P. 1
KERAJAAN SAMUDRA PASAI

KERAJAAN SAMUDRA PASAI

|Views: 282|Likes:
Published by Syarif Sembilan

More info:

Published by: Syarif Sembilan on Dec 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/03/2015

pdf

text

original

KERAJAAN SAMUDRA PASAI

Kerajaan Samudra Pasai muncul pada abad ke 13 Masehi ketika Kerajaan Sriwijaya hancur. Kerajaan ini didirikan oleh Malikussaleh, merupakan kerajaan yang kaya dengan penduduknya yang banyak. Kota Kerajaan di sebut Pasai, sekarang ini letaknya di Desa Beuringen Kec. Samudera Geudong Kab. Aceh Utara Provinsi Aceh. Wilayah Kekuasaan Kesultanan Pase (Pasai) pada masa kejayaannya sekitar abad ke 14 terletak di daerah yang diapit oleh dua sungai besar di pantai Utara Aceh, yaitu sungai Peusangan dan sungai Jambo Aye, jelasnya Kerajaan Samudra Pasai adalah daerah aliran sungai yang hulunya berasal jauh ke pedalaman daratan tinggi Gayo Kab. Aceh Tengah. Karena letak Kerajaan Pasai pada aliran lembah sungai membuat tanah pertanian subur, padi yang ditanami penduduk Kerajaan Islam Pasai pada abad ke 14 dapat dipanen dua kali setahun, dalam berikutnya Kerajaan ini bertambah makmur dengan dimasukkannya bibit tanaman lada dari Malabar. Selain hasil pertanian yang melimpah ruah di dataran rendah, di dataran tinggi (daerah Pedalaman juga menghasilkan berbagai hasil hutan yang di angkut ke daerah pantai melalui sungai. Hubungan perdagangan penduduk pesisir dengan penduduk pedalaman adalah dengan sistem barter Dengan munculnya pusat politik dan perdagangan baru di Malaka pada abad ke 15 adalah faktor yang menyebabkan Kerajaan Samudra Pasai mengalami kemunduran. Hancur dan hilangnya peranan Pase dalam jaringan antar bangsa, yaitu ketika suatu pusat Kekuasan baru muncul di ujung barat pulau Sumatera yakni Kerajaan Aceh Darussalam pada abad ke 16.Pasai ditaklukan dan di masukkan ke dalam wilayah Kekuasaan Kerajaan Aceh Darussalam oleh Sultan Ali Mughayat Syah dan Lonceng Cakra Donya hadiah dari Raja Cina untuk Kerajaan Islam Samudra Pasai dipindahkan ke Aceh Darussalam (sekarang Banda Aceh). Namun demikian dari perjalanan sejarah Pasai antara akhir abad ke 13 sampai awal abad ke 16 memang menunjukkan Kerajaan Samudra Pasai muncul dan berkembang. Runtuhnya kekuatan Kerajaan Pasai sangat berkaitan dengan perkembangan yang terjadi di luar Pasai itu sendiri, tetapi lebih di titik beratkan dalam kesatuan zona Selat Malaka walaupun Kerajan Islam Samudra Pasai berhasil ditaklukan oleh Sultan Asli Mughayat Syah, namun peninggalan dari Kerajaan ini masih banyak dijumpai sampai saat ini di abad ke 21. Pada tahun 1913, 1915, J.J. De Vink bangsa Belanda telah mengadakan inventarisasi di bekas peninggalan Kerajaan Islam Samudra Pasai dan pada tahun 1937 di pugar beberapa makam di Samudra Pasai oleh Pemerintah Belanda kemudian pada tahun 1972,1973 dan tahun 1976 Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai di Kec. Samudera Geudong Kabupaten Aceh Utara telah di inventarisasi oleh Direktur Jendral Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan milik pemerintah Republik Indonesia. Pada umumnya tulisan pada makam tersebut belum diteliti seluruhnmya dan hal ini perlu penelitian lebih lanjut oleh generasi sekarang. Berbagai peninggalan sejarah berupa situs makam para raja yang hingga saat ini penduduk disekitar makam Sultan Malikussaleh sering mendapat mata uang emas (dirham) keramik, gelang mata delima yang umumnya ditemukan oleh petani tebat, saat meraka menggali tebat di sekitar kawasan tersebut.

KERAJAAN ACEH Kerajaan Aceh berkembang sebagai kerajaan Islam dan mengalami kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Pahang. yang dikarang oleh Nuruddin ar Raniri tahun 1637 M dan juga berdasarkan berita-berita orang Eropa diketahui bahwa Kerajaan Aceh telah berhasil membebaskan diri dari kekuasaan Kerajaan Pedir. 1. Kadipaten Demak tersebut dikuasai oleh Raden Patah salah seorang keturunan Raja Brawijaya V (Bhre Kertabumi) raja Majapahit. Perak dan Indragiri. Pahang. Kedah. Penyebab kemunduran Kerajaan Aceh  Setelah Sultan Iskandar Muda wafat tahun 1636 tidak ada raja-raja besar yang mampu mengendalikan daerah Aceh yang demikian luas. Perak. Kerajaan Aceh memiliki kekuasaan yang sangat luas. Kerajaan Aceh melakukan pendudukan terhadap daerah-daerah seperti Aru. Pada masa kekuasaannya terdapat dua orang ahli tasawwuf yang terkenal di Aceh.  Demak sebelumnya merupakan daerah yang dikenal dengan nama Bintoro atau Gelagahwangi yang merupakan daerah kadipaten di bawah kekuasaan Majapahit. Kehidupan Politik Berdasarkan kitab Bustanul’ssalatin yang berisi tentang silsilah sultan-sultan Aceh. sehingga di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Untuk mencapai kebesaran kerajaan Aceh. Kerajaan Aceh mengalami masa kejayaannya. Setelah Sultan Iskandar Muda wafat tahta Kerajaan Aceh digantikan oleh menantunya yang bergelar Sultan Iskandar Thani. kemunduran itu mulai terasa dan terlebih lagi setelah meninggalnya Sultan Iskandar Thani.  Timbulnya pertikaian yang terus-menerus di Aceh antara golongan bangsawan (teuku) dengan golongan ulama (teungku) yang mengakibatkan melemahnya Kerajaan Aceh. Secara geografis letak kerajaan Aceh sangat strategis yaitu di Pulau Sumatera bagian utara dan dekat dengan jalur pelayaran perdagangan internasional pada masa itu. Di bawah Sultan Iskandar Thani (16371641 M).  Daerah-daerah kekuasaannya banyak yang melepaskan diri seperti Johor. yaitu Syech Syamsu’ddin bin Abdu’llah a-Samatrani dan Syech Ibrahim as-Syamsi. Sultan Iskandar Muda memerintah Aceh dari tahun 1607-1636 M. Di bawah pemerintahannya. Minangkabau dan Siak. yaitu di sekitar Selat Malaka. Sultan Iskandar Muda juga menolak permintaan Inggris dan Belanda untuk membeli lada di pesisir Sumatera bagian Barat. Tujuannya adalah menguasai jalur perdagangan di Selat Malaka dan menguasai daerah-daerah penghasil lada. . Kerajaan Aceh tumbuh menjadi kerajaan besar dan berkuasa atas perdagangan Islam. bahkan menjadi bandar transisto yang dapat menghubungkan dengan pedagang Islam di dunia barat. Sultan Iskandar Muda meneruskan perjuangan Aceh dengan menyerang Potugis dan Kerajaan Johor di Semenanjung Malaya. Di samping itu.

dengan rajanya yang pertama yaitu Raden Patah. setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis 1511.1546). yang dikelilingi oleh daerah rawa yang luas di perairan Laut Muria. serta keadaan Majapahit yang sudah hancur. Bintoro sebagai pusat kerajaan Demak terletak antara Bergola dan Jepara. Kerajaan Demak secara geografis terletak di Jawa Tengah dengan pusat pemerintahannya di daerah Bintoro di muara sungai. Isi dari Padrao tersebut adalah Portugis diperbolehkan mendirikan Benteng di Sunda Kelapa dan Portugis juga akan mendapatkan rempah-rempah dari Pajajaran. Sebelum Benteng tersebut dibangun oleh Portugis. Kehadiran Portugis di Malaka merupakan ancaman bagi Demak di pulau Jawa. Pada masa pemerintahan Adipati Unus (1518 . yang dipimpin oleh Adipati Unus atau terkenal dengan sebutan  Pangeran Sabrang Lor Serangan Demak terhadap Portugis walaupun mengalami kegagalan namun Demak tetap berusaha membendung masuknya Portugis ke pulau Jawa. di mana Bergola adalah pelabuhan yang penting pada masa berlangsungnya kerajaan Mataram (Wangsa Syailendra).1518) Pada masa pemerintahannya Demak memiliki peranan yang penting dalam rangka penyebaran agama Islam khususnya di pulau Jawa. Demak melakukan blokade pengiriman beras ke Malaka sehingga Portugis kekurangan makanan. Hal ini dijadikan kesempatan bagi Demak untuk melepaskan diri dengan melakukan penyerangan terhadap Majapahit.  Kehidupan Politik Lokasi kerajaan Demak yang strategis untuk perdagangan nasional.Dengan berkembangnya Islam di Demak. Untuk mengatasi keadaan tersebut maka pada tahun 1513 Demak melakukan penyerangan terhadap Portugis di Malaka. maka Demak dapat berkembang sebagai kota dagang dan pusat penyebaran Islam di pulau Jawa. tahun 1526 Demak mengirimkan pasukannya menyerang Sunda Kelapa. karena Demak berhasil menggantikan peranan Malaka. karena pada masa pemerintahannya Demak memiliki daerah kekuasaan yang luas dari Jawa Barat sampai Jawa Timur. (sekarang Laut Muria sudah merupakan dataran rendah yang dialiri sungai Lusi).1521). Dengan penyerangan tersebut maka tentara Portugis dapat dipukul mundur ke Teluk Jakarta. di bawah pimpinan Fatahillah. . sedangkan Jepara akhirnya berkembang sebagai pelabuhan yang penting bagi kerajaan Demak. Setelah Majapahit hancur maka Demak berdiri sebagai kerajaan Islam pertama di pulau Jawa dengan rajanya yaitu Raden Patah.1546) Puncak kebesaran Demak terjadi pada masa pemerintahan Sultan Trenggono (1521 . Ia bergelar  Sultan Alam Akbar al-Fatah (1500 . karena menghubungkan perdagangan antara Indonesia bagian Barat dengan Indonesia bagian Timur. Penyerangan terhadap Sunda Kelapa yang dikuasai oleh Pajajaran disebabkan karena adanya perjanjian antara raja Pakuan penguasa Pajajaran dengan Portugis yang diperkuat dengan pembuatan tugu peringatan yang disebut Padrao.  Sultan Trenggono (1521 . maka Demak berkembang sebagai kerajaan besar di pulau Jawa.

sehingga pada tahun 1568 Pangeran Hadiwijaya memindahkan pusat pemerintahan Demak ke Pajang. Demak berperan sebagai penghubung antara daerah penghasil rempah di Indonesia bagian Timur dan penghasil rempah-rempah Indonesia bagian barat. Sunan Kudus dan Sunan Bonar. Sosial Budaya Kehidupan sosial dan budaya masyarakat Demak lebih berdasarkan pada agama dan budaya Islam karena pada dasarnya Demak adalah pusat penyebaran Islam di pulau Jawa. bahwa letak Demak sangat strategis di jalur perdagangan nusantara memungkinkan Demak berkembang sebagai kerajaan maritim. Di serambi depan Masjid (pendopo) itulah Sunan Kalijaga menciptakan dasardasar perayaan Sekaten (Maulud Nabi Muhammad saw) yang sampai sekarang masih berlangsung di Yogyakarta dan Cirebon.Kemenangan gemilang Fatahillah merebut Sunda Kelapa tepat tanggal 22 Juni 1527 diperingati dengan pergantian nama menjadi Jayakarta yang berarti Kemenangan Abadi. Dan hal ini juga didukung oleh penguasaan Demak terhadap pelabuhan-pelabuhan di daerah pesisir pantai pulau Jawa. tercipta melalui pembinaan masyarakat yang diselenggarakan di Masjid maupun Pondok Pesantren. Sebagai kerajaan Islam yang memiliki wilayah di pedalaman. Dalam kegiatan perdagangan. Dengan meninggalnya Sultan Trenggono. di mana pasukan Demak di bawah pimpinan Sultan Trenggono yang dibantu oleh Fatahillah. maka Demak juga memperhatikan masalah pertanian. Demikian pula dalam bidang budaya banyak hal yang menarik yang merupakan peninggalan dari kerajaan Demak. sehingga beras merupakan salah satu hasil pertanian yang menjadi komoditi dagang. Dengan demikian perdagangan Demak semakin berkembang. Dengan demikian berakhirlah kekuasaan Demak dan hal ini juga berarti bergesernya pusat pemerintahan dari pesisir ke pedalaman. Para wali tersebut memiliki peranan yang penting pada masa perkembangan kerajaan Demak bahkan para wali tersebut menjadi penasehat bagi raja Demak. Sebagai pusat penyebaran Islam Demak menjadi tempat berkumpulnya para wali seperti Sunan Kalijaga. tetapi sebelum Blambangan berhasil direbut Sultan Trenggono meninggal di Pasuruan. maka terjadilah perebutan kekuasaan antara Pangeran Sekar Sedolepen (saudara Trenggono) dengan Sunan Prawoto (putra Trenggono) dan Arya Penangsang (putra Sekar Sedolepen). Sunan Muria. . mengakibatkan Demak memperoleh keuntungan di bidang ekonomi. Hubungan yang erat tersebut. Dengan demikian terjalin hubungan yang erat antara raja/bangsawan ? para wali/ulama dengan rakyat. Sedangkan penyerangan terhadap Blambangan (Hindu) dilakukan pada tahun 1546. Sehingga tercipta kebersamaan atau Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan di antara orang-orang Islam). Perang saudara tersebut diakhiri oleh Pangeran Hadiwijaya (Jaka Tingkir) yang dibantu oleh Ki Ageng Pemanahan. Dengan demikian kegiatan perdagangannya ditunjang oleh hasil pertanian. Kehidupan Ekonomi Seperti yang telah dijelaskan pada uraian materi sebelumnya. di mana salah satu tiang utamanya terbuat dari pecahan-pecahan kayu yang disebut Soko Tatal. Salah satunya adalah Masjid Demak. Masjid Demak dibangun atas pimpinan Sunan Kalijaga.

Pangeran Saba Kingkin yang kemudian lebih dikenal dengan nama Hasanuddin diangkat menjadi Raja Banten. Banten merupakan penghasil lada dan beras. Kerajaan Banten berkembang menjadi pusat perdagangan selain karena letaknya sangat strategis. Sultan Ageng Tirtayasa menjadikan Banten sebagai sebuah kerajaan yang maju dengan pesat.Kerajaan Banten Kerajaan yang terletak di barat Pulau Jawa ini pada awalnya merupakan bagian dari Kerajaan Demak.Pada masa pemerintahannya. Persia. Pangeran Yusuf kemudian digantikan oleh Maulana Muhammad. tetapi tidak berhasil karena Sultan Haji didukung Belanda. Pangeran Yusuf (1570-1580). sultan yang bergelar Sultan Haji berhubungan dengan Belanda. Faktor lainnya. Fatahillah adalah menantu dari Syarif Hidayatullah. Turki banyak yang mendatangi bandar-bandar di Banten. Dengan demikian. Gujarat. Dalam pertempuran itu. Artinya. Maulana Muhammad kemudian digantikan oleh putranya Abu’lmufakhir yang baru berusia lima bulan. Sultan Ageng Tirtayasa tertangkap dan dipenjarakan. pecahlah perang saudara. Sultan Ageng Tirtayasa pada tahun 1671 mengangkat purtanya. pengaruh Banten sampai ke Lampung. Abu’lmufakhir kemudian digantikan oleh Abu’ma’ali Ahmad Rahmatullah. dalam menjalankan roda pemerintahan. Banten juga didukung oleh beberapa faktor di antaranya jatuhnya Malaka ke tangan Portugis (1511) sehingga para pedagang muslim berpindah jalur pelayarannya melalui Selat Sunda. Pada tahun 1522. sebagi raja pembantu. Dalam menjalankan roda pemerintahan. Banten berhasil merebut Pajajaran dan Pakuan. Maulana Muhammad gugur. Sultan Hasanudin kemudian digantikan putranya. Bantenlah yang menguasai jalur perdagangan di Selat Sunda.1570). Sultan Ageng Tirtayasa yang tidak menyukai hal itu berusaha mengambil alih kontrol pemerintahan. Akhirnya. Syarif Hidayatullah memiliki 2 putra laki-laki. Maulana Muhammad dibantu oleh Mangkubumi. lambat laun Banten mengalami kemunduran karena tersisih oleh Batavia yang berada di bawah kekuasaan Belanda. Abu’ma’ali Ahmad Rahmatullah kemudian digantikan oleh Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1692). pangeran Pasarean dan Pangeran Sabakingkin. Untuk membantunya. Syarif Hidayatullah adalah salah seorang wali yang diberi kekuasaan oleh Kerajaan Demak untuk memerintah di Cirebon. Setelah Kerajaan Demak mengalami kemunduran. Banten direbut oleh pasukan Demak di bawah pimpinan Fatahillah. komoditi yang laku di pasaran dunia. Namun. Para pedagang dari Cina. Abu’lmufakhir dibantu oleh Jayanegara. Banten kemudian melepaskan diri dari Demak. Raja yang bergelar Kanjeng Ratu Banten ini baru berusia sembilan tahun ketika diangkat menjadi raja. Berdirilah Kerajaan Banten dengan rajanya Sultan Hasanudin (1522. Sultan Abdulkahar. Pangeran Pasareaan berkuasa di Cirebon. . Oleh sebab itu. Pada masa pemerintahannya. Dalam tahun 1595. dia memimpin ekspedisi menyerang Palembang.

Beliau juga merupakan penguasa yang secara besar-besaran memerangi VOC yang pada saat itu sudah menguasai Batavia. Sehingga Kyai Juru Martani mengusulkan agar Ki Pemanahan dan Ki Penjawi memberitahukan kepada Sultan bahwa merekalah yang membunuh Arya Penangsang. Raja kemudian membuat sebuah sayembara bahwa barang siapa mengalahkan Arya Penangsang atau dapat membunuhnya. berturut-turut direbut. Ki Ageng Pemanahan memperoleh tanah di Hutan Mentaok dan Ki Penjawi memperoleh tanah di Pati. Pajang kemudian dijadikan salah satu wilayah bagian daari Mataram yang beribukota di Kotagede. Sutawijaya kemudian berhasil memberontak kepada Pajang. akan diberi hadiah tanah di Pati dan Mataram. Senopati bertahta sampai wafatnya pada tahun 1601. Pasuruan. Pemanahan berhasil membangun hutan Mentaok itu menjadi desa yang makmur. Cirebon pun berada di bawah pengaruhnya. Pada masa pemerintahannya ibukota kerajaan Mataram dipindahkan ke Kerta. Danang Sutawijaya. tercatat bahwa pada pemerintahannya beliau membangun sebuah taman Danalaya di sebelah barat kraton. Panaraga. dan anak angkat dari raja Pajang sendiri. Panembahan Senopati dalam babad dipuji sebagai pembangun Mataram. kerajaan Pajang merupakan satu-satunya kerajaan di Jawa Tengah. Pada tahun 1674 pecahlah Perang Trunajaya yang didukung para ulama dan bangsawan. Namun karena Sutawijaya adalah anak angkat Sultan sendiri maka tidak mungkin apabila Ki Pemanahan memberitahukannya kepada Sultan Adiwijaya. Selama pemerintahannya boleh dikatakan terus-menerus berperang menundukkan bupati-bupati daerah. Sultan Agung juga menaklukkan daerah pesisir supaya kelak tidak membahayakan kedudukan Mataram. Sutawijaya adalah anak dari Ki Pemanahan. Di dalam peperangan akhirnya Danang Sutwijaya berhasil mengalahkan dan membunuh Arya Penangsang. Selanjutnya bertahtalah Mas Rangsang. Setelah Pemanahan meninggal pada tahun 1575 ia digantikan putranya. Pemerintahannya yang berlangsung tahun 1645-1676 diwarnai dengan banyak pembunuhan dan kekejaman. Kediri. Surabaya. Ki Pemanahan dan Ki Penjawi yang merupakan abdi prajurit Pajang berniat untuk mengikuti sayembara tersebut. Amangkurat I tidak mewarisi sifat-sifat ayahnya. Pemerintahannya berakhir ketika beliau meninggal di hutan Krapyak ketika beliau sedang berburu. Namun demikian raja Pajang masih mempunyai musuh yang kuat yang berusaha menghancurkan kerajaannya. Ibukota Kerta jatuh dan Amangkurat I (bersama putra mahkota yang akhirnya berbalik memihak ayahnya) melarikan diri untuk mencari . Di bawah pemerintahannya (tahun 1613-1645) Mataram mengalami masa kejayaan. yang juga sering disebut Pangeran Ngabehi Loring Pasar. Karya Sultan Agung dalam bidang kebudayaan adalah Grebeg Pasa dan Grebeg Maulud. bahkan lamakelamaan menjadi kerajaan kecil yang siap bersaing dengan Pajang sebagai atasannya. SISTEM PEMERINTAHAN MATARAM ISLAM Setelah Panembahan Senopati meninggal kekuasaannya digantikan oleh anaknya yang bernama Mas Jolang atau Panembahan Seda Krapyak. yang bergelar Sultan Agung Hanyakrakusuma. B.KERAJAAN MATARAM ISLAM Setelah kerajaan Demak runtuh. ialah seorang yang masih keturunan keluarga kerajaan Demak yang bernama Arya Penangsang. Sultan Agung meninggal pada tahun 1645. bahkan termasuk putra mahkota sendiri. Kasultanan Demak menyerah. Setelah Sultan Hadiwijaya wafat (1582) Sutawijaya mengangkat diri sebagai raja Mataram dengan gelar Panembahan Senapati. Ia diganti oleh putranya yang bergelar Amangkurat I. Jolang hanya memerintah selama 12 tahun (16011613). Ibukota kerajaan Kotagede dipindahkan ke Kraton Plered.

Mereka berdua pun melakukan pemberontakan bersama-sama hingga pecah Perang Perebutn Mahkota III (17471755). Hal ini membuat Paku Buwana II merasa ketakutan dan berganti berpihak kepada VOC. Sehingga kembali pecah perang Perebutan Mahkota II (1719-1723.bantuan VOC. Setelah kematian Paku Buwana II VOC mengangkat Paku Buwana III. Ia digantikan oleh anaknya yang bernama Sunan Mas (Sunan Amangkurat III). Ia digantikan oleh putra mahkota yang bergelar Amangkurat II atau dikenal juga dengan sebutan Sunan Amral. dan Pekalongan. namun Amangkurt III menyerah dan dibuang ke Sailan oleh VOC. Dalam pemerintahannya dipenuhi dengan pemberontakan para bangsawan yang menentangnya. Dia juga sangat menentang VOC. (dekat Tegal. Paku Buwana II tidak dapat menghadapi kekuatan merea berdua dan akhirnya jatuh sakit dan meninggal pada tahun 1749. Ia sangat tunduk kepada VOC demi mempertahankan tahtanya. Pada masa pemerintahannya terjadi pemberontakan China terhadap VOC. VOC yang mendapat bantuan Panembahan Cakraningrat dari Madura berhasil menaklukan pemberontak China. dan sebagai konpensasinya VOC menghendaki perjanjian yang berisi: Mataram harus menggadaikan pelabuhan Semarang dan Mataram harus mengganti kerugian akibat perang. Setelah Sunan Amangkuat II meninggal meninggal pada tahun 1703. Akan tetapi sampai di Tegalarum. bahkan wilayah yang dikuasai Mangkubumi telah mencapai Yogya. Paku Buwana II memihak China dan turut membantu memnghancurkan benteng VOC di Kartasura. Setelah itu terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Raden Mas Said. Jawa Tengah) Amangkurat I jatuh sakit dan akhirnya wafat. Isi perjanjian tersebut adalah: Mataram dibagi menjadi dua. Hal ini menyebabkan VOC berada di atas angin. Hal ini menyebabkan timbulnya pemberontakan Raden Mas Garendi yang bersama pemberontak China menggempur kraton. Pada akhirnya Trunajaya berhasil dibunuh oleh Amangkurat II dengan bantuan VOC. Bagelen. Walaupun Mangkubumi berhasil tetapi Paku Buwono II mengingkari janjinya sehingga akhirnya dia berdamai dengan Mas Said. Sunan Prabu atau Sunan Amangkurat IV meninggal tahun 1727 dan diganti oleh Paku Buwana II (1727-1749). Ajakan itu diterima Mangkubumi dan terjadilah apa yang sering disebut sebagai Palihan Nagari atau Perjanjian Giyanti (1755). dalam hal ini Voc kembali turut andil di dalamnya. Namun justru saat itu terjadi perpecahan anatara Mangkubumi dan Raden Mas Said. Sunan Amangkurat II bertahta pada tahun 1677-1703. Pecahlah perang saudara (perang perebutan mahkota I) antara Amangkurat III dan Paku Buwana I. Paku Buwana I meninggal tahun 1719 dan diganti oleh Amangkurat IV (1719-1727). Dengan bantuan VOC kraton dapat direbut kembali (1743) tetapi kraton telah porak poranda yang memaksanya untuk memindahkan kraton ke Surakarta (1744). hingga Paku Buwana II melarikan diri ke Panaraga. Paku Buwana menugaskan Mangkubumi untuk menumpas kaum pemerontak dengan janji akan memberikan tanah di Sukowati (Sragen sekarang). Karena pertentangan tersebut VOC tidak setuju atas pengangkatan Sunan Amangkurat III sehingga VOC mengangkat Paku Buwono I (Pangeran Puger). Bagian barat dibagikan kepada Pangeran Mangkubumi yang diijinkan memakai gelar Hamengku Buwana I dan mendirikan . Pengangkatan Paku Buwana III tidak menyurutkan pemberontakan. VOC lalu mengutus seorang Arab dari Batavia (utusan itu diakukan VOC dari Tanah Suci) untuk mengajak Mangkubumi berdamai.

Sedangkan bagian timur diberikan kepada Paku Buwana III. Setelah Sunan Amangkuat II meninggal meninggal pada tahun 1703. Pada akhirnya Trunajaya berhasil dibunuh oleh Amangkurat II dengan bantuan VOC. (dekat Tegal. Walaupun Mangkubumi berhasil tetapi Paku Buwono II mengingkari janjinya sehingga akhirnya dia berdamai dengan Mas Said.A. Setelah itu terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Raden Mas Said. Paku Buwana I meninggal tahun 1719 dan diganti oleh Amangkurat IV (1719-1727). VOC yang mendapat bantuan Panembahan Cakraningrat dari Madura berhasil menaklukan pemberontak China. Pengangkatan Paku Buwana III tidak menyurutkan pemberontakan. Hal ini menyebabkan timbulnya pemberontakan Raden Mas Garendi yang bersama pemberontak China menggempur kraton. namun Amangkurt III menyerah dan dibuang ke Sailan oleh VOC. AWAL BERDIRINYA kekejaman. Dengan bantuan VOC kraton dapat direbut kembali (1743) tetapi kraton telah porak poranda yang memaksanya untuk memindahkan kraton ke Surakarta (1744). Paku Buwana II memihak China dan turut membantu memnghancurkan benteng VOC di Kartasura. Ia sangat tunduk kepada VOC demi mempertahankan tahtanya. hingga Paku Buwana II melarikan diri ke Panaraga. Karena pertentangan tersebut VOC tidak setuju atas pengangkatan Sunan Amangkurat III sehingga VOC mengangkat Paku Buwono I (Pangeran Puger). dalam hal ini Voc kembali turut andil di dalamnya.Kraton di Yogyakarta. Mulai saat itulah Mataram dibagi dua. Sunan Prabu atau Sunan Amangkurat IV meninggal tahun 1727 dan diganti oleh Paku Buwana II (1727-1749). Dalam pemerintahannya dipenuhi dengan pemberontakan para bangsawan yang menentangnya. Setelah kematian Paku Buwana II VOC mengangkat Paku Buwana III. bahkan termasuk putra mahkota sendiri. Paku Buwana II tidak dapat menghadapi kekuatan merea berdua dan akhirnya jatuh sakit dan meninggal pada tahun 1749. Mereka berdua pun melakukan pemberontakan bersama-sama hingga pecah Perang Perebutn Mahkota III (17471755). Akan tetapi sampai di Tegalarum. Jawa Tengah) Amangkurat I jatuh sakit dan akhirnya wafat. Ia digantikan oleh putra mahkota yang bergelar Amangkurat II atau dikenal juga dengan sebutan Sunan Amral. Ibukota Kerta jatuh dan Amangkurat I (bersama putra mahkota yang akhirnya berbalik memihak ayahnya) melarikan diri untuk mencari bantuan VOC. Pada masa pemerintahannya ibukota kerajaan Mataram dipindahkan ke Kerta. Pada tahun 1674 pecahlah Perang Trunajaya yang didukung para ulama dan bangsawan. yaitu Kasultanan Yogyakarta dengan raja Sri Sultan Hamengku Buwana I dan Kasunanan Surakarta dengan raja Sri Susuhunan Paku Buwana III. dan sebagai konpensasinya VOC menghendaki perjanjian yang berisi: Mataram harus menggadaikan pelabuhan Semarang dan Mataram harus mengganti kerugian akibat perang. Sehingga kembali pecah perang Perebutan Mahkota II (1719-1723. bahkan wilayah yang . Pada masa pemerintahannya terjadi pemberontakan China terhadap VOC. Pecahlah perang saudara (perang perebutan mahkota I) antara Amangkurat III dan Paku Buwana I. Dia juga sangat menentang VOC. Ia digantikan oleh anaknya yang bernama Sunan Mas (Sunan Amangkurat III). Paku Buwana menugaskan Mangkubumi untuk menumpas kaum pemerontak dengan janji akan memberikan tanah di Sukowati (Sragen sekarang). Hal ini membuat Paku Buwana II merasa ketakutan dan berganti berpihak kepada VOC. Sunan Amangkurat II bertahta pada tahun 1677-1703.

seorang saudagar kaya di pelabuhan Muarajati. bertepatan dengan tahun 1445 M. diangkatlah raden Walangsungsang. agama. yaitu Kebudayaan Cirebon yang tidak didominasi oleh kebudayaan Jawa maupun kebudayaan Sunda. Kerajaan Cirebon Pada awalnya. Dengan dukungan pelabuhan yang ramai dan sumber daya Alam dari pedalaman. Walangsungsang adalah putra prabu Siliwangi dan Nyi Mas Subanglarang atau Subangkranjang. Hal ini menyebabkan VOC berada di atas angin. yang kemudian menjadi cirebon. Dari istilah air bekas pembuatan terasi (belendrang) dari udang rebon ini berkembang sebutan cai-rebon (bahasa sunda : air rebon). Kerajaan ini berkuasa pada abad ke 15 hingga abad ke 16 M. membangun sebuah gubuk pada tanggal 1 Sura 1358 (tahun jawa). serta pembuatan terasi. Lokasinya yang berada pada perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat membuat Kesultanan Cirebon menjadi “jembatan” antara kebudayaan Jawa dan Sunda. Diberi nama demikian karena di sana bercampur para pendatang dari beraneka bangsa. Demikian dikatakan oleh serat Sulendraningrat. kegiatan pelayaran dan perniagaan berlangsung antar-kepulauan nusantara maupun dengan bagian dunia lainnya. Lama-kelamaan Cirebon berkembang menjadi sebuah desa yang ramai yang diberi nama Caruban. Bagelen. putri Ki Gedeng Tapa. VOC lalu mengutus seorang Arab dari Batavia (utusan itu diakukan VOC dari Tanah Suci) untuk mengajak Mangkubumi berdamai. Mulai saat itulah Mataram dibagi dua. Sebagai pangraksabumi atau wakilnya. Ajakan itu diterima Mangkubumi dan terjadilah apa yang sering disebut sebagai Palihan Nagari atau Perjanjian Giyanti (1755). Sejak saat itu. Kuwu atau kepala desa pertama yang diangkat oleh masyarakat baru itu adalah Ki Gedeng Alang-alang. bahasa. Bagian barat dibagikan kepada Pangeran Mangkubumi yang diijinkan memakai gelar Hamengku Buwana I dan mendirikan Kraton di Yogyakarta. tidak kalah dengan kota-kota pesisir lainnya Cirebon juga tumbuh menjadi pusat penyebaran islam di jawa barat. Cirebon adalah sebuah dukuh kecil yang dibangun oleh Ki Gedeng Tapa. Sehingga. Namun justru saat itu terjadi perpecahan anatara Mangkubumi dan Raden Mas Said. Selain itu. Isi perjanjian tersebut adalah: Mataram dibagi menjadi dua.dikuasai Mangkubumi telah mencapai Yogya. mulailah para pendatang menetap dan membentuk masyarakat baru di desa caruban. hiduplah Ki Gedeng Tapa. Sedangkan bagian timur diberikan kepada Paku Buwana III. yang mendasarkan pada naskah Babad Tanah Sunda. Al kisah. di Cirebon tercipta suatu bauran kebudayaan yang khas. petis dan garam. Letak kesultanan cirebon adalah di pantai utara pulau Jjawa. yaitu Kasultanan Yogyakarta dengan raja Sri Sultan Hamengku Buwana I dan Kasunanan Surakarta denganKesultanan Cirebon adalah sebuah kerajaan islam yang ternama di Jawa Barat. . Ia mulai membuka hutan. cirebon menjadi salah satu pelabuhan penting di pesisir utara jawa. maka berkembanglah pekerjaan nenangkap ikan dan rebon (udang kecil) di sepanjang pantai. dan Pekalongan. Dari pelaburan cirebon. dan adat istiadat. Setelah ki Gedeng Alang-alang meninggal Walangsungsang bergelar Ki Cakrabumi diangkat sebagai Kuwu pengganti ki Gedeng Alang-alang dengan gelar Pangeran Cakrabuana. Karena sejak awal mata pecaharian sebagian besar masyarakat adalah nelayan.

Selanjutnya. Keponakan Cakrabuana tersebut merupakan buah perkawinan antara adik cakrabuana. Sepeninggal Fatahillah. Keponakan Cakrabuana itulah yang bernama Syarif Hidayatullah (1448 – 1568 M). Kosongnya kekuasaan itu kemudian diisi dengan mengukuhkan pejabat istana yang memegang kenali pemerintahan selama syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati melaksanakan Dakwah. Ia kemudian diyakini sebagai pendiri dinasti kesultanan cirebon dan banten. Syarif Hidayatullah dikenal dengan nama sunan Gunung Jati. Seusai menunaikan ibadah haji. yakni Nyai Rarasantang. Sunda Kelapa. dan telah menunjukkan kemampuannya dalam memerintah Cirebon (1546 – 1568) mewakili Sunan Gunug Jati. Pangeran emas kemudian bergelar panembahan ratu I. putri sunan Gunung Jati). cucu syarif hidayatullah. yaitu sultan Hasanuddin (pangeran Sabakingkin). Di lain pihak. yaitu pangeran Emas. dan Banten. terjadilah kekosongan jabatan pimpinan tertinggi kerajaan Islam cirebon. pangeran cakrabuana tidak meneruskannya. . Setelah wafat. dan memerintah cirebon selama kurang lebih 79 tahun. Setelah Syarif Hidayatullah wafat pada tahun 1568. dan membentuk pemerintahan cirebon. calon kuat penggantinya adlah pangeran Dipati Carbon. pemerintahan kesultanan Cirebon dilanjutkan oleh cucunya yang bernama pangeran Karim. yaitu Pangeran Pasarean. Namun. dengan Syarif Abdullah dari Mesir. Dengan demikian yang dianggap sebagai pendiri pertama kesultanan Cirebon adalah pangeran Cakrabuana (…. dan tampil sebagai raja Cirebon pertama yang memerintah istana pakungwati. Pada masa pemerintahan Panembahan Girilaya. Pertumbuhan dan perkembangan kesultanan Cirebon yang pesat dimulai oleh syarif Hidayatullah. mataram pun menuduh cirebon tidak lagi sungguh-suingguh mendekatkan diri. sebab cirebot dianggap mendekat ke mataram. karena panembahan Girilaya dan Sultan Ageng dari banten adalah sama-sama keturunan pajajaran. pangeran Jayakelana. Kuningan. Kedua. kawali Galuh. pangeran karim dikenal dengan sebutan Panembahan Ratu II atau panembahan Girilaya. Cirebon terjepit di antara dua kekuatan. Pejabat tersebut adalah Fatahillah atauFadillah Khan. meninggal lebih dahulu. Sayang. Fatahillah kemudian naik tahta. dan pangeran Bratakelana. serta menyebar islam di majalengka. memerintah di Banten berdiri sendiri sejak tahun 1552 M. yaitu kekuatan Banten dan kekuatan mataram. Setelah panembahan ratu I meninggal pada tahun 1649. para sultan Gunung Jati. karena ayahnya yaitu panembahan Adiningkusumah meninggal dunia terlebih dahulu. hanya dua tahun Fatahillah menduduki tahta Cirebon. karena ia meninggal pada 1570. Pangeran dipati carbon meninggal lebuh dahulu pada tahun 1565. sedangkan putra yang masih hidup. secara resmi menjadi sultan cirebon sejak tahun 1568. kedudukan Cakrabuana digantikan oleh keponakannya. Banten curiga. serta aktif menyebarkan Islam. Fatahillah adalah menantu Sunan Gunung Jati (Fatahillah menikah dengan Ratu Ayu. – 1479). Naiknya Fatihillah dapat terjadi karena dua kemungkinan pertama. Pada mulanya. melainkan mendirikan istana Pakungwati. atau juga bergelar ingkang Sinuhun Kanjeng Jati Purba Penetep Panatagama Awlya Allah Kutubid Jaman Khalifatura Rasulullah. Putra Pengeran Pasarean. Cakrabuana disebut Haji Abdullah Iman. Pada tahun 1479 M.Ketika kakek ki Gedeng Tapa meninggal. tahta jatuh kepada cucu Sunan Gunung Jati.

Pangeran Kartawijaya atau Sultan Kanoman. . Sebagai sultan. Gogyakarta. yaitu kesultanan Kacirebonan. Pangeran Martawijaya dan Pangeran Kartawijaya. kesultanan cirebon terpecah menjadi tiga. Sejak saat itu. Ketiga bagian itu dipimpin oleh tiga anak panembahan Girilaya. Pangeran Wangsakerta atau Panembahan Cirebon. Bersamaan dengan meninggalnya panembahan Girilaya. Pergantian kepemimpinan para sultan di cirebon selanjutnya berjalan lancar. yaitu pangeran raja kanoman. panembahan Girilaya adalah juga menantu Sultan Agung Hanyakrakusuma. Dengan bantuan Trunajaya. Ia tidak memiliki wilayah kekuasaan atau keraton sendiri. dengan posisi sejajar dengan makam sultan Agung di Imogiri. Pangeran Martawijaya atau sultan Kraton Kasepuhan. Sementara tahta sultan Kanoman V jatuh pada putra Sultan Anom IV lain bernama Sultan Anom Abusoleh Imamuddin (1803 – 1811). maka kedua putra penembahan Girilaya yang ditahan akhirnya dapat dibebaskan. Panembahan Girilaya memiliki tiga putra. dan dibawa kembali ke Cirebon. Sebab. dengan gelar pangeran Abdul Kamil Muhammad Nasarudin atau Panembahan Tohpati (1677 – 1713) Perubahan gelar dari “panembahan” menjadi “sultan” bagi dua putra tertua pangeran girilaya dilakukan oleh Sultan Ageng Tirtayasa.Kondisi panas ini memuncak dengan meninggalnya panembahan Girilaya saat berkunjung ke Kartasura. sampai pada masa pemerintahan Sultan Anom IV (1798 – 1803). namun belanda mengajukan satu syarat. Saat itu terjadilah pepecahan karena salah seorang putranya. dengan gelar Sepuh Abi Makarimi Muhammad Samsudin (1677 – 1703) 2. Bersama satu lagi putra panembahan Girilaya. Sultan ageng tirtayasa pun kemudian mengirimkan pasukan dan kapal perang untuk membantu trunajaya. terjadi kekosongan penguasa. melainkan hanya panembahan. dengan gelar Sultan Anom Abil Makarimi Muhammad Badrudin (1677 – 1723) 3. di Kesultanan Cirebon bertambah satu penguasa lagi. Pada penobatan ketiganya di tahun 1677. Perlu diketahui. dan keraton masing-masing. yaitu tempat belajar para ilmuwan keraton. ingin memisahkan diri membangun kesultanan sendiri dengan nama kesultanan Kacirebonan. dan pangeran wangsakerta. yang pada saat itu sedang memerangi Amangkurat I dari mataram. Sultan ageng tirtayasa segera dinobatkan pangeran Wangsakerta sebagai pengganti panembahan Girilaya. yaitu pangeran murtawijaya. Dengan kematian panembahan Girilaya. yakni para putra panembahan Girilaya di tahan di mataram. mereka kemudian dinobatkan sebagai penguasa kesultanan Cirebon. yaitu agar putra dan para pengganti raja Kanoman tidak berhak atas gelar sultan. Cukup dengan gelar pangeran saja. atas tanggung jawab pihak Banten. Kehendak raja kanoman didukung oleh pemerintah belanda yang mengangkatnya menjadi Sultan Cirebon pada tahun 1807. Ia lalu dimakamkan di bukit Girilaya. Adapun pangeran wangsakerta tidak diangkat sebagai Sultan. akan tetapi berdiri sebagai kaprabonan (paguron). mereka mempunyai wilayah kekuasaan penuh. yakni : 1. keduanya dilantik menjadi sultan Cirebon di Ibukota banten. rakyat. pangeran Kartawijaya.

tentang perintah cukur. Jaka Tingkir menyuruh Ki Ageng Panjawi. Kemudian Ki Ageng Panjawi mendapat kekuasaan di Jepara. Tentang sobo. Dengan kemenangan tersebut lalu berpindahlah kekuasaan Demak ke Pajang yang dipimpin oleh Jaka Tingkir atau Adiwijaya. Adiwijaya merasa sangat marah pada sikap Sutawijaya. Setelah Demak terjadi perang saudara dan Jaka Tingkir lah yang menjadi peredam konflik sebagai pihak ke-3. Adiwijaya murka terhadap tindakan Sutawijaya. Ki Ageng Pengging adalah bupati di Pengging. Kerajaan Pajang Pajang merupakan daerah pengging bekas kerajaan Majapahit. Sultan Pajang telah memberi hak otonomi kepada Mataram. Ki Juru Martani membujuk agar Sutawijaya mau sobo ke Pajang. lalu sultan Adiwijaya meninggal. Adiwijaya merasa marah dan beliau mengirimkan Ki Wilamarta dan Wuragil untuk memanggil Sutawijaya dengan pesan agar Sutawijaya berhenti makan minum dan mencukur rambutnya.Sesudah kejadian tersebut. katakana bahwa saya akan datang menghadap!”. Mataram akan digempur oleh Pajang tahun 1582. sehingga peranan istana-istana kesultanan Cirebon di wilayah-wilayah kekuasaannya semakin surut. Mendengar hal tersebut Sutawijaya tidak terima bahwa iparnya akan dihukum mati. Tetapi pasukan Pajang yang dipimpin Adiwijaya terhenti di Prambanan karena Adiwijaya sakit. Akhirnya mereka semua dihancurkan. Ngabei Loring Pasar. putra bupati Mayang ketahuan mesum dengan putri sekar kedaton. ia lupa sobo ke Pajang. Ki Ageng Pemanahan. pangeran Benowo yang . Tapi keadaan berubah setelah Ki Ageng Pemanahan yang diberi kekuasaan di tanah Mataram meninggal pada tahun 1575 dan kekuasaan ditanah Mataram digantikan oleh anaknya yaitu Sutawijaya atau Ngabei Loring Pasar. Tapi dengan bengalnya Sutawijaya menjawab “katakana pada sultan Pajang bahwa aku masih doyan makan dan minum. Puncaknya terjadi pada tahun-tahun 1906 dan 1926. Malah Sutawijaya yang menerima upeti dan mengajak mereka berpesta. Dengan sibuk mendirikan benteng. bahkan Sutawijaya memerintahkan rakyat Mataram untuk mencegat orang-orang Kedu dan Bagelan yang membawa upeti untuk Pajang. tapi hal ini tidak membuat Adiwijaya berniat langsung menggempur Mataram. Sutawijaya memang segan untuk tunduk pada Pajang. Setelah kematian Prawoto dan Kalinyamat. Pembangunan benteng dilakukan di Mataram oleh perintah dari Sutawijaya. Lalu Sutawijaya mwngirimkan pasukan untuk mencegat dan membawa pulang Raden Pabelan. Dan kembali terjadi keributan tahta. Tetapi dengan syarat tiap tahun harus sobo ke Pajang dengan membawa upeti. pemerintah kolonial belanda pun semakin ikut campur dalam mengatur Cirebon. Lalu mendapat hukuman mati dan dibuang ke Semarang. Tapi Sutawijaya tidak memperdulikannya. Pasukan diperintahkan pulang ke Pajang. Lalu dipihak lain Raden Pabelan. tapi dia masih takut pada Adiwijaya. katakana bahwa rambut itu tumbuh sendiri. Jaka Tingkir adalah anak dari Kebo Kenanga atau Ki Ageng Pengging. perang harus dilakukan. Sedangkan Ki Ageng Pemanahan mendapat tanah Mataram yang kelak menjadi penguasa setelah runtuhnya Pajang. ketika kekuasaan pemerintahan kesultanan Cirebon secara resmi dihapuskan dengan pengesahan berdirinya Kota Cirebon. dan Juru Martani untuk menyerang Arya Penangsang. tetapi di buntuti oleh Sutawijaya dan pasukannya. Kerajaan Pajang yang dipimpin oleh Adiwijaya berjalan lancar awalnya. Selepas Adiwijaya sakit. Mendengar hal tersebut.

Atas usulan dari Sunan Kudus. Kerajaan Makassar memiliki pelaut-pelaut yang tangguh terutama dari daerah Bugis. adipati Demak mendapat tahta atas Demak. Sutawijaya mengiyakan dengan perjanjian antara mereka berdua yaitu semua hak dari Benowo akan diberikan kepada Sutawijaya. Akhirnya adipati Demak dapat diringkus dan dipulangkan ke Demak. Hasanuddin berhasil memperluas wilayah kekuasaan Makassar baik ke atas sampai ke Sumbawa dan sebagian Flores di selatan. Mereka inilah yang memperkuat barisan pertahanan laut Makassar. Belanda boleh mendirikan benteng di Makassar. dia meminta bantuan kepada Sutawijaya untuk menyerang adipati Demak sehingga kekuasaan Pajang ada pada tangannya. Benowo merasa diperlakukan tidak adil. . Karena merupakan bandar utama untuk memasuki Indonesia Timur. Kerajaan Gowa-Tallo Kerajaan yang terletak di Sulawesi Selatan sebenarnya terdiri atas dua kerjaan: Gowa dan Tallo. Belanda berhasil memaksa Hasanuddin. Kedua kerajaan ini kemudian bersatu. raja Bone. tapi dia hanyalah putra dari selir atas perkawinannya dengan putri Trenggana. Isi perjanjian itu ialah: Belanda mendapat monopoli dagang di Makassar. Kerajaan Gowa dan Tallo sering disebut sebagai Kerajaan Makassar. Mulai saat itu Pajang mengalami kekosongan kekuasaan.merupakan putra Adiwijaya mungkin bisa menjadi sultan. Kerajaan Gowa dan Tallo menjadi bandar utama untuk memasuki Indonesia Timur yang kaya rempah-rempah. Adiwijaya memiliki seorang putri yang dinikahi oleh adipati Demak. Benowo menjadi bawahan dari Sutawijaya. Berakhirlah Pajang dan dimulainya pemerintahan Mataram Islam. menjadi perdana menteri bergelar Sultan Abdullah. Sedangkan Benowo menjadi adipati Jipang. Hasanuddin bercita-cita menjadikan Makassar sebagai pusat kegiatan perdagangan di Indonesia bagian Timur. Makassar harus melepaskan jajahannya. menjadi raja bergelar Sultan Alauddin dan Raja Tallo. Belanda kemudian menyerang Makassar dengan bantuan Aru Palaka. Dan Sutawijaya menjadi sultan di Mataram. Akhirnya Pajang ditinggalkan dan tidak diurusi lagi. Si Ayam Jantan dari Timur itu menyepakati Perjanjian Bongaya pada tahun 1667. Karena pusat pemerintahannya terdapat di Makassar. Karena posisinya yang strategis di antara wilayah barat dan timur Nusantara. Raja yang terkenal dari kerajaan ini ialah Sultan Hasanuddin (1653-1669). Daeng Manrabia. Karaeng Mantoaya. Sutawijaya yang berhak atas Pajang tidak mau menetap di Pajang karena dia juga sudah memiliki keraton sendiri di Mataram. dan Aru Palaka harus diakui sebagai Raja Bone. Mataram merdeka dan menjadi kasultanan yang berdaulat pada tahun 1586 dengan sultannya yaitu Sutawijaya dengan gelar Senopti Ing alaga Saidin Panatagama atau kadang disebut Panembahan Senopati. Raja Gowa. Hal ini merupakan ancaman bagi Belanda sehingga sering terjadi pertempuran dan perampokan terhadap armada Belanda.

Namun. Sultan Khairun juga berhasil memperluas daerah kekuasaan Ternate sampai ke Filipina. Seram. bahkan seluruh Sulawesi Selatan. . Namun. Ternate dan Tidore hidup berdampingan secara damai. Sultan Nuku berhasil memperluas pengaruh Tidore sampai ke Halmahera. Portugis berhasil diusir dari Ternate. Kerajaan Ternate dan Tidore Ternate merupakan kerajaan Islam di timur yang berdiri pada abad ke-13 dengan raja Zainal Abidin (1486-1500). Spanyol yang masuk Maluku pada tahun 1521 menjadikan Tidore sebagai sekutunya.Sultan Hasanuddin kemudian digantikan oleh Mapasomba. Sumbawa. Kerajaan Ternate cepat berkembang berkat hasil rempah-rempah terutama cengkih. terjadi pertikaian terusmenerus. Kerajaan Tidore berdiri di pulau lainnya dengan Sultan Mansur sebagai raja. Sultan Khairun (1550-1570). Kerajaan yang terletak di Indonesia Timur menjadi incaran para pedagang karena Maluku kaya akan rempah-rempah. dan Flores juga merupakan daerah yang kaya dengan sumber daya alam. ternyata bangsa Eropa itu bukan hanya berdagang tetapi juga berusaha menyebarkan ajaran agama mereka. Sultan Khairun kemudian digantikan oleh Sultan Baabullah (1570-1583). Semua itu membuat Makassar mampu memenuhi semua kebutuhannya bahkan mampu mengekspor. Penyebaran agama ini mendapat tantangan dari Raja Ternate. Karena memiliki pelaut-pelaut yang tangguh dan terletak di pintu masuk jalur perdagangan Indonesia Timur. bahkan Kai di selatan dan Misol di Irian. antara kedua kerajaan tersebut terjadi persaingan. Daerah-daerah taklukkannya di tenggara seperti Selayar dan Buton serta di selatan seperti Lombok. Ketika diajak berunding oleh Belanda di benteng Sao Paulo. Portugis yang masuk Maluku pada tahun 1512 menjadikan Ternate sebagai sekutunya dengan membangun benteng Sao Paulo. Sultan Khairun dibunuh oleh Portugis. Kehidupan perekonomiannya berdasarkan pada ekonomi maritim: perdagangan dan pelayaran. Pada masa pemerintahannya. sebuah tata hukum niaga dan perniagaan dan sebuah naskah lontar yang ditulis oleh Amanna Gappa. disusunlah Ade’Allapialing Bicarana Pabbalri’e. Hal itu terjadi karena kedua bangsa itu sama-sama ingin memonopoli hasil bumi dari kedua kerajaan tersebut. Di lain pihak. Sementara itu. Setelah Portugis dan Spanyol datang ke Maluku. Setelah sadar bahwa mereka diadu domba. kedua kerajaan berhasil diadu domba. hubungan kedua kerajaan membaik kembali. kedamaian itu tidak berlangsung selamanya. Mapasomba tidak berkuasa lama karena Makassar kemudian dikuasai Belanda. Dengan berkuasanya kedua bangsa Eropa itu di Tidore dan Ternate. Tata kehidupan yang tumbuh di Makassar dipengaruhi oleh hukum Islam. Keberhasilan itu tidak terlepas dari bantuan Sultan Tidore. Sulawesi Selatan sendiri merupakan daerah pertanian yang subur. Kerajaan Tidore mengalami kemajuan pada masa pemerintahan Sultan Nuku. Zainal Abidin adalah murid dari Sunan Giri di Kerajaan Demak. Akibatnya.

dengan berlakunya politik monopoli perdagangan. Protestan. Para pedagang itu membawa barang-barangnya dan menukarkannya dengan rempah-rempah. kehidupan beragama dan bermasyarakat di Maluku jadi beragam: ada Katolik. Pengaruh Islam sangat terasa di Ternate dan Tidore. termasuk kesejahteraan masyarakat. . terjadi kemunduran di berbagai bidang. Proses perdagangan ini pada awalnya menguntungkan masyarakat setempat. dan Islam. Maluku adalah daerah penghasil rempah-rempah yang sangat terkenal bahkan sampai ke Eropa. Itulah komoditi yang menarik orang-orang Eropa dan Asia datang ke Nusantara.Dengan masuknya Spanyol dan Portugis ke Maluku. Pengaruh Protestan sangat terasa di Maluku bagian tengah dan pengaruh Katolik sangat terasa di sekitar Maluku bagian selatan. Namun.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->