P. 1
Adat

Adat

|Views: 8|Likes:
Published by Santiago Rahman

More info:

Published by: Santiago Rahman on Dec 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/15/2014

pdf

text

original

Adat-istiadat yang merupakan pola sopan-santun dalam pergaulan orang Melayu di Riau sebenarnya sudah lama

menjadi pola pergaulan nasional sesama warga negara. Bahasa Melayu yang telah menjadi bahasa nasional Indonesia mengikutsertakan pepatah, ungkapan, peribahasa, pantun, seloka, dan sebagainya yang hidup dalam masyarakat Melayu menjadi milik nasional dan dipahami oleh semua warga negara Indonesia. Ajaran, tuntunan, dan falsafah yang diajarkan melalui pepatah, peribahasa, dan sebagainya itu telah membudaya di seluruh Indonesia, sehingga tidak mudah untuk mengidentifikasi pepatah dan peribahasa yang berasal dari Melayu dan yang bukandari Melayu.
Sopan-santun dalam pergaulan sesama masyarakat menyangkut beberapa hal, yaitu tingkah-laku, tuturbahasa, kesopanan berpakaian, serta sikap menghadapi orang tua/orang sebaya, orang yang lebih muda, para pembesar, dan sebagainya. Tingkah-laku yang terpuji adalah yang bersifat sederhana. Pola hidup sederhana yang dicanangkan oleh pemerintah Republik Indonesia sejalan dengan sifat ideal orang Melayu. sopann santun.

Menurut tradisi, orang Melayu Riau percaya pada empat cahaya di bumi yang terdiri dari rumah tangga, ladang bertumpuk, beras padi, dan anak-anak muda. Rumah tangga sebagai cahaya pertama hendaknya dipelihara sebaik-baiknya dengan dipagari adat atau tradisi. Nilai budaya Melayu Riau umumnya berpunca dari tiga aspek dominan, yaitu agama Islam, adat Melayu, dan tradisi Melayu. Adat dan tradisi yang kian melonggar berangsur-angsur menyebabkan nilai-nilai asli semakin kabur dan kehilangan warna.

adab berumah tangga.

Gurindam Dua Belas merupakan karya Raja Ali Haji (1808-1873), seorang budayawan Melayu Riau-Kepri di gerbang abad XX. Pada pasal kesebelas dan dua belas, Raja Ali Haji banyak memberikan pesan tentang akhlak dalam dalam berbangsa dan bernegara. Setiap penduduk suatu bangsa dan Negara hendaknya banyak berjasa dalam memajukan bangsa. Berkorban sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki. Kemudian Raja Ali Haji juga berpesan kepada para pemimpin agar membuang perangai tercela serta memegang amanah yang telah diberikan. “Kita semua memahmi, bahwa Adat Melayu merupakan salah satu potensi khasanah budaya yang sangat tinggi nilainya, apabila kita pelajari lebih dalam akan banyak kita jumpai filsafatfilsafat yang sangat indah serta mengandung makna yang sangat luas dan dalam,” ujar Gubernur. Pada prinsipnya, tambah Gubernur, khasanah budaya tersebut dapat dijadikan pegangan sekaligus jawaban terhadap masalah yang timbul di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara saat ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->