1

PERMAINAN TRADISIONAL NUSANTARA
1) PERMAINAN MBURU KEWAN
A. Latar belakang permainan Permainan ini dibuat untuk mengisi kegiatan pada waktu sore hari,dengan cara menirukan orang yang sedang berburu binatang dengan cara melempar benda untuk menangkap binatang yang sedang diburu. B. Asal permainan Asal permainan ini adalah dari daerah pemalang dan sekitarnya C. Peserta Pesertanya adalah semua umur,baik anak-anak maupun orang dewasa dapat melakukan permainan ini.peserta minimal 10 orang dan maksimal tak terbatas. D. Alat yang diperlukan Alatnya adalah 2 buah bola plastik untuk bahan lemparan berburu E. Pelaksanaan Permainan Pertama di awali dengan diundi (hompimpah) untuk mencari 2 orang untuk menjadi pemburu dan sisanya menjadi binatang yang menjadi sasaran lemparan.nanti kalau ada anak yang terkena bola leparan dari pemburu,maka dia harus keluar dari arena permainan dan menjadi pemburu.dalam permainan ini tidak boleh melempar kearah kepala. F. Tempat dan waktu permainan Ditempat yang luas misalnya kebun,lapangan,pelataran rumah dll,dan biasanya dilakukan pada sore hari sambil menunngu maghrib G. Penentuan pemenang Dalam permainan ini yang menang adalah orang terakhir berada di lapangan permainan atau tidak tertangkap pemburu H. Tanggapan masyarakat Menurut masyarakat sekitar permainan ini cukup baik,karena dapatmenimbulkan kesenangan dan dapat melatih keterampilan dalam melempar dan menghindar I. Sumber Saya mengetahui dari mas ahmad yang dulu pernah melakukan prmainan ini.

2) PERMAINAN SASEGO’AN
A. Latar Belakang Permainan ini dinamakan ―Sasego‘an‖ ( bahasa lampung )yang artinya ―Main sumput-sumputan‖ atau sembunyi-sembunyian. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan permainan yaitu ― Menyembunyikan Sesuatu ―.

2

B. Peserta Permainan ini pada umumnya hanya dilakukan oleh anak-anak perempuan saja. Usia para peserta berkisar antara 7-13 tahun, dan dilakukan oleh sekurang – kurangnya 4 orang anak. Alat dan Fasilitas Permainan ini sebenarnya hanya semacam permainan sumput-sumputan yang hanya menggunakan peralatan sepotong kapur tulis, sepotong arang untuk menggambar, dan bagi masing- masing peserta sebatang lidi kecil kurang lebih 1cm, atau pecahan kecil dari beling kaca atau sebuah batu kecil yang gunanya unutk disembunyikan dalam permainan ini. Pelaksanaan Permainan Masing – masing anak (A,B,C dan D) duduk berjongkok di tanah saling bertolak belakang(membelakangi) dengan jarak masing-masing peserta kurang lebih 2 meter. Masing-masing anak ini membuat gambar segi empat dengan panjang sisi masing-masing segi ampat kurang lebih 10cm, kemudian segi empat tadi dibagi nenjadi empat bagian Setelah selesai,masing-masing memperlihatkan kepada peserta lainnya alat atau barang yang akan disembunyikan pada salah satu petak di dalam segi empat tersebut.Setelah itu masing-masing anak tadi mulai menyembunyikan alatnya pada salah satu petak dari segi empat tadi secara sembunyi-sembunyi dan hati-hati jangan sampai anggota lain mengintip tempat ia menyembunyikan alat tadi. Cara menyembunyikannya adalah dengan jalan menggali pada salah satu petak secara hati-hati jangan sampai terlihat ada bekas galian ataupun ada bekas timbunan pad tempat tersebut. Setelah penyembunyian di lakukan oleh masing-masing mereka harus mengatakan khadu, yang artinya sudah. Seterusnya ke empat anak (A,B,C dan D) bergiliran mencari alat permaian temannya yang disembunyikan tadi. Setiap orang hanya di bolehkan menebak dan mencari satu petak saja dan bagian yang lain untuk ditebak dan dicari teman-teman yang lainnya. Jika si A berhasil menebak tempat sembunyian si B dan berhasil menemukan alat si B, maka si B mempunyai utang 1 point. Selanjutnya si B kembali mennyembunyikan alatnya tadi pada salah satu petak tadi untuk ditebak dan dicari si C dan si D. Begitu seterusnya pada yang lainnya. Penentuan Kemenangan Siapa yang alat permainannya sering ditemukan teman-temannya itulah yang kalah, sebaliknya yang alat permainannya paling sedikit diketemukan teman – temannya itulah pemenangnya. Tanggapan Masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan diselenggarakan permainan ini, karena sifatnya hanya sekedar rekreatif dan tidak merugikan moral dan pendidikan anak-anak.

C.

D.

E.

F.

3

G. Sumber Suwondo, Bambang. 1983. Permainan Rakyat Tradisional Daerah lampung. Deprtemen Pendidikan dan Kebudayaan.

3) PERMAINAN SONDOK - SONDOKAN
A. Latar Belakang Permainan Tradisional di Kabupaten Kuantan Singini (Kuansing) angsur-angsur mulai menghilang dikalangan anak-anak di Kuantan Singingi, seperti Permainan Gasing. Begitu pula dengan Cerita Rakyat Kuansing seperti Ombak Nyalo Simutu Olang. Berikut ini adalah paparan tentang salah satu Permainan Tradisional Anak-anak di Kuansing. Sondok-sondokan adalah permainan tradisional di Kuansing tepatnya di Kenegerian Sentajo. Sondok-sondokan atau cari-carian merupakan permainan anak-anak tempo dulu, dimana permainan ini diangkat dari disebuah desa yang ada di Kenegerian Sentajo lebih tepatnya di Koto Sentajo. Koto Sentajo terutama pada dusun Gonting memiliki kontur dengan sedikit berbukit sehingga semakin nyaman digunakan untuk permainan Sondoksondok an, apalagi ditambah dengan adanya pelak milik masyarakat, dimana pelak ini semangkin menciptakan semangat permainan bagi para peserta, sebab didalam pelak ini selalu terdapat tumbuh-tumbahan yang ditanam pemiliknya untuk kebutuhan hidup sehari-hari seperti Pisang, Jeruk nipis, terong, Kunyit dan berbagai keperluan dapur lainnya. Dengan adanya berbagai tanaman dalam pelak Tersebut semakin elok sebagai tempat permainan ini. Ket : Sondok – sondokan : Cari – carian/ sembunyi Pelak : Kebun yang dipagar Tonggak : Tiang Olun : Belum B. Peserta Permainan Sondok-sondok an terbagi menjadi 2 Jenis Permainannya yaitu Tonggak Dingin dan Tonggak Bantuan, dimana kedua permainan ini mempunyai perbedaan, tonggak dingin biasanya dilakukan oleh anak-anak yang lebih kecil dari peserta Tonggak Bantuan, dimana peserta Tonggak Bantuan berumur antara 11 – 14 tahun, permainan tonggak dingin selalu dilakukan pada siang hari, sedangkan Tonggak bantuan Dilakukan Pada malam hari pada saat terang bulan, baik pada saat cahaya bulan penuh maupun pada cahaya bulan sabit, dimana pada saat bulan sabit akan lebih menantang karena cahaya dengan sedikit gelap dan samar-samar. C. Pelaksanaan Permainan Waktu permainan ini biasanya dilakukan setelah pulang mengaji sekitar jam 20.00 WIB, pada malam-malam sekolah biasanya sampai jam 22.00 WIB, tapi tidak terlalu sering permainan ini dilakukan pada malam-malam tersebut

kemudian pemenang sambil berlari mencari persembunyian.00 WIB. idealnya dalam permainan paling sedikit sekitar 7 Regu atau 14 orang. Lalu bagaimana isyarat bagi yang kalah bahwa satiap peserta betul-betul . dan tidak tertutup kemungkinan sampai jam 00. sambil berlari biasanya salah satu atau beberapa peserta sambil mengucapkan olun-olun berarti waktu yang kalah untuk membuka mata belum selesai.4 kecuali hari libur sekolah. dimana pelanggaran yang dilakukan akan mengakibatkan kekalahan akan berpindah pada pihak yang melanggar aturan yang telah disepakati bersama. sebab dalam hal ini tergantung berapa jumlah yang ada pada malam itu. semakin banyak regu dalam permainan ini semakin seru dalam pelaksanaannya. rumah penduduk. namun biasanya ditentukan dengan menunjuk pada objek-objek tertentu seperti jalan. dimana pada malam minggu biasanya dilakukan sampai larut malam. dalam pembagian kawan ini bisa ditentukan secara langsung seperti sit jari dan bisa juga dengan cara undian. langkah berikut adalah menetapkan batas-batas persembunyian yang akan disepakati bersama.  Aturan Permainan  Penetapan Kawan : Sebelum permainan dimulai maka harus dilakukan dulu penetapan kawan masing-masing. walaupun permainan dimalam hari pesertanya bukan saja laki-laki namun perumpuan juga tidak ketinggalan untuk ikut serta. jumlah regu yang akan bermain tidak terbatas. biasanya permainan ini sering dilakukan pada malam minggu. jarak terjauh dari tiang biasanya berkisar 250 M.  Penentuan Batas Apabila regu atau pasangan masing-masing telah didapat dan ditetapkan. Pinggir Sawah dan sebagainya. dalam penetapan batas ini tidak terfokus pada jauhnya jarak. melalui musyawarah yang tidak terlalu lama biasanya batas-batas bisa ditentukan.  Cara Bermain Awal permainan ini dimulai dimana regu (2 orang) yang kalah dengan memejamkan/menutup mata sambil menghadap kearah tonggak. Kedua Melewati batas yang telah ditetapkan. dimana tonggak yang digunakan yaitu Pohon yang ada disekitaran lokasi permainan.  Alat yang Digunakan Dalam permainan ini menggunakan Tonggak sebagai alat bantu utama. dimana tonggak yang pakai untuk permainan tersebut hanya 1 pohon. Pada kesempatan ini juga membahas pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing regu. Ada dua pelanggaran yang harus diwaspadai oleh para peserta pertama memegang tonggak sebelum yang kalah memegang Tonggak tersebut. dimana satu regu hanya terdiri dari 2 (dua) orang.

Bahkan permainan ini bisa dimulai di mana saja tanpa persiapan apapun.5 telah bersembunyi? Biasanya isyarat bagi regu yang kalah saatnya untuk membuka mata yaitu setelah tidak ada lagi terdengar suara peserta yang mau bersembunyi. dua orang yang kalah tadi bersiap untuk mencari setiap peserta permainan. Peserta yang kalah harus mencari sebanyak mungkin semua peserta yang menang kalau bisa semuanya ditemukan.  Sejarah Permainan Permainan candak ndodok ini merupakan permainan yang sangat unik. ini dilakukan agar lebih konsentrasi dalam pencarian. Sumber http://www.com/2010/02/permainan-tradisional-kuansingsondok.sungaikuantan. setelah yang kalah memegang tonggak maka keduanya harus berbagi tugas. dalam percarian kedua peserta yang kalah tersebut harus berpencar atau berpisah arah. Permaian candak ndodok dimulai dengan sebuah gambreng. Apabila semua telah bersembunyi suasana dalam keheningan malam akan terasa pada saat itu. mengapa demikian? Misalnya yang ada 10 Regu otomatis yang bersembunyi ada 9 regu dengan jumlah 18 orang. salah satu diantara mereka harus menjaga tonggak. sebab kalau tidak akan menjadi rumit.html 4) PERMAINAN CANDAK NDODOK A. Latar Belakang  Nama Permainan Candak Ndodok atau sering disebut dalam bahasa indonesia yaitu Petak Jongkok atau Tap Jongkok adalah salah satu permainan tradisional Indonesia yang tidak membutuhkan banyak peralatan untuk memulainya. Tentunya minus persiapan ditegur petugas keamanan ataupun persiapan menahan malu yang teramat sangat. D. Gambreng . jika ini terjadi maka permainan harus di ulang dan yang kalah tidak akan berubah. dimana saat kondisi seperti itulah yang kalah untuk membuka matanya. Nilai yang Terkandung Hal-hal positif yang bisa diambil dari permainan sondok-sondok an/cari-carian yang harus ditanamkan sejak dini antara lain :  Keberanian dalam kemandirian  Kejujuran dalam aktifitas  Silahtuhrahmi antar peserta selalu terjalin E. setelah didapat peserta yang bersembunyi yang kalah harus kembali ke tonggak untuk memegang tonggak sambil menyebut nama peserta yang telah didapat. jangan sampai orang yang belum dapat atau ditemui memberi bantuan dengan memegang tonggak.

Biasanya permainan dimulai dengan semua pemain lari berpencar menjauhi si penjaga. Begitu juga dengan anak yang tidak jongkok namun berhasil disentuh oleh pengejar akan menjadi pengejar selanjutnya. Tentukan satu orang yang akan mengejar. Satusatunya cara untuk kembali berlari adalah pemain ditepuk oleh pemain lain yang masih berdiri dan tidak menjadi penjaga. Karena permainan permainan petak jongkok ini tidak sulit di mainkan bahkan mudah untuk di mainkan oleh anak-anak. anak yang terakhir jongkok berarti akan menjadi pengejar menggantikan pengejar yang lama. C. sedangkan orang yang berjaga akan menjadi target penjaga. Si penjaga harus mengejar pemain lainnya sampai berhasil menepuk (di mana saja) salah satu pemain. Bila pemain yang berdiri hanya tersisa satu orang. Permainan candak ndodok ini berasal dari daerah Jawa Timur. 3. Pemain tersebut harus mengaktifkan pemain lainnya baru kemudian bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. Orang yang ditepuk akan berjaga. D. . posisi akan otomatis berubah. diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Bila si penjaga berhasil melakukan itu. 6. 2. membutuhkan lapangan yang luas dan jumlah peserta untuk melakukan permainan petak jongkok ini maksimal 10 orang dan minimal 5 orang karena kalau kebanyakan kasihan yang kalah atau yang akan jadi pengejar. Dan permainan seperti ini yang selalu dimainkan olek anak-anak ketika mereka libur sekolah atau pada waktu anak-anak SD istirahat menunggu bel masuk kelas. Peserta Permainan ini dapat di mainkan oleh anak SD umur 7 sampai 12 tahun atau mulai dari kelas dua sampai dengan orang dewasa karena permainan ini boleh dimainkan oleh siapa saja baik laki-laki maupun perempuan. Para target bisa meloloskan diri dengan cara berjongkok. setiap anak boleh jongkok. Alat dan Fasilitas yang Diperlukan Dalam permainan candak ndodok ini para pemain hanya membutuhkan lapanga yang luas yang berbentuk persegi panjang. Bila jongkok berarti dia tidak dapat disentuh oleh pengejar. hal inilah yang menyebabkan permainan ini diberi nama ―Candak Ndodok‖. Tetapi. maka pemain tersebut tidak bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. Pemain yang jongkok dianggap tidak aktif dan tidak bisa mengaktifkan diri sendiri. Untuk menghindari pengejar. Pelaksanaan Permainan Dalam permainan ini tentu saja kita semua harus tahu dan mengerti cara bermain dengan baik. 5.6 adalah sebuah proses menentukan giliran yang biasanya dimulai dengan teriakan "Hom pim pah alaiyum gambreng!". Permainan petak jongkok ini. B. 4. Anak yang berdiri dapat membangunkan anak yang jongkok.

Mulai dari mainan yang terbuat dari plastik hingga mainan elektronik. dan membangun EQ. Pohon pisang yang kering biasanya terlihat seratnya. tidak ada salahnya mengajarkan permainan yang mungkin sering dimainkan sejak kecil. Latar Belakang Isutan Jarat adalah nama permainan tradisional yang berkembang di daerah Kalimantan Selatan. G. Alat dan Fasilitas Peralatan bermain berdasarkan permainan aslinya. Sedangkan ‗jarat‘ adalah istilah orang Banjar untuk tali yang ujungnya bersimpul untuk menjebak atau mengikat (seperti tali lasso di Amerika). yaitu tali dari serat pohon pisang dan bilah kayu dari bambu atau jenis kayu lainnya.7  Hal yang tidak boleh dilakukan 1. kata isutan ini mungkin dari peralihan kata ‗usutan‘ yang berarti ‗mencari‘. kemampuan membuat strategi. E. Asal katanya dari isutan dan jarat. F. Tetapi. Tanggapan Masyarakat Dunia anak adalah dunia bermain. 3. 2. Pada permainan ini tiap pemain berusaha mencari jarat pemain lainnya yang disembunyikan di dalam pasir dengan cara menusukkan bilah lidi/kayu/bambu. Beragam mainan diciptakan untuk menghibur dan juga sebagai sarana pendidikan anak. kita lihat dari berlangsungnya permainan tersebut. Penentuan Kemenangan Untuk menentukan pemain yang menang dan kalah. Mendorong pemain yang sedang berjongkok sampai terjatuh. Sumber Sumber permainan candak ndodok ini saya dapat dari Hamid Nur dan permainan tradisional merupakan permaina anak tempo dulu yang sekarang hilang dimakan zaman. permainan tersebut berlangsung lama sampai para pemain merasa lelah dan capek jadi pemain yang menang dan kalah akan selalu berganti-ganti. Lupa membangunkan pemain yang sedang berjongkok seharian penuh di lapangan. Sedangkan bilahnya terbuat dari kayu atau bambu yang diraut agak runcing dengan panjang tidak lebih dari lengan. 5) PERMAINAN ISUTAN JARATAN A. Jadi isutan jarat maksudnya mencari tali yang bajarat (memiliki jerat). Jika pemain yang dikejar maka dianggap menang dan pemain yang jadi pengejar maka dianggap kalah. Memaksa pemain yang sedang berjongkok untuk berdiri. Namun. Permainan ini sebenarnya menebak letak jarat yang ada di dalam pasir. . Permainan seperti ini mengasah kemampuan otak. B. sikap mudah bersosialisasi. bagian inilah yang diambil oleh anakanak untuk membuat tali jarat.

 Ujung tali yang tidak memiliki jarat disisakan diluar untuk menariknya nanti.  Tahap mencari jarat  Ditentukan dulu timbunan pasir siapa yang akan dicari duluan.  Teknik menyembunyikan jarat ini menentukan kelihaian tiap anak dalam bermain usut jarat. Tempat Lokasi permainan ini biasanya di pinggir sungai saat air surut atau di halaman rumah yang banyak pasirnya. Tahapan Tahapan permainan :  Tahap menyembunyikan jarat :  Misalnya jumlah pemain ada 4 orang. D.  Setelah itu masing-masing anak menusukkan bilahnya ke dalam. E. ini bisa dilihat dari kejujuran saat menyembunyikan jarat dimana anak yang lain sepakat untuk tidak saling intip serta kejujuran untuk memasang lubang jarat yang sama lebar dengan pemain lainnya. Permainan isutan jarat tidak ada kaitan dengan jenis upacara atau peristiwa tertentu. . Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini tidak ada konsekuensi kalah atau menang hanya memberikan kepuasan dan kebanggaan bagi anak yang berhasil mencari jarat atau anak yang jaratnya tidak berhasil ditemui lawan. Waktu permainan bebas bisa dimainkan kapan saja kalau di kampung anak-anak (laki-laki dan perempuan) akan memainkannya saat sore menjelang mandi di sungai.  Jarat yang ingin disembunyikan ditimbun perlahan-lahan dengan pasir agak tebal supaya tidak kelihatan. Dua orang diperlukan karena akan ada posisi pasang tempat yang menyembunyikan jarat) dan posisi naik (yang mencari lubang jarat). ada yang menyembunyikan jarat dengan ujungnya berkelok-kelok sehingga lawan sulit menebak letak jarat sebenarnya.8 C. Peserta Jumlah pemain isutan jarat minimal dua orang dan sebanyak-banyaknya empat orang. Pengaruh dari permainan ini adalah memberikan sifat sportifitas bagi anak-anak.  Begitu seterusnya tiap pemain bergiliran menebak jarat lawan F. Tempat orang sudah dirasa cukup karena akan terlalu ramai yang bisa menimbulkan kebingungan.  Keempat anak ini berpencar ke daerah pasir masing-masing untuk menyembunyikan jaratnya. Apabila semua anak yang giliran mencari sudah menusukkan bilahnya maka yang mempunyai jarak menariknya sehingga akan ketahuan siapa yang berhasil menebak jarat.  Pemain yang berhasil bilahnya akan tersangkut di dalam jarat.

melatih indra penglihatan dan mengembangkan ketrampilan ketepatan pada target yang bergerak.9 G. diadakan hung pimpa untuk menentukan siapa yang akan menyerang terlebih dahulu. Pelaksanaan Permainan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan lebih dominan dialam terbuka seperti : Dikebun dan lapangan.  Peralatan Bambu.batu.permainan tradisional.  Pemain yang kalah bisa bertahan terlebih dahulu sambil bergantian menyerang. Sasaran Anak-anak. Latar belakang Disebut dengan nama tambi-tambian sebab pada waktu dahulu permainan ini dimainkan oleh anak-anak suku Tambi. 7) PERMAINAN TAMBI .kuping. B. Sumber http//www. remaja. C.  Pemain Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang jumlahnya tidak ditentukan.dan penghadang lainnya. dewasa E. Manfaat Memupuk sifat sportifitas. D.dapat bersosialisasi dengan yang lain. yang sekarang banyak ditemui di kota .  Permainan ini tidak boleh mengenai kepala.  Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimulai. Latar Belakang Ceteran adalah permainan tradisional yang berasal dari sleman yang tidak diketahui secara pasti siapa yang membuat permainan tersebut. 6) PERMAINAN CETERAN A.air dan kertas dijadikan sebagai peluru.TAMBIAN A.com. memupuk sportifitas.  Selanjutnya pemain harus menyebar untuk mencari tempat bertahan seperti dibelakang pohon.menahan emosi.mata. Suku Tambi yaitu suku pendatang dari luar Kalimantan Timur.dan leher. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang.  Pihak lawan yang banyak kena peluru kertas itulah pihak yang kalah.

 Apabila lemparan B mengenai A. C. karena permainan ini sangat membutuhkan tenaga lebih-lebih pada waktu diadakan hukuman. tetapi gilirannya adalah pemenang undian ke-2 (yaitu B). permainan ini juga dapat dimainkan. B. Di samping itu lapangan permainan yang dipergunakan dilengkapi dengan garis pembatas lapangan. D. maka sebagai pengganti lubang dapat digunakan garis lingkaran yang agak besar. Jumlah pemain dapat berjumlah 2 orang. dan apabila lemparan E tidak ada yang mengenai sasaran maka E tidak berhak melempar lagi. Mengenai latar belakang sejarah perkembangan permainan ini dulunya sering dimainkan oleh anak-anak dari suku Tambi.  Apabila pada waktu E melempar bola dan masuk pada lubang B.10 Balikpapan. sedang B. D. maka lubang permainan A diberi tanda (Biasanya dipakai tanda berupa serpihan kertas atau batu. Pada awalnya orang menyebut permainan ini dengan sebutan Tambi-tambian dengan model lapangan seperti pada gambar lapangan I. dan A masing-masing berdiri bersiap-siap pada lubang yang telah dipilih sebelumnya. sedang pada lubanglubang permainan tidak diberi penghalang. Maksud diberi penghalang ini adalah agar bola yang dilempar tidak bergulir jauh keluar lapangan permainan dan juga agar bola dapat mental kemudian menggelinding bebas masuk ke salah satu lubang. E) berlari sedang B yang telah berhasil mengambil bola tersebut berusaha melempar temannya dengan bola tersebut sampai mengenai sasaran. Setiap pemain menentukan lubang permainannya masing-masing. terdiri dan garis batas pelempar dan lubang-lubang sasaran yang dikelilingi dengan papan atau batu bata yang dijejer. yakni sebuah lapangan yang datar yang berukuran ± 2 x 8 m. yang menurut ceritanya mereka berasal dari Ceylon. Ada juga bentuk lapangan yang berbeda yaitu lapangan diberi batas ± 2 x 8 m. C. Samarinda. Pelaksanaan Permainan  Persiapan Para pemain mengadakan undian lebih dahulu dengan hom-pim-pa atau suit. Apabila tidak memungkinkan untuk membuat lubang. Tetapi tidak jelas dari mana asal usul permainan ini karena hampir semua daerah di Kalimantan Timur mengenal permainan ini.  Karena yang menang pertama adalah E. Para pelakunya pada umumnya anak-anak pria. Peralatan atau perlengkapan yang dipakai dalam permainan ini dilengkapi dengan lubang sejumlah pesertanya dan lubang itu sebesar bola. Suku ini berperawakan besar dan berkulit hitam. B. D. maka B dengan cepat mengambil bola dan sementara itu teman-teman yang lain (A. maka E berhak bermain lebih dahulu (memasukkan bola ke dalam lubang lebih dahulu). Jumlah lubang yang dibuat harus sesuai jumlah pesertanya dan jarak antara lubang dengan papan penghalang kira-kira 10 cm. Mempersiapkan lapangan permainan seperti tersebut pada gambar. Tahapan Permainan  Misalnya pemain berjumlah 5 orang dan setelah diadakan undian maka berturut-turut yang menang adalah E. Yang ideal berjumlah 4 orang dan Maksimum 5 orang. jadi A telah kalah 1 angka). C. A. Sasaran E sebenarnya adalah lubang milik E. Tetapi apabila lebih dari 5 orang. Tanda ini adalah tanda kalah. Itulah sebabnya pada saat seorang .

11 anak hendak melempar bola pada teman-temannya. Keterangan : a. Tetapi apabila dalam pelaksanan hukuman seorang anak yang sedang menghukum tidak mengenai sasaran (misalnya pada saat D melempar bola ke A dan tidak mengenai A. sebab C kalah 4. Kemudian E menghukum A dengan 2 kali lemparan. Penentuan Kemenangan Misalkan di sini yang kalah 5 adalah A. untuk dilemparkan pada salah seorang anak. Jadi apabila peserta permainan ada 5 orang dan sudah mencapai kalah dengan angka 5 maka permainan berakhir dan anak-anak memberi hukuman bagi yang kalah. lubang-lubang permainan c. balok atau papan a —— b = ± 4 cm b —— c = ± 10 cm . D dan E). Setelah selesai maka B menghukum A dengan 4 lemparan (sebab B kalah 1). Permainan ini kembali seperti keterangan c dan d. sebab E kalah 3.  Setelah lubang A diberi tanda maka giliran melepar/memasukkan bola adalah B (karena pemenang kedua dalam undian). Nilai kalah yang terkumpul adalah sejumlah peserta permainan. Penghalang dari batu bata.  Pada setiap anak yang kena lemparan dinyatakan kalah dan pada lubang permainan miliknya diberi tanda kertas atau batu kecil. Garis-garis tempat melempar bola b. maka A harus dihukum oleh anak-anak yang bermain dalam permainan itu. anak-anak itu lari menghindari lemparan. C. Di sini misalnya : A kalah 5 C kalah 4 E kalah 3 B kalah 1 D kalah 0 D melempar bola pada tubuh A sebanyak 5 kali. Jadi 5 (kalah A)-l (kalah B) = 4. B. C. Setelah selesai kembali giliran B menghukum B dan seterusnya sampai hukuman selesai dijalankan. Kemudian C menghukum dengan 1 lemparan. Dan selanjutnya jalannya permainan seperti pada poin c dan d di atas. maka bola yang lolos akan diperebutkan kembali oleh anak-anak (A. Maka berturut-turut yang menghukum adalah yang paling sedikit jumlah nilai kalahnya.

Awalan yaitu dengan suit untuk menentukan siapa yang memulai dahulu 4. Peserta Dalam permainan gandon. Apabila ada perempuannya maka dibagi supaya adil. Dari orang pertama hingga terakhir. Misal 5 batu. Batu yang sedang 2. B. Latar Belakang Permainan ini dilakukan pada saat saya masih kecil. Dan batu itu sebagai sasaran. Didaerah saya yaitu di Banjarnegara. Karena anakanak yang terpenting dalam sebuah permainan adalah kesenangan. Pemain pertama melakukannya dengan cara meletakan batu dipunggung kaki dan mengayunkannya. C. Pemain harus lebih dari satu orang. Beberapa batu diletakkan berdiri sejajar. 2. Misal pemain ada 4 maka bisa dibuat regu atau kelompok dua lawan dua. Setelah itu baru mengincar batu target dengan dilempar menggunakan tangan tetapi dengan cara kaki satu diangkat dan batu dilempar melalui bawah kaki yang diangkat baru ditangkap lagi . pemain biasanya tidak begitu banyak karena tempat juga merupakan faktor penentu. melempar dengan kaki untuk berusaha mengenai batu yang dipasang sebagai target. Pelaksanaan Permainan  Alat dan Fasilitas 1. 5. Semua pemain yang pertama kali melakukan harus menggunakan kaki. Dan merupakan permainan tradisional yang sering dimainkan terutama oleh anak laki-laki. 6. Halaman dari tanah  Jalannya permainan Permainan dilakukan: 1. permainan ini diturunkan secara turuntemurun sehingga tidak tahu pasti siapa yang menciptakannya. Garis batas untuk awalan jaraknya disesuaikan dengan kemauan saat bermain 3.12 8) PERMAINAN GANDON A.

Seorang kepala desa (lurah) biasanya memiliki kekuasaan yang besar. Tempat dan waktu permainan permainan dilakukan pada siang hari atau pada waktu senggang dan dilakukan dihalaman rumah. Sehingga pemain harus bisa berhati-hati dalam memainkan permainan ini. Sebelum melakukan permainan. Dengan gambar seperti dibawah : E. Permainan magang lurah ini belum teridentifikasi secara pasti asal muasal pertamanya. sesama rakyat biasanya sukar atau memiliki keterbatasan kemampuan dalam membantu sesamanya.13 dengan tangan kemudian baru boleh dilempar kesasaran. 9) PERMAINAN MAGANG LURAH/MIL-MILAN A. Permainan ini mengutamakan kecermatan. karena . serta keterampilan pemainnya. Kecamatan Grabag. Karena dahulu sering saya mainkan saat waktu senggang. D. Seseorang yang mampu berkonsentrasi dan menjaga ketelitian akan dapat secara baik menyelesaikan dan memenangkan permainan. ketelitian. Terdapat seorang pemimpin dan banyak rakyat yang disimbolkan dengan lidi pelepah daun kelapa. Akan tetapi permainan ini sudah dimainkan secara turuntemurun di Desa Harjobinangun. Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan dari banyaknya batu yang berhasil dirobohkan dengan cara di lempar dengan batu tersebut. Dan juga dari orang tua dan tetangga saya banyak yang memberitahu permainan ini. Lurah juga memiliki fasilitas yang memadai untuk membantu warganya yang sedang mengalami kesulitan. Sumber Permainan ini saya dapatkan dari pengalaman sewaktu kecil dan masih duduk di bangku sekolah dasar. faktor konsentrasi sangat dibutuhkan dalam permainan ini. Lurah bisa memerintah / menolong rakyatnya yang mengalami kesulitan dengan mudah. Faktor taktik dan strategi juga tidak lepas dari permainan ini. Latar Belakang Permainan Magang Lurah ini Pada dasarnya merupakan simbol kehidupan bermasyarakat di desa. Sekali saja melakukan keceroohan maka akan menghancurkan permainan. dan saat melakukan permainan dapat menerapkan taktik yang telah disiapkan. F. Batu tidak boleh terjatuh atau kedua kaki menyentuh tanah. Orang-orang setempat menyebut permainan ini dari daerahnya sendiri. Akan tetapi. Selain itu juga. Kabupaten Purworejo. seorang pemain dapat menyusun strategi cara bermainnya. sedangkan rakyat (masyarakat) digambarkan sama.

sehingga lidi mudah diambil. dst.  Jumlah Peserta Permainan Jumlah peserta permainan magang lurah ini bervariasi.  Setiap lidi yang berhasil diambil diberi nilai 5. Kapur tulis / peralatan lain untuk membuat garis pembatas. karena diperlukan cahaya yang terang.14 permainan ini mereka mainkan sejak kecil secara turun temurun dari orang tua mereka. Alat dan Fasilitas Peralatan yang diperlukan dalam bermain magang lurah antara lain adalah lidi yang terbuat dari pelepah daun kelapa.‖. D. Tempat bermain magang lurah dapat dilakukan di tanah maupun di lantai tergantung kondisi. Biasanya batas nilai antara 200-500 poin. Permainan ini dilakukan pada saat anak- . Dikarenakan permainan ini lebih mengutamakan ketenangan pikiran dan tidak mengutamakan fisik. Pemain yang telah melampaui nilai dinamakan ―mendhem 1. lidi yang lain tidak boleh ada yang bergerak. dan lidi lurah (yang paling panjang) diberi nilai 15. Usahakan lidi menyebar dengan teratur. Permainan ini digemari anak usia tersebut dikarenakan permainan yang bersifat sederhana akan tetapi mempunyai banyak unsur bermain. itu tandanya permainan berhenti dan ganti giliran pemain yang lain. maka permainan selesai dan pemain yang lain mengatakan ―Mil‖. Lidi yang melewati garis pembatas / sebagian besar bagian lidi melewati garis pembatas. maka lidi itu juga dinyatakan keluar. waktu pelaksanaan permainan magang lurah ini dilakukan pada siang hari. Pelaksanaan Permainan  Permainan dimulai dengan menyebarkan kumpulan lidi ke tanah / lantai. mulai 2 orang atau lebih. Sehingga baik lakilaki maupun perempuan memiliki kemampuan yang sama dalam memainkan permainan magang lurah ini.  Umur Peserta Permainan Permainan magang lurah ini biasanya dimainkan anak-anak yang berusia antara 6-12 tahun atau usia anak sekolah dasar. Peserta  Gender Permainan magang lurah ini tidak membedakan laki-laki maupun perempuan. 2. C.  Pemain mengambil lidi satu persatu. Karena permainan ini dilakukan bergantian sesuai urutan.  Permainan dilanjutkan terus menerus hingga ada salah satu pemain yang mendapatkan nilai batas. permainan ini efektif dimainkan oleh 2-4 orang. B. Akan tetapi agar permainan ini berjalan dengan baik dan tidak menunggu lama.  Waktu pelaksanaan permainan : Pada dasarnya. Apabila lidi yang lain bergerak karena tersentuh lidi itu. Lurah dapat menolong lidi yang lain dengan mencongkel dengan kepala lurah.

maupun ketika mereka selesai belajar kelompok. Permainan ini sebenarnya lebih banyak dimainkan oleh anak laki – laki. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional Magang Lurah yaitu dengan metode wawancara dengan berbagai tokoh masyarakat di Desa Harjobinangun. G. maka penulis menentukan untuk memilih permainan Magang Lurah untuk ditulis. Setelah semua sepakat maka permainan dimulai dan dilaksanakan sesuai perjanjian pertama di awal permainan. F. Selain itu juga dengan permainan ini masyarakat beranggapan bahwa dengan permainan ini akan menemukan salah seorang calon pemimpin dari anak-anak yang memainkan permainan ini. Penulis mendapatkan informasi tentang asal muasal serta tradisi turun temurun tentang permainan Magang Lurah dari beliau. Kecamatan Grabag. Penentuan Kemenangan Penentuan pemenang permainan magang lurah adalah dengan menghitung banyaknya mendhem perminan.15 anak merasa lelah bermain yang menguras tenaga. Sebelum permainan dimulai biasanya pemain menentukan angka untuk menentukan pendheman.  Dibyo Subyantoro (46 tahun) : Beliau adalah ayah penulis. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat tentang permainan magang lurah ini termasuk baik. E. Namun pada kenyataanya banyak anak perempuan yang ikut memainkannya. dikarenakan anak-anak bermain dengan tenang dan mengurangi bahaya dibandingkan permainan yang diluar. Penulis mendapatkan banyak informasi tentang permainan Magang Lurah dari beliau yang mengetahui tentang tata cara permainan. Latar Belakang Permainan Seghog ini merupakan permainan yang banyak dimainkan di daerah Jawa Barat. Berdasarkan paparan beliau. Yaitu di daerah Purworejo.  Aris Saputro (18 tahun) : Merupakan seorang pelajar SMK Pancasila Kutoarjo. Tokoh-tokoh masyarakat seumber informasi antara lain:  Siti Muryani (39 tahun) : Beliau adalah ibu penulis dan seorang guru SD Negeri Ketawangrejo. Tujuan Sebenarnya tujuan dari permainan ini hanya untuk mengisi waktu luamg. namun juga ada anak – anak dari daerah Jawa Tengah. B. kabupaten Purworejo. 10) PERMAINAN SEGHOG A. Sehingga permainan ini bersifat santai untuk menghilangkan rasa lelah. Permainan ini dimainkan untuk mengisi waktu luang anak – anak ketika mereka ditinggal orang tua mereka. Namun ternyata permainan Seghog ini memiliki beberapa nilai positif. yaitu .

Pemain melakukan undian agar dapat ditentukan siapa pemain yang dapat bermain terlebih dahulu. ketepatan antara mata dan gerakan kaki dalam mencapai sasaran. kemudian pemain mengukur jarak batu dengan garis batas dengan mengukur menggunakan ukuran kaki. Permainan ini juga bisa dilakukan di dalam rumah. dan koordinasi dapat meningkat karena terlatih ketika bermain Seghog. ketepatan. Selain itu juga apabila pemain dapat menyeghog batu lawan melewati garis . Sasaran Anak – anak laki – laki dan perempuan. Pelaksanaan Permainan  Lapangan Tempat yang dibutuhkan untuk memainkan permainan ini tidak membutuhkan lapangan atau tempat yang luas. remaja laki – laki dan perempuan terutama yang telah dapat berhitung. Karena apabila tidak dapat melewati garis batas maka dinyatakan gugur. Terutama di tempat yang sudah dicor. dan melatih bersosialisasi.  Peralatan  Kapur untuk menggaris/ batang kayu bila dimainkan di tempat yang masih tanah.  Pemain pertama melakukan seghog. Berusaha agar batu tersebut dapat melewati garis batas. Kemudian dia berusaha menyeghog batu lawan.  Batu yang pipih. Dan bila jumlah pemain hanya ada 2 maka harus diulang kembali. Hanya tempat yang berbentuk seperti persegi panjang.16 dalam permainan ini akan melatih konsentrasi.  Pemain Jumlah pemain dalam permainan ini adalah minimal 2 orang.  Jalannya permainan  Mula – mula pemain menyiapkan peralatan dan lapangan yang akan dipergunakan. Bagi yang jaraknya lebih dekat maka dia akan bermain terlebih dahulu.  Bila misal kedua batu telah melewati garis batas. C. Yaitu mendorong batu dengan menggunakan kaki bagian tengah dalam. Selain itu karena adanya kegembiraan dapat mengurangi adanya ketegangan. E.  Pemain mendapatkan bonus nilai apabila pemain kedua berhasil menyeghog batu lawan ketika pertama kali memainkan. Manfaat Konsentrasi. Jarak pemain dengan target adalah kurang lebih 3m. Dia memiliki kesempatan sampai menyeghog batu tersebut adalah sama dengan jumlah berapa ukuran kaki dari garis batas. D.

Yang dinyatakan sebagai pemenang adalah orang atau pemain yang paling banyak mendapat angka dari hasil menyeghog tersebut. pemain menggenggam seluruh biji bekel dan menyebar seluruhnya ke lantai sambil melemparkan bola bekel ke atas dan menangkapnya. . Paling sebel kalau ditonton laki-laki. Kalau ada yang mati mereka akan teriak kegirangan. Logam ini memiliki bentuk yang khas. Terdiri dari permukaan kasar yang ditandai dengan lubang-lubang kecil di permukannya berjumlah lima titik. Ulangi lagi menyebar seluruh biji bekel dan diambil 2 biji bekel. yang penting bola bisa memantul keatas. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan. F. D. 11) PERMAINAN BEKELAN A. Kalau gathengan hanya menggunakan batu kerikil. Sekarang dibuat dari logam. terakhir lima biji bekel diraup sekaligus. Latar Belakang Bekelan berasal dari bahasa Belanda. B. minimal dua orang.  Pertama. Dan biasanya dilakukan oleh siswi putri pada waktu istirahat dan bisa juga dilakukan dirumah pada waktu luang. Biji bekel diambil satu-satu sampai habis. C. Pelaksanaan Permainan Permainan ini dilakukan dengan cara menyebar dan melempar bola ke atas dan menangkapnya setelah bola memantul sekali di lantai. bekelan menggunakan seperangkat alat khusus yang dinamakan bekel.17 awal. bikkelen. dan ada yang terbuat dari bahan timah. Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini adalah bola bekel dan biji bekel. Kalau bola tidak tertangkap atau bola memantul beberapa kali maka pemain dinyatakan mati. diambil dengan 3 biji bekel. Sumber Sumber dari cerita tentang permainan ini adalah teman bermain penulis ketika kecil yaitu Riyanto dan Diah Pangestuti yang keduanya berasal dari Jawa Tengah. diambil 4 biji bekel. Ada yang terbuat dari kuningan. Bekel ini terdiri dari sebuah bola bekel dan lima buah biji bekel berbentuk logam. permukaan halus yang ada tanda silang atau polos sama sekali. dan permukaan bawah yang tidak ada tanda catnya. Permainan ini masih saudara dengan gathengan. Terdiri dari empat biji bekel dan satu bola bekel. permukaan atas yang ada bintik merahnya. Mereka biasanya mengganggu agar hilang konsentrasi dan melakukan kesalahan. Dilakukan dimana saja. Pada awalnya biji bekel dibuat dari engsel tulang tumit kaki belakang domba.

.com/2010/08/permainan tradisional anak indonesia.  Langkah ketiga .18  Langkah kedua. ambil 4 biji bekel. Pemain yang bisa melewati tahap ini dinyatakan sudah menang dan berhak untuk istirahat sambil menonton teman-temannya yang belum bisa menyelesaikan permainan. Langkah kelima. tetapi permainan ini sering dilakukan anak-anak di daerah Jawa tengah. E. Permainan ini seperti ular tangga tetap[i alat yang digunakan sedehana dan tradisional.html diakses tanggal 07 maret 2011 pukul 19. balik posisi bekel posisi permukaan kasar menghadap ke atas semua. Peserta Didalam permainan ini membutuhkan peserta 2-4 orang baik putra/putri dengan umur anak-anak 7-12 th.  Langkah terakhir dinamakan Nasgopel. Ulangi terus sampai seluruh permukaan bekel menghadap ke atas semua. lalu ambil biji bekel seperti langkah sebelumnya. Balik posisi bekel menghadap ke atas semua satu persatu. Raup seluruh biji bekel dalam sekali genggaman. lalu ambil satu bekel. balik seluruh posisi bekel bagian permukaan yang halus menghadap ke atas lalu ambil biji bekel seperti langkah ketiga. Balik posisi biji bekel mengahadap ke atas semua. Penentuan Kemenangan Bila ada kesalahan dalam langkah nasgopel ini pemain harus mengulang ke langkah awal nasgopel. halaman atau tempat yang sudah bentuk gambarnya dan waktu pelaksanaannya bisa pagi. Sumber Data permainan ini saya peroleh dari pengalaman orang tua. ambil 3 biji bekel. F. 2. C. oleh karena itu permainan ini saya munculkan kembali karena pda zaman sekarang sudah tidak dditemukan lagi permainan ini karena sudah banyak permainan modern yang telah ada sehingga permainan tradisional alambat laun bakan hilang.30. terus permukaan halus menghadap ke atas semua. ambil 2 biji bekel. balik posisi biji bekel menghadap kebawah dan ulangi langkah sepertei langkah kedua dengan mengambil biji bekel 1. siang atau sore. kemudian balik lagi semuanya menghadap kebawah semua. B. Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini yaitu koin sebanyak 5. dan terakhir balik satu persatu permukaan kasarnya menghadap ke atas semua.blogspot. pengalaman pribadi waktu kecil dan http://wahw33d.  Langkah keempat. terakhir raup seluruh biji bekel. 4. dan dewasa 17 th keatas. Latar Belakang Sawahan merupakan permainan asli dari indonesia yang belum diketahui asal usulnya permainan ini. remaja 13-16 th. 12) PERMAINAN SAWAH/ ULAR TANGGA A. dan seluruhnya.

setalah sampai di X dan Y kemudian kembali lagi ke A. F. laki-laki maupun perempuan E.19 D. C. kemampuan motorik. Tanggapan Masyarakat Masyarakat luas menanggapi permainan ini sangat positif karena dapat membuat orang dapat berkumpul kemudian bermain bersama dan dapat bersosialisasi antara anak yang satu dengan anak yang lain. permainan ketangkasan dimana 2 pemain atau bisa lebih berlomba atau beradu cepat menyelentik daun secara bergantian sampai habis. D. memupuk sportifitas. G. pengolahan strategi meningkat. Penentuan Kemenangan Permainan ini ditentukan menang kalahnya bila salah satu yang mendapatkan sawah/poin paling banyak maka sebagai pemenangnya. Latar Belakang Slentikan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya. maka jumlah tangkapan koin akan menentukan berapa langkah akan berjalan. Peraturan Lapangan dan Peralatan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan bisa dialam terbuka . ketepatan dan juga akan meningkat. Pelaksanaan Permainan Permainan tradisional ini cara bermainnya cukup mudah yaitu seperti permainan ular tanggatetapi dengan bentuk lapangan persegi dan cara jalannya tidak menggunakan dadu melainkan menggunakan koin yang dilempar dan kemudian ditangkap. ketepatan mengarahkan sasaran dengan jari-jari tangan dan strategi. Sasaran Anak-anak. Gambar Permainan 13) PERMAINAN SLENTIKAN A. Cara jalannya permainan ini pertama koin ditaruh di atas tangan dengan telapak tangan menghadap kebawah kemudian dilemparkan keatas dan di tangkap. Tujuan Mengisi waktu luang. mka dari itu akan mendapatkan sawah 1/ poin 1. melatih jari-jari tangan. Apabila tangkapan tersebut gagal maka pihak lawan yang akan melanjutkan . B. Manfaat Gembira atau senang. E. Permainan ini dimulai dari A dan berjalan mengikuti anak panah tersebut.

diadakan humpimpa untuk menentukan siapa yang duluan menyentil atau menylentik daun tesebut. maka anak tersebut menang dapat poin Satu. dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng. Sasaran Anak-anak dan dewasa E.20  Peralatan Peralatan yang digunakan Cuma menggunakan daun. G. bersosialisasi. daun yang digunakan biasanya daun pohon pete. B. Peraturan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan biasanya di pelataran rumah.asem. Manfaat Mengisi waktu luang.  Setelah daun lawan habis. Sumber Sumber dari permainan slentikan ini adalah dari orang tua di desa kami yang bersifat turun temurun sampai sekarang. meningkatkan kesegaran jasmani. . Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan slentikan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak. 14) PERMAINAN BANCAKAN A. meningkatkan kerja sama serta kekompakan.  Slentik daun tersebut sampai bagian pinggirnya habis.albasia. begitu seterusnya bergantian dengan lawanya. di halaman sekolah.  Lakukan begitu terus sampai dua kali menang. C. yang intinya daun tersebut dalam satu tangkai daunya banyak. bermain dengan gembira.daun turi dan masih banyak yang lainya.  Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai. serta berusaha mencari lawan yang bersembunyi di kolong atau di balik pohon dan lainnya untuk di matikan dengan cara memenggil namanya. F. meningkatkan kesegaran jasmani. Tujuan Mengisi waktu luang. meningkatkan kerja sama serta kekompakan. D. di lingkungan deket rumah yang banyak lorong untuk bersembunyi. Latar Belakang Bancakan merupakan suatu permainan tradisional untuk menjaga daerah lingkaran yang berisi tumpukan genteng agar tidak dijatuhkan oleh pemain lawan.

dia pernah bekerja slama 2 .dan saya kemarin bertanya kepada salah seorang teman saya Chandra.  Apabila ada pemain yang bias lolos dan biasa merobohkan tumpukan genteng tersebut tanpa diketahui pemain yang jaga maka pemain yang sudah dimatikan biasa ikut bermain kembali. dan pemain itu sudah tidak bias bermain lagi dan menunggu sampai permainan berikutnya. Sumber Sebenarnya saya terinspirasi setelah menonton Upin Ipin yang sedang bemain sepak bola kertas.  Pemain yang menang terus saja berlari untuk bersembunyi.  Apabila pemain yang bersembunyi tertangkap maka cara mematikannya dengan cara memanggil namanya. Latar Belakang Permainan tradisional ini merupakan kreatifitas anak anak melayu yang ingin mengisi waktu luang dan bersenang senang bersama teman teman. Dalam permainan ini alat yang digunakan sangat mudah hanya menggunakan pecahan genteng atau kramik. apabila pemain itu sendiri merasa bosan maka permainan dihentikan dan juga apabila pemain yang kalah secara terus menerus maka pemain dihentikan. 15) PERMAINAN SEPAKBOLA KERTAS A.  Permainan akan diulang kembali apabila pemain yang jaga tidak bias mematikan pemain lawan secara terus-menerus. Pemain yang paling jauh melakukan lemparan atau jauh dari sasaran lingkaran itulah pemain yang harus menjaga lingkaran tersebut.21  Peralatan.saya yakin ini dari orang orang jaman dulu yaitu permainan tradisional orang melayu.tinggal bermain dimana saja misalnya di depan teras rumah atau dilantai asal tidak dijalan tol.  Setelah itu pemain yang kalah menata pecahan genteng tersebut untuk dirapikan di tengah lingkaran dan mencari para pemain yang bersembunyi.  Waktu permainan ini tidak ditentukan .dan saya coba search di google ternyata ada. dan saya coba mencari asal usulnya digoogle tapi tidak ketemu.yang ingin bermain bola tanpa memakai sepatu dan pergi kelapangan.  Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai setiap pemain memasukan pecahan genteng atau keramik ke suatu lingkaran dengan jarak yang telah desepakati. B.  Pemain Bancakan biasanya dimainkan oleh putra maupun putrid dengan pengelompokan umur.

22

tahun di Malaysia ,dan dia sering melihat anak anak Selangor memainkan permainan sepak bola kertas.dan katanya mereka mengklaim permainan tersebut dari Selangor, Malaysia. C. Alat dan Fasilitas Kertas dan Area bermain. D. Pelaksanaan Permainan Dengan cara bergantian,pemain dengan umpan bola tanpa terkena lawan lanjut.  Jika bola masuk ke kolong kertas maka disebut hans ball.  Jika memberi umpan dilihat lebih dekat mana. Jika lebih deket pemain kita maka kita berhasil mengumpan,bgitu juga sbaliknya jika lebih dekat pemain lawan maka permainan diambil alih.  Jumlah pemain ada 22.  Jika bola keluar terjadi lemparan kedalam,dengan cara kertas di balik.  Begitu juga dengan bila bola meninggalkan lapangan sebelah gawang maka akan terjadi tendangan pojok.  Pelanggaran hanya hand ball,dan tak ada kartu merah dan kartu kuning.  Kiper boleh digerakkan tetapi tidak boleh digerak gerakkan untuk meng halau tembakan lawan.  Siapkan papan sepakbola kertas pada sebuah bidang datar. Boleh di atas meja, di atas lantai,di atas tanah atau karpet, tapi jangan di atas jalan tol.  Letakkan unit-unit pemain pada posisi sesuai kehendak. Satu unit bertindak sebagai kiper dan diletakkan pada salah satu kotak yang ada tepat di depan gawang.  Lakukan suit (boleh gaya tradisional gajah-orang-semut ataupun batugunting-kertas) untuk menentukan siapa yang memegang bola pada awal pertandingan.  Kick off dilakukan oleh pemain yang memegang bola.  Dribbling berarti unit bergerak sambil membawa bola. Sebelum dribbling, unit harus memindahkan bola ke arah pergerakannya. Memindahkan bola memakan satu langkah.  Gol terjadi jika pemain yang menendang memenangkan adu angka dengan kiper. E. Penentuan kemenangan Siapa yang bisa memasukan bola ke gawang terbanyak dia pemenangnya.

16) PERMAINAN TANGKAP LARI
A. Peserta Untuk peserta permainan disini bebas siapa saja boleh melakukan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa ,laki laki maupun perempuan sedang untuk jumlah pemain minimal 9 dan maksimal tidak terbatas

23

B. Alat yang Digunakan Sebenarnya di permainan ini tidak menggunakan alat apa-apa mungkin hanya tanda untuk batas tempat berdiri. C. Pelaksanaan Permainan Pertama-tama semua peserta melakukan hompipah atau diundi untuk menentukan yang di jaga.setelah ada yang jadi,para pemain yang jadi pelari di bagi menjadi beberapa kelompok.untuk pembagian kelompok tergantung jumlah peserta,jika hanya sedikit bias di bagi menjadi 2-3 kelompok.cara bermain nya adalah setiap kelompok berbaris di tempat berdiri ke belakang.lalu pemain paling depan berdiri 1-2 langkah kebelakang agar bisa ditempati oleh peserta yang lain.peserta yang lari awal ada 2 dan harus dikejar oleh 2 orang yang jaga,untuk peserta aman harus masuk kedalam tempat berdiri,supaya tidak di tangkap,lalu jika ada pemain yg paling belakang harus lari begitu seterusnya. Permainan ini sebetulnya tidak ada yang menang dan kalah karena hanya untuk kesenangan tapi jika boleh disimpulkan pemain yang menang adalah yang sedikit jadi penjaga dan yang kalah adalah yang sering jaga.

17) PERMAINAN DIR - DIRAN
A. Latar Belakang Dir-diran H-A yang berarti bermain gundu atau kelereng. Nama H-A sendiri berasal dari model lapangannya yang terdapat huruf H dan A yang merupakan salah satu bagian dari bentuk lapangan. B. Peserta Jumlah peserta pada permainan ini minimal 2 orang sampai tak terhingga. Biasanya permainan ini tidak mengenal umur dan jenis kelamin. Baik tua, muda, laki-laki maupun perempuan bisa bermain di permainan ini. C. Alat Alat yang dibutuhkan antaralain gundu atau kelereng sebanyak peserta. Biasanya peserta membawa sendiri. Tempat untuk menyelenggarakan yang paling tepat adalah ditempat yang tanahnya rata. Bisa dibawah pohon atau di halaman rumah. Berikut ini adalah contoh gambar lapangannya. D. Pelaksanaan Mula-mula para pemain melakukan lemparan awal dengan sasaran garis yang berada diujung lapangan permainan yang berjarak kira-kira 5 meter. Pemain yang mempunyai jarak terdekat dengan garis berhak menjadi pemain pertama. Begitu juga dengan peserta selanjutnya. Jika lemparan melebihi garis maka kelereng harus ditaruh dihuruf H. Ini berlaku jika pelempar melebihi garis yang pertama. Jika ada yang melempar melebihi garis lagi maka diaruh pada huruf A. Jika ada lagi maka ditaruh di belakang huruf H. Begitu seterusnya. Lemparan harus melebihi huruf H. Jika tidak maka lemparan harus diulang. Jika lemparan mengenai kelereng dari peserta lain maka kedua pemain harus mengulang lemparan. Cara untuk mematikan peserta adalah dengan membidik

24

kelereng lawan sampai kena. Jika terkena maka kelereng tersebut menjadi milik pemain yang mengenai. Jika orang yang tadi terkena bidikan dari pemain lain maka dia harus membayar 2 kelereng sekaligus, yaitu kelerengnya dan pemain yang terkena tadi. E. Penentuan Kemenangan Pemenang dinyatakan menang jika berhasil mematikan peserta terbanyak dengan hasil kelereng terbanyak pada akhir permainan. F. Sumber Permainan ini bersumber dari pengalaman kecil saya dan cerita dari orangtua.

18) PERMAINAN ENDOK
A. Latar Belakang Permainan berasal dari daerah Sleman yang bertujuan untuk bersenangsenang serta mengembangkan keterampilan seorang anak. Sumber permainan berasal dari turun temurun di Desa serta masyarakat menganggap permainan ini mudah dimainkan dan hanya membutuhkan alat dan fasilitas yang sederhana. B. Alat dan Fasilitas  Batu ukuran sedang yang mudah digenggam anak jumlahnya 10-15 batu.  Halaman yang teduh. C. Peserta dan Pelaksanaan Permainan  Peserta yang mengikuti permainan ini berjumlah 10 anak dengan umur 812 tahun dan bisa dimainkan putra putri secara bersamaan ataupun disendirikan.  Dari jumlah peserta tersebut kemudian diundi 1 anak untuk menjadi penjaga telur (endok).  Setelah di dapat penjaga dan pengambil telur, masing-masing anak menempati tempat permainan sesuai aturan yang di tentukan yakni penjaga berada di dalam lingkaran menjaga telur dan yang lain berada di luar lingkaran sebagai pengambil telur.  Pengambil telur boleh saling bekerja sama untuk mengambil telur yang dijaga dan dalam mengambilnya boleh menggunakan tangan ataupun ditendang dengan kaki asalkan telur dari batu itu keluar dari lingkaran yang dijaga penjaga telur tadi.  Apabila saat pengambil telur tadi tersentuh (semua anggota badan) saat mengambil telur di dalam lingkaran maka pengambil telur itu dinyatakan mati dan harus giliran menjadi penjaga telur. Dari hal tersebut pengambil telur yang tersentuh tadi wajib mengembalikan semua telur yang telah didapatnya ke dalam lingkaran dan permainan dilanjutkan sampai telur habis.  Jika semua telur sudah di ambil permainan dilanjutkan untuk menyembunyikan telur yang telah didapat.

Peserta Permainan kucing-kucingan yang dimaksud di sini adalah sebuah permainan anak yang melibatkan 5 pemain (bisa laki-laki semua atau perempuan semua). Alat dan Fasilitas Sementara alat yang digunakan untuk permainan ini hanya membutuhkan halaman yang luas. Di halaman inilah. Sementara tengah garis. D. yang bunyinya‖ Dha mbuwang kucing gering‖.  Dalam pencarian di berikan 2 pilihan yakni gembok atau kunci. nantinya dipakai untuk pemain jadi. keempat ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan kaki yang melingkar. C. Pelaksanaan Permainan  Misalkan ada lima pemain yakni A. Kenapa lebih dikenal dengan nama permainan kucing-kucingan. B.KUCINGAN A. . Permainan ini juga sering disebut permainan Kus-Kusan atau Alih Lintang. meliputi Jawa Tengah. setidaknya pada tahun 1913 (menurut sebuah sumber pustaka Serat Karya Saraja). Pada prinsipnya dalam permainan ini ada sebuah syair yang sering dilantunkan berirama secara bersama-sama oleh semua pemain.5 meter. Itulah sebabnya. anak-anak mulai membuat garis silang tegak lurus dengan panjang garis masing-masing sekitar 2.25  Untuk penentuan pemenang yakni anak yang paling banyak mengumpulkan telur dan apabila ada anak yang tidak mendapatkan telur maka ia harus ikut mencari telur dengan penjaga tadi di tempat yang telah di tentukan sebelumnya. di daerah lain juga kadang menamai sebuah permainan itu dengan nama kucing-kucingan. Biasanya yang bermain permainan ini adalah anak-anak yang berumur 8-12 tahun dari semua golongan masyarakat tanpa membedakan status sosial. atau lapangan. adalah satu satu jenis permainan tradisional masyarakat Jawa yang juga sudah lama dikenal. karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari. Permainan ini menyebar di berbagai daerah di Jawa. Kemudian. 19) PERMAINAN KUCING . masyarakat Jawa menamai permaianan ini dengan permainan kucing-kucingan. C. dan DI. Ada kalanya. Lalu mereka menuju ke halaman tempat bermain. Yogyakarta. untuk gembok semua telur yang disembunyikan tidak akan di beri tahu dan kunci semua telur yang disembunyikan diberitahu dengan konsekuensi jika sampai batas waktu yang di tentukan tidak menemukan maka ia harus kembali menjadi penjaga telur dalam permainan selanjutnya. D. dan E hendak bermain kucing-kucingan. dalam permainan ini juga banyak dijumpai anak-anak berlari-lari dalam permainannya. halaman kebun. bisa halaman rumah. Jawa Timur. Umumnya yang bermain permainan kucing-kucingan adalah anak lakilaki. permianan lain yang berbeda. Selain itu. Latar Belakang Kucing-kucingan. B.

Kemudian para pemain melakukan hompimpah dan sut.  Pemain jadi tempatnya di tengah-tengah garis silang. tetapi belum sempat menempati lingkaran baru. B. Sementara itu pemain mentas lainnya. yakni ―Dha mbuwang kucing gering‖. ujung-ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan memakai tumit kaki yang dibuat melingkar. Pemain mentas berhak saling berpindah tempat dengan temannya.  Jika pada tahap selanjutnya. menempati masing-masing lingkaran kecil di ujung garis. maka ia dianggap sebagai pemain jadi. bisa berganti tempat dengan pemain B atau C. Tanggapan Masyarakat Sayangnya. dari tempat pembuangan ini. Begitu pula pemain lainnya. maka caranya dengan melangkahkan satu kaki dilangkahkan ke luar dan tangan saling berjabat tangan. maka pemain B yang kemudian harus menjadi pemain dadi. Jika seperti itu. Misalkan. Setelah itu mereka saling berpindah tempat. Biasanya perpindahan tempat ini menunggu pemain dadi terlena. pemain B didahului pemain E.26 Setelah itu. yakni pemain A. C. pemain A dan B sedang saling berpindah. Syair itu dinyanyikan berulang kali hingga si pemain dadi sampai di tempat tujuan pembuangan. Apabila mereka hendak berpindah tempat. Begitu seterusnya permainan ini berlangsung hingga mereka merasa bosan dan hendak berhenti atau bermain dolanan lainnya. Tetapi. Setelah selesai. maka ia menjadi pemain dadi yang berhak dibuang. maka pemain mentas yang tidak mendapatkan tempat baru. kadang-kadang saat mereka berpindah tempat dan belum sempat menempati tempat baru sudah kepergok pemain dadi. E. dan D. sehingga pemain dadi segera menempati tempat lingkaran yang masih kosong. salah satu anak membuat garis silang tegak lurus dengan panjang masing-masing garis 2. misalkan pemain E. Caranya. mereka berlomba-lomba berlari secepatcepatnya untuk mencari lingkaran yang masih kosong. jenis dolanan kucing-kucingan ini juga sudah sangat jarang dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang. Misalkan pemain A. Bagi pemain yang tidak mendapatkan tempat kosong. ia dipegang bersama-sama oleh semua pemain mentas ke sebuah tempat (misalkan berjarak 20 meter dari tempat permainan).5 meter. maka berubah menjadi pemain dadi. Anak yang paling kalah. bisa saling berganti tempat dengan pemain di sebelah kiri atau kanannya. saat pemain B menjadi pemain dadi dikungkung hingga 5 kali perpindahan antar pemain mentas. Setelah itu. Saat dibuang. berarti menjadi pemain dadi dan harus menempati tempat di tengah. . semua pemain mentas menyanyikan sebuah syair yang terdiri dari sebuah kalimat.

bersama dengan pengejar pertama akan ikut mengejar (ngori‘) teman – teman yang belum terkejar. bersama . Yogyakarta: Kepel Press http://www. Demikian seterusnya personil yang terkejar dan disentuh oleh pengejar akan ikut mengejar.com . Sehingga para pengejar akan semakin banyak dan bahu membahu mengejar teman-temannya yang belum terkejar. C. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Sumber ahmadwijaya. Peserta Dalam permainan ori‘an pesertanya minimal 20 orang dan selebihnya tidak terbatas.  Tidak ada istilah menang dan kalah dalam permainan ini.  Sekelompok orang memulai permainan dengan membuat lingkaran tertutup dengan bergandengantangan. D. Hitungan berhenti pada hitungan ke20 berikutnya. Pelaksanaan Permainan  Personil yang terkena hitungan yang ke-20 merupakan personil pertama kali yang harus mengejar teman – temannya (personal yang ngori‘). 2004. Latar Belakang Ori'an adalah permainan tradisional indonesia dari sumatra selatan tepatnya dari bumi sriwijaya. Alat yang Digunakan Tidak memerlukan alat tertentu F.27 F. G. B.baik anak laki-laki maupun perempuan.org/ensiklopedi/.Personil yang bisa dikejar dan disentuh oleh pengejar pertama. Salah seorang personail mengambi linisiatif sebagai hitungan pertama. maka setelah hitungan ke-20. 20) PERMAINAN ORI’AN A. hitungan dilanjutkan lagi kehitungan pertama sehingga setiap personil turut kebagian dalam menghitung.tembi. Dilanjutkan dengan hitungan kedua.blogspot. dan seterusnya kearah kanan personil hitungan pertama. ketiga.mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda. dkk.Personil yang terkena hitungan yang ke-20 akan menjadi personil pertama yang mengejar (ngori‘). E. Sasaran Anak-anak dan remaja.Permainan ini berakhir jika tidak ada lagi personil yang harus dikejar dan diburu. Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. Sukirman Dharmamulya.  Jika kelompok bermain lebih dari 20 orang.

28 21) PERMAINAN BETEMPLEKAN A. Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus.  Permainan ini di mainkan oleh dua anak. Tujuan Untuk mengisi waktu luang C. Pelaksanaan Permainan Setiap peserta engklek dan saling mengeluarkan peserta di dalam lingkaran dengan peserta lain. meningkatkan kebugaran jasmani dan bersosialisasi . Lapangan Pada permainan betemplekan lapangan berbentuk lingkaran dengan diameter kurang lebih 4 meter G. B. C. Permainan ini menggambarkan usaha dari kucing atau dalam bahasa bali disebut menguntuk menangkap sitikus atau bikul. Peserta Dalam permainan betemplekan pesertanya minimal 2anak jika lebih dapat dibagi menjadi dua kelompok. Latar Belakang Meong-meongan merupakan permainan tradisional masyarakat bali yang umum dimainkan oleh anak-anak di bali. peserta yang berhasil mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka di anggap sebagai pemenang. Sasaran Anak-anak dan remaja D.siapa yang berhasil mengeluarkan lawan keluar lingkaran ialah pemenangnya. Sumber antaramataram. Latar Belakang Betemplekan adalah permainan tradisional indonesia dari nusa tenggara barat.com 22) PERMAINAN MEONG – MEONGAN A. Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan keseimbangan.mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda. I.kualitas kesegaran jasmani. H. F.kedua anak tersebut saling beradu kekuatan dengan menggunakan lutut dimana lutut tersebut ditekuk. E. Manfaat Senang. B. Penentuan Kemenangan Peserta yang dapat mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka dinyatakan sebagai pemenang.

Pemainnya biasanya sekitar 5-10 orang. Penentuan kemenangan Dalam permainan ini tidak apa penentuan menang kalah. Lebih menarik apabila dimainkan di bawah cahaya rembulan. B. Manfaat Dengan adanya kesenangan ini dapat mengurangi ketegangan . remaja putra – putrid E. H. Peralatan Dalam permainan ini tidak menggunakan peralatan hanya menggunakan halaman atau tempat yang kosong F.com 23) PERMAINAN ULAR NAGA PANJANGNYA A. Peraturan Permainan Pelaksanaan Permainan  Lapangan dan Peralatan .hanya untuk mencari kesenangan semata I.29 D. Latar Belakang Ular Naga adalah satu permainan berkelompok yang biasa dimainkan anak-anak Jakarta di luar rumah di waktu sore dan malam hari. bisa juga lebih. Sasaran Anak-anak maupun orang dewasa E. C. Meong akan berusaha masuk kedalam lingkaran dan berusaha menangkap bikul. Peserta Dalam permainan ini biasanya diikuti oleh lebih dari 8 orang atau lebih.SD). Kalau di yogyakarta dan sekitarnya permainan ini di kenal dengan nama Incak-incak Alis (Ancak Ancak Alis) yang beda Cuma lagu dan dialognya kalau tata cara permainanya sama yang jelas kalau di yogyakarta menggunakan bahasa jawa. Anak-anak yang membentuk lingkaran juga akan berusaha menghalangi meong masuk kedalam lingkaran. Pelaksanaan Permainan Peraturan dalam permainan ini adalah satu orang memerankan bikul (tikus) satu orang memerankan sebagai meong (kucing) dan yang lainnya bertugas melindungi bikul dari meong dengan cara membentuk lingkaran kemudian sibikul berada di dalam lingkaran sedangkan meong berada di luar lingkaran. G. Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumah yang agak luas. Tujuan Permainan Ular Naga Panjangnya ini bertujuan untuk melatih kemampuan gerak yang disertai dengan lagu agar memperoleh kesenangan dalam bermain dan memupuk sikap kerja sama serta rasa bersosialisasi. anak-anak umur 5-12 tahun (TK . Sumber : balaibanjar. Sasaran Anak – anak. D.

si anak yang tertangkap disuruh memilih di antara dua pilihan. ketika lagu habis. dan lalu ada lagi seorang anak yang ditangkap. dan berdasarkan pilihannya.  Jalannya Permainan Anak-anak berbaris bergandeng pegang 'buntut'. lapangan rata. ditempatkan di belakang salah satu "gerbang". si "induk" --dengan semua anggota barisan berderet di belakangnya-. bermain sebagai "induk" dan berada paling depan dalam barisan. Dengan terdengarnya nyanyi. Demikian berlangsung terus. anak-anak bubar dipanggil pulang orang tuanya karena sudah larut malam. Pada saat-saat tertentu sesuai dengan lagu. sehingga anak-anak ini saling tertawa. seorang anak yang berjalan paling belakang akan 'ditangkap' oleh "gerbang". Kemudian dua anak lagi yang cukup besar bermain sebagai "gerbang". misal buah . atau paling besar. Hanya memerlukan lapangan dengan ukuran 10 x 10 m. sambil menyanyikan lagu. yakni anak yang berada di belakang berbaris sambil memegang ujung baju atau pinggang anak yang di mukanya. si B Apel. tanpa sepengetahuan teman teman yang lain kalau nanti orang yg terbelakang/ tertangkap ditanya 'pilih apel ato strawberry?'. dan juga bisa dilakukan di dalam ruangan. Seorang anak yang lebih besar. . Ular Naga kembali bergerak dan menerobos gerbang. dengan berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan di atas kepala. karena salah satu daya tarik permainan ini adalah dalam dialog yang mereka lakukan.akan berdialog dan berbantah-bantahan dengan kedua "gerbang" perihal anak yang ditangkap. A Strawberry. "Induk" dan "gerbang" biasanya dipilih dari anak-anak yang tangkas berbicara. Ini bisa menggunakan lapangan terbuka.buahan. Pada saat terakhir. Perbantahan lagi.30 Dalam bermain permainan Ular Naga Panjangnya ini tidak memerlukan lahan yang cukup luas. Barisan akan bergerak melingkar kian kemari. kalau apel ya ikut B. permainnya rata – rata berjumlah 5 sampai dengan 10 orang dalam tiap kelompoknya. Seringkali perbantahan ini berlangsung seru dan lucu. Dalam bermain tidak memerlukan peralatan. Sampai pada akhirnya. sebagai Ular Naga yang berjalan-jalan dan terutama mengitari "gerbang" yang berdiri di tengah-tengah halaman. Setelah itu. Ular Naga akan berjalan melewati "gerbang". Sebelumya yang jaga atau yang menjadi gerbang misal si A dan si B. Permainan akan dimulai kembali. Atau. sebelum permainan dimulai mereka kompromi dulu mau pake pilihan apa. hingga "induk" akan kehabisan anak dan permainan selesai. Kalo pilih strawbery brarti dia ikut A.  Pemain Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki maupun anak permempuan.

hingga akhir barisan dan anak yang terakhir di buntut ular ditangkap ("gerbang" menutup dan melingkari anak terakhir dengan tangan-tangan mereka yang masih berkait).  Kedua regu menghadap ke titik sasaran atau Makkah. Demikian berlaku dua atau tiga kali. Sumber Keterangan mengenai permainan Ular Naga Panjangnya ini diperoleh melalui informasi di internet dan juga melalui cerita dari kakek nenek dan orang tua. F. . Peserta Permainan ini dilakukan oleh dua regu.31  Lagu ini dinyanyikan oleh semua pemain. tapi dalam permainan ini inti permainan ini adalah kedua regu berlomba-lomba dapat mencapai titik sasaran atau yang disebut makkah. dan mulai lagi menjalar dan menyanyikan lagu di atas.  Masing-masing regu bertanding untuk dapat sampai terlebih dulu ke titik sasaran atau Makkah. itu yang dicari Kini dianya yang terbelakang  Kemudian.peserta nya paling sedikit 4 orang.yaitu sebiji batu atau benda lain yang berukuran kecil yang mudah disembunyikan dalam genggaman tangan.isi" berkali-kali. Pelaksanaan Permainan  Kedua regu saling berhadap-hadapan pada suatu garis lurus secara berurutan atau sejajar. barisan mengucap "isi isi . termasuk si "gerbang". Alat yang Digunakan Alat yang digunakan sangat mudah. Letak Makkah berada di tengah-tengah atau di antara kedua regu.MAKAH A. Yang sangat bermanfaat. yakni pada saat barisan bergerak melingkar atau menjalar. barisan mengucap "kosong kosong . Nama permainan tradisional makah-makah merujuk pada ―makkah‖ aatau ―mekah‖ yang dapat diartikan menjadi kiblat.  Pada kali yang terakhir menerobos "gerbang". Latar Belakang Permainan ini berasal dari Nangroe Aceh Darusalam mengemban pesanpesan moral dan nilai-nilai budaya. sambil menerobos "gerbang". D. B. permainan ini biasanya dilakukan anak 9-13 tahun atau lebih. C. Ular naga panjangnya bukan kepalang Menjalar-jalar selalu kian kemari Umpan yang lezat.kosong" berkali-kali hingga seluruh barisan lewat. 24) PERMAINAN MAKAH . Dan bias dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan. Jarak antara regu yang satu dengan regu yang lain adalah sekitar 2 (dua) meter.

Cara masing-masing ketua regu menebak di mana keberadaan batu milik regu lawan adalah dengan menunjuk salah satu anggota regu lawan yang dianggapnya memegang batu tersebut. yaitu dengan seolah-olah memberikan batu kepada semua anggota regu yang dipimpinnya meskipun sebenarnya yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu hanya satu orang. Penentuan Kemenangan Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini. Dengan demikian.  Apabila regu kedua tidak betul atau salah dalam menerka di mana keberadaan batu yang dimiliki oleh regu pertama. Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini E. Pemberian batu oleh ketua regu pertama dilakukan dengan rahasia atau tidak boleh sampai diketahui oleh regu kedua.  Tebakan yang dilakukan oleh kedua regu secara bergantian ini dilakukan dengan terus-menerus hingga salah satu regu dapat mencapai titik sasaran atau Makkah.32  Tugas ketua regu pertama adalah mengawasi atau menempatkan batu yang diberikan kepada salah satu anggota regunya.  Setelah batu yang asli disembunyikan oleh salah satu anggota regu sementara anggota regu yang lain seolah-olah juga memegang batu dengan berpura-pura menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung.  Supaya pemberian batu tidak diketahui oleh regu lawan.  Setiap anggota kedua regu. bersikap seolah-olah sedang menggenggam batu dengan menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung. regu pertama akan semakin mendekati titik sasaran atau Makkah. . F. Waktu dan Tempat Permainan Makah-Makah biasanya dilakukan oleh anak-anak di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan sekitarnya pada waktu sore hari atau pada saatsaat senggang. maka regu pertama diperbolehkan untuk maju selangkah ke depan. Permainan Makah-Makah bisa dilakukan di tanah lapang atau di pekarangan rumah dengan lahan yang agak luas karena melibatkan cukup banyak peserta. baik yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu atau yang pura-pura diberi batu untuk mengecoh regu lawan. Hal ini dilakukan secara bergantian dan berlaku juga untuk regu kedua. Hal yang sama juga dilakukan oleh ketua regu kedua. maka tugas ketua regu kedua adalah menebak di mana batu yang dimiliki oleh regu pertama. Begitu pula sebaliknya  Saling menebak itu dilakukan secara bergantian. maka masingmasing ketua regu harus mempunyai strategi.

 Pada hitungan ketiga setiap pasangan harus mulai berjalan. peserta harus melakukan pergantian posisi dengan pasangan masing-masing.  Setelah sampai diujung yang ditentukan. H. F. Tanggapan Masyarakat Permainan tradisional merupakan hasil budaya yang besar nilainya bagi anak-anak dalam rangka berfantasi. Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus. memperoleh keterampilan. E. Latar Belakang Garu-garuan adalah permainan tradisional Indonesia yang berasal dari Lampung.  Masing masing pasangan tidak boleh mengotori jalur pasangan lain dengan kerikil atau benda berbahaya lainnya. bisa menggunakan sapi maupun kerbau. www. Tujuan Permainan ini bertujuan untuk mengisi waktu luang anak-anak dan meningkatkan kekuatan otot tangan. C. Sumber Permainan tradisional merupakan simbolisasi dari pengetahuan yang turun-temurun dan mempunyai fungsi atau pesan di baliknya.melayuonline. G.33 G. berkreasi.com 25) PERMAINAN GARU .Maka dalam permainan ini tidak ada kedua hewan tersebut dan diganti dengan manusia. B.Namun umumnya dilakukan oleh anak laki-laki. . Sasaran Anak anak dan remaja.Hanya menggunakan tangan dan kaki kita saja.selain itu dibutuhkan tanah yang lapang dan permukaannya rata dan aman.  Tidak boleh menabrak pasangan lain. Persiapan Permainan ini dilakukan oleh sekelompok anak asalkan mempunyai pasangan dan jumlahnya tak terbatas. D. garu itu sendiri adalah proses membajak sawah menggunakan hewan.GARU A. Peraturan Permainan  Setiap pasangan berdiri pada tempat yang sudah ditentukan dan salah satu dari setiap pasangan berdiri menggunakan tangan dan kakinya dipegang oleh pasangannya. berolahraga yang sekaligus berfungsi sebagai sarana latihan untuk hidup bermasyarakat. dan melatih kesopanan dan ketangkasan. Peserta Dalam permainan ini peserta yang dibutuhkan minimal 2 orang dan selebihnya tidak terbatas baik laki-laki maupun anak perempuan.

I. Sasaran Anak-anak dan remaja. panca indra peraba meningkat. B. E. H. Siapa yang paling cepat sampai ditempat semula maka pasangan itulah pemenangnya. mengisi waktu luang. Latar Belakang Krubungan adalah permainan yang sering dilakukan oleh anak-anak setiap sore jam 5 (lima) untunk menunggu mulainya shalat maghrib (berjama‘ah) dan mengaji. Pelaksanaan Permainan Setiap pasangan menentukan siapa yang terlebih dahulu menjadi kerbaunya dan harus berjalan dengan tangan dan kaki yang menjadi kerbau tadi dipegangi pasangannya. menurunkan emosional dan bersosialisasi.Setelah hitungan ketiga maka setiap pasangan tadi mesti berjalan bahkan boleh berlari asalkan tangannya kuat. D. melatih daya pikir otak. J. sikap kebersamaan dan kekeluargaan. Manfaat Gembira. jumlah orang atau pemain menyesuaikan besarnya pengrubung .34  Peserta yang terlebih dahulu kembali ke garis awal adalah pemenang. Jarit.  Pemain  Krubungan bisa dimainkan oleh putra maupun putri. C.setelah sampai diujung maka setiap pasangan mengganti posisi dan kembali berjalan ketempat semula. Seprai. Tanggapan masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan anaknya melakukan parmainan ini namun ada beberapa orangtua yang tidak menyukai anaknya bermain ini dengan berbagai alasan yang mereka punyai. biasanya setelah terdengar suara adzan maghrib permainan dihentikan terus dilanjutkan shalat berjama‘ah dan mengaji. Layar. Slimut. Peraturan Permainan  Lapangan dan Peralatan  Lapangan Tempat bermain bisa di alam terbuka maupun tertutup akan tetapi lebih baik dilantai yang bersih. melatih kejujuran.  Peralatan Alat untuk merubungi atau untuk menutupi bisa menggunakan: Terpal. Tujuan Bermain. Sumber Opu Lis\orang lampung{Waykana} 26) PERMAINAN KRUBUNGAN A.

Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan krubungan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak.35 (penutup). diadakan nyanyian ―sing siripit‖ untuk menentukan siapa yang akan menjadi penunggu lobang. dan orang yang dapat ditebak oleh penunggu keluar dari tempat pengkrubung. dengan mengelompokan jenis klamin laki-laki dan perempuan. dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng. bermain dengan gembira.  Seandainya sipenunggu cuma bisa menebak satu pemain lalu menyerah berarti pemain yang ketebak tadi berganti menjadi penunggu dan apabila yang tertebak lebih dari 1 (satu) orang misal 4 (empat) orang maka empat orang tersebut melanjutkan nyayian ―sing siripit‖.  Masing-masing kelompok laki-laki dan prerempuan dipisah. Nyanyianya yaitu: sing siripit tulang bawang sapa sing kejepit tunggu lubang  Sebelum mulai permainan penunggu lobang terlebih dahulu mengenali bentuk fisik atau apa saja dari pemain yang dikerubungi (dititupi) agar penunggu dapat menebak orang yang diraba. sipenunggu boleh menebak semua pemain sampai ketebak semua. bersosialisasi. jadi laki-laki main sendiri dan perempuan sendiri. untuk menghindari hal-hal negatif.  Apabila sipenunggu berhasil meraba salah satu pemain dan dapat menebak siapa nama orang itu maka penunggu berhasil. melatih panca . F.  Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai.  Selanjutnya pemain yang tidak menjadi penunggu masuk dalam pengkrubung (penutup).  Setelah selesai mengenali bentuk fisik lalu sipenunggu mengejamkan matanya sebentar sampai pemain dikerubungi (ditutupi) selesai.  Begitulah seterusnya permainan dilakukan sampai saatnya terdengar bunyi adzan.  Setelah semua pemain sudah masuk kedalam krubungan (penutup) sipenuggu membuka matanya dan mendekati krubungan lalu meraba pemain yg ada di dalam krubungan (penutup) dan mencoba menebak namanya.

36

indra, melatih daya pikir otak, melatih kejujuran, mempererat silaturahmi, dan menjalankan shalat jama‘ah bersama dan mengaji. G. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional krubungan yaitu dengan cara tanya jawab terhadap masyarakat Desa Pesuningan, Prembun, Kebumen. Sumber Informasi antaralain: Salamah Beliau adalah nenek saya, beliau telah memberi informasi tentang permainan krubungan. Juwariyah Beliau adalah ibu saya, beliau telah memperjelas informasi tentang permainan krubungan yang selama ini saya mainkan.

27) PERMAINAN KRIKILAN
A. Latar Belakang Permainan ini sudah ada di daerah saya tingggsl. Biasanya dimainkan oleh anak-anak dan remaja. Bentuk permainan berupa permainan yang menggunakan kerikil-kerikil kecil, siapa yang bias mendapatkan paling banyak kerikil berarti dialah yang menjadi pemenangnya. Dengan cara dua jari telunjuk dan jarimanis membentuk huruf yang menyerupai huruf ―A‖ melewati kerikil tersebut dan jangan sampai jari tersebut menempel salah satu kerikil tersebut. Permainan ini dilakukan hanya untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan konsentrasi. Serta dapat meningkaatkan pergaulan antar teman dan melatih kejujuran. B. Pemain  Sasaran : anak-anak SD dan remaja  Sek : Laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang C. Alat, tempat dan Waktu  Alat : kerikil  Tempat : halaman rumah, teras rumah  Waktu : dimainkan kapan saja saat anak-anak pada waktunya bermain. D. Pelaksanaan Permainan  Sebelum pertandingan dimulai, biasanya melakukan undian untuk siapa yang pertama untuk menjalankan permainan.  Dengan cara kerikil dipegang dengan kedua tangan membuka ke atas kerikil tersebut diangkat kira-kira 4 cm dari atas tanah atau lantai. Kemudian kerikil dijatuhkan.  Kerikil tersebut pastinya berserakan dengan jalan melewati kerikil satu persatu dengan ujung jari telunjuk dan jari manis menempel lantai, harus meleti kerikil tersebut dan jangan sampai menempel kerikil yang lain.  Jika salah satu jari menempel kerikil maka permaian berhenti dan pemain yang satunya lagi yang bermain. Dengan cara seperti di awal, begitu seteeerusnya sampai kerikil tersebut habis.

37

E. Penentuan Kemenangan Pemain dikatakan sebagai pemenan jika paling banyak mendapatkan kerikil F. Tanggapan masyarakat Permainan ini sekarang sudah jarang dimainkan oleh anak-anak jaman sekarang, bahkan sudah tak ada lagi yang memainkannya lagi. G. Sumber Pengalaman saat masih kecil, dari masyarakat setempat di daerah saya tinggal.

28)

PERMAINAN TRI LEGENDRI NOGOSARI

A. Latar Belakang Sejarah permainan ini dimainkan sederhana dan sering dilakukan oleh anak-anak di zaman dahulu, paling tidak sebelum tahun-tahun 1980-an, ketika televisi belum mewabah. Ketika itu andalan permainan anak-anak adalah dolanan berkelompok dengan memanfaatkan benda-benda di sekitar lingkungan, seperti batang kayu, daun, batu, kerikil, kreweng, biji buah, dan sebagainya. B. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh sekelompok anak-anak, remaja dan dewasa. Pada umumnya mereka memainkan permainan ini semata-mata hanya untuk menciptakan unsur kegembiraan. Dolanan ini biasanya dimainkan oleh anak-anak kecil di halaman luas di sekitar rumah atau di sekitar lapangan. Anak-anak yang bermain biasanya berumur sekitar 7—14 tahun dan yang sering bermain adalah anak laki-laki, karena mengandalkan kekuatan fisik untuk berlari. Namun kadang juga dimainkan oleh anak perempuan atau campuran. C. Alat yang Digunakan Anak-anak yang hendak bermain dhoktri biasanya berkumpul dulu di suatu tempat (halaman, pekarangan, kebun, atau lapangan). Setelah berkumpul, mereka mencari pecahan genting atau gerabah (disebut kreweng atau wingka) Selain itu mereka juga harus mencari sebuah batu agak besar yang berfungsi sebagai kodhok (penentu pemain yang kalah). Setelah mendapatkan alat bermain, biasanya mereka membuat lingkaran (bisa juga berbentuk bujur sangkar) di tanah atau di lantai, dengan kapur, kreweng, atau kayu. Diusahakan jumlah kotak pada bujur sangkar atau lingkaran sesuai dengan pemain. Karena jumlah pemain 8 anak, maka bujur sangkar atau lingkaran dibuat 8 kotak (ruang). D. Pelaksanaan Permainan  Kita harus menyiapkan kreweng/ pecahan genting bulat sebanyak 4 dan batu 1 buah.  Tiap anak memegang kreweng satu-satu.  Kemudian menyanyikan lagu gotri nagasari dengan batu dan kreweng dipindah di depan temannya sesuai dengan lingkaran yang dibuat kea rah temannya sebelah kanan sambil menyanyikan lagu tri logendri nagasari sampai lagunya selesai.

38

 Jika lagunya sudah selesai dinyanyikan, anak yang didepan mendapat batu,anak itulah yang menjadi kataknya.  Anak yang menjadi katak harus menunggu kataknya, dan temantemannya yang lain bersembunyi. Setelah temannya yang bersembunyi ketemu, lalu memanggil nama temannya sambil memegang / menginjak batu tersebut.  Jika sudah ketemu semua kemudian bermain lagi, kalau belum ketemu semua yang jadi katak harus mau menunggu/ mencari sampai si anak tersebut ketemu atau menyerahkan diri.  Permainan ini kemudian diulang-ulang terus hingga si anak mulai bosan.  Lagu yang dinyanyikan dalam permainan ini: Tri logendri nagasari ri Tiwul iwal iwul jenang katul..tul Dolan awan-awan ndelok manten ..ten Titenano mbesok gedhe dadi opo..po Podho mbako enak mbako sedheng dheng Dhengkol ela-elo dadi kodok… E. Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini anak yang dikatakan menang/ kalah, ditentukan oleh factor keberuntungan masing-masing anak. Seorang anak dikatakan kalah apabila tidak beruntung dalam artian si anak akan mendapatkan katak secara terus-menerus. Dan anak dikatakan menang apabila mereka lolos tanpa mendapatkan katak. F. Sumber Suwandi Sumber: Buku ―Permainan Tradisional Jawa‖, Sukirman Dharmamulya, dkk, Kepel Press, 2004 dan pengalaman pribadi

29) PERMAINAN MAIN SISIK
A. Latar Belakang Anak-anak perempuan di Sibolga, Tapanuli Tengah mengenal permainan ini dengan nama main sisik. Menyisik dalam dialek itu berarti menyatakan batu (sesuatu) secara perlahan-lahan. Memang dalam permainan ini kegiatan yang menjatuhkan batu secara perlahan-lahan dan tersembunyi merupakan inti permainan dan yang selanjutnya harus diterka pada siapa batu itu berada. Permainan Main Sisik berasal dari daerah Sumatera Utara. Namun para informan dan orang tua yang ditanyai soal asal usul permainan ini tidak dapat memastikan apakah permainan Sisik ini berasal dari daerah mereka atau datang dari luar. Yang dapat mereka kemukakan hanyalah, bahwa mereka sudah mengenalnya sejak lama, mungkin sampai tujuh puluh tahun atau lebih. Hal ini terbukti dari pengalaman mereka sendiri yang sudah melihat permainan ini sejak mereka lagi kecil, dan mereka sekarang sudah tua-tua.

maka permainan di lanjutkan. Tahap kedua dari permainan ini adalah berupa perbuatan melangkahi kaki-kaki yang dilunjurkan kedepan oleh kelompok lawan. Anak-anak yang berumur lebih biasanya tidak menyukai permainan ini karena mereka menganggap permainan ini terlalu ringan. Sebaliknya anak-anak dibawah 6 tahun belum diajak serta. Tugas kelompok penebak adalah menerka siapa yang menyimpan batu itu.  Aturan Permainan Kelompok yang menang menadahkan tangannya masing-masing kebelakang untuk menampung batu yang akan dijatuhkan pelan-pelan oleh ketua kelompok. D. agar mungkin lebih sulit dilangkahi. Permainan biasanya hanya dimainkan oleh anak perempuan saja. Alat dan Fasilitas Peralatan yang dibutuhkan dalam permainan ini hanyalah sebuah batu kecil yang dijadikan alat tebakan. Kedua kelompok duduk berhadap-hadapan. Kalau terjadi kesalahan akan terjadi pergantian pemain. maka terjadi pertukaran pemain. penebak menjadi yang menyembunyikan batu. dan satu orang dari m. dan kaki mereka dilunjurkan ke muka secara sejajar. Pelaku permainan berumur antara 6 sampai 10 tahun. Kalau kelompok penebak berhasil menerka. Alat lainnya tidak diperlukan. karena bagi anak laki-laki permainan ini kurang aktif atau kurang gerak. dan yang kalah akan menjadi penebak. Tetapi kalau tebakan tadi salah permainan diteruskan ke tahap berikutnya. Mereka duduk dengan jarak tertentu. karena cara menjatuhkan tadi dilakukan dengan penuh siasat dan kesamaran untuk mengelabuhi lawan.39 B. Jumlah ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing 5 orang. Anggota kelompok . dan iytu akan dilangkahi atau di lompati oleh lawan satu persatu. Peserta Pelaksanan permainan Main Sisik memerlukan 10 orang peserta. kalau berhasil dilangkahi dengan baik. Penebakan itu tidak begitu mudah dilakukan. Pelaksanaan Permainan  Persiapan Sepuluh orang peserta dalam permainan ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing terdiri atas lima orang. Dalam hal ini tisdak boleh terjadi kesalahan. berupa tersinggungnya kaki tersebut pada saat dilangkahi atau di lompati. dan kelompok yang menyembunyikan batu tadi menjadi penebak.  Tahap Permainan Pada tahap ini kelompok penemak akan mengunjurkan (menjulurkan) kakinya masing-masing ke depan. sedang ketua kelompok berdiri dan melakukan sut. Yang menang sut akan menjadi pihak yang membunyikan batu. C.asing-masing kelompok bertindak sebagai ketua kelompok. karena dianggap belum mampu melakukan permainin ini.

Permainan Anak-anak Daerah Sumatera Utara. Kaki yang dilunjurkan masih bertindih dan diatas masih ditambahi dengan dua tangan dengan jari terentang. Di masa sekarang ini hal yang demikian sudah jarang dapat dilihat. Hal ini terlihat dari kurang pedulinya mereka terhadap permainan ini. Seluruh anggota pelompat harus melompatinya secara bergantian. dll. Penentuan Kemenangan Ketentuan kalah menang adalah demikian :  Jika sebuah kelompok dengan seluruh anggotanya berhasil melalui tahap-tahap tadi dengan baik. maka kelompok itu belum dapat dinyatakan menang. yang melompati melakukan lompatan secara bergantian. karena kaki yang dilunjurkan itu sekarang diletakkan yang satu di atas yang lain. Bahkan mereka juga turut bersorak bergembira melihat anak-anak yanmg sedang melakukan permainan. Waktu dan Tempat Permainan ini biasanya dilakukan di teras rumah atau di bawah pohon yang rindang (tempat yang teduh). para anggota masyarakat memberikan tanggapan yang positif terhadap permainan ini.40 E. Jakarta. mungkin disebabkan oleh rasa simpatik mereka terhadap yang menang atau karena sebab lainnya.  Tahap keempat tetap berupa lompatan dengan tingkat kesulitan yang lebih sulit. Wujud dari kepositifan itu adalah berupa dorongan dan kehadiran mereka dalam menyaksikan permainan kalau anak-anak sedang memainkannya. seperti belajar. menjaga adiknya. Sumber Suwondo. G. Kebanyakan mereka menganggap permainan seperti ini tidak ada gunanya dan hanya membuang waktu saja. Pada tahap kedua dapat melompat dan demikianlah seterusnya. Permainan ini juga dilakukan pada siang dan sore hari setelah mereka melakukan aktivitas yang lain. Pada setiap terjadi kegagalan langsung diadakan pergantian kelompok yang bermain. F. H. Kelompok yang berhasil ini dinyatakan menang. namun yang dilompati lebih sulit. Mungkin para orang tua juga para anggota masyarakat sudah berubah pula pandangan mereka terhadap permainan ini. Tahap ketiga juga berupa lompatan. Bambang. Mereka cenderung untuk menyuruh anak-anak agar melakukan tugas-tugas yang bermanfaat di rumah. . Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat terhadap permainan ini pada masa sekarang boleh dikatakan juga turut mundur. 1984.  Jika terjadi kegagalan dalam menyelesaikan tahap-tahap itu. Jadi pada tahap pertama dapat menebak keberadaan batu. Berbeda dengan masa lampau. lompatan secara berganti-ganti juga dilakukan oleh seluruh anggota kelompok pelompat.

Tepat di tengah-tengah bujur sangkar ada sebuah lubang dengan diameter sekitar 5 cm. D. Dahulu permainan ini hanya dilakukan pada malam hari di halaman rumah orang yang baru meninggal. buah gelici atau kelerang. Di dalam arena permainan ciko guru akan dibuat sebuah bujur sangkar dengan sisinya kira-kira 60 cm. ada sebuah permainan tradisional yang bernama ciko guru. C. Tahap pertama. E. perempuan.41 30) PERMAINAN CIKO GURU A. ataupun di lapangan. Tempat Permainan Permainan ciko guru dapat dilakukan di mana saja. dipasanglah sebuah tonggak bambu atau kayu sekitar 17 cm yang nantinya akan ditanam dengan kedalaman 2 cm (hanya menyisakan 15 cm di atas permukaan tanah). Pemain Permainan ciko guru dapat dimainkan oleh maksimal 4 orang. Maka dari itu. Sekitar 30 cm di depan tonggak akan dibuat garis sebagai batas sah atau tidaknya lemparan pemain. Namun. tua. Anak-anak tidak boleh bermain karena dikhawatirkan anak menimbulkan kegaduhan. Kemudian. Asal usul permainan ciko guru di kalangan orang Jailolo maupun Sahu sudah tidak dapat diketahui lagi. Peralatan Permainan Peralatan dalam permainan ciko guru hanyalah batu kerikil. Peraturan Permainan Aturan dan proses permainan ciko guru dapat dibagi menjadi dua tahap. pemain harus melempar gacunya dari tepi lubang ke arah . Latar Belakang Maluku adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Ciko guru dapat diartikan ―menunjuk‖ karena dalam permainan ini orang baru boleh bermain setelah ditunjuk oleh lawan mainnya. Namun saat ini ciko guru dapat dimainkan oleh siapa saja baik lelaki. di halaman rumah. Permainan ciko guru kadang-kadang disebut juga dengan ―main batu membayar kenari‖ karena bagi yang kalah harus membayar sejumlah kenari atau langsat atau kelereng sesuai dengan kesepakatan antarpemain sebelum permainan dimulai. di halaman rumah adat. B. Alat permainan ini nantinya ada yang digunakan sebagai gacu dan ada yang dijadikan sebagai taruhan. jika lebih dari itu maka pemain lain akan membentuk kelompok sendiri dengan membuat arena bermain yang boleh berdekatan dengan kelompok lain. khususnya di kalangan orang Jailolo dan Sahu yang berada di Maluku Utara. Jarak antara tonggak dan bujur sangkar sekitar 12 meter. Sementara kaum perempuan pada waktu itu biasanya akan membantu menyiapkan hidangan di rumah orang yang ditimpa musibah tersebut. muda maupun anak-anak. Di sana. hanya laki-laki dewasa sajalah yang boleh memainkannya. yaitu permainan melempar dan mencukil 10 buah batu atau buah gelici dalam jarak tertentu hingga seluruhnya masuk ke dalam lubang. Dahulu permainan ini hanya diperuntukan bagi kaum lelaki dewasa saja.

42 tombak yang jaraknya sekitar 12 meter. melainkan di sisi luar garis bujur sangkar yang jaraknya sekitar 60 cm dari lubang. Selanjutnya permainan akan dimulai dengan urutan seperti aturan-aturan yang telah dijelaskan di atas. Sumber Suradi Hp. dkk. dan (4) penentuan kalah menang dalam permainan ini adalah bagi siapa yang dapat memasukkan gacu paling banyak. dengan aturan sebagai berikut: (1) pemain akan menunjukkan batu-batu yang dimilikinya pada lawan mainnya. Sementara itu. Permainan Rakyat Maluku. 1981. (2) apabila pada waktu melempar itu gacunya tidak melewati garis batas di depan tonggak. setelah membuat lubang dan memasang tonggak adalah menentukan jumlah taruhan untuk satu kali permainan. tetapi juga mau menerima kekalahan dengan lapang dada. dengan syarat salah satu tangan harus menapak pada garis batas bujur sangkar. gacu mengenai kenari atau gelici hingga ada yang keluar dari lubang. (3) bila gacu yang dilempar mengenai gacu lawan. Namun apabila kedua batu tersebut masuk ke lubang secara bersamaan. (pepeng) G. barulah kemudian penentuan nomor urut pemain dengan jalan suten atau undi. nilai sportivitas tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan. maka dianggap tidak sah. Setelah taruhan disepakati. (4) bila batu yang dijentikkan tersebut mengenai batu lain dan keduanya masuk lubang secara berurutan maka dinyatakan sah dan mendapatkan dua nilai. dan lawan tersebut akan menunjuk 1 buah batu yang nantinya akan digunakan sebagai batu pertama sewaktu dimasukkan ke dalam lubang. dan untuk menjentik gacu agar masuk ke lubang dan memperoleh nilai. Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan yang disebut sebagai ciko guru ini adalah kerja keras dan sportivitas. maka pemain itu dapat menentukan sendiri batu mana lagi yang akan digunakannya. dan bagi pemain yang memperoleh buah kenari atau gelici yang terbanyak maka ia dinyatakan sebagai pemenangnya. proses permainannya. Aturan-aturan yang terdapat dalam tahap pertama ini adalah: (1) pemain harus melempar gacu melewati garis batas di depan tonggak agar dapat mengikuti tahap berikutnya. maka lawan tersebut harus kembali melempar. maka dialah pemenangnya. maka pemain harus kembali melempar. Pada tahap kedua lemparan tidak dilakukan di pinggir lubang. Ambon: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . Dan. (3) bila batu pertama berhasil masuk lubang. (2) cara memasukkan batu pada tahap kedua ini adalah dengan menjentikkan batu menggunakan kuku ibu jari atau jari kelingking. Nilai kerja keras tercermin dari semangat pemain yang berusaha agar lemparannya dapat sedekat mungkin dengan tonggak. maka pemain berhak mengambil semua kenari yang berada di dalam lubang dan permainan diulang seperti semula lagi. dan (4) pemain yang gacunya paling dekat dengan tonggak akan mendapat kesempatan pertama untuk melempar pada tahap berikutnya. F.

43 31) PERMAINAN KILANAN/ JENGKAL A. Pemain  Sasaran : 1) anak-anak usia SD. dan pagi hari ketika hari libur sekolah. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan. gembira. kemudian  Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama.  Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap. Sarana. F. Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli secara langsung. kebun. C. Prasarana dan Waktu Permainan  Alat : karet lingkar ( karet gelang )  Tempat : halama rumah. . Latar Belakang Kilanan adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang.  Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah. D.  Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah keretnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama. Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya. Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan. semakin dekat maka semakin bagus. Manfaat Permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman . B. Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimuali. Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet. 2) remaja  Sek : laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang E. sore hari. dll  Waktu : siang hari setelah anak-anak pulang sekolah. dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan.  Pemain kedua melakukan lentingan dengan satu jari telunjukkaretnya yang berada di tanah hingga karet tersebut berada di jarak satu kilan ( jengkal ) . Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal.

ANCONG A. yaitu Bapak Ngatimun ayah kandung saya sendiri. Pada waktu malam hari. Sumber Permainan ini disusun berdasarkan sumber terkait. Permainan ini terdapat di sekitar Kepulauan Tanimbar. Selaru. biasanya anak-anak dari beberapa keluarga tersebut akan berkumpul menghabiskan waktu luang mereka dengan bermain di dalam rumah. Tanggapan Masyarakat Dahulu permainan kilanan sangat digemari oleh anak-anak terutama anak SD. G. Umur 64 tahun berprofesi sebagai petani rumah tinggalnya di Kulon Progo. Latar Belakang Ancong-ancong adalah sebutan bagi orang Yamdena untuk sebuah permainan menebak salah satu tangan pemain yang berada di atas punggung pemain lainnya yang sedang dalam posisi merangkak. baik lelaki maupun perempuan. daerah Maluku Utara. Pemenang berhak mengambil dan memiliki karet lawan yang berada di tanah tersebut. Indonesia. Beliau ini banyak tahu berbagai jenis permainan tradisional dari pengalaman masa kecil dan masa mudanya. usia 5 hingga 8 tahun.  Begitu seterusnya hingga siapa yang mencapai jarak satu jengkal atau kurang dari satu jengkal. Salah satu permainan yang mereka lakukan adalah ancongancong. B. Permainan ancong-ancong menurut penduduk Yamdena. khususnya Pulau Yamdena. di daerah Yamdena masih banyak keluarga yang hidup dalam satu rumah besar. Apabila pesertanya lebih dari 10 .44  Jika jarak masih lebih dari satu kilan ( jengkal ) maka bergantian pemain pertama yang melintingkan karetnya supaya berada dalam jarak satu jengkal. Peserta Permainan ancong-ancong biasanya dimainkan oleh anak-anak. bahkan sudah tidak ada lagi anak-anak yang bermain permainan ini. ―Ancong-ancong‖ berasal dari bahasa Yamdena. Seira. Setiap rumah besar umumnya dihuni oleh 6 hingga 7 keluarga yang biasanya mempunyai banyak anak. H. Pada waktu itu. Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak. I. Angwarmase dan Fordata. Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan berdasarka pemain yang dapat melentingkan karetnya hingga jarak satu jengkal atau kurang dari itu dari karet lawan. permainan kilanan sudah jarang dimainkan sampai sekarang. telah ada dan dimainkan sejak tahun 1930-an. 32) PERMAINAN ANCONG . yang dalam bahasa Indonesia sangat sulit untuk diterjemahkan.  Apabila pemain pertama tersebut belum berhasil maka bergantian pemain kedua lagi yang melakukan lentingan.

Apabila pesertanya lebih dari 10 anak. Satu orang akan dipilih menjadi perangkak dan seorang lagi menjadi pemimpin permainan (diregen). Ancong-ancong mpeang angkomai roi-roi Angku tambah labu seela baelaba Cabu ruku rukuku cabu ruku rukuku ise Pada akhir lagu. Asal Permainan Permainan ini berasal dari Maluku Pelaksanaan Permainan Permainan ancong-ancong sangatlah sederhana. yaitu seseorang yang dipilih untuk merangkak harus menebak tangan siapa yang berada di punggungnya. Bisa dimainkan oleh anak laki-laki maupun perempuan tidak dibatasi jenis kelamin. Berikut ini adalah syair yang dilantunkannya. Tunjukan jari tangan diregen akan berpindah-pindah dari tangan satu pemain ke pemain berikutnya. anak. permainan tidak akan berjalan lancar. permainan tidak akan berjalan lancar. Khusus untuk diregen hanya meletakkan telapak tangan kirinya saja.  Biasanya dilakukan saat anak-anak sedang berkumpul bersama. sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah.blogspot. E. Permainan ini sebenarnya tidak mengenal umur tetapi biasanya dimainkan oleh anak kecil berumur 5-8 tahun. perangkak akan mengambil posisi merangkak dan pemimpin permainan akan memberi aba-aba pada pemain lain untuk meletakkan kedua telapak tangan mereka pada punggung pemain yang merangkak. D. Penunjukan itu dilakukan ketika lagu dinyanyikan. sementara tangan kanannya akan digunakan untuk menunjuk telapak tangan pemain lainnya. tunjukan tangan diregen akan berhenti pada salah satu telapak tangan pemain.html . Setelah itu.  Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak. orang yang tertebak menggantikan perangkak.45 C. Sumber http://uun-halimah. G.com/2008/08/permainan-ancong-ancongmaluku. Tanggapan Masyarakat Belum tahu karena di daerah saya belum ada yang memainkannya. F. namun jika tidak berhasil maka si pemain akan tetap dalam posisi merangkak dan permainan dimulai kembali. Permainan ini diawali dengan pemilihan dua orang yang dilakukan secara musyawarah/mufakat. maka pemain yang tangannya ditunjuk oleh diregen akan menggantikan posisi anak yang merangkak tersebut. Penentuan Kemenangan Jika si perangkak berhasil menebak tangan pemain yang ditunjuk dirigen. Apabila tebakan benar. Pada saat itulah pemain yang posisinya merangkak tersebut akan menebak tangan siapa dari pemain yang ditunjuk oleh diregen. sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah.

melainkan dalam bentuk satuan berat (gram. Kalau pun ada yang ikut bermain. kemudian gelang karet tersebut dirangkai hingga menjadi tali yang memanjang. terlebih dahulu akan dipilih dua orang pemain yang akan menjadi pemegang tali dengan jalan gambreng dan suit. Oleh karena itu. Sedangkan kaum laki-laki hanya kadang kala saja ikut serta dalam permainan. Yaitu seperti jatuh dan lainlain. Dan permainan ini tidak membutuhkan keahlian khusus. pengikat rambut dan barang-barang lainnya yang tidak membutuhkan pengikat yang kuat. . Pelaksanaan Permainan Sebelum permainan diadakan. B. atau anak-anak sekolah dasar kelas 1 sampai 6. Gambreng dilakukan dengan menumpuk telapak tangan masing-masing peserta yang berdiri dan membentuk sebuah lingkaran. Alat yang Digunakan Gelang karet sebanyak-banyaknya. karena permainan lompat tali putar ini bisa di temukan hampir di seluruh indonesia meskipun dengan nama yang berbeda-beda. yaitu pemegang karet dan pelompat karet. karena takut auratnya akan terlihat sewaktu melompati tali karet. D. Pemain lompat tali putar ini berjumlah 3-10 orang. secara serentak tangan-tangan tersebut akan diangkat dan diturunkan. Yang umurnya sekitar 7-15 tahun. Karet-karet tersebut berbentuk bulat seperti gelang yang banyak terdapat di pasar-pasar tradisional. biasanya hanya sebagai penggembira saja dan hanya melompat saat ketinggian tali masih sebatas lutut atau pinggang. sewaktu membuat rangkaian tali untuk membentuk tali karet. diperlukan dua buah karet yang disambungkan dengan dua buah karet lain agar tidak mudah putus oleh anggota tubuh pemain yang sedang melompat. ons. Kemudian. Permainan lompat tali putar ini biasanya identik dengan kaum perempuan.46 33) PERMAINAN LOMPAT TALI A. Tetapi prmainan ini tidak boleh dimainkan untuk anak umur dibawah 5 tahun. dan kilo). Pemain dibagi dalam dua kelompok. Latar Belakang Permainan ini sudah tidak asing lagi tentunya. karena banyak resiko yang ditimbulkan dari permainan ini. karena karet akan mudah putus jika dipakai untuk mengikat terlalu kuat pada suatu benda. Cara merangkainya adalah dengan menyambungkan dua buah karet pada dua buah karet lainnya hingga memanjang dengan ukuran sekitar 3-4 meter. Tetapi juga tidak sedikit anak laki-laki yang ikut bermain. Fungsi karet pada umumnya adalah sebagai pengikat plastik-plastik pembungkus makanan. Sasaran Tetapi biasanya permainan ini dilakukan oleh anak-anak sekolah dasar. Anak perempuan yang telah berumur lebih dari 15 tahun biasanya akan segan untuk ikut bermain. Karet tersebut tidak dijual perbuah. C. Pada saat diturunkan.

Tetapi sekarang sudah jarang kita jumpai lagi. Sedangkan apabila jari kelingking beradu dengan jari telunjuk. Waktu Permainan Permainan ini dilakukan pada siang hari. Latar Belakang ―Cepli‖ artinya membanting. Apabila yang terbanyak adalah posisi telapak terbuka. maka ibu jari akan menang. sehingga gajah akan kalah. maka yang memperlihatkan punggung tangannya dinyatakan menang dan gambreng akan diulangi lagi hingga nantinya yang tersisa hanya tinggal dua orang peserta yang akan menjadi pemegang tali. Apabila ibu jari beradu dengan jari telunjuk. E. 34) PERMAINAN CEPLI A. Ibu jari dilambangkan sebagai gajah. Siapa yang terkena tali sewaktu melompat maka anak tersebut menggantikan jaga. Sedangkan dari mana asal-usul permainan ini sudah sulit untuk ditentukan. Permainan ini sebelum terdesak oleh alat permainan yang modern. Tetapi yang saya tau permainan tersebut sudah ada sejak ibu saya masih ada disekolah dasar. jari telunjuk dan jari kelingking. maka ibu jari akan kalah. sebab semut dapat dengan mudah memasuki telinga gajah. pegawai tinggi atau rakyat biasa asal mau bermain tidak ada yang melarang.47 posisi tangan akan berbeda-beda (ada yang membuka telapak tangannya dan ada pula yang menutupnya). Sumber Sumber permainan tersebut tidak pasti asal-usulnya dari mana. khususnya ibu jari. Namun apabila ibu jari beradu dengan jari kelingking. Dan begitu seterusnya sampai pemain merasakan jadi tukang jaga. . Jenis permainan ini tidak memerlukan kekuatan phisik karena hanya diperlukan ketrampilan untuk membanting alat permainannya. sebutan ini digunakan untuk memberi sebuah nama permainan yang cara bermainnya adalah dengan jalan membanting alat permainannya. sebab semut akan kalah dengan manusia yang mempunyai banyak akal. Kedua orang tersebut nantinya akan melakukan suit. Kemudian yang jaga tersebut memutar-mutar tali karet dan pemain berusaha melompati tali karet tetapi anggota badan pemain tidak boleh terkena tali. baik itu dari kalangan bangsawan. Berau dan Kutai. Suit adalah adu ketangkasan menggunakan jarijemari tangan. maka jari kelingking akan kalah. B. Permainan ini adalah milik semua lapisan masyarakat. dahulu di kalimantan timur berkembang di daerah-daerah Bulungan. untuk menentukan siapa yang terlebih dahulu akan menggantikan pemain yang gagal ketika melompat. tujuan dari permainan ini sekedar hiburan dan pengisi waktu senggang saja. karena gajah akan menang jika bertarung dengan seorang manusia. jari telunjuk sebagai manusia dan jari kelingking sebagai semut.

dengan permainan ini terjadilah hubungan yang harmonis dan mendidik kejujuran. yakni bagian yang tidak diasah. Sehingga si pemain dapat memutar balikkan mata uang itu. D. Alatnya ini disebut ―kebot‖ sebelum bermain diadakan undian dengan suitan atau hum-pim-pa. Jumlah pemainnya tidak terbatas paling sedikit dimainkan oleh dua orang. Peserta Permainan ini bersifat individu dan kelompok. Demikian seterusnya permainan dilakukan berdasarkan urutan pemenang dalam undian. Biasanya permainan ini dimainkan oleh anak-anak pria saja yang berumur kira-kira 6-17 tahun. Benda yang dipakai untuk taruhan dan jumlah taruhannya pun harus ditetapkan pula. oleh sebab itu disini diperlukan ketrampilan khusus bagi seorang pemain untuk mempermainkan alat permainannya. Maksud dan tujuan menipiskan mata uang logam ini adalah agar mudah terbalik apabila dibanting. Pelaksanaan Permainan  Persiapannya Bagi seorang calon pemain harus mempunyai dua buah uang logam kuningan yang bernilai satu sen ( uang Belanda ). dansudah dipersiapkan terkebih dahulu. Jadi siapa yang mencapai jumlah seratus lebih dulu itulah yang menang.48 C. siapa yang menang adalah yang berhak bermain terlebih dahulu dan membanting kebot. Alat yang Digunakan Alat yang diperlukan adalah mata uang logam kuningan yang bernilai satu sen (Belanda). misalnya kesepakatan tentang alat permainannya bagian mana yang menjadi milik lawan. dan bila dimainkan lebih dari dua orang cara bemainnya bergantian menurut perjanjian dalam ketentuan permainannya. E. Alat kebat ani . Demikian hingga mereka lelah bermain. Salah satu permukaannya diasah sampai tipis. Jadi hanya ada salah satu gambar saja yang masih ada. sehingga gambar pada bagian itu hilang. Apabila tidak dipergunakan benda taruhan (misalkan bungkus rokok) maka untuk menentukan siapa pemenangnya bisa ditentukan sampai seratus. Mereka mersa bangga apabila ia bermain dengan baik dan menang. Misalnya dalam kesepakatan tadi bagian yang halus (diasah adalah miliknya) sedangkan yang kasar (tidak diasah) adalah milik lawan.  Tahap-tahap Permainan Setelah diadakan undian maka permainan pertama adalah pemenang pertama dalam undian. asal penangkupan itu agak merenggang. Kedua mata uangnya (kebat) dipegang dengan jalan menelungkupkan kedua muka uang yang diasah tadi atau boleh juga sebaliknya.  Aturan Permainan Sebelum bermain aturan-aturan permainannya haruslah disepakati bersama.

Demikian seterusnya sampai pemain itu mendapatkan nilai yang sudah disepakati itulah pemenangnya. Latar Belakang ―Domikado‖ nama ini diambil dari judul lagu dalam permainan ini. yaitu salah satu anggota tersebut tampil untuk mewakili kelompoknya mengadakan undian. Kalau pemain tadi berhasil menjatuhkan kebat dalam ppsisi hidup boleh bermain terus sampai berulang-ulang sampai mati. cara bermainnya seperti di atas. Permainan ini dapat dilakukan berkelompok. tentunya disini yang bermain adalah yang belum mendapat giliran bermain. Setelah dipegang baik-baik lalu tangan diayun kemudian dibanting keras-keras ke lantai. Jadi pemain yang pertama tadi yang sudah bermain apabila jatuh pada posisi mati maka ia harus diganti oleh pemenang undian berikutnya. P dan K. Jakarta 1982. Sumber Buku Permainan Rakyat Daerah Kalimantan Timur ( Pengarang : Indonesia Dep. Ibu jari dan jari tengah sebagai pemegang dan jari telunjuk berfungsi sebagai penahan (penyangga) agar pada waktu mengayun tangan letaknya tidak berubah. telunjuk dan ibu jari. yaitu yang satu pada bagian yang diasah dan yang satu pada bagian yang tidak diasah ini baerarti mati. Dimana lagu dalam permainan ini lagu iringan adalah lagu sebagai undian. apabila pada kesempatan pertama ini permainannya mati maka kesempatan kedua diberikan kepada lawan kelompoknya. Bagi kelompok yang menang bermain terlebih dahulu. misalnya terdiri dari dua kelompok. hanya saja karena permainan ini sifatnya kelompok melawan kelompok. pada kesempatan ini juga diberikan kepada anggota kelompoknya sampai permainannya mati. Masingmasing kelompok mengumpulkan jumlah nilai yang didapatkan dari para anggotanya. Di sana juga dipamerkan berbagai gambar . Dua kelompok mengadakan undian terlebih dahulu. ―Ada yang menarik ketika berkunjung ke Sekolah Internasional Termasuk belum lama ini. Untuk kesempatan ini diberikan kepada salah satu anggota kelompoknya untuk bermain. maka jalannya permainan sedikit agak berbeda. 35) PERMAINAN DOMIKADO A. Di sana terlihat belasan murid dan beberapa guru memainkan permainan tradisional Jawa Barat.49 dipegang dengan tiga jari. yaitu jari tengah.bila kedua mata uang tadi sudah berhenti bergerak kemudian letaknya dilihat oleh seluruh pemain kalau letak kedua mata uang itu bertelentang pada bagian yang diasah itu berarti hidup. Sesampai di lantai mata uang akan melenting terbalik. Bila yang terlentang berbeda pada permukaannya. F. biasanya disebut ―ukir‖ apabila terlentang kedua-duanya pada bagian yang bergambar itu berarti hidup dengan nama ―belong‖.

50 permainan dari dalam dan luar negeri. termasuk mulai mengenalkan permainan tradisional dari negara-negara lain. anak yang akan kejatuhan tepukar berusaha untuk menghindar (pada kata ―four‖). yakni sebuah permainan tradisional Sunda di mana orang yang berpegangan tangan dan menjebak anggota barisannya. Komunitas Hong terus aktif mengenalkan kembali semua permainan masyarakat Sunda. siang. Usia : bebas. sore. Bila tepukan tidak mengenai maka anak yang menepuk keluar barisan. Asal Permainan Jawa Barat. Latar Belakang Permainan dengan nama gempaleongan ini merupakan permainan yang dimainkan menggunakan kaleng bekas atau boleh juga menggunakan pecahan keramik atau genteng . Pelaksanaan Permainan  Para peserta membentuk sebuah lingkara. Waktu Pelaksanaan Permainan ini bisa dilakukan kapan saja. Jenis Kelamin : pa/pi.Semua jenis permainan tradisional itu nyaris tak dikenal lagi oleh masyarakat. mi ka do SK SK do. pagi. Alat yang Digunakan Permainan ini tidak menggunakan peralatan khusus. SK do SK do Pia-pio One two three four C. Melihat itu. dan leongan itu kaleng bekas . minta gendong. dll  Keadaan Sekarang Permainan ini masih dilakukan terutama oleh anak-anak namun jarang. Sumber Buku Permainan Tradisional Perpustakaan Universitas Negeri Yogyakarta. misalnya dengan menyuruh bernyanyi. 36) PERMAINAN GEMPALEONGAN A.: Iringan Lagu : Do mi ka do Do mi ka do. B. Para guru dan murid tampak memainkan permainan domikado.Jadi nanti kaleng yang sudah ditumpuk rapi akan roboh porak-porandak akibat terkena . Latar Belakang Jumlah : Tidak terbatas.  Begitu seterusnya hingga hanya tinggal 1 anak dan ialah pemenangnya dan ia berhak menghukum teman yang lainnya. Tak heran jika kita jarang melihat anak-anak di perkotaan memainkan permainanpermainan itu. Namun bila terkena tepukan tangan yang keluar dari barisan. D.  Kemudian menyanyikan lagu secara bersama-sama sambil menepukkan tangan ke tangan teman disampingnya  Dan bila telah sampai pada bait terakhir.Dilihat dari namanya gempa itu getaran yang akan bisa mengakibatkan benda di sekitar roboh. dengan kedua tangan dibuka dan bertumpukan dengan tangan teman disampingnya.

mengembangkan aspek motorik.51 B. jangan sampai didahului dirobohkan oleh pemain yang sedang bersembunyi. Jumlah pemain tak terbatas semakin banyak akan semakin ramai dan minimal hanya bisa di mainkan oleh dua anak. C. para pemain melemparkan gaco(batu. Asal usul permainan gempaleongan ini tidak jelas dari mana asalnya.Begitu seterusnya. Urutan melempar batu bebas.  Sebisa mungkin yang masang. Peraturan permainan. Apabila pemain yang bersembunyi berhasil merobohkan kaleng dan mendahului yang jaga maka pemain-pemain yang tadinya sudah di gempaleongi atau sudah kena boleh bersembunyi lagi .  Setelah semua pemain melempar batunya . D. menjaga kaleng yang sudah ditata. bermain. Tujuan Berolahraga. kemampuan motorik meningkat. Apabila semua para peserta yg bersembunyi belum dimatikan maka permainan belum berakhir. namun di jawa tengah sudah banyak yang memainkanya termasuk di daerah saya Wonosobo. lemparan pemain. 37) PERMAINAN BECAK . Sasaran Anak-anak. yang masang dan yang main.  Kaleng tersebut di tumpuk rapi. kayu dsb) sendiri-sendiri. mengisi waktu luang.Satu orang masang menata dan menjaga kaleng itu jangan sampai dirobohkan pemain yang sedang bersembunyi. remaja.BECAKAN A. Latar Belakang Becak-becakan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya. kualitas kebugaran meningkat. Manfat Bergembira.sampai roboh.  Apabila kaleng roboh maka pemain yang tadi gaconya berada di bawah pemain yang mengenai kaleng makai itulah yang masang . dewasa.yang paling jauh dari kaleng berhak melemparkan batunya ke sasaran tersebut yaitu kaleng yang sudah tertata rapi. F.  Yang masang dengan cara melangkahkan satu kaki di atas kaleng sambil menyebutkan nama peserta yang sedang bersembunyi disertai kata-kata gempaleong untuk mematikan pemain yang bersembunyi. bersosialisasi.tetepi dapat dijumpai diberbagai daerah mana saja dengan nama yang berbeda. E.  Dari belakang kaleng yang sudah tertata bertumpukan. .

diadakan hum pimpa untuk menentukan siapa yang akan menjadi penumpang dan becaknya dari masing-masing kelompok. anak yang berada di posisi paling belakang yang membentuk formatur ular-ularan. Peralatan Dolanan ―Koko-Koko‖ tidak membutuhkan peralatan. Pelaksanaan Permainan  Tempat Tempat yang digunakan bisa dialam terbuka. permainan ini dikenal oleh anakanak di daerah sumatera. Sasaran Anak – anak E.di halaman atau dilantai dan teras juga bisa digunakan.  Pemain yang menjadi penumpang naik di atas tangan pemain yang menjadi becaknya yaitu dengan cara mengandengkan tangan dari kedua pemain tersebut yang menjadi becaknya  Selanjutnya pemain yang menjadi becak mengangkat si penumpang dan berjalan menuju ke garis finish yang sudah ditentukan. Hanya cara bermainnya yang agak berbeda.  Siapa yang sampai di garis finish terlebih dahulu itulah kelompok yang menang. 38) PERMAINAN KOKO A. Artinya para pemain ada yang membentuk ular-ularan. Pada permainan ini nanti. jenis permainan ini sudah berumur sangat tua. D. Latar Belakang Melihat dari nama permainan. walaupun tidak ada data akurat mulai kapan.52 B. memupuk sportifitas. Menurut sebuah sumber dari Sulaiman Dharmamulya. C. B. sebenarnya nama koko identik dengan nama sebuah jenis ular air yang sedang mencari makan di air. Manfaat Gembira atau senang. melatih kerjasama dan kekompakan .  Pelaksanaan  Sebelum permainan dimulai. bersosialisai. akan dikejar-kejar oleh si koko.  Peserta Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang berjumlah 3 orang setiap kelompok dengan satu orang menjadi penumpang dan dua orang menjadi becaknya.melatih kekuatan tangan. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang. Sebenarnya permainan ini hampir mirip dengan dolanan ancak-ancak alis. kecuali sarung atau sabuk. Fungsi sarung atau sabuk dipakai oleh masing-masing anak yang . khususnya di Sumatera selatan.

Mereka bergandengan ke belakang dengan memegang sarung/sabuk yang telah dipakai di pinggang atau dikalungkan di badan. Pegangan pemain anak buah harus kuat. G. Peserta Dolanan ―Koko-Koko‖ biasa dimainkan oleh anak laki-laki. KK : Aku minta boleh tidak ? K/N : TIDAK BOLEH ?!! KK : Kalau tidak boleh. sore. F. Ada kelap-kelip itu apa ? K/N : Anakku. baik pagi. Dari mereka. atau malam hari saat terang bulan. lebih banyak dimainkan di halaman yang teduh. satu orang berperan menjadi kakek/nenek. K/N : Kamu dapat dari mana? KK : Lumbung padimu. yaitu A. dan pemain lainnya berperan sebagai anak buah kakek/nenek. Sementara pemain paling depan berperan sebagai Kakek/Nenek. Mereka yang bermain ini rata-rata berumur 8-10 tahun. karena formasi ular akan semakin panjang. Lebih banyak lebih baik.saya akan merebut! . sehingga membuat koko kesulitan mengejar mangsa. Setelah semua siap. pemain yang berperan Koko-Koko (KK) dan Kakek/Nenek (K/N) melakukan dialog sebagai pembuka. C. D. Jika dimainkan siang hari. karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari. Sarung/sabuk dipegang oleh pemain yang berada di belakangnya. K/N : Obatnya apa? KK : Gula batu. siang. sebab jika sampai terlepas. E. satu orang berperan menjadi koko. Setelah mereka bersepakat bermain. H. lalu terus berkumpul di halaman rumah. D. anak-anak yang bermain sekitar 10 anak. dan J. Dialog seperti di bawah ini: K/N : Koko-koko kamu mau minta apa? KK : Aku minta airmu. K/N : Apa lehermu nanti tidak gatal? KK : Gatal-gatal tidak apa. maka akan menjadi pemain dadi. K/N : Tempatnya apa? KK : Daun lumbu. I. Sementara saat dimainkan malam hari. permainan ini lebih sering dimainkan saat-saat waktu libur atau senggang. Pelaksanaan Permainan Anak-anak yang hendak bermain permainan koko-koko misalnya ada 10 anak. lebih banyak dimainkan di tanah lapang yang mudah kena sinar bulan. dolanan ini hanya membutuhkan tanah lapang yang luas. Dalam permainan ini. Selain peralatan sarung/sabuk.53 membentuk formatur ular-ularan. C. Satu pemain lain berperan sebagai koko. B. Seperti pada permainan lain.

Sementara pemain koko bisa bergabung ke pemain lain. Namun jika pemain lolos dan bergabung lagi ke posisi semula. Tanggapan Masyarakat Permainan ini mengajarkan kepada anak-anak untuk bisa hidup bersosialisasi dengan teman. G.54 Setelah percakapan itu. Begitu sebaliknya. anak juga fisiknya lebih sehat. maka pemain yang lari menjadi pemain jadi. Sulaiman Dharmamulya. maka pemain paling belakang melepaskan sarung atau sabuk dan berlari sekuat tenaga. Dilihat dari sifatnya permainan Fusukhu ini termasuk jenis permainan rekreatif. Walaupun begitu dapat juga dilihat unsur – unsur yang bersifat pendidikan seperti menumbuhkan kebiasaan . E. maka koko berusaha menyambar anak kakek yang berada di paling belakang. tidak ada pemenang maupun yang kalah. Tetapi dibayangkan bahwa ada persoalan yang mengenai sisir yang hilang dan pertanyaan mengenai hilangnya benda itu yang dijadikan sumber permainan. Dengan permainan koko-koko ini. maka pemain belakang dengan sekuat tenaga memegang sarung atau sabuk. F. Penentuan kemenangan Permainan ini di mainkan hanya untuk mengisi waktu luang. Namun jika koko bisa mendekat ke ekor dan berhasil memegang pemain paling belakang. Dengan sisir di sini tidak dimasudkan yang bernama sisir itu. Maka terjadilah tarik-menarik yang sangat alot. maka ekor ular akan mengarah ke kiri. Begitu seterusnya hingga mereka merasa capek. Maka si koko segera mengejar pemain yang lari. saat si koko telah bisa mendekat ke ekor ular. Jika koko berlari ke arah kanan. dan terkadang disertai suara tertawaan dari para pemain atau penonton. Jika pemain belakang bisa dilepaskan oleh si koko. 2004. Sumber Sumber: Permainan Tradisional Sumatera. bertujuan untuk membina kegembiraan dikalangan anak – anak. Jika si koko bisa menangkapnya. Anak-anak lain berusaha mempertahankan pemain paling belakang. berarti ia menjadi pemain jadi dan menggantikan pemain koko. maka harus berani menghadapinya dan tidak mudah cengeng. Ada cara lain. Jadi permainan ini betul – betul tergolong kepada permainan anak – anak dalam arti sesungguhnya.Permainan ―fusukhu‖ dapat dimainkan oleh seluruh anak – anak baik laki – laki maupun perempuan. Latar Belakang Masyarakat Nias menamakan pemainan ini ―fusukhu‖ yang dibentuk dari ―fu + Sukhu‖ yang berarti ―Bermain Sisir‖. maka si kakek/nenek berusaha lagi menghalangi-halangi si koko untuk menangkap ekornya. melatih keberaniannya dan diajak untuk lebih sportif dan menghargai teman-temannya. Jika sedang jadi. Penamaan ini didasarkan kepada hal yang menjadi persoalan di dalam permainan yatiu mengenai sukhu atau sisir. karena banyak berlari. Jakarta: Kepel Press 39) PERMAINAN FUKUSHU A.

Upaya untung menangkap ini tentu saja begitu mudah melaksanakannya. jadi bukan dari kelompok tertentu saja. karena dalam permainan ini terjadi pegang pinggul teman bermain. dan perempuan sesama perempuan pula. Peserta Jumlah peserta untuk dapat melaksanakan permainan ini adalah 6 orang. Pertanyaan tersebut harus dengan segera dijawab oleh anak yang menerima pertanyaan dengan ―Sukhu me Figuru‖ yang maksudnya ―Sisirmu ada Dibelakangku‖. Sampai kepada anak yang kelima jawaban masih dapat diberikan dengan cara yang sama. karena . Pelaksanaan Permainan Ambillah umpamanya ada enam orang anak yang ikut serta dalam permainan ini. Asal jumlah anak sudah bersepakat untuk bermain dan tempat yang cocok sudah ditentukan maka sudah dapat melaksanakannya. tetapi sekarang diarahkan kepada anak yang berada pada urutan ketiga. Akibatnya anak tersebut terpaksa berdiam diri tidak dapat menjawab seperti teman – temannya yang lain. D. Ini sesuai dengan sifat permainan rakyat pada umumnya. Hanya saja mereka tidak boleh bercampur laki sama laki laki.55 bekerjasama dan saling membantu dalam melakukan suatu pekerjaan. Usia permainan ini antara 10 sampai 15 tahun. lebih banyak dari itu sering juga dilakukan. B. Anak – anak pada umur 10 sampai 15 tahun mudah merasa malu melakukan itu terhadap lawan jenisnya. kelima dan ke enam. Pertanyaan dilanjutkan kepada anak yang ke empat. boleh juga perempuan. Alat yang Digunakan Untuk melaksanakan permainan ini tidak diperlukan peralatan apapun.  Aturan Permainan.  Tahap Permainan Sekarang anak yang berdiri paling depan tadi mulai bergerak hendak menangkap anak yang paling belakang yang dianggap bersalah karena tidak dapat mempertanggung jawabkannya soal sisir tadi. jenis kelamin mereka boleh laki – laki. Dengan terdengarnya jawaban tersebut anak pertama yang berdiri paling depan mengulangi pertanyaan yang sama. Anak yang berada pada tempat terdepan mengucapkan pertanyaan ―He so Zukhugu?‖ yang berarti‖Di mana Sisirku‖ kepada anak yang berada dibelakangnya. Mereka kemudian berdiri sambil memeluk pinggang kawan yang ada di muka. Jawaban yang diberikan sama bunyinya seperti anak yang kedua tadi. karena tidak ada lagi anak dibelakangnya unutk disebutkan sebagai tempat beradanya sisir yang ditanyakan. Permainan campuran dipandang janggal atau kurang pantas oleh masyarakat Nias. kecermatan menangkap pertanyaan dan memberikan jawaban dan lain – lain. dan kemudian bergerak – gerak dalam rangkaian. Para pemain berasal dari berbagai kelompok sosial. tetapi anak yang keenam atau yang paling belakang akan mengalami kesulitan menjawabnya. C. sehingga terbentuk barisan memanjang kebelakang.

Tidak ada konsekuensi bagi peserta yang kalah. Yogyakarta: Dikti. Latar Belakang Pemainan bandeman berasal dari kabupaten Bantul.56 ibaratnya adalah seperti kepala hendak menangkap ekor.Dalam permainan dapat mengembangkan keterampilan yaitu ketepatan dalam mengenai sasaran. B. Pemain Permainan bandeman dapat di lakukan dengan jumlah peserta 3-10 anak. sehingga berakhirnya permainan dengan berhasilnya ditangkap anak yang dimaksudkan sudah cukup mengembirakan anak yang paling depan tadi. Setelah lama bergerak kesana ke mari.  Konsekuensi kalah atau menanti.Bentuk rokok yang berbeda-beda menjadikan bentuknya unik sehingga muncul permainan ini untuk mengumpulkan berbagai bungkus rokok. (1981/ 1982). 41) PERMAINAN BANDEMAN A. akibat ikatannya dengan anak – anak yang ada di belakang dan yang memegang erat pingungnya yang ada di muka selalu dapat saja dielakkan dengan mudah oleh anak yang paling belakang. Tetapi yang lucunya disini gerakan itu tidak menuju kea rah yang ke muka. dalam hal ini yang paling belakang yang dapat ditangkap oleh anak yang paling depan. E. karena ynag hendak ditangkap berada pada tempat yang paling belakang. Setiap gerakan anak yang paling depan untuk menangkap anak yang paling belakang yang dilakukannya dengan segala susah payah.Bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis di susun di dalam lingkaran. Dalam hal ini anak yang paling belakang bergerak lebih bebas dibandingkan dengan anak yang paling depan tadi. akhirnya anak yang paling belakang dapat juga ditangkap.Biasanya yang melakukan permainan ini adalah laki-laki yang berumur kira-kira 6-14 tahun .Asal mula permainan ini ketika banyak bungkus rokok yang tidak terpakai dan ada seseorang melipatnya menjadi persegi. Dan bagi yang kalah teriakan – teriakan para penonton yang kadang – kadang terdengar mengejek dan menyalahkan anak yang paling belakang kenapa dapat sampai tertangkap.Saya melakukan permainan bandeman ketika masa kecil dulu. Dengan demikian permainan selesai. sudah cukup menjadi hukuman baginya.  Demikianlah barisan yang terdiri dari enam orang anak tersebut bergerak – gerak kesana ke mari seperti ular yang sedang melata di tanah.Permainan ini memanfaatkan bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis. Permainan anak – anak daerah Sumatera Utara. Permainan ini cukup melelahkan. Sumber Depdikbud.

sampoerna mild 300.Misalnya Bungkus rokok jarum dan gudang garam mempunyai nilai 100.Waktu permainan dapat di lakukan dari pagi sampai sore.Setelah semua pemain melakukan tembakan maka permainan di lanjutkan lagi dengan melaukan gasang lagi atau melanjutkan permainan jika masih ada bungkus rokok yang masih tersisa di dalam lingkaran. Penentuan Kemenangan Pemain yang mampu mendapatkan bungkus rokok terbanyak dari hasil tembakan maka pemain tersebut dapatdi katakan menang. Apabila pemain berikutnya dapat mengenai batu yang di gunakan pemain pertama maka bungkus rokok hasil tembakannya harus di serahkan kepada pemain tersebut. Bungkus rokok tersebut tidak di berikan kepada pemain yang ikut dalam permainan tetapi menjadi milik pemain yang menang. malboro 500 dan lain-lain.Kemudian setiap pemain harus melemparkan batu dari pinggir susunan bungkus rokok menuju garis di depannya dengan jarak 3-5 meter.Pemain berikutnya boleh menembak susunan rokok atau batu yang di gunakan pemain pertama(batu yang di gunakan pemain pertama dapat diganti dengan batu yang lebih besar).Sebelum permainan di mulai setiap pemain harus melakukan ―gasang‖(pasang) sesuai kesepakatan bersama.Pemain yang mampu menempatkan batu dengan garis maka dia berhak untuk melakukan tembakan yang pertama kali.Karena susunan rokok sudah di kenai maka di susun kembali untuk di tembak pemain berikutnya. Lemparan pemain harus melewati garis didepannya. Kemudian pemain menyusun bungkus rokok yang sudah di bentuk dari hasil gasang tadi dalam lingkaran. E.Kemudian di lanjutkan pemain berikutnya yang dekat dengan garis dan seterusnya seperti itu.Pemain pertama melakukan tembakan menuju susunan bunkus rokok di depannya. . Pelaksanaan Permainan Permainan bandeman di lakuakan dengan jumlah peserta 3-10 anak.Misalnya sepakat gasang 800 maka pemain harus gasang 800 menggunakan bentuk rokok yang sudah di bentuk.Bila tembakan mengenai sasaran dan sebagian bungkus rokok yang dibentuk keluar lingkaran maka bungkus rokok tersebut milik pemain yang mengenainya. Waktu dan Tempat Permainan Permainan bandeman dapat di lakukan di halaman atau pekarangan yang tanahnya rata. Alat dan Fasilitas  Bungkus rokok yang sudah di bentuk persegi  Batu atau keramik  Halaman atau pekarangan rumah yang rata D.Bungkus rokok yang sudah di bentuk tipis mempunyai nilai tersendiri.57 C. F.Bunkus rokok yang sulit di dapatkan mempunyai nilai yang lebih tinggi.Setelah itu dilanjutkan pemain berikutnya jalannya permainan seperti tadi hingga semua pemain melakukan tembakan.

Termasuk dolanan Tumbaran.Apabila batu tersebut mengenai pemain maka bisa terluka.  Dan jika benar maka yang ditebak ganti menjadi orang buta.Mereka mengajarkan dan mengajak untuk bermain bandeman.  Yang lain berada dalam kotak. E. . Penentuan Kemenangan Tidak ada menang dan kalah karena permainan ini dilakukan terus menerus sampai bosan dan hanya ada yang dihukum. Dolanan ini sepertinya tidak mengacu pada benda tumbar.58 G.  Menentukan satu orang untuk menjadi orang buta. B.Tanggapan yang positif misalnya anak dapat berkumpul bersama untuk meningkatkan kebersamaan. C. yang namanya dunia anak-anak untuk memudahkan sebuah nama dolanan.  Apabila salah menebak akan mendapat hukuman dari kesepakatan bersama. Latar Belakang Anak-anak menamakan sebuah nama dolanan kadang-kadang aneh dan hanya berdasar pada kesepakatan belaka di antara mereka. Peserta Jumlahnya makin banyak makin ramai tetapi juga makin sulit menebak nama Bisa dilakukan putra dan putri. juga sering disebut dolanan Pithongan.Tanggapan negatif dari masyarakat misalnya permainan ini berbahaya karena dalam melaksanakan permainan harus melakukan tembakan memakai batu. Tanggapan Masyarakat Tanggapan dari Masyarakat bermacam-macam ada yang positif dan negatif. Alat dan Fasilitas  Sapu tangan  Dilakukan setiap sore-sore  Berlangsung di halaman D.Dolanan yang sering dimainkan oleh anak-anak perempuan masyarakat Jawa ini.  Satu orang yang buta tadi menangkap satu orang yang lainnya terus menebak siapa namanya. Pelaksanaan Permainan  Membuat kotak ukuran ditentukan banyaknya peserta. salah satu bumbu dapur. 42) PERMAINAN JAGO PITHONG A. Tetapi ya begitulah. Sumber Permainan bandeman ini saya mengenalnya dari kakak-kakak yang ada di kampung saya. Jago-Jago Pithong. H. seringkali menamakan atas dasar kesepakatan saja. atau Dhog-Dhog Ketumbar.

dolanan ini hingga tahun 1980-an. bukan berarti dolanan ini tidak hidup di tengah-tengah masyarakat. kiranya dapat dirunut dari arti kata tersebut. baik di pedesaan maupun perkotaan (lihat penelitian Ahmad Yunus tahun 1980/1981 berjudul Permainan Rakyat DIY). layanglayang. Sumber Dolanan ini tidak terekam dalam kamus Jawa ―Baoesastra Djawa‖ karya WJS. Namun. D. Poerwadarminta (1939). yakni stik atau alat pemukul yang panjangnya sekitar 40 cm dengan lebar 2cm. C. karena permainan itu menggunakan logo. Bentuknya bermacammacam. Latar Belakang Balogo adalah salah satu jenis permainan tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan. Dalam permainan harus dibantu dengan sebuah alat yang disebut panapak atau kadang-kadang beberapa daerah ada yang menyebutnya campa. Fungsi panapak atau campai adalah untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan logo pihak lawan yang dipasang saat bermain. Kebanyakan dibuat berlapis dua yang direkatkan dengan bahan aspal atau dempul supaya berat dan kuat. Garis tengahnya sekitar 5--7 cm dan tebalnya sekitar 1--2 cm. 1939: 495). Alat dan Tempat Logo terbuat dari tempurung kelapa. Dalam kamus Boesastra Djawa (Poerwadarminto. nama pithongan berasal dari kata dasar pithong yang berarti pece atau picak (bahasa Indonesia: buta). Setidaknya. daun dan bundar. G. Sampai dengan tahun 80-an permainan ini masih sering dilakukan di kalangan masyarakat Banjar. salah satu daerah yang menjadi obyek penelitian. Sebagian daerah yang menyebut dolanan ini dengan Pithongan. 43) PERMAINAN BALOGO A. Kabupaten Kulon Progo DIY. Termasuk pula di daerah Kalurahan Giripurwo. biuku (penyu). Walaupun tidak terekam dalam kamus. Tanggapan Masyarakat Menarik karena bisa membuat orang tertawa. segi tiga. Pemain Permainan ini dilakukan oleh anak-anak dan remaja. Jika dimainkan secara beregu. Umumnya hanya dimainkan oleh kaum pria. masih hidup dan dimainkan oleh anak-anak di wilayah Yogyakarta.Dan permainan ini tidak ada unsur kekerasan sehingga pertemanan menjadi kompak. Balogo diambil dari kata “logo”. dewasa ini sudah mulai tersisih oleh permainan elektronik populer. dengan jumlah pemain 2 sampai 5 orang. Kecamatan Girimulyo. Pelaksanaan Permainan Permainan balogo dapat dilakukan satu lawan satu atau secara beregu. ada yang berbentuk bidawang (bulus).59 F. B. maka jumlah pemain yang ―naik‖ (yang melakukan permainan) harus sama dengan jumlah yang ―pasang‖ (pemain yang .

kerja keras. Gambar: F. Inti dari permaian ini adalah keterampilan memainkan logo agar bisa merobohkan logo lawan yang dipasang. Cara memasang logo adalah dengan medirikannya secara berderet ke belakang pada garis-garis melintang. nilai sportivitas tercermin dari kerelaan pemain yang kalah untuk di elus-eluas janggutnya oleh pemenang karena aturannya memang demikian.60 logo-nya dipasang untuk dirobohkan). Dengan demikian. Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan balogo adalah keterampilan. Sumber www.com 44) PERMAINAN MADELAGE A. Nama permainan ini . sebuah ritual yang dilakukan masyarakat pedalaman NTB. Nilai kerja keras tercermin dari usaha para pemain untuk merobohkan logo lawan.wordpress. Regu yang paling banyak dapat merobohkan logo lawan adalah yang keluar sebagai pemenang. Dan. sebagai akhir permainan. Nilai keterampilan tercermin dari pemasangan logo yang memerlukan keahlian khusus. tetapi bisa menerimanya sebagai sebuah kekalahan. nilai kerja sama tercermin tidak hanya di pemasangan logo. Kemudian. Jumlah pemain beregu minimal 2 orang dan maksimal 5 orang. pihak yang menang disebut dengan “janggut” dan boleh mengelus-elus bagian dagu atau jenggot pihak lawan yang kalah sambil mengucapkan teriakan ―janggut-janggut‖ secara berulang-ulang yang tentunya membuat pihak yang kalah malu. kerja sama. hanya permainan biasa untuk mengisi waktu dan bersenang senang. Mamang dalam permainan balogo : “santuk kilan bela (muka) patah cempa sekali lagi “ Permainan balogo ini masih populer dimainkan di masyarakat Banjar hingga tahun 80-an. Latar Belakang Dulunya madelage adalah persembahan untuk mengantar arwah orang yang telah meninggal. dan sportivitas. Tapi kini menjadi permainan yang dimainkan oleh anak anak tanpa ada arti ritual. Sampai akhirnya dikalahkan oleh permainan elektronik modern. tetapi juga tercermin dalam perobohan logo lawan. jumlah logo yang dimainkan sebanyak jumlah pemain yang disepakati dalam permainan. Dan. E.kerajaanbanjar.

F. Pemain  Paling sedikit empat orang .  Jika pelempar tepat mengenai sasaran maka yang jaga harus mengangkat atau menggendong pelempar ke tempat jaga. Teluu‘ : tiga. Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan. Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat. E. G. Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat. 2orang jaga.namun dalam satu pasang wanita dengan wanita.com/info/permainan-tradisionalntb 45) PERMAINAN SENTARUH TELIUQ ENEEKNG TELUU’ A. uneekng : kaki. bisa melatih sportifitas Sumber Dari teman saya di NTB dan dari jombangan. B. sedang Pencipta Permainan ini tidak diketemukan. Teliuq : berlari. Minimal peserta 3 orang .61 adalah permainan madelege yang artinya persembahan untuk orang mati untuk mengantar kepergiannya.1 orang menembak Alat dan Fasilitas  Kayu yang ditumpuk  Pelempar Pelaksanaan Permainan  Diawali dengan suit. Latar Belakang Nama permainan ini berasal dari bahasa Dayak Tunjung. Jenis permaian ini adalah milik masyarakat baik dari kelas bangsawan atau biasa. pria dengan pria . D. dua pasang  Usia enam sampai belasan tahun.  Terus bergantian sampai capek Penentuan Kemenangan Yang sering di gendong adalah yang menang Tanggapan Masyarakat Membiarkan anank anak tetap bermain karena permainan ini tidak berbahaya dan membuat anan – anak riang.  Yang menang melempar pertama kali dan yang kalah 2 orang harus jaga. Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan. Jadi bila diterjemahkan adalah bersaing berlari dengan tiga kaki. atau orang dewasauntuk memeriahkan perayaan  Pria atau wanita boleh bermain. Peserta C. Permainan ini sudah menyebar ke Daerah Kalimantan Timur. apabila diterjemahkan sentaruh: bersaing. B.

Tujuan Permainan Gajah Telena ini bertujuan untuk mengisi waktu luang dan mencari kesenangan. sehingga tidak saling terpisah. maka kaki kiri dan kaki kanan pasangannya diikat jadi satu. Namun begitu. Pelaksanaan Permainan Jenis permainan ini adalah kompetitif. yakni: //Gajah-gajah telena/ telenane garunata/ jenang katul sisir gula/ her segara amba/ her segara amba//. untuk setiap pasangan dicari yang tingginya sama. Tanggapan Masyarakat Pada waktu sekarang jenis permainan ini masih dapat kita lihat pada saat tertentu saja. Jalannya permainan tidak sulit. Selain itu juga dapat untuk melatih kerjasama dan sportivitas. Memang gajah mempunyai belalai. Apabila sudah didapatkan teman yang tingginya sama. dolanan ini juga diiringi dengan sebuah lagu. E. Dalam peperangan seperti dalam cerita wayang. kemudian anak-anak masyarakat Jawa membuat permainan yang diberi nama ―Gajah Telena‖. Dari situlah. Jadi lapangan permainan harus diberi garis start dan finish. seperti juga dolanan lainnya. dan sering pula dimainkan oleh anak-anak usia SD. 46) PERMAINAN GAJAH TELENA A. Misalnya pada waktu perayaan hari Kemerdekaan. Pemenang adalah yang pertama kali sampai finish. gajah merupakan salah satu hewan yang dipakai tunggangan untuk bertempur melawan musuh. Melihat dari namanya. dolanan ini memang terinspirasi dari nama hewan gajah. Dalam permainannya ada tata tertip yang harus disepakati bersama. Latar Belakang Jenis permainan yang satu ini juga termasuk dolanan yang tidak menggunakan peralatan bantu untuk bermain. Sementara kata ―telena‖ ada yang menyamakan persepsi dengan ―tlale‖ atau belalai gajah. Alat yang Digunakan Seutas tali dari bahan apa saja. Kata ―telena‖ sendiri sebenarnya setelah dilacak di Kamus Baoesastra Djawa tidak ditemukan. Tetapi pada saat ini jenis permainan ini juga dimainkan oleh orang-orang dewasa. setiap calon pelari terdiri dari dua orang. seperti halnya permaianan lomba lari karung. atau kain dari sapu tangan namun bukan dari bahan yang lentur D. Caranya berlari tanga kanan dan tangan kiri setiap pasangan saling merangkul dengan tujuan agar pasangan dapat kompak dalam berlari. misalnya dari mana harus berlari dan sampai mana. B. .62 C. karena permainan ini yang menonjol adalah sifat pertandingan. cukup terkenal di beberapa daerah di masyarakat Jawa.

F. kaitannya dengan permainan.63 C. menyepak.B. Sebaliknya. Masing-masing kelompok agak saling berjauhan. berumput.C. seperti: mereka hanya boleh menjatuhkan lawan dengan cara mendesak. mencupit. Mereka. Masingmasing kelompok yang bertugas menjadi gajah segera membentuk formasi dengan cara tangan-tangan dirangkaikan. Kelompok I terdiri dari pemain A. maka pemain konsentrasi dalam penyerangan. Peserta Dolanan ―Gajah Telena‖ dimainkan secara berkelompok.E. Misalkan ada 8 anak (pemain A. telah lelah.G. kemudian mereka dibagi menjadi dua kelompok I dan II.B. biasanya ada aturan lisan yang disepakati bersama.C. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 anak sebaya. Dilakukan di tempat terbuka dan biasanya di tanah lapang atau kebun bertanah. Setelah itu pemain yang menunggang gajah segera naik ke bentuk formasi itu. dan H). yang umumnya anakanak akan saling menjerit. Demikian pula kelompok II sebagai formasi gajah adalah E. dan D. Sementara kelompok II terdiri dari pemain E. Masing-masing kelompok kemudian bersepakat untuk menentukan formasinya. itulah kelompok yang dianggap kalah. pemain tidak begitu terasa sakit. Maka dolanan ini sangat jarang dimainkan oleh anak perempuan. Setelah mereka saling menyerang. yang nantinya kedua kelompok itu saling berhadapan untuk saling menyerang. Dolanan ini akan berhenti apabila ada anak (kelompok) yang menyerah. atau berpasir.F. dan G.G. agar jika terjatuh. dolanan ini dimainkan oleh anak laki-laki karena memerlukan kekuatan fisik. para penonton akan terus bersorak-sorai dan memberi dukungan ke .B. menjagokan idolanya masing-masing. atau ingin berpindah ke dolanan lain. Sementara para penonton. dan mendorong. siapa yang hendak jadi gajah dan siapa yang hendak jadi penunggang. Bagi kelompok yang terjatuh duluan. dan C. Setelah disepakati. dan H. Anak-anak yang hendak bermain gajah telena biasanya sudah berkumpul di tempat bermain. mereka bersama-sama dengan anak-anak yang menonton menyanyikan lagu gajah telena seperti di atas.F. Setelah siap. menendang. Apabila mereka lama saling menjajagi kekuatan lawan dengan berputar-putar lebih dulu. misalkan kelompok I sebagai formasi gajah adalah pemain A. Bagi kelompok kalah tidak ada hukuman. Minimal ada dua kelompok. Sementara pemain D sebagai penunggang gajah. dan memukul. Bisa pula dimainkan saat terang bulan purnama. Waktu yang sering dipakai adalah waktu senggang. para pemain tidak diperbolehkan menjatuhkan lawan dengan cara merenggut (njambak) rambut.D. baik siang atau sore hari. Hanya biasanya mereka mengganti formasi dan berusaha menantang kembali. Sementara pemain H sebagai penunggang gajah. Pelaksanaan Permainan Sebelum anak-anak bermain gajah telena. maka nyanyian gajah telena bisa dinyanyikan berulang-ulang. Bisa dinyanyikan sekali atau dua kali. menarik. tergantung situasinya. D. capek. Pada umumnya.

Penentuan Kemenangan Apabila ada kelompok yang terjatuh. kelompok I bisa mengubah formasi. G. hingga keduanya merasa lelah. permainan diawali dengan mencari siapa yang akan bermain terlebih dahulu. Untuk selanjutnya. misalnya kelompok I. Pelaksanaan Permainan Untuk pemain yang bermain terlebih dahulu. Apabila . Alat yang Digunakan Alat permainannya cukup sederhana hanya dua buah batang kayu berukuran 30 sm dan 15 cm juga sebuah batu sebagai penyangga. Demikian seterusnya. Latar Belakang Permainan keladi merupakan permaianan yang cukup familiar di kalangan anak pedesaan di Aceh. sehingga alatnya pun sangatlah sederhana. kelompok II bisa menjatuhkan kelompok I. mereka mulai menyerang kembali kelompok II. B. Permaianan ini di latar belkangi karena nakanak basan melihat banyaknya kayu yang bererakan sehingga mereka berinisiatif untuk membuat permaianan sendiri. pertama-tama batang kayu yang berukuran 15 cm ditaruh miring pada sebuah batu. Seperti permainan lainnya permainan ini cukup sederhana dan mudah dilakukan. maka mereka dianggap kelompok kalah dan skor 1:0. Sumber http://permata-nusantara. Jika dia tak berhasil memukul atau jarak pukulannya tidak jauh pemain digantikan dengan pemain lainnya. F. Dapat dimainkan oleh dua orang maupun lebih. Setelah siap. E. maka mereka membubarkan diri.blogspot. Jika pada serangan kedua ini. Tanggapan Masyarakat Permainan ini bagus karena dapat memberikan rasa senang dan menghibur anak-anak dalam melakukan permainan ini dan juga dapat mengisi waktu luang mereka. Jika mereka memutuskan untuk berhenti bermain. C.com/2011/04/gajah- 47) PERMAINAN KELADI A. Semakin banyak semakin menyenangkan. Menurut enang keladi berarti memukul ulat yang sering ada di daerah hutan. Permainan keladi berasal dari Aceh. Permaianan ini menceritakan tentang bagaimanan seeorang anak lelaki di pedesaan terutama warga transmigrasi yang kekurangan teman bermain .64 kelompoknya masing-masing. Sementara para pemain masing-masing kelompok dengan sekuat tenaga berusaha menjatuhkan lawannya. dia harus melempar keatas kayu yang ditaruh miring dan memukulnya kedepan dan jaraknya harus melebihi tiga kali ukuran kayu yang panjang. Bisa dengan hompimpah atau suit. Setelah ditemukan siapa yang bermain terlebih dahulu. maka dianggap kedudukan satu-satu.

Dikatakan mudah. pemain kemudian harus memukul batang kayu kecil itu seperti bermain golf.boni. Kadang pula ada kaum leleki dewasa yang ikut dalam permainan ini untuk sekedar mengisi waktu. umur para pemainnya sekitar 9-12 tahun  Jumlah pemainnya adlah 4orang. Peserta Permainan ini tidak ditentukan anak laki. Batang kayu berada diantara kedua kaki dan kemudian dipukul kebelakang menjauh hingga si pemain tak berhasil memukul batang kayu tersebut. dan permaian ini berlangsung dalam bentuk cara. Sumber Permaianan ini bersumber dari Eang saya. Waktu Bermain Waktu bermain biasanya di sore hari ketika anak-anak bermain F. tetapi di bagi menjadi 2 regu. Sapu tangan itu dibawa oleh salah satu orang peserta untuk dijatuhkan pada sebuah tempat dibelakang peserta lainnya. C. B. Eang Harjo Sumarto yang berasal dari Takengon.anak yang lebih besar jarang memainkannya karena kurang sesuai dengan mereka. Dimainkan anak sekitar umur 6 samapi 10 tahun. yang merupakan alat utama dalam melaksanakan permainan.65 berhasil memukul dengan jarak lebih dari tiga kali panjang batang kayu yang panjang. Nanggore Aceh Darusalam 48) PERMAINAN MERBONI – BONI SAPU TANGAN A.anak ini Merboni. karena didalam permainan ini sapu tangan merupakan alat utama. Jika sudah tak berhasil memukul maka si pemain kemudian di gendong oleh pemain yang sejak tadi tak ikutan memukul.bunyian sapu tangan. Tanggapan Masyarakat Dahulu ketika Eang saya disana. masyarakat cukup mendukung. Alat yang Digunakan Peralatannya hanyalah sapu tangan saja.laki maupun anak perempuan. D.cara memnyembunyikannya. G. karena para peserta hanya ditugaskan untuk menerka saja dimana jatuhnya sapu tangan dan harus cepat memegang sapu tangan tersebut sebelum sempat diambil kembali oleh yang menjatuhkanya. . Merboniboni Sapu Tangan dibentuk dari : mer + boni. dengan jumlah pemain 15 sampai 20 anak untuk sekali bermain.boni Sapu Tangan yang berati bermain sembunyi. Pemain  Kebanyakan permainan ini di lakukan oleh anak sekolah dasar. Biruen. Latar Belakang Masyarakat Dairi menamakan permaianan anak. disebabkan permainan ini terlalu mudah.dan tiap regu berisikan 2 orang E. biasanya anak. Di gendong ke arah batu tempat permainan dimulai.

Asal pastinya tidak tahu karena permainan ini di ajarkan oleh pemuda kampung saya sehingga saya mengerti dan pernah melakukan permainan ini. Permainan ini cukup mudah di lakukan karena tidak membutuhkan alat untuk bermain. Dlosoran juga mengasah otak untuk berpikir dan bertindak kapan akan mengenai lawan kapan akan menunggu hingga lawan lengah dan akan menyerah . maka dialah yang menang dan yang menjatuhkannya menjadi pihak yang kalah. F. 1984.anak Daerah Sulawesi Utara. sedang peserta lainnya berdiri rapat membentuk lingkaran. E.66 D. dan sapu tangan segera dapat ditangkapnya. Permainan ini dapat dimainkan oleh siapa. hanya membutuhkan strategi dan taktik dalam bermain. tetapi si anak tang terdekat tidak mengetahuinya. Pelaksanaan Permainan  Persiapan  Seluruh peserta berjumlah 15 sampai 20 orang memilih salah seorang diantara mereka untuk bertindak sebagai pembawa sapu tangan secara berkeliling dan menjatuhkannya pada tempat yang dikehendakinya. dan kapan saja. sehingga yang membawa semula sempat memungutnya kembali. Latar Belakang Dlosoran adalah permainan yang telah tersebar luas dimana-mana. maka anak yang tidak tahu itu dianggap kalah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 49) PERMAINAN DLOSORAN A. Sia anak yang membawa sapu tangan berjalan diluar lingkaran dilakukannya sedemikian rupa agak setenagah membungkuk. Sampai lingkaran yang dibentuk terkelilingi.  Tahap permainan Jiak sapu tangan sudah dijatuhkan. Permainan Tradisional anak.  Hukuman Hukuman bagi yang kalah ialah berupa larinya anak yang kalah dan dikejar dari belakang oleh anak yang menang sambil memukul dengan sapu tangan ke tubuh anak yang kalah.  Aturan bermain Anak yang menang bertugas membawa sapu tangan berkeliling. Sumber Suwondo. Bambang. Menentukannya dengan suit. dimana. Yang perlu segera tahu dimana jatuhnya sapu tangan itu ialah anak yang berada didekat tempat jatuhnya itu. sehingga jatuhnya tidak dapat segera dilihat. Tetapi jika hal itu diketahuinya. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat juga sudah agak berkurang dibandingkan dengan masa lampau terhadap permaianan ini.

Dan yang menang di tentukan dari sedikitnya pemain itu menjadi penjaga di luar lingkaran. Pelaksanaan Permainan  Dlosoran membutuhkan sekitar 13-18 pemain (dapat juga lebih). yang jelas semakin banyak peserta semakin seru. Tetapi bila pesertanya banyak. menyentuh lawan dengan selain kaki. Penjaga tetap berjaga.  Bila ada yang terkena dlosoran itu maka pemain yang terkena itu ganti untuk jaga dan melakukan hal yang sama untuk mematikan pemain lainnya. remaja. Begitu seterusnya.67 B. Jumlah peserta dapat di tentukan dari jumlah orang yang ada. hanya untuk membantu dalam pelaksanaannya saja. Penentuan Kemenangan Penentuan Menang atau Kalah. Dan untuk memperjelas area dan bentuk lapangan dalam bermain.  Hal yang tidak boleh dalam permainan ini dan di anggap pelanggaran adalah menendang lawan. mengenai lawan di atas lutut.  Dengan undian hompimpah/kacang panjang dipilihlah 3 orang untuk berjaga di luar lingkaran terlebih dahulu.  Setelah posisi siap dan semua pemain ada di areanya sendiri-sendiri. Bila di lakukan dengan cara lain. yang perlu di perhatikan adalah jumlah penjaga harus di tambah untuk keseimbangan permainan dan luas area permainan juga di tambah. Pemain lain yang tidak jaga berada di dalam lingkaran. C. E. Penjaga juga boleh menunggu hingga lawan lengah. D. bahkan dewasa. Karena taktik itu yang perlu di terapkan dalam permainan ini. Untuk yang kalah ditentukan dari berapa kali pemain sering menjaga di luar lingkaran. Misalnya tangan ada di luar lingkaran. misalnya dengan tangan atau menendang di anggap tidak sah. penjaga mulai bergerak untuk berusaha mengenai kaki lawan dengan cara dlosor(tackle). Peserta Peserta dapat siapa saja anak-anak. karena dapat di mainkan bersama-sama oleh laki-laki dan perempuan. Jadi perkenaannya adalah kaki atau lutut ke bawah. Bila ada yang . kaki yang tidak dlosor berada di luar lingkaran. Tetapi pada saat dlosor(tackle) seluruh anggota badan penjaga tidak boleh masuk dalam lingkaran.  Penjaga boleh mengelilingi lingkaran untuk mengintai lawan yang akan dimatikan. Harus menyisakan anggota badan lain. dan semua anggota badan masuk dalam lingkaran. Permainan ini juga tidak memandang jenis kelamin. Alat yang Digunakan Alat dan fasilitas ini tidak di gunakan dalam permainan.  Pancang 1buah  Tali rafia 5-10m  Kapur halus secukupnya.  Dalam mendlosor boleh dengan 1 atau 2 kaki sekaligus.

Pelaksanaan Permainan  Saat melempar / krepyak.100 perak. Peserta Permainan ini dapat di kategorikan sebagai permainan anak-anak yang pada umumnya di lakukan oleh anak perempuan usia 6 – 15 tahun. yaitu jika koin berjumlah 6 buah harus di ambil 2 buah terlebih dahulu tetapi cara pengambilan tidak boleh sembarang.68 mempunyai skor yang sama maka adu koin atau tos.500. D. Alat yang Digunakan Koin uang atau kerikil yang berukuran sebesar kelereng yang nantinya digunakan sebagai bahan permainannya yang berjumlahkan 5 atu 6 buah. karena ada begitu saja dan dengan sengaja di mainkan bersama-sama. Mereka juga tidak tahu sumber pasti permainan itu.  Melakukan cuthit.  Melakukan cengkeh.  Jenis koin. permain tidak boleh keras-keras. atau Rp. harus dengan di iringi sebuah lagu atau nyanyian dan jika koin yang didapat berhasil di tangkap dapat dihitung berapa jumlah koin yang ditangkap tadi dan itulah pointnya. Rp. Kapur / alat tulis untuk digunakan sebagai alat pencatat point atau nilai. . Karena kebanyakan anak-anak bermain lari-larian dan orang tua takut bila anaknya mengalami resiko bahaya jadi orang tua mengenalkan pada anaknya permainan ini. C. B. Sedangkan jika koinnya berjumlahkan 5 buah di ambil 1 buah koin saja. 200. Yang arti jawanya ( alon-alon ). Sumber Dari orangtua saya. F. Begitu juga dengan musuhnya harus bisa memilih koin yang di ambil yang sekiranya dapat mempersulit pemain untuk melakukan cuthit. Tetapi bila yang memiliki skor orang banyak maka di adakan hompimpah untuk mendapatkan siapa pemenangnya. bisa menggunakan uang nilai Rp. Permainan ini di mainkan untuk menghibur diri pada saat istirahat sekolah dan pada saat pulang sekolah atau lingkungan rumah. hanya mungkin beda nama permainan saja. Yang jelas disini berwujud koin/kerikil yang berjumlahkan 5/6 buah. Cara permainannya juga mungkin bisa di katakan sama persis. 50) PERMAINAN KREPYAK A. Harus di tentukan oleh musuhnya. Setahu saya permainan ini berasal dari daerah saya sendiri yaitu daerah bantul. Latar Belakang Awalnya permainan ini adalah permainan tradisional yang dulunya di mainkan oleh masyarakat zaman dahulu. dan mungkin di daerah lain juga punya permainan seperti ini. Jumlah pemainnya pun terdiri dari 2 sampai 6 orang atau lebih.

E.  Krepyak ( NYEBAR KOIN ). Salah satunya adalah sepak bola patah kaleng selain permainan tradisional lain yang merupakan krestivitas anak dengan lingkungannya yang masih sangat identik dengan alam. bisa dihitung point yang didapat oleh para masing-masing peserta. Dapat dimainkan dimana saja. Tidak banyak Masyarakat Indonesia yang mengerti kondisi real masyarakat di sana. setelah nyanyian berakhir dengan bersamaan menangkap koin. dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti. tergantung dari pelaksana lomba (bila dilakukan . Salah satunya adalah Papua. Olahraga ini mirip seperti permainan sepak bola namun berbeda pada peraturan dan sangat fleksibel.Steet Ball Papua A.  Ada 4 Tahap yang harus di lalui. Papua juga punya permainan-permainan tradisional. Setelah koin disebar.  Cuthit ( MENCUNGKIL KOIN ). apalagi dari sisi budaya. pemain lain ( lawan ) akan menunjuk koin yang akan di ambil dengan cara memilih koin yang paling mudah di lakukan nantinya. Sebelum permainan ini di mulai akan dilakukan pengundian terlebih dahulu. jika si pelaku atau peserta tidak berhasil mengenai sasaran atau koin pada saat mencuthit / pemain tidak dapat menangkap koin pada saat melakukan cengkehan. Koin yang berhasil di tangkap kemudian di hitung. Point yang didapat atau dikumpulkan oleh pemain yang terbanyak ialah yang keluar sebagai pemenangnya. Point yang mendapatkan paling tinggi yaitu pemenangnya. Cara melakukannya pun hampir sama dan di iringi oleh sebuah lagu atau nyanyian. F. Pemain yang bermain sebagai orang pertama menggengam semua koin kemudian di lemparkan dengan diiringi berbicara ―kREPYAK‖.69  Cara mengetahui perpindahan permainan / mati. Latar belakang masalah Indonesia sebagai negara seribu pulau berarti memiliki beragam suku di dalamnya. jumlahnya di tulis yang nantinya di jumlahkan di akhir permainan. yaitu :  Homepimpah / pingsut ( PENGUNDIAN ). dengan cara melakukan homepimpah / pingsut tadi. Sumber Masyarakat imogiri bantul yogyakarta 51) PERMAINAN PATAH KALENG A.  CENGKEH Pemain yang berhasil ketahap ini kemudian melakukan cengkeh dengan tangan yaitu seperti permainan gatheng. Penentuan Kemenangan Mengetahui ― menang atau kalah‖. Seperti di daerah lain. Latar Belakang Permainan Tradisional Patah Kaleng .

Manfaat Manfaat Senang. G. dan bersosiaolisasi. F. dalam permainan ini tidak ada istilah out atau lemparan ke dalam karena dalam permainan tradisional ini tidak ada garis pembatas lapangan. Lebih ideal bila menggunakan bola tenis. Belajar mencintai budaya bangsa adalah pengabdian tulus terhadap eksistensi bangsa. bermain dan meningkatkan motorik. Tidak banyak orang yang menuliskan olah raga tradisional Papua ini. Tingkat kesulitannya lebih tinggi dibandingkan sepak bola yang menggunakan gawang. sama seperti gawang. C. Sepak bola patah kaleng tidak berarti kaleng dipatahkan. Berbagai permainan tradisional ini tidak akan bertahan lama bila generasi muda tidak lagi mau peduli terhadap pelestarian budaya bangsa karena budaya adalah jati diri sebuah bangsa.70 B. Sasaran Sasaran Anak laki-laki Pelaksanaan Permainan  Lapangan peralatan  Lapangan Lapangan yang di gunakan bisa di lakukan dimana saja dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti. Hanya ada dua buah kaleng. kemampuan motorik meningkat. Bahkan Papua selalu melahirkan bintangbintang sepakbola di Indonesia. D. Permainan ini sangat digemari oleh anak-anak laki-laki di Papua hingga tidak heran bila Papua tidak pernah kekurangan bintang muda di bidang sepak bola. kualitas kebugaran meningkat. Alat yang Digunakan Bola yang dipergunakan untuk permainan inipun kecil. Itu hanya istilah saja yang sudah beredar di Masyarakat Papua sejak puluhan tahun yang lalu. Patah disini berarti kaleng yang berfungsi sebagai gawang tersebut dijatuhkan oleh pihak lawan melalui bola yang ditendang. Sumber Hanya ada satu tulisan mengenai sepak bola patah kaleng ini yang ditulis oleh Arnoldus Mampioper di Kabar Indonesia (19/06/2009). E. dalam bentuk perlombaan) ataupun oleh kedua belah pihak yang akan bertanding. .  Peralatan Bola kecil kaleng. Tujuan Tujuan Mengisi waktu luang.  Pemain Anak laki-laki  Jalannya permainan Sebelum di mulainya perminan di lukan tos dulu setelah itu bagi yang menang maka melaukan operan atau penguasaan bola.

begitu seterusnya sampai kekotak yang ke empat disitu pemain boleh menggunakan kedua kakinya untuk menendang umpan tersebut ke kotak angka sepuluh ribu. Sumber Masa Lalu . I. Penentuan Kemenangan Pemenang Regu mana yang paling banyak menjatuh kaleng paling banyak maka regu itu di anggap sebagai pemenangnya. Penentuan Kemenangan Jika ada pemain yang berhasil mengumpulkan angka yang paling banyak maka dialah pemenangnya. jika ada pemain yang menginjak/memegang garis maka dianggap mati. Permainan ini sering dimainakan waktu saya masih kecil dulu.kulinet. F. Sumber http://www. G. lalu pemain harus mengangkat kaki satu dan menggeser umpan kekotak yang ke dua. Alat yang Digunakan Fasilitas yang digunakan hanyalah pecahan batu/keramik sebagai umpan & melukiskan/menggambarkan bentuk lapangan. Pelaksanaan Permainan Para pemain di suitkan dahulu kemudian yang menang jalan duluan. Peserta Permainan ini dimainkan oleh 6 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok masingmasing 3 orang. kemudian Pemain melemparkan umpan kekotak yang pertama untuk memulainya permainan. Untuk kembali ketempat semula kali ini pemain harus kambali menggunakan kaki satu dan mengambil umpan miliknya diluar kotak sepuluh ribu dengan tanpa menginjak/memegang garis. D. yaitu Bangka Belitung. biasanya permainan ini sering dimainkan jika waktu libur sekolah tiba permainan ini juga sangat populer di waktu kami masih kecil dulu biasanya kami memainkannya dari pagi & petang.71 H. C. Latar Belakang Permainan ini berasal dari daerah saya. B. Tanggapan Masyarakat Permainan ini tidak pernah digunakan lagi oleh anak-anak di daerah saya. E.com/baca/patah-kaleng-steet-ball-papua/759/ 52) PERMAINAN CAK LENGKENG SEPULUH RIBU A.

sehingga permukannya rata. Lapangan Lapangan yang dipergunakan disarankan datar dan luas (bisa di stadion. C. Tujuan Mengisi waktu luang. Egrang dalam bahasa lampung berarti terompah pancung yang tgerbuat dari bambu bulat panjang.72 PERMAINAN OLAHRAGA TRADISIONAL 53) PERMAINAN EGRANG A. B. dan bersosialisasi. bermain dan meningkatkan kemampuan motorik. masing – masing kelompok umujr 6 – 12 tahun dan kelompok umur 13 tahun keatas. Manfaat Gembira. Sedang Jawa Tengah dengan nama Jangkauan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Pada ukuran 50 cm dari bawah dibuat tempat berpijak kaki yang rata dan boleh lepas dengan kain atau busa. kemampuan motorik meningkat. dan dewasa. Secara spesifik. berdasar kelompok umur pemakaiannya. Ingkau yang bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu. Peralatan Alat yang digunakan adalah bambu yang dibuat sedemikian rupa. b. tetapi dapat dijumapi diberbagai daeerah dengan nama berbeda seperti . lapangan umum. Lapangan dan Peralatan a. bahkan jalan raya. remaja. sebagaian wilayah sumatera barat dengan nama Tengkak – tengkak dari kata tengkak (pincang). Ukuran lapangan adalah panjang minimum 50 m dan lebar 7 ½ m dibagi lima garis lintasan masing – masing 1 ½ meter. Sasaran Anak – anak. 1) Umur 6 – 12 tahun : Tinggi bambu 1 ½ meter Ukuran tempat berpijak :  Tinggi : 50 cm  Lebar : 15 – 20 cm  Panjang : 7 ½ cm 2) Umur 13 tahun keatas Tinggi bambu 2 ½ m Ukuran tempat berpijak:  Tinggi : 50 cm  Lebar : 20 cm  Panjang : 10 cm . D. bila memungkinkan). kualitas kebugaran meningkat. E. Latar Belakang Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari daereah mana asalnya. ukuran egrang tersebut adalah sebagai berikut. Peraturan Permainan 1. Alat egrang dibagi menjadi dua.

Dalam meneliti umur peserta didasarkan pada surat keterngan yang berwenang. Atlet. 3. Untuk maju ke seri berikutnya. kelompok umur anak – anka 6 – 12 tahun dan unutk taruna / remaja / dewasa 13 tahun keatas.  Juri lintasan. Hal ini dilakukan pada waktu penyelenggaraan resmi. 5. Pemenang  Pemenang ditentukan berdasarkan kecepatan waktu  Waktu yang diambil adalah kaki terakhir menyentuh garis finish. Pengganti ―YA‖ dapat dilakukan dengan suara peluit. Perlombaan dalam seri. para peserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umur masing – masing. Jalannya permainan a. Pemain Permainan egrang bisa dimainkan oleh wanita atau laki – laki dengan mengenakan pakian olahraga yang pantas. 4. c. dari garis start sampai garis finish dipimpin juri start dan waktu dicatat oleh petugas pencatat waktu. Wasit. siap . Aba – aba perlombaan oleh wasit / juri start adalah: bersedia. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dalam kelas masing – masing 5 (lima) orang sesuai dengan jumlah llintasan. aba – aba siap satu kaki (kiri atau kanan) diatas tempat berpijak dan setelah aba – aba YA lari. Ya. Sebelum perlombaan dimulai. e. .  Juri pemberangkatan / timer. Para atlet dinyatakan gugur apabila:  Menginjak garis lintasan  Kaki jatuh menyentuh lantai atau lintasan  Dengan sengaja mengganggu atlet lain. b. Undian diadakan agar jangan ada yang merasa dirugikan. juri dan pencatat waktu (timer)  Wasit bertugas mengawasi seluruh jalannya perlombaan. yang mengambil lintasan orang lain dinyatakan gugur. j. Kalau dalam perlombaan cukup dengan mengira – ngira saja. para atlet berdiri dibelakang garis start dengan memegang egrang. i.  Pencatat waktu (timer) mencatat waktu para pelari. dapat diatur dalam peraturan perlombaan khusus apakah hanya 2 atau 3 orangwaktu terbaik dengan memperhatikan jumlah peserta.73 2. mengawasi lintasan apakah ada pelari yang menginjak garis. Pada aba – aba bersedia tangan memegang egrang (kanan dan kiri). Atlet yang terganggu jalannya oleh atlet lainnya boleh meneruskan larinya atau mengulang. g. jumlah atlet sesuai dengan jumlah lintasan. d.  Juri kedatangan mengawasi perlombaan di garis akhir. Sebelum perlombaan dimulai. f. Waktu terbaik dalam seri (2 atau 3orang) berhak mengikuti seri berikutnya. Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan urutan pemberangkatan perlombaan. h. Per kelompok dipelombakan dalam seri.

3. memupuk sportifitas. Sasaran Remaja dan dewasa. Lapangan Lapangan atau tempat bermain bisa dialam terbuka (lapangan rumput. atau jerami.74 54) PERMAINAN GEBUK BANTAL A. C. Peralatan Tempat bertanding dibuat dari kayu atau bambu bulat dengan ukuran panjang 4 meter.2 m dan unutk putri 1 m. dengan ukuran panjang 8 meter dam lebar 4 meter. meningkatkan kesegaran. Latar Belakang Permainan gebuk bantal adalah merupakan suatu permainan ketangkasan dimana 2 pemain saling menyerang menggunakan bantal. dan diatas air). mengurangi ketegangan mental. untuk putra 1. b. keseimbangan meningkat.15 cm. busa. Bantal dibuat dari kain diisi dengan kapas. Tinggi dudukan tempat bertanding diukur dari tanah / permukaan aman. diberi pengaman matras. 12 cm. Kualitas kesegaran jasmani meningkat. tertutup (hall / gedung olahraga). F. Tujuan Mengisi waktu luang. Peraturan Permainan 1. dipertajam lagi dengan pengelompokan berat badan  anak – anak : 30 – 40 kg  remaja : 41 – 50 kg  dewasa : 51 – 60 kg keatas  Sifat pertandingan Perorangan dan beregu.m. Manfaat D. di atas sebatang bambu yang dipasang menyerupai jembatan dan pemenangnya adalah yang berhasil menjatuhkan lawan atau yang berhasil mengumpulkan angka yang lebih banyak. dengan pengelompokan umur:  anak – anak : 9 – 12 tahun  remaja : 13 – 16 tahun  dewasa : 17 tahun ke atas  Masing – masing kelompok umur tadi. Lama permainan . B. tanah atau lantai yang rata. Pemain  Gebug bantal bisa dimainkan oleh putra maupun putri. tanah danpasir. 2. E. Pada dasar lapangan (kecuali diatas air). melatih keseimbangan. pasir. besar d. serta bentuk bantal bulat panjang berukuran 7 ½ cm . sabut kelapa atau jerami dengan ukuran panjang 1 meter berat 1 ½ kg untuk putra. 1 kg untuk putri. Lapangan dan Peralatan a. Lapangan (kecuali diatas air)dibatasi dengan tanda. Tanda dibuat dari kapur atau tambang.

Perorangan (lihat butir 5) b. setelah selesai bertanding pemain berdiri mengapit wasit dan wasit mengangkat tangan pemenang. Sebelum pertandingan dimulai wasit menanyakan panitia tentang keabsahan pemain. Apabila babak pertama sampai babak kedua tidak ada yang jatuh pemenang ditentukan dengan undian. tangan memegang kayu / bambu dudukan. Wasit memimpin seluruh jalannya pertandingan dan pembantu wasit memperhatikan apakah diantara pemain melakukan kesalahan (memegang kayu / bambu dudukan. 5. f. Penjelasan tentang perwasitan a.satu tangan lagi siap menangkis. kaki mengepit dudukan. lebih dulu jatuh. Sikap duduk. Sebelum pertandingan dimulai diadakan undian unutk menentukan tempat dan siapa yang lebih dulu memukul. ditetapkan berdasarkan jumalh pemain yang memenangkan pertandingan dengan skor akhir 5 – 0. Undian diadakan untuk menentukan tempat dan peraminan yang lebih dulu memukul. e. Jenis permaian dan penilaian a. e. 7. Jalannya permainan a. Setelah pemain siap bertanding. atau siapa lebih dulu jatuh. Apabila dalam waktu 5 menit tidak ada pemain yang jatuh. Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit daan 1 orang pembantu wasit. wasit membunyikan peluit tanda pertandingan di mulai. dilakukan dengan uang logam. setelah istirahat dilanjutkan 5 menit babak kedua. c. b. d. Permianan dilakukan paling lama 5 menit / babak. c. jatuh kebawah tanah. Hasil undian.75 4. b. mengepit dudukan dengan dua kaki). Apabila ini terjadi segera mengangkat bendera merah. kaki tergantung satu tangan memegang bantal. Pemain dinyatakan kalah. 6. pembatasan sasaran ini dimaksudkan untuk menghindari cidera kuping. 4 – 1 atau 3 – 2. Pemenang Pemenang ditentukan berdasarkan. d. Setelah undian pemain yang akan bertanding naik keatas dan duduk diatas dudukan tempat bertanding. Demikian juga sebelum pertandingan dimulai wasit dan pembantu wasit memeriksa lapangan dan peralatan. Beregu 5 orang. sebaiknya dihindari dengan suit. Sasaran Seluruh tubuh kecuali kepala. dinyatakan kalah. Wasit dan pembantu wasit adalah yang telah mengikuti penataran perwasitan. 8. Wasit dan Juri Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit dan satu orang pembantu wasit. permainan ini dihentikan untuk istirahat selama 3 menit. salah seorang berhasil menjatuhkan lawannya. .

Jumlah bendera sesuai dengan jumlah lintasan yang dipakai. jalan raya (bila memungkinkan).76 g.  Berat terompah seluruhnya untuk teromaph 3 orang 4 kg ( sepasang) terompah 5 orang 8 kg (sepasang). lapangan umum. 5. 3. remaja. . rata seperti stadion. Kabupaten Kampar. Panjang atau jarak lintasan: 50 meter.5 meter). E. Peraturan Permainan 1. Riau. maupun Rokan dibagian Hilir. Nomor dada dan stopwatch. 4. terompah pangjang sudah merakyat. Ukuran terompah:  Panjang terompah untuk 3 orang 141 cm. D. bendera dibuat dari kain atau kertas berwarna meerah dan biru berbentuk segitiga dengan ukuran bendera 27 cm. baik Rokan Kiri maupun Rokan Kanan. dewasa putra dan putri. mengisi waktu luang dan memupuk sikap kerja sama (kekompakan team). Sasaran Anak – anak. Terompah. b.  Panjang terompah unutk 5 orang 235 cm. Antar lintasan diberi garis dari kapur 5 cm. Ujung lintasan diberi garis start dan garis finish.5 cm. B. dan kemampuan kerja sama meningkat. terompah dibuat dari bahan balok / papan yang tebal karet / ban. yang dibagi menjadi 5 lintsan (masing – masing lintasan lebar 1. C.5 meter. Peralatan 1. Latar Belakang Permainan terompah panjang sejak dulu sudah ada didaerah sepanjang perairan Sungai Rokan.  Tebal terompah 2. seperti dibagian Siapi – Api. Bengkalis. Lapangan dibuat sedemikian rupa agardalaam pelaksanaannya tidak menghadap matahari. Manfaat Kebugaran meningkat. Bendera start (peluit start). Tujuan Berolahraga. Lapangan Permainan terompah panjang diadakan dilapangan terbuka. 55) PERMAINAN TEROMPAH PANJANG A. dengan lebar 7. Bendera – bendera kecil dari bahan: tangkai dari bambu dengan panjang 40 cm. dan paku. Memimpin pertandingan sesuai dengan peraturan permainan yang telah ditetapkan. Lapangan dan peralatan a.  Lebar terompah 10 cm. Kapur untuk membuat lintasan. ketegangan menurun. Kini. 2.

Sebelum perlombaan dimulai. f. Pemain Jenis kelamin laki – laki dan perempuan yang tergabung dalam regu putra dan regu putri. remaja 13 – 16 tahun. Sebaiknya para peserta memakai sepatu olahraga agar kjaki tidak lecet. Pada aba – aba bersedia. b. Regu dianggap sah. Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan lintasan masing – masing regu. peserta siap untuk melakukan jalan. .77 2. Peseta / regu dianggap gugur apabila. Jenis perlombaan Beregu 3 orang dan beregu 5 orang. siap. Bila memungkinkan adanya stop watch. 4. dewasa 17 tahun keatas. peserta berjalan secepat – cepatnya menempuh jarak 50 meter. h. boleh pada bahu atau pinggang. 3. menginjak lintasan peserta lain. regu yang gugur tidak perlu meneruskan sampai garis finish. terompah rusak ditengah jalan. Peserta regu berpegangan satu sama lain. stop watch dihidupkan dan pada saat peserta dan ujung terompah paling belakang melawati garis finish stop watch dimatikan. dengan sengaja mengganggu peserta lain. i. Sebelum perlombaan dimulai. maka pada aba – aba ya. kemudian diberi nomor (dua) untuk dipasang di dada bagi peserta yang paling depan dandi punggung pemain paling belakang. e. g. Aba – aba ya. Regu juga masih dianggap sah. peserta dari masing – masing regu berdiri dibelakang garis start di samping terompahnya. Regu yang sudah diteliti kelompok usianya. k. ya (peluit dibunyikan atau bendera start dikibarkan). Aba – aba siap. usia para peseta diteliti untuk menentukan kelompok usia. dan untuk menentukan urutan pemberangkatan dalam perlombaan. Jalannya permainan a. Kelompok umur anak – anak 9 – 12 tahun. apabila peserta terakhir dan ujung terompah bagian belakang melewati garis finish dengan tidak ada kesalahan selama dalam perjalanan. peserta berdiri diatas terompah dengan jari – jari kaki masuk kedalalm setengah lingkaran karet dan berpegangan satu sama lain. Seluruh peserta dibagi dalam seri setiap seri maksimal 5 regu sesuai dengan jumlah lintasan (disesuaikan dengan jumlah regu peserta).tidak berhasil mencapai garis finish. Undian dapat dilaksanakan paling lambat satu hari sebelum perlombaan dimulai. Aba – aba dalam perlombaan diberikan oleh juri pemberangkatan adalah bersedia. Peserta dibagi dalam regu yang terdiri dari 5 orang atau 3 orang sesuai dengan jenis yang diperlombakan. Petugas lintasan berdiri dibelakang peserta dan memperhatikan regu pada lintasan masing – masing dengan membawa bendera biru merah. waulupun regu tersebut jatuh kedepan tetapi kedua kaki masih kontak pada terompah meskipun tangan menyentuh tanah. salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah artinya salah satu kaki atau kedua kaki tidak ada kontak dengan terompah. c. j. d.

 Juri pemberangkata bertugas untuk.  Jumlah pemberangkatan 1 orang.  Pengambil waktu (apabila ada stopwatch). 7.  Sebelum start dimulai.  Aba – abab yang diberikan adalah: bersedia.  Juri pemberangkatan dapat menentukan sah atau tidaksah start yang dilakukan oleh setiap peserta. pengawas lintasan mengacungkan bendera keatas dan berjalan di belakang mengikuti peserta sampai garis finish. ya atau peluit dibunyikan.  Pada saat peserta mulai berjalan. regu yang gugur dalam babak final tidak mendapat juara.  Juri kedatangan berada dibelakang garis finish. pengawas lintasan berdiri di belakang peseta yang akan diawasi sambil membawa bendera biru ditangan kanan dan bendera merah di tangan kiri. .  Pengawas lintasan bertugas unutk:  Mengawasi lintasan selama permainan berlangsung.  Sebelum start dimulai. Petunjuk Perwasitan Untuk melancarkan jalannya permainan terompah panjang.  Juri kedatangan bertugas untuk:  Menentukan dan mencatat urutan kedatangan peserta.  Kemudian juri pemberangkatan memperingatakn agar peserta tidak menginjak / melewati garis start. juri pemberangkatan memanggil peseta untuk berdiri dibelakang agris start dalam lintasan masing – masing.  Pencatat waktu (apabila ada stopwatch). Apabila menggunakan bendera maka pada aba – aba ya bendera dinaikkan / digerakkan keatas. Petugas Petugas terdiri dari. juri pemberangkatan mengambil tempat dibelakang peserta dan tangan yang megang bendera direntangkan lurus kesamping. Apabila pengawas mengacungkan bendera biru.78 5. maka permainan peserta tersebut sah.  Memberi aba – aba pada pemberangkatan peserta dengan mempergunsksn bendera start atau peluit.  Dalam memberikan aba – aba. Tetapi apabila peserta melakukan kesalahan maka bendera biru diturunkan dan bendera merah dinaikkan dan regu peserta dianggap gugur. Pemenang Regu dinyatakan sebagai pemenang apabila regu tersebut paling cepat memasuki garis finish. perincian tugas darei masing – masing juri / wasit. siap. 6.  Pengawas lintasan 5 orang (diseduaikan jumlah lintasan)  Juri kedatangan lima orang. diperlukan petugas sebagai juri / wasit.

2 detik. dewasa.79  Pengambil waktu bertugas untuk:  Menghitung waktu dari mulai aba – aba ya atau peluit dibunyikan sampai peserta menginjak atau melewati garis finish. D.  Tebal garis 4 cm.  Pada saat starter memberi aba – aba ya atau peluit dibunyikan . pengambil waktu menghidupkan stopwatch. 56) PERMAINAN LARI BALOK A.  Pencatat waktu berada dibelakang garis finish disamping pengambil waktu. dan pada saat peserta paling belakang dan ujung terompah paling belakang tepat berada digaris finish / melewati garis finish. mengurangi ketegangan dan kompetitif. stopwatch dimatikan. remaja.  Panjang minumum 15 meter  Lebar 7 ½ meter dibagi 5 garis lintasan masing – masing 1 ½ meter. yang mana setiap habis melangkah pemain harus memindahkan balok yang dibelakangnya ke depan sebagai tempat berpinjak dan begitu selanjutnya. Lapangan dan Peralatan a) Lapangan  Lapangan terbuka. misalnya 10. Manfaat Kebugaran meningkat. Peraturan Permainan 1. Spesifikasi alat sebagai berikut :  Kayu  Ukuran balok : .  Waktu dicatat sampai dengan per sepuluh detik. Bentuk permainan berupa adu kecepatan menempuh suatu jarak tertentu diatas empat buah balok kecil menyerupai batu bata. semen maupun aspal). dan kecepatan atletnya. putra dan putri. tanah. b) Peralatan  Bahan dari kayu balok di mana permukaan tempat berpijak rata. Latar Belakang Lari Balok sering dilombakan pada perayaan Kemerdekaan RI. Permainan ini menuntut kelincahan.  Pencatat waktu bertugas untuk:  Mencatat waktu yang ditempuh setiap peserta pada formulir yang sudah disiapkan. Tujuan Berolahraga. dan ketangkasan meningkat.  Pengambil waktu berada atau bertempat dibelakang garis finish. C. keseimbangan. Sasaran Anak – anak. dan seterusnya. rata (rumput. B. E. ketegangan menurun.

siap. Ya peserta saling berlomba. f) Peserta dinyatakan gugur apabila :  Salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubungan dengan balok. e) Aba – aba perlombaan oleh wasit adalah bersedia. memberi aba – aba start pemberangkatan. ya. Pemimpin Perlombaan a) Wasit. mengawasi peserta yang telah tiba di finish e) Pencatat. mengikuti dan mengawasi lintasan dibelakang dari dari setiap peserta. b) Setiap peserta yang akan berlomba diberikan 4 potong balok. b) Klasifikasi :  Kelompok I : 6 – 10 Th  Kelompok II : 11 – 14 Th  Kelompok III : 15 – 18 Th  Kelompok umum : 19 Th keatas Jalannya Permainan a) Sebelum perlombaan dimulai para perserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umurnya masing – masing. 4.  Salah satu tangan atau kedua tangan menyentuh tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubugan dengan balok. Pada aba – aba bersedia peserta duduk jongkok diatas kedua balok.  panjang : 25 cm  lebar : 9 cm  tinggi : 4 cm  Berat balok : 50 gr – 100 gr  Bendera start : 60 x 90 cm (ukuran tidak mutlak)  Bendera kecil segi tiga mrah dan biru :27 x 37 cm Pemain a) Pemain lari balok bisa dimainkan oleh laki – laki maupun perempuan. mencapai garis finish (dengan ketentuan ke empat balok telah melewati garis finish). d) Juri kedatangan. mengawasi jalannya perlombaan. Siap kedua tangan siap memindahkan kedua balok lainnya. 5. mencatat nama/nomor peserta yang telah tiba di finish .  Dengan sengaja mengganggu peserta lain.  Keluar dari lintasan.80 2. b) Juri pemberangkatan. Pemenang Ditentukan berdasarkan peserta yang paling dahulu. d) Sebelum perlombaan dimulai para peserta duduk jongkok diatas 2 balok dibelakang garis start dan kedua tangan menyentuh balok dua lainnya yang terletak di belakang kedua balok yang diinjak. c) Peserta diundi untuk menentukan kelompok seri/urutan perlombaan. c) Juri lintasan. 3.

II : 60 – 69 kg. menggunakan seutas tambang. Tujuan Berolahraga.  Klasifikasi Berat untuk putra Kelas I : 50 – 59 kg. . Olahraga tarik tambang dimainkan beregu. Lapangan dan Peralatan a) Lapangan Lapangan yang dipergunakan dapat terbuka dan tertutup. III : 70 – 79 kg. tepi pantai yang datar/rata permukaan. remaja. 28.  Panjang lapangan : 40 s/d 60 M  Lebar lapangan : 8 M Pada pertengahan lapangan diberi garis. Sasaran Anak – anak. jumlah regu disesuaikan dengan keadaan. meningkatkan semangat kerja dan menurunkan ketegangan. 30 orang dsb.81 57) PERMAINAN TARIK TAMBANG A. Diantaranya stadion. jumlah anggota regu disesuaikan dengan keadaan. Dalam permainan ini sangat dominan kekuatan dan daya tahan regu. C. 20. pada pertengahan tali diberi tanda ( cat merah/kain merah ) dari pertengahan tali diberi 2 macam tanda yang masing – masing jarak 2. E. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. Latar Belakang Tarik Tambang adalah olahraga rakyat yang paling banyak dimainkan oleh masyarakat setelah olahraga panjat pinang. juga luar garis batas tarikan. boleh 10. 17. dan dewasa. memupuk semangat kerja sama dan sosialisasi. c) Peserta  Beregu putra atau putri. lapangan. III : 60 – 69 kg. II : 50 – 59 kg. Diameter tali : 5 – 10 cm. b) Peralatan Alat yang dipergunakan adalah sebuah tali tambang serat panjangnya 30 s/d M. IV : 80 kg keatas Berat untuk putri Kelas I : 30 – 49 kg. B. IV : 70 kg ke atas.5 M dari pertengahan tali. Pinggir lapangan sebaiknya diberi tanda dengan kapur atau tali. batas lapangan harus jelas supaya penonton tidak masuk lapangan permainan. Peraturan Permainan 1. D.

Sasaran Anak-anak. maka diadakan pemindahan tempat. peserta sudah memegang tali serta konsentrasi untuk mendengar aba – aba berikutnya. . C. Kemudian diadakan tarikan lagi dan jika terjadi seri maka sebelum tarikan ketiga diadakan lagi undian untuk memilih tempat setelah lebih dahulu istirahat. Pemenang Apabila satu regu dapat mengalahkan regu lain dengan 2 – 0 atau 2 – 1 ( kalau terjadi seri ). 58) PERMAINAN HADANG A. Pemimpin Perlombaan Wasit sebaiknya berjumlah 3 orang. tetapi panitia dapat menentukan sstem pertandingan disesuaikan dengan situasi dan kondisi. remaja. meningkatkan kekompakan tim. c) Wasit pertandingan memanggil pimpinan regu masing – masing untuk menentukan tempat. Tujuan Mengisi waktu luang. Manfaat Gembira. Jika salah satu regu dapat menarik melewati garis batas. 3. Latar Belakang Meski dimainkan hamper seluruh anak di Jabotabek. B. d) Wasit memberikan aba – aba siap. Pertandingan biasanya dilakukan dengan sistem gugur. 4. bendera merah itu diangkat apabila tanda merah tadi melewati garis batas tarikan. yang terdiri atas 1 orang wasit kepala yang bertugas langsung memimpin pertandingan dan dilengkapi dengan peluit. Kedua regu saling menarik tambang dan saling berusaha membuat tanda merah dari pertengahan tali dapat ditarik melalui garis batas. dewasa. D.82 2. b) Sebelum bertanding lapangan harus dikosongkan setelah ada panggilan dari panitia. Permainan ini ada di sebagian besar provinsi di Nusantara. acap memainkan hadang di malam hari saat bulan purnama. tetapi tidak ada petunjuk bahwa permainan hadang berasal dari Jakarta. dan bersosialisasi. Dua orang pembantu wasit bertugas mengawasi garis batas tarikan dan dilengkapi dengan bendera merah. Pembantu wasit juga bertugas menghitung jumlah masing – masing regu serta mengatur tata tertib keamanan pertandingan. Jalannya Permainan a) Undian dapat diadakan sebelum hari pertandingan pada saat pertemuan teknis. kebugaran meningkat. bermain. Anak-anak desa. jika ada aba – aba ya kedua regu melakukan tarikan.

83 E. Jam/stopwatch Meja. lapangan terbuka. Bentuk lapangan empat persegi panjang berpetak-petak Ukuran  Panjang 15 meter  Lebar 9 meter dibagi 6 petak masing-masing 4. halaman rumah.  Kapur/cat/line paper.5 m x 5 m. . Peralatan  Bendera untuk hakim garis dengan ukuran 30 x 30 cm. d. Peraturan Permainan 1. g.  Lapangan permainan ditandai dengan garis selebar 5 Cm. Lapangan dan Peralatan a. jalan raya. Gambar Lapangan Hadang c. Cat dan line paper digunakan apabila lapangan di atas lantai semen dan jalan beraspal. gedung olahraga. kursi Alat tulis Formulir pertandingan untuk mencatat susunan pemain dan hasil pertandingan. 9 meter 15 meter Peluit diperuntukkan pada kedua wasit yang akan memimpin pertandingan. b.  Garis pembagi lapangan permainan menjadi 2 bagian memanjang disebut garis tengah. warna kuning dan merah berbentuk segi empat. tangkai 40 cm. gedung pertemuan) atau di ruangan terbuka (stadion terbuka.  Papan nilai untuk mencatat nilai (papan tulis atau white board). e. Lapangan Lapangan permainan dapat dibuat di ruangan tertutup (stadion tertutup. Kapur digunakan apabila lapangan permainan di rumput atau tanah. f. apabila memungkinkan).

f. Waktu time out dicatat posisi pemain. dan 3 orang pemain cadangan. e.  Mengganggu jalannya permainan. masing-masing satu menit selama pertandingan. Timeout Time out satu kali untuk tiap regu.  Berbalik masuk petak yang telah dilalui.tidak boleh mengepal. Penyerang berusaha melewati garis di depannya dengan menghindari tangkapan. atau sentuhan dari pihak penjaga. Setiap regu diharuskan memakai kostum bernomor dada dan punggung ukuran 15 cm dari nomor angka 1 sampai 8. Timeout diberikan atas permintaan pelatih atau manajer kepada petugas meja. d. Penjaga berusaha menangkap atau menyentuh penyerang dengan tangan terbuka dan jarh-jari tangan. dalam posisi kedua kaki berpijak di atas garis atau salah satu kaki berpijak di atas garis sedangkan satu kaki lainnya dalam keadaan melayang. jam dimatikan. Jalannya permainan a. Waktu time out.84 2. b. Setelah time out posisi pemain seperti sebelum time out. Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu. Regu penjaga menempati garis jaganya masing-masing dengan kedua kaki berada di atas garis sedangkan regu penyerang siap untuk masuk.. Seragam pemain 4. Pemain penyerang dinyatakan salah apabila:  Kedua kaki keluar dari garis samping kiri dan kanan lapangan. Terdiri dari 2 regu masing-masing 5 orang. Regu putra dan regu putri 3. b. Pergantian untuk regu: Pergantian regu penyerang men-jadi penjaga atau sebaliknya diadakan oleh wasit dengan membunyikan peluit setelah:  Penjaga menangkap atau menyentuh penyerang . Permainan dimulai setelah wasit membunyaikan pluit. c. Kapten regu diberi tanda di lengan kanan berbentuk pita melingkar. yang kalah sebagai penjaga dan yang menang sebagai penyerang. 6. 5. g. Lamanya permainan Lamanya permainan 2 x 15 menit bersih dan istirahat 5 menit. Pemain a.

fungsi dan wewenang yang sama c. Bagi pemain penyerang.85  Terjadi butir 6 di atas  Apabila tidak terjadi perubahan posisi selama 2 (dua) menit. pergantian dan pada saat time out. . Penggantian pemain diadakan pada saat permainan sedang berhenti (pada saat istirahat.  Apabila permainan babak kedua dilanjutkan posisi pemain sama seperti saat permainan dihentikan. apabila:  Menyentuh penyerang dengan tangan dikepal atau meninju penyerang. Pemain yang berhasil melewati garis belakang s/d garis depan diberi nilai satu. .  Apabila permainan telah berjalan selama 15 menit wasit membunyikan pluit tanda istirahat dan posisi pemain dicatat. j. waktu istirahat. apabila:  Menggait kaki penjaga. 9.  Mengganggu penjaga yang sudah dilalui. Setiap pertandingan. Demikan seterusnya permainan berjalan tanpa berhenti kecuali kalau dihentikan oleh wasit karena tertangkap/ tersentuh. 8. Tiap regu diberikan paling banyak 3 kali penggantian pemain selama pertandingan). b. Bagi pemain penjaga. Wasit memberikan tanda dengan membunyikan peluit. pemain membuat kesalahan dan waktu time out. dibantu dua orang hakim garis. Kedua wasit punya tugas. Wasit.  Apabila penyerang menginjak garis dan petak di belakangnya yang telah dilalui. dua orang pencatat nilai. 7. Hukuman dan sanksi a. Hakim garis dan pencatat nilai a. dipimpin 2 orang wasit. h. Nilai a.  Mendorong penyerang dengan sengaja  Menyerang wasit dan membuat keributan. b. Pemain yang telah berhasil melewati garis depan s/d garis belakang diberi nilai satu. i. Apabila penjaga atau penyerang melakukan pelanggaran pertama kali diberi kartu kuning dan apabila melakukan pelanggaran 2 kali diberi kartu merah dan nilai dikurangi 1 (satu). Istirahat. b.  Menyerang wasit dan membuat keributan. Setiap pemain yang telah berhasil melewati seluruh garis dari garis depan sampai garis belakang dan dari garis belakang sampai dengan garis depan langsung dapat melanjutkan permainannya seperti semula.

d. No. Saat-saat mencutat. Dua pencatat nilai ditempatkan di sudut garis depan dan garis belakang. dan meningkatkan keterampilan dan jiwa sportif. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi. meninting. Apabila terjadi nilai sama setelah waktu 2 x 15 menit berakhir. Pemain Nilai No. Tujuan Mengisi waktu luang. adalah saat-saat yang menyenangkan. Peraturan Permainan 1. dan ketangkasan meningkat. Tujuan Gembira.86 d. kecekatan. Pencatat nilai. pemenang ditentukan berdasarkan hasil undian/tos PERTANDINGAN HADANG PA/PI Regu : …………………………. Pemain Nilai Dada Dada Jumlah Jumlah 59) PERMAINAN PATOK LELE a. bermain. dan mematok. ketegangan menurun. Nilai/ angka dicatat di dua papan nilai (lihat gambar di bawah). memukul. Lapangan dan Peralatan a. Apabila masih tetap sama. kebugaran meningkat.. e. No. 10. b. Regu : …………………………. 2 X 15 menit. Latar Belakang Patok lele digemari setiap anak (tentu saja yang bias memainkannya). Manfaat Berolahraga. maka diadakan perpanjangan waktu selama 10 menit (2x5 menit) tanpa istirahat/ time out.. Lapangan . Penjaga garis memberi tanda dengan mengangkat bendera e. dan yang terpenting adalah jiwa sportif. No. c. Permainan ini mengasah ketrampilan. Penentuan Pemenang Pemenang ditentukan dari besarnya nilai setelah pertandingan berakhir.

 Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 15cm. Jarak 3 m dari lubang dan diberi tanda garis tinting. (lihat gambar). dan mematok. . garis tengah 2cm. b. Gambar: Dengan dua bata/balok berjejer dan ditidurkan Permainan. dan dipatok. maka tempat mencutat/mematok dapat dibuat dengan cara meletakkan 2 (dua) buah batu bata/balok berjejer sehingga dapat memungkinkan untuk mencutat/ mematok. dengan cara membuat lubang berbentuk elips atau segitiga. garis tengah 2cm. Peralatan Dalam pertandingan resmi. Alat ini untuk mencutat. (lihat gambar).  Bendera hakim garis  Kapur/cat/line paper  Peluit  Jam/stop watch  Alat tulis  Formulir pertandingan  Meja/kursi  Meteran. meninting. Tetapi jika permainan dilakukan di lapangan keras. memukul. peralatan yang tercantum dalam peraturan permainan ini merupakan kebutuhan yang diperlukan.  Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 45 cm.  Lubang tempat mencutat/ mematok  Lubang tempat mencutat/ mematok dibuat di atas lapangan f. Garis : Menarik garis. Alat ini yang dicutat.87 Patok lele dimainkan di lapangan terbuka: Bentuk: Mempunyai sektor 900 Ukuran: Menarik garis lurus dari ujung lubang tempat mencutat yang disebut garis batas (lihat gambar). mulai dari lubang tempat mencutat membentuk sektor 90°. ditinting. dipukul.

permainan diteruskan pada tahap berikutnya yang disebut tinting. Mencutat. kemudian dicutat.  Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya. baik putra dan putri. bila tidak ada lagi Cara mencutat Pemain maka diadakan pergantian dalam hal ini penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya. b. dalam hal ini berarti penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya. Seragam pemain Setiap regu diwajibkan memakai seragam yang bernomor dada dan punggung berurut angka 1 s/d 7. 5. maka regu penjaga mendapat cutatan mati. Jika tidak kena. Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu yang menang menjadi penyerang dan yang kalah bertahan/menjaga. 4. Lamanya permainan Permainan patok lele berdurasi 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit.  Janak diletakkan melintang di atas lubang/tempat mencutat. Ukuran nomor dada dan punggung 15 cm.  Jika tidak tertangkap oleh penjaga. Warna seragam kedua regu berbeda/kontras. Kapten regu diberi tanda di lengan berbentuk pita berwarna kontras dengan seragam. Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya.  Selanjutnya dilakukan  Kemudian utat diletakkan/dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat.  Jika janak yang dilemparkan mengenai utat. Pemain Setiap regu terdiri dari 5 orang dan cadangan 2 orang. maka janak harus dilemparkan penjaga dan diusahakan mengenai utat yang dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat. maka pemain yang bersangkutan mati. 3.  Jika janak tertangkap oleh penjaga. Meninting  Janak dipegang bersama utat dengan satu tangan. . maka diadakan pergantian pemain. bila tidak ada lagi pemain berikutnya.88 2.  Permainan dilakukan dengan 3 (tiga) tahap: a.

 Pemain yang melakukan tinting diperbolehkan mengambil posisi yang menguntungkan untuk memukul/menghempang janak dengan utat agar janak itu dapat kembali ke lapangan permainan. Kemudian ujung janak yang muncul di atas lubang dipukul atau di patok dengan utat sehingga .  Cam meninting dengan pegangan janak antara ibu jari dan telunjuk  Cara meninting dengan janak di atas pangkal ibu jari dan telunjuk  Jika janak tidak ditangkap. maka pemain berhak meneruskan permainan ke tahap berikutnya.  Jika janak tidak ditangkap.  Jika tahap kedua tidak mati. Mematok  Mematok dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara:  Di Lubang  Janak diletakkan membujur di lubang sehingga sebagian muncul ke permukaan.  Tinting dilakukan dalam batas daerah tinting. maka penjaga harus melemparkan kembali janak tersebut dari tempat janak jatuh ke arah lubang atau tempat mencutat. Pemukulan ini boleh ditangkap penjaga dan mendapat nilai tangkapan. maka pemain tersebut dinyatakan mati.  Jarak antara janak berhenti dengan lubang/tempat mencutat di ukur dengan meteran.  Pemain penyerang yang memukul janak di luar batas tinting dinyatakan mati.89  Selanjutnya janak dilemparkan sedikit keatas/dilepas dan kemudian dipukul dengan utat sekuat mungkin sehingga janak dapat melayang jauh ke arah lapangan permainan. maka penjaga harus melemparkan dan regu penjaga mendapat nilai.  Jika janak dipukul tidak kena.  Apabila jarak antara janak dengan lubang tempat mencutat kurang dari 1 (satu) meter. pemain tersebut dinyatakan mati. c.

. Jika janak kena dua kali. maka pemain tersebut dinyatakan mati. Jika janak kena satu kali. pukulan hasil pengembalian tintingan berhasil ditangkap oleh penjaga. Regu penjaga c.90 terungkit dan lemlempar ke atas. Dan bila berhasil memukul janak. tintingan. dan pemain tersebut berusaha meninting janak berulang kali.  Penggantian pemain  Penggantian pemain dilakukan sebanyak 2 (dua) kali selama permainan berlangsung. d.  Di atas batu bata sama halnya dengan di atas lubang. diukur dengan meteran dan hasilnya dikali kan dua dan seterusnya. jarak dari janak jatuh sampai pinggir lubang/tempat mencuat. 7. Jika regu penjaga berhasi! menangkap cutatan. pengembalian tintingan serta patokan dengan dua tangan mendapat nilai 10 (sepuluh). Penggantian pemain dilakukan setelah dilaporkan lebih dahulu kepada petugas meja/wasit. Bila penyerang tidak berhasil meninting atau memukul janak sewaktu terungkit ke atas. diukur dengan meteran. Penyerang permainan patok lele dinyatakan mati apabila:  Cutatan. maka nilai dihitung dari jatuhnya janak sampai ke lubang dan seterusnya diulang lagi dari mencutat. Regu penyerang  Pada waktu pengambilan tinting. meninting. jarak antara janak jatuh dengan lubang/tempat mencutat diukur dengan meteran (setiap meter mendapaat nilai1)  Pada jarak patok dengan ber-kenaan sebagai berikut: b. Selanjutnya diusahakan agar pukulan terakhir sejauh mungkin dari lubang tempat mematok. jumlah tintingan akan dikalikan dengan .jarak pu-kulan. Penilaian a. Dan jika satu tangan mendapat nilai 15 (lima belas). dan mematok. Penyerang dinyatakan mati a. 6. tintingan.

 Pengembalian tintingan oleh regu penjaga kurang satu meter di ukur dari lubang/tempat mencutat. menentukan siapa menjadi penyerang dan penjaga. patokan. 2 (dua) orang  Mengawasi tangkapan janak oleh regu penjaga  Mengawasi jatuhnya janak di dalam lapangan permainan atau di luar daerah permainan. baik didapat dart tintingan. baik tintingan. patokan.  Pembantu wasit . Jika babak pertama berakhir. Larangan dan sanksi .  Melakukan pengukuran yang diperoleh penyerang. Petugas meja a. Tugas wasit dan Pembantu wasit a. oleh regu penyerang dan tangkapan oleh regu penjaga. 10. janak kurang dari satu meter dari lubang/tempat mencutat. Mencatat waktu Tugas pencatat waktu adalah mencatat lamanya pertandingan berlangsung 2 x 20 menit dan istirahat 5 menit. serta melaporkan kepada petugas pencatat hasil (scorer). pertandingan diteruskan sesuai dengan kedudukan babak pertama. b. 9. c. Kemudian menjum-lahkan hasil yang diperoleh seluruh pemain. 8. sedangkan regu penyerang masih ada yang belum bermain maka untuk babak kedua. Wasit utama : 1 (satu) orang)  Melakukan undian.  Pada waktu melakukan cutatan. pukulan hasil pengembalian tintingan maupun pukulan hasil pengembalian tintingan dan patok yang jatuh di luar lapangan permainan. b.  Pada waktu melakukan tintingan maupun patokan tidak diperbolehkan melawati garis batas.91  Janak hasil cutatan. Penentuan pemenang a.  Hasil akhir yang diperoleh masing-masing regu diberikan kepada kapten regu dan wasit untuk ditandatangani. Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah nilai yang terbanyak diperoleh setelah pertandingan berakhir 2 x 20 menit.  Memimpin jalannya pertandingan dari awal sampai akhir serta menentukan pemenang. tintingan. Pencatat hasil (scorer).  Mencatat hasil yang diperoleh pemain atas laporan wasit dan pembantu wasit.  Mencatat nama-nama pemain dan cadangan serta nomor dada/ punggung di dalam formulir pertandingan.

g. sawah sehabis panen. Bentuk: Persegi panjang Ukuran: Panjang 50 m. membakar benteng musuh. Sewaktu melakukan cutatan. dan lain sebagainya. bisa jadi Benteng terinspirasi oleh aksi peperangan tempo dulu. Peraturan Permainan 1. jalan raya (apabila memungkinkan). Lapangan dan peralatan a. tintingan. Denah lapangan/susunan petugas X =: Wasit 0 XI A d. Jika hal tersebut dilakukan regu penjaga. = Pembantu Wasit x = Regu Pemain = Regu Penjaga f. jika hal tersebutdilakukan oleh penjaga nilainya dikurangi 5 (lima). B. lapangan rumput/lapangan sepakbola. Seorang anak sedang bermain patok lele 60) PERMAINAN BENTENG A. C. Tujuan Berolahraga. Lapangan Lapangan terbuka antara lain: halaman rumah. Sasaran Anak-anak dan remaja. Pada waktu melakukan tinting penyerang tidak boleh melewati garis batas. maupun patokan.92  Regu penjaga dilarang menghalangi janak yang sedang dimainkan oleh regu penyerang dengan kaki/badan sengaja atau tidak sengaja. e. Latar Belakang Mengingat nama serta jenis permainannya. bermain benteng cukup mudah dan meriah. E. Lihat saja istilahnya :Ada tawanan. lebar 20 m . penyerang berhak mengulangi permainannya dengan bebas c. = Petugas Meja DLP = Daerah Luar Permainan dan tidak boleh ditangkap oleh penjaga. penjaga tidak boleh menghalang-halangi penyerang dengan jarak 2 (dua) meter. D. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi. Yang jelas. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani/ meningkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan. Pada waktu pengembalian tinting penjaga dilarang melemparkan janak dengan sengaja ke tubuh penyerang. h.

Permainan ini dimainkan regu putra atau regu putri.93 Daerah benteng berbentuk lingkaran yang bergaris tengah 3 m dengan jarak 10 m dari garis belakang dan garis samping. Setiap regu terdiri dari 10 orang. tidak ada campuran. 3. Sebelum permainan dimulai diadakan undian. 2.  Peluit  Bendera Hakim Garis sebanyak empat buah dengan ukuran 30 cm x 30 cm dan tangkai 40 cm. Lapangan ditandai dengan garis selebar 5 cm. b. Jalannya permainan a. jam tetap jalan. Daerah tawanan: Berbentuk persegi panjang dengan ukuran: panjang 10 m dan lebar 1m.  Tiang bendera tingginya 2 meter dari permukaan tanah/lantai Gambar Lapangan Benteng 20 m 50 meter dengan garis tengah 5 cm. cadangan 4 orang. Setiap pemain berfungsi sebagai pemancing atau yang dikejar dan juga berfungsi sebagai pengejar. Ada dua bendera benteng dengan ukuran 40 cm x 30 cm dengan warna berbeda. Peralatan  Bendera. Yang menang dapat memilih tempat atau lebih dulu memancing.  Jam/stop watch  Alat tulis  Meja/kursi  Formulir pertandingan  Lamanya permainan  Lamanya permainan 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit. Saat penawanan.  Kapur/cat untuk membuat garis lapangan permainan. b. b. Seseorang pemain mengejar . Seragam pemain  Setiap pemain diwajibkan memakai pakaian seragam yang bernomor dada dan punggung 1 sampai dengan 14 berukuran 15 cm. Pemain a.

. apabila pemain lawan lebih dulu meninggalkan bentengnya dan ia menjadi orang yang dikejar oleh pemain lawan. Anggota regu yang tertangkap atau yang keluar dari lapangan permainan akan menjadi tawanan dari pihak lawan. semuanya dapat dibebaskan dengan jalan menyentuh salah seorang dari tawanan itu dengan ketentuan satu sama lain dalam keadaan berpegangan/bergandengan. Selama permainan berlang-sung setiap regu diperbolehkan mengadakan penggantian pemain paling banyak empat kali. Penggantian pemain a. empat (4) orang pembantu wasit dan dua (2) orang pencatat nilai. d. Penggantian pemain diadakan waktu permainan berhenti (istirahat. e. Setiap wasit yang memimpin per-mainan/pertandingan diwajibkan memakai seragam T.  Menyerang wasit atau membuat keributan. c. g. Hukuman dan sanksi Hukuman dan sanksi diberikan kepada pemain apabila:  Menyentuh pemain lawan dengan tangan  Mendorong lawan dengan sengaja atau menggaet kaki lawan. 5. tugas diserahkan kepada salah seorang anggota regunya yang belum tertangkap. Penggantian atas permintaan officials yang disetujui oleh wasit. 6. pembantu wasit dan pencatat nilai a. Wasit berada di dalam lapangan dan pembantu wasit berada di luar lapangan. Bagian tubuh termasuhk kostum/kelengkapan. penawanan dan penghukuman). Setelah salah satu regu bentengnya terbakar. apabila salah seorang atau lebih regu lawan dapat membakar benteng dengan ca-ra menginjakkan salah satu kakinya di benteng lawannya. permainan dilanjutkan dengan ketentuan regu yang berhasil membakar benteng lawannya berfungsi lebih dulu sebagai pemancing. Bila kapten regu tertangkap. Permairran/pertandingan dipimpin oleh dua (2) orang wasit.94 pemain lawan. 4. b. Kapten regu ditandai ban/pita di lengan kanan dan bertugas mengatur setiap anggota regunya. Tawanan yang berkumpul di daerah tawanan dapat bebas kembali apabila teman seregunya yang belum tertangkap dapat membebaskan dengan jalan menyentuh bagian tubuh te-mannya. Cara menangkap lawan cukup dengan menyentuh bagian tubuh lawan dengan tangan terbuka. Benteng suatu regu dinyatakan terbakar. Wasit. Tawanan yang lebih dari satu orang. f. shirt warna kuning dan celana warna hitam.

D. Denah Lapangan dan Penempatan Petugas wasit 20 m 50m 61) PERMAINAN DAGONGAN A. Penilaian dan penentuan pemenang a.95 7. Dlaam permainan tarik tambang. pemenang ditentukan berdasarjumlah tawanan. menigkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan. Yang dimaksud nilai sama adalah jumlah pembakaran sama atau sama sekali tak terjadi pembakaran. Setidaknya. Tujuan Berolahraga. Lapangan dan Peralatan a. Penentuan pemenang  Regu paling banyak membakar benteng lawannya dinyatakan sebagai pemenang. Regu paling banyak menawan lawan dinyatakan menang. C. memupuk semangat kerjasama dan bersosialisasi.  Apabila 1) dan 2) tetap sama. B. Latar Belakang Secara mudah. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. c. bermain dagongan adalah kebalikan dari bermain tarik tambang. dalam cara bermain. pemenang ditentukan dengan undian/tos. Lapangan 18m 2m . Peraturan Permainan 1. kedua regu saling tarik menarik sekuat tenaga sedangkan dalam dagongan kedua regu saling dorong untuk mencari kemenangan. b.  Apabila nilai sama. Penilaian Setiap pembakaran dihitung satu nilai.

garis – garis batas 2 buah garis samping.5 m dari garis tengah.  Formulir pertandingan . 2 buah garis terang. ukuran 30 x 30cm berwarna merah kuning berbentuk diagonal. Bentuk lapangan persegi panjang dengan ukuran 2 meter x 18 meter. Kapur untuk menggaris lapangan dan lakban yang digunakan 2 warna. 1 buah garis tengah. Peralatan  Bamboo harus lurus dan kuat. Garis serang adalah batas kaki pemain saling depan berjarak 2. merah untuk batas tengah bamboo.96 Lapangan harus rata dan datar dan diutamakan berumput. Biru untuk batas pegangan. panjang 10m dengan garis tengah 6cm. b. digunakan oleh hakim garis. Garis tengah adalah garis yang membagi dua lapangan sama panjang sebagai batas akhir penyerangan dari masing – masing regu yang mendorong.  Bendera 2 buah.  Kapur/lakban.

b. Beregu Putra Kelas A : 50 – 59 kg Kelas B : 60 – 69 kg Kelas C : 70 – 79 kg Kelas D : 80 kg ke atas b. satu pasang untuk mencatat nilai dan pelaoran pergantian pemain. Lamanya Permainan Lamanya permainan menggunakan system 2 kali menang. dan memeriksa posisi silang dari kedua regu. 7. Dalam melakukan dorongan bamboo berada dan sejajar di dada. Pergantian pemain Pergantian pemain harus diminta oleh kapten regu. 6. Apabila score seri maka wasit melakukan undian kembali untuk menentukan siapa yang akan memilih tempat. e. Seragam Pemain Kedua regu wajib memakai kostum dada/ punggung dimulai dengan angka 1 s. Sebelum permainan dimulai. d. Pemain Beregu putra dan putri dengan jumlah pemain 5 orang cadangan 2 orang. Nomor Pertandingan a. 4. Wasit member aba – aba siap. c. Pluit dibunyikan apabila salah satu regu telah dinyatakan kalah.d 7.97  Meja/ kursi. dilakukan pada saat : . f. Aba –aba yaa kedua regu saling mendorongkan bamboo lurus ke depan lawan. Jalannya Permainan a.49 kg Kelas B : 50 – 59 kg Kelas C : 60 – 69 kg Kelas D : 70 kg ke atas 5. Salah seorang yang manjadi kapten memakai pita pada lengan sebelah kanan. selanjutnya melaporkan kepada pencatat nilai dan wasit. Salah satu tangan mengapit bamboo pandangan lurus ke depan lawan. Permainan selesai jika adaa yang berhasil melakukan 2 dorongan. Beregu Putri Kelas A : 46 . wasit memanggil kedua kapten regu untuk melakukan undian. 3. Interval antara dorongan pertama dengan dorongan kedua adalah 3 menit.  Peluit 2. seluruh pemain memegang bamboo untuk siap dalam posisi melakukan dorongan. sedangkan apabila terjadi draw ( seri ) lamanya 5 menit. Kedua hakim garis menghitung jumlah pemain.

Apabila satu regu berhasil mengalahkan lawannya pada set pertama maka dinyatakan sebagai pemenang. Perpindahan tempat 8. Apabila 3 orang pemain keluar dari garis samping maka regu tersebut dinyatakan kalah. c. Nilai/ Score dan Pemenang a. Larangan a. spike. b. sepatu golf. b. Memakai sarung tangan c. Hakim Garis. Regu/ pemenang adalah regu yang berhasil mendorong/ mengalahkan lawannya dengan nilai 2 – 0 atau 2 – 1.98 a. Wasit. Dua orang hakim garis :  Menghitung jumlah pemain  Membantu wasit dalam pengawasan garis c. Regu yang melanggar ketentuan tersebut dikenakan diskualifikasi. dan yang serupa. . Mengubah posisi pada saat mendorong. Sebelum pertandingan dimulai b. 9. Seorang pencatat nilai  Mencatat hasil nilai ( score )  Mengumpulkan daftar nama. Memakai sepatu bola. 10. Pertandingan dipimpin oleh : a. Seorang wasit yang bertugas :  Mengundi sebelum pertandingan dimulai dan apabila terjadi seri  Memberi aba – aba  Menentukan sah/ tidaknya suatu dorongan b. dan Pencatat Nilai.

Pada awalnya sumpitan ini dipakai sebagai alat berburu. B. Peraturan permainan 1. Lapangan dan peralatan a. Jarak menyumpit putra adalah 15 meter. . Lapangan Lapangan tempat bermain sumpitan ditempat terbuka atau tertutup. 15 meter. Pisirr diikat menggunakan rotan. b. sesuai ketentuan jarak menyumpit. Latar Belakang Sumpitan merupakan permainan tradisional Indonesia yang banyak dilakukan oleh masyarakat pedalaman Kalimantan dan pedalamnan pulaupulau lainnya. dan meningkatkan ketrampilan. Sedangkan untuk putri. Besarnya gabus harus dapat masuk pada kaliber sumpit. Peralatan  Sumpitan terbuat dari katu atau bambu dan panjang 150-175 cm. sepanjang memiliki panjang yang cukup. Tujuan Mengisi waktu luang. dan 25 meter. disisi atas dari ujung batang sumpit dipasang sepotong kawat sejajar dengan batang sumpit. C. terbentuk laras panjang yang terbuat dari kayu yang telah dilubangi atau bambu dengan anak sumpit yang terbuat dari bambu. Kawat tersebut berfumgsi sebagai pisir pada senjata api. Gabus ini berfungsi untuk meluruskan jalannya anak sumpit.  Pisir Untuk meluruskan pembidikan.  Kaliber Kaliber sumpit tidak ada standarnya tergantung kepada besar kecilnya besi untuk boor / besar kecilnya lubang bambu. remaja.  Gabus Pada pangkal anak sumpit dipasang gabus yang dibuat berbentuk kerucutt. biasanya sebesar pensil. 10 meter. dan terjauh 35 meter. bermain. Manfaat Kebugaran meningkat dan ketrampilan meningkat.99 62) PERMAINAN SUMPIT A.  Anak sumpitan panjang 25 cm terbuat dari bambu atau kalam (lidi enau). Cara bermain dengan menembakkan anak sumpit ke suatu sasaran yang telah ditentukan (target). D. Sasaran \ Anak-anak. dewasa E. 25 meter.

Jenis pertandingan a.hal ini untuk menjaga agar sumpitan tidak goyang. 8. Lingkaran paling tengah memperoleh nilai 10. Jarak Jarak nembak dengan sasaran disesuaikan dengan keadaan setempat. Cara meniup Setelah anak sumpit dimasukkan ke dalam kaliber sumpit. dengan konsentrasi dan menyiapkan udara sebanyak banyaknya dari rongga dalam mulut dan rongga dada denga meniup ke kaliber sumpit sehingga memungkinkan anak sumpit terlepas dengan kencang meninggalkan sumpitan menuju sasaran. Posisi berdiri b. kemudian sumpit diangkat diarahkan kesasaran dengan pertolongan pisir. Lingkaran tersebut dibuat warna warni sehingga menarik 6.100 2. kemudian kearah luar bernilai 9. Sasaran Sasaran adalah sebagaimana sasaran pada cabang olah raga memanah. kedua tangan menghadap keatas. Sudah barang tentu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Cara penyumpitan  Cara memegang sumpit Karena batang sumpit cukup panjang dengan kedua tangan pada pangkal sumpitan. Putra Jarak 15 m.anak sumpit dimasukan kedalam kaliber sumpit satu persatu. 25 m. sebelum dimasukkan kedalam kaliber sumpit. 4. Posisi jongkok 7. Mulut ditempelkan kekaliber sumpit. 35 m. Pemain Pemain dapat beregu dan dapat pula perorangan. hingga lingkaran paling luar nilai 1.  Memegang sumpitan tidak dibenarkan menggunakan alat bantu. Jumlah anggota regudisesuaikan dengan keadaan. anak sumpit diperhatikan dahulu kalau belum lurus harus diluruskan. Memasukan anak sumpit. 3. 7 dan seterusmya. misalnya: a. 5. .

kemampuan tangan untuk memegang batang sumpit agar tidak bergerak. dimana akan berpengaruh juga pada pembidik. sehingga besar kecilnya gabus akan terpengaruh terhadap besar kecilnya tiupan. 8. 15 m. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadapat efektifitas tembakan  Kemahiran menyumpit Kemampuan meniup. maka pengaruh akan angin sangat besar terhadap lurus tidak larinya anak sumpit tertutama angin dari samping. Banyak anak sumpitan yang digunakan dalam satu seri adalah 5 buah. Pembantu wasit  Mengawasi penyumpit sesuai dengan jarak yang ditentukan  Meneliti perkenaan yang sebenarnya  Melaporkan hasil kepada pencatat nilai 3. Wasit dan pembantu wasit 1.  Pengaruh angin Karena anak sumpit yang sudah ada gabusnya tersebut adalah benda yang ringan. Putri Jarak 10 m. Pencatat (scorer) Mencatat hasil / nilai yang diperoleh penyumpit atas laporan pembantu wasit. Sedangkan besar kecilnya batangsumpit juga akan berpengaruh berat ringannya sumpit. Wasit  Melakukan undian dalam menentukan seri  Memimpin jalannya pertandingan  Menentukan pemenang 2.  Batang sumpit Yang paling efektif batang sumpit adalah sepanjang sepeda ditambah sejengkal dari masing=masing penyumpit.  Anak sumpit Kehalusan membuat anak sumpit berikut gabus sangat berpengaruh terhadap laju larinya anak sumpit. 25 m. kemahiran membidik. . Oleh karena itu mata door yang digunakan untuk mengebor batang sumpit harus mata boor satu saja agar lubangnya tetap sama. Besar kecilnya kaliber sumpit akan berpengaruh terhadap besar kecilnya gabus. Ini berarti sumpit bukan pegangannya sangat berpengaruh terhadap tembakan. Lubang yang halus buatannya dan baik pemeliharaannya akan melancarkan jalannya anak sumpit.  Halus tidaknya lubang sumpitan.101 b.

Latar Belakang Permainan Gasing terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia. C. Panjang tali sesuai dengan kebutuhan gasing. Peraturan Permainan 1.5 meter Lebar : 6 meter 2. Kayu tersebut dibentuk menjadi gasing dengan ketentuan sebagai berikut : Tinggi : 11 cm Tinggi Kepala : 2 cm Garis Menengah : 7 cm Badan keliling : 11 cm b. dan lainnya.102 63) PERMAINAN GASING A. Tujuan Mengisi waktu luang. Sasaran Anak – anak dan remaja E. meningkatkan keterampilan dan bversosialisasi. B. misalnya teras kayu asam. Manfaat Bergaul. Lapangan Area tempat bermain gasing hendaknya yang rata serta tidak ditumbuhi oleh rumput. Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki berusia 7 – 17 tahun. Gasing Terbuat dari kayu yang keras. jambu. . Pangkal tali dibuat cincin sehingga dapat untuk memasukan jari tengah. Bentuknya persegi panjang dengan ukuran : Panjang : 7. dan keterampilan meningkat. Tali Terbuat dari daun pandan atau rami. Permainan ini mengandung sifat kompetitif karena sifatnya mencari kemenangan mengadu ketangkasan dan keterampilan memutar gasing. Pangkal tali tersebut agak besar dan berangsur – angsur menjadi kecil sampai ke ujung tali. Gasing terbuat dari kayu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menyeruapi jantung pisang bagian bawah. D. kemudian dipintal menjadi tali. Lapangan dan Peralatan a. Peralatan a. bisa dilakukan perorangan atau beregu. gembira.

terlebih dahulu diadakan undian. Pergantian pemain dapat dilakukan apabila pergantian inning banyaknya pergantian hanya 2 kali. II. IV. Dapat dimainkan secara perorangan dan beregu. gasingnya berputar di luar petak pasang dinyatakan mati dna nilai dikurangi 2. Pada inning ketiga dan seterusnya diadakan rotasi terus sesuai dengan urutan semula. g. Setelah itu. h. Apabila nilai sama maka permainan diperpanjang dengan 1 inning lagi. Cara undian ialah dengan memutar gasing oleh kedua belah pihak. maka regu bertahan secara serempak memasang gasing masing – masing pada perak yang telah ditentukan. b. Salah seorang dari regu bertahan. Setelah aba – aba dari wasit dengan peluit. 4. Kesalahan/ Pelanggaran a. b. j. Pemain a. Pelaksanaan Permainan a. dan VI ke V serta V ke I. c. Jika beregu.103 3. Permainan gasing dimainkan dalam waktu 10 inning. Regu penyerang di petak serang dalam keadaan siap untuk melempar dan regu bertahan berada di luar petak bertahan untuk siap melakukan pemasanagan gasing. Setelah peluit berbunti lagi maka regu penyerang menyerang gasing – gasing yang dipasang di petak pasang. Salah seorang dari regu penyerang. e. Untuk menentukan penyerang dan bertahan. artinya 10 kali sebagai bertahan dan 10 kali sebagai penyerang. Setelah inning ke V diadakan pergantian lapangan ( tempat ). satu regu terdiri dari atas 5 orang dengan 2 orang cadangan. Pada inning V diadakan pergantian lapangan ( tempat ). d. Pada inning kedua diadakan rotasi yaitu penyerang dan yang bertahan menjadi regu penyerang dan yang bertahan berada di petak no I. Lapangan tetap di tempat atau di lapangan masing – masing. i. c. waktu melempar gasing lawan menginjak garis ( CD/EF ) dinyatakan batal ( dis ). siapa yang gasingnya lebih lama berputar dialah sebagai penyerang terlebih dahulu. III. . regu penyerang menjadi regu bertahan dan regu bertahan menjadi regu penyerang. Lama permainan a. Permainan gasing pada umumnya hanya dilakukan oleh putra saja. f. 6. b. b. 5.

Pembantu wasit : 1 orang c. d. Wasit : 1 orang b. Wasit/ pemimpin pertandingan a. Penilaian a. f. Bila kena penyerang maka dapat nilai 3 dan keluar dapat nilai 5. maka penyerang boleh maju. maka regu penyerang boleh masuk ke daerah bebas untuk menyerang gasing tersebut. Penentuan pemenang a. d. Salah satu regu bertahan. gasing berputar di daerah bebas.nilai 5. 9. sedang gasing penyerang mengganti di petak pasang sedang gasing lebih lama berputar dari gasing lawan nilai 5. Gasing lawan dipasang terus mati dan barada di aderah bebas.nilai 5. g. maka penyerang nilai = 0. Perkenaan a. Gasing lawan terlempar ke luar petak pasang sedang gasing penyerang berada di petak lain. 7. e. gasingnya berputar dipetak kawannya dihukum dengan pengurangan nilai 1. 8. Salah seorang regu bertahan. e. Pemain bertahan yang memusang gasingnya di petak lain atau di daerah bebas dihukum dengan 1 pengurangan nilai. c. Denda/ hukuman pengurangan nilai 1 dan 2 jika dari pihak bertahan salah menempatkan gasingnya waktu perang. dan jika kena lemparan keluar dapat nilai 5. Pencatat : 1 orang . selanjutnya masih dapat dilempar oleh regu penyerang. Seperti no 1 tapi penyerang di petak lawan dapat nilai 4. Gasing lawannya kena dan terlempar ke luar petak pasang. Gasing penyerang lebih cepat mati. Gasing regu bertahan waktu dipasang terus mati di petak sendiri boleh dilempar. b. 10. c. b. jika kena tetapi tidak terlempar ke luar mendapat nilai 3. Gasing regu bertahan segera mati dan berada di luar petak pasang nilai dikurangi 2. d. Gasing dipasang dilempar kena dan ke luar. Dinyatakan menang ujika nilai paling banyak.104 c. Kena bisa nilai 3 kesemuanya berlaku jika gasing penyerang lebih lama berputar dari gasing yang bertahan. Gasing lawan terlebih dahulu mati maka regu penyerang dapat nilai 3.

G. C. Pelaksanaan Permainan 1.dilanjutkan dengan suit untuk menetukan kelompok yang bermain terlebih dahulu. Latar Belakang Permainan ini bernama Tujon yang memiliki arti tujuan atau sasaran. Manfaat Permainan ini dapatmengembangkan kepekaan panca indera manusia dan melatih ketepatan. Penentuan Kemenangan Kelompok atau regu yang paling banyak melempar batu dan mengenai kereweng maka itulah pemenangnya. : orang yang melempar batu ke sasaran : kereweng yang ditumpuk 2. D. 3. Sumber Permainan ini bersumber dari widarto-aji-kurniawan.blogspot. B. E. Peserta Untuk memainkan permainan ini dibutuhkan peserta minimal 2 orang atau kelompok yang jumlah dari keduanya harus genap.com/macammacam-permainan-tradisional . Peralatan yang digunakan Dalam permainan ini dibutuhkan kereweng atau pecahan genteng yang nantinya disusun.105 PERMAINAN TRADISIONAL PILIHAN 64) PERMAINAN TUJON A. Apabila batu yang dilempar itu mengenai sasaran dan kereweng tersebut jatuh. Dibagi menjadi 2 kelompok atau 2 orang yang berlawanan. Permaian ini dimainkan saat waktu luang. Kelompok yang menang nantinya melempar batu agar mengenai sasaran yaitu kereweng yang ditumpuk. F. Permainan ini memiliki sebuah sasaran atau tujuan yaitu berupa benda yang ada di tengah. maka kelompok yang berhasil itu segera menuju ke kelompok lawan untuk minta gendong. Membuat lapangan permainan/ area permainan. Boleh putra atau putri. Permainan ini kemungkinan berasal dari Yogyakarta karena dilihat dari namanya dalam bahasa jawa.

macanan 4 wong 1 macan. Walaupun tidak ada larangan bagi anak wanita untuk bermain. atau lainnya. Mereka saling berhadapan untuk saling mengalahkan. dan lainnya). macanan 8 wong 1 macan. Menurut sumber Sukirman (2004). seperti halma dan lainnya. keramik. bisa dimainkan secara beregu. B. Jika lebih. D. Ada empat versi dalam dolanan Macanan. mengasah otak. Setidaknya. dolanan ini sudah dikenal sejak sebelum Perang Dunia (PD) II. Sementara gambar berupa segitiga dan persegi empat bisa digambar dengan kapur. Dolanan ini banyak digemari oleh anak laki-laki karena bermasuk dolanan kompetitif. Hanya saja untuk saat sekarang sudah sangat jarang dimainkan karena tergeser dolanan modern lain. Mereka bermain di waktu senggang. Alat yang digunakan juga mudah dicari dan sederhana. sebuah alat yang dipakai untuk bermain. . yakni alat lain yang dianggap sebagai manusia. baik pagi. bisa menggunakan tempat berlantai tanah. namun kebanyakan dimainkan oleh anak laki-laki. siang. hanya sekitar 1 meter persegi. tegel. atau krangkeng.106 65) PERMAINAN MACANAN A. tanjung. Latar Belakang Mayoritas anak masyarakat Jawa. Pelaksanaan Permainan 1. yakni macanan 21 wong (orang) 1 macan. Alat dan Tempat Permainan ini cukup sederhana. yang hidup di era tahun 1970-an mengenal sebuah dolanan tradisional yang bernama Macanan. Peserta Dolanan Macanan sering dimainkan oleh anak laki-laki berusia di atas 10 tahun. dan macanan 3 wong 1 macan. seperti kerikil atau biji-bijian buah (seperti: sawo. asam. Merujuk namanya. menyesuaikan lahannya. Pertama – tama membuat arena atau gambar segitiga yang saling dihubungkan oleh garis tegak lurus dan mendatar. Namun. atau malam hari. asalkan rata dan nyaman. Manfaat Permainan memberikan manfaat berupa melatih kecepatan berpikir dan ketelitian serta kecermatan dalam melakukan sesuatu atau memutuskan sesuatu. E. sore. dianggap sebagai sebuah macan. pensil. setidaknya yang berada di daerah Yogyakarta. yang memang fungsinya menyerang pihak lawan. namun syaratnya harus tetap berpasangan. redi. dolanan ini harus dimainkan oleh 2 orang. C. tidak banyak menggunakan tempat untuk bermain. ada yang kalah dan menang. Syarat lokasi bermain bersih. atau benda lain. Gambar segitiga ini biasa disebut gunung. dolanan ini tidak berhubungan langsung dengan hewan macan atau harimau.

Yang menjadi batu berusaha untuk membuat macan terperangkap dengan membuat jalan macan tertutup. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E. F. Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah. Pelaksanaan Permainan a. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan. D. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain Mul-Mulan. Bisa menggunakan kerikil atau biji – bijian. Yogyakarta. C. Peserta melakukan suit atau undian untuk mencari yang menjadi batu dan menjadi macan. maka pemain B harus menggunakan kerikil. Menyiapkan peralatan yang akan digunakan.MULAN A. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan . maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. dkk. Penentuan Kemenangan Yang menjadi pemenang adalah yang menjadi batu namun paling banyak dapat menutup jalan macan. Bisa laki – laki atau perempuan. Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang. 3. Pengertian dari kata mul – mulan sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. 2004. Kepel Press 66) PERMAINAN MUL . Apabila ada dua anak.107 2. G. Sumber Permainan Tradisional Jawa. B. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Yogyakarta. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. Sukriman Dharmamulya. misalkan pemain A dan B. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. 4.

bisa dengan panjang hingga 30—40 cm. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. Dengan demikian gambar dolanan MulMulan sudah siap digunakan. Di sini. Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar.108 agar tidak keliru. keduanya harus melakukan sut. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai). Sisi terluar. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. ia main duluan. serta masingmasing membawa orang-orangan. Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan. Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. . dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah. c. Jika pemain A menang. Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai. d. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. Langkah pertama. Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar). kira-kira panjangnya 25—35 cm. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. Jika bermain di atas lantai atau ubin. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. b. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya.

C. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Filipina. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. Pelaksanaan Permainan e. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. misalkan pemain A dan B. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E. 1980/1981. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. Ahmad Yunus. maka ia harus menerima hukuman. Departemen P&K 67) PERMAINAN NERENSI A. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. Sukirman Dharmamulya.. jika pemain kalah harus menerima hukuman.109 F. menampar tangan. Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah. Sebenarnya permainan ini juga ada di Yogyakarta dengan nama Mul – mulan dan dam-daman. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. Jakarta. maka pemain B harus menggunakan kerikil. atau menyanyi. D. B. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. Pengertian dari kata nerensi sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. Apabila ada dua anak. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan . Bisa laki – laki atau perempuan. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. Yogyakarta. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. H. 2004. dkk. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan. Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain nerensi.

Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai. Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar). Sisi terluar. kira-kira panjangnya 25—35 cm. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. keduanya harus melakukan sut. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah. f. Dengan demikian gambar dolanan nerensi yang sudah siap digunakan. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. ia main duluan. . Langkah pertama. Jika pemain A menang. h. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong.110 agar tidak keliru. bisa dengan panjang hingga 30—40 cm. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. g. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. serta masingmasing membawa orang-orangan. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. Di sini. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. Jika bermain di atas lantai atau ubin. bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar. Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan. Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai).

I. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. Latar Belakang Pengertian dari permainan sur – suran ini kurang jelas namun sering diartikan sebagai tebakan. Ahmad Yunus. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. Alat yangDibutuhkan Dalam bermain permainan ini tidak membutuhkan peralatan apapun. Jumlah pemain di tiap kelompok minimal 3 orang. Apabila tebakan itu benar maka mak bilang ―selamat‖. Sukirman Dharmamulya. Dimainkan bersama – sama ketika waktu luang. Ada satu anak yang menjadi emak dalam permainan ini. E.111 F. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Jakarta. .. Peserta Dimainkan secara berkelompok. Setelah selesai menyanyikan lagu. Setelah itu mereka menyanyikan lagu Sur – suran. Yogyakarta. Asal permainan ini dari Jawa Tengah dan Yogyakarta. Permainan ini berupa gerak dan lagu sebagai pengantar permainan. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. menampar tangan. 1980/1981. Berikut lagunya : Sarsur kurunan mak Mak emake tretete Tak undange tretete Yen kecandak kanggo gawe Adhi mesti mati 2x Tak bedhile mimis wesi Tong tong bull 2x b. Bisa laki – laki atau perempuan. Departemen P&K 68) PERMAINAN SUR . D. B. C. dkk. atau menyanyi. Peserta dibagi dalam 2 kelompok. Pelaksanaan Permainan a. emak memanggil kelompok yang kedua untuk menebak yang dibisikan oleh kelompok 1. 2004. Manfaat Melatih bersosialisasi dengan teman sebaya dan melatih keberanian serta kekompakan dan kepekaan.SURAN A. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. maka ia harus menerima hukuman. Permainan ini dimulai dengan salah satu kelompok membisikan nama dari peserta kelompok lain. jika pemain kalah harus menerima hukuman. Satu orang menjadi mak.

com 69) PERMAINAN DAM – DAMAN A. Dam Daman ini bisa dimainkan kapan dan di mana saja. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 12 buah.daman. Yang paling banyak menebak benar maka yang menang. H. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain dam . G. Pelaksanaan Permainan i. misalkan pemain A dan B. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan agar tidak keliru. Sumber Permainan-tradisional-sur2an. G. Sebenarnya. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. .dimainkan oleh dua orang pemain. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna I. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. B.112 F. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Latar Belakang Permainan dam – daman ini berasal dari daerah Jawa Tengah. DAM! Kata-kata itu diucapkan oleh pemain yang melangkahi pion milik lawan mainnya. maka pemain B harus menggunakan kerikil. Kemudian pion yang dilangkahi itu menjadi milik si Pemain tadi. Bisa laki – laki atau perempuan. Apabila ada dua anak. Sedikit bercerita tentang permainan ini. Penentuan Kemenangan Apabila kelompok berhasil menebak maka dia menang dan apabila tidak berhasil menebak maka akan menggendong yang kalah.worpress. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung.

Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. l. Sukirman Dharmamulya. J. Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli . Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. Jakarta. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. 2004. menampar tangan. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. Departemen P&K 70) PERMAINAN DAMON A. atau menyanyi. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. keduanya harus melakukan sut. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. k. J. Di sini. Ahmad Yunus.113 j. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. jika pemain kalah harus menerima hukuman. maka ia harus menerima hukuman. Langkah pertama. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. Latar Belakang Damon adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang.. dkk. Jika pemain A menang. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. Setelah itu mereka membuat arena bermain yang berbentuk seperti ini. 1980/1981. Sumber Permainan Tradisional Jawa. ia main duluan. Yogyakarta. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada.

Penentuan Kemenangan Pemain yang paling banyak memasukan karet ke dalam lidi maka dialah pemenangnya dan berhak membawa pulang karet yang digunakan dalam permainan. Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah karetnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama. C. halaman. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet. Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama d. Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap. Alat yang Digunakan Karet gelang dan tempat untuk bermainnya dapat di kebun. Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan. H. Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan. Jumlah pemain minimal 2 orang.114 B. Pemain berusaha memasukan karet ke lidi yang ditancapkan. F. D. Pelaksanaan Permainan a. Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet. Peserta Anak – anak usia Sekolah Dasar baik laki – laki maupun perempuan. Sumber Permainan ini dicerikan dan dipraktekan pada saat pembelajaran mata kuliah permainan tradisional kelas PGSD Penjas A tahun 2009 di semester 4. kemudian c. gembira. . f. asalkan tempatnya datar. e. b. g. dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan. Sebelum permainan dimulai. Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah. Dan lidi untuk sasaran. Manfaat Manfaat permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman . G. Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal. E. secara langsung. dalam rumah. Pemain kedua meniup karet agar dapat mendekati sasaran yaitu berupa lidi yang ditancapkan di atas tanah. Namun orang dewasa pun dapat ikut memainkannya.

115 71) PERMAINAN GOBAK BUNDER .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful