KURIKULUM SEPAK BOLA INDONESIA
Untuk Usia Dini (U5-U12), Usia Muda (U13-U20) & Senior
Copyright @2012 by Timo Scheunemann

Penyusun Penulis

: Timo Scheunemann : Timo Scheunemann Claudio Reyna DR. Javier Perez DR. Paul Gunadi

Tim Revisi Penerjemah Lay out Penyunting Tata Letak

: Bert Pentury, Emral Abus, Indra Syafri : Gheeto TW dan Timo Scheunemann : Gheeto TW, Timo Scheunemann, Kasmawati : Kasmawati : Kasmawati

Desain Sampul : Gheeto TW Foto : Koleksi Pribadi Matias Ibo

UCAPAN TERIMA KASIH

Pertama dan terutama Puji Syukur kepada Tuhan; sumber kekuatan dan kemampuanku. Beribu ucapan terima kasih saya tujukan kepada banyak pihak yang ikut andil secara langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan Kurikulum Sepak bola Indonesia ini. Bp. Djohar Arifin selaku Ketua PSSI, Bp. Bob Hippy selaku Exco Pembinaan Usia Muda PSSI dan Bp. Arifin Panigoro atas dukungannya. Tom Byer dan Claudio Reyna yang sudah menjembatani perijinan penggunaan sebagian dari US Soccer Curriculum. Bert Pentury, Emral Abus, Indra Syafri dan Wim Rijsbergen untuk masukan-masukannya. DR. Perez, DR. Paul Gunadi, Matias Ibo dan Heru Sugiri untuk sumbangan materinya. Gheeto TW dan Kasmawati Wicaksono yang peran dan bantuannya sangat saya hargai. Isteri saya tercinta Devi dan orang tua serta kakak saya Sven, Rainer, Ralph dan Silke atas dukungan morilnya selama ini. Asisten pelatih saya yang setia Heri serta sahabat James, Rino, Nehemia Wagiyono, dan Paul Richardson. Mentor saya Martin Hagele serta Markus Weidner, Bernd Stroeber, Horst Hrubesch, Inggo Weniger, Stefen Freund dan Ralf Peter dari DFB. Semua pelatih yang pernah melatih dan semua pemain yang turut andil dalam perkembangan saya sebagai pemain dan pelatih sepak bola. Terima kasih.

In Loving Memory : Puji Purnawan (Mantan Punggawa Pra-Olimpiade 1992).

Untuk Bangsaku demi berkumandangnya “Indonesia Raya” di pentas Piala Dunia.

.

1 April 2012 Bob Hippy Ketua Komite Pengembangan Sepak Bola Usia Muda . Target kurikulum sepakbola ini adalah. Terima kasih . Fondasi untuk membentuk timnas senior yang tangguh sudah jelas harus dimulai dengan mempersiapkan pemain sejak usia muda. untuk memberikan panduan bagi para pelatih. Ini dibuktikan dengan adanya kompetisi usia muda dan lahirnya kurikulum untuk pelatihan bagi pemain usia muda .Sambutan Exco Usia Muda Pembinaan sepakbola usia muda Indonesia tengah menjadi perhatian yang serius dan terus menerus ditekuni PSSI untuk mempersiapkan sebuah desain timnas masa depan Indonesia . akan hadir pemain berbakat dan tangguh di Indonesia di masa depan. Kehadiran Akademi Nusantara yang dibangun oleh PSSI dengan kepemimpinan pembaharuan telah mendapatkan porsi yang layak . Maka pola pembinaan pemain usia muda yang seharusnya menjadi tanggung jawab klub telah beralih menjadi “peluang “ dengan hadirnya Akademi Sepakbola Nusantara di Indonesia . Jakarta . Maka diharapkan. Visi dari kurikulum pembinaan usia muda ini juga sekaligus menjadi fondasi dasar untuk pembinaan pelatih dalam melatih pemain usia muda .

mendengar “Indonesia Raya” berkumandang di pentas Piala Dunia! Semoga Tuhan memberkati usaha kita bersama. gelandang FC Barcelona. (1) lebih berkualitas . Bukan untuk kita pribadi atau SSB kita masing-masing namun untuk Indonesia. mempersiapkan latihan secara maksimal dan berinteraksi dengan pemain dengan penuh rasa tanggung jawab. Segala kekurangan yang ada mohon dimaaafkan. Mari kita berlomba menelurkan pemain-pemain yang berbakat dan berkarakter demi kemajuan sepak bola Indonesia. (2) lebih “age specific” atau tepat usia.” Salah satu kelemahan yang paling mendasar dalam pembinaan “grass root” (U5-U12) dan usia muda (U13-U20) di Indonesia adalah fokus SSB yang salah. fokus SSB lebih ke arah menggapai kemenangan daripada membina pemain hingga bisa mencapai potensi maksimalnya. SSB sibuk menggapai prestasi sebagai klub hingga lupa bahwa prestasi sebenarnya adalah pembentukan pemain secara menyeluruh. teknik (bagaimana melakukan sesuatu). “Di La Masia (akademi FC Barcelona) kami tidak ditempa untuk menang namun untuk berkembang. (3) lebih terarah secara baku atau dengan kata lain memiliki standar yang sama.Pendahuluan Xavi. Sudah saatnya kita bersama menyatukan tekad memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Untuk memahami dan melaksanakan pedoman ini diperlukan kesungguhan dan usaha yang maksimal dari anda. Entah dibayar atau bekerja secara suka rela. Salam. Tetap semangat. fisik dan mental (menempa karakter yang positif dan kuat yang begitu penting artinya baik untuk kehidupan sang pemain secara keseluruhan maupun untuk perkembangannya sebagai pemain bola). Kurikulum ini adalah bagian dari langkah-langkah konkret yang dilakukan oleh Badan Usia Muda PSSI. Dengan adanya kurikulum ini harapan kami program latihan di semua SSB di seluruh Indonesia menjadi. seorang pelatih harus mengerti bahwa perannya begitu penting di dalam menempa generasi penerus bangsa. Semoga pada edisi kedua berikutnya dapat lebih mendekati sempurna. Dibutuhkan kemauan untuk belajar serta totalitas dalam melaksanakan profesi anda sebagai seorang pelatih. Berangkat dari pemahaman ini diharapkan anda sebagai seorang pelatih menganggap serius peran anda dan karenanya berusaha untuk terus belajar. saat ditanya soal kehebatan FC Barcelona menjawab demikian. jangan putus asa! Bersama kita bisa meraih keajaiban yang kita idam-idamkan bersama. taktik (pengertian permainan atau pengertian akan mengapa melakukan sesuatu). Timo Scheunemann Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI .

.......................................... A.......................................... Menciptakan suasana dan sarana berlatih yang kondusif bagi perkembangan Pemain ..................................................................... 1.. Pemahaman Istilah-istilah Taktik Menyerang ............ Garis Besar Mengenai Kepelatihan & Persiapan Latihan ....... Pemahaman Istilah-istilah Teknik Menyerang ...... 2.......... Fondasi Program Pembinaan yang Berkualitas .. Faktor Pembina (Pelatih) ................. 1................... C....................... Pemahaman Istilah-istilah Fisik ........................ ii iii iv v vi ix Bab I Prinsip Bermain .. 1............ A................................................................................................................... 2................... Intisari Materi Kepelatihan ............................. J............. 2........................ H.................. Gaya kepelatihan ........ ……… 2...........................Daftar Isi Ucapan Terima kasih ………………....................................................... 59 A.................. Materi Kepelatihan : Istilah Umum .................. Falsafah Program Pembinaan ....................... Materi Kepelatihan : Fisik ..................... E........... Prinsip Bermain bagi Pelatih......................... 1.................................... F.......................................................... Pemahaman Istilah-istilah Teknik Bertahan ....................... Konsep Melatih .............................................................................................. Gaya Permainan: Spesifikasi ................... dan Tim ...................................... 1........................ 2.................. G... Sambutan Ketua Umum PSSI ................................................................................................................ 2.................................. Materi Kepelatihan Situasi Standar (Set Piece) dan Formasi ..................... 59 .......................... I.......................................... Hubungan Latihan dengan Pertandingan ………………………………………............................................................ Fasilitas/Faktor Pendukung ... D............................................. Keterangan Tanda Gambar: .... .................................................................................................. 1................... B.............. Pendahuluan Direktur Pembinan Usia Muda …………………………………………………………………................................................................. Pemain................. Program Pembinaan Rutin ........... Materi Kepelatihan Taktik .................................................................................................. 3...... Kualifikasi Penjaga Gawang ............................................................................................ 1 1 2 4 6 6 7 8 9 10 10 10 11 13 14 14 15 19 20 21 22 23 33 38 39 40 46 47 53 53 55 56 Bab II Bab III Kurikulum Sesuai Kelompok Umur ..................................................................................... Pemahaman Istilah-istilah Taktik Bertahan .................................................... K................................................... 3............................................................................ Mengatur Perkembangan Pemain Berdasarkan Umur dan Tingkatan .......... Penjabaran Situasi Standar ........... Hal-hal yang meningkatkan Kemampuan Tubuh .............................. Materi kepelatihan Jiwa Kebersamaan (Psychososial)/Mental ........................ Daftar Isi ........ B............................ Materi Kepelatihan Teknik .................................… …… C. 1................ Materi Kepelatihan Penjaga Gawang ............... Empat Komponen yang saling melengkapi ……………………………………...................................... Meracik Menu Latihan & Organisasi Latihan ....................................... Gaya Permainan : Garis Besar ........................................ 1..... Sambutan Ketua Komite Pengembangan Sepak Bola Usia Muda…………………………………….

... Frekuensi Materi Latihan Sesuai Kelompok Umur . Pemahaman Dasar Gizi ……………………………………………………………………… 4.... 63 1.......................................................................… 109 109 111 118 135 137 138 140 143 144 146 146 146 148 150 152 157 159 161 Bab VI Teori Melatih Secara Modern ...............................… B. 67 D....... ... 91 1) Struktur Program Latihan ......... 66 C............................. ... 64 3...................... 88 1) Struktur Program Latihan .............................. A... Tingkat Dasar/Foundation Phase (U9-U12 Tahun) ................. pembuatan program latihan serta eksekusi latihan ............. Format latihan Teknik Untuk Dewasa (15 Tahun keatas) ...… …… ........ Tingkat Menengah/Formative Phase (U13-U14 Tahun) ........... 84 1) Struktur Program Latihan ..........……...................................................……................. Format latihan Taktik Untuk Dewasa (15 Tahun keatas) .... Langkah-Langkah Menuju 4-4-2 (sekaligus 4-3-3) …………………………………….. Format Latihan Fisik Untuk Dewasa (15 Tahun keatas) ………………………………....................... 1........ 88 2) Contoh Program Latihan ......... 97 2... 106 Bab V Teori Sepak Bola Modern .......... Pengertian Taktik 4-3-3 ………………………………………………………………………............. 101 2....................... Teori Melatih Fisik……………………………………………………………………………………… 1..............……………....... 3..................................... Frekuensi Latihan Teknik Sesuai Kelompok Umur .......................... Tingkat Pemula/Fun Phase (U5-U8 Tahun)................. Komponen Latihan Fisik ……..................... 81 2) Contoh Program Latihan ............… ........……………………………………… 3) Formasi 3-2 …………………………………………………………………. ......... 84 2) Contoh Program Latihan ................................ 98 G..................... Kurikulum setahun untuk masing-masing kelompok umur............ 65 4................... Teori Melatih Taktik …………………………………………………………………………........................... Teori Melatih Teknik …………………………………………………………… …………... 92 E..................…… C.. Struktur Program Latihan Untuk Masing-masing Tingkatan Kelompok Umur..................... 85 3.............................. D............. 91 2) Contoh Program Latihan .............................................. Prinsip-prinsip Dasar Bermain 4-4-2 Dengan Benar …………………………………….. 96 1................ 82 2... 101 1..................……………………………………………………………… 2...... Frekuensi Latihan Taktik Sesuai Kelompok Umur......................................................................... 81 1............................... Contoh Latihan Taktik Menyerang .............. 5..................................... Pengertian Taktik Lapangan Kecil Sebagai Tahapan Menuju 4-3-3 ………............................…… 4) Formasi 3-1-2-1 ……………………………………………………………………….. 63 2............................................. A..... Frekuensi Latihan Fisik Sesuai Kelompok Umur ................ Frekuensi Latihan Jiwa Kebersamaan (Psychososial)/Mental Sesuai Kelompok Umur.......... 89 4.. Contoh Latihan Teknik Untuk Dewasa 2 (15 Tahun keatas) .......................................... Kiat Praktis Meningkatkan Fisik Pemain ……………………………………………........................ Contoh Latihan Teknik Untuk Dewasa 1 (15 Tahun keatas) ..B......................... 1) Formasi 2-2 …………………………..... C....................... 94 F...................................... Contoh Latihan Taktik Bertahan ...................... Berbagai Cara Mengevaluasi Fisik Secara Obyektif & Praktis …………….......... Tingkat Mahir/Final Youth (U15-U20 Tahun) .......................................... Panduan Khusus Penggunaan Gym (Fitness Studio) …………………………..................................... 103 Bab IV Kesalahan-kesalahan yang umum terjadi di Indonesia dalam hal organisasi latihan........................................................... Prinsip-prinsip Sepak Bola Modern ……………………………………………………………… B.......…………………………………………………………… 2) Formasi 3-1 ……………………………………………................................... 81 1) Struktur Program Latihan ............

............... 2............................ Sepuluh Hal Praktis Menangkal Flu ……………………………………………………........ B. C........... Petunjuk Umum ………………………………………………………………………………... Formulir Data Diri Pemain & Panduan Scouting …………………………………………… C.….......................... Variasi Latihan Teknik Dalam Bentuk Drill dan Permainan Lapangan Kecil …… 179 C...........………… B... Scouting Tim Lawan ……………………………………………………………………………………........... 173 B.. 262 262 266 270 Daftar Pustaka .................. Kiat Praktis Meningkatkan Mental Pemain …………………………………………… 163 163 164 170 Bab VII Berbagai Variasi Latihan Dalam Bentuk Drill dan Permainan Lapangan Kecil……… 173 A............ Variasi Latihan Fisik Dalam Bentuk Drill dan Permainan Lapangan Kecil ..... Scouting Pemain …………………………………………………………………………………………...... Variasi Latihan Taktik Dalam Bentuk Drill dan Permainan Lapangan Kecil …… 198 Bab VIII Mencegah dan Merawat Cedera . Pemahaman Dasar ………………………………………………………………………………......... Pembinaan Mental Pemain …………………………………………………………………… 3.................... . Teori Melatih Mental …………………………………………………………………………………… 1......................……… Bab IX Bab X 199 199 201 220 Pemahaman Dasar Peraturan Pertandingan (Laws of the Game)........ Penangganan Pada Cedera ……………………………………………………………. A. A.........…………................D... 278 . 222 Lampiran …………………………………………………………………………………………………………….

KETERANGAN GAMBAR .

(dengan variasi 4-2-3-1 atau 4-1-2-3 ). Untuk usia dini/grassroot (U5 . 2. 1 . Dilain pihak. Formasi Formasi 4-3-3 dan 4-2-2 Tim di kelompok umur 12 tahun ke atas akan menggunakan formasi 4-3-3.U12) disarankan bermain 4 v 4 dan 7 v 7 sebagai tahapan menuju pemahaman 4-3-3 yang benar. menghindari menggiring bola berlebihan (over dribbling). Posisi spesifik Sebuah tim harus memiliki pertahanan yang terorganisasi. GAYA PERMAINAN . Transisi cepat dan penyelesaian akhir Mendorong semua kelompok umur untuk mengusahakan kecepatan bermain. pemain akan mencari ruang dan melakukan pergerakan untuk mendukung penyerangan walau harus bergerak jauh dari posisi mereka semula. mengusahakan pergerakan yang terorganisasi dan pergerakan cepat tanpa bola serta cepat mencari penyelesaian akhir. Pertandingan Gaya penyerangan Semua tim disarankan untuk menunjukkan gaya bermain yang menyerang yang ditunjukkan saat menguasai bola dan dengan melakukan pergerakan tanpa bola dengan cepat. Tim di usia lanjutan (U15 ke atas) dapat juga menggunakan formasi 4-4-2.GARIS BESAR Elemen kunci untuk pelatih dan pemain yang membentuk gaya permainan 1. menjaga posisi spesifik masingmasing dalam formasi.BAB I PRINSIP BERMAIN A.

Usia dini/grassroot (U5 . GAYA PERMAINAN : SPESIFIKASI Elemen kunci bagi pelatih dan pemain yang menegaskan gaya permaian 1. Semua pemain harus didorong untuk banyak melakukan shooting dari jarak-jarak yang berbeda selama permainan.U12) tidak perlu berlatih ketahanan dan kekuatan karena belum adanya hormon testosterone.4 Bek Semua formasi yang digunakan oleh tim pada pertandingan 11 v 11 harus terus membuat 4 baris bek. Teknik Passing dan receiving (mengumpan dan menerima bola) Passing bola bawah yang dilakukan dengan keras/tegas selagi berhadap-hadapan pada jarak yang bervariasi serta menerima bola yang bergerak dilakukan di semua kelompok umur. 2. Fisik Speed and Agility (Kecepatan dan ketangkasan) Kualitas-kualitas ini akan terkandung dalam pertandingan (game) dan permainan yang menggunakan bola sejak kelompok usia dini/grassroot (U5 . Usia dini/grassroot (U5 . Latihan khusus endurance diharamkan. mampu menangkal cedera dan lebih kompetitif dalam pertandingan. Ball Control and turning (kontrol bola dan berbalik dengan bola) Pemain harus didorong untuk tetap mengontrol bola dan menggunakan teknik gerakan memutar yang berbeda guna bergerak menjauh dari pemain bertahan.U12) mendapatkan daya tahan hanya melalui game/permainan dan latihan teknik. B. 2 . 4 bek menyediakan konsistensi dalam pertahanan dan memberikan ruang bagi bek luar untuk bergerak maju saat menyerang. Ketahanan dan Kekuatan Pemain yang kuat mengembangkan kecepatan mereka dengan lebih cepat. Shooting (melesatkan tembakan) Pemain harus menumbuhkan kemampuan untuk shooting dari jarak yang bervariasi.U12). Endurance (Daya Tahan) Pemain secara individu dan seluruh tim dilatih untuk mampu melakukan pergerakan dengan intensitas tinggi.

Cooperation (Kerjasama) Setiap pemain menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari tim dalam satu unit. Transisi Penyerangan/Pertahanan dan Serangan Balik yang cepat Ketika penguasaan bola hilang. dan harus bekerjasama dengan rekan satu tim untuk meraih sasaran bersama dalam tiap sesi dan permainan. pemain harus segera mungkin melakukan serangan balik. pemain harus bereaksi cepat dan melakukan tekanan untuk mendapatkan bola kembali. Possession and Transition (penguasaan bola dan transisi) Semua tim harus terus menjaga penguasaan bola dengan hanya menggunakan satu/dua sentuhan saja. Ketika bola kembali dikuasai. wasit dan lawan.3. 4. 3 . Pemain harus didorong untuk mendukung dan bergerak sambil berkreasi dalam menentukan arah passing. pelatih. Competitiveness (Menumbuhkan Jiwa Kompetisi) Pemain yang memiliki jiwa kompetisi (spirit pantang menyerah) harus dihargai karena usaha dan fokus mereka. Umpan-umpan pendek dari kaki ke kaki yang sudah menjadi ciri khas sepak bola Indonesia hendaknya dipertahankan dan diperbaiki kualitasnya. Setelah permainan penguasaan bola berjalan dengan baik tim harus belajar bagaimana mengumpan bola dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya dengan mulus dan efektif. Taktik Bermain dari belakang Semua tim harus merasa nyaman bermain bola semenjak dari belakang melewati lapangan tengah dan dari sana menuju bagian akhir lapangan. sebagaimana untuk seluruh musim kompetisi. Jiwa Kebersamaan (Psychososial)/Mental Respect and Discipline (respek dan disiplin) Pemain harus beradaptasi pada aturan di dalam tim dan menghargai rekan satu tim.

Pemain didorong untuk mengambil resiko dalam sesi latihan guna mengembangkan kecepatan bermain. Pemahaman dan kewaspadaan : Semua pemain. Sentuhan pertama : Pastikan sentuhan pertama dilakukan secara terkontrol tanpa menghentikan bola. pemain dan tim 1. dua atau tiga sentuhan : Meminimalkan jumlah sentuhan menambah kecepatan permainan. Mengambil resiko : Sepak bola adalah olah raga yang memungkinkan terjadinya banyak kesalahan. dengan bobot yang tepat. Sentuhlah bola menjauh dari tekanan dan arahkan ke daerah yang bebas. Bermainlah dengan sederhana : jangan paksakan situasi. Shooting : Selalu perhatikan gawang lawan. terlalu banyak menggiring bola. Berlatih dengan lawan dan kompetisi dengan sistim reward and punishment (pemberian penghargaan dan hukuman) dalam sesi latihan harus dilakukan untuk menumbuhkan jiwa kompetisi dalam diri pemain.C. sembarangan dengan bola. Akurasi dan kualitas passing : Passing harus keras dan akurat. 4 . dengan atau tanpa bola harus terus menerus mengamati lapangan. Pelatih Permainan penguasaan bola (possession) dan permainan lapangan lebih kecil (small sided games) dengan lebih sedikit pemain sangat baik untuk menumbuhkan pengertian taktis sekaligus mengasah kemampuan teknis pemain. Singkat tetapi intensif dalam setiap bagian latihan. Pemain Maksimal satu. 2. Semua pemain didorong untuk melesatkan tembakan. Tetap menjaga bola di tanah : Bola yang dimainkan mendatar di atas tanah akan lebih mudah dikontrol dan dapat didistribusikan dengan lebih efektif dan cepat oleh tim. Beri waktu untuk istirahat lalu pacu kinerja mereka saat latihan sehingga memaksimalkan hasil latihan. Kesalahan-kesalahan adalah bagian dari permainan dan proses belajar. PRINSIP BERMAIN (PRINSIPLES OF PLAY) Untuk pelatih. kawan dan lawan. Permainan yang memiliki intensitas tinggi didasari oleh kecepatan dan ketangkasan. Transisi individu : Pemain harus bereaksi dengan cepat ketika penguasaan bola berganti dari penyerangan ke pertahanan dan sebaliknya. Situasi 1 v 1 : Bentuk determinasi pemain untuk secepatnya menguasai bola kembali saat bertahan dan bermain sederhana saat menyerang dangan cara menyentuh bola ke samping dengan cepat guna melewati lawan. atau memilih opsi yang sulit.

3. Melakukan tekanan sebagai satu unit : Melakukan gerakan menekan yang terorganisasi dengan rapi (menekan secara bersama-sama) sehingga memaksa lawan melakukan kesalahan. Beberapa pemain harus dipersiapkan sebagai pemimpin rekan-rekannya dilapangan. Arah permainan : Permainan mengalir dalam 2 arah (bertahan dan menyerang). Perpindahan (Transisi) : Upayakan perpindahan dengan mengurangi jumlah operan yang dibutuhkan untuk mendekati area target atau gawang lawan. Miliki inisiatif selama permainan : Situasi sulit bisa terjadi kapan saja. Selalu tekankan prinsip sederhana namun penting ini dalam semua latihan yang dilakukan. ke kiri. Ciptakan situasi menang jumlah : Sepak bola adalah permainan yang mengandalkan jumlah pemain. Aliran bola : Bola harus mengalir dari dalam ke luar. ke kanan dan kedepan/belakang. Prinsip segitiga dan pilihan arah passing : Pemain yang menguasai bola harus terus menerus menerima dukungan dan setidaknya memiliki 2 pilihan untuk melakukan passing. Saat menyerang diupayakan untuk menang jumlah sedangkan bertahan untuk minimal tidak kalah jumlah. sedangkan saat bertahan (tanpa bola) menciptakan situasi 2 v 1 (menang jumlah). Saat usia dini/grassroot (U5-U12) ajarkan pemain membentuk ketupat saat menyerang guna menciptakan 3 opsi mengumpan. Tim Semua pemain bertahan dan semua pemain menyerang : Semua pemain harus terlibat dalam permainan sebagai satu unit. Kecepatan permainan : Pergerakan cepat bola (saat menyerang). 5 . dari luar ke dalam sisi permainan. Pergerakan tanpa bola : Cari ruang terbaik yang tersedia untuk memberikan pilihan arah untuk mengumpan bagi pemain yang sedang menguasai bola. Tim harus mampu beradaptasi saat terjadi situasi yang berbeda/tidak terencana. Bola lebih mudah dikuasai di sisi luar lapangan karena sisi dalam lapangan tekanan lawan lebih besar (tentu saja hal ini bisa berubah tergantung situasi).

FONDASI PROGRAM PEMBINAAN YANG BERKUALITAS 6 .BAB II KONSEP MELATIH A.

bentuklah sebuah asosiasi SSB di daerah anda atau bergabunglah secara gratis dengan asosiasi SSB Pusat (ASSBI). Jumlah Pemain Atau Grup Yang Dibatasi Peserta latihan yang terlalu banyak tidak efektif dan sulit untuk diawasi secara individu. Pengetahuan Gizi Orang tua dan pemain memiliki pengetahuan akan gizi dan disiplin dalam mengkonsumsi makanan dan minuman yang membantu perkembangan fisik pemain.ssbindonesia. Banyak Bola! Penting tersedia satu bola untuk setiap pemain. Prinsip kunci adalah bertindaklah secara pro aktif. Biarkan pemain berkembang dengan nyaman. Jika di desa Anda hanya ada lapangan kecil. Dukungan penuh tidak berarti tekanan.1. Pemain berusia 12 tahun keatas harus bermain di lapangan besar sesuai standar FIFA.com. Lihat di www. Liga Dan Turnamen Yang Tertata Rapi Liga dan turnamen SSB dalam lingkup PENGCAB (Pengurus Cabang) perlu dilaksanakan sesering mungkin. Kostum dan Rompi Kostum dan rompi latihan beragam warna harus tersedia guna efisiensi latihan. Cones Sediakan cones beragam warna guna efisiensi latihan. Agar tidak tergantung pada PENCAB. U10 atau U8. Fasilitas & Faktor Pendukung Lapangan Yang Memadai Lapangan paling tidak harus rata (berdebu tidak masalah asal rata). didukung tapi tidak ditekan. 7 . gawang-gawang pendek untuk rintangan serta tiang-tiang plastik. Dukungan Penuh Orang Tua Kegiatan anak harus diketahui dan direstui oleh orang tua masing-masing. dan bermainlah 5 v 5 atau 7 v 7. bentuklah tim U12. beberapa barbel (2-5 kg). 2-4 gawang kecil. Peralatan Bantu Lainnya Tersedia pula tangga koordinasi.

sekolah harus diutamakan oleh pemain. bisa menjaga emosi. Motivator Bukan pencela atau pemaki. Kuantitas Pembina yang berkualitas harus banyak. jeli dalam melakukan pembenaran pada pemain.  Kompeten : Memiliki kemampuan yang memadai untuk duduk di dalam posisi pelatih. Sebagai sorang pemimpin pelatih harus :  Menjadi Contoh Hidup : Teladan dalam perkataan dan tingkah laku.  Mampu menjadi Pengatur / Penengah Hubungan antar manusia : Terutama dibutuhkan saat terjadi perselisihan atau ketegangan antar pemain. Berjiwa Pemimpin Kualitas pelatih sebagai pemimpin sangat berpengaruh pada respek pemain pada pelatih. Dengan kata lain. mutlak perlu mengadakan kursus-kursus dan seminar kepelatihan. seorang pemain adalah seorang murid sekolah. Jangan sekadar menuntut pemain berprestasi. Penempatan posisi. Mengutamakan Pendidikan Formal Perlu memahami konsep “Student athlete”. tidak melakukan pencurian umur.2.  Peduli pada pemain : Tunjukkan kepedulian kepada para pemain. Teladan Seorang pelatih mutlak harus menjadi teladan baik dalam perkataan dan tingkah laku : tidak suka omong kotor. dll. seperti masalah pendidikan atau kesehatan pemain. Karakter atau Mental. PSSI Pusat dan pengurus propinsi. 8 . Baik di dalam tim sendiri maupun dengan tim lawan . Sering/banyak ikut pelatihan atau seminar lebih baik. mau belajar (melalui buku. Visi. Yang diperhatikan adalah : Teknik. Karakter perlu diperhatikan karena karakter adalah faktor penentu kesuksesan pemain itu sendiri sekaligus berpengaruh pada kebersamaan tim. Coach Bert Pentury saat ini tengah melakukan tour ke semua provinsi guna melatih pelatih khusus usia dini/grassroot (U5 . CI PELATIH YANG BERKUALITAS Dapat Mengelompokkan Kualitas Masing-Masing Pemain Pelatih sangat bergantung kepada pemain. Speed dengan bola. dll). Memiliki semangat. baru kemudian menjadi atlit. Speed tanpa bola.U12). Kenali dan selalu tunjukkan kepedulian anda pada pemain. Faktor Pembina (Pelatih) Kualitas    Standar sertifikasi D dan C. internet. pelatih dan orang tua. Pelatih harus bisa melihat potensi pemain misalnya dengan latihan atau pergantian posisi. tepat waktu. Sering dan terus menerus memberikan semangat dengan perkataan dan bahasa tubuh yang positif.

perfect practice makes perfect” (latihan saja tidak menghasilkan kematangan.  Metodis : Memiliki metode latihan yang tertata rapi dan berjenjang. Merencanakan latihan anda bisa mengetahui perlengkapan apa saja yang dibutuhkan sehingga latihan bisa berjalan dengan efektif. 3.  Taktik hari pertandingan. Pelatih harus mampu/ahli dalam menyusun program latihan Buatlah program latihan yang :  Realistis : Sesuai kebutuhan saat pertandingan. Teknik. free kick.  Tematis : Memiliki tema atau tujuan yang dipersiapkan. saling berhubungan antara latihan yang satu dan yang lainnya sehingga menghasilkan keutuhan latihan yang baik. tema latihan terlihat jelas lewat variasi-variasi latihan yang dipilih. . Pemahaman mendasar mengenai taktik yang wajib dimiliki oleh seorang pelatih adalah :  Taktik bertahan . Pengertian permainan saat bertahan sebagai individu/grup/tim. bukan sembarangan membuat program latihan. tendangan penjuru dan goal kick. bukan pilih-pilih. Lemparan ke dalam. Program Pembinaan Sehari-Hari/Rutin Program pembinaan yang rutin dilakukan harus mencakup dan sesuai dengan falsafah program pembinaan sepak bola modern yang di jabarkan dalam halaman berikut. sepak bola juga sangat ditentukan oleh taktik.  Mencakup semua aspek : Fisik. Pengetahuan Taktik Selain masalah teknik. pergantian pemain dan arahan spesifik sesuai kelebihan/kelemahan lawan pada saat bertanding. baik secara umum maupun dalam bidang kepelatihan.  Terencana (Tertulis) : Untuk dokumentasi dan supaya dapat dikoreksi dari waktu ke waktu. Pujilah pemain tanpa pandang bulu. Dari awal hingga akhir latihan. Konsisten : Tegakkan peraturan dan hukum. ”Practice doesn’t makes perfect. Penentuan tipe pemain dan formasi yang dipilih. Pengertian permainan saat menyerang sebagai individu / grup/tim. Fair (sifat adil) : Pelatih tidak pilih kasih kepada anak-anak didiknya.  Sesuai prinsip “Benang Merah “ : Masing-masing sesi latihan saling berkaitan.  Maka perlu untuk terus menerus belajar menambah pengetahuan. Taktik. Setali tiga uang dengan prinsip ini adalah kemampuan pelatih untuk selalu menegakkan peraturan tanpa berubah sejalan dengan waktu. Membuat program yang tematis dikhususkan bagi usia 15 tahun ke atas dan dewasa.  Variatif : Memiliki kreativitas latihan yang beragam dan tidak membosankan. Mental dan Karakter. melihat potensi terbaik berdasarkan kemampuan.  Taktik menyerang . tetapi latihan yang matang membuat kematangan) 9 .  Situasi standar.

seorang pemain tengah tentu memiliki teknik dan keahlian yang berbeda dengan seorang pemain di posisi bek luar. mampu beradaptasi dalam situasi yang berganti-ganti dalam pertandingan-pertandingan yang dihadapi. teknik. 10 . Empat Komponen Yang Saling Melengkapi Fisik Pemain yang kuat dan ulet akan memberikan keuntungan yang besar untuk tim. Tujuannya adalah untuk menghasilkan pemain yang cerdas. fisik dan jiwa kebersamaan (Psychososial)/Mental dalam diri pemain. Hubungan Latihan Dengan Pertandingan Tujuan dari sesi latihan adalah untuk mempersiapkan pemain untuk kompetisi. Pertandingan memperlihatkan perkembangan taktik. 2. Sebaliknya seorang pemain yang kelelahan harus berjuang sangat berat untuk menjaga konsentrasinya dan cenderung melakukan banyak kesalahan.B. Teknik Semua pemain di dalam tim diharuskan memiliki kemampuan individu yang sesuai dengan posisi masing-masing. FALSAFAH PROGRAM PEMBINAAN Pengertian inti metode melatih 1. Taktik Bagian ini menolong pemain agar menyatu dengan tim. Sebagai contoh.

Formasi 7.Situasi Standar) 6. Pelatih harus bisa melatih pemain untuk menggunakan emosi-emosi ini untuk keuntungan mereka dan mengarahkan emosi mereka menjadi sebuah kekuatan dan bukan kelemahan bagi mereka. Titik lemah terbesar pemain kita selain kualitas umpan dan kecepatan dalam bermain adalah mental dan pengertian taktik. Jiwa kebersamaan (Psychososial)/Mental 5. Teknik 3. Set piece (gerakan dan alur bola yang direncanakan . Taktik 4. Penjaga Gawang 11 . Fisik 2.Jiwa Kebersamaan (Psychososial)/Mental Manusia sering dipengaruhi oleh emosinya. Intisari Materi Kepelatihan Area Pengembangan saat berlatih sepak bola Materi Kepelatihan 1. Titik lemah pemain = Titik lemah pelatih! C.

12 .

Contoh : Perpindahan bola dengan cepat dari satu sisi lapangan ke sisi lain.D. Contoh : 4-4-2 dengan bentuk seperti berlian di tengah sehingga memungkinkan pemain bek sayap bergerak naik ke area yang lebih luas didepannya. Taktik Aksi individu atau bersama-sama yang ditunjukkan oleh pemain atau sekelompok pemain untuk mengambil kesempatan dari seorang pemain lawan atau sekelompok pemain lawan atau tim lawan secara keseluruhan. tengah dan penyerangan. 3 pemain tengah (midfielders) dan 3 penyerang (strikers). Penjelasan : Sebuah Sistim adalah kombinasi formasi dan strategi. Strategi Sebuah pemahaman atau ide yang disepakati bersama oleh seluruh anggota tim sejak awal pertandingan dengan tujuan mengalahkan lawan. MATERI KEPELATIHAN : ISTILAH UMUM Definisi untuk Istilah-istilah khusus dalam Sepak Bola 1. 4. Penjelasan : Sebuah taktik adalah alat untuk membangun strategi. 13 . Contoh : Strategi pertahanan . 3. Contoh : 4-3-3. berarti ada 4 pemain bertahan (defenders). Penjelasan : Ini biasanya ditulis dalam tiga angka yang mengidentifikasi pemain di posisi pertahanan. Penjelasan : Strategi berhubungan dengan formasi tim dan juga sistim yang digunakan oleh tim. Formasi Pengaturan posisi pemain dan pembagian tugas pada masing-masing pemain di lapangan yang diatur sejak awal pertandingan. Diharapkan dengan cara demikian bola bisa direbut kembali di area pertahanan lawan. Sistem Sebuah formasi yang secara khusus menyorot pada bentuk dan atau peran untuk satu atau beberapa pemain. 2.tiga striker maju guna melakukan tekanan dan pemain gelandang tengah mendekati lawan di area tengah untuk menghalangi mereka berbalik.

E. Hal-hal yang Meningkatkan Kemampuan Tubuh 1) Kekuatan    Daya Tahan Kekuatan/Power Daya Eksplosifitas Kekuatan Maksimal 2) Daya Tahan     Kemampuan Gerak Tubuh (Aerobic Capacity) Kekuatan Gerak Tubuh (Aerobic Power) Tenaga yang Dihasilkan Otot dengan laktat (Anaerobic Lactic) Tenaga yang dihasilkan Otot tanpa Laktat (Anaerobic Alactic) 3) Kecepatan      Reaksi Kemampuan Akselerasi (Acceleration) Kecepatan Maksimal Daya tahan tubuh mempertahankan kecepatan Kemampuan merubah arah lari dengan cepat (Acyclic Speed) 4) 5) 6) 7) Kelenturan & Mobilitas Otot Koordinasi & Kelincahan Kemampuan Motorik Dasar Daya Tanggap & Kewaspadaan (Awareness) 14 . MATERI KEPELATIHAN : FISIK 1.

Penjelasan : Ini adalah sebuah latihan dengan persediaan oksigen yang cukup namun juga membutuhkan sumber energi lain. Contoh : Tergantung pada usia dan tingkat kemampuan pemain. Penjelasan : Ini adalah sebuah aktivitas latihan dengan oksigen yang cukup sehingga tidak menyebabkan gangguan tertentu pada tubuh.2. Kekuatan Gerak Tubuh (Aerobic Power) Kemampuan untuk menggabungkan antara kemampuan aerobic dan sistim energi anaerobic di dalam jangka waktu lama dengan tujuan untuk memperoleh performa terbaik dalam aktivitas fisik yang dinamis. Pengertian aerobic itu sendiri adalah: Tenaga yang dihasilkan otot dengan bantuan oksigen. latihan yang bersifat aerobic terjadi secara terus menerus dan dinamis dalam kurun waktu 4 hingga 6 menit dan menggunakan sekitar 85% fungsi kerja maksimal jantung. Contoh : Tergantung dari usia dan tingkat kemampuan pemain. Daya Tahan Kekuatan/Power Kemampuan untuk memelihara gerakan sentak otot di dalam intensitas dan beban tinggi dalam kurun waktu yang lama. Jika sumber energi lain tidak tersedia. Kekuatan Maksimal Kemampuan otot melakukan gerak yang maksimal dengan beban dalam kurun waktu pendek. Semakin lama jangka waktu latihan. Kemampuan Gerak Tubuh (Aerobic Capacity) Kemampuan untuk melakukan aktivitas gerak tubuh secara aerobic. 15 . Pemaham Istilah-Istilah Fisik Hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan tubuh 1) Kekuatan Kemampuan otot melakukan gerakan tiba-tiba dengan intensitas yang tinggi dan dengan beban yang bervariasi. Dengan Cepat Menghasilkan Kekuatan Tubuh Yang Besar ( Daya Eksplosifitas ) Kemampuan untuk mengendalikan gerakan sentak otot di dalam intensitas dan beban tinggi dalam kurun waktu sependek mungkin (secepat mungkin). kondisi ini terjadi pada kurun waktu 2 sampai 3 menit dan menggunakan lebih dari 85 % fungsi kerja maksimal jantung. Artinya karena adanya keseimbangan antara produksi energi tubuh dan energi yang digunakan oleh tubuh pemain bisa melakukan latihan tanpa halangan. 2) Daya Tahan ( Endurance ) Kemampuan tubuh untuk melakukan aktifitas fisik dengan intensitas tertentu dan dalam kurun waktu tertentu. akan mengakibatkan gangguan dan pengurangan kekuatan pada tubuh. semakin dominan fungsi oksigen.

Untuk alasan inilah. anaerobic adalah tenaga yang dihasilkan otot tanpa oksigen dan laktat terbentuk. Kondisi ini dapat terjadi misalnya saat berlari cepat dalam kurun waktu lama. bersepeda atau renang santai termasuk olah raga ringan. ketahanan pemain dalam mentolerir asam laktat yang terbentuk di dalam tubuh menjadi sangat penting. Penjelasan : Ketika intensitas latihan terlalu tinggi dan dalam waktu yang lama. melakukan sprint selama 45 detik adalah contoh aktifitas pengerakan otot tanpa oksigen yang menyebabkan terbentuknya asam laktat. lalu c. Keterangan Tambahan Sistem yang dilakukan tubuh kita saat berolah raga ada 3 tahapan. tingkat aktivitas fisik sewaktu-waktu perlu dikurangi dengan tujuan untuk mendaur ulang asam laktat dan mendorong terjadinya performa tingkat tinggi. sistem energi tubuh yang menggunakan oksigen (aerobic) tidak mampu menyediakan semua energi yang dibutuhkan dengan cepat. Contoh : Tergantung dari kemampuan dan tingkat usia pemain. Aerobic untuk latihan dengan jangka waktu 4 menit ke atas. Tenaga Yang Dihasilkan Otot Tanpa Laktat (Anaerobic Alactic) Aktivitas fisik yang dinamis. yaitu: a. Berbeda dengan aktifitas aerobic yang menggunakan oksigen. berlari sprint sejauh 20 meter dengan di selingi istirahat adalah contoh aktifitas pergerakan otot tanpa oksigen namun tidak sampai menyebabkan terbentuknya asam laktat. Misalnya seperti yang terjadi pada lari cepat jarak pendek. Tapi dalam prosesnya akan terjadi penumpukan asam laktat sehingga otot pada tubuh menjadi kelelahan dan jika berlangsung lama akan terasa capek sekali. Sebagai contoh. Ini adalah tenaga yang dihasilkan otot tanpa oksigen dan tanpa terbentuknya laktat. Oleh sebab itu sistem energi (anaerobic lactic) kemudian menghasilkan sebuah zat kimia yang disebut sebagai asam laktat (lactic acid). Proses pembuatan energinya didapat dari karbohidrat dan tidak menghasilkan asam laktat. Anaerobic lactic pada 2 menit berikutnya. Jika dalam jumlah banyak akan memengaruhi kemampuan tubuh selama aktivitas fisik. sehingga energinya bisa bertahan lama. Ketika berolah raga. Ketika tiba-tiba diperlukan energi yang besar di saat oksigen tidak ada maka glikolen (zat yang menyimpan cadangan energi pada sel yang dibentuk oleh glukosa) dipisahkan untuk membuat energi kembali. push up atau olah raga yang lain yang membutuhkan tenaga besar dan membutuhkan waktu lama seperti sepak bola. Anaerobic alactic selama 15 detik pertama b. kondisi seperti ini tercipta saat melakukan aktivitas yang dinamis dan berkelanjutan dengan kekuatan maksimal selama kurun waktu 45 detik. intensitas tingkat tinggi namun singkat dengan menggunakan sumber energi yang tersimpan di dalam otot. Jalan kaki. Di sini kebutuhan otot akan oksigen terpenuhi dengan baik ketika bernafas. maka tubuh membutuhkan sistem energi yang lainnya dan hal ini justru menjadi penyebab berkurangnya kekuatan tubuh. Ini berguna untuk diet. Oleh karena itu. Sedangkan lari cepat. Sebagai contoh. oksigen yang masuk melalui pernafasan akan diurai dan menyatu 16 . termasuk dalam olah raga berat. Jika kondisi ini terjadi. angkat berat.Tenaga Yang Dihasilkan Otot Dengan Laktat (Anaerobic Lactic) Merupakan aktivitas fisik yang terus menerus menghasilkan asam laktat konsentrasi tinggi di dalam kurun waktu yang pendek.

Mengapa kita dapat kelelahan? Kelelahan pada otot di saat tubuh membuat energi. Jika melakukan olah raga dengan menumpukkan asam laktat. Kelincahan (Agility) adalah kemampuan pemain merubah arah dan kecepatan baik saat mengolah bola maupun saat melakukan pergerakan tanpa bola. 3) Kecepatan Kemampuan pemain melakukan gerakan atau menempuh jarak tertentu dalam kurun waktu sesingkat mungkin. Kemampuan koordinasi dan kelincahan berhubungan erat dengan kemampuan17 . seorang pemain bola harus mampu berlari sekaligus merubah arah lari dengan cepat. Lemak bisa diurai dengan energi yang digunakan pada saat melakukan olah raga ringan selama 20 menit terus menerus.dengan lemak tubuh supaya otot tetap normal. Kemampuan Akselerasi (Acceleration) Peningkatan kecepatan secara tiba-tiba dari posisi berdiri atau langkah lambat ke berlari. kemampuan sel otot untuk menyerap laktat yang terbentuk saat sel otot kekurangan oksigen. Dasar endurance yang baik ditambah berlatih keras dalam waktu singkat (interval) meningkatkan masa mitochondria. Kecepatan Maksimal Gerakan tercepat yang mungkin dilakukan oleh tubuh atau salah satu bagian tubuh. disebabkan oleh asam laktat yang dihasilkan oleh glikogen di saat proses penguraiannya. 5) Koordinasi Dan Kelincahan Koordinasi adalah kemampuan pemain mengatur bagian-bagian tubuhnya guna menghasilkan gerakan tepat guna dengan mulus. Dalam istilah kesehatan ada istilah yang disebut mitochondria mass. akan mengakibatkan kelelahan pada otot. Sedangkan mitochondria itu sendiri adalah semacam “pabrik energi” dalam sel otot kita. Kemampuan Merubah arah lari dengan cepat (Acyclic Speed) Berbeda dengan seorang pelari 100 meter. 4) Kelenturan Dan Mobilitas Otot Kemampuan tubuh atau salah satu bagian dari tubuh untuk menggabungkan kelenturan otot dan pergerakan sendi guna mencapai jarak terjauh yang dapat dilakukan. Daya Tahan tubuh Mempertahankan Kecepatan (Speed Endurance) Menjaga kecepatan semaksimal mungkin sesuai kemampuan selama mungkin. Reaksi Proses yang tercepat yang dapat dilakukan seseorang baik secara fisik maupun menggunakan otaknya dalam menanggapi peristiwa yang terjadi dilapangan dengan tujuan melakukan gerakan yang diperlukan sesuai situasi.

dalam bentuk permainan (game) atau latihan teknik yang sekaligus melatih daya tahan (endurance). melompat.kemampuan di bawah ini :  Balance/Keseimbangan : Kemampuan untuk menilai faktor-faktor di dalam dan luar diri pemain sehingga membuat pemain mampu mengendalikan gerakan tubuh atau posisi tubuhnya tanpa kehilangan keseimbangan. Kemampuan motorik dasar lainnya mencakup menendang. langkah kecil ke langkah panjang.  Keseimbangan : Kemampuan untuk menilai faktor di dalam dan di luar diri pemain sehingga membuat pemain mampu mengendalikan gerakan tubuh atau posisi tubuhnya tanpa kehilangan keseimbangan. jangan hanya tanpa bola saja.  Pergerakan Kompleks (Complex Movement ) : Kemampuan melakukan beberapa gerakan tubuh secara bersamaan atau berturut-turut.  Kemampuan bereaksi dengan cepat (badan) dan mengantisipasi situasi (otak). latihan daya tahan (endurance) didapatkan melalui latihan yang direncanakan dengan rapi. cepat ke pelan. dengan intensitas tinggi dan menggunakan bola. Artinya. 6) Kemampuan Motorik Dasar Pergerakan tubuh dalam menyesuaikan diri dengan keadaan di luar tubuh (misalnya saat berjalan. tabrakan atau berputar dengan cepat. berlari. daya tahan. 18 . serta berlari sambil melompat. bahkan koordinasi sebanyak mungkin dengan bola. Setali tiga uang kecepatan hendaknya selalu dilakukan tanpa bola dan dengan bola.  Persepsi jarak (Depth Perseption) : Kemampuan mengira-ngira jarak dan kecepatan bola/lawan. Umur emas melatih aneka koordinasi dan kelincahan adalah antara 10 – 12 tahun! Utamakan juga latihan koordinasi dan kelincahan untuk pemain umur 13 – 15 tahun karena pemain di kelompok umur ini umumnya mengalami penurunan kemampuan koordinasi dan kelincahan. menjatuhkan diri atau mengubah arah tubuh). Contoh : Melakukan gerakan berputar dengan bola lalu melakukan trik individu untuk kemudian melesatkan tembakan atau umpan adalah gerakan kompleks. langkah panjang ke langkah kecil. INGAT : Gabungkan latihan kecepatan. 7) Daya Tanggap Dan Kewaspadaan (Awareness) Ketangkasan di dalam melihat dan menilai situasi tertentu serta mampu menggabungkan penilaian dengan aksi yang cepat.  Kemampuan berganti arah lari (badan) dan berganti fokus (mental) dari menyerang ke bertahan dan sebaliknya.  Kemampuan Orientasi : kemampuan untuk cepat kembali mengetahui arah setelah terjatuh. melempar. menangkap dan lain-lain.  Ritme (Rhythm) : Kemampuan merubah ritme lari dari pelan ke cepat.

F. 9. Melakukan antisipasi 19 . 8. Umpan Silang dan Penyelesaian akhir (Crossing and Finishing) TEKNIK BERTAHAN 1. 6. 4. 7. MATERI KEPELATIHAN : TEKNIK MENYERANG & BERTAHAN TEKNIK MENYERANG 1. Pertahanan 1 v 1 (1 v 1 Defending) 2. 5. Berlari dengan bola (Speed Driblling) Mengolah bola (Dribbling) Berbalik dengan bola (Turning) Melesatkan tembakan (Shooting) Kontrol Bola (Ball Controll) Menyundul (Heading) Menyerang 1 lawan 1 (1 v 1 Attacking) Melindungi Bola (Shielding the Ball) 10. Menerima sekaligus berputar (Receiving to Turn) 11. Penempatan Posisi dan sikap tubuh (Body shape) 3. 3. Mengumpan dan menerima umpan (passing and receiving) 2.

Pemahaman Istilah-Istilah Teknis Menyerang (Ofense) Teknik : Kemampan pemain untuk melakukan tugasnya dan mengeksekusi gerakan-gerakan sepak bola dengan mulus dan efisien. 9) Melindungi Bola (Shielding the Ball) : Menjaga bola dari seorang pemain bertahan dengan cara melindungi bola dengan badan. 4) Berbalik dengan bola (Turning) : Menggunakan satu atau lebih dari satu sentuhan pada bola dengan tujuan berputar bersama dengan bola. Reaksi 5. 7) Menyudul (Heading) : Mengarahkan bola dengan kepala dengan tujuan untuk menjaukan bola dari gawang. passing. Mencegat (Intercept) 6. atau mencetak gol. Disini yang ditempa adalah Skill (kemampuan teknis dengan lawan). 3) Mengolah bola (Dribbling) : Gerakan kontrol bola dengan rapat. menggunakan kedua kaki serta terus meneruskan mengubah lintasan/arah bola. 8) Menyerang 1 lawan 1 (1 v 1 Attacking) : Gerakan penyerangan dengan bola di kaki untuk mengalahkan pemain bertahan lawan. 20 .4. 6) Kontrol Bola (Ball Controll) : Menerima dan mengarahkan bola secara tepat di udara atau di lapangan. 2) Berlari dengan bola (Speed Driblling) : Gerakan kontrol pada bola dengan kecepatan tinggi tanpa mengubah lintasan bola. Mencegah lawan berbalik 7. 5) Melesatkan Tembakan (Shooting) : Menendang bola ke arah gawang dengan tujuan untuk menciptakan gol. Melakukan tackling 1. 1) Mengumpan dan menerima umpan (passing and receiving) : memindahkan bola mendatar atau di udara dari satu pemain ke pemain lainnya dengan jarak yang bervariasi.

atau shooting. 3) Melakukan Antisipasi Antisipasi pemain untuk mempersulit lawan melakukan serangan. 21 . 4) Reaksi Reaksi pemain terhadap gerakan . 2) Penempatan posisi dan sikap tubuh ( Body Shape ) : Sikap atau penempatan posisi tubuh sehingga pemain dapat melakukan gerakan pertahanan berikutnya dengan tepat.gerakan lawan sesaat setelah dilakukan. Pemahaman Istilah-Istilah Teknik Bertahan (Defense) 1) Pertahanan 1 v 1 (1 v 1 Defending) : Berbagai upaya dengan tujuan untuk memperoleh kembali penguasaan bola yang dikuasai lawan. Pemain bertahan membaca/menebak alur bola atau pergerakan lawan sebelum terjadi. 5) Mencegat (Intercept) Gerakan mencegat alur bola untuk memeroleh kembali penguasaan bola ketika bola tersebut sedang dioper oleh pemain-pemain lawan. 2. 6) Mencegah Lawan Berbalik Tekanan pada lawan yang membelakangi gawang dengan tujuan menggagalkan niat lawan untuk berbalik menghadap gawang. 7) Melakukan Tackling Kontak yang dibuat dengan kaki ketika bola sedang ada di kaki lawan dengan tujuan untuk mencegah gerakan penyerangan berikutnya atau memeroleh penguasaan bola kembali . passing.10) Menerima sekaligus berputar (Receiving to Turn) : Perubahan arah bola dengan kaki saat menerima umpan dari rekan tim dengan tujuan untuk membuat gerakan berikutnya seperti dribbling. 11) Umpan Silang dan Penyelesaian akhir (Crossing and Finishing) : Umpan bola dari sisi lebar lapangan ke sisi tengah ke arah gawang dengan tujuan untuk memberi kesempatan pada rekan satu tim untuk menciptakan gol.

terobosan. Prinsip Penyerangan        1. Penguasaan Bola 3. Prinsip Pertahanan        Mengkreasi ruang (membuka ruang) Mendukung rekan tim (support) Melebar : menggunakan lebar lapangan Memanjang: menggunakan panjang lapangan Berlari diagonal Bermain ke arah depan Kecepatan permainan (bola bawah. pantulan. umpan 1-2 yang dikenal dengan “one-two”. memberi waktu pemain lain untuk turun kembali ke posisi bertahan 6. Memberi Tekanan (Pressing)  Dilakukan secara kolektif sehingga tercipta 2 V 1 (double) atau 3 V 1 (triple) 2. Melakukan penyelesaian di daerah pertahanan lawan 5. Kepadatan Pertahanan (Compact) Untuk keterangan masing-masing istilah di atas baca halaman-halaman berikut serta bagian pengertian sistim 4-4-2 dan 4-3-4 halaman 109 . banyak melakukan pergerakan tanpa bola) Pergantian posisi: saling mengisi posisi sesuai situasi Kreativitas (gerakan pemain untuk memasuki daerah pertahanan lawan dengan cara bervariasi seperti “overlap”. Transisi 4. kecepatan membawa bola atau “speed dribbling”)  Menjaga pemain lawan (marking) Menekan lawan (Press) Melindungi. Serangan balik (Counter Attacking) 7. (cover) Keseimbangan melalui pergeseran Mengamati pergerakan lawan dan bola (reaksi) serta mampu memprediksi (membaca) arah pergerakan/alur bola (antisipasi) Berganti tempat (saling mengisi) 2. Kombinasi Permainan 5. trik individu. 1-3 sentuhan umpan tegas.G. umpan silang. Membangun serangan dari belakang 8. MATERI KEPELATIHAN : TAKTIK MENYERANG & BERTAHAN Berbagai aspek untuk mengembangkan pemahaman pada sebuah pertandingan/game 1. Zona Defense    Membentuk “segitiga” dan “pisang” Bergeser bersama secara diagonal Bergantian menjaga lawan (Tidak terus menjaga lawan yang sama) 3. 1-3 pemain melakukan tekanan. Gerakan Mundur dan Kembali ke Posisi Awal    Pergantian langsung dari sisi ke sisi Pergantian sisi dengan memakai pemain jangkar sebagai jembatan Lari ke dalam/masuk Mengisi posisi paling belakang lebih dulu. Pergantian sisi Permainan   4.145. 22 .

Satu pemain bergerak pada sisi yang dekat dengan rekan setim yang menguasai bola guna menciptakan opsi yang jelas. Mengkreasikan ruang (membuka ruang) : Pergerakan pemain ke ruang kosong untuk menghasilkan kesempatan melakukan operan yang efektif. Mendukung rekan tim (Support) : Menawarkan bantuan oleh rekan setim yang berada di sekitar bola dengan tujuan untuk menerima umpan. Penting: Jangan biasakan pemain menempati pojok kotak permainan guna memudahkan penguasaan bola (tidak terkepung di pojok). Pemahaman Istilah-Istilah Taktik Menyerang ( Ofense) 1) Prinsip penyerangan : Pergerakan dasar individu atau bersama-sama untuk satu atau beberapa pemain yang bertujuan untuk mengkreasi peluang bagi penyerang. 1b. Sebagai contoh: 4 v 1 permainan penguasaan bola di mana para pemain bergerak ke area lebar untuk membuat pilihan arah passing. 1a. 23 .1.

Sebagai contoh : Setelah memberikan umpan pada pemain depan (1). Seorang pemain bergerak ke area lebar untuk membuka ruang. 24 . winger bergerak ke sisi kiri guna memberi support pada pemain depan (2). Tujuannya adalah untuk menyulitkan pertahanan lawan. Melebar : menggunakan lebar lapangan.1c. Pergerakan dan distribusi penyerang ke arah lebar lapangan untuk menciptakan ruang dan membangun serangan dalam sebuah pertandingan/game. Apabila umpan tidak berhasil aksi lanjutan sang pengumpan berupa gerakan bertahan. Aksi Lanjutan (Anschlussaktion) Setelah memberikan umpan sang pengumpan melakukan aksi lanjutan bergerak ke daerah kosong guna mendukung rekan tim (support). 1d.

1e. Gelandang tengah atau bek sayap berlari ke depan dari belakang pemain sayap untuk menciptakan kesempatan passing. Overlap run : Pergerakan rekan setim dari belakang pemain yang sedang menguasai bola ke arah depan untuk menciptakan kesempatan passing atau keuntungan lainnya untuk tim. Pergerakan seorang pemain atau sekelompok pemain ke posisi depan untuk menciptakan opsi saat menyerang dalam pertandingan/game. 1f. 25 . Seorang pemain bergerak maju dengan tujuan untuk memeroleh bola sehingga makin dekat dengan gawang. Memanjang : Menggunakan panjang lapangan.

Umpan diberikan secara langsung atau melewati orang ketiga (tidak langsung). Overlap Pass : Umpan kepada rekan se tim yang melakukan overlap run. Selanjutnya gelandang melesatkan umpan terobosan (diantara pemain belakang lawan) ke arah sayap kanan yang bergerak maju (3). 26 . Sebagai contoh: Pemain gelandang tengah memberikan umpan langsung ke pemain sayap yang muncul dari belakang (1) atau memberikan umpan pada striker (2a) yang kemudian meneruskan pada pemain sayap yang telah bergerak maju (2b). Gelandang mengumpankan bola ke striker (1) yang memantulkan bola dengan satu sentuhan bisa kembali pada gelandang yang sama atau ke gelandang lainnya (2). Pantulan (Pin ball) dan umpan terobosan (through pass) : Usaha menembus pertahanan lawan dengan memantulkan bola serta melakukan umpan terobosan ke daerah di belakang garis pertahanan lawan. 1h.1g.

1i. membuat ruang yang biasanya di depan bola untuk menciptakan kesempatan passing. Untuk kemudian melakukan pergerakan (biasanya ke depan) guna langsung menerima umpan kembali. Guna membebaskan diri dari tekanan lawan seorang pemain memberikan umpan jarak dekat kepada rekan se tim nya (1). melakukan pergerakan maju dan langsung menerima umpan kembali (2) 1j.Two : Melesatkan umpan (biasanya jarak pendek). Pemain sisi luar membuat pergerakan diagonal ke arah depan dengan tujuan untuk membuat kesemapatan melakukan passing. Umpan One . 27 . Lari Diagonal : Sebuah gerakan serang diagonal ke arah depan.

28 . dua atau tiga sentuhan.1k. Bermain ke arah depan (Forward play) : Alur bola yang efektif dan tepat ke daerah pertahanan lawan atau gawang lawan. Gelandang tengah mengoper kepada pemain lapangan tengah atau mengarahkan pada striker yang tak dijaga lawan guna memindahkan bola ke daerah pertahanan lawan. Kecepatan Permainan : Alur bola yang cepat menciptakan kesempatan pada tim penyerang untuk menembus pertahanan lawan. Agar permainan bisa berjalan dengan cepat sesuai asas sepak bola modern bola harus dimainkan menyusur tanah dengan tegas dan tepat. 1l. Hindari umpan yang memantul (tidak mulus) karena akan memperlambat permainan. menghindari lawan merebut bola. Pemain dari tim yang sama mengoper bola dengan cepat dengan satu.

Contoh : 5 v 3. Lima pemain di dalam satu tim mempertahankan penguasaan bola dari tekanan tiga pemain lawan. Pergantian Posisi (saling mengisi posisi sesuai situasi) : Sebuah pergantian posisi oleh dua orang pemain dalam satu tim. 29 . biasanya di depan bola untuk menciptakan kesempatan pada pemain bertahan dan menghasilkan pilihan untuk passing. Penyerang kiri dan kanan saling berganti posisi untuk membingungkan perhatian pemain bertahan lawan dan menciptakan kesempatan utnuk passing.1m. 2) Penguasaan Bola (Possession) : Umpan bola berulang-ulang di antara pemain dalam tim yang sama.

30 . baik kecepatan bola maupun kecepatan pemain. 4) Kombinasi Permainan : Pengaturan alur bola dengan cepat dan efektif dengan bola oleh dua pemain atau lebih dari tim yang sama. Aksi yang melibatkan tiga pemain dengan pergerakan cepat. bersama-sama sebagai sebuah tim dimulai dari daerah pertahanan hingga daerah penyerangan tanpa melakukan long ball langsung ke depan.3) Transisi : Upaya untuk mengumpan bola secara kolektif. Usaha bersama untuk mengumpan bola mulai dari daerah pertahanan hingga daerah penyerangan.

dengan tujuan untuk mengacaukan organisasi pertahanan lawan dan mengambil keuntungan dari kelengahan lawan. 6) Serangan Balik (Counter attack) : Gerakan vertikal yang cepat dan efektif untuk mengirim bola ke depan secepatnya setelah tim berhasil merebut bola kembali dengan tujuan untuk mengejutkan lawan dan memeroleh keuntungan dari pertahanan lawan yang masih belum sempat terorganisir dengan baik. 31 . Umpan jauh dari penjaga gawang kepada pemain di sisi luar kiri ketika bola kembali dikuasai. Umpan jauh (long pass) dari sisi luar kanan ke sisi luar kiri. Misalnya dari sisi kanan luar ke sisi kiri luar.5) Pergantian sisi Permainan : Mengirimkan bola dari satu sisi lapangan ke sisi yang berseberangan. memberi peluang kepada pertahanan lawan yang belum terorganisir dengan baik. dengan tujuan mengacaukan pertahanan lawan dan memudahkan pergerakan maju dari bola.

32 . mencari rekan yang dapat melakukan penyelesaian akhir.7) Membangun serangan dari belakang : adalah sebuah usaha bersama untuk mengirimkan bola dari daerah pertahanan menuju ke daerah penyerangan melalui serangkaian umpan pendek dan sedang (tidak langsung mengumpan jauh ke depan). (attacking third atau daerah pertahanan lawan) dengan tujuan untuk menciptakan kesempatan mencetak gol. Sebagai contoh : Pemain sayap kiri menggiring bola memasuki sisi kiri pertahanan lawan dan memberikan umpan silang. 8) Penyelesaian di daerah pertahanan lawan : Usaha bersama di sisi ke-3 lapangan. Bek kiri kemudian mengumpan pada gelandang bertahan yang selanjutnya mengumpankan bola pada sayap kiri. Sebagai contoh : Penjaga gawang membangun serangan melalui bek kiri.

Menjaga pemain lawan (marking) : Seorang atau sekelompok pemain bertahan memerhatikan pemain-pemain penyerang. 1b. yang berupaya mendukung rekan se timnya yang sedang menguasai bola. Seorang pemain bertahan mencegah pemain lawan agar tidak menguasai bola terlalu lama atau berhasil memberikan bola kepada timnya sekaligus mencoba untuk mengambil kembali penguasaan bola. dengan tujuan mengurangi kesempatan mereka berpartisipasi di dalam penyerangan.2. Menekan lawan (Press) : Aksi individu pemain bertahan yang menjaga dengan tujuan untuk melakukan penguasaan bola. 1a. Pertahanan menjaga jalur lari lawan. Pemahaman Istilah-istilah Taktik Bertahan (Defense) 1) Prinsip Pertahanan : Gerakan yang dilakukan baik secara individual atau bersamasama oleh satu atau lebih pemain yang tujuannya mengatasi serangan lawan. 33 .

Pergerakan yang dilakukan secara kolektif (bersama-sama) dengan tujuan untuk mengatur kembali daerah pertahanan di depan bola seiring dengan pergerakan bola dari gelandang tengah ke sayap kanan. dari satu sisi ke sisi lainnya sesuai dengan pergerakan bola di lapangan dengan tujuan untuk mengatur kembali posisi pertahanan (Lihat bagian pengertian sistem 4-4-2 dan 4-3-3 serta pengertian taktik lapangan kecil). Seorang pemain pertahanan tengah yang berada di belakang seorang gelandang tengah siap membantu jika mungkin saja penyerang lawan mengecoh gelandang tengah. 34 . Melindungi (Cover) : Seorang pemain menciptakan garis pertahanan kedua yang tujuannya untuk menambah kekuatan pertahanan. Keseimbangan melalui Pergeseran : Pergeseran posisi yang terkordinasi dari para pemain bertahan. 1d.1c.

Seorang bek kiri mengikuti atau menempel sayap kanan tim lawan guna mencegah adanya kesempatan mengumpan.1e. 35 . Mengikuti (Tracking) : Seorang pemain bertahan mengejar penyerang lawan yang membuat gerakan maju untuk menciptakan kesempatan passing. di saat yang sama bek kiri belari ke area tengah untuk menempati posisi bek tengah. Seorang bek tengah bergerak dari area tengah untuk menjaga penyerang kanan lawan. Berganti tempat (saling mengisi) : Pergantian posisi dari 2 pemain bertahan dengan tujuan menggalang pertahanan dengan lebih efisien. 1f.

Penyebaran posisi yang seimbang dengan jarak yang sama dalam area pertahanan untuk mencegah penyerang lawan mencetak gol. (lihat bagian pengertian sistem 4-4-2).2) Daerah Pertahanan (Zona Defense) : Pengaturan pemain bertahan di area pertahanan berdasarkan ruang (bukan lawan) untuk menciptakan pertahanan yang efektif. 3) Menekan secara kolektif (Pressing) : gerakan pertahanan yang mantap. terus menerus dan terorganisasi dari para pemain bertahan untuk menutup pergerakan para penyerang. Sebagai contoh : Dalam permainan 6 V 6 ini terjadi tekanan dari para pemain gelandang tengah dan bek kanan untuk memeroleh kembali penguasaan bola. 36 .

menempatkan diri mereka sendiri saling berdekatan dalam jarak yang sama dengan tujuan untuk menjaga gawang dan mempersulit penyerang lawan. ke arah posisi pertahanan dengan tujuan untuk mengatur kembali pola pertahanan tim. 37 . Para pemain bertahan dekat dengan gawang mereka sendiri. menjaga gawang mereka dan mencegah tim lawang membangun serangan.4) Gerakan Mundur dan Kembali ke Posisi Awal : Pergerakan seorang atau sekelompok pemain belakang. Pemain bertahan di kiri. tengah dan kanan berlari ke belakang untuk memperkuat garis pertahanan dekat dengan gawang. 5) Kepadatan Pertahanan (Compact) : Sebuah aksi penumpukan pemain bertahan di area tengah.

DASAR     Motivasi Kepercayaan Diri Kerjasama Membuat Keputusan/Kebulatan Tekad 2. MATERI KEPELATIHAN : Jiwa Kebersamaan (Psychososial)/Mental 1. TINGKAT LANJUT     Jiwa Kompetisi Konsentrasi Komitmen Pengendalian Diri 3. SOSIAL   Komunikasi Rasa Hormat (Respek) dan Disiplin 38 .H.

1-3-1 saat menyerang = 3 .1 Saat bertahan. Awal Pertandingan (Kick Off) 2.3 atau 4 .I.2 .2 . MATERI KEPELATIHAN : Situasi Standar (Set Piece) & Formasi SITUASI STANDAR/BOLA MATI (SET PIECE) 1.3 .4 .2 .3 .1.2 * Termasuk penjaga gawang 39 . Tendangan Bebas Langsung (Direct Free Kick) 6.1 Saat bertahan.1)   11 v 11 = 4 .0 Saat bertahan. Penalti [Baca halaman-halaman berikut tentang penjabaran situasi standar/Bola mati] FORMASI*     5 v 5 6 v 6 7 v 7 8 v 8 9 v 9 = 3 . Tendangan Gawang (Goal Kick) 3. Tendangan Sudut (Corner Kick) 5.1 atau 3 .2 menyerang (1 . double diamond/ketupat saat = 4 . 1-2-1 (ketupat) saat menyerang = 3 .1 . 2-3-1 saat menyerang = 3 .1 .0 Saat bertahan. Lemparan ke Dalam (Throw-in) 4.3 . Tendangan Bebas Tidak Langsung (Indirect Free Kick) 7.2 .2 .

semakin penting pula situasi standar. pemain A berlari ke arah bola. Lampard. Porsi latihan yang tergolong besar diberikan untuk melatih tendangan penalti. semakin tinggi liganya. Menurut statistik di majalah Sport Bild edisi pertengahan Desember 2006. tendangan penjuru. bahkan lemparan ke dalam. Penjabaran Situasi Standar (Bola Mati) Saya sempat terheran-heran dengan perhatian yang diberikan klub-klub Eropa terhadap situasi-situasi standar atau bola mati.olah akan menendang bola untuk kemudian melompati bola lalu terus berlari sesuai arah panah. Sesaat setelah pemain B mulai berlari. setiap kesempatan bola mati betul-betul dipergunakan dengan sebaik mungkin guna memenangkan pertandingan yang sebenarnya berlangsung cukup seimbang. Situasi standar menjadi semakin penting peranannya di era sepak bola modern yang begitu kompetetif seperti sekarang ini karena kualitas antar tim secara keseluruhan hampir sama. Selain itu umpan dari pemain A ke B harus dilakukan di saat yang tepat untuk menghindari off side. bisa disimpulkan bahwa pada prinsipnya semakin tinggi kelas permainan atau dengan kata lain. Beckham. F atau E. Begitu seringnya kita melihat seorang Ronaldihno. Penting: Tidak boleh ada pemain di sisi kanan lapangan dengan harapan lawan tidak menjaga daerah tersebut. tendangan bebas. Hal ini dilakukan karena rata-rata setiap dua atau tiga gol terjadi lewat situasi bola mati. F dan G hendaknya mempertajam efek tipuan dengan cara berpura-pura menginginkan bola diumpankan kepada mereka secara langsung. Pemain E. dan masih banyak lagi pemain lain yang memecah kebuntuan lewat situsai bola mati. Hampir setiap latihan diakhiri dengan latihan bola-bola mati. Pemain B mengumpankan bola dengan keras ke mulut gawang guna disambar oleh pemain G. Tidak percaya? Coba Anda perhatikan saat menonton bola di TV. Ballack. Gerrard. 40 . 1) TENDANGAN BEBAS a) Di bawah ini beberapa contoh variasi tendangan bebas: Variasi 1 Keterangan: Pemain B berlari ke bola seolah. berpura-pura melakukan tembakan untuk kemudian mengumpankan bola secara mendatar ke depan pemain B. Oleh karena itu. Karena statistik membuktikan bahwa situasi standar begitu penting peranannya dalam sepak bola masa kini. seorang pelatih yang bijaksana dengan sendirinya akan mempersiapkan pasukannya baik dalam menghalau maupun melesatkan bola mati.1.

Posisi badan pemain bertahan semestinya berada di antara lawan dan titik tengah gawang (di atas “invisible line”). Selain pagar betis. Pengaturan pagar betis dilakukan sesuai tinggi badan. pembagian tugas harus jelas. Jangan sampai situasi standar terjadi baru pemain saling memberi instruksi satu sama yang lain. Bagian gawang yang jauh dari jangkuan kiper idealnya terjaga oleh pemain-pemain yang yang setinggi mungkin. pagar boleh rendah. Sebaliknya. b) Prinsip dasar bertahan saat lawan melakukan tendangan bebas:     Semakin dekat letak tendangan bebas ke gawang semakin panjang pagar betis itu sendiri. Semakin ke dalam semakin pendek pula tinggi badan pemain. Saat tendangan bebas dilakukan satu-dua orang pemain mundur kearah gawang. Penting: Pemain C memang off side tapi hanya secara pasif karena bola tidak mengarah ke C melainkan ke B. semakin jauh letak tendangan bebas semakin sedikit pula pemain yang dibutuhkan di dalam barisan pagar betis. [Usahakan semua pemain bertahan naik hingga selevel dengan pagar betis. selebihnya mengikuti pergerakan lawan. Pemain C berlari di belakang pagar betis lawan dari kiri ke kanan guna mengalihkan perhatian lawan. Pemain tertinggi berdiri di sebelah paling luar pagar betis. penjagaan lawan biasanya dilakukan secara man to man marking. Sama seperti situasi standar yang lain. Logikanya di bagian gawang yang terjaga oleh kiper. Pengaturan pagar betis dilakukan oleh kiper atau seorang pemain depan yang berdiri di belakang posisi bola. Masing-masing pemain mutlak harus mengetahui secara persis tugasnya saat tendangan bebas diberikan.Variasi 2 Keterangan: Pemain A mengumpan bola pada pemain B yang berlari di depan pagar betis lawan dari sebelah kanan ke sebelah kiri untuk kemudian menerima bola dan melepaskan tembakan ke arah gawang lawan. Pelatih harus memberi instruksi sebelum pertandingan. Secara otomatis masing-masing pemain harus mengetahui ke mana dia harus menempatkan dirinya] 41 .

2) TENDANGAN PENJURU Variasi tendangan penjuru yang paling populer di Eropa saat ini. semakin dekat bola ke gawang posisi kiper semakin mendekati bola yang hendak ditendang guna menyempitkan sudut tendang. Mengumpan pun sebaiknya jangan dilakukan karena risiko kehilangan bola teralu besar. sehingga bola yang disambar akan melaju dengan deras ke arah gawang lawan. penjaga gawang menempatkan dirinya di atas garis imajinasi yang membentang lurus antara bola yang hendak ditendang ke arah gawang dan titik tengah gawang.  Pemain I dan J mengawal pertahanan untuk mengatisipasi kemungkinan serangan balik. (2) mengganggu konsentrasi kiper lawan.Catatan : “Invisible Line” adalah garis imjinasi yang tentunya tidak bisa dilihat dengan mata. Apabila pemain second line kehilangan bola ujung-ujungnya adalah serangan balik yang bisa fatal akibatnya. Tugas pemain B adalah. sementara jarak lari pemain F paling jauh. Secara mental tarik garis lurus antara bola dan titik tengah gawang. jangan disamping kiri atau kanannya (lihat bagian penjaga gawang halaman 46). kedua pemain ini bertugas mencari bola muntah untuk kemudian secepat mungkin melesatkan tembakan ke arah gawang lawan. E.  Pemain G dan H menjaga second line. (1) memberi aba-aba kepada pemain A untuk melakukan tendangan penjuru saat semua pemain telah siap. Pemain B berlari ke depan tiang jauh. Disiplin tinggi untuk bermain aman mutlak dimiliki kedua pemain ini. khususnya di Jerman adalah sebagai berikut: Keterangan:  Pemain A melakukan tendangan penjuru. mendekati sprint. Sebaliknya. Dengan kata lain. Jangan lupa. Di atas garis inilah . Bagi seorang penjaga gawang prinsip invisible line juga sangat membatu dalam menempatkan posisi.di antara bola dan titik tengah gawang—seorang pemain seharusnya menempatkan dirinya sehingga penjagaan lawan secara optimal bisa terlaksana. Semakin jauh posisi bola semakin dekat posisi penjaga gawang dengan garis gawang. Pemain C. Jarak lari pemain C paling pendek. tempatkan posisi di atas invisible line. D. F berlari sesuai arah lari yang digambarkan di atas. Perlu ditekankan bahwa pemain G dan H haram mengontrol bola dengan lama apalagi mendribel bola. Kecepatan berlari termasuk tinggi. serta (3) menyambar bola liar yang sekiranya terjadi di daerah tiang jauh. Prinsipnya sama. 42   .

 Pemain I melakukan gerakan tipuan. Dengan kata lain. Timing yang tepat dan teknik crossing yang sempurna tentu saja hanya bisa terealisasi melalui latihan yang tekun. menggiring bola untuk kemudian melesatkan tembakan atau menyodorkan bola pada pemain lain dengan tujuan melesatkan tembakan. Umpan yang diberikan oleh G dikembalikan kepada G atau I hanya melakukan umpan tipuan kepada G untuk kemudian menggiring bola ke garis gawang diakhiri dengan umpan datar yang keras atau umpan lambung ke mulut gawang lawan. Ingat: semakin sering gol lahir di era sepak bola modern ini melalui situasi standar. Organisasi. berlari ke arah gawang lawan untuk kemudian secara eksplosif berlari ke arah G. Perhatikan posisi pemain-pemain lainnya. Variasi tendangan penjuru dengan bantuan umpan kombinasi yang sering ditemui di Eropa dewasa ini adalah sebagai berikut: Keterangan: Pemain G melakukan tendangan penjuru. Selain itu perhatikan bahwa hanya satu pemain saja (B) yang bisa dikatakan tidak mempunyai fungsi ofensife atau menyerang. D. ia bisa memilih antara melepaskan umpan lambung. Hal ini disebabkan karena situasi tendangan penjuru sudah seharusnya dipergunakan semaksimal mungkin. Semua pemain mempunyai tugas yang jelas. Apabila bola diumpankan kembali ke pemain G. arah crossing bola harus diarahkan ke depan pemain tujuan. Dalam posisi berdiri secara statis sangat sulit melakukan heading dengan power yang maksimal. E dan F adalah berkelompok sedekat mungkin di atas garis boks penalti sejajar dengan tiang jauh gawang lawan. Tujuannya salah satu dari keempat pemain tadi bisa melakukan heading langsung setelah melakukan sprint pendek tanpa harus berhenti. berikan arahan sebelum bertanding mengenai tugas masingmasing pemain secara jelas baik saat lawan melakukan tendangan penjuru maupun saat tim Anda melakukan tendangan penjuru!   43 . Keempat pemain di atas mulai berlari saat pemain A berancang-ancang melakukan tendangan penjuru.  Posisi awal C. termasuk lewat tendangan penjuru! Oleh karena itu.

pemain I adalah pemain sayap kiri.3) LEMPARAN KE DALAM ATAU THROW IN Lemparan ke dalam sering sekali terabaikan dalam latihan. Umumnya pemain D adalah target utama saat terjadi throw in. di saat situasi throw in seperti di atas kiper hendaknya bergeser sedikit ke sisi kanan lapangan sekaligus maju dan berfungsi sebagai libero. Teramat sayang apabila bola harus hilang hanya karena pemain berlari tanpa arah. a) Variasi Throw In Terpopuler Di Eropa Keterangan:  Pemain A melakukan lemparan ke dalam. Untuk menghindari hal ini lemparan ke dalam harus dilatih dan prinsip dasar pelaksanaannya diketahui oleh semua pemain. Pembagian tugas harus ada kalau tidak ingin kehilangan kesempatan membangun serangan lewat situasi throw in. Pemain H.     44 . Sama seperti situasi standar lainnya yang lebih ‘terkenal´ pemain seharusnya mengerti di mana mereka harus menempatkan posisi. Apabila terjadi throw in di sisi kanan bagian tengah lapangan maka pemain A adalah sayap kanan tentunya. Tugas pemain B tidak lain adalah menjadi seorang pemain jangkar yang siap meneruskan bola ke sisi kiri lapangan entah secara langsung dengan long pass atau melewati pemain bek tengah F atau G yang berfungsi sebagai ´jembatan´. Pemain D adalah offensive mid. Pemain diinstruksikan untuk ´membuka´ lapangan dan mengoptimalkan lebar lapangan. Biasanya pemain ini bergerak ke sebelah kanan pemain A untuk kemudian bergerak ke sebelah kirinya. sedang pemain J adalah wing back kiri. Pemain C adalah pemain defensive mid (Gelandang Bertahan). Seorang kiper yang modern harus senantiasa ikut bermain. D dan E tentu saja bisa menukar posisi sesuai situasi. I. seharusnya adalah pemain bek kanan (wing back) kalau sistem yang dipakai adalah 4-4-2. Artinya. Perhatikan bahwa semua pemain kecuali kiper berada dalam daerah sepanjang kira-kira 30-40 meter dan lebar sekitar 35 meter. Pemain lain yang bisa berfungsi sebagai ´jembatan´ adalah kiper. apabila mengikuti skenario seperti di atas. Begitu throw in berhasil dengan baik formasi tim langsung mengembang. Awalnya pemain D bergerak ke arah pemain A untuk kemudian berlari dengan kecepatan tinggi menyusur garis tepi lapangan.  Pemain B. J dan E siap mendukung serangan apabila variasi throw in ini berhasil sesuai rencana. Itu semua tergantung situasi tentunya. tanpa menyesuaikan pergerakannya dengan kawan sehingga situasi yang tercipta adalah situasi untung-untungan. Kepemilikan bola yang tadinya 100% menjadi hanya 50% karena bola bisa hilang bisa juga tidak. Pemain H adalah penyerang kiri.

Pelempar bola juga harus memperhatikan pergerakan mengecoh yang dilakukan rekan-rekannya untuk kemudian melemparkan bola tepat saat gerakan tipuan selesai. Sebaliknya.  Pemain C melakukan heading yang diarahkan kepada pemain D atau E. terlalu lambat juga percuma karena lawan yang tadinya terkecoh sudah bisa melakukan penanggulangan masalah sehingga kembali mampu menjaga lawan dengan baik dan ketat. lawan akan punya waktu lebih untuk mengorganisasi pertahanan. Pergerakan-pergerakan yang rajin. prinsip mengecoh lawan dengan pergerakan silang semestinya tetap terkandung di dalamnya. Terlalu cepat tidak baik karena pemain yang dituju akan kaget karena belum siap. kombinasi atau taktik tertentu. Tidak ada gunanya pemain yang melakukan lemparan ke dalam siap apabila rekanrekannya masih belum siap. Semakin banyak waktu yang diberikan kepada lawan semakin rapi pula organisasi pertahanan lawan sehingga semakin sulit pula menemukan celah. Sebaiknya umpan heading diarahkan ke daerah bebas di depan E atau di daerah bebas di depan pemain D. posisi dan tugas masingmasing pemain harus jelas agar pemain bisa cepat bereaksi terhadap situasi throw in dan tidak ada waktu yang terbuang dikarenakan kebingungan pemain. Begitu juga dalam melakukan throw in.  Agar eksekusi throw in bisa dilangsungkan dengan cepat. Sekali lagi. Apabila throw in tidak dilakukan dengan cepat.  Timing (kesempatan) lemparan ke dalam harus tepat dan sinkron dengan pemain lainnya. semua pemain harus bereaksi dengan cepat dan mengisi posisi masing-masing. 45 . b) Prinsip dasar pelaksanaan lemparan ke dalam:  Semakin cepat throw in dilakukan semakin baik. cepat serta menipu harus ada supaya pemain yang melemparkan bola memiliki sebanyak mungkin opsi atau kemungkinan tujuan dan pemain yang dituju memiliki ruang gerak sekaligus sedikit waktu saat menerima bola.Variasi lemparan ke dalam lainnya yang juga cukup populer di Eropa adalah sebagai berikut: Keterangan:  Pemain A melakukan throw in kepada pemain C.  Variasi throw in apa pun yang dilakukan. Di dalam sepak bola hampir selalu ada hukum dasar dalam melakukan sebuah teknik.

J. dan Jiwa Kebersamaan(Psychososial)/ Mental Penjaga Gawang FISIK      Kelincahan dan Reaksi Koordinasi dan Keseimbangan Kelenturan Daya Tanggap dan Kewaspadaan Kebugaran dan Kekuatan TEKNIK       Penguasaan Bola Penguasaan Bola Menyilang (Crossing) Menjatuhkan diri dan Mengamankan Gawang Kelincahan Kaki Penempatan posisi Menangkap dan Menepis Bola TAKTIK    Melempar dan membagi bola Mendukung Permainan Mengatur Tempo Permainan 46 . MATERI KEPELATIHAN : PENJAGA GAWANG Hal-hal khusus Mengenai Fisik. Taktik. Teknik.

Sudut tidak mungkin menjadi lebih kecil.32 m : 2) – (1 m : 2) = (3.16 m didapat dari perhitungan sebagai berikut: (rentang gawang : 2) – (rentang badan kiper :2) = (7.16 m ke sebelah kanan kiper.66 – 0.16 m.5) = 3.16 m ke kiri dan 3. Angka 3. Untuk lebih jelasnya perhatikan diagram-diagram di bawah ini: Diagram # 1 Pada diagram # 1 terlihat bagaimana rentang gawang yang harus dijangkau kiper adalah 3. Dengan penempatan posisi yang benar seorang penjaga gawang tidak perlu melompat jauh ke kiri dan ke kanan. 47 . Apabila seorang penjaga gawang mampu menempatkan posisi dengan baik. Sebenarnya istilah ini dari sudut pandang matematika salah. Istilah umumnya adalah memperkecil sudut. Hal ini dikarenakan segitiga yang terbentuk oleh bola dan ke dua tiang gawang menjadi lebih kecil. yang paling sering terjadi adalah penjaga gawang seakan-akan menjadi magnet sehingga bola seakan terus melaju ke arah penjaga gawang.JIWA KEBERSAMAAN (Psychososial)/Mental     Kemampuan untuk fokus / Memperhatikan Membuat Keputusan / Kemantapan Hati Keberanian Komunikasi A. KUALIFIKASI PENJAGA GAWANG 1) PENEMPATAN POSISI Kemampuan menempatkan posisi adalah modal utama seorang penjaga gawang/ kiper yang andal.

Diagram # 2 Saya pribadi pada umumnya menganjurkan kiper untuk naik sejauh-jauhnya (paling sedikit 2/3 jarak antara bola dan garis gawang) apabila lawan berada di dekat gawang. Maksudnya sama: memperkecil segitiga (bukan sudut!) yang akibatnya adalah rentang jarak yang harus dijangkau kiper ke kiri maupun ke kanan semakin dekat. rentang jarak ke sebelah kiri maupun kanan kiper yang harus dijangkau oleh kiper guna menggagalkan tendangan lawan adalah jauh di bawah angka 3.Pada diagram ini juga terlihat bahwa segitiga yang tercipta antara letak bola dan kedua tiang gawang cukup luas. 48 . untuk penempatan posisi yang benar secara horisontal kiper harus memiliki pengetahuan akan The Invisible Line atau garis lurus yang tak tampak. dan (2) memiliki kecepatan kaki agar bisa dengan cepat memosisikan dirinya dengan tepat. bola yang dilesatkan lawan akan sulit melewati kiper. semakin kecil luas segitiga. pada diagram # 2 terlihat kiper bergerak naik mendekati lawan. Seorang kiper yang baik akan selalu membuat garis imaginatif antara titik tengah gawang dan letak bola. Selain penempatan posisi yang benar secara vertikal (naik-turun). Untuk kemudian memosisikan dirinya di atas garis imajinatif tersebut.16 m Semakin naik posisi kiper. Akibatnya. Selanjutnya. kiper cukup maju selangkah-dua langkah saja. posisi kiper juga harus benar secara horisontal (kiri-kanan). Untuk bisa melakukan itu seorang kiper dituntut untuk (1) sesekali menoleh ke belakang guna mencari titik tengah gawang. saat melatih posisi kiper seorang pelatih yang bijaksana akan sekaligus melatih kecepatan kaki. Nah. Oleh karena itu. Efeknya jelas. Perhatikan diagram di bawah ini: Diagram # 3 Saat bola berpindah posisi kiper pun diharuskan bergerak agar ia bisa terus berada di atas garis invisible line. Apabila posisi bola jauh saat shooting dilakukan.

ke belakang. 2) Instruksikan kepada kiper untuk bergerak secepat mungkin dari A→B→A→C→A→D→A→E→A 3) Pergerakan kaki kiper hendaknya ke samping. masing-masing satu contoh latihan untuk penempatan posisi yang benar dan satu latihan untuk mengasah kecepatan kaki kiper (footwork). 49 . Asisten pelatih atau kiper cadangan memosisikan dirinya di belakang gawang guna memeriksa ketepatan posisi (apakah kiper menyimpang dari garis invisible line atau tidak). kiri maupun kanan). 3) Pelatih menunjuk ke sebuah bola. 5) Sebagai variasi. dst. 2) Letakkan beberapa bola di berbagai posisi (dekat dan jauh.Perhatikan dua contoh latihan di bawah ini. 4) Kiper hendaknya bergeser dengan langkah-langkah yang kecil. Kiper bergerak dari titik tengah gawang ke arah bola tanpa meninggalkan sedikit pun garis invisible line. ke depan. Contoh latihan posisi: Diagram # 4 Keterangan: 1) Letakkan sebuah cone di titik tengah gawang sebagai alat bantu orientasi. sedikit menjinjit dan dengan lutut yang sedikit ditekuk. Contoh latihan kecepatan kaki: Diagram # 5 Keterangan: 1) Buatlah tanda plus dari cones masing-masing dengan jarak 3 m dari cones pusat. di akhir 1 set pergerakan pelatih bisa melepaskan tembakan keras untuk ditangkap kiper dengan lengket.

Begitu sering terjadi situasi di mana lawan melepaskan tembakan dengan keras dari jarak dekat. antara moncong buaya dan mukanya hanya berjarak sekitar 5 cm! Yang kemudian dilakukannya membuat saya lebih tercengang lagi. Teman saya Garret Hurtle pernah masuk ke dalam kandang buaya. Jadi. Any Given Sunday. Selain itu tontonlah film-film yang menonjolkan keberanian seperti Gladiator. dan lain-lain. Betul-betul tidak mengenal rasa takut. Shooting jarak pendek. bisa dikatakan keberanian adalah bakat alam yang tidak dimiliki oleh semua kiper. Begitu juga dengan orang-orang di seluruh dunia. misalnya. bagaimana caranya melatih keberanian seorang kiper? Dengan cara sering berdialog untuk menanamkan positive thinking dan kepercayaan diri dalam diri kiper Anda. ada yang berani dan ada yang tidak mau ambil risiko. Jadilah pemain catur saja.” Betul-betul luar biasa teman saya yang satu ini.2) BERANI ! Keberanian seorang kiper/penjaga gawang begitu penting artinya. dll. maka sebaiknya ia berhenti menjadi seorang kiper. prinsipnya patut untuk dicontoh: perasaan takut harus dihadapi bukan dihindari. Putri saya Shania Cinta lain lagi. Tantanglah perasaan takut itu dan “ciutkan nyalinya!” Selain itu yang bisa dilakukan seorang pelatih adalah dengan sengaja membuat program latihan yang memberikan kesempatan kepada kiper untuk menantang rasa takutnya. seorang kiper begitu sering harus berhadapan 1 vs 1 dengan pemain lawan. “Kalau saya langsung keluar tanpa memegang buaya terlebih dahulu saya akan selamanya takut akan buaya. saat berjalan keluar kandang buaya menyempatkan dirinya memegang punggung seekor buaya. Dalam sebuah pertandingan. Betul-betul dibutuhkan sebuah keberanian yang luar biasa. Setelah memegang bahkan duduk di atas beberapa buaya. Kiper harus berani. Kalau Anda sendiri adalah seorang kiper. Apabila seorang kiper tidak ada niat untuk memperbaiki kelemahannya dalam segala hal termasuk dalam hal keberanian. Rudy. salah satu buaya marah dan hampir saja mencaplok mukanya. Saya bertanya kepadanya. Dramatis sekali. naik seluncur yang begitu tinggi. Tidak bisa tidak. “Aku Bisa! Aku berani! Aku adalah singa! Kalaupun luka nanti juga sembuh! Si A bisa kenapa aku tidak?!” Dll. Anak saya Brandon saat berusia dua tahun sudah berani meloncat dari ketinggian dua meter lebih ke dalam kolam renang. Bagaimana tidak. Di sisi lain pemain dan juga pelatih tidak boleh putus asa dan pasrah mengenai ketidakberanian seorang kiper. kok sempat-sempatnya memegang buaya saat keluar?” Garret menjawab dengan pasti.”Apa kamu gila? Kamu hampir mati tadi. Komodo pun di alam bebas dijadikan mainan seakanakan komodo adalah kelinci! Tentu saja saya tidak bermaksud mengajak Anda untuk melakukan hal-hal yang “gila” seperti Garret. Tanpa mentalitas “berani mati” tingkat kehebatan seorang kiper akan drop secara signifikan. Bagaimana caranya menanamkan sifat berani dalam diri kiper Anda? Jawabannya: sulit! Pada umumnya sifat berani adalah pembawaan sejak kecil. Hal lain yang dapat Anda lakukan adalah: challenge yourself atau tantang diri Anda sendiri melakukan hal-hal yang membutuhkan keberanian. maka cara melatih diri Anda sendiri adalah lewat positive self talk atau berbicara dalam hati secara positif. atau simulasikan situasi 1 v 1 (kiper vs penyerang). Namun. Shania sangat hati-hati dalam bertindak dan cenderung tidak berani. Kita kembali ke pertanyaan semula. Bisa juga lewat mendengarkan musik-musik yang insipratif dan penuh semangat. 50 . Garret yang masih schock hebat.

Manusia sukses melawan rasa malas. Di sinilah letak rahasia orang sukses: manusia sukses pantang menyerah. Manusia sukses selalu ingin maju. Kelemahan dalam hal keberanian bisa diperbaiki walaupun sulit. Untuk itu diperlukan dedikasi tinggi dan sifat pantang menyerah. kemampuan mengolah bola dengan kedua kakinya semakin terasah. biarkan kiper ikut berlatih bersama pemain-pemain lain sesering mungkin. Contoh latihan: Lakukan possession game (tim A vs tim B) di seluruh lapangan. Seorang kiper harus mampu mengontrol bola dengan baik. Maka. Dengan demikian. memberikan umpan dengan pasti dan tepat. kiper dituntut bereaksi secara cepat dan sigap. aku harus bisa!” 3) PEMAIN BOLA YANG ANDAL Kemampuan mengolah bola dengan baik mutlak harus dimiliki seorang kiper karena seorang kiper sering mendapat umpan dari rekannya selama pertandingan berlangsung. banyak sekali tendangan ke arah gawang dilesatkan dari jarak pendek sehingga dibutuhkan kemampuan refleks yang tinggi. Keberanian mutlak harus dimiliki seorang kiper ! 2. 4) MEMILIKI REAKSI YANG BAIK Mampu untuk bereaksi secara cepat adalah sebuah nilai plus yang mahal harganya bagi seorang kiper. lebih baik lagi dan lebih baik lagi. Dengan demikian.Kesimpulannya jelas: 1. Masing-masing tim diperkuat seorang kiper yang diperbolehkan menggunakan baik kaki dan tangannya guna mengolah bola. Manusia sukses berkata “Tidak bisa tidak. 51 . Manusia sukses melawan rasa minder dan putus asa. Betapa tidak. lakukan latihan-latihan di bawah ini: Contoh latihan mengasah reaksi #1: Diagram # 6 Keterangan: Pelatih (P) melesatkan tembakan demi tembakan ke arah gawang. serta paham mengenai ke mana bola harus diarahkan. Daerah depan gawang telah dipenuhi cones-cones tinggi yang berpotensi mengubah arah bola. Guna melatih kemampuan bereaksi seorang kiper.

Untuk bola yang mengarah ke badan bentuklah huruf “A” (atau sebuah segitiga) dengan kedua jari telunjuk dan jempol tangan. 5) TEKNIK MENANGKAP BOLA Bila bola yang ditangkap kiper ternyata lepas dari genggaman tentu runyam akibatnya. Bola yang “muntah” harus secepatnya ditangkap. 6) KUALITAS LOMPATAN Rentang gawang yang lebar dan melebihi daya jangkau memaksa seorang penjaga gawang untuk memiliki kemampuan lompatan yang mumpuni. Seorang penjaga gawang yang baik sering diibaratkan seekor kucing yang piawai melompat dengan mengandalkan tubuhnya yang lentur. Setiap latihan yang dilakukan guna memperbaiki daya eksplosifitas otot hendaknya diimbangi dengan latihan kelenturan tubuh. Masing-masing kiper melemparkan bolanya ke arah rekannya secara bersamaan. Karena itu latihan penjaga gawang hendaknya menghindari segala bentuk latihan yang mengakibatkan tubuh menjadi kaku. ke kanan maupun ke atas. Otot seorang penjaga gawang harus lentur agar mampu melakukan lompatanlompatan serta gerak-gerik dengan seefisien dan semulus mungkin. Sedangkan untuk bola-bola yang menyusur tanah bentuklah huruf “V” dengan kedua telapak tangan Anda. Untuk itu teknik melompat dengan benar perlu dikuasai.Contoh latihan mengasah reaksi #2: Dua kiper berhadap-hadapan dengan jarak 5 m. Demikian Penjabaran sebagian materi kepelatihan untuk penjaga gawang. Begitu seterusnya. Variasi latihan boleh berbeda namun materi kepelatihan penjaga gawang hendaknya mengikuti arahan sesuai kurikulum. Oleh karena itu. Ajarilah kiper Anda untuk membentuk huruf “W” saat menangkap bola lambung. 7) TUBUH YANG LENTUR DAN KOORDINASI YANG MULUS Latihan seorang penjaga gawang seharusnya didominasi oleh latihan koordinasi dan fleksibilitas. 52 . Untuk latihan mengasah daya eksplosifitas lihat bagian plyometrics dihalaman 158. Setali tiga uang kemampuan daya eksplosifitas otot seorang penjaga gawang perlu dilatih agar mampu memberikan daya yang dibutuhkan untuk terbang ke kiri. Selengkapnya carilah bahan-bahan panduan khusus penjaga gawang. seorang kipper hendaknya memiliki teknik menangkap bola sesempurna mungkin.

KEGEMBIRAAN : Pelatih harus menggunakan kreativitasnya untuk merancang latihan yang menyenangkan sekaligus berhubungan dengan sepak bola terutama untuk para pemain muda. GAYA KEPELATIHAN 1. Berikan kalimat yang jelas. Garis Besar Mengenai Kepelatihan dan Persiapan latihan untuk Para Pelatih PRINSIP UMUM JIWA KOMPETISI : Semua permainan memiliki unsur kompetisi. ORGANISASI PERSIAPAN : Setiap pelatih harus mempersiapkan dan membuat perencanaan dalam latihan sebelum waktu latihan dilaksanakan. SAAT LATIHAN : Jangan hentikan terlalu sering. 53 . Pemain harus belajar untuk menemukan cara memecahkan masalah tanpa harus diberi tahu terus menerus. BOLA : Semua latihan harus selalu dilakukan dengan bola. dan cepat-cepat lanjutkan kembali latihan. cermat. menghadiahi tim yang menang dan membentuk jiwa kompetisi yang sehat dan senantiasa berlatih dalam suasana kompetisi. Catatan dari semua rencana latihan disimpan sebagai arsip.K.

DAYA TANGKAP DAN KEWASPADAAN : Tegaskan kepada mereka untuk terus menegakkan kepala dan pandangan mata selalu melihat ke segala penjuru lapangan. Kualitas dan ketepatan arah bola pada sentuhan pertama merupakan hal yang amat sangat penting. MENYERANG – BERTAHAN : Semua pemain menyerang dan bertahan. MELATIH TIM JARAK DAN PERGERAKAN : Menciptakan ruang dengan tujuan untuk mendapatkan bola dan memberikan pilihan untuk passing kepada pemain yang sedang menguasai bola sangat penting. Berikan aturan yang terperinci dan jelaskan gerakan-gerakan yang diperlukan oleh para pemain. MELATIH PEMAIN PENGUASAAN BOLA DAN PASSING : Teknik dari seorang pemain didasari oleh penguasan bola yang sama baiknya dengan akurasi passing yang dilakukannya. KECEPATAN DAN REAKSI : Setiap latihan menggabungkan kecepatan daya tangkap. Meningkatkan kecepatan individu akan meningkatkan kecepatan keseluruhan tim. baik secara perorangan maupun sebagai satu tim. Daya tangkap dan kewaspadaan adalah bagian penting dari sebuah pertandingan. Mengurangi ruang dan jumlah sentuhan pada bola akan meningkatkan kecepatan bermain. Artinya tunjukkan kepada para pemain bagaimana bergerak di saat yang tepat. KECEPATAN PERMAINAN : Tujuan utama dari tim adalah untuk bermain di dalam kecepatan yang maksimal. dan kemampuan untuk menindaklanjutinya dengan cermat.EVALUASI : Ambil beberapa menit setelah jam latihan untuk meninjau kembali dan berikan catatan pada apa yang sudah dilakukan dengan baik dan apa yang masih membutuhkan perbaikan. pengambilan keputusan. 54 .

55 . Pemain sedikit mendapatkan kesempatan/giliran sehingga intensitas latihan rendah. Kualitas Pelatih juga sangat menentukan kualitas latihan. Sering saya miris melihat banyaknya SSB yang melatih terlalu banyak siswa sekaligus. Alhasil. Menciptakan Suasana Dan Sarana Berlatih Yang Kondusif Bagi Perkembangan Pemain Ada empat faktor yang mutlak harus ada di setiap latihan apabila pelatih dan klub menginginkan terjadinya perkembangan kualitas pemain: Intensitas Latihan Asal latihan tidak cukup.2. Sedang kualitas latihan itu sendiri tentu saja sangat berpengaruh bagi perkembangan pemain. Tanpa latihan berintensitas tinggi seorang pemain tidak mungkin bisa mengembangkan kualitas teknik dan fisiknya dengan baik. Kualitas Latihan Tanpa peralatan fasilitas serta lapangan yang memadai kualitas latihan akan rendah. Selain itu faktor-faktor lain seperti daya konsentrasi dan semangat pelatih dan pemain juga kebugaran pemain sangat berpengaruh pada tinggi rendahnya kualitas latihan. Kesimpulannya jelas : apabila Indonesia ingin bersaing dengan dunia Internasional kualitas latihan harus diperbaiki sehingga pemain bisa berkembang dengan baik. Program latihan yang tidak tersusun rapi juga bisa mengakibatkan latihan intensitas tinggi tidak tercipta. latihan tidak efektif. Karena masih rendahnya kualitas latihan di Indonesia maka pemain yang tercipta juga tidak maksimal.

Fisik: Endurance (ketahanan) dengan dan tanpa bola/power (kekuatan)/koordinasi dan kelenturan/speed (kecepatan) dengan dan tanpa bola bisa digabung semua dalam sekali latihan atau fokus ke satu-dua bagian saja. 3. Taktik individu/grup/tim (pilih 1-2 saja untuk sekali latihan). Pemahaman taktis seperti contoh-contoh tadi mutlak harus diajarkan kepada pemain agar perkembangan pemain bisa optimal. Selain itu. Saya pribadi sangat sering menjumpai pemain di seluruh Indonesia yang mempunyai skill individu dan kecepatan yang mumpuni namun sayang pemahaman permainan sangat minim. Untuk pemain usia muda gabungkan koordinasi dengan yang lain (sebisa mungkin hindari endurance tanpa bola) untuk usia 12 tahun kebawah fokus ke koordinasi dan kecepatan dengan bola saja. Penjadwalan pertandingan persahabatan yang rutin dan turut serta dalam festival/ turnamen/kompetisi juga sangat diperlukan bagi perkembangan kualitas pemain. Pemahaman Permainan Lewat program latihan dan Coaching Point (CP ) yang terkandung didalamnya peran pelatih dan latihan itu sendiri sangat besar bagi perkembangan pemain dalam hal pengertian permainan. Selalu tandemkan teknik passing dengan 1-2 macam teknik lainnya (contoh : passing + shooting atau passing + trik individu) Taktik: bertahan/menyerang? (pilih salah satu!). Latihan apapun bentuknya . kawan dan lawan sering tidak di miliki pemain. akan lebih bergairah.Kompetisi dalam Latihan dan dalam Pertandingan Kesalahan lain yang umum dilakukan oleh SSB dan Klub-Klub di Indonesia adalah tidak adanya falsafah kompetisi di dalam program latihan. 56 . pemahaman tentang kapan mendribel bola dan kapan harus mengumpan bola serta kemana bola harus di umpan juga sangat minim. lebih berkualitas dan lebih efektif apabila dilakukan dalam bentuk kompetisi. Meracik Menu Latihan dan Organisasi Latihan LANGKAH 1 TENTUKAN FOKUS LATIHAN Teknik : Sekali latihan fokus 1-2 macam teknik saja. Awareness tentang dimana bola.

gampang dimengerti dan tidak mengakibatkan antrean.  Perhatikan program latihan yang sudah Anda buat.  Tentukan dan tulis berapa menit untuk setiap bagian latihan. serasi dan saling berhubungan sesuai dengan tema latihan. atau besar lapangan.  Pastikan program Anda sesuai metode pembuatan program latihan (tidak asal bikin program) mulai dari warm up (10’-15’) sampai cooling down (5’-10’). sudah cukup variatifkah (tidak monoton) latihan ini?? Bagaimana dengan fun aspect atau faktor kesenangan? Apakah pemain akan senang dan bergairah mengikuti program latihan yang Anda buat?  Pastikan variasi-variasi yang Anda pilih efektif. atau jarak drill dll agar latihan menjadi lebih efektif.  Coaching point (CP) sebaiknya 3-5 saja agar mudah diserap dan diingat pemain. HINDARI ANTREAN! LANGKAH 3 PERSIAPAN DI LAPANGAN  Amati program Anda.LANGKAH 2 MEMBUAT PROGRAM LATIHAN  Tertulis supaya terencana dan bisa diarsipkan.  Lakukan pembenaran sesuai coaching points. Tuliskan CP di bagian-bagian latihan untuk mengingatkan Anda saat latihan.  Hindari antrean! Modifikasi latihan sehingga antrean tidak terjadi. Tema latihan harus terlihat jelas dari awal sampai akhir. Tanyakan pada diri sendiri.  Pelatih sebaiknya berdiri di posisi yang central agar bisa leluasa melihat semua pemain dan bisa melihat kejadian-kejadian di lapangan dengan jelas.  Tingkat kesulitan latihan harus dari gampang ke sulit. LANGKAH 4 SAAT MELATIH  Bila diperlukan adjust atau sesuaikan jumlah pemain. dari yang sudah dikenal ke latihan yang belum dikenal. perlengkapan apa saja dan berapa biji yang anda butuhkan.  Pastikan adanya tekanan (untuk melatih mental) dalam bentuk perlombaan/hadiah/ hukuman/tekanan waktu. Contoh: sebagian shooting ke dua gawang. Lakukan pembenaran dengan jeli tanpa 57 . sebagian body fitness lalu gantian.  Prinsip benang merah : dari awal sampai akhir latihan bagian-bagian latihan terlihat selaras.  Intensitas latihan harus dari santai ke berat. misalnya.  Siapkan rompi/cones/bola/dll untuk sebanyak mungkin macam latihan sebelum latihan dimulai!!! Pelatih yang seharusnya pertama sampai di lapangan!!!  Ambil waktu beberapa menit untuk sekali lagi memperhatikan coaching points untuk setiap bagian latihan yang telah anda tulis.  Pakai bola! Pakai bola! Pakai bola.

Tanyakan pada diri sendiri dan rekan Anda. memakan banyak waktu (berbicara terlalu lama/ terlalu sering). Jangan biarkan pemain kehilangan fokus saat berlatih. Jangan melantur kesana kemari. Ingat: tetaplah fokus pada 3-5 coaching points yang telah anda persiapkan. LANGKAH 5 EVALUASI Setelah latihan selesai lakukan evaluasi tentang apa saja yang Anda telah lakukan dengan benar dan apa saja kesalahan yang Anda lakukan selama latihan. sudahkah organisasi latihan berjalan dengan optimal? Apakah semua bagian latihan dapat diterima dengan baik oleh pemain? Apakah coaching points yang anda persiapkan telah anda sampaikan sekaligus bisa dimengerti oleh pemain? . Di saat yang sama tetaplah berperilaku dan bertutur kata positif. Angkat motivasi pemain. Jaga semangat dan fokus Anda. 58 .

banyak latihan bersifat individu (misalnya setiap pemain memiliki bolanya masing-masing). Waktu latihan akan juga menyoroti pelatihan olah raga secara umum dan tidak melulu pelatihan sepak bola. 2). kami menyusun kurikulum dalam empat kelompok umur . Mereka memahami dunia dengan pemahaman yang berpusat pada diri sendiri. 7 dan 8 tahun. Untuk Kepentingan latihan bagi tingkat pemula dalam dua kelompok: 1). Berdasarkan karakteristik dari pertumbuhan manusia dan seorang pemain.BAB III KURIKULUM SESUAI KELOMPOK UMUR A. anakanak ti d a k memil iki kemampuan yang sama seperti orang dewasa untuk mengerti situasi. Untuk alasan inilah kita tidak dapat menyamakan latihan antara usia 5 dan 13 tahun. Dalam semua proses belajar. Umur seseorang menentukan cara ia berhubungan dengan dunia di sekitarnya dan dengan sesamanya. TINGKAT PEMULA (FUN PHASE) – 5 SAMPAI 8 TAHUN Pada tingkat usia ini. Dalam rangka menolong anak-anak membangun pengalaman mereka sendiri. Juga. Hal yang bersifat taktik dalam pertandingan disederhanakan dalam permainan lapangan kecil (40 m x 20 m) dengan sedikit pemain (4 v 4 atau dengan kiper 5 v 5). pengertian pada perasaan atau pikiran orang lain masih sangat rendah. Bagi anakanak mengalami kebersamaan dan berhubungan dengan teman-temannya masih sangat berpengaruh. Frekuensi latihan harus disesuaikan dengan usia pemain. 5 dan 6 tahun. khususnya ketika proses belajar mencakup intelektual sekaligus aktivitas fisik. Mengatur Perkembangan pemain berdasarkan umur dan tingkatan Anak-anak TIDAK belajar dengan cara yang sama seperti orang dewasa. Sepak bola juga demikian. umur adalah kunci dalam memilih materi dan metode apa yang cocok untuk mengajarkan suatu materi. 59 .

Pelatih harus sangat memerhatikan kenyamanannya. Kekuatan otot membantu mereka untuk mengembangkan teknik dengan kecepatan tinggi dan kecepatan ini membantu pemain untuk bereaksi lebih cepat pada situasi taktis. 2). 11 dan 12 tahun. Di lain pihak pada umur ini pemain dibatasi oleh keterbatasan fisik dan perubahan-perubahan fisik yang muncul seiring dengan masa pubertas. Hal-hal di atas adalah beberapa fakta pada perkembangan manusia yang disesuaikan dengan sepak bola. kelincahan (agility) dan koordinasi. 2). Menyamakan Istilah: U 5 . Untuk kepentingan latihan bagi tingkat dasar dalam dua kelompok: 1). Latihan fisik yang diberikan hanya sebatas kecepatan dengan bola. TINGKAT MAHIR (FINAL YOUTH) – 15 SAMPAI 20 TAHUN Pemain pada usia ini memiliki pertumbuhan fisik dan mental yang lebih lengkap. 9 dan 10 tahun.U20 : Usia muda U 21 ke atas : Senior 60 . Kurikulum ini menggunakan fakta-fakta tersebut dalam menentukan metode kepelatihan yang tepat untuk setiap tingkat umur. susunan pelatihan (bukan materi latih) sudah mirip dengan pemain yang lebih tua.TINGKAT DASAR (FOUNDATION) – 9 SAMPAI 12 TAHUN Pada tingkat ini. pemain ada pada masa pra puber dan memiliki masalah keterbatasan fisik terutama pada kekuatan dan ketahanannya. 15 dan 16 tahun. Untuk kepentingan latihan kelompok ini tidak perlu dipecah . Pelatih harus menghindari latihan yang berlebihan dan berfokus pada taktik lebih daripada teknik dan mengurangi aspek fisik. Bagian terpenting latihan adalah yang bersifat teknis. TINGKAT MENENGAH (FORMATIVE PHASE)– 13 SAMPAI 14 TAHUN Para pemain pada usia ini telah memiliki peningkatan yang baik tentang pengertian permainan.U12 : Usia dini/grassroot U13 . Pada tingkat ini. 3). Maka pemain harus mulai diajarkan taktik dasar yang dinamis. 17 dan 18 tahun. Aspek fisik yang paling diutamakan untuk usia ini adalah latihan koordinasi dan flexibility. 19 dan 20 tahun. Semua bagian dari latihan dapat dikombinasikan dan diorganisasikan dengan tujuan untuk mengembangkan potensi tertinggi dari pemain. Kemampuan anak-anak untuk mengatasi masalah akan berkembang dengan pesat. Latihan taktik bermain sangat penting pada usia ini. Sangat baik dalam usia ini mengembangkan teknik dan pengertian akan taktik dasar. Untuk kepentingan latihan bagi tingkat Final Youth menjadi tiga kelompok: 1). Tingkat ini sangat penting untuk menggabungkan semua bagian dari pelatihan sepak bola dengan tujuan untuk menyempurnakan pemahaman pemain.

61 .

62 .

63 .

64 .

65 .

66 .

67 .

68 .

69 .

70 .

71 .

72 .

73 .

74 .

75 .

76 .

77 .

78 .

79 .

80 .

81 .

 Tanpa keluar dari kotak dan tanpa saling berbenturan. ( contoh : “berempat”. pemain mengolah bola dengan bebas lalu menghentikan bola secepatnya saat ada aba-aba “satu” => stop bola memakai sole kaki kiri.U8) Contoh Penekanan/Tujuan : Pemain banyak mendapatkan kesempatan melakukan dribling dan shooting .  Posisi kaki tumpuan disebelah bola.  Variasi 2 => Tinggalkan bola. dll. cari bola pemain lain lalu lempar bola keatas dan tangkap bola sambil melompat. “berdua”. Coaching Points :  Dribel bola dekat dengan kaki . Contoh Program Latihan Tingkat Pemula/Fun Phase (U5 .  Variasi 4 => Tinggalkan bola.  Variasi 3 => Tinggalkan bola. c) Latihan Teknik mudah (10 menit ) Keterangan:  Pemain mendribel bola secepatnya sejauh kira-kira 5 m tanpa kehilangan kontrol lalu melakukan shooting kearah gawang.2. a) Pemanasan (5 menit) Keterangan:  Masing-masing pemain mengolah 1 bola.  Shooting menggunakan kaki kura-kura. 82 . Aba-aba “dua” => stop bola memakai sole kaki kanan.). Pemain mengolah bola secara bebas diselingi kode peluit dari pelatih dengan berbagai variasi:  Variasi 1 => Tinggalkan bola. b) Latihan Fisik ( 10 menit) Organisasi sama seperti diatas. Pemain yang mencetak gol berhak jadi penjaga gawang. cari bola pemain lain lalu duduk diatas bola. lalu berkelompok sesuai aba-aba pelatih. cari bola pemain lain lalu dribel bola secepatnya keluar kotak. Aba-aba ‘tiga” => stop bola memakai sole kaki kiri dan kanan.

f) Cooling Down (5 menit)  Setiap pemain dengan bola masing-masing memantulkan bola lalu menendang keatas kemudian menangkap . (Awas: hindari antrian). e) Game (20 menit)  Main 4 v 4 dengan luas lapangan 30 meter x 20 meter. Gunakan kaki kiri dan kanan secara bergantian. 83 .d) Latihan Teknik Kompleks (10 menit) Keterangan:  Pemain melewati 3 cones lalu melesatkan tembakan. Ingatkan pemain untuk berani melakukan shooting.

84 .

85 .2. Variasi 2 ( 5 menit ) Keterangan:  Dua bola dikuasai 2 pemain yang mengolah bola secara bebas tanpa bola berhenti (mati). Begitu seterusnya.U12) Contoh penekanan/ Tujuan : Pemain maupun melakukan kontrol bola dan passing secara akurat. a) Pemanasan ( 10 menit ) Variasi 1 ( 5 menit ) Keterangan :  Pemain mengolah bolanya masingmasing secara bebas dan kreatif. Pemain yang menerima bola melakukan gerakan yang berbeda dengan gerakan sang pengumpan. Setiap kali pelatih meniupkan peluit pemain melakukan berbagai gerakan Samba (masing-masing empat hitungan saja) lalu mengolah bola kembali.  Bergerak guna memberi support setelah mengumpankan bola (anschlussaktion). Bola diumpankan pada pemain lain (1) dilanjutkan dengan sprint pendek maju (2). Contoh Program Latihan Tingkat Dasar/Foundation (U9 . Coaching Point :  Umpankan bola secara mendatar.  Kontrol bola dekat dengan kaki dan menjauh dari lawan. Pemain yang menerima bola lalu mengumpankan bola (3) dan melakukan sprint mundur ( 4).

86 .  Ganti posisi setiap 1 menit sehingga masin-masing pemain mendapatkan kesempatan berada ditengah. Sedikit perlebar jarak lempar untuk menambah tingkat kesulitan. Variasi 3: Pemian A bergerak maju mundur melewati cones lalu mengontrol bola yang dilemparkan pemain B lalu mengembalikan bola secara menyusur tanah.b) Latihan Fisik (10 menit ) Keterangan :  Variasi 1: Pemain berpasangan. Pemain A menerima bola dari pemain B dan dengan satu sentuhan saja mengumpan balik (menggunakan kaki kiri dalam) dilanjutkan dengan bergerak menyamping (2 sentuhan diantara cones) lalu mengumpan balik dengan kaki kanan dalam.  2 pemain bagian luar melemparkan bola ke pemain ditengah yang secepatnya mengontrol bola untuk kemudian mengumpan balik secara mendatar.  Ganti setelah 1 menit. Begitu seterusnya .  Variasi 2: Pemain A berlari meliuk-liuk melewati cones lalu melakukan tendangan  volley. c) Latihan Teknik (20 menit) Variasi 1 ( 10 menit ) Keterangan:  Bagi pemain menjadi 3 pemain perkelompok .

Terus tekan ketiga coaching points yang tertera dibagian awal contoh latihan ini. Instruksikan pemain netral sebanyak mungkin melakukan umpan bola atas yang harus dikontrol dan diumpan secara mendatar. Pemain B mengontrol bola lalu mendribel bola.  Ganti pemain netral setiap 4 menit. Saat lawan datang menghadang pemain B bisa melakukan umpan one-two dengan pemain A (3) atau mendribel bola melewati lawan (4). d) Latihan Taktik (15 menit) Keterangan:  Bagi dalam 2 kelompok .  Latih pengertian taktis pemain untuk mengetahui kapan harus melewati lawan dan kapan mengumpan bola.Variasi 2 (10 menit ) Keterangan:  Pemain A melempar bola ke pemain B (1) lalu bergerak ke sisi kiri atau kanan (2). e) Game (25 menit)  Mainkan game 8 v 8 (termasuk kiper).  Setiap 4 menit berikan 1 menit istirahat. Para pemain terus berganti posisi. f) Cooling Down (5 menit)  Jogling bola dua kali diselingi satu kali bola menyetuh tanah. masing masing kelompok bermain possesion 3 v 3 + 1 pemain netral. 87 .  Koreksi pemain bila melakukan kontrol yang salah atau pilihan yang salah antara mengumpan/mendribel bola.

88 .

masing-masing 30 detik. Coaching Points :  Bergerak setelah mengumpan bola dengan tujuan yang jelas ( melakukan overlap/onetwo/memosisikan diri sebagai pemain jangkar /meminta umpan terobosan ). b) Latihan Teknik (20 menit) Variasi 1 ( 10 menit ) Keterangan:  Bagi pemain dalam 2 kelompok. Arahkan pemain untuk melakukan overlap run bekerjasama dengan pasangannya masing -masing secara bergantian ( 2 menit ). dan umpan terobosan (through pass).U14). Contoh Penekanan/Tujuan: Pemain mempraktekan beberapa kombinasi permainan dan mendapatkan banyak kesempatan melakukan penyelesaian akhir. Selanjutnya arahkan pemain untuk mencari kesempatan umpan one-two diantara pemain lain secara bergantian ( 2 menit ). 89 . Contoh Program Latihan Tingkat Menengah/Formative Phase (U13 . one-two. Selanjutnya arahkan pemain melakukan umpan pantul disusul dengan umpan terobosan ( 2 menit ).  Cepat tetapi tenang dimuka gawang saat melakukan penyelesaian akhir. Masing-masing pasangan menguasai satu bola. Kiper A memberikan bola pada tim merah (1) sedangkan kiper B mengumpan bola pada salah satu pemain putih (2) pemain kedua tim menyeberang ke kiper yang lain dengan melakukan berbagai kombinasi pantulan.  a) Pemanasan (10 menit ) Keterangan :  Pemain berpasangan. Kiper A dan B menguasai bola. overlap.2. Diantara kombinasi yang berbeda bebaskan pemain melakukan gerakan-gerakan samba.  Untuk 2 menit terakhir bebaskan setiap pasangan melakukan ketiga kombinasi diatas secara bebas dan tidak beraturan. Masingmasing kelompok bermain 4 v 4 atau 5 v 5.

Tim penyerang secepatnya mengisi posisinya disaat menyerang (membuka) lalu berusaha menciptakan gol melawan 5 pemain lawan yang memakai formasi 4-1-0. c) Latihan Fisik (15 menit) Biarkan pemain melakukan berbagai gerakan koordinasi menggunakan 1-2 tangga koordinasi disusul dengan sprint pendek 5 meter guna mengasah kelincahan dan eksplosifitas. d) Latihan Taktik (20 menit) Variasi 1 ( 10 menit ) Tim penyerang menempati posisi masing-masing menggunakan formasi 4-3-3 saat bertahan (compact). Variasi 2 ( 10 menit ) Sama seperti variasi 1 namun jumlah lawan diperbanyak menjadi 7 yang memakai formasi 4-2-1. Bedanya pemain setelah melakukan berbagai kombinasi berusaha mencetak gol. Lakukan stretching dengan benar ( tidak asal-asalan atau dengan setengah hati ). e) Game (25 menit) 10 menit pertama lakukan pembenaran seperlunya apabila pemain tidak melakukan sesuai coaching points yang tertera diawal program latihan ini. Bola ditendang kiper lawan sejauh mungkin.Variasi 2 ( 10 menit ) Majukan salah satu gawang kedepan kotak 16 m. 90 . Rotasi pemain setelah 5 menit. Arahkan pemain (8 -10 pemain per tim) untuk melakukan latihan yang sama seperti variasi 1. f) Cooling Down (5 menit) Setiap pemain bebas melakukan Jogling menggunakan bolanya masing-masing (1 menit) disusul dengan stretching pasif sesuai arahan pelatih. Pastikan pemain bertindak dengan cepat namun tenang (tidak tergesa-gesa atau gugup).

91 .

Saat terjadi 2 v 1 berubah agresif tanpa bertindak kasar.  Delay lawan sampai ada pemain yang datang membantu.  Bergeser secara diagonal dan cepat. Pemain A mendribel bola kearah pemain B. 92 . Selanjutnya pemain melakukan berbagai gerakan samba ditempat sesuai arahan pelatih (3 menit).2. Contoh Program Latihan Tingkat Mahir /Final Youth (U15 . b) Latihan Teknik (20 menit) Variasi 1 ( 10 menit ) Keterangan:  Bagi pemain dengan 3 pemain dalam 1 kelompok . Lanjutkan dengan kembali bermain 4 v 2 dengan intensitas yang lebih tinggi ( 4 menit ). a) Pemanasan (10 menit) Keterangan:  Arahkan pemain bermain 4 v 2 dengan santai (3 menit). Begitu seterusnya. Selanjutnya gantian pemain B yang mendribel bola kearah pemain C. Berikan arahan bagi pemain A untuk menekan lawan dari sisi kanan dan pemain B mencover ditengah (sedikit condong ke kiri).U20) Contoh Penekanan/Tujuan : Menerapkan prinsip-prinsip bertahan khususnya saat melakukan pergeseran 1 v 1 dan saat mendobel lawan. Coaching Points :  Press lawan lalu ikut mundur sesuai kecepatan lawan. Pemain B bergerak maju lalu disaat yang tepat ikut bergerak mundur agar tidak dilewati pemain B.

d) Latihan Taktik (20 menit) Lakukan latihan 6 v 6 dengan menggunakan formasi 4-2-0. Sesaat kemudian datang pemain C membantu mendobel lawan sehingga tercipta situasi 2 v 1. c) Latihan Fisik (10 menit) Lihat contoh latihan fisik ( latihan fisik #4 halaman 175 ). Pemain menyerang selalu memulai serangan dari garis tengah lapangan. Siapkan 3 gawang kecil dari cones ukuran 3 m disepanjang garis tengah lapangan. Setelah itu biarkan pemain bermain tanpa interupsi. Selama 10 menit pertama lakukan pembenaranpembenaran singkat seperlunya guna mengingatkan pemain pada coaching points yang telah dijabarkan di awal program latihan ini. e) Game (25 menit) Mainkan game 11 v 11. Lihat langkah kelima : Taktik tim I (halaman 129). Rotasi posisi pemain.Variasi 2 (10 menit) Keterangan:  Pemain A mendribel bola kearah pemain B yang datang mengganggu. 93 . Saat pemain bertahan berhasil merebut bola secepatnya umpankan bola kesalah satu dari ke tiga gawang kecil tadi. Biarkan pemain melakukan sprint tanpa bola disusul dengan sprint dengan bola (speed drible).

Semua bagian fisik seperti endurance (ketahanan). INGAT : Latihan dengan intensitas tinggi adalah cara terbaik melatih fisik . Latihan sprint seharusnya diawal latihan SETELAH pemanasan yang cukup (15 menit). Masing-masing pasangan dilengkapi 1 bola. Lakukan latihan sprint dengan atau tanpa bola ke beragam arah (maju-mundurmenyamping-berputar) sehingga sesuai dengan kebutuhan saat bertanding. 2. Prinsip-prinsip Latihan Fisik: 1. Yang ada adalah panduan yang sebaiknya diaplikasikan saat melatih fisik.  Macam-macam variasi bisa diterapkan seperti melakukan heading. Inilah yang disebut dengan football conditioning (menempa kondisi pemain lewat sepakbola itu sendiri). speedendurance (daya tahan saat banyak melakukan sprint).10 meter sebelum kembali menyambut umpan pemain A. dll yang dikenal dengan istilah body fitness. FORMAT PROGRAM LATIHAN FISIK UNTUK KELOMPOK UMUR 15 TAHUN KEATAS Tidak ada format khusus untuk latihan fisik. speed. Selain itu lakukan berbagai gerakan seperti push up. Contoh latihan endurance menggunakan permainan:  Possession game 5 v 5 dengan limitasi maksimal 2 sentuhan per pemain. 94 .  Setelah mengumpan bola pemain B berlari mundur 5 . flexibility (kelenturan otot). Selain itu berikan waktu yang cukup diantara tiap-tiap sprint (1 menit per 10 meter sprint) agar eksplosifitas tetap terjaga.  Untuk latihan power baca halaman 157 tentang panduan penggunaan alat-alat fitness bagi pemain bola. berputar dengan bola. koordinasi. Latihan fisik khususnya endurance bisa dilatih dengan menggunakan bola. 3. Dengan kata lain tidak harus diberikan latihan pertema fisik secara khusus. Gunakan permainan lapangan kecil dan drill-drill latihan teknik guna menempa endurance.  Pemain A melempar bola dari jarak 5 m kepada pemain B yang mengontrol bola di udara lalu memberikan umpan balik ke A secara menyusur tanah.  Latihan fisik endurance. Lakukan latihan plyometrics (baca halaman 158) kira-kira seminggu sekali.  Lakukan 5 . sit-up. kelincahan dan flexibility bisa diselipkan didalam latihan bertema apapun. melakukan trik individu dll sebelum berlari mundur 5 . power. power (kekuatan otot). agility (kelincahan) serta koordinasi (kemampuan tubuh untuk singkron atau sejalan dengan perintah otak) harus dilatih secara adil sehingga tidak terjadi ketimpangan. Contoh latihan endurance menggunakan drill-drill teknik:  Pemain berpasangan. speed (kecepatan).E.10 meter.10x sebelum berganti posisi.

Selipkan waktu untuk istirahat sejenak saat berlatih berat (1 menit istirahat tiap 4 . bola dan rompi telah disiapkan dan diatur dilapangan sebelum latihan dimulai. Pemain dan pelatih semangat saat berlatih. Tidak terjadi antrean panjang saat berlatih. Cones. Untuk kategori kelompok umur usia dini (5 .7 menit latihan berat).20 tahun) ikuti panduan spesifik seperti yang tertera di bagian “Kurikulum sesuai kelompok umur” di bagian lain buku ini.12 tahun) dan usia muda (13 . Kurangi jumlah sentuhan (lebih capai menggunakan peraturan maksimal 2 sentuhan daripada bebas sentuhan). 95 . Untuk kategori dewasa semua bagian fisik boleh dilatih secara ballance dan teratur.INTENSITAS LATIHAN ITU SENDIRI TERCIPTA APABILA:        Latihan terencana dengan baik. Perkecil besar lapangan (lebih capai bermain lapangan kecil daripada lapangan besar).

Waktu : 15 menit Drill teknik dengan tekanan waktu/ lawan/kompetisi/hukuman guna menambah tingkat kesulitan dan intensitas latihan. Waktu : 30 menit Game tanpa peraturan tambahan (bebas). Waktu : 15 menit Cooling down bernuansa teknik (Contoh : Jogling) disambung dengan stretching pasif.F. FORMAT PROGRAM LATIHAN TEKNIK UNTUK KELOMPOK UMUR 15 TAHUN KEATAS Drill teknik tanpa tekanan disambung dengan stretching aktif sebagai warm up. Waktu : 10 menit Untuk contoh latihan teknik secara tematis perhatikan halaman berikut : 96 . Waktu : 15 menit 1 – 3 macam permainan lapangan kecil (small sided game) yang menonjolkan teknik tertentu sesuai tema dan coaching point (CP) latihan. Waktu : 15 menit Game dengan penekanan pada teknik tertentu dengan cara memberikan tambahan peraturan agar teknik yang diajarkan/dilatih sering tampak saat bermain game.

1. Contoh latihan Teknik Passing + Shooting untuk Dewasa (Usia 15 tahun keatas)
a) Pemanasan (20 menit). Keterangan:  Satu grup dengan bola berhadapan dengan satu grup tanpa bola (samba + teknik) lalu Stretching terpimpin.  Berpasangan (mendekat) —> passing kiri-kanan satu sentuhan.  Berpasangan (menjauh) —> 3 sentuhan passing pakai kura-kura.  Passing + putar + dribling + putar + passing.  Stretching bebas.

b) Drill Shooting - tanpa lawan (15 menit). Keterangan:  Umpan dari kiri/kanan.  Striker boleh pilih pantul ke kiri atau kanan. Coaching Points:  Teknik-teknik shooting : Kaki dibekukan, mengayun, letak kaki tumpuan di samping bola, tengah bola kena tengah kaki.  Ikuti shootingan (siap saat bola terpantul).

c) Drill Shooting - dengan lawan (15 menit).

Keterangan: Coaching Points:  Lewati lawan dengan kecepatan.  Shooting disaat yang tepat.

97

d) Game shooting (20 menit)

Keterangan:  6 v 6 bikin gol di kedua gawang.  Tim Merah : Shooting (bebas sentuhan) ke kedua gawang.  Tim Putih : Possession (2 sentuhan).  Tim Abu-abu : Istirahat/Body Fitness.

e) Game 11 v 11 (20 menit) Peraturan tambahan:  Gol hasil shooting diluar kotak penalti => 2 poin.

f) Cooling Down (5 menit)  Jogging.  Stretching.

2. Contoh latihan Teknik Passing + Trik Individu untuk Dewasa (Usia 15 tahun keatas)
a) Pemanasan (10 menit) Keterangan:  Setiap pemain menguasai bola. Selanjutnya ikuti arahan pelatih sesuai kode seperti,”Arsenal!”, dll yang telah dijelaskan sebelumnya.  “Arsenal” ==> Speed dribling pendek ke arah kosong.  “Arema” ==> Jogling bola.  “Persema” ==> bikin macammacam trik individu,  Stretching.  “Real Madrid” ==> kanan saja.  “Barcelona” ==> kiri saja, lalu  Stretching.

98

b) Drill Trik Individu dan passing - tanpa lawan (5 menit) Keterangan:  3 trik yang berbeda di cones A, B, C kemudian passing ke pemain berikutnya.

c) Drill Trik Individu - dengan lawan (20 menit) Simple Training (1 v 1) Complex Trainning (Dribling + Shooting ke gawang) Gambar 3 Gambar 4

d) Permainan menyerupai pertandingan (20 menit)

Keterangan:  Possession Game point bila melewati lawan 1 v 1 ATAU  3 v 3 gawang kecil.

99

SEMUA variasi latihan yang anda pilih HARUS bisa dipakai untuk mengajarkan coaching points yang telah anda tentukan karena latihan harus memiliki TUJUAN! 100 . f) Game 11 v 11 tanpa peraturan tambahan (15 menit) g) Cooling Down (5 menit)  Jogging.  Giring bola dengan cepat namun terkontrol (bola tidak sampai hilang/lepas).  Selalu cari pilihan terbaik antara passing atau melewati lawan dengan trik individu. INGAT: Pastikan anda melatih sesuai coaching points yang telah anda tetapkan sebelumnya.  Melewati lawan 1 v 1 => 1 point.e) Game 11 v 11 dengan peraturan tambahan (15 menit) Keterangan:  Gol => 1 point.  Bervariasi (tidak membosankan).  Latihan yang hampir sama persis (Latihan C ke atas) bisa dipakai untuk latihan bertema taktik dan teknik individu dalam bertahan! Contoh coaching points untuk latihan diatas:  Pakai semua bagian kaki dan kedua kaki untuk menggiring/mengolah bola. Catatan Tambahan: Perhatikan Bahwa:  Intensitas makin lama makin meningkat.  Lakukan trik dengan mengandalkan perubahan kecepatan dan/atau perubahan arah giring.  Dari gampang ke susah. Jangan melantur kesana kemari mengajarkan point-point lain karena akan sulit dicerna dan diingat pemain.  Simple ke complex (menggabungkan beberapa macam teknik menjadi satu latihan).  Stretching.

101 . Contoh Latihan Taktik Bertahan (grup) a) Pemanasan (15 menit) Keterangan:  Setiap pemain menguasai bola.tidak harus 11 v 11. bisa 6 v 8 misalnya.  “Arsenal” => Jogling. dll.”Arsenal!”. Waktu : 15 – 30 menit Pilih salah satu :  Latihan taktik individu + grup  Latihan taktik grup saja  Latihan taktik grup + tim {Ingat : Pilih menyerang atau bertahan. jangan dicampur aduk} Waktu : 30 – 40 menit Cooling Down : Stretching pasif agak lama didahului latihan teknik singkat (Contoh : Sepakbola tenis 2 v 2 ). dll yang telah dijelaskan sebelumnya.G.  “MU” => Trick Individu (3’)  Stretching ( 2’)  Arsenal + MU ditambah “Arema” => putar balik lalu sprint dan “Persema” => Tekan bola majumundur (3’). FORMAT PROGRAM LATIHAN TAKTIK UNTUK KELOMPOK UMUR 15 TAHUN KEATAS Warm up dalam bentuk teknik dan taktik individu yang sesuai dengan tema latihan diakhiri dengan stretching aktif singkat. Selanjutnya ikuti arahan pelatih sesuai kode seperti. Waktu : 10 menit Game .  Stretching ( 2’)  Passing 2 bola [2 sentuhan / kelompok] (3’). Waktu : 25 – 40 menit Untuk contoh latihan taktik bertahan dan taktik menyerang secara tematis perhatikan halaman berikut : 1.

 2 pemain di depan mendobel. satu pergi. yang menyerang ditambah bek sayap.  Saat rebut bola —> satu datang. e) Game 6 v 6 (25 menit)  Memakai Formasi bertahan 4-2.  Jarak saat bergeser. satu pemain ke kiri dan yang lainnya kekanan.b) Game 4 v 4 tanpa Kiper di atas lahan 40 m x 20 m (15 menit) Coaching Points :  Formasi bertahan 3-1.  Bentuk pisang + segitiga. d) Game 6 v 6 (15 menit) Keterangan:  Untuk selanjutnya jika sudah mengerti bisa diubah menjadi 6 v 8.  Isi belakang terlebih dulu.  Setelah rebut bola => buka! c) Game 5 v 5 tanpa Kiper di atas lahan 40 m x 20 m (15 menit) Coaching points :  Formasi bertahan 3-2. Coaching points:  Segitiga dan pisang.  Mendobel lawan (2 v 1 dan 3 v 1).  Permainan selalu di mulai tim putih.  Mendobel lawan (2 v 1). 102 .

 Grup B ( 3 menit )  Lakukan overlap dalam boks.  Grup D ( 3 menit )  Gunakan 2 bola. overlap. Stretching pasif. teknik individu. 2 pemain berpasangan bergantian melakukan umpan pantul dilanjutkan  dengan umpan terobosan.  Kreatif —> one-two. pantulan. trik individu. Stretching. Setelah itu latihan bisa sama persis dengan Coaching points:  Cepat buka setelah merebut bola. Contoh Latihan Taktik Menyerang (Variasi serangan) a) Pemanasan dibagi menjadi 4 grup (12 menit) Keterangan:  Grup A ( 3 menit )  Lakukan umpan one- two dalam boks.  Setiap pemain melakukan 3x lalu bergantian dengan pemain lain. 2. 103 .  Setiap pemain melakukan 3x overlaping lalu bergantian dengan pemain lain. Catatan Tambahan :  Untuk tema menyerang latihan ini bisa di balik.  Grup C ( 3 menit )  Lakukan umpan pantul dari pemain A menyeberang ke pemain B dan sebaliknya.  Cari penyelesaian.  Warm up diganti latihan overlap. one-two. fokus kini kepada penyerangan. pantulan. jangan bertele-tele.f) Cooling Down (5 menit)   Jogging.

one-two. d) Game 8 v 6 (20 menit) Keterangan:  8 pemain menyerang melawan 6 pemain bertahan.  Tekankan kreatifitas dan kecepatan dalam bermain.  Saat tim merah merebut bola gol boleh dicetak di 3 gawang kecil.b) Variasi serangan tanpa lawan (10 menit) Keterangan: Masing-masing tim mengumpankan bola dari satu sisi lapangan lalu menyeberang ke sisi lain dan seterusnya. 104 .  Tekankan kreatifitas dan kecepatan. pantulan dan umpan terobosan).  Permainan selalu dimulai oleh tim putih. c) Variasi serangan dengan lawan (20 menit) Keterangan:  Tim putih silih berganti melakukan berbagai variasi serangan dari kiri lalu ke kanan. Pastikan kedua tim mengumpan bola secara cepat dan kreatif (menggunakan overlap.  5 pemain putih melawan 4 pemain (kurangi jumlah lawan menjadi 3 apabila tim putih mengalami kesulitan membangun serangan.

Catatan tambahan:  Total latihan 100 menit. 105 .  Dari awal hingga akhir latihan kreatifitas dan kecepatan dalam membangun serangan terus ditekankan.e) Game 11 v 11 (30 menit) f) Cooling down (10 menit)  Jogling berempat.  Intensitas terjaga dari awal hingga akhir.  Pemain sisa yang tidak terlibat saat latihan berlatih koordinasi dibelakang gawang.  Stretching.

106 Sebagai pemanasan pemain diinstruksikan berlari keliling lapangan. Agar adil instruksikan pemain untuk melakukan rotasi. Mutlak dibutuhkan 1 bola untuk 1 pemain. Terjadi antrean panjang. Beli cones secukupnya dan/atau bagi tim dalam 3 grup. dll. cones. SOLUSI Bagi sesi latihan menjadi 2 grup. Pakai bola! Agar latihan bisa berjalan dengan lancar dan efektif penuhi semua kebutuhan latihan terutama bola. Sebagai contoh ada 20 pemain yang berlatih shooting. Alhasil. rompi. . Gabungkan pemanasan dengan latihan teknik ringan. satu grup berlatih dribling. Sesi pertama di isi 15 pemain dan sesi kedua di isi 15 pemain lainnya. 2 grup melakukan shooting ke gawang besar sementara 2 grup melakukan shooting ke gawanggawang kecil. PEMBUATAN PROGRAM LATIHAN SERTA EKSEKUSI LATIHAN Berikut ini adalah contoh-contoh kesalahan yang lazim terjadi dan solusinya: KESALAHAN-KESALAHAN YANG LAZIM TERJADI Dalam sebuah sesi latihan ada 30 pemain yang di latih oleh seorang pelatih saja. masing-masing pemain sangat jarang mendapatkan kesempatan shooting. Karena persediaan cones kurang saat berlatih dribling terjadi antrean panjang. Tidak tersedia cukup perlengkapan seperti bola. grup lainnya berlatih 1 v 1 sementara grup ketiga berlatih joggling misalnya. Terdapat 2 antrean dengan masingmasing antrean berisikan 10 pemain.BAB IV KESALAHAN-KESALAHAN YANG UMUM TERJADI DI INDONESIA DALAM HAL ORGANISASI LATIHAN. Bagi dalam 4 grup.

Terus menerus lakukan pembenaran. Asosiasi SSB lokal serta ASSBI ( Asosiasi SSB Indonesia) demi kelancaran komunikasi dan informasi. menjaga kebersihan. Ikuti perkembangan ilmu sepak bola modern melalui internet. Intensitas latihan rendah karena organisasi latihan kurang baik. Bersikaplah proaktif dalam hal mencari variasi latihan sehingga dalam sebuah sesi latihan anda bisa menyuguhkan berbagai variasi latihan. 107 Pelatih enggan belajar dengan alasan sudah berpengalaman dan cukup melatih berdasarkan pengalamannya sebagai pemain. Pelatih membiarkan kesalahan yang terjadi tanpa melakukan pembenaran. Rencanakan latihan secara rapi dan tertulis! Rubah sikap Anda! Tekuni dan seriusi bidang Anda. Lakukan studi banding ke pelatih-pelatih lain dan tim yang bagus serta kembangkan sendiri latihan tersebut.Pelatih melatih tanpa program di tangan dengan alasan sudah hafal di kepala. Kelompokkan pemain berdasarkan kemampuan pemain sehingga saat berlatih berpasangan pemain tidak frustasi. Sebagai contoh permainan possession dilakukan 10 v 10. Sudah saatnya pelatih dan Klub memiliki email. Pelatih juga perlu mengerti internet dan “You Tube” guna menambah ilmu. . Program latihan kurang bervariasi sehingga pemain jenuh. Karena ini jumlah pemain hendaknya terbatas. Pelatih dan pengurus SSB/Klub tidak mengajarkan prinsip-prinsip penting selain sepak bola. website dan terkoneksi dengan PENGCAB. gaya hidup sehat. berinteraksi dengan pelatih lain serta mengikuti seminar dan lisensi kepelatihan dengan serius. Bagi dalam 2 grup. Ikuti panduan di kurikulum ini tentang materi latihan yang seharusnya diberikan pada tiap-tiap kelompok umur. Pelatih membiarkan pemain berlatih setengah hati sehingga intensitas latihan menurun. baca buku. Jadilah contoh dalam hal semangat dengan cara melatih dengan semangat. Jangan biarkan pemain kehilangan konsentrasi. Pelatih dan Klub tidak melek teknologi. Pelatih dan pengurus hendaknya sangat aktif memberi anjuran dan contoh kepada anak didik untuk menomorsatukan sekolah. Latihan fisik tanpa bola diberikan pada pemain usia dini. Biarkan pemain bermain 5 v 5 diselingi dengan 10 v 10 sehingga semua pemain lebih sering terlibat. Pacu semangat pemain secara terus menerus. Latihan yang tidak disiapkan dengan rapi akan terlihat asal-asalan dan merusak reputasi pelatih dan klub. dll. Pengelompokan pemain secara tidak seimbang dalam hal kemampuan bermain sehingga pemain frustasi. PENGPROV.

108 . Jangan bawa-bawa masalah pribadi Anda ke lapangan.Tidak semua pemain mendapatkan kesempatan bermain sehingga mengakibatkan pemain dan orang tuanya frustasi. Permainan lapangan kecil (small sided game) berdurasi terlalu lama tanpa istirahat. Saat bertanding biasakan memakai aturan bebas keluar-masuk. Pertandingan sangat jarang dilakukan. Turnamen berhadiah uang dan piala sehingga rawan terjadi pencurian umur dan permainan kasar. Pelatih marah-marah (terlalu emosional). Artinya pemain yang sudah keluar boleh masuk kembali dan jumlah pergantian bebas. Pelatih menyuruh pemain mencuri umur atau bermain kasar. No Medals!” Cukup sediakan hadiah berupa berbagai perlatan latihan dan piagam bagi semua peserta. Latihan hanya bersifat latihan teknis saja. Ikuti anjuran kurikulum sehingga program latihan mencakup semua aspek. Daripada marahmarah berikan saja hukuman push up dll. Kenali pemain anda! Rubah sikap dan cara berpikir anda! Anda adalah seorang panutan bagi anak didik Anda. Tegur pemain dan perbaiki kesalahan tanpa emosi. Berikan kesempatan istirahat 1 menit diantara sesi. Dengan cara seperti ini intensitas latihan akan terjaga (pemain tidak “gembos”). Bentuk asosiasi SSB di daerah anda sehingga SSB anda tidak lagi bergantung pada PENGCAB setempat. Oleh karena itu bersatulah dan bersikaplah pro aktif dengan membentuk asosiasi SSB yang bekerjasama dengan PENGCAB namun tidak bergantung pada PENGCAB (Independen). Bagi menjadi 3 sesi yang masing-masing berdurasi 4 menit. Contoh : permainan possession dilakukan selama 15 menit tanpa henti. Sebagai SSB anda mempunyai kepentingan yang sama dengan SSB lain. Pelatih tidak mengenal nama pemain. No Money. Dengan demikian pemain bagus mendapatkan porsi lebih namun disaat yang sama semua pemain mendapatkan kesempatan bermain. FIFA menganjurkan aturan “No Trophy. Selain itu kembangkan pengetahuan taktis anda sehingga anda percaya diri memberikan materi latihan yang bersifat taktis.

5. 3. Pakem. Bergerak secara bersama-sama sebagai satu kesatuan yg utuh. Tidak mengacu pada kreatifitas/improvisasi! 10. 6. Mendobel ke belakang. 109 . Mendobel/mentripel lawan (2 v 1 atau 3 v 1 atau 4 v 1 ) —> agresif! 4. Semua terlibat. 8. 11. Membentuk “segitiga” dan “pisang” (meninggalkan lawan disisi-sisi tanpa bola!). 2. Menjaga jarak antara lini (± 15 m ) antar pemain satu lini (± 10 m). Prinsip Sepak bola Modern 1. Isi ke belakang (mengisi posisi di barisan belakang terlebih dahulu). Turun (membentuk formasi bertahan di belakang bola) —> menutup. 7. Prinsip Bertahan* 1. 9.BAB V TEORI SEPAKBOLA MODERN A. Kiper—berfungsi ganda sebagai libero (keluar dari sarang untuk mengantisipasi umpan terobosan!). Komunikasi! (saling melatih!).

Tidak bertele-tele . 6. second striker. Menggunakan senjata : · 1 . 3.cari penyelesaian! 8. · Jangkar. · Terobosan. 110 . atau formasi lainnya). Semua posisi terisi— striker. Cepat membuka. · Shooting jarak jauh.two.2/one . 5. 1 .prinsip baik saat bertahan maupun menyerang tetap sama. 2. prinsip .2. Formasi boleh beda tapi prinsip-prinsip sepakbola modern pada dasarnya sama. 3 pemain di belakang. Kualitas passing menentukan! 7. · Overlap. * Apapun formasi yang dipakai (entah 4-3-3. Semua terlibat. Kreatif sesuai situasi. 4.2 sentuhan sehingga permainan menjadi cepat. Prinsip Menyerang* 1. Bola datar & tegas. 4-4-2. · Crossing. · Pantulan. · Trik individu. · Pindah sisi serangan. jangkar.

asisten pelatih timnas Jerman di Piala Dunia 2006. ilustrasi telapak tangan yang mengepal lalu membuka lebar juga dipakai Löw guna menjelaskan prinsip ini kepada pemain. Hanya dengan cara demikian 111 . Mudah saja: saat lawan menguasai bola posisi tim secara keseluruhan harus mengecil/mengkerut.B. Prinsip Ordnung (Indonesia: keteraturan) atau penempatan posisi yang benar dan rapi  Mundur hingga di antara bola dan gawang sendiri Perhatikan sekali lagi diagram di atas tentang posisi pemain di saat lawan menguasai bola. Saat menerangkan prinsip ini kepada pemain saya sering menggunakan alat musik akordeon sebagai ilustrasi. Saya pernah melihat cuplikan di televisi saat Joachim Löw. telapak tangan yang menggenggam menggambarkan posisi pemain saat bertahan sementara telapak tangan yang terbuka lebar menggambarkan posisi pemain saat menyerang. Untuk jelasnya perhatikan diagram-diagram di bawah ini: 4-4-2 saat lawan menguasai bola 4-4-2 saat menyerang 2. berbicara kepada pemain soal prinsip ini. tarik selebar mungkin keluar saat menguasai bola dan kempeskan ke dalam saat lawan menguasai bola. sedang saat menguasai bola tim secara keseluruhan harus membuka lebar dan panjang lapangan selebar dan sepanjang mungkin. Yang menarik. Saat bola berpindah “tangan” semua pemain harus mundur hingga semua pemain berada di antara letak bola dan gawang sendiri. Keteraturan yang sedemikian rupa hanya bisa terealisasi apabila semua pemain memiliki kedisiplinan yang tinggi untuk secepat mungkin mundur saat bola direbut oleh lawan. Saat berguru di Jerman selama setahun penuh saya mendengar ilustrasi lain yang lebih baik lagi. Ternyata di level tertinggi pun pemain masih harus terus diingatkan tentang prinsip dasar yang begitu penting ini. Prinsip-prinsip dasar bermain 4-4-2 dengan Benar 1. Prinsip buka-tutup Prinsip ini begitu dasar sehingga perlu dikemukakan paling awal.

112 .Menggalang kekompakan sehingga tim secara keseluruhan tetap bisa menjaga posisi yang compact saat bergeser maju-mundur atau ke kiri-kanan adalah tantangan yang harus dihadapi bersama oleh pemain dan pelatih. Gunakan cones.  Compact Dalam bermain bola. atau kalau perlu video dalam melatih kekompakan (kesatuan) dan penempatan posisi yang compact (padat/ rapat). perhatikan sekali lagi diagram di atas saat lawan menguasai bola. dan agresif dilancarkan. Hanya apabila prinsip ini dilakukan pemain maka prinsip nomor tiga (bergerak secara bersama-sama ke arah bola) bisa terwujud. Caranya tidak lain adalah berlatih dan berlatih. Risikonya adalah apabila wasit yang memi mpin pertandingan lemah kinerjanya lawan yang lolos dari tekanan akan berhadapan langsung dengan dan jaga gawang. teratur. Artinya. Di saat bertahan. Umumnya pelatih memberikan instruksi sebelum pertandingan tentang di mana pressing akan dilakukan. pemain harus menempati posisi yang tidak lebih jauh dari sepuluh meter (!) di antara pemain dalam satu lini serta tidak lebih jauh dari limabelas meter (!) antar lini. Pressing itu sendiri dilakukan di tiga daerah lapangan. umpan terobosan adalah momok bagi sistem pressing ini. Kebalikan kompak adalah bertindak secara sendiri-sendiri dan "semau gue”. Baru setelah bola berada di daerah lapangan tengah tekanan secara bersama. Sedang s berarti rapat atau padat. Tekanan yang dilakukan di daerah pertahanan lawan disebut forechecking atau pressing 1. lawan dibiarkan leluasa membangun serangan di daerah pertahanannya sendiri tanpa diganggu terlebih dahulu.  Forechecking (pressing di daerah pertahanan lawan) Bertolak dari penempatan posisi pemain yang teratur (jarak antarlini padat serta jarak antarpemain dalam satu lini ketat) tim secara keseluruhan bahu-membahu melakukan pressing (menekan lawan) dengan tujuan mencuri bola dari kaki lawan. Adapun kelemahan utama forechecking adalah penggantungan nasib pada peraturan off side.  Midfield pressing (pressing yang dilakukan di lapangan tengah) Miedfield pressing atau pressing 2 adalah tekanan terhadap lawan yang dimulai di lapangan tengah. pemain harus bertindak dengan kompak dan compact. Dengan kata lain. papan tulis. Prinsip ini begitu penting! Untuk jelasnya. saat bertanding melawan lawan yang relatif lemah atau saat ketinggalan score. Sikap seperti ini tentu saja sangat merugikan tim secara keseluruhan karena sepak bola itu sendiri adalah olahraga tim dan bukan olahraga perorangan. Kompak artinya bertindak secara bersama-sama dan saling bahu membahu. Posisi pemain saat melakukan pressing 1 adalah sebagai berikut: Forechecking umumnya dilakukan saat ingin memforsir kemenangan. khususnya saat menerapkan pola 4-4-2.pertahanan bisa digalang bersama-sama sebagai unit: sebelas pemain sebagai kesatuan yang utuh bergerak bersama guna merebut bola secepat mungkin.

Paling tidak untuk sementara waktu. Begitu ada kesempatan (seperti terjadi lemparan ke dalam dan lain-lain) pemain berbondong-bondong kembali pada posisinya semula sesuai taktik midfield pressing / pressing 2. Keterangan: Dalam bahasa Indonesia “jatuh ke belakang” atau lebih tepatnya mengundurkan/menarik diri”. Posisi pemain saat melakukan fall back atau pressing 3 adalah sebagai berikut: Taktik pressing 3 ini biasanya dilakukan oleh tim-tim lemah yang hanya berusaha menyerang lewat serangan balik. 113 . Bisa juga pressing 3 dilakukan oleh tim yang sebenarnya kuat dan hanya sementara mundur dikarenakan gempuran lawan yang tiba-tiba bertambah hebat sehingga membuat kewalahan. Tentu saja saat serangan kandas jauh di daerah pertahanan lawan pressing 1 dilakukan. Lawan dibiarkan bergerak bebas hingga melebihi garis tengah lapangan. Bisa dikatakan baru di saat-saat terakhir tekanan terhadap lawan dilakukan. Situasi seperti ini paling sering terjadi saat lawan keti ng g al an dan b er nafsu memenangkan pertandi ngan. Menurut pengamatan saya hal ini umumnya terjadi di awal babak kedua (lawan baru saja dimotivasi pelatihnya untuk mempersering gempuran) dan menjelang akhir pertandingan (waktu yang tersedia semakin menipis).Posisi pemain saat melakukan taktik bermain pressing 2 adalah sebagai berikut: Midfield pressing adalah variasi pressing yang paling sering dan umum dilakukan.  Fall back (pressing yang dilakukan di daerah pertahanan sendiri) Yang dimaksud dengan fall back* adalah penempatan posisi pemain di daerah pertahanan sendiri.

Perhatikan diagram melapis ke belakang di samping ini: Perhatikan bagaimana pemain 7 (sayap kanan) dan pemain 9 (penyerang kanan) tidak berhenti bermain saat bola "melewati” keduanya. Saat bola "melewati” pemain. Pemain yang menggiring bola ditekan secara agresif oleh dua pemain bertahan sekaligus. Sering pemain bertahan tidak total dalam menekan lawan karena khawatir dilewati lawan. Contoh di atas memakai taktik full back. Prinsip melapis sesama pemain begitu sentral dalam falsafah sistem 4-4-2! Pemain harus dibiasakan untuk selalu bersedia melakukan prinsip melapis baik di tengah lapangan. Bergerak ke arah bola mempunyai tujuan menciptakan situasi 2 v 1 bahkan 3 v 1.3. Kuncinya pemain rajin bergerak dan rajin bergeser secara serentak. Sebagai contoh. Semua pemain bergerak serentak ke sebelah kanan lapangan. pemain 6 menekan secara agresif (tentu saja tanpa melakukan pelanggaran)*. Prinsip bergerak secara bersama-sama ke arah letak bola Sistem bermain 4-4-2 maupun sistem-sistem modern lainnya seperti 3-4-3 atau 4-3-3 tidak bisa berfungsi dengan baik apabila pemain tidak bergerak secara bersama -sama ke arah bola. Pergerakan lawan dengan demikian adalah ke kanan. Saat menerapkan sistem bermain 4-4-2 masalah ini bisa teratasi karena adanya pemain bertahan lain yang melapis. Perhatikan penempatan posisi pemain 3 (bek kiri) dan 8 (sayap kiri) yang ikut masuk ke tengah. Perhatikan diagram di berikut ini. Hanya dengan demikian ti m secara keseluruhan bisa berdiri dengan compact (padat dan ketat) sehingga lawan sulit melakukan kombinasi permainan. pemain 10 (gelandang serang) melapis 114 . Baik pemain 7 maupun 9 sama-sama memiliki kedisiplinan yang tinggi untuk membantu pemain 6 (gelandang bertahan) sehingga praktis terjadi situasi empat(!) v 1. Permainan lawan menjadi tidak berkembang dan bola bisa dengan lebih mudah direbut kembali. pemain tersebut harus memiliki kedisiplinan yang tinggi untuk ikut turun ke belakang (bergeser sesuai posisinya) dan bila mungkin melakukan "melapis ke belakang”. lawan mengumpan bola kepada pemain 8 (sayap kirinya). di sayap lapangan ataupun melapis ke belakang. Salah satu pemain bertahan bisa melakukan tekanan dengan total atau agresif karena ada pemain bertahan lain yang siap membantu apabila lawan mampu lolos. Perhatikan bagaimana baik barisan pertahanan maupun barisan lapangan tengah membentuk dua pisang! Perhatikan juga bagaimana ketat dan padatnya posisi pemain satu dengan yang lainnya.

pemain 8 harus bergeser lebih jauh ke dalam dari biasanya sehingga jarak kira-kira 10 meter antara pemain 10 dan 8 tetap terjaga. Sekali lagi: hal ini hanya bisa dicapai apabila semua pemain selalu bergeser ke arah bola secara bersama-sama. Lawan mendapatkan tendangan bebas sehingga bola yang tadinya sudah hampir terebut kembali bisa leluasa dikuasai lawan.pemain 6 dari belakang. Pada prinsipnya saat melakukan pergeseran pemain harus selalu berorientasi secara berturut-turut pada: 1. Melakukan pelanggaran di saat situasi begitu menguntungkan seperti ini (4 v 1) adalah bodoh karena dengan demikian situasi akan kembali netral. (2) kawan dan (3) lawan saat melakukan pergeseran bisa kita pelajari sesuai diagram di atas. TEMAN 3. 4. 4-3-3 atau sistem modern lainnya lawan hanya menempati nomor 3! Benar-benar sebuah perbedaan yang drastis. Perlu ditekankan di sini bahwa dalam sepak bola modern pemain bertahan tidak ikut maju dengan tujuan lawan terperangkap off side! Ini yang sering salah dipahami. Selanjutnya 8 melihat TEMANNYA pemain 10 (gelandang serang) meninggalkan posisinya demi melapis pemain 6 dari belakang. Kita ambil pemain 8 (sayap kiri) sebagai contoh. Dalam sistem 4-4-2. Ruang yang dimiliki lawan untuk melakukan kombinasi guna membangun serangan menjadi sangat minim dikarenakan tim yang bertahan menempatkan diri secara ketat dan padat. Secara praktis penerapan falsafah berorientasi kepada (1) bola. Apabila peraturan off side itu sendiri tidak ada maka tidak mungkin barisan pertahanan ikut naik baik untuk membantu serangan maupun guna membantu lapangan tengah mencuri bola dari lawan. Perhatikan bahwa barisan pertahanan juga terlibat secara tidak langsung dengan cara naik ke atas sehingga jarak antar lini menjadi padat! Demikian juga pemain 11 (penyerang kiri) ikut bergeser sedikit ke belakang dan pemain 8 (sayap kiri) merapatkan posisinya ke arah pemain 6 dan 10. BOLA 2. Dengan demikian. Prinsip penggunaan aturan off side Prinsip menekan lawan secara serentak di mana semua pemain terlibat (termasuk barisan bek yang ikut naik sehingga jarak antara baris tengah dan belakang menjadi dekat dan padat) hanya bisa dilakukan karena adanya peraturan off side. sedang pemain 7 dan 9 “melapis ke belakang”. Sistem yang memakai sistem man to man marking ini selalu mengarahkan pemain untuk berorientasi pada lawan. Dalam sepak bola modern barisan pertahanan ikut naik guna menciptakan barisan pertahanan secara 115 . Pemain 8 bergeser ke arah kanan karena letak BOLA adalah di sebelah kanannya. Baru kemudian pemain 8 berorientasi pada LAWAN dan menempatkan dirinya di antara lawan terdekat dan letak bola sehingga passing line atau garis umpan kepada lawan jagaannya bisa tertutup. * Keterangan: Melakukan pelanggaran menjadi tidak perlu dilakukan karena situasi toh menguntungkan tim sendiri. LAWAN Bandingkan dengan sistem 3-5-2 yang lazim dilakukan di Indonesia.

keseluruhan yang compact. Lawan yang membawa bola tidak diberikan waktu, ketenangan dalam bertindak serta tempat. Hal ini hanya bisa terwujud apabila barisan pertahanan ikut menopang barisan gelandang dengan cara memperketat dan memperkecil ruang gerak lawan. Terperangkapnya penyerang lawan dalam off side hanyalah by product atau produk sampingan hasil pergerakan barisan pertahanan yang ikut naik guna menghasilkan pertahanan yang compact! Oleh karena itu, istilah "jebakan off side” tidaklah tepat dalam sepak bola modern; pemain tidak naik semata-mata agar pemain lawan off side. Menurut saya di sinilah letak kelemahan utama sistem 4-4-2 saat dipraktikkan di Indonesia. Sistem pressing yang terkandung secara kental dalam falsafah bermain 4-4-2 sangat bergantung pada penilaian wasit yang jeli saat terjadi off side. Padahal kepercayaan publik Indonesia terhadap wasit baik dalam hal moral wasit maupun kemampuan wasit saat memimpin pertandingan tergolong minim. Sebuah dilema yang menurut saya bisa dipecahkan dengan cara hanya memakai taktik miedfiel dpressing dan taktik fall back. Sedang taktik forechecking hendaknya hanya dipraktikkan apabila wasit yang memimpin pertandingan diketahui dengan pasti memiliki moral dan kemampuan yang baik.

5. Prinsip penjaga gawang yang ikut bermain
Dalam sepak bola modern penjaga gawang tidak hanya semata-mata bertindak sebagai penjaga gawang. Seorang penjaga gawang yang modern adalah penjaga gawang dan libero sekaligus. Seorang kiper dewasa ini harus mahir memainkan bola dengan kaki, harus mahir memberikan umpan pendek dan panjang, harus mahir membaca perkembangan serangan lawan serta harus bisa memberikan instruksi yang jelas dan benar kepada barisan pertahanan. Saat lawan membangun serangan seorang penjaga gawang yang modern harus menempatkan diri relatif jauh di depan gawangnya sendiri. Kira-kira di mana seorang libero semestinya berada di situlah dia “berdiri”. Berdiri tertulis dalam tanda kutip karena kenyataannya kiper modern harus selalu bergerak sesuai letak bola: umumnya antara letak bola dan titik tengah gawang! Pada piala dunia 2006 Jürgen Klinsmann, pelatih timnas Jerman saat itu, mengejutkan dunia dengan keputusannya memilih Jens Lehmann (Arsenal) di atas Oliver Kahn (Bayern München). Dalam sebuah konfrensi pers Klinsmann menjelaskan bahwa ada 10 kriteria yang dibahas secara mendetail sebelum keputusan dilakukan. Dari 10 kriteria tersebut ada 9 kriteria di mana kekuatan Lehmann dan Kahn hampir sama. Hanya dalam satu kriteria Lehmann jauh unggul di atas Kahn; dalam hal ikut bermain! Lehmann adalah seorang pemain bola yang lebih baik dari Kahn. Teknik mengolah bola dan kualitas umpan Lehmann sangat baik sehingga dialah yang akhirnya terpilih menjadi kiper No. 1 Jerman. Dalam sistem sepak bola modern tidak ada tempat untuk seorang libero. Tapi karena barisan pertahanan harus ikut naik guna menghasilkan pertahanan yang compact penjaga gawang otomatis harus keluar dari sarangnya guna mengantisipasi umpan terobosan lawan. Untuk jelasnya, perhatikan diagram di bawah ini:
116

Perhatikan bahwa; (1) posisi kiper adalah di antara bola dan titik tengah gawang (invisible line), (2) posisi kiper relatif jauh dari mulut gawang , dan (3) ki per si ap m e n g a n t i s i p as i umpan terobosan lawan. Ketiga tujuan di atas hanya bisa terealisasi apabila penjaga gawang senantiasa bergerak sesuai letak bola dan situasi permainan.

Jarak antara kiper dan barisan pertahanan yang menjadi relatif pendek juga menguntungkan disaat bola harus terlebih dahulu diumpankan kepada kiper di saat tekanan teralu hebat untuk memaksakan diri memainkan bola ke depan. Menguntungkan karena jarak umpan menjadi jauh lebih pendek dibandingkan apabila kiper tetap di sarangnya. Hal ini penting dari segi keamanan. Perlu diingat bahwa di bagian sepertiga pertama lapangan berlaku hukum safety first atau penekanan terhadap keamanan. Karena semakin pendek umpan semakin bagus kualitas umpan itu sendiri maka otomatis semakin amanlah umpan yang berjarak pendek. Penjaga gawang modern dituntut untuk begitu aktif dalam hal ikut bermain baik di saat lawan menguasai bola maupun di saat membangun serangan sehingga istilah "pemain gawang” menjadi semakin populer, khususnya di bagian selatan Jerman akhir-akhir ini. Banyak pelatih di selatan Jerman bahkan membiasakan diri menyebut sistem 4 -4-2 dengan 1-4-4-2. Kiper ikut dihitung dan disebut karena peran penjaga gawang memang menjadi semakin penting di era sepak bola modern ini. Memang sistem 4-4-2 atau 4-4-3 serta formasi modern lainnya tidak bisa berfungsi dengan baik apabila tidak ada "pemain gawang” yang bertindak sebagai libero*. Oleh karena itu, saya pribadi setuju sistem 4-4-2 disebut dengan 1-4-4-2. Paling tidak sebagai wujud hormat saya terhadap kiper sebagai salah satu bagian yang penting dalam tim. Apa pun nama sistem yang dipakai, apa pun istilah yang diberikan kepada kiper, yang paling penting adalah pemain mengerti bahwa kiper harus ikut bermain dengan aktif!

Keterangan : * Tanpa seorang kiper yang sekaligus bertindak sebagai libero, risiko bertahan secara modern akan terlalu tinggi. Barisan pertahanan yang naik guna menciptakan pertahanan yang compact harus dilapis oleh kiper yang juga ikut naik (keluar dari sarangnya) sehingga risiko umpan terobosan dapat diminimalisasi.

117

C. Langkah Demi Langkah Menuju 4-4-2 (sekaligus 4-3-3)
Mengajarkan cara bermain 4-4-2 kepada pemain tidak boleh asal-asalan. Harus ada strategi pengajaran yang metodis sehingga pada akhirnya pemain betul-betul mengerti dan bisa menerapkan sistem 4-4-2 dengan baik. Sistem 4-4-2 sering dianggap teralu sulit untuk dimengerti pemain Indonesia. Benar-benar sebuah opini yang meremehkan intelegensia pemain Indonesia! Permasalahan yang sebenarnya adalah banyaknya pelatih yang kurang mengerti atau kurang mampu menjelaskan/melatih sistem 4-4-2. Bila ada kemauan untuk bekerja keras dan apabila metode melatih 4-4-2 diterapkan, saya yakin semua pemain dan semua pelatih Indonesia akan mampu menerapkan sistem 4-4-2 dan juga 4-3-3 dengan benar.

1. Langkah pertama : Taktik Individu 1 v 1 dan 1v 2
Taktik individu adalah langkah pertama menuju penerapan sistem bermain secara modern. Yang dimaksudkan dengan taktik individu adalah kemampuan seorang pemain untuk memilih keputusan yang tepat di antara beberapa pilihan. Pada dasarnya taktik adalah kenapa seorang pemain melakukan sesuatu sedang teknik adalah bagaimana seorang pemain melakukan sesuatu. Dengan demikian, taktik individu adalah tindakan dengan tujuan tertentu yang dilakukan oleh satu orang pemain saja. Sebagai contoh speed dribbling* adalah taktik individu. Melakukan trik guna mengecoh lawan adalah taktik individu. Bagaimana caranya melakukan trik itu sendiri adalah teknik sedang mengapa seorang pemain memilih untuk melakukan trik adalah taktik individu. Secara teoritis pemain yang menguasai bola memiliki 11 kemungkinan; mengumpan kepada 10 pemain lainnya* dan menggiring sendiri bola yang dikuasainya. Pemain yang berkelas akan memilih kemungkinan yang terbaik dari kemungkinan-kemungkinan yang ada
118

Apabila pemain memilih untuk bertindak sendiri (melakukan trik. Jadi. Pada kenyataannya mungkin hanya ada 4 pemain yang benarbenar siap menerima bola. Gunakan garis tepi lapangan sebagai “partner” dalam menekan lawan. 5. Sesaat sebelum mendekati lawan. 2. menendang bola keluar atau jauh ke depan dengan pertimbangan keamanan dan lain-lain) maka itulah yang disebut dengan taktik individu. taktik grup adalah tindakan yang dilakukan beberapa pemain secara bersama-sama dengan tujuan tertentu . atau overlap pass. Penjabaran taktik individu a. Tapi bagaimana caranya mengetahui kaki mana merupakan kaki lemah lawan? Mudah saja. Kemungkinan itu bisa saja dilakukan tapi tidak mutlak harus dilakukan.jarak jauh di sayap dan di tengah 1. umumnya kaki yang dipakai untuk menggiring bola adalah kaki kuat lawan. Apabila lawan berada di daerah sayap. “giring” pemain lawan ke arah garis tepi lapangan. Maksudnya demikian “giring” lawan ke sisi kaki lemahnya agar ia kesulitan melepaskan tembakan ke arah gawang. kaki lemahnya adalah kaki yang tidak dipakai untuk menggiring bola!* 119 . mendribel bola dengan cepat. Apabila tidak ada rekan satu tim yang bisa diajak kerja sama dalam hal merebut bola dari lawan maka pemain bertahan harus menggunakan kaki lemah lawan sebagai “partner”. Apabila pemain yang menguasai bola memilih untuk melakukan wall pass. Hal ini dilakukan dengan cara menutup sisi kuatnya agar lawan terpancing untuk menggiring bola ke sisi lemahnya. * Tentu saja pada kenyataannya banyak pemain yang tidak mungkin menerima bola tanpa kehilangan bola. Hal ini dilakukan supaya pemain lawan tidak bisa dengan mudahnya berlari melewati pemain bertahan. apabila lawan menggiring bola di lapangan bagian tengah. pemain bertahan hendaknya melakukan sprint ke arah pemain yang menggiring bola. Perbedaannya. Logikanya gampang saja: lapangan tengah adalah daerah yang jauh lebih berbahaya dikarenakan letak gawang adalah di tengah! Oleh karena itu. Dalam hal bertahan ada beberapa pengetahuan penting yang perlu diketahui seorang pemain agar memiliki taktik individu yang baik. misalnya. pemain bertahan tidak harus “menggiring” lawan ke garis tepi lapangan. Keterangan: * Speed Dribling: Menggiring bola dengan kecepatan tinggi.tersebut. Dengan demikian. Pada akhirnya pengetahuan taktik individu masingmasing pemain terutama dalam hal bertahan adalah modal dasar bermain 4-4-2 dan 4-3-3 secara tim. maka tindakan tersebut disebut taktik grup. pemain bertahan harus menempatkan dirinya sedemikian rupa sehingga kemungkinan bagi lawan menggiring bola ke bagian tengah lapangan menjadi tertutup. 3. Apabila lawan berada di bagian tengah lapangan poin pertama dan kedua di atas tetap berlaku. Hal ini penting untuk dilakukan agar jarak antar pemain lawan dan gawang sendiri menjadi sejauh mungkin. pemain bertahan hendaknya berhenti berlari ke depan untuk kemudian berbalik lari mundur. 4. 1 v 1 . Saat menghadapi lawan yang posisinya relatif jauh. Kemungkinan lain yang bias dilakukan adalah "menggiring” lawan ke arah teman sehingga terjadi situasi 2 v 1.

Ingat. contain (arahkan lawan ke bagian paling tidak berbahaya). Keterangan: *Step in : Beranjak masuk untuk mencuri bola dari kaki lawan. Demikian juga dengan melakukan pelanggaran sebaiknya hanya dilakukan apabila tidak ada kemungkinan lain lagi. 120 . b. pemain harus dibiasakan untuk sebisa mungkin merebut bola sebelum bola dikuasai oleh lawan. Sebisa mungkin hindari melakukan pelanggaran. Di sinilah kesempatan bagi pemain bertahan untuk membuat penyerang tidak tenang/gugup sehingga ia membuat kesalahan. 5. sedang saat melakukan pelanggaran biasa pemain kerap kehilangan kendali atas emosi pribadi. Keterangan:  Tim profesional Eropa umumnya memiliki tim mata-mata yang salah satu tugasnya adalah mengamati hal-hal seperti ini. 6. Masa paling kritis bagi penyerang adalah saat mengontrol bola. dan jangan lakukan step in sampai ada kesempatan yang benar-benar bagus. Tackling hanyalah kemungkinan terakhir apabila semua kemungkinan yang ada telah terkuras habis tanpa hasil yang memuaskan. Hal ini berbahaya karena penyerang yang berkualitas akan dengan mudah melewati lawan yang sudah terlanjur mati langkah. Terutama apabila lawan berada di dekat gawang kita. saat melakukan tactical foul pemain tidak dalam keadaan emosi. Oleh karena itu. pemain bertahan harus menahan diri untuk tidak melakukan step in*. Bedanya jelas. Apabila semua hal di atas tidak berhasil dilakukan dan lawan telah berhasil menerima bola dengan baik. bahkan berhasil berbalik menghadap gawang. 1 v 1 . di dalam situasi seperti ini pemain harus belajar untuk sabar dan baru masuk mencuri bola apabila lawan melakukan kesalahan dalam hal mengontrol bola (bola tidak digiring dengan dekat ke kaki). Sekali lagi.jarak dekat di sayap dan di tengah 1. situasi standar sering menjadi pemecah kebuntuan dalam suatu pertandingan yang sebenarnya berjalan sangat seimbang. 4. 2. pemain bertahan boleh lebih agresif dalam usahanya mencuri bola.6. hindari mengejar lawan dari belakang seperti layaknya sebuah gerbong kereta api. karena inilah strategi saling mendobel satu dengan yang lainnya mutlak harus dikuasai pemain zaman sekarang. 3. Informasi tersebut diberikan kepada pelatih yang kemudian memberikan instruksi kepada pemain-pemainnya sesuai kelebihan dan kelemahan lawan. Apabila lawan tetap saja bisa lolos (hal ini kerap terjadi karena dalam sepak bola terka dang lawan lebih hebat walaupun kita telah melakukan yang terbaik). Pada saat jarak lawan dekat dengan posisi pemain bertahan. Lakukan sprint secepatnya guna memotong pemain lawan sehingga pemain bertahan berada di antara titik tengah gawang dan letak bola. Apabila ada kawan yang siap mendobel. Itu pun hanya sebatas pelanggaran sejenis tactical foul (pelanggaran yang dilakukan demi kepentingan taktis) dan bukan pelanggaran brutal. Bila ini berhasil dilakukan maka proses di atas kembali dimulai dari awal. Apabila lawan telah berhasil mengontrol bola sebisa mungkin jangan biarkan lawan berbalik hingga menghadap gawang. Apabila memotong bola tidak memungkinkan. paling tidak pemain bertahan harus terbiasa untuk secara agresif menekan lawan di saat-saat penyerang menerima bola.

(2) Posisi badan bek setengah muncul ke samping badan penyerang. Tidak percuma pemain yang relatif tua biasanya semakin mahir bermain bola karena memang semakin berpengalaman seorang pemain semakin mahir pemain tersebut dalam menempatkan posisi. hindari melakukan pelanggaran karena tendangan bebas sering kali berbuah gol! d. 2 v 3 . pengetahuan tentang bagaimana seorang pemain harus bertindak saat terjadi situasi 1 v 2 adalah pengetahuan dasar yang juga dibutuhkan saat terjadi situasi kalah jumlah yang lain seperti 1 v 3 .c. prinsip utama saat terjadi situasi 1 v 2 (demikian juga saat terjadi situasi-situasi lain di mana pemain lawan jumlahnya lebih banyak daripada pemain bertahan seperti misalnya 2 v 3 atau 3 v 5) adalah mengulur waktu. Dengan kata lain. bek tidak menyentuh lawan apalagi melakukan pelanggaran. Sekali lagi. Sebagai contoh. Situasi 1 v 2 harus rajin dipelajari serta dilatih karena situasi 1 v 2 adalah landasan ilmu yang penting dan bisa dipakai untuk situasi kalah jumlah secara umum. Untuk penempatan posisi yang ideal saat terjadi situasi 1 v 2 perhatikan diagram berikut ini: 121 . bek tidak berdiri 100% di belakang penyerang melainkan hanya 50% saja. apabila letak gawang berada di sebelah kiri belakang bek. Tujuan bek saat bertahan di situasi seperti ini adalah bila mungkin merebut bola sebelum bola dikuasai lawan. pemain bertahan lain diberi waktu untuk datang membantu. Lain halnya saat jumlah pemain bertahan melebihi jumlah pemain menyerang. 3. Merebut bola di saat-saat kurang menguntungkan seperti ini tidak menjadi prioritas. Situasi ini sering sekali terjadi terutama bagi seorang bek tengah. baru setelah itu merebut bola menjadi prioritas kembali. 1 v 2 .bek berada di belakang punggung penyerang (penyerang membelakangi bek) 1. Artinya. Pertama -tama yang perlu diperhatikan seorang bek saat terjadi situasi seperti ini adalah penempatan posisi. Walaupun situasi 1 v 2 tidak diinginkan terjadi karena tentu saja tidak menguntungkan dan sangat berbahaya. Dengan demikian. Oleh karena itu. Memang pandai menempatkan posisi begitu penting artinya dalam bermain sepak bola. Letak posisi bek saat penyerang membelakanginya idealnya adalah: (1) Menempel ketat badan penyerang tanpa melakukan kontak badan. 2. Ulur waktu sampai teman datang membantu. tetap saja sering kali seorang pemain bertahan harus meredam dua pemain menyerang sekaligus. 2. di situasi seperti itu tentu saja merebut bola menjadi tujuan utama sehingga sikap pemain bertahan seharusnya agresif dan ngotot untuk merebut bola. Artinya. maka badan bek harus muncul di sebelah kiri badan penyerang! 3. Paling tidak untuk sementara waktu sampai pemain bertahan lain datang membantu. Apabila menyerobot bola tidak mungkin dilakukan maka tujuan bek berikutnya adalah tidak membiarkan lawan berputar dan menghadap gawang.satu pemain bertahan melawan dua penyerang 1. Tujuannya adalah supaya bek bisa melihat bola bahkan bila mungkin menyerobot bola sebelum bola berhasil dikuasai penyerang.3 v 5. dan lain-lain. (3) Munculnya badan bek seharusnya ke arah letak gawang. 1 v 1 .

Apabila umpan ini dipilih lawan. lalu C. Di posisi C. bek dilatih untuk berdiri dengan tepat serta melakukan prinsip-prinsip yang sudah dijabarkan di atas. Bila bek berhasil merebut bola. Artinya. biarkan bek sayap lebih banyak berlatih di posisi A dan B sedang bek tengah lebih banyak berlatih di posisi C. Umpan 1 tidak berbahaya bahkan menguntungkan bek karena memberi waktu pada bek lain untuk turun membantu. mereka diinstruksikan untuk mendribel bola melalui gawang kecil tersebut. Contoh Latihan Untuk contoh-contoh latihan sederhana guna melatih prinsip-prinsip taktik dan teknik individu saat bertahan. 122   . kiper harus sigap untuk memotong bola. Untuk itu posisi kiper harus tepat serta keluar dari sarangnya. bek dilatih untuk menekan lawan sejak saat bola dalam perjalanan menuju penyerang. ditempatkan gawang kecil dari cones. Dari situasi 1 v 2 kini terjadi 1 v 1! Kini bek tinggal berusaha merebut bola saat bola digiring jauh dari kaki lawan dengan cara menyelipkan badannya di antara pemain lawan dan bola. maupun C. Di belakang pemain menyerang baik di posisi A. perhatikan diagram-diagram di bawah ini berikut keterangan singkatnya: Latihan 1 Keterangan:  Latihan A adalah untuk jarak dekat. B untuk bertahan jarak jauh dan C untuk bertahan di belakang punggung penyerang. Biarkan pemain bergiliran menempati posisi A. Umpan 2 harus ditutup bek sehingga lawan tidak bisa melepaskan umpan yang sangat berbahaya ini! Umpan 3 adalah tanggung jawab kiper. berikan porsi yang lebih sesuai posisi masing-masing pemain. B . Kiper harus ikut bermain! Apabila lawan memutuskan untuk melakukan speed dribbling maka bek harus ikut berlari mundur sambil berusaha ‘menggiring‘ lawan ke samping (tepi lapangan). biarkan pemain berlatih sebanyak mungkin sesuai situasi yang sering terjadi saat bertanding! Untuk latihan A dan C diperlukan orang ketiga yang bertugas mengumpan bola kepada penyerang. biarkan pemain sayap lebih banyak menempati posisi A dan B sedang penyerang tengah lebih banyak menempati posisi C.Keterangan: Posisi bek harus sedemikian rupa sehingga umpan 1 adalah kemungkinan yang dipilih oleh lawan yang menguasai bola. Logikanya simple. setelah beberapa menit. Di posisi A. B. Sebagai variasi. instruksikan bek untuk mengumpan bola secara mendatar ke dalam gawang kecil apabila mereka berhasil merebut bola dari kaki penyerang. Hanya saja. Demikian juga untuk penyerang.

Pemain perlu diberikan pengertian bahwa mendobel lawan atau menciptakan situasi menang jumlah adalah tujuan pergeseran! Seperti sudah di bahas sebelumnya. apabila tujuan Anda adalah melatih pertahanan. Dengan kata lain. Untuk situasi seperti inilah pemain perlu dilatih cara-cara mendobel lawan. Perlu diingat. Selebihnya. bek mendapat bantuan setelah beberapa detik (tiga detik misalnya). dalam sepak bola modern pemain dituntut untuk bergeser secara bersama-sama (sebagai sebuah unit) ke arah bola. 2 v 3 atau kalah jumlah serta bertahan berempat 4 v 4 (sama jumlah). berikan instruksi khusus kepada pemain-pemain bertahan saja! 2. beberapa pemain melakukan sesuatu dengan maksud dan tujuan tertentu secara bersama-sama. Latihan ini dimaksudkan untuk melatih pemain mengulur waktu. Langkah kedua : taktik grup I – Mendobel lawan (2 v 1) Langkah kedua saat mengajarkan sistem 4-4-2 yang benar adalah mengajarkan taktik grup. latihan ini melatih pemain untuk cepat melakukan penyelesaian ke arah gawang. 123 . mendobel lawan (menang jumlah). Taktik grup yang akan dibahas di sini adalah taktik grup saat bertahan. Dengan bergesernya pemain. terjadi situasi menang jumlah di daerah letak bola. Lakuka n k oreksi a pa bila penempatan posisi pemain salah.  Beberapa menit kemudian lakukan latihan B. 3 v 2. Pemain menyerang cukup diberikan instruksi singkat di awal latihan. Jangan bosan mengoreksi karena ini adalah dasar ilmu pertahanan. Latihan ini dimaksudkan guna melatih penempatan posisi yang ideal. dua pemain bertahan datang membantu sehingga terjadi situasi yang menguntungkan.Latihan 2 Keterangan:  Untuk latihan 1 v 2. bagi penyerang. pada awalnya lakukan latihan A. Yang dimaksud dengan taktik grup adalah pencapaian sebuah tujuan secara bersamasama. Sebaliknya. Bertahan secara grup umumnya dibagi menjadi tiga bagian. maka berkonsentrasilah pada pemain bertahan. Artinya setelah tiga detik. Pada latihan B.

misalnya. Dengan kata lain. Setelah beberapa waktu gantilah peran kedua tim. Sebagai variasi. biarkan pemain pelapis datang sedikit terlambat. bek pertama bisa mulai mencurahkan tenaganya untuk merebut bola. merebut bola dari lawan lalu dengan cepat melakukan penyelesaian. bek pertama bisa benarbenar agresif atau ngotot dalam usahanya merebut bola. Sekali lagi. Begitu pemain pelapis memberikan instruksi “rebut” tanda dia telah siap untuk melapis. Dua pemain dilatih mendobel lawan. Contoh latihan mendobel lawan: Keterangan: Bola dikuasai pemain . satu menekan bola dengan agresif sedangkan pemain lainnya berjaga-jaga di dekatnya kalau-kalau pemain lawan berhasil lepas dari kawalan pemain bertahan pertama. berikan instruksi hanya pada tim bertahan. Bertahanlah secara bersama-sama sebagai grup. atau dihukum push up. hindari bertahan secara sendiri-sendiri. Saat tidak ada permain pelapis (1 v 1) tugas bek adalah menggiring penyerang ke garis samping lapangan atau ke arah posisi teman. Untuk jelasnya perhatikan diagram di bawah ini: 124 . Karena ada pemain pelapis. Ada pembagian tugas yang jelas. Dengan kata lain. pemain pelapis harus memberikan instruksi! Jangan lakukan pelanggaran! Situasi 2 v 1 atau bahkan lebih (3 v 1) begitu menguntungkan bek. Apabila usahanya gagal dia tahu bahwa masih ada pemain pelapis yang bisa meredam pemain lawan tadi. Biasakan selalu menciptakan situasi kompetisi atau bersaing saat latihan. kedua pemain bertahan tidak merebut bola secara bersama-sama. kini menyerang. Langkah ketiga : taktik grup II.Prinsip dasar saat mendobel lawan:     Satu pemain bertugas merebut bola sedang pemain lainnya berfungsi sebagai pelapis. Kuncinya.2 v 3 Saat melatih 2 v 3 perhatikan beberapa coaching points di bawah ini:  Pemain bertahan harus selalu saling melapis (saling mengamankan). Dengan demikian bek sekaligus dilatih 1 v 1 sedangkan pemain pelapis dilatih untuk memberikan instruksi “rebut” saat ia telah siap melapis! 3. Pelanggaran akan memberikan waktu dan tempat kepada penyerang yang sebelumnya tidak dimilikinya! Pemain pelapis selalu menempatkan posisinya di antara bola dan titik tengah gawang (invisible line ) dengan pertimbangan keamanan. Tim yang kalah harus membereskan peralatan latihan.

Keterangan: Terlihat jelas bahwa pemain A bergeser sesuai letak bola sedang pemain B melapis/ mengamankan pemain A. Prinsip mengamankan rekannya ini juga berlaku bagi kiper. Kiper hendaknya keluar dari sarangnya guna memotong umpan-umpan terobosan.

Pemain bertahan yang melapis/mengamankan (pemain B) bertugas menutup umpanumpan ke jantung pertahanan. Dengan demikian pemain lawan ´diundang‘ untuk melakukan umpan menyamping. Umpan semacam ini menguntungkan karena memberi waktu pada pemain bertahan lain untuk datang membantu.  Untuk memberi waktu kepada pemain bertahan lain untuk datang membantu, pemain A dan B harus sedikit demi sedikit mundur ke belakang. Kecepatan mundurnya pemain bek bergantung pada kecepatan majunya penyerang lawan. Sering terjadi kesalahan dalam hal ini; bek tidak bergerak mundur atau kurang cepat dalam bergerak mundur sehingga lawan bisa menyelip/melewati bek dengan mudah. Sebaliknya, terlalu cepat mundur juga berbahaya karena akan memberikan ruang tembak bagi penyerang.  Saat bola berada di bagian tengah lapangan letak posisi kedua bek adalah seperti terlihat pada diagram berikut: Keterangan: Pemain A menutup sisi kuat pemain yang menguasai bola. Artinya, sesuai contoh diagram, pemain A menempatkan dirinya di sebelah kanan penyerang karena kaki kanan adalah sisi kuat penyerang tersebut. Umumnya kaki yang digunakan untuk menggiring bola adalah kaki atau sisi kuat pemain tersebut. Perlu diingat, pemain A tidak berusaha merebut bola, melainkan hanya mencoba mengulur waktu dengan cara turun ke belakang secara bertahap ( s e s ua i k e c e pa ta n l aw a n) dan ´mengundang´ lawan untuk melakukan umpan ke arah samping.  Apabila penyerang melakukan overlap run, perhatikan diagram di bawah ini: Keterangan: Penyerang B yang melakukan overlap run diikuti pergerakannya oleh bek yang berposisi menjorok ke depan (dalam hal ini pemain D). Pemain D bergerak diagonal ke belakang agar mampu mengamankan umpan terobosan yang berbahaya. Pemain E ikut bergerak ke belakang-samping guna mengamankan daerah tengah pertahanan. Dengan demikian penyerang A tidak bisa menerobos ke arah gawang melainkan
125

´diundang´ untuk memberikan umpan kepada C. Umpan kepada C (menyamping) tidak berbahaya dan mengulur waktu sehingga pemain bertahan lain ada waktu untuk datang membantu. Umpan ke C (ke daerah) harus diantisipasi kiper dengan cara menempatkan diri dengan benar.

Contoh latihan 2 v 3 Latihan 1
Keterangan: Tim putih di bagian bawah diagram dituntut mencetak gol dalam waktu kurang dari sepuluh detik. Tim merah berusaha merebut bola untuk kemudian diumpankan pada tiga rekannya di garis tengah lapangan. Kini tim merah bermain 3 v 2 melawan tim putih di bagian atas diagram. Begitu seterusnya. Setelah beberapa menit biarkan pemain beristirahat secara aktif (jogging santai atau menjogling bola bertiga). Peraturan off side tentu saja berlaku seperti biasa.

Latihan 2
Keterangan: Tim putih menguasai bola dan dituntut untuk secepat mungkin melakukan penyelesaian akhir. Tim merah awalnya bermain 2 v 3, akan tetapi beberapa detik kemudian ada tambahan dua pemain bertahan sehingga terjadi situasi 4 v 3. Pemain bertahan C dan D yang ditempatkan 5-10 meter di belakang penyerang diperbolehkan turun membantu begitu bola bergulir.

4. Langkah ke empat : taktik grup III- bertahan berempat (4 v 4)
Langkah berikutnya adalah membiasakan pemain bekerja sama sebagai sebuah rantai yang terdiri dari empat mata rantai. Beberapa coaching point penting saat melatih bertahan secara rantai dengan empat pemain adalah sebagai berikut: 1. Arah lari bek tidak boleh saling menyilang. Penjagaan pemain lawan harus diserahkan
126

kepada bek yang berdiri lebih dekat dengan posisi baru penyerang. Ini adalah perbedaan utama antara sistem 4-4-2 atau 4-3-3 modern bila dibandingkan dengan cara bermain man to man marking. 2. Ke empat bek harus bergerak secara bersama-sama ke arah letak bola tanpa merenggangkan jarak antar pemain (kira-kira sepuluh meter) sehingga terjadi situasi menang jumlah di sisi lapangan tempat bola berada (lihat diagram). 3. Saling memberikan instruksi mutlak harus dilakukan semua pemain! 4. Sebagai pedoman, rangkaian posisi pemain seharusnya menyerupai sebuah pisang! (Lihat diagram). 5. Apabila bola berada di bagian tengah lapangan salah satu pemain (sesuai diagram pemain B) maju ke depan guna merebut bola. Ketiga bek yang lain bergerak lebih jauh ke dalam sehingga pertahanan tetap compact (lihat diagram). Penting: ketiga pemain bertahan harus menjaga lini sehingga peraturan off side bisa dipergunakan (sesuai contoh diagram, pemain A, C dan D harus membentuk garis lurus).

Untuk jelasnya perhatikan kedua diagram di bawah ini: Diagram 1 Diagram 2 Keterangan:

Pada diagram 1, pemain A menggiring penyerang lawan ke arah luar. Pemain B bertindak sebagai pemain pelapis, sedang pemain C dan D ikut bergeser ke arah bola tanpa kehilangan keketatan antar mata rantai. Pemain A, B, C dan D membentuk sebuah pisang. Pada diagram 2, pemain B maju ke arah pemain yang menguasai bola karena letak pemain tersebut paling dekat dengan pemain B. Terbentuk sebuah segi tiga antara pemain A, B dan C. Pemain A dan D bergeser ke tengah sehingga keketatan antar mata rantai menjadi lebih ketat lagi.

127

Penting: Latihan ini menuntut dipraktikkannya semua prinsip yang telah dibicarakan sejauh ini! Oleh karena itu. Keempat bek dilatih untuk bergeser ke kiri dan ke kanan membentuk pisang dan sesekali membentuk segi tiga di bagian tengah lapangan.Contoh latihan untuk 4 vs 4: Latihan 1. Latihan 2. “Bekukan” latihan di saat yang tepat guna mengoreksi arah lari dan penempatan posisi pemain bertahan. Apabila sesuai diagram penyerang 9 dijaga oleh 4. Di saat yang sama barisan pertahanan tetap harus bergeser ke arah letak bola. Barisan bek harus membiasakan menyerahkan tanggung jawab atas penyerang tengah (9) dengan saling memberikan instruksi. Selang beberapa waktu biarkan penyerang betul-betul berusaha mencetak gol. Setelah beberapa waktu. pemain 5 bertugas menjaga gelandang serang 10 apabila 10 mendribel bola ke arah gawang. Keterangan: Pemain putih menyerang dii ns tr uk si ka n untuk mengumpankan bola dari kaki ke kaki. hanya saja kini tempatkan seorang pemai n lawan sebagai penyerang tengah (9). Keterangan: Sama seperti latihan 1. Barisan pertahanan berusaha merebut bola lalu mendribel atau mengumpan bola ke salah satu dari kedua gawang kecil dari cones yang tersedia. pelatih harus jeli dalam melihat kesalahan-kesalahan yang terjadi. instruksikan penyerang untuk be nar -b e nar b er usa ha mencetak gol. 128 .

Saat melatih taktik secara tim.Empat pemain bertahan ditambah dua gelandang bertahan (6 v 5 atau 6 v 6) Setelah latihan taktik individu dan latihan taktik grup dilakukan secara saksama. fokus latihan kini diarahkan pada keketatan posisi antar pemain di dalam lini dan keketatan posisi pemain antarlini. Bandingkan dengan diagram selanjutnya di mana pemain 5 harus lebih muncul. Tujuannya tentu saja adalah menyulitkan lawan menemui celah-celah yang bisa digunakan untuk melakukan kombinasi permainan. dengan adanya penempatan posisi yang compact pemain bertahan akan bisa menciptakan situasi menang jumlah di daerah letak bola (flooding the ball). Dengan bergabungnya dua gelandang tengah. Perhatikan posisi ideal pemain-pemain bertahan saat bola berada di sayap sesuai diagram di bawah ini: Keterangan: Pemain 2 dan 6 mendobel ( 2 v 1) pemain sayap kiri lawan (8). Tugas pemain 4 dilimpahkan kepada bek tengah 5. Gelandang bertahan 6 dan 10 tentu saja ikut bergeser. kini gelandang bertahan 10 yang ganti membantu bek sayap 3. Cara pengajaran taktik tim itu sendiri bisa dilakukan dalam beberapa jenjang. Bila bola sampai pada 7. "punyaku”. Perhatikan juga bahwa penempatan posisi pemain 5 sesuai gambar adalah di belakang pemain 11 (sisi gawang!). Saling memberikan instruksi (bahkan bisa dikatakan saling melatih) begitu penting artinya dalam sepak bola modern karena pengawalan lawan tidak lagi melulu berlangsung secara man to man. Bek tengah (4) meninggalkan striker lawan 11 untuk bersiap membantu mengawal sisi kanan pertahanan (daerah bergaris). Jenjang berlatih taktik bertahan secara tim pertama adalah membiasakan barisan pertahanan bekerja sama dengan kedua gelandang tengah (pemain 6 dan 10). seperti yang sudah dibahas sebelumnya. Langkah ke lima: Taktik tim I. "ikuti dia” atau "biarkan dia”. langkah metodis berikutnya adalah berlatih taktik bertahan secara tim. Pemain 4 kembali bergeser menjaga 11 dan pemain 5 kembali menjaga 9. Bila pemain tidak saling memberikan instruksi. pemain lawan tidak bisa terjaga dengan baik dikarenakan perpindahan tanggung jawab pengawalan tidak berlangsung dengan baik. Selain itu. pemain bek sayap 3 bergeser menjaga 7. 129 .5. Ke empat pemain bek harus selalu berdiri dengan compact! Dengan kata lain. Biasakan pemain menyerukan instruksi-instruksi seperti "jaga dia” . "jaga nomor 11". Striker 9 yang tadinya dijaga bek tengah 5 kini dikawal oleh bek sayap kiri 3. jarak antar barisan bek dan barisan gelandang bertahan harus selalu ketat. selalu tekankan pentingnya komunikasi antar pemain. Dua jenjang utama akan dibahas di sini. Pemain 3 sekaligus bertugas mengawasi pergerakan gelandang sayap kanan lawan (7).

Diagram 2 Keterangan: Apabila salah satu striker lawan (misalnya pemain 11) datang membantu pemain yang menguasai bola. 5 dan 3). Posisi pemain 4 dan 5 harus sedikit muncul dari belakang striker lawan 9 dan 11. maka bek tengah 4 harus mengikuti pergerakan striker lawan 11! Di saat yang sama pemain 2 dan 5 bergerak masuk sehingga terbentuk segitiga (2. Ini penting guna: (1) bisa melihat bola. Diagram 3 Keterangan: Apabila gelandang lawan (10) tidak bisa didobel dengan baik oleh pemain 6 dan 10 (karena kurangnya agresivitas atau tidak cukup waktu untuk datang mengahampiri pemain lawan 10). Pemain 3 juga ikut masuk mengawal striker lawan 9 sekaligus mengawasi pergerakan sayap kanan lawan (7). Bila ini terjadi bek tengah 5 harus ikut maju mengikuti pergerakan striker lawan 9 sehingga pengawalan tetap ketat. Pemain 3 dan 4 seperti biasa bergeser masuk sehingga terjadi segitiga (4. dan (3) menjaga daerah yang paling berbahaya yakni jantung pertahanan (daerah bergaris). Bola diumpankan kepada striker 9.Perhatikan posisi ideal pemain bertahan saat bola berada di tengah sesuai diagramdiagram berikut ini: Diagram 1 Keterangan: Pemain gelandang 6 dan 10 mendobel lawan di tengah. 4 dan 5). (2) bila ada kesempatan bisa merebut bola sebelum bola dikuasai striker lawan. Pemain 6 130 . maka situasi yang kerap terjadi adalah sesuai diagram di atas.

Pemain yang membangkang (melakukan apa yang ia sendiri anggap benar) atau tidak mampu melakukan instruksi (karena skill yang kurang mumpuni . Instruksi pelatih yang pertama adalah menetapkan formasi bermain. instruksi seorang pelatih sangat menentukan. penempatan posisi yang compact. striker lawan 9 ditekan oleh 3 pemain (6. sehingga apabila bola berhasil dicuri. Di mana menekan lawan? Seperti yang sudah dibahas sebelumnya.dan 10 harus terus ikut bermain dengan cara mendobel ke belakang.  Karena merasa tertekan. a. 6. Masing-masing formasi dan cara bermain sepak bola mempunyai kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Ada begitu banyak pandangan tentang sepak bola. saling memberikan instruksi saat menyerahkan tanggung jawab pengawalan pemain lawan. Ada baiknya sisi positif dan negatif masing-masing letak menekan dibahas di sini. Tanpa adanya seorang pelatih yang memegang kendali. kurang pengertian akan taktik atau buruknya kondisi) tentu saja harus dibangkucadangkan. pembentukan segitiga seperti yang diilustrasikan di atas. formasi 3-5-2 tidak melulu jelek. Dengan demikian. di lapangan tengah (midfield pressing) atau di daerah pertahanan sendiri (fall back). bukan formasi! Untuk kepentingan standarisasi telah ditentukan penggunaan formasi 4-4-3 hingga umur 15 tahun. tapi prinsip-prinsip seperti bergerak secara bersama-sama ke arah bola. Langkah ke enam : Taktik tim II-bermain 11 v 11 sebagai satu kesatuan tim yang utuh Menentukan formasi bermain Menentukan taktik tim dimulai dengan ditetapkannya sebuah formasi bermain. tempat dan ketenangan yang dibutuhkan dalam mengatur serangan. karena itu harus ada instruksi-instruksi yang jelas kepada pemain tentang bagaimana tim akan bermain. selalu sama. Formasi 4-4-2 dan 4-4-3 tidak luput dari kelemahan. banyak kelebihan formasi 3-5-2. 10 dan 5)! Penting: Situasi boleh berbeda. Forechecking: Kelebihan:  Dekat gawang lawan. semua pemain berusaha untuk melakukan hal yang sama! Oleh karena itu. Sebaliknya. Landasan organisasi yang baik adalah bergeraknya pemain secara bersama-sama. lawan sering terpaksa melepaskan umpan-umpan jauh yang sangat mudah untuk dimentahkan. serta mendobel pemain yang menguasai bola. jarak antara bola dan gawang lawan relatif dekat!  Lawan langsung ditekan sehingga tidak memiliki waktu.  Tim yang lemah akan semakin lemah (tidak berkembang permainannya) sedang 131 . Artinya. menekan lawan bisa dilakukan di depan (forechecking). Selanjutnya pelatih menginstruksikan di mana lawan akan mulai ditekan dan bagaimana. permainan akan kacau-balau karena masing-masing pemain melakukan apa yang ia anggap baik dan benar. Yang menentukan adalah adanya organisasi yang baik.

Kekurangan:  Umpan jauh ke belakang barisan pertahanan sendiri sangat berbahaya. Oleh karena itu. Di atas 15 tahun pemain boleh diajarkan 4-4-2 atau formasi lain asal prinsip-prinsip sepakbola modern diterapkan. Kesimpulan: Karena menguras tenaga. Dengan demikian. Dengan menerapkan strategi fall back pemain memeroleh waktu untuk kembali berkonsentrasi atas tugas dan posisinya masing-masing.tim yang hebat penguasaan bolanya akan diredam kemampuannya. b.  Bila ada pemain belakang lawan yang lemah. di awal babak ke satu dan dua. Caranya pemain tim lawan dipancing untuk memberikan umpan kepada pemain lemah tersebut untuk kemudian ditekan secara agresif.  Jarak antara bola (saat berhasil merebut bola) dan gawang lawan sangat jauh.  Posisi pemain sangat compact sehingga sulit ditembus lawan. Bisa dikatakan midfield pressing adalah jalan tengah atau hasil kompromi kedua sistem menekan yang lain.  Terkadang organisasi pemain kurang baik.15 tahun diajarkan 4-3-3.  Sangat menguras tenaga dan konsentrasi. Sedang taktik fall back juga hanya bisa diterapkan di saat-saat tertentu (di akhir pertandingan saat mengamankan keunggulan. atau saat bermain dengan 10 atau 9 pemain saja) karena mengandung risiko yang termasuk tinggi. sistem menekan ini termasuk sistem yang negatif karena cenderung menunggu lawan tanpa memberikan tekanan kepada lawan.  Strategi yang baik guna mempertahankan kemenangan di akhir pertandingan. sistem ini tepat untuk digunakan di saat-saat kondisi pemain telah terkuras. Untuk usia 12 .  Strategi yang sangat menyulitkan bagi striker tim itu sendiri.  Secara taktis. 132 . karena serangan yang dilakukan hanya sebatas serangan balik. saat teringgal atau saat lawan terkena kartu merah) saja. taktik midfield pressing paling cocok untuk digunakan di saat-saat normal dan untuk jangka waktu lama.  Tidak begitu menguras tenaga karena pemain sebatas berreaksi terhadap lawan tanpa harus mengejar bola atau menekan lawan. Fall back: Kelebihan:  Sebuah strategi yang menjanjikan apabila lawan jelas menang kelas. Kelemahan:  Cara bermain seperti ini membosankan penonton apabila diterapkan sepanjang pertandingan. taktik forechecking hendaknya hanya diterapkan untuk sementara waktu (tidak 90 menit) dan di saat-saat tertentu (saat tendangan penjuru.  Kalau ada yang berjalan tidak sebagaimana mestinya.  Bila sedikit saja pemain kehilangan keawasannya akan tercipta celah-celah yang berbahaya. situasi yang tercipta sangat berbahaya karena jarak antara bola dan gawang sendiri sangat dekat. kelemahan tersebut bisa digunakan untuk merebut bola.

bahkan 3 v 1. ke depan. Setelah pelatih menentukan serta menerangkan taktik-taktik pilihannya kepada pemain. Sistem ini diutamakan. terkadang 10 menit mereka melakukan forechecking. tapi biasanya ketiga sistem terpakai dalam sebuah pertandingan! Bagaimana menekan lawan? Umumnya pelatih tim-tim dunia menginstruksikan pemainnya untuk menggiring pemain lawan yang menguasai bola ke arah pinggir lapangan. lalu forechecking lagi di akhir babak. Menurut pengamatan saya. banyak juga pelatih di Eropa menginstruksikan pemainnya untuk menggiring ke bagian tengah lapangan kecuali di bagian sepertiga lapangan bagian pertahanan. Untuk latihan bergeser ke arah bola lakukan latihan-latihan di bawah ini: Latihan 1 Keterangan: Pelatih menginstruksikan arah pergeseran. midfield pressing cukup menguras tenaga. maka langkah berikutya adalah membiasakan pemain berlari secara bersama-sama ke arah bola tanpa kehilangan posisi yang compact. Selain itu garis tepi lapangan bisa digunakan sebagai “teman” atau partner guna mendobel lawan. Terbentuknya dua baris menyerupai pisang bisa digunakan sebagai pedoman saat mengoreksi posisi pemain.Sebagai contoh. Dengan demikian latihan kondisi dan taktik digabung menjadi satu!). Di sini faktor keamanan diutamakan sehingga pemain diinstruksikan untuk menggiring pemain ke arah garis tepi lapangan. Awalnya cukup instruksikan pemain untuk bergeser ke samping. Logikanya gampang saja: daerah samping lapangan relatif tidak berbahaya (letak gawang adalah di tengah!). tapi bukan berarti sistem-sistem lainnya dikesampingkan. tapi tidak sebanyak forechecking. kemudian 30 menit midfield pressing yang diselingi dengan dua kali lima menit fall back guna menghemat tenaga. Pertimbangannya di bagian tengah lapangan lebih mudah tercipta situasi 2 v 1. 133 . Jumlah menit dipakainya masing-masing sistem menekan tentu saja berbeda di setiap pertandingan sesuai dengan situasi pertandingan tersebut. menerapkan semua sistem menekan dalam satu pertandingan. FC Barcelona. kebanyakan tim dunia saat ini mengutamakan sistem midfield pressing. Tapi akan banyak juga pelatih yang menginstruksikan pemainnya untuk menggiring lawan ke bagian tengah lapangan. contohnya. dan diagonal secara garis lurus. Oleh karena itu. Idealnya sebuah tim mampu menerapkan semua sistem menekan. instruksikan pemain untuk menempati posisi mendetail masing-masing secara tepat termasuk memperhitungkan ke mana lawan hendak digiring. (Latihan ini bisa juga digunakan untuk berlatih kondisi. Setelah beberapa waktu.

Tim merah bergeser sesuai letak bola dan melakukan semua prinsip yang telah dijabarkan sebelumnya. lakukan latihan 9 v 8 ini: Latihan 3 Keterangan: Kiper merah memulai per mai nan dengan mengumpankan bola ke bek tengah (sesuai diagram). Baru kemudian permainan sesungguhnya dimulai.Latihan 2 Keterangan: Tim putih hanya mengumpankan bola dari kaki ke kaki tanpa langsung berusaha mencetak gol. Untuk latihan mengganggu lawan saat membangun serangan serta berlatih menggiring lawan. biarkan tim merah mengumpankan bola dari kaki ke kaki terlebih dahulu tanpa berusaha mencetak gol ke salah satu gawang dari cones. Baru setelah bebarapa waktu biarkan putih dan merah bermain lepas dengan instruksi kepada tim putih untuk bertahan sesuai diagram saat kehilangan bola. Sebagai variasi awal. 134 . Tim putih bertugas mengganggu tim saat membangun serangan. Perhatikan arah pergeseran dan penempatan posisi pemain-pemain tim putih dan lakukan p e n y e s u a i a n / pembenaran bila perlu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful