LAPORAN

PRKTIKUM FISIKA EKSPERIMEN 1

Disusun oleh:
Nama NIM Tim Hari/Tanggal praktikum Asisten : Riyanto : H1C004006 : Eva NS : Rabu, 22 Nopember 2006 : Bilallodin S.Si, M.Si

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PROGRAM SARJANA MIPA JURUSAN FISIKA PURWOKERTO 2006

pembiasan. interferensi . Percobaan gelombang mikro yang telah dilakukan bertujuan untuk mengetahui karateristik dari gelombang mikro. polarisasi. difraksi. So that can determine its wavelength and refractive index used substance. Data yang diperoleh berupa sudut pantul. Equipments used on trial is a set system optic of microwave of merk PASCO model WA-9314B. Ini untuk mengamati perubahan intensitas yang terjadi pada penerima. Keyword: microwave. seperti pemantulan. pembiasan.PERCOBAAN GELOMBANG MIKRO Oleh: Riyanto Abstrak Gelombang mikro merupakan gelombang elektromagnetik yang bersifat transversal. interferensi Abstract Microwave represent the electromagnetic wave having the character of transversal. and maximum of intensity. difraction. Attempt started by recognizing system of microwave optic. Percobaan dimulai dengan mengenal sistem optik gelombang mikro. refraction. polarisasi. like reflection. Dengan data tersebut diperoleh nilai panjang gelombang mikro yaitu sebesar 3. Microwave attempt which have been done aim to know the characteristic from microwave. Sehingga dapat menentukan panjang gelombangnya dan indeks bias bahan yang digunakan. This to perceive the intensity change that happened at receiver. difraction and interferensi. sudut bias. refraction.35.0 cm dan indeks bias prisma sebesar 1.35. Data obtained by in the form of angle of reflection. Peralatan yang digunakan dalam percobaan ini adalah satu set sistem optik gelombang mikro merk PASCO model WA-9314B. With the the data obtained by a micro wavelength value is 3. dan intensitas maksimumnya. pemantulan.0 cm and refractive index of prism of equal to 1. polarization. angle of refraction. polarization. Kata kunci: gelombang mikro. difraksi dan interferensi.

00×108 m/s dan menunjukkan karakteristik gelombang seperti pemantulan.I. Gelombang mikro banyak digunakan dalam radar. Gelombang elektromagnetik pertama kali di bangkitkan dan dideteksi secara eksperimental oleh Heinrich Hertz (1857-1894) di tahun 1887. A. daerah frekuensi antara 1 Ghz sampai 3 Ghz disebut daerah UHF (Ultra High Frequency). Gelombang ini kemudian dibuktikan merambat dengan kelajuan cahaya 3.2001). telah diperlihatkan bahwa cahaya berperilaku sebagai gelombang. Mempelajari sifat-sifat gelombang mikro 2. difraksi dan interferensi (Giancoli. Tujuan 1. Dari dasar pemikiran para ilmuan tersebut yang telah meneliti terlebih dahulu dan diyakini kebenarannya. Dasar teori Gelombang mikro atau dikenal sebagai microwave ialah gelombang elekromagnet yang mempunyai daerah frekuensi antara 109 sampai 3 x 1011 Hz (300 Ghz) atau derah panjang gelombang dari 30 cm sampai dengan 1mm. B. Menentukan indeks bias bahan C. sistem komunikasi dan juga untuk mempelajari struktur . Menentukan panjang gelombang mikro 3. Maxwell. pembiasan. Hertz menggunakan perangkat celah-bunga-api dimana muatan digerakkan boalk-balik dalam waktu singkat. kami berusaha membuktikan fenomena yang dikemukakannya melalui percobaan gelombang mikro yang merupakan salah satu jenis dari gelombang elektromagnetik. Ia mendeteksi gelombang tersebut dari suatu kejauhan dengan menggunakan loop kawat yang bisa membangkitkan ggl jika padanya terjadi perubahan medan magnet. mengatakan bahwa cahaya pasti merupakan gelombang elektromagnetik. Latar Belakang PENDAHULUAN Sejak sekitar 60 tahun yang lalu. polarisasi. didasari oleh perhitungan kecepatan gelombang elektromagnetik. membangkitkan gelombang berfrekuensi sekitar 109 Hz.

gelombang mikro dapat direfleksikan oleh suatu lempeng logam (Gambar 1). magnetron. Detektor di C akan mendekati isyarat yang maksimum (interferensi konstruktif) jika kedua gelombang bertemu di titik C dalam keadaan sefase (beda fasenya 0).molekul dalam bahan. Jika hal ini terjadi pada posisi . dan Travelling Wave tube (TWT). Refleksi pada logam bisa terjadi jika rata-rata dari ketidakteraturan permukaan pemantul (reflektor) jauh lebih kecil daripada panjang gelombang yang datang. Gelombang datang θ1 n1 Normal Gelombang pantul θ1 udara D n2 θ2 900 Gelombang bias Gambar 1. Syarat kekasaran permukaan seperti ini memiliki pengertian yang berlainan untuk spektrum elektromagnetik yang berbeda. yaitu jalur langsung (AC) dan jalur pantulan (AB+BC). Sumber gelombang mikro adalah alat khusus yang bekerja secara elektronik. Titik A adalah sebuah sumber gelombang mikro dari titik A dapat mencapai detektor gelombang melalui dua jalur. Syarat kedua bagi adanya berkas refleksi adalah ukuran rentang reflektor harus lebih besar daripada panjang gelombang berkas datang. Salah satunya yang dipergunakan dalam eksperimen ini adalah Gunn oscilator sebagai sumber gelombang elektromagnetik. Sifat-sifat Gelombang Mikro a. seperti klistron. Penggambaran refleksi dan refraksi dengan menggunakan gelombang yang jatuh pada permukaan air Gambar 2 adalah sebuah bagian dari susunan cermin LLOYD. Refleksi (Pantulan) dan Refraksi (Pembiasan) Dalam percobaan.

maka maksimum berikutnya akan terdeteksi jika reflektornya digeser sehingga jarak gelombang terpantul menjadi (AB+BC+λ).reflektor seperti pada Gambar 2. 1 sin ( A + Dmin ) 2 n= 1 sin A 2 Hal ini didasarkan oleh rumus umum pembiasan Snellius n1 sin θ1 = n2 sin θ 2 (2) C (1) A D Gambar 3. Sudut deviasi D ditunjukkan pada Gambar 3. Pembiasan gelombang mikro oleh prisma b. B h A d1 d1 Gambar 2. Cermin Lloyd Pada pembiasan oleh prisma. indeks bias n zat prisma segitiga dapat ditentukan dengan mengukur sudut deviasi minimum Dmin prisma dalam vakum (atau udara). Polarisasi .

Polarisasi adalah peristiwa tercapainya sebagian arah getar gelombang sehingga hanya tinggal memiliki satu arah getar saja. yaitu bila θ = 1800. dengan intensitas gelombang yang ditransmisikan hampir sama dengan nol. Interferensi dan difraksi .Polarisasi hanya dapat terjadi untuk gelombang transversal dan tidak untuk gelombang longitudinal. yaitu vektor listrik dan magnet bergetar adalah tegak lurus kepada arah penjalaran. Arah polarisasi pada gelombang elektromagnetik yang terpolarisasi bidang diambil sebagai arah vektor medan listrik. nilai maksimum tersebut terjadi bila arah polarisator P1 dan P2 adalah sejajar. Gambar 4. jika P2 dirotasikan terhadap arah penjalaran. Gelombang mikro diramalkan oleh teori elektromagnet sebagai gelombang transversal. Gelombang tak terpolarisasi tidak ditransmisikan oleh pelat-pelat pemolarisasi sisi yang bersilangan Jika amplitudo dari gelombang terpolarisasi bidang yang jatuh pada P2 adalah Em maka amplitudo gelombang yang keluar adalah: Em cos θ dengan θ adalah sudut diantara arah polarisator P1 dan P2. maka ada dua kedudukan yang terpisah sebesar 1800. dengan mengingat bahwa intensitas yang ditransmisikan I berubah dengan θ menurut Snellius: I = Im cos2 θ (3) Dengan Im adalah nilai maksimum dari intensitas yang ditransmisikan. c. Gambar 4 menujukkan penempatan pelat pemolarisasi kedua P2.

hanya jika panjang gelombang lebih kecil dari ukuran benda. Besarnya difraksi bergantung pada panjang gelombang dan ukuran penghalang. 2 Menghubungkan pemancar dengan penerima dan memutar tombol pengatur INTENSITY pada penerima dari OFF ke tanda 10x.0). Satu set sistem optik Gelombang Mikro merk PASCO model WA-9314B. METODE : Laboratorium Eksperimen 1 Fisika. Fenomena ini disebut difraksi. Mengatur pula tombol INTENSITY dan VARIABLE INTENSITY pada alat penerima sehingga jarum menunjukkan simpangan penuh (angka 1. 22 Nopember 2006 09. 2. Waktu dan Tempat Hari/tanggal Waktu Tempat : : Rabu. Satu buah Prisma ethafoam C. Gelombang-gelombang menyebar sewaktu merambat dan ketika menemui penghalang. gelombang ini berbelok mengitarinya dan memasuki daerah berikutnya. Alat dan Bahan Peralatan yang digunakan dalam percobaan ini adalah: 1. Interferensi yang terjadi akan bersifat saling menguatkan atau saling melemahkan.00 – 11. Menyusun Peralatan seperti pada Gambar 5. A. akan ada bayangan yang cukup besar. Butir-butir styrene 4. Sebagai aturan praktis. Hal ini berlaku untuk gelombang mikro. Cara Kerja 1. Satu buah Adaptor 3. MIPA Universitas . Mengatur jarak antara pemancar dan penerima supaya tepat 40 cm. II. 3. Mengenal Sistem Optik Gelombang Mikro 1.Jika dua gelombang bergabung maka akan terjadi interferensi gelombang.00 WIB Jenderal Soedirman B.

4. Menetapkan jarak R (jarak antara pemancar dan penerima) antara 70 dan 90 cm. Kemudian mengamati yang terjadi pada penerima. Refleksi 2. Susunan alat Gambar 6. Gambar 5. . Berulang-ulang menjauhkan dan mendekatkan reflektor. Sambil memperhatikan jarum penerima. Pemantulan . Kemudian mengamati yang terjadi pada penerima. mengurangi jarak tersebut secara perlahan-lahan. 5. Menetapkan jarak antara 50 dan 90 cm. meletakkan sebuah reflektor dengan bidang pantulnya sejajar dengan lengan goniometer (Gambar 6).

Menghidupkan pemancar dan memutar tombol INTENSITY pada alat Mengatur kududukan reflektor sehingga sudut datangnya tepat 100. 4. 2. Pembiasan Melalui Prisma 1. Pemancar dan penerima harus mempunyai polarisasi yang sama (keduanya vertikal atau horizontal). Memutar lengan goniometer beserta penerimanya dan menentukan sudut bias dengan mencari posisi yang intensitasnya maksimum. Mengisi prisma tersebut dengan butir-butir styrene dan mengatur gelombang yang datang dari pemancar arahnya tegak lurus pada sisi tegak prisma. 3. 2. 4. penerima sampai pada tanda 30. 3. Memutar prisma masih kosong pada meja rotasi dan mengamati pengaruhnya terhadap gelombang mikro. Susunan alat 3. Kemudian mencatat sudut pantulnya. Melakukan langkah ke-3 dan ke-4 untuk beberapa sudut datang yang berbeda. . Menyusun peralatan seperti pada Gambar 7 dengan pemancar pada lengan statis. 5. Menyusun alat-alat seperti pada Gambar 8.1. Gambar 7. Mengatur kedudukan reflektor untuk menetukan sudut datangnya. tanpa mengubah kedudukan pemancar maupun reflektor. Mengatur lengan alat penerima sampai dideteksi isyarat yang maksimum.

4. Sisi corong yang penjang letaknya horizontal. Melepaskan polisatornya dari statif. Mengatur kududukan polisator pada sudut 00. Mengatur lengan alat penerima sampai dideteksi isyarat yang maksimum. 2. Gambar 9. Menyusun alat-alat seperti pada Gambar 9 dengan posisi penerima seperti semula (00). Polarisasi 1. 3. Susunan alat 4. tanpa mengubah kedudukan pemancar maupun reflektor. Kemudian mencatat pembacaan pada penerima untuk intensitasnya.Gambar 8. Memutar penerima sehingga sisi panjangnya dari corongnya tegak lurus. Susunan alat .

Mengukur h2. Kemudian mencatat pembacaan penerima. jarak baru antara goniometer dan reflektor. 2. Mengulangi perlakuan jarak h3 dan h4. Mengukur dan mencatat h1. 4. Sambil memperlihatkan penerima. Mencari kedudukan reflektor yang terdekat yang akan menghasilkan isyarat minimum (meteran menunjukkan simpangan minimum). Cermin Lloyd 1. Gambar 10. 3. perlahan-lahan menjauhkan reflektor dari pusat goniometer.5. Menyusun alat-alat seperti pada Gambar 10. 5. jarak antara pusat goniometer dan reflektor. Susunan alat . Untuk memperoleh hasil optimal maka jarak antara pemancar dan detektor harus 1 meter lebih atau sejauh mungkin. Perlahan-lahan menjauhkan reflektornya sehingga meteran menunjukkan nilai maksimum dan kemudian kembali ke minimum.

Mengenal Sistem Optik Gelombang Mikro Mulai Menyusun peralatan seperti Gambar 5 Menguhubungkan pemancar dengan adaptor dan INTENSITY = 10x Mengatur R = 40 cm dan alat penerima =1. Diagram Alir 1.D.0 Menetapkan R = 70 .90 cm Meletakkan reflektor sejajar lengan goniometer Menjauhkan dan mendekatkan lengan goniometer dengan reflektor Tidak Apakah penerima telah teramati? Selesai .90 cm Mengurangi jarak sambil memperhatikan jarum penerima Tidak Apakah penerima telah teramati? Ya Menetapkan R = 50 .

Pemantulan Mulai Menyusun peralatan seperti Gambar 7 Menghidupkan pemancar dan INTENSITY = 30x Sudut datang = 100 Memutar lengan alat penerima Tidak Apakah isyarat sudah mencapai maksimum? Ya Mencatat sudut pantulnya Ya Mengatur sudut datang baru? (untuk 200. 300. 500) Tidak Selesai .Ya 2. 400.

3. Pembiasan Melalui Prisma Mulai Menyusun peralatan seperti Gambar 8 Memutar prisma kosong dan mengamati pengaruhnya terhadap gelombang mikro Mengisi prisma dengan butir-butir styrene Mengatur gelombang datang tegak lurus pada sisi tegak prisma sudut datang = 100 Tidak Memutar lengan goniometer dan penerimanya Apakah isyarat sudah mencapai maksimum? Ya Mencatat sudut biasnya Selesai .

Polarisasi Mulai Menyusun peralatan seperti Gambar 9 Penerima = 00 Melepaskan polarisator dari statif Memutar penerima hingga sisi panjang dari corongnya tegak lurus Kedudukan polarisator = 00 Memutar lengan goniometer dan penerimanya Tidak Apakah isyarat sudah mencapai maksimum? Ya Mencatat intensitasnya Ya Mengatur kedudukan polarisator baru? (untuk sudut 22.50.4.50. 450. 67. 900) Tidak Selesai .

5. Cermin Lloyd Mulai Menyusun peralatan seperti Gambar 10 R = 1 meter lebih Menjauhkan reflektor dari pusat goniometer dan memperhatikan alat penerima Mencatat pembacaan penerima Mencari kedudukan reflektor yang menghasilkan isyarat minimum Mengukur h1 Menjauhkan reflektor hingga nilai maksimum dan kembali ke minimum Ya Mengukur h 2 Mengukur h baru? (h3. h4. dst) Tidak Selesai .

Interferensi θ 10 22.78+1.16+1.08 0.88 0.84 0.78 0. Pembiasan Tabel 2.354 3. Data Pengamatan Percobaan Pemantulan Sudut Datang 100 200 300 400 500 2. Polarisasi Tabel 3.00 Tabel 4.42 1.92 ket : θ1= Sudut datang .12 Sudut Pantul 200 200 300 380 500 I (mA) 1 1 1 1 1 Ipantul(mA) 0.42+1. Data Pengamatan Percobaan Interferensi .III.16 1.5 45 67.29 1.42 0.29+1. A.02 0. Data Pengamatan Percobaan Polarisasi I0 (mA) 1 1 1 1 1 4. Pemantulan HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. HASIL 1.84 0. θ2 = Sudut bias nrata − rata = (1.16 0. Data Pengamatan Percobaan Pembiasan Sudut Datang 100 200 300 400 500 n= sin θ1 sin θ 2 Sudut Bias 180 290 400 480 590 n Bahan 1.5 90 Iθ (mA) 0.12)/5 = 1.78 1.

5 cm h3 = 20. Demikian juga pada percoban pembiasan gelombang mikro yang melalui sebuah prisma dapat disimpulkan bahwa pembiasan gelombang mikro sesuai dengan hukum pembiasan Snellius.85 cm (Panduan Praktikum Fisika Eksperimen. Pada percobaan pemantulan gelombang mikro dapat disimpulkan bahwa besarnya sudut datang sama dengan sudut pantul. seperti pemantulan.8 3. Pada percobaan interferensi gelombang mikro diperoleh titik-titik dimana intensitasnya maksimum yaitu ketika gelombang yang sampai pada penerima terjadi interferensi maksimum.6 cm h4 = 23. pembiasan. 2006).0 3. Jarak antara titik maksimum pertama dengan titik maksimum berikutnya disebut satu panjang gelombang. Dari percobaan pembiasan diperoleh indeks bias prisma ethafoam sebesar 1. KESIMPULAN Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan dalam percobaan gelombang mikro dapat disimpulkan bahwa: . Dari data pengamatan diperoleh panjang gelombang mikro berkisar antara 2.35. Hal ini menunjukkan bahwa gelombang yang dipancarkan dari pemancar terpolarisasi vertikal sehingga gelombang tersebut tidak dapat melewati polarisator yang arahnya horisontal(900). Nilai tersebut telah mendekati kebenaran referensi yaitu 2. PEMBAHASAN λ (cm) 3.4 cm Rata-rata λ = h( n +1) − hn B. ketika polarisator diputar ke sudut 900(horisontal) intensitas gelombang semakin kecil. Hal ini sesuai dengan hukum pemantulan Snellius.h1 = 14. Pada percobaan polarisasi gelombang mikro.0 Pada percobaan gelombang mikro kami mencoba membuktikan beberapa katakteristik dari gelombang.1 2.8 cm sampai 3. polarisasi dan interferensi.1 cm.5 cm h2 = 17. IV.

Aplikasi Elektromagnetik. Jakarta: Erlangga. Daerah panjang gelombang mikro yang diperoleh berkisar antara 2.R. Halliday. Fisika Dasar 2 Edisi Kelima. DAFTAR PUSTAKA Giancolli. interferensi. 2001. difraksi dan polarisasi. yaitu pemantulan. V. Fisika Jilid 2 Edisi Ketiga. 2. Jakarta Erlangga.1.2006. Nilai intensitas gelombang dipengaruhi oleh jarak dan reflektor yang digunakan. 3. Liang. .1 cm dan nilai indeks bias prisma sebesar 1. pembiasan.35.D dan Resnick. Jakarta: Erlangga. 1984.8 cm sampai 3. Gelombang mikro memiliki sifat-sifat gelombang.