P. 1
ASKEP GLAUKOMA

ASKEP GLAUKOMA

|Views: 5|Likes:
Published by Detou Whibley

More info:

Published by: Detou Whibley on Dec 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2014

pdf

text

original

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN GLAUKOMA

A. KONSEP DASAR PENYAKIT 1.DEFINISI Glaukoma adalah suatu keadaan pada mata dimana terjadi peningkatan tekanan intra okuler yang bila cukup lama da tekanannya cukup tinggi dapat menyebabkan kerusakan anatomis dan fungsional. 2.ETIOLOGI Penyebab glaucoma belum diketahui dengan pasti.Dapat disebabkan karena : -bertambahnya produksi cairan mata oleh badan siliar -berkurangnya pengeluaran cairan mata didaerah sudut bilik mata atau dicelah pupil(glaucoma hambatan pupil) Beberapa factor resiko yang mengarah pada glaucoma antara lain : -tekanan darah tinggi -usia>45 tahun -keluarga mempunya riwayat glaucoma. 3.PATOFISIOLOGI Cairan bilik mata yang dihasilkan oleh epitel badan siliar akan masuk kedalam bilik mata belakang dan berjalan melalui pupil ke bilik mata depan.Cairan bilik mata keluar dari bola mata melalui anyaman traberkulum dalam canal Sclhemm yang terletak disudut bilik mata.Dari canal Sclhemm yang melingkar disekeliling sudut bilik mata cairan mata keluar dari canal colektor dan masuk kedalam pembuluh darah vena episklera.Tekanan intra okuler akan naik bila :

-badan siliar memproduksi terlalu banyak cairan mata sedangkan pengeluarannya pad anyaman traberkulm normal. -hambatan pengaliran pada pupil waktu pengaliran cairan dari bilik mata belakang ke bilik mata depan. -pengeluaran di sudut bilik mata terganggu. Jadi bola mata yang dimasuki air terlalu banyak tidak akan meledak tetapi akan menggelembung didaerah yang paling lemah pada papil(mangkok) optic atau pada sclera tempat saraf optic keluar.Bila tekanan bola ata naik,serabut saraf akan tertekan dan rusak serta mati.Kematian sel akan mengakibatkan hilangnya penglihatan yang permanen. 4.KLASIFIKASI GLAUKOMA a.Glaukoma Primer -Glaukoma Sudut Terbuka -Glaukoma Sudut Sempit b.Glaukoma Sekunder -perubahan lensa -kelainan uvea -trauma -bedah -rubeosis -steroid dan lainnya c.Glaukoma Congenital -primer atau infantile -menyertai kelainan congenital lainnya d.Glaukoma Absolut 5.MANIFESTASI KLINIS a.adanya keluhan penglihatan kabur/tidak jelas b.rasa sakit kepala bisa sampai berat c.rasa mual dan muntah

6.PENATALAKSANAAN MEDIK a.Farmakoterapi -Antagonis Beta-Adrenergik merupakan bahan hipotensif yang paling banyak digunakan karena efektivitasnya pada berbagai macam glaucoma dan tidak menyababkan efek samping yang biasa disebabkan oleh obat lain.Obat ini berfungsi menurunkan TIO dengan mengurangi pembentukan humor aqueus. -Bahan Kolinergik digunakan dalam penanganan glaucoma jangka pendek dengan penyumbatan pupil akibat efek langsungnya pada reseptor para simpatis iris dan badan siliar.Sebagai akibatnya,spinter pupil akan berkontraksi,iris mengencang,volume jaringan iris pada sudut akan berkurang.Perubahan ini memungkinkan humor aqueus mencapai saluran keluar dan akibatnya terjadi penurunan TIO. -Agonis Adrenergik digunakan bersama dengan bahan penghambat bêta-adrenergik,berfungsi saling sinergi dan bukan berlawanan.Agonis adrenergic topical menurunkan TIO dengan meningkatkan aliran keluar humor aqueus. -Inhibitor Anhidraze Karbonat diberikan secara sistemik untuk menurunkan TIO dengan menurunkan pembuatan humor aqueus. -Diuretik Osmotik.Bahan hiperosmotik oral (manitol) dapat menurunkan TIO dengan meningkatkan osmolalitas plasma dan menarik air dari mata kedalam peredaran darah.Obat hiperosmotik sangat berguna penanganan jangka pendek glaucoma akut.Digunakan untuk menurunkan TIO preoperetif sehingga pembedahan dapat dilakukan dengan tekanan mata yang lebih normal.

b.Bedah Laser Pembedahan laser untuk memperbaiki aliran humor aqueus dan menurunkan TIO dapat diindikasikan sebagai penanganan primer untuk glaucoma,atau bisa juga dipergunakan bila terapi obat tidak bias ditoleransi,atau tidak dapat menurunkan TIO dengan adekuat. c.Bedah Konvensional Prosedur bedah konvensional dilakukan bila teknik laser tidak berhasil.yang termasuk tindakan bedah konvensional : -Iridektomi Perifer atau Sektoral dilakukan untuk mengangkat sebagian iris untuk memungkinkan aliran humor aqueus dari kamera posterior ke kamera anterior.Indikasi pada penanganan glaucoma dengan penyumbatan pupil bila pembedahan laser tidak berhasil. -Trabekulektomi dilakukan untuk menciptakan saluran pengaliran baru melalui sclera.Dilakukan dengan melakukan diseksi flap ketebalan setengah sclera dengan ensel dilimbus.Satu segmen jaringan trabekula diangkat,flap sclera ditutup kembali,dan konjungtiva dijahit rapat untuk mencegah kebocoran cairan aqueus.Trabekulektomi meningkatkan aliran keluar humor aqueus dengan memintas struktur penaliran yang alamiah. d.Pemeriksaan Diagnostik -Tonometri untuk mengukur tekanan bola mata -Perimetri untuk pemeriksaan lapang pandang -Gonioskopi untuk melihat sudut bilik mata -Oftalmoskopi untuk memeriksa saraf optic

B. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN 1. PENGKAJIAN Pengkajian merupakan tahap awal dan landasan dalam proses keperawatan. a. Anamnesis * Identitas meliputi jenis kelamin usia,alamat,agama,bahasa yang digunakan, status perkawinan, pendidikan, pekerjaan, asuransi, golongan darah, nomor register, tanggal masuk rumah sakit dan diagnosis medis. * Riwayat penyakit sekarang.Pengumpulan data dilakukan sejak keluhan muncul.Pada klien glaucoma ditandai dengan meningkatnya tekanan bola mata, melemahnya fungsi mata, cacat lapang pandang, degenerasi papil saraf optic yang dapat berakhir dengan kebutaan. * Riwayat penyakit dahulu.Pada pengkajian ini, kemungkinan ada beberapa penyakit sekunder yang dapat memperberat seperti : diabetes, hipertensi sistemik, episode syok, penyakit kardiovaskuler, serebrovaskuler, tiroid, pernafasan.

* Riwayat penyakit keluarga. Kaji tentang adakah keluarga dari generasi terdahulu yang mengalami keluhan yang sama dengan klien. b. Pemeriksaan Fisik • Pada pemeriksaan fisik biasanya akan didapatkan tanda-tanda seperti : ada gangguan penglihatan/kabur tampak lingkaran cahaya/pelangi disekitar sinar kehilangan penglihatan perifer fotopobia pupil menyempit dan merah mata keras dengan kornea berawan ada peningkatan air mata mual dan muntah nyeri tiba-tiba/menetap atau tekanan pada dan sekitar mata, sakit kepala

@ Data Subyektif mata terasa sakit/nyeri penglihatan kabur

-

halo + ( tampak lingkaran cahaya ), pusing, terasa terbakar pada mata, terasa mual.

@ Data obyektif peningkatan TIO lapang pandang sempit fotopobia muntah

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN a. Nyeri b/d peningkatan TIO b. Gangguan sensori : penglihatan b/d kehilangan lapang pandang progresif c. Ansietas b/d perubahan status kesehatan, kemungkinan kehilangan penglihatan d. Kurang pengetahuan b/d kurangnya informasi, salah interpretasi informasi e. Resiko cedera b/d kerusakan penglihatan

3. RENCANA PERAWATAN NO DX INTERVENSI 1 2 3 a - kurangi tkt pencahayaan, cahaya diredupkan, diberi tirai/kain. - dorong penggunaan kaca mata hitam pada cahaya kuat. - beri kompres dingin. - mengurangi oedema akan mengurangi nyeri. - beri obat untuk mengontrol nyeri. - pemakaian obat yang ssi resep akan mengurangi nyeri. RASIONAL 4 - tingkat pencahayaan yang lebih rendah akan menimbulkan rasa lebih nyaman. - cahaya yang kuat menyebabkan rasa tak nyaman.

b

- kaji derajat kehilangan penglihatan. - dorong m;ekspresikan perasaan ttg kehilangan. - tunjukkan pemberian tetes mata. - lakukan tindakan untuk m;bantu px m’nangani k’terbatasan penglihatan. - beri obat ssi dengan

- m’pengaruhi harapan masa depan pasien & pilihan intervensi. - membuat px merasa diperhatikan shg mampu menerima kaeadaannya. - mengontrol TIO, mencegah penglihatan lanjut. - m;nurunkan bahaya keamanan shbungan dgn p;rubahan lapang pandang. - memudahkan keluarnya aqueus

indikasi.

humor.

c

- kaji tingkat ansietas.

- factor ini m’pengaruhi persepsi px terhadap ancaman diri.

- beri informasi yang akurat dan jujur. - dorong px untuk m;ekspresikan masalahnya. - identifikasi orang yang menolong.

-m’nurunkan ansietas shbngan dgn ketidaktahuan. - m’berikan kesempatan u/ px menerima situasi nyata. - m’berikan keyakinan bahwa px tidak sendiri dlm m’hadapi masalah.

d

- tunjukkan teknik yg benar - m’berikan kesempatan u/ px u/ pemberian tetes mata. - kaji pentingnya m’pertahankan jadwal pengobatan. - identifikasi efek samping obat. - tekankan pentingnya periksa rutin. - hindari aktivitas mengangkat yg berat. - beri tahu px u/ - efek samping obat dpt m’beri ancaman kesehatan yg berat. - penting u/ mengawasi kemajuan penyakit. - dapat meningkatkan TIO, mencetuskan serangan akut. - upaya tindakan perlu u/ mencegah m’nunjukkan kompetensi. - mempertahankan konsistensi program obat.

m’laporkan dgn cepat nyeri kehilangan penglihatan lanjut. mata hebat.

e

- bantu px melakukan aktivitas. - bantu px menata lingkungan. - orientasikan px pada ruangan. - jangan beri tekanan pd mata yg terkena trauma. - beri informasi ttg pentingnya memakai pelindung(kaca mata).

- m;nurunkan resiko cedera krn kerusakan penglihatan. - menurunkan resiko cedera.

- m’ningkatkan keamanan mobilitas dlm lingkungan. - menghindari kerusakan mata yang lebih serius. - untuk melindungi mata terhadap cedera.

4. EVALUASI

Evaluasi yang dilakukan pada diagnose keperawatan pasien dengan Glaukoma adalah berdasarkan kriteria evaluasi dari diagnose keperawatan tersebut.Adapun evaluasinya adalah sebagai berikut : a. Nyeri berkurang. b. Tidak terjadi gangguan sensori:penglihatan. c. Ansietas berkurang. d. Pengetahuan meningkat. e. Tidak terjadi cedera.

DAFTAR PUSTAKA

Ilyas, S. (2004), Ilmu Penyakit Mata, Edisi 3, Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Carpenito, L. J. (2004), Buku Saku Diagnosis Keperawatan, Edisi 10, Jakarta : EGC. Doenges, M. E. (2000), Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien, Edisi 3, Jakarta : EGC. Smeltzer, S. C. (2001), Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth, Edisi 8, Jakarta : EGC. Harnawatiaj, (2008), Asuhan Keperawatan Glaukoma, online,available : http//www.google.com ( 5 April 2008 ).

SKEMA PATOFISIOLOGI GLAUKOMA DIKAITKAN DENGAN MUNCULNYA MASALAH KEPERAWATAN

Infeksi,herediter Obstruksi aliran humor aqueus TIO pada COP Mendesak ke COA oedema kornea kornea buram/ berkabut ggn status organ indra oedema papil discus optikus cekung TIK mata merah&bengkak Nyeri Akut

kerusakan S.optikus

Ggn S.Penglihatan

penglihatan

penglihatan

Kurangnya informasi

Resiko Cedera

Ansietas

Kurang Pengetahuan

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GLAUKOMA

KELOMPOK II :

1. 2.

3.
4.

Dewi 5. Sastrawati
6.

7. Rusmini
8. 9.

Ngakan Made Hartapa (0702115004) I Putu Artawan (0702115011) Kadek Edy Herawan (0702115013) Ni Wayan Suniya (0702115016) Desak Kadek (0702115021) Ni Rai Widiastuti (0702115023) Luh Made Oka (0702115029) Ni Made Sri Aryani (0702115034) Ni Made Sumarni I Made Rismawan (0702115039)

(0702115036) 10.

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN- B FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA 2008

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->