PENDIDIKAN DI MALUKU UTARA PADA MASA KESULTANAN TERNATE DALAM PERSPEKTIF SEJARAH DAN BUDAYA

Oleh

Prof. Dr. A. Rasyid Asba.MA Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Hasanuddin Makalah ini di sampaikan pada Seminar Internasinal dan Workshop yang Diselengarakan oleh STAIN Ternate Bekerjasama Dengan Turki Foundation Pada tanggal 21 Oktober-23 Oktober 2011

1

Pada awalnya yang disebut dengan Maluku yang terdiri dari Ternate.com Hp 081310301354 A. 2 Untuk lebih Jelasnaya Istilah penamaan Maluku dapat dilihat dari Ch. Sepeninggal Mashur Malamo mereka digantikan oleh Sida Arif Malamo. 1934 . 1824 : lihat pula M. dan Bacan.PENDIDIKAN DI MALUKU UTARA PADA MASA KESULTANAN TERNATE DALAM PERSPEKTIF SEJARAH DAN BUDAYA Oleh Prof.MA Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Hasanuddin1 Email rasbawecu @yahoo. Awal Munculnya Kesultanan Ternate di Maluku Van Fraassen menyebutkan bahwa nama Maluku mulai dikenal sejak ditemukannya dalam Negara Kertagama 1364 dengan nama Maloko Nama ini diadopsi dari bahasa Arab Al Muluk yang ketika itu sedang ramai mengunjingi Maluku. Van Fraassen Ternate en Onderhoorigheden. artinya " empa buah kerajaan (kolano).2 Setelah perjanjian Moti Kalano makian dan dan Moti pindah kerajaannya yaitu masing-masing ke Bacan dan Jailolo pada masa inilah mulai masuk perdagang-pedagang Arab jawa dan Melayu.. Ternate dipimpin secara berturut-turut oleh Kaicil Yamin (1272-1284). Tidore. A. Rasyid Asba. Selain Informasi dari pedagangpedagang Arab juga ditemulan dari berita Cina dari hikayat Dinasti Tang yang disebutnya Pulau Mi-li-ki. Dr. Sepeninggal Masyhur Malamo. Kepulauaan Rempah-Rempah Perjalanan Sejarah Maluku Utara 1250-1950. Pada masa pemerintahan raja ini Ternate sudah mulia mempunyai landasan politik yang espansionis. Nara Cipta Litera dengan Bursa Kawasan Timur Indonesia (BakTI) 2007 3 Kolonial Tijdschrift. F.3 Raja pertama Ternate adalah Masyhur Malamo yang memerintah pada tahun 1257-1272. Kaicil Siale (1284-1298. Adnan Amal. Keempat negeri ini disebut dengan "Moloku Kie Raha". Makian..hal 129-147 2 . Kamalu (1298-1304). Pada masa ini Ternate mulai berkembang sebagai bandar niaga yang didatangi oleh berbagai pedagang dari 1 Makalah ini di sampaikan pada Seminar Internasinal dan Workshop dengan Thema Pendidikan di Maluku Utara Dalam Perpektif Sejarah dan Budaya yang diselengrakan oleh STAIN Ternate bekerjasama dengan Turki Foundation di Kota Ternate pada tanggal 21 Oktober -23 Oktober 2011. dan Kaicil Ngara Lamo (13041317).

Dari sumber oral taradition dituturkan tentang kedatangan empat orang ulama dari Irak masing-masing syaikh Mansur yang menyiarkan Islam di Ternate dan Halmahera Utara (pesisir barat Halmahera yang berhadapan dengan Ternate) Syaikh Ya’kub berdakwa di Tidore dan Makean. Menurut Valentinjn pada dekade pertama abad XIV telah terdapat orang-orang Jawa dan melayu sedangkan orang arab dan Jawa telah ditemui pada decade ke empat abad itulah juga. Jawa. Gujarat. Sultan Zainal Abidin 4 Sida Arif Malamo membuka Dalam buku Elite dalam Perpektif Sejarah di sunting oleh sartono Kartodirdjo Jakarta LP3ES 1983. Memperhatikan posisi Ternate sebagai pelabuhan dagang utama di Nusantara dan peranan orang Arab dalam perdagangan dan pelayaran di Maluku Utara patut di duga bahwa orang-orang Arab muslim yang pertama berada di Ternate. nama gelar kolano diganti menjadi Sultan. Sultan Zainal Abidin adalah seorang sultan yang memiliki perhatian yang besar terhadap ajaran Islam. Sangat boleh jadi orang-orang Jawa dan Melayu serta cina yang telah berada di Ternate . Ketika Kesultanan Islam mulai terbentuk di Ternate pada tahun 1486. Ternate semakin maju dan menerima Islam sebagai alat politik kerajaan . Sida Arif Malamo juga bergaul secara luwes dengan para pedagang yang datang dari luar. Syaikh Amin bersama Syaikh Umar menyiarkan Islam di Halmahera belakang (pesisier Timur Halmahera). bahkan ia juga belajar bahasa Arab dan Cina.hal 129pasar sebagai tempat pertemuan para pedagang dari luar dengan rakyat Ternate.Makassar. Melayu. Dalam memori kolektif masyarakat Ternate ke empat syaikh itu merupakan orang arab Islam yang pertama kali berada di Ternate. Untuk memperdalam ajaran Islam. ketika itu Ternate mulai mendapat nama gelar Sultan yakni Sultan Zainal Abidin . Para pedagang ini mulai menetap dan membuka pos-pos perdagangan dengan membawa Ternate sebagai Kota dagang 4 Sesudah perjanjian Moti pada abad XIV kolano makiang pindah ke Bacan dan kolano Moti pindak ke Jailolo. Sida Arif Malamo sangat menyarankan kepada rakyatnya untuk mempelajari teknologi pembuatan perahu dan cara menggunakan layar serta navigasi 3 . serta mengenakan jubah Arab dan pakaian yang digunakan para pedagang Cina. Raja dari kempat kolano itu telah memeluk agama islam. Sultan Zainal Abidin tidak hanya melakukan perubahan dalam masalah gelar. yaitu: menjadikan Islam sebagai agama resmi dan melembaga dalam kerajaan dan membentuk lembaga baru yang di sebut Bobato . meskipun pada akhirnya abad XV barulah empat kolano itu menjadi kesultanan demikianlah sejak pertengahan abad XIII itu islam telah di terima oleh pri bumi. Cina. Setelah diangakat menjadi raja Ternate. tetapi juga melakukan beberapa perubahan yang mendasar. dan Arab. Sebagaimana sejarah lisan pada umumnya tidak diketaui waktu kedatangan empat mubaligh islam itu. pada tahun 1495.

Karim Al-Jili. Mesir lalu menetap di Medinah.H.meninggalkan istananya dan pergi berguru pada Sunan Giri di Jawa dan Malaka. Ibrahim Al-Kurani belajar di beberapa tempat di Persia.. Ada perbedaan antara Al-Muradi dan Al-Jabarti mengenai kebangsaan dan tempat kelahiran Mullah Syahrani Al-Madani Al-Kurani adalah seorang Kurdis. Sebaliknya. Suriah . India dan Hindia Belanda. Irak. Menurut A. Ulama yang sangat berpengaruh dalam penyebaran sufisme filosofis di Nusantara adalah Hamzah Alfansuri yang diperkirakan berperan pada abad ke-17 dan Syamsuddin Al Sumartani yang wafat tahun 1630 dan Abdul Rauf Singkel di Aceh yang wafat ada tahun 1693. Al. Johns para syaikh sufi pengembara yang berasal dari Timur Tengah memaikan peranan penting dalam penyebaran agama Islam di Nusantara adalah karena paranan para guru sufi sebagai pelaksana pendidikan baik yang berkaitan siar Islam maupun pembelajaran dalam masyarakat. Dalam konteks ajarannya ia menggabungkan syariat dan tasauf dalam keulamaannya. Aliran ini berupaya mendamaikan ajaran Wahda Al-Wujud (kesatuan mahluk) dengan ajaran syariat yang menekankan pentingnya pelaksanaan ajaean-ajaran syariat dalam sufi. Lahir di Syahrazur di Ibrahim bin Hasan Pegunumgam Kurdistan di perbatasan Persia. Itulah sebabnya banyak muridnya yang datang dari berbagai negara seperti Hijaz. Yaman. Turki. Karya ini sangat terkenal di Nusantara dan berkembang di berbagai Kesultanan Islam yang dibawa oleh para ulama. Ahmad Al-Qusyasyi memperoleh kemasyhuran atas pengetahuaan dan kerendahan hatinya. Tidak diragukan lagi bahwa dia dipengaruhi oleh ajara—ajaran aliran Ibnu Arabi. terutama yang dirumuskan oleh Abd. yang dipimpin oleh Sultan Alauddin Riayat Syah B. Sufisme Dalam Pendidikan di Kesultanan Ternate Gerakan sufisme pada masa Sultan Zainal Abidin mulai muncul di Ternate. Qadiriyyah dan Yathariyyah. Afrika Utara. Bukti literature Islam di Jawa dan berbagai Kesultanan di Nusantara menurut Pigeaud memeprlihatkan adanya karya sastra Islam.Salah satu literature penting adalah Al Tuhfat Al Mursalah Ila Ruh al-Nabi karya Fadhi Allah Al-Burhanpuri yang ditulis pada tahun 1590. Dalam ilmu tasauf ajaran ini berafiliasi dengan berbagai terekat seperti Naqsyabandiyyah. Meraka menguasai ilmu hadist dan tafsir serta ilmu Tasauf. Ibrahim Al-Kurani adalah seorang ulama besar tempat berguru 4 . Aljabarti menunjukkan bahwa dia adalah seorang Persia yang lahir di Teheran. Dalam hal Mahzad hukum dia menganut ajaran Maliki.

menarik dilihat untuk mehami awal berkembangnya pendidikan di Kesultanan Ternate.para kalim Ternate.hal 129 5 . Bobato Kelembagaan Pendidikan Kesultanan Untuk memahami Islam dalam budaya local akan dijelaskan konsep bobato di Kepulauaan Maluku. Ulama u-al-tarikhi (sejarawan). Dalam perkembangan pendidikan di Kesultanan Ternate ulama pernah dimanefestasikan tidak hanya seorang ahli di bidang agama dalam pengertian khususs dan sempit (ukhrowi) . Selain penduduk yang beragama Islam di luar kedua pula 5 6 Ibid. tauhid dan tasauf. Karena kepatuhan kepada para kalim pada hal-hal yang dianggap negatif sekalipun seringkali dipercayai dapat mendatangkan sesuatu yang barangkali boleh dikatakan positif. Dia sangat ahli dalam berbagai pemahaman Islam. Sumbangan Islam kepada Ilmu dan Kebudayaan Modern. hal 102-106 Poeradisastra. politik social. Pada umumnya karya-karyanya berkaitan dengan Fiqh . cultural dan pendidikan bahkan masalah modernisasi C. Dengan keyakinan bahwa setiap perintah Syeikh biasanya mengandung misteri yang hanya dia sendiri yang lebih tahu. itulah sebabnya ulama lebih sering dianggap sebagi figure yang menentukan dalam pergumulan terbentuknya Kesultanan Islam yang berperan mengatur berbagai kehidupan seperti pemerintahan.5 Kepemimpinan kharismatik para kalim memang dihargai lebih tinggi dari pada penguasa lokal. Karena itu dalam dunia Islam dikenal sebutan ulama u-al-kimiyai (ilmuan kimia. Mereka menjadi pusat dalam hubungan Islam dengan umat Islam atau penganut Islam . Ulama u-al-ijtimari (ilmuan kemasyarakatan). Kecuali di pulau Ternate dan pulau Tidore. Istilah bobato hanya digunakan dalam masyarakat yang penduduknya beragaman Islam. melainkan seorang yang ahli dalam bidang ilmu pengetahuan duniawi. Ulama adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan perkembangan pendidikan di Kesultanan. Kebesarannya itu diberikan gelar Syekh para Syekh.ulama al-fiqhi atau fuqaha dan lain sebagainya6 Pada sisi lain Ulama dari sudut perpektif keagamaan secara ideal dianggap sebagai ahliwaris nabi. elite tradisional atau pemimpin informal lainnya. Jakarta: Giri Mukti Pasaka 1981 7 Saletore. ajaran dan tarekat.. sesudah ulama baru para raja7 Jika kita cermati secara sosiologis ulama menempati posisi yang penting . Ulama merupakan suatu kelompok orang pandai dalam suatu disiplin atau beberapa ilmu pengetahuan. Nabi juga pernah bersabda raja dan bangsawan yang paling baik adalah yang mendatangi pintu ulama dan ulama yang paling buruk adalah adalah mereka yang mengungjungi gapura dan para bangsawan kedudukan ulama lebih unggul darp pada yang lain . “ulama” Dalam buku Elite dalam Perpektif Sejarah di sunting oleh sartono Kartodirdjo Jakarta LP3ES 1983. Interaksi buadaya Islam dalam budaya lokal. hinga terbentuknya kota kesultanan Ternate.

yaitu masyarakat pesisir yang memeluk agama Islam. Untuk wilayah yang secara nominal dikatakan berpenduduk Islam pun tidak mudah menentukan lapisan atau golongan mana saja yang terpengaruh oleh agama itu. dalam abad-abad 16 dan 17. Namun dapat dipastikan bahwa golongan bobato di Halmahera bersama keluarga mereka. Bagaimana pun juga. para pejabat VOC dan Hindia Belanda menggunakan istilah-istilah yang berasal dari bahasa Melayu. Dalam masa VOC nampaknya penyebaran Islam telah menghasilkan suatu wajah mendua di Halmahera.itu juga terdapat penduduk yang tidak memeluk Islam dan yang lazimnya dinamakan halefuru. Paling kurang di Maluku Utara ada bukti-bukti yang menunjukkan adanya perbedaan-perbedaan dalam menjalankan agama itu. khususnya golongan bobato. Ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa di masa VOC dengan sistem monopili perdagangannya. terutama di Halmahera. yang menurut berbagai literatur yang berasal dari paroh kedua abad 19. hanya suatu gelintir dari penduduk pesisir yang secara langsung berhubungan dengan kedua pusat kekuasaan itu. telah beragama Islam. Keadaan itu mulai berubah lagi sejak pertengahan abad 19 ketika pihak Zending mulai menyebar di Halmahera dan menjangkau berbagai kolektivitas halefuru tersebut Seperti dikemukakan di atas. Kedua masalah tersebut. Kenyataan itu tentu berdampak pula pada kolektivitas-kolektivitas di wilayah itu. Islam telah menjadi bagian penting dalam sistem budaya sebagian penduduk Maluku Utara. sehingga tidak bisa dikatakan apakah yang dimaksud adalah mesjid atau surau. untuk komunitas-komunita yang penduduknya beragama Islam. terhenti. dapat diasumsikan pula bahwa di Maluku terdapat pula berbagai tarekat. yaitu negeri dan kampung. Keterangan-keterangan yang diperoleh untuk kurun waktu ii menunjukkan bahwa dalam setiap negeri terdapat paling kurang sebuah bangunan keagamaan Islam. khususnya dalam aspek agama. maka di pulau-pulau lainnya. ketika tersedia lebih banyak keterangan mengenai wilayah ini melalui dokumen-dokumen Portugis dan VOC. Sebab itu dapat diasumsikan bahwa golongan ini juga telah menginternalisasikan nilai-nilai yang berpangkal pada agama Islam Selain bentuk agama Islam yang resmi dianut golongan bangsawan dan para bobato itu. seperti tampak pada nama-nama mereka yang akan diajukan kemudian. cukup kompleks pula keadaannya. dan masyarakat pedalaman yang masih menganut agama-agama suku. Sayangnya dalam dokumen-dokumen itu tidak terdapat deskripsi mengenai bangunan keagamaan itu. Kalau di pulau Tidore dan pulau Ternate seluruh penduduk telah memeluk agama ini secara nominal. Demikian pula tidak terdapat 6 . Islam seperti yang dilaksanakan di kalangan penguasa dan perkembangan berbagai tarekat . interaksi wilayah Maluku dengan bagian-bagian lain dari Nusantara. yang telah terserap di dalamnya.

sedangkan nama-nama dan gelar kebangsawanan maupun gelar kedudukan para penguasa kerajaan lainnya secara lengkap dicatat dengan teliti. imam dan hatibi (khatib).1 Bobato akhirat Tidak dapat ditelusuri sampai berapa jauh ikatan-ikatan tarekat juga mencakup pada bobato akhirat di Halmahera. juga dijadikan kalim diantara para pengikutnya yang berada di Seram Utara. Perbedaan ini nampak jelas di kalangan kedatondi Tidore dan Ternate. Bersamaan dengan kehadiran bangunan-bangunan keagamaan Islam tersebut. dan merupakan perpanjangan dari alat kekuasaan sultan di kedaton. dapat pula suatu jajasan penguasa agama yang melestarikan ajaran-ajaran dan melayani berbagai tirusnya. Dalam dokumen-dokumen tersebut nampak bahwa setiap negeri atau kampung yang dilengkapi dengan satu atau dua buah mesjid juga mempunyai para penguasa agama dengan berbagai fungsi seperti modin. Di Ternate pun kedudukan kalim diberikan pada keluarga sultan seperti kaicili Abu Bakar. Tampaknya kalim lebih tinggi kedudukannya dari para penguasa agama. yang pada tahun 1820-an diangkat dalam kedudukan tersebut. adik Sultan Ternate. Sistem nilai yang memberi 7 . yang melanjutkan perjuangan ayahnya yang ditangkap Inggris pada tahun 1811 itu. dalam salah satu suratnya kepada gubernur Ambon ia menamakan dirinya Kalim Mangofa. Suatu hal yang jelas adalah bahwa sebagai penguasa yang disahkan kedudukannya oleh sultan maka loyalitas para penguasa ini juga ditujukan pada penguasa kerajaan itu. Para pedagang Arab juga baru muncul sejak paroh kedua abad 19. Kedudukan kalim sebagai pemimpin agama yang tertinggi dalam kerajaan rupaya sama sekali tidak terkait dengan terlepas kedudukankedudukan kerajaan lainnya (politik). Malah putra Raja Jailolo. Dalam berbagai laporan pejabat VOC mengenai pertemuanpertemuan sultan dengan gubernur Ternate. serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan lainnya dalam masyarakat. Selain itu ada pula kalim yang di wilayah-wilayah lainnya di nusantara dinamakan kadi. tidak pernah dicantumkan nama orang dengan gelar kalim. C. dalam kapasitas itu tokoh tersebut mendapat gelar kalim ma-ngofa (ma-ngofa menunjukkan status kebangsawanannya).penjelasan-penjelasan lebih lanjut mengenai ciri-ciri lainnya pada masyarakat negeri atau kampung yang bisa dijadikan patokan untuk menguraikan kehidupan keagamaan mereka. sekalipun semasa Nuku berkuasa di Tidore ini menganjurkan para orang pedagang Arab berdagang di Halmahera dan kepulauan Raja Ampat. Kedudukan kalim sering diberikan pada salah satu anggota bangsawan (dengan gelar kaicili) yang masih sekeluarga dengan sultan yang sedang memerintah..

Bahwa para bobato akhirat di Halmahera Timur juga terkait dengan proses sosialisasi terlihat dari kenyataan.legalitas kedudukan sultan sebagai kepala agama (Amir Mukminin) atau pengganti rasul (Tubaddilur Rasul) juga menjadi sumber legalitas pada kesultanan. dan pernikahan. Demikian pula keterangan-keterangan mengenai fungsi sosialisasi dari para bobato akhirat dalam masyarakat Halmahera sangat langka dalam berbagai laporan para pejabat Belanda tersebut. Pendidikan Islam tingkat dasar ini diperuntukkan bagi anak-anak yang berusi 7-14 tahun. Ia terkesan pada kegiatan para bobato akhirat yang dengan tekun melaksanakan pengajian. bahwa kebanyakan juga bertindak sebagai guru bahasa Tidore untuk putra-putra para penguasa negeri. peran ulama terkait dengan keluarga-keluarga inti tertentu dalam setiap kampung atau negeri. Lembaga pendidikan Mengaji Al Quraan seperti telah dikemukakan di atas ditemukan hamper seluruh Indonesia seperti digambarkan oleh Snouck Hurgronje 8 . Untuk kur un waktu ini tidak banyak tersedia keterangan dalam sumber sejarah mengenai para penguasa agama tersebut. pendidikan Islam di Ternate secara garis besarnya dapat dilakukan dua tingkatan yaitu mengaji Al. Salah satu fungsi dari pada bobato akhirat dalam pendidikan adalah pengembangan dalam pembinaan agama Islam. Dalam lembaga pendidikan mengaji Al Quran pelajaran dimulai dengan belajar mengenal huruf hijayiah setelah pengenalan terhadap huruf hijayiah murid yang bersangkutan dipindakan ketahap berikutnya dengan menghafal surat –surat pada Juz Amma.Quran dan mengaji lanjutan atau menngaji kitab. Lamanya proses pendidikan tidak ditentukan tergantung pada ketekunan dan kemampuan anak didik . keterangan-keterangan mengenai kegiatan keagamaan mereka pun praktis tidak ada. sekalipun hal ini juga tidak mudah dibuktikan disini karena keadaan sumber sejarahnya tidak menjangkau sampai ke taraf sistem kekerabatan. seperti umumnya dalam masyarakat tradisional. Sebelum gerakan pembaharuan di bidang pendidikan dilaksanakan . upacara sunatan. Anak yang tekun dan cerdas bias menempuh seluruh proses pendidikan kurang dari satu tahun. Tidak mudah menelusuri ciri-ciri umum dari golongan ulama tersebut. Selain itu. Tampaknya. . melayani upacara-upacara ibadah di mesjid. Suatu hal yang terutama menarik perhatian pejabat Belanda tersebut adalah pelaksanaan puasa yang selalu diawasi dengan ketat oleh para penguasa keagamaan itu. Menngaji Quran atas persetujuan Imam kampong atau Kadi untuk membuka pendidikan apakah di musallah. rumah atau mesjid. kecuali berupa nama-nama yang dikaitkan dengan peristiwa tertentu.

Setelah murid menguasai bahasa Arab barulah diajarkan kitab-kitab bahasa Arab yang merupakan materi pendidikan meliputi Fikih. tasauf . Bobato Dunia Golongan bobato dunia taraf negeri-induk dapat dikenal dari gelar yang disandangnya. Keteka salah seorang murid menghadap guru murid lainnnya dengan sura keras mengulang bacaan kemarin atau lanjutan pelajaran yang telah diperbaiki gurunya Di Ternate. tauhid dan sejarah. bahkan bahkan Kesultanan mengutus para kalim (kadi) mempedalam ilmunya ke Mekkah. Al Kaelani dan Al-Jurumiyah. Meteri pembelajarannya dimulai dengan pengenalan terhadap tata bahasa Arab dengan mata pelajaran yang disebut syaraf (perubahan kata) dan nahwu (tata bahasa). Antara sangaji dengan berbagai bobato dunia di negeri-negeri atau kampung –kampung dalam suatu distrik tentu terdapat suatu pola hubungan pula. Almutammina. Kita yang dipelajari pada tahap wal ini natara lain kitab syaraf Galappo. Materi pelajaran yang dipelajari bukan lagi Al-Quraan melainkan kitab-kitab bahasa arab yang tidak berharakat yang disebut kitab gundul atau kitab kuning. Biasanya mereka berkumpul pada salah satu langgar atau serambi rumah sang guru. tafsir hadist. yaitu sangaji. 9 .2... Berbeda dengan lebaga pendidikan tingkat dasar yang hanya dibina oleh para khatib atau bilal tetepi Menngaji kitab dibina oleh ulama yang telah dipersiapkan Kesultanan. Antara berbagai peran penguasa tersebut terdapat suatu pola interaksi yang tetap. karena keadaan sumber sejarah. Kandungan materi pembelajaran terdiri bahasa Arab fikhi. Ada angjuran kesultanan hendaknya para ulama dan Kadhi mengajar mengaji di dalam dusun mengaji dan menyurat tiada dengan pembayaran . C. sedangkan bobato dunia lainnya menggunakan gelar-gelar kimelaha atau ngofamanyira. Kitabkitab yang dipelajari antara lain Kitab syafinah Annajah untuk mata pelajaran fikih . sekalipun sumber sejarahnya tidak terlalu banyak.Pengajian Al Quraan ini diberikan secara individual kepada para murid. maka yang dapat ditampilkan dengan cukup jelas hanyalah hubungan-hubungan antara para bobato dalam negeri induk. tugas ini biasa dilakukan para hatib dan bilal sebagai anggota penghulu kerajaan di desa dan dusun Model kedua dalam pengembangan pendidikan di Kesultanan Ternate adalah mengaji Kitab yaitu jenjang pendidikan yang tinggi. Mereka membaca dan melagukan ayat-ayat suci dihadapan guru satu persatu dibawah bimbingan selama 1/4 atau 1/5 jam. Alfiyah. Namun. tafsir jalalain untuk mata pelajaran tafsir dan Al-hadist Al-Arbain An-Nabawiyah untuk mata pelajaran hadist .

namun pengangkatannya baru dianggap sah kalau telah disahkan oleh sultan. Simpulan Kesultanan Ternate yang eksis sejak abad ke 15 memilki pradaban Islam yang disebut Bobato. Keadaan di Halmahera Utara lebih kompleks lagi karena di sekitar negeri induk setiap distrik. Negeri induk atau soasiwa (hoofdnegeri) merupakan suatu organisasi sosial yang menarik. dasar legalitas bobato dunia adalah sultan pula. Para bobato negeri-induk mempunyai fungsi politik ganda. Sekalipun mereka berasal dari keluarga-keluarga inti tentu tertentu yang menonjol dalam suatu negeri. mereka berkewajiban mengawasi kepentingan-kepentingan kedaton diwilayahnya yang berupa upeti dan pengerahan tenaga untuk hongi (armada kerajaan) serta externatie atau ekspedisi penebangan hutanhutan pala dan cengkeh. Para kalim bertindak sebagai pujangga istana dengan membentuk kelembagaan Islam sebagai media pendidikan masyarakat Untuk memahami Islam dalam budaya local Istilah bobato hanya digunakan dalam masyarakat yang penduduknya beragaman Islam. Untuk wilayah yang secara nominal dikatakan berpenduduk Islam pun tidak mudah 10 . di sini tidak terdapat surat-surat pengangkatan yang dibuat oleh pejabat VOC sehingga sejarah keluarga-keluarga batih ini tidak bisa ditelusuri lebih jauh. Para bobato dunia di negeri induk mempunyai suatu tanda pengenal status yang khas. Sayangnya. Melaui Para ulama (kalim) Islam berkembang dengan dengan adat local (kalano). Pola yang umum berlaku dalam kurun waktu ini adalah sebagai berikut. Ketika mendapat pengesahan dari sultan. Kampung utama lainnya dalam negeri-induk didiami oleh anggota-anggota staf penguasa distrik (sangaji) bersama keluarga mereka. mereka juga dianugerahi pakaian kebesaran yang terdiri dari sebuah jubah panjang berwarna hitam dengan sorban berwarna hitam pula yang dikenal dengan nama (destar noongare) hanya sultan yang berhak menggunakan jubah dan sorban berwarna putih. D. penguasa distrik (sangaji) dan keluarganya berdiam di salah satu kampung dari negeri induk yang pada umumnya dinamakan ―Kampung Sangaji‖ dan hamir selalu terletak di sebuah sungai atau kali yang juga dinamakan ―Air Sangaji (air = sungai). berbeda dengan keadaan di Maluku Tengah. Negeri-induk pada umumnya terdiri dari sejumlah kampung di negeri-induk mempunyai kekhususan sebagai tempat pemukiman berbagai penguasa distrik yang bersangkutan. Selain penduduk yang beragama Islam terdapat penduduk yang tidak memeluk Islam dan yang lazimnya dinamakan halefuru. terdapat pula pemukiman wakil sultan (utusan) beserta stafnya dan beberapa gelintir pedagang kecil yang mewakili pedagang-pedagang yang berkedudukan di kota Ternate.Seperti halnya dengan bobato akhirat. Sebagai penguasa yang disahkan oleh sultan.

Kesmuanya itu dapat memperkut integrasi nasional yang menganut prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Membaurnya Islam dalam kebudayaan masyarakat local dalam bentuk bobato perlu mendapat apresiasi dalam rangka pengayaan nilai-nilai kearifan local yang dapat dapat memperkaya berbagai hasanah jatidiri masyarakat local maupun hubungan antara masyarakat local negan Negara.menentukan lapisan atau golongan mana saja yang terpengaruh. 11 . Namun dapat dipastikan bahwa golongan bobato di Ternatu sangat berperan mengembangkan pendidikan baik pendidikan Al Quraan maupun pendidikan al-kitab.

1995. N. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia ( Jakarta : Citra Lamtoro Agung Persada 1995). Hukum Dalam Ruang sosial. B. and Larry A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 1998. 2007. Burhanuddin at all. Adat Law di Indonesia. 1988. Sejarah Ekonomi Indonesia (Diterjemahkan oleh Mien Joebhar).S. Bernard L Tanya. Dick. Yogyakarta: Ombak 2010 A. Jarigan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII: Melacak Akar-akar Pembaruan Pemikiran Islam di Indonesia. Tar haar. 1978. Cathart. R. Tim Penyusun Sejarah/Hukum Adat Lar Vul Ngabal ( Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara 2008). (Yogyakarta: Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijga 2008). Sejarah dan Teori Sosial. Samovar. SP. 12 . 1974. Bandung: Mizan. Agusta. 1999.R. Djakarta: Pradja Paramita. Fernand. 1962.W. Small Group Communication : A Reader. Bandung: Mizan. Howard. Sejarah Ekonomis Sosiologis Indonesia Jilid I (Disadur dan disesuaikan oleh Pradjudi Atmosudirdjo). R. 2007. Effendy. ―Perdadangan Antarpulau. S. Burger. Kerajaan Nepo di kabupaten barru . 2002. The Mediterranean and the Mediterranean World in the Age of Philip II Vol. Kepulauan Rempah-rempah: Perjanalan Sejarah Naluku Utara 1250-1950. .S. A. Geografi Kota dan Desa. Muslimin A.. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). (1972). Djakarta. Sebauh kearifan Lokal dalam Sistem Politik Trdasional Bugis.. Maret 2006 Braudel. Lapatau Menetang Belanda Sebuah Gerakan Sosial di Tanah Bugis Yogyakarta: Ombak 2010 ________________. Jakarta: Komunitas Bambu. Azyumardi. Azra. Amal. Overview of Participative Action Approaches in Australian Daldjoeni. Bunga Angin Portugis di Indonesia: Jejak-jejak Kebudayaan Portugis di Indonesia. Bharatara. Paramita R.DAFTAR PUSTAKA Abdurrachman. Bandung: Alumni. Disertasi tentang Peran Hukum Adat Larvul Ngabal Dalam Penyelesaian Konflik Antar Umat Beragama Di Kepulauan Kei. (ed). Abdul Rauf.399-434). Aneka Metode Partisipasi Untuk Pembangunan Desa. Difinubun. I. Wonogiri: Bina Citra Pustaka. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. D. Perebutan Pusat dan daerah Kajian Sejarah Ekonomi Politik Regional di Indonesia Yayasan Obor 2007 ________________. Srikandi.I. Blogspot Al-Qur’an dan Terjemahan Departemen Agama Republik Indonesia. dkk. Peter 2001. _____________. Adnan.). 1962. Burke. Makassar: Gelora Pustaka Indonesia-Nala Cipta Letara-BaKTI. Jakarta: LIPI Press bekerjasama dengan Asosiasi Persahabatan dan Kerja Sama Indonesia-Portugal dan Yayasan Obor Indonesia.H. Islam Nusantara: Jaringan Global dan Lokal. ___________. Jaringan Perdagangan: Makassar Abad XVI-XVII. Jakarta: LP3ES (Hal. Rasyid Asba . (2008). 2010. Pengintegrasian Ekonomi dan Timbulnya Suatu Perekonomian Nasional‖ dalam Anne Booth at all (peny. Bahar. Paris: Fotana/Collins. Portugis dan Spanyol di Maluku. 2005. Chamala. Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Sulawesi Tenggara. Ekspor Kopra Makassar.

Leirissa. van.G. 2002.). Kesultanan Ternate: Sejarah Sosial Ekonomi dan Politik.J.Z. Bandung: Mizan.). Ohorella (peny.Soewarsha). Jakarta: Balai Pustaka. Anthony.P. Hukum. Surabaya: Usaha Nasional. Ternate Sebagai Bandar di Jalur Sutra. Manusia. Senin 10 Desember Tahun 2001. New Haven-London: Yale University Press. II: Expansion and Crisis. Hall. 2009. Perkembangan Kota dan Beberapa Permasalahannya. Yogyakarta: Fakultas Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada.).Z. Reid. 1967. Kerajaan-Keajaan Awal Kepulauan Indonesia dan Semenanjung Malaysia: Perkembangan Sejarah dan Budaya Asia Tenggara (Jaman Pra Sejarah .R. " Ddalam G. Z. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 13 . Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Hal: 27-38). Yogyakarta: Mitra Abadi. Kapitan di Ternate (1536-1539)‖ dalam G. Ternate sebagai Bandar di Jalur Sutra (Kumpulan Makalah Diskusi). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. Sejarah Pemerintahan Adat Di Kepulauan Kei Maluku Tenggara (Ambon : Lembaga Kebudayaan Maluku. P. 2006. Sejarah Perekonomian Indonesia. The Hague W.A. presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD. R. 1997. Ramlan Surbakti. van Hoeven. Leirissa. Kebudayaan dan Lingkungan (Yogyakarta: Pustaka Pelajar 2000).E. 1988. Dalam A.A.P. R. “Interaksi Islam dan Budaya di Maluku” dalam Komaruddin Hidayat dan Ahmad Gauf AS (ed).C. Syahril. Southeast Asia in the Age of Commerce. 1888). 2009. Daeng. 1998) Lapian. Pluralisme Daerah Otonom dan Pluralisme Otonomi Daerah. Pattikayhatu dkk. Sejarah Asia Tenggara (Diterjemahkan oleh I. Jakarta: Media Indonesia. Rahardjo.Kekarasan dan Kearifan Lokal (Yogyakarta: UII Pres. ‖Ternate Sekitar Pertengahan Abad XVI: Catatan Antonio Galvano. H. Groeneveldt. Munoc. Ohorella (Edpeny. (hlm: 335-376). D. Geurtjens. Leur.Maluku Tenggara. Unit Een Vreemde Wereld. Putuhena. 1985. Makna dan Kekuasaan dalam Ruang-ruang Sosial. 1996. Menjadi Indonesia: 13 Abad Eksistensi Islam di Bumi Nusantara. London. Jakarta: Komunitas Bambu. Diterbitkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.Abad XVI) (Terjemahan). Honolulu: University of Hawai Press Hall. Kenneth R.Evers. Maritime Trade and State Development in Early Southeast Asia.Montagu (Ed). Muhammad. J. Pasal 4 ayat (1). 2005) J. 1997. Urbanisme di Asia Tenggara. W. Vol. Indonesian Trade and Society: Essays in Asia Social and Economic History. 1981. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.2004) Jawahir Thontowi. at all (tim peny. M Saleh. Nusantara dalam Catatan Tionghoa (Diterjemahkan oleh Gatot Triwira dari "Notes on the Malay Achipelago and Malaka Compiled from Chinese Sources". H. "Jalur Sutra: Integrasi Laut dan Darat dan Ternate Sebagai Bandar di Jalur Sutra. Hans Dieter & Rudiger Korff. Halmahera Timur dan Raja Jailolo: Pergolakan Sekitar Laut Seram Awal Abad 19. 1996.A. Lihat UUD RI 1945. 1997. 2004. Leirissa. 1993a. Adrian Bernard. Yogyakarta: Ombak. Perkawinan Adat Orang Kei ( Tual.aul Michel. Heribertus Letsoin dkk.