laporan

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR PEGAS

I. PENDAHULUAN
Di dalam kehidupan sehari-hari, banyak peralatan-peralatan yang memanfaatkan sifat dari pegas. Tak bisa dihindari penggunaan pegas tersebut sangat dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari kita. Bukti konkret penggunaan pegas di kehidupan kita adalah penggunaan pegas di dalam springbed ataupun kursi sofa. Ternyata dengan memanfaatkan sifat dari pegas, dapat diperoleh beberapa keuntungan. Dengan adanya pegas di dalam springbed ataupun kursi dapat menjadikan keduanya elastik sehingga lebih nyaman ketika digunakan. Sebuah pegas yang apabila diberi beban dan simpangan akan menimbulkan sebuah gerakan, yaitu gerakan harmonik. Gerak harmonik itu sendiri dipengaruhi oleh gaya dari sebuah pegas. Dan gaya pegas itu sendiri dipengaruhi oleh faktor nilai tetapan pegas itu sendiri.Oleh karena itu, akan dilakukan percobaan tetapan pegas untuk lebih memahaminya.

II. TUJUAN
Tujuan dari praktikum pegas ini adalah : 1. Menentukan nilai konstanta pegas 2. Belajar menerapkan dan menginterpretasikan grafik

III. DASAR TEORI
Pegas merupakan salah satu contoh benda elastis yang digunakan untuk menyimpan energi mekanis. Elastis atau elastsisitas adalah kemampuan sebuah benda untuk kembali ke bentuk awalnya ketika gaya luar yang diberikan pada benda tersebut dihilangkan. Jika sebuah gaya diberikan pada sebuah benda yang elastis, maka bentuk benda tersebut berubah. Untuk pegas dan karet, yang dimaksudkan dengan perubahan bentuk adalah pertambahan panjang. Perlu kita ketahui bahwa gaya yang diberikan juga memiliki batas-batas tertentu. Sebuah karet bisa putus jika gaya tarik yang diberikan sangat besar, melawati batas elastisitasnya. Demikian juga sebuah pegas tidak akan kembali ke bentuk semula jika diregangkan dengan gaya yang sangat besar. Jadi benda-benda elastis tersebut memiliki batas elastisitas. Setiap pegas memiliki panjang alami, jika pada pegas tersebut tidak diberikan gaya. Pada kedaan ini, benda yang dikaitkan pada ujung pegas berada dalam posisi setimbang. Apabila benda ditarik ke kanan sejauh +x (pegas diregangkan), pegas akan memberikan gaya pemulih pada benda tersebut yang arahnya ke kiri sehingga benda kembali ke posisi setimbangnya. Sebaliknya, jika benda ditarik ke kiri sejauh -x, pegas juga memberikan gaya pemulih untuk mengembalikan benda tersebut ke kanan sehingga benda kembali ke posisi setimbang.

Laporan Praktikum Pegas

1

pernyataan di atas dikenal sebagai hukum Hooke. Oleh karena itu. Hukum Hooke dapat dinyatakan dengan: “Pada daerah elastisitas benda.Besar gaya pemulih F ternyata berbanding lurus dengan simpangan x dari pegas yang direntangkan atau ditekan dari posisi setimbang (posisi setimbang ketika x = 0). Pernyataan tersebut dikemukakan pertama kali oleh Robert Hooke. maka persamaannya menjadi: F=k. dalam hal ini khususnya berbentuk pegas. kemudian tarikan dilepaskan.g k = konstanta pegas (N/m) Δx = pertambahan panjang (m) xo Persamaan di atas dapat dinyatakan dengan kata-kata sebagai berikut.Δx Keterangan : F = gaya yang diberikan (N) dapat merupakan F=w=m. kemudian ditarik sehingga diperoleh suatu simpangan tertentu. sehingga dalam notasi skalar hukum Hooke menjadi: F = -k. Secara matematis. seorang arsitek yang ditugaskan untuk membangun kembali gedung-gedung di London yang mengalami kebakaran pada tahun 1666. pertambahan panjang berbanding lurus dengan yang diberikan pada benda. Misalnya suatu pegas akan bertambah panjang dari ukuran semula. tanda negatif dihilangkan. Robert Hooke mengusulkan sutu hukum fisika yang menyangkut pertambahan panjang sebuah benda elastic yang dikenai oleh suatu gaya. pada tahun 1676. apabila dikenai gaya sampai batas tertentu. yang senantiasa menuju ke titik setimbang senantiasa berlawanan dengan arah gaya penyebabnya atau arah simpangannya. HUKUM HOOKE Suatu benda yang dikenai gaya akan mengalami perubahan bentuk (volume dan ukuran). hukum Hooke ini dapat dituliskan sebagai F = -k. maka pegas akan bergerak bolak-balik melalui suatu Laporan Praktikum Pegas 2 . besarnya pertambahan panjang sebanding dengan gaya yang bekerja pada benda” Tanda (-) negatif menunjukkan bahwa arah gaya pemulih. Namun dalam notasi skalar. Menurut Hooke. “Jika gaya tarik tidak melampaui batas elastisitas pegas. maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus (sebanding) dengan gaya tariknya.Δx Jika simpangan atau pertambahan panjang dilambangkan y. Berkaitan dengan sifat elastisitas suatu bahan.y Jika suatu pegas diberi beban.

paralel. maka nilai konstanta penggantinya ditentukan dengan menggunakan persamaan: Pegas tersusun seri Konstanta pegas total secara seri dirumuskan sebagai berikut 1 / kseri = 1 / K1 + 1 / K2 + … Pegas terusunan Paralel Konstanta pegas total secara paralel dirumuskan sebagai berikut kparalel = k1 + k2 + . Periode dan frekuensi pegas yang melakukan gerak getaran harmonik sederhana dinyatakan: T = 2π √(m/k) f = (½π)√(m/k) T = periode (s) f = frekkuensi (Hz) m = massa beban (kg) k = konstanta pegas (N/m) KONSTANTA PADA SUSUNAN PEGAS Konstanta pegas dapat kita artikan sebagai "besarnya gaya yang dapat menyebabkan pegas tersebut bertambah sepanjang 1 meter". Semakin besar konstanta pegas (semakin kaku sebuah pegas). Konstanta pegas berkaitan dengan elastisitas sebuah pegas. . Laporan Praktikum Pegas 3 . semakin besar gaya yang diperlukan untuk menekan atau meregangkan pegas. Sebaliknya semakin elastis sebuah pegas (semakin kecil konstanta pegas). maka dapat ditentukan besar konstanta dari pegas yang disusun seri. semakin kecil gaya yang diperlukan untuk meregangkan pegas. atau kombinasi. Dua buah pegas atau lebih yang dirangkaikan dapat diganti dengan sebuah pegas pengganti. Gerakan yang relatif teratur dan bolak-balik melalui titik setimbang disebut dengan nama gerak getaran harmonik. . Jika pegas tersebut disusun seri atau paralel.titik setimbang. Dengan memperhatikan aturan di atas.

IV. Statif 2. PEGAS I DAN II Keterangan : 1. pemegang. Beberapa anak timbangan B. beban 2. mistar 3. Statif 2. ALAT DAN BAHAN 1. Statif. Pegas 3. Dua buah pegas 2. beban Laporan Praktikum Pegas 4 . Pegas 3. SKEMA PERCOBAAN 1. PEGAS SERI Keterangan : 1.METODE EKSPERIMEN A.

Pegas digantungkan pada statif dengan cara disusun paralel c.pertambahan panjang pegas diukur dan dicatat. beban C. e.200 gram ) 3. PEGAS PARALEL Keterangan : 1.pertambahan panjang pegas diukur dan dicatat.200 gram ) Laporan Praktikum Pegas 5 . TATA LAKSANA 1. Pegas 3..40. Statif disiapkan di atas meja b. Beban ditambahkan pada ujung pegas. Percobaan dilakukan sebanyak 10 kali dengan menggunakan variasi beban (20. e.40. Statif 2.. PEGAS SERI a..200 gram ) 2. Panjang mula-mula diukur dan dicatat sebagai L0 d.. Beban ditambahkan pada ujung pegas. Pegas digantungkan pada statif c. Beban ditambahkan pada ujung pegas.. PEGAS PARALEL a. Statif disiapkan di atas meja b. Panjang mula-mula diukur dan dicatat sebagai L0 d. Pegas digantungkan pada statif dengan cara disusun seri c... PEGAS I DAN PEGAS II a. Panjang mula-mula diukur dan dicatat sebagai L0 d.40.pertambahan panjang pegas diukur dan dicatat..3. Percobaan dilakukan sebanyak 10 kali dengan menggunakan variasi beban (20.. e. Percobaan dilakukan sebanyak 10 kali dengan menggunakan variasi beban (20. Statif disiapkan di atas meja b.

∆k = m Berdasarkan rumus hukum Hooke 2 dengan g = 10 m/s Penyajian data dalam bentuk grafik y(∆x) m x (kg) Metode regresi  Gradien (m) m=  Sy2 = ∑( ∑ ) ∑ ∑ (∑ ) ∑ (∑ ) ∑ ∑ ∑ ∑ (∑ ) (∑ ) [∑ ]  ∆m = Sy √ ∑ (∑ ) Laporan Praktikum Pegas 6 . Keterangan : F m. METODE ANALISA DATA Metode analisa data yang digunakan dalam praktikum pegas kali ini adalah metode regresi.m m x F : Gaya yang bekerja (N) k : Konstanta pegas (N/m) ∆x : perubahan panjang pegas g : gravitasi (m/s2) m : massa pegas (kg) m : gradien untuk m = k= . ∆x = . ∆x = k .g ∆x y = k .D.

00096 0.2 1.16 0.015 0.1 39.5 39. 7. 1.00016 0.1 0.3 37.0256 0. 7.000001 0.06 0.0064 0.00004 0.021 0.011 0.V.6 40 ∑ x2 0. 5.000016 0.12 0.1 (∑ x)2 = 1. 2.00308 0.000484 0.1 (∑ x)2 = 1.3 39.0251 (∑ xy)2 = 0.00216 0. 4.004 0.00063 2. 9.0256 0.00416 0.0004 0.015 0.00016 0.035 0.12 0.000324 0.0144 0.000144 0.001225 0.3 38.026 0. 1.000441 0.16 0. 10.04 0.00412 xy 0.0196 0. 8.006 0.1 39.00132 0.00558 0.7 39. 6. 3.0144 0.21 No.7 38 38.001481 xy 0. 5. PEGAS II L0 = 0. 6.08 0.107 (∑ y)2 = 0.000225 0. 3.9 37.8 40 40.02958 Massa (Kg) x 0.04 0.2 1.0015 0.022 0.000036 0.000227 Laporan Praktikum Pegas 7 .000016 0. 2.018 0.4 40.01508 (∑ xy)2 = 0.00036 0. L (m) 36.0009 0.008 0. 9.000004 0.00002 0. 8.01 0. 4.012 0.0064 0.0042 0.018 0. DATA 1.02 0.0016 0.000225 0.000064 0.0196 0. HASIL EKSPERIMEN A.0036 0.154 y2 0.0016 0.1 0.21 No.14 0. PEGAS I L0 = 0.0024 0.00048 0.08 0.001 0.18 0.000121 0.6 36.009 0. ∑ L (m) 39.2 40.0324 0.000081 0.04 0.7 39.389 m =(L0-L) (m) y 0.000324 0.0324 0.02 0.000961 0.18 0.00182 0.002 0.154 y2 0.0004 0.000676 0.007 0.000064 0.011449 Massa (Kg) x 0.14 0.365 m =(L0-L) (m) y 0.01 0.00064 0. 10.004 0.7 41 x2 0.04 0.008 0.00324 0.0036 0.031 0.06 0.172 (∑ y)2 = 0.000169 0.013 0.

7.00016 0.0016 0.02 0.01 0.0012 0.000121 0.000361 0.013 0.0038 0.011 0.2 46.5 46.017 0.12 0.001 0.0144 0.0144 0.00592 0.03472 (∑ xy)2 = 0.00774 0.02 0.00006 0.06 0. 1.21 No.001205 4.0256 0. 2.000625 0.4 59 59.000324 0.000016 0.0024 0. 2.0256 0.000009 0.00064 0.21 No.7 x2 0.3 46.0004 0. 8.104 (∑ y)2 = 0.3.18 0.01458 (∑ xy)2 = 0.0018 0.0036 0.007926 xy 0. 1.7 58.0196 0.00306 0.12 0.05 0. 10.0001 0.06 0.14 0.6 45.00002 0.00182 0.2 1.0004 0.04 0.04 0.000169 0.1 (∑ x)2 = 1.0042 0. PEGAS DISUSUN SERI L0 = 0.2 55. ∑ L (m) 45.01 0.0001 0. 9.00132 0.000213 Laporan Praktikum Pegas 8 .04 0.000036 0.01 0.1 x2 0. PEGAS DISUSUN PARALEL L0 = 0.154 y2 0.8 46 46.0002 0.000001 0.236 (∑ y)2 = 0.0064 0. 3.037 0. 5.006 0.18 0.01 0.2 56.9 47.1 0.5 57.001382 xy 0. 9.3 45.005 0.00036 0.08 0.547 m =(L0-L) (m) y 0.025 0. 10.1 (∑ x)2 = 1.0016 0.000289 0.010816 Massa (Kg) x 0.452 m =(L0-L) (m) y 0. 6.019 0.01 0.0324 0.008 0.018 0. 6.2 57.0006 0.16 0.0036 0.001369 0.03 0.000225 0.003 0.043 0.000225 0.0064 0.015 0. 3. 5.2 1.7 46.1 0. 7.001 0.055696 Massa (Kg) x 0.015 0.004 0.003 0.0025 0. ∑ L (m) 55 55. 8.0324 0.04 0. 4.7 56.154 y2 0.001849 0.000064 0.08 0.16 0.0009 0. 4.0196 0.000025 0.14 0.

PEGAS I 2. GRAFIK 1.B. PEGAS II Laporan Praktikum Pegas 9 .

PEGAS SERI 4. PEGAS PARALEL Laporan Praktikum Pegas 10 .3.

000001 0.80 N/m Laporan Praktikum Pegas 11 .06 0.C.000016 0. 5.000324 0.0016 0.008 0.004 0.02 0.04 0.7 38 38.18 [∑ [ ∑ (∑ ) ∑ ∑ ∑ ∑ (∑ ) (∑ ) Sy = √ =√ ] ] = 0.00002 0.14 0.0256 0. 7.3 38. 4.16 0.72 (∑ x)2 = 0.6 36.000676 0.026 0.00096 0.00016 0.0004 0. 1. 6.011236 Massa (Kg) x 0.1 0.0015 0. PERHITUNGAN 1.00416 0.015 0.022 0.0036 0.000225 0.000064 0.518 No.12 0. PEGAS I =(L0-L) (m) y 0.106 (∑ y)2 = 0.018 0.9 37.01 0.00308 0. 2.000484 0.00048 0.0144 0.01252 (∑ xy)2 = 0.001934 xy 0. ∑ L (m) 36.56 m= = 0.00039 √ = 0.000144 0.00039 ∆m = Sy √ ∑ (∑ ) = 0. 3.1 x2 0.7 39.0816 y2 0. 8.001 0.0064 0.0196 0.3 37.00016 m = = ∑( ∑ ) ∑ ∑ (∑ ) = 0.012 0.00216 0.0026 k= ∆k = = = 55.08 0.

∑ L (m) 39.009 0.0009 0.00028 ∆m = Sy √ ∑ (∑ ) = 0.00016 0.000169 0.0024 0.0144 0.5 39.013 0.000064 0.00132 0.0046 Massa (Kg) x 0. PEGAS II =(L0-L) (m) Y 0.00764 (∑ xy)2 = 0.00028√ = 0. 5.2 40.01 0.004 0.0064 0.1 39. 8.3 39.008 0.000036 0.00182 0.0036 0.7 39.000081 0.34 N/m Laporan Praktikum Pegas 12 .02 0.04 0.08 0.015 0. 4.002 0.52 No.082 y2 0.0004 0.14 0.000716 xy 0.011 0.00004 0.12 0. 1. 6.4 x2 0.000121 0.00064 0. 2.000225 0. 3.2. 7.006 0.000058 m = = ∑( ∑ ) ∑ ∑ (∑ ) = 0.068 (∑ y)2 = 0.06 0.11 m= = 2.0019 k= ∆k = = = 111.16 0.09 [∑ [ ∑ (∑ ) ∑ ∑ ∑ ∑ (∑ ) (∑ ) Sy = √ =√ ] ] = 0.000004 0.72 (∑ x)2 =0.000016 0.00036 0.1 0.0256 0.0196 0.8 40 40.0016 0.

04 0.000225 0. 4.001369 0. 9.0001 0.03 0.02286 (∑ xy)2 = 0.0144 0.1036 y2 0.00774 0.12 0.2 55.001849 0.00592 0.000523 m = = ∑( ∑ ) ∑ ∑ (∑ ) = 0.000025 0.0196 0.0058 k= ∆k = = = 37.0016 0.14 0.0006 0.0002 0.037 0.005 0.4 59 =(L0-L) (m) Y 0.000625 0.027225 Massa (Kg) x 0.0036 0. 7.78 (∑ x)2 = 0.7 58.2 57.0256 0.7 56.00089√ = 0.0009 0.0324 0.0012 0.015 0.165 (∑ y)2 = 0.06 0.01 0. ∑ L (m) 55.025 0.16 0. 8.61 x2 0.003 0. PEGAS SERI No.0064 0.2 57. 3.3.79 N/m Laporan Praktikum Pegas 13 . 6.27 [∑ [ ∑ (∑ ) ∑ ∑ ∑ ∑ (∑ ) (∑ ) Sy = √ =√ ] ] = 0.005093 xy 0.04 m= = 0.08 0.043 0.0042 0.18 0. 2.00089 ∆m = Sy √ ∑ (∑ ) = 0.

00182 0.26 m= = 2.12 0.006 0.9 47.3 46.4.0256 0.019 0.015 0.011 0.1 =(L0-L) (m) y 0.000289 0. 3.000064 0.9 (∑ x)2 = 0.0036 0.000225 0. ∑ L (m) 45.114 y2 0.99 N/m Laporan Praktikum Pegas 14 .000016 0.000121 0.04 0.000116 m = = ∑( ∑ ) ∑ ∑ (∑ ) = 0.00048√ = 0. 8.001 0.00306 0.000361 0.00016 0.0027 k= ∆k = = = 105.6 45.01 0.8 46 46.0324 0. 5.2 46.5 46.0064 0.14 0.01078 0.00036 0.16 0.085 (∑ y)2 = 0. 7.013 0. 9. 4.00064 0.0001 0.1 0.7 46.01 0.000169 0.2 0.000036 0.81 x2 0. 2.00048 ∆m = Sy √ ∑ (∑ ) =0.00132 0.017 0.0144 0.04 0. 10.18 0. PEGAS PARALEL No.095 [∑ [ ∑ (∑ ) ∑ ∑ ∑ ∑ (∑ ) (∑ ) Sy = √ =√ ] ] = 0.001021 xy 0.0024 0.0196 0.004 0.08 0.007225 Massa (Kg) x 0.06 0.008 0.0038 0.0016 0. 6.

pemegang. Di sini praktikan menambah massa awal sebesar 50 gram untuk mengukur panjang pegas mula-mula.40. mistar.. Pada percobaan pertama ini..VI. semakin besar pula pertambahan panjang pegas. grafik menggambarkan bahwa semakin besar beban yang diberikan. Kemudian praktikan menambahkan beban pada pegas.200 gram) hingga menghasilkan 10 data yang nantinya akan digambarkan melalui sebuah grafik. Pada percobaan kedua. Pada percobaan pegas II diperoleh nilai ralat yang cukup besar yaitu 2. pegas disusun tunggal. seperti : statif.melalui titik-titik yang mendekati atau terdapat pada garis yang menyinggung titik terbanyak. Sehingga diperoleh besarnya nilai konstanta pada pegas I adalah : N/m. Praktikum ini menggunakan teknik eksperimen pengukuran berulang.34. Penentuan data yang digunakan.. Langkah pertama praktikan mengukur panjang pegas mula-mula sebagai acuan dalam menghitung pertambahan panjang nantinya. Penentuan data yang digunakan.40. dan beberapa anak timbangan (beban). Pada percobaan pertama ini. Sehingga akan dihasilkan besar konstanta pegas yang bervariasi. grafik menggambarkan bahwa semakin besar beban yang diberikan. Sehingga diperoleh besarnya nilai konstanta pada pegas II adalah : N/m . ketelitian dalam perhitungan. Pertambahan panjang pegas diukur setelah penambahan beban. Sebelum melakukan percobaan.. Grafik ini juga digunakan untuk menentukan data yang digunakan untuk mencari nilai konstanta.melalui titik-titik yang mendekati atau terdapat pada garis yang menyinggung titik terbanyak. Laporan Praktikum Pegas 15 . pegas yang berbeda.200 gram) hingga menghasilkan 10 data yang nantinya akan digambarkan melalui sebuah grafik. seperti kurang teliti dalam membaca skala pada saat melakukan pengukuran.. dan penyusunan pegas yang berbeda pula. Grafik ini menggambar hubungan antara beban yang ditambahkan dengan pertambahan pegas. Grafik ini juga digunakan untuk menentukan data yang digunakan untuk mencari nilai konstanta. Pada percobaan pertama. Penambahan beban pada pegas dilakukan secara variasi (20.Kemudian praktikan menambahkan beban pada pegas.. Langkah pertama praktikan mengukur panjang pegas mula-mula sebagai acuan dalam menghitung pertambahan panjang nantinya. pegas disusun tunggal. Grafik ini menggambar hubungan antara beban yang ditambahkan dengan pertambahan pegas. PEMBAHASAN Pada praktikum pegas kali ini. besaran atau nilai yang dicari adalah konstanta pegas. Pertambahan panjang pegas diukur setelah penambahan beban. dua buah pegas. yaitu dengan massa berbeda. Ini dapat dimungkinkan karena adanya kendala-kendala pada saat praktikum. Penambahan beban pada pegas dilakukan secara variasi (20. semakin besar pula pertambahan panjang pegas. dengan alasan untuk memastikan bahwa pegas memang dapat bekerja. langkah awal yang dilakukan adalah menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.

Ini dapat diartikan bahwa elastisitas pegas seri lebih besar daripada pegas paralel. Grafik ini juga digunakan untuk menentukan data yang digunakan untuk mencari nilai konstanta.200 gram) hingga menghasilkan 10 data yang nantinya akan digambarkan melalui sebuah grafik. seperti kurang teliti dalam membaca skala pada saat melakukan pengukuran. semakin besar pula pertambahan panjang pegas. semakin besar gaya yang diperlukan untuk menekan atau meregangkan pegas. Pada percobaan pertama ini.200 gram) hingga menghasilkan 10 data yang nantinya akan digambarkan melalui sebuah grafik.melalui titik-titik yang mendekati atau terdapat pada garis yang menyinggung titik terbanyak. ketelitian dalam perhitungan. Di sini praktikan menambah massa awal sebesar 200 gram untuk mengukur panjang pegas mula-mula. grafik menggambarkan bahwa semakin besar beban yang diberikan.. semakin besar pula pertambahan panjang pegas. Pada percobaan ketiga. Grafik ini menggambar hubungan antara beban yang ditambahkan dengan pertambahan pegas. Hal ini sesuai dengan teori yang ada semakin besar konstanta pegas. semakin kecil gaya yang diperlukan untuk meregangkan pegas. Penambahan beban pada pegas dilakukan secara variasi (20.Kemudian praktikan menambahkan beban pada pegas. Langkah pertama praktikan mengukur panjang pegas mula-mula sebagai acuan dalam menghitung pertambahan panjang nantinya. Pertambahan panjang pegas diukur setelah penambahan beban. Grafik ini menggambar hubungan antara beban yang ditambahkan dengan pertambahan pegas. Dari percobaan pegas seri dan pegas paralel.40.Dari dua percobaan praktikan dapat membandingkan bahwa pegas I memiliki konstanta lebih kecil dibanding pegas II. Laporan Praktikum Pegas 16 .40..melalui titik-titik yang mendekati atau terdapat pada garis yang menyinggung titik terbanyak.. Penambahan beban pada pegas dilakukan secara variasi (20. pegas I memiliki nilai pertambahan panjang yang lebih besar dibanding pegas II. pegas disusun secara seri.. praktikan dapat membandingkan bahwa pegas yang disusun secara seri memiliki konstanta lebih kecil daripada konstanta pegas yang disusun secara paralel. Sebaliknya semakin elastis sebuah pegas (semakin kecil konstanta pegas). Penentuan data yang digunakan. Ini dapat dimungkinkan karena adanya kendala-kendala pada saat praktikum. Kemudian praktikan menambahkan beban pada pegas. dengan alasan untuk memastikan bahwa pegas memang dapat bekerja dan dalam keadaan setimbang. pegas disusun secara paralel. Pertambahan panjang pegas diukur setelah penambahan beban. Sehingga diperoleh besarnya nilai konstanta pada pegas yang disusun paralel adalah : N/m Pada percobaan pegas disusun paralel diperoleh nilai ralat yang cukup besar yaitu 2. Berdasarkan grafik.. Grafik ini juga digunakan untuk menentukan data yang digunakan untuk mencari nilai konstanta. grafik menggambarkan bahwa semakin besar beban yang diberikan. Pada percobaan pertama ini. Langkah pertama praktikan mengukur panjang pegas mula-mula sebagai acuan dalam menghitung pertambahan panjang nantinya.. Sehingga diperoleh besarnya nilai konstanta pada pegas yang disusun secara seri adalah : N/m Pada percobaan keempat. Penentuan data yang digunakan.99.

KESIMPULAN Dari praktikum pegas kali ini. pegas seri memiliki nilai pertambahan panjang yang lebih besar dibanding paralel. maka pegas tersebut akan bertambah panjang sebanding dengan besar gaya yang bekerja padanya”. PEGAS PARALEL N/m VIII. PEGAS SERI N/m 4. Hal ini. UGM . dapat diperoleh besarnya.nilai konstanta pada tiap percobaan adalah sebagai berikut : 1. PEGAS I N/m 2. . .net/AlfiTranggono/fisda-1lapres-soft-copy-pegas-g2 Laporan Praktikum Pegas 17 . VII. DAFTAR PUSTAKA  Staf Laboratorium Fisika Dasar 2010.Yogyakarta  www. Dari percobaan satu sampai empat dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap percobaan yang dilakukan membuktikan nilai kebenaran dari hukum Hooke yaitu “Jika pada sebuah pegas bekerja gaya. Buku Panduan Praktikum Fisika Dasar Semester 1. sesuai dengan rumus yang telah ada.Berdasarkan grafik. Jurusan Fisika. PEGAS II N/m 3.slideshare. yaitu Pegas terusunan Paralel Konstanta pegas total secara seri dirumuskan sebagai berikut 1 / kseri = 1 / K1 + 1 / K2 + … Pegas terusunan Paralel Konstanta pegas total secara paralel dirumuskan sebagai berikut kparalel = k1 + k2 + .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful