P. 1
Unsur Transisi Kelompok 5

Unsur Transisi Kelompok 5

|Views: 6|Likes:
Published by Elisa Isandhyta

More info:

Published by: Elisa Isandhyta on Dec 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2013

pdf

text

original

Unsur Transisi

Disusun oleh: Elisabeth Isandhyta Dede Riska Ningrum Dewi Cahyani Reni Pratiwi Siti Sarah Surya Anni

A. Pengertian Unsur Transisi
Unsur Transisi adalah unsur-unsur yang konfigurasi elektronnya berakhir pada subkulit d.

B. Sifat-sifat Unsur Transisi
1. 2. 3. 4. 5. Titik lebur dan titik didih rata-rata tinggi. Dapat menghantarkan listrik dengan baik. Berbentuk padat pada suhu kamar. Mempunyai ikatan yang sangat kuat yaitu ikatan logam. Mempunyai beberapa bilangan oksidasi (kecuali Skandium hanya mempunyai 1 biloks yaitu +3) 6. Bersifat Paramagnetik. 7. Dapat membentuk senyawa kompleks. 8. Senyawa unsur transisi memberikan berbagai macam warna.

1. Skandium
• Keberadaannya di alam diperkirakan antara 5 ppm hingga 30 ppm. Pertama kali ditemukan di Skandivia. Kegunaan: a. menjadi komponen lampu berintesitas tinggi. b. Isotop radioaktif 46Sc pelacak kilang minyak mentah. Dampak: a. dapat menyebabkan keracunan

2. Titanium
• Keberadaannya di alam diperkirakan meliputi 0,6 % kerak bumi. Kegunaan: a. Digunakan sebagai bahan peralatan perang (tank). b. Menjadi pipa tahan korosi. c. Bahan implan gigi, penyambung tulang.

Dampak: a. dapat menyebabkan keracunan

3. Vanadium

Keberadaannya di alam meliputi 0,02% dari kerak bumi. Kegunaan: a. Sebagai bahan pembuatan logam tahan karat. b. Sebagai bahan tambahan baja tahan karat (ferrovadanium). c. Sebagai katalis (vadanium petoksida).
Dampak: a. dapat menyebabkan keracunan

4. Krom
• Keberadaannya di alam hanya sekitar 122 ppm.

Kegunaan: a. Sebagai bahan pembuat stainless steel. b. Sebagai pengeras baja. c. Pewarna kaca dan katalis.
Dampak: a. Dapat menyebabkan keracunan.

5. Mangan

Keberadaannya di alam diperkirakan 0,1% dari kerak bumi. Kegunaan: a. Sebagai depolariser. b. Bahan sel kering baterai. c. Untuk menghilangkan warna hijau yang disebabkan oleh pengotor besi. Dampak: a. Dapat menyebabkan keracunan.

6. Besi
• Keberadaannya di alam diperkirakan 5% dari kerak bumi Kegunaan: a. Pembawa oksigen dalam hemoglobin, mioglobin. b. Perkakas, kerangka bangunan, badan mobil dan kapal. c. Aliase baja. Dampak: a. Bersifat racun

7. Kobalt
• Keberadaannya di alam meliputi 0,05% dari kerak bumi. Kegunaan: a. Untuk alliase dari Aliniko (Al, Ni, Co, CU dan Fe). Digunakan untuk magnetik permanen. b. Pewarna porselen

Dampak: a. Debunya dapak beresiko karsinogenik.

8. Nikel
• Keberadaannya di alam meliputi 0,4% dari kerak bumi.

Kegunaan: a. Untuk alliase dari Aliniko (Al, Ni, Co, Cu dan Fe). Digunakan untuk magnetik permanen. b. Sebagai katalis.
Dampak: a. Uap dan Debu Nikel Sulfida beresiko karsinogenik.

9. Tembaga
• Keberadaannya di alam 2% dari kerak bumi.

Kegunaan: a. Bahan pembuat uang logam. b. Bahan kawat listrik. c. Bahan insektisida.
Dampak: a. Dapat bersifat racun.

10. Seng
• Keberadaannya di alam meliputi 3% dari kerak bumi.

Kegunaan: a. Sebagai bahan perkakas rumah tangga. b. Bahan batu baterai. c. Sebagai bahan atap rumah dan pelapis besi.
Dampak: a. Senyawa ZnO dapat menyebabkan oxide shakes atau zinc chill.

Terima Kasih atas Perhatiannya

Unsur transisi periode keempat terdiri atas Skandium (Sc), Titanium (Ti), Vanadium (V), Kromium (Cr), Mangan (Mn), Besi (Fe), Kobalt (Co), Nikel(Ni), Tembaga (Cu), dan Seng (Zn). Unsur transisi periode keempat termasuk unsur blok d karena elektron valensinya menempati orbital di subkulit d.
•Picture Page Layout

Warna senyawa dari unsur transisi juga berkaitan dengan adanya subkulit d yang terisi tidak penuh. Senyawa dari Sc dan Ti tidak berwarna karena subkulit 3d-nya kosong. Senyawa Zn juga tidak berwarna karena subkulit 3d-nya terisi penuh. Ketika sinar putih melewati larutan yang berisi salah satu dari ion tersebut, atau sinar putih tersebut direfleksikan oleh larutan tersebut, beberapa warna dari sinar dapat di absorpsi (diserap) oleh larutan tersebut. Warna yang dapat dilihat oleh mata kamu adalah warna yang tertinggal (tidak di absorpsi). •Picture Page Layout Pelekatan ligan pada ion logam merupakan efek dari energi orbital-orbital d. Sinar yang diserap sebagai akibat dari perpindahan elektron diantara orbital d yang satu dengan yang lain.

Namun IUPAC kemudian mendefinisikan logam transisi sebagai •Picture Page Layout semua unsur yang memiliki orbit elektron d yang tidak lengkap atau yang hanya dapat membentuk ion stabil dengan orbit d yang tidak lengkap. Berdasarkan definisi ini ketiga unsur di atas (Zn, Cd, dan Hg) tidak termasuk ke dalam logam transisi.

Elektroplating merupakan suatu proses pengendapan zat (ion-ion logam) pada suatu logam dasar (katoda) melalui proses elektrolisa. Terjadinya proses pengendapan padakatoda disebabkan oleh adanya perpindahan ion-ion bermuatan listrik dari anoda denganperantara larutan elektrolit, yang terjadi secara terus menerus pada tegangan konstanhingga akhirnya mengendap dan menempel kuat membentuk •Picture Page Layout lapisan dipermukaan bendalogam. Prosese le ct r op la t in g melindungi logam dasar dengan menggunakan logam-logamtertentu sebagai pelapis dan pelindung, misalnya nikel, krom, tembaga, seng dan sebagainya.

Ikatan logam terjadi karena adanya saling meminjamkan elektron, namun proses ini tidak hanya terjadi antara dua atau

beberapa atom tetapi dalam jumlah yang tidak terbatas. Setiap atom
memberikan elektron valensinya untuk digunakan bersama, sehingga terjadi ikatan atau tarik menarik antara atom-atom yang saling berdekatan. Jarak antar atom dalam ikatan logam tetap sama, jika ada atom yang bergerak menjauh maka gaya tarik menarik akan “menariknya”
•Picture Page semula. kembali ke posisiLayout Demikian pula jika atom mendekat kesalah

satu atom maka akan ada gaya tolak antar inti atom.
Jarak yang sama disebabkan oleh muatan listrik yang sama dari atom logam tersebut

Makanan zat besi berlebihan adalah toksik, karena besi ferus berlebihan bereaksi dengan peroksida dalam tubuh, menghasilkan radikal bebas. Besi dalam jumlah normal, mekanisme antioksidan dalam tubuh mampu mengontrol proses ini. Jika berlebihan, sejumlah radikal bebas yang luar pengaman akan dihasilkan. Silabus zat besi yang dapat membawa maut bagi budak berumur dua tahun adalah sekitar tiga gram besi. Satu gram dapat mengakibatkan keracunan berat. Ada kasus-kasus yang dilaporkan mengenai anak yang keracunan setelah memakan 10-50 tablet ferus sulfat dalam waktu beberapa jam. Lebihan dosis zat besi merupakan penyebab kematian anak tertinggi antara lain-lain keracunan akibat makanan farmasi secara tidak sengaja. DRI mencantumkan tingkat tinggi konsumsi yang dapat diterima untuk orang dewasa adalah 45 mg/ hari. Untuk anak di bawah 14 tahun, tingkat tinggi adalah 40 mg / hari.
•Picture Page Layout

Jika besi diambil secara berlebihan, berbagai jenis gangguan akibat kelebihan zat besi bisa terjadi, seperti hemokromatosis. Karena itu, makanan tambahan besi tidak patut diambil kecuali jika seseorang itu mengalami gangguan kekurangan besi dan telah mendapat nasihat dokter. Donor darahadalah antara yang berisiko tinggi mengidap gangguan kekurangan besi dan biasanya akan disarankan untuk mengambil makanan tambahan besi.

•Picture Page Layout

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->