KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah membantu hamba-Nya dalam menyelesaikan makalah yang berjudul “Manajemen zakat dan wakaf”. Tanpa pertolonganNya, mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah ini disusun untuk membantu mahasiswa memahami tentang zakat dan wakaf. Zakat dan wakaf merupakan nilai instrumental system ekonomi islam. Kedua lembaga ini merupakan sarana yang sangat erat dengan pemilikan. Dilihat dari sudut pandang islam, pemilikan adalah soal yang sangat penting, sebab ia menyangkut hubungan manusia dengan harta kekayaan yang dimiliki, mengenai cara memperolehnya, fungsi hak milik, dan cara memanfaatkannya. Mengenai cara memanfaatkan harta atau rezeki yang diberikan Tuhan, ajaran islam memberikan pedoman dan wadah yang jelas. Diantaranya melalui zakat, sebagai sarana distribusi pendapatan dan pemerataan rezeki dan kemudian wakaf sebagai sarana berbuat kebajikan bagi kepentingan masyarakat. Dalam penyusunan makalah ini kami telah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan kami. Namun sebagai manusia biasa, penyusun tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan baik dari segi tekhnik penulisan maupun tata bahasa. Tetapi walaupun demikian penyusun berusaha sebisa mungkin menyelesaikan makalah meskipun tersusun sangat sederhana. Demikianlah, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua untuk lebih memahami tentang zakat dan wakaf. Kami mengharapkan saran serta kritik dari berbagai pihak yang bersifat membangun sehingga dapat menjadi lebih sempurna dimasa yang akan datang. Jambi, oktober 2012

Penyusun i

..…………………………………………………………… DAFTAR ISI……………………. ii ..………………………… BAB III PENUTUP……………………………………………………………………..….………………………………………………………… i ii BAB II PEMBAHASAN…………………………………….……………………………………………………………….……………………………………………………… BAB 1 PENDAHULUAN.…...DAFTAR ISI KATA PENGANTAR…. DAFTAR PUSTAKA….

Kalau dilukiskan. . Basalamah. Ada tiga sumber pengetahuan yang harus dikaji untuk memahami lembaga itu. Yang dituju adalah keselarasan dan kemantapan hubungan dengan Allah dan dengan sesame manusia. menunjukkan hubungan manusia dengan manusia lain dalam masyarakat. Hampir semua rumah ibadah. karena ia menunjukkan ikatan atau hubungan antara manusia dengan Tuhan dan anatar manusia dengan manusia. Wakaf telah mengakar dan menjadi tradisi umat Islam di manapun juga. Keduanya disebut dengan dua kalimat : hablum minallah wa hablum minan nas (Q. baik yang dikeluarkan oleh Pemerintah Belanda dahulu maupun yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia.BAB I PENDAHULUAN Di dalam ajaran Islam. terutama manusia yang memeluk ajaran agama itu. horizontal. lembaga ini telah menjadi penunjang utama perkembangan masyarakat.s. Garis mendatar. Inilah aqiqah dan ini pulalah wasilah (jalan) yang dibentangkan oleh ajaran Islambagi manusia. Di Indonesia. perguruan Islam dan lembaga-lembaga keagamaan Islam lainnya dibangun di atas tanah wakaf (A. dan (3) wakaf yang tumbuh dalam masyarakat. yaitu (1) ajaran Islam yang bersumber dari al-Qur‟an dan al-Hadits serta Ijtihad para mujtahid. Hubungan itu dilambangkan dengan tali. 1985 :V). garis ke atas (vertikal) menunjukkan hubungan manusia yang bersifat langsung dan tetap dengan Tuhan. selama ia hidup di dunia ini.Q. ada dua tata hubungan yang harus dipelihara oleh para pemeluknya. Salah satu lembaga yang dianjurkan oleh ajaran Islam untuk dipergunakan oleh seseorang sebagai sarana penyaluran rezeki yang diberikan oleh Tuhan kepadanya adalah wakaf. (2) peraturan perundang-undangan. Terjemahan harfiahnya adalah „tali manusia‟. termasuk dirinya sendiri dan lingkungannya. Kedua hubungan itu harus berjalan secara serentak dan simultan. 3 :112). lingkungan dan dirinya sendiri.

prinsip produktivitas (productivity) dan kematangan. prinsip pemerataan (equity) dan keadilan. yaitu prinsip keyakinan keagamaan (faith). antara lain fakir dan miskin. prinsip etik (ethic) dan kewajaran. Prinsip pemerataan dan keadilan cukup jelas menggambarkan tujuan zakat yaitu membagi lebih adil kekayaan yang telah diberikan Tuhan kepada umat manusia. Prinsip-prinsip Zakat Menurut M. Dan hasil (produksi) tersebut hanya dapat dipungut stelah lewat jangka waktu satu tahun yang . ketika Nabi Muhammad mengutus Mu‟az bin Jabal ke Yaman untuk mewakili beliau menjadi gubernur di sana. dengan syarat-syarat tertentu pula. prinsip kebebasan (freedom). A. Menurut hadits. prinsip nalar (reason). B. yang berasal dari Ibnu Abbas.BAB II PEMBAHASAN A. belum merasa sempurna ibadahnya. Moh. Prinsip produktivitas dan kematangan menekankan bahwa zakat memang wajar harus harus dibayar karena milik tertentu telah menghasilkan produk tertentu. bertambah karena suci dan berkah (membawa kebaikan bagi hidup dan kehidupan yang punya). Ali. Mannan dalam bukunya Islamic Economics: Theory and Practice (Lahore. sebagaimana digunakan dalam al-Qur‟an adalah suci dari dosa (M. tumbuh dan berkembang serta berkah. harta yang dizakati itu akan tumbuh berkembang. haul dan kadar-nya. maka zakat adalah bagian dari harta yang wajib diberikan oleh setiap muslim yang memenuhi syarat kepada orang-orang tertentu. Jika dirumuskan. artinya tumbuh dengan subur. sehingga kalau orang yang bersangkutan belum menunaikan zakatnya. perkataan zakat itu diartikan dengan suci. maka menurut ajaran Islam. Makna lain kata zaka. Dan jika pengertian itu dihubungkan dengan harta. 1970 : 285). zakat mempunyai enamprinsip. 1977 : 311) Dalam kitab-kitab hokum islam. Arti dan Definisi Zakat Perkataan zakat berasal dari kata zaka. antara lain Nabi menegaskan bahwa zakat adalah harta yang diambil dari orang-orang kaya untuk disampaikan kepada yang berhak menerimanya. Syarat-syarat tertentu itu adalah nisab. Prinsip keyakinan keagamaan menyatakan bahwa orang yang membayar zakat yakin bahwa pembayaran tersebut merupakan salah satumenifestasi keyakinan agama-nya.

. dalam hubungan ini adalah sasaran praktisnya. C. Prinsip nalar dan kebebasan menjelaskan bahwa zakat hanya dibayar oleh orang yang bebas dan sehat jassmani dan rohaninya. Menjebatani jurang pemisah antara yang kaya dengan yang miskin dalam suatu masyarakat. Menghilangkan sifat kikir. ibnussabil dan mustahiq lainnya.merupakan ukuran normal memperoleh hasil tertentu. 1986 :33). 5. Sarana pemerataan pendapatan (rezeki) untuk mencapai keadilan sosial. kalau karena pemungutan itu orang yang membayarnya justru akan menderita (Mubyarto. terutama pada mereka yang mempunyai harta. Tujuan tersebut. Tujuan Zakat Yang dimaksud dengan tujuan zakat. Membentangkan dan membina talipersaudaraan sesama umat Islam dan manusia pada umumnya. 9. Mengangkat derajat fakir-miskin dan membantunya ke luar dari kesulitan hidup serta penderitaan. Mendidik manusia untuk berdisiplin menunaikan kewajiban dan menyerahkan hak orang lain yang ada padanya (Pedoman zakat (4). Mengembangkan rasa tanggung jawab social pada diri seseorang. antara lain adalah sebagai berikut : 1. Akhirnya prinsip etik dan kewajaran menyatakan bahwa zakat tidak akan diminta secara semena-mena tanpa memperhatikan akibat yang ditimbulkannya. 2. Zakat tidak mungkin dipungut. 3. 7. yang merasa mempunyai tanggung jawab untuk membayar zakat untuk kepentingan bersama. selain yang telah disinggung diatas. 8. 6. 1982 : 27 – 28). Membantu pemecahan permasalahan yang dihadapi oleh paragharimin. Membersihakan sifat dengki dan iri (kecemburuan social) dari hati orang-orang miskin. Zakat tidak di pungut dari orang yang sedang dihukum atau orang yang menderita sakit jiwa. 4.

Berkembang. artinya mencapai jumlah minimal yang wajib dikeluarkan zakatnya. Melindungi masyarakat dari bahaya kemiskinan dan akibat kemelaratan. 6. hikmah itu digambarkan dalam berbagai ayat al –Qur‟an (2 : 261. 3. 9 : 103. Mewujudkan rasa solidaritas dan kasih saying antara sesame manusia. artinya harta yang dipunyai oleh seseorang itu bersih dari hutang. artinya harta yang dipunyai oleh seseorang itu melebihi kebutuhan pokok yang diperlukan oleh diri dan keluarganya untuk hidup wajar sebagai manusia. artinya harta itu berkembnag baik secara alami berdasarkan sunnatullah maupun bertambah karena ikhtiar atau usaha manusia. Bersih dari hutang. Manifestasi kegotongroyongan dan tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa. 2. baik hutang kepada Allah (nazar. Mensyukuri karunia Ilahi. menumbuhsuburkan harta dan pahala serta membersihkan diri dari sifat-sifat kikir. Mencapai haul. 6. iri serta dosa. Melebihi kebutuhan pokok. 2 : 267. 5. ada bebrapa syarat yang harus dipenuhi agar kewajiban zakat dapat dibebankan pada harta yang dipunyai oleh seorang muslim. Mencapai nisab. Membina dan mengembangkan stabilitas sosial salah satu jalan mewujudkan keadilan sosial. . Syarat-syarat itu adalah : 1. wasiat) maupun hutang kepada sesame manusia. Diantara hikmah-hikmah itu adalah : 1. 3. 5. artinya sepenuhnya berada dalam kekuasaan yang punya. 2. artinya harus mencapai waktu tertentu pengeluaran zakat. 4. Syarat-syarat Zakat Menurut para ahli hokum Islam. 1985 : 9-15). Hikmahnya Zakat sebagai lembaga Islam mengandung hikmah yang bersifat rohaniah dan filosofis. 30 : 39) dan al-Hadist. dengki. Pemilikan yang pasti. baik kekuasaan pemanfaatan maupun kekuasaan menikmati hasilnya. Mengurangi kefakimiskinan yang merupakan masalah sosial. biasanya dua belas bulan atau setiap kali setelah menuai atau panen (Abdullah Nasih Ulwan.D. 4. E.

Macam-macam Zakat Zakat terdiri atas : 1. miskin. riqab. agar orang itu benar-benar kembali kepada keadaan ftrah. sabilillah. wajib membayar zakat fitrah sebagai upaya pendidikan agar orang gemar membelanjakan hartanya untuk kepentingan orang lain. hasil tambang dan barang temuan. Orang Islam yang mempunyai bahan makanan pokok lebih dari dua setengah kg pada waktu itu. 2.A. dan uang (simpanan). suci seperti ketika dilahirkan ibunya. Masing-masing kelompok itu berbeda nisab dan kadarnya. gharim. perak. 2. Pada umumnya didalam kitab-kitab hukum fikih Islam harta kekayaan yang wajib dizakati atau dikeluarkan zakatnya digolongkan ke dalam kategori emas. dan ibnussabil (seperti berulang-ulang telah disebut di atas). hasil peternakan. barang yang diperdagangkan. sebagai tanda syukur kepada Allah karena telah selesai menunaikan ibadah puasa. 1975 : 51 -52). Zakat fitrah adalah pengeluaran wajib dilakukan oleh setiap muslim yang mempunyai kelebihan dari keperluan keluarga yang wajar pada malam dan hari raya Idulfitri. Zakat mal atau zakat harta adalah bagian dari harta kekayaan seseorang (juga dalam hukum) yang wajib dikeluarkan untuk golongan orang-orang tertentu setelah dipunyai selama jangka waktu tertentu dalam jumlah minimal tertentu. Yang berhak menerima zakat Yang berhak menerima zakat menurut ketentuan al-Qur‟an surah 9 (at-Taubah ayat 60. Penerima Zakat Mengenai penerima zakat dapat dibagi ke dalam dua kategori. Zakat fitrah ini. amil. hasil bumi. juga dimaksudkan untuk menyucibersihkan dosa-dosa kecil yang mungkin ada ketika melaksanakan puasa Ramadhan (al-Hadist). kedatipun setelah mengeluarkan zakat fitrah itu ia berhak menerima bagian yang mungkin lebih besar dari yang dikeluarkannya (Yusuf al-Qardhawi. G. adalah fakir. muallaf.F. Yang tidak berhak menerima zakat . A. yaitu yang berhak dan yang tidak berhak menerima zakat sebagaimana yang akan diuraikan berikut ini : 1. Basyir. selain dari untuk menggembirakan hati fakir-miskin pada hari raya Idulfitri itu.

Fikih zakat yang diajarkan pada lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia hamper seluruhnya hasil perumusan para ahli beberapa abad yang lalu. Ini disebabkan karena pendidikan keagamaan Islam dimasa yang lampau kurang menjelaskan pengertian dan masalah zakat ini. dan orang yang tidak mengakui adanya Tuhan dan menolak ajarang agama. . Yang demikian memang tidak sesuai dengan perkembangan masyarakat Islam di masa yang lalu. 1982 : 35-38). misalanya. misalnya. 1986 : 70-74. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sekarang. tetapi tidak cocok lagi dengan keadaan sekarang. H. 1982:9). Konsepsi Fikih Zakat Yang dimaksud dengan konsepsi fikih zakat adalah konsep pengertian dan pemahaman mengenai zakat hasil ijtihad manusia. Dalam fikih zakat yang ada sekarang. yang dipengaruhi oleh situasi dankondisi masa itu. Perumusan tersebut banyak yang tidak tepat lagi untuk dipergunakan mangatur zakat dalam masyarakat modern sekarang saat ini. yang mmepunyai sektor-sektor industry. binatang peliharaan seperti unta. 2. karena kurang paham. Beberapa Permasalahan Zakat di Indonesia 1. barang-barang niaga. makanan yang mengenyangkan. pedoman zakat (3). domba dan sebagainya. tidak tertampung oleh fikih zakat yang telah ada itu. Akibatnya.di dalam al-Qur‟an hanya disebutkan pokok-pokoknya saja yang kemudian dijelaskan oleh sunnah Nabi Muhammad. yang wajib dizakati hanyalah emas. kelompok orang kaya. umat Islam kurang pula melaksanakannya (Pedoman Zakat (2). Pemahaman Zakat Yang dimaksud dengan pemahaman disini adalah pengertian umat Islam tentang lembaga zakat itu. orang yang sibuk beribadah sunnat untuk kepentingan dirinya sendiri tetapi meluoakan kewajibannya mencari nafkah untuk diri dan keluarga dan orang-orang yang menjadi tanggungannya.Yang tidak boleh menerima zakat adalah kelompok orang-orang berikut adalah keturunan Nabi Muhammad berdasarkan hadist Nabi sendiri. keluarga Muzzaki yakni keluarga orang-orang yang wajib mengeluarkan zakat. Mereka disebut mulhid atau atheis (Abdullah Nasih Ulwan. Pengertian mereka sangat terbatas kalau dibandingkan dengan pengertian mereka tentang shalat dan puassa. perak. pelayanan jasa.

pengawas yang ketat dan sempurna. Cara dan siakp ini tidak sepenuhnya salah. Berbagai Upaya Pemecahan 1. tetapi bertindak sebagai mustahiq (orang yang berhak menerima zakat) sendiri dalam kategori sabilillah yakni orang yang berjuang dijalan Allah. Diantaranya untuk menghindari penumpukan harta (zakat) pada orang tertentu. namun sikap tersebut seharusnya ditinggalkan. Pembenturan Kepentingan Yang dimaksud dengan pembenturan kepentingan adalah pembenturan kepentingan organisasi-organisasi atau lembaga-lembaga sosial Islam yang memungut zakat selama ini dengan misalnya Bazis atau Baz sebagai lembaga atau organisasi amil zakat baru. 4. I. tetapi kepada para pemimpin agama setempat. kalau diciptakan organisasi yang baik terutama system administrasinya. dalam masyarakat ada juga sikap kurang percaya terhadap penyelenggaraan zakat itu. Kalau pengumpulan zakat dilakukan secara terkoordinasi dalam badan-badan baru itu. jika tidak dapat dihapuskan samasekali. 1982:16). baik formal maupun nonformal. Sikap ini adalah peninggalan sejarah. 5. sebaiknya dilakukan melalui pendidikan. kekhawatiran ini tidak perlu ada asal saja semua dilaksanakan dengan tertib dan berencana.3. padahal salah satu dari tujuan zakat adalah pemerataan rezeki untuk mencapai keadilan sosial. Namun sikap ini sangat dapat dikurangi.menyerahkan zakatnya tidak kepada kedelapan kelompok atau beberapa dari delapan golongan yang berhak menrima zakat. baik mengenai pengumpulan maupun tentang pendayagunaannya. Secara masal . Sikap Kurang Percaya Di samping kesadaran yang makin tumbuh dalam masyarakat Islam Indonesia tentang pelaksanaan zakat. lembaga yang lama merasa khawatir kepentingannya akan terganggu (Pedoman Zakat (1). Penyebarluasan Pengertian Zakat Usaha penyebarluasan pengertian zakat secara baik dan benar. seperti sikap kurang percayanya orang terhadap penyelenggaraan koperasi. Pemimpin agama ini tidak bertindak sebagai amil yang berkewajiban membagikan atau menyalurkan zakat kepada mereka yang berhak menerimannya. karena kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh pengurusnya. Sikap Tradisional Penghambat lain adalah kebiasaan para wajib zakat. terutama diperdesaan. Sesungguhnya.

Membuat atau Merumuskan Fikih Zakat Baru Untuk keperluan ini harus ada kerjasama antara para ahli berbagai bidang yang erat hubungannya dengan zakat. baik seterusnya maupun untuk mengambil nafas sementara. Di samping itu disebutkan juga penghasilan tetap dan tidak tetap seseorang yang perlu dikeluarkan zakatnya agar penghasilan yang diperoleh seseorang itu menjadi bersih dari hak orang lain dan berkah. sarjana ekonomi dan sarjana sosial. barang yang wajib dizakiati. pengelolaan zakat sebaiknya diatur oleh pemerintah melalui peraturan perundang-undangan. baik penerimaan maupun pengeluarannya cukup besar. Sebagai ajaran yang menekankan pada rasa persaudaraan dan rasa kasih sayang terhadap sesama manusia.pendayagunaan dan pengorganisasiannya.penyebaluasan pengertian zakat itu dapat dilakukan mellaui oenyuluhan. sebagai sumber zakat. Menurut aturannya seorang pembaca tidak boleh berhenti di . sarjana hukum. setidak-tidaknya dengan peraturan pemerintah. tetapi juga untuk memecahkan berbagai masalah yang berkenaan dengan pelaksanaan pengumpulan zakat. berasal dari kata kerja bahasa Arab waqafa yang berarti menghentikan. terutama tentang hukumnya. J. Pengaturan melalui peraturan perundang-rundangan ini. Zakat dan peundang-undangan Potensi zakat. K. yang menjadi wakaf dalam bahasa Indonesia.para ahli pengetahuan Islam. misalnya sekeddar contoh. dari mana dimulai dan dimana harus berhenti. sesuai dengan perkembangan zaman. Fikih zakat yang baru itu diharapkan dapat menampung perkembangan yang ada dan bakal ada di Indonesia. hendaknya disebutkan jenis barang yang bernilai ekonomis yang ada dalam masyarakat Indonesia sekarang. pengelolaan sosial. berdiam di tempat atau menahan sesuatu. Pengertian menghentikan ini (kalau) dihubungkan dengan ilmu baca al-Qur‟an (ilmu tajwid) adalah tata cara menyebut huruf-hurufnya. 2. Mengenai barang yang wajib dizakati. Wakaf dalam pengertian ilmu tajwid ini mengandung makna menghentikan bacaan. Supaya ia menjadi riil sebagai dana untuk menanggulangi kemiskinan dan sarana pemerataan pendapatan untuk menciptakan keadilan sosial. tidak hanya akan memperlancar proses pengelolaan dan pendayagunaannya. ahli (hukum) fikih. Pengertian wakaf Perkataan waqf.

dikaitkan dengan wuquf yakni berdiam di Arafah pada tanggal9 Zulhijjah ketika menunaikan ibadah haji. kecuali jika ia menyedekahkan sebagian dari harta yang disenanginya (pada orang lain). Kedua-duanya kata benda yang berasal dari kata kerja waqafa dan habasa. Di dalam kepustakaan. baik dengan jalan jual-beli hibah maupun dengan warisan. Bentuk jamaknya adalah awqaf untuk waqf dan ahbas untuk habs. tidak lekas musnah stelah dimanfaatkan. pahala ilmu yang bermanfaat (bagi orang lain) yang diajarkannya selama hayatnya. artinya menghentikan. Wakaf adalah menahan sesuatu benda untuk diambil manfaatnya sesuai dengan ajaran Islam. itulah yang dimaksud dengan wakaf dalam uraian ini. dan doa anak (amal) saleh yakni anak yang membalas guna orang tuanya dan mendoakan ayah-ibunya kendatipun orangtuanya itu telah tiada bersama dia di dunia ini. harus pada akhir kata di penghujung ayat agar bacaannya sempurna. serta untuk keperluan amal kebajikan sesuai dengan ajaran Islam. Perkataan habs atau ahbas biasanya dipergunakan di Afrika Utara di kalangan pengikut mazhab Maliki. Para ahli sependapat bahwa yang dimaksud dengan (pahala) shadaqah jariyah dalam hadist itu adalah (pahala) wakaf yang diberikannya di kala seseorang masih hidup (A. Tanpa wuquf di Arafah tidak ada haji bagi seseorang.pertengahan suku kata.kecuali pahala tiga amalan yaitu pahala amalan shadaqah jariyah (sedekah yang pahalanya tetap mengalir) yang diberikannya selama ia hidup. Dalam surah al-Imran (3) ayat 92 Tuhan menyatakan bahwa manusia tidak akan memperoleh kebaikan. A. sinonim waqf adalah habs. Menurut hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim berasal dari Abu Hurairah. Pengertian wakaf dalam makna berdiam di tempat.lepas dari kekuasaan orang-orang yang berwakaf.di surah lain Allah memrintahkan manusia untuk membelanjakan (menyedekahkan) hartanya yang baik (2 :267). seorang manusia yang meninggal dunia akan berhenti semua pahala amal perbuatannya. Di dalam al-Qur‟an surah al-Haj (22) ayat 77 Tuhan memerintahkan agar manusia berbuat kebaikan supaya hidup manusia itu bahagia. Basyir. Pengertian menahan (sesuatu) dihubungkan dengan harta kekayaan. 1977 : 7). menahan seperti yang dikemukakan di atas. tidak dapat diasingkan kepada pihak lain. Harta yang diwakafkan haruslah benda yang kekal zatnya (tahan lama wujudnya). .

Ketiga. dalam rangka beribadah kepada-Nya. Kalau ia berupa saham atau modal. Tujuan Wakaf (Mauquf ‟alaih) Tujuan wakaf adalah untuk mendapatkan keridhaan Allah. benda itu sebagaimana disebutkan diatas. 1977:10:A. Seorang wakif tidak boleh mencabut kembali wakafnya dan dilarang pula menuntut agar harta yang sudah diwakafkan dikembalikan ke dalam (bagian) hak miliknya. Kalau ada. harta yang diwakafkan itu dapat berupa benda dapat juga berupa benda bergerak seperti buku-buku.A. harus benar-benar kepunyaan wakif dan bebas dari segala beban. Mengenai harta yang diwakafkan perlu dicatat bahwa harta itu harus bebas dari beban hutang pada orang lain. 1975:3). Orang yang Mewakafkan Hartanya (Wakif) Orang yang mewakafkan hartanya. di antaranya adalah kecakapan bertindak. Tujuan wakaf itu harus dapat dimasukkan ke dalam kategori ibadah pada . saham. harta yang diwakafkan itu haruslah jelas wujudnya dan pasti batas-batasnya (jika berbentuk tanah). Unsur-Unsur Wakaf 1. Keempat. surat-surat berharga dan sebagianya. Sebagimana halnya dengan zakat. Basyir.oleh karena sifatnya yang demikian itu. Harta yang Diwakafkan (Mauquf) Barang atau benda yang diwakafkan (mauquf) haruslah memenuhi syaratsyarat berikut. maka tujuan wakaf wakaf tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai ibadah. Wasit Aulawi. dalam istilah hukum Islam disebut wakif. wakaf merupakan ibadah malliyah berbentuk shadaqah jariyah yakni sedekah yang terus mengalir pahalanya untuk orang yang menyedekahkannya selama barang atau benda yang disedekahkan itu masih ada dan dimanfaatkan.halal dan sah menurut hukum. Pertama. telah dapat mempertimbangkan baik buruknya perbuatan yang dilakukannya dan benar-benar pemilik harta yang diwakafkan itu. harus tetap zatnya dan dapat dimanfaatkan untuk jangka waktu yang lama. Pemanfaatan itu haruslah untuk hal-hal yang berguna. Seorang wakif haruslah memenuhi syarat untuk mewakafkan hartanya. tidak habis sekali pakai. 2. misalnya untuk mendirikan atau membiayai tempat perjudian atau usaha-usaha maksiat lainnya (A. 3. Kedua.L. beban itu harus diangkat lebih dahulu supaya dengan tindakannya itu wakif tidak merugikan orang lain. haruslah diusahakan agar penggunaan modal itu tidak untuk usaha-usaha yang bertentangan dengan ketentuan-ketentuan hukum Islam.

Perwakafan benda itu tidak dibatasi untuk jangka waktu tertentu saja. Dengan penyataan itu. Syarat-syarat Wakaf Di samping rukun-rukun wakaf tersebut di atas. tetapi untuk untuk selama-lamanya. mempunyai cirri-ciri yang sama dengan wakaf keluarga. wewenang untuk penentuan tujuan wakaf itu berada pada badan hukum yang bersangkutan sesuai dengan tujuan badan hukum itu 3. 4. Macam Wakaf 1. pasar. Tujuannya haruis jelas. Wakaf harus segera dilaksanakan setelah ikrar wakaf dinyatakan oleh wakif tanpa menggantungkan pelaksanaannya pada suatu peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Adalah mubah atau jaiz atau boleh saja kalau misalnya orangmewakafkan tanahnya untuk kuburan. Wakaf Keluarga atau Wakaf Ahli Yang dimaksud dengan wakaf keluarga atau wakaf ahli (disebut juga wakaf khusus) adalah wakaf yang khusus diperuntukkan bagi orang-orang tertentu.namun apabila seorang wakif menyerahkan tanahnya kepada suatu badan hukum tertentu yang sudah jelas tujuan dan usahanya. tanggallah hak wakif atas benda yang diwakafkannya. Syarat-syarat itu adalah sebagai berikut : 1. baik ia keluarga wakif maupun orang lain. Wakaf yang dibatasi waktunya untuk lima tahun saja misalnya. maka harus ada badan yang mengurusnya. 2.umumnya. dapat dilakukan dengan lisan atau tulisan. sekurang-kurangnya tujuannya harus merupakan hal yang mubah menurut ukuran (kaidah) hukum Islam. ada pula syarat-syarat sahnya suatu pewakafan benda atau harta seseorang.pewakafan tidak sah. adalah tidak sah. N. M.lapangan olahraga. Pernyataan (Sighat) Wakif Pernyataan wakif yang merupakan tanda oenyerahan barang atau benda yang diwakafkan itu. seorang atau lebih. Ia merupakan harta keluarga yang dipertahankan tidak dibag-bagi atau diwariskan . tanpa menyebutkan tujuan secara jelas. Dalam hubungan dengan wakaf keluarga ini perlu dicatat bahwa harta pusaka tinggi di Minangkabau misalnya. dan sebaginya dalam rangka pelaksanaan ibadah umum atau ibadah amah. Kalau tujuan wakaf itu untuk kepentingan umum.

Sebab. tanah pekuburan dan sebagainya. wakaf khairi ini jelas merupakan wakaf yang benar-benar dapat dinikmati manfaatnya oleh masyarakat dan merupakan salah satu sarana penyelenggaraan kesejahteraan masyarakat baik dalam bidang keagamaan maupun dalam bidang ekonomi. 2. asrama. harta wakaf itu menjadi amanat Allah yang memerlukan orang atau badan hukum mengurus atau mengelolanya. rumah sakit. tidak pada orang atau badan yang disebut dalam tujuan wakaf itu. pemiliknya adalah orang yang mewakafkannya. Dan setelah harta wakaf itu diwakafkan oleh wakif. pemilikannya beralih kepada Allah dan manfaatnya menjadi hak mauqul „alaih ( : orang atau orang yang berhak memperoleh hasil harta wakaf itu). Orang atau badan yang mengurus wakaf disebut nadzir atau mutawalli. O. berpindah (kembali) kepada Allah. sosial. Dengan demikian. Wakaf khairi atau wakaf umum inilah yang paling sesuai dengan ajaran Islam dan yang dianjurkan pada orang yang mempunyai harta untuk melakukannya guna memperoleh pahala yang terus mengalir bagi orang yang bersangkutan kendatipun ia telah meninggal dunia. Pemilikan Harta Wakaf Para ahli hukum (fikih) Islam sependapat bahwa sebelum harta yang diwakafkan. 1977:15). pemilikan atas harta wakaf. begitu wakif selesai mengucap ikrar wakaf seketika itu juga pemilikan harta yang di wakafkannya tanggal (lepas) dari tangannya dan berpindah (kembali) menjadi milik Allah. madrasah. Wakaf jenis ini jelas sifatnya sebagai lembaga keagamaan dan lembaga sosial dalam bentuk mesjid. tidak tetap di tangan wakif dan tidak pula berpindah menjadi milik mauquf „alaih. selama wakaf itu masih dapat diambil manfaatnya. rumah yatim-piatu. Dengan kalimat lain.A.kepada keturunan secara individual. Wakaf Umum Yang dimaksud dengan wakaf khairi atau wakaf umum adalah wakaf yang diperuntukkan bagi kepentingan atau kemaslahatan umum. karena ia telah diperuntukkan bagi kepentingan keluarga. setelah ikrar wakaf diucapkan oleh wakif.pesantren. Basyir. . Dari bentuk-bentuknya tersebut diatas. menurut pendapat umum. memenuhi kebutuhan baik dalam keadaan biasa apalagi dalam keadaan yang tidak disangka-sangka (darurat). budaya dan pendidikan (A.

Bentuk Wakaf di Indonesia Di Indonesia.wakaf pada umunya berupa benda-benda konsumtif. Pada dasarnya. bukan barang-barang yang produktif. seperdelapan dari hasil tanah yang diwakafkannya atau berapa saja yang pantas menurut pertimbangan wakif. ini dapat dilihat pada mesjid. berkembang meliputi juga paham yang tumbuh dalam mazhab hukum (fikih) Islam lainnya. namun. berakal sehat. Namun demikian. siapa saja dapat menjadi nadzir asal saja ia berhak melakukan tindakan hukum. tidak terbatas lagi hanya pada fikih Islam mazhab Syafi‟i. Besarnya sesuai ketentuan wakif. termasuk menentukan nadzirnya (A. Nadzir berhak mendapatkan upah untuk jerih payahnya mengurus harta wakaf. tampak perubahan orientasi. setelah tahun tujuh puluhan ketika para hakim pengadilan agama telah banyak dijabat oleh alumni IAIN. dapat dipercaya dan mampu menyelenggarakan segala urusan yang berkenaan dengan harta wakaf. pemahaman dan penerapan fikih wakaf di tanah air kita telah berkembang pula baik dalam teori maupun dalam putusan Badan Pengadilan Agama. untuk memahami fikih wakaf di Indonesia hanya dipergunakan pendapat ahli mazhab Syafi‟I. Q. R. Nadzir wakaf adalah orang yang memegang amanat pemeliharaan dan pengurusan wakaf sesuai dengan wujud dan tujuannya. panti . para ahli menentukan beberapa syarat yang harus dipenuhinya.Basyir. biss sepersepuluh. Kalau sebelum tahun tujuh puluhan. mungkin pula diserahkannya kepada orang lain.pemerintah berhak campur tangan mengeluarkan berbagai peraturan mengenai perwakafan.P. Yang berhak menentukan nadzir wakaf adalah wakif. terdapat perkembangan.A. selama ia melaksanakan tugasnya dengan baik. Syarat tersebut adalah telah dewasa. sekolah-sekolah. kalau nadzir itu adalah perorangan. baik perorangan maupun organisasi. Dengan demikian. Penerapan Fikih Wakaf di Indonesia Penerapan fikih wakaf di Indonesia. Agar pewakafan dapat terselenggara dengan sebaikbaiknya. Pengurus Wakaf : Nadzir atau Mutawalli Nadzir wakaf adalah orang atau badan yang memegang amanat untuk memelihara dan mengurus harta wakaf sebaik-baiknya sesuai dengan wujud dan tujuannya. Abdoerraoef. tetapi sudah meluas. 1970:131). 1977:19. Mungkin ia sendiri yang menjadi nadzir.

seperti hak uluyat misalnya. maka terjadilah masalah mengenai biaya pemeliharaannya. Ini disebabkan karena beberapahal. Untuk mengatasi kesulitan itu. menurut hukum adat (dahulu).perlu dicari sumber dana tetap melelui wakaf produktif. dan sebagainya.asuhan. Dan oleh karena harta yang diwakafkan itu pada umumnya adalah barang-barang konsumtif. . di antaranya adalah (di jawa misalnya) tanah telah sempit dan di daerah-daerahlain. rumash sakit. hak milik perorangan atas tanah dibatasi oleh hak masyarakat hukum adat.

karena lembaga-lembaga tersebut merupakan lembaga yang potensial untuk dikembangkan. Diharapkan juga undang-undang Wakaf dan Badan Wakaf Indonesia segera terealisasi. . tetapi pengelolaannya sampai saat ini belum optimal. sehingga wakaf dapat dikelola secara prodoktif dan dapat mewujudkan kesejahteraan dan keadilan social dalam masyarakat. Dengan adanya BAZNAS dan LAZ diharapkan pengelolaan zakat lebih terarah sehingga tujuan orang berzakat dapat tercapai.BAB III PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang sudah dikemukakan jelas zakat dan wakaf di Indonesia saat ini perlu mendapatt perhatian khusus.

DAFTAR PUSTAKA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful