P. 1
Ekg

Ekg

|Views: 111|Likes:
Published by Angelica Kusuma

More info:

Published by: Angelica Kusuma on Dec 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2013

pdf

text

original

Sections

  • I.2. Pemahaman & Pengertian EKG
  • I.3.1. Ukuran,Posisi atau letak Jantung
  • I.3.2. Lapisan Pembungkus Jantung
  • I.3.3. Lapisan Otot Jantung
  • I.3.4. Katup Jantung
  • I.3.5. Ruang,Dinding & Pembuluh Darah Besar Jantung
  • I.3.6. Arteri Koroner
  • I.3.7. Siklus Jantung
  • II.1. Perekaman atau Penyandapan EKG
  • II.2. Kertas EKG
  • II.3. Konfigurasi Gelombang EKG
  • II.4. Aksis Jantung
  • III.1. Cara Menghitung Frekwensi Denyut Jantung
  • III.2. Normal EKG
  • III.3. Aritmia or Dysritmia
  • IV.1. Myocardiac Ischemia & Myocardiac Infarction
  • IV.2. Hypertrophy Otot Jantung
  • IV.3. Pengaruh Obat-obatan dan Elektrolit Terhadap EKG
  • V. Cara membaca 12 Lead EKG

EKG

I. EKG

I.2. Pemahaman & Pengertian EKG
1. Pemahaman yang di maksud disini adalah : Banyak sekali rekan-rekan perawat yang belum memahami akan peranan dan pentingnya EKG (elektrokardiografi). Yang kedua adalah persepsi dan pemahaman yang salah tentang EKG (elektrokardiografi), dimana menurut sebagian rekan-rekan perawat EKG hanya bisa dikonsumsi untuk dokter jantung (cardiologist), dokter atau perawat yang bekerja di ruangan jantung saja seperti ICCU, ICU, telemetry dll. Yang ketiga adalah sistematika pengajaran EKG (elektrokardiografi) yang kurang pas penyajiannya, dimana rekan-rekan yang sudah mempunyai motivasi bagus untuk belajar EKG masih mengalami kesulitan dalam memahami dan mencerna ilmu EKG dengan baik dan benar, sehingga apa yang didapatkan dalam akhir pembelajaran atau pelatihan mereka rasakan sia-sia. Di blog ini, saya ingin mengajak rekan-rekan perawat untuk sama-sama membuka mata dan pikiran dalam memahami ilmu EKG (elektrokardiografi). Sebelumnya saya ingin bertanya, ada berapa jumlah rumah sakit pemerintah dan swasta di Indonesia?Masih adakah rumah sakit yang tidak menggunakan fasilitas EKG? Kalau saya tebak jawaban anda adalah puluhan bahkan ratusan jumlah rumah sakit di Indonesia dan tak satupun yang tidak menggunakan fasilitas EKG. Ini menunjukkan bahwa begitu pentingnya peranan EKG dalam dunia medis. Di era global seperti sekarang ini, dimana setiap rumah sakit baik di dalam maupun di luar negeri saling berpacu dalam meningkatkan pelayanannya dengan menyediakan fasilitasfasilitas yang memuaskan bagi pengunjungnya. Salah satunya adalah perekaman EKG yang mana mesin-mesin EKG ini mulai dari unit gawat darurat, bangsal umum/vip, klinik, ruang

operasi, ICU/ICCU,telemetry dan tempat-tempat lainnya dengan mudah anda temukan. Jadi tidaklah benar kalau EKG dikonsumsi untuk dokter dan sebagian para perawat yang bekerja diruang jantung. Apakah anda tidak menyadari kalau sebenarnya kita (profesi keperawatan) masih pantas menyandang gelar "ROBOT" atau "PEMBANTU DOKTER", kenapa demikian? Kalau seorang perawat hanya bisa menjalankan order dokter saja tanpa bisa memberikan klarifikasi atau pendapat yang perlu demi kebaikan pasien, sama saja kita sebagai robot atau pembantu dokter. Seperti halnya dengan EKG(elektrokardiografi), anda cuma bisa melakukan perekaman EKG setelah itu menyerahkan ke dokter dan menjalankan apa yang diinstruksikan oleh dokter, padahal intruksi yang diberikan oleh dokter tidak selamanya tepat. Jadi kita sebagai partner (bukan pembantu dokter) harus bisa mengklarifikasi instruksi dokter tersebut. Bagaimana bila anda tidak menguasai basic EKG, sementara dokter tidak memberikan terapi untuk MI (miokardiac Infark) padahal jelas sekali gambaran EKG menunjukan adanya MI. Ingat! anda sudah mendeklarasikan diri sebagai tenaga perawat yang profesional. Buktikan dong....... Melalui blog ini,Insya allah saya akan memberikan pembelajaran EKG secara sederhana dan sistematis, dengan bahasa yang sederhana serta mudah dicerna oleh rekan-rekan perawat sehingga bisa mengarahkan anda untuk menjadi interpreter EKG yang handal. 2. Pengertian EKG (elektrokardiografi) Anda boleh menyebutkan kepanjangan EKG tersebut dengan "elektrokardiografi" atau "elekrokardiogram" karena grafik yang tercatat atau terekam oleh mesin EKG dinamakan Elektrokardiogram, sedangkan ilmu yang mempelajari EKG dinamakan Elektrokardiografi. Kalau saya uraikan arti dari kata elektrokardiografi/elektrokardiogram adalah elektro=listrik, kardio = jantung, grafi/gram = grafik. Jadi pengertian EKG secara lengkap adalah rekaman aktivitas listrik jantung atau bioelektrikal pada jantung yang digambarkan dengan sebuah grafik EKG atau dengan kata lain grafik EKG menggambarkan rekaman aktifitas listrik jantung. Bagaimana cara merekam aktivitas listrik jantung? Yaitu dengan menempatkan sandapansandapan berupa elektroda yang di tempatkan dipermukaan tubuh, dimana elektrodaelektroda tersebut merekam aktivitas listrik jantung dari sudut yang berbeda, sehingga gambaran EKG yang terekam ditiap lead akan berbeda karena tergantung dari arah aksis jantung si pasien. (baca aksis jantung) EKG (elektrokardiografi) merupakan salah satu bentuk pemeriksaan laboratorium yang membantu dalam menegakkan suatu diagnosa, khususnya penyakit jantung. Ingat! Gambaran klinis pasien adalah nomor satu yang harus dipikirkan dalam menegakkan diagnosa penyakit jantung. Karena dilapangan seringkali ditemukan pasien dengan gambaran EKG abnormal tapi secara klinis jantung pasien normal. Begitu sebaliknya, gambaran EKG normal tapi secara klinis pasien mengalami gangguan pada jantung. Jadi obati pasien, bukan EKGnya !

EKG sangat bermanfaat sekali dalam mengidentifikasi : 1. Gangguan Aritmia or dysritmia (aritmia = dysritmia) 2. Jantung ischemia 3. Myocardiac Infarction 4. Hypertrophy Otot jantung ( untuk otot ventrikel), Dilatasi otot jantung (untuk otot atrium) 5. Gangguan keseimbangan elektrolit 6. Efek obat-obatan 7. Fungsi pacu jantung 8. Dan lain-lain

I.3. Anatomi & Fisiologi Jantung

Secara fisiologi, jantung adalah salah satu organ tubuh yang paling vital fungsinya dibandingkan dengan organ tubuh vital lainnya. Dengan kata lain, apabila fungsi jantung mengalami gangguan maka besar pengaruhnya terhadap organ-organ tubuh lainya terutama ginjal dan otak. Karena fungsi utama jantung adalah sebagai single pompa yang memompakan darah ke seluruh tubuh untuk kepentingan metabolisme sel-sel demi kelangsungan hidup. Untuk itu, siapapun orangnya sebelum belajar EKG harus menguasai anatomi & fisiologi dengan baik dan benar. Dalam topik anatomi & fisiologi jantung ini, saya akan menguraikan dengan beberapa subtopik di bawah ini : 1. Ukuran,Posisi atau letak Jantung 2. Lapisan Pembungkus Jantung 3. Lapisan Otot Jantung 4. Katup Jantung 5. Ruang Jantung 6. Arteri Koroner 7. Siklus Jantung

Lapisan fibrosa bersifat sangat keras dan .5" (9cm). Bagian atas jantung terletak dibagian bawah sternal notch. Jantung di bungkus oleh sebuah lapisan yang disebut lapisan perikardium. Ukuran. Sedangkan bagian apek jantung di interkostal ke-5 atau tepatnya di bawah puting susu sebelah kiri. di mana lapisan perikardium ini di bagi menjadi 3 lapisan (lihat gb.1.Posisi atau letak Jantung Anda tahu berapa ukuran jantung anda? Secara anatomi ukuran jantung sangatlah variatif.3) yaitu : • Lapisan fibrosa. ukuran jantung manusia mendekati ukuran kepalan tangannya atau dengan ukuran panjang kira-kira 5" (12cm) dan lebar sekitar 3. Dari beberapa referensi yang saya baca.3.I.(lihat gb:1 & 2) Gb: 1 Gb: 2 I. 2/3 nya disebelah kiri dari midline sternum.3. Lapisan Pembungkus Jantung Bagi rekan-rekan kita yang bekerja di ruang kamar operasi bedah jantung atau thorak saya yakin sudah terbiasa melihat keberadaan jantung di mediastinum. begitu pula dengan lapisan pembungkus atau pelindung jantungnya. 1/3 dari jantung berada disebelah kanan dari midline sternum . yaitu lapisan paling luar pembungkus jantung yang melindungi jantung ketika jantung mengalami overdistention.2. Jantung terletak di belakang tulang sternum. tepatnya di ruang mediastinum diantara kedua paru-paru dan bersentuhan dengan diafragma.

Lapisan Otot Jantung Seperti yang terlihat pada Gb.4) .50 ml. (Lihat Gb. aorta.3.3. • Lapisan parietal. yaitu bagian dalam dari dinding lapisan fibrosa • Lapisan Visceral. khususnya pembuluh darah besar yang menghubungkan dengan lapisan ini (exp: vena cava.yaitu bagian luar otot jantung atau pericardium visceral • Miokardium.3. pulmonal arteri dan vena pulmonal). • Endokardium. Banyaknya cairan perikardium ini antara 15 .bersentuhan langsung dengan bagian dinding dalam sternum rongga thorax. Cairan perikardium berfungsi untuk melindungi dari gesekan-gesekan yang berlebihan saat jantung berdenyut atau berkontraksi. Diantara lapisan pericardium parietal dan lapisan perikardium visceral terdapat ruang atau space yang berisi pelumas atau cairan serosa atau yang disebut dengan cairan perikardium. dan tidak boleh kurang atau lebih karena akan mempengaruhi fungsi kerja jantung.3 atau Gb. yaitu jaringan utama otot jantung yang bertanggung jawab atas kemampuan kontraksi jantung. Gb: 3 I. seperti halnya pada sel-sel endotel pada pembuluh darah lainnya. lapisan perikardium yang bersentuhan dengan lapisan luar dari otot jantung atau epikardium. disamping itu lapisan fibrosa ini termasuk penghubung antara jaringan. lapisan otot jantung terbagi menjadi 3 yaitu : • Epikardium. yaitu lapisan tipis bagian dalam otot jantung atau lapisan tipis endotel sel yang berhubungan langsung dengan darah dan bersifat sangat licin untuk aliran darah.

Gb: 4 I. yaitu katup yang menghubungkan antara atrium dengan ventrikel dinamakan katup atrioventrikuler.3.4. Katup Jantung Katup jatung terbagi menjadi 2 bagian. Tiap bagian daun katup jantung diikat oleh chordae tendinea sehingga pada saat kontraksi daun katup tidak terdorong masuk keruang sebelumnya yang bertekanan rendah. Chordae tendinea sendiri berikatan dengan otot yang disebut muskulus papilaris. (Lihat Gb: 5) Katup berfungsi mencegah aliran darah balik ke ruang jantung sebelumnya sesaat setelah kontraksi atau sistolik dan sesaat saat relaksasi atau diastolik. katup semilunar yang lain adalah katup yang menghubungkan antara ventrikel kiri dengan asendence aorta yaitu katup aorta. Katup semilunar terdiri dari katup pulmonal yaitu katup yang menghubungkan antara ventrikel kanan dengan pulmonal trunk. sedangkan katup yang menghubungkan sirkulasi sistemik dan sirkulasi pulmonal dinamakan katup semilunar. (Lihat Gb:6) Gb: 5 . Katup atrioventrikuler terdiri dari katup trikuspid yaitu katup yang menghubungkan antara atrium kanan dengan ventrikel kanan. katup atrioventrikuler yang lain adalah katup yang menghubungkan antara atrium kiri dengan ventrikel kiri yang dinamakan dengan katup mitral atau bicuspid.

yaitu bagian septal atrium yang mengalami depresi disebabkan karena penutupan foramen ovale saat kita lahir. I. yaitu atrium kanan dan atrium kiri.Gb: 6 Seperti yang terlihat pada gb. Jadi kita boleh mengatakan kalau jantung dibagi menjadi 2 bagian yaitu jantung bagian kanan (atrium kanan & ventrikel kanan) dan jantung bagian kiri (atrium kiri & ventrikel kiri). Kedua atrium bagian dalam dibatasi oleh septal atrium. Kedua atrium memiliki bagian luar organ masing-masing yaitu auricle. yaitu muara atau lubang yang terdapat diruang atrium kanan yang menghubungkan vena cava superior dengan atrium kanan.5. yaitu muara atau lubang yang terdapat di atrium kiri yang menghubungkan antara vena pulmonalis dengan atrium kiri yang mempunyai 4 muara. yaitu muara atau lubang yang terdapat di atrium kanan yang menghubungkan sistem vena jantung dengan atrium kanan. yaitu ke ventrikel. dibagi lagi menjadi 2 yaitu ventrikel kanan dan ventrikel kiri. Dimana kedua atrium dihubungkan dengan satu auricle yang berfungsi menampung darah apabila kedua atrium memiliki kelebihan volume. Ruang atrium dibagi menjadi 2. katup aortadan katup pulmonal juga mempunya 3 daun katup. • Ostium vena pulmonalis. Ruang. .Dinding & Pembuluh Darah Besar Jantung Jantung kita dibagi menjadi 2 bagian ruang. Ada beberapa ostium atau muara pembuluh darah besar yang perlu anda ketahui yang terdapat di kedua atrium. • Ostium Inferior vena cava. Demikian halnya dengan ruang ventrikel.3. yaitu muara atau lubang yang terdapat di atrium kanan yang menghubungkan vena cava inferior dengan atrium kanan. • Ostium coronary atau sinus coronarius. Sedangkan katup mitral atau biskupid hanya mempunyai 2 daun katup. yaitu : • Ostium Superior vena cava. katup trikuspid 3 daun katup (tri =3). Ada bagian septal atrium yang mengalami depresi atau yang dinamakan fossa ovalis. Atrium (serambi) 2. yaitu : 1.5 diatas. Ventrikel (bilik) Karena atrium hanya memompakan darah dengan jarak yang pendek. Oleh karena itu otot atrium lebih tipis dibandingkan dengan otot ventrikel.

yaitu bagian aorta yang membawa darah bersih dan bertanggung jawab dengan organ tubuh bagian bawah.yaitu pembuluh darah besar yang membawa darah kotor dari ventrikel kanan ke arteri pulmonalis • Arteri Pulmonalis. dibagi menjadi 2 yaitu kanan dan kiri yang membawa darah bersih dari kedua paru-paru ke atrium kiri. • Pulmonary Trunk. yaitu: • Vena cava superior. • Sinus Coronary. baik ventrikel maupun atrium dibentuk oleh kumpulan otot jantung yang mana bagian lapisan dalam dari masingmasing ruangan dilapisi oleh sel endotelium yang kontak langsung dengan darah. karena jantung kiri menghadapi aliran darah sistemik atau sirkulasi sistemik yang terdiri dari beberapa organ tubuh sehingga dibutuhkan tekanan yang besar dibandingkan dengan jantung kanan yang hanya bertanggung jawab pada organ paru-paru saja. yaitu vena besar yang membawa darah kotor dari bagian atas diafragma menuju atrium kanan. Perlu anda ketahui bahwa tekanan jantung sebelah kiri lebih besar dibandingkan dengan tekanan jantung sebelah kanan.Bagian dalam kedua ruang ventrikel dibatasi oleh septal ventrikel. dan 2 sulcus yang lain adalah anterior dan posterior interventrikuler yang keduanya menghubungkan dan memisahkan antara kiri dan kanan kedua ventrikel. • Vena pulmonalis. Kedua otot atrium dan ventrikel dihubungkan dengan jaringan penghubung yang juga membentuk katup jatung dinamakan sulcus coronary. dibagi menjadi 2 yaitu kanan dan kiri yang membawa darah kotor dari pulmonary trunk ke kedua paru-paru. • Assending Aorta. yaitu vena besar yang membawa darah kotor dari bagian bawah diafragma ke atrium kanan. • Desending Aorta. sehingga otot jantung sebelah kiri khususnya otot ventrikel sebelah kiri lebih tebal dibandingkan otot ventrikel kanan. yaitu vena besar di jantung yang membawa darah kotor dari jantung sendiri. Pembuluh Darah Besar Jantung Ada beberapa pembuluh besar yang perlu anda ketahui. yaitu pembuluh darah besar yang membawa darah bersih dari ventrikel kiri ke arkus aorta ke cabangnya yang bertanggung jawab dengan organ tubuh bagian atas. Bagian otot jantung di bagian dalam ventrikel yang berupa tonjolan-tonjolan yang tidak beraturan dinamakan trabecula. • Vena cava inferior. (lihat Gb:7) .

Apalagi arteri koroner mengalami sumbatan total atau yang disebut dengan serangan jantung mendadak atau miokardiac infarction dan bisa menyebabkan kematian. Nodus AV node berada pada titik ini.Arteri koroner kiri Arteri Koroner Kiri Arteri koroner kiri mempunyai 2 cabang yaitu LAD (Left Anterior Desenden)dan arteri sirkumflek. LAD arteri bertanggung jawab untuk mensuplai darah untuk otot ventrikel kiri dan kanan. ini akan menyebabkan terganggunya fungsi jantung sebagaimana mestinya. serta bagian interventrikuler septum. yang kedua yaitu sulcus interventrikuler yang memisahkan kedua ventrikel.Gb : 7 I. .karena darah bersih yang kaya akan oksigen dan elektrolit sangat penting sekali agar jantung bisa bekerja sebagaimana fungsinya. Kedua arteri ini melingkari jantung dalam dua lekuk anatomis eksterna.3.6. yaitu sulcus coronary atau sulcus atrioventrikuler yang melingkari jantung diantara atrium dan ventrikel. Begitupun apabila otot jantung dibiarkan dalam keadaan iskemia. dimana muara arteri koroner berada dekat dengan katup aorta atau tepatnya di sinus valsava Arteri koroner dibagi dua. Sirkumflex arteri bertanggung jawab untuk mensuplai 45% darah untuk atrium kiri dan ventrikel kiri.Arteri koroner kanan 2. 10% bertanggung jawab mensuplai SA node. Pertemuan kedua lekuk ini dibagian permukaan posterior jantung yang merupakan bagian dari jantung yang sangat penting yaitu kruks jantung. Apabila arteri koroner mengalami pengurangan suplainya ke jantung atau yang di sebut dengan ischemia. Arteri koroner adalah cabang pertama dari sirkulasi sistemik. ini juga akan berujung dengan serangan jantung juga atau miokardiac infarction.yaitu: 1. Arteri Koroner Arteri koroner adalah arteri yang bertanggung jawab dengan jantung sendiri.

Pulmonal Trunk . Dari ventrikel kanan. Atrium kanan menerima kotor atau vena atau darah yang miskin oksigen dari: .7. Saya akan mulai dari atrium/serambi kanan. Dari ventrikel kiri darah akan di pompakan ke seluruh tubuh termasuk jantung (melalui sinus valsava) sendiri melewati katup aorta. Secara umum. Saya yakin kalau anda masih mengingatnya dengan baik atau anda telah lupa? Anda masih ingat kalau jantung dibagi menjadi 4 ruang? Empat ruang jantung ini tidak bisa terpisahkan antara satu dengan yang lainnya karena ke empat ruangan ini membentuk hubungan tertutup atau bejana berhubungan yang satu sama lain berhubungan (sirkulasi sistemik. yaitu: . I. darah akan dipompakan ke ventrikel kanan melewati katup trikuspid. anda boleh memulai sirkulasi jantung dari mana saja.Superior Vena Kava .vena kava inferior dan sinus koronarius menuju atrium kanan.Sinus Coronarius Dari atrium kanan. darah dipompakan ke paru-paru untuk mendapatkan oksigen melewati: . Dari atrium kiri darah akan dipompakan ke ventrikel kiri melewati katup biskupid atau katup mitral. ventrikel kanan.permukaan bawah dan belakang ventrikel kiri. Di mana jantung yang berfungsi memompakan darah ke seluruh tubuh melalui cabang-cabangnya untuk keperluan metabolisme demi kelangsungan hidup.dan 55% mensuplai SA Node. Karena jantung merupakan suatu bejana berhubungan. Siklus Jantung Sebelum mempelajari siklus jantung secara detail. terlebih dahulu saya ingin menyegarkan ingatan anda tentang sirkulasi jantung. 2 ke paru-paru kanan dan 2 ke paru-paru kiri Darah yang kaya akan oksigen dari paru-paru akan di alirkan kembali ke jantung melalui 4 vena pulmonalis (2 dari paru-paru kanan dan 2 dari paru-paru kiri)menuju atrium kiri. Dari seluruh tubuh.Katup pulmonal .Empat (4) arteri pulmonalis. siklus jantung dibagi menjadi 2 bagian besar. sirkulasi pulmonal dan jantung sendiri).Inferior Vena Kava .3. 90% mensuplai AV Node.darah balik lagi ke jantung melewati vena kava superior.Arteri Koroner Kanan Arteri koroner kanan bertanggung jawab mensuplai darah ke atrium kanan.

Perlu anda ketahui bahwa 60% sampai 90 % total volume darah di kedua ventrikel berasal dari pengisian ventrikel secara pasif. Fase Ventrikel Filling Sesaat setelah kedua atrium menerima darah dari masing-masing cabangnya. Proses ini dinamakan dengan pengisian ventrikel atau ventrikel filling. dimana setelah terjadi pengisian ventrikel secara pasif.s.q. kecuali terjadi patologi pada jantung yaitu bunyi jantung 3 atau cardiac murmur. Fase Ejection 5. Dan 10% sampai 40% berasal dari kontraksi kedua atrium.R. B. Fase Isovolumetric Contraction 4. Bersamaan dengan kejadian ini.T) hanya membutuhkan waktu kurang dari 0. siklus jantung dibagi menjadi 5 fase yaitu : 1. Keadaan ini akan menyebabkan terbukanya katup atrioventrikular. dengan demikian akan menyebabkan tekanan di kedua atrium naik melebihi tekanan di kedua ventrikel.• Sistole atau kontraksi jantung • Diastole atau relaksasi atau ekspansi jantung Secara spesific.5 detik. terjadi aktivitas listrik jantung di ventrikel yang terekam pada EKG yaitu komplek QRS atau depolarisasi ventrikel. dimana satu siklus jantung = 1 denyut jantung = 1 beat EKG (P. sehingga darah secara pasif mengalir ke kedua ventrikel secara cepat karena pada saat ini kedua ventrikel dalam keadaan relaksasi/diastolic sampai dengan aliran darah pelan seiring dengan bertambahnya tekanan di kedua ventrikel. Fase Atrial Contraction Seiring dengan aktifitas listrik jantung yang menyebabkan kontraksi kedua atrium. Dalam grafik EKG akan terekam gelombang P. disusul pengisian ventrikel secara aktif yaitu dengan adanya kontraksi atrium yang memompakan darah ke ventrikel atau yang kita kenal dengan "atrial kick". Fase Atrial Contraction 3. tekanan di kedua ventrikel berada pada puncak tertinggi tekanan yang melebihi tekanan di kedua atrium dan sirkulasi sistemik maupun sirkulasi pulmonal. Keadaan kedua ventrikel ini akan menyebabkan darah mengalir balik ke atrium yang menyebabkan penutupan katup atrioventrikuler untuk mencegah aliran balik darah tersebut. Proses pengisian ventrikel secara keseluruhan tidak mengeluarkan suara. Fase Isovolumetric Relaxation Perlu anda ingat bahwa siklus jantung berjalan secara bersamaan antara jantung kanan dan jantung kiri. C. A. Fase Ventrikel Filling 2. Penutupan katup atrioventrikuler akan mengeluarkan bunyi jantung satu (S1) . Fase Isovolumetric Contraction Pada fase ini.

Menurut saya. Fase Ejection Seiring dengan besarnya tekanan di ventrikel dan proses depolarisasi ventrikel akan menyebabkan kontraksi kedua ventrikel membuka katup semilunar dan memompa darah dengan cepat melalui cabangnya masing-masing. 4. Aliran balik dari sirkulasi sistemik dan pulmonal ke ventrikel juga di tandai dengan adanya "dicrotic notch". . E.Fase Isovolumetric Relaxation Setelah kedua ventrikel memompakan darah. Periode waktu antara penutupan katup AV sampai sebelum pembukaan katup semilunar dimana volume darah di kedua ventrikel tidak berubah dan semua katup dalam keadaan tertutup. • 1. Total EDV di ventrikel kiri (LVEDV) sekitar 120ml. Perbedaan volume darah di ventrikel kiri antara EDV dengan ESV adalah 70 ml atau yang dikenal dengan stroke volume. Disamping itu pemahaman yang disampaikan pengajar mungkin masih bersifat umum.atau sistolic. Bersamaan dengan kontraksi ventrikel. Elektrofisiologi Jantung Banyak para peserta kursus EKG yang pernah mengeluh kepada saya dimana setelah beberapa bulan atau tahun setelah selesai kursus. pada saat ini juga aliran darah ke arteri koroner terjadi. Pembukaan katup semilunar tidak mengeluarkan bunyi. Total sisa volume darah di ventrikel kiri setelah kontraksi/sistolic disebut End SystolicVolume (ESV) sekitar 50 ml. kedua atrium akan di isi oleh masing-masing cabangnya. proses ini dinamakan dengan fase isovolumetrik contraction. • 3. • 4. untuk itu katup semilunar akan menutup untuk mencegah aliran darah balik ke ventrikel. (EDV-ESV= Stroke volume) (120-50= 70) I. mereka dengan mudahnya melupakan ilmu EKG yang pernah mereka dapatkan dikarenakan jarang atau sama sekali tidak menemukan kasus kasus seperti yang didapat waktu kursus EKG atau karena bekerja pada tempat yang jarang menggunakan EKG. Penutupan katup semilunar akan mengeluarkan bunyi jantung dua (S2)atau diastolic. hal ini disebabkan kurangnya sistematika materi yang disajikan sehingga membingungkan peserta kursus. maka tekanan di kedua ventrikel menurun atau relaksasi sementara tekanan di sirkulasi sistemik dan sirkulasi pulmonal meningkat. sehingga para peserta kursus EKG mudah melupakan apa yang pernah didapat saat kursus. D. Proses relaksasi ventrikel akan terekam dalam EKG dengan gelombang T. Total volume darah yang terisi setelah fase pengisian ventrikel secara pasip maupun aktif ( fase ventrikel filling dan fase atrial contraction) disebut dengan End Diastolic Volume (EDV) • 2. Keadaan ini akan menyebabkan aliran darah balik ke kedua ventrikel.

Cl. Bagian terkecil dari mahluk hidup adalah sel. Jutaaan sel akan membentuk jaringan. maka jantung masih bisa berdenyut. Jantung mempunyai beberapa tempat utama sel-sel pacemaker yaitu SA node. AV node. Bundle of His dan Furkinje fiber. Cairan tubuh dan Oksigen.Elektrofisiolagi jantung adalah ilmu yang mempelajari aktivitas listrik atau bioelectrical pada jantung sehingga jantung bisa menjalankan fungsinya secara optimal. Normal sel pacemaker jantung berada di SA node yang secara . 5.Elektrofisiologi tidak hanya terjadi hanya pada sel-sel otot jantung. 6. Dengan kata lain apabila jantung sehat kita pisahkan dengan tubuh. 2. Apabila terjadi ketidakseimbangan diantara unsur-unsur utama yang saya sebutkan diatas. yaitu: • Automaticity : Spontan jantung berdenyut secara teratur dan independent tanpa adanya intervensi sistem tubuh lain. maka akan terjadi gangguan terhadap proses bioelektrical di seluruh tubuh (tidak hanya di jantung).Ca.Unsur utama yang mempengaruhi bioelectrical tubuh adalah elektrolit (Na. Bioelektrikal jantung terjadi karena adanya continuitas aktivitas listrik sel-sel pacemaker pada jantung yang menyebabkan jantung berkontraksi dan relaksasi secara teratur.phosphate).Sebelum membicarakan topik elektrofisiologi secara detail. maka saya tekankan kembali apabila terjadi ketidakseimbangan cairan dan elektrolit serta oksigen dalam tubuh akan berpengaruh pada fungsi kerja jantung.K.Semua faktor atau unsur-unsur yang berhubungan dengan bioelectrical tubuh kita. Jantung merupakan salah satu organ tubuh yang memiliki keistimewaan. akan mempengaruhi proses fisiologi bioelectrical di seluruh tubuh. Yang saya tekankan lagi dalam topik elektrofisiolgi jantung adalah kita harus memahami fisiolgi bioelektrikal yang menyebabkan jantung bisa berdenyut untuk menjalankan fungsinya memompakan darah keseluruh tubuh. 4. dan jantung terbentuk dari kumpulan jaringan yang membentuk organ yaitu jantung. Kenapa demikian? Karena jantung memiliki selsel pacemaker alami yang secara automatis mengeluarkan impuls secara teratur.Mg. ada beberapa hal umum yang harus menjadi dasar pemikiran kita agar tidak terjadi kebingungan dalam mempelajari elektrofisiologi. akan tetapi diseluruh sel-sel tubuh kita terjadi atau adanya aktivitas listrik/elektrofisiologi guna menjaga keseimbangan atau haemostasis tubuh kita. 3. Berhubung topik kita adalah elektrofisiologi yang berkaitan dengan jantung. Adapun pemahaman atau pengertian yang berhubungan dengan elektrofisiologi adalah sebagai berikut : 1.

(lihat Gb: 8).. Sedangkan pacemaker lain yang berfungsi sebagi backup apabila SA node mengalami gangguan. Pertanyaanya.teratur mengeluarkan impuls 60-100x/menit.bagaimana proses terjadinya siklus jantung atau denyut jantung atau 1 beat EKG di lihat dari elektrofisiologi. Pacemaker yang berfungsi sebagai backup yaitu AV node 40-60x/menit. Gb: 8 Gb: 9 Seperti yang sudah saya katakan bahwa dengan adanya aktivitas bioelektrikal sel-sel pada . 1 siklus jantung = 1 denyut jantung = dalam EKG 1 beat yang terdiri dari PQRST (lihat gambar 8). maka sel-sel jantung akan berespon secara fisiologis untuk mempertahankan hemostastis. Furkinje fiber yang nantinya akan diteruskan sel-sel otot jantung agar bisa berdenyut.. Furkinje fiber 20-40x/menit. Bundle of his. • Conductivity : Adanya jaringan neuromuskular yang membentuk lintasan atau jalan khusus sebagai kawat penghantar bioelektrik antara SA node. AV node. • Contractility : Secara fisiologis mampu merespon impuls yang masuk ke sel-sel otot jantung dengan berkontraksi dan berelaksasi. • Excitability : Apabila terjadi ketidakseimbangan pada unsur-unsur yang berperan dalam proses elektrofisiologi sel jantung.

menyelesaikan siklusnya dan akan tercatat oleh mesin ekg dengan adanya gelombang PQRST dalam tiap denyutnya. Dan setiap elektroda positip yang di tuju oleh arah repolarisasi berlawanan dengan depolarisasi. Seharusnya bagian sel yang pertama mengalami depolarisasi akan ikuti oleh proses repolarisasi. maka akan menghasilkan defleksi bifasik. maka dalam EKG akan menghasilkan defleksi negatif (lihat gb: 11 B) Note:( garis isoelektrik = zero line).ATPase (adenosine triphosphate) sodium pump atau cukup kita sebut sodium pump. Gb: 10 Saya ingin menjelaskan proses bioelektrikal yang terjadi pada single cel !!! Setiap sel di lapisi oleh membran sel. Akan tetapi fenomena bioelektrikal pade sel tunggal ini berbeda dengan apa yang terjadi pada jantung seutuhnya. Dialah (sodium pump) yang berperan sangat penting menjaga keseimbangan proses bioelektrikal sel-sel pacemaker jantung. Pergerakan atau perubahan muatan pada sel dari muatan pasitip kembali ke muatan negatif dinamakan repolarisasi. (Na+). Angka nominal antara didalam dan di luar sel bisa berubah. dalam mesin EKG akan terekam hanya garis isoelektrik. maka dalam EKG akan terekam gambaran ekg defleksi positip. Anda bisa lihat perbedaan muatan ion antara intraseluller dengan ektraseluller beserta fungsinya (lihat Gb tabel 10). Dan apabila arah depolarisasi mengarah positip elektroda kemudian menjauhi elektoda tersebut. dan secara patologis dipengaruhi adanya gangguan keseimbangan elektrolit atau penyakit lain. salah satunya secara fisiologis disebabkan adanya gelombang elektrikal secara continuitas keluarkan oleh sel-sel pacemaker. Faktor utama yang harus kita perhatikan adalah ion-ion utama yang sangat vital sekali dalam mempertahankan keseimbangan saat terjadinya bioelektrikal pada sel-sel jantung. dimana tidak semua ion-ion menyeberang sembarangan karena proses penyeberangan melalui membran ini telah diatur oleh suatu mekanisme alamiah yaitu Na+ -K+ . di luar sel bermuatan positip (khususnya ion Na+).(Ca+).jantung yang menyebabkan jantung bisa berdenyut. (lihat gb:11A) Pergerakan serta perubahan muatan negatif menjadi positip pada sel jantung dinamakan depolarisasi. Apabila pergerakan atau arah depolarisasi menuju elektroda positip. Begitu sebaliknya apabila arah depolarisasi menjauhi elektroda positip. sedangkan didalam sel relatif negatif muatanya. dimana arah repolarisasi dimulai . Ion-ion tersebut adalah Kalium (K+).(Mg+) yang berperan sangat penting dalam menjaga keseimbangan proses bioelektrikal pada se-sel pacemaker jantung. Dalam keadaan istirahat atau resting potential atau polarisasi.

(lihat gb:11 C).. dimana pada fase polarisasi muatan ion positip khususnya Na+ berada di luar. Pade fase 4. sesaat setelah depolarisasi ion K+ keluar dari dalam sel.dari epikardium ke endokardium. Gb: 12 . sodium pump akan berperan optimal untuk mengembalikan keseimbangan muatan ion antara diluar dan didalam sel. membran sel siap untuk menerima perubahan untuk mengulang aksi potensial. Masih dalam single sel. Maka permeabilitas membran sel terhadap Na+ meningkat sehingga Na+ masuk ke dalam sel (fase 0) secara mendadak. Sodium pump akan mengelurkan Na+ dari sel dan memasukan K+ dari luar sel.. setelah itu proses depolarisasi terjadi pada fase 1 dan 2 dimana muatan dalam sel relatif positip... Secara fisiologi bahwa proses terjadinya bioelektrikal secara terus menerus tanpa adanya pengaruh luar atau proses ini bisa berjalan lambat atau cepat akibat pengaruh system neurological serta gangguan keseimbangan elektrolit. Pada fase 3. atau bagian dari proses depolarisasi adalah aksi potensial. (Lihat Gb : 12) Untuk lebih detailnya tentang proses proses ini anda bisa tanyakan langsung ke saya. Perbandingan muatan ion antara diluar dan dalam sel relatif seimbang. Jadi pada EKG proses repolarisasi akan terekam sama dengan arah depolarisasi. Dimana single aksi potensial ini akan membentuk kesatuan aksi potensial yang nantinya dalam mesin EKG akan terekam grafik gelombang EKG.. Gb: 11 Proses terjadinya perubahan muatan secara mendadak dinamakan Aksi Potesial..

tapi bagi yang masih bingung atau sudah lupa akan saya berikan sedikit penyegaran kembali. Ingat!! positip elektroda pada lead I berada di tangan kiri !! Lead II Lead ini merekam bioelektrikal jantung dengan memasang negatif elektroda di tangan kanan. Mengapa dinamakan sandapan bipolar? Karena sandapan bipolar hanya memerlukan 2 elektroda untuk merekam bioelektrikal pada jantung dimana kedua elektroda itu satu dinamakan elektroda negatif dan elektroda yang lain dinamakan elektroda positip. Lead III Sandapan Unipolar Ekstremitas ----> lead aVR. (lihat gambar 13). aVF Sandapan Prekordial ----> lead V1. sedangkan positip elektroda dipasang di kaki kiri. karena akan jelas sekali tampak pada hasil rekaman EKG nya Sandapan/perekaman EKG dibagi menjadi 3 yaitu: Sandapan Bipolar ----> lead I. Tapi tidak ada kata ampun bila anda melakukan kesalahan dalam penempatan elektroda pada sandapan bipolar lead atau unipolar ekstremitas. baik yang tepat atau yang tidak tepat penempatan elektrodanya tidak jauh berbeda hasilnya (khususnya pada sandapan prekordial). Karena sekilas anda lihat dalam hasil perekaman EKG. lead II. Ingat !! positip elektroda pada lead III berada di kaki kiri !! Jadi sandapan bipolar akan membentuk segitiga dengan persamaan sebagai berikut: Lead II = lead I + lead III segitiga ini sering disebut Einthovent Triangle (lihat gb 14) . V4.II. sedangkan positip elektroda dipasang di kaki kiri. Lead I Lead ini merekam bioelektrikal jantung dengan memasang negatif elektroda di tangan kanan. sedangkan positip elektroda dipasang di tangan kiri. V3. Perekaman atau Penyandapan EKG Dalam topik ini saya rasa anda semua sudah pernah mengalaminya saat anda masih dibangku kuliah. V5. Banyak sekali temen temen yang masih mengabaikan tata cara perekaman atau penyandapan EKG ini. Ingat!! positip elektroda pada lead II berada di kaki kiri !! Lead III Lead ini merekam bioelektrikal jantung dengan memasang negatif elektroda di tangan kiri. V2. V6 A. Sandapan Bipolar Sandapan bipolar merekam bioelektrikal jantung dari bidang frontal.1. aVL.

dimana salah satu elektroda dinamakan positip elektroda. Ingat !! positip elektroda di aVR terletak di tangan kanan !! . Maka dari itu seorang ilmuan yang bernama Goldbeger tahun 1942 memodifikasi mesinEKG dengan memutuskan hubungan dengan central terminal akan memperbesar voltase perekaman dari elektroda positip. sehingga dihasilkan voltase defleksi yang lebih besar dibandingkan dengan sandapan bipolar. Gb :13 Gb : 14 B. Sandapan Unipolar Ekstremitas Sandapan bipolar memiliki kekurangan yaitu apabila bioelekrikal jantung pada salah satu elektroda terlalu kecil.Sandapan bipolar ini berguna mengidentifikasi apakah penempatan elektroda sudah tepat atau belum. dan dua elektroda tidak bermuatan atau zero potensial. aVR Lead ini merekam bioelektrikal jantung dengan menggunakan 3 elektroda . Pada lead aVR elektroda positipnya ditempatkan di tangan kanan. Jadi sepasang elektroda negatif diputuskan dengan central terminal. perbedaan potensial yang merekam bioelektikal ini tidak terukur oleh kedua elektroda tersebut.

aVL Lead ini merekam bioelektikal jantung dengan mengunakan 3 elektoda. Pada lead aVF elektroda positipnya ditempatkan di kaki kiri. dan dua elektroda tidak bermuatan atau zero potensial. Ingat !! positip elektroda di lead aVL terletak di tangan kiri !! aVF Lead ini merekam bioelektrikal jantung dengan menggunakan 3 elektroda . dimana salah satu elektroda dinamakan positip elektroda. Ingat!! positip elektroda di aVF terletak di kaki kiri !! Dari sandapan unipolar ekstremitas ini akan di dapatkan hubungan matematika yaitu persamaan lingkaran tertutup di bawah ini : aVR + aVL + aVF = O (lihat gambar 15) Gb : 15 C. dimana salah satu elektroda dinamakan positip elektroda. Sandapan Unipolar Prekordial Sandapan unipolar prekordial merekam bioelektrikal jantung dari bidang horizontal. (lihat gambar 16 &17) . Pada lead aVL elektroda positipnya ditempatkan di tangan kiri. dan dua elektoda yang lain tidak bermuatan atau zero potensial. dimana hanya menggunakan 6 single positip elektroda yang di tempatkan pada permukaan dada pada tempat-tempat yang telah ditentukan.

dimana normal kecepatan mesin EKG sebesar 25mm/detik . Jangan berspekulasi untuk melanjutkan kursus ini sebelum anda menguasai betul ukuran dan macam-macam kotak padakertas EKG.1mVolt. (lihat gambar 18 & 19).. II. Kertas EKG Untuk menghitung nilai-nilai normal pada tiap gelombang EKG...04 detik x 0. Kita sepakat dari sekarang dimana ada 2 macam kotak dalam EKG yaitu kotak kecil dengan ukuran 1 mm x 1 mm atau 0. Seperti yang telah saya jelaskan pada topik perekaman EKG 12 lead. Dengan standar voltase 1 mVolt. Ini artinya dalam 1 detik mewakili 25mm atau 25 kotak kecil dalam bidang horizontal.2.20 detik x 0. yang artinya dengan standarisasi 1 mVolt akan menghasilkan defleksi vertikal sebesar 10 mm atau 10mm/mVolt. Yang kedua yaitu kotak sedang/besar dengan ukuran 5 mm x 5 mm atau 0. Jadi 1 kotak kecil sama dengan 0.04 detik.20 detik. anda harus mengenal dulu ukuran dan macam-macam kotak yang terdapat dalam elektrokardiogram. karena anda akan mengalami kebingungan dengan apa yang akan saya jelaskan pada topik berikutnya. Jadi : .Gb : 16 Gb : 17 Standar internasional dalam melakukan perekaman 12 lead EKG adalah kecepatan 25 mm/detik dan standarisasi 1 mVolt. Ok.

Ada beberapa gelombang yang wajib anda ketahui dan kuasai dengan baik bila anda ingin menjadi interpreter EKG yang handal. komplek QRS. gelombang T.04 detik = 0.3.5 mVolt 10 kotak kecil = 10 mm = 2 kotak besar/sedang = 0.1 kotak kecil = 1 mm = 0. Konfigurasi Gelombang EKG Sebelum melangkah lebih jauh dalam mempelajari EKG (elektrokardiografi). Gelombang EKGtersebut adalah Gelombang P. anda harus mengenal dan menghafal nilai normal tiap gelombang yang ada dalam EKG. sehingga dalam prakteknya anda tidak mengabaikan sekecil apapun bentuk kelainan saat anda menginterpretasi 12 lead EKG. Sekali lagi anda harus mengingatnya dan mengerti dari arti gelombang tersebut.20 detik = 0. ST segment. PR interval. QT interval. (Lihat gambar 20) . gelombang U.1 mVolt 5 kotak kecil = 5 mm = 1 kotak besar/sedang = 0.40 detik = 1 mVolt 25 kotak kecil = 25 mm = 5 kotak besar/sedang = 1 detik 15 kotak besar/sedang = 3 detik 30 kotak besar/sedang = 6 detik Gb : 18 Gb: 19 II.

5 mm (P pulmonal).5mm (2. Tinggi gel P melebihi 2.(Gb : 20) Gelombang P Gelombang positip pertama kali muncul adalah gelombang P. sampai AV node dan Bundle his. .20 detik atau 5 kotak kecil. normal gel Q tidak boleh melebihi 1/3 gelombang R. mengidentifikasikan adanya AV blok. apabila gel Q melebihi 1/3 gel R mengidentifikasikan adanya infark. mengidentifiksikan adanya accelerated pacemaker (seprti kasus WPW syndrome= wolff parkinson white syndrome). mengidentifikasikan adanya pembesaran di otot atrium kanan.20 detik.5 kotak kecil). gelombang R.5 mm( P mitral).5 kotak kecil) dan lebarnya juga tidak melebihi 2. Komplek QRS menggambarkan depolarisasi otot ventrikel. Cara mengukur gel P adalah dihitung mulai dari awal gelombang P sampai dengan akhir gel P. Normal PR interval yaitu 3 mm . Nilai normal gel P tinggi tidak melebihi 2.5 kotak kecil) atau 0. Lebar melebihi 2. gelombang S. Apabila PR interval melebihi 0.5mm (2. mengidntifikasikan adanya pembesaran pada otot atrium kiri. PR interval di ukur mulai dari permulaan gel P sampai dengan awal komplek QRS. Gelombang P harus positip di lead II dan harus negatif di lead aVR. gel Q mewakili depolarisasi otot septum ventikel.12 detik atau 3 kotak kecil. Komplek QRS Komplek QRS terdiri dari gelombang Q.12 detik sampai 0.5 mm ( 3 kotak kecil . Apabila PR interval kurang dari 0. Menggambarkan depolarisasi dari otot kedua atrium (kanan & kiri). PR Interval PR interval adalah mewakili waktu yang dibutuhkan oleh SA node untuk mendepolarisasi otot atrium. Gelombang Q adalah gel negatif pertama setelah gel P.

Pada lead (V1,V2,V3) apabila ditemukan gelombang Q, ini mengindikasikan abnormal EKG, biasanya di temukan pada kasus MI atau gangguan konduksi seperti LBBB. Gelombang Q normal ditemukan pada lead V5 & V6, apabila tidak ditemukan gel Q pada lead ini, kemungkinan besar adanya LBBB. Gelombang R adalah gelombang positip pertama setelah gel Q. Gelombang R pada V1 sampai dengan V6 mengalami penambahan voltage, apabila gelombang R dari V1 sampai dengan V6 tidak mengalami penambahan maka dinamakan "poor progression" Gelombang S adalah gelombang negatif kedua setelah gelombang R. Gelombang S dari V1 sampai dengan V2 voltasenya akan menurun, apabila di temukan gelombang S pada V5 atau V6 dengan kedalaman lebih dari 5 mm, maka besar kemungkinan adanya RBBB. Pada precordial lead(V1 s/d v6) terdapat transition zone, yaitu normalnya terletak pada lead V3 or V4.( lihat gambar 21) Komplek QRS diukur muali dari awal Komplek QRS atau gel Q sampai dengan akhir gel S. Normal komplek QRS tidak boleh melebihi 0,10 detik, apabila melebihinya mengidentifikasikan adanya gangguan konduksi pada intraventrikuler ( seperti LBBB, RBBB, LAHB,LPHB). Apapun bentuk konfigurasi yang terlihat di gambar 21 adalah semua sama menggambarkan depolarisasi otot ventrikel.

Gb : 21 Gelombang T Gelombang T menggambarkan repolarisasi otot ventrikel. Gelombang positip pertama setelah gelombang S. Normal gelombang T, selalu mengikuti arah komplek QRS, selalu negatif pada lead aVR, tinggi tidak melebihi 5 mm pada ekstermitas lead( I, II, III, aVR, aVL, aVF) dan tidak melebihi 10 mm pada precordial lead (V1 s/d V6). Gelombang T yang tinggi biasanya seing ditemukan pada kasus hiperkalemia. Sedangkan gelombang T yang datar atau terbalik atau inverted biasanya sering di temui pada kasus penyakit jantung iskemic, dll. QT Interval QT interval adalah waktu yang diperlukan untuk mendepolarisasi otot venrikel sampai dengan

mengadakan repolarisasi kembali. QT interval diukur dari permulaan komplek QRS atau gel Q sampai dengan akhir gelombang T. Normal QT interval antara 0,38 detik sampai dengan 0,46 deik. Biasanya QT interval pada wanita lebih panjang dari laki-laki. QT interval memanjang biasanya ditemukan pada kasus hipokalsemia or obat-obatan QT interval memendek biasanya di temukan pada kasus takikardia dan hiperkalsemia. Apabila anda menemukan EKG dengan QT interval yang memanjang disertai dengan keluhan pasien, kalau tidak diobati dengan cepat biasana EKG akan berubah menjadi ventrikel fibrilasi atau ventikel takikardi dan kematian nantinya. ST Segmen ST segmen adalah garis zero line atau isoelektrik antara akhir gel S sampai awal gelombang T, atau tepatnya di mulai dari titik "J" atau junctinal point sampai awal dimulanya gelombang T. Titik J junctional adalah titik berakhirnya gelombang S. Normal ST segmen tidak boleh melebihi +2 mm dari zero line/ garis isoelektrik, tidak melebihi -1 mm dari zero line atau garis isoelektrik. Apabila ST segmen melebihi + 2mm dari garis isoelektrik, kemungkinan besar dinamakan ST elevasi pada kasus MI (myocardiac infarction) atau pada normal EKG dinamakan early repolarization. Apabila ST segmen melebihi -1mm dari garis isoelektrik, dinamakan ST depresi. Biasanya ditemukan pada kasus jantung iskemia. Pada prakteknya,tergantung kejelian kita. Karena kriteria ST elevasi maupun ST depressi tidak selamanya sesuai dengan kriterianya. (lihat Gb 22 & 23)

(Gb: 22ST depresi)

(Gb:23 tampak ST elevasi pada lead II, III, aVF dan ST depresi di lead I & aVL)

II.4. Aksis Jantung
Menghitung aksis jantung saat menginterpretasi EKG 12 lead adalah salah satu langkah yang harus dilakukan oleh interpreter untuk mendapatkan hasil interpertasi EKG yang akurat. Ada beberapa cara yang sederhana saat menentukan aksis jantung. Akan tetapi saya tidak ingin anda hanya sekedar mengerti tanpa memahaminya dengan benar dalam mempelajari aksis jantung, sehingga anda akan terus mengingatnya tanpa harus membuka-buka buku lagi. Ok.... Sesuai dengan topik elektrofisiologi jantung yang telah saya jelaskan sebelumnya, bahwa jantung memiliki keunikan sendiri yaitu mempunyai beberapa tempat atau pusat pacemaker yaitu SA node, AV node or daerah junction, serta furkinje fiber. Dimana normal pacemaker jantung berada di SA node yang mengeluarkan impuls sebanyak 60-100 x menit. Impuls yang dikeluarkan oleh SA node akan menyebar keseluruh sel-sel otot kedua atrium melalui sistem konduksi jantung. Setelah semua sel-sel otot atrium didepolarisasi, impuls diteruskan untuk mendepolarisasi sel-sel otot ventrikel oleh sistem konduksi jantung melalui AV node, bundle his, sampai furkinje fiber. Jadi apa itu aksis jantung? Saya akan memberikan perumpamaan untuk menjelaskan aksis jantung. Sebelum itu saya ingin menekankan bahwa ada istilah aksis jantung otot atrium yang ditentukan dengan melihat gelombang P, dan ada aksis jantung otot ventrikel yang ditentukan dengan melihat komplek QRS. Karena otot atrium komposisinya lebih kecil dari otot ventrikel, maka untuk mengevaluasi aksis jantung otot atrium kadang diabaikan. Jadi untuk menentukan aksis jantung, cukup dengan menentukan aksis jantung otot ventrikel dengan melihat komplek QRS. Saya akan memberikan perumpamaan untuk menjelaskan aksis jantung. A adalah SA node, B,C,D

(Lihat gb 25). -30 derajat s/d +90 derajat diatas 40 thn. menandakan aksis jantung mengarah ke elektrode tersebut. apabila +110 derajat s/d +180 derajat dinamakan Right axis deviation (RAD). A dengan C = 2 meter. Adapun normal axis jantung antara -30 derajat s/d +110 derajat dibawah usia 40 thn. Jadi rata rata jarak atau waktu yang di butuhkan A untuk mendepolarisasi BCD kemungkinan besar rata-rata akan mengarah ke C karena mempunyai jarak dan waktu lebih dibanding dengan BD. apabila aksis jantung antara +180 derajat s/d +270 derajat atau -90 derajat s/d -180 derajat dinamakan extrem axis.adalah otot atrium jantung yang harus di depolarisasi oleh A ( SA node). Impuls yang dikeluarkan oleh SA node akan menyebar keseluruh tubuh dimana elektroda EKG yang kita tempatkan diseluruh permukaan tubuh akan merekam aktivitas bioelektrikal yang dikeluarkan oleh SA node. Normalnya aksis jantung mengarah dari arah tangan kanan ke arah kaki kiri kira-kira 30-60 derajat (lihat Gb 24) karena otot ventrikel kiri lebih tebal dibandingkan otot jantung lainya. Bagi elektroda yang menghasilkan hasil rekaman dengan amplitudo yang paling tinggi. (Gb : 25) . A dengan C = 3 meter. Begitupun dengan otot ventrikel. impuls akan disebarkan keseluruh otot ventrikel dan seluruh tubuh yang nantinya akan terekam oleh elektroda EKGyang kita tempatkan di permukaan tubuh. Misalkan jarak antara A dengan B = 1 meter. (Gb: 24) Apabila aksis jantung antara-30 s/d -90 derajat dinamakan left axis deviation (LAD).

Kalau anda menemukan salah satu dari lead I atau aVF negatif. Misalkan lead aVF defleksi pasitip 5 mm (5 kotak kecil= 1 kotak besar))dan defleksi negatif 10 mm( 10 kotak kecil) jadi di lead aVF dominasinya defleksi negatif ---> (-10mm ). ada juga yang mengatakan kalau aksis jantung juga bisa di tentukan melalui bidang horizontal. dan 9 mm kearah positip lead I. Walaupun secara keseluruhan hemodinamik relatif normal akan tetapi keadaan seperti ini harus cepat diidentifikasi penyebab gagalnya SA node sebagi generator utama.(-2mm) = + 9mm. maka aksis jantungnya adalah O degree(Normal aksis). III. Nah segitulah aksisnya. Cara menghitung atau menentukan aksis jantung : Ada beberapa cara di bawah ini dalam menentukan aksis jantung. maka gunakan cara ini. sedangkan di lead I misalkan defleksi positip 11mm (11 kotak kecil) dan defleksi negatif 2 mm (2 kotak kecil).Apabila terjadi kelainan atau penyakit pada SA node. ke arah mana defleksinya? (negatif atau positip) bila lead I defleksinya dominan positip. maka pacemaker utama kedua yaitu AV node akan mengambil alih fungsi utama sebagai generator atau pembangkit impuls menggantikan SA node dengan impuls yang di keluarkan antara 40-60x/menit. aVR. Jadi di lead I dominasinya defleksi positip ---> (+11mm) . Lihat gambar 14. aVL seperti penjelasan saya sebagai berikut : (sambil lihat gb 24 ya) 1. Cari lead yang bifasik atau yang mendekati bifasik defleksi (50:50) baik kearah positif maupun ke arah negatif defleksi. 2. Anda lihat lead I dan aVF ---> kalau kedua lead ini dominan menggambarkan positip defleksi.. anda tinggal hitung 5mm kearah negatif lead aVF. Tapi baiknya saya sarankan untuk menghitung melalui bidang frontal yaitu dengan menggunakan lead I.. Misalkan amplitudo terbesar ditemukan di lead I dengan dominan defleksi positip. Misalkan anda menemukan lead yang bifasik berada di lead aVF. Perhatikan lead I. selanjutnya anda cari lead yang tegak lurus dengan lead aVF (yaitu lead I). II.. 3. kemudian hubungkan titik pertemuan itu dengan titik pusat. Karena impuls dikeluarkan oleh AV node. aVF.(+5 mm) = 5mm. maka sel-sel otot atrium akan didepolarisasi secara retrograf sehingga akan nampak jelas sekali perbedaan pada gambaran EKG khususnya gelombang P. Cari lead yang mempunyai amplitude yang paling besar ( baik positip maupun negatif). Setelah itu tentukan titik pertemuan kedua lead tersebut. Misalkan amplitude terbesar di temukan di lead III dengan dominan defleksi negatif. anda jangan ragu untuk mengatakan normal aksis karena masih dalam daerah normal aksis. maka aksis jantungnya berlawanan arah dengan negatif lead III yaitu kearah lead III positip sebesar +120 derajat ( RAD) 4. maka aksisnya ke arah positip lead I (yaitu O .

atau Anda bisa menghitungnya langsung seperti gambar 26 dibawah ini. Saya hanya akan memberikan 3 cara yang mudah dalam menghitung denyut jantung. 300 dibagi jumlah kotak sedang yang anda dapatkan dari RR interval tersebut. bila sebaliknya lead I dominan negatif. Banyak sekali cara untuk menghitung denyut jantung atau heart rate. Gb: 26 2. Dari RR interval itu. Menggunakan 6 detik . Kalau anda sudah paham dan mengerti tentang topik kertas EKG. anda hitung berapa jumlah kotak sedang/besarnya. Cara Menghitung Frekwensi Denyut Jantung Menghitung heart rate merupakan keharusan yang harus dilakukan oleh interpreter EKG.derajat or normal aksis). 1500 dibagi jumlah kotak kecil diantara RR interval. yaitu : 1. III. Menggunakan kotak sedang/besar Cara ini khusus untuk gambaran EKG dengan irama regular. Jadi rumusnya 300 dibagi jumlah kotak sedang antara RR interval. Setelah itu. cuma anda harus mencari jumlah kotak kecil antara RR interval tadi. tapi membutuhkan waktu yang agak lama Caranya sama dengan cara pertama tadi. yang penting Gel R nya jelas. Jadi rumusnya. maka aksisnya ke arah negatif lead I ( yaitu -180 derajat or RAD). 1500 dibagi jumlah kotak kecil yang anda temukan diantara RR interval tadi. 3. Setelah itu. anda akan mudah sekali dalam mempelajari topik ini. Anda ambil RR interval dari lead mana saja.1. Menggunakan kotak kecil Cara ini juga khusus untuk irama EKG yang regular Cara ini sangat akurat atau tepat.

2.0. Sinus Rhytm adalah nilai normal atau parameter normal sebuah EKG. Anda juga bisa menggunakan 3 detik atau berapa saja. Anda tidak perlu risau memikirkanya. yang penting anda kalikan hasilnya 60. Adapun kriteria nrmal EKG atau sinus rhytm sebagai berikut : Irama regular Frekwensi antara 60-100x/menit Adanya gelombang P yang normal atau berasal dari SA node. Perhatikan contoh EKG strip (gb :27). Caranya dengan memilih lead EKG strip yang panjang dan jelas (biasanya di lead II) Hitung komplek QRS dalam 6 detik. dimana untuk menentukan nilai normal pada EKG memerlukan analisis yang tepat. Normal EKG EKG adalah salah satu test diagnostik yang juga mempunyai nilai normal sendiri. jadi heart ratenya 7x10= 70x/menit. Selalu ada gelombang P yang diikuti komplek QRS dan gel T Gelombang P wajib positip di lead II Gelombang P wajib negatif di lead aVR Komplek QRS normal (0. Jadi anda harus bandingkan di dalam satu lead harus mempunyai bentuk gel P yang sama.tapi anda harus memahami bagaimana proses terjadinya EKG normal. sehingga anda terus maju untuk menjadi seorang interpreter EKG yang handal.Cara ini bisa digunakan untuk gambaran EKG yang regular maupun irregular. Kalau 3 detik. OK !! Gb : 27 III. kemudian kalikan dengan 10. dalam 6 detik ditemukan normal beat sebanyak 7. karena adanya gel P tapi belum tentu berasal dari SA node. Karena dalam prakteknya anda tidak hanya menghadapi . Dimana variantvariant normal yang anda temukan tersebut tidak persis atau tidak sama dengan kriteria normal EKG yaitu sinus rhytm. karena saya sudah memberikan semua dasar tentang EKG.08 .11 detik) Saya tegaskan kembali untuk tidak menghafal. walaupun dalam prakteknya banyak sekali variant-variant normal EKG yang nanti akan anda temukan. berarti jumlah normal beat yang anda temukan dikalikan 20. Berapa jumlah komplek QRS yang anda temukan. Ventrikel ekstra sistole atau komplek QRS yang abnormal adalah tetap kita namakan sebagai komplek QRS yang harus kita hitung pada perhitungan frekfensi jantung menggunakan cara ini.

dimana normal aksis jantung utama mengarah ke sudut antara + 40 degree sampai +60 degree. karena arah depolarisasi rata-rata atau aksis jantung di otot atrium hampir sama arahnya dengan yang di ventrikel. oleh karena cabang bundle his kiri lebih kuat impulsnya. impuls akan mengarah ke AV node dan bundle his.satu atau dua lead saja dalam menginterpretasi EKG. apabila elektroda positip dijauhi oleh arah depolarisasi (aksis jantung) akan menghasilkan gambaran EKG dengan negatif defleksi. Untuk mendepolarisasi otot ventrikel akan dilakukan oleh kedua cabang bundle his (kanan & kiri). maka arah depolarisasi akan mengarah ke kanan untuk mendepolarisasi otot septum dan otot ventrikel kanan. setelah selesai melakukan depolarisasi otot atrium. Saya juga menegaskan bahwa untuk mengevaluasi aksis jantung ( arah depolarisasi rata2) yang terjadi dalam sistem konduksi jantung dengan menggunakan aksis jantung di ventrikel. Begitupun sebaliknya. bahwa setiap positip elektroda yang dituju oleh arah depolarisasi (yg digambarkan oleh aksis jantung) akan menghasilkan gambaran EKG dengan defleksi positip. setelah selesai arah depolarisasi mengarah ke otot ventrikel kiri. Mengapa otot atrium tidak di gunakan? karena otot atrium tipis sehingga gambaran EKGnya yang berupa gel P kadang susah sekali untuk di ukur. Anda harus tahu juga kalau bundle his punya 2 cabang yaitu kiri dan kanan. dimana bagian kiri lebih kuat impulsnya dari sebelah kanan. Makanya untuk mengevaluasi aksis jantung digunakan arah depolarisasi rata-rata atau aksis jantung yang terjadi di ventrikel. tapi anda akan menghadapi 12 lead EKG. Impuls yang dikeluarkan oleh SA node. Gb : 28 . (Lihat gambar 28 & 29). Anda tidak usah bingung. Pegangan kita adalah sistem hexaxial reference. Seperti yang telah saya katakan pada topik aksis jantung.

Di lead V5 (sebagai contoh saja) karena bisa anda lihat di lead yang lain juga. Adalah titik akhir gelombang S atau yang biasa dikenal dengan titik J junction(7).3. Di lead V6 tampak q kecil (8) yang merupakan opposite dari gambaran defleksi positip yang berupa r kecil. datar. Di lead II yaitu gel P. dimana dilead ini adalah normal perputaran arah depolarisasi dari kanan ke kiri. Di lead V3 tampak gel R dan gel S hampir sama(6). atau negatif. Lihat gb 30 Gb : 30 III. komplek QRS dan gel T menggambarkan defleksi negatif(2) Di lead V1 yaitu tampak gel r kecil (3) gelombang S yang dalam serta gel T(4) bisa defleksi positip. komplek QRS dan gel T menggambarkan defleksi positip(1) Di lead aVR yaitu gel P.Gb : 29 Seperti yang terlihat digambar 30. dimana anda bisa melihat contoh real dari normal 12 lead EKG pada jantung sehat yang terekam dari denyut jantung yang sama oleh beberapa sandapan. Aritmia or Dysritmia Seperti yang sudah saya katakan pada topik sebelumnya bahwa normal EKG dinamakan sinus rhythm. Di lead ini biasa dikenal dengan daerah transition zone. Di lead V2 yaitu ST dan T (5)sedikit elevasi. dimana akan kembali pada zero line atau isoelektrik pada lead berikutnya. sedangkan aritmia atau dysritmia adalah gangguan irama pada bioelektrikal jantung baik itu terjadi karena adanya gangguan pembentukan impuls atau gangguan .

SA node adalah sumber utama normal pacemaker. akan tetapi dengan munculnya aritmia menandakan adanya gangguan pada organ jantung itu sendiri atau akan berpengaruh pada organ jantung. Sinus Arrest. atau terjadi perlambatan/percepatan pada sistem konduksi. LBBB (left bundle branch block). karena tidak semua dokter akan sama dalam menulis hasil interpretasi mereka. Otot Atrium -----> Atial Ekstra sistole (AES). Ventrikel Takikardia. Banyak sekali macam-macam nama aritmia yang kadang membingungkan bagi yang mempelajari EKG. ini semua akan menyebabkan gambaran EKG yang berbeda dengan normal EKG atau dinamakan aritmia/dysritmia. Paroksimal Atrial Takikardia (PAT).pengahantaran impuls yang semua ini sebabkan oleh suatu penyakit yang terjadi pada sel pacemaker jantung atau pada sistem konduksi. Junctional Takikardia. impuls akan diteruskan AV node melalui sistem konduksinya yaitu bundle his dengan cabangnya. WPW (wolff parkinson white) Syndrome. Jadi apapun gambaran yang anda temukan saat menginterpretasi 12 lead EKG bila diluar kriteria normal EKG atau sinus rhythm dinamakan aritmia atau dysritmia. Sinus Takikardia. Dan perlu anda ketahui juga bahwa tidak semua aritmia bisa menyebabkan ancaman bagi jiwa pasien. Atrial Takikardia. Accelerated Junctional. dimana impuls yang dikeluarkan oleh SA node akan menyebar ke seluruh sel-sel otot atrium melalui lintasan khusus (tractus nodal). kemudian diteruskan ke furkinje fiber untuk mendepolarisasi otot-otot ventrikel yang menyebakan otot ventrikel berkontraksi. Sebelum saya menjelaskan secara detail tentang aritmia. Junction Region ( AV node & sekitarnya) ----> Junctional Rhytm. AV blok first degree. atau adanya bypass konduksi. Wandering Atrial Pacemaker. Ventrikel Fibrilasi. Sinus Aritmia. Accelerated Idioventrikuler. Sinus blok. Multifokal Atrial Takikardia (MAT). saya ingin sedikit menyegarkan ingatan anda tentang pacemaker dan sistem konduksi jantung. LPHB (left posterior hemiblock). Ventrikel Region -----> Idioventrikuler Rhytm. RBBB ( right . Junctional Ekstra sistole. Junctional escape beat. Total/komplit AV blok. Supraventrikular Takikardia. Torsade de pointes. LAHB(left anterior hemi block). Pembagian Region Aritmia/dysritmia SA Node ------> Sinus Bradikardia. Aritmia atau dysritmia bisa juga di sebabkan karena proses fisiologi jantung sendiri atau pengaruh obat-obatan. setelah semua otot-otot atrium terdepolarisasi yang menyebabkan atrium berkontraksi. Jadi apabila aritmia diabaikan maka akan berubah menjadi aritmia yang bisa menyebabkan ancaman bagi jiwa pasien. Atrial Flatter (AFl). Slow Junctional. Apabila impuls utama berasal dari luar SA node. Sebenarnya ini bukan masalah yang sulit jika anda sudah mengerti dari topik-topik yang telah saya tulis sebelumnya. Atrial Fibrilation (AF). Ventrikel ekstra sistole.Atrial escape beat. AV blok 2nd degree.

(note : ingat !! obati pasien bukan EKGnya) 3. Otot Atrium (PAC or AES) Ciri-cirinya : Anda perhatikan normal gel P yang berasal dari SA node. Kalau anda temukan gel P yang berbeda dan muncul persis sama dengan waktu yang seharusnya. Komplek QRS normal. gel P yang berasal dari otot atrium tidak sama dengan gel P yang berasal dari SA node.bundle branch block).2. PAC (premature atrial contraction)or AES ( atrial ekstra sistole) yaitu gel P yang muncul sebelum waktunya dan bentuk gelombangpun beda dengan normal gel P yang berasal dari SA node. ini dinamakan Atrial escape beat. Contoh Aritmia EKG dengan kriterianya B. interval RR normal (Atrial Takikardia) . (Atrial Flutter) Ciri-cirinya : Irama teratur Ciri utama yaitu gelombang P yang mirip gigi gergaji (saw tooth).

Frekwensi > 100x/menit. Contoh Aritmia EKG dengan Kriterianya C. Junctional Region (Junctional Rhytm) Ciri-cirinya : . (Multifocal Atrial Takikardia) Ciri-cirinya : Irama irreguler Kadang mirip dengan atrial fibrilasi. tapi pada MAT gel P masih terlihat dan tiap beat bentuk gelombang P nya berbeda (minimal 3 macam). (Wandering Atrial Pacemaker) Ciri-cirinya : Sama dengan multifokal atrial takikardia. hanya pada wandering pacemaker HR nya normal.Ciri-cirinya : Irama teratur Komplek QRS normal PR interval <0. 3.12detik dan Frekwensi jantungnya > 150x/menit Apabila gambaran EKG dari normal tiba tiba berubah menjadi Atrial takikardia maka gambaran ini dinamakan paroksimal atrial takikardia (PAT). PR intervalpun bervariasi. normal komplek QRS.3.

bisa terbalik (tidak bakal positip) Kompleks QRS normal Kalau frekwensinya lebih dari 40x/menit dinamakan slow junctional rhytm. bedanya frekfensi atau HR pada junctional takikardia lebih dari 100 x/menit. (Junctional Ekstra Sistole or PJC) Ciri-cirinya : . bedanya frekwensi atau HR pada accelerated junctional antara 60-100 x/menit. (Accelerated Junctional) Ciri-cirinya : Sama dengan junctional rhytm. (Junctional Takikardia) Ciri-cirinya: Sama dengan junctinal rhytm.Irama teratur Frekwensinya 40-60 x/menit Gelombang P bisa tidak ada.

misalkan ada gel P tapi bentuknya akan terbalik.Irama tidak teratur Ada premature beat sebelum waktunya. (Supra Ventrikuler Takikardia/SVT) Ciri-cirinya : Irama teratur Frekwensinya lebih dari 150x/menit Gel P tertutup oleh gel T Komplek QRS normal dan tingginya harus sama ( ingat duri ikan) . (Junctional Escape Beat) Ciri-cirinya : Irama irregular Komplek QRS normal Pada EKG normal yang seharusnya muncul normal beat pada beat berikutnya. tapi impuls normal diambil alih oleh juction region sehingga tampak pada EKG tidak adanya gel P. dengan adanya gel P yang terbalik atau tidak adanya gel P.

RR interval regular PR interval > 0. mulai dari normal PR interval dan memajang pada beat berikutnya. kemudian kembali lagi ke normal PR interval dan seterusnya.24detik. Frekwensinya lebih dari 150 x/menit AV Blok first Degree Ciri-cirinya : Irama teratur Gel P normal. PP interval regular Komplek QRS normal. RR interval irregular PR interval mengalami perpanjangan. .(Paroksimal Supraventrikuler Takikardia/PSVT) Ciri-cirinya : Dari gambaran EKG normal tiba-tiba berubah menjadi gambaran EKG SVT. PP interval regular Komplek QRS bisa normal juga bisa tidak normal.20 detik atau > 5 kotak kecil Panjang PR interval harus sama di setiap beat !! Misalkan panjang PR intervalnya 0. sampai ada gel P yang tidak diikuti komplek QRS.24detik. maka di tiap beat PR intervalnya harus sama yaitu 0. (AV Blok 2nd Degree Type I atau Wenckebach) Ciri-cirinya : Irama irregular Gel P normal.

(AV Blok 2nd Degree Type II) Ciri-cirinya : Irama irregular Gel P normal. Gel P normal.22 detik. PP interval regular Komplek QRS bisa normal atau bisa juga tidak normal. terus memanjang lagi menjadi 0. RR interval regular. kadang bentuknya beda karena tertanam di komplek QRS. (AV Blok Total/Komplit) Ciri-cirinya : Irama regular Tidak ada hubungan antara atrium dengan ventrikel. Komplek QRS biasanya lebar dan bentuknya berbeda dengan komplek QRS lainya karena gel P juga ikut tertanam di komplek QRS. lalu ada gel P yang tidak diikuti oleh QRS. kemudian memanjang dibeat berikutnya 0. gelombang P tidak diikuti oleh komplek QRS.Misalkan awalnya PR interval 0.28 detik. Makanya kadang gelombang P muncul bareng dengan komplek QRS. setelah itu kembali lagi ke normal PR interval yaitu 0.16 detik. RR interval irregular PR interval harus sama di tiap beat!! Panjangnya bisa normal dan lebih dari normal. dan seterusnya. .16 detik. Ada 2 atau lebih.

Ventrikel Region (Idioventrikular Rhytm) .4. Contoh Aritmia EKG dengan Kriterianya D. melainkan melalui jalur pendek atau bypass sehingga ditemukan PR interval yang pendek.ciri-cirinya : Adanya delta wave PR interval kurang dari normal Otot ventrikel didepolarisasi bukan melalui sistem konduksi yang normal. 3.

Ciri-cirinya : Irama regular Frekwensi 20 .40 x/menit Tidak ada gelombang P Komplek QRS lebar or lebih dari normal (Accelerated Idioventrikular) Ciri-cirinya : Irama regular Frekwensi antara 40 . RR interval regular (Ventrikel Takikardia/ VT) Ciri-cirinya : Irama regular Frekwensi 100-250x/menit Tidak ada gelombang P Komplek QRS lebar atau lebih dari normal .100 x/menit Tidak ada gel P Komplek QRS lebar atau lebih dari normal.

(Torsade de pointes) Ciri-cirinya : Irama irregular Frekwensi lebih dari 200x/menit Komplek QRS lebar Keadaan ini sangat cepat dan berubah ke VF atau asystole Ventrikel Ekstra sistole Ada beberapa macam ventrikel ekstra sistole. yaitu : .(VT Polymorphic) Ciri-cirinya : Irama regular irregular Lainya sama dengan VT. (ventrikel Fibrilasi/VF) Ciri-cirinya : Irama chaotic atau kacau balau No denyut jantung.

dan seterusnya. VES/PVC Bigiminy ---> yaitu alternate VES dimana bergantian dengan normal beat. VES/PVC Multifocal ---> yaitu adanya lebih dari satu bentuk VES Consekuti atau Cauplet VES/PVC ---> yaitu VES yang muncul secara beruntun VES/PVC R on T ----> yaitu VES yang muncul persis di gelombang T (baca kursus EKG bagian IV. tergantung di lead mana kita melihatnya. kalau muncul setelah 3 normal beat dinamakan Quartgemini.) ...Unifokal VES/PVC ---> muncul pada pada gambaran EKG dimana saja. VES/PVC Trigeminy ---> yaitu VES yang muncul setelah 2 (dua) normal beat. cirinya adanya beat dari ventrikel yang jelas sekali kita lihat. Beat ini bisa ke arah positip defleksi atau negatif defleksi.

RBBB (right bundle branch block) Ciri-cirinya : Adanya M shape di lead V1 (RSR) .

adanya pattern rS di lead II dan III. Aksis jantung bisa normal atau RAD Karena terjadi blok di bundle his kanan. aVL) Komplek QRS yang lebar. LBBB (left bundle branch block) Ciri-cirinya : Adanya kuping kelinci di lateral lead dengan tidak adanya gel Q Komplek QRS lebar Tidak ada gelombang R kecil di V1 Aksis jantung ke kiri (LAD) Awas jangan sampai salah interpretasi dengan old MI anterior atau septal !! LAHB & LPHB Dua-duanya adalah cabang dari bundle his kiri Bila ditemukan EKG dengan LAD. adanya pattern rS di lead I &aVL. I. Bila ditemukan EKG dengan LAD. maka dari bundle his kiri impuls mengarah ke kanan (gel R di V1)dengan singkat kemudian ke kiri (gel S di V1) dan balik lagi ke kanan (gel R lagi di V1) dan (gel S yang lebar di lateral lead).Gelombang S di lateral lead (V6. serta QRS komplek yang lebar menandakan adanya LAHB. serta QRS komplek yang .

Myocardiac Ischemia & Myocardiac Infarction Topik ini bagi saya pribadi adalah sangatlah menegangkan karena inilah topik yang ditunggu-tunggu saat kita mempelajari EKG.1. A. Seperti yang anda ketahui bahwa jantung merupakan organ tubuh yang sangat dan sangat vital sekali yang bertugas secara disiplin dan teratur memompakan darah keseluruh bagian tubuh dan jantung itu sendiri. Tapi anda harus menetapkan keadaan klinis pasien sebagai pegangan utam kita sebelum menegakkan diagnosa. Untuk menjaga continuitas kerja jantung secara maksimal atau adekuat. merokok. Myocardiac Ischemia atau Jantung Ischemia Myocardiac ischemia atau jantung iskemia adalah suatu keadaan dimana ketidakseimbangan antara kebutuhan jantung akan darah dengan pasokan atau suplai darah yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darau arteri koroner. kurang aktivitas dll. Dan apabila pasokan/aliran darah mengalami hambatan atau sumbatan. maka jantung akan mengalami gangguan yang dinamakan dengan jantung iskemia. dimana kriteria pada rekaman EKG untuk jantung iskemia atau acut miokardiac infarction bukanlah menjadi patokan utama dalam menegakkan diagnosa tersebut. maka jantung harus mendapatkan pasokan darah (nutrisi) yang adekuat pula. Penyempitan arteri koroner paling sering disebabkan oleh arterosklerosis dan arteri koroner spasme.Apabila pasokan atau aliran darah ke jantung mengalami penurunan atau tidak seimbangnya antara kebutuhan darah yang di butuhkan jantung dengan pasokan darah yang di alirkan ke jantung. Arterosklerosis adalah suatu proses yang sudah dimulai sejak kita lahir.lebar menandakan adanya LPHB. akan tetapi apabila kebutuhan jantung bertambah misalkan saat anda melakukan aktivitas ringan . Anda merasa jantung anda sehat-sehat saja biarpun lifestyle anda tidak anda perhatikan seperti mengkonsumsi lemak lebih. IV. bahwa jantung iskemia dan serangan jantung atau akut miokardiac infarction akan jelas terekam dalam EKG yang nanti saya jelaskan. Ya boleh dikatakan topik ini adalah jantung dari kursus EKG. Anda beranggapan demikian karena jantung kita dalam batas tertentu mampu melindungi dari iskemia. dan proses ini tidak hanya pada pembuluh darah jantung tapi diseluruh pembuluh darah proses ini sudah dimulai dan dipengaruhi oleh banyak faktor seperti gaya hidup. maka jantung akan mengalami gangguan yang dinamakan serangan jantung atau acut miokardiac infarction. Perlu saya garis bawahi dengan tinta emas. pola makan dll.

c. (lihat gb. maka anda akan mengalami keluhan seperti nyeri dada yang hebat. downsloping atau upsloping. Apabila unstable angina tidak ditangani dengan tepat.Keadaan ini dinamakan anda sedang mengalami stable angina. b. d) (A) .sampai berat dimana jantung tidak bisa melindungi dirinya lagi. Jika keluhan muncul tidak lagi pada saat anda melakukan aktivitas dinamakan unstable angina. lengan dan leher). maka bukan tidak mungkin lagi serangan jantung atau acut myocardiac infarction dan kematian mendadak akan terjadi. Dengan EKG. jantung iskemia bisa anda identifikasi berupa gambaran ST segmen depresi dengan kriteria sebagai berikut : ST segmen depresi > 1mm Terdapat lebih dari 1 ST segmen depresi ST segmen depresi bisa berupa datar atau horizontal. dada terasa terbakar atau tertekan dan nyeri bisa menjalar (bahu. 31 a.

B.(B) (C) (D) ( Gb :31 ) Saya ingatkan kembali bahwa keadaan klinis pasien lebih utama dengan gambaran EKG. Adapun penyebab gambaran dengan ST atau T nonspesifik itu adalah sebagai berikut : Gangguan keseimbangan elektrolit Myocarditis & Pericarditis Cardiomypaty Pulmonary emboli. tapi anda harus mengkajinya kenapa terjadi gambaran EKG tersebut. Tapi ST or T nonspesifik ini bukan berarti tidak penting. dll.Acut Myocardiac Infarction (AMI) atau Serangan Jantung . Kalau anda menemukan ST depresi atau T inverted tapi tidak ditemukan signs yang mengarah ke diagnosa jantung iskemik. maka anda namakan gambaran tersebut dengan ST atau T non spesifik.

kadang disertai dengan keringat dingin serta muntah dan kematian mendadak bila lambat atau kurang tepat penangananya. Banyak rekan-rekan kita yang mungkin masih bingung dan belum tahu dalam memahami myocardiac infarction. Akan lebih baik jika anda mengenal dan memahami letak MI serta kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi yang harus anda waspadai atau observasi setelah post MI.terbakar dan sakit di dada yang menyebar (ke bahu. dimana pasien mengeluh tidak nyaman di dada seperti rasa tertekan. lengan dan leher) yang disertai dengan keringat dingin dan kadang pasien muntah. Apa yang anda harus perhatikan pada EKG untuk pasien yang mengalami AMI ? Ada 3 kriteria yang harus anda temukan untuk mendiagnosa AMI ( acut myocardiac infarction) dengan ST segmen elevasi atau (STEMI) yaitu : 1. Gel Q patologis cirinya yaitu dalamnya lebih dari 1/3 gelombang R. Adanya ST segmen elevasi dengan atau tanpa adanya gel Q patologis. Clinicaly pasien adalah yang paling utama. sehingga dalam prakteknya mereka beranggapan kalau istilah myocardiac infarction adalah sosok serangan yang menyerang jantung dan bisa menyebabkan kematian. tidak semua AMI akan menyebabkan kematian mendadak. tapi pada pasien ini bisa menyebabkan kematian mendadak sebelum pertolongan datang. Benar sekali kalau AMI sangat berbahaya dan bisa mengancam jiwa pasien bila tidak ditangani dengan tepat. Misalkan pasien dengan latar belakang lifestyle yang kurang sehat atau adanya penyakit jantung yang menyertainya. Troponomin ) ( jika tidak anda temukan ST segmen elevasi dan gel Q patologis maka dinamakan Non -Q MI) Seperti yang saya katakan bahwa AMI berasal dari jantung iskemik yang tidak diobati . AMI atau serangan jantung adalah keadaan dimana tidak mendapatkan suplai darah lagi yang disebabkan adanya sumbatan total dipembuluh darah arteri koroner yang menyebabkan kerusakan jaringan otot jantung atau infarction. maka myocardiac infarction atau serangan jantung akan terjadi. Disamping itu. 3. Karena tergantung letak bagian otot mana yang terkena MI dan clinical jantung itu sendiri. maka jika terkena serangan jantung yang sebenarnya tidak menyebabkan kematian jika ditangani secara tepat. CK. 2.Seperti yang saya katakan diatas bahwa apabila jantung iskemia khususnya unstable angina tidak anda tangani dengan tepat. akan tetapi nyeri dada pada serangan jantung tidak bisa dihilangkan dengan analgesik biasa (harus dengan morphine). Adapun tanda-tanda serangan jantung atau acut myocardiac infarction adalah sama dengan jantung iskemia. Adanya peningkatan enzim jantung ( CKMB.

Proses ini di mulai dari beberapa bulan MI sampai dengan tahun dan seumur hidup. Fase ini terjadi kurang lebih dari 0 . . Gb : 32 Fase acut/ injury yaitu ditandai dengan ST segmen elevasi yang sudah disertai atau tidak dengan gel Q patologis. ( lihat gb 33 ).24 jam. yaitu gelombang Q yang menetap disertai gel T kembali ke normal .tangani dengan baik. Proses ini terjadi antara 1 hari sampai beberapa bulan. Fase old infarct. Fase early evolusion. yaitu ditandai masih dengan ST segmen elevation tapi gel T mulai inverted. Anda tidak akan pernah mendapatkan gambaran hyper acut T pada 12 lead EKG karena sangat singkat sekali prosesnya. Seperti yang anda lihat pada gb 32 yang terekam oleh holter monitor bahwa diawali dengan gelombang T yang tinggi dan runcing (fase hyper acut T) .

III. III. reciprocal dengan ditandai ST segmen depresi di lead II. reciprocal dengan di tandai ST segment depresi di lead II. aVF 4. aVF. V4R. reciprocal dengan ditandai ST depresi di lead inferior.Anterolateral (ektensif) ---> ST segmen elevasi di lead V1 s/d V6. Gb: 34 (AMI Septal) Anda lihat ST segmen elevasi di V1 dan V2 . 3. reciprocal dengan ditandai ST segmen depresi di lateral. V3R. lead I & aVL Inferior ---> ST segmen di lead II. aVF.Lateral ---> ST segmen elevasi di lead V5 & V6.Septal ---> ST segmen elevasi di lead V1 dan V2. 2. lead I dan aVL.Anterior ---> ST segmen elevasi di lead V1 sampai V4. Posterior ---> ST segmen di lead V8 & V9 Ventrikel kanan ---> ST segmen elevasi di lead V1.Gb : 33 Adapun beberapa letak acut myocardiac infarction (AMI) yang harus anda kenali yaitu : 1. V2R. III.

V2.Gb : 35 Anda lihat ST segmen elevasi di V1.V3. V4 Gb : 36 ( AMI Anterior) .

Gb : 37 ( AMI Anterolateral) Gb : 38 .

V6. maka dinamakan AMI High Lateral. Gb : 39 (AMI Lateral) Gb : 40 . aVL. V6.Anda lihat ST segmen elevai di lead I. Jika anda hanya menemukan ST segmen elevasi di lead I dan aVL saja.

I. aVL Gb : 41 ( AMI Inferior) .Anda lihat ST segmen elevasi di lead II. III. aVF dan ST depresi V6.

anda harus rekam juga lead V8 & V9 kalau ingin menemukan ST segmen elevasi. Gb : 43 .Gb : 42 (AMI Posterior) Anda lihat gel R yang tinggi di lead V1.

Semakin besar otot jantung akan membutuhkan waktu yang lebih untuk didepolarisasi. yaitu : atrium/serambi kanan. yaitu gel P yang ramping dan tinggi Gel P > 2. atrim/serambi kiri. Hypertrophy Otot Jantung Hypertrophy otot jantung bisa diagnosis dengan EKG. V4R dan reciprocal di lead inferior anda akan temun ST segmen depresi. IV. depolarisasi otot jantung akan terekam oleh EKG dengan digambarkan oleh voltase yang berupa grafik EKG. V3R. Semua tergantung dimana letak otot jantungnya yang akan didepolarisasi dan elektroda positip mana (lead) yang merekamnya. akan muncul voltase yang beda dengan normal. ventrikel /bilik kiri.1. V2R.5 mm paling jelas anda lihat pada lead II dan >2 mm di lead V1 (lihat gambar 45). . 2. Untuk atrium digunakan nama enlargment atau dilatasi. Ingat sistem hexaxial reference ! Jantung di bagi menjadi 4 ruang.Gb : 44 ( AMI Ventrikel kanan) Kalau anda rekam ekg.2. ventrikel /bilik kanan. Sehingga pada kasus hypertrophy. anda akan mendapatkan ST segmen elevasi di lead V1. Untuk itu saya akan memberikan contoh EKG yang menggambarkan pembesaranke empat ruangan tersebut beserta kriterianya. Dilatasi Otot Atrium Kanan (RAE) Ciri-cirinya : Adanya gel P pulmonal.

. yaitu gel P yang lebar atau berlekuk. Paling jelas anda lihat di lead II atau kearah lead mana sudut aksis jantungnya. (lihat gambar 46).Gb : 45 2. Dilatasi Otot Atrium kiri Ciri-cirinya : Adanya P mitral.2. Adanya gel P dengan defleksi negatif pada lead V1.

(lihat gambar 47) .> 7mm. Hypertrophy Otot Ventrikel Kanan (RVH) Ciri-cirinya : Perbandingan gel R/S di lead V1 lebih dari 1 Tinggi gel R di lead V1 > 5mm Aksis jantung ke kanan atau RAD Gel S di lead V1 dalamnya <2mm. Adanya pattern komplek QRS seperti qR Adanya P pulmonal Gel R di lead V1 + gel S di lead V6 = > 10 mm.3.Gb : 46 2.

Hypertropphy Otot Ventrikel Kiri (LVH) Ciri-cirinya : Gel R di lead V6 atau V5 lebih dari 27 mm yang disertai dengan ST segment strain pattern yaitu mirip dengan ST depresi. Gel S di lead V1 atau V2 lebih dari 27 mm Gel R di lead V1 atau V2 ditambah Gel S di lead % atau V6 lebih dari 35 mm Gel R di lead aVL > 11 mm Gel R di lead aVF > 20 mm (lihat gambar 48).4. .Gb : 47 2.

dan magnesium.3.1. Anda masih ingat dengan nama elektrolit yang mempunyai andi besar yaitu kalium. hypercalcemia dan hypocalcemia.Gb : 48 IV. natrium. hypokalemia. kalsium. bahwa peranan elektrolit pada aktivitas bioelektrikal khususnya pada jantung sangatlah besar sekali. Hyperkalemia (lihat pada gb.49) ciri-cirinya : . Dimana komponen elektrolit mempunyai peranan besar dalam proses elektrofisiologi pada jantung. Yang harus anda identifikasi dari EKG untuk mengetahui gangguan keseimbangan elektrolit adalah hyperkalemia. Pengaruh Gangguan Keseimbangan Elektrolit Pada ekg Apa yang telah saya jelaskan pada topik elektrofisiologi jantung. 1. Pengaruh Obat-obatan dan Elektrolit Terhadap EKG 3.

sampai pada titik rendah nilai kaliumnya. Hypokalemia (lihat gb. Kalau tidak di obati. gambaran EKG akan terdapat PR interval memanjang.50) Ciri-cirinya : Adanya gel U yang tingginya bisa sama dengan gel T. kemudian gel P menjadi datar dan komplek QRS menjadi lebar. bahkan lebih tinggi dari gel T. . kemudian berubah menjadi Ventrikel fibrilasi.Gel T tinggi lebih dari 10 mm diprecordial lead atau lebih dari 5 mm di ekstremitas lead. Tiap pasien berbeda. Gel U muncul diawali dengan gel T yang datar atau inverted. Biasanya gel U paling mudah kita identifikasi di precordial lead. artinya tidak smua pasien dengan kalium rendah akan menyebabkan munculnya gel U. sehingga akan muncul gel U. Gb : 49 2.

Gb : 50 3. Pengaruh Obat-obatan Pada EKG 1. Hypercalcemia Ciri-cirinya : QT interval memendek. Hypocalcemia Ciri-cirinya : QT interval memanjang.yaitu tidak adanya ST segment 4.2.46 detik). Digitalis Efek . 3. yaitu lebih dari normal ( > 0.

51) Ciri-cirinya : Biasanya akan mempengaruhi gel T dan QT interval Gel T lebar. Gb : 51 3. Anda harus tenang dan kosentrasi sebelum menganalisa 12 lead EKG. Siapapun orangnya baik cardiologist maupun orang yang expert dalam membaca EKG apabila tidak .Ciri-cirinya : Adanya ST segmen sag Gel T datar atau bisa juga bipasic QT interval pendek PR interval memanjang atau gambaran EKG AV blok first degree. Adanya gel U 2. datar. bahkan inverted. Cara membaca 12 Lead EKG 1. Quinidine Efek (lihat gb. Procainamede Efek Ditandai dengan komplek QRS yang lebar V.

Anda juga bisa menggunakan PP interval jika gel P tampak jelas dengan cara yang sama. Normal impuls berasal dari SA node yaitu dengan memastikan di lead II harus mempunyai gel P dengan defleksi positip. Caranya bagaimana? Baca lagi elektrofisiologi jantung. . Kalau anda sudah membaca dan mengerti dengan topik-topik sebelumnya. segmen dan komplek. Ingat segitiga Einthoven !! Lead II = Lead I + Lead III juga anda bisa menggunakan sandapan unipolar ektremitas yaitu aVR + aVL + aVF = O. anda jangan terburu-buru mengidentifikasi normal atau abnormal EKG tersebut. 7. S. Gelombang (P. Kalau jaraknya sama. Caranya baca kursus ekg bagian III. T). dan 1 komplek yang wajib hitung. Pastikan dulu kalau 12 lead EKG yang anda rekam dengan kecepatan 25mm/detik dan standarisasi 1mV yang artinya 10 kotak kecil (1cm) mewakili 1mV. 6.tenang dalam menganalisa 12 lead EKG. Kalau anda sudah yakin bahwa perekaman dan penempatan elektroda sudah tepat. Q. R. 3. anda tidak akan mengalami kesulitan menentukan nilai normal ini. interval (PR. Apabila ada gel P yang normal tapi tidak diikuti dengan komplek QRS. 4. QT). Anda apa orang lain yang melakukan perekaman EKG? Kalau bukan anda sendiri yang melakukan perekaman 12 lead EKG. anda harus mengeceknya apakah pemasangan elektrodenya sudah tepat? Caranya? Baca lagi topik perekaman EKG. interval. 2. segmen (ST). bukan tidak mungkin misinterpretation bisa terjadi. Tentukan iramanya ( regular atau irregular). Hitung nilai normal tiap gelombang. jadi sekali lagi ketenangan dan kosentrasi sangatlah penting. AV node atau furkinje fiber). 2 interval. 1 segmen. Begitu sebaliknya jika jarak antara RR interval tidak sama dinamakan iramanya tidak teratur (irregular). Baca kursus EKG bagian II. dan di lead aVR harus mempunyai gel P dengan defleksi negative. Ada 5 gelombang. maka dinamakan iramanya teratur ( regular). EKG ini dinamakan DEXTOCARDIA atau posisi jantung berada di sebelah kanan dan anda boleh lanjutkan interpretasinya. langkah berikutnya adalah tentukan dari mana dominan impuls berasal ? (dari SA node. 5. Anda hanya memerlukan waktu kurang dari 5 menit dalam menganalisa 12 lead EKG. Setelah 12 lead EKG sudah di depan mata anda. komplek ( QRS). anda tahu kan apa namanya? baca lagi kursus EKG bagian III!! Tapi jika anda temukan 12 lead EKG dengan pemasangan yang tepat tapi gel P defleksi negative di lead II dan positip di lead aVR. Caranya hitung jarak RR interval antara RR interval yang satu dengan RR interval lainya. Dan setiap gelombang P harus diikuti oleh komplek QRS atau dengan kata lain perbandingannya 1 : 1. Tentukan frekwensi jantung atau HR.

Normal EKG akan memiliki konfigurasi komplek QRS di V1 dengan gelombang r kecil dan semakin meninggi tingginya dari V1 s/d V6. ( Lihat gambar 52 a & b) Gb : 52 A Gb : 52 B 9. Identifikasi konfigurasi komplek QRS di sandapan precordial. insya allah akan saya koreksi hasil analisa anda di post comment juga. RAD). insya allah akan saya koreksi hasil analisa ekg strip anda dan hasilnya akan saya kirimkan ke email anda. jika anda mengikuti topik-topik yang saya berikan. Anda akan bisa menentukan kesimpulan analisis atau interpretasi EKG anda. RAE. 10. RVH dan lain-lain. Apakah ( normal. Atau anda boleh kirimkan hasil analisa ekg strip anda ke email saya (abu_nazmah@yahoo.8. Baca kursus ekg bagian II. LAD. Latihan Membaca EKG Strip Silahkan mencoba kemampuan anda dalam menganalisa ekg (elektrokardiografi) strip..com). Kesimpulan analisis. 11. Dan normal EKG akan memiliki konfigurasi komplek QRS di lead V1 dengan gelombang S yang dalam dan semakin memendek dalamnya dari V1 s/V6. Anda tidak akan mengalami kesulitan jika anda sudah membaca kursus ekg dari bagian 1 sampai dengan 5. Tentukan apakah adanya pembesaran jantung atau kelainan lainya seperti LAE. Baca kursus ekg bagian III.. Ada 45 EKG strip yang harus anda analisa. Silahkan anda tulis langsung hasil analisa anda pada comment dibawah.. LVH. Tentukan berapa aksis jantungnya.selamat mencoba!! .

1 2 3 4 5 6 7 .

8 9 10 11 12 13 .

14 15 16 17 18 19 20 .

21 22 23 24 25 26 27 .

28 > 29 30 31 32 33 34 35 .

36 37 38 39 40 41 42 43 .

44 45 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->