P. 1
proses pengembangan usaha ternak sapi potong berorientasi agribisnis dengan pola kemitraan

proses pengembangan usaha ternak sapi potong berorientasi agribisnis dengan pola kemitraan

|Views: 804|Likes:
Published by Eko Wb

pengembangan usaha ternak sapi potong seiring berjalannya waktu selalu mengalami perkembangan khususnya orientasi agribisnis dengan pola kemitraan. untuk lebih paham mengenai masalah ini silahkan anda baca artikel dibawah ini

pengembangan usaha ternak sapi potong seiring berjalannya waktu selalu mengalami perkembangan khususnya orientasi agribisnis dengan pola kemitraan. untuk lebih paham mengenai masalah ini silahkan anda baca artikel dibawah ini

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Eko Wb on Dec 10, 2012
Copyright:Attribution
List Price: $4.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

10/15/2014

$4.99

USD

pdf

text

original

Tertarik?? Kunjungi http://jurnalskripsi07.blogspot.

com/ utk download

PENDAHULUAN

Laju pertambahan penduduk yang terus meningkat menuntut ketersediaan akan daging yang terus meningkat pula. Sehubungan dengan hal tersebut, ternak sapi khususnya sapi potong merupakan salah satu sumber daya penghasil bahan makanan berupa daging yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan penting artinya di dalam kehidupan masyarakat. Sebab sektor atau kelompok ternak sapi bisa menghasilkan berbagai macam kebutuhan, terutama sebagai bahan makanan berupa daging, disamping hasil ikutan lainnya seperti pupuk kandang, kulit, tulang dan lain sebagainya. Daging sangat besar manfaatnya bagi pemenuhan gizi berupa protein hewani.

Sapi sebagai salah satu hewan pemakan rumput maka sapi sangat berperan sebagai pengumpul bahan bergizi rendah yang dapat dirubah menjadi bahan bergizi tinggi, kemudian diteruskan kepada manusia dalam bentuk daging. Sapi potong merupakan penyumbang daging terbesar dari kelompok ruminansia terhadap produksi daging nasional sehingga usaha ternak ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai usaha yang menguntungkan. Sapi potong telah lama dipelihara oleh sebagian masyarakat sebagai tabungan dan tenaga kerja untuk mengolah tanah dengan manajemen pemeliharaan secara tradisional. Pola usaha ternak sapi potong sebagian besar berupa usaha rakyat untuk menghasilkan bibit atau penggemukan, dan pemeliharaan secara terintegrasi dengan tanaman pangan maupun tanaman perkebunan.

1

Pola kemitraan dalam usaha ternak sapi potong : Pemerintah. Swasta. Di sisi lain. produksi hingga pemasaran yang dilandasi oleh azas saling membutuhkan dan menguntungkan bagi pihak yang bermitra. sehingga dapat memberikan 2 . PetaniPeternak Mitra Kerja Di Bidang Agribisnis Integrasi Yang Saling Menguntungkan Terpenuhi Kebutuhan Daging Tulisan ini bertujuan untuk mencapai efisiensi usaha yang tinggi. Kemitraan adalah kerja sama antarpelaku agribisnis mulai dari proses praproduksi. Pemeliharaan sapi potong dengan pola seperti ini diharapkan pula dapat meningkatkan produksi daging sapi nasional yang hingga kini belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. diperlukan pengelolaan usaha secara terintegrasi dari hulu hingga hilir serta berorientasi agribisnis dengan pola kemitraan.Tertarik?? Kunjungi http://jurnalskripsi07.blogspot.com/ utk download Pengembangan usaha ternak sapi potong berorientasi agribisnis dengan pola kemitraan merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan keuntungan peternak. permintaan daging sapi yang tinggi merupakan peluang bagi usaha pengembangan sapi potong lokal sehingga upaya untuk meningkatkan produktivitasnya perlu terus dilakukan.

Tertarik?? Kunjungi http://jurnalskripsi07.com/ utk download keuntungan yang layak secara berkelanjutan.blogspot. PERMASALAHAN Permasalahan yang paling mendasar dalam makalah ini yaitu bagaimana proses pengembangan usaha ternak sapi potong berorientasi agribisnis dengan pola kemitraan? 3 .

Nusa Tenggara Timur. Bali.Tertarik?? Kunjungi http://jurnalskripsi07.com/ utk download PEMBAHASAN A. 2006). serta memberi manfaat berupa anak dan status sosial. namun usaha tersebut masih tetap berkembang. sentra sapi potong terdapat di Jawa Timur. Oleh karena itu. Sumatera Selatan. terutama untuk meningkatkan kontribusinya dalam penyediaan daging untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat ( Suryana dalam Isbandi. Rendahnya populasi sapi potong antara lain disebabkan sebagian besar ternak dipelihara oleh peternak berskala kecil dengan lahan dan modal terbatas ( Suryana dalam Rosida. pupuk. pola usaha perbibitan secara ekonomis kurang menguntungkan.blogspot. dan hanya sebagian kecil peternak yang mengkhususkan usahanya pada penggemukan ternak. Populasi dan 4 . sebagai tenaga kerja terutama dalam pengolahan tanah. Pola usahanya sebagian besar adalah perbibitan atau pembesaran anak. Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). potensi sapi potong perlu dikembangkan. 2004) Berdasarkan data sebaran populasi sapi potong di Indonesia tahun 2007. produksi daging sapi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan karena populasi dan tingkat produktivitas ternak rendah. Tinjauan Umum Sapi Potong Sapi potong merupakan salah satu ternak ruminansia sebagai penghasil daging di dunia khususnya Indonesia. Jawa Tengah. Namun. Sapi potong juga mempunyai fungsi sosial yang penting di masyarakat selain fungsinya sebagai penghasil daging. dan Sulawesi Selatan.

Dari kedua cara pemeliharaan tersebut. terlihat pada tabel berikut : Secara intensif banyak dilakukan petani-peternak di Jawa. dan Sulawesi. ternak dipelihara di padang penggembalaan dengan pola pertanian menetap atau di hutan.Tertarik?? Kunjungi http://jurnalskripsi07.com/ utk download produksi sapi potong dan ternak ruminansia lainnya di Indonesia tahun 20032007 cenderung meningkat popuasinya. sebagian besar merupakan usaha rakyat dengan ciri skala usaha rumah tangga dan kepemilikan ternak sedikit.blogspot. Pola tersebut banyak dilakukan peternak di Nusa Tenggara Timur. Madura. dan Bali. bersifat padat karya. 5 . Pada pemeliharaan ekstensif. Kalimantan. dan berbasis azas organisasi kekeluargaan (Suryana dalam Sugeng 2006). menggunakan teknologi sederhana.

Prospek Pengembangan Agribisnis Sapi Potong. Kondisi tersebut mengisyaratkan suatu peluang untuk pengembangan usaha budi daya ternak.Tertarik?? Kunjungi http://jurnalskripsi07. yaitu: 1) Budi daya sapi potong relatif tidak bergantung pada ketersediaan lahan dan tenaga kerja yang berkualitas tinggi. Sumber daya peternakan.com/ utk download B. Pola pertama adalah pengembangan sapi potong yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan usaha pertanian. 2) Memiliki kelenturan bisnis dan teknologi yang luas dan luwes. ada beberapa pertimbangan perlunya mengembangkan usaha ternak sapi potong. terutama sawah dan ladang. terutama sapi potong. Indonesia memiliki tiga pola pengembangan sapi potong. dan sampai saat ini Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan sehingga sebagian masih harus diimpor. Pola kedua adalah pengembangan sapi tidak terkait dengan pengembangan usaha pertanian. 4) Dapat membuka lapangan pekerjaan. 3) Produk sapi potong memiliki nilai elastisitas terhadap perubahan pendapatan yang tinggi.blogspot. Daging sapi merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dibutuhkan konsumen. Pola ketiga adalah pengembangan usaha penggemukan (fattening) sebagai usaha padat modal dan berskala 6 . khususnya sapi potong merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat diperbaharui (renewable) dan berpotensi untuk dikembangkan guna meningkatkan dinamika ekonomi. Menurut Suryana dalam Mersyah (2005).

Program pengembangan agribisnis diarahkan untuk memfasilitasi kegiatan yang berorientasi agribisnis dan memperluas kegiatan ekonomi produktif petani. dan pemasaran. 2) Akomodatif terhadap kualitas sumber daya manusia yang beragam dan tidak mengandalkan impor dan pinjaman luar negeri yang 3) Berorientasi ekspor selain memanfaatkan pasar domestik. pengadaan dan peningkatan mutu pakan genetik (intensifikasi).blogspot. Menurut Suryana dalam Syafa’at (2003). penanggulangan penyakit. Upaya pengembangan sapi potong. dan mutu genetic ( Suryana dalam Kuswaryan. bantuan perkreditan. pemerintah menempuh dua kebijakan. 2003). . yaitu ekstensifikasi dan intensifikasi. 2004). meskipun kegiatan masih terbatas pada pembesaran sapi bakalan menjadi sapi siap potong ( Suryana dalam Yusdja dan Ilham. Upaya peningkatan daya saing usaha ternak sapi potong rakyat secara teknis dapat dilakukan dengan meningkatkan produktivitas sehingga produknya dapat dijual pada tingkat harga yang cukup murah tanpa mengurangi keuntungan peternak. konsep agribisnis atau strategi pembangunan sistem agribisnis mempunyai ciri antara lain: 1) Berbasis pada pendayagunaan keragaman sumber daya yang ada di masing-masing daerah (domestic resource based).com/ utk download besar.Tertarik?? Kunjungi http://jurnalskripsi07. perbaikan reproduksi dilakukan dengan IB dan penyapihan dini pedet. penyuluhan dan pembinaan usaha. serta meningkatkan efisiensi dan daya saing. Pengembangan sapi potong secara ekstensifikasi menitikberatkan pada peningkatan populasi ternak yang didukung oleh pengadaan dan peningkatan mutu bibit. dan 7 besar. dkk.

2) Pengembangan teknologi pakan terutama pada wilayah padat ternak. 3) Untuk menjaga sumber plasma nutfah sapi potong. ( Suryana dalam Winarso.blogspot. Upaya pengembangan sapi potong perlu memperhatikan beberapa hal. perlu adanya kebijakan impor bibit atau sapi bakalan agar tidak terjadi pengurasan terhadap ternak lokal dalam upaya memenuhi kebutuhan konsumsi daging dalam negeri. antara lain dengan memanfaatkan limbah industri dan perkebunan. 2) Peternakan sapi potong di dalam negeri (peternakan rakyat) secara finansial harus menguntungkan sehingga dapat memperbaiki kehidupan peternak sekaligus merangsang peningkatan produksi yang berkesinambungan. 1) Daging sapi harus dapat di konsumsi oleh masyarakat dengan harga yang terjangkau.com/ utk download 4) Bersifat multifungsi. terutama dukungan kebijakan tentang tata ruang ternak serta pengawasan terhadap alih fungsi lahan pertanian yang berfungsi sebagai penyangga budi daya ternak. yaitu mampu memberikan dampak ganda yang besar dan luas.Tertarik?? Kunjungi http://jurnalskripsi07. 3) Usaha ternak sapi potong harus memberikan kontribusi yang positif 8 . 2007).mengemukakan beberapa saran sebagai berikut: 1) Perlunya perlindungan dari pemerintah daerah terhadap wilayahwilayah kantong ternak. 2003). Agar pengembangan sapi potong berkelanjutan. dkk. antara lain: (Kuswaryan dkk.

dan perekonomian nasional umumnya (Kuswaryan dkk. Bila beberapa usaha kecil ini berhimpun menjadi satu usaha berskala yang lebih besar dan dikelola secara komersial dalam suatu sistem agribisnis maka usaha tersebut secara ekonomi akan lebih layak dan menguntungkan. 2003). Pengembangan usaha ternak sapi potong berorientasi agribisnis dengan pola kemitraan diharapkan dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi kesejahteraan masyarakat peternak khususnya.com/ utk download terhadap perekonomian nasional. Hal ini ditunjukkan oleh manfaat ekonomi yang dihasilkan dari kegiatan ini yang bernilai positif. Hal ini sesuai dengan pendapat Suryana dalam Roessali dkk. (2005). bahwa usaha tani atau usaha ternak sapi potong rakyat umumnya berskala kecil bahkan subsistem.blogspot. Hal ini ditunjukkan dengan makin berkembangnya usaha ternak sapi potong melalui pola kemitraan yang dilakukan oleh beberapa peternak atau pengusaha peternakan berskala besar karena pola tersebut secara ekonomis memberikan keuntungan yang layak kepada pihak yang bermitra.Tertarik?? Kunjungi http://jurnalskripsi07. Persepsi peternak terhadap sistem usaha agribisnis sapi potong dengan pola kemitraan sangat baik. 9 . yang berarti bahwa pengembangan peternakan sapi potong dalam negeri mampu menghasilkan surplus ekonomi.

com/ utk download C. Perusahaan inti disini meliputi pengadaan pakan dan bibit sendiri serta pasar bagi hasil-hasil produk peternakan dari kelompok atau koperasi selaku lasma. (Poultry Indonesia. dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang seimbang dan proporsinal bagi kedua belah pihak (petani peternak dan perusahaan swasta) (Suryana dalam Mersyah 2005).Tertarik?? Kunjungi http://jurnalskripsi07. Dengan sistem kemitraan. kegiatan budi daya. Penerapan Sistem Agribisnis dan Kemitraan Sapi Potong Agribisnis sapi potong diartikan sebagai suatu kegiatan usaha yang menangani berbagai aspek siklus produksi secara seimbang dalam suatu paket kebijakan yang utuh melalui pengelolaan pengadaan. pengelolaan pemasaran dengan melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholders). Pola pendampingan yang dilakukan oleh suatu lembaga adalah dengan cara pembinaan teknis dan manajemen. Sistem kemitraan atau mitra kerja layak mendapatkan peran yang signifikan.blogspot. penyediaan. Dalam model ini. 2008) 10 . dan perbankan atau investor atau BUMN ikut berperan aktif dalam melalukan fungsinya amsing-masing guna memprakarsai terbentuknya perusahaan inti. Konsep yang diajukan adalah model kemitraan ternak sapi potong berbasis kelompok tani atau koperasi melalui pola pendampingan usaha. eskportir. Lembaga pendamping tersebut ditunjuk oleh bank atau investor atau BUMN. maka kekurangan-kekurangan tersebut akan mampu diatasi sehingga bisnis sapi potong benar-benar bisnis yang menggairahkan. pihak pemerintah. dan penyaluran sarana produksi.

(2006). Menurut Suryana dalam Siregar dan Ilham (2003). 2) Integrasi vertikal yang dilakukan peternak secara bersama-sama yang tergabung dalam wadah koperasi atau organisasi lainnya. ada tiga alternatif kegiatan yang dapat dilakukan. subsistem agribisnis hilir.com/ utk download Sistem agribisnis sapi potong merupakan kegiatan yang mengintegrasikan pembangunan sektor pertanian secara simultan dengan pembangunan sektor industri dan jasa yang terkait dalam suatu kluster industri sapi potong.blogspot. mulai dari kegiatan praproduksi. Kemitraan dilandasi oleh azas kesetaraan kedudukan. yaitu subsistem agribisnis hulu. dan 3) Kombinasi keduanya atau dikenal dengan sistem usaha kemitraan. Menurut SuryanaSaptana dkk. dan subsistem jasa penunjan. yaitu: 1) Integrasi vertikal yang dikelola secara profesional oleh suatu perusahaan swasta. agar pengembangan sistem usaha agribisnis tersebut dapat mengakomodasi tujuan untuk meningkatkan daya saing produk dan sekaligus melibatkan peternak skala menengah ke bawah. dan saling menguntungkan serta adanya persetujuan di antara 11 . subsistem agribisnis budi daya. kemitraan adalah suatu jalinan kerja sama berbagai pelaku agribisnis. produksi hingga pemasaran. dan pada dasarnya merupakan kerja sama vertikal (vertical partnership).Tertarik?? Kunjungi http://jurnalskripsi07. Kerja sama tersebut mengandung pengertian bahwa kedua belah pihak harus memperoleh keuntungan dan manfaat. Kemitraan dimaksudkan sebagai upaya pengembangan usaha yang dilandasi kerja sama antara perusahaan dan peternakan rakyat. saling membutuhkan. Kegiatan tersebut mencakup empat subsistem.

com/ utk download pihak yang bermitra untuk saling berbagi biaya. sedangkan pihak perusahaan menyediakan bibit. Penerapan konsep kemitraan antara peternak sebagai mitra dan pihak 12 keterkaitan antarsubsistem melalui keterpaduan permintaan (demand . dan manfaat. yaitu: 1) Mengoptimalkan alokasi sumber daya pada satu titik waktu dan lintas generasi. 4) Terbangunnya kemitraan usaha agribisnis yang saling memperkuat dan menguntungkan.blogspot.Tertarik?? Kunjungi http://jurnalskripsi07. obat-obatan. risiko. pelayanan teknik berproduksi dan kesehatan hewan (Suryana dalam Hartono 2000). dan 5) Adanya kesinambungan usaha yang menjamin stabilitas dan kontinuitas pendapatan seluruh pelaku agribisnis ( Suryana dalam Saptana dan Ashari 2007). Pada kemitraan tersebut. 3) Meningkatkan efisiensi masing-masing subsistem agribisnis dan harmonisasi antarpelaku. Peningkatan efisiensi produk pertanian/peternakan karena adanya keterpaduan produk berdasarkan tarikan driven). Sebagai contoh adalah usaha kemitraan sapi potong. Dalam proses produksi. pakan. Sedikitnya ada lima manfaat pembangunan pertanian yang berkelanjutan melalui pendekatan sistem usaha agribisnis dan kemitraan. peternak hanya menyediakan tenaga kerja dan kandang. perusahaan bertindak sebagai inti dan peternak sebagai plasma. 2).

dan konsisten terhadap peternak sapi potong sebagai mitra akan meningkatkan kinerja usaha. baik yang dilakukan secara pasif maupun aktif akan menumbuhkan jalinan kerja sama dan membentuk hubungan bisnis yang sehat (Suryana dalam Hermawan dkk. Pembinaan manajemen yang baik. usaha pembibitan dan usaha penggemukkan sapi potong. Dalam lingkup peternak usaha pembibitan dimaksudkan untuk memperbanyak jumlah populasi sapi dan penjualan bibit sapi.com/ utk download perusahaan perlu dilakukan sebagai upaya khusus agar usaha ternak sapi potong. Upaya khusus tersebut meliputi antara lain pembinaan finansial dan teknik serta aspek manajemen. 2009).Tertarik?? Kunjungi http://jurnalskripsi07. Penggabungan dua model usaha ini untuk mengantisipasi penjualan sapi induk 13 . Model ini sangat mendukung program pemerintah yaitu pembibitan ternak di pedesaan atau VBC (Village Breeding Centre)untuk mewujudkan peternakan yang tangguh serta mewujudkan kecukupan daging tahun 2010 (Andreas Viklund. Model pengembangan usaha meliputi dua jenis usaha yaitu.blogspot. melalui kemitraan. 1998) Kemitraan usaha agribisnis ini merupakan hubungan bisnis antara inti dan plasma dimana masing-masing pihak memperoleh penghasilan dari usaha bisnis yang saling terkait dengan tujuan untuk mencai keuntungan bersama dengan dilandasi rasa saling membutuhkan dan saling menguntungkan. terarah. sedangkan usaha pengmukan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan hidup bagi peternak. yang akhirnya dapat meningkatkan pendapatan. Oleh karena itu. baik sebagai usaha pokok maupun pendukung dapat berjalan seimbang.

Anggota kelompok berperan sebagai plasma yang memiliki kewajiban budidaya(on farm). 2008). dan teknologi.hanya untuk menutupi kebutuhan hidup peternak. Inti memiliki peran utama dalam pendampingan kelompok ternak berupa bimbingan teknis dan pembinaan manajemen. selain itu memfasilitasi akses permodalan. Program pengembangan agribisnis diarahkan untuk memfasilitasi kegiatan yang berorientasi agribisnis dan memperluas kegiatan ekonomi produktif petani. swasta dan lembaga keuangan. Dalam pelaksanaanya sangat dibutuhkan kerjasama yang sinergis diantara stakeholder peternakan yaitu pemerintah. sehingga pertambahan populasi ditingkat peternak tidak berkurang. Selanjutnya model pengembangan yang dapat menjadi alternatif adalah kemitraan inti-plasma. Pemilihan Plasma dilakukan melalui mekanisme seleksi sehingga plasma merupakan anggota kelompok ternak yang memiliki kualifikasi. Dengan membentuk wadah berupa organisasi/kelembagaan/koperasi sebagai inti dan anggota kelompok ternak sebagai plasma. Pemerintah dewasa ini lebih berperan sebagai steering dari pada 14 . pasar baru. perguruan tinggi. dan telah memenuhi persyaratan tertentu dan usaha ini dapat pula memberikan keuntungan dengan mampu menaikkan pendapatan peternak plasma dua kali lipat (Poultry Indonesia. dan menjual hasil produksi kepada inti. 2009). sapronak. serta meningkatkan efisiensi dan daya saing (Andreas Viklund.

Artinya. sedangkan pemerintah hanya menyiapkan kondisi dan lingkungan yang baik untuk tumbuh dan berkembangnya kegiatan agribisnis peternakan. 15 . Sistem agribisnis memiliki konsep yang berkesinambungan dari hulu sampai ke hilir. pakan dan obat obatan serta vaksin sedangkan sistem agribisnis hilir menangani kegiatan ekonomi yang mengelola komoditas peternak primer menjadi produk olahan dalam usaha ini khususnya pada industry pengolahan daging (Ridwan. 2009). Dengan penerapan model ini akan mengarahkan pada kemandirian petani dalam mewujudkan usaha tani berwawasan agribisnis (Andreas Viklund. aturan kerjasama. dan kedua menciptakan perusahaan-perusahaan agribisnis yang efisien pada setiap subsistem. Pemerintah berperan dalam membantu mendukung penyediaan permodalan dengan menyediakan fasilitas permodalan yang layak. Inti sebagai pendamping menyediakan rancangan kerja agribisnis mencakup manajemen. Jika hal ini dapat terwujud maka daya saing produk peternakan (daging. dan telur) akan meningkat. susu. teknologi yang digunakan yang ditetapkan melalui musyawarah mufakat. pertama. terutama dalam menghadapi pasar global (Suryana dalam Siregar dan Ilham 2003). masyarakat dan pihak swastalah yang menjadi motor penggerak pengembangan peternakan. berupaya memperkuat subsistem dalam satu sistem yang terintegrasi secara vertikal dalam satu kesatuan manajemen. sistem agribisnis dari hulu menangani mengenai kegiatan yang menghasilkan sapronak dengan pembibitan. 2010).rowing. Pembangunan pertanian dan peternakan berdasarkan konsep agribisnis perlu memperhatikan dua hal penting.

industri. untuk saling berbagi biaya.PENUTUP Kesimpulan Sapi potong merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat diperbaharui (renewable) dan berpotensi untuk dikembangkan guna meningkatkan dinamika ekonomi selain itu sapi potong merupakan penyumbang daging terbesar dari kelompok ruminansia terhadap produksi daging nasional sehingga usaha ternak ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai usaha yang menguntungkan . produksi hingga pemasaran. dan jasa secara simultan dalam suatu kluster industri. Saran Untuk meningkatkan peran sapi potong sebagai sumber pemasok daging dan pendapatan peternak. disarankan untuk menerapkan sistem pemeliharaan secara intensifikasi dan ekstensifikasi yang bekerja sama antara inti dan plasma. dalam hal ini perusahaan dan petani-peternak sapi potong. risiko. 16 . yang dilandasi azas saling membutuhkan dan menguntungkan di antara pihak-pihak yang bekerja sama. dan manfaat. Hal lain yang paling penting yaitu menerapkan sistem agribisnis dengan pola kemitraan untuk mengembangkan kerja sama antara pelaku patani dan peternak dengan bantuan pemerintah maupun swasta sehingga dapat merangsang pertumbuhan ekonomi bagi seluruh perangkat dalam usaha ternak sapi potong ini. Kemitraan merupakan kegiatan kerja sama antarpelaku agribisnis mulai dari tingkat praproduksi. Sistem agribisnis sapi potong merupakan kegiatan yang mengintegrasikan pembangunan pertanian.

Trop. http://poultry Indonesia. Prosiding Dinamika Ekonomi Pedesaandan Peningkatan Daya Saing Sektor Pertanian.T. Pembinaan kelompok petaniternakdalam usaha ternak sapi potong. Saptana dan Ashari. Anim. Setiani.Institut Pertanian Bogor. J. 29(2): 106−114. Prasetyo. R. Firman. 2010.T. Disertasi. 2004. Buletin Peternakan 24(4): 170175. Isbandi. Usaha Kemitraan Agribisnis Peternakan Sapi Potong. 205−214. diakses pada tanggal 07 April 2010. 2007.. Makssar. Muhamad. R. Murthado. Direktorat Jenderal Peternakan. diakses pada tanggal 07 April 2010. Agric.com. Bahan Ajar Mata Kuliah Manajemen Agribinis. Universitas Hasanuddin. B. 2010. Upaya peningkatan efisiensi usaha ternak ditinjau dari aspek agribisnis yang berdaya saing. 1998. hlm. C. StatistikPeternakan. 2003. Roessali. dan A. Direktorat Jenderal Peternakan. Firmansyah. 2007.lndon. 2003. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian 26(4): 126−130. Kuswaryan. 2008. dan C.Upaya pengembangan usaha sapi potong melalui entinitas agribisnis “corporate farming”di Kabupaten Grobogan. Minimisasi biaya produksi usaha ternak ayam broiler dalam pola kemitraan. Membangun Agribisnis Sapi Potong. A. dan S. Eddy. Jurnal Sosial Ekonomi Peternakan 1(1): 25−30.Jakarta. W. Sekolah Pascasarjana.. Siregar. 2005. Pembangunan pertanian berkelanjutan melalui kemitraan usaha. Forum Penelitian Agro-Ekonomi 21(1): 4456. 2000.Kemitraan usaha: Mampukah menjadi terobosanpemberdayaan usaha kecil. M. 17 .DAFTAR PUSTAKA Anonim.Rahayu. Andreas Viklund. A. Ridwan. Hartono. Ilham. S. dan N. 2005. Nilai tambah finansial adopsi teknologi inseminasi buatan pada usahaternak pembibitan sapi potong rakyat. Mersyah. http://wordpress. JurnalIlmu Ternak 3(1): 11−17. Hermawan.com. Desain sistem budi daya sapipotong berkelanjutan untuk mendukung pelaksanaan otonomi daerah di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Sugeng. 2004. Prosiding Seminar Nasional dan Ekspose Percepatan Inovasi Teknologi Spesifik Lokasi Mendukung Kemandirian Masyarakat Kampung di Papua. Mardianto.Suryana. Bogor. danT. dan N. Forum Penelitian Agro-Ekonomi 21(1): 26−43. Arah kebijakan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dalam pemasyarakatan inovasi teknologi pertanian.B. Sapi Potong. Analisis Potensi Sumber Daya Peternakan Kabupaten Tasikmalaya sebagai Wilayah Pengembangan Sapi Potong. Institut Pertanian.Sekolah Pascasarjana. 2006. A. 2007. Bogor. Keberlanjutan Usaha Tani padaPadi Sawah-Sapi Potong Terpadu di Kabupaten Sragen. Tinjauan Kebijakan Pengembangan Agribisnis Sapi Potong. 2005. Yusdja. Winarso.. Y. 2005.Jakarta. B. Sajuti..Tinjauan ekonomi ternak sapi potong di Jawa Timur. Forum Penelitian Agro-Ekonomi 23(1): 61−71. Konsep pengembangan wilayah berbasis agribisnis dalam rangka pemberdayaan petani. Pendekatan RAP-CLS. 5−12. Suwandi. R. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Papua. S. Syafa’at. Penebar Swadaya. 18 . JurnalAnalisis Kebijakan Pertanian 2(2): 167−182. Pranaji. Jayapura. dan C. 2003. Simatupang. N. Disertasi. I. Ilham.hlm. Rosida. P. Fakultas Peternakan Institut Pertanian. Muslim. 2006.5−6 Juni 2007. Skripsi. Y.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->