Bab I SENI RUPA MODERN

II.1 Pengertian
Seni rupa Modern adalah istilah umum yang digunakan untuk kecenderungan karya seni yang diproduksi sejak akhir abad 19 hingga sekitar tahu 1970 an. Seni rupa modern menunjuk kepada suatu pendekatan baru dalam seni dimana tidak lagi mementingkan representasi subjek secara realistik—penemuan fotografi menyebabkan fungsi penggambaran di dalam seni menjadi absolut, para seniman modern berksperimen mengeksplorasi cara baru dalam melihat sesuatu, dengan ide segar tentang alam, material dan fungsi ini, seringkali bergerak melaju kearah abstraksi. Istilah Modernisme sendiri menunjukkan ideologi yang mempengaruhi gerakan budaya, politik dan seni yang menyertai perubahan masyarakat di Barat pada akhir abad 19 dan awal abad 20. Secara meluas, modernisme dideskripsikan sebagai satu seri pergerakan budaya progresif dalam seni rupa, arsitektur dan musik, literatur dan seni pakai yang muncul dalam dekade sebelum 1914. tercakup di dalam perubahan dan kehadirannya, modernisme menjadi arah karya seniman, pemikir, penulis dan perancang yang memberikan label baru tradisi akademi dan sejarah seni pada akhir abad 19 serta mengkonfrontasi aspek ekonomi, sosial dan politik baru yang dimunculkan dunia modern. Memahami seni rupa modern dapat juga dengan melakukan analisis terhadap istilah pembentuknya yaitu ”seni” dan ”modern”. Istilah seni umumnya merujuk pada segala kegiatan dan hasil karya manusia yang mengutarakan pengalaman batinnya yang karena disajikan secara unik dan menarik memungkinkan timbulnya pengalaman atau kegiatan batin pula pada diri orang lain yang melihat dan menghayatinya. Hasil karya ini lahir bukan karena didorong oleh hasrat memenuhi kebutuhan hidup manusia yang paling pokok, melainkan oleh kebutuhan spiritualnya, untuk melengkapi dan menyempurnakan derajat kemanusiaannya. Dengan batasan seperti ini kita dapat mencoba untuk menunjukkan benda apa saja yang layak untuk disebut seni dapat masuk ke dalamnya. Adapun istilah “modern” dalam hal ini tidak selalu harus dihubungkan dengan waktu. Sarah Newmeyer misalnya, walaupun terasa agak absurd, menulis dalam bukunya bahwa seni modern itu boleh jadi berupa gambar bison yang digoreskan 20.000 tahun yang lalu dan boleh jadi juga karya Picasso yang baru saja diselesaikan pagi ini.‟ Berdasarkan pendapat ini jelaslah bahwa ia menggunakan istilah modern tidak dalam hubungannya dengan kronologi melainkan dimaksudkan untuk menunjukkan sesuatu kelompok karya yang memifiki sifat-sifat tertentu. Maka sifat-sifat tertentu itulah yang dapat dipandang sebagal ciri khas seni modem sehingga dengan mudah akan dapat dikenali mana yang bisa digolongkan dalam seni modern dan mana yang tidak. Dengan ungkapan itu sesungguhnya artian modern
XII IPA 6 | MAKALAH SENI RUPA

1

Bahkan ada pula yang menganggap seni modern Eropa dimulai pada massa yang lebih akhir lagi. from cave paintings 30. berkat perkembangan komunikasi modern yang menyertai kemajuan teknologi. “Today the boundaries are vague Horizons are infinite. belum tentu apa yang dilukiskan sekarang dapat masuk di dalamnya. Apabila kita ingin membenarkan kata-kata Newmeyer tersebut.000 years old to the spectacular novelties in the last week’s exhibitions. yaitu di mana menarik garis batasnya.L.” Tulis Canaday pula. karena istilah itu menyangkut juga seni prasejarah dan dipersempit karena sebaliknya. kapan dan di manakah mulainya seni rupa modern itu. Seni modern menjadi universal sifatnya. tetapi juga karena daerah perhatian mereka itu meluas ke mana-mana. kualitas apakah yang paling berharga dalam seni modern tersebut dan dengan itu mencoba untuk mencari kapan kualitas tadi mulai ada atau berkembang biak dengan baik (Soedarso. sekali lagi. dengan munculnya tokoh pelukis J. yaitu bahwa para seniman modern terangsang untuk menjelajah ke segala arah. tetapi juga toilet XII IPA 6 | MAKALAH SENI RUPA 2 . Walaupun di sana-sini ada pula terdapat cap-cap daerah atau ada kalanya seni tradisi secara sadar atau tidak dimunculkan oleh seseorang pelukis modern ke dalam hasil karyanya. Kalau kita mengacu periodisasi sejarah umum di Eropa—dimana sebagian besar kejadian dalam panggung sejarah seni rupa modern ini berlangsung—maka babakan sejarah modern Eropa dianggap mulai sejak zaman Renesans pada abad ke-15 sedangkan sejarah seni rupa modern di Eropa baru pada abad ke-19.tersebut diperluas tetapi sekaligus juga dipersempit. namun kenyataannya kita akan kesulitan untuk dapat menebak dari mana asal sesuatu lukisan yang dihadapkan kepada kita. Seni modern pun. Mengenai yang terakhir ini. kita harus mempunyai pegangan. Seperti telah diuraikan di atas. tidak kenal lagi akan batas-batas daerah dengan kekhasan tradisinya masing-masing. Kalaupun secara kronologis kita akan membatasi daerah seni modern ini dan menyempitkan pada karya-karya yang diciptakan pada apa yang biasa kita sebut sebagai jaman modern. melainkan ditentukan oleh sikap batin senimannya. seni prasejarah ini memang memifiki sifat-sifat modern. seni modern pada dasarnya tidak terbatas oleh hal-hal yang kasatmata seperti objek-objek lukisan tertentu ataupun corak dan gaya tertentu. bahwa misalnya banyak seniman Eropa meninggalkan negerinya untuk mencari objek lukisan yang lain. Semua pencapaian dari masa ke masa di banyak tempat di dunia ini memberikan andilnya pada pembentukan seni modern. Bukan hanya pemandangan yang indah dan wanita cantik saja yang ingin dilukisnya. the artist is tempted to explore in a hundred directions at once. sehingga susahlah untuk menentukan kapan dan di mana periode seni rupa modern itu sebenarnya mulai.” kata Canaday yang kurang lebih menunjang ungkapan Newmeyer di atas. “Modern art begins nowhere because it begins everywhere. kita akan juga mengalami kesukaran. 2000). dapatlah dikatakan bahwa setidaknya pada saat diciptakan. David di Perancis yang dianggap memiliki sesuatu yang dapat disejajarkan dengan kualitas modern tadi. It is fed by a thousand roots. kebenarannya tidak hanya sebatas arah di peta bumi saja. Diperluas. Maka untuk itu.

Sebagaimana kita ketahui. Dalam hubungannya dengan keadaan tersebut. walaupun kenyataannya sudah berkalikali Ia melukiskan objek tersebut. Seorang seniman modern akan melihat dunia atau bagian daripadanya yang sedang dihadapi sebagai objek dari lukisannya seolah-olah seperti baru saja objek itu diciptakan. Satu syarat yang masih dituntut oleh seni modern yang bahkan merupakan ciri khasnya. atau bahkan jaringan sel-sel yang hanya dapat diamati melalui mikroskop yang dulu sama sekali tidak terjamah oleh perhatian seniman. Ia berkeinginan agar apa yang pernah diciptakan orang tidak mempengaruhi pengamatan pelukis berikutnya. melukis potret diriya. Mungkinkah itu dan perlukah itu. Sikap batin yang demikian itulah yang membedakan seniman modern dan golongan tradisional ataupun akademik—yang sekarang juqa sudah menjadi tradisional. pengetahuan serta kesan si pengamat atas objek pengalaman yang sudah dimiliki sebelumnya yang tentunya berbeda dari tiap pengamat yang lain. Affandi. pernah berharap agar museum-museum ditutup saja sekurang-kurangnya 20 tahun lamanya agar para seniman muda tidak sempat berdialog dengan karya-karya yang ada di dalamnya yang semuanya merupakan hasil pengamatan orang lain. kira-kira 100 tahun yang lalu Gustave Courbet. Batasan-batasan yang dulu ada seperti ikatan tradisi (spirit of the race) atau ikatan zaman (spirit of the age). seakan-akan baru sekali itu saja ia menghayatinya dan baru kali itu pula mencoba untuk melukisnya. Yang teràkhir inilah yang menuntut pengamatan itu harus selalu dilakukan setiap saat seseorang akan berkarya. sekian kali pula kita menemukan sesuatu yang baru pada karya-karya itu.bekas yang sudah tidak terpakai lagi atau kulit pokok kayu yang memiliki jenis permukaan atau texture yang unik. Artinya. hasil pengamatan itu amat dipengaruhi oleh pengalaman. demikian juga ketentuan-ketentuan tentang isi ataupun tema telah disisihkan semuanya. Kita tidak tahu sudah berapa kali pelukis kita yang terkenal. karena sang pelukis setiap kali selalu menghayati kembali dan mendapatkan pengalaman baru dalam objeknya. Dengan ini jelaslah bahwa bagi mereka itu seni modern tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dan sebuah perkataan ini tercantumlah beberapa sifat yang merupakan gejala-gejalanya. Oleh karena itu untuk menghindarkan istilah „modern‟ yang bermuka banyak itu ada pula yang menamai seni modern tersebut dengan istilah “seni kreatif”. adalah soal-soal lain yang harus dijawab lewat ilmu pendidikan seni rupa. Seorang pelukis lain harus melupakan kuda atau gambar kuda yang telah seribu kali dilihatnya apabila ia akan melukis seekor kuda. bahkan di sana-sini juga tidak terikat oleh tatabahasa maupun kaidah-kaidah seni yang sudah mapan. Ia harus melihat kuda itu dengan mata kepalanya sendiri— atau mata hatinya—dan memperoleh impresi pertama dari pengalaman tersebut. kini menjadi lahan yang subur bagi objek lukisan para seniman modern. Sikap batin XII IPA 6 | MAKALAH SENI RUPA 3 . ialah “kreativitas”. Namun setiap kali kita menatapnya. dan kiranya juga dipengaruhi oleh suasana hati Si pengamat itu sendiri ketika Ia sedang mengamatinya. dan entah telah berapa kali ia melihatnya. Mereka sanggup menerima segala macam bentuk seni hampir dengan tiada bersyarat. walaupun objek itu adalah dirinya sendiri. Si pelopor realisme dari Perancis itu.

Karya-karya itu adalah ekspresi anak tersebut yang masih murni. kepribadian. dan sebagainya. maka perkembangan ilmu jiwa dalam ala Freud (Sigmund Freud) menampilkan lahan baru yang tidak kering-keringnya. Oleh karena itu seorang seniman modern dengan sadar berusaha untuk membebaskan dirinya dari ikatan tersebut dalam hubungannya dengan tanggapannya terhadap objeknya. Maka usaha dan sikap batin itulah yang harus menjadi ukuran. Berhasil atau tidaknya usaha ini tidak selalu identik dengan keberhasilan karya seninya. maka kiranya itulah konsepnya atas hewan-hewan tersebut yang belum sempat “diperbaiki” oleh hubungan anak itu dengan tradisi dan masyarakat disekitarnya. Dalam sebuah gambar pemandangan sering terlihat tiangtiang listrik yang sama tingginya tergambar tidak sama tinggi. makin jauh jaraknya dan taferil ukurannya menjadi makin pendek. Namun keduanya jelas tidak berhasil dalam memberikan kepada kita “realitas” objeknya secara total. Pada suatu saat seorang sehiman menggunakan imajinasi atau visinya untuk menangkap objek lukisannya sehingga terjadilah “perspektif susun timbun” seperti yang ada di Mesir kuna itu. Perlu ditekankan bahwa bagaimanapun juga lukisan atau hasil seni yang lain itu selalu merupakan interpretasi si seniman dalam menanggapi objeknya. bukan sematamata hasil usahanya. dengan mengorbankan nilai-nilai yang sesungguhnya masih baik dan masih diperlukan oleh seni yang manapun juga). dan kakinya yang empat seningkali hanya kelihatan tiga. sudut-sudutnya tidak 90° tetapi ada yang tumpul dan ada yang runcing. Sekalipun tidak sedikit yang mendiskreditkan seni lukis yang realistik dan lingkungan seni modern. Dengan bayaran apapun (yang kadangkala sangat tinggi. Pada saat semua objek yang kasatmata ini mulai mengering dan makin susah menawarkan hal-hal baru yang menarik. Kreativitas :sangat penting dalam seni modern. Apabila seorang anak menunjukkan coreng moreng dan mengatakan bahwa itu adalah gambar anjing atau kucing. yaitu apabila sikap batin si seniman dalam melukisnya dapat dikembalikan kepada watak seni modern di atas. dan lain dan pada yang lain.yang tidak stereotip. namun bertolak dari pendapat di atas tentunya ada juga lukisan yang bergaya realistik itu yang dapat digolongkan dalam seni modern. yaitu dunia imajinasi manusia. dan yang lain menganakemaskan matanya membentuk suatu lukisan yang lebih “enak” dipandang mata (visioplastik) walaupun masih belum terhindar dart “kesalahan”. tetapi pada saat lain ia menggunakan ketajaman matanya yang kemudian ternyata menjadi pendorong diketemukannya perspektif di zaman Renesans. kesegaran. Akibat luasnya daerah seni modern itu maka variasi yang terdapat di dalamnya pun tak terhingga pula jumlahnya. sehingga tidak mungkin untuk memasukkannya ke dalam suatu difinisi yang formal. yang satu mengikuti ide atau pengertiannya tentang objek itu dan dengan demikian terjadilah karya yang ideoplastik yang secara visual tampak tidak wajar. para seniman modern amat menghargai dan mengejar-ngejar nilai-nilai tersebut yang singkat kata dapat disebut sebagai nilai kebaruan ataunovelty. yang selalu ingin akan yang baru dan yang lain dari pada yang lain. meja yang bujur sangkar menjadi tidak sama lagi panjang sisi-sisinya. kecuali batas kemampuan XII IPA 6 | MAKALAH SENI RUPA 4 . Baik hasil seni itu merupakan suatu taferil yang secara perspektip dapat dipertanggungjawabkan ataukah bercorak dekoratif ala Mesir kuna. yaitu apabila si seniman tidak bertindak stereotip dan selalu mengadakan pengamatan dahulu sebelum melahirkan karya realistiknya. dan dalam kretivitas ini berkembanglah sifat-sifat orijinalitas. Dunia baru ini tidak ada batasnya. Dapat disaksikan misalnya. keduanya adalah interpretasi juga. kreatif. Seorang-seniman dewasa tidak mungkin berada dalam keadaan semurni itu karena ia tidak dapat melepaskan diri dari ikatan sosial yang ada di sekitarnya.

mereka itu yang harus tunduk pada kemauan para seniman. Pada zaman modern ini seniman tidak lagi menunggu uluran tangan mereka yang memiliki uang untuk menciptakan karyanya. Dengan demikian si sponsor ini menjadi penentu kemana seniman atau karya seni akan di arahkan. lukisan dinding yang besar-besar. karena fotografi yang dengan cepat dan tepat mampu merekam objek itu menggantikan sebagian fungsi seni lukis yaitu fungsi dokumentatif dan fungsi menyajikan presentasi realistik bagi objek-objeknya. Sementara itu. Hal ini dimungkinkan pula antara lain oleh makmn populernya seni-seni kecil semacam lukisan ukuran esel (easel-painting) atau patung dada ukuran sebenarnya (life size).manusia untuk mengedarinya atau batas kneativitas seniman untuk menemukan inovasinya. pada saat keemasan agama atau di waktu kejayaan kekaisaran yang absolut. sehingga karenanya mereka dapat melepaskan diri dari ketergantungannya pada seorang pelindung. artinya. yaitu perlindungan terhadap seni yang diberikan oleh tokoh-tokoh penguasa atau gereja demi kelangsungan perkembangannya. tetapi itupun sudah disenimodernkan. ilustrasi – ilustrasi tertentu sekarang ini memang masih ada yang dikerjakan dengan tangan. apabila pada masa kejayaannya patron-patron seni tersebut adalah diktatordiktator seni yang bisa memaksakan arah perkembangan seni karena merekalah yang membiayainya. Misalnya. sedangkan yang betul-betul memerlukan ketepatan presentasi objek lebih baik disajikan saja dengan menggunakan kamera. yang biayanya relatif murah dan dapat diusahakan sendiri oleh para seniman penciptanya. Jauh sebelum itu antara XII IPA 6 | MAKALAH SENI RUPA 5 . Banyak teknik-teknik melukis di zaman teknologi tinggi ini yang menggunakan pertolongan fotografi. penemuan teknik fotografi dalam satu hal telah mengurangi daerah gerak seni lukis. yang berkembang sangat menonjol adalah jenis kesenian kolosal. Sebagaimana diketahui di masa lampau. arsitektur istana dan gereja. Maka oleh karena itu timbullah kemudian perbedaan antara “representasi” dengan “interpretasi”. Sejak berkembangnya fotografi tersebut seni lukis tidak lagi dibebani dengan fungsi sosial berupa penggambaran secara visual ataupun pembuatan gambar-gambar ilustratif untuk bermacam tujuan. karena dengan ini berarti berakhir pulalah pengaruh raja atas kehidupan dan perkembangan seni. yang merupakan fondasi yang kuat untuk menelaah perkembangan seni modern. antara citra dan lambang. kekreatifan diperlukan juga di dalamnya. tetapi juga menyangkut kehidupan seni. Mereka mampu membiayai sendiri ciptaan-ciptaannya. maka kini sebaliknyalah yang terjadi. Demikian pula revolusi ini ternyata tidak hanya merupakan perubahan tata politik dan tata sosial saja. Pecahnya Revolusi Perancis pada tahun 1789 merupakan titik akhir dan kekuasaan feodalisme di Perancis yang pengaruhnya terasa juga pada bagian-bagian dunia lainnya. maupun patung-patung besar yang disejajarkan dengan kebesaran para pendukungnya yang tidak mungkin di usahakan sendiri oleh senimannya. Namun perlu juga diingat bahwa di lain pihak fotografi telah sempat pula memperluas daerah jelajah seni lukis. Dari masa lampau kita mengenal adanya patronage (patron) dalam seni. Pasang surutnya kemampuan pelindung atau penunjang seni ini dalam melakukan fungsinya besar sekali pengaruhnya dalam perkembangan seni modern.

Oleh karena itu kini para seniman menjadi tokoh-tokoh yang bebas. melainkan semata-mata karena ingin melukis saja. sebagai media kritik sosial. Mereka tidak punya lagi fungsi yang terang dalam tatà sosial yang baru itu. atau sebagai kritik sosial. melukis bukan karena ada yang meminta atau memberi tugas. melayang-layang tanpa tambatan. mengabdikan sesuatu. untuk mengungkapkan imajinasi . ialah kelompok seniman. tersebut. Maka dengan demikian mulailah riwayat seni lukis modern dalam sejarah yang ditandai dengan individualisasi dan isolasi diri ini. Fungsi karya seni rupa modern mancanegara banyak dipakai sebagai media untuk mengungkapkan gagasan atau imajinasi. Selain itu karya seni rupa modern berfungsi sebagai benda hias. kritik sosial. sebagai media pemujaan berkaitan dengan upacara religi . Sedikit demi sedikit mereka mulai mencipta semata-mata memperturutkan panggilan hati masing-masing. Fungsi Fungsi karya seni rupa yang ada di mancanegara antara lain sebagai media ekspresi. Maka lambat laun terbentuklah kelompok baru dalam masyarakat. 6 XII IPA 6 | MAKALAH SENI RUPA .gereja dan seniman telah pufa terjadi keretakan hubungan yang di satu fihak disebabkan oleh kemunduran fungsi dan daya tarik gereja di masyarakat sejak zaman Renesans dan di lain fihak karena dunia seni telah menemukan tuannya yang baru. Seni kontemporer mancanegara memiliki fungsi hampir sama dengan seni modern yaitu sebagai media ekspresi untuk menuangkan imajinasi dan fantasi. yaltu raja dan para bangsawan yang merupakan penguasa-penguasa dan pemilik harta sejak kemerosotan fungsi gereja.

2 Jenis dan corak Naturalisme modern Berburu Banteng 7 XII IPA 6 | MAKALAH SENI RUPA .II.

Lukisan Raden Saleh Lukisan Ivan Sagito 8 XII IPA 6 | MAKALAH SENI RUPA .

3 Tanggapan Kelompok 9 XII IPA 6 | MAKALAH SENI RUPA .II.

“prospettiva” yang berarti “gambar pandangan”. Walaupun cara ini yang termudah. Gambar perspektif merupakan wujud dari gambar tiga dimensi. Konstruksi perspektif memungkinkan kita untuk menggambar sebuah benda atau ruang secara nyata di atas sebuah bidang datar (bidang gambar) atau untuk memperjelas sebuah rencana yang telah digambarkan secara proyeksi geometri (tampak atas. Gambar perspektif juga bisa diartkan sebagai gambar yang teknisnya menggunakan titik hilang. Gambar perspektif satu titik hilang sangat membantu dalam proses awal dan pengembangan gagasan sebuah desain. seperti kertas atau kanvas. Metode ini menggunakan hanya satu titik hilang di mana semua garis perspektif tersebut akan tertuju. II.5 Jenis 1. gambar perspektif satu titik hilang dapat terlihat alami namun juga sangat mudah terdistorsi. dan hanya garis-garis yang menunjukkan kedalaman perspektif yang bertemu pada satu titik hilang (kecuali garis-garis melintang yang memiliki sudut selain 0o dan 90o terhadap garis normal/cakrawala). karena keseluruhan objek pada bidang gambar dapat diukur dengan skala. Perspektif satu titik hilang menggambarkan sebuah objek dengan satu titik pedoman yang menghubungkan dengan bidang gambar. Perspektif adalah suatu system matematikal untuk memproyeksikan bidang tidak dimensi ke dalam bidang dua dimensional. namun jarang sekali digunakan para desainer untuk presentasi akhir sebuah desain.4 Pengertian Menurut Leonardo da Vinci. Konstruksi perspektif satu titik hilang didasari oleh kenyataan bahwa garis vertikal digambarkan secara vertikal.GAMBAR PERSPEKTIF II. Perspektif Satu Titik Hilang Perspektif satu titik hilang merupakan cara menggambar perspektif yang paling mudah. Kata “perspektif” berasal dari bahasa Italia. XII IPA 6 | MAKALAH SENI RUPA 10 . depan dan samping). serta satu titik ukur yang berperan pula sebagai titik diagonal (lihat gambar). garis horisontal digambarkan secara horisontal. perspektif adalah sesuatu yang alami yang menampilkan yang datar menjadi relative dan yang relative menjadi datar.

sudut ruangan atau tepi sebuah objek digambar terlebih dahulu dan dapat digunakan sebagai skala secara horisontal dan vertikal.B. untuk kemudian ditarik garis dari titik hilang. Berbeda dari garis cakrawala dan elemen-elemen yang terletak di garis cakrawala. Hanya ada satu garis horisontal dan vertikal yang digunakan sebagai skala pengukuran. tidak ada garis horisontal yang ditemukan pada perspektif dua titik hilang – kecuali pada objek-objek yang memiliki kemiringan 45o. Seperti dalam perspektif satu titik hilang. Perspektif dua titik hilang sangat sulit untuk digambar secara terukur. yaitu garis horisontal dan vertikal pada sudut terdekat atau terjauh dari objek tersebut (dianjurkan menggunakan garis pada sudut terjauh dari objek tersebut). 2.A1 (salah satu dinding ruangan) yang mendasari gambar perspektif ruangan. Bagaimanapun.Perspektif Satu Titik Metode Garis Tanah Metode garis tanah banyak digunakan karena relatif paling praktis dan garis-garis konstruksinya sederhana. garis cakrawala digambarkan secara horisontal dan ditentukan oleh tinggi mata pengamat. Pada perpanjangan garis tanah (ke kiri maupun ke kanan) garis BD diukurkan (dalam gambar = B’D1). semua garis yang secara nyata terlihat sejajar horisontal akan terlihat miring menuju ke dua titik hilang. XII IPA 6 | MAKALAH SENI RUPA 11 . Bidang A. perspektif dua titik hilang menampilkan gambar yang terlihat lebih alami dengan sedikit distorsi dibanding metode perspektif yang lainnya. Perspektif Dua Titik Hilang Perspektif dua titik hilang menggambarkan objek dengan menggunakan dua titik hilang yang terletak berjauhan di sebelah kanan dan kiri pada garis cakrawala. Perspektif Dua Titik Hilang Metode Titik Ukur Garis AB merupakan garis batas pandangan terhadap ruangan yang akan digambar.B1. Dari titik D1 ditarik garis yang tgak lurus terhadap garis B’D’ dan perpanjangan garis ini memotong garis horison pada titik TU yang berfungsi sebagai titik ukur bagi semua ukuran kedalaman lainnya. Dalam perspektif dua titik hilang. Akan tetapi metode ini terbatas penggunaannya untuk ruangan geometris sederhana berbentuk kotak dengan arah pandangan harus selalu frontal (tegak lurus) terhadap salah satu bidang dinding datar dalam ruangan Metode ini menggunakan perpanjangan garis tanah sebagai garis ukur untuk menerapkan ukuran-ukuran sebenarnya yang sejajar dengan garis sumbu pandangan. Perspektif dua titik hilang memberikan kesempatan untuk menggambarkan sudut terdekat atau terjauh dari sebuah objek atau ruangan.

Prinsip metode ini: Dari titik yang ingin ditemukan dalam perspektif ditarik dua garis yang masingmasing sejajar dengan dua dinding ruangan yang tergambar pada denah.L atau garis A1.B diukurkan tinggi langit-langit ruangan. Pada garis A1. Titik L adalah ketinggian langit-langit ruangan. kedua garis memotong garis cakrawala pada dua titik hilang (H3 dan H4) dengan letak yang juga ditentukan sendiri. sehingga bila ditarik garis berurutan dari ketiga titik hilang tersebut akan membentuk segitiga sama sisi. p2. tinggi cakrawala dan letak titik hilang ditetapkan terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhan. pada metode ini letak garis AB. Secara umum.B1.TL. Contoh: lihat konstruksi garis untuk menemukan titik C pada gambar perspektif (=C1).L.A atau B1. Perspektif Tiga Titik Hilang Perspektif tiga titik hilang sangat tidak biasa untuk digunakan pada ilustrasi atau presentasi desain interior. p3 dan p4 pada garis A1-B1 dan menghubungkannya dengan titik ukur yang sesuai (U1 atau U2) maka titik-titik yang diinginkan akan ditemukan dan gambar perspektif ruangan dapat digambarkan dalam kerangka bidang A1. Dengan mengukurkan potongan garis p1. 12 Penggunaan metode tiga titik hilang dapat menyebabkan distorsi yang berlebihan karena hampir semua garis tertuju pada titik hilang-titik hilang. 3. sedangkan titik P adalah ketinggian pintu. yaitu segitiga yang memiliki sudut yang sama. Titik U1 dan U2 berfungsi sebagai titik ukur. Kedua ukuran ini dan ukuran lain ke arah vertikal dapat diukurkan pada garis B1. Titik mata M dan tinggi cakrawala diatas garis tanah juga ditentukan sendiri.B1. Bidang A1. Dari titik M ditarik dua garis lurus yang membentuk sudut siku-siku (saling tegak lurus).C. segaris lurus secara vertikal dengan titik diagonal. tinggi pintu dan semua ukuran lain ke arah vertikal yang diperlukan. yaitu 60o (lihat gambar). Titik potong kedua garis proyeksi ini adalah titik yang dicari dalam gambar perspektif. Ini berarti dalam XII IPA 6 | MAKALAH SENI RUPA . Perspektif Dua Titik Hilang Metode Garis Ukur Seperti halnya pada metode titik ukur.Letak dan posisinya ditentukan sendiri sesuai dengan kebutuhan.A2. Kemudian titik-titik potong yang terjadi dengan garis AB diproyeksikan ke garis tanah dan diteruskan ke titik hilang yang sesuai.A2 adalah bidang batas pandangan perspektif terhadap ruangan yang digambar. perspektif tiga titik hilang terbentuk dari dua titik hilang yang terletak di garis cakrawala dan satu titik hilang tambahan yang terletak di atas atau di bawah garis cakrawala.

yaitu dengan menggunakan titik diagonal yang berjumlah tiga buah yang terletak di antara ketiga titik hilang (lihat gambar). dan ‘penglihatan mata semut’ atau ‘penglihatan mata kodok’ bila titik hilang berada di atas garis cakrawala. 13 XII IPA 6 | MAKALAH SENI RUPA . Hasil yang ditampilkan perspektif tiga titik hilang biasa disebut ‘penglihatan mata burung’ bila titik hilang berada di bawah garis cakrawala. Perspektif tiga titik hilang biasanya digunakan pada benda-benda arsitektural yang berukuran sangat besar. seperti gedung-gedung bertingkat.menggambarkan perspektif tiga titik hilang membutuhkan kemampuan visualisasi yang sangat baik. Walaupun begitu. perspektif tiga titik hilang masih dapat diukur.

5 Contoh Gambar 2 titik hilang 1 titik hilang 14 XII IPA 6 | MAKALAH SENI RUPA .II.

3 titik hilang 15 XII IPA 6 | MAKALAH SENI RUPA .

II.6 Tanggapan 16 XII IPA 6 | MAKALAH SENI RUPA .

com 17 XII IPA 6 | MAKALAH SENI RUPA .com Zihanirahman.blogspot.DAFTAR PUSTAKA Wikipedia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful