KURIKULUM SEPAK BOLA INDONESIA
Untuk Usia Dini (U5-U12), Usia Muda (U13-U20) & Senior
Copyright @2012 by Timo Scheunemann

Penyusun Penulis

: Timo Scheunemann : Timo Scheunemann Claudio Reyna DR. Javier Perez DR. Paul Gunadi

Tim Revisi Penerjemah Lay out Penyunting Tata Letak

: Bert Pentury, Emral Abus, Indra Syafri : Gheeto TW dan Timo Scheunemann : Gheeto TW, Timo Scheunemann, Kasmawati : Kasmawati : Kasmawati

Desain Sampul : Gheeto TW Foto : Koleksi Pribadi Matias Ibo

UCAPAN TERIMA KASIH

Pertama dan terutama Puji Syukur kepada Tuhan; sumber kekuatan dan kemampuanku. Beribu ucapan terima kasih saya tujukan kepada banyak pihak yang ikut andil secara langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan Kurikulum Sepak bola Indonesia ini. Bp. Djohar Arifin selaku Ketua PSSI, Bp. Bob Hippy selaku Exco Pembinaan Usia Muda PSSI dan Bp. Arifin Panigoro atas dukungannya. Tom Byer dan Claudio Reyna yang sudah menjembatani perijinan penggunaan sebagian dari US Soccer Curriculum. Bert Pentury, Emral Abus, Indra Syafri dan Wim Rijsbergen untuk masukan-masukannya. DR. Perez, DR. Paul Gunadi, Matias Ibo dan Heru Sugiri untuk sumbangan materinya. Gheeto TW dan Kasmawati Wicaksono yang peran dan bantuannya sangat saya hargai. Isteri saya tercinta Devi dan orang tua serta kakak saya Sven, Rainer, Ralph dan Silke atas dukungan morilnya selama ini. Asisten pelatih saya yang setia Heri serta sahabat James, Rino, Nehemia Wagiyono, dan Paul Richardson. Mentor saya Martin Hagele serta Markus Weidner, Bernd Stroeber, Horst Hrubesch, Inggo Weniger, Stefen Freund dan Ralf Peter dari DFB. Semua pelatih yang pernah melatih dan semua pemain yang turut andil dalam perkembangan saya sebagai pemain dan pelatih sepak bola. Terima kasih.

In Loving Memory : Puji Purnawan (Mantan Punggawa Pra-Olimpiade 1992).

Untuk Bangsaku demi berkumandangnya “Indonesia Raya” di pentas Piala Dunia.

.

Fondasi untuk membentuk timnas senior yang tangguh sudah jelas harus dimulai dengan mempersiapkan pemain sejak usia muda. Visi dari kurikulum pembinaan usia muda ini juga sekaligus menjadi fondasi dasar untuk pembinaan pelatih dalam melatih pemain usia muda . untuk memberikan panduan bagi para pelatih. Target kurikulum sepakbola ini adalah.Sambutan Exco Usia Muda Pembinaan sepakbola usia muda Indonesia tengah menjadi perhatian yang serius dan terus menerus ditekuni PSSI untuk mempersiapkan sebuah desain timnas masa depan Indonesia . 1 April 2012 Bob Hippy Ketua Komite Pengembangan Sepak Bola Usia Muda . Terima kasih . Ini dibuktikan dengan adanya kompetisi usia muda dan lahirnya kurikulum untuk pelatihan bagi pemain usia muda . akan hadir pemain berbakat dan tangguh di Indonesia di masa depan. Kehadiran Akademi Nusantara yang dibangun oleh PSSI dengan kepemimpinan pembaharuan telah mendapatkan porsi yang layak . Maka pola pembinaan pemain usia muda yang seharusnya menjadi tanggung jawab klub telah beralih menjadi “peluang “ dengan hadirnya Akademi Sepakbola Nusantara di Indonesia . Maka diharapkan. Jakarta .

“Di La Masia (akademi FC Barcelona) kami tidak ditempa untuk menang namun untuk berkembang. Bukan untuk kita pribadi atau SSB kita masing-masing namun untuk Indonesia. (2) lebih “age specific” atau tepat usia. gelandang FC Barcelona. Kurikulum ini adalah bagian dari langkah-langkah konkret yang dilakukan oleh Badan Usia Muda PSSI. Tetap semangat. Semoga pada edisi kedua berikutnya dapat lebih mendekati sempurna. teknik (bagaimana melakukan sesuatu). Timo Scheunemann Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI . taktik (pengertian permainan atau pengertian akan mengapa melakukan sesuatu). fisik dan mental (menempa karakter yang positif dan kuat yang begitu penting artinya baik untuk kehidupan sang pemain secara keseluruhan maupun untuk perkembangannya sebagai pemain bola). Berangkat dari pemahaman ini diharapkan anda sebagai seorang pelatih menganggap serius peran anda dan karenanya berusaha untuk terus belajar. Dibutuhkan kemauan untuk belajar serta totalitas dalam melaksanakan profesi anda sebagai seorang pelatih. Sudah saatnya kita bersama menyatukan tekad memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Salam.” Salah satu kelemahan yang paling mendasar dalam pembinaan “grass root” (U5-U12) dan usia muda (U13-U20) di Indonesia adalah fokus SSB yang salah.Pendahuluan Xavi. (3) lebih terarah secara baku atau dengan kata lain memiliki standar yang sama. (1) lebih berkualitas . SSB sibuk menggapai prestasi sebagai klub hingga lupa bahwa prestasi sebenarnya adalah pembentukan pemain secara menyeluruh. saat ditanya soal kehebatan FC Barcelona menjawab demikian. mendengar “Indonesia Raya” berkumandang di pentas Piala Dunia! Semoga Tuhan memberkati usaha kita bersama. mempersiapkan latihan secara maksimal dan berinteraksi dengan pemain dengan penuh rasa tanggung jawab. Mari kita berlomba menelurkan pemain-pemain yang berbakat dan berkarakter demi kemajuan sepak bola Indonesia. Dengan adanya kurikulum ini harapan kami program latihan di semua SSB di seluruh Indonesia menjadi. fokus SSB lebih ke arah menggapai kemenangan daripada membina pemain hingga bisa mencapai potensi maksimalnya. jangan putus asa! Bersama kita bisa meraih keajaiban yang kita idam-idamkan bersama. Untuk memahami dan melaksanakan pedoman ini diperlukan kesungguhan dan usaha yang maksimal dari anda. Entah dibayar atau bekerja secara suka rela. Segala kekurangan yang ada mohon dimaaafkan. seorang pelatih harus mengerti bahwa perannya begitu penting di dalam menempa generasi penerus bangsa.

.. Program Pembinaan Rutin ..........… …… C........ Gaya kepelatihan ............. D.... Falsafah Program Pembinaan .................... Prinsip Bermain bagi Pelatih..................... Hal-hal yang meningkatkan Kemampuan Tubuh ............... Gaya Permainan: Spesifikasi ............... 2.................................................................................... Garis Besar Mengenai Kepelatihan & Persiapan Latihan .......................... Sambutan Ketua Komite Pengembangan Sepak Bola Usia Muda……………………………………. 3......... F............................... 1........... Empat Komponen yang saling melengkapi …………………………………….. Pemahaman Istilah-istilah Taktik Menyerang ...... K........... 1..................................................................... Mengatur Perkembangan Pemain Berdasarkan Umur dan Tingkatan ..................................... Sambutan Ketua Umum PSSI ........................................... ii iii iv v vi ix Bab I Prinsip Bermain ................................................... Kualifikasi Penjaga Gawang ......................... A.................. Fondasi Program Pembinaan yang Berkualitas ...... Meracik Menu Latihan & Organisasi Latihan ....................................................................................... Menciptakan suasana dan sarana berlatih yang kondusif bagi perkembangan Pemain ....................... Hubungan Latihan dengan Pertandingan ………………………………………...... Faktor Pembina (Pelatih) ..... 59 ............................................................ Pemahaman Istilah-istilah Teknik Menyerang ....................... Materi Kepelatihan Taktik ........... Pendahuluan Direktur Pembinan Usia Muda …………………………………………………………………..... ................................ 3........................................ G...................................................................... 2................. B........................................................................................................................................................................................... H.............. Materi Kepelatihan : Fisik ............................................................................. Daftar Isi .................. 2........................ Konsep Melatih ..... 1...................................... ……… 2..................................... I............................... Intisari Materi Kepelatihan ...Daftar Isi Ucapan Terima kasih ………………...................... 2..................... Fasilitas/Faktor Pendukung ............................................................................................................................................... Gaya Permainan : Garis Besar ................. Pemahaman Istilah-istilah Teknik Bertahan ......................................... dan Tim ........................... B.................................... Materi Kepelatihan Penjaga Gawang .................. 1................... Materi kepelatihan Jiwa Kebersamaan (Psychososial)/Mental .............................................. Penjabaran Situasi Standar ............ E................ Pemain.............................................. 59 A............................ Materi Kepelatihan Teknik ................................................................................. 2........... Keterangan Tanda Gambar: ........ A................................................................ Pemahaman Istilah-istilah Fisik ............ 1.......................................... 1.............................. Materi Kepelatihan Situasi Standar (Set Piece) dan Formasi ....... 1.............. Materi Kepelatihan : Istilah Umum ................................................................................................ J............... 1................... 1 1 2 4 6 6 7 8 9 10 10 10 11 13 14 14 15 19 20 21 22 23 33 38 39 40 46 47 53 53 55 56 Bab II Bab III Kurikulum Sesuai Kelompok Umur ............................................................. C........... Pemahaman Istilah-istilah Taktik Bertahan ..........................................

Frekuensi Materi Latihan Sesuai Kelompok Umur ....................…………………………………………………………… 2) Formasi 3-1 …………………………………………….................... Frekuensi Latihan Jiwa Kebersamaan (Psychososial)/Mental Sesuai Kelompok Umur...... 64 3...........................................……………………………………… 3) Formasi 3-2 …………………………………………………………………............................................... Berbagai Cara Mengevaluasi Fisik Secara Obyektif & Praktis ……………................................… …… ....... 92 E................. Kiat Praktis Meningkatkan Fisik Pemain ……………………………………………........ 81 1..................... Pemahaman Dasar Gizi ……………………………………………………………………… 4................................................. 81 1) Struktur Program Latihan .……………………………………………………………… 2........... Langkah-Langkah Menuju 4-4-2 (sekaligus 4-3-3) …………………………………….... Tingkat Dasar/Foundation Phase (U9-U12 Tahun) ..................................... 82 2....... 81 2) Contoh Program Latihan ...................... Contoh Latihan Taktik Bertahan .… B... Tingkat Pemula/Fun Phase (U5-U8 Tahun)......................................... Pengertian Taktik Lapangan Kecil Sebagai Tahapan Menuju 4-3-3 ………................ 106 Bab V Teori Sepak Bola Modern ........ 63 1.......................... 1) Formasi 2-2 ………………………….. Contoh Latihan Taktik Menyerang ......................................... Contoh Latihan Teknik Untuk Dewasa 2 (15 Tahun keatas) ............................................................................... Tingkat Menengah/Formative Phase (U13-U14 Tahun) ...... 5....... Kurikulum setahun untuk masing-masing kelompok umur...... 84 1) Struktur Program Latihan .... 84 2) Contoh Program Latihan ... Tingkat Mahir/Final Youth (U15-U20 Tahun) ...........…… C. A......................................... Frekuensi Latihan Fisik Sesuai Kelompok Umur ............................ Pengertian Taktik 4-3-3 ………………………………………………………………………...........................……............... 98 G.......................... 103 Bab IV Kesalahan-kesalahan yang umum terjadi di Indonesia dalam hal organisasi latihan........... Struktur Program Latihan Untuk Masing-masing Tingkatan Kelompok Umur....... Teori Melatih Teknik …………………………………………………………… …………............ ........................... 91 1) Struktur Program Latihan ........... 101 2..................................... 67 D.......... Format Latihan Fisik Untuk Dewasa (15 Tahun keatas) ………………………………..... Teori Melatih Taktik …………………………………………………………………………............................................ 1.................... D.... 3.… 109 109 111 118 135 137 138 140 143 144 146 146 146 148 150 152 157 159 161 Bab VI Teori Melatih Secara Modern ............................. Panduan Khusus Penggunaan Gym (Fitness Studio) ………………………….... 96 1.......... Komponen Latihan Fisik ……... Prinsip-prinsip Dasar Bermain 4-4-2 Dengan Benar …………………………………….... .. Teori Melatih Fisik……………………………………………………………………………………… 1.................... Contoh Latihan Teknik Untuk Dewasa 1 (15 Tahun keatas) ............ pembuatan program latihan serta eksekusi latihan ....................... Format latihan Taktik Untuk Dewasa (15 Tahun keatas) .......................... 65 4...................… .....................……...... Prinsip-prinsip Sepak Bola Modern ……………………………………………………………… B...................................…… 4) Formasi 3-1-2-1 ………………………………………………………………………................... 91 2) Contoh Program Latihan .............................. 85 3.....B................................. A...... C....................... Frekuensi Latihan Taktik Sesuai Kelompok Umur.... 88 2) Contoh Program Latihan ............. Frekuensi Latihan Teknik Sesuai Kelompok Umur .. 94 F..................................... 88 1) Struktur Program Latihan .................................................... 63 2.... 97 2.... 101 1......................……………. ........................................... Format latihan Teknik Untuk Dewasa (15 Tahun keatas) ...................... 66 C...... 89 4........................................................

.. Petunjuk Umum ………………………………………………………………………………...... 2.... Variasi Latihan Taktik Dalam Bentuk Drill dan Permainan Lapangan Kecil …… 198 Bab VIII Mencegah dan Merawat Cedera ........................ Pembinaan Mental Pemain …………………………………………………………………… 3............ Penangganan Pada Cedera …………………………………………………………….... Sepuluh Hal Praktis Menangkal Flu ……………………………………………………. A....................... Pemahaman Dasar ………………………………………………………………………………............... C............................... 222 Lampiran ……………………………………………………………………………………………………………............ Variasi Latihan Teknik Dalam Bentuk Drill dan Permainan Lapangan Kecil …… 179 C... B.........….... ............. Scouting Tim Lawan ……………………………………………………………………………………..... Variasi Latihan Fisik Dalam Bentuk Drill dan Permainan Lapangan Kecil ..... Teori Melatih Mental …………………………………………………………………………………… 1.…………............. Scouting Pemain …………………………………………………………………………………………....………… B................. Kiat Praktis Meningkatkan Mental Pemain …………………………………………… 163 163 164 170 Bab VII Berbagai Variasi Latihan Dalam Bentuk Drill dan Permainan Lapangan Kecil……… 173 A...……… Bab IX Bab X 199 199 201 220 Pemahaman Dasar Peraturan Pertandingan (Laws of the Game)...D... 173 B........... 262 262 266 270 Daftar Pustaka ............ 278 .. A.......... Formulir Data Diri Pemain & Panduan Scouting …………………………………………… C..

KETERANGAN GAMBAR .

Transisi cepat dan penyelesaian akhir Mendorong semua kelompok umur untuk mengusahakan kecepatan bermain.BAB I PRINSIP BERMAIN A. menjaga posisi spesifik masingmasing dalam formasi. GAYA PERMAINAN . mengusahakan pergerakan yang terorganisasi dan pergerakan cepat tanpa bola serta cepat mencari penyelesaian akhir. (dengan variasi 4-2-3-1 atau 4-1-2-3 ). Posisi spesifik Sebuah tim harus memiliki pertahanan yang terorganisasi. 1 .GARIS BESAR Elemen kunci untuk pelatih dan pemain yang membentuk gaya permainan 1. Tim di usia lanjutan (U15 ke atas) dapat juga menggunakan formasi 4-4-2. pemain akan mencari ruang dan melakukan pergerakan untuk mendukung penyerangan walau harus bergerak jauh dari posisi mereka semula. Formasi Formasi 4-3-3 dan 4-2-2 Tim di kelompok umur 12 tahun ke atas akan menggunakan formasi 4-3-3. menghindari menggiring bola berlebihan (over dribbling). Untuk usia dini/grassroot (U5 . 2.U12) disarankan bermain 4 v 4 dan 7 v 7 sebagai tahapan menuju pemahaman 4-3-3 yang benar. Dilain pihak. Pertandingan Gaya penyerangan Semua tim disarankan untuk menunjukkan gaya bermain yang menyerang yang ditunjukkan saat menguasai bola dan dengan melakukan pergerakan tanpa bola dengan cepat.

mampu menangkal cedera dan lebih kompetitif dalam pertandingan.U12) tidak perlu berlatih ketahanan dan kekuatan karena belum adanya hormon testosterone. B. 2. Fisik Speed and Agility (Kecepatan dan ketangkasan) Kualitas-kualitas ini akan terkandung dalam pertandingan (game) dan permainan yang menggunakan bola sejak kelompok usia dini/grassroot (U5 . Ball Control and turning (kontrol bola dan berbalik dengan bola) Pemain harus didorong untuk tetap mengontrol bola dan menggunakan teknik gerakan memutar yang berbeda guna bergerak menjauh dari pemain bertahan. Usia dini/grassroot (U5 . Endurance (Daya Tahan) Pemain secara individu dan seluruh tim dilatih untuk mampu melakukan pergerakan dengan intensitas tinggi. Shooting (melesatkan tembakan) Pemain harus menumbuhkan kemampuan untuk shooting dari jarak yang bervariasi.4 Bek Semua formasi yang digunakan oleh tim pada pertandingan 11 v 11 harus terus membuat 4 baris bek.U12). Semua pemain harus didorong untuk banyak melakukan shooting dari jarak-jarak yang berbeda selama permainan. Latihan khusus endurance diharamkan. Teknik Passing dan receiving (mengumpan dan menerima bola) Passing bola bawah yang dilakukan dengan keras/tegas selagi berhadap-hadapan pada jarak yang bervariasi serta menerima bola yang bergerak dilakukan di semua kelompok umur.U12) mendapatkan daya tahan hanya melalui game/permainan dan latihan teknik. Usia dini/grassroot (U5 . GAYA PERMAINAN : SPESIFIKASI Elemen kunci bagi pelatih dan pemain yang menegaskan gaya permaian 1. Ketahanan dan Kekuatan Pemain yang kuat mengembangkan kecepatan mereka dengan lebih cepat. 4 bek menyediakan konsistensi dalam pertahanan dan memberikan ruang bagi bek luar untuk bergerak maju saat menyerang. 2 .

4. Competitiveness (Menumbuhkan Jiwa Kompetisi) Pemain yang memiliki jiwa kompetisi (spirit pantang menyerah) harus dihargai karena usaha dan fokus mereka. wasit dan lawan. Cooperation (Kerjasama) Setiap pemain menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari tim dalam satu unit. Setelah permainan penguasaan bola berjalan dengan baik tim harus belajar bagaimana mengumpan bola dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya dengan mulus dan efektif. Taktik Bermain dari belakang Semua tim harus merasa nyaman bermain bola semenjak dari belakang melewati lapangan tengah dan dari sana menuju bagian akhir lapangan. Transisi Penyerangan/Pertahanan dan Serangan Balik yang cepat Ketika penguasaan bola hilang. Jiwa Kebersamaan (Psychososial)/Mental Respect and Discipline (respek dan disiplin) Pemain harus beradaptasi pada aturan di dalam tim dan menghargai rekan satu tim. Possession and Transition (penguasaan bola dan transisi) Semua tim harus terus menjaga penguasaan bola dengan hanya menggunakan satu/dua sentuhan saja. 3 . Umpan-umpan pendek dari kaki ke kaki yang sudah menjadi ciri khas sepak bola Indonesia hendaknya dipertahankan dan diperbaiki kualitasnya. pemain harus bereaksi cepat dan melakukan tekanan untuk mendapatkan bola kembali. pelatih. sebagaimana untuk seluruh musim kompetisi. Ketika bola kembali dikuasai. dan harus bekerjasama dengan rekan satu tim untuk meraih sasaran bersama dalam tiap sesi dan permainan. pemain harus segera mungkin melakukan serangan balik. Pemain harus didorong untuk mendukung dan bergerak sambil berkreasi dalam menentukan arah passing.3.

dengan bobot yang tepat. Semua pemain didorong untuk melesatkan tembakan. PRINSIP BERMAIN (PRINSIPLES OF PLAY) Untuk pelatih. Pemain Maksimal satu. Mengambil resiko : Sepak bola adalah olah raga yang memungkinkan terjadinya banyak kesalahan. Bermainlah dengan sederhana : jangan paksakan situasi. dua atau tiga sentuhan : Meminimalkan jumlah sentuhan menambah kecepatan permainan. 4 . Singkat tetapi intensif dalam setiap bagian latihan.C. Permainan yang memiliki intensitas tinggi didasari oleh kecepatan dan ketangkasan. atau memilih opsi yang sulit. 2. Kesalahan-kesalahan adalah bagian dari permainan dan proses belajar. pemain dan tim 1. terlalu banyak menggiring bola. Akurasi dan kualitas passing : Passing harus keras dan akurat. sembarangan dengan bola. Sentuhlah bola menjauh dari tekanan dan arahkan ke daerah yang bebas. Pelatih Permainan penguasaan bola (possession) dan permainan lapangan lebih kecil (small sided games) dengan lebih sedikit pemain sangat baik untuk menumbuhkan pengertian taktis sekaligus mengasah kemampuan teknis pemain. kawan dan lawan. Shooting : Selalu perhatikan gawang lawan. Transisi individu : Pemain harus bereaksi dengan cepat ketika penguasaan bola berganti dari penyerangan ke pertahanan dan sebaliknya. Pemain didorong untuk mengambil resiko dalam sesi latihan guna mengembangkan kecepatan bermain. Tetap menjaga bola di tanah : Bola yang dimainkan mendatar di atas tanah akan lebih mudah dikontrol dan dapat didistribusikan dengan lebih efektif dan cepat oleh tim. Beri waktu untuk istirahat lalu pacu kinerja mereka saat latihan sehingga memaksimalkan hasil latihan. dengan atau tanpa bola harus terus menerus mengamati lapangan. Situasi 1 v 1 : Bentuk determinasi pemain untuk secepatnya menguasai bola kembali saat bertahan dan bermain sederhana saat menyerang dangan cara menyentuh bola ke samping dengan cepat guna melewati lawan. Sentuhan pertama : Pastikan sentuhan pertama dilakukan secara terkontrol tanpa menghentikan bola. Pemahaman dan kewaspadaan : Semua pemain. Berlatih dengan lawan dan kompetisi dengan sistim reward and punishment (pemberian penghargaan dan hukuman) dalam sesi latihan harus dilakukan untuk menumbuhkan jiwa kompetisi dalam diri pemain.

Bola lebih mudah dikuasai di sisi luar lapangan karena sisi dalam lapangan tekanan lawan lebih besar (tentu saja hal ini bisa berubah tergantung situasi). Arah permainan : Permainan mengalir dalam 2 arah (bertahan dan menyerang). Ciptakan situasi menang jumlah : Sepak bola adalah permainan yang mengandalkan jumlah pemain. Miliki inisiatif selama permainan : Situasi sulit bisa terjadi kapan saja. Tim harus mampu beradaptasi saat terjadi situasi yang berbeda/tidak terencana. Prinsip segitiga dan pilihan arah passing : Pemain yang menguasai bola harus terus menerus menerima dukungan dan setidaknya memiliki 2 pilihan untuk melakukan passing. sedangkan saat bertahan (tanpa bola) menciptakan situasi 2 v 1 (menang jumlah). Kecepatan permainan : Pergerakan cepat bola (saat menyerang). Melakukan tekanan sebagai satu unit : Melakukan gerakan menekan yang terorganisasi dengan rapi (menekan secara bersama-sama) sehingga memaksa lawan melakukan kesalahan. Aliran bola : Bola harus mengalir dari dalam ke luar. Saat usia dini/grassroot (U5-U12) ajarkan pemain membentuk ketupat saat menyerang guna menciptakan 3 opsi mengumpan. Beberapa pemain harus dipersiapkan sebagai pemimpin rekan-rekannya dilapangan. 5 . Pergerakan tanpa bola : Cari ruang terbaik yang tersedia untuk memberikan pilihan arah untuk mengumpan bagi pemain yang sedang menguasai bola. Selalu tekankan prinsip sederhana namun penting ini dalam semua latihan yang dilakukan. Tim Semua pemain bertahan dan semua pemain menyerang : Semua pemain harus terlibat dalam permainan sebagai satu unit. dari luar ke dalam sisi permainan. ke kiri. Perpindahan (Transisi) : Upayakan perpindahan dengan mengurangi jumlah operan yang dibutuhkan untuk mendekati area target atau gawang lawan.3. ke kanan dan kedepan/belakang. Saat menyerang diupayakan untuk menang jumlah sedangkan bertahan untuk minimal tidak kalah jumlah.

BAB II KONSEP MELATIH A. FONDASI PROGRAM PEMBINAAN YANG BERKUALITAS 6 .

Lihat di www. Pemain berusia 12 tahun keatas harus bermain di lapangan besar sesuai standar FIFA. Agar tidak tergantung pada PENCAB. bentuklah tim U12. didukung tapi tidak ditekan.com. Cones Sediakan cones beragam warna guna efisiensi latihan. gawang-gawang pendek untuk rintangan serta tiang-tiang plastik. Jika di desa Anda hanya ada lapangan kecil. Prinsip kunci adalah bertindaklah secara pro aktif. Biarkan pemain berkembang dengan nyaman. Peralatan Bantu Lainnya Tersedia pula tangga koordinasi. 2-4 gawang kecil. bentuklah sebuah asosiasi SSB di daerah anda atau bergabunglah secara gratis dengan asosiasi SSB Pusat (ASSBI). dan bermainlah 5 v 5 atau 7 v 7. beberapa barbel (2-5 kg). 7 . Liga Dan Turnamen Yang Tertata Rapi Liga dan turnamen SSB dalam lingkup PENGCAB (Pengurus Cabang) perlu dilaksanakan sesering mungkin. Banyak Bola! Penting tersedia satu bola untuk setiap pemain.1. Jumlah Pemain Atau Grup Yang Dibatasi Peserta latihan yang terlalu banyak tidak efektif dan sulit untuk diawasi secara individu. Kostum dan Rompi Kostum dan rompi latihan beragam warna harus tersedia guna efisiensi latihan. Pengetahuan Gizi Orang tua dan pemain memiliki pengetahuan akan gizi dan disiplin dalam mengkonsumsi makanan dan minuman yang membantu perkembangan fisik pemain. Dukungan penuh tidak berarti tekanan.ssbindonesia. U10 atau U8. Dukungan Penuh Orang Tua Kegiatan anak harus diketahui dan direstui oleh orang tua masing-masing. Fasilitas & Faktor Pendukung Lapangan Yang Memadai Lapangan paling tidak harus rata (berdebu tidak masalah asal rata).

Sebagai sorang pemimpin pelatih harus :  Menjadi Contoh Hidup : Teladan dalam perkataan dan tingkah laku.2. Faktor Pembina (Pelatih) Kualitas    Standar sertifikasi D dan C. Karakter atau Mental. Pelatih harus bisa melihat potensi pemain misalnya dengan latihan atau pergantian posisi. pelatih dan orang tua. Speed tanpa bola. Speed dengan bola. internet. Coach Bert Pentury saat ini tengah melakukan tour ke semua provinsi guna melatih pelatih khusus usia dini/grassroot (U5 . sekolah harus diutamakan oleh pemain. Motivator Bukan pencela atau pemaki. 8 . Yang diperhatikan adalah : Teknik. Teladan Seorang pelatih mutlak harus menjadi teladan baik dalam perkataan dan tingkah laku : tidak suka omong kotor. Mengutamakan Pendidikan Formal Perlu memahami konsep “Student athlete”.  Kompeten : Memiliki kemampuan yang memadai untuk duduk di dalam posisi pelatih. Sering/banyak ikut pelatihan atau seminar lebih baik. jeli dalam melakukan pembenaran pada pemain. bisa menjaga emosi. seperti masalah pendidikan atau kesehatan pemain. Memiliki semangat. dll. Dengan kata lain. mutlak perlu mengadakan kursus-kursus dan seminar kepelatihan. Penempatan posisi.  Peduli pada pemain : Tunjukkan kepedulian kepada para pemain. Kenali dan selalu tunjukkan kepedulian anda pada pemain.U12). tepat waktu. Karakter perlu diperhatikan karena karakter adalah faktor penentu kesuksesan pemain itu sendiri sekaligus berpengaruh pada kebersamaan tim. Sering dan terus menerus memberikan semangat dengan perkataan dan bahasa tubuh yang positif. baru kemudian menjadi atlit. PSSI Pusat dan pengurus propinsi. dll). tidak melakukan pencurian umur. mau belajar (melalui buku. Visi. CI PELATIH YANG BERKUALITAS Dapat Mengelompokkan Kualitas Masing-Masing Pemain Pelatih sangat bergantung kepada pemain. Jangan sekadar menuntut pemain berprestasi. Berjiwa Pemimpin Kualitas pelatih sebagai pemimpin sangat berpengaruh pada respek pemain pada pelatih.  Mampu menjadi Pengatur / Penengah Hubungan antar manusia : Terutama dibutuhkan saat terjadi perselisihan atau ketegangan antar pemain. seorang pemain adalah seorang murid sekolah. Baik di dalam tim sendiri maupun dengan tim lawan . Kuantitas Pembina yang berkualitas harus banyak.

Pemahaman mendasar mengenai taktik yang wajib dimiliki oleh seorang pelatih adalah :  Taktik bertahan .  Taktik menyerang .  Taktik hari pertandingan. perfect practice makes perfect” (latihan saja tidak menghasilkan kematangan.  Sesuai prinsip “Benang Merah “ : Masing-masing sesi latihan saling berkaitan. Lemparan ke dalam. Program Pembinaan Sehari-Hari/Rutin Program pembinaan yang rutin dilakukan harus mencakup dan sesuai dengan falsafah program pembinaan sepak bola modern yang di jabarkan dalam halaman berikut. tetapi latihan yang matang membuat kematangan) 9 . saling berhubungan antara latihan yang satu dan yang lainnya sehingga menghasilkan keutuhan latihan yang baik. Fair (sifat adil) : Pelatih tidak pilih kasih kepada anak-anak didiknya. Membuat program yang tematis dikhususkan bagi usia 15 tahun ke atas dan dewasa. Pelatih harus mampu/ahli dalam menyusun program latihan Buatlah program latihan yang :  Realistis : Sesuai kebutuhan saat pertandingan. Pengertian permainan saat menyerang sebagai individu / grup/tim. sepak bola juga sangat ditentukan oleh taktik. Merencanakan latihan anda bisa mengetahui perlengkapan apa saja yang dibutuhkan sehingga latihan bisa berjalan dengan efektif. ”Practice doesn’t makes perfect. Taktik. bukan pilih-pilih. Konsisten : Tegakkan peraturan dan hukum. free kick. Mental dan Karakter.  Variatif : Memiliki kreativitas latihan yang beragam dan tidak membosankan. Penentuan tipe pemain dan formasi yang dipilih.  Terencana (Tertulis) : Untuk dokumentasi dan supaya dapat dikoreksi dari waktu ke waktu. Pujilah pemain tanpa pandang bulu. baik secara umum maupun dalam bidang kepelatihan.  Maka perlu untuk terus menerus belajar menambah pengetahuan.  Tematis : Memiliki tema atau tujuan yang dipersiapkan. Setali tiga uang dengan prinsip ini adalah kemampuan pelatih untuk selalu menegakkan peraturan tanpa berubah sejalan dengan waktu. bukan sembarangan membuat program latihan. Dari awal hingga akhir latihan. 3. Teknik. tema latihan terlihat jelas lewat variasi-variasi latihan yang dipilih.  Situasi standar. pergantian pemain dan arahan spesifik sesuai kelebihan/kelemahan lawan pada saat bertanding. Pengetahuan Taktik Selain masalah teknik. melihat potensi terbaik berdasarkan kemampuan.  Metodis : Memiliki metode latihan yang tertata rapi dan berjenjang.  Mencakup semua aspek : Fisik. tendangan penjuru dan goal kick. Pengertian permainan saat bertahan sebagai individu/grup/tim. .

Sebagai contoh. teknik. Hubungan Latihan Dengan Pertandingan Tujuan dari sesi latihan adalah untuk mempersiapkan pemain untuk kompetisi. fisik dan jiwa kebersamaan (Psychososial)/Mental dalam diri pemain. Teknik Semua pemain di dalam tim diharuskan memiliki kemampuan individu yang sesuai dengan posisi masing-masing.B. 10 . FALSAFAH PROGRAM PEMBINAAN Pengertian inti metode melatih 1. mampu beradaptasi dalam situasi yang berganti-ganti dalam pertandingan-pertandingan yang dihadapi. Empat Komponen Yang Saling Melengkapi Fisik Pemain yang kuat dan ulet akan memberikan keuntungan yang besar untuk tim. seorang pemain tengah tentu memiliki teknik dan keahlian yang berbeda dengan seorang pemain di posisi bek luar. Tujuannya adalah untuk menghasilkan pemain yang cerdas. 2. Taktik Bagian ini menolong pemain agar menyatu dengan tim. Pertandingan memperlihatkan perkembangan taktik. Sebaliknya seorang pemain yang kelelahan harus berjuang sangat berat untuk menjaga konsentrasinya dan cenderung melakukan banyak kesalahan.

Jiwa Kebersamaan (Psychososial)/Mental Manusia sering dipengaruhi oleh emosinya. Jiwa kebersamaan (Psychososial)/Mental 5. Titik lemah terbesar pemain kita selain kualitas umpan dan kecepatan dalam bermain adalah mental dan pengertian taktik. Penjaga Gawang 11 . Formasi 7.Situasi Standar) 6. Titik lemah pemain = Titik lemah pelatih! C. Fisik 2. Teknik 3. Pelatih harus bisa melatih pemain untuk menggunakan emosi-emosi ini untuk keuntungan mereka dan mengarahkan emosi mereka menjadi sebuah kekuatan dan bukan kelemahan bagi mereka. Intisari Materi Kepelatihan Area Pengembangan saat berlatih sepak bola Materi Kepelatihan 1. Taktik 4. Set piece (gerakan dan alur bola yang direncanakan .

12 .

Penjelasan : Ini biasanya ditulis dalam tiga angka yang mengidentifikasi pemain di posisi pertahanan. tengah dan penyerangan. Sistem Sebuah formasi yang secara khusus menyorot pada bentuk dan atau peran untuk satu atau beberapa pemain. 2. MATERI KEPELATIHAN : ISTILAH UMUM Definisi untuk Istilah-istilah khusus dalam Sepak Bola 1. Contoh : 4-4-2 dengan bentuk seperti berlian di tengah sehingga memungkinkan pemain bek sayap bergerak naik ke area yang lebih luas didepannya. Formasi Pengaturan posisi pemain dan pembagian tugas pada masing-masing pemain di lapangan yang diatur sejak awal pertandingan. Contoh : 4-3-3. Strategi Sebuah pemahaman atau ide yang disepakati bersama oleh seluruh anggota tim sejak awal pertandingan dengan tujuan mengalahkan lawan. Diharapkan dengan cara demikian bola bisa direbut kembali di area pertahanan lawan. Penjelasan : Strategi berhubungan dengan formasi tim dan juga sistim yang digunakan oleh tim.tiga striker maju guna melakukan tekanan dan pemain gelandang tengah mendekati lawan di area tengah untuk menghalangi mereka berbalik.D. Penjelasan : Sebuah taktik adalah alat untuk membangun strategi. 4. 13 . berarti ada 4 pemain bertahan (defenders). 3. Penjelasan : Sebuah Sistim adalah kombinasi formasi dan strategi. Contoh : Strategi pertahanan . Contoh : Perpindahan bola dengan cepat dari satu sisi lapangan ke sisi lain. 3 pemain tengah (midfielders) dan 3 penyerang (strikers). Taktik Aksi individu atau bersama-sama yang ditunjukkan oleh pemain atau sekelompok pemain untuk mengambil kesempatan dari seorang pemain lawan atau sekelompok pemain lawan atau tim lawan secara keseluruhan.

Hal-hal yang Meningkatkan Kemampuan Tubuh 1) Kekuatan    Daya Tahan Kekuatan/Power Daya Eksplosifitas Kekuatan Maksimal 2) Daya Tahan     Kemampuan Gerak Tubuh (Aerobic Capacity) Kekuatan Gerak Tubuh (Aerobic Power) Tenaga yang Dihasilkan Otot dengan laktat (Anaerobic Lactic) Tenaga yang dihasilkan Otot tanpa Laktat (Anaerobic Alactic) 3) Kecepatan      Reaksi Kemampuan Akselerasi (Acceleration) Kecepatan Maksimal Daya tahan tubuh mempertahankan kecepatan Kemampuan merubah arah lari dengan cepat (Acyclic Speed) 4) 5) 6) 7) Kelenturan & Mobilitas Otot Koordinasi & Kelincahan Kemampuan Motorik Dasar Daya Tanggap & Kewaspadaan (Awareness) 14 . MATERI KEPELATIHAN : FISIK 1.E.

Penjelasan : Ini adalah sebuah latihan dengan persediaan oksigen yang cukup namun juga membutuhkan sumber energi lain.2. Semakin lama jangka waktu latihan. Dengan Cepat Menghasilkan Kekuatan Tubuh Yang Besar ( Daya Eksplosifitas ) Kemampuan untuk mengendalikan gerakan sentak otot di dalam intensitas dan beban tinggi dalam kurun waktu sependek mungkin (secepat mungkin). Pemaham Istilah-Istilah Fisik Hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan tubuh 1) Kekuatan Kemampuan otot melakukan gerakan tiba-tiba dengan intensitas yang tinggi dan dengan beban yang bervariasi. Kemampuan Gerak Tubuh (Aerobic Capacity) Kemampuan untuk melakukan aktivitas gerak tubuh secara aerobic. 2) Daya Tahan ( Endurance ) Kemampuan tubuh untuk melakukan aktifitas fisik dengan intensitas tertentu dan dalam kurun waktu tertentu. Artinya karena adanya keseimbangan antara produksi energi tubuh dan energi yang digunakan oleh tubuh pemain bisa melakukan latihan tanpa halangan. Pengertian aerobic itu sendiri adalah: Tenaga yang dihasilkan otot dengan bantuan oksigen. Kekuatan Maksimal Kemampuan otot melakukan gerak yang maksimal dengan beban dalam kurun waktu pendek. Kekuatan Gerak Tubuh (Aerobic Power) Kemampuan untuk menggabungkan antara kemampuan aerobic dan sistim energi anaerobic di dalam jangka waktu lama dengan tujuan untuk memperoleh performa terbaik dalam aktivitas fisik yang dinamis. Contoh : Tergantung pada usia dan tingkat kemampuan pemain. akan mengakibatkan gangguan dan pengurangan kekuatan pada tubuh. Contoh : Tergantung dari usia dan tingkat kemampuan pemain. Daya Tahan Kekuatan/Power Kemampuan untuk memelihara gerakan sentak otot di dalam intensitas dan beban tinggi dalam kurun waktu yang lama. latihan yang bersifat aerobic terjadi secara terus menerus dan dinamis dalam kurun waktu 4 hingga 6 menit dan menggunakan sekitar 85% fungsi kerja maksimal jantung. 15 . kondisi ini terjadi pada kurun waktu 2 sampai 3 menit dan menggunakan lebih dari 85 % fungsi kerja maksimal jantung. Jika sumber energi lain tidak tersedia. Penjelasan : Ini adalah sebuah aktivitas latihan dengan oksigen yang cukup sehingga tidak menyebabkan gangguan tertentu pada tubuh. semakin dominan fungsi oksigen.

Berbeda dengan aktifitas aerobic yang menggunakan oksigen. sehingga energinya bisa bertahan lama. Ketika tiba-tiba diperlukan energi yang besar di saat oksigen tidak ada maka glikolen (zat yang menyimpan cadangan energi pada sel yang dibentuk oleh glukosa) dipisahkan untuk membuat energi kembali. sistem energi tubuh yang menggunakan oksigen (aerobic) tidak mampu menyediakan semua energi yang dibutuhkan dengan cepat. Jika dalam jumlah banyak akan memengaruhi kemampuan tubuh selama aktivitas fisik. oksigen yang masuk melalui pernafasan akan diurai dan menyatu 16 . Jika kondisi ini terjadi. Ini adalah tenaga yang dihasilkan otot tanpa oksigen dan tanpa terbentuknya laktat. Sebagai contoh. Ini berguna untuk diet. bersepeda atau renang santai termasuk olah raga ringan. Ketika berolah raga. tingkat aktivitas fisik sewaktu-waktu perlu dikurangi dengan tujuan untuk mendaur ulang asam laktat dan mendorong terjadinya performa tingkat tinggi. Jalan kaki. Tenaga Yang Dihasilkan Otot Tanpa Laktat (Anaerobic Alactic) Aktivitas fisik yang dinamis. Contoh : Tergantung dari kemampuan dan tingkat usia pemain. Proses pembuatan energinya didapat dari karbohidrat dan tidak menghasilkan asam laktat. melakukan sprint selama 45 detik adalah contoh aktifitas pengerakan otot tanpa oksigen yang menyebabkan terbentuknya asam laktat. berlari sprint sejauh 20 meter dengan di selingi istirahat adalah contoh aktifitas pergerakan otot tanpa oksigen namun tidak sampai menyebabkan terbentuknya asam laktat. push up atau olah raga yang lain yang membutuhkan tenaga besar dan membutuhkan waktu lama seperti sepak bola. Aerobic untuk latihan dengan jangka waktu 4 menit ke atas. Di sini kebutuhan otot akan oksigen terpenuhi dengan baik ketika bernafas. Untuk alasan inilah. Misalnya seperti yang terjadi pada lari cepat jarak pendek. ketahanan pemain dalam mentolerir asam laktat yang terbentuk di dalam tubuh menjadi sangat penting. Tapi dalam prosesnya akan terjadi penumpukan asam laktat sehingga otot pada tubuh menjadi kelelahan dan jika berlangsung lama akan terasa capek sekali. Sebagai contoh. Anaerobic alactic selama 15 detik pertama b. Oleh karena itu. anaerobic adalah tenaga yang dihasilkan otot tanpa oksigen dan laktat terbentuk. kondisi seperti ini tercipta saat melakukan aktivitas yang dinamis dan berkelanjutan dengan kekuatan maksimal selama kurun waktu 45 detik. lalu c. Kondisi ini dapat terjadi misalnya saat berlari cepat dalam kurun waktu lama. intensitas tingkat tinggi namun singkat dengan menggunakan sumber energi yang tersimpan di dalam otot. Anaerobic lactic pada 2 menit berikutnya. angkat berat. Sedangkan lari cepat.Tenaga Yang Dihasilkan Otot Dengan Laktat (Anaerobic Lactic) Merupakan aktivitas fisik yang terus menerus menghasilkan asam laktat konsentrasi tinggi di dalam kurun waktu yang pendek. termasuk dalam olah raga berat. yaitu: a. maka tubuh membutuhkan sistem energi yang lainnya dan hal ini justru menjadi penyebab berkurangnya kekuatan tubuh. Keterangan Tambahan Sistem yang dilakukan tubuh kita saat berolah raga ada 3 tahapan. Oleh sebab itu sistem energi (anaerobic lactic) kemudian menghasilkan sebuah zat kimia yang disebut sebagai asam laktat (lactic acid). Penjelasan : Ketika intensitas latihan terlalu tinggi dan dalam waktu yang lama.

Dalam istilah kesehatan ada istilah yang disebut mitochondria mass. 4) Kelenturan Dan Mobilitas Otot Kemampuan tubuh atau salah satu bagian dari tubuh untuk menggabungkan kelenturan otot dan pergerakan sendi guna mencapai jarak terjauh yang dapat dilakukan. akan mengakibatkan kelelahan pada otot. disebabkan oleh asam laktat yang dihasilkan oleh glikogen di saat proses penguraiannya. Kelincahan (Agility) adalah kemampuan pemain merubah arah dan kecepatan baik saat mengolah bola maupun saat melakukan pergerakan tanpa bola. Kemampuan koordinasi dan kelincahan berhubungan erat dengan kemampuan17 . 5) Koordinasi Dan Kelincahan Koordinasi adalah kemampuan pemain mengatur bagian-bagian tubuhnya guna menghasilkan gerakan tepat guna dengan mulus. Reaksi Proses yang tercepat yang dapat dilakukan seseorang baik secara fisik maupun menggunakan otaknya dalam menanggapi peristiwa yang terjadi dilapangan dengan tujuan melakukan gerakan yang diperlukan sesuai situasi. Kemampuan Akselerasi (Acceleration) Peningkatan kecepatan secara tiba-tiba dari posisi berdiri atau langkah lambat ke berlari. Daya Tahan tubuh Mempertahankan Kecepatan (Speed Endurance) Menjaga kecepatan semaksimal mungkin sesuai kemampuan selama mungkin. Dasar endurance yang baik ditambah berlatih keras dalam waktu singkat (interval) meningkatkan masa mitochondria. Kemampuan Merubah arah lari dengan cepat (Acyclic Speed) Berbeda dengan seorang pelari 100 meter.dengan lemak tubuh supaya otot tetap normal. 3) Kecepatan Kemampuan pemain melakukan gerakan atau menempuh jarak tertentu dalam kurun waktu sesingkat mungkin. Sedangkan mitochondria itu sendiri adalah semacam “pabrik energi” dalam sel otot kita. Jika melakukan olah raga dengan menumpukkan asam laktat. Kecepatan Maksimal Gerakan tercepat yang mungkin dilakukan oleh tubuh atau salah satu bagian tubuh. seorang pemain bola harus mampu berlari sekaligus merubah arah lari dengan cepat. Mengapa kita dapat kelelahan? Kelelahan pada otot di saat tubuh membuat energi. Lemak bisa diurai dengan energi yang digunakan pada saat melakukan olah raga ringan selama 20 menit terus menerus. kemampuan sel otot untuk menyerap laktat yang terbentuk saat sel otot kekurangan oksigen.

langkah panjang ke langkah kecil.  Keseimbangan : Kemampuan untuk menilai faktor di dalam dan di luar diri pemain sehingga membuat pemain mampu mengendalikan gerakan tubuh atau posisi tubuhnya tanpa kehilangan keseimbangan.  Persepsi jarak (Depth Perseption) : Kemampuan mengira-ngira jarak dan kecepatan bola/lawan. dalam bentuk permainan (game) atau latihan teknik yang sekaligus melatih daya tahan (endurance). cepat ke pelan. 6) Kemampuan Motorik Dasar Pergerakan tubuh dalam menyesuaikan diri dengan keadaan di luar tubuh (misalnya saat berjalan.  Pergerakan Kompleks (Complex Movement ) : Kemampuan melakukan beberapa gerakan tubuh secara bersamaan atau berturut-turut.  Kemampuan berganti arah lari (badan) dan berganti fokus (mental) dari menyerang ke bertahan dan sebaliknya.  Kemampuan Orientasi : kemampuan untuk cepat kembali mengetahui arah setelah terjatuh. daya tahan. melempar. 7) Daya Tanggap Dan Kewaspadaan (Awareness) Ketangkasan di dalam melihat dan menilai situasi tertentu serta mampu menggabungkan penilaian dengan aksi yang cepat. langkah kecil ke langkah panjang. menjatuhkan diri atau mengubah arah tubuh).  Ritme (Rhythm) : Kemampuan merubah ritme lari dari pelan ke cepat. menangkap dan lain-lain. 18 . melompat. Artinya. serta berlari sambil melompat. jangan hanya tanpa bola saja. berlari. bahkan koordinasi sebanyak mungkin dengan bola. INGAT : Gabungkan latihan kecepatan.kemampuan di bawah ini :  Balance/Keseimbangan : Kemampuan untuk menilai faktor-faktor di dalam dan luar diri pemain sehingga membuat pemain mampu mengendalikan gerakan tubuh atau posisi tubuhnya tanpa kehilangan keseimbangan. Umur emas melatih aneka koordinasi dan kelincahan adalah antara 10 – 12 tahun! Utamakan juga latihan koordinasi dan kelincahan untuk pemain umur 13 – 15 tahun karena pemain di kelompok umur ini umumnya mengalami penurunan kemampuan koordinasi dan kelincahan. tabrakan atau berputar dengan cepat.  Kemampuan bereaksi dengan cepat (badan) dan mengantisipasi situasi (otak). Contoh : Melakukan gerakan berputar dengan bola lalu melakukan trik individu untuk kemudian melesatkan tembakan atau umpan adalah gerakan kompleks. dengan intensitas tinggi dan menggunakan bola. Setali tiga uang kecepatan hendaknya selalu dilakukan tanpa bola dan dengan bola. Kemampuan motorik dasar lainnya mencakup menendang. latihan daya tahan (endurance) didapatkan melalui latihan yang direncanakan dengan rapi.

9. Umpan Silang dan Penyelesaian akhir (Crossing and Finishing) TEKNIK BERTAHAN 1. 4. 6. 8. Mengumpan dan menerima umpan (passing and receiving) 2. Penempatan Posisi dan sikap tubuh (Body shape) 3. Berlari dengan bola (Speed Driblling) Mengolah bola (Dribbling) Berbalik dengan bola (Turning) Melesatkan tembakan (Shooting) Kontrol Bola (Ball Controll) Menyundul (Heading) Menyerang 1 lawan 1 (1 v 1 Attacking) Melindungi Bola (Shielding the Ball) 10. 5. 7. 3. MATERI KEPELATIHAN : TEKNIK MENYERANG & BERTAHAN TEKNIK MENYERANG 1. Melakukan antisipasi 19 . Menerima sekaligus berputar (Receiving to Turn) 11. Pertahanan 1 v 1 (1 v 1 Defending) 2.F.

1) Mengumpan dan menerima umpan (passing and receiving) : memindahkan bola mendatar atau di udara dari satu pemain ke pemain lainnya dengan jarak yang bervariasi. Pemahaman Istilah-Istilah Teknis Menyerang (Ofense) Teknik : Kemampan pemain untuk melakukan tugasnya dan mengeksekusi gerakan-gerakan sepak bola dengan mulus dan efisien. 7) Menyudul (Heading) : Mengarahkan bola dengan kepala dengan tujuan untuk menjaukan bola dari gawang. 4) Berbalik dengan bola (Turning) : Menggunakan satu atau lebih dari satu sentuhan pada bola dengan tujuan berputar bersama dengan bola. 6) Kontrol Bola (Ball Controll) : Menerima dan mengarahkan bola secara tepat di udara atau di lapangan. 5) Melesatkan Tembakan (Shooting) : Menendang bola ke arah gawang dengan tujuan untuk menciptakan gol. Mencegat (Intercept) 6. 20 . menggunakan kedua kaki serta terus meneruskan mengubah lintasan/arah bola. Reaksi 5. Disini yang ditempa adalah Skill (kemampuan teknis dengan lawan). passing. 8) Menyerang 1 lawan 1 (1 v 1 Attacking) : Gerakan penyerangan dengan bola di kaki untuk mengalahkan pemain bertahan lawan.4. 3) Mengolah bola (Dribbling) : Gerakan kontrol bola dengan rapat. atau mencetak gol. 2) Berlari dengan bola (Speed Driblling) : Gerakan kontrol pada bola dengan kecepatan tinggi tanpa mengubah lintasan bola. 9) Melindungi Bola (Shielding the Ball) : Menjaga bola dari seorang pemain bertahan dengan cara melindungi bola dengan badan. Melakukan tackling 1. Mencegah lawan berbalik 7.

6) Mencegah Lawan Berbalik Tekanan pada lawan yang membelakangi gawang dengan tujuan menggagalkan niat lawan untuk berbalik menghadap gawang. 4) Reaksi Reaksi pemain terhadap gerakan . passing. 3) Melakukan Antisipasi Antisipasi pemain untuk mempersulit lawan melakukan serangan. atau shooting. 11) Umpan Silang dan Penyelesaian akhir (Crossing and Finishing) : Umpan bola dari sisi lebar lapangan ke sisi tengah ke arah gawang dengan tujuan untuk memberi kesempatan pada rekan satu tim untuk menciptakan gol.gerakan lawan sesaat setelah dilakukan. 2. Pemain bertahan membaca/menebak alur bola atau pergerakan lawan sebelum terjadi. 7) Melakukan Tackling Kontak yang dibuat dengan kaki ketika bola sedang ada di kaki lawan dengan tujuan untuk mencegah gerakan penyerangan berikutnya atau memeroleh penguasaan bola kembali . 5) Mencegat (Intercept) Gerakan mencegat alur bola untuk memeroleh kembali penguasaan bola ketika bola tersebut sedang dioper oleh pemain-pemain lawan.10) Menerima sekaligus berputar (Receiving to Turn) : Perubahan arah bola dengan kaki saat menerima umpan dari rekan tim dengan tujuan untuk membuat gerakan berikutnya seperti dribbling. 2) Penempatan posisi dan sikap tubuh ( Body Shape ) : Sikap atau penempatan posisi tubuh sehingga pemain dapat melakukan gerakan pertahanan berikutnya dengan tepat. 21 . Pemahaman Istilah-Istilah Teknik Bertahan (Defense) 1) Pertahanan 1 v 1 (1 v 1 Defending) : Berbagai upaya dengan tujuan untuk memperoleh kembali penguasaan bola yang dikuasai lawan.

Membangun serangan dari belakang 8. Gerakan Mundur dan Kembali ke Posisi Awal    Pergantian langsung dari sisi ke sisi Pergantian sisi dengan memakai pemain jangkar sebagai jembatan Lari ke dalam/masuk Mengisi posisi paling belakang lebih dulu. Zona Defense    Membentuk “segitiga” dan “pisang” Bergeser bersama secara diagonal Bergantian menjaga lawan (Tidak terus menjaga lawan yang sama) 3. terobosan. Pergantian sisi Permainan   4. Transisi 4. banyak melakukan pergerakan tanpa bola) Pergantian posisi: saling mengisi posisi sesuai situasi Kreativitas (gerakan pemain untuk memasuki daerah pertahanan lawan dengan cara bervariasi seperti “overlap”. MATERI KEPELATIHAN : TAKTIK MENYERANG & BERTAHAN Berbagai aspek untuk mengembangkan pemahaman pada sebuah pertandingan/game 1. pantulan. Melakukan penyelesaian di daerah pertahanan lawan 5. 1-3 pemain melakukan tekanan. Kombinasi Permainan 5. 1-3 sentuhan umpan tegas. Prinsip Pertahanan        Mengkreasi ruang (membuka ruang) Mendukung rekan tim (support) Melebar : menggunakan lebar lapangan Memanjang: menggunakan panjang lapangan Berlari diagonal Bermain ke arah depan Kecepatan permainan (bola bawah. umpan silang.145. (cover) Keseimbangan melalui pergeseran Mengamati pergerakan lawan dan bola (reaksi) serta mampu memprediksi (membaca) arah pergerakan/alur bola (antisipasi) Berganti tempat (saling mengisi) 2. Prinsip Penyerangan        1. Kepadatan Pertahanan (Compact) Untuk keterangan masing-masing istilah di atas baca halaman-halaman berikut serta bagian pengertian sistim 4-4-2 dan 4-3-4 halaman 109 . Penguasaan Bola 3.G. Memberi Tekanan (Pressing)  Dilakukan secara kolektif sehingga tercipta 2 V 1 (double) atau 3 V 1 (triple) 2. Serangan balik (Counter Attacking) 7. kecepatan membawa bola atau “speed dribbling”)  Menjaga pemain lawan (marking) Menekan lawan (Press) Melindungi. 22 . memberi waktu pemain lain untuk turun kembali ke posisi bertahan 6. trik individu. umpan 1-2 yang dikenal dengan “one-two”.

1a. Mengkreasikan ruang (membuka ruang) : Pergerakan pemain ke ruang kosong untuk menghasilkan kesempatan melakukan operan yang efektif. Pemahaman Istilah-Istilah Taktik Menyerang ( Ofense) 1) Prinsip penyerangan : Pergerakan dasar individu atau bersama-sama untuk satu atau beberapa pemain yang bertujuan untuk mengkreasi peluang bagi penyerang. Satu pemain bergerak pada sisi yang dekat dengan rekan setim yang menguasai bola guna menciptakan opsi yang jelas. Sebagai contoh: 4 v 1 permainan penguasaan bola di mana para pemain bergerak ke area lebar untuk membuat pilihan arah passing. 1b. 23 . Penting: Jangan biasakan pemain menempati pojok kotak permainan guna memudahkan penguasaan bola (tidak terkepung di pojok).1. Mendukung rekan tim (Support) : Menawarkan bantuan oleh rekan setim yang berada di sekitar bola dengan tujuan untuk menerima umpan.

Tujuannya adalah untuk menyulitkan pertahanan lawan. Aksi Lanjutan (Anschlussaktion) Setelah memberikan umpan sang pengumpan melakukan aksi lanjutan bergerak ke daerah kosong guna mendukung rekan tim (support). Melebar : menggunakan lebar lapangan. Sebagai contoh : Setelah memberikan umpan pada pemain depan (1). Apabila umpan tidak berhasil aksi lanjutan sang pengumpan berupa gerakan bertahan. Pergerakan dan distribusi penyerang ke arah lebar lapangan untuk menciptakan ruang dan membangun serangan dalam sebuah pertandingan/game. Seorang pemain bergerak ke area lebar untuk membuka ruang. 1d. 24 .1c. winger bergerak ke sisi kiri guna memberi support pada pemain depan (2).

1f. Seorang pemain bergerak maju dengan tujuan untuk memeroleh bola sehingga makin dekat dengan gawang. Gelandang tengah atau bek sayap berlari ke depan dari belakang pemain sayap untuk menciptakan kesempatan passing. Overlap run : Pergerakan rekan setim dari belakang pemain yang sedang menguasai bola ke arah depan untuk menciptakan kesempatan passing atau keuntungan lainnya untuk tim. 25 .1e. Pergerakan seorang pemain atau sekelompok pemain ke posisi depan untuk menciptakan opsi saat menyerang dalam pertandingan/game. Memanjang : Menggunakan panjang lapangan.

Pantulan (Pin ball) dan umpan terobosan (through pass) : Usaha menembus pertahanan lawan dengan memantulkan bola serta melakukan umpan terobosan ke daerah di belakang garis pertahanan lawan. Gelandang mengumpankan bola ke striker (1) yang memantulkan bola dengan satu sentuhan bisa kembali pada gelandang yang sama atau ke gelandang lainnya (2). Sebagai contoh: Pemain gelandang tengah memberikan umpan langsung ke pemain sayap yang muncul dari belakang (1) atau memberikan umpan pada striker (2a) yang kemudian meneruskan pada pemain sayap yang telah bergerak maju (2b). 1h. Selanjutnya gelandang melesatkan umpan terobosan (diantara pemain belakang lawan) ke arah sayap kanan yang bergerak maju (3).1g. Umpan diberikan secara langsung atau melewati orang ketiga (tidak langsung). 26 . Overlap Pass : Umpan kepada rekan se tim yang melakukan overlap run.

melakukan pergerakan maju dan langsung menerima umpan kembali (2) 1j. Pemain sisi luar membuat pergerakan diagonal ke arah depan dengan tujuan untuk membuat kesemapatan melakukan passing. Lari Diagonal : Sebuah gerakan serang diagonal ke arah depan. Untuk kemudian melakukan pergerakan (biasanya ke depan) guna langsung menerima umpan kembali. Guna membebaskan diri dari tekanan lawan seorang pemain memberikan umpan jarak dekat kepada rekan se tim nya (1). Umpan One .1i.Two : Melesatkan umpan (biasanya jarak pendek). membuat ruang yang biasanya di depan bola untuk menciptakan kesempatan passing. 27 .

Pemain dari tim yang sama mengoper bola dengan cepat dengan satu. menghindari lawan merebut bola. Hindari umpan yang memantul (tidak mulus) karena akan memperlambat permainan. Gelandang tengah mengoper kepada pemain lapangan tengah atau mengarahkan pada striker yang tak dijaga lawan guna memindahkan bola ke daerah pertahanan lawan. Bermain ke arah depan (Forward play) : Alur bola yang efektif dan tepat ke daerah pertahanan lawan atau gawang lawan.1k. Kecepatan Permainan : Alur bola yang cepat menciptakan kesempatan pada tim penyerang untuk menembus pertahanan lawan. 1l. dua atau tiga sentuhan. Agar permainan bisa berjalan dengan cepat sesuai asas sepak bola modern bola harus dimainkan menyusur tanah dengan tegas dan tepat. 28 .

biasanya di depan bola untuk menciptakan kesempatan pada pemain bertahan dan menghasilkan pilihan untuk passing.1m. Penyerang kiri dan kanan saling berganti posisi untuk membingungkan perhatian pemain bertahan lawan dan menciptakan kesempatan utnuk passing. 2) Penguasaan Bola (Possession) : Umpan bola berulang-ulang di antara pemain dalam tim yang sama. 29 . Lima pemain di dalam satu tim mempertahankan penguasaan bola dari tekanan tiga pemain lawan. Contoh : 5 v 3. Pergantian Posisi (saling mengisi posisi sesuai situasi) : Sebuah pergantian posisi oleh dua orang pemain dalam satu tim.

30 . Usaha bersama untuk mengumpan bola mulai dari daerah pertahanan hingga daerah penyerangan. bersama-sama sebagai sebuah tim dimulai dari daerah pertahanan hingga daerah penyerangan tanpa melakukan long ball langsung ke depan. Aksi yang melibatkan tiga pemain dengan pergerakan cepat. baik kecepatan bola maupun kecepatan pemain.3) Transisi : Upaya untuk mengumpan bola secara kolektif. 4) Kombinasi Permainan : Pengaturan alur bola dengan cepat dan efektif dengan bola oleh dua pemain atau lebih dari tim yang sama.

Misalnya dari sisi kanan luar ke sisi kiri luar. 31 . Umpan jauh dari penjaga gawang kepada pemain di sisi luar kiri ketika bola kembali dikuasai. Umpan jauh (long pass) dari sisi luar kanan ke sisi luar kiri. memberi peluang kepada pertahanan lawan yang belum terorganisir dengan baik. dengan tujuan untuk mengacaukan organisasi pertahanan lawan dan mengambil keuntungan dari kelengahan lawan. 6) Serangan Balik (Counter attack) : Gerakan vertikal yang cepat dan efektif untuk mengirim bola ke depan secepatnya setelah tim berhasil merebut bola kembali dengan tujuan untuk mengejutkan lawan dan memeroleh keuntungan dari pertahanan lawan yang masih belum sempat terorganisir dengan baik.5) Pergantian sisi Permainan : Mengirimkan bola dari satu sisi lapangan ke sisi yang berseberangan. dengan tujuan mengacaukan pertahanan lawan dan memudahkan pergerakan maju dari bola.

32 . Bek kiri kemudian mengumpan pada gelandang bertahan yang selanjutnya mengumpankan bola pada sayap kiri. (attacking third atau daerah pertahanan lawan) dengan tujuan untuk menciptakan kesempatan mencetak gol. Sebagai contoh : Pemain sayap kiri menggiring bola memasuki sisi kiri pertahanan lawan dan memberikan umpan silang. mencari rekan yang dapat melakukan penyelesaian akhir. Sebagai contoh : Penjaga gawang membangun serangan melalui bek kiri.7) Membangun serangan dari belakang : adalah sebuah usaha bersama untuk mengirimkan bola dari daerah pertahanan menuju ke daerah penyerangan melalui serangkaian umpan pendek dan sedang (tidak langsung mengumpan jauh ke depan). 8) Penyelesaian di daerah pertahanan lawan : Usaha bersama di sisi ke-3 lapangan.

33 .2. 1b. Pertahanan menjaga jalur lari lawan. Seorang pemain bertahan mencegah pemain lawan agar tidak menguasai bola terlalu lama atau berhasil memberikan bola kepada timnya sekaligus mencoba untuk mengambil kembali penguasaan bola. Pemahaman Istilah-istilah Taktik Bertahan (Defense) 1) Prinsip Pertahanan : Gerakan yang dilakukan baik secara individual atau bersamasama oleh satu atau lebih pemain yang tujuannya mengatasi serangan lawan. yang berupaya mendukung rekan se timnya yang sedang menguasai bola. 1a. dengan tujuan mengurangi kesempatan mereka berpartisipasi di dalam penyerangan. Menekan lawan (Press) : Aksi individu pemain bertahan yang menjaga dengan tujuan untuk melakukan penguasaan bola. Menjaga pemain lawan (marking) : Seorang atau sekelompok pemain bertahan memerhatikan pemain-pemain penyerang.

1d. Keseimbangan melalui Pergeseran : Pergeseran posisi yang terkordinasi dari para pemain bertahan. Melindungi (Cover) : Seorang pemain menciptakan garis pertahanan kedua yang tujuannya untuk menambah kekuatan pertahanan. Pergerakan yang dilakukan secara kolektif (bersama-sama) dengan tujuan untuk mengatur kembali daerah pertahanan di depan bola seiring dengan pergerakan bola dari gelandang tengah ke sayap kanan. Seorang pemain pertahanan tengah yang berada di belakang seorang gelandang tengah siap membantu jika mungkin saja penyerang lawan mengecoh gelandang tengah. dari satu sisi ke sisi lainnya sesuai dengan pergerakan bola di lapangan dengan tujuan untuk mengatur kembali posisi pertahanan (Lihat bagian pengertian sistem 4-4-2 dan 4-3-3 serta pengertian taktik lapangan kecil).1c. 34 .

Mengikuti (Tracking) : Seorang pemain bertahan mengejar penyerang lawan yang membuat gerakan maju untuk menciptakan kesempatan passing. Seorang bek tengah bergerak dari area tengah untuk menjaga penyerang kanan lawan. 35 .1e. di saat yang sama bek kiri belari ke area tengah untuk menempati posisi bek tengah. Seorang bek kiri mengikuti atau menempel sayap kanan tim lawan guna mencegah adanya kesempatan mengumpan. 1f. Berganti tempat (saling mengisi) : Pergantian posisi dari 2 pemain bertahan dengan tujuan menggalang pertahanan dengan lebih efisien.

Sebagai contoh : Dalam permainan 6 V 6 ini terjadi tekanan dari para pemain gelandang tengah dan bek kanan untuk memeroleh kembali penguasaan bola. 3) Menekan secara kolektif (Pressing) : gerakan pertahanan yang mantap. Penyebaran posisi yang seimbang dengan jarak yang sama dalam area pertahanan untuk mencegah penyerang lawan mencetak gol.2) Daerah Pertahanan (Zona Defense) : Pengaturan pemain bertahan di area pertahanan berdasarkan ruang (bukan lawan) untuk menciptakan pertahanan yang efektif. 36 . (lihat bagian pengertian sistem 4-4-2). terus menerus dan terorganisasi dari para pemain bertahan untuk menutup pergerakan para penyerang.

37 . Para pemain bertahan dekat dengan gawang mereka sendiri. menjaga gawang mereka dan mencegah tim lawang membangun serangan.4) Gerakan Mundur dan Kembali ke Posisi Awal : Pergerakan seorang atau sekelompok pemain belakang. Pemain bertahan di kiri. menempatkan diri mereka sendiri saling berdekatan dalam jarak yang sama dengan tujuan untuk menjaga gawang dan mempersulit penyerang lawan. ke arah posisi pertahanan dengan tujuan untuk mengatur kembali pola pertahanan tim. 5) Kepadatan Pertahanan (Compact) : Sebuah aksi penumpukan pemain bertahan di area tengah. tengah dan kanan berlari ke belakang untuk memperkuat garis pertahanan dekat dengan gawang.

DASAR     Motivasi Kepercayaan Diri Kerjasama Membuat Keputusan/Kebulatan Tekad 2. SOSIAL   Komunikasi Rasa Hormat (Respek) dan Disiplin 38 . TINGKAT LANJUT     Jiwa Kompetisi Konsentrasi Komitmen Pengendalian Diri 3. MATERI KEPELATIHAN : Jiwa Kebersamaan (Psychososial)/Mental 1.H.

4 .1 Saat bertahan.2 * Termasuk penjaga gawang 39 . Tendangan Bebas Tidak Langsung (Indirect Free Kick) 7. 1-3-1 saat menyerang = 3 .1. Tendangan Gawang (Goal Kick) 3. double diamond/ketupat saat = 4 . Tendangan Sudut (Corner Kick) 5.I.3 . 1-2-1 (ketupat) saat menyerang = 3 .3 .2 .1 .0 Saat bertahan.2 .2 menyerang (1 .2 .1 Saat bertahan.1 atau 3 .1)   11 v 11 = 4 . Penalti [Baca halaman-halaman berikut tentang penjabaran situasi standar/Bola mati] FORMASI*     5 v 5 6 v 6 7 v 7 8 v 8 9 v 9 = 3 . Tendangan Bebas Langsung (Direct Free Kick) 6.0 Saat bertahan. MATERI KEPELATIHAN : Situasi Standar (Set Piece) & Formasi SITUASI STANDAR/BOLA MATI (SET PIECE) 1.2 . Lemparan ke Dalam (Throw-in) 4.1 . Awal Pertandingan (Kick Off) 2.3 atau 4 . 2-3-1 saat menyerang = 3 .3 .2 .

F atau E. Ballack. Hampir setiap latihan diakhiri dengan latihan bola-bola mati. 40 . Pemain E. Penting: Tidak boleh ada pemain di sisi kanan lapangan dengan harapan lawan tidak menjaga daerah tersebut. Oleh karena itu. Hal ini dilakukan karena rata-rata setiap dua atau tiga gol terjadi lewat situasi bola mati. Begitu seringnya kita melihat seorang Ronaldihno. bisa disimpulkan bahwa pada prinsipnya semakin tinggi kelas permainan atau dengan kata lain.olah akan menendang bola untuk kemudian melompati bola lalu terus berlari sesuai arah panah. tendangan bebas. tendangan penjuru. Gerrard. Lampard. seorang pelatih yang bijaksana dengan sendirinya akan mempersiapkan pasukannya baik dalam menghalau maupun melesatkan bola mati. semakin tinggi liganya. Penjabaran Situasi Standar (Bola Mati) Saya sempat terheran-heran dengan perhatian yang diberikan klub-klub Eropa terhadap situasi-situasi standar atau bola mati. Tidak percaya? Coba Anda perhatikan saat menonton bola di TV. Pemain B mengumpankan bola dengan keras ke mulut gawang guna disambar oleh pemain G. Porsi latihan yang tergolong besar diberikan untuk melatih tendangan penalti.1. dan masih banyak lagi pemain lain yang memecah kebuntuan lewat situsai bola mati. pemain A berlari ke arah bola. bahkan lemparan ke dalam. Sesaat setelah pemain B mulai berlari. berpura-pura melakukan tembakan untuk kemudian mengumpankan bola secara mendatar ke depan pemain B. Situasi standar menjadi semakin penting peranannya di era sepak bola modern yang begitu kompetetif seperti sekarang ini karena kualitas antar tim secara keseluruhan hampir sama. Karena statistik membuktikan bahwa situasi standar begitu penting peranannya dalam sepak bola masa kini. 1) TENDANGAN BEBAS a) Di bawah ini beberapa contoh variasi tendangan bebas: Variasi 1 Keterangan: Pemain B berlari ke bola seolah. Menurut statistik di majalah Sport Bild edisi pertengahan Desember 2006. Beckham. Selain itu umpan dari pemain A ke B harus dilakukan di saat yang tepat untuk menghindari off side. F dan G hendaknya mempertajam efek tipuan dengan cara berpura-pura menginginkan bola diumpankan kepada mereka secara langsung. setiap kesempatan bola mati betul-betul dipergunakan dengan sebaik mungkin guna memenangkan pertandingan yang sebenarnya berlangsung cukup seimbang. semakin penting pula situasi standar.

pagar boleh rendah. Secara otomatis masing-masing pemain harus mengetahui ke mana dia harus menempatkan dirinya] 41 . b) Prinsip dasar bertahan saat lawan melakukan tendangan bebas:     Semakin dekat letak tendangan bebas ke gawang semakin panjang pagar betis itu sendiri. Logikanya di bagian gawang yang terjaga oleh kiper. semakin jauh letak tendangan bebas semakin sedikit pula pemain yang dibutuhkan di dalam barisan pagar betis. Saat tendangan bebas dilakukan satu-dua orang pemain mundur kearah gawang. Pengaturan pagar betis dilakukan sesuai tinggi badan. Penting: Pemain C memang off side tapi hanya secara pasif karena bola tidak mengarah ke C melainkan ke B. Semakin ke dalam semakin pendek pula tinggi badan pemain. [Usahakan semua pemain bertahan naik hingga selevel dengan pagar betis. Posisi badan pemain bertahan semestinya berada di antara lawan dan titik tengah gawang (di atas “invisible line”). Jangan sampai situasi standar terjadi baru pemain saling memberi instruksi satu sama yang lain. Pemain C berlari di belakang pagar betis lawan dari kiri ke kanan guna mengalihkan perhatian lawan.Variasi 2 Keterangan: Pemain A mengumpan bola pada pemain B yang berlari di depan pagar betis lawan dari sebelah kanan ke sebelah kiri untuk kemudian menerima bola dan melepaskan tembakan ke arah gawang lawan. Pemain tertinggi berdiri di sebelah paling luar pagar betis. pembagian tugas harus jelas. Sama seperti situasi standar yang lain. Masing-masing pemain mutlak harus mengetahui secara persis tugasnya saat tendangan bebas diberikan. Pelatih harus memberi instruksi sebelum pertandingan. Pengaturan pagar betis dilakukan oleh kiper atau seorang pemain depan yang berdiri di belakang posisi bola. Sebaliknya. penjagaan lawan biasanya dilakukan secara man to man marking. Bagian gawang yang jauh dari jangkuan kiper idealnya terjaga oleh pemain-pemain yang yang setinggi mungkin. selebihnya mengikuti pergerakan lawan. Selain pagar betis.

Mengumpan pun sebaiknya jangan dilakukan karena risiko kehilangan bola teralu besar. Pemain B berlari ke depan tiang jauh. Bagi seorang penjaga gawang prinsip invisible line juga sangat membatu dalam menempatkan posisi. Apabila pemain second line kehilangan bola ujung-ujungnya adalah serangan balik yang bisa fatal akibatnya. sementara jarak lari pemain F paling jauh. khususnya di Jerman adalah sebagai berikut: Keterangan:  Pemain A melakukan tendangan penjuru. (2) mengganggu konsentrasi kiper lawan. Semakin jauh posisi bola semakin dekat posisi penjaga gawang dengan garis gawang. Tugas pemain B adalah. Jarak lari pemain C paling pendek. tempatkan posisi di atas invisible line. F berlari sesuai arah lari yang digambarkan di atas. Pemain C. serta (3) menyambar bola liar yang sekiranya terjadi di daerah tiang jauh. Disiplin tinggi untuk bermain aman mutlak dimiliki kedua pemain ini.di antara bola dan titik tengah gawang—seorang pemain seharusnya menempatkan dirinya sehingga penjagaan lawan secara optimal bisa terlaksana.Catatan : “Invisible Line” adalah garis imjinasi yang tentunya tidak bisa dilihat dengan mata. mendekati sprint. Dengan kata lain. kedua pemain ini bertugas mencari bola muntah untuk kemudian secepat mungkin melesatkan tembakan ke arah gawang lawan. Perlu ditekankan bahwa pemain G dan H haram mengontrol bola dengan lama apalagi mendribel bola. semakin dekat bola ke gawang posisi kiper semakin mendekati bola yang hendak ditendang guna menyempitkan sudut tendang. 2) TENDANGAN PENJURU Variasi tendangan penjuru yang paling populer di Eropa saat ini. 42   .  Pemain I dan J mengawal pertahanan untuk mengatisipasi kemungkinan serangan balik. Secara mental tarik garis lurus antara bola dan titik tengah gawang. jangan disamping kiri atau kanannya (lihat bagian penjaga gawang halaman 46). D. Prinsipnya sama. Kecepatan berlari termasuk tinggi. E. Sebaliknya. penjaga gawang menempatkan dirinya di atas garis imajinasi yang membentang lurus antara bola yang hendak ditendang ke arah gawang dan titik tengah gawang. (1) memberi aba-aba kepada pemain A untuk melakukan tendangan penjuru saat semua pemain telah siap. sehingga bola yang disambar akan melaju dengan deras ke arah gawang lawan.  Pemain G dan H menjaga second line. Di atas garis inilah . Jangan lupa.

Selain itu perhatikan bahwa hanya satu pemain saja (B) yang bisa dikatakan tidak mempunyai fungsi ofensife atau menyerang. Dalam posisi berdiri secara statis sangat sulit melakukan heading dengan power yang maksimal. berlari ke arah gawang lawan untuk kemudian secara eksplosif berlari ke arah G. berikan arahan sebelum bertanding mengenai tugas masingmasing pemain secara jelas baik saat lawan melakukan tendangan penjuru maupun saat tim Anda melakukan tendangan penjuru!   43 . Ingat: semakin sering gol lahir di era sepak bola modern ini melalui situasi standar. ia bisa memilih antara melepaskan umpan lambung. Apabila bola diumpankan kembali ke pemain G. Dengan kata lain. Tujuannya salah satu dari keempat pemain tadi bisa melakukan heading langsung setelah melakukan sprint pendek tanpa harus berhenti. Hal ini disebabkan karena situasi tendangan penjuru sudah seharusnya dipergunakan semaksimal mungkin. D. Keempat pemain di atas mulai berlari saat pemain A berancang-ancang melakukan tendangan penjuru. Semua pemain mempunyai tugas yang jelas. Perhatikan posisi pemain-pemain lainnya.  Posisi awal C. Timing yang tepat dan teknik crossing yang sempurna tentu saja hanya bisa terealisasi melalui latihan yang tekun. termasuk lewat tendangan penjuru! Oleh karena itu. menggiring bola untuk kemudian melesatkan tembakan atau menyodorkan bola pada pemain lain dengan tujuan melesatkan tembakan. Variasi tendangan penjuru dengan bantuan umpan kombinasi yang sering ditemui di Eropa dewasa ini adalah sebagai berikut: Keterangan: Pemain G melakukan tendangan penjuru. Umpan yang diberikan oleh G dikembalikan kepada G atau I hanya melakukan umpan tipuan kepada G untuk kemudian menggiring bola ke garis gawang diakhiri dengan umpan datar yang keras atau umpan lambung ke mulut gawang lawan. Organisasi. E dan F adalah berkelompok sedekat mungkin di atas garis boks penalti sejajar dengan tiang jauh gawang lawan.  Pemain I melakukan gerakan tipuan. arah crossing bola harus diarahkan ke depan pemain tujuan.

seharusnya adalah pemain bek kanan (wing back) kalau sistem yang dipakai adalah 4-4-2. Pemain D adalah offensive mid. Pemain H. Sama seperti situasi standar lainnya yang lebih ‘terkenal´ pemain seharusnya mengerti di mana mereka harus menempatkan posisi. Awalnya pemain D bergerak ke arah pemain A untuk kemudian berlari dengan kecepatan tinggi menyusur garis tepi lapangan.     44 . Seorang kiper yang modern harus senantiasa ikut bermain. Untuk menghindari hal ini lemparan ke dalam harus dilatih dan prinsip dasar pelaksanaannya diketahui oleh semua pemain. Tugas pemain B tidak lain adalah menjadi seorang pemain jangkar yang siap meneruskan bola ke sisi kiri lapangan entah secara langsung dengan long pass atau melewati pemain bek tengah F atau G yang berfungsi sebagai ´jembatan´. sedang pemain J adalah wing back kiri. D dan E tentu saja bisa menukar posisi sesuai situasi. Artinya. Kepemilikan bola yang tadinya 100% menjadi hanya 50% karena bola bisa hilang bisa juga tidak. Pemain H adalah penyerang kiri. Biasanya pemain ini bergerak ke sebelah kanan pemain A untuk kemudian bergerak ke sebelah kirinya. di saat situasi throw in seperti di atas kiper hendaknya bergeser sedikit ke sisi kanan lapangan sekaligus maju dan berfungsi sebagai libero. Itu semua tergantung situasi tentunya.  Pemain B. Pemain diinstruksikan untuk ´membuka´ lapangan dan mengoptimalkan lebar lapangan.3) LEMPARAN KE DALAM ATAU THROW IN Lemparan ke dalam sering sekali terabaikan dalam latihan. Pemain C adalah pemain defensive mid (Gelandang Bertahan). apabila mengikuti skenario seperti di atas. Begitu throw in berhasil dengan baik formasi tim langsung mengembang. I. tanpa menyesuaikan pergerakannya dengan kawan sehingga situasi yang tercipta adalah situasi untung-untungan. Umumnya pemain D adalah target utama saat terjadi throw in. Apabila terjadi throw in di sisi kanan bagian tengah lapangan maka pemain A adalah sayap kanan tentunya. Pemain lain yang bisa berfungsi sebagai ´jembatan´ adalah kiper. Perhatikan bahwa semua pemain kecuali kiper berada dalam daerah sepanjang kira-kira 30-40 meter dan lebar sekitar 35 meter. J dan E siap mendukung serangan apabila variasi throw in ini berhasil sesuai rencana. Pembagian tugas harus ada kalau tidak ingin kehilangan kesempatan membangun serangan lewat situasi throw in. pemain I adalah pemain sayap kiri. Teramat sayang apabila bola harus hilang hanya karena pemain berlari tanpa arah. a) Variasi Throw In Terpopuler Di Eropa Keterangan:  Pemain A melakukan lemparan ke dalam.

prinsip mengecoh lawan dengan pergerakan silang semestinya tetap terkandung di dalamnya. semua pemain harus bereaksi dengan cepat dan mengisi posisi masing-masing.  Pemain C melakukan heading yang diarahkan kepada pemain D atau E. terlalu lambat juga percuma karena lawan yang tadinya terkecoh sudah bisa melakukan penanggulangan masalah sehingga kembali mampu menjaga lawan dengan baik dan ketat. Sebaliknya. b) Prinsip dasar pelaksanaan lemparan ke dalam:  Semakin cepat throw in dilakukan semakin baik.  Agar eksekusi throw in bisa dilangsungkan dengan cepat. Di dalam sepak bola hampir selalu ada hukum dasar dalam melakukan sebuah teknik. posisi dan tugas masingmasing pemain harus jelas agar pemain bisa cepat bereaksi terhadap situasi throw in dan tidak ada waktu yang terbuang dikarenakan kebingungan pemain. Sekali lagi. kombinasi atau taktik tertentu. Pergerakan-pergerakan yang rajin. Tidak ada gunanya pemain yang melakukan lemparan ke dalam siap apabila rekanrekannya masih belum siap. cepat serta menipu harus ada supaya pemain yang melemparkan bola memiliki sebanyak mungkin opsi atau kemungkinan tujuan dan pemain yang dituju memiliki ruang gerak sekaligus sedikit waktu saat menerima bola. Apabila throw in tidak dilakukan dengan cepat. Begitu juga dalam melakukan throw in. Terlalu cepat tidak baik karena pemain yang dituju akan kaget karena belum siap.Variasi lemparan ke dalam lainnya yang juga cukup populer di Eropa adalah sebagai berikut: Keterangan:  Pemain A melakukan throw in kepada pemain C. 45 .  Timing (kesempatan) lemparan ke dalam harus tepat dan sinkron dengan pemain lainnya. Semakin banyak waktu yang diberikan kepada lawan semakin rapi pula organisasi pertahanan lawan sehingga semakin sulit pula menemukan celah.  Variasi throw in apa pun yang dilakukan. Sebaiknya umpan heading diarahkan ke daerah bebas di depan E atau di daerah bebas di depan pemain D. lawan akan punya waktu lebih untuk mengorganisasi pertahanan. Pelempar bola juga harus memperhatikan pergerakan mengecoh yang dilakukan rekan-rekannya untuk kemudian melemparkan bola tepat saat gerakan tipuan selesai.

J. Taktik. Teknik. MATERI KEPELATIHAN : PENJAGA GAWANG Hal-hal khusus Mengenai Fisik. dan Jiwa Kebersamaan(Psychososial)/ Mental Penjaga Gawang FISIK      Kelincahan dan Reaksi Koordinasi dan Keseimbangan Kelenturan Daya Tanggap dan Kewaspadaan Kebugaran dan Kekuatan TEKNIK       Penguasaan Bola Penguasaan Bola Menyilang (Crossing) Menjatuhkan diri dan Mengamankan Gawang Kelincahan Kaki Penempatan posisi Menangkap dan Menepis Bola TAKTIK    Melempar dan membagi bola Mendukung Permainan Mengatur Tempo Permainan 46 .

16 m didapat dari perhitungan sebagai berikut: (rentang gawang : 2) – (rentang badan kiper :2) = (7. yang paling sering terjadi adalah penjaga gawang seakan-akan menjadi magnet sehingga bola seakan terus melaju ke arah penjaga gawang. KUALIFIKASI PENJAGA GAWANG 1) PENEMPATAN POSISI Kemampuan menempatkan posisi adalah modal utama seorang penjaga gawang/ kiper yang andal.5) = 3.66 – 0.JIWA KEBERSAMAAN (Psychososial)/Mental     Kemampuan untuk fokus / Memperhatikan Membuat Keputusan / Kemantapan Hati Keberanian Komunikasi A. Istilah umumnya adalah memperkecil sudut.16 m ke sebelah kanan kiper. Sebenarnya istilah ini dari sudut pandang matematika salah.32 m : 2) – (1 m : 2) = (3. Angka 3.16 m. Untuk lebih jelasnya perhatikan diagram-diagram di bawah ini: Diagram # 1 Pada diagram # 1 terlihat bagaimana rentang gawang yang harus dijangkau kiper adalah 3. Apabila seorang penjaga gawang mampu menempatkan posisi dengan baik. Dengan penempatan posisi yang benar seorang penjaga gawang tidak perlu melompat jauh ke kiri dan ke kanan. Sudut tidak mungkin menjadi lebih kecil. Hal ini dikarenakan segitiga yang terbentuk oleh bola dan ke dua tiang gawang menjadi lebih kecil. 47 .16 m ke kiri dan 3.

Apabila posisi bola jauh saat shooting dilakukan. pada diagram # 2 terlihat kiper bergerak naik mendekati lawan. Untuk kemudian memosisikan dirinya di atas garis imajinatif tersebut. Diagram # 2 Saya pribadi pada umumnya menganjurkan kiper untuk naik sejauh-jauhnya (paling sedikit 2/3 jarak antara bola dan garis gawang) apabila lawan berada di dekat gawang. semakin kecil luas segitiga. rentang jarak ke sebelah kiri maupun kanan kiper yang harus dijangkau oleh kiper guna menggagalkan tendangan lawan adalah jauh di bawah angka 3. Nah. Selain penempatan posisi yang benar secara vertikal (naik-turun). Seorang kiper yang baik akan selalu membuat garis imaginatif antara titik tengah gawang dan letak bola.16 m Semakin naik posisi kiper. dan (2) memiliki kecepatan kaki agar bisa dengan cepat memosisikan dirinya dengan tepat. bola yang dilesatkan lawan akan sulit melewati kiper. Maksudnya sama: memperkecil segitiga (bukan sudut!) yang akibatnya adalah rentang jarak yang harus dijangkau kiper ke kiri maupun ke kanan semakin dekat. posisi kiper juga harus benar secara horisontal (kiri-kanan). Efeknya jelas. Akibatnya. Oleh karena itu.Pada diagram ini juga terlihat bahwa segitiga yang tercipta antara letak bola dan kedua tiang gawang cukup luas. Untuk bisa melakukan itu seorang kiper dituntut untuk (1) sesekali menoleh ke belakang guna mencari titik tengah gawang. Perhatikan diagram di bawah ini: Diagram # 3 Saat bola berpindah posisi kiper pun diharuskan bergerak agar ia bisa terus berada di atas garis invisible line. Selanjutnya. 48 . kiper cukup maju selangkah-dua langkah saja. saat melatih posisi kiper seorang pelatih yang bijaksana akan sekaligus melatih kecepatan kaki. untuk penempatan posisi yang benar secara horisontal kiper harus memiliki pengetahuan akan The Invisible Line atau garis lurus yang tak tampak.

2) Instruksikan kepada kiper untuk bergerak secepat mungkin dari A→B→A→C→A→D→A→E→A 3) Pergerakan kaki kiper hendaknya ke samping. 4) Kiper hendaknya bergeser dengan langkah-langkah yang kecil. ke depan. 5) Sebagai variasi. 49 . Kiper bergerak dari titik tengah gawang ke arah bola tanpa meninggalkan sedikit pun garis invisible line. sedikit menjinjit dan dengan lutut yang sedikit ditekuk. di akhir 1 set pergerakan pelatih bisa melepaskan tembakan keras untuk ditangkap kiper dengan lengket. 3) Pelatih menunjuk ke sebuah bola. kiri maupun kanan). masing-masing satu contoh latihan untuk penempatan posisi yang benar dan satu latihan untuk mengasah kecepatan kaki kiper (footwork). 2) Letakkan beberapa bola di berbagai posisi (dekat dan jauh. dst. Contoh latihan kecepatan kaki: Diagram # 5 Keterangan: 1) Buatlah tanda plus dari cones masing-masing dengan jarak 3 m dari cones pusat.Perhatikan dua contoh latihan di bawah ini. Asisten pelatih atau kiper cadangan memosisikan dirinya di belakang gawang guna memeriksa ketepatan posisi (apakah kiper menyimpang dari garis invisible line atau tidak). ke belakang. Contoh latihan posisi: Diagram # 4 Keterangan: 1) Letakkan sebuah cone di titik tengah gawang sebagai alat bantu orientasi.

Begitu sering terjadi situasi di mana lawan melepaskan tembakan dengan keras dari jarak dekat. “Aku Bisa! Aku berani! Aku adalah singa! Kalaupun luka nanti juga sembuh! Si A bisa kenapa aku tidak?!” Dll. bagaimana caranya melatih keberanian seorang kiper? Dengan cara sering berdialog untuk menanamkan positive thinking dan kepercayaan diri dalam diri kiper Anda. Tantanglah perasaan takut itu dan “ciutkan nyalinya!” Selain itu yang bisa dilakukan seorang pelatih adalah dengan sengaja membuat program latihan yang memberikan kesempatan kepada kiper untuk menantang rasa takutnya. maka sebaiknya ia berhenti menjadi seorang kiper. Di sisi lain pemain dan juga pelatih tidak boleh putus asa dan pasrah mengenai ketidakberanian seorang kiper. Rudy. Komodo pun di alam bebas dijadikan mainan seakanakan komodo adalah kelinci! Tentu saja saya tidak bermaksud mengajak Anda untuk melakukan hal-hal yang “gila” seperti Garret. Garret yang masih schock hebat. Bagaimana caranya menanamkan sifat berani dalam diri kiper Anda? Jawabannya: sulit! Pada umumnya sifat berani adalah pembawaan sejak kecil. Betul-betul dibutuhkan sebuah keberanian yang luar biasa. misalnya. Tanpa mentalitas “berani mati” tingkat kehebatan seorang kiper akan drop secara signifikan. Bagaimana tidak. Selain itu tontonlah film-film yang menonjolkan keberanian seperti Gladiator. ada yang berani dan ada yang tidak mau ambil risiko. Putri saya Shania Cinta lain lagi. Kiper harus berani. Shooting jarak pendek. saat berjalan keluar kandang buaya menyempatkan dirinya memegang punggung seekor buaya. salah satu buaya marah dan hampir saja mencaplok mukanya. Betul-betul tidak mengenal rasa takut. seorang kiper begitu sering harus berhadapan 1 vs 1 dengan pemain lawan. Hal lain yang dapat Anda lakukan adalah: challenge yourself atau tantang diri Anda sendiri melakukan hal-hal yang membutuhkan keberanian. Bisa juga lewat mendengarkan musik-musik yang insipratif dan penuh semangat. dll. Tidak bisa tidak. prinsipnya patut untuk dicontoh: perasaan takut harus dihadapi bukan dihindari.” Betul-betul luar biasa teman saya yang satu ini. “Kalau saya langsung keluar tanpa memegang buaya terlebih dahulu saya akan selamanya takut akan buaya. Dramatis sekali. Jadi. Any Given Sunday. Namun. Dalam sebuah pertandingan. Saya bertanya kepadanya. Anak saya Brandon saat berusia dua tahun sudah berani meloncat dari ketinggian dua meter lebih ke dalam kolam renang. atau simulasikan situasi 1 v 1 (kiper vs penyerang). Kalau Anda sendiri adalah seorang kiper. Jadilah pemain catur saja. dan lain-lain. Kita kembali ke pertanyaan semula. maka cara melatih diri Anda sendiri adalah lewat positive self talk atau berbicara dalam hati secara positif.”Apa kamu gila? Kamu hampir mati tadi.2) BERANI ! Keberanian seorang kiper/penjaga gawang begitu penting artinya. antara moncong buaya dan mukanya hanya berjarak sekitar 5 cm! Yang kemudian dilakukannya membuat saya lebih tercengang lagi. kok sempat-sempatnya memegang buaya saat keluar?” Garret menjawab dengan pasti. Begitu juga dengan orang-orang di seluruh dunia. 50 . Teman saya Garret Hurtle pernah masuk ke dalam kandang buaya. Apabila seorang kiper tidak ada niat untuk memperbaiki kelemahannya dalam segala hal termasuk dalam hal keberanian. naik seluncur yang begitu tinggi. bisa dikatakan keberanian adalah bakat alam yang tidak dimiliki oleh semua kiper. Setelah memegang bahkan duduk di atas beberapa buaya. Shania sangat hati-hati dalam bertindak dan cenderung tidak berani.

Di sinilah letak rahasia orang sukses: manusia sukses pantang menyerah. 4) MEMILIKI REAKSI YANG BAIK Mampu untuk bereaksi secara cepat adalah sebuah nilai plus yang mahal harganya bagi seorang kiper. Maka. Manusia sukses berkata “Tidak bisa tidak. Contoh latihan: Lakukan possession game (tim A vs tim B) di seluruh lapangan. Daerah depan gawang telah dipenuhi cones-cones tinggi yang berpotensi mengubah arah bola. Manusia sukses selalu ingin maju. Betapa tidak. lakukan latihan-latihan di bawah ini: Contoh latihan mengasah reaksi #1: Diagram # 6 Keterangan: Pelatih (P) melesatkan tembakan demi tembakan ke arah gawang.Kesimpulannya jelas: 1. Manusia sukses melawan rasa minder dan putus asa. aku harus bisa!” 3) PEMAIN BOLA YANG ANDAL Kemampuan mengolah bola dengan baik mutlak harus dimiliki seorang kiper karena seorang kiper sering mendapat umpan dari rekannya selama pertandingan berlangsung. 51 . banyak sekali tendangan ke arah gawang dilesatkan dari jarak pendek sehingga dibutuhkan kemampuan refleks yang tinggi. memberikan umpan dengan pasti dan tepat. Kelemahan dalam hal keberanian bisa diperbaiki walaupun sulit. Dengan demikian. kiper dituntut bereaksi secara cepat dan sigap. Untuk itu diperlukan dedikasi tinggi dan sifat pantang menyerah. kemampuan mengolah bola dengan kedua kakinya semakin terasah. Guna melatih kemampuan bereaksi seorang kiper. Dengan demikian. serta paham mengenai ke mana bola harus diarahkan. lebih baik lagi dan lebih baik lagi. Manusia sukses melawan rasa malas. Keberanian mutlak harus dimiliki seorang kiper ! 2. Masing-masing tim diperkuat seorang kiper yang diperbolehkan menggunakan baik kaki dan tangannya guna mengolah bola. Seorang kiper harus mampu mengontrol bola dengan baik. biarkan kiper ikut berlatih bersama pemain-pemain lain sesering mungkin.

Setiap latihan yang dilakukan guna memperbaiki daya eksplosifitas otot hendaknya diimbangi dengan latihan kelenturan tubuh. Karena itu latihan penjaga gawang hendaknya menghindari segala bentuk latihan yang mengakibatkan tubuh menjadi kaku. Untuk bola yang mengarah ke badan bentuklah huruf “A” (atau sebuah segitiga) dengan kedua jari telunjuk dan jempol tangan. Seorang penjaga gawang yang baik sering diibaratkan seekor kucing yang piawai melompat dengan mengandalkan tubuhnya yang lentur. Demikian Penjabaran sebagian materi kepelatihan untuk penjaga gawang. Untuk itu teknik melompat dengan benar perlu dikuasai. 52 . ke kanan maupun ke atas. seorang kipper hendaknya memiliki teknik menangkap bola sesempurna mungkin. Selengkapnya carilah bahan-bahan panduan khusus penjaga gawang. 7) TUBUH YANG LENTUR DAN KOORDINASI YANG MULUS Latihan seorang penjaga gawang seharusnya didominasi oleh latihan koordinasi dan fleksibilitas. Ajarilah kiper Anda untuk membentuk huruf “W” saat menangkap bola lambung. Variasi latihan boleh berbeda namun materi kepelatihan penjaga gawang hendaknya mengikuti arahan sesuai kurikulum. Otot seorang penjaga gawang harus lentur agar mampu melakukan lompatanlompatan serta gerak-gerik dengan seefisien dan semulus mungkin.Contoh latihan mengasah reaksi #2: Dua kiper berhadap-hadapan dengan jarak 5 m. Setali tiga uang kemampuan daya eksplosifitas otot seorang penjaga gawang perlu dilatih agar mampu memberikan daya yang dibutuhkan untuk terbang ke kiri. 6) KUALITAS LOMPATAN Rentang gawang yang lebar dan melebihi daya jangkau memaksa seorang penjaga gawang untuk memiliki kemampuan lompatan yang mumpuni. Masing-masing kiper melemparkan bolanya ke arah rekannya secara bersamaan. Untuk latihan mengasah daya eksplosifitas lihat bagian plyometrics dihalaman 158. 5) TEKNIK MENANGKAP BOLA Bila bola yang ditangkap kiper ternyata lepas dari genggaman tentu runyam akibatnya. Bola yang “muntah” harus secepatnya ditangkap. Begitu seterusnya. Sedangkan untuk bola-bola yang menyusur tanah bentuklah huruf “V” dengan kedua telapak tangan Anda. Oleh karena itu.

BOLA : Semua latihan harus selalu dilakukan dengan bola. cermat. ORGANISASI PERSIAPAN : Setiap pelatih harus mempersiapkan dan membuat perencanaan dalam latihan sebelum waktu latihan dilaksanakan. Pemain harus belajar untuk menemukan cara memecahkan masalah tanpa harus diberi tahu terus menerus. 53 . KEGEMBIRAAN : Pelatih harus menggunakan kreativitasnya untuk merancang latihan yang menyenangkan sekaligus berhubungan dengan sepak bola terutama untuk para pemain muda. dan cepat-cepat lanjutkan kembali latihan. Berikan kalimat yang jelas. Garis Besar Mengenai Kepelatihan dan Persiapan latihan untuk Para Pelatih PRINSIP UMUM JIWA KOMPETISI : Semua permainan memiliki unsur kompetisi. GAYA KEPELATIHAN 1. SAAT LATIHAN : Jangan hentikan terlalu sering. menghadiahi tim yang menang dan membentuk jiwa kompetisi yang sehat dan senantiasa berlatih dalam suasana kompetisi. Catatan dari semua rencana latihan disimpan sebagai arsip.K.

KECEPATAN PERMAINAN : Tujuan utama dari tim adalah untuk bermain di dalam kecepatan yang maksimal. Artinya tunjukkan kepada para pemain bagaimana bergerak di saat yang tepat. pengambilan keputusan. Kualitas dan ketepatan arah bola pada sentuhan pertama merupakan hal yang amat sangat penting. MENYERANG – BERTAHAN : Semua pemain menyerang dan bertahan. Daya tangkap dan kewaspadaan adalah bagian penting dari sebuah pertandingan. MELATIH PEMAIN PENGUASAAN BOLA DAN PASSING : Teknik dari seorang pemain didasari oleh penguasan bola yang sama baiknya dengan akurasi passing yang dilakukannya. Mengurangi ruang dan jumlah sentuhan pada bola akan meningkatkan kecepatan bermain. KECEPATAN DAN REAKSI : Setiap latihan menggabungkan kecepatan daya tangkap. Berikan aturan yang terperinci dan jelaskan gerakan-gerakan yang diperlukan oleh para pemain. Meningkatkan kecepatan individu akan meningkatkan kecepatan keseluruhan tim. MELATIH TIM JARAK DAN PERGERAKAN : Menciptakan ruang dengan tujuan untuk mendapatkan bola dan memberikan pilihan untuk passing kepada pemain yang sedang menguasai bola sangat penting. DAYA TANGKAP DAN KEWASPADAAN : Tegaskan kepada mereka untuk terus menegakkan kepala dan pandangan mata selalu melihat ke segala penjuru lapangan. baik secara perorangan maupun sebagai satu tim.EVALUASI : Ambil beberapa menit setelah jam latihan untuk meninjau kembali dan berikan catatan pada apa yang sudah dilakukan dengan baik dan apa yang masih membutuhkan perbaikan. 54 . dan kemampuan untuk menindaklanjutinya dengan cermat.

Alhasil. Kesimpulannya jelas : apabila Indonesia ingin bersaing dengan dunia Internasional kualitas latihan harus diperbaiki sehingga pemain bisa berkembang dengan baik. Sedang kualitas latihan itu sendiri tentu saja sangat berpengaruh bagi perkembangan pemain. Menciptakan Suasana Dan Sarana Berlatih Yang Kondusif Bagi Perkembangan Pemain Ada empat faktor yang mutlak harus ada di setiap latihan apabila pelatih dan klub menginginkan terjadinya perkembangan kualitas pemain: Intensitas Latihan Asal latihan tidak cukup. Sering saya miris melihat banyaknya SSB yang melatih terlalu banyak siswa sekaligus. Kualitas Pelatih juga sangat menentukan kualitas latihan.2. Tanpa latihan berintensitas tinggi seorang pemain tidak mungkin bisa mengembangkan kualitas teknik dan fisiknya dengan baik. Pemain sedikit mendapatkan kesempatan/giliran sehingga intensitas latihan rendah. Karena masih rendahnya kualitas latihan di Indonesia maka pemain yang tercipta juga tidak maksimal. latihan tidak efektif. Program latihan yang tidak tersusun rapi juga bisa mengakibatkan latihan intensitas tinggi tidak tercipta. Kualitas Latihan Tanpa peralatan fasilitas serta lapangan yang memadai kualitas latihan akan rendah. Selain itu faktor-faktor lain seperti daya konsentrasi dan semangat pelatih dan pemain juga kebugaran pemain sangat berpengaruh pada tinggi rendahnya kualitas latihan. 55 .

Penjadwalan pertandingan persahabatan yang rutin dan turut serta dalam festival/ turnamen/kompetisi juga sangat diperlukan bagi perkembangan kualitas pemain. Selain itu. Pemahaman taktis seperti contoh-contoh tadi mutlak harus diajarkan kepada pemain agar perkembangan pemain bisa optimal. 3. 56 . kawan dan lawan sering tidak di miliki pemain. pemahaman tentang kapan mendribel bola dan kapan harus mengumpan bola serta kemana bola harus di umpan juga sangat minim. Fisik: Endurance (ketahanan) dengan dan tanpa bola/power (kekuatan)/koordinasi dan kelenturan/speed (kecepatan) dengan dan tanpa bola bisa digabung semua dalam sekali latihan atau fokus ke satu-dua bagian saja. Untuk pemain usia muda gabungkan koordinasi dengan yang lain (sebisa mungkin hindari endurance tanpa bola) untuk usia 12 tahun kebawah fokus ke koordinasi dan kecepatan dengan bola saja. Saya pribadi sangat sering menjumpai pemain di seluruh Indonesia yang mempunyai skill individu dan kecepatan yang mumpuni namun sayang pemahaman permainan sangat minim. Awareness tentang dimana bola.Kompetisi dalam Latihan dan dalam Pertandingan Kesalahan lain yang umum dilakukan oleh SSB dan Klub-Klub di Indonesia adalah tidak adanya falsafah kompetisi di dalam program latihan. akan lebih bergairah. Pemahaman Permainan Lewat program latihan dan Coaching Point (CP ) yang terkandung didalamnya peran pelatih dan latihan itu sendiri sangat besar bagi perkembangan pemain dalam hal pengertian permainan. lebih berkualitas dan lebih efektif apabila dilakukan dalam bentuk kompetisi. Selalu tandemkan teknik passing dengan 1-2 macam teknik lainnya (contoh : passing + shooting atau passing + trik individu) Taktik: bertahan/menyerang? (pilih salah satu!). Meracik Menu Latihan dan Organisasi Latihan LANGKAH 1 TENTUKAN FOKUS LATIHAN Teknik : Sekali latihan fokus 1-2 macam teknik saja. Latihan apapun bentuknya . Taktik individu/grup/tim (pilih 1-2 saja untuk sekali latihan).

Tanyakan pada diri sendiri. sebagian body fitness lalu gantian. atau jarak drill dll agar latihan menjadi lebih efektif.  Pakai bola! Pakai bola! Pakai bola.  Lakukan pembenaran sesuai coaching points.  Tingkat kesulitan latihan harus dari gampang ke sulit. dari yang sudah dikenal ke latihan yang belum dikenal. Tema latihan harus terlihat jelas dari awal sampai akhir.  Pastikan program Anda sesuai metode pembuatan program latihan (tidak asal bikin program) mulai dari warm up (10’-15’) sampai cooling down (5’-10’). HINDARI ANTREAN! LANGKAH 3 PERSIAPAN DI LAPANGAN  Amati program Anda. Contoh: sebagian shooting ke dua gawang. LANGKAH 4 SAAT MELATIH  Bila diperlukan adjust atau sesuaikan jumlah pemain.LANGKAH 2 MEMBUAT PROGRAM LATIHAN  Tertulis supaya terencana dan bisa diarsipkan.  Pelatih sebaiknya berdiri di posisi yang central agar bisa leluasa melihat semua pemain dan bisa melihat kejadian-kejadian di lapangan dengan jelas. gampang dimengerti dan tidak mengakibatkan antrean.  Pastikan adanya tekanan (untuk melatih mental) dalam bentuk perlombaan/hadiah/ hukuman/tekanan waktu. atau besar lapangan. perlengkapan apa saja dan berapa biji yang anda butuhkan.  Tentukan dan tulis berapa menit untuk setiap bagian latihan. Lakukan pembenaran dengan jeli tanpa 57 .  Intensitas latihan harus dari santai ke berat.  Coaching point (CP) sebaiknya 3-5 saja agar mudah diserap dan diingat pemain.  Siapkan rompi/cones/bola/dll untuk sebanyak mungkin macam latihan sebelum latihan dimulai!!! Pelatih yang seharusnya pertama sampai di lapangan!!!  Ambil waktu beberapa menit untuk sekali lagi memperhatikan coaching points untuk setiap bagian latihan yang telah anda tulis. serasi dan saling berhubungan sesuai dengan tema latihan.  Perhatikan program latihan yang sudah Anda buat. Tuliskan CP di bagian-bagian latihan untuk mengingatkan Anda saat latihan.  Prinsip benang merah : dari awal sampai akhir latihan bagian-bagian latihan terlihat selaras. sudah cukup variatifkah (tidak monoton) latihan ini?? Bagaimana dengan fun aspect atau faktor kesenangan? Apakah pemain akan senang dan bergairah mengikuti program latihan yang Anda buat?  Pastikan variasi-variasi yang Anda pilih efektif.  Hindari antrean! Modifikasi latihan sehingga antrean tidak terjadi. misalnya.

Jangan melantur kesana kemari. Angkat motivasi pemain. 58 . Di saat yang sama tetaplah berperilaku dan bertutur kata positif. sudahkah organisasi latihan berjalan dengan optimal? Apakah semua bagian latihan dapat diterima dengan baik oleh pemain? Apakah coaching points yang anda persiapkan telah anda sampaikan sekaligus bisa dimengerti oleh pemain? . Ingat: tetaplah fokus pada 3-5 coaching points yang telah anda persiapkan. Jaga semangat dan fokus Anda. Jangan biarkan pemain kehilangan fokus saat berlatih. memakan banyak waktu (berbicara terlalu lama/ terlalu sering). LANGKAH 5 EVALUASI Setelah latihan selesai lakukan evaluasi tentang apa saja yang Anda telah lakukan dengan benar dan apa saja kesalahan yang Anda lakukan selama latihan. Tanyakan pada diri sendiri dan rekan Anda.

Bagi anakanak mengalami kebersamaan dan berhubungan dengan teman-temannya masih sangat berpengaruh. Mengatur Perkembangan pemain berdasarkan umur dan tingkatan Anak-anak TIDAK belajar dengan cara yang sama seperti orang dewasa. 59 . Hal yang bersifat taktik dalam pertandingan disederhanakan dalam permainan lapangan kecil (40 m x 20 m) dengan sedikit pemain (4 v 4 atau dengan kiper 5 v 5). Waktu latihan akan juga menyoroti pelatihan olah raga secara umum dan tidak melulu pelatihan sepak bola. Untuk Kepentingan latihan bagi tingkat pemula dalam dua kelompok: 1). Juga. khususnya ketika proses belajar mencakup intelektual sekaligus aktivitas fisik. Berdasarkan karakteristik dari pertumbuhan manusia dan seorang pemain.BAB III KURIKULUM SESUAI KELOMPOK UMUR A. Untuk alasan inilah kita tidak dapat menyamakan latihan antara usia 5 dan 13 tahun. TINGKAT PEMULA (FUN PHASE) – 5 SAMPAI 8 TAHUN Pada tingkat usia ini. Umur seseorang menentukan cara ia berhubungan dengan dunia di sekitarnya dan dengan sesamanya. 5 dan 6 tahun. anakanak ti d a k memil iki kemampuan yang sama seperti orang dewasa untuk mengerti situasi. kami menyusun kurikulum dalam empat kelompok umur . 7 dan 8 tahun. Dalam rangka menolong anak-anak membangun pengalaman mereka sendiri. Mereka memahami dunia dengan pemahaman yang berpusat pada diri sendiri. Dalam semua proses belajar. Sepak bola juga demikian. banyak latihan bersifat individu (misalnya setiap pemain memiliki bolanya masing-masing). pengertian pada perasaan atau pikiran orang lain masih sangat rendah. umur adalah kunci dalam memilih materi dan metode apa yang cocok untuk mengajarkan suatu materi. Frekuensi latihan harus disesuaikan dengan usia pemain. 2).

kelincahan (agility) dan koordinasi. Untuk kepentingan latihan bagi tingkat Final Youth menjadi tiga kelompok: 1).U20 : Usia muda U 21 ke atas : Senior 60 . Untuk kepentingan latihan bagi tingkat dasar dalam dua kelompok: 1). Aspek fisik yang paling diutamakan untuk usia ini adalah latihan koordinasi dan flexibility. Kemampuan anak-anak untuk mengatasi masalah akan berkembang dengan pesat. Pada tingkat ini. Semua bagian dari latihan dapat dikombinasikan dan diorganisasikan dengan tujuan untuk mengembangkan potensi tertinggi dari pemain. Kekuatan otot membantu mereka untuk mengembangkan teknik dengan kecepatan tinggi dan kecepatan ini membantu pemain untuk bereaksi lebih cepat pada situasi taktis. Kurikulum ini menggunakan fakta-fakta tersebut dalam menentukan metode kepelatihan yang tepat untuk setiap tingkat umur. Latihan fisik yang diberikan hanya sebatas kecepatan dengan bola. Latihan taktik bermain sangat penting pada usia ini. 2). 19 dan 20 tahun. TINGKAT MAHIR (FINAL YOUTH) – 15 SAMPAI 20 TAHUN Pemain pada usia ini memiliki pertumbuhan fisik dan mental yang lebih lengkap. 17 dan 18 tahun. Sangat baik dalam usia ini mengembangkan teknik dan pengertian akan taktik dasar. Untuk kepentingan latihan kelompok ini tidak perlu dipecah . 9 dan 10 tahun.U12 : Usia dini/grassroot U13 . 15 dan 16 tahun. pemain ada pada masa pra puber dan memiliki masalah keterbatasan fisik terutama pada kekuatan dan ketahanannya. Maka pemain harus mulai diajarkan taktik dasar yang dinamis. Di lain pihak pada umur ini pemain dibatasi oleh keterbatasan fisik dan perubahan-perubahan fisik yang muncul seiring dengan masa pubertas. Menyamakan Istilah: U 5 . 2).TINGKAT DASAR (FOUNDATION) – 9 SAMPAI 12 TAHUN Pada tingkat ini. 11 dan 12 tahun. TINGKAT MENENGAH (FORMATIVE PHASE)– 13 SAMPAI 14 TAHUN Para pemain pada usia ini telah memiliki peningkatan yang baik tentang pengertian permainan. Hal-hal di atas adalah beberapa fakta pada perkembangan manusia yang disesuaikan dengan sepak bola. Bagian terpenting latihan adalah yang bersifat teknis. susunan pelatihan (bukan materi latih) sudah mirip dengan pemain yang lebih tua. 3). Pelatih harus sangat memerhatikan kenyamanannya. Pelatih harus menghindari latihan yang berlebihan dan berfokus pada taktik lebih daripada teknik dan mengurangi aspek fisik. Tingkat ini sangat penting untuk menggabungkan semua bagian dari pelatihan sepak bola dengan tujuan untuk menyempurnakan pemahaman pemain.

61 .

62 .

63 .

64 .

65 .

66 .

67 .

68 .

69 .

70 .

71 .

72 .

73 .

74 .

75 .

76 .

77 .

78 .

79 .

80 .

81 .

dll. Aba-aba ‘tiga” => stop bola memakai sole kaki kiri dan kanan. 82 .  Variasi 3 => Tinggalkan bola. ( contoh : “berempat”.2.  Posisi kaki tumpuan disebelah bola. lalu berkelompok sesuai aba-aba pelatih. Coaching Points :  Dribel bola dekat dengan kaki . a) Pemanasan (5 menit) Keterangan:  Masing-masing pemain mengolah 1 bola. Pemain mengolah bola secara bebas diselingi kode peluit dari pelatih dengan berbagai variasi:  Variasi 1 => Tinggalkan bola. Contoh Program Latihan Tingkat Pemula/Fun Phase (U5 . pemain mengolah bola dengan bebas lalu menghentikan bola secepatnya saat ada aba-aba “satu” => stop bola memakai sole kaki kiri. Pemain yang mencetak gol berhak jadi penjaga gawang. cari bola pemain lain lalu dribel bola secepatnya keluar kotak. b) Latihan Fisik ( 10 menit) Organisasi sama seperti diatas.). cari bola pemain lain lalu lempar bola keatas dan tangkap bola sambil melompat.  Variasi 4 => Tinggalkan bola. Aba-aba “dua” => stop bola memakai sole kaki kanan. c) Latihan Teknik mudah (10 menit ) Keterangan:  Pemain mendribel bola secepatnya sejauh kira-kira 5 m tanpa kehilangan kontrol lalu melakukan shooting kearah gawang. “berdua”. cari bola pemain lain lalu duduk diatas bola.  Shooting menggunakan kaki kura-kura.U8) Contoh Penekanan/Tujuan : Pemain banyak mendapatkan kesempatan melakukan dribling dan shooting .  Variasi 2 => Tinggalkan bola.  Tanpa keluar dari kotak dan tanpa saling berbenturan.

Ingatkan pemain untuk berani melakukan shooting. Gunakan kaki kiri dan kanan secara bergantian. e) Game (20 menit)  Main 4 v 4 dengan luas lapangan 30 meter x 20 meter. f) Cooling Down (5 menit)  Setiap pemain dengan bola masing-masing memantulkan bola lalu menendang keatas kemudian menangkap .d) Latihan Teknik Kompleks (10 menit) Keterangan:  Pemain melewati 3 cones lalu melesatkan tembakan. 83 . (Awas: hindari antrian).

84 .

2. a) Pemanasan ( 10 menit ) Variasi 1 ( 5 menit ) Keterangan :  Pemain mengolah bolanya masingmasing secara bebas dan kreatif.  Bergerak guna memberi support setelah mengumpankan bola (anschlussaktion).U12) Contoh penekanan/ Tujuan : Pemain maupun melakukan kontrol bola dan passing secara akurat. Pemain yang menerima bola lalu mengumpankan bola (3) dan melakukan sprint mundur ( 4). Bola diumpankan pada pemain lain (1) dilanjutkan dengan sprint pendek maju (2). 85 . Begitu seterusnya. Pemain yang menerima bola melakukan gerakan yang berbeda dengan gerakan sang pengumpan.  Kontrol bola dekat dengan kaki dan menjauh dari lawan. Setiap kali pelatih meniupkan peluit pemain melakukan berbagai gerakan Samba (masing-masing empat hitungan saja) lalu mengolah bola kembali. Coaching Point :  Umpankan bola secara mendatar. Variasi 2 ( 5 menit ) Keterangan:  Dua bola dikuasai 2 pemain yang mengolah bola secara bebas tanpa bola berhenti (mati). Contoh Program Latihan Tingkat Dasar/Foundation (U9 .

b) Latihan Fisik (10 menit ) Keterangan :  Variasi 1: Pemain berpasangan. 86 . Begitu seterusnya . Pemain A menerima bola dari pemain B dan dengan satu sentuhan saja mengumpan balik (menggunakan kaki kiri dalam) dilanjutkan dengan bergerak menyamping (2 sentuhan diantara cones) lalu mengumpan balik dengan kaki kanan dalam. Sedikit perlebar jarak lempar untuk menambah tingkat kesulitan.  Ganti setelah 1 menit.  Ganti posisi setiap 1 menit sehingga masin-masing pemain mendapatkan kesempatan berada ditengah.  2 pemain bagian luar melemparkan bola ke pemain ditengah yang secepatnya mengontrol bola untuk kemudian mengumpan balik secara mendatar. Variasi 3: Pemian A bergerak maju mundur melewati cones lalu mengontrol bola yang dilemparkan pemain B lalu mengembalikan bola secara menyusur tanah.  Variasi 2: Pemain A berlari meliuk-liuk melewati cones lalu melakukan tendangan  volley. c) Latihan Teknik (20 menit) Variasi 1 ( 10 menit ) Keterangan:  Bagi pemain menjadi 3 pemain perkelompok .

87 .  Koreksi pemain bila melakukan kontrol yang salah atau pilihan yang salah antara mengumpan/mendribel bola.Variasi 2 (10 menit ) Keterangan:  Pemain A melempar bola ke pemain B (1) lalu bergerak ke sisi kiri atau kanan (2). Instruksikan pemain netral sebanyak mungkin melakukan umpan bola atas yang harus dikontrol dan diumpan secara mendatar. Pemain B mengontrol bola lalu mendribel bola. e) Game (25 menit)  Mainkan game 8 v 8 (termasuk kiper). masing masing kelompok bermain possesion 3 v 3 + 1 pemain netral. Saat lawan datang menghadang pemain B bisa melakukan umpan one-two dengan pemain A (3) atau mendribel bola melewati lawan (4).  Ganti pemain netral setiap 4 menit. Para pemain terus berganti posisi. f) Cooling Down (5 menit)  Jogling bola dua kali diselingi satu kali bola menyetuh tanah. d) Latihan Taktik (15 menit) Keterangan:  Bagi dalam 2 kelompok .  Setiap 4 menit berikan 1 menit istirahat. Terus tekan ketiga coaching points yang tertera dibagian awal contoh latihan ini.  Latih pengertian taktis pemain untuk mengetahui kapan harus melewati lawan dan kapan mengumpan bola.

88 .

Selanjutnya arahkan pemain melakukan umpan pantul disusul dengan umpan terobosan ( 2 menit ). Diantara kombinasi yang berbeda bebaskan pemain melakukan gerakan-gerakan samba. masing-masing 30 detik. overlap.  Cepat tetapi tenang dimuka gawang saat melakukan penyelesaian akhir.2. Contoh Penekanan/Tujuan: Pemain mempraktekan beberapa kombinasi permainan dan mendapatkan banyak kesempatan melakukan penyelesaian akhir. 89 . Masingmasing kelompok bermain 4 v 4 atau 5 v 5.U14). Kiper A memberikan bola pada tim merah (1) sedangkan kiper B mengumpan bola pada salah satu pemain putih (2) pemain kedua tim menyeberang ke kiper yang lain dengan melakukan berbagai kombinasi pantulan. b) Latihan Teknik (20 menit) Variasi 1 ( 10 menit ) Keterangan:  Bagi pemain dalam 2 kelompok. Masing-masing pasangan menguasai satu bola. Coaching Points :  Bergerak setelah mengumpan bola dengan tujuan yang jelas ( melakukan overlap/onetwo/memosisikan diri sebagai pemain jangkar /meminta umpan terobosan ). Kiper A dan B menguasai bola. Contoh Program Latihan Tingkat Menengah/Formative Phase (U13 .  Untuk 2 menit terakhir bebaskan setiap pasangan melakukan ketiga kombinasi diatas secara bebas dan tidak beraturan. one-two. Selanjutnya arahkan pemain untuk mencari kesempatan umpan one-two diantara pemain lain secara bergantian ( 2 menit ). dan umpan terobosan (through pass). Arahkan pemain untuk melakukan overlap run bekerjasama dengan pasangannya masing -masing secara bergantian ( 2 menit ).  a) Pemanasan (10 menit ) Keterangan :  Pemain berpasangan.

Tim penyerang secepatnya mengisi posisinya disaat menyerang (membuka) lalu berusaha menciptakan gol melawan 5 pemain lawan yang memakai formasi 4-1-0. e) Game (25 menit) 10 menit pertama lakukan pembenaran seperlunya apabila pemain tidak melakukan sesuai coaching points yang tertera diawal program latihan ini. Variasi 2 ( 10 menit ) Sama seperti variasi 1 namun jumlah lawan diperbanyak menjadi 7 yang memakai formasi 4-2-1. Lakukan stretching dengan benar ( tidak asal-asalan atau dengan setengah hati ). Rotasi pemain setelah 5 menit. f) Cooling Down (5 menit) Setiap pemain bebas melakukan Jogling menggunakan bolanya masing-masing (1 menit) disusul dengan stretching pasif sesuai arahan pelatih. d) Latihan Taktik (20 menit) Variasi 1 ( 10 menit ) Tim penyerang menempati posisi masing-masing menggunakan formasi 4-3-3 saat bertahan (compact). Bola ditendang kiper lawan sejauh mungkin.Variasi 2 ( 10 menit ) Majukan salah satu gawang kedepan kotak 16 m. 90 . Pastikan pemain bertindak dengan cepat namun tenang (tidak tergesa-gesa atau gugup). Bedanya pemain setelah melakukan berbagai kombinasi berusaha mencetak gol. Arahkan pemain (8 -10 pemain per tim) untuk melakukan latihan yang sama seperti variasi 1. c) Latihan Fisik (15 menit) Biarkan pemain melakukan berbagai gerakan koordinasi menggunakan 1-2 tangga koordinasi disusul dengan sprint pendek 5 meter guna mengasah kelincahan dan eksplosifitas.

91 .

Berikan arahan bagi pemain A untuk menekan lawan dari sisi kanan dan pemain B mencover ditengah (sedikit condong ke kiri).  Delay lawan sampai ada pemain yang datang membantu. Selanjutnya gantian pemain B yang mendribel bola kearah pemain C. Lanjutkan dengan kembali bermain 4 v 2 dengan intensitas yang lebih tinggi ( 4 menit ). 92 . Contoh Program Latihan Tingkat Mahir /Final Youth (U15 . Selanjutnya pemain melakukan berbagai gerakan samba ditempat sesuai arahan pelatih (3 menit). b) Latihan Teknik (20 menit) Variasi 1 ( 10 menit ) Keterangan:  Bagi pemain dengan 3 pemain dalam 1 kelompok .2. Coaching Points :  Press lawan lalu ikut mundur sesuai kecepatan lawan.U20) Contoh Penekanan/Tujuan : Menerapkan prinsip-prinsip bertahan khususnya saat melakukan pergeseran 1 v 1 dan saat mendobel lawan. Pemain A mendribel bola kearah pemain B. Begitu seterusnya.  Bergeser secara diagonal dan cepat. Pemain B bergerak maju lalu disaat yang tepat ikut bergerak mundur agar tidak dilewati pemain B. a) Pemanasan (10 menit) Keterangan:  Arahkan pemain bermain 4 v 2 dengan santai (3 menit). Saat terjadi 2 v 1 berubah agresif tanpa bertindak kasar.

Selama 10 menit pertama lakukan pembenaranpembenaran singkat seperlunya guna mengingatkan pemain pada coaching points yang telah dijabarkan di awal program latihan ini. e) Game (25 menit) Mainkan game 11 v 11. 93 . Sesaat kemudian datang pemain C membantu mendobel lawan sehingga tercipta situasi 2 v 1. Setelah itu biarkan pemain bermain tanpa interupsi. c) Latihan Fisik (10 menit) Lihat contoh latihan fisik ( latihan fisik #4 halaman 175 ). Rotasi posisi pemain. Lihat langkah kelima : Taktik tim I (halaman 129). Saat pemain bertahan berhasil merebut bola secepatnya umpankan bola kesalah satu dari ke tiga gawang kecil tadi. d) Latihan Taktik (20 menit) Lakukan latihan 6 v 6 dengan menggunakan formasi 4-2-0. Pemain menyerang selalu memulai serangan dari garis tengah lapangan. Biarkan pemain melakukan sprint tanpa bola disusul dengan sprint dengan bola (speed drible).Variasi 2 (10 menit) Keterangan:  Pemain A mendribel bola kearah pemain B yang datang mengganggu. Siapkan 3 gawang kecil dari cones ukuran 3 m disepanjang garis tengah lapangan.

 Macam-macam variasi bisa diterapkan seperti melakukan heading.  Setelah mengumpan bola pemain B berlari mundur 5 . Lakukan latihan plyometrics (baca halaman 158) kira-kira seminggu sekali. Yang ada adalah panduan yang sebaiknya diaplikasikan saat melatih fisik. speed (kecepatan). Prinsip-prinsip Latihan Fisik: 1. speedendurance (daya tahan saat banyak melakukan sprint). Inilah yang disebut dengan football conditioning (menempa kondisi pemain lewat sepakbola itu sendiri). 2. Contoh latihan endurance menggunakan permainan:  Possession game 5 v 5 dengan limitasi maksimal 2 sentuhan per pemain. power (kekuatan otot). Latihan sprint seharusnya diawal latihan SETELAH pemanasan yang cukup (15 menit). berputar dengan bola. power.10 meter. Semua bagian fisik seperti endurance (ketahanan).10 meter sebelum kembali menyambut umpan pemain A. dll yang dikenal dengan istilah body fitness.  Pemain A melempar bola dari jarak 5 m kepada pemain B yang mengontrol bola di udara lalu memberikan umpan balik ke A secara menyusur tanah. 94 . Selain itu lakukan berbagai gerakan seperti push up. speed. Dengan kata lain tidak harus diberikan latihan pertema fisik secara khusus. FORMAT PROGRAM LATIHAN FISIK UNTUK KELOMPOK UMUR 15 TAHUN KEATAS Tidak ada format khusus untuk latihan fisik. agility (kelincahan) serta koordinasi (kemampuan tubuh untuk singkron atau sejalan dengan perintah otak) harus dilatih secara adil sehingga tidak terjadi ketimpangan. melakukan trik individu dll sebelum berlari mundur 5 . 3. sit-up.10x sebelum berganti posisi.  Lakukan 5 . Selain itu berikan waktu yang cukup diantara tiap-tiap sprint (1 menit per 10 meter sprint) agar eksplosifitas tetap terjaga. Lakukan latihan sprint dengan atau tanpa bola ke beragam arah (maju-mundurmenyamping-berputar) sehingga sesuai dengan kebutuhan saat bertanding. flexibility (kelenturan otot). Masing-masing pasangan dilengkapi 1 bola. Latihan fisik khususnya endurance bisa dilatih dengan menggunakan bola. INGAT : Latihan dengan intensitas tinggi adalah cara terbaik melatih fisik . kelincahan dan flexibility bisa diselipkan didalam latihan bertema apapun. koordinasi. Contoh latihan endurance menggunakan drill-drill teknik:  Pemain berpasangan.  Untuk latihan power baca halaman 157 tentang panduan penggunaan alat-alat fitness bagi pemain bola.E. Gunakan permainan lapangan kecil dan drill-drill latihan teknik guna menempa endurance.  Latihan fisik endurance.

Untuk kategori dewasa semua bagian fisik boleh dilatih secara ballance dan teratur.7 menit latihan berat). bola dan rompi telah disiapkan dan diatur dilapangan sebelum latihan dimulai. 95 . Kurangi jumlah sentuhan (lebih capai menggunakan peraturan maksimal 2 sentuhan daripada bebas sentuhan). Cones. Selipkan waktu untuk istirahat sejenak saat berlatih berat (1 menit istirahat tiap 4 .INTENSITAS LATIHAN ITU SENDIRI TERCIPTA APABILA:        Latihan terencana dengan baik. Pemain dan pelatih semangat saat berlatih. Tidak terjadi antrean panjang saat berlatih. Perkecil besar lapangan (lebih capai bermain lapangan kecil daripada lapangan besar).20 tahun) ikuti panduan spesifik seperti yang tertera di bagian “Kurikulum sesuai kelompok umur” di bagian lain buku ini. Untuk kategori kelompok umur usia dini (5 .12 tahun) dan usia muda (13 .

F. Waktu : 15 menit Game dengan penekanan pada teknik tertentu dengan cara memberikan tambahan peraturan agar teknik yang diajarkan/dilatih sering tampak saat bermain game. Waktu : 30 menit Game tanpa peraturan tambahan (bebas). FORMAT PROGRAM LATIHAN TEKNIK UNTUK KELOMPOK UMUR 15 TAHUN KEATAS Drill teknik tanpa tekanan disambung dengan stretching aktif sebagai warm up. Waktu : 15 menit 1 – 3 macam permainan lapangan kecil (small sided game) yang menonjolkan teknik tertentu sesuai tema dan coaching point (CP) latihan. Waktu : 15 menit Cooling down bernuansa teknik (Contoh : Jogling) disambung dengan stretching pasif. Waktu : 10 menit Untuk contoh latihan teknik secara tematis perhatikan halaman berikut : 96 . Waktu : 15 menit Drill teknik dengan tekanan waktu/ lawan/kompetisi/hukuman guna menambah tingkat kesulitan dan intensitas latihan.

1. Contoh latihan Teknik Passing + Shooting untuk Dewasa (Usia 15 tahun keatas)
a) Pemanasan (20 menit). Keterangan:  Satu grup dengan bola berhadapan dengan satu grup tanpa bola (samba + teknik) lalu Stretching terpimpin.  Berpasangan (mendekat) —> passing kiri-kanan satu sentuhan.  Berpasangan (menjauh) —> 3 sentuhan passing pakai kura-kura.  Passing + putar + dribling + putar + passing.  Stretching bebas.

b) Drill Shooting - tanpa lawan (15 menit). Keterangan:  Umpan dari kiri/kanan.  Striker boleh pilih pantul ke kiri atau kanan. Coaching Points:  Teknik-teknik shooting : Kaki dibekukan, mengayun, letak kaki tumpuan di samping bola, tengah bola kena tengah kaki.  Ikuti shootingan (siap saat bola terpantul).

c) Drill Shooting - dengan lawan (15 menit).

Keterangan: Coaching Points:  Lewati lawan dengan kecepatan.  Shooting disaat yang tepat.

97

d) Game shooting (20 menit)

Keterangan:  6 v 6 bikin gol di kedua gawang.  Tim Merah : Shooting (bebas sentuhan) ke kedua gawang.  Tim Putih : Possession (2 sentuhan).  Tim Abu-abu : Istirahat/Body Fitness.

e) Game 11 v 11 (20 menit) Peraturan tambahan:  Gol hasil shooting diluar kotak penalti => 2 poin.

f) Cooling Down (5 menit)  Jogging.  Stretching.

2. Contoh latihan Teknik Passing + Trik Individu untuk Dewasa (Usia 15 tahun keatas)
a) Pemanasan (10 menit) Keterangan:  Setiap pemain menguasai bola. Selanjutnya ikuti arahan pelatih sesuai kode seperti,”Arsenal!”, dll yang telah dijelaskan sebelumnya.  “Arsenal” ==> Speed dribling pendek ke arah kosong.  “Arema” ==> Jogling bola.  “Persema” ==> bikin macammacam trik individu,  Stretching.  “Real Madrid” ==> kanan saja.  “Barcelona” ==> kiri saja, lalu  Stretching.

98

b) Drill Trik Individu dan passing - tanpa lawan (5 menit) Keterangan:  3 trik yang berbeda di cones A, B, C kemudian passing ke pemain berikutnya.

c) Drill Trik Individu - dengan lawan (20 menit) Simple Training (1 v 1) Complex Trainning (Dribling + Shooting ke gawang) Gambar 3 Gambar 4

d) Permainan menyerupai pertandingan (20 menit)

Keterangan:  Possession Game point bila melewati lawan 1 v 1 ATAU  3 v 3 gawang kecil.

99

 Simple ke complex (menggabungkan beberapa macam teknik menjadi satu latihan).  Bervariasi (tidak membosankan).  Stretching. Catatan Tambahan: Perhatikan Bahwa:  Intensitas makin lama makin meningkat.e) Game 11 v 11 dengan peraturan tambahan (15 menit) Keterangan:  Gol => 1 point.  Selalu cari pilihan terbaik antara passing atau melewati lawan dengan trik individu.  Lakukan trik dengan mengandalkan perubahan kecepatan dan/atau perubahan arah giring. SEMUA variasi latihan yang anda pilih HARUS bisa dipakai untuk mengajarkan coaching points yang telah anda tentukan karena latihan harus memiliki TUJUAN! 100 . f) Game 11 v 11 tanpa peraturan tambahan (15 menit) g) Cooling Down (5 menit)  Jogging.  Latihan yang hampir sama persis (Latihan C ke atas) bisa dipakai untuk latihan bertema taktik dan teknik individu dalam bertahan! Contoh coaching points untuk latihan diatas:  Pakai semua bagian kaki dan kedua kaki untuk menggiring/mengolah bola.  Giring bola dengan cepat namun terkontrol (bola tidak sampai hilang/lepas). Jangan melantur kesana kemari mengajarkan point-point lain karena akan sulit dicerna dan diingat pemain. INGAT: Pastikan anda melatih sesuai coaching points yang telah anda tetapkan sebelumnya.  Dari gampang ke susah.  Melewati lawan 1 v 1 => 1 point.

101 . Waktu : 10 menit Game . Waktu : 25 – 40 menit Untuk contoh latihan taktik bertahan dan taktik menyerang secara tematis perhatikan halaman berikut : 1. dll yang telah dijelaskan sebelumnya.  Stretching ( 2’)  Passing 2 bola [2 sentuhan / kelompok] (3’).”Arsenal!”. jangan dicampur aduk} Waktu : 30 – 40 menit Cooling Down : Stretching pasif agak lama didahului latihan teknik singkat (Contoh : Sepakbola tenis 2 v 2 ).  “MU” => Trick Individu (3’)  Stretching ( 2’)  Arsenal + MU ditambah “Arema” => putar balik lalu sprint dan “Persema” => Tekan bola majumundur (3’). FORMAT PROGRAM LATIHAN TAKTIK UNTUK KELOMPOK UMUR 15 TAHUN KEATAS Warm up dalam bentuk teknik dan taktik individu yang sesuai dengan tema latihan diakhiri dengan stretching aktif singkat. Waktu : 15 – 30 menit Pilih salah satu :  Latihan taktik individu + grup  Latihan taktik grup saja  Latihan taktik grup + tim {Ingat : Pilih menyerang atau bertahan. Selanjutnya ikuti arahan pelatih sesuai kode seperti.G.  “Arsenal” => Jogling. bisa 6 v 8 misalnya. Contoh Latihan Taktik Bertahan (grup) a) Pemanasan (15 menit) Keterangan:  Setiap pemain menguasai bola.tidak harus 11 v 11. dll.

d) Game 6 v 6 (15 menit) Keterangan:  Untuk selanjutnya jika sudah mengerti bisa diubah menjadi 6 v 8.b) Game 4 v 4 tanpa Kiper di atas lahan 40 m x 20 m (15 menit) Coaching Points :  Formasi bertahan 3-1.  Mendobel lawan (2 v 1). satu pemain ke kiri dan yang lainnya kekanan.  2 pemain di depan mendobel.  Saat rebut bola —> satu datang.  Isi belakang terlebih dulu. satu pergi.  Jarak saat bergeser. yang menyerang ditambah bek sayap.  Permainan selalu di mulai tim putih.  Bentuk pisang + segitiga. e) Game 6 v 6 (25 menit)  Memakai Formasi bertahan 4-2. Coaching points:  Segitiga dan pisang. 102 .  Setelah rebut bola => buka! c) Game 5 v 5 tanpa Kiper di atas lahan 40 m x 20 m (15 menit) Coaching points :  Formasi bertahan 3-2.  Mendobel lawan (2 v 1 dan 3 v 1).

 Kreatif —> one-two. pantulan. teknik individu.  Grup D ( 3 menit )  Gunakan 2 bola. 103 .  Grup B ( 3 menit )  Lakukan overlap dalam boks.  Warm up diganti latihan overlap. Stretching pasif.  Cari penyelesaian. trik individu. Setelah itu latihan bisa sama persis dengan Coaching points:  Cepat buka setelah merebut bola. jangan bertele-tele.  Setiap pemain melakukan 3x lalu bergantian dengan pemain lain. overlap. Stretching. pantulan. one-two. Catatan Tambahan :  Untuk tema menyerang latihan ini bisa di balik.f) Cooling Down (5 menit)   Jogging. 2 pemain berpasangan bergantian melakukan umpan pantul dilanjutkan  dengan umpan terobosan.  Setiap pemain melakukan 3x overlaping lalu bergantian dengan pemain lain.  Grup C ( 3 menit )  Lakukan umpan pantul dari pemain A menyeberang ke pemain B dan sebaliknya. Contoh Latihan Taktik Menyerang (Variasi serangan) a) Pemanasan dibagi menjadi 4 grup (12 menit) Keterangan:  Grup A ( 3 menit )  Lakukan umpan one- two dalam boks. fokus kini kepada penyerangan. 2.

one-two. d) Game 8 v 6 (20 menit) Keterangan:  8 pemain menyerang melawan 6 pemain bertahan.  5 pemain putih melawan 4 pemain (kurangi jumlah lawan menjadi 3 apabila tim putih mengalami kesulitan membangun serangan. pantulan dan umpan terobosan).  Saat tim merah merebut bola gol boleh dicetak di 3 gawang kecil.  Tekankan kreatifitas dan kecepatan dalam bermain.  Permainan selalu dimulai oleh tim putih.b) Variasi serangan tanpa lawan (10 menit) Keterangan: Masing-masing tim mengumpankan bola dari satu sisi lapangan lalu menyeberang ke sisi lain dan seterusnya. c) Variasi serangan dengan lawan (20 menit) Keterangan:  Tim putih silih berganti melakukan berbagai variasi serangan dari kiri lalu ke kanan. 104 . Pastikan kedua tim mengumpan bola secara cepat dan kreatif (menggunakan overlap.  Tekankan kreatifitas dan kecepatan.

 Stretching. 105 .e) Game 11 v 11 (30 menit) f) Cooling down (10 menit)  Jogling berempat. Catatan tambahan:  Total latihan 100 menit.  Intensitas terjaga dari awal hingga akhir.  Dari awal hingga akhir latihan kreatifitas dan kecepatan dalam membangun serangan terus ditekankan.  Pemain sisa yang tidak terlibat saat latihan berlatih koordinasi dibelakang gawang.

. SOLUSI Bagi sesi latihan menjadi 2 grup. satu grup berlatih dribling. masing-masing pemain sangat jarang mendapatkan kesempatan shooting. Mutlak dibutuhkan 1 bola untuk 1 pemain. Bagi dalam 4 grup. rompi. 2 grup melakukan shooting ke gawang besar sementara 2 grup melakukan shooting ke gawanggawang kecil. Agar adil instruksikan pemain untuk melakukan rotasi. Terjadi antrean panjang. dll. Pakai bola! Agar latihan bisa berjalan dengan lancar dan efektif penuhi semua kebutuhan latihan terutama bola. grup lainnya berlatih 1 v 1 sementara grup ketiga berlatih joggling misalnya. 106 Sebagai pemanasan pemain diinstruksikan berlari keliling lapangan. Tidak tersedia cukup perlengkapan seperti bola. Sebagai contoh ada 20 pemain yang berlatih shooting. Gabungkan pemanasan dengan latihan teknik ringan. Beli cones secukupnya dan/atau bagi tim dalam 3 grup. Karena persediaan cones kurang saat berlatih dribling terjadi antrean panjang. Sesi pertama di isi 15 pemain dan sesi kedua di isi 15 pemain lainnya. Alhasil. Terdapat 2 antrean dengan masingmasing antrean berisikan 10 pemain. PEMBUATAN PROGRAM LATIHAN SERTA EKSEKUSI LATIHAN Berikut ini adalah contoh-contoh kesalahan yang lazim terjadi dan solusinya: KESALAHAN-KESALAHAN YANG LAZIM TERJADI Dalam sebuah sesi latihan ada 30 pemain yang di latih oleh seorang pelatih saja. cones.BAB IV KESALAHAN-KESALAHAN YANG UMUM TERJADI DI INDONESIA DALAM HAL ORGANISASI LATIHAN.

Terus menerus lakukan pembenaran. Pengelompokan pemain secara tidak seimbang dalam hal kemampuan bermain sehingga pemain frustasi. Pacu semangat pemain secara terus menerus. Pelatih membiarkan kesalahan yang terjadi tanpa melakukan pembenaran. Intensitas latihan rendah karena organisasi latihan kurang baik. Kelompokkan pemain berdasarkan kemampuan pemain sehingga saat berlatih berpasangan pemain tidak frustasi. Pelatih membiarkan pemain berlatih setengah hati sehingga intensitas latihan menurun. Lakukan studi banding ke pelatih-pelatih lain dan tim yang bagus serta kembangkan sendiri latihan tersebut. Asosiasi SSB lokal serta ASSBI ( Asosiasi SSB Indonesia) demi kelancaran komunikasi dan informasi. Pelatih juga perlu mengerti internet dan “You Tube” guna menambah ilmu. Ikuti perkembangan ilmu sepak bola modern melalui internet.Pelatih melatih tanpa program di tangan dengan alasan sudah hafal di kepala. Pelatih dan pengurus SSB/Klub tidak mengajarkan prinsip-prinsip penting selain sepak bola. PENGPROV. website dan terkoneksi dengan PENGCAB. Rencanakan latihan secara rapi dan tertulis! Rubah sikap Anda! Tekuni dan seriusi bidang Anda. 107 Pelatih enggan belajar dengan alasan sudah berpengalaman dan cukup melatih berdasarkan pengalamannya sebagai pemain. Pelatih dan pengurus hendaknya sangat aktif memberi anjuran dan contoh kepada anak didik untuk menomorsatukan sekolah. . Biarkan pemain bermain 5 v 5 diselingi dengan 10 v 10 sehingga semua pemain lebih sering terlibat. Jadilah contoh dalam hal semangat dengan cara melatih dengan semangat. Jangan biarkan pemain kehilangan konsentrasi. baca buku. gaya hidup sehat. Latihan yang tidak disiapkan dengan rapi akan terlihat asal-asalan dan merusak reputasi pelatih dan klub. Latihan fisik tanpa bola diberikan pada pemain usia dini. Program latihan kurang bervariasi sehingga pemain jenuh. menjaga kebersihan. Pelatih dan Klub tidak melek teknologi. Bagi dalam 2 grup. Sebagai contoh permainan possession dilakukan 10 v 10. berinteraksi dengan pelatih lain serta mengikuti seminar dan lisensi kepelatihan dengan serius. Karena ini jumlah pemain hendaknya terbatas. Sudah saatnya pelatih dan Klub memiliki email. Ikuti panduan di kurikulum ini tentang materi latihan yang seharusnya diberikan pada tiap-tiap kelompok umur. dll. Bersikaplah proaktif dalam hal mencari variasi latihan sehingga dalam sebuah sesi latihan anda bisa menyuguhkan berbagai variasi latihan.

Artinya pemain yang sudah keluar boleh masuk kembali dan jumlah pergantian bebas. Daripada marahmarah berikan saja hukuman push up dll. No Medals!” Cukup sediakan hadiah berupa berbagai perlatan latihan dan piagam bagi semua peserta. Bagi menjadi 3 sesi yang masing-masing berdurasi 4 menit. Oleh karena itu bersatulah dan bersikaplah pro aktif dengan membentuk asosiasi SSB yang bekerjasama dengan PENGCAB namun tidak bergantung pada PENGCAB (Independen). Selain itu kembangkan pengetahuan taktis anda sehingga anda percaya diri memberikan materi latihan yang bersifat taktis. Sebagai SSB anda mempunyai kepentingan yang sama dengan SSB lain. Pertandingan sangat jarang dilakukan. Permainan lapangan kecil (small sided game) berdurasi terlalu lama tanpa istirahat. Contoh : permainan possession dilakukan selama 15 menit tanpa henti. Turnamen berhadiah uang dan piala sehingga rawan terjadi pencurian umur dan permainan kasar. 108 . Dengan cara seperti ini intensitas latihan akan terjaga (pemain tidak “gembos”). Kenali pemain anda! Rubah sikap dan cara berpikir anda! Anda adalah seorang panutan bagi anak didik Anda.Tidak semua pemain mendapatkan kesempatan bermain sehingga mengakibatkan pemain dan orang tuanya frustasi. Tegur pemain dan perbaiki kesalahan tanpa emosi. Pelatih menyuruh pemain mencuri umur atau bermain kasar. No Money. Pelatih tidak mengenal nama pemain. FIFA menganjurkan aturan “No Trophy. Berikan kesempatan istirahat 1 menit diantara sesi. Bentuk asosiasi SSB di daerah anda sehingga SSB anda tidak lagi bergantung pada PENGCAB setempat. Dengan demikian pemain bagus mendapatkan porsi lebih namun disaat yang sama semua pemain mendapatkan kesempatan bermain. Ikuti anjuran kurikulum sehingga program latihan mencakup semua aspek. Saat bertanding biasakan memakai aturan bebas keluar-masuk. Latihan hanya bersifat latihan teknis saja. Jangan bawa-bawa masalah pribadi Anda ke lapangan. Pelatih marah-marah (terlalu emosional).

109 . 7. 6. Komunikasi! (saling melatih!).BAB V TEORI SEPAKBOLA MODERN A. Menjaga jarak antara lini (± 15 m ) antar pemain satu lini (± 10 m). Prinsip Sepak bola Modern 1. 5. Turun (membentuk formasi bertahan di belakang bola) —> menutup. 2. Membentuk “segitiga” dan “pisang” (meninggalkan lawan disisi-sisi tanpa bola!). 11. Pakem. Semua terlibat. Mendobel/mentripel lawan (2 v 1 atau 3 v 1 atau 4 v 1 ) —> agresif! 4. Kiper—berfungsi ganda sebagai libero (keluar dari sarang untuk mengantisipasi umpan terobosan!). 8. Mendobel ke belakang. 9. 3. Tidak mengacu pada kreatifitas/improvisasi! 10. Bergerak secara bersama-sama sebagai satu kesatuan yg utuh. Isi ke belakang (mengisi posisi di barisan belakang terlebih dahulu). Prinsip Bertahan* 1.

· Pantulan. 1 . · Trik individu. Tidak bertele-tele . 3. second striker. jangkar. · Crossing. 2. Prinsip Menyerang* 1. · Overlap. · Shooting jarak jauh. Menggunakan senjata : · 1 . Formasi boleh beda tapi prinsip-prinsip sepakbola modern pada dasarnya sama. atau formasi lainnya).cari penyelesaian! 8. Kreatif sesuai situasi. Semua posisi terisi— striker.prinsip baik saat bertahan maupun menyerang tetap sama. prinsip . Semua terlibat. 5.2/one . 4. · Pindah sisi serangan. Kualitas passing menentukan! 7. 3 pemain di belakang. Bola datar & tegas. * Apapun formasi yang dipakai (entah 4-3-3. 4-4-2. Cepat membuka. 110 .2 sentuhan sehingga permainan menjadi cepat. 6. · Jangkar. · Terobosan.two.2.

Saat menerangkan prinsip ini kepada pemain saya sering menggunakan alat musik akordeon sebagai ilustrasi. asisten pelatih timnas Jerman di Piala Dunia 2006. sedang saat menguasai bola tim secara keseluruhan harus membuka lebar dan panjang lapangan selebar dan sepanjang mungkin. Hanya dengan cara demikian 111 . Prinsip buka-tutup Prinsip ini begitu dasar sehingga perlu dikemukakan paling awal. Saat berguru di Jerman selama setahun penuh saya mendengar ilustrasi lain yang lebih baik lagi. tarik selebar mungkin keluar saat menguasai bola dan kempeskan ke dalam saat lawan menguasai bola. berbicara kepada pemain soal prinsip ini. Mudah saja: saat lawan menguasai bola posisi tim secara keseluruhan harus mengecil/mengkerut. Yang menarik. ilustrasi telapak tangan yang mengepal lalu membuka lebar juga dipakai Löw guna menjelaskan prinsip ini kepada pemain. Keteraturan yang sedemikian rupa hanya bisa terealisasi apabila semua pemain memiliki kedisiplinan yang tinggi untuk secepat mungkin mundur saat bola direbut oleh lawan. Prinsip-prinsip dasar bermain 4-4-2 dengan Benar 1. Untuk jelasnya perhatikan diagram-diagram di bawah ini: 4-4-2 saat lawan menguasai bola 4-4-2 saat menyerang 2.B. Saya pernah melihat cuplikan di televisi saat Joachim Löw. Saat bola berpindah “tangan” semua pemain harus mundur hingga semua pemain berada di antara letak bola dan gawang sendiri. telapak tangan yang menggenggam menggambarkan posisi pemain saat bertahan sementara telapak tangan yang terbuka lebar menggambarkan posisi pemain saat menyerang. Prinsip Ordnung (Indonesia: keteraturan) atau penempatan posisi yang benar dan rapi  Mundur hingga di antara bola dan gawang sendiri Perhatikan sekali lagi diagram di atas tentang posisi pemain di saat lawan menguasai bola. Ternyata di level tertinggi pun pemain masih harus terus diingatkan tentang prinsip dasar yang begitu penting ini.

pemain harus bertindak dengan kompak dan compact. Posisi pemain saat melakukan pressing 1 adalah sebagai berikut: Forechecking umumnya dilakukan saat ingin memforsir kemenangan. umpan terobosan adalah momok bagi sistem pressing ini. Sikap seperti ini tentu saja sangat merugikan tim secara keseluruhan karena sepak bola itu sendiri adalah olahraga tim dan bukan olahraga perorangan. Gunakan cones. Artinya. lawan dibiarkan leluasa membangun serangan di daerah pertahanannya sendiri tanpa diganggu terlebih dahulu. khususnya saat menerapkan pola 4-4-2. atau kalau perlu video dalam melatih kekompakan (kesatuan) dan penempatan posisi yang compact (padat/ rapat). papan tulis. Kompak artinya bertindak secara bersama-sama dan saling bahu membahu. Umumnya pelatih memberikan instruksi sebelum pertandingan tentang di mana pressing akan dilakukan. Caranya tidak lain adalah berlatih dan berlatih. Dengan kata lain. Di saat bertahan. Sedang s berarti rapat atau padat.  Compact Dalam bermain bola. perhatikan sekali lagi diagram di atas saat lawan menguasai bola. saat bertanding melawan lawan yang relatif lemah atau saat ketinggalan score. Baru setelah bola berada di daerah lapangan tengah tekanan secara bersama. dan agresif dilancarkan.  Midfield pressing (pressing yang dilakukan di lapangan tengah) Miedfield pressing atau pressing 2 adalah tekanan terhadap lawan yang dimulai di lapangan tengah.  Forechecking (pressing di daerah pertahanan lawan) Bertolak dari penempatan posisi pemain yang teratur (jarak antarlini padat serta jarak antarpemain dalam satu lini ketat) tim secara keseluruhan bahu-membahu melakukan pressing (menekan lawan) dengan tujuan mencuri bola dari kaki lawan. Adapun kelemahan utama forechecking adalah penggantungan nasib pada peraturan off side. Prinsip ini begitu penting! Untuk jelasnya. Pressing itu sendiri dilakukan di tiga daerah lapangan. pemain harus menempati posisi yang tidak lebih jauh dari sepuluh meter (!) di antara pemain dalam satu lini serta tidak lebih jauh dari limabelas meter (!) antar lini. teratur. 112 .pertahanan bisa digalang bersama-sama sebagai unit: sebelas pemain sebagai kesatuan yang utuh bergerak bersama guna merebut bola secepat mungkin. Kebalikan kompak adalah bertindak secara sendiri-sendiri dan "semau gue”. Hanya apabila prinsip ini dilakukan pemain maka prinsip nomor tiga (bergerak secara bersama-sama ke arah bola) bisa terwujud. Tekanan yang dilakukan di daerah pertahanan lawan disebut forechecking atau pressing 1.Menggalang kekompakan sehingga tim secara keseluruhan tetap bisa menjaga posisi yang compact saat bergeser maju-mundur atau ke kiri-kanan adalah tantangan yang harus dihadapi bersama oleh pemain dan pelatih. Risikonya adalah apabila wasit yang memi mpin pertandingan lemah kinerjanya lawan yang lolos dari tekanan akan berhadapan langsung dengan dan jaga gawang.

Posisi pemain saat melakukan fall back atau pressing 3 adalah sebagai berikut: Taktik pressing 3 ini biasanya dilakukan oleh tim-tim lemah yang hanya berusaha menyerang lewat serangan balik. Begitu ada kesempatan (seperti terjadi lemparan ke dalam dan lain-lain) pemain berbondong-bondong kembali pada posisinya semula sesuai taktik midfield pressing / pressing 2. Situasi seperti ini paling sering terjadi saat lawan keti ng g al an dan b er nafsu memenangkan pertandi ngan. 113 . Tentu saja saat serangan kandas jauh di daerah pertahanan lawan pressing 1 dilakukan. Lawan dibiarkan bergerak bebas hingga melebihi garis tengah lapangan.Posisi pemain saat melakukan taktik bermain pressing 2 adalah sebagai berikut: Midfield pressing adalah variasi pressing yang paling sering dan umum dilakukan. Bisa dikatakan baru di saat-saat terakhir tekanan terhadap lawan dilakukan. Bisa juga pressing 3 dilakukan oleh tim yang sebenarnya kuat dan hanya sementara mundur dikarenakan gempuran lawan yang tiba-tiba bertambah hebat sehingga membuat kewalahan. Keterangan: Dalam bahasa Indonesia “jatuh ke belakang” atau lebih tepatnya mengundurkan/menarik diri”. Paling tidak untuk sementara waktu.  Fall back (pressing yang dilakukan di daerah pertahanan sendiri) Yang dimaksud dengan fall back* adalah penempatan posisi pemain di daerah pertahanan sendiri. Menurut pengamatan saya hal ini umumnya terjadi di awal babak kedua (lawan baru saja dimotivasi pelatihnya untuk mempersering gempuran) dan menjelang akhir pertandingan (waktu yang tersedia semakin menipis).

Saat bola "melewati” pemain. di sayap lapangan ataupun melapis ke belakang. Sering pemain bertahan tidak total dalam menekan lawan karena khawatir dilewati lawan. Prinsip melapis sesama pemain begitu sentral dalam falsafah sistem 4-4-2! Pemain harus dibiasakan untuk selalu bersedia melakukan prinsip melapis baik di tengah lapangan.3. Permainan lawan menjadi tidak berkembang dan bola bisa dengan lebih mudah direbut kembali. lawan mengumpan bola kepada pemain 8 (sayap kirinya). Perhatikan penempatan posisi pemain 3 (bek kiri) dan 8 (sayap kiri) yang ikut masuk ke tengah. Sebagai contoh. Perhatikan diagram di berikut ini. Contoh di atas memakai taktik full back. pemain 10 (gelandang serang) melapis 114 . Hanya dengan demikian ti m secara keseluruhan bisa berdiri dengan compact (padat dan ketat) sehingga lawan sulit melakukan kombinasi permainan. Perhatikan diagram melapis ke belakang di samping ini: Perhatikan bagaimana pemain 7 (sayap kanan) dan pemain 9 (penyerang kanan) tidak berhenti bermain saat bola "melewati” keduanya. pemain tersebut harus memiliki kedisiplinan yang tinggi untuk ikut turun ke belakang (bergeser sesuai posisinya) dan bila mungkin melakukan "melapis ke belakang”. Pemain yang menggiring bola ditekan secara agresif oleh dua pemain bertahan sekaligus. Pergerakan lawan dengan demikian adalah ke kanan. Bergerak ke arah bola mempunyai tujuan menciptakan situasi 2 v 1 bahkan 3 v 1. Kuncinya pemain rajin bergerak dan rajin bergeser secara serentak. Perhatikan bagaimana baik barisan pertahanan maupun barisan lapangan tengah membentuk dua pisang! Perhatikan juga bagaimana ketat dan padatnya posisi pemain satu dengan yang lainnya. Semua pemain bergerak serentak ke sebelah kanan lapangan. pemain 6 menekan secara agresif (tentu saja tanpa melakukan pelanggaran)*. Salah satu pemain bertahan bisa melakukan tekanan dengan total atau agresif karena ada pemain bertahan lain yang siap membantu apabila lawan mampu lolos. Baik pemain 7 maupun 9 sama-sama memiliki kedisiplinan yang tinggi untuk membantu pemain 6 (gelandang bertahan) sehingga praktis terjadi situasi empat(!) v 1. Saat menerapkan sistem bermain 4-4-2 masalah ini bisa teratasi karena adanya pemain bertahan lain yang melapis. Prinsip bergerak secara bersama-sama ke arah letak bola Sistem bermain 4-4-2 maupun sistem-sistem modern lainnya seperti 3-4-3 atau 4-3-3 tidak bisa berfungsi dengan baik apabila pemain tidak bergerak secara bersama -sama ke arah bola.

Prinsip penggunaan aturan off side Prinsip menekan lawan secara serentak di mana semua pemain terlibat (termasuk barisan bek yang ikut naik sehingga jarak antara baris tengah dan belakang menjadi dekat dan padat) hanya bisa dilakukan karena adanya peraturan off side. Apabila peraturan off side itu sendiri tidak ada maka tidak mungkin barisan pertahanan ikut naik baik untuk membantu serangan maupun guna membantu lapangan tengah mencuri bola dari lawan. Melakukan pelanggaran di saat situasi begitu menguntungkan seperti ini (4 v 1) adalah bodoh karena dengan demikian situasi akan kembali netral. Perlu ditekankan di sini bahwa dalam sepak bola modern pemain bertahan tidak ikut maju dengan tujuan lawan terperangkap off side! Ini yang sering salah dipahami. BOLA 2. Dalam sepak bola modern barisan pertahanan ikut naik guna menciptakan barisan pertahanan secara 115 . Perhatikan bahwa barisan pertahanan juga terlibat secara tidak langsung dengan cara naik ke atas sehingga jarak antar lini menjadi padat! Demikian juga pemain 11 (penyerang kiri) ikut bergeser sedikit ke belakang dan pemain 8 (sayap kiri) merapatkan posisinya ke arah pemain 6 dan 10. LAWAN Bandingkan dengan sistem 3-5-2 yang lazim dilakukan di Indonesia. pemain 8 harus bergeser lebih jauh ke dalam dari biasanya sehingga jarak kira-kira 10 meter antara pemain 10 dan 8 tetap terjaga. Secara praktis penerapan falsafah berorientasi kepada (1) bola. sedang pemain 7 dan 9 “melapis ke belakang”. Lawan mendapatkan tendangan bebas sehingga bola yang tadinya sudah hampir terebut kembali bisa leluasa dikuasai lawan. Pemain 8 bergeser ke arah kanan karena letak BOLA adalah di sebelah kanannya. Dalam sistem 4-4-2. * Keterangan: Melakukan pelanggaran menjadi tidak perlu dilakukan karena situasi toh menguntungkan tim sendiri. 4. Selanjutnya 8 melihat TEMANNYA pemain 10 (gelandang serang) meninggalkan posisinya demi melapis pemain 6 dari belakang. Pada prinsipnya saat melakukan pergeseran pemain harus selalu berorientasi secara berturut-turut pada: 1. 4-3-3 atau sistem modern lainnya lawan hanya menempati nomor 3! Benar-benar sebuah perbedaan yang drastis. Sistem yang memakai sistem man to man marking ini selalu mengarahkan pemain untuk berorientasi pada lawan. Dengan demikian.pemain 6 dari belakang. Sekali lagi: hal ini hanya bisa dicapai apabila semua pemain selalu bergeser ke arah bola secara bersama-sama. Ruang yang dimiliki lawan untuk melakukan kombinasi guna membangun serangan menjadi sangat minim dikarenakan tim yang bertahan menempatkan diri secara ketat dan padat. TEMAN 3. (2) kawan dan (3) lawan saat melakukan pergeseran bisa kita pelajari sesuai diagram di atas. Baru kemudian pemain 8 berorientasi pada LAWAN dan menempatkan dirinya di antara lawan terdekat dan letak bola sehingga passing line atau garis umpan kepada lawan jagaannya bisa tertutup. Kita ambil pemain 8 (sayap kiri) sebagai contoh.

keseluruhan yang compact. Lawan yang membawa bola tidak diberikan waktu, ketenangan dalam bertindak serta tempat. Hal ini hanya bisa terwujud apabila barisan pertahanan ikut menopang barisan gelandang dengan cara memperketat dan memperkecil ruang gerak lawan. Terperangkapnya penyerang lawan dalam off side hanyalah by product atau produk sampingan hasil pergerakan barisan pertahanan yang ikut naik guna menghasilkan pertahanan yang compact! Oleh karena itu, istilah "jebakan off side” tidaklah tepat dalam sepak bola modern; pemain tidak naik semata-mata agar pemain lawan off side. Menurut saya di sinilah letak kelemahan utama sistem 4-4-2 saat dipraktikkan di Indonesia. Sistem pressing yang terkandung secara kental dalam falsafah bermain 4-4-2 sangat bergantung pada penilaian wasit yang jeli saat terjadi off side. Padahal kepercayaan publik Indonesia terhadap wasit baik dalam hal moral wasit maupun kemampuan wasit saat memimpin pertandingan tergolong minim. Sebuah dilema yang menurut saya bisa dipecahkan dengan cara hanya memakai taktik miedfiel dpressing dan taktik fall back. Sedang taktik forechecking hendaknya hanya dipraktikkan apabila wasit yang memimpin pertandingan diketahui dengan pasti memiliki moral dan kemampuan yang baik.

5. Prinsip penjaga gawang yang ikut bermain
Dalam sepak bola modern penjaga gawang tidak hanya semata-mata bertindak sebagai penjaga gawang. Seorang penjaga gawang yang modern adalah penjaga gawang dan libero sekaligus. Seorang kiper dewasa ini harus mahir memainkan bola dengan kaki, harus mahir memberikan umpan pendek dan panjang, harus mahir membaca perkembangan serangan lawan serta harus bisa memberikan instruksi yang jelas dan benar kepada barisan pertahanan. Saat lawan membangun serangan seorang penjaga gawang yang modern harus menempatkan diri relatif jauh di depan gawangnya sendiri. Kira-kira di mana seorang libero semestinya berada di situlah dia “berdiri”. Berdiri tertulis dalam tanda kutip karena kenyataannya kiper modern harus selalu bergerak sesuai letak bola: umumnya antara letak bola dan titik tengah gawang! Pada piala dunia 2006 Jürgen Klinsmann, pelatih timnas Jerman saat itu, mengejutkan dunia dengan keputusannya memilih Jens Lehmann (Arsenal) di atas Oliver Kahn (Bayern München). Dalam sebuah konfrensi pers Klinsmann menjelaskan bahwa ada 10 kriteria yang dibahas secara mendetail sebelum keputusan dilakukan. Dari 10 kriteria tersebut ada 9 kriteria di mana kekuatan Lehmann dan Kahn hampir sama. Hanya dalam satu kriteria Lehmann jauh unggul di atas Kahn; dalam hal ikut bermain! Lehmann adalah seorang pemain bola yang lebih baik dari Kahn. Teknik mengolah bola dan kualitas umpan Lehmann sangat baik sehingga dialah yang akhirnya terpilih menjadi kiper No. 1 Jerman. Dalam sistem sepak bola modern tidak ada tempat untuk seorang libero. Tapi karena barisan pertahanan harus ikut naik guna menghasilkan pertahanan yang compact penjaga gawang otomatis harus keluar dari sarangnya guna mengantisipasi umpan terobosan lawan. Untuk jelasnya, perhatikan diagram di bawah ini:
116

Perhatikan bahwa; (1) posisi kiper adalah di antara bola dan titik tengah gawang (invisible line), (2) posisi kiper relatif jauh dari mulut gawang , dan (3) ki per si ap m e n g a n t i s i p as i umpan terobosan lawan. Ketiga tujuan di atas hanya bisa terealisasi apabila penjaga gawang senantiasa bergerak sesuai letak bola dan situasi permainan.

Jarak antara kiper dan barisan pertahanan yang menjadi relatif pendek juga menguntungkan disaat bola harus terlebih dahulu diumpankan kepada kiper di saat tekanan teralu hebat untuk memaksakan diri memainkan bola ke depan. Menguntungkan karena jarak umpan menjadi jauh lebih pendek dibandingkan apabila kiper tetap di sarangnya. Hal ini penting dari segi keamanan. Perlu diingat bahwa di bagian sepertiga pertama lapangan berlaku hukum safety first atau penekanan terhadap keamanan. Karena semakin pendek umpan semakin bagus kualitas umpan itu sendiri maka otomatis semakin amanlah umpan yang berjarak pendek. Penjaga gawang modern dituntut untuk begitu aktif dalam hal ikut bermain baik di saat lawan menguasai bola maupun di saat membangun serangan sehingga istilah "pemain gawang” menjadi semakin populer, khususnya di bagian selatan Jerman akhir-akhir ini. Banyak pelatih di selatan Jerman bahkan membiasakan diri menyebut sistem 4 -4-2 dengan 1-4-4-2. Kiper ikut dihitung dan disebut karena peran penjaga gawang memang menjadi semakin penting di era sepak bola modern ini. Memang sistem 4-4-2 atau 4-4-3 serta formasi modern lainnya tidak bisa berfungsi dengan baik apabila tidak ada "pemain gawang” yang bertindak sebagai libero*. Oleh karena itu, saya pribadi setuju sistem 4-4-2 disebut dengan 1-4-4-2. Paling tidak sebagai wujud hormat saya terhadap kiper sebagai salah satu bagian yang penting dalam tim. Apa pun nama sistem yang dipakai, apa pun istilah yang diberikan kepada kiper, yang paling penting adalah pemain mengerti bahwa kiper harus ikut bermain dengan aktif!

Keterangan : * Tanpa seorang kiper yang sekaligus bertindak sebagai libero, risiko bertahan secara modern akan terlalu tinggi. Barisan pertahanan yang naik guna menciptakan pertahanan yang compact harus dilapis oleh kiper yang juga ikut naik (keluar dari sarangnya) sehingga risiko umpan terobosan dapat diminimalisasi.

117

C. Langkah Demi Langkah Menuju 4-4-2 (sekaligus 4-3-3)
Mengajarkan cara bermain 4-4-2 kepada pemain tidak boleh asal-asalan. Harus ada strategi pengajaran yang metodis sehingga pada akhirnya pemain betul-betul mengerti dan bisa menerapkan sistem 4-4-2 dengan baik. Sistem 4-4-2 sering dianggap teralu sulit untuk dimengerti pemain Indonesia. Benar-benar sebuah opini yang meremehkan intelegensia pemain Indonesia! Permasalahan yang sebenarnya adalah banyaknya pelatih yang kurang mengerti atau kurang mampu menjelaskan/melatih sistem 4-4-2. Bila ada kemauan untuk bekerja keras dan apabila metode melatih 4-4-2 diterapkan, saya yakin semua pemain dan semua pelatih Indonesia akan mampu menerapkan sistem 4-4-2 dan juga 4-3-3 dengan benar.

1. Langkah pertama : Taktik Individu 1 v 1 dan 1v 2
Taktik individu adalah langkah pertama menuju penerapan sistem bermain secara modern. Yang dimaksudkan dengan taktik individu adalah kemampuan seorang pemain untuk memilih keputusan yang tepat di antara beberapa pilihan. Pada dasarnya taktik adalah kenapa seorang pemain melakukan sesuatu sedang teknik adalah bagaimana seorang pemain melakukan sesuatu. Dengan demikian, taktik individu adalah tindakan dengan tujuan tertentu yang dilakukan oleh satu orang pemain saja. Sebagai contoh speed dribbling* adalah taktik individu. Melakukan trik guna mengecoh lawan adalah taktik individu. Bagaimana caranya melakukan trik itu sendiri adalah teknik sedang mengapa seorang pemain memilih untuk melakukan trik adalah taktik individu. Secara teoritis pemain yang menguasai bola memiliki 11 kemungkinan; mengumpan kepada 10 pemain lainnya* dan menggiring sendiri bola yang dikuasainya. Pemain yang berkelas akan memilih kemungkinan yang terbaik dari kemungkinan-kemungkinan yang ada
118

Logikanya gampang saja: lapangan tengah adalah daerah yang jauh lebih berbahaya dikarenakan letak gawang adalah di tengah! Oleh karena itu. 3. Pada akhirnya pengetahuan taktik individu masingmasing pemain terutama dalam hal bertahan adalah modal dasar bermain 4-4-2 dan 4-3-3 secara tim. Hal ini dilakukan supaya pemain lawan tidak bisa dengan mudahnya berlari melewati pemain bertahan. 2. Hal ini dilakukan dengan cara menutup sisi kuatnya agar lawan terpancing untuk menggiring bola ke sisi lemahnya. maka tindakan tersebut disebut taktik grup. Saat menghadapi lawan yang posisinya relatif jauh. Jadi. taktik grup adalah tindakan yang dilakukan beberapa pemain secara bersama-sama dengan tujuan tertentu . Penjabaran taktik individu a. 5. Hal ini penting untuk dilakukan agar jarak antar pemain lawan dan gawang sendiri menjadi sejauh mungkin. Dengan demikian. umumnya kaki yang dipakai untuk menggiring bola adalah kaki kuat lawan. Apabila pemain memilih untuk bertindak sendiri (melakukan trik. atau overlap pass. mendribel bola dengan cepat. Kemungkinan lain yang bias dilakukan adalah "menggiring” lawan ke arah teman sehingga terjadi situasi 2 v 1. Keterangan: * Speed Dribling: Menggiring bola dengan kecepatan tinggi.jarak jauh di sayap dan di tengah 1. Apabila lawan berada di bagian tengah lapangan poin pertama dan kedua di atas tetap berlaku. Sesaat sebelum mendekati lawan. Maksudnya demikian “giring” lawan ke sisi kaki lemahnya agar ia kesulitan melepaskan tembakan ke arah gawang. * Tentu saja pada kenyataannya banyak pemain yang tidak mungkin menerima bola tanpa kehilangan bola. pemain bertahan harus menempatkan dirinya sedemikian rupa sehingga kemungkinan bagi lawan menggiring bola ke bagian tengah lapangan menjadi tertutup. apabila lawan menggiring bola di lapangan bagian tengah. pemain bertahan hendaknya berhenti berlari ke depan untuk kemudian berbalik lari mundur. pemain bertahan tidak harus “menggiring” lawan ke garis tepi lapangan. kaki lemahnya adalah kaki yang tidak dipakai untuk menggiring bola!* 119 . menendang bola keluar atau jauh ke depan dengan pertimbangan keamanan dan lain-lain) maka itulah yang disebut dengan taktik individu. pemain bertahan hendaknya melakukan sprint ke arah pemain yang menggiring bola. Apabila lawan berada di daerah sayap. misalnya. Apabila pemain yang menguasai bola memilih untuk melakukan wall pass. 1 v 1 . Dalam hal bertahan ada beberapa pengetahuan penting yang perlu diketahui seorang pemain agar memiliki taktik individu yang baik. Tapi bagaimana caranya mengetahui kaki mana merupakan kaki lemah lawan? Mudah saja. Pada kenyataannya mungkin hanya ada 4 pemain yang benarbenar siap menerima bola. Perbedaannya.tersebut. 4. Gunakan garis tepi lapangan sebagai “partner” dalam menekan lawan. Apabila tidak ada rekan satu tim yang bisa diajak kerja sama dalam hal merebut bola dari lawan maka pemain bertahan harus menggunakan kaki lemah lawan sebagai “partner”. Kemungkinan itu bisa saja dilakukan tapi tidak mutlak harus dilakukan. “giring” pemain lawan ke arah garis tepi lapangan.

2. Sebisa mungkin hindari melakukan pelanggaran. hindari mengejar lawan dari belakang seperti layaknya sebuah gerbong kereta api. Bedanya jelas. sedang saat melakukan pelanggaran biasa pemain kerap kehilangan kendali atas emosi pribadi. pemain bertahan boleh lebih agresif dalam usahanya mencuri bola.jarak dekat di sayap dan di tengah 1. Ingat. dan jangan lakukan step in sampai ada kesempatan yang benar-benar bagus. Apabila memotong bola tidak memungkinkan. Keterangan:  Tim profesional Eropa umumnya memiliki tim mata-mata yang salah satu tugasnya adalah mengamati hal-hal seperti ini. pemain bertahan harus menahan diri untuk tidak melakukan step in*. Oleh karena itu. 3. Apabila semua hal di atas tidak berhasil dilakukan dan lawan telah berhasil menerima bola dengan baik. Itu pun hanya sebatas pelanggaran sejenis tactical foul (pelanggaran yang dilakukan demi kepentingan taktis) dan bukan pelanggaran brutal. Apabila ada kawan yang siap mendobel. Sekali lagi. contain (arahkan lawan ke bagian paling tidak berbahaya). 120 . Hal ini berbahaya karena penyerang yang berkualitas akan dengan mudah melewati lawan yang sudah terlanjur mati langkah. Apabila lawan tetap saja bisa lolos (hal ini kerap terjadi karena dalam sepak bola terka dang lawan lebih hebat walaupun kita telah melakukan yang terbaik). Informasi tersebut diberikan kepada pelatih yang kemudian memberikan instruksi kepada pemain-pemainnya sesuai kelebihan dan kelemahan lawan. Terutama apabila lawan berada di dekat gawang kita. Keterangan: *Step in : Beranjak masuk untuk mencuri bola dari kaki lawan. Di sinilah kesempatan bagi pemain bertahan untuk membuat penyerang tidak tenang/gugup sehingga ia membuat kesalahan. situasi standar sering menjadi pemecah kebuntuan dalam suatu pertandingan yang sebenarnya berjalan sangat seimbang. b. saat melakukan tactical foul pemain tidak dalam keadaan emosi. Lakukan sprint secepatnya guna memotong pemain lawan sehingga pemain bertahan berada di antara titik tengah gawang dan letak bola. di dalam situasi seperti ini pemain harus belajar untuk sabar dan baru masuk mencuri bola apabila lawan melakukan kesalahan dalam hal mengontrol bola (bola tidak digiring dengan dekat ke kaki). 4. paling tidak pemain bertahan harus terbiasa untuk secara agresif menekan lawan di saat-saat penyerang menerima bola. 6. bahkan berhasil berbalik menghadap gawang. Tackling hanyalah kemungkinan terakhir apabila semua kemungkinan yang ada telah terkuras habis tanpa hasil yang memuaskan. Demikian juga dengan melakukan pelanggaran sebaiknya hanya dilakukan apabila tidak ada kemungkinan lain lagi. Masa paling kritis bagi penyerang adalah saat mengontrol bola. karena inilah strategi saling mendobel satu dengan yang lainnya mutlak harus dikuasai pemain zaman sekarang.6. Bila ini berhasil dilakukan maka proses di atas kembali dimulai dari awal. 1 v 1 . Pada saat jarak lawan dekat dengan posisi pemain bertahan. 5. Apabila lawan telah berhasil mengontrol bola sebisa mungkin jangan biarkan lawan berbalik hingga menghadap gawang. pemain harus dibiasakan untuk sebisa mungkin merebut bola sebelum bola dikuasai oleh lawan.

apabila letak gawang berada di sebelah kiri belakang bek.3 v 5. 1 v 2 . pemain bertahan lain diberi waktu untuk datang membantu.c. 2 v 3 . Sekali lagi.bek berada di belakang punggung penyerang (penyerang membelakangi bek) 1. Oleh karena itu. Dengan demikian. di situasi seperti itu tentu saja merebut bola menjadi tujuan utama sehingga sikap pemain bertahan seharusnya agresif dan ngotot untuk merebut bola.satu pemain bertahan melawan dua penyerang 1. bek tidak menyentuh lawan apalagi melakukan pelanggaran. Untuk penempatan posisi yang ideal saat terjadi situasi 1 v 2 perhatikan diagram berikut ini: 121 . dan lain-lain. 2. hindari melakukan pelanggaran karena tendangan bebas sering kali berbuah gol! d. Artinya. Pertama -tama yang perlu diperhatikan seorang bek saat terjadi situasi seperti ini adalah penempatan posisi. Walaupun situasi 1 v 2 tidak diinginkan terjadi karena tentu saja tidak menguntungkan dan sangat berbahaya. 1 v 1 . Lain halnya saat jumlah pemain bertahan melebihi jumlah pemain menyerang. Tujuannya adalah supaya bek bisa melihat bola bahkan bila mungkin menyerobot bola sebelum bola berhasil dikuasai penyerang. bek tidak berdiri 100% di belakang penyerang melainkan hanya 50% saja. tetap saja sering kali seorang pemain bertahan harus meredam dua pemain menyerang sekaligus. Artinya. 2. Letak posisi bek saat penyerang membelakanginya idealnya adalah: (1) Menempel ketat badan penyerang tanpa melakukan kontak badan. Paling tidak untuk sementara waktu sampai pemain bertahan lain datang membantu. Dengan kata lain. maka badan bek harus muncul di sebelah kiri badan penyerang! 3. prinsip utama saat terjadi situasi 1 v 2 (demikian juga saat terjadi situasi-situasi lain di mana pemain lawan jumlahnya lebih banyak daripada pemain bertahan seperti misalnya 2 v 3 atau 3 v 5) adalah mengulur waktu. (3) Munculnya badan bek seharusnya ke arah letak gawang. Ulur waktu sampai teman datang membantu. Memang pandai menempatkan posisi begitu penting artinya dalam bermain sepak bola. Situasi ini sering sekali terjadi terutama bagi seorang bek tengah. Merebut bola di saat-saat kurang menguntungkan seperti ini tidak menjadi prioritas. Tidak percuma pemain yang relatif tua biasanya semakin mahir bermain bola karena memang semakin berpengalaman seorang pemain semakin mahir pemain tersebut dalam menempatkan posisi. 3. Tujuan bek saat bertahan di situasi seperti ini adalah bila mungkin merebut bola sebelum bola dikuasai lawan. (2) Posisi badan bek setengah muncul ke samping badan penyerang. baru setelah itu merebut bola menjadi prioritas kembali. Apabila menyerobot bola tidak mungkin dilakukan maka tujuan bek berikutnya adalah tidak membiarkan lawan berputar dan menghadap gawang. Situasi 1 v 2 harus rajin dipelajari serta dilatih karena situasi 1 v 2 adalah landasan ilmu yang penting dan bisa dipakai untuk situasi kalah jumlah secara umum. pengetahuan tentang bagaimana seorang pemain harus bertindak saat terjadi situasi 1 v 2 adalah pengetahuan dasar yang juga dibutuhkan saat terjadi situasi kalah jumlah yang lain seperti 1 v 3 . Sebagai contoh.

Apabila umpan ini dipilih lawan. Kiper harus ikut bermain! Apabila lawan memutuskan untuk melakukan speed dribbling maka bek harus ikut berlari mundur sambil berusaha ‘menggiring‘ lawan ke samping (tepi lapangan). Umpan 2 harus ditutup bek sehingga lawan tidak bisa melepaskan umpan yang sangat berbahaya ini! Umpan 3 adalah tanggung jawab kiper. bek dilatih untuk menekan lawan sejak saat bola dalam perjalanan menuju penyerang. B . Dari situasi 1 v 2 kini terjadi 1 v 1! Kini bek tinggal berusaha merebut bola saat bola digiring jauh dari kaki lawan dengan cara menyelipkan badannya di antara pemain lawan dan bola. Demikian juga untuk penyerang. Hanya saja. setelah beberapa menit. bek dilatih untuk berdiri dengan tepat serta melakukan prinsip-prinsip yang sudah dijabarkan di atas.Keterangan: Posisi bek harus sedemikian rupa sehingga umpan 1 adalah kemungkinan yang dipilih oleh lawan yang menguasai bola. lalu C. Contoh Latihan Untuk contoh-contoh latihan sederhana guna melatih prinsip-prinsip taktik dan teknik individu saat bertahan. 122   . biarkan pemain sayap lebih banyak menempati posisi A dan B sedang penyerang tengah lebih banyak menempati posisi C. Untuk itu posisi kiper harus tepat serta keluar dari sarangnya. kiper harus sigap untuk memotong bola. Di posisi C. berikan porsi yang lebih sesuai posisi masing-masing pemain. ditempatkan gawang kecil dari cones. B. maupun C. B untuk bertahan jarak jauh dan C untuk bertahan di belakang punggung penyerang. perhatikan diagram-diagram di bawah ini berikut keterangan singkatnya: Latihan 1 Keterangan:  Latihan A adalah untuk jarak dekat. Di posisi A. Sebagai variasi. Biarkan pemain bergiliran menempati posisi A. mereka diinstruksikan untuk mendribel bola melalui gawang kecil tersebut. Di belakang pemain menyerang baik di posisi A. biarkan pemain berlatih sebanyak mungkin sesuai situasi yang sering terjadi saat bertanding! Untuk latihan A dan C diperlukan orang ketiga yang bertugas mengumpan bola kepada penyerang. instruksikan bek untuk mengumpan bola secara mendatar ke dalam gawang kecil apabila mereka berhasil merebut bola dari kaki penyerang. Artinya. Bila bek berhasil merebut bola. Logikanya simple. Umpan 1 tidak berbahaya bahkan menguntungkan bek karena memberi waktu pada bek lain untuk turun membantu. biarkan bek sayap lebih banyak berlatih di posisi A dan B sedang bek tengah lebih banyak berlatih di posisi C.

Dengan bergesernya pemain. Taktik grup yang akan dibahas di sini adalah taktik grup saat bertahan. bagi penyerang. Pemain menyerang cukup diberikan instruksi singkat di awal latihan. Pemain perlu diberikan pengertian bahwa mendobel lawan atau menciptakan situasi menang jumlah adalah tujuan pergeseran! Seperti sudah di bahas sebelumnya. Latihan ini dimaksudkan untuk melatih pemain mengulur waktu. 123 . Yang dimaksud dengan taktik grup adalah pencapaian sebuah tujuan secara bersamasama. mendobel lawan (menang jumlah). Dengan kata lain.  Beberapa menit kemudian lakukan latihan B. Pada latihan B. 3 v 2. dalam sepak bola modern pemain dituntut untuk bergeser secara bersama-sama (sebagai sebuah unit) ke arah bola. beberapa pemain melakukan sesuatu dengan maksud dan tujuan tertentu secara bersama-sama. Artinya setelah tiga detik. Untuk situasi seperti inilah pemain perlu dilatih cara-cara mendobel lawan. 2 v 3 atau kalah jumlah serta bertahan berempat 4 v 4 (sama jumlah). Selebihnya. Perlu diingat. apabila tujuan Anda adalah melatih pertahanan. latihan ini melatih pemain untuk cepat melakukan penyelesaian ke arah gawang. Sebaliknya. bek mendapat bantuan setelah beberapa detik (tiga detik misalnya). berikan instruksi khusus kepada pemain-pemain bertahan saja! 2. Bertahan secara grup umumnya dibagi menjadi tiga bagian. Langkah kedua : taktik grup I – Mendobel lawan (2 v 1) Langkah kedua saat mengajarkan sistem 4-4-2 yang benar adalah mengajarkan taktik grup. terjadi situasi menang jumlah di daerah letak bola. Jangan bosan mengoreksi karena ini adalah dasar ilmu pertahanan. Lakuka n k oreksi a pa bila penempatan posisi pemain salah. pada awalnya lakukan latihan A. dua pemain bertahan datang membantu sehingga terjadi situasi yang menguntungkan. maka berkonsentrasilah pada pemain bertahan.Latihan 2 Keterangan:  Untuk latihan 1 v 2. Latihan ini dimaksudkan guna melatih penempatan posisi yang ideal.

Apabila usahanya gagal dia tahu bahwa masih ada pemain pelapis yang bisa meredam pemain lawan tadi. Sebagai variasi. berikan instruksi hanya pada tim bertahan. bek pertama bisa benarbenar agresif atau ngotot dalam usahanya merebut bola.2 v 3 Saat melatih 2 v 3 perhatikan beberapa coaching points di bawah ini:  Pemain bertahan harus selalu saling melapis (saling mengamankan). Langkah ketiga : taktik grup II. misalnya. Saat tidak ada permain pelapis (1 v 1) tugas bek adalah menggiring penyerang ke garis samping lapangan atau ke arah posisi teman. Ada pembagian tugas yang jelas. Dua pemain dilatih mendobel lawan. kedua pemain bertahan tidak merebut bola secara bersama-sama. Tim yang kalah harus membereskan peralatan latihan. Sekali lagi. bek pertama bisa mulai mencurahkan tenaganya untuk merebut bola. Untuk jelasnya perhatikan diagram di bawah ini: 124 . biarkan pemain pelapis datang sedikit terlambat. Setelah beberapa waktu gantilah peran kedua tim. Contoh latihan mendobel lawan: Keterangan: Bola dikuasai pemain . Dengan kata lain. Dengan demikian bek sekaligus dilatih 1 v 1 sedangkan pemain pelapis dilatih untuk memberikan instruksi “rebut” saat ia telah siap melapis! 3. Pelanggaran akan memberikan waktu dan tempat kepada penyerang yang sebelumnya tidak dimilikinya! Pemain pelapis selalu menempatkan posisinya di antara bola dan titik tengah gawang (invisible line ) dengan pertimbangan keamanan. Dengan kata lain. pemain pelapis harus memberikan instruksi! Jangan lakukan pelanggaran! Situasi 2 v 1 atau bahkan lebih (3 v 1) begitu menguntungkan bek. kini menyerang. Biasakan selalu menciptakan situasi kompetisi atau bersaing saat latihan. Begitu pemain pelapis memberikan instruksi “rebut” tanda dia telah siap untuk melapis. atau dihukum push up. Karena ada pemain pelapis. Kuncinya.Prinsip dasar saat mendobel lawan:     Satu pemain bertugas merebut bola sedang pemain lainnya berfungsi sebagai pelapis. Bertahanlah secara bersama-sama sebagai grup. satu menekan bola dengan agresif sedangkan pemain lainnya berjaga-jaga di dekatnya kalau-kalau pemain lawan berhasil lepas dari kawalan pemain bertahan pertama. hindari bertahan secara sendiri-sendiri. merebut bola dari lawan lalu dengan cepat melakukan penyelesaian.

Keterangan: Terlihat jelas bahwa pemain A bergeser sesuai letak bola sedang pemain B melapis/ mengamankan pemain A. Prinsip mengamankan rekannya ini juga berlaku bagi kiper. Kiper hendaknya keluar dari sarangnya guna memotong umpan-umpan terobosan.

Pemain bertahan yang melapis/mengamankan (pemain B) bertugas menutup umpanumpan ke jantung pertahanan. Dengan demikian pemain lawan ´diundang‘ untuk melakukan umpan menyamping. Umpan semacam ini menguntungkan karena memberi waktu pada pemain bertahan lain untuk datang membantu.  Untuk memberi waktu kepada pemain bertahan lain untuk datang membantu, pemain A dan B harus sedikit demi sedikit mundur ke belakang. Kecepatan mundurnya pemain bek bergantung pada kecepatan majunya penyerang lawan. Sering terjadi kesalahan dalam hal ini; bek tidak bergerak mundur atau kurang cepat dalam bergerak mundur sehingga lawan bisa menyelip/melewati bek dengan mudah. Sebaliknya, terlalu cepat mundur juga berbahaya karena akan memberikan ruang tembak bagi penyerang.  Saat bola berada di bagian tengah lapangan letak posisi kedua bek adalah seperti terlihat pada diagram berikut: Keterangan: Pemain A menutup sisi kuat pemain yang menguasai bola. Artinya, sesuai contoh diagram, pemain A menempatkan dirinya di sebelah kanan penyerang karena kaki kanan adalah sisi kuat penyerang tersebut. Umumnya kaki yang digunakan untuk menggiring bola adalah kaki atau sisi kuat pemain tersebut. Perlu diingat, pemain A tidak berusaha merebut bola, melainkan hanya mencoba mengulur waktu dengan cara turun ke belakang secara bertahap ( s e s ua i k e c e pa ta n l aw a n) dan ´mengundang´ lawan untuk melakukan umpan ke arah samping.  Apabila penyerang melakukan overlap run, perhatikan diagram di bawah ini: Keterangan: Penyerang B yang melakukan overlap run diikuti pergerakannya oleh bek yang berposisi menjorok ke depan (dalam hal ini pemain D). Pemain D bergerak diagonal ke belakang agar mampu mengamankan umpan terobosan yang berbahaya. Pemain E ikut bergerak ke belakang-samping guna mengamankan daerah tengah pertahanan. Dengan demikian penyerang A tidak bisa menerobos ke arah gawang melainkan
125

´diundang´ untuk memberikan umpan kepada C. Umpan kepada C (menyamping) tidak berbahaya dan mengulur waktu sehingga pemain bertahan lain ada waktu untuk datang membantu. Umpan ke C (ke daerah) harus diantisipasi kiper dengan cara menempatkan diri dengan benar.

Contoh latihan 2 v 3 Latihan 1
Keterangan: Tim putih di bagian bawah diagram dituntut mencetak gol dalam waktu kurang dari sepuluh detik. Tim merah berusaha merebut bola untuk kemudian diumpankan pada tiga rekannya di garis tengah lapangan. Kini tim merah bermain 3 v 2 melawan tim putih di bagian atas diagram. Begitu seterusnya. Setelah beberapa menit biarkan pemain beristirahat secara aktif (jogging santai atau menjogling bola bertiga). Peraturan off side tentu saja berlaku seperti biasa.

Latihan 2
Keterangan: Tim putih menguasai bola dan dituntut untuk secepat mungkin melakukan penyelesaian akhir. Tim merah awalnya bermain 2 v 3, akan tetapi beberapa detik kemudian ada tambahan dua pemain bertahan sehingga terjadi situasi 4 v 3. Pemain bertahan C dan D yang ditempatkan 5-10 meter di belakang penyerang diperbolehkan turun membantu begitu bola bergulir.

4. Langkah ke empat : taktik grup III- bertahan berempat (4 v 4)
Langkah berikutnya adalah membiasakan pemain bekerja sama sebagai sebuah rantai yang terdiri dari empat mata rantai. Beberapa coaching point penting saat melatih bertahan secara rantai dengan empat pemain adalah sebagai berikut: 1. Arah lari bek tidak boleh saling menyilang. Penjagaan pemain lawan harus diserahkan
126

kepada bek yang berdiri lebih dekat dengan posisi baru penyerang. Ini adalah perbedaan utama antara sistem 4-4-2 atau 4-3-3 modern bila dibandingkan dengan cara bermain man to man marking. 2. Ke empat bek harus bergerak secara bersama-sama ke arah letak bola tanpa merenggangkan jarak antar pemain (kira-kira sepuluh meter) sehingga terjadi situasi menang jumlah di sisi lapangan tempat bola berada (lihat diagram). 3. Saling memberikan instruksi mutlak harus dilakukan semua pemain! 4. Sebagai pedoman, rangkaian posisi pemain seharusnya menyerupai sebuah pisang! (Lihat diagram). 5. Apabila bola berada di bagian tengah lapangan salah satu pemain (sesuai diagram pemain B) maju ke depan guna merebut bola. Ketiga bek yang lain bergerak lebih jauh ke dalam sehingga pertahanan tetap compact (lihat diagram). Penting: ketiga pemain bertahan harus menjaga lini sehingga peraturan off side bisa dipergunakan (sesuai contoh diagram, pemain A, C dan D harus membentuk garis lurus).

Untuk jelasnya perhatikan kedua diagram di bawah ini: Diagram 1 Diagram 2 Keterangan:

Pada diagram 1, pemain A menggiring penyerang lawan ke arah luar. Pemain B bertindak sebagai pemain pelapis, sedang pemain C dan D ikut bergeser ke arah bola tanpa kehilangan keketatan antar mata rantai. Pemain A, B, C dan D membentuk sebuah pisang. Pada diagram 2, pemain B maju ke arah pemain yang menguasai bola karena letak pemain tersebut paling dekat dengan pemain B. Terbentuk sebuah segi tiga antara pemain A, B dan C. Pemain A dan D bergeser ke tengah sehingga keketatan antar mata rantai menjadi lebih ketat lagi.

127

“Bekukan” latihan di saat yang tepat guna mengoreksi arah lari dan penempatan posisi pemain bertahan. instruksikan penyerang untuk be nar -b e nar b er usa ha mencetak gol. Barisan pertahanan berusaha merebut bola lalu mendribel atau mengumpan bola ke salah satu dari kedua gawang kecil dari cones yang tersedia. pelatih harus jeli dalam melihat kesalahan-kesalahan yang terjadi. Setelah beberapa waktu. 128 . Apabila sesuai diagram penyerang 9 dijaga oleh 4. hanya saja kini tempatkan seorang pemai n lawan sebagai penyerang tengah (9). Selang beberapa waktu biarkan penyerang betul-betul berusaha mencetak gol. Keterangan: Sama seperti latihan 1. Latihan 2. Penting: Latihan ini menuntut dipraktikkannya semua prinsip yang telah dibicarakan sejauh ini! Oleh karena itu. Keempat bek dilatih untuk bergeser ke kiri dan ke kanan membentuk pisang dan sesekali membentuk segi tiga di bagian tengah lapangan. Barisan bek harus membiasakan menyerahkan tanggung jawab atas penyerang tengah (9) dengan saling memberikan instruksi. pemain 5 bertugas menjaga gelandang serang 10 apabila 10 mendribel bola ke arah gawang.Contoh latihan untuk 4 vs 4: Latihan 1. Di saat yang sama barisan pertahanan tetap harus bergeser ke arah letak bola. Keterangan: Pemain putih menyerang dii ns tr uk si ka n untuk mengumpankan bola dari kaki ke kaki.

pemain lawan tidak bisa terjaga dengan baik dikarenakan perpindahan tanggung jawab pengawalan tidak berlangsung dengan baik. fokus latihan kini diarahkan pada keketatan posisi antar pemain di dalam lini dan keketatan posisi pemain antarlini.Empat pemain bertahan ditambah dua gelandang bertahan (6 v 5 atau 6 v 6) Setelah latihan taktik individu dan latihan taktik grup dilakukan secara saksama. Tugas pemain 4 dilimpahkan kepada bek tengah 5. Langkah ke lima: Taktik tim I. seperti yang sudah dibahas sebelumnya. pemain bek sayap 3 bergeser menjaga 7. Striker 9 yang tadinya dijaga bek tengah 5 kini dikawal oleh bek sayap kiri 3. Gelandang bertahan 6 dan 10 tentu saja ikut bergeser. Perhatikan posisi ideal pemain-pemain bertahan saat bola berada di sayap sesuai diagram di bawah ini: Keterangan: Pemain 2 dan 6 mendobel ( 2 v 1) pemain sayap kiri lawan (8). Bila bola sampai pada 7. "jaga nomor 11". Selain itu. Dengan bergabungnya dua gelandang tengah. Bila pemain tidak saling memberikan instruksi. "punyaku”. Perhatikan juga bahwa penempatan posisi pemain 5 sesuai gambar adalah di belakang pemain 11 (sisi gawang!). Ke empat pemain bek harus selalu berdiri dengan compact! Dengan kata lain. dengan adanya penempatan posisi yang compact pemain bertahan akan bisa menciptakan situasi menang jumlah di daerah letak bola (flooding the ball). Pemain 3 sekaligus bertugas mengawasi pergerakan gelandang sayap kanan lawan (7). Cara pengajaran taktik tim itu sendiri bisa dilakukan dalam beberapa jenjang. 129 . Saat melatih taktik secara tim. Bandingkan dengan diagram selanjutnya di mana pemain 5 harus lebih muncul. Biasakan pemain menyerukan instruksi-instruksi seperti "jaga dia” . jarak antar barisan bek dan barisan gelandang bertahan harus selalu ketat. langkah metodis berikutnya adalah berlatih taktik bertahan secara tim. Tujuannya tentu saja adalah menyulitkan lawan menemui celah-celah yang bisa digunakan untuk melakukan kombinasi permainan. Jenjang berlatih taktik bertahan secara tim pertama adalah membiasakan barisan pertahanan bekerja sama dengan kedua gelandang tengah (pemain 6 dan 10).5. Saling memberikan instruksi (bahkan bisa dikatakan saling melatih) begitu penting artinya dalam sepak bola modern karena pengawalan lawan tidak lagi melulu berlangsung secara man to man. Bek tengah (4) meninggalkan striker lawan 11 untuk bersiap membantu mengawal sisi kanan pertahanan (daerah bergaris). kini gelandang bertahan 10 yang ganti membantu bek sayap 3. Pemain 4 kembali bergeser menjaga 11 dan pemain 5 kembali menjaga 9. "ikuti dia” atau "biarkan dia”. Dua jenjang utama akan dibahas di sini. selalu tekankan pentingnya komunikasi antar pemain.

Posisi pemain 4 dan 5 harus sedikit muncul dari belakang striker lawan 9 dan 11. 5 dan 3). Ini penting guna: (1) bisa melihat bola. maka bek tengah 4 harus mengikuti pergerakan striker lawan 11! Di saat yang sama pemain 2 dan 5 bergerak masuk sehingga terbentuk segitiga (2. dan (3) menjaga daerah yang paling berbahaya yakni jantung pertahanan (daerah bergaris). 4 dan 5). Pemain 3 dan 4 seperti biasa bergeser masuk sehingga terjadi segitiga (4. (2) bila ada kesempatan bisa merebut bola sebelum bola dikuasai striker lawan. Diagram 2 Keterangan: Apabila salah satu striker lawan (misalnya pemain 11) datang membantu pemain yang menguasai bola. Pemain 3 juga ikut masuk mengawal striker lawan 9 sekaligus mengawasi pergerakan sayap kanan lawan (7). Diagram 3 Keterangan: Apabila gelandang lawan (10) tidak bisa didobel dengan baik oleh pemain 6 dan 10 (karena kurangnya agresivitas atau tidak cukup waktu untuk datang mengahampiri pemain lawan 10). Pemain 6 130 . maka situasi yang kerap terjadi adalah sesuai diagram di atas. Bola diumpankan kepada striker 9.Perhatikan posisi ideal pemain bertahan saat bola berada di tengah sesuai diagramdiagram berikut ini: Diagram 1 Keterangan: Pemain gelandang 6 dan 10 mendobel lawan di tengah. Bila ini terjadi bek tengah 5 harus ikut maju mengikuti pergerakan striker lawan 9 sehingga pengawalan tetap ketat.

Selanjutnya pelatih menginstruksikan di mana lawan akan mulai ditekan dan bagaimana.dan 10 harus terus ikut bermain dengan cara mendobel ke belakang. Ada baiknya sisi positif dan negatif masing-masing letak menekan dibahas di sini. banyak kelebihan formasi 3-5-2. Ada begitu banyak pandangan tentang sepak bola. lawan sering terpaksa melepaskan umpan-umpan jauh yang sangat mudah untuk dimentahkan. Tanpa adanya seorang pelatih yang memegang kendali. karena itu harus ada instruksi-instruksi yang jelas kepada pemain tentang bagaimana tim akan bermain. Di mana menekan lawan? Seperti yang sudah dibahas sebelumnya. striker lawan 9 ditekan oleh 3 pemain (6. penempatan posisi yang compact. selalu sama. jarak antara bola dan gawang lawan relatif dekat!  Lawan langsung ditekan sehingga tidak memiliki waktu. Artinya. tapi prinsip-prinsip seperti bergerak secara bersama-sama ke arah bola. menekan lawan bisa dilakukan di depan (forechecking). pembentukan segitiga seperti yang diilustrasikan di atas. Masing-masing formasi dan cara bermain sepak bola mempunyai kelemahan dan kelebihannya masing-masing. a. Instruksi pelatih yang pertama adalah menetapkan formasi bermain. bukan formasi! Untuk kepentingan standarisasi telah ditentukan penggunaan formasi 4-4-3 hingga umur 15 tahun. formasi 3-5-2 tidak melulu jelek. Sebaliknya. Langkah ke enam : Taktik tim II-bermain 11 v 11 sebagai satu kesatuan tim yang utuh Menentukan formasi bermain Menentukan taktik tim dimulai dengan ditetapkannya sebuah formasi bermain. Dengan demikian. sehingga apabila bola berhasil dicuri. tempat dan ketenangan yang dibutuhkan dalam mengatur serangan. instruksi seorang pelatih sangat menentukan. Formasi 4-4-2 dan 4-4-3 tidak luput dari kelemahan. di lapangan tengah (midfield pressing) atau di daerah pertahanan sendiri (fall back). Pemain yang membangkang (melakukan apa yang ia sendiri anggap benar) atau tidak mampu melakukan instruksi (karena skill yang kurang mumpuni . kurang pengertian akan taktik atau buruknya kondisi) tentu saja harus dibangkucadangkan. permainan akan kacau-balau karena masing-masing pemain melakukan apa yang ia anggap baik dan benar. semua pemain berusaha untuk melakukan hal yang sama! Oleh karena itu. 10 dan 5)! Penting: Situasi boleh berbeda. serta mendobel pemain yang menguasai bola.  Karena merasa tertekan. Forechecking: Kelebihan:  Dekat gawang lawan. saling memberikan instruksi saat menyerahkan tanggung jawab pengawalan pemain lawan. Yang menentukan adalah adanya organisasi yang baik. 6. Landasan organisasi yang baik adalah bergeraknya pemain secara bersama-sama.  Tim yang lemah akan semakin lemah (tidak berkembang permainannya) sedang 131 .

15 tahun diajarkan 4-3-3.tim yang hebat penguasaan bolanya akan diredam kemampuannya.  Posisi pemain sangat compact sehingga sulit ditembus lawan. atau saat bermain dengan 10 atau 9 pemain saja) karena mengandung risiko yang termasuk tinggi. Oleh karena itu. Fall back: Kelebihan:  Sebuah strategi yang menjanjikan apabila lawan jelas menang kelas.  Jarak antara bola (saat berhasil merebut bola) dan gawang lawan sangat jauh. saat teringgal atau saat lawan terkena kartu merah) saja.  Bila ada pemain belakang lawan yang lemah. sistem ini tepat untuk digunakan di saat-saat kondisi pemain telah terkuras.  Kalau ada yang berjalan tidak sebagaimana mestinya.  Bila sedikit saja pemain kehilangan keawasannya akan tercipta celah-celah yang berbahaya. taktik forechecking hendaknya hanya diterapkan untuk sementara waktu (tidak 90 menit) dan di saat-saat tertentu (saat tendangan penjuru.  Terkadang organisasi pemain kurang baik. Di atas 15 tahun pemain boleh diajarkan 4-4-2 atau formasi lain asal prinsip-prinsip sepakbola modern diterapkan. Untuk usia 12 . Sedang taktik fall back juga hanya bisa diterapkan di saat-saat tertentu (di akhir pertandingan saat mengamankan keunggulan.  Sangat menguras tenaga dan konsentrasi. di awal babak ke satu dan dua. 132 . Kelemahan:  Cara bermain seperti ini membosankan penonton apabila diterapkan sepanjang pertandingan.  Secara taktis. sistem menekan ini termasuk sistem yang negatif karena cenderung menunggu lawan tanpa memberikan tekanan kepada lawan. karena serangan yang dilakukan hanya sebatas serangan balik. Kekurangan:  Umpan jauh ke belakang barisan pertahanan sendiri sangat berbahaya. Dengan menerapkan strategi fall back pemain memeroleh waktu untuk kembali berkonsentrasi atas tugas dan posisinya masing-masing. taktik midfield pressing paling cocok untuk digunakan di saat-saat normal dan untuk jangka waktu lama. kelemahan tersebut bisa digunakan untuk merebut bola.  Strategi yang sangat menyulitkan bagi striker tim itu sendiri. Caranya pemain tim lawan dipancing untuk memberikan umpan kepada pemain lemah tersebut untuk kemudian ditekan secara agresif. situasi yang tercipta sangat berbahaya karena jarak antara bola dan gawang sendiri sangat dekat. Dengan demikian.  Tidak begitu menguras tenaga karena pemain sebatas berreaksi terhadap lawan tanpa harus mengejar bola atau menekan lawan. Kesimpulan: Karena menguras tenaga.  Strategi yang baik guna mempertahankan kemenangan di akhir pertandingan. Bisa dikatakan midfield pressing adalah jalan tengah atau hasil kompromi kedua sistem menekan yang lain. b.

Di sini faktor keamanan diutamakan sehingga pemain diinstruksikan untuk menggiring pemain ke arah garis tepi lapangan. midfield pressing cukup menguras tenaga. ke depan.Sebagai contoh. 133 . tapi bukan berarti sistem-sistem lainnya dikesampingkan. Jumlah menit dipakainya masing-masing sistem menekan tentu saja berbeda di setiap pertandingan sesuai dengan situasi pertandingan tersebut. contohnya. Idealnya sebuah tim mampu menerapkan semua sistem menekan. kebanyakan tim dunia saat ini mengutamakan sistem midfield pressing. instruksikan pemain untuk menempati posisi mendetail masing-masing secara tepat termasuk memperhitungkan ke mana lawan hendak digiring. terkadang 10 menit mereka melakukan forechecking. maka langkah berikutya adalah membiasakan pemain berlari secara bersama-sama ke arah bola tanpa kehilangan posisi yang compact. Setelah beberapa waktu. lalu forechecking lagi di akhir babak. Awalnya cukup instruksikan pemain untuk bergeser ke samping. Terbentuknya dua baris menyerupai pisang bisa digunakan sebagai pedoman saat mengoreksi posisi pemain. Sistem ini diutamakan. banyak juga pelatih di Eropa menginstruksikan pemainnya untuk menggiring ke bagian tengah lapangan kecuali di bagian sepertiga lapangan bagian pertahanan. Pertimbangannya di bagian tengah lapangan lebih mudah tercipta situasi 2 v 1. menerapkan semua sistem menekan dalam satu pertandingan. dan diagonal secara garis lurus. (Latihan ini bisa juga digunakan untuk berlatih kondisi. tapi tidak sebanyak forechecking. bahkan 3 v 1. Tapi akan banyak juga pelatih yang menginstruksikan pemainnya untuk menggiring lawan ke bagian tengah lapangan. Selain itu garis tepi lapangan bisa digunakan sebagai “teman” atau partner guna mendobel lawan. Untuk latihan bergeser ke arah bola lakukan latihan-latihan di bawah ini: Latihan 1 Keterangan: Pelatih menginstruksikan arah pergeseran. Logikanya gampang saja: daerah samping lapangan relatif tidak berbahaya (letak gawang adalah di tengah!). Dengan demikian latihan kondisi dan taktik digabung menjadi satu!). Setelah pelatih menentukan serta menerangkan taktik-taktik pilihannya kepada pemain. Menurut pengamatan saya. kemudian 30 menit midfield pressing yang diselingi dengan dua kali lima menit fall back guna menghemat tenaga. Oleh karena itu. tapi biasanya ketiga sistem terpakai dalam sebuah pertandingan! Bagaimana menekan lawan? Umumnya pelatih tim-tim dunia menginstruksikan pemainnya untuk menggiring pemain lawan yang menguasai bola ke arah pinggir lapangan. FC Barcelona.

Latihan 2 Keterangan: Tim putih hanya mengumpankan bola dari kaki ke kaki tanpa langsung berusaha mencetak gol. biarkan tim merah mengumpankan bola dari kaki ke kaki terlebih dahulu tanpa berusaha mencetak gol ke salah satu gawang dari cones. Tim merah bergeser sesuai letak bola dan melakukan semua prinsip yang telah dijabarkan sebelumnya. lakukan latihan 9 v 8 ini: Latihan 3 Keterangan: Kiper merah memulai per mai nan dengan mengumpankan bola ke bek tengah (sesuai diagram). Perhatikan arah pergeseran dan penempatan posisi pemain-pemain tim putih dan lakukan p e n y e s u a i a n / pembenaran bila perlu. Untuk latihan mengganggu lawan saat membangun serangan serta berlatih menggiring lawan. Baru kemudian permainan sesungguhnya dimulai. 134 . Tim putih bertugas mengganggu tim saat membangun serangan. Sebagai variasi awal. Baru setelah bebarapa waktu biarkan putih dan merah bermain lepas dengan instruksi kepada tim putih untuk bertahan sesuai diagram saat kehilangan bola.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.