P. 1
Pemanfaatan Teknologi Kloning Hewan Untuk Konservasi Sumber Genetik

Pemanfaatan Teknologi Kloning Hewan Untuk Konservasi Sumber Genetik

|Views: 36|Likes:
Published by marioanrionti

More info:

Published by: marioanrionti on Dec 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/26/2014

pdf

text

original

Apa yang tidak Anda sukai pada diri orang lain, berupayalah untuk memperbaikinya dalam diri Anda

Anonim

OLEH KELOMPOK II .

babi dll .memungkinkan konservasi material genetik dalam jumlah besar dalam bentuk embrio beku / bank sel somatis Perkmbngan ilmu genetika modern dan biologi molekuler telah memungknkan manipulasi gen2 terslksi untuk menghsilkan individu hewan yang spesifik Aplikasi rekayasa tek. Kloning pd trnak lokal di indonesia prlu di lkukan sebab . Di masa yg akan dtng Keberhslan teknologi reproduksi yg mkin baik mrpakan suatu hrapan besar bagi preservase hewan langka Teknik kloning dengn TN pertma kali dilakukan pda ternak domba lalu di trapkan pada ternak lain spt . kmbing. Metode altrntif untk konservasi sumber genetik hewan langka dan ternak lokal unggul & sebagai data genetik dmpk apliksi kloning pd ternk lokal Indo.

 Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah produksi embrio kloning menggunakan donor sel somatik pada berbagai spesies ternak meliputi serangkaian persiapan produksi sel donor dan sel resipien. transfer nukleus dan kultur embrio hasil rekonstruksi. .

 Metode umum produksi embrio kloning dengan berbagai kemungkinan sumber sel donor dan metode transfer sel nukleus serta preparasi umum sel resipien untuk menghasilkan sel rekonstruksi disajikan pada gamber dibawah ini. maka ada dua sumber utama yaitu nukleus sel embrionik (morula dan blastosis) serta sel somatik dari fetus dan hewan dewasa.(Gambar 1). Berdasarkan pada sumber sel donor. .

.

 Tingkat keberhasilan penggunaan sel somatik sebagai donor embrio rekonstruksi sangat dipengaruhi oleh protokol transfer nukleus itu sendiri. sel kumulus. Dari berbagai spesies ternak. sel fetal fibroblast. sel granulosa. sel oviduct.  Protokol sel donor misalnya MGE. jaringan otot longisimus torachis dll. perkmbangan fetus dan plasenta sehingga akhirnya juga berpengaruh pada kematian embrio dini atau gagalnya kebuntingan ternak. dimana dapat mempengaruhi ketidak sempurnaan reprograming kultur donor sel yang mana dapat mengakibatkan pola yang kurang sesuai dari ekspresi gen pada fase fase pembentukan embrio. . MG.

Sel diinduksi untuk memasuki fase “quiescent” dengan serum starvation. 1 Jenis sel Sel kumulus dan sel granulosa (sub kultur 2) Estimasi viabilitas (%) 95.Tabel 1.(2000) selsel donor hasil kultur in vitro baru dapat digunakan sebagai donor setelah 2 – 7 kali passages.. Metodenya ditempuh dengan pengurangan kadar FCS dalam medium dari 10 % menjadi 0. sub kultur 2) Fetal fibroblast (sub kultur 3) 90.3 ± 5. Sebelum dilakukan starvasi sel donor somatis (MGE dan fibroblast) masing-masing dikultur selama 7 dan 10 hari.al.5 % sampai 1.0 ± 2.0 ± 4.2 85.0 % (v/v) dan sel dikultur selama 6 – 7 hari. Viabilitas sel somatik hasil kultur konfluen dari ternak kambing No. .10 2 3 Fibroblast ear (dewasa.6 Menurut Kishi et. Suspensi singglecells dipersiapkan dengan melakukan tripsinasi sebelum dilakukan transfer nukleus. dimana sell di larutkan kembali dalam TALP-HEPES yang disuplementasi dengan 1 % FCS.

Oosit ini sebelumnya dilakukan enukleasi atau pengambilan inti sebelum bisa digunakan sebagai oosit resipien. Sel resipien yang digunakan adalah oosit matang (M-II ) baik yang diperoleh dari pemanenan in vivo maupun hasil maturasi in vitro. dlm drop 50 ul/10COC yg dilpisi mineral oil  Setelah oosit mature siap dilakukan enukleasi .  Apabila oosit yang dgnakan adalah oosit maturasi in vitro maka sblumnya harus melalui beberapa tahap yaitu :  Maturasi di lakukan dalam medium kultur TCM 199 dng suplementasi hormon gonadotropin dan serum dlm inkubator 5% CO2 dng T : 390C  Kelembaban max.

 Setelah nukleus ditrnsfer kedalam sitoplasma oosit enuklease maka akan ada proses migrasi protein sehingga terjadi perubahan sintesa RNA. komposisi dan struktur itu sndri. Secara umum ada dua metode transfer nukleus yaitu: (1) nukleus ditransfer dalam ruang periviteli dan selanjutnya dilakukan fusi dan aktivasi sel rekonstruksi .  Jika nukleus mengalami reprograming secara bnar maka akan terjadi perkmbngan embrio seperti kejadian2 awal dan pda fase awal akan terjadi cleavage embryo dan perubahan2 kromatin seperti ukuran. (2). . Transfer nukleus langsung ke sitoplasma dan kemudian dilakukan aktivasi sel rekonstruksi.

sedangkan sapi domba 8-16 sel.  Keberhasilan suatu teknologi kloning tergantung dari reprograming TN pada oosit enuklease dan protokol aktivasi dari oosit resipient. . Embrio yang diproduksi secara in vitro akan cnderung memproduksi RNA pada fase lebih awal hal ini tergantung masing2 spesies cntoh : mencit pda fase 2 sel. manusia dan tikus pda 4 sel. babi.

.  Jika efisiensi transfer nukleus telah dapat ditingkatkan maka kloning akan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemajuan genetik yang jauh lebih besar dibandingkan dengan pemuliaan ternak konvensional. dengan adanya keberhasilan produksi ternak kloning pada berbagai spesies dan laboratorium di berbagai negara adalah sangat menarik dalam kaitannya dengan produksi ternak dengan genotip spesifik seperti yang diinginkan. dimna tdk lagi dikontrol oleh sejumlah besar gen tetapi kita dapat memodifikasi performens menggunakan sel tunggal / beberapa gen terbaik.

untuk merealisasi pengembangan genome resource banks. Implemantasi dari rekayasa reproduksi (Inseminasi Buatan.  juga memungkinkan untuk penyimpanan material genetik dari hewan-hewan tersebut dari yang ada sekarang ini.  Russo (2002) menyatakan bahwa rekayasa reproduksi dapat digunakan untuk memaksimumkan potensi genome resource banks dimana memungkinkan hewan secara individual bereproduksi dan memberikan jaminan bagi terjaganya seks rasio diantara populasi yang ada.  Penyimpanan informasi atau materi genetik saja tidaklah cukup. suatu potensi yang sangat besar bagi penyelamatan spesies-spesies hewan langka dan hampir punah. . Transfer embrio. IVF dan kloning) adalah sangat penting untuk mulai dilakukan.

. Salah satu keuntungan nyata dari teknologi ini adalah dapat digunakannya untuk mengimplementasikan genome resource banks yang sangat bermanfaat bagi upaya pelestarian diversitas genetik spesies hewan langka ataupun mempercepat peningkatan kualitas genetik ternak unggul. Perkembangan yang sangat pesat dari teknologi reproduksi dan hasil riset kloning hewan dan ternak saat ini mempunyai dampak nyata dan positif pada pengembangan riset-riset ilmu dasar. kedokteran dan farmasi serta bidang produksi ternak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->