P. 1
3. Fiqh Zakat, Infak Dan Wakaf

3. Fiqh Zakat, Infak Dan Wakaf

|Views: 187|Likes:
Published by Mulyadi Abu Hanifah

More info:

Published by: Mulyadi Abu Hanifah on Dec 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2015

pdf

text

original

Sections

  • FIQH ZAKAT, INFAK DAN WAKAF
  • MUKADIMAH
  • Kewajiban Zakat
  • Syarat-syarat Wajibnya Zakat
  • Nishab Zakat
  • Nishab Zakat Emas dan Perak
  • Nishab Zakat Hewan Ternak 1/3
  • Nishab Zakat Hewan Ternak 2/3
  • Nishab Zakat Pertanian
  • Nishab Zakat Perniagaan
  • Distribusi Zakat
  • Tata Cara Pembagian Zakat
  • Zakat dalam Perspektif Ekonomi
  • Pengertian Infak / Sedekah
  • Keutamakan Infak / Sedekah
  • Pengertian Wakaf
  • Keutamaan Wakaf
  • Fatwa MUI tentang Wakaf Tunai
  • Urgensi Wakaf Tunai
  • Kewajiban Nadzir
  • Hak Nadzir
  • Jenis-jenis wakaf Tunai
  • Contoh Pemberdayaan Wakaf

FIQH ZAKAT, INFAK DAN WAKAF

MULYADI SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM SEBI

MUKADIMAH


 

Zakat merupakan ibadah maaliyah ijtima‟iyyah yang memiliki posisi yang sangat penting, strategis, baik dari sisi ajaran maupun dari sisi pembangunan kesejahteraan Ummat Ketaatan seseorang di dalam menunaikan zakat merupakan indikator utama dari ketundukan seseorang terhadap Islam (QS. 9 : 5 ; 9: 11) Ciri mukmin yang akan mendapatkan kebahagiaan hidup (QS. 23 : 4) Ciri Utama mukmin yang akan mendapatkan pertolongan dari Alloh SWT (QS. 9: 73 ; 22:40-41) Ciri dari seseorang yang senantiasa berusaha membersihkan hartanya dan dirinya serta mengembangkan harta yang dimilikinya (QS. 9: 103 dan QS. 30 : 39)

Urgensi Memahami Fiqh ZISWAF untuk pengelolaan akuntansi perbedaan dari zakat, infak dan  Mengetahui zakat
   

wakaf yang merupakan sumber dari penghimpunan dana dari suatu OPZ Memudahkan dalam penyusunan kode akun akuntansi zakat Memudahkan akuntan dalam melakukan pengklasifikasian data transaksi ziswaf Menghindari kesalahan saji Mengetahui mana saja yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan oleh syariah, sehingga laporan yang disajikan tidak bertentangan dengan kaidah syariah yang berlaku Mengetahui perhitungan zakat bagi muzaki

Pengertian Zakat
Zakat menurut bahasa artinya berkembang, bertambah, orang arab mengatakan zakaa az-zar‟u ketika azzar‟u (tanaman) itu berkembang dan bertambah (Wahbah Zuhaili; Fiqh Islam Wa Adillatuhu)  Sedangkan dalam Al-qur‟an zakat sering di artikan sebagai “suci” (AsSyams : 9)

Istilah zakat secara syariah dalam al-Qur‟an dan sunnah kadang menggunakan kalimat “shadaqah”. Dalam al-Qur‟an Surat At-Taubah ayat 103. dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…”. Oleh karena itu. zakat adalah istilah bagi pengambilan tertentu. tumbuh dan berkembang. maka harta itu menjadi suci. dan zakat yang dimaksud adalah shodaqoh. maka yang berbuat demikian itulah orangorang yang melipat gandakan”. yaitu bahwa setiap harta yang telah dikeluarkan zakatnya.Pengertian Zakat   Menurut istilah. Hal ini sesuai dengan Firman Allah Swt. Dalam ayat yang lain Surat Ar-Rum ayat 39 yang artinya : “… dan apa-apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhoan Allah. menurut sifat-sifat tertentu. Imam Mawardi menyatakan : “Kalimat shadaqoh kadang yang dimaksud adalah zakat. untuk diberikan kepada golongan tertentu (al-Mawardi dalam kitab al-Hawi) Keterkaitan pengertian menurut bahasa dan pengertian menurut istilah sangat erat sekali. baik. yang artinya : “Ambillah zakat dari sebagaian harta mereka. dua kata yang berbeda tetapi memiliki substansi yang sama” . berkah.

 .Pengertian Zakat Menurut Malikiyah. semata-mata karena Alloh  Syafi‟iyah memberikan definisi bahwa zakat adalah nama untuk barang yang dikeluarkan untuk harta atau badan kepada pihak tertentu  Hanabilah menyampaikan pengertian zakat sebagai hak yang wajib pada harta tertentu kepada kelompok tertentu pada waktu tertentu. tanaman dan harta temuan  Sedangkan Hanafiah memberi definisi bahwa zakat adalah pemberian hak kepemilikan atas sebagian harta tertentu dari harta tertentu kepada orang tertentu yang telah ditentukan oleh syariat. jika kepemilikan haul (genap satu tahun) telah sempurna selain barang tambang. zakat adalah mengeluarkan sebagian tertentu dari harta tertentu yang telah sampai nishab kepada orang yang berhak menerima.

merupakan instrumen utama dalam ajaran Islam. sebagai rukun Islam yang ketiga. yang berfungsi sebagai distributor aliran kekayaan dari tangan the have kepada the have not.Kewajiban Zakat Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang juga menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat agama Islam. Ijma ulama menyatakan bahwa hukum menunaikan zakat adalah wajib atas setiap muslim yang telah memenuhi sayarat-syarat tertentu.  Zakat difardhukan di Madinah pada bulan Syawal tahun kedua hijriah setelah kefardhuan puasa Ramadhan dan Zakat Fitrah  . Oleh sebab itu. sehingga taraf kehidupan masyarakat dapat ditingkatkan.  Zakat. Ia merupakan institusi resmi yang diarahkan untuk menciptakan pemerataan dan keadilan bagi masyarakat.

Syarat-syarat Wajibnya Zakat Zakat diwajibkan kepada setiap muslim yang mukallaf  Niat  Harta tersebut harus berkembang baik secara praktis maupun legal (anNamaa‟)  Harta tersebut harus dimiliki secara utuh (al-Milku Attam)  Berlalunya satu tahun (Haul)  Memenuhi Nishabnya  Bebas dari hutang  .

sapi. 4. dan pengawasan-Nya kepada para pezakat.Macam-macam harta yang wajib dizakati  Allah menjadikan zakat dan shadaqah sebagai pembersih harta dan penyuci jiwa. Harta Wajib Zakat Rasulullah menetapkan aturan wajib zakat terhadap empat jenis harta manusia. Tanaman dan buah-buahan. Bahkan dengan zakat itu. Allah menjadikan zakat sebagai sebab datangnya perlindungan. Harta perniagaan dalam berbagai jenisnya. kesengsaraan. bahkan nikmat itu terus-menerus dirasakan oleh pemilik harta selama mereka menunaikan hak zakatnya. Keempat jenis harta tersebut adalah: 1. Allah menjadikan zakat sebagai manifestasi bentuk syukur orang-orang kaya. yaitu emas dan perak. . dan kambing 3. Perhiasan yang dengannya terjagalah stabilitas dunia. dan memperkembangkannya. 2. ketergelinciran. Dengan penunaian zakat itu pula. hartanya. dimana keempat harta itulah yang mayoritas dimiliki dan dibutuhkan manusia. Hewan ternak: Unta. Allah menghindarkan para pezakat dari kesusahan. Allah menjaga dirinya. penjagaan.

Maka. tentulah wajibnya persentase zakat atas pertanian lebih besar daripada perdagangan. pada harta tertentu seperti setumpuk harta karun. atau menunggu. dan beban yang lebih berat daripada harta rikaz. yaitu seperempat dari sepersepuluh (2. Kemudahan dalam mendapatkan harta. 2. ataupun manajemen. Dan tidak disanksikan lagi. Wajibnya zakat 10 % ini adalah untuk buah-buahan dan tanaman yang langsung ditumbuhkan bumi dan pengairannya. secara sekaligus. Dan perkembangan pertanian yang diairi air hujan atau sungai adalah lebih besar kemudahannya daripada yang diairi dengan irigasi dan pembiayaan. tanpa membeli air.Nishab Zakat  Rasulullah SAW menetapkan standar minimal yang wajib ditunaikan zakatnya adalah berdasarkan: 1. Beliau SAW juga menetapkan zakat setengah darinya (5 %) atas hasil buah-buahan dan tanaman yang dikelola oleh petani dengan pembiayaan. Bahkan beliau SAW menetapkan wajibnya zakat seperlima itu untuk kapanpun seseorang menemukannya. karena pengairannya langsung dari-Nya tanpa ada biaya. Dan perolehan hasil. Allah membebankan zakat sebesar itu. disamping tidak ada syarat haul. lebih besar daripada pembiayaan yang dikeluarkan untuk mengelola tanaman atau buah-buahan. Beliau SAW menetapkan setengahnya lagi.5 %) atas harta yang bisa berkembang apabila dikelola secara kontinyu. keletihan. terkadang dengan mengelola bumi. jika seseorang mendapatkan harta dalam jumlah yang banyak sekaligus: rikaz (harta karun). beliau menetapkan wajibnaya zakat seperlima (20 %). . 3. Kesulitan dalam mendapatkan harta. Kecepatan dalam mendapatkan harta. Dan beliau SAW menetapkan besaran zakat “setengah dari seperlima” (10 % -pent) atas harta yang diperoleh dengan kadar kesulitan/kesusahan. adalah lebih besar dan lebih banyak daripada semua jenis harta yang sudah kami ketengahkan sebelumnya. juga karena perkembangan dari buah-buahan dan tanaman lebih jelas dan lebih akuntabel daripada perkembangan perdagangan. bahwa pembiayaan untuk jenis usaha ini. tanpa perlu membuat sumur atau penampungannya. Maka. barang temuan.

maka nishabnya bisa dihargakan menjadi seekor dari jenis unta. Maka. maka semakin tinggi usia hewan yang digunakan untuk membayar zakat. beliau SAW. begitu seterusnya hingga usia tertinggi. dan 6. dan diatasnya adalah ibnu labun atau bintu labun. Wariq (perak) yang berjumlah 200 dirham 2. pada keadaan inilah kewajiban ditetapkan. Semakin banyak unta. Ketika kepemilikannya 5 ekor dan jumlah kelipatan 5 sehingga menjadi 25 ekor. Atas kepemilikan biji-bijian dan buah-buahan 5 wasaq (dikonversikan menjadi 9 kwintal -pent) atau sebanyak 5 bawaan muatan unta Arab 4. walaupun sedikit. ketika beliau SAW telah menetapkan batasan usia yang wajib untuk penunaian zakat pada keadaan usia yang beragam. diatasnya lagi adalah hiqq atau hiqqah. ketika melihat tidak adanya pemerataan terhadap kepemilikan harta-benda. ketika nishab zakat tidak bisa diambil dari jenis ternak tersebut. maka beliau SAW menentukan kambing sebagai zakatnya. Unta 5 ekor. maka beliau menetapkan harta yang memungkinkan untuk bisa disebarratakan berdasarkan patokan nishab (ukuran minimal harta wajib zakat –pent). Dan atas kepemilikan emas 20 mistqal (konversi menjadi gram adalah 85 atau 92 gram emas murni 24K –pent) 3.Nishab Zakat  Kemudian. Atas kepemilikan sapi 30 ekor. maka yang beliau lakukan. beliau SAW menetapkan banyaknya jumlah harta zakat berbanding . Namun. tidak serta-merta mengambil harta dari orang-orang kaya dan menyalurkannya kepada orang-orang miskin. beliau menetapkan perwajiban zakat atas: 1. Untuk kepemilikan kambing 40 ekor 5. Akan tetapi. diatasnya lagi adalah jadza‟ atau jadza‟ah. Kemudian. pada keadaan tersebut. tergantung banyak-sedikitnya unta dari jenis bintu makhad. Maka. Tidak.

Dalilnya adalah Sunnah dan Ijma‟. Nishab uang = 20 dinar = 85 gram emas 24 Karat. Nishab perak = 200 dirham = 595 gram perak. Dari Ali ibn Abi Thalib. Dan engkau tidak memiliki kewajiban zakat apapun. 3. Adapun kelebihan dirham atau dinar. Imam Daraquthni. “Jika engkau memiliki 200 dirham dan telah melewati 1 tahun (haul).975 gram perak. perak. Satu dinar = 10 dirham. 2. maka zakatnya adalah ½ dinar. Sampai engkau memiliki 20 dinar dan telah melewati masa 1 tahun. maka zakatnya adalah 5 dirham dan engkau setelah itu tidak ada kewajiban apapun atas 200 dirham tersebut. Baihaqi. Satu dinar = 4. Bukhari. Perak. . hadits hasan. Keterangan: 1. Ibn Majah. Abu Daud. kecuali jika harta tersebut telah melewati masa haul (1 tahun). Emas. maka patokannya adalah seperti tersebut di atas. dan uang adalah senilai dengan 85 gram emas. (HR.Nishab Zakat Emas dan Perak Nishab (batasan minimum harta yang wajib dizakati) adalah   bervariasi tergantung jenis dan spesifikasinya. 5. 4. dan Uang Nishab untuk emas. Nishab emas = 20 dinar = 85 gram emas 24 Karat. Al-Hafidz menghasankannya). Rasulullah bersabda.25 gram emas murni. 6. Satu dirham = 2. Nawawi menshahihkannya.

zakatnya adalah 1 ekor Bintu Labun. Unta 05 – 09 ekor = 1 ekor kambing 10 – 14 ekor = 2 ekor kambing 15 – 19 ekor = 3 ekor kambing 20 – 24 ekor = 4 ekor kambing 25 – 35 ekor = 1 ekor Bintu Makhadh (unta betina yang baru berusia 1 tahun) 36 – 45 ekor = 1 ekor Bintu Labun (unta betina yang sudah berusia 2 tahun) 46 – 60 ekor = 1 ekor Hiqqah (unta yang sudah berusia 3 tahun) 61 – 75 ekor = 1 ekor jadza‟ah (unta yang sudah berusia 4 tahun) 76 . zakatnya adalah 1 ekor hiqqah· ** HR. Hewan Ternak Nishab untuk hewan ternak adalah sebagai berikut: Nishab Zakat Hewan Ternak 1/3 1.90 ekor = 2 ekor Bintu Labun 91 – 120 ekor = 2 ekor hiqqah 21 – 130 ekor = 3 ekor Bintu Labun Keterangan tambahan: ** Setiap 40 ekor unta. Bukhari dan Muslim . ** Setiap 50 ekor unta.

“Kerbau adalah bagian dari sapi. . maka setiap 80 ekornya dizakati 2 ekor sannah ** Jika ada kelebihan jumlah. maka setiap 40 ekornya dizakati 1 ekor sannah ** Jika ada kelebihan jumlah. 40 – 59 ekor = 1 ekor musanna. bahwasannya kerbau adalah bagian dari jenis sapi.sannah (pedhet yang berusia 2 tahun penuh) 60 – 69 ekor = 2 ekor tabi‟/tabbi‟ah 70 – 79 ekor = 2 ekor sannah/tabi‟ 80 – 89 ekor = 2 ekor sannah. (Al-Mughni 2/470). maka setiap 100 ekornya dizakati 3 ekor (1 sannah dan 2 ekor tabi‟) ** Ibn Qudamah.” (Al-Mughni) ** Ibn Al-Mundzir. anak sapi yang berusia 1 tahun penuh. maka setiap 90 ekornya dizakati 3 ekor tabi‟ ** Jika ada kelebihan jumlah. Keterangan tambahan: ** Jika ada kelebihan jumlah. Sapi/kerbau 30 – 39 ekor = 1 ekor tabi‟/tabbi‟ah (jawa = pedhet). “Telah sepakat seluruh para ulama yang kami ambil ilmunya.Nishab Zakat Hewan Ternak 2/3  2. maka setiap 30 ekornya dizakati 1 ekor tabi‟ ** Jika ada kelebihan jumlah. kami tidak mengetahui ada khilaf di kalangan para ulama tentang ini.

atau yang terbaik kecuali atas keinginan pezakat sendiri. (HR. Jika jumlah kambing/domba tersebut lebih dari itu. maka ditentukan yang terbanyak dan zakatnya berdasarkan hal tersebut. Tidak boleh menunaikan zakat berupa hewan ternak yang bunting. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW: Tidak boleh mengeluarkan zakat hewan yang kurus/sudah tua. Kambing/Domba * 40 ekor = 1 ekor kambing * 121 ekor = 2 ekor kambing * 201 ekor = 3 ekor kambing * 400 ekor = 4 ekor kambing * 100 ekor = 1 ekor kambing Dalil: Hadits ibn Umar. Jika hewan ternak itu berupa domba (biri-biri). diantaranya: pada kambing/domba: setiap 40 sampai 120 ekor zakatnya 1 ekor. jika jumlahnya lebih dari 200 sampai 300 ekor maka zakatnya 3 ekor. Bukhari). . sebab sunnah dari Rasulullah menjelaskan bahwa setiap jenis harta wajib zakat adalah memiliki hukum masing-masing. sapi dari sapi. (HR. Tidak boleh mengeluarkan zakat berdasarkan nilai nominal berupa uang untuk zakat hewan ternak. Kaidah Penting: 1. Tidak boleh menggabungkan unta kepada sapi atau sapi kepada kambing untuk kemudian diambil zakatnya. jika ia beranak. (HR. maka zakatnya berupa biri-biri. maka pada setiap 100 ekornya dikeluarkan zakatnya 1 ekor. sebab masing-masing berbeda jenis dan hukumnya. Tidak boleh mengeluarkan zakat berupa hewan ternak yang sakit atau memiliki cacat. Jika hewan ternak itu berupa kambing. Jika hewan ternak itu ada dua jenis menjadi satu. 8. 3. Shahih). Abu Daud dan IbnMajah. unta dari unta. jika ternyata jumlahnya sama (50 %: 50 %). domba dari domba. bahwasannya Rasulullah SAW mewajibkan penetapan zakat. 5. atau memiliki cacat. Bukhari dalam shahihnya. maka zakatnya boleh berupa kambing atau domba. kecuali bersama anaknya sekalian. 6. dan Ibn Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf). maka zakatnya berupa kambing. jika lebih1 ekor (121 –pent) maka zakatnya 2 ekor. kambing dari kambing. 2. Tidak boleh mengeluarkan zakat kambing/domba. 4. 7. Juga sabda Rasulullah SAW ketika mengutus Muadz ke Yaman: Ambillah zakat biji-bijian dari tanaman biji-bijian.Nishab Zakat Hewan Ternak 3/3  3.

dibersihkan. maka 1 wasaq = 150 kg. Berupa biji-bijian atau buah. . Zakatnya dikeluarkan 5 % atau 10 % (Ketentuan 5 atau 10 %. Penunaian zakat pertanian tidak menunggu haul.176 kg.” HR. dan yang melalui irigasi 5 %.” 2. akan tetapi secara langsung setelah panen. atau mata air. .Jika 1 sha‟ = 2.Jika 1 sha‟ = 3 kg. lihat detailnya). 3. “Tanaman yang diairi oleh air yang turun dari langit. Cara penghitungan atas biji dan buah tersebut sebagaimana yang berlaku di masyarakat adalah dengan ditimbang (di-kilogram-kan).” (Konversi wasaq menjadi kilogram. Mencapai nishab. . . Detail wasaq: 1 wasaq = 60 sha‟ (Imam ibn Al-Mundzir menyatakan hal ini sebagai kesepakatan seluruh ulama Islam). Pada saat panen panennya. Firman Allah: “Dan tunaikanlah hak zakatnya pada saat ia dipanen. yaitu minimal 5 wasaq berat bersihnya.6 kwintal). maka zakatnya 10 %. maka 1 wasaq = 180 kg.Jika 1 sha‟ = 2. Jadi nishab 5 wasaq = 750 kg (7.5 kwintal).Nishab Zakat Pertanian  Nishab zakat untuk pertanian adalah 5 wasaq. maka 1 wasaq = 132 kg. Biji dan buah tersebut bisa disimpan (bukan diawetkan –pent). 4. Dalil: Sabda Rasulullah SAW: “Tidak ada perwajiban zakat atas hasil pertanian yang kurang dari 5 wasaq. Syarat zakat pertanian bisa ditunaikan: 1. dan dikeringkan.5 kg. Jadi nishab 5 wasaq = 900 kg (9 kwintal). Jadi nishab 5 wasaq = 660 kg (6. barang tersebut masih sah menjadi miliknya.” Sabda Rasulullah SAW. dan bersih. silakan lihat detail). Bukhari. kering. 5. Dalilnya adalah hadits: “Tidak ada zakat atas biji-bijian dan buah-buahan sebelum mencapai 5 wasaq.

000. a) Mencari ukuran minimal nishab Diketahui: Nishab = 85 gram emas murni Nilai Nominal Satuan Nishab = Rp. Z = (2. 400. Besar zakatnya adalah 2.5 % X Total Nilai Barang). 50.Nishab = Rp. nishab zakat perdagangan saya adalah: Zakat = (2.9%). 400.000. 31 Oktober 2011. Nilai Nishab adalah: Nishab = 85 gram emas X Rp.000.Maka.(Satu Juta Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)  . hari ini. 1. 50. seorang pedagang.000. memiliki barang perdagangan senilai Rp.000. yaitu 85 gram emas murni (Sebagian ulama menyatakan nishab emas adalah 92 gram).000 per gramnya 24K/99. Nilai nominal 1 gram emas murni yang berlaku adalah nilai pada saat mencapai nishab.5 % X Rp.. Zakat = (2. (Misalnya: asumsi harga emas murni hari ini adalah Rp.5 %.250. jika sudah mencapai nishab dan haul. 400. 34. Teknik penyaluran Jika saya. nilai nominal barang dagangan saya sudah mencapai nishab!!! b) Mencari besar zakat saya Berapa besar zakat saya? Maka.000. Maka.000.-.5 % X Total Nilai Barang).000) Z = Rp.000.Nishab Zakat Perniagaan  Nishab zakat perdagangan adalah sama dengan nishab emas.Jadi.

S.” Dalam riwayat yang sama. gharim. Penyebutan delapan ashnaf hanyalah sekedar informasi dariNya bahwa zakat tidak boleh disalurkan diluar delapan ashnaf yang tersebut di atas. Maimun ibn Mihran.Distribusi Zakat       Adapun tentang pembagian zakat. . dan tidak harus dibagikan merata kepada delapan ashnaf. boleh engkau salurkan kepada satu ashnaf atau dua ashnaf atau tiga ashnaf. dan Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Bijaksana. dari Ibn Abbas. Allah telah menjelaskannya dalam Al-Qur‟an dengan firman-Nya: “Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk para fakir. dia berkata: “Ashnaf manapun yang engkau beri zakat.” Diriwayatkan dari Umar. fii al-riqab. Umar pernah menarik zakat dan menyalurkannya kepada satu ashnaf saja. (Q. keduanya berkata: “Jika engkau mau. muallaf. maka sah sudah zakatmu. dan Ibrahim Al-Nukha‟i. Sebuah riwayat dengan sanad yang sampai ke Hudzaifah. miskin. dan ibnu sabil. Al-Taubah: 60) Imam Abu Ja‟far Al-Thabari menyatakan: Mayoritas (jumhur) ulama mengatakan bahwasannya tentang pembagian harta zakat kepada mustahiqnya adalah kepada mustahiq manapun dari delapan ashnaf adalah boleh. fii sabilillah. Dan ini adalah pandangan Abu AlAliyah. Sebagai sebuah kewajiban dari Allah. amilin.

keluarga Abbas bin Abdul Muthalib. keluarga Abdul Muthalib. Orang kafir dan mulhid (atheis) Secara umum orang kafir tidak berhak memperoleh bagian dari harta zakat. dan keluarga Rasululloh SAW. 4.Orang yang haram menerima zakat 1. 2. Keluarga Bani Hasyim dan Bani Muthallib (ahlul bait) Keluarga bani hasyim adalah keluarga Ali bin Abi Thalib. terkecuali apabila ia muallaf Orang kaya dan yang mampu berusaha Seseorang dikatan kaya apabila ia memiliki sejumlah harta yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok bagi diri sendiri dan keluarganya sampai ia mendapatkan harta berikutnya. . Orang yang menjadi tanggung jawab para wajib pajak (muzakki) 3.

maka zakat untuk mereka diberikan dalam bentuk bantuan berjangka untuk modal usaha. 3. 2.Tata Cara Pembagian Zakat 1. . Harta zakat dibagikan kepada semua mustahik. baik untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan maupun untuk modal wirausaha. maka tidak wajib menyamakan pembagiannya antara asnaf yang satu dengan lainnya. Golongan fakir dan miskin merupakan sasaran zakat yang harus diprioritaskan untuk menerima zakat. pembagiannya tergantung pada jumlah masing-masing asnaf dan kebutuhannya Diperbolehkan memberikan semua harta zakat kepada asnaf tertentu saja jika kenyataan menuntut demikian. tidak satu asnafpun yang boleh dihalangi untuk mendapatkannya apabila ia benar-benar membutuhkannya Apabila diperkirakan semua asnaf ada. 4. 5. karena memberi kecukupan kepada mereka merupakan tujuan utama zakat Bagi mustahik yang produktif dan punya potensi untuk diberdayakan.

bahwa hingga saat ini belum ada satu negara Islam pun di dunia ini yang menjadikan zakat sebagai instrumen utama kebijakan fiskal. Bahkan. dalam perspektif ilmu ekonomi. zakat dapat pula dijadikan sebagai instrumen utama kebijakan fiskal. 2. yaitu : 1.Zakat dalam Perspektif Ekonomi  Zakat. ada 3 fungsi yang dimainkan oleh zakat. juga memiliki dimensi ekonomi. di samping termasuk ke dalam kategori ibadah mahdlah. dan 3. Meskipun sangat disayangkan.  Paling tidak. . Sebagai alat redistribusi pendapatan dan kekayaan. Sebagai stabilisator perekonomian. Sebagai instrumen pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dhuafa.

baik pengambilan maupun pendistribusiannya. mereka selalu mempunyai petugas khusus yang mengatur masalah zakat. Dan Allah lagi Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana‟ Juga pada firman Allah SWT dalam QS. yang bernama Ibnu Lutaibah. Imam Qurthubi[1] ketika menafsirkan ayat tersebut (QS. Pernah pula mengutus Ali bin Abi Thalib ke Yaman untuk menjadi amil zakat[3]. Diambilnya zakat dari muzakki (orang yang memiliki kewajiban berzakat) melalui amil zakat untuk kemudian disalurkan kepada mustahik. orang-orang miskin. dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka. di samping bertugas sebagai da‟i (menjelaskan ajaran Islam secara umum). Demikian pula yang dilakukan oleh para khulafaur-rasyidin sesudahnya. menunjukkan kewajiban zakat itu bukanlah semata-mata bersifat amal karitatif (kedermawanan). tetapi juga ia suatu kewajiban yang juga bersifat otoritatif (ijbari)[5]. . At-Taubah ayat 103 : „Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dalam QS. untuk mengurus urusan zakat Bani Sulaim[2]. untuk jalan Allah. 9 : 60 tersebut dikemukakan bahwa salah satu golongan yang berhak menerima zakat (mustahik zakat) adalah orang-orang yang bertugas mengurus urusan zakat („amilina „alaiha). Sedangkan dalam QS. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui‟. untuk (memerdekakan) budak.Urgensi Zakat Melalui Lembaga Amil     Pelaksanaan zakat didasarkan pada firman Allah SWT yang terdapat dalam QS. menuliskan. pengurus-pengurus zakat. 9 : 103 dijelaskan bahwa zakat itu diambil (dijemput) dari orang-orang yang berkewajiban untuk berzakat (muzakki) untuk kemudian diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya (mustahik). Rasulullah saw pernah mempekerjakan seorang pemuda dari suku Asad. para muallaf yang dibujuk dihatinya. At-Taubah ayat 60 : „Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir. orang-orang yang berutang. menghitung dan mencatatkan zakat yang diambilnya dari para muzakki untuk kemudian diberikan kepada yang berhak menerimanya. dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah. dan mendoalah untuk mereka. juga mempunyai tugas khusus menjadi amil zakat[4]. Karena itu. Muaz bin Jabal pernah diutus Rasulullah saw pergi ke Yaman. 9 : 60) menyatakan bahwa „amil itu adalah orang-orang yang ditugaskan (diutus oleh imam / pemerintah) untuk mengambil. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Yang mengambil dan yang menjemput tersebut adalah para petugas („amil).

jika zakat diserahkan langsung dari muzakki kepada mustahik. Ketiga : Untuk mencapai efisien dan efektifitas. meskipun secara hukum syariah adalah sah.  . akan tetapi di samping akan terabaikannya hal-hal tersebut di atas. apalagi yang memiliki kekuatan hukum formal. juga hikmah dan fungsi zakat. Keempat : Untuk memperlihatkan syiar Islam dalam semangat penyelenggaraan pemerintahan yang islami. antara lain :  Pertama : Untuk menjamin kepastian dan disiplin pembayar zakat. Kedua : untuk menjaga perasaan rendah diri para mustahik zakat apabila berhadapan langsung untuk menerima zakat dari para muzakki.Urgensi Zakat Melalui Lembaga Amil Pengelolaan zakat oleh lembaga pengelola zakat. akan memiliki beberapa keuntungan. serta sasaran yang tepat dalam penggunaan harta zakat menurut skala prioritas yang ada pada suatu tempat. terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan umat. Sebaliknya. akan sulit diwujudkan.

INFAK / SEDEKAH .

25). AlInsaan: 8) [ Kata kunci: Orang bertaqwa: beriman. lagi mendirikan shalat.S. shalat dan berinfaq] . dan menginfaqkan sebagian dari rizqi yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dalam terminologi agama Islam orang yang suka bersedekah itu adalah orang yang pengakuan imannya kepada Allah. tahmid. dan orang yang ditawan. anak yatim. Pengertian sedekah sesungguhnya sama dengan pengertian infak. Jadi orang yang bersedekah adalah orang yang benar. dan tidak terkait dengan nonmateri. Sedekah asal katanya adaalah shadaqa yang artinya „benar‟. Al-Baqarah: 3) Yaitu orang-orang yang menyisihkan sebagian rizqinya untuk hak yang sudah ma'lum. Dan mereka memberikan makanan yang mereka sukainya ke-pada orang-orang miskin.Pengertian Infak / Sedekah        Infaq asal katanya adalah anfaqa yang artinya mengeluarkan sesuatu harta untuk kepentingan sesuatu. kalau infak tidak mengenal nisab dan tidak harus nenunggu masanya sampai satu tahun kepemilikan hartanya itu sebagaimana persyaratan itu ada pada ketentuan zakat. Nonmateri itu seperti bacaan takbir. Sedangkan menurut istilah syara‟ adalah mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan untuk sesuatu kepentingan karena menuruti perintah ajaran Islam. perbedaannya sedekah itu lebih luas dari pada infak.S. Al-Ma'aarij: 24 . tahlil dan sejenisnya.S. (Q. untuk peminta-minta dan orang yang tidak meminta-minta (Q. Tentang Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasalamdan Ummatnya Merekalah orang-orang yang beriman kepada yang ghaib. jika infak hanya terkait dengan materi saja. (Q. Perbedaannya dengan zakat. sedangkan sedekah meliputi materi dan non materi.

mencuri. mengambil harta anak yatim. Tirmidzi. Al A‟raf: 99) . memakan riba. yang merupakan dosa besar.” (QS. dan sebelum melakukan hal-hal ini ia sudah merencanakan untuk bersedekah setelahnya agar „impas‟ tidak ada dosa. Sedekah dan menghapus dosa Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda: ◦ “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api. di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi) ◦ Diampuninya dosa dengan sebab sedekah di sini tentu saja harus disertai taubat atas dosa yang dilakukan. berbuat curang. Tidak sebagaimana yang dilakukan sebagian orang yang sengaja bermaksiat. seperti korupsi.Keutamaan Infak / Sedekah 1.” (HR. Allah Ta‟ala berfirman: ◦ “Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orangorang yang merugi. Yang demikian ini tidak dibenarkan karena termasuk dalam merasa aman dari makar Allah.

Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya. maka pengurangan tersebut „impas‟ tertutupi pahala yang didapat. Muslim) ◦ Apa yang dimaksud hartanya tidak akan berkurang? Dalam Syarh Shahih Muslim.” (HR. jika secara dzatnya harta tersebut berkurang.” (HR. Salah satu jenis manusia yang mendapatkannya adalah: ◦ “Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya. yaitu hartanya diberkahi dan dihindarkan dari bahaya. Sedekah bisa memberikan keberkahan kepada harta ◦ Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda: ◦ “Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. dan . Bukhari) 3. hari yang ketika itu tidak ada naungan lain selain dari Allah.Keutamaan Infak / Sedekah 2. Orang yang bersedekah akan mendapatkan naungan di hari akhir ◦ Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan di suatu. Kedua. ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya. yaitu hari akhir. An Nawawi menjelaskan: “Para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud disini mencakup 2 hal: Pertama. Maka pengurangan harta menjadi „impas‟ tertutupi oleh berkah yang abstrak. Ini bisa dirasakan oleh indera dan kebiasaan.

yang berasal dari kalangan mujahid. maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah. dan bagi mereka pahala yang banyak. Bukhari . ia akan dipanggil dari pintu shalat. Al Hadid: 18) 5.Keutamakan Infak / Sedekah 4. maka akan dipanggil dari pintu jihad. niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka. jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah. Muslim) . kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Terdapat pintu surga yang hanya dapat dimasuki oleh orang yang bersedekah “Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah.” (HR.” (Qs. Alloh akan melipatgandakan pahala ◦ Allah Ta‟ala berfirman: ◦ “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik lakilaki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat.

◦ Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda: ◦ “Sedekah akan memadamkan api siksaan di . ◦ Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda: ◦ “Sedekah adalah bukti. Oleh karena itu shadaqah dinamakan demikian karena merupakan bukti dari Shidqu Imanihi (kebenaran imannya)” 7. Sedekah dapat membebaskan dari siksa kubur. Muslim ) ◦ An Nawawi menjelaskan: “Yaitu bukti kebenaran imannya.” (HR.Keutamaan Infak / Sedekah 6. Sedekah akan menjadi bukti keimanan seseorang.

◦ Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam memberikan permisalan yang bagus tentang orang yang dermawan dengan orang yang pelit: ◦ “Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi. dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Orang yang bersedekah.Keutamaan Infak / Sedekah 8.” (HR. Orang yang bersedekah merasakan dada yang lapang dan hati yang bahagia. Sedangkan orang yang pelit. Tidakkah hati kita terpanggil? . Tirmidzi no. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah. 1208. Bukhari) ◦ Dan hal ini tentu pernah kita buktikan sendiri bukan? Ada rasa senang. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. bangga.” (HR. dada yang lapang setelah kita memberikan sedekah kepada orang lain yang membutuhkan. ◦ Dan masih banyak lagi dalil-dalil yang mengabarkan tentang manfaat sedekah dan keutamaan orang yang bersedekah. sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Sedekah dapat mencegah pedagang melakukan maksiat dalam jual-beli ◦ Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda: ◦ “Wahai para pedagang. dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. ia berkata: “Hasan shahih”) 9. yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya.

WAKAF .

berasal dari bahasa Arab al-waqf bentuk masdar (kata benda) dari kata kerja waqafa yang berarti menahan. Demikian pula Ibnu Qudamah dalam Al Mughni. . Sedangkan ulama syafi'iyyah menyebutkan “wakaf adalah menahan harta yang dapat dimanfaatkan dengan tetap menjaga keutuhan barangnya. dipersyaratkan diawal hak tersebut kepada penerima wakaf . Definisi ini dianggap paling umum dan menjadi definisi pilihan karena Pertama : Bahwa definisi ini adalah penukilan dari hadits Nabi SAW kepada Umar bin Khathab RA. Karena masuk dalam perincian terkadang menyimpangkan definisi dari dilalahnya (maksud dan tujuan) dan menjauhi dari sasarannya. atau tetapnya kepemilikan wakif atau keluar dari kepemilikannya dan perincian-perincian yang lainnya. tetap milik si wakif dalam rangka mempergunakan manfaat untuk kebajikan”. tetapi menyerahkan perincian itu dalam pembahasan rukun– rukun dan syarat–syaratnya. Dalam pengertian istilah. Ulama Hanabilah mendefinisikan wakaf adalah “menahan asal dan mengalirkan hasilnya”. Kedua : Definisi ini tidak dipertentangkan seperti definisi yang lainnya. dan tidak mengandung perincian lain yang dapat mencakup definisi yang lain. pertama. Ketiga : Bahwa definisi ini hanya membatasi pada hakikat wakaf saja. seperti mensyaratkan niat mendekatkan diri kepada Allah. dan istilah waqf pada awalnya menggunakan kata “alhabs”. Imam Abu Hanifah mendefinisikan wakaf adalah “menahan suatu benda yang menurut hukum. Sedangkan ulama malikiyyah mendefinisikan wakaf sebagaimana definisi yang diungkapkan oleh ulama hanafiyyah yaitu “tidak lepasnya kepemilikan bagi si pewakaf. Kata al-waqf juga semakna dengan al-habs bentuk masdar dari kata kerja habasa. dan hasilnya disalurkan untuk kebaikan semata-mata. kedua. Demikian Ad Dardiir menjelaskan dalam Syarh Al Kabiir.Pengertian Wakaf      Waqaf. mencegah. kecuali orang-orang Maroko yang masih mengunakan istilah al habs untuk waqf sampai saat ini. “menahan yang asal dan mengalirkan hasilnya”. terlepas dari campur tangan wakif atau lainnya. hal tersebut diperkuat dengan adanya riwayat hadist yang menggunakan istilah al habs untuk waqf. akan tetapi memberikan hak kepada pihak penerima wakaf untuk menjual objek wakaf tersebut dengan dua syarat” . terdapat beberapa pendapat ulama. tapi kemudian yang berkembang adalah istilah waqf dibanding istilah al-habs. menghentikan dan berdiam di tempat. untuk taqarrub kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala”. ada alasan yang mendesak untuk melakukan hal tersebut.

maka wakaf tidak beda dengan hibah manfaat atau sedekah.  Menurut Hasan Abdullah Amin (1989). sosial. perbedaan pendapat ulama mengenai tabiat objek wakaf adalah karena perbedaan titik pandang mereka tentang kepemilikan objek wakaf tersebut sehingga hal tersebut mempengaruhi pada definisi yang mereka buat. Definisi ini juga seperti yang didefinisikan dalam kompilasi hukum islam di Indonesia. Monzer Kahf mendefinisikan dengan bahasa kontemporer ”Wakaf adalah penahan harta. keagamaan maupun kepentingan umum". 41 tahun 2004 .  Sedangkan dalam redaksi Undang-Undang Wakaf No. baik harta tersebut maupun hasilnya. untuk dimanfaatkan. secara berulang-ulang untuk suatu tujuan kemaslahatan umum atau khusus”. Ulama Hanafiyah dan Malikiyyah berpendapat bahwa kepemilikan objek wakaf tidak berpindah dari si wakif kepada pihak penerima wakaf (atau penerima amanah wakaf) sehingga dimungkinkan menurut pendapat mereka pencabutan atau penarikan kembali objek wakaf oleh si pewakaf dan ahli warisnya. Sedangkan ulama Syafiiyyah dan ulama Hanabilah berpendapat bahwa kepemilikan objek wakaf lepas dari si pewakaf dan berpindah menjadi milik pengguna wakaf tersebut.  . Dalam bagian lain beliau mengistiahkan ”Wakaf dalam artian umum dan menurut pengertian realitasnya adalah menempatkan harta dan aset produktif terpisah dari tasharruf (pengelolaan) pemiliknya secara langsung terhadap harta tersebut serta mengkhususkan hasil atau manfaatnya untuk tujuan kebajikan tertentu. baik muabbad (untuk selamanya) atau muaqqat (sementara). dan dalam satu riwayat kepemilikan menjadi kepemilikan Allah SWT. menyebutkan sebagai berikut: ”Wakaf adalah perbuatan hukum seseorang atau kelompok orang atau badan hukum yang memisahkan sebagian dari benda miliknya dan melembagakannya untuk selama-lamanya guna kepentingan ibadat atau keperluan umum lainnya sesuai dengan ajaran agama Islam”.Pengertian Wakaf Dr. baik yang bersifat perorangan.

Dan sesuatu yang tidak boleh perjual-belikan secara syari'at. tanah. Bisa diperdagangkan. Standar baik dan maslahat adalah menurut Al-Qur'an dan Al-Sunnah dengan pemahaman para salafus Shalih ridhwanullahi alaihim ajma'in. . seperti makanan atau angin. Oleh karena itu. Bisa dimanfaatkan secara terus-menerus. dan persenjataan. peralatan. wakaf tidak bisa dilakukan pada barang yang akan habis jika dimanfaatkan. wakaf sama dengan hak guna pakai atau hak guna manfaat -pent). Sesuatu yang akan diwakafkan harus memiliki persyaratan sebagai berikut: 1. maka tidak boleh diwakafkan. Harta wakaf tidak boleh digunakan untuk hal apapun kecuali untuk jalan kebaikan dan maslahat umum. 2. Sesuatu yang bisa diwakafkan seperti: gedung. hewan. Tidak habis dengan dimanfaatkan.Pengertian Wakaf  Wakaf adalah menahan sesuatu dan mengalirkan manfaatnya (dalam kosa kata Indonesia. dll. dan 3.

janda. orang yang tidak punya usaha dan pekerjaan. Menebarkan kebaikan kepada pihak yang memperoleh hasil wakaf dan orang yang membutuhkan bantuan. karena telah meninggal dunia. anak yatim.Keutamaan Wakaf  Syaikh Abdullah Ali Bassam berkata. Adapun keutamaannya sebagai berikut. . atau untuk orang yang berjihad di jalan Allah subhanahu wata‟ala. karena dia menyedekah kan harta yang barangnya tetap utuh. Allah subhanahu wata‟ala menganjurkan nya dan menjanjikan pahala yang sangat besar bagi yang berwakaf. sekali pun pewakaf sudah putus usahanya. atau untuk pembantu dan untuk pelayanan kemaslahatan umum. karena sedekah berupa wakaf tetap terus mengalirkan kebaikan dan maslahat. untuk para pengajar dan penuntut ilmu. Ke dua. Merupakan amal kebaikan bagi pewakaf. seperti fakir miskin. “Wakaf adalah sedekah yang paling mulia. tetapi pahalanya mengalir terus. Pertama.

“Yang dimaksud dengan sedekah jariyah dalam hadits ini adalah wakaf. Syaikh Ali Bassam berkata. berdasarkan hadits berikut ini. sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang shalih yang mendo'akannya". ibuku telah meninggal dunia. misalnya bila aku wafat.Hukum Wakaf  Wakaf hukumnya sunnah. “Sesungguhnya aku menjadikan engkau sebagai saksi. seseorang membangun sebuah masjid kemudian dia izinkan orang lain untuk shalat di situ. lalu dia datang melapor kepada Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam seraya berkata. Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam bersabda. Ke dua. hal ini dilakukan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di kemudian hari. atau membangun sekolah dan lain sebagainya. Apakah bermanfaat kepadanya bila saya bersedekah atas namanya?” Jawab beliau. "Ya Rasulullah. “Ya tentu (bermanfaat). maka terputuslah amalnya kecuali 3 perkara. Perbuatan. "Apabila manusia meninggal dunia.Muslim 3084).” Wakaf sudah dianggap sah dengan salah satu dari tiga cara berikut ini: Pertama. Ke tiga. “Ketika ibu Sa'ad Bin Ubadah meninggal dunia. misalnya. dia (Sa'ad) tidak berada di sampingnya. (HR. misalnya "aku wakafkan barang ini" atau "aku sedekahkan hasil barang ini" atau ungkapan lain yang semakna. Perkataan.” Lalu Sa'ad radhiyallahu „anhu berkata. ketika itu saya tidak berada di sisinya. bahwa pekarangan yang banyak buahnya ini aku sedekahkan (atas nama) . Abu Hurairah radhiyallahu „anhu berkata. Harta yang diwakafkan sebaiknya tercatat dan diketahui oleh seorang saksi atau lebih. Landasan tentang hal ini berdasarkan hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu „anhu. maka aku wakafkan rumah ini. Wasiat. dia berkata.

 .  Berbagai macam pendapat mengenai waqf uang diantaranya adalah.Wakaf Tunai (Cash Waqf) Pedebatan boleh atau tidaknya mewakafkan aset bergerak semakin berkembang ketika aset bergerak tersebut berupa uang bukan berupa barang. yang kemudian diperdebatkan masalah kebolehannya secara syariah. Kajian mengenai wakaf uang atau biasa disebut dengan wakaf tunai ”cash waqf” diperdalam dan dimodifikasi produknya agar sesuai dengan perkembangan laju sistem ekonomi dan keuangan modern. seperti tanah misalnya. bahwa jumhur ulama (Malikiyah. Dan ulama Malikiyah menyatakan bolehnya waqaf uang sebagaimana yang diungkap oleh Ibn Rusd Al Jadd dalam Muqoddimahnya. maka saat kepunahan itulah batasannya. jika objek yang ditahan itu memiliki kelestarian yang berkesinambungan maka itulah batasannya. tapi jika yang ditahan itu objek yang dalam kurun waktu tertentu akan punah. Dijawab oleh jumhur ulama bahwa waqaf uang tidak menghilangkan makna menahan dengan ungkapan mereka bahwa dalam setiap objek yang ditahan tentu ada batasannya. Syafiyah dan Hanabilah) selain Hanafiyah[1] membolehkan waqaf uang dan menjawab alasan Hanafiyah yang menyatakan bahwa dalam waqaf uang telah hilang makna waqaf yaitu “menahan asalnya” yang memiliki makna berkesinambungan sebagaimana hadits Umar dan Abi Thalhah.

 .)  Dengan alasan di atas.Wakaf Tunai (Cash Waqf) Apa yang diuraikan oleh Imam Bukhari di dalam Shahih-nya meriwayatkan sebuah riwayat dari Az-Zuhri mengenai orang yang memberikan seribu Dinar untuk fisabilillah yang ia berikan kepada anak laki-lakinya yang menjadi pedagang yang berdagang dengan modal uang tersebut serta menjadikan keuntungannya sebagai sedekah untuk orang-orang miskin dan kaum kerabat (Ibnu Hajar Al-'Asqallani¸ FathAl-Bari 'ala Shahih Al-Bukharib. maka kebanyakan ulama membolehkan wakaf uang dan madzhab inilah yang dijadikan landasan oleh ulama kontemporer dan hal itu pula yang dijadikan landasan oleh komisi fatwa Majlis Ulama Indonesia dalam keputusan fatwanya yang membolehkan wakaf uang.

Termasuk ke dalam pengertian uang adalah surat-surat berharga. dihibahkan. tidak boleh dijual. kelompok orang. . 2. Wakaf Uang (Cash Wakaf/Waqf al-Nuqud) adalah wakaf yang dilakukan seseorang. dan atau diwariskan. Wakaf uang hanya boleh disalurkan dan digunakan untuk hal-hal yang dibolehkan secara syar'i 5. lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai.Fatwa MUI tentang Wakaf Tunai  Keputusan Komisi Fatwa MUI tanggal 11 Mei 2002 M mengenai wakaf uang (wakaf tunai) adalah sebagai berikut: 1. Wakaf uang hukumnya jawaz (boleh) 4. 3. Nilai pokok Wakaf Uang harus dijamin kelestariannya.

dianjurkan wakaf dinar dan dirham untuk pembangunan sarana dakwah. Adapun manfaat utama wakaf tunai adalah: a. melalui wakaf uang. Imam az Zuhri (wafat 124 H) salah seorang ulama terkemuka dan peletak dasar tadwin al hadits memfatwakan. Adapun caranya adalah dengan menjadikan uang tersebut sebagai modal usaha kemudian menyalurkan keuntungannya sebagai wakaf. aset-aset wakaf yang berupa tanah-tanah kosong bisa mulai dimanfaatkan dengan pembangunan gedung atau diolah untuk lahan pertanian. umat Islam dapat lebih mandiri dalam mengembangkan dunia pendidikan tanpa harus terlalu tergantung pada anggaran pendidikan negara yangmemang semakin lama semakin terbatas. c. . seseorang yang memiliki dana terbatas sudah bisa mulai memberikan dana wakafnya tanpa harus menunggu menjadi tuan tanah terlebih dahulu. b.Urgensi Wakaf Tunai  Wakaf Tunai (cash waqf ) sudah dipraktekkan sejak awal abad kedua hijriyah. dan pendidikan umat Islam. d. dana wakaf tunai juga bisa membantu sebagian lembagalembaga pendidikan Islam. sosial.

Siapa pun yang hendak berwakaf harus mengetahui dan memenuhi:  1. dalam keadaan sadar. Termasuk didalamnya. artinya. karena itu syarat seorang wakif adalah:  a. tidak dalam keadaan terpaksa/dipaksa. b. Dalam kitab-kitab fikih klasik maupun kontemporer kita temukan bab wakaf yang kandungannya antara lain membahas tata cara berwakaf. penjelasan rukun dan syarat wakaf.Rukun dan Syarat Wakaf Para fuqaha‟ (ahli fikih) telah merumuskan berdasarkan nash-nash umum dalam al-Quran dan as-Sunnah serta hasil ijtihad mereka sebagai jawaban dari berbagai tuntutan situasi dan kondisi yang terus berkembang. Waqif (Orang yang berwakaf). dan telah mencapai umur baligh. ◦ Pada hakikatnya amalan wakaf adalah tabarru‟ (melepaskan hak milik tanpa imbalan). Benar-benar pemilik harta yang diwakafkan. Cakap melakukan tindakan hukum dalam hal ini adalah wakaf. sehat akalnya. .

sitaan dan sengketa. Syarat-syarat benda yang diwakafkan: o Benda wakaf dapat dimanfaatkan untuk jangka panjang. o Hak milik wakif yang jelas batas-batas kepemilikannya. Mauquf bihi (Benda yang diwakafkan).Rukun dan Syarat Wakaf 2. dihibahkan. o Benda wakaf tersebut dapat dimiliki dan dipindahka kepemilikannya. o Benda wakaf dapat dialihkan hanya jika jelas-jelas untuk mashlahat yang lebih besar. o Benda wakaf tidak dapat diperjualbelikan. tidak habis sekali pakai. atau diwariskan. ikatan. Selain itu benda wakaf merupakan benda milik yang bebas dari segala pembebanan. o Benda wakaf dapat berupa milik seseorang atau kelompok atau badan hukum. . Hal ini karena sifat wakaf lebih mementingkan manfaat benda tersebut.

atau diwakafkan untuk kepentingan umum. Shighat atau pernyataan harus dinyatakan dengan tegas baik secara lisan atau tulisan. Yang utama. tujuan wakaf tidak boleh digunakan untuk kepentingan maksiat. menggunakan kata “aku mewakafkan” atau “aku menahan” atau kalimat semakna lainnya. disebutkan. Selanjutnya. menyerahkan wakaf kepada seseorang yang tidak jelas identitasnya adalah tidak sah. Apakah ia mewakafkan hartanya itu untuk menolong keluarganya sendiri. Syarat dari tujuan wakaf adalah untuk kebaikan. Sebaiknya wakif menentukan tujuan ia mewakafkan harta benda miliknya. Dengan pernyataan wakif itu. maka gugurlah hak wakif. atau membantu. sabilillah. ibnu sabil. mencari keridhaan Allah swt dan mendekatkan diri kepada-Nya. Dalam Ensiklopedi Fiqh. Mauquf ‘alaih (Tujuan/sasaran wakaf). dan atau yang memungkinkan diperuntukkan untuk tujuan maksiat. . wakaf diperuntukkan pada kepentingan umum. 4.Rukun dan Syarat Wakaf 3. untuk fakir miskin. benda itu menjadi mutlak milik Allah yang dimanfaatkan untuk kepentingan umum yang menjadi tujuan wakaf. Karena itu. Shighat (Ikrar/akad wakaf). Shighat/ikrar adalah pernyataan kehendak dari wakif untuk mewakafkan harta benda miliknya. mendukung.

jujur dan „adalah (bersikap adil) . baligh (cukup umur). Memiliki sifat amanah.Rukun dan Syarat Wakaf 5. (beragama Islam). muslim b. Nadzir adalah orang atau sekelompok orang dan atau badan hukum yang diserahi tugas oleh waqif (orang yang berwakaf) untuk mengelola wakaf. Nadzir (Pengelola) wakaf. c. Memiliki kemampuan dan keahlian mengelola wakaf (profesional). Untuk menjadi seorang nadzir. haruslah dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. „aqil (berakal sehat). d. Mukallaf (memiliki kecakapan bertindak hukum) yaitu.

dalam hasil penelitiannya yang berjudul Istismar Mawarid al-Wakaf menyebutkan sembilan tugas dan kewajiban nadzir wakaf : 1.Kewajiban Nadzir Dr. 8. Bertanggungjawab atas kerusakan harta wakaf yang disebabkan kelalaiannya dan dengan itu ia boleh diberhentikan dari jabatannya. Memelihara harta wakaf. 4. 2. 9. 5. . Melaksanakan syarat dari waqif yang tidak menyalahi hukum syara‟. Menginvestasikan harta wakaf untuk tambahan penghasilannya. Membayarkan kewajiban yang timbul dari pengelolaan waqaf dari hasil waqaf itu sendiri. Memperbaiki aset wakaf yang rusak sehingga kembali bermanfaat. Mempersewakan harta-harta wakaf tidak bergerak. 3. Membagi hasilnya kepada pihak-pihak yang berhak menerimanya tepat waktu dan tepat sasaran. 7. dan tidak membiarkan terlantar sehingga tidak mendatangkan manfaat. Mengembangkan wakaf. seperti bangunan dan tanah. Ketua Forum Ilmiah di Tethwan Magribi. Idris Khalifah. 6.

Jadi. bisa didasarkan atas keputusan waqif (orang yang berwaqaf) atau hakim atau disesuaikan dengan situasi dan kondisi kala itu (Muhammad „Ubaid‟ Abdullah AlKubaisi 1977. Juli. nadzir wakaf dibolehkan atau berhak mendapat bagian dari hasil atau manfaat sesuai dengan batas-batas kewajaran dengan memperhatikan berbagai variabel yang melingkupinya. Di Bangladesh.41/2004. Ijtihad di berbagai negara menyangkut ini. misalnya. lembaga pengelola wakaf di sana telah berijtihad bahwa nadzir wakaf bisa menggunakan hasil dari pengelolaan wakaf sampai sebesar 5% atau maksimal 10 % menurut UU Wakaf No. satu sama lain tidak sama. Tentang besar kecilnya imbalan atau gaji untuk nadzir wakaf. . hanya saja tidak ada ketentuan secara jelas dalam hadits maupun dalam praktek para sahabat. hal : 216-237). karena situasi dan kondisinya berbeda. secara umum.Hak Nadzir  Mengenai haknya. para fuqaha sepakat. nadzir berhak dan diperbolehkan mendapatkan bagian dari hasil harta wakaf yang terkelola baik.

Wakaf Tunai dengan tujuan membeli awqaf properties. . 2. 3.Jenis-jenis wakaf Tunai Menurut Prof. Wakaf Tunai dalam bentuk Pinjaman (Temporary Wakaf Deposits in Loan Basis). MA. Mannan : 1. Wakaf Tunai dalam bentuk Investasi (Temporary Wakaf Deposits in Investment Basis).

dipilih dari 18 provinsi. Pertama. Kelima. atau hampir Rp 600 miliar. wakaf tunai yang disalurkan Islamic Relief mampu menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 7. Dana wakaf tunai tersebut kemudian dikelola secara amanah dan profesional. Bahkan di Bosnia.Contoh Pemberdayaan Wakaf   Islamic Relief mampu mengumpulkan wakaf tunai setiap tahun tidak kurang dari 30 juta poundsterling. siswanya yang miskin. Tanggal 29 Juli 2004. Aset sekolah ini dibeli DD seharga Rp 6.8 miliar dengan dana wakaf. Keenam. konsep dan sistem pendidikan dirancang sama baiknya dengan sekolah unggulan lain. .000 orang melalui program Income Generation Waqf. Ketiga. dan disalurkan kepada lebih dari 5 juta orang yang berada di 25 negara. Kedua. dengan menerbitkan sertifikat wakaf tunai senilai 890 poundsterling per lembar. DD tetap konsisten pada posisinya sebagai pengelola. Keempat. Dompet Dhuafa Republika (DD) meresmikan sekolah SMART Ekselensia di Parung Bogor. Ada beberapa hal menarik dari SMART yang menggabungkan SLTP dan SLTA dalam 5 tahun ini. pendidikan dilangsungkan dengan cuma-cuma. guru-guru direkrut profesional. lokasi sekolah merupakan eks-sekolah Madania Parung.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->