http://artahadi.blogspot.com/2011/07/laporan-praktikum-elektronika-1modul-1.

html LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA 1 MODUL 1 MULTIMETER
1. Tujuan Percobaan  Mempelajari fungsi dan sifat multimeter  Mempelajari penggunaan multimeter dan keterbatasan kemampuan multimeter  Dapat membedakan multimeter elektronis dan non elektronis  Dapat membedakan multimeter digital dan analog  Dapat menggunakan multimeter sebagai pengukur tegangan (Voltmeter)  Mempelajari kode warna pada resistor

2. Peralatan dan Komponen Percobaan  Multimeter Digital masing masing 1 buah  Sumber tegangan searah 6 volt, 0.5 ampere  Sumber tegangan bolak balik (generator sinyal)  Resistor W 5 %, 1 MΩ, dan 2,2 KΩ ( masing masing 2 buah )  Resistor W 5 %, 270 KΩ, 33 KΩ 1,2 Ω 10 Ω ( masing masing 1 buah )  BreadBroad  Kabel Penghubung  Kit praktikum

3.

Teori Penunjang Multitester adalah alat untuk mengukur tegangan AC/DC, arus

DC dan tahanan. Untuk mengukur tegangan, saklar pilih multitester dikembalikan pada posisi ACV atau DCV dan alat ukur dipasang secara paralel dengan beban ( yang akan diukur). Bila yang diukur adalah arus DC maka saklar pemilih diatur pada posisi DC mA dan alat ukur di pasang seri dengan beban. Sedangkan untuk mengukur tahanan, saklar pemilih di atur pada posisi Ohm dan alat ukur dipasang secara paralel dengan beban ( perlu diingat beban dalam keadaan tidak berarus listrik). Hasil pengukuran dapat diketahui dengan membaca skala yang sesuai dengan penempatan posisi skala pemilih.

4. Pelaksanaan Percbobaan A. Mengukur tegangan dan arus pada power supply (Generator Sinyal) Pastikan power supply terhubung dengan sumber daya Nyalakan power supply kemudian tekan tombol protector Ukur tegangan menggunakan multimeter dengan cara menghubungkan kabel positif multimeter ke lobang positif power supply, begitu juga untuk yang negative Baca nilai yang tertera pada multimeter

B. Pengukuran resistant pada bread broad Siap 5 buah resistor dengann ketahanan yang berbeda dan sebuah bread broad Rangkai resistor sesuai gambar di bawah ini

5.

Hasil Percobaan

-

Seri

-

Paralel

6.

Analisa Hasil Percobaan

+DC .Smith.Microelectronics Circuit.Saunders College Publishing.USA 1988 [6]KNOX.McGraw Hill.alldatasheet.Fundamentals of Digital Electronics.Albert Paul.Adel S and Kenneth C.ee.Design with Operational Amplifiers andAnalog Integrated Circuit.MCGraw-Hill. Daftar Pustaka [1]SEDRA.kami melakukan 2 percobaan pengukuran yaitu tegangan power supply dan pengukuran tahanan.1996 [5]Franco.sedangkan pada pengukuran tahanan kami melakukan pengukuran pada rangkaian seri dan paralel yang masing-masing menggunakan 5 resistant dan hasil dari pengukuran ke 2 rangkaian tersebut tersebut memang jelas berbeda.Addison-Wesley Publishing Company.Sergio.ac.James W.Jakarta.1973 [3]HAYT.New York.com/ .Electronic principles 3rd edition.William J.id/ [8]http://www.itb. 7.Delmar Publishe Inc.Rosemary.Erlangga.al.USA 1997 [2]MALVINO.et.-DC beserta DC total.Pada praktikum yang kami lakukan.1991 [4]Nilsson.1986 [7]http://labdasar.Rangkaian Listrik Jilid 1 edisi ke-4 terjemahan pantur Silaban.al.et. Kesimpulan Pada percobaan diatas kami menyimpulkan bahwa : Tiap Resistor yang kami ukur mempunyai tahanan yang berbeda beda Tiap Multimeter mempunyai daya ukur yang berbeda beda dan tidak hanya mengukur satu jenis Besaran Elktro Resistor yang dirangkai secara seri memiliki Rtotal = Jumlah R nya Resistor yang dirangkai secara Paralel memiliki Nilai Resistan yang sama 8.untuk pengukuran tegangan power supply kami melakukan pengukuran pada AC.Electric Circuit 5th edition.

tegangan bolak-balik. Memahami kekurangan dan kelebihan dari multimeter digital dan analog c. TUJUAN a. Jek h. tegangan searah. Serta . DASAR TEORI 1. a. ALAT DAN BAHAN Multimeter Analog b. bilamana tidak diketahui maka bisa menggunkan skala yang lebih besar. Serta harus bisa mengira satuannya. Resistor C. resistansi. Dalam pengukuran sensitivitas yang dinyatakan dalam ohm-per-volt pada pengukuran tegangan searah dan bolak-balik dan ketelitian yang dinyatakan dalam %.blogspot. Dapat menggunakan multimeter sebagai pengukuran tegangan (Voltmeter). sebagai pengukur arus (Amperemeter) dan sebagai pengukur resistansi (Ohmmeter) B. Multimeter Digital c. Tahanan Kabel g. Sumber Tegangan AC e.com/2012/11/percobaan-multimeter.http://yukoiri. f. Mempelajari fungsi dan kegunaan multimeter b. Power Supply DC d. tegangan searah atau tegangan bolak-balik dan resistansi. Pada dasarnya alat ini merupakan gabungan dari alat ukur searah.html PERCOBAAN MULTIMETER BAB 1 MULTIMETER A. Spesifikasi yang harus diperhatikan terutama adalah batas ukur dan skala pada setiap besaran yang diukur arus. Untuk mengetahui fungsi dan sifat multimeter yang dipergunakan pelajarilah baik-baik spesifikasi dan penggunaan alat tersebut. Multimeter Multimeter elektronik kadang-kadang disebut juga AVO-meter.

hendak digunakan sebagai ammeter dengan beberapa macam batas ukur. Dalam mempergunakan ammeter arus searah perlu diperhatikan beberapa hal yaitu Ammeter tidak boleh dipasang sejajar (paralel) dengan sumber daya serta ammeter harus dipasang seri dengan rangkaian yang diukur arusnya dan melihat polaritasnya. Alat Ukur Arus Searah Ammeter arus searah (DC ammeter) dipergunakan untuk mengukur arus searah. Bila kita mempunyai milliamperemeter arus searah.hanya mampu mengukur daerah frekuensi yang mampu diukur pada pengukuran tegangan bolak-balik (misalnya antara 20 Hz sampai dengan 30 KHz).dapat dilakukan perhitungan berikut: Arus yang diukur adalah: Misalkan IM adalah batas ukur meter M = 1 mA dan dipilih . Tidah kalh penting adalah batere yang diperlukan untuk mensuplay alat ukur. Mampu memilih batas ukur dan tahu memilih terminal. Dari rangkaian. yaitu mempergunakan polaritas (tanda + dan -) pada pengukuran tegangan dan arus searah. milliamperemeter dan galvanometer. dapat dilakukan sebagai berikut: Gambar 1 Rangkaian Dasar Ammeter Searah Dimisalkan M milliamperemeter dengan batas ukur 1 mA dan resistansi dianggap RM pasang resistor RP paralel dengan meter M. Sebelum menggunakan alat tersebut. 2. Alat ukur ini dapat berupa amperemeter. perlu dipelajari cara membaca skala serta melakukan “zero adjustment” (membuat jarum pada kedudukan nol).

dengan memilih harga RP tertentu maka akan mendapatkan pengaturan besaran arus IX yang diukur. 4. Rangkaian dasar voltmeter dapat digambarkan seperti pada Gambar 2. Alat Ukur Tegangan Searah Suatu alat ukur tegangan searah umumnya terdiri dari: meter dasar (Amperemeter) dan rangkaian tambahan untuk memperoleh hubungan antara tegangan searah yang diukur dengan arus searah yang mengalir melalui meter dasar. 3. dan suatu kumparan yang akan dilalui arus yang bebas bergerak dalam medan magnet tetap tersebut. Gambar 2 Rangkaian Dasar Voltmeter Searah Dari gambar 2 dapat diperoleh suatu persamaan VX = IM RS + IM RM RS RM M = resistor seri = resistansi dalam meter = meter dasar (berupa mA meter) Ket: VX = tegangan yang diukur Bila IM adalah batas ukur meter M atau skala penuh maka RS harus dipilih sehingga VX merupakan batas ukur dari seluruh rangkaian sebagai voltmeter. Resistor RP disebut resistor paralel atau "shunt“ dari rangkaian ammeter. Meter dasar merupakan suatu alat yang bekerja (merupakan stator).maka arus yang diukur adalah Jadi. Alat Ukur Tegangan Bolak-Balik .

beberapa buah resistor dan potensiometer serta suatu sumber tegangan searah atau baterai. Ada dua macam jenis ohmmeter. meter dasar (misalnya mA-meter searah) dan resistor seri (lihat Gambar 3).11 IM (RS + RM) Sedangkan untuk gambar 3b Arus Searah dengan persamaan sebagai berikut: Atau Vx (harga efektif = 2. 5.22 IM (RS + RM) Jadi untuk skala multimeter ssebagai voltmeter bolak-balik umumnya dikalibrasi. Dengan demikian diharapkan meter akan menunjukan harga yang salah dipengukuran tegangan bolak-balik bukan sinus murni. . untuk bentuk gelombang sinusoida murni.Pada dasarnya voltmeter bolak-balik terdiri dari: rangkaian penyearah. Gambar 3 Rangkaian Dasar Voltmeter Bolak-Balik Untuk gambar 3a Arus Searah memperolah persamaan sebagi berikut: Atau Vx (harga efektif = 1. Alat Ukur Resistansi Umum suatu rangkaian ohmmeter terdiri dari meter dasar berupa miliammeter atau mikroammeter arus searah. yaitu ohmmeter seri dan ohmmeter paralel.

maka arus melalui M adalah Sehingga Dalam persamaan tersebut IM = arus yang mengalir melalui meter M dan RX = resistansi yang diukur. a) Mula-mula diambil RX = nol atau A-B dihubungkan sehingga diperoleh arus melalui meter M adalah: atau Pada keadaan tersebut R2 diatur agar meter M menunjukan harga maksimum. b) Bila diambil RX = tak terhingga atau A-B dalam keadaan terbuka. maka diperoleh I M = 0 c) Sekarang dimisalkan suatu resistor RX dipasang pada A-B. Gambar 5 Rangkaian Dasar Ohmmeter Paralel . Imaks = arus skala penuh (full-scale).Gambar 4 Rangkaian Dasar Ohmmeter seri V merupakan sumber tegangan searah atau baterai dan RM adalah resistansi dalam meter dasar M.

Mula-mula diambil RX = tak terhingga atau A-B dalam keadaan terbuka. sebagai ammeter searah (Gambar 6). sebagai voltmeter searah (Gambar 7). Untuk RX = nol atau A-B dihubungsingkatkan maka tidak ada arus melalui M atau IM = 0 Jadi. saklar S harus dibuka agar baterai V tidak lekas menjadi lemah. Pada keadaan ini pontensiometer R2 diatur agar arus melalui M mencapai harga maksimum (skala penuh). Bila ohmmeter dipergunakan. Gambar 6 Rangkaian Ammeter Searah Gambar 7 Rangkaian Voltmeter Searah . sebagai voltmeter bolak-balik (Gambar 8). sehingga diperoleh arus melalui M + IM. maka saklar S akan ditutup.V RM = Sumber Tegangan Searah/Baterai = Resistansi Dalam Meter M Dalam keadaan tidak dipergunakan. dan sebagai ohmmeter. Rangkaian Multimeter Gambar di bawah ini merupakan beberapa rangkaian multimeter yang digambarkan secara terpisah. pada ohmmeter skala nol ohm akan terletak di sebelah kiri 6. sehingga Kedudukan R2 jangan diubah lagi sehingga selalu terpenuhi persamaan diatas dengan demikian akan diperoleh bahwa skala dengan RX = tak terhingga terletak di sebelah kanan.

Mengukur Tahanan . Sebelum mulai mengukur suatu besaran listrik perhatikanlah lebih dahulu besaran apakah yang hendak diukur dan kira-kira berapakah besaranya. f. Perhatikan baik-baik beberapa catatan tentang penggunaan multimeter yaitu dalam kesalahan penggunaan multimeter dapat menyebabkan fuse pada multimeter putus. c. d. 10 point. Pada waktu mulai melakukan pengukuran arus dan tegangan dan besarnya tidak dapat dipastikan. g. sedangkan pada pengukuran resistansi bila penunjukan jarum terletak di daerah pertengahan skala. Tetapi bila rangkaian siap baru kemudian memilih kedudukan selector dan skala yang akan digunakan. selector sebaiknya pada kedudukan AC volt pada harga skala cukup besar (misalnya 250 volt). Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kesalahan pakai yang membahayakan multimeter.Gambar 8 Rangkaian Voltmeter Bolak-Balik D. e. LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN 1. Setelah itu selector dapat dipindahkan ke batas ukur yang lebih rendah untuk memperoleh hasil yang lebih baik. pembacaan meter akan teliti bila penunjukan jarum terletak di daerah dekat skala penuh. kemudian pilihlah kedudukan selector dan skala manakah yang akan dipergunakan. PETUNJUK UMUM MENGGUNAKAN MULTIMETER Sebelum memulai percobaan ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain sebagai berikut: a. maka mulailah dari batas ukur yang paling besar. Harus diperhatikan: pengukuran resistansi hanya boleh dilakukan pada komponen atau rangkaian tidak mengandung sumber tegangan. Jangan menyambungkan multimeter pada rangkaian. Dalam keadaan tidak dipakai. Perhatikan pula polaritas (tanda + dan -) bila diperlukan. b. Jika arus/tegangan melebihi batas maksimal pengukuran multimeter fuse akan putus. Pada pengukuran tegangan dan arus. Putusnya fuse dapat mengakibatkan pemotongan nilai praktek sebesar min. E.

5 k dan R1 = R2 = 1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan. Atur sakelar pada multitester pada posisi ohm x10 d. Hubungkan singkat sampai menunjuk angka nol pada skala ohm. Ulangilah pengukuran arus searah I dengan memodifikasi parameter rangkaian menjadi R1 = R2 = 1. f. b. Tentukan nilai tahanan karbon yang tersedia berdasarkan c. Sekarang ukurlah arus searah I tersebut dengan multimeter analog. . e. Sebelum mengubah nilai R (dan menyambungkan amperemeter ke rangkaian). Catatlah semua hasil pengukuran resistor pada tabel 1 Tabel 1 Hasil Pengukuran Multimeter Resistor No Resistor 1 2 3 4 5 R1 R2 R3 R4 R5 Warna 1 Merah Orange Cokelat Merah Orange Warna 2 Ungu Hitam Hitam Ungu Orange Warna 3 Merah Emas Merah Merah Merah Warna 4 Emas Emas Emas Emas Emas Nilai Hasil ukur 47 kohm ± 5% 3ohm ± 5% 1kohm ± 5% 2. Hubungkan multimeter pada masing‐masing kaki tahanan g.a. Lakukan kembali pengukuran arus searah I (dengan tiga harga R yang berbeda) menggunakan multimeter digital. Mengukur Arus Searah a. Buatlah rangkaian seri di bawah ini dengan Vs = 6Volt dan R1 = R2 = 120ohm. c. Dengan harga-harga Vs dan R tersebut. Kalibrasi alat ukur dengan cara menghubungkan singkat e. Sesuaikan batas ukur dengan nilai arus terhitung. hitunglah I (tidak menggunakan Amperemeter!) dan cantumkan hasil perhitungan tersebut pada Tabel 2. b. pastikan batas ukur amperemeter terpilih dengan tepat.3kohm ± 5% 2.7kohm ± 5% 3. (Perhatikan polaritas meter!).5 M d.

3.5 M f. Kemudian ukurlah tegangan Vab dengan multimeter analog. Lakukan kembali pengukuran tegangan searah Vab tersebut (dengan tiga harga R yang berbeda) menggunakan multimeter digital. pastikan batas ukur voltmeter terpilih dengan tepat.f.5 mA a. Perhatikan rangkaian berikut: b. Batas ukur manakah yang dipilih? Adakah pengaruh resistansi dalam meter terhadap hasil pengukuran? e.5 k R1 = R2 = 1. Catatlah semua hasil perhitungan dan pengukuran arus I pada (Tabel 2) Tabel 2 Hasil Perhitungan dan Pengukuran Arus Parameter Rangkaian yang Nilai digunakan Arus Terhitun Vs 6V dst. d. cantumkan hasil perhitungan tersebut pada Tabel 3. Sebelum mengubah nilai R (dan menyambungkan voltmeter ke rangkaian). (Perhatikanlah polaritas meter!) Sesuaikan batas ukur yang dipilih dengan hasil perhitungan Vab. Ulangilah pengukuran tegangan Vab dengan memodifikasi parameter rangkaian menjadi R1 = R2 = 1. . 2. Dengan harga-harga Vs dan R tersebut. h. g. Buatlah rangkaian tersebut dengan Vs = 6V dan R1 = R2 = 120 c. Catatlah semua hasil perhitungan dan pengukuran tegangan Vab tersebut (Tabel 3). Mengukur Tegangan Arus Searah R1 120 Ohm R2 120 Ohm g Batas Ukur Multimeter Analog Nilai Arus Terukur (Ampere) Multimeter Digital Nilai Arus Terukur (Ampere) dst. hitunglah tegangan Vab (tidak menggunakan Voltmeter!).

Gunakan kedua multimeter analog dan digital secara parallel untuk mengukur tegangan Vab. Catatlah semua hasil percobaan di atas pada Tabel 4 dan analisis tabel tersebut. catat Tabel 4 Ulangilah pengukuran tegangan Vab dengan memodifikasi parameter rangkaian menjadi R1 = R2 = 1.5 k R1 = R2 = 1.5 M g. Vab (Volt) dst. pastikan batas ukur voltmeter analog terpilih dengan tepat. Multimeter Analog Multimeter Digital Vs 6V dst. d. h. Aturlah frekuensi generator sinyal pada 50 Hz.Tabel 3 Hasil Perhitungan dan Pengukuran Tegangan Arus Searah Parameter yang digunakan R1 (ohm) 120 R2 (ohm) 120 Batas Ukur 10V Sensitivit Vab as 200 k ohm (Volt) dst. b. Ukur dan aturlah amplitude generator sinyal tersebut sebesar 6 Volt efektif dengan multimeter. Sebelum mengubah nilai R (dan menyambungkan voltmeter ke rangkaian). Hambatan yang dipiilh adalah R1 = R2 = 120 Ohm. Buatlah rangkaian berikut pada rangkaian ini digunakan G (PLN) sebagai sumber tegangan arus bolak-balik. c. 4. e. f. Mengukur Tegangan Arus Bolak-Balik a. Ukurlah tegangan Vab di multimeter analog dan digital. Tabel 4 Hasil Perhitungan dan Pengukuran Tegangan Bolak-balik . Pada bagian ini akan digunakan generator sinyal untuk menghasilkan tegangan bolak-balik dengan frekuensi yang dapat diubah-ubah.

7) Sebelum melakukan pengukuran. 8) Sekrup pengatur posisi jarum (preset) digunakan untuk mengatur posisi jarum pada angka nol. dst. (2) arus. Untuk keperluan ini. tombol diputar-putar untuk memperoleh posisi jarum pada angka nol. 4) Tahanan/resistan (resistance) listrik dinyatakan dalam satuan Ohm (W). Labsheet Fisika Terapan – Edisi 2007 http://elektronikaindustri. R2 (Ohm) 120 Vab (Volt) Multimeter Analog dst.No.com/rangkuman-dan-kesimpulan-materi-multimeter/ Rangkuman dan Kesimpulan Materi Multimeter 1) Multimeter adalah piranti ukur yang dapat digunakan untuk mengukur besaran listrik. 9) Tombol pengatur jarum pada posisi angka nol (zero adjustment) digunakan untuk meletakkan jarum pada posisi angka nol sebelum Multimeter digunakan untuk pengukuran nilai tahanan/resistans (resistance). (1) tegangan. 50 Sumber: Percobaan I Multimeter Lab. 3) Arus listrik dinyatakan dalam satuan Ampere (A). dan (3) tahanan (resistance). yaitu . posisi jarum harus berada tepat pada sisi kiri papan skala. 2) Tegangan listrik dinyatakan dalam satuan Volt (V). 5) Saklar jangkauan Multimeter harus berada pada posisi yang sesuai dengan besaran listrik yang akan diukur. . 11) Kabel penyidik (probes) berwarna hitam selalu dimasukkan ke lubang kabel penyidik yang bertanda (-) atau common. Frekuensi (Hz) R1. 10) Kabel penyidik (probes) berwarna merah selalu dimasukkan ke lubang kabel penyidik yang bertanda (+) atau out. ujung dari kedua kabel penyidik disatukan.Dasar Teknik Elektro STEI-ITB Laboratorium Fisika Fakultas Teknik UNP Padang. 6) Batas ukur (range) Multimeter harus berada pada posisi angka yang lebih besar dari nilai besaran listrik yang akan diukur. Multimeter Digital 1.

http://elektronikaindustri.12) Baterai pada Multimeter dihubungkan secara seri dengan lubang kabel penyidik (probes). . 14) Pada Multimeter Digital. Besarnya kuat arus yang digunakan dapat dihitung dari kW/Volt yang tertera pada sisi kiri bawah papan skala. Banyak juga yang menyebut multimeter dengan AVOmeter atau VOAM. hasil pengukuran ditunjukkan langsung oleh angka yang muncul pada layar display. Pengertian Multimeter Multimeter adalah sebuah alat ukur listrik yang mengukur tegangan (volmeter. hasil pengukuran dibaca pada papan skala. 16) Hasil pengukuran arus listrik (DCmA) dibaca pada bagian papan skala yang bertuliskan DCV. 19) Pada Multimeter yang didesain khusus. 18) Kriteria Multimeter ditentukan oleh seberapa besar arus yang digunakan untuk menggerakkan alat pengukur (meter). Hambatan (Ohm meter) serta arus (ampere-meter). secara perlahan seseorang akan memperoleh 7 (tujuh) kecakapan hidup (life skill). 15) Hasil pengukuran tegangan listrik (ACV-DCV) dibaca pada bagian papan skala yang bertuliskan ACV-DCV. 20) Melalui kegiatan diskusi yang rutin. baik untuk tegangan DC atau AC). A. 17) Hasil pengukuran tahanan/resistan (resistance) dibaca pada bagian papan skala yang bertuliskan W – kW. Sebelumnya Elektronika Industri sudah membahas alat ukur lainnya yaitu tentang osiloskop. terdapat perangkat untuk mengukur hfe transistor. Melalui ketiga fungsi tersebut. 13) Pada Multimeter Analog. multimeter sering dijadikan sebagai alat untuk mendeteksi kerusakan sebuah komponen elektronika maupun rangkaian elektronika. Kali ini Elektronika Industri akan share tentang pengertian dan fungsi dari multimeter tersebut.com/pengertian-dan-fungsi-multimeter-avometer/ Pengertian dan Fungsi Multimeter / Avometer Siapa yang tidak kenal Multimeter? Multimeter adalah alat wajib bagi seorang yang ingin belajar Elektronika lebih mendalam. dioda dan kapasitas kapasitor.

com/bagian-bagian-multimeter/ . http://elektronikaindustri. Multimeter analog penunjukannya menggunakan jarum dengan berbagai jenis skala sesuai mode ukur yang dipilih. Multimeter ini yang banyak dipakai karena harganya relatif terjangkau. Jika pada Multimeter Digital hasil pengukuran langsung dapat dibaca dalam bentuk angka yang tampil pada layar display. Multimeter dibedakan menjadi dua jenis yaitu multimeter analog dan multimeter digital. pada Multimeter analog hasil pengukuran dibaca lewat penunjukan jarum pada papan skala. Multimeter Analog yang menggunakan kumparan putar untuk menggerakkan jarum penunjuk papan skala.Bagian-Bagian Multimeter / Avometer Jenis Multimeter Berdasarkan display yang ditunjukkan.

Bagian-Bagian Multimeter Bagian-Bagian Multimeter 1. tegangan (ACV dan DCV). Lihat gambar di bawah ini. kuat arus (DCmA). dan skala-skala lainnya. . tahanan/resistan (resistance) dalam satuan Ohm (Ω). Papan Skala : digunakan untuk membaca hasil pengukuran. Pada papan skala terdapat skala-skala.

Demikian juga jika hendak mengukur DCV.Bagian-Bagian Multimeter 2. tegangan yang akan diukur 220 ACV. 3. Ditandai dengan tanda (+) atau out dan (-) atau common. dan batas ukur (range). saklar harus berada pada posisi batas ukur 250 ACV. 4. kedua ujung kabel penyidik (probes) dipertemukan. 5. saklar ditempatkan pada posisi Ω. Jika digunakan untuk mengukur nilai satuan tahanan (dalam Ω). Saklar Jangkauan Ukur : digunakan untuk menentukan posisi kerja Multimeter. Satu hal yang perlu diingat. Pada Multimeter yang lebih lengkap terdapat juga lubang untuk mengukur hfe transistor (penguatan arus . demikian juga jika digunakan untuk mengukur tegangan (ACVDCV). Misal. Tombol Pengatur Jarum Pada Posisi Nol (Zero Adjustment) : digunakan untuk menera jarum penunjuk pada angka nol sebelum Multimeter digunakan untuk mengukur nilai tahanan/resistan. dan kuat arus (mili Ampere – mikro Ampere). Dalam praktek. Lubang Kabel Penyidik : tempat untuk menghubungkan kabel penyidik dengan Multimeter. dalam mengukur tegangan listrik. Sekrup Pengatur Posisi Jarum (preset) : digunakan untuk menera jarum penunjuk pada angka nol (sebelah kiri papan skala). posisi saklar harus berada pada batas ukur yang lebih tinggi dari tegangan yang akan diukur. tombol diputar untuk memosisikan jarum pada angka nol.

Persiapan awal yang perlu Anda lakukan sebelum menggunakan Multimeter adalah : . Batas Ukur Multimeter 1. 10 – 50 – 250 – 500 – 1000 ACV/DCV. Namun ada baiknya pula untuk membaca penjelasan sebelumnya yaitu : Pengertian dan Fungsi Multimeter. Ada baiknya baca juga penjelasan tentang Pengertian dan Fungsi Multimeter / Avometer dan Bagian-Bagian Multimeter. kuat arus yang dapat diukur berkisar dari 0 – 500 mA. dan lubang untuk mengukur kapasitas kapasitor. semua hasil pengukuran dapat langsung dibaca pada papan skala (pada satuan kW).25 – 25 – 500 mA. Untuk batas ukur (range) 0. Batas Ukur (Range) Ohm : terdiri dari angka. Batas ukur (range) 10. Untuk batas ukur (range) x10. x10 dan kilo Ohm (kW). Untuk batas ukur (range) 25. 0. 2012 Rating 9.0 ?Outstanding Elinds akan melanjutkan pembahasan tentang Multimeter yaitu mengenai Batas Ukur Multimeter. Batas Ukur Multimeter dan Baterai Pada Mutimeter. Untuk batas ukur (range) x10k (10kW). demikian seterusnya. semua hasil pengukuran dibaca pada papan skala dan dikali dengan 10kW. http://elektronikaindustri.searah/DCmA oleh transistor berdasarkan fungsi dan jenisnya). kuat arus yang dapat diukur berkisar dari 0 – 25 mA.25 mA.com/batas-ukur-multimeter/ Batas Ukur Multimeter Posted by elektronika Google on July 21st. semua hasil pengukuran dibaca pada papan skala dan dikali dengan 10 (pada satuan W). Untuk batas ukur (range) x1.25. http://elektronikaindustri. semua hasil pengukuran dapat langsung dibaca pada papan skala (pada satuan W). Batas Ukur (Range) Kuat Arus : biasanya terdiri dari angka-angka. Untuk batas ukur (range) 500. kuat arus yang dapat diukur berkisar dari 0 – 0. 2. Batas Ukur (Range) Tegangan (ACV-DCV) : terdiri dari angka. Bagian-Bagian Multimeter.com/cara-penggunaan-multimeter/ Cara Penggunaan Multimeter Posted by elektronika Google on July 21st. x1.0 ?Outstanding Cara penggunaan multimeter yang baik dan benar akan dishare Elinds pada posting ini. Batas ukur (range) 50. Untuk batas ukur (range) kilo Ohm (kW). berarti tegangan maksimal yang dapat diukur adalah 10 Volt. 3. 2012 Rating 9. berarti tegangan maksimal yang dapat diukur adalah 50 Volt.

letakkan saklar pada posisi batas ukur (range) 250 ACV. 9. Jangan sekali-kali mengukur kuat arus listrik. Jika akan mengukur tegangan listrik bolak balik (ACV) letakkan saklar pada posisi batas ukur (range) yang lebih tinggi dari tegangan yang akan diukur. posisi saklar jangkauan ukur harus selalu berada pada posisi ACV dengan batas ukur (range) 250ACV atau lebih. Jika mengukur tegangan bolak balik 220V/220 ACV. 4. 7. Kabel penyidik (probes) Multimeter selalu berwarna merah dan hitam. Masukkanlah kabel yang berwarna merah ke lubang penyidik yang bertanda (+) atau out. 6. Posisi saklar jangkauan ukur harus pada posisi yang sesuai dengan besaran yang akan diukur.Cara Penggunaan Multimeter 1. Multimeter adalah alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur tegangan (Multimeter sebagai Volt-meter). Untuk mengukur tahanan/resistan (resistance) . 8. 2. Pada saat akan melakukan pengukuran dengan Perhatikan apakah jarum penunjuk sudah berada pada posisi angka nol. kuat arus (DCmA-DCmA). dan tahanan/resistan (resistance). Jika belum lakukanlah peneraan dengan cara memutar sekrup pengatur posisi jarum (preset) dengan obeng minus (-). Pada pengukuran DCV. kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada kutub negatip dari tegangan yang akan diukur. Hal yang sama juga berlaku untuk pengukuran tegangan listrik searah (DCV). dan kabel yang berwarna hitam ke lubang penyidik yang bertanda (-) atau common. 10. kabel penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan pada kutub positip. Sebelum dan sesudah Multimeter digunakan. tera jarum penunjuk agar berada pada posisi angka nol dengan cara memutar-mutar tombol pengatur jarum pada posisi angka nol (zero adjustment). pertemukan ujung kedua kabel penyidik (probes). 5. kecuali kita sudah dapat memperkirakan besarnya kuat arus yang mengalir. mengukur Resistans/Tahanan (Multimeter sebagai Ohm-meter). . Berhati-hatilah jika akan mengukur tegangan listrik setinggi 220 ACV. Baca dengan teliti buku petunjuk penggunaan (manual instruction) Multimeter yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya. letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (range) W atau kW (kilo Ohm). mengukur Arus (Multimeter sebagai Ampere-meter). 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful