P. 1
MAKALAH PROBLEMATIKA TANTANGAN DAN RESIKO UMAT ISLAM

MAKALAH PROBLEMATIKA TANTANGAN DAN RESIKO UMAT ISLAM

|Views: 1,216|Likes:
Published by Cahya Putri Prayogi

Problem utama modernitasproblem utama modernitas dalam bidang lingkungan, ekonomi, moral, agama dan keilmuan.

Dampak Kemajuan IPTEK bagi umat islam.

Keutamaan IPTEK.

Hal-hal yang dapat melemahkan iman dan membangkitkan iman.

Problem utama modernitasproblem utama modernitas dalam bidang lingkungan, ekonomi, moral, agama dan keilmuan.

Dampak Kemajuan IPTEK bagi umat islam.

Keutamaan IPTEK.

Hal-hal yang dapat melemahkan iman dan membangkitkan iman.

More info:

Published by: Cahya Putri Prayogi on Dec 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/02/2014

pdf

text

original

PROBLEMATIKA, TANTANGAN DAN RISIKO DALAM KEHIDUPAN MODERN

Manusia adalah homo sapiens (hewan rasional). Dengan kemampuan rasio luar biasa yang dimilikinya, manusia dapat mengatasi segala kekurangan yang melekat pada dirinya. Dari beberapa kelebihan manusia jika dibandingkan dengan makhluk yang lain, salah satunya adalah terletak pada akalnya. Akal manusia dapat menciptakan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan manusia nantinya akan mengembangkan suatu tekhnologi untuk kepentingan kehidupan mereka. Itu salah satu kelebihan yang ditunjukkan oleh akal manusia. Adapun problem utama modernitas : 1. Dalam bidang lingkungan Dampak negatif penemuan teknologi yaitu : a. Terjadinya pencemaran lingkungan Contoh: asap-asap yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor dan asap pabrik menimbulkan polusi udara. b. Rusaknya habitat hewan dan tumbuhan Contoh: pabrik-pabrik yang membuang limbahnya di sungai yang akhirnya mencemari sungai tersebut, akhirnya habitat yang ada di sungai tersebut mati. c. Munculnya beragam penyakit Contoh: Akibat dari pencemaran sungai, masyarakat di perkotaan menjadi sulit menemukan air bersih. d. Penebangan secara liar dan membabi buta 2. Dalam bidang ekonomi a. Melahirkan manusia yang konsumtif – materialistik dan eksploitatif yang menjadikan manusia egois dan serakah. b. Manusia hanya memandang dirinya sebagai makhluk ekonomikus yaitu manusia yang hanya mementingkan dirinya sendiri. c. Manusia melupakan dirinya sebagai makhluk homo religius yaitu makhluk yang beragama yang erat dengan kaidah-kaidah moral. d. Prinsip ekonomi kapitalis (hak milik pribadi) telah melahirkan manusia serakah dan egois. Contoh kasus yang ada di Indonesia :  Demi kepentingan lahan pertanian dan perumahan orang tidak malu menggunduli hutan dan membakarnya.

 Import mobil dan motor secara besar-besaran tidak pernah memperhitungkan dampak polusi bagi kesehatan.  Pelaku ekonomi kecil menggunakan lahan trotoar sebagai tempat berjualan dengan tidak mempertimbangkan keselamatan pejalan kaki. 3. Dalam bidang moral Dalam hal ini bersamaan dengan maraknya globalisasi masuklah sedikit demi sedikit yang lama-lama menjadi bukit, yaitu faham liberalisme dalam bentuk kebebasan berekspresi melalui teknologi informasi hasil rekaan manusia sendiri. Melalui teknologi informasi yang diekspos secara besar-besaran walaupun menabrak batas-batas agama. Pada hakikatnya globalisasi adalah sama halnya dengan westerenisasi yaitu penanaman nilai-nilai barat yang menginginkan lepasnya ikatan-ikatan nilai moralitas agama. Westerenisasi mempunyai kemampuan melindas local culture atau budaya lokal yang menyebabkan manusia di Indonesia pada khususnya, selalu berkiblat pada dunia barat dan menjadikan sebagai suatu simbol dan tolok ukur suatu kemajuan.

4. Dalam bidang agama Tantangan agama dalam kehidupan modern ini lebih dihadapkan kepada faham sekulerisme yang menyatakan bahwa urusan dunia dipisahkan dari urusan agama. Hal yang demikian akan menimbulkan apa yang disebut dengan split personality dimana seseorang bisa berkepribadian ganda. Contohnya pada saat yang sama seseorang dapat menjadi seorang koruptor meskipun orang tersebut taat beragama.

5. Dalam bidang keilmuan Masalah yang paling kritis dalam bidang keilmuan adalah pada corak pemikirannya yang pada kehidupan modern ini adalah menganut faham positifisme, dimana tolok ukur kebenaran yang rasional (masuk akal), empiris (berdasarkan fakta), eksperimental (teruji kebenarannya) dan terukur. Dengan kata lain sesuatu dikatakan benar apabila telah memenuhi kriteria ini. Tentu apabila direnungkan kembali hal ini tidak seluruhnya dapat digunakan untuk menguji kebenaran agama yang kadang kala kita harus menerima kebenarannya dengan menggunakan keimanan yang tidak begitu populer di kalangan ilmuan-ilmuan karena keterbatasan rasio manusia dalam memahaminya. Perbedaan metodologi yang lain bahwa dalam keilmuan dikenal dengan istilah falsifikasi, artinya setiap saat kebenaran yang sudah diterima dapat gugur ketika ada penemuan baru yang lebih akurat. Sangat jauh dan bertolak belakang dengan bidang keagamaan. Maka akan banyak ditemukan ilmuan yang telah menganut faham atheis (tidak percaya adanya Tuhan) akibat masalah-masalah dalam bidang keilmuan.

DAMPAK KEMAJUAN IPTEK BAGI UMAT ISLAM
Bila ada pemahaman atau tafsiran ajaran agama islam yang menentang fakta-fakta ilmiah, maka kemungkinan yang salah adalh pemahaman dan tafsiran terhadap ajaran agama tersebut. Bila ada ilmu pengetahuan yang menentang prinsip-prinsip pokok ajaran agama islam maka yang salah adalah tafsiran atau paradigma materialisme – sekuler yang berada di balik wajah ilmu pengetahuan modern tersebut. Karena alam semesta yang dipelajari melalui ilmu pengetahuan dan ayat-ayat suci Allah (Al-Qur`an) dan sunnah Rasulullah SAW yang dipelajari melalui agama adalah sama-sama ayatayat (tanda-tanda dan perwujudan / tajaliyat) Allah SWT, maka tidak mungkin satu sama lain saling bertentangan dan bertolak belakang, karena keduanya berasal dari satu sumber yang sama, Allah Yang Maha Pencipta dan Pemelihara seluruh alam semesta. Pada dasarnya islam sangat menghargai pengetahuan dan menggunakan sebaikbaiknya untuk kepentingan bermasyarakat luas. Satu contoh orang yang belajar ilmu keduniaan di dalam islam sampai fardlu kifayah, artinya apabila sebagian sudah menguasai maka yang lain gugur kewajibannya.hal ini menunjukkan bahwa pentingnya pengetahuan bagi dunia islam. Contohnya ilmu kedokteran, ilmu teknilogi dan ilmu lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Banyak contoh ulama-ulama besar islam yang menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan, contohnya ibnu sina dalam ilmu kedokteran, ibnu rusdi dalam bidang sejarah, ibnu taimiyah dalam bidang astronomi dan sebagainya.

KEUTAMAAN IPTEK TERCANTUM DALAM AL-QUR`AN SURAT :  AL MUJAADILAH : 11

Artinya : Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 AZ ZUMAR : 9

Artinya : (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktuwaktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.

 AL BAQARAH : 269

Artinya : Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).

ADA 3 ALASAN MENGAPA KITA HARUS MENGUASAI IPTEK
Yaitu : 1) Ilmu yang tadinya milik islam diboyong oleh negara-negara barat (atau dengan kata lain dicuri). Negara-negara barat ingin islam jatuh dalam keterpurukan. 2) Negara-negara barat berupaya mencegah terjadinya pengembangan IPTEK umat islam. 3) Adanya upaya-upaya untuk melemahkan umat islam dari memikirkan kemajuan IPTEKnya, misalnya umat islam sibuk sendiri, ramai sendiri dan akhirnya bertengkar sendiri.

Para petinggi gereja di Vatikan Roma mengadakan konferensi yang dihadirimoleh petinggi-petinggi gereja dari berbagai belahan dunia. Mereka berdiskusi tentang pesatnya perkembangan islam di Eropa. Mereka mengatakan satu-satunya jalan agar islam tidak berkembang lagi adalah dengan tidak lagi mentolelir islam di Eropa. Oleh karena itu kemajuan

IPTEK sangat berdampak bagi kehidupan umat islam. Agar kita tidak kalah dengan bangsa lain, sudah semestinya kita bersatu menguasai IPTEK. Dampak IPTEK tentu ada dua jenis. Pertama, dampak positif. Kita tidak bisa mengesampingkan bahwa modernisasi banyak memberikan kemudahandalam syiar islam. Contohnya berbagai media yang menyajikan program-progam seperti SMS Hadist, Pocket Qur`an di internet, atau berbagai posting islami. Berbagai media cetak dan elektronik bisa menjadi sarana dakwah yang efektif dan efisien. Lebih-lebih di internet kita bisa mengakses berbagai ilmu pengetahuan agama yang banyak terdapat pada website-websitenya yang tentunya sangat menunjang umat islam dalam mempelajari agamanya. Ini tidak bisa dilakukan kecuali dengan teknologi yang canggih. Dahulu kala seorang pendakwah hanya bisa dikenal dalam lingkup kedaerahan atau lokal saja. Tapi sekarang ulama mufti saudi (pemberi fatwa) bisa menjawab berbagai pertanyaan baik seputar aqidah, aqlak, atau fiqih melalui internet dan bisa diakses oleh seluruh umat islam di seluruh dunia. Ini tentu memberi peluang bagi orangorang yang nonmuslim yang mungkin notabenenya mungkin anti islam agar bisa lebih memahami islam dalam lingkup yang sebenarnya tanpa ada embel-embel kebencian dan propaganda untuk membenci islam dari kalangan mereka sendiri. Satu contoh karena mudahnya akses orang-orang nonmuslim, akhirnya banyak orang-orang yang sebelumnya anti islam menjadi muallaf. Setelah 20 tahun terakhir, jumlah kaum muslim di dunia telah menungkat secara perlahan. Angka statistik tahun 1973 menunjukkan bahwa jumlah penduduk muslim di dunia adalah 500juta. Sekarang angka ini telah mencapai 1,5milyar. Kini, setiap 4 orang salah satunya adalah muslim. Bukanlah mustahil bahwa jumlah penduduk muslim akan terus bertambah dan islam akan menjadi agama terbesar di dunia. Contoh lainnya adalah misalkan orang yang tidak memahami islam dalam bahasa arab bisa mengakses ajaran-ajaran islam melalui internet dengan bahasa apapu yang mereka bis memahami. Ini adalah sekelumit pengaruh positif dari modernisasi yang membawa perubahan besar dalam pola dakwah dan pola fikir masyarakat muslim secara luas. Islam tidak hanya antipati dalam perubahan, tetapi islam menyikapi modernisasi dengan lebih bijak. Jika terdapat dampak positif, tentu ada pula kebalikannya. Dampak negatif teknologi sangatlah banyak jika dibandingkan dengan dampak positifnya. Karena zaman ini teknologi telah banyak dikuasai bangsa barat. Pada internet, dimana-mana pastilah banyak postingposting yang bertentangan dengan islam. Bahkan, seolah mengajak kita meninggalkan islam. Pada televisi, benda yang sering kita gunakan. Acara-acara yang notabene seru ditayangkan disaat-saat kita harus beribadah. Hal ini secara tidak langsung mempengaruhi akhlak kita untuk meninggalkan shalat. Pergeseran nilai-nilai ilahiyah sedikit banyak berpengaruh pada pola hidup masyarakat. Kemajuan teknologi yang sangat pesat mampu mengubah dan mengikis nilai-nilai keimanan seseorang. Contoh dengan adanya HP dengan berbagai fitur canggih yang ada, semua orang bisa mengakses dengan mudah dan cepat sehingga membawa dampak yang negatif bagi pemakainya terutama berbagai dekadenasi moral dan kerusakan akhlak yang disebabkan adanya fitur-fitur porno yang mudah diakses oleh siapa saja bahkan sampai anak kecil sekalipun bisa dengan mudah mengaksesnya. Akhirnya banyak muncul kasus pemerkosaan, perzinaan dan aborsi yang dalam nilai-nilai islam itu adalah dosa yang sangat besar.

Penyalah gunaan berbagai teknologi tersebut ternyata berdampak sistemik (menyeluruh) dan periodik (berkala). IPTEK adalah ibarat pisau bermata dua, di satu sisi kalau dimanfaatkan untuk kebaikan umat maka dia menjadi sangat bermanfaat. Tetapi sebaliknya jika salah dalam penggunaan maka akan menjadi sangat merugikan. Jadi pada dasarnya tergantung kita manusia yang menggunakannya. Karena teknologi itu anugrah maka susah sepantasnya kita manfaatkan untuk mengagungkan Dzat yang memberi anugrah. Bahkan malah menyebabkan kita semakin ingkar dan terlepas dari nilai-nilai ilahiyah dalam kehidupan kita. IPTEK harus berimbang dengan iman dan taqwa (IMTAQ). Iman adalah percaya dan menyakini bahwa Allah SWT adalah Tuhan semesta alam. Sedangkan taqwa adalah mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dalam kehidupan modern ini, iman dan taqwa sangat diperlukan untuk menguatkan landasan hidup bagi manusia. Misalnya dalam hal pendidikan, pekerjaan, keluarga, masyarakat, pergaulan dan sebagainya. Tetapi kenyataannya saat ini banyak orang yang mengaku beriman tetapi mereka jarang sekali menerapkan iman dan ketaqwaan mereka dalam kehidupan. Sedangkan mereka sendiri mengaku sebagai umat islam yang beriman dan bertaqwa terhadap Allah SWT. Kehidupan modern telah membuat sebagian masyarakat lupa akan hakikat manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang wajib beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Mreka sibuk mencari kepuasan dan kenikmatan duniawi. Mereka lebih mementingkan kebutuhan materi dibandingkan dengan kebutuhan rohani. Semua rela mereka kornankan hanya untuk memenuhi hawa nafsu mereka. Problemtika umat islam yang belum siap menerima segala kecanggihan teknologi terlebih lagi tipisnya nilai keimanan dan ketaqwaan yang seharusnya bisa menjadi pembendung dampak negatif malah menjadikan masalah itu semakin kompleks. Ditambah lagi propaganda setan dalam menyesatkan manusia menggunakan berbagai cara seolah-olah kita mustahil bisa terlepas dari jeratan-jeratan setan.

Hal-hal yang dapat melemahkan iman :
Terjerumus dalam kemaksiatan Malas beribadah Memudarnya tali ukhuwah islamiyah Sibuk denngan urusan duniawi Mencela kebaikan yang kecil Di zaman sekarang ini, tak sedikit dari umat islam yang lemah iman, karena telah salah kaprah dalam menyikapi isu globalisasi. Mereka seakan-akan kedatangan tamu istimewa, tamu pujaan hati yang telah lama di agung-agungkan. Sehingga dalam bayangan mereka, globalisasi adalah segala-galanya dan merupan puncak dari modernisasi. Padahal sesungguhnya adalah tipu daya dari bangsa barat belaka yang sengaja menjerat dan akan menjerumuskan umat islam. Untuk itu kita harus meningkatkan keimanan dan ketaaqwaan.

Hal-hal yang dapat membangkitkan keimanan yaitu :

 Membentengi dirindengan ilmu agama yang cukup sehingga bisa memilih mana yang baik mana yang buruk.  Menjadi muslim yang selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.  Berteman dengan orang-orang yang shaleh.

KESIMPULAN

Di zaman sekarang ini, tak sedikit dari umat islam yang lemah iman, karena telah salah kaprah dalam menyikapi isu globalisasi. Mereka seakan-akan kedatangan tamu istimewa, tamu pujaan hati yang diagung-agungkan. Sehingga globalisasi adalah segala-galanya dan merupakan puncak dari modernisasi. Padahal itu sesungguhnya adalah tipu daya dari bangsa barat yang sengaja menjerat dan akan menjerumuskan islam. Sebagai umat islam hendaknya nilai modern tidak diukur dari modern pakaiannya, perhiasan dan penampilan. Namun modern bagi umat islam adalah segi pemikiran, tingkah laku, pergaulan, ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, sosial, budaya, politik dan keamanan yang dijiwai akhlakul karimah dan disertai terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, sejahtera dalam naungan ridho Allah SWT. Untuk itu sebagai generasi islam tidak boleh lengah dalam menghadapi masalah modernisasi dan globalisasi ini. Mari kita membentengi diri kita dan keluarga kita dengan keimanan dan ketaqwaan serta akhlakul karimah yang disertai dengan sumber daya yang kuat, terampil dan didukung oleh semangat persatuan kebersamaan. Sehingga kita diberikan kekuatan dan kemenangan oleh Allah SWT dalam membela dan mempertahankan agama islam.

PENDAPAT PRIBADI

Problematika yang terjadi dalam kehidupan modern ini sangatlah berpengaruh dan berdampak bagi kehidupan manusia khususnya umat islam. Ada dampak positifnya dan ada pula dampak negatifnya. Seiring dengan kemajuan zaman, dampak negatif globalisasi menjadi lebih banyak dibandingkan dengan dampak positifnya. Apalagi pengaruh dari kemajuan IPTEK yang dapat melemahkan keimanan dan ketaqwaan seseorang. Yang pada akhirnya menyebabkan kita terjerumus ke dalam kemaksiatan, malas ibadah dan memudarnya tali ukhuwah islamiyah. Ditambah dengan hasutan setan dalam menyesatkan manusia dengan menggunakan berbagai cara sehingga seolah-olah kita mustahil bisa terlepas dari jeratanjeratannya. Oleh karena itu umat islam harus memiliki IPTEK yang lebih canggih untuk mengimbangi era modernisasi dan globalisasi yang serba canggih ini, baik teknologi informasi maupun komunikasi. Dan yang terpenting sekarang ini adalah mari kita semua berusaha membentengi diri dan keluarga dengan keimanan, ketaqwaan dan akhlakul karimah yang dibarengi dengan sumber daya yang kuat, keterampilan kerja, ilmu pengetahuan dan teknologi yang didukung semangat persatuan dan kesatuan, sehingga diberi kemenangan dan kejayaan oleh Allah SWT sepanjang waktu dan sepanjang zaman.

PERTANYAAN

Oleh

: Nirmala (10.411.246) Pertanyaan : Apakah yang seharusnya kita lakukan agar kita tidak terpengaruh dalam dampak negatif perkembangan IPTEK? Jawaban : Kita harus membentengi diri kita dengan keimanan dan ketaqwaan serta akhlakul karimah.

Oleh

: Yosita (10.411.241) Pertanyaan : Apa dampak negatif dan positif IPTEK bagi kehidupan modern? Jawaban : * Dampak negatif : - Memicu kehidupan modern menjadi tidak terarah sehingga melahirkan pola hidup individualisme dan hedonisme (pemuja kesenangan dunia). - Menghilangkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial antar sesama manusia. * Cara mengatasinya : - Harus selalu diarahkan dan menurut arahan ajaran agama islam yang benar, sehingga tidak menabrak bata-batas syariat. - Terus menumbuhkan rasa cinta kasih sesama manusia dan menyadari bahwa manusia hidup saling bargantung satu sam lain. * Dampak positif : - Mempermudah dan mempercepat arus informasi dan globalisai sehingga menumbuhkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. - Membantu terciptanya kehidupan yang serba terpenuhi dalam waktu yang singkat.

Oleh

: Ratna Kusuma (10.411.248) Pertanyaan : Pengembangan ilmu, teknologi dan seni tidak bebas nilai merupakan problematika yang harus dihadapi oleh setiap manusia. Problematika seperti apa yang harus dihadapi oleh setiap manusia? Jawaban : - Dalam bidang ekonomi : manusia semakin menganggap bahwa dirinya merupakan homo economicus, yaitu merupakan makhluk yang memenuhi kebutuhan hidupnyamdan melupakan dirinya sebagai homo religious yang erat dengan kaidah-kaidah moral. - Dalam bidang moral : perkembangan IPTEK yang sangat pesat mengakibatkan sebagian orang yang tidak mempunyai filter yang baik, tumbuh menjadi orang yang bermoral rusak. - Dalam bidang agama : lajunya perkembangan IPTEK mengakibatkan agama menjadi kurang diperhatikan.

- Dalam bidang keilmuan : corak pemikiran manusia pada kehidupan modern adalah menganut faham positifisme dimana tolok ukur kebenaran yang rasional, empiris, eksperimental dan terukur lebih ditekankan. Dengan kata lain sesuatu sikatakan benar apabila telah memenuhi kriteria ini.

Oleh

: Dian Sri (10.411.232) Pertanyaan : Bagaimana cara mengatasi problematika dalam pengembangan IPTEK? Jawaban : cara mengatasi problematika dalam pengembangan IPTEK : - Mempertebal keimanan dan ketaqwaan - Membentengi diri dengan ilmu agama yang cukup sehingga bisa memilih mana yang baik mana yang buruk. - Menjadi muslim yang selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjadikan IPTEK sebagai sarana untuk menunjang hal tersebut. : Rossa Novita (10.411.245) Pertanyaan : Apa yang dimaksud dengan nilai-nilai ilahiyah? Beri contohnya! Jawaban : Nilai-nilai ilahiyah adalah nilai hubungan seseorang atau makhluk dengan penciptanya dalam pekara ibadah. Contoh : sholat 5 waktu, puasa, sedekah dll.

Oleh

Oleh

: Djayanti (10.411.225) Pertanyaan : Apa yang dimaksud dengan nilai insaniyah? Beri contohnya! Jawaban : Nilai insaniyah adalah nilai hubungan seseorang atau makhluk hidup dengan manusia lain. Contoh : Berbuat baik dengan tetangga.

Oleh

: Anggun (10.411.231) Pertanyaan : Apa hubungan dari nilai ilahiyah dan nilai insaniyah? Jawaban : Hubungannya sangat erat, karena orang yang nilai ilahiyahnya baik pasti nilai insaniyahnya baik. Tetapi jika orang yang nilai insaniyahnya baik belum tentu nilai ilahiyahnya baik.

Oleh

: Ida Lestariana (10.411.238) Pertanyaan : Apa yang dilakukan oleh manusia dalam mengatasi problematika nilai moral dalam kehidupan modern? Jawaban : - Mempertebal keimanan dan ketaqwaan - Membentengi diri dengan ilmu agama yang cukup sehingga bisa memilih mana yang baik mana yang buruk.

-

Menjadi muslim yang selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjadikan IPTEK sebagai sarana untuk menunjang hal tersebut.

Oleh

: Angie (10.411.253) Pertanyaan : Apa maksud pernyataan “Setiap ilmu teknologi yang dikembangkan tidak bebas dari nilai ilahiyah dan insaniyah“? Apakah ada dampak positif dan negatifnya? Jawab : Pada dasarnya ilmu itu hanya bermanfat pada sesama manusia. Dan dalam rangka semakin mendekatkan diri kepada Allah. Jadi orang yang semakin berilmu dia semakin tau kebesaran Allah. Ada dampak positifnya, kita semakin mengagungkan kebesaran Allah melalui berbagai penemuan IPTEK. Dampak negatifnya terkadang dijadikan alat propaganda untuk menjauhkan diri dari Allah SWT. : Reny Indrarti (10.411.235) Pertanyaan : Apa yang dimaksud dengan batas-batas agama? Jawab : Batas-batas agama adalah batasan yang dibuat oleh syariat islam agar kita senantiasa di jalan kebenaran.

Oleh

Oleh

: Aprilia (10.411.236) Pertanyaan : Apa yang menyebabkan manusia tidak percaya dengan aturan Tuhan? Jawaban : Yang menyebabkan manusia tidak percaya dengan aturan Tuhan adalah : - Tipisnya keimanan - Kurangnya ilmu agama - Belum mendapat hidayah dari Allah SWT

Oleh

: Ratna Wulan (10.411.264) Pertanyaan : Menurut anda bagaimana sikap umat muslim dalam menghadapi problematika, tantangan dan resiko dalam kehidupan modern agar tetap menjadi muslim yang diridhoi Allah SWT? Jawaban : Agar tetap menjadi muslim yang diridhoi Allah SWT, kita harus : - Mempertebal keimanan dan ketaqwaan - Membentengi diri dengan ilmu agama yang cukup sehingga bisa memilih mana yang baik mana yang buruk. - Menjadi muslim yang selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjadikan IPTEK sebagai sarana untuk menunjang hal tersebut.

Oleh

: Yuli (10.411.251) Pertanyaan : Dalam arus globalisasisekarang wanita bekerja justru laki-laki suami tidak bekerja. Padahal kewajiban laki-laki itu yang mencari nafkah. Menurut anda hal tersebut melanggar norma agama atau tidak?

Jawaban

: Menurut saya hal ini tidak benar karena sebelum menikah kita diajarkan tentang hak dan kewajiban suami istri. Maka apabila terjadi yang demikian, itu berarti suami tidak melakukan kewajibannya dan istri tidak mendapatkan haknya.

DAFTAR PUSTAKA

Siti Murhayati, dkk. 2010. Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi. Madiun: IKIP Madiun http://reizvan.blogspot.com/.../problematika-tantangan-dan-resiko.html http://www.scribd.com/implementasi-iman-dan-taqwa.html http://imteqmayastamacepu.blogspot.com/2010/07/dampak-kemajuan-iptek-bagi-umatislam.html http://halil4.wordpress.com/2010/04/02/pengaruh-globalisasi-bagi-umat-islam.html http://images.junaidi007.multiplycontent.com/.../IMPLEMENTASI-IMAN-DAN-TAQWA.doc

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->