1

PERMAINAN TRADISIONAL NUSANTARA
1) PERMAINAN MBURU KEWAN
A. Latar belakang permainan Permainan ini dibuat untuk mengisi kegiatan pada waktu sore hari,dengan cara menirukan orang yang sedang berburu binatang dengan cara melempar benda untuk menangkap binatang yang sedang diburu. B. Asal permainan Asal permainan ini adalah dari daerah pemalang dan sekitarnya C. Peserta Pesertanya adalah semua umur,baik anak-anak maupun orang dewasa dapat melakukan permainan ini.peserta minimal 10 orang dan maksimal tak terbatas. D. Alat yang diperlukan Alatnya adalah 2 buah bola plastik untuk bahan lemparan berburu E. Pelaksanaan Permainan Pertama di awali dengan diundi (hompimpah) untuk mencari 2 orang untuk menjadi pemburu dan sisanya menjadi binatang yang menjadi sasaran lemparan.nanti kalau ada anak yang terkena bola leparan dari pemburu,maka dia harus keluar dari arena permainan dan menjadi pemburu.dalam permainan ini tidak boleh melempar kearah kepala. F. Tempat dan waktu permainan Ditempat yang luas misalnya kebun,lapangan,pelataran rumah dll,dan biasanya dilakukan pada sore hari sambil menunngu maghrib G. Penentuan pemenang Dalam permainan ini yang menang adalah orang terakhir berada di lapangan permainan atau tidak tertangkap pemburu H. Tanggapan masyarakat Menurut masyarakat sekitar permainan ini cukup baik,karena dapatmenimbulkan kesenangan dan dapat melatih keterampilan dalam melempar dan menghindar I. Sumber Saya mengetahui dari mas ahmad yang dulu pernah melakukan prmainan ini.

2) PERMAINAN SASEGO’AN
A. Latar Belakang Permainan ini dinamakan ―Sasego‘an‖ ( bahasa lampung )yang artinya ―Main sumput-sumputan‖ atau sembunyi-sembunyian. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan permainan yaitu ― Menyembunyikan Sesuatu ―.

2

B. Peserta Permainan ini pada umumnya hanya dilakukan oleh anak-anak perempuan saja. Usia para peserta berkisar antara 7-13 tahun, dan dilakukan oleh sekurang – kurangnya 4 orang anak. Alat dan Fasilitas Permainan ini sebenarnya hanya semacam permainan sumput-sumputan yang hanya menggunakan peralatan sepotong kapur tulis, sepotong arang untuk menggambar, dan bagi masing- masing peserta sebatang lidi kecil kurang lebih 1cm, atau pecahan kecil dari beling kaca atau sebuah batu kecil yang gunanya unutk disembunyikan dalam permainan ini. Pelaksanaan Permainan Masing – masing anak (A,B,C dan D) duduk berjongkok di tanah saling bertolak belakang(membelakangi) dengan jarak masing-masing peserta kurang lebih 2 meter. Masing-masing anak ini membuat gambar segi empat dengan panjang sisi masing-masing segi ampat kurang lebih 10cm, kemudian segi empat tadi dibagi nenjadi empat bagian Setelah selesai,masing-masing memperlihatkan kepada peserta lainnya alat atau barang yang akan disembunyikan pada salah satu petak di dalam segi empat tersebut.Setelah itu masing-masing anak tadi mulai menyembunyikan alatnya pada salah satu petak dari segi empat tadi secara sembunyi-sembunyi dan hati-hati jangan sampai anggota lain mengintip tempat ia menyembunyikan alat tadi. Cara menyembunyikannya adalah dengan jalan menggali pada salah satu petak secara hati-hati jangan sampai terlihat ada bekas galian ataupun ada bekas timbunan pad tempat tersebut. Setelah penyembunyian di lakukan oleh masing-masing mereka harus mengatakan khadu, yang artinya sudah. Seterusnya ke empat anak (A,B,C dan D) bergiliran mencari alat permaian temannya yang disembunyikan tadi. Setiap orang hanya di bolehkan menebak dan mencari satu petak saja dan bagian yang lain untuk ditebak dan dicari teman-teman yang lainnya. Jika si A berhasil menebak tempat sembunyian si B dan berhasil menemukan alat si B, maka si B mempunyai utang 1 point. Selanjutnya si B kembali mennyembunyikan alatnya tadi pada salah satu petak tadi untuk ditebak dan dicari si C dan si D. Begitu seterusnya pada yang lainnya. Penentuan Kemenangan Siapa yang alat permainannya sering ditemukan teman-temannya itulah yang kalah, sebaliknya yang alat permainannya paling sedikit diketemukan teman – temannya itulah pemenangnya. Tanggapan Masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan diselenggarakan permainan ini, karena sifatnya hanya sekedar rekreatif dan tidak merugikan moral dan pendidikan anak-anak.

C.

D.

E.

F.

3

G. Sumber Suwondo, Bambang. 1983. Permainan Rakyat Tradisional Daerah lampung. Deprtemen Pendidikan dan Kebudayaan.

3) PERMAINAN SONDOK - SONDOKAN
A. Latar Belakang Permainan Tradisional di Kabupaten Kuantan Singini (Kuansing) angsur-angsur mulai menghilang dikalangan anak-anak di Kuantan Singingi, seperti Permainan Gasing. Begitu pula dengan Cerita Rakyat Kuansing seperti Ombak Nyalo Simutu Olang. Berikut ini adalah paparan tentang salah satu Permainan Tradisional Anak-anak di Kuansing. Sondok-sondokan adalah permainan tradisional di Kuansing tepatnya di Kenegerian Sentajo. Sondok-sondokan atau cari-carian merupakan permainan anak-anak tempo dulu, dimana permainan ini diangkat dari disebuah desa yang ada di Kenegerian Sentajo lebih tepatnya di Koto Sentajo. Koto Sentajo terutama pada dusun Gonting memiliki kontur dengan sedikit berbukit sehingga semakin nyaman digunakan untuk permainan Sondoksondok an, apalagi ditambah dengan adanya pelak milik masyarakat, dimana pelak ini semangkin menciptakan semangat permainan bagi para peserta, sebab didalam pelak ini selalu terdapat tumbuh-tumbahan yang ditanam pemiliknya untuk kebutuhan hidup sehari-hari seperti Pisang, Jeruk nipis, terong, Kunyit dan berbagai keperluan dapur lainnya. Dengan adanya berbagai tanaman dalam pelak Tersebut semakin elok sebagai tempat permainan ini. Ket : Sondok – sondokan : Cari – carian/ sembunyi Pelak : Kebun yang dipagar Tonggak : Tiang Olun : Belum B. Peserta Permainan Sondok-sondok an terbagi menjadi 2 Jenis Permainannya yaitu Tonggak Dingin dan Tonggak Bantuan, dimana kedua permainan ini mempunyai perbedaan, tonggak dingin biasanya dilakukan oleh anak-anak yang lebih kecil dari peserta Tonggak Bantuan, dimana peserta Tonggak Bantuan berumur antara 11 – 14 tahun, permainan tonggak dingin selalu dilakukan pada siang hari, sedangkan Tonggak bantuan Dilakukan Pada malam hari pada saat terang bulan, baik pada saat cahaya bulan penuh maupun pada cahaya bulan sabit, dimana pada saat bulan sabit akan lebih menantang karena cahaya dengan sedikit gelap dan samar-samar. C. Pelaksanaan Permainan Waktu permainan ini biasanya dilakukan setelah pulang mengaji sekitar jam 20.00 WIB, pada malam-malam sekolah biasanya sampai jam 22.00 WIB, tapi tidak terlalu sering permainan ini dilakukan pada malam-malam tersebut

Ada dua pelanggaran yang harus diwaspadai oleh para peserta pertama memegang tonggak sebelum yang kalah memegang Tonggak tersebut. langkah berikut adalah menetapkan batas-batas persembunyian yang akan disepakati bersama. rumah penduduk. namun biasanya ditentukan dengan menunjuk pada objek-objek tertentu seperti jalan. dimana satu regu hanya terdiri dari 2 (dua) orang. jumlah regu yang akan bermain tidak terbatas. idealnya dalam permainan paling sedikit sekitar 7 Regu atau 14 orang. dalam penetapan batas ini tidak terfokus pada jauhnya jarak. melalui musyawarah yang tidak terlalu lama biasanya batas-batas bisa ditentukan. semakin banyak regu dalam permainan ini semakin seru dalam pelaksanaannya.  Cara Bermain Awal permainan ini dimulai dimana regu (2 orang) yang kalah dengan memejamkan/menutup mata sambil menghadap kearah tonggak. biasanya permainan ini sering dilakukan pada malam minggu. jarak terjauh dari tiang biasanya berkisar 250 M. dalam pembagian kawan ini bisa ditentukan secara langsung seperti sit jari dan bisa juga dengan cara undian.  Aturan Permainan  Penetapan Kawan : Sebelum permainan dimulai maka harus dilakukan dulu penetapan kawan masing-masing.  Alat yang Digunakan Dalam permainan ini menggunakan Tonggak sebagai alat bantu utama. walaupun permainan dimalam hari pesertanya bukan saja laki-laki namun perumpuan juga tidak ketinggalan untuk ikut serta. dimana pelanggaran yang dilakukan akan mengakibatkan kekalahan akan berpindah pada pihak yang melanggar aturan yang telah disepakati bersama. kemudian pemenang sambil berlari mencari persembunyian. dimana pada malam minggu biasanya dilakukan sampai larut malam.00 WIB. dimana tonggak yang pakai untuk permainan tersebut hanya 1 pohon.  Penentuan Batas Apabila regu atau pasangan masing-masing telah didapat dan ditetapkan. dan tidak tertutup kemungkinan sampai jam 00.4 kecuali hari libur sekolah. Pada kesempatan ini juga membahas pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing regu. sambil berlari biasanya salah satu atau beberapa peserta sambil mengucapkan olun-olun berarti waktu yang kalah untuk membuka mata belum selesai. Kedua Melewati batas yang telah ditetapkan. Lalu bagaimana isyarat bagi yang kalah bahwa satiap peserta betul-betul . sebab dalam hal ini tergantung berapa jumlah yang ada pada malam itu. dimana tonggak yang digunakan yaitu Pohon yang ada disekitaran lokasi permainan. Pinggir Sawah dan sebagainya.

sungaikuantan.5 telah bersembunyi? Biasanya isyarat bagi regu yang kalah saatnya untuk membuka mata yaitu setelah tidak ada lagi terdengar suara peserta yang mau bersembunyi. setelah yang kalah memegang tonggak maka keduanya harus berbagi tugas. mengapa demikian? Misalnya yang ada 10 Regu otomatis yang bersembunyi ada 9 regu dengan jumlah 18 orang.  Sejarah Permainan Permainan candak ndodok ini merupakan permainan yang sangat unik. jangan sampai orang yang belum dapat atau ditemui memberi bantuan dengan memegang tonggak. salah satu diantara mereka harus menjaga tonggak. setelah didapat peserta yang bersembunyi yang kalah harus kembali ke tonggak untuk memegang tonggak sambil menyebut nama peserta yang telah didapat. dua orang yang kalah tadi bersiap untuk mencari setiap peserta permainan. D. ini dilakukan agar lebih konsentrasi dalam pencarian.com/2010/02/permainan-tradisional-kuansingsondok. sebab kalau tidak akan menjadi rumit. Nilai yang Terkandung Hal-hal positif yang bisa diambil dari permainan sondok-sondok an/cari-carian yang harus ditanamkan sejak dini antara lain :  Keberanian dalam kemandirian  Kejujuran dalam aktifitas  Silahtuhrahmi antar peserta selalu terjalin E. jika ini terjadi maka permainan harus di ulang dan yang kalah tidak akan berubah. dalam percarian kedua peserta yang kalah tersebut harus berpencar atau berpisah arah. Bahkan permainan ini bisa dimulai di mana saja tanpa persiapan apapun. Gambreng . Peserta yang kalah harus mencari sebanyak mungkin semua peserta yang menang kalau bisa semuanya ditemukan.html 4) PERMAINAN CANDAK NDODOK A. Latar Belakang  Nama Permainan Candak Ndodok atau sering disebut dalam bahasa indonesia yaitu Petak Jongkok atau Tap Jongkok adalah salah satu permainan tradisional Indonesia yang tidak membutuhkan banyak peralatan untuk memulainya. dimana saat kondisi seperti itulah yang kalah untuk membuka matanya. Permaian candak ndodok dimulai dengan sebuah gambreng. Tentunya minus persiapan ditegur petugas keamanan ataupun persiapan menahan malu yang teramat sangat. Apabila semua telah bersembunyi suasana dalam keheningan malam akan terasa pada saat itu. Sumber http://www.

Orang yang ditepuk akan berjaga. Satusatunya cara untuk kembali berlari adalah pemain ditepuk oleh pemain lain yang masih berdiri dan tidak menjadi penjaga. 4. 5. Dan permainan seperti ini yang selalu dimainkan olek anak-anak ketika mereka libur sekolah atau pada waktu anak-anak SD istirahat menunggu bel masuk kelas. C. sedangkan orang yang berjaga akan menjadi target penjaga. posisi akan otomatis berubah. membutuhkan lapangan yang luas dan jumlah peserta untuk melakukan permainan petak jongkok ini maksimal 10 orang dan minimal 5 orang karena kalau kebanyakan kasihan yang kalah atau yang akan jadi pengejar. Permainan candak ndodok ini berasal dari daerah Jawa Timur. Pemain yang jongkok dianggap tidak aktif dan tidak bisa mengaktifkan diri sendiri. Para target bisa meloloskan diri dengan cara berjongkok. Karena permainan permainan petak jongkok ini tidak sulit di mainkan bahkan mudah untuk di mainkan oleh anak-anak. Biasanya permainan dimulai dengan semua pemain lari berpencar menjauhi si penjaga. Tetapi. Begitu juga dengan anak yang tidak jongkok namun berhasil disentuh oleh pengejar akan menjadi pengejar selanjutnya. . Peserta Permainan ini dapat di mainkan oleh anak SD umur 7 sampai 12 tahun atau mulai dari kelas dua sampai dengan orang dewasa karena permainan ini boleh dimainkan oleh siapa saja baik laki-laki maupun perempuan. 3. D. 6. diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Si penjaga harus mengejar pemain lainnya sampai berhasil menepuk (di mana saja) salah satu pemain. Alat dan Fasilitas yang Diperlukan Dalam permainan candak ndodok ini para pemain hanya membutuhkan lapanga yang luas yang berbentuk persegi panjang. setiap anak boleh jongkok. 2. maka pemain tersebut tidak bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. Pemain tersebut harus mengaktifkan pemain lainnya baru kemudian bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. Permainan petak jongkok ini.6 adalah sebuah proses menentukan giliran yang biasanya dimulai dengan teriakan "Hom pim pah alaiyum gambreng!". anak yang terakhir jongkok berarti akan menjadi pengejar menggantikan pengejar yang lama. Bila si penjaga berhasil melakukan itu. Anak yang berdiri dapat membangunkan anak yang jongkok. Bila pemain yang berdiri hanya tersisa satu orang. Pelaksanaan Permainan Dalam permainan ini tentu saja kita semua harus tahu dan mengerti cara bermain dengan baik. hal inilah yang menyebabkan permainan ini diberi nama ―Candak Ndodok‖. B. Tentukan satu orang yang akan mengejar. Untuk menghindari pengejar. Bila jongkok berarti dia tidak dapat disentuh oleh pengejar.

sikap mudah bersosialisasi. G. yaitu tali dari serat pohon pisang dan bilah kayu dari bambu atau jenis kayu lainnya. Pohon pisang yang kering biasanya terlihat seratnya. kita lihat dari berlangsungnya permainan tersebut. Asal katanya dari isutan dan jarat. F. Penentuan Kemenangan Untuk menentukan pemain yang menang dan kalah. Namun. E. Beragam mainan diciptakan untuk menghibur dan juga sebagai sarana pendidikan anak. Sedangkan bilahnya terbuat dari kayu atau bambu yang diraut agak runcing dengan panjang tidak lebih dari lengan. Sedangkan ‗jarat‘ adalah istilah orang Banjar untuk tali yang ujungnya bersimpul untuk menjebak atau mengikat (seperti tali lasso di Amerika). Mulai dari mainan yang terbuat dari plastik hingga mainan elektronik. 3. . Jadi isutan jarat maksudnya mencari tali yang bajarat (memiliki jerat). Pada permainan ini tiap pemain berusaha mencari jarat pemain lainnya yang disembunyikan di dalam pasir dengan cara menusukkan bilah lidi/kayu/bambu. kemampuan membuat strategi. dan membangun EQ. Jika pemain yang dikejar maka dianggap menang dan pemain yang jadi pengejar maka dianggap kalah. B. Lupa membangunkan pemain yang sedang berjongkok seharian penuh di lapangan. tidak ada salahnya mengajarkan permainan yang mungkin sering dimainkan sejak kecil. Sumber Sumber permainan candak ndodok ini saya dapat dari Hamid Nur dan permainan tradisional merupakan permaina anak tempo dulu yang sekarang hilang dimakan zaman. Permainan seperti ini mengasah kemampuan otak. Permainan ini sebenarnya menebak letak jarat yang ada di dalam pasir. permainan tersebut berlangsung lama sampai para pemain merasa lelah dan capek jadi pemain yang menang dan kalah akan selalu berganti-ganti. bagian inilah yang diambil oleh anakanak untuk membuat tali jarat. Memaksa pemain yang sedang berjongkok untuk berdiri. 5) PERMAINAN ISUTAN JARATAN A. Latar Belakang Isutan Jarat adalah nama permainan tradisional yang berkembang di daerah Kalimantan Selatan. Mendorong pemain yang sedang berjongkok sampai terjatuh.7  Hal yang tidak boleh dilakukan 1. kata isutan ini mungkin dari peralihan kata ‗usutan‘ yang berarti ‗mencari‘. Tetapi. Tanggapan Masyarakat Dunia anak adalah dunia bermain. Alat dan Fasilitas Peralatan bermain berdasarkan permainan aslinya. 2.

Peserta Jumlah pemain isutan jarat minimal dua orang dan sebanyak-banyaknya empat orang. Permainan isutan jarat tidak ada kaitan dengan jenis upacara atau peristiwa tertentu. Tempat orang sudah dirasa cukup karena akan terlalu ramai yang bisa menimbulkan kebingungan. E. ini bisa dilihat dari kejujuran saat menyembunyikan jarat dimana anak yang lain sepakat untuk tidak saling intip serta kejujuran untuk memasang lubang jarat yang sama lebar dengan pemain lainnya. Pengaruh dari permainan ini adalah memberikan sifat sportifitas bagi anak-anak.  Jarat yang ingin disembunyikan ditimbun perlahan-lahan dengan pasir agak tebal supaya tidak kelihatan. Tahapan Tahapan permainan :  Tahap menyembunyikan jarat :  Misalnya jumlah pemain ada 4 orang.  Teknik menyembunyikan jarat ini menentukan kelihaian tiap anak dalam bermain usut jarat. ada yang menyembunyikan jarat dengan ujungnya berkelok-kelok sehingga lawan sulit menebak letak jarat sebenarnya. Dua orang diperlukan karena akan ada posisi pasang tempat yang menyembunyikan jarat) dan posisi naik (yang mencari lubang jarat).  Keempat anak ini berpencar ke daerah pasir masing-masing untuk menyembunyikan jaratnya.8 C. Tempat Lokasi permainan ini biasanya di pinggir sungai saat air surut atau di halaman rumah yang banyak pasirnya.  Begitu seterusnya tiap pemain bergiliran menebak jarat lawan F.  Ujung tali yang tidak memiliki jarat disisakan diluar untuk menariknya nanti. Waktu permainan bebas bisa dimainkan kapan saja kalau di kampung anak-anak (laki-laki dan perempuan) akan memainkannya saat sore menjelang mandi di sungai. D.  Tahap mencari jarat  Ditentukan dulu timbunan pasir siapa yang akan dicari duluan. Apabila semua anak yang giliran mencari sudah menusukkan bilahnya maka yang mempunyai jarak menariknya sehingga akan ketahuan siapa yang berhasil menebak jarat.  Pemain yang berhasil bilahnya akan tersangkut di dalam jarat. Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini tidak ada konsekuensi kalah atau menang hanya memberikan kepuasan dan kebanggaan bagi anak yang berhasil mencari jarat atau anak yang jaratnya tidak berhasil ditemui lawan.  Setelah itu masing-masing anak menusukkan bilahnya ke dalam. .

Latar Belakang Ceteran adalah permainan tradisional yang berasal dari sleman yang tidak diketahui secara pasti siapa yang membuat permainan tersebut. Manfaat Memupuk sifat sportifitas.9 G.  Pemain yang kalah bisa bertahan terlebih dahulu sambil bergantian menyerang.TAMBIAN A. Sumber http//www. diadakan hung pimpa untuk menentukan siapa yang akan menyerang terlebih dahulu. B.dan penghadang lainnya. 7) PERMAINAN TAMBI .batu.dan leher.menahan emosi.  Pemain Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang jumlahnya tidak ditentukan.  Peralatan Bambu.com. Latar belakang Disebut dengan nama tambi-tambian sebab pada waktu dahulu permainan ini dimainkan oleh anak-anak suku Tambi.  Pihak lawan yang banyak kena peluru kertas itulah pihak yang kalah.  Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimulai. 6) PERMAINAN CETERAN A. remaja.dapat bersosialisasi dengan yang lain.mata. D.  Selanjutnya pemain harus menyebar untuk mencari tempat bertahan seperti dibelakang pohon.permainan tradisional. Suku Tambi yaitu suku pendatang dari luar Kalimantan Timur. Sasaran Anak-anak. C. dewasa E. yang sekarang banyak ditemui di kota . Pelaksanaan Permainan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan lebih dominan dialam terbuka seperti : Dikebun dan lapangan.kuping.  Permainan ini tidak boleh mengenai kepala. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang. memupuk sportifitas.air dan kertas dijadikan sebagai peluru. melatih indra penglihatan dan mengembangkan ketrampilan ketepatan pada target yang bergerak.

Tahapan Permainan  Misalnya pemain berjumlah 5 orang dan setelah diadakan undian maka berturut-turut yang menang adalah E. Maksud diberi penghalang ini adalah agar bola yang dilempar tidak bergulir jauh keluar lapangan permainan dan juga agar bola dapat mental kemudian menggelinding bebas masuk ke salah satu lubang. Tanda ini adalah tanda kalah. yakni sebuah lapangan yang datar yang berukuran ± 2 x 8 m. Tetapi tidak jelas dari mana asal usul permainan ini karena hampir semua daerah di Kalimantan Timur mengenal permainan ini. C. permainan ini juga dapat dimainkan. terdiri dan garis batas pelempar dan lubang-lubang sasaran yang dikelilingi dengan papan atau batu bata yang dijejer. E) berlari sedang B yang telah berhasil mengambil bola tersebut berusaha melempar temannya dengan bola tersebut sampai mengenai sasaran. D. maka lubang permainan A diberi tanda (Biasanya dipakai tanda berupa serpihan kertas atau batu. Tetapi apabila lebih dari 5 orang. Jumlah lubang yang dibuat harus sesuai jumlah pesertanya dan jarak antara lubang dengan papan penghalang kira-kira 10 cm. maka B dengan cepat mengambil bola dan sementara itu teman-teman yang lain (A. Samarinda. C. Sasaran E sebenarnya adalah lubang milik E.10 Balikpapan. D. Setiap pemain menentukan lubang permainannya masing-masing.  Apabila pada waktu E melempar bola dan masuk pada lubang B. Jumlah pemain dapat berjumlah 2 orang. A. Yang ideal berjumlah 4 orang dan Maksimum 5 orang. dan apabila lemparan E tidak ada yang mengenai sasaran maka E tidak berhak melempar lagi. C. Suku ini berperawakan besar dan berkulit hitam. Para pelakunya pada umumnya anak-anak pria. sedang B. D. sedang pada lubanglubang permainan tidak diberi penghalang. maka sebagai pengganti lubang dapat digunakan garis lingkaran yang agak besar. B. Peralatan atau perlengkapan yang dipakai dalam permainan ini dilengkapi dengan lubang sejumlah pesertanya dan lubang itu sebesar bola. Apabila tidak memungkinkan untuk membuat lubang. tetapi gilirannya adalah pemenang undian ke-2 (yaitu B). yang menurut ceritanya mereka berasal dari Ceylon.  Karena yang menang pertama adalah E. Pelaksanaan Permainan  Persiapan Para pemain mengadakan undian lebih dahulu dengan hom-pim-pa atau suit. Ada juga bentuk lapangan yang berbeda yaitu lapangan diberi batas ± 2 x 8 m. Mengenai latar belakang sejarah perkembangan permainan ini dulunya sering dimainkan oleh anak-anak dari suku Tambi. B. jadi A telah kalah 1 angka). Itulah sebabnya pada saat seorang . dan A masing-masing berdiri bersiap-siap pada lubang yang telah dipilih sebelumnya.  Apabila lemparan B mengenai A. Di samping itu lapangan permainan yang dipergunakan dilengkapi dengan garis pembatas lapangan. maka E berhak bermain lebih dahulu (memasukkan bola ke dalam lubang lebih dahulu). Mempersiapkan lapangan permainan seperti tersebut pada gambar. karena permainan ini sangat membutuhkan tenaga lebih-lebih pada waktu diadakan hukuman. Pada awalnya orang menyebut permainan ini dengan sebutan Tambi-tambian dengan model lapangan seperti pada gambar lapangan I.

C. D dan E). B. lubang-lubang permainan c. Jadi apabila peserta permainan ada 5 orang dan sudah mencapai kalah dengan angka 5 maka permainan berakhir dan anak-anak memberi hukuman bagi yang kalah. Setelah selesai maka B menghukum A dengan 4 lemparan (sebab B kalah 1). Kemudian E menghukum A dengan 2 kali lemparan. sebab E kalah 3. sebab C kalah 4. maka A harus dihukum oleh anak-anak yang bermain dalam permainan itu. Dan selanjutnya jalannya permainan seperti pada poin c dan d di atas. Penentuan Kemenangan Misalkan di sini yang kalah 5 adalah A. Penghalang dari batu bata. Tetapi apabila dalam pelaksanan hukuman seorang anak yang sedang menghukum tidak mengenai sasaran (misalnya pada saat D melempar bola ke A dan tidak mengenai A. C. Keterangan : a. Garis-garis tempat melempar bola b. balok atau papan a —— b = ± 4 cm b —— c = ± 10 cm . Maka berturut-turut yang menghukum adalah yang paling sedikit jumlah nilai kalahnya. untuk dilemparkan pada salah seorang anak.11 anak hendak melempar bola pada teman-temannya.  Setelah lubang A diberi tanda maka giliran melepar/memasukkan bola adalah B (karena pemenang kedua dalam undian). Setelah selesai kembali giliran B menghukum B dan seterusnya sampai hukuman selesai dijalankan. Nilai kalah yang terkumpul adalah sejumlah peserta permainan. Permainan ini kembali seperti keterangan c dan d. Jadi 5 (kalah A)-l (kalah B) = 4. Kemudian C menghukum dengan 1 lemparan. Di sini misalnya : A kalah 5 C kalah 4 E kalah 3 B kalah 1 D kalah 0 D melempar bola pada tubuh A sebanyak 5 kali. maka bola yang lolos akan diperebutkan kembali oleh anak-anak (A.  Pada setiap anak yang kena lemparan dinyatakan kalah dan pada lubang permainan miliknya diberi tanda kertas atau batu kecil. anak-anak itu lari menghindari lemparan.

melempar dengan kaki untuk berusaha mengenai batu yang dipasang sebagai target. Halaman dari tanah  Jalannya permainan Permainan dilakukan: 1. Batu yang sedang 2. Karena anakanak yang terpenting dalam sebuah permainan adalah kesenangan. Beberapa batu diletakkan berdiri sejajar. Dari orang pertama hingga terakhir. Setelah itu baru mengincar batu target dengan dilempar menggunakan tangan tetapi dengan cara kaki satu diangkat dan batu dilempar melalui bawah kaki yang diangkat baru ditangkap lagi . Semua pemain yang pertama kali melakukan harus menggunakan kaki. Awalan yaitu dengan suit untuk menentukan siapa yang memulai dahulu 4. Garis batas untuk awalan jaraknya disesuaikan dengan kemauan saat bermain 3. Peserta Dalam permainan gandon. Pelaksanaan Permainan  Alat dan Fasilitas 1. 5. Pemain harus lebih dari satu orang. Dan merupakan permainan tradisional yang sering dimainkan terutama oleh anak laki-laki. C. 6. Misal 5 batu. B. pemain biasanya tidak begitu banyak karena tempat juga merupakan faktor penentu. Apabila ada perempuannya maka dibagi supaya adil. Didaerah saya yaitu di Banjarnegara.12 8) PERMAINAN GANDON A. Pemain pertama melakukannya dengan cara meletakan batu dipunggung kaki dan mengayunkannya. Dan batu itu sebagai sasaran. Latar Belakang Permainan ini dilakukan pada saat saya masih kecil. permainan ini diturunkan secara turuntemurun sehingga tidak tahu pasti siapa yang menciptakannya. 2. Misal pemain ada 4 maka bisa dibuat regu atau kelompok dua lawan dua.

dan saat melakukan permainan dapat menerapkan taktik yang telah disiapkan. Akan tetapi. Latar Belakang Permainan Magang Lurah ini Pada dasarnya merupakan simbol kehidupan bermasyarakat di desa. Dengan gambar seperti dibawah : E. Sumber Permainan ini saya dapatkan dari pengalaman sewaktu kecil dan masih duduk di bangku sekolah dasar. Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan dari banyaknya batu yang berhasil dirobohkan dengan cara di lempar dengan batu tersebut. Orang-orang setempat menyebut permainan ini dari daerahnya sendiri. Terdapat seorang pemimpin dan banyak rakyat yang disimbolkan dengan lidi pelepah daun kelapa. Sekali saja melakukan keceroohan maka akan menghancurkan permainan. Permainan magang lurah ini belum teridentifikasi secara pasti asal muasal pertamanya.13 dengan tangan kemudian baru boleh dilempar kesasaran. Sebelum melakukan permainan. D. Seorang kepala desa (lurah) biasanya memiliki kekuasaan yang besar. karena . Karena dahulu sering saya mainkan saat waktu senggang. sedangkan rakyat (masyarakat) digambarkan sama. sesama rakyat biasanya sukar atau memiliki keterbatasan kemampuan dalam membantu sesamanya. Batu tidak boleh terjatuh atau kedua kaki menyentuh tanah. Lurah bisa memerintah / menolong rakyatnya yang mengalami kesulitan dengan mudah. ketelitian. Tempat dan waktu permainan permainan dilakukan pada siang hari atau pada waktu senggang dan dilakukan dihalaman rumah. Akan tetapi permainan ini sudah dimainkan secara turuntemurun di Desa Harjobinangun. 9) PERMAINAN MAGANG LURAH/MIL-MILAN A. faktor konsentrasi sangat dibutuhkan dalam permainan ini. F. seorang pemain dapat menyusun strategi cara bermainnya. Faktor taktik dan strategi juga tidak lepas dari permainan ini. Selain itu juga. Kecamatan Grabag. serta keterampilan pemainnya. Kabupaten Purworejo. Lurah juga memiliki fasilitas yang memadai untuk membantu warganya yang sedang mengalami kesulitan. Dan juga dari orang tua dan tetangga saya banyak yang memberitahu permainan ini. Permainan ini mengutamakan kecermatan. Sehingga pemain harus bisa berhati-hati dalam memainkan permainan ini. Seseorang yang mampu berkonsentrasi dan menjaga ketelitian akan dapat secara baik menyelesaikan dan memenangkan permainan.

 Jumlah Peserta Permainan Jumlah peserta permainan magang lurah ini bervariasi. waktu pelaksanaan permainan magang lurah ini dilakukan pada siang hari. karena diperlukan cahaya yang terang. Tempat bermain magang lurah dapat dilakukan di tanah maupun di lantai tergantung kondisi. Lidi yang melewati garis pembatas / sebagian besar bagian lidi melewati garis pembatas. Pemain yang telah melampaui nilai dinamakan ―mendhem 1. Usahakan lidi menyebar dengan teratur. permainan ini efektif dimainkan oleh 2-4 orang. dan lidi lurah (yang paling panjang) diberi nilai 15. itu tandanya permainan berhenti dan ganti giliran pemain yang lain.  Umur Peserta Permainan Permainan magang lurah ini biasanya dimainkan anak-anak yang berusia antara 6-12 tahun atau usia anak sekolah dasar. Karena permainan ini dilakukan bergantian sesuai urutan. B. Peserta  Gender Permainan magang lurah ini tidak membedakan laki-laki maupun perempuan. sehingga lidi mudah diambil. Lurah dapat menolong lidi yang lain dengan mencongkel dengan kepala lurah.  Permainan dilanjutkan terus menerus hingga ada salah satu pemain yang mendapatkan nilai batas. Sehingga baik lakilaki maupun perempuan memiliki kemampuan yang sama dalam memainkan permainan magang lurah ini. D. mulai 2 orang atau lebih. lidi yang lain tidak boleh ada yang bergerak. dst. 2. maka lidi itu juga dinyatakan keluar.‖.  Waktu pelaksanaan permainan : Pada dasarnya. Pelaksanaan Permainan  Permainan dimulai dengan menyebarkan kumpulan lidi ke tanah / lantai.14 permainan ini mereka mainkan sejak kecil secara turun temurun dari orang tua mereka. maka permainan selesai dan pemain yang lain mengatakan ―Mil‖. Permainan ini dilakukan pada saat anak- . Alat dan Fasilitas Peralatan yang diperlukan dalam bermain magang lurah antara lain adalah lidi yang terbuat dari pelepah daun kelapa. C.  Pemain mengambil lidi satu persatu. Dikarenakan permainan ini lebih mengutamakan ketenangan pikiran dan tidak mengutamakan fisik.  Setiap lidi yang berhasil diambil diberi nilai 5. Permainan ini digemari anak usia tersebut dikarenakan permainan yang bersifat sederhana akan tetapi mempunyai banyak unsur bermain. Apabila lidi yang lain bergerak karena tersentuh lidi itu. Biasanya batas nilai antara 200-500 poin. Akan tetapi agar permainan ini berjalan dengan baik dan tidak menunggu lama. Kapur tulis / peralatan lain untuk membuat garis pembatas.

15 anak merasa lelah bermain yang menguras tenaga. Penulis mendapatkan banyak informasi tentang permainan Magang Lurah dari beliau yang mengetahui tentang tata cara permainan. Setelah semua sepakat maka permainan dimulai dan dilaksanakan sesuai perjanjian pertama di awal permainan. Namun pada kenyataanya banyak anak perempuan yang ikut memainkannya. 10) PERMAINAN SEGHOG A. G. E. dikarenakan anak-anak bermain dengan tenang dan mengurangi bahaya dibandingkan permainan yang diluar. Latar Belakang Permainan Seghog ini merupakan permainan yang banyak dimainkan di daerah Jawa Barat. Namun ternyata permainan Seghog ini memiliki beberapa nilai positif. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat tentang permainan magang lurah ini termasuk baik. Permainan ini sebenarnya lebih banyak dimainkan oleh anak laki – laki. Penulis mendapatkan informasi tentang asal muasal serta tradisi turun temurun tentang permainan Magang Lurah dari beliau. Sebelum permainan dimulai biasanya pemain menentukan angka untuk menentukan pendheman. maupun ketika mereka selesai belajar kelompok. kabupaten Purworejo.  Aris Saputro (18 tahun) : Merupakan seorang pelajar SMK Pancasila Kutoarjo. B. Permainan ini dimainkan untuk mengisi waktu luang anak – anak ketika mereka ditinggal orang tua mereka. Tokoh-tokoh masyarakat seumber informasi antara lain:  Siti Muryani (39 tahun) : Beliau adalah ibu penulis dan seorang guru SD Negeri Ketawangrejo.  Dibyo Subyantoro (46 tahun) : Beliau adalah ayah penulis. Tujuan Sebenarnya tujuan dari permainan ini hanya untuk mengisi waktu luamg. F. maka penulis menentukan untuk memilih permainan Magang Lurah untuk ditulis. Sehingga permainan ini bersifat santai untuk menghilangkan rasa lelah. Berdasarkan paparan beliau. yaitu . Kecamatan Grabag. Selain itu juga dengan permainan ini masyarakat beranggapan bahwa dengan permainan ini akan menemukan salah seorang calon pemimpin dari anak-anak yang memainkan permainan ini. namun juga ada anak – anak dari daerah Jawa Tengah. Yaitu di daerah Purworejo. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional Magang Lurah yaitu dengan metode wawancara dengan berbagai tokoh masyarakat di Desa Harjobinangun. Penentuan Kemenangan Penentuan pemenang permainan magang lurah adalah dengan menghitung banyaknya mendhem perminan.

 Pemain Jumlah pemain dalam permainan ini adalah minimal 2 orang. Kemudian dia berusaha menyeghog batu lawan. ketepatan antara mata dan gerakan kaki dalam mencapai sasaran.  Pemain pertama melakukan seghog. Pelaksanaan Permainan  Lapangan Tempat yang dibutuhkan untuk memainkan permainan ini tidak membutuhkan lapangan atau tempat yang luas. Bagi yang jaraknya lebih dekat maka dia akan bermain terlebih dahulu. Dia memiliki kesempatan sampai menyeghog batu tersebut adalah sama dengan jumlah berapa ukuran kaki dari garis batas.  Peralatan  Kapur untuk menggaris/ batang kayu bila dimainkan di tempat yang masih tanah.  Bila misal kedua batu telah melewati garis batas. Jarak pemain dengan target adalah kurang lebih 3m.16 dalam permainan ini akan melatih konsentrasi. E. Permainan ini juga bisa dilakukan di dalam rumah. remaja laki – laki dan perempuan terutama yang telah dapat berhitung. Selain itu karena adanya kegembiraan dapat mengurangi adanya ketegangan. Yaitu mendorong batu dengan menggunakan kaki bagian tengah dalam. Manfaat Konsentrasi. Pemain melakukan undian agar dapat ditentukan siapa pemain yang dapat bermain terlebih dahulu. Berusaha agar batu tersebut dapat melewati garis batas. ketepatan. Dan bila jumlah pemain hanya ada 2 maka harus diulang kembali. C. Karena apabila tidak dapat melewati garis batas maka dinyatakan gugur. D. kemudian pemain mengukur jarak batu dengan garis batas dengan mengukur menggunakan ukuran kaki. Hanya tempat yang berbentuk seperti persegi panjang.  Batu yang pipih. dan koordinasi dapat meningkat karena terlatih ketika bermain Seghog. Terutama di tempat yang sudah dicor. Sasaran Anak – anak laki – laki dan perempuan. Selain itu juga apabila pemain dapat menyeghog batu lawan melewati garis . dan melatih bersosialisasi.  Jalannya permainan  Mula – mula pemain menyiapkan peralatan dan lapangan yang akan dipergunakan.  Pemain mendapatkan bonus nilai apabila pemain kedua berhasil menyeghog batu lawan ketika pertama kali memainkan.

11) PERMAINAN BEKELAN A. Latar Belakang Bekelan berasal dari bahasa Belanda. D. bikkelen. yang penting bola bisa memantul keatas. F. Pelaksanaan Permainan Permainan ini dilakukan dengan cara menyebar dan melempar bola ke atas dan menangkapnya setelah bola memantul sekali di lantai. Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini adalah bola bekel dan biji bekel. Terdiri dari permukaan kasar yang ditandai dengan lubang-lubang kecil di permukannya berjumlah lima titik. pemain menggenggam seluruh biji bekel dan menyebar seluruhnya ke lantai sambil melemparkan bola bekel ke atas dan menangkapnya. C.17 awal. . Kalau gathengan hanya menggunakan batu kerikil.  Pertama. Biji bekel diambil satu-satu sampai habis. diambil dengan 3 biji bekel. Terdiri dari empat biji bekel dan satu bola bekel. Bekel ini terdiri dari sebuah bola bekel dan lima buah biji bekel berbentuk logam. Ulangi lagi menyebar seluruh biji bekel dan diambil 2 biji bekel. Sumber Sumber dari cerita tentang permainan ini adalah teman bermain penulis ketika kecil yaitu Riyanto dan Diah Pangestuti yang keduanya berasal dari Jawa Tengah. Yang dinyatakan sebagai pemenang adalah orang atau pemain yang paling banyak mendapat angka dari hasil menyeghog tersebut. B. diambil 4 biji bekel. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan. minimal dua orang. Sekarang dibuat dari logam. terakhir lima biji bekel diraup sekaligus. Paling sebel kalau ditonton laki-laki. permukaan atas yang ada bintik merahnya. Ada yang terbuat dari kuningan. Logam ini memiliki bentuk yang khas. bekelan menggunakan seperangkat alat khusus yang dinamakan bekel. Permainan ini masih saudara dengan gathengan. Dilakukan dimana saja. dan permukaan bawah yang tidak ada tanda catnya. Dan biasanya dilakukan oleh siswi putri pada waktu istirahat dan bisa juga dilakukan dirumah pada waktu luang. Mereka biasanya mengganggu agar hilang konsentrasi dan melakukan kesalahan. Kalau ada yang mati mereka akan teriak kegirangan. permukaan halus yang ada tanda silang atau polos sama sekali. Pada awalnya biji bekel dibuat dari engsel tulang tumit kaki belakang domba. dan ada yang terbuat dari bahan timah. Kalau bola tidak tertangkap atau bola memantul beberapa kali maka pemain dinyatakan mati.

terakhir raup seluruh biji bekel. terus permukaan halus menghadap ke atas semua. F. tetapi permainan ini sering dilakukan anak-anak di daerah Jawa tengah. balik posisi biji bekel menghadap kebawah dan ulangi langkah sepertei langkah kedua dengan mengambil biji bekel 1. Raup seluruh biji bekel dalam sekali genggaman. 4. E. oleh karena itu permainan ini saya munculkan kembali karena pda zaman sekarang sudah tidak dditemukan lagi permainan ini karena sudah banyak permainan modern yang telah ada sehingga permainan tradisional alambat laun bakan hilang. ambil 3 biji bekel. balik seluruh posisi bekel bagian permukaan yang halus menghadap ke atas lalu ambil biji bekel seperti langkah ketiga. remaja 13-16 th. Peserta Didalam permainan ini membutuhkan peserta 2-4 orang baik putra/putri dengan umur anak-anak 7-12 th.  Langkah terakhir dinamakan Nasgopel. . Latar Belakang Sawahan merupakan permainan asli dari indonesia yang belum diketahui asal usulnya permainan ini. Penentuan Kemenangan Bila ada kesalahan dalam langkah nasgopel ini pemain harus mengulang ke langkah awal nasgopel.18  Langkah kedua. balik posisi bekel posisi permukaan kasar menghadap ke atas semua. ambil 2 biji bekel. halaman atau tempat yang sudah bentuk gambarnya dan waktu pelaksanaannya bisa pagi. ambil 4 biji bekel. 2. B. pengalaman pribadi waktu kecil dan http://wahw33d. Ulangi terus sampai seluruh permukaan bekel menghadap ke atas semua. Sumber Data permainan ini saya peroleh dari pengalaman orang tua. lalu ambil biji bekel seperti langkah sebelumnya. Pemain yang bisa melewati tahap ini dinyatakan sudah menang dan berhak untuk istirahat sambil menonton teman-temannya yang belum bisa menyelesaikan permainan.html diakses tanggal 07 maret 2011 pukul 19. lalu ambil satu bekel. C. siang atau sore. dan terakhir balik satu persatu permukaan kasarnya menghadap ke atas semua. dan dewasa 17 th keatas. Langkah kelima.30. Balik posisi bekel menghadap ke atas semua satu persatu.  Langkah keempat. Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini yaitu koin sebanyak 5. Balik posisi biji bekel mengahadap ke atas semua. 12) PERMAINAN SAWAH/ ULAR TANGGA A. dan seluruhnya. kemudian balik lagi semuanya menghadap kebawah semua.  Langkah ketiga . Permainan ini seperti ular tangga tetap[i alat yang digunakan sedehana dan tradisional.blogspot.com/2010/08/permainan tradisional anak indonesia.

maka jumlah tangkapan koin akan menentukan berapa langkah akan berjalan. D. Latar Belakang Slentikan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya. C. B. Pelaksanaan Permainan Permainan tradisional ini cara bermainnya cukup mudah yaitu seperti permainan ular tanggatetapi dengan bentuk lapangan persegi dan cara jalannya tidak menggunakan dadu melainkan menggunakan koin yang dilempar dan kemudian ditangkap. Tanggapan Masyarakat Masyarakat luas menanggapi permainan ini sangat positif karena dapat membuat orang dapat berkumpul kemudian bermain bersama dan dapat bersosialisasi antara anak yang satu dengan anak yang lain. Cara jalannya permainan ini pertama koin ditaruh di atas tangan dengan telapak tangan menghadap kebawah kemudian dilemparkan keatas dan di tangkap. laki-laki maupun perempuan E. pengolahan strategi meningkat. ketepatan mengarahkan sasaran dengan jari-jari tangan dan strategi. permainan ketangkasan dimana 2 pemain atau bisa lebih berlomba atau beradu cepat menyelentik daun secara bergantian sampai habis. ketepatan dan juga akan meningkat. Sasaran Anak-anak. Gambar Permainan 13) PERMAINAN SLENTIKAN A. Permainan ini dimulai dari A dan berjalan mengikuti anak panah tersebut. memupuk sportifitas. Peraturan Lapangan dan Peralatan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan bisa dialam terbuka . setalah sampai di X dan Y kemudian kembali lagi ke A. Penentuan Kemenangan Permainan ini ditentukan menang kalahnya bila salah satu yang mendapatkan sawah/poin paling banyak maka sebagai pemenangnya. kemampuan motorik. Apabila tangkapan tersebut gagal maka pihak lawan yang akan melanjutkan . F. melatih jari-jari tangan. E. Manfaat Gembira atau senang. mka dari itu akan mendapatkan sawah 1/ poin 1.19 D. Tujuan Mengisi waktu luang. G.

maka anak tersebut menang dapat poin Satu. Sumber Sumber dari permainan slentikan ini adalah dari orang tua di desa kami yang bersifat turun temurun sampai sekarang.albasia.daun turi dan masih banyak yang lainya. D. Manfaat Mengisi waktu luang. Tujuan Mengisi waktu luang. serta berusaha mencari lawan yang bersembunyi di kolong atau di balik pohon dan lainnya untuk di matikan dengan cara memenggil namanya. F. diadakan humpimpa untuk menentukan siapa yang duluan menyentil atau menylentik daun tesebut. Latar Belakang Bancakan merupakan suatu permainan tradisional untuk menjaga daerah lingkaran yang berisi tumpukan genteng agar tidak dijatuhkan oleh pemain lawan. Sasaran Anak-anak dan dewasa E.  Lakukan begitu terus sampai dua kali menang. bersosialisasi. meningkatkan kesegaran jasmani.20  Peralatan Peralatan yang digunakan Cuma menggunakan daun. G.asem.  Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai. dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng. yang intinya daun tersebut dalam satu tangkai daunya banyak. daun yang digunakan biasanya daun pohon pete. di lingkungan deket rumah yang banyak lorong untuk bersembunyi. begitu seterusnya bergantian dengan lawanya. bermain dengan gembira. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan slentikan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak.  Setelah daun lawan habis. meningkatkan kerja sama serta kekompakan. meningkatkan kesegaran jasmani.  Slentik daun tersebut sampai bagian pinggirnya habis. C. di halaman sekolah. 14) PERMAINAN BANCAKAN A. B. Peraturan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan biasanya di pelataran rumah. . meningkatkan kerja sama serta kekompakan.

B.  Apabila pemain yang bersembunyi tertangkap maka cara mematikannya dengan cara memanggil namanya. dan saya coba mencari asal usulnya digoogle tapi tidak ketemu.yang ingin bermain bola tanpa memakai sepatu dan pergi kelapangan.  Pemain yang menang terus saja berlari untuk bersembunyi. Pemain yang paling jauh melakukan lemparan atau jauh dari sasaran lingkaran itulah pemain yang harus menjaga lingkaran tersebut. Dalam permainan ini alat yang digunakan sangat mudah hanya menggunakan pecahan genteng atau kramik.dia pernah bekerja slama 2 .  Waktu permainan ini tidak ditentukan . Sumber Sebenarnya saya terinspirasi setelah menonton Upin Ipin yang sedang bemain sepak bola kertas.dan saya coba search di google ternyata ada. apabila pemain itu sendiri merasa bosan maka permainan dihentikan dan juga apabila pemain yang kalah secara terus menerus maka pemain dihentikan.  Setelah itu pemain yang kalah menata pecahan genteng tersebut untuk dirapikan di tengah lingkaran dan mencari para pemain yang bersembunyi. Latar Belakang Permainan tradisional ini merupakan kreatifitas anak anak melayu yang ingin mengisi waktu luang dan bersenang senang bersama teman teman.  Apabila ada pemain yang bias lolos dan biasa merobohkan tumpukan genteng tersebut tanpa diketahui pemain yang jaga maka pemain yang sudah dimatikan biasa ikut bermain kembali.  Permainan akan diulang kembali apabila pemain yang jaga tidak bias mematikan pemain lawan secara terus-menerus.saya yakin ini dari orang orang jaman dulu yaitu permainan tradisional orang melayu.21  Peralatan.  Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai setiap pemain memasukan pecahan genteng atau keramik ke suatu lingkaran dengan jarak yang telah desepakati.tinggal bermain dimana saja misalnya di depan teras rumah atau dilantai asal tidak dijalan tol. dan pemain itu sudah tidak bias bermain lagi dan menunggu sampai permainan berikutnya.  Pemain Bancakan biasanya dimainkan oleh putra maupun putrid dengan pengelompokan umur. 15) PERMAINAN SEPAKBOLA KERTAS A.dan saya kemarin bertanya kepada salah seorang teman saya Chandra.

22

tahun di Malaysia ,dan dia sering melihat anak anak Selangor memainkan permainan sepak bola kertas.dan katanya mereka mengklaim permainan tersebut dari Selangor, Malaysia. C. Alat dan Fasilitas Kertas dan Area bermain. D. Pelaksanaan Permainan Dengan cara bergantian,pemain dengan umpan bola tanpa terkena lawan lanjut.  Jika bola masuk ke kolong kertas maka disebut hans ball.  Jika memberi umpan dilihat lebih dekat mana. Jika lebih deket pemain kita maka kita berhasil mengumpan,bgitu juga sbaliknya jika lebih dekat pemain lawan maka permainan diambil alih.  Jumlah pemain ada 22.  Jika bola keluar terjadi lemparan kedalam,dengan cara kertas di balik.  Begitu juga dengan bila bola meninggalkan lapangan sebelah gawang maka akan terjadi tendangan pojok.  Pelanggaran hanya hand ball,dan tak ada kartu merah dan kartu kuning.  Kiper boleh digerakkan tetapi tidak boleh digerak gerakkan untuk meng halau tembakan lawan.  Siapkan papan sepakbola kertas pada sebuah bidang datar. Boleh di atas meja, di atas lantai,di atas tanah atau karpet, tapi jangan di atas jalan tol.  Letakkan unit-unit pemain pada posisi sesuai kehendak. Satu unit bertindak sebagai kiper dan diletakkan pada salah satu kotak yang ada tepat di depan gawang.  Lakukan suit (boleh gaya tradisional gajah-orang-semut ataupun batugunting-kertas) untuk menentukan siapa yang memegang bola pada awal pertandingan.  Kick off dilakukan oleh pemain yang memegang bola.  Dribbling berarti unit bergerak sambil membawa bola. Sebelum dribbling, unit harus memindahkan bola ke arah pergerakannya. Memindahkan bola memakan satu langkah.  Gol terjadi jika pemain yang menendang memenangkan adu angka dengan kiper. E. Penentuan kemenangan Siapa yang bisa memasukan bola ke gawang terbanyak dia pemenangnya.

16) PERMAINAN TANGKAP LARI
A. Peserta Untuk peserta permainan disini bebas siapa saja boleh melakukan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa ,laki laki maupun perempuan sedang untuk jumlah pemain minimal 9 dan maksimal tidak terbatas

23

B. Alat yang Digunakan Sebenarnya di permainan ini tidak menggunakan alat apa-apa mungkin hanya tanda untuk batas tempat berdiri. C. Pelaksanaan Permainan Pertama-tama semua peserta melakukan hompipah atau diundi untuk menentukan yang di jaga.setelah ada yang jadi,para pemain yang jadi pelari di bagi menjadi beberapa kelompok.untuk pembagian kelompok tergantung jumlah peserta,jika hanya sedikit bias di bagi menjadi 2-3 kelompok.cara bermain nya adalah setiap kelompok berbaris di tempat berdiri ke belakang.lalu pemain paling depan berdiri 1-2 langkah kebelakang agar bisa ditempati oleh peserta yang lain.peserta yang lari awal ada 2 dan harus dikejar oleh 2 orang yang jaga,untuk peserta aman harus masuk kedalam tempat berdiri,supaya tidak di tangkap,lalu jika ada pemain yg paling belakang harus lari begitu seterusnya. Permainan ini sebetulnya tidak ada yang menang dan kalah karena hanya untuk kesenangan tapi jika boleh disimpulkan pemain yang menang adalah yang sedikit jadi penjaga dan yang kalah adalah yang sering jaga.

17) PERMAINAN DIR - DIRAN
A. Latar Belakang Dir-diran H-A yang berarti bermain gundu atau kelereng. Nama H-A sendiri berasal dari model lapangannya yang terdapat huruf H dan A yang merupakan salah satu bagian dari bentuk lapangan. B. Peserta Jumlah peserta pada permainan ini minimal 2 orang sampai tak terhingga. Biasanya permainan ini tidak mengenal umur dan jenis kelamin. Baik tua, muda, laki-laki maupun perempuan bisa bermain di permainan ini. C. Alat Alat yang dibutuhkan antaralain gundu atau kelereng sebanyak peserta. Biasanya peserta membawa sendiri. Tempat untuk menyelenggarakan yang paling tepat adalah ditempat yang tanahnya rata. Bisa dibawah pohon atau di halaman rumah. Berikut ini adalah contoh gambar lapangannya. D. Pelaksanaan Mula-mula para pemain melakukan lemparan awal dengan sasaran garis yang berada diujung lapangan permainan yang berjarak kira-kira 5 meter. Pemain yang mempunyai jarak terdekat dengan garis berhak menjadi pemain pertama. Begitu juga dengan peserta selanjutnya. Jika lemparan melebihi garis maka kelereng harus ditaruh dihuruf H. Ini berlaku jika pelempar melebihi garis yang pertama. Jika ada yang melempar melebihi garis lagi maka diaruh pada huruf A. Jika ada lagi maka ditaruh di belakang huruf H. Begitu seterusnya. Lemparan harus melebihi huruf H. Jika tidak maka lemparan harus diulang. Jika lemparan mengenai kelereng dari peserta lain maka kedua pemain harus mengulang lemparan. Cara untuk mematikan peserta adalah dengan membidik

24

kelereng lawan sampai kena. Jika terkena maka kelereng tersebut menjadi milik pemain yang mengenai. Jika orang yang tadi terkena bidikan dari pemain lain maka dia harus membayar 2 kelereng sekaligus, yaitu kelerengnya dan pemain yang terkena tadi. E. Penentuan Kemenangan Pemenang dinyatakan menang jika berhasil mematikan peserta terbanyak dengan hasil kelereng terbanyak pada akhir permainan. F. Sumber Permainan ini bersumber dari pengalaman kecil saya dan cerita dari orangtua.

18) PERMAINAN ENDOK
A. Latar Belakang Permainan berasal dari daerah Sleman yang bertujuan untuk bersenangsenang serta mengembangkan keterampilan seorang anak. Sumber permainan berasal dari turun temurun di Desa serta masyarakat menganggap permainan ini mudah dimainkan dan hanya membutuhkan alat dan fasilitas yang sederhana. B. Alat dan Fasilitas  Batu ukuran sedang yang mudah digenggam anak jumlahnya 10-15 batu.  Halaman yang teduh. C. Peserta dan Pelaksanaan Permainan  Peserta yang mengikuti permainan ini berjumlah 10 anak dengan umur 812 tahun dan bisa dimainkan putra putri secara bersamaan ataupun disendirikan.  Dari jumlah peserta tersebut kemudian diundi 1 anak untuk menjadi penjaga telur (endok).  Setelah di dapat penjaga dan pengambil telur, masing-masing anak menempati tempat permainan sesuai aturan yang di tentukan yakni penjaga berada di dalam lingkaran menjaga telur dan yang lain berada di luar lingkaran sebagai pengambil telur.  Pengambil telur boleh saling bekerja sama untuk mengambil telur yang dijaga dan dalam mengambilnya boleh menggunakan tangan ataupun ditendang dengan kaki asalkan telur dari batu itu keluar dari lingkaran yang dijaga penjaga telur tadi.  Apabila saat pengambil telur tadi tersentuh (semua anggota badan) saat mengambil telur di dalam lingkaran maka pengambil telur itu dinyatakan mati dan harus giliran menjadi penjaga telur. Dari hal tersebut pengambil telur yang tersentuh tadi wajib mengembalikan semua telur yang telah didapatnya ke dalam lingkaran dan permainan dilanjutkan sampai telur habis.  Jika semua telur sudah di ambil permainan dilanjutkan untuk menyembunyikan telur yang telah didapat.

C. dalam permainan ini juga banyak dijumpai anak-anak berlari-lari dalam permainannya. Pada prinsipnya dalam permainan ini ada sebuah syair yang sering dilantunkan berirama secara bersama-sama oleh semua pemain.5 meter. di daerah lain juga kadang menamai sebuah permainan itu dengan nama kucing-kucingan. Selain itu. Yogyakarta. Jawa Timur. Permainan ini menyebar di berbagai daerah di Jawa. halaman kebun. Itulah sebabnya. B. Peserta Permainan kucing-kucingan yang dimaksud di sini adalah sebuah permainan anak yang melibatkan 5 pemain (bisa laki-laki semua atau perempuan semua). untuk gembok semua telur yang disembunyikan tidak akan di beri tahu dan kunci semua telur yang disembunyikan diberitahu dengan konsekuensi jika sampai batas waktu yang di tentukan tidak menemukan maka ia harus kembali menjadi penjaga telur dalam permainan selanjutnya.25  Untuk penentuan pemenang yakni anak yang paling banyak mengumpulkan telur dan apabila ada anak yang tidak mendapatkan telur maka ia harus ikut mencari telur dengan penjaga tadi di tempat yang telah di tentukan sebelumnya. Latar Belakang Kucing-kucingan. bisa halaman rumah. yang bunyinya‖ Dha mbuwang kucing gering‖. Kemudian. Pelaksanaan Permainan  Misalkan ada lima pemain yakni A. Umumnya yang bermain permainan kucing-kucingan adalah anak lakilaki. permianan lain yang berbeda. .KUCINGAN A. dan E hendak bermain kucing-kucingan. D. B. dan DI. Permainan ini juga sering disebut permainan Kus-Kusan atau Alih Lintang. nantinya dipakai untuk pemain jadi. Biasanya yang bermain permainan ini adalah anak-anak yang berumur 8-12 tahun dari semua golongan masyarakat tanpa membedakan status sosial. Alat dan Fasilitas Sementara alat yang digunakan untuk permainan ini hanya membutuhkan halaman yang luas.  Dalam pencarian di berikan 2 pilihan yakni gembok atau kunci. atau lapangan. Di halaman inilah. setidaknya pada tahun 1913 (menurut sebuah sumber pustaka Serat Karya Saraja). Sementara tengah garis. D. meliputi Jawa Tengah. anak-anak mulai membuat garis silang tegak lurus dengan panjang garis masing-masing sekitar 2. masyarakat Jawa menamai permaianan ini dengan permainan kucing-kucingan. Ada kalanya. C. 19) PERMAINAN KUCING . Kenapa lebih dikenal dengan nama permainan kucing-kucingan. adalah satu satu jenis permainan tradisional masyarakat Jawa yang juga sudah lama dikenal. keempat ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan kaki yang melingkar. karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari. Lalu mereka menuju ke halaman tempat bermain.

Apabila mereka hendak berpindah tempat. pemain A dan B sedang saling berpindah. dan D. jenis dolanan kucing-kucingan ini juga sudah sangat jarang dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang. menempati masing-masing lingkaran kecil di ujung garis. Jika seperti itu. yakni ―Dha mbuwang kucing gering‖. kadang-kadang saat mereka berpindah tempat dan belum sempat menempati tempat baru sudah kepergok pemain dadi. Tanggapan Masyarakat Sayangnya. maka pemain B yang kemudian harus menjadi pemain dadi.5 meter. bisa berganti tempat dengan pemain B atau C. maka ia dianggap sebagai pemain jadi.26 Setelah itu. ujung-ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan memakai tumit kaki yang dibuat melingkar.  Pemain jadi tempatnya di tengah-tengah garis silang. Bagi pemain yang tidak mendapatkan tempat kosong. Pemain mentas berhak saling berpindah tempat dengan temannya. dari tempat pembuangan ini. Begitu seterusnya permainan ini berlangsung hingga mereka merasa bosan dan hendak berhenti atau bermain dolanan lainnya. Syair itu dinyanyikan berulang kali hingga si pemain dadi sampai di tempat tujuan pembuangan. maka berubah menjadi pemain dadi. Anak yang paling kalah. C. ia dipegang bersama-sama oleh semua pemain mentas ke sebuah tempat (misalkan berjarak 20 meter dari tempat permainan). Misalkan.  Jika pada tahap selanjutnya. maka ia menjadi pemain dadi yang berhak dibuang. berarti menjadi pemain dadi dan harus menempati tempat di tengah. Caranya. B. E. mereka berlomba-lomba berlari secepatcepatnya untuk mencari lingkaran yang masih kosong. Setelah itu. Sementara itu pemain mentas lainnya. Setelah selesai. Begitu pula pemain lainnya. bisa saling berganti tempat dengan pemain di sebelah kiri atau kanannya. pemain B didahului pemain E. salah satu anak membuat garis silang tegak lurus dengan panjang masing-masing garis 2. saat pemain B menjadi pemain dadi dikungkung hingga 5 kali perpindahan antar pemain mentas. . Misalkan pemain A. yakni pemain A. Biasanya perpindahan tempat ini menunggu pemain dadi terlena. Saat dibuang. misalkan pemain E. tetapi belum sempat menempati lingkaran baru. Tetapi. maka pemain mentas yang tidak mendapatkan tempat baru. sehingga pemain dadi segera menempati tempat lingkaran yang masih kosong. Setelah itu mereka saling berpindah tempat. semua pemain mentas menyanyikan sebuah syair yang terdiri dari sebuah kalimat. Kemudian para pemain melakukan hompimpah dan sut. maka caranya dengan melangkahkan satu kaki dilangkahkan ke luar dan tangan saling berjabat tangan.

Sukirman Dharmamulya. Sehingga para pengejar akan semakin banyak dan bahu membahu mengejar teman-temannya yang belum terkejar. B.bersama dengan pengejar pertama akan ikut mengejar (ngori‘) teman – teman yang belum terkejar.org/ensiklopedi/.Permainan ini berakhir jika tidak ada lagi personil yang harus dikejar dan diburu. D. bersama . Yogyakarta: Kepel Press http://www. ketiga.mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda.tembi. G.Personil yang terkena hitungan yang ke-20 akan menjadi personil pertama yang mengejar (ngori‘). Dilanjutkan dengan hitungan kedua. hitungan dilanjutkan lagi kehitungan pertama sehingga setiap personil turut kebagian dalam menghitung.blogspot.Personil yang bisa dikejar dan disentuh oleh pengejar pertama. Hitungan berhenti pada hitungan ke20 berikutnya.27 F. Peserta Dalam permainan ori‘an pesertanya minimal 20 orang dan selebihnya tidak terbatas. E. Sasaran Anak-anak dan remaja. Demikian seterusnya personil yang terkejar dan disentuh oleh pengejar akan ikut mengejar. Pelaksanaan Permainan  Personil yang terkena hitungan yang ke-20 merupakan personil pertama kali yang harus mengejar teman – temannya (personal yang ngori‘).baik anak laki-laki maupun perempuan. dan seterusnya kearah kanan personil hitungan pertama. 20) PERMAINAN ORI’AN A. maka setelah hitungan ke-20.com .  Jika kelompok bermain lebih dari 20 orang. Latar Belakang Ori'an adalah permainan tradisional indonesia dari sumatra selatan tepatnya dari bumi sriwijaya. Sumber ahmadwijaya. Alat yang Digunakan Tidak memerlukan alat tertentu F. Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. Sumber Permainan Tradisional Jawa. dkk.  Tidak ada istilah menang dan kalah dalam permainan ini. Salah seorang personail mengambi linisiatif sebagai hitungan pertama. 2004.  Sekelompok orang memulai permainan dengan membuat lingkaran tertutup dengan bergandengantangan. C.

Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan keseimbangan. H. Peserta Dalam permainan betemplekan pesertanya minimal 2anak jika lebih dapat dibagi menjadi dua kelompok.kualitas kesegaran jasmani. Sasaran Anak-anak dan remaja D. B. B. Permainan ini menggambarkan usaha dari kucing atau dalam bahasa bali disebut menguntuk menangkap sitikus atau bikul.kedua anak tersebut saling beradu kekuatan dengan menggunakan lutut dimana lutut tersebut ditekuk. Lapangan Pada permainan betemplekan lapangan berbentuk lingkaran dengan diameter kurang lebih 4 meter G.  Permainan ini di mainkan oleh dua anak. F.mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda. Latar Belakang Betemplekan adalah permainan tradisional indonesia dari nusa tenggara barat.com 22) PERMAINAN MEONG – MEONGAN A. Sumber antaramataram. Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus. E.28 21) PERMAINAN BETEMPLEKAN A. Latar Belakang Meong-meongan merupakan permainan tradisional masyarakat bali yang umum dimainkan oleh anak-anak di bali. I. Pelaksanaan Permainan Setiap peserta engklek dan saling mengeluarkan peserta di dalam lingkaran dengan peserta lain. Tujuan Untuk mengisi waktu luang C. Manfaat Senang. C. Penentuan Kemenangan Peserta yang dapat mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka dinyatakan sebagai pemenang. peserta yang berhasil mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka di anggap sebagai pemenang.siapa yang berhasil mengeluarkan lawan keluar lingkaran ialah pemenangnya. meningkatkan kebugaran jasmani dan bersosialisasi .

Peralatan Dalam permainan ini tidak menggunakan peralatan hanya menggunakan halaman atau tempat yang kosong F. remaja putra – putrid E. bisa juga lebih. Sumber : balaibanjar. Kalau di yogyakarta dan sekitarnya permainan ini di kenal dengan nama Incak-incak Alis (Ancak Ancak Alis) yang beda Cuma lagu dan dialognya kalau tata cara permainanya sama yang jelas kalau di yogyakarta menggunakan bahasa jawa. Manfaat Dengan adanya kesenangan ini dapat mengurangi ketegangan . Penentuan kemenangan Dalam permainan ini tidak apa penentuan menang kalah. H. D.com 23) PERMAINAN ULAR NAGA PANJANGNYA A.SD). Latar Belakang Ular Naga adalah satu permainan berkelompok yang biasa dimainkan anak-anak Jakarta di luar rumah di waktu sore dan malam hari. Meong akan berusaha masuk kedalam lingkaran dan berusaha menangkap bikul. Sasaran Anak-anak maupun orang dewasa E. Sasaran Anak – anak. G.29 D. B. Peraturan Permainan Pelaksanaan Permainan  Lapangan dan Peralatan .hanya untuk mencari kesenangan semata I. Tujuan Permainan Ular Naga Panjangnya ini bertujuan untuk melatih kemampuan gerak yang disertai dengan lagu agar memperoleh kesenangan dalam bermain dan memupuk sikap kerja sama serta rasa bersosialisasi. Lebih menarik apabila dimainkan di bawah cahaya rembulan. Peserta Dalam permainan ini biasanya diikuti oleh lebih dari 8 orang atau lebih. anak-anak umur 5-12 tahun (TK . Anak-anak yang membentuk lingkaran juga akan berusaha menghalangi meong masuk kedalam lingkaran. C. Pemainnya biasanya sekitar 5-10 orang. Pelaksanaan Permainan Peraturan dalam permainan ini adalah satu orang memerankan bikul (tikus) satu orang memerankan sebagai meong (kucing) dan yang lainnya bertugas melindungi bikul dari meong dengan cara membentuk lingkaran kemudian sibikul berada di dalam lingkaran sedangkan meong berada di luar lingkaran. Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumah yang agak luas.

si B Apel. Hanya memerlukan lapangan dengan ukuran 10 x 10 m. Perbantahan lagi. lapangan rata. tanpa sepengetahuan teman teman yang lain kalau nanti orang yg terbelakang/ tertangkap ditanya 'pilih apel ato strawberry?'. Dalam bermain tidak memerlukan peralatan. ditempatkan di belakang salah satu "gerbang". bermain sebagai "induk" dan berada paling depan dalam barisan. sebagai Ular Naga yang berjalan-jalan dan terutama mengitari "gerbang" yang berdiri di tengah-tengah halaman. kalau apel ya ikut B. . Seringkali perbantahan ini berlangsung seru dan lucu. Sampai pada akhirnya.buahan.30 Dalam bermain permainan Ular Naga Panjangnya ini tidak memerlukan lahan yang cukup luas.  Jalannya Permainan Anak-anak berbaris bergandeng pegang 'buntut'. Dengan terdengarnya nyanyi. Ular Naga akan berjalan melewati "gerbang". Atau. Barisan akan bergerak melingkar kian kemari. Ini bisa menggunakan lapangan terbuka. si anak yang tertangkap disuruh memilih di antara dua pilihan.akan berdialog dan berbantah-bantahan dengan kedua "gerbang" perihal anak yang ditangkap. misal buah . Setelah itu. permainnya rata – rata berjumlah 5 sampai dengan 10 orang dalam tiap kelompoknya. Sebelumya yang jaga atau yang menjadi gerbang misal si A dan si B. Seorang anak yang lebih besar. dan berdasarkan pilihannya. yakni anak yang berada di belakang berbaris sambil memegang ujung baju atau pinggang anak yang di mukanya. dan lalu ada lagi seorang anak yang ditangkap. ketika lagu habis. dengan berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan di atas kepala. seorang anak yang berjalan paling belakang akan 'ditangkap' oleh "gerbang". sambil menyanyikan lagu. sehingga anak-anak ini saling tertawa. A Strawberry. Kemudian dua anak lagi yang cukup besar bermain sebagai "gerbang". karena salah satu daya tarik permainan ini adalah dalam dialog yang mereka lakukan. Demikian berlangsung terus. dan juga bisa dilakukan di dalam ruangan. Pada saat terakhir.  Pemain Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki maupun anak permempuan. si "induk" --dengan semua anggota barisan berderet di belakangnya-. atau paling besar. "Induk" dan "gerbang" biasanya dipilih dari anak-anak yang tangkas berbicara. Kalo pilih strawbery brarti dia ikut A. Ular Naga kembali bergerak dan menerobos gerbang. anak-anak bubar dipanggil pulang orang tuanya karena sudah larut malam. hingga "induk" akan kehabisan anak dan permainan selesai. sebelum permainan dimulai mereka kompromi dulu mau pake pilihan apa. Permainan akan dimulai kembali. Pada saat-saat tertentu sesuai dengan lagu.

barisan mengucap "isi isi . tapi dalam permainan ini inti permainan ini adalah kedua regu berlomba-lomba dapat mencapai titik sasaran atau yang disebut makkah. Dan bias dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan. Jarak antara regu yang satu dengan regu yang lain adalah sekitar 2 (dua) meter.  Pada kali yang terakhir menerobos "gerbang".  Kedua regu menghadap ke titik sasaran atau Makkah.kosong" berkali-kali hingga seluruh barisan lewat. Yang sangat bermanfaat. D. sambil menerobos "gerbang". Latar Belakang Permainan ini berasal dari Nangroe Aceh Darusalam mengemban pesanpesan moral dan nilai-nilai budaya. permainan ini biasanya dilakukan anak 9-13 tahun atau lebih.peserta nya paling sedikit 4 orang. Ular naga panjangnya bukan kepalang Menjalar-jalar selalu kian kemari Umpan yang lezat. F. Letak Makkah berada di tengah-tengah atau di antara kedua regu. yakni pada saat barisan bergerak melingkar atau menjalar. dan mulai lagi menjalar dan menyanyikan lagu di atas. Nama permainan tradisional makah-makah merujuk pada ―makkah‖ aatau ―mekah‖ yang dapat diartikan menjadi kiblat. hingga akhir barisan dan anak yang terakhir di buntut ular ditangkap ("gerbang" menutup dan melingkari anak terakhir dengan tangan-tangan mereka yang masih berkait). B.MAKAH A.isi" berkali-kali. itu yang dicari Kini dianya yang terbelakang  Kemudian. Alat yang Digunakan Alat yang digunakan sangat mudah. barisan mengucap "kosong kosong . Sumber Keterangan mengenai permainan Ular Naga Panjangnya ini diperoleh melalui informasi di internet dan juga melalui cerita dari kakek nenek dan orang tua. Demikian berlaku dua atau tiga kali. termasuk si "gerbang". C.  Masing-masing regu bertanding untuk dapat sampai terlebih dulu ke titik sasaran atau Makkah. . Peserta Permainan ini dilakukan oleh dua regu.yaitu sebiji batu atau benda lain yang berukuran kecil yang mudah disembunyikan dalam genggaman tangan. 24) PERMAINAN MAKAH . Pelaksanaan Permainan  Kedua regu saling berhadap-hadapan pada suatu garis lurus secara berurutan atau sejajar.31  Lagu ini dinyanyikan oleh semua pemain.

baik yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu atau yang pura-pura diberi batu untuk mengecoh regu lawan.  Tebakan yang dilakukan oleh kedua regu secara bergantian ini dilakukan dengan terus-menerus hingga salah satu regu dapat mencapai titik sasaran atau Makkah. Pemberian batu oleh ketua regu pertama dilakukan dengan rahasia atau tidak boleh sampai diketahui oleh regu kedua. Waktu dan Tempat Permainan Makah-Makah biasanya dilakukan oleh anak-anak di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan sekitarnya pada waktu sore hari atau pada saatsaat senggang. Hal yang sama juga dilakukan oleh ketua regu kedua. F. bersikap seolah-olah sedang menggenggam batu dengan menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung. Hal ini dilakukan secara bergantian dan berlaku juga untuk regu kedua. yaitu dengan seolah-olah memberikan batu kepada semua anggota regu yang dipimpinnya meskipun sebenarnya yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu hanya satu orang.  Setiap anggota kedua regu. Penentuan Kemenangan Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini.  Setelah batu yang asli disembunyikan oleh salah satu anggota regu sementara anggota regu yang lain seolah-olah juga memegang batu dengan berpura-pura menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung.  Supaya pemberian batu tidak diketahui oleh regu lawan. regu pertama akan semakin mendekati titik sasaran atau Makkah. Cara masing-masing ketua regu menebak di mana keberadaan batu milik regu lawan adalah dengan menunjuk salah satu anggota regu lawan yang dianggapnya memegang batu tersebut.32  Tugas ketua regu pertama adalah mengawasi atau menempatkan batu yang diberikan kepada salah satu anggota regunya. Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini E. maka regu pertama diperbolehkan untuk maju selangkah ke depan. Begitu pula sebaliknya  Saling menebak itu dilakukan secara bergantian. Dengan demikian.  Apabila regu kedua tidak betul atau salah dalam menerka di mana keberadaan batu yang dimiliki oleh regu pertama. maka tugas ketua regu kedua adalah menebak di mana batu yang dimiliki oleh regu pertama. maka masingmasing ketua regu harus mempunyai strategi. Permainan Makah-Makah bisa dilakukan di tanah lapang atau di pekarangan rumah dengan lahan yang agak luas karena melibatkan cukup banyak peserta. .

Tujuan Permainan ini bertujuan untuk mengisi waktu luang anak-anak dan meningkatkan kekuatan otot tangan.Maka dalam permainan ini tidak ada kedua hewan tersebut dan diganti dengan manusia. memperoleh keterampilan. www. berolahraga yang sekaligus berfungsi sebagai sarana latihan untuk hidup bermasyarakat. Persiapan Permainan ini dilakukan oleh sekelompok anak asalkan mempunyai pasangan dan jumlahnya tak terbatas. G. Sumber Permainan tradisional merupakan simbolisasi dari pengetahuan yang turun-temurun dan mempunyai fungsi atau pesan di baliknya. Peraturan Permainan  Setiap pasangan berdiri pada tempat yang sudah ditentukan dan salah satu dari setiap pasangan berdiri menggunakan tangan dan kakinya dipegang oleh pasangannya. berkreasi. peserta harus melakukan pergantian posisi dengan pasangan masing-masing.  Tidak boleh menabrak pasangan lain. Latar Belakang Garu-garuan adalah permainan tradisional Indonesia yang berasal dari Lampung.com 25) PERMAINAN GARU . B.  Setelah sampai diujung yang ditentukan.melayuonline. garu itu sendiri adalah proses membajak sawah menggunakan hewan.  Pada hitungan ketiga setiap pasangan harus mulai berjalan. dan melatih kesopanan dan ketangkasan.Namun umumnya dilakukan oleh anak laki-laki.  Masing masing pasangan tidak boleh mengotori jalur pasangan lain dengan kerikil atau benda berbahaya lainnya.GARU A. Peserta Dalam permainan ini peserta yang dibutuhkan minimal 2 orang dan selebihnya tidak terbatas baik laki-laki maupun anak perempuan.33 G. Tanggapan Masyarakat Permainan tradisional merupakan hasil budaya yang besar nilainya bagi anak-anak dalam rangka berfantasi. Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus.selain itu dibutuhkan tanah yang lapang dan permukaannya rata dan aman. . D. C. E. bisa menggunakan sapi maupun kerbau. Sasaran Anak anak dan remaja. H.Hanya menggunakan tangan dan kaki kita saja. F.

setelah sampai diujung maka setiap pasangan mengganti posisi dan kembali berjalan ketempat semula. jumlah orang atau pemain menyesuaikan besarnya pengrubung . menurunkan emosional dan bersosialisasi. Layar. mengisi waktu luang. Manfaat Gembira. sikap kebersamaan dan kekeluargaan. H.Setelah hitungan ketiga maka setiap pasangan tadi mesti berjalan bahkan boleh berlari asalkan tangannya kuat. Latar Belakang Krubungan adalah permainan yang sering dilakukan oleh anak-anak setiap sore jam 5 (lima) untunk menunggu mulainya shalat maghrib (berjama‘ah) dan mengaji. Sasaran Anak-anak dan remaja. Tanggapan masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan anaknya melakukan parmainan ini namun ada beberapa orangtua yang tidak menyukai anaknya bermain ini dengan berbagai alasan yang mereka punyai. Jarit. J. Peraturan Permainan  Lapangan dan Peralatan  Lapangan Tempat bermain bisa di alam terbuka maupun tertutup akan tetapi lebih baik dilantai yang bersih.  Pemain  Krubungan bisa dimainkan oleh putra maupun putri. Seprai. Tujuan Bermain.34  Peserta yang terlebih dahulu kembali ke garis awal adalah pemenang. Sumber Opu Lis\orang lampung{Waykana} 26) PERMAINAN KRUBUNGAN A.  Peralatan Alat untuk merubungi atau untuk menutupi bisa menggunakan: Terpal. D. biasanya setelah terdengar suara adzan maghrib permainan dihentikan terus dilanjutkan shalat berjama‘ah dan mengaji. panca indra peraba meningkat. C. melatih kejujuran. B. Pelaksanaan Permainan Setiap pasangan menentukan siapa yang terlebih dahulu menjadi kerbaunya dan harus berjalan dengan tangan dan kaki yang menjadi kerbau tadi dipegangi pasangannya. melatih daya pikir otak. Siapa yang paling cepat sampai ditempat semula maka pasangan itulah pemenangnya. I. E. Slimut.

bermain dengan gembira.35 (penutup).  Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai. Nyanyianya yaitu: sing siripit tulang bawang sapa sing kejepit tunggu lubang  Sebelum mulai permainan penunggu lobang terlebih dahulu mengenali bentuk fisik atau apa saja dari pemain yang dikerubungi (dititupi) agar penunggu dapat menebak orang yang diraba. dan orang yang dapat ditebak oleh penunggu keluar dari tempat pengkrubung.  Setelah semua pemain sudah masuk kedalam krubungan (penutup) sipenuggu membuka matanya dan mendekati krubungan lalu meraba pemain yg ada di dalam krubungan (penutup) dan mencoba menebak namanya. diadakan nyanyian ―sing siripit‖ untuk menentukan siapa yang akan menjadi penunggu lobang. bersosialisasi. dengan mengelompokan jenis klamin laki-laki dan perempuan.  Apabila sipenunggu berhasil meraba salah satu pemain dan dapat menebak siapa nama orang itu maka penunggu berhasil.  Begitulah seterusnya permainan dilakukan sampai saatnya terdengar bunyi adzan. jadi laki-laki main sendiri dan perempuan sendiri. melatih panca . Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan krubungan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak.  Selanjutnya pemain yang tidak menjadi penunggu masuk dalam pengkrubung (penutup). sipenunggu boleh menebak semua pemain sampai ketebak semua.  Masing-masing kelompok laki-laki dan prerempuan dipisah. untuk menghindari hal-hal negatif.  Setelah selesai mengenali bentuk fisik lalu sipenunggu mengejamkan matanya sebentar sampai pemain dikerubungi (ditutupi) selesai. dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng. F.  Seandainya sipenunggu cuma bisa menebak satu pemain lalu menyerah berarti pemain yang ketebak tadi berganti menjadi penunggu dan apabila yang tertebak lebih dari 1 (satu) orang misal 4 (empat) orang maka empat orang tersebut melanjutkan nyayian ―sing siripit‖.

36

indra, melatih daya pikir otak, melatih kejujuran, mempererat silaturahmi, dan menjalankan shalat jama‘ah bersama dan mengaji. G. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional krubungan yaitu dengan cara tanya jawab terhadap masyarakat Desa Pesuningan, Prembun, Kebumen. Sumber Informasi antaralain: Salamah Beliau adalah nenek saya, beliau telah memberi informasi tentang permainan krubungan. Juwariyah Beliau adalah ibu saya, beliau telah memperjelas informasi tentang permainan krubungan yang selama ini saya mainkan.

27) PERMAINAN KRIKILAN
A. Latar Belakang Permainan ini sudah ada di daerah saya tingggsl. Biasanya dimainkan oleh anak-anak dan remaja. Bentuk permainan berupa permainan yang menggunakan kerikil-kerikil kecil, siapa yang bias mendapatkan paling banyak kerikil berarti dialah yang menjadi pemenangnya. Dengan cara dua jari telunjuk dan jarimanis membentuk huruf yang menyerupai huruf ―A‖ melewati kerikil tersebut dan jangan sampai jari tersebut menempel salah satu kerikil tersebut. Permainan ini dilakukan hanya untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan konsentrasi. Serta dapat meningkaatkan pergaulan antar teman dan melatih kejujuran. B. Pemain  Sasaran : anak-anak SD dan remaja  Sek : Laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang C. Alat, tempat dan Waktu  Alat : kerikil  Tempat : halaman rumah, teras rumah  Waktu : dimainkan kapan saja saat anak-anak pada waktunya bermain. D. Pelaksanaan Permainan  Sebelum pertandingan dimulai, biasanya melakukan undian untuk siapa yang pertama untuk menjalankan permainan.  Dengan cara kerikil dipegang dengan kedua tangan membuka ke atas kerikil tersebut diangkat kira-kira 4 cm dari atas tanah atau lantai. Kemudian kerikil dijatuhkan.  Kerikil tersebut pastinya berserakan dengan jalan melewati kerikil satu persatu dengan ujung jari telunjuk dan jari manis menempel lantai, harus meleti kerikil tersebut dan jangan sampai menempel kerikil yang lain.  Jika salah satu jari menempel kerikil maka permaian berhenti dan pemain yang satunya lagi yang bermain. Dengan cara seperti di awal, begitu seteeerusnya sampai kerikil tersebut habis.

37

E. Penentuan Kemenangan Pemain dikatakan sebagai pemenan jika paling banyak mendapatkan kerikil F. Tanggapan masyarakat Permainan ini sekarang sudah jarang dimainkan oleh anak-anak jaman sekarang, bahkan sudah tak ada lagi yang memainkannya lagi. G. Sumber Pengalaman saat masih kecil, dari masyarakat setempat di daerah saya tinggal.

28)

PERMAINAN TRI LEGENDRI NOGOSARI

A. Latar Belakang Sejarah permainan ini dimainkan sederhana dan sering dilakukan oleh anak-anak di zaman dahulu, paling tidak sebelum tahun-tahun 1980-an, ketika televisi belum mewabah. Ketika itu andalan permainan anak-anak adalah dolanan berkelompok dengan memanfaatkan benda-benda di sekitar lingkungan, seperti batang kayu, daun, batu, kerikil, kreweng, biji buah, dan sebagainya. B. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh sekelompok anak-anak, remaja dan dewasa. Pada umumnya mereka memainkan permainan ini semata-mata hanya untuk menciptakan unsur kegembiraan. Dolanan ini biasanya dimainkan oleh anak-anak kecil di halaman luas di sekitar rumah atau di sekitar lapangan. Anak-anak yang bermain biasanya berumur sekitar 7—14 tahun dan yang sering bermain adalah anak laki-laki, karena mengandalkan kekuatan fisik untuk berlari. Namun kadang juga dimainkan oleh anak perempuan atau campuran. C. Alat yang Digunakan Anak-anak yang hendak bermain dhoktri biasanya berkumpul dulu di suatu tempat (halaman, pekarangan, kebun, atau lapangan). Setelah berkumpul, mereka mencari pecahan genting atau gerabah (disebut kreweng atau wingka) Selain itu mereka juga harus mencari sebuah batu agak besar yang berfungsi sebagai kodhok (penentu pemain yang kalah). Setelah mendapatkan alat bermain, biasanya mereka membuat lingkaran (bisa juga berbentuk bujur sangkar) di tanah atau di lantai, dengan kapur, kreweng, atau kayu. Diusahakan jumlah kotak pada bujur sangkar atau lingkaran sesuai dengan pemain. Karena jumlah pemain 8 anak, maka bujur sangkar atau lingkaran dibuat 8 kotak (ruang). D. Pelaksanaan Permainan  Kita harus menyiapkan kreweng/ pecahan genting bulat sebanyak 4 dan batu 1 buah.  Tiap anak memegang kreweng satu-satu.  Kemudian menyanyikan lagu gotri nagasari dengan batu dan kreweng dipindah di depan temannya sesuai dengan lingkaran yang dibuat kea rah temannya sebelah kanan sambil menyanyikan lagu tri logendri nagasari sampai lagunya selesai.

38

 Jika lagunya sudah selesai dinyanyikan, anak yang didepan mendapat batu,anak itulah yang menjadi kataknya.  Anak yang menjadi katak harus menunggu kataknya, dan temantemannya yang lain bersembunyi. Setelah temannya yang bersembunyi ketemu, lalu memanggil nama temannya sambil memegang / menginjak batu tersebut.  Jika sudah ketemu semua kemudian bermain lagi, kalau belum ketemu semua yang jadi katak harus mau menunggu/ mencari sampai si anak tersebut ketemu atau menyerahkan diri.  Permainan ini kemudian diulang-ulang terus hingga si anak mulai bosan.  Lagu yang dinyanyikan dalam permainan ini: Tri logendri nagasari ri Tiwul iwal iwul jenang katul..tul Dolan awan-awan ndelok manten ..ten Titenano mbesok gedhe dadi opo..po Podho mbako enak mbako sedheng dheng Dhengkol ela-elo dadi kodok… E. Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini anak yang dikatakan menang/ kalah, ditentukan oleh factor keberuntungan masing-masing anak. Seorang anak dikatakan kalah apabila tidak beruntung dalam artian si anak akan mendapatkan katak secara terus-menerus. Dan anak dikatakan menang apabila mereka lolos tanpa mendapatkan katak. F. Sumber Suwandi Sumber: Buku ―Permainan Tradisional Jawa‖, Sukirman Dharmamulya, dkk, Kepel Press, 2004 dan pengalaman pribadi

29) PERMAINAN MAIN SISIK
A. Latar Belakang Anak-anak perempuan di Sibolga, Tapanuli Tengah mengenal permainan ini dengan nama main sisik. Menyisik dalam dialek itu berarti menyatakan batu (sesuatu) secara perlahan-lahan. Memang dalam permainan ini kegiatan yang menjatuhkan batu secara perlahan-lahan dan tersembunyi merupakan inti permainan dan yang selanjutnya harus diterka pada siapa batu itu berada. Permainan Main Sisik berasal dari daerah Sumatera Utara. Namun para informan dan orang tua yang ditanyai soal asal usul permainan ini tidak dapat memastikan apakah permainan Sisik ini berasal dari daerah mereka atau datang dari luar. Yang dapat mereka kemukakan hanyalah, bahwa mereka sudah mengenalnya sejak lama, mungkin sampai tujuh puluh tahun atau lebih. Hal ini terbukti dari pengalaman mereka sendiri yang sudah melihat permainan ini sejak mereka lagi kecil, dan mereka sekarang sudah tua-tua.

karena bagi anak laki-laki permainan ini kurang aktif atau kurang gerak. Tetapi kalau tebakan tadi salah permainan diteruskan ke tahap berikutnya. karena cara menjatuhkan tadi dilakukan dengan penuh siasat dan kesamaran untuk mengelabuhi lawan. Tahap kedua dari permainan ini adalah berupa perbuatan melangkahi kaki-kaki yang dilunjurkan kedepan oleh kelompok lawan. Alat lainnya tidak diperlukan. Kalau terjadi kesalahan akan terjadi pergantian pemain. Permainan biasanya hanya dimainkan oleh anak perempuan saja.  Aturan Permainan Kelompok yang menang menadahkan tangannya masing-masing kebelakang untuk menampung batu yang akan dijatuhkan pelan-pelan oleh ketua kelompok. kalau berhasil dilangkahi dengan baik. Yang menang sut akan menjadi pihak yang membunyikan batu. Tugas kelompok penebak adalah menerka siapa yang menyimpan batu itu.  Tahap Permainan Pada tahap ini kelompok penemak akan mengunjurkan (menjulurkan) kakinya masing-masing ke depan.39 B. Penebakan itu tidak begitu mudah dilakukan. berupa tersinggungnya kaki tersebut pada saat dilangkahi atau di lompati. maka terjadi pertukaran pemain. D. karena dianggap belum mampu melakukan permainin ini. dan yang kalah akan menjadi penebak. Mereka duduk dengan jarak tertentu. maka permainan di lanjutkan. Alat dan Fasilitas Peralatan yang dibutuhkan dalam permainan ini hanyalah sebuah batu kecil yang dijadikan alat tebakan. penebak menjadi yang menyembunyikan batu. dan kaki mereka dilunjurkan ke muka secara sejajar.asing-masing kelompok bertindak sebagai ketua kelompok. dan kelompok yang menyembunyikan batu tadi menjadi penebak. sedang ketua kelompok berdiri dan melakukan sut. Peserta Pelaksanan permainan Main Sisik memerlukan 10 orang peserta. Jumlah ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing 5 orang. Sebaliknya anak-anak dibawah 6 tahun belum diajak serta. dan iytu akan dilangkahi atau di lompati oleh lawan satu persatu. Pelaksanaan Permainan  Persiapan Sepuluh orang peserta dalam permainan ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing terdiri atas lima orang. Kalau kelompok penebak berhasil menerka. Anak-anak yang berumur lebih biasanya tidak menyukai permainan ini karena mereka menganggap permainan ini terlalu ringan. Kedua kelompok duduk berhadap-hadapan. Anggota kelompok . Pelaku permainan berumur antara 6 sampai 10 tahun. Dalam hal ini tisdak boleh terjadi kesalahan. agar mungkin lebih sulit dilangkahi. dan satu orang dari m. C.

Wujud dari kepositifan itu adalah berupa dorongan dan kehadiran mereka dalam menyaksikan permainan kalau anak-anak sedang memainkannya. Jadi pada tahap pertama dapat menebak keberadaan batu. Kebanyakan mereka menganggap permainan seperti ini tidak ada gunanya dan hanya membuang waktu saja. Bambang. Permainan Anak-anak Daerah Sumatera Utara. Jakarta. Sumber Suwondo. Penentuan Kemenangan Ketentuan kalah menang adalah demikian :  Jika sebuah kelompok dengan seluruh anggotanya berhasil melalui tahap-tahap tadi dengan baik. Hal ini terlihat dari kurang pedulinya mereka terhadap permainan ini. H. G. Pada setiap terjadi kegagalan langsung diadakan pergantian kelompok yang bermain. Kelompok yang berhasil ini dinyatakan menang. mungkin disebabkan oleh rasa simpatik mereka terhadap yang menang atau karena sebab lainnya.  Jika terjadi kegagalan dalam menyelesaikan tahap-tahap itu.40 E. lompatan secara berganti-ganti juga dilakukan oleh seluruh anggota kelompok pelompat. maka kelompok itu belum dapat dinyatakan menang. menjaga adiknya. dll. . Berbeda dengan masa lampau. Pada tahap kedua dapat melompat dan demikianlah seterusnya. namun yang dilompati lebih sulit. seperti belajar. F. Permainan ini juga dilakukan pada siang dan sore hari setelah mereka melakukan aktivitas yang lain. yang melompati melakukan lompatan secara bergantian. Tahap ketiga juga berupa lompatan.  Tahap keempat tetap berupa lompatan dengan tingkat kesulitan yang lebih sulit. Bahkan mereka juga turut bersorak bergembira melihat anak-anak yanmg sedang melakukan permainan. Seluruh anggota pelompat harus melompatinya secara bergantian. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat terhadap permainan ini pada masa sekarang boleh dikatakan juga turut mundur. para anggota masyarakat memberikan tanggapan yang positif terhadap permainan ini. Di masa sekarang ini hal yang demikian sudah jarang dapat dilihat. karena kaki yang dilunjurkan itu sekarang diletakkan yang satu di atas yang lain. Mungkin para orang tua juga para anggota masyarakat sudah berubah pula pandangan mereka terhadap permainan ini. Waktu dan Tempat Permainan ini biasanya dilakukan di teras rumah atau di bawah pohon yang rindang (tempat yang teduh). Kaki yang dilunjurkan masih bertindih dan diatas masih ditambahi dengan dua tangan dengan jari terentang. Mereka cenderung untuk menyuruh anak-anak agar melakukan tugas-tugas yang bermanfaat di rumah. 1984.

Dahulu permainan ini hanya diperuntukan bagi kaum lelaki dewasa saja. tua. hanya laki-laki dewasa sajalah yang boleh memainkannya. Anak-anak tidak boleh bermain karena dikhawatirkan anak menimbulkan kegaduhan. Kemudian. Dahulu permainan ini hanya dilakukan pada malam hari di halaman rumah orang yang baru meninggal. C. Namun. D. di halaman rumah adat. Peralatan Permainan Peralatan dalam permainan ciko guru hanyalah batu kerikil. Alat permainan ini nantinya ada yang digunakan sebagai gacu dan ada yang dijadikan sebagai taruhan. Tahap pertama. Asal usul permainan ciko guru di kalangan orang Jailolo maupun Sahu sudah tidak dapat diketahui lagi. Sekitar 30 cm di depan tonggak akan dibuat garis sebagai batas sah atau tidaknya lemparan pemain. muda maupun anak-anak. buah gelici atau kelerang. Di sana. E.41 30) PERMAINAN CIKO GURU A. Peraturan Permainan Aturan dan proses permainan ciko guru dapat dibagi menjadi dua tahap. Tempat Permainan Permainan ciko guru dapat dilakukan di mana saja. Pemain Permainan ciko guru dapat dimainkan oleh maksimal 4 orang. Ciko guru dapat diartikan ―menunjuk‖ karena dalam permainan ini orang baru boleh bermain setelah ditunjuk oleh lawan mainnya. yaitu permainan melempar dan mencukil 10 buah batu atau buah gelici dalam jarak tertentu hingga seluruhnya masuk ke dalam lubang. Tepat di tengah-tengah bujur sangkar ada sebuah lubang dengan diameter sekitar 5 cm. khususnya di kalangan orang Jailolo dan Sahu yang berada di Maluku Utara. B. dipasanglah sebuah tonggak bambu atau kayu sekitar 17 cm yang nantinya akan ditanam dengan kedalaman 2 cm (hanya menyisakan 15 cm di atas permukaan tanah). di halaman rumah. Latar Belakang Maluku adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Di dalam arena permainan ciko guru akan dibuat sebuah bujur sangkar dengan sisinya kira-kira 60 cm. Permainan ciko guru kadang-kadang disebut juga dengan ―main batu membayar kenari‖ karena bagi yang kalah harus membayar sejumlah kenari atau langsat atau kelereng sesuai dengan kesepakatan antarpemain sebelum permainan dimulai. ada sebuah permainan tradisional yang bernama ciko guru. Maka dari itu. perempuan. Sementara kaum perempuan pada waktu itu biasanya akan membantu menyiapkan hidangan di rumah orang yang ditimpa musibah tersebut. Namun saat ini ciko guru dapat dimainkan oleh siapa saja baik lelaki. Jarak antara tonggak dan bujur sangkar sekitar 12 meter. ataupun di lapangan. jika lebih dari itu maka pemain lain akan membentuk kelompok sendiri dengan membuat arena bermain yang boleh berdekatan dengan kelompok lain. pemain harus melempar gacunya dari tepi lubang ke arah .

Selanjutnya permainan akan dimulai dengan urutan seperti aturan-aturan yang telah dijelaskan di atas. dan (4) penentuan kalah menang dalam permainan ini adalah bagi siapa yang dapat memasukkan gacu paling banyak. (2) cara memasukkan batu pada tahap kedua ini adalah dengan menjentikkan batu menggunakan kuku ibu jari atau jari kelingking. Aturan-aturan yang terdapat dalam tahap pertama ini adalah: (1) pemain harus melempar gacu melewati garis batas di depan tonggak agar dapat mengikuti tahap berikutnya. maka dialah pemenangnya.42 tombak yang jaraknya sekitar 12 meter. maka dianggap tidak sah. 1981. (pepeng) G. (3) bila gacu yang dilempar mengenai gacu lawan. Sementara itu. Ambon: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . dan lawan tersebut akan menunjuk 1 buah batu yang nantinya akan digunakan sebagai batu pertama sewaktu dimasukkan ke dalam lubang. maka pemain itu dapat menentukan sendiri batu mana lagi yang akan digunakannya. Namun apabila kedua batu tersebut masuk ke lubang secara bersamaan. melainkan di sisi luar garis bujur sangkar yang jaraknya sekitar 60 cm dari lubang. maka pemain berhak mengambil semua kenari yang berada di dalam lubang dan permainan diulang seperti semula lagi. Pada tahap kedua lemparan tidak dilakukan di pinggir lubang. maka pemain harus kembali melempar. gacu mengenai kenari atau gelici hingga ada yang keluar dari lubang. dengan syarat salah satu tangan harus menapak pada garis batas bujur sangkar. Sumber Suradi Hp. Permainan Rakyat Maluku. barulah kemudian penentuan nomor urut pemain dengan jalan suten atau undi. (4) bila batu yang dijentikkan tersebut mengenai batu lain dan keduanya masuk lubang secara berurutan maka dinyatakan sah dan mendapatkan dua nilai. dkk. Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan yang disebut sebagai ciko guru ini adalah kerja keras dan sportivitas. Nilai kerja keras tercermin dari semangat pemain yang berusaha agar lemparannya dapat sedekat mungkin dengan tonggak. proses permainannya. dan bagi pemain yang memperoleh buah kenari atau gelici yang terbanyak maka ia dinyatakan sebagai pemenangnya. Setelah taruhan disepakati. tetapi juga mau menerima kekalahan dengan lapang dada. F. dan untuk menjentik gacu agar masuk ke lubang dan memperoleh nilai. (2) apabila pada waktu melempar itu gacunya tidak melewati garis batas di depan tonggak. dan (4) pemain yang gacunya paling dekat dengan tonggak akan mendapat kesempatan pertama untuk melempar pada tahap berikutnya. Dan. setelah membuat lubang dan memasang tonggak adalah menentukan jumlah taruhan untuk satu kali permainan. (3) bila batu pertama berhasil masuk lubang. maka lawan tersebut harus kembali melempar. nilai sportivitas tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan. dengan aturan sebagai berikut: (1) pemain akan menunjukkan batu-batu yang dimilikinya pada lawan mainnya.

D.  Pemain kedua melakukan lentingan dengan satu jari telunjukkaretnya yang berada di tanah hingga karet tersebut berada di jarak satu kilan ( jengkal ) . Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan. F. Pemain  Sasaran : 1) anak-anak usia SD. kebun. 2) remaja  Sek : laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang E. C. dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan. Prasarana dan Waktu Permainan  Alat : karet lingkar ( karet gelang )  Tempat : halama rumah. Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet. semakin dekat maka semakin bagus. Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya. kemudian  Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan. dan pagi hari ketika hari libur sekolah. Latar Belakang Kilanan adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang. dll  Waktu : siang hari setelah anak-anak pulang sekolah. gembira. Sarana.  Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah.43 31) PERMAINAN KILANAN/ JENGKAL A. B. sore hari.  Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap. Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli secara langsung. Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimuali. .  Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah keretnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet. Manfaat Permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman . Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal.

―Ancong-ancong‖ berasal dari bahasa Yamdena. Beliau ini banyak tahu berbagai jenis permainan tradisional dari pengalaman masa kecil dan masa mudanya. baik lelaki maupun perempuan. Apabila pesertanya lebih dari 10 . Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan berdasarka pemain yang dapat melentingkan karetnya hingga jarak satu jengkal atau kurang dari itu dari karet lawan. yang dalam bahasa Indonesia sangat sulit untuk diterjemahkan. Angwarmase dan Fordata. yaitu Bapak Ngatimun ayah kandung saya sendiri. Pemenang berhak mengambil dan memiliki karet lawan yang berada di tanah tersebut. 32) PERMAINAN ANCONG . Peserta Permainan ancong-ancong biasanya dimainkan oleh anak-anak. Permainan ancong-ancong menurut penduduk Yamdena. Sumber Permainan ini disusun berdasarkan sumber terkait. Setiap rumah besar umumnya dihuni oleh 6 hingga 7 keluarga yang biasanya mempunyai banyak anak. I. B. Indonesia. Selaru.  Begitu seterusnya hingga siapa yang mencapai jarak satu jengkal atau kurang dari satu jengkal. biasanya anak-anak dari beberapa keluarga tersebut akan berkumpul menghabiskan waktu luang mereka dengan bermain di dalam rumah. usia 5 hingga 8 tahun. Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak. Salah satu permainan yang mereka lakukan adalah ancongancong. Latar Belakang Ancong-ancong adalah sebutan bagi orang Yamdena untuk sebuah permainan menebak salah satu tangan pemain yang berada di atas punggung pemain lainnya yang sedang dalam posisi merangkak. Umur 64 tahun berprofesi sebagai petani rumah tinggalnya di Kulon Progo.44  Jika jarak masih lebih dari satu kilan ( jengkal ) maka bergantian pemain pertama yang melintingkan karetnya supaya berada dalam jarak satu jengkal. Permainan ini terdapat di sekitar Kepulauan Tanimbar. bahkan sudah tidak ada lagi anak-anak yang bermain permainan ini. telah ada dan dimainkan sejak tahun 1930-an. permainan kilanan sudah jarang dimainkan sampai sekarang. Tanggapan Masyarakat Dahulu permainan kilanan sangat digemari oleh anak-anak terutama anak SD. khususnya Pulau Yamdena. Pada waktu itu. Seira.ANCONG A. di daerah Yamdena masih banyak keluarga yang hidup dalam satu rumah besar. daerah Maluku Utara. H. Pada waktu malam hari. G.  Apabila pemain pertama tersebut belum berhasil maka bergantian pemain kedua lagi yang melakukan lentingan.

 Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak. Bisa dimainkan oleh anak laki-laki maupun perempuan tidak dibatasi jenis kelamin. sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah. Satu orang akan dipilih menjadi perangkak dan seorang lagi menjadi pemimpin permainan (diregen). Khusus untuk diregen hanya meletakkan telapak tangan kirinya saja. Tunjukan jari tangan diregen akan berpindah-pindah dari tangan satu pemain ke pemain berikutnya. permainan tidak akan berjalan lancar. Sumber http://uun-halimah. anak. Permainan ini diawali dengan pemilihan dua orang yang dilakukan secara musyawarah/mufakat. sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah. Tanggapan Masyarakat Belum tahu karena di daerah saya belum ada yang memainkannya.45 C. Pada saat itulah pemain yang posisinya merangkak tersebut akan menebak tangan siapa dari pemain yang ditunjuk oleh diregen.html . Ancong-ancong mpeang angkomai roi-roi Angku tambah labu seela baelaba Cabu ruku rukuku cabu ruku rukuku ise Pada akhir lagu. tunjukan tangan diregen akan berhenti pada salah satu telapak tangan pemain. Apabila tebakan benar. F. D. maka pemain yang tangannya ditunjuk oleh diregen akan menggantikan posisi anak yang merangkak tersebut. Berikut ini adalah syair yang dilantunkannya. yaitu seseorang yang dipilih untuk merangkak harus menebak tangan siapa yang berada di punggungnya. Setelah itu. orang yang tertebak menggantikan perangkak. namun jika tidak berhasil maka si pemain akan tetap dalam posisi merangkak dan permainan dimulai kembali.blogspot. E. Penunjukan itu dilakukan ketika lagu dinyanyikan.  Biasanya dilakukan saat anak-anak sedang berkumpul bersama. Penentuan Kemenangan Jika si perangkak berhasil menebak tangan pemain yang ditunjuk dirigen. sementara tangan kanannya akan digunakan untuk menunjuk telapak tangan pemain lainnya.com/2008/08/permainan-ancong-ancongmaluku. G. Permainan ini sebenarnya tidak mengenal umur tetapi biasanya dimainkan oleh anak kecil berumur 5-8 tahun. permainan tidak akan berjalan lancar. perangkak akan mengambil posisi merangkak dan pemimpin permainan akan memberi aba-aba pada pemain lain untuk meletakkan kedua telapak tangan mereka pada punggung pemain yang merangkak. Apabila pesertanya lebih dari 10 anak. Asal Permainan Permainan ini berasal dari Maluku Pelaksanaan Permainan Permainan ancong-ancong sangatlah sederhana.

Yaitu seperti jatuh dan lainlain. Permainan lompat tali putar ini biasanya identik dengan kaum perempuan. Karet tersebut tidak dijual perbuah. Sedangkan kaum laki-laki hanya kadang kala saja ikut serta dalam permainan. yaitu pemegang karet dan pelompat karet. karena takut auratnya akan terlihat sewaktu melompati tali karet. Pelaksanaan Permainan Sebelum permainan diadakan. Latar Belakang Permainan ini sudah tidak asing lagi tentunya. sewaktu membuat rangkaian tali untuk membentuk tali karet. . Sasaran Tetapi biasanya permainan ini dilakukan oleh anak-anak sekolah dasar. Pada saat diturunkan. biasanya hanya sebagai penggembira saja dan hanya melompat saat ketinggian tali masih sebatas lutut atau pinggang. pengikat rambut dan barang-barang lainnya yang tidak membutuhkan pengikat yang kuat. Kalau pun ada yang ikut bermain. C. Karet-karet tersebut berbentuk bulat seperti gelang yang banyak terdapat di pasar-pasar tradisional. ons. diperlukan dua buah karet yang disambungkan dengan dua buah karet lain agar tidak mudah putus oleh anggota tubuh pemain yang sedang melompat. karena permainan lompat tali putar ini bisa di temukan hampir di seluruh indonesia meskipun dengan nama yang berbeda-beda. D. secara serentak tangan-tangan tersebut akan diangkat dan diturunkan. kemudian gelang karet tersebut dirangkai hingga menjadi tali yang memanjang. terlebih dahulu akan dipilih dua orang pemain yang akan menjadi pemegang tali dengan jalan gambreng dan suit. karena banyak resiko yang ditimbulkan dari permainan ini. Alat yang Digunakan Gelang karet sebanyak-banyaknya. Pemain dibagi dalam dua kelompok. melainkan dalam bentuk satuan berat (gram. Gambreng dilakukan dengan menumpuk telapak tangan masing-masing peserta yang berdiri dan membentuk sebuah lingkaran. Fungsi karet pada umumnya adalah sebagai pengikat plastik-plastik pembungkus makanan. Kemudian. Cara merangkainya adalah dengan menyambungkan dua buah karet pada dua buah karet lainnya hingga memanjang dengan ukuran sekitar 3-4 meter. karena karet akan mudah putus jika dipakai untuk mengikat terlalu kuat pada suatu benda. Tetapi prmainan ini tidak boleh dimainkan untuk anak umur dibawah 5 tahun. dan kilo). Anak perempuan yang telah berumur lebih dari 15 tahun biasanya akan segan untuk ikut bermain. B. atau anak-anak sekolah dasar kelas 1 sampai 6. Pemain lompat tali putar ini berjumlah 3-10 orang. Tetapi juga tidak sedikit anak laki-laki yang ikut bermain. Oleh karena itu. Dan permainan ini tidak membutuhkan keahlian khusus. Yang umurnya sekitar 7-15 tahun.46 33) PERMAINAN LOMPAT TALI A.

Apabila ibu jari beradu dengan jari telunjuk. maka jari kelingking akan kalah. E. khususnya ibu jari. untuk menentukan siapa yang terlebih dahulu akan menggantikan pemain yang gagal ketika melompat. Apabila yang terbanyak adalah posisi telapak terbuka. Ibu jari dilambangkan sebagai gajah. Sumber Sumber permainan tersebut tidak pasti asal-usulnya dari mana. Kedua orang tersebut nantinya akan melakukan suit. sebutan ini digunakan untuk memberi sebuah nama permainan yang cara bermainnya adalah dengan jalan membanting alat permainannya. Tetapi yang saya tau permainan tersebut sudah ada sejak ibu saya masih ada disekolah dasar. Dan begitu seterusnya sampai pemain merasakan jadi tukang jaga. maka ibu jari akan kalah. Sedangkan dari mana asal-usul permainan ini sudah sulit untuk ditentukan. . Permainan ini adalah milik semua lapisan masyarakat. Waktu Permainan Permainan ini dilakukan pada siang hari. Berau dan Kutai. pegawai tinggi atau rakyat biasa asal mau bermain tidak ada yang melarang. Permainan ini sebelum terdesak oleh alat permainan yang modern. Siapa yang terkena tali sewaktu melompat maka anak tersebut menggantikan jaga. tujuan dari permainan ini sekedar hiburan dan pengisi waktu senggang saja. Jenis permainan ini tidak memerlukan kekuatan phisik karena hanya diperlukan ketrampilan untuk membanting alat permainannya. Latar Belakang ―Cepli‖ artinya membanting. B. baik itu dari kalangan bangsawan. sebab semut dapat dengan mudah memasuki telinga gajah. Sedangkan apabila jari kelingking beradu dengan jari telunjuk. karena gajah akan menang jika bertarung dengan seorang manusia. maka yang memperlihatkan punggung tangannya dinyatakan menang dan gambreng akan diulangi lagi hingga nantinya yang tersisa hanya tinggal dua orang peserta yang akan menjadi pemegang tali. 34) PERMAINAN CEPLI A. sebab semut akan kalah dengan manusia yang mempunyai banyak akal. Suit adalah adu ketangkasan menggunakan jarijemari tangan. jari telunjuk sebagai manusia dan jari kelingking sebagai semut. Kemudian yang jaga tersebut memutar-mutar tali karet dan pemain berusaha melompati tali karet tetapi anggota badan pemain tidak boleh terkena tali. Namun apabila ibu jari beradu dengan jari kelingking. Tetapi sekarang sudah jarang kita jumpai lagi. dahulu di kalimantan timur berkembang di daerah-daerah Bulungan.47 posisi tangan akan berbeda-beda (ada yang membuka telapak tangannya dan ada pula yang menutupnya). maka ibu jari akan menang. sehingga gajah akan kalah. jari telunjuk dan jari kelingking.

asal penangkupan itu agak merenggang. Pelaksanaan Permainan  Persiapannya Bagi seorang calon pemain harus mempunyai dua buah uang logam kuningan yang bernilai satu sen ( uang Belanda ). Apabila tidak dipergunakan benda taruhan (misalkan bungkus rokok) maka untuk menentukan siapa pemenangnya bisa ditentukan sampai seratus. Jadi siapa yang mencapai jumlah seratus lebih dulu itulah yang menang. Biasanya permainan ini dimainkan oleh anak-anak pria saja yang berumur kira-kira 6-17 tahun. Kedua mata uangnya (kebat) dipegang dengan jalan menelungkupkan kedua muka uang yang diasah tadi atau boleh juga sebaliknya. Salah satu permukaannya diasah sampai tipis. Peserta Permainan ini bersifat individu dan kelompok.  Tahap-tahap Permainan Setelah diadakan undian maka permainan pertama adalah pemenang pertama dalam undian. Maksud dan tujuan menipiskan mata uang logam ini adalah agar mudah terbalik apabila dibanting. sehingga gambar pada bagian itu hilang. Mereka mersa bangga apabila ia bermain dengan baik dan menang. Jumlah pemainnya tidak terbatas paling sedikit dimainkan oleh dua orang. dan bila dimainkan lebih dari dua orang cara bemainnya bergantian menurut perjanjian dalam ketentuan permainannya. E. Jadi hanya ada salah satu gambar saja yang masih ada. dansudah dipersiapkan terkebih dahulu. Alatnya ini disebut ―kebot‖ sebelum bermain diadakan undian dengan suitan atau hum-pim-pa. Demikian hingga mereka lelah bermain.  Aturan Permainan Sebelum bermain aturan-aturan permainannya haruslah disepakati bersama. yakni bagian yang tidak diasah. Misalnya dalam kesepakatan tadi bagian yang halus (diasah adalah miliknya) sedangkan yang kasar (tidak diasah) adalah milik lawan. misalnya kesepakatan tentang alat permainannya bagian mana yang menjadi milik lawan. dengan permainan ini terjadilah hubungan yang harmonis dan mendidik kejujuran.48 C. Alat yang Digunakan Alat yang diperlukan adalah mata uang logam kuningan yang bernilai satu sen (Belanda). siapa yang menang adalah yang berhak bermain terlebih dahulu dan membanting kebot. oleh sebab itu disini diperlukan ketrampilan khusus bagi seorang pemain untuk mempermainkan alat permainannya. Alat kebat ani . D. Benda yang dipakai untuk taruhan dan jumlah taruhannya pun harus ditetapkan pula. Demikian seterusnya permainan dilakukan berdasarkan urutan pemenang dalam undian. Sehingga si pemain dapat memutar balikkan mata uang itu.

Masingmasing kelompok mengumpulkan jumlah nilai yang didapatkan dari para anggotanya. Sumber Buku Permainan Rakyat Daerah Kalimantan Timur ( Pengarang : Indonesia Dep. yaitu salah satu anggota tersebut tampil untuk mewakili kelompoknya mengadakan undian. tentunya disini yang bermain adalah yang belum mendapat giliran bermain. telunjuk dan ibu jari. Ibu jari dan jari tengah sebagai pemegang dan jari telunjuk berfungsi sebagai penahan (penyangga) agar pada waktu mengayun tangan letaknya tidak berubah. Demikian seterusnya sampai pemain itu mendapatkan nilai yang sudah disepakati itulah pemenangnya. apabila pada kesempatan pertama ini permainannya mati maka kesempatan kedua diberikan kepada lawan kelompoknya. Setelah dipegang baik-baik lalu tangan diayun kemudian dibanting keras-keras ke lantai. P dan K. Dua kelompok mengadakan undian terlebih dahulu. Untuk kesempatan ini diberikan kepada salah satu anggota kelompoknya untuk bermain. Permainan ini dapat dilakukan berkelompok. misalnya terdiri dari dua kelompok. Jakarta 1982. ―Ada yang menarik ketika berkunjung ke Sekolah Internasional Termasuk belum lama ini. Di sana juga dipamerkan berbagai gambar . Di sana terlihat belasan murid dan beberapa guru memainkan permainan tradisional Jawa Barat. F. Latar Belakang ―Domikado‖ nama ini diambil dari judul lagu dalam permainan ini. Jadi pemain yang pertama tadi yang sudah bermain apabila jatuh pada posisi mati maka ia harus diganti oleh pemenang undian berikutnya. yaitu yang satu pada bagian yang diasah dan yang satu pada bagian yang tidak diasah ini baerarti mati. pada kesempatan ini juga diberikan kepada anggota kelompoknya sampai permainannya mati. Kalau pemain tadi berhasil menjatuhkan kebat dalam ppsisi hidup boleh bermain terus sampai berulang-ulang sampai mati. Dimana lagu dalam permainan ini lagu iringan adalah lagu sebagai undian. hanya saja karena permainan ini sifatnya kelompok melawan kelompok. maka jalannya permainan sedikit agak berbeda. Sesampai di lantai mata uang akan melenting terbalik. yaitu jari tengah. cara bermainnya seperti di atas.bila kedua mata uang tadi sudah berhenti bergerak kemudian letaknya dilihat oleh seluruh pemain kalau letak kedua mata uang itu bertelentang pada bagian yang diasah itu berarti hidup. biasanya disebut ―ukir‖ apabila terlentang kedua-duanya pada bagian yang bergambar itu berarti hidup dengan nama ―belong‖. Bagi kelompok yang menang bermain terlebih dahulu. 35) PERMAINAN DOMIKADO A. Bila yang terlentang berbeda pada permukaannya.49 dipegang dengan tiga jari.

Latar Belakang Jumlah : Tidak terbatas.Semua jenis permainan tradisional itu nyaris tak dikenal lagi oleh masyarakat. dan leongan itu kaleng bekas . B.Dilihat dari namanya gempa itu getaran yang akan bisa mengakibatkan benda di sekitar roboh. D. Bila tepukan tidak mengenai maka anak yang menepuk keluar barisan. pagi. Waktu Pelaksanaan Permainan ini bisa dilakukan kapan saja.: Iringan Lagu : Do mi ka do Do mi ka do. Sumber Buku Permainan Tradisional Perpustakaan Universitas Negeri Yogyakarta.50 permainan dari dalam dan luar negeri. dll  Keadaan Sekarang Permainan ini masih dilakukan terutama oleh anak-anak namun jarang. misalnya dengan menyuruh bernyanyi.  Kemudian menyanyikan lagu secara bersama-sama sambil menepukkan tangan ke tangan teman disampingnya  Dan bila telah sampai pada bait terakhir. Komunitas Hong terus aktif mengenalkan kembali semua permainan masyarakat Sunda. termasuk mulai mengenalkan permainan tradisional dari negara-negara lain. minta gendong. siang. Jenis Kelamin : pa/pi. Asal Permainan Jawa Barat. Pelaksanaan Permainan  Para peserta membentuk sebuah lingkara. Latar Belakang Permainan dengan nama gempaleongan ini merupakan permainan yang dimainkan menggunakan kaleng bekas atau boleh juga menggunakan pecahan keramik atau genteng . yakni sebuah permainan tradisional Sunda di mana orang yang berpegangan tangan dan menjebak anggota barisannya. Melihat itu. mi ka do SK SK do. anak yang akan kejatuhan tepukar berusaha untuk menghindar (pada kata ―four‖). 36) PERMAINAN GEMPALEONGAN A. Alat yang Digunakan Permainan ini tidak menggunakan peralatan khusus. Namun bila terkena tepukan tangan yang keluar dari barisan. sore.Jadi nanti kaleng yang sudah ditumpuk rapi akan roboh porak-porandak akibat terkena . Tak heran jika kita jarang melihat anak-anak di perkotaan memainkan permainanpermainan itu. Usia : bebas. SK do SK do Pia-pio One two three four C. Para guru dan murid tampak memainkan permainan domikado.  Begitu seterusnya hingga hanya tinggal 1 anak dan ialah pemenangnya dan ia berhak menghukum teman yang lainnya. dengan kedua tangan dibuka dan bertumpukan dengan tangan teman disampingnya.

E.BECAKAN A.  Yang masang dengan cara melangkahkan satu kaki di atas kaleng sambil menyebutkan nama peserta yang sedang bersembunyi disertai kata-kata gempaleong untuk mematikan pemain yang bersembunyi.Satu orang masang menata dan menjaga kaleng itu jangan sampai dirobohkan pemain yang sedang bersembunyi. Sasaran Anak-anak. yang masang dan yang main. Apabila pemain yang bersembunyi berhasil merobohkan kaleng dan mendahului yang jaga maka pemain-pemain yang tadinya sudah di gempaleongi atau sudah kena boleh bersembunyi lagi .tetepi dapat dijumpai diberbagai daerah mana saja dengan nama yang berbeda.51 B. mengembangkan aspek motorik. kualitas kebugaran meningkat.  Setelah semua pemain melempar batunya . kayu dsb) sendiri-sendiri. menjaga kaleng yang sudah ditata.  Apabila kaleng roboh maka pemain yang tadi gaconya berada di bawah pemain yang mengenai kaleng makai itulah yang masang . Apabila semua para peserta yg bersembunyi belum dimatikan maka permainan belum berakhir. Manfat Bergembira. 37) PERMAINAN BECAK . . bersosialisasi. jangan sampai didahului dirobohkan oleh pemain yang sedang bersembunyi. mengisi waktu luang. Urutan melempar batu bebas. kemampuan motorik meningkat. remaja.  Kaleng tersebut di tumpuk rapi. lemparan pemain. dewasa.Begitu seterusnya.sampai roboh. C. Latar Belakang Becak-becakan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya. Tujuan Berolahraga. namun di jawa tengah sudah banyak yang memainkanya termasuk di daerah saya Wonosobo. F. bermain.yang paling jauh dari kaleng berhak melemparkan batunya ke sasaran tersebut yaitu kaleng yang sudah tertata rapi. Jumlah pemain tak terbatas semakin banyak akan semakin ramai dan minimal hanya bisa di mainkan oleh dua anak. Peraturan permainan. Asal usul permainan gempaleongan ini tidak jelas dari mana asalnya. para pemain melemparkan gaco(batu.  Sebisa mungkin yang masang.  Dari belakang kaleng yang sudah tertata bertumpukan. D.

anak yang berada di posisi paling belakang yang membentuk formatur ular-ularan.  Pemain yang menjadi penumpang naik di atas tangan pemain yang menjadi becaknya yaitu dengan cara mengandengkan tangan dari kedua pemain tersebut yang menjadi becaknya  Selanjutnya pemain yang menjadi becak mengangkat si penumpang dan berjalan menuju ke garis finish yang sudah ditentukan. Manfaat Gembira atau senang. Latar Belakang Melihat dari nama permainan. Fungsi sarung atau sabuk dipakai oleh masing-masing anak yang . C. khususnya di Sumatera selatan. Pada permainan ini nanti.  Peserta Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang berjumlah 3 orang setiap kelompok dengan satu orang menjadi penumpang dan dua orang menjadi becaknya.  Pelaksanaan  Sebelum permainan dimulai. kecuali sarung atau sabuk. sebenarnya nama koko identik dengan nama sebuah jenis ular air yang sedang mencari makan di air. B. Menurut sebuah sumber dari Sulaiman Dharmamulya. Hanya cara bermainnya yang agak berbeda. Artinya para pemain ada yang membentuk ular-ularan.di halaman atau dilantai dan teras juga bisa digunakan. Peralatan Dolanan ―Koko-Koko‖ tidak membutuhkan peralatan. permainan ini dikenal oleh anakanak di daerah sumatera. melatih kerjasama dan kekompakan . 38) PERMAINAN KOKO A. Pelaksanaan Permainan  Tempat Tempat yang digunakan bisa dialam terbuka. Sebenarnya permainan ini hampir mirip dengan dolanan ancak-ancak alis.melatih kekuatan tangan. D. walaupun tidak ada data akurat mulai kapan. jenis permainan ini sudah berumur sangat tua. diadakan hum pimpa untuk menentukan siapa yang akan menjadi penumpang dan becaknya dari masing-masing kelompok. memupuk sportifitas. akan dikejar-kejar oleh si koko.  Siapa yang sampai di garis finish terlebih dahulu itulah kelompok yang menang. bersosialisai. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang. Sasaran Anak – anak E.52 B.

satu orang berperan menjadi kakek/nenek. Ada kelap-kelip itu apa ? K/N : Anakku. Mereka yang bermain ini rata-rata berumur 8-10 tahun. Jika dimainkan siang hari. Peserta Dolanan ―Koko-Koko‖ biasa dimainkan oleh anak laki-laki. lebih banyak dimainkan di tanah lapang yang mudah kena sinar bulan. B. dan pemain lainnya berperan sebagai anak buah kakek/nenek. lalu terus berkumpul di halaman rumah. I. G. Mereka bergandengan ke belakang dengan memegang sarung/sabuk yang telah dipakai di pinggang atau dikalungkan di badan. baik pagi. K/N : Kamu dapat dari mana? KK : Lumbung padimu.53 membentuk formatur ular-ularan. D. Pelaksanaan Permainan Anak-anak yang hendak bermain permainan koko-koko misalnya ada 10 anak. yaitu A. Dialog seperti di bawah ini: K/N : Koko-koko kamu mau minta apa? KK : Aku minta airmu. karena formasi ular akan semakin panjang. Sarung/sabuk dipegang oleh pemain yang berada di belakangnya. Seperti pada permainan lain. atau malam hari saat terang bulan. sore. dan J. Sementara pemain paling depan berperan sebagai Kakek/Nenek. karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari. Dalam permainan ini. siang. K/N : Obatnya apa? KK : Gula batu. KK : Aku minta boleh tidak ? K/N : TIDAK BOLEH ?!! KK : Kalau tidak boleh. F. sehingga membuat koko kesulitan mengejar mangsa. Dari mereka. pemain yang berperan Koko-Koko (KK) dan Kakek/Nenek (K/N) melakukan dialog sebagai pembuka. permainan ini lebih sering dimainkan saat-saat waktu libur atau senggang. sebab jika sampai terlepas. dolanan ini hanya membutuhkan tanah lapang yang luas. K/N : Apa lehermu nanti tidak gatal? KK : Gatal-gatal tidak apa. E. maka akan menjadi pemain dadi. anak-anak yang bermain sekitar 10 anak. Selain peralatan sarung/sabuk. D. K/N : Tempatnya apa? KK : Daun lumbu. Lebih banyak lebih baik. C. Setelah semua siap. Pegangan pemain anak buah harus kuat. C. H. Setelah mereka bersepakat bermain. Sementara saat dimainkan malam hari. Satu pemain lain berperan sebagai koko.saya akan merebut! . lebih banyak dimainkan di halaman yang teduh. satu orang berperan menjadi koko.

Begitu sebaliknya. berarti ia menjadi pemain jadi dan menggantikan pemain koko.Permainan ―fusukhu‖ dapat dimainkan oleh seluruh anak – anak baik laki – laki maupun perempuan. melatih keberaniannya dan diajak untuk lebih sportif dan menghargai teman-temannya. Maka si koko segera mengejar pemain yang lari. G. maka pemain paling belakang melepaskan sarung atau sabuk dan berlari sekuat tenaga. Namun jika koko bisa mendekat ke ekor dan berhasil memegang pemain paling belakang. Begitu seterusnya hingga mereka merasa capek. Tetapi dibayangkan bahwa ada persoalan yang mengenai sisir yang hilang dan pertanyaan mengenai hilangnya benda itu yang dijadikan sumber permainan. Dengan sisir di sini tidak dimasudkan yang bernama sisir itu. Jika sedang jadi. karena banyak berlari. Penamaan ini didasarkan kepada hal yang menjadi persoalan di dalam permainan yatiu mengenai sukhu atau sisir. Namun jika pemain lolos dan bergabung lagi ke posisi semula. Ada cara lain. Dilihat dari sifatnya permainan Fusukhu ini termasuk jenis permainan rekreatif. Sementara pemain koko bisa bergabung ke pemain lain. Dengan permainan koko-koko ini. saat si koko telah bisa mendekat ke ekor ular. Tanggapan Masyarakat Permainan ini mengajarkan kepada anak-anak untuk bisa hidup bersosialisasi dengan teman. Penentuan kemenangan Permainan ini di mainkan hanya untuk mengisi waktu luang. Jakarta: Kepel Press 39) PERMAINAN FUKUSHU A.54 Setelah percakapan itu. E. maka pemain belakang dengan sekuat tenaga memegang sarung atau sabuk. maka si kakek/nenek berusaha lagi menghalangi-halangi si koko untuk menangkap ekornya. anak juga fisiknya lebih sehat. maka ekor ular akan mengarah ke kiri. Sulaiman Dharmamulya. Sumber Sumber: Permainan Tradisional Sumatera. 2004. Jika si koko bisa menangkapnya. maka pemain yang lari menjadi pemain jadi. Jadi permainan ini betul – betul tergolong kepada permainan anak – anak dalam arti sesungguhnya. Maka terjadilah tarik-menarik yang sangat alot. maka harus berani menghadapinya dan tidak mudah cengeng. Jika koko berlari ke arah kanan. Jika pemain belakang bisa dilepaskan oleh si koko. Latar Belakang Masyarakat Nias menamakan pemainan ini ―fusukhu‖ yang dibentuk dari ―fu + Sukhu‖ yang berarti ―Bermain Sisir‖. Anak-anak lain berusaha mempertahankan pemain paling belakang. maka koko berusaha menyambar anak kakek yang berada di paling belakang. Walaupun begitu dapat juga dilihat unsur – unsur yang bersifat pendidikan seperti menumbuhkan kebiasaan . dan terkadang disertai suara tertawaan dari para pemain atau penonton. bertujuan untuk membina kegembiraan dikalangan anak – anak. F. tidak ada pemenang maupun yang kalah.

Sampai kepada anak yang kelima jawaban masih dapat diberikan dengan cara yang sama. Jawaban yang diberikan sama bunyinya seperti anak yang kedua tadi. Hanya saja mereka tidak boleh bercampur laki sama laki laki. dan kemudian bergerak – gerak dalam rangkaian. jenis kelamin mereka boleh laki – laki. Ini sesuai dengan sifat permainan rakyat pada umumnya. karena tidak ada lagi anak dibelakangnya unutk disebutkan sebagai tempat beradanya sisir yang ditanyakan. Pertanyaan dilanjutkan kepada anak yang ke empat. D. dan perempuan sesama perempuan pula. Asal jumlah anak sudah bersepakat untuk bermain dan tempat yang cocok sudah ditentukan maka sudah dapat melaksanakannya. kecermatan menangkap pertanyaan dan memberikan jawaban dan lain – lain. Anak yang berada pada tempat terdepan mengucapkan pertanyaan ―He so Zukhugu?‖ yang berarti‖Di mana Sisirku‖ kepada anak yang berada dibelakangnya. tetapi anak yang keenam atau yang paling belakang akan mengalami kesulitan menjawabnya. karena . karena dalam permainan ini terjadi pegang pinggul teman bermain. tetapi sekarang diarahkan kepada anak yang berada pada urutan ketiga. Akibatnya anak tersebut terpaksa berdiam diri tidak dapat menjawab seperti teman – temannya yang lain. B. Anak – anak pada umur 10 sampai 15 tahun mudah merasa malu melakukan itu terhadap lawan jenisnya. kelima dan ke enam. Mereka kemudian berdiri sambil memeluk pinggang kawan yang ada di muka. Upaya untung menangkap ini tentu saja begitu mudah melaksanakannya. Pelaksanaan Permainan Ambillah umpamanya ada enam orang anak yang ikut serta dalam permainan ini. C. lebih banyak dari itu sering juga dilakukan. Permainan campuran dipandang janggal atau kurang pantas oleh masyarakat Nias. Dengan terdengarnya jawaban tersebut anak pertama yang berdiri paling depan mengulangi pertanyaan yang sama.  Tahap Permainan Sekarang anak yang berdiri paling depan tadi mulai bergerak hendak menangkap anak yang paling belakang yang dianggap bersalah karena tidak dapat mempertanggung jawabkannya soal sisir tadi.  Aturan Permainan. sehingga terbentuk barisan memanjang kebelakang. Para pemain berasal dari berbagai kelompok sosial. Alat yang Digunakan Untuk melaksanakan permainan ini tidak diperlukan peralatan apapun. jadi bukan dari kelompok tertentu saja. Peserta Jumlah peserta untuk dapat melaksanakan permainan ini adalah 6 orang. Usia permainan ini antara 10 sampai 15 tahun.55 bekerjasama dan saling membantu dalam melakukan suatu pekerjaan. Pertanyaan tersebut harus dengan segera dijawab oleh anak yang menerima pertanyaan dengan ―Sukhu me Figuru‖ yang maksudnya ―Sisirmu ada Dibelakangku‖. boleh juga perempuan.

Asal mula permainan ini ketika banyak bungkus rokok yang tidak terpakai dan ada seseorang melipatnya menjadi persegi. Tetapi yang lucunya disini gerakan itu tidak menuju kea rah yang ke muka. Setelah lama bergerak kesana ke mari. karena ynag hendak ditangkap berada pada tempat yang paling belakang. Dan bagi yang kalah teriakan – teriakan para penonton yang kadang – kadang terdengar mengejek dan menyalahkan anak yang paling belakang kenapa dapat sampai tertangkap.56 ibaratnya adalah seperti kepala hendak menangkap ekor. Permainan anak – anak daerah Sumatera Utara.Bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis di susun di dalam lingkaran. Tidak ada konsekuensi bagi peserta yang kalah.Permainan ini memanfaatkan bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis.Biasanya yang melakukan permainan ini adalah laki-laki yang berumur kira-kira 6-14 tahun . 41) PERMAINAN BANDEMAN A. Dalam hal ini anak yang paling belakang bergerak lebih bebas dibandingkan dengan anak yang paling depan tadi. Dengan demikian permainan selesai. Sumber Depdikbud.Bentuk rokok yang berbeda-beda menjadikan bentuknya unik sehingga muncul permainan ini untuk mengumpulkan berbagai bungkus rokok. sudah cukup menjadi hukuman baginya.  Demikianlah barisan yang terdiri dari enam orang anak tersebut bergerak – gerak kesana ke mari seperti ular yang sedang melata di tanah. sehingga berakhirnya permainan dengan berhasilnya ditangkap anak yang dimaksudkan sudah cukup mengembirakan anak yang paling depan tadi. Setiap gerakan anak yang paling depan untuk menangkap anak yang paling belakang yang dilakukannya dengan segala susah payah. Permainan ini cukup melelahkan. akhirnya anak yang paling belakang dapat juga ditangkap. akibat ikatannya dengan anak – anak yang ada di belakang dan yang memegang erat pingungnya yang ada di muka selalu dapat saja dielakkan dengan mudah oleh anak yang paling belakang. B.Dalam permainan dapat mengembangkan keterampilan yaitu ketepatan dalam mengenai sasaran. Yogyakarta: Dikti. E. Latar Belakang Pemainan bandeman berasal dari kabupaten Bantul. dalam hal ini yang paling belakang yang dapat ditangkap oleh anak yang paling depan. Pemain Permainan bandeman dapat di lakukan dengan jumlah peserta 3-10 anak.  Konsekuensi kalah atau menanti.Saya melakukan permainan bandeman ketika masa kecil dulu. (1981/ 1982).

Misalnya Bungkus rokok jarum dan gudang garam mempunyai nilai 100.Setelah itu dilanjutkan pemain berikutnya jalannya permainan seperti tadi hingga semua pemain melakukan tembakan.Bila tembakan mengenai sasaran dan sebagian bungkus rokok yang dibentuk keluar lingkaran maka bungkus rokok tersebut milik pemain yang mengenainya.Bunkus rokok yang sulit di dapatkan mempunyai nilai yang lebih tinggi.Misalnya sepakat gasang 800 maka pemain harus gasang 800 menggunakan bentuk rokok yang sudah di bentuk.57 C.Pemain berikutnya boleh menembak susunan rokok atau batu yang di gunakan pemain pertama(batu yang di gunakan pemain pertama dapat diganti dengan batu yang lebih besar).Pemain yang mampu menempatkan batu dengan garis maka dia berhak untuk melakukan tembakan yang pertama kali. malboro 500 dan lain-lain. Apabila pemain berikutnya dapat mengenai batu yang di gunakan pemain pertama maka bungkus rokok hasil tembakannya harus di serahkan kepada pemain tersebut. Alat dan Fasilitas  Bungkus rokok yang sudah di bentuk persegi  Batu atau keramik  Halaman atau pekarangan rumah yang rata D. Lemparan pemain harus melewati garis didepannya.Bungkus rokok yang sudah di bentuk tipis mempunyai nilai tersendiri.Setelah semua pemain melakukan tembakan maka permainan di lanjutkan lagi dengan melaukan gasang lagi atau melanjutkan permainan jika masih ada bungkus rokok yang masih tersisa di dalam lingkaran.Kemudian setiap pemain harus melemparkan batu dari pinggir susunan bungkus rokok menuju garis di depannya dengan jarak 3-5 meter. Penentuan Kemenangan Pemain yang mampu mendapatkan bungkus rokok terbanyak dari hasil tembakan maka pemain tersebut dapatdi katakan menang.Kemudian di lanjutkan pemain berikutnya yang dekat dengan garis dan seterusnya seperti itu. Pelaksanaan Permainan Permainan bandeman di lakuakan dengan jumlah peserta 3-10 anak. . Bungkus rokok tersebut tidak di berikan kepada pemain yang ikut dalam permainan tetapi menjadi milik pemain yang menang.Pemain pertama melakukan tembakan menuju susunan bunkus rokok di depannya. Kemudian pemain menyusun bungkus rokok yang sudah di bentuk dari hasil gasang tadi dalam lingkaran. Waktu dan Tempat Permainan Permainan bandeman dapat di lakukan di halaman atau pekarangan yang tanahnya rata. E. F.sampoerna mild 300.Sebelum permainan di mulai setiap pemain harus melakukan ―gasang‖(pasang) sesuai kesepakatan bersama.Waktu permainan dapat di lakukan dari pagi sampai sore.Karena susunan rokok sudah di kenai maka di susun kembali untuk di tembak pemain berikutnya.

Tanggapan Masyarakat Tanggapan dari Masyarakat bermacam-macam ada yang positif dan negatif. Peserta Jumlahnya makin banyak makin ramai tetapi juga makin sulit menebak nama Bisa dilakukan putra dan putri. Termasuk dolanan Tumbaran. salah satu bumbu dapur.Apabila batu tersebut mengenai pemain maka bisa terluka. H.  Satu orang yang buta tadi menangkap satu orang yang lainnya terus menebak siapa namanya.Tanggapan yang positif misalnya anak dapat berkumpul bersama untuk meningkatkan kebersamaan.Tanggapan negatif dari masyarakat misalnya permainan ini berbahaya karena dalam melaksanakan permainan harus melakukan tembakan memakai batu.  Menentukan satu orang untuk menjadi orang buta. Penentuan Kemenangan Tidak ada menang dan kalah karena permainan ini dilakukan terus menerus sampai bosan dan hanya ada yang dihukum. Dolanan ini sepertinya tidak mengacu pada benda tumbar. . B.Mereka mengajarkan dan mengajak untuk bermain bandeman. Pelaksanaan Permainan  Membuat kotak ukuran ditentukan banyaknya peserta.  Yang lain berada dalam kotak. yang namanya dunia anak-anak untuk memudahkan sebuah nama dolanan. C. Tetapi ya begitulah.Dolanan yang sering dimainkan oleh anak-anak perempuan masyarakat Jawa ini. Latar Belakang Anak-anak menamakan sebuah nama dolanan kadang-kadang aneh dan hanya berdasar pada kesepakatan belaka di antara mereka. Jago-Jago Pithong. seringkali menamakan atas dasar kesepakatan saja. E.  Dan jika benar maka yang ditebak ganti menjadi orang buta. juga sering disebut dolanan Pithongan. Alat dan Fasilitas  Sapu tangan  Dilakukan setiap sore-sore  Berlangsung di halaman D. 42) PERMAINAN JAGO PITHONG A.58 G.  Apabila salah menebak akan mendapat hukuman dari kesepakatan bersama. atau Dhog-Dhog Ketumbar. Sumber Permainan bandeman ini saya mengenalnya dari kakak-kakak yang ada di kampung saya.

Jika dimainkan secara beregu. biuku (penyu).Dan permainan ini tidak ada unsur kekerasan sehingga pertemanan menjadi kompak. Sumber Dolanan ini tidak terekam dalam kamus Jawa ―Baoesastra Djawa‖ karya WJS. salah satu daerah yang menjadi obyek penelitian. Alat dan Tempat Logo terbuat dari tempurung kelapa. kiranya dapat dirunut dari arti kata tersebut. Fungsi panapak atau campai adalah untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan logo pihak lawan yang dipasang saat bermain. dolanan ini hingga tahun 1980-an. Umumnya hanya dimainkan oleh kaum pria. Sampai dengan tahun 80-an permainan ini masih sering dilakukan di kalangan masyarakat Banjar. karena permainan itu menggunakan logo. Balogo diambil dari kata “logo”. daun dan bundar. bukan berarti dolanan ini tidak hidup di tengah-tengah masyarakat. Latar Belakang Balogo adalah salah satu jenis permainan tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan. segi tiga. Pelaksanaan Permainan Permainan balogo dapat dilakukan satu lawan satu atau secara beregu. B. dewasa ini sudah mulai tersisih oleh permainan elektronik populer. dengan jumlah pemain 2 sampai 5 orang. Bentuknya bermacammacam. Kecamatan Girimulyo. Sebagian daerah yang menyebut dolanan ini dengan Pithongan. Pemain Permainan ini dilakukan oleh anak-anak dan remaja. Garis tengahnya sekitar 5--7 cm dan tebalnya sekitar 1--2 cm. Setidaknya. Tanggapan Masyarakat Menarik karena bisa membuat orang tertawa. Walaupun tidak terekam dalam kamus. Dalam kamus Boesastra Djawa (Poerwadarminto. Kebanyakan dibuat berlapis dua yang direkatkan dengan bahan aspal atau dempul supaya berat dan kuat. yakni stik atau alat pemukul yang panjangnya sekitar 40 cm dengan lebar 2cm. baik di pedesaan maupun perkotaan (lihat penelitian Ahmad Yunus tahun 1980/1981 berjudul Permainan Rakyat DIY). ada yang berbentuk bidawang (bulus). 43) PERMAINAN BALOGO A. masih hidup dan dimainkan oleh anak-anak di wilayah Yogyakarta. Poerwadarminta (1939). C. Termasuk pula di daerah Kalurahan Giripurwo. Kabupaten Kulon Progo DIY. D. Dalam permainan harus dibantu dengan sebuah alat yang disebut panapak atau kadang-kadang beberapa daerah ada yang menyebutnya campa. 1939: 495). maka jumlah pemain yang ―naik‖ (yang melakukan permainan) harus sama dengan jumlah yang ―pasang‖ (pemain yang .59 F. Namun. G. layanglayang. nama pithongan berasal dari kata dasar pithong yang berarti pece atau picak (bahasa Indonesia: buta).

tetapi bisa menerimanya sebagai sebuah kekalahan. Nama permainan ini . Tapi kini menjadi permainan yang dimainkan oleh anak anak tanpa ada arti ritual. Cara memasang logo adalah dengan medirikannya secara berderet ke belakang pada garis-garis melintang. Dengan demikian. kerja sama. kerja keras.com 44) PERMAINAN MADELAGE A. Jumlah pemain beregu minimal 2 orang dan maksimal 5 orang. Mamang dalam permainan balogo : “santuk kilan bela (muka) patah cempa sekali lagi “ Permainan balogo ini masih populer dimainkan di masyarakat Banjar hingga tahun 80-an.kerajaanbanjar. Nilai kerja keras tercermin dari usaha para pemain untuk merobohkan logo lawan. nilai kerja sama tercermin tidak hanya di pemasangan logo. Dan.60 logo-nya dipasang untuk dirobohkan). sebuah ritual yang dilakukan masyarakat pedalaman NTB. Latar Belakang Dulunya madelage adalah persembahan untuk mengantar arwah orang yang telah meninggal. E. Nilai keterampilan tercermin dari pemasangan logo yang memerlukan keahlian khusus. Sumber www. nilai sportivitas tercermin dari kerelaan pemain yang kalah untuk di elus-eluas janggutnya oleh pemenang karena aturannya memang demikian. tetapi juga tercermin dalam perobohan logo lawan. jumlah logo yang dimainkan sebanyak jumlah pemain yang disepakati dalam permainan. Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan balogo adalah keterampilan. Sampai akhirnya dikalahkan oleh permainan elektronik modern. hanya permainan biasa untuk mengisi waktu dan bersenang senang. Inti dari permaian ini adalah keterampilan memainkan logo agar bisa merobohkan logo lawan yang dipasang.wordpress. Gambar: F. sebagai akhir permainan. Kemudian. Regu yang paling banyak dapat merobohkan logo lawan adalah yang keluar sebagai pemenang. pihak yang menang disebut dengan “janggut” dan boleh mengelus-elus bagian dagu atau jenggot pihak lawan yang kalah sambil mengucapkan teriakan ―janggut-janggut‖ secara berulang-ulang yang tentunya membuat pihak yang kalah malu. dan sportivitas. Dan.

 Terus bergantian sampai capek Penentuan Kemenangan Yang sering di gendong adalah yang menang Tanggapan Masyarakat Membiarkan anank anak tetap bermain karena permainan ini tidak berbahaya dan membuat anan – anak riang. apabila diterjemahkan sentaruh: bersaing.namun dalam satu pasang wanita dengan wanita. atau orang dewasauntuk memeriahkan perayaan  Pria atau wanita boleh bermain. sedang Pencipta Permainan ini tidak diketemukan. Teliuq : berlari. F. Permainan ini sudah menyebar ke Daerah Kalimantan Timur. D. G. Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan. B. pria dengan pria . 2orang jaga. Jenis permaian ini adalah milik masyarakat baik dari kelas bangsawan atau biasa.  Yang menang melempar pertama kali dan yang kalah 2 orang harus jaga.1 orang menembak Alat dan Fasilitas  Kayu yang ditumpuk  Pelempar Pelaksanaan Permainan  Diawali dengan suit. Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat.61 adalah permainan madelege yang artinya persembahan untuk orang mati untuk mengantar kepergiannya. dua pasang  Usia enam sampai belasan tahun. Jadi bila diterjemahkan adalah bersaing berlari dengan tiga kaki. uneekng : kaki. Pemain  Paling sedikit empat orang . E. Teluu‘ : tiga. Peserta C. Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat. Latar Belakang Nama permainan ini berasal dari bahasa Dayak Tunjung.  Jika pelempar tepat mengenai sasaran maka yang jaga harus mengangkat atau menggendong pelempar ke tempat jaga. Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan. bisa melatih sportifitas Sumber Dari teman saya di NTB dan dari jombangan.com/info/permainan-tradisionalntb 45) PERMAINAN SENTARUH TELIUQ ENEEKNG TELUU’ A. Minimal peserta 3 orang . B.

karena permainan ini yang menonjol adalah sifat pertandingan. Sementara kata ―telena‖ ada yang menyamakan persepsi dengan ―tlale‖ atau belalai gajah. Dalam peperangan seperti dalam cerita wayang. seperti juga dolanan lainnya. Tujuan Permainan Gajah Telena ini bertujuan untuk mengisi waktu luang dan mencari kesenangan. dolanan ini memang terinspirasi dari nama hewan gajah. Selain itu juga dapat untuk melatih kerjasama dan sportivitas. gajah merupakan salah satu hewan yang dipakai tunggangan untuk bertempur melawan musuh. untuk setiap pasangan dicari yang tingginya sama. Pelaksanaan Permainan Jenis permainan ini adalah kompetitif. dan sering pula dimainkan oleh anak-anak usia SD. Jadi lapangan permainan harus diberi garis start dan finish. Tanggapan Masyarakat Pada waktu sekarang jenis permainan ini masih dapat kita lihat pada saat tertentu saja. Misalnya pada waktu perayaan hari Kemerdekaan. Melihat dari namanya. E. cukup terkenal di beberapa daerah di masyarakat Jawa. 46) PERMAINAN GAJAH TELENA A. seperti halnya permaianan lomba lari karung. dolanan ini juga diiringi dengan sebuah lagu. Caranya berlari tanga kanan dan tangan kiri setiap pasangan saling merangkul dengan tujuan agar pasangan dapat kompak dalam berlari. Latar Belakang Jenis permainan yang satu ini juga termasuk dolanan yang tidak menggunakan peralatan bantu untuk bermain. misalnya dari mana harus berlari dan sampai mana. Kata ―telena‖ sendiri sebenarnya setelah dilacak di Kamus Baoesastra Djawa tidak ditemukan. maka kaki kiri dan kaki kanan pasangannya diikat jadi satu. yakni: //Gajah-gajah telena/ telenane garunata/ jenang katul sisir gula/ her segara amba/ her segara amba//. B. Apabila sudah didapatkan teman yang tingginya sama. setiap calon pelari terdiri dari dua orang. Alat yang Digunakan Seutas tali dari bahan apa saja. Tetapi pada saat ini jenis permainan ini juga dimainkan oleh orang-orang dewasa. Jalannya permainan tidak sulit. kemudian anak-anak masyarakat Jawa membuat permainan yang diberi nama ―Gajah Telena‖. sehingga tidak saling terpisah. Pemenang adalah yang pertama kali sampai finish. atau kain dari sapu tangan namun bukan dari bahan yang lentur D. Namun begitu. Dari situlah. .62 C. Memang gajah mempunyai belalai. Dalam permainannya ada tata tertip yang harus disepakati bersama.

berumput. Setelah disepakati.C. Waktu yang sering dipakai adalah waktu senggang. dan G. Bisa pula dimainkan saat terang bulan purnama. Apabila mereka lama saling menjajagi kekuatan lawan dengan berputar-putar lebih dulu.F. baik siang atau sore hari. atau ingin berpindah ke dolanan lain. Dolanan ini akan berhenti apabila ada anak (kelompok) yang menyerah. Bagi kelompok kalah tidak ada hukuman. dan C. Setelah itu pemain yang menunggang gajah segera naik ke bentuk formasi itu. atau berpasir. seperti: mereka hanya boleh menjatuhkan lawan dengan cara mendesak. Peserta Dolanan ―Gajah Telena‖ dimainkan secara berkelompok. misalkan kelompok I sebagai formasi gajah adalah pemain A. Sementara pemain D sebagai penunggang gajah. dan mendorong. Sementara para penonton. capek. agar jika terjatuh.E. mereka bersama-sama dengan anak-anak yang menonton menyanyikan lagu gajah telena seperti di atas. Dilakukan di tempat terbuka dan biasanya di tanah lapang atau kebun bertanah. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 anak sebaya. menjagokan idolanya masing-masing.63 C. kemudian mereka dibagi menjadi dua kelompok I dan II.G. Pada umumnya. Maka dolanan ini sangat jarang dimainkan oleh anak perempuan.F. itulah kelompok yang dianggap kalah. dan H).B. Masingmasing kelompok yang bertugas menjadi gajah segera membentuk formasi dengan cara tangan-tangan dirangkaikan. Sebaliknya. siapa yang hendak jadi gajah dan siapa yang hendak jadi penunggang. dan D. kaitannya dengan permainan. Pelaksanaan Permainan Sebelum anak-anak bermain gajah telena. dolanan ini dimainkan oleh anak laki-laki karena memerlukan kekuatan fisik. yang umumnya anakanak akan saling menjerit. Anak-anak yang hendak bermain gajah telena biasanya sudah berkumpul di tempat bermain. Hanya biasanya mereka mengganti formasi dan berusaha menantang kembali.D. Bagi kelompok yang terjatuh duluan.B. Mereka. Sementara pemain H sebagai penunggang gajah.F. menendang. Masing-masing kelompok kemudian bersepakat untuk menentukan formasinya. Sementara kelompok II terdiri dari pemain E. Demikian pula kelompok II sebagai formasi gajah adalah E. Setelah siap. biasanya ada aturan lisan yang disepakati bersama. menyepak. dan memukul. Misalkan ada 8 anak (pemain A. maka pemain konsentrasi dalam penyerangan. Bisa dinyanyikan sekali atau dua kali. D. menarik. para penonton akan terus bersorak-sorai dan memberi dukungan ke . Setelah mereka saling menyerang. dan H. telah lelah. tergantung situasinya. Masing-masing kelompok agak saling berjauhan.G. para pemain tidak diperbolehkan menjatuhkan lawan dengan cara merenggut (njambak) rambut. maka nyanyian gajah telena bisa dinyanyikan berulang-ulang. Kelompok I terdiri dari pemain A. Minimal ada dua kelompok.B. pemain tidak begitu terasa sakit. yang nantinya kedua kelompok itu saling berhadapan untuk saling menyerang.C. mencupit.

sehingga alatnya pun sangatlah sederhana.com/2011/04/gajah- 47) PERMAINAN KELADI A. C. Jika dia tak berhasil memukul atau jarak pukulannya tidak jauh pemain digantikan dengan pemain lainnya. maka dianggap kedudukan satu-satu. Penentuan Kemenangan Apabila ada kelompok yang terjatuh. dia harus melempar keatas kayu yang ditaruh miring dan memukulnya kedepan dan jaraknya harus melebihi tiga kali ukuran kayu yang panjang. Permaianan ini di latar belkangi karena nakanak basan melihat banyaknya kayu yang bererakan sehingga mereka berinisiatif untuk membuat permaianan sendiri. hingga keduanya merasa lelah. Alat yang Digunakan Alat permainannya cukup sederhana hanya dua buah batang kayu berukuran 30 sm dan 15 cm juga sebuah batu sebagai penyangga. Setelah ditemukan siapa yang bermain terlebih dahulu. Jika mereka memutuskan untuk berhenti bermain. maka mereka membubarkan diri. misalnya kelompok I. Untuk selanjutnya. Setelah siap. Tanggapan Masyarakat Permainan ini bagus karena dapat memberikan rasa senang dan menghibur anak-anak dalam melakukan permainan ini dan juga dapat mengisi waktu luang mereka. Bisa dengan hompimpah atau suit. Jika pada serangan kedua ini. Demikian seterusnya. permainan diawali dengan mencari siapa yang akan bermain terlebih dahulu. Sumber http://permata-nusantara. pertama-tama batang kayu yang berukuran 15 cm ditaruh miring pada sebuah batu. maka mereka dianggap kelompok kalah dan skor 1:0. kelompok II bisa menjatuhkan kelompok I. Semakin banyak semakin menyenangkan. Sementara para pemain masing-masing kelompok dengan sekuat tenaga berusaha menjatuhkan lawannya. Pelaksanaan Permainan Untuk pemain yang bermain terlebih dahulu. G. Latar Belakang Permainan keladi merupakan permaianan yang cukup familiar di kalangan anak pedesaan di Aceh.64 kelompoknya masing-masing. kelompok I bisa mengubah formasi. Menurut enang keladi berarti memukul ulat yang sering ada di daerah hutan. Dapat dimainkan oleh dua orang maupun lebih. F. B. Seperti permainan lainnya permainan ini cukup sederhana dan mudah dilakukan. E. Permainan keladi berasal dari Aceh. Permaianan ini menceritakan tentang bagaimanan seeorang anak lelaki di pedesaan terutama warga transmigrasi yang kekurangan teman bermain . Apabila . mereka mulai menyerang kembali kelompok II.blogspot.

dan tiap regu berisikan 2 orang E.boni. B. karena didalam permainan ini sapu tangan merupakan alat utama. Biruen. masyarakat cukup mendukung.bunyian sapu tangan. Merboniboni Sapu Tangan dibentuk dari : mer + boni. yang merupakan alat utama dalam melaksanakan permainan.cara memnyembunyikannya. Eang Harjo Sumarto yang berasal dari Takengon. Dimainkan anak sekitar umur 6 samapi 10 tahun.anak yang lebih besar jarang memainkannya karena kurang sesuai dengan mereka. dan permaian ini berlangsung dalam bentuk cara. Nanggore Aceh Darusalam 48) PERMAINAN MERBONI – BONI SAPU TANGAN A. Dikatakan mudah.65 berhasil memukul dengan jarak lebih dari tiga kali panjang batang kayu yang panjang. tetapi di bagi menjadi 2 regu. G.boni Sapu Tangan yang berati bermain sembunyi. biasanya anak. Alat yang Digunakan Peralatannya hanyalah sapu tangan saja. D. Di gendong ke arah batu tempat permainan dimulai.laki maupun anak perempuan. Pemain  Kebanyakan permainan ini di lakukan oleh anak sekolah dasar. C. Latar Belakang Masyarakat Dairi menamakan permaianan anak. Tanggapan Masyarakat Dahulu ketika Eang saya disana. Peserta Permainan ini tidak ditentukan anak laki.anak ini Merboni. . karena para peserta hanya ditugaskan untuk menerka saja dimana jatuhnya sapu tangan dan harus cepat memegang sapu tangan tersebut sebelum sempat diambil kembali oleh yang menjatuhkanya. Jika sudah tak berhasil memukul maka si pemain kemudian di gendong oleh pemain yang sejak tadi tak ikutan memukul. Waktu Bermain Waktu bermain biasanya di sore hari ketika anak-anak bermain F. Batang kayu berada diantara kedua kaki dan kemudian dipukul kebelakang menjauh hingga si pemain tak berhasil memukul batang kayu tersebut. Kadang pula ada kaum leleki dewasa yang ikut dalam permainan ini untuk sekedar mengisi waktu. pemain kemudian harus memukul batang kayu kecil itu seperti bermain golf. umur para pemainnya sekitar 9-12 tahun  Jumlah pemainnya adlah 4orang. disebabkan permainan ini terlalu mudah. Sumber Permaianan ini bersumber dari Eang saya. Sapu tangan itu dibawa oleh salah satu orang peserta untuk dijatuhkan pada sebuah tempat dibelakang peserta lainnya. dengan jumlah pemain 15 sampai 20 anak untuk sekali bermain.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 49) PERMAINAN DLOSORAN A. Dlosoran juga mengasah otak untuk berpikir dan bertindak kapan akan mengenai lawan kapan akan menunggu hingga lawan lengah dan akan menyerah . Yang perlu segera tahu dimana jatuhnya sapu tangan itu ialah anak yang berada didekat tempat jatuhnya itu. Menentukannya dengan suit.  Hukuman Hukuman bagi yang kalah ialah berupa larinya anak yang kalah dan dikejar dari belakang oleh anak yang menang sambil memukul dengan sapu tangan ke tubuh anak yang kalah.66 D.  Aturan bermain Anak yang menang bertugas membawa sapu tangan berkeliling. F. maka anak yang tidak tahu itu dianggap kalah. E. sehingga jatuhnya tidak dapat segera dilihat. dimana. 1984. Sia anak yang membawa sapu tangan berjalan diluar lingkaran dilakukannya sedemikian rupa agak setenagah membungkuk. hanya membutuhkan strategi dan taktik dalam bermain. Bambang. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat juga sudah agak berkurang dibandingkan dengan masa lampau terhadap permaianan ini. sehingga yang membawa semula sempat memungutnya kembali. Sumber Suwondo. Permainan ini cukup mudah di lakukan karena tidak membutuhkan alat untuk bermain.  Tahap permainan Jiak sapu tangan sudah dijatuhkan. Latar Belakang Dlosoran adalah permainan yang telah tersebar luas dimana-mana. sedang peserta lainnya berdiri rapat membentuk lingkaran. Asal pastinya tidak tahu karena permainan ini di ajarkan oleh pemuda kampung saya sehingga saya mengerti dan pernah melakukan permainan ini. maka dialah yang menang dan yang menjatuhkannya menjadi pihak yang kalah. Tetapi jika hal itu diketahuinya. dan sapu tangan segera dapat ditangkapnya. Permainan ini dapat dimainkan oleh siapa. dan kapan saja. Permainan Tradisional anak. Sampai lingkaran yang dibentuk terkelilingi. tetapi si anak tang terdekat tidak mengetahuinya.anak Daerah Sulawesi Utara. Pelaksanaan Permainan  Persiapan  Seluruh peserta berjumlah 15 sampai 20 orang memilih salah seorang diantara mereka untuk bertindak sebagai pembawa sapu tangan secara berkeliling dan menjatuhkannya pada tempat yang dikehendakinya.

mengenai lawan di atas lutut. Bila di lakukan dengan cara lain.  Setelah posisi siap dan semua pemain ada di areanya sendiri-sendiri. bahkan dewasa. yang perlu di perhatikan adalah jumlah penjaga harus di tambah untuk keseimbangan permainan dan luas area permainan juga di tambah. penjaga mulai bergerak untuk berusaha mengenai kaki lawan dengan cara dlosor(tackle). menyentuh lawan dengan selain kaki. Harus menyisakan anggota badan lain. Begitu seterusnya.  Hal yang tidak boleh dalam permainan ini dan di anggap pelanggaran adalah menendang lawan. Pemain lain yang tidak jaga berada di dalam lingkaran. misalnya dengan tangan atau menendang di anggap tidak sah. E.  Dalam mendlosor boleh dengan 1 atau 2 kaki sekaligus. Pelaksanaan Permainan  Dlosoran membutuhkan sekitar 13-18 pemain (dapat juga lebih). Jadi perkenaannya adalah kaki atau lutut ke bawah. Karena taktik itu yang perlu di terapkan dalam permainan ini.67 B. Untuk yang kalah ditentukan dari berapa kali pemain sering menjaga di luar lingkaran. karena dapat di mainkan bersama-sama oleh laki-laki dan perempuan. Penjaga tetap berjaga. remaja.  Pancang 1buah  Tali rafia 5-10m  Kapur halus secukupnya. kaki yang tidak dlosor berada di luar lingkaran. C.  Bila ada yang terkena dlosoran itu maka pemain yang terkena itu ganti untuk jaga dan melakukan hal yang sama untuk mematikan pemain lainnya. D. Penentuan Kemenangan Penentuan Menang atau Kalah. Peserta Peserta dapat siapa saja anak-anak. Penjaga juga boleh menunggu hingga lawan lengah.  Penjaga boleh mengelilingi lingkaran untuk mengintai lawan yang akan dimatikan. Tetapi pada saat dlosor(tackle) seluruh anggota badan penjaga tidak boleh masuk dalam lingkaran. yang jelas semakin banyak peserta semakin seru. Bila ada yang . Jumlah peserta dapat di tentukan dari jumlah orang yang ada. Dan untuk memperjelas area dan bentuk lapangan dalam bermain. Tetapi bila pesertanya banyak. Alat yang Digunakan Alat dan fasilitas ini tidak di gunakan dalam permainan. hanya untuk membantu dalam pelaksanaannya saja. Dan yang menang di tentukan dari sedikitnya pemain itu menjadi penjaga di luar lingkaran. Permainan ini juga tidak memandang jenis kelamin.  Dengan undian hompimpah/kacang panjang dipilihlah 3 orang untuk berjaga di luar lingkaran terlebih dahulu. dan semua anggota badan masuk dalam lingkaran. Misalnya tangan ada di luar lingkaran.

B. Mereka juga tidak tahu sumber pasti permainan itu. yaitu jika koin berjumlah 6 buah harus di ambil 2 buah terlebih dahulu tetapi cara pengambilan tidak boleh sembarang. dan mungkin di daerah lain juga punya permainan seperti ini. karena ada begitu saja dan dengan sengaja di mainkan bersama-sama. Peserta Permainan ini dapat di kategorikan sebagai permainan anak-anak yang pada umumnya di lakukan oleh anak perempuan usia 6 – 15 tahun. Latar Belakang Awalnya permainan ini adalah permainan tradisional yang dulunya di mainkan oleh masyarakat zaman dahulu. Tetapi bila yang memiliki skor orang banyak maka di adakan hompimpah untuk mendapatkan siapa pemenangnya.68 mempunyai skor yang sama maka adu koin atau tos. Cara permainannya juga mungkin bisa di katakan sama persis. D. F. Pelaksanaan Permainan  Saat melempar / krepyak. Sumber Dari orangtua saya.  Jenis koin. Rp. harus dengan di iringi sebuah lagu atau nyanyian dan jika koin yang didapat berhasil di tangkap dapat dihitung berapa jumlah koin yang ditangkap tadi dan itulah pointnya.500.  Melakukan cengkeh. Yang jelas disini berwujud koin/kerikil yang berjumlahkan 5/6 buah. bisa menggunakan uang nilai Rp. Alat yang Digunakan Koin uang atau kerikil yang berukuran sebesar kelereng yang nantinya digunakan sebagai bahan permainannya yang berjumlahkan 5 atu 6 buah.100 perak. Setahu saya permainan ini berasal dari daerah saya sendiri yaitu daerah bantul. Kapur / alat tulis untuk digunakan sebagai alat pencatat point atau nilai.  Melakukan cuthit. Sedangkan jika koinnya berjumlahkan 5 buah di ambil 1 buah koin saja. atau Rp. Begitu juga dengan musuhnya harus bisa memilih koin yang di ambil yang sekiranya dapat mempersulit pemain untuk melakukan cuthit. C. . 200. Karena kebanyakan anak-anak bermain lari-larian dan orang tua takut bila anaknya mengalami resiko bahaya jadi orang tua mengenalkan pada anaknya permainan ini. hanya mungkin beda nama permainan saja. Yang arti jawanya ( alon-alon ). 50) PERMAINAN KREPYAK A. permain tidak boleh keras-keras. Permainan ini di mainkan untuk menghibur diri pada saat istirahat sekolah dan pada saat pulang sekolah atau lingkungan rumah. Harus di tentukan oleh musuhnya. Jumlah pemainnya pun terdiri dari 2 sampai 6 orang atau lebih.

69  Cara mengetahui perpindahan permainan / mati. Setelah koin disebar.Steet Ball Papua A. Sebelum permainan ini di mulai akan dilakukan pengundian terlebih dahulu. Papua juga punya permainan-permainan tradisional. jika si pelaku atau peserta tidak berhasil mengenai sasaran atau koin pada saat mencuthit / pemain tidak dapat menangkap koin pada saat melakukan cengkehan. Pemain yang bermain sebagai orang pertama menggengam semua koin kemudian di lemparkan dengan diiringi berbicara ―kREPYAK‖. Point yang didapat atau dikumpulkan oleh pemain yang terbanyak ialah yang keluar sebagai pemenangnya. Seperti di daerah lain. Sumber Masyarakat imogiri bantul yogyakarta 51) PERMAINAN PATAH KALENG A. dengan cara melakukan homepimpah / pingsut tadi. Salah satunya adalah sepak bola patah kaleng selain permainan tradisional lain yang merupakan krestivitas anak dengan lingkungannya yang masih sangat identik dengan alam. bisa dihitung point yang didapat oleh para masing-masing peserta. Point yang mendapatkan paling tinggi yaitu pemenangnya. yaitu :  Homepimpah / pingsut ( PENGUNDIAN ). Koin yang berhasil di tangkap kemudian di hitung. Penentuan Kemenangan Mengetahui ― menang atau kalah‖. Tidak banyak Masyarakat Indonesia yang mengerti kondisi real masyarakat di sana. jumlahnya di tulis yang nantinya di jumlahkan di akhir permainan. Salah satunya adalah Papua. apalagi dari sisi budaya. F. Cara melakukannya pun hampir sama dan di iringi oleh sebuah lagu atau nyanyian. dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti.  CENGKEH Pemain yang berhasil ketahap ini kemudian melakukan cengkeh dengan tangan yaitu seperti permainan gatheng.  Cuthit ( MENCUNGKIL KOIN ).  Krepyak ( NYEBAR KOIN ). Latar belakang masalah Indonesia sebagai negara seribu pulau berarti memiliki beragam suku di dalamnya. Olahraga ini mirip seperti permainan sepak bola namun berbeda pada peraturan dan sangat fleksibel. pemain lain ( lawan ) akan menunjuk koin yang akan di ambil dengan cara memilih koin yang paling mudah di lakukan nantinya. tergantung dari pelaksana lomba (bila dilakukan . E. Dapat dimainkan dimana saja. setelah nyanyian berakhir dengan bersamaan menangkap koin.  Ada 4 Tahap yang harus di lalui. Latar Belakang Permainan Tradisional Patah Kaleng .

Belajar mencintai budaya bangsa adalah pengabdian tulus terhadap eksistensi bangsa. sama seperti gawang. bermain dan meningkatkan motorik. Sumber Hanya ada satu tulisan mengenai sepak bola patah kaleng ini yang ditulis oleh Arnoldus Mampioper di Kabar Indonesia (19/06/2009). Hanya ada dua buah kaleng. C. kemampuan motorik meningkat.  Pemain Anak laki-laki  Jalannya permainan Sebelum di mulainya perminan di lukan tos dulu setelah itu bagi yang menang maka melaukan operan atau penguasaan bola. Lebih ideal bila menggunakan bola tenis. Sasaran Sasaran Anak laki-laki Pelaksanaan Permainan  Lapangan peralatan  Lapangan Lapangan yang di gunakan bisa di lakukan dimana saja dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti. Manfaat Manfaat Senang. . dalam bentuk perlombaan) ataupun oleh kedua belah pihak yang akan bertanding. Berbagai permainan tradisional ini tidak akan bertahan lama bila generasi muda tidak lagi mau peduli terhadap pelestarian budaya bangsa karena budaya adalah jati diri sebuah bangsa. Tujuan Tujuan Mengisi waktu luang. Patah disini berarti kaleng yang berfungsi sebagai gawang tersebut dijatuhkan oleh pihak lawan melalui bola yang ditendang. Permainan ini sangat digemari oleh anak-anak laki-laki di Papua hingga tidak heran bila Papua tidak pernah kekurangan bintang muda di bidang sepak bola. G. Bahkan Papua selalu melahirkan bintangbintang sepakbola di Indonesia. D. F. Tingkat kesulitannya lebih tinggi dibandingkan sepak bola yang menggunakan gawang. Tidak banyak orang yang menuliskan olah raga tradisional Papua ini. Itu hanya istilah saja yang sudah beredar di Masyarakat Papua sejak puluhan tahun yang lalu.70 B.  Peralatan Bola kecil kaleng. dalam permainan ini tidak ada istilah out atau lemparan ke dalam karena dalam permainan tradisional ini tidak ada garis pembatas lapangan. E. Alat yang Digunakan Bola yang dipergunakan untuk permainan inipun kecil. dan bersosiaolisasi. Sepak bola patah kaleng tidak berarti kaleng dipatahkan. kualitas kebugaran meningkat.

E. Alat yang Digunakan Fasilitas yang digunakan hanyalah pecahan batu/keramik sebagai umpan & melukiskan/menggambarkan bentuk lapangan. jika ada pemain yang menginjak/memegang garis maka dianggap mati. Pelaksanaan Permainan Para pemain di suitkan dahulu kemudian yang menang jalan duluan.71 H. Penentuan Kemenangan Jika ada pemain yang berhasil mengumpulkan angka yang paling banyak maka dialah pemenangnya. Tanggapan Masyarakat Permainan ini tidak pernah digunakan lagi oleh anak-anak di daerah saya. Sumber http://www. Sumber Masa Lalu . Latar Belakang Permainan ini berasal dari daerah saya. Permainan ini sering dimainakan waktu saya masih kecil dulu. yaitu Bangka Belitung. B. Untuk kembali ketempat semula kali ini pemain harus kambali menggunakan kaki satu dan mengambil umpan miliknya diluar kotak sepuluh ribu dengan tanpa menginjak/memegang garis.kulinet. Penentuan Kemenangan Pemenang Regu mana yang paling banyak menjatuh kaleng paling banyak maka regu itu di anggap sebagai pemenangnya. Peserta Permainan ini dimainkan oleh 6 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok masingmasing 3 orang. I. biasanya permainan ini sering dimainkan jika waktu libur sekolah tiba permainan ini juga sangat populer di waktu kami masih kecil dulu biasanya kami memainkannya dari pagi & petang. C. kemudian Pemain melemparkan umpan kekotak yang pertama untuk memulainya permainan. D. G. F. lalu pemain harus mengangkat kaki satu dan menggeser umpan kekotak yang ke dua.com/baca/patah-kaleng-steet-ball-papua/759/ 52) PERMAINAN CAK LENGKENG SEPULUH RIBU A. begitu seterusnya sampai kekotak yang ke empat disitu pemain boleh menggunakan kedua kakinya untuk menendang umpan tersebut ke kotak angka sepuluh ribu.

Tujuan Mengisi waktu luang. Peraturan Permainan 1. C. sebagaian wilayah sumatera barat dengan nama Tengkak – tengkak dari kata tengkak (pincang). sehingga permukannya rata. berdasar kelompok umur pemakaiannya. Lapangan Lapangan yang dipergunakan disarankan datar dan luas (bisa di stadion.72 PERMAINAN OLAHRAGA TRADISIONAL 53) PERMAINAN EGRANG A. Peralatan Alat yang digunakan adalah bambu yang dibuat sedemikian rupa. remaja. dan dewasa. E. Pada ukuran 50 cm dari bawah dibuat tempat berpijak kaki yang rata dan boleh lepas dengan kain atau busa. B. masing – masing kelompok umujr 6 – 12 tahun dan kelompok umur 13 tahun keatas. bermain dan meningkatkan kemampuan motorik. Ingkau yang bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu. Secara spesifik. Latar Belakang Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari daereah mana asalnya. Sasaran Anak – anak. ukuran egrang tersebut adalah sebagai berikut. lapangan umum. dan bersosialisasi. kemampuan motorik meningkat. tetapi dapat dijumapi diberbagai daeerah dengan nama berbeda seperti . b. bila memungkinkan). bahkan jalan raya. Sedang Jawa Tengah dengan nama Jangkauan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Ukuran lapangan adalah panjang minimum 50 m dan lebar 7 ½ m dibagi lima garis lintasan masing – masing 1 ½ meter. 1) Umur 6 – 12 tahun : Tinggi bambu 1 ½ meter Ukuran tempat berpijak :  Tinggi : 50 cm  Lebar : 15 – 20 cm  Panjang : 7 ½ cm 2) Umur 13 tahun keatas Tinggi bambu 2 ½ m Ukuran tempat berpijak:  Tinggi : 50 cm  Lebar : 20 cm  Panjang : 10 cm . Lapangan dan Peralatan a. Egrang dalam bahasa lampung berarti terompah pancung yang tgerbuat dari bambu bulat panjang. Manfaat Gembira. D. Alat egrang dibagi menjadi dua. kualitas kebugaran meningkat.

h. Perlombaan dalam seri. dari garis start sampai garis finish dipimpin juri start dan waktu dicatat oleh petugas pencatat waktu. Pemain Permainan egrang bisa dimainkan oleh wanita atau laki – laki dengan mengenakan pakian olahraga yang pantas. para peserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umur masing – masing. c. 4. i. e. Undian diadakan agar jangan ada yang merasa dirugikan. kelompok umur anak – anka 6 – 12 tahun dan unutk taruna / remaja / dewasa 13 tahun keatas.73 2. b. Sebelum perlombaan dimulai. Per kelompok dipelombakan dalam seri. g. Jalannya permainan a. Para atlet dinyatakan gugur apabila:  Menginjak garis lintasan  Kaki jatuh menyentuh lantai atau lintasan  Dengan sengaja mengganggu atlet lain. .  Pencatat waktu (timer) mencatat waktu para pelari. Dalam meneliti umur peserta didasarkan pada surat keterngan yang berwenang. Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan urutan pemberangkatan perlombaan. d. Waktu terbaik dalam seri (2 atau 3orang) berhak mengikuti seri berikutnya. Atlet. Kalau dalam perlombaan cukup dengan mengira – ngira saja. f.  Juri pemberangkatan / timer. Hal ini dilakukan pada waktu penyelenggaraan resmi. Untuk maju ke seri berikutnya. Wasit. Pengganti ―YA‖ dapat dilakukan dengan suara peluit. 3. siap . aba – aba siap satu kaki (kiri atau kanan) diatas tempat berpijak dan setelah aba – aba YA lari. Atlet yang terganggu jalannya oleh atlet lainnya boleh meneruskan larinya atau mengulang. Ya. jumlah atlet sesuai dengan jumlah lintasan.  Juri lintasan. j. Sebelum perlombaan dimulai. dapat diatur dalam peraturan perlombaan khusus apakah hanya 2 atau 3 orangwaktu terbaik dengan memperhatikan jumlah peserta. yang mengambil lintasan orang lain dinyatakan gugur.  Juri kedatangan mengawasi perlombaan di garis akhir. juri dan pencatat waktu (timer)  Wasit bertugas mengawasi seluruh jalannya perlombaan. mengawasi lintasan apakah ada pelari yang menginjak garis. 5. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dalam kelas masing – masing 5 (lima) orang sesuai dengan jumlah llintasan. Aba – aba perlombaan oleh wasit / juri start adalah: bersedia. Pemenang  Pemenang ditentukan berdasarkan kecepatan waktu  Waktu yang diambil adalah kaki terakhir menyentuh garis finish. Pada aba – aba bersedia tangan memegang egrang (kanan dan kiri). para atlet berdiri dibelakang garis start dengan memegang egrang.

3. Latar Belakang Permainan gebuk bantal adalah merupakan suatu permainan ketangkasan dimana 2 pemain saling menyerang menggunakan bantal. 2. dipertajam lagi dengan pengelompokan berat badan  anak – anak : 30 – 40 kg  remaja : 41 – 50 kg  dewasa : 51 – 60 kg keatas  Sifat pertandingan Perorangan dan beregu. untuk putra 1.m. Manfaat D. dengan ukuran panjang 8 meter dam lebar 4 meter. B. Kualitas kesegaran jasmani meningkat. Lapangan Lapangan atau tempat bermain bisa dialam terbuka (lapangan rumput. meningkatkan kesegaran.74 54) PERMAINAN GEBUK BANTAL A. Tanda dibuat dari kapur atau tambang. tanah atau lantai yang rata. serta bentuk bantal bulat panjang berukuran 7 ½ cm . tertutup (hall / gedung olahraga). Lapangan dan Peralatan a. di atas sebatang bambu yang dipasang menyerupai jembatan dan pemenangnya adalah yang berhasil menjatuhkan lawan atau yang berhasil mengumpulkan angka yang lebih banyak. pasir. Peraturan Permainan 1. melatih keseimbangan. C. besar d. Tinggi dudukan tempat bertanding diukur dari tanah / permukaan aman. b. dengan pengelompokan umur:  anak – anak : 9 – 12 tahun  remaja : 13 – 16 tahun  dewasa : 17 tahun ke atas  Masing – masing kelompok umur tadi. Pada dasar lapangan (kecuali diatas air). diberi pengaman matras. 1 kg untuk putri.2 m dan unutk putri 1 m. mengurangi ketegangan mental. Lama permainan . F. keseimbangan meningkat. dan diatas air). 12 cm. Bantal dibuat dari kain diisi dengan kapas. Lapangan (kecuali diatas air)dibatasi dengan tanda. sabut kelapa atau jerami dengan ukuran panjang 1 meter berat 1 ½ kg untuk putra. busa. Pemain  Gebug bantal bisa dimainkan oleh putra maupun putri. Sasaran Remaja dan dewasa. Tujuan Mengisi waktu luang. atau jerami. Peralatan Tempat bertanding dibuat dari kayu atau bambu bulat dengan ukuran panjang 4 meter. E. tanah danpasir.15 cm. memupuk sportifitas.

d. Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit daan 1 orang pembantu wasit. mengepit dudukan dengan dua kaki). . b. e. f. wasit membunyikan peluit tanda pertandingan di mulai. pembatasan sasaran ini dimaksudkan untuk menghindari cidera kuping. Wasit dan Juri Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit dan satu orang pembantu wasit. Apabila ini terjadi segera mengangkat bendera merah. Permianan dilakukan paling lama 5 menit / babak.satu tangan lagi siap menangkis. setelah selesai bertanding pemain berdiri mengapit wasit dan wasit mengangkat tangan pemenang. Sikap duduk. 4 – 1 atau 3 – 2. lebih dulu jatuh. c. setelah istirahat dilanjutkan 5 menit babak kedua. salah seorang berhasil menjatuhkan lawannya. Sebelum pertandingan dimulai wasit menanyakan panitia tentang keabsahan pemain. Hasil undian. permainan ini dihentikan untuk istirahat selama 3 menit. e. Perorangan (lihat butir 5) b. kaki mengepit dudukan. dilakukan dengan uang logam. Pemenang Pemenang ditentukan berdasarkan. kaki tergantung satu tangan memegang bantal. jatuh kebawah tanah. c. d. Penjelasan tentang perwasitan a. Demikian juga sebelum pertandingan dimulai wasit dan pembantu wasit memeriksa lapangan dan peralatan. 8. Wasit dan pembantu wasit adalah yang telah mengikuti penataran perwasitan. sebaiknya dihindari dengan suit. ditetapkan berdasarkan jumalh pemain yang memenangkan pertandingan dengan skor akhir 5 – 0.75 4. Jenis permaian dan penilaian a. Sasaran Seluruh tubuh kecuali kepala. atau siapa lebih dulu jatuh. Apabila babak pertama sampai babak kedua tidak ada yang jatuh pemenang ditentukan dengan undian. 7. 5. b. Pemain dinyatakan kalah. dinyatakan kalah. Sebelum pertandingan dimulai diadakan undian unutk menentukan tempat dan siapa yang lebih dulu memukul. tangan memegang kayu / bambu dudukan. Beregu 5 orang. 6. Setelah undian pemain yang akan bertanding naik keatas dan duduk diatas dudukan tempat bertanding. Jalannya permainan a. Wasit memimpin seluruh jalannya pertandingan dan pembantu wasit memperhatikan apakah diantara pemain melakukan kesalahan (memegang kayu / bambu dudukan. Undian diadakan untuk menentukan tempat dan peraminan yang lebih dulu memukul. Setelah pemain siap bertanding. Apabila dalam waktu 5 menit tidak ada pemain yang jatuh.

D. Nomor dada dan stopwatch.  Berat terompah seluruhnya untuk teromaph 3 orang 4 kg ( sepasang) terompah 5 orang 8 kg (sepasang). 4. 5. Lapangan dibuat sedemikian rupa agardalaam pelaksanaannya tidak menghadap matahari. mengisi waktu luang dan memupuk sikap kerja sama (kekompakan team).  Lebar terompah 10 cm. yang dibagi menjadi 5 lintsan (masing – masing lintasan lebar 1. E. ketegangan menurun.5 meter).5 meter.5 cm. Tujuan Berolahraga. Lapangan Permainan terompah panjang diadakan dilapangan terbuka. Latar Belakang Permainan terompah panjang sejak dulu sudah ada didaerah sepanjang perairan Sungai Rokan. dan paku. dengan lebar 7. dan kemampuan kerja sama meningkat.  Panjang terompah unutk 5 orang 235 cm. terompah pangjang sudah merakyat. Memimpin pertandingan sesuai dengan peraturan permainan yang telah ditetapkan. b. Lapangan dan peralatan a. Ujung lintasan diberi garis start dan garis finish. baik Rokan Kiri maupun Rokan Kanan. Antar lintasan diberi garis dari kapur 5 cm. Riau. Jumlah bendera sesuai dengan jumlah lintasan yang dipakai. Bendera start (peluit start).76 g. terompah dibuat dari bahan balok / papan yang tebal karet / ban. Manfaat Kebugaran meningkat. Ukuran terompah:  Panjang terompah untuk 3 orang 141 cm. maupun Rokan dibagian Hilir. seperti dibagian Siapi – Api. . Peraturan Permainan 1. Bengkalis. B. Panjang atau jarak lintasan: 50 meter. Terompah. rata seperti stadion. 3. Kabupaten Kampar. bendera dibuat dari kain atau kertas berwarna meerah dan biru berbentuk segitiga dengan ukuran bendera 27 cm. Sasaran Anak – anak. 2. Kapur untuk membuat lintasan. lapangan umum. remaja. 55) PERMAINAN TEROMPAH PANJANG A. Peralatan 1. dewasa putra dan putri. jalan raya (bila memungkinkan). Bendera – bendera kecil dari bahan: tangkai dari bambu dengan panjang 40 cm. C.  Tebal terompah 2. Kini.

ya (peluit dibunyikan atau bendera start dikibarkan). g. regu yang gugur tidak perlu meneruskan sampai garis finish. peserta dari masing – masing regu berdiri dibelakang garis start di samping terompahnya. Aba – aba siap. i. Seluruh peserta dibagi dalam seri setiap seri maksimal 5 regu sesuai dengan jumlah lintasan (disesuaikan dengan jumlah regu peserta).tidak berhasil mencapai garis finish. remaja 13 – 16 tahun. Sebelum perlombaan dimulai. peserta berdiri diatas terompah dengan jari – jari kaki masuk kedalalm setengah lingkaran karet dan berpegangan satu sama lain. dan untuk menentukan urutan pemberangkatan dalam perlombaan. Regu dianggap sah. Aba – aba ya. k. waulupun regu tersebut jatuh kedepan tetapi kedua kaki masih kontak pada terompah meskipun tangan menyentuh tanah. f. Kelompok umur anak – anak 9 – 12 tahun. maka pada aba – aba ya. e. terompah rusak ditengah jalan.77 2. b. Regu juga masih dianggap sah. dengan sengaja mengganggu peserta lain. boleh pada bahu atau pinggang. 3. j. Sebaiknya para peserta memakai sepatu olahraga agar kjaki tidak lecet. peserta siap untuk melakukan jalan. . Undian dapat dilaksanakan paling lambat satu hari sebelum perlombaan dimulai. Jalannya permainan a. apabila peserta terakhir dan ujung terompah bagian belakang melewati garis finish dengan tidak ada kesalahan selama dalam perjalanan. Sebelum perlombaan dimulai. Peserta regu berpegangan satu sama lain. usia para peseta diteliti untuk menentukan kelompok usia. Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan lintasan masing – masing regu. kemudian diberi nomor (dua) untuk dipasang di dada bagi peserta yang paling depan dandi punggung pemain paling belakang. peserta berjalan secepat – cepatnya menempuh jarak 50 meter. Bila memungkinkan adanya stop watch. 4. Pada aba – aba bersedia. d. c. Peseta / regu dianggap gugur apabila. Petugas lintasan berdiri dibelakang peserta dan memperhatikan regu pada lintasan masing – masing dengan membawa bendera biru merah. Jenis perlombaan Beregu 3 orang dan beregu 5 orang. menginjak lintasan peserta lain. h. Peserta dibagi dalam regu yang terdiri dari 5 orang atau 3 orang sesuai dengan jenis yang diperlombakan. stop watch dihidupkan dan pada saat peserta dan ujung terompah paling belakang melawati garis finish stop watch dimatikan. dewasa 17 tahun keatas. Pemain Jenis kelamin laki – laki dan perempuan yang tergabung dalam regu putra dan regu putri. Regu yang sudah diteliti kelompok usianya. salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah artinya salah satu kaki atau kedua kaki tidak ada kontak dengan terompah. Aba – aba dalam perlombaan diberikan oleh juri pemberangkatan adalah bersedia. siap.

regu yang gugur dalam babak final tidak mendapat juara. 6.  Pengawas lintasan bertugas unutk:  Mengawasi lintasan selama permainan berlangsung. pengawas lintasan mengacungkan bendera keatas dan berjalan di belakang mengikuti peserta sampai garis finish.  Sebelum start dimulai. juri pemberangkatan mengambil tempat dibelakang peserta dan tangan yang megang bendera direntangkan lurus kesamping. perincian tugas darei masing – masing juri / wasit.  Pengawas lintasan 5 orang (diseduaikan jumlah lintasan)  Juri kedatangan lima orang. pengawas lintasan berdiri di belakang peseta yang akan diawasi sambil membawa bendera biru ditangan kanan dan bendera merah di tangan kiri.78 5. Pemenang Regu dinyatakan sebagai pemenang apabila regu tersebut paling cepat memasuki garis finish.  Juri pemberangkata bertugas untuk. Petugas Petugas terdiri dari.  Dalam memberikan aba – aba. maka permainan peserta tersebut sah.  Pencatat waktu (apabila ada stopwatch).  Kemudian juri pemberangkatan memperingatakn agar peserta tidak menginjak / melewati garis start.  Pengambil waktu (apabila ada stopwatch). Petunjuk Perwasitan Untuk melancarkan jalannya permainan terompah panjang. .  Aba – abab yang diberikan adalah: bersedia. diperlukan petugas sebagai juri / wasit.  Pada saat peserta mulai berjalan.  Juri pemberangkatan dapat menentukan sah atau tidaksah start yang dilakukan oleh setiap peserta.  Juri kedatangan berada dibelakang garis finish. siap.  Jumlah pemberangkatan 1 orang.  Sebelum start dimulai. ya atau peluit dibunyikan. Apabila pengawas mengacungkan bendera biru. Tetapi apabila peserta melakukan kesalahan maka bendera biru diturunkan dan bendera merah dinaikkan dan regu peserta dianggap gugur. Apabila menggunakan bendera maka pada aba – aba ya bendera dinaikkan / digerakkan keatas.  Memberi aba – aba pada pemberangkatan peserta dengan mempergunsksn bendera start atau peluit. 7.  Juri kedatangan bertugas untuk:  Menentukan dan mencatat urutan kedatangan peserta. juri pemberangkatan memanggil peseta untuk berdiri dibelakang agris start dalam lintasan masing – masing.

putra dan putri.  Waktu dicatat sampai dengan per sepuluh detik. remaja. Peraturan Permainan 1.  Pencatat waktu berada dibelakang garis finish disamping pengambil waktu. Permainan ini menuntut kelincahan. 2 detik. dan seterusnya. yang mana setiap habis melangkah pemain harus memindahkan balok yang dibelakangnya ke depan sebagai tempat berpinjak dan begitu selanjutnya. Manfaat Kebugaran meningkat. dewasa. rata (rumput. ketegangan menurun.  Tebal garis 4 cm. B. Spesifikasi alat sebagai berikut :  Kayu  Ukuran balok : . Bentuk permainan berupa adu kecepatan menempuh suatu jarak tertentu diatas empat buah balok kecil menyerupai batu bata.  Pada saat starter memberi aba – aba ya atau peluit dibunyikan . keseimbangan.  Pengambil waktu berada atau bertempat dibelakang garis finish.  Panjang minumum 15 meter  Lebar 7 ½ meter dibagi 5 garis lintasan masing – masing 1 ½ meter.79  Pengambil waktu bertugas untuk:  Menghitung waktu dari mulai aba – aba ya atau peluit dibunyikan sampai peserta menginjak atau melewati garis finish. C. dan ketangkasan meningkat. dan pada saat peserta paling belakang dan ujung terompah paling belakang tepat berada digaris finish / melewati garis finish. pengambil waktu menghidupkan stopwatch. dan kecepatan atletnya. Sasaran Anak – anak. D. Lapangan dan Peralatan a) Lapangan  Lapangan terbuka. mengurangi ketegangan dan kompetitif. stopwatch dimatikan. Latar Belakang Lari Balok sering dilombakan pada perayaan Kemerdekaan RI. E. tanah. semen maupun aspal). 56) PERMAINAN LARI BALOK A. b) Peralatan  Bahan dari kayu balok di mana permukaan tempat berpijak rata.  Pencatat waktu bertugas untuk:  Mencatat waktu yang ditempuh setiap peserta pada formulir yang sudah disiapkan. Tujuan Berolahraga. misalnya 10.

Siap kedua tangan siap memindahkan kedua balok lainnya. mengikuti dan mengawasi lintasan dibelakang dari dari setiap peserta. 3. mengawasi peserta yang telah tiba di finish e) Pencatat. Ya peserta saling berlomba. f) Peserta dinyatakan gugur apabila :  Salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubungan dengan balok. c) Juri lintasan.  panjang : 25 cm  lebar : 9 cm  tinggi : 4 cm  Berat balok : 50 gr – 100 gr  Bendera start : 60 x 90 cm (ukuran tidak mutlak)  Bendera kecil segi tiga mrah dan biru :27 x 37 cm Pemain a) Pemain lari balok bisa dimainkan oleh laki – laki maupun perempuan.  Keluar dari lintasan.  Salah satu tangan atau kedua tangan menyentuh tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubugan dengan balok. d) Juri kedatangan. Pemenang Ditentukan berdasarkan peserta yang paling dahulu. 4. b) Setiap peserta yang akan berlomba diberikan 4 potong balok. d) Sebelum perlombaan dimulai para peserta duduk jongkok diatas 2 balok dibelakang garis start dan kedua tangan menyentuh balok dua lainnya yang terletak di belakang kedua balok yang diinjak. mengawasi jalannya perlombaan. e) Aba – aba perlombaan oleh wasit adalah bersedia. siap. Pada aba – aba bersedia peserta duduk jongkok diatas kedua balok.  Dengan sengaja mengganggu peserta lain. b) Juri pemberangkatan. memberi aba – aba start pemberangkatan. mencatat nama/nomor peserta yang telah tiba di finish . 5. b) Klasifikasi :  Kelompok I : 6 – 10 Th  Kelompok II : 11 – 14 Th  Kelompok III : 15 – 18 Th  Kelompok umum : 19 Th keatas Jalannya Permainan a) Sebelum perlombaan dimulai para perserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umurnya masing – masing. Pemimpin Perlombaan a) Wasit. mencapai garis finish (dengan ketentuan ke empat balok telah melewati garis finish). ya. c) Peserta diundi untuk menentukan kelompok seri/urutan perlombaan.80 2.

b) Peralatan Alat yang dipergunakan adalah sebuah tali tambang serat panjangnya 30 s/d M. Tujuan Berolahraga. meningkatkan semangat kerja dan menurunkan ketegangan. 17. jumlah regu disesuaikan dengan keadaan.81 57) PERMAINAN TARIK TAMBANG A. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. remaja. tepi pantai yang datar/rata permukaan. c) Peserta  Beregu putra atau putri. III : 70 – 79 kg. 30 orang dsb. IV : 80 kg keatas Berat untuk putri Kelas I : 30 – 49 kg.  Panjang lapangan : 40 s/d 60 M  Lebar lapangan : 8 M Pada pertengahan lapangan diberi garis. boleh 10. dan dewasa. 28. lapangan. E. Dalam permainan ini sangat dominan kekuatan dan daya tahan regu. batas lapangan harus jelas supaya penonton tidak masuk lapangan permainan. menggunakan seutas tambang.  Klasifikasi Berat untuk putra Kelas I : 50 – 59 kg. 20. B. D. memupuk semangat kerja sama dan sosialisasi. Pinggir lapangan sebaiknya diberi tanda dengan kapur atau tali. Olahraga tarik tambang dimainkan beregu. C. Sasaran Anak – anak. Peraturan Permainan 1. Diantaranya stadion. II : 50 – 59 kg. Lapangan dan Peralatan a) Lapangan Lapangan yang dipergunakan dapat terbuka dan tertutup. Latar Belakang Tarik Tambang adalah olahraga rakyat yang paling banyak dimainkan oleh masyarakat setelah olahraga panjat pinang.5 M dari pertengahan tali. juga luar garis batas tarikan. jumlah anggota regu disesuaikan dengan keadaan. Diameter tali : 5 – 10 cm. . III : 60 – 69 kg. II : 60 – 69 kg. pada pertengahan tali diberi tanda ( cat merah/kain merah ) dari pertengahan tali diberi 2 macam tanda yang masing – masing jarak 2. IV : 70 kg ke atas.

D. Latar Belakang Meski dimainkan hamper seluruh anak di Jabotabek. 3. kebugaran meningkat. 4. Sasaran Anak-anak. Dua orang pembantu wasit bertugas mengawasi garis batas tarikan dan dilengkapi dengan bendera merah. acap memainkan hadang di malam hari saat bulan purnama. maka diadakan pemindahan tempat. dan bersosialisasi. . c) Wasit pertandingan memanggil pimpinan regu masing – masing untuk menentukan tempat. bendera merah itu diangkat apabila tanda merah tadi melewati garis batas tarikan. C.82 2. Jalannya Permainan a) Undian dapat diadakan sebelum hari pertandingan pada saat pertemuan teknis. Kedua regu saling menarik tambang dan saling berusaha membuat tanda merah dari pertengahan tali dapat ditarik melalui garis batas. 58) PERMAINAN HADANG A. Manfaat Gembira. tetapi panitia dapat menentukan sstem pertandingan disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Tujuan Mengisi waktu luang. Anak-anak desa. Permainan ini ada di sebagian besar provinsi di Nusantara. bermain. meningkatkan kekompakan tim. Jika salah satu regu dapat menarik melewati garis batas. Pemimpin Perlombaan Wasit sebaiknya berjumlah 3 orang. yang terdiri atas 1 orang wasit kepala yang bertugas langsung memimpin pertandingan dan dilengkapi dengan peluit. remaja. tetapi tidak ada petunjuk bahwa permainan hadang berasal dari Jakarta. dewasa. d) Wasit memberikan aba – aba siap. jika ada aba – aba ya kedua regu melakukan tarikan. Pemenang Apabila satu regu dapat mengalahkan regu lain dengan 2 – 0 atau 2 – 1 ( kalau terjadi seri ). Pertandingan biasanya dilakukan dengan sistem gugur. B. Pembantu wasit juga bertugas menghitung jumlah masing – masing regu serta mengatur tata tertib keamanan pertandingan. Kemudian diadakan tarikan lagi dan jika terjadi seri maka sebelum tarikan ketiga diadakan lagi undian untuk memilih tempat setelah lebih dahulu istirahat. b) Sebelum bertanding lapangan harus dikosongkan setelah ada panggilan dari panitia. peserta sudah memegang tali serta konsentrasi untuk mendengar aba – aba berikutnya.

Bentuk lapangan empat persegi panjang berpetak-petak Ukuran  Panjang 15 meter  Lebar 9 meter dibagi 6 petak masing-masing 4. jalan raya. b. Kapur digunakan apabila lapangan permainan di rumput atau tanah.  Kapur/cat/line paper. f. Cat dan line paper digunakan apabila lapangan di atas lantai semen dan jalan beraspal. Lapangan Lapangan permainan dapat dibuat di ruangan tertutup (stadion tertutup.  Papan nilai untuk mencatat nilai (papan tulis atau white board). Peralatan  Bendera untuk hakim garis dengan ukuran 30 x 30 cm. e.83 E.  Garis pembagi lapangan permainan menjadi 2 bagian memanjang disebut garis tengah. apabila memungkinkan). d. gedung pertemuan) atau di ruangan terbuka (stadion terbuka. halaman rumah. Peraturan Permainan 1. tangkai 40 cm. warna kuning dan merah berbentuk segi empat. kursi Alat tulis Formulir pertandingan untuk mencatat susunan pemain dan hasil pertandingan.  Lapangan permainan ditandai dengan garis selebar 5 Cm. Jam/stopwatch Meja. 9 meter 15 meter Peluit diperuntukkan pada kedua wasit yang akan memimpin pertandingan. Lapangan dan Peralatan a. .5 m x 5 m. g. Gambar Lapangan Hadang c. lapangan terbuka. gedung olahraga.

5. Lamanya permainan Lamanya permainan 2 x 15 menit bersih dan istirahat 5 menit. Kapten regu diberi tanda di lengan kanan berbentuk pita melingkar.  Berbalik masuk petak yang telah dilalui. Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu. Seragam pemain 4. f. Waktu time out.tidak boleh mengepal. Waktu time out dicatat posisi pemain. yang kalah sebagai penjaga dan yang menang sebagai penyerang. e.  Mengganggu jalannya permainan. masing-masing satu menit selama pertandingan. b. Pemain penyerang dinyatakan salah apabila:  Kedua kaki keluar dari garis samping kiri dan kanan lapangan. dan 3 orang pemain cadangan. Timeout diberikan atas permintaan pelatih atau manajer kepada petugas meja. Jalannya permainan a. Regu penjaga menempati garis jaganya masing-masing dengan kedua kaki berada di atas garis sedangkan regu penyerang siap untuk masuk. dalam posisi kedua kaki berpijak di atas garis atau salah satu kaki berpijak di atas garis sedangkan satu kaki lainnya dalam keadaan melayang. Permainan dimulai setelah wasit membunyaikan pluit. Timeout Time out satu kali untuk tiap regu. g. Penjaga berusaha menangkap atau menyentuh penyerang dengan tangan terbuka dan jarh-jari tangan. b. d.84 2. Terdiri dari 2 regu masing-masing 5 orang. c. atau sentuhan dari pihak penjaga. Setiap regu diharuskan memakai kostum bernomor dada dan punggung ukuran 15 cm dari nomor angka 1 sampai 8.. Setelah time out posisi pemain seperti sebelum time out. Pemain a. Pergantian untuk regu: Pergantian regu penyerang men-jadi penjaga atau sebaliknya diadakan oleh wasit dengan membunyikan peluit setelah:  Penjaga menangkap atau menyentuh penyerang . Regu putra dan regu putri 3. 6. Penyerang berusaha melewati garis di depannya dengan menghindari tangkapan. jam dimatikan.

Kedua wasit punya tugas. fungsi dan wewenang yang sama c. . Hukuman dan sanksi a. Wasit memberikan tanda dengan membunyikan peluit.  Apabila permainan babak kedua dilanjutkan posisi pemain sama seperti saat permainan dihentikan. Bagi pemain penjaga. j. h. Wasit. dibantu dua orang hakim garis. waktu istirahat. Istirahat. b. Pemain yang telah berhasil melewati garis depan s/d garis belakang diberi nilai satu. Nilai a. apabila:  Menyentuh penyerang dengan tangan dikepal atau meninju penyerang. dua orang pencatat nilai. pergantian dan pada saat time out. pemain membuat kesalahan dan waktu time out.  Mengganggu penjaga yang sudah dilalui. Apabila penjaga atau penyerang melakukan pelanggaran pertama kali diberi kartu kuning dan apabila melakukan pelanggaran 2 kali diberi kartu merah dan nilai dikurangi 1 (satu).  Mendorong penyerang dengan sengaja  Menyerang wasit dan membuat keributan.  Apabila permainan telah berjalan selama 15 menit wasit membunyikan pluit tanda istirahat dan posisi pemain dicatat. b. dipimpin 2 orang wasit. Demikan seterusnya permainan berjalan tanpa berhenti kecuali kalau dihentikan oleh wasit karena tertangkap/ tersentuh. b. Pemain yang berhasil melewati garis belakang s/d garis depan diberi nilai satu.85  Terjadi butir 6 di atas  Apabila tidak terjadi perubahan posisi selama 2 (dua) menit. i. 8. Setiap pemain yang telah berhasil melewati seluruh garis dari garis depan sampai garis belakang dan dari garis belakang sampai dengan garis depan langsung dapat melanjutkan permainannya seperti semula. Bagi pemain penyerang. 7. Penggantian pemain diadakan pada saat permainan sedang berhenti (pada saat istirahat. 9.  Menyerang wasit dan membuat keributan.  Apabila penyerang menginjak garis dan petak di belakangnya yang telah dilalui. Tiap regu diberikan paling banyak 3 kali penggantian pemain selama pertandingan). Setiap pertandingan. . Hakim garis dan pencatat nilai a. apabila:  Menggait kaki penjaga.

kebugaran meningkat.86 d. Apabila masih tetap sama. Permainan ini mengasah ketrampilan. meninting. adalah saat-saat yang menyenangkan. bermain. pemenang ditentukan berdasarkan hasil undian/tos PERTANDINGAN HADANG PA/PI Regu : …………………………. dan meningkatkan keterampilan dan jiwa sportif. Nilai/ angka dicatat di dua papan nilai (lihat gambar di bawah). kecekatan. Latar Belakang Patok lele digemari setiap anak (tentu saja yang bias memainkannya). Tujuan Gembira. Pencatat nilai. e. No. Lapangan . 2 X 15 menit. Lapangan dan Peralatan a. Pemain Nilai Dada Dada Jumlah Jumlah 59) PERMAINAN PATOK LELE a. dan mematok. Peraturan Permainan 1. Pemain Nilai No. Saat-saat mencutat. c. Penjaga garis memberi tanda dengan mengangkat bendera e. 10. Manfaat Berolahraga. d. b. dan yang terpenting adalah jiwa sportif. No. maka diadakan perpanjangan waktu selama 10 menit (2x5 menit) tanpa istirahat/ time out.. Tujuan Mengisi waktu luang. dan ketangkasan meningkat.. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi. Dua pencatat nilai ditempatkan di sudut garis depan dan garis belakang. No. Apabila terjadi nilai sama setelah waktu 2 x 15 menit berakhir. memukul. ketegangan menurun. Regu : …………………………. Penentuan Pemenang Pemenang ditentukan dari besarnya nilai setelah pertandingan berakhir.

garis tengah 2cm. Tetapi jika permainan dilakukan di lapangan keras. Alat ini yang dicutat. memukul.87 Patok lele dimainkan di lapangan terbuka: Bentuk: Mempunyai sektor 900 Ukuran: Menarik garis lurus dari ujung lubang tempat mencutat yang disebut garis batas (lihat gambar). dengan cara membuat lubang berbentuk elips atau segitiga. ditinting. Peralatan Dalam pertandingan resmi. Alat ini untuk mencutat.  Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 15cm. (lihat gambar). Jarak 3 m dari lubang dan diberi tanda garis tinting.  Bendera hakim garis  Kapur/cat/line paper  Peluit  Jam/stop watch  Alat tulis  Formulir pertandingan  Meja/kursi  Meteran. Garis : Menarik garis. dipukul.  Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 45 cm. meninting.  Lubang tempat mencutat/ mematok  Lubang tempat mencutat/ mematok dibuat di atas lapangan f. dan mematok. dan dipatok. mulai dari lubang tempat mencutat membentuk sektor 90°. b. Gambar: Dengan dua bata/balok berjejer dan ditidurkan Permainan. garis tengah 2cm. peralatan yang tercantum dalam peraturan permainan ini merupakan kebutuhan yang diperlukan. . (lihat gambar). maka tempat mencutat/mematok dapat dibuat dengan cara meletakkan 2 (dua) buah batu bata/balok berjejer sehingga dapat memungkinkan untuk mencutat/ mematok.

Lamanya permainan Permainan patok lele berdurasi 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit. baik putra dan putri. Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu yang menang menjadi penyerang dan yang kalah bertahan/menjaga. 3. maka janak harus dilemparkan penjaga dan diusahakan mengenai utat yang dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat. bila tidak ada lagi pemain berikutnya. Warna seragam kedua regu berbeda/kontras. bila tidak ada lagi Cara mencutat Pemain maka diadakan pergantian dalam hal ini penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya.  Jika tidak tertangkap oleh penjaga. Jika tidak kena. dalam hal ini berarti penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya.  Selanjutnya dilakukan  Kemudian utat diletakkan/dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat. Meninting  Janak dipegang bersama utat dengan satu tangan.88 2.  Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya. Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya. Ukuran nomor dada dan punggung 15 cm.  Janak diletakkan melintang di atas lubang/tempat mencutat.  Permainan dilakukan dengan 3 (tiga) tahap: a. b. Pemain Setiap regu terdiri dari 5 orang dan cadangan 2 orang. Kapten regu diberi tanda di lengan berbentuk pita berwarna kontras dengan seragam. . Seragam pemain Setiap regu diwajibkan memakai seragam yang bernomor dada dan punggung berurut angka 1 s/d 7. maka diadakan pergantian pemain. 5. 4. kemudian dicutat.  Jika janak tertangkap oleh penjaga. maka regu penjaga mendapat cutatan mati. permainan diteruskan pada tahap berikutnya yang disebut tinting. maka pemain yang bersangkutan mati.  Jika janak yang dilemparkan mengenai utat. Mencutat.

 Jika janak dipukul tidak kena.  Apabila jarak antara janak dengan lubang tempat mencutat kurang dari 1 (satu) meter.  Tinting dilakukan dalam batas daerah tinting. Mematok  Mematok dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara:  Di Lubang  Janak diletakkan membujur di lubang sehingga sebagian muncul ke permukaan.  Cam meninting dengan pegangan janak antara ibu jari dan telunjuk  Cara meninting dengan janak di atas pangkal ibu jari dan telunjuk  Jika janak tidak ditangkap.  Jika tahap kedua tidak mati. maka pemain tersebut dinyatakan mati.  Pemain yang melakukan tinting diperbolehkan mengambil posisi yang menguntungkan untuk memukul/menghempang janak dengan utat agar janak itu dapat kembali ke lapangan permainan.89  Selanjutnya janak dilemparkan sedikit keatas/dilepas dan kemudian dipukul dengan utat sekuat mungkin sehingga janak dapat melayang jauh ke arah lapangan permainan. maka penjaga harus melemparkan dan regu penjaga mendapat nilai. Kemudian ujung janak yang muncul di atas lubang dipukul atau di patok dengan utat sehingga . pemain tersebut dinyatakan mati. maka pemain berhak meneruskan permainan ke tahap berikutnya. c.  Pemain penyerang yang memukul janak di luar batas tinting dinyatakan mati.  Jarak antara janak berhenti dengan lubang/tempat mencutat di ukur dengan meteran. maka penjaga harus melemparkan kembali janak tersebut dari tempat janak jatuh ke arah lubang atau tempat mencutat.  Jika janak tidak ditangkap. Pemukulan ini boleh ditangkap penjaga dan mendapat nilai tangkapan.

maka pemain tersebut dinyatakan mati. dan pemain tersebut berusaha meninting janak berulang kali. diukur dengan meteran. dan mematok. Jika janak kena satu kali. Bila penyerang tidak berhasil meninting atau memukul janak sewaktu terungkit ke atas. Penyerang permainan patok lele dinyatakan mati apabila:  Cutatan.  Di atas batu bata sama halnya dengan di atas lubang. Penyerang dinyatakan mati a. Selanjutnya diusahakan agar pukulan terakhir sejauh mungkin dari lubang tempat mematok. meninting. jarak antara janak jatuh dengan lubang/tempat mencutat diukur dengan meteran (setiap meter mendapaat nilai1)  Pada jarak patok dengan ber-kenaan sebagai berikut: b. jarak dari janak jatuh sampai pinggir lubang/tempat mencuat. maka nilai dihitung dari jatuhnya janak sampai ke lubang dan seterusnya diulang lagi dari mencutat. Penggantian pemain dilakukan setelah dilaporkan lebih dahulu kepada petugas meja/wasit. 6.90 terungkit dan lemlempar ke atas.  Penggantian pemain  Penggantian pemain dilakukan sebanyak 2 (dua) kali selama permainan berlangsung. jumlah tintingan akan dikalikan dengan . 7. Jika regu penjaga berhasi! menangkap cutatan.jarak pu-kulan. Penilaian a. Dan jika satu tangan mendapat nilai 15 (lima belas). Regu penyerang  Pada waktu pengambilan tinting. pukulan hasil pengembalian tintingan berhasil ditangkap oleh penjaga. Regu penjaga c. pengembalian tintingan serta patokan dengan dua tangan mendapat nilai 10 (sepuluh). diukur dengan meteran dan hasilnya dikali kan dua dan seterusnya. tintingan. . Jika janak kena dua kali. d. Dan bila berhasil memukul janak. tintingan.

 Mencatat hasil yang diperoleh pemain atas laporan wasit dan pembantu wasit. baik didapat dart tintingan. Pencatat hasil (scorer). serta melaporkan kepada petugas pencatat hasil (scorer).  Pembantu wasit .  Pada waktu melakukan cutatan. Jika babak pertama berakhir. 8. Kemudian menjum-lahkan hasil yang diperoleh seluruh pemain. patokan.  Mencatat nama-nama pemain dan cadangan serta nomor dada/ punggung di dalam formulir pertandingan. baik tintingan. 10. sedangkan regu penyerang masih ada yang belum bermain maka untuk babak kedua. tintingan. b. janak kurang dari satu meter dari lubang/tempat mencutat. c. Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah nilai yang terbanyak diperoleh setelah pertandingan berakhir 2 x 20 menit. Petugas meja a. Larangan dan sanksi . Wasit utama : 1 (satu) orang)  Melakukan undian.  Melakukan pengukuran yang diperoleh penyerang. Mencatat waktu Tugas pencatat waktu adalah mencatat lamanya pertandingan berlangsung 2 x 20 menit dan istirahat 5 menit. pukulan hasil pengembalian tintingan maupun pukulan hasil pengembalian tintingan dan patok yang jatuh di luar lapangan permainan.  Pengembalian tintingan oleh regu penjaga kurang satu meter di ukur dari lubang/tempat mencutat.  Hasil akhir yang diperoleh masing-masing regu diberikan kepada kapten regu dan wasit untuk ditandatangani. 9. patokan.  Pada waktu melakukan tintingan maupun patokan tidak diperbolehkan melawati garis batas. b. pertandingan diteruskan sesuai dengan kedudukan babak pertama. oleh regu penyerang dan tangkapan oleh regu penjaga.  Memimpin jalannya pertandingan dari awal sampai akhir serta menentukan pemenang. Tugas wasit dan Pembantu wasit a. menentukan siapa menjadi penyerang dan penjaga. Penentuan pemenang a. 2 (dua) orang  Mengawasi tangkapan janak oleh regu penjaga  Mengawasi jatuhnya janak di dalam lapangan permainan atau di luar daerah permainan.91  Janak hasil cutatan.

Sewaktu melakukan cutatan. jalan raya (apabila memungkinkan). Lapangan Lapangan terbuka antara lain: halaman rumah. B. Bentuk: Persegi panjang Ukuran: Panjang 50 m. e. Sasaran Anak-anak dan remaja. = Pembantu Wasit x = Regu Pemain = Regu Penjaga f. lebar 20 m . sawah sehabis panen. h. E. Seorang anak sedang bermain patok lele 60) PERMAINAN BENTENG A. Pada waktu pengembalian tinting penjaga dilarang melemparkan janak dengan sengaja ke tubuh penyerang. membakar benteng musuh. Jika hal tersebut dilakukan regu penjaga. Lapangan dan peralatan a. Tujuan Berolahraga. D.92  Regu penjaga dilarang menghalangi janak yang sedang dimainkan oleh regu penyerang dengan kaki/badan sengaja atau tidak sengaja. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani/ meningkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan. C. penyerang berhak mengulangi permainannya dengan bebas c. = Petugas Meja DLP = Daerah Luar Permainan dan tidak boleh ditangkap oleh penjaga. bermain benteng cukup mudah dan meriah. g. Lihat saja istilahnya :Ada tawanan. dan lain sebagainya. Latar Belakang Mengingat nama serta jenis permainannya. bisa jadi Benteng terinspirasi oleh aksi peperangan tempo dulu. jika hal tersebutdilakukan oleh penjaga nilainya dikurangi 5 (lima). Peraturan Permainan 1. lapangan rumput/lapangan sepakbola. Denah lapangan/susunan petugas X =: Wasit 0 XI A d. Yang jelas. penjaga tidak boleh menghalang-halangi penyerang dengan jarak 2 (dua) meter. maupun patokan. Pada waktu melakukan tinting penyerang tidak boleh melewati garis batas. tintingan. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi.

Ada dua bendera benteng dengan ukuran 40 cm x 30 cm dengan warna berbeda.  Peluit  Bendera Hakim Garis sebanyak empat buah dengan ukuran 30 cm x 30 cm dan tangkai 40 cm. Lapangan ditandai dengan garis selebar 5 cm. Sebelum permainan dimulai diadakan undian.  Jam/stop watch  Alat tulis  Meja/kursi  Formulir pertandingan  Lamanya permainan  Lamanya permainan 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit. b. 2. cadangan 4 orang.  Tiang bendera tingginya 2 meter dari permukaan tanah/lantai Gambar Lapangan Benteng 20 m 50 meter dengan garis tengah 5 cm. Peralatan  Bendera. jam tetap jalan.  Kapur/cat untuk membuat garis lapangan permainan. Saat penawanan. Setiap regu terdiri dari 10 orang. Daerah tawanan: Berbentuk persegi panjang dengan ukuran: panjang 10 m dan lebar 1m.93 Daerah benteng berbentuk lingkaran yang bergaris tengah 3 m dengan jarak 10 m dari garis belakang dan garis samping. 3. Pemain a. tidak ada campuran. Seseorang pemain mengejar . Yang menang dapat memilih tempat atau lebih dulu memancing. Setiap pemain berfungsi sebagai pemancing atau yang dikejar dan juga berfungsi sebagai pengejar. Seragam pemain  Setiap pemain diwajibkan memakai pakaian seragam yang bernomor dada dan punggung 1 sampai dengan 14 berukuran 15 cm. b. b. Jalannya permainan a. Permainan ini dimainkan regu putra atau regu putri.

Benteng suatu regu dinyatakan terbakar. Wasit berada di dalam lapangan dan pembantu wasit berada di luar lapangan. Selama permainan berlang-sung setiap regu diperbolehkan mengadakan penggantian pemain paling banyak empat kali. Setelah salah satu regu bentengnya terbakar. . Setiap wasit yang memimpin per-mainan/pertandingan diwajibkan memakai seragam T. f. 4. 5. tugas diserahkan kepada salah seorang anggota regunya yang belum tertangkap. d. 6. shirt warna kuning dan celana warna hitam. Penggantian atas permintaan officials yang disetujui oleh wasit.  Menyerang wasit atau membuat keributan. c. Hukuman dan sanksi Hukuman dan sanksi diberikan kepada pemain apabila:  Menyentuh pemain lawan dengan tangan  Mendorong lawan dengan sengaja atau menggaet kaki lawan. Tawanan yang berkumpul di daerah tawanan dapat bebas kembali apabila teman seregunya yang belum tertangkap dapat membebaskan dengan jalan menyentuh bagian tubuh te-mannya. Penggantian pemain diadakan waktu permainan berhenti (istirahat. penawanan dan penghukuman). Bila kapten regu tertangkap. pembantu wasit dan pencatat nilai a. Anggota regu yang tertangkap atau yang keluar dari lapangan permainan akan menjadi tawanan dari pihak lawan. Wasit. Permairran/pertandingan dipimpin oleh dua (2) orang wasit. Cara menangkap lawan cukup dengan menyentuh bagian tubuh lawan dengan tangan terbuka. e. Tawanan yang lebih dari satu orang. b.94 pemain lawan. apabila salah seorang atau lebih regu lawan dapat membakar benteng dengan ca-ra menginjakkan salah satu kakinya di benteng lawannya. semuanya dapat dibebaskan dengan jalan menyentuh salah seorang dari tawanan itu dengan ketentuan satu sama lain dalam keadaan berpegangan/bergandengan. Bagian tubuh termasuhk kostum/kelengkapan. apabila pemain lawan lebih dulu meninggalkan bentengnya dan ia menjadi orang yang dikejar oleh pemain lawan. Penggantian pemain a. Kapten regu ditandai ban/pita di lengan kanan dan bertugas mengatur setiap anggota regunya. empat (4) orang pembantu wasit dan dua (2) orang pencatat nilai. g. permainan dilanjutkan dengan ketentuan regu yang berhasil membakar benteng lawannya berfungsi lebih dulu sebagai pemancing.

kedua regu saling tarik menarik sekuat tenaga sedangkan dalam dagongan kedua regu saling dorong untuk mencari kemenangan. pemenang ditentukan dengan undian/tos. Penilaian Setiap pembakaran dihitung satu nilai. menigkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan. c. Lapangan 18m 2m .  Apabila nilai sama. Regu paling banyak menawan lawan dinyatakan menang. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani.  Apabila 1) dan 2) tetap sama. B. D. bermain dagongan adalah kebalikan dari bermain tarik tambang. Tujuan Berolahraga. C. b. Peraturan Permainan 1. Lapangan dan Peralatan a. Penentuan pemenang  Regu paling banyak membakar benteng lawannya dinyatakan sebagai pemenang. Latar Belakang Secara mudah.95 7. dalam cara bermain. Denah Lapangan dan Penempatan Petugas wasit 20 m 50m 61) PERMAINAN DAGONGAN A. Penilaian dan penentuan pemenang a. memupuk semangat kerjasama dan bersosialisasi. Setidaknya. Dlaam permainan tarik tambang. pemenang ditentukan berdasarjumlah tawanan. Yang dimaksud nilai sama adalah jumlah pembakaran sama atau sama sekali tak terjadi pembakaran.

merah untuk batas tengah bamboo. Bentuk lapangan persegi panjang dengan ukuran 2 meter x 18 meter. digunakan oleh hakim garis.  Formulir pertandingan . Garis serang adalah batas kaki pemain saling depan berjarak 2.  Bendera 2 buah. ukuran 30 x 30cm berwarna merah kuning berbentuk diagonal. garis – garis batas 2 buah garis samping. Peralatan  Bamboo harus lurus dan kuat. 2 buah garis terang. Biru untuk batas pegangan. Garis tengah adalah garis yang membagi dua lapangan sama panjang sebagai batas akhir penyerangan dari masing – masing regu yang mendorong.5 m dari garis tengah. b. Kapur untuk menggaris lapangan dan lakban yang digunakan 2 warna. 1 buah garis tengah.96 Lapangan harus rata dan datar dan diutamakan berumput.  Kapur/lakban. panjang 10m dengan garis tengah 6cm.

Pluit dibunyikan apabila salah satu regu telah dinyatakan kalah. f. 4.  Peluit 2. 7. Nomor Pertandingan a. Lamanya Permainan Lamanya permainan menggunakan system 2 kali menang. satu pasang untuk mencatat nilai dan pelaoran pergantian pemain. d. e. Seragam Pemain Kedua regu wajib memakai kostum dada/ punggung dimulai dengan angka 1 s. Jalannya Permainan a. Dalam melakukan dorongan bamboo berada dan sejajar di dada. Wasit member aba – aba siap. Kedua hakim garis menghitung jumlah pemain. Salah satu tangan mengapit bamboo pandangan lurus ke depan lawan. selanjutnya melaporkan kepada pencatat nilai dan wasit. Permainan selesai jika adaa yang berhasil melakukan 2 dorongan. dan memeriksa posisi silang dari kedua regu. Aba –aba yaa kedua regu saling mendorongkan bamboo lurus ke depan lawan. Beregu Putri Kelas A : 46 .49 kg Kelas B : 50 – 59 kg Kelas C : 60 – 69 kg Kelas D : 70 kg ke atas 5. c. 3. dilakukan pada saat : .d 7. 6. Interval antara dorongan pertama dengan dorongan kedua adalah 3 menit. Pemain Beregu putra dan putri dengan jumlah pemain 5 orang cadangan 2 orang. Pergantian pemain Pergantian pemain harus diminta oleh kapten regu. Apabila score seri maka wasit melakukan undian kembali untuk menentukan siapa yang akan memilih tempat. seluruh pemain memegang bamboo untuk siap dalam posisi melakukan dorongan.97  Meja/ kursi. b. Sebelum permainan dimulai. Beregu Putra Kelas A : 50 – 59 kg Kelas B : 60 – 69 kg Kelas C : 70 – 79 kg Kelas D : 80 kg ke atas b. wasit memanggil kedua kapten regu untuk melakukan undian. Salah seorang yang manjadi kapten memakai pita pada lengan sebelah kanan. sedangkan apabila terjadi draw ( seri ) lamanya 5 menit.

Dua orang hakim garis :  Menghitung jumlah pemain  Membantu wasit dalam pengawasan garis c. dan Pencatat Nilai. dan yang serupa. Mengubah posisi pada saat mendorong. Apabila 3 orang pemain keluar dari garis samping maka regu tersebut dinyatakan kalah. Memakai sarung tangan c. Apabila satu regu berhasil mengalahkan lawannya pada set pertama maka dinyatakan sebagai pemenang.98 a. sepatu golf. b. Pertandingan dipimpin oleh : a. Regu/ pemenang adalah regu yang berhasil mendorong/ mengalahkan lawannya dengan nilai 2 – 0 atau 2 – 1. Sebelum pertandingan dimulai b. c. spike. Seorang pencatat nilai  Mencatat hasil nilai ( score )  Mengumpulkan daftar nama. Regu yang melanggar ketentuan tersebut dikenakan diskualifikasi. 9. Larangan a. . b. Hakim Garis. 10. Wasit. Nilai/ Score dan Pemenang a. Perpindahan tempat 8. Memakai sepatu bola. Seorang wasit yang bertugas :  Mengundi sebelum pertandingan dimulai dan apabila terjadi seri  Memberi aba – aba  Menentukan sah/ tidaknya suatu dorongan b.

biasanya sebesar pensil. b. Peralatan  Sumpitan terbuat dari katu atau bambu dan panjang 150-175 cm. Kawat tersebut berfumgsi sebagai pisir pada senjata api. dan terjauh 35 meter.99 62) PERMAINAN SUMPIT A. remaja. 15 meter. terbentuk laras panjang yang terbuat dari kayu yang telah dilubangi atau bambu dengan anak sumpit yang terbuat dari bambu.  Pisir Untuk meluruskan pembidikan. dan 25 meter. 10 meter. Tujuan Mengisi waktu luang. Lapangan dan peralatan a. bermain. Peraturan permainan 1. Besarnya gabus harus dapat masuk pada kaliber sumpit. Latar Belakang Sumpitan merupakan permainan tradisional Indonesia yang banyak dilakukan oleh masyarakat pedalaman Kalimantan dan pedalamnan pulaupulau lainnya. sesuai ketentuan jarak menyumpit. Pada awalnya sumpitan ini dipakai sebagai alat berburu. D. Sasaran \ Anak-anak.  Anak sumpitan panjang 25 cm terbuat dari bambu atau kalam (lidi enau). Gabus ini berfungsi untuk meluruskan jalannya anak sumpit. Pisirr diikat menggunakan rotan. 25 meter.  Kaliber Kaliber sumpit tidak ada standarnya tergantung kepada besar kecilnya besi untuk boor / besar kecilnya lubang bambu. C. Manfaat Kebugaran meningkat dan ketrampilan meningkat. B. disisi atas dari ujung batang sumpit dipasang sepotong kawat sejajar dengan batang sumpit. Sedangkan untuk putri. dewasa E. Lapangan Lapangan tempat bermain sumpitan ditempat terbuka atau tertutup. sepanjang memiliki panjang yang cukup. Jarak menyumpit putra adalah 15 meter.  Gabus Pada pangkal anak sumpit dipasang gabus yang dibuat berbentuk kerucutt. . dan meningkatkan ketrampilan. Cara bermain dengan menembakkan anak sumpit ke suatu sasaran yang telah ditentukan (target).

Posisi jongkok 7. Sudah barang tentu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.hal ini untuk menjaga agar sumpitan tidak goyang. Pemain Pemain dapat beregu dan dapat pula perorangan. dengan konsentrasi dan menyiapkan udara sebanyak banyaknya dari rongga dalam mulut dan rongga dada denga meniup ke kaliber sumpit sehingga memungkinkan anak sumpit terlepas dengan kencang meninggalkan sumpitan menuju sasaran. Jumlah anggota regudisesuaikan dengan keadaan. 5. kemudian kearah luar bernilai 9. Mulut ditempelkan kekaliber sumpit. 7 dan seterusmya. 4. Jarak Jarak nembak dengan sasaran disesuaikan dengan keadaan setempat. 8. Cara meniup Setelah anak sumpit dimasukkan ke dalam kaliber sumpit. misalnya: a.  Memegang sumpitan tidak dibenarkan menggunakan alat bantu. Posisi berdiri b. 25 m. Cara penyumpitan  Cara memegang sumpit Karena batang sumpit cukup panjang dengan kedua tangan pada pangkal sumpitan. sebelum dimasukkan kedalam kaliber sumpit.anak sumpit dimasukan kedalam kaliber sumpit satu persatu. Sasaran Sasaran adalah sebagaimana sasaran pada cabang olah raga memanah. Jenis pertandingan a. Memasukan anak sumpit. 3. . kedua tangan menghadap keatas. kemudian sumpit diangkat diarahkan kesasaran dengan pertolongan pisir. Lingkaran tersebut dibuat warna warni sehingga menarik 6. 35 m. Putra Jarak 15 m. Lingkaran paling tengah memperoleh nilai 10.100 2. anak sumpit diperhatikan dahulu kalau belum lurus harus diluruskan. hingga lingkaran paling luar nilai 1.

15 m. Wasit  Melakukan undian dalam menentukan seri  Memimpin jalannya pertandingan  Menentukan pemenang 2. Besar kecilnya kaliber sumpit akan berpengaruh terhadap besar kecilnya gabus. 25 m. Putri Jarak 10 m.  Pengaruh angin Karena anak sumpit yang sudah ada gabusnya tersebut adalah benda yang ringan. Lubang yang halus buatannya dan baik pemeliharaannya akan melancarkan jalannya anak sumpit.  Anak sumpit Kehalusan membuat anak sumpit berikut gabus sangat berpengaruh terhadap laju larinya anak sumpit. sehingga besar kecilnya gabus akan terpengaruh terhadap besar kecilnya tiupan.  Halus tidaknya lubang sumpitan. kemahiran membidik.  Batang sumpit Yang paling efektif batang sumpit adalah sepanjang sepeda ditambah sejengkal dari masing=masing penyumpit.101 b. Oleh karena itu mata door yang digunakan untuk mengebor batang sumpit harus mata boor satu saja agar lubangnya tetap sama. Wasit dan pembantu wasit 1. Sedangkan besar kecilnya batangsumpit juga akan berpengaruh berat ringannya sumpit. maka pengaruh akan angin sangat besar terhadap lurus tidak larinya anak sumpit tertutama angin dari samping. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadapat efektifitas tembakan  Kemahiran menyumpit Kemampuan meniup. . Pembantu wasit  Mengawasi penyumpit sesuai dengan jarak yang ditentukan  Meneliti perkenaan yang sebenarnya  Melaporkan hasil kepada pencatat nilai 3. 8. Pencatat (scorer) Mencatat hasil / nilai yang diperoleh penyumpit atas laporan pembantu wasit. kemampuan tangan untuk memegang batang sumpit agar tidak bergerak. Ini berarti sumpit bukan pegangannya sangat berpengaruh terhadap tembakan. dimana akan berpengaruh juga pada pembidik. Banyak anak sumpitan yang digunakan dalam satu seri adalah 5 buah.

5 meter Lebar : 6 meter 2. Tali Terbuat dari daun pandan atau rami. misalnya teras kayu asam. Sasaran Anak – anak dan remaja E. Tujuan Mengisi waktu luang. Kayu tersebut dibentuk menjadi gasing dengan ketentuan sebagai berikut : Tinggi : 11 cm Tinggi Kepala : 2 cm Garis Menengah : 7 cm Badan keliling : 11 cm b. meningkatkan keterampilan dan bversosialisasi. Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki berusia 7 – 17 tahun. Manfaat Bergaul. dan keterampilan meningkat. Gasing terbuat dari kayu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menyeruapi jantung pisang bagian bawah. Gasing Terbuat dari kayu yang keras. Panjang tali sesuai dengan kebutuhan gasing. bisa dilakukan perorangan atau beregu. Peraturan Permainan 1. C. Bentuknya persegi panjang dengan ukuran : Panjang : 7. Lapangan Area tempat bermain gasing hendaknya yang rata serta tidak ditumbuhi oleh rumput. Latar Belakang Permainan Gasing terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia. jambu. dan lainnya. gembira. D. Permainan ini mengandung sifat kompetitif karena sifatnya mencari kemenangan mengadu ketangkasan dan keterampilan memutar gasing. . B. kemudian dipintal menjadi tali. Pangkal tali tersebut agak besar dan berangsur – angsur menjadi kecil sampai ke ujung tali.102 63) PERMAINAN GASING A. Pangkal tali dibuat cincin sehingga dapat untuk memasukan jari tengah. Lapangan dan Peralatan a. Peralatan a.

Regu penyerang di petak serang dalam keadaan siap untuk melempar dan regu bertahan berada di luar petak bertahan untuk siap melakukan pemasanagan gasing. Dapat dimainkan secara perorangan dan beregu. Permainan gasing pada umumnya hanya dilakukan oleh putra saja. 5. Pemain a. Pada inning ketiga dan seterusnya diadakan rotasi terus sesuai dengan urutan semula. Setelah itu. b. II. e. Permainan gasing dimainkan dalam waktu 10 inning. terlebih dahulu diadakan undian. b. III. siapa yang gasingnya lebih lama berputar dialah sebagai penyerang terlebih dahulu. Setelah aba – aba dari wasit dengan peluit. Cara undian ialah dengan memutar gasing oleh kedua belah pihak. h. Kesalahan/ Pelanggaran a. IV. gasingnya berputar di luar petak pasang dinyatakan mati dna nilai dikurangi 2. waktu melempar gasing lawan menginjak garis ( CD/EF ) dinyatakan batal ( dis ). maka regu bertahan secara serempak memasang gasing masing – masing pada perak yang telah ditentukan. Pada inning kedua diadakan rotasi yaitu penyerang dan yang bertahan menjadi regu penyerang dan yang bertahan berada di petak no I. 4. artinya 10 kali sebagai bertahan dan 10 kali sebagai penyerang. satu regu terdiri dari atas 5 orang dengan 2 orang cadangan. f. . Lama permainan a. i.103 3. Pelaksanaan Permainan a. Lapangan tetap di tempat atau di lapangan masing – masing. b. c. g. Jika beregu. j. Apabila nilai sama maka permainan diperpanjang dengan 1 inning lagi. Setelah inning ke V diadakan pergantian lapangan ( tempat ). Pergantian pemain dapat dilakukan apabila pergantian inning banyaknya pergantian hanya 2 kali. b. Salah seorang dari regu bertahan. Salah seorang dari regu penyerang. Untuk menentukan penyerang dan bertahan. Pada inning V diadakan pergantian lapangan ( tempat ). Setelah peluit berbunti lagi maka regu penyerang menyerang gasing – gasing yang dipasang di petak pasang. d. dan VI ke V serta V ke I. 6. c. regu penyerang menjadi regu bertahan dan regu bertahan menjadi regu penyerang.

Penilaian a. Pembantu wasit : 1 orang c. Salah seorang regu bertahan. c. Pemain bertahan yang memusang gasingnya di petak lain atau di daerah bebas dihukum dengan 1 pengurangan nilai. Penentuan pemenang a. Gasing lawan dipasang terus mati dan barada di aderah bebas.104 c. d. Dinyatakan menang ujika nilai paling banyak. Gasing regu bertahan segera mati dan berada di luar petak pasang nilai dikurangi 2. Gasing dipasang dilempar kena dan ke luar. maka penyerang nilai = 0. d. gasingnya berputar dipetak kawannya dihukum dengan pengurangan nilai 1. jika kena tetapi tidak terlempar ke luar mendapat nilai 3. e. b. 9. Bila kena penyerang maka dapat nilai 3 dan keluar dapat nilai 5.nilai 5. 7. sedang gasing penyerang mengganti di petak pasang sedang gasing lebih lama berputar dari gasing lawan nilai 5. Denda/ hukuman pengurangan nilai 1 dan 2 jika dari pihak bertahan salah menempatkan gasingnya waktu perang. Salah satu regu bertahan. 8. selanjutnya masih dapat dilempar oleh regu penyerang. maka regu penyerang boleh masuk ke daerah bebas untuk menyerang gasing tersebut. gasing berputar di daerah bebas. d. Gasing lawan terlebih dahulu mati maka regu penyerang dapat nilai 3. Gasing regu bertahan waktu dipasang terus mati di petak sendiri boleh dilempar. Gasing lawan terlempar ke luar petak pasang sedang gasing penyerang berada di petak lain. f. maka penyerang boleh maju. Pencatat : 1 orang . Gasing lawannya kena dan terlempar ke luar petak pasang. c.nilai 5. Kena bisa nilai 3 kesemuanya berlaku jika gasing penyerang lebih lama berputar dari gasing yang bertahan. dan jika kena lemparan keluar dapat nilai 5. 10. Gasing penyerang lebih cepat mati. Wasit : 1 orang b. Perkenaan a. g. e. b. Seperti no 1 tapi penyerang di petak lawan dapat nilai 4. Wasit/ pemimpin pertandingan a.

Pelaksanaan Permainan 1. Permaian ini dimainkan saat waktu luang. Sumber Permainan ini bersumber dari widarto-aji-kurniawan. F. D.blogspot. Boleh putra atau putri.105 PERMAINAN TRADISIONAL PILIHAN 64) PERMAINAN TUJON A.com/macammacam-permainan-tradisional . Membuat lapangan permainan/ area permainan. : orang yang melempar batu ke sasaran : kereweng yang ditumpuk 2. Peralatan yang digunakan Dalam permainan ini dibutuhkan kereweng atau pecahan genteng yang nantinya disusun. Permainan ini kemungkinan berasal dari Yogyakarta karena dilihat dari namanya dalam bahasa jawa. Apabila batu yang dilempar itu mengenai sasaran dan kereweng tersebut jatuh. E. 3. C. Manfaat Permainan ini dapatmengembangkan kepekaan panca indera manusia dan melatih ketepatan.dilanjutkan dengan suit untuk menetukan kelompok yang bermain terlebih dahulu. Kelompok yang menang nantinya melempar batu agar mengenai sasaran yaitu kereweng yang ditumpuk. G. Latar Belakang Permainan ini bernama Tujon yang memiliki arti tujuan atau sasaran. maka kelompok yang berhasil itu segera menuju ke kelompok lawan untuk minta gendong. B. Permainan ini memiliki sebuah sasaran atau tujuan yaitu berupa benda yang ada di tengah. Penentuan Kemenangan Kelompok atau regu yang paling banyak melempar batu dan mengenai kereweng maka itulah pemenangnya. Peserta Untuk memainkan permainan ini dibutuhkan peserta minimal 2 orang atau kelompok yang jumlah dari keduanya harus genap. Dibagi menjadi 2 kelompok atau 2 orang yang berlawanan.

Syarat lokasi bermain bersih. mengasah otak. Sementara gambar berupa segitiga dan persegi empat bisa digambar dengan kapur. yakni alat lain yang dianggap sebagai manusia. asalkan rata dan nyaman. sore. keramik. dolanan ini sudah dikenal sejak sebelum Perang Dunia (PD) II. namun kebanyakan dimainkan oleh anak laki-laki. yang memang fungsinya menyerang pihak lawan. setidaknya yang berada di daerah Yogyakarta. ada yang kalah dan menang. atau malam hari. bisa dimainkan secara beregu. Alat yang digunakan juga mudah dicari dan sederhana. tidak banyak menggunakan tempat untuk bermain. baik pagi. D. seperti kerikil atau biji-bijian buah (seperti: sawo. namun syaratnya harus tetap berpasangan. seperti halma dan lainnya. dolanan ini tidak berhubungan langsung dengan hewan macan atau harimau. atau lainnya. asam. Hanya saja untuk saat sekarang sudah sangat jarang dimainkan karena tergeser dolanan modern lain. siang. Dolanan ini banyak digemari oleh anak laki-laki karena bermasuk dolanan kompetitif. . Namun. Menurut sumber Sukirman (2004). menyesuaikan lahannya. Pertama – tama membuat arena atau gambar segitiga yang saling dihubungkan oleh garis tegak lurus dan mendatar. atau benda lain. Manfaat Permainan memberikan manfaat berupa melatih kecepatan berpikir dan ketelitian serta kecermatan dalam melakukan sesuatu atau memutuskan sesuatu. tanjung. dan lainnya). Pelaksanaan Permainan 1. Peserta Dolanan Macanan sering dimainkan oleh anak laki-laki berusia di atas 10 tahun. macanan 4 wong 1 macan. B. dan macanan 3 wong 1 macan.106 65) PERMAINAN MACANAN A. redi. sebuah alat yang dipakai untuk bermain. Latar Belakang Mayoritas anak masyarakat Jawa. Merujuk namanya. tegel. pensil. yang hidup di era tahun 1970-an mengenal sebuah dolanan tradisional yang bernama Macanan. yakni macanan 21 wong (orang) 1 macan. Gambar segitiga ini biasa disebut gunung. C. bisa menggunakan tempat berlantai tanah. dolanan ini harus dimainkan oleh 2 orang. Jika lebih. Mereka saling berhadapan untuk saling mengalahkan. E. macanan 8 wong 1 macan. hanya sekitar 1 meter persegi. atau krangkeng. Alat dan Tempat Permainan ini cukup sederhana. Mereka bermain di waktu senggang. Setidaknya. Ada empat versi dalam dolanan Macanan. Walaupun tidak ada larangan bagi anak wanita untuk bermain. dianggap sebagai sebuah macan.

Penentuan Kemenangan Yang menjadi pemenang adalah yang menjadi batu namun paling banyak dapat menutup jalan macan. dkk. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain Mul-Mulan. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Apabila ada dua anak. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan . Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. G.MULAN A. D. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Yogyakarta. B. 3. 4. Yogyakarta. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. Kepel Press 66) PERMAINAN MUL . Peserta melakukan suit atau undian untuk mencari yang menjadi batu dan menjadi macan. 2004. Pelaksanaan Permainan a. Menyiapkan peralatan yang akan digunakan. Bisa menggunakan kerikil atau biji – bijian. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. maka pemain B harus menggunakan kerikil. Pengertian dari kata mul – mulan sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E. C. misalkan pemain A dan B.107 2. Bisa laki – laki atau perempuan. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan. Sukriman Dharmamulya. F. Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang. Yang menjadi batu berusaha untuk membuat macan terperangkap dengan membuat jalan macan tertutup.

Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar.108 agar tidak keliru. keduanya harus melakukan sut. Jika bermain di atas lantai atau ubin. kira-kira panjangnya 25—35 cm. b. c. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. serta masingmasing membawa orang-orangan. Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar). . Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya. Sisi terluar. ia main duluan. bisa dengan panjang hingga 30—40 cm. tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai). Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. Dengan demikian gambar dolanan MulMulan sudah siap digunakan. d. Di sini. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. Langkah pertama. Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai. Jika pemain A menang. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada.

Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. 1980/1981. Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. D. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. atau menyanyi.109 F. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. Bisa laki – laki atau perempuan.. dkk. Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. jika pemain kalah harus menerima hukuman. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain nerensi. B. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. Ahmad Yunus. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. maka ia harus menerima hukuman. Apabila ada dua anak. Yogyakarta. C. misalkan pemain A dan B. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan . 2004. H. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. Pengertian dari kata nerensi sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. Sukirman Dharmamulya. maka pemain B harus menggunakan kerikil. Departemen P&K 67) PERMAINAN NERENSI A. Pelaksanaan Permainan e. Jakarta. Sebenarnya permainan ini juga ada di Yogyakarta dengan nama Mul – mulan dan dam-daman. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Filipina. menampar tangan.

pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. Langkah pertama. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. . bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar. Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya. ia main duluan. Di sini. serta masingmasing membawa orang-orangan. g.110 agar tidak keliru. Sisi terluar. kira-kira panjangnya 25—35 cm. bisa dengan panjang hingga 30—40 cm. Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai. tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai). Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar). Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan. h. keduanya harus melakukan sut. f. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. Dengan demikian gambar dolanan nerensi yang sudah siap digunakan. Jika pemain A menang. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah. Jika bermain di atas lantai atau ubin.

dkk. Yogyakarta. Asal permainan ini dari Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal.111 F. maka ia harus menerima hukuman. Sukirman Dharmamulya. atau menyanyi. Jakarta.SURAN A. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. Latar Belakang Pengertian dari permainan sur – suran ini kurang jelas namun sering diartikan sebagai tebakan. E. C. 1980/1981. I. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. jika pemain kalah harus menerima hukuman. Setelah itu mereka menyanyikan lagu Sur – suran. Permainan ini berupa gerak dan lagu sebagai pengantar permainan. Peserta dibagi dalam 2 kelompok. menampar tangan. Ahmad Yunus. Ada satu anak yang menjadi emak dalam permainan ini. . emak memanggil kelompok yang kedua untuk menebak yang dibisikan oleh kelompok 1. Manfaat Melatih bersosialisasi dengan teman sebaya dan melatih keberanian serta kekompakan dan kepekaan. Alat yangDibutuhkan Dalam bermain permainan ini tidak membutuhkan peralatan apapun. Pelaksanaan Permainan a. Apabila tebakan itu benar maka mak bilang ―selamat‖. D. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. Jumlah pemain di tiap kelompok minimal 3 orang. Bisa laki – laki atau perempuan. B. Permainan ini dimulai dengan salah satu kelompok membisikan nama dari peserta kelompok lain. Sumber Permainan Tradisional Jawa. maka ia dianggap sebagai pemain kalah.. Peserta Dimainkan secara berkelompok. 2004. Dimainkan bersama – sama ketika waktu luang. Setelah selesai menyanyikan lagu. Berikut lagunya : Sarsur kurunan mak Mak emake tretete Tak undange tretete Yen kecandak kanggo gawe Adhi mesti mati 2x Tak bedhile mimis wesi Tong tong bull 2x b. Departemen P&K 68) PERMAINAN SUR . Satu orang menjadi mak.

Sumber Permainan-tradisional-sur2an. G. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. G. Sedikit bercerita tentang permainan ini. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. Yang paling banyak menebak benar maka yang menang. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung.daman. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna I. DAM! Kata-kata itu diucapkan oleh pemain yang melangkahi pion milik lawan mainnya.112 F. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. Apabila ada dua anak. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 12 buah.dimainkan oleh dua orang pemain. B. misalkan pemain A dan B.worpress. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan agar tidak keliru. Penentuan Kemenangan Apabila kelompok berhasil menebak maka dia menang dan apabila tidak berhasil menebak maka akan menggendong yang kalah. Latar Belakang Permainan dam – daman ini berasal dari daerah Jawa Tengah. Dam Daman ini bisa dimainkan kapan dan di mana saja. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain dam . Kemudian pion yang dilangkahi itu menjadi milik si Pemain tadi.com 69) PERMAINAN DAM – DAMAN A. Sebenarnya. Pelaksanaan Permainan i. Bisa laki – laki atau perempuan. . H. maka pemain B harus menggunakan kerikil. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan.

l. Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli . Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. Di sini.113 j. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. dkk. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. menampar tangan. Sumber Permainan Tradisional Jawa. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong.. Jika pemain A menang. 1980/1981. Jakarta. Yogyakarta. Langkah pertama. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. k. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. keduanya harus melakukan sut. 2004. J. Ahmad Yunus. ia main duluan. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. Latar Belakang Damon adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang. maka ia harus menerima hukuman. Setelah itu mereka membuat arena bermain yang berbentuk seperti ini. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. jika pemain kalah harus menerima hukuman. Sukirman Dharmamulya. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. Departemen P&K 70) PERMAINAN DAMON A. J. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. atau menyanyi.

asalkan tempatnya datar. secara langsung. Sebelum permainan dimulai. G. Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah karetnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama. Manfaat Manfaat permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman . dalam rumah. gembira. Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet. Penentuan Kemenangan Pemain yang paling banyak memasukan karet ke dalam lidi maka dialah pemenangnya dan berhak membawa pulang karet yang digunakan dalam permainan. D. Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah. dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan. Namun orang dewasa pun dapat ikut memainkannya. Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya. Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan. Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap. Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama d. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet. Pelaksanaan Permainan a. halaman. f. b. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan. C. . Peserta Anak – anak usia Sekolah Dasar baik laki – laki maupun perempuan. F. Pemain kedua meniup karet agar dapat mendekati sasaran yaitu berupa lidi yang ditancapkan di atas tanah. E. Sumber Permainan ini dicerikan dan dipraktekan pada saat pembelajaran mata kuliah permainan tradisional kelas PGSD Penjas A tahun 2009 di semester 4. Jumlah pemain minimal 2 orang. Pemain berusaha memasukan karet ke lidi yang ditancapkan. e. Alat yang Digunakan Karet gelang dan tempat untuk bermainnya dapat di kebun. Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal. g.114 B. Dan lidi untuk sasaran. kemudian c. H.

115 71) PERMAINAN GOBAK BUNDER .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful