1

PERMAINAN TRADISIONAL NUSANTARA
1) PERMAINAN MBURU KEWAN
A. Latar belakang permainan Permainan ini dibuat untuk mengisi kegiatan pada waktu sore hari,dengan cara menirukan orang yang sedang berburu binatang dengan cara melempar benda untuk menangkap binatang yang sedang diburu. B. Asal permainan Asal permainan ini adalah dari daerah pemalang dan sekitarnya C. Peserta Pesertanya adalah semua umur,baik anak-anak maupun orang dewasa dapat melakukan permainan ini.peserta minimal 10 orang dan maksimal tak terbatas. D. Alat yang diperlukan Alatnya adalah 2 buah bola plastik untuk bahan lemparan berburu E. Pelaksanaan Permainan Pertama di awali dengan diundi (hompimpah) untuk mencari 2 orang untuk menjadi pemburu dan sisanya menjadi binatang yang menjadi sasaran lemparan.nanti kalau ada anak yang terkena bola leparan dari pemburu,maka dia harus keluar dari arena permainan dan menjadi pemburu.dalam permainan ini tidak boleh melempar kearah kepala. F. Tempat dan waktu permainan Ditempat yang luas misalnya kebun,lapangan,pelataran rumah dll,dan biasanya dilakukan pada sore hari sambil menunngu maghrib G. Penentuan pemenang Dalam permainan ini yang menang adalah orang terakhir berada di lapangan permainan atau tidak tertangkap pemburu H. Tanggapan masyarakat Menurut masyarakat sekitar permainan ini cukup baik,karena dapatmenimbulkan kesenangan dan dapat melatih keterampilan dalam melempar dan menghindar I. Sumber Saya mengetahui dari mas ahmad yang dulu pernah melakukan prmainan ini.

2) PERMAINAN SASEGO’AN
A. Latar Belakang Permainan ini dinamakan ―Sasego‘an‖ ( bahasa lampung )yang artinya ―Main sumput-sumputan‖ atau sembunyi-sembunyian. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan permainan yaitu ― Menyembunyikan Sesuatu ―.

2

B. Peserta Permainan ini pada umumnya hanya dilakukan oleh anak-anak perempuan saja. Usia para peserta berkisar antara 7-13 tahun, dan dilakukan oleh sekurang – kurangnya 4 orang anak. Alat dan Fasilitas Permainan ini sebenarnya hanya semacam permainan sumput-sumputan yang hanya menggunakan peralatan sepotong kapur tulis, sepotong arang untuk menggambar, dan bagi masing- masing peserta sebatang lidi kecil kurang lebih 1cm, atau pecahan kecil dari beling kaca atau sebuah batu kecil yang gunanya unutk disembunyikan dalam permainan ini. Pelaksanaan Permainan Masing – masing anak (A,B,C dan D) duduk berjongkok di tanah saling bertolak belakang(membelakangi) dengan jarak masing-masing peserta kurang lebih 2 meter. Masing-masing anak ini membuat gambar segi empat dengan panjang sisi masing-masing segi ampat kurang lebih 10cm, kemudian segi empat tadi dibagi nenjadi empat bagian Setelah selesai,masing-masing memperlihatkan kepada peserta lainnya alat atau barang yang akan disembunyikan pada salah satu petak di dalam segi empat tersebut.Setelah itu masing-masing anak tadi mulai menyembunyikan alatnya pada salah satu petak dari segi empat tadi secara sembunyi-sembunyi dan hati-hati jangan sampai anggota lain mengintip tempat ia menyembunyikan alat tadi. Cara menyembunyikannya adalah dengan jalan menggali pada salah satu petak secara hati-hati jangan sampai terlihat ada bekas galian ataupun ada bekas timbunan pad tempat tersebut. Setelah penyembunyian di lakukan oleh masing-masing mereka harus mengatakan khadu, yang artinya sudah. Seterusnya ke empat anak (A,B,C dan D) bergiliran mencari alat permaian temannya yang disembunyikan tadi. Setiap orang hanya di bolehkan menebak dan mencari satu petak saja dan bagian yang lain untuk ditebak dan dicari teman-teman yang lainnya. Jika si A berhasil menebak tempat sembunyian si B dan berhasil menemukan alat si B, maka si B mempunyai utang 1 point. Selanjutnya si B kembali mennyembunyikan alatnya tadi pada salah satu petak tadi untuk ditebak dan dicari si C dan si D. Begitu seterusnya pada yang lainnya. Penentuan Kemenangan Siapa yang alat permainannya sering ditemukan teman-temannya itulah yang kalah, sebaliknya yang alat permainannya paling sedikit diketemukan teman – temannya itulah pemenangnya. Tanggapan Masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan diselenggarakan permainan ini, karena sifatnya hanya sekedar rekreatif dan tidak merugikan moral dan pendidikan anak-anak.

C.

D.

E.

F.

3

G. Sumber Suwondo, Bambang. 1983. Permainan Rakyat Tradisional Daerah lampung. Deprtemen Pendidikan dan Kebudayaan.

3) PERMAINAN SONDOK - SONDOKAN
A. Latar Belakang Permainan Tradisional di Kabupaten Kuantan Singini (Kuansing) angsur-angsur mulai menghilang dikalangan anak-anak di Kuantan Singingi, seperti Permainan Gasing. Begitu pula dengan Cerita Rakyat Kuansing seperti Ombak Nyalo Simutu Olang. Berikut ini adalah paparan tentang salah satu Permainan Tradisional Anak-anak di Kuansing. Sondok-sondokan adalah permainan tradisional di Kuansing tepatnya di Kenegerian Sentajo. Sondok-sondokan atau cari-carian merupakan permainan anak-anak tempo dulu, dimana permainan ini diangkat dari disebuah desa yang ada di Kenegerian Sentajo lebih tepatnya di Koto Sentajo. Koto Sentajo terutama pada dusun Gonting memiliki kontur dengan sedikit berbukit sehingga semakin nyaman digunakan untuk permainan Sondoksondok an, apalagi ditambah dengan adanya pelak milik masyarakat, dimana pelak ini semangkin menciptakan semangat permainan bagi para peserta, sebab didalam pelak ini selalu terdapat tumbuh-tumbahan yang ditanam pemiliknya untuk kebutuhan hidup sehari-hari seperti Pisang, Jeruk nipis, terong, Kunyit dan berbagai keperluan dapur lainnya. Dengan adanya berbagai tanaman dalam pelak Tersebut semakin elok sebagai tempat permainan ini. Ket : Sondok – sondokan : Cari – carian/ sembunyi Pelak : Kebun yang dipagar Tonggak : Tiang Olun : Belum B. Peserta Permainan Sondok-sondok an terbagi menjadi 2 Jenis Permainannya yaitu Tonggak Dingin dan Tonggak Bantuan, dimana kedua permainan ini mempunyai perbedaan, tonggak dingin biasanya dilakukan oleh anak-anak yang lebih kecil dari peserta Tonggak Bantuan, dimana peserta Tonggak Bantuan berumur antara 11 – 14 tahun, permainan tonggak dingin selalu dilakukan pada siang hari, sedangkan Tonggak bantuan Dilakukan Pada malam hari pada saat terang bulan, baik pada saat cahaya bulan penuh maupun pada cahaya bulan sabit, dimana pada saat bulan sabit akan lebih menantang karena cahaya dengan sedikit gelap dan samar-samar. C. Pelaksanaan Permainan Waktu permainan ini biasanya dilakukan setelah pulang mengaji sekitar jam 20.00 WIB, pada malam-malam sekolah biasanya sampai jam 22.00 WIB, tapi tidak terlalu sering permainan ini dilakukan pada malam-malam tersebut

dimana satu regu hanya terdiri dari 2 (dua) orang. Lalu bagaimana isyarat bagi yang kalah bahwa satiap peserta betul-betul . dimana pada malam minggu biasanya dilakukan sampai larut malam. dimana tonggak yang digunakan yaitu Pohon yang ada disekitaran lokasi permainan.  Aturan Permainan  Penetapan Kawan : Sebelum permainan dimulai maka harus dilakukan dulu penetapan kawan masing-masing. sebab dalam hal ini tergantung berapa jumlah yang ada pada malam itu. idealnya dalam permainan paling sedikit sekitar 7 Regu atau 14 orang. dalam penetapan batas ini tidak terfokus pada jauhnya jarak.4 kecuali hari libur sekolah.  Penentuan Batas Apabila regu atau pasangan masing-masing telah didapat dan ditetapkan. Pada kesempatan ini juga membahas pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing regu. kemudian pemenang sambil berlari mencari persembunyian.00 WIB. melalui musyawarah yang tidak terlalu lama biasanya batas-batas bisa ditentukan. dalam pembagian kawan ini bisa ditentukan secara langsung seperti sit jari dan bisa juga dengan cara undian. jumlah regu yang akan bermain tidak terbatas. dan tidak tertutup kemungkinan sampai jam 00. jarak terjauh dari tiang biasanya berkisar 250 M. rumah penduduk. Ada dua pelanggaran yang harus diwaspadai oleh para peserta pertama memegang tonggak sebelum yang kalah memegang Tonggak tersebut. dimana pelanggaran yang dilakukan akan mengakibatkan kekalahan akan berpindah pada pihak yang melanggar aturan yang telah disepakati bersama. semakin banyak regu dalam permainan ini semakin seru dalam pelaksanaannya.  Cara Bermain Awal permainan ini dimulai dimana regu (2 orang) yang kalah dengan memejamkan/menutup mata sambil menghadap kearah tonggak. sambil berlari biasanya salah satu atau beberapa peserta sambil mengucapkan olun-olun berarti waktu yang kalah untuk membuka mata belum selesai. Kedua Melewati batas yang telah ditetapkan. biasanya permainan ini sering dilakukan pada malam minggu. Pinggir Sawah dan sebagainya. langkah berikut adalah menetapkan batas-batas persembunyian yang akan disepakati bersama. namun biasanya ditentukan dengan menunjuk pada objek-objek tertentu seperti jalan.  Alat yang Digunakan Dalam permainan ini menggunakan Tonggak sebagai alat bantu utama. dimana tonggak yang pakai untuk permainan tersebut hanya 1 pohon. walaupun permainan dimalam hari pesertanya bukan saja laki-laki namun perumpuan juga tidak ketinggalan untuk ikut serta.

5 telah bersembunyi? Biasanya isyarat bagi regu yang kalah saatnya untuk membuka mata yaitu setelah tidak ada lagi terdengar suara peserta yang mau bersembunyi. Latar Belakang  Nama Permainan Candak Ndodok atau sering disebut dalam bahasa indonesia yaitu Petak Jongkok atau Tap Jongkok adalah salah satu permainan tradisional Indonesia yang tidak membutuhkan banyak peralatan untuk memulainya. Apabila semua telah bersembunyi suasana dalam keheningan malam akan terasa pada saat itu. setelah didapat peserta yang bersembunyi yang kalah harus kembali ke tonggak untuk memegang tonggak sambil menyebut nama peserta yang telah didapat. setelah yang kalah memegang tonggak maka keduanya harus berbagi tugas. dimana saat kondisi seperti itulah yang kalah untuk membuka matanya. Permaian candak ndodok dimulai dengan sebuah gambreng. sebab kalau tidak akan menjadi rumit. ini dilakukan agar lebih konsentrasi dalam pencarian. dua orang yang kalah tadi bersiap untuk mencari setiap peserta permainan. mengapa demikian? Misalnya yang ada 10 Regu otomatis yang bersembunyi ada 9 regu dengan jumlah 18 orang. dalam percarian kedua peserta yang kalah tersebut harus berpencar atau berpisah arah.  Sejarah Permainan Permainan candak ndodok ini merupakan permainan yang sangat unik. Nilai yang Terkandung Hal-hal positif yang bisa diambil dari permainan sondok-sondok an/cari-carian yang harus ditanamkan sejak dini antara lain :  Keberanian dalam kemandirian  Kejujuran dalam aktifitas  Silahtuhrahmi antar peserta selalu terjalin E. salah satu diantara mereka harus menjaga tonggak. Gambreng . Bahkan permainan ini bisa dimulai di mana saja tanpa persiapan apapun.sungaikuantan. jangan sampai orang yang belum dapat atau ditemui memberi bantuan dengan memegang tonggak. Peserta yang kalah harus mencari sebanyak mungkin semua peserta yang menang kalau bisa semuanya ditemukan.com/2010/02/permainan-tradisional-kuansingsondok. Sumber http://www. jika ini terjadi maka permainan harus di ulang dan yang kalah tidak akan berubah. Tentunya minus persiapan ditegur petugas keamanan ataupun persiapan menahan malu yang teramat sangat. D.html 4) PERMAINAN CANDAK NDODOK A.

4. D. hal inilah yang menyebabkan permainan ini diberi nama ―Candak Ndodok‖. Bila pemain yang berdiri hanya tersisa satu orang. 2. B. Tetapi. Untuk menghindari pengejar. Tentukan satu orang yang akan mengejar. 6. membutuhkan lapangan yang luas dan jumlah peserta untuk melakukan permainan petak jongkok ini maksimal 10 orang dan minimal 5 orang karena kalau kebanyakan kasihan yang kalah atau yang akan jadi pengejar. maka pemain tersebut tidak bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. Pemain yang jongkok dianggap tidak aktif dan tidak bisa mengaktifkan diri sendiri. C. Orang yang ditepuk akan berjaga. anak yang terakhir jongkok berarti akan menjadi pengejar menggantikan pengejar yang lama. sedangkan orang yang berjaga akan menjadi target penjaga. 5. Anak yang berdiri dapat membangunkan anak yang jongkok. Karena permainan permainan petak jongkok ini tidak sulit di mainkan bahkan mudah untuk di mainkan oleh anak-anak. . Dan permainan seperti ini yang selalu dimainkan olek anak-anak ketika mereka libur sekolah atau pada waktu anak-anak SD istirahat menunggu bel masuk kelas. Pelaksanaan Permainan Dalam permainan ini tentu saja kita semua harus tahu dan mengerti cara bermain dengan baik. 3.6 adalah sebuah proses menentukan giliran yang biasanya dimulai dengan teriakan "Hom pim pah alaiyum gambreng!". Para target bisa meloloskan diri dengan cara berjongkok. Begitu juga dengan anak yang tidak jongkok namun berhasil disentuh oleh pengejar akan menjadi pengejar selanjutnya. Bila si penjaga berhasil melakukan itu. posisi akan otomatis berubah. Permainan petak jongkok ini. setiap anak boleh jongkok. Satusatunya cara untuk kembali berlari adalah pemain ditepuk oleh pemain lain yang masih berdiri dan tidak menjadi penjaga. Bila jongkok berarti dia tidak dapat disentuh oleh pengejar. Biasanya permainan dimulai dengan semua pemain lari berpencar menjauhi si penjaga. Alat dan Fasilitas yang Diperlukan Dalam permainan candak ndodok ini para pemain hanya membutuhkan lapanga yang luas yang berbentuk persegi panjang. Permainan candak ndodok ini berasal dari daerah Jawa Timur. diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Pemain tersebut harus mengaktifkan pemain lainnya baru kemudian bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. Peserta Permainan ini dapat di mainkan oleh anak SD umur 7 sampai 12 tahun atau mulai dari kelas dua sampai dengan orang dewasa karena permainan ini boleh dimainkan oleh siapa saja baik laki-laki maupun perempuan. Si penjaga harus mengejar pemain lainnya sampai berhasil menepuk (di mana saja) salah satu pemain.

Jika pemain yang dikejar maka dianggap menang dan pemain yang jadi pengejar maka dianggap kalah. Tanggapan Masyarakat Dunia anak adalah dunia bermain. kita lihat dari berlangsungnya permainan tersebut. B. bagian inilah yang diambil oleh anakanak untuk membuat tali jarat. Pada permainan ini tiap pemain berusaha mencari jarat pemain lainnya yang disembunyikan di dalam pasir dengan cara menusukkan bilah lidi/kayu/bambu. yaitu tali dari serat pohon pisang dan bilah kayu dari bambu atau jenis kayu lainnya. permainan tersebut berlangsung lama sampai para pemain merasa lelah dan capek jadi pemain yang menang dan kalah akan selalu berganti-ganti. Penentuan Kemenangan Untuk menentukan pemain yang menang dan kalah. Mendorong pemain yang sedang berjongkok sampai terjatuh. Jadi isutan jarat maksudnya mencari tali yang bajarat (memiliki jerat).7  Hal yang tidak boleh dilakukan 1. kata isutan ini mungkin dari peralihan kata ‗usutan‘ yang berarti ‗mencari‘. kemampuan membuat strategi. Sumber Sumber permainan candak ndodok ini saya dapat dari Hamid Nur dan permainan tradisional merupakan permaina anak tempo dulu yang sekarang hilang dimakan zaman. Beragam mainan diciptakan untuk menghibur dan juga sebagai sarana pendidikan anak. Asal katanya dari isutan dan jarat. Permainan ini sebenarnya menebak letak jarat yang ada di dalam pasir. Namun. sikap mudah bersosialisasi. E. 2. . Alat dan Fasilitas Peralatan bermain berdasarkan permainan aslinya. 5) PERMAINAN ISUTAN JARATAN A. Lupa membangunkan pemain yang sedang berjongkok seharian penuh di lapangan. dan membangun EQ. Mulai dari mainan yang terbuat dari plastik hingga mainan elektronik. Sedangkan ‗jarat‘ adalah istilah orang Banjar untuk tali yang ujungnya bersimpul untuk menjebak atau mengikat (seperti tali lasso di Amerika). Permainan seperti ini mengasah kemampuan otak. Tetapi. G. Pohon pisang yang kering biasanya terlihat seratnya. Latar Belakang Isutan Jarat adalah nama permainan tradisional yang berkembang di daerah Kalimantan Selatan. 3. Sedangkan bilahnya terbuat dari kayu atau bambu yang diraut agak runcing dengan panjang tidak lebih dari lengan. tidak ada salahnya mengajarkan permainan yang mungkin sering dimainkan sejak kecil. Memaksa pemain yang sedang berjongkok untuk berdiri. F.

Apabila semua anak yang giliran mencari sudah menusukkan bilahnya maka yang mempunyai jarak menariknya sehingga akan ketahuan siapa yang berhasil menebak jarat. Peserta Jumlah pemain isutan jarat minimal dua orang dan sebanyak-banyaknya empat orang.  Begitu seterusnya tiap pemain bergiliran menebak jarat lawan F.  Tahap mencari jarat  Ditentukan dulu timbunan pasir siapa yang akan dicari duluan. D. Tahapan Tahapan permainan :  Tahap menyembunyikan jarat :  Misalnya jumlah pemain ada 4 orang. Pengaruh dari permainan ini adalah memberikan sifat sportifitas bagi anak-anak. Dua orang diperlukan karena akan ada posisi pasang tempat yang menyembunyikan jarat) dan posisi naik (yang mencari lubang jarat). Permainan isutan jarat tidak ada kaitan dengan jenis upacara atau peristiwa tertentu. . ada yang menyembunyikan jarat dengan ujungnya berkelok-kelok sehingga lawan sulit menebak letak jarat sebenarnya. Tempat orang sudah dirasa cukup karena akan terlalu ramai yang bisa menimbulkan kebingungan.  Ujung tali yang tidak memiliki jarat disisakan diluar untuk menariknya nanti. Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini tidak ada konsekuensi kalah atau menang hanya memberikan kepuasan dan kebanggaan bagi anak yang berhasil mencari jarat atau anak yang jaratnya tidak berhasil ditemui lawan. E.8 C. Tempat Lokasi permainan ini biasanya di pinggir sungai saat air surut atau di halaman rumah yang banyak pasirnya.  Teknik menyembunyikan jarat ini menentukan kelihaian tiap anak dalam bermain usut jarat.  Pemain yang berhasil bilahnya akan tersangkut di dalam jarat.  Jarat yang ingin disembunyikan ditimbun perlahan-lahan dengan pasir agak tebal supaya tidak kelihatan. Waktu permainan bebas bisa dimainkan kapan saja kalau di kampung anak-anak (laki-laki dan perempuan) akan memainkannya saat sore menjelang mandi di sungai.  Keempat anak ini berpencar ke daerah pasir masing-masing untuk menyembunyikan jaratnya.  Setelah itu masing-masing anak menusukkan bilahnya ke dalam. ini bisa dilihat dari kejujuran saat menyembunyikan jarat dimana anak yang lain sepakat untuk tidak saling intip serta kejujuran untuk memasang lubang jarat yang sama lebar dengan pemain lainnya.

batu.  Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimulai. diadakan hung pimpa untuk menentukan siapa yang akan menyerang terlebih dahulu. 7) PERMAINAN TAMBI .  Pihak lawan yang banyak kena peluru kertas itulah pihak yang kalah.  Pemain yang kalah bisa bertahan terlebih dahulu sambil bergantian menyerang.menahan emosi. Sasaran Anak-anak. Latar Belakang Ceteran adalah permainan tradisional yang berasal dari sleman yang tidak diketahui secara pasti siapa yang membuat permainan tersebut.TAMBIAN A.  Selanjutnya pemain harus menyebar untuk mencari tempat bertahan seperti dibelakang pohon.com. C.dan penghadang lainnya. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang. D.  Pemain Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang jumlahnya tidak ditentukan.air dan kertas dijadikan sebagai peluru. remaja. Manfaat Memupuk sifat sportifitas.permainan tradisional. B. melatih indra penglihatan dan mengembangkan ketrampilan ketepatan pada target yang bergerak. yang sekarang banyak ditemui di kota .mata.dapat bersosialisasi dengan yang lain. memupuk sportifitas.9 G.dan leher. Latar belakang Disebut dengan nama tambi-tambian sebab pada waktu dahulu permainan ini dimainkan oleh anak-anak suku Tambi. 6) PERMAINAN CETERAN A. Suku Tambi yaitu suku pendatang dari luar Kalimantan Timur. dewasa E.kuping. Pelaksanaan Permainan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan lebih dominan dialam terbuka seperti : Dikebun dan lapangan.  Permainan ini tidak boleh mengenai kepala. Sumber http//www.  Peralatan Bambu.

yang menurut ceritanya mereka berasal dari Ceylon. C. Tetapi apabila lebih dari 5 orang. C. D. Ada juga bentuk lapangan yang berbeda yaitu lapangan diberi batas ± 2 x 8 m. Itulah sebabnya pada saat seorang . maka sebagai pengganti lubang dapat digunakan garis lingkaran yang agak besar.  Karena yang menang pertama adalah E. Peralatan atau perlengkapan yang dipakai dalam permainan ini dilengkapi dengan lubang sejumlah pesertanya dan lubang itu sebesar bola. Setiap pemain menentukan lubang permainannya masing-masing. B. sedang B. permainan ini juga dapat dimainkan. yakni sebuah lapangan yang datar yang berukuran ± 2 x 8 m.  Apabila pada waktu E melempar bola dan masuk pada lubang B. E) berlari sedang B yang telah berhasil mengambil bola tersebut berusaha melempar temannya dengan bola tersebut sampai mengenai sasaran. karena permainan ini sangat membutuhkan tenaga lebih-lebih pada waktu diadakan hukuman. Maksud diberi penghalang ini adalah agar bola yang dilempar tidak bergulir jauh keluar lapangan permainan dan juga agar bola dapat mental kemudian menggelinding bebas masuk ke salah satu lubang. B. Suku ini berperawakan besar dan berkulit hitam. Di samping itu lapangan permainan yang dipergunakan dilengkapi dengan garis pembatas lapangan. Pelaksanaan Permainan  Persiapan Para pemain mengadakan undian lebih dahulu dengan hom-pim-pa atau suit. maka lubang permainan A diberi tanda (Biasanya dipakai tanda berupa serpihan kertas atau batu. Samarinda. Para pelakunya pada umumnya anak-anak pria. dan A masing-masing berdiri bersiap-siap pada lubang yang telah dipilih sebelumnya. D. Jumlah lubang yang dibuat harus sesuai jumlah pesertanya dan jarak antara lubang dengan papan penghalang kira-kira 10 cm. D. Mengenai latar belakang sejarah perkembangan permainan ini dulunya sering dimainkan oleh anak-anak dari suku Tambi. dan apabila lemparan E tidak ada yang mengenai sasaran maka E tidak berhak melempar lagi. maka B dengan cepat mengambil bola dan sementara itu teman-teman yang lain (A. sedang pada lubanglubang permainan tidak diberi penghalang. Tahapan Permainan  Misalnya pemain berjumlah 5 orang dan setelah diadakan undian maka berturut-turut yang menang adalah E. C. Apabila tidak memungkinkan untuk membuat lubang. Tanda ini adalah tanda kalah. maka E berhak bermain lebih dahulu (memasukkan bola ke dalam lubang lebih dahulu). A.  Apabila lemparan B mengenai A. Mempersiapkan lapangan permainan seperti tersebut pada gambar. Jumlah pemain dapat berjumlah 2 orang. Sasaran E sebenarnya adalah lubang milik E. Yang ideal berjumlah 4 orang dan Maksimum 5 orang. Tetapi tidak jelas dari mana asal usul permainan ini karena hampir semua daerah di Kalimantan Timur mengenal permainan ini. tetapi gilirannya adalah pemenang undian ke-2 (yaitu B). Pada awalnya orang menyebut permainan ini dengan sebutan Tambi-tambian dengan model lapangan seperti pada gambar lapangan I. jadi A telah kalah 1 angka).10 Balikpapan. terdiri dan garis batas pelempar dan lubang-lubang sasaran yang dikelilingi dengan papan atau batu bata yang dijejer.

Permainan ini kembali seperti keterangan c dan d. Maka berturut-turut yang menghukum adalah yang paling sedikit jumlah nilai kalahnya. Dan selanjutnya jalannya permainan seperti pada poin c dan d di atas. anak-anak itu lari menghindari lemparan. Tetapi apabila dalam pelaksanan hukuman seorang anak yang sedang menghukum tidak mengenai sasaran (misalnya pada saat D melempar bola ke A dan tidak mengenai A. Nilai kalah yang terkumpul adalah sejumlah peserta permainan. lubang-lubang permainan c. Jadi apabila peserta permainan ada 5 orang dan sudah mencapai kalah dengan angka 5 maka permainan berakhir dan anak-anak memberi hukuman bagi yang kalah. maka A harus dihukum oleh anak-anak yang bermain dalam permainan itu. Di sini misalnya : A kalah 5 C kalah 4 E kalah 3 B kalah 1 D kalah 0 D melempar bola pada tubuh A sebanyak 5 kali.11 anak hendak melempar bola pada teman-temannya. Keterangan : a. balok atau papan a —— b = ± 4 cm b —— c = ± 10 cm . C. sebab C kalah 4. maka bola yang lolos akan diperebutkan kembali oleh anak-anak (A. untuk dilemparkan pada salah seorang anak. Penghalang dari batu bata. C.  Setelah lubang A diberi tanda maka giliran melepar/memasukkan bola adalah B (karena pemenang kedua dalam undian). Garis-garis tempat melempar bola b. sebab E kalah 3. B. Setelah selesai maka B menghukum A dengan 4 lemparan (sebab B kalah 1). Penentuan Kemenangan Misalkan di sini yang kalah 5 adalah A. Setelah selesai kembali giliran B menghukum B dan seterusnya sampai hukuman selesai dijalankan. Jadi 5 (kalah A)-l (kalah B) = 4.  Pada setiap anak yang kena lemparan dinyatakan kalah dan pada lubang permainan miliknya diberi tanda kertas atau batu kecil. D dan E). Kemudian E menghukum A dengan 2 kali lemparan. Kemudian C menghukum dengan 1 lemparan.

B. 2. Karena anakanak yang terpenting dalam sebuah permainan adalah kesenangan. Batu yang sedang 2. melempar dengan kaki untuk berusaha mengenai batu yang dipasang sebagai target. 5. Halaman dari tanah  Jalannya permainan Permainan dilakukan: 1. Dan batu itu sebagai sasaran. Misal 5 batu. C. Awalan yaitu dengan suit untuk menentukan siapa yang memulai dahulu 4. Semua pemain yang pertama kali melakukan harus menggunakan kaki. 6. Dari orang pertama hingga terakhir. Beberapa batu diletakkan berdiri sejajar. pemain biasanya tidak begitu banyak karena tempat juga merupakan faktor penentu. Didaerah saya yaitu di Banjarnegara. Latar Belakang Permainan ini dilakukan pada saat saya masih kecil. Misal pemain ada 4 maka bisa dibuat regu atau kelompok dua lawan dua. Pemain harus lebih dari satu orang. Garis batas untuk awalan jaraknya disesuaikan dengan kemauan saat bermain 3. Pelaksanaan Permainan  Alat dan Fasilitas 1. Pemain pertama melakukannya dengan cara meletakan batu dipunggung kaki dan mengayunkannya. Peserta Dalam permainan gandon. Apabila ada perempuannya maka dibagi supaya adil. permainan ini diturunkan secara turuntemurun sehingga tidak tahu pasti siapa yang menciptakannya. Dan merupakan permainan tradisional yang sering dimainkan terutama oleh anak laki-laki. Setelah itu baru mengincar batu target dengan dilempar menggunakan tangan tetapi dengan cara kaki satu diangkat dan batu dilempar melalui bawah kaki yang diangkat baru ditangkap lagi .12 8) PERMAINAN GANDON A.

Kecamatan Grabag. ketelitian. Dengan gambar seperti dibawah : E. karena . Kabupaten Purworejo. Seorang kepala desa (lurah) biasanya memiliki kekuasaan yang besar. Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan dari banyaknya batu yang berhasil dirobohkan dengan cara di lempar dengan batu tersebut. sesama rakyat biasanya sukar atau memiliki keterbatasan kemampuan dalam membantu sesamanya. Lurah bisa memerintah / menolong rakyatnya yang mengalami kesulitan dengan mudah. Tempat dan waktu permainan permainan dilakukan pada siang hari atau pada waktu senggang dan dilakukan dihalaman rumah. 9) PERMAINAN MAGANG LURAH/MIL-MILAN A. sedangkan rakyat (masyarakat) digambarkan sama. Faktor taktik dan strategi juga tidak lepas dari permainan ini. Karena dahulu sering saya mainkan saat waktu senggang. F. Akan tetapi. faktor konsentrasi sangat dibutuhkan dalam permainan ini. serta keterampilan pemainnya. Permainan magang lurah ini belum teridentifikasi secara pasti asal muasal pertamanya. Sebelum melakukan permainan. Seseorang yang mampu berkonsentrasi dan menjaga ketelitian akan dapat secara baik menyelesaikan dan memenangkan permainan. Sekali saja melakukan keceroohan maka akan menghancurkan permainan. D. Selain itu juga. Batu tidak boleh terjatuh atau kedua kaki menyentuh tanah. Sumber Permainan ini saya dapatkan dari pengalaman sewaktu kecil dan masih duduk di bangku sekolah dasar. seorang pemain dapat menyusun strategi cara bermainnya. Permainan ini mengutamakan kecermatan. Terdapat seorang pemimpin dan banyak rakyat yang disimbolkan dengan lidi pelepah daun kelapa. dan saat melakukan permainan dapat menerapkan taktik yang telah disiapkan. Akan tetapi permainan ini sudah dimainkan secara turuntemurun di Desa Harjobinangun. Dan juga dari orang tua dan tetangga saya banyak yang memberitahu permainan ini. Sehingga pemain harus bisa berhati-hati dalam memainkan permainan ini. Orang-orang setempat menyebut permainan ini dari daerahnya sendiri. Lurah juga memiliki fasilitas yang memadai untuk membantu warganya yang sedang mengalami kesulitan.13 dengan tangan kemudian baru boleh dilempar kesasaran. Latar Belakang Permainan Magang Lurah ini Pada dasarnya merupakan simbol kehidupan bermasyarakat di desa.

Pemain yang telah melampaui nilai dinamakan ―mendhem 1. itu tandanya permainan berhenti dan ganti giliran pemain yang lain. Usahakan lidi menyebar dengan teratur. Alat dan Fasilitas Peralatan yang diperlukan dalam bermain magang lurah antara lain adalah lidi yang terbuat dari pelepah daun kelapa. karena diperlukan cahaya yang terang. Biasanya batas nilai antara 200-500 poin.  Setiap lidi yang berhasil diambil diberi nilai 5. Sehingga baik lakilaki maupun perempuan memiliki kemampuan yang sama dalam memainkan permainan magang lurah ini. Karena permainan ini dilakukan bergantian sesuai urutan. permainan ini efektif dimainkan oleh 2-4 orang. Apabila lidi yang lain bergerak karena tersentuh lidi itu.  Permainan dilanjutkan terus menerus hingga ada salah satu pemain yang mendapatkan nilai batas. sehingga lidi mudah diambil.  Pemain mengambil lidi satu persatu. waktu pelaksanaan permainan magang lurah ini dilakukan pada siang hari. dst. Tempat bermain magang lurah dapat dilakukan di tanah maupun di lantai tergantung kondisi. maka permainan selesai dan pemain yang lain mengatakan ―Mil‖. mulai 2 orang atau lebih.  Jumlah Peserta Permainan Jumlah peserta permainan magang lurah ini bervariasi. Kapur tulis / peralatan lain untuk membuat garis pembatas. B. maka lidi itu juga dinyatakan keluar. Dikarenakan permainan ini lebih mengutamakan ketenangan pikiran dan tidak mengutamakan fisik. Permainan ini digemari anak usia tersebut dikarenakan permainan yang bersifat sederhana akan tetapi mempunyai banyak unsur bermain. Akan tetapi agar permainan ini berjalan dengan baik dan tidak menunggu lama. Lidi yang melewati garis pembatas / sebagian besar bagian lidi melewati garis pembatas.  Umur Peserta Permainan Permainan magang lurah ini biasanya dimainkan anak-anak yang berusia antara 6-12 tahun atau usia anak sekolah dasar. Lurah dapat menolong lidi yang lain dengan mencongkel dengan kepala lurah. 2.‖. Pelaksanaan Permainan  Permainan dimulai dengan menyebarkan kumpulan lidi ke tanah / lantai. D.14 permainan ini mereka mainkan sejak kecil secara turun temurun dari orang tua mereka. C. lidi yang lain tidak boleh ada yang bergerak.  Waktu pelaksanaan permainan : Pada dasarnya. dan lidi lurah (yang paling panjang) diberi nilai 15. Peserta  Gender Permainan magang lurah ini tidak membedakan laki-laki maupun perempuan. Permainan ini dilakukan pada saat anak- .

10) PERMAINAN SEGHOG A. kabupaten Purworejo. Latar Belakang Permainan Seghog ini merupakan permainan yang banyak dimainkan di daerah Jawa Barat. maka penulis menentukan untuk memilih permainan Magang Lurah untuk ditulis. Namun ternyata permainan Seghog ini memiliki beberapa nilai positif. B. yaitu . Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat tentang permainan magang lurah ini termasuk baik. Sehingga permainan ini bersifat santai untuk menghilangkan rasa lelah.  Aris Saputro (18 tahun) : Merupakan seorang pelajar SMK Pancasila Kutoarjo.  Dibyo Subyantoro (46 tahun) : Beliau adalah ayah penulis. G. dikarenakan anak-anak bermain dengan tenang dan mengurangi bahaya dibandingkan permainan yang diluar. Selain itu juga dengan permainan ini masyarakat beranggapan bahwa dengan permainan ini akan menemukan salah seorang calon pemimpin dari anak-anak yang memainkan permainan ini. namun juga ada anak – anak dari daerah Jawa Tengah. Tujuan Sebenarnya tujuan dari permainan ini hanya untuk mengisi waktu luamg. E. Tokoh-tokoh masyarakat seumber informasi antara lain:  Siti Muryani (39 tahun) : Beliau adalah ibu penulis dan seorang guru SD Negeri Ketawangrejo. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional Magang Lurah yaitu dengan metode wawancara dengan berbagai tokoh masyarakat di Desa Harjobinangun. Permainan ini sebenarnya lebih banyak dimainkan oleh anak laki – laki.15 anak merasa lelah bermain yang menguras tenaga. maupun ketika mereka selesai belajar kelompok. Yaitu di daerah Purworejo. Namun pada kenyataanya banyak anak perempuan yang ikut memainkannya. Berdasarkan paparan beliau. Kecamatan Grabag. Sebelum permainan dimulai biasanya pemain menentukan angka untuk menentukan pendheman. Setelah semua sepakat maka permainan dimulai dan dilaksanakan sesuai perjanjian pertama di awal permainan. F. Permainan ini dimainkan untuk mengisi waktu luang anak – anak ketika mereka ditinggal orang tua mereka. Penentuan Kemenangan Penentuan pemenang permainan magang lurah adalah dengan menghitung banyaknya mendhem perminan. Penulis mendapatkan banyak informasi tentang permainan Magang Lurah dari beliau yang mengetahui tentang tata cara permainan. Penulis mendapatkan informasi tentang asal muasal serta tradisi turun temurun tentang permainan Magang Lurah dari beliau.

Kemudian dia berusaha menyeghog batu lawan. kemudian pemain mengukur jarak batu dengan garis batas dengan mengukur menggunakan ukuran kaki. Terutama di tempat yang sudah dicor. Berusaha agar batu tersebut dapat melewati garis batas. ketepatan antara mata dan gerakan kaki dalam mencapai sasaran. E. Sasaran Anak – anak laki – laki dan perempuan. ketepatan. Bagi yang jaraknya lebih dekat maka dia akan bermain terlebih dahulu. Karena apabila tidak dapat melewati garis batas maka dinyatakan gugur. Selain itu karena adanya kegembiraan dapat mengurangi adanya ketegangan. Selain itu juga apabila pemain dapat menyeghog batu lawan melewati garis .  Pemain pertama melakukan seghog. dan koordinasi dapat meningkat karena terlatih ketika bermain Seghog.  Batu yang pipih. Dan bila jumlah pemain hanya ada 2 maka harus diulang kembali. D.  Jalannya permainan  Mula – mula pemain menyiapkan peralatan dan lapangan yang akan dipergunakan. Pelaksanaan Permainan  Lapangan Tempat yang dibutuhkan untuk memainkan permainan ini tidak membutuhkan lapangan atau tempat yang luas.  Pemain Jumlah pemain dalam permainan ini adalah minimal 2 orang. Permainan ini juga bisa dilakukan di dalam rumah. Hanya tempat yang berbentuk seperti persegi panjang.  Bila misal kedua batu telah melewati garis batas. remaja laki – laki dan perempuan terutama yang telah dapat berhitung.  Peralatan  Kapur untuk menggaris/ batang kayu bila dimainkan di tempat yang masih tanah. Manfaat Konsentrasi. Yaitu mendorong batu dengan menggunakan kaki bagian tengah dalam. Dia memiliki kesempatan sampai menyeghog batu tersebut adalah sama dengan jumlah berapa ukuran kaki dari garis batas.16 dalam permainan ini akan melatih konsentrasi. Pemain melakukan undian agar dapat ditentukan siapa pemain yang dapat bermain terlebih dahulu.  Pemain mendapatkan bonus nilai apabila pemain kedua berhasil menyeghog batu lawan ketika pertama kali memainkan. Jarak pemain dengan target adalah kurang lebih 3m. C. dan melatih bersosialisasi.

Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini adalah bola bekel dan biji bekel. Dan biasanya dilakukan oleh siswi putri pada waktu istirahat dan bisa juga dilakukan dirumah pada waktu luang.17 awal. Paling sebel kalau ditonton laki-laki. Kalau bola tidak tertangkap atau bola memantul beberapa kali maka pemain dinyatakan mati. diambil dengan 3 biji bekel. Bekel ini terdiri dari sebuah bola bekel dan lima buah biji bekel berbentuk logam. D. F. Yang dinyatakan sebagai pemenang adalah orang atau pemain yang paling banyak mendapat angka dari hasil menyeghog tersebut. Latar Belakang Bekelan berasal dari bahasa Belanda. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan. Logam ini memiliki bentuk yang khas. Sumber Sumber dari cerita tentang permainan ini adalah teman bermain penulis ketika kecil yaitu Riyanto dan Diah Pangestuti yang keduanya berasal dari Jawa Tengah. Dilakukan dimana saja. bikkelen. dan ada yang terbuat dari bahan timah. Mereka biasanya mengganggu agar hilang konsentrasi dan melakukan kesalahan. Permainan ini masih saudara dengan gathengan. Kalau ada yang mati mereka akan teriak kegirangan.  Pertama. terakhir lima biji bekel diraup sekaligus. . permukaan halus yang ada tanda silang atau polos sama sekali. minimal dua orang. permukaan atas yang ada bintik merahnya. yang penting bola bisa memantul keatas. Kalau gathengan hanya menggunakan batu kerikil. Pada awalnya biji bekel dibuat dari engsel tulang tumit kaki belakang domba. dan permukaan bawah yang tidak ada tanda catnya. Terdiri dari empat biji bekel dan satu bola bekel. Ada yang terbuat dari kuningan. Ulangi lagi menyebar seluruh biji bekel dan diambil 2 biji bekel. diambil 4 biji bekel. 11) PERMAINAN BEKELAN A. pemain menggenggam seluruh biji bekel dan menyebar seluruhnya ke lantai sambil melemparkan bola bekel ke atas dan menangkapnya. Sekarang dibuat dari logam. Pelaksanaan Permainan Permainan ini dilakukan dengan cara menyebar dan melempar bola ke atas dan menangkapnya setelah bola memantul sekali di lantai. B. bekelan menggunakan seperangkat alat khusus yang dinamakan bekel. C. Biji bekel diambil satu-satu sampai habis. Terdiri dari permukaan kasar yang ditandai dengan lubang-lubang kecil di permukannya berjumlah lima titik.

Sumber Data permainan ini saya peroleh dari pengalaman orang tua. 4. dan seluruhnya. Langkah kelima.com/2010/08/permainan tradisional anak indonesia. Ulangi terus sampai seluruh permukaan bekel menghadap ke atas semua.html diakses tanggal 07 maret 2011 pukul 19. dan dewasa 17 th keatas. ambil 4 biji bekel.  Langkah keempat. terus permukaan halus menghadap ke atas semua. Balik posisi bekel menghadap ke atas semua satu persatu. Balik posisi biji bekel mengahadap ke atas semua. lalu ambil satu bekel. balik posisi biji bekel menghadap kebawah dan ulangi langkah sepertei langkah kedua dengan mengambil biji bekel 1. lalu ambil biji bekel seperti langkah sebelumnya. dan terakhir balik satu persatu permukaan kasarnya menghadap ke atas semua. balik seluruh posisi bekel bagian permukaan yang halus menghadap ke atas lalu ambil biji bekel seperti langkah ketiga. Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini yaitu koin sebanyak 5.blogspot. terakhir raup seluruh biji bekel. 12) PERMAINAN SAWAH/ ULAR TANGGA A. C. ambil 2 biji bekel. 2. Peserta Didalam permainan ini membutuhkan peserta 2-4 orang baik putra/putri dengan umur anak-anak 7-12 th. .18  Langkah kedua. balik posisi bekel posisi permukaan kasar menghadap ke atas semua. E. oleh karena itu permainan ini saya munculkan kembali karena pda zaman sekarang sudah tidak dditemukan lagi permainan ini karena sudah banyak permainan modern yang telah ada sehingga permainan tradisional alambat laun bakan hilang. tetapi permainan ini sering dilakukan anak-anak di daerah Jawa tengah. Penentuan Kemenangan Bila ada kesalahan dalam langkah nasgopel ini pemain harus mengulang ke langkah awal nasgopel. siang atau sore.30. remaja 13-16 th.  Langkah terakhir dinamakan Nasgopel. Permainan ini seperti ular tangga tetap[i alat yang digunakan sedehana dan tradisional. B. pengalaman pribadi waktu kecil dan http://wahw33d. kemudian balik lagi semuanya menghadap kebawah semua. halaman atau tempat yang sudah bentuk gambarnya dan waktu pelaksanaannya bisa pagi. Raup seluruh biji bekel dalam sekali genggaman. Latar Belakang Sawahan merupakan permainan asli dari indonesia yang belum diketahui asal usulnya permainan ini. ambil 3 biji bekel.  Langkah ketiga . F. Pemain yang bisa melewati tahap ini dinyatakan sudah menang dan berhak untuk istirahat sambil menonton teman-temannya yang belum bisa menyelesaikan permainan.

Pelaksanaan Permainan Permainan tradisional ini cara bermainnya cukup mudah yaitu seperti permainan ular tanggatetapi dengan bentuk lapangan persegi dan cara jalannya tidak menggunakan dadu melainkan menggunakan koin yang dilempar dan kemudian ditangkap. Permainan ini dimulai dari A dan berjalan mengikuti anak panah tersebut. Latar Belakang Slentikan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya. Sasaran Anak-anak. pengolahan strategi meningkat. B. Penentuan Kemenangan Permainan ini ditentukan menang kalahnya bila salah satu yang mendapatkan sawah/poin paling banyak maka sebagai pemenangnya. Manfaat Gembira atau senang. C. memupuk sportifitas. laki-laki maupun perempuan E. ketepatan mengarahkan sasaran dengan jari-jari tangan dan strategi.19 D. Peraturan Lapangan dan Peralatan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan bisa dialam terbuka . permainan ketangkasan dimana 2 pemain atau bisa lebih berlomba atau beradu cepat menyelentik daun secara bergantian sampai habis. Tujuan Mengisi waktu luang. Gambar Permainan 13) PERMAINAN SLENTIKAN A. D. mka dari itu akan mendapatkan sawah 1/ poin 1. kemampuan motorik. F. ketepatan dan juga akan meningkat. setalah sampai di X dan Y kemudian kembali lagi ke A. E. melatih jari-jari tangan. Cara jalannya permainan ini pertama koin ditaruh di atas tangan dengan telapak tangan menghadap kebawah kemudian dilemparkan keatas dan di tangkap. Tanggapan Masyarakat Masyarakat luas menanggapi permainan ini sangat positif karena dapat membuat orang dapat berkumpul kemudian bermain bersama dan dapat bersosialisasi antara anak yang satu dengan anak yang lain. G. maka jumlah tangkapan koin akan menentukan berapa langkah akan berjalan. Apabila tangkapan tersebut gagal maka pihak lawan yang akan melanjutkan .

14) PERMAINAN BANCAKAN A. meningkatkan kesegaran jasmani. F. begitu seterusnya bergantian dengan lawanya.20  Peralatan Peralatan yang digunakan Cuma menggunakan daun. Sumber Sumber dari permainan slentikan ini adalah dari orang tua di desa kami yang bersifat turun temurun sampai sekarang. Manfaat Mengisi waktu luang.  Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai. serta berusaha mencari lawan yang bersembunyi di kolong atau di balik pohon dan lainnya untuk di matikan dengan cara memenggil namanya. yang intinya daun tersebut dalam satu tangkai daunya banyak. dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng. meningkatkan kerja sama serta kekompakan. Latar Belakang Bancakan merupakan suatu permainan tradisional untuk menjaga daerah lingkaran yang berisi tumpukan genteng agar tidak dijatuhkan oleh pemain lawan. diadakan humpimpa untuk menentukan siapa yang duluan menyentil atau menylentik daun tesebut.  Slentik daun tersebut sampai bagian pinggirnya habis. meningkatkan kesegaran jasmani. . maka anak tersebut menang dapat poin Satu. di lingkungan deket rumah yang banyak lorong untuk bersembunyi. C.daun turi dan masih banyak yang lainya. bermain dengan gembira. di halaman sekolah. Sasaran Anak-anak dan dewasa E. Peraturan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan biasanya di pelataran rumah.  Setelah daun lawan habis.asem. meningkatkan kerja sama serta kekompakan. bersosialisasi.  Lakukan begitu terus sampai dua kali menang. B. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan slentikan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak. G. daun yang digunakan biasanya daun pohon pete. Tujuan Mengisi waktu luang. D.albasia.

dan saya coba mencari asal usulnya digoogle tapi tidak ketemu. B. dan pemain itu sudah tidak bias bermain lagi dan menunggu sampai permainan berikutnya.  Apabila pemain yang bersembunyi tertangkap maka cara mematikannya dengan cara memanggil namanya.  Waktu permainan ini tidak ditentukan . Sumber Sebenarnya saya terinspirasi setelah menonton Upin Ipin yang sedang bemain sepak bola kertas. Dalam permainan ini alat yang digunakan sangat mudah hanya menggunakan pecahan genteng atau kramik.dia pernah bekerja slama 2 . apabila pemain itu sendiri merasa bosan maka permainan dihentikan dan juga apabila pemain yang kalah secara terus menerus maka pemain dihentikan.saya yakin ini dari orang orang jaman dulu yaitu permainan tradisional orang melayu.  Pemain Bancakan biasanya dimainkan oleh putra maupun putrid dengan pengelompokan umur.  Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai setiap pemain memasukan pecahan genteng atau keramik ke suatu lingkaran dengan jarak yang telah desepakati.  Pemain yang menang terus saja berlari untuk bersembunyi.dan saya kemarin bertanya kepada salah seorang teman saya Chandra.yang ingin bermain bola tanpa memakai sepatu dan pergi kelapangan. 15) PERMAINAN SEPAKBOLA KERTAS A.  Setelah itu pemain yang kalah menata pecahan genteng tersebut untuk dirapikan di tengah lingkaran dan mencari para pemain yang bersembunyi.tinggal bermain dimana saja misalnya di depan teras rumah atau dilantai asal tidak dijalan tol. Pemain yang paling jauh melakukan lemparan atau jauh dari sasaran lingkaran itulah pemain yang harus menjaga lingkaran tersebut.21  Peralatan.  Permainan akan diulang kembali apabila pemain yang jaga tidak bias mematikan pemain lawan secara terus-menerus.  Apabila ada pemain yang bias lolos dan biasa merobohkan tumpukan genteng tersebut tanpa diketahui pemain yang jaga maka pemain yang sudah dimatikan biasa ikut bermain kembali.dan saya coba search di google ternyata ada. Latar Belakang Permainan tradisional ini merupakan kreatifitas anak anak melayu yang ingin mengisi waktu luang dan bersenang senang bersama teman teman.

22

tahun di Malaysia ,dan dia sering melihat anak anak Selangor memainkan permainan sepak bola kertas.dan katanya mereka mengklaim permainan tersebut dari Selangor, Malaysia. C. Alat dan Fasilitas Kertas dan Area bermain. D. Pelaksanaan Permainan Dengan cara bergantian,pemain dengan umpan bola tanpa terkena lawan lanjut.  Jika bola masuk ke kolong kertas maka disebut hans ball.  Jika memberi umpan dilihat lebih dekat mana. Jika lebih deket pemain kita maka kita berhasil mengumpan,bgitu juga sbaliknya jika lebih dekat pemain lawan maka permainan diambil alih.  Jumlah pemain ada 22.  Jika bola keluar terjadi lemparan kedalam,dengan cara kertas di balik.  Begitu juga dengan bila bola meninggalkan lapangan sebelah gawang maka akan terjadi tendangan pojok.  Pelanggaran hanya hand ball,dan tak ada kartu merah dan kartu kuning.  Kiper boleh digerakkan tetapi tidak boleh digerak gerakkan untuk meng halau tembakan lawan.  Siapkan papan sepakbola kertas pada sebuah bidang datar. Boleh di atas meja, di atas lantai,di atas tanah atau karpet, tapi jangan di atas jalan tol.  Letakkan unit-unit pemain pada posisi sesuai kehendak. Satu unit bertindak sebagai kiper dan diletakkan pada salah satu kotak yang ada tepat di depan gawang.  Lakukan suit (boleh gaya tradisional gajah-orang-semut ataupun batugunting-kertas) untuk menentukan siapa yang memegang bola pada awal pertandingan.  Kick off dilakukan oleh pemain yang memegang bola.  Dribbling berarti unit bergerak sambil membawa bola. Sebelum dribbling, unit harus memindahkan bola ke arah pergerakannya. Memindahkan bola memakan satu langkah.  Gol terjadi jika pemain yang menendang memenangkan adu angka dengan kiper. E. Penentuan kemenangan Siapa yang bisa memasukan bola ke gawang terbanyak dia pemenangnya.

16) PERMAINAN TANGKAP LARI
A. Peserta Untuk peserta permainan disini bebas siapa saja boleh melakukan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa ,laki laki maupun perempuan sedang untuk jumlah pemain minimal 9 dan maksimal tidak terbatas

23

B. Alat yang Digunakan Sebenarnya di permainan ini tidak menggunakan alat apa-apa mungkin hanya tanda untuk batas tempat berdiri. C. Pelaksanaan Permainan Pertama-tama semua peserta melakukan hompipah atau diundi untuk menentukan yang di jaga.setelah ada yang jadi,para pemain yang jadi pelari di bagi menjadi beberapa kelompok.untuk pembagian kelompok tergantung jumlah peserta,jika hanya sedikit bias di bagi menjadi 2-3 kelompok.cara bermain nya adalah setiap kelompok berbaris di tempat berdiri ke belakang.lalu pemain paling depan berdiri 1-2 langkah kebelakang agar bisa ditempati oleh peserta yang lain.peserta yang lari awal ada 2 dan harus dikejar oleh 2 orang yang jaga,untuk peserta aman harus masuk kedalam tempat berdiri,supaya tidak di tangkap,lalu jika ada pemain yg paling belakang harus lari begitu seterusnya. Permainan ini sebetulnya tidak ada yang menang dan kalah karena hanya untuk kesenangan tapi jika boleh disimpulkan pemain yang menang adalah yang sedikit jadi penjaga dan yang kalah adalah yang sering jaga.

17) PERMAINAN DIR - DIRAN
A. Latar Belakang Dir-diran H-A yang berarti bermain gundu atau kelereng. Nama H-A sendiri berasal dari model lapangannya yang terdapat huruf H dan A yang merupakan salah satu bagian dari bentuk lapangan. B. Peserta Jumlah peserta pada permainan ini minimal 2 orang sampai tak terhingga. Biasanya permainan ini tidak mengenal umur dan jenis kelamin. Baik tua, muda, laki-laki maupun perempuan bisa bermain di permainan ini. C. Alat Alat yang dibutuhkan antaralain gundu atau kelereng sebanyak peserta. Biasanya peserta membawa sendiri. Tempat untuk menyelenggarakan yang paling tepat adalah ditempat yang tanahnya rata. Bisa dibawah pohon atau di halaman rumah. Berikut ini adalah contoh gambar lapangannya. D. Pelaksanaan Mula-mula para pemain melakukan lemparan awal dengan sasaran garis yang berada diujung lapangan permainan yang berjarak kira-kira 5 meter. Pemain yang mempunyai jarak terdekat dengan garis berhak menjadi pemain pertama. Begitu juga dengan peserta selanjutnya. Jika lemparan melebihi garis maka kelereng harus ditaruh dihuruf H. Ini berlaku jika pelempar melebihi garis yang pertama. Jika ada yang melempar melebihi garis lagi maka diaruh pada huruf A. Jika ada lagi maka ditaruh di belakang huruf H. Begitu seterusnya. Lemparan harus melebihi huruf H. Jika tidak maka lemparan harus diulang. Jika lemparan mengenai kelereng dari peserta lain maka kedua pemain harus mengulang lemparan. Cara untuk mematikan peserta adalah dengan membidik

24

kelereng lawan sampai kena. Jika terkena maka kelereng tersebut menjadi milik pemain yang mengenai. Jika orang yang tadi terkena bidikan dari pemain lain maka dia harus membayar 2 kelereng sekaligus, yaitu kelerengnya dan pemain yang terkena tadi. E. Penentuan Kemenangan Pemenang dinyatakan menang jika berhasil mematikan peserta terbanyak dengan hasil kelereng terbanyak pada akhir permainan. F. Sumber Permainan ini bersumber dari pengalaman kecil saya dan cerita dari orangtua.

18) PERMAINAN ENDOK
A. Latar Belakang Permainan berasal dari daerah Sleman yang bertujuan untuk bersenangsenang serta mengembangkan keterampilan seorang anak. Sumber permainan berasal dari turun temurun di Desa serta masyarakat menganggap permainan ini mudah dimainkan dan hanya membutuhkan alat dan fasilitas yang sederhana. B. Alat dan Fasilitas  Batu ukuran sedang yang mudah digenggam anak jumlahnya 10-15 batu.  Halaman yang teduh. C. Peserta dan Pelaksanaan Permainan  Peserta yang mengikuti permainan ini berjumlah 10 anak dengan umur 812 tahun dan bisa dimainkan putra putri secara bersamaan ataupun disendirikan.  Dari jumlah peserta tersebut kemudian diundi 1 anak untuk menjadi penjaga telur (endok).  Setelah di dapat penjaga dan pengambil telur, masing-masing anak menempati tempat permainan sesuai aturan yang di tentukan yakni penjaga berada di dalam lingkaran menjaga telur dan yang lain berada di luar lingkaran sebagai pengambil telur.  Pengambil telur boleh saling bekerja sama untuk mengambil telur yang dijaga dan dalam mengambilnya boleh menggunakan tangan ataupun ditendang dengan kaki asalkan telur dari batu itu keluar dari lingkaran yang dijaga penjaga telur tadi.  Apabila saat pengambil telur tadi tersentuh (semua anggota badan) saat mengambil telur di dalam lingkaran maka pengambil telur itu dinyatakan mati dan harus giliran menjadi penjaga telur. Dari hal tersebut pengambil telur yang tersentuh tadi wajib mengembalikan semua telur yang telah didapatnya ke dalam lingkaran dan permainan dilanjutkan sampai telur habis.  Jika semua telur sudah di ambil permainan dilanjutkan untuk menyembunyikan telur yang telah didapat.

B. adalah satu satu jenis permainan tradisional masyarakat Jawa yang juga sudah lama dikenal. Kemudian. Permainan ini juga sering disebut permainan Kus-Kusan atau Alih Lintang. halaman kebun.  Dalam pencarian di berikan 2 pilihan yakni gembok atau kunci. Alat dan Fasilitas Sementara alat yang digunakan untuk permainan ini hanya membutuhkan halaman yang luas. bisa halaman rumah. Ada kalanya. Jawa Timur. dalam permainan ini juga banyak dijumpai anak-anak berlari-lari dalam permainannya. Di halaman inilah. masyarakat Jawa menamai permaianan ini dengan permainan kucing-kucingan. Umumnya yang bermain permainan kucing-kucingan adalah anak lakilaki. Peserta Permainan kucing-kucingan yang dimaksud di sini adalah sebuah permainan anak yang melibatkan 5 pemain (bisa laki-laki semua atau perempuan semua). Yogyakarta. dan DI. Sementara tengah garis. Kenapa lebih dikenal dengan nama permainan kucing-kucingan. 19) PERMAINAN KUCING . D. Biasanya yang bermain permainan ini adalah anak-anak yang berumur 8-12 tahun dari semua golongan masyarakat tanpa membedakan status sosial. Lalu mereka menuju ke halaman tempat bermain. dan E hendak bermain kucing-kucingan. permianan lain yang berbeda. Itulah sebabnya. D. meliputi Jawa Tengah. atau lapangan.5 meter. keempat ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan kaki yang melingkar.25  Untuk penentuan pemenang yakni anak yang paling banyak mengumpulkan telur dan apabila ada anak yang tidak mendapatkan telur maka ia harus ikut mencari telur dengan penjaga tadi di tempat yang telah di tentukan sebelumnya. C. untuk gembok semua telur yang disembunyikan tidak akan di beri tahu dan kunci semua telur yang disembunyikan diberitahu dengan konsekuensi jika sampai batas waktu yang di tentukan tidak menemukan maka ia harus kembali menjadi penjaga telur dalam permainan selanjutnya. nantinya dipakai untuk pemain jadi. B. Latar Belakang Kucing-kucingan. C. setidaknya pada tahun 1913 (menurut sebuah sumber pustaka Serat Karya Saraja). . karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari. Pada prinsipnya dalam permainan ini ada sebuah syair yang sering dilantunkan berirama secara bersama-sama oleh semua pemain. anak-anak mulai membuat garis silang tegak lurus dengan panjang garis masing-masing sekitar 2. Pelaksanaan Permainan  Misalkan ada lima pemain yakni A. Selain itu.KUCINGAN A. yang bunyinya‖ Dha mbuwang kucing gering‖. di daerah lain juga kadang menamai sebuah permainan itu dengan nama kucing-kucingan. Permainan ini menyebar di berbagai daerah di Jawa.

Syair itu dinyanyikan berulang kali hingga si pemain dadi sampai di tempat tujuan pembuangan. Pemain mentas berhak saling berpindah tempat dengan temannya. maka berubah menjadi pemain dadi. bisa berganti tempat dengan pemain B atau C. dan D. Tetapi. . maka pemain mentas yang tidak mendapatkan tempat baru. Misalkan pemain A. pemain B didahului pemain E. Tanggapan Masyarakat Sayangnya.  Pemain jadi tempatnya di tengah-tengah garis silang. Begitu seterusnya permainan ini berlangsung hingga mereka merasa bosan dan hendak berhenti atau bermain dolanan lainnya. Kemudian para pemain melakukan hompimpah dan sut.  Jika pada tahap selanjutnya. berarti menjadi pemain dadi dan harus menempati tempat di tengah. mereka berlomba-lomba berlari secepatcepatnya untuk mencari lingkaran yang masih kosong. sehingga pemain dadi segera menempati tempat lingkaran yang masih kosong. salah satu anak membuat garis silang tegak lurus dengan panjang masing-masing garis 2. yakni pemain A. Setelah selesai. B. maka caranya dengan melangkahkan satu kaki dilangkahkan ke luar dan tangan saling berjabat tangan. maka pemain B yang kemudian harus menjadi pemain dadi. Saat dibuang. bisa saling berganti tempat dengan pemain di sebelah kiri atau kanannya. ujung-ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan memakai tumit kaki yang dibuat melingkar. semua pemain mentas menyanyikan sebuah syair yang terdiri dari sebuah kalimat. Biasanya perpindahan tempat ini menunggu pemain dadi terlena. yakni ―Dha mbuwang kucing gering‖. dari tempat pembuangan ini.26 Setelah itu. pemain A dan B sedang saling berpindah. Setelah itu mereka saling berpindah tempat. tetapi belum sempat menempati lingkaran baru. E. Begitu pula pemain lainnya. Sementara itu pemain mentas lainnya. Bagi pemain yang tidak mendapatkan tempat kosong. Setelah itu. C. misalkan pemain E.5 meter. Caranya. menempati masing-masing lingkaran kecil di ujung garis. Misalkan. Jika seperti itu. ia dipegang bersama-sama oleh semua pemain mentas ke sebuah tempat (misalkan berjarak 20 meter dari tempat permainan). Anak yang paling kalah. saat pemain B menjadi pemain dadi dikungkung hingga 5 kali perpindahan antar pemain mentas. kadang-kadang saat mereka berpindah tempat dan belum sempat menempati tempat baru sudah kepergok pemain dadi. maka ia dianggap sebagai pemain jadi. jenis dolanan kucing-kucingan ini juga sudah sangat jarang dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang. Apabila mereka hendak berpindah tempat. maka ia menjadi pemain dadi yang berhak dibuang.

B. Pelaksanaan Permainan  Personil yang terkena hitungan yang ke-20 merupakan personil pertama kali yang harus mengejar teman – temannya (personal yang ngori‘).  Jika kelompok bermain lebih dari 20 orang. maka setelah hitungan ke-20. Yogyakarta: Kepel Press http://www. Demikian seterusnya personil yang terkejar dan disentuh oleh pengejar akan ikut mengejar.blogspot. dan seterusnya kearah kanan personil hitungan pertama. bersama . D.org/ensiklopedi/. Salah seorang personail mengambi linisiatif sebagai hitungan pertama.bersama dengan pengejar pertama akan ikut mengejar (ngori‘) teman – teman yang belum terkejar. 2004. Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. Peserta Dalam permainan ori‘an pesertanya minimal 20 orang dan selebihnya tidak terbatas. E.Permainan ini berakhir jika tidak ada lagi personil yang harus dikejar dan diburu. C.baik anak laki-laki maupun perempuan. Alat yang Digunakan Tidak memerlukan alat tertentu F.com . Sukirman Dharmamulya.mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda.27 F. Hitungan berhenti pada hitungan ke20 berikutnya.tembi. Sehingga para pengejar akan semakin banyak dan bahu membahu mengejar teman-temannya yang belum terkejar. 20) PERMAINAN ORI’AN A. Sumber ahmadwijaya. hitungan dilanjutkan lagi kehitungan pertama sehingga setiap personil turut kebagian dalam menghitung. Sasaran Anak-anak dan remaja. G. Dilanjutkan dengan hitungan kedua.Personil yang terkena hitungan yang ke-20 akan menjadi personil pertama yang mengejar (ngori‘). Latar Belakang Ori'an adalah permainan tradisional indonesia dari sumatra selatan tepatnya dari bumi sriwijaya.Personil yang bisa dikejar dan disentuh oleh pengejar pertama. ketiga.  Tidak ada istilah menang dan kalah dalam permainan ini. Sumber Permainan Tradisional Jawa. dkk.  Sekelompok orang memulai permainan dengan membuat lingkaran tertutup dengan bergandengantangan.

B. Peserta Dalam permainan betemplekan pesertanya minimal 2anak jika lebih dapat dibagi menjadi dua kelompok. Pelaksanaan Permainan Setiap peserta engklek dan saling mengeluarkan peserta di dalam lingkaran dengan peserta lain. Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan keseimbangan. Lapangan Pada permainan betemplekan lapangan berbentuk lingkaran dengan diameter kurang lebih 4 meter G. Latar Belakang Betemplekan adalah permainan tradisional indonesia dari nusa tenggara barat.28 21) PERMAINAN BETEMPLEKAN A.kedua anak tersebut saling beradu kekuatan dengan menggunakan lutut dimana lutut tersebut ditekuk.com 22) PERMAINAN MEONG – MEONGAN A. meningkatkan kebugaran jasmani dan bersosialisasi . Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus. C.  Permainan ini di mainkan oleh dua anak. Penentuan Kemenangan Peserta yang dapat mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka dinyatakan sebagai pemenang. Sasaran Anak-anak dan remaja D. Latar Belakang Meong-meongan merupakan permainan tradisional masyarakat bali yang umum dimainkan oleh anak-anak di bali. F. H. peserta yang berhasil mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka di anggap sebagai pemenang.mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda. B. Permainan ini menggambarkan usaha dari kucing atau dalam bahasa bali disebut menguntuk menangkap sitikus atau bikul.siapa yang berhasil mengeluarkan lawan keluar lingkaran ialah pemenangnya. I.kualitas kesegaran jasmani. E. Tujuan Untuk mengisi waktu luang C. Sumber antaramataram. Manfaat Senang.

com 23) PERMAINAN ULAR NAGA PANJANGNYA A. B. remaja putra – putrid E. Penentuan kemenangan Dalam permainan ini tidak apa penentuan menang kalah. bisa juga lebih.SD). D. C. Sasaran Anak-anak maupun orang dewasa E.29 D. Pemainnya biasanya sekitar 5-10 orang. Peserta Dalam permainan ini biasanya diikuti oleh lebih dari 8 orang atau lebih. Kalau di yogyakarta dan sekitarnya permainan ini di kenal dengan nama Incak-incak Alis (Ancak Ancak Alis) yang beda Cuma lagu dan dialognya kalau tata cara permainanya sama yang jelas kalau di yogyakarta menggunakan bahasa jawa. Peralatan Dalam permainan ini tidak menggunakan peralatan hanya menggunakan halaman atau tempat yang kosong F. Lebih menarik apabila dimainkan di bawah cahaya rembulan. Pelaksanaan Permainan Peraturan dalam permainan ini adalah satu orang memerankan bikul (tikus) satu orang memerankan sebagai meong (kucing) dan yang lainnya bertugas melindungi bikul dari meong dengan cara membentuk lingkaran kemudian sibikul berada di dalam lingkaran sedangkan meong berada di luar lingkaran. H. Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumah yang agak luas. G. Tujuan Permainan Ular Naga Panjangnya ini bertujuan untuk melatih kemampuan gerak yang disertai dengan lagu agar memperoleh kesenangan dalam bermain dan memupuk sikap kerja sama serta rasa bersosialisasi. Latar Belakang Ular Naga adalah satu permainan berkelompok yang biasa dimainkan anak-anak Jakarta di luar rumah di waktu sore dan malam hari. Sasaran Anak – anak. Meong akan berusaha masuk kedalam lingkaran dan berusaha menangkap bikul.hanya untuk mencari kesenangan semata I. Peraturan Permainan Pelaksanaan Permainan  Lapangan dan Peralatan . anak-anak umur 5-12 tahun (TK . Anak-anak yang membentuk lingkaran juga akan berusaha menghalangi meong masuk kedalam lingkaran. Sumber : balaibanjar. Manfaat Dengan adanya kesenangan ini dapat mengurangi ketegangan .

sehingga anak-anak ini saling tertawa. Atau. "Induk" dan "gerbang" biasanya dipilih dari anak-anak yang tangkas berbicara.30 Dalam bermain permainan Ular Naga Panjangnya ini tidak memerlukan lahan yang cukup luas.akan berdialog dan berbantah-bantahan dengan kedua "gerbang" perihal anak yang ditangkap. lapangan rata. karena salah satu daya tarik permainan ini adalah dalam dialog yang mereka lakukan. Dalam bermain tidak memerlukan peralatan. Permainan akan dimulai kembali.  Jalannya Permainan Anak-anak berbaris bergandeng pegang 'buntut'. Kemudian dua anak lagi yang cukup besar bermain sebagai "gerbang". dan lalu ada lagi seorang anak yang ditangkap. Sampai pada akhirnya. bermain sebagai "induk" dan berada paling depan dalam barisan. misal buah .buahan. seorang anak yang berjalan paling belakang akan 'ditangkap' oleh "gerbang". Perbantahan lagi. Seringkali perbantahan ini berlangsung seru dan lucu. Sebelumya yang jaga atau yang menjadi gerbang misal si A dan si B. . dengan berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan di atas kepala. permainnya rata – rata berjumlah 5 sampai dengan 10 orang dalam tiap kelompoknya. Ular Naga akan berjalan melewati "gerbang". sebagai Ular Naga yang berjalan-jalan dan terutama mengitari "gerbang" yang berdiri di tengah-tengah halaman. atau paling besar. Seorang anak yang lebih besar. anak-anak bubar dipanggil pulang orang tuanya karena sudah larut malam. ketika lagu habis. dan berdasarkan pilihannya. Barisan akan bergerak melingkar kian kemari. A Strawberry. hingga "induk" akan kehabisan anak dan permainan selesai. sebelum permainan dimulai mereka kompromi dulu mau pake pilihan apa. kalau apel ya ikut B.  Pemain Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki maupun anak permempuan. Hanya memerlukan lapangan dengan ukuran 10 x 10 m. Setelah itu. Pada saat-saat tertentu sesuai dengan lagu. ditempatkan di belakang salah satu "gerbang". si B Apel. dan juga bisa dilakukan di dalam ruangan. Ular Naga kembali bergerak dan menerobos gerbang. si "induk" --dengan semua anggota barisan berderet di belakangnya-. si anak yang tertangkap disuruh memilih di antara dua pilihan. yakni anak yang berada di belakang berbaris sambil memegang ujung baju atau pinggang anak yang di mukanya. Ini bisa menggunakan lapangan terbuka. Pada saat terakhir. Kalo pilih strawbery brarti dia ikut A. Dengan terdengarnya nyanyi. Demikian berlangsung terus. sambil menyanyikan lagu. tanpa sepengetahuan teman teman yang lain kalau nanti orang yg terbelakang/ tertangkap ditanya 'pilih apel ato strawberry?'.

peserta nya paling sedikit 4 orang. Letak Makkah berada di tengah-tengah atau di antara kedua regu.kosong" berkali-kali hingga seluruh barisan lewat. hingga akhir barisan dan anak yang terakhir di buntut ular ditangkap ("gerbang" menutup dan melingkari anak terakhir dengan tangan-tangan mereka yang masih berkait). sambil menerobos "gerbang".MAKAH A. Ular naga panjangnya bukan kepalang Menjalar-jalar selalu kian kemari Umpan yang lezat.  Pada kali yang terakhir menerobos "gerbang". permainan ini biasanya dilakukan anak 9-13 tahun atau lebih. Yang sangat bermanfaat.isi" berkali-kali. Demikian berlaku dua atau tiga kali.  Kedua regu menghadap ke titik sasaran atau Makkah. Alat yang Digunakan Alat yang digunakan sangat mudah.yaitu sebiji batu atau benda lain yang berukuran kecil yang mudah disembunyikan dalam genggaman tangan. 24) PERMAINAN MAKAH . termasuk si "gerbang". tapi dalam permainan ini inti permainan ini adalah kedua regu berlomba-lomba dapat mencapai titik sasaran atau yang disebut makkah. D. barisan mengucap "kosong kosong . Latar Belakang Permainan ini berasal dari Nangroe Aceh Darusalam mengemban pesanpesan moral dan nilai-nilai budaya. Sumber Keterangan mengenai permainan Ular Naga Panjangnya ini diperoleh melalui informasi di internet dan juga melalui cerita dari kakek nenek dan orang tua. C. Peserta Permainan ini dilakukan oleh dua regu.31  Lagu ini dinyanyikan oleh semua pemain. yakni pada saat barisan bergerak melingkar atau menjalar. itu yang dicari Kini dianya yang terbelakang  Kemudian. Pelaksanaan Permainan  Kedua regu saling berhadap-hadapan pada suatu garis lurus secara berurutan atau sejajar. Jarak antara regu yang satu dengan regu yang lain adalah sekitar 2 (dua) meter. Nama permainan tradisional makah-makah merujuk pada ―makkah‖ aatau ―mekah‖ yang dapat diartikan menjadi kiblat. . dan mulai lagi menjalar dan menyanyikan lagu di atas.  Masing-masing regu bertanding untuk dapat sampai terlebih dulu ke titik sasaran atau Makkah. barisan mengucap "isi isi . Dan bias dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan. B. F.

Cara masing-masing ketua regu menebak di mana keberadaan batu milik regu lawan adalah dengan menunjuk salah satu anggota regu lawan yang dianggapnya memegang batu tersebut. regu pertama akan semakin mendekati titik sasaran atau Makkah. maka regu pertama diperbolehkan untuk maju selangkah ke depan.  Tebakan yang dilakukan oleh kedua regu secara bergantian ini dilakukan dengan terus-menerus hingga salah satu regu dapat mencapai titik sasaran atau Makkah.  Setiap anggota kedua regu.  Apabila regu kedua tidak betul atau salah dalam menerka di mana keberadaan batu yang dimiliki oleh regu pertama. Begitu pula sebaliknya  Saling menebak itu dilakukan secara bergantian. F. bersikap seolah-olah sedang menggenggam batu dengan menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung. Waktu dan Tempat Permainan Makah-Makah biasanya dilakukan oleh anak-anak di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan sekitarnya pada waktu sore hari atau pada saatsaat senggang. maka tugas ketua regu kedua adalah menebak di mana batu yang dimiliki oleh regu pertama. maka masingmasing ketua regu harus mempunyai strategi. . Permainan Makah-Makah bisa dilakukan di tanah lapang atau di pekarangan rumah dengan lahan yang agak luas karena melibatkan cukup banyak peserta. baik yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu atau yang pura-pura diberi batu untuk mengecoh regu lawan. Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini E. Penentuan Kemenangan Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini.  Setelah batu yang asli disembunyikan oleh salah satu anggota regu sementara anggota regu yang lain seolah-olah juga memegang batu dengan berpura-pura menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung. Hal yang sama juga dilakukan oleh ketua regu kedua. yaitu dengan seolah-olah memberikan batu kepada semua anggota regu yang dipimpinnya meskipun sebenarnya yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu hanya satu orang.  Supaya pemberian batu tidak diketahui oleh regu lawan. Pemberian batu oleh ketua regu pertama dilakukan dengan rahasia atau tidak boleh sampai diketahui oleh regu kedua. Dengan demikian. Hal ini dilakukan secara bergantian dan berlaku juga untuk regu kedua.32  Tugas ketua regu pertama adalah mengawasi atau menempatkan batu yang diberikan kepada salah satu anggota regunya.

Sumber Permainan tradisional merupakan simbolisasi dari pengetahuan yang turun-temurun dan mempunyai fungsi atau pesan di baliknya. Peserta Dalam permainan ini peserta yang dibutuhkan minimal 2 orang dan selebihnya tidak terbatas baik laki-laki maupun anak perempuan. F.melayuonline.  Tidak boleh menabrak pasangan lain. Tanggapan Masyarakat Permainan tradisional merupakan hasil budaya yang besar nilainya bagi anak-anak dalam rangka berfantasi. C. B.com 25) PERMAINAN GARU . Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus. Sasaran Anak anak dan remaja.  Masing masing pasangan tidak boleh mengotori jalur pasangan lain dengan kerikil atau benda berbahaya lainnya.33 G. G. . Tujuan Permainan ini bertujuan untuk mengisi waktu luang anak-anak dan meningkatkan kekuatan otot tangan. D.  Pada hitungan ketiga setiap pasangan harus mulai berjalan.GARU A.Namun umumnya dilakukan oleh anak laki-laki. Peraturan Permainan  Setiap pasangan berdiri pada tempat yang sudah ditentukan dan salah satu dari setiap pasangan berdiri menggunakan tangan dan kakinya dipegang oleh pasangannya. H.  Setelah sampai diujung yang ditentukan. bisa menggunakan sapi maupun kerbau. peserta harus melakukan pergantian posisi dengan pasangan masing-masing. berkreasi.Maka dalam permainan ini tidak ada kedua hewan tersebut dan diganti dengan manusia. dan melatih kesopanan dan ketangkasan. Persiapan Permainan ini dilakukan oleh sekelompok anak asalkan mempunyai pasangan dan jumlahnya tak terbatas.Hanya menggunakan tangan dan kaki kita saja.selain itu dibutuhkan tanah yang lapang dan permukaannya rata dan aman. E. Latar Belakang Garu-garuan adalah permainan tradisional Indonesia yang berasal dari Lampung. www. berolahraga yang sekaligus berfungsi sebagai sarana latihan untuk hidup bermasyarakat. memperoleh keterampilan. garu itu sendiri adalah proses membajak sawah menggunakan hewan.

Tanggapan masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan anaknya melakukan parmainan ini namun ada beberapa orangtua yang tidak menyukai anaknya bermain ini dengan berbagai alasan yang mereka punyai. Sasaran Anak-anak dan remaja. melatih kejujuran. Manfaat Gembira.  Peralatan Alat untuk merubungi atau untuk menutupi bisa menggunakan: Terpal.  Pemain  Krubungan bisa dimainkan oleh putra maupun putri. Latar Belakang Krubungan adalah permainan yang sering dilakukan oleh anak-anak setiap sore jam 5 (lima) untunk menunggu mulainya shalat maghrib (berjama‘ah) dan mengaji. jumlah orang atau pemain menyesuaikan besarnya pengrubung .34  Peserta yang terlebih dahulu kembali ke garis awal adalah pemenang. C. Seprai. panca indra peraba meningkat. melatih daya pikir otak. Pelaksanaan Permainan Setiap pasangan menentukan siapa yang terlebih dahulu menjadi kerbaunya dan harus berjalan dengan tangan dan kaki yang menjadi kerbau tadi dipegangi pasangannya.setelah sampai diujung maka setiap pasangan mengganti posisi dan kembali berjalan ketempat semula. mengisi waktu luang. Layar. Slimut. B. Tujuan Bermain. Peraturan Permainan  Lapangan dan Peralatan  Lapangan Tempat bermain bisa di alam terbuka maupun tertutup akan tetapi lebih baik dilantai yang bersih. Jarit. Sumber Opu Lis\orang lampung{Waykana} 26) PERMAINAN KRUBUNGAN A. J. menurunkan emosional dan bersosialisasi.Setelah hitungan ketiga maka setiap pasangan tadi mesti berjalan bahkan boleh berlari asalkan tangannya kuat. H. I. sikap kebersamaan dan kekeluargaan. biasanya setelah terdengar suara adzan maghrib permainan dihentikan terus dilanjutkan shalat berjama‘ah dan mengaji. D. E. Siapa yang paling cepat sampai ditempat semula maka pasangan itulah pemenangnya.

dengan mengelompokan jenis klamin laki-laki dan perempuan. melatih panca .  Seandainya sipenunggu cuma bisa menebak satu pemain lalu menyerah berarti pemain yang ketebak tadi berganti menjadi penunggu dan apabila yang tertebak lebih dari 1 (satu) orang misal 4 (empat) orang maka empat orang tersebut melanjutkan nyayian ―sing siripit‖.35 (penutup).  Setelah semua pemain sudah masuk kedalam krubungan (penutup) sipenuggu membuka matanya dan mendekati krubungan lalu meraba pemain yg ada di dalam krubungan (penutup) dan mencoba menebak namanya. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan krubungan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak. dan orang yang dapat ditebak oleh penunggu keluar dari tempat pengkrubung.  Setelah selesai mengenali bentuk fisik lalu sipenunggu mengejamkan matanya sebentar sampai pemain dikerubungi (ditutupi) selesai. jadi laki-laki main sendiri dan perempuan sendiri. Nyanyianya yaitu: sing siripit tulang bawang sapa sing kejepit tunggu lubang  Sebelum mulai permainan penunggu lobang terlebih dahulu mengenali bentuk fisik atau apa saja dari pemain yang dikerubungi (dititupi) agar penunggu dapat menebak orang yang diraba.  Begitulah seterusnya permainan dilakukan sampai saatnya terdengar bunyi adzan.  Apabila sipenunggu berhasil meraba salah satu pemain dan dapat menebak siapa nama orang itu maka penunggu berhasil. sipenunggu boleh menebak semua pemain sampai ketebak semua. diadakan nyanyian ―sing siripit‖ untuk menentukan siapa yang akan menjadi penunggu lobang.  Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai. dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng.  Masing-masing kelompok laki-laki dan prerempuan dipisah. bermain dengan gembira. F.  Selanjutnya pemain yang tidak menjadi penunggu masuk dalam pengkrubung (penutup). bersosialisasi. untuk menghindari hal-hal negatif.

36

indra, melatih daya pikir otak, melatih kejujuran, mempererat silaturahmi, dan menjalankan shalat jama‘ah bersama dan mengaji. G. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional krubungan yaitu dengan cara tanya jawab terhadap masyarakat Desa Pesuningan, Prembun, Kebumen. Sumber Informasi antaralain: Salamah Beliau adalah nenek saya, beliau telah memberi informasi tentang permainan krubungan. Juwariyah Beliau adalah ibu saya, beliau telah memperjelas informasi tentang permainan krubungan yang selama ini saya mainkan.

27) PERMAINAN KRIKILAN
A. Latar Belakang Permainan ini sudah ada di daerah saya tingggsl. Biasanya dimainkan oleh anak-anak dan remaja. Bentuk permainan berupa permainan yang menggunakan kerikil-kerikil kecil, siapa yang bias mendapatkan paling banyak kerikil berarti dialah yang menjadi pemenangnya. Dengan cara dua jari telunjuk dan jarimanis membentuk huruf yang menyerupai huruf ―A‖ melewati kerikil tersebut dan jangan sampai jari tersebut menempel salah satu kerikil tersebut. Permainan ini dilakukan hanya untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan konsentrasi. Serta dapat meningkaatkan pergaulan antar teman dan melatih kejujuran. B. Pemain  Sasaran : anak-anak SD dan remaja  Sek : Laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang C. Alat, tempat dan Waktu  Alat : kerikil  Tempat : halaman rumah, teras rumah  Waktu : dimainkan kapan saja saat anak-anak pada waktunya bermain. D. Pelaksanaan Permainan  Sebelum pertandingan dimulai, biasanya melakukan undian untuk siapa yang pertama untuk menjalankan permainan.  Dengan cara kerikil dipegang dengan kedua tangan membuka ke atas kerikil tersebut diangkat kira-kira 4 cm dari atas tanah atau lantai. Kemudian kerikil dijatuhkan.  Kerikil tersebut pastinya berserakan dengan jalan melewati kerikil satu persatu dengan ujung jari telunjuk dan jari manis menempel lantai, harus meleti kerikil tersebut dan jangan sampai menempel kerikil yang lain.  Jika salah satu jari menempel kerikil maka permaian berhenti dan pemain yang satunya lagi yang bermain. Dengan cara seperti di awal, begitu seteeerusnya sampai kerikil tersebut habis.

37

E. Penentuan Kemenangan Pemain dikatakan sebagai pemenan jika paling banyak mendapatkan kerikil F. Tanggapan masyarakat Permainan ini sekarang sudah jarang dimainkan oleh anak-anak jaman sekarang, bahkan sudah tak ada lagi yang memainkannya lagi. G. Sumber Pengalaman saat masih kecil, dari masyarakat setempat di daerah saya tinggal.

28)

PERMAINAN TRI LEGENDRI NOGOSARI

A. Latar Belakang Sejarah permainan ini dimainkan sederhana dan sering dilakukan oleh anak-anak di zaman dahulu, paling tidak sebelum tahun-tahun 1980-an, ketika televisi belum mewabah. Ketika itu andalan permainan anak-anak adalah dolanan berkelompok dengan memanfaatkan benda-benda di sekitar lingkungan, seperti batang kayu, daun, batu, kerikil, kreweng, biji buah, dan sebagainya. B. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh sekelompok anak-anak, remaja dan dewasa. Pada umumnya mereka memainkan permainan ini semata-mata hanya untuk menciptakan unsur kegembiraan. Dolanan ini biasanya dimainkan oleh anak-anak kecil di halaman luas di sekitar rumah atau di sekitar lapangan. Anak-anak yang bermain biasanya berumur sekitar 7—14 tahun dan yang sering bermain adalah anak laki-laki, karena mengandalkan kekuatan fisik untuk berlari. Namun kadang juga dimainkan oleh anak perempuan atau campuran. C. Alat yang Digunakan Anak-anak yang hendak bermain dhoktri biasanya berkumpul dulu di suatu tempat (halaman, pekarangan, kebun, atau lapangan). Setelah berkumpul, mereka mencari pecahan genting atau gerabah (disebut kreweng atau wingka) Selain itu mereka juga harus mencari sebuah batu agak besar yang berfungsi sebagai kodhok (penentu pemain yang kalah). Setelah mendapatkan alat bermain, biasanya mereka membuat lingkaran (bisa juga berbentuk bujur sangkar) di tanah atau di lantai, dengan kapur, kreweng, atau kayu. Diusahakan jumlah kotak pada bujur sangkar atau lingkaran sesuai dengan pemain. Karena jumlah pemain 8 anak, maka bujur sangkar atau lingkaran dibuat 8 kotak (ruang). D. Pelaksanaan Permainan  Kita harus menyiapkan kreweng/ pecahan genting bulat sebanyak 4 dan batu 1 buah.  Tiap anak memegang kreweng satu-satu.  Kemudian menyanyikan lagu gotri nagasari dengan batu dan kreweng dipindah di depan temannya sesuai dengan lingkaran yang dibuat kea rah temannya sebelah kanan sambil menyanyikan lagu tri logendri nagasari sampai lagunya selesai.

38

 Jika lagunya sudah selesai dinyanyikan, anak yang didepan mendapat batu,anak itulah yang menjadi kataknya.  Anak yang menjadi katak harus menunggu kataknya, dan temantemannya yang lain bersembunyi. Setelah temannya yang bersembunyi ketemu, lalu memanggil nama temannya sambil memegang / menginjak batu tersebut.  Jika sudah ketemu semua kemudian bermain lagi, kalau belum ketemu semua yang jadi katak harus mau menunggu/ mencari sampai si anak tersebut ketemu atau menyerahkan diri.  Permainan ini kemudian diulang-ulang terus hingga si anak mulai bosan.  Lagu yang dinyanyikan dalam permainan ini: Tri logendri nagasari ri Tiwul iwal iwul jenang katul..tul Dolan awan-awan ndelok manten ..ten Titenano mbesok gedhe dadi opo..po Podho mbako enak mbako sedheng dheng Dhengkol ela-elo dadi kodok… E. Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini anak yang dikatakan menang/ kalah, ditentukan oleh factor keberuntungan masing-masing anak. Seorang anak dikatakan kalah apabila tidak beruntung dalam artian si anak akan mendapatkan katak secara terus-menerus. Dan anak dikatakan menang apabila mereka lolos tanpa mendapatkan katak. F. Sumber Suwandi Sumber: Buku ―Permainan Tradisional Jawa‖, Sukirman Dharmamulya, dkk, Kepel Press, 2004 dan pengalaman pribadi

29) PERMAINAN MAIN SISIK
A. Latar Belakang Anak-anak perempuan di Sibolga, Tapanuli Tengah mengenal permainan ini dengan nama main sisik. Menyisik dalam dialek itu berarti menyatakan batu (sesuatu) secara perlahan-lahan. Memang dalam permainan ini kegiatan yang menjatuhkan batu secara perlahan-lahan dan tersembunyi merupakan inti permainan dan yang selanjutnya harus diterka pada siapa batu itu berada. Permainan Main Sisik berasal dari daerah Sumatera Utara. Namun para informan dan orang tua yang ditanyai soal asal usul permainan ini tidak dapat memastikan apakah permainan Sisik ini berasal dari daerah mereka atau datang dari luar. Yang dapat mereka kemukakan hanyalah, bahwa mereka sudah mengenalnya sejak lama, mungkin sampai tujuh puluh tahun atau lebih. Hal ini terbukti dari pengalaman mereka sendiri yang sudah melihat permainan ini sejak mereka lagi kecil, dan mereka sekarang sudah tua-tua.

Anak-anak yang berumur lebih biasanya tidak menyukai permainan ini karena mereka menganggap permainan ini terlalu ringan. Peserta Pelaksanan permainan Main Sisik memerlukan 10 orang peserta.39 B. Tahap kedua dari permainan ini adalah berupa perbuatan melangkahi kaki-kaki yang dilunjurkan kedepan oleh kelompok lawan. Kalau kelompok penebak berhasil menerka. berupa tersinggungnya kaki tersebut pada saat dilangkahi atau di lompati. Mereka duduk dengan jarak tertentu. Penebakan itu tidak begitu mudah dilakukan. penebak menjadi yang menyembunyikan batu. D. maka permainan di lanjutkan. dan yang kalah akan menjadi penebak. karena cara menjatuhkan tadi dilakukan dengan penuh siasat dan kesamaran untuk mengelabuhi lawan. maka terjadi pertukaran pemain. Alat lainnya tidak diperlukan. Dalam hal ini tisdak boleh terjadi kesalahan. karena bagi anak laki-laki permainan ini kurang aktif atau kurang gerak. Jumlah ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing 5 orang.asing-masing kelompok bertindak sebagai ketua kelompok. Sebaliknya anak-anak dibawah 6 tahun belum diajak serta. karena dianggap belum mampu melakukan permainin ini. Yang menang sut akan menjadi pihak yang membunyikan batu.  Tahap Permainan Pada tahap ini kelompok penemak akan mengunjurkan (menjulurkan) kakinya masing-masing ke depan. Tugas kelompok penebak adalah menerka siapa yang menyimpan batu itu. Alat dan Fasilitas Peralatan yang dibutuhkan dalam permainan ini hanyalah sebuah batu kecil yang dijadikan alat tebakan. Kedua kelompok duduk berhadap-hadapan. C. agar mungkin lebih sulit dilangkahi. sedang ketua kelompok berdiri dan melakukan sut. Pelaku permainan berumur antara 6 sampai 10 tahun. dan satu orang dari m. kalau berhasil dilangkahi dengan baik. Kalau terjadi kesalahan akan terjadi pergantian pemain. Tetapi kalau tebakan tadi salah permainan diteruskan ke tahap berikutnya. dan iytu akan dilangkahi atau di lompati oleh lawan satu persatu.  Aturan Permainan Kelompok yang menang menadahkan tangannya masing-masing kebelakang untuk menampung batu yang akan dijatuhkan pelan-pelan oleh ketua kelompok. Permainan biasanya hanya dimainkan oleh anak perempuan saja. dan kaki mereka dilunjurkan ke muka secara sejajar. Pelaksanaan Permainan  Persiapan Sepuluh orang peserta dalam permainan ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing terdiri atas lima orang. Anggota kelompok . dan kelompok yang menyembunyikan batu tadi menjadi penebak.

Berbeda dengan masa lampau. Permainan Anak-anak Daerah Sumatera Utara. Mungkin para orang tua juga para anggota masyarakat sudah berubah pula pandangan mereka terhadap permainan ini. lompatan secara berganti-ganti juga dilakukan oleh seluruh anggota kelompok pelompat. Waktu dan Tempat Permainan ini biasanya dilakukan di teras rumah atau di bawah pohon yang rindang (tempat yang teduh). Kaki yang dilunjurkan masih bertindih dan diatas masih ditambahi dengan dua tangan dengan jari terentang. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat terhadap permainan ini pada masa sekarang boleh dikatakan juga turut mundur. . Penentuan Kemenangan Ketentuan kalah menang adalah demikian :  Jika sebuah kelompok dengan seluruh anggotanya berhasil melalui tahap-tahap tadi dengan baik. menjaga adiknya. mungkin disebabkan oleh rasa simpatik mereka terhadap yang menang atau karena sebab lainnya. Pada setiap terjadi kegagalan langsung diadakan pergantian kelompok yang bermain. Kebanyakan mereka menganggap permainan seperti ini tidak ada gunanya dan hanya membuang waktu saja. Jakarta. Tahap ketiga juga berupa lompatan. seperti belajar.  Jika terjadi kegagalan dalam menyelesaikan tahap-tahap itu. Di masa sekarang ini hal yang demikian sudah jarang dapat dilihat. Hal ini terlihat dari kurang pedulinya mereka terhadap permainan ini. Bahkan mereka juga turut bersorak bergembira melihat anak-anak yanmg sedang melakukan permainan.40 E. Jadi pada tahap pertama dapat menebak keberadaan batu. H. Bambang. Seluruh anggota pelompat harus melompatinya secara bergantian. karena kaki yang dilunjurkan itu sekarang diletakkan yang satu di atas yang lain. Mereka cenderung untuk menyuruh anak-anak agar melakukan tugas-tugas yang bermanfaat di rumah. Pada tahap kedua dapat melompat dan demikianlah seterusnya. para anggota masyarakat memberikan tanggapan yang positif terhadap permainan ini. dll. Sumber Suwondo. G. Kelompok yang berhasil ini dinyatakan menang. yang melompati melakukan lompatan secara bergantian. maka kelompok itu belum dapat dinyatakan menang.  Tahap keempat tetap berupa lompatan dengan tingkat kesulitan yang lebih sulit. Permainan ini juga dilakukan pada siang dan sore hari setelah mereka melakukan aktivitas yang lain. 1984. Wujud dari kepositifan itu adalah berupa dorongan dan kehadiran mereka dalam menyaksikan permainan kalau anak-anak sedang memainkannya. F. namun yang dilompati lebih sulit.

Latar Belakang Maluku adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Di dalam arena permainan ciko guru akan dibuat sebuah bujur sangkar dengan sisinya kira-kira 60 cm. Namun saat ini ciko guru dapat dimainkan oleh siapa saja baik lelaki. ataupun di lapangan. jika lebih dari itu maka pemain lain akan membentuk kelompok sendiri dengan membuat arena bermain yang boleh berdekatan dengan kelompok lain. Asal usul permainan ciko guru di kalangan orang Jailolo maupun Sahu sudah tidak dapat diketahui lagi. dipasanglah sebuah tonggak bambu atau kayu sekitar 17 cm yang nantinya akan ditanam dengan kedalaman 2 cm (hanya menyisakan 15 cm di atas permukaan tanah).41 30) PERMAINAN CIKO GURU A. D. Alat permainan ini nantinya ada yang digunakan sebagai gacu dan ada yang dijadikan sebagai taruhan. Namun. Kemudian. di halaman rumah adat. khususnya di kalangan orang Jailolo dan Sahu yang berada di Maluku Utara. B. Pemain Permainan ciko guru dapat dimainkan oleh maksimal 4 orang. Peraturan Permainan Aturan dan proses permainan ciko guru dapat dibagi menjadi dua tahap. Dahulu permainan ini hanya diperuntukan bagi kaum lelaki dewasa saja. Sementara kaum perempuan pada waktu itu biasanya akan membantu menyiapkan hidangan di rumah orang yang ditimpa musibah tersebut. pemain harus melempar gacunya dari tepi lubang ke arah . di halaman rumah. E. yaitu permainan melempar dan mencukil 10 buah batu atau buah gelici dalam jarak tertentu hingga seluruhnya masuk ke dalam lubang. Ciko guru dapat diartikan ―menunjuk‖ karena dalam permainan ini orang baru boleh bermain setelah ditunjuk oleh lawan mainnya. Tahap pertama. Permainan ciko guru kadang-kadang disebut juga dengan ―main batu membayar kenari‖ karena bagi yang kalah harus membayar sejumlah kenari atau langsat atau kelereng sesuai dengan kesepakatan antarpemain sebelum permainan dimulai. C. Tempat Permainan Permainan ciko guru dapat dilakukan di mana saja. Maka dari itu. buah gelici atau kelerang. ada sebuah permainan tradisional yang bernama ciko guru. Dahulu permainan ini hanya dilakukan pada malam hari di halaman rumah orang yang baru meninggal. hanya laki-laki dewasa sajalah yang boleh memainkannya. muda maupun anak-anak. Sekitar 30 cm di depan tonggak akan dibuat garis sebagai batas sah atau tidaknya lemparan pemain. Peralatan Permainan Peralatan dalam permainan ciko guru hanyalah batu kerikil. Jarak antara tonggak dan bujur sangkar sekitar 12 meter. Di sana. perempuan. Anak-anak tidak boleh bermain karena dikhawatirkan anak menimbulkan kegaduhan. Tepat di tengah-tengah bujur sangkar ada sebuah lubang dengan diameter sekitar 5 cm. tua.

(4) bila batu yang dijentikkan tersebut mengenai batu lain dan keduanya masuk lubang secara berurutan maka dinyatakan sah dan mendapatkan dua nilai. Namun apabila kedua batu tersebut masuk ke lubang secara bersamaan. dan bagi pemain yang memperoleh buah kenari atau gelici yang terbanyak maka ia dinyatakan sebagai pemenangnya. dkk. nilai sportivitas tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan. dengan syarat salah satu tangan harus menapak pada garis batas bujur sangkar. dan untuk menjentik gacu agar masuk ke lubang dan memperoleh nilai. melainkan di sisi luar garis bujur sangkar yang jaraknya sekitar 60 cm dari lubang.42 tombak yang jaraknya sekitar 12 meter. Sementara itu. Permainan Rakyat Maluku. maka dianggap tidak sah. Aturan-aturan yang terdapat dalam tahap pertama ini adalah: (1) pemain harus melempar gacu melewati garis batas di depan tonggak agar dapat mengikuti tahap berikutnya. Dan. maka pemain itu dapat menentukan sendiri batu mana lagi yang akan digunakannya. Setelah taruhan disepakati. Selanjutnya permainan akan dimulai dengan urutan seperti aturan-aturan yang telah dijelaskan di atas. dan (4) penentuan kalah menang dalam permainan ini adalah bagi siapa yang dapat memasukkan gacu paling banyak. (3) bila batu pertama berhasil masuk lubang. Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan yang disebut sebagai ciko guru ini adalah kerja keras dan sportivitas. setelah membuat lubang dan memasang tonggak adalah menentukan jumlah taruhan untuk satu kali permainan. maka dialah pemenangnya. Sumber Suradi Hp. dan (4) pemain yang gacunya paling dekat dengan tonggak akan mendapat kesempatan pertama untuk melempar pada tahap berikutnya. (pepeng) G. (3) bila gacu yang dilempar mengenai gacu lawan. (2) cara memasukkan batu pada tahap kedua ini adalah dengan menjentikkan batu menggunakan kuku ibu jari atau jari kelingking. maka pemain berhak mengambil semua kenari yang berada di dalam lubang dan permainan diulang seperti semula lagi. (2) apabila pada waktu melempar itu gacunya tidak melewati garis batas di depan tonggak. maka pemain harus kembali melempar. Pada tahap kedua lemparan tidak dilakukan di pinggir lubang. 1981. dan lawan tersebut akan menunjuk 1 buah batu yang nantinya akan digunakan sebagai batu pertama sewaktu dimasukkan ke dalam lubang. tetapi juga mau menerima kekalahan dengan lapang dada. gacu mengenai kenari atau gelici hingga ada yang keluar dari lubang. dengan aturan sebagai berikut: (1) pemain akan menunjukkan batu-batu yang dimilikinya pada lawan mainnya. F. maka lawan tersebut harus kembali melempar. Nilai kerja keras tercermin dari semangat pemain yang berusaha agar lemparannya dapat sedekat mungkin dengan tonggak. Ambon: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . barulah kemudian penentuan nomor urut pemain dengan jalan suten atau undi. proses permainannya.

B.  Pemain kedua melakukan lentingan dengan satu jari telunjukkaretnya yang berada di tanah hingga karet tersebut berada di jarak satu kilan ( jengkal ) . dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan. kebun. Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan. Latar Belakang Kilanan adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang. Sarana. . Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal. dll  Waktu : siang hari setelah anak-anak pulang sekolah. Manfaat Permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman . gembira. dan pagi hari ketika hari libur sekolah. Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli secara langsung. 2) remaja  Sek : laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang E. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet. C. Prasarana dan Waktu Permainan  Alat : karet lingkar ( karet gelang )  Tempat : halama rumah.  Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap. Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya.43 31) PERMAINAN KILANAN/ JENGKAL A. semakin dekat maka semakin bagus.  Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah. F. kemudian  Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama. Pemain  Sasaran : 1) anak-anak usia SD. sore hari. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan. Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet.  Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah keretnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama. Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimuali. D.

telah ada dan dimainkan sejak tahun 1930-an. Permainan ancong-ancong menurut penduduk Yamdena. Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan berdasarka pemain yang dapat melentingkan karetnya hingga jarak satu jengkal atau kurang dari itu dari karet lawan. Angwarmase dan Fordata. biasanya anak-anak dari beberapa keluarga tersebut akan berkumpul menghabiskan waktu luang mereka dengan bermain di dalam rumah. Tanggapan Masyarakat Dahulu permainan kilanan sangat digemari oleh anak-anak terutama anak SD. yang dalam bahasa Indonesia sangat sulit untuk diterjemahkan. ―Ancong-ancong‖ berasal dari bahasa Yamdena. Umur 64 tahun berprofesi sebagai petani rumah tinggalnya di Kulon Progo. Permainan ini terdapat di sekitar Kepulauan Tanimbar. Peserta Permainan ancong-ancong biasanya dimainkan oleh anak-anak. Apabila pesertanya lebih dari 10 . G. Indonesia.  Apabila pemain pertama tersebut belum berhasil maka bergantian pemain kedua lagi yang melakukan lentingan. Pada waktu itu. bahkan sudah tidak ada lagi anak-anak yang bermain permainan ini. Latar Belakang Ancong-ancong adalah sebutan bagi orang Yamdena untuk sebuah permainan menebak salah satu tangan pemain yang berada di atas punggung pemain lainnya yang sedang dalam posisi merangkak. di daerah Yamdena masih banyak keluarga yang hidup dalam satu rumah besar. I. Sumber Permainan ini disusun berdasarkan sumber terkait.  Begitu seterusnya hingga siapa yang mencapai jarak satu jengkal atau kurang dari satu jengkal. usia 5 hingga 8 tahun.ANCONG A. khususnya Pulau Yamdena. Beliau ini banyak tahu berbagai jenis permainan tradisional dari pengalaman masa kecil dan masa mudanya. Selaru. baik lelaki maupun perempuan.44  Jika jarak masih lebih dari satu kilan ( jengkal ) maka bergantian pemain pertama yang melintingkan karetnya supaya berada dalam jarak satu jengkal. Pemenang berhak mengambil dan memiliki karet lawan yang berada di tanah tersebut. 32) PERMAINAN ANCONG . Pada waktu malam hari. Setiap rumah besar umumnya dihuni oleh 6 hingga 7 keluarga yang biasanya mempunyai banyak anak. Salah satu permainan yang mereka lakukan adalah ancongancong. yaitu Bapak Ngatimun ayah kandung saya sendiri. H. B. daerah Maluku Utara. Seira. Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak. permainan kilanan sudah jarang dimainkan sampai sekarang.

Khusus untuk diregen hanya meletakkan telapak tangan kirinya saja. Tanggapan Masyarakat Belum tahu karena di daerah saya belum ada yang memainkannya. Apabila tebakan benar. Penunjukan itu dilakukan ketika lagu dinyanyikan. maka pemain yang tangannya ditunjuk oleh diregen akan menggantikan posisi anak yang merangkak tersebut.html . sementara tangan kanannya akan digunakan untuk menunjuk telapak tangan pemain lainnya. Berikut ini adalah syair yang dilantunkannya. G. Permainan ini sebenarnya tidak mengenal umur tetapi biasanya dimainkan oleh anak kecil berumur 5-8 tahun.blogspot. yaitu seseorang yang dipilih untuk merangkak harus menebak tangan siapa yang berada di punggungnya. sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah. Bisa dimainkan oleh anak laki-laki maupun perempuan tidak dibatasi jenis kelamin. F. permainan tidak akan berjalan lancar. sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah.  Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak. Pada saat itulah pemain yang posisinya merangkak tersebut akan menebak tangan siapa dari pemain yang ditunjuk oleh diregen. Asal Permainan Permainan ini berasal dari Maluku Pelaksanaan Permainan Permainan ancong-ancong sangatlah sederhana. perangkak akan mengambil posisi merangkak dan pemimpin permainan akan memberi aba-aba pada pemain lain untuk meletakkan kedua telapak tangan mereka pada punggung pemain yang merangkak.45 C. Permainan ini diawali dengan pemilihan dua orang yang dilakukan secara musyawarah/mufakat. Apabila pesertanya lebih dari 10 anak. anak. Satu orang akan dipilih menjadi perangkak dan seorang lagi menjadi pemimpin permainan (diregen). namun jika tidak berhasil maka si pemain akan tetap dalam posisi merangkak dan permainan dimulai kembali. Setelah itu. D. Penentuan Kemenangan Jika si perangkak berhasil menebak tangan pemain yang ditunjuk dirigen. tunjukan tangan diregen akan berhenti pada salah satu telapak tangan pemain. Ancong-ancong mpeang angkomai roi-roi Angku tambah labu seela baelaba Cabu ruku rukuku cabu ruku rukuku ise Pada akhir lagu.  Biasanya dilakukan saat anak-anak sedang berkumpul bersama. Sumber http://uun-halimah. Tunjukan jari tangan diregen akan berpindah-pindah dari tangan satu pemain ke pemain berikutnya.com/2008/08/permainan-ancong-ancongmaluku. E. orang yang tertebak menggantikan perangkak. permainan tidak akan berjalan lancar.

terlebih dahulu akan dipilih dua orang pemain yang akan menjadi pemegang tali dengan jalan gambreng dan suit. . Tetapi juga tidak sedikit anak laki-laki yang ikut bermain. karena permainan lompat tali putar ini bisa di temukan hampir di seluruh indonesia meskipun dengan nama yang berbeda-beda. Oleh karena itu. Pemain dibagi dalam dua kelompok. Pada saat diturunkan. atau anak-anak sekolah dasar kelas 1 sampai 6. C. dan kilo). D. karena karet akan mudah putus jika dipakai untuk mengikat terlalu kuat pada suatu benda. Fungsi karet pada umumnya adalah sebagai pengikat plastik-plastik pembungkus makanan. Kemudian. secara serentak tangan-tangan tersebut akan diangkat dan diturunkan. Karet tersebut tidak dijual perbuah. Sasaran Tetapi biasanya permainan ini dilakukan oleh anak-anak sekolah dasar.46 33) PERMAINAN LOMPAT TALI A. Sedangkan kaum laki-laki hanya kadang kala saja ikut serta dalam permainan. Pelaksanaan Permainan Sebelum permainan diadakan. yaitu pemegang karet dan pelompat karet. ons. Permainan lompat tali putar ini biasanya identik dengan kaum perempuan. Pemain lompat tali putar ini berjumlah 3-10 orang. melainkan dalam bentuk satuan berat (gram. Alat yang Digunakan Gelang karet sebanyak-banyaknya. Yaitu seperti jatuh dan lainlain. Gambreng dilakukan dengan menumpuk telapak tangan masing-masing peserta yang berdiri dan membentuk sebuah lingkaran. kemudian gelang karet tersebut dirangkai hingga menjadi tali yang memanjang. Kalau pun ada yang ikut bermain. Dan permainan ini tidak membutuhkan keahlian khusus. sewaktu membuat rangkaian tali untuk membentuk tali karet. Latar Belakang Permainan ini sudah tidak asing lagi tentunya. karena takut auratnya akan terlihat sewaktu melompati tali karet. Tetapi prmainan ini tidak boleh dimainkan untuk anak umur dibawah 5 tahun. pengikat rambut dan barang-barang lainnya yang tidak membutuhkan pengikat yang kuat. diperlukan dua buah karet yang disambungkan dengan dua buah karet lain agar tidak mudah putus oleh anggota tubuh pemain yang sedang melompat. Anak perempuan yang telah berumur lebih dari 15 tahun biasanya akan segan untuk ikut bermain. B. karena banyak resiko yang ditimbulkan dari permainan ini. biasanya hanya sebagai penggembira saja dan hanya melompat saat ketinggian tali masih sebatas lutut atau pinggang. Karet-karet tersebut berbentuk bulat seperti gelang yang banyak terdapat di pasar-pasar tradisional. Cara merangkainya adalah dengan menyambungkan dua buah karet pada dua buah karet lainnya hingga memanjang dengan ukuran sekitar 3-4 meter. Yang umurnya sekitar 7-15 tahun.

34) PERMAINAN CEPLI A. Kedua orang tersebut nantinya akan melakukan suit. maka ibu jari akan menang. Permainan ini sebelum terdesak oleh alat permainan yang modern. maka yang memperlihatkan punggung tangannya dinyatakan menang dan gambreng akan diulangi lagi hingga nantinya yang tersisa hanya tinggal dua orang peserta yang akan menjadi pemegang tali.47 posisi tangan akan berbeda-beda (ada yang membuka telapak tangannya dan ada pula yang menutupnya). dahulu di kalimantan timur berkembang di daerah-daerah Bulungan. Apabila yang terbanyak adalah posisi telapak terbuka. . Jenis permainan ini tidak memerlukan kekuatan phisik karena hanya diperlukan ketrampilan untuk membanting alat permainannya. sebutan ini digunakan untuk memberi sebuah nama permainan yang cara bermainnya adalah dengan jalan membanting alat permainannya. Suit adalah adu ketangkasan menggunakan jarijemari tangan. sebab semut dapat dengan mudah memasuki telinga gajah. pegawai tinggi atau rakyat biasa asal mau bermain tidak ada yang melarang. baik itu dari kalangan bangsawan. E. jari telunjuk dan jari kelingking. Siapa yang terkena tali sewaktu melompat maka anak tersebut menggantikan jaga. Namun apabila ibu jari beradu dengan jari kelingking. sebab semut akan kalah dengan manusia yang mempunyai banyak akal. Ibu jari dilambangkan sebagai gajah. sehingga gajah akan kalah. untuk menentukan siapa yang terlebih dahulu akan menggantikan pemain yang gagal ketika melompat. Latar Belakang ―Cepli‖ artinya membanting. karena gajah akan menang jika bertarung dengan seorang manusia. Sedangkan apabila jari kelingking beradu dengan jari telunjuk. Kemudian yang jaga tersebut memutar-mutar tali karet dan pemain berusaha melompati tali karet tetapi anggota badan pemain tidak boleh terkena tali. khususnya ibu jari. Dan begitu seterusnya sampai pemain merasakan jadi tukang jaga. Waktu Permainan Permainan ini dilakukan pada siang hari. maka jari kelingking akan kalah. Berau dan Kutai. Tetapi yang saya tau permainan tersebut sudah ada sejak ibu saya masih ada disekolah dasar. Permainan ini adalah milik semua lapisan masyarakat. tujuan dari permainan ini sekedar hiburan dan pengisi waktu senggang saja. maka ibu jari akan kalah. Apabila ibu jari beradu dengan jari telunjuk. Sumber Sumber permainan tersebut tidak pasti asal-usulnya dari mana. jari telunjuk sebagai manusia dan jari kelingking sebagai semut. Tetapi sekarang sudah jarang kita jumpai lagi. B. Sedangkan dari mana asal-usul permainan ini sudah sulit untuk ditentukan.

Alatnya ini disebut ―kebot‖ sebelum bermain diadakan undian dengan suitan atau hum-pim-pa.48 C. Biasanya permainan ini dimainkan oleh anak-anak pria saja yang berumur kira-kira 6-17 tahun. D. dansudah dipersiapkan terkebih dahulu. Demikian seterusnya permainan dilakukan berdasarkan urutan pemenang dalam undian. dengan permainan ini terjadilah hubungan yang harmonis dan mendidik kejujuran. Apabila tidak dipergunakan benda taruhan (misalkan bungkus rokok) maka untuk menentukan siapa pemenangnya bisa ditentukan sampai seratus. Pelaksanaan Permainan  Persiapannya Bagi seorang calon pemain harus mempunyai dua buah uang logam kuningan yang bernilai satu sen ( uang Belanda ). sehingga gambar pada bagian itu hilang. Jadi siapa yang mencapai jumlah seratus lebih dulu itulah yang menang. Mereka mersa bangga apabila ia bermain dengan baik dan menang. Jadi hanya ada salah satu gambar saja yang masih ada. dan bila dimainkan lebih dari dua orang cara bemainnya bergantian menurut perjanjian dalam ketentuan permainannya. Salah satu permukaannya diasah sampai tipis. Benda yang dipakai untuk taruhan dan jumlah taruhannya pun harus ditetapkan pula. Alat kebat ani . oleh sebab itu disini diperlukan ketrampilan khusus bagi seorang pemain untuk mempermainkan alat permainannya. Kedua mata uangnya (kebat) dipegang dengan jalan menelungkupkan kedua muka uang yang diasah tadi atau boleh juga sebaliknya. asal penangkupan itu agak merenggang. Alat yang Digunakan Alat yang diperlukan adalah mata uang logam kuningan yang bernilai satu sen (Belanda).  Tahap-tahap Permainan Setelah diadakan undian maka permainan pertama adalah pemenang pertama dalam undian. misalnya kesepakatan tentang alat permainannya bagian mana yang menjadi milik lawan. siapa yang menang adalah yang berhak bermain terlebih dahulu dan membanting kebot. Sehingga si pemain dapat memutar balikkan mata uang itu. E. Misalnya dalam kesepakatan tadi bagian yang halus (diasah adalah miliknya) sedangkan yang kasar (tidak diasah) adalah milik lawan. Peserta Permainan ini bersifat individu dan kelompok. yakni bagian yang tidak diasah. Jumlah pemainnya tidak terbatas paling sedikit dimainkan oleh dua orang. Demikian hingga mereka lelah bermain. Maksud dan tujuan menipiskan mata uang logam ini adalah agar mudah terbalik apabila dibanting.  Aturan Permainan Sebelum bermain aturan-aturan permainannya haruslah disepakati bersama.

yaitu jari tengah. yaitu salah satu anggota tersebut tampil untuk mewakili kelompoknya mengadakan undian. Kalau pemain tadi berhasil menjatuhkan kebat dalam ppsisi hidup boleh bermain terus sampai berulang-ulang sampai mati. Bagi kelompok yang menang bermain terlebih dahulu. Bila yang terlentang berbeda pada permukaannya. biasanya disebut ―ukir‖ apabila terlentang kedua-duanya pada bagian yang bergambar itu berarti hidup dengan nama ―belong‖. Dimana lagu dalam permainan ini lagu iringan adalah lagu sebagai undian. apabila pada kesempatan pertama ini permainannya mati maka kesempatan kedua diberikan kepada lawan kelompoknya. P dan K. Permainan ini dapat dilakukan berkelompok. Untuk kesempatan ini diberikan kepada salah satu anggota kelompoknya untuk bermain. F. Dua kelompok mengadakan undian terlebih dahulu. hanya saja karena permainan ini sifatnya kelompok melawan kelompok. yaitu yang satu pada bagian yang diasah dan yang satu pada bagian yang tidak diasah ini baerarti mati. Setelah dipegang baik-baik lalu tangan diayun kemudian dibanting keras-keras ke lantai. Sesampai di lantai mata uang akan melenting terbalik. Masingmasing kelompok mengumpulkan jumlah nilai yang didapatkan dari para anggotanya. Di sana juga dipamerkan berbagai gambar . tentunya disini yang bermain adalah yang belum mendapat giliran bermain. Jadi pemain yang pertama tadi yang sudah bermain apabila jatuh pada posisi mati maka ia harus diganti oleh pemenang undian berikutnya. Di sana terlihat belasan murid dan beberapa guru memainkan permainan tradisional Jawa Barat. Demikian seterusnya sampai pemain itu mendapatkan nilai yang sudah disepakati itulah pemenangnya. maka jalannya permainan sedikit agak berbeda. Sumber Buku Permainan Rakyat Daerah Kalimantan Timur ( Pengarang : Indonesia Dep. Latar Belakang ―Domikado‖ nama ini diambil dari judul lagu dalam permainan ini. Jakarta 1982. telunjuk dan ibu jari. 35) PERMAINAN DOMIKADO A. Ibu jari dan jari tengah sebagai pemegang dan jari telunjuk berfungsi sebagai penahan (penyangga) agar pada waktu mengayun tangan letaknya tidak berubah. pada kesempatan ini juga diberikan kepada anggota kelompoknya sampai permainannya mati.bila kedua mata uang tadi sudah berhenti bergerak kemudian letaknya dilihat oleh seluruh pemain kalau letak kedua mata uang itu bertelentang pada bagian yang diasah itu berarti hidup.49 dipegang dengan tiga jari. cara bermainnya seperti di atas. misalnya terdiri dari dua kelompok. ―Ada yang menarik ketika berkunjung ke Sekolah Internasional Termasuk belum lama ini.

Semua jenis permainan tradisional itu nyaris tak dikenal lagi oleh masyarakat.  Kemudian menyanyikan lagu secara bersama-sama sambil menepukkan tangan ke tangan teman disampingnya  Dan bila telah sampai pada bait terakhir. siang. dengan kedua tangan dibuka dan bertumpukan dengan tangan teman disampingnya. Para guru dan murid tampak memainkan permainan domikado.50 permainan dari dalam dan luar negeri. sore.  Begitu seterusnya hingga hanya tinggal 1 anak dan ialah pemenangnya dan ia berhak menghukum teman yang lainnya. Namun bila terkena tepukan tangan yang keluar dari barisan. minta gendong. Jenis Kelamin : pa/pi. Bila tepukan tidak mengenai maka anak yang menepuk keluar barisan. Komunitas Hong terus aktif mengenalkan kembali semua permainan masyarakat Sunda. Alat yang Digunakan Permainan ini tidak menggunakan peralatan khusus. Sumber Buku Permainan Tradisional Perpustakaan Universitas Negeri Yogyakarta. Pelaksanaan Permainan  Para peserta membentuk sebuah lingkara. Latar Belakang Jumlah : Tidak terbatas. Waktu Pelaksanaan Permainan ini bisa dilakukan kapan saja. Melihat itu. Asal Permainan Jawa Barat. dll  Keadaan Sekarang Permainan ini masih dilakukan terutama oleh anak-anak namun jarang. Latar Belakang Permainan dengan nama gempaleongan ini merupakan permainan yang dimainkan menggunakan kaleng bekas atau boleh juga menggunakan pecahan keramik atau genteng .Jadi nanti kaleng yang sudah ditumpuk rapi akan roboh porak-porandak akibat terkena . termasuk mulai mengenalkan permainan tradisional dari negara-negara lain. misalnya dengan menyuruh bernyanyi. Tak heran jika kita jarang melihat anak-anak di perkotaan memainkan permainanpermainan itu. D. B.: Iringan Lagu : Do mi ka do Do mi ka do. 36) PERMAINAN GEMPALEONGAN A. SK do SK do Pia-pio One two three four C. dan leongan itu kaleng bekas . Usia : bebas. pagi. anak yang akan kejatuhan tepukar berusaha untuk menghindar (pada kata ―four‖). mi ka do SK SK do. yakni sebuah permainan tradisional Sunda di mana orang yang berpegangan tangan dan menjebak anggota barisannya.Dilihat dari namanya gempa itu getaran yang akan bisa mengakibatkan benda di sekitar roboh.

mengembangkan aspek motorik. Apabila semua para peserta yg bersembunyi belum dimatikan maka permainan belum berakhir. Peraturan permainan. E. Latar Belakang Becak-becakan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya.  Dari belakang kaleng yang sudah tertata bertumpukan.tetepi dapat dijumpai diberbagai daerah mana saja dengan nama yang berbeda. namun di jawa tengah sudah banyak yang memainkanya termasuk di daerah saya Wonosobo.Begitu seterusnya.  Kaleng tersebut di tumpuk rapi. lemparan pemain. C. 37) PERMAINAN BECAK . kualitas kebugaran meningkat. mengisi waktu luang. remaja. Tujuan Berolahraga.BECAKAN A. Asal usul permainan gempaleongan ini tidak jelas dari mana asalnya. Urutan melempar batu bebas. para pemain melemparkan gaco(batu. dewasa.  Setelah semua pemain melempar batunya . menjaga kaleng yang sudah ditata. bermain.51 B. Manfat Bergembira. jangan sampai didahului dirobohkan oleh pemain yang sedang bersembunyi.Satu orang masang menata dan menjaga kaleng itu jangan sampai dirobohkan pemain yang sedang bersembunyi. yang masang dan yang main. bersosialisasi. Jumlah pemain tak terbatas semakin banyak akan semakin ramai dan minimal hanya bisa di mainkan oleh dua anak.yang paling jauh dari kaleng berhak melemparkan batunya ke sasaran tersebut yaitu kaleng yang sudah tertata rapi.  Yang masang dengan cara melangkahkan satu kaki di atas kaleng sambil menyebutkan nama peserta yang sedang bersembunyi disertai kata-kata gempaleong untuk mematikan pemain yang bersembunyi. kayu dsb) sendiri-sendiri. Apabila pemain yang bersembunyi berhasil merobohkan kaleng dan mendahului yang jaga maka pemain-pemain yang tadinya sudah di gempaleongi atau sudah kena boleh bersembunyi lagi . F. . Sasaran Anak-anak.sampai roboh. kemampuan motorik meningkat.  Sebisa mungkin yang masang.  Apabila kaleng roboh maka pemain yang tadi gaconya berada di bawah pemain yang mengenai kaleng makai itulah yang masang . D.

Sebenarnya permainan ini hampir mirip dengan dolanan ancak-ancak alis. 38) PERMAINAN KOKO A. Sasaran Anak – anak E.  Peserta Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang berjumlah 3 orang setiap kelompok dengan satu orang menjadi penumpang dan dua orang menjadi becaknya. Fungsi sarung atau sabuk dipakai oleh masing-masing anak yang .  Siapa yang sampai di garis finish terlebih dahulu itulah kelompok yang menang. B. Latar Belakang Melihat dari nama permainan. walaupun tidak ada data akurat mulai kapan.  Pelaksanaan  Sebelum permainan dimulai.melatih kekuatan tangan. C. bersosialisai. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang. Artinya para pemain ada yang membentuk ular-ularan. memupuk sportifitas.di halaman atau dilantai dan teras juga bisa digunakan. Hanya cara bermainnya yang agak berbeda. diadakan hum pimpa untuk menentukan siapa yang akan menjadi penumpang dan becaknya dari masing-masing kelompok. kecuali sarung atau sabuk. Pada permainan ini nanti. khususnya di Sumatera selatan. anak yang berada di posisi paling belakang yang membentuk formatur ular-ularan. D. akan dikejar-kejar oleh si koko.52 B. jenis permainan ini sudah berumur sangat tua. Pelaksanaan Permainan  Tempat Tempat yang digunakan bisa dialam terbuka. sebenarnya nama koko identik dengan nama sebuah jenis ular air yang sedang mencari makan di air. melatih kerjasama dan kekompakan . permainan ini dikenal oleh anakanak di daerah sumatera.  Pemain yang menjadi penumpang naik di atas tangan pemain yang menjadi becaknya yaitu dengan cara mengandengkan tangan dari kedua pemain tersebut yang menjadi becaknya  Selanjutnya pemain yang menjadi becak mengangkat si penumpang dan berjalan menuju ke garis finish yang sudah ditentukan. Peralatan Dolanan ―Koko-Koko‖ tidak membutuhkan peralatan. Manfaat Gembira atau senang. Menurut sebuah sumber dari Sulaiman Dharmamulya.

Sementara saat dimainkan malam hari. siang. pemain yang berperan Koko-Koko (KK) dan Kakek/Nenek (K/N) melakukan dialog sebagai pembuka. Seperti pada permainan lain. Setelah mereka bersepakat bermain. I. H. K/N : Obatnya apa? KK : Gula batu. B. sehingga membuat koko kesulitan mengejar mangsa. Dialog seperti di bawah ini: K/N : Koko-koko kamu mau minta apa? KK : Aku minta airmu. Satu pemain lain berperan sebagai koko. lebih banyak dimainkan di halaman yang teduh. maka akan menjadi pemain dadi. E. Peserta Dolanan ―Koko-Koko‖ biasa dimainkan oleh anak laki-laki. baik pagi. lalu terus berkumpul di halaman rumah. anak-anak yang bermain sekitar 10 anak.53 membentuk formatur ular-ularan. D. Sementara pemain paling depan berperan sebagai Kakek/Nenek. K/N : Apa lehermu nanti tidak gatal? KK : Gatal-gatal tidak apa. yaitu A. sore. dolanan ini hanya membutuhkan tanah lapang yang luas. Setelah semua siap.saya akan merebut! . Lebih banyak lebih baik. Pelaksanaan Permainan Anak-anak yang hendak bermain permainan koko-koko misalnya ada 10 anak. G. Mereka yang bermain ini rata-rata berumur 8-10 tahun. Mereka bergandengan ke belakang dengan memegang sarung/sabuk yang telah dipakai di pinggang atau dikalungkan di badan. Sarung/sabuk dipegang oleh pemain yang berada di belakangnya. lebih banyak dimainkan di tanah lapang yang mudah kena sinar bulan. atau malam hari saat terang bulan. satu orang berperan menjadi kakek/nenek. permainan ini lebih sering dimainkan saat-saat waktu libur atau senggang. karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari. sebab jika sampai terlepas. dan pemain lainnya berperan sebagai anak buah kakek/nenek. K/N : Tempatnya apa? KK : Daun lumbu. C. F. KK : Aku minta boleh tidak ? K/N : TIDAK BOLEH ?!! KK : Kalau tidak boleh. satu orang berperan menjadi koko. K/N : Kamu dapat dari mana? KK : Lumbung padimu. dan J. Jika dimainkan siang hari. karena formasi ular akan semakin panjang. Dari mereka. Selain peralatan sarung/sabuk. Pegangan pemain anak buah harus kuat. D. Dalam permainan ini. Ada kelap-kelip itu apa ? K/N : Anakku. C.

2004. Sumber Sumber: Permainan Tradisional Sumatera. Dilihat dari sifatnya permainan Fusukhu ini termasuk jenis permainan rekreatif. dan terkadang disertai suara tertawaan dari para pemain atau penonton. maka si kakek/nenek berusaha lagi menghalangi-halangi si koko untuk menangkap ekornya. Jika pemain belakang bisa dilepaskan oleh si koko. Ada cara lain. Jika sedang jadi. Sementara pemain koko bisa bergabung ke pemain lain. Maka si koko segera mengejar pemain yang lari. Begitu sebaliknya.54 Setelah percakapan itu. bertujuan untuk membina kegembiraan dikalangan anak – anak. anak juga fisiknya lebih sehat. Namun jika pemain lolos dan bergabung lagi ke posisi semula. Penentuan kemenangan Permainan ini di mainkan hanya untuk mengisi waktu luang. Jakarta: Kepel Press 39) PERMAINAN FUKUSHU A. saat si koko telah bisa mendekat ke ekor ular. Tanggapan Masyarakat Permainan ini mengajarkan kepada anak-anak untuk bisa hidup bersosialisasi dengan teman. Jika koko berlari ke arah kanan. Begitu seterusnya hingga mereka merasa capek. Jadi permainan ini betul – betul tergolong kepada permainan anak – anak dalam arti sesungguhnya. Tetapi dibayangkan bahwa ada persoalan yang mengenai sisir yang hilang dan pertanyaan mengenai hilangnya benda itu yang dijadikan sumber permainan. Dengan sisir di sini tidak dimasudkan yang bernama sisir itu. F. Sulaiman Dharmamulya. karena banyak berlari. maka harus berani menghadapinya dan tidak mudah cengeng. Anak-anak lain berusaha mempertahankan pemain paling belakang. maka pemain paling belakang melepaskan sarung atau sabuk dan berlari sekuat tenaga. berarti ia menjadi pemain jadi dan menggantikan pemain koko. G. Jika si koko bisa menangkapnya. maka pemain yang lari menjadi pemain jadi. Walaupun begitu dapat juga dilihat unsur – unsur yang bersifat pendidikan seperti menumbuhkan kebiasaan . Dengan permainan koko-koko ini. Namun jika koko bisa mendekat ke ekor dan berhasil memegang pemain paling belakang. maka ekor ular akan mengarah ke kiri. maka koko berusaha menyambar anak kakek yang berada di paling belakang. tidak ada pemenang maupun yang kalah. melatih keberaniannya dan diajak untuk lebih sportif dan menghargai teman-temannya.Permainan ―fusukhu‖ dapat dimainkan oleh seluruh anak – anak baik laki – laki maupun perempuan. maka pemain belakang dengan sekuat tenaga memegang sarung atau sabuk. E. Maka terjadilah tarik-menarik yang sangat alot. Latar Belakang Masyarakat Nias menamakan pemainan ini ―fusukhu‖ yang dibentuk dari ―fu + Sukhu‖ yang berarti ―Bermain Sisir‖. Penamaan ini didasarkan kepada hal yang menjadi persoalan di dalam permainan yatiu mengenai sukhu atau sisir.

Sampai kepada anak yang kelima jawaban masih dapat diberikan dengan cara yang sama. lebih banyak dari itu sering juga dilakukan. Permainan campuran dipandang janggal atau kurang pantas oleh masyarakat Nias. B. tetapi anak yang keenam atau yang paling belakang akan mengalami kesulitan menjawabnya. Ini sesuai dengan sifat permainan rakyat pada umumnya. jenis kelamin mereka boleh laki – laki. Alat yang Digunakan Untuk melaksanakan permainan ini tidak diperlukan peralatan apapun. Akibatnya anak tersebut terpaksa berdiam diri tidak dapat menjawab seperti teman – temannya yang lain. Anak yang berada pada tempat terdepan mengucapkan pertanyaan ―He so Zukhugu?‖ yang berarti‖Di mana Sisirku‖ kepada anak yang berada dibelakangnya.  Aturan Permainan. Hanya saja mereka tidak boleh bercampur laki sama laki laki. Pertanyaan dilanjutkan kepada anak yang ke empat.55 bekerjasama dan saling membantu dalam melakukan suatu pekerjaan. kecermatan menangkap pertanyaan dan memberikan jawaban dan lain – lain. boleh juga perempuan. Anak – anak pada umur 10 sampai 15 tahun mudah merasa malu melakukan itu terhadap lawan jenisnya. karena . Dengan terdengarnya jawaban tersebut anak pertama yang berdiri paling depan mengulangi pertanyaan yang sama. Jawaban yang diberikan sama bunyinya seperti anak yang kedua tadi. kelima dan ke enam. D.  Tahap Permainan Sekarang anak yang berdiri paling depan tadi mulai bergerak hendak menangkap anak yang paling belakang yang dianggap bersalah karena tidak dapat mempertanggung jawabkannya soal sisir tadi. dan perempuan sesama perempuan pula. karena tidak ada lagi anak dibelakangnya unutk disebutkan sebagai tempat beradanya sisir yang ditanyakan. karena dalam permainan ini terjadi pegang pinggul teman bermain. sehingga terbentuk barisan memanjang kebelakang. Mereka kemudian berdiri sambil memeluk pinggang kawan yang ada di muka. jadi bukan dari kelompok tertentu saja. Asal jumlah anak sudah bersepakat untuk bermain dan tempat yang cocok sudah ditentukan maka sudah dapat melaksanakannya. Pelaksanaan Permainan Ambillah umpamanya ada enam orang anak yang ikut serta dalam permainan ini. Usia permainan ini antara 10 sampai 15 tahun. Pertanyaan tersebut harus dengan segera dijawab oleh anak yang menerima pertanyaan dengan ―Sukhu me Figuru‖ yang maksudnya ―Sisirmu ada Dibelakangku‖. dan kemudian bergerak – gerak dalam rangkaian. Para pemain berasal dari berbagai kelompok sosial. C. Upaya untung menangkap ini tentu saja begitu mudah melaksanakannya. Peserta Jumlah peserta untuk dapat melaksanakan permainan ini adalah 6 orang. tetapi sekarang diarahkan kepada anak yang berada pada urutan ketiga.

karena ynag hendak ditangkap berada pada tempat yang paling belakang.Permainan ini memanfaatkan bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis. akhirnya anak yang paling belakang dapat juga ditangkap. Sumber Depdikbud.Bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis di susun di dalam lingkaran.Saya melakukan permainan bandeman ketika masa kecil dulu. Latar Belakang Pemainan bandeman berasal dari kabupaten Bantul. B. Permainan ini cukup melelahkan.Asal mula permainan ini ketika banyak bungkus rokok yang tidak terpakai dan ada seseorang melipatnya menjadi persegi.  Konsekuensi kalah atau menanti.  Demikianlah barisan yang terdiri dari enam orang anak tersebut bergerak – gerak kesana ke mari seperti ular yang sedang melata di tanah.Bentuk rokok yang berbeda-beda menjadikan bentuknya unik sehingga muncul permainan ini untuk mengumpulkan berbagai bungkus rokok. Dan bagi yang kalah teriakan – teriakan para penonton yang kadang – kadang terdengar mengejek dan menyalahkan anak yang paling belakang kenapa dapat sampai tertangkap. akibat ikatannya dengan anak – anak yang ada di belakang dan yang memegang erat pingungnya yang ada di muka selalu dapat saja dielakkan dengan mudah oleh anak yang paling belakang. 41) PERMAINAN BANDEMAN A. Setiap gerakan anak yang paling depan untuk menangkap anak yang paling belakang yang dilakukannya dengan segala susah payah. Pemain Permainan bandeman dapat di lakukan dengan jumlah peserta 3-10 anak. Setelah lama bergerak kesana ke mari. (1981/ 1982).Biasanya yang melakukan permainan ini adalah laki-laki yang berumur kira-kira 6-14 tahun . Permainan anak – anak daerah Sumatera Utara. sudah cukup menjadi hukuman baginya.Dalam permainan dapat mengembangkan keterampilan yaitu ketepatan dalam mengenai sasaran. E. Tetapi yang lucunya disini gerakan itu tidak menuju kea rah yang ke muka. Tidak ada konsekuensi bagi peserta yang kalah.56 ibaratnya adalah seperti kepala hendak menangkap ekor. Dalam hal ini anak yang paling belakang bergerak lebih bebas dibandingkan dengan anak yang paling depan tadi. Dengan demikian permainan selesai. dalam hal ini yang paling belakang yang dapat ditangkap oleh anak yang paling depan. sehingga berakhirnya permainan dengan berhasilnya ditangkap anak yang dimaksudkan sudah cukup mengembirakan anak yang paling depan tadi. Yogyakarta: Dikti.

Sebelum permainan di mulai setiap pemain harus melakukan ―gasang‖(pasang) sesuai kesepakatan bersama.Bila tembakan mengenai sasaran dan sebagian bungkus rokok yang dibentuk keluar lingkaran maka bungkus rokok tersebut milik pemain yang mengenainya.Bungkus rokok yang sudah di bentuk tipis mempunyai nilai tersendiri. F.Pemain berikutnya boleh menembak susunan rokok atau batu yang di gunakan pemain pertama(batu yang di gunakan pemain pertama dapat diganti dengan batu yang lebih besar). malboro 500 dan lain-lain.Pemain yang mampu menempatkan batu dengan garis maka dia berhak untuk melakukan tembakan yang pertama kali. Apabila pemain berikutnya dapat mengenai batu yang di gunakan pemain pertama maka bungkus rokok hasil tembakannya harus di serahkan kepada pemain tersebut.Pemain pertama melakukan tembakan menuju susunan bunkus rokok di depannya. Alat dan Fasilitas  Bungkus rokok yang sudah di bentuk persegi  Batu atau keramik  Halaman atau pekarangan rumah yang rata D. Waktu dan Tempat Permainan Permainan bandeman dapat di lakukan di halaman atau pekarangan yang tanahnya rata. Penentuan Kemenangan Pemain yang mampu mendapatkan bungkus rokok terbanyak dari hasil tembakan maka pemain tersebut dapatdi katakan menang.Kemudian setiap pemain harus melemparkan batu dari pinggir susunan bungkus rokok menuju garis di depannya dengan jarak 3-5 meter.57 C.Karena susunan rokok sudah di kenai maka di susun kembali untuk di tembak pemain berikutnya.Misalnya Bungkus rokok jarum dan gudang garam mempunyai nilai 100. Bungkus rokok tersebut tidak di berikan kepada pemain yang ikut dalam permainan tetapi menjadi milik pemain yang menang.Kemudian di lanjutkan pemain berikutnya yang dekat dengan garis dan seterusnya seperti itu. Lemparan pemain harus melewati garis didepannya. E. Pelaksanaan Permainan Permainan bandeman di lakuakan dengan jumlah peserta 3-10 anak.Setelah itu dilanjutkan pemain berikutnya jalannya permainan seperti tadi hingga semua pemain melakukan tembakan.Misalnya sepakat gasang 800 maka pemain harus gasang 800 menggunakan bentuk rokok yang sudah di bentuk.Setelah semua pemain melakukan tembakan maka permainan di lanjutkan lagi dengan melaukan gasang lagi atau melanjutkan permainan jika masih ada bungkus rokok yang masih tersisa di dalam lingkaran. .Waktu permainan dapat di lakukan dari pagi sampai sore.Bunkus rokok yang sulit di dapatkan mempunyai nilai yang lebih tinggi.sampoerna mild 300. Kemudian pemain menyusun bungkus rokok yang sudah di bentuk dari hasil gasang tadi dalam lingkaran.

 Satu orang yang buta tadi menangkap satu orang yang lainnya terus menebak siapa namanya.Tanggapan yang positif misalnya anak dapat berkumpul bersama untuk meningkatkan kebersamaan.Mereka mengajarkan dan mengajak untuk bermain bandeman.58 G.  Yang lain berada dalam kotak.Apabila batu tersebut mengenai pemain maka bisa terluka. Alat dan Fasilitas  Sapu tangan  Dilakukan setiap sore-sore  Berlangsung di halaman D. Jago-Jago Pithong. seringkali menamakan atas dasar kesepakatan saja. Dolanan ini sepertinya tidak mengacu pada benda tumbar. H. atau Dhog-Dhog Ketumbar. B.  Apabila salah menebak akan mendapat hukuman dari kesepakatan bersama. Peserta Jumlahnya makin banyak makin ramai tetapi juga makin sulit menebak nama Bisa dilakukan putra dan putri. Termasuk dolanan Tumbaran. yang namanya dunia anak-anak untuk memudahkan sebuah nama dolanan. juga sering disebut dolanan Pithongan. 42) PERMAINAN JAGO PITHONG A.  Dan jika benar maka yang ditebak ganti menjadi orang buta. Tanggapan Masyarakat Tanggapan dari Masyarakat bermacam-macam ada yang positif dan negatif. E.  Menentukan satu orang untuk menjadi orang buta. Latar Belakang Anak-anak menamakan sebuah nama dolanan kadang-kadang aneh dan hanya berdasar pada kesepakatan belaka di antara mereka. Tetapi ya begitulah. . C.Tanggapan negatif dari masyarakat misalnya permainan ini berbahaya karena dalam melaksanakan permainan harus melakukan tembakan memakai batu.Dolanan yang sering dimainkan oleh anak-anak perempuan masyarakat Jawa ini. salah satu bumbu dapur. Pelaksanaan Permainan  Membuat kotak ukuran ditentukan banyaknya peserta. Penentuan Kemenangan Tidak ada menang dan kalah karena permainan ini dilakukan terus menerus sampai bosan dan hanya ada yang dihukum. Sumber Permainan bandeman ini saya mengenalnya dari kakak-kakak yang ada di kampung saya.

Jika dimainkan secara beregu. nama pithongan berasal dari kata dasar pithong yang berarti pece atau picak (bahasa Indonesia: buta). dengan jumlah pemain 2 sampai 5 orang. baik di pedesaan maupun perkotaan (lihat penelitian Ahmad Yunus tahun 1980/1981 berjudul Permainan Rakyat DIY). yakni stik atau alat pemukul yang panjangnya sekitar 40 cm dengan lebar 2cm.Dan permainan ini tidak ada unsur kekerasan sehingga pertemanan menjadi kompak. Dalam kamus Boesastra Djawa (Poerwadarminto. segi tiga. dewasa ini sudah mulai tersisih oleh permainan elektronik populer. Umumnya hanya dimainkan oleh kaum pria. Balogo diambil dari kata “logo”. Kebanyakan dibuat berlapis dua yang direkatkan dengan bahan aspal atau dempul supaya berat dan kuat. maka jumlah pemain yang ―naik‖ (yang melakukan permainan) harus sama dengan jumlah yang ―pasang‖ (pemain yang . layanglayang.59 F. Tanggapan Masyarakat Menarik karena bisa membuat orang tertawa. Sebagian daerah yang menyebut dolanan ini dengan Pithongan. Poerwadarminta (1939). biuku (penyu). 43) PERMAINAN BALOGO A. Alat dan Tempat Logo terbuat dari tempurung kelapa. Termasuk pula di daerah Kalurahan Giripurwo. Setidaknya. D. salah satu daerah yang menjadi obyek penelitian. Walaupun tidak terekam dalam kamus. Dalam permainan harus dibantu dengan sebuah alat yang disebut panapak atau kadang-kadang beberapa daerah ada yang menyebutnya campa. Bentuknya bermacammacam. Sampai dengan tahun 80-an permainan ini masih sering dilakukan di kalangan masyarakat Banjar. ada yang berbentuk bidawang (bulus). 1939: 495). Sumber Dolanan ini tidak terekam dalam kamus Jawa ―Baoesastra Djawa‖ karya WJS. Pelaksanaan Permainan Permainan balogo dapat dilakukan satu lawan satu atau secara beregu. Kabupaten Kulon Progo DIY. Namun. G. dolanan ini hingga tahun 1980-an. kiranya dapat dirunut dari arti kata tersebut. Latar Belakang Balogo adalah salah satu jenis permainan tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan. daun dan bundar. Kecamatan Girimulyo. Fungsi panapak atau campai adalah untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan logo pihak lawan yang dipasang saat bermain. masih hidup dan dimainkan oleh anak-anak di wilayah Yogyakarta. Garis tengahnya sekitar 5--7 cm dan tebalnya sekitar 1--2 cm. Pemain Permainan ini dilakukan oleh anak-anak dan remaja. bukan berarti dolanan ini tidak hidup di tengah-tengah masyarakat. karena permainan itu menggunakan logo. C. B.

Nilai kerja keras tercermin dari usaha para pemain untuk merobohkan logo lawan. nilai sportivitas tercermin dari kerelaan pemain yang kalah untuk di elus-eluas janggutnya oleh pemenang karena aturannya memang demikian. Regu yang paling banyak dapat merobohkan logo lawan adalah yang keluar sebagai pemenang. Mamang dalam permainan balogo : “santuk kilan bela (muka) patah cempa sekali lagi “ Permainan balogo ini masih populer dimainkan di masyarakat Banjar hingga tahun 80-an. sebagai akhir permainan. Dan. nilai kerja sama tercermin tidak hanya di pemasangan logo. Sumber www. jumlah logo yang dimainkan sebanyak jumlah pemain yang disepakati dalam permainan. Dengan demikian. tetapi juga tercermin dalam perobohan logo lawan. Cara memasang logo adalah dengan medirikannya secara berderet ke belakang pada garis-garis melintang. Nilai keterampilan tercermin dari pemasangan logo yang memerlukan keahlian khusus. kerja keras.kerajaanbanjar. Nama permainan ini .wordpress. E. hanya permainan biasa untuk mengisi waktu dan bersenang senang. sebuah ritual yang dilakukan masyarakat pedalaman NTB. Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan balogo adalah keterampilan. tetapi bisa menerimanya sebagai sebuah kekalahan. Latar Belakang Dulunya madelage adalah persembahan untuk mengantar arwah orang yang telah meninggal.60 logo-nya dipasang untuk dirobohkan). pihak yang menang disebut dengan “janggut” dan boleh mengelus-elus bagian dagu atau jenggot pihak lawan yang kalah sambil mengucapkan teriakan ―janggut-janggut‖ secara berulang-ulang yang tentunya membuat pihak yang kalah malu. Tapi kini menjadi permainan yang dimainkan oleh anak anak tanpa ada arti ritual. dan sportivitas. Sampai akhirnya dikalahkan oleh permainan elektronik modern. Dan. Kemudian. Inti dari permaian ini adalah keterampilan memainkan logo agar bisa merobohkan logo lawan yang dipasang. Gambar: F.com 44) PERMAINAN MADELAGE A. Jumlah pemain beregu minimal 2 orang dan maksimal 5 orang. kerja sama.

apabila diterjemahkan sentaruh: bersaing. Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan.1 orang menembak Alat dan Fasilitas  Kayu yang ditumpuk  Pelempar Pelaksanaan Permainan  Diawali dengan suit.  Jika pelempar tepat mengenai sasaran maka yang jaga harus mengangkat atau menggendong pelempar ke tempat jaga. Teliuq : berlari.  Yang menang melempar pertama kali dan yang kalah 2 orang harus jaga. sedang Pencipta Permainan ini tidak diketemukan. dua pasang  Usia enam sampai belasan tahun. atau orang dewasauntuk memeriahkan perayaan  Pria atau wanita boleh bermain. D. Peserta C. Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat. pria dengan pria . uneekng : kaki.com/info/permainan-tradisionalntb 45) PERMAINAN SENTARUH TELIUQ ENEEKNG TELUU’ A. Jadi bila diterjemahkan adalah bersaing berlari dengan tiga kaki. B. Jenis permaian ini adalah milik masyarakat baik dari kelas bangsawan atau biasa. E. Latar Belakang Nama permainan ini berasal dari bahasa Dayak Tunjung. Pemain  Paling sedikit empat orang . B. Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat. Permainan ini sudah menyebar ke Daerah Kalimantan Timur. G. 2orang jaga. bisa melatih sportifitas Sumber Dari teman saya di NTB dan dari jombangan.  Terus bergantian sampai capek Penentuan Kemenangan Yang sering di gendong adalah yang menang Tanggapan Masyarakat Membiarkan anank anak tetap bermain karena permainan ini tidak berbahaya dan membuat anan – anak riang. Minimal peserta 3 orang .namun dalam satu pasang wanita dengan wanita. Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan. F.61 adalah permainan madelege yang artinya persembahan untuk orang mati untuk mengantar kepergiannya. Teluu‘ : tiga.

Kata ―telena‖ sendiri sebenarnya setelah dilacak di Kamus Baoesastra Djawa tidak ditemukan. dan sering pula dimainkan oleh anak-anak usia SD. Pemenang adalah yang pertama kali sampai finish. Selain itu juga dapat untuk melatih kerjasama dan sportivitas. Jadi lapangan permainan harus diberi garis start dan finish. Namun begitu. dolanan ini juga diiringi dengan sebuah lagu. Tanggapan Masyarakat Pada waktu sekarang jenis permainan ini masih dapat kita lihat pada saat tertentu saja. B. Caranya berlari tanga kanan dan tangan kiri setiap pasangan saling merangkul dengan tujuan agar pasangan dapat kompak dalam berlari. Dari situlah. gajah merupakan salah satu hewan yang dipakai tunggangan untuk bertempur melawan musuh. Latar Belakang Jenis permainan yang satu ini juga termasuk dolanan yang tidak menggunakan peralatan bantu untuk bermain. cukup terkenal di beberapa daerah di masyarakat Jawa. dolanan ini memang terinspirasi dari nama hewan gajah. yakni: //Gajah-gajah telena/ telenane garunata/ jenang katul sisir gula/ her segara amba/ her segara amba//. Dalam peperangan seperti dalam cerita wayang. Sementara kata ―telena‖ ada yang menyamakan persepsi dengan ―tlale‖ atau belalai gajah. maka kaki kiri dan kaki kanan pasangannya diikat jadi satu. Melihat dari namanya. Misalnya pada waktu perayaan hari Kemerdekaan. E. seperti halnya permaianan lomba lari karung. untuk setiap pasangan dicari yang tingginya sama. 46) PERMAINAN GAJAH TELENA A. atau kain dari sapu tangan namun bukan dari bahan yang lentur D. Alat yang Digunakan Seutas tali dari bahan apa saja. . Memang gajah mempunyai belalai. sehingga tidak saling terpisah. Tetapi pada saat ini jenis permainan ini juga dimainkan oleh orang-orang dewasa. Dalam permainannya ada tata tertip yang harus disepakati bersama. Apabila sudah didapatkan teman yang tingginya sama.62 C. kemudian anak-anak masyarakat Jawa membuat permainan yang diberi nama ―Gajah Telena‖. Pelaksanaan Permainan Jenis permainan ini adalah kompetitif. Jalannya permainan tidak sulit. karena permainan ini yang menonjol adalah sifat pertandingan. misalnya dari mana harus berlari dan sampai mana. seperti juga dolanan lainnya. setiap calon pelari terdiri dari dua orang. Tujuan Permainan Gajah Telena ini bertujuan untuk mengisi waktu luang dan mencari kesenangan.

menjagokan idolanya masing-masing.G. Masing-masing kelompok kemudian bersepakat untuk menentukan formasinya. Bisa pula dimainkan saat terang bulan purnama. Dilakukan di tempat terbuka dan biasanya di tanah lapang atau kebun bertanah. Setelah disepakati. menyepak. atau berpasir. tergantung situasinya. capek. Bisa dinyanyikan sekali atau dua kali. biasanya ada aturan lisan yang disepakati bersama.F. telah lelah. dan D. Anak-anak yang hendak bermain gajah telena biasanya sudah berkumpul di tempat bermain.G. menarik.C. Setelah itu pemain yang menunggang gajah segera naik ke bentuk formasi itu. dan H. dolanan ini dimainkan oleh anak laki-laki karena memerlukan kekuatan fisik. Pelaksanaan Permainan Sebelum anak-anak bermain gajah telena. Misalkan ada 8 anak (pemain A.C. Maka dolanan ini sangat jarang dimainkan oleh anak perempuan. Peserta Dolanan ―Gajah Telena‖ dimainkan secara berkelompok. Bagi kelompok kalah tidak ada hukuman. itulah kelompok yang dianggap kalah.B. Pada umumnya. Masing-masing kelompok agak saling berjauhan. Demikian pula kelompok II sebagai formasi gajah adalah E. Apabila mereka lama saling menjajagi kekuatan lawan dengan berputar-putar lebih dulu. Waktu yang sering dipakai adalah waktu senggang. Hanya biasanya mereka mengganti formasi dan berusaha menantang kembali. yang umumnya anakanak akan saling menjerit. Kelompok I terdiri dari pemain A. atau ingin berpindah ke dolanan lain. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 anak sebaya. agar jika terjatuh. yang nantinya kedua kelompok itu saling berhadapan untuk saling menyerang. Sementara pemain D sebagai penunggang gajah. Mereka. mereka bersama-sama dengan anak-anak yang menonton menyanyikan lagu gajah telena seperti di atas. siapa yang hendak jadi gajah dan siapa yang hendak jadi penunggang. Sebaliknya. Sementara pemain H sebagai penunggang gajah. Sementara kelompok II terdiri dari pemain E. dan C. maka pemain konsentrasi dalam penyerangan. kemudian mereka dibagi menjadi dua kelompok I dan II. D. maka nyanyian gajah telena bisa dinyanyikan berulang-ulang. berumput. para pemain tidak diperbolehkan menjatuhkan lawan dengan cara merenggut (njambak) rambut. Masingmasing kelompok yang bertugas menjadi gajah segera membentuk formasi dengan cara tangan-tangan dirangkaikan.63 C. misalkan kelompok I sebagai formasi gajah adalah pemain A. Minimal ada dua kelompok. kaitannya dengan permainan. seperti: mereka hanya boleh menjatuhkan lawan dengan cara mendesak. menendang. Dolanan ini akan berhenti apabila ada anak (kelompok) yang menyerah. mencupit. Setelah mereka saling menyerang. Bagi kelompok yang terjatuh duluan.B. Sementara para penonton.D. dan mendorong.F. pemain tidak begitu terasa sakit. Setelah siap. dan H).F. dan G. para penonton akan terus bersorak-sorai dan memberi dukungan ke .B. baik siang atau sore hari.E. dan memukul.

Setelah siap. Semakin banyak semakin menyenangkan. sehingga alatnya pun sangatlah sederhana. Penentuan Kemenangan Apabila ada kelompok yang terjatuh. kelompok II bisa menjatuhkan kelompok I. misalnya kelompok I. Jika dia tak berhasil memukul atau jarak pukulannya tidak jauh pemain digantikan dengan pemain lainnya. Tanggapan Masyarakat Permainan ini bagus karena dapat memberikan rasa senang dan menghibur anak-anak dalam melakukan permainan ini dan juga dapat mengisi waktu luang mereka.blogspot. Untuk selanjutnya. Menurut enang keladi berarti memukul ulat yang sering ada di daerah hutan. Setelah ditemukan siapa yang bermain terlebih dahulu. Sumber http://permata-nusantara. maka mereka membubarkan diri. Dapat dimainkan oleh dua orang maupun lebih. G. Jika pada serangan kedua ini. kelompok I bisa mengubah formasi. dia harus melempar keatas kayu yang ditaruh miring dan memukulnya kedepan dan jaraknya harus melebihi tiga kali ukuran kayu yang panjang. Sementara para pemain masing-masing kelompok dengan sekuat tenaga berusaha menjatuhkan lawannya. maka dianggap kedudukan satu-satu.64 kelompoknya masing-masing. B. Jika mereka memutuskan untuk berhenti bermain. Pelaksanaan Permainan Untuk pemain yang bermain terlebih dahulu. Alat yang Digunakan Alat permainannya cukup sederhana hanya dua buah batang kayu berukuran 30 sm dan 15 cm juga sebuah batu sebagai penyangga. Permaianan ini di latar belkangi karena nakanak basan melihat banyaknya kayu yang bererakan sehingga mereka berinisiatif untuk membuat permaianan sendiri.com/2011/04/gajah- 47) PERMAINAN KELADI A. mereka mulai menyerang kembali kelompok II. Bisa dengan hompimpah atau suit. maka mereka dianggap kelompok kalah dan skor 1:0. Permaianan ini menceritakan tentang bagaimanan seeorang anak lelaki di pedesaan terutama warga transmigrasi yang kekurangan teman bermain . Latar Belakang Permainan keladi merupakan permaianan yang cukup familiar di kalangan anak pedesaan di Aceh. permainan diawali dengan mencari siapa yang akan bermain terlebih dahulu. Seperti permainan lainnya permainan ini cukup sederhana dan mudah dilakukan. Apabila . E. Demikian seterusnya. C. pertama-tama batang kayu yang berukuran 15 cm ditaruh miring pada sebuah batu. Permainan keladi berasal dari Aceh. hingga keduanya merasa lelah. F.

yang merupakan alat utama dalam melaksanakan permainan. Tanggapan Masyarakat Dahulu ketika Eang saya disana. Nanggore Aceh Darusalam 48) PERMAINAN MERBONI – BONI SAPU TANGAN A. Sumber Permaianan ini bersumber dari Eang saya. masyarakat cukup mendukung. Dimainkan anak sekitar umur 6 samapi 10 tahun.cara memnyembunyikannya.bunyian sapu tangan. dengan jumlah pemain 15 sampai 20 anak untuk sekali bermain. Alat yang Digunakan Peralatannya hanyalah sapu tangan saja. Merboniboni Sapu Tangan dibentuk dari : mer + boni. pemain kemudian harus memukul batang kayu kecil itu seperti bermain golf. . D. Jika sudah tak berhasil memukul maka si pemain kemudian di gendong oleh pemain yang sejak tadi tak ikutan memukul. B. Waktu Bermain Waktu bermain biasanya di sore hari ketika anak-anak bermain F.anak ini Merboni.boni Sapu Tangan yang berati bermain sembunyi. umur para pemainnya sekitar 9-12 tahun  Jumlah pemainnya adlah 4orang. karena didalam permainan ini sapu tangan merupakan alat utama. disebabkan permainan ini terlalu mudah.laki maupun anak perempuan. Peserta Permainan ini tidak ditentukan anak laki. Pemain  Kebanyakan permainan ini di lakukan oleh anak sekolah dasar. karena para peserta hanya ditugaskan untuk menerka saja dimana jatuhnya sapu tangan dan harus cepat memegang sapu tangan tersebut sebelum sempat diambil kembali oleh yang menjatuhkanya. biasanya anak. Latar Belakang Masyarakat Dairi menamakan permaianan anak. Di gendong ke arah batu tempat permainan dimulai. Kadang pula ada kaum leleki dewasa yang ikut dalam permainan ini untuk sekedar mengisi waktu. dan permaian ini berlangsung dalam bentuk cara.dan tiap regu berisikan 2 orang E. G. C. Biruen.anak yang lebih besar jarang memainkannya karena kurang sesuai dengan mereka. Eang Harjo Sumarto yang berasal dari Takengon. tetapi di bagi menjadi 2 regu. Dikatakan mudah. Sapu tangan itu dibawa oleh salah satu orang peserta untuk dijatuhkan pada sebuah tempat dibelakang peserta lainnya.boni. Batang kayu berada diantara kedua kaki dan kemudian dipukul kebelakang menjauh hingga si pemain tak berhasil memukul batang kayu tersebut.65 berhasil memukul dengan jarak lebih dari tiga kali panjang batang kayu yang panjang.

dan kapan saja. Sumber Suwondo. maka anak yang tidak tahu itu dianggap kalah. Yang perlu segera tahu dimana jatuhnya sapu tangan itu ialah anak yang berada didekat tempat jatuhnya itu. maka dialah yang menang dan yang menjatuhkannya menjadi pihak yang kalah. Tetapi jika hal itu diketahuinya. Asal pastinya tidak tahu karena permainan ini di ajarkan oleh pemuda kampung saya sehingga saya mengerti dan pernah melakukan permainan ini. Dlosoran juga mengasah otak untuk berpikir dan bertindak kapan akan mengenai lawan kapan akan menunggu hingga lawan lengah dan akan menyerah . Permainan Tradisional anak. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 49) PERMAINAN DLOSORAN A. Menentukannya dengan suit. hanya membutuhkan strategi dan taktik dalam bermain.66 D. sedang peserta lainnya berdiri rapat membentuk lingkaran. dan sapu tangan segera dapat ditangkapnya. Permainan ini cukup mudah di lakukan karena tidak membutuhkan alat untuk bermain. 1984. Pelaksanaan Permainan  Persiapan  Seluruh peserta berjumlah 15 sampai 20 orang memilih salah seorang diantara mereka untuk bertindak sebagai pembawa sapu tangan secara berkeliling dan menjatuhkannya pada tempat yang dikehendakinya.anak Daerah Sulawesi Utara.  Hukuman Hukuman bagi yang kalah ialah berupa larinya anak yang kalah dan dikejar dari belakang oleh anak yang menang sambil memukul dengan sapu tangan ke tubuh anak yang kalah. Permainan ini dapat dimainkan oleh siapa.  Tahap permainan Jiak sapu tangan sudah dijatuhkan. Latar Belakang Dlosoran adalah permainan yang telah tersebar luas dimana-mana. Sampai lingkaran yang dibentuk terkelilingi. tetapi si anak tang terdekat tidak mengetahuinya. Bambang. F. Sia anak yang membawa sapu tangan berjalan diluar lingkaran dilakukannya sedemikian rupa agak setenagah membungkuk. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat juga sudah agak berkurang dibandingkan dengan masa lampau terhadap permaianan ini. E. sehingga jatuhnya tidak dapat segera dilihat.  Aturan bermain Anak yang menang bertugas membawa sapu tangan berkeliling. sehingga yang membawa semula sempat memungutnya kembali. dimana.

 Pancang 1buah  Tali rafia 5-10m  Kapur halus secukupnya. Alat yang Digunakan Alat dan fasilitas ini tidak di gunakan dalam permainan. kaki yang tidak dlosor berada di luar lingkaran.  Dalam mendlosor boleh dengan 1 atau 2 kaki sekaligus. Bila ada yang . Dan untuk memperjelas area dan bentuk lapangan dalam bermain.  Dengan undian hompimpah/kacang panjang dipilihlah 3 orang untuk berjaga di luar lingkaran terlebih dahulu. C. bahkan dewasa. penjaga mulai bergerak untuk berusaha mengenai kaki lawan dengan cara dlosor(tackle). misalnya dengan tangan atau menendang di anggap tidak sah. Harus menyisakan anggota badan lain. yang jelas semakin banyak peserta semakin seru. Begitu seterusnya. Pelaksanaan Permainan  Dlosoran membutuhkan sekitar 13-18 pemain (dapat juga lebih). Tetapi bila pesertanya banyak. dan semua anggota badan masuk dalam lingkaran. Jadi perkenaannya adalah kaki atau lutut ke bawah. E.  Setelah posisi siap dan semua pemain ada di areanya sendiri-sendiri.  Hal yang tidak boleh dalam permainan ini dan di anggap pelanggaran adalah menendang lawan. Penjaga juga boleh menunggu hingga lawan lengah. Dan yang menang di tentukan dari sedikitnya pemain itu menjadi penjaga di luar lingkaran.  Penjaga boleh mengelilingi lingkaran untuk mengintai lawan yang akan dimatikan.67 B. Penentuan Kemenangan Penentuan Menang atau Kalah. karena dapat di mainkan bersama-sama oleh laki-laki dan perempuan. menyentuh lawan dengan selain kaki. remaja. yang perlu di perhatikan adalah jumlah penjaga harus di tambah untuk keseimbangan permainan dan luas area permainan juga di tambah. Bila di lakukan dengan cara lain. Misalnya tangan ada di luar lingkaran. Permainan ini juga tidak memandang jenis kelamin. hanya untuk membantu dalam pelaksanaannya saja. Peserta Peserta dapat siapa saja anak-anak. Penjaga tetap berjaga.  Bila ada yang terkena dlosoran itu maka pemain yang terkena itu ganti untuk jaga dan melakukan hal yang sama untuk mematikan pemain lainnya. Tetapi pada saat dlosor(tackle) seluruh anggota badan penjaga tidak boleh masuk dalam lingkaran. mengenai lawan di atas lutut. Karena taktik itu yang perlu di terapkan dalam permainan ini. D. Pemain lain yang tidak jaga berada di dalam lingkaran. Untuk yang kalah ditentukan dari berapa kali pemain sering menjaga di luar lingkaran. Jumlah peserta dapat di tentukan dari jumlah orang yang ada.

Yang jelas disini berwujud koin/kerikil yang berjumlahkan 5/6 buah. permain tidak boleh keras-keras. B. Setahu saya permainan ini berasal dari daerah saya sendiri yaitu daerah bantul. D. Jumlah pemainnya pun terdiri dari 2 sampai 6 orang atau lebih. Mereka juga tidak tahu sumber pasti permainan itu. 200. yaitu jika koin berjumlah 6 buah harus di ambil 2 buah terlebih dahulu tetapi cara pengambilan tidak boleh sembarang. hanya mungkin beda nama permainan saja. C.  Melakukan cengkeh. Latar Belakang Awalnya permainan ini adalah permainan tradisional yang dulunya di mainkan oleh masyarakat zaman dahulu. Peserta Permainan ini dapat di kategorikan sebagai permainan anak-anak yang pada umumnya di lakukan oleh anak perempuan usia 6 – 15 tahun. Pelaksanaan Permainan  Saat melempar / krepyak. Kapur / alat tulis untuk digunakan sebagai alat pencatat point atau nilai.500. atau Rp. 50) PERMAINAN KREPYAK A. Harus di tentukan oleh musuhnya. bisa menggunakan uang nilai Rp. Sumber Dari orangtua saya.68 mempunyai skor yang sama maka adu koin atau tos. .  Melakukan cuthit. F. Cara permainannya juga mungkin bisa di katakan sama persis. harus dengan di iringi sebuah lagu atau nyanyian dan jika koin yang didapat berhasil di tangkap dapat dihitung berapa jumlah koin yang ditangkap tadi dan itulah pointnya. karena ada begitu saja dan dengan sengaja di mainkan bersama-sama. Yang arti jawanya ( alon-alon ). Alat yang Digunakan Koin uang atau kerikil yang berukuran sebesar kelereng yang nantinya digunakan sebagai bahan permainannya yang berjumlahkan 5 atu 6 buah.  Jenis koin. dan mungkin di daerah lain juga punya permainan seperti ini.100 perak. Karena kebanyakan anak-anak bermain lari-larian dan orang tua takut bila anaknya mengalami resiko bahaya jadi orang tua mengenalkan pada anaknya permainan ini. Permainan ini di mainkan untuk menghibur diri pada saat istirahat sekolah dan pada saat pulang sekolah atau lingkungan rumah. Sedangkan jika koinnya berjumlahkan 5 buah di ambil 1 buah koin saja. Rp. Begitu juga dengan musuhnya harus bisa memilih koin yang di ambil yang sekiranya dapat mempersulit pemain untuk melakukan cuthit. Tetapi bila yang memiliki skor orang banyak maka di adakan hompimpah untuk mendapatkan siapa pemenangnya.

Koin yang berhasil di tangkap kemudian di hitung. jumlahnya di tulis yang nantinya di jumlahkan di akhir permainan. Sebelum permainan ini di mulai akan dilakukan pengundian terlebih dahulu. Seperti di daerah lain. Salah satunya adalah sepak bola patah kaleng selain permainan tradisional lain yang merupakan krestivitas anak dengan lingkungannya yang masih sangat identik dengan alam. apalagi dari sisi budaya.  Krepyak ( NYEBAR KOIN ).Steet Ball Papua A. Tidak banyak Masyarakat Indonesia yang mengerti kondisi real masyarakat di sana. Cara melakukannya pun hampir sama dan di iringi oleh sebuah lagu atau nyanyian. setelah nyanyian berakhir dengan bersamaan menangkap koin. dengan cara melakukan homepimpah / pingsut tadi. Sumber Masyarakat imogiri bantul yogyakarta 51) PERMAINAN PATAH KALENG A. E.  CENGKEH Pemain yang berhasil ketahap ini kemudian melakukan cengkeh dengan tangan yaitu seperti permainan gatheng. Point yang mendapatkan paling tinggi yaitu pemenangnya. Latar Belakang Permainan Tradisional Patah Kaleng . jika si pelaku atau peserta tidak berhasil mengenai sasaran atau koin pada saat mencuthit / pemain tidak dapat menangkap koin pada saat melakukan cengkehan. Olahraga ini mirip seperti permainan sepak bola namun berbeda pada peraturan dan sangat fleksibel. dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti. Penentuan Kemenangan Mengetahui ― menang atau kalah‖. pemain lain ( lawan ) akan menunjuk koin yang akan di ambil dengan cara memilih koin yang paling mudah di lakukan nantinya. tergantung dari pelaksana lomba (bila dilakukan . Pemain yang bermain sebagai orang pertama menggengam semua koin kemudian di lemparkan dengan diiringi berbicara ―kREPYAK‖. yaitu :  Homepimpah / pingsut ( PENGUNDIAN ). Salah satunya adalah Papua. Latar belakang masalah Indonesia sebagai negara seribu pulau berarti memiliki beragam suku di dalamnya. Dapat dimainkan dimana saja.69  Cara mengetahui perpindahan permainan / mati. bisa dihitung point yang didapat oleh para masing-masing peserta.  Cuthit ( MENCUNGKIL KOIN ). F. Point yang didapat atau dikumpulkan oleh pemain yang terbanyak ialah yang keluar sebagai pemenangnya.  Ada 4 Tahap yang harus di lalui. Papua juga punya permainan-permainan tradisional. Setelah koin disebar.

F. Tujuan Tujuan Mengisi waktu luang. Bahkan Papua selalu melahirkan bintangbintang sepakbola di Indonesia. Sepak bola patah kaleng tidak berarti kaleng dipatahkan.  Pemain Anak laki-laki  Jalannya permainan Sebelum di mulainya perminan di lukan tos dulu setelah itu bagi yang menang maka melaukan operan atau penguasaan bola. Hanya ada dua buah kaleng. Sasaran Sasaran Anak laki-laki Pelaksanaan Permainan  Lapangan peralatan  Lapangan Lapangan yang di gunakan bisa di lakukan dimana saja dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti.  Peralatan Bola kecil kaleng. dalam permainan ini tidak ada istilah out atau lemparan ke dalam karena dalam permainan tradisional ini tidak ada garis pembatas lapangan. Sumber Hanya ada satu tulisan mengenai sepak bola patah kaleng ini yang ditulis oleh Arnoldus Mampioper di Kabar Indonesia (19/06/2009). C. G. Lebih ideal bila menggunakan bola tenis. E. bermain dan meningkatkan motorik. Berbagai permainan tradisional ini tidak akan bertahan lama bila generasi muda tidak lagi mau peduli terhadap pelestarian budaya bangsa karena budaya adalah jati diri sebuah bangsa. . dan bersosiaolisasi. Belajar mencintai budaya bangsa adalah pengabdian tulus terhadap eksistensi bangsa. Tidak banyak orang yang menuliskan olah raga tradisional Papua ini. Itu hanya istilah saja yang sudah beredar di Masyarakat Papua sejak puluhan tahun yang lalu.70 B. Alat yang Digunakan Bola yang dipergunakan untuk permainan inipun kecil. kualitas kebugaran meningkat. D. Patah disini berarti kaleng yang berfungsi sebagai gawang tersebut dijatuhkan oleh pihak lawan melalui bola yang ditendang. kemampuan motorik meningkat. Tingkat kesulitannya lebih tinggi dibandingkan sepak bola yang menggunakan gawang. sama seperti gawang. Manfaat Manfaat Senang. dalam bentuk perlombaan) ataupun oleh kedua belah pihak yang akan bertanding. Permainan ini sangat digemari oleh anak-anak laki-laki di Papua hingga tidak heran bila Papua tidak pernah kekurangan bintang muda di bidang sepak bola.

Penentuan Kemenangan Jika ada pemain yang berhasil mengumpulkan angka yang paling banyak maka dialah pemenangnya. begitu seterusnya sampai kekotak yang ke empat disitu pemain boleh menggunakan kedua kakinya untuk menendang umpan tersebut ke kotak angka sepuluh ribu. Peserta Permainan ini dimainkan oleh 6 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok masingmasing 3 orang. Sumber http://www. E. B.71 H. kemudian Pemain melemparkan umpan kekotak yang pertama untuk memulainya permainan. jika ada pemain yang menginjak/memegang garis maka dianggap mati. F. I. Pelaksanaan Permainan Para pemain di suitkan dahulu kemudian yang menang jalan duluan. Alat yang Digunakan Fasilitas yang digunakan hanyalah pecahan batu/keramik sebagai umpan & melukiskan/menggambarkan bentuk lapangan. Sumber Masa Lalu . D. Tanggapan Masyarakat Permainan ini tidak pernah digunakan lagi oleh anak-anak di daerah saya.kulinet. C. lalu pemain harus mengangkat kaki satu dan menggeser umpan kekotak yang ke dua. Penentuan Kemenangan Pemenang Regu mana yang paling banyak menjatuh kaleng paling banyak maka regu itu di anggap sebagai pemenangnya. Permainan ini sering dimainakan waktu saya masih kecil dulu. Latar Belakang Permainan ini berasal dari daerah saya. biasanya permainan ini sering dimainkan jika waktu libur sekolah tiba permainan ini juga sangat populer di waktu kami masih kecil dulu biasanya kami memainkannya dari pagi & petang. yaitu Bangka Belitung. G. Untuk kembali ketempat semula kali ini pemain harus kambali menggunakan kaki satu dan mengambil umpan miliknya diluar kotak sepuluh ribu dengan tanpa menginjak/memegang garis.com/baca/patah-kaleng-steet-ball-papua/759/ 52) PERMAINAN CAK LENGKENG SEPULUH RIBU A.

bahkan jalan raya. dan dewasa. ukuran egrang tersebut adalah sebagai berikut. b. tetapi dapat dijumapi diberbagai daeerah dengan nama berbeda seperti . lapangan umum. kualitas kebugaran meningkat. Ukuran lapangan adalah panjang minimum 50 m dan lebar 7 ½ m dibagi lima garis lintasan masing – masing 1 ½ meter. E. Secara spesifik. sebagaian wilayah sumatera barat dengan nama Tengkak – tengkak dari kata tengkak (pincang). 1) Umur 6 – 12 tahun : Tinggi bambu 1 ½ meter Ukuran tempat berpijak :  Tinggi : 50 cm  Lebar : 15 – 20 cm  Panjang : 7 ½ cm 2) Umur 13 tahun keatas Tinggi bambu 2 ½ m Ukuran tempat berpijak:  Tinggi : 50 cm  Lebar : 20 cm  Panjang : 10 cm . sehingga permukannya rata. Peraturan Permainan 1. kemampuan motorik meningkat. Tujuan Mengisi waktu luang. Sedang Jawa Tengah dengan nama Jangkauan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Pada ukuran 50 cm dari bawah dibuat tempat berpijak kaki yang rata dan boleh lepas dengan kain atau busa. bila memungkinkan). bermain dan meningkatkan kemampuan motorik. Lapangan dan Peralatan a. Peralatan Alat yang digunakan adalah bambu yang dibuat sedemikian rupa. remaja. Latar Belakang Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari daereah mana asalnya. dan bersosialisasi. Alat egrang dibagi menjadi dua. Egrang dalam bahasa lampung berarti terompah pancung yang tgerbuat dari bambu bulat panjang. D. B. C. Lapangan Lapangan yang dipergunakan disarankan datar dan luas (bisa di stadion. Ingkau yang bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu. Manfaat Gembira.72 PERMAINAN OLAHRAGA TRADISIONAL 53) PERMAINAN EGRANG A. masing – masing kelompok umujr 6 – 12 tahun dan kelompok umur 13 tahun keatas. Sasaran Anak – anak. berdasar kelompok umur pemakaiannya.

Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan urutan pemberangkatan perlombaan.  Juri lintasan.  Juri pemberangkatan / timer. Untuk maju ke seri berikutnya. f. dapat diatur dalam peraturan perlombaan khusus apakah hanya 2 atau 3 orangwaktu terbaik dengan memperhatikan jumlah peserta. Atlet. Dalam meneliti umur peserta didasarkan pada surat keterngan yang berwenang. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dalam kelas masing – masing 5 (lima) orang sesuai dengan jumlah llintasan. j.  Pencatat waktu (timer) mencatat waktu para pelari. Pemenang  Pemenang ditentukan berdasarkan kecepatan waktu  Waktu yang diambil adalah kaki terakhir menyentuh garis finish. Per kelompok dipelombakan dalam seri. h. c. Para atlet dinyatakan gugur apabila:  Menginjak garis lintasan  Kaki jatuh menyentuh lantai atau lintasan  Dengan sengaja mengganggu atlet lain. d. Sebelum perlombaan dimulai. 3. Undian diadakan agar jangan ada yang merasa dirugikan. g.  Juri kedatangan mengawasi perlombaan di garis akhir. aba – aba siap satu kaki (kiri atau kanan) diatas tempat berpijak dan setelah aba – aba YA lari. 5. Pemain Permainan egrang bisa dimainkan oleh wanita atau laki – laki dengan mengenakan pakian olahraga yang pantas. Jalannya permainan a. Ya. siap .73 2. Waktu terbaik dalam seri (2 atau 3orang) berhak mengikuti seri berikutnya. mengawasi lintasan apakah ada pelari yang menginjak garis. e. juri dan pencatat waktu (timer)  Wasit bertugas mengawasi seluruh jalannya perlombaan. Atlet yang terganggu jalannya oleh atlet lainnya boleh meneruskan larinya atau mengulang. Perlombaan dalam seri. Kalau dalam perlombaan cukup dengan mengira – ngira saja. Wasit. dari garis start sampai garis finish dipimpin juri start dan waktu dicatat oleh petugas pencatat waktu. Pengganti ―YA‖ dapat dilakukan dengan suara peluit. Aba – aba perlombaan oleh wasit / juri start adalah: bersedia. Hal ini dilakukan pada waktu penyelenggaraan resmi. . yang mengambil lintasan orang lain dinyatakan gugur. b. jumlah atlet sesuai dengan jumlah lintasan. 4. i. Pada aba – aba bersedia tangan memegang egrang (kanan dan kiri). para peserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umur masing – masing. Sebelum perlombaan dimulai. kelompok umur anak – anka 6 – 12 tahun dan unutk taruna / remaja / dewasa 13 tahun keatas. para atlet berdiri dibelakang garis start dengan memegang egrang.

1 kg untuk putri. dan diatas air). B. Peraturan Permainan 1. F. dengan ukuran panjang 8 meter dam lebar 4 meter. pasir. sabut kelapa atau jerami dengan ukuran panjang 1 meter berat 1 ½ kg untuk putra. Sasaran Remaja dan dewasa. Latar Belakang Permainan gebuk bantal adalah merupakan suatu permainan ketangkasan dimana 2 pemain saling menyerang menggunakan bantal. Pemain  Gebug bantal bisa dimainkan oleh putra maupun putri. atau jerami. tanah atau lantai yang rata. Manfaat D. C. besar d. E. tanah danpasir. dengan pengelompokan umur:  anak – anak : 9 – 12 tahun  remaja : 13 – 16 tahun  dewasa : 17 tahun ke atas  Masing – masing kelompok umur tadi. meningkatkan kesegaran.m. 3. di atas sebatang bambu yang dipasang menyerupai jembatan dan pemenangnya adalah yang berhasil menjatuhkan lawan atau yang berhasil mengumpulkan angka yang lebih banyak. Peralatan Tempat bertanding dibuat dari kayu atau bambu bulat dengan ukuran panjang 4 meter. Kualitas kesegaran jasmani meningkat. Tinggi dudukan tempat bertanding diukur dari tanah / permukaan aman. keseimbangan meningkat. 12 cm. diberi pengaman matras.74 54) PERMAINAN GEBUK BANTAL A. Tujuan Mengisi waktu luang. Lapangan dan Peralatan a. Pada dasar lapangan (kecuali diatas air). untuk putra 1. serta bentuk bantal bulat panjang berukuran 7 ½ cm . Lapangan (kecuali diatas air)dibatasi dengan tanda. 2. Lapangan Lapangan atau tempat bermain bisa dialam terbuka (lapangan rumput.2 m dan unutk putri 1 m. memupuk sportifitas. melatih keseimbangan. dipertajam lagi dengan pengelompokan berat badan  anak – anak : 30 – 40 kg  remaja : 41 – 50 kg  dewasa : 51 – 60 kg keatas  Sifat pertandingan Perorangan dan beregu. Lama permainan . Bantal dibuat dari kain diisi dengan kapas. tertutup (hall / gedung olahraga). Tanda dibuat dari kapur atau tambang. mengurangi ketegangan mental. busa.15 cm. b.

b. kaki tergantung satu tangan memegang bantal. lebih dulu jatuh. Beregu 5 orang. d. c. Penjelasan tentang perwasitan a. 4 – 1 atau 3 – 2. mengepit dudukan dengan dua kaki). wasit membunyikan peluit tanda pertandingan di mulai. jatuh kebawah tanah. Wasit dan pembantu wasit adalah yang telah mengikuti penataran perwasitan. Pemain dinyatakan kalah. Demikian juga sebelum pertandingan dimulai wasit dan pembantu wasit memeriksa lapangan dan peralatan.satu tangan lagi siap menangkis. Wasit memimpin seluruh jalannya pertandingan dan pembantu wasit memperhatikan apakah diantara pemain melakukan kesalahan (memegang kayu / bambu dudukan. Apabila babak pertama sampai babak kedua tidak ada yang jatuh pemenang ditentukan dengan undian. tangan memegang kayu / bambu dudukan. 5. Sebelum pertandingan dimulai wasit menanyakan panitia tentang keabsahan pemain. d. Sikap duduk. Jalannya permainan a. Perorangan (lihat butir 5) b. c. Setelah undian pemain yang akan bertanding naik keatas dan duduk diatas dudukan tempat bertanding. 8. Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit daan 1 orang pembantu wasit. e. Sebelum pertandingan dimulai diadakan undian unutk menentukan tempat dan siapa yang lebih dulu memukul. sebaiknya dihindari dengan suit. setelah istirahat dilanjutkan 5 menit babak kedua. . permainan ini dihentikan untuk istirahat selama 3 menit. Apabila dalam waktu 5 menit tidak ada pemain yang jatuh. Setelah pemain siap bertanding. Wasit dan Juri Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit dan satu orang pembantu wasit. Undian diadakan untuk menentukan tempat dan peraminan yang lebih dulu memukul. Apabila ini terjadi segera mengangkat bendera merah. Sasaran Seluruh tubuh kecuali kepala. Permianan dilakukan paling lama 5 menit / babak. kaki mengepit dudukan. setelah selesai bertanding pemain berdiri mengapit wasit dan wasit mengangkat tangan pemenang. 7. dinyatakan kalah. ditetapkan berdasarkan jumalh pemain yang memenangkan pertandingan dengan skor akhir 5 – 0. b. salah seorang berhasil menjatuhkan lawannya. Pemenang Pemenang ditentukan berdasarkan. e. Hasil undian. dilakukan dengan uang logam. f.75 4. Jenis permaian dan penilaian a. 6. atau siapa lebih dulu jatuh. pembatasan sasaran ini dimaksudkan untuk menghindari cidera kuping.

 Berat terompah seluruhnya untuk teromaph 3 orang 4 kg ( sepasang) terompah 5 orang 8 kg (sepasang). D. Kapur untuk membuat lintasan. Kini. dengan lebar 7. Riau. remaja. Sasaran Anak – anak.5 meter. 5. Bendera – bendera kecil dari bahan: tangkai dari bambu dengan panjang 40 cm. dewasa putra dan putri. Ukuran terompah:  Panjang terompah untuk 3 orang 141 cm. Lapangan dibuat sedemikian rupa agardalaam pelaksanaannya tidak menghadap matahari. Antar lintasan diberi garis dari kapur 5 cm. Manfaat Kebugaran meningkat. Bendera start (peluit start). dan kemampuan kerja sama meningkat. terompah dibuat dari bahan balok / papan yang tebal karet / ban. Peraturan Permainan 1. Panjang atau jarak lintasan: 50 meter. yang dibagi menjadi 5 lintsan (masing – masing lintasan lebar 1. mengisi waktu luang dan memupuk sikap kerja sama (kekompakan team). B. Lapangan Permainan terompah panjang diadakan dilapangan terbuka. b. Peralatan 1. Latar Belakang Permainan terompah panjang sejak dulu sudah ada didaerah sepanjang perairan Sungai Rokan. Terompah.5 meter). 55) PERMAINAN TEROMPAH PANJANG A. 3.  Lebar terompah 10 cm.5 cm. Bengkalis. Nomor dada dan stopwatch. 4.  Panjang terompah unutk 5 orang 235 cm. baik Rokan Kiri maupun Rokan Kanan. .76 g. 2. rata seperti stadion. Ujung lintasan diberi garis start dan garis finish. E. bendera dibuat dari kain atau kertas berwarna meerah dan biru berbentuk segitiga dengan ukuran bendera 27 cm. seperti dibagian Siapi – Api. maupun Rokan dibagian Hilir. Lapangan dan peralatan a. jalan raya (bila memungkinkan). terompah pangjang sudah merakyat. Tujuan Berolahraga. dan paku. C. Kabupaten Kampar.  Tebal terompah 2. lapangan umum. Jumlah bendera sesuai dengan jumlah lintasan yang dipakai. ketegangan menurun. Memimpin pertandingan sesuai dengan peraturan permainan yang telah ditetapkan.

salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah artinya salah satu kaki atau kedua kaki tidak ada kontak dengan terompah.77 2. k. peserta dari masing – masing regu berdiri dibelakang garis start di samping terompahnya. 3. Undian dapat dilaksanakan paling lambat satu hari sebelum perlombaan dimulai. Peserta regu berpegangan satu sama lain. Sebaiknya para peserta memakai sepatu olahraga agar kjaki tidak lecet. c. 4. j. d. Sebelum perlombaan dimulai. dengan sengaja mengganggu peserta lain. Regu dianggap sah. b. Pada aba – aba bersedia. i.tidak berhasil mencapai garis finish. Jenis perlombaan Beregu 3 orang dan beregu 5 orang. maka pada aba – aba ya. peserta siap untuk melakukan jalan. Aba – aba dalam perlombaan diberikan oleh juri pemberangkatan adalah bersedia. terompah rusak ditengah jalan. peserta berjalan secepat – cepatnya menempuh jarak 50 meter. Seluruh peserta dibagi dalam seri setiap seri maksimal 5 regu sesuai dengan jumlah lintasan (disesuaikan dengan jumlah regu peserta). siap. waulupun regu tersebut jatuh kedepan tetapi kedua kaki masih kontak pada terompah meskipun tangan menyentuh tanah. Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan lintasan masing – masing regu. . Bila memungkinkan adanya stop watch. dewasa 17 tahun keatas. Pemain Jenis kelamin laki – laki dan perempuan yang tergabung dalam regu putra dan regu putri. e. f. Sebelum perlombaan dimulai. Regu juga masih dianggap sah. menginjak lintasan peserta lain. regu yang gugur tidak perlu meneruskan sampai garis finish. ya (peluit dibunyikan atau bendera start dikibarkan). dan untuk menentukan urutan pemberangkatan dalam perlombaan. Petugas lintasan berdiri dibelakang peserta dan memperhatikan regu pada lintasan masing – masing dengan membawa bendera biru merah. stop watch dihidupkan dan pada saat peserta dan ujung terompah paling belakang melawati garis finish stop watch dimatikan. kemudian diberi nomor (dua) untuk dipasang di dada bagi peserta yang paling depan dandi punggung pemain paling belakang. Peseta / regu dianggap gugur apabila. Kelompok umur anak – anak 9 – 12 tahun. boleh pada bahu atau pinggang. g. usia para peseta diteliti untuk menentukan kelompok usia. Jalannya permainan a. apabila peserta terakhir dan ujung terompah bagian belakang melewati garis finish dengan tidak ada kesalahan selama dalam perjalanan. h. peserta berdiri diatas terompah dengan jari – jari kaki masuk kedalalm setengah lingkaran karet dan berpegangan satu sama lain. Aba – aba siap. remaja 13 – 16 tahun. Aba – aba ya. Peserta dibagi dalam regu yang terdiri dari 5 orang atau 3 orang sesuai dengan jenis yang diperlombakan. Regu yang sudah diteliti kelompok usianya.

 Aba – abab yang diberikan adalah: bersedia.  Juri pemberangkatan dapat menentukan sah atau tidaksah start yang dilakukan oleh setiap peserta. Petugas Petugas terdiri dari. ya atau peluit dibunyikan. regu yang gugur dalam babak final tidak mendapat juara.  Pengambil waktu (apabila ada stopwatch).  Jumlah pemberangkatan 1 orang.  Pencatat waktu (apabila ada stopwatch). Apabila pengawas mengacungkan bendera biru.  Juri pemberangkata bertugas untuk. maka permainan peserta tersebut sah.  Juri kedatangan berada dibelakang garis finish.  Juri kedatangan bertugas untuk:  Menentukan dan mencatat urutan kedatangan peserta.  Pengawas lintasan bertugas unutk:  Mengawasi lintasan selama permainan berlangsung. . pengawas lintasan berdiri di belakang peseta yang akan diawasi sambil membawa bendera biru ditangan kanan dan bendera merah di tangan kiri. juri pemberangkatan mengambil tempat dibelakang peserta dan tangan yang megang bendera direntangkan lurus kesamping.78 5. Apabila menggunakan bendera maka pada aba – aba ya bendera dinaikkan / digerakkan keatas. Tetapi apabila peserta melakukan kesalahan maka bendera biru diturunkan dan bendera merah dinaikkan dan regu peserta dianggap gugur.  Pada saat peserta mulai berjalan. siap. 7. pengawas lintasan mengacungkan bendera keatas dan berjalan di belakang mengikuti peserta sampai garis finish.  Dalam memberikan aba – aba. juri pemberangkatan memanggil peseta untuk berdiri dibelakang agris start dalam lintasan masing – masing. 6.  Sebelum start dimulai.  Pengawas lintasan 5 orang (diseduaikan jumlah lintasan)  Juri kedatangan lima orang. Petunjuk Perwasitan Untuk melancarkan jalannya permainan terompah panjang.  Memberi aba – aba pada pemberangkatan peserta dengan mempergunsksn bendera start atau peluit.  Sebelum start dimulai.  Kemudian juri pemberangkatan memperingatakn agar peserta tidak menginjak / melewati garis start. diperlukan petugas sebagai juri / wasit. Pemenang Regu dinyatakan sebagai pemenang apabila regu tersebut paling cepat memasuki garis finish. perincian tugas darei masing – masing juri / wasit.

D. dan ketangkasan meningkat. Bentuk permainan berupa adu kecepatan menempuh suatu jarak tertentu diatas empat buah balok kecil menyerupai batu bata. ketegangan menurun.  Waktu dicatat sampai dengan per sepuluh detik. B. dan pada saat peserta paling belakang dan ujung terompah paling belakang tepat berada digaris finish / melewati garis finish. 2 detik. 56) PERMAINAN LARI BALOK A. Lapangan dan Peralatan a) Lapangan  Lapangan terbuka.  Pengambil waktu berada atau bertempat dibelakang garis finish.  Pencatat waktu bertugas untuk:  Mencatat waktu yang ditempuh setiap peserta pada formulir yang sudah disiapkan. Tujuan Berolahraga. Peraturan Permainan 1. misalnya 10.  Pencatat waktu berada dibelakang garis finish disamping pengambil waktu.79  Pengambil waktu bertugas untuk:  Menghitung waktu dari mulai aba – aba ya atau peluit dibunyikan sampai peserta menginjak atau melewati garis finish. yang mana setiap habis melangkah pemain harus memindahkan balok yang dibelakangnya ke depan sebagai tempat berpinjak dan begitu selanjutnya. Sasaran Anak – anak. Latar Belakang Lari Balok sering dilombakan pada perayaan Kemerdekaan RI.  Panjang minumum 15 meter  Lebar 7 ½ meter dibagi 5 garis lintasan masing – masing 1 ½ meter. remaja. b) Peralatan  Bahan dari kayu balok di mana permukaan tempat berpijak rata. mengurangi ketegangan dan kompetitif. semen maupun aspal). putra dan putri.  Pada saat starter memberi aba – aba ya atau peluit dibunyikan . Manfaat Kebugaran meningkat. E. keseimbangan.  Tebal garis 4 cm. Permainan ini menuntut kelincahan. dan seterusnya. Spesifikasi alat sebagai berikut :  Kayu  Ukuran balok : . dan kecepatan atletnya. tanah. C. pengambil waktu menghidupkan stopwatch. rata (rumput. dewasa. stopwatch dimatikan.

mencatat nama/nomor peserta yang telah tiba di finish . Pemimpin Perlombaan a) Wasit. siap. ya.  panjang : 25 cm  lebar : 9 cm  tinggi : 4 cm  Berat balok : 50 gr – 100 gr  Bendera start : 60 x 90 cm (ukuran tidak mutlak)  Bendera kecil segi tiga mrah dan biru :27 x 37 cm Pemain a) Pemain lari balok bisa dimainkan oleh laki – laki maupun perempuan.80 2. mengawasi jalannya perlombaan. b) Juri pemberangkatan. mengikuti dan mengawasi lintasan dibelakang dari dari setiap peserta. d) Juri kedatangan. b) Setiap peserta yang akan berlomba diberikan 4 potong balok. Siap kedua tangan siap memindahkan kedua balok lainnya. 5. e) Aba – aba perlombaan oleh wasit adalah bersedia. Ya peserta saling berlomba. 4.  Salah satu tangan atau kedua tangan menyentuh tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubugan dengan balok. f) Peserta dinyatakan gugur apabila :  Salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubungan dengan balok. b) Klasifikasi :  Kelompok I : 6 – 10 Th  Kelompok II : 11 – 14 Th  Kelompok III : 15 – 18 Th  Kelompok umum : 19 Th keatas Jalannya Permainan a) Sebelum perlombaan dimulai para perserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umurnya masing – masing. 3. c) Juri lintasan.  Keluar dari lintasan. c) Peserta diundi untuk menentukan kelompok seri/urutan perlombaan.  Dengan sengaja mengganggu peserta lain. Pemenang Ditentukan berdasarkan peserta yang paling dahulu. Pada aba – aba bersedia peserta duduk jongkok diatas kedua balok. mencapai garis finish (dengan ketentuan ke empat balok telah melewati garis finish). mengawasi peserta yang telah tiba di finish e) Pencatat. memberi aba – aba start pemberangkatan. d) Sebelum perlombaan dimulai para peserta duduk jongkok diatas 2 balok dibelakang garis start dan kedua tangan menyentuh balok dua lainnya yang terletak di belakang kedua balok yang diinjak.

batas lapangan harus jelas supaya penonton tidak masuk lapangan permainan. c) Peserta  Beregu putra atau putri. memupuk semangat kerja sama dan sosialisasi. .5 M dari pertengahan tali. E. tepi pantai yang datar/rata permukaan. II : 50 – 59 kg. III : 60 – 69 kg. Diameter tali : 5 – 10 cm. 17. C. IV : 70 kg ke atas.  Klasifikasi Berat untuk putra Kelas I : 50 – 59 kg. IV : 80 kg keatas Berat untuk putri Kelas I : 30 – 49 kg. 30 orang dsb. Dalam permainan ini sangat dominan kekuatan dan daya tahan regu.81 57) PERMAINAN TARIK TAMBANG A.  Panjang lapangan : 40 s/d 60 M  Lebar lapangan : 8 M Pada pertengahan lapangan diberi garis. D. 20. Pinggir lapangan sebaiknya diberi tanda dengan kapur atau tali. B. remaja. dan dewasa. jumlah regu disesuaikan dengan keadaan. pada pertengahan tali diberi tanda ( cat merah/kain merah ) dari pertengahan tali diberi 2 macam tanda yang masing – masing jarak 2. meningkatkan semangat kerja dan menurunkan ketegangan. b) Peralatan Alat yang dipergunakan adalah sebuah tali tambang serat panjangnya 30 s/d M. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. menggunakan seutas tambang. 28. jumlah anggota regu disesuaikan dengan keadaan. Sasaran Anak – anak. II : 60 – 69 kg. juga luar garis batas tarikan. Lapangan dan Peralatan a) Lapangan Lapangan yang dipergunakan dapat terbuka dan tertutup. Peraturan Permainan 1. Latar Belakang Tarik Tambang adalah olahraga rakyat yang paling banyak dimainkan oleh masyarakat setelah olahraga panjat pinang. III : 70 – 79 kg. Olahraga tarik tambang dimainkan beregu. boleh 10. Tujuan Berolahraga. Diantaranya stadion. lapangan.

. 4. Latar Belakang Meski dimainkan hamper seluruh anak di Jabotabek. kebugaran meningkat. tetapi panitia dapat menentukan sstem pertandingan disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Anak-anak desa. 58) PERMAINAN HADANG A. Kemudian diadakan tarikan lagi dan jika terjadi seri maka sebelum tarikan ketiga diadakan lagi undian untuk memilih tempat setelah lebih dahulu istirahat. bermain. Pertandingan biasanya dilakukan dengan sistem gugur. Manfaat Gembira. remaja. D. Permainan ini ada di sebagian besar provinsi di Nusantara. C. jika ada aba – aba ya kedua regu melakukan tarikan. peserta sudah memegang tali serta konsentrasi untuk mendengar aba – aba berikutnya. b) Sebelum bertanding lapangan harus dikosongkan setelah ada panggilan dari panitia. Sasaran Anak-anak. B.82 2. dewasa. Kedua regu saling menarik tambang dan saling berusaha membuat tanda merah dari pertengahan tali dapat ditarik melalui garis batas. Dua orang pembantu wasit bertugas mengawasi garis batas tarikan dan dilengkapi dengan bendera merah. Pemimpin Perlombaan Wasit sebaiknya berjumlah 3 orang. dan bersosialisasi. meningkatkan kekompakan tim. Jalannya Permainan a) Undian dapat diadakan sebelum hari pertandingan pada saat pertemuan teknis. tetapi tidak ada petunjuk bahwa permainan hadang berasal dari Jakarta. 3. c) Wasit pertandingan memanggil pimpinan regu masing – masing untuk menentukan tempat. Pembantu wasit juga bertugas menghitung jumlah masing – masing regu serta mengatur tata tertib keamanan pertandingan. bendera merah itu diangkat apabila tanda merah tadi melewati garis batas tarikan. Tujuan Mengisi waktu luang. acap memainkan hadang di malam hari saat bulan purnama. Pemenang Apabila satu regu dapat mengalahkan regu lain dengan 2 – 0 atau 2 – 1 ( kalau terjadi seri ). d) Wasit memberikan aba – aba siap. maka diadakan pemindahan tempat. yang terdiri atas 1 orang wasit kepala yang bertugas langsung memimpin pertandingan dan dilengkapi dengan peluit. Jika salah satu regu dapat menarik melewati garis batas.

 Garis pembagi lapangan permainan menjadi 2 bagian memanjang disebut garis tengah.83 E. 9 meter 15 meter Peluit diperuntukkan pada kedua wasit yang akan memimpin pertandingan.  Papan nilai untuk mencatat nilai (papan tulis atau white board). Gambar Lapangan Hadang c. apabila memungkinkan). gedung pertemuan) atau di ruangan terbuka (stadion terbuka.  Kapur/cat/line paper. halaman rumah. Lapangan Lapangan permainan dapat dibuat di ruangan tertutup (stadion tertutup. Bentuk lapangan empat persegi panjang berpetak-petak Ukuran  Panjang 15 meter  Lebar 9 meter dibagi 6 petak masing-masing 4. Kapur digunakan apabila lapangan permainan di rumput atau tanah. . Peraturan Permainan 1.5 m x 5 m. f. gedung olahraga. Lapangan dan Peralatan a. Peralatan  Bendera untuk hakim garis dengan ukuran 30 x 30 cm. tangkai 40 cm. g. jalan raya.  Lapangan permainan ditandai dengan garis selebar 5 Cm. d. b. lapangan terbuka. kursi Alat tulis Formulir pertandingan untuk mencatat susunan pemain dan hasil pertandingan. Jam/stopwatch Meja. warna kuning dan merah berbentuk segi empat. Cat dan line paper digunakan apabila lapangan di atas lantai semen dan jalan beraspal. e.

Pemain penyerang dinyatakan salah apabila:  Kedua kaki keluar dari garis samping kiri dan kanan lapangan. Lamanya permainan Lamanya permainan 2 x 15 menit bersih dan istirahat 5 menit. Penjaga berusaha menangkap atau menyentuh penyerang dengan tangan terbuka dan jarh-jari tangan. Pemain a. Regu penjaga menempati garis jaganya masing-masing dengan kedua kaki berada di atas garis sedangkan regu penyerang siap untuk masuk. d. b. Penyerang berusaha melewati garis di depannya dengan menghindari tangkapan. jam dimatikan. Terdiri dari 2 regu masing-masing 5 orang. atau sentuhan dari pihak penjaga. 6. b. Waktu time out. f. Permainan dimulai setelah wasit membunyaikan pluit. g. Setelah time out posisi pemain seperti sebelum time out. e. c. Timeout diberikan atas permintaan pelatih atau manajer kepada petugas meja. Setiap regu diharuskan memakai kostum bernomor dada dan punggung ukuran 15 cm dari nomor angka 1 sampai 8. yang kalah sebagai penjaga dan yang menang sebagai penyerang. Regu putra dan regu putri 3. Kapten regu diberi tanda di lengan kanan berbentuk pita melingkar.  Berbalik masuk petak yang telah dilalui. dalam posisi kedua kaki berpijak di atas garis atau salah satu kaki berpijak di atas garis sedangkan satu kaki lainnya dalam keadaan melayang. dan 3 orang pemain cadangan. masing-masing satu menit selama pertandingan. Pergantian untuk regu: Pergantian regu penyerang men-jadi penjaga atau sebaliknya diadakan oleh wasit dengan membunyikan peluit setelah:  Penjaga menangkap atau menyentuh penyerang . Timeout Time out satu kali untuk tiap regu.tidak boleh mengepal.84 2. Jalannya permainan a. 5.  Mengganggu jalannya permainan. Waktu time out dicatat posisi pemain.. Seragam pemain 4. Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu.

 Mendorong penyerang dengan sengaja  Menyerang wasit dan membuat keributan. pergantian dan pada saat time out. Demikan seterusnya permainan berjalan tanpa berhenti kecuali kalau dihentikan oleh wasit karena tertangkap/ tersentuh. j. b. Bagi pemain penjaga. pemain membuat kesalahan dan waktu time out.85  Terjadi butir 6 di atas  Apabila tidak terjadi perubahan posisi selama 2 (dua) menit. Wasit. apabila:  Menyentuh penyerang dengan tangan dikepal atau meninju penyerang. h. 8. i. Setiap pertandingan. 9. dipimpin 2 orang wasit. . dibantu dua orang hakim garis. Setiap pemain yang telah berhasil melewati seluruh garis dari garis depan sampai garis belakang dan dari garis belakang sampai dengan garis depan langsung dapat melanjutkan permainannya seperti semula. 7. b. Bagi pemain penyerang. b. waktu istirahat. fungsi dan wewenang yang sama c.  Apabila penyerang menginjak garis dan petak di belakangnya yang telah dilalui. Hakim garis dan pencatat nilai a.  Apabila permainan telah berjalan selama 15 menit wasit membunyikan pluit tanda istirahat dan posisi pemain dicatat. apabila:  Menggait kaki penjaga. Istirahat. Kedua wasit punya tugas.  Apabila permainan babak kedua dilanjutkan posisi pemain sama seperti saat permainan dihentikan.  Mengganggu penjaga yang sudah dilalui. Pemain yang telah berhasil melewati garis depan s/d garis belakang diberi nilai satu. . Nilai a. dua orang pencatat nilai. Wasit memberikan tanda dengan membunyikan peluit. Pemain yang berhasil melewati garis belakang s/d garis depan diberi nilai satu. Hukuman dan sanksi a.  Menyerang wasit dan membuat keributan. Apabila penjaga atau penyerang melakukan pelanggaran pertama kali diberi kartu kuning dan apabila melakukan pelanggaran 2 kali diberi kartu merah dan nilai dikurangi 1 (satu). Tiap regu diberikan paling banyak 3 kali penggantian pemain selama pertandingan). Penggantian pemain diadakan pada saat permainan sedang berhenti (pada saat istirahat.

Nilai/ angka dicatat di dua papan nilai (lihat gambar di bawah). e. kecekatan. b. Saat-saat mencutat.86 d. dan mematok. pemenang ditentukan berdasarkan hasil undian/tos PERTANDINGAN HADANG PA/PI Regu : …………………………. 10. No. Tujuan Mengisi waktu luang. No. Lapangan . Apabila masih tetap sama. Tujuan Gembira. Pencatat nilai. Pemain Nilai Dada Dada Jumlah Jumlah 59) PERMAINAN PATOK LELE a. Penentuan Pemenang Pemenang ditentukan dari besarnya nilai setelah pertandingan berakhir. ketegangan menurun. dan meningkatkan keterampilan dan jiwa sportif.. meninting. memukul. dan ketangkasan meningkat. adalah saat-saat yang menyenangkan. Pemain Nilai No. No. Manfaat Berolahraga. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi. Lapangan dan Peralatan a. Dua pencatat nilai ditempatkan di sudut garis depan dan garis belakang. dan yang terpenting adalah jiwa sportif.. Latar Belakang Patok lele digemari setiap anak (tentu saja yang bias memainkannya). Apabila terjadi nilai sama setelah waktu 2 x 15 menit berakhir. Peraturan Permainan 1. Regu : …………………………. d. 2 X 15 menit. maka diadakan perpanjangan waktu selama 10 menit (2x5 menit) tanpa istirahat/ time out. Penjaga garis memberi tanda dengan mengangkat bendera e. kebugaran meningkat. Permainan ini mengasah ketrampilan. c. bermain.

ditinting.  Bendera hakim garis  Kapur/cat/line paper  Peluit  Jam/stop watch  Alat tulis  Formulir pertandingan  Meja/kursi  Meteran. mulai dari lubang tempat mencutat membentuk sektor 90°. Peralatan Dalam pertandingan resmi. dengan cara membuat lubang berbentuk elips atau segitiga. Alat ini untuk mencutat. maka tempat mencutat/mematok dapat dibuat dengan cara meletakkan 2 (dua) buah batu bata/balok berjejer sehingga dapat memungkinkan untuk mencutat/ mematok. garis tengah 2cm. b. meninting. Garis : Menarik garis. dan mematok. Tetapi jika permainan dilakukan di lapangan keras. (lihat gambar).87 Patok lele dimainkan di lapangan terbuka: Bentuk: Mempunyai sektor 900 Ukuran: Menarik garis lurus dari ujung lubang tempat mencutat yang disebut garis batas (lihat gambar).  Lubang tempat mencutat/ mematok  Lubang tempat mencutat/ mematok dibuat di atas lapangan f.  Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 45 cm. . memukul. (lihat gambar). garis tengah 2cm. dipukul.  Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 15cm. Alat ini yang dicutat. Gambar: Dengan dua bata/balok berjejer dan ditidurkan Permainan. dan dipatok. Jarak 3 m dari lubang dan diberi tanda garis tinting. peralatan yang tercantum dalam peraturan permainan ini merupakan kebutuhan yang diperlukan.

Ukuran nomor dada dan punggung 15 cm. Jika tidak kena. bila tidak ada lagi pemain berikutnya.  Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya. dalam hal ini berarti penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya. Warna seragam kedua regu berbeda/kontras. kemudian dicutat. Mencutat. 3. bila tidak ada lagi Cara mencutat Pemain maka diadakan pergantian dalam hal ini penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya. maka janak harus dilemparkan penjaga dan diusahakan mengenai utat yang dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat.  Jika janak tertangkap oleh penjaga. b. maka diadakan pergantian pemain. permainan diteruskan pada tahap berikutnya yang disebut tinting. Pemain Setiap regu terdiri dari 5 orang dan cadangan 2 orang.88 2. baik putra dan putri. Meninting  Janak dipegang bersama utat dengan satu tangan.  Jika janak yang dilemparkan mengenai utat. Lamanya permainan Permainan patok lele berdurasi 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit. Seragam pemain Setiap regu diwajibkan memakai seragam yang bernomor dada dan punggung berurut angka 1 s/d 7. maka pemain yang bersangkutan mati.  Jika tidak tertangkap oleh penjaga. maka regu penjaga mendapat cutatan mati. Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu yang menang menjadi penyerang dan yang kalah bertahan/menjaga. Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya. Kapten regu diberi tanda di lengan berbentuk pita berwarna kontras dengan seragam. .  Selanjutnya dilakukan  Kemudian utat diletakkan/dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat.  Janak diletakkan melintang di atas lubang/tempat mencutat.  Permainan dilakukan dengan 3 (tiga) tahap: a. 4. 5.

 Pemain yang melakukan tinting diperbolehkan mengambil posisi yang menguntungkan untuk memukul/menghempang janak dengan utat agar janak itu dapat kembali ke lapangan permainan. Mematok  Mematok dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara:  Di Lubang  Janak diletakkan membujur di lubang sehingga sebagian muncul ke permukaan.  Jarak antara janak berhenti dengan lubang/tempat mencutat di ukur dengan meteran. maka pemain berhak meneruskan permainan ke tahap berikutnya. maka pemain tersebut dinyatakan mati. c.  Cam meninting dengan pegangan janak antara ibu jari dan telunjuk  Cara meninting dengan janak di atas pangkal ibu jari dan telunjuk  Jika janak tidak ditangkap. Kemudian ujung janak yang muncul di atas lubang dipukul atau di patok dengan utat sehingga .  Jika janak dipukul tidak kena.89  Selanjutnya janak dilemparkan sedikit keatas/dilepas dan kemudian dipukul dengan utat sekuat mungkin sehingga janak dapat melayang jauh ke arah lapangan permainan.  Pemain penyerang yang memukul janak di luar batas tinting dinyatakan mati.  Jika janak tidak ditangkap. pemain tersebut dinyatakan mati.  Jika tahap kedua tidak mati.  Tinting dilakukan dalam batas daerah tinting. maka penjaga harus melemparkan dan regu penjaga mendapat nilai. Pemukulan ini boleh ditangkap penjaga dan mendapat nilai tangkapan. maka penjaga harus melemparkan kembali janak tersebut dari tempat janak jatuh ke arah lubang atau tempat mencutat.  Apabila jarak antara janak dengan lubang tempat mencutat kurang dari 1 (satu) meter.

Penilaian a. . Regu penyerang  Pada waktu pengambilan tinting. diukur dengan meteran. jarak antara janak jatuh dengan lubang/tempat mencutat diukur dengan meteran (setiap meter mendapaat nilai1)  Pada jarak patok dengan ber-kenaan sebagai berikut: b. pengembalian tintingan serta patokan dengan dua tangan mendapat nilai 10 (sepuluh). d. maka nilai dihitung dari jatuhnya janak sampai ke lubang dan seterusnya diulang lagi dari mencutat. Penggantian pemain dilakukan setelah dilaporkan lebih dahulu kepada petugas meja/wasit. Regu penjaga c. dan mematok.  Penggantian pemain  Penggantian pemain dilakukan sebanyak 2 (dua) kali selama permainan berlangsung. Penyerang permainan patok lele dinyatakan mati apabila:  Cutatan. pukulan hasil pengembalian tintingan berhasil ditangkap oleh penjaga. meninting.  Di atas batu bata sama halnya dengan di atas lubang. jumlah tintingan akan dikalikan dengan . tintingan. Jika janak kena dua kali.jarak pu-kulan. 6. Dan jika satu tangan mendapat nilai 15 (lima belas). Dan bila berhasil memukul janak. Penyerang dinyatakan mati a. Bila penyerang tidak berhasil meninting atau memukul janak sewaktu terungkit ke atas. jarak dari janak jatuh sampai pinggir lubang/tempat mencuat. 7. tintingan.90 terungkit dan lemlempar ke atas. maka pemain tersebut dinyatakan mati. Jika janak kena satu kali. dan pemain tersebut berusaha meninting janak berulang kali. Selanjutnya diusahakan agar pukulan terakhir sejauh mungkin dari lubang tempat mematok. diukur dengan meteran dan hasilnya dikali kan dua dan seterusnya. Jika regu penjaga berhasi! menangkap cutatan.

Jika babak pertama berakhir.  Memimpin jalannya pertandingan dari awal sampai akhir serta menentukan pemenang.  Mencatat hasil yang diperoleh pemain atas laporan wasit dan pembantu wasit. Wasit utama : 1 (satu) orang)  Melakukan undian. b.  Pengembalian tintingan oleh regu penjaga kurang satu meter di ukur dari lubang/tempat mencutat. Pencatat hasil (scorer). Petugas meja a. Larangan dan sanksi . tintingan. menentukan siapa menjadi penyerang dan penjaga.  Melakukan pengukuran yang diperoleh penyerang. Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah nilai yang terbanyak diperoleh setelah pertandingan berakhir 2 x 20 menit. Kemudian menjum-lahkan hasil yang diperoleh seluruh pemain. baik tintingan. Tugas wasit dan Pembantu wasit a. 8. Mencatat waktu Tugas pencatat waktu adalah mencatat lamanya pertandingan berlangsung 2 x 20 menit dan istirahat 5 menit. 9. b. c. janak kurang dari satu meter dari lubang/tempat mencutat. Penentuan pemenang a. 2 (dua) orang  Mengawasi tangkapan janak oleh regu penjaga  Mengawasi jatuhnya janak di dalam lapangan permainan atau di luar daerah permainan.  Pada waktu melakukan cutatan. sedangkan regu penyerang masih ada yang belum bermain maka untuk babak kedua.91  Janak hasil cutatan. 10.  Mencatat nama-nama pemain dan cadangan serta nomor dada/ punggung di dalam formulir pertandingan.  Hasil akhir yang diperoleh masing-masing regu diberikan kepada kapten regu dan wasit untuk ditandatangani. pukulan hasil pengembalian tintingan maupun pukulan hasil pengembalian tintingan dan patok yang jatuh di luar lapangan permainan. patokan. patokan.  Pembantu wasit .  Pada waktu melakukan tintingan maupun patokan tidak diperbolehkan melawati garis batas. oleh regu penyerang dan tangkapan oleh regu penjaga. serta melaporkan kepada petugas pencatat hasil (scorer). baik didapat dart tintingan. pertandingan diteruskan sesuai dengan kedudukan babak pertama.

D. sawah sehabis panen. membakar benteng musuh. h. B. penyerang berhak mengulangi permainannya dengan bebas c. Peraturan Permainan 1. lapangan rumput/lapangan sepakbola. E. tintingan. Jika hal tersebut dilakukan regu penjaga. lebar 20 m . Pada waktu pengembalian tinting penjaga dilarang melemparkan janak dengan sengaja ke tubuh penyerang. Bentuk: Persegi panjang Ukuran: Panjang 50 m. maupun patokan.92  Regu penjaga dilarang menghalangi janak yang sedang dimainkan oleh regu penyerang dengan kaki/badan sengaja atau tidak sengaja. Pada waktu melakukan tinting penyerang tidak boleh melewati garis batas. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani/ meningkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan. dan lain sebagainya. C. Seorang anak sedang bermain patok lele 60) PERMAINAN BENTENG A. Lapangan dan peralatan a. bisa jadi Benteng terinspirasi oleh aksi peperangan tempo dulu. Lihat saja istilahnya :Ada tawanan. g. Latar Belakang Mengingat nama serta jenis permainannya. Denah lapangan/susunan petugas X =: Wasit 0 XI A d. jika hal tersebutdilakukan oleh penjaga nilainya dikurangi 5 (lima). e. Sasaran Anak-anak dan remaja. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi. Lapangan Lapangan terbuka antara lain: halaman rumah. Yang jelas. jalan raya (apabila memungkinkan). Sewaktu melakukan cutatan. Tujuan Berolahraga. = Petugas Meja DLP = Daerah Luar Permainan dan tidak boleh ditangkap oleh penjaga. bermain benteng cukup mudah dan meriah. = Pembantu Wasit x = Regu Pemain = Regu Penjaga f. penjaga tidak boleh menghalang-halangi penyerang dengan jarak 2 (dua) meter.

Setiap pemain berfungsi sebagai pemancing atau yang dikejar dan juga berfungsi sebagai pengejar.  Jam/stop watch  Alat tulis  Meja/kursi  Formulir pertandingan  Lamanya permainan  Lamanya permainan 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit.  Tiang bendera tingginya 2 meter dari permukaan tanah/lantai Gambar Lapangan Benteng 20 m 50 meter dengan garis tengah 5 cm. Sebelum permainan dimulai diadakan undian. 3. tidak ada campuran. Pemain a. Peralatan  Bendera. Ada dua bendera benteng dengan ukuran 40 cm x 30 cm dengan warna berbeda.93 Daerah benteng berbentuk lingkaran yang bergaris tengah 3 m dengan jarak 10 m dari garis belakang dan garis samping. cadangan 4 orang. Saat penawanan.  Kapur/cat untuk membuat garis lapangan permainan. Setiap regu terdiri dari 10 orang. jam tetap jalan. Seragam pemain  Setiap pemain diwajibkan memakai pakaian seragam yang bernomor dada dan punggung 1 sampai dengan 14 berukuran 15 cm. b. b. b. 2. Jalannya permainan a. Daerah tawanan: Berbentuk persegi panjang dengan ukuran: panjang 10 m dan lebar 1m.  Peluit  Bendera Hakim Garis sebanyak empat buah dengan ukuran 30 cm x 30 cm dan tangkai 40 cm. Yang menang dapat memilih tempat atau lebih dulu memancing. Seseorang pemain mengejar . Lapangan ditandai dengan garis selebar 5 cm. Permainan ini dimainkan regu putra atau regu putri.

. Anggota regu yang tertangkap atau yang keluar dari lapangan permainan akan menjadi tawanan dari pihak lawan. penawanan dan penghukuman). apabila pemain lawan lebih dulu meninggalkan bentengnya dan ia menjadi orang yang dikejar oleh pemain lawan. b. Bagian tubuh termasuhk kostum/kelengkapan. f. e. Tawanan yang berkumpul di daerah tawanan dapat bebas kembali apabila teman seregunya yang belum tertangkap dapat membebaskan dengan jalan menyentuh bagian tubuh te-mannya. Setelah salah satu regu bentengnya terbakar. c. Wasit. permainan dilanjutkan dengan ketentuan regu yang berhasil membakar benteng lawannya berfungsi lebih dulu sebagai pemancing. Penggantian pemain diadakan waktu permainan berhenti (istirahat. Cara menangkap lawan cukup dengan menyentuh bagian tubuh lawan dengan tangan terbuka. 5. Penggantian atas permintaan officials yang disetujui oleh wasit. Selama permainan berlang-sung setiap regu diperbolehkan mengadakan penggantian pemain paling banyak empat kali.94 pemain lawan. 4. apabila salah seorang atau lebih regu lawan dapat membakar benteng dengan ca-ra menginjakkan salah satu kakinya di benteng lawannya. shirt warna kuning dan celana warna hitam. Tawanan yang lebih dari satu orang. d. Permairran/pertandingan dipimpin oleh dua (2) orang wasit.  Menyerang wasit atau membuat keributan. Benteng suatu regu dinyatakan terbakar. g. Bila kapten regu tertangkap. empat (4) orang pembantu wasit dan dua (2) orang pencatat nilai. Setiap wasit yang memimpin per-mainan/pertandingan diwajibkan memakai seragam T. pembantu wasit dan pencatat nilai a. Kapten regu ditandai ban/pita di lengan kanan dan bertugas mengatur setiap anggota regunya. Wasit berada di dalam lapangan dan pembantu wasit berada di luar lapangan. tugas diserahkan kepada salah seorang anggota regunya yang belum tertangkap. Penggantian pemain a. semuanya dapat dibebaskan dengan jalan menyentuh salah seorang dari tawanan itu dengan ketentuan satu sama lain dalam keadaan berpegangan/bergandengan. 6. Hukuman dan sanksi Hukuman dan sanksi diberikan kepada pemain apabila:  Menyentuh pemain lawan dengan tangan  Mendorong lawan dengan sengaja atau menggaet kaki lawan.

Latar Belakang Secara mudah. Lapangan 18m 2m . menigkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan. Penilaian dan penentuan pemenang a. pemenang ditentukan berdasarjumlah tawanan. dalam cara bermain. C. Peraturan Permainan 1. Penilaian Setiap pembakaran dihitung satu nilai. B. pemenang ditentukan dengan undian/tos. Denah Lapangan dan Penempatan Petugas wasit 20 m 50m 61) PERMAINAN DAGONGAN A. D. b. Setidaknya. Regu paling banyak menawan lawan dinyatakan menang.  Apabila 1) dan 2) tetap sama. Lapangan dan Peralatan a. Dlaam permainan tarik tambang. Penentuan pemenang  Regu paling banyak membakar benteng lawannya dinyatakan sebagai pemenang. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani.95 7.  Apabila nilai sama. c. Yang dimaksud nilai sama adalah jumlah pembakaran sama atau sama sekali tak terjadi pembakaran. memupuk semangat kerjasama dan bersosialisasi. bermain dagongan adalah kebalikan dari bermain tarik tambang. kedua regu saling tarik menarik sekuat tenaga sedangkan dalam dagongan kedua regu saling dorong untuk mencari kemenangan. Tujuan Berolahraga.

5 m dari garis tengah. Garis serang adalah batas kaki pemain saling depan berjarak 2. merah untuk batas tengah bamboo. panjang 10m dengan garis tengah 6cm. digunakan oleh hakim garis. Peralatan  Bamboo harus lurus dan kuat. b.  Kapur/lakban. Bentuk lapangan persegi panjang dengan ukuran 2 meter x 18 meter.96 Lapangan harus rata dan datar dan diutamakan berumput. 1 buah garis tengah. Biru untuk batas pegangan. Garis tengah adalah garis yang membagi dua lapangan sama panjang sebagai batas akhir penyerangan dari masing – masing regu yang mendorong. 2 buah garis terang.  Bendera 2 buah. garis – garis batas 2 buah garis samping.  Formulir pertandingan . ukuran 30 x 30cm berwarna merah kuning berbentuk diagonal. Kapur untuk menggaris lapangan dan lakban yang digunakan 2 warna.

sedangkan apabila terjadi draw ( seri ) lamanya 5 menit. 3. Salah seorang yang manjadi kapten memakai pita pada lengan sebelah kanan. Pergantian pemain Pergantian pemain harus diminta oleh kapten regu. dan memeriksa posisi silang dari kedua regu. Beregu Putra Kelas A : 50 – 59 kg Kelas B : 60 – 69 kg Kelas C : 70 – 79 kg Kelas D : 80 kg ke atas b.d 7.49 kg Kelas B : 50 – 59 kg Kelas C : 60 – 69 kg Kelas D : 70 kg ke atas 5. selanjutnya melaporkan kepada pencatat nilai dan wasit. 6. Pemain Beregu putra dan putri dengan jumlah pemain 5 orang cadangan 2 orang. Aba –aba yaa kedua regu saling mendorongkan bamboo lurus ke depan lawan. Sebelum permainan dimulai. Pluit dibunyikan apabila salah satu regu telah dinyatakan kalah. satu pasang untuk mencatat nilai dan pelaoran pergantian pemain. e.97  Meja/ kursi. Wasit member aba – aba siap. Beregu Putri Kelas A : 46 . Lamanya Permainan Lamanya permainan menggunakan system 2 kali menang. wasit memanggil kedua kapten regu untuk melakukan undian. 7. Interval antara dorongan pertama dengan dorongan kedua adalah 3 menit. seluruh pemain memegang bamboo untuk siap dalam posisi melakukan dorongan. b. Apabila score seri maka wasit melakukan undian kembali untuk menentukan siapa yang akan memilih tempat.  Peluit 2. Kedua hakim garis menghitung jumlah pemain. Dalam melakukan dorongan bamboo berada dan sejajar di dada. Jalannya Permainan a. c. Seragam Pemain Kedua regu wajib memakai kostum dada/ punggung dimulai dengan angka 1 s. Nomor Pertandingan a. 4. Salah satu tangan mengapit bamboo pandangan lurus ke depan lawan. Permainan selesai jika adaa yang berhasil melakukan 2 dorongan. d. f. dilakukan pada saat : .

Perpindahan tempat 8. Seorang pencatat nilai  Mencatat hasil nilai ( score )  Mengumpulkan daftar nama. Regu yang melanggar ketentuan tersebut dikenakan diskualifikasi. sepatu golf. Larangan a. Mengubah posisi pada saat mendorong. Memakai sepatu bola. Hakim Garis. Nilai/ Score dan Pemenang a. Wasit. b. Pertandingan dipimpin oleh : a. dan yang serupa.98 a. . 10. c. dan Pencatat Nilai. Seorang wasit yang bertugas :  Mengundi sebelum pertandingan dimulai dan apabila terjadi seri  Memberi aba – aba  Menentukan sah/ tidaknya suatu dorongan b. b. spike. 9. Apabila 3 orang pemain keluar dari garis samping maka regu tersebut dinyatakan kalah. Apabila satu regu berhasil mengalahkan lawannya pada set pertama maka dinyatakan sebagai pemenang. Sebelum pertandingan dimulai b. Memakai sarung tangan c. Regu/ pemenang adalah regu yang berhasil mendorong/ mengalahkan lawannya dengan nilai 2 – 0 atau 2 – 1. Dua orang hakim garis :  Menghitung jumlah pemain  Membantu wasit dalam pengawasan garis c.

Pisirr diikat menggunakan rotan.99 62) PERMAINAN SUMPIT A.  Gabus Pada pangkal anak sumpit dipasang gabus yang dibuat berbentuk kerucutt. Sasaran \ Anak-anak. C. 15 meter. Gabus ini berfungsi untuk meluruskan jalannya anak sumpit. Kawat tersebut berfumgsi sebagai pisir pada senjata api. Besarnya gabus harus dapat masuk pada kaliber sumpit. Pada awalnya sumpitan ini dipakai sebagai alat berburu.  Pisir Untuk meluruskan pembidikan. Cara bermain dengan menembakkan anak sumpit ke suatu sasaran yang telah ditentukan (target). Jarak menyumpit putra adalah 15 meter. D. Tujuan Mengisi waktu luang. 25 meter. Peralatan  Sumpitan terbuat dari katu atau bambu dan panjang 150-175 cm. Manfaat Kebugaran meningkat dan ketrampilan meningkat. dan 25 meter. Latar Belakang Sumpitan merupakan permainan tradisional Indonesia yang banyak dilakukan oleh masyarakat pedalaman Kalimantan dan pedalamnan pulaupulau lainnya.  Kaliber Kaliber sumpit tidak ada standarnya tergantung kepada besar kecilnya besi untuk boor / besar kecilnya lubang bambu. bermain. disisi atas dari ujung batang sumpit dipasang sepotong kawat sejajar dengan batang sumpit. remaja. sesuai ketentuan jarak menyumpit. terbentuk laras panjang yang terbuat dari kayu yang telah dilubangi atau bambu dengan anak sumpit yang terbuat dari bambu. Sedangkan untuk putri. B. dan meningkatkan ketrampilan. dewasa E.  Anak sumpitan panjang 25 cm terbuat dari bambu atau kalam (lidi enau). biasanya sebesar pensil. dan terjauh 35 meter. sepanjang memiliki panjang yang cukup. . b. 10 meter. Lapangan dan peralatan a. Peraturan permainan 1. Lapangan Lapangan tempat bermain sumpitan ditempat terbuka atau tertutup.

hingga lingkaran paling luar nilai 1. Sasaran Sasaran adalah sebagaimana sasaran pada cabang olah raga memanah. Memasukan anak sumpit. Cara penyumpitan  Cara memegang sumpit Karena batang sumpit cukup panjang dengan kedua tangan pada pangkal sumpitan. 8. anak sumpit diperhatikan dahulu kalau belum lurus harus diluruskan. Posisi berdiri b. kedua tangan menghadap keatas. sebelum dimasukkan kedalam kaliber sumpit. Jumlah anggota regudisesuaikan dengan keadaan. Posisi jongkok 7. Cara meniup Setelah anak sumpit dimasukkan ke dalam kaliber sumpit. Jenis pertandingan a. kemudian kearah luar bernilai 9. 25 m.hal ini untuk menjaga agar sumpitan tidak goyang. dengan konsentrasi dan menyiapkan udara sebanyak banyaknya dari rongga dalam mulut dan rongga dada denga meniup ke kaliber sumpit sehingga memungkinkan anak sumpit terlepas dengan kencang meninggalkan sumpitan menuju sasaran. Sudah barang tentu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. . 4.100 2. 5. Lingkaran paling tengah memperoleh nilai 10.  Memegang sumpitan tidak dibenarkan menggunakan alat bantu. kemudian sumpit diangkat diarahkan kesasaran dengan pertolongan pisir. misalnya: a. Pemain Pemain dapat beregu dan dapat pula perorangan. Lingkaran tersebut dibuat warna warni sehingga menarik 6. 7 dan seterusmya. 35 m. 3. Mulut ditempelkan kekaliber sumpit. Putra Jarak 15 m.anak sumpit dimasukan kedalam kaliber sumpit satu persatu. Jarak Jarak nembak dengan sasaran disesuaikan dengan keadaan setempat.

Pencatat (scorer) Mencatat hasil / nilai yang diperoleh penyumpit atas laporan pembantu wasit. Wasit dan pembantu wasit 1. Pembantu wasit  Mengawasi penyumpit sesuai dengan jarak yang ditentukan  Meneliti perkenaan yang sebenarnya  Melaporkan hasil kepada pencatat nilai 3. Wasit  Melakukan undian dalam menentukan seri  Memimpin jalannya pertandingan  Menentukan pemenang 2. Sedangkan besar kecilnya batangsumpit juga akan berpengaruh berat ringannya sumpit. . Putri Jarak 10 m. Ini berarti sumpit bukan pegangannya sangat berpengaruh terhadap tembakan. maka pengaruh akan angin sangat besar terhadap lurus tidak larinya anak sumpit tertutama angin dari samping. 25 m. dimana akan berpengaruh juga pada pembidik.  Halus tidaknya lubang sumpitan. 8. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadapat efektifitas tembakan  Kemahiran menyumpit Kemampuan meniup.101 b.  Pengaruh angin Karena anak sumpit yang sudah ada gabusnya tersebut adalah benda yang ringan. kemahiran membidik. Lubang yang halus buatannya dan baik pemeliharaannya akan melancarkan jalannya anak sumpit.  Anak sumpit Kehalusan membuat anak sumpit berikut gabus sangat berpengaruh terhadap laju larinya anak sumpit. Oleh karena itu mata door yang digunakan untuk mengebor batang sumpit harus mata boor satu saja agar lubangnya tetap sama. 15 m. kemampuan tangan untuk memegang batang sumpit agar tidak bergerak.  Batang sumpit Yang paling efektif batang sumpit adalah sepanjang sepeda ditambah sejengkal dari masing=masing penyumpit. sehingga besar kecilnya gabus akan terpengaruh terhadap besar kecilnya tiupan. Besar kecilnya kaliber sumpit akan berpengaruh terhadap besar kecilnya gabus. Banyak anak sumpitan yang digunakan dalam satu seri adalah 5 buah.

gembira. Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki berusia 7 – 17 tahun. dan keterampilan meningkat. Gasing Terbuat dari kayu yang keras. Panjang tali sesuai dengan kebutuhan gasing.5 meter Lebar : 6 meter 2. bisa dilakukan perorangan atau beregu. dan lainnya. B. Sasaran Anak – anak dan remaja E. Permainan ini mengandung sifat kompetitif karena sifatnya mencari kemenangan mengadu ketangkasan dan keterampilan memutar gasing. Tali Terbuat dari daun pandan atau rami. Tujuan Mengisi waktu luang. Gasing terbuat dari kayu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menyeruapi jantung pisang bagian bawah. Latar Belakang Permainan Gasing terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia.102 63) PERMAINAN GASING A. C. kemudian dipintal menjadi tali. Kayu tersebut dibentuk menjadi gasing dengan ketentuan sebagai berikut : Tinggi : 11 cm Tinggi Kepala : 2 cm Garis Menengah : 7 cm Badan keliling : 11 cm b. . Peralatan a. Bentuknya persegi panjang dengan ukuran : Panjang : 7. Lapangan dan Peralatan a. jambu. Peraturan Permainan 1. Lapangan Area tempat bermain gasing hendaknya yang rata serta tidak ditumbuhi oleh rumput. D. misalnya teras kayu asam. Pangkal tali tersebut agak besar dan berangsur – angsur menjadi kecil sampai ke ujung tali. meningkatkan keterampilan dan bversosialisasi. Manfaat Bergaul. Pangkal tali dibuat cincin sehingga dapat untuk memasukan jari tengah.

maka regu bertahan secara serempak memasang gasing masing – masing pada perak yang telah ditentukan. satu regu terdiri dari atas 5 orang dengan 2 orang cadangan. Pemain a. Salah seorang dari regu bertahan. artinya 10 kali sebagai bertahan dan 10 kali sebagai penyerang. Kesalahan/ Pelanggaran a. Salah seorang dari regu penyerang. 5. III. IV. Setelah inning ke V diadakan pergantian lapangan ( tempat ). Lama permainan a. . j. Pelaksanaan Permainan a. e. Permainan gasing pada umumnya hanya dilakukan oleh putra saja. Regu penyerang di petak serang dalam keadaan siap untuk melempar dan regu bertahan berada di luar petak bertahan untuk siap melakukan pemasanagan gasing. c. waktu melempar gasing lawan menginjak garis ( CD/EF ) dinyatakan batal ( dis ). b. h. b. g. siapa yang gasingnya lebih lama berputar dialah sebagai penyerang terlebih dahulu. Untuk menentukan penyerang dan bertahan. Apabila nilai sama maka permainan diperpanjang dengan 1 inning lagi. regu penyerang menjadi regu bertahan dan regu bertahan menjadi regu penyerang.103 3. terlebih dahulu diadakan undian. Pergantian pemain dapat dilakukan apabila pergantian inning banyaknya pergantian hanya 2 kali. II. b. c. Setelah itu. Pada inning kedua diadakan rotasi yaitu penyerang dan yang bertahan menjadi regu penyerang dan yang bertahan berada di petak no I. Dapat dimainkan secara perorangan dan beregu. Permainan gasing dimainkan dalam waktu 10 inning. f. gasingnya berputar di luar petak pasang dinyatakan mati dna nilai dikurangi 2. d. Setelah aba – aba dari wasit dengan peluit. 4. dan VI ke V serta V ke I. Pada inning V diadakan pergantian lapangan ( tempat ). Setelah peluit berbunti lagi maka regu penyerang menyerang gasing – gasing yang dipasang di petak pasang. Jika beregu. Lapangan tetap di tempat atau di lapangan masing – masing. Cara undian ialah dengan memutar gasing oleh kedua belah pihak. 6. i. b. Pada inning ketiga dan seterusnya diadakan rotasi terus sesuai dengan urutan semula.

f. Perkenaan a. Gasing lawan terlempar ke luar petak pasang sedang gasing penyerang berada di petak lain. Gasing regu bertahan segera mati dan berada di luar petak pasang nilai dikurangi 2. b. selanjutnya masih dapat dilempar oleh regu penyerang. Bila kena penyerang maka dapat nilai 3 dan keluar dapat nilai 5.104 c. c. sedang gasing penyerang mengganti di petak pasang sedang gasing lebih lama berputar dari gasing lawan nilai 5. gasing berputar di daerah bebas. 8. Gasing regu bertahan waktu dipasang terus mati di petak sendiri boleh dilempar. Gasing dipasang dilempar kena dan ke luar. Salah satu regu bertahan. Penentuan pemenang a. Pembantu wasit : 1 orang c. Denda/ hukuman pengurangan nilai 1 dan 2 jika dari pihak bertahan salah menempatkan gasingnya waktu perang. Wasit : 1 orang b. Penilaian a. Wasit/ pemimpin pertandingan a. Pencatat : 1 orang . maka penyerang nilai = 0.nilai 5. d. b. Gasing lawan dipasang terus mati dan barada di aderah bebas. 9. maka regu penyerang boleh masuk ke daerah bebas untuk menyerang gasing tersebut. jika kena tetapi tidak terlempar ke luar mendapat nilai 3. e. g.nilai 5. Gasing lawan terlebih dahulu mati maka regu penyerang dapat nilai 3. e. Gasing lawannya kena dan terlempar ke luar petak pasang. 7. maka penyerang boleh maju. Gasing penyerang lebih cepat mati. c. Kena bisa nilai 3 kesemuanya berlaku jika gasing penyerang lebih lama berputar dari gasing yang bertahan. d. Salah seorang regu bertahan. Dinyatakan menang ujika nilai paling banyak. Seperti no 1 tapi penyerang di petak lawan dapat nilai 4. 10. Pemain bertahan yang memusang gasingnya di petak lain atau di daerah bebas dihukum dengan 1 pengurangan nilai. d. gasingnya berputar dipetak kawannya dihukum dengan pengurangan nilai 1. dan jika kena lemparan keluar dapat nilai 5.

B. Kelompok yang menang nantinya melempar batu agar mengenai sasaran yaitu kereweng yang ditumpuk. Permainan ini kemungkinan berasal dari Yogyakarta karena dilihat dari namanya dalam bahasa jawa. D. maka kelompok yang berhasil itu segera menuju ke kelompok lawan untuk minta gendong. C. Manfaat Permainan ini dapatmengembangkan kepekaan panca indera manusia dan melatih ketepatan. Peserta Untuk memainkan permainan ini dibutuhkan peserta minimal 2 orang atau kelompok yang jumlah dari keduanya harus genap. Dibagi menjadi 2 kelompok atau 2 orang yang berlawanan. G. Peralatan yang digunakan Dalam permainan ini dibutuhkan kereweng atau pecahan genteng yang nantinya disusun. Permaian ini dimainkan saat waktu luang. Permainan ini memiliki sebuah sasaran atau tujuan yaitu berupa benda yang ada di tengah. Boleh putra atau putri. Latar Belakang Permainan ini bernama Tujon yang memiliki arti tujuan atau sasaran.com/macammacam-permainan-tradisional . Pelaksanaan Permainan 1. : orang yang melempar batu ke sasaran : kereweng yang ditumpuk 2. Membuat lapangan permainan/ area permainan. Sumber Permainan ini bersumber dari widarto-aji-kurniawan. F. Penentuan Kemenangan Kelompok atau regu yang paling banyak melempar batu dan mengenai kereweng maka itulah pemenangnya. 3. E. Apabila batu yang dilempar itu mengenai sasaran dan kereweng tersebut jatuh.105 PERMAINAN TRADISIONAL PILIHAN 64) PERMAINAN TUJON A.blogspot.dilanjutkan dengan suit untuk menetukan kelompok yang bermain terlebih dahulu.

Pelaksanaan Permainan 1. atau lainnya. sore. Jika lebih. Namun. seperti kerikil atau biji-bijian buah (seperti: sawo. Walaupun tidak ada larangan bagi anak wanita untuk bermain. atau malam hari. Latar Belakang Mayoritas anak masyarakat Jawa. tanjung. macanan 4 wong 1 macan. Gambar segitiga ini biasa disebut gunung. namun kebanyakan dimainkan oleh anak laki-laki. namun syaratnya harus tetap berpasangan. asam. Setidaknya.106 65) PERMAINAN MACANAN A. yakni alat lain yang dianggap sebagai manusia. tidak banyak menggunakan tempat untuk bermain. dan lainnya). redi. . Alat dan Tempat Permainan ini cukup sederhana. Alat yang digunakan juga mudah dicari dan sederhana. Sementara gambar berupa segitiga dan persegi empat bisa digambar dengan kapur. atau krangkeng. Pertama – tama membuat arena atau gambar segitiga yang saling dihubungkan oleh garis tegak lurus dan mendatar. Manfaat Permainan memberikan manfaat berupa melatih kecepatan berpikir dan ketelitian serta kecermatan dalam melakukan sesuatu atau memutuskan sesuatu. pensil. baik pagi. bisa menggunakan tempat berlantai tanah. dolanan ini harus dimainkan oleh 2 orang. siang. Menurut sumber Sukirman (2004). ada yang kalah dan menang. bisa dimainkan secara beregu. tegel. yakni macanan 21 wong (orang) 1 macan. dolanan ini sudah dikenal sejak sebelum Perang Dunia (PD) II. Peserta Dolanan Macanan sering dimainkan oleh anak laki-laki berusia di atas 10 tahun. sebuah alat yang dipakai untuk bermain. Merujuk namanya. B. Ada empat versi dalam dolanan Macanan. hanya sekitar 1 meter persegi. keramik. D. mengasah otak. Mereka bermain di waktu senggang. Hanya saja untuk saat sekarang sudah sangat jarang dimainkan karena tergeser dolanan modern lain. macanan 8 wong 1 macan. yang hidup di era tahun 1970-an mengenal sebuah dolanan tradisional yang bernama Macanan. Mereka saling berhadapan untuk saling mengalahkan. dolanan ini tidak berhubungan langsung dengan hewan macan atau harimau. dan macanan 3 wong 1 macan. asalkan rata dan nyaman. Syarat lokasi bermain bersih. setidaknya yang berada di daerah Yogyakarta. seperti halma dan lainnya. E. menyesuaikan lahannya. yang memang fungsinya menyerang pihak lawan. dianggap sebagai sebuah macan. C. Dolanan ini banyak digemari oleh anak laki-laki karena bermasuk dolanan kompetitif. atau benda lain.

dkk. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. Kepel Press 66) PERMAINAN MUL . Peserta melakukan suit atau undian untuk mencari yang menjadi batu dan menjadi macan. Apabila ada dua anak. C. Pengertian dari kata mul – mulan sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. misalkan pemain A dan B. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Yogyakarta. Bisa laki – laki atau perempuan. Yang menjadi batu berusaha untuk membuat macan terperangkap dengan membuat jalan macan tertutup. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. Penentuan Kemenangan Yang menjadi pemenang adalah yang menjadi batu namun paling banyak dapat menutup jalan macan.107 2. 2004. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. F. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan . 4. Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah. D. G.MULAN A. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain Mul-Mulan. Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Yogyakarta. maka pemain B harus menggunakan kerikil. Sukriman Dharmamulya. 3. Menyiapkan peralatan yang akan digunakan. Pelaksanaan Permainan a. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E. B. Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. Bisa menggunakan kerikil atau biji – bijian.

Jika pemain A menang. . Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. Langkah pertama. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. Dengan demikian gambar dolanan MulMulan sudah siap digunakan. Jika bermain di atas lantai atau ubin. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah. kira-kira panjangnya 25—35 cm. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. serta masingmasing membawa orang-orangan. Sisi terluar. bisa dengan panjang hingga 30—40 cm. c. Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. d.108 agar tidak keliru. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar). Di sini. keduanya harus melakukan sut. bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar. tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai). Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. ia main duluan. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai. b. Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya.

Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. Sukirman Dharmamulya. Pelaksanaan Permainan e. Sebenarnya permainan ini juga ada di Yogyakarta dengan nama Mul – mulan dan dam-daman. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. B. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. misalkan pemain A dan B. 2004. Sumber Permainan Tradisional Jawa. atau menyanyi. maka ia harus menerima hukuman. Apabila ada dua anak. D. Bisa laki – laki atau perempuan. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Filipina. Yogyakarta. Ahmad Yunus. menampar tangan.109 F. Departemen P&K 67) PERMAINAN NERENSI A. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain nerensi. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan . 1980/1981. jika pemain kalah harus menerima hukuman. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E. dkk. Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. maka pemain B harus menggunakan kerikil. Jakarta. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. H. Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang. Pengertian dari kata nerensi sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. C..

Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada.110 agar tidak keliru. h. bisa dengan panjang hingga 30—40 cm. bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar. serta masingmasing membawa orang-orangan. Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. kira-kira panjangnya 25—35 cm. Dengan demikian gambar dolanan nerensi yang sudah siap digunakan. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya. Jika pemain A menang. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. Jika bermain di atas lantai atau ubin. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. . g. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. ia main duluan. tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai). Langkah pertama. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. keduanya harus melakukan sut. Sisi terluar. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. Di sini. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai. Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar). f. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan.

Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. Departemen P&K 68) PERMAINAN SUR . Berikut lagunya : Sarsur kurunan mak Mak emake tretete Tak undange tretete Yen kecandak kanggo gawe Adhi mesti mati 2x Tak bedhile mimis wesi Tong tong bull 2x b. Setelah selesai menyanyikan lagu. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. Apabila tebakan itu benar maka mak bilang ―selamat‖. jika pemain kalah harus menerima hukuman. dkk. Manfaat Melatih bersosialisasi dengan teman sebaya dan melatih keberanian serta kekompakan dan kepekaan. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. Jakarta. 2004. Latar Belakang Pengertian dari permainan sur – suran ini kurang jelas namun sering diartikan sebagai tebakan. emak memanggil kelompok yang kedua untuk menebak yang dibisikan oleh kelompok 1. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah.111 F. atau menyanyi. Satu orang menjadi mak. Alat yangDibutuhkan Dalam bermain permainan ini tidak membutuhkan peralatan apapun. Ada satu anak yang menjadi emak dalam permainan ini. I. . Setelah itu mereka menyanyikan lagu Sur – suran. Ahmad Yunus. Pelaksanaan Permainan a. Peserta dibagi dalam 2 kelompok. Asal permainan ini dari Jawa Tengah dan Yogyakarta. Bisa laki – laki atau perempuan.. maka ia harus menerima hukuman. D. B. C. Permainan ini berupa gerak dan lagu sebagai pengantar permainan. Peserta Dimainkan secara berkelompok. Yogyakarta.SURAN A. 1980/1981. Permainan ini dimulai dengan salah satu kelompok membisikan nama dari peserta kelompok lain. Sukirman Dharmamulya. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. menampar tangan. E. Dimainkan bersama – sama ketika waktu luang. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Jumlah pemain di tiap kelompok minimal 3 orang.

Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 12 buah. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan agar tidak keliru. Sebenarnya. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna I. H. Latar Belakang Permainan dam – daman ini berasal dari daerah Jawa Tengah. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. G. B. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. maka pemain B harus menggunakan kerikil. G. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas.com 69) PERMAINAN DAM – DAMAN A. Penentuan Kemenangan Apabila kelompok berhasil menebak maka dia menang dan apabila tidak berhasil menebak maka akan menggendong yang kalah. Kemudian pion yang dilangkahi itu menjadi milik si Pemain tadi. Sedikit bercerita tentang permainan ini. Bisa laki – laki atau perempuan. Dam Daman ini bisa dimainkan kapan dan di mana saja. DAM! Kata-kata itu diucapkan oleh pemain yang melangkahi pion milik lawan mainnya. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain dam . Pelaksanaan Permainan i. Sumber Permainan-tradisional-sur2an. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama.daman.112 F. Yang paling banyak menebak benar maka yang menang. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang.dimainkan oleh dua orang pemain. Apabila ada dua anak.worpress. misalkan pemain A dan B. .

pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. atau menyanyi. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. dkk. Di sini. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. Setelah itu mereka membuat arena bermain yang berbentuk seperti ini. Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli . keduanya harus melakukan sut. Ahmad Yunus. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. 2004. 1980/1981. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. Sumber Permainan Tradisional Jawa. J. Latar Belakang Damon adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. maka ia harus menerima hukuman. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. Yogyakarta. k. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. J. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. Jika pemain A menang. menampar tangan. Langkah pertama. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. jika pemain kalah harus menerima hukuman. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas.113 j. Departemen P&K 70) PERMAINAN DAMON A. ia main duluan. l.. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. Sukirman Dharmamulya. Jakarta. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY.

Pelaksanaan Permainan a. Sumber Permainan ini dicerikan dan dipraktekan pada saat pembelajaran mata kuliah permainan tradisional kelas PGSD Penjas A tahun 2009 di semester 4. Jumlah pemain minimal 2 orang. b. Penentuan Kemenangan Pemain yang paling banyak memasukan karet ke dalam lidi maka dialah pemenangnya dan berhak membawa pulang karet yang digunakan dalam permainan. f. Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet. E. Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama d. C. g. Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah karetnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama.114 B. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan. Sebelum permainan dimulai. asalkan tempatnya datar. Alat yang Digunakan Karet gelang dan tempat untuk bermainnya dapat di kebun. kemudian c. Dan lidi untuk sasaran. Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya. Namun orang dewasa pun dapat ikut memainkannya. e. Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal. D. secara langsung. dalam rumah. H. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet. Pemain berusaha memasukan karet ke lidi yang ditancapkan. Pemain kedua meniup karet agar dapat mendekati sasaran yaitu berupa lidi yang ditancapkan di atas tanah. Peserta Anak – anak usia Sekolah Dasar baik laki – laki maupun perempuan. halaman. F. dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan. G. gembira. . Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah. Manfaat Manfaat permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman . Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap. Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan.

115 71) PERMAINAN GOBAK BUNDER .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful