P. 1
Makalah Irisan Kerucut

Makalah Irisan Kerucut

|Views: 9,947|Likes:
Published by Cahya Putri Prayogi
Lingkaran, Ellips, Parabola, Hiperbola
Lingkaran, Ellips, Parabola, Hiperbola

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Cahya Putri Prayogi on Dec 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2014

pdf

text

original

MAKALAH GEOMETRI ANALIT

IRISAN KERUCUT

Disusun Oleh :

CAHYA PUTRI PRAYOGI
10.411.263/2F

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM IKIP PGRI MADIUN 2010/2011

1

KATA PENGANTAR
Dalam pembelajaran Geometri Analit terdapat bab tentang Irisan Kerucut. Kami menyusun makalah ini untuk menambah referensi dalam pembelajaran Geometri Analit khususnya tentang Irisan Kerucut. Disini kami mencantumkan latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan pembahasan tentang Irisan Kerucut untuk menjadi bahan diskusi dalam pembelajaran Geometri. Pertama-tama kami ingin mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah memberkati kami sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih bagi berbagai sumber yang telah kami pakai sebagai data dan fakta pada makalah ini. Kami menyusun makalah ini tidak lepas dari referensi buku-buku, website di internet, dan penjelasan dari pengajar kami. Dalam penyusunan makalah ini tentu masih terdapat kekurangan. Kami menerima kritikan atau saran dari pembaca. Tak lupa kami ucapkan terima kasih pada semua pihak yang membantu menyusun makalah ini.

Madiun, Agustus 2011 Penyusun Cahya Putri Prayogi

2

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................ i DAFTAR ISI.......................................................................... ii BAB I..........................................................PENDAHULUAN .............................................................................................. iii
LATAR BELAKANG ........................................................................................iii RUMUSAN MASALAH ....................................................................................iv TUJUAN............................................................................................................. iv

BAB II...........................................................PEMBAHASAN ................................................................................................ 1
PENGERTIAN IRISAN KERUCUT ..................................................................1 LINGKARAN ......................................................................................................3 ELIPS ...................................................................................................................4 Persamaan Elips ...................................................................................................6 PARABOLA ......................................................................................................10 Persamaan Parabola ...........................................................................................10 HIPERBOLA .....................................................................................................16 Persamaan Hiperbola .............................................................................17

BAB III...................................................................PENUTUP ............................................................................................... iv
KESIMPULAN ....................................................................................................v

DAFTAR PUSTAKA........................................................... vi
3

4

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG Irisan kerucut dapat didefinisikan sebagai: tempat kedudukan titik-titik pada sebuah bidang, sedemikian, sehingga jarak titik-titik tersebut ke sebuah titik tetap F (yang disebut fokus) memiliki rasio yang konstan terhadap jarak titik-titik tersebut ke sebuah garis tetap L (disebut direktriks) yang tidak mengandung F. Irisan kerucut adalah lokus dari semua titik yang membentuk kurva duadimensi, yang terbentuk oleh irisan sebuah kerucut dengan sebuah bidang. Empat jenis yang dapat terjadi adalah Lingkaran, Parabola, Elips, dan Hiperbola. Dalam memahami geometri irisan kerucut, sebuah kerucut dianggap memiliki dua kulit yang membentang sampai tak berhingga di kedua arah. Sebuah generator adalah sebuah garis yang dapat dibuat pada kulit kerucut, dan semua generator saling berpotongan di satu titik yang disebut verteks kerucut.

5

B. RUMUSAN MASALAH 1. Apa yang dimaksud dengan Irisan Kerucut? 2. Apa yang terjadi jika kerucut diiris dalam berbagai arah? 3. Bagaimana persamaan yang terdapat dalam Lingkaran? 4. Bagaimana persamaan yang terdapat dalam Elips? 5. Bagaimana persamaan yang terdapat dalam Parabola? 6. Bagaimana persamaan yang terdapat dalam Hiperbola? C. TUJUAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. Mengetahui arti dari Irisan Kerucut. Mengetahui bentuk-bentuk irisan kerucut. Mengetahui persamaan Lingkaran. Mengetahui persamaan Elips. Mengetahui persamaan Parabola. Mengetahui persamaan Hiperbola.

6

IRISAN KERUCUT
Dalam matematika, irisan kerucut adalah lokus dari semua titik yang membentuk kurva dua-dimensi, yang terbentuk oleh irisan sebuah kerucut dengan sebuah bidang. Dalam memahami geometri irisan kerucut, sebuah kerucut dianggap memiliki dua kulit yang membentang sampai tak berhingga di kedua arah. Sebuah generator adalah sebuah garis yang dapat dibuat pada kulit kerucut, dan semua generator saling berpotongan di satu titik yang disebut verteks kerucut. Secara geometri analitis, irisan kerucut dapat didefinisikan sebagai: tempat kedudukan titik-titik pada sebuah bidang, sedemikian, sehingga jarak titik-titik tersebut ke sebuah titik tetap F (yang disebut fokus) memiliki rasio yang konstan terhadap jarak titik-titik tersebut ke sebuah garis tetap L (disebut direktriks) yang tidak mengandung F.

Eksentrisitas adalah rasio antara FM dan M'M. Elips (e=1/2), parabola (e=1) dan hiperbola (e=2) dengan fokus (F) dan direktriks yang tetap. Rasio yang konstan tersebut disebut eksentrisitas, dilambangkan dengan e, dan merupakan bilangan non-negatif. Untuk e = 0, irisan kerucut tersebut adalah lingkaran, e < 1 sebuah elips, e = 1 sebuah parabola, dan e > 1 sebuah hiperbola.

7

Geometri irisan kerucut dan jenis-jenisnya

 Jika sebuah bidang mengiris kerucut sejajar dengan satu dan hanya satu generator, maka irisannya adalah parabola.  Jika bidang pengiris sejajar dengan dua generator, maka irisannya akan memotong kedua kulit dan membentuk sebuah hiperbola.  Sebuah elips terjadi jika bidang pengiris tidak sejajar dengan generator mana pun.  Lingkaran adalah kasus khusus dari elips, yang terbentuk jika bidang pengiris memotong semua generator dan tegak lurus sumbu kerucut. Dalam koordinat kartesius, grafik dari persamaan kuadrat dengan dua variabel selalu menghasilkan irisan kerucut, dan semua irisan kerucut dapat dihasilkan dengan cara ini. Jika terdapat persamaan dengan bentuk: ax2 + 2hxy + by2 + 2gx + 2fy + c = 0 maka: ♣ Jika h2 = ab, persamaan ini menghasilkan parabola. 8

♣ Jika h2 < ab, persamaan ini menghasilkan elips. ♣ Jika h2 > ab, persamaan ini menghasilkan hiperbola. ♣ Jika a = b and h = 0, persamaan ini menghasilkan lingkaran. ♣ Jika a + b = 0, persamaan ini menghasilkan hiperbola persegi.

A. LINGKARAN Lingkaran didefinisikan sebagai tempat

kedudukan atau lokus titik-titik P(x,y) yang jaraknya r sampai suatu titik M yang dinamakan pusat lingkaran adalah sama. Persamaan lingkaran menjadi sederhana bila pusat lingkaran berimpit dengan asal O. Berlaku hokum Pythagoras x2 + y2 = r2

9

Bila pusat lingkaran dipindahkan dari O ke M(h,k), maka juga dengan hukum pythagoras diperleh persamaan lingkaran : (x – h)2 + (y – k)2 = r2 x ◊ (x – h), y ◊ (y – k) Dapat ditulis x2 + y2 - 2hx - 2ky + (h2+k2+r2)=0 h dan k bisa positif / negatif ◊ persamaan lingkaran : Ax2 + Ay2 + Dx + Ey + F = 0 A = C dan B = 0

B. ELIPS

Elips

adalah

tempat

kedudukan titik-titik yang jumlah jaraknya terhadap dua titik tertentu adalah tetap. Kedua titik tertentu itu disebut titik focus.

10

Y C(0,b) P(x,y)

A(a,0)

F1 ( - c , 0 )

O

F1 ( c , 0 )

B(a,0)

X

D(0,-b)

Dari gambar diatas, titik F1 dan F2 dan adalah titik focus elips dan A, B, C, D adalah titik puncak elips. Elips mempunyai dua sumbu simetri, yaitu : 1. Garis yang memuat fokus dinamakan sumbu mayor. Pada gambar, sumbu mayor elips adalah AB. 2. Garis yang tegak lurus sumbu mayor di titik tengah disebut sumbu minor. Pada gambar , sumbu minor elips adalah CD. Sedangkan titik potong kedua sumbu elips itu disebut pusat elips. Elips juga didefinisikan sebagai tempat kedudukan titik-titik yang perbandingan jaraknya terhadap suatu titik dan suatu garis yang diketahui besarnya tetap. ( e < 1 ). Titik itu disebut fokus dan garis tertentu itu disebut direktriks. Gambar diatas menunjukkan sebuah elips dengan : ♦ ♦ ♦ ♦ ♦ Pusat elips O(0,0) Sumbu simetri adalah sumbu x dan sumbu y Fokus F1 (-c,0) dan F2 (c,0) Sumbu mayor pada sumbu x, puncak A(-a,0) dan B(a,0) , panjang Sumbu minor pada sumbu y, puncak C(0,b) dan D(0,-b) , panjang

sumbu mayor = 2a sumbu minor = 2b 11

Eksentrisitas :

c e= a
a2 atau x = c

Direktriks :

a x= e

Panjang lactus rectum

2 b2 = a

Persamaan Elips

Berikut ini akan diberikan persamaan elips berdasarkan letak titik pusat elips. a) Persamaan elips yang berpusat di O(0,0) Selain diketahui pusat elipsnya, persamaan elips juga ditentukan dari titik fokusnya. ♥ Persamaan elips yang berfokus pada sumbu x,

b x + a y =a b
2 2 2 2 2

2

x2 y2 atau 2 + 2 = 1, a 〉 b a b

Dengan : - Pusat (0,0) - Fokus F1 (-c,0) dan F2 (c,0) ♥ Persamaan elips yang berfokus pada sumbu y,

a x + b y =a b
2 2 2 2 2

2

x2 y2 atau 2 + 2 =1, a 〉 b b a

Dengan : - Pusat (0,0) - Fokus F1 (0,-c) dan F2 (0,c) 12

Catatan : c = a 2 − b 2 Contoh 1 Tentukan persamaan elips yang berpusat di O(0,0), fokus (-4,0) dan (4,0) dengan sumbu mayor 10 satuan. Jawab : Fokus di F1 (-4,0) dan F2 (4,0) maka c = 4 ( fokus pada sumbu x ) Panjang sumbu mayor = 10, maka 2a = 10. Sehingga a = 5 b = a2 − c2 = 25 − 16 = 9 =3

Persamaan elipsnya :

x2 y2 + =1 ⇔ a2 b2

x2 y2 + =1 ⇔ 5 2 32

x2 y2 + =1 25 9

x2 y2 Jadi persamaan elipnya adalah + =1 25 9
Contoh 2 Diketahui persamaan elips

x2 y2 + =1 , tentukan koordinat titik puncak, 16 9

koordinat titik fokus, panjang sumbu mayor, sumbu minor, eksentrisitas, persamaan direktriks dan panjang lactus rectum ! Jawab : Dari persamaan elips b = 3. c2 = a2 - b2 , sehingga c2 = 16 – 9 =7, maka c = Dari data diatas diperoleh : Titik puncak (a,0) = (4,0) dan (-a,0)=(-4,0) Titik focus ( -c,0) = (- 7 ,0 ) dan ( c,0)=( Panjang sumbu mayor = 2a = 2. 4 = 8 Panjang sumbu minor = 2b = 2. 3 = 6 13 7 ,0 ) 7.

x2 y2 + =1 , diperoleh a2 = 16, maka a = 4; b2 = 9, maka 16 9

-

Eksentrisitas: e = =

c a

7 4

-

Persamaan direktriks :

x=

a 4 16 16 = = = e 7 7 7 4

7

-

Panjang lactus rectum =

2 b 2 2 .9 18 1 = = =4 a 4 4 2

b) Persamaan elips yang berpusat di P(α,β)

♠Persamaan elips yang berfokus pada sumbu utama yang terletak pada
/ sejajar sumbu x,

( x −α )
a2

2

( y−β) +
b2

2

=1

Dengan : - Pusat (α,β) - Titik fokus di F1 (α-c, β) & F2(α+c, β) - Titik puncak (α-a, β) & (α+a, β) - Panjang sumbu mayor=2a - Panjang sumbu minor=2b - Persamaan direktriks x = α ± a2 c

( x−α )
b2

2

( +

y −) β a2

2

1=

♠Persamaan elips yang berfokus pada sumbu utama yang terletak pada
/ sejajar sumbu y, 14

Dengan : Pusat (α,β) Titik fokus di F1 (α,β-c) & F2(α,β+c) Titik puncak (α,β-a) & (α,β+a) Panjang sumbu mayor=2a Panjang sumbu minor=2b Persamaan direktriks y = β ± a2 c

Contoh 1 Tentukan titik pusat, titik fokus, titik puncak, panjang sumbu mayor dan sumbu minor dari persamaan elips 4 x 2 + 9 y 2 + 16 x − 18 y − 11 = 0 Jawab : Nyatakan terlebih dahulu persamaan elips tersebut ke dalam bentuk baku

( x −α )
a2

2

( y−β) +
b2

2

=1

4 x 2 + 9 y 2 + 16 x − 18 y − 11 = 0 4 x 2 + 16 x + 9 y 2 − 18 y = 11 4 ( x 2 + 4 x ) + 9 ( y 2 − 2 y ) = 11

{ 4{ ( x − 2)

4 ( x − 2 ) − 22 } + 9
2 2

{ ( y − 1)
2 2

2

− 12 } = 11

− 4} + 9 ( y − 1) − 1} = 11

{

4 ( x − 2 ) − 16 + 9 ( y − 1) − 9 = 11
2

4 ( x − 2 ) + 9 ( y − 1) = 11 + 16 + 9
2 2

4 ( x − 2 ) + 9 ( y − 1) = 36
2 2

( x − 2)
9

2

( y − 1) +
4

2

=1

15

Dari persamaan diatas diperoleh : α=2, β=1, a2=9 maka a=3, b2=4 maka a=2, c = a 2 − b2 = 32 − 22 = 9 − 4 = 5 Pusat ( α,β )= ( 2,1 ) Titik fokus di F1 ( α-c, β )= ( 2 - 5 ,1 ) & F2 ( α+c, β )=( 2+ 5 ,1 ) Titik puncak ( α-a, β )=( 2-3,1 ) =( -1,1 ) & ( α+a, β )= ( 2+3,1 )=( 5,1 ) Panjang sumbu mayor=2a=2.3=6 Panjang sumbu minor=2b=2.2=4

C. PARABOLA

Parabola adalah tempat kedudukan titik-titik yang jaraknya sama terhadap suatu titik tertentu dan garis tertentu. Titik –tertentu itu disebut titik api ( fokus ) dan garis tertentu itu disebut direktriks.

• Persamaan Parabola
a) Persamaan Parabola yang berpuncak di O(0,0) dan fokus F(p,0)
Y Q (-p,y) C P(x,y)

Sumbu Simetri : y = 0

O

F (p,0)

X

C1

Direktriks : x = -p

16

Dari gambar diatas, O(0,0) merupakan puncak parabola, garis g adalah direktriks parabola dengan persamaan direktriks x = -p, F(p,0) merupakan fokus parabola, Sumbu x merupakan sumbu simetri parabola dengan persamaan parabola y = 0 dan CC1 adalah panjang lactus rectum dari parabola. Misalkan P(x,y) adalah sembarang titik pada parabola, berdasarkan definisi parabola maka berlaku : Jarak PF = jarak PQ

( x − p ) 2 + ( y − 0) 2 =

( x + p )2
2

( x − p) 2 y 2 ( x p ) + = +
2 2 x 2 − 2 x+ p+ y= +2 p x

2px p2 +

x2 − x2 + p2 − p2 − 2 p x − 2 p x + y2 = 0
− += 4 px y
2 0

y2 = p x 4
Dengan demikian persamaan parabola yang berpuncak di O(0,0) dengan fokus F( p,0)adalah

y 2 =px 4
Catatan : 1. 2. 3. Jika p > 0 maka parabola terbuka kekanan Jika p < 0 maka parabola terbuka kekiri. Dengan : - Puncak (0,0) - Fokus F ( p,0 ) - Persamaan direktriks : x = -p - Persamaan sumbu simetri : y = 0

17

Persamaan Parabola yang berpuncak di O(0,0) dan fokus F (0,p)

Y . P ( x,y )

. F ( 0,p ) C

C1 X

. Misalkan titik=P(x,y) adalah sembarang titik pada parabola, berdasarkan definisi Direktriks : y - p

parabola berlaku : Jarak PF = jarak PQ
Sumbu Simetri : x = 0

Q ( x,-p)

( x − 0 ) + ( y −p )
2

2

= (y

p )2 +

x 2 + (y − p )2= (y p )2 +
x 2 −y 2 − y 2 p− p2 + 2 − − 2= 2 py py 0

− py = 4 + x x2 = p y 4

2

0

Dengan demikian persamaan parabola yang berpuncak di O(0,0) dengan fokus F(0,p)adalah

x 2 =p y 4

18

Catatan : 1. Jika p > 0 maka parabola terbuka keatas. 2. Jika p < 0 maka parabola terbuka kebawah. 3. Dengan : - Puncak (0,0) - Fokus F ( 0, p ) - Persamaan direktriks : y = - p - Persamaan sumbu simetri : x = 0 b) Persamaan parabola yang berpuncak di A(a,b) Y
Q ( -p+a ,y+b )

C P(x,y)

Sumbu Simetri :y=b

A (a,b)

. F ( p+a ,b )

C O
1

X

Direktriks : x = - p+ a

Persamaan parabola yang berpuncak di A(a,b) adalah : I.

( y − b ) 2 = 4 p ( x − a)

Catatan : 1. 2. 3. Jika p > 0 maka parabola terbuka kekanan Jika p < 0 maka parabola terbuka kekiri. Dengan : - Puncak (a,b) - Fokus F ( p+a , b )

19

- Persamaan direktriks : x = - p + a - Persamaan sumbu simetri : y = b

( x − a )2 = 4 p ( y − b) −
Catatan : 1. 2. 3.

II.

Jika p > 0 maka parabola terbuka keatas. Jika p < 0 maka parabola terbuka kebawah. Dengan : - Puncak (a,b) - Fokus F ( a , p + b ) - Persamaan direktriks : y = - p + b - Persamaan sumbu simetri : x = a

Contoh 1. Tentukan koordinat fokus dan persamaan sumbu simetri, persamaan direktriks dan panjang lactus rectum dari persamaan parabola Jawab : Diketahui pers. Parabola parabola adalah

y 2 =8 x

!

y 2 = x8 − y 2 =4 px
.

, dimana persamaan umum Sehingga diperoleh

4 px =x 8 −
-

, maka p = - 2 < 0. Jadi parabola terbuka ke kiri. Dari

hasil yang didapat , diperoleh : Fokus parabola di F ( p , 0 ) = ( -2 , 0 ) Persamaan direktriks : x = - p = - (-2 ) = 2 Persamaan sumbu simetri : y = 0

20

-

Dari fokus F ( - 2 , 0 ) , x = - 2 , diperoleh

y2 = 8 2 1 −−.( ) 6 =
-

, sehingga diperoleh y = ± 4 . Jadi

koordinat titik-titik ujung lactus rectumnya adalah ( 2 , 4 ) dan ( -2 , - 4 ).Dengan demikian panjang lactus rectumnya adalah 2 . 4 = 8. Contoh 2 Tentukan persamaanparabola jika titik puncaknya ( 2 , 3 ) dan titik fokusnya ( 6 , 3)! Jawab : Diketahui titik puncak ( 2 , 3, ) = ( a , b ), maka diperoleh a = 2, b = 3, Titik fokus

F (6 ) ,3 F ( ab ) p + ,

}

p+a=6, p+2=6,

p=4

Jadi persamaan parabolanya adalah

( y − b )2 = 4 p ( x − a) ( y − 3)2 = 4.4 ( x − 2) ( y − 3)2 = 16 ( x − 2)
Contoh 3 Tentukan koordinat titik puncak, titik fokus, sumbu simetri dan persamaan direktriks dari persamaan parabola Jawab :

y2 − 4 x + 4 y + 8 = 0 !

21

y2 − 4x + 4 y + 8 = 0 y2 + 4 y = 4x −8

( y + 2 ) − 22 = 4 x − 8 2 ( y + 2) = 4 x − 8 + 4 2 ( y + 2) = 4 x − 4
2

( y + 2 ) 2 = 4( x− 1) ( y −b ) 2 = 4 p (x− a )

}

4 p = 4, p = 1

a = 1 , b = - 2, dengan demikian diperoleh : - Titik puncak ( a, b ) = ( 1, -2 ) - Titik fokus F ( p + a , b ) = ( 2, -2 ) - Persamaan direktriks : x = - p = - 1 - Persamaan sumbu simetri : y = b = -2 C. HIPERBOLA Hiperbola adalah tempat kedudukan titik-titik yang selisih jaraknya terhadap dua titik tertentu adalah tetap. Kedua titik tertentu itu disebut titik focus.

b y=− x a

Y

y=
( 0,b ) T (x,y)

b x a

.

(- a,0 )

( a,0 )

F2 ( -c,0) O ( 0, 22 -b )

.
F1 ( c,0)

X

Dari gambar diatas, titik O merupakan pusat hiperbola, titik F1 & F2 adalah focus hiperbola, titik puncak ( -a,0) & (a,0), panjang sumbu mayor = 2a dan panjang sumbu minor = 2b.

• Persamaan Hiperbola
a) Persamaan Hiperbola yang berpusat di ( 0,0 )

۩ Untuk hiperbola yang berfokus pada sumbu x, persamaan hiperbolanya
adalah :

b x − a y =a b
2 2 2 2 2

2

x2 atau 2 a

y2 − 1= b2

Dengan : Pusat ( 0,0 ) Titik fokus F1( -c,0 ) & F2 ( c,0 ) Titik puncak ( -a,0 ) & ( a,0 ) Panjang sumbu mayor = 2a Panjang sumbu minor = 2b Persamaan asimptot : y = ± b x a

a2 Persamaan direktriks : x = ± c Eksentrisitas: e = c a

23

-

Panjang lactus rectum = c 2 = a 2 + b2

2b 2 a

24

۩ Untuk hiperbola yang berfokus pada sumbu y, persamaan hiperbolanya
adalah :

b2 y 2 − a 2 x 2 = a 2 b 2

y2 atau 2 a

x2 −1 b2

=

Dengan : Pusat ( 0,0 ) Titik fokus F1( 0,-c ) & F2 ( 0,c ) Titik puncak ( 0,-a ) & ( 0,a ) Panjang sumbu mayor = 2a Panjang sumbu minor = 2b Persamaan asimptot : y = ± a x b a2 c

Persamaan direktriks : y = ±

Contoh 1 : x2 y2 Diketahui persamaan hiperbola − = 1 , tentukan : 36 25 a. Koordinat titik puncak b. Koordinat titik fokus c. Persamaan asimptot d. Persamaan direktriks e. Eksentrisitas f. Panjang lactus rectum Jawab : Dari persamaan hiperbola maka a=3 c = a 2 + b2 = 42 + 32 = 16 + 9 = 25 = 5 25

x2 y 2 − = 1 , diperoleh a2=16, maka a=4 dan a2=9, 16 9

a. b. c. d. e. f.

koordinat titik puncak : ( - a,0 )=( - 4,0) & ( a,0 )=(4,0) koordinat titik fokus : ( - c, 0 )=( -5,0 ) & ( c,0 )=( 5,0 ) persamaan asimptot : y = ± b 3 x=± x a 4 a2 42 16 1 = ± = ± = ±3 c 5 5 5

persamaan direktriks : x = ± eksentrisitas : e = c 5 = a 4

2b 2 2.32 9 1 panjang lactus rectum = = = =4 a 4 2 2

Contoh 2 : Tentukan persamaan hiperbola yang puncaknya (0,3) & (0,-3) serta fokusnya (0,5) & (0,-5). Jawab : Dari puncak (0,3) & (0,-3) diperoleh a=3, dari fokus (0,5) & (0,-5) diperoleh c=5. b = c 2 − a 2 = 52 − 32 = 25 − 9 = 16 = 4 Jadi persamaan hiperbolanya adalah y 2 x2 y 2 x2 y2 x2 − =1 ⇔ 2 − 2 =1 ⇔ − =1 a 2 b2 3 4 9 16

b) Persamaan hiperbola yang berpusat di P( α,β )

 Untuk hiperbola yang berfokus pada sumbu utama dan sejajar sumbu
x, persamaan hiperbolanya adalah :

( x −α )
a2
Dengan : -

2

( y−β ) −
b2

2

=1

Pusat ( α,β ) Titik fokus F1( α - c, β ) & F2 ( α + c, β ) Titik puncak ( α - a, β ) & ( α + a, β )

26

-

Panjang sumbu mayor = 2a Panjang sumbu minor = 2b Persamaan asimptot : y − β = ± Persamaan direktriks : x = α ± b ( x −α ) a

a2 c

 Untuk hiperbola yang berfokus pada sumbu utama dan sejajar sumbu
y, persamaan hiperbolanya adalah :

( y−β)
a2
Dengan : -

2

( x −α ) −
b2

2

=1

Pusat ( α,β ) Titik fokus F1( α , β - c ) & F2 ( α, β + c ) Titik puncak ( α , β - a ) & ( α, β + a ) Panjang sumbu mayor = 2a Panjang sumbu minor = 2b Persamaan asimptot : y − β = ± Persamaan direktriks : y = β ± a ( x −α ) b

a2 c

Contoh 3 : Diketahui persamaan hiperbola −4 x 2 + 3 y 2 − 24 x − 18 y + 27 = 0 . Tentukan: a. b. c. d. e. koordinat titik pusat koordinat titik puncak koordinat titik fokus persamaan asimptot persamaan direktriks

27

Jawab : Nyatakan terlebih dahulu persamaannya ke dalam bentuk baku

( x −α )
a2

2

( y−β)
b2

2

=1

−4 x 2 + 3 y 2 − 24 x − 18 y + 27 = 0 −4 x 2 − 24 x + 3 y 2 − 18 y = −27 −4 ( x 2 + 6 x ) + 3 ( y 2 − 6 y ) = −27

} { } { −4 { ( x + 3) − 9} + 3{ ( y − 3) − 9} = 27
2 2 2 2 2 2 2 2

−4 ( x + 3) − 32 + 3 ( y − 3) − 32 = −27

−4 ( x + 3) + 36 + 3 ( y − 3) − 27 = −27 −4 ( x + 3) + 3 ( y − 3) = −27 + 27 − 36 −4 ( x + 3) + 3 ( y − 3) = −36
2 2

4 ( x + 3) − 3 ( y − 3) = 36
2 2

( x + 3)
9

2

( y − 3) −
12

2

=1

Dari persamaan diatas, diperoleh α = −3 dan β = 3 , a2=9, maka a=3 dan b2=12, maka b= 2 3 , c = a 2 + b2 = 9 + 12 = 21 a. b. c. Koordinat titik pusat ( α,β )=(-3,3) Koordinat titik puncak ( α - a, β )=( -3-3, -3 )=( -6,-3 ) & ( α + a, β )=( Koordinat titik fokus : F1( α - c, β )=( -3- 21 ,3 ) & F2 ( α + c, β )=(

-3+3,-3 )=(0,-3)

-3+ 21 , 3 ) d. Persamaan asimptot : y − β = ± b 2 3 ( x −α ) ⇔ y − 3 = ± ( x + 3) a 3

28

e.

Persamaan direktriks : a2 32 9 3 ⇔ x = −3 ± ⇔ x = −3 ± ⇔ x = −3 ± 21 c 7 21 21

x =α ±

29

BAB III
PENUTUP KESIMPULAN
Irisan kerucut adalah lokus dari semua titik yang membentuk kurva duadimensi, yang terbentuk oleh irisan sebuah kerucut dengan sebuah bidang. Empat jenis yang dapat terjadi adalah Lingkaran, Parabola, Elips, dan Hiperbola. Jika sebuah bidang mengiris kerucut sejajar dengan satu dan hanya satu generator, maka irisannya adalah parabola. Jika bidang pengiris sejajar dengan dua generator, maka irisannya akan memotong kedua kulit dan membentuk sebuah hiperbola. Sebuah elips terjadi jika bidang pengiris tidak sejajar dengan generator mana pun. Lingkaran adalah kasus khusus dari elips, yang terbentuk jika bidang pengiris memotong semua generator dan tegak lurus sumbu kerucut. Lingkaran didefinisikan sebagai tempat kedudukan atau lokus titik-titik P(x,y) yang jaraknya r sampai suatu titik M yang dinamakan pusat lingkaran adalah sama. Elips adalah tempat kedudukan titik-titik yang jumlah jaraknya terhadap dua titik tertentu adalah tetap, kedua titik tertentu itu disebut titik focus. Parabola adalah tempat kedudukan titik-titik yang jaraknya sama terhadap suatu titik tertentu dan garis tertentu. Titik –tertentu itu disebut titik api ( fokus ) dan garis tertentu itu disebut direktriks. Hiperbola adalah tempat kedudukan titik-titik yang selisih jaraknya terhadap dua titik tertentu adalah tetap, kedua titik tertentu itu disebut titik focus.

30

DAFTAR PUSTAKA
Purcell, dkk. 2004. Kalkulus jilid 2. Jakarta : Erlangga. Maman Suherman. 1986. Geometri Analitik Datar. Jakarta : Karunika. Leithold, dkk. 1993. Kalkulus dan Ilmu Ukur Analitik. Jakarta : Erlangga. http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en| id&u=http://www.algebralab.org/lessons/lesson.aspx%3Ffile %3DAlgebra_conics_circle.xml http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en| id&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperbola http://id.wikipedia.org/wiki/Irisan_kerucut http://id.wikipedia.org/wiki/Elips http://id.wikipedia.org/wiki/Parabola http://dartono.multiply.com/journal/item/10

31

32

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->