P. 1
Pengetahuan Tentang Mobil Bensin Dan Mobil Diesel

Pengetahuan Tentang Mobil Bensin Dan Mobil Diesel

|Views: 44|Likes:
Published by Desy Mawarni

More info:

Published by: Desy Mawarni on Dec 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/31/2013

pdf

text

original

PENGETAHUAN TENTANG MOBIL BENSIN DAN MOBIL DIESEL

Sabtu, 06 November 2010
otomotife
Proses Kerja Mesin

Seperti kita ketahui bahwa mesin mobil (bensin/diesel)merupakan Reciprocating Engine yaitu mesin yang cara kerjanya berdasarkan pada turun–naiknya piston untuk menghasilkan tenaga. Pengubahan bahan bakar menjadi tenaga dilakukan melalui proses pembakaran, oleh karena itu mesin ini disebut dengan motor bakar. Dalam sejarah pengembangannya kita mengenal 2 macam motor bakar, yaitu : 1) Motor atau mesin bakar luar (External Combustion Chamber) yaitu mesin atau motor yang proses pembakaranya terjadi diluar mesinnya, contohnya : a) Mesin Uap b) Turbin Uap 2) Motor atau mesin bahan bakar dalam (Internal Combustion Camber), yaitu mesin atau motor yang proses pembakaranya terjadi didalam mesinnya sendiri, contohnya : a) Mesin Diesel b) Mesin Bensin Ada 3 kondisi (syarat) yang harus dipenuhi oleh suatu mesin agar dapat hidup atau berputar, yaitu: 1) Adanya campuran bahan bakar dan udara yang sesuai. 2) Adanya tekanan kompresi yang cukup (memadai). 3) Adanya pengapian yang tepat. Dalam proses perubahan dari bahan bakar menjadi tenaga, terdapat 2 cara proses kerja mesin yaitu : proses 4 langkah dan proses 2 langkah.. 1. Motor 4 langkah (4 Stroke Engine) Dalam proses kerjanya untuk menghasilkan 1(satu) usaha/tenaga memerlukan 4 kali langkah piston yaitu : langkah hisap (intake stroke), langkah kompresi compression stroke), langkah usaha (expansion stroke), dan langkah buang (exhaust stroke).

2. Motor 2 Langkah (2 Stroke Engine) Dalam proses kerjanya untuk menghasilkan 1 (satu) usaha/tenaga memerlukan 2 kali langkah piston.

4 Langkah Engine Siklus Kerja Mesin 4 Langkah (lihat animasi diatas) 1) Langkah hisap (1) Pada langkah ini intake valve terbuka dan exhaust valve tertutup. Piston bergerak dari TMA (Titik Mati Atas) → TMB (Titik Mati Bawah) sehingga campuran bahan baker dan udara masuk kedalam ruang bakar. Sesaat sebelum piston mencapai TMB, intake valve mulai tertutup. 2) Langkah kompresi (2) Pada langkah ini kedua valve dalam keadaan tertutup. Piston bergerak dari TMB → TMA sehingga gas yang sebelumnya telah dihisap, terkompresi sehingga tekanan dan temperaturnya naik. 3) Langkah Usaha (3) Beberapa derajat sebelum piston mencapai TMA, busi (spark plug) mengeluarkan loncatan bunga api listrik sehingga gas yang telah terkompresikan akan terbakar dan meledak sehingga piston akan terdesak menuju TMB. Inilah saat dimana hasil pembakaran akan diubah menjadi

tenaga putar pada crankshaft melalui connecting rod. Sesaat sebelum piston mencapai TMB, exhaust valve mulai terbuka. 4) Langkah buang (4) Pada langkah ini intake valve tertutup dan exhaust valve terbuka. Piston bergerak dari TMB → TMA. Gas hasil pembakaran terdorong keluar melalui exhaust manifold. Sesaat piston mencapai TMA, exhaust valve mulai tertutup dan intake valve mulai terbuka. Pada saat inilah yang disebut dengan over lapping dimana kedua valve akan terbuka secara bersamaan.

Spesifikasi Mesin (Berdasarkan Susunan Silinder) In-line (Straight Type) Silinder-silinder disusun dalam satu baris, tipe ini banyak digunakan karena konstruksinya sederhana.

V Type Blok silinder berbentuk V (V-Shape). Ciri mesin ini adalah tinggi dan panjang mesin lebih sedikit dibanding jenis mesin lainnya.

.Horizontally Opposed Type Silinder-silinder disusun horizontal dan berlawanan satu sama lainnya.

. Campuran udara-bagan bakar masuk ke silinder melalui katup masuk.Mekanisme Katup Mesin 4 langkah mempunyai satu atau dua katup masuk dan katup buang pada setiap ruang bakarnya. penenpatan chamshaft-nya pada cylinder block dibantu dengan valve lifter dan push rod antara rocker arm. dan gas bekas keluar melalui katup buang. Berikut ini tipe mekanisme katup yang banyak dibuat oleh pabrik Over Head Valve (OHV) Mekanisme katup ini sederhana dan tahan lama. Mekanisme yang membuka dan menutup katup-katup ini disebut dengan mekanisme katup.

yang langsung menggerakkan rocker arm tanpa melalui lifter dan push rod. Jenis mesin ini sedikit lebih rumit dibandingkan dengan OHV.Over Head Camshaft (OHC) Camshaft ditempatkan diatas kepala cilinder dan cam. Kemampuannya pada kecepatan tinggi cukup baik. karena katup-katup membuka dan menutup lebih tetap pada kecepatan tinggi Double Over Head Camshaft (DOHC) . namun tidak menggunakan lifter dan push rod sehingga berat bagian yang bergerak menjadi berkurang. Camshaft digerakkan oleh poros engkol melalui rantai atau tali penggerak.

. Long stroke engine : yaitu yang langkah pistonnya lebih panjang dari pada diameter silinder. piston dan O-Ring tingkat keausannya dapat berkurang dengan menggunakan square engine atau over-square engine. karena itulah jenis mesin ini banyak dipakai pada mobil penumpang.Dua camshaft ditempatkan pada kepada silinder. sehingga berat komponen menjadi berkurang. Artinya. cylinder. 3. satu untuk menggerakkan katup masuk dan yang lainnya untuk menggerakkan katup buang. Short Stroke : yaitu mesin yang langkah pistonnya lebih pendek dari diameter silinder Pada kecepatan mesin yang sama (rpm sama) kecepatan piston pada square engine atauover-square engine lebih rendah dari pada long stroke engine. Camshaft membuka dan menutup katup-katup secara langsung tanpa menggunakan rocker arm. Square Engine : yaitu mesin yang langkah pistonnya sama dengan diamter silinder. 2. 1. proses membuka dan menutup katup menjadi lebih presisi pada putaran tinggi. Cylinder Bore dan Piston Stroke Mesin dapat digolongkan menjadi 3 golongan melalui perbandingan langkah piston dengan diameter lubang cylinder.

D2 x L x N 4 . CATATAN : Total piston displacement dari sebuah mesin dapat dihitung sebagai berikut : π V = -------.Piston Displacement Volume langkah (piston displacement) atau disingkat displacement adalah jumlah volume dari TMA ke TMB (untuk mesin yang cylindernya lebih dari satu disebut dengan total displaecment). karena campuran udara dan bahan bakarnya lebih banyak. Umumnya semankin besar displament-mua maka semakin besar pula tenaga mesinya.

Perhitungannya adalah sebagai berikut .= 0. V1 = Volume langkah V2 = Volume langkah piston Contoh : V1 + V2 = 32 cc + 315 cc . Dengan kata lain perbandingan silinder dengan piston pada posisi TMB (V2) dengan volume ruang bakar dengan piston diposisi TMA (V1).14159) V = piston displament D = diameter cylinder L = Langkah pispon N = Jumlah Cylinder Perbandingan Kompresi Perbandingan kompresi adalah seberapa banyak campuran udara bahan bakar yang dihisap dikompresikan dalam silinder selama langkah kompresi.7854 x D2 x L x N Π = perbandingan keliling lingkaran terhadap garis tengah lingkaran tersebut (=3.

---------- = ------------------ = 10.8 V1 V1 Jadi perbandingan kompresinya adalah = 10.8 : 1 Selanjutnya perbandingan kompresi yang lebih tinggi menghasilkan tekanan gas pembakaran yang lebih besar pula, dan menghasilkan output yang besar. Pada umumnya perbandingan kompresi ialah antara : 6 - 12 : 1 untuk mesin bensin, dan antara 15 - 22 : 1 untuk mesin diesel.

KONSTRUKSI MESIN BENSIN Mesin bensin terdiri dari mesin itu sendiri dan berbagal macam alat bantu lainnya. Sedang mesin itu sendiri terdiri dari, blok cylinder, kepala cylinder, piston, poros engkol, dan mekanisme katup. Alat bantu lainnya pada mesin dirancang untuk menopang kerja mesin. Diantaranya, pelumasan, pendinginan, pemasukan danpembuangan (intake and exhaust), bahan bakar dan sistem kelistrikan.

KOMPONEN MESIN BENSIN CYLINDER BLOCK 1. Konstruksi Cylinder block merupakan inti dari pada mesin, yang terbuat dari besi tuang. Terakhir ada beberapa blok cylinder yang dibuat dari paduan aluminium. Seperti diketahui bahwa bahan aluminium ringan dan dapat meradiasikan panas lebih baik daridibandingkan dengan besi tuang. Blok cylinder dilengkapi rangka pada bagian dinding luar untuk memberikan kekuatan pada mesin dan membantu meradiasikan panas. Cylinder block terdiri dart beberapa lubang tabung cylinder, yang di alamnya terdapat piston yang bergerak turun-naik. Cylinder-cylinder ditutup bagian atasnya oleh cylinder head yang sebelumnya dipasang gasket yang letaknya antara cylinder block dan cylinder head. Crankcase terpasang di bagian bawah cylinder block dan

poros engkol dan oil pan termasuk dalam crankscase. Poros nok juga diletakkan dalam blok cylinder; hanya pada tipe OHV (Over Head Valve). Pada mesin yang modern poros nok berada di dalam cylinder head, Cylinder-cylinder dikelilingi oleh mantel pendingin (water jacket) untuk membantu pendinginan. Perlengkapan lainnya seperti stater, alternator, pompa bensin, distributor dipasangkan pada bagian samping cylinder block.

2. Cylinder Tenaga panas (thermal energy) yang dihasilkan oleh pembakaran bensin dirubah ke dalam tenaga mekanik dengan adanya gerak naik-turun piston dalam tiaptiap cylinder. Mesin harus memenuhi kedua kebutuhan dengan tujuan untuk merubah tenaga panas menjadi energi mekanik seefisien mungkin yaitu : 1. Tidak boleh terdapat kebocoran campuran bahan bakar dan udara saat berlangsungnya kompresi. 2. Tahanan gesek antara piston dan cylinder harus sekecil mungkin. Oleh sebab itu pembuatan cylinder diperlukan ketelitian yang cukup tinggi.

CYLINDER HEAD 1. Konstruksi

Cylinder head yang terbuat dari paduan aluminium memiliki kemampuan pendingin lebih besar dibanding dengan yang terbuat dari besi tuang. cylinder head harus tahan terhadap temperatur dan tekanan yang tinggi selama mesin bekerja. Disamping itu memungkinan efisiensi saat pemasukan dan pembuangan (intake dan exhaust) lebih tinggi. Jenis Ruang Bakar Bentuk ruang bakar sangat berpengaruh dengan adanya penempatan dua buah katup dan busi. Oleh sebab itu umumnya cylinder head dibuat dari besi tuang.Kepala cylinder (cylinder head) ditempatkan dibagian atas cylinder block. Terakhir ini sudah banyak mesin yang cylinder head-nya dibuat dari paduan aluminium. tapi penempatan mekanis katupnya menjadi lebih rumit. Ini berarti panas yang hilang sedikit (efisiensi panasnya tinggi) dibanding dengan model lainnya. Pada bagian bawah cylinder head terdapat ruang bakar dan katup-katup. Ruang bakar model ini konstruksinya lebih sempurna. 2) Ruang Bakar Model Baji . 2. Pada cylinder head juga dilengkapi dengan mantel pendingin yang dialiri air pendingin yang datang dari cylinder head untuk mendinginkan katup-katup dan busi. Ada beberapa macam atau jenis ruang bakar yang umum digunakan 1) Ruang Bakar Model Setengah Bulat Ruang bakar model setengah bulat (Hemispherical Combustion Chamber) ini mempunyai permukaan yang kecil dibanding dengan jenis ruang bakar lain yang sama kapasitasnya.

Model ini selaincmemberikan efek semburan yang baik dan lebih cepat terbakar. . 4) Ruang Bakar Model Pent Roof Ruang bakar model pent roof ini umumnya digunakan pada mesin yang mempunyai jumlah katup hisap atau katup buang lebih dari 2 dalam tiap-tiap cylinder. dan biaya produksinya lebih rendah. tetapi saat pengisapan (intake) atau pembuangan (exhaust) kurang sempurna dibanding dengan jenis ruang bakar model setengah bulat. Bila dihubungkan ke titik pusat akan menyerupai atap suatu bangunan. Hal ini disebabkan diameter katupnya lebih kecil. 3) Ruang Bakar Model Bak Mandi Ruang bakar model bak mandi (Bathtup type combustion chamber) konstruksinya sederhana. yang disusun sedemikian rupa antara katup dan poros noknya. baik tegak atau mendatar. juga penempatan businya di tengah-tengah ruang bakar. Disebut model pent roof sebab membentuk segi empat.Ruang bakar model baji (wedge type combustion chamber) ini kehilangan panasnya juga kecil. konstruksi mekanisme katupnya lebih sederhana bila dibandingkan dengan ruang bakar model setengah bulat (hemispherical type).

Penyumbat oli (drain plug) letaknya dibagian bawah oil pan dan fungsinya untuk mengeluarkan oli mesin bekas. Umumnya gasket dibuat dari carbonclad sheet steel (gabungan carbon dengan lempengan baja) karbon itu sendiri melekat dengan graphite. Oil pan dibaut pada crank case dengan diberi paking seal atau gasket. BAK OLI (OIL PAN) Bagian bawah dari pada cylinder block disebut crank case. Selain itu juga dirancang sedemikian rupa agar oli mesin tidak akan berpindah (berubah posisi permukaannya) pada saat kendaraan berhenti secara tiba-tiba dan menjamin bekerjanya pompa oli tidak akan kekurangan oli pada setiap saat. air pendingin dan oli. fungsinya adalah untuk mencegah kebocoran gas pembakaran.CYLINDER HEAD GASKET Cylinder head gasket letaknya antara cylinder block dan cylinder head. dan keduanya berfungsi untuk mencegah kebocoran yang ditimbulkan antara cylinder block dan cylinder head. Bahan cylinder head gasket harus tahan panas dan tekanan dalam setiap perubahan temperatur. serta untuk menambah kemampuan melekat pada gasket. . Oil pan dibuat dari baja yang dicetak dan dilengkapi dengan penyekat (separator) untuk menjaga agar permukaan oli tetap rata ketika kendaraan pada posisi miring.

selain lebih ringan.PISTON 1. Piston terus-menerus menerima temperatur dan tekanan yang tinggi sehingga harus dapat tahan saat mesin beroperasi pada kecepatan tinggi dalam periode waktu yang lama. Celah Piston (Celah Antara Piston Dengan Cylinder) . Pada umumnya piston dibuat dari paduan aluminium. Konstruksi Piston bergerak turun naik di dalam cylinder untuk melakukan langkah hisap. kompresi. seperti digambarkan di bawah ini. pembakaran. 2. Fungsi utama piston untuk menerima tekanan pembakaran dan meneruskan tekanan untuk memutar poros engkol melalui batang piston (connecting rod). radiasi panasnya juga lebih baik dibandingkan dengan material lainnya. Nama bagian-bagian pada piston. dan pembuangan.

Pada saat piston menjadi panas akan terjadi sedikit pemuaian dan mengakibatkan diameternya akan bertambah. Untuk mencegah hal ini, pada mesin harus ada semacam celah yaitu jarak yang disediakan untuk temperatur ruang lebih kurang 25°C antara piston dan cylinder. Jarak ini disebut celah piston (piston clearance). Celah piston bervariasi dan tergantung dari model mesinnya, umumnya antara 0,02-0,12 mm. Bentuk piston agak sedikit tirus, diameter bagian atasnya lebih kecil dibandingkan dengan diameter bagian bawahnya. Selain itu celah piston bagian atasnya lebih besar dan bagian bawahnya lebih kecil. PENTING Ukuran celah piston berbeda-beda tergantung dari jenis mesinnya. Gunakan buku pedoman reparasl untuk mengukur celah pistonnya.

Celah piston penting sekali untuk memperbaiki fungsi mesin dan mendapatkan kemampuan mesin yang lebih baik. Bila celah terlalu kecil, maka akan tidak ada celah antara piston dan cylinder ketika piston panas, hal ini akan menyebabkan piston menekan dinding cylinder. Hal ini akan merusak mesin. Bila celah piston berlebihan, tekanan kompresi dan tekanan gas pembakarannya akan menjadi rendah, dan akan menurunkan kemampuan mesin.

3. Piston ring Pegas piston (piston ring) dipasang dalam alur ring (ring groove) pada piston. Diameter luar ring piston sedikit lebih besar dibanding dengan piston itu sendiri. Ketika terpasang pada piston, karena pegas piston sifatnya elastis

menyebabkan mengembang, sehingga menutup dengan rapat pada dinding cylinder. Pegas piston terbuat dari bahan yang dapat bertahan lama. Umumnya dibuat dari baja tuang spesial yang tidak akan merusak dinding cylinder. Jumlah pegas piston bermacam-macam tergantung jenis mesin dan umumnya 3 sampai 4 pegas piston untuk setiap pistonnya. Pegas piston mempunyai 3 peranan penting : 1. Mencegah kebocoran campuran udara dan bensin dan gas pembakaran yang melalui celah antara piston dengan dinding cylinder ke dalam bak engkol selama langkah kompresi dan langkah usaha. 2. Mencegah oil yang melumasi piston dan cylinder masuk ke ruang bakar. 3. Memindahkan panas dari piston ke dinding cylinder untuk membantumendinginkan piston.

PENTING Piston ring mempunyal tanda "1" atau "2". "1" dipasangkan pada bagian atas pegas (Top Ring) dan "2" terdapat pada ring kedua. Kedua pegas harus terpasang dengan permukaan tanda tersebut di bagian atas.

a). Ring Kompresi Pegas kompresi (compression ring) berfungsi untuk mencegah kebocoran campuran udara dan bensin, dan gas pembakaran dari ruang bakar ke bak engkol selama langkah kompresi dan usaha. Jumlah pegas kompresi ini ada beberapa macam. Umumnya 2 pegas kompresi terpasang pada masing-masing piston. Pegas kompresi ini disebut "top compression ring" dan "second compression ring". Tepi bagian atas pegas kompresi agak runcing dan bersentuhan dengan dinding cylinder. Maksudnya adalah untuk menjamin agar dapat menutup hubungan antara pegas dan cylinder. Selain itu juga untuk mengikis oli mesin dari dinding cylinder secara efektif. b). Pegas Pengontrol Oli (Oil Ring) Pegas pengontrol diperlukan untuk membentuk lapisan oli (oil film) antara piston dan dinding cylinder. Selain itu juga untuk mengikis kelebihan oli untuk mencegah masuknya oli ke dalam ruang bakar. Pegas oli ini disebut pegas ketiga (third ring). Ada dua tipe pegas pengontrol oil, tipe integral dan tipe three piece yang sering digunakan. Celah Ujung Pegas Pegas piston akan mengembang bila dipanaskan, sama halnya dengan piston. Dengan alasan ini pegas piston dipotong pada satu tempat dan celahnya diposisikan sebelah kiri ketika terpasang di dalam cylinder. Celah ini disebut celah ujung pegas (ring end gap). Besarnya celah ini bermacam-macam tergantung pada jenis mesin, dan umumnya antara 0,2-0,5 mm pada temperatur ruangan.

Dan meneruskan tekanan pembakaran pada piston ke batang piston. Piston pin berlubang di dalamnya untuk mengurangi berat yang berlebihan dan kedua ujung ditahan oleh bushing (piston pin boss). 4. pegas menjadi melengkung dan merusak dinding cylinder. .PENTING Celah ujung pegas yang berlebihan akan menurunkan tekanan kompresi. Piston pin Piston pin menghubungkan piston dengan bagian ujung yang kecil (small end) pada batang piston. seballknya celah yang kecil dapat menyebabkan kerusakan pada mesin bila ujung pegas saling berhubungan akibat dari pemuaian. Piston dan connecting rod dihubungkan secara khusus seperti diperlihatkan pada gambar.

Bagian ujung connecting rod yang berhubungan dengan piston pin disebut small end. Pada model lainnya adalah tipe fixed. atau bagian ujung yang kecil pada connecting rod terbagi dalam dua bagian dan piston pin di baut diantara keduanya. Crank pin berputar pada kecepatan tinggi di dalam big end. Pada model semi-floating. piston pin tidak terikat pada bushing piston atau connecting rod.Pada model Full floating. CONNECTING ROD Batang piston (connecting rod) menghubungkan piston ke poros engkol dan selanjutnya meneruskan tenaga yang dihasilkan oleh piston ke poros engkol. PENTING . Sedang yang lainnya yang berhubungan dengan poros engkol disebut big end. piston pin dipasang dan dibaut pada connecting rod untuk mencegah lepas. salah satu ujung pin dibautkan pada piston. dan mengakibatkan temperatur menjadi tinggi. sehingga dapat bergerak bebas. Untuk menghindari hal tersebut yang diakibatkan panas. metal dipasangkan di dalam big end. Pada kedua ujung pin ditahan oleh dua buah pegas pengunci (snap ring). Metal ini dilumasi dengan oli dan sebagian dari oli ini dipercikan dari lubang oli kebagian dalam piston untuk mendinginkan piston.

Tanda ini bermacam-macarn tergantung pada tipe mesin dan harus teliti berdasarkan buku pedoman reparasi. tiap connecting rod terdapat tanda. Counter balance weight dipasangkan seperti pada gambar untuk menjamin keseimbangan putaran yang ditimbulkan selama mesin beroperasi. . Poros engkol menerima beban yang besar dari piston dan batang piston serta berputar pada kecepatan tinggi. dan kehilangan akibat gesekan. Untuk mencegah hal Ini. Poros engkol dilengkapi lubang oli untuk menyalurkan oli pelumasan pada crank journal. Pada kendaraan yang menggunakan transmisi otomatis. tenaga putar (inertia) selama proses langkah lainnya kecuali langkah usaha. Crank pin terpasang pada cran kshaft tidak satu garis (offset) dengan porosnya. Dan tenaga Itu akan hilang pada langkah-langkah lainnya seperti. Masing-masing crank journal mempunyai crank arm. Bila salah pemasangan akan menutup lubang oil. RODA PENERUS (Flywheel) Roda penerus (flywheel) dibuat dari baja tuang dengan mutu yang tinggi yang diikat oleh baut pada bagian belakang poros engkol pada kendaraan yang menggunakan transmisi manual. Hasilnya mesin dapat berputar dengan halus akibat getaran tenaga yang dihasilkan. Roda penerus menyimpan. sebagai pengganti flywheel digunakan torque converter. bantalan batang piston. Crank journal ditopang oleh bantalan opros engkol (crankshaft bearing) pada crankcase dan poros engkol berputar pada journal. POROS ENGKOL (CRANK SHAFT) Tenaga (torque) yang digunakan untuk menggerakkan roda kendaraan dihasilkan oleh gerakan batang piston dan dirubah menjadi gerak putaran pada poros engkol. atau arm dan crank pin letaknya dibagian ujung armnya. Poros engkol menerima tenaga putar (rotational force) dari piston selama langkah usaha. Dengan alasan tersebut poros engkol umumnya dibuat dari baja carbon dengan tingkatan serta mempunyai daya tahan yang tinggi. inertia loss. Roda penerus dilengkapi dengan ring gear yang dipasangkan dibagian luar gunanya untuk persinggungan dengan gigi pinion dari motor starter. Konstruksi poros engkol seperti diperlihatkan di bawah ini. oleh sebab itu poros engkol berputar secara terus menerus. piston pin dan lain-lain.Connecting rod harus dipasangkan sesuai tanda.

kelmet metal atau aluminium. Oleh sebab itu digunakan bantalan-bantalan antara pin dan journal yang dilumasi dengan oli untuk mencegah keausan serta mengurangi gesekan. khususnya pada langkah kompresi yang terjadi pada saat piston menekan ke atas memampatkan campuran udara dan bahan bakar. tipe ini mempunyai daya tahan serta kemampuan mencegah keausan yang baik. Lapisan baja (steel shell) mempunyai bibir pengunci (locking lip) untuk mencegah agar bantalan tidak ikut berputar. gunakan bantalan dengan nomer bantalan yang sama. BANTALAN POROS ENGKOL 1. . 2. Masingmasing mempunyai lapisan metal yang berbeda. Macam-macam bantalan Poros engkol atau bagian-bagian lainnya yang berputar pada kecepatan tinggi dibawah beban besar menggunakan bantalan tipe sisipan (insert type bearing). Tipe bantalan sisipan ini terdiri dari lapisan baja (steel shell) dan lapisan metal di dalamnya. Tipe bantalan sisipan ini ada beberapa macam. PENTING Tiap bantalan mempunyal tanda nomer bantalan diatasnya. Bantalan ini berhubungan langsung dengan crankpin atau journal. Uraian Crankpin dan journal poros engkol menerima beban yang besar (dari tekanan gas pembakaran) dari piston dan berputar pada putaran tinggi. Gunakan buku pedoman reparasi untuk mengetahul nomer bantalan. Bila akan mengganti bantalan. Umumnya bantalan model sisipan dibuat dari metal (logam) putih.CATATAN "Inertia loss" berarti hilang tenaga.

06 mm. 3. Bantalan tipe ini sering digunakan pada mesin dengan beban ringan. Ukurannya bermacammacam tergantung pada jenis mesinnya. Umumnya logam Kelmet digunakan pada mesin yang bebannya besar dan pada kecepatan tinggi. Diperlukan adanya celah yang tepat antara bantalan dan poros engkol untuk membentuk lapisan oli (oil film). Celah ini disebut celah oil (oil clearance). tetapi pada umumnya antara 0. MEKANISME KATUP . seng dan campuran lainnya. 2) Logam Kelmet Logam Kelmet (Kelmet metal) adalah lapisan baja yang dilapisi dengan tembaga (copper) dan paduan timah hitam (lead alloy). Logam ini biasanya digunakan pada mesin bensin. Logam kelmet lebih keras dan daya tahannya lebih besar dibanding dengan logam putih. timah hitam (lead). Celah Oil Bantalan Oli pelumas harus disalurkan dengan cukup untuk mencegah kontak langsung logam dengan logam antara fixed bearing dan poros engkol selama berputar pada bantalan. Logam putih (white metal) adalah lapisan baja yang dilapisi dengan timah (tin). 3) Logam Aluminium Lapisan aluminium (aluminium metal) adalah lapisan baja yang mengandung aluminium dan campuran timah yang dilebur menjadi satu. Mempunyai daya tahan dan radiasi panas yang lebih baik dibandingkan dengan logam putih atau logam kelmet.1) Logam Putih (white metal).02-0.

Metode Menggerakkan Katup . Intake camshaft digerakkan oleh gigi-gigi yang berkaitan pada intake dan exhaust camshaft. dan buang. Mekanisme katup ini dirancang sedemikian rupa sehingga sumbu nok (camshaft) berputar satu kali untuk menggerakan katup hisap dan katup buang setiap 2 kali berputarnya poros engkol. Pully timing crankshaft dipasang pada ujung poros engkol (crankshaft) dan pully timing camshaft dipasang pada ujung exhaust camshaft. Exhaust camshaft digerakkan oleh poros engkol melalui timing belt. Cara Kerja Katup Bila poros engkol berputar menyebabkan exhaust camshaft juga berputar melalui timing belt. sedangkan intake camshaft diputarkan oleh exhaust camshaft melalui roda-roda gigi. Jumlah gigi camshaft timing pulley dua kali lipat dari gigi crankshaft timing pulley yang mana sumbu nok hanya berputar satu kali untuk setiap dua kali putaran poros engkol.1. Bila sumbu nok terus berputar. maka katup akan menutup dengan adanya tekanan pegas. akan membuka dan menutup katup hisap dan katup buang satu kali pada setiap 2 putaran poros engkol. nok akan menekan ke bawah valve lifter dan membuka katup. tetapi bekerjanya katup hanya dibutuhkan dalam 2 proses langkah yaitu langkah hisap dan langkah buang. 2. Bila sumbu nok (camshaft) berputar. Konstruksi Gambar di bawah adalah konstruksi mekanisme katup yang digunakan pada mesin bensin . Setiap sumbu nok berputar satu kali. Mesin 4 langkah mempunyai langkah hisap. 1. kompresi. usaha.

yang letak sumbu noknya di dalam blok cylinder.Sumbu nok digerakkan oleh poros engkol dengan beberapa metode. sehingga mesin bensin model penggerak katup ini menjadi kurang populer pada mesin bensin jaman modern ini. Sebagian besar mesin bensin menggunakan camshaft yang digerakkan oleh belt dan ada beberapa camshaft yang digerakkan oleh rantai. timing chain dan timing belt. 1) Model Timing Gear Metode ini digunakan pada mekanisme katup jenis mesin OHV (over head valve). termasuk timing gear. 2) Model Timing Chain . Timing gear biasanya menimbulkan bunyi yang besar disbanding dengan rantai (timing chain).

Belt penggerak sumbu nok ini dibuat dari fiberglass yang diperkuat dengan karet sehingga mempunyai daya regang yang baik dan hanya mempunyai penguluran yang kecil bila terjadi panas. Chain vibration (getaran rantai) dicegah oleh chain vibration damper. Oleh karena itu model ini banyak digunakan pada mesin.Model ini digunakan pada mesin OHC (over head camshaft) dan DOHC (dual overhead camshaft) sumbu noknya terletak di atas kepala cylinder. belt lebih ringan dibanding dengan model lainnya. 3) Model Timing Belt . Tegangan rantai (chain tension) diatur oleh chain tensioner. Sumbu nok yang digerakan oleh rantai hanya sedikit menimbulkan bunyi dibanding dengan roda gigi (gear driven) dan jenis ini amat populer. Kelebihan lainnya. Timing chain dan roda gigi sprocket dilumasi dengan oil. Sumbu nok digerakkan oleh rantai (timing chain) dan roda gigi sprocket sebagai pengganti timing gear. Sabuk (belt) selain tidak menimbulkan bunyi dibanding dengan rantai (chain). 3) Model Timing Belt Sumbu nok (camshaft) digerakkan oleh sabuk yang bergigi sebagai pengganti timing chain. juga tidak diperlukan pelumasan serta penyetelan tegangan.

Kelebihan lainnya. Oleh karena itu model ini banyak digunakan pada mesin. juga tidak diperlukan pelumasan serta penyetelan tegangan. dan nok ini membuka dan menutup katup sesuai timing (saat) yang ditentukan. Gigi penggerak distributor (distributor drive gear) dan nok penggerak pompa bensin (fuel pump drive cam) juga dihubungkan dengan sumbu nok. belt lebih ringan dibanding dengan model lainnya. Mesin-mesin DOHC lainnya juga mempunyai tambahan roda gigi untuk menggerakkan sumbu nok. Belt penggerak sumbu nok ini dibuat dari fiberglass yang diperkuat dengan karet sehingga mempunyai daya regang yang baik dan hanya mempunyai penguluran yang kecil bila terjadi panas.Sumbu nok (camshaft) digerakkan oleh sabuk yang bergigi sebagai pengganti timing chain. 5) Pengangkat Katup . Sabuk (belt) selain tidak menimbulkan bunyi dibanding dengan rantai (chain). 4) Camshaft Camshaft dilengkapi dengan sejumlah nok yang sama yaitu untuk katup hisap dan katup buang. Sprocket dan sebuah puli yang menempel pada ujung sumbu digerakkan oleh poros engkol.

Pengangkat katup bergerak turun dan naik pada pengantarnya yang terdapat di dalam blok cylinder saat sumbu nok berputar dan juga membuka dan menutup katup. Mesin yang mempunyai pengangkat katup konvensional celah katupnya harus disetel dengan tepat. Ini dapat dicapai dengan hydraulic lifter atau sealed hydraulic lifter (terdapat pada mesin tipe OHV) atau katup last adjuster (terdapat pada mesin tipe OHC). sebab tekanan panas mengakibatkan pemuaian pada komponen kerja katup. masing-masing dihubungkan dengan noknyang berhubungan dengan katup melalui batang penekan (push rod). 6) Push rod . Beberapa mesin modern ada yang bebas penyetelan celah yaitu dengan menggunakan pengangkat katup hidraulis dan dalam pengaturan celah katupnya dipertahankan pada 0 mm setiap saat.Pengangkat katup (valve lifter) adalah komponen yang berbentuk cylinder pada mesin OHV.

Rocker arm dilengkapi dengan skrup dan mur pengunci (lock nut) untuk penyetelan celah katup. Rocker arm yang menggunakan pengangkat katup hidraulis tidak dilengkapi skrup dan mur penyetelan. Bila rocker arm ditekan ke atas oleh batang penekan (push rod). Rocker arm dilengkapi dengan skrup dan mur pengunci (lock nut) untuk penyetelan celah katup. Rocker Arm dan Shaft Rocker arm dipasang pada rocker arm shaft. . katup akan tertekan dan membuka. 8. Batang katup ini meneruskan gerakan dari pengangkat katup ke rocker arm.Batang penekan (push rod) berbentuk batang yang kecil masing-masing dihubungkan pada pengangkat katup (valve lifter) dan rocker arm pada mesin OHV. Bila rocker arm ditekan ke atas oleh batang penekan (push rod). katup akan tertekan dan membuka. 7) Rocker Arm dan Shaft Rocker arm dipasang pada rocker arm shaft.

mesin diesel jauh lebih berat dari pada mesin bensin dan biaya pembuatannyapun menjadi lebih mahal. mesin diesel perbandingan kompresinya dibuat (15 – 23 : 1) lebih tinggi dari pada mesin bensin (7 – 12 :1) dan juga mesin diesel dibuat dengan konstruksi yang jauh lebih kuat dari pada mesin bensin. Hal ini berarti bahwa mesin diesel lebih fleksibel dan lebih mudah dioperasikan dari pada mesin bensin (Hal inilah sebabnya mesin diesel digunakan pada kendaraan-kendaraan yang besar). Tekanan pembakarannya yang lebih tinggi. Mesin diesel lebih tahan lama dan tidak memerlukan electric igniter. MESIN DIESEL Pada mesin diesel udara di dalam cylinder dikompresikan sehingga tekanan dan temperaturnya menjadi tinggi. Hal ini berarti bahwa penggunaan bahan bakarnya lebih ekonomis dari pada mesin bensin. maka pada mesin diesel temperatur udara yang dikompresikan di dalam ruang bakar harus mencapai 500°C (932°F) atau lebih. Dibandingkan dengan mesin bensin pada mesin diesel mempunyai keuntungan dan kerugian sebagai berikut : KEUNTUNGAN 1. campuran bahan bakar dan udara dikompresikan dan kemudian dibakar dengan loncatan bunga api listrik Untuk memenuhi kebutuhan pembakaran.Rocker arm yang menggunakan pengangkat katup hidraulis tidak dilengkapi skrup dan mur penyetelan. KERUGIAN 1. 2. Hal ini berarti bahwa suara dan getaran mesin diesel lebih besar. Momen pada mesin diesel tidak berubah pada jenjang tingkat kecepatan yang luas. Sedangkan pada mesin bensin. 3. Tekanan pembakaran maksimum hampir dua kali mesin bensin. maka mesin diesel harus dibuat dari bahan yang tahan tekanan tinggi dan harus mempunyai struktur yang sangat kuat. Mesin diesel mempunyai efisiensi panas yang lebih besar. . Hal ini berarti bahwa kemungkinan kesulitan lebih kecil dari pada mesin bensin. Oleh karena itu. 2. Hal ini berarti bahwa untuk daya kuda yang sama. Kemudian bahan bakar disemprotkan ke dalam cylinder sehingga terjadi proses pembakaran.

. Oleh karena itu. Mesin diesel mempunyai perbandingan kompresi yang lebih tinggi dan membutuhkan gaya yang lebih besar untuk memutarnya.3. Mesin diesel memerlukan sistem injeksi bahan bakar yang presisi. mesin diesel memerlukan alat pemutar seperti motor stater dan baterai yang berkapasitas lebih besar. 4. Dan ini berarti bahwa harganya lebih mahal dan memerlukan pemeliharaan yang lebih cermat dibanding dengan mesin bensin.

Perbedaan Gasoline dan Diesel Engine .

PROSES PEMBAKARAN .

Rangkaian pembakaran sangat dipengaruhi oleh tahap ini Tahap ini merupakan tahap Ignition. Catatan : a. yang secara normal merupakan kelipatan 1 / 1000 sampai 4 / 1000 detik. Tahap ignition delay adalah suatu tahap yang sangat singkat. . b.A – B Tahap Igniton Delay (Persiapan Pembakaran) B – C Tahap Flame Propagation (Penyebaran Api) C – D Tahap Direct Combustion (Pembakaran Langsung) D – E Tahap Final Combustion (Pembakaran Akhir) Tahap Ignition Delay 1 Bahan bakar mulaidisemprotkan/ injection timing (titikA) 2 Udara dimampatkan di dalam cylinder sampai mendekati temperature ignition.

Tipe Ruang Bakar Pada Mesin Diesel Ruang bakar mesin diesel adalah merupakan bagian yang terpenting untuk menentukan kemampuan mesin diesel. Tipe Direct Injection . Telah dikembangkan berbagai macam konfigurasi ruang bakar mesin diesel untuk menjamin bahan bakar yang disemprotkan ke dalamnya dapat mengurai.c. menyebar ke setiap bagian dan membakar seluruh campuran gas yang tertinggal secara bersamaan. semakin tinggi temperature dan semakin rendah efisiensi thermalnya (Efisiensi thermal adalah ratio dari jumlah panas yang dirubah menjadi energi yang disuply oleh mesin). Bahan bakar masih disemprotkan di dalam silinder meski telah melampaui titik C. Tahap Flame Propagation 1 Gas campuran mencapai kadar campuran maksimum. tekanan dan temperature akan naik dengan perubahan yang sangat besar. 2. 2. mengabut. Bahan bakar tidak lagi disemprotkan ke dalam silinder. 3 Temperatur dan tekanan di dalam engine meningkat dalam waktu yang sangat singkat. Jika tahap ignition delay ini menjadi panjang yang disebabkan oleh pengunaan bahan baker dengan cetane number yang rendah maupun injection timing yang terlalu maju maka engine akan knocking. Tahap Final Combustion 1. 2 Pembakaran mulai terjadi. Semakin lama tahap pembakaran akhir. atau dengan jalan menambahkan ruang bakar bantu yang dapat mempercepat ekspansi gas pada tahap pembakaran awal untuk meningkatkan efisiensi pembakaran. dan bercampur rata dengan udara : Cara yang digunakan disini meliputi pembentukan saluran masuk pada kepala cylinder sedemikian rupa sehingga udara berputar di dalam cylinder. 4 Besar peningkatan temperatur dan tekanan dipengaruhi oleh jumlah dan atomisasi bahan baker yang disemprotkan dalam tahap ignition delay. Tipe ruang bakar yang digunakan pada kendaraan-kendaraan adalah : 1. dengan demikian ignition delay akan menjadi lebih singkat. Pembakaran dimulai di dalam silinder. Tahap Direct Combustion 1.

sehingga menaikan temperatur udara yang dikompresikan dan menyempurnakan pembakaran. Struktur cylinder head lebih sederhana. maka perbandingan kompresinya dapat diturunkan. c. Pompa injeksi harus mampu menghasilkan tekanan tinggi yang diperlukan untuk mengatomisasikan bahan bakar dengan memaksanya keluar melalui nozzle tipe berlubang banyak. Tekanan pembakaran yang tinggi menimbulkan suara yang lebih keras dan resiko diesel knocking lebih besar.Keuntungan a. c. d. Karena kerugian panasnya kecil. Efistensi panas yang tinggi disini juga dapat meningkatkan output dan menghemat penggunaan bahan bakar. Kecepatan maksimumnya lebih rendah karena pusaran campuran bahan bakar lebih kecil dari pada tipe ruang bakar kamar depan (auxiliary combustion chamber). jadi kemungkinan deformasi karena panas akan lebih kecil. biasanya diperlukan bahan bakar yang bemutu tinggi. Kerugian a. Pada tipe ini pemanasan awal tidak diperlukan untuk start dengan suhu udara sekitarnya normal. b. Penampang permukaan ruang injeksi langsung yang kecil dapat mengurangi kerugian panas. Mesin sangat peka terhadap kualitas bahan bakar. 2. b. Tipe Pre-Combustion Chamber .

c. Bahan bakar yang relatif kurang baik dapat digunakan dengan asap pembakaran yang tidak pekat. b. bahan bakar disemprotkan oleh injection nozzle ke kamar depan (precombustion-chamber). Sebagian akan terbakar ditempat dan sisa bahan bakar yang tidak terbakar ditekan melalui saluran kecil antara ruang bakar kamar depan dan ruang bakar utama dan selanjutnya terurai menjadi partikel yang halus dan terbakar habis di ruang bakar utama (main chamber). Kerugian a. Karena disini digunakan throttle type nozzle. Pemakaian jenis bahan bakar lebih luas. b. Starter mesin sulit oleh karena itu diperlukan glow plug. Pemakaian bahan bakar relatif lebih boros.Seperti terlihat pada gambar. Diperlukan starter yang lebih besar. Keuntungan a. 3. Biaya pembuatan lebih tinggi karena bentuk`cylinder lebih rumit. maka diesel knock dapat dikurangi dan kerja mesin lebih tenang. Mudah pemeliharaannya karena tekanan injeksi bahan bakar relatif rendah dan mesin tidak begitu peka terhadap perubahan timing injeksi. Tipe Swirl Chamber . c.

b. d. Menggunakan busi pijar. karena mesin tidak mudah start. tetapi ini kurang efektif untuk kamar pusar yang besar. Efesiensi panas dan konsumsi bahan bakar lebih buruk dari pada sistem injeksi langsung. Kerugian a. Tetapi sebagian bahan bakar yang belum terbakar akan mengalir keruang bakar utama (main combustion Chamber) melalui saluran transfer untuk menyelesaikan pembakaran. Konstruksi cylinder head dan cylinder block rumt b. Keuntungan a. Gangguan pada nozzle lebih kecil karena merggunakan pin type nozzles c. kamar pusar (swirl chamber) mempunyai bentuk spherical.Seperti terlihat pada gambar di bawah. Udara yang dikompresikan oleh piston memasuki kamar pusar dan membentuk aliran turbulensi ditempat bahan bakar yang di injeksikan. c. Dapat dicapai kecepatan mesin yang tinggi karena turbulensi kompresinya tinggi. . Diesel knock akan lebih besar pada kecepatan rendah. Tingkat kecepatan mesin lebih luas dan operanya yang halus membuatnya banyak digunakan untuk mobil penumpang.

1. Yaitu sistem yang digunakan untuk melakukan pengisian listrik pada battery sehingga listrik dapat terus digunakan oleh sistem kelistrikan lainnya. Memberikan / mengatur pengapian yang tepat. 4.ENGINE ELECTRICAL Engine Electrical pada kendaraan dibagi dalam 4 bagian yaitu : 1. Contact Point (Platina) 2. Semi transistor 3. 2. Yaitu Sistem yang digunakan untuk memutar mesin pertama kali dengan bantuan motor starter. Yaitu sistem yang berguna untuk menaikkan tegangan listrik battery 12 V menjadi tegangan tinggi yang akan dipergunakan untuk membakar campuran bensin dan udara oleh percikan bunga api listrik pada busi. Full Transistor (MPI/EFI) KOMPONEN / BAGIAN IGNITION SYSTEM (KONVENTIONAL) . Starter System (Sistem Penggerak Mula). Menyediakan bunga api listrik yang baik untuk membakar campuran bensin & udara. Ignition System (Sistem Pengapian). Charging System (Sistem Pengisian). 3. Yaitu system yang digunakan untuk pemanasan awal pada mesin diesel sehingga mesin mudah untuk dihidupkan. CDI 4. 2. Glow System. IGNITION SYSTEM Fungsi : 1. Jenis Ignition System 1.

Ignition Coil.1. Battery. 2. Contact point (platina). Distributor   Cam (Nok). memutuskan arus listrik yang mengalir :melalui kumparan primer dari ignition coil untuk menghasilkan arus . 3. membuka contact point (platina) pada sudut crankshaft (poros engkol) yang tepat untuk masing-masing silinder. menaikkan tegangan yang diterima dari battery menjadi tegangan tinggi yang diperlukan untuk pengapian. Menyediakan arus listrik tegangan rendah (12V) untuk Ignition coil.

 Distributor Cap. CARA KERJA Pada saat kunci kontak ON (mesin tidak berputar & platina kondisi tertutup) . menyerap loncatan bunga api yang terjadi antara contact point (platina) pada saat membuka dengan tujuan untuk menaikkan tegangan coil sekunder.  Capasitor/Condenser.listrik tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan jalan (cara) induksi magnet listrik (electromagnetic induction). membagikan arus listrik tegangan tinggi yang dihasilkan oleh ignition coil ke tiap-tiap busi.  Centrifugal Governor Advancer. mengalirkan arus listrik tegangan tinggi dari ignition coil ke busi. membagikan arus listrik tegangan tinggi dari rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing-masing silinder. Kabel Tegangan Tinggi (High Tension Cord). mengeluarkan arus listrik tegangan tinggi menjadi loncatan bunga api melalui electrodanya. 4. Busi. memajukan saat pengapian sesuai dengan beban mesin (vakum intake manifold).  Vacuum Advancer.  Rotor. memajukan saat pengapian sesuai dengan putaran mesin. 5.

maka mesin tersebut memerlukan tenaga dari luar untuk memutarkan poros engkol dan membantu untuk menghidupkan mesin. Arus listrik bertegangan tinggi kemudian mengalir dari ignition coil ke distributor yang selanjutnya di bagi ke setiap busi sesuai FO (Firing Order). Pada saat kunci kontak ON (mesin berputar) Arus listrik yang mengalir di dalam ignition coil tiba-tiba terputus akibat platina dalam kondisi terbuka. Dengan demikian terjadi induksi magnet di dalam igniton coil (tegangan mencapai 300 . sehingga memutarkan poros . Sehingga terjadi induksi bersama di dalam igniton coil yang menyebabkan tegangan listrik meningkat menjadi 10 – 20 KV. STARTER SYSTEM Suatu mesin tidak dapat mulai hidup (start) dengan sendirinya.Arus listrik dari battery mengalir menuju terminal (+) ignition coil → kumparan primer → terminal (-) ignition coil → Contact point (platina) → ground.400 V). 2. Dewasa ini hampir semua mobil menggunakan motor starter dimana motor listrik yang digabungkan dengan magnetic switch yang memindahkan gigi pinion yang memutar ring gear pada flywheel.

3. Untuk itulah. Dan berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi energi mekanik dalam bentuk gerak putar. Armature & Shaft Armature terdiri dari sebatang besi yang berbentuk silindris dan diberi slot-slot. Pada starter biasanya digunakan empat field coil yang berarti mempunyai empat core. Field Coil Field coil dibuat dari lempengan tembaga. KOMPONEN-KOMPONEN MOTOR STARTER 1. Hal lain yang harus diperhatikan ialah bahwa motor starter harus sekecil mungkin. Brush . Yoke & Pole Core Yoke dibuat dari logam yang berbentuk silinder dan berfungsi sebagai tempat pole core yang diikat dengan sekrup. komutator serta kumparan armature. 4. poros. dengan maksud dapat memungkinkan mengalirnya arus listrik yang cukup kuat & besar. Motor stater harus dapat menghasilkan momen yang besar dari tenaga yang kecil yang tersedia pada battery. Field coil berfungsi untuk dapat membangkitkan medan magnet. motor serie DC (arus searah) umumnya yang dipergunakan. 2.engkol. Pole core berfungsi sebagai penopang field coil dan memperkuat medan magnet yang ditimbulkan oleh field coil.

6. dan berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari field coil ke armature coil langsung ke massa melalui komutator. Sakelar Magnet (Magnetic Switch) Magnetic Switch digunakan untuk menghubungkan dan melepaskan pinion gear ke/dari roda penerus. 8. sehingga dapat berputar. sekaligus mengalirkan arus listrik yang besar pada sirkuit motor starter melalui terminal utama.Brush dibuat dari tembaga lunak. Dan melepas perkaitan pinion gear dari perkaitan roda penerus. CARA KERJA MOTOR STARTER . Over Running clutch juga berfungsi membebaskan drive pinion agar motor tidak diputar balik oleh mesin. Over running Clutch Over Running clutch berfungsi untuk memindahkan momen puntir dari armature shaft kepada roda penerus. Drive Lever Drive Lever berfungsi untuk mendorong pinion gear ke arah posisi berkaitan denganroda penerus. 7. Umumnya starter memiliki empat buah brush (2 brush positif dan 2 brush negative).

2. maka arus battery mengalir melalui hold in coil → massa dan di lain pihak pull in coil → field coil → massa melalui armature. Oleh karena arus yang mengalir ke field coil pada saat itu. Seperti pada gambar diatas. Dengan demikian arus dari battery akan mengalir dari terminal B → M → field coil → armature dan dibagian lain arus tetap mengalir dari battery → S → hold in coil. Pada saat Ignition Switch diputar ke posisi START Apabila igniton switch diputar ke posisi START. di terminal M ada arus. dikarenakan arah arus yang mengalir pada kedua kumparan tersebut sama. akibatnya kontak plate ditahan oleh kemagnetan . Dari kejadian ini kontak plate (plunger) akan bergerak ke arah menutup main switch. relatif kecil maka armature berputar lambat dan memungkinkan perkaitan pinion dengan ring gear menjadi lembut. Pada saat ini hold dan pull in coil membentuk gaya magnet dengan arah yang sama. Pada keadaan ini kontak plate belum menutup main switch. sehingga drive lever bergerak menggeser starter clutch ke arah posisi berkaitan dengan ring gear. maka arus dari pull in coil tidak dapat mengalir. kontak plate akan mulai menutup main switch. Seperti pada gambar diatas.1. Pada saat Pinion Berkaitan Penuh Bila pinion gear sudah berkaitan penuh dengan ring gear.

Karena arus pull in coil dan hold in coil berlawanan maka arah gaya magnet yang dihasilkan juga berlawanan sehingga kedua-duanya saling menghapuskan. hal ini mengakibatkan kekuatan return spring dapat mengembalikan kontak plate ke posisi semula. Untuk itu pada mobil diperlukan sistem pengisian yang akan memproduksi listrik agar battery selalu terisi penuh. 3. battery harus selalu terisi penuh agar dapat mensuplai kebutuhan listrik setiap waktu yang diperlukan oleh tiap-tiap komponen listrik. Arus listrik bolak-balik ini kernudian dirubah menjadi arus searah oleh diode-diode. sehingga tidak akan dapat mensuplai tenaga listrik secara terus menerus. Pada saat Ignition Switch dikembalikan ke posisi ON Sesudah igniton switch diputar ke posisi ON. Dengan demikian drive lever menarik starter clutch dan pinion gear terlepas dari perkaitan. Dengan demikian. ring gear akan memutarkan armature melalui pinion. sistem starter. penghapus kaca. Akibatnya starter dapat menghasilkan momen puntir yang besar yang digunakan memutarkan ring gear. Sehingga aliran arusnya akan menjadi Battery → terminal B → terminal M → Pull in coil → Hold in coil → massa. ALTERNATOR Fungsi alternator untuk merubah energi mekanis yang didapatkan dari mesin menjadi tenaga listrik. Bilamana mesin sudah mulai hidup.hold in coil saja. Untuk menghindari kerusakan pada starter akibat hal tersebut maka kopling starter akan membebaskan dan melindungi armature dari putaran yang berlebihan. Sistem pengisian (charging system) akan memproduksi listrik untuk mengisi kembali battery dan mensuplai kelistrikan ke komponen yang memerlukannya pada saat mesin dihidupkan. maka pull in coil dan hold in coil tidak mendapat arus dari terminal S melainkan dari terminal M. Namun demikian kapasitas battery sangatlah terbatas. lampu-lampu. Energi mekanik dari mesin disalurkan sebuah puli. dll. CHARGING SYSTEM (SISTEM PENGISIAN) Fungsi battery pada automobile adalah untuk mensuplai kebutuhan listrik pada komponen-komponen listrik seperti sistem pengapian. 3. yang memutarkan rotor dan menghasilkan arus listrik bolakbalik pada stator. Komponen utama alternator .

3. Pulley. Konstruksi alternator 1. bearing yang memungkinkan rotor dapat berputar halus dan sebuah kipas untuk mendinginkan rotor. Rotor ditumpu oleh dua buah bearing. merupakan bagian yang berputar di dalam alternator. stator yang menghasilkan arus listrik bolak-balik. stator dan diode. pada bagian . Fan.adalah : rotor yang menghasilkan medan magnet listrik. berfungsi untuk mendinginkan diode dan kumparan-kumparan pada alternator. Rotor. dua slip ring yang terdapat pada alternator berfungsi sebagai penyalur listrik ke kumparan rotor. Komponen tambahan lain adalah : brush yang mensuplai-arus listrik ke rotor untuk menghasilkan magnet. dan beberapa diode yang menyearahkan arus. berfungsi untuk tempat tali kipas penggerak rotor. pada rotor terdapat kumparan rotor (rotor coil) yang berfungsi untuk membangkitkan magnet. Nail yang terdapat pada rotor berfungsi sebagai kutub-kutub magnet. 2.

GLOW SYSTEM (SISTEM PEMANAS AWAL) Glow system adalah suatu system yang digunakan untuk memanaskan ruang bakar dengan bantuan glow plug untuk memudahkan start pada waktu engine dingin yang dipakai pada mesin diesel. kumparan stator adalah bagian yang diam dan terdiri dari tiga kumparan yang pada salah satu ujungnya dijadikan satu. Rotor berfungsi sebagai magnet. Diode juga berfungsi mencegah arus balik dari battery ke alternator. Fungsi regulator adalah mengatur besar arus listrik yang masuk ke dalam rotor coil sehingga tegangan yang dihasilkan oleh alternator tetap konstant (sama) menurut harga yang telah ditentukan walaupun putarannya berubah-ubah. berfungsi menyearahkan arus bolak balik (AC) yang dihasilkan oleh stator coil menjadi arus searah (DC). Regulator. 4. lampu tanda pengisian akan secara otomatis mati apabila alternator sudah menghasilkan arus listrik. Pada bagian ujung kabel lainnya akan menghasilkan arus bolak-balik (AC) tiga phase 5. Adapun magnet yang dihasilkan adalah magnet listrik. Bagian tengah yang menjadi satu adalah pusat gulungan dan bagian ini disebut titik netral (neutral point) atau biasa disebut terminal "N". Rectifier (Diode). makin cepat putarannya makin besar hasilnya demikian juga sebaliknya. sedangkan dibagian belakang terdapat slip ring. Selain dari pada itu regulator juga berfungsi untuk mematikan tanda dari lampu pengisian.depannya terdapat puli dan kipas. 4. . tegangan listrik dari alternator tidak selalu konstant hasilnya. 6. Jadi hasil alternator sangat dipengaruhi oleh adanya arus listrik yang masuk ke rotor coil. Karena hasil listrik alternator tergantung daripada kecepatan putaran motor. maka dengan menambah atau mengurangi atus listrik yang masuk ke rotor coil akan mempengaruhi daya magnet tersebut sehingga hasil pada stator coil pun akan terpengaruh. Stator.

Glow Plug Sebuah elemen pemanas listrik yang membantu menyalakan mesin diesel yang dingin. Semua glow plug dihubungkan secara parallel. Dengan sheated element seluruh protective metal tube yang berisi kumparan panas menjadi merah dan panas jika tegangan dihubungkan pada elemen tersebut. Sheated-element type dan ceramic type keduanya dapat digunakan. KELISTRIKAN BODI . Elemen tersebut menjadi merah dan panas dan mampu memanasi ruang bakar untuk membantu membakar bahan bakar.

kesemuanya disatukan dalam satu unit untuk mempermudah dihubungkan antara komponen-komponen kelistrikan dari suatu kendaraan. dan sebagainya. menghubungkan ke komponen-komponen. dan melindungi komponen-komponen sirkuit. meter kombinasi. Juga termasuk jaringan kabel yang menghubungkan komponen-komponen listrik.Komponen-komponen kelistrikan bodi adalah komponen kelistrikan yang dilengkapi dalam bodi kendaraan. 1. JARINGAN KABEL Jaringan kabel (wiring harness) adalah sekelompok kabel-kabel dan kawat yang masing-masing terisolasi. keamanan dan kenikmatan saat mengendarai. Termasuk komponen sistem penerangan. . sistem wiper dan washer dan komponen lainnya yang bertujuan untuk menjamin.

.

SISTEM PENERANGAN Sistem penerangan (lighting system) sangat diperlukan sekali untuk keselamatan pengendaraan dimalam hari. Umumnya dilengkapi lampu jauh dan lampu . LAMPU BESAR Sistem lampu besar merupakan sebuah sistem lampu penerangan untuk menerangi jalan pada bagian depan kendaraan.2. Macam-macam lampu yang terdapat dibagian dalam dan dibagian luar dari sebuah kendaraan adalah sebagai berikut. Sistem ini dibagi kedalam lampu penerangan luar dan lampu penerangan bagian dalam.

LAMPU LAINNYA FUNGSI 1) Lampu jarak dan lampu belakang. Lampu kecil untuk dalam kota ini untuk memberi isyarat adanya serta lebarnya dari sebuah kendaraan pada malam hari bagi kendaraan lain. Lampu-lampu tersebut untuk yang bagian depan disebut lampu jarak (clearance light) dan untuk bagian belakang disebut lampu belakang (tail-light). dimana pada tipe semi sealed-beam bola lampunya dapat diganti dengan mudah. Bola lampu besar semisealed-beam tersedia dalam tipe seperti berikut. baik yang ada didepan maupun di belakang. Untuk mencegah ini.dekat (highbeam dan low beam) dan dapat dihidupkan dari salah satu switch oleh dimmer switch. 2) Lampu Besar Tipe Semisealed-Beam. penggunaan bola lampu tidak terpisah. di dalam lampu besar tipe sealed beam. . peganglah bagian flange bila mengganti bola lampu untuk mencegah jarl-jari menyentuh quartz. sehingga tidak diperlukan penggantian secara keseluruhan bila bola lampunya terputus atau terbakar. keseluruhannya terpasang menjadi satu seperti bola lampu. element dipasang di depan kaca pemantul untuk menerangi kaca lensa. perbedaan antara semisealed-beam dan sealed-beam ialah pada konstruksinya. Tipe Lampu Besar Ada 2 tipe lampu besar yang digunakan pada kendaraan 1) Lampu Besar Tipe Sealed-Beam. Lagi pula garam dalam keringat manusia dapat menodai kaca (quartz).  Bola Lampu biasa dan  Bola Lampu Quartz-halogen PENTING Bola lampu quartz halogen lebih panas dibandingkan dengan bola lampu biasa saat digunakan. Lagi pula bila mengganti bola lampunya dapat langsung dan cepat. umur lampu akan lebih pendek bila oil atau gemuk menempel pada permukaannya.

Lampu ruangan (dome light) menerangi interior ruang penumpang yangdirancang agar tidak menyilaukan pengemudi pada malam hari. belakang dan kedua sisi selama berhenti atau parkir dalam kendaraan darurat. belakang dan di sisi kendaraan bahwa pengendara bermaksud untuk belok atau pindah jalur. Yang digunakan adalah lampu tanda belok. 3) Lampu Tanda Belok (Turn Signal Light). DOOR dan OFF. tapi seluruh lampu mengedip serempak. Lampu mundur akan menyala bila tuas transmisi di posisikan mundur dengan kunci kontak ON. Lampu tanda belok mengedip secara tetap antara 60 dan 120 kali setiap menitnya. Lampu mundur (backup light) dipasang pada bagian belakang kendaraan untukmemberikan penerangan tambahan untuk melihat ke belakang kendaraan saat mundur di malam hari. 5) Lampu Mundur. 4) Lampu Plat Nomor. Lampu ini menerangi plat nomor bagian belakang. Lampu Hazard (Hazard Warning Light) Lampu Hazard digunakan untuk memberi isyarat keberadaan kendaraan dari bagian depan. Lampu instrumen panelakan menyala bila lampu belakang (tail) menyala. IN dapat dilakukan dengan menyetel switch pada posisi DOOR. Ada beberapa model yang dilengkapi dengan lampu pengontrol thermostat yang memungkinkan pengendara mengontrol terangnya lampu-lampu pada instrument panel.Lampu rem (brake light) dilengkapi pada bagian belakang kendaraan sebagai isyarat untuk mencegah terjadinya benturan dengan kendaraan di belakang yang mengikuti saat kendaraan mengerem. Lampu ini disatukan dengan switchnya. Lampu instrumen panel digunakan untuk menerangi meter-meter pada instrument panel pada malam hari dan memungkinkan pengemudi membaca meter-meter dan gauge dengan mudah dan cepat pada saat mengemudi. Lampu tanda belok yang dipasang dibagian ujung kendaraan seperti pada fender depan untuk memberi isyarat pada kendaraan yang ada di depan. dan memberikan isyarat untuk kendaraan yang mengikutinya bahwa pengendara bermaksud mundur atau sedang mundur. . Umumnya lampu ruangan (lampu interior) letaknya dibagian tengah ruang penumpang pada kendaraan penumpang untuk menerangi interior dengan merata. 6) Lampu Instrumen Panel (Lampu Meter). Switchnya mempunyai tiga posisi ON.2) Lampu Rem. 7) Lampu Ruangan. Lampu plat nomor menyala bila lampu belakang (tail) menyala. lampu ruangan dapat disetel hanya menyala bila salah satu pintunya dibuka. Untuk memberi kemudahan keluar masuk pada malam hari.

dan kecepatan ditunjukkan oleh keseimbangan gaya . penggerak depan (FF)] atau dari output shaft transmisi pada mesin depan penggerak belakang (FR)]. maka momen speed cup bertambah. Ada beberapa speedometer yang dilengkapi dengan sebuah trip meter yang dapat disetel kembali ke 0 oleh pengemudi.FLASHER TANDA BELOK (LAMPU SEIN) Flasher tanda belok adalah suatu alat yang menyebabkan lampu belok mengedip secara Interval. dan ini merupakan tanda kepada pengemudi untuk menggantinya. Speed cup dipasang pada shaft jarum penunjuk yang berputar dengan jarum penunjuknya. ringan. Dan biasanya disatukan dengan flasher lampu sein. Speedometer magnet Speedometer magnet menggunakan magnet untuk mengontrol kecepatan kendaraan pada putaran roda. Di bawah ini adalah speedometer magnet yang banyak digunakan pada kendaraan. Turn signal flasher bekerja pada prinsip yang bervariasi. FLASHER LAMPU HAZARD Flasher lampu hazard adalah mirip dengan flasher lampu sein. Saat rotary magnet berputar. Putaran dipindahkan ke speedometer magnet oleh roda gigi worm dari roda gigi differential dari transaxle [pada mesin depan. Rotary magnet digerakkan oleh kabel speedometer (fiexjble cable). Ada beberapa prinsip kerja speedometer. Sebab ia juga menyebabkan lampu berkedip secara teratur. bila bola lampunya putus. Bila kecepatan bertambah. maka mengedipnya mulai cepat dari yang normal. Pada umumnya menggunakan tipe semi-transistor yang kompak. dan dapat diandalkan. sebuah pusaran medan magnet ditimbulkan untuk menjadikan ON pada speed cup untuk menggerakkan jarum penunjuk. Dalam flasher tanda belok tipe semi-transistor. SPEEDOMETER Speedometer pada umumnya adalah mekanisme untuk pengontrolan kecepatan kendaraan dan odometer untuk mengontrol jarak tolal perjalanan yang telah ditempuh. 1.

2. Angka-angka pada seluruh roda akan kembali ke-0 bila tuas penyetel menekan cam yang berbentuk hati (heart-shaped cam) dari masing-masing roda trip meter setelah roda dan pinion tidak terhubung. 2 gigi pada roda angka pertama memutar roda angka kedua oleh 2 gigi melalui pinion. Voltmeter Voltmeter umumnya menunjukkan tegangan (voltage) pada terminal-terminal baterai dan membantu memeriksa tegangan pengisian (charging voltage) dan memperkirakan . maka pegas rambut menjaga jarum penunjuk pada posisi 0. Trip Meter Satu lagi adalah integrating meter yang sama dengan odometer. 4. Odometer Gigi khusus dilengkapi pada shaft speedometer yang menggerakkan integrating ring untuk menunjukkan odometer. Tachometer Tachometer mengukur kecepatan putaran mesin dan menunjukkan putaran per menit. Bila kendaraan berhenti.pegas rambut. 5. Jumlah digitnya lebih sedikit dan penunjukkan lebih mudah dengan menyetel ke-0 dengan menekantombol trip meter. Saat angka pertama membuat satu putaran dan perubahan diperlihatkan dari 9 ke 0. 3. Tachometer tipe pulsa paling banyak digunakan.

2.Sender Bimetal . Tipe bimetal resistance umumnya yang paling banyak digunakan. Pengukur Tekanan Oil . Alat Pengukur Temperatur Air Pendingin Pengukur temperatur air pendingin (coolant temperatre gauge) menunjukkan temperatur air pendingin di dalam jacket air pendingin mesin. 3. Sender melakukan pengukuran dan receiver menunjukkan hasil pengukuran. Alat Pengukur Bahan Bakar Alat pengukur bahan bakar (fuel gauge) ini menunjukokan banyaknya sisa bahan bakar di dalam tangki bahan bakar.Bimetal Bimetal . Tipe bimetal-resistance dan tipe cross coil umumnya yang paling banyak digunakan.kapasitas pengisian baterai (charged battery's capacity). Tipe pengukur ini sama dengan tipe pengukur temperatur air pendingin. Penggerak voltmeter magnet umumnya paling banyak digunakan. Tipe alat pengukur (gauge) ditandai dengan kombinasi tipe receiver dan sender seperti berikut Receiver . ALAT PENGUKUR (GAUGE) Alat pengukur (gauge) terdiri dari sebuah sender dan sebuah receiver.Resistance Cross Coil – Resistance 1.

Pengukur tekanan oil (oil pressure gauge) menunjukkan tekanan pelumasan di dalam mesin untuk memudahkan mendeteksi kekurangan dalam sistem pelumasan. 1 Lampu peringatan tekanan oil (Oil pressure warning light) Menunjukkan tekanan oli mesin yang rendah. 5 Lampu peringatan rem (Brake-warning light). menunjukkan rem parkir bekerja. 6. 6 Pengontrol pintu (Door Indicator) Menunjukkan bahwa pintu-pintu tidak tertutup dengan rapat. 7 Pengontrol lampu sein dan hazard (Turn signal dan hazard warning light) Menunjukkan bahwa sein (turn signal) atau lampu peringatan hazard keadaannya kerja. 3 Pengontrol lampu jarak Jauh (High beam Indicator) Menunjukkan bahwa lampu besar bekerja pada lampu jauh 4 Lampu peringatan bahan bakar (Fuel warning light) Menunjukkan jumlah bahan bakar yang tersisa. LAMPU-LAMPU PERINGATAN DAN PENGONTROLAN Lampu-lampu peringatan dan pengontrolan (warning dan indicator light) menyala untuk memberikan informasi kepada pengemudi bila jumlah yang ditetapkan berlebihan atau ada yang kurang apabila perlengkapan listrik bekerja atau tidak berfungsi. Umumnya yang paling banyak digunakan adalah tipe bimetal-bimetal. WIPER DAN WASHER . 2 Lampu peringatan pada pengisian (Charge warning light) Menunjukkan bahwa sistem pengisian (charging system) tidak berfungsi normal. atau minyak remnya kurang.

WIPER Wiper terdiri dari motor wiper.Wiper (penghapus kaca) adalah sangat penting dan erat hubungannya dengan segi keselamatan. Dua cara yang digunakan untuk menimbulkan medan magnet motor. tuas wiper (wiper link) untuk memindahkan tenaga gerak lengan' wiper (wiper arm) dan blade untuk menyapu. gemuk dan binatangbinatang kecil dari kaca. ferrite magnet banyak . lumpur. Akhir-akhir ini. salju. dan tire ferrite magnet yang menggunakan ferrite magnet permanen. 1 Motor Wiper Motor wiper ini adalah sebuah motor magnet dengan gigi reduksi. karena untuk menjamin pandangan pengendara agar tetap tidak terhalang. karena dapat menyapu air hujan. oli. Akhir-akhir ini wiper sering dipasang pada kaca belakang untuk meningkatkan jarak penglihatan di belakang kendaraan. Wiper utama dan komponen washer lokasinya seperti diperlihatkan pada gambar di bawah. Untuk lebih meningkatkan fungsi wiper selalu dilengkapi : sebagai contoh Posisi kerja wiper yang agak lambat (intermittent) dan posisi interlock dengan washer untuk mengulangi kerja wiper secara ctomatis dengan waktu yang singkat setelah cairan pembersih disemprotkan. Biasanya menggunakan kombinasi dengan washer (air pembersih) untuk membersihkan kotoran dari kaca. tipe wound-rotor yang menggunakan lilitan (coil) untuk membuat elektro-magnet.

2. suatu kombinasi dari leaf spring packing dan beberapa lever. Linking rod lain yang terpasang pada kerja arm selalu membuat gerak penghapusan setengah lingkaran secara paralel. Concealed wipes dapat menyempurnakan kelemahan ini. Bila poros pivot kiri dan kanan berputar pada arah yang sama. menyebabkan arm bekerja untuk membuat gerak penghapusan setengah lingkaran mengelilingi poros pivot. ringan. dengan adanya tempat penyimpanan wiper yang terletak antara kaca dan kap mesin. arm piece untuk pemasangan blade dan retainer untuk menahan keseluruhannya. Biasanya wiper dapat menghalangi jarak penglihatan saat berhenti. sebuah pegas untuk menahan blade. Lengan wiper dan wiper blade dapat tersimpan. maka lengan wiper kiri dan kanan dapat bekerja secara paralel. . Dalam mekanisme gerakan tuas tipe paralel tandem.digunakan dan telah dikembangkan karena lebih kompak. 2 Tipe Fully-Concealed. 4. Hanya lengan wiper yang disimpan (tertutup). dan clip untuk memasang blade pada bagian wiper arm (lengan wiper). Tuas Wiper Tuas wiper (wiper link) merubah gerak putar dari motor wiper menjadi gerak bolakbalik pada poros wiper. Batang penghubung tarikdorong dihubungkan dengan crank arm. Concealed wiper diklasifikasikan dalam 2 tipe 1 Tipe Semi-Concealed. Lengan Wiper (Wiper Arm) Wiper arm terdiri dari head untuk mengikatnya pada wiper shaft. ekonomis serta menggunakan motor DC. 3. maka motor mulai memutarkan crank arm bila motor dihidupkan. Ada beberapa cara untuk melekatkan blade pada arm. Wiper Blade Wiper blade terdiri dan sebuah karet untuk menyapu permukaan kaca.

Bentuk tangki washer (washer tank) bervariasi tergantung pada posisi penempatan dan tempat yang tersedia. mengeluarkan cairan pembersih dari tangki. 2. 4. Pompa sentrifugal hanya mampu mengirim cairan washer untuk pembersih. hanya digunakan nosel resin dengan lubang penyetelan (adjusting orifice). maka pompa dipasangkan dibagian bawah tangki. Tipe sentrifugal lebih luas penggunaannya sebab memiliki daya tahan yang kuat untuk digunakan karena bagian-bagian yang bersentuhan kecil sekali.2 buah. Jenis yang normal mempunyai bentuk pengeluaran dari masing-masing lubang tanpa penyebaran. Nosel dibuat dari pipa tembaga. Washer tipe listrik umumnya paling banyak digunakan. WASHER Fungsinya washer untuk menyempumakan fungsi wiper blade dan mengurangi beban pada motor dengan membersihkan debu dan binatang-binatang kecil dari kaca depan dan belakang dengan cairan pembersih. disebabkan tinggi keseluruhannya tidak berlebihan dan mudah memasang blade pada armnya. Tipe wound-rotor dan ferrite magnet adalah yang tersedia. 3. motor. atau cat.0 mm dan jumlahnya 1 . Tangki Washer. Motor washer menggerakkan pompa. . tetapi tidak mampu menghisap cairan ke atas dari tangki. Cairan washer terdiri dari cairan anti beku (isopropy alcohol. Tipe washer listrik terdiri dari tangki washer. Dewasa ini.Saat ini metode kancing sebelah tipe sekrup banyak digunakan. Nozzle. Cairan washer (Pembersih). selang dan nozzle. Motor Washer (Pompa).8 . Diameter lubang orifice 0. tipe squeeze dan tipe sentrifugal. Penggunaan cairan harus tidak merusak karet washer. Ada beberapa tipe pompa : tipe gigi (gear type).1. Tetapi dewasa ini tipe ferrite magnet yang banyak digunakan. alumunium atau resin dengan satu atau dua lubang. ethylene glycol atau methanol) ditambah detergent dan zat anti karat (anti corrosive agent). 1.

SISTEM MPI/EFI (Electric Fuel Injection) .

pengembunan oxygen di dalam exhaust pipe. dan kondisi penting lainnya. Pada mesin modern dengan menggunakan sistem EFI maka jumlah bahan bakar diatur (dikontrol) lebih akurat oleh komputer dengan mengirimkan bahan bakarnya ke cylinder melalui injektor. Komputer EFI mengatur jumlah bahan bakar untuk dikirim ke mesin pada saat penginjeksian dengan perbandingan udara dan bahan bakar yang optimal berdasarkan kepada karakteristik kerja mesin. kecepatan mesin. temperatur air pendingin.Mesin dengan karburator konvensional. Sistem EFI menjamin perbandingan udara dan bahan bakar yang ideal dan efisiensi bahan bakar yang tinggi pada setiap saat. jumlah bahan bakar yang diperlukan oleh mesin diatur oleh karburator. Sensor adalah: suatu komponen yang mendeteksi nilai-nilai fisik menjadi nilai listrik sehingga ECU menerima nilai tersebut sebagai data masukan. posisi katup throttle. . Sistem EFI menentukan jumlah bahan bakar yang optimal (tepat) disesuaikan dengan jumlah dan temperature udara yang masuk.

ECU (Engine Control Unit) yaitu unit pengendali kerja mesin yang bekerja berdasarkan input dari sensor dan mengeluarkan sinyal output ke actuator ACTUATOR adalah: suatu komponen yang bekerja berdasarkan sinyal yang di keluarkan oleh ECU .

SISTEM KONTROL PADA MPI FUNGSI SENSOR : Air Flow Sensor : menyensor jumlah udara yang masuk. . Intake Air Temperature Sensor : menyensor temperatur udara yang masuk.

Vacuum Sensor (Pressure Sensor) : menerima perubahan tekanan pada intake manifold Inhibitor Switch (AT) : sebagai pengaman pada saat engine start. .1 dan no. Electric Load Switch : menyensor pemakaian beban listrik. Vehicle Speed Sensor : menyensor kecepatan kendaraan. AIR FLOW SENSOR Fungsi: Mengukur volume udara masuk dan di pasang di aliran (jalan) udara masuk. Oksigen Sensor : Feedback control saat idling. Variable Resistor : menyetel campuran idle secara manual. AC Switch : menyensor kerja AC kompresor. Power Steering Oil Pressure Switch : menyensor beban power steering. Coolant Temperature Sensor : menyensor temperature air pendingin.Barometric Pressure Sensor : menyensor tekanan udara. Detonation Sensor : mendeteksi getaran yang terjadi di blok Throttle Position Sensor : menyensor membukanya throttle valve. Top Dead Center Sensor : menyensor silinder no. 4 dalam keadaan top kompresi Crank Angle Sensor : menyensor crank angle di setiap silider. ECU menggunakan signal intake air dan signal engine speed untuk menghitung dan menentukan basic injector drive time. 1. Idle Position Sensor : menyensor kerja accel pedal kerja/tidak.

Ultrasonic Type KETERANGAN . 4.jenis: 1. 3. Ultrasonic Wave Type Pressure Type Hot wire type μ-AFS ( Micro-Air flow sensor ) CARA KERJA 1. 2.

2. 6. Hot Wire Type . VertecsGen. Receiver berfungsi menerima gelombang ultrasonik 4.1. Pressure Type 3. Amplifier berfungsi untuk membangkitkan gelombang ultrasonic dan di perkuat supaya bisa dikirimkan dari transmitter ke receiver. Transmitter berfungsi untuk mengirimkan gelombang ultrasonik 3. Modulator berfungsi untuk merubah gelombang ultrasonic menjadi pulsa listrik (digital) 5. Rectifier berfungsi membagi dan menyearahkan aliran udara yang masuk. Column berfungsi untuk membuat pusaran udara yang masuk 2.

μ-AFS (Micro Air Flow Sensor) .4.

2. . INTAKE AIR TEMPERATURE SENSOR Fungsi : mengukur temperature udara yang masuk dengan menggunakan thermistor.

3. 4. COOLANT TEMPERATURE SENSOR Fungsi : mengukur temperature pendingin engine dengan menggunakan thermistor. . BAROMETRIC PRESSURE SENSOR Fungsi : mengukur tekanan udara (ketinggian suatu tempat) dengan menggunakan semikonduktor.

5. DETONATION SENSOR Fungsi : mendeteksi getaran pada cylinder block untuk mencegah terjadinya knocking dengan menggunakan piezoelectric .

Fungsi Crank Angle Sensor : mendeteksi sudut putaran tiap silinder. .6. TDC DAN CRANK ANGLE SENSOR Fungsi TDC (Top Death Center) Sensor : mendeteksi langkah kompresi tiap silinder.

7. VARIABEL RESISTOR Fungsi : mengatur idle mixture secara manual dengan merubah tegangan masuk ke ECU .

.8. OXIGEN SENSOR Fungsi : sebagai feedback control pada saat engine idle.

Pada saat start (cranking) Warm up (coolant <>o C) Acceleration & Deceleration High Load Operation Oksigen sensor rusak 9. 2. 4. .Feedback tidak bekerja pada saat : 1. VEHICLE SPEED SENSOR Fungsi : mendeteksi kecepatan kendaraan dengan menggunakan reed switch. 5. 3.

10. AC SWITCH Fungsi : untuk mengetahui bekerjanya AC system. .

VACUUM SENSOR (PRESSURE SENSOR) Fungsi : menerima perubahan tekanan pada intake manifold ke dalam bentuk tegangan. 12.11. INHIBITORS SWITCH .

Fungsi : sebagai pengaman pada saat engine start. . POWER STEERING FLUIDE PRESURE SWITCH Fungsi : menyensor beban power steering. 13. 14. ELECTRIC LOAD SWITCH Fungsi : menyensor pemakaian beban listrik.

.

.

POWER TRAIN/DRIVE TRAIN (PEMINDAH DAYA) .

Disamping itu ada jenis lain yaitu mesin tengah penggerak belakang (midship-engine rear drive) disingkat MR. jenis part time 4WD dan jenis full time 4WD. dan jenis penggerak empat roda (4WD) four wheel drive.Pemindah daya (drive train) adalah sejumlah mekanisme yang memindahkan tenaga yang dihasilkan oleh mesin untuk menggerakkan roda dan kendaraan. Jenis 4WD dibagi menjadi. Pemindah daya umumnya yang digunakan ada dua jenis. Mesin depan penggerak belakang (frontengine rear drive) yang disingkat FR dan jenis mesin depan penggerak depan (front engine front drive) atau FF. KOPLING .

CLUTCH COVER . di bawah. KONSTRUKSI CLUTCH Kopling (clutch) terdiri dari beberapa bagian seperti diperlihatkan pada gambar di bawah.Kopling (clutch) terletak diantara mesin dan transmisi. Harus dapat membebaskan hubungan dari transmisi dengan sempurna dan cepat. Tutup kopling (clutch cover) terikat pada roda penerus (flywheel mesin oleh beberapa baut dan berputar bersama-sama dengan pelat kopling sesuai dengan kecepatan mesin. Persyaratan Kopling 1. fungsinya untuk menghubungkan dan melepaskan tenaga dari mesin ke transmisi melalui kerja pedal selama perkaitan roda gigi. Pada saat menghubungkan ke transmisi harus dapat memindahkan tenaga tanpa terjadi slip. Demikian juga kopling dapat memindahkan tenaga secara perlahan-lahan dari mesin ke roda-roda penggerak (drive wheel) agar gerak mula kendaraan dapat berlangsung dengan lembut dan perpindahan roda-roda gig! Transmisi dapat lembut sesual dengan kondisi jalannya kendaraan. seperti diperlihatkan pada gambar. 3. 2. Harus dapat menghubungkan transmisi dengan mesin secara lembut.

kopling tetap seimbang. 5. Jumlah bagian-bagiannya lebih sedikit dari pada tipe pegas coil. 4. tipe pegas coil ini banyak digunakan untuk kendaraan berat. Tutup kopling dibagi menjadi dua tipe yaitu diaphragma dan coil. Tidak seperti kopling tipe coil yang mana tenaga pegas akan berkurang pada kecepatan tinggi karena gaya sentrifugal. Tenaga yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pedal kopling diusahakan sekecil mungkin. Tipe kopling pegas diaphragma (diaphragm spring) mempunyai keuntungan sebagai berikut : 1.Selama tutup kopling (clutch Cover) terikat pada roda penerus (flywheel) mesin dan berputar bersama-sama dengan putaran mesin. sehingga sirip-sirip pendingin dapat diletakkan pada plat penekan. . 6. mesin harus dalam keadaan seimbang untuk menghasilkan putaran yang balance. selain itu juga harus mempunyai kemampuan memindahkan panas dari hubungan kopling. Selama sekeliling permukaannya rata. Dewasa ini tutup kopling tipe pegas diaphragma lebih banyak digunakan. Pegas diaphragma memerlukan ruang arah axial yang cukup kecil. 2. kopling tipe pegas diaphragma bebas dari problema ini. Bila terjadi keausan pada pelat kopling tidak mengurangi tekanan pada pelat penekan. 3. Pegas diaphragma menekan pelat penekan lebih merata dibandingkan dengan pegas coil.

Hub diletakkan diantara pelat-pelat dan dibuat sedemikian rupa agar dapat bergerak sedikit dalam arah dari putaran melalui peredam (pegas coil atau karet). Pelat kopling dibuat sedemikian rupa. Pelat kopling terdiri dari facing (bagian yang bergesekan). ADA 2 MEKANISME CLUTCH CONTROL 1.PELAT KOPLING (CLUTCH DISC) Pelat kopling (clutch disc) diperlukan untuk dapat memindahkan tenaga dengan lembut tanpa terjadi slip. CLUTCH CONTROL HIDRAULIS . untuk menekan putaran pegas diapragma (atau lengan pembebas pada jenis pegas coil) dan membebaskan kopling. yang menerima perkaitan dengan input shaft transmisi. agar pada saat tenaga harus dibebaskan. semacam bahan gesek (friction material) yang di keling disekeliling plat pada kedua permukaannya dan hub yang terletak dibagian tengahnya. BANTALAN PEMBEBAS (RELEASE BEARING) Bantalan pembebas (release bearing) memudahkan garpu pembebas bergerak mundur dan maju sepanjang penopang bantalan depan transmisi. kopling dapat bekerja dengan sempurna dan cepat. Bentuk ini bekerja untuk mengurangi kejutan pada saat tenaga dihubungkan.

pada kopling tipe ini pengemudi tidak terganggu oleh bunyi getaran mesin dan kopling mudah digerakkan. CLUTCH CONTROL CABLE .Ringan .Konstruksi kopling hidraulis (hydraulic clutch) seperti pada gambar di bawah. Kelebihan : .Respon pemutusan dan penghubungan cepat .Penempatan clutch control mudah disesuaikan dengan kondisi 2. Pada tipe kopling ini pergerakan pedal kopling dirubah oleh master silinder menjadi tekanan hidraulis kemudian diteruskan ke garpu pembebas kopling (clutch release fork) melalui silinder pembebas (release cylinder).

Kelebihan : .Perawatan mudah TRANSMISI MANUAL Momen yang dihasilkan oleh mesin mendekati tetap.Pada konstruksi ini. momen mesin cukup untuk menggerakkan mobil. Pada saat mobil menempuh jalan rata. roda penggerak memerlukan tenaga yang lebih besar sehingga kita harus memiliki beberapa bentuk mekanisme perubah momen. Bila . sementara tenaga bertambah sesuai dengan putaran mesin. untuk merubah tenaga mesin menjadi momen sesuai dengan kondisi perjalanan kendaraan dan memindahkan momen tersebut ke roda-roda. Transmisi digunakan untuk mengatasi hal ini dengan cara menukar kombinasi gigi (perbandingan gigi). Pada jalan yang mendaki. Bagaimanapun juga kendaraan memerlukan momen yang besar untuk mulai berjaIan atau menempuh jalan yang tinggi seperti pada gambar di bawah. Putaran roda berkurang tetapi momen bertambah Tetapi momen yang besar tidak diperlukan selama kecepatan tinggi pada saat roda membutuhkan putaran yang cepat. pergerakkan pedal kopling yang diinjak oleh pengemudi diteruskan ke kopling melalui kabel baja.Konstruksi sederhana .

1. untuk menggerakkan kendaraan ke arah mundur.= B/A x E/C x D/E = B/A x D/C . Dalam transmisi ini dua pasang roda gigi dikombinasi untuk memperoleh putaran output shaft searah dengan input shaft.kendaraan harus mundur. arah putaran dari input shaft (A: sisi mesin & input shaft) akan berbalik arah pada output shaft (B : sisi output shaft & propeler shaft) B (Jumlah gigi dari roda gigi) Perbandingan roda gigi = A (Jumlah gigi dari roda gigi). KOMBINASI RODA GIGI (Gear Combination) Bila dua roda gigi dikombinasi seperti pada gambar . Perbandingan roda gigi . roda gigi idle E dipasang diantara roda gigi C dan D seperti gambar d bawah. Perbandingan roda gigi dalam suatu kombinasi ini dapat dinyatakan sebagai berikut : Perbandingan roda gigi = A x C Mesin tidak dapat berputar pada arah kebalikannya karena terbatas keadaan. arah putaran dibalik oleh transmisi sebelum dipindah ke roda-roda.

0. TRANSMISI UNTUK KENDARAAN FR (mesin depan penggerak belakang) . Roda gigi yang menghubungkan langsung mesin dengan propeller shaft tanpa reduksi disebut roda gigi ke 3 atau roda gigi ke 4 (tinggi). kecepatan yang dihasllkan oleh propeller shaft leblh cepat darl pada mesin disebut roda gigi overdrive. roda gigi ke 3 dan lain-lain. Roda gigi pertama (rendah) mempunyal perbandingan roda gigi yang besar. 2.GERAK MUNDUR Roda gigi E disebut reverse idler gear dan digunakan untuk mundur dengan merubah arah putaran. Perbandingan roda gigi akan sama bila ditambah dengan roda gigi idle. roda gigi ke 2. dan roda gigi yang mempunyal perbandingan roda gigi leblh kecil dari 1. PENTING Roda gigi transmisl (transmission gear) disebut roda gigi ke 1.

6. pada jenis transmisi FIR. . 5. dan roda gig! counter berkaitan tetap dengan roda gigi pasangannya pada output shaft.dan susunan dari transmisi bermacam-macam tergantung pada jenis kendaraannya.Bentuk. 2. Oleh karena itu poros engkol. Pada umumnya transmisi terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut : 1. Clutch housing Transmission case Input shaft Counter shaft dan counter gear Output shaft dan gear Reverse gear Gear shift mechanism Extension housing SHAFT DAN GEAR Seperti diperlihatkan pada gambar transmisi disebelah kanan adalah saat poros (shaft) dan rods gigi (gear) dikeluarkan dari transmission case. Umumnya tenaga kombinasi roda gigi dipindahkan dari input shaft ke poros gigi counter. 4. Ujung depan input shaft ditahan oleh bearing pada ujung belakang poros engkol. 3. input shaft dan output shaft tersusun segaris.

6. Tidak seperti halnya pada transmisi tape FR bagian ujung depan poros input tidak dhubungkan melalui bearing ke ujung belakang dad pada poros engkol. 5. TRANSMISI KENDARAAN FF (Mesin depan. Transaxle case Trasmission case Input shaft and gear Output shaft dan gear T Ransmission case cover Gear shift mechanism Differentian assembly SHAFT DAN GEAR Mekanisme bagian dalam transmisi tipe FF hampir sama seperti transmisi tipe FR. 7. PENTING . 3. Seperti terlihat pada gambar di bawah transmisi tipe FF tidak mempunyai poros roda gigi counter (counter. 2. Transaxle mempunyai bagian-bagian utama sebagai berikut : 1. pengerak depan) Transmisi jenis FF yang digabung menjadi satu dengan differential biasa disebut transaxle. gear shaft) dan poros outputnya langsung menggerakkan differential. 4.3.

minyak transmisi otomatis dan lain-lain. Sebelum menambah atau menggantl oil/mlnyak transmisi. TRANSMISI OTOMATIS Transmisi otomatis (A/T) adalah kopling dan transmisi yang bekerja secara otomatis dan terdiri dari 3 bagian utama : . oil roda gigi hypold. dan penggunaan pelumas yang baik harus disesuaikan dengan jenis transmisi atau mekanisnya.Transaxle dilumasl dengan oil roda gigi. Iihatlah pada pedoman reparasi atau pedoman pemilik.

Torque converter terdiri dari pump impeller. Stator terletak diantara impeller dan turbine. Planetary gear unit 3. Disamping itu juga berfungsi untuk memperbesar momen mesin. 1. Seperti pada gambar di bawah. Hydraulic control unit Transmisi otomatis pada kendaraan tipe FR dan tipe FF bentuk luarnya tidak sama tetapi pada dasarnya mempunyai fungsi yang sama. RODA GIGI PLANETARY .1. Torque converter 2. TORQUE CONVERTER Torque converter berfungsi sebagai kopling otomatis. turbine runner dan stator. Perpindahan Momen Mesin (crankshaft) >>>> Impeller pump>>>> Turbin runner>>>Transmission 2. Torque converter diisi dengan ATF (Automatic Transmision Fluid) dan momen mesin dipindahkan dengan adanya aliran fluida.

. 3. output dan stasionary dibuat untuk memindahkan dan membalikkan momen mesin.Roda gigi planetary (planetary gear) menerima tenaga gerak dari turbin runner di dalam torque converter dan berfungsi sebagai pembantu transmisi. SISTEM PENGONTROL HIDRAULIS Sistem pengontrol hidraulis (hydraulic control system) direncanakan untuk memindahkan secara otomatis dan menghubungkan roda-roda gigi input. membukanya throttle. Seperti diperlihatkan pada gambar di bawah. pinion gear dan sun gear) dan planetary carrier. output dan stationary dari roda gigi planetary dan planetary carrier sesuai dengan kondisi jalannya kendaraan (kecepatan kendaraan. Roda-roda gigi input. Umumnya dua pasang roda gigi planetary digunakan untuk tipe kendaraan dengan transmisi otomatis tiga kecepatan dan tiga pasang roda gigi planetary digunakan pada tipe kendaraan transmisi otomatis dengan empat kecepatan. roda pigi planetary tardiri dari tiga roda gigi (ring gear. beban dan lainlain).

sejajar dengan roda belakang. tapi juga dapat menyebabkan bunyl dan problem lainnya. Pada umumnya propeller shaft dibuat dari tabung pipa baja yang memiliki ketahanan terhadap gaya puntiran atau bengkok. UNIVERSAL JOINT Fungsi universal joint ialah untuk meredam perubahan sudut dan untuk melembutkan perpindahan tenaga dari transmisi ke differential. Transmisi umumnya terpasang pada chassis frame. Universal joint ada dua tipe : universal joint tipe solid bearing cup yang dapat dibongkar dan universal joint tipe shell bearing cup yang tidak dapat dibongkar. Bandul pengimbang (balance weight) dipasang dibagian luar pipa dengan tujuan untuk keseimbangan pada waktu berputar. PROPELER SHAFT Propeller shaft (pada kendaraan FR dan kendaraan 4WD) memindahkan tenaga dari transmisi ke differential. Perlksa banyaknya minyak sesuai spesifikasi. fungsinya untuk menyerap perubahan sudut dari suspensi. Pada umumnya propeller shaft terdiri dari satu pipa yang mempunyai dua penghubung yang terpasang pada kedua ujung berbentuk universal joint. Selain itu sleeve yoke bersatu untuk menyerap perubahan antara transmisi dan diferential.PENTING Minyak transmisi otomatis (automatic transmission fluid) bermacam-macam dalam viskosltasnya dan koefisien geseknya. Penggunaan ATF yang salah tidak hanya dapat menurunkan tenaga. (lihat buku pedoman reparasi). Oleh sebab itu posisi differential terhadap transmisi selalu berubah-ubah pada saat kendaraan berjalan. sesuai dengan permukaan jalan dan ukuran beban. Hal ini sangat penting karena hanya produk tertentu yang digunakan pada setlap kendaraan. Untuk tujuan ini universal joint dipasang pada setiap ujung propeller shaft. . Tipe propeller shaft dua bagian dengan tiga joint kadang-kadang menggunakan bearing tengah yang bertujuan untuk mengurangi getaran dan bunyi. sedangkan differential dan sumbu belakang (rear axle) disangga oleh suspensi. Blia memeriksa jumlah minyak catat batas perubahan sesuai temperature minyak dan kondisi lainnya. Propeller shaft dibuat sedemikian rupa agar dapat memindahkan tenaga dari transmisi ke differential dengan lembut tanpa dipengaruhi akibat adanya perubahan-perubahan tadi.

2. Suspensi terdiri dari pegas. ban dan rem untuk menghentikan jalannya kendaraan. Sistem system berpengaruh langsung terhadap kenikmatan berkendaraan. shock absorber. kejutan dari permukaan jalan. Memindahkan gaya pengereman dan gaya gerak ke body melalui gesekan antara jalan dengan roda-roda. dan dirancang untuk menyerap kejutan dari permukaan jalan sehingga menambah kenikmatan dan stabilitas berkendaraan serta memperbaiki kemampuan cengkram roda terhadap jalan. 1. . roda. stabilizer dan sebagainya.. Suspensi menghubungkan body kendaraan dengan roda-roda dan berfungsi sebagai berikut : 1. sehingga menambah kenyamanan bagi penumpangnya. Menyerap getaran. Pada umumnya suspensi dapat digolongkan menjadi suspensi tipe rigid (rigid axle suspension) dan tipe bebas (independent suspension). stabilitas dan lain sebagainya. Sistem rem digunakan untuk mengurangi atau menghentikan jalannya kendaraan dan mempertahankan posisi kendaraan pada saat diparkir. kemudi untuk mengatur arah kendaraan. SUSPENSI Sistem suspensi terletak diantara body kendaraan dan roda-roda.CHASSIS Sistem chassis meliputi suspensi yang menopang axle.

3. 2. Disamping itu untuk menambah kemampuan cengkram ban terhadap permukaan jalan. Pegas Koil (Coil Spring). Pegas Daun (Leaf Spring). yaitu 1. . Pegas Batang Torsi (torsion bar spring). dibuat dari bilah baja yang bengkok dan lentur. Menopang body pada axle dan memelihara letak geometris antara body dan rodaroda.3. 2. dibuat dari batang baja yang elastis terhadap puntiran. KOMPONEN UTAMA PEGAS Pegas berfungsi menyerap kejutan dari jalan dan getaran roda-roda agar tidak diteruskan ke body kendaraan secara langsung. Ada tiga tipe pegas. dibuat dari batang baja khusus dan berbentuk spiral.

Di dalam shock absorber telescopic terdapat cairan khusus yang disebut minyak shock absorber.SHOCK ABSORBER Apabila pada suspensi hanya terdapat pegas. Pada shock absorber tipe ini. gaya redamnya . kendaraan akan cenderung beroskilasi naik turun pada waktu menerima kejutan dari jalan. Untuk itu shock absorber dipasang untuk meredam oskilasi dengan cepat agar memperoleh kenikmatan berkendaraan dan kemampuan cengkeram ban terhadap jalan. Akibatnya berkendaraan menjadi tidak nyaman.

3) Menurut Media Kerjanya . Efek meredam hanya terjadi pada waktu shock absorber berekspansi. Shock absorber kerja tunggal (single action). Pada umumnya kendaraan sekarang menggunakan tipe ini. Shock absorber tipe twin tube. Baik saat ekspansi maupun kompresi absorber selalu bekerja meredam.dihasilkan oleh adanya tahanan aliran minyak karena melalui orifice (lubang kecil) pada waktu piston bergerak. (Multiple action). dan medium kerjanya. kontruksi. di dalam shock absorber tipe ini terdapat pressure tube dan outer tube yang membatasi working chamber (silinder dalam) dan reservoir chamber (silinder luar). Shock absorber tipe mono-tube di dalam shock absorber hanya terdapat satu silinder (atau tanpa reservoir). Tipe Shock Absorber Shock absorber dapat digolongkan menurut cara kerjanya. Sebaliknya pada saat kompresi tidak terjadi efek meredam. 2) Menurut Konstruksi 1. 2. Shock absorber kerja ganda. 2. 1) Menurut Cara Kerjanya 1.

Shock absorber tipe hidraulis. STABILIZER BAR . 2. Pada tipe ball Joint yang menggunakan dudukan dari resin.1. Shock absorber berisi gas adalah absorber hidraulis yang diisi dengan gas. pastikan gantl fitting gemuk dengan screw plug. lepaskan screw plug kemudian pasangkan fitting gemuk Setelah pengislan gemuk selesal. Pada setiap interval tertentu gemuk harus diganti dengan tipe molibdenum disulfide lithium base. Di bagian dalam ball joint terdapat gemuk untuk melumasi bagian yang bergesekan. tidak diperlukan penggantian gemuk. di dalamnya hanya terdapat minyak shock absorber sebagai medium kerja. Gas yang biasanya digunakan adalah nitrogen. PENTING Untuk menambah gemuk. Disaamping itu juga berfungsisebagai sumbu putaran roda pada saat kendaraan membelok. BALL JOINT Ball joint menerima beban vertikal maupun lateral.

salah satu ujung strut bar dipasang pada lower suspension arm dan ujung lainnya diikat ke bracket strut bar yang diikatkan ke body atau cross member melalui bantalan karet. Batang stabilizer cenderung menahan terhadap puntiran. stabilizer bar harus bebas dari puntiran. Umumnya pada saat kendaraan membelok. Pada bagian tengah diikat ke frame atau body pada dua tempat melalui bushing. Disamping itu untuk meningkatkan traksi ban. stabilizer bar biasanya dipasang pada kedua lower arm melalui bantalan karet dan linkage. Bila roda kanan dan kiri bergerak ke atas dan ke bawah secara bersamaan dengan arah dan jarak yang sama.Stabilizer bar berfungsi untuk mengurangi kemiringan kendaraan akibat gaya sentrifugal pada saat kendaraan membelok. Seperti diperlihatkan pada gambar di bawah. Tahanan terhadap puntiran ini berfungsi mengurarg body roll dan memelihara body dalam batas Kemiringan yang aman. pegas roda bagian luar (outer spring) tertekan dan pegas roda bagian dalam (inner) mengembang. Strut bar berfungsi untuk menahan lower arm agar tidak bergerak maju atau mundur pada saat menerima kejutan dari permukaan jalan yang tidak rata atau dorongan akibat terjadinya pengereman. . Untuk suspensi depan. Akibatnya stabilizer bar akan terpuntir karena salah satu ujungnya tertekan ke atas dan ujung lainnya bergerak ke bawah.

Untuk itu bounding dan rebounding bumper dipasang sebagai pelindung frame.LATERAL CONTROL ROD Lateral control rod dipasang diantara axle dan body kendaraan. shock absorber dan lain-lain pada waktu pegas mengerut dan mengembang di luar batas maksimumnya. pegas mengerut dan mengembang secara berlebihan. . axle. Keadaan ini dapat menyebabkan kerusakan komponen lainnya. BUMPER Pada saat kendaraan melalui jalan yang berlubang atau tonjolan besar. Tujuannya untuk menahan axle pada posisinya terhadap beban dari samping.

. OSKILASI BODY PITCHING Pitching adalah gerakan atau bergoyang bagian depan dan belakang kendaraan ke atas dan ke bawah terhadap titik pusat grafitasi kendaraan. ROLLING Bila kendaraan membelok atau melalui tonjolan jalan. Gejala ini mungkin terjadi pada kecepatan kendaraan tinggi dan pada jalan bergelombang. maka pegas pada satu sisi kendaraan mengembang dan pegas pada sisi lainnya mengerut. Disamping itu pitching mudah terjadi pada kendaraan yang pegasnya lemah. Yawing kemungkinan terjadi pada jalan yang menyebabkan pitching. Keadaan ini mengakibatkan body rolling pada arah samping (sisi ke sisi). Gejala ini terjadi ketika kendaraan melalui jalan yang bertonjolan atau lubang. YAWING Yawing adalah gerakan body kendaraan mengarah memanjang ke kanan dan ke kiri terhadap titik berat kendaraan.3. TIPE DAN KARAKTERISTIK SUSPENSI Menurut konstruksinya suspensi dapat digolongkan menjadi dua tipe. demikian pula bila pegas suspensi lemah. BOUNCHING Bounching adalah gerakan naik turun body kendaraan secara keseluruhan. 4.

Pada suspensi model bebas (independent suspension. masing-masing pada roda kiri dan kanan bergerak bebas (independen).1. Perbedaan besar antara suspensi depan dan belakang disebabkan roda depan dapat membelok. Pada suspensi rigid axle (rigid axle suspension). Pada suspensi tipe rigid. Suspensi berfungsi menyerap gaya-gaya ini agar kendaraan berjalan sesuai dengan arah yang diinginkan. roda kiri dan kanan dihubungkan oleh axle tunggal. Suspensi rigid banyak digunakan pada roda depan dan belakang bus dan truck dan pada roda belakang mobil penumpang. Pada suspensi model bebas (independent suspension). Axle dihubungkan ke body dan frame melalui pegas (pegas daun atau pegas koii). 2. Hal ini karena konstruksinya kuat dan sederhana. Kedua roda dapat bergerak secara bebas tanpa saling mempengaruhi. Rigid suspension. Ketika kendaraan membelok atau melalui jalan yang tidak rata. Disamping itu untuk mencegah roda . roda kiri dan kanan tidak dihubungkan secara langsung pada axle tunggal. roda kiri dan kanan dihubungkan oleh axle tunggal. roda-rodanya menerima gaya dari permukaan jalan. Biasanya suspensi model bebas ini digunakan pada roda depan mobil penumpang dan truck kecil. Sekarang suspensi model bebas digunakan juga pada roda belakang mobil penumpang. Independent suspension.

hal ini akan mempengaruhi kestabilan kendaraan. atau merubah kemiringan roda. belakang. shock absorber berfungsi menyerap kejutan dari jalan dan menopang berat kendaraan.bergoyang. secara berlebihan. Konstruksi dari suspensi tipe strut adalah : lower arm. Bagian bawah strut diikat dengan baut pada steering knuckle TIPE MACPHERSON STRUT DENGAN LOWER ARM BERBENTUK L . strut bar. Sebagai contoh suspensi model bebas adalah tipe Macpherson strut dan tipe double wishbone. Karena faktor inilah suspensi model bebas sering digunakan pada roda depan. bergerak ke arah depan. TIPE MACPHERSON STRUT Suspensi tipe ini banyak digunakan pada roda depan. Ujung lower arm dipasang pada suspension member melalui bushing karet dan dapat bergerak naik turun. Bagian atasnya dipasang pada fender apron melalui bantalan karet dan bearing. Sebagai bagian dari suspension linkage. Ujung lainnya dipasang ke steering knuckle arm melalui ball joint. stabilizer bar dan strut assembly. samping.

Shock absorber dan pegas koil dipasang diantara kedua arm tersebut di atas. Konstruksinya adalah roda dipasang pada body melalui dua lengan suspensi (upper dan lower arm). dan ujung lainnya pada steering knuckle melaui ball joint. Diantaranya adalah bentuk lower arm berbentuk L. Keuntungannya dapat menahan gaya dari arah samping maupun arah depan belakang sehingga tidak perlu menggunakan strut bar. Pegas koil terletak diantara lower arm dan body atau frame. Salah satu ujung arm dipasang pada body atau frame melalui bushing. bentuk ini ada yang digunakan pada kendaraan yang mesinnya di depan dan penggeraknya roda depan. Lower arm bentuk L in! diikat pada body pada dua tempat melalui bushing dan ke steering knuckle melalui ball joint. . steering knuckle dan frame. TIPE DOUBLE WISHBONE DENGAN PEGAS KOIL Suspensi model bebas ini banyak digunakan pada roda depan mobil penumpang dan truck kecil.Ada beberapa macam bentuk lower arm yang digunakan untuk menopang roda dan bodi kendaraan. Bagian atas shock absorber diikat pada body atau frame. dan bagian bawahnya ke lower arm.

Diposkan oleh bonaVentura di Sabtu. 2010 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz Label: hobi Reaksi: 0 komentar: Poskan Komentar . November 06.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->