MAKALAH HAK GUNA USAHA

ANGGA DEAN AKUPRA 02081001189

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA 2012

L. sekelompok orang secara bersama-sama dan badan hukum baik badan hukum private maupun badan hukum politik. atau peternakan. No.N. Dengan terbitnya UUPA tahun 1960. baik sendiri maupun bersama-sama dengan orang-orang lain serta badan-badan hukum. yang dapat diberikan kepada dan dipunyai oleh orang-orang. .N. Dalam peraturan Pemerintah tersebut tanah Negara ini adalah tanah-tanah memang bebas dari hak-hak yang melekat diatas tanah tersebut. perikanan. apakah hak barat maupun hak aat. 362). yang disebut tanah. yaitu “ atas dasar hak yang menguasai dari negara atas tanah sebagai yang dimaksud dalam pasal 2 ditentukan adanya macam-macam hak atas permukaan bumi. Latar belakang Hak Guna Usaha Di dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 1960 tentang ketentuan pokok-pokok agrarian pasal 28 ayat (1) menyebutkan bahwa Hak Guna Usaha adalah hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh Negara dalam jangka waktu sebagaimana tersebut dalam pasal 29.1 Dasar hukum ketentuan hak-hak atas tanah diatur dalam pasal 4 ayat 1 UUPA. T. pengertian tanah Negara ditemukan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 1953 (L. bahwa bangsa Indonesia ataupun negara bertindak sebagai pemilik tanah. No. pengertian tanah Negara ditegaskan bukan dikuasai penuh akan tetapi merupakan tanah yang dikuasai langsung oleh Negara. 1 Hal ini telah dijelaskan dalam penjelasan umum II (2) UUPA yang secara jelas menyatakan prinsip untuk mencapai apa yang ditentukan dalam pasal 33 ayat 3 Undang-undang Dasar tidak perlu dan tidaklah pula pada tempatnya.BAB I PENDAHULUAN A. guna perusahaan pertanian. 14. Hak atas tanah bersumber dari hak menguasai dari Negara atas tanah dapat diberikan kepada perseoranganbaik warga Negara Indonesia maupun warga Negara asing. 1953. Sebelum terbitnya Undang-undang Nomor 5 tahun 1960.

B. Tujuan Hak Guna Usaha 1. Untuk mengetahui bagaimana terjadinya Hak Guna Usaha pada Undang-undang 2. Untuk mengetahui tata cara dan syarat-syarat dalam hak guna usaha 3. Untuk mengetahui bagaimana proses dan hapusnya hak guna usaha .

dan peternakan. Tujuan pengguna tanah yang mempunyai dengan hak guna usaha itu terbatas yaitu pada usaha pertanian. . Dapat dialihkan kepada pihak lain 6. Hak guna usaha termasuk hak atas tanah yang bukan bersumber pada hukum adat. 40 tahun 1996). Dapat beralih karena pewarisan 3. Menurut ketentuan pasal 29 UUPA. Hak yang harus didaftarkan 2. Mempunyai jangka waktu terbatas 4. Melainkan atas tanah baru yang di adakan untuk memenuhi keperluan masyarakat modern. Sedangkan untuk badan hukum luas minimalnya 55 Ha dan luas maksimalnya ditetapkan oleh kepala badan pertanahan nasional (pasal 28 ayat 2 UUPA jo. Dapat dijadikan jaminan hutang 5. Pengertian Hak Guna Usaha Hak Guna usaha adalah hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai oleh Negara dalam jangka waktu tertentu sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 29. untuk perusahaan pertanian atau peternakan (pasal 28 UUPA). perikanan. Cirri-ciri hak guna usaha sebagai berikut: 1. jangka waktu paling lama25 tahun dan untuk perusahaan tertentu yang memerlukan waktu yang lebih lama dapat diberikan paling lama 35 tahun. Pasal 5 PP No. Dapat dilepaskan menjadi tanah Negara Hak guna usaha dapat diberikan atas tanah yang luasnya paling sedikit 5 Ha dan maksimal 25 Ha.BAB II PEMBAHASAN A.

Peraturan Menteri Negara Agraria / Kepala Badan Pertanahn Nasional No. b) Hak itu tertuju kepada orang lain. yaitu suatu peristiwa tertentu yang menjadi alasan melekatnya hak itu kepada pemiliknya. Citra Aditya Bakti.Ciri-ciri yang melekat pada hak menurut hukum. Bandung. c) Hak yang ada pada seseorang ini mewajibkan pihak lain untuk melakukan (commission) atau tidak melakukan (omission) sesuatu perbuatan. Terjadinya hak guna usaha Terjadinya hak guna usaha karena keputusan pemberian hak oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk. 20 tahun 2000 3. 55 . 3 tahun 1999 menetapkan bahwa kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi berwenang menerbitkan SKPH atas tanah yang 2 Satjipto rahardjo. No. 5 tahun 1996 2. e) Setiap hak menurut hukum mempunyai title. Peraturan menteri Negara agrarian/kepala badan pertanahan Nasional No. adapun tata cara dan syarat permohonan pemberian hak guna usaha (pasal 6 dan 7 PP No. 21 tahun 1997 jo. Pasal 8 permen agraria / kepala BPN No. 2000. Peraturan pemerintah No. yang disebut sebagai isi dari pada hak. 4 tahun 1998 C. yaitu yang menjadi pemegang kewajiban. Undang-undang No. mengandung unsur-unsur sebagai berikut: a) Hak itu dilekatkan kepada seseorang yang disebut sebagai pemilik atau subjek dari hak itu. Dasar hukum 1. d) Commission atau omission itu menyangkut sesuatu yang disebut sebagai objek dari hak. Peraturan pemerintah no. Antara hak dan kewajiban terdapat hubungan korelatif. 40 tahun (pasal 9-18) 4. 24 tahun 1997 jo. 40 tahun 1996) lihat Bab tentang cara perolehan hak atas tanah. Ia juga disebut sebagai orang yang mewakili title atas barang yang menjadi sasaran dari pada hak. dalam catatan satjipto rahardjo2. 3 tahun 1997 5. ilmu hukum. hlm. B. Undang-undang No.

Seri Hukum Harta Kekayaan. 9 tahun 1999. Jangka waktu hak guna usaha Hak guna usaha mempunyai jangka waktu untuk pertama kalinya paling lama 35 tahun dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu paling lama 25 tahun (pasal 29 UUPA).luasnya tidak lebih dari 200 Ha. dengan ketentuan sebagai berikut: a) Tanah tersebut masih diusahakan dengan baik sesuai dengan keadaan. Hal ini sebagaimana diatur dalam pasal 9 Peraturan pemerintah Nomor 40 tahun 1996. b) Syarat-syarat pemberian hak tersebut dipenuhi dengan baik oleh pemegang hak. perikanan dan atau peternakan sesuai peruntukan pemberian haknya 3 Muljadi. Kewajiban pemegang Hak Guna Usaha Berdasarkan pasal 12 ayat 1 PP No. Prosedur terjadinya HGU diatur dalam pasal 17 sampai dengan 31 permen Agraria / kepala BPN No. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemegang hak untuk perpanjangan jangka waktu atau pembaharuan hak guna usaha adalah: a) Tanahnya masih diusahakan dengan baik sesuai dengan keadaan. Berdasarkan rumusan pasal 8 tersebut. 158 . hak-hak atas tanah. sifat dan tujuan pemberian haknya. kencana. Kartini dan Gunawan widjaja. pemegang Hak Guna Usaha berkewajiban untuk: a) Membayar uang pemasukan kepada Negara b) Melaksanakan usaha pertanian. 40 tahun 1996. perkebunan. D. 2008. b) Syarat-syarat pemberian hak tersebut masih dipenuhi dengan baik oleh pemegang hak c) Pemegang hak masih memenuhi syarat sebagai pemegang hak. hlm.3 E. Jakarta. sifat dan tujuan pemberian hak tersebut. diketahui bahwa hak guna usaha dapat diberikan untuk jangka waktu maksimum (selama-lamanya) enam puluh tahun. c) Pemegang hak masih memenuhi syarat sebagai pemegang hak.

hibah.c) Mengusahakan sendiri tanah Hak Guna Usaha dengan baik sesuai dengan kelayakan usaha berdasarkan criteria yang ditetapkan oleh instansi teknis d) Membangun dan memelihara prasarana lingkungan dan fasilitas tanah yang ada dalam lingkungan areal Hak Guna Usaha e) Memelihara kesuburan tanah. Bentuk dialihkan tersebut berupa jual beli. sedangkan lelang harus dibuktikan dengan berita acara lelang yang dibuat oleh pejabat dari kantor lelang. Peralihan Hak Guna Usaha Hak guna usaha juga dapat dialihkan kepada pihak lain yang memenuhi syarat sebagai pemegang hak guna usaha. mencegah kerusakan sumber daya alam dan menjaga kelestarian kemampuan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku f) Menyampaikan laporan tertulis setiap akhir tahun mengenai penggunaan Hak Guna Usaha g) Menyerahkan kembali tanah yang diberikan dengan Hak Guna Usaha kepada Negara sesudah hak guna usaha tersebut dihapus h) Menyerahkan sertifikat hak guna usaha yang telah dihapus kepada kepala kantor pertanahan F. . tukar menukar. Pembebanan Hak Guna Usaha dengan hak tanggungan Prosedur tanggungan atas Hak Guna Usaha adalah: a) Adanya perjanjian utang piutang yang dibuat dengan akta notaries atau akta dibawah tangan sebagai perjanjian pokoknya b) Adanya penyerahan hak guna usaha sebagai jaminan utang yang dibuktikan dengan akta pemberian hak tanggungan yang dibuat oleh pejabat pembuat akta tanah (PPAT) sebagai perjanjian ikutan c) Adanya pendaftaran akta pemberian hak tanggungan kepada kantor pertahanan kabupaten / kota setempat untuk dicatat dalam buku tanah dan diterbitkan sertifikat hak tanggungan G. penyertaan dalam modal perusahaan yang harus dibuktikan dengan akta pejabat pembuat akta tanah (PPAT) khusus yang ditunjuk oleh kepala badan pertanahan Nasional.

b) Dicabut oleh kepentingan umum. perikanan dan / atau peternakan sesuai dengan peruntukan dan persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam keputusan pemberian haknya. Pemegang hak tidak mekukan kewajiban-kewajibanya. b) Tidak melaksanakan usaha dibidang pertanian. perkebunan. . e) Tidak memelihara kesuburan tanah dan tidak mencegah terjadinya kerusakan sumber daya alam serta kelestarian lingkungan. Adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap a) Dilepaskan oleh pemegang hak secara sukarela sebelum jangka waktunya berakhir.Peralihan hak guna usaha wajib didaftarkan kepada kantor pertanahan kabupaten / kota setempat untuk dicatat dalam buku tanah dan dilakukan perubahan nama dalam sertifikat dari pemegang hak guna usaha yang baru. d) Tidak membangun dan/atau menjaga prasarana lingkungan dan fasilitas tanah yang ada dalam lingkungan areal hak guna usaha. hapusnya hak guna usaha Hapusnya hak guna usaha secara jelas telah diatur di dalam pasal 17 peraturan pemerintah Nomor 40 tahun 1996 yang menjelaskan sebagai berikut: a) Berakhirnya jangka waktu sebagaimana yang telah ditetapkan dalam keputusan pemberian hak atau perpanjangannya. H. f) Tidak menyampaikan laporan secara tertulis setiap akhir tahun mengenai penggunaan dan pengelolaan hak guna usaha. g) Tidak menyerahkan kembali tanah dengan hak guna usaha kepada Negara setelah hak tersebut hapus. karena: 1. h) Tidak menyerahkan sertifikat hak guna usaha yang telah berakhir jangka waktunya kepada kantor pertanahan 2. yaitu: a) Tidak membayar uang pemasukan kepada Negara. b) Dihentikan sebelum jangka waktunya berakhir. c) Tidak mengusahakan sendiri tanah hak guna usaha dengan baik sesuai dengan kelayakan usaha berdasarkan criteria yang ditetapkan oleh instansi teknis.

145-146 . Jakarta. kencana. hak-hak atas tanah.c) Ditelantarkan (objek hak guna usaha tidak dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pemegang hak). Jakarta. Hukum Agraria dan Hak-hak atas tanah. 2009. Kartini dan Gunawan widjaja. e) Pemegang hak tidak lagi memenuhi syarat dan tidak melepaskannya kepada pihak lain yang memenuhi syarat sebagai pemegang hak.4 Hapusnya hak guna usaha mengakibatkan tanah menjadi tanah Negara sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 40 tahun 1996. kencana. misalnya akibat terjadi bencana alam. hlm 172 5 Budi Harsono. 2008. d) Tanahnya musnah.5 4 Muljadi. hlm. Seri Hukum Harta Kekayaan.

40 tahun 1996). Pasal 5 PP No. .BAB III PENUTUP Kesimpulan Hak Guna usaha adalah hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai oleh Negara dalam jangka waktu tertentu sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 29. Sedangkan untuk badan hukum luas minimalnya 55 Ha dan luas maksimalnya ditetapkan oleh kepala badan pertanahan nasional (pasal 28 ayat 2 UUPA jo. untuk perusahaan pertanian atau peternakan (pasal 28 UUPA). Tujuan pengguna tanah yang mempunyai dengan hak guna usaha itu terbatas yaitu pada usaha pertanian. perikanan. dan peternakan. Hak guna usaha dapat diberikan atas tanah yang luasnya paling sedikit 5 Ha dan maksimal 25 Ha.