FIQH ZAKAT, INFAK DAN WAKAF

MULYADI SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM SEBI

MUKADIMAH


 

Zakat merupakan ibadah maaliyah ijtima‟iyyah yang memiliki posisi yang sangat penting, strategis, baik dari sisi ajaran maupun dari sisi pembangunan kesejahteraan Ummat Ketaatan seseorang di dalam menunaikan zakat merupakan indikator utama dari ketundukan seseorang terhadap Islam (QS. 9 : 5 ; 9: 11) Ciri mukmin yang akan mendapatkan kebahagiaan hidup (QS. 23 : 4) Ciri Utama mukmin yang akan mendapatkan pertolongan dari Alloh SWT (QS. 9: 73 ; 22:40-41) Ciri dari seseorang yang senantiasa berusaha membersihkan hartanya dan dirinya serta mengembangkan harta yang dimilikinya (QS. 9: 103 dan QS. 30 : 39)

Urgensi Memahami Fiqh ZISWAF untuk pengelolaan akuntansi perbedaan dari zakat, infak dan  Mengetahui zakat
   

wakaf yang merupakan sumber dari penghimpunan dana dari suatu OPZ Memudahkan dalam penyusunan kode akun akuntansi zakat Memudahkan akuntan dalam melakukan pengklasifikasian data transaksi ziswaf Menghindari kesalahan saji Mengetahui mana saja yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan oleh syariah, sehingga laporan yang disajikan tidak bertentangan dengan kaidah syariah yang berlaku Mengetahui perhitungan zakat bagi muzaki

Pengertian Zakat
Zakat menurut bahasa artinya berkembang, bertambah, orang arab mengatakan zakaa az-zar‟u ketika azzar‟u (tanaman) itu berkembang dan bertambah (Wahbah Zuhaili; Fiqh Islam Wa Adillatuhu)  Sedangkan dalam Al-qur‟an zakat sering di artikan sebagai “suci” (AsSyams : 9)

baik. berkah. Dalam ayat yang lain Surat Ar-Rum ayat 39 yang artinya : “… dan apa-apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhoan Allah. Hal ini sesuai dengan Firman Allah Swt.Pengertian Zakat   Menurut istilah. zakat adalah istilah bagi pengambilan tertentu. Imam Mawardi menyatakan : “Kalimat shadaqoh kadang yang dimaksud adalah zakat. untuk diberikan kepada golongan tertentu (al-Mawardi dalam kitab al-Hawi) Keterkaitan pengertian menurut bahasa dan pengertian menurut istilah sangat erat sekali. tumbuh dan berkembang. Dalam al-Qur‟an Surat At-Taubah ayat 103. Istilah zakat secara syariah dalam al-Qur‟an dan sunnah kadang menggunakan kalimat “shadaqah”. dua kata yang berbeda tetapi memiliki substansi yang sama” . dan zakat yang dimaksud adalah shodaqoh. dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…”. menurut sifat-sifat tertentu. yang artinya : “Ambillah zakat dari sebagaian harta mereka. yaitu bahwa setiap harta yang telah dikeluarkan zakatnya. maka yang berbuat demikian itulah orangorang yang melipat gandakan”. maka harta itu menjadi suci. Oleh karena itu.

tanaman dan harta temuan  Sedangkan Hanafiah memberi definisi bahwa zakat adalah pemberian hak kepemilikan atas sebagian harta tertentu dari harta tertentu kepada orang tertentu yang telah ditentukan oleh syariat.  .Pengertian Zakat Menurut Malikiyah. jika kepemilikan haul (genap satu tahun) telah sempurna selain barang tambang. zakat adalah mengeluarkan sebagian tertentu dari harta tertentu yang telah sampai nishab kepada orang yang berhak menerima. semata-mata karena Alloh  Syafi‟iyah memberikan definisi bahwa zakat adalah nama untuk barang yang dikeluarkan untuk harta atau badan kepada pihak tertentu  Hanabilah menyampaikan pengertian zakat sebagai hak yang wajib pada harta tertentu kepada kelompok tertentu pada waktu tertentu.

yang berfungsi sebagai distributor aliran kekayaan dari tangan the have kepada the have not. Ia merupakan institusi resmi yang diarahkan untuk menciptakan pemerataan dan keadilan bagi masyarakat. sebagai rukun Islam yang ketiga.Kewajiban Zakat Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang juga menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat agama Islam.  Zakat.  Zakat difardhukan di Madinah pada bulan Syawal tahun kedua hijriah setelah kefardhuan puasa Ramadhan dan Zakat Fitrah  . sehingga taraf kehidupan masyarakat dapat ditingkatkan. merupakan instrumen utama dalam ajaran Islam. Oleh sebab itu. Ijma ulama menyatakan bahwa hukum menunaikan zakat adalah wajib atas setiap muslim yang telah memenuhi sayarat-syarat tertentu.

Syarat-syarat Wajibnya Zakat Zakat diwajibkan kepada setiap muslim yang mukallaf  Niat  Harta tersebut harus berkembang baik secara praktis maupun legal (anNamaa‟)  Harta tersebut harus dimiliki secara utuh (al-Milku Attam)  Berlalunya satu tahun (Haul)  Memenuhi Nishabnya  Bebas dari hutang  .

dan pengawasan-Nya kepada para pezakat. dimana keempat harta itulah yang mayoritas dimiliki dan dibutuhkan manusia. . Allah menjadikan zakat sebagai sebab datangnya perlindungan. hartanya. ketergelinciran. 4. Allah menjaga dirinya. bahkan nikmat itu terus-menerus dirasakan oleh pemilik harta selama mereka menunaikan hak zakatnya. Harta perniagaan dalam berbagai jenisnya. kesengsaraan. 2. Allah menjadikan zakat sebagai manifestasi bentuk syukur orang-orang kaya. Hewan ternak: Unta. Harta Wajib Zakat Rasulullah menetapkan aturan wajib zakat terhadap empat jenis harta manusia. Bahkan dengan zakat itu. Keempat jenis harta tersebut adalah: 1. penjagaan. dan memperkembangkannya.Macam-macam harta yang wajib dizakati  Allah menjadikan zakat dan shadaqah sebagai pembersih harta dan penyuci jiwa. dan kambing 3. yaitu emas dan perak. Tanaman dan buah-buahan. Allah menghindarkan para pezakat dari kesusahan. Dengan penunaian zakat itu pula. Perhiasan yang dengannya terjagalah stabilitas dunia. sapi.

Dan perkembangan pertanian yang diairi air hujan atau sungai adalah lebih besar kemudahannya daripada yang diairi dengan irigasi dan pembiayaan. keletihan. bahwa pembiayaan untuk jenis usaha ini. . tanpa membeli air. atau menunggu. barang temuan. tentulah wajibnya persentase zakat atas pertanian lebih besar daripada perdagangan. Maka. Kesulitan dalam mendapatkan harta. Beliau SAW menetapkan setengahnya lagi. yaitu seperempat dari sepersepuluh (2. dan beban yang lebih berat daripada harta rikaz. terkadang dengan mengelola bumi. Dan beliau SAW menetapkan besaran zakat “setengah dari seperlima” (10 % -pent) atas harta yang diperoleh dengan kadar kesulitan/kesusahan. Bahkan beliau SAW menetapkan wajibnya zakat seperlima itu untuk kapanpun seseorang menemukannya. pada harta tertentu seperti setumpuk harta karun. beliau menetapkan wajibnaya zakat seperlima (20 %). jika seseorang mendapatkan harta dalam jumlah yang banyak sekaligus: rikaz (harta karun). lebih besar daripada pembiayaan yang dikeluarkan untuk mengelola tanaman atau buah-buahan. Dan perolehan hasil.Nishab Zakat  Rasulullah SAW menetapkan standar minimal yang wajib ditunaikan zakatnya adalah berdasarkan: 1.5 %) atas harta yang bisa berkembang apabila dikelola secara kontinyu. Kemudahan dalam mendapatkan harta. secara sekaligus. Beliau SAW juga menetapkan zakat setengah darinya (5 %) atas hasil buah-buahan dan tanaman yang dikelola oleh petani dengan pembiayaan. 2. adalah lebih besar dan lebih banyak daripada semua jenis harta yang sudah kami ketengahkan sebelumnya. Wajibnya zakat 10 % ini adalah untuk buah-buahan dan tanaman yang langsung ditumbuhkan bumi dan pengairannya. Maka. ataupun manajemen. Kecepatan dalam mendapatkan harta. karena pengairannya langsung dari-Nya tanpa ada biaya. tanpa perlu membuat sumur atau penampungannya. juga karena perkembangan dari buah-buahan dan tanaman lebih jelas dan lebih akuntabel daripada perkembangan perdagangan. disamping tidak ada syarat haul. Allah membebankan zakat sebesar itu. 3. Dan tidak disanksikan lagi.

maka beliau SAW menentukan kambing sebagai zakatnya. Maka. pada keadaan inilah kewajiban ditetapkan. Akan tetapi. dan diatasnya adalah ibnu labun atau bintu labun. Atas kepemilikan biji-bijian dan buah-buahan 5 wasaq (dikonversikan menjadi 9 kwintal -pent) atau sebanyak 5 bawaan muatan unta Arab 4. beliau menetapkan perwajiban zakat atas: 1. tidak serta-merta mengambil harta dari orang-orang kaya dan menyalurkannya kepada orang-orang miskin. begitu seterusnya hingga usia tertinggi. Namun. pada keadaan tersebut. maka nishabnya bisa dihargakan menjadi seekor dari jenis unta. Untuk kepemilikan kambing 40 ekor 5. beliau SAW menetapkan banyaknya jumlah harta zakat berbanding . Semakin banyak unta. ketika beliau SAW telah menetapkan batasan usia yang wajib untuk penunaian zakat pada keadaan usia yang beragam. Atas kepemilikan sapi 30 ekor. maka beliau menetapkan harta yang memungkinkan untuk bisa disebarratakan berdasarkan patokan nishab (ukuran minimal harta wajib zakat –pent). Maka. diatasnya lagi adalah jadza‟ atau jadza‟ah. ketika nishab zakat tidak bisa diambil dari jenis ternak tersebut. diatasnya lagi adalah hiqq atau hiqqah. Ketika kepemilikannya 5 ekor dan jumlah kelipatan 5 sehingga menjadi 25 ekor. tergantung banyak-sedikitnya unta dari jenis bintu makhad. Unta 5 ekor. maka semakin tinggi usia hewan yang digunakan untuk membayar zakat. beliau SAW. dan 6. Wariq (perak) yang berjumlah 200 dirham 2. walaupun sedikit. Dan atas kepemilikan emas 20 mistqal (konversi menjadi gram adalah 85 atau 92 gram emas murni 24K –pent) 3. maka yang beliau lakukan. Kemudian.Nishab Zakat  Kemudian. ketika melihat tidak adanya pemerataan terhadap kepemilikan harta-benda. Tidak.

maka zakatnya adalah ½ dinar. Keterangan: 1. (HR. Ibn Majah.25 gram emas murni. 2. Dari Ali ibn Abi Thalib. Nishab emas = 20 dinar = 85 gram emas 24 Karat. dan uang adalah senilai dengan 85 gram emas. Nishab uang = 20 dinar = 85 gram emas 24 Karat. Al-Hafidz menghasankannya). Nawawi menshahihkannya. perak. Dan engkau tidak memiliki kewajiban zakat apapun. Rasulullah bersabda. 5. Sampai engkau memiliki 20 dinar dan telah melewati masa 1 tahun. Imam Daraquthni.975 gram perak. Bukhari. 6. . Nishab perak = 200 dirham = 595 gram perak. Satu dirham = 2. Satu dinar = 4. Adapun kelebihan dirham atau dinar. Abu Daud. Baihaqi. Emas. 3. Dalilnya adalah Sunnah dan Ijma‟. dan Uang Nishab untuk emas.Nishab Zakat Emas dan Perak Nishab (batasan minimum harta yang wajib dizakati) adalah   bervariasi tergantung jenis dan spesifikasinya. hadits hasan. Perak. maka patokannya adalah seperti tersebut di atas. Satu dinar = 10 dirham. 4. “Jika engkau memiliki 200 dirham dan telah melewati 1 tahun (haul). kecuali jika harta tersebut telah melewati masa haul (1 tahun). maka zakatnya adalah 5 dirham dan engkau setelah itu tidak ada kewajiban apapun atas 200 dirham tersebut.

zakatnya adalah 1 ekor Bintu Labun. Unta 05 – 09 ekor = 1 ekor kambing 10 – 14 ekor = 2 ekor kambing 15 – 19 ekor = 3 ekor kambing 20 – 24 ekor = 4 ekor kambing 25 – 35 ekor = 1 ekor Bintu Makhadh (unta betina yang baru berusia 1 tahun) 36 – 45 ekor = 1 ekor Bintu Labun (unta betina yang sudah berusia 2 tahun) 46 – 60 ekor = 1 ekor Hiqqah (unta yang sudah berusia 3 tahun) 61 – 75 ekor = 1 ekor jadza‟ah (unta yang sudah berusia 4 tahun) 76 .90 ekor = 2 ekor Bintu Labun 91 – 120 ekor = 2 ekor hiqqah 21 – 130 ekor = 3 ekor Bintu Labun Keterangan tambahan: ** Setiap 40 ekor unta. Bukhari dan Muslim . ** Setiap 50 ekor unta. zakatnya adalah 1 ekor hiqqah· ** HR. Hewan Ternak Nishab untuk hewan ternak adalah sebagai berikut: Nishab Zakat Hewan Ternak 1/3 1.

40 – 59 ekor = 1 ekor musanna. anak sapi yang berusia 1 tahun penuh. (Al-Mughni 2/470). maka setiap 40 ekornya dizakati 1 ekor sannah ** Jika ada kelebihan jumlah.Nishab Zakat Hewan Ternak 2/3  2. “Kerbau adalah bagian dari sapi. maka setiap 30 ekornya dizakati 1 ekor tabi‟ ** Jika ada kelebihan jumlah. maka setiap 80 ekornya dizakati 2 ekor sannah ** Jika ada kelebihan jumlah. Sapi/kerbau 30 – 39 ekor = 1 ekor tabi‟/tabbi‟ah (jawa = pedhet). kami tidak mengetahui ada khilaf di kalangan para ulama tentang ini. maka setiap 90 ekornya dizakati 3 ekor tabi‟ ** Jika ada kelebihan jumlah. maka setiap 100 ekornya dizakati 3 ekor (1 sannah dan 2 ekor tabi‟) ** Ibn Qudamah. bahwasannya kerbau adalah bagian dari jenis sapi.” (Al-Mughni) ** Ibn Al-Mundzir. . Keterangan tambahan: ** Jika ada kelebihan jumlah.sannah (pedhet yang berusia 2 tahun penuh) 60 – 69 ekor = 2 ekor tabi‟/tabbi‟ah 70 – 79 ekor = 2 ekor sannah/tabi‟ 80 – 89 ekor = 2 ekor sannah. “Telah sepakat seluruh para ulama yang kami ambil ilmunya.

Kaidah Penting: 1. sebab masing-masing berbeda jenis dan hukumnya. 8. 6. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW: Tidak boleh mengeluarkan zakat hewan yang kurus/sudah tua. Juga sabda Rasulullah SAW ketika mengutus Muadz ke Yaman: Ambillah zakat biji-bijian dari tanaman biji-bijian. maka zakatnya berupa kambing. Abu Daud dan IbnMajah. Tidak boleh mengeluarkan zakat berdasarkan nilai nominal berupa uang untuk zakat hewan ternak. Jika hewan ternak itu berupa domba (biri-biri). 5. atau memiliki cacat.Nishab Zakat Hewan Ternak 3/3  3. Shahih). Bukhari dalam shahihnya. domba dari domba. diantaranya: pada kambing/domba: setiap 40 sampai 120 ekor zakatnya 1 ekor. Tidak boleh menunaikan zakat berupa hewan ternak yang bunting. Tidak boleh menggabungkan unta kepada sapi atau sapi kepada kambing untuk kemudian diambil zakatnya. jika ia beranak. maka zakatnya berupa biri-biri. maka ditentukan yang terbanyak dan zakatnya berdasarkan hal tersebut. maka pada setiap 100 ekornya dikeluarkan zakatnya 1 ekor. (HR. Jika jumlah kambing/domba tersebut lebih dari itu. Jika hewan ternak itu ada dua jenis menjadi satu. jika ternyata jumlahnya sama (50 %: 50 %). maka zakatnya boleh berupa kambing atau domba. jika jumlahnya lebih dari 200 sampai 300 ekor maka zakatnya 3 ekor. bahwasannya Rasulullah SAW mewajibkan penetapan zakat. 3. kecuali bersama anaknya sekalian. sebab sunnah dari Rasulullah menjelaskan bahwa setiap jenis harta wajib zakat adalah memiliki hukum masing-masing. 4. unta dari unta. kambing dari kambing. 7. 2. jika lebih1 ekor (121 –pent) maka zakatnya 2 ekor. (HR. dan Ibn Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf). Bukhari). Jika hewan ternak itu berupa kambing. (HR. Tidak boleh mengeluarkan zakat berupa hewan ternak yang sakit atau memiliki cacat. Kambing/Domba * 40 ekor = 1 ekor kambing * 121 ekor = 2 ekor kambing * 201 ekor = 3 ekor kambing * 400 ekor = 4 ekor kambing * 100 ekor = 1 ekor kambing Dalil: Hadits ibn Umar. Tidak boleh mengeluarkan zakat kambing/domba. atau yang terbaik kecuali atas keinginan pezakat sendiri. . sapi dari sapi.

maka 1 wasaq = 132 kg.” Sabda Rasulullah SAW. Dalil: Sabda Rasulullah SAW: “Tidak ada perwajiban zakat atas hasil pertanian yang kurang dari 5 wasaq. silakan lihat detail).” HR. atau mata air. yaitu minimal 5 wasaq berat bersihnya. Mencapai nishab. Firman Allah: “Dan tunaikanlah hak zakatnya pada saat ia dipanen. Penunaian zakat pertanian tidak menunggu haul. Pada saat panen panennya. dan dikeringkan. Jadi nishab 5 wasaq = 660 kg (6. maka zakatnya 10 %. Bukhari.176 kg.” (Konversi wasaq menjadi kilogram.Nishab Zakat Pertanian  Nishab zakat untuk pertanian adalah 5 wasaq. Biji dan buah tersebut bisa disimpan (bukan diawetkan –pent).Jika 1 sha‟ = 2. barang tersebut masih sah menjadi miliknya. . dibersihkan. Jadi nishab 5 wasaq = 750 kg (7. maka 1 wasaq = 180 kg.5 kg. 3.Jika 1 sha‟ = 2. Zakatnya dikeluarkan 5 % atau 10 % (Ketentuan 5 atau 10 %.” 2. . Detail wasaq: 1 wasaq = 60 sha‟ (Imam ibn Al-Mundzir menyatakan hal ini sebagai kesepakatan seluruh ulama Islam). dan bersih. Dalilnya adalah hadits: “Tidak ada zakat atas biji-bijian dan buah-buahan sebelum mencapai 5 wasaq. Cara penghitungan atas biji dan buah tersebut sebagaimana yang berlaku di masyarakat adalah dengan ditimbang (di-kilogram-kan). maka 1 wasaq = 150 kg. kering. . akan tetapi secara langsung setelah panen. 5. “Tanaman yang diairi oleh air yang turun dari langit. .5 kwintal). Syarat zakat pertanian bisa ditunaikan: 1.6 kwintal). 4. Jadi nishab 5 wasaq = 900 kg (9 kwintal). lihat detailnya). Berupa biji-bijian atau buah. dan yang melalui irigasi 5 %.Jika 1 sha‟ = 3 kg.

000. 50.250. Maka.(Satu Juta Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)  .-.5 % X Total Nilai Barang).Nishab = Rp.. yaitu 85 gram emas murni (Sebagian ulama menyatakan nishab emas adalah 92 gram). 1. Zakat = (2. 400. (Misalnya: asumsi harga emas murni hari ini adalah Rp. Besar zakatnya adalah 2.9%). nilai nominal barang dagangan saya sudah mencapai nishab!!! b) Mencari besar zakat saya Berapa besar zakat saya? Maka. Teknik penyaluran Jika saya.5 %.000) Z = Rp. 34. Nilai nominal 1 gram emas murni yang berlaku adalah nilai pada saat mencapai nishab.000.000.Maka. 50.5 % X Rp. a) Mencari ukuran minimal nishab Diketahui: Nishab = 85 gram emas murni Nilai Nominal Satuan Nishab = Rp.000 per gramnya 24K/99. 400.Nishab Zakat Perniagaan  Nishab zakat perdagangan adalah sama dengan nishab emas. nishab zakat perdagangan saya adalah: Zakat = (2.000.5 % X Total Nilai Barang). Nilai Nishab adalah: Nishab = 85 gram emas X Rp. hari ini.000.000.Jadi. 400. seorang pedagang. Z = (2. 31 Oktober 2011. memiliki barang perdagangan senilai Rp.000. jika sudah mencapai nishab dan haul.000.

boleh engkau salurkan kepada satu ashnaf atau dua ashnaf atau tiga ashnaf. Sebagai sebuah kewajiban dari Allah.S. dan ibnu sabil. amilin. dan Ibrahim Al-Nukha‟i. fii al-riqab. fii sabilillah. Penyebutan delapan ashnaf hanyalah sekedar informasi dariNya bahwa zakat tidak boleh disalurkan diluar delapan ashnaf yang tersebut di atas. Dan ini adalah pandangan Abu AlAliyah. keduanya berkata: “Jika engkau mau. dan tidak harus dibagikan merata kepada delapan ashnaf. Allah telah menjelaskannya dalam Al-Qur‟an dengan firman-Nya: “Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk para fakir. muallaf.” Diriwayatkan dari Umar. Umar pernah menarik zakat dan menyalurkannya kepada satu ashnaf saja. dari Ibn Abbas.Distribusi Zakat       Adapun tentang pembagian zakat. dia berkata: “Ashnaf manapun yang engkau beri zakat. (Q. .” Dalam riwayat yang sama. gharim. Al-Taubah: 60) Imam Abu Ja‟far Al-Thabari menyatakan: Mayoritas (jumhur) ulama mengatakan bahwasannya tentang pembagian harta zakat kepada mustahiqnya adalah kepada mustahiq manapun dari delapan ashnaf adalah boleh. Sebuah riwayat dengan sanad yang sampai ke Hudzaifah. dan Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Bijaksana. miskin. maka sah sudah zakatmu. Maimun ibn Mihran.

dan keluarga Rasululloh SAW. . keluarga Abdul Muthalib. Orang yang menjadi tanggung jawab para wajib pajak (muzakki) 3. Keluarga Bani Hasyim dan Bani Muthallib (ahlul bait) Keluarga bani hasyim adalah keluarga Ali bin Abi Thalib. keluarga Abbas bin Abdul Muthalib.Orang yang haram menerima zakat 1. 2. Orang kafir dan mulhid (atheis) Secara umum orang kafir tidak berhak memperoleh bagian dari harta zakat. 4. terkecuali apabila ia muallaf Orang kaya dan yang mampu berusaha Seseorang dikatan kaya apabila ia memiliki sejumlah harta yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok bagi diri sendiri dan keluarganya sampai ia mendapatkan harta berikutnya.

5. 2. Harta zakat dibagikan kepada semua mustahik. 3. maka tidak wajib menyamakan pembagiannya antara asnaf yang satu dengan lainnya. tidak satu asnafpun yang boleh dihalangi untuk mendapatkannya apabila ia benar-benar membutuhkannya Apabila diperkirakan semua asnaf ada. pembagiannya tergantung pada jumlah masing-masing asnaf dan kebutuhannya Diperbolehkan memberikan semua harta zakat kepada asnaf tertentu saja jika kenyataan menuntut demikian. baik untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan maupun untuk modal wirausaha. karena memberi kecukupan kepada mereka merupakan tujuan utama zakat Bagi mustahik yang produktif dan punya potensi untuk diberdayakan. Golongan fakir dan miskin merupakan sasaran zakat yang harus diprioritaskan untuk menerima zakat. maka zakat untuk mereka diberikan dalam bentuk bantuan berjangka untuk modal usaha. 4. .Tata Cara Pembagian Zakat 1.

Zakat dalam Perspektif Ekonomi  Zakat. Sebagai alat redistribusi pendapatan dan kekayaan. di samping termasuk ke dalam kategori ibadah mahdlah. . zakat dapat pula dijadikan sebagai instrumen utama kebijakan fiskal. bahwa hingga saat ini belum ada satu negara Islam pun di dunia ini yang menjadikan zakat sebagai instrumen utama kebijakan fiskal. Sebagai instrumen pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dhuafa. Sebagai stabilisator perekonomian. dan 3. 2. dalam perspektif ilmu ekonomi. Meskipun sangat disayangkan. Bahkan.  Paling tidak. juga memiliki dimensi ekonomi. ada 3 fungsi yang dimainkan oleh zakat. yaitu : 1.

9 : 60 tersebut dikemukakan bahwa salah satu golongan yang berhak menerima zakat (mustahik zakat) adalah orang-orang yang bertugas mengurus urusan zakat („amilina „alaiha). untuk mengurus urusan zakat Bani Sulaim[2]. di samping bertugas sebagai da‟i (menjelaskan ajaran Islam secara umum). At-Taubah ayat 103 : „Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. untuk jalan Allah. Dan Allah lagi Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana‟ Juga pada firman Allah SWT dalam QS. dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Rasulullah saw pernah mempekerjakan seorang pemuda dari suku Asad. yang bernama Ibnu Lutaibah. Diambilnya zakat dari muzakki (orang yang memiliki kewajiban berzakat) melalui amil zakat untuk kemudian disalurkan kepada mustahik. Imam Qurthubi[1] ketika menafsirkan ayat tersebut (QS. sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Karena itu. para muallaf yang dibujuk dihatinya. dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka. baik pengambilan maupun pendistribusiannya. menunjukkan kewajiban zakat itu bukanlah semata-mata bersifat amal karitatif (kedermawanan). menghitung dan mencatatkan zakat yang diambilnya dari para muzakki untuk kemudian diberikan kepada yang berhak menerimanya. Yang mengambil dan yang menjemput tersebut adalah para petugas („amil). At-Taubah ayat 60 : „Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. mereka selalu mempunyai petugas khusus yang mengatur masalah zakat. dan mendoalah untuk mereka. .Urgensi Zakat Melalui Lembaga Amil     Pelaksanaan zakat didasarkan pada firman Allah SWT yang terdapat dalam QS. 9 : 103 dijelaskan bahwa zakat itu diambil (dijemput) dari orang-orang yang berkewajiban untuk berzakat (muzakki) untuk kemudian diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya (mustahik). pengurus-pengurus zakat. 9 : 60) menyatakan bahwa „amil itu adalah orang-orang yang ditugaskan (diutus oleh imam / pemerintah) untuk mengambil. Pernah pula mengutus Ali bin Abi Thalib ke Yaman untuk menjadi amil zakat[3]. juga mempunyai tugas khusus menjadi amil zakat[4]. untuk (memerdekakan) budak. Demikian pula yang dilakukan oleh para khulafaur-rasyidin sesudahnya. tetapi juga ia suatu kewajiban yang juga bersifat otoritatif (ijbari)[5]. orang-orang miskin. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui‟. Sedangkan dalam QS. Dalam QS. menuliskan. Muaz bin Jabal pernah diutus Rasulullah saw pergi ke Yaman. orang-orang yang berutang.

terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan umat. Ketiga : Untuk mencapai efisien dan efektifitas. meskipun secara hukum syariah adalah sah. Keempat : Untuk memperlihatkan syiar Islam dalam semangat penyelenggaraan pemerintahan yang islami. akan tetapi di samping akan terabaikannya hal-hal tersebut di atas. akan memiliki beberapa keuntungan.  . apalagi yang memiliki kekuatan hukum formal.Urgensi Zakat Melalui Lembaga Amil Pengelolaan zakat oleh lembaga pengelola zakat. antara lain :  Pertama : Untuk menjamin kepastian dan disiplin pembayar zakat. juga hikmah dan fungsi zakat. serta sasaran yang tepat dalam penggunaan harta zakat menurut skala prioritas yang ada pada suatu tempat. Kedua : untuk menjaga perasaan rendah diri para mustahik zakat apabila berhadapan langsung untuk menerima zakat dari para muzakki. Sebaliknya. akan sulit diwujudkan. jika zakat diserahkan langsung dari muzakki kepada mustahik.

INFAK / SEDEKAH .

Tentang Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasalamdan Ummatnya Merekalah orang-orang yang beriman kepada yang ghaib. Sedekah asal katanya adaalah shadaqa yang artinya „benar‟. dan menginfaqkan sebagian dari rizqi yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka memberikan makanan yang mereka sukainya ke-pada orang-orang miskin. Nonmateri itu seperti bacaan takbir. (Q. shalat dan berinfaq] . dan orang yang ditawan. anak yatim. untuk peminta-minta dan orang yang tidak meminta-minta (Q. kalau infak tidak mengenal nisab dan tidak harus nenunggu masanya sampai satu tahun kepemilikan hartanya itu sebagaimana persyaratan itu ada pada ketentuan zakat.25). Al-Baqarah: 3) Yaitu orang-orang yang menyisihkan sebagian rizqinya untuk hak yang sudah ma'lum. tahmid. Dalam terminologi agama Islam orang yang suka bersedekah itu adalah orang yang pengakuan imannya kepada Allah.S. Perbedaannya dengan zakat.S. Pengertian sedekah sesungguhnya sama dengan pengertian infak.Pengertian Infak / Sedekah        Infaq asal katanya adalah anfaqa yang artinya mengeluarkan sesuatu harta untuk kepentingan sesuatu. AlInsaan: 8) [ Kata kunci: Orang bertaqwa: beriman.S. Jadi orang yang bersedekah adalah orang yang benar. dan tidak terkait dengan nonmateri. sedangkan sedekah meliputi materi dan non materi. Sedangkan menurut istilah syara‟ adalah mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan untuk sesuatu kepentingan karena menuruti perintah ajaran Islam. (Q. Al-Ma'aarij: 24 . tahlil dan sejenisnya. perbedaannya sedekah itu lebih luas dari pada infak. jika infak hanya terkait dengan materi saja. lagi mendirikan shalat.

Keutamaan Infak / Sedekah 1. Tirmidzi. Allah Ta‟ala berfirman: ◦ “Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orangorang yang merugi. dan sebelum melakukan hal-hal ini ia sudah merencanakan untuk bersedekah setelahnya agar „impas‟ tidak ada dosa.” (QS. di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi) ◦ Diampuninya dosa dengan sebab sedekah di sini tentu saja harus disertai taubat atas dosa yang dilakukan. mencuri. seperti korupsi. yang merupakan dosa besar. Al A‟raf: 99) . mengambil harta anak yatim. memakan riba. Sedekah dan menghapus dosa Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda: ◦ “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api. berbuat curang.” (HR. Tidak sebagaimana yang dilakukan sebagian orang yang sengaja bermaksiat. Yang demikian ini tidak dibenarkan karena termasuk dalam merasa aman dari makar Allah.

Kedua.” (HR.” (HR.Keutamaan Infak / Sedekah 2. ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya. Orang yang bersedekah akan mendapatkan naungan di hari akhir ◦ Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan di suatu. dan . yaitu hartanya diberkahi dan dihindarkan dari bahaya. Bukhari) 3. Ini bisa dirasakan oleh indera dan kebiasaan. maka pengurangan tersebut „impas‟ tertutupi pahala yang didapat. Muslim) ◦ Apa yang dimaksud hartanya tidak akan berkurang? Dalam Syarh Shahih Muslim. Maka pengurangan harta menjadi „impas‟ tertutupi oleh berkah yang abstrak. Salah satu jenis manusia yang mendapatkannya adalah: ◦ “Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya. An Nawawi menjelaskan: “Para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud disini mencakup 2 hal: Pertama. yaitu hari akhir. hari yang ketika itu tidak ada naungan lain selain dari Allah. Sedekah bisa memberikan keberkahan kepada harta ◦ Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda: ◦ “Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya. jika secara dzatnya harta tersebut berkurang.

Terdapat pintu surga yang hanya dapat dimasuki oleh orang yang bersedekah “Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah. ia akan dipanggil dari pintu shalat. Al Hadid: 18) 5.” (Qs. Alloh akan melipatgandakan pahala ◦ Allah Ta‟ala berfirman: ◦ “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik lakilaki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik.Keutamakan Infak / Sedekah 4. maka akan dipanggil dari pintu jihad. jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” (HR. Muslim) . kemarilah untuk menuju kenikmatan”. niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka. Bukhari . yang berasal dari kalangan mujahid. maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah. dan bagi mereka pahala yang banyak. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat.

◦ Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda: ◦ “Sedekah adalah bukti. Oleh karena itu shadaqah dinamakan demikian karena merupakan bukti dari Shidqu Imanihi (kebenaran imannya)” 7.” (HR. Muslim ) ◦ An Nawawi menjelaskan: “Yaitu bukti kebenaran imannya. Sedekah dapat membebaskan dari siksa kubur. Sedekah akan menjadi bukti keimanan seseorang.Keutamaan Infak / Sedekah 6. ◦ Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda: ◦ “Sedekah akan memadamkan api siksaan di .

sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli.Keutamaan Infak / Sedekah 8. Tidakkah hati kita terpanggil? . dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. 1208. ◦ Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam memberikan permisalan yang bagus tentang orang yang dermawan dengan orang yang pelit: ◦ “Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi. Bukhari) ◦ Dan hal ini tentu pernah kita buktikan sendiri bukan? Ada rasa senang. Tirmidzi no. Sedangkan orang yang pelit. Orang yang bersedekah merasakan dada yang lapang dan hati yang bahagia. yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah. Orang yang bersedekah.” (HR. ◦ Dan masih banyak lagi dalil-dalil yang mengabarkan tentang manfaat sedekah dan keutamaan orang yang bersedekah. dada yang lapang setelah kita memberikan sedekah kepada orang lain yang membutuhkan.” (HR. ia berkata: “Hasan shahih”) 9. bangga. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedekah dapat mencegah pedagang melakukan maksiat dalam jual-beli ◦ Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda: ◦ “Wahai para pedagang.

WAKAF .

Imam Abu Hanifah mendefinisikan wakaf adalah “menahan suatu benda yang menurut hukum. pertama. berasal dari bahasa Arab al-waqf bentuk masdar (kata benda) dari kata kerja waqafa yang berarti menahan. Ulama Hanabilah mendefinisikan wakaf adalah “menahan asal dan mengalirkan hasilnya”. Karena masuk dalam perincian terkadang menyimpangkan definisi dari dilalahnya (maksud dan tujuan) dan menjauhi dari sasarannya. ada alasan yang mendesak untuk melakukan hal tersebut. dipersyaratkan diawal hak tersebut kepada penerima wakaf . “menahan yang asal dan mengalirkan hasilnya”. Sedangkan ulama malikiyyah mendefinisikan wakaf sebagaimana definisi yang diungkapkan oleh ulama hanafiyyah yaitu “tidak lepasnya kepemilikan bagi si pewakaf. Demikian Ad Dardiir menjelaskan dalam Syarh Al Kabiir. Dalam pengertian istilah. Definisi ini dianggap paling umum dan menjadi definisi pilihan karena Pertama : Bahwa definisi ini adalah penukilan dari hadits Nabi SAW kepada Umar bin Khathab RA. terlepas dari campur tangan wakif atau lainnya. kedua. menghentikan dan berdiam di tempat. tetap milik si wakif dalam rangka mempergunakan manfaat untuk kebajikan”. untuk taqarrub kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala”. seperti mensyaratkan niat mendekatkan diri kepada Allah. tetapi menyerahkan perincian itu dalam pembahasan rukun– rukun dan syarat–syaratnya. mencegah. tapi kemudian yang berkembang adalah istilah waqf dibanding istilah al-habs. kecuali orang-orang Maroko yang masih mengunakan istilah al habs untuk waqf sampai saat ini. Demikian pula Ibnu Qudamah dalam Al Mughni. Kedua : Definisi ini tidak dipertentangkan seperti definisi yang lainnya. hal tersebut diperkuat dengan adanya riwayat hadist yang menggunakan istilah al habs untuk waqf. atau tetapnya kepemilikan wakif atau keluar dari kepemilikannya dan perincian-perincian yang lainnya. terdapat beberapa pendapat ulama. Ketiga : Bahwa definisi ini hanya membatasi pada hakikat wakaf saja. dan tidak mengandung perincian lain yang dapat mencakup definisi yang lain. dan hasilnya disalurkan untuk kebaikan semata-mata.Pengertian Wakaf      Waqaf. Sedangkan ulama syafi'iyyah menyebutkan “wakaf adalah menahan harta yang dapat dimanfaatkan dengan tetap menjaga keutuhan barangnya. Kata al-waqf juga semakna dengan al-habs bentuk masdar dari kata kerja habasa. . dan istilah waqf pada awalnya menggunakan kata “alhabs”. akan tetapi memberikan hak kepada pihak penerima wakaf untuk menjual objek wakaf tersebut dengan dua syarat” .

menyebutkan sebagai berikut: ”Wakaf adalah perbuatan hukum seseorang atau kelompok orang atau badan hukum yang memisahkan sebagian dari benda miliknya dan melembagakannya untuk selama-lamanya guna kepentingan ibadat atau keperluan umum lainnya sesuai dengan ajaran agama Islam”. dan dalam satu riwayat kepemilikan menjadi kepemilikan Allah SWT. Dalam bagian lain beliau mengistiahkan ”Wakaf dalam artian umum dan menurut pengertian realitasnya adalah menempatkan harta dan aset produktif terpisah dari tasharruf (pengelolaan) pemiliknya secara langsung terhadap harta tersebut serta mengkhususkan hasil atau manfaatnya untuk tujuan kebajikan tertentu.  Menurut Hasan Abdullah Amin (1989). secara berulang-ulang untuk suatu tujuan kemaslahatan umum atau khusus”. baik muabbad (untuk selamanya) atau muaqqat (sementara). perbedaan pendapat ulama mengenai tabiat objek wakaf adalah karena perbedaan titik pandang mereka tentang kepemilikan objek wakaf tersebut sehingga hal tersebut mempengaruhi pada definisi yang mereka buat. baik harta tersebut maupun hasilnya. maka wakaf tidak beda dengan hibah manfaat atau sedekah. Ulama Hanafiyah dan Malikiyyah berpendapat bahwa kepemilikan objek wakaf tidak berpindah dari si wakif kepada pihak penerima wakaf (atau penerima amanah wakaf) sehingga dimungkinkan menurut pendapat mereka pencabutan atau penarikan kembali objek wakaf oleh si pewakaf dan ahli warisnya.  . untuk dimanfaatkan. 41 tahun 2004 . Monzer Kahf mendefinisikan dengan bahasa kontemporer ”Wakaf adalah penahan harta. baik yang bersifat perorangan. sosial. Definisi ini juga seperti yang didefinisikan dalam kompilasi hukum islam di Indonesia.Pengertian Wakaf Dr. keagamaan maupun kepentingan umum".  Sedangkan dalam redaksi Undang-Undang Wakaf No. Sedangkan ulama Syafiiyyah dan ulama Hanabilah berpendapat bahwa kepemilikan objek wakaf lepas dari si pewakaf dan berpindah menjadi milik pengguna wakaf tersebut.

Standar baik dan maslahat adalah menurut Al-Qur'an dan Al-Sunnah dengan pemahaman para salafus Shalih ridhwanullahi alaihim ajma'in. dan persenjataan. hewan. peralatan. Bisa dimanfaatkan secara terus-menerus. tanah. Sesuatu yang akan diwakafkan harus memiliki persyaratan sebagai berikut: 1. seperti makanan atau angin. wakaf sama dengan hak guna pakai atau hak guna manfaat -pent). dll. Tidak habis dengan dimanfaatkan. Dan sesuatu yang tidak boleh perjual-belikan secara syari'at. 2.Pengertian Wakaf  Wakaf adalah menahan sesuatu dan mengalirkan manfaatnya (dalam kosa kata Indonesia. Harta wakaf tidak boleh digunakan untuk hal apapun kecuali untuk jalan kebaikan dan maslahat umum. Bisa diperdagangkan. wakaf tidak bisa dilakukan pada barang yang akan habis jika dimanfaatkan. Oleh karena itu. Sesuatu yang bisa diwakafkan seperti: gedung. . dan 3. maka tidak boleh diwakafkan.

tetapi pahalanya mengalir terus. untuk para pengajar dan penuntut ilmu. karena sedekah berupa wakaf tetap terus mengalirkan kebaikan dan maslahat. seperti fakir miskin. atau untuk orang yang berjihad di jalan Allah subhanahu wata‟ala. Allah subhanahu wata‟ala menganjurkan nya dan menjanjikan pahala yang sangat besar bagi yang berwakaf. karena dia menyedekah kan harta yang barangnya tetap utuh. orang yang tidak punya usaha dan pekerjaan. janda. . Menebarkan kebaikan kepada pihak yang memperoleh hasil wakaf dan orang yang membutuhkan bantuan. Merupakan amal kebaikan bagi pewakaf.Keutamaan Wakaf  Syaikh Abdullah Ali Bassam berkata. “Wakaf adalah sedekah yang paling mulia. karena telah meninggal dunia. Pertama. Adapun keutamaannya sebagai berikut. Ke dua. sekali pun pewakaf sudah putus usahanya. anak yatim. atau untuk pembantu dan untuk pelayanan kemaslahatan umum.

“Yang dimaksud dengan sedekah jariyah dalam hadits ini adalah wakaf. Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam bersabda. Ke tiga.” Wakaf sudah dianggap sah dengan salah satu dari tiga cara berikut ini: Pertama. maka terputuslah amalnya kecuali 3 perkara. atau membangun sekolah dan lain sebagainya. ibuku telah meninggal dunia. ketika itu saya tidak berada di sisinya. Wasiat. dia (Sa'ad) tidak berada di sampingnya. Harta yang diwakafkan sebaiknya tercatat dan diketahui oleh seorang saksi atau lebih. “Ketika ibu Sa'ad Bin Ubadah meninggal dunia. Syaikh Ali Bassam berkata. (HR. sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang shalih yang mendo'akannya". Perkataan. hal ini dilakukan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di kemudian hari. lalu dia datang melapor kepada Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam seraya berkata. maka aku wakafkan rumah ini.Hukum Wakaf  Wakaf hukumnya sunnah. berdasarkan hadits berikut ini. “Sesungguhnya aku menjadikan engkau sebagai saksi. misalnya bila aku wafat. Landasan tentang hal ini berdasarkan hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu „anhu. misalnya. bahwa pekarangan yang banyak buahnya ini aku sedekahkan (atas nama) . Abu Hurairah radhiyallahu „anhu berkata. seseorang membangun sebuah masjid kemudian dia izinkan orang lain untuk shalat di situ. Perbuatan. Ke dua. misalnya "aku wakafkan barang ini" atau "aku sedekahkan hasil barang ini" atau ungkapan lain yang semakna. "Ya Rasulullah.Muslim 3084). dia berkata.” Lalu Sa'ad radhiyallahu „anhu berkata. "Apabila manusia meninggal dunia. Apakah bermanfaat kepadanya bila saya bersedekah atas namanya?” Jawab beliau. “Ya tentu (bermanfaat).

tapi jika yang ditahan itu objek yang dalam kurun waktu tertentu akan punah. bahwa jumhur ulama (Malikiyah. Dijawab oleh jumhur ulama bahwa waqaf uang tidak menghilangkan makna menahan dengan ungkapan mereka bahwa dalam setiap objek yang ditahan tentu ada batasannya. maka saat kepunahan itulah batasannya. Syafiyah dan Hanabilah) selain Hanafiyah[1] membolehkan waqaf uang dan menjawab alasan Hanafiyah yang menyatakan bahwa dalam waqaf uang telah hilang makna waqaf yaitu “menahan asalnya” yang memiliki makna berkesinambungan sebagaimana hadits Umar dan Abi Thalhah. Dan ulama Malikiyah menyatakan bolehnya waqaf uang sebagaimana yang diungkap oleh Ibn Rusd Al Jadd dalam Muqoddimahnya.  Berbagai macam pendapat mengenai waqf uang diantaranya adalah.  .Wakaf Tunai (Cash Waqf) Pedebatan boleh atau tidaknya mewakafkan aset bergerak semakin berkembang ketika aset bergerak tersebut berupa uang bukan berupa barang. seperti tanah misalnya. Kajian mengenai wakaf uang atau biasa disebut dengan wakaf tunai ”cash waqf” diperdalam dan dimodifikasi produknya agar sesuai dengan perkembangan laju sistem ekonomi dan keuangan modern. jika objek yang ditahan itu memiliki kelestarian yang berkesinambungan maka itulah batasannya. yang kemudian diperdebatkan masalah kebolehannya secara syariah.

maka kebanyakan ulama membolehkan wakaf uang dan madzhab inilah yang dijadikan landasan oleh ulama kontemporer dan hal itu pula yang dijadikan landasan oleh komisi fatwa Majlis Ulama Indonesia dalam keputusan fatwanya yang membolehkan wakaf uang.)  Dengan alasan di atas.Wakaf Tunai (Cash Waqf) Apa yang diuraikan oleh Imam Bukhari di dalam Shahih-nya meriwayatkan sebuah riwayat dari Az-Zuhri mengenai orang yang memberikan seribu Dinar untuk fisabilillah yang ia berikan kepada anak laki-lakinya yang menjadi pedagang yang berdagang dengan modal uang tersebut serta menjadikan keuntungannya sebagai sedekah untuk orang-orang miskin dan kaum kerabat (Ibnu Hajar Al-'Asqallani¸ FathAl-Bari 'ala Shahih Al-Bukharib.  .

lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai. dan atau diwariskan. kelompok orang. dihibahkan. . 2. 3. Termasuk ke dalam pengertian uang adalah surat-surat berharga. Wakaf uang hukumnya jawaz (boleh) 4. Wakaf Uang (Cash Wakaf/Waqf al-Nuqud) adalah wakaf yang dilakukan seseorang. tidak boleh dijual.Fatwa MUI tentang Wakaf Tunai  Keputusan Komisi Fatwa MUI tanggal 11 Mei 2002 M mengenai wakaf uang (wakaf tunai) adalah sebagai berikut: 1. Wakaf uang hanya boleh disalurkan dan digunakan untuk hal-hal yang dibolehkan secara syar'i 5. Nilai pokok Wakaf Uang harus dijamin kelestariannya.

sosial. . melalui wakaf uang. umat Islam dapat lebih mandiri dalam mengembangkan dunia pendidikan tanpa harus terlalu tergantung pada anggaran pendidikan negara yangmemang semakin lama semakin terbatas. dianjurkan wakaf dinar dan dirham untuk pembangunan sarana dakwah. seseorang yang memiliki dana terbatas sudah bisa mulai memberikan dana wakafnya tanpa harus menunggu menjadi tuan tanah terlebih dahulu. c. b. d.Urgensi Wakaf Tunai  Wakaf Tunai (cash waqf ) sudah dipraktekkan sejak awal abad kedua hijriyah. dan pendidikan umat Islam. Imam az Zuhri (wafat 124 H) salah seorang ulama terkemuka dan peletak dasar tadwin al hadits memfatwakan. aset-aset wakaf yang berupa tanah-tanah kosong bisa mulai dimanfaatkan dengan pembangunan gedung atau diolah untuk lahan pertanian. Adapun caranya adalah dengan menjadikan uang tersebut sebagai modal usaha kemudian menyalurkan keuntungannya sebagai wakaf. Adapun manfaat utama wakaf tunai adalah: a. dana wakaf tunai juga bisa membantu sebagian lembagalembaga pendidikan Islam.

. Termasuk didalamnya. Siapa pun yang hendak berwakaf harus mengetahui dan memenuhi:  1. penjelasan rukun dan syarat wakaf. artinya. Benar-benar pemilik harta yang diwakafkan.Rukun dan Syarat Wakaf Para fuqaha‟ (ahli fikih) telah merumuskan berdasarkan nash-nash umum dalam al-Quran dan as-Sunnah serta hasil ijtihad mereka sebagai jawaban dari berbagai tuntutan situasi dan kondisi yang terus berkembang. Dalam kitab-kitab fikih klasik maupun kontemporer kita temukan bab wakaf yang kandungannya antara lain membahas tata cara berwakaf. dan telah mencapai umur baligh. karena itu syarat seorang wakif adalah:  a. b. ◦ Pada hakikatnya amalan wakaf adalah tabarru‟ (melepaskan hak milik tanpa imbalan). tidak dalam keadaan terpaksa/dipaksa. dalam keadaan sadar. Cakap melakukan tindakan hukum dalam hal ini adalah wakaf. sehat akalnya. Waqif (Orang yang berwakaf).

ikatan. o Benda wakaf dapat dialihkan hanya jika jelas-jelas untuk mashlahat yang lebih besar. o Benda wakaf tersebut dapat dimiliki dan dipindahka kepemilikannya. Hal ini karena sifat wakaf lebih mementingkan manfaat benda tersebut. tidak habis sekali pakai.Rukun dan Syarat Wakaf 2. o Hak milik wakif yang jelas batas-batas kepemilikannya. o Benda wakaf tidak dapat diperjualbelikan. . dihibahkan. atau diwariskan. Syarat-syarat benda yang diwakafkan: o Benda wakaf dapat dimanfaatkan untuk jangka panjang. Mauquf bihi (Benda yang diwakafkan). Selain itu benda wakaf merupakan benda milik yang bebas dari segala pembebanan. o Benda wakaf dapat berupa milik seseorang atau kelompok atau badan hukum. sitaan dan sengketa.

atau diwakafkan untuk kepentingan umum. . Apakah ia mewakafkan hartanya itu untuk menolong keluarganya sendiri. Karena itu. Mauquf ‘alaih (Tujuan/sasaran wakaf). Shighat atau pernyataan harus dinyatakan dengan tegas baik secara lisan atau tulisan. sabilillah. Selanjutnya. Dengan pernyataan wakif itu. menggunakan kata “aku mewakafkan” atau “aku menahan” atau kalimat semakna lainnya. Sebaiknya wakif menentukan tujuan ia mewakafkan harta benda miliknya. Syarat dari tujuan wakaf adalah untuk kebaikan. mendukung. mencari keridhaan Allah swt dan mendekatkan diri kepada-Nya. benda itu menjadi mutlak milik Allah yang dimanfaatkan untuk kepentingan umum yang menjadi tujuan wakaf.Rukun dan Syarat Wakaf 3. disebutkan. Shighat/ikrar adalah pernyataan kehendak dari wakif untuk mewakafkan harta benda miliknya. Yang utama. 4. tujuan wakaf tidak boleh digunakan untuk kepentingan maksiat. maka gugurlah hak wakif. ibnu sabil. Shighat (Ikrar/akad wakaf). Dalam Ensiklopedi Fiqh. untuk fakir miskin. atau membantu. menyerahkan wakaf kepada seseorang yang tidak jelas identitasnya adalah tidak sah. dan atau yang memungkinkan diperuntukkan untuk tujuan maksiat. wakaf diperuntukkan pada kepentingan umum.

d. Nadzir adalah orang atau sekelompok orang dan atau badan hukum yang diserahi tugas oleh waqif (orang yang berwakaf) untuk mengelola wakaf. jujur dan „adalah (bersikap adil) . „aqil (berakal sehat).Rukun dan Syarat Wakaf 5. Nadzir (Pengelola) wakaf. (beragama Islam). Untuk menjadi seorang nadzir. haruslah dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Memiliki sifat amanah. Memiliki kemampuan dan keahlian mengelola wakaf (profesional). baligh (cukup umur). muslim b. c. Mukallaf (memiliki kecakapan bertindak hukum) yaitu.

Mengembangkan wakaf. 4. 5. Membagi hasilnya kepada pihak-pihak yang berhak menerimanya tepat waktu dan tepat sasaran. dalam hasil penelitiannya yang berjudul Istismar Mawarid al-Wakaf menyebutkan sembilan tugas dan kewajiban nadzir wakaf : 1. 3.Kewajiban Nadzir Dr. Idris Khalifah. Ketua Forum Ilmiah di Tethwan Magribi. Menginvestasikan harta wakaf untuk tambahan penghasilannya. Memelihara harta wakaf. 6. 2. Bertanggungjawab atas kerusakan harta wakaf yang disebabkan kelalaiannya dan dengan itu ia boleh diberhentikan dari jabatannya. 9. Membayarkan kewajiban yang timbul dari pengelolaan waqaf dari hasil waqaf itu sendiri. Mempersewakan harta-harta wakaf tidak bergerak. dan tidak membiarkan terlantar sehingga tidak mendatangkan manfaat. 7. Memperbaiki aset wakaf yang rusak sehingga kembali bermanfaat. 8. Melaksanakan syarat dari waqif yang tidak menyalahi hukum syara‟. . seperti bangunan dan tanah.

Jadi. Ijtihad di berbagai negara menyangkut ini. hanya saja tidak ada ketentuan secara jelas dalam hadits maupun dalam praktek para sahabat. nadzir berhak dan diperbolehkan mendapatkan bagian dari hasil harta wakaf yang terkelola baik. bisa didasarkan atas keputusan waqif (orang yang berwaqaf) atau hakim atau disesuaikan dengan situasi dan kondisi kala itu (Muhammad „Ubaid‟ Abdullah AlKubaisi 1977. Tentang besar kecilnya imbalan atau gaji untuk nadzir wakaf. Juli. lembaga pengelola wakaf di sana telah berijtihad bahwa nadzir wakaf bisa menggunakan hasil dari pengelolaan wakaf sampai sebesar 5% atau maksimal 10 % menurut UU Wakaf No. nadzir wakaf dibolehkan atau berhak mendapat bagian dari hasil atau manfaat sesuai dengan batas-batas kewajaran dengan memperhatikan berbagai variabel yang melingkupinya. hal : 216-237).Hak Nadzir  Mengenai haknya. Di Bangladesh. secara umum. para fuqaha sepakat. misalnya. karena situasi dan kondisinya berbeda. satu sama lain tidak sama.41/2004. .

Wakaf Tunai dalam bentuk Pinjaman (Temporary Wakaf Deposits in Loan Basis). 3. Wakaf Tunai dengan tujuan membeli awqaf properties. Mannan : 1. . MA. Wakaf Tunai dalam bentuk Investasi (Temporary Wakaf Deposits in Investment Basis).Jenis-jenis wakaf Tunai Menurut Prof. 2.

Ada beberapa hal menarik dari SMART yang menggabungkan SLTP dan SLTA dalam 5 tahun ini. Ketiga. lokasi sekolah merupakan eks-sekolah Madania Parung. konsep dan sistem pendidikan dirancang sama baiknya dengan sekolah unggulan lain. Dompet Dhuafa Republika (DD) meresmikan sekolah SMART Ekselensia di Parung Bogor. dan disalurkan kepada lebih dari 5 juta orang yang berada di 25 negara. siswanya yang miskin. Kelima. Dana wakaf tunai tersebut kemudian dikelola secara amanah dan profesional. Bahkan di Bosnia.8 miliar dengan dana wakaf. dengan menerbitkan sertifikat wakaf tunai senilai 890 poundsterling per lembar. dipilih dari 18 provinsi. Pertama. pendidikan dilangsungkan dengan cuma-cuma. . Keempat. guru-guru direkrut profesional. Keenam. atau hampir Rp 600 miliar. Aset sekolah ini dibeli DD seharga Rp 6.000 orang melalui program Income Generation Waqf. Kedua. wakaf tunai yang disalurkan Islamic Relief mampu menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 7. DD tetap konsisten pada posisinya sebagai pengelola. Tanggal 29 Juli 2004.Contoh Pemberdayaan Wakaf   Islamic Relief mampu mengumpulkan wakaf tunai setiap tahun tidak kurang dari 30 juta poundsterling.