P. 1
ISBD

ISBD

|Views: 136|Likes:
Published by Rugas Pribawa

More info:

Published by: Rugas Pribawa on Dec 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2012

pdf

text

original

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR

Dosen : Drs. Nuhing Tasi, M.Pd.
1. Pengertian dan Ruang Lingkup ISBD. 2. Ilmu-2 Sosial dan Ilmu-2 Budaya 3. Pengertian Budaya dan Kebudayaan 4. Wujud, Komponen dan Unsur-2 Kebudayaan 5. Perubahan Sosial Budaya

Pengertian dan Ruang Lingkup ISBD.
• ISBD adalah pengetahuan dasar tentang ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu budaya yang diajarkan untuk memperluas wawasan pengetahuan dan mengembangkan kepribadian mahasiswa kearah yang lebih beradab dan dapat berpartisipasi dalam mengatasi masalah-masalah sosial di dalam masyarakat. • ISBD merupakan pengganti istilah “Basic Social Sciences” dan “Basic Humanities” atau “Pendidikan Humaniora” suatu bentuk pengajaran di perguruan tinggi dalam rangka pengembangan kepribadian mahasiswa. • Ruang lingkup ISBD meliputi konsep-konsep dasar dari ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu budaya yang dipandang berguna untuk memperluas wawasan pengetahuan dan mengembangkan kepribadian mahasiswa kearah yang lebih beradab dan dapat berpartisipasi dalam mengatasi masalah-masalah sosial di dalam masyarakat.

Ilmu-2 Sosial dan Ilmu-2 Budaya
• Ilmu-ilmu sosial adalah bagian dari ilmu pengetahuan yang menguraikan dan menyelidiki cara berpikir dan perilaku manusia. Ilmu-ilmu sosial dimasud adalah antara lain terdiri dari : • Psikologi, Sosiologi, Ilmu Ekonomi, Ilmu Manajemen, Ilmu Hukum, Ilmu Pendidikan, Demografi, Ilmu Politik, Ketata negaraan, dll. • Sedangkan ilmu-ilmu budaya adalah bagian dari ilmu pengetahuan yang menguraikan dan menyelidiki hasil pikiran dan karya manusia. Ilmu-ilmu budaya dimasud adalah antara lain terdiri dari : • Teologi, Filsafat, Sejarah, Antropologi, Ilmu Bahasa, Kesenian, Teknologi.

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
• •
• •

Pengertian Budaya Koentjaraningrat (1986) dan Widagdho (1991) mengemukakan pendapat Prof.M.M. Djojodigono tentang arti “budaya” adalah daya dari budi yang berupa cipta, karsa, dan rasa. Cipta : kerinduan manusia untuk mengetahui rahasia segala hal yang ada dalam pengalamannya, yang meliputi pengalaman lahir dan batin. Hasil cipta berupa berbagai ilmu pengetahuan. Karsa : kerinduan manusia untuk menginsyafi akan hal “sangkan paran”, yaitu dari mana manusia sebelum lahir (= sangkan), dan kemana manusia sesudah mati (= paran). Hasilnya berupa norma-norma keagamaan / kepercayaan. Timbullah bermacam-macam agama, karena kesimpulan manusiapun bermacam-macam pula. Rasa : kerinduan manusia akan keindahan, sehingga menimbulkan dorongan untuk menikmati keindahan. Manusia merindukan keindahan dan menolak keburukan/kejelekan. Buah perkembangan rasa ini terjelma dalam bentuk berbagai norma keindahan yang kemudian menghasilkan macam-macam kesenian.

Definisi Kebudayaan
• Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. Menurut ilmu antropologi budaya dan sosial, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tingkah laku dan hasil karya manusia yang terhimpun sejak awal makhluk manusia itu berevolusi di muka bumi ini hingga sekarang yang dijadikan milik dirinya melalui proses belajar (Koentjaraningrat, 1986). Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lainlain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Wujud, Komponen dan Unsur-unsur Kebudayaan
• Wujud Kebudayaan : (1) Gagasan ( Wujud ideal), (2) Aktivitas (tindakan), (3) Artefak (karya). • Komponen Kebudayaan : (1) Kebudayaan material, (2) Kebudayaan nonmaterial • Unsur-unsur Kebudayaan : (1) Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi), (2) Sistem mata pencaharian hidup, (3) Sistem kekerabatan dan organisasi sosial, (4) Bahasa, (5) Kesenian, (6) Sistem kepercayaan, (7) Sistem ilmu dan pengetahuan.

Perubahan Kebudayaan
a. b. c. d. e. Perubahan lingkungan alam Kontak dengan kelompok lain Penemuan baru (disvovery) Masyarakat mengadopsi kebudayaan bangsa lain Suatu bangsa memodifikasi cara hidupnya dgn mengadopsi pengetahuan atau kepercayaan baru, atau karena perubahan pandangan hidup dan konsepsinya ttg realitas. (Elly M. Setiadi, dkk. 2007 : 44)

Sifat-sifat Kebudayaan
1. Budaya terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia serta diperlukan manusia 2. Budaya telah ada sebelum lahirnya suatu generasi dan tidak akan hilang setelah habisnya usia generasi itu 3. Budaya mencakup aturan-2 yg berisikan kewajiban-2, tindakan-2 yg diterima dan ditolak.

Penetrasi Kebudayaan
Yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh suatu kebudayaan ke kebudayaan lainnya. Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara: 1. Penetrasi damai (penetration pasifique), yaitu masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat. Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi, atau Sintesis. Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. Sedangkan Sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli.

Penetrasi Kebudayaan
2. Penetrasi kekerasan (penetration violante) Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak. Contohnya, masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat.

Pengertian Peradaban
• Menurut kamus, adab berarti akhlak atau kesopanan dan kehalusan budi pekerti. Dengan demikian manusia beradab adalah manusia yang berakhlak, yang memiliki kesopanan dan budi pekerti. Yang tidak berakhlak disebut biadab. Tetapi, siapa yang memberikan ukuran beradab tidaknya manusia ? Akhlak, kesopanan, dan budi pekerti adalah konsep-konsep yang mengikuti norma tertentu. Dan norma adalah tingkah laku yang dianggap wajar, yang diterima oleh orang ramai dan yang sekaligus tentu saja di harapkan dari kita (Darmono, 2001). • Koentjaraningrat (1986), menjelaskan bahwa konsep “peradaban” ini sama dengan dalam bahasa Inggris disebut civilization. Istilah ini dipakai untuk mengacu bagian-bagian dan unsur-unsur kebudayaan yang halus dan indah, seperti kesusteraan tertulis, teknologi, ilmu pengetahuan, seni bangunan yang bermutu tinggi, pertanian dengan system irigasi, organisasi negara, adat sopan santun, dan system komunikasi yang luas dalam suatu masyarakat yang kompleks.

Problematika Kebudayaan
1. Pandangan hidup dan kepercayaan. (keterikatan dgn tanah airnya) 2. Perbedaan persepsi (thdp KB) 3. Faktor psikologis (kekuatiran pindah) 4. Kurang komunikasi dengan masyarakat luar (masy. Terasing, sikap tertutup) 5. Sikap tradisionalisme sikap etnosentrisme (prasangka negatif) 6. IPTEK yang disalahgunakan (nuklir, bom senjata, narkoba)

Manusia dan Cintakasih
• Maksud dan tujuan pembahasan Cinta kasih ialah 1. Agar kita dapat memperoleh gagasan pemikiran yang lebih baik dan persepsi yang relatif sama tentang pengertian cinta kasih itu sendiri, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan suasana kedamaian dan kebahagiaan dalam masyarakat. 2. 3. 4. Cintakasih itu termasuk kebutuhan hidup manusia yang utama. Cinta kasih merupakan daya pemersatu dalam alam semesta, dan kondisi utama yang memungkinkan hidup. Kemampuan mencinta memberi nilai pada hidup, dan menjadi ukuran terpenting dalam menentukan apakah kita maju atau tidak.

Arti Cintakasih.
• Cintakasih adalah “rasa suka terhadap orang lain atau sesuatu yang disertai dengan aktivitas memberi tanpa pamrih”. • Pemahaman terhadap Cinta kasih yg keliru dapat menjadi pertentangan - Cinta kasih tidak sama dengan rasa suka terhadap lawan jenis yang didasari oleh nafsu biologis. - Cinta kasih bukan aktivitas memberi untuk penguasaan. - Cinta kasih juga bukan aktivitas memberi untuk menerima, atau untuk dicintai disukai. • Unsur2 Cinta Kasih : Pengorbanan, Tanggung jawab, Kejujuran, Saling percaya, Saling pengertian. • Macam2 Cinta Kasih : Kasih Sayang (Philia), Cinta Asmara (Eros), Pemujaan (Agape), Belas Kasihan. • Hubungan cinta kasih dengan kebudayaan : cinta kasih memotivasi daya kreativitas manusia untuk menciptakan kebudayaan.

MANUSIA DAN KEINDAHAN
• • Arti Keindahan Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dsb. Benda yang mempunyai sifat keindahan ialah : hasil seni (walaupun tidak semua), pemandangan alam, manusia, rumah dan lain-lain. Keidahan tidak dapat dipisahpisahkan dari kehidupan manusia, siapa saja, dimana saja dapat menikmati keindahan. Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keduanyan mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah, yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah, misalnya tiruan, atau pemalsuan, karena dasarnya tidak benar. Kawasan keindahan sangat luas, dan beraneka ragam, sesuai dengan perkembangan peradaban dan budaya manusia. Sebagai acuan salah satu definisi keindahan dikemukakan oleh Drs. Suryadi M.P. (1984) dalam buku jerjudul “Ilmu Budaya Dasar” sebagai berikut : “keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kualita/pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kualita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast)”. Filsuf abad pertengahan Thomas Aquinas (1225 – 1274 ) mengatakan, bahwa “keindahan” adalah sesuatu yang menyenangkan bila dilihat.

• •

Ciri-ciri Keindahan
• Salah satu cara untuk memahami pengertian keindahan yang bersifat abstrak itu ialah dengan mencari ciri-ciri umum atau kualitas hakiki yang terdapat pada sesuatu benda atau hal yang di nyatakan indah oleh sebagian besar orang. Ciri-ciri umum keindahan yang sering disebut adalah :
– Kesatuan (unity), – Keselarasan (harmony), selaras, laras artinya merupakan sesuatu yang menyenangkan berdasarkan penglihatan, pendengaran atau perasaan. – Kesetangkupan (symmetry), yaitu antara bagian atau unsur – unsurnya berhubungan erat, rapat, saling mendukung dan menyatu. – Keseimbangan (balance), – Pertentangan (contrast), – Ciri lain dari keindahan adalah juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perorangan, waktu dan tempat, mode, atau selera kedaerahan.

Macam-macam Keindahan
– Menurut cakupannya, dibedakan antara keindahan sebagai suatu kualitas abstrak yang dalam bahasa Inggris disebut “beauty” (keindahan/kecantikan), dengan keindahan yang konkret pada sesuatu yang dalam bahasa Inggris disebut “ the beautiful” (benda atau hal yang indah). – Keindahan juga dibedakan menurut luasnya, yaitu : – keindahan dalam arti luas : meliputi segala hal yang mengandung ide kebaikan dan menyenangkan, keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral, dan keindahan intelektual. – keindahan dalam arti estetik murni : menyengkut pengalaman dan persepsi seseorang terhadap segala sesuatu yang dirasanya indah. – keindahan dalam arti yang terbatas : yaitu hanya menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna.

Sebab-sebab manusia menciptakan keindahan
1. 2. 3. Kekaguman atas kebesaran ciptaan Tuhan. Protes jiwa melihat kejanggalan dalam masyarakat. Keinginan untuk mengkomunikasikan kepada orang lain tentang keadaan suatu masyarakat. 4. Keinginan untuk mengabadikan sesuatu yang dianggap indah. Teori-teori pencipta karya seni 1. Teori Pengungkapan The Liang Gie menjelaskan bahwa seorang seniman setelah mendapat inspirasi yaitu yang berupa pengalaman, maka apa yang telah dialami itu setelah direnungkan, lalu diungkapkan, dan hasil pengungkapan itu adalah suatu hasil seni. Seorang Filsuf Italia Benedetto Croce (1866 – 1952) mengatakan bahwa “seni adalah pengungkapan kesan-kesan”. Pengungkapan itu berwujud bermacam-macam gambaran angan-angan seperti misalnya, gambaran warna, garis dan kata. Bagi seseorang mengungkapkan hasil renungan berarti menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu adanya kegiatan jasmaniah keluar. (Suyadi, 1984).

2. Teori Metafisik
• Filsuf Plato (427 – 347 SM) mengatakan bahwa dibalik alam pisik ini terdapat dunia ide sebagai realita Ilahi. Untuk mencapai dunia ide itu para seniman perlu melakukan perenungan. Ide-ide yang diperoleh itu kemudian ditiru dalam bentuk karya seni. Kemudian karya seni itu ditiru lagi oleh para seniman yang lain. Dengan demikian karya seni yang dibuat manusia hanyalah imitasi (tiruan) dari realita duniawi, atau tiruan dari suatu tiruan lain sehingga bersifat jauh dari kebenaran dan dapat menyesatkan.. Filsuf Arthur Schopenhauer (1788 – 1860 ) juga mengemukan teori karya seni yang bercorak metafisik. Menurut dia senia adalah suatu bentuk dari pemahaman terhadap realita, dan realita yang sejati adalah suatu keinginan (will) yang semesta. Dunia objektif sebagai ide hanyalah sebagai wujud luar dari keinginan itu. Pengetahuan sehari-hari adalah pengetahuan praktis yang berhubungan dengan benda-benda itu. Tapi ada pengetahuan yang lebih tinggi kedudukannya, yakni yang diperoleh bilamana pikiran diarahkan kepada ide-ide itu sendiri dengan melalui perenungan, sehingga lahirlah karya seni. Seniman besar ialah seseorang yang mampu dengan perenungannya itu menembus segi-segi praktis dari benda-benda disekelilingnya dan sampai pada maknanya yang dalam, yakni memahami ide-ide dibaliknya.

3. Teori Psikologik
• Proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginankeinginan bawah sadar dari seorang seniman. • Asal mula seni adalah dorongan batin untuk bermai-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang. Seni merupakan semacam permainan mengembangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan. • Seni adalah lambang atau tanda serupa (iconic sign) dari perasaan manusia. Misalnya sebuah lagu dengan irama naik turun dan alunan cepat-lambat serta akhirnya berhenti, adalah symbol atau tanda dari kehidupan manusia dengan berbagai perasaannya yang ada pasang-surutnya serta saat tergesa-gesa atau santai dan ada akhirnya.

Keindahan dan Kehalusan
• Kehalusan bagian dari keindahan. Indah mengandung kehalusan, yang halus akan menjadi indah. Kehalusan dari kata halus (perbuatan) lembut, sopan, baik (budi bahasa), beradab, kesopanan. Halus bagi manusia berupa sikap lembut dalam menghadapi orang. Lembut dalam mengucapkan kata-kata, lembut dalam roman muka, lembut dalam sikap anggota badan lainnya. Halus itu sikap manusia dalam pergaulan. Sebagai lawannya ialah sikap kasar atau sikap orang yang sedang emosi, bersikap sombong, sikap kaku, sikap bermusuhan. Sikap halus merupakan gambaran hati yang tulus serta cinta kasih terhadap sesama. Sikap halus juga dimiliki oleh orang rendah hati. Anggota badan yang melahirkan kehalusan itu kaki, tangan, kepala, mulut, bibir, mata, bahu, roman muka, perkataan, pemilihan kata, penyusunan kalimat dan irama bahasa juga dapat dinilai halus atau tidaknya. Bagian rohaniah yang melahirkan sikap ialah : kemauan, perasaan dan pikiran, atau karsa, rasa dan cipta. Tiga unsur rohaniah ini saling berkaitan, saling mempengaruhi dan mewujudkan tingkah laku, tutur bahasa, perbuatan yang semuanya itu dapat dinilai kehalusan atau kekasarannya.

Hubungan keindahan dengan kebudayaan
• Kesukaan manusia terhadap keindahan membuat manusia berusaha menciptan karya yang indah, karya yang baik, dan itu semua merupakan kebudayaan manusia. Misalnya : karya-karya seni lukis, seni bangunan, seni suara, budi daya tanaman hias, salon kecantikan, norma-norma, dsb.

MANUSIA DAN PENDERITAAN
1. Arti Penderitaan • Penderitaan dari kata derita (bhs Sanskerta dhra) artinya menahan/menanggung/merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Yang termasuk penderitaan itu ialah keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan, dan lain-lain. • Penderitaan itu bersifat universal, artinga bagian dari kehidupan manusia sepanjang zaman. Siapa saja, kapan saja, dimana saja, dapat mengalami penderitaan, walaupun kadarnya berbeda-beda. 2. Macam-macam penderitaan: Penderitaan lahir. Penderitaan batin, yakni berupa sakit hati. Penderitaan lahir dan batin 3. Sebab-sebab Penderitaan • Faktor dari luar (faktor ekternal), Keadaan alami, Keadaan sosial, • Faktor dari dalam (faktor internal), • Gabungan antara faktor ekternal dan faktor internal 4. Hubungan Kebudayaan dengan penderitaan

MANUSIA DAN KEADILAN
1. Keadilan adalah pengakuan & perlakuan yang simbang antara hak kewajiban.
2. Macam2 Keadilan : Keadilan Legal / Moral, Keadilan Distributif, Keadilan Komutatif 3. Kejujuran berarti apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya. Jujur juga berarti bersih hatinya dari perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Jujur berarti pula menepati janji atau menepati kesanggupan, baik yg telah terlahir dalam kata2 maupun yang masih di dalam hati (niat). Belajarlah bersikap jujur, sebab kejujuran mewujudkan keadilan, sedangkan keadilan menuntun kemuliaan abadi. Orang bodoh yang jujur adalah lebih baik daripada orang pandai yg pembohong. 4. Kecurangan : Ada 3 macam godaan yaitu pangkat, harta, & hawa nafsu. 5. Nama Baik 6. Pembalasan

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
1. Arti Pandangan Hidup Pandangan hidup adalah terdiri dari citacita, nilai-nilai kebajikan atau kebaikan dan sikap hidup yang relatif permanen pada seseorang atau sekelompok orang dan yang mempengaruhi tingkah laku mereka dalam kehidupan bermasyarakat. Pandangan hidup diperoleh manusia dari pengalaman hidupnya sejak kecil dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan hidupnya. 2. Cita-cita Cita adalah hati; cita-cita adalah suatu keinginan yang terkandung di dalam hati. Karena itu cita-cita juga berarti angan-angan, keinginan, harapan, atau tujuan. Tanpa cita-cita berarti manusia tidak ada kemajuan. Keinginan ada yang baik dan ada yang buruk. Keinginan yang baik bersifat luhur. Keinginan itu dicapai dengan tidak merugikan orang lain. Keinginan buruk adalah keinginan yang dapat merugikan orang lain. Ada tiga kategori keadaan hati seseorang; keras, lunak, dan lunak.

3. Kebajikan

Kebajikan itu adalah perbuatan yang selaras dgn suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan.

4. Sikap Hidup • Sikap hidup adalah perasaan hati dalam menghadapi hidup ini. Sikap itu bisa positif, bisa negatif, bisa apatis, sikap optimis atau pesimis, bergantung kepada pribadi orang itu dan juga lingkungannya. • Ada tujuh sikap positif (etis) yaitu : sikap lincah, sikap tenang, sikap halus, sikap berani, sikap aktif, sikap rendah hati, dan sikap bangga. Sikap nonetis atau sikap negatif ialah : sikap kaku, sikap gugup, sikap kasar, sikap takut, sikap angkuh, dan sikap rendah diri. Sikap-sikap itu harus dijauhkan dari diri pribadi, karena sangat merugikan baik bagi pribadi maupun bagi kemajuan bangsa.

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
• • Arti Tanggung Jawab Tanggung Jawab adalah kesdaran manusia akan tingkah laku dan perbuatannya yang disengaja ataupun tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban Mcam-macam Tanggung Jawab • Tanggung jawab : kepada diri pribadi, kepada keluarga,kepada masyarakat, kepada bangsa/negara, kepada Tuhan
• • Pengabdian Pengabdian ialah perbuatan manusia, baik yang berupa pikiran, pendapat maupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan cinta, kasih sayang, hormat atau suatu ikatan yang semua dilakukan secara ikhlas. Pengabdian pada dasarnya adalah rasa tanggung jawab.

Kesadaran & Pengorbanan
• • Kesadaran Kesadaran dari kata sadar artinya tahu, mengerti, ingat, terbuka hati/ pikirannya untuk berbuat sesuai dengan kata hatinya. Jadi, kesadaran adalah keinsyafan akan perbuatannya. Kesadaran moral ialah keterbukaan hati atau pikiran untuk menghargai hak-hak dan kewajiban orang lain. Pengorbanan Pengorbanan ialah pemberian secara ihklas yang berupa pikiran, pendapat, harta, waktu, tenaga, bahkan mungkin nyawa, demi cinta, kesetiaan, ikatan sesuatu, kebenaran, dan mungkin juga kesetiakawanan.

• • •

MANUSIA DAN KEGELISAHAN
• •


Kegelisahan Kegelisahan dari kata gelisah artinya rasa yg tidak tentram di hati atau merasa selalu khawatir, tidak dapat tenang (tidurnya), tidak sabar lagi (menanti), cemas. Sigmund Freud membedakan kegelisahan atau kecemasan menjadi tiga macam , yaitu : kecemasan kenyataan (obyektif), kecemasan neurotik, dan kecemasan moral. 1. Kecemasan Kenyataan (Obyektif) adalah perasaan khawatir karena adanya bahaya dari luar yang mengancam. 2. Kecemasan Neurotik (saraf) dibagi dalam tiga macam, yakni : a. Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan. Orang itu takut akan idenya sendiri, sehingga menekan dan menguasai ego. b. Rasa takut irrasional atau phobia, yaitu rasa ketakutan atau jijik terhadap sesuatu tanpa alasan yang jelas. Mis. takut terhadap ulat, cacing. c. Rasa takut berupa gugup atau gagap.

3. Kecemasan Moral
• Kecemasan Moral ialah perasaan iri, benci, dendam, gelisah yang ada dihati seseorang yang biasanya dihubungkan dengan keadaan orang lain yang dianggapnya sebagai saingan hidupnya. • Sebab-sebab orang gelisah • pada hakekatnya karena orang takut kehilangan hakhaknya. • Usaha-usaha mengatasi kegelisahan • antara lain, kita harus bersikap tenang, pasrah, dan berlindung kepada kekuasaan Tuhan.

Keterasingan
• Keterasingan dari kata terasing, kata dasar asing berarti sendiri, tidak dikenal orang. Terasing berarti tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi, keterasingan berarti hal2 yg berkenaan dengan tersisihnya dari pergaulan, terpencil, atau terpisah dari yang lain. Sebab-sebab keterasingan Bersumber pada perbuatan yang tidak dapat diterima oleh masyarakat, antara lain : melanggar norma, bersikap angkuh, atau kaku. Sikap rendah diri, yaitu menganggap dirinya selalu tidak berharga, kurang laku, kurang mampu dihadapan orang lain, sehingga merasa dirinya lebih rendah dari orang lain. Sikap rendah diri ini sebenarnya kurang baik, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga tidak baik untuk masyarakat. Sebab-sebab rendah diri ini mungkin karena cacat pisik, mungkin karena kemiskinan, mungkin karena rendah pendidikannya, mungkin pula karena kesalan perbuatannya.

• • •

Kesepian
• Kesepian dari kata sepi, artinya sunyi, lengang, tidak ada apa2, tidak ada siapa2, kurang pembeli (dagang), tidak banyak tamu, dll. Kesepian adalah bagian hidup manusia, tiap orang pernah mengalami rasa kesepian. Orang mengasingkan diri sehingga kesepian mungkin karena sombong, mungkin pula karena sikap rendah diri. Tetapi, sebab utama kesepian itu ialah krn manusia takut kehilangan hak hidup atau hak memiliki nama baik (harga diri). Ketidakpastian, dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, pikirannya kacau, tidak dapat konsentrasi, bingung, tidak dapat berpikir dengan baik. Biasanya karena mentalnya tertanggu. Tanda-tandanya, obsesi (merasa terancam terus tanpa sebab yang jelas), kompulsi (perasaan selalu ragu-ragu atas perbuatannya), phobia (rasa takut yang tak terkendali), delusi (keyakinan yang tidak masuk akal, misalnya : memandang orang lain rendah, gila hormat, atau merasa bersalah), hysteria (tidak mampu menguasai diri karena tekanan mental), halusinasi (pengamatan yang keliru karena khayalan), emosi (marah, sedih, terharu, gembira) . Untuk mengatasinya perlu dicari penyebabnya, atau ke psikolog.

MANUSIA DAN HARAPAN

• 1. 2. 3. 4. 5.

Harapan artinya keinginan yang belum terwujudkan. Setiap orang mempunyai harapan. Tanpa harapan manusia tidak ada artinya sebagai manusia. Manusia yang tak mempunyai harapan berarti tak dapat diharapkan lagi. Dalam diri manusia ada dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup. Dorongan kodrat itu ialah menangis, tertawa, berpikir, berkata, bercinta, mempunyai keturunan. Kebutuhan hidup ialah kebutuhan jasmani dan rohani. Kebutuhan jasmani ialah: pangan, sandang, dan papan. Sedangkan kebutuhan rohani meliputi kebahagiaan, kesejahteraan, kepuasan, hiburan. Dalam mencukupi kebutuhan itu, manusia perlu bantuan orang lain. Abraham Maslow mengkategorikan kebutuhan (harapan) manusia menjadi 5: Harapan untuk memperoleh kelangsungan hidup (survival). Harapan untuk memperoleh keamanan (safety). Harapan untuk memiliki hak dan kewajiban untuk mencintai dan dicintai (be loving and love). Harapan memperoleh status atau untuk diterima atau diakui lingkungan. Harapan untuk mengaktualisasi diri (self actualization).

Kepercayaan
• Kepercayaan adalah keyakinan atau pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan dapat ditujukan pada diri sendiri, orang lain, pemerintah dan Tuhan. Kepercayaan pada diri sendiri berarti meyakini, bahwa dirinya benar, mampu, mengetahui dengan sebenarnya. Kepercayaan pada orang lain berarti mempunyai keyakinan,bahwa orang lain itu benar, mampu, dapat menepati janji, benar-benar mengetahui. Makin berwibawa orang yang memberitahu, makin besar kepercayaan terhadap orang itu, karena kebenaran yang diberikan tidak meragukan lagi.

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU
Arti Individu : adalah kesatuan jasmani rohani yg memiliki ciri-2 khas. Dua karakteristik utama individu manusia yakni unik dan berada dlm proses perkembangan yg dinamis. Aspek-aspek Perilaku Individu : kognitif, afektif & psikomotor. Disadari & tak disadari. Keragaman Karakteristik Individu : Ciri-2 pisik, keterampilan pisik, sosial, kecerdasan, bakat, sikap, minat, emosi, motif, & penghayatan nilai2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Individu : Faktor keturunan (heredity), Faktor lingkungan (alam, sosial, budaya, & faktor kematangan. Permasalahan Individu : penyesuaian diri, rendah diri, kecemasan.

– –

KELUARGA
– Definisi Keluarga Keluarga adalah kelompok orang-2 yg dipersatukan oleh ikatan perkawinan, darah atau adopsi, yg membentuk satu rumah tangga, berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain dengan dan melalui peran-perannya sendiri sebagai anggota keluarga dan yang mempertahankan kebudayaan masyarakat yang berlaku umum, atau menciptakan kebudayaannya sendiri. Definisi Perkawinan Menurut Undang-2 Perkawinan RI No.1 tahun 1974 perkawinan ialah ikatan lahir-batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (RT) yang bahagia dan kekal berdasarkan KY ME.

Menurut Sosiologi perkawinan adalah persatuan antara satu orang lakilaki atau lebih dengan satu orang wanita atau lebih, yang diberi kekuatan sangsi secara sosial dalam suatu hubungan suami dan isteri.

• • • • • •

– Fungsi Keluarga : Fungsi seksual dan reproduktif Fungsi ekonomi Fungsi pendidikan Fungsi agama Fungsi pengasuhan Fungsi rekreasi
– Masalah-masalah Keluarga

• Karena keluarga tidak dapat melaksanak fungsi-2 seperti tsb. di atas spt. pertengkaran, perselingkuhan, KDRT, perceraian, kenalan anak.

SITUASI SOSIAL, KELOMPOK SOSIAL DAN INTERAKSI SOSIAL
– Situasi Sosial Situasi Sosial, ialah setiap situasi dimana terdapat saling hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain. Dengan kata lain, Situasi Sosial adalah tiap-2 situasi di mana terjadi interaksi sosial.
Situasi sosial dapat dibagi ke dalam dua golong utama, yaitu : 1. Situasi kebersamaan (togetherness situation). 2. Situasi kelompok-sosial

Situasi kebersamaan (togetherness situation).
• Sisuasi kebersamaan itu merupakan keadaan dimana berkumpul sejumlah orang yang sebelumnya sebagian besar tidak saling mengenal, interaksi diantara mereka tidak mendalam. Mereka berkumpul disuatu tempat karena kebetulan ada kepentingan yang sama. Contoh : Orang-orang yang berkumpul dalam sebuah toko besar, dalam sebuah pasar, penonton yang banyak dalam pertandingan sepak bola. Situasi kebersamaan disebut juga “Massa (Crowd)” atau “orang ramai” dengan ciri-ciri : suatu kumpulan dari banyak orang, yang mengadakan saling-hubungan untuk sementara waktu; karena minat atau kepentingan bersama, yang sementara pula. Jiwa massa itu antara lain : lebih impulsif, mudah tersinggung, ingin bertidak dengan segera dan nyata, lebih mudah terbawa-bawa oleh sentimen, kurang rasional, lebih mudah dipengaruhi dan lebih mudah mengimitasi.

• • • • •

Situasi kelompok-sosial
• Kelompok-sosial adalah suatu kesatuan sosial yang terdiri atas dua atau lebih individu yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensip dan teratur, sehingga diantara individu itu sudah terdapat pembagian tugas, struktur dan norma-norma tertentu, yang khas bagi kesatuan sosial tersebut. Ciri-ciri kelompok : • Motif yang sama antara anggota kelompok • Reaksi-reaksi dan kecakapan berlainan antara anggota kelompok • Penegasan struktur kelompok • Penegasan norma-norma kelompok

Macam-macam kelompok sosial
1. Kelompok primer, dengan ciri-ciri : • interaksi anggota-anggotanya lebih intensif ( sering tatap muka, akrap dan berdialog). • Bercorak kekeluargaan, bersifat irasional, dan tidak pamrih. • Didalam kelompok primer manusia selalu mengembangkan sifat-sifat sosialnya, seperti mengindahkan noma-norma, melepaskan kepentingan sendiri untuk kepentingan kelompok. 2. Kelompok sekunder, dengan ciri-ciri : • terbentuk atas dasar kesadaran dan kemauan dari para anggotanya. • Interaksi bersifat tak langsung, formal, kurang bersifat kekeluargaan. • Pembagian kerja atas dasar pertimbangan rasional dan obyektif. • Fungsi kelompok sekunder ialah untuk mencapai salah satu tujuan tertentu dalam masyarakat. Ada pula pembagian macam kelompok, yakni : • Kelompok tak resmi (in-formal group) dan kelompok resmi (formal group)

Interaksi Sosial
• Interksi sosial adalah suatu hubungan antara dua atau lebih individu manusia, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki kelakuan individu yang lain, atau sebaliknya. Faktor-faktor yang mendasari interaksi sosial adalah : – Faktor imitasi – Faktor sugesti – Faktor identifikasi – Faktor simpati Syarat-syarat yang memudahkan sugesti terjadi : 1. sugesti karena hambatan berpikir 2. sugesti karena keadaan pikiran terpecah-belah 3. sugesti karena otoritet 4. sugesti karena mayoritet 5. sugesti karena keinginan untuk meyakini dirinya.

Fungsi Interaksi Sosial
• Pendidikan & Pembelajaran • Pewarisan & Pengembangan Kebudayaan

MASYARAKAT
• •

Etimologis : Masyarakat berarti saling berperanserta, saling bergaul. Istilah Inggris : Society dari kata Latin “socius” (=kawan) berarti “sekumpulan kawan sepergaulan”. Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat-istiadat tertentu yang berkesinambungan dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama (Koentjaraningrat, 1986). Ciri-ciri masyarakat : (1) Interaksi antar warga; (2) adat istiadat, norma-norma, hukum serta aturan-aturan khas yang mengatur seluruh pola tingkah laku warganya; (3) suatu kesinambungan dalam waktu; (4) suatu rasa identitas yang kuat yang mengikat semua warga. Komunitas (community) yaitu kesatuan hidup manusia yang menempati suatu wilayah yang nyata, dan yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat, serta terikat oleh suatu rasa identitas komunitas.

BAGIAN-BAGIAN MASYARAKAT
1. Golongan Sosial, misalnya Golongan Pemuda. berdasarkan satu ciri „sifat muda‟, penuh idealisme, belum terikan oleh kewajiban-2 hidup yang merupakan beban bagi mereka, sanggup mengabdikan diri dan berkorban bagi masyarakat, penuh semangat dan vitalitas, memiliki kekuatan utk memperbaharui dan daya krativitas yang besar, dsb. Golongan sosial yg merupakan penggabungan suatu profesi, misalnya ikatan Bidan, ikatan dokter, ikatan guru, dll. Suatu golongan sosial dapat juga timbul karena pandangan negatif dari orang-2 lain diluar golongan itu. Misalnya golongan Negro dlm masya.AS. Yang termasuk golongan sosial juga adalah „lapisan sosial atau klas sosial‟. Misalnya bangsawan, orang biasa, budak dsb. Atau lapisan petani, lapisan buruh, lapisan pegawai, pegawai tinggi, cendikiawan, usahawan dsb. 2. Himpunan (assosiasi) atau organisasi resmi, memiliki AD & ART tertulis. 3. Kelompok : primer dan sekunder.

PENGGOLONGAN MASYARAKAT
1. Masyarakat sederhana dan masyarakat maju 2. Masyarakat Industri. 3. Masyarakat desa dan masyarakat kota

Ciri-ciri Masyarakat sederhana dan masyarakat maju

Ciri-2 Masyarakat Sederhana (Primitif) 1. Pola pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin (kemampuan fisik laki2 dan perempuan). 2. Pola perekonomian masih sederhana (tidak rumit) - jenis kebutuhan hidup tdk banyak - sebagian besar kebutuhan dipenuhi sendiri. - Taraf hidup dan mata pencaharian hampir sama. 3. Kelompok sosial/organisasi tidak banyak

Ciri-2 Masyarakat Maju 1. Pola pembagian kerja berdasarkan keahlian, dan pendidikan. 2. Pola perekonomian rumit - jenis kebutuhan hidup banyak - sebagian besar kebutuhan dipenuhi melalui jasa orang lain. - Taraf hidup dan mata pencaharian beraneka ragam. 3. Kelompok sosial/organisasi sosial beraneka ragam (pembagian macammacam kelompok sosial).

Masyarakat Industri (Industri adalah bagian dari proses produksi yg mengerjakan bahan dasar atau bahan bantu secara mekanis atau kimiawi sehingga menjadikannya lebih berharga)
Ciri-ciri Masyarakat Industri 1. Pembagian kerja bertambah kompleks (beraneka ragam). 2. Terdapat spesialis fungsional (sesuai dengan pekerjaan/ketrampilan). 3. Solidaritas sosial didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antar kelompok profesional. 4. Dengan timbulnya spesialisasi makin berkurang juga ide2 kolektif untuk di ekspresikan dan dikerjakan bersama. 5. Makin banyak timbul kepribadian individual 6. Terjadi kelas-kelas sosial, misalnya : kelas majikan, kelas pekerja, yang terdiri : a. Profesional, manejerial, dan administratif. b. Semi profesional dan tenaga administratif yang lebih rendah. c. Pegawai tetap; d. Pekerja tangan ahli; e)Pekerja tangan tidak ahli.

MASYARAKAT DESA DAN MASYARAKAT KOTA
Ciri-ciri perbedaan
1. Jlh dan kepadatan penduduk 2. Likungan hidup 3. Mata pencaharian 4. Corak kehidupan sosial 5. Stratifikasi sosial 6. Mobilitas sosial 7. Pola interakasi sosial 8. Solidaritas sosial 9. Kedudukan dalam hirarki sistem adm. nasional

Masyarakat Desa
Puluhan dan jarang Lingkungan Alami Ekonomi primer (agraris) Homogen Sederhana Rendah Motif2 sosial (keluarga) Kebersamaan adat

Masyarakat Kota
Ribuan dan padat Lingkungan budaya Ekonomi sekunder Heterogen Kompleks Tinggi Ekonomi, politik, penddk. Perbedaan/ketergantungn

Rendah

Tinggi

Hubungan Kota dengan Desa
• Saling ketergantungan.

URBANISASI
– Definisi Urbanisasi Urbanisasi adalah suatu proses dengan tanda-tanda : 1. Terjadi arus perpindahan penduduk dari desa ke kota. 2. Bertambah besar jumlah tenaga kerja non-agraris di sektor industri dan jasa. 3. Tumbuhnya pemukiman menjadi kota. 4. Meluasnya pengaruh kota di daerah pedesaan mengenai ekonomi, sosial, kebudayaan dan psikis.

Wangsanegara Soewaryo (1986) mengemukan pendapat Mumfort dan Kingsley Davis dlm bukunya, The Cuture of Cities, ttg tiga tahap perkembangan kota dan tiga tahap kemunduran kota, sebagai berikut :

1. 2. 3. 4.
5.

6.

Copolis, penduduk pedesaan bidang pertanian Polis, penggabungan beberapa desa. Pertanian dan industri kecil. Metropolis, ibu kota. Megapolis, kota besar, mulai terjadi kemunduran, karena kota menjadi pusat kekayaan, penguasaan ekonomi dan industri. Tiranopolis. Tyrant berarti penguasa yg kejam. Pemerasan merajalela. Sekelompok orang menumpuk kekayaan diantara sebagian besar warga kota yang bergumul dengan kemiskinan. Nekropolis, nekros (Yunani = tubuh mati), seakan-akan suatu daerah tempat pekuburan dalam ukuran sangat besar. Tahapan tsb sebagai peringatan bahwa pertumbuhan kota yg tak terkendali dpt menjurus ke arah malapetaka bagi warganya.

- Sebab-sebab Urbanisasi a. Pertambahan penduduk secara alamiah b. Perpindahan penduduk dari desa ke kota c. Tertariknya pemukiman pedesaan kekota, sebagai akibat perkembangan kota, terutama lapangan kerja. – Akibat Urbanisasi Perumahan padat /kumuh, kerusakan lingkungan, tuna-karya. – Penanggulangan Akibat Urbanisasi Perencanaan tata kota jangka pendek dan jangka panjang, nasional dan regional, bahkan internasional.

Manusia dan Lingkungan
• Pengertian Lingkungan adalah segala benda, kondisi, manusia dan tingkah-lakunya, yang mempengaruhi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. • Hakikat manusia sebagai objek (ekosistem) dan subjek (budaya) lingkungan • Manusia, lingkungan alam, dan lingkungan sosial budaya • Pengaruh timbal balik antara kondisi lingkungan alam, dan kondisi lingkungan sosial budaya • Kerusakan Lingkungan : Pertumbuhan penduduk, industrialisasi, pencemaran.

PRASANGKA, DISKRIMINASI DAN ETNOSENTRISME
• Arti Prasangka dan Diskriminasi Prasangka adalah sikap negatif atau positif terhadap sesuatu. Diskriminasi adalah tindakan yg membedabedakan. Prasangka dan Diskriminasi dapat muncul pada semua orang.

Sebab-sebab dan Akibat Pransangka dan Diskriminasi
1. Berlatar belakang sejarah 2. Dilatarbelakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional (PHK, kayamiskin). 3. Faktor kepribadian :frustasi, otoriter, konservatif. 4. Perbedaan agama, politik, ekonomi dan ideologi.

Usaha-usaha menghilangkan / mengurangi Prasangka dan Diskriminasi
a. b. c. • Perbaikan kondisi sosial ekonomi Perluasan kesempatan belajar Sikap terbuka dan sikap lapang Etnosentrisme adalah suatu kencenderungan yg menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan nya sendiri sebagai sesuatu yg prima,terbaik, mutlak dan dipergunakan sebagai tolok ukur utk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain. Etnosentrisme merupakan gejala sosial yang universal dan tidak sadar.

Manusia, Keragaman, dan Kesederajatan
• Makna Keragaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat dimana terdapat perbedaan-2 di berbagai bidang, terutama suku bangsa dan ras, agama dan keyakinan, ideologi, adat kesopanan, serta situasi ekonomi. • Kesederajatan adalah suatu kondisi dimana dalam perbedaan dan keragaman yang ada manusia tetap memiliki satu kedudukan yang sama dan satu tingkatan hirarki. • Unsur-2 Keragaman dalam Masyarakat Indonesia: 1. Suku bangsa & Ras, 2. Agama & Keyakinan, 3. Ideologi & Politik, 4. Tata Krama, 5. Kesenjangan Ekonomi, 6. Kesenjangan Sosial.

Pengaruh Keragaman Thdp Kehidupan Beragama, Bermasyarakat, Bernegara, dan Kehidupan Global
1. Disharmonisasi 2. Perilaku diskriminatif 3. Eklusivisme, rasialis, bersumber dari superioritas. Hal-hal tersebut di atas bisa menciptakan konflik dalam masyarakat. • Problematika Diskriminasi. Diskriminasi adalah setiap tindakan yang melakukan pembedaan terhadap seseorang atau kelompok orang berdasarkan ras, suku, agama, kelompok, golongan, status, dan kelas sosial-ekonomi, jenis kelamin, kondisi fisik tubuh, usia, orientasi sosial, pandangan ideologi dan politik, batas negara, dan kebangsaan seseorang. • Usaha-usaha mengatasi : Semangat religius, nasionalisme, pluralisme, humanisme, dan dialog antar-umat beragama.

Demografi & Studi Kependudukan
• Demografi ialah ilmu yang mempelajari penduduk, yaitu ttg jlh, persebaran, komposisi, dan perubahan-2nya yg biasanya disebabkan oleh kelahiran, kematian dan migrasi. • Studi Kependudukan adalah perluasan dari demografi dimana variabel-2 demografi itu dikaitkan dengan berbagai aspek kehidupan yang lebih luas, seperti lingkungan, sosek, kualitas hidup, dll. • Data penduduk berguna bagi suatu perencanaan. • Data penduduk diperoleh melalui : sensus, registrasi, dan survey penduduk.

Masalah Kependudukan dunia
1. 2. 3. 4. 5. Penduduk yang makin bertambah Makin pesat industrilisasi Produksi Pertanian Makin habis SA yg tak tergantikan Makin rusak alam lingkungan. Pertambahan penduduk dunia cukup cepat, ditandai dengan jumlah penduduk menjadi 2 x lipat memerlukan waktu semakin pendek

PERTAMBAHAN PENDUDUK DUNIA
TAHUN JUMLAH PENDUDUK DUNIA MENJADI 2 X (JUTA)
250 – 500 500 – 1 000 1 000 – 2 000

JUMLAH TAHUN YANG DILALUI
1 650 TAHUN 200 TAHUN 80 TAHUN

1 - 1650 1650 - 1850 1850 - 1930

1900 - 1969
1930 - 1975 1950 - 1985 1960 - 1995

1 500 – 3 000
2 000 – 4 000 2 500 – 5 000 3 000 – 6 000

60 TAHUN
45 TAHUN 35 TAHUN 35 TAHUN

JUMLAH & PERTUMBUHAN PENDUDUK INDONESIA DARI TAHUN 1971 - 2010
TAHUN
JUMLAH PENDUDUK PERTUM – BUHAN (%)

1971
119,2

1980
147,5 2,30

1990
170,4 1,97

2000
205,1 1,49

2010
237,6 1,48

MASALAH KEPENDUDUKAN DI INDONESIA
1. 2. 3. 4. Jumlah penduduk yang besar Pertumbuhan penduduk yang masih tinggi Persebaran penduduk yang tidak merata Kualitas penduduk yang rendah (pendidikan & kesehatan). 5. Rendahnya pendapatan per kapita 6. Tingginya tingkat ketergantungan

Rasio Beban Tanggungan (Dependency Ratio)
P15 thn > + P thn 65< DR ----------------------------------- X 100 P 15 – 64 tahun

Usaha-usaha mengatasi masalah kependudukan dan lingk. hidup
1. 2. 3. 4. Anggaran pembangunan yang efisien dan efektif Menurunkan tkt kelahiran : alat kontrasepsi, jlh anak 2, kawin di atas 25 th. Transmigrasi dan pengendalian urbanisasi Menurunkan tingkat kematian : meningkatkan harapan hidup (memberantas penyakit, sarana kesehatan, olah raga), kesehatan ibu hamil, imunisasi, penggunaan ASI, pertumbuhan anak, gizi. Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan (formal & non formal). Bantuan modal usaha dan pendidikan keterampilan. Peningkatan produksi pangan ( pemilikan tanah, kredit permodalan, irigasi, PPL, penelitian, sarana produksi, pemasaran, difersivikasi. Penghematan konsumsi SDA Pencegahan kerusakan lingkungan : erosi, pencemaran, menjaga kelestarian alami, pengaturan sampah, limbah, pupuk dan pestisida.

5. 6. 7. 8. 9.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->