BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kehamilan multipel (multiple pregnancy) adalah suatu kehamilan dengan dua janin atau lebih. Sering disebut juga sebagai kehamilan kembar (twin pregnancy). Ibu yang melahirkan bayi kembar akan lebih banyak membutuhkan dukungan, baik itu secara lahiriah maupun jasmaniah. Kehamilan kembar memang beresiko terhadap persalinan yang lebih besar dibanding kehamilan tunggal. Kesulitan yang sering didapati antara lain anemia, air ketuban meningkat 10 kali lipat sehingga rahim lebih meregang dan menyebabkan resiko persalinan prematur, kontraksi rahim kurang dan pendarahan sesudah melahirkan meningkat. Namun, dengan segala risiko tersebut yang penting, rajin berkonsultasi ke dokter dan ikuti semua saran kesehatan bagi kehamilan dan persalinan kembar untuk mencegah segala kemungkinan. Persalinan adalah suatu moment yang menyenangkan sebagai suatu perjuangan untuk menjalankan peranan sebagai wanita sekaligus peranan seorang ibu dengan berbagai kemungkinan resiko, dalam hal ini ibu termasuk kategori ibu bersalin yang beresiko tinggi karena kehamilan yang di alami ibu adalah kehamilan dengan letak sungsang sehingga dalam proses persalinan bidan berperan memberikan motifasi dan Asuhan Sayang Ibu, serta penerapan Lima Aspek Dasr atau Lima Benang Merah yang penting dan saling terkait dalam asuhan yang bersih dan nyaman. Serta pemantauan janin yang ketat diawali dari pemeriksaan kehamilan yang rutin. Dengan demikian diharapkan depat mengurangi dan menangani morbiditas dan mortalitas pada ibu bersalin, karena kejadian letak sungsang berkisar antara 2%-3% bervariasi diberbagai tempat. Sekalipun kejadiannya kecil tetapi mempunyai penyulit yang besar dengan angka kematian sekitar 20%-30%.

B. Masalah 1. Apakah C. Tujuan

BAB II PEMBAHASAN Asuhan Keperawatan Fetus Multiple

A. Konsep Dasar 1. Pengertian Kehamilan multipel (multiple pregnancy) adalah suatu kehamilan dengan dua janin atau lebih. Sering disebut juga sebagai kehamilan kembar (twin pregnancy). Kehamilan tersebut selalu menarik perhatian baik bagi klien, dokter, perawat, bidan maupun masyarakat pada umumnya. Ibu yang melahirkan bayi kembar akan lebih banyak membutuhkan dukungan, baik itu secara lahiriah maupun jasmaniah. Kehamilan kembar memang beresiko terhadap persalinan yang lebih besar dibanding kehamilan tunggal. Semakin banyak jumlah janin yang dikandung ibu, semakin tinggi resiko yang akan ditanggung ibu. Namun, dengan segala risiko tersebut yang penting, rajin berkonsultasi ke dokter dan ikuti semua saran kesehatan bagi kehamilan dan persalinan kembar untuk mencegah segala kemungkinan Wanita dengan kehamilan kembar memerlukan pengawasan dan perhatian khusus bila diinginkan hasil yang memuaskan bagi ibu dan janin.

2. Etiologi Bangsa, herediter, dan paritas hanya mempunyai pengaruh terhadap kehamilan kembar yang berasal dari dua telur. Juga obat klomid dan hormon gonadotropin yang dipergunakan untuk menimbulkan ovulasi dilaporkan menyebabkan kehamilan dizigot. Faktor-faktor tersebut dan mungkin faktor lain dan mekanisme tertentu menyebabkan matangnya dua atau lebih folikel de graf atau terbentuknya dua ovum atau lebih dalam satu folikel. Pada fertilisasi in vitro dapat pula terjadi kehamilan kembar, jika telur-telur yang diperoleh dapat dibuahi lebih dari stau dan jika semua embrio yang kemudian dimasukkan kedalam rongga rahim ibu tumbuh berkembang lebih dari satu. Pada kembar yang berasal dari satu telur, faktor bangsa, herediter, umur dan paritas tidak atau sedikit sekali mempengaruhi terjadinya kehamilan kembar itu. Diperkirakan disini sebabnya

Mereka dapat memiliki jenis kelamin yang berbeda atau sama. Faktor penghambat yang mempengaruhi segmentasi sebelum blastula terbentuk. Kembar dizigotik atau fraternal (DZ) Kembar dizigotik (dikenal sebagai "kembar non-identik") terjadi karena zigotzigot yang terbentuk berasal dari sel telur yang berbeda. Terdapat lebih dari satu sel telur yang melekat pada dinding rahim yang terbuahi oleh sel-sel sperma pada saat yang bersamaan. kembar identik dapat berbagi amnion yang sama (dikenal sebagai monoamniotik) atau berbeda amnion. zigot tersebut membelah menjadi embrio yang berbeda. Dalam perkembangannya. namun hanya keturunan perempuan yang mampu menunjukkannya (karena hanya perempuan/betina yang dapat mengatur pengeluaran sel telur). Pada manusia. maka akan terjadi kembar dempet dalam berbagai bentuk. 3. Kedua embrio berkembang menjadi janin yang berbagi rahim yang sama. Kembar monozigotik atau identik (MZ) Kembar monozigotik terjadi ketika sel telur tunggal terbuahi dan membentuk satu zigot (monozigotik). Kembar dizigotik secara genetik tidak berbeda dari saudara biasa dan berkembang dalam amnion dan plasenta yang terpisah. Jenis Kehamilan Kembar a. proses ovulasi kadang-kadang melepaskan lebih dari satu sel telur matang ke tuba fallopi yang apabila mereka terbuahi akan memunculkan lebih dari satu zigot. Kajian juga menunjukkan bahwa bakat melahirkan kembar DZ diwariskan kepada keturunannya (bersifat genetik). b. maka kan terjadi kehamilan kembar denagan satu amnion. 2 korion dan 2 plasenta seperti kehamilan kembar dizigot.adalah faktor penghambat pada masa pertumbuhan dini hasil konsepsi. menghasilkan kehamilan kembar dengan 2 amnion. Setelah primitive streak terbentuk. Hasil akhir . Bila faktor penghambat terjadi setelah blastula tetapi sebelum amnion terbentuk. maka akan terjadi kehamilan kembar dengan 2 amnion sebelum primitive streak tampak. Tergantung dari tahapan pemisahan zigot. Istilah kembar dampit diberikan bagi anak kembar dengan kelamin berbeda.

Bila individu beranjak dewasa. monochorionik. kembar identik bukan monoamniotik dapat berbagi plasenta yang sama (dikenal dengan monokorionik. yaitu setelah lempeng embrionik terbentuk. atau kehamilan kembar monoamnionik. Berbagi amnion yang sama (atau amnion dan plasenta yang sama) dapat menyebabkan komplikasi dalam kehamilan. Kemungkinan terdapat dua plasenta yang berbeda atau suatu plasenta tunggal yang menyatu. Semua kembar monoamniotik pasti monokorionik. 4) Apabila pembuahan terjadi lebih belakang lagi. Perbedaan terjadi pada hal detail. 2) Apabila pembelahan terjadi antara hari ke-4 dan ke-8 maka dua embrio akan terjadi. tingkat kemiripan biasanya berkurang karena pengalaman pribadi atau gaya hidup yang berbeda. seperti sidik jari. Lebih jauh lagi. 3) Apabila terjadi sekitar 8 hari setelah pembuahan dimana amnion telah terbentuk. maka dua embrio. Contohnya. monochorionik. Tingkat kemiripan kembar ini sangat tinggi. maka pembelahan akan menimbulkan dua embrio dengan kantong amnion bersama. dengan perbedaan kadang-kadang terjadi berupa keserupaan cerminan. maka pembelahannya tidak lengkap dan terbentuk kembar yang menyatu. monochorionic) atau tidak. dua amnion serta dua chorion akan terjadi dan kehamilan diamnionik dan di chorionik.dari proses pengembaran monozigotik tergantung pada kapan pembelahan terjadi. dengan chorion bersama. tali pusar dari kembar monoamniotik dapat terbelit sehingga mengurangi atau mengganggu penyaluran darah ke janin yang berkembang. masing-masing dalam kantong yang terpisah. dengan demikian menimbulkan kehamilan kembar diamnionik. Kembar MZ selalu berkelamin sama dan secara genetik adalah sama (klon) kecuali bila terjadi mutasi pada perkembangan salah satu individu. . dengan uraian sebagai berikut: 1) Apabila pembelahan terjadi didalam 72 jam pertama setelah pembuahan.

derajat dari perubahan fisiologis maternal lebih besar pada kehamilan kembar dibanding dengan kehamilan tunggal. dan rata-rata kehilangan darah dengan persalinan vagina adalah 935 ml. Berat lahir rata-rata kehamilan kembar ± 2500gram.1. Superfekundasi Superfekundasi adalah pembuahan dua telur yang dikeluarkan pada ovulasi yang sama pada dua koitus yang dilakukan dengan jarak waktu pendek. Kehamilan kembar ini sukar dibedakan dengan kehamilan kembar dizigotik d. Penentuan zigositas janin dapat ditentukan dengan melihat plasenta dan selaput ketuban pada saat melahirkan. Keadaan ini pada manusia belum pernah dibuktikan. sehingga melewati batas toleransi dan seringkali terjadi putus prematurus. kehamilan kembar dua rata- . triplet 1800gram.c. 4. kuadriplet 1400gram. Massa sel darah merah meningkat juga. Pada trimester 1 sering mengalami nausea dan muntah yang melebihi yang dikarateristikan kehamilankehamilan tunggal. atau hampir 500 ml lebih banyak dibanding dengan persalinan dari janin tunggal. bagian tubuh yang dimiliki bersama dapat. Perluasan volume darah maternal normal adalah 500 ml lebih besar pada kehamilan kembar. Patofisiologi Pada kehamilan kembar distensi uterus berlebihan.2 Pada kehamilan kembar dizigotik hampir selalu berjenis kelamin berbeda. Superfetasi Superfetasi adalah kehamilan kedua yang terjadi beberapa minggu atau beberapa bulan setelah kehamilan pertama terjadi. Kadar haemoglobin. maka janin tersebut bisa monozigotik tetapi lebih sering dizigotik. Secara umum. namun secara proporsional lebih sedikit pada kehamilan-kehamilan kembar dua dibanding pada kehamilan tunggal. triplet 246 hari dan kuadruplet 235 hari. Bila terdapat satu amnion yang tidak dipisahkan dengan korion maka bayi tesebut adalah monozigotik. Kembar dempet atau kembar siam terjadi bila hambatan pembelahan setelah diskus embrionik dan sakus amnion terbentuk. Bila selaput amnion dipisahkan oleh korion. akan tetapi dapat ditemukan pada kuda. yang menimbulkan ”anemia fisiologis” yang lebih nyata. Lama kehamilan kembar dua rata-rata 260 hari.

besar kemungkinannya sebagai akibat dari uropati obstruktif. dan karena pembegian sirkulasi darah tidak sama. fungsi ginjal maternal dapat mengalami komplikasi yang serius. Dalam kasus hidramnion berat.rata sebesar 10 g/dl dari 20 minggu ke depan. Berat badan baru lahir biasanya pada kembar dua di bawah 2500 gram. Berat badan masing-masing janin dari kehamilan kembar tidak sama. Dalam keadaan ini mudah terjadi kompresi yang cukup besar serta pemindahan banyak visera abdominal selain juga paru dengan peninggian diaphragma. Ukuran dan berat dari uterus yang sangat besar dapat menghalangi keberadaan wanita untuk lebih sekedar duduk. dapat terjadi akumulasi yang cepat dari jumlah cairan amnionik yang nyata sekali berlebihan. umumnya berselisih antara 50 sampai 1000 gram. yaitu hidramnion akut. cardiac output meningkat sebagai akibat dari peningkatan denyut jantung serta peningkatan stroke volume. Khusus dengan kembar dua monozygot. Berat badan 1 janin kehamilan kembar rata-rata 1000 gram lebih ringan dari jenis tunggal b. triplet dibawah 2000 gram. Pada kehamilan kembar yang dengan komplikasi hidramnion. maka yang satu lebih kurang tumbuh dari yang lainnya d. Pertumbuhan Janin Kembar a. Uterus dan isinya dapat mencapai volume 10 L atau lebih dan berat lebih dari 20 pon. Ukuran uterus yang lebih besar dengan janin banyak meningkatkan perubahan anatomis yang terjadi selama kehamilan. Janin yang mati bisa diresorbsi (kalau pada . Kadar kreatinin plasma serta urin output maternal dengan segera kembali ke normal setelah persalinan. Pada kehamilan kembar dizigotik. Sebagaimana diperbandingkan dengan kehamilan tunggal. dan quintuplet dibawah 1000 gram c. amniosintesis terapeutik dapat dilakukan untuk memberikan perbaikan bagi ibu dan diharapkan untuk memungkinkan kehamilan Berbagai macam stress kehamilan serta kemungkinankemungkinan dari komplikasi-komplikasi maternal yang serius hampir tanpa kecuali akan lebih besar pada kehamilan kembar 5. kuadriplet 1500 gram. dapat terjadi janin yang satu meninggal dan janin yang lain tumbuh sampai cukup bulan.

seperti akardiakus dan kelainan lainnya. Pada kehamilan kembar monozogotik. Keduanya presentasi bokong (8-10%) d. Letak lintang dan presentasi kepala (5-5. e. presentasi kepala bokong (37-38%) c. Kedua janin dalam letak membujur. anemis. Dapat terjadi sindroma transfuse fetal: pada janin yang mendapat darah lebih banyak terjadi hidramnion. presentasi kepala (44-47%) b. Letak membujur. oligohidrami. atau pada kehamilan yang agak tua.kehamilan muda). pembuluh darah janin yang satu beranastomis dengan janin yang lainnya. misalnya: dari letak lintang dapat berubah menjadi letak sungsang atau letak kepala.3%) . janin jadi pipih yang disebut fetus papyraseus atau kompresus.polisitemia. dapat berubah setelah janin pertama lahir. Yang paling sering di jumpai adalah: a. karena kurang mendapat darah. dan mikrokardia. Begitu pula letak janin kedua. f. 6.oedema. Karena itu janin yang satu dapat terganggu pertumbuhannya dan menjadi monstrum. Letak pada presentasi janin Pada kehamilan kembar sering terjadi kesalahan presentasi dan posisi kedua janin. Sedangkan janin kedua terlihat kecil. presantasi dan posisi bisa terjadi. dan pertumbuhan yang baik. karena itu setelah bayi satu lahir tali pusat harus diikat untuk menghindari pendarahan. Berbagai kombinasi letak. dehidrasi.

Letak dan presentasi “69” adalah letak yang berbahaya. paritas tinggi. Dengan pemeriksaan ultrasonografi yang cermat. Selama trimester kedua. tetapi riwayat baru mendapat klomifen atau gonadotropin atau kehamilan yang diperoleh dari teknologi reproduksi dengan bantuan merupakan petunjuk yang kuat.e. ukuran uterus lebih besar daripada yang diperkirakan untuk usia gestasi yang dihitung berdasarkan data haid. .6%) g. Letak lintang dan presentasi bokong (1. dan ukuran ibu besar pada keluarga dari pihak ibu serta riwayat pernah hamil kembar merupakan petunjuk yang lemah. kantung gestasional yang terpisah pada kehamilan kembar dapat diidentifikasi sangat dini. Pemeriksaan klinis disertai pengukuran akurat tinggi fundus merupakan hal yang penting. Dua-duanya letak lintang (0. Riwayat kembar. Meluasnya penggunaan pencitraan ultrasonografik telah sangat mengurangi insidensi tidak terdeteksinya kehamilan kembar sebelum persalinan.2-0.5-2%) f. karena dapat terjadi kuncimengunci (Interlocking) 7. usia maternal lanjut. Diagnosis Kehamilan Kembar Sedikit kehamilan kembar (kehamilan multipel) terdiagnosis pada pertengahan pertama kehamilan kecuali dengan scanning ultrasound.

Beberapa waktu sesudahnya kita dapat mengidentifikasi dua jantung janin apabila frekuensi keduanya jelas berbeda satu sama lain serta dengan frekuensi denyut jantung ibu. dan dapat dideteksi dua bagian kepala janin. Pemeriksaan Radiologis Radiograf abdomen ibu sebagai upaya membuktikan adanya janin multipel dapat membantu pada keadaan-keadaan tertentu yang jarang. Bunyi Jantung Janin Menjelang akhir trimester pertama. apabila ibu gemuk. Dengan menggunakan stetoskop janin aural biasa. Diagnosis pasti: a. Secara klinis: 1) Terdapat 2 kepala. b. c. secara rata-rata lebih tinggi daripada yang dijumpai pada kehamilan tunggal. Akan tetapi pemeriksaan dengan rotgen sudah jarang dilakukan untuk mendiagnosa kehamilan ganda karena cahaya penyinaran. walaupun pemeriksaan ini saja tidak bersifat diagnostik. janin kembar sulit didiagnosis dengan palpasi bagianbagian tubuh janin sebelum trimester ketiga. biasanya apabila terdapat gestasi multipel ordo tinggi dan belum jelas berapa banyak janin yang ada.Pada pertengahan kedua. mungkin sangat sulit mengidentifikasi kembar dengan palpasi transabdominal. bunyi jantung janin pada kembar dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan yang cermat pada usia kehamilan 18-20 minggu. Palpasi menunjukkan kelebihan bagian janin. terutama apabila salah satu kembar. atau apabila terdapat hidramnion. Pemeriksaan Biokimiawi Jumlah gonadotropin korionik dalam plasma dan urin. Pemeriksaan lain yang dapat digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis kehamilan kembar adalah: a. Kembar sering terdiagnosis sewaktu dilakukan pemeriksaan kadar alfa-fetoprotein serum ibu. terletak di atas kembar lainnya. kerja jantung janin dapat dideteksi dengan peralatan ultrasonik Doppler. 2 bokong. kehamilan multipel dapat diduga jika: a. Namun secara umum. dan 1 atau 2 punggung . Bahkan pada tahap lanjut kehamilan. Lingkar abdomen dan ukuran uterus lebih besar dibandingkan dengan usia kehamilan. b.

adalah kelainan di dalam kehamilan dimana jaringan plasenta (ari-ari) berkembang dan membelah terus menerus dalam jumlah yang berlebihan 4) Kehamilan dengan tumor (mioma/kista ovarium) Tidak terdengarnya dua denyut jantung pada pemeriksaan berulang. 3) Sonogram dapat membuat diagnose kehamilan kembar pada triwulan pertama 4) USG atau foto roentgen: Bayangan janin lebih dari 1. Berdasarkan pemeriksaan USG dapat terlihat 2 bayangan janin atau lebih dengan 1atau 2 kantong amnion. dan lainnya oligohidramnion. 2) Kemungkinan terjadinya hidamnion bertambah 10 kali lebih besar . kadang-kadang kelainan hanya terdapat pada satu kantong amnion. 8. bagian kecil dan besar yang sukar digerakkan. sedangkan kasus hidramnion melebihi batas dari 2 liter yaitu antara 4-5 liter. biasa disebut hamil anggur.2) Terdengar 2 DJJ di tempat yang berjauhan dengan perbedaan 10 denyut permenit atau lebih. Terhadap Ibu 1) Kebutuhan akan zat-zat bertambah sehingga dapat menyebabkan anemia dan defisiensi zat-zat lainnya. Untuk keadaan normal air ketuban berjumlah sebanyak antara 1 – 2 liter. Pengaruh Terhadap Ibu dan Janin a. lokasinya yang tidak berubah. Dewasa ini dengan USG. adalah suatu kondisi dimana jumlah air ketuban melebihi dari batas normal. Hidramnion dapat menyertai kehamilan kembar. Diagnosis Differensial: 1) Kehamilan tunggal dengan janin besar 2) Hidramnion. dan pemeriksaan rontgen dapat membedakan kedua hal tersebut. Diagnosis dengan USG sudah setelah kehamilan 6-8 minggu dapat menentukan diagnosis akurat jumlah janin pada uterus dari jumlah kantong gestasional yang terlihat b. Pemeriksaan USG dapat menentukan apakah pada hidramnion ada kehamilan kembar atau tidak 3) Mola Hidatidosa.

sehingga aliran darah ke plasenta meningkat dan pertumbuhan janin menjadi lebih pesat. Perawatan Prenatal yang baik untuk mengenal kehamilan kembar dan mencegah komplikasi yang timbul. 50% pada triplet. f. d. e. dan solusio plasenta setelah anak pertama lahir. .3) Frekuensi pre-eklamsi eklamsi lebih sering. dan makan lebih sering. Bila sesudah bayi pertama lahir terjadi solusio plasenta. Karena kebutuhan zat besi pada ibu hamil kembar lebih besar untuk mencukupi kebutuhan 2 janin dan agar pengeceran volume darah ibu lebih meningkat. ibu perlu sering melakukan pemeriksaan kadar Hb dan mengetahui jenis golongan darah serta rhesus ibu untuk persiapan tranfusi jika diperlukan. namun dengan porsi lebih sedikit. dan bila diagnosis telah ditegakan pemeriksaan ulang harus lebih sering (1x seminggu pada kehamilan > 32 minggu) b. Periksa darah lengkap. Jadi kemungkinan terjadinya bayi premature akan tinggi. c. Terhadap Janin Usia kehamilan tambah singkat dengan bertambahnya jumlah janin pada kehamilan kembar: 25% pada gemelli. maka angka kematian bayi kedua tinggi. Sering terjadi kesalahan letak janin. serta terjadi udema dan varises pada tungkai dan vulva. Karenanya. Pemakaian korset gurita yang tidak terlalu ketat diperbolehkan. karena akan merangsang portus prematurus. Setelah kehamilan 30 minggu. yang juga akan mempertinggi angka kematian janin. 9. b. pendarahan post partum. Perbanyak istirahat dengan sering berbaring. 5) Dapat terjadi inersia uteri. yang akan lahir 4 minggu sebelum cukup bulan. sering miksi. koitus dan perjalanan jauh sebaiknya dihindari. Perbanyak makanan mengandung protein. supaya terasa lebih ringan. 75% pada quadruplet. Penatalaksanaan Kehamilan Kembar a. dan golongan darah. 4) Karena uterus yang besar ibu mengeluh sesak napas. Hb.

Jika terlalu lama. harus mengalami stress lagi pada persalinannya sendiri). h. i. .Pada kehamilan kembar terjadi peningkatan risiko persalinan preterm.Kebutuhan kalori. mineral. Batas waktu kelahiran anak kedua antara 5-15 menit sesudah anak pertama. Pemberian 60 sampai 100 mg zat besi perhari. vitamin dan asam lemak esential harus cukup oleh karena kebutuhan yang meningkat pada kehamilan kembar. perlu dilakukan tindakan-tindakan untuk mencegah terjadinya komplikasi seawall mungkin. Diagnosis dini kehamilan kembar harus dapat ditegakkan sebagai perencanaan pengelolaan kehamilan. trauma persalinan pada anak kedua lebih besar (setelah ikut stress pada waktu anak pertama lahir.g. Jika terlalu cepat. dan sesudah usia kehamilan 36 minggu pemeriksaan dilakukan tiap minggu. sehingga dilakukan pemberian kortikosteroid diperlukan untuk pematangan paru berupa betamethsone 12 mg/hari . dapat terjadi hipoksia. Pematangan paru janin bila ada tanda-tanda portus prematurus yang mengancam dengan pemberian bethametason 24 mg/hari. protein. Istirahat baring dianjurkan lebih banyak karena hal itu menyebabkan aliran darah keplasenta meningkat agar pertumbuhan janin baik. Minum secara teratur suplemen penambah darah yang diberikan oleh dokter untuk mencegah anemia dan sekaligus sebagai nutrisi untuk kedua janin. Rawat inap bila: 1) Ada kelainan obstetric 2) Ada his/pembukaan serviks 3) Adanya hipertensi 4) Pertumbuhan salah satu janin terganggu 5) Kondisi social yang tidak baik 6) Profilaksis/mencegah portus prematurus dengan obat tokolitik. Pemeriksaan ultrasonografi dilakukan untuk mengetahui adanya diskordansi pada kedua janin pengukuran lingkar perut merupakan indikator yang sensitif dalam menentukan diskordansi. dan 1 mg asam folat diberikan untuk menambah zat gizi lain yang telah diberikan. Untuk menurunkan mortalitas dan morbiditas perinatal pada kehamilan kembar. Kebutuhan kalori harus ditingkatkan sebesar 300 kalori perhari. Mulai umur kehamilan 24 minggu pemeriksaan antenatal dilakukan tiap 2 minggu.

selang 24 jam) untuk mencegah gawat nafas pada bayi preterm yang kemudian dilahirkan. atau ketuban pecah preterm. Berdasarkan observasi sebelumnya bahwa kortikosteroid yang diberikan kepada domba betina dapat mempercepat pematangan paru janin preterm. kecanduan heroin. korioamnionitis. Dosis betametason yang dianjurkan adalah 12.untuk 2 hari saja.8 Kortikosteroid diberikan untuk menginduksi pematangan paru janin pada . pertumbuhan janin terhambat. diulang dalam 24 jam. hipertensi kehamilan. kardiovaskuler kronis. Liggins dan Howie (1972) melakukan studi acak untuk mengevaluasi efek betametason yang diberikan pada ibu (12 mg secara intramuskular dalam dua dosis. Bila tak ada betamethasone dapat diberikan dexamethasone serta pemberian tokolitik. d. Pandangan ini dianut secara luas meskipun data terbaru menyangkal hubungan ini c. perdarahan intraserebral. dan enterokolitis. Kortikosteroid mempercepat produksi surfaktan dari pneumosit dan mengurangi insiden kematian neonatus. Owen dak (1990) menyimpulkan bahwa suatu kehamilan yang mengalami “stress” (terutama hipertensi pada kehamilan) tak banyak memberi keuntungan terhadap ketahanan hidup janin. Demikian pula Hallal dan Bottoms (1993) mengkaji 1395 kehamilan yang dilahirkan pada usia gestasi antara 24 dan 35 minggu serta menemukan bahwa ketuban pecah dini tidak berkaitan dengan pematangan paru yang lebih cepat.0 mg intramuskular. Pemberian kortikosteroid harus dimulai 24-48 jam sebelum persalinan. Percepatan Pematangan Fungsi Paru a. Glack (1979) menekankan bahwa produksi surfaktan kemungkinan dipercepat jauh sebelum aterm pada kehamilan yang dipersulit oleh sejumlah kondisi dan stress pada ibu atau janin.7 Deksametason diberikan dalam dosis 5 mg dengan interval 6 jam hingga tercapai dosis total 20 mg. infark plasenta. Seperti penyakit ginjal kronis. Bayi-bayi yang dilahirkan sebelum minggu ke-34 mengalami penurunan signifikan insiden gawat nafas dan kematian neonatal akibat penyakit membran hialin bila kelahirannya ditunda sekurang-kurangnya 24 jam setelah selesai pemberian betametason 24 jam kepada ibu sampai 7 hari setelah selesai terapi steroid b.

Mereka tidak menemukan adanya manfaat pada dosis berulang. melainkan juga merangsang persalinan. perilaku.kehamilan 24 sampai 34 minggu jika tidak ditemukan tanda-tanda infeksi. Jenssen dan Wright (1977). Thorp (2000) dan Guinn (2001) dkk melakukan percobaan prospektif besar dan tidak menemukan manfaat pada pemberian steroid berulang. . Namun terdapat efek jangka pendek pada ibu. Dilaporkan terdapat penurunan lingkar kepala yang signifikan pada bayi-bayi yang terpajan steroid. Pemberian kortikosteriod pada kehamilan kurang dari 23 minggu masih kontroversi. 1995). korioamnionitis dan kematian neonatal secara signifikan berhubungan dengan pemberian betametason dosis multiple pada ibu. yang menindaklanjuti perkembangan anak-anak yang diberi terapi antenatal kortikosteroid sampai umur 12 tahun tidak memperlihatkan efek buruk dibidang perkembangan saraf jangka panjang. Vermillion dkk (2000) dalam sebuah analisis terhadap 453 bayi. g. dan motorik atau sensorik (National Institute of Health Consensus Development Panel. Kortikosteroid tidak hanya mempengaruhi pematangan paru saja. Tidak dilaporkan adanya efek jangka panjang pada ibu. infeksi dan pengendalian glukosa yang lebih sulit pada ibu diabetik. Penelitian-penelitian yang dimulai tahun 1970an. Elliot dan Radin (1995) mengkonfirmasi bahwa kortikosteroid menginduksi kontraksi uterus dan persalinan preterm pada manusia. Pemberian kortikosteroid pada kehamilan kurang dari 23 minggu tidak berguna untuk memperbaiki keadaan pernafasan karena pada janin kurang dari 23 minggu belum terbentuk sel pneumosit yang memproduksi surfaktan. Esplin dkk (2000) membandingkan perkembangan mental dan psikomotor pada 429 bayi dengan berat lahir rendah yang terpajan dua kali atau lebih pemberian kortikosteroid antenatal dengan bayi yang terpajan satu kali pemberian atau tidak mendapatkan pajanan sama sekali. Pajanan terhadap pemberian kortikosteroid berulang secara independen dan signifikan diikuti dengan perkembangan psikomotor yang abnormal h. e. Mati dkk (1973) melaporkan bahwa kortikosteroid dapat menginduksi persalinan pada manusia lebih dari 20 tahun yang lalu. Hal ini diukur berdasarkan adanya gangguan belajar. Selain itu. f. menetapkan bahwa sepsis neonatorum awitan dini. antara lain edema paru.

dengan tindakan yang cepat ini dapat menimbulkan trauma persalinan pada anak. plasenta previa. Gerakan janin lebih banyak dirasakan ibu hamil. karena berkurangnya volume uterus dan juga dapa terjadi solutio plasenta sebelum anak kedua diulahirkan. . selaput ketuban dipecahkan dan air ketuban dialirkan perlahan-lahan untuk menghindari prolapsus funikuli. Penderita dianjurkan meneran atau dilakukan tekanan terkendali pada fundus uteri. maka pemakaian sedativa perlu dibatasi. prolapsus funikuli. Apakah telah mendapat pengobatan infertilitas. Pernah hamil kembar atau ada riwayat keturunan kembar. dll. 10. Seksio sesaria pada kehamilan kembar dilakukan atas indikasi janin pertama dalam letak lintang. Bila janin dalam letak memanjang. Kelahiran anak kedua kurang dari 5 menit setelah anak pertama lahir. agar bagian bawah janin masuk dalam panggul dan lahir spontan karena jalan lahir telah dillui anak pertama. Setelah bayi pertama lahir. Uterus terasa lebih cepat membesar. ASUHAN KEPERAWATAN 1. Kala I diperlakukan seperti biasa bila anak pertama letaknya memanjang. Karena sebagian besar persalinan kembar bersalin prematur. Episiotomi mediolateral dikerjakan untuk memperpendek kala pangeluaran dan mengurangi tekanan pada kepala bayi. segera dilakukan pemeriksaan luar dan vagina untuk mengetahuio letak dan keadaan janin kedua. Penanganan Dalam Persalinan Semua persiapan untuk resusitasi dan perawatan bayi prematur disediakan. Golongan darah ibu sudah ditentukan dan persediaan darah diadakan mengingat kemungkinan perdarahan post partum lebih besar.Mercer dkk (2001) melaporkan penurunan berat dan panjang badan lahir yang bergantung dosis pada neonatus yang terpajan terapi steroid antenatal. Pengkajian a. Tenggang waktu antara lahirnya anak pertama dan kedua adalah 5 sampai 15 menit. B. Kelahiran anak kedua lebuh dari 30 menit dapat mnimbulkan insufisiensi uteroplasenta. Anamnesis: Perut lebih buncit dari semestinya sesuai dengan umur tuanya kehamilan.

banyak bagian kecil teraba. serta terdengar 2 DJJ dengan perbedaan 10 atau lebih. kehamilan ganda perlu dipikirkan bila dalam pemeriksaan ditemukan hal-hal berikut. Auskultasi: Terdengar 2 denyut jantung janin pada 2 tempat yang agak berjauhan dengan perbedaan kecepatan sedikitnya 10 denyut/menit atau bila dihitung bersamaan terdapata selisih 10 d. Gerakan-gerakan janin terasa lebih sering. Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan meningkatnya kebutuhan nutrisi ibu dan janin. Kadangkala diagnose baru diketahui setelah bayi pertama lahir. Untuk menghindari kesalahan diagnosis. teraba tiga bagian besar. Rotgen foto abdomen: Tampak gambaran 2 Janin. Inspeksi dan palpasi: Pada pemeriksaan pertama dan ulangan ada kesan uterus lebih besar dan lebih cepat tumbuhnya dari biasa. c. kadang-kadang sampai 1/200. . Diagnosa Keperawatan a. Hal ini dapat dikacaukan dengan mola hidatidosa. Lebih kurang 50 % diagnosis kehamilan ganda dibuat secara tepat jika berat satu janin kurang dari 2500 gram. dan 75 % jika berat badan satu janin lebih dari 2500 gram. dan teraba dua balotemen. Ultrasografi: Bila tampak 2 janin atau 2 jantung yang berdenyut yang telah dapat ditentukan pada triwulan I atau pada kehamilan 10 minggu f. e. g. Elektrokardiogramn total: Terdapat gambaran 2 EKG yang berbeda dari kedua janin. h.b. uterus masih besar. Reaksi kehamilan: Karena pada hamil kembar pada umumnya plasenta besar atau ada 2 plasenta. ternyata masih ada janin satu lamgi dalam rahim. Bagian-bagian kecil terasa lebih banyak. maka produksi HCG akan tinggi. jadi titrasi reaksi kehamilan bisa positif. uterus tumbuh lebih cepat dari kehamilan normal. 2. Pemeriksaan klinik gejala-gejala dan tanda-tanda: Adanya cairan amnion yang berlebihan dan renggangan dinding perut menyebabkan diagnosis dengan palpasi menjadi sukar. Teraba ada 2 balotement. Teraba ada 3 bagian besar janin. Kehamilan kembar sering terjadi bersamaan dengan hidramnion dan toksemia gravidarum. besarnya uterus melebihi lamanya amenorea.

Kecemasan berhubungan dengan kurangnya pengetahuan prosedur penatalaksanaan kehamilan kembar. Perencanaan Keperawatan a. 3. g. Resiko terjadinya kekurangan volume cairan berhubungan dengan HPP: (Haemoragic Post Partum). Resiko terjadi partus premature berhubungan dengan penekanan rongga uterus. c. kebutuhan kalori. suplemen tablet Fe 60-1000 mg/hari memenuhi kebutuhan nutrisi. e. 5) Pantau BB ibu setiap kali kunjungan Rasional: Mengetahui perubahan berat badan ibu dihubungkan intake nutrisi yang adekuat . protein 1. Resiko terjadi solutio plasenta berhubungan dengan kontraksi uterus dini. Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan meningkatnya kebutuhan nutrisi ibu dan janin. Resiko tinggi injury berhubungan dengan penurunan perfusi jaringan sekunder / HPP (Hamorargie post partum).5 gram/kg BB. Gangguan rasa nyaman (sesak) berhubungan dengan ekspansi paru tidak optimal dikarenakan adanya penekanan dinding diafragma. d. f. protein terpenuhi Intervensi: 1) Kaji intake makanan Rasional: Mengetahui kebutuhan nutrisi ibu 2) Jelaskan pentingnya nutrisi kepada ibu: yaitu untuk ibu dan janin yang dikandungnya Rasional: Menambah daya tahan tubuh dan kelemahan fisik 3) Konsul gizi tentang pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi klien 4) Anjurkan makan sedikit tapi sering Rasional: Intake tambahan 300 kalori/hari. Tujuan: Kebutuhan nutrisi ibu dan janin terpenuhi dengan kriteria hasil BB ibu sesuai dengan TB dan usia kehamilan.b.

b. Resiko tinggi injury berhubungan dengan kelahiran premature Tujuan: Tidak terjadi injury pada ibu bila terjadi kelahiran premature Intervensi: 1) Anjurkan ibu untuk bedrest selama trimester III Rasional: Meningkatkan perfusi uterine 2) Anjurkan ibu untuk menghindari hubungan suami istri selama kehamilan trimester III Rasional: Hal ini dapat meningkatkan kontraksi uterus sehingga bias terjadi kelahiran premature c. Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan meningkatnya kontraksi uterus dan penambahan berat uterus. Tujuan: Ibu mampu toleransi terhadap nyeri yang dialaminya Intervensi: 1) Anjurkan ibu untuk menggunakan sabut ibu hamil. 2) Anjurkan keluarga untuk memberikan lingkungan yang nyaman bagi ibu Rasional: Membuat ibu merasa lebih nyaman . dan tidur dengan posisi miring kiri Rasional: Posisi miring kiri mengurangi penekanan pada aorta dan vena cava serta mencegah terjadinya hipertensi.

C. 5. mioma uteri. Gemeli (kehamilan ganda) 4. Letak lutut 4. Letak sungsang sempurna (Complete Breech) Letak bokong dimana kedua kaki ada disamping bokong (letak bokong kaki sempurna/lipat kejang) 3. Fiksasi kepala pada pintu atas panggul tidak baik atau tidak ada. Letak bokong kaki 3. Janin sedah lama mati. Letak bokong (Frank Breech) Letak bokong dengan kedua tungkai terangkat keatas (75%) 2. janin kecil (prematur). seperti uterus arkuatus . Etiologi Penyebab letak sungang: 1. Kelainan uterus. 3. Letak sungsang dibagi sebagai berikut: 1. 2. multipara.seperti pada hidramnion. bikornis.ASKEP DELIVERY BRACCH A. Letak sungsang murni yaitu bokong saja yang menjadi bagian depan sedangkan kedua tungkai lurus keatas. hidrosefalus. plasenta previa. 6. Letak Sungsang tidak sempurna (incomplete Breech) . Pengertian Letak sungsang adalah letak memanjang dengan bokong sebagai bagian yang terendah (presentase bokong). misalnya pada panggulsempit. Janin mudah bergerak. Klasifikasi 1. Sebab yang tidak diketahui. 2. Letak kaki Frekuensi letak sungsang murni lebih tinggi pada kehamilan muda dibanding kehamilan tua dan multigravida lebih banyak dibandingkan dengan primigravida. tumor-tumor pelvis dan lain-lain. B.

bLidah . Isap (-) Anus .Adalah letak sungsang dimana selain bokong bagian yang terendah juga kaki dan lutut. kadang-kadang kaki (pada letak kaki) Bedakan antara: a. Auskultasi DJJ paling jelas terdengar pada tempat yang lebih tinggi dari pusat. 2. Kadua kaki: Letak kaki sempurna Satu kaki: Letak kaki tidak sempurna b.Mengisap b. Tanda dan Gejala 1. Pemeriksaan dalam Dapat diraba os sakrum. Kedua lutut: Letak lutut sempurna Satu lutut: Letak lutut tidak sempurna Posisi bokong ditentukan oleh sakrum. 2. 3. bundar dan melenting pada fundus uteri. dan punggung dikiri atau kanan. tuber ischii. Menentukan letak kelahiran sungsang 1. ada 4 posisi: a. 4.Rahang Mulut c. Right sacrum anterior (sakrum kanan depan) c. Punggung anak dapat teraba pada salat satu sisi perut dan bagian-bagian kecil pada pihak yang berlawanan. dan anus. Tulang (-) . Right sacrum posterior (sakrum kanan belakang) D. Bunyi jantung janin terdengar pada punggung anak setinggi pusat. Left sacrum anterior (sakrum kiri depan) b. terdiri dari: a. 3. Lubang kecil . Pada palpasi teraba bagian keras. Left sacrum posterior (sakrum kiri belakang) d. Palpasi Kepala teraba di fundus. Diatas sympisis teraba bagian yang kurang budar dan lunak. Pergerakan anak terasa oleh ibu dibagian perut bawah dibawah pusat dan ibu sering merasa benda keras (kepala) mendesak tulang iga. bagian bawah bokong.

Poplitea 4.d. Sentralisasi: kepala dan bokong anak dipegang dan didekatkan satusama lain sehingga badan anak membulat dengan demikian anak mudah diputar. Hidramnion: anak mudah bergerak karena mobilisasi 2. Plasenta Previda: Menghalangi kepala turun ke panggul 3. Tehnik: a. Kalau ada pilihan putar kearah perut anak supaya tidak terjadi defleksi. b. Panggul Sempit: Kepala susah menyesuaikan ke jalan lahir F. Versi: anak diputar sehingga kepala anak terdapat dibawah. Rata jari-jari . Patella Lutut i. Patofisiologi Bayi letak sungsang disebabkan: 1. Pemeriksaan foto rontgen : bayangan kepala di fundus E. Setelah versi berhasil bunyi jantung anak diperiksa lagi dan kalau tetap buruk anak diputar lagi ketempat semula.Tidak rata Tangan siku g.Patella (-) h. Tumit . d. Penatalaksanaan 1. Sebagai persiapan: 1) Kandung kencing harus dikosongkan 2) Pasien ditidurkan terlentang 3) Bunyi jantung anak diperiksa dahulu 4) Kaki dibengkokan pada lutu dan pangkal paha supaya dinding perut kendor. Mobilisasi: bokong dibebaskan dahulu c. Sewaktu Hamil Yang terpenting ialah usaha untuk memperbaiki letak sebelum persalinan terjadi dengan versi luar.Jari panjang f. . Mekoneum (+) e. Sudut 90 0 Kaki . Arah pemutaran hendaknya kearah yang lebih mudah yang paling sedikit tekanannya.

Cara berbaring: 1) Litotomi sewaktu inpartu 2) Trendelenburg b.karena halini akan memudahkan terjadinya nuchee arm b. 2.e. persalinan akan mudah. Cara Melahirkan Pervaginam Terdiri dari partus spontan (pada letak sungsang janin dapat lahir secara spontan seluruhnya) dan manual aid (manual hilfe) Waktu memimpin partus dengan letak sungsang harus diingat bahwa ada 2 fase: a. Bila tangan tidak menjungkit ka atas (nuchee arm). Sebaiknya jangan dilakukan ekspresi kristeller. Ekstraksi kaki Ekstraksi pada kaki lebih mudah. Pimpinan Persalinan a. c. Fase II: fase untuk bertindak cepat Bila badan janin sudah lahir sampai pusat. Setelah berhasil pasang gurita. kita hanya melakukan observasi. maka janin harus lahir dalam waktu 8 menit. observasai tensi.Untuk mempercepatnya lahirnya janin dapat dilakukan manual aid . serta keluhan. Pada letak bokong janin dapat dilahirkan dengan cara vaginal atau abdominal (seksio sesarea) 3. tali pusat akan tertekan antara kepala dan panggul. Fase I: fase menunggu Sebelum bokong lahir seluruhnya. DJJ. Melahirkan bokong: 1) Mengawasi sampai lahir spontan 2) Mengait dengan jari 3) Mengaik dengan pengait bokong 4) Mengait dengan tali sebesar kelingking.

Aktifitas/Istirahat: Melaporkan keletihan. talipusat terjepit antara kepala dan panggul. Oleh karena itu setelah tali pusat lahir dan supaya janin hidup. Bagi anak Prognosa tidak begitu baik. atau 14 jam pada multipara (rata-rata adalah 5 ½ jam). Penurunan janin mungkin kurang dari 1 cm/jam padanulipara atau kurang dari 2 cm/jam pada multipara g. Fase laten persalinan dapat memanjang: 20 jam atau lebih lama pada nulipara (rata-rata adalah 8 ½ jam). Integritas ego: Mungkin sangat cemas dan ketakutan e. Pemeriksaan vagina dapat menunjukkan janin dalam malposisi (misalnya: dagu wajah. uterus mungkin distensi berlebihan karena hidramnion. Bagi ibu Kemungkinan robekan pada perineum lebih besar.G.janin harus dilakukan dalam waktu 8 menit. H.janin besar atau grand multiparitas. penurunan penampilan b. Prognasis 1. gestasi multipel. selain itu ketuban lebih cepat pecah dan partus lebih lama.juga karena dilakukan tindakan. jadi mudah terkena infeksi. anak bisa menderita asfiksia. Seksualitas: Dapat primigravida atau grand multipara. 2. Pengkajian a. Nyeri/Ketidaknyamanan Dapat terjadi sebelum awitan (disfungsi fase laten primer) atau setelah persalinan terjadi (disfungsi fase aktif sekunder). Proses Keperawatan Ibu Dengan Letak Sungsang 1. Eliminasi: Distensi usus atau kandung kencing mungkin ada d. Sirkulasi: Tekanan darah dapat meningkat c. kurang energy. . latargi.karena adanya ganguan peredaran darah plasenta setelah bokong lahir dan juga setelah perut lahir. atau posisi bokong). f. Keamanan Dapat mengalami versi eksternal setelah gestasi 34minggu dalam upaya untuk mengubah presentasi bokong menjadi presentasi kepala.

meringis.wajah menunjukan nyeri Intervensi: 1) Buat upaya yang memungkinkan klien/pelatih untuk merasa nyaman mengajukan pertanyaan (Rasional: Jawaban pertanyaan dapat menghilangkan rasa takut dan peningkatan pemahaman) 2) Berikan instruksi dalam tehnik pernafasan sederhana (Rasional: Mendorong relaksasi dan memberikan klien cara mengatasi dan mengontrol tingkat ketidaknyamanan. Koping individual: cemas.yang memperberat nyeri dan menghambat kemajuan persalinan) 4) Berikan tindakan kenyamanan (mis. Nyeri (akut) berhubungan dengan Peningkatan tahanan pada jalan lahir b. Masage. menangis). Prilaku distraksi (gelisah. Nyeri (akut) berhubungan dengan Peningkatan tahanan pada jalan lahir ditandai dengan: Peningkatan tonus otot. 2. pengungkapan. Pemeriksaan Diagnosis 1) Tes pranatal: dapat memastikan polihidramnion.h. Diagnosa Keperawatan a. Intervensi Keperawatan a. pemberian kompres sejuk.presentasi janin. Risiko tinggi cedera terhadap janin berhubungan dengan malpresentasi janin d. Risiko tinggi cedera terhadap maternal berhubungan dengan obstruksi penurunan janin pada jalan lahir c. pemberian es batu) . janin besar atau gestasi multiple 2) Ultrasound atau pelvimetri sinar X: Mengevaluasi arsitektur pelvis. sandaran bantal. tidak efektif berhubungan dengan krisis situasi dengan lahir sungsang 3. posisi dan formasi.gosokan punggung.) 3) Anjurkan klien menggunakan tehnik relaksasi.Berikan instruksi bila perlu (Rasional: Relaksasi dapat membantu menurunkan tegangan dan rasa takut.

Risiko tinggi cedera terhadap meternal berhubungan dengan obstruksi mekanis pada penurunan janin Intervensi: 1) Tinjau ulang riwayat persalinan. posisi janin dan presentasi janin (Rasional: Indikator kemajuan persalinan ini dapat mengidentifikasi timbulnya penyebab persalinan lama) .meningkatkan risiko komplikasi maternal/janin) 5) Catat penonjolan .memungkinkan klien tetap fokus) Kriteria Evaluasi: 1) Berpartisipasi dalam perilaku untuk menurunkan sensasi nyeri dan meningkatkan kanyamanan 2) Tampak rileks diantara kontraksi 3) Melaporkan nyeri berulang/dapat diatasi b. dan intervensi yang tepat) 2) Evaluasi tingkat keletihan yang menyertai. meningkatkan sirkulasi) 6) Kolaborasi: Berikan obat analgetik saat dilatasi dan kontaksi terjadi (Rasional : Menghilangkan nyeri.menurunkan tegangan dan ansietas dan meningkatkan koping dan kontrol klien) 5) Anjurkan dan bantu klien dalamperubahan posisi dan penyelarasan EFM (Rasional: Mencegah dan membatasi keletihan otot.(Rasional: Meningkatkan relaksasi.serta aktifitas dan istirahat sebelum awitan persalinan 3) (Rasional: Kelelahan ibu yang berlebihan menimbulkan disfungsi sekunder atau mungkin akibat dari persalinan lama) 4) Kaji pola kontraksi uterus secara manual atau secara elektronik (Rasional: Disfungsi kontraksi memperlama persalinan. meningkatkan relaksasi dan koping dengan kontraksi. dan durasi (Rasional: Membantu dalam mengidentifikasi kemungkinan penyebab. awitan. kebutuhan pemeriksaan diagnostik.

yang mungkin disebabkan oleh stres. atau sepsis) 2) Perhatikan tekanan uterus selamaistirahat dan fase kontraksi melalui kateter tekanan intrauterus bila tersedia (Rasional: Tekanan kontraksi lebih dari 50 mmHg menurunkan atau mengganggu oksigenasi dalam ruang intravilos) 3) Kolaborasi: Perhatikan frekuenasi kontraksi uterus. asidosis. bilabayi dalam presentasi bokong . hipoksia. (Rasional: Mendeteksi respon abnormal . perhatikan variabilitas. bradikardi & takikardi.Ambulasi dapat membantu kekuatan grafitasi dalam merangsang pola persalinan normal dan dilatasi serviks) 7) Gunakan rangsang putting untuk menghasilkan oksitosin endogen. (Rasional: Oksitosin perlu untukmenambah atau memulai aktifitas miometrik untuk pola uterus hipotonik) 8) Kolaborasi: Bantu untuk persiapan seksio sesaria sesuai indikasi.beritahu dokter bila frekuensi 2 menit atau kurang (Rasional: Kontraksi yang terjadi setiap 2 menit atau kurang tidakmemungkinkan oksigenasi adekuat dalam ruang intravilos) 4) Siapkan untuk metode melahirkanyang paling layak.untuk malposisi (Rasional: Melahirkan sesaria diindikasikan malposisi yang tidak mungkin dilahirkan secara vagina) Kriteria Evaluasi: Tidak terdapat cedera pada ibu c. Risiko tinggi cedera terhadap janin berhubungan dengan malpresentasi janin Intervensi: 1) Kaji DDJ secara manual atau elektronik.seperti variabilitas yang berlebihlebihan.6) Tempat klien pada posisi rekumben lateral dan anjurkan tirah baring dan ambulasi sesuai toleransi (Rasional: Relaksasi dan peningkatan perfusi uterus dapat memperbaiki pola hipertonik.perubahan periodik dan frekuensi dasar.

Anjurkan penggunaan tehnik relaksasi dan pernafasan yang dipelajari 5) (Rasional: Menurunkan ansietas. meningkatkan kenyamanan . karena diameter lebih besar dari jalan masuk ke pelvis dan sering memerlukan kelahiran secara seksio sesaria) 5) Atur pemindahan pada lingkungan perawatan akut bila malposisi dideteksi klien dengan PKA (Rasional: Risiko cedera atau kematian janin meningkat dengan malahirkan pervagina bila presentasi selain verteks) Kriteria Evaluasi: Menunjukan DJJ dalam batas normal dengan variabilitas baik tidak ada deselerasi lambat. kaji derajat nyeri dalam hubungannya dengan dilatasi/penonjolan (Rasional: Persalinan yang lama yang berakibat keletihan dapat menurunkan kemampuan klien untuk mengatasi atau mengatur kontraksi) 2) Kenali realitaskeluhan klien akan nyeri /ketidaknyamanan (Rasional: Ketidaknyamanan dan nyeri dapat disalahartikan pada kurangnya kemajuan yang tidak dikenali sebagai masalah disfungsional) 3) Tentukan tingkat ansietas klien dan pelatih perhatikan adanya frustasi (Rasional: Ansietas yang berlebihan meningkatkan aktifitas adrenal /pelepasan katekolamin.(Rasional: Presentasi ini meningkatkan risiko .menyebabkan ketidak seimbangan endokrin.kelebihan epinefrin menghambat aktifitas miometrik) 4) Berikan informasi faktual tentang apa yang terjadi (Rasional: Dapat membantu reduksi ansietas dan meningkatkan koping) Berikan tindakan kenyamanan dan pengubahan posisi klien. d. Koping individual tidak efektif berhubungan dengan krisis situasi Intervensi Keperawatan: 1) Tentukan kemajuan persalinan. dan membantu klien mengatasi situasi secara positif) Kriteria Evaluasi: .

1) Mengungkapkan pemahaman tentang apa yang terjadi 2) Mengidentifikasi /menggunakan tehnik koping efektif .

Hukum Hellin menyatakan bahwa perbandingan antara kehamilan ganda dan tunggal adalah 1: 89. kuadruplet (4 janin). Angka mortalitas neonatus kehamilan kembar enam kali lebih tinggi dibandingkan kehamilan tunggal. Quintiplet (5 janin) dan seterusnya dengan frekuensi kejadian yang semakin jarang sesuai dengan hokum Hellin. untuk kuadruplet 1 : 893. Kehamilan multipel dapat berupa kehamilan ganda/gemelli (2 janin). triplet (3 janin). dan seterusnya. maupun dependent dan (5) Melaksanankan evaluasi terhadap permasalahan yang dihadapi klien.BAB III PENUTUP A. Saran . Kesimpulan Kehamilan kembar atau kehamilan multipel ialah suatu kehamilan dengan dua janin atau lebih. untuk triplet 1 : 892. Adapun peran perawat selama memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan kehamilan kembar adalah (1) Melaksanakan pengkajian secara sistematis dan komprehensif (2) Merumuskan diagnosa keperawatan (3) Merencanakan tindakan keperwatan berdasarkan prioritas/tingkat kegawatan (4) Melaksanakan tindakan keperwatan baik secara independent. Kehamilan kembar merupakan salah satu kehamilan dengan risiko tinggi. interdependent. B. Angka mortalitas janin kehamilan kembar empat kali lebih tinggi dibandingkan kehamilan tunggal. Semakin banyak jumlah janin yang dikandung dalam kehamilan. maka angka mortalitas akan semakin meningkat.