P. 1
Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

|Views: 20|Likes:
Published by neneng43
ekonomi
ekonomi

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: neneng43 on Dec 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/25/2013

pdf

text

original

Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

Diposkan oleh aQuW_Qq di 00:11

Perbedaan utama yang paling mencolok antara Bank Syariah dan Bank Konvensional yakni pembagian keuntungan. Bank konvensional sepenuhnya menerapkan sistem bunga atau riba. Hal ini karena kontrak yang dilakukan bank sebagai mediator pemilik dana dengan peminjam dilakukan dengan penetapan bunga. Ada dua macam bunga yang diberikan oleh bank yaitu bunga simpanan yang diberikan oleh bank sebagai balas jasa bagi nasabah yang menyimpan uangnya di bank dan bunga pinjaman yang diberikan oleh bank kepada para peminjam. Karena nasabah telah mempercayakan dananya, maka bank harus menjamin pengembalian pokok beserta bunganya. Selanjutnya keuntungan bank adalah selisih bunga antara bunga simpanan dengan bunga pinjaman. Jadi para pemilik dana mendapatkan keuntungan dari bunga tanpa keterlibatan langsung dalam usaha. Demikian juga pihak bank tidak ikut merasakan untung rugi usaha tersebut. Hal yang sama tak berlaku di bank syariah. Dana masyarakat yang disimpan di bank disalurkan kepada para peminjam untuk mendapatkan keuntungan Hasil keuntungan akan dibagi antara pihak pemilik dana dan pihak bank sesuai perjanjian yang disepakati. Dari perbandingan itu terlihat bahwa dengan sistem riba pada bank konvensional pemilik dana akan menerima bunga sebesar ketentuan bank. Namun pembagian bunga tak terkait dengan pendapatan bank itu sendiri. Sehingga berapapun pendapatan bank, nasabah hanya mendapatkan keuntungan sebesar bunga yang dijanjikan saja. Perbedaan Bank syariah dan Bank Konvensional, menurut (Ahmad:2007) dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 2.1

No. 1 2 3 4

Perbedaan Bunga Resiko Produk Pendapatan

Bank Konvensional Berbasis bunga Anti risk Produk tunggal (kredit) Pendapatan yang diterima deposan tidak terkait dengan pendapatan yang diperoleh bank dari kredit Mengenal negative

Bank Syariah Berbasis revenue/profit loss sharing Risk sharing Multi produk (jual beli, bagi hasil, jasa) Pendapatan yang diterima deposan terkait langsung dengan pendapatan yang diperoleh bank dari pembiayaan Tidak mengenal negative spread Al-Qur’an, sunnah, fatwa ulama, Bank Indonesia dan pemerintah Tidak berdasarkan bunga(raba), spekulasi (maisir), dan ketidak jelasan(gharar) Dinyatakan secara exsplisit dan tegas yang tertuang dalam visi dan misi Harus memiliki dewan Pengawas syariah (DPS) Uang bukan komoditi, tetapi hanyalah alat pembayaran

5 6

spread Dasar hukum Bank Indonesia dan pemerintah

7

Falsafah

Berdasarkan atas bunga (riba)

8

Aspek social

Tidak diketahui secara tegas

9 10

Organisasi Uang

Tidak memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) Uang adalah komoditi selain sebagai alat pembayaran

Perbedaan Bank Syariah dengan Bank Konvensional Tabel 2.2 Perbedaan Sistem Bagi Hasil dengan Sistem Bunga

1

Perbedaan Dasar Perjanjian penentuan imbalan

Sisitem Bagi Hasil Perjanjian pengenaan imbalan berdasarkan keuntungan / Kerugian. Besarnya nisbah bagi hasil disasarkan atas jumlah keuntungan yang didiperoleh nasabah. Pembayaran imbalan dilakukan apabila nasabah memperoleh keuntungan. Sebaliknya bila rugi, jumlah kerugian/ resiko ditanggung kedua belah pihak. Besarnya imbalan berubah sesuai dengan besarkecilnya keuntungan yang didapat nasabah. Persyaratan jaminan tidak mutlak diperlukan Jenis usaha yang dibiayai harus sesuai dengan prinsip syariah Pembayaran imbalan bagi hasil sifatnya halal.

Sitem Bunga Perjanjian pengenaan bunga tidak berdasarkan keuntungan atau kerugian. Prosentase tertentu dari total dana yang dipinjamkan kepada nasabah. a.Pembayaran bunga tetap harus dibayar, meskipun usaha nasabah mengalami kerugian. Besarnya pembayaran bunga oleh nasabah jumlahnya tetap meskipun keuntungan nasabah lebih besar dari jumlah yang dipetkirakan Pembiayaan umumnya memerlukan penyerahan jaminan berupa barang atau harta nasabah Jenis usaha yang dibiayai tidak dibedakan, sepanjang memenuhi persyaratan (bankable) Pembayaran/pengenaan bunga oleh kreditur terhadap nasabah dianggap haram.

2

Dasar perhitungan bunga atau imbalan

3

Kewajiban pembayaran bunga atau imbalan

4

Persyaratan jaminan pembiayaan Objek pembiayaan

5

6

Pandangan prinsip syariah terhadap system bunga

Sumber : PI_que

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->