1

PERMAINAN TRADISIONAL NUSANTARA
1) PERMAINAN MBURU KEWAN
A. Latar belakang permainan Permainan ini dibuat untuk mengisi kegiatan pada waktu sore hari,dengan cara menirukan orang yang sedang berburu binatang dengan cara melempar benda untuk menangkap binatang yang sedang diburu. B. Asal permainan Asal permainan ini adalah dari daerah pemalang dan sekitarnya C. Peserta Pesertanya adalah semua umur,baik anak-anak maupun orang dewasa dapat melakukan permainan ini.peserta minimal 10 orang dan maksimal tak terbatas. D. Alat yang diperlukan Alatnya adalah 2 buah bola plastik untuk bahan lemparan berburu E. Pelaksanaan Permainan Pertama di awali dengan diundi (hompimpah) untuk mencari 2 orang untuk menjadi pemburu dan sisanya menjadi binatang yang menjadi sasaran lemparan.nanti kalau ada anak yang terkena bola leparan dari pemburu,maka dia harus keluar dari arena permainan dan menjadi pemburu.dalam permainan ini tidak boleh melempar kearah kepala. F. Tempat dan waktu permainan Ditempat yang luas misalnya kebun,lapangan,pelataran rumah dll,dan biasanya dilakukan pada sore hari sambil menunngu maghrib G. Penentuan pemenang Dalam permainan ini yang menang adalah orang terakhir berada di lapangan permainan atau tidak tertangkap pemburu H. Tanggapan masyarakat Menurut masyarakat sekitar permainan ini cukup baik,karena dapatmenimbulkan kesenangan dan dapat melatih keterampilan dalam melempar dan menghindar I. Sumber Saya mengetahui dari mas ahmad yang dulu pernah melakukan prmainan ini.

2) PERMAINAN SASEGO’AN
A. Latar Belakang Permainan ini dinamakan ―Sasego‘an‖ ( bahasa lampung )yang artinya ―Main sumput-sumputan‖ atau sembunyi-sembunyian. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan permainan yaitu ― Menyembunyikan Sesuatu ―.

2

B. Peserta Permainan ini pada umumnya hanya dilakukan oleh anak-anak perempuan saja. Usia para peserta berkisar antara 7-13 tahun, dan dilakukan oleh sekurang – kurangnya 4 orang anak. Alat dan Fasilitas Permainan ini sebenarnya hanya semacam permainan sumput-sumputan yang hanya menggunakan peralatan sepotong kapur tulis, sepotong arang untuk menggambar, dan bagi masing- masing peserta sebatang lidi kecil kurang lebih 1cm, atau pecahan kecil dari beling kaca atau sebuah batu kecil yang gunanya unutk disembunyikan dalam permainan ini. Pelaksanaan Permainan Masing – masing anak (A,B,C dan D) duduk berjongkok di tanah saling bertolak belakang(membelakangi) dengan jarak masing-masing peserta kurang lebih 2 meter. Masing-masing anak ini membuat gambar segi empat dengan panjang sisi masing-masing segi ampat kurang lebih 10cm, kemudian segi empat tadi dibagi nenjadi empat bagian Setelah selesai,masing-masing memperlihatkan kepada peserta lainnya alat atau barang yang akan disembunyikan pada salah satu petak di dalam segi empat tersebut.Setelah itu masing-masing anak tadi mulai menyembunyikan alatnya pada salah satu petak dari segi empat tadi secara sembunyi-sembunyi dan hati-hati jangan sampai anggota lain mengintip tempat ia menyembunyikan alat tadi. Cara menyembunyikannya adalah dengan jalan menggali pada salah satu petak secara hati-hati jangan sampai terlihat ada bekas galian ataupun ada bekas timbunan pad tempat tersebut. Setelah penyembunyian di lakukan oleh masing-masing mereka harus mengatakan khadu, yang artinya sudah. Seterusnya ke empat anak (A,B,C dan D) bergiliran mencari alat permaian temannya yang disembunyikan tadi. Setiap orang hanya di bolehkan menebak dan mencari satu petak saja dan bagian yang lain untuk ditebak dan dicari teman-teman yang lainnya. Jika si A berhasil menebak tempat sembunyian si B dan berhasil menemukan alat si B, maka si B mempunyai utang 1 point. Selanjutnya si B kembali mennyembunyikan alatnya tadi pada salah satu petak tadi untuk ditebak dan dicari si C dan si D. Begitu seterusnya pada yang lainnya. Penentuan Kemenangan Siapa yang alat permainannya sering ditemukan teman-temannya itulah yang kalah, sebaliknya yang alat permainannya paling sedikit diketemukan teman – temannya itulah pemenangnya. Tanggapan Masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan diselenggarakan permainan ini, karena sifatnya hanya sekedar rekreatif dan tidak merugikan moral dan pendidikan anak-anak.

C.

D.

E.

F.

3

G. Sumber Suwondo, Bambang. 1983. Permainan Rakyat Tradisional Daerah lampung. Deprtemen Pendidikan dan Kebudayaan.

3) PERMAINAN SONDOK - SONDOKAN
A. Latar Belakang Permainan Tradisional di Kabupaten Kuantan Singini (Kuansing) angsur-angsur mulai menghilang dikalangan anak-anak di Kuantan Singingi, seperti Permainan Gasing. Begitu pula dengan Cerita Rakyat Kuansing seperti Ombak Nyalo Simutu Olang. Berikut ini adalah paparan tentang salah satu Permainan Tradisional Anak-anak di Kuansing. Sondok-sondokan adalah permainan tradisional di Kuansing tepatnya di Kenegerian Sentajo. Sondok-sondokan atau cari-carian merupakan permainan anak-anak tempo dulu, dimana permainan ini diangkat dari disebuah desa yang ada di Kenegerian Sentajo lebih tepatnya di Koto Sentajo. Koto Sentajo terutama pada dusun Gonting memiliki kontur dengan sedikit berbukit sehingga semakin nyaman digunakan untuk permainan Sondoksondok an, apalagi ditambah dengan adanya pelak milik masyarakat, dimana pelak ini semangkin menciptakan semangat permainan bagi para peserta, sebab didalam pelak ini selalu terdapat tumbuh-tumbahan yang ditanam pemiliknya untuk kebutuhan hidup sehari-hari seperti Pisang, Jeruk nipis, terong, Kunyit dan berbagai keperluan dapur lainnya. Dengan adanya berbagai tanaman dalam pelak Tersebut semakin elok sebagai tempat permainan ini. Ket : Sondok – sondokan : Cari – carian/ sembunyi Pelak : Kebun yang dipagar Tonggak : Tiang Olun : Belum B. Peserta Permainan Sondok-sondok an terbagi menjadi 2 Jenis Permainannya yaitu Tonggak Dingin dan Tonggak Bantuan, dimana kedua permainan ini mempunyai perbedaan, tonggak dingin biasanya dilakukan oleh anak-anak yang lebih kecil dari peserta Tonggak Bantuan, dimana peserta Tonggak Bantuan berumur antara 11 – 14 tahun, permainan tonggak dingin selalu dilakukan pada siang hari, sedangkan Tonggak bantuan Dilakukan Pada malam hari pada saat terang bulan, baik pada saat cahaya bulan penuh maupun pada cahaya bulan sabit, dimana pada saat bulan sabit akan lebih menantang karena cahaya dengan sedikit gelap dan samar-samar. C. Pelaksanaan Permainan Waktu permainan ini biasanya dilakukan setelah pulang mengaji sekitar jam 20.00 WIB, pada malam-malam sekolah biasanya sampai jam 22.00 WIB, tapi tidak terlalu sering permainan ini dilakukan pada malam-malam tersebut

dan tidak tertutup kemungkinan sampai jam 00. dimana tonggak yang pakai untuk permainan tersebut hanya 1 pohon. dimana pelanggaran yang dilakukan akan mengakibatkan kekalahan akan berpindah pada pihak yang melanggar aturan yang telah disepakati bersama. langkah berikut adalah menetapkan batas-batas persembunyian yang akan disepakati bersama. namun biasanya ditentukan dengan menunjuk pada objek-objek tertentu seperti jalan. Pinggir Sawah dan sebagainya.00 WIB. sebab dalam hal ini tergantung berapa jumlah yang ada pada malam itu. Lalu bagaimana isyarat bagi yang kalah bahwa satiap peserta betul-betul .  Cara Bermain Awal permainan ini dimulai dimana regu (2 orang) yang kalah dengan memejamkan/menutup mata sambil menghadap kearah tonggak. Kedua Melewati batas yang telah ditetapkan. sambil berlari biasanya salah satu atau beberapa peserta sambil mengucapkan olun-olun berarti waktu yang kalah untuk membuka mata belum selesai. rumah penduduk. Pada kesempatan ini juga membahas pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing regu. Ada dua pelanggaran yang harus diwaspadai oleh para peserta pertama memegang tonggak sebelum yang kalah memegang Tonggak tersebut. walaupun permainan dimalam hari pesertanya bukan saja laki-laki namun perumpuan juga tidak ketinggalan untuk ikut serta. dalam pembagian kawan ini bisa ditentukan secara langsung seperti sit jari dan bisa juga dengan cara undian. dimana pada malam minggu biasanya dilakukan sampai larut malam.  Alat yang Digunakan Dalam permainan ini menggunakan Tonggak sebagai alat bantu utama. biasanya permainan ini sering dilakukan pada malam minggu.  Aturan Permainan  Penetapan Kawan : Sebelum permainan dimulai maka harus dilakukan dulu penetapan kawan masing-masing. jarak terjauh dari tiang biasanya berkisar 250 M. jumlah regu yang akan bermain tidak terbatas.4 kecuali hari libur sekolah. idealnya dalam permainan paling sedikit sekitar 7 Regu atau 14 orang. kemudian pemenang sambil berlari mencari persembunyian. semakin banyak regu dalam permainan ini semakin seru dalam pelaksanaannya. dimana tonggak yang digunakan yaitu Pohon yang ada disekitaran lokasi permainan. dalam penetapan batas ini tidak terfokus pada jauhnya jarak. melalui musyawarah yang tidak terlalu lama biasanya batas-batas bisa ditentukan. dimana satu regu hanya terdiri dari 2 (dua) orang.  Penentuan Batas Apabila regu atau pasangan masing-masing telah didapat dan ditetapkan.

sebab kalau tidak akan menjadi rumit. D. setelah didapat peserta yang bersembunyi yang kalah harus kembali ke tonggak untuk memegang tonggak sambil menyebut nama peserta yang telah didapat. dimana saat kondisi seperti itulah yang kalah untuk membuka matanya. jangan sampai orang yang belum dapat atau ditemui memberi bantuan dengan memegang tonggak. dalam percarian kedua peserta yang kalah tersebut harus berpencar atau berpisah arah. Permaian candak ndodok dimulai dengan sebuah gambreng.  Sejarah Permainan Permainan candak ndodok ini merupakan permainan yang sangat unik. salah satu diantara mereka harus menjaga tonggak. Apabila semua telah bersembunyi suasana dalam keheningan malam akan terasa pada saat itu. dua orang yang kalah tadi bersiap untuk mencari setiap peserta permainan.sungaikuantan. Nilai yang Terkandung Hal-hal positif yang bisa diambil dari permainan sondok-sondok an/cari-carian yang harus ditanamkan sejak dini antara lain :  Keberanian dalam kemandirian  Kejujuran dalam aktifitas  Silahtuhrahmi antar peserta selalu terjalin E. Tentunya minus persiapan ditegur petugas keamanan ataupun persiapan menahan malu yang teramat sangat. Latar Belakang  Nama Permainan Candak Ndodok atau sering disebut dalam bahasa indonesia yaitu Petak Jongkok atau Tap Jongkok adalah salah satu permainan tradisional Indonesia yang tidak membutuhkan banyak peralatan untuk memulainya. setelah yang kalah memegang tonggak maka keduanya harus berbagi tugas.5 telah bersembunyi? Biasanya isyarat bagi regu yang kalah saatnya untuk membuka mata yaitu setelah tidak ada lagi terdengar suara peserta yang mau bersembunyi. Peserta yang kalah harus mencari sebanyak mungkin semua peserta yang menang kalau bisa semuanya ditemukan. ini dilakukan agar lebih konsentrasi dalam pencarian. Gambreng .html 4) PERMAINAN CANDAK NDODOK A. Sumber http://www. Bahkan permainan ini bisa dimulai di mana saja tanpa persiapan apapun. jika ini terjadi maka permainan harus di ulang dan yang kalah tidak akan berubah. mengapa demikian? Misalnya yang ada 10 Regu otomatis yang bersembunyi ada 9 regu dengan jumlah 18 orang.com/2010/02/permainan-tradisional-kuansingsondok.

posisi akan otomatis berubah. diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Untuk menghindari pengejar. Satusatunya cara untuk kembali berlari adalah pemain ditepuk oleh pemain lain yang masih berdiri dan tidak menjadi penjaga. Para target bisa meloloskan diri dengan cara berjongkok. Permainan candak ndodok ini berasal dari daerah Jawa Timur. Permainan petak jongkok ini. Pelaksanaan Permainan Dalam permainan ini tentu saja kita semua harus tahu dan mengerti cara bermain dengan baik. . Tentukan satu orang yang akan mengejar. Karena permainan permainan petak jongkok ini tidak sulit di mainkan bahkan mudah untuk di mainkan oleh anak-anak. C. 6. Pemain tersebut harus mengaktifkan pemain lainnya baru kemudian bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. Peserta Permainan ini dapat di mainkan oleh anak SD umur 7 sampai 12 tahun atau mulai dari kelas dua sampai dengan orang dewasa karena permainan ini boleh dimainkan oleh siapa saja baik laki-laki maupun perempuan. setiap anak boleh jongkok.6 adalah sebuah proses menentukan giliran yang biasanya dimulai dengan teriakan "Hom pim pah alaiyum gambreng!". membutuhkan lapangan yang luas dan jumlah peserta untuk melakukan permainan petak jongkok ini maksimal 10 orang dan minimal 5 orang karena kalau kebanyakan kasihan yang kalah atau yang akan jadi pengejar. Dan permainan seperti ini yang selalu dimainkan olek anak-anak ketika mereka libur sekolah atau pada waktu anak-anak SD istirahat menunggu bel masuk kelas. anak yang terakhir jongkok berarti akan menjadi pengejar menggantikan pengejar yang lama. Si penjaga harus mengejar pemain lainnya sampai berhasil menepuk (di mana saja) salah satu pemain. Anak yang berdiri dapat membangunkan anak yang jongkok. 5. 3. hal inilah yang menyebabkan permainan ini diberi nama ―Candak Ndodok‖. Bila jongkok berarti dia tidak dapat disentuh oleh pengejar. 2. B. Biasanya permainan dimulai dengan semua pemain lari berpencar menjauhi si penjaga. Bila si penjaga berhasil melakukan itu. Tetapi. Bila pemain yang berdiri hanya tersisa satu orang. D. maka pemain tersebut tidak bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. 4. Pemain yang jongkok dianggap tidak aktif dan tidak bisa mengaktifkan diri sendiri. sedangkan orang yang berjaga akan menjadi target penjaga. Begitu juga dengan anak yang tidak jongkok namun berhasil disentuh oleh pengejar akan menjadi pengejar selanjutnya. Orang yang ditepuk akan berjaga. Alat dan Fasilitas yang Diperlukan Dalam permainan candak ndodok ini para pemain hanya membutuhkan lapanga yang luas yang berbentuk persegi panjang.

Asal katanya dari isutan dan jarat. Mendorong pemain yang sedang berjongkok sampai terjatuh. Sedangkan ‗jarat‘ adalah istilah orang Banjar untuk tali yang ujungnya bersimpul untuk menjebak atau mengikat (seperti tali lasso di Amerika).7  Hal yang tidak boleh dilakukan 1. Sumber Sumber permainan candak ndodok ini saya dapat dari Hamid Nur dan permainan tradisional merupakan permaina anak tempo dulu yang sekarang hilang dimakan zaman. Latar Belakang Isutan Jarat adalah nama permainan tradisional yang berkembang di daerah Kalimantan Selatan. Lupa membangunkan pemain yang sedang berjongkok seharian penuh di lapangan. dan membangun EQ. Permainan seperti ini mengasah kemampuan otak. E. Namun. permainan tersebut berlangsung lama sampai para pemain merasa lelah dan capek jadi pemain yang menang dan kalah akan selalu berganti-ganti. Pada permainan ini tiap pemain berusaha mencari jarat pemain lainnya yang disembunyikan di dalam pasir dengan cara menusukkan bilah lidi/kayu/bambu. Tanggapan Masyarakat Dunia anak adalah dunia bermain. bagian inilah yang diambil oleh anakanak untuk membuat tali jarat. yaitu tali dari serat pohon pisang dan bilah kayu dari bambu atau jenis kayu lainnya. B. Sedangkan bilahnya terbuat dari kayu atau bambu yang diraut agak runcing dengan panjang tidak lebih dari lengan. Penentuan Kemenangan Untuk menentukan pemain yang menang dan kalah. F. Tetapi. kita lihat dari berlangsungnya permainan tersebut. Memaksa pemain yang sedang berjongkok untuk berdiri. . kemampuan membuat strategi. 2. kata isutan ini mungkin dari peralihan kata ‗usutan‘ yang berarti ‗mencari‘. Jadi isutan jarat maksudnya mencari tali yang bajarat (memiliki jerat). G. 3. Permainan ini sebenarnya menebak letak jarat yang ada di dalam pasir. Alat dan Fasilitas Peralatan bermain berdasarkan permainan aslinya. 5) PERMAINAN ISUTAN JARATAN A. sikap mudah bersosialisasi. Jika pemain yang dikejar maka dianggap menang dan pemain yang jadi pengejar maka dianggap kalah. Pohon pisang yang kering biasanya terlihat seratnya. tidak ada salahnya mengajarkan permainan yang mungkin sering dimainkan sejak kecil. Beragam mainan diciptakan untuk menghibur dan juga sebagai sarana pendidikan anak. Mulai dari mainan yang terbuat dari plastik hingga mainan elektronik.

E. ada yang menyembunyikan jarat dengan ujungnya berkelok-kelok sehingga lawan sulit menebak letak jarat sebenarnya. Pengaruh dari permainan ini adalah memberikan sifat sportifitas bagi anak-anak. Permainan isutan jarat tidak ada kaitan dengan jenis upacara atau peristiwa tertentu.  Setelah itu masing-masing anak menusukkan bilahnya ke dalam.  Keempat anak ini berpencar ke daerah pasir masing-masing untuk menyembunyikan jaratnya. ini bisa dilihat dari kejujuran saat menyembunyikan jarat dimana anak yang lain sepakat untuk tidak saling intip serta kejujuran untuk memasang lubang jarat yang sama lebar dengan pemain lainnya. Peserta Jumlah pemain isutan jarat minimal dua orang dan sebanyak-banyaknya empat orang.  Jarat yang ingin disembunyikan ditimbun perlahan-lahan dengan pasir agak tebal supaya tidak kelihatan. D. Waktu permainan bebas bisa dimainkan kapan saja kalau di kampung anak-anak (laki-laki dan perempuan) akan memainkannya saat sore menjelang mandi di sungai. .  Pemain yang berhasil bilahnya akan tersangkut di dalam jarat.  Begitu seterusnya tiap pemain bergiliran menebak jarat lawan F. Tempat orang sudah dirasa cukup karena akan terlalu ramai yang bisa menimbulkan kebingungan.  Tahap mencari jarat  Ditentukan dulu timbunan pasir siapa yang akan dicari duluan. Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini tidak ada konsekuensi kalah atau menang hanya memberikan kepuasan dan kebanggaan bagi anak yang berhasil mencari jarat atau anak yang jaratnya tidak berhasil ditemui lawan. Dua orang diperlukan karena akan ada posisi pasang tempat yang menyembunyikan jarat) dan posisi naik (yang mencari lubang jarat). Apabila semua anak yang giliran mencari sudah menusukkan bilahnya maka yang mempunyai jarak menariknya sehingga akan ketahuan siapa yang berhasil menebak jarat.8 C.  Ujung tali yang tidak memiliki jarat disisakan diluar untuk menariknya nanti. Tahapan Tahapan permainan :  Tahap menyembunyikan jarat :  Misalnya jumlah pemain ada 4 orang.  Teknik menyembunyikan jarat ini menentukan kelihaian tiap anak dalam bermain usut jarat. Tempat Lokasi permainan ini biasanya di pinggir sungai saat air surut atau di halaman rumah yang banyak pasirnya.

B. D.batu. Suku Tambi yaitu suku pendatang dari luar Kalimantan Timur. Latar Belakang Ceteran adalah permainan tradisional yang berasal dari sleman yang tidak diketahui secara pasti siapa yang membuat permainan tersebut.  Pihak lawan yang banyak kena peluru kertas itulah pihak yang kalah. diadakan hung pimpa untuk menentukan siapa yang akan menyerang terlebih dahulu. dewasa E.  Peralatan Bambu.permainan tradisional.com.  Pemain Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang jumlahnya tidak ditentukan.  Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimulai.  Permainan ini tidak boleh mengenai kepala. Latar belakang Disebut dengan nama tambi-tambian sebab pada waktu dahulu permainan ini dimainkan oleh anak-anak suku Tambi. Sumber http//www. Pelaksanaan Permainan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan lebih dominan dialam terbuka seperti : Dikebun dan lapangan. melatih indra penglihatan dan mengembangkan ketrampilan ketepatan pada target yang bergerak.mata.kuping. remaja. yang sekarang banyak ditemui di kota .TAMBIAN A. Sasaran Anak-anak.9 G.dapat bersosialisasi dengan yang lain. 7) PERMAINAN TAMBI . C.menahan emosi.dan penghadang lainnya. memupuk sportifitas.air dan kertas dijadikan sebagai peluru.dan leher. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang. Manfaat Memupuk sifat sportifitas.  Pemain yang kalah bisa bertahan terlebih dahulu sambil bergantian menyerang.  Selanjutnya pemain harus menyebar untuk mencari tempat bertahan seperti dibelakang pohon. 6) PERMAINAN CETERAN A.

10 Balikpapan. Tetapi tidak jelas dari mana asal usul permainan ini karena hampir semua daerah di Kalimantan Timur mengenal permainan ini. Yang ideal berjumlah 4 orang dan Maksimum 5 orang.  Karena yang menang pertama adalah E. C. permainan ini juga dapat dimainkan. Apabila tidak memungkinkan untuk membuat lubang. dan A masing-masing berdiri bersiap-siap pada lubang yang telah dipilih sebelumnya. E) berlari sedang B yang telah berhasil mengambil bola tersebut berusaha melempar temannya dengan bola tersebut sampai mengenai sasaran. maka E berhak bermain lebih dahulu (memasukkan bola ke dalam lubang lebih dahulu). D. Sasaran E sebenarnya adalah lubang milik E. A.  Apabila pada waktu E melempar bola dan masuk pada lubang B. B. dan apabila lemparan E tidak ada yang mengenai sasaran maka E tidak berhak melempar lagi. B. terdiri dan garis batas pelempar dan lubang-lubang sasaran yang dikelilingi dengan papan atau batu bata yang dijejer. Ada juga bentuk lapangan yang berbeda yaitu lapangan diberi batas ± 2 x 8 m. C. yakni sebuah lapangan yang datar yang berukuran ± 2 x 8 m. Suku ini berperawakan besar dan berkulit hitam. maka lubang permainan A diberi tanda (Biasanya dipakai tanda berupa serpihan kertas atau batu. tetapi gilirannya adalah pemenang undian ke-2 (yaitu B). Pelaksanaan Permainan  Persiapan Para pemain mengadakan undian lebih dahulu dengan hom-pim-pa atau suit. D. Di samping itu lapangan permainan yang dipergunakan dilengkapi dengan garis pembatas lapangan. sedang pada lubanglubang permainan tidak diberi penghalang. Peralatan atau perlengkapan yang dipakai dalam permainan ini dilengkapi dengan lubang sejumlah pesertanya dan lubang itu sebesar bola. Mempersiapkan lapangan permainan seperti tersebut pada gambar. Jumlah lubang yang dibuat harus sesuai jumlah pesertanya dan jarak antara lubang dengan papan penghalang kira-kira 10 cm. Para pelakunya pada umumnya anak-anak pria. yang menurut ceritanya mereka berasal dari Ceylon. Samarinda. karena permainan ini sangat membutuhkan tenaga lebih-lebih pada waktu diadakan hukuman. maka sebagai pengganti lubang dapat digunakan garis lingkaran yang agak besar. Tetapi apabila lebih dari 5 orang. Jumlah pemain dapat berjumlah 2 orang. Tanda ini adalah tanda kalah. Itulah sebabnya pada saat seorang . Mengenai latar belakang sejarah perkembangan permainan ini dulunya sering dimainkan oleh anak-anak dari suku Tambi. Tahapan Permainan  Misalnya pemain berjumlah 5 orang dan setelah diadakan undian maka berturut-turut yang menang adalah E. Maksud diberi penghalang ini adalah agar bola yang dilempar tidak bergulir jauh keluar lapangan permainan dan juga agar bola dapat mental kemudian menggelinding bebas masuk ke salah satu lubang. C. maka B dengan cepat mengambil bola dan sementara itu teman-teman yang lain (A. sedang B. Pada awalnya orang menyebut permainan ini dengan sebutan Tambi-tambian dengan model lapangan seperti pada gambar lapangan I.  Apabila lemparan B mengenai A. D. jadi A telah kalah 1 angka). Setiap pemain menentukan lubang permainannya masing-masing.

Keterangan : a. Dan selanjutnya jalannya permainan seperti pada poin c dan d di atas. D dan E). B. C. Permainan ini kembali seperti keterangan c dan d. balok atau papan a —— b = ± 4 cm b —— c = ± 10 cm . anak-anak itu lari menghindari lemparan. Di sini misalnya : A kalah 5 C kalah 4 E kalah 3 B kalah 1 D kalah 0 D melempar bola pada tubuh A sebanyak 5 kali. Nilai kalah yang terkumpul adalah sejumlah peserta permainan. Garis-garis tempat melempar bola b. sebab E kalah 3. Setelah selesai maka B menghukum A dengan 4 lemparan (sebab B kalah 1). sebab C kalah 4. Kemudian E menghukum A dengan 2 kali lemparan.  Setelah lubang A diberi tanda maka giliran melepar/memasukkan bola adalah B (karena pemenang kedua dalam undian). maka A harus dihukum oleh anak-anak yang bermain dalam permainan itu. Jadi apabila peserta permainan ada 5 orang dan sudah mencapai kalah dengan angka 5 maka permainan berakhir dan anak-anak memberi hukuman bagi yang kalah. untuk dilemparkan pada salah seorang anak. Penghalang dari batu bata. Maka berturut-turut yang menghukum adalah yang paling sedikit jumlah nilai kalahnya. Penentuan Kemenangan Misalkan di sini yang kalah 5 adalah A. C. Kemudian C menghukum dengan 1 lemparan. Jadi 5 (kalah A)-l (kalah B) = 4. Tetapi apabila dalam pelaksanan hukuman seorang anak yang sedang menghukum tidak mengenai sasaran (misalnya pada saat D melempar bola ke A dan tidak mengenai A. lubang-lubang permainan c.11 anak hendak melempar bola pada teman-temannya.  Pada setiap anak yang kena lemparan dinyatakan kalah dan pada lubang permainan miliknya diberi tanda kertas atau batu kecil. Setelah selesai kembali giliran B menghukum B dan seterusnya sampai hukuman selesai dijalankan. maka bola yang lolos akan diperebutkan kembali oleh anak-anak (A.

Pemain harus lebih dari satu orang. Dan merupakan permainan tradisional yang sering dimainkan terutama oleh anak laki-laki. Batu yang sedang 2. pemain biasanya tidak begitu banyak karena tempat juga merupakan faktor penentu. Dan batu itu sebagai sasaran. Apabila ada perempuannya maka dibagi supaya adil. permainan ini diturunkan secara turuntemurun sehingga tidak tahu pasti siapa yang menciptakannya. Pelaksanaan Permainan  Alat dan Fasilitas 1. Misal pemain ada 4 maka bisa dibuat regu atau kelompok dua lawan dua. Garis batas untuk awalan jaraknya disesuaikan dengan kemauan saat bermain 3.12 8) PERMAINAN GANDON A. Semua pemain yang pertama kali melakukan harus menggunakan kaki. Misal 5 batu. melempar dengan kaki untuk berusaha mengenai batu yang dipasang sebagai target. Awalan yaitu dengan suit untuk menentukan siapa yang memulai dahulu 4. Didaerah saya yaitu di Banjarnegara. 6. C. Setelah itu baru mengincar batu target dengan dilempar menggunakan tangan tetapi dengan cara kaki satu diangkat dan batu dilempar melalui bawah kaki yang diangkat baru ditangkap lagi . B. Dari orang pertama hingga terakhir. Beberapa batu diletakkan berdiri sejajar. Pemain pertama melakukannya dengan cara meletakan batu dipunggung kaki dan mengayunkannya. 5. Halaman dari tanah  Jalannya permainan Permainan dilakukan: 1. Peserta Dalam permainan gandon. Karena anakanak yang terpenting dalam sebuah permainan adalah kesenangan. 2. Latar Belakang Permainan ini dilakukan pada saat saya masih kecil.

Karena dahulu sering saya mainkan saat waktu senggang. Tempat dan waktu permainan permainan dilakukan pada siang hari atau pada waktu senggang dan dilakukan dihalaman rumah. Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan dari banyaknya batu yang berhasil dirobohkan dengan cara di lempar dengan batu tersebut. faktor konsentrasi sangat dibutuhkan dalam permainan ini. 9) PERMAINAN MAGANG LURAH/MIL-MILAN A. Seseorang yang mampu berkonsentrasi dan menjaga ketelitian akan dapat secara baik menyelesaikan dan memenangkan permainan. Terdapat seorang pemimpin dan banyak rakyat yang disimbolkan dengan lidi pelepah daun kelapa. Sebelum melakukan permainan. Akan tetapi. Faktor taktik dan strategi juga tidak lepas dari permainan ini. Selain itu juga. serta keterampilan pemainnya. Permainan magang lurah ini belum teridentifikasi secara pasti asal muasal pertamanya. seorang pemain dapat menyusun strategi cara bermainnya. ketelitian. Dan juga dari orang tua dan tetangga saya banyak yang memberitahu permainan ini. sedangkan rakyat (masyarakat) digambarkan sama. Sumber Permainan ini saya dapatkan dari pengalaman sewaktu kecil dan masih duduk di bangku sekolah dasar. Lurah juga memiliki fasilitas yang memadai untuk membantu warganya yang sedang mengalami kesulitan. Kecamatan Grabag. Batu tidak boleh terjatuh atau kedua kaki menyentuh tanah. Permainan ini mengutamakan kecermatan. Akan tetapi permainan ini sudah dimainkan secara turuntemurun di Desa Harjobinangun. Latar Belakang Permainan Magang Lurah ini Pada dasarnya merupakan simbol kehidupan bermasyarakat di desa. F. D. Seorang kepala desa (lurah) biasanya memiliki kekuasaan yang besar. Orang-orang setempat menyebut permainan ini dari daerahnya sendiri. Kabupaten Purworejo. karena .13 dengan tangan kemudian baru boleh dilempar kesasaran. Dengan gambar seperti dibawah : E. Lurah bisa memerintah / menolong rakyatnya yang mengalami kesulitan dengan mudah. Sehingga pemain harus bisa berhati-hati dalam memainkan permainan ini. dan saat melakukan permainan dapat menerapkan taktik yang telah disiapkan. Sekali saja melakukan keceroohan maka akan menghancurkan permainan. sesama rakyat biasanya sukar atau memiliki keterbatasan kemampuan dalam membantu sesamanya.

waktu pelaksanaan permainan magang lurah ini dilakukan pada siang hari. Pemain yang telah melampaui nilai dinamakan ―mendhem 1. Biasanya batas nilai antara 200-500 poin. Kapur tulis / peralatan lain untuk membuat garis pembatas.14 permainan ini mereka mainkan sejak kecil secara turun temurun dari orang tua mereka. Dikarenakan permainan ini lebih mengutamakan ketenangan pikiran dan tidak mengutamakan fisik. Pelaksanaan Permainan  Permainan dimulai dengan menyebarkan kumpulan lidi ke tanah / lantai. maka lidi itu juga dinyatakan keluar. Karena permainan ini dilakukan bergantian sesuai urutan. Akan tetapi agar permainan ini berjalan dengan baik dan tidak menunggu lama.  Pemain mengambil lidi satu persatu. Lidi yang melewati garis pembatas / sebagian besar bagian lidi melewati garis pembatas. Permainan ini dilakukan pada saat anak- .  Jumlah Peserta Permainan Jumlah peserta permainan magang lurah ini bervariasi.  Setiap lidi yang berhasil diambil diberi nilai 5. D. C.  Waktu pelaksanaan permainan : Pada dasarnya. maka permainan selesai dan pemain yang lain mengatakan ―Mil‖. Tempat bermain magang lurah dapat dilakukan di tanah maupun di lantai tergantung kondisi.‖. lidi yang lain tidak boleh ada yang bergerak. karena diperlukan cahaya yang terang. dst. 2. itu tandanya permainan berhenti dan ganti giliran pemain yang lain. permainan ini efektif dimainkan oleh 2-4 orang. sehingga lidi mudah diambil. B.  Permainan dilanjutkan terus menerus hingga ada salah satu pemain yang mendapatkan nilai batas. Usahakan lidi menyebar dengan teratur. dan lidi lurah (yang paling panjang) diberi nilai 15. Apabila lidi yang lain bergerak karena tersentuh lidi itu. Permainan ini digemari anak usia tersebut dikarenakan permainan yang bersifat sederhana akan tetapi mempunyai banyak unsur bermain. Lurah dapat menolong lidi yang lain dengan mencongkel dengan kepala lurah. mulai 2 orang atau lebih. Sehingga baik lakilaki maupun perempuan memiliki kemampuan yang sama dalam memainkan permainan magang lurah ini. Peserta  Gender Permainan magang lurah ini tidak membedakan laki-laki maupun perempuan.  Umur Peserta Permainan Permainan magang lurah ini biasanya dimainkan anak-anak yang berusia antara 6-12 tahun atau usia anak sekolah dasar. Alat dan Fasilitas Peralatan yang diperlukan dalam bermain magang lurah antara lain adalah lidi yang terbuat dari pelepah daun kelapa.

Selain itu juga dengan permainan ini masyarakat beranggapan bahwa dengan permainan ini akan menemukan salah seorang calon pemimpin dari anak-anak yang memainkan permainan ini. maupun ketika mereka selesai belajar kelompok. Yaitu di daerah Purworejo. Setelah semua sepakat maka permainan dimulai dan dilaksanakan sesuai perjanjian pertama di awal permainan.  Dibyo Subyantoro (46 tahun) : Beliau adalah ayah penulis. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional Magang Lurah yaitu dengan metode wawancara dengan berbagai tokoh masyarakat di Desa Harjobinangun. G. F. Berdasarkan paparan beliau. Permainan ini sebenarnya lebih banyak dimainkan oleh anak laki – laki. dikarenakan anak-anak bermain dengan tenang dan mengurangi bahaya dibandingkan permainan yang diluar.  Aris Saputro (18 tahun) : Merupakan seorang pelajar SMK Pancasila Kutoarjo. Sebelum permainan dimulai biasanya pemain menentukan angka untuk menentukan pendheman. Permainan ini dimainkan untuk mengisi waktu luang anak – anak ketika mereka ditinggal orang tua mereka. 10) PERMAINAN SEGHOG A. Penulis mendapatkan informasi tentang asal muasal serta tradisi turun temurun tentang permainan Magang Lurah dari beliau. maka penulis menentukan untuk memilih permainan Magang Lurah untuk ditulis. Tujuan Sebenarnya tujuan dari permainan ini hanya untuk mengisi waktu luamg.15 anak merasa lelah bermain yang menguras tenaga. Latar Belakang Permainan Seghog ini merupakan permainan yang banyak dimainkan di daerah Jawa Barat. Namun pada kenyataanya banyak anak perempuan yang ikut memainkannya. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat tentang permainan magang lurah ini termasuk baik. namun juga ada anak – anak dari daerah Jawa Tengah. Sehingga permainan ini bersifat santai untuk menghilangkan rasa lelah. Tokoh-tokoh masyarakat seumber informasi antara lain:  Siti Muryani (39 tahun) : Beliau adalah ibu penulis dan seorang guru SD Negeri Ketawangrejo. B. Namun ternyata permainan Seghog ini memiliki beberapa nilai positif. kabupaten Purworejo. Penentuan Kemenangan Penentuan pemenang permainan magang lurah adalah dengan menghitung banyaknya mendhem perminan. E. Kecamatan Grabag. Penulis mendapatkan banyak informasi tentang permainan Magang Lurah dari beliau yang mengetahui tentang tata cara permainan. yaitu .

kemudian pemain mengukur jarak batu dengan garis batas dengan mengukur menggunakan ukuran kaki.  Peralatan  Kapur untuk menggaris/ batang kayu bila dimainkan di tempat yang masih tanah. Terutama di tempat yang sudah dicor. Manfaat Konsentrasi.  Pemain mendapatkan bonus nilai apabila pemain kedua berhasil menyeghog batu lawan ketika pertama kali memainkan. Selain itu juga apabila pemain dapat menyeghog batu lawan melewati garis . Dan bila jumlah pemain hanya ada 2 maka harus diulang kembali. Berusaha agar batu tersebut dapat melewati garis batas. Hanya tempat yang berbentuk seperti persegi panjang. Jarak pemain dengan target adalah kurang lebih 3m. Selain itu karena adanya kegembiraan dapat mengurangi adanya ketegangan. Dia memiliki kesempatan sampai menyeghog batu tersebut adalah sama dengan jumlah berapa ukuran kaki dari garis batas.  Bila misal kedua batu telah melewati garis batas. ketepatan antara mata dan gerakan kaki dalam mencapai sasaran. Bagi yang jaraknya lebih dekat maka dia akan bermain terlebih dahulu.  Pemain pertama melakukan seghog. ketepatan. Kemudian dia berusaha menyeghog batu lawan.  Pemain Jumlah pemain dalam permainan ini adalah minimal 2 orang. Yaitu mendorong batu dengan menggunakan kaki bagian tengah dalam. Permainan ini juga bisa dilakukan di dalam rumah.  Batu yang pipih. dan melatih bersosialisasi. Karena apabila tidak dapat melewati garis batas maka dinyatakan gugur. C.16 dalam permainan ini akan melatih konsentrasi. Sasaran Anak – anak laki – laki dan perempuan. Pemain melakukan undian agar dapat ditentukan siapa pemain yang dapat bermain terlebih dahulu. E.  Jalannya permainan  Mula – mula pemain menyiapkan peralatan dan lapangan yang akan dipergunakan. Pelaksanaan Permainan  Lapangan Tempat yang dibutuhkan untuk memainkan permainan ini tidak membutuhkan lapangan atau tempat yang luas. remaja laki – laki dan perempuan terutama yang telah dapat berhitung. dan koordinasi dapat meningkat karena terlatih ketika bermain Seghog. D.

11) PERMAINAN BEKELAN A. permukaan atas yang ada bintik merahnya. Pelaksanaan Permainan Permainan ini dilakukan dengan cara menyebar dan melempar bola ke atas dan menangkapnya setelah bola memantul sekali di lantai. Bekel ini terdiri dari sebuah bola bekel dan lima buah biji bekel berbentuk logam. Latar Belakang Bekelan berasal dari bahasa Belanda. D. C. Yang dinyatakan sebagai pemenang adalah orang atau pemain yang paling banyak mendapat angka dari hasil menyeghog tersebut. Kalau bola tidak tertangkap atau bola memantul beberapa kali maka pemain dinyatakan mati. Logam ini memiliki bentuk yang khas. diambil dengan 3 biji bekel. Dilakukan dimana saja. Sumber Sumber dari cerita tentang permainan ini adalah teman bermain penulis ketika kecil yaitu Riyanto dan Diah Pangestuti yang keduanya berasal dari Jawa Tengah. Sekarang dibuat dari logam. Dan biasanya dilakukan oleh siswi putri pada waktu istirahat dan bisa juga dilakukan dirumah pada waktu luang. Biji bekel diambil satu-satu sampai habis. Mereka biasanya mengganggu agar hilang konsentrasi dan melakukan kesalahan. minimal dua orang. Pada awalnya biji bekel dibuat dari engsel tulang tumit kaki belakang domba. permukaan halus yang ada tanda silang atau polos sama sekali. Ulangi lagi menyebar seluruh biji bekel dan diambil 2 biji bekel. pemain menggenggam seluruh biji bekel dan menyebar seluruhnya ke lantai sambil melemparkan bola bekel ke atas dan menangkapnya. Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini adalah bola bekel dan biji bekel. bikkelen.17 awal. . Kalau gathengan hanya menggunakan batu kerikil. yang penting bola bisa memantul keatas. bekelan menggunakan seperangkat alat khusus yang dinamakan bekel. dan permukaan bawah yang tidak ada tanda catnya. diambil 4 biji bekel. Terdiri dari empat biji bekel dan satu bola bekel. Kalau ada yang mati mereka akan teriak kegirangan.  Pertama. Terdiri dari permukaan kasar yang ditandai dengan lubang-lubang kecil di permukannya berjumlah lima titik. dan ada yang terbuat dari bahan timah. Ada yang terbuat dari kuningan. B. F. Permainan ini masih saudara dengan gathengan. terakhir lima biji bekel diraup sekaligus. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan. Paling sebel kalau ditonton laki-laki.

Sumber Data permainan ini saya peroleh dari pengalaman orang tua. Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini yaitu koin sebanyak 5. ambil 3 biji bekel. B. E. terakhir raup seluruh biji bekel. ambil 2 biji bekel.com/2010/08/permainan tradisional anak indonesia. 4. halaman atau tempat yang sudah bentuk gambarnya dan waktu pelaksanaannya bisa pagi. lalu ambil satu bekel.  Langkah terakhir dinamakan Nasgopel. kemudian balik lagi semuanya menghadap kebawah semua. Penentuan Kemenangan Bila ada kesalahan dalam langkah nasgopel ini pemain harus mengulang ke langkah awal nasgopel. Balik posisi biji bekel mengahadap ke atas semua. C. lalu ambil biji bekel seperti langkah sebelumnya. dan dewasa 17 th keatas. .html diakses tanggal 07 maret 2011 pukul 19.  Langkah keempat. F. Balik posisi bekel menghadap ke atas semua satu persatu. 2. Raup seluruh biji bekel dalam sekali genggaman. terus permukaan halus menghadap ke atas semua. tetapi permainan ini sering dilakukan anak-anak di daerah Jawa tengah. Langkah kelima.  Langkah ketiga . balik posisi bekel posisi permukaan kasar menghadap ke atas semua. Ulangi terus sampai seluruh permukaan bekel menghadap ke atas semua. pengalaman pribadi waktu kecil dan http://wahw33d. Latar Belakang Sawahan merupakan permainan asli dari indonesia yang belum diketahui asal usulnya permainan ini. remaja 13-16 th. oleh karena itu permainan ini saya munculkan kembali karena pda zaman sekarang sudah tidak dditemukan lagi permainan ini karena sudah banyak permainan modern yang telah ada sehingga permainan tradisional alambat laun bakan hilang. Peserta Didalam permainan ini membutuhkan peserta 2-4 orang baik putra/putri dengan umur anak-anak 7-12 th.30.blogspot. Pemain yang bisa melewati tahap ini dinyatakan sudah menang dan berhak untuk istirahat sambil menonton teman-temannya yang belum bisa menyelesaikan permainan. balik seluruh posisi bekel bagian permukaan yang halus menghadap ke atas lalu ambil biji bekel seperti langkah ketiga. siang atau sore. dan seluruhnya. dan terakhir balik satu persatu permukaan kasarnya menghadap ke atas semua. 12) PERMAINAN SAWAH/ ULAR TANGGA A. Permainan ini seperti ular tangga tetap[i alat yang digunakan sedehana dan tradisional.18  Langkah kedua. balik posisi biji bekel menghadap kebawah dan ulangi langkah sepertei langkah kedua dengan mengambil biji bekel 1. ambil 4 biji bekel.

Sasaran Anak-anak. Latar Belakang Slentikan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya. kemampuan motorik. Tujuan Mengisi waktu luang. melatih jari-jari tangan. memupuk sportifitas. ketepatan mengarahkan sasaran dengan jari-jari tangan dan strategi. laki-laki maupun perempuan E. Peraturan Lapangan dan Peralatan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan bisa dialam terbuka . Gambar Permainan 13) PERMAINAN SLENTIKAN A. Tanggapan Masyarakat Masyarakat luas menanggapi permainan ini sangat positif karena dapat membuat orang dapat berkumpul kemudian bermain bersama dan dapat bersosialisasi antara anak yang satu dengan anak yang lain. C. F. Permainan ini dimulai dari A dan berjalan mengikuti anak panah tersebut. G. Penentuan Kemenangan Permainan ini ditentukan menang kalahnya bila salah satu yang mendapatkan sawah/poin paling banyak maka sebagai pemenangnya. mka dari itu akan mendapatkan sawah 1/ poin 1. Apabila tangkapan tersebut gagal maka pihak lawan yang akan melanjutkan . D. B. Cara jalannya permainan ini pertama koin ditaruh di atas tangan dengan telapak tangan menghadap kebawah kemudian dilemparkan keatas dan di tangkap. permainan ketangkasan dimana 2 pemain atau bisa lebih berlomba atau beradu cepat menyelentik daun secara bergantian sampai habis. Manfaat Gembira atau senang. pengolahan strategi meningkat. E. ketepatan dan juga akan meningkat. setalah sampai di X dan Y kemudian kembali lagi ke A.19 D. maka jumlah tangkapan koin akan menentukan berapa langkah akan berjalan. Pelaksanaan Permainan Permainan tradisional ini cara bermainnya cukup mudah yaitu seperti permainan ular tanggatetapi dengan bentuk lapangan persegi dan cara jalannya tidak menggunakan dadu melainkan menggunakan koin yang dilempar dan kemudian ditangkap.

meningkatkan kesegaran jasmani. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan slentikan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak. Tujuan Mengisi waktu luang. diadakan humpimpa untuk menentukan siapa yang duluan menyentil atau menylentik daun tesebut. .asem. Latar Belakang Bancakan merupakan suatu permainan tradisional untuk menjaga daerah lingkaran yang berisi tumpukan genteng agar tidak dijatuhkan oleh pemain lawan. 14) PERMAINAN BANCAKAN A. B. meningkatkan kerja sama serta kekompakan. di lingkungan deket rumah yang banyak lorong untuk bersembunyi. meningkatkan kesegaran jasmani. Sasaran Anak-anak dan dewasa E. Sumber Sumber dari permainan slentikan ini adalah dari orang tua di desa kami yang bersifat turun temurun sampai sekarang. F. meningkatkan kerja sama serta kekompakan. bersosialisasi. maka anak tersebut menang dapat poin Satu.  Slentik daun tersebut sampai bagian pinggirnya habis.daun turi dan masih banyak yang lainya. begitu seterusnya bergantian dengan lawanya. Manfaat Mengisi waktu luang.albasia.20  Peralatan Peralatan yang digunakan Cuma menggunakan daun. daun yang digunakan biasanya daun pohon pete.  Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai. bermain dengan gembira. C. D.  Lakukan begitu terus sampai dua kali menang.  Setelah daun lawan habis. dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng. serta berusaha mencari lawan yang bersembunyi di kolong atau di balik pohon dan lainnya untuk di matikan dengan cara memenggil namanya. yang intinya daun tersebut dalam satu tangkai daunya banyak. di halaman sekolah. G. Peraturan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan biasanya di pelataran rumah.

B.  Apabila ada pemain yang bias lolos dan biasa merobohkan tumpukan genteng tersebut tanpa diketahui pemain yang jaga maka pemain yang sudah dimatikan biasa ikut bermain kembali.saya yakin ini dari orang orang jaman dulu yaitu permainan tradisional orang melayu.  Pemain Bancakan biasanya dimainkan oleh putra maupun putrid dengan pengelompokan umur.  Permainan akan diulang kembali apabila pemain yang jaga tidak bias mematikan pemain lawan secara terus-menerus.dia pernah bekerja slama 2 .21  Peralatan. apabila pemain itu sendiri merasa bosan maka permainan dihentikan dan juga apabila pemain yang kalah secara terus menerus maka pemain dihentikan. Dalam permainan ini alat yang digunakan sangat mudah hanya menggunakan pecahan genteng atau kramik.yang ingin bermain bola tanpa memakai sepatu dan pergi kelapangan.  Setelah itu pemain yang kalah menata pecahan genteng tersebut untuk dirapikan di tengah lingkaran dan mencari para pemain yang bersembunyi. dan pemain itu sudah tidak bias bermain lagi dan menunggu sampai permainan berikutnya.tinggal bermain dimana saja misalnya di depan teras rumah atau dilantai asal tidak dijalan tol.dan saya coba search di google ternyata ada.  Pemain yang menang terus saja berlari untuk bersembunyi.  Apabila pemain yang bersembunyi tertangkap maka cara mematikannya dengan cara memanggil namanya. 15) PERMAINAN SEPAKBOLA KERTAS A. Sumber Sebenarnya saya terinspirasi setelah menonton Upin Ipin yang sedang bemain sepak bola kertas. Latar Belakang Permainan tradisional ini merupakan kreatifitas anak anak melayu yang ingin mengisi waktu luang dan bersenang senang bersama teman teman.  Waktu permainan ini tidak ditentukan . dan saya coba mencari asal usulnya digoogle tapi tidak ketemu.dan saya kemarin bertanya kepada salah seorang teman saya Chandra.  Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai setiap pemain memasukan pecahan genteng atau keramik ke suatu lingkaran dengan jarak yang telah desepakati. Pemain yang paling jauh melakukan lemparan atau jauh dari sasaran lingkaran itulah pemain yang harus menjaga lingkaran tersebut.

22

tahun di Malaysia ,dan dia sering melihat anak anak Selangor memainkan permainan sepak bola kertas.dan katanya mereka mengklaim permainan tersebut dari Selangor, Malaysia. C. Alat dan Fasilitas Kertas dan Area bermain. D. Pelaksanaan Permainan Dengan cara bergantian,pemain dengan umpan bola tanpa terkena lawan lanjut.  Jika bola masuk ke kolong kertas maka disebut hans ball.  Jika memberi umpan dilihat lebih dekat mana. Jika lebih deket pemain kita maka kita berhasil mengumpan,bgitu juga sbaliknya jika lebih dekat pemain lawan maka permainan diambil alih.  Jumlah pemain ada 22.  Jika bola keluar terjadi lemparan kedalam,dengan cara kertas di balik.  Begitu juga dengan bila bola meninggalkan lapangan sebelah gawang maka akan terjadi tendangan pojok.  Pelanggaran hanya hand ball,dan tak ada kartu merah dan kartu kuning.  Kiper boleh digerakkan tetapi tidak boleh digerak gerakkan untuk meng halau tembakan lawan.  Siapkan papan sepakbola kertas pada sebuah bidang datar. Boleh di atas meja, di atas lantai,di atas tanah atau karpet, tapi jangan di atas jalan tol.  Letakkan unit-unit pemain pada posisi sesuai kehendak. Satu unit bertindak sebagai kiper dan diletakkan pada salah satu kotak yang ada tepat di depan gawang.  Lakukan suit (boleh gaya tradisional gajah-orang-semut ataupun batugunting-kertas) untuk menentukan siapa yang memegang bola pada awal pertandingan.  Kick off dilakukan oleh pemain yang memegang bola.  Dribbling berarti unit bergerak sambil membawa bola. Sebelum dribbling, unit harus memindahkan bola ke arah pergerakannya. Memindahkan bola memakan satu langkah.  Gol terjadi jika pemain yang menendang memenangkan adu angka dengan kiper. E. Penentuan kemenangan Siapa yang bisa memasukan bola ke gawang terbanyak dia pemenangnya.

16) PERMAINAN TANGKAP LARI
A. Peserta Untuk peserta permainan disini bebas siapa saja boleh melakukan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa ,laki laki maupun perempuan sedang untuk jumlah pemain minimal 9 dan maksimal tidak terbatas

23

B. Alat yang Digunakan Sebenarnya di permainan ini tidak menggunakan alat apa-apa mungkin hanya tanda untuk batas tempat berdiri. C. Pelaksanaan Permainan Pertama-tama semua peserta melakukan hompipah atau diundi untuk menentukan yang di jaga.setelah ada yang jadi,para pemain yang jadi pelari di bagi menjadi beberapa kelompok.untuk pembagian kelompok tergantung jumlah peserta,jika hanya sedikit bias di bagi menjadi 2-3 kelompok.cara bermain nya adalah setiap kelompok berbaris di tempat berdiri ke belakang.lalu pemain paling depan berdiri 1-2 langkah kebelakang agar bisa ditempati oleh peserta yang lain.peserta yang lari awal ada 2 dan harus dikejar oleh 2 orang yang jaga,untuk peserta aman harus masuk kedalam tempat berdiri,supaya tidak di tangkap,lalu jika ada pemain yg paling belakang harus lari begitu seterusnya. Permainan ini sebetulnya tidak ada yang menang dan kalah karena hanya untuk kesenangan tapi jika boleh disimpulkan pemain yang menang adalah yang sedikit jadi penjaga dan yang kalah adalah yang sering jaga.

17) PERMAINAN DIR - DIRAN
A. Latar Belakang Dir-diran H-A yang berarti bermain gundu atau kelereng. Nama H-A sendiri berasal dari model lapangannya yang terdapat huruf H dan A yang merupakan salah satu bagian dari bentuk lapangan. B. Peserta Jumlah peserta pada permainan ini minimal 2 orang sampai tak terhingga. Biasanya permainan ini tidak mengenal umur dan jenis kelamin. Baik tua, muda, laki-laki maupun perempuan bisa bermain di permainan ini. C. Alat Alat yang dibutuhkan antaralain gundu atau kelereng sebanyak peserta. Biasanya peserta membawa sendiri. Tempat untuk menyelenggarakan yang paling tepat adalah ditempat yang tanahnya rata. Bisa dibawah pohon atau di halaman rumah. Berikut ini adalah contoh gambar lapangannya. D. Pelaksanaan Mula-mula para pemain melakukan lemparan awal dengan sasaran garis yang berada diujung lapangan permainan yang berjarak kira-kira 5 meter. Pemain yang mempunyai jarak terdekat dengan garis berhak menjadi pemain pertama. Begitu juga dengan peserta selanjutnya. Jika lemparan melebihi garis maka kelereng harus ditaruh dihuruf H. Ini berlaku jika pelempar melebihi garis yang pertama. Jika ada yang melempar melebihi garis lagi maka diaruh pada huruf A. Jika ada lagi maka ditaruh di belakang huruf H. Begitu seterusnya. Lemparan harus melebihi huruf H. Jika tidak maka lemparan harus diulang. Jika lemparan mengenai kelereng dari peserta lain maka kedua pemain harus mengulang lemparan. Cara untuk mematikan peserta adalah dengan membidik

24

kelereng lawan sampai kena. Jika terkena maka kelereng tersebut menjadi milik pemain yang mengenai. Jika orang yang tadi terkena bidikan dari pemain lain maka dia harus membayar 2 kelereng sekaligus, yaitu kelerengnya dan pemain yang terkena tadi. E. Penentuan Kemenangan Pemenang dinyatakan menang jika berhasil mematikan peserta terbanyak dengan hasil kelereng terbanyak pada akhir permainan. F. Sumber Permainan ini bersumber dari pengalaman kecil saya dan cerita dari orangtua.

18) PERMAINAN ENDOK
A. Latar Belakang Permainan berasal dari daerah Sleman yang bertujuan untuk bersenangsenang serta mengembangkan keterampilan seorang anak. Sumber permainan berasal dari turun temurun di Desa serta masyarakat menganggap permainan ini mudah dimainkan dan hanya membutuhkan alat dan fasilitas yang sederhana. B. Alat dan Fasilitas  Batu ukuran sedang yang mudah digenggam anak jumlahnya 10-15 batu.  Halaman yang teduh. C. Peserta dan Pelaksanaan Permainan  Peserta yang mengikuti permainan ini berjumlah 10 anak dengan umur 812 tahun dan bisa dimainkan putra putri secara bersamaan ataupun disendirikan.  Dari jumlah peserta tersebut kemudian diundi 1 anak untuk menjadi penjaga telur (endok).  Setelah di dapat penjaga dan pengambil telur, masing-masing anak menempati tempat permainan sesuai aturan yang di tentukan yakni penjaga berada di dalam lingkaran menjaga telur dan yang lain berada di luar lingkaran sebagai pengambil telur.  Pengambil telur boleh saling bekerja sama untuk mengambil telur yang dijaga dan dalam mengambilnya boleh menggunakan tangan ataupun ditendang dengan kaki asalkan telur dari batu itu keluar dari lingkaran yang dijaga penjaga telur tadi.  Apabila saat pengambil telur tadi tersentuh (semua anggota badan) saat mengambil telur di dalam lingkaran maka pengambil telur itu dinyatakan mati dan harus giliran menjadi penjaga telur. Dari hal tersebut pengambil telur yang tersentuh tadi wajib mengembalikan semua telur yang telah didapatnya ke dalam lingkaran dan permainan dilanjutkan sampai telur habis.  Jika semua telur sudah di ambil permainan dilanjutkan untuk menyembunyikan telur yang telah didapat.

anak-anak mulai membuat garis silang tegak lurus dengan panjang garis masing-masing sekitar 2. meliputi Jawa Tengah. Permainan ini juga sering disebut permainan Kus-Kusan atau Alih Lintang. Lalu mereka menuju ke halaman tempat bermain. dan DI. keempat ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan kaki yang melingkar. 19) PERMAINAN KUCING . Itulah sebabnya. B. Selain itu. Sementara tengah garis. adalah satu satu jenis permainan tradisional masyarakat Jawa yang juga sudah lama dikenal. Latar Belakang Kucing-kucingan. setidaknya pada tahun 1913 (menurut sebuah sumber pustaka Serat Karya Saraja). C. masyarakat Jawa menamai permaianan ini dengan permainan kucing-kucingan. Kenapa lebih dikenal dengan nama permainan kucing-kucingan.5 meter. Pada prinsipnya dalam permainan ini ada sebuah syair yang sering dilantunkan berirama secara bersama-sama oleh semua pemain.25  Untuk penentuan pemenang yakni anak yang paling banyak mengumpulkan telur dan apabila ada anak yang tidak mendapatkan telur maka ia harus ikut mencari telur dengan penjaga tadi di tempat yang telah di tentukan sebelumnya. Jawa Timur. B. C. Ada kalanya. Kemudian. Peserta Permainan kucing-kucingan yang dimaksud di sini adalah sebuah permainan anak yang melibatkan 5 pemain (bisa laki-laki semua atau perempuan semua). . atau lapangan. untuk gembok semua telur yang disembunyikan tidak akan di beri tahu dan kunci semua telur yang disembunyikan diberitahu dengan konsekuensi jika sampai batas waktu yang di tentukan tidak menemukan maka ia harus kembali menjadi penjaga telur dalam permainan selanjutnya. bisa halaman rumah. di daerah lain juga kadang menamai sebuah permainan itu dengan nama kucing-kucingan. Yogyakarta. halaman kebun. yang bunyinya‖ Dha mbuwang kucing gering‖. dan E hendak bermain kucing-kucingan. karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari. permianan lain yang berbeda. nantinya dipakai untuk pemain jadi.KUCINGAN A. Pelaksanaan Permainan  Misalkan ada lima pemain yakni A.  Dalam pencarian di berikan 2 pilihan yakni gembok atau kunci. Biasanya yang bermain permainan ini adalah anak-anak yang berumur 8-12 tahun dari semua golongan masyarakat tanpa membedakan status sosial. Di halaman inilah. dalam permainan ini juga banyak dijumpai anak-anak berlari-lari dalam permainannya. Permainan ini menyebar di berbagai daerah di Jawa. D. Umumnya yang bermain permainan kucing-kucingan adalah anak lakilaki. D. Alat dan Fasilitas Sementara alat yang digunakan untuk permainan ini hanya membutuhkan halaman yang luas.

Kemudian para pemain melakukan hompimpah dan sut. jenis dolanan kucing-kucingan ini juga sudah sangat jarang dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang. maka ia dianggap sebagai pemain jadi. Tetapi. ia dipegang bersama-sama oleh semua pemain mentas ke sebuah tempat (misalkan berjarak 20 meter dari tempat permainan). Jika seperti itu. kadang-kadang saat mereka berpindah tempat dan belum sempat menempati tempat baru sudah kepergok pemain dadi. mereka berlomba-lomba berlari secepatcepatnya untuk mencari lingkaran yang masih kosong. maka caranya dengan melangkahkan satu kaki dilangkahkan ke luar dan tangan saling berjabat tangan. salah satu anak membuat garis silang tegak lurus dengan panjang masing-masing garis 2. bisa saling berganti tempat dengan pemain di sebelah kiri atau kanannya. Biasanya perpindahan tempat ini menunggu pemain dadi terlena. maka pemain mentas yang tidak mendapatkan tempat baru. tetapi belum sempat menempati lingkaran baru. Caranya. maka ia menjadi pemain dadi yang berhak dibuang. E. semua pemain mentas menyanyikan sebuah syair yang terdiri dari sebuah kalimat. maka berubah menjadi pemain dadi. Tanggapan Masyarakat Sayangnya. maka pemain B yang kemudian harus menjadi pemain dadi. yakni ―Dha mbuwang kucing gering‖. C. pemain B didahului pemain E. pemain A dan B sedang saling berpindah. . misalkan pemain E. bisa berganti tempat dengan pemain B atau C. Misalkan pemain A. sehingga pemain dadi segera menempati tempat lingkaran yang masih kosong. Syair itu dinyanyikan berulang kali hingga si pemain dadi sampai di tempat tujuan pembuangan. Sementara itu pemain mentas lainnya. Setelah itu. Bagi pemain yang tidak mendapatkan tempat kosong. dan D. Setelah selesai. Setelah itu mereka saling berpindah tempat. Anak yang paling kalah.  Pemain jadi tempatnya di tengah-tengah garis silang. Saat dibuang. Apabila mereka hendak berpindah tempat. menempati masing-masing lingkaran kecil di ujung garis.26 Setelah itu. saat pemain B menjadi pemain dadi dikungkung hingga 5 kali perpindahan antar pemain mentas. Begitu seterusnya permainan ini berlangsung hingga mereka merasa bosan dan hendak berhenti atau bermain dolanan lainnya. Misalkan. ujung-ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan memakai tumit kaki yang dibuat melingkar. dari tempat pembuangan ini. berarti menjadi pemain dadi dan harus menempati tempat di tengah. Begitu pula pemain lainnya. yakni pemain A.  Jika pada tahap selanjutnya. B. Pemain mentas berhak saling berpindah tempat dengan temannya.5 meter.

Hitungan berhenti pada hitungan ke20 berikutnya. Pelaksanaan Permainan  Personil yang terkena hitungan yang ke-20 merupakan personil pertama kali yang harus mengejar teman – temannya (personal yang ngori‘).blogspot.baik anak laki-laki maupun perempuan. B. maka setelah hitungan ke-20.com . 20) PERMAINAN ORI’AN A. ketiga. hitungan dilanjutkan lagi kehitungan pertama sehingga setiap personil turut kebagian dalam menghitung. Demikian seterusnya personil yang terkejar dan disentuh oleh pengejar akan ikut mengejar.  Sekelompok orang memulai permainan dengan membuat lingkaran tertutup dengan bergandengantangan.mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda. Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. Sumber Permainan Tradisional Jawa.Permainan ini berakhir jika tidak ada lagi personil yang harus dikejar dan diburu.Personil yang bisa dikejar dan disentuh oleh pengejar pertama.Personil yang terkena hitungan yang ke-20 akan menjadi personil pertama yang mengejar (ngori‘). Alat yang Digunakan Tidak memerlukan alat tertentu F. Salah seorang personail mengambi linisiatif sebagai hitungan pertama. D. E. Sasaran Anak-anak dan remaja.  Jika kelompok bermain lebih dari 20 orang.org/ensiklopedi/. C. Yogyakarta: Kepel Press http://www. dan seterusnya kearah kanan personil hitungan pertama.bersama dengan pengejar pertama akan ikut mengejar (ngori‘) teman – teman yang belum terkejar. Sumber ahmadwijaya. Peserta Dalam permainan ori‘an pesertanya minimal 20 orang dan selebihnya tidak terbatas. Sehingga para pengejar akan semakin banyak dan bahu membahu mengejar teman-temannya yang belum terkejar. G. 2004.tembi. Dilanjutkan dengan hitungan kedua.  Tidak ada istilah menang dan kalah dalam permainan ini. dkk. Latar Belakang Ori'an adalah permainan tradisional indonesia dari sumatra selatan tepatnya dari bumi sriwijaya. Sukirman Dharmamulya. bersama .27 F.

E.siapa yang berhasil mengeluarkan lawan keluar lingkaran ialah pemenangnya.28 21) PERMAINAN BETEMPLEKAN A. H. B. peserta yang berhasil mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka di anggap sebagai pemenang.  Permainan ini di mainkan oleh dua anak.mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda. I. F. Latar Belakang Betemplekan adalah permainan tradisional indonesia dari nusa tenggara barat. Tujuan Untuk mengisi waktu luang C. meningkatkan kebugaran jasmani dan bersosialisasi .kualitas kesegaran jasmani. Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus. C. Penentuan Kemenangan Peserta yang dapat mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka dinyatakan sebagai pemenang. Pelaksanaan Permainan Setiap peserta engklek dan saling mengeluarkan peserta di dalam lingkaran dengan peserta lain. Peserta Dalam permainan betemplekan pesertanya minimal 2anak jika lebih dapat dibagi menjadi dua kelompok. Lapangan Pada permainan betemplekan lapangan berbentuk lingkaran dengan diameter kurang lebih 4 meter G. Sumber antaramataram. Permainan ini menggambarkan usaha dari kucing atau dalam bahasa bali disebut menguntuk menangkap sitikus atau bikul. Manfaat Senang. Latar Belakang Meong-meongan merupakan permainan tradisional masyarakat bali yang umum dimainkan oleh anak-anak di bali. Sasaran Anak-anak dan remaja D. B. Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan keseimbangan.kedua anak tersebut saling beradu kekuatan dengan menggunakan lutut dimana lutut tersebut ditekuk.com 22) PERMAINAN MEONG – MEONGAN A.

C. remaja putra – putrid E.29 D. D. Penentuan kemenangan Dalam permainan ini tidak apa penentuan menang kalah. Kalau di yogyakarta dan sekitarnya permainan ini di kenal dengan nama Incak-incak Alis (Ancak Ancak Alis) yang beda Cuma lagu dan dialognya kalau tata cara permainanya sama yang jelas kalau di yogyakarta menggunakan bahasa jawa. Latar Belakang Ular Naga adalah satu permainan berkelompok yang biasa dimainkan anak-anak Jakarta di luar rumah di waktu sore dan malam hari.com 23) PERMAINAN ULAR NAGA PANJANGNYA A. Manfaat Dengan adanya kesenangan ini dapat mengurangi ketegangan . Pelaksanaan Permainan Peraturan dalam permainan ini adalah satu orang memerankan bikul (tikus) satu orang memerankan sebagai meong (kucing) dan yang lainnya bertugas melindungi bikul dari meong dengan cara membentuk lingkaran kemudian sibikul berada di dalam lingkaran sedangkan meong berada di luar lingkaran. bisa juga lebih. Anak-anak yang membentuk lingkaran juga akan berusaha menghalangi meong masuk kedalam lingkaran. G. Pemainnya biasanya sekitar 5-10 orang. anak-anak umur 5-12 tahun (TK . Peralatan Dalam permainan ini tidak menggunakan peralatan hanya menggunakan halaman atau tempat yang kosong F. Tujuan Permainan Ular Naga Panjangnya ini bertujuan untuk melatih kemampuan gerak yang disertai dengan lagu agar memperoleh kesenangan dalam bermain dan memupuk sikap kerja sama serta rasa bersosialisasi. Sasaran Anak – anak.SD). Sumber : balaibanjar. Peserta Dalam permainan ini biasanya diikuti oleh lebih dari 8 orang atau lebih. Sasaran Anak-anak maupun orang dewasa E. Lebih menarik apabila dimainkan di bawah cahaya rembulan.hanya untuk mencari kesenangan semata I. H. Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumah yang agak luas. B. Meong akan berusaha masuk kedalam lingkaran dan berusaha menangkap bikul. Peraturan Permainan Pelaksanaan Permainan  Lapangan dan Peralatan .

Perbantahan lagi. Pada saat terakhir. Barisan akan bergerak melingkar kian kemari. Setelah itu. anak-anak bubar dipanggil pulang orang tuanya karena sudah larut malam. seorang anak yang berjalan paling belakang akan 'ditangkap' oleh "gerbang". Atau. A Strawberry.30 Dalam bermain permainan Ular Naga Panjangnya ini tidak memerlukan lahan yang cukup luas. hingga "induk" akan kehabisan anak dan permainan selesai. sambil menyanyikan lagu. lapangan rata. Sebelumya yang jaga atau yang menjadi gerbang misal si A dan si B. ketika lagu habis. ditempatkan di belakang salah satu "gerbang". atau paling besar.  Pemain Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki maupun anak permempuan.buahan. si anak yang tertangkap disuruh memilih di antara dua pilihan. Hanya memerlukan lapangan dengan ukuran 10 x 10 m. bermain sebagai "induk" dan berada paling depan dalam barisan. si B Apel. Pada saat-saat tertentu sesuai dengan lagu. sebagai Ular Naga yang berjalan-jalan dan terutama mengitari "gerbang" yang berdiri di tengah-tengah halaman. Dalam bermain tidak memerlukan peralatan. "Induk" dan "gerbang" biasanya dipilih dari anak-anak yang tangkas berbicara. karena salah satu daya tarik permainan ini adalah dalam dialog yang mereka lakukan. . sehingga anak-anak ini saling tertawa. permainnya rata – rata berjumlah 5 sampai dengan 10 orang dalam tiap kelompoknya. Kemudian dua anak lagi yang cukup besar bermain sebagai "gerbang". kalau apel ya ikut B. sebelum permainan dimulai mereka kompromi dulu mau pake pilihan apa. dengan berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan di atas kepala. Ular Naga akan berjalan melewati "gerbang". Kalo pilih strawbery brarti dia ikut A. misal buah . dan berdasarkan pilihannya. dan juga bisa dilakukan di dalam ruangan.akan berdialog dan berbantah-bantahan dengan kedua "gerbang" perihal anak yang ditangkap. Sampai pada akhirnya. Ini bisa menggunakan lapangan terbuka.  Jalannya Permainan Anak-anak berbaris bergandeng pegang 'buntut'. Seringkali perbantahan ini berlangsung seru dan lucu. yakni anak yang berada di belakang berbaris sambil memegang ujung baju atau pinggang anak yang di mukanya. Dengan terdengarnya nyanyi. si "induk" --dengan semua anggota barisan berderet di belakangnya-. Demikian berlangsung terus. tanpa sepengetahuan teman teman yang lain kalau nanti orang yg terbelakang/ tertangkap ditanya 'pilih apel ato strawberry?'. dan lalu ada lagi seorang anak yang ditangkap. Permainan akan dimulai kembali. Seorang anak yang lebih besar. Ular Naga kembali bergerak dan menerobos gerbang.

barisan mengucap "isi isi . B.peserta nya paling sedikit 4 orang.kosong" berkali-kali hingga seluruh barisan lewat. tapi dalam permainan ini inti permainan ini adalah kedua regu berlomba-lomba dapat mencapai titik sasaran atau yang disebut makkah. Letak Makkah berada di tengah-tengah atau di antara kedua regu.  Masing-masing regu bertanding untuk dapat sampai terlebih dulu ke titik sasaran atau Makkah.31  Lagu ini dinyanyikan oleh semua pemain. hingga akhir barisan dan anak yang terakhir di buntut ular ditangkap ("gerbang" menutup dan melingkari anak terakhir dengan tangan-tangan mereka yang masih berkait).  Pada kali yang terakhir menerobos "gerbang". 24) PERMAINAN MAKAH .  Kedua regu menghadap ke titik sasaran atau Makkah.MAKAH A.yaitu sebiji batu atau benda lain yang berukuran kecil yang mudah disembunyikan dalam genggaman tangan. Latar Belakang Permainan ini berasal dari Nangroe Aceh Darusalam mengemban pesanpesan moral dan nilai-nilai budaya. Pelaksanaan Permainan  Kedua regu saling berhadap-hadapan pada suatu garis lurus secara berurutan atau sejajar. . D. dan mulai lagi menjalar dan menyanyikan lagu di atas. Alat yang Digunakan Alat yang digunakan sangat mudah. permainan ini biasanya dilakukan anak 9-13 tahun atau lebih. Yang sangat bermanfaat. C. Peserta Permainan ini dilakukan oleh dua regu. Dan bias dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan. Jarak antara regu yang satu dengan regu yang lain adalah sekitar 2 (dua) meter. Ular naga panjangnya bukan kepalang Menjalar-jalar selalu kian kemari Umpan yang lezat. Sumber Keterangan mengenai permainan Ular Naga Panjangnya ini diperoleh melalui informasi di internet dan juga melalui cerita dari kakek nenek dan orang tua. barisan mengucap "kosong kosong . Demikian berlaku dua atau tiga kali. F.isi" berkali-kali. itu yang dicari Kini dianya yang terbelakang  Kemudian. yakni pada saat barisan bergerak melingkar atau menjalar. sambil menerobos "gerbang". Nama permainan tradisional makah-makah merujuk pada ―makkah‖ aatau ―mekah‖ yang dapat diartikan menjadi kiblat. termasuk si "gerbang".

yaitu dengan seolah-olah memberikan batu kepada semua anggota regu yang dipimpinnya meskipun sebenarnya yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu hanya satu orang.  Setelah batu yang asli disembunyikan oleh salah satu anggota regu sementara anggota regu yang lain seolah-olah juga memegang batu dengan berpura-pura menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung. Penentuan Kemenangan Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini. bersikap seolah-olah sedang menggenggam batu dengan menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung.  Apabila regu kedua tidak betul atau salah dalam menerka di mana keberadaan batu yang dimiliki oleh regu pertama. Hal ini dilakukan secara bergantian dan berlaku juga untuk regu kedua. maka masingmasing ketua regu harus mempunyai strategi. .  Supaya pemberian batu tidak diketahui oleh regu lawan. Cara masing-masing ketua regu menebak di mana keberadaan batu milik regu lawan adalah dengan menunjuk salah satu anggota regu lawan yang dianggapnya memegang batu tersebut.32  Tugas ketua regu pertama adalah mengawasi atau menempatkan batu yang diberikan kepada salah satu anggota regunya. Waktu dan Tempat Permainan Makah-Makah biasanya dilakukan oleh anak-anak di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan sekitarnya pada waktu sore hari atau pada saatsaat senggang. maka tugas ketua regu kedua adalah menebak di mana batu yang dimiliki oleh regu pertama.  Setiap anggota kedua regu. Hal yang sama juga dilakukan oleh ketua regu kedua. maka regu pertama diperbolehkan untuk maju selangkah ke depan. Permainan Makah-Makah bisa dilakukan di tanah lapang atau di pekarangan rumah dengan lahan yang agak luas karena melibatkan cukup banyak peserta. Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini E. baik yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu atau yang pura-pura diberi batu untuk mengecoh regu lawan. Begitu pula sebaliknya  Saling menebak itu dilakukan secara bergantian.  Tebakan yang dilakukan oleh kedua regu secara bergantian ini dilakukan dengan terus-menerus hingga salah satu regu dapat mencapai titik sasaran atau Makkah. Dengan demikian. F. Pemberian batu oleh ketua regu pertama dilakukan dengan rahasia atau tidak boleh sampai diketahui oleh regu kedua. regu pertama akan semakin mendekati titik sasaran atau Makkah.

Tanggapan Masyarakat Permainan tradisional merupakan hasil budaya yang besar nilainya bagi anak-anak dalam rangka berfantasi.GARU A. berolahraga yang sekaligus berfungsi sebagai sarana latihan untuk hidup bermasyarakat. Persiapan Permainan ini dilakukan oleh sekelompok anak asalkan mempunyai pasangan dan jumlahnya tak terbatas. garu itu sendiri adalah proses membajak sawah menggunakan hewan. G. Peraturan Permainan  Setiap pasangan berdiri pada tempat yang sudah ditentukan dan salah satu dari setiap pasangan berdiri menggunakan tangan dan kakinya dipegang oleh pasangannya. memperoleh keterampilan. Tujuan Permainan ini bertujuan untuk mengisi waktu luang anak-anak dan meningkatkan kekuatan otot tangan. bisa menggunakan sapi maupun kerbau.  Pada hitungan ketiga setiap pasangan harus mulai berjalan. . Sasaran Anak anak dan remaja. Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus.33 G. dan melatih kesopanan dan ketangkasan. D. F.Hanya menggunakan tangan dan kaki kita saja. Sumber Permainan tradisional merupakan simbolisasi dari pengetahuan yang turun-temurun dan mempunyai fungsi atau pesan di baliknya.selain itu dibutuhkan tanah yang lapang dan permukaannya rata dan aman.Maka dalam permainan ini tidak ada kedua hewan tersebut dan diganti dengan manusia. H.com 25) PERMAINAN GARU .  Setelah sampai diujung yang ditentukan.melayuonline. berkreasi.Namun umumnya dilakukan oleh anak laki-laki. www. C. peserta harus melakukan pergantian posisi dengan pasangan masing-masing. Peserta Dalam permainan ini peserta yang dibutuhkan minimal 2 orang dan selebihnya tidak terbatas baik laki-laki maupun anak perempuan. Latar Belakang Garu-garuan adalah permainan tradisional Indonesia yang berasal dari Lampung. B.  Tidak boleh menabrak pasangan lain.  Masing masing pasangan tidak boleh mengotori jalur pasangan lain dengan kerikil atau benda berbahaya lainnya. E.

Slimut. Tujuan Bermain. C.34  Peserta yang terlebih dahulu kembali ke garis awal adalah pemenang. jumlah orang atau pemain menyesuaikan besarnya pengrubung . Seprai. melatih kejujuran. D. panca indra peraba meningkat. J. Sumber Opu Lis\orang lampung{Waykana} 26) PERMAINAN KRUBUNGAN A. menurunkan emosional dan bersosialisasi. Jarit. Latar Belakang Krubungan adalah permainan yang sering dilakukan oleh anak-anak setiap sore jam 5 (lima) untunk menunggu mulainya shalat maghrib (berjama‘ah) dan mengaji. biasanya setelah terdengar suara adzan maghrib permainan dihentikan terus dilanjutkan shalat berjama‘ah dan mengaji.setelah sampai diujung maka setiap pasangan mengganti posisi dan kembali berjalan ketempat semula. Siapa yang paling cepat sampai ditempat semula maka pasangan itulah pemenangnya. E. Manfaat Gembira. melatih daya pikir otak. mengisi waktu luang. sikap kebersamaan dan kekeluargaan. I.  Pemain  Krubungan bisa dimainkan oleh putra maupun putri. Sasaran Anak-anak dan remaja. Layar.Setelah hitungan ketiga maka setiap pasangan tadi mesti berjalan bahkan boleh berlari asalkan tangannya kuat. H. Pelaksanaan Permainan Setiap pasangan menentukan siapa yang terlebih dahulu menjadi kerbaunya dan harus berjalan dengan tangan dan kaki yang menjadi kerbau tadi dipegangi pasangannya. Tanggapan masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan anaknya melakukan parmainan ini namun ada beberapa orangtua yang tidak menyukai anaknya bermain ini dengan berbagai alasan yang mereka punyai. B. Peraturan Permainan  Lapangan dan Peralatan  Lapangan Tempat bermain bisa di alam terbuka maupun tertutup akan tetapi lebih baik dilantai yang bersih.  Peralatan Alat untuk merubungi atau untuk menutupi bisa menggunakan: Terpal.

 Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai.  Selanjutnya pemain yang tidak menjadi penunggu masuk dalam pengkrubung (penutup). dan orang yang dapat ditebak oleh penunggu keluar dari tempat pengkrubung. dengan mengelompokan jenis klamin laki-laki dan perempuan. diadakan nyanyian ―sing siripit‖ untuk menentukan siapa yang akan menjadi penunggu lobang.  Apabila sipenunggu berhasil meraba salah satu pemain dan dapat menebak siapa nama orang itu maka penunggu berhasil. untuk menghindari hal-hal negatif. bermain dengan gembira. F. Nyanyianya yaitu: sing siripit tulang bawang sapa sing kejepit tunggu lubang  Sebelum mulai permainan penunggu lobang terlebih dahulu mengenali bentuk fisik atau apa saja dari pemain yang dikerubungi (dititupi) agar penunggu dapat menebak orang yang diraba. bersosialisasi.  Seandainya sipenunggu cuma bisa menebak satu pemain lalu menyerah berarti pemain yang ketebak tadi berganti menjadi penunggu dan apabila yang tertebak lebih dari 1 (satu) orang misal 4 (empat) orang maka empat orang tersebut melanjutkan nyayian ―sing siripit‖.  Setelah semua pemain sudah masuk kedalam krubungan (penutup) sipenuggu membuka matanya dan mendekati krubungan lalu meraba pemain yg ada di dalam krubungan (penutup) dan mencoba menebak namanya. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan krubungan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak.35 (penutup).  Begitulah seterusnya permainan dilakukan sampai saatnya terdengar bunyi adzan. dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng. jadi laki-laki main sendiri dan perempuan sendiri.  Masing-masing kelompok laki-laki dan prerempuan dipisah. sipenunggu boleh menebak semua pemain sampai ketebak semua.  Setelah selesai mengenali bentuk fisik lalu sipenunggu mengejamkan matanya sebentar sampai pemain dikerubungi (ditutupi) selesai. melatih panca .

36

indra, melatih daya pikir otak, melatih kejujuran, mempererat silaturahmi, dan menjalankan shalat jama‘ah bersama dan mengaji. G. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional krubungan yaitu dengan cara tanya jawab terhadap masyarakat Desa Pesuningan, Prembun, Kebumen. Sumber Informasi antaralain: Salamah Beliau adalah nenek saya, beliau telah memberi informasi tentang permainan krubungan. Juwariyah Beliau adalah ibu saya, beliau telah memperjelas informasi tentang permainan krubungan yang selama ini saya mainkan.

27) PERMAINAN KRIKILAN
A. Latar Belakang Permainan ini sudah ada di daerah saya tingggsl. Biasanya dimainkan oleh anak-anak dan remaja. Bentuk permainan berupa permainan yang menggunakan kerikil-kerikil kecil, siapa yang bias mendapatkan paling banyak kerikil berarti dialah yang menjadi pemenangnya. Dengan cara dua jari telunjuk dan jarimanis membentuk huruf yang menyerupai huruf ―A‖ melewati kerikil tersebut dan jangan sampai jari tersebut menempel salah satu kerikil tersebut. Permainan ini dilakukan hanya untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan konsentrasi. Serta dapat meningkaatkan pergaulan antar teman dan melatih kejujuran. B. Pemain  Sasaran : anak-anak SD dan remaja  Sek : Laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang C. Alat, tempat dan Waktu  Alat : kerikil  Tempat : halaman rumah, teras rumah  Waktu : dimainkan kapan saja saat anak-anak pada waktunya bermain. D. Pelaksanaan Permainan  Sebelum pertandingan dimulai, biasanya melakukan undian untuk siapa yang pertama untuk menjalankan permainan.  Dengan cara kerikil dipegang dengan kedua tangan membuka ke atas kerikil tersebut diangkat kira-kira 4 cm dari atas tanah atau lantai. Kemudian kerikil dijatuhkan.  Kerikil tersebut pastinya berserakan dengan jalan melewati kerikil satu persatu dengan ujung jari telunjuk dan jari manis menempel lantai, harus meleti kerikil tersebut dan jangan sampai menempel kerikil yang lain.  Jika salah satu jari menempel kerikil maka permaian berhenti dan pemain yang satunya lagi yang bermain. Dengan cara seperti di awal, begitu seteeerusnya sampai kerikil tersebut habis.

37

E. Penentuan Kemenangan Pemain dikatakan sebagai pemenan jika paling banyak mendapatkan kerikil F. Tanggapan masyarakat Permainan ini sekarang sudah jarang dimainkan oleh anak-anak jaman sekarang, bahkan sudah tak ada lagi yang memainkannya lagi. G. Sumber Pengalaman saat masih kecil, dari masyarakat setempat di daerah saya tinggal.

28)

PERMAINAN TRI LEGENDRI NOGOSARI

A. Latar Belakang Sejarah permainan ini dimainkan sederhana dan sering dilakukan oleh anak-anak di zaman dahulu, paling tidak sebelum tahun-tahun 1980-an, ketika televisi belum mewabah. Ketika itu andalan permainan anak-anak adalah dolanan berkelompok dengan memanfaatkan benda-benda di sekitar lingkungan, seperti batang kayu, daun, batu, kerikil, kreweng, biji buah, dan sebagainya. B. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh sekelompok anak-anak, remaja dan dewasa. Pada umumnya mereka memainkan permainan ini semata-mata hanya untuk menciptakan unsur kegembiraan. Dolanan ini biasanya dimainkan oleh anak-anak kecil di halaman luas di sekitar rumah atau di sekitar lapangan. Anak-anak yang bermain biasanya berumur sekitar 7—14 tahun dan yang sering bermain adalah anak laki-laki, karena mengandalkan kekuatan fisik untuk berlari. Namun kadang juga dimainkan oleh anak perempuan atau campuran. C. Alat yang Digunakan Anak-anak yang hendak bermain dhoktri biasanya berkumpul dulu di suatu tempat (halaman, pekarangan, kebun, atau lapangan). Setelah berkumpul, mereka mencari pecahan genting atau gerabah (disebut kreweng atau wingka) Selain itu mereka juga harus mencari sebuah batu agak besar yang berfungsi sebagai kodhok (penentu pemain yang kalah). Setelah mendapatkan alat bermain, biasanya mereka membuat lingkaran (bisa juga berbentuk bujur sangkar) di tanah atau di lantai, dengan kapur, kreweng, atau kayu. Diusahakan jumlah kotak pada bujur sangkar atau lingkaran sesuai dengan pemain. Karena jumlah pemain 8 anak, maka bujur sangkar atau lingkaran dibuat 8 kotak (ruang). D. Pelaksanaan Permainan  Kita harus menyiapkan kreweng/ pecahan genting bulat sebanyak 4 dan batu 1 buah.  Tiap anak memegang kreweng satu-satu.  Kemudian menyanyikan lagu gotri nagasari dengan batu dan kreweng dipindah di depan temannya sesuai dengan lingkaran yang dibuat kea rah temannya sebelah kanan sambil menyanyikan lagu tri logendri nagasari sampai lagunya selesai.

38

 Jika lagunya sudah selesai dinyanyikan, anak yang didepan mendapat batu,anak itulah yang menjadi kataknya.  Anak yang menjadi katak harus menunggu kataknya, dan temantemannya yang lain bersembunyi. Setelah temannya yang bersembunyi ketemu, lalu memanggil nama temannya sambil memegang / menginjak batu tersebut.  Jika sudah ketemu semua kemudian bermain lagi, kalau belum ketemu semua yang jadi katak harus mau menunggu/ mencari sampai si anak tersebut ketemu atau menyerahkan diri.  Permainan ini kemudian diulang-ulang terus hingga si anak mulai bosan.  Lagu yang dinyanyikan dalam permainan ini: Tri logendri nagasari ri Tiwul iwal iwul jenang katul..tul Dolan awan-awan ndelok manten ..ten Titenano mbesok gedhe dadi opo..po Podho mbako enak mbako sedheng dheng Dhengkol ela-elo dadi kodok… E. Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini anak yang dikatakan menang/ kalah, ditentukan oleh factor keberuntungan masing-masing anak. Seorang anak dikatakan kalah apabila tidak beruntung dalam artian si anak akan mendapatkan katak secara terus-menerus. Dan anak dikatakan menang apabila mereka lolos tanpa mendapatkan katak. F. Sumber Suwandi Sumber: Buku ―Permainan Tradisional Jawa‖, Sukirman Dharmamulya, dkk, Kepel Press, 2004 dan pengalaman pribadi

29) PERMAINAN MAIN SISIK
A. Latar Belakang Anak-anak perempuan di Sibolga, Tapanuli Tengah mengenal permainan ini dengan nama main sisik. Menyisik dalam dialek itu berarti menyatakan batu (sesuatu) secara perlahan-lahan. Memang dalam permainan ini kegiatan yang menjatuhkan batu secara perlahan-lahan dan tersembunyi merupakan inti permainan dan yang selanjutnya harus diterka pada siapa batu itu berada. Permainan Main Sisik berasal dari daerah Sumatera Utara. Namun para informan dan orang tua yang ditanyai soal asal usul permainan ini tidak dapat memastikan apakah permainan Sisik ini berasal dari daerah mereka atau datang dari luar. Yang dapat mereka kemukakan hanyalah, bahwa mereka sudah mengenalnya sejak lama, mungkin sampai tujuh puluh tahun atau lebih. Hal ini terbukti dari pengalaman mereka sendiri yang sudah melihat permainan ini sejak mereka lagi kecil, dan mereka sekarang sudah tua-tua.

Mereka duduk dengan jarak tertentu.  Aturan Permainan Kelompok yang menang menadahkan tangannya masing-masing kebelakang untuk menampung batu yang akan dijatuhkan pelan-pelan oleh ketua kelompok. Pelaku permainan berumur antara 6 sampai 10 tahun. Pelaksanaan Permainan  Persiapan Sepuluh orang peserta dalam permainan ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing terdiri atas lima orang. Kalau kelompok penebak berhasil menerka. dan kelompok yang menyembunyikan batu tadi menjadi penebak. Alat dan Fasilitas Peralatan yang dibutuhkan dalam permainan ini hanyalah sebuah batu kecil yang dijadikan alat tebakan. dan satu orang dari m. D. dan kaki mereka dilunjurkan ke muka secara sejajar. agar mungkin lebih sulit dilangkahi.asing-masing kelompok bertindak sebagai ketua kelompok. Yang menang sut akan menjadi pihak yang membunyikan batu. Tahap kedua dari permainan ini adalah berupa perbuatan melangkahi kaki-kaki yang dilunjurkan kedepan oleh kelompok lawan. dan yang kalah akan menjadi penebak. kalau berhasil dilangkahi dengan baik. Sebaliknya anak-anak dibawah 6 tahun belum diajak serta. Dalam hal ini tisdak boleh terjadi kesalahan. Alat lainnya tidak diperlukan.39 B. Anggota kelompok .  Tahap Permainan Pada tahap ini kelompok penemak akan mengunjurkan (menjulurkan) kakinya masing-masing ke depan. Kalau terjadi kesalahan akan terjadi pergantian pemain. Permainan biasanya hanya dimainkan oleh anak perempuan saja. Tetapi kalau tebakan tadi salah permainan diteruskan ke tahap berikutnya. Tugas kelompok penebak adalah menerka siapa yang menyimpan batu itu. karena cara menjatuhkan tadi dilakukan dengan penuh siasat dan kesamaran untuk mengelabuhi lawan. penebak menjadi yang menyembunyikan batu. dan iytu akan dilangkahi atau di lompati oleh lawan satu persatu. Jumlah ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing 5 orang. karena bagi anak laki-laki permainan ini kurang aktif atau kurang gerak. maka terjadi pertukaran pemain. maka permainan di lanjutkan. Penebakan itu tidak begitu mudah dilakukan. karena dianggap belum mampu melakukan permainin ini. Kedua kelompok duduk berhadap-hadapan. Peserta Pelaksanan permainan Main Sisik memerlukan 10 orang peserta. sedang ketua kelompok berdiri dan melakukan sut. C. berupa tersinggungnya kaki tersebut pada saat dilangkahi atau di lompati. Anak-anak yang berumur lebih biasanya tidak menyukai permainan ini karena mereka menganggap permainan ini terlalu ringan.

mungkin disebabkan oleh rasa simpatik mereka terhadap yang menang atau karena sebab lainnya. Kebanyakan mereka menganggap permainan seperti ini tidak ada gunanya dan hanya membuang waktu saja. H. yang melompati melakukan lompatan secara bergantian. Wujud dari kepositifan itu adalah berupa dorongan dan kehadiran mereka dalam menyaksikan permainan kalau anak-anak sedang memainkannya. para anggota masyarakat memberikan tanggapan yang positif terhadap permainan ini. Penentuan Kemenangan Ketentuan kalah menang adalah demikian :  Jika sebuah kelompok dengan seluruh anggotanya berhasil melalui tahap-tahap tadi dengan baik. Permainan Anak-anak Daerah Sumatera Utara. Pada setiap terjadi kegagalan langsung diadakan pergantian kelompok yang bermain. Kaki yang dilunjurkan masih bertindih dan diatas masih ditambahi dengan dua tangan dengan jari terentang. Sumber Suwondo. lompatan secara berganti-ganti juga dilakukan oleh seluruh anggota kelompok pelompat. Waktu dan Tempat Permainan ini biasanya dilakukan di teras rumah atau di bawah pohon yang rindang (tempat yang teduh). Jadi pada tahap pertama dapat menebak keberadaan batu. Berbeda dengan masa lampau. namun yang dilompati lebih sulit. menjaga adiknya.40 E. seperti belajar. Kelompok yang berhasil ini dinyatakan menang. F. Tahap ketiga juga berupa lompatan. Bambang. 1984. .  Tahap keempat tetap berupa lompatan dengan tingkat kesulitan yang lebih sulit. karena kaki yang dilunjurkan itu sekarang diletakkan yang satu di atas yang lain. Seluruh anggota pelompat harus melompatinya secara bergantian. Permainan ini juga dilakukan pada siang dan sore hari setelah mereka melakukan aktivitas yang lain. Pada tahap kedua dapat melompat dan demikianlah seterusnya. Jakarta. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat terhadap permainan ini pada masa sekarang boleh dikatakan juga turut mundur. G. maka kelompok itu belum dapat dinyatakan menang. Di masa sekarang ini hal yang demikian sudah jarang dapat dilihat. Hal ini terlihat dari kurang pedulinya mereka terhadap permainan ini. Bahkan mereka juga turut bersorak bergembira melihat anak-anak yanmg sedang melakukan permainan.  Jika terjadi kegagalan dalam menyelesaikan tahap-tahap itu. Mereka cenderung untuk menyuruh anak-anak agar melakukan tugas-tugas yang bermanfaat di rumah. dll. Mungkin para orang tua juga para anggota masyarakat sudah berubah pula pandangan mereka terhadap permainan ini.

41 30) PERMAINAN CIKO GURU A. Di sana. Sementara kaum perempuan pada waktu itu biasanya akan membantu menyiapkan hidangan di rumah orang yang ditimpa musibah tersebut. Maka dari itu. dipasanglah sebuah tonggak bambu atau kayu sekitar 17 cm yang nantinya akan ditanam dengan kedalaman 2 cm (hanya menyisakan 15 cm di atas permukaan tanah). Sekitar 30 cm di depan tonggak akan dibuat garis sebagai batas sah atau tidaknya lemparan pemain. buah gelici atau kelerang. perempuan. E. Tahap pertama. di halaman rumah adat. Namun saat ini ciko guru dapat dimainkan oleh siapa saja baik lelaki. Di dalam arena permainan ciko guru akan dibuat sebuah bujur sangkar dengan sisinya kira-kira 60 cm. khususnya di kalangan orang Jailolo dan Sahu yang berada di Maluku Utara. muda maupun anak-anak. C. Permainan ciko guru kadang-kadang disebut juga dengan ―main batu membayar kenari‖ karena bagi yang kalah harus membayar sejumlah kenari atau langsat atau kelereng sesuai dengan kesepakatan antarpemain sebelum permainan dimulai. Namun. hanya laki-laki dewasa sajalah yang boleh memainkannya. B. D. ada sebuah permainan tradisional yang bernama ciko guru. Anak-anak tidak boleh bermain karena dikhawatirkan anak menimbulkan kegaduhan. Tepat di tengah-tengah bujur sangkar ada sebuah lubang dengan diameter sekitar 5 cm. Peralatan Permainan Peralatan dalam permainan ciko guru hanyalah batu kerikil. Dahulu permainan ini hanya dilakukan pada malam hari di halaman rumah orang yang baru meninggal. tua. Tempat Permainan Permainan ciko guru dapat dilakukan di mana saja. pemain harus melempar gacunya dari tepi lubang ke arah . Jarak antara tonggak dan bujur sangkar sekitar 12 meter. di halaman rumah. Dahulu permainan ini hanya diperuntukan bagi kaum lelaki dewasa saja. Latar Belakang Maluku adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia. ataupun di lapangan. Pemain Permainan ciko guru dapat dimainkan oleh maksimal 4 orang. Ciko guru dapat diartikan ―menunjuk‖ karena dalam permainan ini orang baru boleh bermain setelah ditunjuk oleh lawan mainnya. Kemudian. yaitu permainan melempar dan mencukil 10 buah batu atau buah gelici dalam jarak tertentu hingga seluruhnya masuk ke dalam lubang. Peraturan Permainan Aturan dan proses permainan ciko guru dapat dibagi menjadi dua tahap. jika lebih dari itu maka pemain lain akan membentuk kelompok sendiri dengan membuat arena bermain yang boleh berdekatan dengan kelompok lain. Alat permainan ini nantinya ada yang digunakan sebagai gacu dan ada yang dijadikan sebagai taruhan. Asal usul permainan ciko guru di kalangan orang Jailolo maupun Sahu sudah tidak dapat diketahui lagi.

Dan. maka dialah pemenangnya. dan (4) penentuan kalah menang dalam permainan ini adalah bagi siapa yang dapat memasukkan gacu paling banyak. proses permainannya. dan lawan tersebut akan menunjuk 1 buah batu yang nantinya akan digunakan sebagai batu pertama sewaktu dimasukkan ke dalam lubang. Sumber Suradi Hp. F. Selanjutnya permainan akan dimulai dengan urutan seperti aturan-aturan yang telah dijelaskan di atas. Setelah taruhan disepakati. nilai sportivitas tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan. Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan yang disebut sebagai ciko guru ini adalah kerja keras dan sportivitas. dan (4) pemain yang gacunya paling dekat dengan tonggak akan mendapat kesempatan pertama untuk melempar pada tahap berikutnya. (3) bila batu pertama berhasil masuk lubang. maka dianggap tidak sah. gacu mengenai kenari atau gelici hingga ada yang keluar dari lubang. maka pemain itu dapat menentukan sendiri batu mana lagi yang akan digunakannya. setelah membuat lubang dan memasang tonggak adalah menentukan jumlah taruhan untuk satu kali permainan. Namun apabila kedua batu tersebut masuk ke lubang secara bersamaan. (4) bila batu yang dijentikkan tersebut mengenai batu lain dan keduanya masuk lubang secara berurutan maka dinyatakan sah dan mendapatkan dua nilai. (2) cara memasukkan batu pada tahap kedua ini adalah dengan menjentikkan batu menggunakan kuku ibu jari atau jari kelingking. dan bagi pemain yang memperoleh buah kenari atau gelici yang terbanyak maka ia dinyatakan sebagai pemenangnya. tetapi juga mau menerima kekalahan dengan lapang dada. dan untuk menjentik gacu agar masuk ke lubang dan memperoleh nilai. maka lawan tersebut harus kembali melempar. dengan syarat salah satu tangan harus menapak pada garis batas bujur sangkar. Ambon: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . (pepeng) G. Sementara itu.42 tombak yang jaraknya sekitar 12 meter. melainkan di sisi luar garis bujur sangkar yang jaraknya sekitar 60 cm dari lubang. Pada tahap kedua lemparan tidak dilakukan di pinggir lubang. Aturan-aturan yang terdapat dalam tahap pertama ini adalah: (1) pemain harus melempar gacu melewati garis batas di depan tonggak agar dapat mengikuti tahap berikutnya. (3) bila gacu yang dilempar mengenai gacu lawan. Permainan Rakyat Maluku. dkk. 1981. barulah kemudian penentuan nomor urut pemain dengan jalan suten atau undi. maka pemain harus kembali melempar. Nilai kerja keras tercermin dari semangat pemain yang berusaha agar lemparannya dapat sedekat mungkin dengan tonggak. (2) apabila pada waktu melempar itu gacunya tidak melewati garis batas di depan tonggak. dengan aturan sebagai berikut: (1) pemain akan menunjukkan batu-batu yang dimilikinya pada lawan mainnya. maka pemain berhak mengambil semua kenari yang berada di dalam lubang dan permainan diulang seperti semula lagi.

 Pemain kedua melakukan lentingan dengan satu jari telunjukkaretnya yang berada di tanah hingga karet tersebut berada di jarak satu kilan ( jengkal ) . Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya. kebun. D. dan pagi hari ketika hari libur sekolah. sore hari. Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimuali. Sarana.43 31) PERMAINAN KILANAN/ JENGKAL A. Prasarana dan Waktu Permainan  Alat : karet lingkar ( karet gelang )  Tempat : halama rumah. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan. 2) remaja  Sek : laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang E. semakin dekat maka semakin bagus. Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli secara langsung. Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet. gembira.  Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah. Manfaat Permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman . F. . Pemain  Sasaran : 1) anak-anak usia SD. C.  Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap. B. Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet. kemudian  Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama. Latar Belakang Kilanan adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang.  Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah keretnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama. dll  Waktu : siang hari setelah anak-anak pulang sekolah. dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan. Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal.

 Begitu seterusnya hingga siapa yang mencapai jarak satu jengkal atau kurang dari satu jengkal. Pada waktu itu. Beliau ini banyak tahu berbagai jenis permainan tradisional dari pengalaman masa kecil dan masa mudanya. Angwarmase dan Fordata. H. Permainan ini terdapat di sekitar Kepulauan Tanimbar. Permainan ancong-ancong menurut penduduk Yamdena. Peserta Permainan ancong-ancong biasanya dimainkan oleh anak-anak. Setiap rumah besar umumnya dihuni oleh 6 hingga 7 keluarga yang biasanya mempunyai banyak anak. di daerah Yamdena masih banyak keluarga yang hidup dalam satu rumah besar. usia 5 hingga 8 tahun. G. khususnya Pulau Yamdena. Pada waktu malam hari. 32) PERMAINAN ANCONG . Apabila pesertanya lebih dari 10 .44  Jika jarak masih lebih dari satu kilan ( jengkal ) maka bergantian pemain pertama yang melintingkan karetnya supaya berada dalam jarak satu jengkal. Sumber Permainan ini disusun berdasarkan sumber terkait. Selaru. Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan berdasarka pemain yang dapat melentingkan karetnya hingga jarak satu jengkal atau kurang dari itu dari karet lawan. B. bahkan sudah tidak ada lagi anak-anak yang bermain permainan ini. Tanggapan Masyarakat Dahulu permainan kilanan sangat digemari oleh anak-anak terutama anak SD. Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak. ―Ancong-ancong‖ berasal dari bahasa Yamdena. Latar Belakang Ancong-ancong adalah sebutan bagi orang Yamdena untuk sebuah permainan menebak salah satu tangan pemain yang berada di atas punggung pemain lainnya yang sedang dalam posisi merangkak. baik lelaki maupun perempuan. Pemenang berhak mengambil dan memiliki karet lawan yang berada di tanah tersebut. I. Seira. telah ada dan dimainkan sejak tahun 1930-an. daerah Maluku Utara. Umur 64 tahun berprofesi sebagai petani rumah tinggalnya di Kulon Progo. yaitu Bapak Ngatimun ayah kandung saya sendiri. Salah satu permainan yang mereka lakukan adalah ancongancong.ANCONG A. permainan kilanan sudah jarang dimainkan sampai sekarang. biasanya anak-anak dari beberapa keluarga tersebut akan berkumpul menghabiskan waktu luang mereka dengan bermain di dalam rumah.  Apabila pemain pertama tersebut belum berhasil maka bergantian pemain kedua lagi yang melakukan lentingan. yang dalam bahasa Indonesia sangat sulit untuk diterjemahkan. Indonesia.

tunjukan tangan diregen akan berhenti pada salah satu telapak tangan pemain. Asal Permainan Permainan ini berasal dari Maluku Pelaksanaan Permainan Permainan ancong-ancong sangatlah sederhana.html . sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah. D. Permainan ini sebenarnya tidak mengenal umur tetapi biasanya dimainkan oleh anak kecil berumur 5-8 tahun. Satu orang akan dipilih menjadi perangkak dan seorang lagi menjadi pemimpin permainan (diregen). Setelah itu. perangkak akan mengambil posisi merangkak dan pemimpin permainan akan memberi aba-aba pada pemain lain untuk meletakkan kedua telapak tangan mereka pada punggung pemain yang merangkak. Tunjukan jari tangan diregen akan berpindah-pindah dari tangan satu pemain ke pemain berikutnya. G. Tanggapan Masyarakat Belum tahu karena di daerah saya belum ada yang memainkannya. permainan tidak akan berjalan lancar. Sumber http://uun-halimah. anak. E. Permainan ini diawali dengan pemilihan dua orang yang dilakukan secara musyawarah/mufakat. sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah. maka pemain yang tangannya ditunjuk oleh diregen akan menggantikan posisi anak yang merangkak tersebut.com/2008/08/permainan-ancong-ancongmaluku.45 C. sementara tangan kanannya akan digunakan untuk menunjuk telapak tangan pemain lainnya. Apabila tebakan benar. Bisa dimainkan oleh anak laki-laki maupun perempuan tidak dibatasi jenis kelamin. Penentuan Kemenangan Jika si perangkak berhasil menebak tangan pemain yang ditunjuk dirigen. Apabila pesertanya lebih dari 10 anak. permainan tidak akan berjalan lancar. Berikut ini adalah syair yang dilantunkannya. F. Khusus untuk diregen hanya meletakkan telapak tangan kirinya saja. namun jika tidak berhasil maka si pemain akan tetap dalam posisi merangkak dan permainan dimulai kembali. orang yang tertebak menggantikan perangkak. yaitu seseorang yang dipilih untuk merangkak harus menebak tangan siapa yang berada di punggungnya.blogspot. Penunjukan itu dilakukan ketika lagu dinyanyikan. Pada saat itulah pemain yang posisinya merangkak tersebut akan menebak tangan siapa dari pemain yang ditunjuk oleh diregen.  Biasanya dilakukan saat anak-anak sedang berkumpul bersama. Ancong-ancong mpeang angkomai roi-roi Angku tambah labu seela baelaba Cabu ruku rukuku cabu ruku rukuku ise Pada akhir lagu.  Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak.

Alat yang Digunakan Gelang karet sebanyak-banyaknya. Dan permainan ini tidak membutuhkan keahlian khusus. Pelaksanaan Permainan Sebelum permainan diadakan. Gambreng dilakukan dengan menumpuk telapak tangan masing-masing peserta yang berdiri dan membentuk sebuah lingkaran. Oleh karena itu. Latar Belakang Permainan ini sudah tidak asing lagi tentunya. Tetapi prmainan ini tidak boleh dimainkan untuk anak umur dibawah 5 tahun. karena banyak resiko yang ditimbulkan dari permainan ini. .46 33) PERMAINAN LOMPAT TALI A. B. biasanya hanya sebagai penggembira saja dan hanya melompat saat ketinggian tali masih sebatas lutut atau pinggang. C. diperlukan dua buah karet yang disambungkan dengan dua buah karet lain agar tidak mudah putus oleh anggota tubuh pemain yang sedang melompat. karena takut auratnya akan terlihat sewaktu melompati tali karet. Karet tersebut tidak dijual perbuah. D. Pemain lompat tali putar ini berjumlah 3-10 orang. Sedangkan kaum laki-laki hanya kadang kala saja ikut serta dalam permainan. Pemain dibagi dalam dua kelompok. karena karet akan mudah putus jika dipakai untuk mengikat terlalu kuat pada suatu benda. Permainan lompat tali putar ini biasanya identik dengan kaum perempuan. Kalau pun ada yang ikut bermain. Yaitu seperti jatuh dan lainlain. terlebih dahulu akan dipilih dua orang pemain yang akan menjadi pemegang tali dengan jalan gambreng dan suit. secara serentak tangan-tangan tersebut akan diangkat dan diturunkan. yaitu pemegang karet dan pelompat karet. Sasaran Tetapi biasanya permainan ini dilakukan oleh anak-anak sekolah dasar. melainkan dalam bentuk satuan berat (gram. Karet-karet tersebut berbentuk bulat seperti gelang yang banyak terdapat di pasar-pasar tradisional. kemudian gelang karet tersebut dirangkai hingga menjadi tali yang memanjang. Fungsi karet pada umumnya adalah sebagai pengikat plastik-plastik pembungkus makanan. sewaktu membuat rangkaian tali untuk membentuk tali karet. Pada saat diturunkan. Anak perempuan yang telah berumur lebih dari 15 tahun biasanya akan segan untuk ikut bermain. Tetapi juga tidak sedikit anak laki-laki yang ikut bermain. pengikat rambut dan barang-barang lainnya yang tidak membutuhkan pengikat yang kuat. Yang umurnya sekitar 7-15 tahun. karena permainan lompat tali putar ini bisa di temukan hampir di seluruh indonesia meskipun dengan nama yang berbeda-beda. ons. atau anak-anak sekolah dasar kelas 1 sampai 6. Cara merangkainya adalah dengan menyambungkan dua buah karet pada dua buah karet lainnya hingga memanjang dengan ukuran sekitar 3-4 meter. Kemudian. dan kilo).

Waktu Permainan Permainan ini dilakukan pada siang hari. maka ibu jari akan menang. tujuan dari permainan ini sekedar hiburan dan pengisi waktu senggang saja. Ibu jari dilambangkan sebagai gajah. Kedua orang tersebut nantinya akan melakukan suit. Tetapi sekarang sudah jarang kita jumpai lagi. Jenis permainan ini tidak memerlukan kekuatan phisik karena hanya diperlukan ketrampilan untuk membanting alat permainannya. Sedangkan apabila jari kelingking beradu dengan jari telunjuk. sehingga gajah akan kalah. maka jari kelingking akan kalah. Berau dan Kutai. Kemudian yang jaga tersebut memutar-mutar tali karet dan pemain berusaha melompati tali karet tetapi anggota badan pemain tidak boleh terkena tali. sebab semut dapat dengan mudah memasuki telinga gajah. Apabila yang terbanyak adalah posisi telapak terbuka. Tetapi yang saya tau permainan tersebut sudah ada sejak ibu saya masih ada disekolah dasar. Permainan ini adalah milik semua lapisan masyarakat. Apabila ibu jari beradu dengan jari telunjuk. pegawai tinggi atau rakyat biasa asal mau bermain tidak ada yang melarang. Siapa yang terkena tali sewaktu melompat maka anak tersebut menggantikan jaga. jari telunjuk sebagai manusia dan jari kelingking sebagai semut. untuk menentukan siapa yang terlebih dahulu akan menggantikan pemain yang gagal ketika melompat. maka yang memperlihatkan punggung tangannya dinyatakan menang dan gambreng akan diulangi lagi hingga nantinya yang tersisa hanya tinggal dua orang peserta yang akan menjadi pemegang tali. Suit adalah adu ketangkasan menggunakan jarijemari tangan. sebutan ini digunakan untuk memberi sebuah nama permainan yang cara bermainnya adalah dengan jalan membanting alat permainannya. khususnya ibu jari. Sedangkan dari mana asal-usul permainan ini sudah sulit untuk ditentukan. E. jari telunjuk dan jari kelingking. . maka ibu jari akan kalah. dahulu di kalimantan timur berkembang di daerah-daerah Bulungan.47 posisi tangan akan berbeda-beda (ada yang membuka telapak tangannya dan ada pula yang menutupnya). karena gajah akan menang jika bertarung dengan seorang manusia. baik itu dari kalangan bangsawan. Latar Belakang ―Cepli‖ artinya membanting. 34) PERMAINAN CEPLI A. B. Namun apabila ibu jari beradu dengan jari kelingking. Dan begitu seterusnya sampai pemain merasakan jadi tukang jaga. Permainan ini sebelum terdesak oleh alat permainan yang modern. Sumber Sumber permainan tersebut tidak pasti asal-usulnya dari mana. sebab semut akan kalah dengan manusia yang mempunyai banyak akal.

Jadi hanya ada salah satu gambar saja yang masih ada. asal penangkupan itu agak merenggang. Biasanya permainan ini dimainkan oleh anak-anak pria saja yang berumur kira-kira 6-17 tahun.48 C. Alatnya ini disebut ―kebot‖ sebelum bermain diadakan undian dengan suitan atau hum-pim-pa. Alat kebat ani . Peserta Permainan ini bersifat individu dan kelompok. Benda yang dipakai untuk taruhan dan jumlah taruhannya pun harus ditetapkan pula. Jadi siapa yang mencapai jumlah seratus lebih dulu itulah yang menang. Maksud dan tujuan menipiskan mata uang logam ini adalah agar mudah terbalik apabila dibanting. Kedua mata uangnya (kebat) dipegang dengan jalan menelungkupkan kedua muka uang yang diasah tadi atau boleh juga sebaliknya. Demikian hingga mereka lelah bermain. Demikian seterusnya permainan dilakukan berdasarkan urutan pemenang dalam undian. yakni bagian yang tidak diasah. oleh sebab itu disini diperlukan ketrampilan khusus bagi seorang pemain untuk mempermainkan alat permainannya. Jumlah pemainnya tidak terbatas paling sedikit dimainkan oleh dua orang. sehingga gambar pada bagian itu hilang. dengan permainan ini terjadilah hubungan yang harmonis dan mendidik kejujuran. Alat yang Digunakan Alat yang diperlukan adalah mata uang logam kuningan yang bernilai satu sen (Belanda). E.  Aturan Permainan Sebelum bermain aturan-aturan permainannya haruslah disepakati bersama. Salah satu permukaannya diasah sampai tipis. D. siapa yang menang adalah yang berhak bermain terlebih dahulu dan membanting kebot. Pelaksanaan Permainan  Persiapannya Bagi seorang calon pemain harus mempunyai dua buah uang logam kuningan yang bernilai satu sen ( uang Belanda ).  Tahap-tahap Permainan Setelah diadakan undian maka permainan pertama adalah pemenang pertama dalam undian. Sehingga si pemain dapat memutar balikkan mata uang itu. Apabila tidak dipergunakan benda taruhan (misalkan bungkus rokok) maka untuk menentukan siapa pemenangnya bisa ditentukan sampai seratus. misalnya kesepakatan tentang alat permainannya bagian mana yang menjadi milik lawan. dan bila dimainkan lebih dari dua orang cara bemainnya bergantian menurut perjanjian dalam ketentuan permainannya. Misalnya dalam kesepakatan tadi bagian yang halus (diasah adalah miliknya) sedangkan yang kasar (tidak diasah) adalah milik lawan. Mereka mersa bangga apabila ia bermain dengan baik dan menang. dansudah dipersiapkan terkebih dahulu.

49 dipegang dengan tiga jari. Permainan ini dapat dilakukan berkelompok. Untuk kesempatan ini diberikan kepada salah satu anggota kelompoknya untuk bermain. Setelah dipegang baik-baik lalu tangan diayun kemudian dibanting keras-keras ke lantai. Bagi kelompok yang menang bermain terlebih dahulu. ―Ada yang menarik ketika berkunjung ke Sekolah Internasional Termasuk belum lama ini. P dan K. yaitu yang satu pada bagian yang diasah dan yang satu pada bagian yang tidak diasah ini baerarti mati. Demikian seterusnya sampai pemain itu mendapatkan nilai yang sudah disepakati itulah pemenangnya. Dua kelompok mengadakan undian terlebih dahulu. yaitu salah satu anggota tersebut tampil untuk mewakili kelompoknya mengadakan undian. Jadi pemain yang pertama tadi yang sudah bermain apabila jatuh pada posisi mati maka ia harus diganti oleh pemenang undian berikutnya. biasanya disebut ―ukir‖ apabila terlentang kedua-duanya pada bagian yang bergambar itu berarti hidup dengan nama ―belong‖. Bila yang terlentang berbeda pada permukaannya. apabila pada kesempatan pertama ini permainannya mati maka kesempatan kedua diberikan kepada lawan kelompoknya. Kalau pemain tadi berhasil menjatuhkan kebat dalam ppsisi hidup boleh bermain terus sampai berulang-ulang sampai mati. F. Jakarta 1982. Ibu jari dan jari tengah sebagai pemegang dan jari telunjuk berfungsi sebagai penahan (penyangga) agar pada waktu mengayun tangan letaknya tidak berubah. cara bermainnya seperti di atas. telunjuk dan ibu jari. Di sana juga dipamerkan berbagai gambar . maka jalannya permainan sedikit agak berbeda. 35) PERMAINAN DOMIKADO A. Latar Belakang ―Domikado‖ nama ini diambil dari judul lagu dalam permainan ini. Sesampai di lantai mata uang akan melenting terbalik. hanya saja karena permainan ini sifatnya kelompok melawan kelompok. Sumber Buku Permainan Rakyat Daerah Kalimantan Timur ( Pengarang : Indonesia Dep. Masingmasing kelompok mengumpulkan jumlah nilai yang didapatkan dari para anggotanya. misalnya terdiri dari dua kelompok. Di sana terlihat belasan murid dan beberapa guru memainkan permainan tradisional Jawa Barat. yaitu jari tengah. Dimana lagu dalam permainan ini lagu iringan adalah lagu sebagai undian.bila kedua mata uang tadi sudah berhenti bergerak kemudian letaknya dilihat oleh seluruh pemain kalau letak kedua mata uang itu bertelentang pada bagian yang diasah itu berarti hidup. pada kesempatan ini juga diberikan kepada anggota kelompoknya sampai permainannya mati. tentunya disini yang bermain adalah yang belum mendapat giliran bermain.

Dilihat dari namanya gempa itu getaran yang akan bisa mengakibatkan benda di sekitar roboh. minta gendong. Waktu Pelaksanaan Permainan ini bisa dilakukan kapan saja.50 permainan dari dalam dan luar negeri. Latar Belakang Jumlah : Tidak terbatas. pagi.Semua jenis permainan tradisional itu nyaris tak dikenal lagi oleh masyarakat. Usia : bebas. termasuk mulai mengenalkan permainan tradisional dari negara-negara lain. Jenis Kelamin : pa/pi. B. Asal Permainan Jawa Barat. Sumber Buku Permainan Tradisional Perpustakaan Universitas Negeri Yogyakarta. dengan kedua tangan dibuka dan bertumpukan dengan tangan teman disampingnya. SK do SK do Pia-pio One two three four C.Jadi nanti kaleng yang sudah ditumpuk rapi akan roboh porak-porandak akibat terkena . 36) PERMAINAN GEMPALEONGAN A. anak yang akan kejatuhan tepukar berusaha untuk menghindar (pada kata ―four‖). mi ka do SK SK do. dan leongan itu kaleng bekas . D. Para guru dan murid tampak memainkan permainan domikado. misalnya dengan menyuruh bernyanyi. Bila tepukan tidak mengenai maka anak yang menepuk keluar barisan. Melihat itu. dll  Keadaan Sekarang Permainan ini masih dilakukan terutama oleh anak-anak namun jarang. Latar Belakang Permainan dengan nama gempaleongan ini merupakan permainan yang dimainkan menggunakan kaleng bekas atau boleh juga menggunakan pecahan keramik atau genteng .: Iringan Lagu : Do mi ka do Do mi ka do. Namun bila terkena tepukan tangan yang keluar dari barisan. Tak heran jika kita jarang melihat anak-anak di perkotaan memainkan permainanpermainan itu.  Kemudian menyanyikan lagu secara bersama-sama sambil menepukkan tangan ke tangan teman disampingnya  Dan bila telah sampai pada bait terakhir.  Begitu seterusnya hingga hanya tinggal 1 anak dan ialah pemenangnya dan ia berhak menghukum teman yang lainnya. yakni sebuah permainan tradisional Sunda di mana orang yang berpegangan tangan dan menjebak anggota barisannya. sore. Pelaksanaan Permainan  Para peserta membentuk sebuah lingkara. Alat yang Digunakan Permainan ini tidak menggunakan peralatan khusus. siang. Komunitas Hong terus aktif mengenalkan kembali semua permainan masyarakat Sunda.

remaja. kualitas kebugaran meningkat. Peraturan permainan. yang masang dan yang main. dewasa. bermain.  Setelah semua pemain melempar batunya .BECAKAN A. Sasaran Anak-anak. kayu dsb) sendiri-sendiri. Jumlah pemain tak terbatas semakin banyak akan semakin ramai dan minimal hanya bisa di mainkan oleh dua anak. mengembangkan aspek motorik.  Apabila kaleng roboh maka pemain yang tadi gaconya berada di bawah pemain yang mengenai kaleng makai itulah yang masang . Apabila pemain yang bersembunyi berhasil merobohkan kaleng dan mendahului yang jaga maka pemain-pemain yang tadinya sudah di gempaleongi atau sudah kena boleh bersembunyi lagi . lemparan pemain. D. jangan sampai didahului dirobohkan oleh pemain yang sedang bersembunyi.Begitu seterusnya. Asal usul permainan gempaleongan ini tidak jelas dari mana asalnya.  Dari belakang kaleng yang sudah tertata bertumpukan. .tetepi dapat dijumpai diberbagai daerah mana saja dengan nama yang berbeda.sampai roboh. C.yang paling jauh dari kaleng berhak melemparkan batunya ke sasaran tersebut yaitu kaleng yang sudah tertata rapi.51 B. 37) PERMAINAN BECAK .Satu orang masang menata dan menjaga kaleng itu jangan sampai dirobohkan pemain yang sedang bersembunyi. Apabila semua para peserta yg bersembunyi belum dimatikan maka permainan belum berakhir. Urutan melempar batu bebas. Latar Belakang Becak-becakan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya. bersosialisasi. menjaga kaleng yang sudah ditata. F. E. para pemain melemparkan gaco(batu. namun di jawa tengah sudah banyak yang memainkanya termasuk di daerah saya Wonosobo. mengisi waktu luang.  Yang masang dengan cara melangkahkan satu kaki di atas kaleng sambil menyebutkan nama peserta yang sedang bersembunyi disertai kata-kata gempaleong untuk mematikan pemain yang bersembunyi.  Sebisa mungkin yang masang. Manfat Bergembira.  Kaleng tersebut di tumpuk rapi. kemampuan motorik meningkat. Tujuan Berolahraga.

C. sebenarnya nama koko identik dengan nama sebuah jenis ular air yang sedang mencari makan di air. walaupun tidak ada data akurat mulai kapan.  Siapa yang sampai di garis finish terlebih dahulu itulah kelompok yang menang. khususnya di Sumatera selatan.52 B. bersosialisai. permainan ini dikenal oleh anakanak di daerah sumatera.  Peserta Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang berjumlah 3 orang setiap kelompok dengan satu orang menjadi penumpang dan dua orang menjadi becaknya. B.di halaman atau dilantai dan teras juga bisa digunakan. D. Pada permainan ini nanti.  Pelaksanaan  Sebelum permainan dimulai. kecuali sarung atau sabuk. Pelaksanaan Permainan  Tempat Tempat yang digunakan bisa dialam terbuka. anak yang berada di posisi paling belakang yang membentuk formatur ular-ularan. Sasaran Anak – anak E. Peralatan Dolanan ―Koko-Koko‖ tidak membutuhkan peralatan. melatih kerjasama dan kekompakan . 38) PERMAINAN KOKO A. Artinya para pemain ada yang membentuk ular-ularan. memupuk sportifitas. Latar Belakang Melihat dari nama permainan. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang. Fungsi sarung atau sabuk dipakai oleh masing-masing anak yang . Sebenarnya permainan ini hampir mirip dengan dolanan ancak-ancak alis. Menurut sebuah sumber dari Sulaiman Dharmamulya.melatih kekuatan tangan. akan dikejar-kejar oleh si koko. Hanya cara bermainnya yang agak berbeda. diadakan hum pimpa untuk menentukan siapa yang akan menjadi penumpang dan becaknya dari masing-masing kelompok. jenis permainan ini sudah berumur sangat tua.  Pemain yang menjadi penumpang naik di atas tangan pemain yang menjadi becaknya yaitu dengan cara mengandengkan tangan dari kedua pemain tersebut yang menjadi becaknya  Selanjutnya pemain yang menjadi becak mengangkat si penumpang dan berjalan menuju ke garis finish yang sudah ditentukan. Manfaat Gembira atau senang.

siang. satu orang berperan menjadi koko. Mereka bergandengan ke belakang dengan memegang sarung/sabuk yang telah dipakai di pinggang atau dikalungkan di badan. KK : Aku minta boleh tidak ? K/N : TIDAK BOLEH ?!! KK : Kalau tidak boleh. karena formasi ular akan semakin panjang. Peserta Dolanan ―Koko-Koko‖ biasa dimainkan oleh anak laki-laki. lebih banyak dimainkan di halaman yang teduh. dan pemain lainnya berperan sebagai anak buah kakek/nenek. Seperti pada permainan lain. Mereka yang bermain ini rata-rata berumur 8-10 tahun. H. Sarung/sabuk dipegang oleh pemain yang berada di belakangnya. Dialog seperti di bawah ini: K/N : Koko-koko kamu mau minta apa? KK : Aku minta airmu. Dalam permainan ini. Sementara saat dimainkan malam hari. F.53 membentuk formatur ular-ularan. Ada kelap-kelip itu apa ? K/N : Anakku. K/N : Kamu dapat dari mana? KK : Lumbung padimu. G. sebab jika sampai terlepas. E. Setelah mereka bersepakat bermain. lebih banyak dimainkan di tanah lapang yang mudah kena sinar bulan. dolanan ini hanya membutuhkan tanah lapang yang luas. B. C. Selain peralatan sarung/sabuk. lalu terus berkumpul di halaman rumah. atau malam hari saat terang bulan. D. dan J. K/N : Apa lehermu nanti tidak gatal? KK : Gatal-gatal tidak apa. maka akan menjadi pemain dadi. satu orang berperan menjadi kakek/nenek. Satu pemain lain berperan sebagai koko. K/N : Obatnya apa? KK : Gula batu. I. Sementara pemain paling depan berperan sebagai Kakek/Nenek. Lebih banyak lebih baik. baik pagi. K/N : Tempatnya apa? KK : Daun lumbu. permainan ini lebih sering dimainkan saat-saat waktu libur atau senggang.saya akan merebut! . sehingga membuat koko kesulitan mengejar mangsa. karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari. anak-anak yang bermain sekitar 10 anak. sore. D. Pegangan pemain anak buah harus kuat. Jika dimainkan siang hari. Dari mereka. C. pemain yang berperan Koko-Koko (KK) dan Kakek/Nenek (K/N) melakukan dialog sebagai pembuka. Pelaksanaan Permainan Anak-anak yang hendak bermain permainan koko-koko misalnya ada 10 anak. yaitu A. Setelah semua siap.

G. Jika sedang jadi. Ada cara lain. Begitu sebaliknya. Dilihat dari sifatnya permainan Fusukhu ini termasuk jenis permainan rekreatif. Walaupun begitu dapat juga dilihat unsur – unsur yang bersifat pendidikan seperti menumbuhkan kebiasaan . Jakarta: Kepel Press 39) PERMAINAN FUKUSHU A. Sulaiman Dharmamulya. Tetapi dibayangkan bahwa ada persoalan yang mengenai sisir yang hilang dan pertanyaan mengenai hilangnya benda itu yang dijadikan sumber permainan. berarti ia menjadi pemain jadi dan menggantikan pemain koko. maka ekor ular akan mengarah ke kiri. Jika si koko bisa menangkapnya. anak juga fisiknya lebih sehat. maka si kakek/nenek berusaha lagi menghalangi-halangi si koko untuk menangkap ekornya. saat si koko telah bisa mendekat ke ekor ular. Dengan permainan koko-koko ini. tidak ada pemenang maupun yang kalah. Penentuan kemenangan Permainan ini di mainkan hanya untuk mengisi waktu luang. F. karena banyak berlari. maka harus berani menghadapinya dan tidak mudah cengeng. maka koko berusaha menyambar anak kakek yang berada di paling belakang. Jika pemain belakang bisa dilepaskan oleh si koko. Latar Belakang Masyarakat Nias menamakan pemainan ini ―fusukhu‖ yang dibentuk dari ―fu + Sukhu‖ yang berarti ―Bermain Sisir‖. Penamaan ini didasarkan kepada hal yang menjadi persoalan di dalam permainan yatiu mengenai sukhu atau sisir. Sementara pemain koko bisa bergabung ke pemain lain. Jadi permainan ini betul – betul tergolong kepada permainan anak – anak dalam arti sesungguhnya.Permainan ―fusukhu‖ dapat dimainkan oleh seluruh anak – anak baik laki – laki maupun perempuan.54 Setelah percakapan itu. E. Tanggapan Masyarakat Permainan ini mengajarkan kepada anak-anak untuk bisa hidup bersosialisasi dengan teman. Namun jika koko bisa mendekat ke ekor dan berhasil memegang pemain paling belakang. bertujuan untuk membina kegembiraan dikalangan anak – anak. Namun jika pemain lolos dan bergabung lagi ke posisi semula. maka pemain paling belakang melepaskan sarung atau sabuk dan berlari sekuat tenaga. Maka terjadilah tarik-menarik yang sangat alot. dan terkadang disertai suara tertawaan dari para pemain atau penonton. maka pemain yang lari menjadi pemain jadi. Sumber Sumber: Permainan Tradisional Sumatera. Jika koko berlari ke arah kanan. Dengan sisir di sini tidak dimasudkan yang bernama sisir itu. Anak-anak lain berusaha mempertahankan pemain paling belakang. melatih keberaniannya dan diajak untuk lebih sportif dan menghargai teman-temannya. Begitu seterusnya hingga mereka merasa capek. Maka si koko segera mengejar pemain yang lari. 2004. maka pemain belakang dengan sekuat tenaga memegang sarung atau sabuk.

tetapi anak yang keenam atau yang paling belakang akan mengalami kesulitan menjawabnya.  Aturan Permainan. Upaya untung menangkap ini tentu saja begitu mudah melaksanakannya. Jawaban yang diberikan sama bunyinya seperti anak yang kedua tadi. karena . C. jenis kelamin mereka boleh laki – laki. Pelaksanaan Permainan Ambillah umpamanya ada enam orang anak yang ikut serta dalam permainan ini. Hanya saja mereka tidak boleh bercampur laki sama laki laki. Sampai kepada anak yang kelima jawaban masih dapat diberikan dengan cara yang sama. Usia permainan ini antara 10 sampai 15 tahun. Akibatnya anak tersebut terpaksa berdiam diri tidak dapat menjawab seperti teman – temannya yang lain. jadi bukan dari kelompok tertentu saja. karena dalam permainan ini terjadi pegang pinggul teman bermain. Anak yang berada pada tempat terdepan mengucapkan pertanyaan ―He so Zukhugu?‖ yang berarti‖Di mana Sisirku‖ kepada anak yang berada dibelakangnya. lebih banyak dari itu sering juga dilakukan.  Tahap Permainan Sekarang anak yang berdiri paling depan tadi mulai bergerak hendak menangkap anak yang paling belakang yang dianggap bersalah karena tidak dapat mempertanggung jawabkannya soal sisir tadi. dan kemudian bergerak – gerak dalam rangkaian.55 bekerjasama dan saling membantu dalam melakukan suatu pekerjaan. Pertanyaan dilanjutkan kepada anak yang ke empat. Permainan campuran dipandang janggal atau kurang pantas oleh masyarakat Nias. Anak – anak pada umur 10 sampai 15 tahun mudah merasa malu melakukan itu terhadap lawan jenisnya. Para pemain berasal dari berbagai kelompok sosial. boleh juga perempuan. B. Ini sesuai dengan sifat permainan rakyat pada umumnya. karena tidak ada lagi anak dibelakangnya unutk disebutkan sebagai tempat beradanya sisir yang ditanyakan. Pertanyaan tersebut harus dengan segera dijawab oleh anak yang menerima pertanyaan dengan ―Sukhu me Figuru‖ yang maksudnya ―Sisirmu ada Dibelakangku‖. kecermatan menangkap pertanyaan dan memberikan jawaban dan lain – lain. dan perempuan sesama perempuan pula. D. Asal jumlah anak sudah bersepakat untuk bermain dan tempat yang cocok sudah ditentukan maka sudah dapat melaksanakannya. kelima dan ke enam. Alat yang Digunakan Untuk melaksanakan permainan ini tidak diperlukan peralatan apapun. tetapi sekarang diarahkan kepada anak yang berada pada urutan ketiga. sehingga terbentuk barisan memanjang kebelakang. Dengan terdengarnya jawaban tersebut anak pertama yang berdiri paling depan mengulangi pertanyaan yang sama. Peserta Jumlah peserta untuk dapat melaksanakan permainan ini adalah 6 orang. Mereka kemudian berdiri sambil memeluk pinggang kawan yang ada di muka.

Biasanya yang melakukan permainan ini adalah laki-laki yang berumur kira-kira 6-14 tahun . B.  Demikianlah barisan yang terdiri dari enam orang anak tersebut bergerak – gerak kesana ke mari seperti ular yang sedang melata di tanah.Bentuk rokok yang berbeda-beda menjadikan bentuknya unik sehingga muncul permainan ini untuk mengumpulkan berbagai bungkus rokok.  Konsekuensi kalah atau menanti.56 ibaratnya adalah seperti kepala hendak menangkap ekor. (1981/ 1982). dalam hal ini yang paling belakang yang dapat ditangkap oleh anak yang paling depan. Dengan demikian permainan selesai. akibat ikatannya dengan anak – anak yang ada di belakang dan yang memegang erat pingungnya yang ada di muka selalu dapat saja dielakkan dengan mudah oleh anak yang paling belakang. Tetapi yang lucunya disini gerakan itu tidak menuju kea rah yang ke muka. Sumber Depdikbud. Dan bagi yang kalah teriakan – teriakan para penonton yang kadang – kadang terdengar mengejek dan menyalahkan anak yang paling belakang kenapa dapat sampai tertangkap.Dalam permainan dapat mengembangkan keterampilan yaitu ketepatan dalam mengenai sasaran. sudah cukup menjadi hukuman baginya. E. Tidak ada konsekuensi bagi peserta yang kalah. Pemain Permainan bandeman dapat di lakukan dengan jumlah peserta 3-10 anak. Permainan anak – anak daerah Sumatera Utara. sehingga berakhirnya permainan dengan berhasilnya ditangkap anak yang dimaksudkan sudah cukup mengembirakan anak yang paling depan tadi. Latar Belakang Pemainan bandeman berasal dari kabupaten Bantul.Asal mula permainan ini ketika banyak bungkus rokok yang tidak terpakai dan ada seseorang melipatnya menjadi persegi. Yogyakarta: Dikti. Dalam hal ini anak yang paling belakang bergerak lebih bebas dibandingkan dengan anak yang paling depan tadi.Permainan ini memanfaatkan bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis.Saya melakukan permainan bandeman ketika masa kecil dulu.Bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis di susun di dalam lingkaran. karena ynag hendak ditangkap berada pada tempat yang paling belakang. Setelah lama bergerak kesana ke mari. 41) PERMAINAN BANDEMAN A. akhirnya anak yang paling belakang dapat juga ditangkap. Setiap gerakan anak yang paling depan untuk menangkap anak yang paling belakang yang dilakukannya dengan segala susah payah. Permainan ini cukup melelahkan.

F. malboro 500 dan lain-lain. Kemudian pemain menyusun bungkus rokok yang sudah di bentuk dari hasil gasang tadi dalam lingkaran.Pemain berikutnya boleh menembak susunan rokok atau batu yang di gunakan pemain pertama(batu yang di gunakan pemain pertama dapat diganti dengan batu yang lebih besar).Setelah semua pemain melakukan tembakan maka permainan di lanjutkan lagi dengan melaukan gasang lagi atau melanjutkan permainan jika masih ada bungkus rokok yang masih tersisa di dalam lingkaran. Penentuan Kemenangan Pemain yang mampu mendapatkan bungkus rokok terbanyak dari hasil tembakan maka pemain tersebut dapatdi katakan menang.Misalnya Bungkus rokok jarum dan gudang garam mempunyai nilai 100.Bunkus rokok yang sulit di dapatkan mempunyai nilai yang lebih tinggi. .Kemudian di lanjutkan pemain berikutnya yang dekat dengan garis dan seterusnya seperti itu.Pemain pertama melakukan tembakan menuju susunan bunkus rokok di depannya.Bila tembakan mengenai sasaran dan sebagian bungkus rokok yang dibentuk keluar lingkaran maka bungkus rokok tersebut milik pemain yang mengenainya. Pelaksanaan Permainan Permainan bandeman di lakuakan dengan jumlah peserta 3-10 anak.sampoerna mild 300.Sebelum permainan di mulai setiap pemain harus melakukan ―gasang‖(pasang) sesuai kesepakatan bersama. Bungkus rokok tersebut tidak di berikan kepada pemain yang ikut dalam permainan tetapi menjadi milik pemain yang menang.Setelah itu dilanjutkan pemain berikutnya jalannya permainan seperti tadi hingga semua pemain melakukan tembakan. Alat dan Fasilitas  Bungkus rokok yang sudah di bentuk persegi  Batu atau keramik  Halaman atau pekarangan rumah yang rata D. Lemparan pemain harus melewati garis didepannya.57 C.Kemudian setiap pemain harus melemparkan batu dari pinggir susunan bungkus rokok menuju garis di depannya dengan jarak 3-5 meter.Waktu permainan dapat di lakukan dari pagi sampai sore.Karena susunan rokok sudah di kenai maka di susun kembali untuk di tembak pemain berikutnya.Misalnya sepakat gasang 800 maka pemain harus gasang 800 menggunakan bentuk rokok yang sudah di bentuk.Bungkus rokok yang sudah di bentuk tipis mempunyai nilai tersendiri. E. Waktu dan Tempat Permainan Permainan bandeman dapat di lakukan di halaman atau pekarangan yang tanahnya rata. Apabila pemain berikutnya dapat mengenai batu yang di gunakan pemain pertama maka bungkus rokok hasil tembakannya harus di serahkan kepada pemain tersebut.Pemain yang mampu menempatkan batu dengan garis maka dia berhak untuk melakukan tembakan yang pertama kali.

Tanggapan yang positif misalnya anak dapat berkumpul bersama untuk meningkatkan kebersamaan. Sumber Permainan bandeman ini saya mengenalnya dari kakak-kakak yang ada di kampung saya. Tanggapan Masyarakat Tanggapan dari Masyarakat bermacam-macam ada yang positif dan negatif. Termasuk dolanan Tumbaran. E.Apabila batu tersebut mengenai pemain maka bisa terluka.  Menentukan satu orang untuk menjadi orang buta.  Yang lain berada dalam kotak. Jago-Jago Pithong. C.  Apabila salah menebak akan mendapat hukuman dari kesepakatan bersama.58 G. Latar Belakang Anak-anak menamakan sebuah nama dolanan kadang-kadang aneh dan hanya berdasar pada kesepakatan belaka di antara mereka.Mereka mengajarkan dan mengajak untuk bermain bandeman. salah satu bumbu dapur. juga sering disebut dolanan Pithongan.Tanggapan negatif dari masyarakat misalnya permainan ini berbahaya karena dalam melaksanakan permainan harus melakukan tembakan memakai batu. seringkali menamakan atas dasar kesepakatan saja. Alat dan Fasilitas  Sapu tangan  Dilakukan setiap sore-sore  Berlangsung di halaman D. Pelaksanaan Permainan  Membuat kotak ukuran ditentukan banyaknya peserta. . Peserta Jumlahnya makin banyak makin ramai tetapi juga makin sulit menebak nama Bisa dilakukan putra dan putri. Tetapi ya begitulah. Penentuan Kemenangan Tidak ada menang dan kalah karena permainan ini dilakukan terus menerus sampai bosan dan hanya ada yang dihukum.  Dan jika benar maka yang ditebak ganti menjadi orang buta.Dolanan yang sering dimainkan oleh anak-anak perempuan masyarakat Jawa ini. H. Dolanan ini sepertinya tidak mengacu pada benda tumbar. B.  Satu orang yang buta tadi menangkap satu orang yang lainnya terus menebak siapa namanya. yang namanya dunia anak-anak untuk memudahkan sebuah nama dolanan. atau Dhog-Dhog Ketumbar. 42) PERMAINAN JAGO PITHONG A.

G. Alat dan Tempat Logo terbuat dari tempurung kelapa. dolanan ini hingga tahun 1980-an. Walaupun tidak terekam dalam kamus. Setidaknya. Kabupaten Kulon Progo DIY.Dan permainan ini tidak ada unsur kekerasan sehingga pertemanan menjadi kompak. Kecamatan Girimulyo. Kebanyakan dibuat berlapis dua yang direkatkan dengan bahan aspal atau dempul supaya berat dan kuat. salah satu daerah yang menjadi obyek penelitian. Dalam kamus Boesastra Djawa (Poerwadarminto. yakni stik atau alat pemukul yang panjangnya sekitar 40 cm dengan lebar 2cm. kiranya dapat dirunut dari arti kata tersebut. Sumber Dolanan ini tidak terekam dalam kamus Jawa ―Baoesastra Djawa‖ karya WJS. Pelaksanaan Permainan Permainan balogo dapat dilakukan satu lawan satu atau secara beregu. Poerwadarminta (1939). D. Tanggapan Masyarakat Menarik karena bisa membuat orang tertawa. C. ada yang berbentuk bidawang (bulus). baik di pedesaan maupun perkotaan (lihat penelitian Ahmad Yunus tahun 1980/1981 berjudul Permainan Rakyat DIY). dewasa ini sudah mulai tersisih oleh permainan elektronik populer. 1939: 495). Fungsi panapak atau campai adalah untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan logo pihak lawan yang dipasang saat bermain. segi tiga. karena permainan itu menggunakan logo. masih hidup dan dimainkan oleh anak-anak di wilayah Yogyakarta. Latar Belakang Balogo adalah salah satu jenis permainan tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan. bukan berarti dolanan ini tidak hidup di tengah-tengah masyarakat. biuku (penyu). Sampai dengan tahun 80-an permainan ini masih sering dilakukan di kalangan masyarakat Banjar. Bentuknya bermacammacam. Termasuk pula di daerah Kalurahan Giripurwo. dengan jumlah pemain 2 sampai 5 orang. Pemain Permainan ini dilakukan oleh anak-anak dan remaja. Garis tengahnya sekitar 5--7 cm dan tebalnya sekitar 1--2 cm. Sebagian daerah yang menyebut dolanan ini dengan Pithongan.59 F. Umumnya hanya dimainkan oleh kaum pria. Dalam permainan harus dibantu dengan sebuah alat yang disebut panapak atau kadang-kadang beberapa daerah ada yang menyebutnya campa. Namun. 43) PERMAINAN BALOGO A. nama pithongan berasal dari kata dasar pithong yang berarti pece atau picak (bahasa Indonesia: buta). B. Balogo diambil dari kata “logo”. daun dan bundar. layanglayang. Jika dimainkan secara beregu. maka jumlah pemain yang ―naik‖ (yang melakukan permainan) harus sama dengan jumlah yang ―pasang‖ (pemain yang .

Nilai keterampilan tercermin dari pemasangan logo yang memerlukan keahlian khusus. nilai kerja sama tercermin tidak hanya di pemasangan logo. Dengan demikian. kerja keras. Inti dari permaian ini adalah keterampilan memainkan logo agar bisa merobohkan logo lawan yang dipasang. Sampai akhirnya dikalahkan oleh permainan elektronik modern. jumlah logo yang dimainkan sebanyak jumlah pemain yang disepakati dalam permainan. Dan. Sumber www. E. hanya permainan biasa untuk mengisi waktu dan bersenang senang. Tapi kini menjadi permainan yang dimainkan oleh anak anak tanpa ada arti ritual. Jumlah pemain beregu minimal 2 orang dan maksimal 5 orang. tetapi juga tercermin dalam perobohan logo lawan. Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan balogo adalah keterampilan. nilai sportivitas tercermin dari kerelaan pemain yang kalah untuk di elus-eluas janggutnya oleh pemenang karena aturannya memang demikian. dan sportivitas. Kemudian. Nilai kerja keras tercermin dari usaha para pemain untuk merobohkan logo lawan. Dan.com 44) PERMAINAN MADELAGE A. Latar Belakang Dulunya madelage adalah persembahan untuk mengantar arwah orang yang telah meninggal.60 logo-nya dipasang untuk dirobohkan). Cara memasang logo adalah dengan medirikannya secara berderet ke belakang pada garis-garis melintang. sebuah ritual yang dilakukan masyarakat pedalaman NTB.wordpress. Mamang dalam permainan balogo : “santuk kilan bela (muka) patah cempa sekali lagi “ Permainan balogo ini masih populer dimainkan di masyarakat Banjar hingga tahun 80-an. Regu yang paling banyak dapat merobohkan logo lawan adalah yang keluar sebagai pemenang. tetapi bisa menerimanya sebagai sebuah kekalahan. sebagai akhir permainan.kerajaanbanjar. pihak yang menang disebut dengan “janggut” dan boleh mengelus-elus bagian dagu atau jenggot pihak lawan yang kalah sambil mengucapkan teriakan ―janggut-janggut‖ secara berulang-ulang yang tentunya membuat pihak yang kalah malu. kerja sama. Nama permainan ini . Gambar: F.

B. Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat. Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan. Latar Belakang Nama permainan ini berasal dari bahasa Dayak Tunjung.  Terus bergantian sampai capek Penentuan Kemenangan Yang sering di gendong adalah yang menang Tanggapan Masyarakat Membiarkan anank anak tetap bermain karena permainan ini tidak berbahaya dan membuat anan – anak riang. dua pasang  Usia enam sampai belasan tahun. Teluu‘ : tiga.  Yang menang melempar pertama kali dan yang kalah 2 orang harus jaga. D.1 orang menembak Alat dan Fasilitas  Kayu yang ditumpuk  Pelempar Pelaksanaan Permainan  Diawali dengan suit. Jenis permaian ini adalah milik masyarakat baik dari kelas bangsawan atau biasa. Jadi bila diterjemahkan adalah bersaing berlari dengan tiga kaki. sedang Pencipta Permainan ini tidak diketemukan. Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan. F. apabila diterjemahkan sentaruh: bersaing.com/info/permainan-tradisionalntb 45) PERMAINAN SENTARUH TELIUQ ENEEKNG TELUU’ A. Permainan ini sudah menyebar ke Daerah Kalimantan Timur. G.namun dalam satu pasang wanita dengan wanita. E. bisa melatih sportifitas Sumber Dari teman saya di NTB dan dari jombangan. atau orang dewasauntuk memeriahkan perayaan  Pria atau wanita boleh bermain.61 adalah permainan madelege yang artinya persembahan untuk orang mati untuk mengantar kepergiannya. B. 2orang jaga. Minimal peserta 3 orang . pria dengan pria . uneekng : kaki. Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat. Peserta C.  Jika pelempar tepat mengenai sasaran maka yang jaga harus mengangkat atau menggendong pelempar ke tempat jaga. Pemain  Paling sedikit empat orang . Teliuq : berlari.

Melihat dari namanya. Tanggapan Masyarakat Pada waktu sekarang jenis permainan ini masih dapat kita lihat pada saat tertentu saja. Jadi lapangan permainan harus diberi garis start dan finish. Tetapi pada saat ini jenis permainan ini juga dimainkan oleh orang-orang dewasa. seperti juga dolanan lainnya. sehingga tidak saling terpisah. Pelaksanaan Permainan Jenis permainan ini adalah kompetitif. Sementara kata ―telena‖ ada yang menyamakan persepsi dengan ―tlale‖ atau belalai gajah. Dalam peperangan seperti dalam cerita wayang. cukup terkenal di beberapa daerah di masyarakat Jawa. Caranya berlari tanga kanan dan tangan kiri setiap pasangan saling merangkul dengan tujuan agar pasangan dapat kompak dalam berlari. E. atau kain dari sapu tangan namun bukan dari bahan yang lentur D. untuk setiap pasangan dicari yang tingginya sama. Selain itu juga dapat untuk melatih kerjasama dan sportivitas. seperti halnya permaianan lomba lari karung. Memang gajah mempunyai belalai. Misalnya pada waktu perayaan hari Kemerdekaan. maka kaki kiri dan kaki kanan pasangannya diikat jadi satu. setiap calon pelari terdiri dari dua orang. karena permainan ini yang menonjol adalah sifat pertandingan. Pemenang adalah yang pertama kali sampai finish. Namun begitu. Kata ―telena‖ sendiri sebenarnya setelah dilacak di Kamus Baoesastra Djawa tidak ditemukan. Dalam permainannya ada tata tertip yang harus disepakati bersama. dolanan ini memang terinspirasi dari nama hewan gajah. dolanan ini juga diiringi dengan sebuah lagu. Apabila sudah didapatkan teman yang tingginya sama.62 C. Tujuan Permainan Gajah Telena ini bertujuan untuk mengisi waktu luang dan mencari kesenangan. Latar Belakang Jenis permainan yang satu ini juga termasuk dolanan yang tidak menggunakan peralatan bantu untuk bermain. Alat yang Digunakan Seutas tali dari bahan apa saja. dan sering pula dimainkan oleh anak-anak usia SD. kemudian anak-anak masyarakat Jawa membuat permainan yang diberi nama ―Gajah Telena‖. misalnya dari mana harus berlari dan sampai mana. B. . Jalannya permainan tidak sulit. gajah merupakan salah satu hewan yang dipakai tunggangan untuk bertempur melawan musuh. 46) PERMAINAN GAJAH TELENA A. yakni: //Gajah-gajah telena/ telenane garunata/ jenang katul sisir gula/ her segara amba/ her segara amba//. Dari situlah.

B. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 anak sebaya. Pada umumnya. Maka dolanan ini sangat jarang dimainkan oleh anak perempuan. yang umumnya anakanak akan saling menjerit. yang nantinya kedua kelompok itu saling berhadapan untuk saling menyerang. D. Setelah mereka saling menyerang. baik siang atau sore hari. Pelaksanaan Permainan Sebelum anak-anak bermain gajah telena.F. mencupit. Hanya biasanya mereka mengganti formasi dan berusaha menantang kembali. agar jika terjatuh. tergantung situasinya. Bisa pula dimainkan saat terang bulan purnama. kaitannya dengan permainan. pemain tidak begitu terasa sakit. Sementara para penonton.B. itulah kelompok yang dianggap kalah. maka nyanyian gajah telena bisa dinyanyikan berulang-ulang. Bagi kelompok kalah tidak ada hukuman. dan memukul.63 C. dolanan ini dimainkan oleh anak laki-laki karena memerlukan kekuatan fisik. Masing-masing kelompok kemudian bersepakat untuk menentukan formasinya. dan mendorong. Dilakukan di tempat terbuka dan biasanya di tanah lapang atau kebun bertanah. Setelah itu pemain yang menunggang gajah segera naik ke bentuk formasi itu. para penonton akan terus bersorak-sorai dan memberi dukungan ke . Peserta Dolanan ―Gajah Telena‖ dimainkan secara berkelompok.D. menjagokan idolanya masing-masing. Bisa dinyanyikan sekali atau dua kali. maka pemain konsentrasi dalam penyerangan. dan H. dan H). Waktu yang sering dipakai adalah waktu senggang. Masing-masing kelompok agak saling berjauhan. Sebaliknya. Anak-anak yang hendak bermain gajah telena biasanya sudah berkumpul di tempat bermain. siapa yang hendak jadi gajah dan siapa yang hendak jadi penunggang.G. atau berpasir. Kelompok I terdiri dari pemain A. para pemain tidak diperbolehkan menjatuhkan lawan dengan cara merenggut (njambak) rambut.G.C. Apabila mereka lama saling menjajagi kekuatan lawan dengan berputar-putar lebih dulu. Sementara pemain H sebagai penunggang gajah. misalkan kelompok I sebagai formasi gajah adalah pemain A. capek. menendang. mereka bersama-sama dengan anak-anak yang menonton menyanyikan lagu gajah telena seperti di atas. dan G. Setelah disepakati. Minimal ada dua kelompok. kemudian mereka dibagi menjadi dua kelompok I dan II. telah lelah.F. seperti: mereka hanya boleh menjatuhkan lawan dengan cara mendesak. menarik. Sementara pemain D sebagai penunggang gajah. Misalkan ada 8 anak (pemain A. menyepak. atau ingin berpindah ke dolanan lain.C.E.F. Bagi kelompok yang terjatuh duluan. dan C. biasanya ada aturan lisan yang disepakati bersama. dan D. Setelah siap. Masingmasing kelompok yang bertugas menjadi gajah segera membentuk formasi dengan cara tangan-tangan dirangkaikan. Dolanan ini akan berhenti apabila ada anak (kelompok) yang menyerah. Sementara kelompok II terdiri dari pemain E.B. Demikian pula kelompok II sebagai formasi gajah adalah E. Mereka. berumput.

Alat yang Digunakan Alat permainannya cukup sederhana hanya dua buah batang kayu berukuran 30 sm dan 15 cm juga sebuah batu sebagai penyangga. Sumber http://permata-nusantara. Tanggapan Masyarakat Permainan ini bagus karena dapat memberikan rasa senang dan menghibur anak-anak dalam melakukan permainan ini dan juga dapat mengisi waktu luang mereka. Permaianan ini di latar belkangi karena nakanak basan melihat banyaknya kayu yang bererakan sehingga mereka berinisiatif untuk membuat permaianan sendiri. misalnya kelompok I. Menurut enang keladi berarti memukul ulat yang sering ada di daerah hutan. mereka mulai menyerang kembali kelompok II.64 kelompoknya masing-masing. Semakin banyak semakin menyenangkan. C. F. Jika mereka memutuskan untuk berhenti bermain. Permainan keladi berasal dari Aceh. Sementara para pemain masing-masing kelompok dengan sekuat tenaga berusaha menjatuhkan lawannya. Setelah ditemukan siapa yang bermain terlebih dahulu. kelompok II bisa menjatuhkan kelompok I. Jika dia tak berhasil memukul atau jarak pukulannya tidak jauh pemain digantikan dengan pemain lainnya. maka mereka dianggap kelompok kalah dan skor 1:0. kelompok I bisa mengubah formasi. pertama-tama batang kayu yang berukuran 15 cm ditaruh miring pada sebuah batu.com/2011/04/gajah- 47) PERMAINAN KELADI A. hingga keduanya merasa lelah.blogspot. Latar Belakang Permainan keladi merupakan permaianan yang cukup familiar di kalangan anak pedesaan di Aceh. Permaianan ini menceritakan tentang bagaimanan seeorang anak lelaki di pedesaan terutama warga transmigrasi yang kekurangan teman bermain . Demikian seterusnya. Jika pada serangan kedua ini. Bisa dengan hompimpah atau suit. Dapat dimainkan oleh dua orang maupun lebih. Pelaksanaan Permainan Untuk pemain yang bermain terlebih dahulu. maka dianggap kedudukan satu-satu. Untuk selanjutnya. sehingga alatnya pun sangatlah sederhana. maka mereka membubarkan diri. E. Penentuan Kemenangan Apabila ada kelompok yang terjatuh. permainan diawali dengan mencari siapa yang akan bermain terlebih dahulu. Setelah siap. Seperti permainan lainnya permainan ini cukup sederhana dan mudah dilakukan. G. B. Apabila . dia harus melempar keatas kayu yang ditaruh miring dan memukulnya kedepan dan jaraknya harus melebihi tiga kali ukuran kayu yang panjang.

anak ini Merboni. Pemain  Kebanyakan permainan ini di lakukan oleh anak sekolah dasar. Merboniboni Sapu Tangan dibentuk dari : mer + boni.dan tiap regu berisikan 2 orang E. pemain kemudian harus memukul batang kayu kecil itu seperti bermain golf. Batang kayu berada diantara kedua kaki dan kemudian dipukul kebelakang menjauh hingga si pemain tak berhasil memukul batang kayu tersebut. . Eang Harjo Sumarto yang berasal dari Takengon. Sapu tangan itu dibawa oleh salah satu orang peserta untuk dijatuhkan pada sebuah tempat dibelakang peserta lainnya. yang merupakan alat utama dalam melaksanakan permainan. Peserta Permainan ini tidak ditentukan anak laki. tetapi di bagi menjadi 2 regu. Dikatakan mudah. B. Biruen. karena didalam permainan ini sapu tangan merupakan alat utama. umur para pemainnya sekitar 9-12 tahun  Jumlah pemainnya adlah 4orang. Sumber Permaianan ini bersumber dari Eang saya. G. Dimainkan anak sekitar umur 6 samapi 10 tahun. C. disebabkan permainan ini terlalu mudah.anak yang lebih besar jarang memainkannya karena kurang sesuai dengan mereka. masyarakat cukup mendukung. Waktu Bermain Waktu bermain biasanya di sore hari ketika anak-anak bermain F. Jika sudah tak berhasil memukul maka si pemain kemudian di gendong oleh pemain yang sejak tadi tak ikutan memukul. D. Tanggapan Masyarakat Dahulu ketika Eang saya disana.laki maupun anak perempuan. biasanya anak. Nanggore Aceh Darusalam 48) PERMAINAN MERBONI – BONI SAPU TANGAN A. dengan jumlah pemain 15 sampai 20 anak untuk sekali bermain.boni Sapu Tangan yang berati bermain sembunyi.65 berhasil memukul dengan jarak lebih dari tiga kali panjang batang kayu yang panjang. Di gendong ke arah batu tempat permainan dimulai. dan permaian ini berlangsung dalam bentuk cara. Alat yang Digunakan Peralatannya hanyalah sapu tangan saja.boni. Latar Belakang Masyarakat Dairi menamakan permaianan anak. Kadang pula ada kaum leleki dewasa yang ikut dalam permainan ini untuk sekedar mengisi waktu.bunyian sapu tangan. karena para peserta hanya ditugaskan untuk menerka saja dimana jatuhnya sapu tangan dan harus cepat memegang sapu tangan tersebut sebelum sempat diambil kembali oleh yang menjatuhkanya.cara memnyembunyikannya.

Permainan ini dapat dimainkan oleh siapa. Latar Belakang Dlosoran adalah permainan yang telah tersebar luas dimana-mana. F. dimana. dan kapan saja.  Tahap permainan Jiak sapu tangan sudah dijatuhkan.  Aturan bermain Anak yang menang bertugas membawa sapu tangan berkeliling. sehingga yang membawa semula sempat memungutnya kembali. sedang peserta lainnya berdiri rapat membentuk lingkaran. Bambang.  Hukuman Hukuman bagi yang kalah ialah berupa larinya anak yang kalah dan dikejar dari belakang oleh anak yang menang sambil memukul dengan sapu tangan ke tubuh anak yang kalah. Pelaksanaan Permainan  Persiapan  Seluruh peserta berjumlah 15 sampai 20 orang memilih salah seorang diantara mereka untuk bertindak sebagai pembawa sapu tangan secara berkeliling dan menjatuhkannya pada tempat yang dikehendakinya.66 D. E. 1984. Permainan Tradisional anak. maka anak yang tidak tahu itu dianggap kalah. Permainan ini cukup mudah di lakukan karena tidak membutuhkan alat untuk bermain. Sampai lingkaran yang dibentuk terkelilingi. Asal pastinya tidak tahu karena permainan ini di ajarkan oleh pemuda kampung saya sehingga saya mengerti dan pernah melakukan permainan ini. Sumber Suwondo. Sia anak yang membawa sapu tangan berjalan diluar lingkaran dilakukannya sedemikian rupa agak setenagah membungkuk. dan sapu tangan segera dapat ditangkapnya. Menentukannya dengan suit. hanya membutuhkan strategi dan taktik dalam bermain. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat juga sudah agak berkurang dibandingkan dengan masa lampau terhadap permaianan ini. sehingga jatuhnya tidak dapat segera dilihat. Dlosoran juga mengasah otak untuk berpikir dan bertindak kapan akan mengenai lawan kapan akan menunggu hingga lawan lengah dan akan menyerah .anak Daerah Sulawesi Utara. tetapi si anak tang terdekat tidak mengetahuinya. Yang perlu segera tahu dimana jatuhnya sapu tangan itu ialah anak yang berada didekat tempat jatuhnya itu. maka dialah yang menang dan yang menjatuhkannya menjadi pihak yang kalah. Tetapi jika hal itu diketahuinya. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 49) PERMAINAN DLOSORAN A.

mengenai lawan di atas lutut. Untuk yang kalah ditentukan dari berapa kali pemain sering menjaga di luar lingkaran. bahkan dewasa. kaki yang tidak dlosor berada di luar lingkaran. D. hanya untuk membantu dalam pelaksanaannya saja. yang perlu di perhatikan adalah jumlah penjaga harus di tambah untuk keseimbangan permainan dan luas area permainan juga di tambah. Tetapi pada saat dlosor(tackle) seluruh anggota badan penjaga tidak boleh masuk dalam lingkaran. C.  Setelah posisi siap dan semua pemain ada di areanya sendiri-sendiri. Harus menyisakan anggota badan lain. Penentuan Kemenangan Penentuan Menang atau Kalah. Begitu seterusnya. Pelaksanaan Permainan  Dlosoran membutuhkan sekitar 13-18 pemain (dapat juga lebih). Bila ada yang . Jumlah peserta dapat di tentukan dari jumlah orang yang ada.  Dalam mendlosor boleh dengan 1 atau 2 kaki sekaligus. Tetapi bila pesertanya banyak.  Hal yang tidak boleh dalam permainan ini dan di anggap pelanggaran adalah menendang lawan.  Pancang 1buah  Tali rafia 5-10m  Kapur halus secukupnya.  Penjaga boleh mengelilingi lingkaran untuk mengintai lawan yang akan dimatikan. menyentuh lawan dengan selain kaki. Permainan ini juga tidak memandang jenis kelamin. E. Dan untuk memperjelas area dan bentuk lapangan dalam bermain.  Dengan undian hompimpah/kacang panjang dipilihlah 3 orang untuk berjaga di luar lingkaran terlebih dahulu.  Bila ada yang terkena dlosoran itu maka pemain yang terkena itu ganti untuk jaga dan melakukan hal yang sama untuk mematikan pemain lainnya. Pemain lain yang tidak jaga berada di dalam lingkaran. misalnya dengan tangan atau menendang di anggap tidak sah. Karena taktik itu yang perlu di terapkan dalam permainan ini. Jadi perkenaannya adalah kaki atau lutut ke bawah. Peserta Peserta dapat siapa saja anak-anak. Bila di lakukan dengan cara lain. dan semua anggota badan masuk dalam lingkaran. Misalnya tangan ada di luar lingkaran. Penjaga juga boleh menunggu hingga lawan lengah. remaja.67 B. penjaga mulai bergerak untuk berusaha mengenai kaki lawan dengan cara dlosor(tackle). Alat yang Digunakan Alat dan fasilitas ini tidak di gunakan dalam permainan. yang jelas semakin banyak peserta semakin seru. karena dapat di mainkan bersama-sama oleh laki-laki dan perempuan. Dan yang menang di tentukan dari sedikitnya pemain itu menjadi penjaga di luar lingkaran. Penjaga tetap berjaga.

Alat yang Digunakan Koin uang atau kerikil yang berukuran sebesar kelereng yang nantinya digunakan sebagai bahan permainannya yang berjumlahkan 5 atu 6 buah. hanya mungkin beda nama permainan saja. atau Rp.68 mempunyai skor yang sama maka adu koin atau tos. Sumber Dari orangtua saya. Permainan ini di mainkan untuk menghibur diri pada saat istirahat sekolah dan pada saat pulang sekolah atau lingkungan rumah. permain tidak boleh keras-keras. Cara permainannya juga mungkin bisa di katakan sama persis. yaitu jika koin berjumlah 6 buah harus di ambil 2 buah terlebih dahulu tetapi cara pengambilan tidak boleh sembarang. Setahu saya permainan ini berasal dari daerah saya sendiri yaitu daerah bantul. B. Rp.  Jenis koin. harus dengan di iringi sebuah lagu atau nyanyian dan jika koin yang didapat berhasil di tangkap dapat dihitung berapa jumlah koin yang ditangkap tadi dan itulah pointnya. 50) PERMAINAN KREPYAK A. F. dan mungkin di daerah lain juga punya permainan seperti ini. Jumlah pemainnya pun terdiri dari 2 sampai 6 orang atau lebih. Begitu juga dengan musuhnya harus bisa memilih koin yang di ambil yang sekiranya dapat mempersulit pemain untuk melakukan cuthit. C. karena ada begitu saja dan dengan sengaja di mainkan bersama-sama. . Yang arti jawanya ( alon-alon ).  Melakukan cengkeh. Harus di tentukan oleh musuhnya. D.  Melakukan cuthit. Kapur / alat tulis untuk digunakan sebagai alat pencatat point atau nilai. 200. Peserta Permainan ini dapat di kategorikan sebagai permainan anak-anak yang pada umumnya di lakukan oleh anak perempuan usia 6 – 15 tahun. bisa menggunakan uang nilai Rp. Yang jelas disini berwujud koin/kerikil yang berjumlahkan 5/6 buah. Pelaksanaan Permainan  Saat melempar / krepyak. Tetapi bila yang memiliki skor orang banyak maka di adakan hompimpah untuk mendapatkan siapa pemenangnya.100 perak.500. Karena kebanyakan anak-anak bermain lari-larian dan orang tua takut bila anaknya mengalami resiko bahaya jadi orang tua mengenalkan pada anaknya permainan ini. Mereka juga tidak tahu sumber pasti permainan itu. Sedangkan jika koinnya berjumlahkan 5 buah di ambil 1 buah koin saja. Latar Belakang Awalnya permainan ini adalah permainan tradisional yang dulunya di mainkan oleh masyarakat zaman dahulu.

Penentuan Kemenangan Mengetahui ― menang atau kalah‖.69  Cara mengetahui perpindahan permainan / mati. Latar belakang masalah Indonesia sebagai negara seribu pulau berarti memiliki beragam suku di dalamnya. Koin yang berhasil di tangkap kemudian di hitung. Salah satunya adalah sepak bola patah kaleng selain permainan tradisional lain yang merupakan krestivitas anak dengan lingkungannya yang masih sangat identik dengan alam. dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti. Sebelum permainan ini di mulai akan dilakukan pengundian terlebih dahulu. E. Point yang mendapatkan paling tinggi yaitu pemenangnya. Setelah koin disebar. Sumber Masyarakat imogiri bantul yogyakarta 51) PERMAINAN PATAH KALENG A. setelah nyanyian berakhir dengan bersamaan menangkap koin. yaitu :  Homepimpah / pingsut ( PENGUNDIAN ).  CENGKEH Pemain yang berhasil ketahap ini kemudian melakukan cengkeh dengan tangan yaitu seperti permainan gatheng. tergantung dari pelaksana lomba (bila dilakukan .  Krepyak ( NYEBAR KOIN ). pemain lain ( lawan ) akan menunjuk koin yang akan di ambil dengan cara memilih koin yang paling mudah di lakukan nantinya. Pemain yang bermain sebagai orang pertama menggengam semua koin kemudian di lemparkan dengan diiringi berbicara ―kREPYAK‖.Steet Ball Papua A. bisa dihitung point yang didapat oleh para masing-masing peserta. apalagi dari sisi budaya. Seperti di daerah lain.  Ada 4 Tahap yang harus di lalui. jika si pelaku atau peserta tidak berhasil mengenai sasaran atau koin pada saat mencuthit / pemain tidak dapat menangkap koin pada saat melakukan cengkehan. Salah satunya adalah Papua. F. dengan cara melakukan homepimpah / pingsut tadi. Point yang didapat atau dikumpulkan oleh pemain yang terbanyak ialah yang keluar sebagai pemenangnya. jumlahnya di tulis yang nantinya di jumlahkan di akhir permainan. Olahraga ini mirip seperti permainan sepak bola namun berbeda pada peraturan dan sangat fleksibel. Cara melakukannya pun hampir sama dan di iringi oleh sebuah lagu atau nyanyian. Latar Belakang Permainan Tradisional Patah Kaleng . Tidak banyak Masyarakat Indonesia yang mengerti kondisi real masyarakat di sana. Dapat dimainkan dimana saja.  Cuthit ( MENCUNGKIL KOIN ). Papua juga punya permainan-permainan tradisional.

kualitas kebugaran meningkat. . Belajar mencintai budaya bangsa adalah pengabdian tulus terhadap eksistensi bangsa. Alat yang Digunakan Bola yang dipergunakan untuk permainan inipun kecil. Tidak banyak orang yang menuliskan olah raga tradisional Papua ini. Itu hanya istilah saja yang sudah beredar di Masyarakat Papua sejak puluhan tahun yang lalu. D. kemampuan motorik meningkat. F. dalam permainan ini tidak ada istilah out atau lemparan ke dalam karena dalam permainan tradisional ini tidak ada garis pembatas lapangan. dalam bentuk perlombaan) ataupun oleh kedua belah pihak yang akan bertanding.  Pemain Anak laki-laki  Jalannya permainan Sebelum di mulainya perminan di lukan tos dulu setelah itu bagi yang menang maka melaukan operan atau penguasaan bola. bermain dan meningkatkan motorik. Sasaran Sasaran Anak laki-laki Pelaksanaan Permainan  Lapangan peralatan  Lapangan Lapangan yang di gunakan bisa di lakukan dimana saja dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti. G.  Peralatan Bola kecil kaleng. Sumber Hanya ada satu tulisan mengenai sepak bola patah kaleng ini yang ditulis oleh Arnoldus Mampioper di Kabar Indonesia (19/06/2009). sama seperti gawang. Tingkat kesulitannya lebih tinggi dibandingkan sepak bola yang menggunakan gawang.70 B. Berbagai permainan tradisional ini tidak akan bertahan lama bila generasi muda tidak lagi mau peduli terhadap pelestarian budaya bangsa karena budaya adalah jati diri sebuah bangsa. Patah disini berarti kaleng yang berfungsi sebagai gawang tersebut dijatuhkan oleh pihak lawan melalui bola yang ditendang. C. Lebih ideal bila menggunakan bola tenis. Bahkan Papua selalu melahirkan bintangbintang sepakbola di Indonesia. Sepak bola patah kaleng tidak berarti kaleng dipatahkan. Tujuan Tujuan Mengisi waktu luang. E. Permainan ini sangat digemari oleh anak-anak laki-laki di Papua hingga tidak heran bila Papua tidak pernah kekurangan bintang muda di bidang sepak bola. Manfaat Manfaat Senang. dan bersosiaolisasi. Hanya ada dua buah kaleng.

Tanggapan Masyarakat Permainan ini tidak pernah digunakan lagi oleh anak-anak di daerah saya. Permainan ini sering dimainakan waktu saya masih kecil dulu. Latar Belakang Permainan ini berasal dari daerah saya. E. F. C.kulinet. I.com/baca/patah-kaleng-steet-ball-papua/759/ 52) PERMAINAN CAK LENGKENG SEPULUH RIBU A. kemudian Pemain melemparkan umpan kekotak yang pertama untuk memulainya permainan. Untuk kembali ketempat semula kali ini pemain harus kambali menggunakan kaki satu dan mengambil umpan miliknya diluar kotak sepuluh ribu dengan tanpa menginjak/memegang garis. lalu pemain harus mengangkat kaki satu dan menggeser umpan kekotak yang ke dua. yaitu Bangka Belitung.71 H. D. Peserta Permainan ini dimainkan oleh 6 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok masingmasing 3 orang. Pelaksanaan Permainan Para pemain di suitkan dahulu kemudian yang menang jalan duluan. biasanya permainan ini sering dimainkan jika waktu libur sekolah tiba permainan ini juga sangat populer di waktu kami masih kecil dulu biasanya kami memainkannya dari pagi & petang. Penentuan Kemenangan Jika ada pemain yang berhasil mengumpulkan angka yang paling banyak maka dialah pemenangnya. B. Sumber http://www. begitu seterusnya sampai kekotak yang ke empat disitu pemain boleh menggunakan kedua kakinya untuk menendang umpan tersebut ke kotak angka sepuluh ribu. Penentuan Kemenangan Pemenang Regu mana yang paling banyak menjatuh kaleng paling banyak maka regu itu di anggap sebagai pemenangnya. Sumber Masa Lalu . Alat yang Digunakan Fasilitas yang digunakan hanyalah pecahan batu/keramik sebagai umpan & melukiskan/menggambarkan bentuk lapangan. jika ada pemain yang menginjak/memegang garis maka dianggap mati. G.

Pada ukuran 50 cm dari bawah dibuat tempat berpijak kaki yang rata dan boleh lepas dengan kain atau busa. masing – masing kelompok umujr 6 – 12 tahun dan kelompok umur 13 tahun keatas. Lapangan Lapangan yang dipergunakan disarankan datar dan luas (bisa di stadion. Peraturan Permainan 1. Ukuran lapangan adalah panjang minimum 50 m dan lebar 7 ½ m dibagi lima garis lintasan masing – masing 1 ½ meter. Tujuan Mengisi waktu luang. sehingga permukannya rata. B. Alat egrang dibagi menjadi dua. b. ukuran egrang tersebut adalah sebagai berikut. Sasaran Anak – anak. C. sebagaian wilayah sumatera barat dengan nama Tengkak – tengkak dari kata tengkak (pincang). dan dewasa. Lapangan dan Peralatan a.72 PERMAINAN OLAHRAGA TRADISIONAL 53) PERMAINAN EGRANG A. Manfaat Gembira. Ingkau yang bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu. Sedang Jawa Tengah dengan nama Jangkauan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. tetapi dapat dijumapi diberbagai daeerah dengan nama berbeda seperti . Secara spesifik. bila memungkinkan). Latar Belakang Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari daereah mana asalnya. bahkan jalan raya. bermain dan meningkatkan kemampuan motorik. D. remaja. 1) Umur 6 – 12 tahun : Tinggi bambu 1 ½ meter Ukuran tempat berpijak :  Tinggi : 50 cm  Lebar : 15 – 20 cm  Panjang : 7 ½ cm 2) Umur 13 tahun keatas Tinggi bambu 2 ½ m Ukuran tempat berpijak:  Tinggi : 50 cm  Lebar : 20 cm  Panjang : 10 cm . dan bersosialisasi. Egrang dalam bahasa lampung berarti terompah pancung yang tgerbuat dari bambu bulat panjang. kemampuan motorik meningkat. berdasar kelompok umur pemakaiannya. E. lapangan umum. Peralatan Alat yang digunakan adalah bambu yang dibuat sedemikian rupa. kualitas kebugaran meningkat.

g. Ya. Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan urutan pemberangkatan perlombaan.  Pencatat waktu (timer) mencatat waktu para pelari. aba – aba siap satu kaki (kiri atau kanan) diatas tempat berpijak dan setelah aba – aba YA lari. Atlet yang terganggu jalannya oleh atlet lainnya boleh meneruskan larinya atau mengulang. i. Hal ini dilakukan pada waktu penyelenggaraan resmi. Kalau dalam perlombaan cukup dengan mengira – ngira saja. Pengganti ―YA‖ dapat dilakukan dengan suara peluit. Jalannya permainan a. yang mengambil lintasan orang lain dinyatakan gugur. Waktu terbaik dalam seri (2 atau 3orang) berhak mengikuti seri berikutnya. 3. Sebelum perlombaan dimulai. kelompok umur anak – anka 6 – 12 tahun dan unutk taruna / remaja / dewasa 13 tahun keatas. Per kelompok dipelombakan dalam seri. c. 4. Para atlet dinyatakan gugur apabila:  Menginjak garis lintasan  Kaki jatuh menyentuh lantai atau lintasan  Dengan sengaja mengganggu atlet lain. h. para atlet berdiri dibelakang garis start dengan memegang egrang. Wasit.  Juri lintasan. b. siap . jumlah atlet sesuai dengan jumlah lintasan. Pada aba – aba bersedia tangan memegang egrang (kanan dan kiri). Atlet. e. dari garis start sampai garis finish dipimpin juri start dan waktu dicatat oleh petugas pencatat waktu. d. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dalam kelas masing – masing 5 (lima) orang sesuai dengan jumlah llintasan. mengawasi lintasan apakah ada pelari yang menginjak garis. Dalam meneliti umur peserta didasarkan pada surat keterngan yang berwenang. Untuk maju ke seri berikutnya. f.73 2. Aba – aba perlombaan oleh wasit / juri start adalah: bersedia. juri dan pencatat waktu (timer)  Wasit bertugas mengawasi seluruh jalannya perlombaan. Perlombaan dalam seri. . Sebelum perlombaan dimulai. Undian diadakan agar jangan ada yang merasa dirugikan.  Juri pemberangkatan / timer. dapat diatur dalam peraturan perlombaan khusus apakah hanya 2 atau 3 orangwaktu terbaik dengan memperhatikan jumlah peserta. Pemenang  Pemenang ditentukan berdasarkan kecepatan waktu  Waktu yang diambil adalah kaki terakhir menyentuh garis finish. Pemain Permainan egrang bisa dimainkan oleh wanita atau laki – laki dengan mengenakan pakian olahraga yang pantas.  Juri kedatangan mengawasi perlombaan di garis akhir. 5. para peserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umur masing – masing. j.

Tujuan Mengisi waktu luang.74 54) PERMAINAN GEBUK BANTAL A. busa.2 m dan unutk putri 1 m.15 cm. Pemain  Gebug bantal bisa dimainkan oleh putra maupun putri. dan diatas air). F. dipertajam lagi dengan pengelompokan berat badan  anak – anak : 30 – 40 kg  remaja : 41 – 50 kg  dewasa : 51 – 60 kg keatas  Sifat pertandingan Perorangan dan beregu. Latar Belakang Permainan gebuk bantal adalah merupakan suatu permainan ketangkasan dimana 2 pemain saling menyerang menggunakan bantal. diberi pengaman matras. Peralatan Tempat bertanding dibuat dari kayu atau bambu bulat dengan ukuran panjang 4 meter. tanah danpasir. Lama permainan . C. di atas sebatang bambu yang dipasang menyerupai jembatan dan pemenangnya adalah yang berhasil menjatuhkan lawan atau yang berhasil mengumpulkan angka yang lebih banyak. 12 cm. melatih keseimbangan. dengan pengelompokan umur:  anak – anak : 9 – 12 tahun  remaja : 13 – 16 tahun  dewasa : 17 tahun ke atas  Masing – masing kelompok umur tadi. Lapangan dan Peralatan a. 1 kg untuk putri. Lapangan Lapangan atau tempat bermain bisa dialam terbuka (lapangan rumput. dengan ukuran panjang 8 meter dam lebar 4 meter. Pada dasar lapangan (kecuali diatas air). Tinggi dudukan tempat bertanding diukur dari tanah / permukaan aman. b.m. pasir. Lapangan (kecuali diatas air)dibatasi dengan tanda. Sasaran Remaja dan dewasa. E. serta bentuk bantal bulat panjang berukuran 7 ½ cm . Kualitas kesegaran jasmani meningkat. Tanda dibuat dari kapur atau tambang. tanah atau lantai yang rata. Manfaat D. 2. mengurangi ketegangan mental. meningkatkan kesegaran. besar d. tertutup (hall / gedung olahraga). keseimbangan meningkat. untuk putra 1. memupuk sportifitas. B. Peraturan Permainan 1. sabut kelapa atau jerami dengan ukuran panjang 1 meter berat 1 ½ kg untuk putra. 3. atau jerami. Bantal dibuat dari kain diisi dengan kapas.

Undian diadakan untuk menentukan tempat dan peraminan yang lebih dulu memukul. setelah selesai bertanding pemain berdiri mengapit wasit dan wasit mengangkat tangan pemenang. 8. tangan memegang kayu / bambu dudukan. Apabila dalam waktu 5 menit tidak ada pemain yang jatuh. Perorangan (lihat butir 5) b.satu tangan lagi siap menangkis. 4 – 1 atau 3 – 2. mengepit dudukan dengan dua kaki). e. Beregu 5 orang. atau siapa lebih dulu jatuh. c. Jalannya permainan a. wasit membunyikan peluit tanda pertandingan di mulai. sebaiknya dihindari dengan suit. Wasit memimpin seluruh jalannya pertandingan dan pembantu wasit memperhatikan apakah diantara pemain melakukan kesalahan (memegang kayu / bambu dudukan. b. Sasaran Seluruh tubuh kecuali kepala. Sebelum pertandingan dimulai diadakan undian unutk menentukan tempat dan siapa yang lebih dulu memukul. permainan ini dihentikan untuk istirahat selama 3 menit. d. Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit daan 1 orang pembantu wasit. Pemain dinyatakan kalah. 6. Jenis permaian dan penilaian a. kaki tergantung satu tangan memegang bantal. b. lebih dulu jatuh. Setelah pemain siap bertanding. kaki mengepit dudukan. jatuh kebawah tanah. f. 5. d. e. pembatasan sasaran ini dimaksudkan untuk menghindari cidera kuping. Sikap duduk. dinyatakan kalah. Apabila ini terjadi segera mengangkat bendera merah. ditetapkan berdasarkan jumalh pemain yang memenangkan pertandingan dengan skor akhir 5 – 0. Hasil undian. Pemenang Pemenang ditentukan berdasarkan.75 4. Wasit dan pembantu wasit adalah yang telah mengikuti penataran perwasitan. salah seorang berhasil menjatuhkan lawannya. 7. setelah istirahat dilanjutkan 5 menit babak kedua. Sebelum pertandingan dimulai wasit menanyakan panitia tentang keabsahan pemain. Permianan dilakukan paling lama 5 menit / babak. dilakukan dengan uang logam. Wasit dan Juri Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit dan satu orang pembantu wasit. Penjelasan tentang perwasitan a. Setelah undian pemain yang akan bertanding naik keatas dan duduk diatas dudukan tempat bertanding. Demikian juga sebelum pertandingan dimulai wasit dan pembantu wasit memeriksa lapangan dan peralatan. . Apabila babak pertama sampai babak kedua tidak ada yang jatuh pemenang ditentukan dengan undian. c.

dan kemampuan kerja sama meningkat.5 meter. Nomor dada dan stopwatch. terompah dibuat dari bahan balok / papan yang tebal karet / ban. Manfaat Kebugaran meningkat.5 cm. Kapur untuk membuat lintasan. 55) PERMAINAN TEROMPAH PANJANG A. 2. 4. remaja. terompah pangjang sudah merakyat. Lapangan dibuat sedemikian rupa agardalaam pelaksanaannya tidak menghadap matahari. Antar lintasan diberi garis dari kapur 5 cm. Memimpin pertandingan sesuai dengan peraturan permainan yang telah ditetapkan. E. lapangan umum. Sasaran Anak – anak. Panjang atau jarak lintasan: 50 meter. Riau. bendera dibuat dari kain atau kertas berwarna meerah dan biru berbentuk segitiga dengan ukuran bendera 27 cm. Kabupaten Kampar. dan paku. Ukuran terompah:  Panjang terompah untuk 3 orang 141 cm.  Tebal terompah 2.76 g. . rata seperti stadion. Lapangan Permainan terompah panjang diadakan dilapangan terbuka. 3. Peraturan Permainan 1. Kini.  Panjang terompah unutk 5 orang 235 cm. Terompah. dengan lebar 7. Ujung lintasan diberi garis start dan garis finish. seperti dibagian Siapi – Api. Jumlah bendera sesuai dengan jumlah lintasan yang dipakai. Latar Belakang Permainan terompah panjang sejak dulu sudah ada didaerah sepanjang perairan Sungai Rokan.  Berat terompah seluruhnya untuk teromaph 3 orang 4 kg ( sepasang) terompah 5 orang 8 kg (sepasang). D. b. C. Tujuan Berolahraga. Bendera start (peluit start). dewasa putra dan putri. ketegangan menurun. maupun Rokan dibagian Hilir. B. 5. Bengkalis. Bendera – bendera kecil dari bahan: tangkai dari bambu dengan panjang 40 cm. mengisi waktu luang dan memupuk sikap kerja sama (kekompakan team). baik Rokan Kiri maupun Rokan Kanan. Peralatan 1.  Lebar terompah 10 cm.5 meter). jalan raya (bila memungkinkan). yang dibagi menjadi 5 lintsan (masing – masing lintasan lebar 1. Lapangan dan peralatan a.

Seluruh peserta dibagi dalam seri setiap seri maksimal 5 regu sesuai dengan jumlah lintasan (disesuaikan dengan jumlah regu peserta). e. Regu juga masih dianggap sah. Sebelum perlombaan dimulai. boleh pada bahu atau pinggang. j. Aba – aba siap.tidak berhasil mencapai garis finish. Undian dapat dilaksanakan paling lambat satu hari sebelum perlombaan dimulai. peserta berdiri diatas terompah dengan jari – jari kaki masuk kedalalm setengah lingkaran karet dan berpegangan satu sama lain. k. menginjak lintasan peserta lain.77 2. Peserta dibagi dalam regu yang terdiri dari 5 orang atau 3 orang sesuai dengan jenis yang diperlombakan. Sebaiknya para peserta memakai sepatu olahraga agar kjaki tidak lecet. Petugas lintasan berdiri dibelakang peserta dan memperhatikan regu pada lintasan masing – masing dengan membawa bendera biru merah. 3. regu yang gugur tidak perlu meneruskan sampai garis finish. ya (peluit dibunyikan atau bendera start dikibarkan). 4. f. Jenis perlombaan Beregu 3 orang dan beregu 5 orang. Peserta regu berpegangan satu sama lain. h. remaja 13 – 16 tahun. d. i. Regu dianggap sah. Pemain Jenis kelamin laki – laki dan perempuan yang tergabung dalam regu putra dan regu putri. apabila peserta terakhir dan ujung terompah bagian belakang melewati garis finish dengan tidak ada kesalahan selama dalam perjalanan. Sebelum perlombaan dimulai. dan untuk menentukan urutan pemberangkatan dalam perlombaan. siap. peserta siap untuk melakukan jalan. c. Kelompok umur anak – anak 9 – 12 tahun. Regu yang sudah diteliti kelompok usianya. Peseta / regu dianggap gugur apabila. maka pada aba – aba ya. Aba – aba ya. Bila memungkinkan adanya stop watch. dewasa 17 tahun keatas. salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah artinya salah satu kaki atau kedua kaki tidak ada kontak dengan terompah. kemudian diberi nomor (dua) untuk dipasang di dada bagi peserta yang paling depan dandi punggung pemain paling belakang. dengan sengaja mengganggu peserta lain. terompah rusak ditengah jalan. . Aba – aba dalam perlombaan diberikan oleh juri pemberangkatan adalah bersedia. usia para peseta diteliti untuk menentukan kelompok usia. b. peserta berjalan secepat – cepatnya menempuh jarak 50 meter. peserta dari masing – masing regu berdiri dibelakang garis start di samping terompahnya. stop watch dihidupkan dan pada saat peserta dan ujung terompah paling belakang melawati garis finish stop watch dimatikan. g. Pada aba – aba bersedia. waulupun regu tersebut jatuh kedepan tetapi kedua kaki masih kontak pada terompah meskipun tangan menyentuh tanah. Jalannya permainan a. Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan lintasan masing – masing regu.

 Jumlah pemberangkatan 1 orang. Pemenang Regu dinyatakan sebagai pemenang apabila regu tersebut paling cepat memasuki garis finish. 6.  Juri kedatangan berada dibelakang garis finish.  Dalam memberikan aba – aba. . pengawas lintasan berdiri di belakang peseta yang akan diawasi sambil membawa bendera biru ditangan kanan dan bendera merah di tangan kiri. diperlukan petugas sebagai juri / wasit.78 5.  Pengawas lintasan 5 orang (diseduaikan jumlah lintasan)  Juri kedatangan lima orang.  Juri pemberangkata bertugas untuk. pengawas lintasan mengacungkan bendera keatas dan berjalan di belakang mengikuti peserta sampai garis finish. maka permainan peserta tersebut sah.  Pengambil waktu (apabila ada stopwatch). juri pemberangkatan mengambil tempat dibelakang peserta dan tangan yang megang bendera direntangkan lurus kesamping.  Sebelum start dimulai. Petugas Petugas terdiri dari.  Pada saat peserta mulai berjalan.  Pencatat waktu (apabila ada stopwatch).  Juri kedatangan bertugas untuk:  Menentukan dan mencatat urutan kedatangan peserta.  Aba – abab yang diberikan adalah: bersedia.  Kemudian juri pemberangkatan memperingatakn agar peserta tidak menginjak / melewati garis start.  Juri pemberangkatan dapat menentukan sah atau tidaksah start yang dilakukan oleh setiap peserta. Petunjuk Perwasitan Untuk melancarkan jalannya permainan terompah panjang. juri pemberangkatan memanggil peseta untuk berdiri dibelakang agris start dalam lintasan masing – masing. perincian tugas darei masing – masing juri / wasit.  Pengawas lintasan bertugas unutk:  Mengawasi lintasan selama permainan berlangsung.  Memberi aba – aba pada pemberangkatan peserta dengan mempergunsksn bendera start atau peluit. regu yang gugur dalam babak final tidak mendapat juara. siap. Apabila pengawas mengacungkan bendera biru. ya atau peluit dibunyikan. Tetapi apabila peserta melakukan kesalahan maka bendera biru diturunkan dan bendera merah dinaikkan dan regu peserta dianggap gugur. 7.  Sebelum start dimulai. Apabila menggunakan bendera maka pada aba – aba ya bendera dinaikkan / digerakkan keatas.

79  Pengambil waktu bertugas untuk:  Menghitung waktu dari mulai aba – aba ya atau peluit dibunyikan sampai peserta menginjak atau melewati garis finish. 2 detik. Permainan ini menuntut kelincahan. E. B. b) Peralatan  Bahan dari kayu balok di mana permukaan tempat berpijak rata. pengambil waktu menghidupkan stopwatch. 56) PERMAINAN LARI BALOK A. dewasa. D. keseimbangan. remaja. semen maupun aspal). Tujuan Berolahraga. dan ketangkasan meningkat. Spesifikasi alat sebagai berikut :  Kayu  Ukuran balok : . Lapangan dan Peralatan a) Lapangan  Lapangan terbuka. Manfaat Kebugaran meningkat. Bentuk permainan berupa adu kecepatan menempuh suatu jarak tertentu diatas empat buah balok kecil menyerupai batu bata.  Pada saat starter memberi aba – aba ya atau peluit dibunyikan . Latar Belakang Lari Balok sering dilombakan pada perayaan Kemerdekaan RI. misalnya 10. stopwatch dimatikan. yang mana setiap habis melangkah pemain harus memindahkan balok yang dibelakangnya ke depan sebagai tempat berpinjak dan begitu selanjutnya. tanah.  Pengambil waktu berada atau bertempat dibelakang garis finish.  Tebal garis 4 cm. dan kecepatan atletnya. putra dan putri. Peraturan Permainan 1.  Pencatat waktu berada dibelakang garis finish disamping pengambil waktu.  Waktu dicatat sampai dengan per sepuluh detik. ketegangan menurun. Sasaran Anak – anak. C. dan pada saat peserta paling belakang dan ujung terompah paling belakang tepat berada digaris finish / melewati garis finish. dan seterusnya.  Panjang minumum 15 meter  Lebar 7 ½ meter dibagi 5 garis lintasan masing – masing 1 ½ meter.  Pencatat waktu bertugas untuk:  Mencatat waktu yang ditempuh setiap peserta pada formulir yang sudah disiapkan. rata (rumput. mengurangi ketegangan dan kompetitif.

f) Peserta dinyatakan gugur apabila :  Salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubungan dengan balok. e) Aba – aba perlombaan oleh wasit adalah bersedia. mengawasi peserta yang telah tiba di finish e) Pencatat. memberi aba – aba start pemberangkatan.  Keluar dari lintasan. d) Sebelum perlombaan dimulai para peserta duduk jongkok diatas 2 balok dibelakang garis start dan kedua tangan menyentuh balok dua lainnya yang terletak di belakang kedua balok yang diinjak. 4. mengawasi jalannya perlombaan. siap. c) Peserta diundi untuk menentukan kelompok seri/urutan perlombaan. Ya peserta saling berlomba. Siap kedua tangan siap memindahkan kedua balok lainnya.  Salah satu tangan atau kedua tangan menyentuh tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubugan dengan balok. mencatat nama/nomor peserta yang telah tiba di finish . b) Setiap peserta yang akan berlomba diberikan 4 potong balok. c) Juri lintasan. ya. b) Klasifikasi :  Kelompok I : 6 – 10 Th  Kelompok II : 11 – 14 Th  Kelompok III : 15 – 18 Th  Kelompok umum : 19 Th keatas Jalannya Permainan a) Sebelum perlombaan dimulai para perserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umurnya masing – masing. 5. d) Juri kedatangan. 3. b) Juri pemberangkatan. Pada aba – aba bersedia peserta duduk jongkok diatas kedua balok. mencapai garis finish (dengan ketentuan ke empat balok telah melewati garis finish). Pemimpin Perlombaan a) Wasit.80 2.  Dengan sengaja mengganggu peserta lain. mengikuti dan mengawasi lintasan dibelakang dari dari setiap peserta. Pemenang Ditentukan berdasarkan peserta yang paling dahulu.  panjang : 25 cm  lebar : 9 cm  tinggi : 4 cm  Berat balok : 50 gr – 100 gr  Bendera start : 60 x 90 cm (ukuran tidak mutlak)  Bendera kecil segi tiga mrah dan biru :27 x 37 cm Pemain a) Pemain lari balok bisa dimainkan oleh laki – laki maupun perempuan.

Sasaran Anak – anak. 20.  Klasifikasi Berat untuk putra Kelas I : 50 – 59 kg. pada pertengahan tali diberi tanda ( cat merah/kain merah ) dari pertengahan tali diberi 2 macam tanda yang masing – masing jarak 2. II : 60 – 69 kg. jumlah regu disesuaikan dengan keadaan. 17. .81 57) PERMAINAN TARIK TAMBANG A. meningkatkan semangat kerja dan menurunkan ketegangan. batas lapangan harus jelas supaya penonton tidak masuk lapangan permainan. remaja. boleh 10. b) Peralatan Alat yang dipergunakan adalah sebuah tali tambang serat panjangnya 30 s/d M. Diameter tali : 5 – 10 cm. lapangan. tepi pantai yang datar/rata permukaan. Pinggir lapangan sebaiknya diberi tanda dengan kapur atau tali.  Panjang lapangan : 40 s/d 60 M  Lebar lapangan : 8 M Pada pertengahan lapangan diberi garis. IV : 70 kg ke atas. III : 60 – 69 kg. Dalam permainan ini sangat dominan kekuatan dan daya tahan regu. memupuk semangat kerja sama dan sosialisasi. IV : 80 kg keatas Berat untuk putri Kelas I : 30 – 49 kg. E. Latar Belakang Tarik Tambang adalah olahraga rakyat yang paling banyak dimainkan oleh masyarakat setelah olahraga panjat pinang. III : 70 – 79 kg. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. Olahraga tarik tambang dimainkan beregu. Lapangan dan Peralatan a) Lapangan Lapangan yang dipergunakan dapat terbuka dan tertutup. Peraturan Permainan 1.5 M dari pertengahan tali. D. dan dewasa. 30 orang dsb. C. juga luar garis batas tarikan. B. Diantaranya stadion. c) Peserta  Beregu putra atau putri. 28. Tujuan Berolahraga. II : 50 – 59 kg. jumlah anggota regu disesuaikan dengan keadaan. menggunakan seutas tambang.

kebugaran meningkat. Anak-anak desa. Tujuan Mengisi waktu luang.82 2. . Manfaat Gembira. b) Sebelum bertanding lapangan harus dikosongkan setelah ada panggilan dari panitia. Dua orang pembantu wasit bertugas mengawasi garis batas tarikan dan dilengkapi dengan bendera merah. D. tetapi tidak ada petunjuk bahwa permainan hadang berasal dari Jakarta. c) Wasit pertandingan memanggil pimpinan regu masing – masing untuk menentukan tempat. dan bersosialisasi. jika ada aba – aba ya kedua regu melakukan tarikan. acap memainkan hadang di malam hari saat bulan purnama. dewasa. C. meningkatkan kekompakan tim. Pemenang Apabila satu regu dapat mengalahkan regu lain dengan 2 – 0 atau 2 – 1 ( kalau terjadi seri ). Latar Belakang Meski dimainkan hamper seluruh anak di Jabotabek. tetapi panitia dapat menentukan sstem pertandingan disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Permainan ini ada di sebagian besar provinsi di Nusantara. B. remaja. d) Wasit memberikan aba – aba siap. 58) PERMAINAN HADANG A. yang terdiri atas 1 orang wasit kepala yang bertugas langsung memimpin pertandingan dan dilengkapi dengan peluit. Pemimpin Perlombaan Wasit sebaiknya berjumlah 3 orang. bendera merah itu diangkat apabila tanda merah tadi melewati garis batas tarikan. bermain. 4. Sasaran Anak-anak. Jika salah satu regu dapat menarik melewati garis batas. Kemudian diadakan tarikan lagi dan jika terjadi seri maka sebelum tarikan ketiga diadakan lagi undian untuk memilih tempat setelah lebih dahulu istirahat. Kedua regu saling menarik tambang dan saling berusaha membuat tanda merah dari pertengahan tali dapat ditarik melalui garis batas. 3. peserta sudah memegang tali serta konsentrasi untuk mendengar aba – aba berikutnya. Pertandingan biasanya dilakukan dengan sistem gugur. maka diadakan pemindahan tempat. Pembantu wasit juga bertugas menghitung jumlah masing – masing regu serta mengatur tata tertib keamanan pertandingan. Jalannya Permainan a) Undian dapat diadakan sebelum hari pertandingan pada saat pertemuan teknis.

gedung olahraga. 9 meter 15 meter Peluit diperuntukkan pada kedua wasit yang akan memimpin pertandingan. Peraturan Permainan 1. Jam/stopwatch Meja. Peralatan  Bendera untuk hakim garis dengan ukuran 30 x 30 cm. jalan raya. Bentuk lapangan empat persegi panjang berpetak-petak Ukuran  Panjang 15 meter  Lebar 9 meter dibagi 6 petak masing-masing 4. g.83 E. f.5 m x 5 m. d. lapangan terbuka. Cat dan line paper digunakan apabila lapangan di atas lantai semen dan jalan beraspal. gedung pertemuan) atau di ruangan terbuka (stadion terbuka. warna kuning dan merah berbentuk segi empat. kursi Alat tulis Formulir pertandingan untuk mencatat susunan pemain dan hasil pertandingan.  Garis pembagi lapangan permainan menjadi 2 bagian memanjang disebut garis tengah. Gambar Lapangan Hadang c. tangkai 40 cm.  Papan nilai untuk mencatat nilai (papan tulis atau white board). Lapangan Lapangan permainan dapat dibuat di ruangan tertutup (stadion tertutup. e. apabila memungkinkan). . Lapangan dan Peralatan a. b. halaman rumah.  Kapur/cat/line paper.  Lapangan permainan ditandai dengan garis selebar 5 Cm. Kapur digunakan apabila lapangan permainan di rumput atau tanah.

5. Timeout diberikan atas permintaan pelatih atau manajer kepada petugas meja. Terdiri dari 2 regu masing-masing 5 orang. Waktu time out. Setiap regu diharuskan memakai kostum bernomor dada dan punggung ukuran 15 cm dari nomor angka 1 sampai 8. dan 3 orang pemain cadangan.84 2. Pemain a. d. Regu putra dan regu putri 3. f. Timeout Time out satu kali untuk tiap regu. jam dimatikan. Jalannya permainan a. Permainan dimulai setelah wasit membunyaikan pluit. Pergantian untuk regu: Pergantian regu penyerang men-jadi penjaga atau sebaliknya diadakan oleh wasit dengan membunyikan peluit setelah:  Penjaga menangkap atau menyentuh penyerang . atau sentuhan dari pihak penjaga.  Mengganggu jalannya permainan.  Berbalik masuk petak yang telah dilalui. Seragam pemain 4. Setelah time out posisi pemain seperti sebelum time out. Lamanya permainan Lamanya permainan 2 x 15 menit bersih dan istirahat 5 menit. Pemain penyerang dinyatakan salah apabila:  Kedua kaki keluar dari garis samping kiri dan kanan lapangan. b. Regu penjaga menempati garis jaganya masing-masing dengan kedua kaki berada di atas garis sedangkan regu penyerang siap untuk masuk. masing-masing satu menit selama pertandingan. Penjaga berusaha menangkap atau menyentuh penyerang dengan tangan terbuka dan jarh-jari tangan. g. Waktu time out dicatat posisi pemain.tidak boleh mengepal.. Penyerang berusaha melewati garis di depannya dengan menghindari tangkapan. yang kalah sebagai penjaga dan yang menang sebagai penyerang. Kapten regu diberi tanda di lengan kanan berbentuk pita melingkar. Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu. dalam posisi kedua kaki berpijak di atas garis atau salah satu kaki berpijak di atas garis sedangkan satu kaki lainnya dalam keadaan melayang. c. 6. e. b.

i. dipimpin 2 orang wasit.  Mengganggu penjaga yang sudah dilalui. Setiap pertandingan. 7. Wasit.  Apabila permainan telah berjalan selama 15 menit wasit membunyikan pluit tanda istirahat dan posisi pemain dicatat. b.  Apabila penyerang menginjak garis dan petak di belakangnya yang telah dilalui. apabila:  Menggait kaki penjaga. dibantu dua orang hakim garis.  Apabila permainan babak kedua dilanjutkan posisi pemain sama seperti saat permainan dihentikan. . Nilai a.85  Terjadi butir 6 di atas  Apabila tidak terjadi perubahan posisi selama 2 (dua) menit. Wasit memberikan tanda dengan membunyikan peluit. dua orang pencatat nilai. Istirahat. waktu istirahat. Tiap regu diberikan paling banyak 3 kali penggantian pemain selama pertandingan). Setiap pemain yang telah berhasil melewati seluruh garis dari garis depan sampai garis belakang dan dari garis belakang sampai dengan garis depan langsung dapat melanjutkan permainannya seperti semula. b. 9. pemain membuat kesalahan dan waktu time out. Apabila penjaga atau penyerang melakukan pelanggaran pertama kali diberi kartu kuning dan apabila melakukan pelanggaran 2 kali diberi kartu merah dan nilai dikurangi 1 (satu). Hakim garis dan pencatat nilai a.  Mendorong penyerang dengan sengaja  Menyerang wasit dan membuat keributan. Demikan seterusnya permainan berjalan tanpa berhenti kecuali kalau dihentikan oleh wasit karena tertangkap/ tersentuh. . h. b. Penggantian pemain diadakan pada saat permainan sedang berhenti (pada saat istirahat. apabila:  Menyentuh penyerang dengan tangan dikepal atau meninju penyerang. Pemain yang telah berhasil melewati garis depan s/d garis belakang diberi nilai satu.  Menyerang wasit dan membuat keributan. pergantian dan pada saat time out. 8. Hukuman dan sanksi a. j. Kedua wasit punya tugas. Pemain yang berhasil melewati garis belakang s/d garis depan diberi nilai satu. fungsi dan wewenang yang sama c. Bagi pemain penyerang. Bagi pemain penjaga.

Peraturan Permainan 1. dan yang terpenting adalah jiwa sportif. bermain. Manfaat Berolahraga. Saat-saat mencutat. ketegangan menurun. Nilai/ angka dicatat di dua papan nilai (lihat gambar di bawah). c. Pemain Nilai Dada Dada Jumlah Jumlah 59) PERMAINAN PATOK LELE a. dan meningkatkan keterampilan dan jiwa sportif. Penjaga garis memberi tanda dengan mengangkat bendera e. memukul. Tujuan Gembira. Permainan ini mengasah ketrampilan. Lapangan . dan mematok. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi. Tujuan Mengisi waktu luang.86 d. pemenang ditentukan berdasarkan hasil undian/tos PERTANDINGAN HADANG PA/PI Regu : …………………………. Penentuan Pemenang Pemenang ditentukan dari besarnya nilai setelah pertandingan berakhir. e. 10. Pencatat nilai. No. d. dan ketangkasan meningkat. kebugaran meningkat. adalah saat-saat yang menyenangkan.. Apabila terjadi nilai sama setelah waktu 2 x 15 menit berakhir. No. Dua pencatat nilai ditempatkan di sudut garis depan dan garis belakang. maka diadakan perpanjangan waktu selama 10 menit (2x5 menit) tanpa istirahat/ time out. 2 X 15 menit. Latar Belakang Patok lele digemari setiap anak (tentu saja yang bias memainkannya). meninting. b. Lapangan dan Peralatan a. No. Regu : ………………………….. kecekatan. Apabila masih tetap sama. Pemain Nilai No.

(lihat gambar). memukul. dipukul. Garis : Menarik garis. dan dipatok. dan mematok. Peralatan Dalam pertandingan resmi. peralatan yang tercantum dalam peraturan permainan ini merupakan kebutuhan yang diperlukan.  Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 45 cm.  Lubang tempat mencutat/ mematok  Lubang tempat mencutat/ mematok dibuat di atas lapangan f. Tetapi jika permainan dilakukan di lapangan keras. Alat ini yang dicutat.  Bendera hakim garis  Kapur/cat/line paper  Peluit  Jam/stop watch  Alat tulis  Formulir pertandingan  Meja/kursi  Meteran. meninting. (lihat gambar). Gambar: Dengan dua bata/balok berjejer dan ditidurkan Permainan.87 Patok lele dimainkan di lapangan terbuka: Bentuk: Mempunyai sektor 900 Ukuran: Menarik garis lurus dari ujung lubang tempat mencutat yang disebut garis batas (lihat gambar). ditinting. dengan cara membuat lubang berbentuk elips atau segitiga. mulai dari lubang tempat mencutat membentuk sektor 90°. garis tengah 2cm. Alat ini untuk mencutat. Jarak 3 m dari lubang dan diberi tanda garis tinting.  Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 15cm. garis tengah 2cm. . maka tempat mencutat/mematok dapat dibuat dengan cara meletakkan 2 (dua) buah batu bata/balok berjejer sehingga dapat memungkinkan untuk mencutat/ mematok. b.

bila tidak ada lagi Cara mencutat Pemain maka diadakan pergantian dalam hal ini penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya. dalam hal ini berarti penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya.  Jika tidak tertangkap oleh penjaga. Lamanya permainan Permainan patok lele berdurasi 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit. 4. baik putra dan putri. Seragam pemain Setiap regu diwajibkan memakai seragam yang bernomor dada dan punggung berurut angka 1 s/d 7. Pemain Setiap regu terdiri dari 5 orang dan cadangan 2 orang. 5. permainan diteruskan pada tahap berikutnya yang disebut tinting. kemudian dicutat. Ukuran nomor dada dan punggung 15 cm. maka janak harus dilemparkan penjaga dan diusahakan mengenai utat yang dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat. maka pemain yang bersangkutan mati.  Jika janak yang dilemparkan mengenai utat.88 2. maka regu penjaga mendapat cutatan mati. Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu yang menang menjadi penyerang dan yang kalah bertahan/menjaga. Warna seragam kedua regu berbeda/kontras.  Selanjutnya dilakukan  Kemudian utat diletakkan/dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat.  Jika janak tertangkap oleh penjaga. .  Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya. maka diadakan pergantian pemain. Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya. b. Kapten regu diberi tanda di lengan berbentuk pita berwarna kontras dengan seragam.  Permainan dilakukan dengan 3 (tiga) tahap: a. 3. Meninting  Janak dipegang bersama utat dengan satu tangan. Mencutat.  Janak diletakkan melintang di atas lubang/tempat mencutat. Jika tidak kena. bila tidak ada lagi pemain berikutnya.

 Tinting dilakukan dalam batas daerah tinting.  Jika tahap kedua tidak mati. maka penjaga harus melemparkan dan regu penjaga mendapat nilai.  Jika janak dipukul tidak kena.  Pemain penyerang yang memukul janak di luar batas tinting dinyatakan mati. c. Pemukulan ini boleh ditangkap penjaga dan mendapat nilai tangkapan.89  Selanjutnya janak dilemparkan sedikit keatas/dilepas dan kemudian dipukul dengan utat sekuat mungkin sehingga janak dapat melayang jauh ke arah lapangan permainan.  Jarak antara janak berhenti dengan lubang/tempat mencutat di ukur dengan meteran. Mematok  Mematok dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara:  Di Lubang  Janak diletakkan membujur di lubang sehingga sebagian muncul ke permukaan.  Apabila jarak antara janak dengan lubang tempat mencutat kurang dari 1 (satu) meter. maka pemain tersebut dinyatakan mati.  Jika janak tidak ditangkap. maka penjaga harus melemparkan kembali janak tersebut dari tempat janak jatuh ke arah lubang atau tempat mencutat.  Cam meninting dengan pegangan janak antara ibu jari dan telunjuk  Cara meninting dengan janak di atas pangkal ibu jari dan telunjuk  Jika janak tidak ditangkap. Kemudian ujung janak yang muncul di atas lubang dipukul atau di patok dengan utat sehingga . maka pemain berhak meneruskan permainan ke tahap berikutnya.  Pemain yang melakukan tinting diperbolehkan mengambil posisi yang menguntungkan untuk memukul/menghempang janak dengan utat agar janak itu dapat kembali ke lapangan permainan. pemain tersebut dinyatakan mati.

Jika regu penjaga berhasi! menangkap cutatan. Regu penjaga c. Penyerang dinyatakan mati a. Jika janak kena satu kali.90 terungkit dan lemlempar ke atas. diukur dengan meteran.  Penggantian pemain  Penggantian pemain dilakukan sebanyak 2 (dua) kali selama permainan berlangsung. Dan bila berhasil memukul janak. meninting. jumlah tintingan akan dikalikan dengan . diukur dengan meteran dan hasilnya dikali kan dua dan seterusnya. . dan mematok. Penyerang permainan patok lele dinyatakan mati apabila:  Cutatan. Penggantian pemain dilakukan setelah dilaporkan lebih dahulu kepada petugas meja/wasit. Bila penyerang tidak berhasil meninting atau memukul janak sewaktu terungkit ke atas. 7. jarak antara janak jatuh dengan lubang/tempat mencutat diukur dengan meteran (setiap meter mendapaat nilai1)  Pada jarak patok dengan ber-kenaan sebagai berikut: b. tintingan. maka nilai dihitung dari jatuhnya janak sampai ke lubang dan seterusnya diulang lagi dari mencutat. tintingan. pukulan hasil pengembalian tintingan berhasil ditangkap oleh penjaga. Jika janak kena dua kali.  Di atas batu bata sama halnya dengan di atas lubang. Selanjutnya diusahakan agar pukulan terakhir sejauh mungkin dari lubang tempat mematok.jarak pu-kulan. 6. Penilaian a. maka pemain tersebut dinyatakan mati. dan pemain tersebut berusaha meninting janak berulang kali. d. pengembalian tintingan serta patokan dengan dua tangan mendapat nilai 10 (sepuluh). Dan jika satu tangan mendapat nilai 15 (lima belas). Regu penyerang  Pada waktu pengambilan tinting. jarak dari janak jatuh sampai pinggir lubang/tempat mencuat.

patokan. 2 (dua) orang  Mengawasi tangkapan janak oleh regu penjaga  Mengawasi jatuhnya janak di dalam lapangan permainan atau di luar daerah permainan. c. b. Kemudian menjum-lahkan hasil yang diperoleh seluruh pemain.  Hasil akhir yang diperoleh masing-masing regu diberikan kepada kapten regu dan wasit untuk ditandatangani. pertandingan diteruskan sesuai dengan kedudukan babak pertama.  Pada waktu melakukan cutatan. 10.  Memimpin jalannya pertandingan dari awal sampai akhir serta menentukan pemenang. b. patokan.91  Janak hasil cutatan. Jika babak pertama berakhir. pukulan hasil pengembalian tintingan maupun pukulan hasil pengembalian tintingan dan patok yang jatuh di luar lapangan permainan. Mencatat waktu Tugas pencatat waktu adalah mencatat lamanya pertandingan berlangsung 2 x 20 menit dan istirahat 5 menit. Petugas meja a. janak kurang dari satu meter dari lubang/tempat mencutat. serta melaporkan kepada petugas pencatat hasil (scorer). oleh regu penyerang dan tangkapan oleh regu penjaga. Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah nilai yang terbanyak diperoleh setelah pertandingan berakhir 2 x 20 menit. sedangkan regu penyerang masih ada yang belum bermain maka untuk babak kedua. Penentuan pemenang a. 8. Tugas wasit dan Pembantu wasit a.  Pengembalian tintingan oleh regu penjaga kurang satu meter di ukur dari lubang/tempat mencutat.  Mencatat hasil yang diperoleh pemain atas laporan wasit dan pembantu wasit. 9. baik didapat dart tintingan.  Pembantu wasit . Larangan dan sanksi . menentukan siapa menjadi penyerang dan penjaga.  Pada waktu melakukan tintingan maupun patokan tidak diperbolehkan melawati garis batas.  Mencatat nama-nama pemain dan cadangan serta nomor dada/ punggung di dalam formulir pertandingan. baik tintingan. Wasit utama : 1 (satu) orang)  Melakukan undian.  Melakukan pengukuran yang diperoleh penyerang. tintingan. Pencatat hasil (scorer).

jalan raya (apabila memungkinkan). Pada waktu pengembalian tinting penjaga dilarang melemparkan janak dengan sengaja ke tubuh penyerang. Jika hal tersebut dilakukan regu penjaga. sawah sehabis panen. Lihat saja istilahnya :Ada tawanan. h. maupun patokan. membakar benteng musuh. e. = Petugas Meja DLP = Daerah Luar Permainan dan tidak boleh ditangkap oleh penjaga. Bentuk: Persegi panjang Ukuran: Panjang 50 m. penyerang berhak mengulangi permainannya dengan bebas c. lapangan rumput/lapangan sepakbola. Sasaran Anak-anak dan remaja. Tujuan Berolahraga. = Pembantu Wasit x = Regu Pemain = Regu Penjaga f. tintingan. Yang jelas. Sewaktu melakukan cutatan. Pada waktu melakukan tinting penyerang tidak boleh melewati garis batas. B. dan lain sebagainya. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani/ meningkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan. D. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi.92  Regu penjaga dilarang menghalangi janak yang sedang dimainkan oleh regu penyerang dengan kaki/badan sengaja atau tidak sengaja. Seorang anak sedang bermain patok lele 60) PERMAINAN BENTENG A. g. bermain benteng cukup mudah dan meriah. C. bisa jadi Benteng terinspirasi oleh aksi peperangan tempo dulu. Lapangan dan peralatan a. Peraturan Permainan 1. jika hal tersebutdilakukan oleh penjaga nilainya dikurangi 5 (lima). Denah lapangan/susunan petugas X =: Wasit 0 XI A d. E. Latar Belakang Mengingat nama serta jenis permainannya. Lapangan Lapangan terbuka antara lain: halaman rumah. lebar 20 m . penjaga tidak boleh menghalang-halangi penyerang dengan jarak 2 (dua) meter.

 Tiang bendera tingginya 2 meter dari permukaan tanah/lantai Gambar Lapangan Benteng 20 m 50 meter dengan garis tengah 5 cm. 3. b. Permainan ini dimainkan regu putra atau regu putri. Seseorang pemain mengejar .  Peluit  Bendera Hakim Garis sebanyak empat buah dengan ukuran 30 cm x 30 cm dan tangkai 40 cm. Saat penawanan. Ada dua bendera benteng dengan ukuran 40 cm x 30 cm dengan warna berbeda. Setiap pemain berfungsi sebagai pemancing atau yang dikejar dan juga berfungsi sebagai pengejar. Yang menang dapat memilih tempat atau lebih dulu memancing.  Kapur/cat untuk membuat garis lapangan permainan. Pemain a. jam tetap jalan. Sebelum permainan dimulai diadakan undian. Jalannya permainan a. tidak ada campuran. Lapangan ditandai dengan garis selebar 5 cm. Setiap regu terdiri dari 10 orang. b. b.93 Daerah benteng berbentuk lingkaran yang bergaris tengah 3 m dengan jarak 10 m dari garis belakang dan garis samping. Peralatan  Bendera. cadangan 4 orang. Daerah tawanan: Berbentuk persegi panjang dengan ukuran: panjang 10 m dan lebar 1m. 2.  Jam/stop watch  Alat tulis  Meja/kursi  Formulir pertandingan  Lamanya permainan  Lamanya permainan 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit. Seragam pemain  Setiap pemain diwajibkan memakai pakaian seragam yang bernomor dada dan punggung 1 sampai dengan 14 berukuran 15 cm.

penawanan dan penghukuman). d. Wasit. g. 6. shirt warna kuning dan celana warna hitam. 4. tugas diserahkan kepada salah seorang anggota regunya yang belum tertangkap. 5. pembantu wasit dan pencatat nilai a. Kapten regu ditandai ban/pita di lengan kanan dan bertugas mengatur setiap anggota regunya.  Menyerang wasit atau membuat keributan. Setelah salah satu regu bentengnya terbakar. f. apabila pemain lawan lebih dulu meninggalkan bentengnya dan ia menjadi orang yang dikejar oleh pemain lawan. Setiap wasit yang memimpin per-mainan/pertandingan diwajibkan memakai seragam T. Selama permainan berlang-sung setiap regu diperbolehkan mengadakan penggantian pemain paling banyak empat kali. Penggantian pemain diadakan waktu permainan berhenti (istirahat. Bila kapten regu tertangkap. e.94 pemain lawan. semuanya dapat dibebaskan dengan jalan menyentuh salah seorang dari tawanan itu dengan ketentuan satu sama lain dalam keadaan berpegangan/bergandengan. empat (4) orang pembantu wasit dan dua (2) orang pencatat nilai. Benteng suatu regu dinyatakan terbakar. Wasit berada di dalam lapangan dan pembantu wasit berada di luar lapangan. Anggota regu yang tertangkap atau yang keluar dari lapangan permainan akan menjadi tawanan dari pihak lawan. Tawanan yang berkumpul di daerah tawanan dapat bebas kembali apabila teman seregunya yang belum tertangkap dapat membebaskan dengan jalan menyentuh bagian tubuh te-mannya. Bagian tubuh termasuhk kostum/kelengkapan. Cara menangkap lawan cukup dengan menyentuh bagian tubuh lawan dengan tangan terbuka. Tawanan yang lebih dari satu orang. Penggantian pemain a. . c. Hukuman dan sanksi Hukuman dan sanksi diberikan kepada pemain apabila:  Menyentuh pemain lawan dengan tangan  Mendorong lawan dengan sengaja atau menggaet kaki lawan. permainan dilanjutkan dengan ketentuan regu yang berhasil membakar benteng lawannya berfungsi lebih dulu sebagai pemancing. apabila salah seorang atau lebih regu lawan dapat membakar benteng dengan ca-ra menginjakkan salah satu kakinya di benteng lawannya. Permairran/pertandingan dipimpin oleh dua (2) orang wasit. Penggantian atas permintaan officials yang disetujui oleh wasit. b.

D. Lapangan dan Peralatan a. c.  Apabila 1) dan 2) tetap sama. Dlaam permainan tarik tambang. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. Latar Belakang Secara mudah. Denah Lapangan dan Penempatan Petugas wasit 20 m 50m 61) PERMAINAN DAGONGAN A. kedua regu saling tarik menarik sekuat tenaga sedangkan dalam dagongan kedua regu saling dorong untuk mencari kemenangan. menigkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan. C.95 7. Setidaknya. Yang dimaksud nilai sama adalah jumlah pembakaran sama atau sama sekali tak terjadi pembakaran.  Apabila nilai sama. pemenang ditentukan berdasarjumlah tawanan. Peraturan Permainan 1. Penilaian dan penentuan pemenang a. Regu paling banyak menawan lawan dinyatakan menang. Tujuan Berolahraga. pemenang ditentukan dengan undian/tos. memupuk semangat kerjasama dan bersosialisasi. dalam cara bermain. bermain dagongan adalah kebalikan dari bermain tarik tambang. B. Penentuan pemenang  Regu paling banyak membakar benteng lawannya dinyatakan sebagai pemenang. Lapangan 18m 2m . b. Penilaian Setiap pembakaran dihitung satu nilai.

merah untuk batas tengah bamboo. 1 buah garis tengah. Kapur untuk menggaris lapangan dan lakban yang digunakan 2 warna. digunakan oleh hakim garis. Garis tengah adalah garis yang membagi dua lapangan sama panjang sebagai batas akhir penyerangan dari masing – masing regu yang mendorong. Biru untuk batas pegangan. Peralatan  Bamboo harus lurus dan kuat. Bentuk lapangan persegi panjang dengan ukuran 2 meter x 18 meter. b.5 m dari garis tengah. Garis serang adalah batas kaki pemain saling depan berjarak 2.  Kapur/lakban. 2 buah garis terang. garis – garis batas 2 buah garis samping.  Formulir pertandingan .  Bendera 2 buah. panjang 10m dengan garis tengah 6cm.96 Lapangan harus rata dan datar dan diutamakan berumput. ukuran 30 x 30cm berwarna merah kuning berbentuk diagonal.

Pluit dibunyikan apabila salah satu regu telah dinyatakan kalah. Salah satu tangan mengapit bamboo pandangan lurus ke depan lawan.97  Meja/ kursi. dan memeriksa posisi silang dari kedua regu. dilakukan pada saat : . Permainan selesai jika adaa yang berhasil melakukan 2 dorongan. satu pasang untuk mencatat nilai dan pelaoran pergantian pemain. 7.49 kg Kelas B : 50 – 59 kg Kelas C : 60 – 69 kg Kelas D : 70 kg ke atas 5. Aba –aba yaa kedua regu saling mendorongkan bamboo lurus ke depan lawan. e. Pemain Beregu putra dan putri dengan jumlah pemain 5 orang cadangan 2 orang. Dalam melakukan dorongan bamboo berada dan sejajar di dada. Wasit member aba – aba siap. 4. d. Jalannya Permainan a. Salah seorang yang manjadi kapten memakai pita pada lengan sebelah kanan. Nomor Pertandingan a. 3. Kedua hakim garis menghitung jumlah pemain. Seragam Pemain Kedua regu wajib memakai kostum dada/ punggung dimulai dengan angka 1 s. selanjutnya melaporkan kepada pencatat nilai dan wasit. 6. Pergantian pemain Pergantian pemain harus diminta oleh kapten regu. seluruh pemain memegang bamboo untuk siap dalam posisi melakukan dorongan.d 7. Beregu Putra Kelas A : 50 – 59 kg Kelas B : 60 – 69 kg Kelas C : 70 – 79 kg Kelas D : 80 kg ke atas b. Apabila score seri maka wasit melakukan undian kembali untuk menentukan siapa yang akan memilih tempat. wasit memanggil kedua kapten regu untuk melakukan undian. b. Beregu Putri Kelas A : 46 . Sebelum permainan dimulai. Lamanya Permainan Lamanya permainan menggunakan system 2 kali menang.  Peluit 2. Interval antara dorongan pertama dengan dorongan kedua adalah 3 menit. f. sedangkan apabila terjadi draw ( seri ) lamanya 5 menit. c.

98 a. Apabila 3 orang pemain keluar dari garis samping maka regu tersebut dinyatakan kalah. c. Mengubah posisi pada saat mendorong. 9. Apabila satu regu berhasil mengalahkan lawannya pada set pertama maka dinyatakan sebagai pemenang. Sebelum pertandingan dimulai b. Memakai sarung tangan c. Dua orang hakim garis :  Menghitung jumlah pemain  Membantu wasit dalam pengawasan garis c. sepatu golf. Regu yang melanggar ketentuan tersebut dikenakan diskualifikasi. spike. 10. . dan Pencatat Nilai. Hakim Garis. Pertandingan dipimpin oleh : a. Regu/ pemenang adalah regu yang berhasil mendorong/ mengalahkan lawannya dengan nilai 2 – 0 atau 2 – 1. Nilai/ Score dan Pemenang a. b. Wasit. dan yang serupa. Seorang pencatat nilai  Mencatat hasil nilai ( score )  Mengumpulkan daftar nama. Perpindahan tempat 8. Larangan a. Memakai sepatu bola. b. Seorang wasit yang bertugas :  Mengundi sebelum pertandingan dimulai dan apabila terjadi seri  Memberi aba – aba  Menentukan sah/ tidaknya suatu dorongan b.

sesuai ketentuan jarak menyumpit. B. Besarnya gabus harus dapat masuk pada kaliber sumpit. Jarak menyumpit putra adalah 15 meter. . 10 meter. dan terjauh 35 meter. Tujuan Mengisi waktu luang. sepanjang memiliki panjang yang cukup. C.  Pisir Untuk meluruskan pembidikan. Sasaran \ Anak-anak. Cara bermain dengan menembakkan anak sumpit ke suatu sasaran yang telah ditentukan (target). dewasa E. Sedangkan untuk putri. Latar Belakang Sumpitan merupakan permainan tradisional Indonesia yang banyak dilakukan oleh masyarakat pedalaman Kalimantan dan pedalamnan pulaupulau lainnya. Peraturan permainan 1. dan meningkatkan ketrampilan.99 62) PERMAINAN SUMPIT A.  Anak sumpitan panjang 25 cm terbuat dari bambu atau kalam (lidi enau). D. Pisirr diikat menggunakan rotan. Gabus ini berfungsi untuk meluruskan jalannya anak sumpit. remaja. Peralatan  Sumpitan terbuat dari katu atau bambu dan panjang 150-175 cm. Pada awalnya sumpitan ini dipakai sebagai alat berburu.  Gabus Pada pangkal anak sumpit dipasang gabus yang dibuat berbentuk kerucutt. terbentuk laras panjang yang terbuat dari kayu yang telah dilubangi atau bambu dengan anak sumpit yang terbuat dari bambu. 25 meter. Lapangan dan peralatan a. dan 25 meter. Manfaat Kebugaran meningkat dan ketrampilan meningkat. Kawat tersebut berfumgsi sebagai pisir pada senjata api.  Kaliber Kaliber sumpit tidak ada standarnya tergantung kepada besar kecilnya besi untuk boor / besar kecilnya lubang bambu. biasanya sebesar pensil. 15 meter. bermain. disisi atas dari ujung batang sumpit dipasang sepotong kawat sejajar dengan batang sumpit. b. Lapangan Lapangan tempat bermain sumpitan ditempat terbuka atau tertutup.

kemudian sumpit diangkat diarahkan kesasaran dengan pertolongan pisir. 35 m. 7 dan seterusmya. kemudian kearah luar bernilai 9. Memasukan anak sumpit.  Memegang sumpitan tidak dibenarkan menggunakan alat bantu. Posisi jongkok 7. 25 m. Cara meniup Setelah anak sumpit dimasukkan ke dalam kaliber sumpit. kedua tangan menghadap keatas.100 2.anak sumpit dimasukan kedalam kaliber sumpit satu persatu.hal ini untuk menjaga agar sumpitan tidak goyang. Lingkaran paling tengah memperoleh nilai 10. Jarak Jarak nembak dengan sasaran disesuaikan dengan keadaan setempat. sebelum dimasukkan kedalam kaliber sumpit. Sudah barang tentu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. 5. Sasaran Sasaran adalah sebagaimana sasaran pada cabang olah raga memanah. misalnya: a. Posisi berdiri b. Cara penyumpitan  Cara memegang sumpit Karena batang sumpit cukup panjang dengan kedua tangan pada pangkal sumpitan. dengan konsentrasi dan menyiapkan udara sebanyak banyaknya dari rongga dalam mulut dan rongga dada denga meniup ke kaliber sumpit sehingga memungkinkan anak sumpit terlepas dengan kencang meninggalkan sumpitan menuju sasaran. Lingkaran tersebut dibuat warna warni sehingga menarik 6. Putra Jarak 15 m. 4. 3. . Pemain Pemain dapat beregu dan dapat pula perorangan. hingga lingkaran paling luar nilai 1. anak sumpit diperhatikan dahulu kalau belum lurus harus diluruskan. Mulut ditempelkan kekaliber sumpit. Jenis pertandingan a. 8. Jumlah anggota regudisesuaikan dengan keadaan.

sehingga besar kecilnya gabus akan terpengaruh terhadap besar kecilnya tiupan. Wasit dan pembantu wasit 1.  Batang sumpit Yang paling efektif batang sumpit adalah sepanjang sepeda ditambah sejengkal dari masing=masing penyumpit. dimana akan berpengaruh juga pada pembidik. Pencatat (scorer) Mencatat hasil / nilai yang diperoleh penyumpit atas laporan pembantu wasit. Ini berarti sumpit bukan pegangannya sangat berpengaruh terhadap tembakan.101 b. 8.  Halus tidaknya lubang sumpitan. 25 m. Putri Jarak 10 m.  Pengaruh angin Karena anak sumpit yang sudah ada gabusnya tersebut adalah benda yang ringan. 15 m. Oleh karena itu mata door yang digunakan untuk mengebor batang sumpit harus mata boor satu saja agar lubangnya tetap sama. Banyak anak sumpitan yang digunakan dalam satu seri adalah 5 buah. Besar kecilnya kaliber sumpit akan berpengaruh terhadap besar kecilnya gabus. maka pengaruh akan angin sangat besar terhadap lurus tidak larinya anak sumpit tertutama angin dari samping. kemahiran membidik. . kemampuan tangan untuk memegang batang sumpit agar tidak bergerak. Sedangkan besar kecilnya batangsumpit juga akan berpengaruh berat ringannya sumpit. Wasit  Melakukan undian dalam menentukan seri  Memimpin jalannya pertandingan  Menentukan pemenang 2. Lubang yang halus buatannya dan baik pemeliharaannya akan melancarkan jalannya anak sumpit. Pembantu wasit  Mengawasi penyumpit sesuai dengan jarak yang ditentukan  Meneliti perkenaan yang sebenarnya  Melaporkan hasil kepada pencatat nilai 3. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadapat efektifitas tembakan  Kemahiran menyumpit Kemampuan meniup.  Anak sumpit Kehalusan membuat anak sumpit berikut gabus sangat berpengaruh terhadap laju larinya anak sumpit.

dan keterampilan meningkat. gembira. Peraturan Permainan 1. jambu. Gasing Terbuat dari kayu yang keras. Panjang tali sesuai dengan kebutuhan gasing. Pangkal tali dibuat cincin sehingga dapat untuk memasukan jari tengah. Latar Belakang Permainan Gasing terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia.5 meter Lebar : 6 meter 2. dan lainnya. Pangkal tali tersebut agak besar dan berangsur – angsur menjadi kecil sampai ke ujung tali. misalnya teras kayu asam. Tujuan Mengisi waktu luang. B. meningkatkan keterampilan dan bversosialisasi. Permainan ini mengandung sifat kompetitif karena sifatnya mencari kemenangan mengadu ketangkasan dan keterampilan memutar gasing. Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki berusia 7 – 17 tahun. Kayu tersebut dibentuk menjadi gasing dengan ketentuan sebagai berikut : Tinggi : 11 cm Tinggi Kepala : 2 cm Garis Menengah : 7 cm Badan keliling : 11 cm b. . Peralatan a. Lapangan Area tempat bermain gasing hendaknya yang rata serta tidak ditumbuhi oleh rumput. Manfaat Bergaul.102 63) PERMAINAN GASING A. kemudian dipintal menjadi tali. Sasaran Anak – anak dan remaja E. Lapangan dan Peralatan a. bisa dilakukan perorangan atau beregu. Bentuknya persegi panjang dengan ukuran : Panjang : 7. Gasing terbuat dari kayu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menyeruapi jantung pisang bagian bawah. C. D. Tali Terbuat dari daun pandan atau rami.

6. Lama permainan a. Pada inning ketiga dan seterusnya diadakan rotasi terus sesuai dengan urutan semula. d. b. b. maka regu bertahan secara serempak memasang gasing masing – masing pada perak yang telah ditentukan. siapa yang gasingnya lebih lama berputar dialah sebagai penyerang terlebih dahulu. Pergantian pemain dapat dilakukan apabila pergantian inning banyaknya pergantian hanya 2 kali. Permainan gasing dimainkan dalam waktu 10 inning. e. Salah seorang dari regu bertahan. waktu melempar gasing lawan menginjak garis ( CD/EF ) dinyatakan batal ( dis ). Setelah itu. artinya 10 kali sebagai bertahan dan 10 kali sebagai penyerang. IV. Dapat dimainkan secara perorangan dan beregu. regu penyerang menjadi regu bertahan dan regu bertahan menjadi regu penyerang. Kesalahan/ Pelanggaran a. Cara undian ialah dengan memutar gasing oleh kedua belah pihak. 4. c. Pelaksanaan Permainan a. terlebih dahulu diadakan undian. Pada inning kedua diadakan rotasi yaitu penyerang dan yang bertahan menjadi regu penyerang dan yang bertahan berada di petak no I. . gasingnya berputar di luar petak pasang dinyatakan mati dna nilai dikurangi 2. b. Salah seorang dari regu penyerang. Setelah inning ke V diadakan pergantian lapangan ( tempat ). h. Untuk menentukan penyerang dan bertahan. g. b. Lapangan tetap di tempat atau di lapangan masing – masing. Setelah peluit berbunti lagi maka regu penyerang menyerang gasing – gasing yang dipasang di petak pasang.103 3. c. satu regu terdiri dari atas 5 orang dengan 2 orang cadangan. f. dan VI ke V serta V ke I. Regu penyerang di petak serang dalam keadaan siap untuk melempar dan regu bertahan berada di luar petak bertahan untuk siap melakukan pemasanagan gasing. Jika beregu. III. II. 5. Apabila nilai sama maka permainan diperpanjang dengan 1 inning lagi. Setelah aba – aba dari wasit dengan peluit. j. Permainan gasing pada umumnya hanya dilakukan oleh putra saja. i. Pada inning V diadakan pergantian lapangan ( tempat ). Pemain a.

Gasing lawan terlempar ke luar petak pasang sedang gasing penyerang berada di petak lain. gasing berputar di daerah bebas. jika kena tetapi tidak terlempar ke luar mendapat nilai 3. Gasing penyerang lebih cepat mati. Pemain bertahan yang memusang gasingnya di petak lain atau di daerah bebas dihukum dengan 1 pengurangan nilai. g. Denda/ hukuman pengurangan nilai 1 dan 2 jika dari pihak bertahan salah menempatkan gasingnya waktu perang. e. c. Gasing lawan terlebih dahulu mati maka regu penyerang dapat nilai 3. b. maka penyerang boleh maju. 7. d. Gasing regu bertahan waktu dipasang terus mati di petak sendiri boleh dilempar. Dinyatakan menang ujika nilai paling banyak. f. selanjutnya masih dapat dilempar oleh regu penyerang. Gasing regu bertahan segera mati dan berada di luar petak pasang nilai dikurangi 2. Gasing dipasang dilempar kena dan ke luar. Penentuan pemenang a. 9.104 c. sedang gasing penyerang mengganti di petak pasang sedang gasing lebih lama berputar dari gasing lawan nilai 5. b. d. gasingnya berputar dipetak kawannya dihukum dengan pengurangan nilai 1. Gasing lawannya kena dan terlempar ke luar petak pasang. Wasit : 1 orang b. d.nilai 5. Salah seorang regu bertahan. Wasit/ pemimpin pertandingan a. dan jika kena lemparan keluar dapat nilai 5. 10. Seperti no 1 tapi penyerang di petak lawan dapat nilai 4. e. maka penyerang nilai = 0. Pencatat : 1 orang . Penilaian a. c. Bila kena penyerang maka dapat nilai 3 dan keluar dapat nilai 5. Gasing lawan dipasang terus mati dan barada di aderah bebas. Perkenaan a. maka regu penyerang boleh masuk ke daerah bebas untuk menyerang gasing tersebut. 8. Salah satu regu bertahan.nilai 5. Kena bisa nilai 3 kesemuanya berlaku jika gasing penyerang lebih lama berputar dari gasing yang bertahan. Pembantu wasit : 1 orang c.

Peserta Untuk memainkan permainan ini dibutuhkan peserta minimal 2 orang atau kelompok yang jumlah dari keduanya harus genap. F.dilanjutkan dengan suit untuk menetukan kelompok yang bermain terlebih dahulu. G. Kelompok yang menang nantinya melempar batu agar mengenai sasaran yaitu kereweng yang ditumpuk. Apabila batu yang dilempar itu mengenai sasaran dan kereweng tersebut jatuh. Dibagi menjadi 2 kelompok atau 2 orang yang berlawanan. Manfaat Permainan ini dapatmengembangkan kepekaan panca indera manusia dan melatih ketepatan. C. B. Sumber Permainan ini bersumber dari widarto-aji-kurniawan. Boleh putra atau putri. Permainan ini kemungkinan berasal dari Yogyakarta karena dilihat dari namanya dalam bahasa jawa. Permainan ini memiliki sebuah sasaran atau tujuan yaitu berupa benda yang ada di tengah. E. maka kelompok yang berhasil itu segera menuju ke kelompok lawan untuk minta gendong.com/macammacam-permainan-tradisional . D.blogspot. : orang yang melempar batu ke sasaran : kereweng yang ditumpuk 2. Pelaksanaan Permainan 1. Peralatan yang digunakan Dalam permainan ini dibutuhkan kereweng atau pecahan genteng yang nantinya disusun. Permaian ini dimainkan saat waktu luang. Penentuan Kemenangan Kelompok atau regu yang paling banyak melempar batu dan mengenai kereweng maka itulah pemenangnya.105 PERMAINAN TRADISIONAL PILIHAN 64) PERMAINAN TUJON A. 3. Membuat lapangan permainan/ area permainan. Latar Belakang Permainan ini bernama Tujon yang memiliki arti tujuan atau sasaran.

keramik. Alat yang digunakan juga mudah dicari dan sederhana. seperti halma dan lainnya. Pertama – tama membuat arena atau gambar segitiga yang saling dihubungkan oleh garis tegak lurus dan mendatar. Merujuk namanya. C. Pelaksanaan Permainan 1. dolanan ini tidak berhubungan langsung dengan hewan macan atau harimau. baik pagi. redi. yakni macanan 21 wong (orang) 1 macan. Syarat lokasi bermain bersih. Ada empat versi dalam dolanan Macanan. atau krangkeng. siang. yang hidup di era tahun 1970-an mengenal sebuah dolanan tradisional yang bernama Macanan. Mereka bermain di waktu senggang. atau benda lain. bisa menggunakan tempat berlantai tanah. Alat dan Tempat Permainan ini cukup sederhana. dan macanan 3 wong 1 macan. dan lainnya). macanan 8 wong 1 macan. asalkan rata dan nyaman. Manfaat Permainan memberikan manfaat berupa melatih kecepatan berpikir dan ketelitian serta kecermatan dalam melakukan sesuatu atau memutuskan sesuatu. Menurut sumber Sukirman (2004). Jika lebih. yang memang fungsinya menyerang pihak lawan. sebuah alat yang dipakai untuk bermain. macanan 4 wong 1 macan. Walaupun tidak ada larangan bagi anak wanita untuk bermain. Sementara gambar berupa segitiga dan persegi empat bisa digambar dengan kapur. namun kebanyakan dimainkan oleh anak laki-laki. Latar Belakang Mayoritas anak masyarakat Jawa. ada yang kalah dan menang. seperti kerikil atau biji-bijian buah (seperti: sawo. atau lainnya. Mereka saling berhadapan untuk saling mengalahkan. D. . dianggap sebagai sebuah macan. setidaknya yang berada di daerah Yogyakarta. dolanan ini sudah dikenal sejak sebelum Perang Dunia (PD) II. Setidaknya. tanjung. atau malam hari. namun syaratnya harus tetap berpasangan. asam. Namun. dolanan ini harus dimainkan oleh 2 orang. E. B. tegel.106 65) PERMAINAN MACANAN A. Gambar segitiga ini biasa disebut gunung. bisa dimainkan secara beregu. Peserta Dolanan Macanan sering dimainkan oleh anak laki-laki berusia di atas 10 tahun. pensil. tidak banyak menggunakan tempat untuk bermain. sore. Hanya saja untuk saat sekarang sudah sangat jarang dimainkan karena tergeser dolanan modern lain. Dolanan ini banyak digemari oleh anak laki-laki karena bermasuk dolanan kompetitif. hanya sekitar 1 meter persegi. mengasah otak. yakni alat lain yang dianggap sebagai manusia. menyesuaikan lahannya.

3. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. Peserta melakukan suit atau undian untuk mencari yang menjadi batu dan menjadi macan. maka pemain B harus menggunakan kerikil. 2004. Penentuan Kemenangan Yang menjadi pemenang adalah yang menjadi batu namun paling banyak dapat menutup jalan macan. Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan. D. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan . Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah. F. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan.MULAN A. Pelaksanaan Permainan a. Yogyakarta. Bisa laki – laki atau perempuan. Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang. Sumber Permainan Tradisional Jawa. C. Apabila ada dua anak. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. Sukriman Dharmamulya. 4. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E. misalkan pemain A dan B. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. Yang menjadi batu berusaha untuk membuat macan terperangkap dengan membuat jalan macan tertutup. G.107 2. Kepel Press 66) PERMAINAN MUL . Pengertian dari kata mul – mulan sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. Bisa menggunakan kerikil atau biji – bijian. B. dkk. Menyiapkan peralatan yang akan digunakan. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Yogyakarta. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain Mul-Mulan. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain.

Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. serta masingmasing membawa orang-orangan. Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai.108 agar tidak keliru. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah. Dengan demikian gambar dolanan MulMulan sudah siap digunakan. Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. b. tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai). keduanya harus melakukan sut. Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. Langkah pertama. Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar). pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. . c. Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya. ia main duluan. bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. bisa dengan panjang hingga 30—40 cm. Di sini. d. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan. Jika pemain A menang. Jika bermain di atas lantai atau ubin. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. Sisi terluar. kira-kira panjangnya 25—35 cm.

Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan . Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan. Sebenarnya permainan ini juga ada di Yogyakarta dengan nama Mul – mulan dan dam-daman. atau menyanyi. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. Departemen P&K 67) PERMAINAN NERENSI A. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. Pelaksanaan Permainan e. Pengertian dari kata nerensi sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang. B. Sukirman Dharmamulya. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. Ahmad Yunus. maka pemain B harus menggunakan kerikil. H. dkk. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. 1980/1981. 2004.109 F. misalkan pemain A dan B.. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. Jakarta. D. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Filipina. C. Apabila ada dua anak. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain nerensi. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Yogyakarta. menampar tangan. Bisa laki – laki atau perempuan. jika pemain kalah harus menerima hukuman. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E. maka ia harus menerima hukuman. Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah.

Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai. Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. Sisi terluar. Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan. Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. bisa dengan panjang hingga 30—40 cm. g. Jika pemain A menang. Langkah pertama. Dengan demikian gambar dolanan nerensi yang sudah siap digunakan. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. keduanya harus melakukan sut. bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar. Jika bermain di atas lantai atau ubin. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. . Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. Di sini. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. serta masingmasing membawa orang-orangan. Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar). Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. h. kira-kira panjangnya 25—35 cm. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai).110 agar tidak keliru. ia main duluan. f.

Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. Berikut lagunya : Sarsur kurunan mak Mak emake tretete Tak undange tretete Yen kecandak kanggo gawe Adhi mesti mati 2x Tak bedhile mimis wesi Tong tong bull 2x b. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. Departemen P&K 68) PERMAINAN SUR . Jakarta. Permainan ini dimulai dengan salah satu kelompok membisikan nama dari peserta kelompok lain. Manfaat Melatih bersosialisasi dengan teman sebaya dan melatih keberanian serta kekompakan dan kepekaan. 2004. menampar tangan. 1980/1981. D. jika pemain kalah harus menerima hukuman. Asal permainan ini dari Jawa Tengah dan Yogyakarta. emak memanggil kelompok yang kedua untuk menebak yang dibisikan oleh kelompok 1. Setelah selesai menyanyikan lagu.. Permainan ini berupa gerak dan lagu sebagai pengantar permainan. Yogyakarta. dkk. E. Sumber Permainan Tradisional Jawa.111 F. . I. B. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. Latar Belakang Pengertian dari permainan sur – suran ini kurang jelas namun sering diartikan sebagai tebakan. Sukirman Dharmamulya. Peserta dibagi dalam 2 kelompok. maka ia harus menerima hukuman. Pelaksanaan Permainan a. Setelah itu mereka menyanyikan lagu Sur – suran. Ada satu anak yang menjadi emak dalam permainan ini. C. Bisa laki – laki atau perempuan. atau menyanyi. Satu orang menjadi mak. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal.SURAN A. Dimainkan bersama – sama ketika waktu luang. Alat yangDibutuhkan Dalam bermain permainan ini tidak membutuhkan peralatan apapun. Ahmad Yunus. Jumlah pemain di tiap kelompok minimal 3 orang. Apabila tebakan itu benar maka mak bilang ―selamat‖. Peserta Dimainkan secara berkelompok.

B. Apabila ada dua anak. G. Latar Belakang Permainan dam – daman ini berasal dari daerah Jawa Tengah. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna I.dimainkan oleh dua orang pemain. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan agar tidak keliru. misalkan pemain A dan B. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain.112 F.worpress. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 12 buah. maka pemain B harus menggunakan kerikil. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. Bisa laki – laki atau perempuan. Sebenarnya.daman. Pelaksanaan Permainan i. Penentuan Kemenangan Apabila kelompok berhasil menebak maka dia menang dan apabila tidak berhasil menebak maka akan menggendong yang kalah. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain dam . Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. Sumber Permainan-tradisional-sur2an.com 69) PERMAINAN DAM – DAMAN A. Kemudian pion yang dilangkahi itu menjadi milik si Pemain tadi. . Sedikit bercerita tentang permainan ini. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. DAM! Kata-kata itu diucapkan oleh pemain yang melangkahi pion milik lawan mainnya. Yang paling banyak menebak benar maka yang menang. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. G. H. Dam Daman ini bisa dimainkan kapan dan di mana saja.

menampar tangan. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli . Departemen P&K 70) PERMAINAN DAMON A. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. atau menyanyi. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas.113 j. Yogyakarta. J. Setelah itu mereka membuat arena bermain yang berbentuk seperti ini. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. 2004. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan.. Ahmad Yunus. Sukirman Dharmamulya. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. Latar Belakang Damon adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang. ia main duluan. Jika pemain A menang. maka ia harus menerima hukuman. keduanya harus melakukan sut. Jakarta. Di sini. dkk. 1980/1981. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. l. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. Langkah pertama. k. Sumber Permainan Tradisional Jawa. jika pemain kalah harus menerima hukuman. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. J.

G. Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya. Pemain berusaha memasukan karet ke lidi yang ditancapkan. Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan.114 B. Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama d. kemudian c. Penentuan Kemenangan Pemain yang paling banyak memasukan karet ke dalam lidi maka dialah pemenangnya dan berhak membawa pulang karet yang digunakan dalam permainan. Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal. Dan lidi untuk sasaran. halaman. gembira. Alat yang Digunakan Karet gelang dan tempat untuk bermainnya dapat di kebun. b. dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan. Manfaat Manfaat permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman . . Pelaksanaan Permainan a. Sumber Permainan ini dicerikan dan dipraktekan pada saat pembelajaran mata kuliah permainan tradisional kelas PGSD Penjas A tahun 2009 di semester 4. Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah karetnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama. C. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet. D. Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap. g. E. f. e. Sebelum permainan dimulai. Namun orang dewasa pun dapat ikut memainkannya. F. secara langsung. asalkan tempatnya datar. Peserta Anak – anak usia Sekolah Dasar baik laki – laki maupun perempuan. Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet. dalam rumah. Jumlah pemain minimal 2 orang. Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah. H. Pemain kedua meniup karet agar dapat mendekati sasaran yaitu berupa lidi yang ditancapkan di atas tanah.

115 71) PERMAINAN GOBAK BUNDER .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful