Banjir lumpur panas Sidoarjo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari Artikel ini membutuhkan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian.
Silakan bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan catatan kaki dari sumber yang terpercaya.

Desa Renokenongo dan Kedungbendo yang tergenang lumpur Banjir Lumpur Panas Sidoarjo atau lebih dikenal sebagai bencana Lumpur Lapindo, adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sejak tanggal 29 Mei 2006. Semburan lumpur panas selama beberapa bulan ini menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta memengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur.

Daftar isi
[sembunyikan]
     

   

1 Lokasi 2 Perkiraan penyebab kejadian 3 Volume lumpur 4 Hasil uji lumpur 5 Dampak 6 Upaya penanggulangan o 6.1 Skenario penghentian semburan lumpur o 6.2 Antisipasi kegagalan menghentikan semburan lumpur o 6.3 Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur o 6.4 Keputusan Pemerintah o 6.5 Pendapat Kontra pembuangan lumpur secara langsung 7 Penetapan tersangka 8 Kritik 9 Referensi 10 Pranala luar

11 Lihat pula

[sunting] Lokasi
Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong, yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten Sidoarjo, sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gempol (Kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan. Lokasi pusat semburan hanya berjarak 150 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1), yang merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo Brantas Inc sebagai operator blok Brantas. Oleh karena itu, hingga saat ini, semburan lumpur panas tersebut diduga diakibatkan aktivitas pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas di sumur tersebut. Pihak Lapindo Brantas sendiri punya dua teori soal asal semburan. Pertama, semburan lumpur berhubungan dengan kesalahan prosedur dalam kegiatan pengeboran. Kedua, semburan lumpur kebetulan terjadi bersamaan dengan pengeboran akibat sesuatu yang belum diketahui. Namun bahan tulisan lebih banyak yang condong kejadian itu adalah akibat pemboran. Lokasi semburan lumpur tersebut merupakan kawasan pemukiman dan di sekitarnya merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan tol Surabaya-Gempol, jalan raya Surabaya-Malang dan Surabaya-PasuruanBanyuwangi (jalur pantura timur), serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan Surabaya-Banyuwangi,Indonesia

[sunting] Perkiraan penyebab kejadian

Lokasi semburan lumpur Ada yang mengatakan bahwa lumpur Lapindo meluap karena kegiatan PT Lapindo di dekat lokasi itu. Lapindo Brantas melakukan pengeboran sumur Banjar Panji-1 pada awal Maret 2006 dengan menggunakan perusahaan kontraktor pengeboran PT Medici Citra Nusantara. Kontrak itu diperoleh Medici atas nama Alton International Indonesia, Januari 2006, setelah menang tender pengeboran dari Lapindo senilai US$ 24 juta.

Padahal mereka membor di zona Kendeng yang tidak ada formasi Kujungnya. Lapindo “sudah” memasang casing 30 inchi pada kedalaman 150 kaki. Batu gamping formasi Klitik sangat porous (bolong-bolong). mereka merencanakan memasang casing setelah menyentuh target yaitu batu gamping formasi Kujung yang sebenarnya tidak ada. casing 20 inchi pada 1195 kaki. sejak awal merencanakan kegiatan pemboran ini dengan membuat prognosis pengeboran yang salah. Ketika Lapindo mengebor lapisan bumi dari kedalaman 3580 kaki sampai ke 9297 kaki. 15 Juni 2006). Mereka membuat prognosis dengan mengasumsikan zona pemboran mereka di zona Rembang dengan target pemborannya adalah formasi Kujung. mereka “belum” memasang casing 9-5/8 inchi yang rencananya akan dipasang tepat di kedalaman batas antara formasi Kalibeng Bawah dengan Formasi Kujung (8500 kaki). akhirnya mata bor menyentuh batu gamping. lumpur overpressure (bertekanan tinggi) dari formasi Pucangan sudah berusaha menerobos (blow out) tetapi dapat di atasi dengan pompa lumpurnya Lapindo (Medici). Alhasil. Selama pemboran. Sumur tersebut akan dipasang selubung bor (casing ) yang ukurannya bervariasi sesuai dengan kedalaman untuk mengantisipasi potensi circulation loss (hilangnya lumpur dalam formasi) dan kick (masuknya fluida formasi tersebut ke dalam sumur) sebelum pengeboran menembus formasi Kujung. Sesuai dengan desain awalnya. Selama mengebor mereka tidak mengcasing lubang karena kegiatan pemboran masih berlangsung. padahal mereka hanya menyentuh formasi Klitik. Akibatnya lumpur yang digunakan . casing (liner) 16 inchi pada 2385 kaki dan casing 13-3/8 inchi pada 3580 kaki (Lapindo Press Rilis ke wartawan.Pada awalnya sumur tersebut direncanakan hingga kedalaman 8500 kaki (2590 meter) untuk mencapai formasi Kujung (batu gamping). Underground Blowout (semburan liar bawah tanah) Setelah kedalaman 9297 kaki. Diperkirakan bahwa Lapindo. Lapindo mengira target formasi Kujung sudah tercapai.

Laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan tertanggal 29 Mei 2007 juga menemukan kesalahan-kesalahan teknis dalam proses pemboran.untuk melawan lumpur formasi Pucangan hilang (masuk ke lubang di batu gamping formasi Klitik) atau circulation loss sehingga Lapindo kehilangan/kehabisan lumpur di permukaan.000 meter kubik perhari. merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh American Association of Petroleum Geologists (AAPG) dihadiri oleh ahli geologi seluruh dunia. Perlu diketahui bahwa untuk operasi sebuah kegiatan pemboran MIGAS di Indonesia setiap tindakan harus seijin BP MIGAS. semua dokumen terutama tentang pemasangan casing sudah disetujui oleh BP MIGAS. Di kedalaman tersebut. diperkirakan kondisi geologis tanah tidak stabil & kemungkinan banyak terdapat rekahan alami (natural fissures) yang bisa sampai ke permukaan. 13 (tiga belas) suara ahli menyatakan KOMBINASI Gempa dan Pemboran sebagai penyebab. yang karena volumenya besar sehingga tidak mungkin menampung seluruh luapan lumpur dan akhirnya menjadikan lahan yang terkena dampak menjadi semakin luas. bukan di sumur itu sendiri. maka fluida formasi bertekanan tadi akan berusaha mencari jalan lain yang lebih mudah yaitu melewati rekahan alami tadi & berhasil. Fenomena ini sudah terjadi puluhan. Dan akibat pendapat awal dari WALHI maupun Meneg Lingkungan Hidup yang mengatakan lumpur di Sidoarjo ini berbahaya. Sesuai prosedur standard. fluida formasi bertekanan tinggi sudah terlanjur naik ke atas sampai ke batas antara open-hole dengan selubung di permukaan (surface casing) 13 3/8 inchi. Karena tidak dapat melanjutkan perjalanannya terus ke atas melalui lubang sumur disebabkan BOP sudah ditutup. Afrika Selatan. [sunting] Volume lumpur Berdasarkan beberapa pendapat ahli lumpur keluar disebabkan karena adanya patahan. Dalam AAPG 2008 International Conference & Exhibition dilaksanakan di Cape Town International Conference Center. "gunung" lumpur juga ada di Jawa Tengah (Bleduk Kuwu). menyebabkan dibuat tanggul di atas tanah milik masyarakat. yang tidak mungkin keluar dari lubang hasil "pemboran" selebar 30 cm. menghasilan pendapat ahli: 3 (tiga) ahli dari Indonesia mendukung GEMPA YOGYA sebagai penyebab. Inilah mengapa surface blowout terjadi di berbagai tempat di sekitar area sumur. maka lumpur formasi Pucangan berusaha menerobos ke luar (terjadi kick). Kemungkinan yang terjadi. Jumlah lumpur di Sidoarjo yang keluar dari perut bumi sekitar 100. Akibat dari habisnya lumpur Lapindo. banyak tempat di sekitar Jawa Timur sampai ke Madura seperti Gunung Anyar di Madura. bahkan ratusan tahun yang lalu. Mata bor berusaha ditarik tetapi terjepit sehingga dipotong. operasi pemboran dihentikan. 42 (empat puluh dua) suara ahli menyatakan PEMBORAN sebagai penyebab. [sunting] Hasil uji lumpur . tanggal 26-29 Oktober 2008. dan 16 (enam belas suara) ahli menyatakan belum bisa mengambil opini. perangkap Blow Out Preventer (BOP) di rig segera ditutup & segera dipompakan lumpur pemboran berdensitas berat ke dalam sumur dengan tujuan mematikan kick.

pengujian semacam ini memang diperlukan untuk membuang lumpur bekas pengeboran (used drilling mud) ke dalam laut.02 Mg/L 20 Mg/L ab) diperol 2 Mg/L (2. Namun Simpulan dari Wahana Lingkungan Hidup menunjukkan hasil berbeda.000 ppm SPP terhadap Daphnia carinata. Hasil pengujian membuktikan lumpur tersebut memiliki nilai LC50 antara 56. (lihat: Logam Berat dan PAH Mengancam Korban Lapindo) .Berdas Beberapa hasil pengujian arkan Baku Mutu Parameter Hasil uji maks penguji (PP Nomor 18/1999) an toksiko Arsen 0.2 Mg/L b dan Bogorl Sianida Bebas 0. Raksa. LC50 adalah pengujian konsentrasi bahan pencemar yang dapat menyebabkan 50 persen hewan uji mati.000 mg/L SPP.[1] Hasil pengujian LC50 terhadap larva udang windu (Penaeus monodon) maupun organisme akuatik lainnya (Daphnia carinata) menunjukkan bahwa lumpur tersebut tidak berbahaya dan tidak beracun bagi biota akuatik. Chlordane.05 Mg/L 5 Mg/L ndo.017 Mg/L 400 Mg/L (2.000 Mg/L SPP.4 Trichlorophenol) kesimp ulan ternyat a lumpur Sidoarjo tidak termasuk limbah B3 baik untuk bahan anorganik seperti Arsen.623.4.004 Mg/L 0. Corela Raksa 0. Chloroform dan sebagainya. Di beberapa negara. lumpur dikatakan beracun bila nilai LC50-nya sama atau kurang dari 30. dari hasil penelitian Walhi dinyatakan bahwa secara umum pada area luberan lumpur dan sungai Porong telah tercemar oleh logam kadmium (Cd) dan timbal (Pb) yang cukup berbahaya bagi manusia apalagi kadarnya jauh di atas ambang batas.045 Mg/L 5 Mg/L logis di 3 Barium 1. Barium.066 Mg/L 100 Mg/L laborat orium terakre Boron 5. lumpur dapat dibuang ke perairan. Hasil pengujian menunjukkan semua parameter bahan kimia itu berada di bawah baku mutu.097 Mg/L 500 Mg/L ditasi (Sucofi Timbal 0. Timbal.6 Trichlorophenol) eh Trichlorophenol 0. Sianida Bebas dan sebagainya.93 sampai 70.000. Dan perlu sangat diwaspadai bahwa ternyata lumpur Lapindo dan sedimen Sungai Porong kadar timbal-nya sangat besar yaitu mencapai 146 kali dari ambang batas yang telah ditentukan. maupun untuk untuk bahan organik seperti Trichlorophenol. Boron. Jika nilai LC50 lebih besar dari 30.75 ppm Suspended Particulate Phase (SPP) terhadap larva udang windu dan di atas 1. Chlorobenzene.631. Sementara berdasarkan standar EDP-BPPKA Pertamina.4.

0144 0.6949 [sunting] Dampak . MenKes Parameter Satuan no 907/2002 Kromium (Cr) Kadmium (Cd) Tembaga (Cu) Timbal (Pb) mg/L mg/L mg/L mg/L 0. Namun sampai Mei 2009 atau tiga tahun dari kejadian awal ternyata belum terdapat adanya korban sakit atau meninggal akibat lumpur tersebut. Maka dari hasil analisis di atas diketahui bahwa seluruh titik pengambilan sampel lumpur Lapindo mengandung kadar Chrysene di atas ambang batas.15 dan 20.4919 3.0314 0.23 µg/m3 atau setara dengan 0. melainkan nanti 5-10 tahun kedepan.2571 0.8776 nd 0. Sedangkan untuk Benz(a)anthracene hanya terdeteksi di tiga titik yaitu titik 7. yaitu kadar PAH (Chrysene dan Benz(a)anthracene) dalam lumpur Lapindo yang mencapai 2000 kali di atas ambang batas bahkan ada yang lebih dari itu. khususnya bagi mereka yang tinggal di sekitar semburan lumpur Lapindo beserta ancaman terhadap kerusakan lingkungan. yang kesemunya di atas ambang batas.05 0.4379 7. iritasi.3063 0. Maka bahaya adanya kandungan PAH (Chrysene dan Benz(a)anthracene) tersebut telah mengancam keberadaan manusia dan lingkungan:      Bioakumulasi dalam jaringan lemak manusia (dan hewan) Kulit merah.2876 Air Lumpur Lapindo nd 0. dan kulit Dampak PAH dalam lumpur Lapindo bagi manusia dan lingkungan mungkin tidak akan terlihat sekarang.05 Lumpur Lapindo nd 0. dan kanker kulit jika kontak langsung dengan kulit Kanker Permasalahan reproduksi Membahayakan organ tubuh seperti liver. Hasil analisis logam pada materi Kep. Dengan fakta sedemikian rupa.008 0.Berdasarkan PP No 41 tahun 1999 dijelaskan bahwa ambang batas PAH yang diizinkan dalam lingkungan adalah 230 µg/m3 atau setara dengan 0.23 µg/kg.1018 Sedimen Sungai Porong Air Sungai Porong nd 0.003 1 0. Dan yang paling berbahaya adalah keberadaan PAH ini akan mengancam kehidupan anak cucu. melepuh. paru-paru.0271 0.

sekolah 18 (7 sekolah negeri). PT Lapindo. pipa air milik PDAM Surabaya patah [2]. Semula hanya menggenangi empat desa dengan ketinggian sekitar 6 meter. Sampai Mei 2009. 6 Triliun.           Lumpur menggenangi 16 desa di tiga kecamatan. Jatirejo.683 unit. Kerusakan lingkungan terhadap wilayah yang tergenangi. luapan lumpur ini telah menggenangi sejumlah desa/kelurahan di Kecamatan Porong.426 unit rumah terendam lumpur dan 77 unit rumah ibadah terendam lumpur. Besuki Jabon dan Pejarakan Jabon.200 jiwa dan tak 25. Karena tak kurang 10. Gene-ral Manager PT Lapindo Brantas. serta 1. Lahan dan ternak yang tercatat terkena dampak lumpur hingga Agustus 2006 antara lain: lahan tebu seluas 25.873 orang tenaga kerja yang terkena dampak lumpur ini. dengan total warga yang dievakuasi sebanyak lebih dari 8. Tercatat 1. Markas Koramil Porong. 30 ekor kambing. mengaku telah menyisihkan US$ 70 juta (sekitar Rp 665 miliar) untuk dana darurat penanggulangan lumpur. lahan padi seluas 172. Rinciannya: Tempat tinggal 1. Hingga bulan Agustus 2006. Sentul. Meledaknya pipa gas milik Pertamina akibat penurunan tanah karena tekanan lumpur dan sekitar 2. Jabon.000 jiwa mengungsi. Jatirejo dan Kedungcangkring.39 ha di Siring. Sekitar 30 pabrik yang tergenang terpaksa menghentikan aktivitas produksi dan merumahkan ribuan tenaga kerja.61 ha di Renokenongo. yang membuat dievakuasinya warga setempat untuk diungsikan serta rusaknya areal pertanian.810 (Siring 142. kantor 2 (Kantor Koramil dan Kelurahan Jatirejo). 2 sapi dan 7 ekor kijang.Peta Semburan Semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. melalui PT Minarak Lapindo Jaya telah mengeluarkan uang baik untuk mengganti tanah masyarakat maupun membuat tanggul sebesar Rp. SMP). Tidak berfungsinya sarana pendidikan (SD.605 ekor unggas. serta rusaknya sarana dan prasarana infrastruktur (jaringan listrik dan telepon) Rumah/tempat tinggal yang rusak akibat diterjang lumpur dan rusak sebanyak 1. masjid dan musala 15 unit. Akibat amblesnya permukaan tanah di sekitar semburan lumpur. Renokenongo 428. . Agustino. Kedungbendo 590. dan Tanggulangin. Besuki 170). Renokenongo. Jatirejo 480. Empat kantor pemerintah juga tak berfungsi dan para pegawai juga terancam tak bekerja. Kedungbendo. Luapan lumpur ini juga menggenangi sarana pendidikan dan Markas Koramil Porong. termasuk areal persawahan Pihak Lapindo melalui Imam P.5 kilometer pipa gas terendam [3]. pabrik 15.

waduk-waduk lumpur meluber. dengan mengungsikan 12. Di antaranya. diperkirakan volume lumpur sudah mencapai 7 juta m3. diantaranya dengan membuat tanggul untuk membendung area genangan lumpur. Sudah ada tiga tim ahli yang dibentuk untuk memadamkan lumpur berikut menanggulangi dampaknya. para pakar .000 warga.   Ditutupnya ruas jalan tol Surabaya-Gempol hingga waktu yang tidak ditentukan. Kementerian Lingkungan Hidup mengatakan. Tak kurang 600 hektar lahan terendam. Jika dalam tiga bulan bencana tidak tertangani. Lumpur pun meluap ke segala arah. mengotori sekitarnya. dan mengakibatkan kemacetan di jalur-jalur alternatif. Juga ada cadangan 342 hektare lagi yang sanggup memenuhi kebutuhan hingga Juni 2007. mereka menyiapkan 150 hektare waduk baru. Mereka bekerja secara paralel. jalan tol terendam. Ini adalah bahaya yang bakal terjadi dalam hitungan jangka pendek. untuk menampung lumpur sampai Desember 2006. Sebuah SUTET milik PT PLN dan seluruh jaringan telepon dan listrik di empat desa serta satu jembatan di Jalan Raya Porong tak dapat difungsikan. [sunting] Upaya penanggulangan Rumah yang terendam lumpur panas Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menanggulangi luapan lumpur. pemerintah. Jika perkira-an itu tepat. musim hujan bisa membuat tanggul jebol. dan sejumlah ahli dari beberapa universitas terkemuka. Badan Meteorologi dan Geofisika meramal musim hujan bakal datang dua bulanan lagi. Akhir Oktober. adalah membuat waduk dengan beton pada lahan seluas 342 hektar. Namun demikian. Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) memperkirakan. Tiap tim terdiri dari perwakilan Lapindo. Ini berakibat pula terhadap aktivitas produksi di kawasan Ngoro (Mojokerto) dan Pasuruan yang selama ini merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. dan lumpur diperkirakan mulai melibas rel kereta.Namun rencana itu batal tanpa sebab yang jelas. waduk terancam kelebihan daya tampung. yang mengancam tergenanginya lumpur pada permukiman di dekat tanggul. Penutupan ruas jalan tol ini juga menyebabkan terganggunya jalur transportasi SurabayaMalang dan Surabaya-Banyuwangi serta kota-kota lain di bagian timur pulau Jawa. lumpur terus menyembur setiap harinya. yaitu melalui Sidoarjo-MojosariPorong dan jalur Waru-tol-Porong. sehingga sewaktu-waktu tanggul dapat jebol.

ketinggian tanggul di sekitar lokasi pemboran telah lebih dari 15 meter dari permukaan tanah sehingga tidak layak untuk ditinggikan lagi. Tujuan jangka pendeknya adalah memadamkan lumpur dan mencari penyelesaian cepat untuk jutaan kubik lumpur yang telah terhampar di atas tanah. Snubbing unit adalah suatu sistem peralatan bertenaga hidraulik yang umumnya digunakan untuk pekerjaan well-intervention & workover (melakukan suatu pekerjaan ke dalam sumur yang sudah ada). Padahal ada hipotesis lain. Biaya bisa membengkak karena kontraktor dan rental alat pengeboran biasanya memasang tarif lebih mahal di wilayah berbahaya. Kondisi itu mempersulit pelaksanaan sidetracking. berkutat dengan skenario pemadaman. sekitar utara timur laut dari Sumur Banjar Panji-1. pada tahap ini. serta terjadinya pergerakan lateral di lokasi pemboran BJP-1. yang menangani penanggulangan lumpur. Skenario pertama. menghentikan luapan lumpur dengan menggunakan snubbing unit pada sumur Banjar Panji-1. Rudi Rubiandini. Paling . Skenario kedua dilakukan dengan cara melakukan pengeboran miring (sidetracking) menghindari mata bor yang tertinggal tersebut. Sampai saat ini skenario ini masih dijalankan. Ketiga.500 kaki. pemadaman lumpur dilakukan dengan terlebih dulu membuat tiga sumur baru (relief well). dengan beberapa skenario dibawah ini.dari ITS. sekitar 500 meter barat barat laut sumur Banjar Panji 1. yang mengartikan luapan ini adalah fenomena alam. dan Universitas Gadjah Mada. Lapindo Brantas melaksanakan penutupan secara permanen sumur BJP-1. Jawa Tengah. anggota Tim Pertama. Tiga lokasi tersebut antara lain: Pertama. sebuah rig (anjungan pengeboran) berikut ongkos operasionalnya membutuhkan Rp 95 miliar. Sampai sekarang. Ketiga skenario beranjak dari hipotesis bahwa lumpur berasal dari retakan di dinding sumur Banjar Panji-1. bahwa yang terjadi adalah fenomena gunung lumpur (mud volcano). Kedua. namun asumsi luapan bisa dihentikan sampai tahun 2009 tidak berhasil sama sekali. Tim Satu. Semua sumur dipakai untuk mengepung retakan-retakan tempat keluarnya lumpur. mengatakan bahwa gunung lumpur hanya bisa dilawan dengan mengoperasikan empat atau lima relief well sekaligus. Rangkaian mata bor tersebut berhasil ditemukan di kedalaman 2991 kaki tetapi snubbing unit gagal mendorongnya ke dalam dasar sumur. Skenario ketiga.060-1. Contohnya. Skenario kedua ini juga gagal karena telah ditemukan terjadinya kerusakan selubung di beberapa kedalaman antara 1. Karena itu. Kendalanya pekerjaan ini mahal dan memakan waktu. Institut Teknologi Bandung. [sunting] Skenario penghentian semburan lumpur Ada pihak-pihak yang mengatakan luapan lumpur ini bisa dihentikan. Selain itu muncul gelembung-gelembung gas bumi di lokasi pemboran yang dikhawatirkan membahayakan keselamatan pekerja. Pengeboran dilakukan dengan menggunakan rig milik PT Pertamina (persero). Snubbing unit ini digunakan untuk mencapai rangkaian mata bor seberat 25 ton dan panjang 400 meter yang tertinggal pada pemboran awal. sekitar 500 meter barat daya Sumur Banjar Panji-1. Diharapkan bila mata bor tersebut ditemukan maka ia dapat didorong masuk ke dasar sumur (9297 kaki) dan kemudian sumur ditutup dengan menyuntikan semen dan lumpur berat. Akan tetapi skenario ini gagal total. seperti di Bledug Kuwu di Purwodadi. Bledug Kuwu terus memuntahkan lumpur cair hingga membentuk rawa.

Pilihan penyaluran lumpur panas yang tersedia pada pertengahan September 2006 hanya tinggal dua. maka potensi penyimpanan lumpur di Kali Porong sekitar 300. diantaranya: peralatan yang dibutuhkan tidak disediakan. volumenya terus membesar. Dengan kedalaman 10 meter di bagian tengah kali tersebut. dari hari ke hari. atau akan memberikan tambahan waktu sampai lima bulan bila volume lumpur yang dipompakan ke Kali Porong tidak melebihi 50. menyampaikan informasi bahwa kawasan pantai di Kabupaten Sidoardjo mengalami proses .000 m3 per hari. demikian analisisnya. Senada dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan. dan kegiatan pengerukan dasar sungai yang terus menerus. Volume lumpur yang begitu besar membutuhkan frekuensi dan volume penggelontoran air dari Sungai Brantas yang tinggi. memiliki potensi volume penampungan lumpur panas yang cukup besar. Dalam dokumen Laporan Audit Badan Pemeriksa Keuangan tertanggal 29 Mei 2007 disebutkan temuan-temuan bahwa upaya penghentian semburan lumpur tersebut dengan teknik relief well tidak berhasil disebabkan oleh faktor-faktor nonteknis. Sedangkan untuk mencegah pengembaraan koloida lumpur Sidoardjo di perairan Selat Madura. Masalahnya.000 m3 per hari. Dengan sedikit upaya untuk menggali lahan ditempat yang akan dijadikan waduk tambahan tersebut agar daya tampungnya menjadi lebih besar. seorang geolog independen. untuk membebaskan lahan disekitar waduk diperlukan waktu. maka skenario yang wajar adalah 'bagaimana mengalirkan lumpur kelaut' dan belajar bagaimana hidup dengan lumpur. tujuh kilometer sebelah timur Banjar Panji-1. Pilihan pertama adalah meneruskan upaya penangangan lumpur di lokasi semburan dengan membangun waduk tambahan di sebelah tanggul-tanggul yang ada sekarang. sementara semburan lumpur secara terus menerus. seandainya luapan lumpur dianggap sebagai fenomena alam.Skenario ini dibuat kalau luapan lumpur adalah kesalahan manusia. Kali Porong ibarat waduk yang telah tersedia. Rovicky mencatat sebuah hal yang mencemaskan: semburan lumpur di Porong baru berhenti dalam rentang waktu puluhan hingga ratusan tahun. Dengan kata lain. menulis bahwa di lokasi sumur Porong1. Bila yang akan dialirkan ke Kali Porong adalah keseluruhan lumpur yang menyembur sejak awal Oktober 2006. Rudi Rubiandini juga menyatakan bahwa upaya penghentian semburan lumpur dengan teknik relief well tersebut tidak dilanjutkan dengan alasan kekurangan dana.tidak kelima sumur akan membutuhkan Rp 475 miliar. bila separuhnya akan diisi lumpur panas Sidoardjo. Pilihan kedua adalah membuang langsung lumpur panas itu ke Kali Porong. terlihat tanda-tanda geologi yang menunjukkan luapan lumpur pada zaman dulu. Para pakar yang melakukan simposium di ITS pada minggu kedua September. Sebagai tempat penyimpanan lumpur. maka volume lumpur yang akan pindah ke Kali Porong mencapai 10 juta m3 pada bulan Desember 2006. tanpa perlu digali. kali Porong dapat membantu menyimpan lumpur sekitar 5 juta m3.000 m3 setiap kilometernya. [sunting] Antisipasi kegagalan menghentikan semburan lumpur Jika skenario penghentian lumpur terlambat atau gagal maka tanggul yang disediakan tidak akan mampu menyimpan lumpur panas sebesar 126. agar Kali Porong tidak berubah menjadi waduk lumpur. Saat ini pun sulit mendapatkan rig yang menganggur di tengah melambungnya harga minyak. begitu juga untuk menyiapkan tanggul yang baru. Rovicky Dwi Putrohari.diperlukan upaya pengendapan dan stabilisasi lumpur tersebut di kawasan pantai Sidoardjo.

diantaranya Walhi [4] dan ITS [5].Namun upaya Timnas yang didukung oleh Rudy Rubiandini ternyata gagal total walaupun telah menelan biaya 900 milyar rupiah. lumpur tersebut dapat dicegah masuk ke Selat Madura sehingga tidak mengancam kehidupan nelayan tambak di kawasan pantai Sidoardjo dan nelayan penangkap ikan di Selat Madura. tim dibentuk untuk menyelamatkan penduduk di sekitar lokasi bencana. menjaga infrastruktur dasar. Freddy Numberi.000 meter kubik per hari. [sunting] Keputusan Pemerintah Rapat Kabinet pada 27 September 2006 akhirnya memutuskan untuk membuang lumpur panas Sidoardjo langsung ke Kali Porong. diberi mandat selama enam bulan. menyatakan luapan lumpur Lapindo mengakibatkan produksi tambak pada lahan seluas 989 hektar di dua kecamatan mengalami kegagalan panen. Dan rencana pembuangan lumpur yang dilakukan dengan cara mengalirkannya ke laut melalui Sungai Porong. bisa mengakibatkan dampak yang semakin meluas yakni sebagian besar tambak di sepanjang pesisir Sidoarjo dan daerah . [sunting] Pendapat Kontra pembuangan lumpur secara langsung Banyak pihak menolak rencana pembuangan ke laut ini. pantai Sidoardjo bertambah 40 meter. Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) memperkirakan kerugian akibat luapan lumpur pada budidaya tambak di kecamatan Tanggulangin dan Porong Sidoarjo. daerah penyangga untuk pertambakan udang. Pantai baru dengan hutan bakau di atasnya dapat ditetapkan sebagai kawasan lindung yang menjadi sumber inspirasi dan sarana pendidikan bagi masyarakat terhadap pentingnya pelestarian kawasan pantai. Sehingga upaya membentuk kawasan lahan basah di pantai yang terbuat dari lumpur panas Sidoardjo. Tim dipimpin Basuki Hadi Muljono. 5 September 2006. yang bermanfaat bagi pemijahan ikan. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum. untuk memberikan tambahan waktu untuk mengupayakan penghentian semburan lumpur tersebut dan sekaligus mempersiapkan alternatif penanganan yang lain. Pantai rawa baru yang akan menjadi lahan reklamasi tersebut dikembangkan menjadi hutan bakau yang lebat dan subur. Dengan mengumpulkan lumpur panas Sidoarjo ke tempat yang kemudian menjadi lahan basah yang akan ditanami oleh mangrove. Jawa Timur. dan menyelesaikan masalah semburan lumpur dengan risiko lingkungan paling kecil.9 miliar per tahun. [sunting] Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur Pada 9 September 2006. Dalam Keppres itu disebutkan.reklamasi pantai secara alamiah dalam beberapa dekade terakhir disebabkan oleh proses sedimentasi dan dinamika perairan Selat Madura. yaitu Keppres Nomor 13 Tahun 2006. dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI. Keputusan itu dilakukan karena terjadinya peningkatan volume semburan lumpur dari 50.. seperti pembentukan lahan basah (rawa) baru di kawasan pantai Kabupaten Sidoardjo. merupakan hal yang selaras dengan proses alamiah reklamasi pantai yang sudah berjalan beberapa dekade terakhir. Seluruh biaya untuk pelaksanaan tugas tim nasional ini dibebankan pada PT Lapindo Brantas. mencapai Rp10. dengan tim pengarah sejumlah menteri. Setiap tahunnya. Menteri Kelautan dan Perikanan.000 meter kubik per hari menjadi 126. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani surat keputusan pembentukan Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur di Sidoarjo.

9. 6. SE selaku Dirut PT. Medici Citra Nusa. Inc. 3. SUBIE selaku Drilling Supervisor PT. Medici Citra Nusa. dengan memisahkan air dari endapan lumpur lalu membuang air ke laut. dengan ancaman hukum 12 tahun penjara. lumpur otomatis mencemari Selat Madura dan sekitarnya. Ir. Selain itu. Energy Mega Persada. Inc. SLAMET RIYANTO selaku Project Manager PT. sisanya bahan endapan. SULAIMAN Bin H. Tiga Musim Mas Jaya. tetapi ditolak oleh penyidik Polda Jawa Timur (tidak ditanggapi). 11.M. Kalau air bisa dibuang ke laut. Tbk. Namun perkara pidana tersebut dihentikan oleh penyidik Polda Jawa Timur dengan alasan bahwa dalam perkara perdatanya gugatan YLBHI dan Walhi kepada Lapindo dan pemerintah telah gagal. Ir. Inc. Alternatif yang sudah dikaji lembaga seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. NUR ROCHMAT SAWOLO. Ir. dan tekanan pada tanggul bisa dikurangi. Sampai tahun 2009 ternyata teori itu tidak bisa membuktikan adanya dampak tersebut. 2. Tiga Musim Mas Jaya. 12. Lumpur itu mengandung 70 persen air. "Otomatis UU pencemaran lingkungan hidup ini sudah termasuk kejahatan korporasi karena merusak lingkungan hidup. 5. Gerakan Menutup Lumpur Lapindo pernah mengajukan nama-nama ahli tambahan. Medici Citra Nusa. 4. SLAMET BK selaku Drilling Supervisor PT. H. ALI selaku Rig Superintendent PT. WILLEM HUNILA selaku Company Man Lapindo Brantas. adanya perbedaan pendapat para ahli." kata Wakil Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Anton Bachrul Alam yang sejak tahun 2009 menjadi Kapolda Jawa Timur. EDI SUTRIONO selaku Drilling Manager PT. [sunting] Kritik . Medici Citra Nusa. 8. para ahli terkemuka Indonesia dan luar negeri yang tergabung dalam Engineer Drilling Club (EDC) yang mendukung fakta kesalahan pemboran berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan tersebut. tentu danau penampungan tak perlu diperlebar. Para tersangka dijerat Pasal 187 dan Pasal 188 KUHP dan UU No 23/1997 Pasal 41 ayat 1 dan Pasal 42 tentang pencemaran lingkungan. [sunting] Penetapan tersangka Dalam kasus ini. Tbk.600 hektare di pesisir Sidoarjo akan terpengaruh. Energy Mega Persada. [6] Dampak lumpur itu bakal memperburuk kerusakan ekosistem Sungai Porong. 13. 7. MESc selaku Vice President Drilling Share Services PT. Ir. Polda Jawa Timur telah menetapkan 13 tersangka yakni : 1. karena lumpur yang sampai di pantai akan terbawa aliran transpor sedimen sepanjang pantai. Medici Citra Nusa. Tiga Musim Mas Jaya. ASWAN PINAYUNGAN SIREGAR selaku mantan General Manager Lapindo Brantas. YENNY NAWAWI. RAHENOD selaku Drilling Supervisor PT. Areal tambak seluas 1. LILIK MARSUDI selaku Driller PT. IMAM PRIA AGUSTINO selaku General Manager Lapindo Brantas. Ir.kabupaten lain di sekitarnya. SARDIANTO selaku Tool Pusher PT. Ketika masuk ke laut. 10.

^ www.id 5. ^ indymedia.org 8.5 juta masing-masing permeter persegi.000 berkas yang diselesaikan kebanyakan dari korban yang berasal dari Perumtas Tanggulangin Sidoarjo.detiknews. Renokenongo. ^ indymedia.000 berkas baru sekitar 8. Masyarakat adalah korban yang paling dirugikan.883 buah dokumen Mei 2009 hanya tinggal 400 buah dokumen yang belum dibayarkan karena status tanah yang belum jelas. ^ Warga Pengontrak Tetap Menuntut 12.or. padahal pembayarannya diangsur belum lunas hingga sekarang. Siring. salah satunya adalah soal wacana bahwa lumpur akan dibuang ke laut karena tindakan tersebut justru berpotensi merusak lingkungan sekitar muara. di mana mereka harus mengungsi dan kehilangan mata pencaharian tanpa adanya kompensasi yang layak.antara.com 4.kompas. padahal kenyataannya dari 12.com 3.metrotvnews. Dalam keterangannya kepada DPRD Sidoarjo pada Oktober 2010 ini Andi Darusalam Tabusala mengakui bahwa dari sekitar 13.Menurut sebagian media.co. Salah satu pihak yang paling mengecam penanganan bencana lumpur Lapindo adalah aktivis lingkungan hidup. ^ www.org 9. Namun para warga korban banyak yang menerangkan kepada Komnas HAM dalam penyelidikannya bahwa para korban sudah diminta menandatangani kuitansi lunas oleh Minarak Lapindo Jaya. dan jatirejo) sementara desa-desa lainnya ditanggung APBN. ^ www. ^ www. ^ Kok Lunas 20 Persen Aja Belum Dibayar http://id. [9][10][11][12] [sunting] Referensi 1. [7][8] PT Lapindo Brantas Inc sendiri lebih sering mengingkari perjanjian-perjanjian yang telah disepakati bersama dengan korban.antara. Pemerintah hanya membebankan kepada Lapindo pembelian lahan bersertifikat dengan harga berlipat-lipat dari harga NJOP yang ratarata harga tanah dibawah Rp. ^ Diundang Pertemuan Lapindo Mangkir 11.id 6.dibeli oleh Lapindo sebesar Rp 1 juta dan bangunan Rp 1. juga penanganan infrastruktur yang rusak. mereka juga menganggap aneka solusi yang ditawarkan pemerintah dalam menangani lumpur akan melahirkan masalah baru. ^ www.Pemerintah dianggap tidak serius menangani kasus luapan lumpur panas ini.Hal ini dianggap wajar karena banyak media hanya menuliskan data yang tidak akurat tentang penyebab semburan lumpur ini. ^ Surat Terbuka Kepada Presiden RI Korban Lapindo Menagih Janji 10.co.com 2. 100 ribu.id 7. ^ www.walhi.org/wiki/Banjir_lumpur_panas_Sidoarjo Bencana alam .wikipedia. Selain mengecam lambatnya pemerintah dalam menangani lumpur. untuk 4 desa (Kedung Bendo. Hal ini menunjukkan bahwa banyak keterangan dan penjelasan yang masih simpang siur dan tidak jelas.

2 Bencana alam geologi o 3. hujan es.[2] Beberapa bencana alam terjadi tidak secara alami. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.[2] Dua jenis bencana alam yang diakibatkan dari luar angkasa jarang mempengaruhi manusia. yaitu kekurangan bahan pangan dalam jumlah besar yang disebabkan oleh kombinasi faktor manusia dan alam. tsunami.[2] Contohnya adalah kelaparan. tanah longsor.[3] Pada zaman dahulu.1 Zaman kuno o 2. gelombang panas.1 Bencana alam meteorologi o 3. gempa bumi. kebakaran liar dan wabah penyakit. seperti asteroid dan badai matahari.3 Wabah o 3. manusia sangat rentan akan dampak bencana alam dikarenakan keyakinan bahwa bencana alam adalah hukuman dan simbol kemarahan dewa- . hurikan. kekeringan. badai tropis. taifun.4 Bencana alam dari ruang angkasa 4 Dampak bencana alam 5 Penanggulangan 6 Bencana alam di Indonesia dan penanggulangannya 7 Lihat pula 8 Referensi [sunting] Pengertian dalam kebudayaan manusia dan pemahaman religius Sejak masa lalu manusia telah menghadapi bencana alam yang berulang kali melenyapkan populasi mereka. letusan gunung berapi.2 Bencana alam di abad ke-20 sampai 21 3 Jenis bencana alam o 3.[1] Peristiwa alam dapat berupa banjir. salah satu bencana yang disebabkan oleh alam. tornado. Bencana alam adalah suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi populasi manusia.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. badai salju. cari Kebakaran liar.[2] Daftar isi [sembunyikan]         1 Pengertian dalam kebudayaan manusia dan pemahaman religius 2 Bencana alam sepanjang masa o 2.

[5] Bencana alam yang terjadi di zaman kuno umumnya diketahui secara jelas lewat catatan sejarah dan hasil penelitian arkeologi.[7] Sejarawan Ammianus Marcellinus menuliskan dengan detail bagaimana air laut menghempas dan menghancurkan kota Alexandria. dengan kekuatan diperkirakan mencapai 8 skala richter atau lebih. Yunani. terjadi pada tanggal 21 Juli tahun 365.[3] Akibat wabah ini lebih dari 5 juta orang tewas di Kekaisaran Romawi. mitos. Mesir.[3] Gempa Kreta dan Tsunami Alexandria. Italia. lukisan karya Karl Briullov yang menceritakan letusan Gunung Vesuvius di Pompeii.[7] Dimulai dengan gempa bumi besar yang terjadi di dasar Laut Tengah dekat Pulau Kreta.[4] Semua peradaban kuno menghubungkan lingkungan tempat tinggal mereka dengan dewa atau tuhan yang dianggap manusia dapat memberikan kemakmuran maupun kehancuran. Libya. Bencana alam yang dialami oleh manusia pada masa kuno tercatat dalam kitab suci.[3] Seorang sejarawan bernama Dio Cassius menulis bahwa di Roma sendiri. Sisilia dan Mesir.[4] Kata bencana dalam Bahasa Inggris "disaster" berasal dari kata Bahasa Latin "dis" yang bermakna "buruk" atau "kemalangan" dan "aster" yang bermakna "dari bintangbintang".dewa.[3] Dinamakan demikian karena salah satu korbannya adalah Marcus Aurelius Antoninus. tahun 79. penyakit yang menyebar pada masa Kekaisaran Romawi tahun 165 M -189 M. Siprus. yang berasal dari keyakinan bahwa bintang dapat memprediksi suatu kejadian termasuk peristiwa yang buruk.[1] [sunting] Bencana alam sepanjang masa [sunting] Zaman kuno The Last Day of Pompeii (1833). kaisar Romawi.[7] Gempa ini menghancurkan hampir seluruh kota di pulau tersebut yang kemudian diikuti tsunami besar yang melanda Yunani. Banjir lahar yang ditimbulkan Gunung Vesuvius mengubur kota Pompeii dan   .[3] Sejarawan meyakini bahwa Demam Antonine tidak lain adalah wabah cacar air yang dibawa oleh para serdadu Romawi yang pulang berperang dari timur. cerita-cerita rakyat.[6] Beberapa di antaranya:  Wabah Antonine.[1] Kedua kata tersebut jika dikombinasikan akan menghasilkan arti "kemalangan yang terjadi di bawah bintang". hampir 2000 orang meninggal setiap harinya. seorang dokter Yunani. Dinamakan juga Demam Galen karena didokumentasikan dengan baik oleh Galen. terjadi pada tanggal 29 Agustus 79 di Teluk Napoli.[7] Letusan Gunung Vesuvius.[7] Catatan mengenai bencana alam ini paling baik terdokumentasikan di Alexandria (Iskandariah).

bencana alam yang semakin banyak terjadi adalah bencana terkait iklim yang disebabkan meningkatnya suhu bumi (pemanasan global). lebih banyak manusia yang terkena dampaknya dikarenakan kemiskinan. kekeringan. beberapa bencana alam yang paling umum adalah kelaparan dan wabah. lebih banyak daripada korban Perang Dunia I yang terjadi sebelumnya.[8] Gempa Bumi dan Tsunami Helike. banjir lahar dan asap yang membumbung tinggi. terjadi sekitar tahun 1645 SM. gunung berapi yang meletus di Santorini menghancurkan permukiman di pulau tersebut beserta Pulau Kreta di dekatnya. pergerakan dan penempatan manusia ke daerah yang tidak menguntungkan. kelaparan telah mengakibatkan munculnya sifat buruk manusia seperti kekejaman dan kanibalisme. Yunani tenggelam ke dasar laut.[2] Pada abad ke-21.[8] Diketahui bahwa tahun 1645 SM. Pada abad ke-20. dengan korban 30 juta orang tewas selama masa kelaparan di Cina dari tahun 1958-1961.[8] Bencana alam ini mengakibatkan kota Helike yang berada di Teluk Korintus. kurangnya sumber daya. terjadi pada tahun 375 SM.[10] Pada saat yang sama bencana iklim semakin meningkat. pertumbuhan populasi. cuaca ekstrim dan musim yang tak bisa diramal.[2] Dalam sejarah.[10] . lebih dari 70 juta orang tewas akibat kelaparan.[8] Pada zaman moderen. sisa-sisa peradaban manusia yang lenyap akibat bencana tersebut telah ditemukan dan masih terus dipelajari.[8] Informasi bencana alam ini umumnya diketahui lewat penelitian arkeologi.[7] Awalnya dimulai dengan gempa bumi namun diabaikan oleh warga kota tersebut.[9]  [sunting] Bencana alam di abad ke-20 sampai 21 Pemanasan Global karena suhu yang meningkat drastis selama tahun 2000-2009. beberapa kali terjadi kelaparan yang diakibatkan kebijakan kolektif Stalin yang membunuh jutaan orang.[7] Kota Pompeii dan Herculaneum ditemukan pada tahun 1631 setelah dilakukannya pembersihan oleh warga setempat.[2] Di Uni Soviet.[8] Penelitian terhadap reruntuhan permukiman manusia zaman itu mulai dilakukan sejak akhir abad ke-19 dengan penemuan reruntuhan kota.[10] Perubahan iklim berpotensi meningkatkan kemiskinan dan kerentanan dalam jumlah besar. Pada abad ke-20.[2] Bencana alam terburuk lainnya pada abad ke20 adalah wabah.[2] Pandemi terburuk terutama adalah menularnya Flu Spanyol di seluruh dunia dari tahun 1918-1919 yang membunuh 50 juta orang.[8] Korban jiwa tak diketahui.[2] Sejak awal abad ke-20.[7] Namun akhirnya menjadi lebih besar diiringi muntahan debu. jalan-jalan dan artefak.[7]  Erupsi Santorini. keberadaan kota ini secara jelas terkuak dengan jasad-jasad manusia yang telah menjadi fosil utuh.Herculaneum yang berdekatan.[10] Pemanasan global sebagian besar diikuti banjir.

taifun) dikenal terjadi pada daerah-daerah tertentu. 2005.[11] Bencana ini umumnya tidak terjadi pada suatu tempat yang khusus. Amerika Tengah dan Amerika Selatan bagian utara. kekeringan atau badai tropis (siklon.[11] Bencana alam bersifat meteorologis seperti banjir dan kekeringan merupakan bencana alam yang paling banyak terjadi di seluruh dunia. Bencana alam geologi adalah bencana alam yang terjadi di permukaan bumi seperti gempa bumi. tsunami.[4] Kekhawatiran terbesar pada abad moderen adalah bencana yang disebabkan oleh pemanasan global.[11] Misalnya hurikan terjadi hanya di Karibia.[11] [sunting] Bencana alam geologi Letusan Gunung Merapi.[11] Beberapa di antaranya hanya terjadi suatu wilayah dengan iklim tertentu. bencana alam yang bersifat geologis. tanah longsor dan gunung meletus.[2] [sunting] Bencana alam meteorologi Bencana alam meteorologi atau hidrometeorologi berhubungan dengan iklim. hurikan.[11] Gempa bumi dan gunung meletus terjadi di hanya sepanjang jalur-jalur pertemuan lempeng tektonik di darat atau lantai . walaupun ada daerah-daerah yang menderita banjir musiman.[sunting] Jenis bencana alam Hurikan Katrina. wabah dan bencana ruang angkasa. Bencana alam dapat dibagi menjadi beberapa kategori. yaitu bencana alam yang bersifat meteorologis.

[13] [sunting] Dampak bencana alam Kehancuran fasilitas akibat Gempa bumi Haiti 2010. .[12] [sunting] Bencana alam dari ruang angkasa Bencana dari ruang angkasa adalah datangnya berbagai benda langit seperti asteroid atau gangguan badai matahari. tsunami dan gunung meletus. selama 5 abad terakhir. India. semburan gas beracun.[11] Contoh bencana alam geologi yang paling umum adalah gempa bumi. misalnya antar negara atau seluruh dunia. telah menyebabkan lebih dari 5 juta orang tewas.[12] Contoh wabah terburuk yang memakan korban jiwa jumlah besar adalah pandemi flu. Bencana alam dapat mengakibatkan dampak yang merusak pada bidang ekonomi. Amerika Serikat. luka-luka.[11] Dalam hitungan detik dan menit. membutuhkan pertolongan medis segera dari fasilitas kesehatan yang seringkali tidak siap. dampak dalam bidang sosial mencakup kematian. banjir lahar dan muntahan batu-batuan.[11] Jadi saat mencapai perairan dangkal. Jepang. sakit. jumlah besar luka-luka yang sebagian besar tidak menyebabkan kematian. dan Asia Tenggara.[14] Salah satu bencana alam yang paling menimbulkan dampak paling besar. tinggi gelombang dapat melampaui 10 meter.[13] Bencana ruang angkasa seperti asteroid dapat menjadi ancaman bagi negara-negara dengan penduduk yang banyak seperti Cina.[11] [sunting] Wabah Wabah atau epidemi adalah penyakit menular yang menyebar melalui populasi manusia di dalam ruang lingkup yang besar. misalnya gempa bumi.[11] Gempa bumi pada lantai samudera dapat memicu gelombang tsunami ke pesisir-pesisir yang jauh.[11] Gunung meletus diawali oleh suatu periode aktivitas vulkanis seperti hujan abu. hilangnya tempat tinggal dan kekacauan komunitas.[11] Aliran lahar dapat berupa banjir lumpur atau kombinasi lumpur dan debu yang disebabkan mencairnya salju di puncak gunung.[14] Kerusakan infrastruktur dapat mengganggu aktivitas sosial. sosial dan lingkungan. cacar dan tuberkulosis.[13] Meskipun dampak langsung asteroid yang berukuran kecil tidak berpengaruh besar. sementara kerusakan lingkungan dapat mencakup hancurnya hutan yang melindungi daratan.samudera. atau dapat disebabkan hujan lebat dan akumulasi material yang tidak stabil. 20 kali lebih banyak daripada korban gunung meletus. asteroid kecil tersebut berjumlah sangat banyak sehingga berkemungkinan besar untuk menabrak bumi.[11] Gelombang yang disebabkan oleh peristiwa seismik memuncak pada ketinggian kurang dari 1 meter di laut lepas namun bergerak dengan kecepatan ratusan kilometer per jam.[11] Gempa bumi terjadi karena gerakan lempeng tektonik.

bahkan sejak awal peradabannya.[16] Kesiapan menghadapi bencana alam dimulai dari level komunitas lokal.[15] [sunting] Penanggulangan Konstruksi rumah yang menggunakan sistem pegas untuk persiapan terjadinya gempa bumi.[4] Manusia dianggap tidak berdaya pada bencana alam. mencegah dan menangani tantangan-tantangan serius dari .[16] Jika sumber daya lokal kurang mencukupi.[15] Artinya adalah aktivitas alam yang berbahaya dapat berubah menjadi bencana alam apabila manusia tidak memiliki daya tahan yang kuat.[16] Lebih sedikit orang dan komunitas yang akan terkena dampak bencana alam dengan menggerakan program ini. hujan lebat atau topan. Penanggulangan bencana alam atau mitigasi adalah upaya berkelanjutan untuk mengurangi dampak bencana terhadap manusia dan harta benda. akibat kurang baiknya manajemen darurat menyebabkan kerugian dalam bidang keuangan.[15] Konsep ketahanan bencana merupakan valuasi kemampuan sistem dan infrastrukturinfrastruktur untuk mendeteksi.[16] Perbedaan tingkat bencana yang dapat merusak dapat diatasi dengan menggerakan program mitigasi yang berbeda-beda sesuai dengan sifat masing-masing bencana alam.[15] Menurut Bankoff (2003): "bencana muncul bila bertemu dengan ketidakberdayaan". memiliki kerentanan/kerawanan ("vulnerability'"). bencana alam tidak memberi dampak yang luas jika masyarakat setempat memiliki ketahanan terhadap bencana ("disaster resilience").[16] Persiapan menghadapi bencana alam termasuk semua aktivitas yang dilakukan sebelum terdeteksinya tanda-tanda bencana agar bisa memfasilitasi pemakaian sumber daya alam yang tersedia.[15]. maka daerah tersebut dapat meminta bantuan ke tingkat nasional dan internasional. meminta bantuan dan serta rencana rehabilitasi dalam cara dan kemungkinan yang paling baik. Kerugian yang dihasilkan tergantung pada kemampuan manusia untuk mencegah dan menghindari bencana serta daya tahannya. letusan gunung berapi. runtuh karena gempa.rusak. struktural dan korban jiwa.[3] Ketidakberdayaan manusia.[11] Bencana seperti tanah longsor pun dapat memakan korban yang signifikan pada komunitas manusia karena mencakup suatu wilayah tanpa ada peringatan terlebih dahulu dan dapat dipicu oleh bencana alam lain terutama gempa bumi.[16] Pada wilayah-wilayah yang memiliki tingkat bahaya tinggi ("hazard").

[18] Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia yang dimulai tahun 2005.[18] Sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan tentara dapat membantu pada saat yang dibutuhkan. masih dalam tahap pengembangan.[15] [sunting] Bencana alam di Indonesia dan penanggulangannya Meulaboh.[18] Namun.[17] Gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia pada tahun 2004 yang memakan banyak korban jiwa di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara memaksa diadakannya upaya cepat untuk mendidik masyarakat agar dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi bencana alam. Indonesia merupakan negara yang sangat rawan dengan bencana alam seperti gempa bumi.[18] Laporan Penilaian Global Tahun 2009 pada Reduksi Resiko Bencana juga memberikan peringkat yang tinggi untuk Indonesia pada level pengaruh bencana terhadap manusia – peringkat 3 dari 153 untuk gempa bumi dan 1 dari 265 untuk tsunami. letusan gunung berapi.[18] Badan penanggulangan bencana daerah direncanakan di semua provinsi namun baru didirikan di 18 daerah.[17] Materi-materi pendidikan yang berhubungan dengan bencana alam juga tidak banyak. para pejabat daerah dan provinsi diharuskan berada di garis depan dalam manajemen bencana alam.[17] Laporan Bencana Asia Pasifik 2010 menyatakan bahwa masyarakat di kawasan Asia Pasifik 4 kali lebih rentan terkena dampak bencana alam dibanding masyarakat di wilayah Afrika dan 25 kali lebih rentan daripada di Amerika Utara dan Eropa. tsunami.[18] Menurut kebijakan pemerintah Indonesia. banjir dan angin puting beliung. kelemahan manajemen bencana di Indonesia salah satunya dikarenakan kurangnya sumber daya dan kecakapan pemerintah daerah yang masih bergantung kepada pemerintah pusat.[18] Daerah-daerah yang rentan bencana alam masih lemah dalam aplikasi sistem peringatan dini.[15] Sistem ini memperkuat daerah rawan bencana yang memiliki jumlah penduduk yang besar.[18] Walaupun perkembangan manajemen bencana di Indonesia meningkat pesat sejak bencana tsunami tahun 2004. kewasapadaan resiko bencana dan kecakapan manajemen bencana. kebijakan tersebut belum menciptakan perubahan sistematis di tingkat lokal. Aceh.[17] Sekitar 13 persen gunung berapi dunia yang berada di kepulauan Indonesia berpotensi menimbulkan bencana alam dengan intensitas dan kekuatan yang berbeda-beda. berbagai bencana alam yang terjadi selanjutnya menunjukkan diperlukannya perbaikan yang lebih signifikan.[17] Namun.bencana alam. tanah longsor. upaya yang dilaksanakan tidak efektif karena persiapan menghadapi bencana alam belum menjadi mata pelajaran pokok dalam kurikulum di Indonesia. pasca Gempa bumi Samudra Hindia 2004.[18] Selain itu.[18] .[18] Dari laporan yang sama Indonesia mendapat peringkat 4 sebagai salah satu negara yang paling rentan terkena dampak bencana alam di Asia Pasifik dari tahun 1980-2009.[18] Laporan PBB tersebut memperkirakan bahwa lebih dari 18 juta jiwa terkena dampak bencana alam di Indonesia dari tahun 1980 sampai 2009.

Indonesia „absen‟. Berbagai bencana alam mulai gempa bumi.645 korban).497.org/wiki/Bencana_alam Indonesia merupakan negara yang paling rawan bencana alam di dunia demikian menurut United Nations International Stategy for Disaster Reduction (UNISDR. United Nations International Stategy for Disaster Reduction (UNISDR) merangking jumlah korban pada 6 jenis bencana alam yang meliputi tsunami.402. tanah longsor. Sisa bencana alam banjir bandang di Pidie NAD. Bahkan untuk beberapa jenis bencana alam. gempa bumi. Indonesia menduduki peringkat pertama pada dua bencana alam yakni tsunami dan tanah longsor. Indonesia menduduki peringkat pertama dalam paparan terhadap penduduk atau jumlah manusia yang menjadi korban meninggal akibat bencana alam. Mengalahkan Jepang (4. kekeringan.[sunting] Lihat pula     Gunung Api Dekade Ini Air Bah (mitologi) Flu babi SARS ttp://id. dan kekeringan. Maret 2011 Berikut peringkat negara terdampak bencana alam selengkapnya:  Bencana alam tsunami. dan peringkat keenam pada banjir. Dari berbagai jenis bencana alam. banjir. banjir. dan kebakaran hutan rawan terjadi di Indonesia. Dan dari keenam jenis bencana alamtersebut. Badan PBB untuk Strategi Internasional Pengurangan Risiko Bencana). . Inilah yang menasbihkan Indonesia sebagai negara dengan resiko dan dampak bencana alam tertinggi di dunia. Hanya di dua bencana alam yakni kekeringan dan angin topan. letusan gunung berapi.wikipedia. peringkat ketiga pada gempa bumi. Dari 265 negara Indonesia peringkat pertama dengan 5. tsunami. angin topan.239 orang terkena dampaknya. tanah longsor.

China (121.372 orang terkena dampaknya. Dari 153 negara Indonesia meraih peringkat ketiga dengan 11.114.056. atau yang biasa dikenal dengan nama BAKORNAS saja. Referensi dan gambar:   www. Filipina (110.139. Bencana alam angin topan. Bencana alam kekeringan. yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediteran. Mengungguli India (180.388 korban).403.068 dan 6. dan Taiwan. Kondisi alam seperti inilah yang menyebabkan wilayah Indonesia rawan terhadap berbagai jenis bencana alam. Peringkat sebelumnya berurutan diduduki oleh Bangladesh (19.182.488 korban). Amerika Serikat.765.139. India. Ditinjau dari segi geologi.120 korban disusul oleh Filipina.unisdr.502).     Bangladesh (1. Dua peringkat di bawah Indonesia adalah China (8. India (15.479 korban.wordpress. China (3.859.625.254 korban). maupun korban manusia.972. BAKORNAS ini adalah suatu lembaga koordinasi yang ditugaskan untuk mengkoordinasikan semua kegiatan penanggulangan bencana alam.598.404.960 korban).org gambar: www.806 orang terkena dampaknya setelah Jepang (13.704 korban). sebagian wilayah Indonesia merupakan daerah rawan bencana karena wilayah ini adalah tempat pertemuan antara dua rangkaian jalur pegunungan muda dunia.297.870) dan Filipina (12.279. Peringkat pertama adalah negara China dengan 71.507 orang yang terkena dampaknya. kerugian materi. dan Ethiopia.546 korban).674).101. Ranking pertama dikuasai Jepang dengan 22.470 korban) Bencana alam gempa bumi. China. Bencana alam tanah longsor. Dari 162 negara Indonesia peringkat pertama dengan 197. Dari 162 negara Indonesia berada diurutan ke-6 dengan 1.548.454). Bencana alam banjir. Indonesia musti mempunyai standar penanganan yang baik terhadap dampak bencana alam. Mengingat bencana alam yang terjadi selain disebabkan oleh faktor alam juga oleh faktor manusia yang merusak alam.id/website/asp/index.com/2011/08/29/indonesia-negara-paling-rawan-bencana-alam/ Penanggulangan Bencana Yang dimaksud dengan bencana alam adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh gejala-gejala alam yang dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan. Indonesia berada pada posisi silang antara benua Asia dan Australia serta antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik yang membujur pada daerah tropis. dan Kamboja (1.700 disusul India. Vietnam (3. Pakistan.asp http://alamendah.640). India (1. dan Filipina (894. Peran Pemerintah Upaya penanggulangan bencana alam di Indonesia secara koordinatif telah digariskan dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 28 tahun 1979 tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Alam (BAKORNAS PBA).068) dan Taiwan masing-masing dengan 8. Karena Indonesia menjadi salah satu negara yang rawan bencana alam. maka sudah sepatutnya kita bertindak lebih arif terhadap alam. dan Ethiopia (64. Sedangkan dilihat dari segi geografis.bnpb.041).go. .848 korban).

Begitu pula secara teknis tenaga-tenaga terampil akan lebih siap sesuai dengan persyaratan yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas fungsionalnya.Realisasinya. berkesinambungan. secara bertahap kejadian bencana alam dapat dikurangi. Upaya preventif diarahkan untuk mencegah dan menanggulangi berbagai jenis bencana alam pada setiap daerah kejadian. Beberapa contoh upaya-upaya tersebut adalah: 1. Dalam hal ini. . 3. dapur umum. 2. Upaya Swadaya Masyarakat Selain disebabkan oleh faktor alam. BAKORNAS di tingkat pusat harus melakukan koordinasi dengan SATKORLAK di tingkat daerah untuk mengkoordinir dan memadukan kegiatan-kegiatan penanggulangan bencana alam yang secara fungsional dilakukan oleh sektor masing-masing tanpa mengurangi wewenang dan tanggung jawabnya. regu penyelamat. Melakukan pendataan terhadap faktor penyebab timbulnya bencana alam maupun besarnya kemungkinan korban yang diderita untuk bahan tindakan selanjutnya serta berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait. yang dilaksanakan secara mendasar. Selain upaya yang bersifat preventif. dan lain-lain. konsepsional. atau setidaknya mengurangi penderitaan dan kerusakan yang mungkin terjadi. kecuali bencana alam yang terjadi di luar jangkauan kemampuan manusia. Karena itu penanggulangan terhadap bencana alam harus diarahkan kepada kepada kedua faktor tersebut. Tentunya upaya-upaya tersebut harus dikoordinasikan secara baik dengan pemerintah. kepada masyarakat di daerah-daerah rawan bencana. kesiagaan yang mengarah kepada peningkatan kemampuan dan keterampilan para petugas atau aparat penanggulangan bencana alam bersama-sama dengan masyarakat akan lebih dimantapkan. Dengan demikian. perlu juga ada upaya-upaya yang sifatnya represif. Melaksanakan tindakan darurat dengan mengutamakan keselamatan manusia dan harta bendanya. perlu diberikan penyuluhan-penyuluhan tentang kewaspadaan dan kesiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam termasuk usaha menghindar atau menyelamatkan diri dari bencana. Selain itu yang paling penting adalah masyarakat harus memperhatikan dan memelihara kelestarian alam dan lingkungan sekitar. Segera membentuk posko-posko penanggulangan bencana. tetapi terutama kita harus mampu mencegah terjadinya bencana. di masing-masing propinsi terdapat Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana Alam (SATKORLAK PBA) yang komposisi perangkat operasionalnya melibatkan hampir setiap instansi. Upaya penanggulangan bencana alam ini telah berkembang di mana kita tidak hanya mengutamakan atau menunggu terjadinya bencana untuk siap memberikan pertolongan penyelamatan dan bantuan kepada para korban saja. Lebih daripada itu. Kesiagaan dan kewaspadaan masyarakat sebagai objek utama dan yang terkena langsung di lokasi sangatlah diperlukan dalam sebuah upaya penanggulangan bencana alam. faktor manusia juga disinyalir menjadi salah satu penyebabnya. dan tuntas. baik berupa tindakan preventif maupun represif dan yang dilakukan atas bimbingan pemerintah di bawah koordinasi SATKORLAK. Antara lain adalah dengan cara membuat perencanan yang mantap dan terarah untuk menanggulangi faktor penyebab bencana alam di daerahnya.

yaitu lempeng Indo-Australia. . Djoko Kirmanto menyatakan. Djoko Kirmanto.page4. dekat Pulau Simeuleu – Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada tanggal 26 Desember 2004. Dipl.4. Indonesia adalah sebuah negeri yang rawan bencana alam terkait dengan iklim (climate related disaster) dan geologi. http://bpbdserang01. sosial. 16 September 2011 16:51 Indonesia merupakan negara tropis dan juga negara kepulauan dimana secara geografis berada pada pertemuan tiga pergerakan atau tumbukan lempeng tektonik dunia.me/61. bahwa bencana yang paling mematikan di Indonesia pada awal abad ke-21 bermula dari gempa bumi besar terjadi di dalam alur sebelah Barat Pulau Sumatera. sehingga Indonesia dapat dikatakan “supermarket” bencana alam. angin puting beliung. HE saat memberikan sambutan pada acara “Seminar Nasional Penanganan Aliran Sedimen” di Universitas Gadjah Mada (UGM) – Yogyakarta (12-13/9).” sebut Menteri PU. meletusnya gunung berapi dan kekeringan. Atas dasar tiga hal tersebut diatas. Indonesia juga terletak diantara dua benua. gempa bumi. Indonesia “Supermarket” Bencana Alam Terkait Iklim Jumat. Sesuai dengan situasi dan perkembangan bencana alam serta kemajuan yang dicapai dari upaya-upaya penanggulangan darurat. lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik. tsunami. yaitu benua Asia dan Australia serta dua lautan yaitu lautan Pasifik dan lautan Hindia. 5. Perlunya melaksanakan sebuah program pemantapan terhadap semua faktor kehidupan yang realisasinya dikaitkan dengan pelaksanaan pembangunan demi terwujudnya konsolidasi dan normalisasi secara penuh. Ir. Demikian hal tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum (PU).html Seminar Nasional Penanganan Aliran Sedimen. gelombang pasang. dan ekonomi. “Bencana alam tersebut antara lain banjir bandag. segera menetapkan program rehabilitasi baik bidang fisik.

Misalnya saja. rehabilitasi dan rekonstruksi. Kegiatan-kegiatan yang harus . tanggap darurat. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. juga menyebabkan banyak korban jiwa. ekonomi. Dalam Pasal 34 UU No. dalam UU No. 24 tahun 2007 disebutkan.2 SR yang diikuti dengan tsunami di Kepulauan Mentawai – Sumatera Barat. Indonesia selalu tidak lepas dari bencana alam yang terjadi hampir setiap tahun yang menimbulkan banyak korban jiwa dan kerugian. 48 triliun.7 ribu jiwa warga NAD dan nilai kerusakan yang ditimbulkannya lebih dari Rp.“Kemudian diikuti dengan tsunami yang menewaskan sekitar 165. Kerjasama Penanganan Menurut Djoko Kirmanto.” katanya. dan erupsi Gunung Merapi di Yogyakarta. bahwa prabencana adalah situasi tidak terjadi bencana dan situasi terdapat potensi terjadinya bencana. sosial dan dampak trauma kepada masyarakat luas. harta benda. selain menyebabkan ancaman aliran sedimen. di tahun 2010 antara lain terjadi banjir bandang Waisor di Kabupaten Teluk Wondoma – Papua Barat.” tegas Menteri PU. serta bagaimana mengaplikasikannya. “Kondisi ini semua. telah jelas disebutkan bagaimana definisi prabencana. gempa bumi berkekuatan 7.

pendidikan dan pelatihan. Lebih lanjut Menteri PU menyampaikan. 6 tahun 1994 tentang Ratifikasi Konvensi Perubahan Iklim. pencegahan. 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. bahwa Indonesia juga menjadi salah satu Negara yang menyepakati “Konvensi PBB Tentang Perubahan Iklim” pada KTT Bumi di Rio de Janaeiro – Brasil tahun 1992 dan Indonesia telah menindaklanjuti dengan UU No. . Copenhagen Accord 2009 dan Cancun Commitments 2010. pelaksanaan dan penegakan rencana tata ruang.” ujar Menteri PU.dilakukan dalam situasi tidak terjadi bencana meliputi delapan point. lahirnya Bali Roadmap atau Bali Action Plan 2007. pemaduan dalam perencanaan pembangunan. Gunung Kelud. Sebagai contoh. “Contoh lain adalah upaya mengatasi permasalahan erosi dan sedimentasi pada wilayah sungai seperti melaksanakan konservasi dan terasering pada lairan arus air off stream. seraya menambahkan hal tersebut sesuai dengan amanah UU No. serta persyaratan standar teknis penanggulangan bencana. pengurangan resiko bencana. persyaratan analisis resiko bencana. Kita bekerjasama dengan Kementerian Kehutanan. Kedelapan point tersebut adalah perencanaan penanggulangan bencana. Menteri PU menyatakan. khususnya mengenai pengendalian bahaya daya rusak air. bahwa teknologi sabo telah diterapkan dan dikembangkan di daerah gunung berapi untuk mengurangi resko bencana melalaui pembangunan penampungan lahar seperti di kawasan Gunung Merapi. Kementerian Pertanian dan Kementerian Lingkungan Hidup. Gunung Semeru dan Gunung Galunggung.

menghadirkan pembicara yang berasal dari kalangan praktisi. seperti peraturan. maka Kementerian PU telah menyiapkan Rencana Aksi Nasional Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Bidang ke-PU-an.“Mengingat hal tersebut. berdasarkan UU No. Magister Pengelolaan Bencana Alam – UGM dan JICA – Jepang tersebut. Selain itu. maka penanganan bencana alam yang berwawasan lingkungan akan berjalan lancar dan kehidupan baru masyarakat yang terkena bencana alam akan cepat tumbuh atau berkembang kembali. dan peneliti bidang penanganan aliran dan bencana sedimen di Indonesia dan Jepang Pada kesempatan tersebut juga diperingati Dies Natalis X Program Pendidikan Bencana. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. menurut Djoko Kirmanto. Penyelenggaraan seminar nasional yang merupakan kerjasama antara Ditjen SDA Kementerian PU. ditandai dengan pemotongan tumpeng lanang dan tumpeng wadon sebagai simbol kesuksesan dan terus berlangsungnya program studi tersebut dalam upaya peningkatan mutu sumber daya manusia dalam pengelolaan bencana alam. akademisi. Djoko Kirmanto juga mengharapkan. Proses peningkatan sumber daya manusia. 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air dan UU No. pedoman teknis dan lain-lain. bahwa dengan semakin baiknya proses penyiapan tenaga yang memahami tentang penanggulangan bencana alam dan peningkatan pendidikan yang disertai dengan penelitian sejak prabencana hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. “Dengan pengembangan faktorfaktor lain tersebut disertai dengan usaha pemberdayaan masyarakat.” kata Djoko. Magister Pengelolaan Bencana Alam – UGM. hanyalah salah satu faktor dalam usaha mitigasi bencana dan masih banyak faktor lain yang perlu secara paralel dikembangkan. . maka harapan saya program mitigasi tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan terukur.” kata Menteri PU.

id/index. Direktur Jenderal Sumber Daya Air – Kementerian PU.php?option=com_content&view=article&id=406:seminar-nasionalpenanganan-aliran-sedimen-indonesia-supermarket-bencana-alam-terkait-iklim&catid=38:beritadewan&Itemid=29 . peneliti dan pemerhati masalah manajemen bencana alam di Indonesia.Turut hadir di acara tersebut.go. Sekretaris Harian Dewan Sumber Daya Air Nasional (Dewan SDA Nasional). **faz/ad FOTO TERKAIT : http://dsdan. praktisi.Ditjen SDA Kementerian PU. Inspektur Jenderal Kementerian PU. antara lain Rektor UGM. Civitas Akademika Program Magister Pengelolaan Bencana Alam UGM. Direktur Sungai dan Pantai . para alumni.