koloid, suspensi, larutan (kimia) Posted on Mei 16, 2009 by nuranimahabbah

BAB I PENDAHULUAN

Sistem koloid berhubungan dengan proses – prose di alam yang mencakup berbagai bidang. Hal itu dapat kita perhatikan di dalam tubuh makhluk hidup, yaitu makanan yang kita makan (dalam ukuran besar) sebelum digunakan oleh tubuh. Namun lebih dahulu diproses sehingga berbentuk koloid. Juga protoplasma dalam sel – sel makhluk hidup merupakan suatu koloid sehingga proses – proses dalam sel melibatkan sitem koloid. Dalam kehidupan sehari-hari ini, sering kita temui beberapa produk yang merupakan campuran dari beberapa zat, tetapi zat tersebut dapat bercampur secara merata/ homogen. Misalnya saja saat ibu membuatkan susu untuk adik, serbuk/ tepung susu bercampur secara merata dengan air panas. Kemudian, es krim yang biasa dikonsumsi oleh orang mempunyai rasa yang beragam, es krim tersebut haruslah disimpan dalam lemari es agar tidak meleleh. Kesemuanya merupakan contoh koloid. Udara mengandung juga sistem koloid, misalnya polutan padat yang terdispersi (tercampur) dalam udara, yaitu asap dan debu. Juga air yang terdispersi dalam udara yang disebut kabut merupakan sistem koloid. Mineral – mineral yang terdispersi dalam tanah, yang dibutuhkan oleh tumbuh – tumbuhan juga merupakan koloid. Penggunaan sabun untuk mandi dan mencuci berfungsi untuk membentuk koloid antara air dengan kotoran yang melekat (minyak). Campuran logam selenium dengan kaca lampu belakang mobil yang menghasilkan cahaya warna merah merupakan sistem koloid.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian koloid, larutan, suspensi

Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar secara merata di dalam zat lain (medium pendispersi/ pemecah). Dimana di antara campuran homogen dan heterogen terdapat sistem pencampuran yaitu koloid, atau bisa juga disebut bentuk (fase) peralihan homogen menjadi heterogen. Campuran homogen adalah campuran yang memiliki sifat sama pada setiap bagian campuran tersebut, contohnya larutan gula dan hujan. Sedangkan campuran heterogen sendiri adalah campuran yeng memiliki sifat tidak sama pada setiap bagian campuran, contohnya air dan minyak, kemudian pasir dan semen. Ukuran partikel koloid berkisar antara 1-100 nm. Ukuran yang dimaksud dapat berupa diameter, panjang, lebar, maupun tebal dari suatu partikel. Contoh lain dari sistem koloid adalah adalah tinta, yang terdiri dari serbuk-serbuk warna (padat) dengan cairan (air). Selain tinta, masih terdapat banyak sistem koloid yang lain, seperti mayones, hairspray, jelly, dll. Larutan adalah campuran homogen antara zat terlarut dan pelarut. Zat terlarut dinamakan juga dengan fasa terdispersi atau solut, sedangkan zat pelarut disebut dengan fasa pendispersi atau solvent. Contohnya larutan gula atau larutan garam. Suspensi adalah campuran heterogen yang terdiri dari partikel – partikel kecil padat atau cair yang terdispersi dalam zat cair atau gas. Misalnya, tepung beras dilarutkan dalam air dan dikocok dengan kuat; Apabila campuran tersebut dibiarkan beberapa saat, campuran tersebut akan mengendap ke bawah.

Ciri – cirinya: 1. Larutan (Dispersi Molekuler) @1 fase @jernih @homogen @diameter partikel: <1 nm @tidak dapat disaring @tidak memisah jika didiamkan

2.Koloid (Dispersi Koloid) @2 fase @keruh @antara homogen dengan heterogen @diameter partikel: 1 nm<d<100 nm @tidak dapat disaring dengan penyaring biasa, melainkan dengan penyaring ultra @tidak memisahkan jika didiamkan

3. Suspensi(Dispersi Kasar) @2 fase @keruh @heterogen @diameter partikel: >100 nm

@dapat disaring dengan kertas saring biasa @memisah jika didiamkan

Keadaan koloid atau sistem koloid atau suspensi koloid atau larutan koloid atau suatu koloid adalah suatu campuran berfasa dua yaitu fasa terdispersi dan fasa pendispersi dengan ukuran partikel terdispersi berkisar antara 10-7 sampai dengan 10-4 cm. Besaran partikel yang terdispersi, tidak menjelaskan keadaan partikel tersebut. Partikel dapat terdiri atas atom, molekul kecil atau molekul yang sangat besar. Koloid emas terdiri atas partikel-partikel dengan bebagai ukuran, yang masing-masing mengandung jutaan atom emas atau lebih. Koloid belerang terdiri atas partikel-partikel yang mengandung sekitar seribu molekul S8. Suatu contoh molekul yang sangat besar (disebut juga molekul makro) ialah haemoglobin. Berat molekul dari molekul ini 66800 s.m.a dan mempunyai diameter sekitar 6 x 10-7.

2.2 Jenis – jenis koloid

Koloid merupakan suatu sistem campuran ―metastabil‖ (seolah-olah stabil, tapi akan memisah setelah waktu tertentu). Koloid berbeda dengan larutan; larutan bersifat stabil. Di dalam larutan koloid secara umum, ada 2 zat sebagai berikut : - Zat terdispersi, yakni zat yang terlarut di dalam larutan koloid - Zat pendispersi, yakni zat pelarut di dalam larutan koloid Berdasarkan fase terdispersinya, sistem koloid dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu:

1. Sol (fase terdispersi padat) a. Sol padat adalah sol dalam medium pendispersi padat Contoh: paduan logam, gelas warna, intan hitam b. Sol cair adalah sol dalam medium pendispersi cair Contoh: cat, tinta, tepung dalam air, tanah liat c. Sol gas adalah sol dalam medium pendispersi gas Contoh: debu di udara, asap pembakaran

2. Emulsi (fase terdispersi cair) a. Emulsi padat adalah emulsi dalam medium pendispersi padat Contoh: Jelly, keju, mentega, nasi b. Emulsi cair adalah emulsi dalam medium pendispersi cair Contoh: susu, mayones, krim tangan c. Emulsi gas adalah emulsi dalam medium pendispersi gas Contoh: hairspray dan obat nyamuk

3. Buih (fase terdispersi gas) a. Buih padat adalah buih dalam medium pendispersi padat Contoh: Batu apung, marshmallow, karet busa, Styrofoam b. Buih cair adalah buih dalam medium pendispersi cair Contoh: putih telur yang dikocok, busa sabun Untuk pengelompokan buih, jika fase terdispersi dan medium pendispersi samasama berupa gas, campurannya tergolong larutan.

BAB III KOLOID SOL

3.1 Sifat – sifat koloid sol: 1. Gerak Brown Gerak Brown ialah gerakan partikel-partikel koloid yang senantiasa bergerak lurus tapi tidak menentu (gerak acak/tidak beraturan). Jika kita amati koloid dibawah mikroskop ultra, maka kita akan melihat bahwa partikel-partikel tersebut akan bergerak membentuk zigzag. Pergerakan zigzag ini dinamakan gerak Brown. Partikel-partikel suatu zat senantiasa bergerak. Gerakan tersebut dapat bersifat acak seperti pada zat cair dan gas( dinamakan gerak brown), sedangkan pada zat padat hanya beroszillasi di tempat ( tidak termasuk gerak brown ). Untuk koloid dengan medium pendispersi zat cair atau gas, pergerakan partikel-partikel akan menghasilkan tumbukan dengan partikel-partikel koloid itu sendiri. Tumbukan tersebut berlangsung dari segala arah. Oleh karena ukuran partikel cukup kecil, maka tumbukan yang terjadi cenderung tidak seimbang. Sehingga terdapat suatu resultan tumbukan yang menyebabkan perubahan arah gerak partikel sehingga terjadi gerak zigzag atau gerak Brown. Semakin kecil ukuran partikel koloid, semakin cepat gerak Brown yang terjadi. Demikian pula, semakin besar ukuran partikel koloid, semakin lambat gerak Brown yang terjadi. Hal ini menjelaskan mengapa gerak Brown sulit diamati dalam larutan dan tidak ditemukan dalam campuran heterogen zat cair dengan zat padat (suspensi). Gerak Brown juga dipengaruhi oleh suhu. Semakin tinggi suhu sistem koloid, maka semakin besar energi kinetik yang dimiliki partikel-partikel medium pendispersinya. Akibatnya, gerak Brown dari partikel-partikel fase terdispersinya semakin cepat. Demikian pula sebaliknya, semakin rendah suhu sistem koloid, maka gerak Brown semakin lambat. 2. Efek Tyndall Efek Tyndall ialah gejala penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh partikel-partikel koloid. Hal ini disebabkan karena ukuran molekul koloid yang cukup besar.

hal itu terjadi karena partikel-partikel koloid mempunyai partikel-partikel yang relatif besar untuk dapat menghamburkan sinar tersebut. Salah satu faktor yang mempengaruhi stabilitas koloid ialah muatan permukaan koloid. Absorpsi adalah fenomena menyerap semua partikel ke dalam sol padat bukan di atas permukaannya. Besarnya muatan pada permukaan partikel dipengaruhi oleh konsentrasi elektrolit dalam medium pendispersi. Pada saat larutan sejati (gambar kiri) disinari dengan cahaya. Jenis muatan tergantung dari jenis partikel yang bermuatan. Penambahan kation pada permukaan partikel koloid yang bermuatan negatif akan menetralkan muatan tersebut dan menyebabkan koloid menjadi tidak stabil. kestabilan. sedangkal partikel sol As2S3 mengadsorpsi anion dari medium pendispersinya sehingga bermuatan negatif. Sumber muatan koloid sol Partikel-partikel koloid mendapat mutan listrik melalui dua cara. Gugus R. molekul ini dapat bergabung membentuk partikel berukuran koloid yang disebut misel. lapisan bermuatan ganda. tinta. Pada ph rendah . gugus –COOH akan mendonorkan proton dan membentuk gugus – COO-. seorang ahli fisika Inggris. Berikut penjelasan tentang sumber muatan koloid. 4. Gaya kedua ialah gaya tolak menolak. Sistem koloid secara keseluruhan bersifat netral. Ph tinggi. cat. Berikut penjelasannya: ^-^ Koloid protein Koloid protein adalah jenis koloid sol yang mempunyai gugus yang bersifat asam (-COOH) dan biasa (-NH2). ^-^ Koloid sabun dan deterjen Pada konsentrasi relatif pekat. Gaya tolak – menolak tersebut akan membuat dispersi koloid menjadi stabil. Contoh : (i) Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+. Gaya ketiga ialah gaya tarik – menarik antara partikel koloid dengan medium pendispersinya. dan proses – proses lainnya pada koloid sol : A.saling meniadakan.terdiri dari gugus R. baik partikel netral atau bermuatan (kation atau anion) karena mempunyai permukaan yang sangat luas. Zat yang molejulnya bergabung secara spontan dalam suatu fase pendispersi dan membentuk partikel berukuran koloid disebut koloid terasosiasi. gaya ini dapat menyebabkan terjadinya agregasi partikel koloid dan gaya ini juga dapat meningkatkan kestabilan sistem koloid secara keseluruhan.berlebih. Contoh: es krim.atau ekor non-polar tidak larut dalam air sehingga akan terorientasi ke pusat.yang bersifat non pola. Dimana partikel-partikel sol padat ditempatkan dalam zat cair atau gas. Pada ph intermediet partikel protein bermuatan netral karena muatan –NH3+ dan COO. Untuk itu digunakan koloid lain yang dapat membentuk lapisan di sekeliling koloid tersebut. Muatan koloid sol Sifat koloid terpenting adalah muatan partikel koloid. gugus basa –NH2 akan menerima proton dan membentuk gugus –NH3. Contohnya adalah koloid protein dan koloid sabun/ deterjen. Sol AgCI dalam medium pendispersi dengan kation Ag+ berlebihan akan mengadsorpsi Ag+ sehingga bermuatan positif. pada larutan sejati. Anion R-COO. Gaya ini terjadi karena pertumpangtindihan lapisan ganda listrik yang bermuatan sama. yaitu : Proses adsorpsi Partikel koloid dapat mengadsorpsi partikel bermuatan dari fase pendispersinya. maka sol AgCI akan mengadsorpsi ion CI. Proses ionisasi gugus permukaan partikel Beberapa partikel koloid memperoleh muatan dari proses ionisasi gugus-gugus yang ada pada permukaan partikel koloid. melainkan di dalam sol padat tersebut.sehingga bermuatan positif. elektroforesis koloid sol. Terkadang. sedangkan pada sistem koloid (gambar kanan). Gaya ini menyebabkan partikel – partikel koloid berkumpul membentuk agregat dan akhirnya mengendap. Contoh: gelatin pada sol Fe(OH)3. Efek tyndall adalah efek yang terjadi jika suatu larutan terkena sinar. B. partikel-partikelnya relatif kecil sehingga hamburan yang terjadi hanya sedikit dan sangat sulit diamati. Sebaliknya. Kestabilan koloid Terdapat beberapa gaya pada sistem koloid yang menentukan kestabilan koloid. Partikel sol Fel (OH)3 kemampuan untuk mengadsorpsi kation dari medium pendisperinya sehingga bermuatan positif. 3. maka pertikel-partikel zat cair atau gas tersebut akan terakumulasi pada permukaan zat padat tersebut. cahaya akan dihamburkan. Kedua gugus ini dapat terionisasi dan memberikan muatan pada molekul protein. Lapisan bermuatan ganda . yaitu sebagai berikut : Gaya pertama ialah gaya tarik – menarik yang dikenaln dengan gaya London – Van der Waals. Semua partikel koloid memiliki muatan sejenis (positif dan negatif). Banyak koloid yang harus dipertahankan dalam bentuk koloid untuk penggunaannya. Untuk koloid yang berupa emulsi dapat digunakan emulgator yaitu zat yang dapat tertarik pada kedua cairan yang membentuk emulsi. Jika anion CI. Partikel koloid tidak dapat bergabung sehingga memberikan kestabilan pada sistem koloid.Efek tyndall ini ditemukan oleh John Tyndall (1820-1893). (ii) Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S2. Beda halnya dengan absorpsi. Sabun adalah garam karboksilat dengan rumus R-COO-Na+. maka larutan tersebut tidak akan menghamburkan cahaya. Partikel koloid sol memiliki kemampuan untuk mengadsorpsi partikel-partikel pada permukaannya. C. Maka terdapat gaya tolak menolak antar partikel koloid. Oleh karena itu sifat itu disebut efek tyndall. Adsorpsi koloid Adsorpsi ialah peristiwa penyerapan partikel atau ion atau senyawa lain pada permukaan partikel koloid yang disebabkan oleh luasnya permukaan partikel. Contoh: sabun deterjen sebagai emulgator dari emulsi minyak dan air. Koloid lain ini disebut koloid pelindung.

Elektroforesis Elektroforesis adalah suatu proses untuk menghitung berpindahnya ion atau partikel koloid bermuatan dalam medium cair yang dipengaruhi oleh medan listrik. Mekanik. Dengan penambahan elektrolit (asam. berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid.2 Pembuatan sistem koloid sol 1. Contoh koloid liofob adalah sol sulfida dan sol logam. maka sistem koloid itu akan menarik muatan yang berbeda tersebut sehingga membentuk lapisan ganda. Partikel koloid akan mengadsorpsi molekul cairan. kemudian dapat diubah kembali menjadi sol dengan penambahan medium pendispersinya. kita mengenal dua macam koloid : Koloid liofil yaitu koloid yang ‖senang cairan‖ (bahasa Yunani : liyo = cairan. Koloid liofob yaitu koloid yang ‖benci cairan‖ (phobia = benci).Sol As2S3 dibuat dengan gaya mengalirkan H2S dengan perlahan-lahan melalui larutan As2O3 dingin sampai terbentuk sol As2S3 yang berwarna kuning . Koagulasi Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan. yaitu terbentuknya lapisan medium pendispersi yang teradsorpsi di sekeliling partikel sehingga menyebabkan partikel sol liofil tidak saling bergabung @Viskositas sol liofil > viskositas medium pendispersi @Tidak mudah menggumpal dengan penambahan elektrolit @Reversibel. artinya fase terdispersi sol liofil dapat dipisahkan dengan koagulasi. tergantung jenis muatan partikel 3. Apabila dalam larutan ditambahkan larutan yang berbeda muatan dengan system koloid. sehingga terbentuk selubung di sekeliling partikel koloid itu. Contoh: susu + sirup masam —> menggumpal lumpur + tawas —> menggumpal Dengan mencampurkan 2 macam koloid dengan muatan yang berlawanan. Prinsip kerja elektroforesis digunakan untuk membersihkan asap hasil industri dengan alat Cottrell. Contoh: Fe(OH)3 yang bermuatan positif akan menggumpal jika dicampur As2S3 yang bermuatan negatif. Ciri – cirinya: 1. philia = senang). Reaksi dekomposisi rangkap Misalnya: . Koloid akan mengalami koagulasi dengan cara: 1.Sol Liofob @Tidak dapat dibuat hanya dengan mencampur fase terdispersi dan medium pendisperinya @Memiliki muatan positif atau negative @Partikel-partikel sol liofob tidak mengadsorpsi medium pendispersinya. 2. pergerakan partikel – partikel koloid dalam medan listrik ke masing – masing elektrode.Pada awalnya. Model lapisan berganda tersebut tijelaskan pada lapisan ganda Stern. E. Kimia. D. katode. Koloid liofol dan liofob Berdasarkan sifat adsorpsi dari partikel koloid terhadap medium pendispersinya. Sedangkan lapisan kedua berupa lapisan difusi dimana muatan dari medium pendispersi terdifusi ke partikel koloid. protein. Lapisan pertama ialah lapisan padat di mana muatan partikel koloid menarik ion-ion dengan muatan berlawanan dari medium pendispersi. Partikel koloid tidak mengadsorpsi molekul cairan. Cara mekanik dilakukan dengan pemanasan. Muatan partikel diperoleh dari adsorpsi partikel-partikel ion yang bermuatan listrik @Viskositas sol hidrofob hampir sama dengan viskositas medium pendispersi @Mudah menggumpal dengan penambahan elektrolit karena mempunyai muatan @Irreversibel artinya sol liofob yang telah menggumpal tidak dapat diubah menjadi sol @Memberikan efek Tyndall yang jelas @Akan bergerak ke anode atau katode. atau tidak bermigrasi sama sekali 2. @Memberikan efek Tyndall yang lemah @Dapat bermigrasi ke anode. dan agar-agar. Cara Kondensasi a. Yaitu. Sol Liofil @Dapat dibuat langsung dengan mencampurkan fase terdispersi dengan medium terdispersinya @Mempunyai muatan yang kecil atau tidak bermuatan @Partikel-partikel sol liofil mengadsorpsi medium pendispersinya. basa. partikel-partikel koloid mempunyai muatan yang sejenis yang didapatkannya dari ion yang diadsorpsi dari medium pendispersinya. pendinginan atau pengadukan cepat. atau garam). F. Contoh koloid liofil adalah kanji. Terdapat proses solvasi/ hidrasi. Adanya lapisan ini menyebabkan secara keseluruhan bersifat netral. Dengan terjadinya koagulasi.

krim.Industri kimia untuk membuat pelumas padat.Sol belerang dapat dibuat dengan mereduksi SO2 yang terlarut dalam air dengan mengalirinya gas H2S . tekstil. gelatin dalam air.dsb. farmasi. logam yang akan diubah menjadi partikel-partikel kolid akan digunakan sebagai elektrode. Dialisis Dialisis ialah pemisahan koloid dari ion-ion pengganggu dengan cara ini disebut proses dialisis. Membran semi permeable ini dapat dilewati cairan tetapi tidak dapat dilewati koloid. Cara mekanik Cara mekanik adalah penghalusan partikel-partikel kasar zat padat dengan proses penggilingan untuk dapat membentuk partikel-partikel berukuran koloid.Sol emas atau sol Au dapat dibuat dengan mereduksi larutan garamnya dengan melarutkan AuCl3 dalam pereduksi organic formaldehida HCOH. sperti Ag.Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S . Karena logam diubah jadi partikel kolid dengan proses uap logam. maka metode ini dikategorikan sebagai metode dispersi. FeCl3 (aq) + 3H2O(l) Fe(OH) 3 (koloid) + 3HCl(aq) (Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+) . . . Dalam cara ini. Reaksi hidrolisis Hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air. deterjen. Misalanya: . yang biasa digunakan dalam: . es krim. Contoh: . kalsium asetat yang sukar larut dalam etanol.Industri-industri lainnya seperti industri plastik. .Industri kimia rumah tangga untuk membuat pasta gigi. 2AuCl3 (aq) + HCOH(aq) + 3H2O(l) 2Au(s) + HCOOH(aq) + 6HCl(aq) . 2.Beberapa zat mudah terdispersi dalam pelarut tertentu dan membnetuk sistem kolid. . . Zat pemecah tersebut dapat berupa elektrolit khususnya yang mengandung ion sejenis ataupun pelarut tertentu.terang. karet oleh bensin. kemudianbaru dalam larutan tersebut ditambahkan etanol maka terjadi kondensasi dan terbentuklah koloid kalsium asetat. Panas yang timbul akan menyebabkan logam menguap.3 Pemurnian koloid sol 1. Au. Sehingga belerang akan menggumpal menjadi pertikel koloid dikarenakan penurunan kelarutan belerang dalam air. belarang harus terlenih dahulu dilarutkan dalam etanol sampai jenuh. As2O3 (aq) + 3H2S(g) As2O3 (koloid) + 3H2O(l) (Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S2-) . dan Pt.untuk membuat sol belerang yang sukar larut dalam air tetapi mudah larut dalam alkohol seperti etanol dengan medium pendispersi air.Agar-agar dipeptisasi oleh air . Contohnya. AlCl3 (aq) + 3H2O(l) Al(OH) 3 (koloid) + 3HCl(aq) d. Alat yang digunakan untuk cara ini biasa disebut penggilingan koloid. endapan Al(OH) 3 oleh AlCl3. Misalnya. b. dan kertas. dsb. . Kemudian kedua logam dicelupkan ke dalam medium pendispersinya (air suling dingin) sampai kedua ujungnya saling berdekatan. mula-mula dilarutkan terlebih dahulu dalam air. Baru kemudian larutan belerang dalam etanol tersebut ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam air sambil diaduk. uapnya kemudian akan terkondensasi dalam medium pendispersi dingin. .Sol Al(OH)3 dapat diperoleh dari reaksi hidrolisis garam Al dalam air mendidih. semir sepatu. AgNO3 (ag) + HCl(aq) AgCl (koloid) + HNO3 (aq) b.Sol AgCl dibuat dengan mencampurkan larutan AgNO3 encer dan larutan HCl encer.Sol Fe(OH3) dapat dibuat dengan hidrolisis larutan FeCl3 dengan memanaskan larutan FeCl3 atau reaksi hidrolisis garam Fe dalam air mendidih. Cara busur bredig Cara busur Bredig ini biasanya digunakan untuk membuat sol-sol logam. selai. Cara Dispersi a. Kemudian. . kedua elektrode akan diberi loncatan listrik.Sebaliknya.industri makanan untuk membuat jus buah. 2H2S(g) + SO2 (aq) 3S(s) + 2H2O(l) c. sehingga hasil kondensasi tersebut berupa pertikel-pertikel kolid. Yaitu dengan mengalirkan cairan yang tercampur dengan koloid melalui membran semi permeable yang berfungsi sebagai penyaring. Cara peptisasi Cara peptisasi adalah pembuatan koloid / sistem koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan / proses pendispersi endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah). cat dan zat pewarna. Reaksi pergantian pelarut Cara ini dilakukan dengan mengganti medium pendispersi sehingga fasa terdispersi yang semulal arut setelah diganti pelarutanya menjadi berukuran koloid.Sol Fe(OH) 3 diperoleh dengan mengaduk endapan Fe(OH) 33 yang baru terbentuk dengan sedikit FeCl3. 3. Sol Fe(OH) 3 kemudian dikelilingi Fe+3 sehingga bermuatan positif . Reaksi redoks Misalnya: . c.

minyak (zat cair non-polar). Maksudnya adalah gel ini dapat berubah bentuk jika diberi gaya dan dapat kembali ke bentuk awal bila gaya tersebut ditiadakan. Elektrodialisis Pada dasarnya proses ini adalah proses dialysis di bawah pengaruh medan listrik. tetapi tidak dapat saling melarutkan. Gel elastis Karena ikatan partikel pada rantai adalah adalah gaya tarik-menarik yang relatif tidak kuat. Ada dua jenis gel. dapat juga dianggap sebagai hasil bentukkan dari penggumpalan sebagian sol cair. Partikel-partikel sol akan bergabung untuk membentuk suatu rantai panjang pada proses penggumpalan ini. penambahan elektrolit. dan kestabilan denganmuatan partikel. dan perusakan zat pengemulsi. Sedangkan sedimentasi yang terjadi pada emulsi air dalam minyak. emulsi dapat dibagi menjadi: Emulsi Gas Emulsi gas dapat disebut juga aerosol cair yang adalah emulsi dalam medium pendispersi gas. CFC (klorofuorokarbon atau Freon). yaitu. 3. Tetapi. atau emulsi air dalam minyak (cth: margarine yang terdiri dari air yang terdispersi dalam minyak. Sifat ini dapat dimanfaatkan untuk menentukan jenis emulsi. efek Tyndall. Dalam tubuh.maka pertikel-partikel minyak akan naik ke atas membentuk krim. Kemudian. untuk dapat membentuk system koloid atau menghasilkan semprot aerosol yang diperlukan. jadi tekanan harus dinaikkan untuk mempercepat proses ini. Rantai tersebut akan saling bertaut sehingga membentuk suatu struktur padatan di mana medium pendispersi cair terperangkap dalam lubang-lubang struktur tersebut. Cara kerjanya. seperti. maka ukuran pori-pori kertas akan sering berkurang. emulsi merupakan jenis koloid dimana fase terdispersinya merupakan zat cair. listrik tegangan tinggi dialirkan melalui dua layer logam yang menyokong selaput semipermiabel. Partikel-partikel kolid akan dapat dipisahkan berdasarkan ukurannya. fase terdispersi yang dicampurkan akan dengan spontan membentuk lapisan terpisah. Sebaliknya. apabila kestabilan emulsi ini rusak. Biasanya salah satu zat cair ini adalah air (zat cair polar) dan zat lainnya. dibutuhkan bantuan bahan pendorong/ propelan aerosol. yaitu: i. Elektrodialisis hanya dapat digunakan untuk memisahkan partikel-partikel zat terlarut elektrolit karena elektrodialisis melibatkan arus listrik. Emulsi Padat atau Gel Gel adalah emulsi dalam medium pendispersi zat padat. dengan menggunakan penyaring ultra bertahap. Terakhir. apabila kestabilan emulsi ini rusak. emulsi dapat diencerkan. maka partikel-partikel air akan turun ke bawah. Krim atau creaming atau sedimentasi dapat terbentuk pada proses ini.jadi butiran minyak di dalam air). terbentuklah suatu massa berpori yang semi-padat dengan struktur gel. proses sentrifugasi.sehingga koloid dan cairan akan berpisah. Beberapa sifat emulsi yang penting: . cahaya matahari akan disebarkan oleh partikel-partikel koloid dari sistem koloid kabut à merupakan contoh efek Tyndall pada aerosol cair. gerak Brown.Demulsifikasi Kestabilan emulsi cair dapat rusak apabila terjadi pemansan. Gel elastis dapat dibuat dengan mendinginkan sol iofil yang cukup pekat. Emulsi Cair Emulsi cair melibatkan dua zat cair yang tercampur. BAB IV KOLOID EMULSI Seperti yang telah dijelaskan. karena pori-pori kertas saring terlalu besar dibandingkan ukuran partikel-partikel tersebut. Contoh penggunaan proses ini adalah: penggunaan proses demulsifikasi dengan penmabahan elektrolit untukmemisahkan karet dalam lateks yang dilakukan dengan penambahan asam format (CHOOH) atau asam asetat (CH3COOH). Kertas saring yang dimodifikasi tersebut disebut penyaring ultra. Prinsip dialysis ini digunakan dalam proses pencucian darah orang yang ginjalnya tidak berfungsi lagi. pendinginan. Aerosol cair juga memiliki sifat-sifat seperti sol liofob. berdasarkan medium pendispersinya. Penyaring Ultra Partikel-partikel kolid tidak dapat disaring biasa seperti kertas saring. Adanya pengaruh medanlistrik akanmempercepat proses pemurnian sistem koloid. Emulsi cair itu sendiri dapat digolongkan menjadi 2 jenis. ginjal berfungsi sebagai alat dialisis darah 2. . . partikelpertikel koloid akan teringgal di kertas saring. Proses pemurnian dengan menggunakan penyaring ultra ini termasuklambat. dapt juga disebut zat cair polar &zat cair non-polar. jadi butiran air dalam minyak). Contoh gel elastis adalah gelatin dan sabun. Pada aerosol cair. Contoh: dalam hutan yang lebat. sehingga gel ini bersifat elastis. anatar lain. emulsi minyak dalam air (cth: susu yang terdiri dari lemak yang terdispersi dalam air. hairspray dan obat nyamuk dalam kemasan kaleng.Pengenceran Dengan menambahkan sejumlah medium pendispersinya. Pembentukan krim dapat kita jumpai pada emulsi minyak dalam air. Sehingga. bila kertas saring tersebut diresapi dengan selulosa seperti selofan. Sehingga pertikel-partikel zat terlarut dalam sistem koloid berupa ion-ion akan bergerak menuju elektrode dengan muatan berlawanan.

Buih Cair (Buih) Buih cair adalah sistem koloid dengan fase terdisperasi gas dan dengan medium pendisperasi zat cair.Roti Proses peragian yang melepas gas karbondioksida terlibat dalam proses pembuatan roti. gelembung gas akan mempunyai bentuk hamper seperti bola. . menambahkan HCl pekat ke dalam larutan natrium silikat. maka gel ini dapat bersifat non-elastis.Batu apung Dari proses solidifikasi gelas vulkanik.terjadinya difusi gelembung gas yang kecil ke gelembung gas yang besar akibat tegangan permukaan. Beberapa sifat buih cair yang penting: Struktur buih cair dapat berubah dengan waktu. gel elastis yang terdehidrasi dapat diubah kembali menjadi gel elastis dengan menambahkan zat cair. serta medium pendisperasi polistirena. Maksudnya adalah gel ini tidak memiliki sifat elastis. Contoh buih cair: . Sehingga volum gel akan bertambah dan menggembung. buih dikelompokkan menjadi dua. Buih Padat Buih padat adalah sistem kolid dengan fase terdisperasi gas dan denganmedium pendisperasi zat padat. Struktur buih cair dapat berubah jika diberi gaya dari luar. Strukturnya ditentukan oleh kandungan zat cairnya. Baerdasarkan medium pendisperasinya. Jika fraksi zat cair lebih dari 5%. Sifat ini disebut tiksotropi. .pemisahan medium pendispersi (zat cair) atau drainase. perak oksida. Contoh-contoh buih padatyang mungkin kita ketahui: . sehingga molekul-molekul asam silikat yang terbentuk akan terpolimerisasi dan membentuk gel silika. Kestabilan buih ini dapat diperoleh dari zat pembuih juga (surfaktan). dsb. karena: . . Ukuran kolid buih bukanlah ukuran gelembung gas seperti pada sistem kolid umumnya. natrium bikarbonat. . yaitu protein dan glikoprotein yang berasal dari putih telur itu sendiri untukmembentuk buih yang relative stabil. yaitu: 1. . maka akan terjadi deformasi. Contohnya adalah gel besi oksida. maka terbentuklah batu apung. karena kerapatan gas dan zat cair yang jauh berbeda. Zat ini teradsorbsi ke daerah antar-fase dan mengikat gelembung-gelembung gas sehingga diperoleh suatu kestabilan.Gel non-elastis Karena ikatan pada rantai berupa ikatan kovalen yang cukup kuat. ukuran kolid berkisar 0. . Zat pembuih protein gluten dari tepung kemudian akan membentuk lapisan tipis mengelilimgi gelembung-gelembung karbondioksida untuk membentuk buih padat. dan proses ini disebut sineresis. tetapi adalah ketebalan film (lapisan tipis) pada daerah antar-fase dimana zat pembuih teradsorbsi.Sineresis Gel anorganik akan mengerut bila dibiarkan dan diikuti penetesan pelarut.ii. .rusaknya film antara dua gelembung gas.Styrofoam Styrofoam memiliki fase terdisperasi karbondioksida dan udara. Salah satu contoh gel ini adalah gel silica yang dapat dibuat dengan reaksi kia.0000010 cm. maka bentuk gelembung gas adalah polihedral. BAB V KOLOID BUIH Buih adalah koolid dengan fase terdisperasi gas dan medium pendisperasi zat cair atau zat padat. Karbondioksida yang dilepas akan membentuk buih dengan bamtuam zat pembuih tersebut.Hidrasi Gel non-elastis yang terdehidrasi tidak dapat diubah kembali ke bentuk awalanya. sehingga ukuran gelembung gas menjadi lebih besar. Buih cair memiliki struktur yang tidak beraturan. aluminium sulfat. Sehingga putih telur yang dikocok akan mengembang. bukan oleh komposisi kimia atau ukuran buih rata-rata. tetapi sebaliknya. . serta suatu zat pembuih.Buih hasil kocokan putih telur Karen audara di sekitar putih telur akan teraduk dan menggunakan zat pembuih. gel ini tidak akan berubah jika diberi suatu gaya. . Bila gaya yang diberikan kecil.Tiksotropi Beberapa gel dapat diubah kembali menjadi sol cair apabila diberi agitasi atau diaduk.Buih hasil akibat pemadam kebakaran Alat pemadam kebakaran mengandung campuran air. Jika gaya yang diberikan cukup besar. Beberapa sifat gel yang penting adalah: . Fase terdisperasi gas pada umumnya berupa udara atao karbondioksida yang terbetuk dari fermentasi. Kestabilan buih dapat diperoleh dari adanya zat pembuih (surfaktan). Jika kurang dari 5%. maka struktur buih akan kembali ke bentuk awal setelah gaya tersebut ditiadakan.Menggembung (swelling) Gel elastis yang terdehidrasi sebagian akan menyerap air apabila dicelupkan ke dalam zat cair.

Ketika air sungai bertemu di laut. susu. digunakan alat pengendap elektrostatik yang pelat logamnya yang bermuatan akan digunakan untuk menarik partikel-partikel koloid. dan Ca+2 yang bermuatan positif. ^-^Pembentukan Delta di Muara Sungai Air sungai mengandung partikel-partikel koloid pasir dan tanah liat yang bermuatan negatif. Hal itu dilakukan dengan cara menambahkan tawas (Al2SO4)3. Oleh karena itu. untuk menjadikannya layak untuk diminum. deterjen Industri pertanian= Peptisida dan insektisida Industri farmasi= Minyak ikan. Untukmemisahkan pengotor ini. ^-^Pengambilan Endapan Pengotor Gas atau udara yang dialirkan ke dalam suatu proses industri seringkali mangandung zat-zat pengotor berupa partikel-partikel koloid. saus salad Industri kosmetika dan perawatan tubuh= Krim. sabun Industri cat= Cat Industri kebutuhan rumah tangga= Sabun. pensilin untuk suntikan ^-^Pemutihan Gula Dengan melarutkan gula ke dalam air. maka luka tersebut dapat doibati dengan pensil stiptik atau tawas yang mengandung ion-ion Al+3 dan Fe+3. Sehingga. ^-^Penggumpalan Darah Darah mengandung sejumlah kolid protein yangbermuatan negative. kemudian larutan dialirkan melalui sistem koloid tanah diatomae atau karbon.BAB VI KEGUNAAN KOLOID Sistem koloid banyak digunakan pada kehidupan sehari-hari. terjadi koagulasi yang akan membentuk suatu delta. . ^-^Penjernihan Air Air keran (PDAM) yang ada saat ini mengandung partikel-partikel koloid tanah liat. maka ion-ion positif dari air laut akanmenetralkan muatan pasir dan tanah liat. Sehingga gula tebu yang masih berwarna dapat diputihkan. Lumpur tersebut kemudian mengendap bersama tawas yang juga mengendap karena pengaruh gravitasi. Hal ini disebabkan sifat karakteristik koloid yang penting. terutama dalam kehidupan sehari-hari. pasta gigi. Mg+2. Al(OH)3 menghilangkan muatan-muatan negatif dari partikel koloid tanah liat/lumpur dan terjadi koagulasi pada lumpur. partikel-partikel koloid kemudian akan mengadsorbsi zat warna tersebut.Ion Al3+ yang terdapat pada tawas tersebut akan terhidroslisis membentuk partikel koloid Al(OH)3 yang bermuatan positif melalui reaksi: Al3+ + 3H2O Al(OH)3 + 3H+ Setelah itu.lumpur. Sedangkan air laut mengandung ion-ion Na+. dimana ion-ion tersebut akan membantu menetralkan muatan-muatan partikel koloid protein danmembnatu penggumpalan darah. mentega. yaitu dapat digunakan untuk mencampur zat-zat yang tidak dapat saling melarutkan secara homogen dan bersifat stabil untuk produksi dalam skala besar. dan berbagai partikel lainnya yang bermuatan negatif. Jika terdapat luka kecil. Beberapa contoh koloid Industri makanan = Keju. harus dilakukan beberapa langkah agar partikel koloid tersebut dapat dipisahkan.

BAB VII PENUTUP 7. misalnya pada penambahan elektrolit. yaitu sol. dan oleh karena luas permukaannya yang relatif besar. emulsi. Koloid juga saling berhubungan antara larutan dan suspensi. Dapat diamati dari samping sifat partikel koloid ini disebut efek Tyndall.1 KESIMPULAN Koloid dapat ditemukan dalam kehidupan sehari – hari untuk proses apapun. maka koloid mempunyai daya adsorpsi yang besar. Koloid dapat mengadsorpsi ion atau zat lainpada permukaannya. Koagulasi dapat terjadi karena berbagai hal. Penambahan . Partikel koloid dapat menghamburkan cahaya sehingga berkas cahaya yang melalui sistem koloid. dan buih. Koloid dibedakan menjadi 3 macam. Penggumpalan partikel koloid disebut koagulasi.

dan lebih lanjut semoga makalah ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan seputar Sistem Koloid. koloid dibuat dari larutan di mana atom atau molekul mengalami agregasi (pengelompokan).org/wiki/Sistem_koloid 2. sehingga faktor yang menstabilkannya hilang. Garut. para siswa akan mampu menghadapi masalah-masalah atau kesulitan-kesulitan yang timbul dalam belajar Teknologi Infomasi dan Komunikasi. http://nabilahfairest. Kimia SMA Kelas XI Semester Kedua. Koloid yang medium dispersinya berupa cairan dibedakan atas koloid liofil dan koloid liofob.wikipedia. http://user. 7.2 DAFTAR PUSTAKA DAN REFERENSI 1. http://www.net. Sabun dan detergen bekerja sebagai bahan aktif permukaan yang fungsinya mengelmusikan lemak ke dalam air. 7. Koloid dapat dibuat dengan cara dispersi atau kondensasi.com/kegunaan. “KOLOID” ini dapat diselesaikan.htm 3. bahan kasar dihaluskan kemudian didispersikan ke dalam medium dispersinya. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna.tripod. Materi – materi bertujuan agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan siswa dalam belajar mengenai koloid. pada koloid liofob interaksinya tersebut tidak ada atau sangat lemah.htm 5. Oleh karena itu. Serta siswa juga dapat memahami nilai – nilai dasar yang direfleksikan dalam berpikir dan bertindak. 27 November 2011 Penulis . http://id. http://sistemkoloid. Pada cara dispersi. dkk. Jakarta : Yudhistira.com/journal/item/38/koloid 4.cbn. sehingga menjadi partikel koloid. Dan dengan harapan semoga siswa mampu berinovasi dan berkreasi dengan potensi yang dimiliki. sebaliknya.multiply. Mudah-mudahan dengan mempelajari makalah ini. kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu diharapkan demi kesempurnaan makalah ini. Koloid liofil mempunyai interaksi yang kuat dengan mediumnya.elekrolit akan menetralkan muatan koloid. Maria. 2005. Kimia dan Kecakapan Hidup. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas akhir semester untuk bidang study kimia. 2006. Pada cara kondensasi.id/johanoni/koloid. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT.chem-is-try. yang telah berkenan memberi petunjuk dan kekuatan kepada penulis sehingga makalah. Makalah ini disusun dan dibuat berdasarkan materi – materi yang ada. Suharsini. Jakarta : Ganesa Exact.org/materi_kimia/kimia_sma1/kelas_x/koloid/ 6. Parning.

................................. 1..............................1Pengertian Koloid .......... 1.......................................................................... 1........................2 Rumusan Masalah......................... BAB I PENDAHULUAN 1......2 Perbedaan antara Larutan Suspensi dan Koloid........... Koran................ 2......................4 Manfaat Penulisan Metode yang kami pakai dalam penyusunan karya ilmiah ini adalah:................. 1..... 2.....4 Sifat-sifat Koloid..... BAB II Jenis-jenis Koloid .....3 Jenis-jenis Koloid......... belajar........................ pentingnya motivasi belajar.................. 1.......2 Rumusan Masalah U n t u k m e n i n g k a t k a n m o t i v a s i b e l a j a r k h u s u s n y a b a g i s i s w a ............................ 3.................... Contohnya pada pembuatan agar-agar dan pencampuran larutan detergen dengan air dan minyak tanah..........................4 Manfaat Penulisan................................................... Pada cara dispersasi bahan dalam bentuk kasar dihaluskan kemudian didispersasikan kedalam medium perdispersinya.............1 Kasimpulan..... BAB IV DAFTAR PUSTAKA........................................ 2............ dan cara-cara meningkatkan motivasi belajar....1 Definisi Koloid... b a n y a k f a k t o r y a n g mempengaruhinya dan beberapa cara untuk meningkatkan motivasi belajarnya...............................1 Latar Belakang.............................. 2................................3 Maksud dan Tujuan Penulisan Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui pentingnya motivasi belajar bagi siswa.................................... 3...............DAFTAR ISI Kata Pengantar . 2.. 1.........................1 Latar Belakang Koloid adalah suatu bentuk campuran yang keberadaannya terletak antara suspesi danlarutan..5 Koloid dalam kehidupan sehari-hari..................................... yaitu cara kondensasi dan cara dispensi......................Mencari sumber baik Buku.faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar............................ 2.6 Cara membuat Koloid................ ataupun Internet......................................Dan tujuannya untuk menjelaskan apa itu motivasi............ BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................. Daftar Isi .............. Pada cara kondensasi partikel melokeler dikondensasikan menjadi partikel dengan ukuran koloid........ 1... Contohnya susu kental manis.....................................2 Saran .....................3 Tujuan Penulisan....................Mancari keterangan-keterangan lain dari orang-orang terdekat BAB II JENIS-JENIS KOLOID 2..... BAB III PENUTUP............................... Ada dua cara pembuatan koloid......

Buih dapat dibuat dengan mengalirkan suatu gas ke dalam zat yang mengandung pembuih dan distabilkan oleh pembuih seperti sabun dan protein. tinta Kaca berwarna. mutiara. Aerosol Sistem koloid dari partikel padat atau cair yang terdispersi dalam gas disebut aerosol. kuningan. Emulsi Sistem koloid dari zat cair yang terdispersi dalam zat cair lain disebut emulsi. campuran itu tidak memisah dan juga tidak dapat dipisahkan dengan penyaringan (hasil penyaringan tetap keruh). Dapat dikatakan bahwa antara pelarut dan zat terlarut benar-benar tercampur. minyak ikan. krim kocok Batu apaung. dimana suatu zat "didispersikan" ke dalam suatu media yang homogen. difusivitas cahaya. Berbeda jika berkas cahaya dilewatkan melalui larutan. fase terdispersi adalah lemak. Misalnya sabun dicampurkan kedalam campuran minyak dan air. Zat yang didipersikan disebut fase terdispersi. nyatanya berkas cahaya seluruhnya dilewatkan. Sol Sistem koloid dari partikel padat yang terdispersi dalam zat cair disebut sol. Sedangkan sistem koloid dari zat cair yang terdispersi dalam zat padat disebut emulsi padat dan sistem koloid dari zat cair yang terdispersi dalam gas disebut emulsi gas. Ukuran lebih dari 1 mikrometer berarti terjadi suspensi. atau suspensi adalah menggunakan sifat efek Tyndall . Buih Sistem koloid dari gas yang terdispersi dalam zat cair disebut buih. ternyata susu "larut" tetapi "larutan" itu tidak bening melainkan keruh. maka buih dapat dipecah oleh zat-zat seperti eter. santan Keju. dsb). Campuran seperti inilah yang disebut koloid. mentega. 2.2 Perbedaan antara larutan Suspensi dan Koloid Perbedaan yang paling mendasar ada pada ukuran molekul zat terlarut. biskuit. Contoh emulsi air dalam minyak : mayonnaise. mutiara Asap. Istilah efek Tyndall didasarkan pada nama penemunya. Contoh aerosol cair : hairspray dan obat semprot. Contoh buih padat : lava. Emulsi digolongkan ke dalam 2 bagian yaitu emulsi minyak dalam air dan emulsi air dalam minyak. Contoh sol : putih telur.. Contoh emulsi minyak dalam air : santan. Syarat terjadinya emulsi yaitu kedua zat cair tidak saling melarutkan. Campuran gas dengan gas tidak membentuk sistem koloid tetapi suatu larutan sebab semua gas bercampur baik secara homogen dalam segala perbandingan. Sedangkan zat yang terdispersi berupa zat cair disebut aerosol cair. . Secara makroskopis campuran ini tampak homogen. maka berkas cahaya tersebut kelihatan dengan jelas.Koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya antara larutan dan suspensi. Hampir tidak mengubah karakteristik visual pelarutnya. Contoh emulsi padat : jelly. Fase terdispersi bersifat diskontinu (terputus-putus). Sistem koloid dari partikel padat yang terdispersi dalam zat padat disebut sol padat. Pada campuran susu dengan air. lateks.3 Jenis-jenis koloid Penggolongan sistem koloid didasarkan pada jenis fase pendispersi dan fase terdispersi    1. 3. Efek Tyndall Cara yang paling mudah untuk membedakan suatu campuran merupakan larutan. air lumpur. tinta.Buih digunakan dalam proses pengolahan biji logam dan alat pemadam kebakarn. Contoh propelan aerosol yang banyak digunakan yaitu CFC dan CO2. sedangkan medium dispersi bersifat kontinu. Gel dapat terbentuk dari suatu sol yang zat terdispersinya mengadsropsi medium dispersinya sehingga terjadi koloid yang agak padat. mutiara. Contoh buih cair : krim kocok (whipped cream). maka yang terbentuk adalah koloid di mana seluruh molekul zat terlarut mengubah seluruh karakteristik visual pelarutnya dan terdispersi.  4. Koloid merupakan sistem heterogen. Jika didiamkan. Jika zat yang terdispersi berupa zat padat disebut aerosol padat. cat dan lain-lain. Gel Sistem koloid dari zat cair yang terdispersi dalam zat padat dan bersifat setengah kaku disebut gel. sedangkan medium dispersinya adalah air. permata (gem). 2. Contoh gel : agar-agar. mentega. Itulah yang membedakan mengapa hidrokarbon tidak larut dalam air namun larut dalam alkohol. hal ini tergantung pada kapasitas pelarutnya apakah mampu menampung zat terlarutnya hingga menjadi kondisi campuran tertentu (larutan. koloid.4 Sifat-sifat koloid 1. Ketika buih tidak dikehendaki. sedangkan medium yang digunakan untuk mendispersikan zat disebut medium dispersi. karet busa Awan. Contoh sol padat : perunggu. Sesungguhnya ukuran 1 nanometer atau 1 mikrometer itu tidak pasti. minyak bumi. seperti tabel berikut : Fase Terdispersi N Medium Pendispersi 1 Gas 2 Gas 3 Cair 4 Cair 5 Cair 6 Padat 7 Padat 8 Padat Cair Padat Gas Cair Padat Gas Cair Padat Nama Koloid Busa/Buih Busa padat Aerosol Emulsi Emulsi padat Aerosol padat Sol Sol padat Contoh Buih sabun. Untuk menghasilkan aerosol diperlukan suatu bahan pendorong (propelan aerosol). koloid. semir sepatu. paduan logam 2. Jika ukurannya antara 1 nanometer hingga 1 mikrometer. Jika kita campurkan susu (misalnya. debu Cat. susu instan) dengan air. Akan tetapi. Gejala seperti itulah yang disebut efek Tyndall koloid. Akan tetapi. busa sabun. isoamil dan alkohol. Jadi. 2. Jika ukuran molekul zat terlarutnya di bawah 1 nanometer.  5. susu. jika berkas cahaya tersebut dilewatkan melalui suspensi. opal. koloid tergolong campuran heterogen dan merupakan sistem dua fase. absorptivitas cahaya. transparansi. Emulsi terbentuk karena pengaruh suatu pengemulsi (emulgator). maka berkas cahaya tersebut seluruhnya tertahan dalam suspensi tersebut. Ukuran zat yang didispersikan berkisar dari satu nanometer (nm) hingga satu mikrometer (µm). jika diamati dengan mikroskop ultra ternyata masih dapat dibedakan partikel-partikel lemak susu yang tersebar di dalam air. maka akan diproleh campuran stabil yang disebut emulsi. Sistem koloid dapat dikelompokkan. John Tyndall berhasil menerangkan bahwa langit berwarna biru disebabkan karena penghamburan cahaya pada daerah panjang gelombang biru oleh partikel-partikel oksigen dan nitrogen di udara. maka itu disebut larutan di mana zat terlarutnya tidak terlihat dan pelarut hampir tidak mengalami perubahan karakteristik visual (warna. Contoh aerosol padat : debu buangan knalpot. di mana molekul2 zat terlarut tidak terlarutkan dan tidak terdispersi melainkan mengendap di dasar wadah. Jika seberkas cahaya dilewatkan melalui suatu sistem koloid. Hal itu disebabkan penghamburan cahaya oleh partikel-partikel koloid. atau suspensi). kanji. kabut Susu. yaitu John Tyndall (1820-1893) seorang ahli fisika Inggris. sedangkan sistem koloid dari gas yang terdispersi dalam zat padat disebut buih padat. Kapasitas pelarut yang dimaksud adalah ukuran molekul pelarut dan hubungan antar molekul antara pelarut dan zat terlarut.

Sol liofob ialah sol yang zat terdispersinya tidak menarik dan tidak mengabsorpsi molekul mediumnya. berarti partikel koloid tersebut bermuatan listrik. ada lagi proses koagulasi dengan cara mekanik. akan menggumpal jika ditambahkan tawas. dan mengendapkan kotoran-kotoran dalam air. apabila diminum dapat menyembuhkan sakit perut dengan cara absorpsi. Contoh. sedangkan koloid As 2 S 3 akan menyerap ion-ion negatif. Cerobong asap pabrik dilengkapi dengan suatu pengendap listrik (pengendap Cottrell). koloid Fe(OH) 3 adalah koloid bermuatan positif. berupa lempengan logam yang diberi muatan listrik yang akan menggumpalkan partikel-partikel koloid dalam asap buangan. yang dibuat dalam bentuk pil atau tablet. yang membuat air menjadi keruh. Absorpsi Suatu partikel koloid akan bermuatan listrik apabila terjadi penyerapan ion pada permukaan partikel koloid tersebut. yaitu sebagai berikut. antara lain sebagai berikut. 6. Obat Serbuk karbon (norit). misalnya pembuatan sarung tangan dengan karet. Contohnya. suatu koloid mempunyai kemampuan mengabsorpsi ion-ion. maka kita mengenal dua jenis sol. Dalam koagulasi ini ada zat elektrolit yang lebih efisien untuk mengoagulasikan koloid bermuatan. partikel-partikel koloid akan dinetralkan muatannya dan digumpalkan di bawah masing-rnasing elektrode. Penjernihan air Air keruh dapat dijernihkan dengan menggunakan tawas (K 2 SO 4 A1 2 (SO 4 ) 3 ) yang ditambahkan ke dalam air keruh. Di bawah ini beberapa contoh koagulasi dalam kehidupan sehari-hari dan dalam industri. 4. akan mengabsorpsi zat warna. e. elektroforesis digunakan pula dalam industri. b. 1) Penambahan Zat Elektrolit Jika pada suatu koloid bermuatan ditambahkan zat elektrolit. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa elektroforesis dapat digunakan untuk menentukan jenis muatan koloid Pada sel elektroforesis.1948) dari Amerika Serikat. Ion Al 3+ akan menggumpalkan koloid tanah liat yang bermuatan negatif. b. Berbeda dengan absorpsi pada umumnya. a. Dalam usus. dan arahnya tidak menentu. Pemutihan gula pasir Gula pasir yang masih kotor (berwarna coklat) diputihkan dengan cara absorpsi. Di samping untuk menentukan muatan suatu partikel koloid. Pada pembuatan sarung tangan ini. Koloid bermuatan negatif lebih mudah dikoagulasikan oleh elektrolit yang muatan ion positifnya lebih besar. maka lateks akan menggumpal. atau sutera Serat yang akan diwarnai dicampurkan dengan garam A1 2 (SO 4 ) 3. getah karet diendapkan pada cetakan berbentuk tangan secara elektroforesis. lalu dicelupkan dalam larutan zat warna. Koagulasi Koagulasi adalah proses penggumpalan partikel-partikel koloid. 5. . pada tahun 1827. maka koloid tersebut menjadi tidak stabil lalu terkoagulasi (menggumpal). Jika muatan pada sistem koloid tersebut dilucuti dengan cara menetralkan muatannya. Alat Pembersih (sabun) Membersihkan benda-benda dengan mencuci memakai sabun didasarkan pada prinsip absorpsi. lebih mudah digumpalkan oleh BaCl 2 daripada NaCl 2) Mencampurkan Koloid yang Berbeda Muatan Bila dua koloid yang berbeda muatan dicampurkan. yaitu melakukan pemanasan dan pengadukan terhadap suatu koloid. c. Buih sabun mempunyai permukaan yang luas sehingga mampu mengemulsikan kotoran yang melekat pada benda yang dicuci. yaitu sol liofil dan sal liofob. Contoh. Robert Brown ( 1773 – 1858). Selain koagulasi yang disebabkan adanya pelucutan muatan koloid. maka koloid tersebut akan terkoagulasi. Hal itu disebabkan kedua koloid saling menetralkan sehingga terjadi gumpalan. sol kanji dipanaskan sampai membentuk gumpalan yang disebut 1em kanji. Pewarnaan serat wol. Sistem koloid stabil bila koloid tersebut bermuatan positif atau bermuatan negatif. berupa mineral halus berpori atau arang tulang. Koloid Liofil dan Koloid Liofob Adanya sifat absorpsi dan zat terdispersi (dengan fase padat) terhadap mediumnya (dengan fase cair). Pergerakan partikel-partikel koloid dalam medan listrik ke masing-masing elektrode disebutelektroforesis . Koloid Al(OH) 3 yang terbentuk. Kotoran gula akan diabsorpsi oleh mineral halus berpori atau arang tulang sehingga diperoleh gula berwarna putih. Elektroforesis Koloid ada yang netral dan ada yang bermuatan listrik. jika partikel-partikel koloid makin kecil. Bagaimana mengetahui suatu koloid bermuatan listrik atau tidak? Dan mengapa koloid bermuatan listrik? Jika partikel-partikel koloid dapat bergerak dalam medan listrik. penyerapan yang hanya sampai ke bagian dalam di bawah permukaan suatu zat. d. Hal ini terjadi karena koloid tanah liat akan terkoagulasi ketika bercampur dengan elektrolit dalam air laut. lebih mudah digumpalkan oleh H 2 SO 4 daripada HC1.2. koloid Fe(OH) 3 dalam air akan menyerap ion H + sehingga bermuatan positif. partikel koloid yang bermuaran positif akan menuju elektrode negatif (katode) dan partikel koloid yang bermuatan negatif akan menuju elektrode positif (anode). Hal itu terjadi karena koloid tersebut mempunyai permukaan yang sangat luas. Sifat absorpsi partikel-partikel koloid ini dapat dimanfaatkan. f. Metode ini dikenal dengan metode Cottrell . Koloid bermuatan positif lebih mudah dikoagulasikan oleh elektrolit yang muatan ion negatifnya lebih besar. seperti di atas. yaitu sebagai berikut. Sol liofilialah sol yang zat terdispersinya akan menarik dan mengabsorpsi molekul mediumnya. Metode ini pertama-tama dikembangkan oleh Frederick Cottrell (1877 . Contoh. Elektroforesis juga digunakan untuk mengurangi pencemaran udara yang dikeluarkan melalui cerobong asap pabrik. Koloid tanah liat mampu menyerap koloid humus Koloid tanah dapat mengabsorpsi koloid humus yang diperlukan tumbuh-tumbuhan sehingga tidak terbawa oleh air hujan. Gerak Brown terjadi akibat adanya tumbukan yang tidak seimbang antara partikel-partikel koloid dengan molekul-molekul pendispersinya. a. karena A1 2 (SO 4) 3 terhidrolisis. Gerak Brown akan makin cepat. Gerak Brown Dengan menggunakan mikroskop ultra (mikroskop optik yang digunakan untuk melihat partikel yang sangat kecil) partikel-partikel koloid tampak bergerak terus-menerus. b) Penggumpalan lateks (koloid karet) dengan cara menambahkan asam asetat ke dalam lateks. gerakannya patah-patah (zig-zag). menggumpalkan. Gerak sembarang seperti ini disebut gerak Brown. Contohnya. Gula yang masih kotor dilarutkan dalam air panas. norit dengan air akan membentuk sistem koloid yang mampu mengabsorpsi dan membunuh bakteri-bakteri berbahaya yang menyebabkan sakit perut. Gerak Brown ditemukan oleh seorang ahli biologi berkebangsaan Inggris. campuran koloid Fe(OH) 3 dengan koloid As 2 S 3 . Koagulasi dengan cara menetralkan muatan koloid dapat dilakukan dengan dua cara. lalu dialirkan melalui sistem koloid. Koloid Al(OH) 3 yang terbentuk akan mengabsorpsi. Jika sepasang elektrode dimasukkan ke dalam sistem koloid. Contohnya. pembuatan lem kanji. maka kedua koloid tersebut akan terkoagulasi. Gerak Brown adalah bukti dari teori kinetik molekul. 3. a) Pembentukan delta di muara sungai. c) Sol tanah liat (berbentuk lumpur) dalam air. kapas. Kita tahu bahwa peristiwa ketika permukaan suatu zat dapat menyerap zat lain disebutabsorpsi . koloid As 2 S 3 adalah koloid bermuatan negatif. lateks (koloid karet) bila ditambah asam asetat. Proses koagulasi ini terjadi akibat tidak stabilnya sistem koloid.

Dialisis Untuk menghilangkan ion-ion pengganggu kestabilan koloid pada proses pembuatan koloid. detergen. dan gelatin. Oleh karena itu. Hal itu dilakukan dengan cara menambahkan tawas (Al2SO4)3. Jika terjadi luka. Sol liofil lebih kental daripada mediumnya dan tidak terkoagulasi jika ditambah sedikit elektrolit. Prinsip dialisis ini digunakan dalam proses pencucian darah orang yang ginjalnya (alat dialisis darah dalam tubuh) tidak berfungsi lagi. Dengan melarutkan gula ke dalam air. perlu kita tambahkan suatu koloid yang dapat melindungi koloid tersebut agar tidak terkoagulasi. maka luka tersebut dapat diobati dengan pensil stiptik atau tawas yang mengandung ionion Al3+ dan Fe3+. sabun. mentega. Dengan kata lain. Ion-ion tersebut membantu agar partikel koloid di protein bersifat netral sehingga proses penggumpalan darah dapat lebih mudah dilakukan. Koloid liofob mempunyai sifat yang berlawanan dengan koloid liofil.5 koloid pada kehidupan sehari-hari Sistem koloid banyak digunakan pada kehidupan sehari-hari. Koloid Pelindung Untuk sistem koloid yang kurang stabil. agar partikel-partikel koloidnya tidak menggumpal. dan sebagainya. protein. deterjen Peptisida dan insektisida Minyak ikan. Proses dialisis tersebut adalah sebagai berikut. koloid liofil lebih stabil jika dibandingkan dengan koloid liofob. Partikel koloid akan mengadsorpsi zat warna tersebut. Selaput ini hanya dapat melewatkan molekul-molekul air dan ion-ion. 3. sabun Cat Sabun.Bila sol tersebut menggunakan air sebagai medium. Penggumpalan Darah Darah mengandung sejumlah koloid protein yang bermuatan negatif. sebab selubung molekul-molekul cairan yang berfungsi sebagai pelindung harus dipecahkan terlebih dahulu. dapat kita lakukan dengan cara pengendapan atau penguraian. kemudian larutan dialirkan melalui sistem koloid tanah diatomae atau karbon. maka akan terbentuk koloid liofil lagi. Koloid pelindung ini akan membungkus atau membentuk lapisan di sekeliling partikel koloid yang dilindungi. es krim. Hal ini disebabkan sifat karakteristik koloid yang penting. jika zat mediumnya ditambah lagi. Akan tetapi. Untuk memisahkan mediumnya. emulgatornya adalah kasein (suatu protein yang dikandung air susu). sol belerang. Berikut ini adalah skema proses penjernihan air secara lengkap: . Lumpur tersebut kemudian mengendap bersama tawas yang juga mengendap karena pengaruh gravitasi. saus salad Krim. sedangkan partikel koloid tidak dapat lewat. harus dilakukan beberapa langkah agar partikel koloid tersebut dapat dipisahkan. Jika kantong berisi koloid tersebut dimasukkan ke dalam sebuah tempat berisi air yang mengalir. Koloid dimasukkan ke dalam sebuah kantong yang terbuat dari selaput semipermeabel. Contoh koloid hidrofil adalah kanji. Koloid pelindung yang berfungsi untuk menstabilkan emulsi disebut emulgator (zat pengemulsi). Koloid pelindung ini sering digunakan pada sistem koloid tinta. sol-sol logam. koloid liofil bersifat reversibel . Contoh koloid hidrofob adalah sol-sol sulfida. untuk menjadikannya layak untuk diminum. 8. dilakukan penyaringan ion-ion tersebut dengan menggunakan membransemipermeabel . pada koloid liofil. Oleh karena itu. Al(OH)3 menghilangkan muatan-muatan negatif dari partikel koloid tanah liat/lumpur dan terjadi koagulasi pada lumpur. Untuk menggumpalkan koloid liofil diperlukan elektrolit dalam jumlah banyak. Penjernihan Air Air keran (PDAM) yang ada saat ini mengandung partikel-partikel koloid tanah liat. maka ion-ion pengganggu akan menembus selaput bersama-sama dengan air. 2. Partikel-partikel koloid tersebut mengadsorpsi zat warna dari gula tebu sehingga gula dapat berwarna putih. dan berbagai partikel lainnya yang bermuatan negatif. maka kedua jenis koloid tersebut adalah sol hidrofil dan sot hidrofob. pasta gigi. Berikut ini adalah tabel aplikasi koloid: Jenis industri Industri makanan Industri kosmetika dan perawatan tubuh Industri cat Industri kebutuhan rumah tangga Industri pertanian Industri farmasi Contoh aplikasi Keju. cat. susu yang merupakan emulsi lemak dalam air. dan sol Fe(OH) 3 . susu. Proses penghilangan ion-io n pengganggu dengan cara menyaring menggunakan membran/selaput semipermeabel disebut dialisis .lumpur. yaitu dapat digunakan untuk mencampur zat-zat yang tidak dapat saling melarutkan secara homogen dan bersifat stabil untuk produksi dalam skala besar. Contohnya. pensilin untuk suntikan Berikut ini adalah penjelasan mengenai aplikasi koloid: 1. 7. agar-agar.Ion Al3+ yang terdapat pada tawas tersebut akan terhidroslisis membentuk partikel koloid Al(OH)3 yang bermuatan positif melalui reaksi: Al3+ + 3H2O à Al(OH)3 + 3H+ Setelah itu. Sabun dan detergen juga termasuk koloid pehindung dari emulsi antara minyak dengan air 2. Pemutihan Gula Gula tebu yang masih berwarna dapat diputihkan. terutama dalam kehidupan sehari-hari.

1. pembuatan sol belerang dari larutan belerang dalam alkohol ditambah dengan air. Kondensasi Kondensasi adalah cara pembuatan koloid dari partikel kecil (larutan) menjadi partikel koloid.2. Pembuatan sol belerang dari reaksi redoks antara gas H2S dengan larutan SO2 Persamaan reaksinya: 2 H 2 S (g) + SO 2 (aq) →2 H 2 O (l) + 3 S (s) sol belerang b. Persamaan reaksinya: 2 H 3 AsO 3 (aq) + 3 H 2 S (g) → As 2 S 3 (s) + 6H 2 O (l) sol As 2 S 3 b) Pembuatan sol AgCl dari larutan AgNO 3 dengan larutan NaCl encer. Persamaan reaksinya: S (aq) + alkohol + air → S (s) Larutan S sol belerang 2. dan pergantian pelarut. Dispersi Dispersi adalah pembuatan partikel koloid dari partikel kasar (suspensi). reaksi hidrolisis. FeCl 3 (aq) + 3 H 2 O (l) → Fe(OH) 3 (s) + 3 HCl ( aq) sol Fe(OH) 3 3) Reaksi Dekomposisi Rangkap Contoh a) Pembuatan sol As 2 S 3. yaitu sebagai berikut. pembuatan sol Fe(OH) 3 dengan penguraian garam FeCl 3 Persamaan reaksinya adalah: mengunakan air mendidih. Didasarkan pada bahan bakunya. Persamaan reaksinya: AgNO 3 (aq) + NaC1 (aq) → AgCl (s) + NaNO 3 (aq) Sol AgCl 4) Reaksi Pergantian Pelarut Contoh. pembuatan koloid dapat dilakukan dengan dua cara. Pembuatan koloid dengan . Proses kondensasi ini didasarkan atas reaksi kimia. bahan bakunya adalah larutan (partikel berukuran kecil) atau suspensi (partikel berukuran besar).6 Cara membuat koloid Jika kita atau sebuah industri akan memproduksi suatu produk berbentuk koloid. yaitu melalui reaksi redoks. Pembuatan sol emas dari larutan AuCl 3 dengan larutan encer formalin (HCHO). Persamaan reaksinya: 2 AuCl 3(aq) + 3 HCHO (aq) + 3H 2 O (l) → 2 Au (s) + 6HCl (aq) + 3 HCOOH (aq) sol emas 2) Reaksi Hidrolisis Contoh. dekomposisi rangkap. dibuat dengan mengalirkan gas H 2 S dan asam arsenit (H 3 AsO 3 ) yang encer. 1) Reaksi Redoks Contoh a.

4) Suara Ultrasonik Cara ini hampir sama dengan cara busur Bredig.2. pembuatan sol belerang.1 Kesimpulan M o t i v a s i d a l a m k e g i a t a n b e l a j a r m e n g a j a r s a n g a t p e n t i n g b a i k m o t i v a s i d a r i d a l a m m a u p u n dari pihak luar. 2) Peptisasi Peptisasi adalah cara pembuatan koloid dengan menggunakan zat kimia (zat elektrolit) untuk memecah partikel besar (kasar) menjadi partikel koloid. 3) Busur Bredig Busur Bredig ialah alat pemecah zat padatan (logam) menjadi partikel koloid dengan menggunakan arus listrik tegangan tinggi.dispersi meliputi: cara mekanik. Logam sebagian akan meluruh ke dalam air sehingga terbentuk sol logam. 3. Caranya adalah dengan membuat logam. Saran Sebaiknya sebagai calon guru harus mempelajari motivasi – motivasi apa saja yang dapat d i g u n a k a n d a l a m l i n g k u n g a n p e n d i d i k a n S M K . memberikan pujian. pembuatan sol logam. busur Bredig. Contoh. BAB III PENUTUP 3. 1) Proses Mekanik Proses mekanik adalah proses pembuatan koloid melalui penggerusan atau penggilingan (untuk zat padat) serta dengan pengadukan atau pengocokan (untuk zat cair). menjadi dua kawat yang berfungsi sebagai elektrode yang dicelupkan ke dalam air. yang hendak dibuat solnya. peptisasi. kemudian diberi loncatan listrik di antara kedua ujung kawat. dan ultrasonik. yaitu di atas 20. G u r u d a p a t m e n e m p a t k a n d i r i s e b a g a i f a s i l i t a t o r y a n g b a i k y a n g m a m p u m e m b i m b i ng a n a k d i d i k n y a a g a r senang dan mau belajar k a r e n a d e n g a n b e l a j a r y a n g e f e k t i f m a k a d e r a j a t p e n d i d i k a n I n d o n e s i a d a p a t terangkat. kemudian didispersikan ke dalam medium (pendispersinya). memberikan nilai penetapan dan masih banyak lagi metode – metode yang dapat dilakukan . Contoh. Ka1au busur Bredig menggunakan arus listrik tegangan tinggi.Penerapan motif yang dapat dilakukan antara lain memberikan r a n k i n g . Setelah diperoleh partikel yang ukurannya sesuai dengan ukuran koloid. proses pencernaan makanan dengan enzim dan pembuatan sol belerang dari endapan nikel sulfida. maka cara ultrasonik menggunakan energi bunyi dengan frekuensi sangat tinggi. memberikan hadiah sewajarnya.000 Hz. yaitu sama-sama untuk pembuatan sol logam. Contoh. dengan mengalirkan gas asam sulfida.

Sebagai bahan baku respirasi adalah karbohidrat. ATP merupakan gugus adenin yang berikatan dengan tiga gugus fosfat. Pelepasan gugus fosfat menghasilkan energi yang digunakan langsung oleh sel. Struktur karbohidrat Karbohidrat merupakan sumber energi uatama dan sumber serat utama. sering disebut dengan glikolosis yaitu proses degradasi. pertumbuhan. rafinosa. Pada tahap pertama. yaitu karbon. fruktooligosakarida. sel hewan maupun sel tumbuhan. 4. Proses degradasi 1 molekul glukosa (C6) menjadi 2 molekul piruvat (C3) yang terjadi dalam serangkaian reaksi enzimatis menghasilkan energi bebas dalam bentuk ATP dan NADH Proses glikolisis terdiri dari 10 langkah reaksi yang terbagi menjadi 2 Fase. Contoh katabolisme adalah respirasi sel. sehingga total degradasi Glukosa menjadi 2 molekul piruvat menghasilkan 2 molekul ATP dan 2 molekul NADP. Katabolisme Karbohidrat 1. Respirasidilakukan oleh semua sel hidup. menghasilkan glukosa-6-fosfat dengan memanfaatkan ATP Reaksi ini bersifat . Identitas sel. air dan energi). energi yang dihasilkan harus diubah menjadi ATP (Adenosin TriPhospat). dan asam amino dan sebagai hasilnya adalah CO2(karbon dioksida. transportasi. Dari kompleksitas strukturnya karbohidrat dibedakan menjadi karbohidarat sederhana (monosakarida dan disakarida)dan karbohidrat dengan struktur yang kompleks (polisakarida). hydrogen dan oksigen. LEMAK DAN HUBUNGANNYA Posted by Bio duarebu on Tuesday. Selain kelompok tersebut juga masih ada oligosakarida yang memiliki monosakarida lebih pendek dari polisakarida. Fungsi dari Karbohidrat Simpanan energi.5 langkah pertama yang disebut fase preparatory . panjang pendeknya rantai serta jenis ikatan. dan galaktooligosakarida 2. 3. 1. Jenis-jenis karbohidrat sangat beragam. berikatan dengan protein atau lipid dan berfungsi dalam proses pengenalan antar sel . yaitu: . B. Karbohidrat mempunyai tiga unsur. gerak. 2012 A. PROTEIN.5 langkah terakhir yang disebut fase payoff Fase I memerlukan 2 ATP dan Fase II menghasilkan 4 ATP dan 2 NADP. molekul D-Glukosa diaktifkan bagi reaksi berikutnya dengan fosforilasi pada posisi 6. Proses Katabolisme Karbohidrat Pada Proses katabolisme karbohidrat. yang digunakan untuk melangsungkan reaksi-reaksi kimia. June 12. 2. yaitu proses penguraian bahan makanan yang bertujuan menghasilkan energi.KATABOLISME KARBOHIDRAT. Pengertian Katabolisme Katabolisme merupakan reaksi pemecahan atau penguraian senyawa kompleks (organik) menjadi sederhana (anorganik) yang menghasilkan energi. contohnya adalah satkiosa. reproduksi. dan lainlain. asam lemak. Karbohidrat dibedakan satu dengan yang lain berdasarkan susunan atom-aromnya. 3. bahan bakar dan senyawa antara metabolism Bagian dari kerangka structural dari pembentuk RNA dan DNA Merupakan elemen structural dari dinding sel tanaman maupun bakteri. Untuk dapat digunakan oleh sel.

tidak dapat balik. sedangkan gugus fosfat diperoleh dari asam fosfat. Hanya satu di antara dua triosa fosfat yang dibentuk oleh aldolase. enzim kinase fosfogliserat mengubah asam 1. yaitu pengubahan glukosa-6-fosfat. berubah menjadi gliseraldehid-3-fosfat oleh enzim isomerase triosa fosfat. Tahap terakhir pada glikolisis ialah reaksi pemindahan gugus fosfat berenergi tinggi dari fosfoenolpiruvat ke ADP yang dikatalisis oleh enzim piruvat kinase sehingga terbentuk molekul ATP dan molekul asam piruvat. Reaksi berikutnya ialah isomerasi.3-difosfogliserat menjadi asam 3-fosfogliserat.gugus fosfat dipindahkan dari ATP ke fruktosa-6-fosfat pada posisi 1. Pada tahap ini. Pada tahap ini. yang merupakan suatu ketosa. terjadi pengubahan asam 3-fosfoliserat menjadi asam 2-fosfogliserat. Reaksi tahap keempat dalam rangkaian reaksi glikolisis adalah penguraian molekul fruktosa1. Reaksi berikutnya adalah reaksi pembentukan asam fosfoenol piruvat dari asam 2fosfogliserat dengan katalisis enzim enolase dan ion Mg2+ sebagai kofaktor. Tahap selanjutnya adalah fruktosa-6-fosfat diubah menjadi fruktosa-1.3 difosfogliserat. yang dapat langsung diuraikan pada tahap reaksi glikolisis berikutnya. Reaksi pembentukan asam fosfoenol piruvat ini ialah reaksi dehidrasi. Tahap selanjutnya adalah reaksi oksidasi gliseraldehid-3fosfat menjadi asam 1. dengan enzim fosfoglukoisomerase dan dibantu oleh ion Mg2+.6-difosfat membentuk dua molekul triosa fosfat. yang merupakan suatu aldosa. dihidroksi aseton fosfat dapat dengan cepat dan dalam reaksi dapat balik. yaitu dihidroksi aseton fosfat dan Dgliseraldehid-3-fosfat oleh enzim aldolase fruktosa difosfat atau enzim aldolase. yaitu gliseraldehid-3-fosfat. Dalam reaksi ini terbentuk satu molekul ATP dari ADP dan memerlukan ion Mg2+ sebagai kofaktor. Reaksi ini dikatalisis oleh enzim fosfogliseril mutase dengan ion Mg2+ sebagai kofaktor. . Reaksi ini melibatkan pergeseran dapat balik gugus fosfat dari posisi 3 ke posisi 2. Tetapi. Enzim yang mengkatalisis dalam tahap ini adalah dehidrogenase gliseraldehida fosfat. Enzim heksokinase merupakan katalis dalam reaksi tersebut dibantu oleh ion Mg2+ sebagai kofaktor. Dalam reaksi ini. Dalam reaksi ini digunakan koenzim NAD+. menjadi fruktosa-6-fosfat.6-difosfat oleh enzim fosoffruktokinase dibantu oleh ion Mg2+ sebagai kofaktor.

linolenat. Katabolisme Lemak 1. dan sam lemak terikat dengan gugus alcohol. Berbeda dengan struktur lainnya sterol mempunyai nucleus dengan empat buah cincin yang . Secara umum formula kimia suatu asam lemak adalah CH3(CH2)nCOOH. Kolesterol ester : terbentuk melelui reaksi kondensasi. Reaksi kondensasi antara gugus karboksil dengan gugus alcohol dari gliserol akan membentuk gliserida. (monogliserida. Sterol : merupakan golongan lemak yang larut dalam alcohol. trigliserida) 2. Glikolipid : komponen ini mempunayi sifat serperti lipid. 4.  Rantai sedang : 8-12 atom  Rantai panjang : 14-26 atom. Mislanya kolesterol sterol. tergantung dari jumlah asam lemak dari gugus alkohol yang membentuk raeksi kondensasi. adalah yang mempunayi ikatan rangkap atau lebih misalnya palmitoleat.A. arakhidat. kolesterol. 3. Gliserol ester : terbentuk melalui metabolism karbohidrat yang mengandung tiga atom karbon.  Rantai pendek : rantai hidrokarbonnya terdiri dari jumlah atom karbon genap 4-6 atom. dan biasanya kelipatan dua. Terdapat dua golongan ester yaitu gliserol ester dan cholesterol ester.  Asam-asam lemak : Merupakan suatu rantai hidrokarbon yang mengandung satu gugus metal pada salah satu ujungnya dan salah satu gugus asam atau karboksil. dan lain sebagainya. digliserida. CH3(CH2)7CH=CH(CH2)7COOH (oleat). Turunan-turunan asam lemak : merupakan suatu komponen yang terbentuk dari satu atau lebih asam lemak yang mengandung alcohol dan disebut ester. dan biasanya glukosa dan galaktosa. yang salah satu ataom karon bersatu dengan salah satu gugus alcohol. terdiri dari satu atu lebih komponen gula. Dan asam lemak-asam lemak ini merupakn asam lemak jenuh Sedangkan untuk asam lemak tidak jenuh. sterol. 1. Struktur Berdasarkan struktur dan fungsi bermacam-macam lemak menjadi salah satu dasar pengklasifiksian lemak.

3. tiga diantaranya mengandung 6 atom karbon. Struktur kuartener. 2. 2. bahkan kandungan energinya paling tinggi diantara sumber energy yang lain. Gliserol dalam glikolisis akan diubah kembali menjadi dihidroksi aseton fosfat.2. sedangkan gliserol dirombak secara glikolisis. asam lemak akan mengalami oksidasi untuk menghasilkan energi. anak. Sebagai cadangan energi Lipid disimpan sebagai jaringan adiposa Sebagai hormon dan vitamin. hormon mengatur komunikasi antar sel. asam lemak akan mengalami oksidasi yang terjadi didalm mitokondria. Struktur sekunder protein diselenggarakan oleh ikatan-ikatan hidrogen antara oksigen karbonil dan nitrogen amida dari rantai polipeptida. Pemecahan lemak dimulai saat lemak berada didalam system pencernaan makanan. Oksidasi asam lemak terjadi dalam dua tahap. yaitu oksidasi asam lemak yang menghasilkan residu asetil KoA dan oksidasi asetil KoA menjadi karbon dioksida melalui siklus krebs. sedangkan vitamin membantu regulasi proses-proses biologis Proses Katabolisme Lemak Lemak merupakan salah satu sumber energy bagi tubuh. 4. Membentuk sel darah . saling berhubunga. Membentuk jaringan/ bagian tubuh lain 2. Pertumbuhan (bayi. Untuk dapat menghasilkan energi . yaitu siklus krebs. Fungsi Sebagai penyusun struktur membran sel Dalam hal ini lipid berperan sebagai barier untuk sel dan mengatur aliran material-material. Struktur primer protein dilakukan oleh ikatan-ikatan (peptida) yang kovalen. Fungsi 1. Oksidasi asam lemak juga melalui lintasan akhir yang dilalui karbohidrat. 2. pubertas) 3. 1. Struktur sekunder: Hal ini merujuk ke banyaknya struktur helix-aa atau lembaran berlipatan-B setempat yang berhubungan dengan struktur protein secara keseluruhan. atau molekul-molekul besar terbentuk dari pengumpulan khas dari subsatuan yang identik atau berlainan yang dikenal dengan protomer. B. Struktur tersier: Hal ini menunjuk ke cara rantai protein ke dalam protein berbentuk bulat dilekukkan dan dilipat untuk membentuk struktur tiga-dimensional secara menyeluruh dari molekul protein. Pemeliharaan (dewasa) 4. Lemak akan dipecah menjadi asam lemak dan gliserol. Dari kedua senyawa tersebut. protein dapat diklasifikasikan ke dalam empat kelas dengan urutan kerumitan yang berkurang. asam lemak sebagian mengandung sebagian besar energi. Setelah berada didalam mitokondria. 3. Banyak protein ada sebagai oligomer. sedang yang keempat mengandung 5 atom karbon. Struktur Dilihat dari tingkat organisasi struktur. yaitu sebesar 9kkal/gram. 3. sedangkan gliserol hanya mengandung 5% dari besar energi lemak. Energi hasil pemecahan lemak dimulai saat lemak berada didalam kebutuhan energi. Struktur tersier diselenggarakan oleh interaksi antara gugus-fufus R dalam asam amino. Kelas-kelas itu adalah : 1. Struktur primer: Ini adalah hanya urutan asam amino di dalam rantai protein. yaitu sekitar 95%. Katabolisme Protein 1.

Terdapat 2 tahap pelepasan gugus amin dari asam amino. dan lemak bertemu pada jalur siklus Krebs dengan masukan asetil koenzim A. hormon.5. dan lemak juga bermanfaat untuk menghasilkan senyawa. protein. 3. & Protein Anda sudah mengetahui bahwa di dalam sel reaksi metabolisme tidak terpisah satu sama lain yaitu membentuk suatu jejaring yang saling berkaitan. Proses yang terjadi di dalam siklus urea digambarkan terdiri atas beberapa tahap yaitu: Dengan peran enzim karbamoil fosfat sintase I. Jika jumlah asam amino berlebihan atau terjadi kekurangan sumber energi lain (karbohidrat dan protein). Hasil katabolisme karbohidrat. Senyawa karbon yang tereduksi lebih banyak menyimpan energi dan apabila ada pembakaran sempurna akan membebaskan energi lebih banyak karena adanya pembebasan elektron yang lebih banyak. 4. Dengan peran enzim argininosuksinat sintase. maupun lemak. L-argininosuksinat dipecah menjadi fumarat dan Larginin Dengan peran enzim arginase. protein. protein. penambahan H2O terhadap L-arginin akan menghasilkan Lornitin dan urea. 7. Dalam raksi ini diperlukan energi dari ATP Dengan peran enzim ornitin transkarbamoilase. karbamoil fosfat bereaksi dengan L-ornitin menghasilkan L-sitrulin dan gugus fosfat dilepaskan. Gugus amin ini kemudian dibuang karena bersifat toksik bagi tubuh. 1. Proses Katabolisme Protein Asam-asam amino tidak dapat disimpan oleh tubuh. Tahukah Anda bahwa Asetil Ko-A sebagai bahan baku dalam siklus Krebs untuk menghasilkan energi yang berasal dari katabolisme karbohidrat. ion amonium bereaksi dengan CO2 menghasilkan karbamoil fosfat. Tidak seperti karbohidrat dan lipid. 2. komponen hemoglobin ataupun komponen sel lainnya. Lemak. Bagaimana keterkaitan ketiganya? Pada bagan terlihat karbohidrat. 5. Membentuk hormon. L-sitrulin bereaksi dengan L-aspartat menghasilkan L-argininosuksinat. asam amino memerlukan pelepasan gugus amina. hormone) 3. Di dalam tubuh manusia terjadi metabolisme karbohidrat. tubuh akan menggunakan asam amino sebagai sumber energi. Dalam siklus ini dihasilkan urea yang selanjutnya dibuang melalui ginjal berupa urin. antibody. Reaksi ini membutuhkan energi dari ATP Dengan peran enzim argininosuksinat liase. dan lemak. Hubungan Antara Katabolisme Antara Karbohidrat. yaitu: Transaminasi : Enzim aminotransferase memindahkan amin kepada α ketoglutarat menghasilkan glutamat atau kepada oksaloasetat menghasilkan aspartat Deaminasi oksidatif : Pelepasan amin dari glutamat menghasilkan ion ammonium Gugus-gugus amin dilepaskan menjadi ion amonium (NH4+) yang selanjutnya masuk ke dalam siklus urea di hati.senyawa lain yaitu dapat membentuk ATP. sedangkan karbohidrat (glukosa) dan protein (asam glutamat) banyak mengandung oksigen dan lebih sedikit hidrogen terikat adalah senyawa yang lebih teroksidasi.dll Memberi tenaga (protein sparing efek) Pengaturan (enzim. 2. 1. enzim. 6. protein. C. Lemak (asam heksanoat) lebih banyak mengandung hidrogen terikat dan merupakan senyawa karbon yang paling banyak tereduksi. Titik temu dari berbagai jalur metabolisme ini berguna untuk saling menggantikan “bahan bakar” di dalam sel. Jumlah elektron yang dibebaskan menunjukkan jumlah energi yang .

Dasar-dasar biokimia jilid 2. Sedangkan katabolisme asam heksanoat dengan jumlah karbon yang sama dengan glukosa (6 karbon) menghasilkan 44 ATP. Biologi jilid 1. DAFTRA PUSTAKA Campbell. 200.ac.04 Lehninger.upi.heloeen. diakses pada tanggal 30 Mei 2012 pukul 16. Dari penjelasan itu dapat disimpulkan jika kita makan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak akan lebih memberikan rasa kenyang jika dibandingkan dengan protein dan karbohidrat.edu/utama/bahanajar/kuliah_web .ac. sehingga jumlah energi yang dihasilkan pada lemak lebih besar dibandingkan dengan yang dihasilkan pada karbohidrat dan protein..pdf kimia.staff. Jakarta: Erlangga BAB IV DAFTAR PUSTAKA www.blogspot.dihasilkan./ Metabolisme %20protein. tanpa tahun.gunadarma. http:// ugm..com www. Sedangkan jumlah energi yang dihasilkan protein setara dengan jumlah yang dihasilkan karbohidrat dalam berat yang sama. id / files / chimera 73 / . 2003.com/kimia-koloid romdhoni. dkk.scribd.id/Downloads/Koloid.doc. Metabolisme Protein. Karena rasa kenyang tersebut disebabkan oleh kemampuan metabolisme lemak untuk menghasilkan energi yang lebih besar. Jakarta:Erlangga Elisa. Perlu Anda ketahui pada jalur katabolisme yang berbeda glukosa dan asam glutamat dapat menghasilkan jumlah ATP yang sama yaitu 36 ATP.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful