P. 1
Rangkuman Materi Ips

Rangkuman Materi Ips

|Views: 121|Likes:

More info:

Published by: Resa Paksi Mandariska on Dec 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/24/2013

pdf

text

original

RANGKUMAN MATERI SIAP UJIAN IPS 2011

1.Gerak epirogenetic positif adalah gerakan permukaan bumi turun dan seolah olah permukaan air laut naik. Contoh, turunya pulau-pulau di kawasan Indonesia timur (Kepulauan Maluku dan kepulauan Banda.Bukti Epirogenesa positif : endapan merine 2. Beberapa ciri INTERAKSI SOSIAL yang dapat dikenali adalah sebagai berikut • Jumlah pelaku lebih dari satu orang • Terjadinya komunikasi antara pelaku melalui kontak sosial • Mempunyai maksud dan tujuan tertentu • Dilaksanakan melalui suatu pola sistem tertentu

3. Angin Musim (muson) Timur, terjadi antara bulan April - Oktober. Bertiupnya angin ini disebabkan oleh adanya perbedaan tekanan udara di belahan bumi selatan dan utara. Pada saat itu selatan musim dingin, sehingga menyebabkan tekanan di selatan lebih tinggi dari pada utara, maka angin bertiup dari selatan (Australia) menuju Asia melewati Indonesia.

4. Zona laut menurut kedalaman : a. Zona Litoral, yaitu wilayah antara garis pasang dan garis surut air laut. Wilayah ini kadang-kadang kering pada saat air laut surut dan tergenang pada saat air laut mengalami pasang. Zona litoral biasanya terdapat di daerah yang pantainya landai

b. Zona Neritik, adalah daerah dasar laut yang mempunyai kedalaman rata-rata kurang dari 200 meter. Contohnya wilayah perairan laut dangkal di Paparan Sunda dan Paparan Sahul di wilayah perairan Indonesia. Seperti Laut Jawa, Selat Sunda dan Laut Arafuru. c. Zona Batial, adalah wilayah perairan laut yang memiliki kedalaman antara 200 meter – 1.800 meter. d. Zona Abisal, adalah wilayah perairan laut yang memiliki kedalaman lebih dari 1.800 meter. Contohnya Palung Laut Banda (7.440meter) dan Palung Laut Mindanao (10.830 meter).

5. Gerak semu tahunan matahari Matahari tampak terbit dari tempat yang berbeda setiap periode tertentu dalam setahun. Padahal, Matahari sebenarnya tidak mengalami perubahan posisi. Kenampakan ini terjadi akibat revolusi Bumi. Matahari seolah-olah bergerak atau berpindah tempat. Nah, gerak inilah yang disebut gerak semu tahunan Matahari.
Perhatikan gambar di bawah ini :

Tanggal 21 Maret Dilihat dari Bumi, Matahari tepat berada pada garis khatulistiwa (0º). Karenanya, Matahari seolah-olah terbit tepat di sebelah timur. Demikian pula, Matahari seolah-olah tenggelam tepat di sebelah barat. Tangal 21 Juni, dilihat dari Bumi, Matahari tampak berada pada 23½º lintang utara (LU). Karenanya, Matahari seolah-olah terbit agak sedikit bergeser ke utara. Tanggal 23 September, diamati dari Bumi, Matahari tampak kembali berada pada garis khatulistiwa. Akibatnya, Matahari seolah-olah terbit tepat di sebelah timur. Tanggal 22 Desember Matahari tampak berada pada 23½º lintang selatan (LS) jika dilihat dari Bumi. Hal ini menyebabkan Matahari seolah-olah terbit agak sedikit bergeser ke selatan.

6. Angka kelahiran kasar ( CBR ) =

7. Bentuk upaya pelestarian lingkungan hidup pada wilayah daratan, antara lain sebagai berikut.
1. Reboisasi, yaitu berupa penanaman kembali tanaman terutama pada daerahdaerah perbukitan yang telah gundul. 2. Rehabilitasi lahan, yaitu pengembalian tingkat kesuburan tanah-tanah yang kritis dan tidak produktif. 3. Pengaturan tata guna lahan serta pola tata ruang wilayah sesuai dengan karakteristik dan peruntukan lahan. 4. Menjaga daerah resapan air (catchment area) diupayakan senantiasa hijau dengan cara ditanami oleh berbagai jenis tanaman keras sehingga dapat

menyerap air dengan kuantitas yang banyak yang pada akhirnya dapat mencegah banjir, serta menjadi persediaan air tanah. 5. Pembuatan sengkedan (terasering) atau lorak mati bagi daerahdaerah pertanian yang memiliki kemiringan lahan curam yang rentan terhadap erosi. 6. Rotasi tanaman baik secara tumpangsari maupun tumpang gilir, agar unsurunsur hara dan kandungan organik tanah tidak selamanya dikonsumsi oleh satu jenis tanaman. 7. Penanaman dan pemeliharaan hutan kota. Hal ini dimaksudkan supaya kota tidak terlalu panas dan terkesan lebih indah. Mengingat pentingnya hutan di daerah perkotaan, hutan kota sering dinamakan paru-paru kota. Adapun upaya pelestarian lingkungan perairan antara lain melalui upaya-upaya sebagai berikut. 1. Larangan pembuangan limbah rumah tangga agar tidak langsung ke sungai. 2. Penyediaan tempat sampah, terutama di daerah pantai yang dijadikan lokasi wisata. 3. Menghindari terjadinya kebocoran tangki-tangki pengangkut bahan bakar minyak pada wilayah laut. 4. Memberlakukan Surat Izin Pengambilan Air ( SIPA ) terutama untuk kegiatan industri yang memerlukan air. 5. Netralisasi limbah industri sebelum dibuang ke sungai. Dengan demikian, setiap pabrik atau industri wajib memiliki unit pengolah limbah yang dikenal dengan istilah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). 6. Mengontrol kadar polusi udara dan memberi informasi jika kadar polusi melebihi ambang batas, yang dikenal dengan emisi gas buang. 7. Penegakan hukum bagi pelaku tindakan pengelolaan sumber daya perikanan yang menggunakan alat tangkap ikan pukat harimau atau sejenisnya yang bersifat merugikan. 8. Pencagaran habitat-habitat laut yang memiliki nilai sumber daya yang tinggi, seperti yang telah diberlakukan pada Taman Laut Bunaken dan Taman Laut Kepulauan Seribu. 8. Bentuk-Bentuk Hubungan Sosial Asosiatif Hubungan sosial asosiatif adalah proses interaksi yang cenderung menjalin kesatuan dan meningkatkan solidaritas anggota kelompok. Hubungan sosial asosiatif memiliki bentuk-bentuk berikut ini: a. Kerja sama; kerja sama dapat dilakukan paling sedikit oleh dua individu untuk mencapai suatu tujuan bersama. Di dalam mencapai tujuan bersama tersebut, pihak-pihak yang terlibat dalam kerja sama saling memahami kemampuan masingmasing dan saling membantu sehingga terjalin sinergi. Kerja sama dapat terjalin semakin kuat jika dalam melakukan kerja sama tersebut terdapat kekuatan dari luar yang mengancam. Ancaman dari pihak luar ini akan menumbuhkan semangat yang lebih besar karena selain para pelaku kerja sama akan berusaha mempertahankan eksistensinya, mereka juga sekaligus berupaya mencapai tujuan bersama. Kerja sama dapat dibedakan atas beberapa bentuk, berikut ini: 1) Kerukunan; merupakan bentuk kerja sama yang paling sederhana dan mudah diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Bentuk kerukunan, misalnya kegiatan gotong royong, musyawarah, dan tolong menolong. Contohnya gotongroyong membangun rumah, menolong korban becana, musyawarah dalam memilih kepanitiaan suatu acara di

lingkungan RT. 2) Bargaining; merupakan bentuk kerja sama yang dihasilkan melalui proses tawar menawar atau kompromi antara dua pihak atau lebih untuk mencapai suatu kesepakatan. Bentuk kerja sama ini pada umumnya dilakukan di bidang perdagangan atau jasa. Contohnya kegiatan tawar menawar antara penjual dan pembeli dalam kegiatan perdagangan. 3) Kooptasi (cooptation); proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik suatu organisasi agar tidak terjadi keguncangan atau perpecahan di tubuh organisasi tersebut. Contohnya pemerintah akhirnya menyetujui penerapan hukum Islam di Nanggroe Aceh Darussalam yang semula masih pro kontra, untuk mencegah disintegrasi bangsa 4) Koalisi (coalition); yaitu kombinasi antara dua pihak atau lebih yang bertujuan sama. Contohnya koalisi antara dua partai politik dalam mengusung tokoh yang dicalonkan dalam pilkada. 5) Joint venture; yaitu kerja sama antara pihak asing dengan pihak setempat dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu. Contohnya kerjasama antara PT Exxon mobil Co.LTD dengan PT Pertamina dalam mengelola proyek penambangan minyak di Blok Cepu. b. Akomodasi; adalah suatu bentuk keseimbangan dalam interaksi antarindividu atau kelompok manusia dalam kaitannya dengan norma sosial dan nilai sosial yang berlaku. Sebagai proses, akomodasi menunjuk pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan, yaitu usaha-usaha untuk mencapai kestabilan. Sebagai suatu proses, akomodasi mempunyai beberapa bentuk. Berikut ini bentuk-bentuk akomodasi: 1) Koersi (coercion); suatu bentuk akomodasi yang dilaksanakan karena adanya paksaan, baik secara fisik (langsung) ataupun secara psikologis (tidak langsung). Di dalam hal ini, salah satu pihak berada pada kondisi yang lebih lemah. Contoh: Koersi secara fisik adalah perbudakan dan penjajahan, sedangkan koersi secara psikologis contohnya tekanan negara-negara donor (pemberi pinjaman) kepada negara-negara kreditor dalam pelaksanaan syarat-syarat pinjaman. 2) Kompromi (compromize); suatu bentuk akomodasi di antara pihak-pihak yang terlibat untuk dapat saling mengurangi tuntutannya agar penyelesaian masalah yang terjadi dapat dilakukan. Contohnya perjanjian antara pemerintah Indonesia dengan gerakan separatis Aceh dalam hal menjaga stabilitas keamanan stabilitas keamanan di Aceh. 3) Arbitrasi (arbitration); suatu cara mencapai kesepakatan yang dilakukan antara dua pihak yang bertikai dengan bantuan pihak ketiga. Pihak ketiga tersebut memiliki wewenang dalam penyelesaian sengketa dan biasanya merupakan suatu badan yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari pihak-pihak yang bertikai. Contohnya penyelesaian pertikaian antara buruh dengan pemilik perusahaan oleh Dinas Tenaga Kerja. 4) Mediasi (mediation); mediasi hampir sama dengan arbitrasi. Akan tetapi, dalam hal ini fungsi pihak ketiga hanya sebagai penengah dan tidak memiliki wewenang dalam penyelesaian sengketa. Contohnya mediasi yang dilakukan oleh pemerintah Finlandia dalam penyelesaian konflik antara pemerintah Indonesia dengan GAM.

5) Konsiliasi (conciliation); yaitu usaha mempertemukan keinginan dari beberapa pihak yang sedang berselisih demi tercapainya tujuan bersama. Contohnya konsultasi antara pengusaha angkutan dengan Dinas Lalu Lintas dalam penetapan tarif angkutan. 6) Toleransi (tolerance); suatu bentuk akomodasi yang dilandasi sikap saling menghormati kepentingan sesama sehingga perselisihan dapat dicegah atau tidak terjadi. Dalam hal ini, toleransi timbul karena adanya kesadaran masingmasing individu yang tidak direncanakan. Contohnya : toleransi antarumat beragama di Indonesia. 7) Stalemate; suatu keadaan perselisihan yang berhenti pada tingkatan tertentu. Keadaan ini terjadi karena masing-masing pihak tidak dapat lagi maju ataupun mundur (seimbang). Hal ini menyebabkan masalah yang terjadi akan berlarut-larut tanpa ada penyelesaiannya. Contohnya perselisihan antara negara Amerika Serikat dengan negara Iran terkait dengan isu nuklir. 8) Pengadilan (adjudication); merupakan bentuk penyelesaian perkara atau perselisihan di pengadilan oleh lembaga negara melalui peraturan perundangundangan yang berlaku. Contohnya penyelesaian kasus sengketa tanah di pengadilan. c. Asimilasi; adalah proses sosial yang timbul apabila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara interaktif dalam jangka waktu lama. Dengan demikian, lambat laun kebudayaan asli akan berubah sifat dan wujudnya menjadi kebudayaan baru yang merupakan perpaduan kebudayaan dan masyarakat dengan tidak lagi membeda-bedakan antara unsur budaya lama dengan kebudayaan baru. Proses ini ditandai dengan adanya usaha mengurangi perbedaan yang ada. Proses asimilasi bisa timbul jika ada: 1) kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya; 2) orang perorangan sebagai anggota kelompok saling bergaul secara intensif, langsung, dan dalam jangka waktu yang lama; 3) kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan. Contohnya perkawinan antarsuku sehingga terjadi pembauran dari kebudayaan masing-masing individu sehingga muncul kebudayaan baru. d. Akulturasi; adalah suatu keadaan diterimanya unsur-unsur budaya asing ke dalam kebudayaan sendiri. Diterimanya unsur-unsur budaya asing tersebut berjalan secara lambat dan disesuaikan dengan kebudayaan sendiri, sehingga kepribadian budaya sendiri tidak hilang. Contohnya akulturasi antara budaya Hindu dan Islam yang tampak pada seni arsitektur masjid Kudus

9. PENGENDALIAN SOSIAL PREVENTIF Merupakan usaha pencegahan terhadap terjadinya penyimpangan terhadap norma dan nilai. Jadi, usaha pengendalian sosial yang bersifat preventif dilakukan sebelum terjadi penyimpangan. Untuk menghindari kemungkinan agar tidak sampai terjadi tindakan menyimpang, perlu dilakukan pencegahan sedini mungkin. Usaha-usaha pengendalian preventif dapat dilakukan

melalui pendidikan dalam keluarga dan masyarakat (informal) dan pendidikan di sekolah (formal). Contoh-contoh pengendalian yang bersifat preventif ialah menanamkan sopan santun, tata krama, ketertiban dan disiplin melalui bimbingan, pengarahan, dan ajakan.

10. Ciri Negara berkembang

11. Persebaran Negara maju ( Peta Negara Maju )

12. Perubahan Lambat (Evolusi)
Perubahan secara lambat atau evolusi memerlukan waktu yang lama. Perubahan ini biasanya merupakan rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat. Pada evolusi, perubahan terjadi dengan sendirinya tanpa rencana atau kehendak tertentu. Masyarakat hanya berusaha menyesuaikan dengan keperluan, keadaan, dan kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat.

13. Type masyarakat

14. Peta kontur

15. Singapura
Singapura merupakan negara yang penduduknya berpenghasilan tinggi yaitu US$ 24.740 (tahun 2004). Ekspor hasil industri, jasa keuangan, dan perdagangan merupakan sumber pendapatan yang utama Singapura. Singapura bukan negara agraris dan tidak memiliki hasil tambang yang berarti.Hasil Pertanian : Buah-buahan, anggrek. Hasil Tambang : Singapura tidak memiliki hasil tambang yang berarti.Hasil Industri : Elektronik, kimia, keuangan, dan perbankan, perumahan, pariwisata, perdagangan. Ekspor Utama : Minyak, mesin industri, radio & televisi dan komponennya, komponen elektronik, pakaian, minuman ringan & rokok. Impor Utama : Minyak mentah, baja dan alumunium, mesin industri, generator listrik, dan komponen elektronik. Pendapatan Perkapita : US$ 24.740 (2004) . 16. Proses pembentukan benua

1.Awal Jaman Trias 237 Mya

2.Awal Jaman Yura (195 Mya)

3.Pertengahan Jaman Jura 152 Mya

4.Akhir Cretaceous 94 Mya

5.Batas Kapur - Trias 66 Mya

6.Pertengahan Eocene 50 Mya

7.Jaman Miosen Tengah 14 Mya

8.Bumi masa kini

17. FUNGSI SAMUDRA Samudra (dari bahasa Sansekerta) adalah laut yang luas dan merupakan massa air asin yang sambung-menyambung meliputi permukaan bumi yang dibatasi oleh benua ataupun kepulauan yang besar. Samudra meliputi 71% permukaan bumi, dengan area sekitar 361 juta kilometer persegi, isi samudra sekitar 1.370 juta km³, dengan kedalaman rata-rata 3.790 meter. Samudera berfungsi sebagai buangan air dari daratan dan sebagai bagian dari siklus hidrologi. bayangkan bila tidak ada air di samudra maka tidak akan pernah terjadi hujan. dan air adalah salah satu sumber kehidupan manusia, selain itu ada beberapa fungsi dari samudera:
     

Habitat dari berbagai makhluk hidup Sebagai sumber makanan Berperan dalam mempertahankan siklus air Menghasilkan minyak bumi dan batu bara (pada dasar samudra). Menghasilkan garam ==> melaui proses kristalisasi Berperan besar dalam mempengaruhi terjadinya hujan, karena evaporasi paling besar terjadi di samudra Jalur transportasi dan komunikasi

18. JENIS MANUSIA PURBA Berdasarkan uraian di atas, dapat diketahui bahwa pada zaman atau kala Pleistosin hidup beberapa jenis manusia purba. Secara ringkas kehidupan manusia purba disajikan dalam tabel di bawah ini :

Homo Sapiens merupakan perkembangan dari jenis manusia sebelumnya dan telah menunjukkan bentuk seperti manusia pada masa sekarang. Fosil jenis manusia ini ditemukan di beberapa daerah di Indonesia.

19. Proses Masuk dan Berkembangnya Pengaruh Hindu Budha di Indonesia Proses masuknya pengaruh agama Hindu dan Budha ke Indonesia terjadi sekitar abad ke 4 masehi melalui hubungan perdagangan dengan para pedagang dari India. Hal ini diperkuat dengan diketemukannya prasasti peninggalan kerajaan Kutai di Kalimantan Timur dan kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat. Masyarakat Indonesia yang paling awal menerima pengaruh dan menganut agama Hindu adalah para raja beserta keluarganya, bangsawan dan prajurit, karena merupakan kasta yang terhormat, baru kemudian rakyat jelata. Agama Hindu dan Budha yang berkembang di Indonesia berbeda dengan yang berkembang di India. Agama dan kebudayaan Hindu Budha disesuaikan dengan kebudayaan dan kepercayaan asli bangsa Indonesia yang berintikan pada ajaran pemujaan roh leluhur (animisme dan dinamisme). Dalam bidang sastra pun terjadi penyesuaian misalnya huruf Pallawa berubah menjadi huruf Kawi dan huruf Jawa Kuno. Demikian pula dalam bentuk dan seni bangunan, candi di Indonesia berbeda dengan di India.

Perkembangan Masyarakat, Kebudayaan dan Pemerintahan pada Masa Hindu Budha di Indonesia

1.

Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur Kerajaan Kutai berdiri sekitar tahun 400-500 masehi, dengan pusat pemerintahan terletak di aliran sungai Mahakam Kalimantan Timur. Kerajaan Kutai merupakan kerajaan tertua di Indonesia dan kerajaan bercorak Hindu. Raja pertamanya adalah Kudungga, sedangkan raja yang terkenal adalah Raja Mulawarman, anak dari Aswawarman, cucu dari Kudungga. Raja Mulawarman adalah penganut Hindu Syiwa. Hal ini dibuktikan dengan adanya bukti dari salah satu prasastinya yang menyebutkan tempat suci Waprakeswara, yaitu tempat suci yang selalu berhubungan dengan Trimurti (Brahmana, Wisnu dan Syiwa). Sumber sejarah kerajaan Kutai berupa tujuh buah Yupa (tugu batu bertulis untuk peringatan upacara korban) yang diketemukan di Muarakaman daerah aliran sungai Mahakam. Yupa ditulis dengan menggunakan huruf Pallawa dan berbahasa Sansakerta. Kerajaan Kutai mengalami perkembangan yang pesat karena letaknya yang strategis, yaitu sebagai persinggahan kapal-kapal yang menempuh perjalanan melalui selat Makasar.

2.

a. b. c. d. e. f. g.

Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat Kerajaan Tarumanegara berdiri sekitar abad ke 5 masehi, dengan pusat kerajaan di Lembah Sungai Citarum Bogor, Jawa Barat. Kerajaan tarumanegara merupakan kerajaan Hindu tertua di Jawa Barat. Raja yang terkenal bernama Purnawarman. Sumber sejarah kerajaan Tarumanegara berupa : Prasasti Ciaruteun, diketemukan di Bogor. Pada prasasti ini terdapat bekas telapak kaki Raja Purnawarman yang beragama Hindu. Prasasti Kebon Kopi, diketemukan di Bogor Prasasti Jambu, diketemukan di Bogor. Berisi tentang nama raja kerajaan Tarumanegara yang bernama Purnawarman. Prasasti Pasir Awi, diketemukan di Bogor Prasasti Muara Cianten, diketemukan di Bogor Prasasti Tugu, diketemukan di Cilincing, Jakarta. Berisi tentang letak ibukota kerajaan Tarumanegara. Prasasti Cidanghiang (Munjul), diketemukan di Lebak, Banten. Kerajaan Tarumanegara sudah mengenal sistem irigasi dan pencegahan banjir yang baik, hal ini terungkap melalui prasasti Tugu, yang menerangkan penggalian sungai Cabdraraga oleh Rajadirajaguru dan penggalian sungai Gomati oleh Purnawarman yang dimaksudkan uintuk menghindari bencana banjir dan kekeringan yang terjadi di musim kemarau.

3.

Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah dan Jawa Timur Kerajaan Mataram Kuno berdiri sekitar abad ke 8 masehi atau sekitar tahun 732 masehi, dengan pusat kerajaan di Medang Kamulan sedangkan wilayah kekuasaannya meliputi Magelang, Muntilan, Sleman dan Yogyakarta. Raja pertamanya adalah Raja Sanjaya, seorang penganut Hindu. Sumber sejarah utama kerajaan Mataram Kuno : a. Prasasti Canggal Prasasti Canggal diketemukan di Gunung Wukir, berangka 732 masehi, yang ditulis dengan huruf Pallawa dan menggunakan bahasa Sansakerta. Prasasti ini

menceritakan tentang pendirian sebuah Lingga di desa Kunjarakunja yang bertujuan untuk memuja dewa Syiwa. Dalam prasasti ini juga dijelaskan bahwa sebelum Sanjaya naik takhta, pulau Jawa diperintah oleh Raja Sanna. b. Prasasti Kedu atau Prasasti Balitung atau Prasasti Mantyasih Prasasti ini terbuat dari perunggu dan berangka tahun 907 masehi. Prasasti ini berisi tentang pengganri Raja sanjaya, yaitu Rakai Panangkaran, selai itu dalam prasasti ini juga disebutkan tentang nama-nama raja Mataram kuno.

Agama Budha masuk ke Jawa Tengah pada masa pemerintahan Raja Panangkaran, dan dari keturunan Syailendra sudah ada yang memeluk agama Budha. Setelah kekuasaan Panangkaran berakhir, keluarga Syailendra terpecah menjadi dua : a. Kerajaan Mataram Kunmo yang Bercorak Hindu Daerah kekuasaannya berada di Jawa Tengah bagian utara. Raja-rajanya yaitu Panunggalan, Warak Garung, dan Rakai Pikatan. Raja-rajanya termasuk kedalam Dinasti Sanjaya. Peninggalan yang berupa candi, yaitu komplek Candi Dieng (Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Puntadewa, Candi Nakula dan Candi Sadewa) yang dibangun oleh Dinasti Sanjaya. b. Kerajaan Mataram Kuno yang Bercorak Budha Deerah kekuasaannya berada di Jawa Tengah bagian selatan. Raja-rajanya yaitu, Dharanendra, Samaratungga, Pramodhawardhani dan Balaputradewa. Raja-rajanya termasuk Dinasti Syailendra. Peninggalannya berupa candi, yaitu Candi Sewu, Candi Sari, Candi Pawon, Candi Mendhut, Candi Kalasan dan Candi Borobudur yang dibangun oleh Dinasti Syailendra. Kerajaan Mataram Kuno disatukan kembali pada masa rakai Pikatan, karena Rakai Pikatan dari kerajaan Mataram Kuno yang bercorak Hindu menikah dengan Pramodhawardhani putri dari Dinasti Syailendra dari kerajaan Mataram Kuno yang bercorak Budha. Saat itu kerajaan Mataram Kuno yang bercorak Budha dipimpin oleh Balaputradewa, maka terjadi pertempuran atau perang saudara antara Pramodhawardhani dengan suaminya (Rakai Pikatan) di satu pihak, melawan Balaputradewa di pihak yang lain. Pada tahun 856 masehi Rakai Pikatan berhasil mengalahkan Balaputradewa, yang kemudian melarikan diri ke Sumatera dan menjadi Raja Sriwijaya. Setelah Rakai Pikatan wafat digantikan oleh Rakai Kayuwangi, Rakai Watuhumalang, Raja Daksa, Raja Tulodong dan Raja Wawa (merupakan Dinasti Sanjaya yang terakhir). Pada tahun 929 masehi, ibukota kerajaan Mataram Kuno dipindahkan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur oleh Mpu Sindok, dan berganti nama menjadi Kerajaan Medang dengan pusat pemerintahannya di antara Gunung Semeru dan Gunung Wilis. Mpu Sindok merupakan raja pertama dari Dinasti Isyana.

4.

Kerajaan Sriwijaya di Palembang, Sumatera Selatan Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang berdiri pada abad ke 7 masehi. Sumber sejarah kerajaan Sriwijaya : a. Dari dalam negeri 1) Prasasti Kedukan Bukit (683 m) Ditemukan di Palembang, menceritakan tentang Dapunta Hyang Sri Jayanaga yang melakukan perjalanan suci dengan perahu dari Minanga Tamwan dengan diiringi oleh 20.000 tentara, dan kemudian membangun kota yang diberi nama Sriwijaya.

2)

3)

4)

5)

6)

Prasasti Talang Tuo (684 m) Ditemukan di sebelah barat Palembang, menceritakan tentang pembuatan Taman Srikseta oleh Dapunta Hyang Sri Jayanaga untuk kemakmuran rakyat. Prasasti Telaga Batu Ditemukan di Palembang, menceritakan tentang kutukan-kutukan yang sangat menyeramkan terhadap siapa saja yang melakukan tindak kejahatan dan tidak taat terhadap perintah raja. Prasasti Karang Berahi (686 M) Ditemukan di Karang Berahi, Jambi Hulu, menceritakan tentang permintaan kepada dewa untuk menghukum setiap orang yang bermaksud jahat terhadap kerajaan Sriwijaya. Prasasti Kota Kapur (686 M) Ditemukan di kota Kapur pulau Bangka, menceritakan tentang usaha kerajaan Sriwijaya untuk menaklukan kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat. Prasasti Palas Pasemah Ditemukan di Palas Pasemah, Lampung Selatan dan menceritakan tentang didudukinya daerah Lampung selatan oleh Sriwijaya pada akhir abad ke 7 masehi.

b. 1)

Dari luar negeri Prasasti Ligor (Malaysia) tahun775 M Berisi tentang pembangunan Trisamaya Catya dan Raja yang memerintah bernama Wisnu dari Dinasti Syailendra. 2) Prasasti Kanton (Cina) Berisi tentang bantuan kerajaan Sriwijaya dalam memperbaiki sebuah kuil agama Thoo di Kanton, Cina. 3) Berita dari Cina Ditulis oleh seorang Pendeta Budha bernama I-Tsing.

5.

a. b. c.

d. e. f.

g.

Kerajaan Kediri di Jawa Timur Kerajaan Kediri berpusat di Daha. Raja-raja yang memerintah : Jayawarsa Bameswara Jayabaya (1135 – 1157 M) Empu Sedah menulis kitab Kakawin Bharatayudha yang kemudian dilanjutkan oleh Empu Panuluh. Selain itu Empu Panuluh juga menulis kitab Gatotkaca Sraya dan Hariwangsa. Sarmeswara (1159 – 1161 M) Aryeswara (1169 – 1171 M) Membuat lencana kerajaan yang diberi nama Ganesha. Kameswara (1182 – 1185 M) Empu Tanakung mengarang kitab Wirta Sancaya dan Empu darmaja mengubah Kakawin Smaradhana. Kertajaya (1190 – 1222 M) Lencana kerajaannya bernama Sangka (siput terbang) dan Garudhamuka.

6.

Kerajaan Singasari di Jawa Timur Didirikan oleh Ken Arok, dan membangun Dinasti baru yang bernama Dinasti Rajasa. Raja-raja yang memerintah :

Ken Arok (1222 – 1227 M) Merupakan pendiri kerajaan Singosari setelah mengalahkan kerajaan Kediri pada masa pemerintahan Kertajaya pada tahun 1222 M. Sumber sejarah mengenai Ken Arok dapat ditemui pada kitab Phararaton dan Negarakertagama. b. Anusapati (1227 – 1248 M) Membunuh Ken Arok karena Ken Arok telah membunuh ayahnya (Raja Tunggul Ametung). c. Tohjoyo (1248 M) Anak dari Ken Arok, karena dendam maka Tohjoyo membunuh Anusapati. d. Ranggawuni ( 1248 – 1268 M) Memerintah setelah membunuh Tohjoyo. a.

7. a. b. c. d.

Kerajaan Majapahit di Jawa Timur Beberapa faktor yang munculnya kerajaan Majapahit : Munculnya tokoh-tokoh negarawan seperti Raden Wijaya dan Gajah Mada. Tidak ada saingan kerajaan lain di Indonesia. Di luar Indonesia tidak ada lagi kerajaan besar. Letaknya yang strategis. Sumber sejarah tentang Kerajaan Majapahit : Kitab Sutasoma karya Empu Tantular yang didalamnya terdapat kalimat Bhineka Tunggal Ika. Kitab Negarakertagama karya Empu Prapanca yang berisi tentang silsilah kerajaan Singosari dan Majapahit. Kitab Pararaton Kitab Ying Yai Shing-Lan karya dari Ma-Huan dari Cina. Raja-raja yang memerintah : Raden Wijaya (1293 – 1309 M) Jayanegara atau Kala gemet (1309 – 1328 M) Pada masa pemerintahannya banyak terjadi pemberontakan, diantaranya : Pemberontakan Ranggalawe di Tuban (1309 M) Pemberontakan Sora (1311 M) Pemberontakan Nambi ( 1316 M) Pemberontakan Semi (1318 M) Pemberontakan Kuti (1319 M)

a. b. c. d.

a. b. 1) 2) 3) 4) 5) c.

Tribhuana Tunggadewi (1328 – 1350 M) Pada masa pemerintahannya Terjadi pemberontakan Sadeng yang dapat ditumpas oleh Gajah Mada. Atas jasanya ini Gajah Mada diangkat menjadi Mahapatih di kerajaan Majapahit. d. Hayam Wuruk (1350 – 1389 M) Menjadi raja saat berusia 16 tahun, dan kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. Sistem pemerintahannya sudah teratur dengan sangat baik seperti adanya Sapta Prabu, Dewan Menteri Besar dan Dewan Menteri di tingkat pusat, kemudian Bupati di tingkat tengah dan kepala desa di tingkat bawah. e. Wikramawardhana (1389 – 1429 M) Terjadi perang saudara yang lebih dikenal dengan Perang Paregreg.

a. b. c.

Faktor-faktor yang menyebabkan hancurnya Kerajaan Majapahit : Perang saudara Masuknya agama Islam Tidak adanya tokoh yang mampu memimpin dengan baik. Peninggalan-peninggalan kerajaan Majapahit : Candi Jabung (Kraksaan, Probolinggo) Candi Tigawangi dan Candi Surawana (Pare, Kediri) Candi Tikus (Trowulan, Mojokerto) Candi Panataran, Candi Sawentar dan Candi Sumberjati (Blitar)

a. b. c. d.

20. Saluran Penyebaran Islam Masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Islam di Indonesia atau proses Islamisasi di Indonesia melalui beberapa cara atau saluran, yaitu: a.Perdagangan Sejak abad ke-7 M, para pedagang Islam dari Arab, Persia, dan India telah ikut ambil bagian dalam kegiatan perdagangan di Indonesia. Hal ini menimbulkan jalinan hubungan perdagangan antara masyarakat dan para pedagang Islam. Di samping berdagang, para pedagang Islam dapat menyampaikan dan mengajarkan agama dan budaya Islam kepada orang lain termasuk masyarakat Indonesia. b.Politik Setelah tersosialisasinya agama Islam, maka kepentingan politik dilaksanakan melalui perluasan wilayah kerajaan, yang diikuti pula dengan penyebaran agama Islam. Contohnya, Sultan Demak mengirimkan pasukannya untuk menduduki

wilayah Jawa Barat dan memerintahkan untuk menyebarkan agama Islam. Pasukan itu dipimpin oleh Fatahillah. c. Tasawwuf Para ahli tasawwuf hidup dalam kesederhanaan, mereka selalu berusaha untuk menghayati kehidupan masyarakatnya dan hidup bersama-sama di tengah-tengah masyarakatnya. Para ahli tasawwuf ini biasanya memiliki keahlian yang dapat membantu kehidupan masyarakat, di antaranya ahli menyembuhkan penyakit dan lain-lain. Mereka juga aktif menyebarkan dan mengajarkan agama Islam. Penyebaran agama Islam yang mereka lakukan disesuaikan dengan kondisi, alam pikiran, dan budaya masyarakat pada saat itu, sehingga ajaran-ajaran Islam dengan mudah dapat diterima oleh masyarakat. Ahli tasawwuf yang memberikan ajaran agama Islam yang disesuaikan dengan alam pikiran masyarakat setempat antara lain Hamzah Fansuri di Aceh dan Sunan Panggung di Jawa.

21. Proses masuknya bangsa eropa ke Indonesia

22. BENTUK PERLAWANAN RAKYAT MENENTANG KOLONIALISME BARAT Diantara kerajaan yang ada di Sulawesi Selatan adalah Gowa dan Talo. Kerajaan Gowa bergabung dengan keajaan tallo dan menjadi kerajaan Gowa-Tallo atau Makasar. Kerajaan Makasar anti dengan Belanda karena politik monopolinya, serta selalu ikut campur urusan politik kerajaan dan membatasi pelayaran orang-orang Makassar. Sultan Hasanudin merupakan raja Makasar berusaha membela kepentingan rakyat dan kedaulatan kerajaan dari Belanda. Beliau harus menghadapi Aru Palaka raja Bone yang dibantu Belanda. Dengan tipu daya akhirnya Sultan Hasanudin dapat dikalahkan oleh Belanda dan harus menandatangani perjanjian Bongaya tahun 1667, ini berarti berakhirnya kedaulatan kerajaan Makasar. Perlawanan Pattimura (1817) Perlawanan Pattimura terjadi di Saparua, yaitu sebuah kota kecil di dekat pulau Ambon. Sebab-sebab terjadinya perlawanan terhadap Belanda adalah : 1. Rakyat Maluku menolak kehadiran Belanda karena pengalaman mereka yang menderita dibawah VOC 2. Pemerintah Belanda menindas rakyat Maluku dengan diberlakukannya kembali penyerahan wajib dan kerja wajib 3. Dikuasainya benteng Duursteide oleh pasukan Belanda Akibat penderitaan yang panjang rakyat menetang Belanda dibawah pimpinan Thomas Matulesi atau Pattimura. Tanggal 15 Mei 1817 rakyat Maluku mulai bergerak dengan membakar perahu-perahu milik Belanda di pelabuhan Porto. Selanjutnya rakyat menyerang penjara Duurstede. Residen Van den Berg tewas tertembak dan benteng berhasil dikuasai oleh rakyat Maluku. Pada bulan Oktober 1817 pasukan Belanda dikerahkan secara besar-besaran, Belanda berhasil menangkap Pattimura dan kawan-kawan dan pada tanggal 16 Nopember 1817 Pattimura dijatuhi hukuman mati ditiang gantungan, dan berakhir perlawanan rakyat Maluku. Perang Padri (1821 – 1837) Semula perang Padri merupakan perang saudara antara kaum adat dengan kaum Padri yang terjadi di Sumatra Barat. Namun pada perkembangan selanjutnya perang ini meluas menjadi perang antara rakyat Sumatra Barat melawan Belanda

Latar belakang Perang Padri : 1. Pertentangan antara Kaum adat dengan kaum Paderi Kaum adat adalah penganut agama Islam namun mereka juga menjalankan adat kebiasaan yang bertentangan dengan ajaran Islam seperti berjudi, minum minuman keras, dan menyabung ayam. Kaum Padri adalah mereka yang pulang dari ibadah haji dan ingin memberantas adat kebiasaan yang bertengangan dengan ajaran agama Islam. 2. Campur tangan Belanda untuk membantu kaum adat melawan kaum Padri Kaum Padri dipimpin oleh Datuk Malin Basa (Imam Bonjol), Tuanku Nan Renceh dan lain-lain. Mereka menggunakan siasat perang gerilya sementara Belanda menggunakan siasat benteng, yaitu mendirikan benteng untuk pertahanan, seperti benteng Fort van der Capellen di Batu Sangkar dan benteng Fort de Kock di Bukit Tinggi. Perang sempat dihentikan sementara, karena Belanda butuh pasokan tentara yang ada di Sumatra untuk menumpas pemberontakan yang dilakukan Pangeran Diponegoro (di Jawa). Setelah perang Diponegoro dapat dipadamkan maka tentara ditarik kembali ke Sumatra untuk melanjutkan peperangan melawan kaum Padri. Dalam perkembangan berikutnya kaum Adat akhirnya bergabung dengan kaum Padri. Pada tahun 1837 pasukan Belanda berhasil menerobos benteng Bonjol dan dapat menangkap Tuanku Imam Bonjol. Selanjutnya Ia diasingkan ke Cianjur lalu dipindahkan ke Minahasa sampai akhirnya wafat. Maka berakhirlah perlawanan Kaum Padri dan Belanda berkuasa di Minangkabau. Perang Diponegoro (1825 – 1830) Sebab-sebab terjadinya perang Diponegoro A. Sebab Umumceh(1) Wilayah raja-raja di Jogyakarta semakin kecil akibat campur tangan Belanda (2) Kesengsaraan golongan bangsawan karena dilarang menyewakan tanahnya (3) Para Ulama gelisah dengan berkembangnya kebudayaan yang bertentangan dengan agama islam (4) Rakyat menderita akibat tindakan pemerasan oleh Belanda B. Sebab Khusus Belanda merencanakan pembuatan jalan raya yang melintasi tanah leluhur Pangeran Diponegoro di Tegalrejo (Yogyakarta) tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Pasukan Diponegoro menghindari perang terbuka dan melakukan perang gerilya. Untuk menghadapinya Belanda melakukan siasat benteng stelsel yaitu mendirikan banteng pada setiap daerah yang dikuasainya dan mempersempit ruang gerak Pangeran diponegoro Pada tahun 1830 Pangeran Diponegoro dipancing untuk mau diajak berunding oleh Gubernur Jenderal de Kock . Namun setelah sampai di tempat perundingan Pangeran Diponegoro ditangkap. Akhirnya beliau wafat di benteng Roterdam dan dimakamkan di Makasar Sulawesi Selatan. Perlawanan Rakyat Aceh Penyebab terjadinya perang Aceh sebagai berikut : • Pemerintah kolonial ingin menguasai Aceh sebagai kerajaan yang kuat • Traktat London 1824 dan Traktat Sumatra 1871 memberi kedaulatan penuh pada Aceh dan itu menjadi ancaman Belanda yang ingin menguasai seluruh Nusantara. Belanda menuntut Aceh untuk mengakui kedaulatan Belanda di Nusantara namun ditolak oleh rakyat Aceh. Akhirnya Belanda menyerang tanggal 26 Maret 1873 dibawah pimpinan Jenderal Kohler. Belanda berusaha menguasai Masjid Raya Aceh yang diduga merupakan

pusat pertahanan pasukan Aceh. Serangan ini dapat digagalkan dan jenderal Kohler gugur. Belanda mengirimkan pasukan kembali yang dipimpin Jenderal Van Swieten dan berhasil menduduki Kutaraja ibu kota kerajaan Aceh. ntuk menghadapi perang itu Belanda menggunakan siasat Konsentrasi Stelsel, yaitu memusatkan kekuatan pada daerah yang sudah dikuasainya. Salah seorang pemimpin Aceh yaitu Teuku Umar berpura-pura bergabung dengan tentara Belanda, tujuannya untuk mendapatkan senjata. Setelah senjata didapat Ia kembali Bergabung dengan pejuang lainnya seperti Cut Nyak Dien, Cut Mutia, Teuku Cik Dik Tiro, Panglima Polim, dll. Setelah Belanda melaksanakan saran-saran Dr.Snouch Hurgronje akhirnya Aceh dapat dikuasai Belanda tahun 1904. Perlawanan Rakyat Bali Di Bali berdiri banyak kerajaan diantaranya kerajaan Buleleng, Karang Asem, Klungkung, Gianyar, Badung, Tabanan, Mengwi, dan Jembrana. Mereka memiliki tradisi Hak Tawan Karang yaitu hak penguasa setempat untuk menawan dan menguasai kapal beserta isinya. Pada tahun 1844 kapal dagang Belanda sengaja di damparkan di Prancak, wilayah kerajaan Buleleng agar terkena Hak Tawan Karang. Penawanan kapal tersebut dijadikan alasan Belanda menyerang Buleleng tahun 1848. Pertempuran mempertahankan Buleleng dikenal sebagai Puputan Jagaraga, selain itu Puputan Badung 1906, Puputan Kusamba 1908 dan Puputan Klungkung.Pangeran Antarasi melakukan perlawanan sampai tahun 1862, dan berakhir tahun 1863. Perang Tapanuli (1878 – 1907) Perlawanan mengusir Belanda terus terjadi di berbagai daerah. Perlawanan dilakukan oleh raja, sultan, pangeran maupun oleh rakyat. Perlawanan rakyat Tapanuli yang dilakukan dilingkungan kerajaan Batak dipimpin oleh raja Sisingamangaraja XII.

23. KONGGRES PEMUDA 1928 Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat. Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng. Dalam sambutannya, ketua PPI Soegondo (lihat Sugondo Djojopuspito) berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis. Pada sesi berikutnya, Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan. Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu "Indonesia Raya" karya Wage Rudolf Supratman yang dimainkan dengan biola (dimainkan dengan biola saja atas saran Sugondo kepada Supratman, lihat juga Sugondo Djojopuspito). Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia. Peserta Para peserta Kongres Pemuda II ini berasal dari berbagai wakil organisasi pemuda yang ada pada waktu itu, seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, PPI, dll. Di antara mereka hadir pula beberapa orang pemuda Tionghoa sebagai pengamat, yaitu Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok dan Tjio Djien Kwie serta Kwee Thiam Hong sebagai seorang wakil dari Jong Sumatranen Bond. Diprakarsai oleh AR Baswedan pemuda keturunan arab di Indonesia mengadakan kongres di Semarang dan mengumandangkan Sumpah pemuda keturunan arab. 24. Proses terbentuknya Negara dan pemerintahan Indonesia beserta kelengakapan PPKI Pada tanggal 18 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menyelenggarakan sidang untuk pertama kali yang dipimpin oleh Ir. Soekarno.

Dalam sidang PPKI itu dibahas berbagai persoalan untuk melengkapi keberadaan negara Republik Indonesia yang baru diproklamasikan. Bahkan materi yang dibahas dalam sidang PPKI itu merupakan kelanjutan dari sidang BPUPKI tanggal 10 – 16 Juli 1945. Dalam sidang PPKI itu berhasil diambil suatu keputusan yang sangat penting bagi pemerintahan negara Republik Indonesia yang baru berdiri. Keputusan yang berhasil dicapai dalam sidang PPKI adalah sebagai berikut. a. Mengesahkan rancangan undang-undang dasar negara yang dibahas dalam sidang BPUPKI menjadi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Selanjutnya Undang-Undang Dasar itu lebih dikenal dengan istilah Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945). b. Memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden sebagai pelaksana pemerintahan yang sah dari Negara Republik Indonesia yang baru berdiri. Selanjutnya PPKI memilih dan mengangkat Ir. Soekarno sebagai Presiden serta Drs. Moh. Hatta sebagai Wakil Presiden. c. Membentuk Komite Nasional Indonesia sebagai lembaga yang membantu Presiden dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebelum terbentuknya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui pemilihan umum (pemilu). Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 berjalan dengan lancar dan berhasil membentuk serta mengesahkan UUD 1945, memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden serta membentuk Komite Nasional Indonesia (KNI). Dengan demikian, sejak tanggal 18 Agustus 1945, yaitu sehari setelah Indonesia merdeka, negara Republik Indonesia telah memiliki system pemerintahan yang sah dan diakui oleh seluruh rakyat Indonesia. 25. Kronologis proses penyusunan dasar dan konstitusi untuk Negara Indonesia Pancasila secara resmi menjadi dasar Negara Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945 ketika ditetapkannya Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi negara Indonesia oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). secara rinci, rumusan Pancasila tercantum di dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. 1. Proses Penyusunan dan Penetapan. a. Pembentukan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pada tanggal 29 April 1945 dibentuk bPUPKI dan dilantik pada tanggal 28 Mei 1945. dengan terbentuknya badan ini, bangsa Indonesia mendapat kesempatan secara legal untuk membicarakan dan mempersiapkan keperluan kemerdekaan Indonesia, anta lain mempersiapkan Undang-Undang Dasar yang berisi antara lain dasar negara, tujuan negara, bentuk negara, dan sistem pemerintahan. b. Penyusunan Konsep Rancangan Dasar Negara dan Rancangan Undang-Undang Dasar sebagai konstitusi negara Indonesia merdeka. Pada tanggal 29 Mei s/d 1 Juni 1945 diselenggarakan sidang BPUPKI yang pertama. Dalam sidang ini, Ketua BPUPKI dr. K.R.T Radjiman Wedyodiningrat menyatakan kepada peserta sidang mengenai dasar falsafah apa yang akan dibentuk bagi negara Indonesia merdeka.

a.) Mr.Muhammad Yamin. → 29 Mei 1945 ~Usulan rumusan dasar negara secara lisan: 1. Peri kebangsaan 2. Peri kemanusiaan 3. Peri Ketuhanan 4. Peri kerakyatan 5. Kesejahteraan rakyat ~Usulan rumusan dasar negara secara tertulis : 1. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Kebangsaan Persatuan Indonesia 3. Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5. keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. b.) Prof.Dr.Mr.R.Soepomo. → 31 Mei 1945 Usulan konsep dasar negara Indonesia : 1. Paham negara persatuan 2. Hubungan negara dan agama 3. Sistem badan permusyawaratan 4. Sosialisme negara 5. Hubungan antarbangsa c.) Ir. Soekarno. → 1 Juni 1945 Ir. Soekarno mengusulkan dasar negara Indonesia merdeka adalah Pancasila. Rumusan dasar negara Indonesia : 1. Kebangsaan Indonesia 2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan 3. Mufakat atau demokrasi 4. Kesejahteraan sosial 5. Ketuhanan yang berkebudayaan Rumusan Dasar Negara menurut Jakarta Charter (22 Juni 1945) : 1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemelukpemeluknya. 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab. 3. Persatuan Indonesia. 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. c. Sidang BPUPKI yang kedua tanggal 10 s/d 16 Juli 1945. Pada sidang pleno kedua BPUPKI membicarakan tentang rancangan undangundang dasar Negara Indonesia merdeka dan berhasil membentuk panitia kecil. Panitia Kecil yang dipimpin oleh Ir. Soekarno, bertugas merumuskan rancangan Pembukaan undang-undang dasar yang berisi tujuan dan asas Negara Indonesia merdeka. Panitia Kecil yang dipimpin oleh Prof.Dr.Mr.R.Soepomo, bertugas merumuskan rancangan batang tubuh undang-undang dasar dan rancangan naskah proklamasi. Pada hari kelima sidang ini, yakni tanggal 14 Juli 1945 telah diterima rancangan dasar Negara sebagaimana tersebut dalam Piagam Jakarta yang dicantumkan dalam Pembukaan dari rencana UUD yang sedang disiapkan. d. Penetapan UUD 1945. Pada tanggal 18 Agustus 1945, anggota PPKI bersidang menetapkan:

1. Mengesahkan pembukaan dan batang tubuh UUD 1945. 2. Memilih Ir. Soekarno sebagai Presiden RI dan Drs.Moh.Hatta sebagai Wakil Presiden RI yang pertama. 3. Untuk sementara waktu, pekerjaan presiden sehari-hari dibantu oleh Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat ( BP-KNIP ). Rumusan dasar Negara yang disahkan dan tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, berbunyi sebagai berikut. a. Ketuhanan Yang Maha Esa. b. Kemanusiaan yang adil dan beradab. c. Persatuan Indonesia. d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 26 Kronologis PD II Meletusnya Perang Dunia II pada dasarnya berkaitan erat dengan Perang Dunia I, yakni merupakan kelanjutan dari Perang Dunia I. Perang Dunia I telah mengakibatkan dampak besar bagi dunia, yaitu seperti kehancuran dan kerugian yang sangat besar, krisis perekonomian dunia, serta kematian jutaan jiwa. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk mengakhiri Perang Dunia ke I adalah dengan melakukan genjatan senjata dan merancang suatu perjanjian (perjanjian Versailles) untuk mengakhiri Perang Dunia I. Perjanjian Versailles itu berisi tentang tuntutan sekutu (Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Jepang) kepada Jerman untuk: (1). Menyerahkan daerah kekuasaannya kepada Inggris, Perancis, dan Jepang. (2). Menanggung ganti rugi perang. (3). Memperkecil angkatan militer atau perangnya. (4). Menyerahkan kapal-kapal dagang kepada Inggris, dan (5). Memberikan wilayah Jerman bagian barat sungai Rhein sebagai jaminan (Selama 15 tahun). Akan tetapi, Jerman mengingkari semua kesepakatan dalam perjanjian Versailles tersebut sehingga menjadi salah satu penyebab terjadinya Perang Dunia ke II pada tahun 1939. Selain salah satu penyebab Perang Dunia ke II diatas, terjadinya Perang Dunia II yang melibatkan beberapa negara besar dilatarbelakangi oleh beberapa sebab, yakni sebab umum dan khusus. A. Penyebab Umum 1). Adanya unjuk kekuatan senjata yang diciptakan oleh beberapa negara dan perlombaan senjata antar negara-negara Eropa, seperti Inggris menciptakan Royal Air Force (Armada Udara) dan Jerman membuat kapal tempur Bismarck dengan peluru kendali Vergeltung (pembalasan). 2). Adanya politik balas dendam (Revanche Idea) yang dilakukan oleh negara Jerman. 3). Adanya politik mencari sekutu dengan munculnya blok Sekutu dan blok Fasis. 4). Gagalnya Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dalam upaya menciptakan perdamaian dunia. 5). Adanya politik ekspansi beberapa negara fasis (militer) seperti: (a). Jerman, dengan semboyan Jerman Raya (Lebensraum).

(b). Italia, dengan semboyan Italia Raya (Italia Iradenta) atau (Italia la Prima). (c). Jepang dengan semangat Hakko Ichi-u. B. Penyebab Khusus 1). Penyerbuan Jerman terhadap Polandia pada tanggal 11 September 1939. 2). Terjadi penyerbuan yang dilakukan jepang terhadap pangkalan armada Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii pada hari Minggu tanggal 7 Desember 1941. Kronologi Perang Dunia II Pada saat terjadi Perang Dunia II, sikap Amerika Serikat memihak sekutu blok demokrasi yang meliputi negara Inggris, Perancis, Belanda, dan Belgia. Hal ini dapat dilihat dari beberapa bentuk bantuan yang diberikan sebagai berikut: a. Menerima Lend Lease Act oleh kongres. Perundangan ini memberi kekuasaan kepada presiden untuk menjual, meminjamkan, menyewakan dan juga menukarkan peralatan perang beserta amunisinya yang dibutuhkan oleh sekutu blok demokrasi. Selain itu, Amerika Serikat juga siap mengawal kapal-kapal yang mengangkut keperluan perang ke negara-negara sekutu dan bersedia melemahkan Angkatan Laut Jerman dengan menyita kapal-kapal Jerman yang ada di pelabuhannya. b. Membantu rakyat untuk menciptakan demokrasi dengan cara melawan para pemimpinnya di beberapa negara yang mempertahankan diri sebagai negara diktator. A. Perang Dunia II di Eropa Perang Dunia II di Eropa dimulai tanggal 1 September 1939 saat Jerman menyerbu atau menguasai (aneksasi) pelabuhan Danzig (Polandia) yang dianggap sebagai miliknya sebelum Perang Dunia I, Austria, dan daerah Sudeten (Cekoslovakia). Agresi militer Jerman ini dipandang oleh semua pihak sebagai tanda awal mula meletusnya Perang Dunia II di Eropa. Kronologis Kejadian Perang Dunia II Yang Terjadi Di Eropa: a. 3 September 1939: Inggris dan Perancis menyatakan perang terhadap Jerman. b. 10 Juni 1940: Italia menyatakan perang terhadap Inggris dan Perancis. c. 22 Juni 1940: PasukanJerman dan Italia bergabung mampu menaklukkan Perancis. d. 6 April 1941: Pasukan Jerman berhasil menduduki Yunani, Yugoslavia, dan Mesir. e. 8 September 1941: Pasukan Jerman berhasil menduduki Ukraina dan Rusia. f. 23 Oktober 1942: Pasukan gabungan Sekutu-Amerika Serikat dipimpin oleh Montgomery (Inggris) dan Eisenhower (Amerika Serikat) berhasil mengalahkan pasukan gabungan Jerman dan Italia. g. 1 Mei 1944: Italia menyerah kepada Sekutu-Amerika Serikat. h. 6 Juni 1944: Pasukan gabungan Sekutu-Amerika Serikat secara besar-besaran menyerang Jerman. i. 30 April 1945: Hitler meninggal dunia dengan cara bunuh diri di bunkernya. j. 7 Mei 1945: Jerman menyerah kepada Sekutu-Amerika Serikat dan Perang Dunia II dikawasan Eropa berakhir.

B. Perang Dunia II di Asia Pasifik. Perang Dunia II di kawasan Asia Pasifik dimulai tanggal 7 Desember 1941 waktu setempat, ditandai dengan Jepang menyerbu pangkalan Angkatan Laut milik Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii yang dianggap sebagai saingan yang kuat. Agresi militer yang dilakukan Jepang inilah sebagai tanda meletusnya Perang Dunia ke II di Asia Pasifik. Kronologis Kejadian Perang Dunia ke II di Asia Pasifik: a. 7 Desember 1941: Jepang menyerbu pangkalan Angkatan Laut milik Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii. b. Tahun 1941-1944: Jepang berhasil menguasai wilayah yang sangat luas meliputi seluruhwilayah Asia tenggara dan wilayah Cina Timur. Ketika itu, AmerikaSerikat dan bangsa Eropa yang berhasil menyelamatkan diri membangun pertahanan di Australia. c. Juli 1944: Pasukan Amerika Serikat dipimpin jenderal Mac Arthur dengan siasat perang "Loncat Katak" menyerang pertahanan Jepang di pulau Saipan (Kepulauan Mariana) Pasifik dan bertempur di Laut Karang. Pada saat itu, Jepang menderita kekalahan dan pulau Saipan berhasil diduduki Amerika Serikat. d. 6 Agustus 1945: Kota Hiroshima dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat dan menyusul tanggal 9 Agustus 1945 giliran kota Nagasaki dibom atom. Kedua kota tersebut hancur total dan instalasi militer Jepang lumpuh. e. 14 Agustus 1945: Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. f. 2 September 1945: Jepang menandatangani perjanjian perdamaian di atas kapal Missourimilik Amerika Serikat, dan Perang Dunia II di kawasan Asia Pasifik berakhir. 27. PERANAN DUNIA INTERNASIONAL DALAM KONFLIK INDONESIA – BELANDA Pada tanggal 25 Maret 1947 Indonesia dan Belanda endatanganipersetujuan Linggajati. Namun hubungan antara Indonesia dengan Belanda semakin memburuk karena Belanda melakukan pelanggaran terhadap persetujuan Linggajati dan perjanjian gencatan dengan melancarkan agresi militer terhadap terhadap pemerintahan Indonesia pada tanggal 21 Juli 1947. Tanggal 29 Juli 1947 pesawat Dakota VT-CLA yang membawa obat-obatan dari Singapura sumbangan Palang merah Malaya kepada Indonesia ditembak oleh pesawat Belanda di Yogyakarta. Gugur dalam peristiwa ini diantaranya komodor Muda Udara A. Adjsutjipto dan komodor Muda Udara Dr. Abdurrahman Saleh . Tanggal 31 Juli 1947 India dan Australia mengajukan masalah IndonesiaBelanda kepada dewan keamanan PBB. Dalam sidangnya tanggal Agustus 1947 dikeluarkan resolusi yang mengajak kedua belah pihak untuk menghentikan tembak menembak, menyelesaikan pertikaian melalui perwasitan (arbitase) atau dengan cara damai yang lain. Untuk menindaklanjuti ajakan PBB Republik Indonesia menugaskan Sutan Syahrir & H. Agus Salim sebagai duata yang berbicara dalam sidang Dewan Keamanan PBB. Sutan Syahrir menyatakan untuk mengakhiri konflik tersebut

adalah dengan cara membentuk komisi Pengawas dalam pelaksanaan resolusi dewan Keamanan, Penarikan pasukan Belanda ke tempat kedudukan sebelum agresi militer, dan pembentukan komisi pengawas gencatan senajata. Berikut peran dunia Internasional dalam ikut menyelesaikan konflik Indonesia – Belanda : 1. PERSERIKATAN BANGSA – BANGSA (PBB) a) Melalui KTN ( KOMISI TIGA NEGARA ) Tanggal 21 Juli 1947 tentara Belanda secara resmi melakukan Agresi Militer I terhadap Indonesia. Aksi militer Belanda tersebut menimbulkan reaksi dunia luar. Di antara negara yang tampil mendukung Indonesia adalah Australia & India. Australia mendukung Indonesia karena Ingin menegakkan perdamiaan & keamanan dunia sesuai dengan piagam PBB. Sedangkan India mendukung Indonesia karena solidaritas sama-sam Bangsa Asi juga senasib karena sebagai bangsa yang menentang penjajahan. Pada tahun 1946 Indonesia menawarkan bantuan padi sebanyak 500.000 ton untuk disumbangkan kepada India yang sedang dilanda bahaya kelaparan, sebaliknya India juga menawarkan Benang tenun, alat-alat pertanian, dan mobil. Tanggal 25 Agustus 1947 PBB menerima usul Amerika serikta tentang komisi jasa – jasa Baik ( Comitte Of Goods Offices ). Komisi ini dikenal dengan komisi Tiga Negara (KTN), yang terdiri atas : a) Australia ( diwakili oleh Richard C. Kirby ), atas pilihan Indonesia b) Belgia ( diwakili oleh Paul Van Zeeland ), Atas Pilihan Belanda c) Amerika Serikat ( diwakili oleh Dr. Frank Porter graham ), atas pilihan Australia dan Belgia. Tanggal 27 Oktober 1947 KTN tiba di jakarta. KTN mengalami kesulitan karena Indonesia maupun Belanda tidak mau bertemu diwilayah yang dikuasai pihak lain. KTN berhasil mempertemukan keduanya dalam suatu perundingan pada tanggal 8 Desember 1947 diatas Kapal perang Amerika Serikat “ Renville “. Perundingan ini dikenal dengan “ Perundingan Renville “, dan ditandatangani pada tanggal 17 Januari 1948. b) Melalui UNCI ( United Nations Comission For Indonesia ) Tanggal 19 Desember 1948 Belanda melancarkan serangan besar-besaran terhadap ibu kota Republik Indonesia di Yogyakarta. Untuk penghentian Agresi Militer II Belanda, PBB membentuk UNCI ( United Nations Comission For Indonesia ) atau komisi PBB untuk Indonesia. Melalui UNCI yang dipimpin oleh Merle Cochran berhasil menyelenggarakan perundingan Roem-Royen yang ditandatangani pada tanggal 7 mei 1949. Perundingan Roem – Royen kemudian ditindaklanjuti dengan Konferensi meja Bundar ( KMB ) di Den Haag Belanda. KMB ditandatangani pada tanggal 2 November 1949. 2. DUKUNGAN BANGSA – BANGSA ASIA – AFRIKA Agresi Militer II yang dilancarkan Belnada Menimbulkan reaksi yang sangat keras dari negara-negara di Asia – Afrika. Amaka atas prakarsa perdana mentri India Pandit Jawaharlal Nehru dan perdana mentri Burma u Nu, pada tanggal 2025 Januari 1949 diselenggarakan konferensi Asi di New Delhi yang dihadiri oleh utusan dari negara-negara Afganistan, Australia, Burma ( Myanmar ), Sri Langka, Eithiopia, India, Iran, Iraq, Libanon, Pakistan, Phlipina, Saudi Arabia, Suriah, dan Yaman. Wakil-wakil dari Indonesia yang Hadir anatar lain : Mr. A.A. Maramios, Mr. Utojo, Dr. Sudarsono, H. Rasjidi, dan Dr, Soemitro Djojohadikusumo. Tujuan

a) b) c) d)

dari konferensi tersebut adalah untuk memberikan dukungan terhadap Indonesia dalam forum PBB. Isi resolusi Konferensi Asia : Pengembalian pemerintah Republik Indonesia Ke yogyakarta. Pembentukan perintah ad intern yang memunyai kemerdekaan dalam politik luar negeri, sebelum tanggal 15 maret 1949 Penarikan tentara Belanda dari seluruh Indonesia Penyerahan kedaulatan kepada pemerintahan Indonesia serikat paling lambat tanggal 1 Januari 1950.

28. Dekret Presiden 5 Juli 1959 adalah dekrit yang dikeluarkan oleh Presiden Indonesia yang pertama, Soekarno pada 5 Juli 1959. Isi dekrit ini adalah pembubaran Badan Konstituante hasil Pemilu 1955 dan penggantian undangundang dasar dari UUD Sementara 1950 ke UUD '45. Latar Belakang Dekrit Presiden 1959 dilatarbelakangi oleh kegagalan Badan Konstituante untuk menetapkan UUD baru sebagai pengganti UUDS 1950. Anggota konstituante mulai bersidang pada 10 November 1956. Namun pada kenyataannya sampai tahun 1958 belum berhasil merumuskan UUD yang diharapkan. Sementara, di kalangan masyarakat pendapat-pendapat untuk kembali kepada UUD '45 semakin kuat. Dalam menanggapi hal itu, Presiden Soekarno lantas menyampaikan amanat di depan sidang Konstituante pada 22 April 1959 yang isinya menganjurkan untuk kembali ke UUD '45. Pada 30 Mei 1959 Konstituante melaksanakan pemungutan suara. Hasilnya 269 suara menyetujui UUD 1945 dan 199 suara tidak setuju. Meskipun yang menyatakan setuju lebih banyak tetapi pemungutan suara ini harus diulang, karena jumlah suara tidak memenuhi kuorum. Kuorum adalah jumlah minimum anggota yg harus hadir di rapat, majelis, dan sebagainya (biasanya lebih dari separuh jumlah anggota) agar dapat mengesahkan suatu putusan. Pemungutan suara kembali dilakukan pada tanggal 1 dan 2 Juni 1959. Dari pemungutan suara ini Konstituante juga gagal mencapai kuorum. Untuk meredam kemacetan, Konstituante memutuskan reses (masa perhentian sidang parlemen; masa istirahat dari kegiatan bersidang) yang ternyata merupakan akhir dari upaya penyusunan UUD Pengeluaran Dekrit Presiden 1959 Pada 5 Juli 1959 pukul 17.00, Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit yang diumumkan dalam upacara resmi di Istana Merdeka. Isi dari Dekrit tersebut antara lain: 1. Pembubaran Konstituante 2. Pemberlakuan kembali UUD '45 dan tidak berlakunya UUDS 1950 3. Pembentukan MPRS dan DPAS dalam waktu yang sesingkat-singkatnya 29. Perjuangan diplomasi a. Perundingan Bilateral Indonesia Belanda Pada tanggal 24 Maret 1950 diselenggarakan Konferensi Tingkat Menteri Uni Belanda - Indonesia. Konferensi memutuskan untuk membentuk suatu komisi yang anggotanya wakil-wakil Indonesia dan

Belanda untuk menyelidiki masalah Irian Barat. Hasil kerja Komisi ini harus dilaporkan dalam Konferensi Tingkat Menteri II di Den Haag pada bulan Desember 1950. Ternyata pembicaraan dalam tingkat ini tidak menghasilkan penyelesaian masalah Irian Barat. Pertemuan Bilateral Indonesia Belanda berturut-turut diadakan pada tahun 1952 dan 1954, namun hasilnya tetap sama, yaitu Belanda enggan mengembalikan Irian Barat kepada Indonesia sesuai hasil KMB. b. Melalui Forum PBB Setelah perundingan bilateral yang dilaksanakan pada tahun 1950, 1952 dan 1954 mengalami kegagalan, Indonesia berupaya mengajukan masalah Irian Barat dalam forum PBB. Sidang Umum PBB yang pertama kali membahas masalah Irian Barat dilaksanakan tanggal 10 Desember 1954. Sidang ini gagal untuk mendapatkan 2/3 suara dukungan yang diperlukan untuk mendesak Belanda. Indonesia secara bertrurut turut mengajukan lagi sengketa Irian Barat dalam Majelis Umum X tahun 1955, Majelis Umum XI tahun 1956, dan Majelis Umum XII tahun 1957. Tetapi hasil pemungutan suara yang diperoleh tidak dapat memperoleh 2/3 suara yang diperlukan. c. Dukungan Negara Negara Asia Afrika (KAA) Gagal melalui cara bilateral, Indonesia juga menempuh jalur diplomasi secara regional dengan mencari dukungan dari negara-negara Asia Afrika. Konferensi Asia Afrika yang diadakan di Indonesia tahun 1955 dan dihadiri oleh 29 negara-negara di kawasan Asia Afrika, secara bulat mendukung upaya bangsa Indonesia untuk memperoleh kembali Irian sebagai wilayah yang sah dari RI. Namun suara bangsa-bangsa Asia Afrika di dalam forum PBB tetap tidak dapat menarik dukungan internasional dalam sidang Majelis Umum PBB.

30. Peristiwa DI/TII

31. Berakhirnya Orde Baru dan Lahirnya Reformasi Di balik kesuksesan pembangunan di depan, Orde Baru menyimpan beberapa kelemahan. Selama masa pemerintahan Soeharto, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) tumbuh subur. Korupsi besar yang pertama terjadi tahun 1970an ketika Pertamina dipegang Ibnu Sutowo. Praktik korupsi menggurita hingga kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) pada tahun 1998. Rasa ketidakadilan mencuat ketika kroni-kroni Soeharto yang diduga bermasalah

menduduki jabatan menteri Kabinet Pembangunan VII. Kasus-kasus korupsi tidak pernah mendapat penyelesaian hukum secara adil. Pembangunan Indonesia berorientasi pada pertumbuhan ekonomi sehingga menyebabkan ketidakadilan dan kesenjangan sosial. Bahkan, antara pusat dan daerah terjadi kesenjangan pembangunan karena sebagian besar kekayaan daerah disedot ke pusat. Akhirnya, muncul rasa tidak puas di berbagai daerah, seperti di Aceh dan Papua. Di luar Jawa terjadi kecemburuan sosial antara penduduk lokal dengan pendatang (transmigran) yang memperoleh tunjangan pemerintah. Penghasilan yang tidak merata semakin memperparah kesenjangan sosial. Pemerintah mengedepankan pendekatan keamanan dalam bidang sosial dan politik. Pemerintah melarang kritik dan demonstrasi. Oposisi diharamkan rezim Orde Baru . Kebebasan pers dibatasi dan diwarnai pemberedelan koran maupun majalah. Untuk menjaga keamanan atau mengatasi kelompok separatis, pemerintah memakai kekerasan bersenjata. Misalnya, program ”Penembakan Misterius” (Petrus) atau Daerah Operasi Militer (DOM). Kelemahan tersebut mencapai puncak pada tahun 1997–1998. a. Dari Krisis Ekonomi ke Krisis Multidimensi (Segala Bidang) Indonesia mengalami krisis ekonomi pada tahun 1997. Krisis moneter dan keuangan yang semula terjadi di Thailand pada bulan Juli 1997 merembet ke Indonesia. Hal ini diperburuk dengan kemarau terburuk dalam lima puluh tahun terakhir. Dari beberapa negara Asia, Indonesia mengalami krisis paling parah. Solusi yang disarankan IMF justru memperparah krisis. IMF memerintahkan penutupan enam belas bank swasta nasional pada 1 November 1997. Hal ini memicu kebangkrutan bank dan negara. BPK menemukan penyimpangan dana sebesar Rp138 triliun atas penggunaan dana BLBI oleh ke-48 bank tersebut. Saat itu pemerintah menyalurkan BLBI sekitar Rp700 triliun. Ini dilakukan berdasarkan perjanjian Indonesia dengan IMF dalam mengatasi krisis. Sampai bulan Desember 1998, BI menyalurkan BLBI sebesar Rp147,7 triliun kepada 48 bank. Krisis ekonomi mengakibatkan rakyat menderita. Pengangguran melimpah dan harga kebutuhan pokok melambung. Pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi di berbagai daerah. Daya beli masyarakat menurun. Bahkan, hingga bulan Januari 1998 rupiah menembus angka Rp17.000,00 per dolar AS. Masyarakat menukarkan rupiah dengan dolar. Pemerintah mengeluarkan ”Gerakan Cinta Rupiah”, tetapi tidak mampu memperbaiki keadaan. Krisis moneter tersebut telah berkembang menjadi krisis multidimensi. Krisis ini ditandai adanya keterpurukan di segala bidang kehidupan bangsa. Kepercayaan masyarakat kepada pemerintah semakin menurun. Pemerintah kurang peka dalam menyelesaikan krisis dan kesulitan hidup rakyat. Kabinet Pembangunan VII yang disusun Soeharto ternyata sebagian besar diisi oleh kroni dan tidak berdasarkan keahliannya. Kondisi itulah yang melatarbelakangi munculnya gerakan reformasi. b. Gerakan Reformasi Munculnya gerakan reformasi dilatarbelakangi oleh terjadinya krisis multidimensi yang dihadapi bangsa Indonesia. Semula gerakan ini hanya berupa demonstrasi di kampus-kampus di berbagai daerah. Akan tetapi, para mahasiswa harus turun ke jalan karena aspirasi mereka tidak mendapatkan jalan keluar. Gerakan reformasi tahun 1998 mempunyai enam agenda antara lain suksesi kepemimpinan nasional, amendemen UUD 1945, pemberantasan KKN, penghapusan dwifungsi ABRI, penegakan supremasi hukum, dan pelaksanaan otonomi daerah. Agenda utama gerakan reformasi adalah turunnya Soeharto dari jabatan presiden. Berikut ini kronologi beberapa peristiwa penting selama gerakan reformasi yang memuncak pada tahun 1998.

1) Demonstrasi Mahasiswa Desakan atas pelaksanaan reformasi dalam kehidupan nasional dilakukan mahasiswa dan kelompok proreformasi. Pada tanggal 7 Mei 1998 terjadi demonstrasi mahasiswa di Universitas Jayabaya, Jakarta. Demonstrasi ini berakhir bentrok dengan aparat dan mengakibatkan 52 mahasiswa terluka. Sehari kemudian pada tanggal 8 Mei 1998 demonstrasi mahasiswa terjadi di Yogyakarta (UGM dan sekitarnya). Demonstrasi ini juga berakhir bentrok dengan aparat dan menewaskan seorang mahasiswa bernama Mozes Gatotkaca. Dalam kondisi ini, Presiden Soeharto berangkat ke Mesir tanggal 9 Mei 1998 untuk menghadiri sidang G 15. 2) Peristiwa Trisakti Tuntutan agar Presiden Soeharto mundur semakin kencang disuarakan mahasiswa di berbagai tempat. Tidak jarang hal ini mengakibatkan bentrokan dengan aparat keamanan. Pada tanggal 12 Mei 1998 empat mahasiswa Universitas Trisakti, Jakarta tewas tertembak peluru aparat keamanan saat demonstrasi menuntut Soeharto mundur. Mereka adalah Elang Mulya, Hery Hertanto, Hendriawan Lesmana, dan Hafidhin Royan. Peristiwa Trisakti mengundang simpati tokoh reformasi dan mahasiswa Indonesia. 3) Kerusuhan Mei 1998 Penembakan aparat di Universitas Trisakti itu menyulut demonstrasi yang lebih besar. Pada tanggal 13 Mei 1998 terjadi kerusuhan, pembakaran, dan penjarahan di Jakarta dan Solo. Kondisi ini memaksa Presiden Soeharto mempercepat kepulangannya dari Mesir. Sementara itu, mulai tanggal 14 Mei 1998 demonstrasi mahasiswa semakin meluas. Bahkan, para demonstran mulai menduduki gedunggedung pemerintah di pusat dan daerah. 4) Pendudukan Gedung MPR/DPR Mahasiswa Jakarta menjadikan gedung DPR/MPR sebagai pusat gerakan yang relatif aman. Ratusan ribu mahasiswa menduduki gedung rakyat. Bahkan, mereka menduduki atap gedung tersebut. Mereka berupaya menemui pimpinan MPR/DPR agar mengambil sikap yang tegas. Akhirnya, tanggal 18 Mei 1998 Ketua MPR/DPR Harmoko meminta Soeharto turun dari jabatannya sebagai presiden. Pernyataan Harmoko itu kemudian dibantah oleh Pangab Jenderal TNI Wiranto dan mengatakannya sebagai pendapat pribadi. Untuk mengatasi keadaan, Presiden Soeharto menjanjikan akan mempercepat pemilu. Hal ini dinyatakan setelah Presiden Soeharto mengundang beberapa tokoh masyarakat seperti Nurcholish Madjid dan Abdurrahman Wahid ke Istana Negara pada tanggal 19 Mei 1998. Akan tetapi, upaya ini tidak mendapat sambutan rakyat.

5) Pembatalan Apel Kebangkitan Nasional Momentum hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 1998 rencananya digunakan tokoh reformasi Amien Rais untuk mengadakan doa bersama di sekitar Tugu Monas. Akan tetapi, beliau membatalkan rencana apel dan doa bersama karena 80.000 tentara bersiaga di kawasan tersebut. Di Yogyakarta, Surakarta, Medan, dan Bandung ribuan mahasiswa dan rakyat berdemonstrasi. Ketua MPR/DPR Harmoko kembali meminta Soeharto mengundurkan diri pada hari Jumat tanggal 22 Mei 1998 atau DPR/MPR akan terpaksa memilih presiden baru. Bersamaan dengan itu, sebelas menteri Kabinet Pembangunan VII mengundurkan diri.

6) Pengunduran Diri Presiden Soeharto Pada dini hari tanggal 21 Mei 1998 Amien Rais selaku Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah menyatakan, ”Selamat tinggal pemerintahan lama dan selamat datang pemerintahan baru”. Ini beliau lakukan setelah mendengar kepastian dari Yuzril Ihza Mahendra. Akhirnya, pada pukul 09.00 WIB Presiden Soeharto membacakan pernyataan pengunduran dirinya. Itulah beberapa peristiwa penting menyangkut gerakan reformasi tahun 1998. Soeharto mengundurkan diri dari jabatan presiden yang telah dipegang selama 32 tahun. Beliau mengucapkan terima kasih dan mohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia. Beliau kemudian digantikan B.J. Habibie. Sejak saat itu Indonesia memasuki era reformasi.

32. Kronologis KAA dan Peran Indonesia Latar Belakang Konferensi Asia Afrika (KAA) KAA diawali dengan Konferensi Kolombo di Sri Lanka yang diprakarsai oleh Sir John Kotelawala. Berikut ini beberapa latar belakang dan dasar pertimbangan terselenggaranya KAA. a. Perubahan politik pada tahun 1950-an yaitu berakhirnya Perang Korea (1953). Akibat Perang Korea, semenanjung terbagi menjadi dua negara yaitu Korea Utara dan Korea Selatan. Peristiwa ini semakin menambah ketegangan dunia. b. PBB sudah ada forum konsultasi dan dialog antarnegara yang baru merdeka, tetapi di luar PBB belum ada forum yang menjembatani dialog antarnegara tersebut. c. Persamaan nasib bangsa-bangsa di Asia dan Afrika, terutama pernah mengalami penjajahan. d. Persamaan masalah sebagai negara yang masih terbelakang dan berkembang. e. Ingin menggalang kekuatan negara-negara Asia Afrika agar mendukung perjuangan merebut Irian Barat. f. Memiliki kedekatan yang kuat karena dihubungkan oleh faktor keturunan, agama, dan latar belakang sejarah. g. Berdasarkan letak geografisnya, letak negara-negara Asia dan Afrika saling berdekatan. 2. Pelaksanaan KAA Sebelum dilaksanakan KAA di Bandung tahun 1955, terlebih dahulu dilaksanakan Konferensi Kolombo yang kemudian dilanjutkan dengan Konferensi Bogor. Untuk

lebih jelasnya lihat tabel 14.2 berikut!

Konferensi Asia Afrika dilaksanakan di Bandung pada tanggal 18 - 24 April 1955. Pelaksanaan KAA dibuka oleh Presiden Soekarno. Penyelenggaraan KAA mempunyai tujuan berikut. a. Mengembangkan saling pengertian dan kerja sama antarbangsa Asia Afrika meningkatkan persahabatan. b. Membicarakan dan mengatasi masalah-masalah sosial, ekonomi, dan kebudayaan. c. Memerhatikan masalah khusus terkait dengan kedaulatan, kolonialisme, dan imperialisme. d. Memerhatikan posisi dan partisipasi Asia Afrika dan bangsa-bangsa dalam dunia internasional. Konferensi Asia Afrika dihadiri oleh 29 negara termasuk 5 negara pengundang. Ke-24 negara yang diundang adalah 18 negara Asia dan 6 negara Afrika. Negaranegara Asia yang hadir yaitu Filipina, Thailand, Vietnam Utara, Vietnam Selatan, Laos, Turki, Jepang, Yordania, Kamboja, Nepal, Lebanon, RRC, Afghanistan, Iran, Irak, Syria, Saudi Arabia, dan Yaman. Sedang 6 negara Afrika yang hadir adalah Mesir, Sudan, Ethiopia, Libya, Liberia, dan Ghana. Rhodesia (Afrika Tengah) pada awalnya diundang, namun karena sedang ada kemelut politik dalam negeri maka tidak bisa hadir. Dari negara-negara yang diundang tersebut muncul tiga golongan berikut. a. Golongan prokomunis, yaitu RRC dan Vietnam Utara. b. Golongan pro-Barat, yaitu Filipina, Thailand, Pakistan, Irak, dan Turki. c. Golongan netral, yaitu India, Birma, Sri Lanka, dan Indonesia. Hasil dan keputusan yang dicapai dalam KAA, antara lain kerja sama bidang ekonomi, kebudayaan, hak asasi manusia dan hak menentukan nasib sendiri, serta memajukan perdamaian dunia. Hasil KAA yang paling mendasar adalah Dasasila
Bandung. Berikut ini isi dari Dasasila Bandung. Lihat tabel 14.3.

Melalui

Dasasila Bandung juga diperjuangkan perdamaian dunia dengan meredakan ketegangan internasional akibat Perang Dingin. Hasil dari KAA ini akan mengilhami lahirnya Gerakan Nonblok, Indonesia merupakan salah satu pelopornya. 3. Peran Indonesia dalam KAA Terlaksananya KAA tidak bisa lepas dari peran Indonesia. Di samping sebagai salah satu pelopor dan pemrakarsa KAA, Indonesia menyediakan diri sebagai tempat penyelenggaraan KAA. Hal ini membuktikan prestasi Kabinet Ali Sastroamijoyo yang berhasil menyelenggarakan suatu kegiatan yang bersifat internasional. 4. Arti Penting KAA KAA berpengaruh sangat besar dalam upaya menciptakan perdamaian dunia dan mengakhiri penjajahan di seluruh dunia secara damai, khususnya di Asia dan Afrika. Semangat KAA untuk tidak berpihak pada blok Barat maupun blok Timur telah mendorong lahirnya Gerakan Nonblok. Dengan demikian ketegangan dunia dapat diredam. Bagi Indonesia, KAA memberikan dua keuntungan. Pertama pemerintah Indonesia berhasil mencapai kesepakatan mengenai masalah RRC dwikewarganegaraan. Usai konferensi, mereka yang memiliki dwikewarganegaraan diharuskan memilih menjadi warga negara Indonesia atau warga negara RRC. Kedua, RI mendapat dukungan dalam perjuangan pengembalian Irian Barat. Berikut ini makna dan arti penting terselenggaranya KAA. a. Merupakan pendorong kemerdekaan bangsa-bangsa Asia – Afrika untuk lepas dari cengkeraman imperialisme dan kolonialisme Barat. b. Menjadi pendorong lahirnya Gerakan Nonblok. c. Merupakan pencetus semangat solidaritas dan kebangkitan negara Asia Afrika dalam menggalang persatuan. d. Memberikan harapan baru bagi bangsa-bangsa yang sudah maupun belum merdeka. e. Mulai diikutinya politik luar negeri bebas dan aktif yang dijalankan oleh Indonesia, India, Myanmar, dan Sri Lanka. f. Kembali bangkit dan sadarnya bangsa-bangsa Asia dan Afrika akan potensi yang dimiliki. g. Diakuinya nilai-nilai Dasasila Bandung oleh negara-negara maju karena terbukti memiliki kemampuan dalam meredakan ketegangan dunia. h. Mulai dihapuskannya praktik-praktik politik diskriminasi ras oleh negara-negara maju.

33. Perkemabang ASEAN dan Peran Indonesia
Latar Belakang Berdirinya ASEAN

ASEAN merupakan organisasi negara-negara di Asia Tenggara yang tidak membedakan sistem politik dan ideologi. Ide dasar pembentukan ASEAN adalah kerja sama ekonomi, sosial, dan budaya. Namun, dalam perkembangannya organisasi ini bertekad menjamin stabilitas dan keamanan tanpa campur tangan bangsa asing. Berdirinya ASEAN dilatarbelakangi adanya persamaan di antara negara-negara Asia Tenggara. Berikut ini persamaan-persamaan tersebut. a.Persamaan letak geografis di kawasan Asia Tenggara. b.Persamaan budaya yakni budaya Melayu Austronesia. c. Persamaan nasib dalam sejarahnya yaitu sama-sama sebagai negara bekas dijajah oleh bangsa asing. d. Persamaan kepentingan untuk menjalin hubungan dan kerja sama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Pendirian ASEAN juga dilatarbelakangi oleh kesamaan sikap yang nonkomunis, mengingat komunis telah menimbulkan ketidakstabilan dalam negeri masingmasing negara. 2. Sejarah Berdirinya ASEAN Sebelum berdiri ASEAN, ada dua organisasi yang mengantarkan pembentukan ASEAN. Kedua organisasi tersebut adalah ASA dan Maphilindo. a. ASA (Association of Southest Asia), dibentuk berdasarkan Deklarasi Bangkok tahun 1961 antara Malaysia, Thailand, dan Filipina. b. Maphilindo yang beranggotakan Malaysia, Filipina, dan Indonesia pada tahun 1963. Berdiri di tengah dekolonisasi Inggris yang kurang memuaskan Indonesia dan Filipina mengenai penggabungan Kalimantan Utara ke dalam Malaysia. Akhirnya kedua organisasi diganti dengan ASEAN tahun 1967 setelah terjadi perubahan yang dramatis di Indonesia akibat peristiwa G 30 S /PKI tahun 1965. Berdirinya ASEAN ditandai dengan ditandatanganinya Deklarasi Bangkok oleh lima menteri luar negeri negara-negara di Asia Tenggara. Berikut ini kelima menteri luar negeri tersebut. a. Adam Malik, Menteri Luar Negeri Indonesia. b. Tun Abdul Razak, Wakil Perdana Menteri/Menteri Pembangunan Nasional Malaysia. c. S. Rajaratnam, Menteri Luar Negeri Singapura. d. Narsisco Ramos, Menteri Luar e. Thanat Koman, Menteri Luar Negeri Thailand. ASEAN sebagai organisasi memiliki tujuan berikut. a. b. Mempercepat pertumbuhan ekonomi Meningkatkan perdamaian dan dan sosial stabilitas budaya. regional. Negeri Filipina.

c. Meningkatkan kerja sama dengan saling membantu di bidang ekonomi, sosial budaya, teknik, ilmu pengetahuan dan administrasi. d. Bekerja sama dalam meningkatkan pertanian dan industri, perluasan perdagangan, penyempurnaan fasilitas komunikasi dan mempertinggi taraf hidup rakyat masing-masing negara. e. Meningkatkan pengkajian wilayah Asia Tenggara f. Memelihara kerja sama yang erat dan berguna dengan organisasi internasional dan regional lainnya. 3. Struktur Organisasi ASEAN Terdapat perbedaan tentang struktur organisasi ASEAN antara sebelum dan sesudah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Bali tahun 1976. Perbedaan tersebut dapat dijelaskan pada uraian di bawah ini. Lihat tabel 14.6. 5. Peran Indonesia dalam ASEAN Peran Indonesia sangat menonjol dalam organisasi ASEAN. Berikut ini beberapa contoh menunjukkan peran penting yang dilakukan oleh Indonesia dalam ASEAN. a. Indonesia sebagai salah satu negara pelopor dan ikut menandatangani Deklarasi Bangkok yang menandai berdirinya ASEAN. \ b. Indonesia beberapa kali dipercaya sebagai tempat penyelenggaraan KTT ASEAN. c. Indonesia secara aktif ikut menyempurnakan struktur organisasi ASEAN ketika KTT di Bali tahun 1976. d. Memainkan peran yang aktif dalam penyelesaian masalah di Kamboja. Indonesia menyelenggarakan Jakarta Informal Meeting (JIM) tahun 1988. Pertemuan ini dilanjutkan dengan Konferensi Internasional di Paris tahun 1989 yang diketuai bersama antara Prancis dan Indonesia (diwakili Ali Alatas). e. Sekretariat tetap ASEAN ditetapkan di Jakarta, dan Letnan Jenderal Hartono Dharsono menjadi Sekretaris Jenderal ASEAN yang pertama. f. Ikut aktif membantu menyelesaikan masalah Moro di Filipina. Sampai tahun 2007, ASEAN telah menyelenggarakan KTT sebanyak 13 kali. Pada tanggal 26 Agustus 2007 ASEAN telah mencanangkan Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Cina, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, Selandia Baru yang akan dilaksanakan pada tahun 2013, dengan pengukuhan Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015.

.34. Tindakan ekonomi

Setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang baik dan yang paling menguntungkan disebut tindakan ekonomi. Tindakan ekonomi dilakukan karena adanya keterbatasan sarana pemenuhan kebutuhan. Karena keterbatasan ini, manusia harus memilih kebutuhan mana yang pemenuhannya harus didahulukan serta kebutuhan mana yang sesuai dengan kemampuan. Tindakan ekonomi yang dilakukan oleh perseorang, masyarakat, dan pemerintah. Tindakan ekonomi yang dilakukan perseorang, yaitu dengan membeli barang kebutuhan sesuai dengan kemampuan dan daya belinya, dapat dikategorikan sebagai tindakan ekonomi yang rasional. Namun jika membeli barang tidak sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya, dan hanya bertujuan ingin dipuji atau disanjung saja, maka dapat dikategorikan sebagai tindakan ekonomi yang tidak rasional atau emosional.tindakan ekonomi ini selain dilakukan oleh perseorang, juga dilakukan oleh pemerintah. 2. Motif ekonomi Setiap tindakan ekonomi yang dilakukan pasti memiliki tujuan. Tujuan itulah yang mendorong manusia melakukan tindakan ekonomi. Dorongan yang menyebabkan manusia melakukan tindakan ekonomi disebut motif ekonomi. Motif manusia untuk memenuhi kebutuhannya dapat berupa motif intrinsik dan motif ekstrinsik. Motif intrinsik adalah keinginan memperoleh barang atau jasa karena didorong oleh kesadarannya sendiri. Misalnya, orang makan karena lapar dan orang membutuhkan minum karena haus. Sedang motif ekstrinsik adalah keinginan memperoleh barang dan jasa karena adanya pengaruh dari pihak luar. Misalnya, Fatir membeli sepeda karena teman-temannya banyak yang naik sepeda ke sekolah. Ada beberapa motif ekonomi yang mendorong manusia melakukan tindakan ekonomi. · Motif mencari keuntungan ·Motif mendapatkan kekuasaan ekonomi · Motif untuk memperoleh pengharagaan · Motif ingin berbuat sosial · . Motif untuk mencukupi kebutuhan hidup dan meningkatkan kemakmuran

35. Manfaat prinsip ekonomi

36. Menyusun Skala prioritas kebutuhan Skala prioritas adalah urutan pemenuhan kebutuhan manusia berdasarkan tingkat kepentingannya. Agar kegiatan konsumsi rumah tangga keluarga berjalan lancar, sebaiknya setiap keluarga membuat perencanaan pengeluaran konsumsi berdasarkan pendapatan yang diterimanya sebagai prioritas kebutuhan hidup. Dengan cara menyusun anggaran pendapatan dan belanja rumah tangga. Contoh anggaran pendapatan dan belanja rumah tangga. No Penerimaan Jumlah (Rp) No Pengeluaran Jumlah (Rp) 1. Pendapatan gaji 1.250.000 1. Makanan 600.000 2. Penghasilan tambahan 750.000 2. Biaya pendidikan 150.000 3. Transportasi 250.000 4. Biaya listrik dan telepon 150.000 5. Biaya kesehatan 150.000 6. Kebutuhan lainnya 300.000 7. Tabungan 400.000 Total penerimaan 2.000.000 Total pengeluaran 2.000.000

37. Faktor Penyebab kebutuhan manusia beragam a.Selera b. tingkat pendidikan c. tingkat pendapatan d. lingkungan tempat tinggal e. Umur f. status sosial 38. Prinsip Koperasi

39 Ciri Utama perekonomian Indonesia  Sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia adalah sistem ekonomi Pancasila atau sistem demokrasi ekonomi. Demokrasi ekonomi berarti bahwa kegiatan ekonomi dilakukan dari, oleh dan untuk rakyat dibawah pengawasan pemerintah hasil pemilihan rakyat.  Menurut Tap MPR No. II/MPR/1993 tentang GBHN, walaupun demokrasi ekonomi di Indonesia memiliki banyak :  Adapun ciri-ciri positif demokrasi ekonomi adalah sebagai berikut.  1.Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.  2.Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hiduporang banyak dikuasai oleh negara.  3.Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, sebagai pokok-pokok kemakmuran rakyat dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.  4.Sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan permufakatan  lembaga perwakilan rakyat dan pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada  pada lembaga perwakilan rakyat.  5.Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki  serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi  kemanusiaan.  6.Hak milik perseorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan  dengan kepentingan masyarakat.  7.Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya  dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.  8.Fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara.  Dalam demokrasi ekonomi yang berdasarkan Pancasila harus dihindari ciri ciri negatif sebagai berikut:  1.Sistem free fight liberalism (sistem persaingan bebas yang saling menghancur-

    

kan). 2.Sistem terpusat, yang dapat mematikan potensi, kreasi, dan inisiatif warga masyarakat. 3.Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.

Koperasi Kebaikannya: - Dalam Koperasi tidak ada majikan dan buruh yang memiliki kepentingan yang berlawanan - Diantara anggota dan pengurus bekerja dan bertanggung jawab bersama- sama - Kekuatannya mengakar dan menyebar sehingga dapat menjadi organisasi yang kuat - Mengutamakan pemenuhan kebutuhan hidup bersama disamping mencari keuntungan Keburukannya: - Bimbingan pemerintah membuat Koperasi kehilangan jati diri - Kualitas sumber daya manusia sangat rendah - Permodalannya yang terbatas BUMS Kebaikannya: - Meningkatkan pendapatan dan devisa Negara - Menambah Lapangan Kerja - Mempermudah kegiatan ekspor dan impor - Meningkatkan standar keahlian dan ahli teknologi - Merangsang system pendidikan dan latihan kerja Keburukannya: - Berkurangnya pendapatan Negara karena keringanan pajak - Berkurangnya devisa Negara karena keringanan bea masuk - Mengalirnya devisa ke luar negri - Menimbulkan ketegangan karena persaingan yang tidak sehat - Adanya kemungkinan penyalahgunaan potensi sumber daya dan wewenang

40 Menghitung PPh

41. Kurva harga keseimbangan

42. FUNGSI UANG Fungsi asli uang ada tiga, yaitu sebagai alat tukar, sebagai satuan hitung, dan sebagai penyimpan nilai. Uang berfungsi sebagai alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran. Orang yang akan melakukan pertukaran tidak perlu menukarkan dengan barang, tetapi cukup menggunakan uang sebagai alat tukar. Uang juga berfungsi sebagai satuan hitung (unit of account) karena uang dapat digunakan untuk menunjukan nilai berbagai macam barang/jasa yang diperjualbelikan, menunjukkan besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman. Uang juga dipakai untuk menentukan harga barang/jasa (alat penunjuk harga). Sebagai alat satuan hitung, uang berperan untuk memperlancar pertukaran. Uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta) karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang. Ketika seorang penjual saat ini menerima sejumlah uang sebagai pembayaran atas barang dan jasa yang dijualnya, maka ia dapat menyimpan uang tersebut untuk digunakan membeli barang dan jasa di masa mendatang. Selain ketiga hal di atas, uang juga memiliki fungsi lain yang disebut sebagai fungsi turunan.Fungsi turunan itu antara lain uang sebagai alat pembayaran, sebagai alat pembayaran utang, sebagai alat penimbun atau pemindah kekayaan (modal), dan alat untuk meningkatkan status sosial.

43. Produk Bank

45. Faktor-Faktor Penyebab Kerja Sama Antarnegara Faktor-faktor yang memengaruhi dapat didasarkan pada perbedaan dan persamaan yang dimiliki antarnegara. a. Kerja Sama Antarnegara Akibat Adanya Perbedaan

Berikut ini perbedaan-perbedaan yang mendorong kerja sama antarnegara. 1).Perbedaan sumber daya alam Sumber daya alam yang dimiliki oleh setiap negara berbeda-beda baik dari segi jenis dan jumlahnya. Ada negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun ada juga negara yang memiliki sedikit sumber daya alam. Contohnya Indonesia kaya akan sumber daya alam berupa bahan baku, namun negara Arab Saudi sedikit menghasilkan bahan baku untuk industri, padahal kebutuhan mereka akan bahan baku sangat besar. Dengan demikian negara-negara yang sedikit menghasilkan bahan baku akan melakukan kerja sama dengan negara yang kaya akan bahan baku industri, dengan tujuan agar kebutuhan bahan baku dapat terpenuhi. 2 ) Perbedaan iklim dan kesuburan tanah Perbedaan iklim dan kesuburan tanah antara satu negara dengan negara lain akan menyebabkan perbedaan jenis tanaman. Misalnya Indonesia dan beberapa negara lainnya yang beriklim tropis, curah hujan yang tinggi, dan lahan yang subur akan menghasilkan padi, kopi, teh, karet, dan sebagainya. Sedangkan negara-negara seperti di Eropa yang beriklim sedang tidak cocok untuk jenis tanaman tersebut, sehingga mereka harus memperolehnya dari negara-negara tropis. 3 ) Perbedaan ilmu pengetahuan dan teknologi Kemampuan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan antara satu negara dengan negara lain tidak sama. Negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Eropa Barat, dan Jerman memiliki kemampuan dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dibandingkan negara-negara berkembang seperti di Afrika dan sebagian Asia. Adanya perbedaan tersebut, negara-negara berkembang dapat melakukan kerja sama dengan negara-negara maju. Dengan demikian negara-negara berkembang dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologinya. 4 ) Perbedaan ideology Perbedaan ideologi antarsuatu wilayah negara dengan negara lain dapat memicu konflik antarnegara bahkan menjadi konflik internasional. Untuk meredakan konflik atau ketegangan perlu adanya kerja sama, sehingga tidak memperbesar konflik yang telah ada. Misalnya negara seperti Hongkong yang memisahkan diri dengan RRC yang berideologi komunis, memerlukan kerja sama dalam bidang politik dengan negara yang berideologi liberal seperti Amerika Serikat. Hal ini perlu dilakukan agar masalah-masalah yang timbul dapat diselesaikan di meja perundingan. b . Kerja Sama Antarnegara Akibat Adanya Kesamaan Berikut ini beberapa kesamaan yang mendorong kerja sama antarnegara. 1 ) Kesamaan sumber daya alam

Kesamaan sumber daya alam antara beberapa negara dapat mendorong terbentuknya kerja sama antarnegara. Misalnya beberapa negara penghasil minyak bumi membentuk suatu kerja sama yang diberi nama OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries). 2 ) Kesamaan keadaan wilayah (kondisi geografis) Negara-negara yang terletak di suatu wilayah yang memiliki kondisi geografis yang sama sering mengadakan kerja sama untuk kepentingan wilayah dari masingmasing negara anggotanya. Misalnya negara-negara yang terletak di wilayah Asia Tenggara membentuk kerja sama melalui organisasi ASEAN, dan sebagainya. 3 ) Kesamaan ideology Negara-negara yang mempunyai kesamaan ideologi dapat mendorong suatu negara melakukan kerja sama. Sebagai contoh NATO (North Atlantic Treaty Organization) adalah kerja sama negara-negara di Atlantik Utara yang berideologi liberal. Selain itu, negara-negara yang tidak memihak pada blok Barat ataupun blok Timur membentuk kerja sama dalam organisasi Nonblok. 4 ) Kesamaan agama Adanya persamaan agama juga dapat mendorong beberapa negara untuk bergabung dalam suatu organisasi. Misalnya OKI (Organisasi Konferensi Islam), yaitu kelompok organisasi negara-negara Islam. Mereka bergabung dalam OKI sebagai respon atas peristiwa pembakaran Masjid Al Aqsa di Yerusalem yang dilakukan oleh Israel.

46. Hambatan kerjasama dalam kerjsama ekonomi antar negara

47. Bentuk-Bentuk Kerja Sama Ekonomi Antarnegara a. Kerja Sama Ekonomi Bilateral Kerja sama ekonomi bilateral adalah kerja sama ekonomi antara satu negara dengan negara tertentu. Kerja sama tersebut hanya melibatkan dua negara. Contoh: Penanaman modal antara Indonesia dengan Jepang, penyederhanaan tenaga kerja antara Indonesia dengan Malaysia.

b . Kerja Sama Ekonomi Multilateral Kerja sama multilateral adalah kerja sama yang dilakukan oleh banyak negara. Kerja sama multilateral dibedakan menjadi dua macam, yaitu kerja sama regional dan kerja sama internasional. 1) Kerja sama regional Kerja sama regional adalah kerja sama antara beberapa negara dalam satu kawasan. Contoh: ASEAN, MEE, dan lain-lain. 2) Kerja sama internasional Kerja sama internasional adalah kerja sama antara negaranegara di dunia dan tidak terbatas dalam satu kawasan. Contoh: IMF, ILO, OPEC, dan lain-lain.

48. Contoh bentuk kerjasama ekonomi antar negara

49. Contoh bentuk kerjsama ekonomi bilateral Contoh: a. Penanaman modal antara Indonesia dengan Jepang, b. Pengiriman tenaga kerja antara Indonesia dengan Malaysia.

50. Dampak Kerja Sama Ekonomi Antarnegara dalam Perekonomian Indonesia

Kerja sama ekonomi yang telah dilakukan oleh bangsa Indonesia, baik yang sifatnya regional maupun internasional, tentunya akan memberikan dampak bagi perekonomian Indonesia. Berikut ini dampak dari kerja sama ekonomi antarnegara. 1. Dampak Positif Kerjasama Ekonomi Internasional terhadap Perekonomian Negara a. Meningkatkan Keuangan Negara Kerja sama ekonomi antarnegara dapat memberikan banyak manfaat bagi Indonesia, salah satunya di bidang keuangan. Melalui kerja sama ini Indonesia memperoleh bantuan berupa pinjaman keuangan dengan syarat lunak yang digunakan untuk pembangunan. Dengan demikian, adanya pinjaman keuangan otomatis dapat meningkatkan keuangan negara. b . Membantu Meningkatkan Daya Saing Ekonomi Kerja sama ekonomi dapat menciptakan persaingan yang sehat di antara negaranegara anggota. Persaingan yang sehat ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kemampuan produsen tiap negara dalam menghasilkan produk-produk yang mampu bersaing dengan negara-negara lain. Keberhasilan bersaing suatu negara ditingkat regional dan internasional pada gilirannya akan meningkatkan perekonomian negara yang bersangkutan. c . Meningkatkan Investasi Kerja sama ekonomi antarnegara dapat menjadi cara menarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Banyaknya investor yang mau menginvestasikan modalnya di Indonesia dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan perekonomian dan pembangunan Indonesia. Selain itu, banyaknya investasi dapat juga menambah lapangan kerja baru, sehingga jumlah pengangguran dapat berkurang.

d . Menambah Devisa Negara Kerja sama ekonomi antarnegara khususnya di bidang perdagangan dapat meningkatkan devisa negara. Devisa diperoleh dari kegiatan ekspor barang. Semakin luas pasar akan semakin banyak devisa yang diperoleh negara, sehingga dapat memperlancar pembangunan negara. e . Memperkuat Posisi Perdagangan Persaingan dagang di tingkat internasional sangat berat. Hal ini disebabkan adanya berbagai aturan dan hambatan perdagangan di setiap negara. Untuk itu perlu adanya kerja sama ekonomi. Sehingga dalam kerja sama tersebut perlu dibuat aturan per-dagangan yang menguntungkan negara-negara anggotanya. Dengan demikian adanya aturan tersebut dapat memperlancar kegiatan ekspor dan impor dan

menciptakan perdagangan yang saling menguntungkan. Akibatnya posisi perdagangan dalam negeri semakin kuat. 50. Dampak Negatif Kerjasama Ekonomi Internasional Negara a. Ketergantungan dengan Negara Lain Banyaknya pinjaman modal dari luar negeri dapat membuat Indonesia selalu tergantung pada bantuan negara lain. Hal ini akan menyebabkan Indonesia tidak dapat menggembangkan pembangunan yang lebih baik. b . Intervensi Asing Terhadap Kebijakan Ekonomi Indonesia Sikap ketergantungan yang semakin dalam pada negara lain, dapat menyebabkan negara lain berpeluang melakukan campur tangan pada kebijakan-kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Jika kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah mendapat campur tangan negara lain, hal ini dapat merugikan rakyat. c . Masuknya Tenaga Asing ke Indonesia Alih teknologi yang timbul dari kerja sama ekonomi antarnegara memberi peluang masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia. Jika hal ini terjadi tenaga kerja Indonesia menjadi tersingkir dan dampaknya terjadi banyaknya pengangguran. d . Mendorong Masyarakat Hidup Konsumtif Barang-barang impor yang masuk ke Indonesia mendorong masyarakat untuk mencoba dan memakai produk-produk impor. Hal ini akan mendorong munculnya pola hidup konsumtif. terhadap Perekonomian

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->