Makalah Sejarah Perkembangan Politik, Ekonomi, dan Sosial paska 21 Mei 1998

Disusun Oleh: Dina Marcelina Putri Karmelia Maurellia Octaviuni Ratu Ulfah Astri Dwi Hartari Dian Elvira XII IPA III SMAN 3 KOTA TANGERANG SELATAN Tahun Ajaran 2012/2013

dan sosial paska 21 Mei 1998. Hanya karena-Nya lah kami dapat menyelesaikan tugas makalah tentang perkembangan politik. Sebagai generasi muda yang berpendidikan. Maka dari itu. ekonomi. Kami harap makalah ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya. selaku guru mata pelajaran sejarah yang telah dengan sabar membimbing kami belajar sejarah. ekonomi dan sosial dari masa lalu hingga sekarang. Kami juga mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada orang tua kami yang selalu mendukung kami dan juga kepada Ibu Aan. Telinga kami akan selalu terbuka untuk mendengarkan saran dan kritik yang dapat membangun kami menjadi lebih baik lagi. sejarah atau masa lalu adalah dasar suatu masa depan dan harus selalu di ingat dan dihormati. Walau bagaimana pun juga. Terimakasih. kami akan selalu mengingat jasa-jasa para pendahulu yang telah berkerja keras demi masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik. Kami sadar bahwa kami masih butuh belajar banyak untuk menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang.KATA PENGANTAR Syukur dan terimakasih kami panjatkan kepada Allah SWT. kami menyusun makalah ini agar para pembaca dan kami sendiri menjadi lebih paham tentang perkembangan politik. Penulis .

tertutup. dan jujur. Dan anggota MPR/DPR tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan benar karena keanggotaannya ditentukan dan mendapat restu dari penguasa. Sikap yang otoriter.BAB 1 PENDAHULUAN 1. terbuka. Sejalan dengan itu. · Krisis ekonomi Krisis moneter yang menimpa dunia dan Asia Tenggara telah merembet ke Indonesia. pemerintah melikuidasi bank-bank yang bermasalah serta mengeluarkan KLBI (Kredit . sejak Juli 1997. tertutup. adil. tanggal 21 Mei 1998 Presiden menyatakan berhenti dan diganti oleh wakilnya BJ Habibie. Puncak perjuangan para mahasiswa terjadi ketika berhasil menduduki gedung MPR/DPR pada bulan Mei 1998. serta merebaknya KKN menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat. banyak perusahaan ditutup. KKN. Akibatnya. menghina kepala negara. Muncul tokoh vokal Amien Rais serta munculnya gerakan mahasiswa semakin memperbesar keberanian masyarakat untuk melakukan kritik terhadap pemerintahan orba. praktik monopoli serta 5 paket UU politik adalah masalah yang menjadi sorotan tajam para mahasiswa pada saat itu. sehingga banyak anggota yang bersikap ABS daripada kritis. jumlah kemiskinan bertambah. meskipun mampu mengangkat Indonesia dari keterpurukan ekonomi dan memberikan kemajuan. dan personal.1 Latar Belakang Reformasi Indonesia Berikut pemaparan factor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya reformasi 1998 yang merupakan usaha menggulingkan pemerintahan Soeharto pada masa orde baru di Indonesia: ·Krisis politik Pemerintah orde baru. kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis tidak pernah terwujud dan Golkar yang menjadi partai terbesar pada masa itu diperalat oleh pemerintah orde baru untuk mengamankan kehendak penguasa. Akibat krisis tersebut. Nilai rupiah terhadap dollar Amerika terus menurun. gagal dalam membina kehidupan politik yang demokratis. anti-Pancasila. Indonesia mulai terkena krisis tersebut. Selain itu. Gejala ini terlihat pada pemilu 1992 ketika suara Golkar berkurang cukup banyak. Pemerintah bersikap otoriter. daya beli menjadi rendah dan sulit mencari bahan-bahan kebutuhan pokok. Praktik KKN merebak di tubuh pemerintahan dan tidak mampu dicegah karena banyak pejabat orba yang berada di dalamnya. Apalagi setelah Soeharto terpilih lagi sebagai Presiden RI 1998-2003. dan subversive. Masalah dwifungsi ABRI. Sejak 1996. tidak demokratis. Karena tekanan yang luar biasa dari para mahasiswa. sehingga banyak pengangguran dimana-mana. Masyarakat yang memberikan kritik sangat mudah dituduh sebagai anti-pemerintah. ketidakpuasan masyarakat terhadap orba mulai terbuka. suara menentangnya makin meluas dimanamana.

pembantaian dengan isu dukun santet di Banyuwangi dan Boyolali serta kerusuhan 13-14 Mei 1998 yang terjadi di Jakarta dan Solo. Selain itu. Kondisi tersebut membahayakan karena mudah diadu domba. kepercayaan dunia internasional semakin berkurang sejalan dengan banyaknya perusahaan swasta yang tak mampu membayar utang luar negeri yang telah jatuh tempo. dan 15 Mei 1998. Dalam praktiknya.Likuiditas Bank Indonesia) untuk menyehatkan bank-bank yang ada di bawah pembinaan BPPN. Untuk mengatasinya. Akibat kerusuhan di Jakarta dan Solo tanggal 13. narkoba. Hal ini menjadi topik pembahsan yang hangat pada saat ini karena tidak ada sanksi yang tegas terhadap aparat yang telah melanggar hukum. 1. perekonomian kedua kota tersebut lumpuh untuk beberapa waktu karena banyak swalayan. barang kebutuhan ikut naik dan masyarakat semakin sulit memenuhi kebutuhan hidup. 14. pabrik dibakar. Misalnya: perkelahian antara pelajar.Rakyat wajib memilih partai Golkar dan apabila berpihak pada partai tertentu maka ia akan tersingkir dari jajaran birokrasi serta mendapakatkan perlakuan diskriminatif dari birokrasinya ini merupakan suatu pembodohan politik bagi rakyat Indonesia dimana rakyat tidak mendapatkan kebebasan untuk bersuara dan merupakan suatu pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dilakukan oleh penguasa negara. . Dengan itu. Sementara itu. -Krisis social Krisis politik dan ekonomi mendorong munculnya krisis dalam bidang sosial. dirusak dan dijarah massa. Ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah serta krisis ekonomi yang ada mendorong munculnya perilaku yang negatif dalam masyarakat. Pada masa orde baru terjadi Pula pelanggaran Hak Asasi Manusia dimana banyak rakyat dan mahasiswa yang terbunuh oleh aparat negara dalam aksi demonstrasi ketika menyampaikan aspirasi mereka. pertokoan. dan mudah dihasut untuk melakukan tindakan anarkis. budaya menghujat. beban kehidupan masyarakat makin berat ketika pemerintah tanggal 12 Mei 1998 mengumumkan kenaikan BBM dan ongkos angkutan. terjadi manipulasi besar-besaran dalam KLBI sehingga pemerintah harus menanggung beban keuangan yang semakin besar. mudah marah.2 Identifikasi Masalah Penyelewengan kekuasaan yang terjadi di Indonesia pada masa orde baru membawa penderitaan berkepanjangan bagi rakyat Indonesia dimana rakyat tidak mendapatkan kebebasan untuk bersuara dan menyampaikan aspirasinya terjadi ketika pelaksanaan pemilu. pemerintah membentuk tim ekonomi untuk membicarakan utang-utang swasta yang telah jatuh tempo. Hal tersebut menyebabkan angka pengangguran membengkak.Beban masyarakat semakin berat serta tidak ada kepastian tentang kapan berakhirnya krisis tersebut sehingga menyebabkan masyarakat frustasi. kerusuhan sosial di Kalimantan Barat.

Maraknya kasus penggunaan kekuasaan yang sewenang-wenang pada masa orde baru menambah daftar hitam birokrasi yang ada dinegri ini yang dapat kita jadikan topik pembahasan untuk dicari jalan keluarnya. Hans Dieter Evers. 1. Rumusan tersebut menggambarkan bahwa pada dasarnya reformasi adalah mengubah atau membuat sesuatu menjadi lebih baik dari sesuatu yang sudah ada. . Birokrasi Parkinson merujuk pada pertumbuhan jumlah anggota serta pemekaran structural dalam birokrasi yang tidak terkendali. Karena banyaknya terjadi penyimpangan-penyimpangan penggunaan kekuasaan pada masa-masa tersebut sangat penting bagi kita untuk membahas dan mencari solusi bersamasama dengan melihat dari sisi silam latar belakang negara. Pada masa reformasi terjad kebijakan yang dikenal dengan kebijakan Zero Growth yang menyebabkan jumlah anggota birokrasi makin membengkak. Hal ini menjadikan birokrasi tidak efisien karena jumlah pekerja dengan pekerjaannya tidak sebanding. politik dan social dengan menggunakan regulasi yang bila perlu ada suatu pemaksaan. Kata reform menurut Oxford Advanded Learners Dictionary (1978) adalah “make become better by removing or putting right what is bed or wrong”. 1. kolusi dan nepotisme yang dilakukan segelintir aparat pemerintahan disinilah peranan kita sebagai generasi penerus bangsa untuk menciptakan gagasan-gagasan baru dalam mencari solusi menghapus setiap tindakan penyelewengan-penyelewengan kekuasaan yang terjadi. saat ini pun kerap terdengar berbagai kasus korupsi.3 Tujuan Penting bagi kita mempelajari dan mengetahui latar belakang terjadinya reformasi serta mempelajari susunan-susunan masa revolusi pasca kemerdekaan Republik Indonesia. Birokrasi Orwel merujuk pada pola birokratisasi yang merupakan proses perluasan kekuasaan pemerintah yang dimaksudkan sebagai pengontrol kegiatan ekonomi. birokrasi Indonesia merupakan beuracratic polity. Penyelewengan-penyelewengan kekuasaan tidak hanya terjadi dimasa silam. Model ini merupakan birokrasi dimana menjadi akumulasi dari kekuasaan dan menyingkirkan peran masyarakat dari politik dan pemerintahan.4 Konsep Teori Pendapat Karl D Jackson. Sebagai generasi muda kita harus mampu menciptakan pemikiran-pemikiran baru yang berguna sehinga dapat bermanfaat bagi kemajuan negara kedepanya.

public program may be poorly design and public services poorly delivered.Reformasi birokrasi berdasarkan teori Max Weber adalah upaya-upaya strategis dalam menata kembali birokrasi yang sedang berjalan sesuai prinsip-prinsip span of control. 2004).” Dari pedapat tersebut Schacter tersebut jelas bawa tujuan reformasi birokrasi antara lain adalah untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang muncul dalam penyelenggaraan pemerintahanan khususnya sektor public.e and regulation. . it decision making process may be irrational. staff may be mismanaged. division of labor. line and staff. The pubic sector may over extended-attempting to do too much with few resources. ru. mengatakan: “public sector reform is about strengthening the way tha the public sector is managed.it may be poorly organized. Public sector reform is the attampt to fix these problems. and professional staff (Setiyono. Reformasi birokrasi dalam sector public menurut Mark Schacter (2000) dalam papernya Public Sector Reform In Developing Countries. accountability may be weak.

Pasalnya birokrasi pemerintah telah memberikan . tidak efisein dan mempunyai pegawai birokrat yang makin membengkak. Dari model yang diutarakan di atas dapat dikatakan bahwa birokrasi yang berkembang di Indonesia adalah birokrasi yang berbelit-belit. Keberpihakan birokrasi terhadap suatu partai. hukum termasuk dalam konteks pemerintahan.BAB II PEMBAHASAN 2. tentu saja dalam hal ini Golkar.1 Pengertian Reformasi Reformasi tahun 1998 menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia yang berhasil mendorong perubahan tata pemerintahan di negeri ini. Reformasi menuntut perubahan di berbagai lini kehidupan. birokrasi Indonesia merupakan beuracratic polity. Adanya kebijakan zero growth yang menyebabkan jumlah anggota birokrasi makin membengkak. Persoalan yang menghinggapi birokrasi membuat reformasi birokrasi menjadi isyu yang sangat kencang untuk direalisasikan. baik sosial. Perubahan ini sebagai konsekuensi dari harapan akan cita-cita untuk membawa Indonesia keluar dari masalah. kolusi dan nepotisme serta dijadikan alat oleh pemerintahan orde baru untuk mempertahankan kekuasaan yang ada. maka dia akan tersingkirkan dari jajaran birokrasi. Hal ini menjadikan birokrasi tidak efisien karena jumlah pekerja dengan pekerjaannya tidak sebanding. ekonomi. korupsi. politik. Birokrasi pada masa Orde Baru juga mengalami apa yang disebut sebagai parkinsonisasi dan orwelisasi seperti yang dikatakan Hans Dieter Evers. penyalahgunaan wewenang. Reformasi 1998 juga membawa konsekuensi untuk melakukan reformasi pada birokrasi. Selain birokrasi masih menempatkan dirinya sebagai penguasa daripada menjadi pelayan masyarakat sehingga ia justru lebih mendekatkan diri kepada pemerintah daripada ke masyarakat. Selain itu. akan mengurangi profesionalisme dari birokrasi tersebut. Model ini merupakan birokrasi dimana menjadi akumulasi dari kekuasaan dan menyingkirkan peran masyarakat dari politik dan pemerintahan. orang atau sekelompok orang yang tidak berpihak pada Golkar. Gerakan reformasi berhasil melakukan perubahan dengan jalan menumbangkan rezim Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun lebih. Birokrasi di zaman orde baru juga ditandai dengan beberapa ciri-ciri seperti pegawai negeri yang menjadi pengurus partai selain Golkar. Ini tidak bisa dilepaskan dari kondisi birokrasi pemerintahan yang mengalami penyakit bureaumania yang ditandai dengan kecenderungan inefisiensi. Birokrasi Parkinson merujuk pada pertumbuhan jumlah anggota serta pemekaran structural dalam birokrasi yang tidak terkendali. Dalam zaman orde baru juga ada suatu kebijakan yang disebut zero growth. politik dan social dengan menggunakan regulasi yang bila perlu ada suatu pemaksaan. maka bisa dipastikan akan mendapat perlakuan diskriminatif dalam birokrasi. Mengutip pendapat Karl D Jackson. Birokrasi Orwel merujuk pada pola birokratisasi yang merupakan proses perluasan kekuasaan pemerintah yang dimaksudkan sebagai pengontrol kegiatan ekonomi.

line and staff. Pemerintahan yang muncul pasca reformasi juga tidak menjamin keberlangsungan reformasi birokrasi bisa terealisasi dengan baik. it decision making process may be irrational. Reformasi juga bermakna sebagai suatu perubahan tanpa merusak (to change without destroying) atau perubahan dengan memelihara (to change while preserving). Reformasi birokrasi berdasarkan teori Max Weber adalah upaya-upaya strategis dalam menata kembali birokrasi yang sedang berjalan sesuai prinsip-prinsip span of control. 2004). Hakikatnya. staff may be mismanaged.sumbangan yang tidak sedikit terhadap keterpurukan bangsa. ru. dalam arti bahwa perkembangan akan menyebabkan tuntutan terhadap pembaharuan dan perubahan untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan tersebut.e and regulation. Public sector reform is the attampt to fix these problems. mengatakan: “public sector reform is about strengthening the way tha the public sector is managed. Rumusan tersebut menggambarkan bahwa pada dasarnya reformasi adalah mengubah atau membuat sesuatu menjadi lebih baik dari sesuatu yang sudah ada. Kata reformasi berasal dari kata Inggris reform yang artinya perbaikan atau pembaharuan. tetapi merupakan proses perubahan yang terencana dan bertahap. division of labor. Michael Dugget. Kata reform menurut Oxford Advanded Learners Dictionary (1978) adalah “make become better by removing or putting right what is bed or wrong”.” Dari pedapat tersebut Schacter tersebut jelas bawa tujuan reformasi birokrasi antara lain adalah untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang muncul dalam penyelenggaraan pemerintahanan khususnya sektor public. Reformasi merupakan upayaupaya untuk melakukan perbaikan terhadap kondisi buruknya birokrasi Indonesia sebagai bagian dari usaha perbaikan kehidupan bangsa. Reformasi birokrasi dimaksudkan dalam kerangka mewujudkan penyelenggaraan dan pemerintahan yang baik . proses reformasi bukanlah proses perubahan yang radikal dan berlangsung dalam jangka wkatu singkat. reformasi merupakan bagian dari dinamika masyarakat. The pubic sector may over extended-attempting to do too much with few resources. Dalam hal ini.it may be poorly organized. Meskipun sudah melakukan reformasi di tahun 1998 ternyata untuk melakukan suatu perubahan dalam berbirokrasi atau reformasi birokrasi bukanlah hal yang mudah. Meski sudah berganti pemerintahan beberapa kali kondisi birokrasi masih belum seperti yang diharapkan. public program may be poorly design and public services poorly delivered. Sekarang ini banyak sekali paradigma baru yang berkembang dalam sektor publik terutama dalam penyelenggaraan negara atau pemerintahan. Reformasi birokrasi dalam sector public menurut Mark Schacter (2000) dalam papernya Public Sector Reform In Developing Countries. and professional staff (Setiyono. Sementara itu. accountability may be weak. Director General IIAS mendefinisikan reformasi birokrasi sebagai Proses yang dilakukan secara kontinue untuk mendesain ulang birokrasi yang berada di lingkungan pemerintah dan partai politik sehingga dapat berdaya guna dan berhasil guna baik ditinjau dari segi hukum maupun politik”.

Reformasi birokrasi bisa dikatakan reforming on being reformed.(good governance) yang mempunyai tujuan utama memberikan pelayanan yang lebih baik/prima kepada masyarakat (excellent services for civil society). habits. a change for better in morals. 2. akuntabilitas. Objeknya adalah pada semua sektor penyelenggara negara bidang pemerintahan (kelembagaan. Reformasi birokrasi dimaksudkan agar birokrasi pemerintah selalu bisa menjalankan kerjanya dengan baik untuk melayani masyarakat sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen modern. . pelayanan publik. 15 April 1998 Soeharto meminta mahasiswa mengakhiri protes dan kembali ke kampus karena sepanjang bulan ini mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta dan negeri melakukan unjuk rasa menuntut dilakukannya reformasi politik. sehingga ada konsep dan sistem yang jelas berlangsung terus menerus secara berkelanjutan dalam enam pekerjaan meliputi evaluasi. penertiban. langkahlangkah pembaharuan sektor publik (public sector reform) dalam upaya mewujudkan tata pemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintahan yang bersih (clean government) sebagai wahana untuk mewujudkan masyarakat madani.2 Peristiwa Reformasi Berikut adalah pemaparan peristiwa reformasi yang mengakhiri kekuasaan Soeharto di Indonesia: 5 Maret 1998 Dua puluh mahasiswa Universitas Indonesia mendatangi Gedung DPR/MPR untuk menyatakan penolakan terhadap pidato pertanggungjawaban presiden yang disampaikan pada Sidang Umum MPR dan menyerahkan agenda reformasi nasional. pembaharuan. penyempurnaan. Mereka diterima dan didukung oleh Fraksi ABRI. 11 Maret 1998 Soeharto dan BJ Habibie disumpah menjadi Presiden dan Wakil Presiden 14 Maret 1998 Soeharto mengumumkan kabinet baru yang dinamai Kabinet Pembangunan VII. penataan. methods. Ini mengandung maksud adanya proses atau rangkaian kegiatan dan tindakan yang sungguh-sungguh dan rasional. ketatalaksanaan. perjuangan untuk menegakan hukum dan konstitusi. SDM aparatur. perbaikan.

misalnya. Ini merupakan lawatan terakhirnya keluar negeri sebagai Presiden RI. Bogor. Sementara itu .besaran terjadi di Medan yang berujung pada kerusuhan. 13 Mei 1998 Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta. 9 Mei 1998 Soeharto berangkat ke Kairo. Demonstrasi itu berubah menjadi kerusuhan saat para demonstran terlibat bentrok dengan petugas keamanan. Wiranto dan 14 menteri Kabinet Pembangunan VII mengadakan dialog dengan mahasiswa di Pekan Raya Jakarta namun cukup banyak perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang menolak dialog tersebut. Bandung dan Yogyakarta menyambut kenaikan harga bahan bakar minyak (2 Mei 1998) dengan demonstrasi besar-besaran. 2 Mei 1998 Pernyataan itu diralat dan kemudian dinyatakan bahwa Soeharto mengatakan reformasi bisa dilakukan sejak sekarang (tahun 1998).18 April 1998 Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Jendral Purn. Keempat mahasiswa tersebut ditembak saat berada di halaman kampus. Di Universitas Pasundan Bandung. 1 Mei 1998 Soeharto melalui Menteri Dalam Negeri Hartono dan Menteri Penerangan Alwi Dachlan mengatakan bahwa reformasi baru bisa dimulai tahun 2003. dan Bekasi datang ke Kampus Trisakti untuk menyatakan duka cita. 4 Mei 1998 Mahasiswa di Medan. Kegiatan itu diwarnai kerusuhan. Mesir untuk menghadiri pertemuan KTT G -15. 16 mahasiswa luka akibat bentrokan tersebut. mengatakan bersedia mengundurkan diri jika rakyat menginginkan. Tangerang. Ia mengatakan itu di depan masyarakat Indonesia di Kairo. 14 Mei 1998 Soeharto seperti dikutip koran. 5 Mei 1998 Demonstrasi mahasiswa besar . 12 Mei 1998 Aparat keamanan menembak empat mahasiswa Trisakti yang berdemonstrasi secara damai.

05 Soeharto mengumumkan mundur dari kursi Presiden dan BJ. Toko-toko banyak ditutup. 19 Mei 1998 Soeharto memanggil sembilan tokoh Islam seperti Nurcholis Madjid. Ramayana dan Borobudur. Namun hal itu tidak mampu meredam aksi massa. Ia lalu mengajukan pembentukan Komite Reformasi. 16 Mei 1998 Warga asing berbondong-bondong kembali ke negeri mereka. Super Indo. Sementara ribuan mahasiswa tetap bertahan dan semakin banyak berdatangan ke gedung MPR / DPR. Sementara itu Amien Rais mengajak massa mendatangi Lapangan Monumen Nasional untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Sebagian warga pun masih takut keluar rumah. Permintaan tersebut ditolak Soeharto. Goro. Kamis.kerusuhan dan penjarahan terjadi di beberapa pusat perbelanjaan di Jabotabek seperti Supermarket Hero. pukul 09. 2. mahasiswa yang datang ke Gedung MPR untuk berunjukrasa semakin banyak. Makro.J habibi dengan beberapa kebijakanya yaitu: . 15 Mei 1998 Soeharto tiba di Indonesia setelah memperpendek kunjungannya di Kairo. dimana eleman masyarakat dan mahasiswa tetap menginginkan Soeharto mundur.3 Masa Reformasi 1.5 jam (molor dari rencana semula yang hanya 30 menit) itu para tokoh membeberkan situasi terakhir. Pada saat itu Soeharto menegaskan bahwa ia tak mau dipilih lagi menjadi presiden. Abdurrahman Wahid. Mereka terus mendesak agar Soeharto mundur. dan KH Ali Yafie. 20 Mei 1998 Jalur jalan menuju Lapangan Monumen Nasional diblokade petugas dengan pagar kawat berduri untuk mencegah massa masuk ke komplek Monumen Nasional namun pengerahan massa tak jadi dilakukan. Ia membantah telah mengatakan bersedia mengundurkan diri. Sekitar 500 orang meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi selama kerusuhan terjadi. Malik Fajar. Suasana di Jabotabek masih mencekam. Pada awal reformasi Indonesia di pimpin oleh B. Dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir 2. Habibie disumpah menjadi Presiden RI ketiga. Beberapa dari bangunan pusat perbelanjaan itu dirusak dan dibakar. 21 Mei 1998 Di Istana Merdeka. Suasana Jakarta masih mencekam. Pada dinihari Amien Rais meminta massa tak datang ke Lapangan Monumen Nasional karena ia khawatir kegiatan itu akan menelan korban jiwa.

dengan jumlah menteri 16 orang yang merupakan perwakilan dari Golkar. adil. kebebasan beragama. · Refomasi dalam bidang hukum Target reformasinya yaitu subtansi hukum. Masa pemerintahan Megawati Soekarno Putri: Kebijakan-kebijakan pada masa Megawati: .· Membentuk Kabinet Reformasi Pembangunan Dibentuk tanggal 22 Mei 1998. dan PDI. Anggota yang masih menduduki jabatan birokrasi diperintahkan untuk memilih kembali kesatuan ABRI atau pensiun dari militer untuk berkarier di sipil. · Merestrukturisasi lembaga pemerintahan seperti menghapus departemen yang dianggapnya tidak efesien (menghilangkan departemen penerangan dan sosial untuk mengurangi pengeluaran anggaran. keanggotaan ABRI dalam DPR/MPR makin berkurang dan akhirnya ditiadakan. bebas. dan instansi peradilan yang independen. 2. Masa pemerintahan Abdurrahman Wahid ( Gus Dur ) : Kebijakan-kebijakan pada masa Gus Dur: · Meneruskan kehidupan yang demokratis seperti pemerintahan sebelumnya (memberikan kebebasan berpendapat di kalangan masyarakat minoritas.9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. rahasia) dan JURDIL (jujur dan adil). PPP. aparatur penegak hukum yang bersih dan berwibawa. · Mengatasi masalah dwifungsi ABRI Jendral TNI Wiranto mengatakan bahwa ABRI akan mengadakan reposisi secara bertahap sesuai dengan tuntutan masyarakat. mengadakan pemilu yang bebas. secara bertahap akan mundur dari area politik dan akan memusatkan perhatian pada pertahanan negara. 3.Kebebasan menyampaikan pendapat diberikan asal tetap berpedoman pada aturan yang ada yaitu UU No. rahasia. -Kebebasan menyampaikan pendapat. · Mengadakan sidang istimewa Sidang tanggal 10-13 November 1998 yang diadakan MPR berhasil menetapkan 12 ketetapan. Dari hal tersebut. · Mengadakan pemilu tahun 1999 Pelaksanaan pemilu dilakukan dengan asas LUBER (langsung. membentuk Dewan Keamanan Ekonomi. memperbolehkan kembali penyelenggaraan budaya tiong hua). -Reformasi dalam bidang politik Habibie berusaha menciptakan politik yang transparan. jujur.

Masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono: Kebijakan-kebijakan pada masa SBY: · Anggaran pendidikan ditingkatkan menjadi 20% dari keseluruhan APBN. 22 tahun 1999 tentang pemerintahan daerah dan UU no. Hal tersebut diberikan perhatian khusus karena peristiwa lepasnya Timor Timur dari RI.· Memilih dan Menetapkan Ditempuh dengan meningkatkan kerukunan antar elemen bangsa dan menjaga persatuan dan kesatuan. 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah dan UU no. 4. · Menjaga keutuhan NKRI Setiap usaha yang mengancam keutuhan NKRI ditindak tegas seperti kasus Aceh. Poso.4 Keterkaitan Reformasi dengan UU Pemda 2010 Dalam era reformasi pemerintah telah membuat dua kebijakan tentang otonomi daerah. 33 tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. 25 tahun1999 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. · Pemberian bibit unggul pada petani. · Subsidi BBM. Kedua adalah UU no. · Konversi minyak tanah ke gas. · Memudahkan investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Ambon. · Membangun tatanan politik yang baru Diwujudkan dengan dikeluarkannya UU tentang pemilu. susunan dan kedudukan MPR/DPR. · Melanjutkan amandemen UUD 1945 Dilakukan agar lebih sesuai dengan dinamika dan perkembangan zaman. Papua. dan pemilihan presiden dan wapres. 2. · Meningkatkan sektor pariswisata dengan mencanangkan "Visit Indonesia 2008". · Pembayaran utang secara bertahap kepada badan PBB. · Meluruskan otonomi daerah Keluarnya UU tentang otonomi daerah dan melakukan pembinaan terhadap daerah-daerah. Pertama adalah UU no. · Buy back saham BUMN · Pelayanan UKM (Usaha Kecil Menengah) bagi rakyat kecil. Upaya ini terganggu karena peristiwa Bom Bali yang mengakibatkan kepercayaan dunia internasional berkurang. · Memberikan BLT (Bantuan Langsung Tunai). . · Pemberantasan korupsi melalui KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

UU tersebut membawa dampak seperti kelembagaan pemerintah cenderung dominan dipegang oleh DPRD. . 32 tahun 2004 direvisi lagi dan digantikan dengan UU pemda 2010 yang rincianya terbagi menjadi tiga yaitu: tentang UU Pemerintahan Daerah.32 guna merevisi UU no. keadilan moneter dan fiscal. primodialisme daam pengangkatan kepala daerah maupun birokrasi.22 yang memiliki letak perbedaan dalm kewenanganya dimana pemerintahan daerah diikutsertakan dalam urusan pemerintahan pusat. pertahanan dan keamanan.Dalam perkembangany UU no. dan tentang UU tentang Desa. penyediaan layanan umum di setiap daerah belum memadai. 22 tahun 1999 “Kewenangan daerah mencakup dalam seluruh bidang pemerintahan kecuali kewenangan dalam bidang politik luar negri. agama serta kwenangan bidang lain. Lalu munculah UU no. Pada tahun 2010 UU no. munculnya sistem-sistem kerajaan didaerah. UU Pemilu Kepala Daerah. terdapat konflik dalam perebutan sumber daya daerah. 22 dinilai dari segi kebijakanya dan segi implementasinya terdapat sejumlah kelemahan disini pemerintah dikatakan setengah hati dalam memberikan kebijakan terhadap daerah tampak jelas dalam pasal 7 (1) UU no.

3. budaya. dll.2 Saran dan Kritik Dengan adanya jaminan dalam melakukan kebebasan berpendapat diharapkankan masyarakat Indonesia mampu menyampaikan hal-hal yang menjadi aspirasi demi penemuan solusi dan terciptanya cita-cita negara berupa keadaan negara demokrasi dan stabil disegala bidang sehingga mampu bersaing dengan negara-negara maju lainya. ekonomi. Dibidang social adanya kebebasan berpendapat bagi seluruh mayarakat Indonesia dan kebabasan dalam penyelengaraan budaya bahkan pada tahun 1999 telah diberlakukan Undang-Undang 40 Tahun 1999 tentang Pers pasal 4 didalam ayat 1 disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara dimana pers bertujuan sebagai pemberi informasi dan penyalur komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Dibidang ekonomi menjalin hubungan yang luas dengan negara luar maka terbentuklah “ ASIA Free Trade Area” dan era Global pada tahun 2010 dimana antar ngara bebas melakukan kegiatan ekonomi di Indonesia dan sebaliknya diharapkan menciptakan pangsa yang lebih luas sehingga meningkatkan pendapatan perekonomian dan kemajuan teknologi dikawasan Asia. Dibidang hukum misalnya pemerintah berusaha menciptakan substansi negara yang bersih dan berwibawa serta menindak tegas para aparat negara yang korupsi.9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. Kebebasan menyampaikan pendapat.Kebebasan menyampaikan pendapat diberikan asal tetap berpedoman pada aturan yang ada yaitu UU No. rahasia. Kebebasan berpendapat juga ditandai dengan kebebasan pers yang bertujuan sebagai penyambung lidah antara pemerintah dan masyarakat diharapkan agar peran pers ini tidak dislahgunakan dengan penyampaian informasi-informasi yang berlebihan dan tidak bertanggungjawab seehingga memicu terjadinya kesalahpahaman. social. mengadakan pemilu yang bebas. adil. jujur. Adanya “Asian Free Trade Area” yang membawa negara pada persaingan keras antara pasar lokal dan internasioinal yang pesat diharapkan mampu menjadi tolak ukur bagi negara kita dalam bersaing merebut pangsa pasar dunia jangan sampai produk dalam negri menjadi .1 Kesimpulan Reformasi telah menghantarkan bangsa Indonesia pada perubahan besar-basaran disegala bidang antara lain politik.BAB III PENUTUP 3. Dibidang politik menciptakan berusaha menciptakan politik yang transparan.

tersingkir dengan jalan meningkatkan produk dalam negri dan sebagai masyarakat Indonesia kita harus mencintai produk-produk didalam negri sehingga menciptakan daya jual terhadap pangsa pasar yang internasional. Diharapkan masyarakat mampu mengendalikan diri dalam keadaan yang selalu dinamis dan harus selalu ingat akan jati diri kita yaitu bangsa Indonesia bertumpah darah satau tumpah darah Indoenesia jangan sampai karena perubahan pesat tersebut kita tidak mampu memanegemen diri kita sehingga terjerumus kedalam hal-hal negatif akibat dampak dari kemajuan dunia. . Pada era Global ini teknologi berkembang secara pesat dimana informasi dengan mudah di akses oleh siapapun.

blog.esaunggul. Melalui http://apaapaapa.ac.DAFTAR PUSTAKA Vialli.com/search?q=masa+reformasi [2009/02/01] NN.blogspot.wikipedia.id/2010/10/11/industrialisasi-dalam-ekonomi-danpolitik-indonesia-pada-era-reformasi/ [2010/10/11] . Lia. 2010. Masa Reformasi. Melalui http://teknikindustri. 2010. Industrialisasi Dalam Ekonomi Dan Politik Indonesia Pada Era Reformasi. Reformasi.org/wiki/Reformasi [2010/07/27] Amalia. Melalui http://id. 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful