REFERAT PEMERIKSAAN PSIKIATRI

Pembimbing: Dr. dr. S. Iman Santoso, Sp.KJ, MARS

Disusun oleh: Yossie Faudina Putri 030.05.241

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN JIWA RUMAH SAKIT JIWA Dr. SOEHARTO HEERDJAN PERIODE 23 MEI – 25 JUNI 2011 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI JAKARTA

BAB I PENDAHULUAN

Psikiatri atau ilmu kedokteran jiwa adalah suatu cabang spesialistik di bidang ilmu kedokteran yang mempunyai kedudukan dan sifat yang khusus, dalam arti ilmu ini tidak seluruhnya terletak di bidang ilmu kedokteran fisik, tetapi secara primer mempunyai corak spesifik yaitu mempelajari kesatuan fungsional yang khas pada tiap diri manusia yang disebut kepribadian atau fungsi mental. Psikiatri atau ilmu kedokteran jiwa adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari segala segi kejiwaan dari manusia dalam keadaan sehat maupun sakit dengan tujuan untuk meneliti proses terjadinya, menegakkan diagnosa, merencanakan dan melaksanakan pengelolaan dan pengobatan dari segala macam gangguan dan penyakit jiwa termasuk segala tingkah laku manusia serta bertujuan untuk melakukan pencegahan, diagnosa dini dan pengobatan, serta rehabilitasi dari penderita dengan tujuan untuk meningkatkan taraf kesehatan jiwa manusia. 1 Walaupun psikiatri merupakan cabang dari ilmu kedokteran di mana cara pemeriksaan yang digunakan untuk menegakkan diagnosa berbeda dengan cara pemeriksaan pada ilmu kedokteran fisik pada umumnya karena adanya penekanan pada fungsi mental atau kepribadian tanpa mengacuhkan keadaan kesehatan fisik dalam diri pribadi tersebut, sehingga diagnosa pada pasien psikiatri berbeda dalam beberapa hal dengan diagnosa dari pasien-pasien dengan masalah kesehatan fisik. Diagnosa dalam bidang psikiatri jarang sekali didasarkan pada etiologi melainkan berpedoman pada teori-teori yang berusaha menjelaskan keluhan-keluhan berdasarkan teori dasar dari perilaku-perilaku umum yang diterima oleh masyarakat. Hal ini tentu saja berbeda dengan cara diagnosa dari kedokteran fisik yang menekankan etiologi dari gangguangangguan fisik yang dialami oleh setiap manusia serta tidak adanya patokan-patokan eksternal yang sah dalam diagnosa psikiatri, sedangkan pada kedokteran fisik diagnosa didasarkan pada patokan-patokan yang sah dan telah disepakati bersama oleh komunitas kedokteran di dunia.1 Tujuan dari pemeriksaan psikiatri adalah untuk memperoleh informasi yang dapat digunakan oleh pemeriksa untuk menegakkan diagnosis pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap pasien (autoanamnesis) maupun dengan orang lain yang dekat 2

perkembangan social dan psikologis. rasa hormat. empati. Dengan persiapan diatas maka seorang psikiatri dapat membuat sebuah wawancara yang baik yang dapat digunakan untuk membuat suatu diagnosis secara tepat. maka dokter tersebut haruslah belajar mengenai pengaruh-pengaruh genetika. biologi. Dan untuk menyusun sebuah diagnosis yang baik. perilaku maupun tingkah lakunya di mana semuanya memberikan makna yang penting dalam hal penegakan suatu diagnosis. Seorang psikiatri juga haruslah mampu untuk menyampaikan keprihatinan. Dengan ditegakkannya suatu diagnosis maka seorang dokter dapat membuat suatu perkiraan mengenai prognosis suatu penyakit dan tentu saja menentukan respon dokter tersebut terhadap jenis dan macam pengobatan yang akan diberikan terhadap suatu pasien. dan kemampuan kepada pasien untuk menciptakan suatu hubungan (raport). temperamental.dengan pasien (alloanamnesia) ataupun dengan observasi terhadap keadaan. kepercayaan yang memungkinkan pasien untuk berbicara jujur dan akrab. 3 .2 Untuk mengobati seorang pasien psikiatri secara efektif maka seorang psikiatri harus membuat diagnosis yang akurat dan dapat dipercaya.

paranoid. rasa hormat.1 Wawancara psikiatrik adalah suatu wawancara yang dilakukan oleh seorang dokter dan pasien psikiatik yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi penting untuk menilai kondisi pasien dan membentuk hubungan terapetik antara dokter dan pasien. Beberapa teknik adalah berlaku universal pada semua situasi. misalnya pada seorang psikiatrik yang diantar oleh polisi atau keluarganya. manipulasi lingkungan atau psikoterapi-psikodinamika. dan psikologis.1 WAWANCARA Untuk mengobati seorang pasien psikiatrik. Wawancara ini dapat menjadi sulit karena tidak semua pasien psikiatri secara sukarela mencari pertolongan dokter. 1 4 . pengamatan. dan mengalami disorganisasi yang berat. dan interpretasi yang sangat penting untuk menegakkan diagnosis yang tepat. Wawancara itu sendiri mungkin bervariasi. secara efektif. empati. dan menciptakan suatu rapport dan kepercayaan yang memungkinkan pasien untuk berbicara secara jujur dan akrab. tergantung pada tantangan spesifik yang ditemukan pada tiap-tiap pasien. Dalam wawancara psikiatrik biasanya pasien mengungkapkan hal-hal yang bersifat pribadi dan intim tentang penderitaan dan kehidupannya kepada dokter. maka dokter tersebut haruslah belajar mengenai pengaruh-pengaruh genetika. perkembangan sosial. temperamental. biologi. Dengan demikian maka sebagian besar waktu dokter untuk mendengarkan. Seorang dokter psikiatrik seharusnya mampu untuk menyampaikan keprihatinan. teknik lain terutama dapat diterapkan pada jenis wawancara tertentu. Pasienpasien terentang dari mereka yang pandai berbicara dengan jelas. apakah dengan medikasi. berespon terhadap stimuli internal.2 Dokter psikiatrik harus mengembangkan keterampilan dan teknik wawancara paling efektif yang memungkinkan pasien menggambarkan tanda dan gejala yang secara bersama-sama berperan dalam berbagai sindroma yang kemungkinan dapat dijelaskan dan diobati.BAB II PEMERIKSAAN PSIKIATRIK II. maka seorang dokter psikiatrik harus membuat diagnosis yang akurat dan dapat dipercaya. Dan untuk menyusun sebuah diagnosis yang baik. sehingga keinginan untuk bekerja sama terganggu. dan mudah untuk diikutsertakan sampai mereka yang mengalami gangguan berpikir.

hal ini dikarenakan oleh pasien yang mungkin merasakan bahwa wawancara adalah suatu hal yang menegangkan. Gunakan keluhan utama untuk mengembangkan diagnosis banding sementara 4. Dengan persiapan-persiapan di atas maka seorang dokter psikiatri dapat membuat sebuah wawancara yang baik. Kunjungan yang kedua maupun kunjungan selanjutnya beserta wawancara psikiatrik yang terus menerus juga bervariasi dalam lamanya. Biarkan pasien berbicara dengan cukup bebas untuk mengamati bagaimana kuatnya pikiran berkaitan 7.1 Penatalaksanaan Waktu Untuk sebuah konsultasi awal hendaklah suatu wawancara berkisar antara 30 menit hingga 1 jam. Simpulkan wawancara awal dengan mendapatkan rasa kepercayaan. Ikuti jawaban yang samar-samar atau tak jelas dengan cukup gigih untuk menentukan dengan akurat jawaban atas pertanyaan 6. Tentukan keluhan utama pasien 3. 1 5 . Wawancara dengan pasien psikotik atau pada pasien dengan penyakit medis biasanya singkat. tergantung pada keadaan. yang dapat digunakan untuk membuat suatu diagnosis yang tepat. Gunakan campuran pertanyaan terbuka dan tertutup 8. dan jika mungkin harapan. Tanyakan tentang pikiran atau ide bunuh diri 10. Jangan takut untuk menanyakan tentang topic yang anda atau pasien rasakan sulit atau memalukan 9.1. Berikan pasien kesempatan untuk menanyakan pertanyaan pada akhir wawancara 11. Wawancara yang panjang mungkin diperlukan di ruang gawat darurat.1 1. memperoleh kepercayaan dari pasien.Nancy Anderson dan Donald Black telah menuliskan 11 teknik yang sering pada sebagian besar situasi wawancara psikiatrik. II. Dapatkan rapport seawall mungkin pada wawancara 2. Singkirkan atau masukkan berbagai kemungkinan diagnostic dengan menggunakan pertanyaan yang terpusat dan terperinci 5.

Hal ini berguna untuk menjaga sebuah hubungan yang baik antara pasien dengan seorang dokter. Jika seorang dokter psikiatrik sungguh-sungguh tidak dapat menghindarkan keterlambatan untuk suatu wawancara. Dan jika pasien terlambat atau bahkan absen maka dapat pula ditanyakan penyebab keterlambatannya apakah karena lupa ataupun disebabkan suatu keengganan untuk berkunjung dan berobat ke dokter. mereka menjadi semakin mampu untuk mengungkapkan perincian tentang kehidupan mereka. Jika terdapat beberapa kursi. sehingga tidak ada yang melihat ke bawah untuk melihat lawan bicaranya. pasien datang lebih awal baik beberapa menit maupun jam dan mungkin sangat awal. sebaiknya dokter dapat mengungkapkan penyesalannya. Pada umumnya.Penatalaksanaan waktu perjanjian juga mengungkapkan aspek penting dari kepribadian dan penanganan. maka pintu ruang wawancara harus dibiarkan terbuka. Untuk itu perlu untuk ditanyakan apakah ia telah berpikir mengenai wawancara yang pertama. Pada umumnya setelah wawancara yang pertama. Sebagian besar dokter psikiatrik berpikir bahwa lebih disukai untuk menyusun kursi tanpa adanya perabot lain di antara dokter dan pasien. saat rasa nyaman dan akrab pasien dengan dokter meningkat. Kedua kursi harus kira-kira sama tingginya. tanpa ada sesuatu yang menghalangi gerak dokter menuju pintu. Seringkali. wawancara yang berikutnya memungkinkan seorang pasien untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan informasi yang telah diberikan pada kesalahan pertama. maka dokter psikiatrik menentukan kursinya sendiri dan selanjutnya membiarkan pasien memilih kursi di mana ia akan merasa paling nyaman.1 II.1 Bagi dokter psikiatrik itu sendiri waktu juga merupakan suatu hal yang penting di dalam wawancara.2 Susunan Tempat Duduk Cara kursi disusun di tempat periksa dokter psikiatrik dapat mempengaruhi wawancara.1. dokter psikiatrik harus duduk di tempat yang paling dekat dengan pintu. Dari sini kita menggali suatu kesimpulan apakah pasien sedang mengalami suatu kecemasan ataupun suatu kebutuhan yang mendesak (dalam hal ini dapat dianggap sebagai suatu petunjuk berat ringannya suatu keluhan).1 Jika pasien yang sedang diwawancara adalah seorang yang kira-kira berbahaya. dan 6 .

kekuatan. Tiap-tiap klinisi harus membuat suatu sistem penyimpanan catatan dan memutuskan informasi mana yang akan dicatat.1.1. untuk berjaga-jaga jika terdapat masalah. foto pribadi serta diploma di dinding.4 Membuat Catatan Untuk alasan legalitas dan medis.1 II. perabotan dan tanaman. Sebagai contoh.5 Melakukan Wawancara Situasi Wawancara dilakukan tergantung pada keadaan di mana wawancara dilakukan. bahkan dengan diagnosa yang sama.3 Tempat Periksa Dokter Psikiatrik Seorang dokter psikiatrik tidak boleh tidak dikenal sama sekali oleh pasiennya. keserasian antara warna dinding ruangan. Pasien yang mempunyai diagnosis psikiatrik yang berbeda adalah berbeda dalam kemampuannya untuk berperan serta dalam wawancara dan berbeda dalam tantangan yang diberikannya pada dokter psikiatrik yang melakukan wawancara. tujuan wawancara. kebersihan ruangan. walaupun. Oleh karena itu perlu bagi seorang dokter psikiatrik untuk membangun sebuah image yang baik kepada pasien mengenai kepribadiannya. Tema tertentu yang konsisten seringkali terlihat dalam wawancara dengan pasien tertentu yang mempunyai diagnosis yang sama. 1 II. kelemahan dan diagnosis pasien tertentu.jika diperlukan orang ketiga harus diminta untuk berdiri di luar atau bahkan di dalam ruangan. suatu catatan tertulis yang adekuat tentang tiap-tiap pasien harus dibuat. lukisan. pasien mungkin memerlukan strategi wawancara yang cukup berbeda.1.1 II. Hal ini dapat dibangun antara lain melalui suasana tempat pemeriksaan. Contohnya pada pasien dengan depresi dan kemungkinan bunuh diri tentu saja cara 7 . Catatan pasien juga membantu ingatan dokter psikiatrik mengenai riwayat penyakit dan pengobatan pasien. Hal ini secara tidak langsung menggambarkan sebagian mengenai diri dokter psikiatrik walaupun tidak diungkapkan secara verbal. kerapihan.

penanganannya berbeda dengan pasien yang diduga menderita gangguan afek maniakal ataupun skizofrenia. Alasan lain untuk bersikap spesifik dalam bertanya kepada pasien depresi adalah bahwa pasien mungkin tidak menyadari bahwa gejala tertentu seperti berjalan selama malam atau meningkatnya keluhan somatik adalah berhubungan dengan gangguan depresi. Selain itu. Banyak pasien yang mengalami depresi berat percaya bahwa perasaanya yang sekarang akan terus tidak terbatas dan tidak ada harapan. dokter psikiatrik harus memperjelas bahwa ia memutuskan untuk membantu pasien agar merasa lebih baik. 1 Salah satu aspek yang paling sulit dalam menghadapi pasien depresi adalah mengalami keputusasaannya.3 a. termasuk pertanyaan tentang ide bunuh diri. Dokter psikiatrik harus siap untuk bertanya secara spesifik pada seseorang yang mengalami depresi tentang riwayat dan gejala yang berhubungan dengan depresi. penderitaan dan ketidakmampuannya sehingga memudahkan bagi seorang psikiatri untuk menemukan penyebab apa yang dikeluhkan oleh pasien tersebut. bantuan tersebut tentu dimungkinkan dan pada saat itu dapat dimengerti bahwa pasien tidak percaya bahwa mereka akan ditolong. Pendekatan yang tepat bagi dokter psikiatrik adalah menyatakan bahwa ia merasakan betapa sulitnya perasaan pasien. karena pasien kemungkinan akan merasakan penentraman tersebut sebagai suatu indikasi bahwa dokter psikiatrik tidak mengerti derajat penderitaan yang mereka rasakan. Pasien depresi dan kemungkinan bunuh diri Pasien depresi seringkali tidak mampu untuk bercerita secara spontan dan adekuat mengenai penyakitnya karena faktor-faktor tertentu seperti retardasi psikomotor dan keputusasaan. Dokter psikiatrik harus berhati-hati untuk tidak menentramkan pasien tersebut secara prematur bahwa segala sesuatu akan menjadi baik. Tiap orang yang mengalami 8 . Teknik ini juga membutuhkan kepekaan hati dari seorang psikiatri untuk menyelami hati seorang pasien dan melihat ke dasar hatinya mengenai penderitaan yang dialaminya sehingga kita dapat membangun sebuah hubungan yang baik dengan pasien dengan cara membangun kepercayaan dengan pasien sehingga pasien dapat menceritakan dengan sejujurnya apa yang menjadi bebannya. di mana pasien pada awalnya tidak sukarela.

Tindakan berjaga-jaga lainnya adalah dengan membiarkan pintu ruang wawancara terbuka dan pewawancara duduk diantara pasien dan pintu. sehingga pewawancara mempunyai jalan keluar yang tidak terhalangi jika diperlukan. Ingatlah bahwa kemungkinan bunuh diri adalah sangat penting. Pasien dengan waham Waham dari seorang pasien tidak boleh ditentang secara langsung.depresi berharap secara disadari maupun tidak disadari.1 c. Waham mungkin merupakan pikiran sebagai suatu strategi pertahanan dan perlindungan diri pasien. walaupun maladaptif yaitu untuk melawan ancaman kecemasan. b. Pasien kasar Pasien yang kasar tidak boleh diwawancarai sendirian.1 Menantang suatu waham dengan menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar atau tidak mungkin hanya meningkatkan kecemasan pasien dan seringkali menyebabkan 9 . kekecewaan akan menghilangkan harapan terakhir pasien. Sekurangnya satu orang lainnya harus selalu ada. Di dalam situasi tertentu orang tersebut harus dijaga oleh seorang petugas keamanan atau polisi. Jika pengobatan tersebut ternyata tidak bekerja pada pasien. Dokter harus memperjelas dengan cara yang tegas tetapi tidak dengan dengan kemarahan. bahwa pasien boleh mengatakan atau merasakan sesuatu tetapi tidak bebas untuk bertindak dengan cara kekerasan. bahkan jika tidak tampak resiko bunuh diri. jika melakukan wawancara pada setiap pasien depresi.1 Permasalahan khusus saat mewawancarai pasien yang mengalami depresi adalah kemungkinan untuk bunuh diri. tetapi sebagian besar orang yang mau mengikuti jalur terapetik bahkan jika sebagian dari mereka percaya bahwa tidak ada harapan. penurunan harga diri dan kebingungan. bahwa dokter psikiatrik akan secara ajaib dan segera menyembuhkan mereka. Dokter psikiatrik yang melakukan wawancara harus berhati-hati untuk tidak membuat janji bahwa pengobatan spesifik adalah pemecahannya.

2 Dengan selesainya suatu wawancara dan observasi maka hasil dari pemeriksaan tersebut dapat dituangkan dalam suatu laporan yang disebut laporan psikiatrik. Pemeriksaan psikiatri dan status mental sangat berperan penting dalam hal penegakan diagnosa oleh karena itu kedua bagian ini haruslah dibuat dan dilaporkan dengan sedetail dan seinformatif mungkin agar memudahkan para dokter psikiatri untuk menarik kesimpulan dari hasil pemeriksaan psikiatri serta menyingkirkan diagnosa-diagnosa pembanding sehingga didapatkan suatu diagnosa yang tepat dan dapat pula dilakukan pengobatan ataupun terapi yang tepat agar pasien dapat menjalani lagi kehidupannya dengan lebih baik. 6. 3. Memberikan prognosis. Laporan ini berisi riwayat psikiatrik dan hasil dari pemeriksaan mental dari pasien. Memberikan suatu kumpulan anjuran penatalaksanaan. 5. Tidak dianjurkan untuk berpura-pura mempercayai waham pasien.3 KOMPONEN PEMERIKSAAN PSIKIATRIK 10 .1 II. Dalam penyusunan suatu laporan psikiatrik diperlukan suatu formulasi yang baku yang telah disepakati oleh suatu komunitas kedokteran dunia sehingga memudahkan para dokter psikiatri untuk mencari data dan mengumpulkan informasi yang membantu dokter tersebut untuk dalam menegakkan diagnosis. II.2 FORMULASI LAPORAN PSIKIATRIK Formulasi psikiatrik adalah suatu susunan / rangkaian laporan yang di dalamnya termuat hal-hal yang penting dalam pemeriksaan psikiatri baik dari wawancara maupun observasi terhadap pasien. Penambahan suatu ringkasan tentang temuan positif dan negatif. Laporan ini mengikuti garis besar dari riwayat psikiatrik dan pemeriksaan status mental dasar. 4. tentang pemeriksaan diagnosa lanjutan yang harus dilakukan. Di dalam laporan psikiatrik ini pemeriksa melaporkan hal-hal sebagai berikut : 3 1. 2.pasien yang terancam mempertahankan keyakinannya bahkan secara mati-matian. Memberikan formulasi psikodinamika. Membuat suatu diagnosis multiaksial sementara. Pengungkapan pertanyaan penting.

dari mana pasien berasal. Seperti telah disebutkan diatas bahwa riwayat psikiatrik dengan riwayat yang didapat pada kedokteran umum sedikit berbeda karena yang digali pada riwayat kedokteran psikiatri adalah suatu keadaan yang menceritakan kebiasaan hidup. Seringkali. ataupun dari temanteman pasien. alamat. Memperoleh suatu cerita yang lengkap yang berasal dari pasien dan bila perlu berasal dari sumber-sumber yang informative dan dapat dipercaya adalah amat sangat penting untuk membuat diagnosis yang tepat dan menyusun rencana pengobatan yang efektif dan spesifik. sedangkan riwayat pada kedokteran umum menceritakan mengenai keadaan fisik seorang pasien serta perubahan-perubahan yang terjadi secara fisik pada tubuh pasien yang berhubungan dengan penyakit yang dideritanya. nomor telepon. jenis kelamin. ataupun jika pasien tidak mampu 11 . Keluhan Utama Keluhan utama adalah keluhan yang paling dirasakan oleh pasien yang menyebabkan ia datang atau dibawa untuk mendapatkan pertolongan. dan kemana kemungkinan pasien pergi di masa yang akan datang. Catatan ini memungkinkan seorang psikiater untuk memahami siapa pasiennya. riwayat ini juga mengandung informasi yang tidak hanya diperoleh dari pasien sendiri tetapi juga berasal dari sumber-sumber yang lain. Data identifikasi ini dapat memberikan suatu gambaran sekilas mengenai karakteristik dari pasien yang mempunyai kemungkinan mempengaruhi diagnosis. perawatan dan komplikasinya.1 Riwayat Psikiatri Riwayat psikiatri adalah suatu catatan mengenai kehidupan pasien. b. status pendidikan. pekerjaan dan sumber informasi. Data Identifikasi Di dalam data identifikasi diberikan ringkasan demografi yang ringkas mengenai nama pasien.II. usia. prognosis. Riwayat psikiatrik memberikan gambaran mengenai riwayat karakteristik kepribadian pasien secara individual termasuk di dalamnya adalah kekurangan-kekurangan dan kelebihan-kelebihan dari pasien tersebut. perilaku sehari-hari dari pasien sampai pada keadaan saat dia sakit.1 Berikut adalah keterangan mengenai garis besar dari riwayat psikiatrik : a. seperti orang tua. status perkawinan. pasangan hidup dari pasien. agama. Riwayat adalah suatu cerita kehidupan dari pasien yang diceritakannya kepada psikiater dengan menggunakan bahasa dari pasien sendiri serta berdasarkan sudut pandang dari pasien itu sendiri.3. Keluhan ini biasanya dikatakan dengan kata-kata pasien sendiri.

untuk berbicara dengan baik maka gambaran tentang orang yang memberikan informasi juga harus dimasukkan. Perhatian khusus pada bagian ini harus diberikan pada episode yang menandakan onset dari suatu penyakit. karena episode tersebut sering memberikan suatu data yang penting mengenai peristiwa-peristiwa pencetus. seorang psikiatri seharusnya mendapatkan tinjauan medis mengenai gejala dan mencatat tiap penyakit medis atau bedah dan trauma berat. Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat penyakit dahulu adalah suatu transisi dari riwayat penyakit sekarang dan riwayat pribadi pasien. Di dalam bagian ini diceritakan mengenai perkembangan gejala dari onset penyakit sampai keadaan saat ini. e. jenis pengobatan yang telah diterima. Riwayat Pribadi Dalam rangka untuk mempelajari penyakit pasien sekarang dan situasi kehidupan saat ini. penggunaan obat dan taraf-taraf perubahan dari fungsi yang normal. Mengingat pada riwayat medis. hubungannya dengan kejadian-kejadian dalam hidupnya. kemungkinan-kemungkinan diagnosis dan kemampuan untuk mengatasi penyakit tersebut. Gejala-gejala pada pasien baik adanya suatu inkapasitas. c. d. adanya stresor. seorang psikiater membutuhkan pemahaman yang menyeluruh mengenai masa lalu dari pasien dan hubungannya dengan masalah mental sekarang. tempat perawatan / berobat pasien sebelumnya dan derajat kepatuhan pasien terhadap pengobatan sebelumnya harus dicatat dan digali secara kronologis. Riwayat pribadi terdiri dari saat : 12 . Riwayat Penyakit Sekarang Didalamnya diceritakan secara lengkap mengenai kronologi peristiwa yang menjadi penyebab ataupun memicu keadaan pasien menjadi seperti pada saat ini. Di sini diceritakan keadaan / episode sakit baik dalam hal psikiatri maupun kesehatan umum. khususnya yang memerlukan perawatan di rumah sakit yang dialami oleh pasien. Bagian ini mungkin merupakan bagian dari riwayat psikiatri yang paling penting dan menentukan dalam membuat suatu diagnosis. Disini dicatat setiap perubahan emosi dari setiap periode kehidupan.

dan sebagainya. Perilaku anak tersebut juga harus diperhatikan apakah suka menyiksa hewan. senang belajar . Pada masa ini hal-hal yang perlu diamati adalah mengenai hubungan antara ibu dan anak (interaksi melalui pemberian makanan dan pengajaran ke toilet). obat yang diminum selama kehamilan. tindakan yang menimbulkan bahaya kebakaran. menarik diri. ramah / tidak). lebih gemar bermain sendirian. apakah dia sebagai seorang pemimpin. Hal. berbahasa. perkembangan fisik. ada / tidaknya komplikasi saat lahir dan defek saat bayi lahir. bagaimana proses identifikasi jenis kelamin. fobia. ada / tidaknya gangguan dalam hal tidur dan makan.iii Masa Anak-Anak Pertengahan (usia 3 tahun . overaktif. perilaku yang aneh ada / tidak (membenturkan kepala ke tembok).hal di atas adalah pertanyaan yang harus ditanyakan oleh psikiatri untuk mengetahui riwayat pribadi pasien pada saat kelahiran. pemalu. Hal penting lainnya yang tidak boleh dilupakan adalah bagaimana cara dia bergaul dan membawakan peran dalam pergaulannya. senang bepergian. mimpi malam yang buruk. 13 . dan perkembangan awal baik dalam hal berjalan. Keadaan persalinan juga harus ditanyakan apakah cukup bulan atau tidak.11 tahun) Pada masa ini psikiater dapat memusatkan perhatian pada hal-hal penting antara lain bagaimana cara pemberian hukuman pada pasien di rumah. macam persalinan (spontan atau cesarian). pola tidur.i Riwayat Prenatal dan Perinatal Seorang psikiatri harus memperhitungkan keadaan dan situasi rumah di mana pasien dilahirkan dan apakah pasien adalah anak yang direncanakan dan diinginkan untuk dilahirkan. bagaimana sifat anak tersebut (pemalu. takut-takut. ada / tidaknya pengasuh yang lain selain ibu kandung. khususnya bagaimana pasien pertama kali berpisah dengan ibunya. serta popularitasnya di kalangan teman-teman sepermainannya. ngompol. berbicara.ii Masa Anak-Anak Awal (sejak lahir sampai usia 3 tahun) Periode ini merupakan masa anak-anak awal yang terdiri dari 3 tahun pertama kehidupan pasien. e. e. perkembangan motorik. dan riwayat masturbasi yang harus digali.e. ada tidaknya riwayat sakit dan trauma serta pengalaman tentang sekolah awal dari pasien.

terpaksa. bagaimana aktivitas diluar sekolah (olah raga dan klub). konflik yang berhubungan dengan kerja. Hubungan yang bermakna yang terjalin antara dokter dengan pasiennya juga haruslah ditanyakan. e. Disamping itu perlu juga ditanyakan riwayat pekerjaannya . ketidakteraturan dalam makan dan tidur. keterlibatan hal-hal seksual.e. Pada fase ini anak-anak biasanya mempunyai sosok figur yang diidolainya dan hal ini perlu untuk diketahui oleh dokter. prestasi akademik.v Masa Dewasa a. Riwayat perkawinan dan persahabatan. Psikiatri juga harus menggali perasaan pasien terhadap pekerjaan yang dilakukannya sekarang apakah ia merasa senang.iv Masa Anak-Anak Akhir (pubertas sampai masa remaja) Selama masa ini. frekuensinya serta hubungannya dengan teman sekerjanya. pengalaman bekerja. dan ambisi serta tujuan jangka panjang. dan di dalam aktivitas kelompok bermain. keperluan pelatihan dan persiapannya. jenis kegiatan yang diminatinya. lama ia bekerja. bila ya tanyakan juga alasannya. b. berhubungan seks dan mimpi basah). Riwayat pekerjaan Pada bagian ini seorang psikiatri mendeskripsikan pilihan pekerjaan pasien. ketertarikannya pada lawan jenis dan pengalaman seksual (masturbasi. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada masa ini adalah onset dari pubertas. riwayat penggunaan alkohol dan penggunaan zat psikoaktif serta ada / tidaknya gejala-gejala pada saat puber (mood. Riwayat perkawinan atau hubungan jangka panjang yang dideskripsikan haruslah memberikan 14 . anak-anak cenderung untuk mengembangkan kemandirian dari orang tua mereka (pemisahan diri) yang ditunjukkan dalam hubungan dengan teman sebaya. sah /sesuai dengan hukum adat yang berlaku. bagaimana dia bertengkar dan berargumentasi). jenuh ataupun tidak puas atas pilihan pekrjaannya tersebut. Di dalam bagian ini dokter menggambarkan setiap status pernikahan. apakah pernah pindah kerja.

Aktivitas sosial Dokter psikiatrik haruslah menggambarkan kehidupan sosial pasien dan sifat persahabatan. ketat. Semua hal tersebut perlu digali secara mendalam sebab seringkali memberikan arti yang penting dalam hal pengumpulan data psikiatri dan penyimpulan diagnosis dari suatu pasien. dimulai saat pasien baru menikah sampai keadaan pasien saat ini. Jenis hubungan yang dimiliki pasien bersama teman-temannya. Hal ini diperlukan untuk mengetahui apakah adanya kelainan dari perkembangan seksual pasien sampai pada saat ini.gambaran tentang perkembangan hubungan. Riwayat agama Seorang psikiater juga perlu untuk menggali lebih dalam mengenai latar belakang agama kedua orang tua pasien. d. Banyak riwayat seksual infantil yang tidak diungkapkan pemeriksaan psikiatri yang disebabkan oleh tidak diperhatikannya riwayat tersebut. kualitas hubungan seksnya dan apakah ia puas dengan itu atau terdapat penyimpangan dari perilaku seksualnya. dengan penekanan pada kualitas kedalaman hubungan manusia. Juga perlu ditanyakan riwayat seksual contohnya pertama kali melakukan onani / masturbasi. Riwayat psikoseksual Seorang dokter psikiatri perlu untuk menanyakan riwayat seksual dari pasien. g. pasien sendiri serta bagaimana pelaksanaannya di dalam keluarga. Sikap pasien dan keluarganya tersebut apakah longgar. c. dan apakah terdapat konflik keagamaan antara orang tua pasien dan pasien sendiri dan bagaimana mereka mengatasinya. perawatan keluarga di rumah sakit serta pengobatan anggota keluarga dekat pasien harus dimasukkan ke 15 . apakah memperoleh kepuasan atau tidak. frekuensinya. Riwayat Keluarga Sebuah laporan yang singkat dan jelas mengenai tiap penyakit psikiatrik. karena kesulitan mendapatkan informasi. f. apa kegiatan mereka selama ini dan apakah terdapat saling perhatian diantara mereka.

Di samping itu riwayat keluarga juga harus memberikan gambaran mengenai riwayat psikiatrik.4 PEMERIKSAAN STATUS MENTAL 16 . Pada status mental ini kita melakukan pemeriksaan terhadap koordinat psikiatri / fungsi mental / fungsi kepribadian yaitu kesadaran. Perlu ditanyakan juga ada atau tidaknya riwayat penggunaan alkohol atau zat-zat yang lain ataupun perilaku antisosial yang terdapat dalam keluarga. ibu. apakah mereka mendukung terhadap pengobatan pasien atau tidak. detail sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai pasien dan keadaan kehidupannya serta saat sakitnya. kesehatan umum dan penyakit genetik pada ayah. Untuk melakukannya dan mendapatkan hasil yang optimal diperlukan observasi secara cermat dan menyeluruh mengenai pasien juga tidak dilupakan adalah teknik wawancara yang digunakan untuk menemukan kelainan-kelainan dalam fungsi mental pasien. Perlu juga ditanyakan mengenai sikap keluarga terhadap keadaan sakit pasien. Hal ini akan membantu kita sebagai seorang psikiater untuk memahami seorang pasien sebagai seorang manusia secara utuh baik jasmani maupun fisik.3 II.dalam bagian dari laporan ini juga. siapa yang bekerja dan apakah cukup untuk keluarga. Hal lain yang dapat membantu mengenai pemahaman kita akan keadaan sakit pasien adalah dengan melakukan pemeriksaan mental yang kemudian dicatat dalam status pemeriksaan mental. alam pikiran. Kalau perlu ditanyakan keadaan finansial keluarga. alam perasaan dan perilaku pasien. dan kerabat yang lainnya. Status pemeriksaan mental adalah bagian dari pemeriksaan klinis yang menggambarkan jumlah total observasi pemeriksa dan kesan atau impresi tentang pasien psikiatri saat wawancara. Semua penjelasan singkat tersebut diatas adalah hal-hal mengenai riwayat psikiatri pasien yang perlu ditanyakan secara lengkap.

psikologis (menciut atau berubah) ataupun kesadaran secara sosial (baik atau tidak) dan tingkah laku saat wawancara (terdapatnya tik. hipothym. ekspresi wajahnya. hiper/hipoaktivitas.). tidak ramah. stupor. emosi yang sesaat / jangka pendek. dan mempengaruhi persepsi / perilaku seseorang tentang dunia sekitarnya. tenang. dsb. empati. bingung.1 II. hiperthym. Secara objektif dapat dilihat dari cara berbicaranya.1 Gambaran Umum Adalah gambaran tentang penampilan pasien dan kesan fisik secara keseluruhan yang dicerminkan oleh sikap.II. pakaian. Semua hal diatas haruslah diperhatikan observasi terhadap pasien secara teliti.2 Keadaan afektif dan Hidup Emosi Keadaan afektif didefinisikan sebagai emosi yang menetap. yang tampak pada saat wawancara. nada suaranya apakah euthym.4. dalam / dangkal. dsb. postur perawakan. stereotipi. pengendalian.3 Bicara Bicara adalah gagasan. perasaan yang diekspresikan melalui bahasa. 17 saat wawancara dengan melakukan . echt / unecht. kekanak-kanakan.4. melawan. mannerisme. skala diferensiasi.3 II. kesadarannya baik secara neurologis (compos mentis sampai koma). Pemeriksaan hidup emosi ini didasarkan observasi pada stabilitas. sedangkan secara kualitas adalah dapat dilihat dari isi bicaranya. sikap saat berbicara. tampak sehat atau sakit. Hal lain yang perlu dinilai adalah apakah tampak sesuai usia. berlangsung lama. Hidup emosi adalah respons emosional secara eksternal. apakah memberikan informasi yang banyak atau sedikit. perawatan diri dan dandanan. Secara kuantitas yang dimaksud adalah dari jumlah pembicaraannya apakah pasien banyak atau sedikit pembicaraan yang terjadi khususnya pasien. gerak-gerik tubuhnya.4. Yang dinilai dalam hal bicara ini adalah baik dalam kuantitas maupun kualitatifnya. agitasi. internal. dysthym. pikiran. dan serasi / tidaknya. Bagian ini adalah bagian dari laporan psikiatri yang menggambarkan karakteristik saat pasien berbicara. komunikasi melalui penggunaan kata-kata dan bahasa. tampak dari reaksi yang timbul setelah membicarakan sesuatu hal.

pendengaran.5 Pikiran Pikiran adalah suatu aliran gagasan. Keadaan halusinasi dan onset dari halusinasi terjadi adalah penting karena itu wajib untuk digali dan diketahui oleh para dokter psikiatri yang bersangkutan.Disamping itu juga perlu diperhatikan adanya gangguan dalam berbicara misalnya : disartria. gagap. Disini. gangguan pada afasia . juga dapat diketemukan pula adanya pembicaraan yang tak berujung pangkal atau juga adanya suatu ketidaksinambungan antara jawaban pasien dengan pertanyaan yang diberikan oleh kita sebagai seorang psikiatri.4. contohnya adalah halusinasi dan ilusi. Sedangkan gangguan pada isi pikir adalah terdapatnya preokupasi dan waham. gangguan pada pikiran dibagi menjadi 2 yaitu gangguan proses pikir / bentuk pikir dan gangguan isi pikir. Sedangkan desepsi sensorik adalah gangguan sensorik berupa munculnya persepsi baru dengan atau tanpa objek luar. asosiasi dan symbol yang mengarah pada tujuan. Contoh gangguan pada proses berpikir adalah adanya gangguan dalam hal produktivitas. kontinuitas pikiran dan hendaya berbahasa. hubungan serta perbedaan suatu benda.4 Gangguan persepsi Persepsi adalah daya mengenal kualitas. Gangguan ini dapat berupa distorsi sensorik dan desepsi sensorik. perubahan bentuk / dismegalopsia. melalui proses mengamati. perubahan kualitas.4. Memindahkan stimuli fisik menjadi informasi psikologik. taktil dan penciuman. dimulai dari adanya masalah atau tugas dan mengarah pada kesimpulan yang berorientasi kenyataan serta terjadi dalam urutan yang logis.1 II.1 II. Gangguan ini dapat melibatkan berbagai sistem sensorik dalam tubuh kita antara lain penglihatan. sehiingga stimulus sensoris berada dalam genggamannya. Pasien juga dapat memberikan penjelasan seolah-olah bahwa pikirannya dapat dibaca orang lain. Pada bagian ini pemeriksa dapat menemukan adanya gangguan dalam hal berpikir antara lain terdapatnya waham yang biasanya sering muncul pada orang dengan gangguan jiwa. sepreti disiarkan atau juga disedot sehingga 18 . Bentuk-bentuk distorsi sensorik antara lain terjadi perubahan intensitas.dsb. mengetahui dan mengartikan. pembauan. dypsoprody.

Macam-macam keanehan ini dapat diperoleh oleh psikiatri dengan cara mengadakan wawancara dan melakukan obsevasi dengan baik.6 Orientasi Orientasi adalah kemampuan pasien untuk mengenali dirinya dan keadaan sekitarnya.7 Informasi Umum dan Daya Ingat Informasi umum didapatkan dengan cara menanyakan pasien pertanyanpertanyaan spesifik berdasar topik yang ada sekarang ini. Yaitu kemampuan pasien untuk mengenal waktu sekarang ini.1 19 . kejadian-kejadian aktual.1 Daya ingat yang baru saja dapat diperiksa dengan bertanya pada pasien tentang bagaimana nafsu makan mereka selanjutnya bertanya pada pasien apa yang mereka makan sabagai sarapan atau makan malam pada kemarin malam. Yaitu kemampuan pasien untuk mengenali tempat keberadaan pasien Namun kesemuanya itu bersifat situasional.1 II.4. II.4. Meminta pasien untuk mengulangi enam angka maju dan selanjutnya mundur untuk pemeriksaan daya ingat segera. seperti nama-nama lima presiden terakhir.3 Fungsi daya ingat (memori) biasanya dibagi menjadi empat bidang : ingatan jauh (remote memory). ataupun informasi tentang sejarah atau geografi. daya ingat masa lalu yang belum lama (recent memory). Terdiri dari :1 Orientasi Waktu. Yaitu kemampuan pasien untuk mengenali orang-orang yang ada disekitarnya. Orientasi Tempat.pikirannya menjadi kosong. Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui kemungkinan terjadinya demensia pada pasien. Orientasi terhadap Orang. Untuk mendapatkan informasi umum dari pasien haruslah disesuaikan dengan tingkat pendidikan pasien. dan penyimpanan daya ingat segera (immediate retention and recall).

kapasitas berpikir abstrak dan tilikan dan perkembangan. intelegensia pasien.1 Tilikan adalah derajat kesadaran dan pengertian pasien bahwa mereka sakit.Tilikan dibagi menjadi 6 derajat. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan memberikan contoh pengandaian suatu keadaan .8 Fungsi Intelektual Bagian dari pemeriksaan status mental ini mencari petunjuk fungsi organ organik.3 II.1 II. yaitu:1 20 . Mintalah pada pasien untuk mengingat peristiwa-peristiwa baru yang penting dari beberapa bulan terakhir untuk menilai daya ingat masa lalu yang belum lama. Pasien mungkin menunjukkan penyangkalan penyakitnya sama sekali atau mungkin menunjukkan kesadaran bahwa mereka sakit tetapi melemparkan kesalahan pada orang lain. faktor eksternal atau bahkan faktor organik yang lain.9 Pertimbangan dan Tilikan Selama proses menggali riwayat penyakit. Disini seorang psikiatri dapat melakukan tes dengan cara memberikan pertanyaan yang sederhana dan biasanya berkaitan dengan kehidupan sehari-hari pasien. Sedangkan untuk daya berpikir abstrak maka pasien dapat dinilai dari gambar yang diberikan oleh kita kepada pasien untuk dilukis dan kemudian kita minta pasien untuk menginterpretasikan gambar hasil lukisan tersebut.4. Konsentrasi dan perhatian pada pasien ini juga perlu diuji.mis : “bila di taman ada orang yang pingsan apa yang akan kamu lakukan?” pertanyaan ini akan memancing pendapat dari pasien dan hal inilah yang akan kita nilai. pengetahuan pasien.Daya ingat jauh dapat diperiksa dengan bertanya pada pasien tentang informasi masa kanak-kanak mereka selanjutnya dapat diperjelas. Maksudnya adalah apakah pasien dapat mengerti akibat perilaku atau perbuatannya terhadap orang lain.4. Dapat juga dilakukan tes IQ dengan bantuan psikiatri bila kita curigai adanya gangguan pada perkembangan mental pada pasien tersebut. contohnya dengan menggunakan seven serial tes. gambaran dia berpikir abstrak serta bagaimana kemampuan dia dalam menolong dirinya sendiri. Disini dinilai antara lain daya ingat pasien. dokter psikiatrik harus mampu menilai banyak aspek kemampuan pasien dalam hal pertimbangan sosial.

- tilikan derajat 1 menyangkal bahwa dirinya sakit tilikan derajat 2 Mengakui dan menyangkal bahwa dirinya sakit pada saat yang bersamaan. Juga perlu dilakukan pula pemeriksaan fisik pada pasien untuk mengetahui ada / tidaknya hubungan sakit mental pada pasien dengan sakitnya secara fisik. dll yang dilakukan sesuai dengan indikasi yang diharapkan.2 21 . tes obat-obatan. Tetapi untuk lebih memastikan suatu diagnosis dan menyingkirkan diagnosa pembanding dapat pula dilakukan pemeriksaan laboratorium contohnya : foto roentgen.4. contohnya pada penyakit typhus dapat timbul suatu keadaan yang disebut dengan delirium.10 Reliabilitas Bagian ini adalah bagian terakhir dari status pemeriksaan mental. keadaan ini adalah suatu penurunan kesadaran yang disertai dengan gejala mirip gejala pada penyakit gangguan mental.1 Dari kedua buah laporan diatas kita dapat memperoleh sebagian besar informasi yang kita perlukan untuk memperoleh suatu diagnosa. Karena itu dokter psikiatri harus berhati-hati pada kasus-kasus tertentu yang memungkinkan pasien untuk lebih sering berbohong baik karena malu ataupun tidak ingin keburukannya diketahui orang lain. Bagian ini merupakan penilaian dokter terhadap pada kebenaran dan kejujuran pasien. Bagian ini menyimpulkan kesan dokter psikiatrik terhadap reliabilitas pasien dan kemampuan pasien untuk melaporkan situasi dan keadaannya dengan tepat. - tilikan derajat 3 menyalahkan orang lain/faktor eksternal sebagai penyebab sakitnya - tilikan derajat 4 sadar bahwa sakitnya disebabkan oleh sesuatu yang tidak diketahui dalam dirinya - tilikan derajat 5 sadar bahwa dirinya sakit tetapi tidak bisa menerapkan dalam mengatasinya (tilikan intelektual) - tilikan derajat 6 sadar bahwa dirinya sakit dan sudah bisa menerapkannya sampai kesembuhannya (tilikan emosional sejati) II.

terdiri dari ganguan kepribadian dan retardasi mental. Pemeriksaan fisik umum harus mengikuti format standar yang berlaku.5 PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LANJUTAN II.1 II. tes urine 24 jam untuk intoksikasi logam berat.5. neurologis. tes pemahaman membaca dan menulis.5. masing-masing harus dicantumkan dalam diagnosis. teman atau tetangga oleh pekerja sosial II.1 Status Internus Status internus adalah pemeriksaan fisik secara umum sesuai dengan bidang penyakit dalam untuk mengetahui penyakit-penyakit yang diderita pasien. 22 . tes psikologi proyektif. skizofrenia.3 Wawancara diagnostik lanjutan II. Aksis II.6 DIAGNOSIS Klasifikasi diagnostik dibuat menurut edisi empat “American Psychiatric Association’s Diagnosis dan Statistical Manual of Mental Disorder (DSM-IV)”. terdiri dari semua sindroma klinis (contoh : gangguan suasana perasaan. DSM-IV menggunakan suatu skema klasifikasi multiaksial yang terdiri dari lima aksis.2 Status neurologis Status neurologis adalah pemeriksaan fisik di bidang neurologi. Evaluasi neurologis secara detail. seperti.2 II. elektroensefalogram.4 Wawancara dengan anggota keluarga. tes supresi deksametasone.5 Tes psikologis. gangguan kecemasan umum) dan kondisi lain yang merupakan pusat perhatian klinis.II. scan tomografi computer pencitraan resonansi magnetik.1 1.5.2 II. Aksis I. tes untuk afasia. 2. meliputi sistem-sistem per organ di tubuh mulai dari kepala hingga kaki. atau laboratorium sesuai indikasi.5. tes untuk gangguan medis lainnya.5. umumnya penting pada pasien psikiatrik untuk mengetahui fokal sign yang mungkin dikeluhkan oleh pasien.

berhubungan dengan penilaian global yang ditunjukkan oleh pasien selama wawancara (contoh : fungsi sosial. dan mendesaknya kebutuhan pasien 23 . Jika dianjurkan perawatan di rumah sakit. dan lingkungan pengobatan mana yang tampaknya paling sesuai. Suatu garis besar tentang mekanisme pertahanan utama yang digunakan harus dituliskan. pekerjaan.1 II. Aksis III. dan biologis pasien. dokter harus menyebutkan alasan perawatannya di rumah sakit tersebut. Aksis V. jenis pengobatan atau kombinasi pengobatan mana yang harus diterima pasien. 4. penyakit kardiovaskuler. Sebagai contoh. Aksis IV. dan psikologis): digunakan skala ranking yang berurutan dari 100 (berfungsi superior) sampai 1 (fungsi sangat terganggu).9 ANJURAN-ANJURAN Dalam menyusun rencana pengobatan.8 FORMULASI PSIKODINAMIKA Formulasi psikodinamika adalah suatu ringkasan dari pengaruh psikologis yang diajukan pada masalah yang menyebabkan gangguan pasien. pemeriksa menilai peranan medikasi.3. 5. faktor lingkungan dan kepribadian yang relevan dalam menentukan gejala pasien dan bagaimana pengaruh-pengaruh tersebut telah berinteraksi dengan susunan genetika. II. frekuensi sesi. tingkat dan akibat gangguan. tujuan primer dan sekunder. Faktor prognosis yang baik dan buruk. pengaruh-pengaruh dalam kehidupan pasien yang berperan dalam penyakit sekarang.7 PROGNOSIS Prognosis adalah suatu pendapat tentang kemungkinan perjalanan segera dan di masa datang.1 II.dll). gangguan endokrin). terdiri dari tiap penyakit medis ( contoh : epilepsi. dimaksudkan pada masalah psikologi dan lingkungan ( contoh : perceraian. Tujuan spesifik dari pengobatan harus dicatat. seperti yang telah diketahui dan dituliskan. jenis perawatan yang diindikasikan. kemungkinan lama terapi dan jenis psikoterapi. penyakit gastrointestinal. kematian orang yang dicintai. temperamental. dokter harus mencatat apakah pasien membutuhkan pengobatan psikiatrik pada saat itu dan jika demikian pada masalah dan gejala sasaran mana pengobatan ditunjukkan. pengobatan rawat jalan ataupun rawat inap.

observasi. Dokter harus memperkirakan lamanya pengobatan. pasien (atau orangtua/ penjaganya) harus menandatangani suatu pernyataan bahwa anjuran pengobatan telah ditolak. dan dapat menentukan diagnosis serta pengobatan yang paling tepat kepada pasien. dan kemungkinan lama perawatan rawat inap. Jika baik pasien maupun anggota keluarga tidak mau menerima anjuran pengobatan dan dokter berpikir bahwa penolakan tersebut dapat mempunyai akibat yang serius. Komponen utama dalam melakukan pemeriksaan psikiatri dengan baik adalah dengan melakukan wawancara. dan pemeriksaan status mental secara benar.1 BAB III KESIMPULAN Tujuan dilakukannya pemeriksaan psikiatrik dan status mental dengan baik adalah untuk mendapatkan kepercayaan dari pasien dan keluarganya.untuk dirawat. sehingga dokter dapat mengetahui pasien secara keseluruhan. Hal 24 .

American Psychiatric Association. akan sangat membantu dokter dalam menentukan langkah diagnosis dan terapi yang tepat. yang sesuai dengan penyebab timbulnya penyakit pada pasien. Dengan adanya data yang lengkap. sehingga dokter dapat mengetahui berbagai riwayat kehidupan pasien. Seven edition. fourth edition. sehingga kemungkinan untuk berulangnya penyakit akan semakin kecil. Washington DC. Sadock. Baltimore. William & Wilkins 428 East Preston Street. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder. DAFTAR PUSTAKA 1. Maryland 21202. dan faktor-faktor lain yang berkaitan seperti lingkungan. W. Grebb. psikologis dan sosiobudaya yang tidak hanya tertuju pada obat-obatan saja. Pengobatan yang lengkap meliputi pengobatan fisik. Kaplan. Harold I.USA 1994.ini perlu didukung oleh kemampuan dokter sebagai ahli psikiatri. 2005. Jack A.F Maramis. Surabaya: Penerbit Airlangga University Press. 2. Behavioural Sciences Clinical psychiatry. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. dapat menggali faktor pencetus untuk penyakitnya. Benjamin J : Kaplan and Sadock. 3. Menangani pasien secara holistik dapat memudahkan dokter untuk mendapat gambaran pasien secara keseluruhan. namun juga terapi yang memang dibutuhkan pasien. 25 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful