1

PERMAINAN TRADISIONAL NUSANTARA
1) PERMAINAN MBURU KEWAN
A. Latar belakang permainan Permainan ini dibuat untuk mengisi kegiatan pada waktu sore hari,dengan cara menirukan orang yang sedang berburu binatang dengan cara melempar benda untuk menangkap binatang yang sedang diburu. B. Asal permainan Asal permainan ini adalah dari daerah pemalang dan sekitarnya C. Peserta Pesertanya adalah semua umur,baik anak-anak maupun orang dewasa dapat melakukan permainan ini.peserta minimal 10 orang dan maksimal tak terbatas. D. Alat yang diperlukan Alatnya adalah 2 buah bola plastik untuk bahan lemparan berburu E. Pelaksanaan Permainan Pertama di awali dengan diundi (hompimpah) untuk mencari 2 orang untuk menjadi pemburu dan sisanya menjadi binatang yang menjadi sasaran lemparan.nanti kalau ada anak yang terkena bola leparan dari pemburu,maka dia harus keluar dari arena permainan dan menjadi pemburu.dalam permainan ini tidak boleh melempar kearah kepala. F. Tempat dan waktu permainan Ditempat yang luas misalnya kebun,lapangan,pelataran rumah dll,dan biasanya dilakukan pada sore hari sambil menunngu maghrib G. Penentuan pemenang Dalam permainan ini yang menang adalah orang terakhir berada di lapangan permainan atau tidak tertangkap pemburu H. Tanggapan masyarakat Menurut masyarakat sekitar permainan ini cukup baik,karena dapatmenimbulkan kesenangan dan dapat melatih keterampilan dalam melempar dan menghindar I. Sumber Saya mengetahui dari mas ahmad yang dulu pernah melakukan prmainan ini.

2) PERMAINAN SASEGO’AN
A. Latar Belakang Permainan ini dinamakan ―Sasego‘an‖ ( bahasa lampung )yang artinya ―Main sumput-sumputan‖ atau sembunyi-sembunyian. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan permainan yaitu ― Menyembunyikan Sesuatu ―.

2

B. Peserta Permainan ini pada umumnya hanya dilakukan oleh anak-anak perempuan saja. Usia para peserta berkisar antara 7-13 tahun, dan dilakukan oleh sekurang – kurangnya 4 orang anak. Alat dan Fasilitas Permainan ini sebenarnya hanya semacam permainan sumput-sumputan yang hanya menggunakan peralatan sepotong kapur tulis, sepotong arang untuk menggambar, dan bagi masing- masing peserta sebatang lidi kecil kurang lebih 1cm, atau pecahan kecil dari beling kaca atau sebuah batu kecil yang gunanya unutk disembunyikan dalam permainan ini. Pelaksanaan Permainan Masing – masing anak (A,B,C dan D) duduk berjongkok di tanah saling bertolak belakang(membelakangi) dengan jarak masing-masing peserta kurang lebih 2 meter. Masing-masing anak ini membuat gambar segi empat dengan panjang sisi masing-masing segi ampat kurang lebih 10cm, kemudian segi empat tadi dibagi nenjadi empat bagian Setelah selesai,masing-masing memperlihatkan kepada peserta lainnya alat atau barang yang akan disembunyikan pada salah satu petak di dalam segi empat tersebut.Setelah itu masing-masing anak tadi mulai menyembunyikan alatnya pada salah satu petak dari segi empat tadi secara sembunyi-sembunyi dan hati-hati jangan sampai anggota lain mengintip tempat ia menyembunyikan alat tadi. Cara menyembunyikannya adalah dengan jalan menggali pada salah satu petak secara hati-hati jangan sampai terlihat ada bekas galian ataupun ada bekas timbunan pad tempat tersebut. Setelah penyembunyian di lakukan oleh masing-masing mereka harus mengatakan khadu, yang artinya sudah. Seterusnya ke empat anak (A,B,C dan D) bergiliran mencari alat permaian temannya yang disembunyikan tadi. Setiap orang hanya di bolehkan menebak dan mencari satu petak saja dan bagian yang lain untuk ditebak dan dicari teman-teman yang lainnya. Jika si A berhasil menebak tempat sembunyian si B dan berhasil menemukan alat si B, maka si B mempunyai utang 1 point. Selanjutnya si B kembali mennyembunyikan alatnya tadi pada salah satu petak tadi untuk ditebak dan dicari si C dan si D. Begitu seterusnya pada yang lainnya. Penentuan Kemenangan Siapa yang alat permainannya sering ditemukan teman-temannya itulah yang kalah, sebaliknya yang alat permainannya paling sedikit diketemukan teman – temannya itulah pemenangnya. Tanggapan Masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan diselenggarakan permainan ini, karena sifatnya hanya sekedar rekreatif dan tidak merugikan moral dan pendidikan anak-anak.

C.

D.

E.

F.

3

G. Sumber Suwondo, Bambang. 1983. Permainan Rakyat Tradisional Daerah lampung. Deprtemen Pendidikan dan Kebudayaan.

3) PERMAINAN SONDOK - SONDOKAN
A. Latar Belakang Permainan Tradisional di Kabupaten Kuantan Singini (Kuansing) angsur-angsur mulai menghilang dikalangan anak-anak di Kuantan Singingi, seperti Permainan Gasing. Begitu pula dengan Cerita Rakyat Kuansing seperti Ombak Nyalo Simutu Olang. Berikut ini adalah paparan tentang salah satu Permainan Tradisional Anak-anak di Kuansing. Sondok-sondokan adalah permainan tradisional di Kuansing tepatnya di Kenegerian Sentajo. Sondok-sondokan atau cari-carian merupakan permainan anak-anak tempo dulu, dimana permainan ini diangkat dari disebuah desa yang ada di Kenegerian Sentajo lebih tepatnya di Koto Sentajo. Koto Sentajo terutama pada dusun Gonting memiliki kontur dengan sedikit berbukit sehingga semakin nyaman digunakan untuk permainan Sondoksondok an, apalagi ditambah dengan adanya pelak milik masyarakat, dimana pelak ini semangkin menciptakan semangat permainan bagi para peserta, sebab didalam pelak ini selalu terdapat tumbuh-tumbahan yang ditanam pemiliknya untuk kebutuhan hidup sehari-hari seperti Pisang, Jeruk nipis, terong, Kunyit dan berbagai keperluan dapur lainnya. Dengan adanya berbagai tanaman dalam pelak Tersebut semakin elok sebagai tempat permainan ini. Ket : Sondok – sondokan : Cari – carian/ sembunyi Pelak : Kebun yang dipagar Tonggak : Tiang Olun : Belum B. Peserta Permainan Sondok-sondok an terbagi menjadi 2 Jenis Permainannya yaitu Tonggak Dingin dan Tonggak Bantuan, dimana kedua permainan ini mempunyai perbedaan, tonggak dingin biasanya dilakukan oleh anak-anak yang lebih kecil dari peserta Tonggak Bantuan, dimana peserta Tonggak Bantuan berumur antara 11 – 14 tahun, permainan tonggak dingin selalu dilakukan pada siang hari, sedangkan Tonggak bantuan Dilakukan Pada malam hari pada saat terang bulan, baik pada saat cahaya bulan penuh maupun pada cahaya bulan sabit, dimana pada saat bulan sabit akan lebih menantang karena cahaya dengan sedikit gelap dan samar-samar. C. Pelaksanaan Permainan Waktu permainan ini biasanya dilakukan setelah pulang mengaji sekitar jam 20.00 WIB, pada malam-malam sekolah biasanya sampai jam 22.00 WIB, tapi tidak terlalu sering permainan ini dilakukan pada malam-malam tersebut

dimana tonggak yang pakai untuk permainan tersebut hanya 1 pohon.  Cara Bermain Awal permainan ini dimulai dimana regu (2 orang) yang kalah dengan memejamkan/menutup mata sambil menghadap kearah tonggak. biasanya permainan ini sering dilakukan pada malam minggu. sambil berlari biasanya salah satu atau beberapa peserta sambil mengucapkan olun-olun berarti waktu yang kalah untuk membuka mata belum selesai. kemudian pemenang sambil berlari mencari persembunyian. jarak terjauh dari tiang biasanya berkisar 250 M. dimana pada malam minggu biasanya dilakukan sampai larut malam. Ada dua pelanggaran yang harus diwaspadai oleh para peserta pertama memegang tonggak sebelum yang kalah memegang Tonggak tersebut. dalam pembagian kawan ini bisa ditentukan secara langsung seperti sit jari dan bisa juga dengan cara undian.4 kecuali hari libur sekolah. dalam penetapan batas ini tidak terfokus pada jauhnya jarak. Kedua Melewati batas yang telah ditetapkan. langkah berikut adalah menetapkan batas-batas persembunyian yang akan disepakati bersama. dimana tonggak yang digunakan yaitu Pohon yang ada disekitaran lokasi permainan. idealnya dalam permainan paling sedikit sekitar 7 Regu atau 14 orang. jumlah regu yang akan bermain tidak terbatas.  Penentuan Batas Apabila regu atau pasangan masing-masing telah didapat dan ditetapkan. semakin banyak regu dalam permainan ini semakin seru dalam pelaksanaannya. Lalu bagaimana isyarat bagi yang kalah bahwa satiap peserta betul-betul . melalui musyawarah yang tidak terlalu lama biasanya batas-batas bisa ditentukan. Pinggir Sawah dan sebagainya.00 WIB. dimana satu regu hanya terdiri dari 2 (dua) orang. namun biasanya ditentukan dengan menunjuk pada objek-objek tertentu seperti jalan.  Alat yang Digunakan Dalam permainan ini menggunakan Tonggak sebagai alat bantu utama. walaupun permainan dimalam hari pesertanya bukan saja laki-laki namun perumpuan juga tidak ketinggalan untuk ikut serta. sebab dalam hal ini tergantung berapa jumlah yang ada pada malam itu. dan tidak tertutup kemungkinan sampai jam 00. rumah penduduk.  Aturan Permainan  Penetapan Kawan : Sebelum permainan dimulai maka harus dilakukan dulu penetapan kawan masing-masing. dimana pelanggaran yang dilakukan akan mengakibatkan kekalahan akan berpindah pada pihak yang melanggar aturan yang telah disepakati bersama. Pada kesempatan ini juga membahas pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing regu.

mengapa demikian? Misalnya yang ada 10 Regu otomatis yang bersembunyi ada 9 regu dengan jumlah 18 orang. jangan sampai orang yang belum dapat atau ditemui memberi bantuan dengan memegang tonggak. Nilai yang Terkandung Hal-hal positif yang bisa diambil dari permainan sondok-sondok an/cari-carian yang harus ditanamkan sejak dini antara lain :  Keberanian dalam kemandirian  Kejujuran dalam aktifitas  Silahtuhrahmi antar peserta selalu terjalin E. setelah didapat peserta yang bersembunyi yang kalah harus kembali ke tonggak untuk memegang tonggak sambil menyebut nama peserta yang telah didapat. ini dilakukan agar lebih konsentrasi dalam pencarian. sebab kalau tidak akan menjadi rumit. dua orang yang kalah tadi bersiap untuk mencari setiap peserta permainan. Permaian candak ndodok dimulai dengan sebuah gambreng. Bahkan permainan ini bisa dimulai di mana saja tanpa persiapan apapun. Sumber http://www.html 4) PERMAINAN CANDAK NDODOK A.sungaikuantan. D.5 telah bersembunyi? Biasanya isyarat bagi regu yang kalah saatnya untuk membuka mata yaitu setelah tidak ada lagi terdengar suara peserta yang mau bersembunyi.  Sejarah Permainan Permainan candak ndodok ini merupakan permainan yang sangat unik. Peserta yang kalah harus mencari sebanyak mungkin semua peserta yang menang kalau bisa semuanya ditemukan. Tentunya minus persiapan ditegur petugas keamanan ataupun persiapan menahan malu yang teramat sangat. dimana saat kondisi seperti itulah yang kalah untuk membuka matanya. Latar Belakang  Nama Permainan Candak Ndodok atau sering disebut dalam bahasa indonesia yaitu Petak Jongkok atau Tap Jongkok adalah salah satu permainan tradisional Indonesia yang tidak membutuhkan banyak peralatan untuk memulainya. Apabila semua telah bersembunyi suasana dalam keheningan malam akan terasa pada saat itu.com/2010/02/permainan-tradisional-kuansingsondok. jika ini terjadi maka permainan harus di ulang dan yang kalah tidak akan berubah. setelah yang kalah memegang tonggak maka keduanya harus berbagi tugas. salah satu diantara mereka harus menjaga tonggak. Gambreng . dalam percarian kedua peserta yang kalah tersebut harus berpencar atau berpisah arah.

5. Alat dan Fasilitas yang Diperlukan Dalam permainan candak ndodok ini para pemain hanya membutuhkan lapanga yang luas yang berbentuk persegi panjang. hal inilah yang menyebabkan permainan ini diberi nama ―Candak Ndodok‖. C. Permainan candak ndodok ini berasal dari daerah Jawa Timur. Bila jongkok berarti dia tidak dapat disentuh oleh pengejar. Tentukan satu orang yang akan mengejar. Bila pemain yang berdiri hanya tersisa satu orang. setiap anak boleh jongkok. Biasanya permainan dimulai dengan semua pemain lari berpencar menjauhi si penjaga. Bila si penjaga berhasil melakukan itu. Orang yang ditepuk akan berjaga. maka pemain tersebut tidak bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. 2. Anak yang berdiri dapat membangunkan anak yang jongkok. sedangkan orang yang berjaga akan menjadi target penjaga. Pemain tersebut harus mengaktifkan pemain lainnya baru kemudian bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. anak yang terakhir jongkok berarti akan menjadi pengejar menggantikan pengejar yang lama. posisi akan otomatis berubah. Satusatunya cara untuk kembali berlari adalah pemain ditepuk oleh pemain lain yang masih berdiri dan tidak menjadi penjaga. 4. 6. Pelaksanaan Permainan Dalam permainan ini tentu saja kita semua harus tahu dan mengerti cara bermain dengan baik. Begitu juga dengan anak yang tidak jongkok namun berhasil disentuh oleh pengejar akan menjadi pengejar selanjutnya. Pemain yang jongkok dianggap tidak aktif dan tidak bisa mengaktifkan diri sendiri. Karena permainan permainan petak jongkok ini tidak sulit di mainkan bahkan mudah untuk di mainkan oleh anak-anak. Peserta Permainan ini dapat di mainkan oleh anak SD umur 7 sampai 12 tahun atau mulai dari kelas dua sampai dengan orang dewasa karena permainan ini boleh dimainkan oleh siapa saja baik laki-laki maupun perempuan. B. Untuk menghindari pengejar. Si penjaga harus mengejar pemain lainnya sampai berhasil menepuk (di mana saja) salah satu pemain. Dan permainan seperti ini yang selalu dimainkan olek anak-anak ketika mereka libur sekolah atau pada waktu anak-anak SD istirahat menunggu bel masuk kelas. diantaranya adalah sebagai berikut : 1.6 adalah sebuah proses menentukan giliran yang biasanya dimulai dengan teriakan "Hom pim pah alaiyum gambreng!". Tetapi. Permainan petak jongkok ini. Para target bisa meloloskan diri dengan cara berjongkok. membutuhkan lapangan yang luas dan jumlah peserta untuk melakukan permainan petak jongkok ini maksimal 10 orang dan minimal 5 orang karena kalau kebanyakan kasihan yang kalah atau yang akan jadi pengejar. . 3. D.

Tetapi. kita lihat dari berlangsungnya permainan tersebut. Sumber Sumber permainan candak ndodok ini saya dapat dari Hamid Nur dan permainan tradisional merupakan permaina anak tempo dulu yang sekarang hilang dimakan zaman. Permainan ini sebenarnya menebak letak jarat yang ada di dalam pasir. Namun. Penentuan Kemenangan Untuk menentukan pemain yang menang dan kalah. Mulai dari mainan yang terbuat dari plastik hingga mainan elektronik. Jika pemain yang dikejar maka dianggap menang dan pemain yang jadi pengejar maka dianggap kalah. bagian inilah yang diambil oleh anakanak untuk membuat tali jarat. Pada permainan ini tiap pemain berusaha mencari jarat pemain lainnya yang disembunyikan di dalam pasir dengan cara menusukkan bilah lidi/kayu/bambu. kemampuan membuat strategi. tidak ada salahnya mengajarkan permainan yang mungkin sering dimainkan sejak kecil. Asal katanya dari isutan dan jarat. Tanggapan Masyarakat Dunia anak adalah dunia bermain. Mendorong pemain yang sedang berjongkok sampai terjatuh. yaitu tali dari serat pohon pisang dan bilah kayu dari bambu atau jenis kayu lainnya. . Memaksa pemain yang sedang berjongkok untuk berdiri.7  Hal yang tidak boleh dilakukan 1. Sedangkan ‗jarat‘ adalah istilah orang Banjar untuk tali yang ujungnya bersimpul untuk menjebak atau mengikat (seperti tali lasso di Amerika). Pohon pisang yang kering biasanya terlihat seratnya. sikap mudah bersosialisasi. kata isutan ini mungkin dari peralihan kata ‗usutan‘ yang berarti ‗mencari‘. Lupa membangunkan pemain yang sedang berjongkok seharian penuh di lapangan. F. Jadi isutan jarat maksudnya mencari tali yang bajarat (memiliki jerat). permainan tersebut berlangsung lama sampai para pemain merasa lelah dan capek jadi pemain yang menang dan kalah akan selalu berganti-ganti. Sedangkan bilahnya terbuat dari kayu atau bambu yang diraut agak runcing dengan panjang tidak lebih dari lengan. Latar Belakang Isutan Jarat adalah nama permainan tradisional yang berkembang di daerah Kalimantan Selatan. Alat dan Fasilitas Peralatan bermain berdasarkan permainan aslinya. 3. E. Permainan seperti ini mengasah kemampuan otak. B. 5) PERMAINAN ISUTAN JARATAN A. G. 2. dan membangun EQ. Beragam mainan diciptakan untuk menghibur dan juga sebagai sarana pendidikan anak.

 Tahap mencari jarat  Ditentukan dulu timbunan pasir siapa yang akan dicari duluan. Tempat Lokasi permainan ini biasanya di pinggir sungai saat air surut atau di halaman rumah yang banyak pasirnya.8 C. Tempat orang sudah dirasa cukup karena akan terlalu ramai yang bisa menimbulkan kebingungan.  Teknik menyembunyikan jarat ini menentukan kelihaian tiap anak dalam bermain usut jarat. Peserta Jumlah pemain isutan jarat minimal dua orang dan sebanyak-banyaknya empat orang.  Begitu seterusnya tiap pemain bergiliran menebak jarat lawan F. Pengaruh dari permainan ini adalah memberikan sifat sportifitas bagi anak-anak. E. Tahapan Tahapan permainan :  Tahap menyembunyikan jarat :  Misalnya jumlah pemain ada 4 orang. ini bisa dilihat dari kejujuran saat menyembunyikan jarat dimana anak yang lain sepakat untuk tidak saling intip serta kejujuran untuk memasang lubang jarat yang sama lebar dengan pemain lainnya. ada yang menyembunyikan jarat dengan ujungnya berkelok-kelok sehingga lawan sulit menebak letak jarat sebenarnya. . D. Permainan isutan jarat tidak ada kaitan dengan jenis upacara atau peristiwa tertentu.  Setelah itu masing-masing anak menusukkan bilahnya ke dalam. Waktu permainan bebas bisa dimainkan kapan saja kalau di kampung anak-anak (laki-laki dan perempuan) akan memainkannya saat sore menjelang mandi di sungai. Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini tidak ada konsekuensi kalah atau menang hanya memberikan kepuasan dan kebanggaan bagi anak yang berhasil mencari jarat atau anak yang jaratnya tidak berhasil ditemui lawan. Apabila semua anak yang giliran mencari sudah menusukkan bilahnya maka yang mempunyai jarak menariknya sehingga akan ketahuan siapa yang berhasil menebak jarat.  Jarat yang ingin disembunyikan ditimbun perlahan-lahan dengan pasir agak tebal supaya tidak kelihatan.  Keempat anak ini berpencar ke daerah pasir masing-masing untuk menyembunyikan jaratnya.  Pemain yang berhasil bilahnya akan tersangkut di dalam jarat. Dua orang diperlukan karena akan ada posisi pasang tempat yang menyembunyikan jarat) dan posisi naik (yang mencari lubang jarat).  Ujung tali yang tidak memiliki jarat disisakan diluar untuk menariknya nanti.

 Selanjutnya pemain harus menyebar untuk mencari tempat bertahan seperti dibelakang pohon. Latar Belakang Ceteran adalah permainan tradisional yang berasal dari sleman yang tidak diketahui secara pasti siapa yang membuat permainan tersebut. 7) PERMAINAN TAMBI . Latar belakang Disebut dengan nama tambi-tambian sebab pada waktu dahulu permainan ini dimainkan oleh anak-anak suku Tambi. Manfaat Memupuk sifat sportifitas. diadakan hung pimpa untuk menentukan siapa yang akan menyerang terlebih dahulu.dan penghadang lainnya.dan leher.  Pihak lawan yang banyak kena peluru kertas itulah pihak yang kalah.  Pemain Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang jumlahnya tidak ditentukan.TAMBIAN A.air dan kertas dijadikan sebagai peluru.batu.permainan tradisional. memupuk sportifitas.mata. melatih indra penglihatan dan mengembangkan ketrampilan ketepatan pada target yang bergerak.dapat bersosialisasi dengan yang lain.9 G.kuping.com. remaja. yang sekarang banyak ditemui di kota . Pelaksanaan Permainan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan lebih dominan dialam terbuka seperti : Dikebun dan lapangan.menahan emosi. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang.  Permainan ini tidak boleh mengenai kepala.  Pemain yang kalah bisa bertahan terlebih dahulu sambil bergantian menyerang. D. Sumber http//www.  Peralatan Bambu. 6) PERMAINAN CETERAN A. C. dewasa E.  Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimulai. Sasaran Anak-anak. B. Suku Tambi yaitu suku pendatang dari luar Kalimantan Timur.

C. permainan ini juga dapat dimainkan. maka sebagai pengganti lubang dapat digunakan garis lingkaran yang agak besar.  Karena yang menang pertama adalah E. C. A. Di samping itu lapangan permainan yang dipergunakan dilengkapi dengan garis pembatas lapangan. Itulah sebabnya pada saat seorang . Tahapan Permainan  Misalnya pemain berjumlah 5 orang dan setelah diadakan undian maka berturut-turut yang menang adalah E. D. Setiap pemain menentukan lubang permainannya masing-masing. tetapi gilirannya adalah pemenang undian ke-2 (yaitu B). D. maka B dengan cepat mengambil bola dan sementara itu teman-teman yang lain (A. karena permainan ini sangat membutuhkan tenaga lebih-lebih pada waktu diadakan hukuman. sedang B. maka E berhak bermain lebih dahulu (memasukkan bola ke dalam lubang lebih dahulu). Ada juga bentuk lapangan yang berbeda yaitu lapangan diberi batas ± 2 x 8 m.  Apabila lemparan B mengenai A. yang menurut ceritanya mereka berasal dari Ceylon. Jumlah lubang yang dibuat harus sesuai jumlah pesertanya dan jarak antara lubang dengan papan penghalang kira-kira 10 cm. Suku ini berperawakan besar dan berkulit hitam. jadi A telah kalah 1 angka). D. Tetapi apabila lebih dari 5 orang.  Apabila pada waktu E melempar bola dan masuk pada lubang B. Para pelakunya pada umumnya anak-anak pria. dan apabila lemparan E tidak ada yang mengenai sasaran maka E tidak berhak melempar lagi. Mempersiapkan lapangan permainan seperti tersebut pada gambar. Maksud diberi penghalang ini adalah agar bola yang dilempar tidak bergulir jauh keluar lapangan permainan dan juga agar bola dapat mental kemudian menggelinding bebas masuk ke salah satu lubang. B. Samarinda. Pada awalnya orang menyebut permainan ini dengan sebutan Tambi-tambian dengan model lapangan seperti pada gambar lapangan I. Tetapi tidak jelas dari mana asal usul permainan ini karena hampir semua daerah di Kalimantan Timur mengenal permainan ini. sedang pada lubanglubang permainan tidak diberi penghalang. C. Pelaksanaan Permainan  Persiapan Para pemain mengadakan undian lebih dahulu dengan hom-pim-pa atau suit.10 Balikpapan. terdiri dan garis batas pelempar dan lubang-lubang sasaran yang dikelilingi dengan papan atau batu bata yang dijejer. yakni sebuah lapangan yang datar yang berukuran ± 2 x 8 m. Mengenai latar belakang sejarah perkembangan permainan ini dulunya sering dimainkan oleh anak-anak dari suku Tambi. E) berlari sedang B yang telah berhasil mengambil bola tersebut berusaha melempar temannya dengan bola tersebut sampai mengenai sasaran. Sasaran E sebenarnya adalah lubang milik E. Tanda ini adalah tanda kalah. dan A masing-masing berdiri bersiap-siap pada lubang yang telah dipilih sebelumnya. B. Yang ideal berjumlah 4 orang dan Maksimum 5 orang. maka lubang permainan A diberi tanda (Biasanya dipakai tanda berupa serpihan kertas atau batu. Jumlah pemain dapat berjumlah 2 orang. Apabila tidak memungkinkan untuk membuat lubang. Peralatan atau perlengkapan yang dipakai dalam permainan ini dilengkapi dengan lubang sejumlah pesertanya dan lubang itu sebesar bola.

sebab C kalah 4. Penghalang dari batu bata. Jadi apabila peserta permainan ada 5 orang dan sudah mencapai kalah dengan angka 5 maka permainan berakhir dan anak-anak memberi hukuman bagi yang kalah. Setelah selesai kembali giliran B menghukum B dan seterusnya sampai hukuman selesai dijalankan. Jadi 5 (kalah A)-l (kalah B) = 4. Penentuan Kemenangan Misalkan di sini yang kalah 5 adalah A. lubang-lubang permainan c.  Pada setiap anak yang kena lemparan dinyatakan kalah dan pada lubang permainan miliknya diberi tanda kertas atau batu kecil. Maka berturut-turut yang menghukum adalah yang paling sedikit jumlah nilai kalahnya. Nilai kalah yang terkumpul adalah sejumlah peserta permainan. anak-anak itu lari menghindari lemparan. D dan E). maka A harus dihukum oleh anak-anak yang bermain dalam permainan itu. Keterangan : a. Setelah selesai maka B menghukum A dengan 4 lemparan (sebab B kalah 1). maka bola yang lolos akan diperebutkan kembali oleh anak-anak (A. C. Di sini misalnya : A kalah 5 C kalah 4 E kalah 3 B kalah 1 D kalah 0 D melempar bola pada tubuh A sebanyak 5 kali.  Setelah lubang A diberi tanda maka giliran melepar/memasukkan bola adalah B (karena pemenang kedua dalam undian). B. Dan selanjutnya jalannya permainan seperti pada poin c dan d di atas. C. Kemudian E menghukum A dengan 2 kali lemparan. sebab E kalah 3. Tetapi apabila dalam pelaksanan hukuman seorang anak yang sedang menghukum tidak mengenai sasaran (misalnya pada saat D melempar bola ke A dan tidak mengenai A. Permainan ini kembali seperti keterangan c dan d. untuk dilemparkan pada salah seorang anak. balok atau papan a —— b = ± 4 cm b —— c = ± 10 cm . Garis-garis tempat melempar bola b. Kemudian C menghukum dengan 1 lemparan.11 anak hendak melempar bola pada teman-temannya.

Beberapa batu diletakkan berdiri sejajar. permainan ini diturunkan secara turuntemurun sehingga tidak tahu pasti siapa yang menciptakannya. pemain biasanya tidak begitu banyak karena tempat juga merupakan faktor penentu. Didaerah saya yaitu di Banjarnegara. 5. C. 6. Batu yang sedang 2. Setelah itu baru mengincar batu target dengan dilempar menggunakan tangan tetapi dengan cara kaki satu diangkat dan batu dilempar melalui bawah kaki yang diangkat baru ditangkap lagi . Halaman dari tanah  Jalannya permainan Permainan dilakukan: 1. Apabila ada perempuannya maka dibagi supaya adil. 2. Dari orang pertama hingga terakhir. Dan batu itu sebagai sasaran. Semua pemain yang pertama kali melakukan harus menggunakan kaki. Awalan yaitu dengan suit untuk menentukan siapa yang memulai dahulu 4. Pemain harus lebih dari satu orang. Garis batas untuk awalan jaraknya disesuaikan dengan kemauan saat bermain 3. Pemain pertama melakukannya dengan cara meletakan batu dipunggung kaki dan mengayunkannya.12 8) PERMAINAN GANDON A. Peserta Dalam permainan gandon. Misal pemain ada 4 maka bisa dibuat regu atau kelompok dua lawan dua. Pelaksanaan Permainan  Alat dan Fasilitas 1. Dan merupakan permainan tradisional yang sering dimainkan terutama oleh anak laki-laki. Misal 5 batu. Latar Belakang Permainan ini dilakukan pada saat saya masih kecil. Karena anakanak yang terpenting dalam sebuah permainan adalah kesenangan. melempar dengan kaki untuk berusaha mengenai batu yang dipasang sebagai target. B.

Kecamatan Grabag. Akan tetapi. Latar Belakang Permainan Magang Lurah ini Pada dasarnya merupakan simbol kehidupan bermasyarakat di desa. Dengan gambar seperti dibawah : E. Tempat dan waktu permainan permainan dilakukan pada siang hari atau pada waktu senggang dan dilakukan dihalaman rumah. 9) PERMAINAN MAGANG LURAH/MIL-MILAN A. Terdapat seorang pemimpin dan banyak rakyat yang disimbolkan dengan lidi pelepah daun kelapa. Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan dari banyaknya batu yang berhasil dirobohkan dengan cara di lempar dengan batu tersebut. Selain itu juga. faktor konsentrasi sangat dibutuhkan dalam permainan ini. D. Faktor taktik dan strategi juga tidak lepas dari permainan ini. sedangkan rakyat (masyarakat) digambarkan sama. Lurah juga memiliki fasilitas yang memadai untuk membantu warganya yang sedang mengalami kesulitan. Batu tidak boleh terjatuh atau kedua kaki menyentuh tanah. ketelitian. Seseorang yang mampu berkonsentrasi dan menjaga ketelitian akan dapat secara baik menyelesaikan dan memenangkan permainan.13 dengan tangan kemudian baru boleh dilempar kesasaran. Orang-orang setempat menyebut permainan ini dari daerahnya sendiri. Permainan ini mengutamakan kecermatan. Permainan magang lurah ini belum teridentifikasi secara pasti asal muasal pertamanya. karena . Sebelum melakukan permainan. serta keterampilan pemainnya. F. Sehingga pemain harus bisa berhati-hati dalam memainkan permainan ini. Lurah bisa memerintah / menolong rakyatnya yang mengalami kesulitan dengan mudah. seorang pemain dapat menyusun strategi cara bermainnya. Sumber Permainan ini saya dapatkan dari pengalaman sewaktu kecil dan masih duduk di bangku sekolah dasar. dan saat melakukan permainan dapat menerapkan taktik yang telah disiapkan. Kabupaten Purworejo. Seorang kepala desa (lurah) biasanya memiliki kekuasaan yang besar. sesama rakyat biasanya sukar atau memiliki keterbatasan kemampuan dalam membantu sesamanya. Akan tetapi permainan ini sudah dimainkan secara turuntemurun di Desa Harjobinangun. Dan juga dari orang tua dan tetangga saya banyak yang memberitahu permainan ini. Karena dahulu sering saya mainkan saat waktu senggang. Sekali saja melakukan keceroohan maka akan menghancurkan permainan.

dan lidi lurah (yang paling panjang) diberi nilai 15. B.  Waktu pelaksanaan permainan : Pada dasarnya. Dikarenakan permainan ini lebih mengutamakan ketenangan pikiran dan tidak mengutamakan fisik.  Permainan dilanjutkan terus menerus hingga ada salah satu pemain yang mendapatkan nilai batas. C. Kapur tulis / peralatan lain untuk membuat garis pembatas. Karena permainan ini dilakukan bergantian sesuai urutan. D. lidi yang lain tidak boleh ada yang bergerak.  Pemain mengambil lidi satu persatu. Lurah dapat menolong lidi yang lain dengan mencongkel dengan kepala lurah.  Umur Peserta Permainan Permainan magang lurah ini biasanya dimainkan anak-anak yang berusia antara 6-12 tahun atau usia anak sekolah dasar. karena diperlukan cahaya yang terang.  Jumlah Peserta Permainan Jumlah peserta permainan magang lurah ini bervariasi. waktu pelaksanaan permainan magang lurah ini dilakukan pada siang hari.‖. mulai 2 orang atau lebih. Peserta  Gender Permainan magang lurah ini tidak membedakan laki-laki maupun perempuan. itu tandanya permainan berhenti dan ganti giliran pemain yang lain. maka permainan selesai dan pemain yang lain mengatakan ―Mil‖. Permainan ini digemari anak usia tersebut dikarenakan permainan yang bersifat sederhana akan tetapi mempunyai banyak unsur bermain. Pelaksanaan Permainan  Permainan dimulai dengan menyebarkan kumpulan lidi ke tanah / lantai. Sehingga baik lakilaki maupun perempuan memiliki kemampuan yang sama dalam memainkan permainan magang lurah ini. maka lidi itu juga dinyatakan keluar. Akan tetapi agar permainan ini berjalan dengan baik dan tidak menunggu lama.14 permainan ini mereka mainkan sejak kecil secara turun temurun dari orang tua mereka. Usahakan lidi menyebar dengan teratur. Tempat bermain magang lurah dapat dilakukan di tanah maupun di lantai tergantung kondisi. Alat dan Fasilitas Peralatan yang diperlukan dalam bermain magang lurah antara lain adalah lidi yang terbuat dari pelepah daun kelapa. permainan ini efektif dimainkan oleh 2-4 orang. Permainan ini dilakukan pada saat anak- . Apabila lidi yang lain bergerak karena tersentuh lidi itu. dst. Biasanya batas nilai antara 200-500 poin. Lidi yang melewati garis pembatas / sebagian besar bagian lidi melewati garis pembatas. sehingga lidi mudah diambil. 2. Pemain yang telah melampaui nilai dinamakan ―mendhem 1.  Setiap lidi yang berhasil diambil diberi nilai 5.

namun juga ada anak – anak dari daerah Jawa Tengah. 10) PERMAINAN SEGHOG A. Namun pada kenyataanya banyak anak perempuan yang ikut memainkannya. Selain itu juga dengan permainan ini masyarakat beranggapan bahwa dengan permainan ini akan menemukan salah seorang calon pemimpin dari anak-anak yang memainkan permainan ini.  Aris Saputro (18 tahun) : Merupakan seorang pelajar SMK Pancasila Kutoarjo. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional Magang Lurah yaitu dengan metode wawancara dengan berbagai tokoh masyarakat di Desa Harjobinangun. G. Kecamatan Grabag. Permainan ini dimainkan untuk mengisi waktu luang anak – anak ketika mereka ditinggal orang tua mereka. Tujuan Sebenarnya tujuan dari permainan ini hanya untuk mengisi waktu luamg. Penentuan Kemenangan Penentuan pemenang permainan magang lurah adalah dengan menghitung banyaknya mendhem perminan. Sehingga permainan ini bersifat santai untuk menghilangkan rasa lelah. kabupaten Purworejo. Penulis mendapatkan banyak informasi tentang permainan Magang Lurah dari beliau yang mengetahui tentang tata cara permainan. E. maupun ketika mereka selesai belajar kelompok. Berdasarkan paparan beliau.  Dibyo Subyantoro (46 tahun) : Beliau adalah ayah penulis. Namun ternyata permainan Seghog ini memiliki beberapa nilai positif. Permainan ini sebenarnya lebih banyak dimainkan oleh anak laki – laki. Sebelum permainan dimulai biasanya pemain menentukan angka untuk menentukan pendheman. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat tentang permainan magang lurah ini termasuk baik. Tokoh-tokoh masyarakat seumber informasi antara lain:  Siti Muryani (39 tahun) : Beliau adalah ibu penulis dan seorang guru SD Negeri Ketawangrejo. F. Yaitu di daerah Purworejo. Setelah semua sepakat maka permainan dimulai dan dilaksanakan sesuai perjanjian pertama di awal permainan. dikarenakan anak-anak bermain dengan tenang dan mengurangi bahaya dibandingkan permainan yang diluar. Penulis mendapatkan informasi tentang asal muasal serta tradisi turun temurun tentang permainan Magang Lurah dari beliau. yaitu . Latar Belakang Permainan Seghog ini merupakan permainan yang banyak dimainkan di daerah Jawa Barat. maka penulis menentukan untuk memilih permainan Magang Lurah untuk ditulis.15 anak merasa lelah bermain yang menguras tenaga. B.

Pelaksanaan Permainan  Lapangan Tempat yang dibutuhkan untuk memainkan permainan ini tidak membutuhkan lapangan atau tempat yang luas. Berusaha agar batu tersebut dapat melewati garis batas.  Jalannya permainan  Mula – mula pemain menyiapkan peralatan dan lapangan yang akan dipergunakan. Terutama di tempat yang sudah dicor.  Pemain pertama melakukan seghog.  Pemain mendapatkan bonus nilai apabila pemain kedua berhasil menyeghog batu lawan ketika pertama kali memainkan. D.  Peralatan  Kapur untuk menggaris/ batang kayu bila dimainkan di tempat yang masih tanah.  Batu yang pipih. dan melatih bersosialisasi. Dia memiliki kesempatan sampai menyeghog batu tersebut adalah sama dengan jumlah berapa ukuran kaki dari garis batas. Kemudian dia berusaha menyeghog batu lawan. Hanya tempat yang berbentuk seperti persegi panjang. ketepatan antara mata dan gerakan kaki dalam mencapai sasaran. Selain itu juga apabila pemain dapat menyeghog batu lawan melewati garis . C. Selain itu karena adanya kegembiraan dapat mengurangi adanya ketegangan. dan koordinasi dapat meningkat karena terlatih ketika bermain Seghog. Karena apabila tidak dapat melewati garis batas maka dinyatakan gugur. kemudian pemain mengukur jarak batu dengan garis batas dengan mengukur menggunakan ukuran kaki. Permainan ini juga bisa dilakukan di dalam rumah. Manfaat Konsentrasi. Sasaran Anak – anak laki – laki dan perempuan. E. ketepatan.  Pemain Jumlah pemain dalam permainan ini adalah minimal 2 orang.16 dalam permainan ini akan melatih konsentrasi. Pemain melakukan undian agar dapat ditentukan siapa pemain yang dapat bermain terlebih dahulu. remaja laki – laki dan perempuan terutama yang telah dapat berhitung. Yaitu mendorong batu dengan menggunakan kaki bagian tengah dalam. Dan bila jumlah pemain hanya ada 2 maka harus diulang kembali. Jarak pemain dengan target adalah kurang lebih 3m.  Bila misal kedua batu telah melewati garis batas. Bagi yang jaraknya lebih dekat maka dia akan bermain terlebih dahulu.

Pada awalnya biji bekel dibuat dari engsel tulang tumit kaki belakang domba. diambil dengan 3 biji bekel. F. Biji bekel diambil satu-satu sampai habis. Paling sebel kalau ditonton laki-laki. Pelaksanaan Permainan Permainan ini dilakukan dengan cara menyebar dan melempar bola ke atas dan menangkapnya setelah bola memantul sekali di lantai. Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini adalah bola bekel dan biji bekel. Permainan ini masih saudara dengan gathengan. dan ada yang terbuat dari bahan timah. Dan biasanya dilakukan oleh siswi putri pada waktu istirahat dan bisa juga dilakukan dirumah pada waktu luang. . B.  Pertama. dan permukaan bawah yang tidak ada tanda catnya. terakhir lima biji bekel diraup sekaligus. Mereka biasanya mengganggu agar hilang konsentrasi dan melakukan kesalahan. Sumber Sumber dari cerita tentang permainan ini adalah teman bermain penulis ketika kecil yaitu Riyanto dan Diah Pangestuti yang keduanya berasal dari Jawa Tengah. Ada yang terbuat dari kuningan. Bekel ini terdiri dari sebuah bola bekel dan lima buah biji bekel berbentuk logam. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan. Terdiri dari empat biji bekel dan satu bola bekel. 11) PERMAINAN BEKELAN A. minimal dua orang. Yang dinyatakan sebagai pemenang adalah orang atau pemain yang paling banyak mendapat angka dari hasil menyeghog tersebut. Sekarang dibuat dari logam. yang penting bola bisa memantul keatas. permukaan atas yang ada bintik merahnya. Dilakukan dimana saja. D. Logam ini memiliki bentuk yang khas. Terdiri dari permukaan kasar yang ditandai dengan lubang-lubang kecil di permukannya berjumlah lima titik. Kalau bola tidak tertangkap atau bola memantul beberapa kali maka pemain dinyatakan mati. Ulangi lagi menyebar seluruh biji bekel dan diambil 2 biji bekel. C. permukaan halus yang ada tanda silang atau polos sama sekali. Kalau gathengan hanya menggunakan batu kerikil. pemain menggenggam seluruh biji bekel dan menyebar seluruhnya ke lantai sambil melemparkan bola bekel ke atas dan menangkapnya. bikkelen. diambil 4 biji bekel. Latar Belakang Bekelan berasal dari bahasa Belanda. Kalau ada yang mati mereka akan teriak kegirangan. bekelan menggunakan seperangkat alat khusus yang dinamakan bekel.17 awal.

4. Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini yaitu koin sebanyak 5. B. Permainan ini seperti ular tangga tetap[i alat yang digunakan sedehana dan tradisional. tetapi permainan ini sering dilakukan anak-anak di daerah Jawa tengah. C. Langkah kelima. Raup seluruh biji bekel dalam sekali genggaman. lalu ambil satu bekel. 2. remaja 13-16 th. balik posisi bekel posisi permukaan kasar menghadap ke atas semua. Penentuan Kemenangan Bila ada kesalahan dalam langkah nasgopel ini pemain harus mengulang ke langkah awal nasgopel. F. Pemain yang bisa melewati tahap ini dinyatakan sudah menang dan berhak untuk istirahat sambil menonton teman-temannya yang belum bisa menyelesaikan permainan.  Langkah keempat.18  Langkah kedua. balik seluruh posisi bekel bagian permukaan yang halus menghadap ke atas lalu ambil biji bekel seperti langkah ketiga. dan seluruhnya. balik posisi biji bekel menghadap kebawah dan ulangi langkah sepertei langkah kedua dengan mengambil biji bekel 1. . oleh karena itu permainan ini saya munculkan kembali karena pda zaman sekarang sudah tidak dditemukan lagi permainan ini karena sudah banyak permainan modern yang telah ada sehingga permainan tradisional alambat laun bakan hilang.com/2010/08/permainan tradisional anak indonesia. lalu ambil biji bekel seperti langkah sebelumnya. siang atau sore.30.blogspot. ambil 4 biji bekel. halaman atau tempat yang sudah bentuk gambarnya dan waktu pelaksanaannya bisa pagi. pengalaman pribadi waktu kecil dan http://wahw33d.  Langkah terakhir dinamakan Nasgopel. 12) PERMAINAN SAWAH/ ULAR TANGGA A.html diakses tanggal 07 maret 2011 pukul 19. ambil 2 biji bekel.  Langkah ketiga . Balik posisi bekel menghadap ke atas semua satu persatu. Sumber Data permainan ini saya peroleh dari pengalaman orang tua. E. Peserta Didalam permainan ini membutuhkan peserta 2-4 orang baik putra/putri dengan umur anak-anak 7-12 th. dan dewasa 17 th keatas. Ulangi terus sampai seluruh permukaan bekel menghadap ke atas semua. kemudian balik lagi semuanya menghadap kebawah semua. terus permukaan halus menghadap ke atas semua. Latar Belakang Sawahan merupakan permainan asli dari indonesia yang belum diketahui asal usulnya permainan ini. ambil 3 biji bekel. terakhir raup seluruh biji bekel. dan terakhir balik satu persatu permukaan kasarnya menghadap ke atas semua. Balik posisi biji bekel mengahadap ke atas semua.

pengolahan strategi meningkat. B. E. Tanggapan Masyarakat Masyarakat luas menanggapi permainan ini sangat positif karena dapat membuat orang dapat berkumpul kemudian bermain bersama dan dapat bersosialisasi antara anak yang satu dengan anak yang lain. Penentuan Kemenangan Permainan ini ditentukan menang kalahnya bila salah satu yang mendapatkan sawah/poin paling banyak maka sebagai pemenangnya. Tujuan Mengisi waktu luang. G. Cara jalannya permainan ini pertama koin ditaruh di atas tangan dengan telapak tangan menghadap kebawah kemudian dilemparkan keatas dan di tangkap. permainan ketangkasan dimana 2 pemain atau bisa lebih berlomba atau beradu cepat menyelentik daun secara bergantian sampai habis. kemampuan motorik.19 D. D. Sasaran Anak-anak. Peraturan Lapangan dan Peralatan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan bisa dialam terbuka . Permainan ini dimulai dari A dan berjalan mengikuti anak panah tersebut. setalah sampai di X dan Y kemudian kembali lagi ke A. memupuk sportifitas. ketepatan dan juga akan meningkat. laki-laki maupun perempuan E. Apabila tangkapan tersebut gagal maka pihak lawan yang akan melanjutkan . maka jumlah tangkapan koin akan menentukan berapa langkah akan berjalan. melatih jari-jari tangan. F. Gambar Permainan 13) PERMAINAN SLENTIKAN A. Pelaksanaan Permainan Permainan tradisional ini cara bermainnya cukup mudah yaitu seperti permainan ular tanggatetapi dengan bentuk lapangan persegi dan cara jalannya tidak menggunakan dadu melainkan menggunakan koin yang dilempar dan kemudian ditangkap. Manfaat Gembira atau senang. mka dari itu akan mendapatkan sawah 1/ poin 1. C. ketepatan mengarahkan sasaran dengan jari-jari tangan dan strategi. Latar Belakang Slentikan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya.

di lingkungan deket rumah yang banyak lorong untuk bersembunyi.  Setelah daun lawan habis. D. bersosialisasi. bermain dengan gembira. di halaman sekolah.20  Peralatan Peralatan yang digunakan Cuma menggunakan daun.  Lakukan begitu terus sampai dua kali menang. meningkatkan kerja sama serta kekompakan.daun turi dan masih banyak yang lainya.  Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai. B. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan slentikan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak. C. . meningkatkan kesegaran jasmani. Sasaran Anak-anak dan dewasa E. 14) PERMAINAN BANCAKAN A. daun yang digunakan biasanya daun pohon pete. Manfaat Mengisi waktu luang. diadakan humpimpa untuk menentukan siapa yang duluan menyentil atau menylentik daun tesebut. F. yang intinya daun tersebut dalam satu tangkai daunya banyak.  Slentik daun tersebut sampai bagian pinggirnya habis. meningkatkan kesegaran jasmani. maka anak tersebut menang dapat poin Satu. Sumber Sumber dari permainan slentikan ini adalah dari orang tua di desa kami yang bersifat turun temurun sampai sekarang. meningkatkan kerja sama serta kekompakan.albasia. Peraturan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan biasanya di pelataran rumah. Tujuan Mengisi waktu luang.asem. serta berusaha mencari lawan yang bersembunyi di kolong atau di balik pohon dan lainnya untuk di matikan dengan cara memenggil namanya. dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng. begitu seterusnya bergantian dengan lawanya. G. Latar Belakang Bancakan merupakan suatu permainan tradisional untuk menjaga daerah lingkaran yang berisi tumpukan genteng agar tidak dijatuhkan oleh pemain lawan.

yang ingin bermain bola tanpa memakai sepatu dan pergi kelapangan. Latar Belakang Permainan tradisional ini merupakan kreatifitas anak anak melayu yang ingin mengisi waktu luang dan bersenang senang bersama teman teman.  Waktu permainan ini tidak ditentukan .dia pernah bekerja slama 2 .tinggal bermain dimana saja misalnya di depan teras rumah atau dilantai asal tidak dijalan tol. 15) PERMAINAN SEPAKBOLA KERTAS A. dan pemain itu sudah tidak bias bermain lagi dan menunggu sampai permainan berikutnya.  Apabila pemain yang bersembunyi tertangkap maka cara mematikannya dengan cara memanggil namanya.  Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai setiap pemain memasukan pecahan genteng atau keramik ke suatu lingkaran dengan jarak yang telah desepakati.21  Peralatan.  Pemain yang menang terus saja berlari untuk bersembunyi. Pemain yang paling jauh melakukan lemparan atau jauh dari sasaran lingkaran itulah pemain yang harus menjaga lingkaran tersebut. Sumber Sebenarnya saya terinspirasi setelah menonton Upin Ipin yang sedang bemain sepak bola kertas. Dalam permainan ini alat yang digunakan sangat mudah hanya menggunakan pecahan genteng atau kramik. apabila pemain itu sendiri merasa bosan maka permainan dihentikan dan juga apabila pemain yang kalah secara terus menerus maka pemain dihentikan.saya yakin ini dari orang orang jaman dulu yaitu permainan tradisional orang melayu.  Setelah itu pemain yang kalah menata pecahan genteng tersebut untuk dirapikan di tengah lingkaran dan mencari para pemain yang bersembunyi.dan saya coba search di google ternyata ada.  Permainan akan diulang kembali apabila pemain yang jaga tidak bias mematikan pemain lawan secara terus-menerus.  Pemain Bancakan biasanya dimainkan oleh putra maupun putrid dengan pengelompokan umur.dan saya kemarin bertanya kepada salah seorang teman saya Chandra. B. dan saya coba mencari asal usulnya digoogle tapi tidak ketemu.  Apabila ada pemain yang bias lolos dan biasa merobohkan tumpukan genteng tersebut tanpa diketahui pemain yang jaga maka pemain yang sudah dimatikan biasa ikut bermain kembali.

22

tahun di Malaysia ,dan dia sering melihat anak anak Selangor memainkan permainan sepak bola kertas.dan katanya mereka mengklaim permainan tersebut dari Selangor, Malaysia. C. Alat dan Fasilitas Kertas dan Area bermain. D. Pelaksanaan Permainan Dengan cara bergantian,pemain dengan umpan bola tanpa terkena lawan lanjut.  Jika bola masuk ke kolong kertas maka disebut hans ball.  Jika memberi umpan dilihat lebih dekat mana. Jika lebih deket pemain kita maka kita berhasil mengumpan,bgitu juga sbaliknya jika lebih dekat pemain lawan maka permainan diambil alih.  Jumlah pemain ada 22.  Jika bola keluar terjadi lemparan kedalam,dengan cara kertas di balik.  Begitu juga dengan bila bola meninggalkan lapangan sebelah gawang maka akan terjadi tendangan pojok.  Pelanggaran hanya hand ball,dan tak ada kartu merah dan kartu kuning.  Kiper boleh digerakkan tetapi tidak boleh digerak gerakkan untuk meng halau tembakan lawan.  Siapkan papan sepakbola kertas pada sebuah bidang datar. Boleh di atas meja, di atas lantai,di atas tanah atau karpet, tapi jangan di atas jalan tol.  Letakkan unit-unit pemain pada posisi sesuai kehendak. Satu unit bertindak sebagai kiper dan diletakkan pada salah satu kotak yang ada tepat di depan gawang.  Lakukan suit (boleh gaya tradisional gajah-orang-semut ataupun batugunting-kertas) untuk menentukan siapa yang memegang bola pada awal pertandingan.  Kick off dilakukan oleh pemain yang memegang bola.  Dribbling berarti unit bergerak sambil membawa bola. Sebelum dribbling, unit harus memindahkan bola ke arah pergerakannya. Memindahkan bola memakan satu langkah.  Gol terjadi jika pemain yang menendang memenangkan adu angka dengan kiper. E. Penentuan kemenangan Siapa yang bisa memasukan bola ke gawang terbanyak dia pemenangnya.

16) PERMAINAN TANGKAP LARI
A. Peserta Untuk peserta permainan disini bebas siapa saja boleh melakukan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa ,laki laki maupun perempuan sedang untuk jumlah pemain minimal 9 dan maksimal tidak terbatas

23

B. Alat yang Digunakan Sebenarnya di permainan ini tidak menggunakan alat apa-apa mungkin hanya tanda untuk batas tempat berdiri. C. Pelaksanaan Permainan Pertama-tama semua peserta melakukan hompipah atau diundi untuk menentukan yang di jaga.setelah ada yang jadi,para pemain yang jadi pelari di bagi menjadi beberapa kelompok.untuk pembagian kelompok tergantung jumlah peserta,jika hanya sedikit bias di bagi menjadi 2-3 kelompok.cara bermain nya adalah setiap kelompok berbaris di tempat berdiri ke belakang.lalu pemain paling depan berdiri 1-2 langkah kebelakang agar bisa ditempati oleh peserta yang lain.peserta yang lari awal ada 2 dan harus dikejar oleh 2 orang yang jaga,untuk peserta aman harus masuk kedalam tempat berdiri,supaya tidak di tangkap,lalu jika ada pemain yg paling belakang harus lari begitu seterusnya. Permainan ini sebetulnya tidak ada yang menang dan kalah karena hanya untuk kesenangan tapi jika boleh disimpulkan pemain yang menang adalah yang sedikit jadi penjaga dan yang kalah adalah yang sering jaga.

17) PERMAINAN DIR - DIRAN
A. Latar Belakang Dir-diran H-A yang berarti bermain gundu atau kelereng. Nama H-A sendiri berasal dari model lapangannya yang terdapat huruf H dan A yang merupakan salah satu bagian dari bentuk lapangan. B. Peserta Jumlah peserta pada permainan ini minimal 2 orang sampai tak terhingga. Biasanya permainan ini tidak mengenal umur dan jenis kelamin. Baik tua, muda, laki-laki maupun perempuan bisa bermain di permainan ini. C. Alat Alat yang dibutuhkan antaralain gundu atau kelereng sebanyak peserta. Biasanya peserta membawa sendiri. Tempat untuk menyelenggarakan yang paling tepat adalah ditempat yang tanahnya rata. Bisa dibawah pohon atau di halaman rumah. Berikut ini adalah contoh gambar lapangannya. D. Pelaksanaan Mula-mula para pemain melakukan lemparan awal dengan sasaran garis yang berada diujung lapangan permainan yang berjarak kira-kira 5 meter. Pemain yang mempunyai jarak terdekat dengan garis berhak menjadi pemain pertama. Begitu juga dengan peserta selanjutnya. Jika lemparan melebihi garis maka kelereng harus ditaruh dihuruf H. Ini berlaku jika pelempar melebihi garis yang pertama. Jika ada yang melempar melebihi garis lagi maka diaruh pada huruf A. Jika ada lagi maka ditaruh di belakang huruf H. Begitu seterusnya. Lemparan harus melebihi huruf H. Jika tidak maka lemparan harus diulang. Jika lemparan mengenai kelereng dari peserta lain maka kedua pemain harus mengulang lemparan. Cara untuk mematikan peserta adalah dengan membidik

24

kelereng lawan sampai kena. Jika terkena maka kelereng tersebut menjadi milik pemain yang mengenai. Jika orang yang tadi terkena bidikan dari pemain lain maka dia harus membayar 2 kelereng sekaligus, yaitu kelerengnya dan pemain yang terkena tadi. E. Penentuan Kemenangan Pemenang dinyatakan menang jika berhasil mematikan peserta terbanyak dengan hasil kelereng terbanyak pada akhir permainan. F. Sumber Permainan ini bersumber dari pengalaman kecil saya dan cerita dari orangtua.

18) PERMAINAN ENDOK
A. Latar Belakang Permainan berasal dari daerah Sleman yang bertujuan untuk bersenangsenang serta mengembangkan keterampilan seorang anak. Sumber permainan berasal dari turun temurun di Desa serta masyarakat menganggap permainan ini mudah dimainkan dan hanya membutuhkan alat dan fasilitas yang sederhana. B. Alat dan Fasilitas  Batu ukuran sedang yang mudah digenggam anak jumlahnya 10-15 batu.  Halaman yang teduh. C. Peserta dan Pelaksanaan Permainan  Peserta yang mengikuti permainan ini berjumlah 10 anak dengan umur 812 tahun dan bisa dimainkan putra putri secara bersamaan ataupun disendirikan.  Dari jumlah peserta tersebut kemudian diundi 1 anak untuk menjadi penjaga telur (endok).  Setelah di dapat penjaga dan pengambil telur, masing-masing anak menempati tempat permainan sesuai aturan yang di tentukan yakni penjaga berada di dalam lingkaran menjaga telur dan yang lain berada di luar lingkaran sebagai pengambil telur.  Pengambil telur boleh saling bekerja sama untuk mengambil telur yang dijaga dan dalam mengambilnya boleh menggunakan tangan ataupun ditendang dengan kaki asalkan telur dari batu itu keluar dari lingkaran yang dijaga penjaga telur tadi.  Apabila saat pengambil telur tadi tersentuh (semua anggota badan) saat mengambil telur di dalam lingkaran maka pengambil telur itu dinyatakan mati dan harus giliran menjadi penjaga telur. Dari hal tersebut pengambil telur yang tersentuh tadi wajib mengembalikan semua telur yang telah didapatnya ke dalam lingkaran dan permainan dilanjutkan sampai telur habis.  Jika semua telur sudah di ambil permainan dilanjutkan untuk menyembunyikan telur yang telah didapat.

25  Untuk penentuan pemenang yakni anak yang paling banyak mengumpulkan telur dan apabila ada anak yang tidak mendapatkan telur maka ia harus ikut mencari telur dengan penjaga tadi di tempat yang telah di tentukan sebelumnya. dalam permainan ini juga banyak dijumpai anak-anak berlari-lari dalam permainannya. Ada kalanya. Pelaksanaan Permainan  Misalkan ada lima pemain yakni A. anak-anak mulai membuat garis silang tegak lurus dengan panjang garis masing-masing sekitar 2. nantinya dipakai untuk pemain jadi. C. untuk gembok semua telur yang disembunyikan tidak akan di beri tahu dan kunci semua telur yang disembunyikan diberitahu dengan konsekuensi jika sampai batas waktu yang di tentukan tidak menemukan maka ia harus kembali menjadi penjaga telur dalam permainan selanjutnya. di daerah lain juga kadang menamai sebuah permainan itu dengan nama kucing-kucingan. meliputi Jawa Tengah. Jawa Timur. Biasanya yang bermain permainan ini adalah anak-anak yang berumur 8-12 tahun dari semua golongan masyarakat tanpa membedakan status sosial. . bisa halaman rumah. Itulah sebabnya. B. D. atau lapangan. 19) PERMAINAN KUCING . setidaknya pada tahun 1913 (menurut sebuah sumber pustaka Serat Karya Saraja). dan E hendak bermain kucing-kucingan. masyarakat Jawa menamai permaianan ini dengan permainan kucing-kucingan. Selain itu. Pada prinsipnya dalam permainan ini ada sebuah syair yang sering dilantunkan berirama secara bersama-sama oleh semua pemain. Sementara tengah garis. permianan lain yang berbeda.  Dalam pencarian di berikan 2 pilihan yakni gembok atau kunci.5 meter. Latar Belakang Kucing-kucingan. karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari. halaman kebun. Umumnya yang bermain permainan kucing-kucingan adalah anak lakilaki. C. Peserta Permainan kucing-kucingan yang dimaksud di sini adalah sebuah permainan anak yang melibatkan 5 pemain (bisa laki-laki semua atau perempuan semua). Kemudian. Alat dan Fasilitas Sementara alat yang digunakan untuk permainan ini hanya membutuhkan halaman yang luas. adalah satu satu jenis permainan tradisional masyarakat Jawa yang juga sudah lama dikenal. D. B. Permainan ini juga sering disebut permainan Kus-Kusan atau Alih Lintang. Yogyakarta. yang bunyinya‖ Dha mbuwang kucing gering‖. dan DI. Permainan ini menyebar di berbagai daerah di Jawa. Lalu mereka menuju ke halaman tempat bermain. keempat ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan kaki yang melingkar. Di halaman inilah.KUCINGAN A. Kenapa lebih dikenal dengan nama permainan kucing-kucingan.

menempati masing-masing lingkaran kecil di ujung garis. Bagi pemain yang tidak mendapatkan tempat kosong. maka ia dianggap sebagai pemain jadi. salah satu anak membuat garis silang tegak lurus dengan panjang masing-masing garis 2. Sementara itu pemain mentas lainnya. pemain A dan B sedang saling berpindah. ia dipegang bersama-sama oleh semua pemain mentas ke sebuah tempat (misalkan berjarak 20 meter dari tempat permainan). kadang-kadang saat mereka berpindah tempat dan belum sempat menempati tempat baru sudah kepergok pemain dadi. Setelah itu mereka saling berpindah tempat. maka caranya dengan melangkahkan satu kaki dilangkahkan ke luar dan tangan saling berjabat tangan. Tanggapan Masyarakat Sayangnya. bisa saling berganti tempat dengan pemain di sebelah kiri atau kanannya. dari tempat pembuangan ini. yakni ―Dha mbuwang kucing gering‖. ujung-ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan memakai tumit kaki yang dibuat melingkar. Syair itu dinyanyikan berulang kali hingga si pemain dadi sampai di tempat tujuan pembuangan. Biasanya perpindahan tempat ini menunggu pemain dadi terlena. maka berubah menjadi pemain dadi. mereka berlomba-lomba berlari secepatcepatnya untuk mencari lingkaran yang masih kosong. Apabila mereka hendak berpindah tempat. E. Tetapi. C. Begitu pula pemain lainnya. .  Pemain jadi tempatnya di tengah-tengah garis silang. dan D. B. tetapi belum sempat menempati lingkaran baru. Kemudian para pemain melakukan hompimpah dan sut. Begitu seterusnya permainan ini berlangsung hingga mereka merasa bosan dan hendak berhenti atau bermain dolanan lainnya. berarti menjadi pemain dadi dan harus menempati tempat di tengah. Anak yang paling kalah. Caranya. sehingga pemain dadi segera menempati tempat lingkaran yang masih kosong. semua pemain mentas menyanyikan sebuah syair yang terdiri dari sebuah kalimat. saat pemain B menjadi pemain dadi dikungkung hingga 5 kali perpindahan antar pemain mentas. pemain B didahului pemain E. yakni pemain A. Jika seperti itu. misalkan pemain E. maka pemain mentas yang tidak mendapatkan tempat baru. maka pemain B yang kemudian harus menjadi pemain dadi. Misalkan.26 Setelah itu.  Jika pada tahap selanjutnya. Misalkan pemain A. jenis dolanan kucing-kucingan ini juga sudah sangat jarang dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang. Setelah selesai. Saat dibuang. bisa berganti tempat dengan pemain B atau C. Pemain mentas berhak saling berpindah tempat dengan temannya. maka ia menjadi pemain dadi yang berhak dibuang. Setelah itu.5 meter.

Demikian seterusnya personil yang terkejar dan disentuh oleh pengejar akan ikut mengejar. Pelaksanaan Permainan  Personil yang terkena hitungan yang ke-20 merupakan personil pertama kali yang harus mengejar teman – temannya (personal yang ngori‘). Peserta Dalam permainan ori‘an pesertanya minimal 20 orang dan selebihnya tidak terbatas. maka setelah hitungan ke-20.Personil yang terkena hitungan yang ke-20 akan menjadi personil pertama yang mengejar (ngori‘).mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda. E. Yogyakarta: Kepel Press http://www.Personil yang bisa dikejar dan disentuh oleh pengejar pertama. Sasaran Anak-anak dan remaja. D.27 F. Hitungan berhenti pada hitungan ke20 berikutnya. ketiga.  Jika kelompok bermain lebih dari 20 orang.bersama dengan pengejar pertama akan ikut mengejar (ngori‘) teman – teman yang belum terkejar. dan seterusnya kearah kanan personil hitungan pertama. 2004.baik anak laki-laki maupun perempuan.blogspot.tembi. Alat yang Digunakan Tidak memerlukan alat tertentu F. hitungan dilanjutkan lagi kehitungan pertama sehingga setiap personil turut kebagian dalam menghitung. bersama . Sumber ahmadwijaya. B.com . Sehingga para pengejar akan semakin banyak dan bahu membahu mengejar teman-temannya yang belum terkejar. Sumber Permainan Tradisional Jawa. dkk. Salah seorang personail mengambi linisiatif sebagai hitungan pertama. Dilanjutkan dengan hitungan kedua.Permainan ini berakhir jika tidak ada lagi personil yang harus dikejar dan diburu. Latar Belakang Ori'an adalah permainan tradisional indonesia dari sumatra selatan tepatnya dari bumi sriwijaya.  Tidak ada istilah menang dan kalah dalam permainan ini. Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan kualitas kesegaran jasmani.org/ensiklopedi/. C.  Sekelompok orang memulai permainan dengan membuat lingkaran tertutup dengan bergandengantangan. 20) PERMAINAN ORI’AN A. G. Sukirman Dharmamulya.

B. Lapangan Pada permainan betemplekan lapangan berbentuk lingkaran dengan diameter kurang lebih 4 meter G.28 21) PERMAINAN BETEMPLEKAN A. Penentuan Kemenangan Peserta yang dapat mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka dinyatakan sebagai pemenang. Peserta Dalam permainan betemplekan pesertanya minimal 2anak jika lebih dapat dibagi menjadi dua kelompok. E.kedua anak tersebut saling beradu kekuatan dengan menggunakan lutut dimana lutut tersebut ditekuk. I. meningkatkan kebugaran jasmani dan bersosialisasi . Tujuan Untuk mengisi waktu luang C. C. Latar Belakang Betemplekan adalah permainan tradisional indonesia dari nusa tenggara barat. Pelaksanaan Permainan Setiap peserta engklek dan saling mengeluarkan peserta di dalam lingkaran dengan peserta lain. H. Manfaat Senang. Sumber antaramataram. B. Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan keseimbangan. Permainan ini menggambarkan usaha dari kucing atau dalam bahasa bali disebut menguntuk menangkap sitikus atau bikul.com 22) PERMAINAN MEONG – MEONGAN A. Sasaran Anak-anak dan remaja D. peserta yang berhasil mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka di anggap sebagai pemenang. Latar Belakang Meong-meongan merupakan permainan tradisional masyarakat bali yang umum dimainkan oleh anak-anak di bali. F. Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus.  Permainan ini di mainkan oleh dua anak.kualitas kesegaran jasmani.siapa yang berhasil mengeluarkan lawan keluar lingkaran ialah pemenangnya.mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda.

B. Peralatan Dalam permainan ini tidak menggunakan peralatan hanya menggunakan halaman atau tempat yang kosong F. Kalau di yogyakarta dan sekitarnya permainan ini di kenal dengan nama Incak-incak Alis (Ancak Ancak Alis) yang beda Cuma lagu dan dialognya kalau tata cara permainanya sama yang jelas kalau di yogyakarta menggunakan bahasa jawa. Penentuan kemenangan Dalam permainan ini tidak apa penentuan menang kalah. H. D.hanya untuk mencari kesenangan semata I. Peraturan Permainan Pelaksanaan Permainan  Lapangan dan Peralatan .SD). Tujuan Permainan Ular Naga Panjangnya ini bertujuan untuk melatih kemampuan gerak yang disertai dengan lagu agar memperoleh kesenangan dalam bermain dan memupuk sikap kerja sama serta rasa bersosialisasi. Meong akan berusaha masuk kedalam lingkaran dan berusaha menangkap bikul. Pemainnya biasanya sekitar 5-10 orang. Anak-anak yang membentuk lingkaran juga akan berusaha menghalangi meong masuk kedalam lingkaran.29 D.com 23) PERMAINAN ULAR NAGA PANJANGNYA A. Manfaat Dengan adanya kesenangan ini dapat mengurangi ketegangan . Sasaran Anak-anak maupun orang dewasa E. G. Pelaksanaan Permainan Peraturan dalam permainan ini adalah satu orang memerankan bikul (tikus) satu orang memerankan sebagai meong (kucing) dan yang lainnya bertugas melindungi bikul dari meong dengan cara membentuk lingkaran kemudian sibikul berada di dalam lingkaran sedangkan meong berada di luar lingkaran. Latar Belakang Ular Naga adalah satu permainan berkelompok yang biasa dimainkan anak-anak Jakarta di luar rumah di waktu sore dan malam hari. C. Lebih menarik apabila dimainkan di bawah cahaya rembulan. Sumber : balaibanjar. bisa juga lebih. Peserta Dalam permainan ini biasanya diikuti oleh lebih dari 8 orang atau lebih. Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumah yang agak luas. remaja putra – putrid E. anak-anak umur 5-12 tahun (TK . Sasaran Anak – anak.

Permainan akan dimulai kembali. misal buah . karena salah satu daya tarik permainan ini adalah dalam dialog yang mereka lakukan. yakni anak yang berada di belakang berbaris sambil memegang ujung baju atau pinggang anak yang di mukanya.buahan. Kemudian dua anak lagi yang cukup besar bermain sebagai "gerbang". Sebelumya yang jaga atau yang menjadi gerbang misal si A dan si B.akan berdialog dan berbantah-bantahan dengan kedua "gerbang" perihal anak yang ditangkap. Hanya memerlukan lapangan dengan ukuran 10 x 10 m. sambil menyanyikan lagu. Demikian berlangsung terus. sehingga anak-anak ini saling tertawa. Pada saat terakhir. . Seorang anak yang lebih besar. hingga "induk" akan kehabisan anak dan permainan selesai. Atau. sebagai Ular Naga yang berjalan-jalan dan terutama mengitari "gerbang" yang berdiri di tengah-tengah halaman. A Strawberry. dan juga bisa dilakukan di dalam ruangan. dan lalu ada lagi seorang anak yang ditangkap. Dalam bermain tidak memerlukan peralatan. Sampai pada akhirnya. atau paling besar. Ular Naga kembali bergerak dan menerobos gerbang. dan berdasarkan pilihannya. Seringkali perbantahan ini berlangsung seru dan lucu. "Induk" dan "gerbang" biasanya dipilih dari anak-anak yang tangkas berbicara.30 Dalam bermain permainan Ular Naga Panjangnya ini tidak memerlukan lahan yang cukup luas. dengan berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan di atas kepala. sebelum permainan dimulai mereka kompromi dulu mau pake pilihan apa. Ini bisa menggunakan lapangan terbuka. si "induk" --dengan semua anggota barisan berderet di belakangnya-. Barisan akan bergerak melingkar kian kemari. Ular Naga akan berjalan melewati "gerbang". anak-anak bubar dipanggil pulang orang tuanya karena sudah larut malam. permainnya rata – rata berjumlah 5 sampai dengan 10 orang dalam tiap kelompoknya. Perbantahan lagi. kalau apel ya ikut B. Pada saat-saat tertentu sesuai dengan lagu. ditempatkan di belakang salah satu "gerbang". Kalo pilih strawbery brarti dia ikut A. si anak yang tertangkap disuruh memilih di antara dua pilihan.  Jalannya Permainan Anak-anak berbaris bergandeng pegang 'buntut'. seorang anak yang berjalan paling belakang akan 'ditangkap' oleh "gerbang". lapangan rata. si B Apel.  Pemain Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki maupun anak permempuan. Dengan terdengarnya nyanyi. Setelah itu. bermain sebagai "induk" dan berada paling depan dalam barisan. ketika lagu habis. tanpa sepengetahuan teman teman yang lain kalau nanti orang yg terbelakang/ tertangkap ditanya 'pilih apel ato strawberry?'.

Letak Makkah berada di tengah-tengah atau di antara kedua regu. F. . Sumber Keterangan mengenai permainan Ular Naga Panjangnya ini diperoleh melalui informasi di internet dan juga melalui cerita dari kakek nenek dan orang tua. tapi dalam permainan ini inti permainan ini adalah kedua regu berlomba-lomba dapat mencapai titik sasaran atau yang disebut makkah. Yang sangat bermanfaat. Pelaksanaan Permainan  Kedua regu saling berhadap-hadapan pada suatu garis lurus secara berurutan atau sejajar. Demikian berlaku dua atau tiga kali. dan mulai lagi menjalar dan menyanyikan lagu di atas. Ular naga panjangnya bukan kepalang Menjalar-jalar selalu kian kemari Umpan yang lezat. termasuk si "gerbang". barisan mengucap "kosong kosong . permainan ini biasanya dilakukan anak 9-13 tahun atau lebih. Nama permainan tradisional makah-makah merujuk pada ―makkah‖ aatau ―mekah‖ yang dapat diartikan menjadi kiblat. Dan bias dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan.  Pada kali yang terakhir menerobos "gerbang". D. C.isi" berkali-kali.  Kedua regu menghadap ke titik sasaran atau Makkah.yaitu sebiji batu atau benda lain yang berukuran kecil yang mudah disembunyikan dalam genggaman tangan. Alat yang Digunakan Alat yang digunakan sangat mudah. 24) PERMAINAN MAKAH . Latar Belakang Permainan ini berasal dari Nangroe Aceh Darusalam mengemban pesanpesan moral dan nilai-nilai budaya.  Masing-masing regu bertanding untuk dapat sampai terlebih dulu ke titik sasaran atau Makkah. sambil menerobos "gerbang". yakni pada saat barisan bergerak melingkar atau menjalar.peserta nya paling sedikit 4 orang. Jarak antara regu yang satu dengan regu yang lain adalah sekitar 2 (dua) meter.kosong" berkali-kali hingga seluruh barisan lewat. B. hingga akhir barisan dan anak yang terakhir di buntut ular ditangkap ("gerbang" menutup dan melingkari anak terakhir dengan tangan-tangan mereka yang masih berkait). barisan mengucap "isi isi .MAKAH A.31  Lagu ini dinyanyikan oleh semua pemain. Peserta Permainan ini dilakukan oleh dua regu. itu yang dicari Kini dianya yang terbelakang  Kemudian.

 Setiap anggota kedua regu. baik yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu atau yang pura-pura diberi batu untuk mengecoh regu lawan.  Supaya pemberian batu tidak diketahui oleh regu lawan. Cara masing-masing ketua regu menebak di mana keberadaan batu milik regu lawan adalah dengan menunjuk salah satu anggota regu lawan yang dianggapnya memegang batu tersebut. bersikap seolah-olah sedang menggenggam batu dengan menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung. yaitu dengan seolah-olah memberikan batu kepada semua anggota regu yang dipimpinnya meskipun sebenarnya yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu hanya satu orang.  Tebakan yang dilakukan oleh kedua regu secara bergantian ini dilakukan dengan terus-menerus hingga salah satu regu dapat mencapai titik sasaran atau Makkah. Permainan Makah-Makah bisa dilakukan di tanah lapang atau di pekarangan rumah dengan lahan yang agak luas karena melibatkan cukup banyak peserta. .  Setelah batu yang asli disembunyikan oleh salah satu anggota regu sementara anggota regu yang lain seolah-olah juga memegang batu dengan berpura-pura menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung. maka tugas ketua regu kedua adalah menebak di mana batu yang dimiliki oleh regu pertama. maka masingmasing ketua regu harus mempunyai strategi. Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini E. Hal ini dilakukan secara bergantian dan berlaku juga untuk regu kedua.32  Tugas ketua regu pertama adalah mengawasi atau menempatkan batu yang diberikan kepada salah satu anggota regunya. maka regu pertama diperbolehkan untuk maju selangkah ke depan. Begitu pula sebaliknya  Saling menebak itu dilakukan secara bergantian.  Apabila regu kedua tidak betul atau salah dalam menerka di mana keberadaan batu yang dimiliki oleh regu pertama. Pemberian batu oleh ketua regu pertama dilakukan dengan rahasia atau tidak boleh sampai diketahui oleh regu kedua. regu pertama akan semakin mendekati titik sasaran atau Makkah. Penentuan Kemenangan Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini. F. Hal yang sama juga dilakukan oleh ketua regu kedua. Dengan demikian. Waktu dan Tempat Permainan Makah-Makah biasanya dilakukan oleh anak-anak di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan sekitarnya pada waktu sore hari atau pada saatsaat senggang.

Namun umumnya dilakukan oleh anak laki-laki. Sumber Permainan tradisional merupakan simbolisasi dari pengetahuan yang turun-temurun dan mempunyai fungsi atau pesan di baliknya. Latar Belakang Garu-garuan adalah permainan tradisional Indonesia yang berasal dari Lampung. Peserta Dalam permainan ini peserta yang dibutuhkan minimal 2 orang dan selebihnya tidak terbatas baik laki-laki maupun anak perempuan.melayuonline. D.33 G. E.  Setelah sampai diujung yang ditentukan. dan melatih kesopanan dan ketangkasan. Persiapan Permainan ini dilakukan oleh sekelompok anak asalkan mempunyai pasangan dan jumlahnya tak terbatas.  Masing masing pasangan tidak boleh mengotori jalur pasangan lain dengan kerikil atau benda berbahaya lainnya.Maka dalam permainan ini tidak ada kedua hewan tersebut dan diganti dengan manusia.GARU A. F.  Pada hitungan ketiga setiap pasangan harus mulai berjalan. Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus. G.Hanya menggunakan tangan dan kaki kita saja. . www.selain itu dibutuhkan tanah yang lapang dan permukaannya rata dan aman. Sasaran Anak anak dan remaja. peserta harus melakukan pergantian posisi dengan pasangan masing-masing. Tujuan Permainan ini bertujuan untuk mengisi waktu luang anak-anak dan meningkatkan kekuatan otot tangan. berkreasi. C. memperoleh keterampilan.  Tidak boleh menabrak pasangan lain. bisa menggunakan sapi maupun kerbau. Tanggapan Masyarakat Permainan tradisional merupakan hasil budaya yang besar nilainya bagi anak-anak dalam rangka berfantasi. garu itu sendiri adalah proses membajak sawah menggunakan hewan. berolahraga yang sekaligus berfungsi sebagai sarana latihan untuk hidup bermasyarakat. B. Peraturan Permainan  Setiap pasangan berdiri pada tempat yang sudah ditentukan dan salah satu dari setiap pasangan berdiri menggunakan tangan dan kakinya dipegang oleh pasangannya.com 25) PERMAINAN GARU . H.

E. J. panca indra peraba meningkat. Tujuan Bermain.  Pemain  Krubungan bisa dimainkan oleh putra maupun putri. melatih kejujuran. Peraturan Permainan  Lapangan dan Peralatan  Lapangan Tempat bermain bisa di alam terbuka maupun tertutup akan tetapi lebih baik dilantai yang bersih.  Peralatan Alat untuk merubungi atau untuk menutupi bisa menggunakan: Terpal. D. Pelaksanaan Permainan Setiap pasangan menentukan siapa yang terlebih dahulu menjadi kerbaunya dan harus berjalan dengan tangan dan kaki yang menjadi kerbau tadi dipegangi pasangannya. mengisi waktu luang.Setelah hitungan ketiga maka setiap pasangan tadi mesti berjalan bahkan boleh berlari asalkan tangannya kuat. Seprai.setelah sampai diujung maka setiap pasangan mengganti posisi dan kembali berjalan ketempat semula. Slimut. B. I. Siapa yang paling cepat sampai ditempat semula maka pasangan itulah pemenangnya. Manfaat Gembira. jumlah orang atau pemain menyesuaikan besarnya pengrubung . Sumber Opu Lis\orang lampung{Waykana} 26) PERMAINAN KRUBUNGAN A. Tanggapan masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan anaknya melakukan parmainan ini namun ada beberapa orangtua yang tidak menyukai anaknya bermain ini dengan berbagai alasan yang mereka punyai. menurunkan emosional dan bersosialisasi. Sasaran Anak-anak dan remaja. Layar. melatih daya pikir otak. Jarit. sikap kebersamaan dan kekeluargaan. H. C.34  Peserta yang terlebih dahulu kembali ke garis awal adalah pemenang. Latar Belakang Krubungan adalah permainan yang sering dilakukan oleh anak-anak setiap sore jam 5 (lima) untunk menunggu mulainya shalat maghrib (berjama‘ah) dan mengaji. biasanya setelah terdengar suara adzan maghrib permainan dihentikan terus dilanjutkan shalat berjama‘ah dan mengaji.

bersosialisasi.  Selanjutnya pemain yang tidak menjadi penunggu masuk dalam pengkrubung (penutup). melatih panca . dan orang yang dapat ditebak oleh penunggu keluar dari tempat pengkrubung. untuk menghindari hal-hal negatif.  Begitulah seterusnya permainan dilakukan sampai saatnya terdengar bunyi adzan.  Setelah semua pemain sudah masuk kedalam krubungan (penutup) sipenuggu membuka matanya dan mendekati krubungan lalu meraba pemain yg ada di dalam krubungan (penutup) dan mencoba menebak namanya. dengan mengelompokan jenis klamin laki-laki dan perempuan.  Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai. jadi laki-laki main sendiri dan perempuan sendiri.  Apabila sipenunggu berhasil meraba salah satu pemain dan dapat menebak siapa nama orang itu maka penunggu berhasil.  Seandainya sipenunggu cuma bisa menebak satu pemain lalu menyerah berarti pemain yang ketebak tadi berganti menjadi penunggu dan apabila yang tertebak lebih dari 1 (satu) orang misal 4 (empat) orang maka empat orang tersebut melanjutkan nyayian ―sing siripit‖. F. diadakan nyanyian ―sing siripit‖ untuk menentukan siapa yang akan menjadi penunggu lobang. Nyanyianya yaitu: sing siripit tulang bawang sapa sing kejepit tunggu lubang  Sebelum mulai permainan penunggu lobang terlebih dahulu mengenali bentuk fisik atau apa saja dari pemain yang dikerubungi (dititupi) agar penunggu dapat menebak orang yang diraba. dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng.  Masing-masing kelompok laki-laki dan prerempuan dipisah.35 (penutup). bermain dengan gembira.  Setelah selesai mengenali bentuk fisik lalu sipenunggu mengejamkan matanya sebentar sampai pemain dikerubungi (ditutupi) selesai. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan krubungan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak. sipenunggu boleh menebak semua pemain sampai ketebak semua.

36

indra, melatih daya pikir otak, melatih kejujuran, mempererat silaturahmi, dan menjalankan shalat jama‘ah bersama dan mengaji. G. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional krubungan yaitu dengan cara tanya jawab terhadap masyarakat Desa Pesuningan, Prembun, Kebumen. Sumber Informasi antaralain: Salamah Beliau adalah nenek saya, beliau telah memberi informasi tentang permainan krubungan. Juwariyah Beliau adalah ibu saya, beliau telah memperjelas informasi tentang permainan krubungan yang selama ini saya mainkan.

27) PERMAINAN KRIKILAN
A. Latar Belakang Permainan ini sudah ada di daerah saya tingggsl. Biasanya dimainkan oleh anak-anak dan remaja. Bentuk permainan berupa permainan yang menggunakan kerikil-kerikil kecil, siapa yang bias mendapatkan paling banyak kerikil berarti dialah yang menjadi pemenangnya. Dengan cara dua jari telunjuk dan jarimanis membentuk huruf yang menyerupai huruf ―A‖ melewati kerikil tersebut dan jangan sampai jari tersebut menempel salah satu kerikil tersebut. Permainan ini dilakukan hanya untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan konsentrasi. Serta dapat meningkaatkan pergaulan antar teman dan melatih kejujuran. B. Pemain  Sasaran : anak-anak SD dan remaja  Sek : Laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang C. Alat, tempat dan Waktu  Alat : kerikil  Tempat : halaman rumah, teras rumah  Waktu : dimainkan kapan saja saat anak-anak pada waktunya bermain. D. Pelaksanaan Permainan  Sebelum pertandingan dimulai, biasanya melakukan undian untuk siapa yang pertama untuk menjalankan permainan.  Dengan cara kerikil dipegang dengan kedua tangan membuka ke atas kerikil tersebut diangkat kira-kira 4 cm dari atas tanah atau lantai. Kemudian kerikil dijatuhkan.  Kerikil tersebut pastinya berserakan dengan jalan melewati kerikil satu persatu dengan ujung jari telunjuk dan jari manis menempel lantai, harus meleti kerikil tersebut dan jangan sampai menempel kerikil yang lain.  Jika salah satu jari menempel kerikil maka permaian berhenti dan pemain yang satunya lagi yang bermain. Dengan cara seperti di awal, begitu seteeerusnya sampai kerikil tersebut habis.

37

E. Penentuan Kemenangan Pemain dikatakan sebagai pemenan jika paling banyak mendapatkan kerikil F. Tanggapan masyarakat Permainan ini sekarang sudah jarang dimainkan oleh anak-anak jaman sekarang, bahkan sudah tak ada lagi yang memainkannya lagi. G. Sumber Pengalaman saat masih kecil, dari masyarakat setempat di daerah saya tinggal.

28)

PERMAINAN TRI LEGENDRI NOGOSARI

A. Latar Belakang Sejarah permainan ini dimainkan sederhana dan sering dilakukan oleh anak-anak di zaman dahulu, paling tidak sebelum tahun-tahun 1980-an, ketika televisi belum mewabah. Ketika itu andalan permainan anak-anak adalah dolanan berkelompok dengan memanfaatkan benda-benda di sekitar lingkungan, seperti batang kayu, daun, batu, kerikil, kreweng, biji buah, dan sebagainya. B. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh sekelompok anak-anak, remaja dan dewasa. Pada umumnya mereka memainkan permainan ini semata-mata hanya untuk menciptakan unsur kegembiraan. Dolanan ini biasanya dimainkan oleh anak-anak kecil di halaman luas di sekitar rumah atau di sekitar lapangan. Anak-anak yang bermain biasanya berumur sekitar 7—14 tahun dan yang sering bermain adalah anak laki-laki, karena mengandalkan kekuatan fisik untuk berlari. Namun kadang juga dimainkan oleh anak perempuan atau campuran. C. Alat yang Digunakan Anak-anak yang hendak bermain dhoktri biasanya berkumpul dulu di suatu tempat (halaman, pekarangan, kebun, atau lapangan). Setelah berkumpul, mereka mencari pecahan genting atau gerabah (disebut kreweng atau wingka) Selain itu mereka juga harus mencari sebuah batu agak besar yang berfungsi sebagai kodhok (penentu pemain yang kalah). Setelah mendapatkan alat bermain, biasanya mereka membuat lingkaran (bisa juga berbentuk bujur sangkar) di tanah atau di lantai, dengan kapur, kreweng, atau kayu. Diusahakan jumlah kotak pada bujur sangkar atau lingkaran sesuai dengan pemain. Karena jumlah pemain 8 anak, maka bujur sangkar atau lingkaran dibuat 8 kotak (ruang). D. Pelaksanaan Permainan  Kita harus menyiapkan kreweng/ pecahan genting bulat sebanyak 4 dan batu 1 buah.  Tiap anak memegang kreweng satu-satu.  Kemudian menyanyikan lagu gotri nagasari dengan batu dan kreweng dipindah di depan temannya sesuai dengan lingkaran yang dibuat kea rah temannya sebelah kanan sambil menyanyikan lagu tri logendri nagasari sampai lagunya selesai.

38

 Jika lagunya sudah selesai dinyanyikan, anak yang didepan mendapat batu,anak itulah yang menjadi kataknya.  Anak yang menjadi katak harus menunggu kataknya, dan temantemannya yang lain bersembunyi. Setelah temannya yang bersembunyi ketemu, lalu memanggil nama temannya sambil memegang / menginjak batu tersebut.  Jika sudah ketemu semua kemudian bermain lagi, kalau belum ketemu semua yang jadi katak harus mau menunggu/ mencari sampai si anak tersebut ketemu atau menyerahkan diri.  Permainan ini kemudian diulang-ulang terus hingga si anak mulai bosan.  Lagu yang dinyanyikan dalam permainan ini: Tri logendri nagasari ri Tiwul iwal iwul jenang katul..tul Dolan awan-awan ndelok manten ..ten Titenano mbesok gedhe dadi opo..po Podho mbako enak mbako sedheng dheng Dhengkol ela-elo dadi kodok… E. Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini anak yang dikatakan menang/ kalah, ditentukan oleh factor keberuntungan masing-masing anak. Seorang anak dikatakan kalah apabila tidak beruntung dalam artian si anak akan mendapatkan katak secara terus-menerus. Dan anak dikatakan menang apabila mereka lolos tanpa mendapatkan katak. F. Sumber Suwandi Sumber: Buku ―Permainan Tradisional Jawa‖, Sukirman Dharmamulya, dkk, Kepel Press, 2004 dan pengalaman pribadi

29) PERMAINAN MAIN SISIK
A. Latar Belakang Anak-anak perempuan di Sibolga, Tapanuli Tengah mengenal permainan ini dengan nama main sisik. Menyisik dalam dialek itu berarti menyatakan batu (sesuatu) secara perlahan-lahan. Memang dalam permainan ini kegiatan yang menjatuhkan batu secara perlahan-lahan dan tersembunyi merupakan inti permainan dan yang selanjutnya harus diterka pada siapa batu itu berada. Permainan Main Sisik berasal dari daerah Sumatera Utara. Namun para informan dan orang tua yang ditanyai soal asal usul permainan ini tidak dapat memastikan apakah permainan Sisik ini berasal dari daerah mereka atau datang dari luar. Yang dapat mereka kemukakan hanyalah, bahwa mereka sudah mengenalnya sejak lama, mungkin sampai tujuh puluh tahun atau lebih. Hal ini terbukti dari pengalaman mereka sendiri yang sudah melihat permainan ini sejak mereka lagi kecil, dan mereka sekarang sudah tua-tua.

39 B. Pelaku permainan berumur antara 6 sampai 10 tahun. Tetapi kalau tebakan tadi salah permainan diteruskan ke tahap berikutnya. karena cara menjatuhkan tadi dilakukan dengan penuh siasat dan kesamaran untuk mengelabuhi lawan. dan yang kalah akan menjadi penebak. Mereka duduk dengan jarak tertentu. Pelaksanaan Permainan  Persiapan Sepuluh orang peserta dalam permainan ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing terdiri atas lima orang. Sebaliknya anak-anak dibawah 6 tahun belum diajak serta. Jumlah ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing 5 orang.  Aturan Permainan Kelompok yang menang menadahkan tangannya masing-masing kebelakang untuk menampung batu yang akan dijatuhkan pelan-pelan oleh ketua kelompok. berupa tersinggungnya kaki tersebut pada saat dilangkahi atau di lompati. sedang ketua kelompok berdiri dan melakukan sut. karena bagi anak laki-laki permainan ini kurang aktif atau kurang gerak. Peserta Pelaksanan permainan Main Sisik memerlukan 10 orang peserta. maka terjadi pertukaran pemain.asing-masing kelompok bertindak sebagai ketua kelompok. Yang menang sut akan menjadi pihak yang membunyikan batu. Penebakan itu tidak begitu mudah dilakukan. Anggota kelompok . C. Alat lainnya tidak diperlukan. Permainan biasanya hanya dimainkan oleh anak perempuan saja. maka permainan di lanjutkan. Tahap kedua dari permainan ini adalah berupa perbuatan melangkahi kaki-kaki yang dilunjurkan kedepan oleh kelompok lawan. Kalau kelompok penebak berhasil menerka. Tugas kelompok penebak adalah menerka siapa yang menyimpan batu itu. penebak menjadi yang menyembunyikan batu. Alat dan Fasilitas Peralatan yang dibutuhkan dalam permainan ini hanyalah sebuah batu kecil yang dijadikan alat tebakan. dan kaki mereka dilunjurkan ke muka secara sejajar. Anak-anak yang berumur lebih biasanya tidak menyukai permainan ini karena mereka menganggap permainan ini terlalu ringan. agar mungkin lebih sulit dilangkahi. kalau berhasil dilangkahi dengan baik. dan satu orang dari m. dan kelompok yang menyembunyikan batu tadi menjadi penebak. Kalau terjadi kesalahan akan terjadi pergantian pemain. Dalam hal ini tisdak boleh terjadi kesalahan. Kedua kelompok duduk berhadap-hadapan. karena dianggap belum mampu melakukan permainin ini.  Tahap Permainan Pada tahap ini kelompok penemak akan mengunjurkan (menjulurkan) kakinya masing-masing ke depan. D. dan iytu akan dilangkahi atau di lompati oleh lawan satu persatu.

Mungkin para orang tua juga para anggota masyarakat sudah berubah pula pandangan mereka terhadap permainan ini. karena kaki yang dilunjurkan itu sekarang diletakkan yang satu di atas yang lain. Penentuan Kemenangan Ketentuan kalah menang adalah demikian :  Jika sebuah kelompok dengan seluruh anggotanya berhasil melalui tahap-tahap tadi dengan baik.40 E.  Jika terjadi kegagalan dalam menyelesaikan tahap-tahap itu. Kebanyakan mereka menganggap permainan seperti ini tidak ada gunanya dan hanya membuang waktu saja. Mereka cenderung untuk menyuruh anak-anak agar melakukan tugas-tugas yang bermanfaat di rumah. lompatan secara berganti-ganti juga dilakukan oleh seluruh anggota kelompok pelompat. Jakarta. H. F. Wujud dari kepositifan itu adalah berupa dorongan dan kehadiran mereka dalam menyaksikan permainan kalau anak-anak sedang memainkannya. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat terhadap permainan ini pada masa sekarang boleh dikatakan juga turut mundur. Hal ini terlihat dari kurang pedulinya mereka terhadap permainan ini.  Tahap keempat tetap berupa lompatan dengan tingkat kesulitan yang lebih sulit. Di masa sekarang ini hal yang demikian sudah jarang dapat dilihat. Permainan Anak-anak Daerah Sumatera Utara. . para anggota masyarakat memberikan tanggapan yang positif terhadap permainan ini. Tahap ketiga juga berupa lompatan. Permainan ini juga dilakukan pada siang dan sore hari setelah mereka melakukan aktivitas yang lain. Pada tahap kedua dapat melompat dan demikianlah seterusnya. seperti belajar. mungkin disebabkan oleh rasa simpatik mereka terhadap yang menang atau karena sebab lainnya. 1984. Kaki yang dilunjurkan masih bertindih dan diatas masih ditambahi dengan dua tangan dengan jari terentang. namun yang dilompati lebih sulit. G. Kelompok yang berhasil ini dinyatakan menang. Sumber Suwondo. Seluruh anggota pelompat harus melompatinya secara bergantian. dll. Berbeda dengan masa lampau. Bahkan mereka juga turut bersorak bergembira melihat anak-anak yanmg sedang melakukan permainan. menjaga adiknya. maka kelompok itu belum dapat dinyatakan menang. Bambang. Pada setiap terjadi kegagalan langsung diadakan pergantian kelompok yang bermain. Waktu dan Tempat Permainan ini biasanya dilakukan di teras rumah atau di bawah pohon yang rindang (tempat yang teduh). Jadi pada tahap pertama dapat menebak keberadaan batu. yang melompati melakukan lompatan secara bergantian.

B. pemain harus melempar gacunya dari tepi lubang ke arah . Anak-anak tidak boleh bermain karena dikhawatirkan anak menimbulkan kegaduhan. hanya laki-laki dewasa sajalah yang boleh memainkannya. di halaman rumah. Ciko guru dapat diartikan ―menunjuk‖ karena dalam permainan ini orang baru boleh bermain setelah ditunjuk oleh lawan mainnya. Tempat Permainan Permainan ciko guru dapat dilakukan di mana saja. Kemudian. Tahap pertama. perempuan. Jarak antara tonggak dan bujur sangkar sekitar 12 meter. Di dalam arena permainan ciko guru akan dibuat sebuah bujur sangkar dengan sisinya kira-kira 60 cm. E. Permainan ciko guru kadang-kadang disebut juga dengan ―main batu membayar kenari‖ karena bagi yang kalah harus membayar sejumlah kenari atau langsat atau kelereng sesuai dengan kesepakatan antarpemain sebelum permainan dimulai. Dahulu permainan ini hanya diperuntukan bagi kaum lelaki dewasa saja. jika lebih dari itu maka pemain lain akan membentuk kelompok sendiri dengan membuat arena bermain yang boleh berdekatan dengan kelompok lain. tua. Pemain Permainan ciko guru dapat dimainkan oleh maksimal 4 orang. Peraturan Permainan Aturan dan proses permainan ciko guru dapat dibagi menjadi dua tahap. muda maupun anak-anak. dipasanglah sebuah tonggak bambu atau kayu sekitar 17 cm yang nantinya akan ditanam dengan kedalaman 2 cm (hanya menyisakan 15 cm di atas permukaan tanah). D. ada sebuah permainan tradisional yang bernama ciko guru. Namun saat ini ciko guru dapat dimainkan oleh siapa saja baik lelaki. Maka dari itu. Dahulu permainan ini hanya dilakukan pada malam hari di halaman rumah orang yang baru meninggal. Namun. ataupun di lapangan.41 30) PERMAINAN CIKO GURU A. Di sana. Asal usul permainan ciko guru di kalangan orang Jailolo maupun Sahu sudah tidak dapat diketahui lagi. Latar Belakang Maluku adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia. C. Tepat di tengah-tengah bujur sangkar ada sebuah lubang dengan diameter sekitar 5 cm. buah gelici atau kelerang. yaitu permainan melempar dan mencukil 10 buah batu atau buah gelici dalam jarak tertentu hingga seluruhnya masuk ke dalam lubang. Sekitar 30 cm di depan tonggak akan dibuat garis sebagai batas sah atau tidaknya lemparan pemain. Sementara kaum perempuan pada waktu itu biasanya akan membantu menyiapkan hidangan di rumah orang yang ditimpa musibah tersebut. di halaman rumah adat. Alat permainan ini nantinya ada yang digunakan sebagai gacu dan ada yang dijadikan sebagai taruhan. khususnya di kalangan orang Jailolo dan Sahu yang berada di Maluku Utara. Peralatan Permainan Peralatan dalam permainan ciko guru hanyalah batu kerikil.

maka pemain berhak mengambil semua kenari yang berada di dalam lubang dan permainan diulang seperti semula lagi. (2) apabila pada waktu melempar itu gacunya tidak melewati garis batas di depan tonggak. (2) cara memasukkan batu pada tahap kedua ini adalah dengan menjentikkan batu menggunakan kuku ibu jari atau jari kelingking. Sumber Suradi Hp.42 tombak yang jaraknya sekitar 12 meter. 1981. dan (4) penentuan kalah menang dalam permainan ini adalah bagi siapa yang dapat memasukkan gacu paling banyak. (4) bila batu yang dijentikkan tersebut mengenai batu lain dan keduanya masuk lubang secara berurutan maka dinyatakan sah dan mendapatkan dua nilai. (pepeng) G. (3) bila gacu yang dilempar mengenai gacu lawan. Ambon: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . tetapi juga mau menerima kekalahan dengan lapang dada. Namun apabila kedua batu tersebut masuk ke lubang secara bersamaan. maka dianggap tidak sah. F. Pada tahap kedua lemparan tidak dilakukan di pinggir lubang. dan lawan tersebut akan menunjuk 1 buah batu yang nantinya akan digunakan sebagai batu pertama sewaktu dimasukkan ke dalam lubang. gacu mengenai kenari atau gelici hingga ada yang keluar dari lubang. maka pemain harus kembali melempar. (3) bila batu pertama berhasil masuk lubang. maka lawan tersebut harus kembali melempar. dengan aturan sebagai berikut: (1) pemain akan menunjukkan batu-batu yang dimilikinya pada lawan mainnya. Nilai kerja keras tercermin dari semangat pemain yang berusaha agar lemparannya dapat sedekat mungkin dengan tonggak. dengan syarat salah satu tangan harus menapak pada garis batas bujur sangkar. maka dialah pemenangnya. dan (4) pemain yang gacunya paling dekat dengan tonggak akan mendapat kesempatan pertama untuk melempar pada tahap berikutnya. nilai sportivitas tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan. dan untuk menjentik gacu agar masuk ke lubang dan memperoleh nilai. setelah membuat lubang dan memasang tonggak adalah menentukan jumlah taruhan untuk satu kali permainan. proses permainannya. melainkan di sisi luar garis bujur sangkar yang jaraknya sekitar 60 cm dari lubang. Aturan-aturan yang terdapat dalam tahap pertama ini adalah: (1) pemain harus melempar gacu melewati garis batas di depan tonggak agar dapat mengikuti tahap berikutnya. Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan yang disebut sebagai ciko guru ini adalah kerja keras dan sportivitas. dan bagi pemain yang memperoleh buah kenari atau gelici yang terbanyak maka ia dinyatakan sebagai pemenangnya. dkk. Selanjutnya permainan akan dimulai dengan urutan seperti aturan-aturan yang telah dijelaskan di atas. Setelah taruhan disepakati. Permainan Rakyat Maluku. maka pemain itu dapat menentukan sendiri batu mana lagi yang akan digunakannya. Sementara itu. barulah kemudian penentuan nomor urut pemain dengan jalan suten atau undi. Dan.

dan pagi hari ketika hari libur sekolah. gembira.  Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah keretnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet. Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal. dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan. F. Prasarana dan Waktu Permainan  Alat : karet lingkar ( karet gelang )  Tempat : halama rumah. 2) remaja  Sek : laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang E. dll  Waktu : siang hari setelah anak-anak pulang sekolah. Latar Belakang Kilanan adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang. Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli secara langsung. B.  Pemain kedua melakukan lentingan dengan satu jari telunjukkaretnya yang berada di tanah hingga karet tersebut berada di jarak satu kilan ( jengkal ) . D. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan. Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimuali.43 31) PERMAINAN KILANAN/ JENGKAL A. Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan. Manfaat Permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman . Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya. C. Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet. . Sarana. kemudian  Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama. sore hari. kebun.  Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah. Pemain  Sasaran : 1) anak-anak usia SD.  Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap. semakin dekat maka semakin bagus.

Sumber Permainan ini disusun berdasarkan sumber terkait. biasanya anak-anak dari beberapa keluarga tersebut akan berkumpul menghabiskan waktu luang mereka dengan bermain di dalam rumah. Angwarmase dan Fordata. Permainan ini terdapat di sekitar Kepulauan Tanimbar. Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan berdasarka pemain yang dapat melentingkan karetnya hingga jarak satu jengkal atau kurang dari itu dari karet lawan. telah ada dan dimainkan sejak tahun 1930-an. Beliau ini banyak tahu berbagai jenis permainan tradisional dari pengalaman masa kecil dan masa mudanya. G. Pemenang berhak mengambil dan memiliki karet lawan yang berada di tanah tersebut. Salah satu permainan yang mereka lakukan adalah ancongancong.44  Jika jarak masih lebih dari satu kilan ( jengkal ) maka bergantian pemain pertama yang melintingkan karetnya supaya berada dalam jarak satu jengkal. Pada waktu malam hari. khususnya Pulau Yamdena. B. H. permainan kilanan sudah jarang dimainkan sampai sekarang. Umur 64 tahun berprofesi sebagai petani rumah tinggalnya di Kulon Progo. ―Ancong-ancong‖ berasal dari bahasa Yamdena. yang dalam bahasa Indonesia sangat sulit untuk diterjemahkan. Peserta Permainan ancong-ancong biasanya dimainkan oleh anak-anak. Selaru.  Begitu seterusnya hingga siapa yang mencapai jarak satu jengkal atau kurang dari satu jengkal. daerah Maluku Utara.ANCONG A. baik lelaki maupun perempuan.  Apabila pemain pertama tersebut belum berhasil maka bergantian pemain kedua lagi yang melakukan lentingan. bahkan sudah tidak ada lagi anak-anak yang bermain permainan ini. Setiap rumah besar umumnya dihuni oleh 6 hingga 7 keluarga yang biasanya mempunyai banyak anak. di daerah Yamdena masih banyak keluarga yang hidup dalam satu rumah besar. I. Pada waktu itu. Permainan ancong-ancong menurut penduduk Yamdena. Tanggapan Masyarakat Dahulu permainan kilanan sangat digemari oleh anak-anak terutama anak SD. Latar Belakang Ancong-ancong adalah sebutan bagi orang Yamdena untuk sebuah permainan menebak salah satu tangan pemain yang berada di atas punggung pemain lainnya yang sedang dalam posisi merangkak. Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak. yaitu Bapak Ngatimun ayah kandung saya sendiri. Apabila pesertanya lebih dari 10 . 32) PERMAINAN ANCONG . Seira. usia 5 hingga 8 tahun. Indonesia.

Berikut ini adalah syair yang dilantunkannya. D. Permainan ini sebenarnya tidak mengenal umur tetapi biasanya dimainkan oleh anak kecil berumur 5-8 tahun.blogspot. Setelah itu. orang yang tertebak menggantikan perangkak. Khusus untuk diregen hanya meletakkan telapak tangan kirinya saja. yaitu seseorang yang dipilih untuk merangkak harus menebak tangan siapa yang berada di punggungnya. Tanggapan Masyarakat Belum tahu karena di daerah saya belum ada yang memainkannya. Bisa dimainkan oleh anak laki-laki maupun perempuan tidak dibatasi jenis kelamin. namun jika tidak berhasil maka si pemain akan tetap dalam posisi merangkak dan permainan dimulai kembali. Ancong-ancong mpeang angkomai roi-roi Angku tambah labu seela baelaba Cabu ruku rukuku cabu ruku rukuku ise Pada akhir lagu. G. Apabila tebakan benar. Pada saat itulah pemain yang posisinya merangkak tersebut akan menebak tangan siapa dari pemain yang ditunjuk oleh diregen.  Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak. sementara tangan kanannya akan digunakan untuk menunjuk telapak tangan pemain lainnya.  Biasanya dilakukan saat anak-anak sedang berkumpul bersama. sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah. Penunjukan itu dilakukan ketika lagu dinyanyikan. permainan tidak akan berjalan lancar.com/2008/08/permainan-ancong-ancongmaluku. Apabila pesertanya lebih dari 10 anak. perangkak akan mengambil posisi merangkak dan pemimpin permainan akan memberi aba-aba pada pemain lain untuk meletakkan kedua telapak tangan mereka pada punggung pemain yang merangkak. Satu orang akan dipilih menjadi perangkak dan seorang lagi menjadi pemimpin permainan (diregen). maka pemain yang tangannya ditunjuk oleh diregen akan menggantikan posisi anak yang merangkak tersebut. sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah. Asal Permainan Permainan ini berasal dari Maluku Pelaksanaan Permainan Permainan ancong-ancong sangatlah sederhana. E. anak.html .45 C. Tunjukan jari tangan diregen akan berpindah-pindah dari tangan satu pemain ke pemain berikutnya. Permainan ini diawali dengan pemilihan dua orang yang dilakukan secara musyawarah/mufakat. Sumber http://uun-halimah. permainan tidak akan berjalan lancar. tunjukan tangan diregen akan berhenti pada salah satu telapak tangan pemain. F. Penentuan Kemenangan Jika si perangkak berhasil menebak tangan pemain yang ditunjuk dirigen.

diperlukan dua buah karet yang disambungkan dengan dua buah karet lain agar tidak mudah putus oleh anggota tubuh pemain yang sedang melompat. Yang umurnya sekitar 7-15 tahun. C. ons. D. melainkan dalam bentuk satuan berat (gram. Pemain dibagi dalam dua kelompok. Anak perempuan yang telah berumur lebih dari 15 tahun biasanya akan segan untuk ikut bermain. Sedangkan kaum laki-laki hanya kadang kala saja ikut serta dalam permainan. kemudian gelang karet tersebut dirangkai hingga menjadi tali yang memanjang. Oleh karena itu. Dan permainan ini tidak membutuhkan keahlian khusus. dan kilo). atau anak-anak sekolah dasar kelas 1 sampai 6. Gambreng dilakukan dengan menumpuk telapak tangan masing-masing peserta yang berdiri dan membentuk sebuah lingkaran. Pelaksanaan Permainan Sebelum permainan diadakan. Latar Belakang Permainan ini sudah tidak asing lagi tentunya. biasanya hanya sebagai penggembira saja dan hanya melompat saat ketinggian tali masih sebatas lutut atau pinggang.46 33) PERMAINAN LOMPAT TALI A. Karet-karet tersebut berbentuk bulat seperti gelang yang banyak terdapat di pasar-pasar tradisional. pengikat rambut dan barang-barang lainnya yang tidak membutuhkan pengikat yang kuat. terlebih dahulu akan dipilih dua orang pemain yang akan menjadi pemegang tali dengan jalan gambreng dan suit. secara serentak tangan-tangan tersebut akan diangkat dan diturunkan. B. Cara merangkainya adalah dengan menyambungkan dua buah karet pada dua buah karet lainnya hingga memanjang dengan ukuran sekitar 3-4 meter. Sasaran Tetapi biasanya permainan ini dilakukan oleh anak-anak sekolah dasar. Fungsi karet pada umumnya adalah sebagai pengikat plastik-plastik pembungkus makanan. sewaktu membuat rangkaian tali untuk membentuk tali karet. Tetapi juga tidak sedikit anak laki-laki yang ikut bermain. Pemain lompat tali putar ini berjumlah 3-10 orang. . Pada saat diturunkan. Karet tersebut tidak dijual perbuah. karena karet akan mudah putus jika dipakai untuk mengikat terlalu kuat pada suatu benda. Alat yang Digunakan Gelang karet sebanyak-banyaknya. karena permainan lompat tali putar ini bisa di temukan hampir di seluruh indonesia meskipun dengan nama yang berbeda-beda. Kalau pun ada yang ikut bermain. karena takut auratnya akan terlihat sewaktu melompati tali karet. yaitu pemegang karet dan pelompat karet. karena banyak resiko yang ditimbulkan dari permainan ini. Permainan lompat tali putar ini biasanya identik dengan kaum perempuan. Tetapi prmainan ini tidak boleh dimainkan untuk anak umur dibawah 5 tahun. Yaitu seperti jatuh dan lainlain. Kemudian.

Kedua orang tersebut nantinya akan melakukan suit. sebab semut dapat dengan mudah memasuki telinga gajah.47 posisi tangan akan berbeda-beda (ada yang membuka telapak tangannya dan ada pula yang menutupnya). Sumber Sumber permainan tersebut tidak pasti asal-usulnya dari mana. sebab semut akan kalah dengan manusia yang mempunyai banyak akal. Waktu Permainan Permainan ini dilakukan pada siang hari. sebutan ini digunakan untuk memberi sebuah nama permainan yang cara bermainnya adalah dengan jalan membanting alat permainannya. khususnya ibu jari. Apabila ibu jari beradu dengan jari telunjuk. dahulu di kalimantan timur berkembang di daerah-daerah Bulungan. maka jari kelingking akan kalah. Suit adalah adu ketangkasan menggunakan jarijemari tangan. E. Jenis permainan ini tidak memerlukan kekuatan phisik karena hanya diperlukan ketrampilan untuk membanting alat permainannya. 34) PERMAINAN CEPLI A. jari telunjuk sebagai manusia dan jari kelingking sebagai semut. sehingga gajah akan kalah. B. pegawai tinggi atau rakyat biasa asal mau bermain tidak ada yang melarang. jari telunjuk dan jari kelingking. baik itu dari kalangan bangsawan. Latar Belakang ―Cepli‖ artinya membanting. Berau dan Kutai. tujuan dari permainan ini sekedar hiburan dan pengisi waktu senggang saja. Apabila yang terbanyak adalah posisi telapak terbuka. Kemudian yang jaga tersebut memutar-mutar tali karet dan pemain berusaha melompati tali karet tetapi anggota badan pemain tidak boleh terkena tali. Dan begitu seterusnya sampai pemain merasakan jadi tukang jaga. Sedangkan dari mana asal-usul permainan ini sudah sulit untuk ditentukan. maka yang memperlihatkan punggung tangannya dinyatakan menang dan gambreng akan diulangi lagi hingga nantinya yang tersisa hanya tinggal dua orang peserta yang akan menjadi pemegang tali. Namun apabila ibu jari beradu dengan jari kelingking. Tetapi yang saya tau permainan tersebut sudah ada sejak ibu saya masih ada disekolah dasar. . Tetapi sekarang sudah jarang kita jumpai lagi. Permainan ini adalah milik semua lapisan masyarakat. karena gajah akan menang jika bertarung dengan seorang manusia. Sedangkan apabila jari kelingking beradu dengan jari telunjuk. Ibu jari dilambangkan sebagai gajah. maka ibu jari akan menang. Permainan ini sebelum terdesak oleh alat permainan yang modern. maka ibu jari akan kalah. untuk menentukan siapa yang terlebih dahulu akan menggantikan pemain yang gagal ketika melompat. Siapa yang terkena tali sewaktu melompat maka anak tersebut menggantikan jaga.

Maksud dan tujuan menipiskan mata uang logam ini adalah agar mudah terbalik apabila dibanting. asal penangkupan itu agak merenggang. Peserta Permainan ini bersifat individu dan kelompok. Jumlah pemainnya tidak terbatas paling sedikit dimainkan oleh dua orang. dengan permainan ini terjadilah hubungan yang harmonis dan mendidik kejujuran. Apabila tidak dipergunakan benda taruhan (misalkan bungkus rokok) maka untuk menentukan siapa pemenangnya bisa ditentukan sampai seratus. dansudah dipersiapkan terkebih dahulu. Demikian hingga mereka lelah bermain. Alat kebat ani . Alatnya ini disebut ―kebot‖ sebelum bermain diadakan undian dengan suitan atau hum-pim-pa. D. Kedua mata uangnya (kebat) dipegang dengan jalan menelungkupkan kedua muka uang yang diasah tadi atau boleh juga sebaliknya. Jadi siapa yang mencapai jumlah seratus lebih dulu itulah yang menang. Pelaksanaan Permainan  Persiapannya Bagi seorang calon pemain harus mempunyai dua buah uang logam kuningan yang bernilai satu sen ( uang Belanda ). yakni bagian yang tidak diasah.  Aturan Permainan Sebelum bermain aturan-aturan permainannya haruslah disepakati bersama. Demikian seterusnya permainan dilakukan berdasarkan urutan pemenang dalam undian. Alat yang Digunakan Alat yang diperlukan adalah mata uang logam kuningan yang bernilai satu sen (Belanda). Benda yang dipakai untuk taruhan dan jumlah taruhannya pun harus ditetapkan pula. Mereka mersa bangga apabila ia bermain dengan baik dan menang. Sehingga si pemain dapat memutar balikkan mata uang itu. Misalnya dalam kesepakatan tadi bagian yang halus (diasah adalah miliknya) sedangkan yang kasar (tidak diasah) adalah milik lawan. oleh sebab itu disini diperlukan ketrampilan khusus bagi seorang pemain untuk mempermainkan alat permainannya. E. Biasanya permainan ini dimainkan oleh anak-anak pria saja yang berumur kira-kira 6-17 tahun. Salah satu permukaannya diasah sampai tipis.48 C. dan bila dimainkan lebih dari dua orang cara bemainnya bergantian menurut perjanjian dalam ketentuan permainannya.  Tahap-tahap Permainan Setelah diadakan undian maka permainan pertama adalah pemenang pertama dalam undian. Jadi hanya ada salah satu gambar saja yang masih ada. siapa yang menang adalah yang berhak bermain terlebih dahulu dan membanting kebot. misalnya kesepakatan tentang alat permainannya bagian mana yang menjadi milik lawan. sehingga gambar pada bagian itu hilang.

telunjuk dan ibu jari. hanya saja karena permainan ini sifatnya kelompok melawan kelompok. apabila pada kesempatan pertama ini permainannya mati maka kesempatan kedua diberikan kepada lawan kelompoknya. Masingmasing kelompok mengumpulkan jumlah nilai yang didapatkan dari para anggotanya. pada kesempatan ini juga diberikan kepada anggota kelompoknya sampai permainannya mati. Untuk kesempatan ini diberikan kepada salah satu anggota kelompoknya untuk bermain. Ibu jari dan jari tengah sebagai pemegang dan jari telunjuk berfungsi sebagai penahan (penyangga) agar pada waktu mengayun tangan letaknya tidak berubah. Jakarta 1982. Setelah dipegang baik-baik lalu tangan diayun kemudian dibanting keras-keras ke lantai. Demikian seterusnya sampai pemain itu mendapatkan nilai yang sudah disepakati itulah pemenangnya. Jadi pemain yang pertama tadi yang sudah bermain apabila jatuh pada posisi mati maka ia harus diganti oleh pemenang undian berikutnya. Sesampai di lantai mata uang akan melenting terbalik. Bila yang terlentang berbeda pada permukaannya. F. Latar Belakang ―Domikado‖ nama ini diambil dari judul lagu dalam permainan ini. biasanya disebut ―ukir‖ apabila terlentang kedua-duanya pada bagian yang bergambar itu berarti hidup dengan nama ―belong‖. Permainan ini dapat dilakukan berkelompok. misalnya terdiri dari dua kelompok.49 dipegang dengan tiga jari. Dua kelompok mengadakan undian terlebih dahulu. Bagi kelompok yang menang bermain terlebih dahulu. yaitu jari tengah. yaitu yang satu pada bagian yang diasah dan yang satu pada bagian yang tidak diasah ini baerarti mati. 35) PERMAINAN DOMIKADO A. Kalau pemain tadi berhasil menjatuhkan kebat dalam ppsisi hidup boleh bermain terus sampai berulang-ulang sampai mati. yaitu salah satu anggota tersebut tampil untuk mewakili kelompoknya mengadakan undian. Di sana juga dipamerkan berbagai gambar . maka jalannya permainan sedikit agak berbeda. Sumber Buku Permainan Rakyat Daerah Kalimantan Timur ( Pengarang : Indonesia Dep. P dan K. Dimana lagu dalam permainan ini lagu iringan adalah lagu sebagai undian. tentunya disini yang bermain adalah yang belum mendapat giliran bermain. cara bermainnya seperti di atas.bila kedua mata uang tadi sudah berhenti bergerak kemudian letaknya dilihat oleh seluruh pemain kalau letak kedua mata uang itu bertelentang pada bagian yang diasah itu berarti hidup. Di sana terlihat belasan murid dan beberapa guru memainkan permainan tradisional Jawa Barat. ―Ada yang menarik ketika berkunjung ke Sekolah Internasional Termasuk belum lama ini.

yakni sebuah permainan tradisional Sunda di mana orang yang berpegangan tangan dan menjebak anggota barisannya. mi ka do SK SK do. Pelaksanaan Permainan  Para peserta membentuk sebuah lingkara. anak yang akan kejatuhan tepukar berusaha untuk menghindar (pada kata ―four‖). Waktu Pelaksanaan Permainan ini bisa dilakukan kapan saja.Jadi nanti kaleng yang sudah ditumpuk rapi akan roboh porak-porandak akibat terkena . Usia : bebas. Tak heran jika kita jarang melihat anak-anak di perkotaan memainkan permainanpermainan itu. termasuk mulai mengenalkan permainan tradisional dari negara-negara lain. pagi. Melihat itu. dengan kedua tangan dibuka dan bertumpukan dengan tangan teman disampingnya. sore. 36) PERMAINAN GEMPALEONGAN A. dll  Keadaan Sekarang Permainan ini masih dilakukan terutama oleh anak-anak namun jarang.50 permainan dari dalam dan luar negeri. minta gendong. Sumber Buku Permainan Tradisional Perpustakaan Universitas Negeri Yogyakarta.: Iringan Lagu : Do mi ka do Do mi ka do.Semua jenis permainan tradisional itu nyaris tak dikenal lagi oleh masyarakat. Bila tepukan tidak mengenai maka anak yang menepuk keluar barisan. Latar Belakang Jumlah : Tidak terbatas. misalnya dengan menyuruh bernyanyi. dan leongan itu kaleng bekas . Namun bila terkena tepukan tangan yang keluar dari barisan. B. Asal Permainan Jawa Barat. Komunitas Hong terus aktif mengenalkan kembali semua permainan masyarakat Sunda. D. siang.  Begitu seterusnya hingga hanya tinggal 1 anak dan ialah pemenangnya dan ia berhak menghukum teman yang lainnya. SK do SK do Pia-pio One two three four C.Dilihat dari namanya gempa itu getaran yang akan bisa mengakibatkan benda di sekitar roboh. Para guru dan murid tampak memainkan permainan domikado. Alat yang Digunakan Permainan ini tidak menggunakan peralatan khusus. Jenis Kelamin : pa/pi. Latar Belakang Permainan dengan nama gempaleongan ini merupakan permainan yang dimainkan menggunakan kaleng bekas atau boleh juga menggunakan pecahan keramik atau genteng .  Kemudian menyanyikan lagu secara bersama-sama sambil menepukkan tangan ke tangan teman disampingnya  Dan bila telah sampai pada bait terakhir.

Sasaran Anak-anak.  Yang masang dengan cara melangkahkan satu kaki di atas kaleng sambil menyebutkan nama peserta yang sedang bersembunyi disertai kata-kata gempaleong untuk mematikan pemain yang bersembunyi. remaja. Urutan melempar batu bebas. Tujuan Berolahraga.Satu orang masang menata dan menjaga kaleng itu jangan sampai dirobohkan pemain yang sedang bersembunyi.BECAKAN A. jangan sampai didahului dirobohkan oleh pemain yang sedang bersembunyi. Peraturan permainan.  Kaleng tersebut di tumpuk rapi. yang masang dan yang main. namun di jawa tengah sudah banyak yang memainkanya termasuk di daerah saya Wonosobo.Begitu seterusnya. lemparan pemain. dewasa. bersosialisasi. Apabila pemain yang bersembunyi berhasil merobohkan kaleng dan mendahului yang jaga maka pemain-pemain yang tadinya sudah di gempaleongi atau sudah kena boleh bersembunyi lagi .tetepi dapat dijumpai diberbagai daerah mana saja dengan nama yang berbeda. F.  Setelah semua pemain melempar batunya .yang paling jauh dari kaleng berhak melemparkan batunya ke sasaran tersebut yaitu kaleng yang sudah tertata rapi.  Dari belakang kaleng yang sudah tertata bertumpukan. . mengembangkan aspek motorik. mengisi waktu luang. E. kayu dsb) sendiri-sendiri. bermain. Jumlah pemain tak terbatas semakin banyak akan semakin ramai dan minimal hanya bisa di mainkan oleh dua anak. C.  Apabila kaleng roboh maka pemain yang tadi gaconya berada di bawah pemain yang mengenai kaleng makai itulah yang masang . Apabila semua para peserta yg bersembunyi belum dimatikan maka permainan belum berakhir. 37) PERMAINAN BECAK . kemampuan motorik meningkat.sampai roboh. kualitas kebugaran meningkat. D. Manfat Bergembira. Latar Belakang Becak-becakan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya. Asal usul permainan gempaleongan ini tidak jelas dari mana asalnya.51 B. para pemain melemparkan gaco(batu.  Sebisa mungkin yang masang. menjaga kaleng yang sudah ditata.

diadakan hum pimpa untuk menentukan siapa yang akan menjadi penumpang dan becaknya dari masing-masing kelompok.di halaman atau dilantai dan teras juga bisa digunakan. Pada permainan ini nanti. Latar Belakang Melihat dari nama permainan.melatih kekuatan tangan. bersosialisai. walaupun tidak ada data akurat mulai kapan. jenis permainan ini sudah berumur sangat tua. 38) PERMAINAN KOKO A. D. Menurut sebuah sumber dari Sulaiman Dharmamulya.  Pemain yang menjadi penumpang naik di atas tangan pemain yang menjadi becaknya yaitu dengan cara mengandengkan tangan dari kedua pemain tersebut yang menjadi becaknya  Selanjutnya pemain yang menjadi becak mengangkat si penumpang dan berjalan menuju ke garis finish yang sudah ditentukan. memupuk sportifitas. C. melatih kerjasama dan kekompakan . sebenarnya nama koko identik dengan nama sebuah jenis ular air yang sedang mencari makan di air. akan dikejar-kejar oleh si koko. anak yang berada di posisi paling belakang yang membentuk formatur ular-ularan.  Peserta Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang berjumlah 3 orang setiap kelompok dengan satu orang menjadi penumpang dan dua orang menjadi becaknya. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang. khususnya di Sumatera selatan. B. kecuali sarung atau sabuk. Fungsi sarung atau sabuk dipakai oleh masing-masing anak yang . Hanya cara bermainnya yang agak berbeda. Sebenarnya permainan ini hampir mirip dengan dolanan ancak-ancak alis. permainan ini dikenal oleh anakanak di daerah sumatera. Pelaksanaan Permainan  Tempat Tempat yang digunakan bisa dialam terbuka. Peralatan Dolanan ―Koko-Koko‖ tidak membutuhkan peralatan. Artinya para pemain ada yang membentuk ular-ularan. Manfaat Gembira atau senang. Sasaran Anak – anak E.52 B.  Siapa yang sampai di garis finish terlebih dahulu itulah kelompok yang menang.  Pelaksanaan  Sebelum permainan dimulai.

satu orang berperan menjadi kakek/nenek. Dialog seperti di bawah ini: K/N : Koko-koko kamu mau minta apa? KK : Aku minta airmu. satu orang berperan menjadi koko. Satu pemain lain berperan sebagai koko. D. Sementara pemain paling depan berperan sebagai Kakek/Nenek. K/N : Apa lehermu nanti tidak gatal? KK : Gatal-gatal tidak apa. K/N : Obatnya apa? KK : Gula batu. Mereka yang bermain ini rata-rata berumur 8-10 tahun. Sarung/sabuk dipegang oleh pemain yang berada di belakangnya. Dari mereka. Setelah semua siap. dan J. Ada kelap-kelip itu apa ? K/N : Anakku. Jika dimainkan siang hari. E. lebih banyak dimainkan di halaman yang teduh.53 membentuk formatur ular-ularan. maka akan menjadi pemain dadi. G. Setelah mereka bersepakat bermain. Pelaksanaan Permainan Anak-anak yang hendak bermain permainan koko-koko misalnya ada 10 anak. I. siang. baik pagi. D.saya akan merebut! . sehingga membuat koko kesulitan mengejar mangsa. Dalam permainan ini. B. atau malam hari saat terang bulan. Lebih banyak lebih baik. karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari. sebab jika sampai terlepas. pemain yang berperan Koko-Koko (KK) dan Kakek/Nenek (K/N) melakukan dialog sebagai pembuka. C. permainan ini lebih sering dimainkan saat-saat waktu libur atau senggang. Mereka bergandengan ke belakang dengan memegang sarung/sabuk yang telah dipakai di pinggang atau dikalungkan di badan. K/N : Kamu dapat dari mana? KK : Lumbung padimu. yaitu A. sore. H. Pegangan pemain anak buah harus kuat. anak-anak yang bermain sekitar 10 anak. dolanan ini hanya membutuhkan tanah lapang yang luas. karena formasi ular akan semakin panjang. F. K/N : Tempatnya apa? KK : Daun lumbu. Sementara saat dimainkan malam hari. KK : Aku minta boleh tidak ? K/N : TIDAK BOLEH ?!! KK : Kalau tidak boleh. lalu terus berkumpul di halaman rumah. dan pemain lainnya berperan sebagai anak buah kakek/nenek. Peserta Dolanan ―Koko-Koko‖ biasa dimainkan oleh anak laki-laki. Selain peralatan sarung/sabuk. C. Seperti pada permainan lain. lebih banyak dimainkan di tanah lapang yang mudah kena sinar bulan.

maka pemain yang lari menjadi pemain jadi. berarti ia menjadi pemain jadi dan menggantikan pemain koko. Ada cara lain. anak juga fisiknya lebih sehat. bertujuan untuk membina kegembiraan dikalangan anak – anak. E. maka si kakek/nenek berusaha lagi menghalangi-halangi si koko untuk menangkap ekornya. Sumber Sumber: Permainan Tradisional Sumatera. Jika si koko bisa menangkapnya. tidak ada pemenang maupun yang kalah. maka pemain paling belakang melepaskan sarung atau sabuk dan berlari sekuat tenaga. Begitu sebaliknya. Dilihat dari sifatnya permainan Fusukhu ini termasuk jenis permainan rekreatif. melatih keberaniannya dan diajak untuk lebih sportif dan menghargai teman-temannya. Jakarta: Kepel Press 39) PERMAINAN FUKUSHU A. Maka terjadilah tarik-menarik yang sangat alot. Walaupun begitu dapat juga dilihat unsur – unsur yang bersifat pendidikan seperti menumbuhkan kebiasaan . Anak-anak lain berusaha mempertahankan pemain paling belakang. maka koko berusaha menyambar anak kakek yang berada di paling belakang. saat si koko telah bisa mendekat ke ekor ular. 2004.Permainan ―fusukhu‖ dapat dimainkan oleh seluruh anak – anak baik laki – laki maupun perempuan. Jika pemain belakang bisa dilepaskan oleh si koko. Namun jika pemain lolos dan bergabung lagi ke posisi semula. F. Namun jika koko bisa mendekat ke ekor dan berhasil memegang pemain paling belakang. Begitu seterusnya hingga mereka merasa capek. maka pemain belakang dengan sekuat tenaga memegang sarung atau sabuk. Dengan permainan koko-koko ini. Tanggapan Masyarakat Permainan ini mengajarkan kepada anak-anak untuk bisa hidup bersosialisasi dengan teman. Sulaiman Dharmamulya. Tetapi dibayangkan bahwa ada persoalan yang mengenai sisir yang hilang dan pertanyaan mengenai hilangnya benda itu yang dijadikan sumber permainan. Dengan sisir di sini tidak dimasudkan yang bernama sisir itu. karena banyak berlari. Latar Belakang Masyarakat Nias menamakan pemainan ini ―fusukhu‖ yang dibentuk dari ―fu + Sukhu‖ yang berarti ―Bermain Sisir‖. maka harus berani menghadapinya dan tidak mudah cengeng. Jika koko berlari ke arah kanan. Penamaan ini didasarkan kepada hal yang menjadi persoalan di dalam permainan yatiu mengenai sukhu atau sisir. maka ekor ular akan mengarah ke kiri. Penentuan kemenangan Permainan ini di mainkan hanya untuk mengisi waktu luang. G. Jika sedang jadi. Jadi permainan ini betul – betul tergolong kepada permainan anak – anak dalam arti sesungguhnya.54 Setelah percakapan itu. dan terkadang disertai suara tertawaan dari para pemain atau penonton. Maka si koko segera mengejar pemain yang lari. Sementara pemain koko bisa bergabung ke pemain lain.

kelima dan ke enam.  Aturan Permainan. karena . Hanya saja mereka tidak boleh bercampur laki sama laki laki. Asal jumlah anak sudah bersepakat untuk bermain dan tempat yang cocok sudah ditentukan maka sudah dapat melaksanakannya. Ini sesuai dengan sifat permainan rakyat pada umumnya. Pertanyaan tersebut harus dengan segera dijawab oleh anak yang menerima pertanyaan dengan ―Sukhu me Figuru‖ yang maksudnya ―Sisirmu ada Dibelakangku‖. Anak yang berada pada tempat terdepan mengucapkan pertanyaan ―He so Zukhugu?‖ yang berarti‖Di mana Sisirku‖ kepada anak yang berada dibelakangnya. dan kemudian bergerak – gerak dalam rangkaian. boleh juga perempuan. Alat yang Digunakan Untuk melaksanakan permainan ini tidak diperlukan peralatan apapun. Dengan terdengarnya jawaban tersebut anak pertama yang berdiri paling depan mengulangi pertanyaan yang sama. Jawaban yang diberikan sama bunyinya seperti anak yang kedua tadi. Mereka kemudian berdiri sambil memeluk pinggang kawan yang ada di muka. B. D. Sampai kepada anak yang kelima jawaban masih dapat diberikan dengan cara yang sama. Para pemain berasal dari berbagai kelompok sosial. Pertanyaan dilanjutkan kepada anak yang ke empat. kecermatan menangkap pertanyaan dan memberikan jawaban dan lain – lain. lebih banyak dari itu sering juga dilakukan. jadi bukan dari kelompok tertentu saja. Peserta Jumlah peserta untuk dapat melaksanakan permainan ini adalah 6 orang. karena dalam permainan ini terjadi pegang pinggul teman bermain. tetapi anak yang keenam atau yang paling belakang akan mengalami kesulitan menjawabnya. karena tidak ada lagi anak dibelakangnya unutk disebutkan sebagai tempat beradanya sisir yang ditanyakan. tetapi sekarang diarahkan kepada anak yang berada pada urutan ketiga. Pelaksanaan Permainan Ambillah umpamanya ada enam orang anak yang ikut serta dalam permainan ini. Anak – anak pada umur 10 sampai 15 tahun mudah merasa malu melakukan itu terhadap lawan jenisnya.  Tahap Permainan Sekarang anak yang berdiri paling depan tadi mulai bergerak hendak menangkap anak yang paling belakang yang dianggap bersalah karena tidak dapat mempertanggung jawabkannya soal sisir tadi. C. Usia permainan ini antara 10 sampai 15 tahun. Akibatnya anak tersebut terpaksa berdiam diri tidak dapat menjawab seperti teman – temannya yang lain. Permainan campuran dipandang janggal atau kurang pantas oleh masyarakat Nias. sehingga terbentuk barisan memanjang kebelakang. jenis kelamin mereka boleh laki – laki.55 bekerjasama dan saling membantu dalam melakukan suatu pekerjaan. dan perempuan sesama perempuan pula. Upaya untung menangkap ini tentu saja begitu mudah melaksanakannya.

41) PERMAINAN BANDEMAN A.Permainan ini memanfaatkan bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis. Pemain Permainan bandeman dapat di lakukan dengan jumlah peserta 3-10 anak. Tetapi yang lucunya disini gerakan itu tidak menuju kea rah yang ke muka. E. karena ynag hendak ditangkap berada pada tempat yang paling belakang.Asal mula permainan ini ketika banyak bungkus rokok yang tidak terpakai dan ada seseorang melipatnya menjadi persegi. Dalam hal ini anak yang paling belakang bergerak lebih bebas dibandingkan dengan anak yang paling depan tadi.Bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis di susun di dalam lingkaran. sudah cukup menjadi hukuman baginya.Bentuk rokok yang berbeda-beda menjadikan bentuknya unik sehingga muncul permainan ini untuk mengumpulkan berbagai bungkus rokok. Yogyakarta: Dikti.Dalam permainan dapat mengembangkan keterampilan yaitu ketepatan dalam mengenai sasaran.  Konsekuensi kalah atau menanti.  Demikianlah barisan yang terdiri dari enam orang anak tersebut bergerak – gerak kesana ke mari seperti ular yang sedang melata di tanah.Saya melakukan permainan bandeman ketika masa kecil dulu.Biasanya yang melakukan permainan ini adalah laki-laki yang berumur kira-kira 6-14 tahun . akhirnya anak yang paling belakang dapat juga ditangkap. Sumber Depdikbud. dalam hal ini yang paling belakang yang dapat ditangkap oleh anak yang paling depan. (1981/ 1982). Permainan ini cukup melelahkan. Dan bagi yang kalah teriakan – teriakan para penonton yang kadang – kadang terdengar mengejek dan menyalahkan anak yang paling belakang kenapa dapat sampai tertangkap. Latar Belakang Pemainan bandeman berasal dari kabupaten Bantul.56 ibaratnya adalah seperti kepala hendak menangkap ekor. Setelah lama bergerak kesana ke mari. sehingga berakhirnya permainan dengan berhasilnya ditangkap anak yang dimaksudkan sudah cukup mengembirakan anak yang paling depan tadi. Dengan demikian permainan selesai. Tidak ada konsekuensi bagi peserta yang kalah. akibat ikatannya dengan anak – anak yang ada di belakang dan yang memegang erat pingungnya yang ada di muka selalu dapat saja dielakkan dengan mudah oleh anak yang paling belakang. B. Setiap gerakan anak yang paling depan untuk menangkap anak yang paling belakang yang dilakukannya dengan segala susah payah. Permainan anak – anak daerah Sumatera Utara.

Alat dan Fasilitas  Bungkus rokok yang sudah di bentuk persegi  Batu atau keramik  Halaman atau pekarangan rumah yang rata D.Bungkus rokok yang sudah di bentuk tipis mempunyai nilai tersendiri.Bunkus rokok yang sulit di dapatkan mempunyai nilai yang lebih tinggi.sampoerna mild 300.Bila tembakan mengenai sasaran dan sebagian bungkus rokok yang dibentuk keluar lingkaran maka bungkus rokok tersebut milik pemain yang mengenainya. Bungkus rokok tersebut tidak di berikan kepada pemain yang ikut dalam permainan tetapi menjadi milik pemain yang menang. E. Waktu dan Tempat Permainan Permainan bandeman dapat di lakukan di halaman atau pekarangan yang tanahnya rata. .Sebelum permainan di mulai setiap pemain harus melakukan ―gasang‖(pasang) sesuai kesepakatan bersama. F.Pemain yang mampu menempatkan batu dengan garis maka dia berhak untuk melakukan tembakan yang pertama kali. Lemparan pemain harus melewati garis didepannya. Penentuan Kemenangan Pemain yang mampu mendapatkan bungkus rokok terbanyak dari hasil tembakan maka pemain tersebut dapatdi katakan menang.Misalnya sepakat gasang 800 maka pemain harus gasang 800 menggunakan bentuk rokok yang sudah di bentuk.Setelah semua pemain melakukan tembakan maka permainan di lanjutkan lagi dengan melaukan gasang lagi atau melanjutkan permainan jika masih ada bungkus rokok yang masih tersisa di dalam lingkaran. Pelaksanaan Permainan Permainan bandeman di lakuakan dengan jumlah peserta 3-10 anak.Kemudian setiap pemain harus melemparkan batu dari pinggir susunan bungkus rokok menuju garis di depannya dengan jarak 3-5 meter. Apabila pemain berikutnya dapat mengenai batu yang di gunakan pemain pertama maka bungkus rokok hasil tembakannya harus di serahkan kepada pemain tersebut. malboro 500 dan lain-lain.Pemain pertama melakukan tembakan menuju susunan bunkus rokok di depannya. Kemudian pemain menyusun bungkus rokok yang sudah di bentuk dari hasil gasang tadi dalam lingkaran.57 C.Waktu permainan dapat di lakukan dari pagi sampai sore.Misalnya Bungkus rokok jarum dan gudang garam mempunyai nilai 100.Kemudian di lanjutkan pemain berikutnya yang dekat dengan garis dan seterusnya seperti itu.Pemain berikutnya boleh menembak susunan rokok atau batu yang di gunakan pemain pertama(batu yang di gunakan pemain pertama dapat diganti dengan batu yang lebih besar).Setelah itu dilanjutkan pemain berikutnya jalannya permainan seperti tadi hingga semua pemain melakukan tembakan.Karena susunan rokok sudah di kenai maka di susun kembali untuk di tembak pemain berikutnya.

Mereka mengajarkan dan mengajak untuk bermain bandeman. yang namanya dunia anak-anak untuk memudahkan sebuah nama dolanan. H.Dolanan yang sering dimainkan oleh anak-anak perempuan masyarakat Jawa ini. juga sering disebut dolanan Pithongan. E.Tanggapan negatif dari masyarakat misalnya permainan ini berbahaya karena dalam melaksanakan permainan harus melakukan tembakan memakai batu. Termasuk dolanan Tumbaran. . Penentuan Kemenangan Tidak ada menang dan kalah karena permainan ini dilakukan terus menerus sampai bosan dan hanya ada yang dihukum. seringkali menamakan atas dasar kesepakatan saja.  Apabila salah menebak akan mendapat hukuman dari kesepakatan bersama. Alat dan Fasilitas  Sapu tangan  Dilakukan setiap sore-sore  Berlangsung di halaman D.  Yang lain berada dalam kotak. atau Dhog-Dhog Ketumbar. salah satu bumbu dapur. Dolanan ini sepertinya tidak mengacu pada benda tumbar.  Dan jika benar maka yang ditebak ganti menjadi orang buta. 42) PERMAINAN JAGO PITHONG A. Latar Belakang Anak-anak menamakan sebuah nama dolanan kadang-kadang aneh dan hanya berdasar pada kesepakatan belaka di antara mereka. Tetapi ya begitulah. B.  Satu orang yang buta tadi menangkap satu orang yang lainnya terus menebak siapa namanya.  Menentukan satu orang untuk menjadi orang buta. Jago-Jago Pithong. C.Apabila batu tersebut mengenai pemain maka bisa terluka.Tanggapan yang positif misalnya anak dapat berkumpul bersama untuk meningkatkan kebersamaan. Sumber Permainan bandeman ini saya mengenalnya dari kakak-kakak yang ada di kampung saya.58 G. Peserta Jumlahnya makin banyak makin ramai tetapi juga makin sulit menebak nama Bisa dilakukan putra dan putri. Tanggapan Masyarakat Tanggapan dari Masyarakat bermacam-macam ada yang positif dan negatif. Pelaksanaan Permainan  Membuat kotak ukuran ditentukan banyaknya peserta.

B. nama pithongan berasal dari kata dasar pithong yang berarti pece atau picak (bahasa Indonesia: buta). Walaupun tidak terekam dalam kamus. Sampai dengan tahun 80-an permainan ini masih sering dilakukan di kalangan masyarakat Banjar. dewasa ini sudah mulai tersisih oleh permainan elektronik populer. Sumber Dolanan ini tidak terekam dalam kamus Jawa ―Baoesastra Djawa‖ karya WJS. masih hidup dan dimainkan oleh anak-anak di wilayah Yogyakarta. salah satu daerah yang menjadi obyek penelitian. Latar Belakang Balogo adalah salah satu jenis permainan tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan. Alat dan Tempat Logo terbuat dari tempurung kelapa. dengan jumlah pemain 2 sampai 5 orang. Pemain Permainan ini dilakukan oleh anak-anak dan remaja. Fungsi panapak atau campai adalah untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan logo pihak lawan yang dipasang saat bermain. Kecamatan Girimulyo. yakni stik atau alat pemukul yang panjangnya sekitar 40 cm dengan lebar 2cm. Bentuknya bermacammacam. Setidaknya. karena permainan itu menggunakan logo. Kabupaten Kulon Progo DIY. biuku (penyu). 1939: 495). bukan berarti dolanan ini tidak hidup di tengah-tengah masyarakat. Kebanyakan dibuat berlapis dua yang direkatkan dengan bahan aspal atau dempul supaya berat dan kuat. Termasuk pula di daerah Kalurahan Giripurwo. kiranya dapat dirunut dari arti kata tersebut. D.59 F. Poerwadarminta (1939). G.Dan permainan ini tidak ada unsur kekerasan sehingga pertemanan menjadi kompak. Dalam kamus Boesastra Djawa (Poerwadarminto. layanglayang. maka jumlah pemain yang ―naik‖ (yang melakukan permainan) harus sama dengan jumlah yang ―pasang‖ (pemain yang . dolanan ini hingga tahun 1980-an. Jika dimainkan secara beregu. segi tiga. C. Garis tengahnya sekitar 5--7 cm dan tebalnya sekitar 1--2 cm. Tanggapan Masyarakat Menarik karena bisa membuat orang tertawa. Umumnya hanya dimainkan oleh kaum pria. Balogo diambil dari kata “logo”. baik di pedesaan maupun perkotaan (lihat penelitian Ahmad Yunus tahun 1980/1981 berjudul Permainan Rakyat DIY). Sebagian daerah yang menyebut dolanan ini dengan Pithongan. Pelaksanaan Permainan Permainan balogo dapat dilakukan satu lawan satu atau secara beregu. Namun. Dalam permainan harus dibantu dengan sebuah alat yang disebut panapak atau kadang-kadang beberapa daerah ada yang menyebutnya campa. daun dan bundar. ada yang berbentuk bidawang (bulus). 43) PERMAINAN BALOGO A.

dan sportivitas. Nilai keterampilan tercermin dari pemasangan logo yang memerlukan keahlian khusus. nilai kerja sama tercermin tidak hanya di pemasangan logo. Dengan demikian. Inti dari permaian ini adalah keterampilan memainkan logo agar bisa merobohkan logo lawan yang dipasang. Dan.60 logo-nya dipasang untuk dirobohkan). tetapi bisa menerimanya sebagai sebuah kekalahan. hanya permainan biasa untuk mengisi waktu dan bersenang senang. Latar Belakang Dulunya madelage adalah persembahan untuk mengantar arwah orang yang telah meninggal. Cara memasang logo adalah dengan medirikannya secara berderet ke belakang pada garis-garis melintang. Kemudian. Jumlah pemain beregu minimal 2 orang dan maksimal 5 orang. Sumber www. nilai sportivitas tercermin dari kerelaan pemain yang kalah untuk di elus-eluas janggutnya oleh pemenang karena aturannya memang demikian. Nama permainan ini . pihak yang menang disebut dengan “janggut” dan boleh mengelus-elus bagian dagu atau jenggot pihak lawan yang kalah sambil mengucapkan teriakan ―janggut-janggut‖ secara berulang-ulang yang tentunya membuat pihak yang kalah malu.com 44) PERMAINAN MADELAGE A. E. Nilai kerja keras tercermin dari usaha para pemain untuk merobohkan logo lawan. sebagai akhir permainan. Sampai akhirnya dikalahkan oleh permainan elektronik modern. sebuah ritual yang dilakukan masyarakat pedalaman NTB. Dan. Tapi kini menjadi permainan yang dimainkan oleh anak anak tanpa ada arti ritual. jumlah logo yang dimainkan sebanyak jumlah pemain yang disepakati dalam permainan. tetapi juga tercermin dalam perobohan logo lawan. Gambar: F.kerajaanbanjar. kerja sama. Regu yang paling banyak dapat merobohkan logo lawan adalah yang keluar sebagai pemenang. Mamang dalam permainan balogo : “santuk kilan bela (muka) patah cempa sekali lagi “ Permainan balogo ini masih populer dimainkan di masyarakat Banjar hingga tahun 80-an.wordpress. kerja keras. Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan balogo adalah keterampilan.

D. sedang Pencipta Permainan ini tidak diketemukan. 2orang jaga. Teluu‘ : tiga. Teliuq : berlari.1 orang menembak Alat dan Fasilitas  Kayu yang ditumpuk  Pelempar Pelaksanaan Permainan  Diawali dengan suit. Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat.namun dalam satu pasang wanita dengan wanita. Pemain  Paling sedikit empat orang . bisa melatih sportifitas Sumber Dari teman saya di NTB dan dari jombangan. Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat.com/info/permainan-tradisionalntb 45) PERMAINAN SENTARUH TELIUQ ENEEKNG TELUU’ A. G. dua pasang  Usia enam sampai belasan tahun. Latar Belakang Nama permainan ini berasal dari bahasa Dayak Tunjung. Jadi bila diterjemahkan adalah bersaing berlari dengan tiga kaki.61 adalah permainan madelege yang artinya persembahan untuk orang mati untuk mengantar kepergiannya. Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan. apabila diterjemahkan sentaruh: bersaing. B. Permainan ini sudah menyebar ke Daerah Kalimantan Timur. E. Peserta C. atau orang dewasauntuk memeriahkan perayaan  Pria atau wanita boleh bermain. B.  Terus bergantian sampai capek Penentuan Kemenangan Yang sering di gendong adalah yang menang Tanggapan Masyarakat Membiarkan anank anak tetap bermain karena permainan ini tidak berbahaya dan membuat anan – anak riang.  Yang menang melempar pertama kali dan yang kalah 2 orang harus jaga. uneekng : kaki. Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan. pria dengan pria . Jenis permaian ini adalah milik masyarakat baik dari kelas bangsawan atau biasa. F.  Jika pelempar tepat mengenai sasaran maka yang jaga harus mengangkat atau menggendong pelempar ke tempat jaga. Minimal peserta 3 orang .

Apabila sudah didapatkan teman yang tingginya sama. dolanan ini memang terinspirasi dari nama hewan gajah. Dalam peperangan seperti dalam cerita wayang. untuk setiap pasangan dicari yang tingginya sama. misalnya dari mana harus berlari dan sampai mana. atau kain dari sapu tangan namun bukan dari bahan yang lentur D. maka kaki kiri dan kaki kanan pasangannya diikat jadi satu. gajah merupakan salah satu hewan yang dipakai tunggangan untuk bertempur melawan musuh. Jalannya permainan tidak sulit. Dari situlah. yakni: //Gajah-gajah telena/ telenane garunata/ jenang katul sisir gula/ her segara amba/ her segara amba//. cukup terkenal di beberapa daerah di masyarakat Jawa. Kata ―telena‖ sendiri sebenarnya setelah dilacak di Kamus Baoesastra Djawa tidak ditemukan. Tujuan Permainan Gajah Telena ini bertujuan untuk mengisi waktu luang dan mencari kesenangan. karena permainan ini yang menonjol adalah sifat pertandingan. Pemenang adalah yang pertama kali sampai finish. dolanan ini juga diiringi dengan sebuah lagu. Tanggapan Masyarakat Pada waktu sekarang jenis permainan ini masih dapat kita lihat pada saat tertentu saja. Sementara kata ―telena‖ ada yang menyamakan persepsi dengan ―tlale‖ atau belalai gajah. Namun begitu. E. seperti halnya permaianan lomba lari karung. setiap calon pelari terdiri dari dua orang. kemudian anak-anak masyarakat Jawa membuat permainan yang diberi nama ―Gajah Telena‖. Memang gajah mempunyai belalai. B. sehingga tidak saling terpisah. Pelaksanaan Permainan Jenis permainan ini adalah kompetitif. Tetapi pada saat ini jenis permainan ini juga dimainkan oleh orang-orang dewasa. Dalam permainannya ada tata tertip yang harus disepakati bersama. 46) PERMAINAN GAJAH TELENA A. Caranya berlari tanga kanan dan tangan kiri setiap pasangan saling merangkul dengan tujuan agar pasangan dapat kompak dalam berlari. Melihat dari namanya. Latar Belakang Jenis permainan yang satu ini juga termasuk dolanan yang tidak menggunakan peralatan bantu untuk bermain. dan sering pula dimainkan oleh anak-anak usia SD. Jadi lapangan permainan harus diberi garis start dan finish. Alat yang Digunakan Seutas tali dari bahan apa saja. seperti juga dolanan lainnya. .62 C. Selain itu juga dapat untuk melatih kerjasama dan sportivitas. Misalnya pada waktu perayaan hari Kemerdekaan.

Masing-masing kelompok terdiri dari 4 anak sebaya. mencupit. menendang. menarik. agar jika terjatuh.C.B. itulah kelompok yang dianggap kalah. Demikian pula kelompok II sebagai formasi gajah adalah E.F. yang umumnya anakanak akan saling menjerit. kemudian mereka dibagi menjadi dua kelompok I dan II. Maka dolanan ini sangat jarang dimainkan oleh anak perempuan. dan H. Sementara kelompok II terdiri dari pemain E. Setelah itu pemain yang menunggang gajah segera naik ke bentuk formasi itu. Hanya biasanya mereka mengganti formasi dan berusaha menantang kembali. Apabila mereka lama saling menjajagi kekuatan lawan dengan berputar-putar lebih dulu. dan D. menyepak. Sementara pemain H sebagai penunggang gajah. pemain tidak begitu terasa sakit. seperti: mereka hanya boleh menjatuhkan lawan dengan cara mendesak.63 C. Bagi kelompok yang terjatuh duluan. Sementara para penonton. dan C. Masing-masing kelompok kemudian bersepakat untuk menentukan formasinya.E. para pemain tidak diperbolehkan menjatuhkan lawan dengan cara merenggut (njambak) rambut. biasanya ada aturan lisan yang disepakati bersama. siapa yang hendak jadi gajah dan siapa yang hendak jadi penunggang. Bisa dinyanyikan sekali atau dua kali.G.G. Masing-masing kelompok agak saling berjauhan. Sebaliknya. dan memukul. berumput.B. Masingmasing kelompok yang bertugas menjadi gajah segera membentuk formasi dengan cara tangan-tangan dirangkaikan. Kelompok I terdiri dari pemain A. Pelaksanaan Permainan Sebelum anak-anak bermain gajah telena. maka nyanyian gajah telena bisa dinyanyikan berulang-ulang. misalkan kelompok I sebagai formasi gajah adalah pemain A. tergantung situasinya. menjagokan idolanya masing-masing. Dolanan ini akan berhenti apabila ada anak (kelompok) yang menyerah. yang nantinya kedua kelompok itu saling berhadapan untuk saling menyerang. baik siang atau sore hari.B. Mereka. Setelah siap. dan G. kaitannya dengan permainan. Setelah disepakati. Peserta Dolanan ―Gajah Telena‖ dimainkan secara berkelompok. Waktu yang sering dipakai adalah waktu senggang. mereka bersama-sama dengan anak-anak yang menonton menyanyikan lagu gajah telena seperti di atas. Minimal ada dua kelompok. Anak-anak yang hendak bermain gajah telena biasanya sudah berkumpul di tempat bermain. Misalkan ada 8 anak (pemain A. capek. dan mendorong.F. atau ingin berpindah ke dolanan lain. dan H). Setelah mereka saling menyerang. telah lelah. dolanan ini dimainkan oleh anak laki-laki karena memerlukan kekuatan fisik. maka pemain konsentrasi dalam penyerangan. Pada umumnya.D. D.F. Dilakukan di tempat terbuka dan biasanya di tanah lapang atau kebun bertanah. Bisa pula dimainkan saat terang bulan purnama.C. Bagi kelompok kalah tidak ada hukuman. atau berpasir. para penonton akan terus bersorak-sorai dan memberi dukungan ke . Sementara pemain D sebagai penunggang gajah.

Tanggapan Masyarakat Permainan ini bagus karena dapat memberikan rasa senang dan menghibur anak-anak dalam melakukan permainan ini dan juga dapat mengisi waktu luang mereka. pertama-tama batang kayu yang berukuran 15 cm ditaruh miring pada sebuah batu. Demikian seterusnya. Jika pada serangan kedua ini. Menurut enang keladi berarti memukul ulat yang sering ada di daerah hutan. Bisa dengan hompimpah atau suit. Jika dia tak berhasil memukul atau jarak pukulannya tidak jauh pemain digantikan dengan pemain lainnya. Jika mereka memutuskan untuk berhenti bermain. E. Penentuan Kemenangan Apabila ada kelompok yang terjatuh. Latar Belakang Permainan keladi merupakan permaianan yang cukup familiar di kalangan anak pedesaan di Aceh. misalnya kelompok I. Sementara para pemain masing-masing kelompok dengan sekuat tenaga berusaha menjatuhkan lawannya. Permaianan ini di latar belkangi karena nakanak basan melihat banyaknya kayu yang bererakan sehingga mereka berinisiatif untuk membuat permaianan sendiri. C.blogspot. Semakin banyak semakin menyenangkan.com/2011/04/gajah- 47) PERMAINAN KELADI A. Alat yang Digunakan Alat permainannya cukup sederhana hanya dua buah batang kayu berukuran 30 sm dan 15 cm juga sebuah batu sebagai penyangga. kelompok II bisa menjatuhkan kelompok I. kelompok I bisa mengubah formasi. maka dianggap kedudukan satu-satu. maka mereka dianggap kelompok kalah dan skor 1:0. Apabila . Untuk selanjutnya. Seperti permainan lainnya permainan ini cukup sederhana dan mudah dilakukan. sehingga alatnya pun sangatlah sederhana. G. Setelah ditemukan siapa yang bermain terlebih dahulu. Setelah siap. Sumber http://permata-nusantara. Permaianan ini menceritakan tentang bagaimanan seeorang anak lelaki di pedesaan terutama warga transmigrasi yang kekurangan teman bermain . mereka mulai menyerang kembali kelompok II. hingga keduanya merasa lelah. permainan diawali dengan mencari siapa yang akan bermain terlebih dahulu. F. Dapat dimainkan oleh dua orang maupun lebih. B. maka mereka membubarkan diri. dia harus melempar keatas kayu yang ditaruh miring dan memukulnya kedepan dan jaraknya harus melebihi tiga kali ukuran kayu yang panjang. Pelaksanaan Permainan Untuk pemain yang bermain terlebih dahulu.64 kelompoknya masing-masing. Permainan keladi berasal dari Aceh.

Sapu tangan itu dibawa oleh salah satu orang peserta untuk dijatuhkan pada sebuah tempat dibelakang peserta lainnya. karena para peserta hanya ditugaskan untuk menerka saja dimana jatuhnya sapu tangan dan harus cepat memegang sapu tangan tersebut sebelum sempat diambil kembali oleh yang menjatuhkanya. masyarakat cukup mendukung. Tanggapan Masyarakat Dahulu ketika Eang saya disana. Waktu Bermain Waktu bermain biasanya di sore hari ketika anak-anak bermain F. Biruen. . C.anak ini Merboni.65 berhasil memukul dengan jarak lebih dari tiga kali panjang batang kayu yang panjang. Alat yang Digunakan Peralatannya hanyalah sapu tangan saja. Eang Harjo Sumarto yang berasal dari Takengon. disebabkan permainan ini terlalu mudah. Dikatakan mudah. umur para pemainnya sekitar 9-12 tahun  Jumlah pemainnya adlah 4orang. pemain kemudian harus memukul batang kayu kecil itu seperti bermain golf. Kadang pula ada kaum leleki dewasa yang ikut dalam permainan ini untuk sekedar mengisi waktu.boni Sapu Tangan yang berati bermain sembunyi. Sumber Permaianan ini bersumber dari Eang saya. Jika sudah tak berhasil memukul maka si pemain kemudian di gendong oleh pemain yang sejak tadi tak ikutan memukul. yang merupakan alat utama dalam melaksanakan permainan. dengan jumlah pemain 15 sampai 20 anak untuk sekali bermain. dan permaian ini berlangsung dalam bentuk cara. G. Merboniboni Sapu Tangan dibentuk dari : mer + boni. D. karena didalam permainan ini sapu tangan merupakan alat utama. Nanggore Aceh Darusalam 48) PERMAINAN MERBONI – BONI SAPU TANGAN A.laki maupun anak perempuan.cara memnyembunyikannya. Dimainkan anak sekitar umur 6 samapi 10 tahun.boni.anak yang lebih besar jarang memainkannya karena kurang sesuai dengan mereka. Di gendong ke arah batu tempat permainan dimulai.dan tiap regu berisikan 2 orang E. Pemain  Kebanyakan permainan ini di lakukan oleh anak sekolah dasar. tetapi di bagi menjadi 2 regu. biasanya anak. Latar Belakang Masyarakat Dairi menamakan permaianan anak. B. Batang kayu berada diantara kedua kaki dan kemudian dipukul kebelakang menjauh hingga si pemain tak berhasil memukul batang kayu tersebut.bunyian sapu tangan. Peserta Permainan ini tidak ditentukan anak laki.

Permainan ini dapat dimainkan oleh siapa. Latar Belakang Dlosoran adalah permainan yang telah tersebar luas dimana-mana. Sia anak yang membawa sapu tangan berjalan diluar lingkaran dilakukannya sedemikian rupa agak setenagah membungkuk.  Hukuman Hukuman bagi yang kalah ialah berupa larinya anak yang kalah dan dikejar dari belakang oleh anak yang menang sambil memukul dengan sapu tangan ke tubuh anak yang kalah. maka anak yang tidak tahu itu dianggap kalah. Pelaksanaan Permainan  Persiapan  Seluruh peserta berjumlah 15 sampai 20 orang memilih salah seorang diantara mereka untuk bertindak sebagai pembawa sapu tangan secara berkeliling dan menjatuhkannya pada tempat yang dikehendakinya. dan sapu tangan segera dapat ditangkapnya. hanya membutuhkan strategi dan taktik dalam bermain. Permainan ini cukup mudah di lakukan karena tidak membutuhkan alat untuk bermain. 1984. F. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 49) PERMAINAN DLOSORAN A. sehingga yang membawa semula sempat memungutnya kembali.  Tahap permainan Jiak sapu tangan sudah dijatuhkan. Dlosoran juga mengasah otak untuk berpikir dan bertindak kapan akan mengenai lawan kapan akan menunggu hingga lawan lengah dan akan menyerah . Bambang. tetapi si anak tang terdekat tidak mengetahuinya. dimana.66 D. sehingga jatuhnya tidak dapat segera dilihat. E.  Aturan bermain Anak yang menang bertugas membawa sapu tangan berkeliling. Asal pastinya tidak tahu karena permainan ini di ajarkan oleh pemuda kampung saya sehingga saya mengerti dan pernah melakukan permainan ini. Menentukannya dengan suit. dan kapan saja. Permainan Tradisional anak. Yang perlu segera tahu dimana jatuhnya sapu tangan itu ialah anak yang berada didekat tempat jatuhnya itu. Tetapi jika hal itu diketahuinya. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat juga sudah agak berkurang dibandingkan dengan masa lampau terhadap permaianan ini. sedang peserta lainnya berdiri rapat membentuk lingkaran. Sumber Suwondo. Sampai lingkaran yang dibentuk terkelilingi. maka dialah yang menang dan yang menjatuhkannya menjadi pihak yang kalah.anak Daerah Sulawesi Utara.

Peserta Peserta dapat siapa saja anak-anak.67 B. menyentuh lawan dengan selain kaki. hanya untuk membantu dalam pelaksanaannya saja. Jumlah peserta dapat di tentukan dari jumlah orang yang ada. penjaga mulai bergerak untuk berusaha mengenai kaki lawan dengan cara dlosor(tackle). Bila ada yang .  Pancang 1buah  Tali rafia 5-10m  Kapur halus secukupnya. misalnya dengan tangan atau menendang di anggap tidak sah. Tetapi bila pesertanya banyak. karena dapat di mainkan bersama-sama oleh laki-laki dan perempuan. bahkan dewasa.  Dengan undian hompimpah/kacang panjang dipilihlah 3 orang untuk berjaga di luar lingkaran terlebih dahulu. dan semua anggota badan masuk dalam lingkaran. Pelaksanaan Permainan  Dlosoran membutuhkan sekitar 13-18 pemain (dapat juga lebih). Pemain lain yang tidak jaga berada di dalam lingkaran. Permainan ini juga tidak memandang jenis kelamin. D.  Penjaga boleh mengelilingi lingkaran untuk mengintai lawan yang akan dimatikan. Harus menyisakan anggota badan lain. Misalnya tangan ada di luar lingkaran.  Dalam mendlosor boleh dengan 1 atau 2 kaki sekaligus. E. Dan yang menang di tentukan dari sedikitnya pemain itu menjadi penjaga di luar lingkaran. Untuk yang kalah ditentukan dari berapa kali pemain sering menjaga di luar lingkaran. Penjaga juga boleh menunggu hingga lawan lengah. yang jelas semakin banyak peserta semakin seru. Tetapi pada saat dlosor(tackle) seluruh anggota badan penjaga tidak boleh masuk dalam lingkaran. remaja. yang perlu di perhatikan adalah jumlah penjaga harus di tambah untuk keseimbangan permainan dan luas area permainan juga di tambah. Penentuan Kemenangan Penentuan Menang atau Kalah.  Bila ada yang terkena dlosoran itu maka pemain yang terkena itu ganti untuk jaga dan melakukan hal yang sama untuk mematikan pemain lainnya. Begitu seterusnya.  Setelah posisi siap dan semua pemain ada di areanya sendiri-sendiri. Karena taktik itu yang perlu di terapkan dalam permainan ini. Penjaga tetap berjaga. Dan untuk memperjelas area dan bentuk lapangan dalam bermain. Bila di lakukan dengan cara lain. C. Alat yang Digunakan Alat dan fasilitas ini tidak di gunakan dalam permainan. kaki yang tidak dlosor berada di luar lingkaran. mengenai lawan di atas lutut. Jadi perkenaannya adalah kaki atau lutut ke bawah.  Hal yang tidak boleh dalam permainan ini dan di anggap pelanggaran adalah menendang lawan.

100 perak. Yang jelas disini berwujud koin/kerikil yang berjumlahkan 5/6 buah. harus dengan di iringi sebuah lagu atau nyanyian dan jika koin yang didapat berhasil di tangkap dapat dihitung berapa jumlah koin yang ditangkap tadi dan itulah pointnya.500. Kapur / alat tulis untuk digunakan sebagai alat pencatat point atau nilai. Rp.68 mempunyai skor yang sama maka adu koin atau tos. Mereka juga tidak tahu sumber pasti permainan itu. Alat yang Digunakan Koin uang atau kerikil yang berukuran sebesar kelereng yang nantinya digunakan sebagai bahan permainannya yang berjumlahkan 5 atu 6 buah. permain tidak boleh keras-keras. Peserta Permainan ini dapat di kategorikan sebagai permainan anak-anak yang pada umumnya di lakukan oleh anak perempuan usia 6 – 15 tahun. atau Rp. Sedangkan jika koinnya berjumlahkan 5 buah di ambil 1 buah koin saja. Tetapi bila yang memiliki skor orang banyak maka di adakan hompimpah untuk mendapatkan siapa pemenangnya. yaitu jika koin berjumlah 6 buah harus di ambil 2 buah terlebih dahulu tetapi cara pengambilan tidak boleh sembarang. F. D. karena ada begitu saja dan dengan sengaja di mainkan bersama-sama. Cara permainannya juga mungkin bisa di katakan sama persis.  Melakukan cengkeh.  Jenis koin. Pelaksanaan Permainan  Saat melempar / krepyak. Permainan ini di mainkan untuk menghibur diri pada saat istirahat sekolah dan pada saat pulang sekolah atau lingkungan rumah. hanya mungkin beda nama permainan saja. Jumlah pemainnya pun terdiri dari 2 sampai 6 orang atau lebih. 200. . Begitu juga dengan musuhnya harus bisa memilih koin yang di ambil yang sekiranya dapat mempersulit pemain untuk melakukan cuthit. C. Latar Belakang Awalnya permainan ini adalah permainan tradisional yang dulunya di mainkan oleh masyarakat zaman dahulu. dan mungkin di daerah lain juga punya permainan seperti ini.  Melakukan cuthit. Sumber Dari orangtua saya. Karena kebanyakan anak-anak bermain lari-larian dan orang tua takut bila anaknya mengalami resiko bahaya jadi orang tua mengenalkan pada anaknya permainan ini. 50) PERMAINAN KREPYAK A. bisa menggunakan uang nilai Rp. Setahu saya permainan ini berasal dari daerah saya sendiri yaitu daerah bantul. Harus di tentukan oleh musuhnya. B. Yang arti jawanya ( alon-alon ).

69  Cara mengetahui perpindahan permainan / mati.  Ada 4 Tahap yang harus di lalui.  Krepyak ( NYEBAR KOIN ). jumlahnya di tulis yang nantinya di jumlahkan di akhir permainan. Latar belakang masalah Indonesia sebagai negara seribu pulau berarti memiliki beragam suku di dalamnya. Cara melakukannya pun hampir sama dan di iringi oleh sebuah lagu atau nyanyian. Sumber Masyarakat imogiri bantul yogyakarta 51) PERMAINAN PATAH KALENG A.  Cuthit ( MENCUNGKIL KOIN ). apalagi dari sisi budaya. Olahraga ini mirip seperti permainan sepak bola namun berbeda pada peraturan dan sangat fleksibel. Seperti di daerah lain. Papua juga punya permainan-permainan tradisional. tergantung dari pelaksana lomba (bila dilakukan . Tidak banyak Masyarakat Indonesia yang mengerti kondisi real masyarakat di sana. dengan cara melakukan homepimpah / pingsut tadi. Latar Belakang Permainan Tradisional Patah Kaleng . dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti. bisa dihitung point yang didapat oleh para masing-masing peserta. E. Salah satunya adalah Papua. Setelah koin disebar.Steet Ball Papua A. Point yang mendapatkan paling tinggi yaitu pemenangnya. Sebelum permainan ini di mulai akan dilakukan pengundian terlebih dahulu. setelah nyanyian berakhir dengan bersamaan menangkap koin. Koin yang berhasil di tangkap kemudian di hitung. Penentuan Kemenangan Mengetahui ― menang atau kalah‖.  CENGKEH Pemain yang berhasil ketahap ini kemudian melakukan cengkeh dengan tangan yaitu seperti permainan gatheng. Pemain yang bermain sebagai orang pertama menggengam semua koin kemudian di lemparkan dengan diiringi berbicara ―kREPYAK‖. pemain lain ( lawan ) akan menunjuk koin yang akan di ambil dengan cara memilih koin yang paling mudah di lakukan nantinya. Dapat dimainkan dimana saja. yaitu :  Homepimpah / pingsut ( PENGUNDIAN ). F. jika si pelaku atau peserta tidak berhasil mengenai sasaran atau koin pada saat mencuthit / pemain tidak dapat menangkap koin pada saat melakukan cengkehan. Salah satunya adalah sepak bola patah kaleng selain permainan tradisional lain yang merupakan krestivitas anak dengan lingkungannya yang masih sangat identik dengan alam. Point yang didapat atau dikumpulkan oleh pemain yang terbanyak ialah yang keluar sebagai pemenangnya.

E. dan bersosiaolisasi. Bahkan Papua selalu melahirkan bintangbintang sepakbola di Indonesia. Sumber Hanya ada satu tulisan mengenai sepak bola patah kaleng ini yang ditulis oleh Arnoldus Mampioper di Kabar Indonesia (19/06/2009). C. Hanya ada dua buah kaleng. Tujuan Tujuan Mengisi waktu luang. dalam bentuk perlombaan) ataupun oleh kedua belah pihak yang akan bertanding. Sasaran Sasaran Anak laki-laki Pelaksanaan Permainan  Lapangan peralatan  Lapangan Lapangan yang di gunakan bisa di lakukan dimana saja dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti. G. Tidak banyak orang yang menuliskan olah raga tradisional Papua ini. Patah disini berarti kaleng yang berfungsi sebagai gawang tersebut dijatuhkan oleh pihak lawan melalui bola yang ditendang.  Pemain Anak laki-laki  Jalannya permainan Sebelum di mulainya perminan di lukan tos dulu setelah itu bagi yang menang maka melaukan operan atau penguasaan bola.70 B. F. Permainan ini sangat digemari oleh anak-anak laki-laki di Papua hingga tidak heran bila Papua tidak pernah kekurangan bintang muda di bidang sepak bola. Manfaat Manfaat Senang. Belajar mencintai budaya bangsa adalah pengabdian tulus terhadap eksistensi bangsa.  Peralatan Bola kecil kaleng. kemampuan motorik meningkat. Sepak bola patah kaleng tidak berarti kaleng dipatahkan. Itu hanya istilah saja yang sudah beredar di Masyarakat Papua sejak puluhan tahun yang lalu. D. Lebih ideal bila menggunakan bola tenis. . dalam permainan ini tidak ada istilah out atau lemparan ke dalam karena dalam permainan tradisional ini tidak ada garis pembatas lapangan. sama seperti gawang. bermain dan meningkatkan motorik. Alat yang Digunakan Bola yang dipergunakan untuk permainan inipun kecil. Tingkat kesulitannya lebih tinggi dibandingkan sepak bola yang menggunakan gawang. Berbagai permainan tradisional ini tidak akan bertahan lama bila generasi muda tidak lagi mau peduli terhadap pelestarian budaya bangsa karena budaya adalah jati diri sebuah bangsa. kualitas kebugaran meningkat.

Peserta Permainan ini dimainkan oleh 6 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok masingmasing 3 orang. E. Untuk kembali ketempat semula kali ini pemain harus kambali menggunakan kaki satu dan mengambil umpan miliknya diluar kotak sepuluh ribu dengan tanpa menginjak/memegang garis.com/baca/patah-kaleng-steet-ball-papua/759/ 52) PERMAINAN CAK LENGKENG SEPULUH RIBU A. kemudian Pemain melemparkan umpan kekotak yang pertama untuk memulainya permainan. Tanggapan Masyarakat Permainan ini tidak pernah digunakan lagi oleh anak-anak di daerah saya. lalu pemain harus mengangkat kaki satu dan menggeser umpan kekotak yang ke dua. yaitu Bangka Belitung. D. Latar Belakang Permainan ini berasal dari daerah saya. Penentuan Kemenangan Jika ada pemain yang berhasil mengumpulkan angka yang paling banyak maka dialah pemenangnya. Permainan ini sering dimainakan waktu saya masih kecil dulu. F.kulinet. G. Sumber http://www. Alat yang Digunakan Fasilitas yang digunakan hanyalah pecahan batu/keramik sebagai umpan & melukiskan/menggambarkan bentuk lapangan. C. Penentuan Kemenangan Pemenang Regu mana yang paling banyak menjatuh kaleng paling banyak maka regu itu di anggap sebagai pemenangnya. biasanya permainan ini sering dimainkan jika waktu libur sekolah tiba permainan ini juga sangat populer di waktu kami masih kecil dulu biasanya kami memainkannya dari pagi & petang. jika ada pemain yang menginjak/memegang garis maka dianggap mati. B. Sumber Masa Lalu .71 H. Pelaksanaan Permainan Para pemain di suitkan dahulu kemudian yang menang jalan duluan. I. begitu seterusnya sampai kekotak yang ke empat disitu pemain boleh menggunakan kedua kakinya untuk menendang umpan tersebut ke kotak angka sepuluh ribu.

lapangan umum. Alat egrang dibagi menjadi dua. Sedang Jawa Tengah dengan nama Jangkauan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Tujuan Mengisi waktu luang. C. dan bersosialisasi. dan dewasa. B. Manfaat Gembira. Lapangan dan Peralatan a. E. berdasar kelompok umur pemakaiannya. D. Peraturan Permainan 1. Ingkau yang bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu. b. bila memungkinkan). sebagaian wilayah sumatera barat dengan nama Tengkak – tengkak dari kata tengkak (pincang). Pada ukuran 50 cm dari bawah dibuat tempat berpijak kaki yang rata dan boleh lepas dengan kain atau busa. kemampuan motorik meningkat. tetapi dapat dijumapi diberbagai daeerah dengan nama berbeda seperti . Lapangan Lapangan yang dipergunakan disarankan datar dan luas (bisa di stadion. 1) Umur 6 – 12 tahun : Tinggi bambu 1 ½ meter Ukuran tempat berpijak :  Tinggi : 50 cm  Lebar : 15 – 20 cm  Panjang : 7 ½ cm 2) Umur 13 tahun keatas Tinggi bambu 2 ½ m Ukuran tempat berpijak:  Tinggi : 50 cm  Lebar : 20 cm  Panjang : 10 cm . bahkan jalan raya. kualitas kebugaran meningkat. Ukuran lapangan adalah panjang minimum 50 m dan lebar 7 ½ m dibagi lima garis lintasan masing – masing 1 ½ meter. masing – masing kelompok umujr 6 – 12 tahun dan kelompok umur 13 tahun keatas. Latar Belakang Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari daereah mana asalnya. Egrang dalam bahasa lampung berarti terompah pancung yang tgerbuat dari bambu bulat panjang. Secara spesifik. Sasaran Anak – anak. bermain dan meningkatkan kemampuan motorik. remaja. sehingga permukannya rata. Peralatan Alat yang digunakan adalah bambu yang dibuat sedemikian rupa. ukuran egrang tersebut adalah sebagai berikut.72 PERMAINAN OLAHRAGA TRADISIONAL 53) PERMAINAN EGRANG A.

Sebelum perlombaan dimulai. Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan urutan pemberangkatan perlombaan. g. Perlombaan dalam seri. Undian diadakan agar jangan ada yang merasa dirugikan. jumlah atlet sesuai dengan jumlah lintasan. Atlet. Ya. Sebelum perlombaan dimulai. f. c. h. Aba – aba perlombaan oleh wasit / juri start adalah: bersedia. Wasit. Pemenang  Pemenang ditentukan berdasarkan kecepatan waktu  Waktu yang diambil adalah kaki terakhir menyentuh garis finish. 3. i.  Pencatat waktu (timer) mencatat waktu para pelari. aba – aba siap satu kaki (kiri atau kanan) diatas tempat berpijak dan setelah aba – aba YA lari. Para atlet dinyatakan gugur apabila:  Menginjak garis lintasan  Kaki jatuh menyentuh lantai atau lintasan  Dengan sengaja mengganggu atlet lain. yang mengambil lintasan orang lain dinyatakan gugur. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dalam kelas masing – masing 5 (lima) orang sesuai dengan jumlah llintasan. Atlet yang terganggu jalannya oleh atlet lainnya boleh meneruskan larinya atau mengulang. j. Dalam meneliti umur peserta didasarkan pada surat keterngan yang berwenang. Pengganti ―YA‖ dapat dilakukan dengan suara peluit. b. juri dan pencatat waktu (timer)  Wasit bertugas mengawasi seluruh jalannya perlombaan. Waktu terbaik dalam seri (2 atau 3orang) berhak mengikuti seri berikutnya. Kalau dalam perlombaan cukup dengan mengira – ngira saja. Pada aba – aba bersedia tangan memegang egrang (kanan dan kiri). kelompok umur anak – anka 6 – 12 tahun dan unutk taruna / remaja / dewasa 13 tahun keatas. para peserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umur masing – masing.  Juri lintasan. dapat diatur dalam peraturan perlombaan khusus apakah hanya 2 atau 3 orangwaktu terbaik dengan memperhatikan jumlah peserta. 4. Pemain Permainan egrang bisa dimainkan oleh wanita atau laki – laki dengan mengenakan pakian olahraga yang pantas. 5.  Juri pemberangkatan / timer. Per kelompok dipelombakan dalam seri. e. Jalannya permainan a.  Juri kedatangan mengawasi perlombaan di garis akhir. dari garis start sampai garis finish dipimpin juri start dan waktu dicatat oleh petugas pencatat waktu. Hal ini dilakukan pada waktu penyelenggaraan resmi. siap .73 2. d. mengawasi lintasan apakah ada pelari yang menginjak garis. para atlet berdiri dibelakang garis start dengan memegang egrang. . Untuk maju ke seri berikutnya.

dengan pengelompokan umur:  anak – anak : 9 – 12 tahun  remaja : 13 – 16 tahun  dewasa : 17 tahun ke atas  Masing – masing kelompok umur tadi. dengan ukuran panjang 8 meter dam lebar 4 meter. Tujuan Mengisi waktu luang. 2. B. Lapangan Lapangan atau tempat bermain bisa dialam terbuka (lapangan rumput. C. mengurangi ketegangan mental. 1 kg untuk putri. 12 cm. F.m. tanah atau lantai yang rata. Latar Belakang Permainan gebuk bantal adalah merupakan suatu permainan ketangkasan dimana 2 pemain saling menyerang menggunakan bantal.2 m dan unutk putri 1 m. sabut kelapa atau jerami dengan ukuran panjang 1 meter berat 1 ½ kg untuk putra. Peralatan Tempat bertanding dibuat dari kayu atau bambu bulat dengan ukuran panjang 4 meter. Sasaran Remaja dan dewasa. b. di atas sebatang bambu yang dipasang menyerupai jembatan dan pemenangnya adalah yang berhasil menjatuhkan lawan atau yang berhasil mengumpulkan angka yang lebih banyak.74 54) PERMAINAN GEBUK BANTAL A. Kualitas kesegaran jasmani meningkat. Pemain  Gebug bantal bisa dimainkan oleh putra maupun putri. diberi pengaman matras. tanah danpasir. atau jerami. keseimbangan meningkat. E. busa.15 cm. Bantal dibuat dari kain diisi dengan kapas. Peraturan Permainan 1. Lapangan dan Peralatan a. melatih keseimbangan. tertutup (hall / gedung olahraga). meningkatkan kesegaran. Lapangan (kecuali diatas air)dibatasi dengan tanda. besar d. Manfaat D. pasir. Pada dasar lapangan (kecuali diatas air). serta bentuk bantal bulat panjang berukuran 7 ½ cm . dipertajam lagi dengan pengelompokan berat badan  anak – anak : 30 – 40 kg  remaja : 41 – 50 kg  dewasa : 51 – 60 kg keatas  Sifat pertandingan Perorangan dan beregu. Tanda dibuat dari kapur atau tambang. memupuk sportifitas. Lama permainan . Tinggi dudukan tempat bertanding diukur dari tanah / permukaan aman. dan diatas air). 3. untuk putra 1.

dinyatakan kalah. wasit membunyikan peluit tanda pertandingan di mulai. d. f. Hasil undian. Penjelasan tentang perwasitan a. permainan ini dihentikan untuk istirahat selama 3 menit. Apabila dalam waktu 5 menit tidak ada pemain yang jatuh. tangan memegang kayu / bambu dudukan. salah seorang berhasil menjatuhkan lawannya. pembatasan sasaran ini dimaksudkan untuk menghindari cidera kuping. . Undian diadakan untuk menentukan tempat dan peraminan yang lebih dulu memukul. 6. Sebelum pertandingan dimulai wasit menanyakan panitia tentang keabsahan pemain. Pemenang Pemenang ditentukan berdasarkan. atau siapa lebih dulu jatuh. 5. Apabila babak pertama sampai babak kedua tidak ada yang jatuh pemenang ditentukan dengan undian. b. Sasaran Seluruh tubuh kecuali kepala. dilakukan dengan uang logam. Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit daan 1 orang pembantu wasit. e. 4 – 1 atau 3 – 2. Wasit memimpin seluruh jalannya pertandingan dan pembantu wasit memperhatikan apakah diantara pemain melakukan kesalahan (memegang kayu / bambu dudukan.satu tangan lagi siap menangkis. Jenis permaian dan penilaian a. Jalannya permainan a. Pemain dinyatakan kalah. ditetapkan berdasarkan jumalh pemain yang memenangkan pertandingan dengan skor akhir 5 – 0. Sikap duduk. c. Wasit dan pembantu wasit adalah yang telah mengikuti penataran perwasitan. kaki mengepit dudukan.75 4. b. c. mengepit dudukan dengan dua kaki). 7. Sebelum pertandingan dimulai diadakan undian unutk menentukan tempat dan siapa yang lebih dulu memukul. lebih dulu jatuh. d. Perorangan (lihat butir 5) b. Beregu 5 orang. e. Permianan dilakukan paling lama 5 menit / babak. Setelah pemain siap bertanding. Apabila ini terjadi segera mengangkat bendera merah. setelah selesai bertanding pemain berdiri mengapit wasit dan wasit mengangkat tangan pemenang. sebaiknya dihindari dengan suit. jatuh kebawah tanah. setelah istirahat dilanjutkan 5 menit babak kedua. kaki tergantung satu tangan memegang bantal. Demikian juga sebelum pertandingan dimulai wasit dan pembantu wasit memeriksa lapangan dan peralatan. 8. Wasit dan Juri Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit dan satu orang pembantu wasit. Setelah undian pemain yang akan bertanding naik keatas dan duduk diatas dudukan tempat bertanding.

 Tebal terompah 2. baik Rokan Kiri maupun Rokan Kanan.5 cm. Kini. D. remaja. 3. seperti dibagian Siapi – Api.  Panjang terompah unutk 5 orang 235 cm. Latar Belakang Permainan terompah panjang sejak dulu sudah ada didaerah sepanjang perairan Sungai Rokan. Riau. 4. rata seperti stadion. dan kemampuan kerja sama meningkat.  Lebar terompah 10 cm. terompah dibuat dari bahan balok / papan yang tebal karet / ban. mengisi waktu luang dan memupuk sikap kerja sama (kekompakan team). Ujung lintasan diberi garis start dan garis finish. Lapangan dan peralatan a. 5.5 meter.76 g. Ukuran terompah:  Panjang terompah untuk 3 orang 141 cm. 55) PERMAINAN TEROMPAH PANJANG A. C. B. bendera dibuat dari kain atau kertas berwarna meerah dan biru berbentuk segitiga dengan ukuran bendera 27 cm. Manfaat Kebugaran meningkat. Lapangan dibuat sedemikian rupa agardalaam pelaksanaannya tidak menghadap matahari. Panjang atau jarak lintasan: 50 meter. Memimpin pertandingan sesuai dengan peraturan permainan yang telah ditetapkan. maupun Rokan dibagian Hilir. Tujuan Berolahraga. Sasaran Anak – anak. b. Peralatan 1. dewasa putra dan putri. yang dibagi menjadi 5 lintsan (masing – masing lintasan lebar 1. Bendera – bendera kecil dari bahan: tangkai dari bambu dengan panjang 40 cm. Peraturan Permainan 1. 2. Bengkalis. ketegangan menurun. Bendera start (peluit start). Terompah. dengan lebar 7. E. lapangan umum. terompah pangjang sudah merakyat. Lapangan Permainan terompah panjang diadakan dilapangan terbuka.  Berat terompah seluruhnya untuk teromaph 3 orang 4 kg ( sepasang) terompah 5 orang 8 kg (sepasang). Kabupaten Kampar. Kapur untuk membuat lintasan. dan paku. Jumlah bendera sesuai dengan jumlah lintasan yang dipakai. . Antar lintasan diberi garis dari kapur 5 cm. Nomor dada dan stopwatch.5 meter). jalan raya (bila memungkinkan).

waulupun regu tersebut jatuh kedepan tetapi kedua kaki masih kontak pada terompah meskipun tangan menyentuh tanah. Seluruh peserta dibagi dalam seri setiap seri maksimal 5 regu sesuai dengan jumlah lintasan (disesuaikan dengan jumlah regu peserta). peserta siap untuk melakukan jalan.tidak berhasil mencapai garis finish. Pemain Jenis kelamin laki – laki dan perempuan yang tergabung dalam regu putra dan regu putri. peserta berjalan secepat – cepatnya menempuh jarak 50 meter. Sebelum perlombaan dimulai. stop watch dihidupkan dan pada saat peserta dan ujung terompah paling belakang melawati garis finish stop watch dimatikan.77 2. Regu dianggap sah. Sebelum perlombaan dimulai. h. e. Bila memungkinkan adanya stop watch. siap. Jenis perlombaan Beregu 3 orang dan beregu 5 orang. Petugas lintasan berdiri dibelakang peserta dan memperhatikan regu pada lintasan masing – masing dengan membawa bendera biru merah. Pada aba – aba bersedia. peserta berdiri diatas terompah dengan jari – jari kaki masuk kedalalm setengah lingkaran karet dan berpegangan satu sama lain. Aba – aba dalam perlombaan diberikan oleh juri pemberangkatan adalah bersedia. g. Kelompok umur anak – anak 9 – 12 tahun. terompah rusak ditengah jalan. dan untuk menentukan urutan pemberangkatan dalam perlombaan. Jalannya permainan a. dewasa 17 tahun keatas. apabila peserta terakhir dan ujung terompah bagian belakang melewati garis finish dengan tidak ada kesalahan selama dalam perjalanan. menginjak lintasan peserta lain. . j. ya (peluit dibunyikan atau bendera start dikibarkan). 4. f. Aba – aba ya. dengan sengaja mengganggu peserta lain. regu yang gugur tidak perlu meneruskan sampai garis finish. d. salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah artinya salah satu kaki atau kedua kaki tidak ada kontak dengan terompah. k. boleh pada bahu atau pinggang. remaja 13 – 16 tahun. Sebaiknya para peserta memakai sepatu olahraga agar kjaki tidak lecet. Peserta regu berpegangan satu sama lain. Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan lintasan masing – masing regu. Peserta dibagi dalam regu yang terdiri dari 5 orang atau 3 orang sesuai dengan jenis yang diperlombakan. usia para peseta diteliti untuk menentukan kelompok usia. b. Undian dapat dilaksanakan paling lambat satu hari sebelum perlombaan dimulai. Regu yang sudah diteliti kelompok usianya. peserta dari masing – masing regu berdiri dibelakang garis start di samping terompahnya. Peseta / regu dianggap gugur apabila. i. 3. Aba – aba siap. kemudian diberi nomor (dua) untuk dipasang di dada bagi peserta yang paling depan dandi punggung pemain paling belakang. c. Regu juga masih dianggap sah. maka pada aba – aba ya.

.  Juri kedatangan berada dibelakang garis finish. juri pemberangkatan mengambil tempat dibelakang peserta dan tangan yang megang bendera direntangkan lurus kesamping.  Memberi aba – aba pada pemberangkatan peserta dengan mempergunsksn bendera start atau peluit. juri pemberangkatan memanggil peseta untuk berdiri dibelakang agris start dalam lintasan masing – masing. Apabila pengawas mengacungkan bendera biru.  Pengawas lintasan 5 orang (diseduaikan jumlah lintasan)  Juri kedatangan lima orang.  Sebelum start dimulai.  Jumlah pemberangkatan 1 orang. 7.  Kemudian juri pemberangkatan memperingatakn agar peserta tidak menginjak / melewati garis start.  Aba – abab yang diberikan adalah: bersedia.  Pengawas lintasan bertugas unutk:  Mengawasi lintasan selama permainan berlangsung. maka permainan peserta tersebut sah. pengawas lintasan mengacungkan bendera keatas dan berjalan di belakang mengikuti peserta sampai garis finish. 6. pengawas lintasan berdiri di belakang peseta yang akan diawasi sambil membawa bendera biru ditangan kanan dan bendera merah di tangan kiri. ya atau peluit dibunyikan. Petunjuk Perwasitan Untuk melancarkan jalannya permainan terompah panjang.78 5.  Pencatat waktu (apabila ada stopwatch).  Dalam memberikan aba – aba. diperlukan petugas sebagai juri / wasit. Petugas Petugas terdiri dari.  Pada saat peserta mulai berjalan.  Juri pemberangkatan dapat menentukan sah atau tidaksah start yang dilakukan oleh setiap peserta. regu yang gugur dalam babak final tidak mendapat juara.  Juri pemberangkata bertugas untuk. siap. Pemenang Regu dinyatakan sebagai pemenang apabila regu tersebut paling cepat memasuki garis finish.  Juri kedatangan bertugas untuk:  Menentukan dan mencatat urutan kedatangan peserta.  Sebelum start dimulai. Tetapi apabila peserta melakukan kesalahan maka bendera biru diturunkan dan bendera merah dinaikkan dan regu peserta dianggap gugur.  Pengambil waktu (apabila ada stopwatch). perincian tugas darei masing – masing juri / wasit. Apabila menggunakan bendera maka pada aba – aba ya bendera dinaikkan / digerakkan keatas.

keseimbangan. misalnya 10. remaja.79  Pengambil waktu bertugas untuk:  Menghitung waktu dari mulai aba – aba ya atau peluit dibunyikan sampai peserta menginjak atau melewati garis finish. dan ketangkasan meningkat. dewasa.  Pencatat waktu berada dibelakang garis finish disamping pengambil waktu. Manfaat Kebugaran meningkat. stopwatch dimatikan. B. Peraturan Permainan 1. dan pada saat peserta paling belakang dan ujung terompah paling belakang tepat berada digaris finish / melewati garis finish. E.  Tebal garis 4 cm. ketegangan menurun. mengurangi ketegangan dan kompetitif. semen maupun aspal). Spesifikasi alat sebagai berikut :  Kayu  Ukuran balok : .  Pengambil waktu berada atau bertempat dibelakang garis finish. Sasaran Anak – anak. 2 detik. dan seterusnya. Permainan ini menuntut kelincahan.  Pencatat waktu bertugas untuk:  Mencatat waktu yang ditempuh setiap peserta pada formulir yang sudah disiapkan. Tujuan Berolahraga. 56) PERMAINAN LARI BALOK A. rata (rumput. putra dan putri. tanah. Bentuk permainan berupa adu kecepatan menempuh suatu jarak tertentu diatas empat buah balok kecil menyerupai batu bata. D.  Panjang minumum 15 meter  Lebar 7 ½ meter dibagi 5 garis lintasan masing – masing 1 ½ meter.  Waktu dicatat sampai dengan per sepuluh detik. yang mana setiap habis melangkah pemain harus memindahkan balok yang dibelakangnya ke depan sebagai tempat berpinjak dan begitu selanjutnya. C. pengambil waktu menghidupkan stopwatch.  Pada saat starter memberi aba – aba ya atau peluit dibunyikan . Latar Belakang Lari Balok sering dilombakan pada perayaan Kemerdekaan RI. Lapangan dan Peralatan a) Lapangan  Lapangan terbuka. dan kecepatan atletnya. b) Peralatan  Bahan dari kayu balok di mana permukaan tempat berpijak rata.

b) Setiap peserta yang akan berlomba diberikan 4 potong balok.  panjang : 25 cm  lebar : 9 cm  tinggi : 4 cm  Berat balok : 50 gr – 100 gr  Bendera start : 60 x 90 cm (ukuran tidak mutlak)  Bendera kecil segi tiga mrah dan biru :27 x 37 cm Pemain a) Pemain lari balok bisa dimainkan oleh laki – laki maupun perempuan. b) Klasifikasi :  Kelompok I : 6 – 10 Th  Kelompok II : 11 – 14 Th  Kelompok III : 15 – 18 Th  Kelompok umum : 19 Th keatas Jalannya Permainan a) Sebelum perlombaan dimulai para perserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umurnya masing – masing. ya. 5. f) Peserta dinyatakan gugur apabila :  Salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubungan dengan balok. mengawasi jalannya perlombaan.  Keluar dari lintasan. d) Sebelum perlombaan dimulai para peserta duduk jongkok diatas 2 balok dibelakang garis start dan kedua tangan menyentuh balok dua lainnya yang terletak di belakang kedua balok yang diinjak. 3. Pemimpin Perlombaan a) Wasit. mencatat nama/nomor peserta yang telah tiba di finish . 4. c) Peserta diundi untuk menentukan kelompok seri/urutan perlombaan.80 2. Siap kedua tangan siap memindahkan kedua balok lainnya. e) Aba – aba perlombaan oleh wasit adalah bersedia. Pada aba – aba bersedia peserta duduk jongkok diatas kedua balok. siap. b) Juri pemberangkatan. d) Juri kedatangan. Pemenang Ditentukan berdasarkan peserta yang paling dahulu. c) Juri lintasan. mengikuti dan mengawasi lintasan dibelakang dari dari setiap peserta. mengawasi peserta yang telah tiba di finish e) Pencatat. mencapai garis finish (dengan ketentuan ke empat balok telah melewati garis finish). memberi aba – aba start pemberangkatan.  Dengan sengaja mengganggu peserta lain.  Salah satu tangan atau kedua tangan menyentuh tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubugan dengan balok. Ya peserta saling berlomba.

IV : 80 kg keatas Berat untuk putri Kelas I : 30 – 49 kg. II : 50 – 59 kg. lapangan. Sasaran Anak – anak. Pinggir lapangan sebaiknya diberi tanda dengan kapur atau tali. E. B. II : 60 – 69 kg. c) Peserta  Beregu putra atau putri. dan dewasa. III : 60 – 69 kg.  Klasifikasi Berat untuk putra Kelas I : 50 – 59 kg. Peraturan Permainan 1. Tujuan Berolahraga. Diantaranya stadion. boleh 10. Dalam permainan ini sangat dominan kekuatan dan daya tahan regu. Diameter tali : 5 – 10 cm.5 M dari pertengahan tali. III : 70 – 79 kg. 20. b) Peralatan Alat yang dipergunakan adalah sebuah tali tambang serat panjangnya 30 s/d M. Latar Belakang Tarik Tambang adalah olahraga rakyat yang paling banyak dimainkan oleh masyarakat setelah olahraga panjat pinang. remaja. jumlah anggota regu disesuaikan dengan keadaan. juga luar garis batas tarikan. pada pertengahan tali diberi tanda ( cat merah/kain merah ) dari pertengahan tali diberi 2 macam tanda yang masing – masing jarak 2. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. D. C. Lapangan dan Peralatan a) Lapangan Lapangan yang dipergunakan dapat terbuka dan tertutup. 17. 30 orang dsb. 28. batas lapangan harus jelas supaya penonton tidak masuk lapangan permainan. menggunakan seutas tambang. meningkatkan semangat kerja dan menurunkan ketegangan.  Panjang lapangan : 40 s/d 60 M  Lebar lapangan : 8 M Pada pertengahan lapangan diberi garis. memupuk semangat kerja sama dan sosialisasi. IV : 70 kg ke atas. tepi pantai yang datar/rata permukaan. Olahraga tarik tambang dimainkan beregu. jumlah regu disesuaikan dengan keadaan.81 57) PERMAINAN TARIK TAMBANG A. .

Kedua regu saling menarik tambang dan saling berusaha membuat tanda merah dari pertengahan tali dapat ditarik melalui garis batas. b) Sebelum bertanding lapangan harus dikosongkan setelah ada panggilan dari panitia. dan bersosialisasi. tetapi tidak ada petunjuk bahwa permainan hadang berasal dari Jakarta. B. 4. Jalannya Permainan a) Undian dapat diadakan sebelum hari pertandingan pada saat pertemuan teknis. Tujuan Mengisi waktu luang. d) Wasit memberikan aba – aba siap. Pemenang Apabila satu regu dapat mengalahkan regu lain dengan 2 – 0 atau 2 – 1 ( kalau terjadi seri ). bermain. c) Wasit pertandingan memanggil pimpinan regu masing – masing untuk menentukan tempat. jika ada aba – aba ya kedua regu melakukan tarikan. 3. bendera merah itu diangkat apabila tanda merah tadi melewati garis batas tarikan. dewasa. Anak-anak desa. Permainan ini ada di sebagian besar provinsi di Nusantara. maka diadakan pemindahan tempat. C. Pertandingan biasanya dilakukan dengan sistem gugur. Dua orang pembantu wasit bertugas mengawasi garis batas tarikan dan dilengkapi dengan bendera merah. . Pemimpin Perlombaan Wasit sebaiknya berjumlah 3 orang. Jika salah satu regu dapat menarik melewati garis batas. Manfaat Gembira. peserta sudah memegang tali serta konsentrasi untuk mendengar aba – aba berikutnya. tetapi panitia dapat menentukan sstem pertandingan disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Kemudian diadakan tarikan lagi dan jika terjadi seri maka sebelum tarikan ketiga diadakan lagi undian untuk memilih tempat setelah lebih dahulu istirahat. Pembantu wasit juga bertugas menghitung jumlah masing – masing regu serta mengatur tata tertib keamanan pertandingan. Latar Belakang Meski dimainkan hamper seluruh anak di Jabotabek. yang terdiri atas 1 orang wasit kepala yang bertugas langsung memimpin pertandingan dan dilengkapi dengan peluit. remaja. 58) PERMAINAN HADANG A. D. meningkatkan kekompakan tim. acap memainkan hadang di malam hari saat bulan purnama. kebugaran meningkat.82 2. Sasaran Anak-anak.

Jam/stopwatch Meja.  Garis pembagi lapangan permainan menjadi 2 bagian memanjang disebut garis tengah.83 E. jalan raya. Bentuk lapangan empat persegi panjang berpetak-petak Ukuran  Panjang 15 meter  Lebar 9 meter dibagi 6 petak masing-masing 4. b. Kapur digunakan apabila lapangan permainan di rumput atau tanah. . Lapangan dan Peralatan a.  Lapangan permainan ditandai dengan garis selebar 5 Cm. tangkai 40 cm. halaman rumah. e. Cat dan line paper digunakan apabila lapangan di atas lantai semen dan jalan beraspal. Peralatan  Bendera untuk hakim garis dengan ukuran 30 x 30 cm. lapangan terbuka. gedung olahraga. apabila memungkinkan). warna kuning dan merah berbentuk segi empat.  Papan nilai untuk mencatat nilai (papan tulis atau white board). Lapangan Lapangan permainan dapat dibuat di ruangan tertutup (stadion tertutup. Gambar Lapangan Hadang c. d. g.  Kapur/cat/line paper. f. kursi Alat tulis Formulir pertandingan untuk mencatat susunan pemain dan hasil pertandingan. Peraturan Permainan 1. 9 meter 15 meter Peluit diperuntukkan pada kedua wasit yang akan memimpin pertandingan.5 m x 5 m. gedung pertemuan) atau di ruangan terbuka (stadion terbuka.

Penyerang berusaha melewati garis di depannya dengan menghindari tangkapan. masing-masing satu menit selama pertandingan. Pergantian untuk regu: Pergantian regu penyerang men-jadi penjaga atau sebaliknya diadakan oleh wasit dengan membunyikan peluit setelah:  Penjaga menangkap atau menyentuh penyerang . Terdiri dari 2 regu masing-masing 5 orang. Setiap regu diharuskan memakai kostum bernomor dada dan punggung ukuran 15 cm dari nomor angka 1 sampai 8. yang kalah sebagai penjaga dan yang menang sebagai penyerang.  Berbalik masuk petak yang telah dilalui. g. Kapten regu diberi tanda di lengan kanan berbentuk pita melingkar. Waktu time out. atau sentuhan dari pihak penjaga. Timeout diberikan atas permintaan pelatih atau manajer kepada petugas meja. Lamanya permainan Lamanya permainan 2 x 15 menit bersih dan istirahat 5 menit. d. Jalannya permainan a. Setelah time out posisi pemain seperti sebelum time out. e.84 2. f. b. Regu putra dan regu putri 3.. Pemain penyerang dinyatakan salah apabila:  Kedua kaki keluar dari garis samping kiri dan kanan lapangan. dan 3 orang pemain cadangan. b.tidak boleh mengepal. c. dalam posisi kedua kaki berpijak di atas garis atau salah satu kaki berpijak di atas garis sedangkan satu kaki lainnya dalam keadaan melayang. Regu penjaga menempati garis jaganya masing-masing dengan kedua kaki berada di atas garis sedangkan regu penyerang siap untuk masuk. Pemain a. jam dimatikan. Penjaga berusaha menangkap atau menyentuh penyerang dengan tangan terbuka dan jarh-jari tangan. Waktu time out dicatat posisi pemain. 6. Timeout Time out satu kali untuk tiap regu.  Mengganggu jalannya permainan. 5. Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu. Permainan dimulai setelah wasit membunyaikan pluit. Seragam pemain 4.

i. Pemain yang telah berhasil melewati garis depan s/d garis belakang diberi nilai satu. Hukuman dan sanksi a. b. dua orang pencatat nilai. Bagi pemain penyerang.  Menyerang wasit dan membuat keributan. apabila:  Menggait kaki penjaga.  Apabila permainan telah berjalan selama 15 menit wasit membunyikan pluit tanda istirahat dan posisi pemain dicatat. waktu istirahat. Bagi pemain penjaga. Setiap pertandingan. Penggantian pemain diadakan pada saat permainan sedang berhenti (pada saat istirahat. 8. dibantu dua orang hakim garis. b. apabila:  Menyentuh penyerang dengan tangan dikepal atau meninju penyerang. 9. pergantian dan pada saat time out. Wasit. b. Apabila penjaga atau penyerang melakukan pelanggaran pertama kali diberi kartu kuning dan apabila melakukan pelanggaran 2 kali diberi kartu merah dan nilai dikurangi 1 (satu). Wasit memberikan tanda dengan membunyikan peluit. pemain membuat kesalahan dan waktu time out. Demikan seterusnya permainan berjalan tanpa berhenti kecuali kalau dihentikan oleh wasit karena tertangkap/ tersentuh. j.85  Terjadi butir 6 di atas  Apabila tidak terjadi perubahan posisi selama 2 (dua) menit. Setiap pemain yang telah berhasil melewati seluruh garis dari garis depan sampai garis belakang dan dari garis belakang sampai dengan garis depan langsung dapat melanjutkan permainannya seperti semula. Pemain yang berhasil melewati garis belakang s/d garis depan diberi nilai satu. Istirahat.  Apabila penyerang menginjak garis dan petak di belakangnya yang telah dilalui. h. . 7. Nilai a.  Mendorong penyerang dengan sengaja  Menyerang wasit dan membuat keributan.  Apabila permainan babak kedua dilanjutkan posisi pemain sama seperti saat permainan dihentikan. . Tiap regu diberikan paling banyak 3 kali penggantian pemain selama pertandingan). Kedua wasit punya tugas. fungsi dan wewenang yang sama c. dipimpin 2 orang wasit. Hakim garis dan pencatat nilai a.  Mengganggu penjaga yang sudah dilalui.

Pemain Nilai Dada Dada Jumlah Jumlah 59) PERMAINAN PATOK LELE a. 2 X 15 menit. memukul. ketegangan menurun. Penentuan Pemenang Pemenang ditentukan dari besarnya nilai setelah pertandingan berakhir. d. Saat-saat mencutat. e. b. Latar Belakang Patok lele digemari setiap anak (tentu saja yang bias memainkannya). Penjaga garis memberi tanda dengan mengangkat bendera e. dan yang terpenting adalah jiwa sportif. Lapangan . pemenang ditentukan berdasarkan hasil undian/tos PERTANDINGAN HADANG PA/PI Regu : …………………………. Dua pencatat nilai ditempatkan di sudut garis depan dan garis belakang. kecekatan. Peraturan Permainan 1.86 d. No. dan meningkatkan keterampilan dan jiwa sportif.. Regu : …………………………. Pemain Nilai No. Permainan ini mengasah ketrampilan. Lapangan dan Peralatan a. Nilai/ angka dicatat di dua papan nilai (lihat gambar di bawah).. No. bermain. kebugaran meningkat. Apabila terjadi nilai sama setelah waktu 2 x 15 menit berakhir. Tujuan Mengisi waktu luang. c. Tujuan Gembira. Apabila masih tetap sama. dan mematok. No. Pencatat nilai. dan ketangkasan meningkat. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi. adalah saat-saat yang menyenangkan. Manfaat Berolahraga. meninting. maka diadakan perpanjangan waktu selama 10 menit (2x5 menit) tanpa istirahat/ time out. 10.

Gambar: Dengan dua bata/balok berjejer dan ditidurkan Permainan. . ditinting. Peralatan Dalam pertandingan resmi. dan dipatok. memukul. Tetapi jika permainan dilakukan di lapangan keras. (lihat gambar). Garis : Menarik garis.  Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 45 cm. garis tengah 2cm. Jarak 3 m dari lubang dan diberi tanda garis tinting.  Lubang tempat mencutat/ mematok  Lubang tempat mencutat/ mematok dibuat di atas lapangan f. dipukul.87 Patok lele dimainkan di lapangan terbuka: Bentuk: Mempunyai sektor 900 Ukuran: Menarik garis lurus dari ujung lubang tempat mencutat yang disebut garis batas (lihat gambar). garis tengah 2cm.  Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 15cm. peralatan yang tercantum dalam peraturan permainan ini merupakan kebutuhan yang diperlukan. b. Alat ini yang dicutat. dengan cara membuat lubang berbentuk elips atau segitiga. mulai dari lubang tempat mencutat membentuk sektor 90°. meninting. (lihat gambar). dan mematok. maka tempat mencutat/mematok dapat dibuat dengan cara meletakkan 2 (dua) buah batu bata/balok berjejer sehingga dapat memungkinkan untuk mencutat/ mematok. Alat ini untuk mencutat.  Bendera hakim garis  Kapur/cat/line paper  Peluit  Jam/stop watch  Alat tulis  Formulir pertandingan  Meja/kursi  Meteran.

 Selanjutnya dilakukan  Kemudian utat diletakkan/dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat. baik putra dan putri. 4. bila tidak ada lagi pemain berikutnya. Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya.88 2. permainan diteruskan pada tahap berikutnya yang disebut tinting. bila tidak ada lagi Cara mencutat Pemain maka diadakan pergantian dalam hal ini penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya. Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu yang menang menjadi penyerang dan yang kalah bertahan/menjaga. maka janak harus dilemparkan penjaga dan diusahakan mengenai utat yang dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat. dalam hal ini berarti penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya.  Jika janak tertangkap oleh penjaga. Lamanya permainan Permainan patok lele berdurasi 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit. Pemain Setiap regu terdiri dari 5 orang dan cadangan 2 orang.  Permainan dilakukan dengan 3 (tiga) tahap: a. . 5. Mencutat. Warna seragam kedua regu berbeda/kontras. b. maka diadakan pergantian pemain. maka regu penjaga mendapat cutatan mati.  Janak diletakkan melintang di atas lubang/tempat mencutat. kemudian dicutat.  Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya.  Jika janak yang dilemparkan mengenai utat. Ukuran nomor dada dan punggung 15 cm.  Jika tidak tertangkap oleh penjaga. Seragam pemain Setiap regu diwajibkan memakai seragam yang bernomor dada dan punggung berurut angka 1 s/d 7. 3. Kapten regu diberi tanda di lengan berbentuk pita berwarna kontras dengan seragam. Jika tidak kena. maka pemain yang bersangkutan mati. Meninting  Janak dipegang bersama utat dengan satu tangan.

Mematok  Mematok dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara:  Di Lubang  Janak diletakkan membujur di lubang sehingga sebagian muncul ke permukaan. maka pemain berhak meneruskan permainan ke tahap berikutnya.  Apabila jarak antara janak dengan lubang tempat mencutat kurang dari 1 (satu) meter.  Jika tahap kedua tidak mati. Kemudian ujung janak yang muncul di atas lubang dipukul atau di patok dengan utat sehingga . pemain tersebut dinyatakan mati. Pemukulan ini boleh ditangkap penjaga dan mendapat nilai tangkapan. maka penjaga harus melemparkan dan regu penjaga mendapat nilai. c.  Pemain penyerang yang memukul janak di luar batas tinting dinyatakan mati.  Jarak antara janak berhenti dengan lubang/tempat mencutat di ukur dengan meteran.  Tinting dilakukan dalam batas daerah tinting. maka penjaga harus melemparkan kembali janak tersebut dari tempat janak jatuh ke arah lubang atau tempat mencutat.  Pemain yang melakukan tinting diperbolehkan mengambil posisi yang menguntungkan untuk memukul/menghempang janak dengan utat agar janak itu dapat kembali ke lapangan permainan. maka pemain tersebut dinyatakan mati.  Jika janak dipukul tidak kena.89  Selanjutnya janak dilemparkan sedikit keatas/dilepas dan kemudian dipukul dengan utat sekuat mungkin sehingga janak dapat melayang jauh ke arah lapangan permainan.  Cam meninting dengan pegangan janak antara ibu jari dan telunjuk  Cara meninting dengan janak di atas pangkal ibu jari dan telunjuk  Jika janak tidak ditangkap.  Jika janak tidak ditangkap.

meninting.  Penggantian pemain  Penggantian pemain dilakukan sebanyak 2 (dua) kali selama permainan berlangsung. diukur dengan meteran dan hasilnya dikali kan dua dan seterusnya. pengembalian tintingan serta patokan dengan dua tangan mendapat nilai 10 (sepuluh). 6. Penyerang permainan patok lele dinyatakan mati apabila:  Cutatan. Jika regu penjaga berhasi! menangkap cutatan.  Di atas batu bata sama halnya dengan di atas lubang. tintingan. Dan bila berhasil memukul janak. Penggantian pemain dilakukan setelah dilaporkan lebih dahulu kepada petugas meja/wasit. jarak dari janak jatuh sampai pinggir lubang/tempat mencuat. Jika janak kena dua kali.jarak pu-kulan. Penilaian a. Penyerang dinyatakan mati a. jumlah tintingan akan dikalikan dengan . Regu penjaga c. maka pemain tersebut dinyatakan mati. diukur dengan meteran. maka nilai dihitung dari jatuhnya janak sampai ke lubang dan seterusnya diulang lagi dari mencutat. dan mematok. Jika janak kena satu kali. dan pemain tersebut berusaha meninting janak berulang kali. Regu penyerang  Pada waktu pengambilan tinting. Dan jika satu tangan mendapat nilai 15 (lima belas). 7. Bila penyerang tidak berhasil meninting atau memukul janak sewaktu terungkit ke atas. tintingan. d.90 terungkit dan lemlempar ke atas. jarak antara janak jatuh dengan lubang/tempat mencutat diukur dengan meteran (setiap meter mendapaat nilai1)  Pada jarak patok dengan ber-kenaan sebagai berikut: b. Selanjutnya diusahakan agar pukulan terakhir sejauh mungkin dari lubang tempat mematok. pukulan hasil pengembalian tintingan berhasil ditangkap oleh penjaga. .

pukulan hasil pengembalian tintingan maupun pukulan hasil pengembalian tintingan dan patok yang jatuh di luar lapangan permainan. tintingan. baik didapat dart tintingan. Jika babak pertama berakhir. Larangan dan sanksi .  Mencatat hasil yang diperoleh pemain atas laporan wasit dan pembantu wasit. janak kurang dari satu meter dari lubang/tempat mencutat. sedangkan regu penyerang masih ada yang belum bermain maka untuk babak kedua. Pencatat hasil (scorer).  Melakukan pengukuran yang diperoleh penyerang.  Pada waktu melakukan tintingan maupun patokan tidak diperbolehkan melawati garis batas. baik tintingan. c.  Mencatat nama-nama pemain dan cadangan serta nomor dada/ punggung di dalam formulir pertandingan. pertandingan diteruskan sesuai dengan kedudukan babak pertama. Mencatat waktu Tugas pencatat waktu adalah mencatat lamanya pertandingan berlangsung 2 x 20 menit dan istirahat 5 menit. 8.  Pembantu wasit . oleh regu penyerang dan tangkapan oleh regu penjaga. b. 10.  Hasil akhir yang diperoleh masing-masing regu diberikan kepada kapten regu dan wasit untuk ditandatangani. 2 (dua) orang  Mengawasi tangkapan janak oleh regu penjaga  Mengawasi jatuhnya janak di dalam lapangan permainan atau di luar daerah permainan. patokan. Kemudian menjum-lahkan hasil yang diperoleh seluruh pemain. Wasit utama : 1 (satu) orang)  Melakukan undian. Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah nilai yang terbanyak diperoleh setelah pertandingan berakhir 2 x 20 menit. patokan. Tugas wasit dan Pembantu wasit a. serta melaporkan kepada petugas pencatat hasil (scorer). 9.91  Janak hasil cutatan. Penentuan pemenang a.  Pada waktu melakukan cutatan. b.  Memimpin jalannya pertandingan dari awal sampai akhir serta menentukan pemenang. menentukan siapa menjadi penyerang dan penjaga. Petugas meja a.  Pengembalian tintingan oleh regu penjaga kurang satu meter di ukur dari lubang/tempat mencutat.

Tujuan Berolahraga. Lapangan Lapangan terbuka antara lain: halaman rumah. Sewaktu melakukan cutatan. Lihat saja istilahnya :Ada tawanan. C. Seorang anak sedang bermain patok lele 60) PERMAINAN BENTENG A. Denah lapangan/susunan petugas X =: Wasit 0 XI A d.92  Regu penjaga dilarang menghalangi janak yang sedang dimainkan oleh regu penyerang dengan kaki/badan sengaja atau tidak sengaja. = Petugas Meja DLP = Daerah Luar Permainan dan tidak boleh ditangkap oleh penjaga. Pada waktu melakukan tinting penyerang tidak boleh melewati garis batas. = Pembantu Wasit x = Regu Pemain = Regu Penjaga f. penjaga tidak boleh menghalang-halangi penyerang dengan jarak 2 (dua) meter. lebar 20 m . Lapangan dan peralatan a. D. g. lapangan rumput/lapangan sepakbola. Yang jelas. bisa jadi Benteng terinspirasi oleh aksi peperangan tempo dulu. Jika hal tersebut dilakukan regu penjaga. e. E. sawah sehabis panen. Latar Belakang Mengingat nama serta jenis permainannya. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi. bermain benteng cukup mudah dan meriah. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani/ meningkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan. Bentuk: Persegi panjang Ukuran: Panjang 50 m. Sasaran Anak-anak dan remaja. membakar benteng musuh. maupun patokan. jalan raya (apabila memungkinkan). B. Pada waktu pengembalian tinting penjaga dilarang melemparkan janak dengan sengaja ke tubuh penyerang. Peraturan Permainan 1. jika hal tersebutdilakukan oleh penjaga nilainya dikurangi 5 (lima). h. penyerang berhak mengulangi permainannya dengan bebas c. dan lain sebagainya. tintingan.

Setiap regu terdiri dari 10 orang. b. Seragam pemain  Setiap pemain diwajibkan memakai pakaian seragam yang bernomor dada dan punggung 1 sampai dengan 14 berukuran 15 cm. Permainan ini dimainkan regu putra atau regu putri.93 Daerah benteng berbentuk lingkaran yang bergaris tengah 3 m dengan jarak 10 m dari garis belakang dan garis samping.  Kapur/cat untuk membuat garis lapangan permainan. Yang menang dapat memilih tempat atau lebih dulu memancing. 2. cadangan 4 orang. Daerah tawanan: Berbentuk persegi panjang dengan ukuran: panjang 10 m dan lebar 1m. Seseorang pemain mengejar . tidak ada campuran. Peralatan  Bendera. Jalannya permainan a. Ada dua bendera benteng dengan ukuran 40 cm x 30 cm dengan warna berbeda. Lapangan ditandai dengan garis selebar 5 cm.  Jam/stop watch  Alat tulis  Meja/kursi  Formulir pertandingan  Lamanya permainan  Lamanya permainan 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit.  Tiang bendera tingginya 2 meter dari permukaan tanah/lantai Gambar Lapangan Benteng 20 m 50 meter dengan garis tengah 5 cm. 3. jam tetap jalan. Saat penawanan. Setiap pemain berfungsi sebagai pemancing atau yang dikejar dan juga berfungsi sebagai pengejar.  Peluit  Bendera Hakim Garis sebanyak empat buah dengan ukuran 30 cm x 30 cm dan tangkai 40 cm. b. Pemain a. Sebelum permainan dimulai diadakan undian. b.

5. semuanya dapat dibebaskan dengan jalan menyentuh salah seorang dari tawanan itu dengan ketentuan satu sama lain dalam keadaan berpegangan/bergandengan. Selama permainan berlang-sung setiap regu diperbolehkan mengadakan penggantian pemain paling banyak empat kali. c. Anggota regu yang tertangkap atau yang keluar dari lapangan permainan akan menjadi tawanan dari pihak lawan. empat (4) orang pembantu wasit dan dua (2) orang pencatat nilai. . Cara menangkap lawan cukup dengan menyentuh bagian tubuh lawan dengan tangan terbuka. penawanan dan penghukuman). Benteng suatu regu dinyatakan terbakar.  Menyerang wasit atau membuat keributan. Penggantian atas permintaan officials yang disetujui oleh wasit. 4. g. Setelah salah satu regu bentengnya terbakar. Hukuman dan sanksi Hukuman dan sanksi diberikan kepada pemain apabila:  Menyentuh pemain lawan dengan tangan  Mendorong lawan dengan sengaja atau menggaet kaki lawan. Penggantian pemain diadakan waktu permainan berhenti (istirahat. 6. e. tugas diserahkan kepada salah seorang anggota regunya yang belum tertangkap. Permairran/pertandingan dipimpin oleh dua (2) orang wasit. d. f. Bagian tubuh termasuhk kostum/kelengkapan. Wasit berada di dalam lapangan dan pembantu wasit berada di luar lapangan. pembantu wasit dan pencatat nilai a.94 pemain lawan. Penggantian pemain a. shirt warna kuning dan celana warna hitam. Kapten regu ditandai ban/pita di lengan kanan dan bertugas mengatur setiap anggota regunya. Tawanan yang lebih dari satu orang. permainan dilanjutkan dengan ketentuan regu yang berhasil membakar benteng lawannya berfungsi lebih dulu sebagai pemancing. b. apabila pemain lawan lebih dulu meninggalkan bentengnya dan ia menjadi orang yang dikejar oleh pemain lawan. apabila salah seorang atau lebih regu lawan dapat membakar benteng dengan ca-ra menginjakkan salah satu kakinya di benteng lawannya. Tawanan yang berkumpul di daerah tawanan dapat bebas kembali apabila teman seregunya yang belum tertangkap dapat membebaskan dengan jalan menyentuh bagian tubuh te-mannya. Setiap wasit yang memimpin per-mainan/pertandingan diwajibkan memakai seragam T. Bila kapten regu tertangkap. Wasit.

Denah Lapangan dan Penempatan Petugas wasit 20 m 50m 61) PERMAINAN DAGONGAN A. kedua regu saling tarik menarik sekuat tenaga sedangkan dalam dagongan kedua regu saling dorong untuk mencari kemenangan.95 7. bermain dagongan adalah kebalikan dari bermain tarik tambang. Lapangan 18m 2m . pemenang ditentukan berdasarjumlah tawanan. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. Regu paling banyak menawan lawan dinyatakan menang. Peraturan Permainan 1. memupuk semangat kerjasama dan bersosialisasi. Penilaian dan penentuan pemenang a. Dlaam permainan tarik tambang. dalam cara bermain. D. Latar Belakang Secara mudah. Lapangan dan Peralatan a. Yang dimaksud nilai sama adalah jumlah pembakaran sama atau sama sekali tak terjadi pembakaran.  Apabila 1) dan 2) tetap sama. C. c. pemenang ditentukan dengan undian/tos. Penentuan pemenang  Regu paling banyak membakar benteng lawannya dinyatakan sebagai pemenang. Setidaknya. menigkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan.  Apabila nilai sama. Penilaian Setiap pembakaran dihitung satu nilai. Tujuan Berolahraga. B. b.

garis – garis batas 2 buah garis samping. Garis tengah adalah garis yang membagi dua lapangan sama panjang sebagai batas akhir penyerangan dari masing – masing regu yang mendorong.96 Lapangan harus rata dan datar dan diutamakan berumput.  Kapur/lakban. b. Garis serang adalah batas kaki pemain saling depan berjarak 2. Bentuk lapangan persegi panjang dengan ukuran 2 meter x 18 meter. merah untuk batas tengah bamboo. panjang 10m dengan garis tengah 6cm. Kapur untuk menggaris lapangan dan lakban yang digunakan 2 warna. Peralatan  Bamboo harus lurus dan kuat.5 m dari garis tengah. Biru untuk batas pegangan. ukuran 30 x 30cm berwarna merah kuning berbentuk diagonal. 2 buah garis terang. 1 buah garis tengah.  Bendera 2 buah. digunakan oleh hakim garis.  Formulir pertandingan .

Salah satu tangan mengapit bamboo pandangan lurus ke depan lawan. Nomor Pertandingan a. Jalannya Permainan a. d. Beregu Putri Kelas A : 46 . Pergantian pemain Pergantian pemain harus diminta oleh kapten regu. Kedua hakim garis menghitung jumlah pemain. sedangkan apabila terjadi draw ( seri ) lamanya 5 menit. Apabila score seri maka wasit melakukan undian kembali untuk menentukan siapa yang akan memilih tempat. e. satu pasang untuk mencatat nilai dan pelaoran pergantian pemain. Dalam melakukan dorongan bamboo berada dan sejajar di dada. dan memeriksa posisi silang dari kedua regu. 4. Sebelum permainan dimulai. selanjutnya melaporkan kepada pencatat nilai dan wasit. Pluit dibunyikan apabila salah satu regu telah dinyatakan kalah. Lamanya Permainan Lamanya permainan menggunakan system 2 kali menang. 7. Seragam Pemain Kedua regu wajib memakai kostum dada/ punggung dimulai dengan angka 1 s. 3. Beregu Putra Kelas A : 50 – 59 kg Kelas B : 60 – 69 kg Kelas C : 70 – 79 kg Kelas D : 80 kg ke atas b. Pemain Beregu putra dan putri dengan jumlah pemain 5 orang cadangan 2 orang.97  Meja/ kursi. Salah seorang yang manjadi kapten memakai pita pada lengan sebelah kanan. c. Permainan selesai jika adaa yang berhasil melakukan 2 dorongan. wasit memanggil kedua kapten regu untuk melakukan undian.49 kg Kelas B : 50 – 59 kg Kelas C : 60 – 69 kg Kelas D : 70 kg ke atas 5. dilakukan pada saat : .  Peluit 2. Wasit member aba – aba siap. b. seluruh pemain memegang bamboo untuk siap dalam posisi melakukan dorongan.d 7. f. Interval antara dorongan pertama dengan dorongan kedua adalah 3 menit. 6. Aba –aba yaa kedua regu saling mendorongkan bamboo lurus ke depan lawan.

Apabila satu regu berhasil mengalahkan lawannya pada set pertama maka dinyatakan sebagai pemenang. Regu yang melanggar ketentuan tersebut dikenakan diskualifikasi. Perpindahan tempat 8.98 a. Memakai sarung tangan c. Seorang pencatat nilai  Mencatat hasil nilai ( score )  Mengumpulkan daftar nama. Sebelum pertandingan dimulai b. sepatu golf. dan yang serupa. Hakim Garis. Memakai sepatu bola. dan Pencatat Nilai. 10. Dua orang hakim garis :  Menghitung jumlah pemain  Membantu wasit dalam pengawasan garis c. Wasit. Mengubah posisi pada saat mendorong. Apabila 3 orang pemain keluar dari garis samping maka regu tersebut dinyatakan kalah. Regu/ pemenang adalah regu yang berhasil mendorong/ mengalahkan lawannya dengan nilai 2 – 0 atau 2 – 1. c. 9. b. Larangan a. Pertandingan dipimpin oleh : a. Nilai/ Score dan Pemenang a. spike. b. Seorang wasit yang bertugas :  Mengundi sebelum pertandingan dimulai dan apabila terjadi seri  Memberi aba – aba  Menentukan sah/ tidaknya suatu dorongan b. .

dewasa E. Tujuan Mengisi waktu luang. 10 meter. 15 meter. Sasaran \ Anak-anak. . dan terjauh 35 meter. Besarnya gabus harus dapat masuk pada kaliber sumpit. terbentuk laras panjang yang terbuat dari kayu yang telah dilubangi atau bambu dengan anak sumpit yang terbuat dari bambu. Manfaat Kebugaran meningkat dan ketrampilan meningkat. Kawat tersebut berfumgsi sebagai pisir pada senjata api.99 62) PERMAINAN SUMPIT A. Gabus ini berfungsi untuk meluruskan jalannya anak sumpit. sepanjang memiliki panjang yang cukup. dan 25 meter. sesuai ketentuan jarak menyumpit. dan meningkatkan ketrampilan.  Kaliber Kaliber sumpit tidak ada standarnya tergantung kepada besar kecilnya besi untuk boor / besar kecilnya lubang bambu. remaja.  Pisir Untuk meluruskan pembidikan. Jarak menyumpit putra adalah 15 meter. Lapangan dan peralatan a. bermain.  Gabus Pada pangkal anak sumpit dipasang gabus yang dibuat berbentuk kerucutt. Pada awalnya sumpitan ini dipakai sebagai alat berburu. D. Cara bermain dengan menembakkan anak sumpit ke suatu sasaran yang telah ditentukan (target). biasanya sebesar pensil. B. Pisirr diikat menggunakan rotan. b. Lapangan Lapangan tempat bermain sumpitan ditempat terbuka atau tertutup. Peralatan  Sumpitan terbuat dari katu atau bambu dan panjang 150-175 cm. disisi atas dari ujung batang sumpit dipasang sepotong kawat sejajar dengan batang sumpit. Latar Belakang Sumpitan merupakan permainan tradisional Indonesia yang banyak dilakukan oleh masyarakat pedalaman Kalimantan dan pedalamnan pulaupulau lainnya. C.  Anak sumpitan panjang 25 cm terbuat dari bambu atau kalam (lidi enau). Peraturan permainan 1. 25 meter. Sedangkan untuk putri.

dengan konsentrasi dan menyiapkan udara sebanyak banyaknya dari rongga dalam mulut dan rongga dada denga meniup ke kaliber sumpit sehingga memungkinkan anak sumpit terlepas dengan kencang meninggalkan sumpitan menuju sasaran. Memasukan anak sumpit. 4. Lingkaran paling tengah memperoleh nilai 10. Posisi berdiri b. Posisi jongkok 7. Mulut ditempelkan kekaliber sumpit. 5. kemudian sumpit diangkat diarahkan kesasaran dengan pertolongan pisir. Sasaran Sasaran adalah sebagaimana sasaran pada cabang olah raga memanah.100 2. 25 m. misalnya: a.anak sumpit dimasukan kedalam kaliber sumpit satu persatu. . 8. Jumlah anggota regudisesuaikan dengan keadaan. kedua tangan menghadap keatas. Sudah barang tentu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Jarak Jarak nembak dengan sasaran disesuaikan dengan keadaan setempat. Cara meniup Setelah anak sumpit dimasukkan ke dalam kaliber sumpit. kemudian kearah luar bernilai 9.hal ini untuk menjaga agar sumpitan tidak goyang. Cara penyumpitan  Cara memegang sumpit Karena batang sumpit cukup panjang dengan kedua tangan pada pangkal sumpitan. 35 m.  Memegang sumpitan tidak dibenarkan menggunakan alat bantu. Lingkaran tersebut dibuat warna warni sehingga menarik 6. Pemain Pemain dapat beregu dan dapat pula perorangan. hingga lingkaran paling luar nilai 1. sebelum dimasukkan kedalam kaliber sumpit. Jenis pertandingan a. anak sumpit diperhatikan dahulu kalau belum lurus harus diluruskan. Putra Jarak 15 m. 3. 7 dan seterusmya.

 Anak sumpit Kehalusan membuat anak sumpit berikut gabus sangat berpengaruh terhadap laju larinya anak sumpit.101 b. Sedangkan besar kecilnya batangsumpit juga akan berpengaruh berat ringannya sumpit. maka pengaruh akan angin sangat besar terhadap lurus tidak larinya anak sumpit tertutama angin dari samping.  Batang sumpit Yang paling efektif batang sumpit adalah sepanjang sepeda ditambah sejengkal dari masing=masing penyumpit. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadapat efektifitas tembakan  Kemahiran menyumpit Kemampuan meniup. 8. Besar kecilnya kaliber sumpit akan berpengaruh terhadap besar kecilnya gabus. sehingga besar kecilnya gabus akan terpengaruh terhadap besar kecilnya tiupan. Lubang yang halus buatannya dan baik pemeliharaannya akan melancarkan jalannya anak sumpit. Putri Jarak 10 m. . Wasit  Melakukan undian dalam menentukan seri  Memimpin jalannya pertandingan  Menentukan pemenang 2.  Pengaruh angin Karena anak sumpit yang sudah ada gabusnya tersebut adalah benda yang ringan. 15 m. Banyak anak sumpitan yang digunakan dalam satu seri adalah 5 buah. kemampuan tangan untuk memegang batang sumpit agar tidak bergerak. Pembantu wasit  Mengawasi penyumpit sesuai dengan jarak yang ditentukan  Meneliti perkenaan yang sebenarnya  Melaporkan hasil kepada pencatat nilai 3. Pencatat (scorer) Mencatat hasil / nilai yang diperoleh penyumpit atas laporan pembantu wasit. dimana akan berpengaruh juga pada pembidik. Oleh karena itu mata door yang digunakan untuk mengebor batang sumpit harus mata boor satu saja agar lubangnya tetap sama. Ini berarti sumpit bukan pegangannya sangat berpengaruh terhadap tembakan. 25 m. kemahiran membidik. Wasit dan pembantu wasit 1.  Halus tidaknya lubang sumpitan.

gembira. Pangkal tali tersebut agak besar dan berangsur – angsur menjadi kecil sampai ke ujung tali. bisa dilakukan perorangan atau beregu. Bentuknya persegi panjang dengan ukuran : Panjang : 7. misalnya teras kayu asam. Peraturan Permainan 1. Latar Belakang Permainan Gasing terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia.5 meter Lebar : 6 meter 2. Lapangan Area tempat bermain gasing hendaknya yang rata serta tidak ditumbuhi oleh rumput. Manfaat Bergaul. Gasing Terbuat dari kayu yang keras.102 63) PERMAINAN GASING A. Kayu tersebut dibentuk menjadi gasing dengan ketentuan sebagai berikut : Tinggi : 11 cm Tinggi Kepala : 2 cm Garis Menengah : 7 cm Badan keliling : 11 cm b. Gasing terbuat dari kayu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menyeruapi jantung pisang bagian bawah. Panjang tali sesuai dengan kebutuhan gasing. jambu. Pangkal tali dibuat cincin sehingga dapat untuk memasukan jari tengah. Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki berusia 7 – 17 tahun. . Sasaran Anak – anak dan remaja E. C. D. Permainan ini mengandung sifat kompetitif karena sifatnya mencari kemenangan mengadu ketangkasan dan keterampilan memutar gasing. dan lainnya. meningkatkan keterampilan dan bversosialisasi. B. Peralatan a. Tujuan Mengisi waktu luang. Lapangan dan Peralatan a. Tali Terbuat dari daun pandan atau rami. dan keterampilan meningkat. kemudian dipintal menjadi tali.

Lama permainan a. 5. j. Kesalahan/ Pelanggaran a. Dapat dimainkan secara perorangan dan beregu. Lapangan tetap di tempat atau di lapangan masing – masing. regu penyerang menjadi regu bertahan dan regu bertahan menjadi regu penyerang. e. Pemain a. waktu melempar gasing lawan menginjak garis ( CD/EF ) dinyatakan batal ( dis ). Cara undian ialah dengan memutar gasing oleh kedua belah pihak. satu regu terdiri dari atas 5 orang dengan 2 orang cadangan. Setelah peluit berbunti lagi maka regu penyerang menyerang gasing – gasing yang dipasang di petak pasang. 4. i. Pada inning V diadakan pergantian lapangan ( tempat ). Setelah aba – aba dari wasit dengan peluit. Jika beregu. siapa yang gasingnya lebih lama berputar dialah sebagai penyerang terlebih dahulu. h. Salah seorang dari regu bertahan. Pada inning kedua diadakan rotasi yaitu penyerang dan yang bertahan menjadi regu penyerang dan yang bertahan berada di petak no I. c. Permainan gasing pada umumnya hanya dilakukan oleh putra saja. III. g. artinya 10 kali sebagai bertahan dan 10 kali sebagai penyerang. Untuk menentukan penyerang dan bertahan. Pelaksanaan Permainan a. Regu penyerang di petak serang dalam keadaan siap untuk melempar dan regu bertahan berada di luar petak bertahan untuk siap melakukan pemasanagan gasing. terlebih dahulu diadakan undian. Pada inning ketiga dan seterusnya diadakan rotasi terus sesuai dengan urutan semula. d. . gasingnya berputar di luar petak pasang dinyatakan mati dna nilai dikurangi 2. b. b. 6. maka regu bertahan secara serempak memasang gasing masing – masing pada perak yang telah ditentukan. IV. Pergantian pemain dapat dilakukan apabila pergantian inning banyaknya pergantian hanya 2 kali. b. Permainan gasing dimainkan dalam waktu 10 inning. Salah seorang dari regu penyerang. f. Apabila nilai sama maka permainan diperpanjang dengan 1 inning lagi. c. dan VI ke V serta V ke I. b. II.103 3. Setelah itu. Setelah inning ke V diadakan pergantian lapangan ( tempat ).

nilai 5. gasing berputar di daerah bebas. Salah satu regu bertahan. Gasing lawan dipasang terus mati dan barada di aderah bebas. 8. Gasing dipasang dilempar kena dan ke luar. Gasing lawan terlebih dahulu mati maka regu penyerang dapat nilai 3. Gasing lawannya kena dan terlempar ke luar petak pasang. sedang gasing penyerang mengganti di petak pasang sedang gasing lebih lama berputar dari gasing lawan nilai 5. Penilaian a. Pemain bertahan yang memusang gasingnya di petak lain atau di daerah bebas dihukum dengan 1 pengurangan nilai. g. Penentuan pemenang a. dan jika kena lemparan keluar dapat nilai 5. Dinyatakan menang ujika nilai paling banyak. c. maka penyerang boleh maju. Bila kena penyerang maka dapat nilai 3 dan keluar dapat nilai 5. d. Salah seorang regu bertahan.nilai 5. e. gasingnya berputar dipetak kawannya dihukum dengan pengurangan nilai 1.104 c. jika kena tetapi tidak terlempar ke luar mendapat nilai 3. b. d. 10. Pembantu wasit : 1 orang c. Wasit : 1 orang b. maka regu penyerang boleh masuk ke daerah bebas untuk menyerang gasing tersebut. c. f. Seperti no 1 tapi penyerang di petak lawan dapat nilai 4. b. selanjutnya masih dapat dilempar oleh regu penyerang. Gasing regu bertahan waktu dipasang terus mati di petak sendiri boleh dilempar. e. Pencatat : 1 orang . 7. Gasing penyerang lebih cepat mati. Perkenaan a. maka penyerang nilai = 0. Wasit/ pemimpin pertandingan a. 9. Denda/ hukuman pengurangan nilai 1 dan 2 jika dari pihak bertahan salah menempatkan gasingnya waktu perang. Gasing regu bertahan segera mati dan berada di luar petak pasang nilai dikurangi 2. Kena bisa nilai 3 kesemuanya berlaku jika gasing penyerang lebih lama berputar dari gasing yang bertahan. d. Gasing lawan terlempar ke luar petak pasang sedang gasing penyerang berada di petak lain.

Permainan ini kemungkinan berasal dari Yogyakarta karena dilihat dari namanya dalam bahasa jawa. D. Peralatan yang digunakan Dalam permainan ini dibutuhkan kereweng atau pecahan genteng yang nantinya disusun. Kelompok yang menang nantinya melempar batu agar mengenai sasaran yaitu kereweng yang ditumpuk. Membuat lapangan permainan/ area permainan. Penentuan Kemenangan Kelompok atau regu yang paling banyak melempar batu dan mengenai kereweng maka itulah pemenangnya. Latar Belakang Permainan ini bernama Tujon yang memiliki arti tujuan atau sasaran. Pelaksanaan Permainan 1. : orang yang melempar batu ke sasaran : kereweng yang ditumpuk 2. Sumber Permainan ini bersumber dari widarto-aji-kurniawan. Boleh putra atau putri. G. E. maka kelompok yang berhasil itu segera menuju ke kelompok lawan untuk minta gendong.com/macammacam-permainan-tradisional . F. Permainan ini memiliki sebuah sasaran atau tujuan yaitu berupa benda yang ada di tengah. C. Manfaat Permainan ini dapatmengembangkan kepekaan panca indera manusia dan melatih ketepatan. Dibagi menjadi 2 kelompok atau 2 orang yang berlawanan.blogspot.dilanjutkan dengan suit untuk menetukan kelompok yang bermain terlebih dahulu. B. Permaian ini dimainkan saat waktu luang. 3. Peserta Untuk memainkan permainan ini dibutuhkan peserta minimal 2 orang atau kelompok yang jumlah dari keduanya harus genap.105 PERMAINAN TRADISIONAL PILIHAN 64) PERMAINAN TUJON A. Apabila batu yang dilempar itu mengenai sasaran dan kereweng tersebut jatuh.

dan macanan 3 wong 1 macan. setidaknya yang berada di daerah Yogyakarta. dianggap sebagai sebuah macan. D. tidak banyak menggunakan tempat untuk bermain. sore. Manfaat Permainan memberikan manfaat berupa melatih kecepatan berpikir dan ketelitian serta kecermatan dalam melakukan sesuatu atau memutuskan sesuatu. Jika lebih. macanan 4 wong 1 macan. dan lainnya). C. Sementara gambar berupa segitiga dan persegi empat bisa digambar dengan kapur. seperti halma dan lainnya. bisa dimainkan secara beregu. atau lainnya. Walaupun tidak ada larangan bagi anak wanita untuk bermain. hanya sekitar 1 meter persegi. pensil. Merujuk namanya. Alat dan Tempat Permainan ini cukup sederhana. baik pagi. redi. Pelaksanaan Permainan 1. sebuah alat yang dipakai untuk bermain. atau benda lain. yang hidup di era tahun 1970-an mengenal sebuah dolanan tradisional yang bernama Macanan. ada yang kalah dan menang. Pertama – tama membuat arena atau gambar segitiga yang saling dihubungkan oleh garis tegak lurus dan mendatar. tanjung. asalkan rata dan nyaman. Menurut sumber Sukirman (2004). Namun. menyesuaikan lahannya. Latar Belakang Mayoritas anak masyarakat Jawa. keramik. dolanan ini tidak berhubungan langsung dengan hewan macan atau harimau. B. atau malam hari. Ada empat versi dalam dolanan Macanan. siang. namun syaratnya harus tetap berpasangan. Mereka saling berhadapan untuk saling mengalahkan. Peserta Dolanan Macanan sering dimainkan oleh anak laki-laki berusia di atas 10 tahun.106 65) PERMAINAN MACANAN A. yakni macanan 21 wong (orang) 1 macan. macanan 8 wong 1 macan. yang memang fungsinya menyerang pihak lawan. yakni alat lain yang dianggap sebagai manusia. Mereka bermain di waktu senggang. Syarat lokasi bermain bersih. Hanya saja untuk saat sekarang sudah sangat jarang dimainkan karena tergeser dolanan modern lain. . Dolanan ini banyak digemari oleh anak laki-laki karena bermasuk dolanan kompetitif. seperti kerikil atau biji-bijian buah (seperti: sawo. namun kebanyakan dimainkan oleh anak laki-laki. tegel. Alat yang digunakan juga mudah dicari dan sederhana. Setidaknya. E. dolanan ini sudah dikenal sejak sebelum Perang Dunia (PD) II. dolanan ini harus dimainkan oleh 2 orang. mengasah otak. Gambar segitiga ini biasa disebut gunung. bisa menggunakan tempat berlantai tanah. asam. atau krangkeng.

Bisa menggunakan kerikil atau biji – bijian. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Pengertian dari kata mul – mulan sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. Menyiapkan peralatan yang akan digunakan. Sukriman Dharmamulya. Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. D. Sumber Permainan Tradisional Jawa. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain Mul-Mulan. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. 4. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Yogyakarta. Kepel Press 66) PERMAINAN MUL . Yogyakarta. Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang.107 2. G. C. Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah. F. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. Bisa laki – laki atau perempuan. Peserta melakukan suit atau undian untuk mencari yang menjadi batu dan menjadi macan. Pelaksanaan Permainan a. 2004. 3. Yang menjadi batu berusaha untuk membuat macan terperangkap dengan membuat jalan macan tertutup. Penentuan Kemenangan Yang menjadi pemenang adalah yang menjadi batu namun paling banyak dapat menutup jalan macan. B.MULAN A. maka pemain B harus menggunakan kerikil. Apabila ada dua anak. dkk. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan . misalkan pemain A dan B.

Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. Sisi terluar. Dengan demikian gambar dolanan MulMulan sudah siap digunakan. tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai). c. . bisa dengan panjang hingga 30—40 cm. Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. kira-kira panjangnya 25—35 cm. b. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B.108 agar tidak keliru. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. Jika pemain A menang. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. serta masingmasing membawa orang-orangan. d. Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. keduanya harus melakukan sut. Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar). maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah. Jika bermain di atas lantai atau ubin. ia main duluan. Langkah pertama. Di sini. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar. Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai.

D. Sebenarnya permainan ini juga ada di Yogyakarta dengan nama Mul – mulan dan dam-daman. Pengertian dari kata nerensi sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. atau menyanyi. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. Bisa laki – laki atau perempuan. misalkan pemain A dan B. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Filipina. 1980/1981. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan . maka ia harus menerima hukuman. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. Apabila ada dua anak. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. B. C. Yogyakarta. Pelaksanaan Permainan e. Ahmad Yunus. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. Departemen P&K 67) PERMAINAN NERENSI A. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan. H. dkk. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain nerensi. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan.. Sukirman Dharmamulya. menampar tangan.109 F. Jakarta. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. maka pemain B harus menggunakan kerikil. jika pemain kalah harus menerima hukuman. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. 2004.

Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. Sisi terluar.110 agar tidak keliru. Dengan demikian gambar dolanan nerensi yang sudah siap digunakan. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. Langkah pertama. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. h. Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar). kira-kira panjangnya 25—35 cm. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai). Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan. . Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. keduanya harus melakukan sut. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. f. Jika pemain A menang. Jika bermain di atas lantai atau ubin. serta masingmasing membawa orang-orangan. Di sini. ia main duluan. Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. bisa dengan panjang hingga 30—40 cm. g. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah.

Departemen P&K 68) PERMAINAN SUR .111 F. Setelah itu mereka menyanyikan lagu Sur – suran. Peserta Dimainkan secara berkelompok. D. Permainan ini dimulai dengan salah satu kelompok membisikan nama dari peserta kelompok lain. Ahmad Yunus.. Pelaksanaan Permainan a. Setelah selesai menyanyikan lagu. Asal permainan ini dari Jawa Tengah dan Yogyakarta. Bisa laki – laki atau perempuan. C. Latar Belakang Pengertian dari permainan sur – suran ini kurang jelas namun sering diartikan sebagai tebakan. Alat yangDibutuhkan Dalam bermain permainan ini tidak membutuhkan peralatan apapun. Ada satu anak yang menjadi emak dalam permainan ini. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. Sukirman Dharmamulya. maka ia harus menerima hukuman. 1980/1981. B. Dimainkan bersama – sama ketika waktu luang. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. dkk. Berikut lagunya : Sarsur kurunan mak Mak emake tretete Tak undange tretete Yen kecandak kanggo gawe Adhi mesti mati 2x Tak bedhile mimis wesi Tong tong bull 2x b. menampar tangan. Satu orang menjadi mak. . Peserta dibagi dalam 2 kelompok. jika pemain kalah harus menerima hukuman. 2004. Sumber Permainan Tradisional Jawa. emak memanggil kelompok yang kedua untuk menebak yang dibisikan oleh kelompok 1. atau menyanyi. Jakarta. E. I. Jumlah pemain di tiap kelompok minimal 3 orang. Yogyakarta. Manfaat Melatih bersosialisasi dengan teman sebaya dan melatih keberanian serta kekompakan dan kepekaan. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY.SURAN A. Apabila tebakan itu benar maka mak bilang ―selamat‖. Permainan ini berupa gerak dan lagu sebagai pengantar permainan. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. maka ia dianggap sebagai pemain kalah.

Yang paling banyak menebak benar maka yang menang. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. G. misalkan pemain A dan B. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna I.com 69) PERMAINAN DAM – DAMAN A. H. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain dam . Sumber Permainan-tradisional-sur2an. maka pemain B harus menggunakan kerikil. G. Dam Daman ini bisa dimainkan kapan dan di mana saja. Penentuan Kemenangan Apabila kelompok berhasil menebak maka dia menang dan apabila tidak berhasil menebak maka akan menggendong yang kalah. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. Kemudian pion yang dilangkahi itu menjadi milik si Pemain tadi. DAM! Kata-kata itu diucapkan oleh pemain yang melangkahi pion milik lawan mainnya. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan agar tidak keliru. Apabila ada dua anak.worpress.daman. Bisa laki – laki atau perempuan. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. Sedikit bercerita tentang permainan ini. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya.dimainkan oleh dua orang pemain. . Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. B. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 12 buah. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Sebenarnya. Latar Belakang Permainan dam – daman ini berasal dari daerah Jawa Tengah. Pelaksanaan Permainan i.112 F.

ia main duluan. maka ia harus menerima hukuman. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli . 1980/1981. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. dkk. J. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. Yogyakarta. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. Jika pemain A menang. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. menampar tangan. atau menyanyi. Langkah pertama. J. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. k.. Sukirman Dharmamulya. keduanya harus melakukan sut. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. jika pemain kalah harus menerima hukuman. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. Ahmad Yunus. Latar Belakang Damon adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang. 2004. Di sini. Setelah itu mereka membuat arena bermain yang berbentuk seperti ini. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. Jakarta. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. Departemen P&K 70) PERMAINAN DAMON A. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. l.113 j.

Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap. F. halaman. Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet. C. Alat yang Digunakan Karet gelang dan tempat untuk bermainnya dapat di kebun. dalam rumah. G. Penentuan Kemenangan Pemain yang paling banyak memasukan karet ke dalam lidi maka dialah pemenangnya dan berhak membawa pulang karet yang digunakan dalam permainan. Jumlah pemain minimal 2 orang. . Sumber Permainan ini dicerikan dan dipraktekan pada saat pembelajaran mata kuliah permainan tradisional kelas PGSD Penjas A tahun 2009 di semester 4. D. Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah karetnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama. Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya. Sebelum permainan dimulai. dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan. Manfaat Manfaat permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman . Namun orang dewasa pun dapat ikut memainkannya. H. gembira. E. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet. asalkan tempatnya datar. kemudian c. e.114 B. Pelaksanaan Permainan a. Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan. Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama d. Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan. secara langsung. f. Dan lidi untuk sasaran. Pemain berusaha memasukan karet ke lidi yang ditancapkan. b. Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah. g. Peserta Anak – anak usia Sekolah Dasar baik laki – laki maupun perempuan. Pemain kedua meniup karet agar dapat mendekati sasaran yaitu berupa lidi yang ditancapkan di atas tanah.

115 71) PERMAINAN GOBAK BUNDER .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful