P. 1
komunikasi keperawatan klien dewasa

komunikasi keperawatan klien dewasa

|Views: 97|Likes:
Published by Afnan R'a

dalam berkomunikasi perawah perlu mempelajari dasar-dasar dari komunikasi terutama dalah hal komunikasi terapiutik yang bertujuan untuk mengerti dan mempermudah berkomunikasi kepada pasien

dalam berkomunikasi perawah perlu mempelajari dasar-dasar dari komunikasi terutama dalah hal komunikasi terapiutik yang bertujuan untuk mengerti dan mempermudah berkomunikasi kepada pasien

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Afnan R'a on Dec 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2013

pdf

text

original

LAPORAN

Komunikasi Dalam Keperawatan pada klien Dewasa dengan Tindakan Pemberian Informasi tentang Lingkungan dan Peraturan Rumah Sakit

Disusun Oleh : Kelompok 5 1. 2. 3. 4. 5. Emerensiana Juita Natalis Inge Pratiwi Katarina Muhammad Afnan Agus Purnomo Selvy Wilda Sari (09) (13) (14) (19) (24)

PRODI S1 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WILLIAM BOOTH SURABAYA 2011/2012

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Konsep Dasar Komunikasi Pada Orang Dewasa 1.1.1 Definisi Komunikasi Komunikasi merupakan alat yang efektif untuk mempengaruhi tingkah laku manusia, sehingga komunikasi dikembangkan dan dipelihara secara terus menerus. Komunikasi bertujuan untuk memudahkan,

melancarkan, melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu dalam rangka mencapai tujuan optimal, baik komunikasi dalam lingkup pekerjaan maupun hubungan antar manusia. Pada orang dewasa, mereka mempunyai sikap, pengetahuan dan ketrampilan yang lama menetap dalam dirinya sehingga untuk merubah perilakunya sangat sulit. oleh sebab itu perlu kiranya suatu model komunikasi yang tepat agar tujuan komunikasi dapat tercapai dengan efektif. Bertolak dari hal tersebut kami mencoba membuat makalah yang mencoba untuk menerapkan model konsep kornunikasi yang tepat pada klien dewasa.

1.2

Tujuan Tindakan 1.2.1 Pemberian Informasi tentang Lingkungan a. Mengetahui lingkungan yang ada di rumah sakit b. Mempermudah pengenalan ruangan yang ada di rumah sakit 1.2.2 Peraturan Rumah Sakit a. Untuk mengetahui peraturan yang ada di rumah sakit b. Mentaati peraturan yang ada dirumah sakit

1.3

Prosedur Tindakan 1.3.1 Persiapan alat untuk pemberi informasi tentang lingkungan dan peraturan rumah sakit - Buku catatan - Pena

1.3.2 Persiapan pasien untuk pemberi informasi tentang lingkungan dan peraturan rumah sakit - Jelaskan kepada pasien tentang lingkungan dan peraturan yang ada di rumah sakit - Buatlah pasien nyaman dan mengerti tentang penjelasan yang perawat sanpaikan 1.3.3 Langkah-langkah Tindakan a. Memberi tahu lingkungan di rumah sakit - Salam - Memperkenalkan diri - Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan - Menjelaskan tujuan dari tindakan yang dilakukan - Menciptakan suasana yang nyaman - Mejelaskan Lingkungan yang ada di rumah sakit - Bertanya ke pada pasien apa sudah mengerti - Menawarkan diri jika pasien perlu sesuatu - Salam b. Memberi tahu peraturan di rumah sakit - Salam - Memperkenalkan diri - Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan - Menjelaskan tujuan dari tindakan yang dilakukan - Menciptakan suasana yang nyaman - Mejelaskan peraturan yang ada di rumah sakit - Bertanya ke pada pasien apa sudah mengerti - Menawarkan diri jika pasien perlu sesuatu - Salam 1.4 Faktor- faktor yang Mempengaruhi 1.4.1 menciptakan lingkungan yang nyaman 1.4.1 kemampuan perawat dalam berkomunikasi 1.4.2 sikap pasien 1.4.3 kemampuan pasien untuk menerima penjelasan dari perawat

BAB II STRATEGI PELAKSANAAN

2.1 Proses Keperawatan 2.1.1 Kondisi Pasien Ny. X berumur .... tahun, baru masuk rumah sakit dengan status pospartus dan sesudah melahirkan anak yang ........

2.1.2 Diagnosa Keperawatan Pospartus hari ke........ berhubungan dengan proses persalinan.

2.1.3 Tujuan Khusus - klien mengerti tentang peraturan rumah sakit - klien menaati peraturan rumah sakit - Tidak ada kesalahpahaman antara klien dengan perawat -Tidak ada kesalahpahaman antara klien dan keluarga dengan peraturan rumah sakit

2.2 Strategi Pelaksanaan 2.2.1 Pra Interaksi a. Membaca catatan keperawatan medis klien b. Perawat memvalidasi/memahami kelebihan dan kekurangannya c. Menyiapkan alat-alat yang diperlukan ( pulpen ,kertas,lembar peraturan yang ada di rumah sakit )

2.2.2

Orientasi “Selamat pagi Ibu, perkenalkan nama saya Suster E. Benarkah Ibu bernama Ny X ? bagaimana saya memanggil Ibu? Baiklah, saya adalah perawat ruangan ini yang dinas pagi. Kalau Ny X merasa ada keluhan bisa disampaikan kepada saya”.

- Salam terapeutik

- Evaluasi validasi

Bagaimana keadaan ibu sebelum ke rumah sakit ? - Kontrak  Topik Ny X ,pada kesempatan ini kami mahasiswa dan mahasiswi stikes Wiliamboth tingkat 1 semester 2 akan menjelaskan tentang peraturan dan lingkungan yang ada di Rumah Sakit Wiliamboth .  Waktu Ny X ,kami membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit untuk melaksanakan tindakan ini .  Tempat Di ruang RRC(Ruang persalinan )

2.2.3 Kerja Permisi Ny X , saya akan memulai penjelasan berikut beberapa ketentuan di rumah sakit wiliamboth sebelum di rawat di ruang inap : 1. Ruangan a.ruang perawatan VIP wajib membayar uang muka Rp 5.500.000 b.kelas 1 wajib membayar uang muka Rp 3 800.000 c kelas 2 wajib membayar uang muka Rp 2.500.000 d.kelas 3 wajib membayar uang muka Rp 700.000 e. ruang ICU wajib membayar Rp 3.000.000 f ruang isolasi wajib membayar Rp 1.000.000 2. Menyerahkan fotocopy KTP atau kartu peserta asuransi atau kartu identitas lainnya yang masih berlaku 3. Apabila biaya perawatan pasien telah melebihi plafon yang telah di tentukan tersebut di atas maka pasien di wajibkan untuk membayar uang muka ke bagian administrasi atau kasir untuk kelanjutan pemberian tindakan keperawatan 4. Apabila pasien memngabaikan ketentuan ini , maka pasien di wajibkan untuk membayar tunai terlebih dahulu setiap

tindakankeperawatan khususnya pemberian obat dan pemeriksaan penunjang medis lain-lain yang akan di berikan 5. Khusus bagi pasien yang berasal dari asuransi atau perusahaan atau instansi yang telah bekerjasama dengan rumah sakit wiliamboth surabaya akan di bebaskan dari pembayaran uang muka biaya perawatan apabila memnuhi persyaratan yang meliputi :    Menyerahkan surat jaminan dalam waktu 1 x 24 jam Fotocopy KTA dan KTP yang masih berlaku Memenuhi ketentuan sesuai perjanjian kerjasama Maka bila tidak memenuhi ketentuan ini pasien akan di berlakukan sebagai pasien umum

6. Pasien yang telah menyelesaikan perawatan di ruang rawat inap dan hendak pulang , di wajibkan untuk melunasi seluruh biaya perawatan (kecuali pasien dengan perjanjian kerjasama) . 7. Layanan administrasi atau kasir pelunasan biaya perawatan pasien dilaksanakan sampe dengan pukul 13.00 WIB 8. Rumah sakit wiliamboth tidak bertanggung jawab atas kehilangan barang-barang berharga milik pasien 9. Jam berkunjung adalah 10.00 -12.00 dan 16.00 -20.00 WIB 10. Penjaga pasien di wajibkan untuk menggunakan kartu izin tunggu (satu pasien satu kartu )

2.2.4 Terminasi 2.2.4.1 Evaluasi Apakah Ny X sudah mengerti tentang peraturan yang sudah di jelaskan ?

2.2.4.2 Evaluasi Obyektif Mengobservasi ekspresi muka pasien.

2.2.4.3 Tindak lanjut

Karena ibu telah mengerti dan memahami peraturan yang ada di rumah sakit ,maka di harapkan peraturan tersebut di taati . Kalau begitu kami kembali ke kampus berhubung waktu kontraknya sudah selesai. Apabila Ny X memerlukan sesuatu atau kurang jelas dengan peraturan yang telah di jelaskan harap menekan bel atau menghubungi perawat ruangan.

2.2.4.4 Kontrak  Waktu Ny X waktu kami telah selesai  Topik Penjelasan selanjutnya apabila ibu menghubungi perawat karena ada yang kurang di mengerti  Tempat Ruangan RRC ( ruang bersalin )

2.3

Teknik-teknik dalam komunikasi - Mendengar : saat pasien berbicara perawat mendengarkan. - Pertanyaan terbuka : bagaimana keadaan ibu sebelum ke araumah Sakit ? - Klarifikasi : apakah Ny X sudah mengerti dengan penjelasan tersebut ? - Memfokuskan : Ny X saya akan menjelaskan tentang peraturan yang ada di rumah sakit wiliamboth - Informing : Ruangan a.ruang perawatan VIP wajib membayar uang muka Rp 5.500.000 b.kelas 1 wajib membayar uang muka Rp 3 800.000 c kelas 2 wajib membayar uang muka Rp 2.500.000 d.kelas 3 wajib membayar uang muka Rp 700.000 e. ruang ICU wajib membayar Rp 3.000.000 f ruang isolasi wajib membayar Rp 1.000.000 11. Menyerahkan fotocopy KTP atau kartu peserta asuransi atau kartu identitas lainnya yang masih berlaku

12. Apabila biaya perawatan pasien telah melebihi plafon yang telah di tentukan tersebut di atas maka pasien di wajibkan untuk membayar uang muka ke bagian administrasi atau kasir untuk kelanjutan pemberian tindakan keperawatan 13. Apabila pasien memngabaikan ketentuan ini , maka pasien di wajibkan untuk membayar tunai terlebih dahulu setiap tindakan keperawatan khususnya pemberian obat dan pemeriksaan penunjang medis lain-lain yang akan di berikan 14. Khusus bagi pasien yang berasal dari asuransi atau perusahaan atau instansi yang telah bekerjasama dengan rumah sakit wiliamboth surabaya akan di bebaskan dari pembayaran uang muka biaya perawatan apabila memnuhi persyaratan yang meliputi :    Menyerahkan surat jaminan dalam waktu 1 x 24 jam Fotocopy KTA dan KTP yang masih berlaku Memenuhi ketentuan sesuai perjanjian kerjasama Maka bila tidak memenuhi ketentuan ini pasien akan di berlakukan sebagai pasien umum

15. Pasien yang telah menyelesaikan perawatan di ruang rawat inap dan hendak pulang , di wajibkan untuk melunasi seluruh biaya perawatan (kecuali pasien dengan perjanjian kerjasama) . 16. Layanan administrasi atau kasir pelunasan biaya perawatan pasien dilaksanakan sampe dengan pukul 13.00 WIB 17. Rumah sakit wiliamboth tidak bertanggung jawab atas kehilangan barang-barang berharga milik pasien 18. Jam berkunjung adalah 10.00 -12.00 dan 16.00 -20.00 WIB 19. Penjaga pasien di wajibkan untuk menggunakan kartu izin tunggu (satu pasien satu kartu )

2.4

Kehadiran Fisik dan Psikologis Perawat 2.4.1 Kehadiran fisik

 Kontak mata : saat berbicara dengan pasien, perawat tidak melihat sesuatu yang tidak penting misal melihat luar.  Sikap terbuka : perawat harus membicarakan tentang peraturan tanpa menyinggung perasaan pasien  Rileks : perawat harus tenang saat menghadapi pasien, agar pasien tidak merasa tegang atau takut

2.4.2 Kehadiran Psikologis  Kesejatian : berbicara dengan kesungguhan tanpa menyakiti pasien, tidak membeda-bedakan pasien.  Empati : mampu memahami perasaan pasien, perawat harus tanggap dengan keadaan pasien.  Respek/hormat : perawat harus peduli dengan pasein serta menghargai pasien, misal jabat tangan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->