1

PERMAINAN TRADISIONAL NUSANTARA
1) PERMAINAN MBURU KEWAN
A. Latar belakang permainan Permainan ini dibuat untuk mengisi kegiatan pada waktu sore hari,dengan cara menirukan orang yang sedang berburu binatang dengan cara melempar benda untuk menangkap binatang yang sedang diburu. B. Asal permainan Asal permainan ini adalah dari daerah pemalang dan sekitarnya C. Peserta Pesertanya adalah semua umur,baik anak-anak maupun orang dewasa dapat melakukan permainan ini.peserta minimal 10 orang dan maksimal tak terbatas. D. Alat yang diperlukan Alatnya adalah 2 buah bola plastik untuk bahan lemparan berburu E. Pelaksanaan Permainan Pertama di awali dengan diundi (hompimpah) untuk mencari 2 orang untuk menjadi pemburu dan sisanya menjadi binatang yang menjadi sasaran lemparan.nanti kalau ada anak yang terkena bola leparan dari pemburu,maka dia harus keluar dari arena permainan dan menjadi pemburu.dalam permainan ini tidak boleh melempar kearah kepala. F. Tempat dan waktu permainan Ditempat yang luas misalnya kebun,lapangan,pelataran rumah dll,dan biasanya dilakukan pada sore hari sambil menunngu maghrib G. Penentuan pemenang Dalam permainan ini yang menang adalah orang terakhir berada di lapangan permainan atau tidak tertangkap pemburu H. Tanggapan masyarakat Menurut masyarakat sekitar permainan ini cukup baik,karena dapatmenimbulkan kesenangan dan dapat melatih keterampilan dalam melempar dan menghindar I. Sumber Saya mengetahui dari mas ahmad yang dulu pernah melakukan prmainan ini.

2) PERMAINAN SASEGO’AN
A. Latar Belakang Permainan ini dinamakan ―Sasego‘an‖ ( bahasa lampung )yang artinya ―Main sumput-sumputan‖ atau sembunyi-sembunyian. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan permainan yaitu ― Menyembunyikan Sesuatu ―.

2

B. Peserta Permainan ini pada umumnya hanya dilakukan oleh anak-anak perempuan saja. Usia para peserta berkisar antara 7-13 tahun, dan dilakukan oleh sekurang – kurangnya 4 orang anak. Alat dan Fasilitas Permainan ini sebenarnya hanya semacam permainan sumput-sumputan yang hanya menggunakan peralatan sepotong kapur tulis, sepotong arang untuk menggambar, dan bagi masing- masing peserta sebatang lidi kecil kurang lebih 1cm, atau pecahan kecil dari beling kaca atau sebuah batu kecil yang gunanya unutk disembunyikan dalam permainan ini. Pelaksanaan Permainan Masing – masing anak (A,B,C dan D) duduk berjongkok di tanah saling bertolak belakang(membelakangi) dengan jarak masing-masing peserta kurang lebih 2 meter. Masing-masing anak ini membuat gambar segi empat dengan panjang sisi masing-masing segi ampat kurang lebih 10cm, kemudian segi empat tadi dibagi nenjadi empat bagian Setelah selesai,masing-masing memperlihatkan kepada peserta lainnya alat atau barang yang akan disembunyikan pada salah satu petak di dalam segi empat tersebut.Setelah itu masing-masing anak tadi mulai menyembunyikan alatnya pada salah satu petak dari segi empat tadi secara sembunyi-sembunyi dan hati-hati jangan sampai anggota lain mengintip tempat ia menyembunyikan alat tadi. Cara menyembunyikannya adalah dengan jalan menggali pada salah satu petak secara hati-hati jangan sampai terlihat ada bekas galian ataupun ada bekas timbunan pad tempat tersebut. Setelah penyembunyian di lakukan oleh masing-masing mereka harus mengatakan khadu, yang artinya sudah. Seterusnya ke empat anak (A,B,C dan D) bergiliran mencari alat permaian temannya yang disembunyikan tadi. Setiap orang hanya di bolehkan menebak dan mencari satu petak saja dan bagian yang lain untuk ditebak dan dicari teman-teman yang lainnya. Jika si A berhasil menebak tempat sembunyian si B dan berhasil menemukan alat si B, maka si B mempunyai utang 1 point. Selanjutnya si B kembali mennyembunyikan alatnya tadi pada salah satu petak tadi untuk ditebak dan dicari si C dan si D. Begitu seterusnya pada yang lainnya. Penentuan Kemenangan Siapa yang alat permainannya sering ditemukan teman-temannya itulah yang kalah, sebaliknya yang alat permainannya paling sedikit diketemukan teman – temannya itulah pemenangnya. Tanggapan Masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan diselenggarakan permainan ini, karena sifatnya hanya sekedar rekreatif dan tidak merugikan moral dan pendidikan anak-anak.

C.

D.

E.

F.

3

G. Sumber Suwondo, Bambang. 1983. Permainan Rakyat Tradisional Daerah lampung. Deprtemen Pendidikan dan Kebudayaan.

3) PERMAINAN SONDOK - SONDOKAN
A. Latar Belakang Permainan Tradisional di Kabupaten Kuantan Singini (Kuansing) angsur-angsur mulai menghilang dikalangan anak-anak di Kuantan Singingi, seperti Permainan Gasing. Begitu pula dengan Cerita Rakyat Kuansing seperti Ombak Nyalo Simutu Olang. Berikut ini adalah paparan tentang salah satu Permainan Tradisional Anak-anak di Kuansing. Sondok-sondokan adalah permainan tradisional di Kuansing tepatnya di Kenegerian Sentajo. Sondok-sondokan atau cari-carian merupakan permainan anak-anak tempo dulu, dimana permainan ini diangkat dari disebuah desa yang ada di Kenegerian Sentajo lebih tepatnya di Koto Sentajo. Koto Sentajo terutama pada dusun Gonting memiliki kontur dengan sedikit berbukit sehingga semakin nyaman digunakan untuk permainan Sondoksondok an, apalagi ditambah dengan adanya pelak milik masyarakat, dimana pelak ini semangkin menciptakan semangat permainan bagi para peserta, sebab didalam pelak ini selalu terdapat tumbuh-tumbahan yang ditanam pemiliknya untuk kebutuhan hidup sehari-hari seperti Pisang, Jeruk nipis, terong, Kunyit dan berbagai keperluan dapur lainnya. Dengan adanya berbagai tanaman dalam pelak Tersebut semakin elok sebagai tempat permainan ini. Ket : Sondok – sondokan : Cari – carian/ sembunyi Pelak : Kebun yang dipagar Tonggak : Tiang Olun : Belum B. Peserta Permainan Sondok-sondok an terbagi menjadi 2 Jenis Permainannya yaitu Tonggak Dingin dan Tonggak Bantuan, dimana kedua permainan ini mempunyai perbedaan, tonggak dingin biasanya dilakukan oleh anak-anak yang lebih kecil dari peserta Tonggak Bantuan, dimana peserta Tonggak Bantuan berumur antara 11 – 14 tahun, permainan tonggak dingin selalu dilakukan pada siang hari, sedangkan Tonggak bantuan Dilakukan Pada malam hari pada saat terang bulan, baik pada saat cahaya bulan penuh maupun pada cahaya bulan sabit, dimana pada saat bulan sabit akan lebih menantang karena cahaya dengan sedikit gelap dan samar-samar. C. Pelaksanaan Permainan Waktu permainan ini biasanya dilakukan setelah pulang mengaji sekitar jam 20.00 WIB, pada malam-malam sekolah biasanya sampai jam 22.00 WIB, tapi tidak terlalu sering permainan ini dilakukan pada malam-malam tersebut

jarak terjauh dari tiang biasanya berkisar 250 M.  Aturan Permainan  Penetapan Kawan : Sebelum permainan dimulai maka harus dilakukan dulu penetapan kawan masing-masing. idealnya dalam permainan paling sedikit sekitar 7 Regu atau 14 orang. dalam pembagian kawan ini bisa ditentukan secara langsung seperti sit jari dan bisa juga dengan cara undian. Kedua Melewati batas yang telah ditetapkan. dimana tonggak yang digunakan yaitu Pohon yang ada disekitaran lokasi permainan. sambil berlari biasanya salah satu atau beberapa peserta sambil mengucapkan olun-olun berarti waktu yang kalah untuk membuka mata belum selesai. kemudian pemenang sambil berlari mencari persembunyian.  Penentuan Batas Apabila regu atau pasangan masing-masing telah didapat dan ditetapkan.00 WIB. semakin banyak regu dalam permainan ini semakin seru dalam pelaksanaannya. dan tidak tertutup kemungkinan sampai jam 00.  Cara Bermain Awal permainan ini dimulai dimana regu (2 orang) yang kalah dengan memejamkan/menutup mata sambil menghadap kearah tonggak. Ada dua pelanggaran yang harus diwaspadai oleh para peserta pertama memegang tonggak sebelum yang kalah memegang Tonggak tersebut. rumah penduduk. dimana satu regu hanya terdiri dari 2 (dua) orang. biasanya permainan ini sering dilakukan pada malam minggu. dimana pada malam minggu biasanya dilakukan sampai larut malam. walaupun permainan dimalam hari pesertanya bukan saja laki-laki namun perumpuan juga tidak ketinggalan untuk ikut serta. dimana pelanggaran yang dilakukan akan mengakibatkan kekalahan akan berpindah pada pihak yang melanggar aturan yang telah disepakati bersama. sebab dalam hal ini tergantung berapa jumlah yang ada pada malam itu. melalui musyawarah yang tidak terlalu lama biasanya batas-batas bisa ditentukan.  Alat yang Digunakan Dalam permainan ini menggunakan Tonggak sebagai alat bantu utama. dimana tonggak yang pakai untuk permainan tersebut hanya 1 pohon. Pinggir Sawah dan sebagainya. langkah berikut adalah menetapkan batas-batas persembunyian yang akan disepakati bersama. dalam penetapan batas ini tidak terfokus pada jauhnya jarak. Pada kesempatan ini juga membahas pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing regu. Lalu bagaimana isyarat bagi yang kalah bahwa satiap peserta betul-betul . namun biasanya ditentukan dengan menunjuk pada objek-objek tertentu seperti jalan.4 kecuali hari libur sekolah. jumlah regu yang akan bermain tidak terbatas.

html 4) PERMAINAN CANDAK NDODOK A. ini dilakukan agar lebih konsentrasi dalam pencarian. salah satu diantara mereka harus menjaga tonggak.sungaikuantan. Gambreng . Latar Belakang  Nama Permainan Candak Ndodok atau sering disebut dalam bahasa indonesia yaitu Petak Jongkok atau Tap Jongkok adalah salah satu permainan tradisional Indonesia yang tidak membutuhkan banyak peralatan untuk memulainya. sebab kalau tidak akan menjadi rumit. setelah didapat peserta yang bersembunyi yang kalah harus kembali ke tonggak untuk memegang tonggak sambil menyebut nama peserta yang telah didapat. Nilai yang Terkandung Hal-hal positif yang bisa diambil dari permainan sondok-sondok an/cari-carian yang harus ditanamkan sejak dini antara lain :  Keberanian dalam kemandirian  Kejujuran dalam aktifitas  Silahtuhrahmi antar peserta selalu terjalin E. Sumber http://www.  Sejarah Permainan Permainan candak ndodok ini merupakan permainan yang sangat unik.com/2010/02/permainan-tradisional-kuansingsondok. dua orang yang kalah tadi bersiap untuk mencari setiap peserta permainan. Tentunya minus persiapan ditegur petugas keamanan ataupun persiapan menahan malu yang teramat sangat. dalam percarian kedua peserta yang kalah tersebut harus berpencar atau berpisah arah. mengapa demikian? Misalnya yang ada 10 Regu otomatis yang bersembunyi ada 9 regu dengan jumlah 18 orang. Peserta yang kalah harus mencari sebanyak mungkin semua peserta yang menang kalau bisa semuanya ditemukan. Permaian candak ndodok dimulai dengan sebuah gambreng. Bahkan permainan ini bisa dimulai di mana saja tanpa persiapan apapun. D. Apabila semua telah bersembunyi suasana dalam keheningan malam akan terasa pada saat itu. dimana saat kondisi seperti itulah yang kalah untuk membuka matanya. jangan sampai orang yang belum dapat atau ditemui memberi bantuan dengan memegang tonggak. jika ini terjadi maka permainan harus di ulang dan yang kalah tidak akan berubah. setelah yang kalah memegang tonggak maka keduanya harus berbagi tugas.5 telah bersembunyi? Biasanya isyarat bagi regu yang kalah saatnya untuk membuka mata yaitu setelah tidak ada lagi terdengar suara peserta yang mau bersembunyi.

Alat dan Fasilitas yang Diperlukan Dalam permainan candak ndodok ini para pemain hanya membutuhkan lapanga yang luas yang berbentuk persegi panjang. hal inilah yang menyebabkan permainan ini diberi nama ―Candak Ndodok‖. setiap anak boleh jongkok. posisi akan otomatis berubah. 3. 4. D. Orang yang ditepuk akan berjaga. C. Untuk menghindari pengejar. . Pemain tersebut harus mengaktifkan pemain lainnya baru kemudian bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. Pelaksanaan Permainan Dalam permainan ini tentu saja kita semua harus tahu dan mengerti cara bermain dengan baik. sedangkan orang yang berjaga akan menjadi target penjaga. Si penjaga harus mengejar pemain lainnya sampai berhasil menepuk (di mana saja) salah satu pemain. Tetapi. 5. diantaranya adalah sebagai berikut : 1. maka pemain tersebut tidak bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. Biasanya permainan dimulai dengan semua pemain lari berpencar menjauhi si penjaga. Para target bisa meloloskan diri dengan cara berjongkok. Peserta Permainan ini dapat di mainkan oleh anak SD umur 7 sampai 12 tahun atau mulai dari kelas dua sampai dengan orang dewasa karena permainan ini boleh dimainkan oleh siapa saja baik laki-laki maupun perempuan. Anak yang berdiri dapat membangunkan anak yang jongkok. Permainan petak jongkok ini. B. Pemain yang jongkok dianggap tidak aktif dan tidak bisa mengaktifkan diri sendiri. 6. Tentukan satu orang yang akan mengejar. anak yang terakhir jongkok berarti akan menjadi pengejar menggantikan pengejar yang lama. 2. Permainan candak ndodok ini berasal dari daerah Jawa Timur. membutuhkan lapangan yang luas dan jumlah peserta untuk melakukan permainan petak jongkok ini maksimal 10 orang dan minimal 5 orang karena kalau kebanyakan kasihan yang kalah atau yang akan jadi pengejar. Satusatunya cara untuk kembali berlari adalah pemain ditepuk oleh pemain lain yang masih berdiri dan tidak menjadi penjaga. Bila pemain yang berdiri hanya tersisa satu orang.6 adalah sebuah proses menentukan giliran yang biasanya dimulai dengan teriakan "Hom pim pah alaiyum gambreng!". Karena permainan permainan petak jongkok ini tidak sulit di mainkan bahkan mudah untuk di mainkan oleh anak-anak. Begitu juga dengan anak yang tidak jongkok namun berhasil disentuh oleh pengejar akan menjadi pengejar selanjutnya. Bila si penjaga berhasil melakukan itu. Dan permainan seperti ini yang selalu dimainkan olek anak-anak ketika mereka libur sekolah atau pada waktu anak-anak SD istirahat menunggu bel masuk kelas. Bila jongkok berarti dia tidak dapat disentuh oleh pengejar.

kata isutan ini mungkin dari peralihan kata ‗usutan‘ yang berarti ‗mencari‘. E. Namun. Jadi isutan jarat maksudnya mencari tali yang bajarat (memiliki jerat). 3. kita lihat dari berlangsungnya permainan tersebut. Sumber Sumber permainan candak ndodok ini saya dapat dari Hamid Nur dan permainan tradisional merupakan permaina anak tempo dulu yang sekarang hilang dimakan zaman. Sedangkan bilahnya terbuat dari kayu atau bambu yang diraut agak runcing dengan panjang tidak lebih dari lengan. Lupa membangunkan pemain yang sedang berjongkok seharian penuh di lapangan. yaitu tali dari serat pohon pisang dan bilah kayu dari bambu atau jenis kayu lainnya. Tetapi. F. bagian inilah yang diambil oleh anakanak untuk membuat tali jarat. Penentuan Kemenangan Untuk menentukan pemain yang menang dan kalah. sikap mudah bersosialisasi. kemampuan membuat strategi. Mendorong pemain yang sedang berjongkok sampai terjatuh. tidak ada salahnya mengajarkan permainan yang mungkin sering dimainkan sejak kecil. Mulai dari mainan yang terbuat dari plastik hingga mainan elektronik. B. G. Pohon pisang yang kering biasanya terlihat seratnya. Sedangkan ‗jarat‘ adalah istilah orang Banjar untuk tali yang ujungnya bersimpul untuk menjebak atau mengikat (seperti tali lasso di Amerika). Latar Belakang Isutan Jarat adalah nama permainan tradisional yang berkembang di daerah Kalimantan Selatan. permainan tersebut berlangsung lama sampai para pemain merasa lelah dan capek jadi pemain yang menang dan kalah akan selalu berganti-ganti. Asal katanya dari isutan dan jarat. 5) PERMAINAN ISUTAN JARATAN A. Jika pemain yang dikejar maka dianggap menang dan pemain yang jadi pengejar maka dianggap kalah. Tanggapan Masyarakat Dunia anak adalah dunia bermain. dan membangun EQ. Pada permainan ini tiap pemain berusaha mencari jarat pemain lainnya yang disembunyikan di dalam pasir dengan cara menusukkan bilah lidi/kayu/bambu. 2. Permainan ini sebenarnya menebak letak jarat yang ada di dalam pasir. Alat dan Fasilitas Peralatan bermain berdasarkan permainan aslinya.7  Hal yang tidak boleh dilakukan 1. . Memaksa pemain yang sedang berjongkok untuk berdiri. Permainan seperti ini mengasah kemampuan otak. Beragam mainan diciptakan untuk menghibur dan juga sebagai sarana pendidikan anak.

Peserta Jumlah pemain isutan jarat minimal dua orang dan sebanyak-banyaknya empat orang.  Ujung tali yang tidak memiliki jarat disisakan diluar untuk menariknya nanti. . Tahapan Tahapan permainan :  Tahap menyembunyikan jarat :  Misalnya jumlah pemain ada 4 orang. Waktu permainan bebas bisa dimainkan kapan saja kalau di kampung anak-anak (laki-laki dan perempuan) akan memainkannya saat sore menjelang mandi di sungai.  Jarat yang ingin disembunyikan ditimbun perlahan-lahan dengan pasir agak tebal supaya tidak kelihatan.  Keempat anak ini berpencar ke daerah pasir masing-masing untuk menyembunyikan jaratnya. Apabila semua anak yang giliran mencari sudah menusukkan bilahnya maka yang mempunyai jarak menariknya sehingga akan ketahuan siapa yang berhasil menebak jarat. ada yang menyembunyikan jarat dengan ujungnya berkelok-kelok sehingga lawan sulit menebak letak jarat sebenarnya.  Setelah itu masing-masing anak menusukkan bilahnya ke dalam. Tempat orang sudah dirasa cukup karena akan terlalu ramai yang bisa menimbulkan kebingungan.  Teknik menyembunyikan jarat ini menentukan kelihaian tiap anak dalam bermain usut jarat. Permainan isutan jarat tidak ada kaitan dengan jenis upacara atau peristiwa tertentu. Pengaruh dari permainan ini adalah memberikan sifat sportifitas bagi anak-anak.  Tahap mencari jarat  Ditentukan dulu timbunan pasir siapa yang akan dicari duluan. D. Dua orang diperlukan karena akan ada posisi pasang tempat yang menyembunyikan jarat) dan posisi naik (yang mencari lubang jarat). Tempat Lokasi permainan ini biasanya di pinggir sungai saat air surut atau di halaman rumah yang banyak pasirnya. Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini tidak ada konsekuensi kalah atau menang hanya memberikan kepuasan dan kebanggaan bagi anak yang berhasil mencari jarat atau anak yang jaratnya tidak berhasil ditemui lawan. E.8 C. ini bisa dilihat dari kejujuran saat menyembunyikan jarat dimana anak yang lain sepakat untuk tidak saling intip serta kejujuran untuk memasang lubang jarat yang sama lebar dengan pemain lainnya.  Pemain yang berhasil bilahnya akan tersangkut di dalam jarat.  Begitu seterusnya tiap pemain bergiliran menebak jarat lawan F.

Suku Tambi yaitu suku pendatang dari luar Kalimantan Timur.air dan kertas dijadikan sebagai peluru.  Selanjutnya pemain harus menyebar untuk mencari tempat bertahan seperti dibelakang pohon.9 G. 6) PERMAINAN CETERAN A.  Permainan ini tidak boleh mengenai kepala.kuping.dan penghadang lainnya.dan leher.  Pihak lawan yang banyak kena peluru kertas itulah pihak yang kalah. Manfaat Memupuk sifat sportifitas. D.batu. Pelaksanaan Permainan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan lebih dominan dialam terbuka seperti : Dikebun dan lapangan. Latar belakang Disebut dengan nama tambi-tambian sebab pada waktu dahulu permainan ini dimainkan oleh anak-anak suku Tambi.mata.TAMBIAN A. melatih indra penglihatan dan mengembangkan ketrampilan ketepatan pada target yang bergerak.dapat bersosialisasi dengan yang lain. dewasa E.menahan emosi. remaja.  Pemain yang kalah bisa bertahan terlebih dahulu sambil bergantian menyerang.  Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimulai. C. Sasaran Anak-anak. memupuk sportifitas. B. Latar Belakang Ceteran adalah permainan tradisional yang berasal dari sleman yang tidak diketahui secara pasti siapa yang membuat permainan tersebut.  Pemain Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang jumlahnya tidak ditentukan.  Peralatan Bambu. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang. yang sekarang banyak ditemui di kota . diadakan hung pimpa untuk menentukan siapa yang akan menyerang terlebih dahulu. Sumber http//www.permainan tradisional.com. 7) PERMAINAN TAMBI .

maka sebagai pengganti lubang dapat digunakan garis lingkaran yang agak besar. A. E) berlari sedang B yang telah berhasil mengambil bola tersebut berusaha melempar temannya dengan bola tersebut sampai mengenai sasaran. karena permainan ini sangat membutuhkan tenaga lebih-lebih pada waktu diadakan hukuman. Ada juga bentuk lapangan yang berbeda yaitu lapangan diberi batas ± 2 x 8 m. Itulah sebabnya pada saat seorang . Jumlah pemain dapat berjumlah 2 orang. Jumlah lubang yang dibuat harus sesuai jumlah pesertanya dan jarak antara lubang dengan papan penghalang kira-kira 10 cm. Maksud diberi penghalang ini adalah agar bola yang dilempar tidak bergulir jauh keluar lapangan permainan dan juga agar bola dapat mental kemudian menggelinding bebas masuk ke salah satu lubang. Pelaksanaan Permainan  Persiapan Para pemain mengadakan undian lebih dahulu dengan hom-pim-pa atau suit. jadi A telah kalah 1 angka). yang menurut ceritanya mereka berasal dari Ceylon.  Apabila pada waktu E melempar bola dan masuk pada lubang B.10 Balikpapan. B. Mempersiapkan lapangan permainan seperti tersebut pada gambar. Pada awalnya orang menyebut permainan ini dengan sebutan Tambi-tambian dengan model lapangan seperti pada gambar lapangan I. Tanda ini adalah tanda kalah. C. B. Para pelakunya pada umumnya anak-anak pria. Apabila tidak memungkinkan untuk membuat lubang. C. Samarinda. Mengenai latar belakang sejarah perkembangan permainan ini dulunya sering dimainkan oleh anak-anak dari suku Tambi. Tetapi apabila lebih dari 5 orang. D. Setiap pemain menentukan lubang permainannya masing-masing. Yang ideal berjumlah 4 orang dan Maksimum 5 orang. sedang B. permainan ini juga dapat dimainkan. terdiri dan garis batas pelempar dan lubang-lubang sasaran yang dikelilingi dengan papan atau batu bata yang dijejer. maka lubang permainan A diberi tanda (Biasanya dipakai tanda berupa serpihan kertas atau batu. yakni sebuah lapangan yang datar yang berukuran ± 2 x 8 m. Tetapi tidak jelas dari mana asal usul permainan ini karena hampir semua daerah di Kalimantan Timur mengenal permainan ini.  Karena yang menang pertama adalah E. dan apabila lemparan E tidak ada yang mengenai sasaran maka E tidak berhak melempar lagi. C. sedang pada lubanglubang permainan tidak diberi penghalang. Tahapan Permainan  Misalnya pemain berjumlah 5 orang dan setelah diadakan undian maka berturut-turut yang menang adalah E. Di samping itu lapangan permainan yang dipergunakan dilengkapi dengan garis pembatas lapangan. maka B dengan cepat mengambil bola dan sementara itu teman-teman yang lain (A. tetapi gilirannya adalah pemenang undian ke-2 (yaitu B). Sasaran E sebenarnya adalah lubang milik E. Suku ini berperawakan besar dan berkulit hitam. D.  Apabila lemparan B mengenai A. maka E berhak bermain lebih dahulu (memasukkan bola ke dalam lubang lebih dahulu). D. Peralatan atau perlengkapan yang dipakai dalam permainan ini dilengkapi dengan lubang sejumlah pesertanya dan lubang itu sebesar bola. dan A masing-masing berdiri bersiap-siap pada lubang yang telah dipilih sebelumnya.

11 anak hendak melempar bola pada teman-temannya. untuk dilemparkan pada salah seorang anak. Maka berturut-turut yang menghukum adalah yang paling sedikit jumlah nilai kalahnya. B. Di sini misalnya : A kalah 5 C kalah 4 E kalah 3 B kalah 1 D kalah 0 D melempar bola pada tubuh A sebanyak 5 kali. C. Setelah selesai maka B menghukum A dengan 4 lemparan (sebab B kalah 1). lubang-lubang permainan c. maka A harus dihukum oleh anak-anak yang bermain dalam permainan itu. Nilai kalah yang terkumpul adalah sejumlah peserta permainan. Jadi apabila peserta permainan ada 5 orang dan sudah mencapai kalah dengan angka 5 maka permainan berakhir dan anak-anak memberi hukuman bagi yang kalah. sebab C kalah 4. balok atau papan a —— b = ± 4 cm b —— c = ± 10 cm . Kemudian E menghukum A dengan 2 kali lemparan.  Setelah lubang A diberi tanda maka giliran melepar/memasukkan bola adalah B (karena pemenang kedua dalam undian). Permainan ini kembali seperti keterangan c dan d. C.  Pada setiap anak yang kena lemparan dinyatakan kalah dan pada lubang permainan miliknya diberi tanda kertas atau batu kecil. Penghalang dari batu bata. sebab E kalah 3. Keterangan : a. D dan E). Penentuan Kemenangan Misalkan di sini yang kalah 5 adalah A. maka bola yang lolos akan diperebutkan kembali oleh anak-anak (A. Kemudian C menghukum dengan 1 lemparan. Jadi 5 (kalah A)-l (kalah B) = 4. Tetapi apabila dalam pelaksanan hukuman seorang anak yang sedang menghukum tidak mengenai sasaran (misalnya pada saat D melempar bola ke A dan tidak mengenai A. anak-anak itu lari menghindari lemparan. Garis-garis tempat melempar bola b. Setelah selesai kembali giliran B menghukum B dan seterusnya sampai hukuman selesai dijalankan. Dan selanjutnya jalannya permainan seperti pada poin c dan d di atas.

Latar Belakang Permainan ini dilakukan pada saat saya masih kecil. pemain biasanya tidak begitu banyak karena tempat juga merupakan faktor penentu. Batu yang sedang 2. Awalan yaitu dengan suit untuk menentukan siapa yang memulai dahulu 4. Apabila ada perempuannya maka dibagi supaya adil. 2. Dan merupakan permainan tradisional yang sering dimainkan terutama oleh anak laki-laki.12 8) PERMAINAN GANDON A. Pelaksanaan Permainan  Alat dan Fasilitas 1. Karena anakanak yang terpenting dalam sebuah permainan adalah kesenangan. permainan ini diturunkan secara turuntemurun sehingga tidak tahu pasti siapa yang menciptakannya. Semua pemain yang pertama kali melakukan harus menggunakan kaki. C. B. Dan batu itu sebagai sasaran. 6. Dari orang pertama hingga terakhir. 5. Misal 5 batu. Beberapa batu diletakkan berdiri sejajar. Didaerah saya yaitu di Banjarnegara. Pemain pertama melakukannya dengan cara meletakan batu dipunggung kaki dan mengayunkannya. Setelah itu baru mengincar batu target dengan dilempar menggunakan tangan tetapi dengan cara kaki satu diangkat dan batu dilempar melalui bawah kaki yang diangkat baru ditangkap lagi . Garis batas untuk awalan jaraknya disesuaikan dengan kemauan saat bermain 3. Misal pemain ada 4 maka bisa dibuat regu atau kelompok dua lawan dua. Pemain harus lebih dari satu orang. melempar dengan kaki untuk berusaha mengenai batu yang dipasang sebagai target. Peserta Dalam permainan gandon. Halaman dari tanah  Jalannya permainan Permainan dilakukan: 1.

Batu tidak boleh terjatuh atau kedua kaki menyentuh tanah. Dengan gambar seperti dibawah : E. 9) PERMAINAN MAGANG LURAH/MIL-MILAN A. Permainan magang lurah ini belum teridentifikasi secara pasti asal muasal pertamanya. Sekali saja melakukan keceroohan maka akan menghancurkan permainan. Permainan ini mengutamakan kecermatan. seorang pemain dapat menyusun strategi cara bermainnya. Lurah juga memiliki fasilitas yang memadai untuk membantu warganya yang sedang mengalami kesulitan. Faktor taktik dan strategi juga tidak lepas dari permainan ini. Kabupaten Purworejo. sesama rakyat biasanya sukar atau memiliki keterbatasan kemampuan dalam membantu sesamanya. karena . F. Kecamatan Grabag. dan saat melakukan permainan dapat menerapkan taktik yang telah disiapkan. ketelitian.13 dengan tangan kemudian baru boleh dilempar kesasaran. Tempat dan waktu permainan permainan dilakukan pada siang hari atau pada waktu senggang dan dilakukan dihalaman rumah. Latar Belakang Permainan Magang Lurah ini Pada dasarnya merupakan simbol kehidupan bermasyarakat di desa. Selain itu juga. faktor konsentrasi sangat dibutuhkan dalam permainan ini. Sehingga pemain harus bisa berhati-hati dalam memainkan permainan ini. serta keterampilan pemainnya. Akan tetapi permainan ini sudah dimainkan secara turuntemurun di Desa Harjobinangun. Akan tetapi. Terdapat seorang pemimpin dan banyak rakyat yang disimbolkan dengan lidi pelepah daun kelapa. D. Lurah bisa memerintah / menolong rakyatnya yang mengalami kesulitan dengan mudah. Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan dari banyaknya batu yang berhasil dirobohkan dengan cara di lempar dengan batu tersebut. sedangkan rakyat (masyarakat) digambarkan sama. Karena dahulu sering saya mainkan saat waktu senggang. Seseorang yang mampu berkonsentrasi dan menjaga ketelitian akan dapat secara baik menyelesaikan dan memenangkan permainan. Orang-orang setempat menyebut permainan ini dari daerahnya sendiri. Dan juga dari orang tua dan tetangga saya banyak yang memberitahu permainan ini. Sebelum melakukan permainan. Seorang kepala desa (lurah) biasanya memiliki kekuasaan yang besar. Sumber Permainan ini saya dapatkan dari pengalaman sewaktu kecil dan masih duduk di bangku sekolah dasar.

Pemain yang telah melampaui nilai dinamakan ―mendhem 1. Lidi yang melewati garis pembatas / sebagian besar bagian lidi melewati garis pembatas. Apabila lidi yang lain bergerak karena tersentuh lidi itu. dan lidi lurah (yang paling panjang) diberi nilai 15. Alat dan Fasilitas Peralatan yang diperlukan dalam bermain magang lurah antara lain adalah lidi yang terbuat dari pelepah daun kelapa. karena diperlukan cahaya yang terang.  Umur Peserta Permainan Permainan magang lurah ini biasanya dimainkan anak-anak yang berusia antara 6-12 tahun atau usia anak sekolah dasar. Kapur tulis / peralatan lain untuk membuat garis pembatas. dst. itu tandanya permainan berhenti dan ganti giliran pemain yang lain. Usahakan lidi menyebar dengan teratur. sehingga lidi mudah diambil. Dikarenakan permainan ini lebih mengutamakan ketenangan pikiran dan tidak mengutamakan fisik.  Permainan dilanjutkan terus menerus hingga ada salah satu pemain yang mendapatkan nilai batas. maka permainan selesai dan pemain yang lain mengatakan ―Mil‖. permainan ini efektif dimainkan oleh 2-4 orang. D. Karena permainan ini dilakukan bergantian sesuai urutan. mulai 2 orang atau lebih. Sehingga baik lakilaki maupun perempuan memiliki kemampuan yang sama dalam memainkan permainan magang lurah ini.14 permainan ini mereka mainkan sejak kecil secara turun temurun dari orang tua mereka. C. lidi yang lain tidak boleh ada yang bergerak.‖. Permainan ini digemari anak usia tersebut dikarenakan permainan yang bersifat sederhana akan tetapi mempunyai banyak unsur bermain.  Jumlah Peserta Permainan Jumlah peserta permainan magang lurah ini bervariasi. Permainan ini dilakukan pada saat anak- . Akan tetapi agar permainan ini berjalan dengan baik dan tidak menunggu lama. B.  Setiap lidi yang berhasil diambil diberi nilai 5. maka lidi itu juga dinyatakan keluar. Lurah dapat menolong lidi yang lain dengan mencongkel dengan kepala lurah.  Waktu pelaksanaan permainan : Pada dasarnya.  Pemain mengambil lidi satu persatu. 2. Biasanya batas nilai antara 200-500 poin. waktu pelaksanaan permainan magang lurah ini dilakukan pada siang hari. Pelaksanaan Permainan  Permainan dimulai dengan menyebarkan kumpulan lidi ke tanah / lantai. Tempat bermain magang lurah dapat dilakukan di tanah maupun di lantai tergantung kondisi. Peserta  Gender Permainan magang lurah ini tidak membedakan laki-laki maupun perempuan.

 Dibyo Subyantoro (46 tahun) : Beliau adalah ayah penulis. Namun ternyata permainan Seghog ini memiliki beberapa nilai positif. dikarenakan anak-anak bermain dengan tenang dan mengurangi bahaya dibandingkan permainan yang diluar. Tokoh-tokoh masyarakat seumber informasi antara lain:  Siti Muryani (39 tahun) : Beliau adalah ibu penulis dan seorang guru SD Negeri Ketawangrejo. Penulis mendapatkan banyak informasi tentang permainan Magang Lurah dari beliau yang mengetahui tentang tata cara permainan. B. Latar Belakang Permainan Seghog ini merupakan permainan yang banyak dimainkan di daerah Jawa Barat. Sehingga permainan ini bersifat santai untuk menghilangkan rasa lelah. Sebelum permainan dimulai biasanya pemain menentukan angka untuk menentukan pendheman. 10) PERMAINAN SEGHOG A. Tujuan Sebenarnya tujuan dari permainan ini hanya untuk mengisi waktu luamg. E. namun juga ada anak – anak dari daerah Jawa Tengah. maka penulis menentukan untuk memilih permainan Magang Lurah untuk ditulis.15 anak merasa lelah bermain yang menguras tenaga. Yaitu di daerah Purworejo. Permainan ini sebenarnya lebih banyak dimainkan oleh anak laki – laki.  Aris Saputro (18 tahun) : Merupakan seorang pelajar SMK Pancasila Kutoarjo. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat tentang permainan magang lurah ini termasuk baik. Berdasarkan paparan beliau. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional Magang Lurah yaitu dengan metode wawancara dengan berbagai tokoh masyarakat di Desa Harjobinangun. Selain itu juga dengan permainan ini masyarakat beranggapan bahwa dengan permainan ini akan menemukan salah seorang calon pemimpin dari anak-anak yang memainkan permainan ini. Setelah semua sepakat maka permainan dimulai dan dilaksanakan sesuai perjanjian pertama di awal permainan. kabupaten Purworejo. maupun ketika mereka selesai belajar kelompok. G. yaitu . Namun pada kenyataanya banyak anak perempuan yang ikut memainkannya. Permainan ini dimainkan untuk mengisi waktu luang anak – anak ketika mereka ditinggal orang tua mereka. F. Penulis mendapatkan informasi tentang asal muasal serta tradisi turun temurun tentang permainan Magang Lurah dari beliau. Kecamatan Grabag. Penentuan Kemenangan Penentuan pemenang permainan magang lurah adalah dengan menghitung banyaknya mendhem perminan.

Bagi yang jaraknya lebih dekat maka dia akan bermain terlebih dahulu.  Pemain Jumlah pemain dalam permainan ini adalah minimal 2 orang. Permainan ini juga bisa dilakukan di dalam rumah. Kemudian dia berusaha menyeghog batu lawan. ketepatan antara mata dan gerakan kaki dalam mencapai sasaran.  Pemain pertama melakukan seghog. Pemain melakukan undian agar dapat ditentukan siapa pemain yang dapat bermain terlebih dahulu. dan melatih bersosialisasi. Manfaat Konsentrasi. Berusaha agar batu tersebut dapat melewati garis batas. Sasaran Anak – anak laki – laki dan perempuan. Pelaksanaan Permainan  Lapangan Tempat yang dibutuhkan untuk memainkan permainan ini tidak membutuhkan lapangan atau tempat yang luas. Dan bila jumlah pemain hanya ada 2 maka harus diulang kembali.  Jalannya permainan  Mula – mula pemain menyiapkan peralatan dan lapangan yang akan dipergunakan. D. Terutama di tempat yang sudah dicor. Karena apabila tidak dapat melewati garis batas maka dinyatakan gugur. kemudian pemain mengukur jarak batu dengan garis batas dengan mengukur menggunakan ukuran kaki. C. Jarak pemain dengan target adalah kurang lebih 3m. Hanya tempat yang berbentuk seperti persegi panjang.16 dalam permainan ini akan melatih konsentrasi. Yaitu mendorong batu dengan menggunakan kaki bagian tengah dalam.  Batu yang pipih. Selain itu karena adanya kegembiraan dapat mengurangi adanya ketegangan. ketepatan.  Peralatan  Kapur untuk menggaris/ batang kayu bila dimainkan di tempat yang masih tanah. remaja laki – laki dan perempuan terutama yang telah dapat berhitung.  Pemain mendapatkan bonus nilai apabila pemain kedua berhasil menyeghog batu lawan ketika pertama kali memainkan.  Bila misal kedua batu telah melewati garis batas. Selain itu juga apabila pemain dapat menyeghog batu lawan melewati garis . dan koordinasi dapat meningkat karena terlatih ketika bermain Seghog. E. Dia memiliki kesempatan sampai menyeghog batu tersebut adalah sama dengan jumlah berapa ukuran kaki dari garis batas.

Ada yang terbuat dari kuningan. dan permukaan bawah yang tidak ada tanda catnya. minimal dua orang. Sekarang dibuat dari logam. Ulangi lagi menyebar seluruh biji bekel dan diambil 2 biji bekel. D. permukaan atas yang ada bintik merahnya. Terdiri dari permukaan kasar yang ditandai dengan lubang-lubang kecil di permukannya berjumlah lima titik. Biji bekel diambil satu-satu sampai habis. Dilakukan dimana saja. Logam ini memiliki bentuk yang khas. Mereka biasanya mengganggu agar hilang konsentrasi dan melakukan kesalahan. C. diambil dengan 3 biji bekel. . bikkelen. Latar Belakang Bekelan berasal dari bahasa Belanda. 11) PERMAINAN BEKELAN A.  Pertama. bekelan menggunakan seperangkat alat khusus yang dinamakan bekel. Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini adalah bola bekel dan biji bekel. Pelaksanaan Permainan Permainan ini dilakukan dengan cara menyebar dan melempar bola ke atas dan menangkapnya setelah bola memantul sekali di lantai. Kalau ada yang mati mereka akan teriak kegirangan. Permainan ini masih saudara dengan gathengan. Terdiri dari empat biji bekel dan satu bola bekel. Paling sebel kalau ditonton laki-laki. Yang dinyatakan sebagai pemenang adalah orang atau pemain yang paling banyak mendapat angka dari hasil menyeghog tersebut. terakhir lima biji bekel diraup sekaligus. B. diambil 4 biji bekel. Pada awalnya biji bekel dibuat dari engsel tulang tumit kaki belakang domba. permukaan halus yang ada tanda silang atau polos sama sekali. yang penting bola bisa memantul keatas. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan. pemain menggenggam seluruh biji bekel dan menyebar seluruhnya ke lantai sambil melemparkan bola bekel ke atas dan menangkapnya. Bekel ini terdiri dari sebuah bola bekel dan lima buah biji bekel berbentuk logam. dan ada yang terbuat dari bahan timah. Sumber Sumber dari cerita tentang permainan ini adalah teman bermain penulis ketika kecil yaitu Riyanto dan Diah Pangestuti yang keduanya berasal dari Jawa Tengah.17 awal. Kalau gathengan hanya menggunakan batu kerikil. Kalau bola tidak tertangkap atau bola memantul beberapa kali maka pemain dinyatakan mati. Dan biasanya dilakukan oleh siswi putri pada waktu istirahat dan bisa juga dilakukan dirumah pada waktu luang. F.

html diakses tanggal 07 maret 2011 pukul 19. . ambil 3 biji bekel. dan dewasa 17 th keatas. Sumber Data permainan ini saya peroleh dari pengalaman orang tua.30. terus permukaan halus menghadap ke atas semua. tetapi permainan ini sering dilakukan anak-anak di daerah Jawa tengah. 12) PERMAINAN SAWAH/ ULAR TANGGA A. halaman atau tempat yang sudah bentuk gambarnya dan waktu pelaksanaannya bisa pagi.18  Langkah kedua. balik posisi bekel posisi permukaan kasar menghadap ke atas semua. Penentuan Kemenangan Bila ada kesalahan dalam langkah nasgopel ini pemain harus mengulang ke langkah awal nasgopel. dan terakhir balik satu persatu permukaan kasarnya menghadap ke atas semua. 4. 2. balik seluruh posisi bekel bagian permukaan yang halus menghadap ke atas lalu ambil biji bekel seperti langkah ketiga. oleh karena itu permainan ini saya munculkan kembali karena pda zaman sekarang sudah tidak dditemukan lagi permainan ini karena sudah banyak permainan modern yang telah ada sehingga permainan tradisional alambat laun bakan hilang. dan seluruhnya.com/2010/08/permainan tradisional anak indonesia. Ulangi terus sampai seluruh permukaan bekel menghadap ke atas semua. kemudian balik lagi semuanya menghadap kebawah semua. F. Pemain yang bisa melewati tahap ini dinyatakan sudah menang dan berhak untuk istirahat sambil menonton teman-temannya yang belum bisa menyelesaikan permainan. balik posisi biji bekel menghadap kebawah dan ulangi langkah sepertei langkah kedua dengan mengambil biji bekel 1. B. remaja 13-16 th.  Langkah keempat. lalu ambil biji bekel seperti langkah sebelumnya. Permainan ini seperti ular tangga tetap[i alat yang digunakan sedehana dan tradisional. E. C. terakhir raup seluruh biji bekel.  Langkah terakhir dinamakan Nasgopel. lalu ambil satu bekel. ambil 4 biji bekel. Raup seluruh biji bekel dalam sekali genggaman.blogspot. Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini yaitu koin sebanyak 5. Langkah kelima. Latar Belakang Sawahan merupakan permainan asli dari indonesia yang belum diketahui asal usulnya permainan ini. pengalaman pribadi waktu kecil dan http://wahw33d. Balik posisi biji bekel mengahadap ke atas semua. siang atau sore. Peserta Didalam permainan ini membutuhkan peserta 2-4 orang baik putra/putri dengan umur anak-anak 7-12 th. ambil 2 biji bekel.  Langkah ketiga . Balik posisi bekel menghadap ke atas semua satu persatu.

ketepatan dan juga akan meningkat. Latar Belakang Slentikan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya. setalah sampai di X dan Y kemudian kembali lagi ke A. Penentuan Kemenangan Permainan ini ditentukan menang kalahnya bila salah satu yang mendapatkan sawah/poin paling banyak maka sebagai pemenangnya. mka dari itu akan mendapatkan sawah 1/ poin 1. Permainan ini dimulai dari A dan berjalan mengikuti anak panah tersebut. B. Manfaat Gembira atau senang. laki-laki maupun perempuan E. F. memupuk sportifitas. Peraturan Lapangan dan Peralatan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan bisa dialam terbuka . pengolahan strategi meningkat. kemampuan motorik. Tanggapan Masyarakat Masyarakat luas menanggapi permainan ini sangat positif karena dapat membuat orang dapat berkumpul kemudian bermain bersama dan dapat bersosialisasi antara anak yang satu dengan anak yang lain. Sasaran Anak-anak. Cara jalannya permainan ini pertama koin ditaruh di atas tangan dengan telapak tangan menghadap kebawah kemudian dilemparkan keatas dan di tangkap.19 D. melatih jari-jari tangan. C. Tujuan Mengisi waktu luang. maka jumlah tangkapan koin akan menentukan berapa langkah akan berjalan. D. ketepatan mengarahkan sasaran dengan jari-jari tangan dan strategi. Gambar Permainan 13) PERMAINAN SLENTIKAN A. E. Apabila tangkapan tersebut gagal maka pihak lawan yang akan melanjutkan . permainan ketangkasan dimana 2 pemain atau bisa lebih berlomba atau beradu cepat menyelentik daun secara bergantian sampai habis. Pelaksanaan Permainan Permainan tradisional ini cara bermainnya cukup mudah yaitu seperti permainan ular tanggatetapi dengan bentuk lapangan persegi dan cara jalannya tidak menggunakan dadu melainkan menggunakan koin yang dilempar dan kemudian ditangkap. G.

Sasaran Anak-anak dan dewasa E. daun yang digunakan biasanya daun pohon pete. B. dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng. meningkatkan kerja sama serta kekompakan. yang intinya daun tersebut dalam satu tangkai daunya banyak.20  Peralatan Peralatan yang digunakan Cuma menggunakan daun. di halaman sekolah. Tujuan Mengisi waktu luang. G. serta berusaha mencari lawan yang bersembunyi di kolong atau di balik pohon dan lainnya untuk di matikan dengan cara memenggil namanya.daun turi dan masih banyak yang lainya. maka anak tersebut menang dapat poin Satu. bermain dengan gembira. F. Peraturan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan biasanya di pelataran rumah.albasia.  Slentik daun tersebut sampai bagian pinggirnya habis. bersosialisasi. C.  Setelah daun lawan habis. diadakan humpimpa untuk menentukan siapa yang duluan menyentil atau menylentik daun tesebut.  Lakukan begitu terus sampai dua kali menang. 14) PERMAINAN BANCAKAN A. . Sumber Sumber dari permainan slentikan ini adalah dari orang tua di desa kami yang bersifat turun temurun sampai sekarang. meningkatkan kesegaran jasmani. begitu seterusnya bergantian dengan lawanya.asem. meningkatkan kerja sama serta kekompakan.  Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan slentikan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak. D. meningkatkan kesegaran jasmani. Latar Belakang Bancakan merupakan suatu permainan tradisional untuk menjaga daerah lingkaran yang berisi tumpukan genteng agar tidak dijatuhkan oleh pemain lawan. Manfaat Mengisi waktu luang. di lingkungan deket rumah yang banyak lorong untuk bersembunyi.

Pemain yang paling jauh melakukan lemparan atau jauh dari sasaran lingkaran itulah pemain yang harus menjaga lingkaran tersebut.yang ingin bermain bola tanpa memakai sepatu dan pergi kelapangan.tinggal bermain dimana saja misalnya di depan teras rumah atau dilantai asal tidak dijalan tol.  Waktu permainan ini tidak ditentukan . Latar Belakang Permainan tradisional ini merupakan kreatifitas anak anak melayu yang ingin mengisi waktu luang dan bersenang senang bersama teman teman.  Pemain Bancakan biasanya dimainkan oleh putra maupun putrid dengan pengelompokan umur. dan pemain itu sudah tidak bias bermain lagi dan menunggu sampai permainan berikutnya.  Pemain yang menang terus saja berlari untuk bersembunyi.21  Peralatan. apabila pemain itu sendiri merasa bosan maka permainan dihentikan dan juga apabila pemain yang kalah secara terus menerus maka pemain dihentikan.  Permainan akan diulang kembali apabila pemain yang jaga tidak bias mematikan pemain lawan secara terus-menerus.saya yakin ini dari orang orang jaman dulu yaitu permainan tradisional orang melayu. B.  Setelah itu pemain yang kalah menata pecahan genteng tersebut untuk dirapikan di tengah lingkaran dan mencari para pemain yang bersembunyi. 15) PERMAINAN SEPAKBOLA KERTAS A. Sumber Sebenarnya saya terinspirasi setelah menonton Upin Ipin yang sedang bemain sepak bola kertas.dan saya kemarin bertanya kepada salah seorang teman saya Chandra. dan saya coba mencari asal usulnya digoogle tapi tidak ketemu. Dalam permainan ini alat yang digunakan sangat mudah hanya menggunakan pecahan genteng atau kramik.  Apabila ada pemain yang bias lolos dan biasa merobohkan tumpukan genteng tersebut tanpa diketahui pemain yang jaga maka pemain yang sudah dimatikan biasa ikut bermain kembali.  Apabila pemain yang bersembunyi tertangkap maka cara mematikannya dengan cara memanggil namanya.  Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai setiap pemain memasukan pecahan genteng atau keramik ke suatu lingkaran dengan jarak yang telah desepakati.dia pernah bekerja slama 2 .dan saya coba search di google ternyata ada.

22

tahun di Malaysia ,dan dia sering melihat anak anak Selangor memainkan permainan sepak bola kertas.dan katanya mereka mengklaim permainan tersebut dari Selangor, Malaysia. C. Alat dan Fasilitas Kertas dan Area bermain. D. Pelaksanaan Permainan Dengan cara bergantian,pemain dengan umpan bola tanpa terkena lawan lanjut.  Jika bola masuk ke kolong kertas maka disebut hans ball.  Jika memberi umpan dilihat lebih dekat mana. Jika lebih deket pemain kita maka kita berhasil mengumpan,bgitu juga sbaliknya jika lebih dekat pemain lawan maka permainan diambil alih.  Jumlah pemain ada 22.  Jika bola keluar terjadi lemparan kedalam,dengan cara kertas di balik.  Begitu juga dengan bila bola meninggalkan lapangan sebelah gawang maka akan terjadi tendangan pojok.  Pelanggaran hanya hand ball,dan tak ada kartu merah dan kartu kuning.  Kiper boleh digerakkan tetapi tidak boleh digerak gerakkan untuk meng halau tembakan lawan.  Siapkan papan sepakbola kertas pada sebuah bidang datar. Boleh di atas meja, di atas lantai,di atas tanah atau karpet, tapi jangan di atas jalan tol.  Letakkan unit-unit pemain pada posisi sesuai kehendak. Satu unit bertindak sebagai kiper dan diletakkan pada salah satu kotak yang ada tepat di depan gawang.  Lakukan suit (boleh gaya tradisional gajah-orang-semut ataupun batugunting-kertas) untuk menentukan siapa yang memegang bola pada awal pertandingan.  Kick off dilakukan oleh pemain yang memegang bola.  Dribbling berarti unit bergerak sambil membawa bola. Sebelum dribbling, unit harus memindahkan bola ke arah pergerakannya. Memindahkan bola memakan satu langkah.  Gol terjadi jika pemain yang menendang memenangkan adu angka dengan kiper. E. Penentuan kemenangan Siapa yang bisa memasukan bola ke gawang terbanyak dia pemenangnya.

16) PERMAINAN TANGKAP LARI
A. Peserta Untuk peserta permainan disini bebas siapa saja boleh melakukan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa ,laki laki maupun perempuan sedang untuk jumlah pemain minimal 9 dan maksimal tidak terbatas

23

B. Alat yang Digunakan Sebenarnya di permainan ini tidak menggunakan alat apa-apa mungkin hanya tanda untuk batas tempat berdiri. C. Pelaksanaan Permainan Pertama-tama semua peserta melakukan hompipah atau diundi untuk menentukan yang di jaga.setelah ada yang jadi,para pemain yang jadi pelari di bagi menjadi beberapa kelompok.untuk pembagian kelompok tergantung jumlah peserta,jika hanya sedikit bias di bagi menjadi 2-3 kelompok.cara bermain nya adalah setiap kelompok berbaris di tempat berdiri ke belakang.lalu pemain paling depan berdiri 1-2 langkah kebelakang agar bisa ditempati oleh peserta yang lain.peserta yang lari awal ada 2 dan harus dikejar oleh 2 orang yang jaga,untuk peserta aman harus masuk kedalam tempat berdiri,supaya tidak di tangkap,lalu jika ada pemain yg paling belakang harus lari begitu seterusnya. Permainan ini sebetulnya tidak ada yang menang dan kalah karena hanya untuk kesenangan tapi jika boleh disimpulkan pemain yang menang adalah yang sedikit jadi penjaga dan yang kalah adalah yang sering jaga.

17) PERMAINAN DIR - DIRAN
A. Latar Belakang Dir-diran H-A yang berarti bermain gundu atau kelereng. Nama H-A sendiri berasal dari model lapangannya yang terdapat huruf H dan A yang merupakan salah satu bagian dari bentuk lapangan. B. Peserta Jumlah peserta pada permainan ini minimal 2 orang sampai tak terhingga. Biasanya permainan ini tidak mengenal umur dan jenis kelamin. Baik tua, muda, laki-laki maupun perempuan bisa bermain di permainan ini. C. Alat Alat yang dibutuhkan antaralain gundu atau kelereng sebanyak peserta. Biasanya peserta membawa sendiri. Tempat untuk menyelenggarakan yang paling tepat adalah ditempat yang tanahnya rata. Bisa dibawah pohon atau di halaman rumah. Berikut ini adalah contoh gambar lapangannya. D. Pelaksanaan Mula-mula para pemain melakukan lemparan awal dengan sasaran garis yang berada diujung lapangan permainan yang berjarak kira-kira 5 meter. Pemain yang mempunyai jarak terdekat dengan garis berhak menjadi pemain pertama. Begitu juga dengan peserta selanjutnya. Jika lemparan melebihi garis maka kelereng harus ditaruh dihuruf H. Ini berlaku jika pelempar melebihi garis yang pertama. Jika ada yang melempar melebihi garis lagi maka diaruh pada huruf A. Jika ada lagi maka ditaruh di belakang huruf H. Begitu seterusnya. Lemparan harus melebihi huruf H. Jika tidak maka lemparan harus diulang. Jika lemparan mengenai kelereng dari peserta lain maka kedua pemain harus mengulang lemparan. Cara untuk mematikan peserta adalah dengan membidik

24

kelereng lawan sampai kena. Jika terkena maka kelereng tersebut menjadi milik pemain yang mengenai. Jika orang yang tadi terkena bidikan dari pemain lain maka dia harus membayar 2 kelereng sekaligus, yaitu kelerengnya dan pemain yang terkena tadi. E. Penentuan Kemenangan Pemenang dinyatakan menang jika berhasil mematikan peserta terbanyak dengan hasil kelereng terbanyak pada akhir permainan. F. Sumber Permainan ini bersumber dari pengalaman kecil saya dan cerita dari orangtua.

18) PERMAINAN ENDOK
A. Latar Belakang Permainan berasal dari daerah Sleman yang bertujuan untuk bersenangsenang serta mengembangkan keterampilan seorang anak. Sumber permainan berasal dari turun temurun di Desa serta masyarakat menganggap permainan ini mudah dimainkan dan hanya membutuhkan alat dan fasilitas yang sederhana. B. Alat dan Fasilitas  Batu ukuran sedang yang mudah digenggam anak jumlahnya 10-15 batu.  Halaman yang teduh. C. Peserta dan Pelaksanaan Permainan  Peserta yang mengikuti permainan ini berjumlah 10 anak dengan umur 812 tahun dan bisa dimainkan putra putri secara bersamaan ataupun disendirikan.  Dari jumlah peserta tersebut kemudian diundi 1 anak untuk menjadi penjaga telur (endok).  Setelah di dapat penjaga dan pengambil telur, masing-masing anak menempati tempat permainan sesuai aturan yang di tentukan yakni penjaga berada di dalam lingkaran menjaga telur dan yang lain berada di luar lingkaran sebagai pengambil telur.  Pengambil telur boleh saling bekerja sama untuk mengambil telur yang dijaga dan dalam mengambilnya boleh menggunakan tangan ataupun ditendang dengan kaki asalkan telur dari batu itu keluar dari lingkaran yang dijaga penjaga telur tadi.  Apabila saat pengambil telur tadi tersentuh (semua anggota badan) saat mengambil telur di dalam lingkaran maka pengambil telur itu dinyatakan mati dan harus giliran menjadi penjaga telur. Dari hal tersebut pengambil telur yang tersentuh tadi wajib mengembalikan semua telur yang telah didapatnya ke dalam lingkaran dan permainan dilanjutkan sampai telur habis.  Jika semua telur sudah di ambil permainan dilanjutkan untuk menyembunyikan telur yang telah didapat.

. Lalu mereka menuju ke halaman tempat bermain. Permainan ini menyebar di berbagai daerah di Jawa. untuk gembok semua telur yang disembunyikan tidak akan di beri tahu dan kunci semua telur yang disembunyikan diberitahu dengan konsekuensi jika sampai batas waktu yang di tentukan tidak menemukan maka ia harus kembali menjadi penjaga telur dalam permainan selanjutnya. Itulah sebabnya.25  Untuk penentuan pemenang yakni anak yang paling banyak mengumpulkan telur dan apabila ada anak yang tidak mendapatkan telur maka ia harus ikut mencari telur dengan penjaga tadi di tempat yang telah di tentukan sebelumnya. nantinya dipakai untuk pemain jadi. Di halaman inilah. halaman kebun. di daerah lain juga kadang menamai sebuah permainan itu dengan nama kucing-kucingan. Ada kalanya. dan DI. yang bunyinya‖ Dha mbuwang kucing gering‖. Umumnya yang bermain permainan kucing-kucingan adalah anak lakilaki. Permainan ini juga sering disebut permainan Kus-Kusan atau Alih Lintang. Kemudian. bisa halaman rumah. Peserta Permainan kucing-kucingan yang dimaksud di sini adalah sebuah permainan anak yang melibatkan 5 pemain (bisa laki-laki semua atau perempuan semua). adalah satu satu jenis permainan tradisional masyarakat Jawa yang juga sudah lama dikenal. D. anak-anak mulai membuat garis silang tegak lurus dengan panjang garis masing-masing sekitar 2.  Dalam pencarian di berikan 2 pilihan yakni gembok atau kunci. Jawa Timur. Kenapa lebih dikenal dengan nama permainan kucing-kucingan. keempat ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan kaki yang melingkar. B. Biasanya yang bermain permainan ini adalah anak-anak yang berumur 8-12 tahun dari semua golongan masyarakat tanpa membedakan status sosial. Alat dan Fasilitas Sementara alat yang digunakan untuk permainan ini hanya membutuhkan halaman yang luas. dan E hendak bermain kucing-kucingan.KUCINGAN A. permianan lain yang berbeda. atau lapangan. masyarakat Jawa menamai permaianan ini dengan permainan kucing-kucingan. Pelaksanaan Permainan  Misalkan ada lima pemain yakni A. Sementara tengah garis. Selain itu. karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari. 19) PERMAINAN KUCING . Latar Belakang Kucing-kucingan. C.5 meter. setidaknya pada tahun 1913 (menurut sebuah sumber pustaka Serat Karya Saraja). Yogyakarta. D. dalam permainan ini juga banyak dijumpai anak-anak berlari-lari dalam permainannya. B. meliputi Jawa Tengah. Pada prinsipnya dalam permainan ini ada sebuah syair yang sering dilantunkan berirama secara bersama-sama oleh semua pemain. C.

dari tempat pembuangan ini. C. Apabila mereka hendak berpindah tempat. maka ia menjadi pemain dadi yang berhak dibuang. Misalkan pemain A. Pemain mentas berhak saling berpindah tempat dengan temannya. Begitu seterusnya permainan ini berlangsung hingga mereka merasa bosan dan hendak berhenti atau bermain dolanan lainnya. maka pemain mentas yang tidak mendapatkan tempat baru. bisa berganti tempat dengan pemain B atau C. pemain B didahului pemain E. Kemudian para pemain melakukan hompimpah dan sut. jenis dolanan kucing-kucingan ini juga sudah sangat jarang dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang. Bagi pemain yang tidak mendapatkan tempat kosong. Tetapi. maka pemain B yang kemudian harus menjadi pemain dadi. Jika seperti itu. dan D. berarti menjadi pemain dadi dan harus menempati tempat di tengah. Biasanya perpindahan tempat ini menunggu pemain dadi terlena. maka ia dianggap sebagai pemain jadi. E. Misalkan. pemain A dan B sedang saling berpindah. misalkan pemain E. Setelah itu. Setelah itu mereka saling berpindah tempat. Anak yang paling kalah. sehingga pemain dadi segera menempati tempat lingkaran yang masih kosong. ujung-ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan memakai tumit kaki yang dibuat melingkar. yakni pemain A. kadang-kadang saat mereka berpindah tempat dan belum sempat menempati tempat baru sudah kepergok pemain dadi. Begitu pula pemain lainnya.5 meter. salah satu anak membuat garis silang tegak lurus dengan panjang masing-masing garis 2.26 Setelah itu. . mereka berlomba-lomba berlari secepatcepatnya untuk mencari lingkaran yang masih kosong. maka berubah menjadi pemain dadi. maka caranya dengan melangkahkan satu kaki dilangkahkan ke luar dan tangan saling berjabat tangan. Saat dibuang. semua pemain mentas menyanyikan sebuah syair yang terdiri dari sebuah kalimat. Caranya. Setelah selesai.  Pemain jadi tempatnya di tengah-tengah garis silang. tetapi belum sempat menempati lingkaran baru. Tanggapan Masyarakat Sayangnya. menempati masing-masing lingkaran kecil di ujung garis. saat pemain B menjadi pemain dadi dikungkung hingga 5 kali perpindahan antar pemain mentas. Syair itu dinyanyikan berulang kali hingga si pemain dadi sampai di tempat tujuan pembuangan. yakni ―Dha mbuwang kucing gering‖.  Jika pada tahap selanjutnya. ia dipegang bersama-sama oleh semua pemain mentas ke sebuah tempat (misalkan berjarak 20 meter dari tempat permainan). B. bisa saling berganti tempat dengan pemain di sebelah kiri atau kanannya. Sementara itu pemain mentas lainnya.

dan seterusnya kearah kanan personil hitungan pertama. Latar Belakang Ori'an adalah permainan tradisional indonesia dari sumatra selatan tepatnya dari bumi sriwijaya. Dilanjutkan dengan hitungan kedua. Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. Sasaran Anak-anak dan remaja. D. Pelaksanaan Permainan  Personil yang terkena hitungan yang ke-20 merupakan personil pertama kali yang harus mengejar teman – temannya (personal yang ngori‘). Sumber Permainan Tradisional Jawa.org/ensiklopedi/.mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda.Personil yang terkena hitungan yang ke-20 akan menjadi personil pertama yang mengejar (ngori‘). Hitungan berhenti pada hitungan ke20 berikutnya.27 F. Peserta Dalam permainan ori‘an pesertanya minimal 20 orang dan selebihnya tidak terbatas. ketiga. Sumber ahmadwijaya. Sukirman Dharmamulya. Salah seorang personail mengambi linisiatif sebagai hitungan pertama. maka setelah hitungan ke-20. Alat yang Digunakan Tidak memerlukan alat tertentu F.blogspot.  Jika kelompok bermain lebih dari 20 orang.Personil yang bisa dikejar dan disentuh oleh pengejar pertama. B.  Tidak ada istilah menang dan kalah dalam permainan ini. dkk.bersama dengan pengejar pertama akan ikut mengejar (ngori‘) teman – teman yang belum terkejar. Demikian seterusnya personil yang terkejar dan disentuh oleh pengejar akan ikut mengejar.com . bersama .tembi. Sehingga para pengejar akan semakin banyak dan bahu membahu mengejar teman-temannya yang belum terkejar. Yogyakarta: Kepel Press http://www. 2004. E. C.  Sekelompok orang memulai permainan dengan membuat lingkaran tertutup dengan bergandengantangan. G.baik anak laki-laki maupun perempuan. 20) PERMAINAN ORI’AN A.Permainan ini berakhir jika tidak ada lagi personil yang harus dikejar dan diburu. hitungan dilanjutkan lagi kehitungan pertama sehingga setiap personil turut kebagian dalam menghitung.

siapa yang berhasil mengeluarkan lawan keluar lingkaran ialah pemenangnya. Lapangan Pada permainan betemplekan lapangan berbentuk lingkaran dengan diameter kurang lebih 4 meter G.kedua anak tersebut saling beradu kekuatan dengan menggunakan lutut dimana lutut tersebut ditekuk. B. B. Peserta Dalam permainan betemplekan pesertanya minimal 2anak jika lebih dapat dibagi menjadi dua kelompok. Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus. H. meningkatkan kebugaran jasmani dan bersosialisasi . Sumber antaramataram. peserta yang berhasil mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka di anggap sebagai pemenang. C.  Permainan ini di mainkan oleh dua anak. I. Pelaksanaan Permainan Setiap peserta engklek dan saling mengeluarkan peserta di dalam lingkaran dengan peserta lain. Latar Belakang Meong-meongan merupakan permainan tradisional masyarakat bali yang umum dimainkan oleh anak-anak di bali. Penentuan Kemenangan Peserta yang dapat mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka dinyatakan sebagai pemenang. Tujuan Untuk mengisi waktu luang C.mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda. F.28 21) PERMAINAN BETEMPLEKAN A. Latar Belakang Betemplekan adalah permainan tradisional indonesia dari nusa tenggara barat. Manfaat Senang. Sasaran Anak-anak dan remaja D. Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan keseimbangan. E. Permainan ini menggambarkan usaha dari kucing atau dalam bahasa bali disebut menguntuk menangkap sitikus atau bikul.kualitas kesegaran jasmani.com 22) PERMAINAN MEONG – MEONGAN A.

29 D.hanya untuk mencari kesenangan semata I. Meong akan berusaha masuk kedalam lingkaran dan berusaha menangkap bikul.SD). G. bisa juga lebih. Kalau di yogyakarta dan sekitarnya permainan ini di kenal dengan nama Incak-incak Alis (Ancak Ancak Alis) yang beda Cuma lagu dan dialognya kalau tata cara permainanya sama yang jelas kalau di yogyakarta menggunakan bahasa jawa. anak-anak umur 5-12 tahun (TK . Pelaksanaan Permainan Peraturan dalam permainan ini adalah satu orang memerankan bikul (tikus) satu orang memerankan sebagai meong (kucing) dan yang lainnya bertugas melindungi bikul dari meong dengan cara membentuk lingkaran kemudian sibikul berada di dalam lingkaran sedangkan meong berada di luar lingkaran. Peraturan Permainan Pelaksanaan Permainan  Lapangan dan Peralatan . Lebih menarik apabila dimainkan di bawah cahaya rembulan. H. Manfaat Dengan adanya kesenangan ini dapat mengurangi ketegangan . Sasaran Anak-anak maupun orang dewasa E. Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumah yang agak luas. D. Latar Belakang Ular Naga adalah satu permainan berkelompok yang biasa dimainkan anak-anak Jakarta di luar rumah di waktu sore dan malam hari. Sumber : balaibanjar. Peserta Dalam permainan ini biasanya diikuti oleh lebih dari 8 orang atau lebih.com 23) PERMAINAN ULAR NAGA PANJANGNYA A. Sasaran Anak – anak. Penentuan kemenangan Dalam permainan ini tidak apa penentuan menang kalah. Tujuan Permainan Ular Naga Panjangnya ini bertujuan untuk melatih kemampuan gerak yang disertai dengan lagu agar memperoleh kesenangan dalam bermain dan memupuk sikap kerja sama serta rasa bersosialisasi. Peralatan Dalam permainan ini tidak menggunakan peralatan hanya menggunakan halaman atau tempat yang kosong F. C. remaja putra – putrid E. Pemainnya biasanya sekitar 5-10 orang. B. Anak-anak yang membentuk lingkaran juga akan berusaha menghalangi meong masuk kedalam lingkaran.

ditempatkan di belakang salah satu "gerbang". Ular Naga akan berjalan melewati "gerbang".buahan. anak-anak bubar dipanggil pulang orang tuanya karena sudah larut malam. dan juga bisa dilakukan di dalam ruangan. Dengan terdengarnya nyanyi. Sebelumya yang jaga atau yang menjadi gerbang misal si A dan si B. Pada saat terakhir. permainnya rata – rata berjumlah 5 sampai dengan 10 orang dalam tiap kelompoknya. Seringkali perbantahan ini berlangsung seru dan lucu.akan berdialog dan berbantah-bantahan dengan kedua "gerbang" perihal anak yang ditangkap.30 Dalam bermain permainan Ular Naga Panjangnya ini tidak memerlukan lahan yang cukup luas. Permainan akan dimulai kembali. Seorang anak yang lebih besar.  Pemain Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki maupun anak permempuan.  Jalannya Permainan Anak-anak berbaris bergandeng pegang 'buntut'. seorang anak yang berjalan paling belakang akan 'ditangkap' oleh "gerbang". Pada saat-saat tertentu sesuai dengan lagu. sebelum permainan dimulai mereka kompromi dulu mau pake pilihan apa. Demikian berlangsung terus. si B Apel. bermain sebagai "induk" dan berada paling depan dalam barisan. yakni anak yang berada di belakang berbaris sambil memegang ujung baju atau pinggang anak yang di mukanya. Kemudian dua anak lagi yang cukup besar bermain sebagai "gerbang". si anak yang tertangkap disuruh memilih di antara dua pilihan. karena salah satu daya tarik permainan ini adalah dalam dialog yang mereka lakukan. ketika lagu habis. A Strawberry. Atau. Hanya memerlukan lapangan dengan ukuran 10 x 10 m. dan berdasarkan pilihannya. sebagai Ular Naga yang berjalan-jalan dan terutama mengitari "gerbang" yang berdiri di tengah-tengah halaman. si "induk" --dengan semua anggota barisan berderet di belakangnya-. kalau apel ya ikut B. "Induk" dan "gerbang" biasanya dipilih dari anak-anak yang tangkas berbicara. Ular Naga kembali bergerak dan menerobos gerbang. Setelah itu. Kalo pilih strawbery brarti dia ikut A. tanpa sepengetahuan teman teman yang lain kalau nanti orang yg terbelakang/ tertangkap ditanya 'pilih apel ato strawberry?'. dengan berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan di atas kepala. sehingga anak-anak ini saling tertawa. hingga "induk" akan kehabisan anak dan permainan selesai. misal buah . Sampai pada akhirnya. sambil menyanyikan lagu. Barisan akan bergerak melingkar kian kemari. . atau paling besar. Ini bisa menggunakan lapangan terbuka. Perbantahan lagi. Dalam bermain tidak memerlukan peralatan. dan lalu ada lagi seorang anak yang ditangkap. lapangan rata.

Ular naga panjangnya bukan kepalang Menjalar-jalar selalu kian kemari Umpan yang lezat. Yang sangat bermanfaat. Peserta Permainan ini dilakukan oleh dua regu.  Pada kali yang terakhir menerobos "gerbang". permainan ini biasanya dilakukan anak 9-13 tahun atau lebih.MAKAH A.  Kedua regu menghadap ke titik sasaran atau Makkah. B. itu yang dicari Kini dianya yang terbelakang  Kemudian.isi" berkali-kali. F.  Masing-masing regu bertanding untuk dapat sampai terlebih dulu ke titik sasaran atau Makkah.yaitu sebiji batu atau benda lain yang berukuran kecil yang mudah disembunyikan dalam genggaman tangan. Jarak antara regu yang satu dengan regu yang lain adalah sekitar 2 (dua) meter. Sumber Keterangan mengenai permainan Ular Naga Panjangnya ini diperoleh melalui informasi di internet dan juga melalui cerita dari kakek nenek dan orang tua. D.kosong" berkali-kali hingga seluruh barisan lewat. 24) PERMAINAN MAKAH . Letak Makkah berada di tengah-tengah atau di antara kedua regu. hingga akhir barisan dan anak yang terakhir di buntut ular ditangkap ("gerbang" menutup dan melingkari anak terakhir dengan tangan-tangan mereka yang masih berkait). sambil menerobos "gerbang". barisan mengucap "isi isi . Pelaksanaan Permainan  Kedua regu saling berhadap-hadapan pada suatu garis lurus secara berurutan atau sejajar. Alat yang Digunakan Alat yang digunakan sangat mudah.31  Lagu ini dinyanyikan oleh semua pemain. Dan bias dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan. Latar Belakang Permainan ini berasal dari Nangroe Aceh Darusalam mengemban pesanpesan moral dan nilai-nilai budaya. . C. yakni pada saat barisan bergerak melingkar atau menjalar. termasuk si "gerbang". dan mulai lagi menjalar dan menyanyikan lagu di atas.peserta nya paling sedikit 4 orang. Demikian berlaku dua atau tiga kali. barisan mengucap "kosong kosong . tapi dalam permainan ini inti permainan ini adalah kedua regu berlomba-lomba dapat mencapai titik sasaran atau yang disebut makkah. Nama permainan tradisional makah-makah merujuk pada ―makkah‖ aatau ―mekah‖ yang dapat diartikan menjadi kiblat.

 Apabila regu kedua tidak betul atau salah dalam menerka di mana keberadaan batu yang dimiliki oleh regu pertama.  Supaya pemberian batu tidak diketahui oleh regu lawan. regu pertama akan semakin mendekati titik sasaran atau Makkah. Cara masing-masing ketua regu menebak di mana keberadaan batu milik regu lawan adalah dengan menunjuk salah satu anggota regu lawan yang dianggapnya memegang batu tersebut. Dengan demikian.  Setelah batu yang asli disembunyikan oleh salah satu anggota regu sementara anggota regu yang lain seolah-olah juga memegang batu dengan berpura-pura menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung. F.  Tebakan yang dilakukan oleh kedua regu secara bergantian ini dilakukan dengan terus-menerus hingga salah satu regu dapat mencapai titik sasaran atau Makkah. Begitu pula sebaliknya  Saling menebak itu dilakukan secara bergantian.  Setiap anggota kedua regu. Hal ini dilakukan secara bergantian dan berlaku juga untuk regu kedua. yaitu dengan seolah-olah memberikan batu kepada semua anggota regu yang dipimpinnya meskipun sebenarnya yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu hanya satu orang. maka masingmasing ketua regu harus mempunyai strategi. Waktu dan Tempat Permainan Makah-Makah biasanya dilakukan oleh anak-anak di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan sekitarnya pada waktu sore hari atau pada saatsaat senggang. Penentuan Kemenangan Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini. maka tugas ketua regu kedua adalah menebak di mana batu yang dimiliki oleh regu pertama. Hal yang sama juga dilakukan oleh ketua regu kedua.32  Tugas ketua regu pertama adalah mengawasi atau menempatkan batu yang diberikan kepada salah satu anggota regunya. baik yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu atau yang pura-pura diberi batu untuk mengecoh regu lawan. Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini E. Pemberian batu oleh ketua regu pertama dilakukan dengan rahasia atau tidak boleh sampai diketahui oleh regu kedua. maka regu pertama diperbolehkan untuk maju selangkah ke depan. bersikap seolah-olah sedang menggenggam batu dengan menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung. . Permainan Makah-Makah bisa dilakukan di tanah lapang atau di pekarangan rumah dengan lahan yang agak luas karena melibatkan cukup banyak peserta.

peserta harus melakukan pergantian posisi dengan pasangan masing-masing.  Masing masing pasangan tidak boleh mengotori jalur pasangan lain dengan kerikil atau benda berbahaya lainnya.  Tidak boleh menabrak pasangan lain. Latar Belakang Garu-garuan adalah permainan tradisional Indonesia yang berasal dari Lampung. garu itu sendiri adalah proses membajak sawah menggunakan hewan. Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus. Persiapan Permainan ini dilakukan oleh sekelompok anak asalkan mempunyai pasangan dan jumlahnya tak terbatas.melayuonline.Hanya menggunakan tangan dan kaki kita saja. dan melatih kesopanan dan ketangkasan.GARU A. . Tujuan Permainan ini bertujuan untuk mengisi waktu luang anak-anak dan meningkatkan kekuatan otot tangan. berkreasi. C. Sasaran Anak anak dan remaja. Tanggapan Masyarakat Permainan tradisional merupakan hasil budaya yang besar nilainya bagi anak-anak dalam rangka berfantasi. D.selain itu dibutuhkan tanah yang lapang dan permukaannya rata dan aman. Sumber Permainan tradisional merupakan simbolisasi dari pengetahuan yang turun-temurun dan mempunyai fungsi atau pesan di baliknya. H. www. F. memperoleh keterampilan. B. berolahraga yang sekaligus berfungsi sebagai sarana latihan untuk hidup bermasyarakat.Namun umumnya dilakukan oleh anak laki-laki.  Setelah sampai diujung yang ditentukan. G.  Pada hitungan ketiga setiap pasangan harus mulai berjalan.Maka dalam permainan ini tidak ada kedua hewan tersebut dan diganti dengan manusia.com 25) PERMAINAN GARU . Peraturan Permainan  Setiap pasangan berdiri pada tempat yang sudah ditentukan dan salah satu dari setiap pasangan berdiri menggunakan tangan dan kakinya dipegang oleh pasangannya. bisa menggunakan sapi maupun kerbau. Peserta Dalam permainan ini peserta yang dibutuhkan minimal 2 orang dan selebihnya tidak terbatas baik laki-laki maupun anak perempuan.33 G. E.

I. Manfaat Gembira. Pelaksanaan Permainan Setiap pasangan menentukan siapa yang terlebih dahulu menjadi kerbaunya dan harus berjalan dengan tangan dan kaki yang menjadi kerbau tadi dipegangi pasangannya. Latar Belakang Krubungan adalah permainan yang sering dilakukan oleh anak-anak setiap sore jam 5 (lima) untunk menunggu mulainya shalat maghrib (berjama‘ah) dan mengaji. Seprai. D. panca indra peraba meningkat. melatih kejujuran. Slimut. melatih daya pikir otak. Sasaran Anak-anak dan remaja. Tanggapan masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan anaknya melakukan parmainan ini namun ada beberapa orangtua yang tidak menyukai anaknya bermain ini dengan berbagai alasan yang mereka punyai. J. H. biasanya setelah terdengar suara adzan maghrib permainan dihentikan terus dilanjutkan shalat berjama‘ah dan mengaji. C. Jarit. Layar.Setelah hitungan ketiga maka setiap pasangan tadi mesti berjalan bahkan boleh berlari asalkan tangannya kuat. Tujuan Bermain. E. Peraturan Permainan  Lapangan dan Peralatan  Lapangan Tempat bermain bisa di alam terbuka maupun tertutup akan tetapi lebih baik dilantai yang bersih. mengisi waktu luang. jumlah orang atau pemain menyesuaikan besarnya pengrubung . B. sikap kebersamaan dan kekeluargaan.  Pemain  Krubungan bisa dimainkan oleh putra maupun putri. menurunkan emosional dan bersosialisasi.34  Peserta yang terlebih dahulu kembali ke garis awal adalah pemenang. Siapa yang paling cepat sampai ditempat semula maka pasangan itulah pemenangnya.setelah sampai diujung maka setiap pasangan mengganti posisi dan kembali berjalan ketempat semula.  Peralatan Alat untuk merubungi atau untuk menutupi bisa menggunakan: Terpal. Sumber Opu Lis\orang lampung{Waykana} 26) PERMAINAN KRUBUNGAN A.

F.  Selanjutnya pemain yang tidak menjadi penunggu masuk dalam pengkrubung (penutup).  Masing-masing kelompok laki-laki dan prerempuan dipisah. diadakan nyanyian ―sing siripit‖ untuk menentukan siapa yang akan menjadi penunggu lobang.  Setelah selesai mengenali bentuk fisik lalu sipenunggu mengejamkan matanya sebentar sampai pemain dikerubungi (ditutupi) selesai.  Begitulah seterusnya permainan dilakukan sampai saatnya terdengar bunyi adzan.  Apabila sipenunggu berhasil meraba salah satu pemain dan dapat menebak siapa nama orang itu maka penunggu berhasil. dan orang yang dapat ditebak oleh penunggu keluar dari tempat pengkrubung. bersosialisasi. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan krubungan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak. sipenunggu boleh menebak semua pemain sampai ketebak semua. dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng. Nyanyianya yaitu: sing siripit tulang bawang sapa sing kejepit tunggu lubang  Sebelum mulai permainan penunggu lobang terlebih dahulu mengenali bentuk fisik atau apa saja dari pemain yang dikerubungi (dititupi) agar penunggu dapat menebak orang yang diraba. dengan mengelompokan jenis klamin laki-laki dan perempuan.  Seandainya sipenunggu cuma bisa menebak satu pemain lalu menyerah berarti pemain yang ketebak tadi berganti menjadi penunggu dan apabila yang tertebak lebih dari 1 (satu) orang misal 4 (empat) orang maka empat orang tersebut melanjutkan nyayian ―sing siripit‖.  Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai.  Setelah semua pemain sudah masuk kedalam krubungan (penutup) sipenuggu membuka matanya dan mendekati krubungan lalu meraba pemain yg ada di dalam krubungan (penutup) dan mencoba menebak namanya. melatih panca . bermain dengan gembira.35 (penutup). untuk menghindari hal-hal negatif. jadi laki-laki main sendiri dan perempuan sendiri.

36

indra, melatih daya pikir otak, melatih kejujuran, mempererat silaturahmi, dan menjalankan shalat jama‘ah bersama dan mengaji. G. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional krubungan yaitu dengan cara tanya jawab terhadap masyarakat Desa Pesuningan, Prembun, Kebumen. Sumber Informasi antaralain: Salamah Beliau adalah nenek saya, beliau telah memberi informasi tentang permainan krubungan. Juwariyah Beliau adalah ibu saya, beliau telah memperjelas informasi tentang permainan krubungan yang selama ini saya mainkan.

27) PERMAINAN KRIKILAN
A. Latar Belakang Permainan ini sudah ada di daerah saya tingggsl. Biasanya dimainkan oleh anak-anak dan remaja. Bentuk permainan berupa permainan yang menggunakan kerikil-kerikil kecil, siapa yang bias mendapatkan paling banyak kerikil berarti dialah yang menjadi pemenangnya. Dengan cara dua jari telunjuk dan jarimanis membentuk huruf yang menyerupai huruf ―A‖ melewati kerikil tersebut dan jangan sampai jari tersebut menempel salah satu kerikil tersebut. Permainan ini dilakukan hanya untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan konsentrasi. Serta dapat meningkaatkan pergaulan antar teman dan melatih kejujuran. B. Pemain  Sasaran : anak-anak SD dan remaja  Sek : Laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang C. Alat, tempat dan Waktu  Alat : kerikil  Tempat : halaman rumah, teras rumah  Waktu : dimainkan kapan saja saat anak-anak pada waktunya bermain. D. Pelaksanaan Permainan  Sebelum pertandingan dimulai, biasanya melakukan undian untuk siapa yang pertama untuk menjalankan permainan.  Dengan cara kerikil dipegang dengan kedua tangan membuka ke atas kerikil tersebut diangkat kira-kira 4 cm dari atas tanah atau lantai. Kemudian kerikil dijatuhkan.  Kerikil tersebut pastinya berserakan dengan jalan melewati kerikil satu persatu dengan ujung jari telunjuk dan jari manis menempel lantai, harus meleti kerikil tersebut dan jangan sampai menempel kerikil yang lain.  Jika salah satu jari menempel kerikil maka permaian berhenti dan pemain yang satunya lagi yang bermain. Dengan cara seperti di awal, begitu seteeerusnya sampai kerikil tersebut habis.

37

E. Penentuan Kemenangan Pemain dikatakan sebagai pemenan jika paling banyak mendapatkan kerikil F. Tanggapan masyarakat Permainan ini sekarang sudah jarang dimainkan oleh anak-anak jaman sekarang, bahkan sudah tak ada lagi yang memainkannya lagi. G. Sumber Pengalaman saat masih kecil, dari masyarakat setempat di daerah saya tinggal.

28)

PERMAINAN TRI LEGENDRI NOGOSARI

A. Latar Belakang Sejarah permainan ini dimainkan sederhana dan sering dilakukan oleh anak-anak di zaman dahulu, paling tidak sebelum tahun-tahun 1980-an, ketika televisi belum mewabah. Ketika itu andalan permainan anak-anak adalah dolanan berkelompok dengan memanfaatkan benda-benda di sekitar lingkungan, seperti batang kayu, daun, batu, kerikil, kreweng, biji buah, dan sebagainya. B. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh sekelompok anak-anak, remaja dan dewasa. Pada umumnya mereka memainkan permainan ini semata-mata hanya untuk menciptakan unsur kegembiraan. Dolanan ini biasanya dimainkan oleh anak-anak kecil di halaman luas di sekitar rumah atau di sekitar lapangan. Anak-anak yang bermain biasanya berumur sekitar 7—14 tahun dan yang sering bermain adalah anak laki-laki, karena mengandalkan kekuatan fisik untuk berlari. Namun kadang juga dimainkan oleh anak perempuan atau campuran. C. Alat yang Digunakan Anak-anak yang hendak bermain dhoktri biasanya berkumpul dulu di suatu tempat (halaman, pekarangan, kebun, atau lapangan). Setelah berkumpul, mereka mencari pecahan genting atau gerabah (disebut kreweng atau wingka) Selain itu mereka juga harus mencari sebuah batu agak besar yang berfungsi sebagai kodhok (penentu pemain yang kalah). Setelah mendapatkan alat bermain, biasanya mereka membuat lingkaran (bisa juga berbentuk bujur sangkar) di tanah atau di lantai, dengan kapur, kreweng, atau kayu. Diusahakan jumlah kotak pada bujur sangkar atau lingkaran sesuai dengan pemain. Karena jumlah pemain 8 anak, maka bujur sangkar atau lingkaran dibuat 8 kotak (ruang). D. Pelaksanaan Permainan  Kita harus menyiapkan kreweng/ pecahan genting bulat sebanyak 4 dan batu 1 buah.  Tiap anak memegang kreweng satu-satu.  Kemudian menyanyikan lagu gotri nagasari dengan batu dan kreweng dipindah di depan temannya sesuai dengan lingkaran yang dibuat kea rah temannya sebelah kanan sambil menyanyikan lagu tri logendri nagasari sampai lagunya selesai.

38

 Jika lagunya sudah selesai dinyanyikan, anak yang didepan mendapat batu,anak itulah yang menjadi kataknya.  Anak yang menjadi katak harus menunggu kataknya, dan temantemannya yang lain bersembunyi. Setelah temannya yang bersembunyi ketemu, lalu memanggil nama temannya sambil memegang / menginjak batu tersebut.  Jika sudah ketemu semua kemudian bermain lagi, kalau belum ketemu semua yang jadi katak harus mau menunggu/ mencari sampai si anak tersebut ketemu atau menyerahkan diri.  Permainan ini kemudian diulang-ulang terus hingga si anak mulai bosan.  Lagu yang dinyanyikan dalam permainan ini: Tri logendri nagasari ri Tiwul iwal iwul jenang katul..tul Dolan awan-awan ndelok manten ..ten Titenano mbesok gedhe dadi opo..po Podho mbako enak mbako sedheng dheng Dhengkol ela-elo dadi kodok… E. Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini anak yang dikatakan menang/ kalah, ditentukan oleh factor keberuntungan masing-masing anak. Seorang anak dikatakan kalah apabila tidak beruntung dalam artian si anak akan mendapatkan katak secara terus-menerus. Dan anak dikatakan menang apabila mereka lolos tanpa mendapatkan katak. F. Sumber Suwandi Sumber: Buku ―Permainan Tradisional Jawa‖, Sukirman Dharmamulya, dkk, Kepel Press, 2004 dan pengalaman pribadi

29) PERMAINAN MAIN SISIK
A. Latar Belakang Anak-anak perempuan di Sibolga, Tapanuli Tengah mengenal permainan ini dengan nama main sisik. Menyisik dalam dialek itu berarti menyatakan batu (sesuatu) secara perlahan-lahan. Memang dalam permainan ini kegiatan yang menjatuhkan batu secara perlahan-lahan dan tersembunyi merupakan inti permainan dan yang selanjutnya harus diterka pada siapa batu itu berada. Permainan Main Sisik berasal dari daerah Sumatera Utara. Namun para informan dan orang tua yang ditanyai soal asal usul permainan ini tidak dapat memastikan apakah permainan Sisik ini berasal dari daerah mereka atau datang dari luar. Yang dapat mereka kemukakan hanyalah, bahwa mereka sudah mengenalnya sejak lama, mungkin sampai tujuh puluh tahun atau lebih. Hal ini terbukti dari pengalaman mereka sendiri yang sudah melihat permainan ini sejak mereka lagi kecil, dan mereka sekarang sudah tua-tua.

Yang menang sut akan menjadi pihak yang membunyikan batu. Tugas kelompok penebak adalah menerka siapa yang menyimpan batu itu. Tahap kedua dari permainan ini adalah berupa perbuatan melangkahi kaki-kaki yang dilunjurkan kedepan oleh kelompok lawan. dan yang kalah akan menjadi penebak. Anak-anak yang berumur lebih biasanya tidak menyukai permainan ini karena mereka menganggap permainan ini terlalu ringan. dan satu orang dari m. D. Permainan biasanya hanya dimainkan oleh anak perempuan saja. Dalam hal ini tisdak boleh terjadi kesalahan. maka permainan di lanjutkan. penebak menjadi yang menyembunyikan batu. Kedua kelompok duduk berhadap-hadapan. Pelaku permainan berumur antara 6 sampai 10 tahun. dan kelompok yang menyembunyikan batu tadi menjadi penebak. Kalau terjadi kesalahan akan terjadi pergantian pemain. karena dianggap belum mampu melakukan permainin ini. maka terjadi pertukaran pemain. Pelaksanaan Permainan  Persiapan Sepuluh orang peserta dalam permainan ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing terdiri atas lima orang. sedang ketua kelompok berdiri dan melakukan sut. Alat dan Fasilitas Peralatan yang dibutuhkan dalam permainan ini hanyalah sebuah batu kecil yang dijadikan alat tebakan. karena bagi anak laki-laki permainan ini kurang aktif atau kurang gerak. Alat lainnya tidak diperlukan.39 B. dan iytu akan dilangkahi atau di lompati oleh lawan satu persatu. karena cara menjatuhkan tadi dilakukan dengan penuh siasat dan kesamaran untuk mengelabuhi lawan. Jumlah ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing 5 orang. C. dan kaki mereka dilunjurkan ke muka secara sejajar. Kalau kelompok penebak berhasil menerka. Sebaliknya anak-anak dibawah 6 tahun belum diajak serta. Anggota kelompok . agar mungkin lebih sulit dilangkahi. Tetapi kalau tebakan tadi salah permainan diteruskan ke tahap berikutnya. Mereka duduk dengan jarak tertentu. Peserta Pelaksanan permainan Main Sisik memerlukan 10 orang peserta. berupa tersinggungnya kaki tersebut pada saat dilangkahi atau di lompati.  Aturan Permainan Kelompok yang menang menadahkan tangannya masing-masing kebelakang untuk menampung batu yang akan dijatuhkan pelan-pelan oleh ketua kelompok.  Tahap Permainan Pada tahap ini kelompok penemak akan mengunjurkan (menjulurkan) kakinya masing-masing ke depan. Penebakan itu tidak begitu mudah dilakukan. kalau berhasil dilangkahi dengan baik.asing-masing kelompok bertindak sebagai ketua kelompok.

Mereka cenderung untuk menyuruh anak-anak agar melakukan tugas-tugas yang bermanfaat di rumah. Permainan Anak-anak Daerah Sumatera Utara. karena kaki yang dilunjurkan itu sekarang diletakkan yang satu di atas yang lain. Mungkin para orang tua juga para anggota masyarakat sudah berubah pula pandangan mereka terhadap permainan ini. Seluruh anggota pelompat harus melompatinya secara bergantian. Sumber Suwondo. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat terhadap permainan ini pada masa sekarang boleh dikatakan juga turut mundur.  Tahap keempat tetap berupa lompatan dengan tingkat kesulitan yang lebih sulit. yang melompati melakukan lompatan secara bergantian. H. para anggota masyarakat memberikan tanggapan yang positif terhadap permainan ini. 1984. Berbeda dengan masa lampau. Hal ini terlihat dari kurang pedulinya mereka terhadap permainan ini. Di masa sekarang ini hal yang demikian sudah jarang dapat dilihat.40 E. Tahap ketiga juga berupa lompatan. Penentuan Kemenangan Ketentuan kalah menang adalah demikian :  Jika sebuah kelompok dengan seluruh anggotanya berhasil melalui tahap-tahap tadi dengan baik. maka kelompok itu belum dapat dinyatakan menang. Kelompok yang berhasil ini dinyatakan menang. Waktu dan Tempat Permainan ini biasanya dilakukan di teras rumah atau di bawah pohon yang rindang (tempat yang teduh). Jadi pada tahap pertama dapat menebak keberadaan batu.  Jika terjadi kegagalan dalam menyelesaikan tahap-tahap itu. Bahkan mereka juga turut bersorak bergembira melihat anak-anak yanmg sedang melakukan permainan. Wujud dari kepositifan itu adalah berupa dorongan dan kehadiran mereka dalam menyaksikan permainan kalau anak-anak sedang memainkannya. mungkin disebabkan oleh rasa simpatik mereka terhadap yang menang atau karena sebab lainnya. Bambang. lompatan secara berganti-ganti juga dilakukan oleh seluruh anggota kelompok pelompat. Kaki yang dilunjurkan masih bertindih dan diatas masih ditambahi dengan dua tangan dengan jari terentang. Kebanyakan mereka menganggap permainan seperti ini tidak ada gunanya dan hanya membuang waktu saja. Jakarta. seperti belajar. menjaga adiknya. namun yang dilompati lebih sulit. Pada tahap kedua dapat melompat dan demikianlah seterusnya. Permainan ini juga dilakukan pada siang dan sore hari setelah mereka melakukan aktivitas yang lain. F. G. dll. Pada setiap terjadi kegagalan langsung diadakan pergantian kelompok yang bermain. .

Ciko guru dapat diartikan ―menunjuk‖ karena dalam permainan ini orang baru boleh bermain setelah ditunjuk oleh lawan mainnya. Dahulu permainan ini hanya diperuntukan bagi kaum lelaki dewasa saja. di halaman rumah. Sekitar 30 cm di depan tonggak akan dibuat garis sebagai batas sah atau tidaknya lemparan pemain. buah gelici atau kelerang. ada sebuah permainan tradisional yang bernama ciko guru. Alat permainan ini nantinya ada yang digunakan sebagai gacu dan ada yang dijadikan sebagai taruhan. pemain harus melempar gacunya dari tepi lubang ke arah . ataupun di lapangan. Tepat di tengah-tengah bujur sangkar ada sebuah lubang dengan diameter sekitar 5 cm. Asal usul permainan ciko guru di kalangan orang Jailolo maupun Sahu sudah tidak dapat diketahui lagi. Di dalam arena permainan ciko guru akan dibuat sebuah bujur sangkar dengan sisinya kira-kira 60 cm. E. Pemain Permainan ciko guru dapat dimainkan oleh maksimal 4 orang. Sementara kaum perempuan pada waktu itu biasanya akan membantu menyiapkan hidangan di rumah orang yang ditimpa musibah tersebut. Maka dari itu. dipasanglah sebuah tonggak bambu atau kayu sekitar 17 cm yang nantinya akan ditanam dengan kedalaman 2 cm (hanya menyisakan 15 cm di atas permukaan tanah). Namun. di halaman rumah adat. Kemudian. Anak-anak tidak boleh bermain karena dikhawatirkan anak menimbulkan kegaduhan. jika lebih dari itu maka pemain lain akan membentuk kelompok sendiri dengan membuat arena bermain yang boleh berdekatan dengan kelompok lain. Namun saat ini ciko guru dapat dimainkan oleh siapa saja baik lelaki. Peralatan Permainan Peralatan dalam permainan ciko guru hanyalah batu kerikil. Jarak antara tonggak dan bujur sangkar sekitar 12 meter. yaitu permainan melempar dan mencukil 10 buah batu atau buah gelici dalam jarak tertentu hingga seluruhnya masuk ke dalam lubang. Permainan ciko guru kadang-kadang disebut juga dengan ―main batu membayar kenari‖ karena bagi yang kalah harus membayar sejumlah kenari atau langsat atau kelereng sesuai dengan kesepakatan antarpemain sebelum permainan dimulai. Peraturan Permainan Aturan dan proses permainan ciko guru dapat dibagi menjadi dua tahap. B. muda maupun anak-anak. Latar Belakang Maluku adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia.41 30) PERMAINAN CIKO GURU A. D. hanya laki-laki dewasa sajalah yang boleh memainkannya. tua. Dahulu permainan ini hanya dilakukan pada malam hari di halaman rumah orang yang baru meninggal. khususnya di kalangan orang Jailolo dan Sahu yang berada di Maluku Utara. Di sana. C. perempuan. Tahap pertama. Tempat Permainan Permainan ciko guru dapat dilakukan di mana saja.

setelah membuat lubang dan memasang tonggak adalah menentukan jumlah taruhan untuk satu kali permainan. barulah kemudian penentuan nomor urut pemain dengan jalan suten atau undi. (pepeng) G. gacu mengenai kenari atau gelici hingga ada yang keluar dari lubang.42 tombak yang jaraknya sekitar 12 meter. nilai sportivitas tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan. Namun apabila kedua batu tersebut masuk ke lubang secara bersamaan. proses permainannya. Pada tahap kedua lemparan tidak dilakukan di pinggir lubang. dengan syarat salah satu tangan harus menapak pada garis batas bujur sangkar. (4) bila batu yang dijentikkan tersebut mengenai batu lain dan keduanya masuk lubang secara berurutan maka dinyatakan sah dan mendapatkan dua nilai. Selanjutnya permainan akan dimulai dengan urutan seperti aturan-aturan yang telah dijelaskan di atas. dan untuk menjentik gacu agar masuk ke lubang dan memperoleh nilai. (2) apabila pada waktu melempar itu gacunya tidak melewati garis batas di depan tonggak. dengan aturan sebagai berikut: (1) pemain akan menunjukkan batu-batu yang dimilikinya pada lawan mainnya. (3) bila gacu yang dilempar mengenai gacu lawan. (2) cara memasukkan batu pada tahap kedua ini adalah dengan menjentikkan batu menggunakan kuku ibu jari atau jari kelingking. Dan. Permainan Rakyat Maluku. dan (4) penentuan kalah menang dalam permainan ini adalah bagi siapa yang dapat memasukkan gacu paling banyak. (3) bila batu pertama berhasil masuk lubang. Nilai kerja keras tercermin dari semangat pemain yang berusaha agar lemparannya dapat sedekat mungkin dengan tonggak. maka dianggap tidak sah. maka lawan tersebut harus kembali melempar. dan bagi pemain yang memperoleh buah kenari atau gelici yang terbanyak maka ia dinyatakan sebagai pemenangnya. dan lawan tersebut akan menunjuk 1 buah batu yang nantinya akan digunakan sebagai batu pertama sewaktu dimasukkan ke dalam lubang. maka dialah pemenangnya. dan (4) pemain yang gacunya paling dekat dengan tonggak akan mendapat kesempatan pertama untuk melempar pada tahap berikutnya. Aturan-aturan yang terdapat dalam tahap pertama ini adalah: (1) pemain harus melempar gacu melewati garis batas di depan tonggak agar dapat mengikuti tahap berikutnya. Sementara itu. maka pemain harus kembali melempar. maka pemain itu dapat menentukan sendiri batu mana lagi yang akan digunakannya. F. melainkan di sisi luar garis bujur sangkar yang jaraknya sekitar 60 cm dari lubang. maka pemain berhak mengambil semua kenari yang berada di dalam lubang dan permainan diulang seperti semula lagi. 1981. Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan yang disebut sebagai ciko guru ini adalah kerja keras dan sportivitas. tetapi juga mau menerima kekalahan dengan lapang dada. dkk. Sumber Suradi Hp. Setelah taruhan disepakati. Ambon: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan .

dll  Waktu : siang hari setelah anak-anak pulang sekolah. F. Sarana. C. . Manfaat Permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman . gembira. Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan. kemudian  Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan. Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal.43 31) PERMAINAN KILANAN/ JENGKAL A. sore hari. Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya. Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimuali. dan pagi hari ketika hari libur sekolah. Pemain  Sasaran : 1) anak-anak usia SD. Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli secara langsung. Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet. B. Latar Belakang Kilanan adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang. 2) remaja  Sek : laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang E.  Pemain kedua melakukan lentingan dengan satu jari telunjukkaretnya yang berada di tanah hingga karet tersebut berada di jarak satu kilan ( jengkal ) . kebun.  Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah.  Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah keretnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama. semakin dekat maka semakin bagus.  Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap. Prasarana dan Waktu Permainan  Alat : karet lingkar ( karet gelang )  Tempat : halama rumah. D. dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan.

Salah satu permainan yang mereka lakukan adalah ancongancong. bahkan sudah tidak ada lagi anak-anak yang bermain permainan ini. Setiap rumah besar umumnya dihuni oleh 6 hingga 7 keluarga yang biasanya mempunyai banyak anak. Permainan ini terdapat di sekitar Kepulauan Tanimbar. H.  Begitu seterusnya hingga siapa yang mencapai jarak satu jengkal atau kurang dari satu jengkal. Pada waktu itu. Selaru. Permainan ancong-ancong menurut penduduk Yamdena. Seira. Peserta Permainan ancong-ancong biasanya dimainkan oleh anak-anak. Beliau ini banyak tahu berbagai jenis permainan tradisional dari pengalaman masa kecil dan masa mudanya. B. 32) PERMAINAN ANCONG . khususnya Pulau Yamdena. usia 5 hingga 8 tahun. yang dalam bahasa Indonesia sangat sulit untuk diterjemahkan. Angwarmase dan Fordata.44  Jika jarak masih lebih dari satu kilan ( jengkal ) maka bergantian pemain pertama yang melintingkan karetnya supaya berada dalam jarak satu jengkal. Pemenang berhak mengambil dan memiliki karet lawan yang berada di tanah tersebut. I.  Apabila pemain pertama tersebut belum berhasil maka bergantian pemain kedua lagi yang melakukan lentingan. Sumber Permainan ini disusun berdasarkan sumber terkait. Apabila pesertanya lebih dari 10 . baik lelaki maupun perempuan. Latar Belakang Ancong-ancong adalah sebutan bagi orang Yamdena untuk sebuah permainan menebak salah satu tangan pemain yang berada di atas punggung pemain lainnya yang sedang dalam posisi merangkak. ―Ancong-ancong‖ berasal dari bahasa Yamdena. Tanggapan Masyarakat Dahulu permainan kilanan sangat digemari oleh anak-anak terutama anak SD. Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan berdasarka pemain yang dapat melentingkan karetnya hingga jarak satu jengkal atau kurang dari itu dari karet lawan. Indonesia. Umur 64 tahun berprofesi sebagai petani rumah tinggalnya di Kulon Progo. daerah Maluku Utara. yaitu Bapak Ngatimun ayah kandung saya sendiri. di daerah Yamdena masih banyak keluarga yang hidup dalam satu rumah besar. G. Pada waktu malam hari. Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak. biasanya anak-anak dari beberapa keluarga tersebut akan berkumpul menghabiskan waktu luang mereka dengan bermain di dalam rumah.ANCONG A. telah ada dan dimainkan sejak tahun 1930-an. permainan kilanan sudah jarang dimainkan sampai sekarang.

yaitu seseorang yang dipilih untuk merangkak harus menebak tangan siapa yang berada di punggungnya. F. Bisa dimainkan oleh anak laki-laki maupun perempuan tidak dibatasi jenis kelamin. sementara tangan kanannya akan digunakan untuk menunjuk telapak tangan pemain lainnya. Penunjukan itu dilakukan ketika lagu dinyanyikan. Penentuan Kemenangan Jika si perangkak berhasil menebak tangan pemain yang ditunjuk dirigen. Satu orang akan dipilih menjadi perangkak dan seorang lagi menjadi pemimpin permainan (diregen). sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah. Pada saat itulah pemain yang posisinya merangkak tersebut akan menebak tangan siapa dari pemain yang ditunjuk oleh diregen. orang yang tertebak menggantikan perangkak. E. Apabila pesertanya lebih dari 10 anak. Setelah itu.  Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak. D. anak. Ancong-ancong mpeang angkomai roi-roi Angku tambah labu seela baelaba Cabu ruku rukuku cabu ruku rukuku ise Pada akhir lagu. Sumber http://uun-halimah. Tanggapan Masyarakat Belum tahu karena di daerah saya belum ada yang memainkannya.com/2008/08/permainan-ancong-ancongmaluku. Tunjukan jari tangan diregen akan berpindah-pindah dari tangan satu pemain ke pemain berikutnya. Permainan ini diawali dengan pemilihan dua orang yang dilakukan secara musyawarah/mufakat. Khusus untuk diregen hanya meletakkan telapak tangan kirinya saja. Apabila tebakan benar. Berikut ini adalah syair yang dilantunkannya. sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah.html . tunjukan tangan diregen akan berhenti pada salah satu telapak tangan pemain. permainan tidak akan berjalan lancar.  Biasanya dilakukan saat anak-anak sedang berkumpul bersama.45 C. namun jika tidak berhasil maka si pemain akan tetap dalam posisi merangkak dan permainan dimulai kembali.blogspot. Permainan ini sebenarnya tidak mengenal umur tetapi biasanya dimainkan oleh anak kecil berumur 5-8 tahun. permainan tidak akan berjalan lancar. perangkak akan mengambil posisi merangkak dan pemimpin permainan akan memberi aba-aba pada pemain lain untuk meletakkan kedua telapak tangan mereka pada punggung pemain yang merangkak. maka pemain yang tangannya ditunjuk oleh diregen akan menggantikan posisi anak yang merangkak tersebut. G. Asal Permainan Permainan ini berasal dari Maluku Pelaksanaan Permainan Permainan ancong-ancong sangatlah sederhana.

Tetapi juga tidak sedikit anak laki-laki yang ikut bermain. Karet-karet tersebut berbentuk bulat seperti gelang yang banyak terdapat di pasar-pasar tradisional. atau anak-anak sekolah dasar kelas 1 sampai 6. Pemain dibagi dalam dua kelompok. Yang umurnya sekitar 7-15 tahun. Karet tersebut tidak dijual perbuah. Pemain lompat tali putar ini berjumlah 3-10 orang. yaitu pemegang karet dan pelompat karet. terlebih dahulu akan dipilih dua orang pemain yang akan menjadi pemegang tali dengan jalan gambreng dan suit. secara serentak tangan-tangan tersebut akan diangkat dan diturunkan. pengikat rambut dan barang-barang lainnya yang tidak membutuhkan pengikat yang kuat. C. Gambreng dilakukan dengan menumpuk telapak tangan masing-masing peserta yang berdiri dan membentuk sebuah lingkaran. Kalau pun ada yang ikut bermain. ons.46 33) PERMAINAN LOMPAT TALI A. . biasanya hanya sebagai penggembira saja dan hanya melompat saat ketinggian tali masih sebatas lutut atau pinggang. Latar Belakang Permainan ini sudah tidak asing lagi tentunya. Sasaran Tetapi biasanya permainan ini dilakukan oleh anak-anak sekolah dasar. Dan permainan ini tidak membutuhkan keahlian khusus. melainkan dalam bentuk satuan berat (gram. Tetapi prmainan ini tidak boleh dimainkan untuk anak umur dibawah 5 tahun. D. Anak perempuan yang telah berumur lebih dari 15 tahun biasanya akan segan untuk ikut bermain. Yaitu seperti jatuh dan lainlain. Kemudian. Cara merangkainya adalah dengan menyambungkan dua buah karet pada dua buah karet lainnya hingga memanjang dengan ukuran sekitar 3-4 meter. karena permainan lompat tali putar ini bisa di temukan hampir di seluruh indonesia meskipun dengan nama yang berbeda-beda. sewaktu membuat rangkaian tali untuk membentuk tali karet. karena takut auratnya akan terlihat sewaktu melompati tali karet. diperlukan dua buah karet yang disambungkan dengan dua buah karet lain agar tidak mudah putus oleh anggota tubuh pemain yang sedang melompat. Fungsi karet pada umumnya adalah sebagai pengikat plastik-plastik pembungkus makanan. B. karena banyak resiko yang ditimbulkan dari permainan ini. karena karet akan mudah putus jika dipakai untuk mengikat terlalu kuat pada suatu benda. Sedangkan kaum laki-laki hanya kadang kala saja ikut serta dalam permainan. kemudian gelang karet tersebut dirangkai hingga menjadi tali yang memanjang. Pelaksanaan Permainan Sebelum permainan diadakan. Oleh karena itu. Permainan lompat tali putar ini biasanya identik dengan kaum perempuan. Alat yang Digunakan Gelang karet sebanyak-banyaknya. Pada saat diturunkan. dan kilo).

Kedua orang tersebut nantinya akan melakukan suit. Dan begitu seterusnya sampai pemain merasakan jadi tukang jaga. sebab semut dapat dengan mudah memasuki telinga gajah. sebab semut akan kalah dengan manusia yang mempunyai banyak akal. Tetapi sekarang sudah jarang kita jumpai lagi. Permainan ini sebelum terdesak oleh alat permainan yang modern. Suit adalah adu ketangkasan menggunakan jarijemari tangan.47 posisi tangan akan berbeda-beda (ada yang membuka telapak tangannya dan ada pula yang menutupnya). 34) PERMAINAN CEPLI A. dahulu di kalimantan timur berkembang di daerah-daerah Bulungan. Tetapi yang saya tau permainan tersebut sudah ada sejak ibu saya masih ada disekolah dasar. sebutan ini digunakan untuk memberi sebuah nama permainan yang cara bermainnya adalah dengan jalan membanting alat permainannya. jari telunjuk sebagai manusia dan jari kelingking sebagai semut. Sumber Sumber permainan tersebut tidak pasti asal-usulnya dari mana. khususnya ibu jari. B. Apabila ibu jari beradu dengan jari telunjuk. maka jari kelingking akan kalah. karena gajah akan menang jika bertarung dengan seorang manusia. tujuan dari permainan ini sekedar hiburan dan pengisi waktu senggang saja. Ibu jari dilambangkan sebagai gajah. E. Latar Belakang ―Cepli‖ artinya membanting. pegawai tinggi atau rakyat biasa asal mau bermain tidak ada yang melarang. Apabila yang terbanyak adalah posisi telapak terbuka. maka yang memperlihatkan punggung tangannya dinyatakan menang dan gambreng akan diulangi lagi hingga nantinya yang tersisa hanya tinggal dua orang peserta yang akan menjadi pemegang tali. baik itu dari kalangan bangsawan. Sedangkan apabila jari kelingking beradu dengan jari telunjuk. . untuk menentukan siapa yang terlebih dahulu akan menggantikan pemain yang gagal ketika melompat. maka ibu jari akan kalah. jari telunjuk dan jari kelingking. Berau dan Kutai. maka ibu jari akan menang. Siapa yang terkena tali sewaktu melompat maka anak tersebut menggantikan jaga. Jenis permainan ini tidak memerlukan kekuatan phisik karena hanya diperlukan ketrampilan untuk membanting alat permainannya. Kemudian yang jaga tersebut memutar-mutar tali karet dan pemain berusaha melompati tali karet tetapi anggota badan pemain tidak boleh terkena tali. Waktu Permainan Permainan ini dilakukan pada siang hari. Namun apabila ibu jari beradu dengan jari kelingking. Permainan ini adalah milik semua lapisan masyarakat. Sedangkan dari mana asal-usul permainan ini sudah sulit untuk ditentukan. sehingga gajah akan kalah.

D. siapa yang menang adalah yang berhak bermain terlebih dahulu dan membanting kebot. Kedua mata uangnya (kebat) dipegang dengan jalan menelungkupkan kedua muka uang yang diasah tadi atau boleh juga sebaliknya. Peserta Permainan ini bersifat individu dan kelompok. Demikian hingga mereka lelah bermain. E. dengan permainan ini terjadilah hubungan yang harmonis dan mendidik kejujuran. Jadi siapa yang mencapai jumlah seratus lebih dulu itulah yang menang. Mereka mersa bangga apabila ia bermain dengan baik dan menang. Benda yang dipakai untuk taruhan dan jumlah taruhannya pun harus ditetapkan pula. yakni bagian yang tidak diasah. Misalnya dalam kesepakatan tadi bagian yang halus (diasah adalah miliknya) sedangkan yang kasar (tidak diasah) adalah milik lawan. Sehingga si pemain dapat memutar balikkan mata uang itu. misalnya kesepakatan tentang alat permainannya bagian mana yang menjadi milik lawan. Jadi hanya ada salah satu gambar saja yang masih ada. Alat kebat ani .48 C. Apabila tidak dipergunakan benda taruhan (misalkan bungkus rokok) maka untuk menentukan siapa pemenangnya bisa ditentukan sampai seratus.  Aturan Permainan Sebelum bermain aturan-aturan permainannya haruslah disepakati bersama. dan bila dimainkan lebih dari dua orang cara bemainnya bergantian menurut perjanjian dalam ketentuan permainannya. Salah satu permukaannya diasah sampai tipis. Biasanya permainan ini dimainkan oleh anak-anak pria saja yang berumur kira-kira 6-17 tahun. oleh sebab itu disini diperlukan ketrampilan khusus bagi seorang pemain untuk mempermainkan alat permainannya. dansudah dipersiapkan terkebih dahulu.  Tahap-tahap Permainan Setelah diadakan undian maka permainan pertama adalah pemenang pertama dalam undian. asal penangkupan itu agak merenggang. Demikian seterusnya permainan dilakukan berdasarkan urutan pemenang dalam undian. Pelaksanaan Permainan  Persiapannya Bagi seorang calon pemain harus mempunyai dua buah uang logam kuningan yang bernilai satu sen ( uang Belanda ). Alat yang Digunakan Alat yang diperlukan adalah mata uang logam kuningan yang bernilai satu sen (Belanda). Jumlah pemainnya tidak terbatas paling sedikit dimainkan oleh dua orang. Alatnya ini disebut ―kebot‖ sebelum bermain diadakan undian dengan suitan atau hum-pim-pa. Maksud dan tujuan menipiskan mata uang logam ini adalah agar mudah terbalik apabila dibanting. sehingga gambar pada bagian itu hilang.

pada kesempatan ini juga diberikan kepada anggota kelompoknya sampai permainannya mati. yaitu jari tengah. P dan K. misalnya terdiri dari dua kelompok. ―Ada yang menarik ketika berkunjung ke Sekolah Internasional Termasuk belum lama ini. Di sana terlihat belasan murid dan beberapa guru memainkan permainan tradisional Jawa Barat. biasanya disebut ―ukir‖ apabila terlentang kedua-duanya pada bagian yang bergambar itu berarti hidup dengan nama ―belong‖. F. Jadi pemain yang pertama tadi yang sudah bermain apabila jatuh pada posisi mati maka ia harus diganti oleh pemenang undian berikutnya. Bila yang terlentang berbeda pada permukaannya. 35) PERMAINAN DOMIKADO A. Masingmasing kelompok mengumpulkan jumlah nilai yang didapatkan dari para anggotanya. Latar Belakang ―Domikado‖ nama ini diambil dari judul lagu dalam permainan ini. Ibu jari dan jari tengah sebagai pemegang dan jari telunjuk berfungsi sebagai penahan (penyangga) agar pada waktu mengayun tangan letaknya tidak berubah. Kalau pemain tadi berhasil menjatuhkan kebat dalam ppsisi hidup boleh bermain terus sampai berulang-ulang sampai mati. Dimana lagu dalam permainan ini lagu iringan adalah lagu sebagai undian. hanya saja karena permainan ini sifatnya kelompok melawan kelompok. Sesampai di lantai mata uang akan melenting terbalik. cara bermainnya seperti di atas. Di sana juga dipamerkan berbagai gambar .49 dipegang dengan tiga jari. maka jalannya permainan sedikit agak berbeda.bila kedua mata uang tadi sudah berhenti bergerak kemudian letaknya dilihat oleh seluruh pemain kalau letak kedua mata uang itu bertelentang pada bagian yang diasah itu berarti hidup. Untuk kesempatan ini diberikan kepada salah satu anggota kelompoknya untuk bermain. Jakarta 1982. Demikian seterusnya sampai pemain itu mendapatkan nilai yang sudah disepakati itulah pemenangnya. apabila pada kesempatan pertama ini permainannya mati maka kesempatan kedua diberikan kepada lawan kelompoknya. Bagi kelompok yang menang bermain terlebih dahulu. Sumber Buku Permainan Rakyat Daerah Kalimantan Timur ( Pengarang : Indonesia Dep. Permainan ini dapat dilakukan berkelompok. tentunya disini yang bermain adalah yang belum mendapat giliran bermain. yaitu yang satu pada bagian yang diasah dan yang satu pada bagian yang tidak diasah ini baerarti mati. yaitu salah satu anggota tersebut tampil untuk mewakili kelompoknya mengadakan undian. Dua kelompok mengadakan undian terlebih dahulu. Setelah dipegang baik-baik lalu tangan diayun kemudian dibanting keras-keras ke lantai. telunjuk dan ibu jari.

Latar Belakang Permainan dengan nama gempaleongan ini merupakan permainan yang dimainkan menggunakan kaleng bekas atau boleh juga menggunakan pecahan keramik atau genteng . dengan kedua tangan dibuka dan bertumpukan dengan tangan teman disampingnya. mi ka do SK SK do. siang. minta gendong. Tak heran jika kita jarang melihat anak-anak di perkotaan memainkan permainanpermainan itu. dan leongan itu kaleng bekas . Pelaksanaan Permainan  Para peserta membentuk sebuah lingkara.Jadi nanti kaleng yang sudah ditumpuk rapi akan roboh porak-porandak akibat terkena .Semua jenis permainan tradisional itu nyaris tak dikenal lagi oleh masyarakat. Sumber Buku Permainan Tradisional Perpustakaan Universitas Negeri Yogyakarta.50 permainan dari dalam dan luar negeri. SK do SK do Pia-pio One two three four C. Namun bila terkena tepukan tangan yang keluar dari barisan. Usia : bebas. misalnya dengan menyuruh bernyanyi. sore. pagi.  Kemudian menyanyikan lagu secara bersama-sama sambil menepukkan tangan ke tangan teman disampingnya  Dan bila telah sampai pada bait terakhir. Latar Belakang Jumlah : Tidak terbatas. Bila tepukan tidak mengenai maka anak yang menepuk keluar barisan. dll  Keadaan Sekarang Permainan ini masih dilakukan terutama oleh anak-anak namun jarang. 36) PERMAINAN GEMPALEONGAN A.Dilihat dari namanya gempa itu getaran yang akan bisa mengakibatkan benda di sekitar roboh. Para guru dan murid tampak memainkan permainan domikado. Alat yang Digunakan Permainan ini tidak menggunakan peralatan khusus. Waktu Pelaksanaan Permainan ini bisa dilakukan kapan saja. termasuk mulai mengenalkan permainan tradisional dari negara-negara lain. Jenis Kelamin : pa/pi. D. Komunitas Hong terus aktif mengenalkan kembali semua permainan masyarakat Sunda. Asal Permainan Jawa Barat. yakni sebuah permainan tradisional Sunda di mana orang yang berpegangan tangan dan menjebak anggota barisannya.  Begitu seterusnya hingga hanya tinggal 1 anak dan ialah pemenangnya dan ia berhak menghukum teman yang lainnya.: Iringan Lagu : Do mi ka do Do mi ka do. anak yang akan kejatuhan tepukar berusaha untuk menghindar (pada kata ―four‖). B. Melihat itu.

yang masang dan yang main.BECAKAN A. 37) PERMAINAN BECAK . kualitas kebugaran meningkat.yang paling jauh dari kaleng berhak melemparkan batunya ke sasaran tersebut yaitu kaleng yang sudah tertata rapi. dewasa. Tujuan Berolahraga. Apabila pemain yang bersembunyi berhasil merobohkan kaleng dan mendahului yang jaga maka pemain-pemain yang tadinya sudah di gempaleongi atau sudah kena boleh bersembunyi lagi . Latar Belakang Becak-becakan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya.  Dari belakang kaleng yang sudah tertata bertumpukan. Apabila semua para peserta yg bersembunyi belum dimatikan maka permainan belum berakhir. namun di jawa tengah sudah banyak yang memainkanya termasuk di daerah saya Wonosobo.Satu orang masang menata dan menjaga kaleng itu jangan sampai dirobohkan pemain yang sedang bersembunyi.Begitu seterusnya. F. . Jumlah pemain tak terbatas semakin banyak akan semakin ramai dan minimal hanya bisa di mainkan oleh dua anak.tetepi dapat dijumpai diberbagai daerah mana saja dengan nama yang berbeda. D. E.  Sebisa mungkin yang masang. para pemain melemparkan gaco(batu. mengembangkan aspek motorik. C.51 B. kayu dsb) sendiri-sendiri. bermain.  Yang masang dengan cara melangkahkan satu kaki di atas kaleng sambil menyebutkan nama peserta yang sedang bersembunyi disertai kata-kata gempaleong untuk mematikan pemain yang bersembunyi. Manfat Bergembira.  Kaleng tersebut di tumpuk rapi. jangan sampai didahului dirobohkan oleh pemain yang sedang bersembunyi.  Apabila kaleng roboh maka pemain yang tadi gaconya berada di bawah pemain yang mengenai kaleng makai itulah yang masang . Urutan melempar batu bebas. kemampuan motorik meningkat.  Setelah semua pemain melempar batunya . Peraturan permainan. Sasaran Anak-anak. bersosialisasi. menjaga kaleng yang sudah ditata.sampai roboh. lemparan pemain. remaja. Asal usul permainan gempaleongan ini tidak jelas dari mana asalnya. mengisi waktu luang.

anak yang berada di posisi paling belakang yang membentuk formatur ular-ularan.  Peserta Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang berjumlah 3 orang setiap kelompok dengan satu orang menjadi penumpang dan dua orang menjadi becaknya. permainan ini dikenal oleh anakanak di daerah sumatera. Artinya para pemain ada yang membentuk ular-ularan. C. sebenarnya nama koko identik dengan nama sebuah jenis ular air yang sedang mencari makan di air. bersosialisai. Hanya cara bermainnya yang agak berbeda. melatih kerjasama dan kekompakan . Menurut sebuah sumber dari Sulaiman Dharmamulya.  Pelaksanaan  Sebelum permainan dimulai. Latar Belakang Melihat dari nama permainan. kecuali sarung atau sabuk. Fungsi sarung atau sabuk dipakai oleh masing-masing anak yang .melatih kekuatan tangan.di halaman atau dilantai dan teras juga bisa digunakan.52 B. Pada permainan ini nanti. memupuk sportifitas. Manfaat Gembira atau senang. Sebenarnya permainan ini hampir mirip dengan dolanan ancak-ancak alis. Pelaksanaan Permainan  Tempat Tempat yang digunakan bisa dialam terbuka. 38) PERMAINAN KOKO A. akan dikejar-kejar oleh si koko. B.  Siapa yang sampai di garis finish terlebih dahulu itulah kelompok yang menang. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang.  Pemain yang menjadi penumpang naik di atas tangan pemain yang menjadi becaknya yaitu dengan cara mengandengkan tangan dari kedua pemain tersebut yang menjadi becaknya  Selanjutnya pemain yang menjadi becak mengangkat si penumpang dan berjalan menuju ke garis finish yang sudah ditentukan. jenis permainan ini sudah berumur sangat tua. walaupun tidak ada data akurat mulai kapan. khususnya di Sumatera selatan. Peralatan Dolanan ―Koko-Koko‖ tidak membutuhkan peralatan. diadakan hum pimpa untuk menentukan siapa yang akan menjadi penumpang dan becaknya dari masing-masing kelompok. Sasaran Anak – anak E. D.

lebih banyak dimainkan di tanah lapang yang mudah kena sinar bulan. H. Satu pemain lain berperan sebagai koko. sebab jika sampai terlepas. dan pemain lainnya berperan sebagai anak buah kakek/nenek. dan J.saya akan merebut! . I. KK : Aku minta boleh tidak ? K/N : TIDAK BOLEH ?!! KK : Kalau tidak boleh. Setelah mereka bersepakat bermain. Jika dimainkan siang hari. lebih banyak dimainkan di halaman yang teduh. G. sore. Lebih banyak lebih baik. karena formasi ular akan semakin panjang. K/N : Apa lehermu nanti tidak gatal? KK : Gatal-gatal tidak apa. Pegangan pemain anak buah harus kuat. anak-anak yang bermain sekitar 10 anak. satu orang berperan menjadi koko. Peserta Dolanan ―Koko-Koko‖ biasa dimainkan oleh anak laki-laki. dolanan ini hanya membutuhkan tanah lapang yang luas. baik pagi. Ada kelap-kelip itu apa ? K/N : Anakku. Mereka bergandengan ke belakang dengan memegang sarung/sabuk yang telah dipakai di pinggang atau dikalungkan di badan. E. yaitu A. Dari mereka. permainan ini lebih sering dimainkan saat-saat waktu libur atau senggang.53 membentuk formatur ular-ularan. C. K/N : Tempatnya apa? KK : Daun lumbu. B. lalu terus berkumpul di halaman rumah. D. Mereka yang bermain ini rata-rata berumur 8-10 tahun. Setelah semua siap. D. Sementara pemain paling depan berperan sebagai Kakek/Nenek. C. siang. maka akan menjadi pemain dadi. sehingga membuat koko kesulitan mengejar mangsa. F. Dialog seperti di bawah ini: K/N : Koko-koko kamu mau minta apa? KK : Aku minta airmu. Sementara saat dimainkan malam hari. karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari. K/N : Obatnya apa? KK : Gula batu. atau malam hari saat terang bulan. K/N : Kamu dapat dari mana? KK : Lumbung padimu. satu orang berperan menjadi kakek/nenek. pemain yang berperan Koko-Koko (KK) dan Kakek/Nenek (K/N) melakukan dialog sebagai pembuka. Selain peralatan sarung/sabuk. Dalam permainan ini. Pelaksanaan Permainan Anak-anak yang hendak bermain permainan koko-koko misalnya ada 10 anak. Sarung/sabuk dipegang oleh pemain yang berada di belakangnya. Seperti pada permainan lain.

F. Jika si koko bisa menangkapnya. melatih keberaniannya dan diajak untuk lebih sportif dan menghargai teman-temannya.Permainan ―fusukhu‖ dapat dimainkan oleh seluruh anak – anak baik laki – laki maupun perempuan. Sulaiman Dharmamulya. saat si koko telah bisa mendekat ke ekor ular. maka koko berusaha menyambar anak kakek yang berada di paling belakang. Begitu sebaliknya. maka pemain yang lari menjadi pemain jadi. Penentuan kemenangan Permainan ini di mainkan hanya untuk mengisi waktu luang. Jika sedang jadi. Latar Belakang Masyarakat Nias menamakan pemainan ini ―fusukhu‖ yang dibentuk dari ―fu + Sukhu‖ yang berarti ―Bermain Sisir‖. bertujuan untuk membina kegembiraan dikalangan anak – anak. Namun jika koko bisa mendekat ke ekor dan berhasil memegang pemain paling belakang. Sementara pemain koko bisa bergabung ke pemain lain. Sumber Sumber: Permainan Tradisional Sumatera. Maka si koko segera mengejar pemain yang lari. Jika koko berlari ke arah kanan. Penamaan ini didasarkan kepada hal yang menjadi persoalan di dalam permainan yatiu mengenai sukhu atau sisir. maka si kakek/nenek berusaha lagi menghalangi-halangi si koko untuk menangkap ekornya. karena banyak berlari. Maka terjadilah tarik-menarik yang sangat alot. dan terkadang disertai suara tertawaan dari para pemain atau penonton. Namun jika pemain lolos dan bergabung lagi ke posisi semula. Jakarta: Kepel Press 39) PERMAINAN FUKUSHU A. Walaupun begitu dapat juga dilihat unsur – unsur yang bersifat pendidikan seperti menumbuhkan kebiasaan .54 Setelah percakapan itu. Jadi permainan ini betul – betul tergolong kepada permainan anak – anak dalam arti sesungguhnya. maka pemain belakang dengan sekuat tenaga memegang sarung atau sabuk. Tetapi dibayangkan bahwa ada persoalan yang mengenai sisir yang hilang dan pertanyaan mengenai hilangnya benda itu yang dijadikan sumber permainan. Begitu seterusnya hingga mereka merasa capek. 2004. Dilihat dari sifatnya permainan Fusukhu ini termasuk jenis permainan rekreatif. tidak ada pemenang maupun yang kalah. maka harus berani menghadapinya dan tidak mudah cengeng. Dengan permainan koko-koko ini. berarti ia menjadi pemain jadi dan menggantikan pemain koko. E. Jika pemain belakang bisa dilepaskan oleh si koko. G. Tanggapan Masyarakat Permainan ini mengajarkan kepada anak-anak untuk bisa hidup bersosialisasi dengan teman. Anak-anak lain berusaha mempertahankan pemain paling belakang. maka pemain paling belakang melepaskan sarung atau sabuk dan berlari sekuat tenaga. Ada cara lain. maka ekor ular akan mengarah ke kiri. Dengan sisir di sini tidak dimasudkan yang bernama sisir itu. anak juga fisiknya lebih sehat.

Sampai kepada anak yang kelima jawaban masih dapat diberikan dengan cara yang sama. Ini sesuai dengan sifat permainan rakyat pada umumnya. jadi bukan dari kelompok tertentu saja. Anak yang berada pada tempat terdepan mengucapkan pertanyaan ―He so Zukhugu?‖ yang berarti‖Di mana Sisirku‖ kepada anak yang berada dibelakangnya. Alat yang Digunakan Untuk melaksanakan permainan ini tidak diperlukan peralatan apapun. Hanya saja mereka tidak boleh bercampur laki sama laki laki. karena . dan kemudian bergerak – gerak dalam rangkaian. Peserta Jumlah peserta untuk dapat melaksanakan permainan ini adalah 6 orang. Pelaksanaan Permainan Ambillah umpamanya ada enam orang anak yang ikut serta dalam permainan ini. B. sehingga terbentuk barisan memanjang kebelakang. Dengan terdengarnya jawaban tersebut anak pertama yang berdiri paling depan mengulangi pertanyaan yang sama. Para pemain berasal dari berbagai kelompok sosial. Asal jumlah anak sudah bersepakat untuk bermain dan tempat yang cocok sudah ditentukan maka sudah dapat melaksanakannya.55 bekerjasama dan saling membantu dalam melakukan suatu pekerjaan. karena dalam permainan ini terjadi pegang pinggul teman bermain.  Tahap Permainan Sekarang anak yang berdiri paling depan tadi mulai bergerak hendak menangkap anak yang paling belakang yang dianggap bersalah karena tidak dapat mempertanggung jawabkannya soal sisir tadi. Akibatnya anak tersebut terpaksa berdiam diri tidak dapat menjawab seperti teman – temannya yang lain. tetapi anak yang keenam atau yang paling belakang akan mengalami kesulitan menjawabnya. Usia permainan ini antara 10 sampai 15 tahun. Pertanyaan dilanjutkan kepada anak yang ke empat. kecermatan menangkap pertanyaan dan memberikan jawaban dan lain – lain. C. karena tidak ada lagi anak dibelakangnya unutk disebutkan sebagai tempat beradanya sisir yang ditanyakan. jenis kelamin mereka boleh laki – laki. boleh juga perempuan. Jawaban yang diberikan sama bunyinya seperti anak yang kedua tadi. tetapi sekarang diarahkan kepada anak yang berada pada urutan ketiga. Pertanyaan tersebut harus dengan segera dijawab oleh anak yang menerima pertanyaan dengan ―Sukhu me Figuru‖ yang maksudnya ―Sisirmu ada Dibelakangku‖. Upaya untung menangkap ini tentu saja begitu mudah melaksanakannya. dan perempuan sesama perempuan pula.  Aturan Permainan. Mereka kemudian berdiri sambil memeluk pinggang kawan yang ada di muka. lebih banyak dari itu sering juga dilakukan. Anak – anak pada umur 10 sampai 15 tahun mudah merasa malu melakukan itu terhadap lawan jenisnya. D. Permainan campuran dipandang janggal atau kurang pantas oleh masyarakat Nias. kelima dan ke enam.

41) PERMAINAN BANDEMAN A. E.Bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis di susun di dalam lingkaran. Latar Belakang Pemainan bandeman berasal dari kabupaten Bantul. Sumber Depdikbud. Setelah lama bergerak kesana ke mari. Pemain Permainan bandeman dapat di lakukan dengan jumlah peserta 3-10 anak. Dalam hal ini anak yang paling belakang bergerak lebih bebas dibandingkan dengan anak yang paling depan tadi.Biasanya yang melakukan permainan ini adalah laki-laki yang berumur kira-kira 6-14 tahun . Yogyakarta: Dikti.  Konsekuensi kalah atau menanti. Tidak ada konsekuensi bagi peserta yang kalah.Saya melakukan permainan bandeman ketika masa kecil dulu. Dengan demikian permainan selesai.Permainan ini memanfaatkan bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis. B. Tetapi yang lucunya disini gerakan itu tidak menuju kea rah yang ke muka.Dalam permainan dapat mengembangkan keterampilan yaitu ketepatan dalam mengenai sasaran. akibat ikatannya dengan anak – anak yang ada di belakang dan yang memegang erat pingungnya yang ada di muka selalu dapat saja dielakkan dengan mudah oleh anak yang paling belakang. karena ynag hendak ditangkap berada pada tempat yang paling belakang. (1981/ 1982).56 ibaratnya adalah seperti kepala hendak menangkap ekor. sehingga berakhirnya permainan dengan berhasilnya ditangkap anak yang dimaksudkan sudah cukup mengembirakan anak yang paling depan tadi. Dan bagi yang kalah teriakan – teriakan para penonton yang kadang – kadang terdengar mengejek dan menyalahkan anak yang paling belakang kenapa dapat sampai tertangkap. Permainan anak – anak daerah Sumatera Utara.Asal mula permainan ini ketika banyak bungkus rokok yang tidak terpakai dan ada seseorang melipatnya menjadi persegi.  Demikianlah barisan yang terdiri dari enam orang anak tersebut bergerak – gerak kesana ke mari seperti ular yang sedang melata di tanah. Permainan ini cukup melelahkan. sudah cukup menjadi hukuman baginya.Bentuk rokok yang berbeda-beda menjadikan bentuknya unik sehingga muncul permainan ini untuk mengumpulkan berbagai bungkus rokok. akhirnya anak yang paling belakang dapat juga ditangkap. Setiap gerakan anak yang paling depan untuk menangkap anak yang paling belakang yang dilakukannya dengan segala susah payah. dalam hal ini yang paling belakang yang dapat ditangkap oleh anak yang paling depan.

Alat dan Fasilitas  Bungkus rokok yang sudah di bentuk persegi  Batu atau keramik  Halaman atau pekarangan rumah yang rata D. F.Pemain berikutnya boleh menembak susunan rokok atau batu yang di gunakan pemain pertama(batu yang di gunakan pemain pertama dapat diganti dengan batu yang lebih besar).Sebelum permainan di mulai setiap pemain harus melakukan ―gasang‖(pasang) sesuai kesepakatan bersama. . Bungkus rokok tersebut tidak di berikan kepada pemain yang ikut dalam permainan tetapi menjadi milik pemain yang menang. Kemudian pemain menyusun bungkus rokok yang sudah di bentuk dari hasil gasang tadi dalam lingkaran. E.Bunkus rokok yang sulit di dapatkan mempunyai nilai yang lebih tinggi.Misalnya sepakat gasang 800 maka pemain harus gasang 800 menggunakan bentuk rokok yang sudah di bentuk.Karena susunan rokok sudah di kenai maka di susun kembali untuk di tembak pemain berikutnya.Kemudian di lanjutkan pemain berikutnya yang dekat dengan garis dan seterusnya seperti itu.Misalnya Bungkus rokok jarum dan gudang garam mempunyai nilai 100. Lemparan pemain harus melewati garis didepannya.Pemain yang mampu menempatkan batu dengan garis maka dia berhak untuk melakukan tembakan yang pertama kali. Pelaksanaan Permainan Permainan bandeman di lakuakan dengan jumlah peserta 3-10 anak.Bungkus rokok yang sudah di bentuk tipis mempunyai nilai tersendiri.sampoerna mild 300. Penentuan Kemenangan Pemain yang mampu mendapatkan bungkus rokok terbanyak dari hasil tembakan maka pemain tersebut dapatdi katakan menang. Waktu dan Tempat Permainan Permainan bandeman dapat di lakukan di halaman atau pekarangan yang tanahnya rata. Apabila pemain berikutnya dapat mengenai batu yang di gunakan pemain pertama maka bungkus rokok hasil tembakannya harus di serahkan kepada pemain tersebut.Waktu permainan dapat di lakukan dari pagi sampai sore.Bila tembakan mengenai sasaran dan sebagian bungkus rokok yang dibentuk keluar lingkaran maka bungkus rokok tersebut milik pemain yang mengenainya.Pemain pertama melakukan tembakan menuju susunan bunkus rokok di depannya.Setelah itu dilanjutkan pemain berikutnya jalannya permainan seperti tadi hingga semua pemain melakukan tembakan.57 C.Setelah semua pemain melakukan tembakan maka permainan di lanjutkan lagi dengan melaukan gasang lagi atau melanjutkan permainan jika masih ada bungkus rokok yang masih tersisa di dalam lingkaran. malboro 500 dan lain-lain.Kemudian setiap pemain harus melemparkan batu dari pinggir susunan bungkus rokok menuju garis di depannya dengan jarak 3-5 meter.

Pelaksanaan Permainan  Membuat kotak ukuran ditentukan banyaknya peserta.  Dan jika benar maka yang ditebak ganti menjadi orang buta.Dolanan yang sering dimainkan oleh anak-anak perempuan masyarakat Jawa ini.  Yang lain berada dalam kotak. C. Sumber Permainan bandeman ini saya mengenalnya dari kakak-kakak yang ada di kampung saya. seringkali menamakan atas dasar kesepakatan saja. Jago-Jago Pithong. Alat dan Fasilitas  Sapu tangan  Dilakukan setiap sore-sore  Berlangsung di halaman D. 42) PERMAINAN JAGO PITHONG A. E. Tetapi ya begitulah. Peserta Jumlahnya makin banyak makin ramai tetapi juga makin sulit menebak nama Bisa dilakukan putra dan putri.  Satu orang yang buta tadi menangkap satu orang yang lainnya terus menebak siapa namanya. yang namanya dunia anak-anak untuk memudahkan sebuah nama dolanan.Tanggapan negatif dari masyarakat misalnya permainan ini berbahaya karena dalam melaksanakan permainan harus melakukan tembakan memakai batu. Tanggapan Masyarakat Tanggapan dari Masyarakat bermacam-macam ada yang positif dan negatif.  Apabila salah menebak akan mendapat hukuman dari kesepakatan bersama. salah satu bumbu dapur. Termasuk dolanan Tumbaran. atau Dhog-Dhog Ketumbar.Apabila batu tersebut mengenai pemain maka bisa terluka.Mereka mengajarkan dan mengajak untuk bermain bandeman. Latar Belakang Anak-anak menamakan sebuah nama dolanan kadang-kadang aneh dan hanya berdasar pada kesepakatan belaka di antara mereka. H.58 G.Tanggapan yang positif misalnya anak dapat berkumpul bersama untuk meningkatkan kebersamaan. Dolanan ini sepertinya tidak mengacu pada benda tumbar. B. . Penentuan Kemenangan Tidak ada menang dan kalah karena permainan ini dilakukan terus menerus sampai bosan dan hanya ada yang dihukum.  Menentukan satu orang untuk menjadi orang buta. juga sering disebut dolanan Pithongan.

Pelaksanaan Permainan Permainan balogo dapat dilakukan satu lawan satu atau secara beregu. yakni stik atau alat pemukul yang panjangnya sekitar 40 cm dengan lebar 2cm. Walaupun tidak terekam dalam kamus. D. kiranya dapat dirunut dari arti kata tersebut. baik di pedesaan maupun perkotaan (lihat penelitian Ahmad Yunus tahun 1980/1981 berjudul Permainan Rakyat DIY). Dalam kamus Boesastra Djawa (Poerwadarminto. 1939: 495). ada yang berbentuk bidawang (bulus). C. Pemain Permainan ini dilakukan oleh anak-anak dan remaja. Kecamatan Girimulyo. masih hidup dan dimainkan oleh anak-anak di wilayah Yogyakarta. bukan berarti dolanan ini tidak hidup di tengah-tengah masyarakat. layanglayang. Setidaknya. nama pithongan berasal dari kata dasar pithong yang berarti pece atau picak (bahasa Indonesia: buta). Bentuknya bermacammacam. G. daun dan bundar. Sampai dengan tahun 80-an permainan ini masih sering dilakukan di kalangan masyarakat Banjar. Sebagian daerah yang menyebut dolanan ini dengan Pithongan. Garis tengahnya sekitar 5--7 cm dan tebalnya sekitar 1--2 cm. segi tiga.59 F. Termasuk pula di daerah Kalurahan Giripurwo. Alat dan Tempat Logo terbuat dari tempurung kelapa.Dan permainan ini tidak ada unsur kekerasan sehingga pertemanan menjadi kompak. Fungsi panapak atau campai adalah untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan logo pihak lawan yang dipasang saat bermain. B. Umumnya hanya dimainkan oleh kaum pria. dolanan ini hingga tahun 1980-an. Jika dimainkan secara beregu. Dalam permainan harus dibantu dengan sebuah alat yang disebut panapak atau kadang-kadang beberapa daerah ada yang menyebutnya campa. biuku (penyu). salah satu daerah yang menjadi obyek penelitian. Tanggapan Masyarakat Menarik karena bisa membuat orang tertawa. Sumber Dolanan ini tidak terekam dalam kamus Jawa ―Baoesastra Djawa‖ karya WJS. Latar Belakang Balogo adalah salah satu jenis permainan tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan. Kebanyakan dibuat berlapis dua yang direkatkan dengan bahan aspal atau dempul supaya berat dan kuat. karena permainan itu menggunakan logo. Namun. Poerwadarminta (1939). maka jumlah pemain yang ―naik‖ (yang melakukan permainan) harus sama dengan jumlah yang ―pasang‖ (pemain yang . dewasa ini sudah mulai tersisih oleh permainan elektronik populer. Kabupaten Kulon Progo DIY. Balogo diambil dari kata “logo”. 43) PERMAINAN BALOGO A. dengan jumlah pemain 2 sampai 5 orang.

Sumber www. Dengan demikian. Gambar: F. Latar Belakang Dulunya madelage adalah persembahan untuk mengantar arwah orang yang telah meninggal. kerja keras. pihak yang menang disebut dengan “janggut” dan boleh mengelus-elus bagian dagu atau jenggot pihak lawan yang kalah sambil mengucapkan teriakan ―janggut-janggut‖ secara berulang-ulang yang tentunya membuat pihak yang kalah malu. Mamang dalam permainan balogo : “santuk kilan bela (muka) patah cempa sekali lagi “ Permainan balogo ini masih populer dimainkan di masyarakat Banjar hingga tahun 80-an. Kemudian. kerja sama. Sampai akhirnya dikalahkan oleh permainan elektronik modern.wordpress. Cara memasang logo adalah dengan medirikannya secara berderet ke belakang pada garis-garis melintang. sebagai akhir permainan. Nilai kerja keras tercermin dari usaha para pemain untuk merobohkan logo lawan. Tapi kini menjadi permainan yang dimainkan oleh anak anak tanpa ada arti ritual. jumlah logo yang dimainkan sebanyak jumlah pemain yang disepakati dalam permainan. E. Dan. Nilai keterampilan tercermin dari pemasangan logo yang memerlukan keahlian khusus. Inti dari permaian ini adalah keterampilan memainkan logo agar bisa merobohkan logo lawan yang dipasang. dan sportivitas.kerajaanbanjar. tetapi juga tercermin dalam perobohan logo lawan. nilai kerja sama tercermin tidak hanya di pemasangan logo. tetapi bisa menerimanya sebagai sebuah kekalahan. Regu yang paling banyak dapat merobohkan logo lawan adalah yang keluar sebagai pemenang. sebuah ritual yang dilakukan masyarakat pedalaman NTB. hanya permainan biasa untuk mengisi waktu dan bersenang senang. Dan. Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan balogo adalah keterampilan.com 44) PERMAINAN MADELAGE A. Nama permainan ini . Jumlah pemain beregu minimal 2 orang dan maksimal 5 orang.60 logo-nya dipasang untuk dirobohkan). nilai sportivitas tercermin dari kerelaan pemain yang kalah untuk di elus-eluas janggutnya oleh pemenang karena aturannya memang demikian.

B. G. Permainan ini sudah menyebar ke Daerah Kalimantan Timur. sedang Pencipta Permainan ini tidak diketemukan. E. Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan. F. bisa melatih sportifitas Sumber Dari teman saya di NTB dan dari jombangan. atau orang dewasauntuk memeriahkan perayaan  Pria atau wanita boleh bermain. Peserta C. pria dengan pria . apabila diterjemahkan sentaruh: bersaing. Teliuq : berlari. uneekng : kaki. Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat.1 orang menembak Alat dan Fasilitas  Kayu yang ditumpuk  Pelempar Pelaksanaan Permainan  Diawali dengan suit. Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat. B. Jadi bila diterjemahkan adalah bersaing berlari dengan tiga kaki.  Terus bergantian sampai capek Penentuan Kemenangan Yang sering di gendong adalah yang menang Tanggapan Masyarakat Membiarkan anank anak tetap bermain karena permainan ini tidak berbahaya dan membuat anan – anak riang. Teluu‘ : tiga. 2orang jaga.61 adalah permainan madelege yang artinya persembahan untuk orang mati untuk mengantar kepergiannya.namun dalam satu pasang wanita dengan wanita. Latar Belakang Nama permainan ini berasal dari bahasa Dayak Tunjung. dua pasang  Usia enam sampai belasan tahun. Jenis permaian ini adalah milik masyarakat baik dari kelas bangsawan atau biasa. Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan.  Jika pelempar tepat mengenai sasaran maka yang jaga harus mengangkat atau menggendong pelempar ke tempat jaga. Minimal peserta 3 orang . Pemain  Paling sedikit empat orang .com/info/permainan-tradisionalntb 45) PERMAINAN SENTARUH TELIUQ ENEEKNG TELUU’ A.  Yang menang melempar pertama kali dan yang kalah 2 orang harus jaga. D.

E. misalnya dari mana harus berlari dan sampai mana. dolanan ini juga diiringi dengan sebuah lagu. Pemenang adalah yang pertama kali sampai finish. setiap calon pelari terdiri dari dua orang. Jadi lapangan permainan harus diberi garis start dan finish. seperti halnya permaianan lomba lari karung. karena permainan ini yang menonjol adalah sifat pertandingan. B. Latar Belakang Jenis permainan yang satu ini juga termasuk dolanan yang tidak menggunakan peralatan bantu untuk bermain. Dari situlah. untuk setiap pasangan dicari yang tingginya sama. Apabila sudah didapatkan teman yang tingginya sama. Melihat dari namanya. Tujuan Permainan Gajah Telena ini bertujuan untuk mengisi waktu luang dan mencari kesenangan. Tanggapan Masyarakat Pada waktu sekarang jenis permainan ini masih dapat kita lihat pada saat tertentu saja. Alat yang Digunakan Seutas tali dari bahan apa saja. Namun begitu. Sementara kata ―telena‖ ada yang menyamakan persepsi dengan ―tlale‖ atau belalai gajah. Caranya berlari tanga kanan dan tangan kiri setiap pasangan saling merangkul dengan tujuan agar pasangan dapat kompak dalam berlari. dan sering pula dimainkan oleh anak-anak usia SD. yakni: //Gajah-gajah telena/ telenane garunata/ jenang katul sisir gula/ her segara amba/ her segara amba//. Dalam permainannya ada tata tertip yang harus disepakati bersama. gajah merupakan salah satu hewan yang dipakai tunggangan untuk bertempur melawan musuh. Dalam peperangan seperti dalam cerita wayang. Tetapi pada saat ini jenis permainan ini juga dimainkan oleh orang-orang dewasa. Jalannya permainan tidak sulit. . Pelaksanaan Permainan Jenis permainan ini adalah kompetitif. Selain itu juga dapat untuk melatih kerjasama dan sportivitas. atau kain dari sapu tangan namun bukan dari bahan yang lentur D. Memang gajah mempunyai belalai. 46) PERMAINAN GAJAH TELENA A.62 C. dolanan ini memang terinspirasi dari nama hewan gajah. sehingga tidak saling terpisah. seperti juga dolanan lainnya. cukup terkenal di beberapa daerah di masyarakat Jawa. Misalnya pada waktu perayaan hari Kemerdekaan. maka kaki kiri dan kaki kanan pasangannya diikat jadi satu. Kata ―telena‖ sendiri sebenarnya setelah dilacak di Kamus Baoesastra Djawa tidak ditemukan. kemudian anak-anak masyarakat Jawa membuat permainan yang diberi nama ―Gajah Telena‖.

capek. kaitannya dengan permainan. Minimal ada dua kelompok.F.F. misalkan kelompok I sebagai formasi gajah adalah pemain A. agar jika terjatuh. dan mendorong. itulah kelompok yang dianggap kalah. Bisa dinyanyikan sekali atau dua kali. Masing-masing kelompok kemudian bersepakat untuk menentukan formasinya. Misalkan ada 8 anak (pemain A.C. dan D. Mereka. Pelaksanaan Permainan Sebelum anak-anak bermain gajah telena. Sementara kelompok II terdiri dari pemain E.C. Masing-masing kelompok agak saling berjauhan.63 C. Sebaliknya. mencupit. maka nyanyian gajah telena bisa dinyanyikan berulang-ulang. Pada umumnya. Setelah disepakati. Maka dolanan ini sangat jarang dimainkan oleh anak perempuan. Dilakukan di tempat terbuka dan biasanya di tanah lapang atau kebun bertanah. kemudian mereka dibagi menjadi dua kelompok I dan II. Bagi kelompok kalah tidak ada hukuman. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 anak sebaya. yang umumnya anakanak akan saling menjerit. menendang. Hanya biasanya mereka mengganti formasi dan berusaha menantang kembali. tergantung situasinya.E.B. berumput. menyepak. Masingmasing kelompok yang bertugas menjadi gajah segera membentuk formasi dengan cara tangan-tangan dirangkaikan.B. dan H. para penonton akan terus bersorak-sorai dan memberi dukungan ke . Sementara pemain H sebagai penunggang gajah. Apabila mereka lama saling menjajagi kekuatan lawan dengan berputar-putar lebih dulu. Setelah itu pemain yang menunggang gajah segera naik ke bentuk formasi itu. maka pemain konsentrasi dalam penyerangan. Peserta Dolanan ―Gajah Telena‖ dimainkan secara berkelompok. dan memukul. para pemain tidak diperbolehkan menjatuhkan lawan dengan cara merenggut (njambak) rambut.B. dan C. D. biasanya ada aturan lisan yang disepakati bersama.F.G. Sementara pemain D sebagai penunggang gajah. siapa yang hendak jadi gajah dan siapa yang hendak jadi penunggang. mereka bersama-sama dengan anak-anak yang menonton menyanyikan lagu gajah telena seperti di atas. atau ingin berpindah ke dolanan lain. dan H).D. dan G. Kelompok I terdiri dari pemain A. baik siang atau sore hari. Waktu yang sering dipakai adalah waktu senggang. Setelah mereka saling menyerang. dolanan ini dimainkan oleh anak laki-laki karena memerlukan kekuatan fisik. Dolanan ini akan berhenti apabila ada anak (kelompok) yang menyerah. menarik. Demikian pula kelompok II sebagai formasi gajah adalah E. telah lelah. Sementara para penonton. Setelah siap. Anak-anak yang hendak bermain gajah telena biasanya sudah berkumpul di tempat bermain. Bisa pula dimainkan saat terang bulan purnama. Bagi kelompok yang terjatuh duluan. atau berpasir. menjagokan idolanya masing-masing.G. seperti: mereka hanya boleh menjatuhkan lawan dengan cara mendesak. pemain tidak begitu terasa sakit. yang nantinya kedua kelompok itu saling berhadapan untuk saling menyerang.

Pelaksanaan Permainan Untuk pemain yang bermain terlebih dahulu. Apabila . Latar Belakang Permainan keladi merupakan permaianan yang cukup familiar di kalangan anak pedesaan di Aceh.blogspot. kelompok I bisa mengubah formasi. Setelah siap. maka mereka dianggap kelompok kalah dan skor 1:0. Permainan keladi berasal dari Aceh. maka mereka membubarkan diri. kelompok II bisa menjatuhkan kelompok I. Jika pada serangan kedua ini. Menurut enang keladi berarti memukul ulat yang sering ada di daerah hutan. B. Semakin banyak semakin menyenangkan. misalnya kelompok I. Untuk selanjutnya. maka dianggap kedudukan satu-satu.64 kelompoknya masing-masing. permainan diawali dengan mencari siapa yang akan bermain terlebih dahulu. dia harus melempar keatas kayu yang ditaruh miring dan memukulnya kedepan dan jaraknya harus melebihi tiga kali ukuran kayu yang panjang. Seperti permainan lainnya permainan ini cukup sederhana dan mudah dilakukan. C. Permaianan ini di latar belkangi karena nakanak basan melihat banyaknya kayu yang bererakan sehingga mereka berinisiatif untuk membuat permaianan sendiri. Bisa dengan hompimpah atau suit. pertama-tama batang kayu yang berukuran 15 cm ditaruh miring pada sebuah batu. mereka mulai menyerang kembali kelompok II. Dapat dimainkan oleh dua orang maupun lebih. Tanggapan Masyarakat Permainan ini bagus karena dapat memberikan rasa senang dan menghibur anak-anak dalam melakukan permainan ini dan juga dapat mengisi waktu luang mereka. G. sehingga alatnya pun sangatlah sederhana.com/2011/04/gajah- 47) PERMAINAN KELADI A. Demikian seterusnya. Sumber http://permata-nusantara. Jika dia tak berhasil memukul atau jarak pukulannya tidak jauh pemain digantikan dengan pemain lainnya. Permaianan ini menceritakan tentang bagaimanan seeorang anak lelaki di pedesaan terutama warga transmigrasi yang kekurangan teman bermain . hingga keduanya merasa lelah. Penentuan Kemenangan Apabila ada kelompok yang terjatuh. Setelah ditemukan siapa yang bermain terlebih dahulu. Jika mereka memutuskan untuk berhenti bermain. Sementara para pemain masing-masing kelompok dengan sekuat tenaga berusaha menjatuhkan lawannya. F. E. Alat yang Digunakan Alat permainannya cukup sederhana hanya dua buah batang kayu berukuran 30 sm dan 15 cm juga sebuah batu sebagai penyangga.

biasanya anak. tetapi di bagi menjadi 2 regu. Latar Belakang Masyarakat Dairi menamakan permaianan anak.65 berhasil memukul dengan jarak lebih dari tiga kali panjang batang kayu yang panjang. dengan jumlah pemain 15 sampai 20 anak untuk sekali bermain. Merboniboni Sapu Tangan dibentuk dari : mer + boni. B. Biruen. dan permaian ini berlangsung dalam bentuk cara. pemain kemudian harus memukul batang kayu kecil itu seperti bermain golf. Kadang pula ada kaum leleki dewasa yang ikut dalam permainan ini untuk sekedar mengisi waktu. Waktu Bermain Waktu bermain biasanya di sore hari ketika anak-anak bermain F.boni Sapu Tangan yang berati bermain sembunyi. disebabkan permainan ini terlalu mudah.cara memnyembunyikannya.bunyian sapu tangan.anak ini Merboni. Pemain  Kebanyakan permainan ini di lakukan oleh anak sekolah dasar. Tanggapan Masyarakat Dahulu ketika Eang saya disana. Nanggore Aceh Darusalam 48) PERMAINAN MERBONI – BONI SAPU TANGAN A. D. Jika sudah tak berhasil memukul maka si pemain kemudian di gendong oleh pemain yang sejak tadi tak ikutan memukul. Di gendong ke arah batu tempat permainan dimulai. C. Sumber Permaianan ini bersumber dari Eang saya. . Peserta Permainan ini tidak ditentukan anak laki. Dimainkan anak sekitar umur 6 samapi 10 tahun. yang merupakan alat utama dalam melaksanakan permainan. Alat yang Digunakan Peralatannya hanyalah sapu tangan saja. Dikatakan mudah. karena didalam permainan ini sapu tangan merupakan alat utama.laki maupun anak perempuan. Sapu tangan itu dibawa oleh salah satu orang peserta untuk dijatuhkan pada sebuah tempat dibelakang peserta lainnya. Batang kayu berada diantara kedua kaki dan kemudian dipukul kebelakang menjauh hingga si pemain tak berhasil memukul batang kayu tersebut. masyarakat cukup mendukung.boni. G.dan tiap regu berisikan 2 orang E. karena para peserta hanya ditugaskan untuk menerka saja dimana jatuhnya sapu tangan dan harus cepat memegang sapu tangan tersebut sebelum sempat diambil kembali oleh yang menjatuhkanya. umur para pemainnya sekitar 9-12 tahun  Jumlah pemainnya adlah 4orang.anak yang lebih besar jarang memainkannya karena kurang sesuai dengan mereka. Eang Harjo Sumarto yang berasal dari Takengon.

sedang peserta lainnya berdiri rapat membentuk lingkaran. Asal pastinya tidak tahu karena permainan ini di ajarkan oleh pemuda kampung saya sehingga saya mengerti dan pernah melakukan permainan ini. F. maka dialah yang menang dan yang menjatuhkannya menjadi pihak yang kalah. Permainan ini dapat dimainkan oleh siapa. 1984. Sumber Suwondo. E. tetapi si anak tang terdekat tidak mengetahuinya. Dlosoran juga mengasah otak untuk berpikir dan bertindak kapan akan mengenai lawan kapan akan menunggu hingga lawan lengah dan akan menyerah .anak Daerah Sulawesi Utara. Yang perlu segera tahu dimana jatuhnya sapu tangan itu ialah anak yang berada didekat tempat jatuhnya itu.  Hukuman Hukuman bagi yang kalah ialah berupa larinya anak yang kalah dan dikejar dari belakang oleh anak yang menang sambil memukul dengan sapu tangan ke tubuh anak yang kalah. dan sapu tangan segera dapat ditangkapnya. dimana. Menentukannya dengan suit. maka anak yang tidak tahu itu dianggap kalah. Pelaksanaan Permainan  Persiapan  Seluruh peserta berjumlah 15 sampai 20 orang memilih salah seorang diantara mereka untuk bertindak sebagai pembawa sapu tangan secara berkeliling dan menjatuhkannya pada tempat yang dikehendakinya. Tetapi jika hal itu diketahuinya. Permainan Tradisional anak.  Tahap permainan Jiak sapu tangan sudah dijatuhkan.  Aturan bermain Anak yang menang bertugas membawa sapu tangan berkeliling. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 49) PERMAINAN DLOSORAN A. hanya membutuhkan strategi dan taktik dalam bermain. Permainan ini cukup mudah di lakukan karena tidak membutuhkan alat untuk bermain. Sia anak yang membawa sapu tangan berjalan diluar lingkaran dilakukannya sedemikian rupa agak setenagah membungkuk. Bambang. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat juga sudah agak berkurang dibandingkan dengan masa lampau terhadap permaianan ini.66 D. Latar Belakang Dlosoran adalah permainan yang telah tersebar luas dimana-mana. sehingga yang membawa semula sempat memungutnya kembali. Sampai lingkaran yang dibentuk terkelilingi. sehingga jatuhnya tidak dapat segera dilihat. dan kapan saja.

kaki yang tidak dlosor berada di luar lingkaran. D. Alat yang Digunakan Alat dan fasilitas ini tidak di gunakan dalam permainan.67 B. Bila ada yang . Jadi perkenaannya adalah kaki atau lutut ke bawah. Misalnya tangan ada di luar lingkaran. hanya untuk membantu dalam pelaksanaannya saja. menyentuh lawan dengan selain kaki. Karena taktik itu yang perlu di terapkan dalam permainan ini.  Dengan undian hompimpah/kacang panjang dipilihlah 3 orang untuk berjaga di luar lingkaran terlebih dahulu. Permainan ini juga tidak memandang jenis kelamin. penjaga mulai bergerak untuk berusaha mengenai kaki lawan dengan cara dlosor(tackle). Bila di lakukan dengan cara lain.  Penjaga boleh mengelilingi lingkaran untuk mengintai lawan yang akan dimatikan. Penjaga tetap berjaga. Tetapi bila pesertanya banyak.  Setelah posisi siap dan semua pemain ada di areanya sendiri-sendiri. misalnya dengan tangan atau menendang di anggap tidak sah. Peserta Peserta dapat siapa saja anak-anak. Dan untuk memperjelas area dan bentuk lapangan dalam bermain. Jumlah peserta dapat di tentukan dari jumlah orang yang ada. Untuk yang kalah ditentukan dari berapa kali pemain sering menjaga di luar lingkaran. Penjaga juga boleh menunggu hingga lawan lengah. yang perlu di perhatikan adalah jumlah penjaga harus di tambah untuk keseimbangan permainan dan luas area permainan juga di tambah. karena dapat di mainkan bersama-sama oleh laki-laki dan perempuan.  Pancang 1buah  Tali rafia 5-10m  Kapur halus secukupnya.  Bila ada yang terkena dlosoran itu maka pemain yang terkena itu ganti untuk jaga dan melakukan hal yang sama untuk mematikan pemain lainnya. Pemain lain yang tidak jaga berada di dalam lingkaran. Dan yang menang di tentukan dari sedikitnya pemain itu menjadi penjaga di luar lingkaran.  Dalam mendlosor boleh dengan 1 atau 2 kaki sekaligus. bahkan dewasa. mengenai lawan di atas lutut. yang jelas semakin banyak peserta semakin seru. Harus menyisakan anggota badan lain. Begitu seterusnya. E. dan semua anggota badan masuk dalam lingkaran. Pelaksanaan Permainan  Dlosoran membutuhkan sekitar 13-18 pemain (dapat juga lebih).  Hal yang tidak boleh dalam permainan ini dan di anggap pelanggaran adalah menendang lawan. Tetapi pada saat dlosor(tackle) seluruh anggota badan penjaga tidak boleh masuk dalam lingkaran. Penentuan Kemenangan Penentuan Menang atau Kalah. remaja. C.

Yang jelas disini berwujud koin/kerikil yang berjumlahkan 5/6 buah. .100 perak.  Melakukan cengkeh. Harus di tentukan oleh musuhnya. atau Rp. D.  Melakukan cuthit. permain tidak boleh keras-keras. Kapur / alat tulis untuk digunakan sebagai alat pencatat point atau nilai. Cara permainannya juga mungkin bisa di katakan sama persis. hanya mungkin beda nama permainan saja. karena ada begitu saja dan dengan sengaja di mainkan bersama-sama.68 mempunyai skor yang sama maka adu koin atau tos. Karena kebanyakan anak-anak bermain lari-larian dan orang tua takut bila anaknya mengalami resiko bahaya jadi orang tua mengenalkan pada anaknya permainan ini. yaitu jika koin berjumlah 6 buah harus di ambil 2 buah terlebih dahulu tetapi cara pengambilan tidak boleh sembarang. F. Pelaksanaan Permainan  Saat melempar / krepyak.  Jenis koin. 200. B. Alat yang Digunakan Koin uang atau kerikil yang berukuran sebesar kelereng yang nantinya digunakan sebagai bahan permainannya yang berjumlahkan 5 atu 6 buah. Setahu saya permainan ini berasal dari daerah saya sendiri yaitu daerah bantul. 50) PERMAINAN KREPYAK A. Permainan ini di mainkan untuk menghibur diri pada saat istirahat sekolah dan pada saat pulang sekolah atau lingkungan rumah. Sedangkan jika koinnya berjumlahkan 5 buah di ambil 1 buah koin saja. harus dengan di iringi sebuah lagu atau nyanyian dan jika koin yang didapat berhasil di tangkap dapat dihitung berapa jumlah koin yang ditangkap tadi dan itulah pointnya. Sumber Dari orangtua saya. dan mungkin di daerah lain juga punya permainan seperti ini. Peserta Permainan ini dapat di kategorikan sebagai permainan anak-anak yang pada umumnya di lakukan oleh anak perempuan usia 6 – 15 tahun. Latar Belakang Awalnya permainan ini adalah permainan tradisional yang dulunya di mainkan oleh masyarakat zaman dahulu. bisa menggunakan uang nilai Rp. Begitu juga dengan musuhnya harus bisa memilih koin yang di ambil yang sekiranya dapat mempersulit pemain untuk melakukan cuthit. Yang arti jawanya ( alon-alon ). Tetapi bila yang memiliki skor orang banyak maka di adakan hompimpah untuk mendapatkan siapa pemenangnya. Rp. Mereka juga tidak tahu sumber pasti permainan itu. Jumlah pemainnya pun terdiri dari 2 sampai 6 orang atau lebih.500. C.

F. bisa dihitung point yang didapat oleh para masing-masing peserta. Dapat dimainkan dimana saja. jumlahnya di tulis yang nantinya di jumlahkan di akhir permainan.  CENGKEH Pemain yang berhasil ketahap ini kemudian melakukan cengkeh dengan tangan yaitu seperti permainan gatheng. Sebelum permainan ini di mulai akan dilakukan pengundian terlebih dahulu. tergantung dari pelaksana lomba (bila dilakukan . Seperti di daerah lain. apalagi dari sisi budaya. Koin yang berhasil di tangkap kemudian di hitung. Penentuan Kemenangan Mengetahui ― menang atau kalah‖. pemain lain ( lawan ) akan menunjuk koin yang akan di ambil dengan cara memilih koin yang paling mudah di lakukan nantinya. E. yaitu :  Homepimpah / pingsut ( PENGUNDIAN ).69  Cara mengetahui perpindahan permainan / mati. Salah satunya adalah Papua. Pemain yang bermain sebagai orang pertama menggengam semua koin kemudian di lemparkan dengan diiringi berbicara ―kREPYAK‖. Tidak banyak Masyarakat Indonesia yang mengerti kondisi real masyarakat di sana. Sumber Masyarakat imogiri bantul yogyakarta 51) PERMAINAN PATAH KALENG A. Papua juga punya permainan-permainan tradisional. Point yang mendapatkan paling tinggi yaitu pemenangnya.Steet Ball Papua A.  Ada 4 Tahap yang harus di lalui. Setelah koin disebar. dengan cara melakukan homepimpah / pingsut tadi. Olahraga ini mirip seperti permainan sepak bola namun berbeda pada peraturan dan sangat fleksibel. Point yang didapat atau dikumpulkan oleh pemain yang terbanyak ialah yang keluar sebagai pemenangnya. Latar Belakang Permainan Tradisional Patah Kaleng . Latar belakang masalah Indonesia sebagai negara seribu pulau berarti memiliki beragam suku di dalamnya. setelah nyanyian berakhir dengan bersamaan menangkap koin. jika si pelaku atau peserta tidak berhasil mengenai sasaran atau koin pada saat mencuthit / pemain tidak dapat menangkap koin pada saat melakukan cengkehan. Salah satunya adalah sepak bola patah kaleng selain permainan tradisional lain yang merupakan krestivitas anak dengan lingkungannya yang masih sangat identik dengan alam. dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti.  Cuthit ( MENCUNGKIL KOIN ).  Krepyak ( NYEBAR KOIN ). Cara melakukannya pun hampir sama dan di iringi oleh sebuah lagu atau nyanyian.

Alat yang Digunakan Bola yang dipergunakan untuk permainan inipun kecil. Permainan ini sangat digemari oleh anak-anak laki-laki di Papua hingga tidak heran bila Papua tidak pernah kekurangan bintang muda di bidang sepak bola.  Peralatan Bola kecil kaleng. Lebih ideal bila menggunakan bola tenis. dan bersosiaolisasi. Belajar mencintai budaya bangsa adalah pengabdian tulus terhadap eksistensi bangsa. D. Sumber Hanya ada satu tulisan mengenai sepak bola patah kaleng ini yang ditulis oleh Arnoldus Mampioper di Kabar Indonesia (19/06/2009). Manfaat Manfaat Senang. bermain dan meningkatkan motorik. E. F. G. Patah disini berarti kaleng yang berfungsi sebagai gawang tersebut dijatuhkan oleh pihak lawan melalui bola yang ditendang. Tujuan Tujuan Mengisi waktu luang. C. kualitas kebugaran meningkat. dalam permainan ini tidak ada istilah out atau lemparan ke dalam karena dalam permainan tradisional ini tidak ada garis pembatas lapangan.70 B. Hanya ada dua buah kaleng. Sepak bola patah kaleng tidak berarti kaleng dipatahkan.  Pemain Anak laki-laki  Jalannya permainan Sebelum di mulainya perminan di lukan tos dulu setelah itu bagi yang menang maka melaukan operan atau penguasaan bola. Tingkat kesulitannya lebih tinggi dibandingkan sepak bola yang menggunakan gawang. Tidak banyak orang yang menuliskan olah raga tradisional Papua ini. Berbagai permainan tradisional ini tidak akan bertahan lama bila generasi muda tidak lagi mau peduli terhadap pelestarian budaya bangsa karena budaya adalah jati diri sebuah bangsa. dalam bentuk perlombaan) ataupun oleh kedua belah pihak yang akan bertanding. Sasaran Sasaran Anak laki-laki Pelaksanaan Permainan  Lapangan peralatan  Lapangan Lapangan yang di gunakan bisa di lakukan dimana saja dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti. sama seperti gawang. kemampuan motorik meningkat. Bahkan Papua selalu melahirkan bintangbintang sepakbola di Indonesia. Itu hanya istilah saja yang sudah beredar di Masyarakat Papua sejak puluhan tahun yang lalu. .

F. Alat yang Digunakan Fasilitas yang digunakan hanyalah pecahan batu/keramik sebagai umpan & melukiskan/menggambarkan bentuk lapangan. C. Peserta Permainan ini dimainkan oleh 6 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok masingmasing 3 orang. E. begitu seterusnya sampai kekotak yang ke empat disitu pemain boleh menggunakan kedua kakinya untuk menendang umpan tersebut ke kotak angka sepuluh ribu. yaitu Bangka Belitung. Penentuan Kemenangan Pemenang Regu mana yang paling banyak menjatuh kaleng paling banyak maka regu itu di anggap sebagai pemenangnya. B.kulinet. Sumber http://www. Tanggapan Masyarakat Permainan ini tidak pernah digunakan lagi oleh anak-anak di daerah saya. kemudian Pemain melemparkan umpan kekotak yang pertama untuk memulainya permainan. Untuk kembali ketempat semula kali ini pemain harus kambali menggunakan kaki satu dan mengambil umpan miliknya diluar kotak sepuluh ribu dengan tanpa menginjak/memegang garis.com/baca/patah-kaleng-steet-ball-papua/759/ 52) PERMAINAN CAK LENGKENG SEPULUH RIBU A. Penentuan Kemenangan Jika ada pemain yang berhasil mengumpulkan angka yang paling banyak maka dialah pemenangnya. biasanya permainan ini sering dimainkan jika waktu libur sekolah tiba permainan ini juga sangat populer di waktu kami masih kecil dulu biasanya kami memainkannya dari pagi & petang. Permainan ini sering dimainakan waktu saya masih kecil dulu. I. Sumber Masa Lalu . G.71 H. D. lalu pemain harus mengangkat kaki satu dan menggeser umpan kekotak yang ke dua. jika ada pemain yang menginjak/memegang garis maka dianggap mati. Pelaksanaan Permainan Para pemain di suitkan dahulu kemudian yang menang jalan duluan. Latar Belakang Permainan ini berasal dari daerah saya.

Peraturan Permainan 1. Ukuran lapangan adalah panjang minimum 50 m dan lebar 7 ½ m dibagi lima garis lintasan masing – masing 1 ½ meter.72 PERMAINAN OLAHRAGA TRADISIONAL 53) PERMAINAN EGRANG A. masing – masing kelompok umujr 6 – 12 tahun dan kelompok umur 13 tahun keatas. C. dan dewasa. Tujuan Mengisi waktu luang. Pada ukuran 50 cm dari bawah dibuat tempat berpijak kaki yang rata dan boleh lepas dengan kain atau busa. bila memungkinkan). remaja. tetapi dapat dijumapi diberbagai daeerah dengan nama berbeda seperti . Peralatan Alat yang digunakan adalah bambu yang dibuat sedemikian rupa. dan bersosialisasi. Sasaran Anak – anak. bahkan jalan raya. kualitas kebugaran meningkat. Latar Belakang Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari daereah mana asalnya. Sedang Jawa Tengah dengan nama Jangkauan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. D. berdasar kelompok umur pemakaiannya. Ingkau yang bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu. ukuran egrang tersebut adalah sebagai berikut. sehingga permukannya rata. E. 1) Umur 6 – 12 tahun : Tinggi bambu 1 ½ meter Ukuran tempat berpijak :  Tinggi : 50 cm  Lebar : 15 – 20 cm  Panjang : 7 ½ cm 2) Umur 13 tahun keatas Tinggi bambu 2 ½ m Ukuran tempat berpijak:  Tinggi : 50 cm  Lebar : 20 cm  Panjang : 10 cm . sebagaian wilayah sumatera barat dengan nama Tengkak – tengkak dari kata tengkak (pincang). Lapangan dan Peralatan a. bermain dan meningkatkan kemampuan motorik. Manfaat Gembira. b. B. lapangan umum. Egrang dalam bahasa lampung berarti terompah pancung yang tgerbuat dari bambu bulat panjang. Lapangan Lapangan yang dipergunakan disarankan datar dan luas (bisa di stadion. kemampuan motorik meningkat. Alat egrang dibagi menjadi dua. Secara spesifik.

c. Atlet yang terganggu jalannya oleh atlet lainnya boleh meneruskan larinya atau mengulang. Pemenang  Pemenang ditentukan berdasarkan kecepatan waktu  Waktu yang diambil adalah kaki terakhir menyentuh garis finish. Dalam meneliti umur peserta didasarkan pada surat keterngan yang berwenang. Aba – aba perlombaan oleh wasit / juri start adalah: bersedia. Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan urutan pemberangkatan perlombaan. dari garis start sampai garis finish dipimpin juri start dan waktu dicatat oleh petugas pencatat waktu. 3. para peserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umur masing – masing. juri dan pencatat waktu (timer)  Wasit bertugas mengawasi seluruh jalannya perlombaan. Atlet. Waktu terbaik dalam seri (2 atau 3orang) berhak mengikuti seri berikutnya. g. Jalannya permainan a.  Pencatat waktu (timer) mencatat waktu para pelari. 5. jumlah atlet sesuai dengan jumlah lintasan. 4. mengawasi lintasan apakah ada pelari yang menginjak garis. i. Wasit. j. Pemain Permainan egrang bisa dimainkan oleh wanita atau laki – laki dengan mengenakan pakian olahraga yang pantas. Para atlet dinyatakan gugur apabila:  Menginjak garis lintasan  Kaki jatuh menyentuh lantai atau lintasan  Dengan sengaja mengganggu atlet lain. Kalau dalam perlombaan cukup dengan mengira – ngira saja.  Juri lintasan.  Juri kedatangan mengawasi perlombaan di garis akhir. Undian diadakan agar jangan ada yang merasa dirugikan. yang mengambil lintasan orang lain dinyatakan gugur. Perlombaan dalam seri. Pada aba – aba bersedia tangan memegang egrang (kanan dan kiri). Ya. d. . Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dalam kelas masing – masing 5 (lima) orang sesuai dengan jumlah llintasan. Hal ini dilakukan pada waktu penyelenggaraan resmi. dapat diatur dalam peraturan perlombaan khusus apakah hanya 2 atau 3 orangwaktu terbaik dengan memperhatikan jumlah peserta. aba – aba siap satu kaki (kiri atau kanan) diatas tempat berpijak dan setelah aba – aba YA lari.73 2. h. Untuk maju ke seri berikutnya. e. para atlet berdiri dibelakang garis start dengan memegang egrang. Sebelum perlombaan dimulai. Pengganti ―YA‖ dapat dilakukan dengan suara peluit. siap . f. Per kelompok dipelombakan dalam seri. Sebelum perlombaan dimulai. b. kelompok umur anak – anka 6 – 12 tahun dan unutk taruna / remaja / dewasa 13 tahun keatas.  Juri pemberangkatan / timer.

tanah danpasir. Lapangan dan Peralatan a. dengan pengelompokan umur:  anak – anak : 9 – 12 tahun  remaja : 13 – 16 tahun  dewasa : 17 tahun ke atas  Masing – masing kelompok umur tadi. di atas sebatang bambu yang dipasang menyerupai jembatan dan pemenangnya adalah yang berhasil menjatuhkan lawan atau yang berhasil mengumpulkan angka yang lebih banyak. dan diatas air). Latar Belakang Permainan gebuk bantal adalah merupakan suatu permainan ketangkasan dimana 2 pemain saling menyerang menggunakan bantal. meningkatkan kesegaran. melatih keseimbangan. untuk putra 1. Peraturan Permainan 1. sabut kelapa atau jerami dengan ukuran panjang 1 meter berat 1 ½ kg untuk putra. 2. keseimbangan meningkat. Kualitas kesegaran jasmani meningkat. B.15 cm. Manfaat D. busa. besar d. pasir. 12 cm. Tanda dibuat dari kapur atau tambang. Lama permainan . Lapangan Lapangan atau tempat bermain bisa dialam terbuka (lapangan rumput. C. dipertajam lagi dengan pengelompokan berat badan  anak – anak : 30 – 40 kg  remaja : 41 – 50 kg  dewasa : 51 – 60 kg keatas  Sifat pertandingan Perorangan dan beregu. Sasaran Remaja dan dewasa. 3.m. 1 kg untuk putri.2 m dan unutk putri 1 m. Pemain  Gebug bantal bisa dimainkan oleh putra maupun putri. Tujuan Mengisi waktu luang. diberi pengaman matras. Peralatan Tempat bertanding dibuat dari kayu atau bambu bulat dengan ukuran panjang 4 meter. Pada dasar lapangan (kecuali diatas air). Lapangan (kecuali diatas air)dibatasi dengan tanda.74 54) PERMAINAN GEBUK BANTAL A. mengurangi ketegangan mental. tertutup (hall / gedung olahraga). memupuk sportifitas. F. atau jerami. E. Bantal dibuat dari kain diisi dengan kapas. tanah atau lantai yang rata. Tinggi dudukan tempat bertanding diukur dari tanah / permukaan aman. dengan ukuran panjang 8 meter dam lebar 4 meter. b. serta bentuk bantal bulat panjang berukuran 7 ½ cm .

Hasil undian. Wasit dan pembantu wasit adalah yang telah mengikuti penataran perwasitan. b. sebaiknya dihindari dengan suit. d. setelah istirahat dilanjutkan 5 menit babak kedua. Sebelum pertandingan dimulai wasit menanyakan panitia tentang keabsahan pemain. dinyatakan kalah. ditetapkan berdasarkan jumalh pemain yang memenangkan pertandingan dengan skor akhir 5 – 0. permainan ini dihentikan untuk istirahat selama 3 menit. e.75 4. Jalannya permainan a. 4 – 1 atau 3 – 2. Jenis permaian dan penilaian a. 7. Setelah undian pemain yang akan bertanding naik keatas dan duduk diatas dudukan tempat bertanding. dilakukan dengan uang logam. b. Pemenang Pemenang ditentukan berdasarkan. pembatasan sasaran ini dimaksudkan untuk menghindari cidera kuping. kaki mengepit dudukan. Wasit dan Juri Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit dan satu orang pembantu wasit. Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit daan 1 orang pembantu wasit. setelah selesai bertanding pemain berdiri mengapit wasit dan wasit mengangkat tangan pemenang. kaki tergantung satu tangan memegang bantal. salah seorang berhasil menjatuhkan lawannya. Apabila babak pertama sampai babak kedua tidak ada yang jatuh pemenang ditentukan dengan undian. c. Pemain dinyatakan kalah. 5. Apabila dalam waktu 5 menit tidak ada pemain yang jatuh. tangan memegang kayu / bambu dudukan. jatuh kebawah tanah. f. Apabila ini terjadi segera mengangkat bendera merah. Wasit memimpin seluruh jalannya pertandingan dan pembantu wasit memperhatikan apakah diantara pemain melakukan kesalahan (memegang kayu / bambu dudukan. . Sikap duduk. Permianan dilakukan paling lama 5 menit / babak. d. mengepit dudukan dengan dua kaki). lebih dulu jatuh. 8. Demikian juga sebelum pertandingan dimulai wasit dan pembantu wasit memeriksa lapangan dan peralatan. wasit membunyikan peluit tanda pertandingan di mulai. Sasaran Seluruh tubuh kecuali kepala.satu tangan lagi siap menangkis. Penjelasan tentang perwasitan a. Undian diadakan untuk menentukan tempat dan peraminan yang lebih dulu memukul. 6. atau siapa lebih dulu jatuh. Sebelum pertandingan dimulai diadakan undian unutk menentukan tempat dan siapa yang lebih dulu memukul. c. Setelah pemain siap bertanding. Perorangan (lihat butir 5) b. Beregu 5 orang. e.

Peralatan 1. Kabupaten Kampar.76 g. lapangan umum. Riau.  Lebar terompah 10 cm. C. dan paku. Ujung lintasan diberi garis start dan garis finish. b. Bendera – bendera kecil dari bahan: tangkai dari bambu dengan panjang 40 cm. bendera dibuat dari kain atau kertas berwarna meerah dan biru berbentuk segitiga dengan ukuran bendera 27 cm. Terompah. Ukuran terompah:  Panjang terompah untuk 3 orang 141 cm. Sasaran Anak – anak. Nomor dada dan stopwatch. B. Antar lintasan diberi garis dari kapur 5 cm. baik Rokan Kiri maupun Rokan Kanan. E. D.  Berat terompah seluruhnya untuk teromaph 3 orang 4 kg ( sepasang) terompah 5 orang 8 kg (sepasang).  Tebal terompah 2. 2. dengan lebar 7. maupun Rokan dibagian Hilir. dewasa putra dan putri. ketegangan menurun. 4. seperti dibagian Siapi – Api. Jumlah bendera sesuai dengan jumlah lintasan yang dipakai. Peraturan Permainan 1. Tujuan Berolahraga. Lapangan dan peralatan a.5 meter. Memimpin pertandingan sesuai dengan peraturan permainan yang telah ditetapkan. mengisi waktu luang dan memupuk sikap kerja sama (kekompakan team). Kapur untuk membuat lintasan. Bendera start (peluit start). yang dibagi menjadi 5 lintsan (masing – masing lintasan lebar 1. 55) PERMAINAN TEROMPAH PANJANG A. 5. Lapangan dibuat sedemikian rupa agardalaam pelaksanaannya tidak menghadap matahari.  Panjang terompah unutk 5 orang 235 cm.5 meter). . dan kemampuan kerja sama meningkat. Kini. Lapangan Permainan terompah panjang diadakan dilapangan terbuka. remaja. Latar Belakang Permainan terompah panjang sejak dulu sudah ada didaerah sepanjang perairan Sungai Rokan. jalan raya (bila memungkinkan).5 cm. Manfaat Kebugaran meningkat. 3. Panjang atau jarak lintasan: 50 meter. terompah pangjang sudah merakyat. rata seperti stadion. Bengkalis. terompah dibuat dari bahan balok / papan yang tebal karet / ban.

Undian dapat dilaksanakan paling lambat satu hari sebelum perlombaan dimulai. Regu juga masih dianggap sah. peserta siap untuk melakukan jalan. Aba – aba ya. Aba – aba siap. Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan lintasan masing – masing regu. g. i. usia para peseta diteliti untuk menentukan kelompok usia. h. apabila peserta terakhir dan ujung terompah bagian belakang melewati garis finish dengan tidak ada kesalahan selama dalam perjalanan. peserta berjalan secepat – cepatnya menempuh jarak 50 meter. Sebaiknya para peserta memakai sepatu olahraga agar kjaki tidak lecet. ya (peluit dibunyikan atau bendera start dikibarkan). Sebelum perlombaan dimulai. Peseta / regu dianggap gugur apabila. siap. c. maka pada aba – aba ya.tidak berhasil mencapai garis finish. dan untuk menentukan urutan pemberangkatan dalam perlombaan. b. 3. menginjak lintasan peserta lain. regu yang gugur tidak perlu meneruskan sampai garis finish. peserta berdiri diatas terompah dengan jari – jari kaki masuk kedalalm setengah lingkaran karet dan berpegangan satu sama lain. Pemain Jenis kelamin laki – laki dan perempuan yang tergabung dalam regu putra dan regu putri. waulupun regu tersebut jatuh kedepan tetapi kedua kaki masih kontak pada terompah meskipun tangan menyentuh tanah. Regu dianggap sah. Regu yang sudah diteliti kelompok usianya. Jenis perlombaan Beregu 3 orang dan beregu 5 orang. Peserta regu berpegangan satu sama lain. Aba – aba dalam perlombaan diberikan oleh juri pemberangkatan adalah bersedia. dengan sengaja mengganggu peserta lain. boleh pada bahu atau pinggang. e. Petugas lintasan berdiri dibelakang peserta dan memperhatikan regu pada lintasan masing – masing dengan membawa bendera biru merah. stop watch dihidupkan dan pada saat peserta dan ujung terompah paling belakang melawati garis finish stop watch dimatikan. . remaja 13 – 16 tahun. peserta dari masing – masing regu berdiri dibelakang garis start di samping terompahnya. kemudian diberi nomor (dua) untuk dipasang di dada bagi peserta yang paling depan dandi punggung pemain paling belakang. dewasa 17 tahun keatas. f. terompah rusak ditengah jalan. Sebelum perlombaan dimulai. Jalannya permainan a. Bila memungkinkan adanya stop watch. d. Pada aba – aba bersedia.77 2. salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah artinya salah satu kaki atau kedua kaki tidak ada kontak dengan terompah. Seluruh peserta dibagi dalam seri setiap seri maksimal 5 regu sesuai dengan jumlah lintasan (disesuaikan dengan jumlah regu peserta). 4. Peserta dibagi dalam regu yang terdiri dari 5 orang atau 3 orang sesuai dengan jenis yang diperlombakan. k. j. Kelompok umur anak – anak 9 – 12 tahun.

 Pengawas lintasan bertugas unutk:  Mengawasi lintasan selama permainan berlangsung.  Memberi aba – aba pada pemberangkatan peserta dengan mempergunsksn bendera start atau peluit. Apabila pengawas mengacungkan bendera biru. Petugas Petugas terdiri dari. ya atau peluit dibunyikan.  Sebelum start dimulai. Petunjuk Perwasitan Untuk melancarkan jalannya permainan terompah panjang.  Jumlah pemberangkatan 1 orang. 7. Pemenang Regu dinyatakan sebagai pemenang apabila regu tersebut paling cepat memasuki garis finish. pengawas lintasan berdiri di belakang peseta yang akan diawasi sambil membawa bendera biru ditangan kanan dan bendera merah di tangan kiri.  Kemudian juri pemberangkatan memperingatakn agar peserta tidak menginjak / melewati garis start. Apabila menggunakan bendera maka pada aba – aba ya bendera dinaikkan / digerakkan keatas.  Juri pemberangkatan dapat menentukan sah atau tidaksah start yang dilakukan oleh setiap peserta. pengawas lintasan mengacungkan bendera keatas dan berjalan di belakang mengikuti peserta sampai garis finish.  Pencatat waktu (apabila ada stopwatch). . diperlukan petugas sebagai juri / wasit. 6. regu yang gugur dalam babak final tidak mendapat juara. siap.  Dalam memberikan aba – aba. perincian tugas darei masing – masing juri / wasit.  Sebelum start dimulai.  Aba – abab yang diberikan adalah: bersedia.  Juri kedatangan bertugas untuk:  Menentukan dan mencatat urutan kedatangan peserta. juri pemberangkatan memanggil peseta untuk berdiri dibelakang agris start dalam lintasan masing – masing.  Juri kedatangan berada dibelakang garis finish.  Pada saat peserta mulai berjalan.  Juri pemberangkata bertugas untuk.  Pengambil waktu (apabila ada stopwatch).  Pengawas lintasan 5 orang (diseduaikan jumlah lintasan)  Juri kedatangan lima orang. Tetapi apabila peserta melakukan kesalahan maka bendera biru diturunkan dan bendera merah dinaikkan dan regu peserta dianggap gugur.78 5. juri pemberangkatan mengambil tempat dibelakang peserta dan tangan yang megang bendera direntangkan lurus kesamping. maka permainan peserta tersebut sah.

remaja. B. dan seterusnya. Tujuan Berolahraga. Peraturan Permainan 1. Latar Belakang Lari Balok sering dilombakan pada perayaan Kemerdekaan RI. b) Peralatan  Bahan dari kayu balok di mana permukaan tempat berpijak rata. mengurangi ketegangan dan kompetitif. yang mana setiap habis melangkah pemain harus memindahkan balok yang dibelakangnya ke depan sebagai tempat berpinjak dan begitu selanjutnya. dewasa.  Waktu dicatat sampai dengan per sepuluh detik. semen maupun aspal).  Tebal garis 4 cm. D. Bentuk permainan berupa adu kecepatan menempuh suatu jarak tertentu diatas empat buah balok kecil menyerupai batu bata. putra dan putri.  Panjang minumum 15 meter  Lebar 7 ½ meter dibagi 5 garis lintasan masing – masing 1 ½ meter.  Pencatat waktu berada dibelakang garis finish disamping pengambil waktu. Lapangan dan Peralatan a) Lapangan  Lapangan terbuka. 2 detik. dan ketangkasan meningkat. dan kecepatan atletnya. Spesifikasi alat sebagai berikut :  Kayu  Ukuran balok : . pengambil waktu menghidupkan stopwatch. tanah. E.  Pengambil waktu berada atau bertempat dibelakang garis finish. Sasaran Anak – anak.  Pada saat starter memberi aba – aba ya atau peluit dibunyikan . C. stopwatch dimatikan. dan pada saat peserta paling belakang dan ujung terompah paling belakang tepat berada digaris finish / melewati garis finish.79  Pengambil waktu bertugas untuk:  Menghitung waktu dari mulai aba – aba ya atau peluit dibunyikan sampai peserta menginjak atau melewati garis finish. misalnya 10. Permainan ini menuntut kelincahan.  Pencatat waktu bertugas untuk:  Mencatat waktu yang ditempuh setiap peserta pada formulir yang sudah disiapkan. Manfaat Kebugaran meningkat. ketegangan menurun. rata (rumput. 56) PERMAINAN LARI BALOK A. keseimbangan.

mengawasi peserta yang telah tiba di finish e) Pencatat. Pemimpin Perlombaan a) Wasit. 5. b) Setiap peserta yang akan berlomba diberikan 4 potong balok. mengikuti dan mengawasi lintasan dibelakang dari dari setiap peserta.80 2. d) Juri kedatangan. Pemenang Ditentukan berdasarkan peserta yang paling dahulu. 3. Pada aba – aba bersedia peserta duduk jongkok diatas kedua balok. mengawasi jalannya perlombaan. b) Juri pemberangkatan. d) Sebelum perlombaan dimulai para peserta duduk jongkok diatas 2 balok dibelakang garis start dan kedua tangan menyentuh balok dua lainnya yang terletak di belakang kedua balok yang diinjak. Ya peserta saling berlomba.  Keluar dari lintasan. mencatat nama/nomor peserta yang telah tiba di finish . f) Peserta dinyatakan gugur apabila :  Salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubungan dengan balok. memberi aba – aba start pemberangkatan. b) Klasifikasi :  Kelompok I : 6 – 10 Th  Kelompok II : 11 – 14 Th  Kelompok III : 15 – 18 Th  Kelompok umum : 19 Th keatas Jalannya Permainan a) Sebelum perlombaan dimulai para perserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umurnya masing – masing. Siap kedua tangan siap memindahkan kedua balok lainnya.  Dengan sengaja mengganggu peserta lain. mencapai garis finish (dengan ketentuan ke empat balok telah melewati garis finish). e) Aba – aba perlombaan oleh wasit adalah bersedia. 4. ya. c) Juri lintasan. siap.  panjang : 25 cm  lebar : 9 cm  tinggi : 4 cm  Berat balok : 50 gr – 100 gr  Bendera start : 60 x 90 cm (ukuran tidak mutlak)  Bendera kecil segi tiga mrah dan biru :27 x 37 cm Pemain a) Pemain lari balok bisa dimainkan oleh laki – laki maupun perempuan.  Salah satu tangan atau kedua tangan menyentuh tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubugan dengan balok. c) Peserta diundi untuk menentukan kelompok seri/urutan perlombaan.

tepi pantai yang datar/rata permukaan. remaja. D. B. pada pertengahan tali diberi tanda ( cat merah/kain merah ) dari pertengahan tali diberi 2 macam tanda yang masing – masing jarak 2. Diantaranya stadion. Olahraga tarik tambang dimainkan beregu. 28. E. boleh 10. jumlah regu disesuaikan dengan keadaan. II : 60 – 69 kg. IV : 80 kg keatas Berat untuk putri Kelas I : 30 – 49 kg. . II : 50 – 59 kg.5 M dari pertengahan tali. IV : 70 kg ke atas. Latar Belakang Tarik Tambang adalah olahraga rakyat yang paling banyak dimainkan oleh masyarakat setelah olahraga panjat pinang. 20. dan dewasa.  Klasifikasi Berat untuk putra Kelas I : 50 – 59 kg. 30 orang dsb. Pinggir lapangan sebaiknya diberi tanda dengan kapur atau tali.  Panjang lapangan : 40 s/d 60 M  Lebar lapangan : 8 M Pada pertengahan lapangan diberi garis. III : 60 – 69 kg. menggunakan seutas tambang. lapangan. 17. Diameter tali : 5 – 10 cm. Lapangan dan Peralatan a) Lapangan Lapangan yang dipergunakan dapat terbuka dan tertutup. Sasaran Anak – anak. jumlah anggota regu disesuaikan dengan keadaan. III : 70 – 79 kg. c) Peserta  Beregu putra atau putri. Tujuan Berolahraga. memupuk semangat kerja sama dan sosialisasi. b) Peralatan Alat yang dipergunakan adalah sebuah tali tambang serat panjangnya 30 s/d M. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. juga luar garis batas tarikan. Dalam permainan ini sangat dominan kekuatan dan daya tahan regu. Peraturan Permainan 1. batas lapangan harus jelas supaya penonton tidak masuk lapangan permainan.81 57) PERMAINAN TARIK TAMBANG A. meningkatkan semangat kerja dan menurunkan ketegangan. C.

Kemudian diadakan tarikan lagi dan jika terjadi seri maka sebelum tarikan ketiga diadakan lagi undian untuk memilih tempat setelah lebih dahulu istirahat. Dua orang pembantu wasit bertugas mengawasi garis batas tarikan dan dilengkapi dengan bendera merah. jika ada aba – aba ya kedua regu melakukan tarikan. . Pemimpin Perlombaan Wasit sebaiknya berjumlah 3 orang. Jalannya Permainan a) Undian dapat diadakan sebelum hari pertandingan pada saat pertemuan teknis. Pertandingan biasanya dilakukan dengan sistem gugur. Latar Belakang Meski dimainkan hamper seluruh anak di Jabotabek. 58) PERMAINAN HADANG A. dewasa. c) Wasit pertandingan memanggil pimpinan regu masing – masing untuk menentukan tempat. tetapi tidak ada petunjuk bahwa permainan hadang berasal dari Jakarta. Sasaran Anak-anak. Jika salah satu regu dapat menarik melewati garis batas. maka diadakan pemindahan tempat. Manfaat Gembira.82 2. b) Sebelum bertanding lapangan harus dikosongkan setelah ada panggilan dari panitia. Kedua regu saling menarik tambang dan saling berusaha membuat tanda merah dari pertengahan tali dapat ditarik melalui garis batas. bermain. Pemenang Apabila satu regu dapat mengalahkan regu lain dengan 2 – 0 atau 2 – 1 ( kalau terjadi seri ). C. Permainan ini ada di sebagian besar provinsi di Nusantara. D. Anak-anak desa. B. kebugaran meningkat. tetapi panitia dapat menentukan sstem pertandingan disesuaikan dengan situasi dan kondisi. dan bersosialisasi. yang terdiri atas 1 orang wasit kepala yang bertugas langsung memimpin pertandingan dan dilengkapi dengan peluit. remaja. bendera merah itu diangkat apabila tanda merah tadi melewati garis batas tarikan. meningkatkan kekompakan tim. d) Wasit memberikan aba – aba siap. acap memainkan hadang di malam hari saat bulan purnama. Pembantu wasit juga bertugas menghitung jumlah masing – masing regu serta mengatur tata tertib keamanan pertandingan. 3. peserta sudah memegang tali serta konsentrasi untuk mendengar aba – aba berikutnya. 4. Tujuan Mengisi waktu luang.

Kapur digunakan apabila lapangan permainan di rumput atau tanah. Lapangan dan Peralatan a. Cat dan line paper digunakan apabila lapangan di atas lantai semen dan jalan beraspal. tangkai 40 cm. f. g. 9 meter 15 meter Peluit diperuntukkan pada kedua wasit yang akan memimpin pertandingan. gedung pertemuan) atau di ruangan terbuka (stadion terbuka. Peraturan Permainan 1. Bentuk lapangan empat persegi panjang berpetak-petak Ukuran  Panjang 15 meter  Lebar 9 meter dibagi 6 petak masing-masing 4. apabila memungkinkan). warna kuning dan merah berbentuk segi empat.5 m x 5 m.  Garis pembagi lapangan permainan menjadi 2 bagian memanjang disebut garis tengah.  Lapangan permainan ditandai dengan garis selebar 5 Cm. Jam/stopwatch Meja. Peralatan  Bendera untuk hakim garis dengan ukuran 30 x 30 cm.83 E. jalan raya. . gedung olahraga. lapangan terbuka. e. halaman rumah.  Papan nilai untuk mencatat nilai (papan tulis atau white board). Gambar Lapangan Hadang c. kursi Alat tulis Formulir pertandingan untuk mencatat susunan pemain dan hasil pertandingan. b. Lapangan Lapangan permainan dapat dibuat di ruangan tertutup (stadion tertutup. d.  Kapur/cat/line paper.

Seragam pemain 4. Setelah time out posisi pemain seperti sebelum time out. Penyerang berusaha melewati garis di depannya dengan menghindari tangkapan. Pergantian untuk regu: Pergantian regu penyerang men-jadi penjaga atau sebaliknya diadakan oleh wasit dengan membunyikan peluit setelah:  Penjaga menangkap atau menyentuh penyerang . Kapten regu diberi tanda di lengan kanan berbentuk pita melingkar. Lamanya permainan Lamanya permainan 2 x 15 menit bersih dan istirahat 5 menit. 6. Pemain a. jam dimatikan. Setiap regu diharuskan memakai kostum bernomor dada dan punggung ukuran 15 cm dari nomor angka 1 sampai 8. Timeout diberikan atas permintaan pelatih atau manajer kepada petugas meja.tidak boleh mengepal. Permainan dimulai setelah wasit membunyaikan pluit. Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu. b. Terdiri dari 2 regu masing-masing 5 orang. Waktu time out. atau sentuhan dari pihak penjaga. dalam posisi kedua kaki berpijak di atas garis atau salah satu kaki berpijak di atas garis sedangkan satu kaki lainnya dalam keadaan melayang.  Berbalik masuk petak yang telah dilalui. Penjaga berusaha menangkap atau menyentuh penyerang dengan tangan terbuka dan jarh-jari tangan. Regu putra dan regu putri 3. f.  Mengganggu jalannya permainan. dan 3 orang pemain cadangan. yang kalah sebagai penjaga dan yang menang sebagai penyerang. 5. b.84 2. c. Waktu time out dicatat posisi pemain. Jalannya permainan a. masing-masing satu menit selama pertandingan. Pemain penyerang dinyatakan salah apabila:  Kedua kaki keluar dari garis samping kiri dan kanan lapangan. Regu penjaga menempati garis jaganya masing-masing dengan kedua kaki berada di atas garis sedangkan regu penyerang siap untuk masuk. e. g.. d. Timeout Time out satu kali untuk tiap regu.

 Mendorong penyerang dengan sengaja  Menyerang wasit dan membuat keributan. Nilai a. Kedua wasit punya tugas.  Menyerang wasit dan membuat keributan.  Apabila penyerang menginjak garis dan petak di belakangnya yang telah dilalui.  Apabila permainan telah berjalan selama 15 menit wasit membunyikan pluit tanda istirahat dan posisi pemain dicatat. h. Pemain yang telah berhasil melewati garis depan s/d garis belakang diberi nilai satu.  Mengganggu penjaga yang sudah dilalui. b. Setiap pemain yang telah berhasil melewati seluruh garis dari garis depan sampai garis belakang dan dari garis belakang sampai dengan garis depan langsung dapat melanjutkan permainannya seperti semula. Wasit. Hakim garis dan pencatat nilai a. 7. dibantu dua orang hakim garis. b. waktu istirahat. pergantian dan pada saat time out. i. apabila:  Menyentuh penyerang dengan tangan dikepal atau meninju penyerang. pemain membuat kesalahan dan waktu time out. Penggantian pemain diadakan pada saat permainan sedang berhenti (pada saat istirahat. Apabila penjaga atau penyerang melakukan pelanggaran pertama kali diberi kartu kuning dan apabila melakukan pelanggaran 2 kali diberi kartu merah dan nilai dikurangi 1 (satu). dua orang pencatat nilai. dipimpin 2 orang wasit. Setiap pertandingan. .85  Terjadi butir 6 di atas  Apabila tidak terjadi perubahan posisi selama 2 (dua) menit. Wasit memberikan tanda dengan membunyikan peluit. Bagi pemain penyerang. Pemain yang berhasil melewati garis belakang s/d garis depan diberi nilai satu. Hukuman dan sanksi a. fungsi dan wewenang yang sama c. b. Istirahat. 9. 8. apabila:  Menggait kaki penjaga. Demikan seterusnya permainan berjalan tanpa berhenti kecuali kalau dihentikan oleh wasit karena tertangkap/ tersentuh.  Apabila permainan babak kedua dilanjutkan posisi pemain sama seperti saat permainan dihentikan. . Bagi pemain penjaga. Tiap regu diberikan paling banyak 3 kali penggantian pemain selama pertandingan). j.

Lapangan dan Peralatan a. pemenang ditentukan berdasarkan hasil undian/tos PERTANDINGAN HADANG PA/PI Regu : …………………………. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi. 2 X 15 menit. Pemain Nilai Dada Dada Jumlah Jumlah 59) PERMAINAN PATOK LELE a. No. Dua pencatat nilai ditempatkan di sudut garis depan dan garis belakang. memukul. kecekatan. Apabila masih tetap sama. Regu : …………………………. Apabila terjadi nilai sama setelah waktu 2 x 15 menit berakhir. 10. Penentuan Pemenang Pemenang ditentukan dari besarnya nilai setelah pertandingan berakhir. Nilai/ angka dicatat di dua papan nilai (lihat gambar di bawah). Lapangan . bermain. Latar Belakang Patok lele digemari setiap anak (tentu saja yang bias memainkannya). Saat-saat mencutat. dan meningkatkan keterampilan dan jiwa sportif. kebugaran meningkat. b.. d. c. Tujuan Mengisi waktu luang.. No. ketegangan menurun. Peraturan Permainan 1. adalah saat-saat yang menyenangkan. Permainan ini mengasah ketrampilan. Pencatat nilai. dan yang terpenting adalah jiwa sportif. e. Pemain Nilai No. Tujuan Gembira. dan ketangkasan meningkat. Penjaga garis memberi tanda dengan mengangkat bendera e. maka diadakan perpanjangan waktu selama 10 menit (2x5 menit) tanpa istirahat/ time out. Manfaat Berolahraga.86 d. meninting. dan mematok. No.

87 Patok lele dimainkan di lapangan terbuka: Bentuk: Mempunyai sektor 900 Ukuran: Menarik garis lurus dari ujung lubang tempat mencutat yang disebut garis batas (lihat gambar). peralatan yang tercantum dalam peraturan permainan ini merupakan kebutuhan yang diperlukan. Alat ini yang dicutat.  Lubang tempat mencutat/ mematok  Lubang tempat mencutat/ mematok dibuat di atas lapangan f. Jarak 3 m dari lubang dan diberi tanda garis tinting. mulai dari lubang tempat mencutat membentuk sektor 90°. garis tengah 2cm. Garis : Menarik garis. dan dipatok. meninting.  Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 15cm. Gambar: Dengan dua bata/balok berjejer dan ditidurkan Permainan. dipukul. Alat ini untuk mencutat. (lihat gambar). Tetapi jika permainan dilakukan di lapangan keras. dengan cara membuat lubang berbentuk elips atau segitiga. ditinting. . maka tempat mencutat/mematok dapat dibuat dengan cara meletakkan 2 (dua) buah batu bata/balok berjejer sehingga dapat memungkinkan untuk mencutat/ mematok. (lihat gambar). dan mematok. memukul. Peralatan Dalam pertandingan resmi.  Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 45 cm. b.  Bendera hakim garis  Kapur/cat/line paper  Peluit  Jam/stop watch  Alat tulis  Formulir pertandingan  Meja/kursi  Meteran. garis tengah 2cm.

maka janak harus dilemparkan penjaga dan diusahakan mengenai utat yang dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat.  Permainan dilakukan dengan 3 (tiga) tahap: a. maka pemain yang bersangkutan mati. 4. b.  Selanjutnya dilakukan  Kemudian utat diletakkan/dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat. Seragam pemain Setiap regu diwajibkan memakai seragam yang bernomor dada dan punggung berurut angka 1 s/d 7. 5.  Jika janak tertangkap oleh penjaga. bila tidak ada lagi pemain berikutnya. maka diadakan pergantian pemain. Meninting  Janak dipegang bersama utat dengan satu tangan. Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya.88 2.  Jika janak yang dilemparkan mengenai utat.  Jika tidak tertangkap oleh penjaga. Pemain Setiap regu terdiri dari 5 orang dan cadangan 2 orang. Mencutat.  Janak diletakkan melintang di atas lubang/tempat mencutat. . 3. maka regu penjaga mendapat cutatan mati. bila tidak ada lagi Cara mencutat Pemain maka diadakan pergantian dalam hal ini penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya. Kapten regu diberi tanda di lengan berbentuk pita berwarna kontras dengan seragam. dalam hal ini berarti penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya. permainan diteruskan pada tahap berikutnya yang disebut tinting. baik putra dan putri. Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu yang menang menjadi penyerang dan yang kalah bertahan/menjaga. Lamanya permainan Permainan patok lele berdurasi 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit. Jika tidak kena.  Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya. kemudian dicutat. Ukuran nomor dada dan punggung 15 cm. Warna seragam kedua regu berbeda/kontras.

 Pemain yang melakukan tinting diperbolehkan mengambil posisi yang menguntungkan untuk memukul/menghempang janak dengan utat agar janak itu dapat kembali ke lapangan permainan. maka pemain tersebut dinyatakan mati.89  Selanjutnya janak dilemparkan sedikit keatas/dilepas dan kemudian dipukul dengan utat sekuat mungkin sehingga janak dapat melayang jauh ke arah lapangan permainan. Mematok  Mematok dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara:  Di Lubang  Janak diletakkan membujur di lubang sehingga sebagian muncul ke permukaan.  Tinting dilakukan dalam batas daerah tinting. maka penjaga harus melemparkan dan regu penjaga mendapat nilai. Kemudian ujung janak yang muncul di atas lubang dipukul atau di patok dengan utat sehingga . maka penjaga harus melemparkan kembali janak tersebut dari tempat janak jatuh ke arah lubang atau tempat mencutat.  Jika janak dipukul tidak kena. maka pemain berhak meneruskan permainan ke tahap berikutnya.  Jarak antara janak berhenti dengan lubang/tempat mencutat di ukur dengan meteran.  Jika tahap kedua tidak mati. c. Pemukulan ini boleh ditangkap penjaga dan mendapat nilai tangkapan.  Pemain penyerang yang memukul janak di luar batas tinting dinyatakan mati.  Cam meninting dengan pegangan janak antara ibu jari dan telunjuk  Cara meninting dengan janak di atas pangkal ibu jari dan telunjuk  Jika janak tidak ditangkap.  Jika janak tidak ditangkap. pemain tersebut dinyatakan mati.  Apabila jarak antara janak dengan lubang tempat mencutat kurang dari 1 (satu) meter.

7. pukulan hasil pengembalian tintingan berhasil ditangkap oleh penjaga. maka pemain tersebut dinyatakan mati. jumlah tintingan akan dikalikan dengan . jarak antara janak jatuh dengan lubang/tempat mencutat diukur dengan meteran (setiap meter mendapaat nilai1)  Pada jarak patok dengan ber-kenaan sebagai berikut: b.90 terungkit dan lemlempar ke atas.jarak pu-kulan. Dan jika satu tangan mendapat nilai 15 (lima belas). pengembalian tintingan serta patokan dengan dua tangan mendapat nilai 10 (sepuluh). tintingan. Jika janak kena satu kali.  Di atas batu bata sama halnya dengan di atas lubang. Penyerang dinyatakan mati a. Selanjutnya diusahakan agar pukulan terakhir sejauh mungkin dari lubang tempat mematok. Bila penyerang tidak berhasil meninting atau memukul janak sewaktu terungkit ke atas. diukur dengan meteran. jarak dari janak jatuh sampai pinggir lubang/tempat mencuat. Penyerang permainan patok lele dinyatakan mati apabila:  Cutatan. Dan bila berhasil memukul janak. Jika janak kena dua kali. Regu penyerang  Pada waktu pengambilan tinting. tintingan. Regu penjaga c. dan mematok. Penggantian pemain dilakukan setelah dilaporkan lebih dahulu kepada petugas meja/wasit. meninting. maka nilai dihitung dari jatuhnya janak sampai ke lubang dan seterusnya diulang lagi dari mencutat. diukur dengan meteran dan hasilnya dikali kan dua dan seterusnya. d.  Penggantian pemain  Penggantian pemain dilakukan sebanyak 2 (dua) kali selama permainan berlangsung. dan pemain tersebut berusaha meninting janak berulang kali. 6. . Penilaian a. Jika regu penjaga berhasi! menangkap cutatan.

Wasit utama : 1 (satu) orang)  Melakukan undian. Pencatat hasil (scorer).  Pada waktu melakukan tintingan maupun patokan tidak diperbolehkan melawati garis batas.  Memimpin jalannya pertandingan dari awal sampai akhir serta menentukan pemenang. 8.  Melakukan pengukuran yang diperoleh penyerang. pertandingan diteruskan sesuai dengan kedudukan babak pertama. Jika babak pertama berakhir.  Pengembalian tintingan oleh regu penjaga kurang satu meter di ukur dari lubang/tempat mencutat. patokan. janak kurang dari satu meter dari lubang/tempat mencutat. Penentuan pemenang a. sedangkan regu penyerang masih ada yang belum bermain maka untuk babak kedua. b.  Mencatat hasil yang diperoleh pemain atas laporan wasit dan pembantu wasit. tintingan.  Pada waktu melakukan cutatan. b. Kemudian menjum-lahkan hasil yang diperoleh seluruh pemain. patokan. Petugas meja a. pukulan hasil pengembalian tintingan maupun pukulan hasil pengembalian tintingan dan patok yang jatuh di luar lapangan permainan.91  Janak hasil cutatan. 9. baik didapat dart tintingan. c.  Mencatat nama-nama pemain dan cadangan serta nomor dada/ punggung di dalam formulir pertandingan.  Hasil akhir yang diperoleh masing-masing regu diberikan kepada kapten regu dan wasit untuk ditandatangani. menentukan siapa menjadi penyerang dan penjaga. serta melaporkan kepada petugas pencatat hasil (scorer). 10.  Pembantu wasit . Larangan dan sanksi . Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah nilai yang terbanyak diperoleh setelah pertandingan berakhir 2 x 20 menit. oleh regu penyerang dan tangkapan oleh regu penjaga. 2 (dua) orang  Mengawasi tangkapan janak oleh regu penjaga  Mengawasi jatuhnya janak di dalam lapangan permainan atau di luar daerah permainan. baik tintingan. Mencatat waktu Tugas pencatat waktu adalah mencatat lamanya pertandingan berlangsung 2 x 20 menit dan istirahat 5 menit. Tugas wasit dan Pembantu wasit a.

= Petugas Meja DLP = Daerah Luar Permainan dan tidak boleh ditangkap oleh penjaga. dan lain sebagainya. Yang jelas. Tujuan Berolahraga. D. h. = Pembantu Wasit x = Regu Pemain = Regu Penjaga f. sawah sehabis panen. Latar Belakang Mengingat nama serta jenis permainannya. C. bisa jadi Benteng terinspirasi oleh aksi peperangan tempo dulu. Jika hal tersebut dilakukan regu penjaga. B. Sasaran Anak-anak dan remaja. lebar 20 m . g. jalan raya (apabila memungkinkan). jika hal tersebutdilakukan oleh penjaga nilainya dikurangi 5 (lima). penyerang berhak mengulangi permainannya dengan bebas c. membakar benteng musuh. Peraturan Permainan 1. bermain benteng cukup mudah dan meriah. E. Seorang anak sedang bermain patok lele 60) PERMAINAN BENTENG A. Pada waktu pengembalian tinting penjaga dilarang melemparkan janak dengan sengaja ke tubuh penyerang. Sewaktu melakukan cutatan. Pada waktu melakukan tinting penyerang tidak boleh melewati garis batas. e. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi. Lapangan Lapangan terbuka antara lain: halaman rumah. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani/ meningkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan.92  Regu penjaga dilarang menghalangi janak yang sedang dimainkan oleh regu penyerang dengan kaki/badan sengaja atau tidak sengaja. Denah lapangan/susunan petugas X =: Wasit 0 XI A d. maupun patokan. Lapangan dan peralatan a. Lihat saja istilahnya :Ada tawanan. tintingan. lapangan rumput/lapangan sepakbola. penjaga tidak boleh menghalang-halangi penyerang dengan jarak 2 (dua) meter. Bentuk: Persegi panjang Ukuran: Panjang 50 m.

Sebelum permainan dimulai diadakan undian. Setiap pemain berfungsi sebagai pemancing atau yang dikejar dan juga berfungsi sebagai pengejar. Ada dua bendera benteng dengan ukuran 40 cm x 30 cm dengan warna berbeda. cadangan 4 orang. Permainan ini dimainkan regu putra atau regu putri. Yang menang dapat memilih tempat atau lebih dulu memancing. Lapangan ditandai dengan garis selebar 5 cm. b.  Kapur/cat untuk membuat garis lapangan permainan. Daerah tawanan: Berbentuk persegi panjang dengan ukuran: panjang 10 m dan lebar 1m.  Tiang bendera tingginya 2 meter dari permukaan tanah/lantai Gambar Lapangan Benteng 20 m 50 meter dengan garis tengah 5 cm. b. 2. Pemain a. tidak ada campuran. Peralatan  Bendera. jam tetap jalan. b. Saat penawanan. Setiap regu terdiri dari 10 orang.  Peluit  Bendera Hakim Garis sebanyak empat buah dengan ukuran 30 cm x 30 cm dan tangkai 40 cm. Jalannya permainan a. Seseorang pemain mengejar . Seragam pemain  Setiap pemain diwajibkan memakai pakaian seragam yang bernomor dada dan punggung 1 sampai dengan 14 berukuran 15 cm.  Jam/stop watch  Alat tulis  Meja/kursi  Formulir pertandingan  Lamanya permainan  Lamanya permainan 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit.93 Daerah benteng berbentuk lingkaran yang bergaris tengah 3 m dengan jarak 10 m dari garis belakang dan garis samping. 3.

Tawanan yang berkumpul di daerah tawanan dapat bebas kembali apabila teman seregunya yang belum tertangkap dapat membebaskan dengan jalan menyentuh bagian tubuh te-mannya. tugas diserahkan kepada salah seorang anggota regunya yang belum tertangkap. Tawanan yang lebih dari satu orang. Benteng suatu regu dinyatakan terbakar. 6. e. penawanan dan penghukuman). Penggantian pemain a. d. Setelah salah satu regu bentengnya terbakar. permainan dilanjutkan dengan ketentuan regu yang berhasil membakar benteng lawannya berfungsi lebih dulu sebagai pemancing. Bagian tubuh termasuhk kostum/kelengkapan. Setiap wasit yang memimpin per-mainan/pertandingan diwajibkan memakai seragam T. Penggantian pemain diadakan waktu permainan berhenti (istirahat. Wasit. pembantu wasit dan pencatat nilai a. b. Bila kapten regu tertangkap. shirt warna kuning dan celana warna hitam. apabila salah seorang atau lebih regu lawan dapat membakar benteng dengan ca-ra menginjakkan salah satu kakinya di benteng lawannya. g. Wasit berada di dalam lapangan dan pembantu wasit berada di luar lapangan. Penggantian atas permintaan officials yang disetujui oleh wasit. . 5. Cara menangkap lawan cukup dengan menyentuh bagian tubuh lawan dengan tangan terbuka. Anggota regu yang tertangkap atau yang keluar dari lapangan permainan akan menjadi tawanan dari pihak lawan. 4. c.  Menyerang wasit atau membuat keributan. empat (4) orang pembantu wasit dan dua (2) orang pencatat nilai. Hukuman dan sanksi Hukuman dan sanksi diberikan kepada pemain apabila:  Menyentuh pemain lawan dengan tangan  Mendorong lawan dengan sengaja atau menggaet kaki lawan. apabila pemain lawan lebih dulu meninggalkan bentengnya dan ia menjadi orang yang dikejar oleh pemain lawan. semuanya dapat dibebaskan dengan jalan menyentuh salah seorang dari tawanan itu dengan ketentuan satu sama lain dalam keadaan berpegangan/bergandengan. Permairran/pertandingan dipimpin oleh dua (2) orang wasit. Selama permainan berlang-sung setiap regu diperbolehkan mengadakan penggantian pemain paling banyak empat kali. Kapten regu ditandai ban/pita di lengan kanan dan bertugas mengatur setiap anggota regunya. f.94 pemain lawan.

Denah Lapangan dan Penempatan Petugas wasit 20 m 50m 61) PERMAINAN DAGONGAN A. Penilaian dan penentuan pemenang a. Dlaam permainan tarik tambang. Penentuan pemenang  Regu paling banyak membakar benteng lawannya dinyatakan sebagai pemenang. Latar Belakang Secara mudah. B. Lapangan 18m 2m . Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. pemenang ditentukan berdasarjumlah tawanan.  Apabila 1) dan 2) tetap sama. bermain dagongan adalah kebalikan dari bermain tarik tambang. b. Regu paling banyak menawan lawan dinyatakan menang. C. Tujuan Berolahraga. kedua regu saling tarik menarik sekuat tenaga sedangkan dalam dagongan kedua regu saling dorong untuk mencari kemenangan. Peraturan Permainan 1. Lapangan dan Peralatan a.95 7. Setidaknya. pemenang ditentukan dengan undian/tos. Penilaian Setiap pembakaran dihitung satu nilai. menigkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan. Yang dimaksud nilai sama adalah jumlah pembakaran sama atau sama sekali tak terjadi pembakaran.  Apabila nilai sama. memupuk semangat kerjasama dan bersosialisasi. c. dalam cara bermain. D.

 Kapur/lakban. Bentuk lapangan persegi panjang dengan ukuran 2 meter x 18 meter. Peralatan  Bamboo harus lurus dan kuat. Garis serang adalah batas kaki pemain saling depan berjarak 2. digunakan oleh hakim garis. panjang 10m dengan garis tengah 6cm.5 m dari garis tengah. Biru untuk batas pegangan. merah untuk batas tengah bamboo. 1 buah garis tengah. garis – garis batas 2 buah garis samping.96 Lapangan harus rata dan datar dan diutamakan berumput.  Bendera 2 buah.  Formulir pertandingan . 2 buah garis terang. Kapur untuk menggaris lapangan dan lakban yang digunakan 2 warna. Garis tengah adalah garis yang membagi dua lapangan sama panjang sebagai batas akhir penyerangan dari masing – masing regu yang mendorong. b. ukuran 30 x 30cm berwarna merah kuning berbentuk diagonal.

6. wasit memanggil kedua kapten regu untuk melakukan undian. sedangkan apabila terjadi draw ( seri ) lamanya 5 menit. Aba –aba yaa kedua regu saling mendorongkan bamboo lurus ke depan lawan. 3. Jalannya Permainan a. Pemain Beregu putra dan putri dengan jumlah pemain 5 orang cadangan 2 orang. Interval antara dorongan pertama dengan dorongan kedua adalah 3 menit. dan memeriksa posisi silang dari kedua regu. Pergantian pemain Pergantian pemain harus diminta oleh kapten regu. Permainan selesai jika adaa yang berhasil melakukan 2 dorongan. b. Kedua hakim garis menghitung jumlah pemain.97  Meja/ kursi. Beregu Putri Kelas A : 46 . Pluit dibunyikan apabila salah satu regu telah dinyatakan kalah. 4. seluruh pemain memegang bamboo untuk siap dalam posisi melakukan dorongan. c. e. Beregu Putra Kelas A : 50 – 59 kg Kelas B : 60 – 69 kg Kelas C : 70 – 79 kg Kelas D : 80 kg ke atas b. selanjutnya melaporkan kepada pencatat nilai dan wasit. d. dilakukan pada saat : . Apabila score seri maka wasit melakukan undian kembali untuk menentukan siapa yang akan memilih tempat.  Peluit 2. Seragam Pemain Kedua regu wajib memakai kostum dada/ punggung dimulai dengan angka 1 s.d 7. Dalam melakukan dorongan bamboo berada dan sejajar di dada. Sebelum permainan dimulai. Nomor Pertandingan a. satu pasang untuk mencatat nilai dan pelaoran pergantian pemain. Salah seorang yang manjadi kapten memakai pita pada lengan sebelah kanan. Lamanya Permainan Lamanya permainan menggunakan system 2 kali menang. Salah satu tangan mengapit bamboo pandangan lurus ke depan lawan. Wasit member aba – aba siap. 7. f.49 kg Kelas B : 50 – 59 kg Kelas C : 60 – 69 kg Kelas D : 70 kg ke atas 5.

10. Sebelum pertandingan dimulai b. Pertandingan dipimpin oleh : a. dan Pencatat Nilai. Memakai sarung tangan c. Hakim Garis. sepatu golf. Seorang pencatat nilai  Mencatat hasil nilai ( score )  Mengumpulkan daftar nama. Dua orang hakim garis :  Menghitung jumlah pemain  Membantu wasit dalam pengawasan garis c. Apabila 3 orang pemain keluar dari garis samping maka regu tersebut dinyatakan kalah. dan yang serupa. c. Apabila satu regu berhasil mengalahkan lawannya pada set pertama maka dinyatakan sebagai pemenang. Regu/ pemenang adalah regu yang berhasil mendorong/ mengalahkan lawannya dengan nilai 2 – 0 atau 2 – 1. Larangan a. b. Wasit. 9. Perpindahan tempat 8. Nilai/ Score dan Pemenang a. Mengubah posisi pada saat mendorong. spike. . Seorang wasit yang bertugas :  Mengundi sebelum pertandingan dimulai dan apabila terjadi seri  Memberi aba – aba  Menentukan sah/ tidaknya suatu dorongan b. Regu yang melanggar ketentuan tersebut dikenakan diskualifikasi. b.98 a. Memakai sepatu bola.

D. Lapangan dan peralatan a. sepanjang memiliki panjang yang cukup. . B. Besarnya gabus harus dapat masuk pada kaliber sumpit. C. 15 meter. Latar Belakang Sumpitan merupakan permainan tradisional Indonesia yang banyak dilakukan oleh masyarakat pedalaman Kalimantan dan pedalamnan pulaupulau lainnya. Lapangan Lapangan tempat bermain sumpitan ditempat terbuka atau tertutup. bermain. dewasa E. Peraturan permainan 1.  Kaliber Kaliber sumpit tidak ada standarnya tergantung kepada besar kecilnya besi untuk boor / besar kecilnya lubang bambu. terbentuk laras panjang yang terbuat dari kayu yang telah dilubangi atau bambu dengan anak sumpit yang terbuat dari bambu. dan terjauh 35 meter. 10 meter. Sedangkan untuk putri. disisi atas dari ujung batang sumpit dipasang sepotong kawat sejajar dengan batang sumpit. 25 meter. remaja. sesuai ketentuan jarak menyumpit. Pada awalnya sumpitan ini dipakai sebagai alat berburu.99 62) PERMAINAN SUMPIT A.  Gabus Pada pangkal anak sumpit dipasang gabus yang dibuat berbentuk kerucutt. Peralatan  Sumpitan terbuat dari katu atau bambu dan panjang 150-175 cm. Manfaat Kebugaran meningkat dan ketrampilan meningkat. dan 25 meter.  Anak sumpitan panjang 25 cm terbuat dari bambu atau kalam (lidi enau). Gabus ini berfungsi untuk meluruskan jalannya anak sumpit. Sasaran \ Anak-anak. dan meningkatkan ketrampilan. Kawat tersebut berfumgsi sebagai pisir pada senjata api. b. Cara bermain dengan menembakkan anak sumpit ke suatu sasaran yang telah ditentukan (target). biasanya sebesar pensil. Pisirr diikat menggunakan rotan. Jarak menyumpit putra adalah 15 meter. Tujuan Mengisi waktu luang.  Pisir Untuk meluruskan pembidikan.

3. 7 dan seterusmya. Mulut ditempelkan kekaliber sumpit. Pemain Pemain dapat beregu dan dapat pula perorangan. Cara meniup Setelah anak sumpit dimasukkan ke dalam kaliber sumpit. Posisi berdiri b. Lingkaran tersebut dibuat warna warni sehingga menarik 6. 35 m. Jenis pertandingan a. . Putra Jarak 15 m. kedua tangan menghadap keatas. sebelum dimasukkan kedalam kaliber sumpit. 5.hal ini untuk menjaga agar sumpitan tidak goyang. hingga lingkaran paling luar nilai 1. Lingkaran paling tengah memperoleh nilai 10. dengan konsentrasi dan menyiapkan udara sebanyak banyaknya dari rongga dalam mulut dan rongga dada denga meniup ke kaliber sumpit sehingga memungkinkan anak sumpit terlepas dengan kencang meninggalkan sumpitan menuju sasaran. Memasukan anak sumpit. 25 m. kemudian kearah luar bernilai 9. 8. Sasaran Sasaran adalah sebagaimana sasaran pada cabang olah raga memanah. kemudian sumpit diangkat diarahkan kesasaran dengan pertolongan pisir. Posisi jongkok 7.100 2. Jumlah anggota regudisesuaikan dengan keadaan.  Memegang sumpitan tidak dibenarkan menggunakan alat bantu. 4. Sudah barang tentu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. anak sumpit diperhatikan dahulu kalau belum lurus harus diluruskan. Jarak Jarak nembak dengan sasaran disesuaikan dengan keadaan setempat.anak sumpit dimasukan kedalam kaliber sumpit satu persatu. misalnya: a. Cara penyumpitan  Cara memegang sumpit Karena batang sumpit cukup panjang dengan kedua tangan pada pangkal sumpitan.

kemampuan tangan untuk memegang batang sumpit agar tidak bergerak. dimana akan berpengaruh juga pada pembidik. Pembantu wasit  Mengawasi penyumpit sesuai dengan jarak yang ditentukan  Meneliti perkenaan yang sebenarnya  Melaporkan hasil kepada pencatat nilai 3.  Anak sumpit Kehalusan membuat anak sumpit berikut gabus sangat berpengaruh terhadap laju larinya anak sumpit. Lubang yang halus buatannya dan baik pemeliharaannya akan melancarkan jalannya anak sumpit. Wasit dan pembantu wasit 1.  Pengaruh angin Karena anak sumpit yang sudah ada gabusnya tersebut adalah benda yang ringan. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadapat efektifitas tembakan  Kemahiran menyumpit Kemampuan meniup. kemahiran membidik. Besar kecilnya kaliber sumpit akan berpengaruh terhadap besar kecilnya gabus. maka pengaruh akan angin sangat besar terhadap lurus tidak larinya anak sumpit tertutama angin dari samping. . 25 m. sehingga besar kecilnya gabus akan terpengaruh terhadap besar kecilnya tiupan.  Halus tidaknya lubang sumpitan. Ini berarti sumpit bukan pegangannya sangat berpengaruh terhadap tembakan. Pencatat (scorer) Mencatat hasil / nilai yang diperoleh penyumpit atas laporan pembantu wasit. 15 m. Sedangkan besar kecilnya batangsumpit juga akan berpengaruh berat ringannya sumpit. Wasit  Melakukan undian dalam menentukan seri  Memimpin jalannya pertandingan  Menentukan pemenang 2. 8. Putri Jarak 10 m. Banyak anak sumpitan yang digunakan dalam satu seri adalah 5 buah.101 b.  Batang sumpit Yang paling efektif batang sumpit adalah sepanjang sepeda ditambah sejengkal dari masing=masing penyumpit. Oleh karena itu mata door yang digunakan untuk mengebor batang sumpit harus mata boor satu saja agar lubangnya tetap sama.

Permainan ini mengandung sifat kompetitif karena sifatnya mencari kemenangan mengadu ketangkasan dan keterampilan memutar gasing. Tali Terbuat dari daun pandan atau rami. D. C. jambu. Lapangan dan Peralatan a. Pangkal tali tersebut agak besar dan berangsur – angsur menjadi kecil sampai ke ujung tali. Latar Belakang Permainan Gasing terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia. Gasing Terbuat dari kayu yang keras. misalnya teras kayu asam. bisa dilakukan perorangan atau beregu. gembira. Manfaat Bergaul.5 meter Lebar : 6 meter 2. kemudian dipintal menjadi tali. Panjang tali sesuai dengan kebutuhan gasing. dan lainnya.102 63) PERMAINAN GASING A. B. Gasing terbuat dari kayu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menyeruapi jantung pisang bagian bawah. Bentuknya persegi panjang dengan ukuran : Panjang : 7. Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki berusia 7 – 17 tahun. Peraturan Permainan 1. Lapangan Area tempat bermain gasing hendaknya yang rata serta tidak ditumbuhi oleh rumput. Peralatan a. meningkatkan keterampilan dan bversosialisasi. Pangkal tali dibuat cincin sehingga dapat untuk memasukan jari tengah. Tujuan Mengisi waktu luang. . dan keterampilan meningkat. Kayu tersebut dibentuk menjadi gasing dengan ketentuan sebagai berikut : Tinggi : 11 cm Tinggi Kepala : 2 cm Garis Menengah : 7 cm Badan keliling : 11 cm b. Sasaran Anak – anak dan remaja E.

4. b. Kesalahan/ Pelanggaran a. dan VI ke V serta V ke I. II. maka regu bertahan secara serempak memasang gasing masing – masing pada perak yang telah ditentukan. Pemain a. Setelah peluit berbunti lagi maka regu penyerang menyerang gasing – gasing yang dipasang di petak pasang. Permainan gasing pada umumnya hanya dilakukan oleh putra saja. Salah seorang dari regu bertahan. Regu penyerang di petak serang dalam keadaan siap untuk melempar dan regu bertahan berada di luar petak bertahan untuk siap melakukan pemasanagan gasing. Untuk menentukan penyerang dan bertahan. Pelaksanaan Permainan a. regu penyerang menjadi regu bertahan dan regu bertahan menjadi regu penyerang. satu regu terdiri dari atas 5 orang dengan 2 orang cadangan. terlebih dahulu diadakan undian. siapa yang gasingnya lebih lama berputar dialah sebagai penyerang terlebih dahulu. Pada inning V diadakan pergantian lapangan ( tempat ). d. h. Setelah aba – aba dari wasit dengan peluit. i. b. IV. g. 6. 5. Pada inning ketiga dan seterusnya diadakan rotasi terus sesuai dengan urutan semula. III. Dapat dimainkan secara perorangan dan beregu. Salah seorang dari regu penyerang. Setelah itu. b. c. Lama permainan a. waktu melempar gasing lawan menginjak garis ( CD/EF ) dinyatakan batal ( dis ). Cara undian ialah dengan memutar gasing oleh kedua belah pihak. gasingnya berputar di luar petak pasang dinyatakan mati dna nilai dikurangi 2. . j. Lapangan tetap di tempat atau di lapangan masing – masing. Pada inning kedua diadakan rotasi yaitu penyerang dan yang bertahan menjadi regu penyerang dan yang bertahan berada di petak no I. Permainan gasing dimainkan dalam waktu 10 inning. c. Jika beregu. Setelah inning ke V diadakan pergantian lapangan ( tempat ).103 3. e. artinya 10 kali sebagai bertahan dan 10 kali sebagai penyerang. Pergantian pemain dapat dilakukan apabila pergantian inning banyaknya pergantian hanya 2 kali. b. Apabila nilai sama maka permainan diperpanjang dengan 1 inning lagi. f.

maka regu penyerang boleh masuk ke daerah bebas untuk menyerang gasing tersebut. maka penyerang boleh maju. Pencatat : 1 orang .nilai 5. Wasit/ pemimpin pertandingan a.nilai 5. 10. Gasing penyerang lebih cepat mati. Salah seorang regu bertahan. dan jika kena lemparan keluar dapat nilai 5. d. d. g. Penilaian a. Gasing dipasang dilempar kena dan ke luar. Denda/ hukuman pengurangan nilai 1 dan 2 jika dari pihak bertahan salah menempatkan gasingnya waktu perang. maka penyerang nilai = 0. c. Penentuan pemenang a. Seperti no 1 tapi penyerang di petak lawan dapat nilai 4. Gasing lawannya kena dan terlempar ke luar petak pasang. e. Wasit : 1 orang b. 8. Pembantu wasit : 1 orang c. Gasing lawan dipasang terus mati dan barada di aderah bebas. d. Dinyatakan menang ujika nilai paling banyak. Gasing lawan terlebih dahulu mati maka regu penyerang dapat nilai 3. f. Salah satu regu bertahan. Kena bisa nilai 3 kesemuanya berlaku jika gasing penyerang lebih lama berputar dari gasing yang bertahan. gasingnya berputar dipetak kawannya dihukum dengan pengurangan nilai 1. sedang gasing penyerang mengganti di petak pasang sedang gasing lebih lama berputar dari gasing lawan nilai 5. b. 7. Gasing lawan terlempar ke luar petak pasang sedang gasing penyerang berada di petak lain. Perkenaan a. gasing berputar di daerah bebas. Gasing regu bertahan segera mati dan berada di luar petak pasang nilai dikurangi 2. Gasing regu bertahan waktu dipasang terus mati di petak sendiri boleh dilempar. selanjutnya masih dapat dilempar oleh regu penyerang. c. e.104 c. Pemain bertahan yang memusang gasingnya di petak lain atau di daerah bebas dihukum dengan 1 pengurangan nilai. Bila kena penyerang maka dapat nilai 3 dan keluar dapat nilai 5. 9. jika kena tetapi tidak terlempar ke luar mendapat nilai 3. b.

Penentuan Kemenangan Kelompok atau regu yang paling banyak melempar batu dan mengenai kereweng maka itulah pemenangnya. 3. Latar Belakang Permainan ini bernama Tujon yang memiliki arti tujuan atau sasaran. D. Boleh putra atau putri. Peralatan yang digunakan Dalam permainan ini dibutuhkan kereweng atau pecahan genteng yang nantinya disusun.blogspot. Apabila batu yang dilempar itu mengenai sasaran dan kereweng tersebut jatuh. E. Peserta Untuk memainkan permainan ini dibutuhkan peserta minimal 2 orang atau kelompok yang jumlah dari keduanya harus genap. C. Permainan ini memiliki sebuah sasaran atau tujuan yaitu berupa benda yang ada di tengah. maka kelompok yang berhasil itu segera menuju ke kelompok lawan untuk minta gendong. G. Dibagi menjadi 2 kelompok atau 2 orang yang berlawanan. Manfaat Permainan ini dapatmengembangkan kepekaan panca indera manusia dan melatih ketepatan. Membuat lapangan permainan/ area permainan. B.com/macammacam-permainan-tradisional .105 PERMAINAN TRADISIONAL PILIHAN 64) PERMAINAN TUJON A. Pelaksanaan Permainan 1.dilanjutkan dengan suit untuk menetukan kelompok yang bermain terlebih dahulu. F. Kelompok yang menang nantinya melempar batu agar mengenai sasaran yaitu kereweng yang ditumpuk. Sumber Permainan ini bersumber dari widarto-aji-kurniawan. : orang yang melempar batu ke sasaran : kereweng yang ditumpuk 2. Permainan ini kemungkinan berasal dari Yogyakarta karena dilihat dari namanya dalam bahasa jawa. Permaian ini dimainkan saat waktu luang.

asam. bisa dimainkan secara beregu. Ada empat versi dalam dolanan Macanan. Jika lebih. asalkan rata dan nyaman. Peserta Dolanan Macanan sering dimainkan oleh anak laki-laki berusia di atas 10 tahun. atau benda lain. macanan 4 wong 1 macan. Latar Belakang Mayoritas anak masyarakat Jawa. keramik. atau malam hari. namun kebanyakan dimainkan oleh anak laki-laki. hanya sekitar 1 meter persegi. tidak banyak menggunakan tempat untuk bermain. Namun. seperti halma dan lainnya. Gambar segitiga ini biasa disebut gunung. dianggap sebagai sebuah macan. B. yang memang fungsinya menyerang pihak lawan. redi. Pertama – tama membuat arena atau gambar segitiga yang saling dihubungkan oleh garis tegak lurus dan mendatar. Alat dan Tempat Permainan ini cukup sederhana. C. ada yang kalah dan menang. tegel. setidaknya yang berada di daerah Yogyakarta. . Manfaat Permainan memberikan manfaat berupa melatih kecepatan berpikir dan ketelitian serta kecermatan dalam melakukan sesuatu atau memutuskan sesuatu. seperti kerikil atau biji-bijian buah (seperti: sawo. dan lainnya). macanan 8 wong 1 macan. Setidaknya. Sementara gambar berupa segitiga dan persegi empat bisa digambar dengan kapur. Alat yang digunakan juga mudah dicari dan sederhana. bisa menggunakan tempat berlantai tanah. menyesuaikan lahannya. yakni alat lain yang dianggap sebagai manusia. sebuah alat yang dipakai untuk bermain. Merujuk namanya. Hanya saja untuk saat sekarang sudah sangat jarang dimainkan karena tergeser dolanan modern lain. namun syaratnya harus tetap berpasangan. atau lainnya. Syarat lokasi bermain bersih. tanjung. yakni macanan 21 wong (orang) 1 macan. dolanan ini tidak berhubungan langsung dengan hewan macan atau harimau. D. Walaupun tidak ada larangan bagi anak wanita untuk bermain. siang. Dolanan ini banyak digemari oleh anak laki-laki karena bermasuk dolanan kompetitif. Pelaksanaan Permainan 1. Mereka saling berhadapan untuk saling mengalahkan. baik pagi.106 65) PERMAINAN MACANAN A. pensil. dan macanan 3 wong 1 macan. mengasah otak. dolanan ini sudah dikenal sejak sebelum Perang Dunia (PD) II. atau krangkeng. sore. Menurut sumber Sukirman (2004). yang hidup di era tahun 1970-an mengenal sebuah dolanan tradisional yang bernama Macanan. dolanan ini harus dimainkan oleh 2 orang. Mereka bermain di waktu senggang. E.

Peserta melakukan suit atau undian untuk mencari yang menjadi batu dan menjadi macan. Kepel Press 66) PERMAINAN MUL . Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang. Menyiapkan peralatan yang akan digunakan. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain Mul-Mulan. D. Sukriman Dharmamulya. 3. Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. dkk. C.107 2. Pengertian dari kata mul – mulan sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. B. G. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. 2004. Pelaksanaan Permainan a. maka pemain B harus menggunakan kerikil. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Bisa laki – laki atau perempuan. Apabila ada dua anak. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. Yogyakarta. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. Bisa menggunakan kerikil atau biji – bijian. misalkan pemain A dan B. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E.MULAN A. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Yogyakarta. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. 4. Yang menjadi batu berusaha untuk membuat macan terperangkap dengan membuat jalan macan tertutup. F. Penentuan Kemenangan Yang menjadi pemenang adalah yang menjadi batu namun paling banyak dapat menutup jalan macan. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan . Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah.

Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya. Di sini. c. Dengan demikian gambar dolanan MulMulan sudah siap digunakan. d. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. Sisi terluar. Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar). Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar.108 agar tidak keliru. Jika bermain di atas lantai atau ubin. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai. kira-kira panjangnya 25—35 cm. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. Jika pemain A menang. Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan. Langkah pertama. serta masingmasing membawa orang-orangan. Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. keduanya harus melakukan sut. . Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. ia main duluan. Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. bisa dengan panjang hingga 30—40 cm. b. tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai). Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi.

Bisa laki – laki atau perempuan. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain nerensi. Apabila ada dua anak. C. Sukirman Dharmamulya. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. Yogyakarta. Pelaksanaan Permainan e. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Filipina. 2004. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. Sebenarnya permainan ini juga ada di Yogyakarta dengan nama Mul – mulan dan dam-daman. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. maka pemain B harus menggunakan kerikil. D. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. Ahmad Yunus. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. misalkan pemain A dan B.. Pengertian dari kata nerensi sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. Jakarta. B. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. atau menyanyi. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan . Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. menampar tangan. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. 1980/1981. Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. H. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Departemen P&K 67) PERMAINAN NERENSI A. dkk. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas.109 F. Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan. jika pemain kalah harus menerima hukuman. maka ia harus menerima hukuman.

Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. Langkah pertama.110 agar tidak keliru. f. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan. kira-kira panjangnya 25—35 cm. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. keduanya harus melakukan sut. Sisi terluar. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai. . Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. g. Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. Jika pemain A menang. bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar. Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah. Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya. h. Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar). Di sini. Jika bermain di atas lantai atau ubin. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. ia main duluan. Dengan demikian gambar dolanan nerensi yang sudah siap digunakan. serta masingmasing membawa orang-orangan. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai). bisa dengan panjang hingga 30—40 cm.

Dimainkan bersama – sama ketika waktu luang. Ada satu anak yang menjadi emak dalam permainan ini.SURAN A. Permainan ini berupa gerak dan lagu sebagai pengantar permainan. Asal permainan ini dari Jawa Tengah dan Yogyakarta.111 F. Permainan ini dimulai dengan salah satu kelompok membisikan nama dari peserta kelompok lain. Bisa laki – laki atau perempuan. Peserta dibagi dalam 2 kelompok. Jumlah pemain di tiap kelompok minimal 3 orang. C. Setelah selesai menyanyikan lagu. . menampar tangan. atau menyanyi.. Pelaksanaan Permainan a. Latar Belakang Pengertian dari permainan sur – suran ini kurang jelas namun sering diartikan sebagai tebakan. Manfaat Melatih bersosialisasi dengan teman sebaya dan melatih keberanian serta kekompakan dan kepekaan. Berikut lagunya : Sarsur kurunan mak Mak emake tretete Tak undange tretete Yen kecandak kanggo gawe Adhi mesti mati 2x Tak bedhile mimis wesi Tong tong bull 2x b. Satu orang menjadi mak. maka ia harus menerima hukuman. Ahmad Yunus. 2004. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. Jakarta. B. Sukirman Dharmamulya. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. dkk. Yogyakarta. 1980/1981. Peserta Dimainkan secara berkelompok. D. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. I. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Apabila tebakan itu benar maka mak bilang ―selamat‖. E. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. emak memanggil kelompok yang kedua untuk menebak yang dibisikan oleh kelompok 1. jika pemain kalah harus menerima hukuman. Setelah itu mereka menyanyikan lagu Sur – suran. Departemen P&K 68) PERMAINAN SUR . maka ia dianggap sebagai pemain kalah. Alat yangDibutuhkan Dalam bermain permainan ini tidak membutuhkan peralatan apapun.

Pelaksanaan Permainan i. H. Yang paling banyak menebak benar maka yang menang. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan agar tidak keliru.daman. Penentuan Kemenangan Apabila kelompok berhasil menebak maka dia menang dan apabila tidak berhasil menebak maka akan menggendong yang kalah.dimainkan oleh dua orang pemain. B. . Dam Daman ini bisa dimainkan kapan dan di mana saja. Bisa laki – laki atau perempuan. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. Latar Belakang Permainan dam – daman ini berasal dari daerah Jawa Tengah. Sebenarnya.com 69) PERMAINAN DAM – DAMAN A. misalkan pemain A dan B. Sedikit bercerita tentang permainan ini. Kemudian pion yang dilangkahi itu menjadi milik si Pemain tadi. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. Sumber Permainan-tradisional-sur2an. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna I.112 F. DAM! Kata-kata itu diucapkan oleh pemain yang melangkahi pion milik lawan mainnya.worpress. G. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain dam . Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 12 buah. G. Apabila ada dua anak. maka pemain B harus menggunakan kerikil. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung.

Jakarta. Departemen P&K 70) PERMAINAN DAMON A. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. Latar Belakang Damon adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang. keduanya harus melakukan sut. atau menyanyi. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. Di sini. Sumber Permainan Tradisional Jawa. dkk. Yogyakarta. k. Langkah pertama. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. 1980/1981. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli . Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. menampar tangan. Setelah itu mereka membuat arena bermain yang berbentuk seperti ini.113 j. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. ia main duluan. Sukirman Dharmamulya. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain.. J. maka ia harus menerima hukuman. Ahmad Yunus. Jika pemain A menang. l. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. J. jika pemain kalah harus menerima hukuman. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. 2004. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong.

Sumber Permainan ini dicerikan dan dipraktekan pada saat pembelajaran mata kuliah permainan tradisional kelas PGSD Penjas A tahun 2009 di semester 4. G. Penentuan Kemenangan Pemain yang paling banyak memasukan karet ke dalam lidi maka dialah pemenangnya dan berhak membawa pulang karet yang digunakan dalam permainan. F.114 B. Sebelum permainan dimulai. Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah. Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal. E. Peserta Anak – anak usia Sekolah Dasar baik laki – laki maupun perempuan. kemudian c. Pemain kedua meniup karet agar dapat mendekati sasaran yaitu berupa lidi yang ditancapkan di atas tanah. Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet. Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan. D. H. dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan. Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya. halaman. Manfaat Manfaat permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman . e. Pelaksanaan Permainan a. Namun orang dewasa pun dapat ikut memainkannya. Jumlah pemain minimal 2 orang. secara langsung. C. Dan lidi untuk sasaran. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet. Pemain berusaha memasukan karet ke lidi yang ditancapkan. b. Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah karetnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama. asalkan tempatnya datar. Alat yang Digunakan Karet gelang dan tempat untuk bermainnya dapat di kebun. f. dalam rumah. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan. gembira. Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama d. . g. Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap.

115 71) PERMAINAN GOBAK BUNDER .