DIKSI dan Gaya Bahasa I.

KETEPATAN KATA

Diksi, dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara.[rujukan?] Arti kedua, arti "diksi" yang lebih umum digambarkan dengan enunsiasi kata - seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi, daripada pemilihan kata dan gaya. Diksi memiliki beberapa bagian; pendaftaran - kata formal atau informal dalam konteks sosial - adalah yang utama. Analisis diksi secara literal menemukan bagaimana satu kalimat menghasilkan intonasi dan karakterisasi, contohnya penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan gerakan fisik menggambarkan karakter aktif, sementara penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan pikiran menggambarkan karakter yang introspektif. Diksi juga memiliki dampak terhadap pemilihan kata dan sintaks. Diksi terdiri dari delapan elemen: Fonem, Silabel, Konjungsi, Hubungan, Kata benda, Kata kerja, Infleksi, dan Uterans.
Diksi mempunyai pengertian yang berbeda-beda namun tetap mempunyai inti arti yang sama yaitu ketepatan pilihan kata. Diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar. Pengertian diksi adalah pilihan kata. Maksudnya, kita memilih kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu. Pilihan kata merupakan satu unsur sangat penting, baik dalam dunia karang-mengarang maupun dalam dunia tutur setiap hari. Dalam memilih kata yang setepat-tepatnya untuk menyatakan suatu maksud, kita tidak dapat lari dari kamus. Kamus memberikan suatu ketepatan kepada kita tentang pemakaian kata-kata. Dalam hal ini, makna kata yang tepatlah yang diperlukan Kata yang tepat akan membantu seseorang mengungkapkan dengan tepat apa yang ingin disampaikannya, baik lisan maupun tulisan. Di samping itu, pemilihan kata itu harus pula sesuai dengan situasi dan tempat penggunaan kata-kata itu. Hal yang utama mengenai diksi adalah: 1.Pilihan kata atau diksi mencakup pengertian kata-kata mana yang dipakai untuk menyampaikan suatu gagasan, bagaimana membentuk pengelompokan kata-kata yang tepat atau menggunakan ungkapanungkapan yang tepat, dan gaya mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi. 2.Pilihan kata atau diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari suatu gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kekompok masyarakat pendengar. 3.Pilihan kata yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasaan sejumlah besar kosa kata atau pembendaharaan kata bahasa itu. Sedangkan yang dimaksud perbendaharaan kata atau kosa kata suatu bahasa adalah keseluruhan kata yang dimiliki oleh sebuah bahasa.

misalnya : dilegalisir seharusnya dilegalisasi. merupakan. pemakai kata harus menemukan makna yang tepat dalam kamus. Selain pilihan kata yang tepat. lazim digunakan dalam pergaulan. dan kesopanan. 5. Menghasilkan komunikasi puncak (yang paling efektif) tanpa salah penafsiran atau salah makna. Tidak menafsirkan makna kata secara subjektif berdasarkan pendapat sendiri. Membedakan secara cermat makna kata yang hampir bersinonim. Menggunakan imbuhan asing (jika diperlukan) harus memahami maknanya secara tepat. 2. 3. denotasi yaitu kata yang bermakna lugas dan tidak bermakna ganda. misalnya : modern sering diartikan secara subjektif canggih menurut kamus modern berarti terbaru atau mutakhir. ialah. Membedakan makna kata secara cermat kata yang mirip ejaannya. misalnya : adalah. 6. Menghasilkan target komunikasi yang diharapkan. kata yang hampir bersinonim. . Penggunaan ketepatan pilihan kata ini dipengaruhi oleh kemampuan pengguna bahasa yang terkait dengan kemampuan mengetahui. yaitu. banyak mengetahui. Mengomunikasikan gagasan kaidah bahasa Indonesia. misalnya : inferensi (penuh. dalam pemakaiannya berbedabeda. 4. efektivitas komunikasi menuntut persyaratan yang harus dipenuhi oleh pengguna bahasa. Syarat-syarat ketepatan pilihan kata: 1. 2. menguasai. Menggunakan kata-kata idiomatik berdasarkan susunan (pasangan) yang benar. antara lain : 1. bunting) dan syarat (ketentuan). Membedakan makna denotasi dan konotasi dengan cermat. jika pemahaman belum dapat dipastikan. untuk tujuan estetika. koordinir seharusnya koordinasi. dan menggunakan sejumlah kosa kata secara aktif yang dapat mengungkapkan gagasan secara tepat sehingga mampu mengomunikasikannya secara efektif kepada pembaca atau pendengarnya. canggih berarti banyak cakap. Menghasilkan respon pembaca/pendengar sesuai dengan harapan penulis atau pembicara. 4. Sedangkan konotasi dapat menimbulkan makna yang bermacam-macam. misalnya : sesuai bagi seharusnya sesuai dengan. 3. Indikator ketepatan kata ini. bergaya intelektual. memahami.Diksi adalah ketepatan pilihan kata. suka mengganggu. yaitu kemampuan memilih kata yang sesuai dengan tuntutan komunikasi.

misalnya: mobil (kata umum) corolla (kata khusus. perkara) isu (dalam bahasa Indonesia berarti kabar yang tidak jelas asal-usulnya. misalnya : isu (berasal dari bahasa Inggris issue berarti publikasi. secara cermat. Menggunakan kata umum dan kata khusus. Kata kerja. Diksi juga memiliki dampak terhadap pemilihan kata dan sintaks. Analisis diksi secara literal menemukan bagaimana satu kalimat menghasilkan intonasi dan karakterisasi.  Pilihan kata atau diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa–nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar. ke tahanan dan ketahanan). sementara penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan pikiran menggambarkan karakter yang introspektif. serta buku dan kitab).  Plilihan kata atau diksi mencakup pengertian kata–kata mana yang harus dipakai untuk mencapai suatu gagasan. desas-desus). dan berhomografi (misalnya : apel buah.7. sedan buatan Toyota). Konjungsi. kata abstrak (konseptual. misalnya: pendidikan. buku ruas. Menggunakan kata abstrak dan kata konkret secara cermat. 10. dan berenang). dan gaya mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi. Menggunakan dengan cermat kata bersinonim (misalnya : pria dan laki-laki. Diksi memiliki beberapa bagian. . dan pengobatan modern) dan kata konkret atau kata khusus (misalnya: mangga. Untuk mendapatkan pemahaman yang spesifik karangan ilmiah sebaiknya menggunakan kata khusus. kesudahan. Berikut adalah Fungsi Diksi : 1. wirausaha. 8. pendaftaran – kata formal atau informal dalam konteks sosial – adalah yang utama.  Pilihan kata yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasa sejumlah besar kosa kata atau perbendaharaan kata bahasa itu. sarapan. apel upacara. kabar angin. Infleksi. 9. dan Uterans. Kata benda. Diksi terdiri dari delapan elemen yaitu : Fonem. buku kitab). bagaimana membentuk pengelompokan kata–kata yang tepat atau menggunakan ungkapan–ungkapan. berhomofoni (misalnya: bang dan bank. Melambangkan gagasan yang diekspresikan secara verbal. contohnya penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan gerakan fisik menggambarkan karakter aktif. Sedangkan yang dimaksud pembendaharaan kata atau kosa kata suatu bahasa adalah keseluruhan kata yang dimiliki suatu bahasa. saya dan aku. Adapun menurut tokoh Gorys Keraf (2002) mengemukakan poin-poin penting tentang diksi. Silabel. Hubungan. Menggunakan kata yang berubah makna dengan cermat.

mengerjakan.. misalnya : berjalan lambat. dikerjakan (bahasa tulis). Mencegah perbedaan penafsiran. bukan hanya…melainkan juga (benar). membaca. kerja (bahasa lisan). Menghindarkan penggunaan ragam lisan (pergaulan) dalam bahasa tulis. Menciptakan komunikasi yang baik dan benar. buang air kecil (lebih sopan). 3. dan komunikasi nonilmiah (surat-menyurat. diskusi umum) menggunakan kata populer.tetapi juga (benar). 4. tidak resmi) sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca. penulis harus memperhatikan ketepatan dan kesesuaian kata. 6. bekerja. merah hati. resmi. Menggunakan kata ilmiah untuk penulisan karangan ilmiah. Menggunakan ragam baku dengan cermat dan tidak mencampuradukkan penggunakannya dengan kata tidak baku yang hanya digunakan dalam pergaulan. psikologi (ilmiah). ilmu jiwa (populer).2. emosi. 7. tidak hanya. Menciptakan suasana yang tepat. menulis. Menggunakan kata dengan nuansa tertentu. misalnya: argumentasi (ilmiah). bukan hanya. Menggunakan kata berpasangan (idiomatik) dan berlawanan makna dengan cermat. . menuliskan. misalnya: tulis. Oleh karena itu. dan gagasan yang hendak ditulis dalam karangan. konduite (baku). mengesot. merah darah. dan situasi yang hendak ditimbulkan. Misalnya: keformalan. kondite (tidak baku). atau psikis antara penulis dan pembacanya. baca. Mengefektifkan pencapaian target komunikasi. II. dan merangkak. misalnya: hakikat (baku). pelacur (kasar). Syarat kesesuaian kata: 1. misalnya: kencing (kurang sopan). keprofesionalan. misalnya: sesuai bagi (salah). Menggunakan kata yang berhubungan dengan nilai social dengan cermat. suasana. hakekat (tidak baku). untuk menghasilkan karangan berkualitas. tetapi juga (salah).. Ketepatan kata terkait dengan konsep. keilmiahan. tunasusila (lebih halus). 3. membacakan. 4. pembicara dan pendengarnya. 2. 5. logika. 5. Ketepatan itu menghasilkan kepastian makna.. 6. sesuai dengan (benar). atau suasana yang sedang berlangsung. dan situasi tertentu yang hendak diwujudkan oleh penulis. Sedangkan kesesuaian kata menyangkut kecocokan antara kata yang dipakai dengan situasi yang hendak diciptakan sehingga tidak mengganggu suasana batin. Mencegah salah pemahaman. pengguna bahasa harus pula memperhatikan kesesuaian kata agar tiduk merusak makna. KESESUAIAN KATA Selain ketepatan pilihan kata itu. pembuktian (populer). Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi.

bahasa berkembang sesuai dengan kualitas pemikiran pemakainya. Makna berubah jika intonasi kalimat diubah. dan tekanan. 3. Dalam karangan ilmiah. Tegasnya. (4) syarat ketepatan kata.Penggunaan kata dalam surat. irama. penyempitan. Melambangkan gagasan yang diekspresikan secara verbal. 6. (3) konsistensi penggunaan sudut pandang. (2) wawasan bidang ilmu yang ditulis. Menciptakan suasana yang tepat. Pengembangan diksi terjadi pada kata. istilah. dan lain-lain harus tepat dan sesuai dengan situasi yang hendak diciptakan. atau solusi suatu masalah. Menciptakan komunikasi yang baik dan benar. pidato. Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi. tidak resmi) sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca. hal ini berpengaruh pada penyusunan kalimat. bentuk kata. a) Perubahan intonasi adalah perubahan makna yang diakibatkan oleh perubahan nada. hasil pemikiran. dan diksi dipakai untuk menyatakan sebuah konsep. dan bentuk kalimat. pembatasan. misalnya: Ia makan? Ia makan! Ia maaakaaan. 4. paragraf. pembuktian. Komunikasi kreatif berdampak pada perkembangan diksi. Faktor penyebab perubahan makna: (1) Kebahasaan Perubahan makna yang ditimbulkan oleh factor kebahasaan meliputi perubahan intonasi. Selain itu. Mengefektifkan pencapaian target komunikasi. baik dalam makna maupun bentuk agar tidak menimbulkan salah penafsiran. 2. Fungsi diksi: 1. Memilih kata yang tepat untuk menyampaikan gagasan ilmiah menuntut penguasaan: (1) keterampilan yang tinggi terhadap bahasa yang digunakan. 5. Pengembangan tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi. Mencegah perbedaan penafsiran. proposal. dan 7. resmi. berupa penambahan atau pengurangan kuantitas maupun kualitasnya. pelemahan. Kalimat berita Ia makan. dan wacana. dan (5) syarat kesesuaian kata. III. Namun. Paman teman saya belum menikah. Perkembangan dapat menimbulkan perubahan yang mencakup: perluasan. dan pergeseran makna. laporan. diskusi ilmiah. diksi merupakan factor penting dalam menentukan kualitas sebuah karangan. Mencegah salah pemahaman. pengaburan. Perbedaan kalimat berikut ini diakibatkan oleh perubahan intonasi. . Pilihan kata yang tidak tepat dapat menurunkan kualitas karangan. karangan ilmiah. PERUBAHAN MAKNA Bahasa berkembang sesuai dengan tuntutan masyarakat pemakainya.

(2b) Pencuri itu segera diringkus oleh satpam karena sudah diketahui sebelumnya. satpam segera dapat meringkus pencuri itu. Ibu Rina menyerahkan laporan itu lantas dibacanya. d) Kalimat akan berubah makna jika strukturnya berubah. satpam segera dapat meringkus pencuri itu. (1a) Setelah diserahkan oleh Ibu Rina laporan itu dibaca oleh penerimanya. (2a) Karena sudah mengetahui sebelumnya. Kalimat pertama: salah bentuk kata sehingga menghasilkan makna Ibu Ratna dibaca setelah menyerahkan surat. sayang (cinta) berbeda dengan penyayang (orang yang mencintai) mumukul (orang yang memukul) berbeda dengan dipukul (orang yang dikenai pukulan). Perhatikan kalimat berikut ini: i. saya. belum menikah. b) Perubahan struktur frasa: kaleng susu (kaleng bekas tempat susu) susu kaleng (susu yang dikemas dalam kaleng). teman.Paman. (1b) Setelah diserahkan oleh Ibu Rina laporan itu ia baca. (Aneh bukan?) kesalahan terjadi pada kesejajaran bentuki kata menyerahkan dan diserahkan. Kalimat kedua. Paman. (2) Kesejarahan Kata perempuan pada zaman penjajahan Jepang dipergunakan untuk menyebut perempuan penghibur. . teman saya belum menikah. dokter anak (dokter spesialis penyakit anak) anak dokter (anak yang dilahirkan oleh orang tua yang menjadi dokter). dengan pertimbangan. salah kesejajaran bentuk kata diketahui seharusnya mengetahui. c) Perubahan bentuk kata adalah perubahan makna yang ditimbulkan oleh perubahan bentuk. setelah orang melupakan peristiwa tersebut menggunakannya kembali. makna berubah menjadi pemimpin. Orang menggantinya dengan kata wanita. kata perempuan lebih mulia disbanding kata wanita. Paman. ii. Misalnya: tua (tidak muda) jika ditambah awalan kemenjadi ketua. Kini. saya belum menikah. teman. Karena sudah diketahui sebelumnya. seharusnya menyerahkan di bentuk pasif menjadi diserahkan.

Kehalusan (pleonasme) Bodoh disebut kurang pandai . kata itu tidak digunakan karena berkonotasi dengan pemberontak. misalnya: menderita. Prestasi kerjanya mengagumkan. apalagi dengan munculnya pemberontak. Padahal. dan sebagainya. Kemudian. uatang (komersial) dan bantuan berbeda makna. (Sekarang berkualitas). kata tersebut diganti dengan bantuan atau pinjaman. Sebelum tahun 1945 orang dapat berkata. Ia karyawan yang pintar (sekarang cerdas). Prestasi orang itu berbobot. Kata gerombolan yang pada mulanya bermakna orang berkumpul atau berkerumun. Kata korupsi diganti dengan menyalahgunakan jabatan. atau tidak menentang secara psikologis. Utang harus dikembalikan bersama bunganya. (sekarang layak). dan sebagainya. setelah tahun 1945. pada masa Orde Baru.Perhatikan penggunaan kata bercetak miring pada masa lalu dan bandingkan dengan pemakaian kata pada masa sekarang. Perhatikan kata-kata berikut: Petani kaya disebut petani berdasi Militer disebut baju hijau Guru disebut pahlawan tanpa tanda jasa (4) Kejiwaan Perubahan makna karena factor kejiwaan ditimbulkan oleh pertimbangan (a) rasa takut. gerombolan laki-laki menuju pasar. Misalnya. dipenjara (ditahan) diganti dengan diamankan. orang takut (khawatir) banyak uatang (komersial) merupakan kinerjaburuk bagi pemerintah. perampok. sedang bantuan tidak menuntut pengembalian. Pemakaian kata-kata tersebut dimaksudkan orang agar tidak menimbulkan masalah kejiwaan. kata gerombolan tidak digunakan bahkan ditakuti. Ia pantas menjadi teldan karena konduite kerjanya sangat tinggi. dan (c) kesopanan. tidak takut.Perhatikan contoh berikut ini: i. kata dirumahkan untuk mengganti dipecat. Demikian pula. (sekarng kinerja). (3) Kesosialan Masalah social berpengaruh terhadap perubahan makna. (b) kehalusan ekspresi. Tabu: Pelacur disebut tunasusila atau penjaja seks komersial (PSK) Germo disebut hidung belang Koruptor disebut penyalahgunaaan jabatan ii.

atau istilah baru yang mendukung pemikirannya. penggunaan vasektomi lebih baik daripada terjemahan dalam bahasa Indonesianya). yang mendasari bentuk inflesi suatu kata. kalerful dari kata colourfull (6) Kata Baru Kreativitas pemakai bahasa berkembang terus dengan kebutuhannya. Kebutuhan tersebut mendorong untuk menciptakan istilah baru bagi konsep baru yang ditemukannya. dan sebagainya. kinerja. chetting. vasektomi. klarifikasi. antirex. Kebutuhan tersebut memerlukan bahasa sebagai alat ekspresi dan komunikasi. . Perhatikan penggunaan kata: jaringan. Perhatikan contoh berikut ini: Jalur khusus bus disebut busway Kereta api satu rel disebut monorel Penuh warna. fitur. flesh drive. megapixel. download. Dewasa ini kata symposium sudah lebih dititikberatkan pada acara diskusi yang membahas berbagai masalah dalam bidang ilmu tertentu. hacker. microftword. mislanya ke tempat orang terhormat diganti dengan VIP. pashword. justifikasi. dvd. konfirmasi. cracker. dan ada kata asing yang cukup dengan penyesuaian ejaannya. Jaringan kerja (jejaring) untuk menggantikan network Justifikasi untuk menggantikan pembenaran Kinerja menggantikan performance Klarifikasi untuk menggantikan clarification Konfirmasi untuk menggantikan confirmatiom Vasektomi menggantikan operasi untuk memandulkan kaum pria dengan cara memotong saluran sperma atau saluran mani dari bawah buah jakar sampai ke katong sperma (pengertian ini terlalu panjang dan dapat menimbulkan masalah kejiwaan. dan verifikasi berikut ini.Malas disebut kurang rajin Perampok hutan disebut penjarah hutan iii. Misalnya: chip. ada yang dipertahankan keasingannya karena keinternasionalnya. Dalam bahasa Indonesia terdapat kata-kata asing yang diindonesiakan. Kesopanan Ke kamar mandi disebut ke belakang Gagal disebut kurang berhasil Sangat baik disebut tidak buruk (5) Bahasa Asing Perubahan makna karena factor bahasa asing. cd. Kreativitas baru dihadapkan pada kelangkaan makna leksikal. infokus. vendor. server. Kata symposium pada mulanya bermakna orang yang minum-minum di restoran dan kadang-kadang ada acara dansa yang diselingi dengan diskusi.

makna sebenarnya.IV. bukan makna sebenarnya. a. Laporan anda sudah mencapai target yang ditentukan. Makna konotasi dapat juga berubah dari waktu ke waktu. menggunakan data yang akurat. kekeluargaan. kata kursi yaitu tempat duduk yang berkaki empat (makna sebenarnya). Denotasi dan Konotasi Makna denotasi dan konotasi dibedakan berdasarkan ada atau tidaknya nilai rasa. 3) makna lugas yaitu mkna apa adanya. penciuman. Laporan anda belum memenuhi sasaran. Makna kata ini lebih banyak digunakan dalam situasi tidak formal. Kalimat tersebut tidak menunjukkan mkana bahwa Megawati dan Susilo Bambang Yudoyono tarik-menarik kursi karena kata kursi berarti jabatan presiden. Pehatikan contoh berikut ini. misalnya: a. Sebuah kata dapat berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Kata denotasi lebih menekankan tidak adanya nilai rasa. Sebuah kata dapat merosot nilai rasanya karena penggunaannya tidak sesuai dengan makna denotasinya. b. (konotasi) . bukan makna kias. Pengemudi kendaraan bermotor ditilang karena melanggar peraturan lalu lintas minta kebijaksanaan kepada petugas agar tidak diperkarakan (damai di tempat). Makna denotasi lazim disebut 1) makna konseptual yaitu makna yang sesuai dengan hasil observasi (pengamatan) menurut penglihatan. Umpamnya. atau pengalaman yang berhubungan dengan informasi (data) factual dan objektif. (denotasi) d. pendengaran. dan memberikan masukan yang sangat diperlukan bagi kebijakan selanjutnya. 2) makna sebenarnya. Dalam kalimat “Megawati dan Susilo Bambang Yudoyono berebut kursi presiden”. Dapat ditegaskan bahwa makna kata konotatif cenderung bersifat subjektif. kata kebijaksanaan yang bermakna denotasi kelakuan atau tindakan arif dalam menghadapi suatu masalah. Laporan Anda harus diserahkan selambat-lambatnya 1 Juni 2004. Konotasi berarti makna kias. menjadi negative konotasinya akibat kasus-kasus tertentu. c. Orang tua murid yang anaknya tidak naik kelas mohon kebijaksanaan kepada kepala sekolah agar bersedia menolong anaknya (menaikkan kelas). (denotasi) b. (konotasi) c. umpamanya. lugu. perasaan. menyerahkan hasil tepat waktu. sesuai dengan pandangan hidup dan norma masyarakat tersebut. dan pergaulan. misalnya: dalam pembicaraan yang bersifat ramah tamah. polos. Untuk mengurus surat-surat di kantor pemerintah seringkali kita pun dimintai member kebijaksanaan oleh sang petugas agar urusan tidak terlambat (memberikan uang suap). diskusi tidak resmi. Penulis memanjakan puji syukur atas selesainy laporan ini. Verifikasi pemeriksaan kebenaran laporan. sedangkan konotasi bernilai rasa kias.

minor. misalnya. bunting (2) Hasil. penginapan. teknik. siasat. misalnya: aman – tenteram. hanya ada kesamaan atau kemiripan. losmen. tempat. melotot. Kepada Tuhan penulis mengucapkan puji syukur atas penyelesaian laporan ini dengan baik dan tepat waktu. mengintip. dua kata atau lebih yang berbeda bentuk. dapatkah kata-kata tersebut dipertukarkan penggunaannya dalam sebuah kalimat? Jika tidak. dan pengucapannya.Sinonim persis atau lengkap (saling menggantikan). Sedangkan sinonim mirip (tidak saling menggantikan) Contoh: besar = makro = kolosal = raya = agung = akbar Sinonim adalah persamaan makna kata. Perhatikan contoh kata-kata bersinonim dan hamper bersinonim berikut ini. kebijakan (6) Terminal. misalnya: melihat. Kata perempuan dapat diganti dengan wanita. Dalam kalimat kedua kata tersebut dapat dipertukarkan. mikro. tetapi bentuknya berlainan. Kegiatan. Kesopanan. perhentian. taktik. produksi. wanita bersinonim deengan perempuan. makna sama tetapi berbeda tulisan maupun pengucapannya. matahari – surya.e. keluaran (3) Kecil. misalnya kata: saya. mungil (4) Korupsi. misalnya: saya. Kesinoniman kata tidaklah mutlak. tetapi bermakna sama. Ketidakmungkinan menukar sebuah kata dengan kata lain yang bersinonim atau hamper bersinonim disebabkan oleh berbagai alasan: waktu. hotel. Cermatilah. . motel. mantan. pangkalan. Sinonim Sinonim adalah dua kata atau lebih yang pada asasnya mempunyai makna yang sama. aku. pasar hamper bersinonim dengan konsumen atau pelanggan. atau pelanggan. kesinominan mutlak jarang ditemukan dalam perbendaharaan kata bahasa Indonesia. bekas. ejaan. b. mencuri (5) Strategi. pos Jadi. konsumen. Waktu. dan nuansa makna. mengalami perluasan bukan hanya tempat berjual-beli. melirik. Misalnya. meninjau. (1) Hamil. stasiun. tetapi juga berarti pemakai produk. prestasi. beta. (denotasi) V. kata-kata tersebut tidak bersinonim sepenuhnya. c. Pasar pada masa lalu berarti tempat orang berjual-beli. Tempat atau daerah. e. Nuansa makna. Artinya. d. Perhatikan contoh berikut: a. Tradisi di daerah itu memasak dikerjakan oleh perempuan. Contoh: konsisten = taat asas = ajek efektif = mangkus. halte. Sedangkan pasar pada situasi masa sekarang. kesopanan. suasana batin.

Ia bekerja keras agar supaya sukses. Kepada. Kata-kata Tanya yang sering digunakan secara salah. Kucing adalah binatang buas. di mana. . pendapat itu salah.Dua kata bersinonim atau hampir bersinonim tidak digunakan dalam sebuah frasa. Bangsa Indonesia berharap akan tampilnya seorang presiden yang mampu mengatasi berbagai kesulitan bangsa. misalnya: yang mana. agar supaya. Kucing merupakan binatang buas. Pasangan kedua kata sesuai dengan (kalimat 2) tersebut tidak boleh diganti pasangan lain. Yth. Yang Mana. pendapat itu salah. Kata disebabkan oleh (kalimat 3) tidak dapat diganti disebabkan karena atau disebabkan dengan. Untuk saya. Kepada Bapak Nurhadi. (benar) b. dan lain-lain. Misalnya: sesuai pada. Karyawan itu bekerja sesuai dengan aturan perusahaan. Pasangan idiomatik kedua kata seperti itu tidak dapat digantikan dengan pasangan lain. Kata berharap akan (kalimat 1) tidak dapat diganti oleh mengharapkan akan atau berharap dengan. (salah) Penggunaan kata bersinonim dalam sebuah frasa tersebut salah. Hal Mana Kata tanya hanya digunakan untuk menanyakan sesuatu jika jika tidak menanyakan sesuatu tidak digunakan (digunakan berarti salah). (benar) (2) a. Bagi saya. bagi untuk. 3. mengharapkan akan. adalah yaitu. seharusnya: (1) a. Dalam sebuah kalimat. (benar) VI. (salah) c. Kekacauan social di berbagai tempat disebabkan oleh tidak meratanya keadilan dan kemakmuran. 2. misalnya: a. (salah) b. disebabkan karena. (benar) b. Bapak Nurhadi. Kepada Yth. Kata Tanya: Dimana. Misalnya: adalah merupakan. Kucing adalah meupakan binatang buas. disebabkan oleh. Perhatikan penggunaan kata-kata tersebut dalam kalimat berikut ini. Contoh: 1. berharap akan. Idiomatik Idiomatik adalah penggunaan kedua kata yang berpasangan. Misalnya: sesuai dengan. (benar) (3) a. yth. VII. (benar) b. Bapak Nurhadi. dan hal mana. penggunaan kedua kata tersebut.

Contoh: a. Sahabatku yang sangat baik kepadaku ketika di SMP dulu sekarang menjadi pengusaha yang sukses. bang (berarti sebutan kakak lakilaki)  Homograf . (benar) c. Homograf  Homonim Kata homonim berasal dari bahasa homo berarti sama dan nym berarti nama. SMP sekolahku itu disumbangnya dengan perlengkapan laboratorium komputer beberapa hari yang lalu. (benar) VIII.a. tetapi berbeda makna. Buku = ruas Buku = kitab c. baku berarti standar. sebunyi. Bandar = pelabuhan Bandar = parit Bandar = pemegang uang dalam perjudian  Homofon Homofon terdiri atas kata homo berarti sama dan foni (phone) berarti bunyi atau suara. (salah) a. saling) (3) Bank (tempat menyimpan/mengutang uang). SMP itu di mana kami sekolah dulu disumbangnya dengan perlengkapan laboratorium computer beberapa hari yang lalu. Homofoni mempunyai pengertian sama bunyi. berbeda tulisan. Laboratorium komputer hal mana sangat diperlukan untuk mengembangkan kreativitas dan komunikasi para siswa SMP itu menjadi pemacu pengembangan kecerdasan para siswanya. Homonim. (benar) b. (salah) b. Syah = raja Syah = kepala (pemimpin) b. Homofon. Laboratorium komputer itu sangat diperlukan untuk mengembangkan kreativitas dan komunikasi para siswa SMP sehingga memacu kecerdasan siswanya. baku hantam berarti saling hantam. dan berbeda makna. sama bunyi. Kata lain yang berhomonim: (1) Halaman (halaman buku. Homonin dapat diartikan sama nama. Sahabatku yang mana sangat baik kepadaku ketika di SMP dulu sekarang menjadi pengusaha yang sukses. halaman rumah) (2) Baku (bahasa baku berarti bahasa standar. (salah) c.

Dengan kata lain. makin khusus. high text markup language (HTML). Perhatikan contoh berikut ini: (1) APBN RI mengalami kenaikan lima belas persen. Serangan jantung (penyakit jantung yang mendadak) melanda orang tua yang tidak pernah berolah raga.Homograf terdiri dari kata homo berarti sama dan graf (graph) berarti tulisan. penyakit radang paru-paru. seperti: hama tanaman penggerek. Uraian sebuah konsep biasanya diawali dengan pembahasan umum yang menggunakan kata abstrak dilanjutkan dengan detail yang menggunakan kata konkret. dan berbeda makna. b. makin sedikit kemungkinan terjadi salah paham. Contoh: a. . (kata konkret) (2) Kebaikan (kata abstrak) seseorang kepada orang lain bersifat abstrak. bahasa pemrograman. virus HIV. (tidak berwujud atau tidak berbentuk) (3) Kebenaran (kata abstrak) pendapat itu tidak terlalu tampak. Perhatikan contoh berikut ini: (1) Kata umum : melihat X. Karangan berupa deskripsi fakta menggunakan kata-kata konkret. Makin umum suatu kata makin besar kemungkinan terjadi salah paham atau perbedaan tafsiran. pilihan kata semakin tepat. Polisi serang (mendatangi untuk menyerang) penjahat di Kabupaten Serang (nama tempat). sedangkan kata konkret mempunyai referensi objek yang dapat diamati. IX. semakin khusus makna kata yang dipakai. Tetapi. Kata Umum dan Kata Khusus Kata umum dibedakan dari kata khusus berdasarkan ruang lingkupnya. makna kata menjadi sempit ruang lingkupnya makin khusus sifatnya. karangan berupa klasifikasi atau generalisasi sebuah konsep menggunakan kata abstrak. Homograf ditandai oleh kesamaan tulisan. Kata Abstrak dan Kata Konkret Kata abstrak mempunyai referensi berupa konsep. Ia makan apel (buah) sesudah apel (upacara) di lapangan. makin umum sifatnya. Pemakaian dalam penulisan bergantung pada jenis dan tujuan penulisan. Pelajar teras (pejabat utama) itu duduk santai di teras (lantai depan rumah) sambil membaca berita di Koran tentang pertanian di daerah teras (bidang tanah datar yang miring di perbukitan). Sebaliknya. makin sempit ruang lingkupnya. berbeda bunyi. Makin luas ruang lingkup suatu kata. seperti: pendidikan usia dini. c. Sebaliknya.

terperosok. : berjalan : tertatih-tatih. langkah tegap. tergelincir. terjengkang. . : jatuh : terpeleset. terjerembab. ngesot. : melotot. menatap. terseok-seok. memandang. melirik. mengintip. tersungkur.Kata khusus (2) Kata umum Kata khusus (3) Kata umum Kata khusus terjungkal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful