Metodologi Ilmu Pemerintahan Hasil pengkajian terhadap berbagai metode yang menjadi bahan pembentukan seperangkat pengetahuan tentang

metode disebut metodologi. Yang dimaksud masalah dalam metodologi adalah suatu informasi yang mengandung pertanyaan atau ketidakjelasan. Metodologi ilmu secara formal melekat di dalam definisi ilmu yang bersangkutan dan secara substantif ditunjukkan oleh aksioma, anggapan dasar, pendekatan, model analisis dan model konstruk pengalaman dan konsep. Metodologi ilmu pemerintahan pun bergerak ke luar dan ke dalam. Sasarannya adalah: 1.bangsa dan negara; 2.rakyat dan pemerintah; 3.hubungan kerakyatan; 4.daerah; 5.ilmu pemerintahan itu sendiri. Hubungan antara pemerintahan dengan yang diperintah memuat kegiatan yang disebut pemerintah, sedang peristiwanya disebut peristiwa pemerintahan atau gejala pemerintahan. Sedang perkembangan paradigmatik Ilmu Pemerintahan melalui beberapa tahap, di antaranya: 1.Tahap pertama, gejala pemerintahan dikaji melalui sudut pandang dan cara menurut ilmu yang ada pada masa itu, sehingga pada tahap ini, gejala pemerintahan dipelajari sebagai bagian disiplin ilmu yang bersangkutan. 2.Tahap kedua, gejala pemerintahan dipelajari oleh disiplin ilmu pengetahuan yang ada sehingga terbentuklah spesialisasi disiplin ilmu yang bersangkutan. 3.Tahap ketiga, lahirlah disiplin ilmu pemerintahan eliktrik yang disebut juga ilmu Pemerintahan generasi pertama. 4.Tahap keempat lahirlah Ilmu Pemerintahan yang mandiri dan didukung oleh metodologi, atau disebut juga ilmu Pemerintahan Generasi kedua. 5.Tahap kelima kemandirian suatu disiplin ilmu selain ditandai oleh terbentuknya metodologi ilmu yang bersangkutan, juga ditandai dengan kemampuan denominatifnya atau disebut juga ilmu Pemerintahan generasi ketiga. Fungsi Ilmu pemerintahan ke dalam adalah untuk menguji, mengoreksi dan mengembangkan disiplin Ilmu Pemerintahan itu sendiri. Sedangkan fungsi Ilmu Pemerintahan ke luar adalah mengidentifikasi, merekam dan menggambarkan, menerangkan hubungan, menguji pengetahuan lain, dan meramalkan apa yang akan dan dapat terjadi dalam masyarakat atau negara. Model MIP Satu sampai Tiga Dari pembahasan tentang Model MIP satu sampai dengan Tiga dapat diberikan rangkuman sebagai berikut: 1.Model MIP Satu: Manusia adalah Makhluk. Asas yang mendasarinya terletak pada relasi antara khalik dan makhluknya. Pada hubungan ini manusia dianggap dianugerahi nilai-nilai luhur yaitu semua kepercayaan dasar yang bersifat universal. 2.Model MIP Dua: Manusia adalah Penduduk Bumi Peran Pemerintah dalam model ini dapat terlihat nyata di bidang kependudukan, misalnya pendataan penduduk yang selanjutnya diberi tanda pengenal yang disebut KTP.

Spiro menjawab karena: a. Caroll menjawab ada tiga kemungkinan.komitmen pribadi. Caroll menjawab pemerintah bertanggung jawab kepada rakyat sebagai konsumen. Yang dipertanggungjawabkan adalah: a. ia hidup bermasyarakat. yaitu adanya pilihan.untuk membatasi kompetisi yang tidak sehat.Model MIP Tiga.ia menerima jabatan tidak dipaksa atau terpaksa. Tujuannya adalah: 1. Spiro mendefinisikan tanggung jawab (responsibility) sebagai accountability. c.siapa bertanggung jawab.pada level mana dan kapan sebaiknya Pertanggungjawaban itu berlangsung.pejabat pemerintah adalah mandatari. 3. Agar manusia tidak bersaing secara bebas tanpa batas dalam mengajar kepentingannya. 2. dan LI>sumpah jabatan. yaitu konsumen. Indonesia adalah negara birokrasi murni.konsekuensi jabatannya. c. Sebenarnya ada 7 sisi pemerintahan yang bertanggung jawab.hal apa yang seharusnya dipertanggungjawabkan atau apa isi Pertanggungjawaban. janji yang terbukti. maka manusia bergabung dengan kelompok dan perserikatan. konsep ini merupakan konsep tradisional Ilmu Pemerintahan menurut kajian Sosiologi Pemerintahan yang dasar diletakkan antara lain oleh Robert Mc Iver: yaitu manusia adalah makhluk sosial. sedangkan Spiro menjawab bahwa seorang pejabat pemerintahan harus bertanggung jawab kepada atasannya dan konsumennya (rakyat). yaitu: 1. kontrol. mengingat pemerintah merupakan aktor utama reformasi ekonomi. produsen. 6. dengan ciri-ciri antara lain: 1.janji-janji kepada rakyat (konsumen). .3. 5. dan cause.bagaimana pemerintahan dipertanggungjawabkan. 7. atau kombinasi keduanya. dan 2. 4. obligation. pemerintahan yang baik.mengapa pemerintah dianggap bertanggung jawab.ketatanegaraan sangat formal. mengendalikan tindakan-tindakan 3.tuntutan masyarakat akan reformasi politik. 2.kepada siapa pemerintah bertanggung jawab. tanggung jawab. b. dan adanya kepercayaan konsumen terhadap produsen. Pertanyaan ini dijawab melalui Budaya Warung. tetapi juga kondisi dan situasi pada saat pejabat memberikan Pertanggungjawaban atau dimintai tanggung jawab serta kebijaksanaan yang ditempuhnya atas prakarsa sendiri. bersih dan berwibawa sangat mendesak. 2. Hal yang harus dipertanggungjawabkan oleh pejabat bukan hanya pelaksanaan tugasnya saja.yang akibatnya merugikan dan meringankan akibat-akibat yang timbul dari bermacammacam pertentangan Perlunya Reformasi Pemerintahan Perlunya reformasi pemerintahan disebabkan karena: 1.wewenang (kekuasaan) yang diterima dari sumbernya. b.sistem politiknya tertutup.untuk memenuhi kebutuhan manusia di berbagai bidang.menurunnya tingkat kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. Manusia adalah warga masyarakat.apakah tanggung jawab.

pemerintahan yang bertanggung jawab dapat dibangun berdasarkan strategi RIPE RIGO REGO dengan beberapa anggapan dasar sebagaimana terdapat dalam model-model MIP yang ada. Dalam masyarakat barat.pemberian ke pemberdayaan.manajemen proyek ke manajemen tugas dan fungsi.rakyat dianggap (dipertahankan) sebagai bawahan pemerintah. 13.sesuai dengan aturan yang berlaku ke sesuai dengan kebutuhan atau tuntutan jaman.sistem pemerintahan birokratik partisan ke sistem pemerintahan demokratik dengan pilihan. 5. gerakan Reinventing Government Management (RIGOM) bertujuan untuk membentuk National Performance Review (NRP) yaitu membangun sebuah pemerintahan dengan bekerja lebih baik dan menekan biaya serendah mungkin.birokrasi harus selalu diuntungkan. 6. pemahaman tentang konsep rakyat dari sudut politik .3. 5. 15. 11. 13.bawahan hanya bertindak sebagai pelaksana dan merasa kurang bertanggung jawab. 11.ukuran keberhasilan adalah loyalitas terhadap atasan dan kesediaan bekerja sama”.kekuasaan dianggap given. 8. 9.tidak ada kompetisi/oposisi/mosi tidak percaya. 6. 9. dan 16.fungsi eksekutif dan fungsi kontrol berada pada satu lembaga.monolog ke dialog.Pertanggungjawaban vertikal ke Pertanggungjawaban pasar (horizontal).suksesi berdasarkan anugerah ke recruitment.promosi pejabat/pegawai berdasar anugerah pejabat atasan. 7. 14. Adapun langkah-langkah untuk membentuk pemerintah yang bertanggung jawab adalah merubah dari: 1. RIGOM ini lahir dari ajaran tentang masyarakat yang disebut civil society (community) yang mempunyai civil rights.lompatan ke tahapan teknologi. 8.informasi tertutup.strategi pembangunan bersifat top-down.mengendalikan keadaan melalui penyeragaman. 3.kelurahan/desa dari garis belakang menjadi garis depan. 4.sistem politik tertutup ke sistem politik terbuka. 7. 4.Pertanggungjawaban tidak bersifat pribadi tetapi jabatan.yang dibiayai adalah input sedangkan dampak negatif proyek dijadikan proyek lain. 14.Pertanggungjawaban vertical. 12.kita menjadi saya. 12. oleh rakyat dan untuk rakyat. Mencari dan Mengukuhkan Akar Kerakyatan Membangun Demokrasi Di Amerika Serikat.paternalisme despotik ke kontrol sosial anggaran dasar paternalisme. 10.budaya epimetheanistik ke budaya prometheanistik. Membangun Pemerintah Yang Bertanggung Jawab Untuk kasus di Indonesia. Format politik kerakyatan yang baru merupakan hasil dari usaha untuk mempribumikan semboyan dari rakyat.sistem pemerintahan hypersentralistik ke sistem pemerintahan desentralistik. 10. 2.

Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.Pola kepemipinan bahari Nusantara berdasarkan pemikiran kemudi dan jangkar.kerakyatan akhirnya meluas ke arah pendekatan ekonomi modern. Berdasarkan pemikiran raja adil raja disembah. Oleh karena itu agar reformasi tetap bertahan.Pola kepemimpinan Islam yang dominan di Sumatera.Sebagai proses. tetapi kelurahan merupakan bagian integral negara.Salah satu kebutuhan manusia sebagai makhluk social pada tataran tertinggi adalah demokrasi. surut dan pasang. raja lalim raja disanggah. pilihan.Hubungan antara negara (pemerintah) dengan kelurahan tidak sama dengan hubungan antara perusahaan dengan toko. Menurut Prof. Pola kedua dan ketiga mempunyai ruangan untuk nilai-nilai dasar kerakyatan. B. Membangun Nilai-nilai Demokrasi dan Reformasi A. Dr. Sumber Buku Metodologi Ilmu Pemerintahan Karya Taliziduhu Ndraha . maka almamater harus juga kuat. kontrol. Membangun ketahanan reformasi 1. 2. Toko berada di luar dan berhubungan dengan perusahaan. 3. Mattulada ada 3 pola kepemimpinan Nusantara. HA. yaitu: 1. reformasi bertujuan mengoreksi terus-menerus arah pembangunan bangsa yang selama ini jauh menyimpang untuk kembali ke cita-cita proklamasi dan Bhinneka Tunggal Ika 2. dan tanggung jawab.Pola kepemimpinan Hindu yang dominan di Jawa yang berakar pada pemikiran Manunggaling Kawula Gusti. Nilai dasar demokrasi ini terdiri atas: kepercayaan. pasar dan entrepreneurship.Di Indonesia reformasi dipelopori oleh mahasiswa yang didukung oleh almamaternya. 2. Perguruan tinggi dalam masa reformasi harus menjalankan fungsi kontrol. Membangun nilai-nilai demokrasi 1.