MAKALAH “KELOMPOK DAN TIM ORGANISASI”

Tugas Pengantar Manajemen

Disusun Oleh : Kelompok 4

Kurnia Rahmawati Larasati Larissa Ahmad Fauzi Meilinda Nurullita

1210112107 1210112108 1210112114 1210112146

PROGRAM STUDI PENGANTAR MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN “VETERAN” JAKARTA JAKARTA 2012
1

KATA PENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kita dan tak lupa pula kita mengirim salam dan salawat kepada baginda Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawakan kita suatu ajaran yang benar yaitu agama Islam, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Pengantar Manajemen yang berjudul “Kelompok dan Tim Organisasi” ini dengan lancar. Makalah Pengantar Manajemen mengenai Kelompok dan Tim Organisasi ini kami susun guna memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Manajemen yang diberikan oleh IBU Bernadin selaku dosen mata kuliah Pengantar Manajemen. Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada IBU bernadin selaku dosen mata kuliah Pengantar Manajemen yang telah memberikan pengajaran kepada kami, serta kepada teman-teman yang membantu dalam penyelesaian makalah ini. Namun, makalah Pengantar Manajemen tentang Kelompok dan Tim Organisasi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun untuk menyempurnakan makalah ini. Jakarta, 06 Desember 2012

Penulis

2

.17 2.4 Sumber Kelompok……………………………………………….18 3 .DAFTAR ISI KATA PENGANTAR…………………………………………………… i DAFTAR ISI……………………………………………………………… ii BAB I PENDAHULUAN…………………………………………….8 PROSES TIM…………………………………………………….2 Rumusan Masalah……………………………………………….2..3 Syarat Pembentukann Kelompok……………………………….1 Fungsi – Fungsi Kelompok………………………………….3.2. 1 1.….... 3 2. 3 2.1 Pengertian Kelompok…………………………………………….2 Ciri – Ciri Utama Kelompok………………………………. 1 1..7 KAREKTERISTIK TIM…………………………………………………….6 JENIS TIM…………………………………………………………………………………………… 14 2.3 Manfaat Kelompok bagi Organisasi……………………….3 Tujuan……………………………………………………………. 1 1.2.5 Pengertian Kerjasama TIM…………………………………………………13 2... 5 2. 1 BAB II PEMBAHASAN………………………………………………..1 Alasan Mengapa Orang Membentuk Kelompok…………… 8 2. 9 2.. 6 2.1 Latar Belakang……………………………………………….2 Tipe – Tipe Kelompok…………………………………………… 4 2. 7 2. 7 2...

....2......... 19 BAB III KESIMPULAN………………………………………………… 12 3....................... 14 4 ......................9 Perbedaan Kelompok dan Tim…………………………………......1 Kesimpulan……………………………………………………… 12 DAFTAR PUSTAKA...............

BAB I PENDAHULUAN 1. Kelompok kerja (work group) adalah kelompok yang para anggotanya saling berinteraksi terutama untuk saling berbagi informasi untuk membuat keputusan guna membantu satu sama lain dalam wilayah kewenangannya masing-masing. kinerja mereka sekadar kumpulan kontribusi parsial dari seluruh individu anggota kelompok.3 Tujuan 1. Tidak ada sinergi positif yang menciptakan tingkat kinerja keseluruhan yang lebih besar ketimbang totalitas input yang mereka berikan. yang secara bersama berupaya mencapai tujuan. Akibatnya.1 Latar Belakang Kelompok dan Tim adalah dua konsep berbeda. Tim Kerja mengembangkan sinergi positif melalui upaya yang terkoordinasi. Sementara itu. Kelompok kerja tidak memiliki kebutuhan ataupun kesempatan untuk terlibat di dalam kerja kolektif yang memerlukan upaya gabungan dari seluruh anggota tim. Apa sajakah tipe – tipe kelompok ? 3. Apa sajakah syarat terbentuknya kelompok ? 4. Dari manakah sumber kelompok berasal ? 5. Upaya individual mereka menghasilkan suatu tingkat kinerja yang lebih besar ketimbang totalitas input para individunya. Mampu untuk memahami syarat terbentuknya kelompok 5 . Apakah perbedaan kelompok dan tim ? 1.2 Rumusan Masalah 1. Mampu untuk memahami apa yang dimaksud dengan kelompok 2. Mampu untuk memahami tipe – tipe kelompok 3. 1. Kelompok atau group didefinisikan sebagai dua atau lebih individu yang saling bergantung dan bekerjasama. Apakah yang dimaksud dengan kelompok ? 2.

Mampu untuk memahami sumber kelompok 5. Mampu untuk memahami perbedaan kelompok dan tim 6 .4.

BAB II PEMBAHASAN 2. Kelompok juga berfungsi dan berinteraksi dengan kelompok lain. 3. norma-norma dan proses. kelompok adalah suatu sistem terorganisasi yang terdiri dari dua atau lebih individu yang saling berhubungan dengan sistem menunjukkan beberapa fungsi. 2.1 Pengertian Kelompok Kelompok (group ) menurut Robbins (1996) mendefinisikan kelompok sebagai dua individu atau lebih. mempunyai standar dari peran hubungan di antara anggota. kelompok akan bekerja sama atau bersaing dengan kelompok lain dan perrsaingan antara kelompok dapat memicu akan adanya konflik. Dari sisi persepsi. Dari sisi motivasi. Manager menciptakan kelompok kerja untuk melaksanakam pekerjaan dan tugas yang diberikan. kelompok dipandang sebagai sekelompok individu yang keberadaannya sebagai suatu kumpulam yang menghargai individu. masing-masing mengembangkan satu set karakteristik yang unik termasuk struktur . Dari sisi interaksi. dimana masing-masing anggota menerima kesan atau persepsi dari anggota lain. kepaduan peran. yang berinteraksi dan salin bergantung. 7 . diantaranya : 1. Akibatnya. Dari sisi organisasi. kelompok dipandang sebagai kumpulan sejumlah orang yang saling berinteraksi satu sama lain. yang saling bergabung untuk mencapai sasaran-sasaran tertentu. menyatakan bahwa inti dari pengelompokkan adalah interaksi dalam bentuk interpedensi. Dari beberapa pandangan tersebut. 4. Kelompok juga menciptakan sendiri kultur mereka. Gibson menyimpulkan bahwa yang disebut kelompok itu adalah kumpulan individu dimana perilaku dan atau kinerja satu anggota dipengaruhi oleh perilaku dan atau prestasi anggota yang lainnya. Sementara Gibson (1995) memandang kelompok dari empat kelompok prespektif. Dipandang dari proses kemunculannya. kelompok dapat terbentuk karena tindakan manajerial dan karena adanya keinginan individu.

2 Tipe – Tipe Kelompok Kelompok-kelompok di dalam organisasi secara sengaja direncanakan atau sengaja dibiarkan terbentuk oleh manajemen selaku bagian dari struktur organisasi formal. Kebutuhan dan proses organisasi menimbulkan formulasi tipe – tipe kelompok yang berbeda – beda. Dengan perkataan lain. atau antara seorang perawat senior dan bawahannya. merupakan kelompok komado. kendati tidak digariskan lewat struktur formal organisasi. Khususnya ada dua tipe kelompok formal.2. tetapi muncul 8 tuntutan kecelakaan. Dengan demikian. Organisasi informal muncul lewat interaksi antar pekerja di dalam organisasi dan perkembangan kelompok jika interaksi tersebut berhubungan dengan norma perilaku mereka sendiri. 1. Kendati begitu. kelompok informal tidak muncul karena dibentuk dengan sengaja.  Kelompok tugas (Task Group) Kelompok tugas terdiri dari para karyawan yang bekerja – sama untuk menyelesaikan suatu tugas atau proyek tertentu. terdapat perbedaan antara kelompok formal dan informal. kelompok juga kerap muncul melalui proses sosial dan organisasi informal. Misalnya. Hubungan wewenang antara manajer departemen dengan supervisor. 2. Kelompok Formal Kelompok ini dibangun selaku akibat dari pola struktur organisasi dan pembagian kerja yang ditandai untuk menegakkan tugas – tugas. Kelompok terdiri dari bawahan yang melapor langsung kepada seorang supervisor tertentu. Kelompok Informal Kelompok informal adalah pengelompokan secara wajar dari orang – orang dalam situasi kerja untuk memenuhi kebutuhan sosial. merupakan tugas yang harus . kegiatan para karyawan administrasi dalam perusahaan asuransi pada waktu orang mengajukan dilaksanakan. diantaranya :  Kelompok Komando (Command Group) Kelompok komando ditentukan oleh bagan organisasi.

misalnya usia. Para karyawan yang bersama – sama bergabung dalam kelompok untuk membentuk front yang terpadu menghadapi manajemen untuk mendapatkan manfaat yang lebih banyak dan pelayan wanita yang mengumpulkan uang persen mereka merupakan contoh dari kelompok kepentingan. maka akan segera menjadi jelas bahwa mereka termasuk dalam berbagai macam kelompok yang sering bersamaan. Perlu diketahui juga tujuan kelompok semacam itu tidak berhubungan dengan tujuan organisasi. 2. mereka memenuhi kebutuhan pokok akan berkelompok). Kelompok persahabatan ini seringkali melebarkan interaksi dan komunikasi mereka sampai pada kegiatan diluar pekerjaan. Jika Pola gabungan karyawan dicatat.2. Fungsi kelompok formal sebagai sarana untuk mengerjakan tugas-tugas yang kompleks yang saling berkaitan dan terlalu 9 . kepercayaan politis. fungsi organisasi formal dan fungsi kebutuhan individual. atau latar belakang etnis. mungkin bergabung untuk mencapai sesuatu sasaran bersama. sedangkan kelompok informal (kelompok kepentingan dan kelompok persahabatan) adalah penting untuk keperluan mereka sendiri ( artinya.  Kelompok Persahabatan (Friendship Group) Banyak kelompok dibentuk karena para anggotanya mempunyai sesuatu kesamaan. tetapi tujuan itu bersifat khusus bagi tiap – tiap kelompok.1 Fungsi – Fungsi Kelompok Pada dasarnya fungsi kelompok dibagi menjadi dua yaitu. Maka diadakan perbedaan diantara dua klasifikassi kelompok yang luar : kelompok formal dan informal.secara wajar. Orang mengenal dua macam kelompok informal khusus diantaranya:  Kelompok Kepentingan (Interest Group) Orang yang mungkin tidak merupakan anggota dari kelompok komando atau kelompok tugas yang sama. Perbedaan utama antara keduanya adalah bahwa kelompok formal ( kelompok komando dan kelompok tugas) dibentuk oleh organisasi formal dan merupakan alat untuk mencapai tujuan.

Terjadi 10 . terbentuk pula norma-norma yang kkhas Dalam interaksi kelompok kearah tujuannya sehinggga mulai terbentuk kelompok sosial dengan cirri-ciri yang khas. dan sebagai wahana sosialisasi serta pelaksanaan keputusan yang rumit. 2. Terdapat dorongan (motif) yang sama pada individu-individu yang menyebabkan terjadinya interaksi di antaranya ke arah tujuan yang sama. Pembentukan dan penegasan strukutr (organisasi) kelompok yang jelas dan terdiri atas peranan-peranan dan kedudukan hierarkis yang lambat laun berkembang dengan sendirinya dalam usaha pencapaian tujuan. sebagai sarana untuk mengembangkan. dukungan. pengembangan perspektif. Fungsi kelompok individual yang didasarkan bahwa setiap individu memiliki beraneka macam kebutuhan. lambat laun mulai terbentuk pembagian tugas serta struktur tugastugas tertentu dalam usaha bersama untuk mencapai tujuan yang sama itu. Di sisi lain. dan menegaskan rasa identitas dan memelihara harga diri. Terdapat akibat-akibat interaksi yang berlainan terhadap individu-individu yang satu dari yang lain berdasarkan reaksi-reaksi dan kecakapan-kecakapankecakapan yang berbeda-beda antara individu yang terlibat di dalamnya. dan kasih sayang. dan kelompok dapat memenuhi kebutuhan yang meliputi pemenuhan kebutuhan persahabatan. 2.2.2 Ciri – Ciri Utama Kelompok Penelitian mendalam mengenai sifat-sifat dan hasil-hasil interaksi dalam kehidupan (empat) cirri kelompok yaitu : 1. 3. sebagai sarana untuk mencetuskan gagasan-gagasan yang baru atau pemecahan masalah yang memerlukan kreativitas tertentu. meningkatkan.sukar untuk dikerjakan oleh siapapun. dan konsensus bersama yang dapat mengurangi keragu-raguan dalam lingkungan sosial sehingga dapat diambil sebuah keputusan. sebagai sarana untuk menguji kenyataan sosial melalui diskusi dengan orang lain. Oleh karea itu.

2. 7.3 Manfaat Kelompok bagi Organisasi Banyak manfaat yang dapat dipetik dari adanya kelompok baik di dalam maupun di luar satuan organisasi. 5. 11 .pembatasan yang jelas antara usaha-usaha dan orang yang termasuk ingroup serta usaha-usaha dan orang outgroup. antara lain: 1. Kelompok dapat digunakan untuk meningkatkan inovasi dan Kelompok lebih baik daripada perorangan dalam pengambilan Anggota kelompok dapat memperoleh keuntungan dari pelaksanaan Kelompok dapat mengendalikan dan mendisiplinkan anggotanya Kelompok membantu menangkis pengaruh – pengaruh negative dari Kelompok adalah fenomena alami di dalam organisasi. 6. 2. 2. Terjadinya penegasan dan peneguhan norma-norma pedoman tingkah laku anggota kelompok yang mengatur interaksi dan kegiatan anggota kelompok dalam merealisasikan tujuan kelompok. keputusan yang mengangkut orang banyak pengambilan keputusan. Norma-norma dan pedoman tingkah laku ini sebagaiman juga struktur pembagian tugas anggotanya merupakan norma dan struktur yang khas bagi kelompoknya itu. 4. dibanding dengan mereka yang tidak masuk dalam kelompok meningkatnya organisasi yang semakin besar. Perkembangannya yang spontan tidak dapat dihalangi. 4. kreatifitas.3 Syarat Pembentukan Kelompok Kumpulan individu-individu yang mempunyai hubungan tertentu yang membuat mereka saling bergantung satu sama lain dalam ukuran-ukuran yang bermakna atau dengan kata lain memiliki hubungan tertentu yang bermakna. 3. Kelompok merupakan alat perjuangan bagi anggotanya. dan dibutuhkan oleh para anggota sebagai alat untuk mencapai tujuan. 2.

Suatu perasaan mengenai adanya kesamaan tujuan atau sasaran.Sekumpulan individu dikatakan sebagai kelompok apabila memiliki syarat . suatu kelompok yang bergengsi tinggi karena berbagai macam alasan (missal. Marvin E.syarat sebagai berikut : 1.  Penghargaan Dalam lingkungan tertentu. Saling interaksi. teridentifikasi melalui nama atau identitas lainya. 4. 2. Merupakan satu kesatuan organisasi yang tunggal dalam mencapai tujuan kelompok dengan terbentuk struktur kelompok.Shaw. percaya diri.  Keamanan Individu yang berada dalam kelompok bisa mengurangi rasa tidak aman karena sendirian. (memiliki kesatuan persepsi). Keanggotaan yang jelas. Individu akan merasa lebih kuat.3. 6. 1981. dan tahan terhadap ancaman. Adanya kesadaran kelompok sebagai anggota. keahlian.  Sosial Keinginan untuk termasuk dalam kelompok dan menjadi anggota kelompok menunjukkan kebutuhan sosial semua orang. 1989. Pemuasan Kebutuhan Hasrat untuk mendapatkan kepuasan dari terpenuhinya kebutuhan dapat merupakan daya motivasi yang kuat dalam pembentukan kelompok. 205-207. 12 . teknis. Saling ketergantungan dalam upaya pemenuhan kebutuhan untuk mencapai tujuan. kegiatan di luar. dsb). 2. berkomunikasi untuk bereaksi terhadap anggota lainnya. 5. 3.1 Alasan Mengapa Orang Membentuk Kelompok Menurut (Gibson dkk. 81-97) 1.

orang – orang dalam sebuah tim memiliki tujuan kinerja yang sama. Ada kebutuhan mengumpulkan bakat. akibatnya bagi para pelaku kelompok sangat berarti.hasil karya atau motivasi. Alasan Ekonomi Motif ekonomis menyebabkan terbentuknya kelompok. Tujuan Kelompok Untuk mencapai tujuan kelompok dan menyelesaikan tugas dibutuhkan lebih dari satu atau dua orang. 2.  Kemampuan Menetapkan parameter bagi apa yang dapat dilakukan anggota dan bagaimana efektifnya mereka akan dalam sebuah kelompok. karena mereka menganggap akan memperoleh keuntungan ekonomis yang lebih besar dari pekerjaan mereka. Kedua.4 Sumber Kelompok Tingkat prestasi potensial sebuah kelompok sebagian besar tergantung pada sumber daya yang dibawa anggota – anggotanya secara pribadi kedalam kelompok. jika mereka membentuk kelompok. 2. 4. orang – orang dalam sebuah tim memiliki interaksi regular. Kedekatan dan Daya Tarik Kedekatan adalah jarak fisik antara para karyawan yang melaksanakan pekerjaan . 3.5 Pengertian Kerjasama TIM Tim adalah suatu unit yang terdiri atas dua orang atau lebih yang berinteraksi dan mengoordinasi kerja mereka untuk tujuan tertentu.2. dibutuhkan dua orang atau lebih. sedangkan daya tarik adalah menunjukkan daya tarik orang yang satu dengan lainnya karena mereka mempunyai kesamaan persepsi.  Ciri – Ciri Kepribadian Besarnya pengaruh setiap satu ciri adalah kecil. tetapi menggabungkan cirri – cirri kepribadian. 13 . pengetahuan. Definisi ini memiliki tiga komponen. Pertama. Ketiga. atau kekuasaan untuk menyelesaikan pekerjaan.sikap.

tetapi dari bidang keahlian yang berbeda. d. Terkadang tim ini disebut tim fungsional atau tim komando. Tim Formal Tim formal diciptakan oleh organisasi sebagai bagian dari struktur formal organisasi. mengembangkan berbagai ide dan solusi baru untuk masalah – masalah organisasional yang ada. Angkatan tugas adalah kelompok karyawan dari departemen – departemen berbeda yang dibentuk untuk menangani aktifitas tertentu dan hanya bertahan sampai tugas itu selesai. menghasilkan saran – saran untuk mengoordinasi unit – unit organisasional yang diwakilkan. Dua jenis tim horizontal yang paling umum adalah angkatan tugas dan komite. dan membantu perkembangan berbagai praktik dan kebijaksanaan organisasional yang baru. Dua jenis tim formal yang paling umum adalah tim vertikal dan tim horizontal. Komite memberikan keuntugan yaitu: memungkinkan para anggota organisasi untuk bertukar informasi. Tim Horizontal Tim horizontal terdiri atas karyawan – karyawan dari tingkat hierarkis yang hamper sama. b. Tim dengan Tujuan Khusus 14 .2. Setiap tim diciptakan oleh organisasi untuk mencapai tujuan – tujuan tertentu lewat aktifitas dan interaksi bersama para anggota.6 JENIS TIM a. 1. Tim Vertikal Tim vertikal terdiri dari seorang manajer dan para bawahannya dalam rantai komando formal. c. Komite biasanya berumur panjang dan mungkin merupakan bagian permanen dari struktur organisasi. 2.

Tim dengan kepemimpinan mandiri merupakan tim permanen yang secara khusus meliputi elemen – elemen berikut ini :  Tim mencakup para karyawan yang memiliki beberapa keterampilan dan fungsi. Seiring dengan bertambah dewasanya perusahaan. dan bukan para manajer atau supervisor. tim pemecahan masalah berangsur – angsur berkembang menjadi tim dengan kepemimpinan mandiri. efisiensi dll. Kepemimpinan mandiri biasanya terdiri dari 5 sampai 20 pekerja dengan lebih dari satu keterampilan yang menggilir pekerjaan untuk menghasilkan produk atau layanan yang menyeluruh atau setidaknya satu aspek menyeluruh atau bagian dari sebuah produk atau layanan. dan mengubah perilaku kerja mereka seperti yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah. membuat keputusan. dan menyusuaikan diri terhadap kondisi – kondisi yang berubah. Ide pokoknya adalah bahwa tim – tim itu sendiri. mencapai tujuan. dan lingkungan kerja. dan keterampilan – keterampilan 15 . e.Tim dengan tujuan khusus adalah tim yang diciptakan diluar organisasi formal untuk mengerjakan proyek kepentingan atau kreatifitas khusus. efisiensi. Tim pemecahan masalah biasanya merupakan langkah pertama dalam langkah perusahaan menuju partisipasi karyawan yang lebih besar. bertanggung jawab atas pekerjaan mereka. Tim dengan Kepemimpinan Mandiri Tim yang dibentuk dalam satu departemen yang sama dan anggotanya adalah karyawan untuk mendiskusikan cara-cara peningkatan kualitas. Tim dengan tujuan khusus masih merupakan bagian dari organisasi formal dan memiliki struktur laporannya sendiri. Tim pemecahan masalah biasanya terdiri atas 5 sampai 12 karyawan per jam dari departemen yang sama yang dengan sukarela bertemu untuk mendiskusikan cara – cara peningkatan kualitas. mengawasi kinerja mereka sendiri.

Salah satu keuntungan utama tim virtual adalah kemampuan untuk dengan cepat mengumpulkan kelompok orang yang paling tepat untuk menyelesaikan proyek yang kompleks.  Tim diberi kekuasaan dengan otoritas pembuatan keputusan yang berarti bahwa para anggota memiliki kebebasan untuk memilih anggota baru.yang dikombinasikan sudah cukup untuk mengerjakan tugas organisasional yang besar. pelanggan. menghabiskan uang. dan tim global virtual yang para anggotanya tinggal di lokasi yang terpisah di seluruh penjuru dunia dan melaksanakan pekerjaan mereka dengan bantuan teknologi elektronik. dan merencanakan masa depan. atau pihak – pihak luar lainnya. Tim global dapat dibagi dalam dua kategori yaitu tim interkultiral yang para anggotanya berasl dari berbagai negara atau budaya yang berbeda dan bertemu dengan berhadapan secara langsung. peralatan. 2. f. Tim di Lingkungan Kerja yang Baru Dua jenis tim yang semakin sering digunakan adalah tim virtual/maya dan tim global 1. konsultan. atau mengekploitasi peluang strategis tertentu. pemasok. mengawasi hasil. Tim virtual terdiri atas anggota – anggota yang tersebar secara geografis dan organisasional yang terikat terutama oleh kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi. anggota organisasi rekanan. 16 . memecahkan masalah. mesin dan persediaan yang dibutuhkan untuk mengerjakan seluruh tugas. Tim virtual sering meliputi para pekerja lepas. memecahkan masalah tertentu. Tim global adalah tim kerja lintas batas yang terbentuk dari anggota – anggota dengan kebangsaan yang berbeda yang aktifitasnya menjangkau banyak Negara.  Tim diberi akses menuju sumber – sumber daya seperti informasi.

b. Merek cenderung bersikap informaldan tidak banyak menuntut pemimpin.2. Tim besar cenderung memiliki lebih banyak perselisihan pendapat dan perbedaan opini. Mereka memperlihatkan perilaku – perilaku berikut :     Mendorong Berpadu Mengurangi Ketegangan Mengikuti 17 . ketika ukuran tim meningkat. akan lebih sulit bagi setiap anggota untuk dapat saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Mereka sering memperlihatkan perilaku – perilaku berikut :      Memprakarsai ide Memberikan opini Mencari informasi Meringkas Memberi semangat Orang – orang yang menggunakan peran sosioemosional mendukung kebutuhan emosional para anggota tim dan membantu menguatkan kesatuan social. dan bertukar lebih banyak opini. Tim kecil ( 2 sampai 4 anggota ) menunjukan lebih banyak persetujuan. Peran Anggota Dalam tim – tim yang sukses syarat kinerja tugas dan kepuasan social dipenuhi oleh munculnya dua jenis peran yaitu spesialis tugas dan sosioemosional. mengajukan lebih banyak pertanyaan.7 KAREKTERISTIK TIM a. Orang – orang yang memainkan peran spesialis tugas menghabiskan waktu dan energi untuk membantu tim meraih tujuannya. Ukuran kelompok mengusulkan hal hal berikut ini : 1. para anggota tim memiliki sedikit kesempatan untuk berpatisipasi dan merasakan keakraban kelompok. Karena kurangnya kepuasan dihubungkan dengan tugas yang dispesialisasikan serta komunikasi yang buruk. 2. Ukuran Secara umum.

dan keharmonisan serta kesatuan tim muncul. penekanan utama ada pada pemecahan masalah dan penyelesaian tugas yang diberikan. Interaksi tim. konsensus terwujud pada siapa yang memiliki kekuasaan. b. Tingkat pembentukan adalah periode orientasi dan perkenalan. Tingkat Perkembangan Tim Pembentukan.  Pembubaran. 2. Tingkat pembubaran muncul dalam komite. menjadikan lebih kompak yang serupa dan senang berkumpul.  Pelaksanaan. Tingkat Penetuan norma.2. Selama tigkat pembentukan ini. dan tim yang memiliki tugas yang terbatas untuk dikerjakan dan dibubarkan setelahnya. Faktor – faktor yang menentukan kekompakan tim : 1. Selam tingkat prahara kepribadian individual muncul. Kekompakan Tim Kekompakan tim didefinisikan sebagai sejauh mana para anggota tertarik pada tim dan termotivasi untuk tinggal didalamnya.  diselesaikan.  Prahara. Selama tingkat pelaksanaan. Selama tingkat ini pemimpin harus berkonsentrasi terhadap pelaksanaan kinerja tugas yang tinggi. siapa pemimpinnya. 18 . semakin kompak tim tersebut. barangkali memberikan piagam dan penghargaan untuk menandakan penutupan dan kelengkapan. Anggota tim sepakat dengan tujuan dan ketertarikan pribadi terhadap tim.8  PROSES TIM a. pemimpin mungkin berharap untuk memberitahukan pembubaran tim dengan suatu ritual atau upacara. Para anggota memiliki sikap dan nilai banyak waktu yang dihabiskan bersama. angkatan tugas. Selama tingkat penentuan norma. konflik konflik ini ditandai oleh konflik dan perselisihan pendapat. Hubungan yang lebih baik antara anggota tim dan semakin Konsep tujuan yang sama. 3. dan peran – perab para anggota. Spesialis sosioemosional dan spesialis tugas harus memberikan kontribusi. Pada saat ini. pemimpin tim harus memberikan waktu bgi para anggota untuk mengenal satu sama lain dan mendorong mereka terlibat dalam diskusi informal dan social.

Dengan pernyataan yang eksplisit. Norma yang relevan dengan perilaku sehari – hari dan hasil kerja serta kinerja karyawan secara berangsur –angsur berkembang. Peristiwa penting dalam sejarah tim membangun teladan yang penting. 2. seperti halnya peraturan dan prosedur. Norma Tim Norma tim adalah standar perilaku yang sama – sama dimiliki oleh para anggota tim dan membimbing perilaku mereka. 3. Pernyataan yang eksplisit. Perilaku pembawaan. para pemimpin atau para anggota tim dapat memprakarsai norma–norma dengan mengungkapkannya pada tim.9 Perbedaan Kelompok dan Tim Stephen dan Keahlian. mengklarifikasi harapan – harapan peran. Akuntabilitas. Empat cara berkembangnya norma tim yang lazim untuk mengendalikan dan mengarahkan perilaku yaitu : 1. Robbins melakukan pembedaan antara Kelompok Kerja dengan Tim Kerja berdasarkan 4 variabel yaitu: Sasaran. keputusan 19 . saling membantu membuat kinerja masing-masing. Sasaran a. Keunggulan berarti bahwa perilaku pertama yang muncul dalam tim sering kali menentukan teladan untuk harapan – harapan tim nantinya. Norma juga tidak tertulis. 1. Norma mengidentifikasikan nilai – nilai utama.c. 2. dan memudahkan kelangsungan hidup tim. 4. P. Kelompok : Berbagi informasi. Norma bersifat informal. Sinergi. Keunggulan. Perilaku pembawaan menghadirkan norma – norma ke dalam tim dari luar. Peristiwa penting.

a. Keahlian a. Tim : Kebutuhan kerja kolektif. Penggunaan tim yang ektensif menciptakan potensi bagi organisasi untuk menghasilkan output yang lebih besar tanpa peningkatan dalam input. Kelompok : Netral (kadang negatif) b. Contoh perbedaan kelompok dan tim. Sinergi a. Kelompok : Individu tidak saling melengkapi. ada perbedaan antara kelompok kerja dengan tim kerja. Tim : Saling mengganti Kelompok dan tim bukan merupakan hal yang sama persis. sebagai berikut: KELOMPOK TIM 20 . saling membantu demi usaha bersama. : Individual dan saling melengkapi. Tim 3. Kelompok : Acak dan jarang b. 2. Akuntabilitas : Positif melaui usaha yang terkoordinasi. b. juga tidak ada sinergi positif kecuali sematamata merupakan sajian akhir dari kontribusi individu dari anggota kelompok tersebut. Usaha individu memberikan tingkat kinerja lebih besar daripada jumlah individu tersebut. Tim kerja menghasilkan sinergi positif melalui usaha yang terkoordinasi. Kelompok kerja berinteraksi untuk berbagi informasi dan saling membantu membuat keputusan kinerja masing-masing bukan dalam rangka kebutuhan kinerja kolektif dalam usaha bersama.b. Tim 4. Tim dibentuk manajemen untuk mencari sinergi positif yang membuat mereka meningkatkan kerja.

BAB III PENUTUP 21 .• Anggota beranggapan pengelompokan hanya sekedar administrasi. • Anggota tidak berperan aktif terhadap pengambilan keputusan. • Pendekatan hanya sebagai tenaga bayaran. • Anggota berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. • Penerapan hasil kerja sangat didukung oleh tim. atau sadar diri terhadap tugas masingmasing.dan tidak mencari keuntungan pribadi. • Dalam penerapan hasil kerja sangat dibatasi oleh pemimpin. • Adanya komitmen terhadap sasaran yang akan dicapai. • Rasa peka. yang dapat dikontribusikan untuk keberhasilan. • Dalam penyampaian saran harus berhati-hati. • Bekerja dalam suasana saling percaya. • Anggota menyadari ketergantungan satu sama lain. saran dapat diterima dengan terbuka. • Mengerjakan tugas bagian masing-masing masih harus diperintah. karena dapat dianggap sebagai upaya untuk memecah belah.

Melalui beberapa pandangan tersebut. Sementara menurut Gibson. penekanan pada interaksi personal yaitu komunikasi dengan cara tatp muka. Fungsi kelompok dibagi menjadi dua yaitu. diperlukan bagi organisasi. Organisasi mempunyai persyaratan teknis yang timbul dari tujuannya. Dari sisi persepsi. Kelompok formal terbentuk karena adanya struktur organisasi. setiap individu wajib menghargai satu sama lain. Fungsi kelompok individual yang didasarkan bahwa setiap 22 . Tidak hanya kelompok formal yang memiliki tipe kelompok. Tipe-tipe kelompok formal adalah (1). yang berinteraksi dan salin bergantung. Dari sisi motivasi. kelompok informal juga terdiri dari: (1). Dari sisi organisasi. Sedangkan pembentukan kelompok secara tidak sengaja adalah kelompok informal. Di dalam organisasi kelompok informal muncul melalui interaksi para anggota organisasi. yaitu:(1). Kelompok kepentingan (interest group).3. (2) kelompok persahabatan (friendship group). yang menganggap kelompok adalah sistem organisasi. memandang berdasarkan 4 kelompok perspektif. (4). Fungsi kelompok formal sebagai sarana untuk mengerjakan tugas-tugas. pencapaian tujuan tersebut memerlukan tugas-tugas yang harus dilaksanakan. Kelompok Tugas (task group). (3). yang saling bergabung untuk mencapai sasaran-sasaran tertentu. (2). fungsi organisasi formal dan fungsi kebutuhan individual. yang mengutamakan interaksi. Dari sisi interaksi. Perkembangan kelompok ini berhubungan dengan norma perilaku mereka sendiri. Kelompok Komando (commando group). Pembentukan kelompok dalam sebuah organisasi baik sengaja ataupun tidak sengaja. (2). Kelompok yang sengaja dibentuk oleh organisasi contonya adalah kelompok formal.1 Kesimpulan Kelompok (group) menurut Robbins (1996) mendefinisikan kelompok sebagai dua individu atau lebih. Akibatnya pembentukan anggota kelompok didasarkan posisi mereka dalam organisasi. Gibson menyimpulkan bahwa yang disebut kelompok itu adalah kumpulan individu dimana perilaku dan atau kinerja satu anggota dipengaruhi oleh perilaku dan atau prestasi anggota yang lainnya.

dan kelompok dapat memenuhi kebutuhan sosial bermasyarakat. Terdapat timbal balik terhadap interaksi. dilihat dari sisi pandang sudut pekerjaan. Adapun alasan mengapa individu membentuk suatu kelompok. terjadinya interaksi dalam kelompok. Akuntabilitas. Cirri-ciri utama yang ada pada kelompok. Beberapa individu yang berkumpul. DAFTAR PUSTAKA Sigit. (4). (2). Syarat-syaratt ini antara lain: keanggotaan yang jelas. (3). namun tim pasti merupakan suatu kelompok. sosial. Perilaku Organisasional.individu memiliki beraneka macam kebutuhan. sadar sebagai anggota kelompok. memiliki satu kesaamaan tujuan. penghargaan. 3. BPFE UST: Yogyakarta. Soehardi. kelompok yang muncul berada dalam satu kesatuan tunggal organisasi. Terjadinya penegasan terhadap norma-norma berperilaku sebgai pedoman. Robbins membedakan 4 variabel perbedaan antara kelompok dan tim. Pembentukan dan penegasan struktur organisasi. 23 . Sasaran. 2003. yaitu untuk memenuhi kebutuhan sosial. Sinergi. 2. saling ketergantungan antar anggota lainnya. yaitu: (1)Terdapat dorongan (motif). Kelompok belum tentu merupakan tim. yaitu: 1. Kebutuhan sosial ini antara lain: keamanan. bisa dikatakan sebagai kelompok bila memiliki syarat-syarat terbentuknya kelompok. 4. Keahlian.

2000. Ivancevich. Organisasi: Perilaku. Amirullah.blogspot. Perilaku Organisasi. http://setabasri01. Struktur. dkk.html diakses tanggal 09 Mei 2012 24 . Donnelly. 2011. Bayumedia: Malang. Seta Basri. 1997. Kelompok dan Tim dalam Organisasi. (Online). Proses Jilid 1 dan 2.com/2011/01/kelompok-dan-tim-dalamorganisasi. Binarupa Aksara: Jakarta.Gibson.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful