P. 1
Diet Sehat Dan Alami Ala Shangri

Diet Sehat Dan Alami Ala Shangri

|Views: 41|Likes:
Published by Ria Ka

More info:

Published by: Ria Ka on Dec 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/19/2013

pdf

text

original

Diet sehat dan alami ala Shangri-La

Berhubung saya juga termasuk orang-orang yang kelebihan berat badan. Saya sering mencari dan membaca artikel-artikel tentang diet yang sehat dan alami. Kebanyakan cara-cara tersebut terlalu sulit bagi saya dan mungkin juga buat para pembaca.Karena kebanyakan tips dari artikel itu harus mengontrol makanan dan olahraga yang sering. Sebenarnya memang yang paling utama dalam diet itu adalah harus mengontrol diri terhadap makanan-makanan yang ada didepan kita. Apalagi saat kita menghadiri acara-acara pesta dan pernikahan.Bagi saya itu,kalau datang ke acara-acara mungkin tidak bisa menahannya lagi untuk menyantap semua makanan. Mungkin para pembaca juga merasa seperti yang saya alami. Seperti itulah derita yang dialami para pemilik badan yang kelebihan berat. Nah,saya menemukan cara yang termasuk gampang dan sehat. Tips ini berasal shangrila,suatu tempat yang indah berada di gunung himalaya.Kenyataan itu cuma tempat legenda digunung himalaya. Tips diet sharingla ini sebenarnya sangat sederhana. Berikut cara diet yang alami dan sehat tanpa mengurangi banyak porsi makan dan olahraga ketat. Tipsnya: Ambil dan minum satu sendok minyak zaitun 1jam sebelum makan.Kalau tidak ada minyak zaitun,bisa dengan satu sendok gula dicampur air minum.Tapi lebih bagus menggunakan minyak zaitun karena selain untuk diet bisa membuat kulit lebih halus.Bila anda termasuk intolerant dengan gula karena penyakit gula darah,sebaiknya gunakan minyak zaitun. Untuk takarannya: 1. satu sendok makan untuk menurunkan <10kg 2. dua sendok makan untuk menurunkan <20kg 3. tiga sendok makan untuk menurunkan >20kg Selama satu jam,anda tidak boleh memakan atau meminum apapun kecuali air putih bila haus dan juga tidak boleh menyikat gigi. Setelah anda meminumnya,anda akan merasa lebih cepat kenyang saat menyantap makanan dan tidak bisa menambah lagi makanan anda.
http://tre3nt.blogspot.com/2010/08/diet-yang-sehat-dan-alami-ala-shangri.html
Oct 7, '06 4:14 AM for everyone

THE SHANGRI-LA DIET

Category: Genre: Author:

Books Health, Mind & Body Seth Roberts, Ph.D

Baru saja selesai nerjemahin buku ini. Berikut ini review yang kubuat untuk penerbit sebagai usulan back cover. Enjoy it!!

THE SHANGRI-LA DIET Program Diet Tanpa Rasa Lapar -Seth Robert, Ph.D.“Sebuah teori penurunan berat-badan yang mungkin baru menguntungkan beberapa juta orang saja.” —STEPHEN J. DUBNER, coauthor FREAKONOMICS Program diet Anda selama ini selalu membuat Anda kelaparan? Membuat Anda kerepotan karena harus menghitung-hitung kalori dengan cermat? Membuat Anda hanya bisa menelan ludah di tengah-tengah sederet hidangan pesta yang menggiurkan? Membuat Anda jadi “bermusuhan” dengan makanan? Tahukah Anda, bahwa minyak dan gula—yang konon menjadi musuh utama mereka yang menginginkan berat badan ideal—sesungguhnya malah bisa menurunkan berat badan Anda secara cepat, mudah, dan menyenangkan? Jika pernyataan radikal ini mengejutkan Anda, dan Anda sudah lama mencari-cari program diet yang membutuhkan usaha minimal, THE SHANGRI-LA DIET layak Anda baca dan coba! Dalam THE SHANGRI-LA DIET, Anda akan menemukan bahwa memiliki beratbadan ideal yang Anda idam-idamkan ternyata tidaklah sesulit yang Anda kira. Tiada rasa lapar. Tak perlu menghitung-hitung kalori. Makanan pesta? Sikat saja

sepuasnya! Asalkan ... Hmm ... asalkan apa? Temukan jawabannya dalam THE SHANGRI-LA DIET: Program Diet Tanpa Rasa Lapar.*** Tapi di sini, di Shangri-La, semuanya adem-ayem saja. —Lost Horizon
http://elkaferani.multiply.com/reviews/item/2

SHANGRI-LA DIET
{ January 25, 2010 @ 12:33 } · { Diet } { Tags: Diet, kalori, makanan }

Shang

ri-la diet merupakan cara diet yang dikemukakan oleh seorang

profesor psikologi dari universitas California, bernama Seth Roberts. Dia menulis buku yang berjudul “ The Shangrila Diet, The no hunger, Eat anything, Weight loss plan” pada tahun 2006. Diet ini sangat sederhana namun caranya tidak lazim dibandingkan diet lainnya. Prinsip dari diet ini adalah mengubah apa yang disebut olehnya sebagai “set point”, yaitu berat badan yang diinginkan oleh tubuh seseorang. Ketika berat badan kita dibawah “set point”, maka nafsu makan kita akan meningkat. Ketika berat badan kita diatas “set point”, maka nafsu makan kita pun akan menurun. Robert percaya memakan makanan tertentu dapat meningkatkan atau menurunkan “set point” kita. Makanan yang memiliki cita rasa yang “nikmat” dan tinggi kalori (seperti fastfood atau donat) diduga dapat meningkatkan “set point” kita,sehingga tubuh kita ingin menjadi lebih gemuk, sedangkan makanan lunak yang akan lambat dicerna dan sedikit/atau tidak memiliki rasa, namun tetap mengandung kalori , diduga dapat menurunkan “set point”, yang akan membuat tubuh kita ingin menjadi lebih langsing. Penurunan berat badan pada diet ini mengikuti penurunan nafsu makan yang mengakibatkan seseorang makan lebih sedikit. Dan kunci dari itu semua adalah dengan mengkonsumsi Extra Light Olive Oil (ELOO) atau air gula. Itu sebabnya diet ini dinilai “aneh” dan “tidak lazim”, serta mengundang pro dan kontra terutama di

kalangan para ahli nutrisi. Namun terlepas dari hal itu, tidak sedikit orang yang mencobanya dan berhasil menurunkan berat badannya. Latar Belakang Trik dari diet ini adalah memutuskan hubungan antara cita rasa dengan kalori suatu makanan, sehingga “set point” seseorang akan menurun. Roberts percaya bahwa dalam keadaan normal, tubuh akan menikmati cita rasa “nikmat” suatu makanan, dan dalam waktu singkat akan merasakan masuknya energy dari kalori makanan tersebut,yang kemudian akan membuat metabolisme tubuh kita lebih menginginkan lagi asupan cita rasa makanan tadi, sehingga mengakibatkan penambahan kalori yang masuk ke dalam tubuh. Dengan memutuskan hubungan antara citarasa yang dinikmati tubuh kita dengan kalori yang didapat, tubuh tidak lagi mengidamkan penambahan kalori dikarenakan rasa makanan yang tidak “nikmat” yang kita makan. Bahkan kita akan memakan lebih sedikit makanan karena masuknya kalori tidak disertai dengan rasa makanan yang “nikmat”. Kurang lebih seperti itulah pemikirannya. Maka Robert mencoba untuk memakan makanan yang tidak memiliki rasa, atau memiliki rasa “tidak lazim” namun tetap mengandung kalori. Hasilnya Robert mengalami penurunan berat badan. Namun Robert tidak puas sampai disitu. Dia berpikir apakah ada zat lain yang dapat memutuskan hubungan antara cita rasa dengan kalori yang masuk tanpa harus memakan makanan dengan rasa yang tidak “nikmat” seumur hidup. Akhirnya Robert menemukan bahwa cara untuk memutuskan hubungan antara cita rasa dengan kalori suatu makanan adalah : 1. Mengkonsumsi 1-2 sendok makan extra light olive oil 1 jam sebelum atau sesudah makan. 2. Mengkonsumsi 1-3 sendok makan gula yang dilarutkan kedalam air, 1 jam sebelum atau sesudah makan. Air gula ini harus diminum sedikit demi sedikit (paling tidak 1/2jam), tidak boleh langsung dihabiskan, untuk menghindari meningkatnya kadar gula darah kita. Selama 1 jam diantara mengkonsumsi ELOO atau air gula dengan makanan utama, tidak boleh makan atau minum selain air putih. Bahkan juga tidak boleh menggosok gigi. Tujuannya supaya kita tetap tidak merasakan citarasa (karena ELOO dan air gula dianggap Roberts tidak memiliki rasa namun mengandung kalori), sehingga tubuh tidak akan menghubungkan apa yang kita minum tadi dengan makanan yang

akan/atau sudah kita makan. Setelah “taste breakdown” ini, maka “setpoint” akan menurun, nafsu makan menurun, dan akhirnya berat badanpun berkurang. Air gula memang terasa manis, namun menurut Roberts itu adalah rasa manis yang murni, tanpa disertai tambahan rasa lain, jadi tidak dianggap sebagai rasa “nikmat”. Sedangkan pemanis lain seperti madu dan sirup, memiliki rasa lain selain manis murni, sehingga tidak dapat digunakan pada diet ini. Kelebihan Kita tidak perlu menyiksa tubuh kita dengan mengurangi makanan seperti diet pada umumnya, karena diet ini lebih menekankan pengurangan kalori yang dicapai dengan memutuskan hubungan antara citarasa dan kalori makanan sebelum kita memakan makanan utama. Kekurangan
 

Penelitian diet ini sangat subyektif, sehingga hasilnya pun akan berbeda-beda pada setiap orang yang menjalaninya. Diet ini tidak menjelaskan efeknya terhadap masalah kesehatan lain, seperti kadar kolesterol dan kadar gula darah dikemudian hari jika terus menerus menerapkannya.

Jadi, sesungguhnya pembahasan ini ditujukan bukan untuk merekomendasikan cara diet ini, namun untuk memberikan gambaran. Jika ingin mencoba cara diet yang tidak seperti diet pada umumnya, maka silahkan mencobanya. Namun jika tidak mempercayainya sebaiknya jangan menerapkannya. Karena sesungguhnya tujuan dari diet tidaklah hanya untuk menurunkan berat badan semata, namun juga meraih kualitas kesehatan tubuh yang lebih baik.
   

Share this: StumbleUpon Digg Redd

http://trimanov.wordpress.com/2010/01/25/shangri-la-diet/ http://archive.kaskus.us/thread/896152/560 http://noveriansyah.blog.friendster.com/2008/08/shangrila-diet/ http://blogagamaislam.com/tips/diet-tanpa-diet-diet-sehat-shangri-la.html

http://www.bukabuku.com/browse/bookdetail/24018/diet-tanpa-diet-diet-sehat-shangri-la.html

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20071104170853AAxXKwC http://www.ligagame.com/forum/index.php?topic=68727.0

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->