P. 1
BAGIAN 4 Karakteristik

BAGIAN 4 Karakteristik

|Views: 7|Likes:
Published by Dedi Mukhlas
Seorang idividu siswa adalah seorang yang utuh, bukan saja kognitif, sosio-emosional, tetapi juga moral secara keseluruhan. Sejalan dengan tujuan tersebut, pendidikan seorang atas hak-hak, privilege, dan kewajiban-kewajiban dengan bagaimana karakteristik kognitif, sosio-emosional, dan moral saling berinteraksi ketika siswa atau si belajar berkembang.
Seorang idividu siswa adalah seorang yang utuh, bukan saja kognitif, sosio-emosional, tetapi juga moral secara keseluruhan. Sejalan dengan tujuan tersebut, pendidikan seorang atas hak-hak, privilege, dan kewajiban-kewajiban dengan bagaimana karakteristik kognitif, sosio-emosional, dan moral saling berinteraksi ketika siswa atau si belajar berkembang.

More info:

Published by: Dedi Mukhlas on Dec 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/06/2014

pdf

text

original

BAGIAN 4 MENGANALISA PEMBELAJARAN KARAKTERISTIK SUBYEK DIDIK  Hakekat Subyek Didik Seorang idividu siswa adalah seorang yang

utuh, bukan saja kognitif, sosioemosional, tetapi juga moral secara keseluruhan. Sejalan dengan tujuan tersebut, pendidikan seorang atas hak-hak, privilege, dan kewajiban-kewajiban dengan bagaimana karakteristik kognitif, sosio-emosional, dan moral saling berinteraksi ketika siswa atau si belajar berkembang. Kata perkembangan berkonotasi dengan pertumbuhan, sehingga siswa atau si belajar harus dipahami perkembanganya ketika siswa atau si belajar sedang tumbuh, agar tidak menyimpang atau kurang lengkap, dan perkembangan siswa atau si belajar harus di pahami dalam hubungannya dengan cara-cara bagaimana pengalaman-pengalaman itu berpengaruh terhadap perkembangan selanjutnya. Karakteristik subyek didik akan ditinjau dari tiga segi: a) kognitif, b) sosio-emosional, dan c) moral.  Karakteristik Perkembangan Kognitif Pada saat siswa atau si belajar memasuki sekolah, mereka tekah mimilih tiga jenis katakteristik kognitif yaitu pengetahuan konseptual, ketrampilan penalaran, dan pemecahan masalah. Apabila siswa menemukan pengetahuan baru maka siswa akan menghubungkannya dengan pengetahuan yang sudah dimilikinya. Lagipula, belajar adalah suatu proses mediasi sosial dimana makna yang dikontruksi itu diperngarui oleh konteks sosial yang menyebabkan belajar tersebut terjadi (misalnya, interaksi dengan orang lain, norma-norma sosial yang mengatur pola-pola interaksi).  Perkembangan Pengetahuan Konseptual Konsep merupakan abstraksi yang memungkinkan subyek didik mengorganisasi pengetahuan dan memberikan makna terhadap pengalaman-pengalaman mereka. Memahami struktur pengetahuan yang dipakai subyek didik untuk mempelajarai situasi adalah sangat penting guna membuat keputusan tentang apakah mereka sudah siap untuk mereka belajar. Ada faktor-faktor yang mempengarui belajar yang mencangkup kematangan subyek didik, di luar sekolah, dan pengalaman pembelajaran (Anderson, 1989).

 Perkembangan Keterampilan Penalaran dan Pemecahan Masalah Keterampilan kognitif umum dapat dianggap sebagai alat-alat pengikat untuk mendapatkan kembali dan yang mempunyai domain pengetahuan spesifik. Ada hubungan antara dua bidang perkembangan kognitif (pengetahuan konseptual dan penalaran dan keterampilan pemecahan masalah) yang harus dicapai. Tingkat dan organisasi pengetahuan mempengarui pengunaan keterampilan berfikir, dan keterampilan berfikir mempengarui cata individu menerima dan mengorganisasi pengetahuan baru. Siswa atau si belajar tahu lebih sedikit daripada orang-orang yang sudah dewasa.  

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->