P. 1
2 Beton (2)_2

2 Beton (2)_2

|Views: 2|Likes:
Published by Maulina Amelia

More info:

Published by: Maulina Amelia on Dec 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/12/2013

pdf

text

original

BETON

Beton adalah campuran dari semen, air, pasir, kerikil, dan bahan tambah dengan perbandingan tertentu. Campuran antara semen dan air membentuk pasta, pasta dan pasir secara bersama-sama membentuk mortar, dan mortar ditambah kerikil akan membentuk beton. Untuk mendapatkan sifat-sifat tertentu, beton segar diberi bahan tambah.

Agregat Halus

Agregat Kasar Pasta semen

Gambar Potongan beton
Keterangan : batu buatan dimana rongga antar agregat kasar di isi dengan agregat halus dan rongga antara agregat halus diisi pasta semen. Dimana pasta tersebut selain sebagai pengisi rongga agregat halus juga sebagai perekat antar butiran.

• Bahan-bahan ini dicampur dengan perban dingan tertentu, kemudian dimasukkan ke dalam suatu cetakan/begesting. Setelah dua jam beton segar ini akan mulai mengeras, makin lama semakin keras dan semakin besar kuat tekannya. • Kwalitas beton dapat dievaluasi dari kuat tekannya, dan ini sangat tergantung dari kwalitas bahan pembentuknya, serta perbandingan dari komposisi bahan tersebut

BAHAN PEMBENTUK BETON
Bahan yang digunakan untuk membuat beton antara lain : • Semen • Air • Pasir • Kerikil • Bahan tambah

KEKUATAN, KEAWETAN DAN SIFAT-SIFAT LAIN DARI BETON TERGANTUNG:

•Sifat bahan dasar •Perbandingan volume campuran •Cara pelaksanaan •Cara pemadatan •Cara pemeliharaan.

CARA PENGUJIAN MUTU BETON
• Persyaratan untuk kuat tekan fc harus didasarkan pada hasil pengujian benda uji silinder (diameter 15 cm tinggi 30 cm) di laboratorium. • Apabila didasarkan pada nilai yang didapat dari hasil uji tekan benda uji kubus dengan ukuran sisi 15 cm maka harus dilakukan konversi untuk mendapatkan fc dengan rumus sebagai berikut: • fc = 0,83 fck (dimana fck adalah kuat tekan beton, MPa, didapat dari benda uji kubus dengan ukuran sisi 15 cm).

• Nilai kuat tekan fc harus didasarkan pada hasil pengujian benda uji pada umur 28 hari. Apabila didapat data kuat tekan pada umur sebelum 28 hari, maka untuk menentukan harga kuat tekan fc pada umur 28 hari, harus digunakan faktor konversi sebagai berikut.
Umur beton (hari) Perbandinga n kuat tekan

3 0,46

7 0,70

14 0,88

21 0,96

28 1,00

• Kuat tekan beton yang disyaratkan fc yang didapat dari nilai-nilai pemeriksaan harus dihitung dengan rumus : fc = fcr – 1,64 s dimana : fc : kuat tekan, MPa fcr : (Σ f’cu)/(n), kuat tekan rata-rata, MPa s : [{Σ (f’cu - f’cr )2 }/{n-1}]0,5 deviasi standar, MPa

SIFAT-SIFAT BETON
• Sifat mekanik beton dapat diklasifikasikan menjadi : Sifat jangka pendek yaitu: kuat tekan, kuat tarik, kuat geser, dan modulus elastisitas. Sifat jangka panjang yaitu: rangkak dan susut, Keawetan beton/tahan lama (durability), Tahan api/kebakaran (fire resistan).

Kuat Tekan
• Kuat tekan dihitung dari beban tekan maksimum yang dapat ditahan dibagi dengan luas penampang benda uji. fc = P/A (Mpa) dimana : fc : kuat tekan, MPa P : Beban tekan maksimum yang dapat ditahan, Newton A : Luas penampang silinder diameter 15 cm, tinggi 30 cm, mm2

• Untuk menurunkan persamaan analisis dan perencanaan, hubungan tegangan – regangan beton perlu diketahui. Gambar 1. memperlihatkan diagram tegangan – regangan tipikal yang diperoleh dari percobaan dengan menggunakan benda uji silinder. • Regangan beton pada saat hancur berkisar antara 0,003 sampai 0,004, dan di dalam SNI 1991 ditetapkan 0,003 sebagai dasar analisis tampang.

fc fc 0,85 fc

Gambar 1. Diagram tegangan – regangan beton

Kuat Geser
• Kuat geser beton ditentukan berdasarkan kuat tekan yaitu: vc = 1/6 f’c MPa (0,1-0,2 kuat tekan) dimana : vc : Kuat geser, MPa f’c: Kuat tekan, MPa

Modulus Elastisitas
• Modulus elastisitas beton diambil berdasarkan kuat tekan beton yaitu : Ec = 4700 f’c MPa dimana : Ec : Modulus elastisitas, MPa f’c : Kuat tekan, MPa • Modulus elastisitas ini merupakan kemiringan garis singgung dari diagram teganganregangan. Biasanya modulus sekan pada 0,5 f’c diambil sebagai modulus elastisitas.

Susut dan Rangkak
• Susut/shrinkage adalah berkurangnya volume elemen beton dan ada dua macam yaitu susut plastis (susut yang terjadi beberapa jam setelah beton di tempatkan pada cetakan) dan susut pengeringan yang dikarenakan kehilangan uap air. • Rangkak/creep adalah penambahan regangan terhadap waktu akibat adanya beban yang bekerja.

KEUNTUNGAN PENGGUNAAN BETON
•Bahan pembentuk beton mayoritas bahan local •Beton sangat kuat dan tahan api, tahan aus, tahan karat.

•Beton dapat dibentuk dalam segala bentuk dan ukuran dan kemauan.
•Beton perlu sedikit pemeliharaan

KEKURANGAN/KELEMAHAN PENGGUNAAN BETON. • Bahan penyusan beton (agregat halus & agregat kasar) bermacam-bermacam sesuai lokasi pengambilannya sehingga cara perencanaan dan cara pembuatannya bermacam-macam pula.
• Beton keras mempunyai beberapa kelas kekuatan sehingga cara perencanaan dan cara pelaksanaannya bermacam-macam. • Beton mempunyai kuat tarik rendah sehingga getas dan mudah retak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->