P. 1
ASKEP-INFERTILITAS

ASKEP-INFERTILITAS

|Views: 26|Likes:
Published by niar_vs3231

More info:

Published by: niar_vs3231 on Dec 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/22/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Infertilitas adalah ketidakmampuan pasangan untuk mencapai kehamilan setelah 1 tahun hubungan seksual tanpa pelindung. Infertilitas (pasangan mandul) adalah pasangan suami istri yang telah menikah selama satu tahun dan sudah melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi, tetapi belum memiliki anak. (Sarwono, 2000). Gangguan konsep diri seksual seringkali dialami individu. Pasangan yang meminta bantuan untuk mengatasi gangguan fertilitas pasti telah memutuskan untuk memiliki seorang anak. Kehidupan dalam keluarga tanpa kehadiran anak, terasa tidak lengkap, sebab salah satu fungsi keluarga belum terpenuhi. Keluarga merasa tersisih, masing-masing anggota keluarga merasa tidak normal dibanding keluarga lainnya. Mereka merasa rendah diri, mudah tersinggung, emosinya labil, gairah untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi berkurang, karena merasa tidak punya generasi penerus yang bisa meneruskan cita-citanya. Melihat kondisi seperti ini harus segera diatasi, karena tekanan jiwa atau emosi yang berkelanjutan bisa menurunkan kesuburan pasangan, sehingga makin tertekan jiwanya semakin sulit untuk mendapatkan keturunan. Tekanan jiwa pada istri akan menyebabkan terganggunya ovulasi, sel telur tidak bisa dan jarang berproduksi.Pada tekanan ini pula bisa menyebabkan saluran telur mengalami (spasme), sehingga sulit dilewati sel telur atau spermatozoa. Selain itu, karena tekanan jiwa, hubungan suami istri menjadi terganggu, malas dan tidak bergairah. Keadaan ini semuanya menyebabkan kesuburan tersebut lebih parah lagi (Samsul, 2004).

1

2. Rumusan Masalah 1. Apa pengertian dari infertilitas? 2. Apa saja klasifikasi dari infertilitas? 3. Apa penyebab dari infertilitas? 4. Bagaimana patofisiologi dari Infertilitas? 5. Apa saja manifestasi klinis dari infertilitas? 6. Apa saja pemeriksaan diagnostik dari infertilitas? 7. Apa saja penatalaksanaan dari Infertilitas? 8. Bagaimana asuhan keperawatan pada pasien dengan infertilitas? 3. Tujuan 1. Untuk mengetahui pengertian dari infertilitas 2. Untuk mengetahui klasifikasi dari infertilitas 3. Untuk mengetahui penyebab dari infertilitas 4. Untuk mengetahui patofisiologi dari infertilitas 5. Untuk mengetahui manifestasi klinis dari infertilitas 6. Untuk mengetahui pemeriksaan diagnostik dari infertilitas 7. Untuk mengetahui penatalaksanaan medis pada infertilitas 8. Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien dengan infertilitas

2

(Siswandi. 2006).Infertilitas primer bila pasutri tidak pernah hamil dan infertilitas sekunder bila istri pernah hamil. Pengertian Infertilitas di defenisikan sebagai ketidakmampuan pasangan untuk mencapai kehamilan setelah 1 tahun hubungan seksual tanpa pelindung (Keperawatan Medikal Bedah) Infertilitas (pasangan mandul) adalah pasangan suami istri yang telah menikah selama satu tahun dan sudah melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi. (Sarwono.(Manuaba.BAB II PEMBAHASAN A.turut. akan tetapi kemudian tidak berhasil hamil lagi walaupun bersenggama teratur dan dihadapkan kepada kemungkinan kehamilanselama 12 bulan berturut. 1998).Infertilitas adalah ketidakmampuan untuk hamil dalam waktu satu tahun. 3 . Infertilitas adalah pasangan yang telah kawin dan hidup harmonis serta berusaha selama satu tahun tetapi belum hamil. Klasifikasi Infertilitas Infertilitas terdiri dari 2 macam. B. 2000). 2) Infertilitas sekunder yaitu Disebut infertilitas sekunder jika perempuan penah hamil.Pasangan infertil adalah suatu kesatuan hasil interaksi biologik yang tidak menghasilkan kehamilan dan kelahiran bayi hidup. yaitu : 1) Infertilitas primer yaitu jika perempuan belum berhasil hamil walaupun bersenggama teratur dan dihadapkan kepada kemungkinan kehamilan selama 12 bulan berturutturut. tetapi belum memiliki anak.

pemeriksaan panggul. Endometriosis bisa terletak di lapisan tengah dinding rahim (lapisan myometrium) yang disebut juga adenomyosis. indung telur. 4 . meliputi radang pada rahim. dan keputihan dengan cairan yang kental atau berbau. atau bisa juga terletak di indung telur. Gejala umum infeksi panggul adalah: nyeri pada daerah pusar ke bawah (pada sisi kanan dan kiri). atau dinding dalam panggul. demam. hubungan seksual. Infeksi panggul memburuk akibat haid. mual. nyeri saat berkemih. Etiologi Infertilitas 1. Gejala umum penyakit endometriosis adalah nyeri yang sangat pada daerah panggul terutama pada saat haid dan berhubungan intim.C. nyeri pada awal haid. dan pemasangan AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim. aktivitas fisik yang berat. saluran telur. misalnya: spiral). saluran telur. serta -tentu saja-infertilitas. atau bahkan dalam rongga perut. Penyebab Infertilitas pada perempuan (Istri) :  Faktor penyakit o Endometriosisadalah jaringan endometrium yang semestinya berada di lapisan paling dalam rahim (lapisan endometrium) terletak dan tumbuh di tempat lain. o Infeksi Panggul adalah suatu kumpulan penyakit pada saluran reproduksi wanita bagian atas.

mioma dapat terletak di lapisan luar. infertilitas. yaitu semacam pemeriksaan röntgen (sinar X) untuk melihat rahim dan saluran telur. Polip dapat menjulur keluar ke vagina. o Kelainan pada sel telur dapat mengakibatkan infertilitas yang umumnya merupakan manifestasi dari gangguan proses pelepasan sel telur (ovulasi). dan pengaruhnya yang berbeda terhadap kesuburan. atau lapisan dalam rahim. Biasanya mioma uteri yang sering menimbulkan infertilitas adalah mioma uteri yang terletak di lapisan dalam (lapisan endometrium). Mioma uteri biasanya tidak bergejala. Penyakit tersebut ditandai amenore (tidak haid). obesitas.mioma uteri akan mengecil atau sembuh. o Polip adalah suatu jaringan yang membesar dan menjulur yang biasanya diakibatkan oleh mioma uteri yang membesar dan teremas-remas oleh kontraksi rahim. dapat terdistribusi normal maupun tidak normal). Gangguan ovulasi biasanya direfleksikan dengan gangguan haid. o Kista adalah suatu kantong tertutup yang dilapisi oleh selaput (membran) yang tumbuh tidak normal di rongga maupun struktur tubuh manusia. Tergantung dari lokasinya. maka sebaiknya beliau memeriksakan diri ke dokter. Polip menyebabkan pertemuan sperma-sel telur dan lingkungan uterus terganggu. Delapan puluh persen penyebab gangguan ovulasi adalah sindrom ovarium polikistik. hirsutism (pertumbuhan rambut yang berlebihan. Hal penting lainnya adalah mengenai ukuran kista. Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui saluran telur yang tersumbat adalah dengan HSG (Hystero Salpingo Graphy). sehingga bakal janin akan susah tumbuh. Jenis kista yang paling sering menyebabkan infertilitas adalah sindrom ovarium polikistik.o Mioma Uteriadalah tumor (tumor jinak) atau pembesaran jaringan otot yang ada di rahim.Terdapat berbagai macam jenis kista. Penyakit ini disebabkan tidak seimbangnya hormon yang mempengaruhi reproduksi wanita. Tidak semua kista harus dioperasi mengingat ukuran juga menjadi standar untuk tindakan operasi. dan pembesaran indung telur. lapisan tengah. 5 . Haid yang normal memiliki siklus antara 26-35 hari. o Saluran telur yang tersumbat menyebabkan sperma tidak bisa bertemu dengan sel telur sehingga pembuahan tidak terjadi alias tidak terjadi kehamilan. Bila haid pada seorang wanita terjadi di luar itu semua. Mioma aktif saat wanita dalam usia reproduksi sehingga -saat menopause. dengan jumlah darah haid 80 cc dan lama haid antara 3-7 hari.

o Gangguan pada leher rahim. Sedangkan jika dalam rahim. Di dalam saluran inilah sel telur bertemu dengan sel sperma.Kelainan pada uterus. Jika gerakan rahim terganggu. (akibat kekurangan hormon prostaglandin) maka gerakan sperma melambat. o Gangguan pada pelepasan sel telur (ovulasi). Terakhir adalah gangguan pada saluran telur. maka perjalanan sperma akan terhambat. radang pada panggul (Pelvic Inflammatory Disease) atau penyakit infeksi yang disebabkan oleh jamur klamidia. Ovarium polikistik disebabkan oleh kadar hormon androgen yang tinggi dalam darah. 6 . Kadar androgen yang berlebihan ini mengganggu hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone) dalam darah. pada leher rahim terdapat lendir yang dapat memperlancar perjalanan sperma. uterus (rahim) dan Tuba fallopi (saluran telur) Dalam keadaan normal. maka sperma tidak bisa membuahi sel telur. Sumbatan tersebut biasanya disebabkan oleh penyakit salpingitis. mioma uteri dan adhesi uterus yang menyebabkan terjadinya gangguan suplai darah untuk perkembangan fetus dan akhirnya terjadi abortus berulang. Jika terjadi penyumbatan di dalam saluran telur. maka tubuh ibu memberikan reaksi sebagai respon terhadap benda asing. sehingga pada gilirannya ovulasi juga akan terganggu. Faktor fungsional o Gangguan system hormonal wanita dan dapat di sertai kelainan bawaan (immunologis) Apabila embrio memiliki antigen yang berbeda dari ibu. misalnya diakibatkan oleh malformasi uterus yang mengganggu pertumbuhan fetus. Jika produksi lendir terganggu. Salah satunya adalah polikistik. Gangguan kadar hormon FSH ini akan mengkibatkan folikel sel telur tidak bisa berkembang dengan baik. Gangguan ini diketahui sebagai salah satu penyebab utama kegagalan proses ovulasi yang normal. yang berperan adalah gerakan di dalam rahim yang mendorong sperma bertemu dengan sel telur matang.Kelainan tuba falopii akibat infeksi yang mengakibatkan adhesi tuba falopii dan terjadi obstruksi sehingga ovum dan sperma tidak dapat bertemu.Ovulasi atau proses pengeluaran sel telur dari ovarium terganggu jika terjadi gangguan hormonal. Reaksi ini dapat menyebabkan abortus spontan pada wanita hamil.

2. Diduga hal ini disebabkan oleh antara lain karena struktur jaringan endometrium tidak dapat menghasilkan hormon progesteron yang memadai.  Kelainan pada alat kelamin o Hipospadia yaitu muara saluran kencing letaknya abnormal. o Testis tidak turun dapat terjadi karena testis atrofi sehingga tidak turun. sehingga jumlah dan kemampuan gerak spermatozoa berkurang yang berarti mengurangi kemampuannya untuk menimbulkan kehamilan. Perempuan yang memiliki kadar hormon progesteron rendah. selanjutnya terjadi proses nidasi (penempelan) pada endometrium. o Varikokel yaitu suatu keadaan dimana pembuluh darah menuju bauh zakar terlalu besar. cenderung mengalami gangguan pembuahan.Setelah sel telur dibuahi oleh sperma dan seterusnya berkembang menjadi embrio. o Ejakulasi retrograd yaitu ejakulasi dimana air mani masuk kedalam kandung kemih. antara lain pada permukaan testis. 7 . Penyebab pada laki-laki (suami).o Gangguan implantasi hasil konsepsi dalam Rahim.

Semen adalah cairan yang mengantarkan sperma dari penis menuju vagina. Kedua hormon tersebut mempengaruhi testis dalam menghasilkan hormon testosteron. o Kelainan pembentukan spermatozoa o Gangguan pada sperma.5–37. Kekurangan hormon ini dapat mempengaruhi kemampuan testis dalam memproduksi sperma. Kondisi ini biasanya disebabkan penyakit atau? kecelakaan yang memengaruhi tulang belakang. Bila suhu tubuh terus-menerus naik 2–3 °C saja. biasanya karena salurannya buntu. Bisa juga terjadi. sedangkan suhu tubuh normal 36. akibatnya produksi sperma dapat terganggu serta mempengaruhi spermatogenesis dan keabnormalan semen Terapi yang bisa dilakukan untuk peningkatan testosterone adalah dengan terapi hormon. proses pembentukan sperma dapat terganggu. Kegagalan fungsional o Kemampuan ereksi kurang. yaitu hipofisis yang bertugas mengeluarkan hormon FSH dan LH. sehingga produksi sperma menjadi terganggu. atau infeksi. Gangguan biasanya terjadi pada bagian otak.  Gangguan di daerah testis (testicular). gangguan fisik. Penyebabnya bisa jadi bawaan sejak lahir. Bila tidak ada semen maka sperma tidak terangkut (tidak ada ejakulasi). Gangguan terjadi di saluran sperma sehingga sperma tidak dapat disalurkan dengan lancar. Dalam proses produksi. Kerja testis dapat terganggu bila terkena trauma pukulan.  Kurangnya hormon testosterone.  Gangguan di daerah setelah testis (posttesticular).5 °C. selama pubertas testis tidak berkembang dengan baik.  Tidak adanya semen. terkena infeksi penyakit -seperti tuberkulosis (Tb)-. 8 .  Gangguan di daerah sebelum testis (pretesticular). testis sebagai “pabrik” sperma membutuhkan suhu yang lebih dingin daripada suhu tubuh. yaitu 34–35 °C. serta vasektomi yang memang disengaja.

vaginismus. Penyebab pada suami dan istri  Gangguan pada hubungan seksual. Penyebab lain yaitu radiasi dan toksik yng mengakibatkan gangguan pada ovulasi. Gangguan bentuk anatomi sistem reproduksi juga penyebab mayor dari infertilitas. dan kelainan anatomik seperti hipospadia. diantaranya cidera tuba dan perlekatan tuba sehingga ovum tidak dapat lewat dan tidak terjadi fertilisasi dari ovum dan sperma. impotensi.Kesalahan teknik sanggama dapat menyebabkan penetrasi tak sempurna ke vagina.3. Wanita Beberapa penyebab dari gangguan infertilitas dari wanita diantaranya gangguan stimulasi hipofisis hipotalamus yang mengakibatkan pembentukan FSH dan LH tidak adekuat sehingga terjadi gangguan dalam pembentukan folikel di ovarium. Abnormalitas ovarium. kegagalan ejakulasi. ejakulasi prekoks. penyakit Peyronie. mempengaruhi pembentukan folikel.  Faktor psikologis antara kedua pasangan (suami dan istri). epispadia. Faktor lain yang mempengaruhi infertilitas adalah aberasi genetik yang menyebabkan kromosom seks tidak lengkap sehingga organ genitalia tidak berkembang dengan baik. Abnormalitas servik mempegaruhi proses pemasukan sperma. Kelainan bentuk uterus menyebabkan hasil konsepsi tidak berkembang normal walapun sebelumnya terjadi fertilisasi. o Belum ada tanda-tanda kehamilan meski sudah diupayakan terus menerus o Adanya menstruasi terus menerus setelah diupayakan terus menerus. o Masalah tertekan karena sosial ekonomi belum stabil o Masalah dalam pendidikan o Emosi karena didahului orang lain hamil. Beberapa infeksi menyebabkan infertilitas dengan melibatkan reaksi imun sehingga terjadi gangguan interaksi sperma sehingga sperma tidak bisa bertahan. D. infeksi juga 9 .  Manifestasi klinis. Patofisiologi a.

Gaya hidup memberikan peran yang besar dalam mempengaruhi infertilitas dinataranya merokok. Wanita Terjadi kelainan system endokrin Hipomenore dan amenore Diikuti dengan perkembangan seks sekunder yang tidak adekuat menunjukkan masalah pada aksis ovarium hipotalamus hipofisis atau aberasi genetik Wanita dengan sindrom turner biasanya pendek. alkohol. E. narkotik. atau tumor Traktus reproduksi internal yang abnormal 2. penggunaan obat-obatan dan zat adiktif yang berdampak pada abnormalitas sperma dan penurunan libido. Manifestasi Klinis 1. b. infeksi) Status gizi dan nutrisi terutama kekurangan protein dan vitamin tertentu Riwayat infeksi genitorurinaria 10 .dan gonatnya abnormal Wanita infertil dapat memiliki uterus Motilitas tuba dan ujung fimbrienya dapat menurun atau hilang akibat infeksi. Suhu disekitar areal testis juga mempengaruhi abnormalitas spermatogenesis. Konsumsi alkohol mempengaruhi masalah ereksi yang mengakibatkan berkurangnya pancaran sperma.menyebebkan inflamasi berlanjut perlekatan yang pada akhirnya menimbulkan gangguan implantasi zigot yang berujung pada abortus. Pria Abnormalitas androgen dan testosteron diawali dengan disfungsi hipotalamus dan hipofisis yang mengakibatkan kelainan status fungsional testis. radiasi. adhesi. Pria Riwayat terpajan benda – benda mutan yang membahayakan reproduksi (panas. Terjadinya ejakulasi retrograt misalnya akibat pembedahan sehingga menyebebkan sperma masuk ke vesika urinaria yang mengakibatkan komposisi sperma terganggu. rokok. memiliki payudara yang tidak berkembang.

1oC setelah ovulasi : Bifasik Uji benang lendir serviks dan uji pakis. 90 % siklus menstrusi teratur :siklus ovulatoar Peningkatan suhu badan basal. bentuk dan motilitas sperma) Hernia scrotalis (hernia berat sampai ke kantong testis ) Varikhokel (varises pembuluh balik darah testis) Abnormalitas cairan semen F. Tiroid  Galaktorea  Inspeksi lendir serviks ditunjukkan dengan kualitas mucus  PDV untuk menunjukkan adanya tumor uterus / adneksa 2. Pemeriksaan penunjang a) Analisis Sperma : o Jumlah > 20 juta/ml o Morfologi > 40 % o Motilitas > 60 % b) Deteksi ovulasi :    Anamnesis siklus menstruasi. sesaat sebelum ovulasi : lendir serviks encer. Pemeriksaan Diagnostik 1. pembentukan gambaran daun pakis dan terjadi Estradiol meningkat 11 .Hipertiroidisme dan hipotiroid Tumor hipofisis atau prolactinoma Disfungsi ereksi berat Ejakulasi retrograt Hypo/epispadia Mikropenis Andesensus testis (testis masih dalam perut/dalam liat paha Gangguan spermatogenesis (kelainan jumla.6 . daya membenang lebih panjang. jerawat  Pembesaran kel. Pemeriksaan fisik  Hirsutisme diukur dengan skala Ferriman dan Gallway. meningkat 0.

sklerotik 6.4) Biopsi Endometrium Beberapa hari menjelang haid . Endometrium fase sekresi : siklus ovulatoar. Kista ovarium 10. oklusi. E2. Dilakukan secara terjadwal.60 mIU/ml Estradiol : 200 . Fimbria : Fimosis fimbria 7. Patensi tuba dapat dinilai :HSG. Duplex). Endometriosis 9.24 m d. 8.20 mg/ml c. Hiperplasia : siklus Anovulatoar 5) Hormonal: FSH. Keterbatasan : tidak bisa menilai 5. septum. Disini dapat dilihat kelainan uterus.600 pg/ml Progesteron : 5 . Menilai Faktor tuba : lumen. 12 . bikornus. Hidrotubasi (Cairan). serta informasi kehamilan intra uterin. Faktor uterus : kelainan kongenital (Hipoplasia. mukosa. Radiografi kavum uteri dan tuba dengan pemberian materi kontras. Histerosalpinografi 1. Prolaktin FSH serum : 10 .60 mIU/ml LH serum : 15 . Dilakukan pada fase proliferasi : 3 hari setelah haid bersih dan sebelum perkiraan ovulasi 4. jaringan parut dan adesi akibat proses radang. adhesi intrauterin (sindroma asherman) 3. Progesteron.20 mg/ml Prolaktin : 2 . mioma. Endometrium fase proliferasi/gambaran. LH. distrosi rongga uterus dan tuba uteri. perkembangan dan maturitas folikuler. misalnya untuk identifikasi kelainan. Perlengketan genitalia Int. Kelainan Dinding tuba : kaku. Pertubasi (gas CO2) 5. perlengketan 2. USG transvaginal Secara serial : adanya ovulasi dan perkiraan saat ovulasi Ovulasi : ukuran folikel 18 . Pemeriksaan pelvis ultrasound Untuk memvisualisasi jaringan pelvis. polip.

7.2 detik • Persentasi gerak motil > 60 % • Aglutinasi tidak ada • Sel – sel sedikit. tidak ada • Uji fruktosa 150 – 650 mg/dl.18 – 1. bentuk lendir normal setelah kering terlihat seperti daun pakis.6 centipose • Jumlah sperma 20 juta / ml • Sperma motil > 50 % • Bentuk normal > 60 % • Kecepatan gerak sperma 0.2 – 7. • Parameter • Warna putih keruh • Bau bunga akasia • Ph 7. Penilaian UPS : Baik : > 10 sperma / LPB a. Waktu sanggama sekitar ovulasi.6.6 – 6. Menilai : Reseptifitas dan kemampuan sperma untuk hidup pada lendir serviks. Uji paska sanggama (UPS) Syarat : Pemeriksaan Lendir serviks + 6 . Analisa semen. fimbria Uterus : mioma Ovulasi : Stigma pada ovarium dan korpus luteum Keterbatasan: Tidak bisa menilai : Kelainan kavum uteri dan lumen tuba Bersifat invasif dan operatif 13 .10 jam paska sanggama. • Volume 2-5 ml • Vikositas 1. dinding.8. Laparoskopi : Gambaran visualisasi genitalia interna secara internal menyuluruh Menilai faktor :      Peritoneum/endometriosis Perlengketan genitalia Interna Tuba : patensi.

000 IU. Epimestrol Memicu pelepasan FSH dan LH.G.10 hari setelah obat terakhir e. untuk memicu ovulasi Diameter folikel17 . Dosis bisa ditingkatkan menjadi 150 .000 IU 2. 5 . Koitus 3 x seminggu atau berdasarkan USG transvaginal f.150 IU/hari selama 5 hari dinilai hari ke 5 siklus haid 4.25 mg/hari Gangguan haid berat : 2 x 2. Ovulasi 5 . Penatalaksanaan Medis a. Testosteron 14 . Diberikan pd hari ke-5 siklus haid c. Obat stimulasi ovarium (Induksi ovulasi) Klomifen sitrat a. Medikasi 1. 3 . Meningkatkan pelepasan gonadotropin FSH & LH b.10.5 mg/hari Gonadotropin HMG (Human Menopausal Gonadotropine) FSH & LH : 75 IU atau 150 IU Untuk memicu pertumbuhan folikel Dosis awal 75 . HCG 5000 IU atau 10.14 siklus haid.200 mg/hari g.4 siklus obat tidak ovulasi dengan tanda hCG 5000 .18 mm dgn USG transvaginal Mahal. Hari ke 5 .10 mg/hari 3.Bromokriptin Menghambat sintesis & sekresi prolaktin Indikasi : Kdr prolaktin tinggi (> 20 mg/ml) dan Galaktore Dosis sesuai kadar prolaktin : Oligomenore 1. sangat beresiko : Perlu persyaratan khusus Hanya diberikan pada rekayasa teknologi reproduksi Catatan : Untuk pria diterapi dengan FSH. 1 x 50 mg selama 5 hari d.

75 mg/IM/bulan Tidak boleh > 6 bulan : penurunan densitas tulang b.50 mg/hari 9. Progesteron Desidualisasi endometrium pada Atrofi jaringan Endometritik 8.Inseminasi Intra Uterin (IIU) Metode ini merupakan rekayasa teknologi reproduksi yang paling sederhana. dosis dibagi 2x pemberian 7. c. GnRH agonis Menekan sekresi FSH & LH Dosis 3. Danazol Menekan sekresi FSH & LH Dosis 200 . Syarat : tidak ada hambatan mekanik : kebuntuan tuba Falopii. Terapi hormonal pada endometriosis Supresif ovarium sehingga terjadi atrofi Endometriosis 6. Medroksi progesteron asetat 30 . Rekayasa Teknologi Reproduksi Metode lain tidak berhasil 1. Peritoneum/endometriosis Indikasi Infertilitas oleh karena faktor : a) Serviks b) Gangguan ovulasi c) Endometriosis ringan d) Infertilitas Idiopatik 15 . Tindakan Operasi Rekontruksi Koreksi : o Kelainan Uterus o Kelainan Tuba : tuba plasti o Miomektomi o Kistektomi o Salpingolisis o Laparoskopi operatif dan Terapi hormonal untuk kasus endometriosis + infertilitas o Tindakan operatif pada pria : Rekanalisasi dan Operasi Varicokel.5. Sperma yang telah dipreparasi diinseminasi kedalam kavum uteri saat ovulasi.800 mg/hari.

Intracytoplasmic Ssperm Injection (ICSI) Injeksi sperma intra-sitoplasmik (intracytoplasmic sperm injection = ICSI) merupakan teknik mikromanipulasi yang menyuntikkan satu spermatozoon ke dalam sitoplasma oosit mature telah digunakan untuk penanganan infertilitas pria sejak lebih dari satu dekade ini (Palermo et al.e) Angka kehamilan 7 .35 % 3. Asuhan Keperawatan pada pasien dengan Infertilitas PENGKAJIAN 1. Teknik ini memberikan harapan yang nyata pada pria infertil dengan oligo-astheno-teratozoospermia berat maupun azoospermia. 2001. Wanita 16 .24 % siklus 2. Dengan berkembangnya teknologi dimana ICSI dapat dilaksanakan dengan tidak terlalu rumit. Klinik-klinik diberbagai tempat didunia berkembang terus melaksanakan ICSI dengan angka keberhasilan yang memuaskan.000/ml Angka kehamilan : 30 . dengan penyebab apapun. epididymis maupun testis (Palermo et al. budaya dan agama 2. Embryo transfer dapat dilaksanakan pada lebih dari 90% pasangan dan menghasilkan angka kehamilan berkisar antara 25-45%. Segera setelah itu diikuti dengan keberhasilan teknik ini pada pria azoospermia dengan menyuntikkan spermatozoa dari testis dan epididymis. Kurang dari 10% oocytes rusak dengan prosedur ini dan angka fertilisasi berkisar antara 50-75%. H. Identitas klien Termasuk data etnis. maka ketersediaan sarana yang melaksanakan ICSI berkembang dengan sangat pesat (Hinting. Hinting et al. 2001). Hasil-hasil ini tidak berbeda antara sperma ejakulat. Riwayat kesehatan A. 2009). 50. Fertilisasi Invitro (FIV) Fertilisasi diluar tubuh dengan suasana mendekati alamiah. 1992).Metode ini menjadi alternatif atau pilihan terakhir Syarat : Uterus & endometrium normal Ovarium mampu menghasilkan sel telur Mortilitas sperma minimal.

Riwayat Obstetri  Tidak hamil dan melahirkan selama satu tahun tanpa alat kontrasepsi  Mengalami aborsi berulang  Sudah pernah melahirkan tapi tidak hamil selama satu tahun tanpa alat kontrasepsi B. uterus. radiasi. alkohol. Riwayat Kesehatan Sekarang 17 . rokok. Riwayat Kesehatan Dahulu 1) Riwayat terpajan benda – benda mutan yang membahayakan reproduksi (panas. infeksi) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Status gizi dan nutrisi terutama kekurangan protein dan vitamin tertentu Riwayat infeksi genitorurinaria Hipertiroidisme dan hipotiroid Tumor hipofisis atau prolactinoma Trauma. Riwayat Kesehatan Sekarang o Endometriosis dan endometrits o Vaginismus (kejang pada otot vagina) o Gangguan ovulasi o Abnormalitas tuba falopi. Riwayat Kesehatan Dahulu 1) Riwayat terpajan benda – benda mutan yang membahayakan reproduksi di rumah 2) Riwayat infeksi genitorurinaria 3) Hipertiroidisme dan hipotiroid. narkotik. dan servik o Autoimun c. ovarium. operasi tumor saluran kemih 9) Riwayat vasektomi b. Riwayat Kesehatan Keluarga Memiliki riwayat saudara/keluarga dengan aberasi genetik d. hirsutisme 4) Infeksi bakteri dan virus ex: toksoplasama 5) Tumor hipofisis atau prolaktinoma 6) Riwayat penyakit menular seksual 7) Riwayat kista b.a. Pria a. kecelakan sehinga testis rusak Konsumsi obat-obatan yang mengganggu spermatogenesis Pernah menjalani operasi yang berefek menganggu organ reproduksi contoh : operasi prostat.

6 centipose 6) Jumlah sperma 20 juta / ml 7) Sperma motil > 50% 18 .1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Disfungsi ereksi berat Ejakulasi retrograt Hypo/epispadia Mikropenis Andesensus testis (testis masih dalam perut/dalam liat paha) Gangguan spermatogenesis (kelainan jumla. Riwayat Kesehatan Keluarga Memiliki riwayat saudara/keluarga dengan aberasi genetik 3. 4.8 4) Volume 2 .7. Pemeriksaan Fisik Terdapat berbagai kelainan pada organ genital.2 . Pria Analisa Semen: Parameter 1) Warna Putih keruh 2) Bau Bunga akasia 3) PH 7.5 ml 5) Viskositas 1.6 – 6. Pemeriksaan penunjang a. bentuk dan motilitas sperma) Saluran sperma yang tersumbat Hernia scrotalis (hernia berat sampai ke kantong testis ) Varikhokel (varises pembuluh balik darah testis) 10) Abnormalitas cairan semen c. pria atupun wanita. Wanita 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Deteksi Ovulasi Analisa hormon Sitologi vagina Uji pasca senggama Biopsy endometrium terjadwal Histerosalpinografi Laparoskopi Pemeriksaan pelvis ultrasound b.

dan marah.2 detik 10) Persentase gerak sperma motil > 60% 11) Aglutinasi Tidak ada 12) Sel – sel Sedikit. Tingkatkan ekspresi perasaan dan takut. Kolaborasi : berikan sedative.tidak ada 13) Uji fruktosa 150-650 mg/dl 14) Pemeriksaan endokrin 15) USG 16) Biopsi testis 17) Uji penetrasi sperma 18) Uji hemizona Diagnosa dan intervensi keperawatan 1.18-1. Ansietas berhubungan dengan ketidaktahuan tentang akhir proses diagnostic Tujuan : Mengurangi ansietas / rasa takut Intervensi : No. Dorong keluarga untuk menganggap Meyakinkan bahwa peran dalam keluarga dan kerja tidak berubah pasien seperti sebelumnya 4. tranquilizer Mungkin diperlukan untuk membantu sesuai indikasi pasien rileks sampai secara fisik mampu untuk membuat startegi koping adekuat. Perasaan tidak diekspresikan dapat contoh : menolak. Kriteria evalausi : o Klien mampu mengungkapkan tentang infertilitas dan bagaimana treatmentnya o Klien memperlihatkan adanya peningkatan control diri terhadap diagnose infertile o Klien mampu mengekspresikan perasaan tentang infertile 19 . menimbulkan kekacauan internal dan efek Biarkan pasien / orang terdekat gambaran diri mengetahui ini sebagai reaksi yang normal 3.8) Bentuk normal > 60% 9) Kecepatan gerak sperma 0. Intervensi Keperawatan Jelaskan tujuan test dan prosedur Rasional Menurunkan cemas dan takut terhadap diagnose dan prognosis 2. depresi. 1.

2. harga diri rendah berhubungan dengan gangguan fertilitas Tujuan : Memfasilitasi integritas diri konsep pribadi dan perubahan gambaran diri. Identifikasi orang terdekat dari siapa Memungkinkan privasi untuk hubungan pasien memperoleh kenyaman dan siapa personal khusus. untuk mengunjungi atau yang harus memberitahuakan jika terjadi untuk tetap dekat dan menyediakan keadaan bahaya kebutuhan dukungan bagi pasien perhatian dan dapat 3. Dengarkan dengan aktif masalah dan Menyampaikan ketakutan pasien dengan lebih efektif mengidentifikasi kebutuhan dan maslah serta strategi koping pasien dan seberapa efektif 4. menerima apa yang dikatakannya Membantupasien / orang terdekat untuk memulai menerima perubahan dan mengurangi ansietas mengenai perubahan fungsi / gaya hidup.tiba penyakit / kondisi atau kemudian. Intervensi : No. Diskusikan pandangan pasien terhadap Persepsi pasien mengenai perubahan pada citra diri dan efek yang ditimbulkan dari citra diri mungkin terjadi secara tiba. Dorong mengungkapkan perasaan. Gangguan konsep diri . Berduka dan antisipasi berhubungan dengan prognosis yang buruk Tujuan: Memfasilitasi proses berduka Intervensi : No. 5. 1.o Terjalin kontak mata saat berkomunikasi o Mengidentifikasi aspek positif diri. 2. Intervensi Keperawatan Rasional 20 . Intervensi Keperawatan Rasional Tanyakan dengan nama apa pasien ingin Menunjukan keopan santunan / dipanggil penghargaan dan pengakuan personal. 3.

ikut serta dalam pekerjaan 21 . selalu bersedia. dan menghadapi masa depan. Berikan lingkungan yang terbuka Dimana pasien merasa bebas untuk dapat mendiskusikan perasaan dan masalah secara realitas kemampuan komunikasi terapeutik seperti aktif mendengarkan. diam. marah. psikoterapi untuk mengatasi rasa berduka. Kaji kebutuhan orang terdekat dan bantu sesuai petunjuk 6. membuat sesuai petunjuk. Dengarkan dengan aktif pandangan pasien dan selalu sedia untuk membantu jika diperlukan Proses berduka tidak berjalan dalam cara yang teratur. Identifikasi dan solusi pemecahan masalah Mungkin dibutuhkan tambahan bantuan untuk keberadaan respon – respon fisik. Kriteria evaluasi.1. dan pemahaman dapat memberikan pasien kesempatan untuk berbicara secara bebas dan berhadapan dengan perasaan. untuk berhadapan dengan aspek – aspek misalnya makan. dan hasrat seksual Identifikasi dari masalah – masalah berduka disfungsional akan mengidentifikasi intervensi induvidual 5. pasien akan: o Menunjukan rasa pergerakan kearah resolusi dan rasa berduka dan harapan untuk masa depan o Fungsi pada tingkat adekuat. Identifikasi tingkat rasa duka / disfungsi : penyangkalan. rencana. tetapi fluktuasainya dengan berbagai aspek dari berbagai tingkat yang muncul pada suatu kesempatan yang lain 4. tingkat aktivitas fisik dari rasa berduka. depresi. Kolaborasi : rujuk sumber – sumber Mungkin dibutuhkan bantuan tambahan lainnya misalnya konseling. 2. tawar – menawar. penerimaan Kecermatan akan memberikan pilihan intervensi yang sesuai pada waktu induvidu menghadapi rasa berduka dalam berbagai cara yang berbeda 3. tidur.

bimbingan imajinasi dan aktivitas membantu dalam relaksasi otot. Nyeri akut berhubungan dengan efek test diagnostic Tujuan : Nyeri dapat teratasi Intervensi : No. terapeutik 5. gelisah. 1. merintih 2. Bantu atau dorong penggunaan nafas Mengarahkan efektif. tetapi ketakutan dan sangat tergantung dan berikan bantuan sesuai kebutuhan meskipun bantuan yang diberikan bermamfaat dalam mencegah frustasi. lamanya intensitas dan Untuk menentukan intervensi selanjutnya penyebaran. Jelaskan penyebab nyeri dan pentingnya Memberikan kesemapatn untuk melaporkan ke staff terhadap karakteristik pemberian analgesik sesuai waktu nyeri 3. Hindari melaukan sesuatu untuk pasien Pasien ini mungkin menjadi sangat yang dapat dilakukan pasien sendiri. contoh peningkatan TD dan nadi. Menurunkan tegangan otot dan lingkungan istirahat meningkatan koping efektif kembali perhatian dan 4. 1. Berikan tindakan relaksasi. Intervensi Keperawatan Rasional Catat lokasi. Ketidakberdayaan berhubungan dengan kurang control terhadap prognosis Tujuan : Mengembalikan kemandirian pasien Intervensi : No.4. 22 . Perhatikan tanda nonverbal. contoh pijatan. Intervensi Keperawatan Kaji kemampuan dan tingkat kekeurangan untuk melaukan kebutuhan sehari – hari Rasional Membantu dalam mengantisipasi / merencanakan pemenuhan kebutuhan secara induvidual 2.

Sadari prilaku / aktivitas impulsive karena Dapat menunjukan kebutuhan intervensi gangguan dalam mengambil keputusan dan pengawasan tambahan untuk meningkatakan keamanan pasien 4. 1. dan mengintegrasikan perhatian. sikap yang tegas. mengatasi kemampuan menyatakan perasaan dan hipertensi kronik. pasien secara Kriteria evalausi : o Mendemonstrasikan teknik / perubahan gaya hidup untuk memenuhi kebutuhan perawtan diri o Melakukan aktivitas perawatan diri dalam tingkat kemampuan sendiri o Mengidentifikasi sumber pribadi / komunitas memberikan bantuan sesuai kebutuhan 6. Tujuan : Mendorong kemampuan koping yang efektif dari pasien / keluarga.adalah penting bagi pasien untuk diri sendiri untuk mempertahankan harga diri 3. Pasien akan memerlukan empati tetapi beri pasien waktu yang cukup untuk perlu untuk mengetahui pemberi asuhan mengerjakan tugasnya yang akan membantu konsisten. Intervensi Keperawatan Rasional Kaji keefektifan strategi koping dengan Mekanisme adaptif perlu untuk mengubah mengobservasi prilaku. Intervensi: No. Libatkan pasien dalam seseorang terhadap stressor perencanaan Keterlibatan memberikan pasien perasaan 23 . Bantu klien untuk mengidentifikasi Pengenalan terhadap stressor adalah sterssor spesifik dan kemungkinan strategi langkah pertama dalam mengubah respons untuk mengatasinya 3. Pertahan kan dukungan. misalnya pola hidup seseoarang. keinginan berpartisipasi dalam terapi rencana pengobatan yang diharuskan kedalam kehidupan sehari – hari 2. Resiko tinggi terhadap kerusakan koping induvidu / keluarga berhubungan dengan metode yang digunakan dalam investigasi fertilitas.

24 . Bantu untuk menyesuaikan. Bantu pasien untuk mengidentifikasi dan Perubahan yang perlu harus diprioritaskan mulai merencanakan perubahan hidup secara realistic untuk menghindari rasa yang perlu.perawatan dan beri dorongan partisipasi kontrol maksimal dalam rencana pengobatan diri yang berkelanjutan. Dorong prioritas pasien / untuk mengevaluasi Focus perhatian pasien pada realitas Tanyakan situasi yang ada relative terhadap tujuan hidup. Kriteria evalausi: o Mengidentifikasi tingkah laku koping yang tidak efektif dan konsekuensi o Menunjukan kewaspadaan dari koping pribadi / kemampuan memecahkan masalah o Memenuhi kebutuhan psikologis yang ditunjukan dengan mengekspresikan perasaan yang sesuai. memperbaiki keterampilan koping dan dapat meningkatkan kerjasama dalam regimen terapeutik 4. identifikasi pilihan dan pengguanaan sumber – sumber o Membuat keputusan dan menunjukan kepuasaan dengan pilihan yang diambil. pertanyaan seperti “ apakah yang anda pandangan pasien tentang apa yang di lakukan merupakan apa yang anda inginkan inginkan?” 5. tidak dibanding membatalkan tujuan dari / keluarga menentu dan tidak berdaya.

Saran Apabila ada pasangan suami istri yang sudah lama menikah dan lama belum mempunyai anak maka bisa langsung konsultasi atau periksa ke dokter ahli untuk segera mengetahui penyebabnya. Jika dari wanita bisa dilihat dari faktor penyakit dan fungsional. Kesimpulan Infertilitas di defenisikan sebagai ketidakmampuan pasangan untuk mencapai kehamilan setelah 1 tahun hubungan seksual tanpa pelindungatau suatu kesatuan hasil interaksi biologik yang tidak menghasilkan kehamilan dan kelahiran bayi hidup. perempuan atau hubungan dari kedua pasangan suami istri tersebut.BAB III PENUTUP A. Penyebab dari infertilitas ini bisa dipandang dari pihak perempuan dal laki-lakinya. pasti terjadi infertilitas yang bisa disebabkan dari pihak laki-laki. Karena jika sudah melakukan usaha terus-menerus tapi tidak ada hasilnya. Akan tetapi bisa dilihat juga penyebabnya dari pasangan suami istri tersebut misalnya gangguan pada hubungan seksual dan psikologisnya. Sedangkan dari segi laki-laki bisa dilihat dari kelainan alat kelamin dan kegagalan fungsional. B. Dan klasifikasi dari infertilitas ada dua yaitu primer dan sekunder. 25 .

Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. Prawirohardjo.DAFTAR PUSTAKA Harapan.1994.Sarwono. Neoplasia Intraepitel Pad Serviks.Ilmu kandungan. Jakarta: Gramedia. Rustam E. 1994. file:///F:/INFERTILITAS%20&%20ABORTUS/Askep%20Infertilitas%20%C2%AB%20Hid ayat2%27s%20Blog.htm 26 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->