P. 1
Tugas Akhir Permainan Tradisional

Tugas Akhir Permainan Tradisional

|Views: 401|Likes:
Published by Aura Net

More info:

Published by: Aura Net on Dec 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/25/2014

pdf

text

original

Sections

  • 1) PERMAINAN MBURU KEWAN
  • 2) PERMAINAN SASEGO’AN
  • 3) PERMAINAN SONDOK - SONDOKAN
  • 4) PERMAINAN CANDAK NDODOK
  • 5) PERMAINAN ISUTAN JARATAN
  • 6) PERMAINAN CETERAN
  • 7) PERMAINAN TAMBI - TAMBIAN
  • 8) PERMAINAN GANDON
  • 9) PERMAINAN MAGANG LURAH/MIL-MILAN
  • 10) PERMAINAN SEGHOG
  • 11) PERMAINAN BEKELAN
  • 12) PERMAINAN SAWAH/ ULAR TANGGA
  • 13) PERMAINAN SLENTIKAN
  • 14) PERMAINAN BANCAKAN
  • 15) PERMAINAN SEPAKBOLA KERTAS
  • 16) PERMAINAN TANGKAP LARI
  • 17) PERMAINAN DIR - DIRAN
  • 18) PERMAINAN ENDOK
  • 19) PERMAINAN KUCING - KUCINGAN
  • 20) PERMAINAN ORI’AN
  • 21) PERMAINAN BETEMPLEKAN
  • 22) PERMAINAN MEONG – MEONGAN
  • 23) PERMAINAN ULAR NAGA PANJANGNYA
  • 24) PERMAINAN MAKAH - MAKAH
  • 25) PERMAINAN GARU - GARU
  • 26) PERMAINAN KRUBUNGAN
  • 27) PERMAINAN KRIKILAN
  • 28) PERMAINAN TRI LEGENDRI NOGOSARI
  • 29) PERMAINAN MAIN SISIK
  • 30) PERMAINAN CIKO GURU
  • 31) PERMAINAN KILANAN/ JENGKAL
  • 32) PERMAINAN ANCONG - ANCONG
  • 33) PERMAINAN LOMPAT TALI
  • 34) PERMAINAN CEPLI
  • 35) PERMAINAN DOMIKADO
  • 36) PERMAINAN GEMPALEONGAN
  • 37) PERMAINAN BECAK - BECAKAN
  • 38) PERMAINAN KOKO
  • 39) PERMAINAN FUKUSHU
  • 41) PERMAINAN BANDEMAN
  • 42) PERMAINAN JAGO PITHONG
  • 43) PERMAINAN BALOGO
  • 44) PERMAINAN MADELAGE
  • 45) PERMAINAN SENTARUH TELIUQ ENEEKNG TELUU’
  • 46) PERMAINAN GAJAH TELENA
  • 47) PERMAINAN KELADI
  • 48) PERMAINAN MERBONI – BONI SAPU TANGAN
  • 49) PERMAINAN DLOSORAN
  • 50) PERMAINAN KREPYAK
  • 51) PERMAINAN PATAH KALENG
  • 52) PERMAINAN CAK LENGKENG SEPULUH RIBU
  • 53) PERMAINAN EGRANG
  • 54) PERMAINAN GEBUK BANTAL
  • 55) PERMAINAN TEROMPAH PANJANG
  • 56) PERMAINAN LARI BALOK
  • 57) PERMAINAN TARIK TAMBANG
  • 58) PERMAINAN HADANG
  • 59) PERMAINAN PATOK LELE
  • 60) PERMAINAN BENTENG
  • 61) PERMAINAN DAGONGAN
  • 62) PERMAINAN SUMPIT
  • 63) PERMAINAN GASING
  • 64) PERMAINAN TUJON
  • 65) PERMAINAN MACANAN
  • 66) PERMAINAN MUL - MULAN
  • 67) PERMAINAN NERENSI
  • 68) PERMAINAN SUR - SURAN
  • 69) PERMAINAN DAM – DAMAN
  • 70) PERMAINAN DAMON
  • 71) PERMAINAN GOBAK BUNDER

1

PERMAINAN TRADISIONAL NUSANTARA
1) PERMAINAN MBURU KEWAN
A. Latar belakang permainan Permainan ini dibuat untuk mengisi kegiatan pada waktu sore hari,dengan cara menirukan orang yang sedang berburu binatang dengan cara melempar benda untuk menangkap binatang yang sedang diburu. B. Asal permainan Asal permainan ini adalah dari daerah pemalang dan sekitarnya C. Peserta Pesertanya adalah semua umur,baik anak-anak maupun orang dewasa dapat melakukan permainan ini.peserta minimal 10 orang dan maksimal tak terbatas. D. Alat yang diperlukan Alatnya adalah 2 buah bola plastik untuk bahan lemparan berburu E. Pelaksanaan Permainan Pertama di awali dengan diundi (hompimpah) untuk mencari 2 orang untuk menjadi pemburu dan sisanya menjadi binatang yang menjadi sasaran lemparan.nanti kalau ada anak yang terkena bola leparan dari pemburu,maka dia harus keluar dari arena permainan dan menjadi pemburu.dalam permainan ini tidak boleh melempar kearah kepala. F. Tempat dan waktu permainan Ditempat yang luas misalnya kebun,lapangan,pelataran rumah dll,dan biasanya dilakukan pada sore hari sambil menunngu maghrib G. Penentuan pemenang Dalam permainan ini yang menang adalah orang terakhir berada di lapangan permainan atau tidak tertangkap pemburu H. Tanggapan masyarakat Menurut masyarakat sekitar permainan ini cukup baik,karena dapatmenimbulkan kesenangan dan dapat melatih keterampilan dalam melempar dan menghindar I. Sumber Saya mengetahui dari mas ahmad yang dulu pernah melakukan prmainan ini.

2) PERMAINAN SASEGO’AN
A. Latar Belakang Permainan ini dinamakan ―Sasego‘an‖ ( bahasa lampung )yang artinya ―Main sumput-sumputan‖ atau sembunyi-sembunyian. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan permainan yaitu ― Menyembunyikan Sesuatu ―.

2

B. Peserta Permainan ini pada umumnya hanya dilakukan oleh anak-anak perempuan saja. Usia para peserta berkisar antara 7-13 tahun, dan dilakukan oleh sekurang – kurangnya 4 orang anak. Alat dan Fasilitas Permainan ini sebenarnya hanya semacam permainan sumput-sumputan yang hanya menggunakan peralatan sepotong kapur tulis, sepotong arang untuk menggambar, dan bagi masing- masing peserta sebatang lidi kecil kurang lebih 1cm, atau pecahan kecil dari beling kaca atau sebuah batu kecil yang gunanya unutk disembunyikan dalam permainan ini. Pelaksanaan Permainan Masing – masing anak (A,B,C dan D) duduk berjongkok di tanah saling bertolak belakang(membelakangi) dengan jarak masing-masing peserta kurang lebih 2 meter. Masing-masing anak ini membuat gambar segi empat dengan panjang sisi masing-masing segi ampat kurang lebih 10cm, kemudian segi empat tadi dibagi nenjadi empat bagian Setelah selesai,masing-masing memperlihatkan kepada peserta lainnya alat atau barang yang akan disembunyikan pada salah satu petak di dalam segi empat tersebut.Setelah itu masing-masing anak tadi mulai menyembunyikan alatnya pada salah satu petak dari segi empat tadi secara sembunyi-sembunyi dan hati-hati jangan sampai anggota lain mengintip tempat ia menyembunyikan alat tadi. Cara menyembunyikannya adalah dengan jalan menggali pada salah satu petak secara hati-hati jangan sampai terlihat ada bekas galian ataupun ada bekas timbunan pad tempat tersebut. Setelah penyembunyian di lakukan oleh masing-masing mereka harus mengatakan khadu, yang artinya sudah. Seterusnya ke empat anak (A,B,C dan D) bergiliran mencari alat permaian temannya yang disembunyikan tadi. Setiap orang hanya di bolehkan menebak dan mencari satu petak saja dan bagian yang lain untuk ditebak dan dicari teman-teman yang lainnya. Jika si A berhasil menebak tempat sembunyian si B dan berhasil menemukan alat si B, maka si B mempunyai utang 1 point. Selanjutnya si B kembali mennyembunyikan alatnya tadi pada salah satu petak tadi untuk ditebak dan dicari si C dan si D. Begitu seterusnya pada yang lainnya. Penentuan Kemenangan Siapa yang alat permainannya sering ditemukan teman-temannya itulah yang kalah, sebaliknya yang alat permainannya paling sedikit diketemukan teman – temannya itulah pemenangnya. Tanggapan Masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan diselenggarakan permainan ini, karena sifatnya hanya sekedar rekreatif dan tidak merugikan moral dan pendidikan anak-anak.

C.

D.

E.

F.

3

G. Sumber Suwondo, Bambang. 1983. Permainan Rakyat Tradisional Daerah lampung. Deprtemen Pendidikan dan Kebudayaan.

3) PERMAINAN SONDOK - SONDOKAN
A. Latar Belakang Permainan Tradisional di Kabupaten Kuantan Singini (Kuansing) angsur-angsur mulai menghilang dikalangan anak-anak di Kuantan Singingi, seperti Permainan Gasing. Begitu pula dengan Cerita Rakyat Kuansing seperti Ombak Nyalo Simutu Olang. Berikut ini adalah paparan tentang salah satu Permainan Tradisional Anak-anak di Kuansing. Sondok-sondokan adalah permainan tradisional di Kuansing tepatnya di Kenegerian Sentajo. Sondok-sondokan atau cari-carian merupakan permainan anak-anak tempo dulu, dimana permainan ini diangkat dari disebuah desa yang ada di Kenegerian Sentajo lebih tepatnya di Koto Sentajo. Koto Sentajo terutama pada dusun Gonting memiliki kontur dengan sedikit berbukit sehingga semakin nyaman digunakan untuk permainan Sondoksondok an, apalagi ditambah dengan adanya pelak milik masyarakat, dimana pelak ini semangkin menciptakan semangat permainan bagi para peserta, sebab didalam pelak ini selalu terdapat tumbuh-tumbahan yang ditanam pemiliknya untuk kebutuhan hidup sehari-hari seperti Pisang, Jeruk nipis, terong, Kunyit dan berbagai keperluan dapur lainnya. Dengan adanya berbagai tanaman dalam pelak Tersebut semakin elok sebagai tempat permainan ini. Ket : Sondok – sondokan : Cari – carian/ sembunyi Pelak : Kebun yang dipagar Tonggak : Tiang Olun : Belum B. Peserta Permainan Sondok-sondok an terbagi menjadi 2 Jenis Permainannya yaitu Tonggak Dingin dan Tonggak Bantuan, dimana kedua permainan ini mempunyai perbedaan, tonggak dingin biasanya dilakukan oleh anak-anak yang lebih kecil dari peserta Tonggak Bantuan, dimana peserta Tonggak Bantuan berumur antara 11 – 14 tahun, permainan tonggak dingin selalu dilakukan pada siang hari, sedangkan Tonggak bantuan Dilakukan Pada malam hari pada saat terang bulan, baik pada saat cahaya bulan penuh maupun pada cahaya bulan sabit, dimana pada saat bulan sabit akan lebih menantang karena cahaya dengan sedikit gelap dan samar-samar. C. Pelaksanaan Permainan Waktu permainan ini biasanya dilakukan setelah pulang mengaji sekitar jam 20.00 WIB, pada malam-malam sekolah biasanya sampai jam 22.00 WIB, tapi tidak terlalu sering permainan ini dilakukan pada malam-malam tersebut

idealnya dalam permainan paling sedikit sekitar 7 Regu atau 14 orang. sambil berlari biasanya salah satu atau beberapa peserta sambil mengucapkan olun-olun berarti waktu yang kalah untuk membuka mata belum selesai. dan tidak tertutup kemungkinan sampai jam 00.  Alat yang Digunakan Dalam permainan ini menggunakan Tonggak sebagai alat bantu utama. walaupun permainan dimalam hari pesertanya bukan saja laki-laki namun perumpuan juga tidak ketinggalan untuk ikut serta. Pada kesempatan ini juga membahas pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing regu. Pinggir Sawah dan sebagainya. Ada dua pelanggaran yang harus diwaspadai oleh para peserta pertama memegang tonggak sebelum yang kalah memegang Tonggak tersebut.  Penentuan Batas Apabila regu atau pasangan masing-masing telah didapat dan ditetapkan. dimana tonggak yang pakai untuk permainan tersebut hanya 1 pohon. langkah berikut adalah menetapkan batas-batas persembunyian yang akan disepakati bersama. dimana pelanggaran yang dilakukan akan mengakibatkan kekalahan akan berpindah pada pihak yang melanggar aturan yang telah disepakati bersama. namun biasanya ditentukan dengan menunjuk pada objek-objek tertentu seperti jalan.4 kecuali hari libur sekolah. dimana pada malam minggu biasanya dilakukan sampai larut malam. Kedua Melewati batas yang telah ditetapkan. dimana tonggak yang digunakan yaitu Pohon yang ada disekitaran lokasi permainan. sebab dalam hal ini tergantung berapa jumlah yang ada pada malam itu.00 WIB. jarak terjauh dari tiang biasanya berkisar 250 M. dalam pembagian kawan ini bisa ditentukan secara langsung seperti sit jari dan bisa juga dengan cara undian. rumah penduduk. biasanya permainan ini sering dilakukan pada malam minggu. Lalu bagaimana isyarat bagi yang kalah bahwa satiap peserta betul-betul . dimana satu regu hanya terdiri dari 2 (dua) orang. melalui musyawarah yang tidak terlalu lama biasanya batas-batas bisa ditentukan. semakin banyak regu dalam permainan ini semakin seru dalam pelaksanaannya. dalam penetapan batas ini tidak terfokus pada jauhnya jarak. kemudian pemenang sambil berlari mencari persembunyian.  Aturan Permainan  Penetapan Kawan : Sebelum permainan dimulai maka harus dilakukan dulu penetapan kawan masing-masing.  Cara Bermain Awal permainan ini dimulai dimana regu (2 orang) yang kalah dengan memejamkan/menutup mata sambil menghadap kearah tonggak. jumlah regu yang akan bermain tidak terbatas.

 Sejarah Permainan Permainan candak ndodok ini merupakan permainan yang sangat unik. sebab kalau tidak akan menjadi rumit. Sumber http://www.html 4) PERMAINAN CANDAK NDODOK A. D. dalam percarian kedua peserta yang kalah tersebut harus berpencar atau berpisah arah. jangan sampai orang yang belum dapat atau ditemui memberi bantuan dengan memegang tonggak. Bahkan permainan ini bisa dimulai di mana saja tanpa persiapan apapun. dua orang yang kalah tadi bersiap untuk mencari setiap peserta permainan. setelah yang kalah memegang tonggak maka keduanya harus berbagi tugas. Nilai yang Terkandung Hal-hal positif yang bisa diambil dari permainan sondok-sondok an/cari-carian yang harus ditanamkan sejak dini antara lain :  Keberanian dalam kemandirian  Kejujuran dalam aktifitas  Silahtuhrahmi antar peserta selalu terjalin E. jika ini terjadi maka permainan harus di ulang dan yang kalah tidak akan berubah. mengapa demikian? Misalnya yang ada 10 Regu otomatis yang bersembunyi ada 9 regu dengan jumlah 18 orang. salah satu diantara mereka harus menjaga tonggak. Peserta yang kalah harus mencari sebanyak mungkin semua peserta yang menang kalau bisa semuanya ditemukan. dimana saat kondisi seperti itulah yang kalah untuk membuka matanya. Latar Belakang  Nama Permainan Candak Ndodok atau sering disebut dalam bahasa indonesia yaitu Petak Jongkok atau Tap Jongkok adalah salah satu permainan tradisional Indonesia yang tidak membutuhkan banyak peralatan untuk memulainya. setelah didapat peserta yang bersembunyi yang kalah harus kembali ke tonggak untuk memegang tonggak sambil menyebut nama peserta yang telah didapat. Tentunya minus persiapan ditegur petugas keamanan ataupun persiapan menahan malu yang teramat sangat. Permaian candak ndodok dimulai dengan sebuah gambreng.5 telah bersembunyi? Biasanya isyarat bagi regu yang kalah saatnya untuk membuka mata yaitu setelah tidak ada lagi terdengar suara peserta yang mau bersembunyi.sungaikuantan. ini dilakukan agar lebih konsentrasi dalam pencarian.com/2010/02/permainan-tradisional-kuansingsondok. Apabila semua telah bersembunyi suasana dalam keheningan malam akan terasa pada saat itu. Gambreng .

Biasanya permainan dimulai dengan semua pemain lari berpencar menjauhi si penjaga. Tetapi. B. D. Karena permainan permainan petak jongkok ini tidak sulit di mainkan bahkan mudah untuk di mainkan oleh anak-anak. Para target bisa meloloskan diri dengan cara berjongkok. sedangkan orang yang berjaga akan menjadi target penjaga. Peserta Permainan ini dapat di mainkan oleh anak SD umur 7 sampai 12 tahun atau mulai dari kelas dua sampai dengan orang dewasa karena permainan ini boleh dimainkan oleh siapa saja baik laki-laki maupun perempuan. 4. maka pemain tersebut tidak bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. hal inilah yang menyebabkan permainan ini diberi nama ―Candak Ndodok‖. Alat dan Fasilitas yang Diperlukan Dalam permainan candak ndodok ini para pemain hanya membutuhkan lapanga yang luas yang berbentuk persegi panjang. diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Tentukan satu orang yang akan mengejar. Si penjaga harus mengejar pemain lainnya sampai berhasil menepuk (di mana saja) salah satu pemain. Permainan candak ndodok ini berasal dari daerah Jawa Timur. 5. Pemain tersebut harus mengaktifkan pemain lainnya baru kemudian bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. Satusatunya cara untuk kembali berlari adalah pemain ditepuk oleh pemain lain yang masih berdiri dan tidak menjadi penjaga. Bila jongkok berarti dia tidak dapat disentuh oleh pengejar. Begitu juga dengan anak yang tidak jongkok namun berhasil disentuh oleh pengejar akan menjadi pengejar selanjutnya. membutuhkan lapangan yang luas dan jumlah peserta untuk melakukan permainan petak jongkok ini maksimal 10 orang dan minimal 5 orang karena kalau kebanyakan kasihan yang kalah atau yang akan jadi pengejar. Permainan petak jongkok ini. C. Pelaksanaan Permainan Dalam permainan ini tentu saja kita semua harus tahu dan mengerti cara bermain dengan baik. anak yang terakhir jongkok berarti akan menjadi pengejar menggantikan pengejar yang lama. Pemain yang jongkok dianggap tidak aktif dan tidak bisa mengaktifkan diri sendiri. Anak yang berdiri dapat membangunkan anak yang jongkok. Bila pemain yang berdiri hanya tersisa satu orang.6 adalah sebuah proses menentukan giliran yang biasanya dimulai dengan teriakan "Hom pim pah alaiyum gambreng!". . Untuk menghindari pengejar. 6. 2. 3. Orang yang ditepuk akan berjaga. setiap anak boleh jongkok. Dan permainan seperti ini yang selalu dimainkan olek anak-anak ketika mereka libur sekolah atau pada waktu anak-anak SD istirahat menunggu bel masuk kelas. posisi akan otomatis berubah. Bila si penjaga berhasil melakukan itu.

B. Latar Belakang Isutan Jarat adalah nama permainan tradisional yang berkembang di daerah Kalimantan Selatan. Pohon pisang yang kering biasanya terlihat seratnya. Jadi isutan jarat maksudnya mencari tali yang bajarat (memiliki jerat). . Pada permainan ini tiap pemain berusaha mencari jarat pemain lainnya yang disembunyikan di dalam pasir dengan cara menusukkan bilah lidi/kayu/bambu. kata isutan ini mungkin dari peralihan kata ‗usutan‘ yang berarti ‗mencari‘. dan membangun EQ. F. Permainan seperti ini mengasah kemampuan otak. bagian inilah yang diambil oleh anakanak untuk membuat tali jarat. Memaksa pemain yang sedang berjongkok untuk berdiri. kemampuan membuat strategi. Permainan ini sebenarnya menebak letak jarat yang ada di dalam pasir. E. kita lihat dari berlangsungnya permainan tersebut. Namun. tidak ada salahnya mengajarkan permainan yang mungkin sering dimainkan sejak kecil. Jika pemain yang dikejar maka dianggap menang dan pemain yang jadi pengejar maka dianggap kalah. Mendorong pemain yang sedang berjongkok sampai terjatuh. Mulai dari mainan yang terbuat dari plastik hingga mainan elektronik. Alat dan Fasilitas Peralatan bermain berdasarkan permainan aslinya. Penentuan Kemenangan Untuk menentukan pemain yang menang dan kalah. Sedangkan ‗jarat‘ adalah istilah orang Banjar untuk tali yang ujungnya bersimpul untuk menjebak atau mengikat (seperti tali lasso di Amerika). sikap mudah bersosialisasi. 5) PERMAINAN ISUTAN JARATAN A. Sumber Sumber permainan candak ndodok ini saya dapat dari Hamid Nur dan permainan tradisional merupakan permaina anak tempo dulu yang sekarang hilang dimakan zaman. 3. Beragam mainan diciptakan untuk menghibur dan juga sebagai sarana pendidikan anak. Asal katanya dari isutan dan jarat.7  Hal yang tidak boleh dilakukan 1. Tetapi. permainan tersebut berlangsung lama sampai para pemain merasa lelah dan capek jadi pemain yang menang dan kalah akan selalu berganti-ganti. Sedangkan bilahnya terbuat dari kayu atau bambu yang diraut agak runcing dengan panjang tidak lebih dari lengan. Lupa membangunkan pemain yang sedang berjongkok seharian penuh di lapangan. yaitu tali dari serat pohon pisang dan bilah kayu dari bambu atau jenis kayu lainnya. G. Tanggapan Masyarakat Dunia anak adalah dunia bermain. 2.

D. Peserta Jumlah pemain isutan jarat minimal dua orang dan sebanyak-banyaknya empat orang. Dua orang diperlukan karena akan ada posisi pasang tempat yang menyembunyikan jarat) dan posisi naik (yang mencari lubang jarat).  Ujung tali yang tidak memiliki jarat disisakan diluar untuk menariknya nanti.  Teknik menyembunyikan jarat ini menentukan kelihaian tiap anak dalam bermain usut jarat. Permainan isutan jarat tidak ada kaitan dengan jenis upacara atau peristiwa tertentu.  Jarat yang ingin disembunyikan ditimbun perlahan-lahan dengan pasir agak tebal supaya tidak kelihatan. Tempat Lokasi permainan ini biasanya di pinggir sungai saat air surut atau di halaman rumah yang banyak pasirnya. Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini tidak ada konsekuensi kalah atau menang hanya memberikan kepuasan dan kebanggaan bagi anak yang berhasil mencari jarat atau anak yang jaratnya tidak berhasil ditemui lawan.  Setelah itu masing-masing anak menusukkan bilahnya ke dalam. Tahapan Tahapan permainan :  Tahap menyembunyikan jarat :  Misalnya jumlah pemain ada 4 orang. ada yang menyembunyikan jarat dengan ujungnya berkelok-kelok sehingga lawan sulit menebak letak jarat sebenarnya. Pengaruh dari permainan ini adalah memberikan sifat sportifitas bagi anak-anak. . Tempat orang sudah dirasa cukup karena akan terlalu ramai yang bisa menimbulkan kebingungan.  Begitu seterusnya tiap pemain bergiliran menebak jarat lawan F.  Tahap mencari jarat  Ditentukan dulu timbunan pasir siapa yang akan dicari duluan. E.  Pemain yang berhasil bilahnya akan tersangkut di dalam jarat.  Keempat anak ini berpencar ke daerah pasir masing-masing untuk menyembunyikan jaratnya.8 C. Waktu permainan bebas bisa dimainkan kapan saja kalau di kampung anak-anak (laki-laki dan perempuan) akan memainkannya saat sore menjelang mandi di sungai. Apabila semua anak yang giliran mencari sudah menusukkan bilahnya maka yang mempunyai jarak menariknya sehingga akan ketahuan siapa yang berhasil menebak jarat. ini bisa dilihat dari kejujuran saat menyembunyikan jarat dimana anak yang lain sepakat untuk tidak saling intip serta kejujuran untuk memasang lubang jarat yang sama lebar dengan pemain lainnya.

diadakan hung pimpa untuk menentukan siapa yang akan menyerang terlebih dahulu. dewasa E. Latar Belakang Ceteran adalah permainan tradisional yang berasal dari sleman yang tidak diketahui secara pasti siapa yang membuat permainan tersebut.kuping. Sasaran Anak-anak.mata. Sumber http//www. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang.  Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimulai. Manfaat Memupuk sifat sportifitas.dan penghadang lainnya. C.dan leher.com. Pelaksanaan Permainan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan lebih dominan dialam terbuka seperti : Dikebun dan lapangan.TAMBIAN A. melatih indra penglihatan dan mengembangkan ketrampilan ketepatan pada target yang bergerak. B. 7) PERMAINAN TAMBI .  Pihak lawan yang banyak kena peluru kertas itulah pihak yang kalah. D.  Pemain Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang jumlahnya tidak ditentukan.  Pemain yang kalah bisa bertahan terlebih dahulu sambil bergantian menyerang.  Peralatan Bambu.9 G.batu.  Permainan ini tidak boleh mengenai kepala.air dan kertas dijadikan sebagai peluru. Latar belakang Disebut dengan nama tambi-tambian sebab pada waktu dahulu permainan ini dimainkan oleh anak-anak suku Tambi. memupuk sportifitas.permainan tradisional.dapat bersosialisasi dengan yang lain.menahan emosi. 6) PERMAINAN CETERAN A. yang sekarang banyak ditemui di kota .  Selanjutnya pemain harus menyebar untuk mencari tempat bertahan seperti dibelakang pohon. remaja. Suku Tambi yaitu suku pendatang dari luar Kalimantan Timur.

 Karena yang menang pertama adalah E. permainan ini juga dapat dimainkan. yang menurut ceritanya mereka berasal dari Ceylon. terdiri dan garis batas pelempar dan lubang-lubang sasaran yang dikelilingi dengan papan atau batu bata yang dijejer. sedang pada lubanglubang permainan tidak diberi penghalang. Maksud diberi penghalang ini adalah agar bola yang dilempar tidak bergulir jauh keluar lapangan permainan dan juga agar bola dapat mental kemudian menggelinding bebas masuk ke salah satu lubang. E) berlari sedang B yang telah berhasil mengambil bola tersebut berusaha melempar temannya dengan bola tersebut sampai mengenai sasaran. dan apabila lemparan E tidak ada yang mengenai sasaran maka E tidak berhak melempar lagi. Suku ini berperawakan besar dan berkulit hitam. maka sebagai pengganti lubang dapat digunakan garis lingkaran yang agak besar. Di samping itu lapangan permainan yang dipergunakan dilengkapi dengan garis pembatas lapangan. Itulah sebabnya pada saat seorang . C. B. tetapi gilirannya adalah pemenang undian ke-2 (yaitu B). Jumlah pemain dapat berjumlah 2 orang. Tanda ini adalah tanda kalah. Samarinda. Apabila tidak memungkinkan untuk membuat lubang. Jumlah lubang yang dibuat harus sesuai jumlah pesertanya dan jarak antara lubang dengan papan penghalang kira-kira 10 cm. Tahapan Permainan  Misalnya pemain berjumlah 5 orang dan setelah diadakan undian maka berturut-turut yang menang adalah E. karena permainan ini sangat membutuhkan tenaga lebih-lebih pada waktu diadakan hukuman. maka B dengan cepat mengambil bola dan sementara itu teman-teman yang lain (A. dan A masing-masing berdiri bersiap-siap pada lubang yang telah dipilih sebelumnya. Ada juga bentuk lapangan yang berbeda yaitu lapangan diberi batas ± 2 x 8 m. Pada awalnya orang menyebut permainan ini dengan sebutan Tambi-tambian dengan model lapangan seperti pada gambar lapangan I. B. Setiap pemain menentukan lubang permainannya masing-masing.  Apabila lemparan B mengenai A. Tetapi apabila lebih dari 5 orang. jadi A telah kalah 1 angka). Sasaran E sebenarnya adalah lubang milik E. Peralatan atau perlengkapan yang dipakai dalam permainan ini dilengkapi dengan lubang sejumlah pesertanya dan lubang itu sebesar bola. Mengenai latar belakang sejarah perkembangan permainan ini dulunya sering dimainkan oleh anak-anak dari suku Tambi. Tetapi tidak jelas dari mana asal usul permainan ini karena hampir semua daerah di Kalimantan Timur mengenal permainan ini. A.10 Balikpapan. sedang B. Yang ideal berjumlah 4 orang dan Maksimum 5 orang. D. C. D.  Apabila pada waktu E melempar bola dan masuk pada lubang B. maka lubang permainan A diberi tanda (Biasanya dipakai tanda berupa serpihan kertas atau batu. maka E berhak bermain lebih dahulu (memasukkan bola ke dalam lubang lebih dahulu). Pelaksanaan Permainan  Persiapan Para pemain mengadakan undian lebih dahulu dengan hom-pim-pa atau suit. Para pelakunya pada umumnya anak-anak pria. Mempersiapkan lapangan permainan seperti tersebut pada gambar. yakni sebuah lapangan yang datar yang berukuran ± 2 x 8 m. D. C.

11 anak hendak melempar bola pada teman-temannya. Di sini misalnya : A kalah 5 C kalah 4 E kalah 3 B kalah 1 D kalah 0 D melempar bola pada tubuh A sebanyak 5 kali. Setelah selesai kembali giliran B menghukum B dan seterusnya sampai hukuman selesai dijalankan. Tetapi apabila dalam pelaksanan hukuman seorang anak yang sedang menghukum tidak mengenai sasaran (misalnya pada saat D melempar bola ke A dan tidak mengenai A. Permainan ini kembali seperti keterangan c dan d. Setelah selesai maka B menghukum A dengan 4 lemparan (sebab B kalah 1). Keterangan : a. D dan E). Garis-garis tempat melempar bola b. C. anak-anak itu lari menghindari lemparan. untuk dilemparkan pada salah seorang anak. balok atau papan a —— b = ± 4 cm b —— c = ± 10 cm . sebab E kalah 3. lubang-lubang permainan c. maka A harus dihukum oleh anak-anak yang bermain dalam permainan itu. Jadi apabila peserta permainan ada 5 orang dan sudah mencapai kalah dengan angka 5 maka permainan berakhir dan anak-anak memberi hukuman bagi yang kalah. Nilai kalah yang terkumpul adalah sejumlah peserta permainan. C. sebab C kalah 4. Maka berturut-turut yang menghukum adalah yang paling sedikit jumlah nilai kalahnya. Dan selanjutnya jalannya permainan seperti pada poin c dan d di atas. Kemudian C menghukum dengan 1 lemparan. Jadi 5 (kalah A)-l (kalah B) = 4. maka bola yang lolos akan diperebutkan kembali oleh anak-anak (A. Penentuan Kemenangan Misalkan di sini yang kalah 5 adalah A. Kemudian E menghukum A dengan 2 kali lemparan. Penghalang dari batu bata. B.  Pada setiap anak yang kena lemparan dinyatakan kalah dan pada lubang permainan miliknya diberi tanda kertas atau batu kecil.  Setelah lubang A diberi tanda maka giliran melepar/memasukkan bola adalah B (karena pemenang kedua dalam undian).

melempar dengan kaki untuk berusaha mengenai batu yang dipasang sebagai target. Semua pemain yang pertama kali melakukan harus menggunakan kaki. 6. Misal pemain ada 4 maka bisa dibuat regu atau kelompok dua lawan dua. Peserta Dalam permainan gandon. Pelaksanaan Permainan  Alat dan Fasilitas 1. Apabila ada perempuannya maka dibagi supaya adil. Latar Belakang Permainan ini dilakukan pada saat saya masih kecil. pemain biasanya tidak begitu banyak karena tempat juga merupakan faktor penentu. Garis batas untuk awalan jaraknya disesuaikan dengan kemauan saat bermain 3. 5. Dan batu itu sebagai sasaran. Batu yang sedang 2. C. Beberapa batu diletakkan berdiri sejajar. Pemain pertama melakukannya dengan cara meletakan batu dipunggung kaki dan mengayunkannya. Pemain harus lebih dari satu orang. B. Halaman dari tanah  Jalannya permainan Permainan dilakukan: 1.12 8) PERMAINAN GANDON A. Karena anakanak yang terpenting dalam sebuah permainan adalah kesenangan. permainan ini diturunkan secara turuntemurun sehingga tidak tahu pasti siapa yang menciptakannya. Awalan yaitu dengan suit untuk menentukan siapa yang memulai dahulu 4. Didaerah saya yaitu di Banjarnegara. Misal 5 batu. Setelah itu baru mengincar batu target dengan dilempar menggunakan tangan tetapi dengan cara kaki satu diangkat dan batu dilempar melalui bawah kaki yang diangkat baru ditangkap lagi . 2. Dan merupakan permainan tradisional yang sering dimainkan terutama oleh anak laki-laki. Dari orang pertama hingga terakhir.

Permainan ini mengutamakan kecermatan. Sekali saja melakukan keceroohan maka akan menghancurkan permainan. Lurah juga memiliki fasilitas yang memadai untuk membantu warganya yang sedang mengalami kesulitan. serta keterampilan pemainnya. Orang-orang setempat menyebut permainan ini dari daerahnya sendiri. Dengan gambar seperti dibawah : E. Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan dari banyaknya batu yang berhasil dirobohkan dengan cara di lempar dengan batu tersebut. ketelitian.13 dengan tangan kemudian baru boleh dilempar kesasaran. Faktor taktik dan strategi juga tidak lepas dari permainan ini. Terdapat seorang pemimpin dan banyak rakyat yang disimbolkan dengan lidi pelepah daun kelapa. faktor konsentrasi sangat dibutuhkan dalam permainan ini. Seseorang yang mampu berkonsentrasi dan menjaga ketelitian akan dapat secara baik menyelesaikan dan memenangkan permainan. Batu tidak boleh terjatuh atau kedua kaki menyentuh tanah. Sumber Permainan ini saya dapatkan dari pengalaman sewaktu kecil dan masih duduk di bangku sekolah dasar. Tempat dan waktu permainan permainan dilakukan pada siang hari atau pada waktu senggang dan dilakukan dihalaman rumah. Seorang kepala desa (lurah) biasanya memiliki kekuasaan yang besar. Lurah bisa memerintah / menolong rakyatnya yang mengalami kesulitan dengan mudah. karena . Kabupaten Purworejo. sesama rakyat biasanya sukar atau memiliki keterbatasan kemampuan dalam membantu sesamanya. sedangkan rakyat (masyarakat) digambarkan sama. dan saat melakukan permainan dapat menerapkan taktik yang telah disiapkan. Dan juga dari orang tua dan tetangga saya banyak yang memberitahu permainan ini. Sehingga pemain harus bisa berhati-hati dalam memainkan permainan ini. F. Latar Belakang Permainan Magang Lurah ini Pada dasarnya merupakan simbol kehidupan bermasyarakat di desa. Kecamatan Grabag. Akan tetapi permainan ini sudah dimainkan secara turuntemurun di Desa Harjobinangun. Permainan magang lurah ini belum teridentifikasi secara pasti asal muasal pertamanya. Sebelum melakukan permainan. D. seorang pemain dapat menyusun strategi cara bermainnya. Karena dahulu sering saya mainkan saat waktu senggang. 9) PERMAINAN MAGANG LURAH/MIL-MILAN A. Selain itu juga. Akan tetapi.

Alat dan Fasilitas Peralatan yang diperlukan dalam bermain magang lurah antara lain adalah lidi yang terbuat dari pelepah daun kelapa. Sehingga baik lakilaki maupun perempuan memiliki kemampuan yang sama dalam memainkan permainan magang lurah ini.  Permainan dilanjutkan terus menerus hingga ada salah satu pemain yang mendapatkan nilai batas.  Umur Peserta Permainan Permainan magang lurah ini biasanya dimainkan anak-anak yang berusia antara 6-12 tahun atau usia anak sekolah dasar.  Pemain mengambil lidi satu persatu. maka lidi itu juga dinyatakan keluar. mulai 2 orang atau lebih.  Jumlah Peserta Permainan Jumlah peserta permainan magang lurah ini bervariasi. Pelaksanaan Permainan  Permainan dimulai dengan menyebarkan kumpulan lidi ke tanah / lantai. D. Usahakan lidi menyebar dengan teratur. Lidi yang melewati garis pembatas / sebagian besar bagian lidi melewati garis pembatas.  Waktu pelaksanaan permainan : Pada dasarnya. Permainan ini digemari anak usia tersebut dikarenakan permainan yang bersifat sederhana akan tetapi mempunyai banyak unsur bermain. Dikarenakan permainan ini lebih mengutamakan ketenangan pikiran dan tidak mengutamakan fisik. itu tandanya permainan berhenti dan ganti giliran pemain yang lain. lidi yang lain tidak boleh ada yang bergerak. dan lidi lurah (yang paling panjang) diberi nilai 15. permainan ini efektif dimainkan oleh 2-4 orang.  Setiap lidi yang berhasil diambil diberi nilai 5. Kapur tulis / peralatan lain untuk membuat garis pembatas. Permainan ini dilakukan pada saat anak- . Lurah dapat menolong lidi yang lain dengan mencongkel dengan kepala lurah. 2. C.14 permainan ini mereka mainkan sejak kecil secara turun temurun dari orang tua mereka. Apabila lidi yang lain bergerak karena tersentuh lidi itu.‖. waktu pelaksanaan permainan magang lurah ini dilakukan pada siang hari. B. dst. Tempat bermain magang lurah dapat dilakukan di tanah maupun di lantai tergantung kondisi. maka permainan selesai dan pemain yang lain mengatakan ―Mil‖. Biasanya batas nilai antara 200-500 poin. Akan tetapi agar permainan ini berjalan dengan baik dan tidak menunggu lama. Peserta  Gender Permainan magang lurah ini tidak membedakan laki-laki maupun perempuan. karena diperlukan cahaya yang terang. Pemain yang telah melampaui nilai dinamakan ―mendhem 1. sehingga lidi mudah diambil. Karena permainan ini dilakukan bergantian sesuai urutan.

Permainan ini sebenarnya lebih banyak dimainkan oleh anak laki – laki. Penentuan Kemenangan Penentuan pemenang permainan magang lurah adalah dengan menghitung banyaknya mendhem perminan. Yaitu di daerah Purworejo. Setelah semua sepakat maka permainan dimulai dan dilaksanakan sesuai perjanjian pertama di awal permainan.15 anak merasa lelah bermain yang menguras tenaga. Namun pada kenyataanya banyak anak perempuan yang ikut memainkannya. kabupaten Purworejo. Permainan ini dimainkan untuk mengisi waktu luang anak – anak ketika mereka ditinggal orang tua mereka. dikarenakan anak-anak bermain dengan tenang dan mengurangi bahaya dibandingkan permainan yang diluar. Tujuan Sebenarnya tujuan dari permainan ini hanya untuk mengisi waktu luamg. Berdasarkan paparan beliau. F.  Dibyo Subyantoro (46 tahun) : Beliau adalah ayah penulis. Penulis mendapatkan banyak informasi tentang permainan Magang Lurah dari beliau yang mengetahui tentang tata cara permainan. Kecamatan Grabag. Sehingga permainan ini bersifat santai untuk menghilangkan rasa lelah. Penulis mendapatkan informasi tentang asal muasal serta tradisi turun temurun tentang permainan Magang Lurah dari beliau. maka penulis menentukan untuk memilih permainan Magang Lurah untuk ditulis. Sebelum permainan dimulai biasanya pemain menentukan angka untuk menentukan pendheman. Latar Belakang Permainan Seghog ini merupakan permainan yang banyak dimainkan di daerah Jawa Barat. namun juga ada anak – anak dari daerah Jawa Tengah. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional Magang Lurah yaitu dengan metode wawancara dengan berbagai tokoh masyarakat di Desa Harjobinangun.  Aris Saputro (18 tahun) : Merupakan seorang pelajar SMK Pancasila Kutoarjo. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat tentang permainan magang lurah ini termasuk baik. Tokoh-tokoh masyarakat seumber informasi antara lain:  Siti Muryani (39 tahun) : Beliau adalah ibu penulis dan seorang guru SD Negeri Ketawangrejo. yaitu . E. Selain itu juga dengan permainan ini masyarakat beranggapan bahwa dengan permainan ini akan menemukan salah seorang calon pemimpin dari anak-anak yang memainkan permainan ini. Namun ternyata permainan Seghog ini memiliki beberapa nilai positif. G. maupun ketika mereka selesai belajar kelompok. B. 10) PERMAINAN SEGHOG A.

Pelaksanaan Permainan  Lapangan Tempat yang dibutuhkan untuk memainkan permainan ini tidak membutuhkan lapangan atau tempat yang luas. remaja laki – laki dan perempuan terutama yang telah dapat berhitung.  Bila misal kedua batu telah melewati garis batas. Manfaat Konsentrasi. Dia memiliki kesempatan sampai menyeghog batu tersebut adalah sama dengan jumlah berapa ukuran kaki dari garis batas.  Jalannya permainan  Mula – mula pemain menyiapkan peralatan dan lapangan yang akan dipergunakan. kemudian pemain mengukur jarak batu dengan garis batas dengan mengukur menggunakan ukuran kaki. C. dan melatih bersosialisasi. Kemudian dia berusaha menyeghog batu lawan. Yaitu mendorong batu dengan menggunakan kaki bagian tengah dalam. ketepatan.  Batu yang pipih.16 dalam permainan ini akan melatih konsentrasi.  Pemain Jumlah pemain dalam permainan ini adalah minimal 2 orang. ketepatan antara mata dan gerakan kaki dalam mencapai sasaran.  Pemain pertama melakukan seghog. dan koordinasi dapat meningkat karena terlatih ketika bermain Seghog. Hanya tempat yang berbentuk seperti persegi panjang. Terutama di tempat yang sudah dicor. Pemain melakukan undian agar dapat ditentukan siapa pemain yang dapat bermain terlebih dahulu. Selain itu juga apabila pemain dapat menyeghog batu lawan melewati garis . Dan bila jumlah pemain hanya ada 2 maka harus diulang kembali.  Peralatan  Kapur untuk menggaris/ batang kayu bila dimainkan di tempat yang masih tanah. Bagi yang jaraknya lebih dekat maka dia akan bermain terlebih dahulu. E.  Pemain mendapatkan bonus nilai apabila pemain kedua berhasil menyeghog batu lawan ketika pertama kali memainkan. Sasaran Anak – anak laki – laki dan perempuan. D. Permainan ini juga bisa dilakukan di dalam rumah. Selain itu karena adanya kegembiraan dapat mengurangi adanya ketegangan. Jarak pemain dengan target adalah kurang lebih 3m. Karena apabila tidak dapat melewati garis batas maka dinyatakan gugur. Berusaha agar batu tersebut dapat melewati garis batas.

C. diambil dengan 3 biji bekel. dan ada yang terbuat dari bahan timah. bekelan menggunakan seperangkat alat khusus yang dinamakan bekel. Mereka biasanya mengganggu agar hilang konsentrasi dan melakukan kesalahan. Logam ini memiliki bentuk yang khas. dan permukaan bawah yang tidak ada tanda catnya. Paling sebel kalau ditonton laki-laki. Dilakukan dimana saja. Terdiri dari empat biji bekel dan satu bola bekel. B. Pelaksanaan Permainan Permainan ini dilakukan dengan cara menyebar dan melempar bola ke atas dan menangkapnya setelah bola memantul sekali di lantai. Latar Belakang Bekelan berasal dari bahasa Belanda. Sekarang dibuat dari logam. permukaan atas yang ada bintik merahnya. pemain menggenggam seluruh biji bekel dan menyebar seluruhnya ke lantai sambil melemparkan bola bekel ke atas dan menangkapnya. 11) PERMAINAN BEKELAN A. Dan biasanya dilakukan oleh siswi putri pada waktu istirahat dan bisa juga dilakukan dirumah pada waktu luang. F. Kalau ada yang mati mereka akan teriak kegirangan. permukaan halus yang ada tanda silang atau polos sama sekali. yang penting bola bisa memantul keatas. Ada yang terbuat dari kuningan. bikkelen. Permainan ini masih saudara dengan gathengan. . Kalau gathengan hanya menggunakan batu kerikil. Biji bekel diambil satu-satu sampai habis. terakhir lima biji bekel diraup sekaligus. Ulangi lagi menyebar seluruh biji bekel dan diambil 2 biji bekel. Pada awalnya biji bekel dibuat dari engsel tulang tumit kaki belakang domba.  Pertama. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan. Yang dinyatakan sebagai pemenang adalah orang atau pemain yang paling banyak mendapat angka dari hasil menyeghog tersebut. diambil 4 biji bekel. minimal dua orang. Sumber Sumber dari cerita tentang permainan ini adalah teman bermain penulis ketika kecil yaitu Riyanto dan Diah Pangestuti yang keduanya berasal dari Jawa Tengah. D. Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini adalah bola bekel dan biji bekel. Terdiri dari permukaan kasar yang ditandai dengan lubang-lubang kecil di permukannya berjumlah lima titik.17 awal. Kalau bola tidak tertangkap atau bola memantul beberapa kali maka pemain dinyatakan mati. Bekel ini terdiri dari sebuah bola bekel dan lima buah biji bekel berbentuk logam.

blogspot.18  Langkah kedua. dan dewasa 17 th keatas. Sumber Data permainan ini saya peroleh dari pengalaman orang tua. siang atau sore. ambil 4 biji bekel.  Langkah ketiga . B. balik posisi biji bekel menghadap kebawah dan ulangi langkah sepertei langkah kedua dengan mengambil biji bekel 1. terakhir raup seluruh biji bekel. Balik posisi bekel menghadap ke atas semua satu persatu. E. Ulangi terus sampai seluruh permukaan bekel menghadap ke atas semua. balik posisi bekel posisi permukaan kasar menghadap ke atas semua. balik seluruh posisi bekel bagian permukaan yang halus menghadap ke atas lalu ambil biji bekel seperti langkah ketiga. kemudian balik lagi semuanya menghadap kebawah semua. Pemain yang bisa melewati tahap ini dinyatakan sudah menang dan berhak untuk istirahat sambil menonton teman-temannya yang belum bisa menyelesaikan permainan. Balik posisi biji bekel mengahadap ke atas semua. terus permukaan halus menghadap ke atas semua. lalu ambil biji bekel seperti langkah sebelumnya. Latar Belakang Sawahan merupakan permainan asli dari indonesia yang belum diketahui asal usulnya permainan ini. 12) PERMAINAN SAWAH/ ULAR TANGGA A. F.com/2010/08/permainan tradisional anak indonesia. Permainan ini seperti ular tangga tetap[i alat yang digunakan sedehana dan tradisional.  Langkah terakhir dinamakan Nasgopel. lalu ambil satu bekel. C. pengalaman pribadi waktu kecil dan http://wahw33d. ambil 2 biji bekel. remaja 13-16 th. Penentuan Kemenangan Bila ada kesalahan dalam langkah nasgopel ini pemain harus mengulang ke langkah awal nasgopel. .html diakses tanggal 07 maret 2011 pukul 19. Langkah kelima. dan terakhir balik satu persatu permukaan kasarnya menghadap ke atas semua. Raup seluruh biji bekel dalam sekali genggaman. Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini yaitu koin sebanyak 5. 2.  Langkah keempat. ambil 3 biji bekel. tetapi permainan ini sering dilakukan anak-anak di daerah Jawa tengah. halaman atau tempat yang sudah bentuk gambarnya dan waktu pelaksanaannya bisa pagi. Peserta Didalam permainan ini membutuhkan peserta 2-4 orang baik putra/putri dengan umur anak-anak 7-12 th. oleh karena itu permainan ini saya munculkan kembali karena pda zaman sekarang sudah tidak dditemukan lagi permainan ini karena sudah banyak permainan modern yang telah ada sehingga permainan tradisional alambat laun bakan hilang. dan seluruhnya. 4.30.

Sasaran Anak-anak. memupuk sportifitas. Tanggapan Masyarakat Masyarakat luas menanggapi permainan ini sangat positif karena dapat membuat orang dapat berkumpul kemudian bermain bersama dan dapat bersosialisasi antara anak yang satu dengan anak yang lain. mka dari itu akan mendapatkan sawah 1/ poin 1. melatih jari-jari tangan. Tujuan Mengisi waktu luang. G. ketepatan mengarahkan sasaran dengan jari-jari tangan dan strategi. maka jumlah tangkapan koin akan menentukan berapa langkah akan berjalan. Pelaksanaan Permainan Permainan tradisional ini cara bermainnya cukup mudah yaitu seperti permainan ular tanggatetapi dengan bentuk lapangan persegi dan cara jalannya tidak menggunakan dadu melainkan menggunakan koin yang dilempar dan kemudian ditangkap. laki-laki maupun perempuan E. Peraturan Lapangan dan Peralatan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan bisa dialam terbuka . B. D. pengolahan strategi meningkat. setalah sampai di X dan Y kemudian kembali lagi ke A. E. Penentuan Kemenangan Permainan ini ditentukan menang kalahnya bila salah satu yang mendapatkan sawah/poin paling banyak maka sebagai pemenangnya. F. Apabila tangkapan tersebut gagal maka pihak lawan yang akan melanjutkan . Cara jalannya permainan ini pertama koin ditaruh di atas tangan dengan telapak tangan menghadap kebawah kemudian dilemparkan keatas dan di tangkap.19 D. Permainan ini dimulai dari A dan berjalan mengikuti anak panah tersebut. permainan ketangkasan dimana 2 pemain atau bisa lebih berlomba atau beradu cepat menyelentik daun secara bergantian sampai habis. Gambar Permainan 13) PERMAINAN SLENTIKAN A. Latar Belakang Slentikan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya. C. kemampuan motorik. Manfaat Gembira atau senang. ketepatan dan juga akan meningkat.

bermain dengan gembira. meningkatkan kesegaran jasmani.daun turi dan masih banyak yang lainya. . F.  Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai. di lingkungan deket rumah yang banyak lorong untuk bersembunyi. maka anak tersebut menang dapat poin Satu. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan slentikan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak. di halaman sekolah. serta berusaha mencari lawan yang bersembunyi di kolong atau di balik pohon dan lainnya untuk di matikan dengan cara memenggil namanya.  Setelah daun lawan habis. Latar Belakang Bancakan merupakan suatu permainan tradisional untuk menjaga daerah lingkaran yang berisi tumpukan genteng agar tidak dijatuhkan oleh pemain lawan. meningkatkan kerja sama serta kekompakan. meningkatkan kesegaran jasmani. begitu seterusnya bergantian dengan lawanya. 14) PERMAINAN BANCAKAN A. Manfaat Mengisi waktu luang. G. daun yang digunakan biasanya daun pohon pete. Tujuan Mengisi waktu luang. B. dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng. meningkatkan kerja sama serta kekompakan.asem.albasia.  Slentik daun tersebut sampai bagian pinggirnya habis. Sasaran Anak-anak dan dewasa E. D. bersosialisasi. Sumber Sumber dari permainan slentikan ini adalah dari orang tua di desa kami yang bersifat turun temurun sampai sekarang. diadakan humpimpa untuk menentukan siapa yang duluan menyentil atau menylentik daun tesebut. C. Peraturan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan biasanya di pelataran rumah. yang intinya daun tersebut dalam satu tangkai daunya banyak.20  Peralatan Peralatan yang digunakan Cuma menggunakan daun.  Lakukan begitu terus sampai dua kali menang.

yang ingin bermain bola tanpa memakai sepatu dan pergi kelapangan.dan saya coba search di google ternyata ada.  Apabila pemain yang bersembunyi tertangkap maka cara mematikannya dengan cara memanggil namanya.  Permainan akan diulang kembali apabila pemain yang jaga tidak bias mematikan pemain lawan secara terus-menerus. Dalam permainan ini alat yang digunakan sangat mudah hanya menggunakan pecahan genteng atau kramik.  Setelah itu pemain yang kalah menata pecahan genteng tersebut untuk dirapikan di tengah lingkaran dan mencari para pemain yang bersembunyi. B. apabila pemain itu sendiri merasa bosan maka permainan dihentikan dan juga apabila pemain yang kalah secara terus menerus maka pemain dihentikan.  Pemain yang menang terus saja berlari untuk bersembunyi.dan saya kemarin bertanya kepada salah seorang teman saya Chandra.saya yakin ini dari orang orang jaman dulu yaitu permainan tradisional orang melayu.  Pemain Bancakan biasanya dimainkan oleh putra maupun putrid dengan pengelompokan umur. Latar Belakang Permainan tradisional ini merupakan kreatifitas anak anak melayu yang ingin mengisi waktu luang dan bersenang senang bersama teman teman.dia pernah bekerja slama 2 . Sumber Sebenarnya saya terinspirasi setelah menonton Upin Ipin yang sedang bemain sepak bola kertas. 15) PERMAINAN SEPAKBOLA KERTAS A. dan pemain itu sudah tidak bias bermain lagi dan menunggu sampai permainan berikutnya. Pemain yang paling jauh melakukan lemparan atau jauh dari sasaran lingkaran itulah pemain yang harus menjaga lingkaran tersebut.  Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai setiap pemain memasukan pecahan genteng atau keramik ke suatu lingkaran dengan jarak yang telah desepakati.  Waktu permainan ini tidak ditentukan .21  Peralatan. dan saya coba mencari asal usulnya digoogle tapi tidak ketemu.  Apabila ada pemain yang bias lolos dan biasa merobohkan tumpukan genteng tersebut tanpa diketahui pemain yang jaga maka pemain yang sudah dimatikan biasa ikut bermain kembali.tinggal bermain dimana saja misalnya di depan teras rumah atau dilantai asal tidak dijalan tol.

22

tahun di Malaysia ,dan dia sering melihat anak anak Selangor memainkan permainan sepak bola kertas.dan katanya mereka mengklaim permainan tersebut dari Selangor, Malaysia. C. Alat dan Fasilitas Kertas dan Area bermain. D. Pelaksanaan Permainan Dengan cara bergantian,pemain dengan umpan bola tanpa terkena lawan lanjut.  Jika bola masuk ke kolong kertas maka disebut hans ball.  Jika memberi umpan dilihat lebih dekat mana. Jika lebih deket pemain kita maka kita berhasil mengumpan,bgitu juga sbaliknya jika lebih dekat pemain lawan maka permainan diambil alih.  Jumlah pemain ada 22.  Jika bola keluar terjadi lemparan kedalam,dengan cara kertas di balik.  Begitu juga dengan bila bola meninggalkan lapangan sebelah gawang maka akan terjadi tendangan pojok.  Pelanggaran hanya hand ball,dan tak ada kartu merah dan kartu kuning.  Kiper boleh digerakkan tetapi tidak boleh digerak gerakkan untuk meng halau tembakan lawan.  Siapkan papan sepakbola kertas pada sebuah bidang datar. Boleh di atas meja, di atas lantai,di atas tanah atau karpet, tapi jangan di atas jalan tol.  Letakkan unit-unit pemain pada posisi sesuai kehendak. Satu unit bertindak sebagai kiper dan diletakkan pada salah satu kotak yang ada tepat di depan gawang.  Lakukan suit (boleh gaya tradisional gajah-orang-semut ataupun batugunting-kertas) untuk menentukan siapa yang memegang bola pada awal pertandingan.  Kick off dilakukan oleh pemain yang memegang bola.  Dribbling berarti unit bergerak sambil membawa bola. Sebelum dribbling, unit harus memindahkan bola ke arah pergerakannya. Memindahkan bola memakan satu langkah.  Gol terjadi jika pemain yang menendang memenangkan adu angka dengan kiper. E. Penentuan kemenangan Siapa yang bisa memasukan bola ke gawang terbanyak dia pemenangnya.

16) PERMAINAN TANGKAP LARI
A. Peserta Untuk peserta permainan disini bebas siapa saja boleh melakukan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa ,laki laki maupun perempuan sedang untuk jumlah pemain minimal 9 dan maksimal tidak terbatas

23

B. Alat yang Digunakan Sebenarnya di permainan ini tidak menggunakan alat apa-apa mungkin hanya tanda untuk batas tempat berdiri. C. Pelaksanaan Permainan Pertama-tama semua peserta melakukan hompipah atau diundi untuk menentukan yang di jaga.setelah ada yang jadi,para pemain yang jadi pelari di bagi menjadi beberapa kelompok.untuk pembagian kelompok tergantung jumlah peserta,jika hanya sedikit bias di bagi menjadi 2-3 kelompok.cara bermain nya adalah setiap kelompok berbaris di tempat berdiri ke belakang.lalu pemain paling depan berdiri 1-2 langkah kebelakang agar bisa ditempati oleh peserta yang lain.peserta yang lari awal ada 2 dan harus dikejar oleh 2 orang yang jaga,untuk peserta aman harus masuk kedalam tempat berdiri,supaya tidak di tangkap,lalu jika ada pemain yg paling belakang harus lari begitu seterusnya. Permainan ini sebetulnya tidak ada yang menang dan kalah karena hanya untuk kesenangan tapi jika boleh disimpulkan pemain yang menang adalah yang sedikit jadi penjaga dan yang kalah adalah yang sering jaga.

17) PERMAINAN DIR - DIRAN
A. Latar Belakang Dir-diran H-A yang berarti bermain gundu atau kelereng. Nama H-A sendiri berasal dari model lapangannya yang terdapat huruf H dan A yang merupakan salah satu bagian dari bentuk lapangan. B. Peserta Jumlah peserta pada permainan ini minimal 2 orang sampai tak terhingga. Biasanya permainan ini tidak mengenal umur dan jenis kelamin. Baik tua, muda, laki-laki maupun perempuan bisa bermain di permainan ini. C. Alat Alat yang dibutuhkan antaralain gundu atau kelereng sebanyak peserta. Biasanya peserta membawa sendiri. Tempat untuk menyelenggarakan yang paling tepat adalah ditempat yang tanahnya rata. Bisa dibawah pohon atau di halaman rumah. Berikut ini adalah contoh gambar lapangannya. D. Pelaksanaan Mula-mula para pemain melakukan lemparan awal dengan sasaran garis yang berada diujung lapangan permainan yang berjarak kira-kira 5 meter. Pemain yang mempunyai jarak terdekat dengan garis berhak menjadi pemain pertama. Begitu juga dengan peserta selanjutnya. Jika lemparan melebihi garis maka kelereng harus ditaruh dihuruf H. Ini berlaku jika pelempar melebihi garis yang pertama. Jika ada yang melempar melebihi garis lagi maka diaruh pada huruf A. Jika ada lagi maka ditaruh di belakang huruf H. Begitu seterusnya. Lemparan harus melebihi huruf H. Jika tidak maka lemparan harus diulang. Jika lemparan mengenai kelereng dari peserta lain maka kedua pemain harus mengulang lemparan. Cara untuk mematikan peserta adalah dengan membidik

24

kelereng lawan sampai kena. Jika terkena maka kelereng tersebut menjadi milik pemain yang mengenai. Jika orang yang tadi terkena bidikan dari pemain lain maka dia harus membayar 2 kelereng sekaligus, yaitu kelerengnya dan pemain yang terkena tadi. E. Penentuan Kemenangan Pemenang dinyatakan menang jika berhasil mematikan peserta terbanyak dengan hasil kelereng terbanyak pada akhir permainan. F. Sumber Permainan ini bersumber dari pengalaman kecil saya dan cerita dari orangtua.

18) PERMAINAN ENDOK
A. Latar Belakang Permainan berasal dari daerah Sleman yang bertujuan untuk bersenangsenang serta mengembangkan keterampilan seorang anak. Sumber permainan berasal dari turun temurun di Desa serta masyarakat menganggap permainan ini mudah dimainkan dan hanya membutuhkan alat dan fasilitas yang sederhana. B. Alat dan Fasilitas  Batu ukuran sedang yang mudah digenggam anak jumlahnya 10-15 batu.  Halaman yang teduh. C. Peserta dan Pelaksanaan Permainan  Peserta yang mengikuti permainan ini berjumlah 10 anak dengan umur 812 tahun dan bisa dimainkan putra putri secara bersamaan ataupun disendirikan.  Dari jumlah peserta tersebut kemudian diundi 1 anak untuk menjadi penjaga telur (endok).  Setelah di dapat penjaga dan pengambil telur, masing-masing anak menempati tempat permainan sesuai aturan yang di tentukan yakni penjaga berada di dalam lingkaran menjaga telur dan yang lain berada di luar lingkaran sebagai pengambil telur.  Pengambil telur boleh saling bekerja sama untuk mengambil telur yang dijaga dan dalam mengambilnya boleh menggunakan tangan ataupun ditendang dengan kaki asalkan telur dari batu itu keluar dari lingkaran yang dijaga penjaga telur tadi.  Apabila saat pengambil telur tadi tersentuh (semua anggota badan) saat mengambil telur di dalam lingkaran maka pengambil telur itu dinyatakan mati dan harus giliran menjadi penjaga telur. Dari hal tersebut pengambil telur yang tersentuh tadi wajib mengembalikan semua telur yang telah didapatnya ke dalam lingkaran dan permainan dilanjutkan sampai telur habis.  Jika semua telur sudah di ambil permainan dilanjutkan untuk menyembunyikan telur yang telah didapat.

Peserta Permainan kucing-kucingan yang dimaksud di sini adalah sebuah permainan anak yang melibatkan 5 pemain (bisa laki-laki semua atau perempuan semua). D. B. yang bunyinya‖ Dha mbuwang kucing gering‖.  Dalam pencarian di berikan 2 pilihan yakni gembok atau kunci.KUCINGAN A.5 meter. Jawa Timur. Kemudian. nantinya dipakai untuk pemain jadi. Alat dan Fasilitas Sementara alat yang digunakan untuk permainan ini hanya membutuhkan halaman yang luas. adalah satu satu jenis permainan tradisional masyarakat Jawa yang juga sudah lama dikenal. di daerah lain juga kadang menamai sebuah permainan itu dengan nama kucing-kucingan. Pada prinsipnya dalam permainan ini ada sebuah syair yang sering dilantunkan berirama secara bersama-sama oleh semua pemain. meliputi Jawa Tengah. Pelaksanaan Permainan  Misalkan ada lima pemain yakni A. Yogyakarta. karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari. dan E hendak bermain kucing-kucingan. Lalu mereka menuju ke halaman tempat bermain. masyarakat Jawa menamai permaianan ini dengan permainan kucing-kucingan. Itulah sebabnya. anak-anak mulai membuat garis silang tegak lurus dengan panjang garis masing-masing sekitar 2. bisa halaman rumah. C. Latar Belakang Kucing-kucingan. Biasanya yang bermain permainan ini adalah anak-anak yang berumur 8-12 tahun dari semua golongan masyarakat tanpa membedakan status sosial. B. permianan lain yang berbeda. D. atau lapangan. Kenapa lebih dikenal dengan nama permainan kucing-kucingan. keempat ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan kaki yang melingkar. . Selain itu. Umumnya yang bermain permainan kucing-kucingan adalah anak lakilaki. Ada kalanya. Di halaman inilah. Permainan ini juga sering disebut permainan Kus-Kusan atau Alih Lintang. C. dalam permainan ini juga banyak dijumpai anak-anak berlari-lari dalam permainannya. dan DI. halaman kebun. setidaknya pada tahun 1913 (menurut sebuah sumber pustaka Serat Karya Saraja). untuk gembok semua telur yang disembunyikan tidak akan di beri tahu dan kunci semua telur yang disembunyikan diberitahu dengan konsekuensi jika sampai batas waktu yang di tentukan tidak menemukan maka ia harus kembali menjadi penjaga telur dalam permainan selanjutnya.25  Untuk penentuan pemenang yakni anak yang paling banyak mengumpulkan telur dan apabila ada anak yang tidak mendapatkan telur maka ia harus ikut mencari telur dengan penjaga tadi di tempat yang telah di tentukan sebelumnya. Sementara tengah garis. 19) PERMAINAN KUCING . Permainan ini menyebar di berbagai daerah di Jawa.

saat pemain B menjadi pemain dadi dikungkung hingga 5 kali perpindahan antar pemain mentas. Apabila mereka hendak berpindah tempat. Begitu pula pemain lainnya. maka pemain mentas yang tidak mendapatkan tempat baru. Jika seperti itu. sehingga pemain dadi segera menempati tempat lingkaran yang masih kosong. pemain A dan B sedang saling berpindah. maka pemain B yang kemudian harus menjadi pemain dadi. Kemudian para pemain melakukan hompimpah dan sut. yakni pemain A. dan D. B. maka ia menjadi pemain dadi yang berhak dibuang. ujung-ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan memakai tumit kaki yang dibuat melingkar. yakni ―Dha mbuwang kucing gering‖. Biasanya perpindahan tempat ini menunggu pemain dadi terlena. bisa berganti tempat dengan pemain B atau C. mereka berlomba-lomba berlari secepatcepatnya untuk mencari lingkaran yang masih kosong. maka caranya dengan melangkahkan satu kaki dilangkahkan ke luar dan tangan saling berjabat tangan. kadang-kadang saat mereka berpindah tempat dan belum sempat menempati tempat baru sudah kepergok pemain dadi. Setelah itu. Tanggapan Masyarakat Sayangnya. pemain B didahului pemain E. Anak yang paling kalah.  Pemain jadi tempatnya di tengah-tengah garis silang. Misalkan pemain A. salah satu anak membuat garis silang tegak lurus dengan panjang masing-masing garis 2. Sementara itu pemain mentas lainnya. . Saat dibuang. Syair itu dinyanyikan berulang kali hingga si pemain dadi sampai di tempat tujuan pembuangan.26 Setelah itu. ia dipegang bersama-sama oleh semua pemain mentas ke sebuah tempat (misalkan berjarak 20 meter dari tempat permainan). maka berubah menjadi pemain dadi. tetapi belum sempat menempati lingkaran baru. dari tempat pembuangan ini. Misalkan. Setelah itu mereka saling berpindah tempat. Bagi pemain yang tidak mendapatkan tempat kosong.5 meter. C. jenis dolanan kucing-kucingan ini juga sudah sangat jarang dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang. Begitu seterusnya permainan ini berlangsung hingga mereka merasa bosan dan hendak berhenti atau bermain dolanan lainnya. Caranya. Setelah selesai. semua pemain mentas menyanyikan sebuah syair yang terdiri dari sebuah kalimat. maka ia dianggap sebagai pemain jadi. menempati masing-masing lingkaran kecil di ujung garis. E. Tetapi. Pemain mentas berhak saling berpindah tempat dengan temannya. bisa saling berganti tempat dengan pemain di sebelah kiri atau kanannya. misalkan pemain E.  Jika pada tahap selanjutnya. berarti menjadi pemain dadi dan harus menempati tempat di tengah.

Sukirman Dharmamulya. C. Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. Pelaksanaan Permainan  Personil yang terkena hitungan yang ke-20 merupakan personil pertama kali yang harus mengejar teman – temannya (personal yang ngori‘). G. Latar Belakang Ori'an adalah permainan tradisional indonesia dari sumatra selatan tepatnya dari bumi sriwijaya.Permainan ini berakhir jika tidak ada lagi personil yang harus dikejar dan diburu.blogspot.org/ensiklopedi/. 20) PERMAINAN ORI’AN A. E. Sehingga para pengejar akan semakin banyak dan bahu membahu mengejar teman-temannya yang belum terkejar.Personil yang terkena hitungan yang ke-20 akan menjadi personil pertama yang mengejar (ngori‘). maka setelah hitungan ke-20.Personil yang bisa dikejar dan disentuh oleh pengejar pertama.27 F. D.bersama dengan pengejar pertama akan ikut mengejar (ngori‘) teman – teman yang belum terkejar. Hitungan berhenti pada hitungan ke20 berikutnya. Alat yang Digunakan Tidak memerlukan alat tertentu F. hitungan dilanjutkan lagi kehitungan pertama sehingga setiap personil turut kebagian dalam menghitung. 2004. bersama .tembi. B. Yogyakarta: Kepel Press http://www. Dilanjutkan dengan hitungan kedua. Salah seorang personail mengambi linisiatif sebagai hitungan pertama. Sasaran Anak-anak dan remaja. Peserta Dalam permainan ori‘an pesertanya minimal 20 orang dan selebihnya tidak terbatas.  Sekelompok orang memulai permainan dengan membuat lingkaran tertutup dengan bergandengantangan. ketiga.  Jika kelompok bermain lebih dari 20 orang. dkk. dan seterusnya kearah kanan personil hitungan pertama. Sumber ahmadwijaya.baik anak laki-laki maupun perempuan. Demikian seterusnya personil yang terkejar dan disentuh oleh pengejar akan ikut mengejar. Sumber Permainan Tradisional Jawa.  Tidak ada istilah menang dan kalah dalam permainan ini.com .mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda.

Manfaat Senang.com 22) PERMAINAN MEONG – MEONGAN A. I. Penentuan Kemenangan Peserta yang dapat mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka dinyatakan sebagai pemenang. Lapangan Pada permainan betemplekan lapangan berbentuk lingkaran dengan diameter kurang lebih 4 meter G. E. F. Peserta Dalam permainan betemplekan pesertanya minimal 2anak jika lebih dapat dibagi menjadi dua kelompok. peserta yang berhasil mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka di anggap sebagai pemenang. Sumber antaramataram. Permainan ini menggambarkan usaha dari kucing atau dalam bahasa bali disebut menguntuk menangkap sitikus atau bikul. Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus.siapa yang berhasil mengeluarkan lawan keluar lingkaran ialah pemenangnya. Sasaran Anak-anak dan remaja D. C. H.  Permainan ini di mainkan oleh dua anak. Latar Belakang Betemplekan adalah permainan tradisional indonesia dari nusa tenggara barat.28 21) PERMAINAN BETEMPLEKAN A. Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan keseimbangan. B.kedua anak tersebut saling beradu kekuatan dengan menggunakan lutut dimana lutut tersebut ditekuk. Tujuan Untuk mengisi waktu luang C. B. Pelaksanaan Permainan Setiap peserta engklek dan saling mengeluarkan peserta di dalam lingkaran dengan peserta lain. Latar Belakang Meong-meongan merupakan permainan tradisional masyarakat bali yang umum dimainkan oleh anak-anak di bali.mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda.kualitas kesegaran jasmani. meningkatkan kebugaran jasmani dan bersosialisasi .

Pemainnya biasanya sekitar 5-10 orang. Sasaran Anak – anak. Pelaksanaan Permainan Peraturan dalam permainan ini adalah satu orang memerankan bikul (tikus) satu orang memerankan sebagai meong (kucing) dan yang lainnya bertugas melindungi bikul dari meong dengan cara membentuk lingkaran kemudian sibikul berada di dalam lingkaran sedangkan meong berada di luar lingkaran. Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumah yang agak luas. Peralatan Dalam permainan ini tidak menggunakan peralatan hanya menggunakan halaman atau tempat yang kosong F. Penentuan kemenangan Dalam permainan ini tidak apa penentuan menang kalah. B. Meong akan berusaha masuk kedalam lingkaran dan berusaha menangkap bikul. Kalau di yogyakarta dan sekitarnya permainan ini di kenal dengan nama Incak-incak Alis (Ancak Ancak Alis) yang beda Cuma lagu dan dialognya kalau tata cara permainanya sama yang jelas kalau di yogyakarta menggunakan bahasa jawa. Peserta Dalam permainan ini biasanya diikuti oleh lebih dari 8 orang atau lebih. anak-anak umur 5-12 tahun (TK . C. D. Tujuan Permainan Ular Naga Panjangnya ini bertujuan untuk melatih kemampuan gerak yang disertai dengan lagu agar memperoleh kesenangan dalam bermain dan memupuk sikap kerja sama serta rasa bersosialisasi.hanya untuk mencari kesenangan semata I. G. Sasaran Anak-anak maupun orang dewasa E.29 D. remaja putra – putrid E.SD). H. Anak-anak yang membentuk lingkaran juga akan berusaha menghalangi meong masuk kedalam lingkaran. Peraturan Permainan Pelaksanaan Permainan  Lapangan dan Peralatan . Sumber : balaibanjar. bisa juga lebih. Manfaat Dengan adanya kesenangan ini dapat mengurangi ketegangan . Latar Belakang Ular Naga adalah satu permainan berkelompok yang biasa dimainkan anak-anak Jakarta di luar rumah di waktu sore dan malam hari. Lebih menarik apabila dimainkan di bawah cahaya rembulan.com 23) PERMAINAN ULAR NAGA PANJANGNYA A.

Sampai pada akhirnya.30 Dalam bermain permainan Ular Naga Panjangnya ini tidak memerlukan lahan yang cukup luas. misal buah . Barisan akan bergerak melingkar kian kemari. dengan berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan di atas kepala. si "induk" --dengan semua anggota barisan berderet di belakangnya-.  Jalannya Permainan Anak-anak berbaris bergandeng pegang 'buntut'. Seorang anak yang lebih besar. Setelah itu. Perbantahan lagi. sebagai Ular Naga yang berjalan-jalan dan terutama mengitari "gerbang" yang berdiri di tengah-tengah halaman. Kalo pilih strawbery brarti dia ikut A. Ular Naga kembali bergerak dan menerobos gerbang.  Pemain Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki maupun anak permempuan. kalau apel ya ikut B. karena salah satu daya tarik permainan ini adalah dalam dialog yang mereka lakukan. Ular Naga akan berjalan melewati "gerbang". Permainan akan dimulai kembali. Demikian berlangsung terus. . ditempatkan di belakang salah satu "gerbang". bermain sebagai "induk" dan berada paling depan dalam barisan.buahan. atau paling besar. Sebelumya yang jaga atau yang menjadi gerbang misal si A dan si B. Hanya memerlukan lapangan dengan ukuran 10 x 10 m. Seringkali perbantahan ini berlangsung seru dan lucu. dan juga bisa dilakukan di dalam ruangan. si B Apel. dan lalu ada lagi seorang anak yang ditangkap. hingga "induk" akan kehabisan anak dan permainan selesai.akan berdialog dan berbantah-bantahan dengan kedua "gerbang" perihal anak yang ditangkap. anak-anak bubar dipanggil pulang orang tuanya karena sudah larut malam. "Induk" dan "gerbang" biasanya dipilih dari anak-anak yang tangkas berbicara. Pada saat terakhir. Dengan terdengarnya nyanyi. Atau. sambil menyanyikan lagu. A Strawberry. Dalam bermain tidak memerlukan peralatan. sehingga anak-anak ini saling tertawa. seorang anak yang berjalan paling belakang akan 'ditangkap' oleh "gerbang". Ini bisa menggunakan lapangan terbuka. permainnya rata – rata berjumlah 5 sampai dengan 10 orang dalam tiap kelompoknya. lapangan rata. Kemudian dua anak lagi yang cukup besar bermain sebagai "gerbang". ketika lagu habis. tanpa sepengetahuan teman teman yang lain kalau nanti orang yg terbelakang/ tertangkap ditanya 'pilih apel ato strawberry?'. yakni anak yang berada di belakang berbaris sambil memegang ujung baju atau pinggang anak yang di mukanya. sebelum permainan dimulai mereka kompromi dulu mau pake pilihan apa. dan berdasarkan pilihannya. si anak yang tertangkap disuruh memilih di antara dua pilihan. Pada saat-saat tertentu sesuai dengan lagu.

permainan ini biasanya dilakukan anak 9-13 tahun atau lebih. Yang sangat bermanfaat. Letak Makkah berada di tengah-tengah atau di antara kedua regu. 24) PERMAINAN MAKAH . hingga akhir barisan dan anak yang terakhir di buntut ular ditangkap ("gerbang" menutup dan melingkari anak terakhir dengan tangan-tangan mereka yang masih berkait). Jarak antara regu yang satu dengan regu yang lain adalah sekitar 2 (dua) meter. Nama permainan tradisional makah-makah merujuk pada ―makkah‖ aatau ―mekah‖ yang dapat diartikan menjadi kiblat. . dan mulai lagi menjalar dan menyanyikan lagu di atas.MAKAH A. Peserta Permainan ini dilakukan oleh dua regu.yaitu sebiji batu atau benda lain yang berukuran kecil yang mudah disembunyikan dalam genggaman tangan. D. F. Alat yang Digunakan Alat yang digunakan sangat mudah. Sumber Keterangan mengenai permainan Ular Naga Panjangnya ini diperoleh melalui informasi di internet dan juga melalui cerita dari kakek nenek dan orang tua.kosong" berkali-kali hingga seluruh barisan lewat. barisan mengucap "isi isi .  Kedua regu menghadap ke titik sasaran atau Makkah. termasuk si "gerbang". sambil menerobos "gerbang".isi" berkali-kali. tapi dalam permainan ini inti permainan ini adalah kedua regu berlomba-lomba dapat mencapai titik sasaran atau yang disebut makkah. Demikian berlaku dua atau tiga kali. itu yang dicari Kini dianya yang terbelakang  Kemudian.  Masing-masing regu bertanding untuk dapat sampai terlebih dulu ke titik sasaran atau Makkah.31  Lagu ini dinyanyikan oleh semua pemain. Dan bias dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan.peserta nya paling sedikit 4 orang. barisan mengucap "kosong kosong . Ular naga panjangnya bukan kepalang Menjalar-jalar selalu kian kemari Umpan yang lezat. Latar Belakang Permainan ini berasal dari Nangroe Aceh Darusalam mengemban pesanpesan moral dan nilai-nilai budaya. C. B. yakni pada saat barisan bergerak melingkar atau menjalar.  Pada kali yang terakhir menerobos "gerbang". Pelaksanaan Permainan  Kedua regu saling berhadap-hadapan pada suatu garis lurus secara berurutan atau sejajar.

F. baik yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu atau yang pura-pura diberi batu untuk mengecoh regu lawan.  Setiap anggota kedua regu. bersikap seolah-olah sedang menggenggam batu dengan menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung.  Tebakan yang dilakukan oleh kedua regu secara bergantian ini dilakukan dengan terus-menerus hingga salah satu regu dapat mencapai titik sasaran atau Makkah. Pemberian batu oleh ketua regu pertama dilakukan dengan rahasia atau tidak boleh sampai diketahui oleh regu kedua.32  Tugas ketua regu pertama adalah mengawasi atau menempatkan batu yang diberikan kepada salah satu anggota regunya. maka regu pertama diperbolehkan untuk maju selangkah ke depan. Penentuan Kemenangan Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini. Hal yang sama juga dilakukan oleh ketua regu kedua. maka masingmasing ketua regu harus mempunyai strategi. Begitu pula sebaliknya  Saling menebak itu dilakukan secara bergantian. . Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini E. maka tugas ketua regu kedua adalah menebak di mana batu yang dimiliki oleh regu pertama. regu pertama akan semakin mendekati titik sasaran atau Makkah. Cara masing-masing ketua regu menebak di mana keberadaan batu milik regu lawan adalah dengan menunjuk salah satu anggota regu lawan yang dianggapnya memegang batu tersebut.  Setelah batu yang asli disembunyikan oleh salah satu anggota regu sementara anggota regu yang lain seolah-olah juga memegang batu dengan berpura-pura menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung. Waktu dan Tempat Permainan Makah-Makah biasanya dilakukan oleh anak-anak di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan sekitarnya pada waktu sore hari atau pada saatsaat senggang. yaitu dengan seolah-olah memberikan batu kepada semua anggota regu yang dipimpinnya meskipun sebenarnya yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu hanya satu orang.  Supaya pemberian batu tidak diketahui oleh regu lawan. Dengan demikian.  Apabila regu kedua tidak betul atau salah dalam menerka di mana keberadaan batu yang dimiliki oleh regu pertama. Permainan Makah-Makah bisa dilakukan di tanah lapang atau di pekarangan rumah dengan lahan yang agak luas karena melibatkan cukup banyak peserta. Hal ini dilakukan secara bergantian dan berlaku juga untuk regu kedua.

Peserta Dalam permainan ini peserta yang dibutuhkan minimal 2 orang dan selebihnya tidak terbatas baik laki-laki maupun anak perempuan. G. Sumber Permainan tradisional merupakan simbolisasi dari pengetahuan yang turun-temurun dan mempunyai fungsi atau pesan di baliknya. Latar Belakang Garu-garuan adalah permainan tradisional Indonesia yang berasal dari Lampung. F.com 25) PERMAINAN GARU . D.GARU A.  Masing masing pasangan tidak boleh mengotori jalur pasangan lain dengan kerikil atau benda berbahaya lainnya. berolahraga yang sekaligus berfungsi sebagai sarana latihan untuk hidup bermasyarakat.selain itu dibutuhkan tanah yang lapang dan permukaannya rata dan aman.  Tidak boleh menabrak pasangan lain.  Pada hitungan ketiga setiap pasangan harus mulai berjalan. Tanggapan Masyarakat Permainan tradisional merupakan hasil budaya yang besar nilainya bagi anak-anak dalam rangka berfantasi. memperoleh keterampilan.33 G. B. Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus. garu itu sendiri adalah proses membajak sawah menggunakan hewan. Persiapan Permainan ini dilakukan oleh sekelompok anak asalkan mempunyai pasangan dan jumlahnya tak terbatas. C. peserta harus melakukan pergantian posisi dengan pasangan masing-masing. .  Setelah sampai diujung yang ditentukan. H.Hanya menggunakan tangan dan kaki kita saja. Peraturan Permainan  Setiap pasangan berdiri pada tempat yang sudah ditentukan dan salah satu dari setiap pasangan berdiri menggunakan tangan dan kakinya dipegang oleh pasangannya.Namun umumnya dilakukan oleh anak laki-laki.Maka dalam permainan ini tidak ada kedua hewan tersebut dan diganti dengan manusia. www. bisa menggunakan sapi maupun kerbau. E. Sasaran Anak anak dan remaja. dan melatih kesopanan dan ketangkasan.melayuonline. Tujuan Permainan ini bertujuan untuk mengisi waktu luang anak-anak dan meningkatkan kekuatan otot tangan. berkreasi.

Setelah hitungan ketiga maka setiap pasangan tadi mesti berjalan bahkan boleh berlari asalkan tangannya kuat. Layar. H. I. panca indra peraba meningkat.34  Peserta yang terlebih dahulu kembali ke garis awal adalah pemenang. Jarit. J. D. biasanya setelah terdengar suara adzan maghrib permainan dihentikan terus dilanjutkan shalat berjama‘ah dan mengaji. Slimut. Peraturan Permainan  Lapangan dan Peralatan  Lapangan Tempat bermain bisa di alam terbuka maupun tertutup akan tetapi lebih baik dilantai yang bersih. Pelaksanaan Permainan Setiap pasangan menentukan siapa yang terlebih dahulu menjadi kerbaunya dan harus berjalan dengan tangan dan kaki yang menjadi kerbau tadi dipegangi pasangannya. Tujuan Bermain.  Peralatan Alat untuk merubungi atau untuk menutupi bisa menggunakan: Terpal. melatih daya pikir otak. Seprai. E. Tanggapan masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan anaknya melakukan parmainan ini namun ada beberapa orangtua yang tidak menyukai anaknya bermain ini dengan berbagai alasan yang mereka punyai. Latar Belakang Krubungan adalah permainan yang sering dilakukan oleh anak-anak setiap sore jam 5 (lima) untunk menunggu mulainya shalat maghrib (berjama‘ah) dan mengaji. melatih kejujuran. Sasaran Anak-anak dan remaja.setelah sampai diujung maka setiap pasangan mengganti posisi dan kembali berjalan ketempat semula. mengisi waktu luang. sikap kebersamaan dan kekeluargaan. Siapa yang paling cepat sampai ditempat semula maka pasangan itulah pemenangnya. B. Sumber Opu Lis\orang lampung{Waykana} 26) PERMAINAN KRUBUNGAN A. menurunkan emosional dan bersosialisasi. C. Manfaat Gembira. jumlah orang atau pemain menyesuaikan besarnya pengrubung .  Pemain  Krubungan bisa dimainkan oleh putra maupun putri.

dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng.  Masing-masing kelompok laki-laki dan prerempuan dipisah. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan krubungan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak. sipenunggu boleh menebak semua pemain sampai ketebak semua.  Setelah selesai mengenali bentuk fisik lalu sipenunggu mengejamkan matanya sebentar sampai pemain dikerubungi (ditutupi) selesai. jadi laki-laki main sendiri dan perempuan sendiri.  Selanjutnya pemain yang tidak menjadi penunggu masuk dalam pengkrubung (penutup). dan orang yang dapat ditebak oleh penunggu keluar dari tempat pengkrubung. melatih panca .  Setelah semua pemain sudah masuk kedalam krubungan (penutup) sipenuggu membuka matanya dan mendekati krubungan lalu meraba pemain yg ada di dalam krubungan (penutup) dan mencoba menebak namanya. diadakan nyanyian ―sing siripit‖ untuk menentukan siapa yang akan menjadi penunggu lobang.  Apabila sipenunggu berhasil meraba salah satu pemain dan dapat menebak siapa nama orang itu maka penunggu berhasil.  Seandainya sipenunggu cuma bisa menebak satu pemain lalu menyerah berarti pemain yang ketebak tadi berganti menjadi penunggu dan apabila yang tertebak lebih dari 1 (satu) orang misal 4 (empat) orang maka empat orang tersebut melanjutkan nyayian ―sing siripit‖. Nyanyianya yaitu: sing siripit tulang bawang sapa sing kejepit tunggu lubang  Sebelum mulai permainan penunggu lobang terlebih dahulu mengenali bentuk fisik atau apa saja dari pemain yang dikerubungi (dititupi) agar penunggu dapat menebak orang yang diraba. bermain dengan gembira. bersosialisasi.35 (penutup). F.  Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai. untuk menghindari hal-hal negatif. dengan mengelompokan jenis klamin laki-laki dan perempuan.  Begitulah seterusnya permainan dilakukan sampai saatnya terdengar bunyi adzan.

36

indra, melatih daya pikir otak, melatih kejujuran, mempererat silaturahmi, dan menjalankan shalat jama‘ah bersama dan mengaji. G. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional krubungan yaitu dengan cara tanya jawab terhadap masyarakat Desa Pesuningan, Prembun, Kebumen. Sumber Informasi antaralain: Salamah Beliau adalah nenek saya, beliau telah memberi informasi tentang permainan krubungan. Juwariyah Beliau adalah ibu saya, beliau telah memperjelas informasi tentang permainan krubungan yang selama ini saya mainkan.

27) PERMAINAN KRIKILAN
A. Latar Belakang Permainan ini sudah ada di daerah saya tingggsl. Biasanya dimainkan oleh anak-anak dan remaja. Bentuk permainan berupa permainan yang menggunakan kerikil-kerikil kecil, siapa yang bias mendapatkan paling banyak kerikil berarti dialah yang menjadi pemenangnya. Dengan cara dua jari telunjuk dan jarimanis membentuk huruf yang menyerupai huruf ―A‖ melewati kerikil tersebut dan jangan sampai jari tersebut menempel salah satu kerikil tersebut. Permainan ini dilakukan hanya untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan konsentrasi. Serta dapat meningkaatkan pergaulan antar teman dan melatih kejujuran. B. Pemain  Sasaran : anak-anak SD dan remaja  Sek : Laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang C. Alat, tempat dan Waktu  Alat : kerikil  Tempat : halaman rumah, teras rumah  Waktu : dimainkan kapan saja saat anak-anak pada waktunya bermain. D. Pelaksanaan Permainan  Sebelum pertandingan dimulai, biasanya melakukan undian untuk siapa yang pertama untuk menjalankan permainan.  Dengan cara kerikil dipegang dengan kedua tangan membuka ke atas kerikil tersebut diangkat kira-kira 4 cm dari atas tanah atau lantai. Kemudian kerikil dijatuhkan.  Kerikil tersebut pastinya berserakan dengan jalan melewati kerikil satu persatu dengan ujung jari telunjuk dan jari manis menempel lantai, harus meleti kerikil tersebut dan jangan sampai menempel kerikil yang lain.  Jika salah satu jari menempel kerikil maka permaian berhenti dan pemain yang satunya lagi yang bermain. Dengan cara seperti di awal, begitu seteeerusnya sampai kerikil tersebut habis.

37

E. Penentuan Kemenangan Pemain dikatakan sebagai pemenan jika paling banyak mendapatkan kerikil F. Tanggapan masyarakat Permainan ini sekarang sudah jarang dimainkan oleh anak-anak jaman sekarang, bahkan sudah tak ada lagi yang memainkannya lagi. G. Sumber Pengalaman saat masih kecil, dari masyarakat setempat di daerah saya tinggal.

28)

PERMAINAN TRI LEGENDRI NOGOSARI

A. Latar Belakang Sejarah permainan ini dimainkan sederhana dan sering dilakukan oleh anak-anak di zaman dahulu, paling tidak sebelum tahun-tahun 1980-an, ketika televisi belum mewabah. Ketika itu andalan permainan anak-anak adalah dolanan berkelompok dengan memanfaatkan benda-benda di sekitar lingkungan, seperti batang kayu, daun, batu, kerikil, kreweng, biji buah, dan sebagainya. B. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh sekelompok anak-anak, remaja dan dewasa. Pada umumnya mereka memainkan permainan ini semata-mata hanya untuk menciptakan unsur kegembiraan. Dolanan ini biasanya dimainkan oleh anak-anak kecil di halaman luas di sekitar rumah atau di sekitar lapangan. Anak-anak yang bermain biasanya berumur sekitar 7—14 tahun dan yang sering bermain adalah anak laki-laki, karena mengandalkan kekuatan fisik untuk berlari. Namun kadang juga dimainkan oleh anak perempuan atau campuran. C. Alat yang Digunakan Anak-anak yang hendak bermain dhoktri biasanya berkumpul dulu di suatu tempat (halaman, pekarangan, kebun, atau lapangan). Setelah berkumpul, mereka mencari pecahan genting atau gerabah (disebut kreweng atau wingka) Selain itu mereka juga harus mencari sebuah batu agak besar yang berfungsi sebagai kodhok (penentu pemain yang kalah). Setelah mendapatkan alat bermain, biasanya mereka membuat lingkaran (bisa juga berbentuk bujur sangkar) di tanah atau di lantai, dengan kapur, kreweng, atau kayu. Diusahakan jumlah kotak pada bujur sangkar atau lingkaran sesuai dengan pemain. Karena jumlah pemain 8 anak, maka bujur sangkar atau lingkaran dibuat 8 kotak (ruang). D. Pelaksanaan Permainan  Kita harus menyiapkan kreweng/ pecahan genting bulat sebanyak 4 dan batu 1 buah.  Tiap anak memegang kreweng satu-satu.  Kemudian menyanyikan lagu gotri nagasari dengan batu dan kreweng dipindah di depan temannya sesuai dengan lingkaran yang dibuat kea rah temannya sebelah kanan sambil menyanyikan lagu tri logendri nagasari sampai lagunya selesai.

38

 Jika lagunya sudah selesai dinyanyikan, anak yang didepan mendapat batu,anak itulah yang menjadi kataknya.  Anak yang menjadi katak harus menunggu kataknya, dan temantemannya yang lain bersembunyi. Setelah temannya yang bersembunyi ketemu, lalu memanggil nama temannya sambil memegang / menginjak batu tersebut.  Jika sudah ketemu semua kemudian bermain lagi, kalau belum ketemu semua yang jadi katak harus mau menunggu/ mencari sampai si anak tersebut ketemu atau menyerahkan diri.  Permainan ini kemudian diulang-ulang terus hingga si anak mulai bosan.  Lagu yang dinyanyikan dalam permainan ini: Tri logendri nagasari ri Tiwul iwal iwul jenang katul..tul Dolan awan-awan ndelok manten ..ten Titenano mbesok gedhe dadi opo..po Podho mbako enak mbako sedheng dheng Dhengkol ela-elo dadi kodok… E. Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini anak yang dikatakan menang/ kalah, ditentukan oleh factor keberuntungan masing-masing anak. Seorang anak dikatakan kalah apabila tidak beruntung dalam artian si anak akan mendapatkan katak secara terus-menerus. Dan anak dikatakan menang apabila mereka lolos tanpa mendapatkan katak. F. Sumber Suwandi Sumber: Buku ―Permainan Tradisional Jawa‖, Sukirman Dharmamulya, dkk, Kepel Press, 2004 dan pengalaman pribadi

29) PERMAINAN MAIN SISIK
A. Latar Belakang Anak-anak perempuan di Sibolga, Tapanuli Tengah mengenal permainan ini dengan nama main sisik. Menyisik dalam dialek itu berarti menyatakan batu (sesuatu) secara perlahan-lahan. Memang dalam permainan ini kegiatan yang menjatuhkan batu secara perlahan-lahan dan tersembunyi merupakan inti permainan dan yang selanjutnya harus diterka pada siapa batu itu berada. Permainan Main Sisik berasal dari daerah Sumatera Utara. Namun para informan dan orang tua yang ditanyai soal asal usul permainan ini tidak dapat memastikan apakah permainan Sisik ini berasal dari daerah mereka atau datang dari luar. Yang dapat mereka kemukakan hanyalah, bahwa mereka sudah mengenalnya sejak lama, mungkin sampai tujuh puluh tahun atau lebih. Hal ini terbukti dari pengalaman mereka sendiri yang sudah melihat permainan ini sejak mereka lagi kecil, dan mereka sekarang sudah tua-tua.

 Aturan Permainan Kelompok yang menang menadahkan tangannya masing-masing kebelakang untuk menampung batu yang akan dijatuhkan pelan-pelan oleh ketua kelompok. Pelaksanaan Permainan  Persiapan Sepuluh orang peserta dalam permainan ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing terdiri atas lima orang. Jumlah ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing 5 orang. Tetapi kalau tebakan tadi salah permainan diteruskan ke tahap berikutnya. Tahap kedua dari permainan ini adalah berupa perbuatan melangkahi kaki-kaki yang dilunjurkan kedepan oleh kelompok lawan. Mereka duduk dengan jarak tertentu. Kalau kelompok penebak berhasil menerka. dan kelompok yang menyembunyikan batu tadi menjadi penebak. Anak-anak yang berumur lebih biasanya tidak menyukai permainan ini karena mereka menganggap permainan ini terlalu ringan. dan iytu akan dilangkahi atau di lompati oleh lawan satu persatu. Penebakan itu tidak begitu mudah dilakukan. Alat lainnya tidak diperlukan. Alat dan Fasilitas Peralatan yang dibutuhkan dalam permainan ini hanyalah sebuah batu kecil yang dijadikan alat tebakan. sedang ketua kelompok berdiri dan melakukan sut. Kedua kelompok duduk berhadap-hadapan. Dalam hal ini tisdak boleh terjadi kesalahan. Peserta Pelaksanan permainan Main Sisik memerlukan 10 orang peserta. D. agar mungkin lebih sulit dilangkahi. karena dianggap belum mampu melakukan permainin ini.39 B. Tugas kelompok penebak adalah menerka siapa yang menyimpan batu itu. maka terjadi pertukaran pemain. Yang menang sut akan menjadi pihak yang membunyikan batu. karena cara menjatuhkan tadi dilakukan dengan penuh siasat dan kesamaran untuk mengelabuhi lawan. Pelaku permainan berumur antara 6 sampai 10 tahun. karena bagi anak laki-laki permainan ini kurang aktif atau kurang gerak. Anggota kelompok .asing-masing kelompok bertindak sebagai ketua kelompok. berupa tersinggungnya kaki tersebut pada saat dilangkahi atau di lompati. kalau berhasil dilangkahi dengan baik. dan satu orang dari m. Kalau terjadi kesalahan akan terjadi pergantian pemain. dan yang kalah akan menjadi penebak. Sebaliknya anak-anak dibawah 6 tahun belum diajak serta. C.  Tahap Permainan Pada tahap ini kelompok penemak akan mengunjurkan (menjulurkan) kakinya masing-masing ke depan. dan kaki mereka dilunjurkan ke muka secara sejajar. Permainan biasanya hanya dimainkan oleh anak perempuan saja. penebak menjadi yang menyembunyikan batu. maka permainan di lanjutkan.

karena kaki yang dilunjurkan itu sekarang diletakkan yang satu di atas yang lain. Permainan Anak-anak Daerah Sumatera Utara. Berbeda dengan masa lampau. Mungkin para orang tua juga para anggota masyarakat sudah berubah pula pandangan mereka terhadap permainan ini. Wujud dari kepositifan itu adalah berupa dorongan dan kehadiran mereka dalam menyaksikan permainan kalau anak-anak sedang memainkannya. Tahap ketiga juga berupa lompatan. Kelompok yang berhasil ini dinyatakan menang. Penentuan Kemenangan Ketentuan kalah menang adalah demikian :  Jika sebuah kelompok dengan seluruh anggotanya berhasil melalui tahap-tahap tadi dengan baik. H.  Tahap keempat tetap berupa lompatan dengan tingkat kesulitan yang lebih sulit. Mereka cenderung untuk menyuruh anak-anak agar melakukan tugas-tugas yang bermanfaat di rumah. G. Jakarta. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat terhadap permainan ini pada masa sekarang boleh dikatakan juga turut mundur. Hal ini terlihat dari kurang pedulinya mereka terhadap permainan ini. Pada tahap kedua dapat melompat dan demikianlah seterusnya.  Jika terjadi kegagalan dalam menyelesaikan tahap-tahap itu. seperti belajar.40 E. dll. para anggota masyarakat memberikan tanggapan yang positif terhadap permainan ini. Seluruh anggota pelompat harus melompatinya secara bergantian. Bahkan mereka juga turut bersorak bergembira melihat anak-anak yanmg sedang melakukan permainan. Permainan ini juga dilakukan pada siang dan sore hari setelah mereka melakukan aktivitas yang lain. F. Kaki yang dilunjurkan masih bertindih dan diatas masih ditambahi dengan dua tangan dengan jari terentang. Sumber Suwondo. Bambang. 1984. maka kelompok itu belum dapat dinyatakan menang. Kebanyakan mereka menganggap permainan seperti ini tidak ada gunanya dan hanya membuang waktu saja. . namun yang dilompati lebih sulit. Waktu dan Tempat Permainan ini biasanya dilakukan di teras rumah atau di bawah pohon yang rindang (tempat yang teduh). lompatan secara berganti-ganti juga dilakukan oleh seluruh anggota kelompok pelompat. Pada setiap terjadi kegagalan langsung diadakan pergantian kelompok yang bermain. Jadi pada tahap pertama dapat menebak keberadaan batu. mungkin disebabkan oleh rasa simpatik mereka terhadap yang menang atau karena sebab lainnya. menjaga adiknya. Di masa sekarang ini hal yang demikian sudah jarang dapat dilihat. yang melompati melakukan lompatan secara bergantian.

ada sebuah permainan tradisional yang bernama ciko guru. Tepat di tengah-tengah bujur sangkar ada sebuah lubang dengan diameter sekitar 5 cm. B.41 30) PERMAINAN CIKO GURU A. Peraturan Permainan Aturan dan proses permainan ciko guru dapat dibagi menjadi dua tahap. Peralatan Permainan Peralatan dalam permainan ciko guru hanyalah batu kerikil. Ciko guru dapat diartikan ―menunjuk‖ karena dalam permainan ini orang baru boleh bermain setelah ditunjuk oleh lawan mainnya. Jarak antara tonggak dan bujur sangkar sekitar 12 meter. tua. Di sana. Tempat Permainan Permainan ciko guru dapat dilakukan di mana saja. E. yaitu permainan melempar dan mencukil 10 buah batu atau buah gelici dalam jarak tertentu hingga seluruhnya masuk ke dalam lubang. pemain harus melempar gacunya dari tepi lubang ke arah . di halaman rumah adat. Maka dari itu. Asal usul permainan ciko guru di kalangan orang Jailolo maupun Sahu sudah tidak dapat diketahui lagi. perempuan. Sementara kaum perempuan pada waktu itu biasanya akan membantu menyiapkan hidangan di rumah orang yang ditimpa musibah tersebut. Anak-anak tidak boleh bermain karena dikhawatirkan anak menimbulkan kegaduhan. Latar Belakang Maluku adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia. buah gelici atau kelerang. C. Di dalam arena permainan ciko guru akan dibuat sebuah bujur sangkar dengan sisinya kira-kira 60 cm. Tahap pertama. ataupun di lapangan. muda maupun anak-anak. Pemain Permainan ciko guru dapat dimainkan oleh maksimal 4 orang. Sekitar 30 cm di depan tonggak akan dibuat garis sebagai batas sah atau tidaknya lemparan pemain. dipasanglah sebuah tonggak bambu atau kayu sekitar 17 cm yang nantinya akan ditanam dengan kedalaman 2 cm (hanya menyisakan 15 cm di atas permukaan tanah). khususnya di kalangan orang Jailolo dan Sahu yang berada di Maluku Utara. di halaman rumah. Alat permainan ini nantinya ada yang digunakan sebagai gacu dan ada yang dijadikan sebagai taruhan. Dahulu permainan ini hanya dilakukan pada malam hari di halaman rumah orang yang baru meninggal. Kemudian. hanya laki-laki dewasa sajalah yang boleh memainkannya. D. Namun saat ini ciko guru dapat dimainkan oleh siapa saja baik lelaki. jika lebih dari itu maka pemain lain akan membentuk kelompok sendiri dengan membuat arena bermain yang boleh berdekatan dengan kelompok lain. Dahulu permainan ini hanya diperuntukan bagi kaum lelaki dewasa saja. Namun. Permainan ciko guru kadang-kadang disebut juga dengan ―main batu membayar kenari‖ karena bagi yang kalah harus membayar sejumlah kenari atau langsat atau kelereng sesuai dengan kesepakatan antarpemain sebelum permainan dimulai.

dengan aturan sebagai berikut: (1) pemain akan menunjukkan batu-batu yang dimilikinya pada lawan mainnya. Permainan Rakyat Maluku. Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan yang disebut sebagai ciko guru ini adalah kerja keras dan sportivitas. Pada tahap kedua lemparan tidak dilakukan di pinggir lubang. dan lawan tersebut akan menunjuk 1 buah batu yang nantinya akan digunakan sebagai batu pertama sewaktu dimasukkan ke dalam lubang. dkk.42 tombak yang jaraknya sekitar 12 meter. (pepeng) G. Aturan-aturan yang terdapat dalam tahap pertama ini adalah: (1) pemain harus melempar gacu melewati garis batas di depan tonggak agar dapat mengikuti tahap berikutnya. melainkan di sisi luar garis bujur sangkar yang jaraknya sekitar 60 cm dari lubang. dan bagi pemain yang memperoleh buah kenari atau gelici yang terbanyak maka ia dinyatakan sebagai pemenangnya. maka pemain harus kembali melempar. setelah membuat lubang dan memasang tonggak adalah menentukan jumlah taruhan untuk satu kali permainan. Setelah taruhan disepakati. dan (4) pemain yang gacunya paling dekat dengan tonggak akan mendapat kesempatan pertama untuk melempar pada tahap berikutnya. Dan. F. nilai sportivitas tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan. maka dialah pemenangnya. 1981. tetapi juga mau menerima kekalahan dengan lapang dada. dan untuk menjentik gacu agar masuk ke lubang dan memperoleh nilai. (2) apabila pada waktu melempar itu gacunya tidak melewati garis batas di depan tonggak. gacu mengenai kenari atau gelici hingga ada yang keluar dari lubang. (3) bila batu pertama berhasil masuk lubang. maka pemain berhak mengambil semua kenari yang berada di dalam lubang dan permainan diulang seperti semula lagi. Ambon: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . (3) bila gacu yang dilempar mengenai gacu lawan. Namun apabila kedua batu tersebut masuk ke lubang secara bersamaan. dan (4) penentuan kalah menang dalam permainan ini adalah bagi siapa yang dapat memasukkan gacu paling banyak. (2) cara memasukkan batu pada tahap kedua ini adalah dengan menjentikkan batu menggunakan kuku ibu jari atau jari kelingking. Nilai kerja keras tercermin dari semangat pemain yang berusaha agar lemparannya dapat sedekat mungkin dengan tonggak. Sementara itu. proses permainannya. dengan syarat salah satu tangan harus menapak pada garis batas bujur sangkar. maka lawan tersebut harus kembali melempar. barulah kemudian penentuan nomor urut pemain dengan jalan suten atau undi. maka pemain itu dapat menentukan sendiri batu mana lagi yang akan digunakannya. maka dianggap tidak sah. Sumber Suradi Hp. Selanjutnya permainan akan dimulai dengan urutan seperti aturan-aturan yang telah dijelaskan di atas. (4) bila batu yang dijentikkan tersebut mengenai batu lain dan keduanya masuk lubang secara berurutan maka dinyatakan sah dan mendapatkan dua nilai.

kebun.43 31) PERMAINAN KILANAN/ JENGKAL A. B. . Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet. Latar Belakang Kilanan adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang.  Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah keretnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama. Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan. kemudian  Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama. gembira. C. Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimuali. F. Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli secara langsung. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan.  Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah. dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan. dll  Waktu : siang hari setelah anak-anak pulang sekolah. sore hari.  Pemain kedua melakukan lentingan dengan satu jari telunjukkaretnya yang berada di tanah hingga karet tersebut berada di jarak satu kilan ( jengkal ) . Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya. Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal.  Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet. Pemain  Sasaran : 1) anak-anak usia SD. 2) remaja  Sek : laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang E. D. Prasarana dan Waktu Permainan  Alat : karet lingkar ( karet gelang )  Tempat : halama rumah. Sarana. semakin dekat maka semakin bagus. dan pagi hari ketika hari libur sekolah. Manfaat Permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman .

usia 5 hingga 8 tahun. Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak. G.44  Jika jarak masih lebih dari satu kilan ( jengkal ) maka bergantian pemain pertama yang melintingkan karetnya supaya berada dalam jarak satu jengkal. Umur 64 tahun berprofesi sebagai petani rumah tinggalnya di Kulon Progo. Peserta Permainan ancong-ancong biasanya dimainkan oleh anak-anak. ―Ancong-ancong‖ berasal dari bahasa Yamdena. Permainan ancong-ancong menurut penduduk Yamdena. Beliau ini banyak tahu berbagai jenis permainan tradisional dari pengalaman masa kecil dan masa mudanya. H. Angwarmase dan Fordata. Setiap rumah besar umumnya dihuni oleh 6 hingga 7 keluarga yang biasanya mempunyai banyak anak. Indonesia. daerah Maluku Utara. Tanggapan Masyarakat Dahulu permainan kilanan sangat digemari oleh anak-anak terutama anak SD. B. biasanya anak-anak dari beberapa keluarga tersebut akan berkumpul menghabiskan waktu luang mereka dengan bermain di dalam rumah. baik lelaki maupun perempuan. Latar Belakang Ancong-ancong adalah sebutan bagi orang Yamdena untuk sebuah permainan menebak salah satu tangan pemain yang berada di atas punggung pemain lainnya yang sedang dalam posisi merangkak. Selaru. Permainan ini terdapat di sekitar Kepulauan Tanimbar. telah ada dan dimainkan sejak tahun 1930-an. Sumber Permainan ini disusun berdasarkan sumber terkait. Seira. I.  Apabila pemain pertama tersebut belum berhasil maka bergantian pemain kedua lagi yang melakukan lentingan. bahkan sudah tidak ada lagi anak-anak yang bermain permainan ini.  Begitu seterusnya hingga siapa yang mencapai jarak satu jengkal atau kurang dari satu jengkal. permainan kilanan sudah jarang dimainkan sampai sekarang. 32) PERMAINAN ANCONG . Apabila pesertanya lebih dari 10 . Pemenang berhak mengambil dan memiliki karet lawan yang berada di tanah tersebut. Pada waktu itu. yaitu Bapak Ngatimun ayah kandung saya sendiri.ANCONG A. Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan berdasarka pemain yang dapat melentingkan karetnya hingga jarak satu jengkal atau kurang dari itu dari karet lawan. di daerah Yamdena masih banyak keluarga yang hidup dalam satu rumah besar. Salah satu permainan yang mereka lakukan adalah ancongancong. yang dalam bahasa Indonesia sangat sulit untuk diterjemahkan. khususnya Pulau Yamdena. Pada waktu malam hari.

perangkak akan mengambil posisi merangkak dan pemimpin permainan akan memberi aba-aba pada pemain lain untuk meletakkan kedua telapak tangan mereka pada punggung pemain yang merangkak. Asal Permainan Permainan ini berasal dari Maluku Pelaksanaan Permainan Permainan ancong-ancong sangatlah sederhana. permainan tidak akan berjalan lancar. sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah. permainan tidak akan berjalan lancar. Apabila pesertanya lebih dari 10 anak. Apabila tebakan benar. sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah. sementara tangan kanannya akan digunakan untuk menunjuk telapak tangan pemain lainnya. E. F. G.com/2008/08/permainan-ancong-ancongmaluku. Khusus untuk diregen hanya meletakkan telapak tangan kirinya saja. Setelah itu. Sumber http://uun-halimah.  Biasanya dilakukan saat anak-anak sedang berkumpul bersama. Permainan ini sebenarnya tidak mengenal umur tetapi biasanya dimainkan oleh anak kecil berumur 5-8 tahun. Pada saat itulah pemain yang posisinya merangkak tersebut akan menebak tangan siapa dari pemain yang ditunjuk oleh diregen. Satu orang akan dipilih menjadi perangkak dan seorang lagi menjadi pemimpin permainan (diregen). Berikut ini adalah syair yang dilantunkannya. Bisa dimainkan oleh anak laki-laki maupun perempuan tidak dibatasi jenis kelamin. Penunjukan itu dilakukan ketika lagu dinyanyikan. Tanggapan Masyarakat Belum tahu karena di daerah saya belum ada yang memainkannya.45 C. tunjukan tangan diregen akan berhenti pada salah satu telapak tangan pemain. yaitu seseorang yang dipilih untuk merangkak harus menebak tangan siapa yang berada di punggungnya. Tunjukan jari tangan diregen akan berpindah-pindah dari tangan satu pemain ke pemain berikutnya.  Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak. maka pemain yang tangannya ditunjuk oleh diregen akan menggantikan posisi anak yang merangkak tersebut.html . Permainan ini diawali dengan pemilihan dua orang yang dilakukan secara musyawarah/mufakat. namun jika tidak berhasil maka si pemain akan tetap dalam posisi merangkak dan permainan dimulai kembali. orang yang tertebak menggantikan perangkak. Ancong-ancong mpeang angkomai roi-roi Angku tambah labu seela baelaba Cabu ruku rukuku cabu ruku rukuku ise Pada akhir lagu.blogspot. anak. Penentuan Kemenangan Jika si perangkak berhasil menebak tangan pemain yang ditunjuk dirigen. D.

Pada saat diturunkan. Karet-karet tersebut berbentuk bulat seperti gelang yang banyak terdapat di pasar-pasar tradisional.46 33) PERMAINAN LOMPAT TALI A. Permainan lompat tali putar ini biasanya identik dengan kaum perempuan. Pemain lompat tali putar ini berjumlah 3-10 orang. . Kemudian. Cara merangkainya adalah dengan menyambungkan dua buah karet pada dua buah karet lainnya hingga memanjang dengan ukuran sekitar 3-4 meter. Anak perempuan yang telah berumur lebih dari 15 tahun biasanya akan segan untuk ikut bermain. D. biasanya hanya sebagai penggembira saja dan hanya melompat saat ketinggian tali masih sebatas lutut atau pinggang. Yaitu seperti jatuh dan lainlain. B. kemudian gelang karet tersebut dirangkai hingga menjadi tali yang memanjang. sewaktu membuat rangkaian tali untuk membentuk tali karet. Dan permainan ini tidak membutuhkan keahlian khusus. Fungsi karet pada umumnya adalah sebagai pengikat plastik-plastik pembungkus makanan. karena permainan lompat tali putar ini bisa di temukan hampir di seluruh indonesia meskipun dengan nama yang berbeda-beda. melainkan dalam bentuk satuan berat (gram. Alat yang Digunakan Gelang karet sebanyak-banyaknya. Latar Belakang Permainan ini sudah tidak asing lagi tentunya. secara serentak tangan-tangan tersebut akan diangkat dan diturunkan. Karet tersebut tidak dijual perbuah. Tetapi prmainan ini tidak boleh dimainkan untuk anak umur dibawah 5 tahun. Oleh karena itu. karena karet akan mudah putus jika dipakai untuk mengikat terlalu kuat pada suatu benda. karena banyak resiko yang ditimbulkan dari permainan ini. Yang umurnya sekitar 7-15 tahun. pengikat rambut dan barang-barang lainnya yang tidak membutuhkan pengikat yang kuat. Pemain dibagi dalam dua kelompok. Kalau pun ada yang ikut bermain. yaitu pemegang karet dan pelompat karet. Sedangkan kaum laki-laki hanya kadang kala saja ikut serta dalam permainan. Pelaksanaan Permainan Sebelum permainan diadakan. dan kilo). karena takut auratnya akan terlihat sewaktu melompati tali karet. terlebih dahulu akan dipilih dua orang pemain yang akan menjadi pemegang tali dengan jalan gambreng dan suit. ons. Sasaran Tetapi biasanya permainan ini dilakukan oleh anak-anak sekolah dasar. Gambreng dilakukan dengan menumpuk telapak tangan masing-masing peserta yang berdiri dan membentuk sebuah lingkaran. atau anak-anak sekolah dasar kelas 1 sampai 6. diperlukan dua buah karet yang disambungkan dengan dua buah karet lain agar tidak mudah putus oleh anggota tubuh pemain yang sedang melompat. Tetapi juga tidak sedikit anak laki-laki yang ikut bermain. C.

sebab semut akan kalah dengan manusia yang mempunyai banyak akal. maka ibu jari akan kalah. Waktu Permainan Permainan ini dilakukan pada siang hari. Namun apabila ibu jari beradu dengan jari kelingking. jari telunjuk dan jari kelingking. Kedua orang tersebut nantinya akan melakukan suit. maka jari kelingking akan kalah. khususnya ibu jari. Jenis permainan ini tidak memerlukan kekuatan phisik karena hanya diperlukan ketrampilan untuk membanting alat permainannya. Sedangkan apabila jari kelingking beradu dengan jari telunjuk.47 posisi tangan akan berbeda-beda (ada yang membuka telapak tangannya dan ada pula yang menutupnya). Tetapi sekarang sudah jarang kita jumpai lagi. baik itu dari kalangan bangsawan. Tetapi yang saya tau permainan tersebut sudah ada sejak ibu saya masih ada disekolah dasar. 34) PERMAINAN CEPLI A. Kemudian yang jaga tersebut memutar-mutar tali karet dan pemain berusaha melompati tali karet tetapi anggota badan pemain tidak boleh terkena tali. Dan begitu seterusnya sampai pemain merasakan jadi tukang jaga. Sedangkan dari mana asal-usul permainan ini sudah sulit untuk ditentukan. Sumber Sumber permainan tersebut tidak pasti asal-usulnya dari mana. maka yang memperlihatkan punggung tangannya dinyatakan menang dan gambreng akan diulangi lagi hingga nantinya yang tersisa hanya tinggal dua orang peserta yang akan menjadi pemegang tali. sehingga gajah akan kalah. Ibu jari dilambangkan sebagai gajah. Suit adalah adu ketangkasan menggunakan jarijemari tangan. sebab semut dapat dengan mudah memasuki telinga gajah. Permainan ini adalah milik semua lapisan masyarakat. E. tujuan dari permainan ini sekedar hiburan dan pengisi waktu senggang saja. Latar Belakang ―Cepli‖ artinya membanting. jari telunjuk sebagai manusia dan jari kelingking sebagai semut. karena gajah akan menang jika bertarung dengan seorang manusia. Permainan ini sebelum terdesak oleh alat permainan yang modern. maka ibu jari akan menang. sebutan ini digunakan untuk memberi sebuah nama permainan yang cara bermainnya adalah dengan jalan membanting alat permainannya. Berau dan Kutai. pegawai tinggi atau rakyat biasa asal mau bermain tidak ada yang melarang. Apabila yang terbanyak adalah posisi telapak terbuka. untuk menentukan siapa yang terlebih dahulu akan menggantikan pemain yang gagal ketika melompat. Siapa yang terkena tali sewaktu melompat maka anak tersebut menggantikan jaga. Apabila ibu jari beradu dengan jari telunjuk. B. . dahulu di kalimantan timur berkembang di daerah-daerah Bulungan.

sehingga gambar pada bagian itu hilang. dansudah dipersiapkan terkebih dahulu. asal penangkupan itu agak merenggang. Alat yang Digunakan Alat yang diperlukan adalah mata uang logam kuningan yang bernilai satu sen (Belanda). Peserta Permainan ini bersifat individu dan kelompok. Jadi hanya ada salah satu gambar saja yang masih ada. Jumlah pemainnya tidak terbatas paling sedikit dimainkan oleh dua orang. Demikian seterusnya permainan dilakukan berdasarkan urutan pemenang dalam undian.  Tahap-tahap Permainan Setelah diadakan undian maka permainan pertama adalah pemenang pertama dalam undian. Alat kebat ani . Misalnya dalam kesepakatan tadi bagian yang halus (diasah adalah miliknya) sedangkan yang kasar (tidak diasah) adalah milik lawan. Pelaksanaan Permainan  Persiapannya Bagi seorang calon pemain harus mempunyai dua buah uang logam kuningan yang bernilai satu sen ( uang Belanda ). Maksud dan tujuan menipiskan mata uang logam ini adalah agar mudah terbalik apabila dibanting. Kedua mata uangnya (kebat) dipegang dengan jalan menelungkupkan kedua muka uang yang diasah tadi atau boleh juga sebaliknya. E. yakni bagian yang tidak diasah. Apabila tidak dipergunakan benda taruhan (misalkan bungkus rokok) maka untuk menentukan siapa pemenangnya bisa ditentukan sampai seratus. Demikian hingga mereka lelah bermain. Alatnya ini disebut ―kebot‖ sebelum bermain diadakan undian dengan suitan atau hum-pim-pa. oleh sebab itu disini diperlukan ketrampilan khusus bagi seorang pemain untuk mempermainkan alat permainannya.48 C. dengan permainan ini terjadilah hubungan yang harmonis dan mendidik kejujuran. siapa yang menang adalah yang berhak bermain terlebih dahulu dan membanting kebot. dan bila dimainkan lebih dari dua orang cara bemainnya bergantian menurut perjanjian dalam ketentuan permainannya. Benda yang dipakai untuk taruhan dan jumlah taruhannya pun harus ditetapkan pula. Salah satu permukaannya diasah sampai tipis. Jadi siapa yang mencapai jumlah seratus lebih dulu itulah yang menang. misalnya kesepakatan tentang alat permainannya bagian mana yang menjadi milik lawan. Biasanya permainan ini dimainkan oleh anak-anak pria saja yang berumur kira-kira 6-17 tahun. Mereka mersa bangga apabila ia bermain dengan baik dan menang. D.  Aturan Permainan Sebelum bermain aturan-aturan permainannya haruslah disepakati bersama. Sehingga si pemain dapat memutar balikkan mata uang itu.

Setelah dipegang baik-baik lalu tangan diayun kemudian dibanting keras-keras ke lantai. hanya saja karena permainan ini sifatnya kelompok melawan kelompok. Kalau pemain tadi berhasil menjatuhkan kebat dalam ppsisi hidup boleh bermain terus sampai berulang-ulang sampai mati. Ibu jari dan jari tengah sebagai pemegang dan jari telunjuk berfungsi sebagai penahan (penyangga) agar pada waktu mengayun tangan letaknya tidak berubah. apabila pada kesempatan pertama ini permainannya mati maka kesempatan kedua diberikan kepada lawan kelompoknya. biasanya disebut ―ukir‖ apabila terlentang kedua-duanya pada bagian yang bergambar itu berarti hidup dengan nama ―belong‖. yaitu jari tengah. telunjuk dan ibu jari. cara bermainnya seperti di atas. Untuk kesempatan ini diberikan kepada salah satu anggota kelompoknya untuk bermain. Permainan ini dapat dilakukan berkelompok. Bila yang terlentang berbeda pada permukaannya. tentunya disini yang bermain adalah yang belum mendapat giliran bermain. Jadi pemain yang pertama tadi yang sudah bermain apabila jatuh pada posisi mati maka ia harus diganti oleh pemenang undian berikutnya. Demikian seterusnya sampai pemain itu mendapatkan nilai yang sudah disepakati itulah pemenangnya.bila kedua mata uang tadi sudah berhenti bergerak kemudian letaknya dilihat oleh seluruh pemain kalau letak kedua mata uang itu bertelentang pada bagian yang diasah itu berarti hidup. Latar Belakang ―Domikado‖ nama ini diambil dari judul lagu dalam permainan ini. yaitu salah satu anggota tersebut tampil untuk mewakili kelompoknya mengadakan undian. Dimana lagu dalam permainan ini lagu iringan adalah lagu sebagai undian.49 dipegang dengan tiga jari. Di sana juga dipamerkan berbagai gambar . 35) PERMAINAN DOMIKADO A. misalnya terdiri dari dua kelompok. Masingmasing kelompok mengumpulkan jumlah nilai yang didapatkan dari para anggotanya. pada kesempatan ini juga diberikan kepada anggota kelompoknya sampai permainannya mati. Dua kelompok mengadakan undian terlebih dahulu. F. Bagi kelompok yang menang bermain terlebih dahulu. ―Ada yang menarik ketika berkunjung ke Sekolah Internasional Termasuk belum lama ini. yaitu yang satu pada bagian yang diasah dan yang satu pada bagian yang tidak diasah ini baerarti mati. maka jalannya permainan sedikit agak berbeda. Sesampai di lantai mata uang akan melenting terbalik. Sumber Buku Permainan Rakyat Daerah Kalimantan Timur ( Pengarang : Indonesia Dep. Di sana terlihat belasan murid dan beberapa guru memainkan permainan tradisional Jawa Barat. P dan K. Jakarta 1982.

Namun bila terkena tepukan tangan yang keluar dari barisan. Melihat itu. pagi. anak yang akan kejatuhan tepukar berusaha untuk menghindar (pada kata ―four‖). Latar Belakang Permainan dengan nama gempaleongan ini merupakan permainan yang dimainkan menggunakan kaleng bekas atau boleh juga menggunakan pecahan keramik atau genteng . Tak heran jika kita jarang melihat anak-anak di perkotaan memainkan permainanpermainan itu. SK do SK do Pia-pio One two three four C. Komunitas Hong terus aktif mengenalkan kembali semua permainan masyarakat Sunda. yakni sebuah permainan tradisional Sunda di mana orang yang berpegangan tangan dan menjebak anggota barisannya. 36) PERMAINAN GEMPALEONGAN A. D. Jenis Kelamin : pa/pi.: Iringan Lagu : Do mi ka do Do mi ka do. sore. siang. misalnya dengan menyuruh bernyanyi. Para guru dan murid tampak memainkan permainan domikado. Sumber Buku Permainan Tradisional Perpustakaan Universitas Negeri Yogyakarta. Latar Belakang Jumlah : Tidak terbatas. B. Bila tepukan tidak mengenai maka anak yang menepuk keluar barisan. termasuk mulai mengenalkan permainan tradisional dari negara-negara lain.50 permainan dari dalam dan luar negeri. Waktu Pelaksanaan Permainan ini bisa dilakukan kapan saja. mi ka do SK SK do. Pelaksanaan Permainan  Para peserta membentuk sebuah lingkara. dengan kedua tangan dibuka dan bertumpukan dengan tangan teman disampingnya.Semua jenis permainan tradisional itu nyaris tak dikenal lagi oleh masyarakat.  Kemudian menyanyikan lagu secara bersama-sama sambil menepukkan tangan ke tangan teman disampingnya  Dan bila telah sampai pada bait terakhir. Asal Permainan Jawa Barat.  Begitu seterusnya hingga hanya tinggal 1 anak dan ialah pemenangnya dan ia berhak menghukum teman yang lainnya. minta gendong.Dilihat dari namanya gempa itu getaran yang akan bisa mengakibatkan benda di sekitar roboh. dan leongan itu kaleng bekas .Jadi nanti kaleng yang sudah ditumpuk rapi akan roboh porak-porandak akibat terkena . Usia : bebas. dll  Keadaan Sekarang Permainan ini masih dilakukan terutama oleh anak-anak namun jarang. Alat yang Digunakan Permainan ini tidak menggunakan peralatan khusus.

 Yang masang dengan cara melangkahkan satu kaki di atas kaleng sambil menyebutkan nama peserta yang sedang bersembunyi disertai kata-kata gempaleong untuk mematikan pemain yang bersembunyi. remaja. Manfat Bergembira.yang paling jauh dari kaleng berhak melemparkan batunya ke sasaran tersebut yaitu kaleng yang sudah tertata rapi. namun di jawa tengah sudah banyak yang memainkanya termasuk di daerah saya Wonosobo.tetepi dapat dijumpai diberbagai daerah mana saja dengan nama yang berbeda. Apabila pemain yang bersembunyi berhasil merobohkan kaleng dan mendahului yang jaga maka pemain-pemain yang tadinya sudah di gempaleongi atau sudah kena boleh bersembunyi lagi . menjaga kaleng yang sudah ditata. bersosialisasi. 37) PERMAINAN BECAK . D. Sasaran Anak-anak. kemampuan motorik meningkat. Jumlah pemain tak terbatas semakin banyak akan semakin ramai dan minimal hanya bisa di mainkan oleh dua anak.51 B. . para pemain melemparkan gaco(batu. Urutan melempar batu bebas.  Dari belakang kaleng yang sudah tertata bertumpukan.  Kaleng tersebut di tumpuk rapi. kayu dsb) sendiri-sendiri.  Apabila kaleng roboh maka pemain yang tadi gaconya berada di bawah pemain yang mengenai kaleng makai itulah yang masang . C. Asal usul permainan gempaleongan ini tidak jelas dari mana asalnya. mengembangkan aspek motorik. dewasa.Satu orang masang menata dan menjaga kaleng itu jangan sampai dirobohkan pemain yang sedang bersembunyi.  Setelah semua pemain melempar batunya . kualitas kebugaran meningkat.Begitu seterusnya. Tujuan Berolahraga.sampai roboh. Peraturan permainan. yang masang dan yang main.BECAKAN A. Latar Belakang Becak-becakan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya. jangan sampai didahului dirobohkan oleh pemain yang sedang bersembunyi. bermain. F. lemparan pemain. Apabila semua para peserta yg bersembunyi belum dimatikan maka permainan belum berakhir. mengisi waktu luang.  Sebisa mungkin yang masang. E.

Artinya para pemain ada yang membentuk ular-ularan. Sasaran Anak – anak E. melatih kerjasama dan kekompakan .  Pelaksanaan  Sebelum permainan dimulai. B.  Siapa yang sampai di garis finish terlebih dahulu itulah kelompok yang menang. Manfaat Gembira atau senang. anak yang berada di posisi paling belakang yang membentuk formatur ular-ularan. akan dikejar-kejar oleh si koko. Peralatan Dolanan ―Koko-Koko‖ tidak membutuhkan peralatan.  Peserta Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang berjumlah 3 orang setiap kelompok dengan satu orang menjadi penumpang dan dua orang menjadi becaknya. kecuali sarung atau sabuk. walaupun tidak ada data akurat mulai kapan.  Pemain yang menjadi penumpang naik di atas tangan pemain yang menjadi becaknya yaitu dengan cara mengandengkan tangan dari kedua pemain tersebut yang menjadi becaknya  Selanjutnya pemain yang menjadi becak mengangkat si penumpang dan berjalan menuju ke garis finish yang sudah ditentukan.melatih kekuatan tangan. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang. Pelaksanaan Permainan  Tempat Tempat yang digunakan bisa dialam terbuka. Sebenarnya permainan ini hampir mirip dengan dolanan ancak-ancak alis. C. Menurut sebuah sumber dari Sulaiman Dharmamulya.52 B.di halaman atau dilantai dan teras juga bisa digunakan. D. memupuk sportifitas. bersosialisai. sebenarnya nama koko identik dengan nama sebuah jenis ular air yang sedang mencari makan di air. Pada permainan ini nanti. 38) PERMAINAN KOKO A. Fungsi sarung atau sabuk dipakai oleh masing-masing anak yang . diadakan hum pimpa untuk menentukan siapa yang akan menjadi penumpang dan becaknya dari masing-masing kelompok. Hanya cara bermainnya yang agak berbeda. permainan ini dikenal oleh anakanak di daerah sumatera. jenis permainan ini sudah berumur sangat tua. khususnya di Sumatera selatan. Latar Belakang Melihat dari nama permainan.

53 membentuk formatur ular-ularan. D. sebab jika sampai terlepas. Seperti pada permainan lain. Setelah mereka bersepakat bermain. Satu pemain lain berperan sebagai koko. siang. Selain peralatan sarung/sabuk. satu orang berperan menjadi kakek/nenek. K/N : Tempatnya apa? KK : Daun lumbu. KK : Aku minta boleh tidak ? K/N : TIDAK BOLEH ?!! KK : Kalau tidak boleh. sehingga membuat koko kesulitan mengejar mangsa. K/N : Kamu dapat dari mana? KK : Lumbung padimu. Dialog seperti di bawah ini: K/N : Koko-koko kamu mau minta apa? KK : Aku minta airmu. Sarung/sabuk dipegang oleh pemain yang berada di belakangnya. D. lebih banyak dimainkan di halaman yang teduh. Mereka yang bermain ini rata-rata berumur 8-10 tahun. F. Dalam permainan ini. Pegangan pemain anak buah harus kuat. K/N : Obatnya apa? KK : Gula batu. karena formasi ular akan semakin panjang. E.saya akan merebut! . Ada kelap-kelip itu apa ? K/N : Anakku. karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari. H. Sementara saat dimainkan malam hari. B. lebih banyak dimainkan di tanah lapang yang mudah kena sinar bulan. Mereka bergandengan ke belakang dengan memegang sarung/sabuk yang telah dipakai di pinggang atau dikalungkan di badan. C. Pelaksanaan Permainan Anak-anak yang hendak bermain permainan koko-koko misalnya ada 10 anak. dolanan ini hanya membutuhkan tanah lapang yang luas. atau malam hari saat terang bulan. permainan ini lebih sering dimainkan saat-saat waktu libur atau senggang. lalu terus berkumpul di halaman rumah. I. K/N : Apa lehermu nanti tidak gatal? KK : Gatal-gatal tidak apa. dan J. Lebih banyak lebih baik. sore. Peserta Dolanan ―Koko-Koko‖ biasa dimainkan oleh anak laki-laki. G. Setelah semua siap. Dari mereka. yaitu A. anak-anak yang bermain sekitar 10 anak. Jika dimainkan siang hari. satu orang berperan menjadi koko. dan pemain lainnya berperan sebagai anak buah kakek/nenek. baik pagi. C. pemain yang berperan Koko-Koko (KK) dan Kakek/Nenek (K/N) melakukan dialog sebagai pembuka. maka akan menjadi pemain dadi. Sementara pemain paling depan berperan sebagai Kakek/Nenek.

Jika si koko bisa menangkapnya. Anak-anak lain berusaha mempertahankan pemain paling belakang. Sementara pemain koko bisa bergabung ke pemain lain. Jika sedang jadi. maka pemain yang lari menjadi pemain jadi. Dengan sisir di sini tidak dimasudkan yang bernama sisir itu. Penentuan kemenangan Permainan ini di mainkan hanya untuk mengisi waktu luang. bertujuan untuk membina kegembiraan dikalangan anak – anak. Sulaiman Dharmamulya. Maka si koko segera mengejar pemain yang lari. F. Latar Belakang Masyarakat Nias menamakan pemainan ini ―fusukhu‖ yang dibentuk dari ―fu + Sukhu‖ yang berarti ―Bermain Sisir‖. melatih keberaniannya dan diajak untuk lebih sportif dan menghargai teman-temannya. saat si koko telah bisa mendekat ke ekor ular. 2004. Dilihat dari sifatnya permainan Fusukhu ini termasuk jenis permainan rekreatif. Jika pemain belakang bisa dilepaskan oleh si koko. Namun jika koko bisa mendekat ke ekor dan berhasil memegang pemain paling belakang. berarti ia menjadi pemain jadi dan menggantikan pemain koko.Permainan ―fusukhu‖ dapat dimainkan oleh seluruh anak – anak baik laki – laki maupun perempuan. dan terkadang disertai suara tertawaan dari para pemain atau penonton. Begitu seterusnya hingga mereka merasa capek. maka pemain paling belakang melepaskan sarung atau sabuk dan berlari sekuat tenaga. maka koko berusaha menyambar anak kakek yang berada di paling belakang. Sumber Sumber: Permainan Tradisional Sumatera. Penamaan ini didasarkan kepada hal yang menjadi persoalan di dalam permainan yatiu mengenai sukhu atau sisir. Begitu sebaliknya. Jadi permainan ini betul – betul tergolong kepada permainan anak – anak dalam arti sesungguhnya. Walaupun begitu dapat juga dilihat unsur – unsur yang bersifat pendidikan seperti menumbuhkan kebiasaan .54 Setelah percakapan itu. karena banyak berlari. maka harus berani menghadapinya dan tidak mudah cengeng. E. maka pemain belakang dengan sekuat tenaga memegang sarung atau sabuk. tidak ada pemenang maupun yang kalah. anak juga fisiknya lebih sehat. Ada cara lain. Tanggapan Masyarakat Permainan ini mengajarkan kepada anak-anak untuk bisa hidup bersosialisasi dengan teman. maka ekor ular akan mengarah ke kiri. Jika koko berlari ke arah kanan. Tetapi dibayangkan bahwa ada persoalan yang mengenai sisir yang hilang dan pertanyaan mengenai hilangnya benda itu yang dijadikan sumber permainan. maka si kakek/nenek berusaha lagi menghalangi-halangi si koko untuk menangkap ekornya. Maka terjadilah tarik-menarik yang sangat alot. Dengan permainan koko-koko ini. Jakarta: Kepel Press 39) PERMAINAN FUKUSHU A. Namun jika pemain lolos dan bergabung lagi ke posisi semula. G.

dan perempuan sesama perempuan pula. B.  Tahap Permainan Sekarang anak yang berdiri paling depan tadi mulai bergerak hendak menangkap anak yang paling belakang yang dianggap bersalah karena tidak dapat mempertanggung jawabkannya soal sisir tadi. Para pemain berasal dari berbagai kelompok sosial. Upaya untung menangkap ini tentu saja begitu mudah melaksanakannya. karena tidak ada lagi anak dibelakangnya unutk disebutkan sebagai tempat beradanya sisir yang ditanyakan. Peserta Jumlah peserta untuk dapat melaksanakan permainan ini adalah 6 orang. Pelaksanaan Permainan Ambillah umpamanya ada enam orang anak yang ikut serta dalam permainan ini. tetapi anak yang keenam atau yang paling belakang akan mengalami kesulitan menjawabnya. Alat yang Digunakan Untuk melaksanakan permainan ini tidak diperlukan peralatan apapun. boleh juga perempuan. Akibatnya anak tersebut terpaksa berdiam diri tidak dapat menjawab seperti teman – temannya yang lain. Pertanyaan tersebut harus dengan segera dijawab oleh anak yang menerima pertanyaan dengan ―Sukhu me Figuru‖ yang maksudnya ―Sisirmu ada Dibelakangku‖. lebih banyak dari itu sering juga dilakukan. Hanya saja mereka tidak boleh bercampur laki sama laki laki. Permainan campuran dipandang janggal atau kurang pantas oleh masyarakat Nias. Mereka kemudian berdiri sambil memeluk pinggang kawan yang ada di muka. Jawaban yang diberikan sama bunyinya seperti anak yang kedua tadi.55 bekerjasama dan saling membantu dalam melakukan suatu pekerjaan.  Aturan Permainan. Anak – anak pada umur 10 sampai 15 tahun mudah merasa malu melakukan itu terhadap lawan jenisnya. Sampai kepada anak yang kelima jawaban masih dapat diberikan dengan cara yang sama. sehingga terbentuk barisan memanjang kebelakang. dan kemudian bergerak – gerak dalam rangkaian. karena dalam permainan ini terjadi pegang pinggul teman bermain. Pertanyaan dilanjutkan kepada anak yang ke empat. Asal jumlah anak sudah bersepakat untuk bermain dan tempat yang cocok sudah ditentukan maka sudah dapat melaksanakannya. D. Dengan terdengarnya jawaban tersebut anak pertama yang berdiri paling depan mengulangi pertanyaan yang sama. Ini sesuai dengan sifat permainan rakyat pada umumnya. jenis kelamin mereka boleh laki – laki. jadi bukan dari kelompok tertentu saja. karena . Anak yang berada pada tempat terdepan mengucapkan pertanyaan ―He so Zukhugu?‖ yang berarti‖Di mana Sisirku‖ kepada anak yang berada dibelakangnya. tetapi sekarang diarahkan kepada anak yang berada pada urutan ketiga. kelima dan ke enam. kecermatan menangkap pertanyaan dan memberikan jawaban dan lain – lain. Usia permainan ini antara 10 sampai 15 tahun. C.

Permainan ini memanfaatkan bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis. Dan bagi yang kalah teriakan – teriakan para penonton yang kadang – kadang terdengar mengejek dan menyalahkan anak yang paling belakang kenapa dapat sampai tertangkap. 41) PERMAINAN BANDEMAN A. akibat ikatannya dengan anak – anak yang ada di belakang dan yang memegang erat pingungnya yang ada di muka selalu dapat saja dielakkan dengan mudah oleh anak yang paling belakang. Tidak ada konsekuensi bagi peserta yang kalah. Tetapi yang lucunya disini gerakan itu tidak menuju kea rah yang ke muka. sudah cukup menjadi hukuman baginya.Saya melakukan permainan bandeman ketika masa kecil dulu.Dalam permainan dapat mengembangkan keterampilan yaitu ketepatan dalam mengenai sasaran.  Demikianlah barisan yang terdiri dari enam orang anak tersebut bergerak – gerak kesana ke mari seperti ular yang sedang melata di tanah.Asal mula permainan ini ketika banyak bungkus rokok yang tidak terpakai dan ada seseorang melipatnya menjadi persegi.Biasanya yang melakukan permainan ini adalah laki-laki yang berumur kira-kira 6-14 tahun . Yogyakarta: Dikti. Latar Belakang Pemainan bandeman berasal dari kabupaten Bantul.  Konsekuensi kalah atau menanti. Pemain Permainan bandeman dapat di lakukan dengan jumlah peserta 3-10 anak. dalam hal ini yang paling belakang yang dapat ditangkap oleh anak yang paling depan. Permainan ini cukup melelahkan.Bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis di susun di dalam lingkaran. Dalam hal ini anak yang paling belakang bergerak lebih bebas dibandingkan dengan anak yang paling depan tadi. Setelah lama bergerak kesana ke mari. Dengan demikian permainan selesai. E. Permainan anak – anak daerah Sumatera Utara.Bentuk rokok yang berbeda-beda menjadikan bentuknya unik sehingga muncul permainan ini untuk mengumpulkan berbagai bungkus rokok. karena ynag hendak ditangkap berada pada tempat yang paling belakang.56 ibaratnya adalah seperti kepala hendak menangkap ekor. Setiap gerakan anak yang paling depan untuk menangkap anak yang paling belakang yang dilakukannya dengan segala susah payah. sehingga berakhirnya permainan dengan berhasilnya ditangkap anak yang dimaksudkan sudah cukup mengembirakan anak yang paling depan tadi. (1981/ 1982). B. akhirnya anak yang paling belakang dapat juga ditangkap. Sumber Depdikbud.

Karena susunan rokok sudah di kenai maka di susun kembali untuk di tembak pemain berikutnya.57 C. Lemparan pemain harus melewati garis didepannya.Bungkus rokok yang sudah di bentuk tipis mempunyai nilai tersendiri.Setelah semua pemain melakukan tembakan maka permainan di lanjutkan lagi dengan melaukan gasang lagi atau melanjutkan permainan jika masih ada bungkus rokok yang masih tersisa di dalam lingkaran.Pemain pertama melakukan tembakan menuju susunan bunkus rokok di depannya. Bungkus rokok tersebut tidak di berikan kepada pemain yang ikut dalam permainan tetapi menjadi milik pemain yang menang. malboro 500 dan lain-lain.sampoerna mild 300. Waktu dan Tempat Permainan Permainan bandeman dapat di lakukan di halaman atau pekarangan yang tanahnya rata. F.Pemain yang mampu menempatkan batu dengan garis maka dia berhak untuk melakukan tembakan yang pertama kali.Misalnya Bungkus rokok jarum dan gudang garam mempunyai nilai 100. Penentuan Kemenangan Pemain yang mampu mendapatkan bungkus rokok terbanyak dari hasil tembakan maka pemain tersebut dapatdi katakan menang.Bila tembakan mengenai sasaran dan sebagian bungkus rokok yang dibentuk keluar lingkaran maka bungkus rokok tersebut milik pemain yang mengenainya. Apabila pemain berikutnya dapat mengenai batu yang di gunakan pemain pertama maka bungkus rokok hasil tembakannya harus di serahkan kepada pemain tersebut.Waktu permainan dapat di lakukan dari pagi sampai sore.Setelah itu dilanjutkan pemain berikutnya jalannya permainan seperti tadi hingga semua pemain melakukan tembakan. Kemudian pemain menyusun bungkus rokok yang sudah di bentuk dari hasil gasang tadi dalam lingkaran.Kemudian setiap pemain harus melemparkan batu dari pinggir susunan bungkus rokok menuju garis di depannya dengan jarak 3-5 meter.Bunkus rokok yang sulit di dapatkan mempunyai nilai yang lebih tinggi.Kemudian di lanjutkan pemain berikutnya yang dekat dengan garis dan seterusnya seperti itu. E. .Sebelum permainan di mulai setiap pemain harus melakukan ―gasang‖(pasang) sesuai kesepakatan bersama. Pelaksanaan Permainan Permainan bandeman di lakuakan dengan jumlah peserta 3-10 anak.Misalnya sepakat gasang 800 maka pemain harus gasang 800 menggunakan bentuk rokok yang sudah di bentuk. Alat dan Fasilitas  Bungkus rokok yang sudah di bentuk persegi  Batu atau keramik  Halaman atau pekarangan rumah yang rata D.Pemain berikutnya boleh menembak susunan rokok atau batu yang di gunakan pemain pertama(batu yang di gunakan pemain pertama dapat diganti dengan batu yang lebih besar).

seringkali menamakan atas dasar kesepakatan saja.Apabila batu tersebut mengenai pemain maka bisa terluka. Tanggapan Masyarakat Tanggapan dari Masyarakat bermacam-macam ada yang positif dan negatif.Tanggapan negatif dari masyarakat misalnya permainan ini berbahaya karena dalam melaksanakan permainan harus melakukan tembakan memakai batu. Sumber Permainan bandeman ini saya mengenalnya dari kakak-kakak yang ada di kampung saya. Peserta Jumlahnya makin banyak makin ramai tetapi juga makin sulit menebak nama Bisa dilakukan putra dan putri. yang namanya dunia anak-anak untuk memudahkan sebuah nama dolanan. salah satu bumbu dapur. Latar Belakang Anak-anak menamakan sebuah nama dolanan kadang-kadang aneh dan hanya berdasar pada kesepakatan belaka di antara mereka.  Yang lain berada dalam kotak. Jago-Jago Pithong.Tanggapan yang positif misalnya anak dapat berkumpul bersama untuk meningkatkan kebersamaan. C. Tetapi ya begitulah. Penentuan Kemenangan Tidak ada menang dan kalah karena permainan ini dilakukan terus menerus sampai bosan dan hanya ada yang dihukum. Alat dan Fasilitas  Sapu tangan  Dilakukan setiap sore-sore  Berlangsung di halaman D. atau Dhog-Dhog Ketumbar. H.Mereka mengajarkan dan mengajak untuk bermain bandeman. Dolanan ini sepertinya tidak mengacu pada benda tumbar. Pelaksanaan Permainan  Membuat kotak ukuran ditentukan banyaknya peserta. E. Termasuk dolanan Tumbaran.58 G.Dolanan yang sering dimainkan oleh anak-anak perempuan masyarakat Jawa ini.  Apabila salah menebak akan mendapat hukuman dari kesepakatan bersama. juga sering disebut dolanan Pithongan. 42) PERMAINAN JAGO PITHONG A.  Menentukan satu orang untuk menjadi orang buta.  Satu orang yang buta tadi menangkap satu orang yang lainnya terus menebak siapa namanya. B. .  Dan jika benar maka yang ditebak ganti menjadi orang buta.

Fungsi panapak atau campai adalah untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan logo pihak lawan yang dipasang saat bermain. C. Kecamatan Girimulyo. 43) PERMAINAN BALOGO A. G. Garis tengahnya sekitar 5--7 cm dan tebalnya sekitar 1--2 cm. biuku (penyu). Pelaksanaan Permainan Permainan balogo dapat dilakukan satu lawan satu atau secara beregu. Umumnya hanya dimainkan oleh kaum pria. yakni stik atau alat pemukul yang panjangnya sekitar 40 cm dengan lebar 2cm. karena permainan itu menggunakan logo. ada yang berbentuk bidawang (bulus). Poerwadarminta (1939). Termasuk pula di daerah Kalurahan Giripurwo. Kebanyakan dibuat berlapis dua yang direkatkan dengan bahan aspal atau dempul supaya berat dan kuat. Latar Belakang Balogo adalah salah satu jenis permainan tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan. Alat dan Tempat Logo terbuat dari tempurung kelapa. D. masih hidup dan dimainkan oleh anak-anak di wilayah Yogyakarta. Bentuknya bermacammacam. dengan jumlah pemain 2 sampai 5 orang. Sampai dengan tahun 80-an permainan ini masih sering dilakukan di kalangan masyarakat Banjar. baik di pedesaan maupun perkotaan (lihat penelitian Ahmad Yunus tahun 1980/1981 berjudul Permainan Rakyat DIY). Tanggapan Masyarakat Menarik karena bisa membuat orang tertawa. bukan berarti dolanan ini tidak hidup di tengah-tengah masyarakat. dolanan ini hingga tahun 1980-an.Dan permainan ini tidak ada unsur kekerasan sehingga pertemanan menjadi kompak. daun dan bundar. layanglayang. Namun. Sebagian daerah yang menyebut dolanan ini dengan Pithongan. Setidaknya. segi tiga. kiranya dapat dirunut dari arti kata tersebut. maka jumlah pemain yang ―naik‖ (yang melakukan permainan) harus sama dengan jumlah yang ―pasang‖ (pemain yang . Pemain Permainan ini dilakukan oleh anak-anak dan remaja. Dalam permainan harus dibantu dengan sebuah alat yang disebut panapak atau kadang-kadang beberapa daerah ada yang menyebutnya campa. Dalam kamus Boesastra Djawa (Poerwadarminto. salah satu daerah yang menjadi obyek penelitian. nama pithongan berasal dari kata dasar pithong yang berarti pece atau picak (bahasa Indonesia: buta). Sumber Dolanan ini tidak terekam dalam kamus Jawa ―Baoesastra Djawa‖ karya WJS. 1939: 495). Kabupaten Kulon Progo DIY. Jika dimainkan secara beregu.59 F. dewasa ini sudah mulai tersisih oleh permainan elektronik populer. Walaupun tidak terekam dalam kamus. Balogo diambil dari kata “logo”. B.

Nilai kerja keras tercermin dari usaha para pemain untuk merobohkan logo lawan. Kemudian. Nama permainan ini .kerajaanbanjar. kerja sama. tetapi bisa menerimanya sebagai sebuah kekalahan. Dengan demikian. Sumber www. Inti dari permaian ini adalah keterampilan memainkan logo agar bisa merobohkan logo lawan yang dipasang.wordpress. jumlah logo yang dimainkan sebanyak jumlah pemain yang disepakati dalam permainan.com 44) PERMAINAN MADELAGE A. Regu yang paling banyak dapat merobohkan logo lawan adalah yang keluar sebagai pemenang. nilai sportivitas tercermin dari kerelaan pemain yang kalah untuk di elus-eluas janggutnya oleh pemenang karena aturannya memang demikian. hanya permainan biasa untuk mengisi waktu dan bersenang senang. pihak yang menang disebut dengan “janggut” dan boleh mengelus-elus bagian dagu atau jenggot pihak lawan yang kalah sambil mengucapkan teriakan ―janggut-janggut‖ secara berulang-ulang yang tentunya membuat pihak yang kalah malu. Latar Belakang Dulunya madelage adalah persembahan untuk mengantar arwah orang yang telah meninggal. Mamang dalam permainan balogo : “santuk kilan bela (muka) patah cempa sekali lagi “ Permainan balogo ini masih populer dimainkan di masyarakat Banjar hingga tahun 80-an. nilai kerja sama tercermin tidak hanya di pemasangan logo. Cara memasang logo adalah dengan medirikannya secara berderet ke belakang pada garis-garis melintang. sebuah ritual yang dilakukan masyarakat pedalaman NTB. dan sportivitas. Dan. Sampai akhirnya dikalahkan oleh permainan elektronik modern. Jumlah pemain beregu minimal 2 orang dan maksimal 5 orang. kerja keras. Dan. Nilai keterampilan tercermin dari pemasangan logo yang memerlukan keahlian khusus. Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan balogo adalah keterampilan. sebagai akhir permainan. E.60 logo-nya dipasang untuk dirobohkan). tetapi juga tercermin dalam perobohan logo lawan. Gambar: F. Tapi kini menjadi permainan yang dimainkan oleh anak anak tanpa ada arti ritual.

2orang jaga. G. D.  Jika pelempar tepat mengenai sasaran maka yang jaga harus mengangkat atau menggendong pelempar ke tempat jaga. apabila diterjemahkan sentaruh: bersaing. E. Teliuq : berlari. Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat. Latar Belakang Nama permainan ini berasal dari bahasa Dayak Tunjung. Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan. bisa melatih sportifitas Sumber Dari teman saya di NTB dan dari jombangan. Minimal peserta 3 orang . sedang Pencipta Permainan ini tidak diketemukan. dua pasang  Usia enam sampai belasan tahun. pria dengan pria . F.61 adalah permainan madelege yang artinya persembahan untuk orang mati untuk mengantar kepergiannya. Peserta C.namun dalam satu pasang wanita dengan wanita. B. Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan. Jenis permaian ini adalah milik masyarakat baik dari kelas bangsawan atau biasa. uneekng : kaki.  Terus bergantian sampai capek Penentuan Kemenangan Yang sering di gendong adalah yang menang Tanggapan Masyarakat Membiarkan anank anak tetap bermain karena permainan ini tidak berbahaya dan membuat anan – anak riang. B.  Yang menang melempar pertama kali dan yang kalah 2 orang harus jaga. atau orang dewasauntuk memeriahkan perayaan  Pria atau wanita boleh bermain. Pemain  Paling sedikit empat orang .1 orang menembak Alat dan Fasilitas  Kayu yang ditumpuk  Pelempar Pelaksanaan Permainan  Diawali dengan suit. Jadi bila diterjemahkan adalah bersaing berlari dengan tiga kaki.com/info/permainan-tradisionalntb 45) PERMAINAN SENTARUH TELIUQ ENEEKNG TELUU’ A. Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat. Teluu‘ : tiga. Permainan ini sudah menyebar ke Daerah Kalimantan Timur.

untuk setiap pasangan dicari yang tingginya sama. Memang gajah mempunyai belalai. Caranya berlari tanga kanan dan tangan kiri setiap pasangan saling merangkul dengan tujuan agar pasangan dapat kompak dalam berlari. Sementara kata ―telena‖ ada yang menyamakan persepsi dengan ―tlale‖ atau belalai gajah. kemudian anak-anak masyarakat Jawa membuat permainan yang diberi nama ―Gajah Telena‖. dolanan ini juga diiringi dengan sebuah lagu. Dalam peperangan seperti dalam cerita wayang. Dari situlah. maka kaki kiri dan kaki kanan pasangannya diikat jadi satu. Dalam permainannya ada tata tertip yang harus disepakati bersama. yakni: //Gajah-gajah telena/ telenane garunata/ jenang katul sisir gula/ her segara amba/ her segara amba//. Selain itu juga dapat untuk melatih kerjasama dan sportivitas. Tetapi pada saat ini jenis permainan ini juga dimainkan oleh orang-orang dewasa. Latar Belakang Jenis permainan yang satu ini juga termasuk dolanan yang tidak menggunakan peralatan bantu untuk bermain.62 C. dan sering pula dimainkan oleh anak-anak usia SD. Jadi lapangan permainan harus diberi garis start dan finish. E. dolanan ini memang terinspirasi dari nama hewan gajah. gajah merupakan salah satu hewan yang dipakai tunggangan untuk bertempur melawan musuh. Kata ―telena‖ sendiri sebenarnya setelah dilacak di Kamus Baoesastra Djawa tidak ditemukan. seperti juga dolanan lainnya. seperti halnya permaianan lomba lari karung. Tanggapan Masyarakat Pada waktu sekarang jenis permainan ini masih dapat kita lihat pada saat tertentu saja. Alat yang Digunakan Seutas tali dari bahan apa saja. B. Pemenang adalah yang pertama kali sampai finish. atau kain dari sapu tangan namun bukan dari bahan yang lentur D. Pelaksanaan Permainan Jenis permainan ini adalah kompetitif. karena permainan ini yang menonjol adalah sifat pertandingan. Jalannya permainan tidak sulit. Misalnya pada waktu perayaan hari Kemerdekaan. cukup terkenal di beberapa daerah di masyarakat Jawa. Apabila sudah didapatkan teman yang tingginya sama. setiap calon pelari terdiri dari dua orang. sehingga tidak saling terpisah. misalnya dari mana harus berlari dan sampai mana. Namun begitu. Melihat dari namanya. 46) PERMAINAN GAJAH TELENA A. Tujuan Permainan Gajah Telena ini bertujuan untuk mengisi waktu luang dan mencari kesenangan. .

Sementara pemain D sebagai penunggang gajah.G. Misalkan ada 8 anak (pemain A.D.C. agar jika terjatuh. kaitannya dengan permainan. dan H). tergantung situasinya. mereka bersama-sama dengan anak-anak yang menonton menyanyikan lagu gajah telena seperti di atas. dan D. Minimal ada dua kelompok. itulah kelompok yang dianggap kalah. atau berpasir.B. para penonton akan terus bersorak-sorai dan memberi dukungan ke . yang umumnya anakanak akan saling menjerit. Bisa pula dimainkan saat terang bulan purnama. Maka dolanan ini sangat jarang dimainkan oleh anak perempuan. telah lelah. Setelah siap. dan memukul. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 anak sebaya. dan mendorong. Bagi kelompok kalah tidak ada hukuman. atau ingin berpindah ke dolanan lain. para pemain tidak diperbolehkan menjatuhkan lawan dengan cara merenggut (njambak) rambut.63 C. dan H. Sementara kelompok II terdiri dari pemain E. siapa yang hendak jadi gajah dan siapa yang hendak jadi penunggang. Bagi kelompok yang terjatuh duluan. Sebaliknya. maka pemain konsentrasi dalam penyerangan. Waktu yang sering dipakai adalah waktu senggang. yang nantinya kedua kelompok itu saling berhadapan untuk saling menyerang. Setelah mereka saling menyerang. Apabila mereka lama saling menjajagi kekuatan lawan dengan berputar-putar lebih dulu.B. Peserta Dolanan ―Gajah Telena‖ dimainkan secara berkelompok. kemudian mereka dibagi menjadi dua kelompok I dan II. seperti: mereka hanya boleh menjatuhkan lawan dengan cara mendesak. pemain tidak begitu terasa sakit. Sementara para penonton. Sementara pemain H sebagai penunggang gajah. capek.C. Dilakukan di tempat terbuka dan biasanya di tanah lapang atau kebun bertanah. dan G. misalkan kelompok I sebagai formasi gajah adalah pemain A. Masing-masing kelompok kemudian bersepakat untuk menentukan formasinya. dolanan ini dimainkan oleh anak laki-laki karena memerlukan kekuatan fisik. menjagokan idolanya masing-masing. Masing-masing kelompok agak saling berjauhan.F. dan C. Masingmasing kelompok yang bertugas menjadi gajah segera membentuk formasi dengan cara tangan-tangan dirangkaikan. Bisa dinyanyikan sekali atau dua kali. Hanya biasanya mereka mengganti formasi dan berusaha menantang kembali.F. menyepak. baik siang atau sore hari.B. Pelaksanaan Permainan Sebelum anak-anak bermain gajah telena.G. berumput. Anak-anak yang hendak bermain gajah telena biasanya sudah berkumpul di tempat bermain. Kelompok I terdiri dari pemain A. Mereka. menendang. Setelah itu pemain yang menunggang gajah segera naik ke bentuk formasi itu. mencupit.F. biasanya ada aturan lisan yang disepakati bersama. Setelah disepakati. D. maka nyanyian gajah telena bisa dinyanyikan berulang-ulang. menarik.E. Pada umumnya. Demikian pula kelompok II sebagai formasi gajah adalah E. Dolanan ini akan berhenti apabila ada anak (kelompok) yang menyerah.

Tanggapan Masyarakat Permainan ini bagus karena dapat memberikan rasa senang dan menghibur anak-anak dalam melakukan permainan ini dan juga dapat mengisi waktu luang mereka. dia harus melempar keatas kayu yang ditaruh miring dan memukulnya kedepan dan jaraknya harus melebihi tiga kali ukuran kayu yang panjang. misalnya kelompok I. Dapat dimainkan oleh dua orang maupun lebih.com/2011/04/gajah- 47) PERMAINAN KELADI A. F. maka mereka membubarkan diri. E.blogspot. permainan diawali dengan mencari siapa yang akan bermain terlebih dahulu. pertama-tama batang kayu yang berukuran 15 cm ditaruh miring pada sebuah batu. kelompok II bisa menjatuhkan kelompok I. Apabila . sehingga alatnya pun sangatlah sederhana. kelompok I bisa mengubah formasi. Seperti permainan lainnya permainan ini cukup sederhana dan mudah dilakukan. hingga keduanya merasa lelah. mereka mulai menyerang kembali kelompok II. Penentuan Kemenangan Apabila ada kelompok yang terjatuh. Setelah siap. Jika dia tak berhasil memukul atau jarak pukulannya tidak jauh pemain digantikan dengan pemain lainnya. Alat yang Digunakan Alat permainannya cukup sederhana hanya dua buah batang kayu berukuran 30 sm dan 15 cm juga sebuah batu sebagai penyangga. Jika mereka memutuskan untuk berhenti bermain. maka mereka dianggap kelompok kalah dan skor 1:0. Demikian seterusnya. Setelah ditemukan siapa yang bermain terlebih dahulu. Permaianan ini di latar belkangi karena nakanak basan melihat banyaknya kayu yang bererakan sehingga mereka berinisiatif untuk membuat permaianan sendiri. maka dianggap kedudukan satu-satu. Jika pada serangan kedua ini. Bisa dengan hompimpah atau suit. Pelaksanaan Permainan Untuk pemain yang bermain terlebih dahulu. Latar Belakang Permainan keladi merupakan permaianan yang cukup familiar di kalangan anak pedesaan di Aceh. Untuk selanjutnya. Sementara para pemain masing-masing kelompok dengan sekuat tenaga berusaha menjatuhkan lawannya. Menurut enang keladi berarti memukul ulat yang sering ada di daerah hutan. Permainan keladi berasal dari Aceh. B. Permaianan ini menceritakan tentang bagaimanan seeorang anak lelaki di pedesaan terutama warga transmigrasi yang kekurangan teman bermain . C. Sumber http://permata-nusantara. Semakin banyak semakin menyenangkan.64 kelompoknya masing-masing. G.

Pemain  Kebanyakan permainan ini di lakukan oleh anak sekolah dasar. B. Eang Harjo Sumarto yang berasal dari Takengon. C. Dimainkan anak sekitar umur 6 samapi 10 tahun.boni. Alat yang Digunakan Peralatannya hanyalah sapu tangan saja. Sumber Permaianan ini bersumber dari Eang saya. disebabkan permainan ini terlalu mudah.boni Sapu Tangan yang berati bermain sembunyi. .65 berhasil memukul dengan jarak lebih dari tiga kali panjang batang kayu yang panjang. dengan jumlah pemain 15 sampai 20 anak untuk sekali bermain.dan tiap regu berisikan 2 orang E.bunyian sapu tangan. Biruen. Peserta Permainan ini tidak ditentukan anak laki.laki maupun anak perempuan. karena didalam permainan ini sapu tangan merupakan alat utama. Dikatakan mudah. biasanya anak. D. G. yang merupakan alat utama dalam melaksanakan permainan. Tanggapan Masyarakat Dahulu ketika Eang saya disana. dan permaian ini berlangsung dalam bentuk cara. umur para pemainnya sekitar 9-12 tahun  Jumlah pemainnya adlah 4orang. pemain kemudian harus memukul batang kayu kecil itu seperti bermain golf. karena para peserta hanya ditugaskan untuk menerka saja dimana jatuhnya sapu tangan dan harus cepat memegang sapu tangan tersebut sebelum sempat diambil kembali oleh yang menjatuhkanya. masyarakat cukup mendukung. Sapu tangan itu dibawa oleh salah satu orang peserta untuk dijatuhkan pada sebuah tempat dibelakang peserta lainnya. Nanggore Aceh Darusalam 48) PERMAINAN MERBONI – BONI SAPU TANGAN A. Waktu Bermain Waktu bermain biasanya di sore hari ketika anak-anak bermain F.anak ini Merboni. Jika sudah tak berhasil memukul maka si pemain kemudian di gendong oleh pemain yang sejak tadi tak ikutan memukul. tetapi di bagi menjadi 2 regu. Batang kayu berada diantara kedua kaki dan kemudian dipukul kebelakang menjauh hingga si pemain tak berhasil memukul batang kayu tersebut.anak yang lebih besar jarang memainkannya karena kurang sesuai dengan mereka.cara memnyembunyikannya. Kadang pula ada kaum leleki dewasa yang ikut dalam permainan ini untuk sekedar mengisi waktu. Latar Belakang Masyarakat Dairi menamakan permaianan anak. Merboniboni Sapu Tangan dibentuk dari : mer + boni. Di gendong ke arah batu tempat permainan dimulai.

dan kapan saja. tetapi si anak tang terdekat tidak mengetahuinya. 1984. Menentukannya dengan suit. sehingga yang membawa semula sempat memungutnya kembali. maka dialah yang menang dan yang menjatuhkannya menjadi pihak yang kalah. Sampai lingkaran yang dibentuk terkelilingi. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat juga sudah agak berkurang dibandingkan dengan masa lampau terhadap permaianan ini. Sumber Suwondo. Asal pastinya tidak tahu karena permainan ini di ajarkan oleh pemuda kampung saya sehingga saya mengerti dan pernah melakukan permainan ini. sedang peserta lainnya berdiri rapat membentuk lingkaran. Bambang. Dlosoran juga mengasah otak untuk berpikir dan bertindak kapan akan mengenai lawan kapan akan menunggu hingga lawan lengah dan akan menyerah . hanya membutuhkan strategi dan taktik dalam bermain. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 49) PERMAINAN DLOSORAN A.66 D. Sia anak yang membawa sapu tangan berjalan diluar lingkaran dilakukannya sedemikian rupa agak setenagah membungkuk.anak Daerah Sulawesi Utara. dimana. Tetapi jika hal itu diketahuinya. F. maka anak yang tidak tahu itu dianggap kalah.  Hukuman Hukuman bagi yang kalah ialah berupa larinya anak yang kalah dan dikejar dari belakang oleh anak yang menang sambil memukul dengan sapu tangan ke tubuh anak yang kalah. E. Permainan ini cukup mudah di lakukan karena tidak membutuhkan alat untuk bermain. Latar Belakang Dlosoran adalah permainan yang telah tersebar luas dimana-mana. Yang perlu segera tahu dimana jatuhnya sapu tangan itu ialah anak yang berada didekat tempat jatuhnya itu. Permainan Tradisional anak. Pelaksanaan Permainan  Persiapan  Seluruh peserta berjumlah 15 sampai 20 orang memilih salah seorang diantara mereka untuk bertindak sebagai pembawa sapu tangan secara berkeliling dan menjatuhkannya pada tempat yang dikehendakinya. sehingga jatuhnya tidak dapat segera dilihat. dan sapu tangan segera dapat ditangkapnya.  Tahap permainan Jiak sapu tangan sudah dijatuhkan.  Aturan bermain Anak yang menang bertugas membawa sapu tangan berkeliling. Permainan ini dapat dimainkan oleh siapa.

Pelaksanaan Permainan  Dlosoran membutuhkan sekitar 13-18 pemain (dapat juga lebih). Jadi perkenaannya adalah kaki atau lutut ke bawah. Misalnya tangan ada di luar lingkaran. karena dapat di mainkan bersama-sama oleh laki-laki dan perempuan. Jumlah peserta dapat di tentukan dari jumlah orang yang ada. Harus menyisakan anggota badan lain. Penjaga tetap berjaga.  Penjaga boleh mengelilingi lingkaran untuk mengintai lawan yang akan dimatikan. Begitu seterusnya. Penentuan Kemenangan Penentuan Menang atau Kalah. Karena taktik itu yang perlu di terapkan dalam permainan ini. Dan untuk memperjelas area dan bentuk lapangan dalam bermain.  Pancang 1buah  Tali rafia 5-10m  Kapur halus secukupnya. E. kaki yang tidak dlosor berada di luar lingkaran. Pemain lain yang tidak jaga berada di dalam lingkaran. bahkan dewasa. Tetapi bila pesertanya banyak. Dan yang menang di tentukan dari sedikitnya pemain itu menjadi penjaga di luar lingkaran. misalnya dengan tangan atau menendang di anggap tidak sah. penjaga mulai bergerak untuk berusaha mengenai kaki lawan dengan cara dlosor(tackle). Alat yang Digunakan Alat dan fasilitas ini tidak di gunakan dalam permainan. Bila ada yang . hanya untuk membantu dalam pelaksanaannya saja.  Dalam mendlosor boleh dengan 1 atau 2 kaki sekaligus. D. Penjaga juga boleh menunggu hingga lawan lengah. remaja. menyentuh lawan dengan selain kaki. dan semua anggota badan masuk dalam lingkaran. Tetapi pada saat dlosor(tackle) seluruh anggota badan penjaga tidak boleh masuk dalam lingkaran. mengenai lawan di atas lutut.67 B.  Setelah posisi siap dan semua pemain ada di areanya sendiri-sendiri. yang jelas semakin banyak peserta semakin seru.  Hal yang tidak boleh dalam permainan ini dan di anggap pelanggaran adalah menendang lawan. Bila di lakukan dengan cara lain. Untuk yang kalah ditentukan dari berapa kali pemain sering menjaga di luar lingkaran.  Dengan undian hompimpah/kacang panjang dipilihlah 3 orang untuk berjaga di luar lingkaran terlebih dahulu. C.  Bila ada yang terkena dlosoran itu maka pemain yang terkena itu ganti untuk jaga dan melakukan hal yang sama untuk mematikan pemain lainnya. yang perlu di perhatikan adalah jumlah penjaga harus di tambah untuk keseimbangan permainan dan luas area permainan juga di tambah. Peserta Peserta dapat siapa saja anak-anak. Permainan ini juga tidak memandang jenis kelamin.

Yang jelas disini berwujud koin/kerikil yang berjumlahkan 5/6 buah. . 200. karena ada begitu saja dan dengan sengaja di mainkan bersama-sama. C. Pelaksanaan Permainan  Saat melempar / krepyak. Peserta Permainan ini dapat di kategorikan sebagai permainan anak-anak yang pada umumnya di lakukan oleh anak perempuan usia 6 – 15 tahun. Cara permainannya juga mungkin bisa di katakan sama persis.100 perak. Karena kebanyakan anak-anak bermain lari-larian dan orang tua takut bila anaknya mengalami resiko bahaya jadi orang tua mengenalkan pada anaknya permainan ini.  Jenis koin. Setahu saya permainan ini berasal dari daerah saya sendiri yaitu daerah bantul. Sumber Dari orangtua saya. harus dengan di iringi sebuah lagu atau nyanyian dan jika koin yang didapat berhasil di tangkap dapat dihitung berapa jumlah koin yang ditangkap tadi dan itulah pointnya. D. Sedangkan jika koinnya berjumlahkan 5 buah di ambil 1 buah koin saja. 50) PERMAINAN KREPYAK A. Permainan ini di mainkan untuk menghibur diri pada saat istirahat sekolah dan pada saat pulang sekolah atau lingkungan rumah. B. Mereka juga tidak tahu sumber pasti permainan itu. hanya mungkin beda nama permainan saja. yaitu jika koin berjumlah 6 buah harus di ambil 2 buah terlebih dahulu tetapi cara pengambilan tidak boleh sembarang. Alat yang Digunakan Koin uang atau kerikil yang berukuran sebesar kelereng yang nantinya digunakan sebagai bahan permainannya yang berjumlahkan 5 atu 6 buah. Latar Belakang Awalnya permainan ini adalah permainan tradisional yang dulunya di mainkan oleh masyarakat zaman dahulu. Yang arti jawanya ( alon-alon ). Harus di tentukan oleh musuhnya. Begitu juga dengan musuhnya harus bisa memilih koin yang di ambil yang sekiranya dapat mempersulit pemain untuk melakukan cuthit.68 mempunyai skor yang sama maka adu koin atau tos. Jumlah pemainnya pun terdiri dari 2 sampai 6 orang atau lebih. F. atau Rp.  Melakukan cengkeh.500. bisa menggunakan uang nilai Rp. Tetapi bila yang memiliki skor orang banyak maka di adakan hompimpah untuk mendapatkan siapa pemenangnya. Rp.  Melakukan cuthit. permain tidak boleh keras-keras. Kapur / alat tulis untuk digunakan sebagai alat pencatat point atau nilai. dan mungkin di daerah lain juga punya permainan seperti ini.

Salah satunya adalah sepak bola patah kaleng selain permainan tradisional lain yang merupakan krestivitas anak dengan lingkungannya yang masih sangat identik dengan alam. Point yang didapat atau dikumpulkan oleh pemain yang terbanyak ialah yang keluar sebagai pemenangnya. Setelah koin disebar. dengan cara melakukan homepimpah / pingsut tadi. bisa dihitung point yang didapat oleh para masing-masing peserta. Papua juga punya permainan-permainan tradisional. pemain lain ( lawan ) akan menunjuk koin yang akan di ambil dengan cara memilih koin yang paling mudah di lakukan nantinya. F.  Ada 4 Tahap yang harus di lalui.Steet Ball Papua A. Cara melakukannya pun hampir sama dan di iringi oleh sebuah lagu atau nyanyian. Seperti di daerah lain. Sumber Masyarakat imogiri bantul yogyakarta 51) PERMAINAN PATAH KALENG A. jika si pelaku atau peserta tidak berhasil mengenai sasaran atau koin pada saat mencuthit / pemain tidak dapat menangkap koin pada saat melakukan cengkehan. setelah nyanyian berakhir dengan bersamaan menangkap koin.69  Cara mengetahui perpindahan permainan / mati. Koin yang berhasil di tangkap kemudian di hitung. Point yang mendapatkan paling tinggi yaitu pemenangnya. Dapat dimainkan dimana saja. Pemain yang bermain sebagai orang pertama menggengam semua koin kemudian di lemparkan dengan diiringi berbicara ―kREPYAK‖. Tidak banyak Masyarakat Indonesia yang mengerti kondisi real masyarakat di sana. yaitu :  Homepimpah / pingsut ( PENGUNDIAN ). Latar Belakang Permainan Tradisional Patah Kaleng . jumlahnya di tulis yang nantinya di jumlahkan di akhir permainan. Salah satunya adalah Papua. Latar belakang masalah Indonesia sebagai negara seribu pulau berarti memiliki beragam suku di dalamnya. dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti. Penentuan Kemenangan Mengetahui ― menang atau kalah‖. Sebelum permainan ini di mulai akan dilakukan pengundian terlebih dahulu.  Krepyak ( NYEBAR KOIN ).  Cuthit ( MENCUNGKIL KOIN ). tergantung dari pelaksana lomba (bila dilakukan . Olahraga ini mirip seperti permainan sepak bola namun berbeda pada peraturan dan sangat fleksibel. apalagi dari sisi budaya. E.  CENGKEH Pemain yang berhasil ketahap ini kemudian melakukan cengkeh dengan tangan yaitu seperti permainan gatheng.

G. Itu hanya istilah saja yang sudah beredar di Masyarakat Papua sejak puluhan tahun yang lalu. Sumber Hanya ada satu tulisan mengenai sepak bola patah kaleng ini yang ditulis oleh Arnoldus Mampioper di Kabar Indonesia (19/06/2009). E. kualitas kebugaran meningkat. sama seperti gawang. Tingkat kesulitannya lebih tinggi dibandingkan sepak bola yang menggunakan gawang.  Peralatan Bola kecil kaleng. Bahkan Papua selalu melahirkan bintangbintang sepakbola di Indonesia. C. kemampuan motorik meningkat.70 B. Belajar mencintai budaya bangsa adalah pengabdian tulus terhadap eksistensi bangsa. Hanya ada dua buah kaleng. Sepak bola patah kaleng tidak berarti kaleng dipatahkan. Tujuan Tujuan Mengisi waktu luang. D. F. Berbagai permainan tradisional ini tidak akan bertahan lama bila generasi muda tidak lagi mau peduli terhadap pelestarian budaya bangsa karena budaya adalah jati diri sebuah bangsa. dalam permainan ini tidak ada istilah out atau lemparan ke dalam karena dalam permainan tradisional ini tidak ada garis pembatas lapangan. . dan bersosiaolisasi.  Pemain Anak laki-laki  Jalannya permainan Sebelum di mulainya perminan di lukan tos dulu setelah itu bagi yang menang maka melaukan operan atau penguasaan bola. dalam bentuk perlombaan) ataupun oleh kedua belah pihak yang akan bertanding. bermain dan meningkatkan motorik. Permainan ini sangat digemari oleh anak-anak laki-laki di Papua hingga tidak heran bila Papua tidak pernah kekurangan bintang muda di bidang sepak bola. Lebih ideal bila menggunakan bola tenis. Patah disini berarti kaleng yang berfungsi sebagai gawang tersebut dijatuhkan oleh pihak lawan melalui bola yang ditendang. Sasaran Sasaran Anak laki-laki Pelaksanaan Permainan  Lapangan peralatan  Lapangan Lapangan yang di gunakan bisa di lakukan dimana saja dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti. Alat yang Digunakan Bola yang dipergunakan untuk permainan inipun kecil. Tidak banyak orang yang menuliskan olah raga tradisional Papua ini. Manfaat Manfaat Senang.

G. kemudian Pemain melemparkan umpan kekotak yang pertama untuk memulainya permainan. jika ada pemain yang menginjak/memegang garis maka dianggap mati. Peserta Permainan ini dimainkan oleh 6 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok masingmasing 3 orang. E. Penentuan Kemenangan Jika ada pemain yang berhasil mengumpulkan angka yang paling banyak maka dialah pemenangnya. Alat yang Digunakan Fasilitas yang digunakan hanyalah pecahan batu/keramik sebagai umpan & melukiskan/menggambarkan bentuk lapangan. begitu seterusnya sampai kekotak yang ke empat disitu pemain boleh menggunakan kedua kakinya untuk menendang umpan tersebut ke kotak angka sepuluh ribu. lalu pemain harus mengangkat kaki satu dan menggeser umpan kekotak yang ke dua. yaitu Bangka Belitung. D. Sumber Masa Lalu . I. Penentuan Kemenangan Pemenang Regu mana yang paling banyak menjatuh kaleng paling banyak maka regu itu di anggap sebagai pemenangnya.kulinet. Sumber http://www. Pelaksanaan Permainan Para pemain di suitkan dahulu kemudian yang menang jalan duluan. Tanggapan Masyarakat Permainan ini tidak pernah digunakan lagi oleh anak-anak di daerah saya. Untuk kembali ketempat semula kali ini pemain harus kambali menggunakan kaki satu dan mengambil umpan miliknya diluar kotak sepuluh ribu dengan tanpa menginjak/memegang garis. Latar Belakang Permainan ini berasal dari daerah saya. Permainan ini sering dimainakan waktu saya masih kecil dulu. B. C. F.com/baca/patah-kaleng-steet-ball-papua/759/ 52) PERMAINAN CAK LENGKENG SEPULUH RIBU A. biasanya permainan ini sering dimainkan jika waktu libur sekolah tiba permainan ini juga sangat populer di waktu kami masih kecil dulu biasanya kami memainkannya dari pagi & petang.71 H.

Ingkau yang bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu. lapangan umum. remaja. D. dan dewasa. berdasar kelompok umur pemakaiannya. bila memungkinkan). Secara spesifik. Sasaran Anak – anak. masing – masing kelompok umujr 6 – 12 tahun dan kelompok umur 13 tahun keatas. kemampuan motorik meningkat. sebagaian wilayah sumatera barat dengan nama Tengkak – tengkak dari kata tengkak (pincang). Manfaat Gembira. Latar Belakang Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari daereah mana asalnya. B. Lapangan dan Peralatan a. Ukuran lapangan adalah panjang minimum 50 m dan lebar 7 ½ m dibagi lima garis lintasan masing – masing 1 ½ meter. bahkan jalan raya. sehingga permukannya rata. E.72 PERMAINAN OLAHRAGA TRADISIONAL 53) PERMAINAN EGRANG A. Sedang Jawa Tengah dengan nama Jangkauan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Peraturan Permainan 1. ukuran egrang tersebut adalah sebagai berikut. Egrang dalam bahasa lampung berarti terompah pancung yang tgerbuat dari bambu bulat panjang. Lapangan Lapangan yang dipergunakan disarankan datar dan luas (bisa di stadion. C. Peralatan Alat yang digunakan adalah bambu yang dibuat sedemikian rupa. b. kualitas kebugaran meningkat. bermain dan meningkatkan kemampuan motorik. 1) Umur 6 – 12 tahun : Tinggi bambu 1 ½ meter Ukuran tempat berpijak :  Tinggi : 50 cm  Lebar : 15 – 20 cm  Panjang : 7 ½ cm 2) Umur 13 tahun keatas Tinggi bambu 2 ½ m Ukuran tempat berpijak:  Tinggi : 50 cm  Lebar : 20 cm  Panjang : 10 cm . Pada ukuran 50 cm dari bawah dibuat tempat berpijak kaki yang rata dan boleh lepas dengan kain atau busa. tetapi dapat dijumapi diberbagai daeerah dengan nama berbeda seperti . dan bersosialisasi. Tujuan Mengisi waktu luang. Alat egrang dibagi menjadi dua.

. aba – aba siap satu kaki (kiri atau kanan) diatas tempat berpijak dan setelah aba – aba YA lari. mengawasi lintasan apakah ada pelari yang menginjak garis. f. Para atlet dinyatakan gugur apabila:  Menginjak garis lintasan  Kaki jatuh menyentuh lantai atau lintasan  Dengan sengaja mengganggu atlet lain. e. Pada aba – aba bersedia tangan memegang egrang (kanan dan kiri). h. Sebelum perlombaan dimulai. kelompok umur anak – anka 6 – 12 tahun dan unutk taruna / remaja / dewasa 13 tahun keatas. Atlet yang terganggu jalannya oleh atlet lainnya boleh meneruskan larinya atau mengulang. juri dan pencatat waktu (timer)  Wasit bertugas mengawasi seluruh jalannya perlombaan. Aba – aba perlombaan oleh wasit / juri start adalah: bersedia. Pengganti ―YA‖ dapat dilakukan dengan suara peluit. b. Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan urutan pemberangkatan perlombaan.  Pencatat waktu (timer) mencatat waktu para pelari.  Juri lintasan. Dalam meneliti umur peserta didasarkan pada surat keterngan yang berwenang. para atlet berdiri dibelakang garis start dengan memegang egrang. 5. yang mengambil lintasan orang lain dinyatakan gugur. g. Hal ini dilakukan pada waktu penyelenggaraan resmi. c. Sebelum perlombaan dimulai.73 2. Per kelompok dipelombakan dalam seri. dapat diatur dalam peraturan perlombaan khusus apakah hanya 2 atau 3 orangwaktu terbaik dengan memperhatikan jumlah peserta. Atlet. jumlah atlet sesuai dengan jumlah lintasan. para peserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umur masing – masing. 4. j. Perlombaan dalam seri.  Juri pemberangkatan / timer. dari garis start sampai garis finish dipimpin juri start dan waktu dicatat oleh petugas pencatat waktu. siap . i. d. Waktu terbaik dalam seri (2 atau 3orang) berhak mengikuti seri berikutnya. Pemain Permainan egrang bisa dimainkan oleh wanita atau laki – laki dengan mengenakan pakian olahraga yang pantas. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dalam kelas masing – masing 5 (lima) orang sesuai dengan jumlah llintasan. Undian diadakan agar jangan ada yang merasa dirugikan. Wasit.  Juri kedatangan mengawasi perlombaan di garis akhir. Jalannya permainan a. Untuk maju ke seri berikutnya. 3. Pemenang  Pemenang ditentukan berdasarkan kecepatan waktu  Waktu yang diambil adalah kaki terakhir menyentuh garis finish. Ya. Kalau dalam perlombaan cukup dengan mengira – ngira saja.

diberi pengaman matras. untuk putra 1. busa. serta bentuk bantal bulat panjang berukuran 7 ½ cm . 12 cm.15 cm. Tujuan Mengisi waktu luang. Sasaran Remaja dan dewasa. sabut kelapa atau jerami dengan ukuran panjang 1 meter berat 1 ½ kg untuk putra. pasir. mengurangi ketegangan mental. Lama permainan . Pada dasar lapangan (kecuali diatas air). keseimbangan meningkat. Pemain  Gebug bantal bisa dimainkan oleh putra maupun putri. dan diatas air). tanah atau lantai yang rata. tanah danpasir. Manfaat D. b. F. Tinggi dudukan tempat bertanding diukur dari tanah / permukaan aman. Bantal dibuat dari kain diisi dengan kapas. B. Lapangan dan Peralatan a. memupuk sportifitas. 3. besar d. dengan pengelompokan umur:  anak – anak : 9 – 12 tahun  remaja : 13 – 16 tahun  dewasa : 17 tahun ke atas  Masing – masing kelompok umur tadi. Tanda dibuat dari kapur atau tambang.74 54) PERMAINAN GEBUK BANTAL A. Peralatan Tempat bertanding dibuat dari kayu atau bambu bulat dengan ukuran panjang 4 meter. atau jerami. dipertajam lagi dengan pengelompokan berat badan  anak – anak : 30 – 40 kg  remaja : 41 – 50 kg  dewasa : 51 – 60 kg keatas  Sifat pertandingan Perorangan dan beregu. dengan ukuran panjang 8 meter dam lebar 4 meter. Lapangan Lapangan atau tempat bermain bisa dialam terbuka (lapangan rumput. 2. E.m. Kualitas kesegaran jasmani meningkat. meningkatkan kesegaran. C. Lapangan (kecuali diatas air)dibatasi dengan tanda.2 m dan unutk putri 1 m. tertutup (hall / gedung olahraga). melatih keseimbangan. 1 kg untuk putri. Peraturan Permainan 1. Latar Belakang Permainan gebuk bantal adalah merupakan suatu permainan ketangkasan dimana 2 pemain saling menyerang menggunakan bantal. di atas sebatang bambu yang dipasang menyerupai jembatan dan pemenangnya adalah yang berhasil menjatuhkan lawan atau yang berhasil mengumpulkan angka yang lebih banyak.

6. Sebelum pertandingan dimulai diadakan undian unutk menentukan tempat dan siapa yang lebih dulu memukul. . Sasaran Seluruh tubuh kecuali kepala. e. Apabila ini terjadi segera mengangkat bendera merah. Jenis permaian dan penilaian a. Pemain dinyatakan kalah. f. Wasit memimpin seluruh jalannya pertandingan dan pembantu wasit memperhatikan apakah diantara pemain melakukan kesalahan (memegang kayu / bambu dudukan. Hasil undian. lebih dulu jatuh. mengepit dudukan dengan dua kaki).75 4. tangan memegang kayu / bambu dudukan. Penjelasan tentang perwasitan a. Setelah pemain siap bertanding. kaki mengepit dudukan. Demikian juga sebelum pertandingan dimulai wasit dan pembantu wasit memeriksa lapangan dan peralatan. 8. setelah selesai bertanding pemain berdiri mengapit wasit dan wasit mengangkat tangan pemenang. setelah istirahat dilanjutkan 5 menit babak kedua. atau siapa lebih dulu jatuh. Wasit dan pembantu wasit adalah yang telah mengikuti penataran perwasitan. Perorangan (lihat butir 5) b. b. Pemenang Pemenang ditentukan berdasarkan. e. c. dilakukan dengan uang logam. Jalannya permainan a. c. ditetapkan berdasarkan jumalh pemain yang memenangkan pertandingan dengan skor akhir 5 – 0. Beregu 5 orang. Permianan dilakukan paling lama 5 menit / babak. Wasit dan Juri Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit dan satu orang pembantu wasit. dinyatakan kalah. kaki tergantung satu tangan memegang bantal. sebaiknya dihindari dengan suit. permainan ini dihentikan untuk istirahat selama 3 menit. 7. Sikap duduk. d. 4 – 1 atau 3 – 2. b. jatuh kebawah tanah. Setelah undian pemain yang akan bertanding naik keatas dan duduk diatas dudukan tempat bertanding. Undian diadakan untuk menentukan tempat dan peraminan yang lebih dulu memukul. wasit membunyikan peluit tanda pertandingan di mulai. pembatasan sasaran ini dimaksudkan untuk menghindari cidera kuping.satu tangan lagi siap menangkis. Apabila dalam waktu 5 menit tidak ada pemain yang jatuh. Sebelum pertandingan dimulai wasit menanyakan panitia tentang keabsahan pemain. 5. salah seorang berhasil menjatuhkan lawannya. Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit daan 1 orang pembantu wasit. Apabila babak pertama sampai babak kedua tidak ada yang jatuh pemenang ditentukan dengan undian. d.

dewasa putra dan putri. dengan lebar 7. Kabupaten Kampar. B. bendera dibuat dari kain atau kertas berwarna meerah dan biru berbentuk segitiga dengan ukuran bendera 27 cm. 3. 4. C. Bendera – bendera kecil dari bahan: tangkai dari bambu dengan panjang 40 cm.76 g. Kapur untuk membuat lintasan.  Panjang terompah unutk 5 orang 235 cm.5 cm. terompah dibuat dari bahan balok / papan yang tebal karet / ban. ketegangan menurun. E. remaja. Peralatan 1. Memimpin pertandingan sesuai dengan peraturan permainan yang telah ditetapkan. baik Rokan Kiri maupun Rokan Kanan. Panjang atau jarak lintasan: 50 meter. Lapangan Permainan terompah panjang diadakan dilapangan terbuka. 5.5 meter. seperti dibagian Siapi – Api. jalan raya (bila memungkinkan). D.  Lebar terompah 10 cm. Riau. Peraturan Permainan 1. Sasaran Anak – anak.  Berat terompah seluruhnya untuk teromaph 3 orang 4 kg ( sepasang) terompah 5 orang 8 kg (sepasang). Nomor dada dan stopwatch. yang dibagi menjadi 5 lintsan (masing – masing lintasan lebar 1. Jumlah bendera sesuai dengan jumlah lintasan yang dipakai. dan paku. Tujuan Berolahraga. Lapangan dibuat sedemikian rupa agardalaam pelaksanaannya tidak menghadap matahari. . Terompah. Bendera start (peluit start).  Tebal terompah 2. dan kemampuan kerja sama meningkat. lapangan umum. Bengkalis. b. Ukuran terompah:  Panjang terompah untuk 3 orang 141 cm. 2. Antar lintasan diberi garis dari kapur 5 cm. Ujung lintasan diberi garis start dan garis finish. rata seperti stadion. maupun Rokan dibagian Hilir. Latar Belakang Permainan terompah panjang sejak dulu sudah ada didaerah sepanjang perairan Sungai Rokan. 55) PERMAINAN TEROMPAH PANJANG A. Manfaat Kebugaran meningkat. mengisi waktu luang dan memupuk sikap kerja sama (kekompakan team). terompah pangjang sudah merakyat. Lapangan dan peralatan a.5 meter). Kini.

Kelompok umur anak – anak 9 – 12 tahun. siap. remaja 13 – 16 tahun. c. peserta siap untuk melakukan jalan. Peserta regu berpegangan satu sama lain. Peserta dibagi dalam regu yang terdiri dari 5 orang atau 3 orang sesuai dengan jenis yang diperlombakan. e. menginjak lintasan peserta lain. dan untuk menentukan urutan pemberangkatan dalam perlombaan. Aba – aba siap. kemudian diberi nomor (dua) untuk dipasang di dada bagi peserta yang paling depan dandi punggung pemain paling belakang. usia para peseta diteliti untuk menentukan kelompok usia. Seluruh peserta dibagi dalam seri setiap seri maksimal 5 regu sesuai dengan jumlah lintasan (disesuaikan dengan jumlah regu peserta). waulupun regu tersebut jatuh kedepan tetapi kedua kaki masih kontak pada terompah meskipun tangan menyentuh tanah. Petugas lintasan berdiri dibelakang peserta dan memperhatikan regu pada lintasan masing – masing dengan membawa bendera biru merah. dengan sengaja mengganggu peserta lain.tidak berhasil mencapai garis finish. Pemain Jenis kelamin laki – laki dan perempuan yang tergabung dalam regu putra dan regu putri. g. Sebaiknya para peserta memakai sepatu olahraga agar kjaki tidak lecet. f. k. regu yang gugur tidak perlu meneruskan sampai garis finish. Bila memungkinkan adanya stop watch. b. Aba – aba dalam perlombaan diberikan oleh juri pemberangkatan adalah bersedia. Regu yang sudah diteliti kelompok usianya. j. maka pada aba – aba ya. Undian dapat dilaksanakan paling lambat satu hari sebelum perlombaan dimulai. terompah rusak ditengah jalan. Regu juga masih dianggap sah. Peseta / regu dianggap gugur apabila. peserta berjalan secepat – cepatnya menempuh jarak 50 meter. peserta dari masing – masing regu berdiri dibelakang garis start di samping terompahnya. 4. 3. peserta berdiri diatas terompah dengan jari – jari kaki masuk kedalalm setengah lingkaran karet dan berpegangan satu sama lain. Jenis perlombaan Beregu 3 orang dan beregu 5 orang. Jalannya permainan a. Sebelum perlombaan dimulai. Aba – aba ya. boleh pada bahu atau pinggang. . d. Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan lintasan masing – masing regu.77 2. apabila peserta terakhir dan ujung terompah bagian belakang melewati garis finish dengan tidak ada kesalahan selama dalam perjalanan. stop watch dihidupkan dan pada saat peserta dan ujung terompah paling belakang melawati garis finish stop watch dimatikan. dewasa 17 tahun keatas. Pada aba – aba bersedia. Sebelum perlombaan dimulai. i. h. Regu dianggap sah. ya (peluit dibunyikan atau bendera start dikibarkan). salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah artinya salah satu kaki atau kedua kaki tidak ada kontak dengan terompah.

 Pencatat waktu (apabila ada stopwatch). diperlukan petugas sebagai juri / wasit. Pemenang Regu dinyatakan sebagai pemenang apabila regu tersebut paling cepat memasuki garis finish. regu yang gugur dalam babak final tidak mendapat juara. juri pemberangkatan mengambil tempat dibelakang peserta dan tangan yang megang bendera direntangkan lurus kesamping. . siap.78 5.  Juri kedatangan bertugas untuk:  Menentukan dan mencatat urutan kedatangan peserta.  Juri pemberangkata bertugas untuk.  Sebelum start dimulai. juri pemberangkatan memanggil peseta untuk berdiri dibelakang agris start dalam lintasan masing – masing.  Dalam memberikan aba – aba. maka permainan peserta tersebut sah. Petugas Petugas terdiri dari.  Sebelum start dimulai. pengawas lintasan berdiri di belakang peseta yang akan diawasi sambil membawa bendera biru ditangan kanan dan bendera merah di tangan kiri.  Jumlah pemberangkatan 1 orang. 6. Petunjuk Perwasitan Untuk melancarkan jalannya permainan terompah panjang.  Memberi aba – aba pada pemberangkatan peserta dengan mempergunsksn bendera start atau peluit.  Pengambil waktu (apabila ada stopwatch). perincian tugas darei masing – masing juri / wasit. pengawas lintasan mengacungkan bendera keatas dan berjalan di belakang mengikuti peserta sampai garis finish. Tetapi apabila peserta melakukan kesalahan maka bendera biru diturunkan dan bendera merah dinaikkan dan regu peserta dianggap gugur. Apabila menggunakan bendera maka pada aba – aba ya bendera dinaikkan / digerakkan keatas.  Juri pemberangkatan dapat menentukan sah atau tidaksah start yang dilakukan oleh setiap peserta.  Aba – abab yang diberikan adalah: bersedia.  Pada saat peserta mulai berjalan.  Pengawas lintasan bertugas unutk:  Mengawasi lintasan selama permainan berlangsung. 7.  Pengawas lintasan 5 orang (diseduaikan jumlah lintasan)  Juri kedatangan lima orang. ya atau peluit dibunyikan.  Juri kedatangan berada dibelakang garis finish.  Kemudian juri pemberangkatan memperingatakn agar peserta tidak menginjak / melewati garis start. Apabila pengawas mengacungkan bendera biru.

C.  Waktu dicatat sampai dengan per sepuluh detik. rata (rumput. E. b) Peralatan  Bahan dari kayu balok di mana permukaan tempat berpijak rata.  Pencatat waktu bertugas untuk:  Mencatat waktu yang ditempuh setiap peserta pada formulir yang sudah disiapkan.  Pencatat waktu berada dibelakang garis finish disamping pengambil waktu.  Panjang minumum 15 meter  Lebar 7 ½ meter dibagi 5 garis lintasan masing – masing 1 ½ meter. 56) PERMAINAN LARI BALOK A.79  Pengambil waktu bertugas untuk:  Menghitung waktu dari mulai aba – aba ya atau peluit dibunyikan sampai peserta menginjak atau melewati garis finish. dan kecepatan atletnya. Sasaran Anak – anak. Bentuk permainan berupa adu kecepatan menempuh suatu jarak tertentu diatas empat buah balok kecil menyerupai batu bata. Latar Belakang Lari Balok sering dilombakan pada perayaan Kemerdekaan RI. keseimbangan. dewasa.  Pada saat starter memberi aba – aba ya atau peluit dibunyikan . ketegangan menurun. putra dan putri. 2 detik. D. B. dan ketangkasan meningkat. dan pada saat peserta paling belakang dan ujung terompah paling belakang tepat berada digaris finish / melewati garis finish. Manfaat Kebugaran meningkat. dan seterusnya. Spesifikasi alat sebagai berikut :  Kayu  Ukuran balok : . mengurangi ketegangan dan kompetitif. tanah. misalnya 10. yang mana setiap habis melangkah pemain harus memindahkan balok yang dibelakangnya ke depan sebagai tempat berpinjak dan begitu selanjutnya. semen maupun aspal). Lapangan dan Peralatan a) Lapangan  Lapangan terbuka. pengambil waktu menghidupkan stopwatch. Tujuan Berolahraga. stopwatch dimatikan.  Tebal garis 4 cm.  Pengambil waktu berada atau bertempat dibelakang garis finish. Peraturan Permainan 1. Permainan ini menuntut kelincahan. remaja.

b) Setiap peserta yang akan berlomba diberikan 4 potong balok. mengawasi peserta yang telah tiba di finish e) Pencatat. 5. ya. c) Peserta diundi untuk menentukan kelompok seri/urutan perlombaan. Ya peserta saling berlomba.  panjang : 25 cm  lebar : 9 cm  tinggi : 4 cm  Berat balok : 50 gr – 100 gr  Bendera start : 60 x 90 cm (ukuran tidak mutlak)  Bendera kecil segi tiga mrah dan biru :27 x 37 cm Pemain a) Pemain lari balok bisa dimainkan oleh laki – laki maupun perempuan. 3. d) Juri kedatangan. mencapai garis finish (dengan ketentuan ke empat balok telah melewati garis finish).  Salah satu tangan atau kedua tangan menyentuh tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubugan dengan balok. b) Klasifikasi :  Kelompok I : 6 – 10 Th  Kelompok II : 11 – 14 Th  Kelompok III : 15 – 18 Th  Kelompok umum : 19 Th keatas Jalannya Permainan a) Sebelum perlombaan dimulai para perserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umurnya masing – masing. c) Juri lintasan. b) Juri pemberangkatan. d) Sebelum perlombaan dimulai para peserta duduk jongkok diatas 2 balok dibelakang garis start dan kedua tangan menyentuh balok dua lainnya yang terletak di belakang kedua balok yang diinjak. mengawasi jalannya perlombaan. Siap kedua tangan siap memindahkan kedua balok lainnya. mengikuti dan mengawasi lintasan dibelakang dari dari setiap peserta. Pemenang Ditentukan berdasarkan peserta yang paling dahulu. 4.80 2. Pada aba – aba bersedia peserta duduk jongkok diatas kedua balok. memberi aba – aba start pemberangkatan. e) Aba – aba perlombaan oleh wasit adalah bersedia. f) Peserta dinyatakan gugur apabila :  Salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubungan dengan balok. Pemimpin Perlombaan a) Wasit. mencatat nama/nomor peserta yang telah tiba di finish .  Keluar dari lintasan. siap.  Dengan sengaja mengganggu peserta lain.

E. Lapangan dan Peralatan a) Lapangan Lapangan yang dipergunakan dapat terbuka dan tertutup. jumlah regu disesuaikan dengan keadaan. D. 17. III : 70 – 79 kg. Sasaran Anak – anak. pada pertengahan tali diberi tanda ( cat merah/kain merah ) dari pertengahan tali diberi 2 macam tanda yang masing – masing jarak 2. Diantaranya stadion. C.  Klasifikasi Berat untuk putra Kelas I : 50 – 59 kg. IV : 80 kg keatas Berat untuk putri Kelas I : 30 – 49 kg. 30 orang dsb. batas lapangan harus jelas supaya penonton tidak masuk lapangan permainan. Dalam permainan ini sangat dominan kekuatan dan daya tahan regu. dan dewasa. menggunakan seutas tambang. B. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. 20. Olahraga tarik tambang dimainkan beregu.5 M dari pertengahan tali. jumlah anggota regu disesuaikan dengan keadaan. juga luar garis batas tarikan. IV : 70 kg ke atas.81 57) PERMAINAN TARIK TAMBANG A. remaja. b) Peralatan Alat yang dipergunakan adalah sebuah tali tambang serat panjangnya 30 s/d M. III : 60 – 69 kg. memupuk semangat kerja sama dan sosialisasi. boleh 10. meningkatkan semangat kerja dan menurunkan ketegangan. . Peraturan Permainan 1. 28. c) Peserta  Beregu putra atau putri. II : 60 – 69 kg. Diameter tali : 5 – 10 cm. Tujuan Berolahraga. II : 50 – 59 kg. Pinggir lapangan sebaiknya diberi tanda dengan kapur atau tali.  Panjang lapangan : 40 s/d 60 M  Lebar lapangan : 8 M Pada pertengahan lapangan diberi garis. Latar Belakang Tarik Tambang adalah olahraga rakyat yang paling banyak dimainkan oleh masyarakat setelah olahraga panjat pinang. lapangan. tepi pantai yang datar/rata permukaan.

peserta sudah memegang tali serta konsentrasi untuk mendengar aba – aba berikutnya. remaja. . Kedua regu saling menarik tambang dan saling berusaha membuat tanda merah dari pertengahan tali dapat ditarik melalui garis batas. c) Wasit pertandingan memanggil pimpinan regu masing – masing untuk menentukan tempat. D. Pembantu wasit juga bertugas menghitung jumlah masing – masing regu serta mengatur tata tertib keamanan pertandingan. Kemudian diadakan tarikan lagi dan jika terjadi seri maka sebelum tarikan ketiga diadakan lagi undian untuk memilih tempat setelah lebih dahulu istirahat. acap memainkan hadang di malam hari saat bulan purnama. B. maka diadakan pemindahan tempat. bendera merah itu diangkat apabila tanda merah tadi melewati garis batas tarikan. Pertandingan biasanya dilakukan dengan sistem gugur. bermain. d) Wasit memberikan aba – aba siap. 3. Pemimpin Perlombaan Wasit sebaiknya berjumlah 3 orang. jika ada aba – aba ya kedua regu melakukan tarikan. b) Sebelum bertanding lapangan harus dikosongkan setelah ada panggilan dari panitia. Dua orang pembantu wasit bertugas mengawasi garis batas tarikan dan dilengkapi dengan bendera merah. tetapi tidak ada petunjuk bahwa permainan hadang berasal dari Jakarta. kebugaran meningkat. Anak-anak desa. tetapi panitia dapat menentukan sstem pertandingan disesuaikan dengan situasi dan kondisi. yang terdiri atas 1 orang wasit kepala yang bertugas langsung memimpin pertandingan dan dilengkapi dengan peluit. Jalannya Permainan a) Undian dapat diadakan sebelum hari pertandingan pada saat pertemuan teknis.82 2. Permainan ini ada di sebagian besar provinsi di Nusantara. meningkatkan kekompakan tim. dan bersosialisasi. Manfaat Gembira. Sasaran Anak-anak. Tujuan Mengisi waktu luang. Latar Belakang Meski dimainkan hamper seluruh anak di Jabotabek. dewasa. Jika salah satu regu dapat menarik melewati garis batas. Pemenang Apabila satu regu dapat mengalahkan regu lain dengan 2 – 0 atau 2 – 1 ( kalau terjadi seri ). 58) PERMAINAN HADANG A. 4. C.

5 m x 5 m. . gedung olahraga.83 E.  Kapur/cat/line paper. halaman rumah.  Lapangan permainan ditandai dengan garis selebar 5 Cm. Gambar Lapangan Hadang c. warna kuning dan merah berbentuk segi empat. Lapangan dan Peralatan a. apabila memungkinkan). f. 9 meter 15 meter Peluit diperuntukkan pada kedua wasit yang akan memimpin pertandingan. lapangan terbuka. gedung pertemuan) atau di ruangan terbuka (stadion terbuka.  Papan nilai untuk mencatat nilai (papan tulis atau white board). tangkai 40 cm. d. e. kursi Alat tulis Formulir pertandingan untuk mencatat susunan pemain dan hasil pertandingan. b. g. Lapangan Lapangan permainan dapat dibuat di ruangan tertutup (stadion tertutup. jalan raya.  Garis pembagi lapangan permainan menjadi 2 bagian memanjang disebut garis tengah. Cat dan line paper digunakan apabila lapangan di atas lantai semen dan jalan beraspal. Kapur digunakan apabila lapangan permainan di rumput atau tanah. Peralatan  Bendera untuk hakim garis dengan ukuran 30 x 30 cm. Jam/stopwatch Meja. Bentuk lapangan empat persegi panjang berpetak-petak Ukuran  Panjang 15 meter  Lebar 9 meter dibagi 6 petak masing-masing 4. Peraturan Permainan 1.

Regu putra dan regu putri 3. Lamanya permainan Lamanya permainan 2 x 15 menit bersih dan istirahat 5 menit. e. Setelah time out posisi pemain seperti sebelum time out.. Waktu time out. f. 6. Penyerang berusaha melewati garis di depannya dengan menghindari tangkapan. Pergantian untuk regu: Pergantian regu penyerang men-jadi penjaga atau sebaliknya diadakan oleh wasit dengan membunyikan peluit setelah:  Penjaga menangkap atau menyentuh penyerang . Pemain a. Terdiri dari 2 regu masing-masing 5 orang. jam dimatikan. dan 3 orang pemain cadangan. Jalannya permainan a. 5. masing-masing satu menit selama pertandingan.tidak boleh mengepal. g.84 2. b. d. Pemain penyerang dinyatakan salah apabila:  Kedua kaki keluar dari garis samping kiri dan kanan lapangan. Timeout diberikan atas permintaan pelatih atau manajer kepada petugas meja. Waktu time out dicatat posisi pemain. Penjaga berusaha menangkap atau menyentuh penyerang dengan tangan terbuka dan jarh-jari tangan. Setiap regu diharuskan memakai kostum bernomor dada dan punggung ukuran 15 cm dari nomor angka 1 sampai 8.  Berbalik masuk petak yang telah dilalui. b. atau sentuhan dari pihak penjaga. c. Regu penjaga menempati garis jaganya masing-masing dengan kedua kaki berada di atas garis sedangkan regu penyerang siap untuk masuk. dalam posisi kedua kaki berpijak di atas garis atau salah satu kaki berpijak di atas garis sedangkan satu kaki lainnya dalam keadaan melayang. yang kalah sebagai penjaga dan yang menang sebagai penyerang. Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu. Timeout Time out satu kali untuk tiap regu. Permainan dimulai setelah wasit membunyaikan pluit.  Mengganggu jalannya permainan. Seragam pemain 4. Kapten regu diberi tanda di lengan kanan berbentuk pita melingkar.

Wasit. pemain membuat kesalahan dan waktu time out.  Mendorong penyerang dengan sengaja  Menyerang wasit dan membuat keributan. Kedua wasit punya tugas. Pemain yang berhasil melewati garis belakang s/d garis depan diberi nilai satu. b. pergantian dan pada saat time out.  Apabila permainan babak kedua dilanjutkan posisi pemain sama seperti saat permainan dihentikan. fungsi dan wewenang yang sama c.  Menyerang wasit dan membuat keributan. h. 8. dibantu dua orang hakim garis. 9. Istirahat. Setiap pemain yang telah berhasil melewati seluruh garis dari garis depan sampai garis belakang dan dari garis belakang sampai dengan garis depan langsung dapat melanjutkan permainannya seperti semula. apabila:  Menyentuh penyerang dengan tangan dikepal atau meninju penyerang. . Setiap pertandingan. Penggantian pemain diadakan pada saat permainan sedang berhenti (pada saat istirahat.85  Terjadi butir 6 di atas  Apabila tidak terjadi perubahan posisi selama 2 (dua) menit. dipimpin 2 orang wasit.  Apabila permainan telah berjalan selama 15 menit wasit membunyikan pluit tanda istirahat dan posisi pemain dicatat. b. Apabila penjaga atau penyerang melakukan pelanggaran pertama kali diberi kartu kuning dan apabila melakukan pelanggaran 2 kali diberi kartu merah dan nilai dikurangi 1 (satu). Pemain yang telah berhasil melewati garis depan s/d garis belakang diberi nilai satu. Bagi pemain penyerang.  Apabila penyerang menginjak garis dan petak di belakangnya yang telah dilalui. Wasit memberikan tanda dengan membunyikan peluit. Demikan seterusnya permainan berjalan tanpa berhenti kecuali kalau dihentikan oleh wasit karena tertangkap/ tersentuh. Hakim garis dan pencatat nilai a. b. Hukuman dan sanksi a. 7. Bagi pemain penjaga.  Mengganggu penjaga yang sudah dilalui. i. waktu istirahat. apabila:  Menggait kaki penjaga. Tiap regu diberikan paling banyak 3 kali penggantian pemain selama pertandingan). j. . dua orang pencatat nilai. Nilai a.

86 d. 10. d. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi. Pemain Nilai Dada Dada Jumlah Jumlah 59) PERMAINAN PATOK LELE a. Tujuan Gembira. Regu : …………………………. Apabila masih tetap sama.. ketegangan menurun. No. dan meningkatkan keterampilan dan jiwa sportif. c. e. 2 X 15 menit. dan ketangkasan meningkat. Peraturan Permainan 1. pemenang ditentukan berdasarkan hasil undian/tos PERTANDINGAN HADANG PA/PI Regu : …………………………. Permainan ini mengasah ketrampilan. Saat-saat mencutat. Nilai/ angka dicatat di dua papan nilai (lihat gambar di bawah). b. Penjaga garis memberi tanda dengan mengangkat bendera e. Dua pencatat nilai ditempatkan di sudut garis depan dan garis belakang. maka diadakan perpanjangan waktu selama 10 menit (2x5 menit) tanpa istirahat/ time out. Latar Belakang Patok lele digemari setiap anak (tentu saja yang bias memainkannya). Pemain Nilai No. Tujuan Mengisi waktu luang.. kecekatan. Penentuan Pemenang Pemenang ditentukan dari besarnya nilai setelah pertandingan berakhir. No. bermain. Pencatat nilai. Lapangan dan Peralatan a. dan mematok. adalah saat-saat yang menyenangkan. meninting. No. dan yang terpenting adalah jiwa sportif. Manfaat Berolahraga. Lapangan . memukul. kebugaran meningkat. Apabila terjadi nilai sama setelah waktu 2 x 15 menit berakhir.

Jarak 3 m dari lubang dan diberi tanda garis tinting. b. dan mematok. maka tempat mencutat/mematok dapat dibuat dengan cara meletakkan 2 (dua) buah batu bata/balok berjejer sehingga dapat memungkinkan untuk mencutat/ mematok. . ditinting. dan dipatok.87 Patok lele dimainkan di lapangan terbuka: Bentuk: Mempunyai sektor 900 Ukuran: Menarik garis lurus dari ujung lubang tempat mencutat yang disebut garis batas (lihat gambar). Gambar: Dengan dua bata/balok berjejer dan ditidurkan Permainan. Alat ini yang dicutat. Tetapi jika permainan dilakukan di lapangan keras. Peralatan Dalam pertandingan resmi. (lihat gambar). dipukul.  Bendera hakim garis  Kapur/cat/line paper  Peluit  Jam/stop watch  Alat tulis  Formulir pertandingan  Meja/kursi  Meteran. Alat ini untuk mencutat.  Lubang tempat mencutat/ mematok  Lubang tempat mencutat/ mematok dibuat di atas lapangan f. Garis : Menarik garis. mulai dari lubang tempat mencutat membentuk sektor 90°. dengan cara membuat lubang berbentuk elips atau segitiga. memukul. garis tengah 2cm.  Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 45 cm. meninting. garis tengah 2cm.  Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 15cm. (lihat gambar). peralatan yang tercantum dalam peraturan permainan ini merupakan kebutuhan yang diperlukan.

permainan diteruskan pada tahap berikutnya yang disebut tinting. Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu yang menang menjadi penyerang dan yang kalah bertahan/menjaga. Jika tidak kena. Lamanya permainan Permainan patok lele berdurasi 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit. bila tidak ada lagi pemain berikutnya. baik putra dan putri. Pemain Setiap regu terdiri dari 5 orang dan cadangan 2 orang.  Selanjutnya dilakukan  Kemudian utat diletakkan/dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat. maka diadakan pergantian pemain. dalam hal ini berarti penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya.  Janak diletakkan melintang di atas lubang/tempat mencutat. maka regu penjaga mendapat cutatan mati.  Permainan dilakukan dengan 3 (tiga) tahap: a.  Jika janak yang dilemparkan mengenai utat. 4. 3. . Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya.  Jika tidak tertangkap oleh penjaga. Warna seragam kedua regu berbeda/kontras. Mencutat. maka pemain yang bersangkutan mati. Ukuran nomor dada dan punggung 15 cm. 5. Seragam pemain Setiap regu diwajibkan memakai seragam yang bernomor dada dan punggung berurut angka 1 s/d 7. b.88 2. Kapten regu diberi tanda di lengan berbentuk pita berwarna kontras dengan seragam. kemudian dicutat.  Jika janak tertangkap oleh penjaga. bila tidak ada lagi Cara mencutat Pemain maka diadakan pergantian dalam hal ini penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya. maka janak harus dilemparkan penjaga dan diusahakan mengenai utat yang dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat. Meninting  Janak dipegang bersama utat dengan satu tangan.  Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya.

 Pemain penyerang yang memukul janak di luar batas tinting dinyatakan mati.  Jika tahap kedua tidak mati.  Pemain yang melakukan tinting diperbolehkan mengambil posisi yang menguntungkan untuk memukul/menghempang janak dengan utat agar janak itu dapat kembali ke lapangan permainan.  Cam meninting dengan pegangan janak antara ibu jari dan telunjuk  Cara meninting dengan janak di atas pangkal ibu jari dan telunjuk  Jika janak tidak ditangkap.  Jarak antara janak berhenti dengan lubang/tempat mencutat di ukur dengan meteran. Mematok  Mematok dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara:  Di Lubang  Janak diletakkan membujur di lubang sehingga sebagian muncul ke permukaan.  Jika janak tidak ditangkap.89  Selanjutnya janak dilemparkan sedikit keatas/dilepas dan kemudian dipukul dengan utat sekuat mungkin sehingga janak dapat melayang jauh ke arah lapangan permainan. Kemudian ujung janak yang muncul di atas lubang dipukul atau di patok dengan utat sehingga . pemain tersebut dinyatakan mati. c.  Jika janak dipukul tidak kena. maka penjaga harus melemparkan dan regu penjaga mendapat nilai. maka pemain berhak meneruskan permainan ke tahap berikutnya.  Tinting dilakukan dalam batas daerah tinting. maka pemain tersebut dinyatakan mati. Pemukulan ini boleh ditangkap penjaga dan mendapat nilai tangkapan. maka penjaga harus melemparkan kembali janak tersebut dari tempat janak jatuh ke arah lubang atau tempat mencutat.  Apabila jarak antara janak dengan lubang tempat mencutat kurang dari 1 (satu) meter.

maka pemain tersebut dinyatakan mati. Selanjutnya diusahakan agar pukulan terakhir sejauh mungkin dari lubang tempat mematok. jarak dari janak jatuh sampai pinggir lubang/tempat mencuat. Jika regu penjaga berhasi! menangkap cutatan. Jika janak kena dua kali. Dan jika satu tangan mendapat nilai 15 (lima belas). Penilaian a. Bila penyerang tidak berhasil meninting atau memukul janak sewaktu terungkit ke atas. Regu penyerang  Pada waktu pengambilan tinting. jumlah tintingan akan dikalikan dengan .jarak pu-kulan. jarak antara janak jatuh dengan lubang/tempat mencutat diukur dengan meteran (setiap meter mendapaat nilai1)  Pada jarak patok dengan ber-kenaan sebagai berikut: b. Penyerang permainan patok lele dinyatakan mati apabila:  Cutatan. Penyerang dinyatakan mati a. . 6.  Penggantian pemain  Penggantian pemain dilakukan sebanyak 2 (dua) kali selama permainan berlangsung. diukur dengan meteran dan hasilnya dikali kan dua dan seterusnya. pukulan hasil pengembalian tintingan berhasil ditangkap oleh penjaga. dan pemain tersebut berusaha meninting janak berulang kali. diukur dengan meteran.  Di atas batu bata sama halnya dengan di atas lubang. pengembalian tintingan serta patokan dengan dua tangan mendapat nilai 10 (sepuluh). Dan bila berhasil memukul janak. 7. Regu penjaga c. tintingan.90 terungkit dan lemlempar ke atas. Jika janak kena satu kali. maka nilai dihitung dari jatuhnya janak sampai ke lubang dan seterusnya diulang lagi dari mencutat. d. Penggantian pemain dilakukan setelah dilaporkan lebih dahulu kepada petugas meja/wasit. dan mematok. meninting. tintingan.

Wasit utama : 1 (satu) orang)  Melakukan undian. patokan. 8. pertandingan diteruskan sesuai dengan kedudukan babak pertama.  Hasil akhir yang diperoleh masing-masing regu diberikan kepada kapten regu dan wasit untuk ditandatangani. 9. 10. b.  Mencatat nama-nama pemain dan cadangan serta nomor dada/ punggung di dalam formulir pertandingan. Jika babak pertama berakhir.  Pengembalian tintingan oleh regu penjaga kurang satu meter di ukur dari lubang/tempat mencutat. sedangkan regu penyerang masih ada yang belum bermain maka untuk babak kedua.  Mencatat hasil yang diperoleh pemain atas laporan wasit dan pembantu wasit. Penentuan pemenang a. Tugas wasit dan Pembantu wasit a.91  Janak hasil cutatan. c. tintingan. 2 (dua) orang  Mengawasi tangkapan janak oleh regu penjaga  Mengawasi jatuhnya janak di dalam lapangan permainan atau di luar daerah permainan. Pencatat hasil (scorer). b. Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah nilai yang terbanyak diperoleh setelah pertandingan berakhir 2 x 20 menit. janak kurang dari satu meter dari lubang/tempat mencutat. oleh regu penyerang dan tangkapan oleh regu penjaga. menentukan siapa menjadi penyerang dan penjaga. pukulan hasil pengembalian tintingan maupun pukulan hasil pengembalian tintingan dan patok yang jatuh di luar lapangan permainan.  Pada waktu melakukan tintingan maupun patokan tidak diperbolehkan melawati garis batas. patokan. Mencatat waktu Tugas pencatat waktu adalah mencatat lamanya pertandingan berlangsung 2 x 20 menit dan istirahat 5 menit. Kemudian menjum-lahkan hasil yang diperoleh seluruh pemain. baik didapat dart tintingan.  Melakukan pengukuran yang diperoleh penyerang. baik tintingan.  Pada waktu melakukan cutatan. Larangan dan sanksi . serta melaporkan kepada petugas pencatat hasil (scorer). Petugas meja a.  Pembantu wasit .  Memimpin jalannya pertandingan dari awal sampai akhir serta menentukan pemenang.

B.92  Regu penjaga dilarang menghalangi janak yang sedang dimainkan oleh regu penyerang dengan kaki/badan sengaja atau tidak sengaja. dan lain sebagainya. h. Denah lapangan/susunan petugas X =: Wasit 0 XI A d. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani/ meningkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan. = Pembantu Wasit x = Regu Pemain = Regu Penjaga f. Lapangan Lapangan terbuka antara lain: halaman rumah. E. D. lapangan rumput/lapangan sepakbola. e. jika hal tersebutdilakukan oleh penjaga nilainya dikurangi 5 (lima). jalan raya (apabila memungkinkan). Seorang anak sedang bermain patok lele 60) PERMAINAN BENTENG A. bisa jadi Benteng terinspirasi oleh aksi peperangan tempo dulu. Yang jelas. tintingan. C. maupun patokan. membakar benteng musuh. Sasaran Anak-anak dan remaja. bermain benteng cukup mudah dan meriah. Pada waktu melakukan tinting penyerang tidak boleh melewati garis batas. penjaga tidak boleh menghalang-halangi penyerang dengan jarak 2 (dua) meter. g. Jika hal tersebut dilakukan regu penjaga. Peraturan Permainan 1. Bentuk: Persegi panjang Ukuran: Panjang 50 m. Tujuan Berolahraga. = Petugas Meja DLP = Daerah Luar Permainan dan tidak boleh ditangkap oleh penjaga. Sewaktu melakukan cutatan. Lihat saja istilahnya :Ada tawanan. lebar 20 m . Pada waktu pengembalian tinting penjaga dilarang melemparkan janak dengan sengaja ke tubuh penyerang. sawah sehabis panen. Lapangan dan peralatan a. Latar Belakang Mengingat nama serta jenis permainannya. penyerang berhak mengulangi permainannya dengan bebas c.

b. jam tetap jalan. Seseorang pemain mengejar . tidak ada campuran. Setiap pemain berfungsi sebagai pemancing atau yang dikejar dan juga berfungsi sebagai pengejar. 2. Permainan ini dimainkan regu putra atau regu putri. b. Seragam pemain  Setiap pemain diwajibkan memakai pakaian seragam yang bernomor dada dan punggung 1 sampai dengan 14 berukuran 15 cm. Daerah tawanan: Berbentuk persegi panjang dengan ukuran: panjang 10 m dan lebar 1m. Pemain a.93 Daerah benteng berbentuk lingkaran yang bergaris tengah 3 m dengan jarak 10 m dari garis belakang dan garis samping. Lapangan ditandai dengan garis selebar 5 cm. Sebelum permainan dimulai diadakan undian.  Tiang bendera tingginya 2 meter dari permukaan tanah/lantai Gambar Lapangan Benteng 20 m 50 meter dengan garis tengah 5 cm. cadangan 4 orang. 3. Ada dua bendera benteng dengan ukuran 40 cm x 30 cm dengan warna berbeda.  Peluit  Bendera Hakim Garis sebanyak empat buah dengan ukuran 30 cm x 30 cm dan tangkai 40 cm. Saat penawanan. Setiap regu terdiri dari 10 orang.  Kapur/cat untuk membuat garis lapangan permainan. Jalannya permainan a.  Jam/stop watch  Alat tulis  Meja/kursi  Formulir pertandingan  Lamanya permainan  Lamanya permainan 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit. b. Peralatan  Bendera. Yang menang dapat memilih tempat atau lebih dulu memancing.

Penggantian pemain a. empat (4) orang pembantu wasit dan dua (2) orang pencatat nilai. c. Permairran/pertandingan dipimpin oleh dua (2) orang wasit. apabila salah seorang atau lebih regu lawan dapat membakar benteng dengan ca-ra menginjakkan salah satu kakinya di benteng lawannya. Anggota regu yang tertangkap atau yang keluar dari lapangan permainan akan menjadi tawanan dari pihak lawan. Wasit. Selama permainan berlang-sung setiap regu diperbolehkan mengadakan penggantian pemain paling banyak empat kali. semuanya dapat dibebaskan dengan jalan menyentuh salah seorang dari tawanan itu dengan ketentuan satu sama lain dalam keadaan berpegangan/bergandengan. 5. g. Bila kapten regu tertangkap. Hukuman dan sanksi Hukuman dan sanksi diberikan kepada pemain apabila:  Menyentuh pemain lawan dengan tangan  Mendorong lawan dengan sengaja atau menggaet kaki lawan. Setelah salah satu regu bentengnya terbakar. Wasit berada di dalam lapangan dan pembantu wasit berada di luar lapangan. . Benteng suatu regu dinyatakan terbakar. Kapten regu ditandai ban/pita di lengan kanan dan bertugas mengatur setiap anggota regunya.94 pemain lawan. d. b. 6. Penggantian pemain diadakan waktu permainan berhenti (istirahat. Penggantian atas permintaan officials yang disetujui oleh wasit. penawanan dan penghukuman). Tawanan yang berkumpul di daerah tawanan dapat bebas kembali apabila teman seregunya yang belum tertangkap dapat membebaskan dengan jalan menyentuh bagian tubuh te-mannya. Cara menangkap lawan cukup dengan menyentuh bagian tubuh lawan dengan tangan terbuka. permainan dilanjutkan dengan ketentuan regu yang berhasil membakar benteng lawannya berfungsi lebih dulu sebagai pemancing.  Menyerang wasit atau membuat keributan. tugas diserahkan kepada salah seorang anggota regunya yang belum tertangkap. Setiap wasit yang memimpin per-mainan/pertandingan diwajibkan memakai seragam T. f. Bagian tubuh termasuhk kostum/kelengkapan. shirt warna kuning dan celana warna hitam. apabila pemain lawan lebih dulu meninggalkan bentengnya dan ia menjadi orang yang dikejar oleh pemain lawan. pembantu wasit dan pencatat nilai a. Tawanan yang lebih dari satu orang. e. 4.

Dlaam permainan tarik tambang. Peraturan Permainan 1. C. b. bermain dagongan adalah kebalikan dari bermain tarik tambang. Yang dimaksud nilai sama adalah jumlah pembakaran sama atau sama sekali tak terjadi pembakaran. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. pemenang ditentukan dengan undian/tos. Latar Belakang Secara mudah. Penilaian dan penentuan pemenang a. Lapangan dan Peralatan a.  Apabila 1) dan 2) tetap sama.  Apabila nilai sama. c. pemenang ditentukan berdasarjumlah tawanan. Lapangan 18m 2m . Penentuan pemenang  Regu paling banyak membakar benteng lawannya dinyatakan sebagai pemenang. kedua regu saling tarik menarik sekuat tenaga sedangkan dalam dagongan kedua regu saling dorong untuk mencari kemenangan. Regu paling banyak menawan lawan dinyatakan menang. Penilaian Setiap pembakaran dihitung satu nilai.95 7. D. Setidaknya. Tujuan Berolahraga. Denah Lapangan dan Penempatan Petugas wasit 20 m 50m 61) PERMAINAN DAGONGAN A. dalam cara bermain. B. menigkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan. memupuk semangat kerjasama dan bersosialisasi.

panjang 10m dengan garis tengah 6cm. 2 buah garis terang. Garis serang adalah batas kaki pemain saling depan berjarak 2.  Kapur/lakban. Biru untuk batas pegangan.96 Lapangan harus rata dan datar dan diutamakan berumput. garis – garis batas 2 buah garis samping. merah untuk batas tengah bamboo. ukuran 30 x 30cm berwarna merah kuning berbentuk diagonal. Bentuk lapangan persegi panjang dengan ukuran 2 meter x 18 meter. Garis tengah adalah garis yang membagi dua lapangan sama panjang sebagai batas akhir penyerangan dari masing – masing regu yang mendorong. digunakan oleh hakim garis. b. Peralatan  Bamboo harus lurus dan kuat. 1 buah garis tengah.5 m dari garis tengah. Kapur untuk menggaris lapangan dan lakban yang digunakan 2 warna.  Formulir pertandingan .  Bendera 2 buah.

Beregu Putri Kelas A : 46 . 4. Pemain Beregu putra dan putri dengan jumlah pemain 5 orang cadangan 2 orang. Aba –aba yaa kedua regu saling mendorongkan bamboo lurus ke depan lawan. Wasit member aba – aba siap. Pergantian pemain Pergantian pemain harus diminta oleh kapten regu. Permainan selesai jika adaa yang berhasil melakukan 2 dorongan. Kedua hakim garis menghitung jumlah pemain.97  Meja/ kursi. Lamanya Permainan Lamanya permainan menggunakan system 2 kali menang. 6. Nomor Pertandingan a.  Peluit 2. c. satu pasang untuk mencatat nilai dan pelaoran pergantian pemain. Salah seorang yang manjadi kapten memakai pita pada lengan sebelah kanan.49 kg Kelas B : 50 – 59 kg Kelas C : 60 – 69 kg Kelas D : 70 kg ke atas 5. wasit memanggil kedua kapten regu untuk melakukan undian. Dalam melakukan dorongan bamboo berada dan sejajar di dada. Salah satu tangan mengapit bamboo pandangan lurus ke depan lawan. Pluit dibunyikan apabila salah satu regu telah dinyatakan kalah. Apabila score seri maka wasit melakukan undian kembali untuk menentukan siapa yang akan memilih tempat.d 7. Beregu Putra Kelas A : 50 – 59 kg Kelas B : 60 – 69 kg Kelas C : 70 – 79 kg Kelas D : 80 kg ke atas b. seluruh pemain memegang bamboo untuk siap dalam posisi melakukan dorongan. e. selanjutnya melaporkan kepada pencatat nilai dan wasit. f. Interval antara dorongan pertama dengan dorongan kedua adalah 3 menit. dan memeriksa posisi silang dari kedua regu. sedangkan apabila terjadi draw ( seri ) lamanya 5 menit. dilakukan pada saat : . Sebelum permainan dimulai. Jalannya Permainan a. b. d. 3. 7. Seragam Pemain Kedua regu wajib memakai kostum dada/ punggung dimulai dengan angka 1 s.

Seorang pencatat nilai  Mencatat hasil nilai ( score )  Mengumpulkan daftar nama. Memakai sarung tangan c. b. 10. . Perpindahan tempat 8. Wasit. 9. Sebelum pertandingan dimulai b. Regu yang melanggar ketentuan tersebut dikenakan diskualifikasi. Apabila satu regu berhasil mengalahkan lawannya pada set pertama maka dinyatakan sebagai pemenang. Hakim Garis. b. Dua orang hakim garis :  Menghitung jumlah pemain  Membantu wasit dalam pengawasan garis c. c. Mengubah posisi pada saat mendorong. Memakai sepatu bola. spike. Seorang wasit yang bertugas :  Mengundi sebelum pertandingan dimulai dan apabila terjadi seri  Memberi aba – aba  Menentukan sah/ tidaknya suatu dorongan b. dan Pencatat Nilai. Apabila 3 orang pemain keluar dari garis samping maka regu tersebut dinyatakan kalah. dan yang serupa.98 a. sepatu golf. Regu/ pemenang adalah regu yang berhasil mendorong/ mengalahkan lawannya dengan nilai 2 – 0 atau 2 – 1. Larangan a. Pertandingan dipimpin oleh : a. Nilai/ Score dan Pemenang a.

sesuai ketentuan jarak menyumpit. Manfaat Kebugaran meningkat dan ketrampilan meningkat. 15 meter. Latar Belakang Sumpitan merupakan permainan tradisional Indonesia yang banyak dilakukan oleh masyarakat pedalaman Kalimantan dan pedalamnan pulaupulau lainnya. Cara bermain dengan menembakkan anak sumpit ke suatu sasaran yang telah ditentukan (target). Tujuan Mengisi waktu luang. Pada awalnya sumpitan ini dipakai sebagai alat berburu.  Kaliber Kaliber sumpit tidak ada standarnya tergantung kepada besar kecilnya besi untuk boor / besar kecilnya lubang bambu. Kawat tersebut berfumgsi sebagai pisir pada senjata api. dan meningkatkan ketrampilan.99 62) PERMAINAN SUMPIT A. Peralatan  Sumpitan terbuat dari katu atau bambu dan panjang 150-175 cm. b. bermain. dan 25 meter.  Anak sumpitan panjang 25 cm terbuat dari bambu atau kalam (lidi enau). Peraturan permainan 1. Pisirr diikat menggunakan rotan. Lapangan Lapangan tempat bermain sumpitan ditempat terbuka atau tertutup.  Pisir Untuk meluruskan pembidikan. Jarak menyumpit putra adalah 15 meter. terbentuk laras panjang yang terbuat dari kayu yang telah dilubangi atau bambu dengan anak sumpit yang terbuat dari bambu. Besarnya gabus harus dapat masuk pada kaliber sumpit. Sasaran \ Anak-anak. C. D. biasanya sebesar pensil. Sedangkan untuk putri. sepanjang memiliki panjang yang cukup. B. 25 meter. disisi atas dari ujung batang sumpit dipasang sepotong kawat sejajar dengan batang sumpit. Lapangan dan peralatan a. 10 meter. remaja. dewasa E. . Gabus ini berfungsi untuk meluruskan jalannya anak sumpit.  Gabus Pada pangkal anak sumpit dipasang gabus yang dibuat berbentuk kerucutt. dan terjauh 35 meter.

hal ini untuk menjaga agar sumpitan tidak goyang. hingga lingkaran paling luar nilai 1. Mulut ditempelkan kekaliber sumpit. Jarak Jarak nembak dengan sasaran disesuaikan dengan keadaan setempat. 3. 5. . Posisi berdiri b. Putra Jarak 15 m. 8. Pemain Pemain dapat beregu dan dapat pula perorangan. Sudah barang tentu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. 25 m.anak sumpit dimasukan kedalam kaliber sumpit satu persatu. misalnya: a. Cara penyumpitan  Cara memegang sumpit Karena batang sumpit cukup panjang dengan kedua tangan pada pangkal sumpitan. sebelum dimasukkan kedalam kaliber sumpit. 4. Sasaran Sasaran adalah sebagaimana sasaran pada cabang olah raga memanah. Lingkaran tersebut dibuat warna warni sehingga menarik 6.  Memegang sumpitan tidak dibenarkan menggunakan alat bantu. dengan konsentrasi dan menyiapkan udara sebanyak banyaknya dari rongga dalam mulut dan rongga dada denga meniup ke kaliber sumpit sehingga memungkinkan anak sumpit terlepas dengan kencang meninggalkan sumpitan menuju sasaran. 35 m. Jumlah anggota regudisesuaikan dengan keadaan. 7 dan seterusmya. Memasukan anak sumpit.100 2. kemudian kearah luar bernilai 9. kedua tangan menghadap keatas. Jenis pertandingan a. anak sumpit diperhatikan dahulu kalau belum lurus harus diluruskan. kemudian sumpit diangkat diarahkan kesasaran dengan pertolongan pisir. Posisi jongkok 7. Lingkaran paling tengah memperoleh nilai 10. Cara meniup Setelah anak sumpit dimasukkan ke dalam kaliber sumpit.

Besar kecilnya kaliber sumpit akan berpengaruh terhadap besar kecilnya gabus. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadapat efektifitas tembakan  Kemahiran menyumpit Kemampuan meniup.  Pengaruh angin Karena anak sumpit yang sudah ada gabusnya tersebut adalah benda yang ringan. sehingga besar kecilnya gabus akan terpengaruh terhadap besar kecilnya tiupan. Lubang yang halus buatannya dan baik pemeliharaannya akan melancarkan jalannya anak sumpit. Oleh karena itu mata door yang digunakan untuk mengebor batang sumpit harus mata boor satu saja agar lubangnya tetap sama. . 25 m. dimana akan berpengaruh juga pada pembidik. 8.  Anak sumpit Kehalusan membuat anak sumpit berikut gabus sangat berpengaruh terhadap laju larinya anak sumpit. 15 m. kemahiran membidik.  Halus tidaknya lubang sumpitan. Ini berarti sumpit bukan pegangannya sangat berpengaruh terhadap tembakan.  Batang sumpit Yang paling efektif batang sumpit adalah sepanjang sepeda ditambah sejengkal dari masing=masing penyumpit. Sedangkan besar kecilnya batangsumpit juga akan berpengaruh berat ringannya sumpit. kemampuan tangan untuk memegang batang sumpit agar tidak bergerak. Wasit  Melakukan undian dalam menentukan seri  Memimpin jalannya pertandingan  Menentukan pemenang 2. Banyak anak sumpitan yang digunakan dalam satu seri adalah 5 buah. Putri Jarak 10 m. Pembantu wasit  Mengawasi penyumpit sesuai dengan jarak yang ditentukan  Meneliti perkenaan yang sebenarnya  Melaporkan hasil kepada pencatat nilai 3.101 b. maka pengaruh akan angin sangat besar terhadap lurus tidak larinya anak sumpit tertutama angin dari samping. Pencatat (scorer) Mencatat hasil / nilai yang diperoleh penyumpit atas laporan pembantu wasit. Wasit dan pembantu wasit 1.

kemudian dipintal menjadi tali. Sasaran Anak – anak dan remaja E. Tali Terbuat dari daun pandan atau rami. bisa dilakukan perorangan atau beregu. misalnya teras kayu asam. Permainan ini mengandung sifat kompetitif karena sifatnya mencari kemenangan mengadu ketangkasan dan keterampilan memutar gasing. Bentuknya persegi panjang dengan ukuran : Panjang : 7.102 63) PERMAINAN GASING A. Gasing Terbuat dari kayu yang keras. Pangkal tali tersebut agak besar dan berangsur – angsur menjadi kecil sampai ke ujung tali. C. jambu. dan lainnya. Lapangan Area tempat bermain gasing hendaknya yang rata serta tidak ditumbuhi oleh rumput. dan keterampilan meningkat. Manfaat Bergaul. Latar Belakang Permainan Gasing terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia. D. Peraturan Permainan 1. Kayu tersebut dibentuk menjadi gasing dengan ketentuan sebagai berikut : Tinggi : 11 cm Tinggi Kepala : 2 cm Garis Menengah : 7 cm Badan keliling : 11 cm b. gembira.5 meter Lebar : 6 meter 2. Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki berusia 7 – 17 tahun. . meningkatkan keterampilan dan bversosialisasi. Gasing terbuat dari kayu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menyeruapi jantung pisang bagian bawah. Pangkal tali dibuat cincin sehingga dapat untuk memasukan jari tengah. Lapangan dan Peralatan a. Tujuan Mengisi waktu luang. B. Panjang tali sesuai dengan kebutuhan gasing. Peralatan a.

Permainan gasing dimainkan dalam waktu 10 inning. Pada inning ketiga dan seterusnya diadakan rotasi terus sesuai dengan urutan semula. b. Untuk menentukan penyerang dan bertahan. waktu melempar gasing lawan menginjak garis ( CD/EF ) dinyatakan batal ( dis ). j. Regu penyerang di petak serang dalam keadaan siap untuk melempar dan regu bertahan berada di luar petak bertahan untuk siap melakukan pemasanagan gasing. artinya 10 kali sebagai bertahan dan 10 kali sebagai penyerang. Cara undian ialah dengan memutar gasing oleh kedua belah pihak. regu penyerang menjadi regu bertahan dan regu bertahan menjadi regu penyerang. Permainan gasing pada umumnya hanya dilakukan oleh putra saja. e. dan VI ke V serta V ke I. i. b. Apabila nilai sama maka permainan diperpanjang dengan 1 inning lagi. II. Kesalahan/ Pelanggaran a. b.103 3. gasingnya berputar di luar petak pasang dinyatakan mati dna nilai dikurangi 2. Jika beregu. Setelah aba – aba dari wasit dengan peluit. Pergantian pemain dapat dilakukan apabila pergantian inning banyaknya pergantian hanya 2 kali. b. Lama permainan a. satu regu terdiri dari atas 5 orang dengan 2 orang cadangan. siapa yang gasingnya lebih lama berputar dialah sebagai penyerang terlebih dahulu. Lapangan tetap di tempat atau di lapangan masing – masing. c. Pada inning V diadakan pergantian lapangan ( tempat ). Salah seorang dari regu bertahan. Setelah peluit berbunti lagi maka regu penyerang menyerang gasing – gasing yang dipasang di petak pasang. Pelaksanaan Permainan a. Dapat dimainkan secara perorangan dan beregu. f. 5. . Setelah itu. 6. c. g. h. IV. maka regu bertahan secara serempak memasang gasing masing – masing pada perak yang telah ditentukan. Pemain a. III. Pada inning kedua diadakan rotasi yaitu penyerang dan yang bertahan menjadi regu penyerang dan yang bertahan berada di petak no I. Salah seorang dari regu penyerang. d. 4. Setelah inning ke V diadakan pergantian lapangan ( tempat ). terlebih dahulu diadakan undian.

f. Gasing lawan terlebih dahulu mati maka regu penyerang dapat nilai 3. b.104 c. 7. Perkenaan a. Gasing lawan dipasang terus mati dan barada di aderah bebas. d. maka penyerang boleh maju. selanjutnya masih dapat dilempar oleh regu penyerang. sedang gasing penyerang mengganti di petak pasang sedang gasing lebih lama berputar dari gasing lawan nilai 5. Gasing regu bertahan segera mati dan berada di luar petak pasang nilai dikurangi 2. d. Salah seorang regu bertahan. Pencatat : 1 orang . gasingnya berputar dipetak kawannya dihukum dengan pengurangan nilai 1. c. Seperti no 1 tapi penyerang di petak lawan dapat nilai 4. Pemain bertahan yang memusang gasingnya di petak lain atau di daerah bebas dihukum dengan 1 pengurangan nilai. Salah satu regu bertahan. Penilaian a. Gasing regu bertahan waktu dipasang terus mati di petak sendiri boleh dilempar. e. Penentuan pemenang a. 10.nilai 5. Gasing lawan terlempar ke luar petak pasang sedang gasing penyerang berada di petak lain. jika kena tetapi tidak terlempar ke luar mendapat nilai 3. d. Gasing dipasang dilempar kena dan ke luar. Gasing lawannya kena dan terlempar ke luar petak pasang. maka penyerang nilai = 0. Gasing penyerang lebih cepat mati. Denda/ hukuman pengurangan nilai 1 dan 2 jika dari pihak bertahan salah menempatkan gasingnya waktu perang. b. dan jika kena lemparan keluar dapat nilai 5. g. Wasit : 1 orang b. Kena bisa nilai 3 kesemuanya berlaku jika gasing penyerang lebih lama berputar dari gasing yang bertahan. 8. 9. e. Pembantu wasit : 1 orang c. Wasit/ pemimpin pertandingan a. Bila kena penyerang maka dapat nilai 3 dan keluar dapat nilai 5. maka regu penyerang boleh masuk ke daerah bebas untuk menyerang gasing tersebut. Dinyatakan menang ujika nilai paling banyak. gasing berputar di daerah bebas.nilai 5. c.

dilanjutkan dengan suit untuk menetukan kelompok yang bermain terlebih dahulu. Pelaksanaan Permainan 1. : orang yang melempar batu ke sasaran : kereweng yang ditumpuk 2.com/macammacam-permainan-tradisional . Dibagi menjadi 2 kelompok atau 2 orang yang berlawanan.105 PERMAINAN TRADISIONAL PILIHAN 64) PERMAINAN TUJON A. Peralatan yang digunakan Dalam permainan ini dibutuhkan kereweng atau pecahan genteng yang nantinya disusun. Permainan ini memiliki sebuah sasaran atau tujuan yaitu berupa benda yang ada di tengah. Latar Belakang Permainan ini bernama Tujon yang memiliki arti tujuan atau sasaran. B. G. Permaian ini dimainkan saat waktu luang. Peserta Untuk memainkan permainan ini dibutuhkan peserta minimal 2 orang atau kelompok yang jumlah dari keduanya harus genap. Membuat lapangan permainan/ area permainan. F. D. Apabila batu yang dilempar itu mengenai sasaran dan kereweng tersebut jatuh. Sumber Permainan ini bersumber dari widarto-aji-kurniawan. Kelompok yang menang nantinya melempar batu agar mengenai sasaran yaitu kereweng yang ditumpuk. C. Manfaat Permainan ini dapatmengembangkan kepekaan panca indera manusia dan melatih ketepatan.blogspot. maka kelompok yang berhasil itu segera menuju ke kelompok lawan untuk minta gendong. 3. Penentuan Kemenangan Kelompok atau regu yang paling banyak melempar batu dan mengenai kereweng maka itulah pemenangnya. E. Permainan ini kemungkinan berasal dari Yogyakarta karena dilihat dari namanya dalam bahasa jawa. Boleh putra atau putri.

dolanan ini sudah dikenal sejak sebelum Perang Dunia (PD) II. Sementara gambar berupa segitiga dan persegi empat bisa digambar dengan kapur. Walaupun tidak ada larangan bagi anak wanita untuk bermain. . redi. Syarat lokasi bermain bersih. Ada empat versi dalam dolanan Macanan. pensil. mengasah otak. bisa dimainkan secara beregu. siang. atau lainnya. tegel. Alat yang digunakan juga mudah dicari dan sederhana.106 65) PERMAINAN MACANAN A. bisa menggunakan tempat berlantai tanah. Dolanan ini banyak digemari oleh anak laki-laki karena bermasuk dolanan kompetitif. Peserta Dolanan Macanan sering dimainkan oleh anak laki-laki berusia di atas 10 tahun. yakni alat lain yang dianggap sebagai manusia. Mereka saling berhadapan untuk saling mengalahkan. tanjung. Merujuk namanya. setidaknya yang berada di daerah Yogyakarta. dianggap sebagai sebuah macan. ada yang kalah dan menang. sebuah alat yang dipakai untuk bermain. Jika lebih. dolanan ini harus dimainkan oleh 2 orang. Gambar segitiga ini biasa disebut gunung. menyesuaikan lahannya. seperti halma dan lainnya. yang memang fungsinya menyerang pihak lawan. Menurut sumber Sukirman (2004). macanan 8 wong 1 macan. keramik. Alat dan Tempat Permainan ini cukup sederhana. hanya sekitar 1 meter persegi. yang hidup di era tahun 1970-an mengenal sebuah dolanan tradisional yang bernama Macanan. dan lainnya). atau malam hari. tidak banyak menggunakan tempat untuk bermain. atau benda lain. namun kebanyakan dimainkan oleh anak laki-laki. Namun. asam. macanan 4 wong 1 macan. asalkan rata dan nyaman. baik pagi. D. Latar Belakang Mayoritas anak masyarakat Jawa. seperti kerikil atau biji-bijian buah (seperti: sawo. namun syaratnya harus tetap berpasangan. atau krangkeng. Hanya saja untuk saat sekarang sudah sangat jarang dimainkan karena tergeser dolanan modern lain. dolanan ini tidak berhubungan langsung dengan hewan macan atau harimau. C. Setidaknya. Pelaksanaan Permainan 1. dan macanan 3 wong 1 macan. yakni macanan 21 wong (orang) 1 macan. E. Pertama – tama membuat arena atau gambar segitiga yang saling dihubungkan oleh garis tegak lurus dan mendatar. sore. Mereka bermain di waktu senggang. Manfaat Permainan memberikan manfaat berupa melatih kecepatan berpikir dan ketelitian serta kecermatan dalam melakukan sesuatu atau memutuskan sesuatu. B.

Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan . misalkan pemain A dan B. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Yogyakarta. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. Peserta melakukan suit atau undian untuk mencari yang menjadi batu dan menjadi macan. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. Bisa laki – laki atau perempuan. Yang menjadi batu berusaha untuk membuat macan terperangkap dengan membuat jalan macan tertutup. dkk. Apabila ada dua anak. Kepel Press 66) PERMAINAN MUL . Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang. 2004. Pelaksanaan Permainan a. F. Penentuan Kemenangan Yang menjadi pemenang adalah yang menjadi batu namun paling banyak dapat menutup jalan macan. C.MULAN A. Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan.107 2. Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. 3. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. 4. Yogyakarta. G. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain Mul-Mulan. D. Sukriman Dharmamulya. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. maka pemain B harus menggunakan kerikil. Menyiapkan peralatan yang akan digunakan. Pengertian dari kata mul – mulan sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. Bisa menggunakan kerikil atau biji – bijian. B.

bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. Jika pemain A menang. Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya. d.108 agar tidak keliru. Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar). pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. ia main duluan. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. Jika bermain di atas lantai atau ubin. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. Sisi terluar. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah. tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai). Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. b. c. bisa dengan panjang hingga 30—40 cm. Dengan demikian gambar dolanan MulMulan sudah siap digunakan. keduanya harus melakukan sut. Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan. Langkah pertama. Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. serta masingmasing membawa orang-orangan. Di sini. . Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. kira-kira panjangnya 25—35 cm.

Sebenarnya permainan ini juga ada di Yogyakarta dengan nama Mul – mulan dan dam-daman. Jakarta. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya.. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. maka pemain B harus menggunakan kerikil. Departemen P&K 67) PERMAINAN NERENSI A. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. 2004. Pelaksanaan Permainan e. C.109 F. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. dkk. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain nerensi. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E. D. Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah. Bisa laki – laki atau perempuan. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang. Apabila ada dua anak. B. menampar tangan. jika pemain kalah harus menerima hukuman. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. atau menyanyi. maka ia harus menerima hukuman. Sukirman Dharmamulya. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Filipina. Yogyakarta. Ahmad Yunus. Pengertian dari kata nerensi sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan . 1980/1981. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. H. misalkan pemain A dan B.

. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar). serta masingmasing membawa orang-orangan.110 agar tidak keliru. tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai). Jika bermain di atas lantai atau ubin. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. Sisi terluar. Di sini. Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya. g. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. kira-kira panjangnya 25—35 cm. f. h. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. Jika pemain A menang. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai. keduanya harus melakukan sut. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. ia main duluan. bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar. Langkah pertama. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. bisa dengan panjang hingga 30—40 cm. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. Dengan demikian gambar dolanan nerensi yang sudah siap digunakan. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong.

Satu orang menjadi mak. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. E. Permainan ini dimulai dengan salah satu kelompok membisikan nama dari peserta kelompok lain. I. Permainan ini berupa gerak dan lagu sebagai pengantar permainan. Peserta Dimainkan secara berkelompok.111 F. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. . 1980/1981. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. Yogyakarta. Setelah itu mereka menyanyikan lagu Sur – suran.. Sukirman Dharmamulya. menampar tangan. Pelaksanaan Permainan a. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. B. emak memanggil kelompok yang kedua untuk menebak yang dibisikan oleh kelompok 1. Jakarta.SURAN A. Jumlah pemain di tiap kelompok minimal 3 orang. atau menyanyi. Peserta dibagi dalam 2 kelompok. 2004. maka ia harus menerima hukuman. jika pemain kalah harus menerima hukuman. dkk. Latar Belakang Pengertian dari permainan sur – suran ini kurang jelas namun sering diartikan sebagai tebakan. Bisa laki – laki atau perempuan. Sumber Permainan Tradisional Jawa. C. Asal permainan ini dari Jawa Tengah dan Yogyakarta. Departemen P&K 68) PERMAINAN SUR . Ahmad Yunus. D. Berikut lagunya : Sarsur kurunan mak Mak emake tretete Tak undange tretete Yen kecandak kanggo gawe Adhi mesti mati 2x Tak bedhile mimis wesi Tong tong bull 2x b. Setelah selesai menyanyikan lagu. Ada satu anak yang menjadi emak dalam permainan ini. Manfaat Melatih bersosialisasi dengan teman sebaya dan melatih keberanian serta kekompakan dan kepekaan. Alat yangDibutuhkan Dalam bermain permainan ini tidak membutuhkan peralatan apapun. Dimainkan bersama – sama ketika waktu luang. Apabila tebakan itu benar maka mak bilang ―selamat‖.

asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. G. H. Kemudian pion yang dilangkahi itu menjadi milik si Pemain tadi. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain dam . Latar Belakang Permainan dam – daman ini berasal dari daerah Jawa Tengah. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. misalkan pemain A dan B. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan agar tidak keliru.com 69) PERMAINAN DAM – DAMAN A. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. Bisa laki – laki atau perempuan. Sumber Permainan-tradisional-sur2an. Apabila ada dua anak. B. maka pemain B harus menggunakan kerikil. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna I.112 F. Penentuan Kemenangan Apabila kelompok berhasil menebak maka dia menang dan apabila tidak berhasil menebak maka akan menggendong yang kalah. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. Pelaksanaan Permainan i.dimainkan oleh dua orang pemain.worpress. DAM! Kata-kata itu diucapkan oleh pemain yang melangkahi pion milik lawan mainnya. . Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. Yang paling banyak menebak benar maka yang menang. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Sedikit bercerita tentang permainan ini. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 12 buah. Sebenarnya. Dam Daman ini bisa dimainkan kapan dan di mana saja. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang.daman. G.

Sukirman Dharmamulya. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi..113 j. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. keduanya harus melakukan sut. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. Departemen P&K 70) PERMAINAN DAMON A. maka ia harus menerima hukuman. dkk. l. Jakarta. Di sini. 1980/1981. Yogyakarta. Setelah itu mereka membuat arena bermain yang berbentuk seperti ini. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli . 2004. Jika pemain A menang. Latar Belakang Damon adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. J. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. Ahmad Yunus. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. atau menyanyi. J. Langkah pertama. ia main duluan. menampar tangan. jika pemain kalah harus menerima hukuman. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. k. Sumber Permainan Tradisional Jawa.

Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama d. Sebelum permainan dimulai. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet. Pemain berusaha memasukan karet ke lidi yang ditancapkan. kemudian c. D. Penentuan Kemenangan Pemain yang paling banyak memasukan karet ke dalam lidi maka dialah pemenangnya dan berhak membawa pulang karet yang digunakan dalam permainan. Namun orang dewasa pun dapat ikut memainkannya. Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah. b. Sumber Permainan ini dicerikan dan dipraktekan pada saat pembelajaran mata kuliah permainan tradisional kelas PGSD Penjas A tahun 2009 di semester 4. dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan. Pelaksanaan Permainan a. F. E. f. Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan. Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal. Alat yang Digunakan Karet gelang dan tempat untuk bermainnya dapat di kebun. dalam rumah. e. Pemain kedua meniup karet agar dapat mendekati sasaran yaitu berupa lidi yang ditancapkan di atas tanah.114 B. Jumlah pemain minimal 2 orang. halaman. asalkan tempatnya datar. Manfaat Manfaat permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman . H. G. . gembira. g. C. Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap. secara langsung. Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet. Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah karetnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama. Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya. Dan lidi untuk sasaran. Peserta Anak – anak usia Sekolah Dasar baik laki – laki maupun perempuan.

115 71) PERMAINAN GOBAK BUNDER .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->