P. 1
Filsafat Sains Dan Teknologi

Filsafat Sains Dan Teknologi

|Views: 65|Likes:
Published by Bayu Nurwinanto

More info:

Published by: Bayu Nurwinanto on Dec 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2013

pdf

text

original

Filsafat Sains dan T eknologi

tomi febriyanto

Apa itu Filsafat..?
Philosophia (Yunani)= Love of Wisdom/Cinta Kebijaksanaan. dan realitas. Studi yang berusaha memahami misteri dari eksistensi Berusaha menemukan asal-usul kebenaran dan pengetahuan untuk menemukan nilai dasar dan kepentingannya bagi kehidupan.

Juga meneliti hubungan antara kemanusiaan dan alam dan antar manusia dan masyarakat.

Heran...?!?!?!
Filsafat muncul dari keheranan, mengetahui dan memahami. penasaran, dan keinginan/hasrat untuk Filsafat dengan demikian merupakan sebuah proses-analisa, kritis, interpretasi, dan spekulasi. beberapa hal...

Sebelum lebih jauh, patut dilihat

Pengetahuan
Hakekat dari pengeTAHUan adalah hasil adalah, darimana manusia mendapatkannya? dari TAHU kita. Pertanyaannya kemudian

Dari pengALAMan. Apakah pengALAMan? PengALAMan adalah hasil persentuhan (obyek) ALAM dengan indera manusia.

Putusan
Berpengalaman tidak otomatis menjadikan manusia berpengetahuan Jika mampu memberi PUTUSAN atas pengalamannya, baru dikatakan manusia telah berpengetahuan. pengalamannya, manusia bisa memberikan putusan.

Pengetahuan baru ada, jika demi

Kebenaran
Benar adalah persesuaian antara TAHU kita dengan OBYEKnya. KELIRU adalah ketidaksesuaian antara TAHU dengan OBYEKnya.

Tidak semua pengetahuan disebut ilmu. Pengetahuan baru disebut ilmu, jika memenuhi syarat ilmu. Syarat ilmu: Obyektif Metodis Sistematis Universal

Ilmu

Kepercayaan, Keyakinan, dan Kepastian
Percaya adalah menerima kebenaran berdasar orang lain yang memiliki kredibiltas atau otoritas bagi kita. Keyakinan adalah menerima kebenaran karena kita sendiri yang menyatakan bahwa hal tersebut benar. Kepastian adalah ketika yang menyatakan kebenaran adalah data dan fakta.

Agama
Agama dibangun dengan kepercayaan dan keyakinan. Dalam agama, IMAN adalah kata lain dari percaya. anda tidak lagi beriman.

Jika anda sudah tidak percaya, maka Inilah mengapa, agama berbeda dengan ilmu. Ilmu harus dibangun dengan kepastian.

Subyektif, Obyektif, dan Relatif
Subyektif adalah ketika kebenaran berdasar pada diri sendiri. Obyektif adalah ketika kebenaran dapat diuji oleh orang lain serta yang menyatakan kebenaran adalah data dan fakta yang melekat pada obyeknya. Relatif adalah ketika dalam konteks perbandingan.

Cabang-cabang Filsafat
Metafisika Epistemologi Logika Etika Estetika

Studi mengenai asal-usul fundamental kenyataan, eksistensi dan esensi. Dibagi menjadi 2: Ontologi dan Kosmologi Ontologi. Studi mengenai asal-usul/ keberadaan/Being (eng.) Kosmologi. Studi mengenai semesta fisik. (Kosmologi juga merupakan cabang ilmu yang mempelajari organisasi, sejarah, dan masa depan semesta

Metafisika

Epistemologi
Bertujuan untuk menentukan asal-usul, dasar/ basis, dan batasan-batasan pengetahuan. Dua jenis pengetahuan: Apriori dan Empiris Apriori. Semata-mata berdasar pengetahuan/pikiran Empiris. Berdasar pengamatan dan pengalaman.

Logika
Studi mengenai prinsip-prinsip dan metode penalaran/reasoning. Eksplorasi atas proses bagaimana kita membedakan penalaran yang baik dan penalaran yang buruk.

Dua jenis penalaran, induktif dan deduktif.

Etika
Berkaitan dengan perilaku, karakter, dan nilai-nilai manusia. Studi mengenai benar dan salah, serta pemisahan antara baik dan buruk. Problema yang muncul dalam etika karena dengan pasti apa yang benar untuk dilakukan.

kita seringkali kesulitan dalam mengetahui

Estetika
Identik sebagai Filsafat Seni. Berurusan dengan asal-usul seni, dan proses kreasi artistik. Asal-usul pengalaman estetik, dan prinsip-prinsip kritisisme. Aplikasi yang luas, baik kerja seni yang dilakukan manusia ataupun keindahan alami.

Doktrin dalam Filsafat
Realisme dan Nominalisme Rasionalisme dan Empirisme Skeptisme Idealisme Pragmatisme Fenomenologi Eksistensialisme T radisi Analitis

Realisme dan Nominalisme
Realisme: eksistensi diluar pikiran/idea. Realisme memang berlawanan dengan Idealisme. Berlawanan pula dengan Nominalisme.

Nominalisme: istilah universal hanyalah Konseptualisme)

kata-kata. Semata-mata konsep (lihat:

Rasionalisme dan Empirisme
Rasionalisme adalah segala pandangan yang menekankan pada peran atau pentingnya akal manusia/human reasoning. Empirisme mendasarkan pengetahuan apapun pada indera kita. Bahwa sesuatu itu terbatas. kemampuan akal untuk memahami segala

Skeptisme
Sikap filosofis yang mempertanyakan jenis pengetahuan.

segala kemungkinan pencapaian segala Segala sesuatu dapat diragukan.

Idealisme
Segala sesuatu ada karena pikiran/ide. Apa yang diketahui melalui pikiran/ide diketahui melalui indera. jauh lebih dipercaya daripada apa yang

Pragmatisme
Didirikan dalam semangat untuk menemukan konsep ilmiah kebenaran, yang tidak tergantung pada pikiran pribadi atau referensi pada beberapa kenyataan metafisik. Kebenaran sebuah pernyataan seharusnya dinilai dari akibat yang ditimbulkannya dalam tindakan kita. Kebenaran berdasar kriteria ilmiah.

Fenomenologi
Studi atas fenomena. Studi atas kesadaran dan pengalaman langsung. Usaha yang ambisius untuk meletakkan kesadaran secara umum.

dasar-dasar bagi serangkaian pengalaman

Eksistensialisme
Kebenaran merupakan hal yang subyektif. Bagaimana hubungan antara individu dengan eksitensinya.

T radisi Analitis
Sekelompok metode filosofis yang diatas kriteria yang lain.

menekankan kejernihaan/kejelasan makna

Beberapa topik/cabang yang biasa dibahas dalam Filsafat Barat

Filsafat Barat

Metafisika Epistemologi Logika Etika Estetika
Filsafat Barat biasanya dibagi dalam tiga periode: Filsafat Kuno, Filsafat Abad Pertengahan, dan Filsafat Modern

Filsafat Barat
Filsafat Greco-Roman/Masa Yunani Kuno Filsafat Medieval/Abad Pertengahan Filsafat Modern Awal (thn. 1600-1800) Filsafat Modern Akhir (thn. 1800-1960) Filsafat Kontemporer (thn. 1960-sekarang) Etis dan Politis

Filsafat Greco-Roman/Yunani Kuno
Filsafat Yunani Kuno bisa kita bagi dalam masa Pre-Sokratik, Masa Sokratik, dan Paska Aristotelian Periode Pra-Sokratik ditandai oleh spekulasi metafisikal. Periode Sokratik disebut demikian sebagai penghargaan terhadap Sokrates. Mengembangkan metode filsafat yang revolusioner bersama Plato, sang murid. Metode tersebut adalah Definisi, Analisis, dan Sintesis. penting . Sikap skeptis adalah warisan pengaruh Sokrates yang

Filsafat Medieval/Abad Pertengahan
Filsafat Medieval adalah filsafat Eropa Barat dan Timur T engah pada masa Abad Pertengahan. masa Renaisans. Berkisar pada periode kejatuhan Kekaisaran Roma hingga Melanjutkan perkembangan Filsafat Yunani Kuno dengan

sebagian merujuk pada persoalan-persoalan teologis dan Islam, Yudaisme, dan Kristianitas).

bagaimana mengintegrasikan doktrin-doktrin sakral (dalam Hubungan antara kepercayaan (faith) dengan rasionalitas masalah pengetahuan, semesta, dan individualisme.

(reasoning), eksistensi T uhan, obyek teologi dan metafisik,

Filsafat Modern Awal
Filsafat Modern Awal dimulai dengan revivalisme skeptisme dan asal-usul pengetahuan fisika modern. oleh Kant . Berakhir pada era usaha sistematis filsafat yang dilakukan

Filsafat Modern Akhir
Filsafat Modern Akhir dianggap berawal setelah masa Immanuel Kant. Sekitar awal abad 19. Peengembangan dari filsafat karya Kant. Mengembangkan pemikiran bahwa dunia itu adalah sesuatu yang rasional dan dapat diketahui sebagai sesuatu yang rasional. Menolak idealisme. Dimulainya pragmatisme, fenomenologi, peletakan dasar lahan bagi filsafat analitis awal. eksistensialisme, dan karya-karya etis yang menyediakan

Filsafat Kontemporer
Dalam seratus tahun terakhir, filsafat telah meningkat menjadi sebuah kegiatan yang dipraktekkan dalam universitas penelitian modern, dan semakin berkembang ilmu alam.

menjadi lebih khusus dan semakin berbeda dibanding ilmuKebanyakan filsafat dalam masa ini lebih fokus kepada teori dari ilmu alam dengan ide kemanusiaan atau akal sehat.

permasalahan dalam menjelaskan hubungan antara teori-

T ransisi antara modern akhir dengan kontemporer fokus pada filsuf abad 19 ke filsuf abad 20.

Etis dan Politis

Sifat Alamiah Manusia dan Legitimasi Politik Konsekuensialisme, Deontologi, dan Perubahan “Aretaic”.

Sifat Alamiah Manusia dan Legitimasi Politik
Dari masa kuno, dan jauh sebelumnya, akar justifikasi bagi otoritas politik tidak dapat dipisahkan dari cara pandang terhadap sifat alamiah manusia.

Doktrin-doktrin yang ada dalam filsafat politik nampaknya memarginalisasi atau mengesampingkan kemungkinan dari adanya sebuah negara demokratis. Banyak filsuf politis, khususnya kaum realis moralis, yang dasar argumentasi mereka.

menggunakan sifat alamiah manusia yang esensial sebagai

Konsekuensialisme, Deontologi, dan Perubahan “Aretaic”
Debat di kalangan kaum etis di masa modern adalah antara konsekuensialisme dan deontologi Konsekuensialisme adalah filsafat yang mengembangkan pemikiran bahwa tindakan itu bisa dievaluasi secara moral semata berdasar konsekuensi.

Deontologi adalah filsafat yang mengembangkan pemikiran bahwa tindakan secara moral dievaluasi semata berdasar pertimbangan tindakan tersebut, atau keduanya. dari tugas-tugas sang agen dan hak-hak dari mereka yang terkena Karya paling mutakhir menekankan pada peran karakter dalam perubahan ke arah kebijaksanaan.

etika, sebuah gerakan yang dikenal sebagai Perubahan “Aretaic”/

Filsafat Timur
Banyak masyarakat mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan masyarakat yang lain. filosofis dan membangun tradisi-tradisi filsafat berdasar pada karya T radisi filsafat Timur dan Timur T engah juga mempengaruhi filsafat Barat. tradisi-tradisi filsafat Rusia (yang bagi beberapa masih Latin memberi kontribusi pada filsafat Barat, dan sebaliknya. Namun masing-masing memiliki ciri yang khusus. dianggap Barat), Yahudi, Islam, Afrika, dan akhir-akhir ini Amrika

Filsafat Timur merujuk pada tradisi yang luas yang berasal atau populer di India, Persia, Cina, Korea, Jepang, dan pada batas Barat karena penyebaran agama Abrahamik dan lalu lintas tertentu Timur T engah (yang kadang tumpangtindih dengan filsafat intelektual antara masyarakat Timur T engah dengan Eropa).

Filsafat Babylonia
Asal-usulnya dapat dilacak pada kebijaksanaan awal bangsa Mesopotamia. Menekankan filsafat tertentu pada kehidupan, beberapa folklore, himne, lirik, prosa, dan nubuat.

etika tertentu, dalam bentuk dialektika, dialog, puisi epik, Penalaran dan rasionalitas kaum Babylonian ini didasarkan dan dikembangkan pada observasi empiris. dan Helenistik. Bisa jadi memiliki pengaruh terhadap filsafat Yunani awal,

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->