu aktivitas. Jadi segala sesuatu yang dilakukan atau kegiatan-kegiatan yang terjadi baik fisik maupun nonfisik. Dimensi Nilai-nilai Kewarganegaraan (Civics Values) mencakup antara lain percaya diri. serta berprestasi dalam memecahkan masalah di lingkungannya.

Kegiatan-kegiatan Mendengarkan Mendengarkan penyajian bahan. fakta. perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang sedang belajar. seperti yang dikemukakan oleh Rochman Natawijaya dalam Depdiknas. yaitu: 1. konsep ataupun teori”.M. diskusi dan interupsi. mengamati eksperimen. Dierich. 2005 : 31. Kegiatan-kegiatan Lisan (oral) Mengemukakan suatu fakta atau prinsip. mendengarkan suatu permainan. demonstrasi. mental intelektual dan emosional guna memperoleh hasil belajar yang berupa perpaduan antara aspek kognitif. Paul D. mendengarkan percakapan atau diskusi kelompok. fakta. sehingga para ahli mengadakan klasifikasi. Dari uraian tentang belajar di atas peneliti berpendapat bahwa dalam belajar terjadi dua proses yaitu 1. baik berupa pribadi. dalam Oemar Hamalik (2001 : 172) mengklasifikasikan aktivitas belajar atas delapan kelompok. 2. interaksi dengan lingkungannya. Dalam proses interaksi ini terkandung dua maksud yaitu: 1. afektif dan psikomotor”.Selanjutnya Sardiman A. Berdasarkan pendapat diatas disimpulkan bahwa aktivitas belajar adalah segala kegiatan yang dilakukan dalam proses interaksi (guru dan siswa) dalam rangka mencapai tujuan belajar. melihat gambar-gambar. mendengarkan radio. mengerjakan tes dan mengisi angket. sebab dengan adanya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran terciptalah situasi belajar aktif. pameran. mengajukan pertanyaan. 2. Aktivitas belajar itu banyak sekali macamnya. (2003 : 22) menyatakan: “Belajar sebagai suatu proses interaksi antara diri manusia dengan lingkungannya yang mungkin berwujud pribadi. Proses Internalisasi dari sesuatu ke dalam diri yang belajar. wawancara. 4. belajar aktif adalah “Suatu sistem belajar mengajar yang menekankan keaktivan siswa secara fisik. 2. memeriksa karangan. Kegiatan-kegiatan Visual Membaca. Proses ini dilakukan secara aktif dengan segenap panca indera ikut berperan. Kegiatan-kegiatan Menulis Menulis cerita. 3. bahan-bahan kopi. . menulis laporan. dan mengamati orang lain bekerja dan bermain. membuat rangkuman. dsb. mengemukakan pendapat. memberi saran. Aktivitas yang dimaksudkan di sini penekanannya adalah pada siswa. menghubungkan suatu kejadian.

menyelenggarakan permainan. Motivasi ini disebut motivasi murni karena timbul dari diri siswa sendiri. membedakan. melaksanakan pameran. Dalam rangka membentuk manusia yang kreatif dan bertanggung jawab ini peneliti berusaha melatih dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw. dll. peta dan pola. memilih alat-alat. 8. dll. 7. sebab dalam model pembelajaran ini siswa dituntut untuk aktif dan bertanggung jawab baik secara individu maupun kelompok. misalnya keinginan untuk mendapat keterampilan tertentu. mengingat. membuat grafik. Motivasi ini tetap diperlukan di sekolah. menganalisis faktor-faktor. membuat model. tenang dan lain-lain. Siswa yang lebih banyak melakukan kegiatan sedangkan guru lebih banyak membimbing dan mengarahkan. diagram. misalnya ijazah. 6. melihat hubungan-hubungan dan membuat keputusan.5. Kegiatan-kegiatan Emosional a. Minat. dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Motivasi Intrinsik. Menurut Oemar Hamalik (2001: 158). adalah motivasi yang tercakup di dalam situasi belajar dan menemui kebutuhan dan tujuan-tujuan murid. mandiri. . memperoleh informasi. Tujuan pembelajaran PKn tidak mungkin tercapai tanpa adanya aktivitas siswa apalagi dalam pembelajaran PKn antara lain tujuannya adalah untuk menjadikan manusia kreatif. Kegiatan-kegiatan Mental Merenung. bahwa dalam belajar sangat dituntut keaktifan siswa. medali. Kegiatan-kegiatan Menggambar Menggambar. Berdasarkan pengertian aktivitas tersebut di atas. memecahkan masalah. berani. 2. Oleh sebab itu motivasi perlu dibangkitkan oleh guru. Kegiatan-kegiatan Metrik Melakukan percobaan. mengembangkan sikap untuk berhasil. chart. Motivasi dapat dibagi menjadi dua jenis: 1. “Motivasi adalah perubahan energi pada diri seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan”. sebab pengajaran di sekolah tidak semuanya menarik minat siswa. menari dan berkebun. adalah motivasi yang disebabkan oleh faktor-faktor dari luar situasi belajar. sehingga siswa mau dan ingin belajar. Hal lain yang juga sangat penting pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa adalah motivasi. Motivasi Ekstrinsik. tingkatan hadiah.

Dengan memperhatikan pengertian dari pembelajaran kooperatif di atas. d. Aktivitas Siswa yang Diamati Dalam penelitian ini peneliti akan mengamati aktivitas siswa sebagai berikut: Mengajukan pertanyaan Menjawab pertanyaan siswa maupun guru Memberi saran Mengemukakan pendapat Menyelesaikan tugas kelompok Mempresentasikan hasil kerja kelompok C. Untuk menciptakan pembelajaran yang menarik. Siswa saling bekerja sama untuk mendapatkan hasil belajar yang lebih baik. Pengertian Pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning) Keberhasilan dari pembelajaran sangat ditentukan oleh pemilihan metode belajar yang ditentukan oleh guru. upaya yang harus dilakukan guru adalah memilih model pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi pembelajaran. sebaliknya jika pembelajaran itu disajikan dengan cara yang kurang menarik. maka aktivitas siswa dalam proses pembelajaran juga akan meningkat. Esensi pembelajaran kooperatif itu adalah tanggung jawab individu sekaligus tanggung jawab kelompok. peneliti berpendapat bahwa model pembelajaran ini sangat baik untuk a.Dari uraian di atas peneliti berpendapat bahwa dengan adanya motivasi siswa dalam belajar. f. Pembelajaran Kooperatif 1. siswa belajar dan bekerja sama untuk sampai pada pengalaman belajar yang optimal baik pengalaman individu maupun pengalaman kelompok. b. membuat motivasi siswa rendah. Keberhasilan kelompok dalam mencapai tujuan tergantung pada kerja sama yang kompak dan serasi dalam kelompok itu. Sebab dengan penyajian pembelajaran secara menarik akan dapat membangkitkan motivasi belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas siswa adalah pembelajaran kooperatif. Pada pembelajaran kooperatif terdapat saling ketergantungan positif antar anggota kelompok. Dengan model pembelajaran yang tepat diharapkan akan meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar sehingga hasil belajar pun dapat ditingkatkan. sehingga dalam diri siswa terdapat sikap ketergantungan positif yang menjadikan kerja kelompok optimal. c. . e. Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang dilakukan pada kelompok kecil.

Siswa akan dikena evaluasi atau hadiah/penghargaan yang juga akan dikenakan untuk semua kelompok. Siswa harus melihat bahwa semua anggota di dalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama. c. Siswa harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama di antara anggota kelompoknya. Siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya. Ciri-ciri Pembelajaran Kooperatif: Sebagai seorang guru dalam memberikan pelajaran kepada siswa tentu ia akan memilih manakah model pembelajaran yang tepat diberikan untuk materi pelajaran tertentu. peneliti berpendapat bahwa dalam pembelajaran kooperatif setiap siswa yang tergabung dalam kelompok harus betul-betul dapat menjalin kekompakan. Unsur-unsur Pembelajaran Kooperatif Sebagaimana yang telah diuraikan di atas bahwa pembelajaran Kooperatif adalah pembelajaran yang dilakukan dalam kelompok kecil. di mana Muslim Ibrahim (2006 : 6. sepenanggungan bersama”. Dengan memperhatikan unsur-unsur pembelajaran kooperatif tersebut. Siswa akan diminta mempertanggung jawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif. Apabila seorang guru ingin menggunakan pembelajaran kooperatif. 2. tanggung jawab bukan saja terdapat dalam kelompok. sebab semua siswa dituntut untuk bekerja dan bertanggung jawab sehingga di dalam kerja kelompok tidak ada anggota kelompok yang asal namanya saja tercantum sebagai anggota kelompok. d. f. tetapi juga dituntut tanggung jawab individu. 3. 2005 : 46) mengemukakan ciri-ciri pembelajaran kooperatif sebagai berikut: . tetapi semua harus aktif. Dalam hal ini Muslim Ibrahim (dalam Depdiknas.meningkatkan aktivitas belajar siswa. g. dalam Depdiknas 2005 : 45) menguraikan unsur-unsur pembelajaran Kooperatif sebagai berikut: a. Siswa dalam kelompoknya harus beranggapan bahwa mereka “sehidup b. Siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya seperti milik mereka sendiri. e. Selain itu. maka haruslah terlebih dahulu mengerti tentang pembelajaran kooperatif tersebut.

3) Investigasi Kelompok dan 4) tipe Struktural.a. Dengan memperhatikan ciri-ciri tersebut. Anggota kelompok asal terdiri dari 3-5 siswa yang setiap anggotanya diberi nomor kepala 1-5. yaitu anggota kelompok asal dan anggota kelompok ahli. budaya. sedang dan rendah. yaitu: 1) tipe STAD. Tentang hal itu dapat diuraikan sebagai berikut: a. kuis satu sama lain dan atau melakukan diskusi. Tipe STAD Pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division) adalah pembelajaran kooperatif di mana siswa belajar dengan menggunakan kelompok kecil yang anggotanya heterogen dan menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran untuk menuntaskan materi pembelajaran. Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya. Pada pembelajaran tipe Jigsaw ini setiap siswa menjadi anggota dari 2 kelompok. Penghargaan lebih berorientasi pada individu. baik pengalaman individu maupun pengalaman kelompok. Bila mungkin anggota kelompok berasal dari ras. seorang guru hendaklah dapat membentuk kelompok sesuai dengan ketentuan. c. suku. kemudian saling membantu satu sama lain untuk memahami bahan pembelajaran melalui tutorial. Tipe Jigsaw Tipe Jigsaw adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif di mana pembelajaran melalui penggunaan kelompok kecil siswa yang bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran dan mendapatkan pengalaman belajar yang maksimal. 2) tipe Jigsaw. Tipe-tipe Pembelajaran Kooperatif: Pada pembelajaran kooperatif dikenal ada 4 tipe. d. di mana siswa terlibat dalam . jenis kelamin yang berbeda. sehingga setiap kelompok dapat bekerja dengan optimal. b. c. Investigasi Kelompok Investigasi kelompok merupakan pembelajaran kooperatif yang paling komplek dan paling sulit untuk diterapkan. Nomor kepala yang sama pada kelompok asal berkumpul pada suatu kelompok yang disebut kelompok ahli. b. 4. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi.

perencanaan pemilihan topik yang dipelajari dan melakukan pentelidikan yang mendalam atas topik yang dipilihnya. di mana pada pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw setiap siswa berkewajiban mempelajari materi yang ditugaskan kepada mereka secara bersama pada kelompok ahli. a) b) c) d) saat. kemudian setiap siswa harus menyampaikan materi yang sudah dipelajarinya dalam kelompok asal. dan c. Langkah 3 : berfikir bersama menyatukan pendapat. Tahap Ketiga: Meminta kepada pasangan untuk berbagi kepada seluruh kelas secara bergiliran. Think-pair-share. Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Dalam pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terdapat 3 karakteristik yaitu: a. selanjutnya menyiapkan dan mempresentasikan laporannya kepada seluruh kelas. belajar bersama. b. dengan mengajukan pertanyaan. Langkah 2 : guru mengajukan pertanyaan. d. Dari keempat tipe pembelajaran kooperatif di atas. Langkah 4 : nomor tertentu disuruh menjawab pertanyaan untuk seluruh kelas. kelompok kecil. D. kemudian siswa diminta untuk memikirkan jawaban secara mandiri beberapa b) c) 2. sehingga siswa memperoleh pengalaman langsung. pengalaman belajar. Tahap Kedua: Siswa diminta secara berpasangan untuk mendiskusikan apa yang dipikirkannya pada tahap pertama. Tingkat aktivitas pada kooperatif Jigsaw lebih tinggi karena semua siswa berpartisipasi dan punya tanggung jawab baik individu maupun kelompok. yaitu: 1. Tipe Struktural Ada 2 macam pembelajaran koooperatif tipe struktural ini yang terkenal. Esensi . dan setiap anggota diberi nomor 1-5. peneliti lebih tertarik melakukan penelitian dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. yaitu pembelajaran kooperatif dengan menggunakan tahaptahap pembelajaran sebagai berikut: a) Tahap Pertama: Thinking (berfikir). Numbered head together yaitu pembelajaran kooperatif dengan langkahlangkah sebagai berikut: Langkah 1 : siswa dibagi per kelompok dengan anggota 3-5 orang.

Siswa dibagi atas beberapa kelompok yang terdiri dari 3-5 anggota. Keadaan ini mendukung siswa dalam kelompoknya belajar bekerja sama dan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh sampai suksesnya tugas-tugas dalam kelompok. dengan langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut: a. Masingmasing siswa dalam kelompok asal mendapat wacana / tugas yang berbeda. b. D. Pembentukan Kelompok Belajar Pada pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw siswa dibagi menjadi dua anggota kelompok yaitu kelompok asal dan kelompok ahli. Setiap anggota diberi nomor kepala. B. . karena setiap siswa bekerja sama pada dua kelompok secara bergantian. Siswa dibagi dalam kelompok kecil yang disebut kelompok inti. Langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw ini berbeda dengan kelompok kooperatif lainnya. b. Membagi wacana / tugas sesuai dengan materi yang diajarkan. Kumpulkan masing-masing siswa yang memiliki wacana/ tugas yang sama dalam satu kelompok sehingga jumlah kelompok ahli sama dengan jumlah wacana atau tugas yang telah dipersiapkan oleh guru. Setiap siswa diberi nomor kepala misalnya A.kooperatif learning adalah tanggung jawab individu sekaligus tanggung jawab kelompok. Kelompok kooperatif awal (kelompok asal). Persiapan dalam pembelajaran kooperatif Jigsaw 1. c. siswa belajar dan bekerja sama sampai kepada pengalaman belajar yang maksimal. yang dapat diuraikan sebagai berikut: a. beranggotakan 4 orang. nomor kepala yang sama mendapat tugas yang sama pada masing-masing kelompok. dengan diagram sebagai berikut: 2. sehingga dalam diri siswa terbentuk sikap ketergantungan positif yang menjadikan kerja kelompok optimal. C. Kelompok Ahli Kelompok ahli anggotanya adalah nomor kepala yang sama pada kelompok asal. baik pengalaman individu maupun pengalaman kelompok”. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Johnson (1991 : 27) yang menyatakan bahwa “Pembelajaran Kooperatif Jigsaw ialah kegiatan belajar secara kelompok kecil. kelompok harus heterogen terutama di kemampuan akademik.

d. Untuk meningkatkan aktivitas siswa perlu adamotivasi. Bab III Metodologi Penelitian A. tahap III (kelompok gabungan). Tugaskan bagi semua anggota kelompok ahli untuk memahami dan dapat menyampaikan informasi tentang hasil dari wacana / tugas yang telah dipahami kepada kelompok kooperatif (kelompok inti). e. sehingga penelitian harus menyangkut upaya guru dalam bentuk proses pembelajaran. Kerangka Konseptual Dalam pembelajaran kooperatif Jigsaw kegiatan dilakukan dalam tiga tahapan yaitu : tahap I (kooperatif inti ). Jenis Penelitian Sesuai dengan masalah yang diteliti. PTK. f. maka jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Poin c dan d dilakukan dalam waktu 20 menit. Suharsimi Arikunto (2006 : 2 ) memandang Penelitian Tindakan Kelas sebagai bentuk penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Beri kesempatan secara bergiliran masing-masing siswa untuk menyampaikan hasil dari tugas di kelompok asli. kerangka konseptual dapat digambarkan sebagai berikut : F. masingmasing kelompok menyampaikan hasilnya dan guru memberikan klarifilkasi. Untuk lebih jelasnya. E. Bila kelompok sudah menyelesaikan tugasnya secara keseluruhan. g. h. Hipotesis Tindakan Dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SDN Sodong 1 aktivitas belajar siswa dapat meningkat. tahap II (kelompok ahli). Apabila tugas telah selesai dikerjakan dalam kelompok ahli masing-masing siswa kembali ke kelompok kooperatif asal. (10 menit). Dalam kelompok ahli ini tugaskan agar siswa belajar bersama untuk menjadi ahli sesuai dengan wacana / tugas yang menjadi tanggung jawabnya. selain bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar. juga untuk . baik motivasi intrinsik maupun motivasi ekstrinsik. tidak meneliti sampai hasil belajar siswa. Dalam halini peneliti hanya meneliti sampai aktivitas siswa. yaitu suatu kegiatan penelitian yang dilakukan di kelas dalam arti luas. Poin a dan b dilakukan dalam waktu 30 menit.

Rencana Tindakan a. Menjelaskan hakekat kemerdekaan mengemukakan pendapat. Suharsimiku dalam Depdikbud (1999 : 21). PTK bukan hanya bertujuan untuk mengungkapkan penyebab dari berbagai permasalahan yang dihadapi. tetapi yang lebih penting adalah memberikan pemecahan berupa tindakan untuk mengatasi masalah. Tempat/Waktu dan Subjek Penelitian 1. Menyusun perangkat pembelajaran. Prosedur Penelitian Menurut prosedur Penelitian Tindakan Kelas. tiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan tatap muka.meningkatkan kinerja guru dan dosen dalam proses pembelajaran. d. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah siswa kelas VI A yang berjumlah 20 orang. b. dan refleksi (reflecting). kecamatan Panimbang. Mereka belajar di Kelas dengan suasana belajar yang memprihatinkan. maka penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk siklus yang terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan (planning). Menetapkan kelas yang dijadikan objek penelitian. c. kalau hari hujan lantai kotor dan becek dengan bau yang tidak sedap dan kalau hari panas siswa sangat kepanasan sehingga membuat kondisi belajar tidak kondusif. Kabupaten Pandeglang. B. pengamatan (observing). meliputi: . 1. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – Februari 2009 (semester II tahun pelajaran 2008/2009) dengan Kompetensi Dasar (KD): 1. 2. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di SDN Sodong 1 kecamatan Panimbang kabupaten Pandeglang. Dengan kata lain. Menetapkan jumlah siklus yaitu dua siklus. terdiri dari 9 orang laki-laki dan 11 orang perempuan. yaitu kelas VI SDN Sodong 1. tindakan (action). 2. Menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang akan dilakukan penelitian. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa PTK adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah yang ada dalam proses pembelajaran dan upaya meningkatkan proses serta hasil belajar. C. Menguraikan pentingnya kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab. kelas VI A dipilih sebagai subjek penelitian karena kondisi siswa pada kelas tersebut bermasalah sesuai dengan identifikasi masalah yang dipaparkan.

c. Tugas disajikan dalam bentuk Lembaran Kegiatan Siswa (LKS) yang dipersiapkan oleh peneliti.C.Merancang alat pengumpul data e. Setiap anggota kembali ke kelompok kooperatif masing-masing yang telah menjadi ahli dan mengajarkan / menginformasikan hasil diskusi kelompok ahli secara bergiliran b. masing-masing nomor kepala mendapat tugas yang berbeda. Tahap Kooperatif a. Setiap kelompok menyusun laporan secara tertulis c. siswa diingatkan kembali tentang kompetensi dasar berkaitan dengan materi yang dipelajari 3) Memberikan motivasi agar siswa tertarik untuk mengikuti pelajaran 4) Menyebutkan dan menuliskan judul pembelajaran 5) Menyebutkan dan menuliskan kompetensi dasar yang ingin dicapai b. membahas wacana / tugas dengan diskusi / bekerja sama dan mempersiapkan diri untuk menyampaikan hasil diskusinya kepada masing-masing anggota kelompok kooperatif asal.B. Kegiatan Inti 1).. Kepada setiap kelompok dibagikan tugas yang tidak sama. 3). Mempresentasikan hasil diskusi kelompok dengan menunjuk salah satu kelompok c.D.Rencana Pembelajaran . 2). Kegiatan Penutup 1) Memberi penekanan tentang konsep penting yang harus dikuasai siswa 2) Membantu siswa menarik kesimpulan . Tahap Kooperatif Asal a. Siswa dibagi dalam enam kelompok kecil yang anggotanya empat orang dan diberi nomor kepala A. Tahap Ahli Siswa yang menerima wacana yang sama (yang berasal dari masing-masing kelompok kooperatif). Pelaksanaan Tindakan Siklus 1 a. b. Kegiatan Pendahuluan 1) Menyampaikan pelaksanaan penelitian tindakan kelas 2) Sebagai apersepsi.Lembaran Kerja Siswa . Menetapkan observer 2.

Ada tiga macam alat pengumpul data yang digunakan. Aspek yang ditanyakan pada kuesioner tersebut terlampir. Pada kuesioner ini siswa diharapkan dapat menjawab jujur dan objektif dengan jalan memberi ceklis “ya” atau “tidak” pada lajur yang disediakan. Analisa data dilakukan setiap selesai 1 kali pertemuan tatap muka dan setiap akhir silkus. Mengemukakan pendapat Menyelesaikan tugas kelompok Mempresentasikan hasil kerja kelompok Catatan Lapangan Catatan lapangan merupakan buku jurnal harian yang ditulis peneliti secara bebas. E. Menjawab pertanyaan siswa maupun guru c. Lembaran Observasi Aspek-aspek yang diamati adalah: a. Mengajukan pertanyaan b. DAFTAR KEPUSTAKAAN . e. 3. buku ini mencatat seluruh kegiatan pembelajaran serta sikap siswa dari awal sampai akhir pembelajaran. Analisa Data Data yang diperoleh dianalisa secara kolaboratif dengan teman sejawat dan hasilnya dijadikan sebagai bahan penyusunan rencana tindakan berikutnya. Instrumen Penelitian Alat yang digunakan untuk pengumpulan data adalah berupa instrumen untuk mencatat semua aktivitas siswa selama tindakan berlangsung. f. 2. yaitu: 1. Memberi saran d. ada sepuluh aspek yang ditanyakan. Data dianalisa secara kualitatif yaitu lembaran observasi dan catatan lapangan. Kuesioner ini diberikan kepada 20 orang siswa setelah berakhirnya siklus kedua. Kuesioner Siswa Kuesioner siswa merupakan dialog secara tertulis dengan siswa yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana model pembelajaran yang dibawakan disenangi atau tidak oleh siswa. Analisa kualitatif untuk catatan lapangan dan lembaran observasi dilakukan dengan jalan membandingkan keaktifan siswa pada siklus satu dengan keaktifan siswa siklus dua.3) Memberikan tugas rumah berdasarkan topik pada rencana pembelajaran D.

Jakarta : PT Raja Grafindo Persada Suharsimi Arikunto. Azis Hoesein. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Februari 2006 Team Pelatih Penelitian Tindakan. Kamus Besar Indonesia. 1996. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Balai Pustaka Depdikbud. Universitas Negeri Yogyakarta Undang-undang Republik Indonesia No. Suhardjono dan Supardi. Pendidikan Kewarganegaraan. Laporan Penelitian Sebagai KTI. Penelitian Tindakan (Action Research).Anton M Mulyono. A.Jakarta : Depdiknas Johnson DW & Johnson. 2005. 2005. Allin and Bacon : Massa Chussetts Oemar Hamalik. dkk. Jakarta : Depdiknas Wina Senjaya. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Widyaiswara. Jakarta : Bumi Aksara Suhardjono.T. 2006. 2000. 2000. Jakarta : Depdiknas Depdiknas. 1999. 2003. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Strategi Pembelajaran Berorientasi Proses Standar Proses Pendidikan.M. R. P. Bumi Aksara Sardiman. 2006. Pendidikan Kewarganegaraan. T (1991) Learning Together and Alone. Jakarta : Depdikbud. Jakarta. Dikdasmen. Jakarta : Kencana Prima . 2003. Suhardjono. Strategi dan Metode Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta. Kurikulum dan Silabus Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta : Depdikbud Depdiknas. makalah pada pelatihan peningkatan mutu guru dalam pengembangan profesi di Pusdiklat Diknas Sawangan. Proses Belajar Mengajar..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->