P. 1
Pengelompokan Bahan

Pengelompokan Bahan

|Views: 68|Likes:
Published by Tika Risyad

More info:

Published by: Tika Risyad on Dec 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2013

pdf

text

original

Pengelompokan Bahan

Disusun Oleh: 1. Atikah Risyad (110405048)

2. Oktris Novali Gusti (110405050) 3. Adrian Hartanto (110405051)

4. Rahayu Wulandari (110405052) 5. Randi Sitorus (110405054)

Universitas Sumatera Utara Fakultas Teknik Departemen Teknik Kimia Medan 2012

Bahan logam

Bahan teknik secara umum dapat digolongkan dalam kelompok logam dan bukan logam. Selain dua kelompok tersebut ada kelompok lain yang dikenal dengan nama metaloid (menyerupai logam) yang sebenarnya termasuk bahan bukan logam. Dari semua golongan logam dapat dibedakan menjadi lima bagian yaitu : 1. Logam berat adalah logam yang berat jenisnya lebih besar dari 5 kg/dm3. Misalnya : nikel, kromium, tembaga, timah, seng, dan besi. 2. Logam ringan adalah logam yang berat jenisnya lebih kecil dari 5 kg/dm3. Misalnya : aluminium, magnesium, natrium, titanium, dan lain-lain. 3. Logam mulia adalah logam yang dalam keadaan tunggal sudah dapat dipakai sebagai bahan teknik atau dengan kata lain, dalam keadaan murni tanpa dicampur dengan bahan logam lain sudah dapat diproses menjadi barang jadi atau setengah jadi dengan sifat-sifat yang baik sesuai dengan yang diinginkan. Pada umumnya bahan logam belum memenuhi syarat bahan teknik apabila tidak dicampur dengan bahan yang lain, kecuali logam mulia. Beberapa logam mulia yang kita kenal adalah emas, perak dan platina. 4. Logam refraktori yaitu logam tahan api. Misalnya : wolfram, molebdenum, dan titanium. 5. Logam radioaktif adalah bahan yang menunjukkan gejala radioaktif karena berupa radionuklida. Radioaktif adalah radiasi elektromagnetik dan penyebaran partikel pada saat terjadi perubahan spontan suatu inti atom. Beberapa logam radioaktif yang kita kenal adalah uranium, radium dan plutonium. Dalam praktek, bahan logam yang digunakan bukan merupakan logam murni melainkan logam paduan. Logam murni dalam pengertian ini adalah logam yang tidak dicampur dengan unsur lainnya atau dengan kata lain, logam yang

diperoleh dari alam (hasil tambang) dalam keadaan murni dengan kadar kemurnian 99,99 %. Dengan memadukan dua logam atau lebih, dapat diperoleh sifat-sifat yang lebih baik dari pada logam aslinya. Misalnya tembaga dan timah, keduanya adalah logam yang lunak, bila dipadukan menjadi logam yang keras dan kuat dengan nama perunggu. Besi murni adalah bahan yang lunak sedangkan zat arang (bukan logam) adalah bahan yang rapuh, paduan besi dengan zat arang menjadi baja yang keras dan liat. Logam pada umumnya terdapat di alam (tambang) dalam bentuk bijihbijih berupa batuan atau mineral. Bijih logam tersebut masih terikat dengan unsur-unsur lain sebagai oksida, sulfida atau karbonat. Logam berat dan logam ringan menurut keberadaannya terdapat dalam dua bentuk yaitu logam murni dan logam paduan. 1. Logam murni yaitu logam dengan sifat-sifat : a. Kadar kemurnian 99,9 %. b. Kekuatan tarik rendah c. Titik lebur tinggi d. Daya hantar listrik baik e. Daya tahan terhadap karat baik 2. Logam paduan yaitu logam campuran dari dua macam logam atau lebih yang dicampur satu sama lain dalam keadaan cair, sehingga mempunyai sifat-sifat : a. Kekerasan dapat ditingkatkan dari kekerasan logam asalnya. b. Kekuatan tarik dapat diperbesar c. Daya pemuaian dapat dikurangkan d. Titik lebur dapat diturunkan atau dinaikkan dibanding logam-logam asalnya.

Macam-macam logam paduan yaitu; 1. Paduan tuang 2. Paduan tempa Dalam logam paduan dikenal perbedaan antara paduan logam berat dan paduan logam ringan. Diantara paduan logam berat yang kita kenal antara lain sebagai berikut: 1. Kuningan atau loyang yaitu paduan antara tembaga dengan seng dan sedikit tambahan timbal. 2. Perunggu yaitu campuran antara tembaga, timah, sedikit seng dan timbal. 3. Paduan nikel untuk logam-logam tahan karat, misalnya monel, metal dan sebagainya. 4. Paduan seng untuk alat-alat ukur dan bagian-bagian mesin. Sedangkan untuk paduan logam ringan kita kenal antara lain sebagai berikut: 1. Aluminium dan paduannya yang banyak digunakan untuk paduan logam ringan, misalnya duralumin yang biasa digunakan untuk badan pesawat terbang, kendaraan bermotor, kapal pesiar, alat-alat rumah tangga dan sebagainya. 2. Paduan magnesium digunakan hanya bila dalam konstruksi mesin yang faktor berat menjadi pertimbangan utama. Sebab magnesium

mempunyai daya gabung yang tinggi terhadap oksigen dan mudah terbakar. 3. Paduan titanium banyak digunakan untuk paduan aluminium sebagai logam ringan yang banyak dipakai pada konstruksi pesawat terbang.

Logam juga terbagi atas logam ferro dan non-ferro: a. Logam ferro Logam ferro adalah adalah logam besi. Besi merupakan logam yang penting dalam bidang teknik, tetapi besi murni terlalu lunak dan rapuh sebagai bahan kerja, konstruksi atau pesawat. Oleh karena itu besi selalu bercampur dengan unsur lain, terutama zat arang/karbon. Sebutan besi dapat berarti : 1. Besi murni dengan simbol kimia Fe yang hanya dapat diperoleh dengan jalan reaksi kimia. 2. Besi teknik adalah yang sudah atau selalu bercampur dengan unsur lain. Besi teknik terbagi atas tiga macam yaitu : 1. Besi mentah atau besi kasar yang kadar karbonnya lebih besar dari 3,7%. 2. Besi tuang yang kadar karbonya antara 2,3 sampai 3,6 % dan tidak dapat ditempa. Disebut besi tuang kelabu karena karbon tidak bersenyawa secara kimia dengan besi melainkan sebagai karbon yang lepas yang memberikan warna abu-abu kehitaman, dan disebut besi tuang putih karena karbon mampu bersenyawa dengan besi. 3. Baja atau besi tempa yaitu kadar karbonya kurang dari 1,7 % dan dapat ditempa. Logam ferro juga disebut besi karbon atau baja karbon. Bahan dasarnya adalah unsur besi (Fe) dan karbon (C) , tetapi sebenarnya juga mengandung unsur lain seperti : mangan, fosfor, belerang dan sebagainya yang kadarnya relatif rendah. Unsur-unsur dalam campuran itulah yang mempengaruhi sifatsifat besi atau baja pada umumnya, tetapi unsur zat arang (karbon) yang paling besar pengaruhnya terhadap besi atau baja terutama kekerasannya. Pembuatan besi atau baja dilakukan dengan mengolah bijih besi di dalam dapur tinggi yang akan menghasilkan besi kasar atau besi mentah. Besi kasar belum dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat benda jadi maupun setengah jadi, oleh karena itu, besi kasar itu masih harus diolah kembali di dalam dapur-dapur baja.

Logam yang dihasilkan oleh dapur baja itulah yang dikatakan sebagai besi atau baja karbon, yaitu bahan untuk membuat benda jadi maupun setengah jadi. b. Logam non ferro Logam non ferro atau logam bukan besi adalah logam yang tidak mengandung unsur besi (Fe). Logam non ferro murni kebanyakan tidak digunakan begitu saja tanpa dipadukan dengan logam lain, karena biasanya sifatsifatnya belum memenuhi syarat yang diinginkan, kecuali platina, emas dan perak. Ketiga logam ini tidak dipadukan karena sudah memiliki sifat yang baik, misalnya ketahanan kimia dan daya hantar listrik yang baik serta cukup kuat, sehingga dapat digunakan dalam keadaan murni. Tetapi karena harganya mahal, ketiga jenis logam ini hanya digunakan untuk keperluan khusus. Misalnya dalam teknik proses dan laboratorium di samping keperluan tertentu seperti perhiasan dan sejenisnya. Logam non ferro juga digunakan untuk campuran besi atau baja dengan tujuan memperbaiki sifat-sifat baja. Dari jenis logam non ferro berat yang sering digunakan uintuk paduan baja antara lain, nikel, kromium, molibdenum, wolfram dan sebagainya. Sedangkan dari logam non ferro ringan antara lain: magnesium, titanium, kalsium dan sebagainya. Bahan Polimer Polimer lebih dikenal dengan orang awam sebagai plastik. Istilah polimer terdiri atas kata poli dan meros, poli berarti banyak dan meros artinya bagian. Polimer merupakan senyawa makromolekul yang terdiri atas molekul sama yang terikat secara berulang menjadi sebuah rantai panjang. Molekul-molekul penyusun polimer biasanya diikat oleh ikatan kovalen yang sangat kuat. Walaupun dikenal orang awam sebagai plastik, polimer memiliki cakupan senyawa yang sangat luas mulai dari alami sampai sintetis. Cakupan polimer berasal dari plastik yang digunakan sehari-hari, elastomer (polimer elastis) sampai polimer alami yang ada pada makhluk hidup seperti polisakarida dan

protein. Namun polimer yang digunakan dalam proses manufaktur biasanya bersifat sintetis dan tidak terdapat pada makhluk hidup. Komponen utama dari polimer adalah hidrokarbon (atom karbon dan hidrogen), contohnya adalah polietilena (PE) yang terdiri atas monomer etena, yang tersusu secara berulang. Etena memiliki rumus kimia C2H4. Oksigen juga sering dijumpai pada beberapa polimer, contohnya: polietilen glikol dan polisakarida (karbohidrat). Berdasarkan penyusunnya polimer dibagi menjadi: 1. Homopolimer, apabila polimer disusun dari satu jenis monomer yang berulang-ulang. 2. Kopolimer, apabila polimer disusun dari berbagai jenis monomer yang berulang-ulang. Proses pembuatan polimer disebut polimerisasi. Polimerisasi bisa digolongkan menjadi dua yaitu: polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi. Polimerisasi adisi adalah polimerisasi yang terjadi berdasarkan pemutusan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal. Contoh polimer yang terbuat dari proses polimerisasi adisi adalah Polivinil klorida (PVC) atau dikenal dengan nama paralon. Polimerisasi kondensasi adalah polimerisasi yang terjadi karena pengeluaran molekul-molekul kecil seperti air (H20). Contoh polimer yang terbuat dari proses polimerisasi kondensasi adalah nilon 6-6. Nilon 6-6 terbentuk dari monomer heksametilenamina (nama IUPAC, heksana 1,6 diamin) dan monomer asam adipat (nama IUPAC, asam heksanadioat). Polimer dibagi menjadi 2 kategori besar yaitu: 1. Termoplastik Suatu polimer dikatakan bersifat termoplastik apabila polimer tersebut dipanaskan akan meleleh dan tidak terdekomposisi. Atau dengan kata lain, polimer termoplastik dapat dibentuk kembali melalui proses

pemanasan.

Contoh

polimer

termoplastik

adalah

polietilena,

polipropilena, polistirena, polivinil klorida, poli tetrafluoroetana, dll. 2. Termoset Suatu polimer dikatakan bersifat termoset apabila polimer tersebut dipanaskan dan terdekomposisi. Contoh polimer termoset adalah bakelit.

Polimer merupakan salah satu bahan yang paling banyak diproduksi didunia karena peranannya dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa contoh polimer yang paling sering dijumpai di kehidupan sehari-hari: 1. Polietilena (PE) Polietilena atau polietena merupakan polimer yang digunakan sebagai ppembungkus, penyelubung kawat dll. Polietilena merupakan gabungan dari etena yang berulang. Polietilena dibagi menjadi berbagai kelas menurut densitasnya: Low density Medium density High density 0,910-9,925 g/cm3 0,926-0,940 g/cm3 0,941-0,959 g/cm3

Very high density 0,959 g/cm3 atau lebih tinggi.

Masing-masing kelompok memiliki sifat yang berbeda. PE dengan densitas tinggi memiliki titik didih yang lebih tinggi yang lebih rendah. 2. Polipropilena (PP) Polipropilena atau polipropena mirip dengan polietilena, hanya saja salah satu atom H pada atom etena digantikan oleh gugus metil (CH3), Sifatsifat mekanis PP lebih baik dibandingkan dengan PE, serta titik didih PP lebih tinggi dibandingkan PE yang densitas tinggi. 3. Polivinil klorida (PVC) Polivinil klorida adalah polimer mirip polietilena tetapi dengan salah satu atom H digantikan oleh atom Cl. PVC dibagi atas 2 kelompok yaitu PVC yang diberi plasticizer dan PVC kaku (tanpa plasticizer). PVC yang diberi plasticizer dikenal sebagai nama vinyl. Bentuk ini memiliki kekuatan yang

rendah, dan digunakan sebagai imitasi kulit, penutup dinding dll. PVC tanpa plasticizer merupakan polimer yang sangat kaku dan kuat. Sifat ini menyebabkan polimer ini sering digunakan sebagai pipa. Bentuk ini lebih tahan terhadap serangan kimia (baik asam maupun basa), akan tetapi sangat kurang tahan terhadap pelarut organik. Bahan Semikonduktor Semikonduktor merupakan bahan dengan konduktivitas listrik yang berada di antara isolator dan konduktor. Disebut semi atau setengah konduktor, karena bahan ini memang bukan konduktor murni. Sebuah semikonduktor akan bersifat sebagai isolator pada temperatur yang sangat rendah, namun pada temperatur ruang akan bersifat sebagai konduktor. Bahan semikonduktor yang banyak dikenal contohnya adalah silikon (Si), germanium (Ge) dan Galium Arsenida (GaAs). Germanium dahulu adalah bahan satu-satunya yang dikenal untuk membuat komponen semikonduktor. Namun belakangan, Silikon menjadi popular setelah ditemukan cara mengekstrak bahan ini dari alam. Silikon merupakan bahan terbanyak ke-dua yang ada dibumi setelah oksigen (O2). Pasir, kaca dan batu-batuan lain adalah bahan alam yang banyak mengandung unsur silikon. A. Klasifikasi Semikonduktor Berdasarkan murni atau tidak murninya bahan, semikonduktor dibedakan menjadi dua jenis, yaitu semikonduktor intrinsik dan ekstrinsik. 1. Semikonduktor Intrinsik Semikonduktor intrinsik merupakan semikonduktor yang terdiri atas satu unsur saja, misalnya Si saja atau Ge saja. Pada Kristal semikonduktor Si, 1 atom Si yang memiliki 4 elektron valensi berikatan dengan 4 atom Si lainnya, Struktur kristal silikon dan germanium berbentuk tetrahedral dengan setiap atom memakai bersama sebuah elektron valensi dengan atom-atom tetangganya.

2. Semikonduktor Ekstrinsik Semikonduktor yang telah terkotori (tidak murni lagi) oleh atom jenis lain dinamakan semikonduktor ekstrinsik. Proses penambahan atom pengotor pada semikonduktor murni disebut pengotoran (doping). Dengan menambahkan atom pengotor (impurities), struktur pita dan resistivitasnya akan berubah. Ketidakmurnian dalam semikonduktor dapat menyumbangkan elektron maupun hole dalam pita energi. Dengan demikian, konsentrasi elektron dapat menjadi tidak sama dengan konsentrasi hole, namun masing-masing bergantung pada konsentrasi dan jenis bahan ketidakmurnian. Dalam aplikasi terkadang hanya diperlukan bahan dengan pembawa muatan elektron saja, atau hole saja. Hal ini dilakukan dengan doping ketidakmurnian ke dalam semikonduktor. Terdapat tiga jenis semikonduktor ekstrinsik yaitu semikonduktor tipe-n, semikonduktor tipe-p, dan semikonduktor paduan.

a. Semikonduktor tipe-n Semikonduktor tipe-n dapat dibuat dengan menambahkan sejumlah kecil atom pengotor pentavalen (antimony, phosphorus atau arsenic) pada silikon murni. Atom-atom pengotor (dopan) ini mempunyai lima elektron valensi sehingga secara efektif memilikimuatan sebesar +5q. Saat sebuah atom pentavalen menempati posisi atom silicon dalam kisi kristal, hanya empat elektron valensi yang dapat membentuk ikatan kovalen lengkap, dan tersisa sebuah elektron yang tidak berpasangan. Dengan adanya energi termal yang kecil saja, sisa elektron ini akan menjadi elektron bebas dan siap menjadi pembawa muatan dalam proses hantaran listrik. Material yang dihasilkan dari proses pengotoran ini disebut semikonduktor tipe-n karena menghasilkan pembawa muatan negatif dari kristal yang netral. Karena atom pengotor memberikan elektron, maka atom pengotor ini disebut sebagai atom donor. b. Semikonduktor tipe-p Semikonduktor tipe-p dapat dibuat dengan menambahkan sejumlah kecil atom pengotor trivalen (aluminium, boron, galium atau indium) pada semikonduktor murni. Atom-atom pengotor (dopan) ini mempunyai tiga elektron valensi sehingga secara efektif hanya dapat membentuk tiga ikatan kovalen. Saat sebuah atom trivalen menempati posisi atom silikon dalam kisi kristal, terbentuk tigaikatan kovalen lengkap, dan tersisa sebuah muatan positif dari atom silikon yang tidak berpasangan yang disebut lubang (hole). Material yang dihasilkan dari proses pengotoran ini disebut semikonduktor tipe-p karena menghasilkan pembawa muatan negatif pada kristal yang netral. Karena atom pengotor menerima elektron, maka atom pengotor ini disebut sebagai atom aseptor (acceptor).

c. Semikonduktor Paduan Semikonduktor paduan (compound semiconductor) dapat diperoleh dari unsur valensi tiga dan valensi lima (paduan III-V, misalnya GaAs atau GaSb) atau dari unsur valensi dua dan valensi enam (paduan II-VI, misalnya ZnS). Ikatan kimia terbentuk dengan peminjaman elektron oleh unsur dengan velensi lebih tinggi kepada unsur dengan valensi lebih rendah. Atom donor pada semikonduktor paduan adalah unsur dengan valensi lebih tinggi dibandingkan dengan unsur yang diganti. Atom akseptor adalah unsur dengan valensi lebih rendah dibandingkan dengan unsur yang diganti

B. Prinsip Dasar Semikonduktor Sifat bahan, baik konduktor, isolator, maupun semikonduktor terletak pada struktur jalur atau pita energi atom-atomnya. Pita energi adalah kelompok tingkat energi elektron dalam kristal. Sifat-sifat kelistrikan sebuah kristal tergantung pada struktur pita energi dan cara elektron menempati pita energi tersebut. Pita energi dibedakan menjadi 3, yaitu: 1. Jalur valensi, jalur dimana elektron dapat lepas dari ikatan atomnya jika mendapat energi. 2. Jalur konduksi, jalur tempat elektron-elektron dapat bergerak tanpa dipengaruhi oleh apapun. 3. Jalur larangan, jalur pemisah antara jalur valensi dengan jalur konduksi. Yang membedakan apakah bahan itu termasuk konduktor, isolator, atau semikonduktor adalah energi Gap (Eg). Energi gap adalah energi yang diperlukan oleh elektron untuk memecahkan ikatan kovalen sehingga dapat berpindah jalur dari jalur valensi ke jalur konduksi. Satuan energi gap adalah elektron volt (eV). Satu elektron volt adalah energi yang diperlukan sebuah elektron untuk berpindah pada beda potensial sebesar 1 volt. Satu elektron volt setara dengan 1,60 x 10-19 Joule.

Bahan Keramik Kata keramik berasal dari bahasa Inggris “ceramic” yang berasal dari Yunani, dan secara harfiah merujuk pada semua bentuk tanah liat. Walaupun demikian, istilah modern meluaskan definisinya untuk merangkumi bahan bukan logam. Bahan keramik didefinisikan sebagai fase yang merupakan senyawa yang memiliki unsur logam dan bukan logam. Contoh: Al2O3, gelas anorganik, dll. Kekerasan dan kerapuhan merupakan ciri umum keramik, disamping itu keramik juga lebih tahan terhadap suhu tinggi dan lingkungan yang lebih berat persyaratannya dibandingkan dengan logam atau polimer. Hal ini disebabkan oleh sifat elektronik atom-atomnya. Unsur logam pada keramik

memberikan elektron luarnya dan unsur non-logam mengikatnya. Akibatnya elektron tidak dapat bergerak bebas sehingga bahan keramik pada umumya adalah isolator listrik dan panas yang baik. Keramik dapat dibagi menjadi dua kategori umum: 1. Keramik tradisional seperti whiteware, ubin, batu bata, sewer pipe, keramik, dan roda pengasah. 2. Keramik Industri (juga disebut keramik teknik) seperti turbin, otomotif, heat exchangers, alat pemotong dll. Di antara bahan mentah yang paling pertama digunakan untuk pembuatan keramik adalah tanah liat, yang mana memiliki struktur seperti lembaran halus. Contoh yang paling umum adalah kaolin (dari Kaoling, sebuah bukit di Cina). Ini adalah tanah liat putih yang terdiri dari silikat aluminium, dengan lap isan ikatan lemah berselang-seling silikon dan ion aluminium. Bila air ditambahkan ke kaolin, air akan meresap pada lapisan (adsorpsi). Hal ini membuat lapisan licin dan memberi tanah liat basah yang terkenal baik kelembutan dan sifat

plastik (hydroplasticity) yang membuatnya formable. Bahan mentah alami untuk membuat keramik yang ditemukan di alam adalah flint (sebuah batu yang tersusun atas silica yang sangat halus) dan feldspar (kelompok kristal mineral yang tersusun atas aluminium silikat ditambah kalium, kalsium atau natrium. Porselen adalah keramik putih yang terdiri dari kaolin, kuarsa dan feldspar. Pengunaan porselen paling banyak pada alat-alat kesehatan. Semua keramik dapat dikatakan dibuat dengan melalui pemanasan pada temperatur tinggi. Keramik dimanfaatkan karena sifat termalnya yang unggul, seperti sifat tahan panas, hantaran panas, ketahanan terhadap kejutan termal, dan sebagainya.. Salah satu sifat khas dari keramik adalah kestabilan kimia. Sifat kimia dari permukaan keramik dapat dimanfaatkan secara positif. Karbon aktif,

silika gel, zeolit, dsb, mempunyai luas permukaan besar dan dipakai sebagai bahan pengabsorb. Kalau oksida logam dipanaskan pada kira-kira 5000C, permukaannya menjadi bersifat asam atau bersifat basa. Alumina, zeolit, lempung asam atau S 2O2– TiO 2 dan berbagai oksida biner dipakai sebagai katalis, dengan memanfaatkan aksi katalitik dari titik bersifat asam dan basa pada permukaan. Keramik mempunyai banyak manfaat, di antaranya adalah dapat digunakan sebagai peralatan sehari-hari maupun peralatan industri. Beberapa jenis keramik juga digunakan dalam kelistrikan karena keramik mempunyai nilai hambatan listrik yang tinggi. Keramik juga mempunyai sifat magnet yang tinggi, sehingga keramik digunakan sebagai magnet pada loudspeaker. Oleh karena keramik sangat tahan panas, keramik banyak digunakan pada sistem dengan temperatur tinggi. Keramik juga digunakan dalam mesin diesel sebagai komponen rotor dan turbin, karena ketahanan ausnya yang tinggi. Ini juga menyebabkan mesin menjadi lebih ringan karena massa jenis keramik umumnya rendah.

Bahan Komposit

Bahan komposit adalah suatu jenis bahan baru hasil rekayasa yang terdiri dari dua atau lebih bahan dimana sifat masing-masing bahan berbeda satu sama lainnya baik itu sifat kimia maupun fisikanya dan tetap terpisah dalam hasil akhir bahan tersebut. Komposit dapat didefinisikan sebagai gabungan serat-serat dan resin. Komposit dibentuk dari dua jenis material yang berbeda, yaitu: 1. Penguat (reinforcement), yang mempunyai sifat kurang ductile (ulet) tetapi lebih rigid serta lebih kuat. 2. Matriks, umumnya lebih ulet tetapi mempunyai kekuatan dan rigiditas yang lebih rendah

Material komposit terdiri atas lamina dan laminate. Lamina adalah satu lembar komposit dengan satu arah serat tertentu sedangkan laminate adalah gabungan dari beberapa lamina. Laminate dibuat dengan cara memasukkan lamina ke dalam autoklaf selama selang waktu tertentu dan dengan tekanan tertentu. Berikut adalah beberapa keuntungan dari komposit: 1. Berat yang lebih ringan 2. Kekuatan tarik yang lebih tinggi 3. Tahan korosi 4. Memiliki biaya perakitan yang lebih murah Kekurangan bahan komposit adalah: 1. Tidak tahan terhadap beban shock (kejut) dan crash (tabrak) dibandingkan dengan logam 2. Kurang elastis 3. Lebih sulit dibentuk secara plastis Macam-macam komposit 1. Komposit Matrik Polimer (Polymer Matrix Composites – PMC) Sifat : 1. Biaya pembuatan lebih rendah 2. Dapat dibuat dengan produksi massal 3. Ketangguhan (toughness) baik 4. Tahan simpan 5. Siklus pabrikasi dapat dipersingkat 6. Kemampuan mengikuti bentuk 7. Lebih ringan.

Keuntungan dari PMC : a. Ringan b. Specific stiffness tinggi c. Specific strength tinggi d. Anisotropy Aplikasi dari PMC : 1) Bathroom furniture 2) Aerospace 3) Construction material 2. Komposit Matrik Logam (Metal Matrix Composites – MMC) Metal Matrix composites adalah salah satu jenis komposit yang menggunakan matrik logam. Material MMC mulai dikembangkan sejak tahun 1996. Pada mulanya yang diteliti adalah Continous Filamen MMC yang digunakan dalam aplikasi aerospace. Kelebihan MMC dibandingkan dengan PMC : 1. Transfer tegangan dan regangan yang baik. 2. Ketahanan terhadap temperatur tinggi 3. Tidak menyerap kelembapan. 4. Tidak mudah terbakar. 5. Kekuatan tekan dan geser yang baik. 6. Ketahanan aus dan muai termal yang lebih baik Kekurangan MMC : 1. Biayanya mahal 2. Standarisasi material dan proses yang sedikit Matrik pada MMC : 1. Mempunyai keuletan yang tinggi 2. Mempunyai titik lebur yang rendah 3. Mempunyai densitas yang rendah

Contoh : Almunium beserta paduannya, Titanium beserta paduannya, Magnesium beserta paduannya. Aplikasi MMC, yaitu sebagai berikut : 1. Komponen automotive (blok-silinder-mesin,pully,poros gardan,dll) 2. Peralatan militer (sudu turbin,cakram kompresor,dll) 3. Aircraft (rak listrik pada pesawat terbang) 4. Peralatan Elektronik 3. Komposit Matrik Keramik (Ceramic Matrix Composites – CMC) CMC merupakan material 2 fasa dengan 1 fasa berfungsi sebagai reinforcement dan 1 fasa sebagai matriks, dimana matriksnya terbuat dari keramik. Reinforcement yang umum digunakan pada CMC adalah oksida, karbida, dan nitrida. Salah satu proses pembuatan dari CMC yaitu dengan proses DIMOX, yaitu proses pembentukan komposit dengan reaksi oksidasi leburan logam untuk pertumbuhan matriks keramik disekeliling daerah filler (penguat).

Matrik yang sering digunakan pada CMC adalah : a. Gelas anorganic. b. Keramik gelas c. Alumina d. Silikon Nitrida Keuntungan dari CMC : 1. Dimensinya stabil bahkan lebih stabil daripada logam 2. Sangat tangguh, bahkan hampir sama dengan ketangguhan dari cast iron 3. Mempunyai karakteristik permukaan yang tahan aus 4. Unsur kimianya stabil pada temperature tinggi 5. Tahan pada temperatur tinggi (creep) 6. Kekuatan & ketangguhan tinggi, dan ketahanan korosi Kerugian dari CMC 1. Sulit untuk diproduksi dalam jumlah besar

2. Relatif mahal dan non-coat effective 3. Hanya untuk aplikasi tertentu Aplikasi CMC, yaitu sebagai berikut : 1. Chemical processing = Filters, membranes, seals, liners, piping, hangers 2. Power generation = Combustorrs, Vanrs, Nozzles, Recuperators, heat exchange tubes, liner 3. Waste incineration = Furnace part, burners, heat pipes, filters, sensors. 4. Kombinasi dalam rekayasa wisker SiC/alumina polikristalin untuk perkakas potong. 5. Serat grafit/gelas boron silikat untuk alas cermin laser. 6. Grafit/keramik gelas untuk bantalan,perapat dan lem. 7. SiC/litium aluminosilikat (LAS) untuk calon material mesin panas. Kegunaan Bahan Komposit Biasanya bahan komposit digunakan untuk keperluan-keperluan khusus (misalnya: balap), karena membutuhkan sifat-sifat mekanis yang unggul. Penggunaan bahan komposit yaitu untuk : a) Pesawat terbang dan militer • Komposit digunakan untuk mereduksi berat dari pesawat untuk meningkatkan kecepatan dan daya tahan pesawat. • Penggunaan bahan komposit pada bagian vertical stabilizer pada pesawat, meringankan pesawat hingga 400kg dibandingkan dengan bahan aluminum. • Fiber-reinforced polymer juga digunakan pada baling-baling dari helikopter, yang jauh lebih ringan dari aluminum dan juga lebih mampu menahan getaran dari baling-baling b. Aplikasi luar angkasa

• Pada umumnya, fiber-reinforced polymer digunakan untuk komponenkomponen kecil, seperti solar array, antena, optical platform, dll. • Carbon fiber-reinforced epoxy tube digunakan untuk membangun rangka struktur dari low earth orbit satelite. • Struktur ini mendukung untuk optical bench, solar array panel, antenna reflector dan modul-modul lainnya. c. Bidang otomotif • Komposit digunakan pada bagian luar, kap mesin dan pintu mobil. Karena bagian tersebut harus mempunyai kekuatan dan kemampuan menahan benturan. d. Peralatan olahraga • Fiber-reinforced digunakan agar peralatan olahraga tersebut lebih ringan, tahan getaran, dan desainnya bisa lebih fleksibel. • Pada sepeda balap, penggunaan serat karbon berhasil menurunkan bobot dari 9 kg (tahun 1980an) menjadi hanya 1,1kg (tahun 1990an). • Untuk mengurangi biaya, serat karbon biasanya dicampur dengan serat kaca atau dengan kevlar 49. Bahan Biomaterial
Biomaterial dapat didefinisikan sebagai bahan organik atau anorganik yang bersifat biocompatible (cocok) dan dapat dipasang pada tubuh manusia untuk menggantikan ataupun memperbaiki jaringan yang rusak.

Biomaterial didapatkan secara alami ataupun diproduksi dalam laboratorium dengan berbagai pendekatan kimia berdasarkan komponen logam ataupun keramik. Dengan kata lain, biomaterial bisa saja berupa polimer, logam ataupun keramik. Dalam pengkajian biomaterial, ada suatu istilah

“biocompatibility” yang perlu diperhatikan. Biocompatibility secara harfiah berarti kecocokan secara biologis, atau dengan kata lain kecocokan biomaterial yang akan digunakan dengan bagian tubuh yang akan digunakan. Jika biomaterial yang akan dipasang tidak cocok dengan tubuh pasien, maka akan terjadi sebuah penolakan oleh sistem tubuh yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada pasien.
Jadi, perlu ditekankan bahwa biomaterial adalah zat yang berinteraksi

dengan sistem biologis sehingga biomaterial seharusnya tidak bereaksi dengan sistem yang ada pada tubuh karena penerapan utama biomaterial adalah penggantian alat-alat tubuh yang telah rusak. Ketika ada bagian tubuh yang rusak, bagian tubuh tersebut dapat diubah dan digantikan dengan bagian tubuh buatan (artificial). Salah satu contohnya adalah patah tulang. Ketika seseorang menderita patah tulang, tulang tersebut sudah tidak mampu bekerja sesuai keadaan awal. Tergantung keparahannya, tulang tersebut dapat disambung kembali secara alami atau harus dioperasi. Jika harus dioperasi maka diperlukan sebuah “sambungan” untuk menyambung tulang yang telah patah. Sambungan ini haruslah dapat berfungsi walaupun berada di dalam tubuh dan tidak mengganggu sistem kerja lain dalam tubuh. Penerapan biomaterial antara lain: 1. Penggantian Sendi 2. Operasi tulang 3. Ligamen dan tendon buatan 4. Gigi palsu 5. Pembuluh darah buatan 6. Cangkok jantung 7. Kontak lens 8. Operasi plastik Dll.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->