P. 1
Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Dayat Neraca Ohaus

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Dayat Neraca Ohaus

|Views: 1,486|Likes:
Published by Al Hidayat

More info:

Published by: Al Hidayat on Dec 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR NERACA O_HAUS

Disusun oleh :

Nama : Al hidayat NIM : 11222002

DOSEN PENGAMPU : Jumingin,S.Pd

PROGRAM STUDI BIOLOGI FAKUTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN PATAH PALEMBANG 2011

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan karuniaNya Saya dapat menyelesaikan laporan pratikum ini. Dengan penuh kemudahan, Tanpa pertolongan-Mu mungkinl laporan pratikum ini tidak dapat kami selesaikan. Tujuan penulisan laporan pratikum ini adalah untuk menambah pengetahuan tentang “neraca ohaus.” Saya menyadari bahwa laporan pratikum ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan laporan patikum kami ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada dosen yaitu Bapak Jumingin, s.si yang telah membimbing saya belajar fisika. Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Jumingin,s.si yang telah mengajarkan saya tentang pengukuran “neraca ohaus”. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridhoi segala usaha saya ini . Amin.

Palembang, Desember 2011

Penulis

DAFTAR ISI Kata pengantar ........................................................................................................... Daftar isi..................................................................................................................... BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 1.2 1.3 Latar Belakang ............................................................................................... Rumusan Masalah .......................................................................................... Tujuan ........................................................................................................... i ii

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................... BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1.1 1.2 1.3 Waktu dan Tempat ........................................................................................... Alat dan Bahan ............................................................................................... Prosedur Penelitian .........................................................................................

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 4.2 4.3 Hasil ............................................................................................................... Pembahasan ................................................................................................... uraian .............................................................................................................

BAB V KESIMPULAN ............................................................................................. DAFTAR PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Ilmu Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang berlandaskan eksperimen, di mana eksperimen itu sendiri terbagi dalam beberapa tahapan, di antaranya pengamatan, pengukuran, menganalisis, dan membuat laporan hasil eksperimen. Dalam melakukan eksperimen diperlukan pengukuran dan alat yang digunakan di dalam pengukuran disebut alat ukur. Banyak sekali alat ukur yang sudah diciptakan manusia baik yang tradisional maupun yang sudah menjadi produk teknologi modern. Salah satu contohnya adalah alat ukur besaran massa seperti neraca. Neraca yang dimaksud adalah neraca Ohaus. Neraca ohaus terdapat sedikit perbedaan dengan necara yang sering dijumpai di pasar-pasar tradisional. Hal ini dikarenakan neraca Ohaus memiliki ketelitian lebih tinggi disbanding neraca yang ada di pasar-pasar tradisional. Sebelum memakai neraca Ohaus di dalam suatu eksperimen, hal pertama yang harus dipahami oleh praktikan dalam suatu praktikum adalah prinsip kerja serta fungsi dari komponen-komponen yang terdapat pada neraca ohaus agar diperoleh data yang benar. Selain itu, untuk memperoleh data yang benar dan akurat di dalam suatu eksperimen diperlukan juga pengukuran dan penulisan hasil pengukuran dalam satuan yang benar serta keselamatan kerja dalam pengukuran menjadi poin yang patut diperhitungkan sehingga berbagai peristiwa kecelakaan yang terjadi di dalam melakukan eksperimen tidak perlu terjadi.Oleh sebab itu, Pengetahuan alat merupakan salah satu faktor yang penting untuk mendukung kegiatan praktikum. Praktikan akan terampil dalam praktikum apabila mereka memiliki keterampilan melakukan pengukuran sesuai prosedur, membaca hasil ukur, menuliskan hasil pengukuran sesuai aturan yang berlaku, dan dapat melakukan kalibrasi alat ukur serta yang paling dasar praktikan mempunyai pengetahuan mengenai alat-alat praktikum yang meliputi nama alat, fungsi alat, komponen-komponen, dan prinsip kerja. Jika pengetahuan alat praktikan kurang maka akan mempengaruhi kelancaran saat praktikum. Hal ini dikarenakan selama praktikum praktikan dilibatkan aktif dengan pemakaian, perangkaian alat. Praktikan yang memiliki pengetahuan kurang mengenai alat-alat dapat mendatangkan bahaya yang mungkin terjadi ketika sedang mengadakan percobaan. Oleh karena itu dibuatlah makalah yang berjudul Alat ukur massa neraca Ohaus agar praktikan dapat

menguasai alat dengan baik akan lebih terampil dan teliti dalam praktikum sehingga praktikan memperoleh hasil praktikum seperti yang diharapkan. 1.2 Rumusan masalah Rumusan masalah alat ukur massa neraca Ohaus adalah sebagai berikut: 1.bagaimana cara menggunakan neraca Ohaus dengan benar dan tepat?

2. bagaimana cara melakukan kalibrasi pada alat ukur besaran massa seperti neraca Ohaus? 3. bagaimana cara membaca hasil ukur neracaOhaus ? 4. bagaimana menuliskan hasil pengukuran dari neraca Ohaus yang sesuai aturan yang berlaku ?

1.4 Tujuan masalah Tujuan makalah Alat ukur massa neraca Ohaus adalah sebagai berikut:

1. menngetahui fungsi dan prinsip kerja alat ukur besaran massa seperti neraca Ohaus 2. mengetahui cara melakukan kalibrasi pada alat ukur besaran massa seperti neraca Ohaus 3. membaca hasil ukur neraca Ohaus 4. menulis hasil pengukuran dari neraca Ohaus yang sesuai aturan yang berlaku;

Gambar neraca Ohaus

Neraca 1 lengan

Neraca 2 lengan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pengukuran
Untuk mencapai suatu tujuan tertentu, di dalam fisika,kita biasanya melakukan pengamatan yang di ikuti dengan pengukuran. Pengamatan suatu gejala secara umum tidaklah lengkap bila tidak di lengkapi dengan data kuantitatif yang di dapat dari hasil pengukuran. Lord Kelvin, seorang ahli fisika berkata, bila kita dapat mengukur apa yang sedang kita bicarakan dan menyatakannya dengan angka-angka, berarti kita menghetahui apa yang sedang kita bicarakan itu.Sedangkan arti dari pengukuran itu sendiri adalah membandingkan sesuatu yang sedang diukur dengan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan, misalnya bila kita mendapat data pengukuran panjang sebesar 5 meter, artinya benda tersebut panjangnya 5 kali panjang mistar yang memiliki panjang 1 meter. Dalam hal ini, angka 5 menunjukkan nilai dari besaran panjang, sedangkan meter menyatakan besaran dari satuan panjang.Dan pada umumnya, sesuatu yang dapat diukur memiliki satuan. Sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka kita sebut besaran. Panjang, massa dan waktutermasuk pada besaran karena dapat kita ukur dan dapat kita nyatakan dengan angka-angka. Akan tetapi kebaikan dan kejujuran misalnya. Tidak dapat kita ukur dan tidak dapat kita nyatakan dengan angka-angka.Tapi walaupun demikian, tidak semua besaran fisika selalu mempunyai satuan. Beberapa besaran fisika ada yang tidak memiliki satuan. Antara lain adalah indek bias, koefisiengesekan, dan massa jenis relatif

Alat ukur Massa Benda A. Macam –macam alat ukur massa Benda
1. Neraca Ohaus Neraca ini berguna untuk mengukur massa benda atau logam dalam praktek laboratorium. Kapasitas beban yang ditimbang dengan menggunakan neraca ini adalah 311 gram. Batas ketelitian neraca Ohauss yaitu 0,1 gram.

Neraca Ohaus terbagi menjadi dua yaitu :

1.Neraca Ohaus dua lengan Adalah neraca yang di gunakan untuk membandingkan massa benda yang di ukur dan massa anak timbangan. Gambar Neraca Ohaus dua lengan

2.Neraca Ohaus tiga lengan Adalah neraca yang skala nya lebih dari 0,01 g. Gambar Neraca Ohaus tiga lengan :

Selain neraca Ohaus ada beberapa lagi jenis neraca adalah sebagai berikut :
Neraca dibedakan menjadi beberapa jenis seperti 1.Neraca analitis dua lengan 2.Neraca lengan gantung 3.Neraca digital.

Skala dalam Neraca Ohaus Banyaknya skala dalam neraca bergantung pada neraca lengan yang digunakan. Setiap neraca mempunyai skala yang berbeda-beda, tergantung dengan lengan yang digunakannya. Ketelitian neraca merupakan skala terkecil yang terdapat dalam neraca yang digunakan disaat pengukuran. Misalnya pada neraca Ohauss dengan tiga lengan dan batas pengukuran 310 gram mempunyai ketelitian 0,01 gram. Hal ini erat kaitannya ketika hendak menentukan besarnya ketidakpastian dalam pengukuran. Berdasarkan referensi bahwa ketidakpastian adalah ½ dari ketelitian alat. Secara matematis dapat ditulis: Ketidakpastian = ½ x skala terkecil Misalnya untuk neraca dengan tiga lengan dan batas ukur 310 gram mempunyai skala terkecil 0,1 gram, sehingga diperoleh ketidakpaastian ½ × 0,1 = 0,05 Fungsi dan Prinsip kerja Neraca Alat ukur massa yang sering digunakan dalam laboratorium fisika adalah neraca Ohaus. Tingkat ketelitian alat ini lebih baik daripada neraca pasar yang sering dijumpai di toko-toko atau di warung. Neraca Ohaus adalah alat ukur massa benda dengan ketelitian 0.01 gram. Prinsip kerja neraca ini adalah sekedar membanding massa benda yang akan dikur dengan anak timbangan. Anak timbangan neraca Ohaus berada pada neraca itu sendiri. Kemampuan pengukuran neraca ini dapat diubah dengan menggeser posisi anak timbangan sepanjang lengan. Anak timbangan dapat digeser menjauh atau mendekati poros neraca . Massa benda dapat diketahui dari penjumlahan masing-masing posisi anak timbangan sepanjang lengan setelah neraca dalam keadaan setimbang. Ada juga yang mengatakan prinsip kerja massa seperti prinsip kerja tuas. Cara pengukuran massa benda dengan neraca Ohaus Dalam mengukur massa benda dengan neraca Ohaus dua lengan atau tiga lengan sama. Ada beberapa langkah di dalam melakukan pengukuran dengan menggunakan neraca ohaus, antara lain:

1.Melakukan kalibrasi terhadap neraca yang akan digunakan untuk menimbang, dengan cara memutar sekrup yang berada disamping atas piringan neraca ke kiri atau kekanan posisi dua garis pada neraca sejajar 2.Meletakkan benda yang akan diukur massanya; Menggeser skalanya dimulai dari yang skala besar baru gunakan skala yang kecil. Jika panahnya sudah berada di titik setimbang. 3.Jika dua garis sejajar sudah seimbang maka baru memulai membaca hasil pengukurannya. 2. Timbangan

Pengontrolan Timbangan Timbangan dikontrol dengan menggunakan anak timbangan yang sudah terpasang atau dengan dua anak timbangan eksternal, misal 10 gr dan 100 gr. Penyimpangan berat dicatat pada lembar/kartu kontrol, dimana pada lembar tersebut tercantum pula berapa kali timbangan harus dicek. Jika timbangan tidak dapat digunakan sama sekali maka timbangan harus diperbaiki oleh suatu agen (supplier).

Penanganan Timbangan Kedudukan timbangan harus diatur dengan sekrup dan harus tepat horizontal dengan “Spirit level (waterpass) sewaktu-waktu timbangan bergerak, oleh karena itu, harus dicek lagi. Jika menggunakan timbangan elektronik, harus menunggu 30 menit untuk mengatur temperatur. Jika menggunakan timbangan yang sangat sensitif, anda hanya dapat bekerja pada batas temperatur yang ditetapkan. Timbangan harus terhindar dari gerakan (angin) sebelum menimbang angka “nol” harus dicek dan jika perlu lakukan koreksi. Setiap orang yang menggunakan timbangan harus merawatnya, sehingga timbangan tetap bersih dan terawat dengan baik. Jika tidak, sipemakai harus melaporkan kepada manajer lab. timbangan harus dikunci jika anda meninggalkan ruang kerja. Membersihkan Timbangan Kebersihan timbangan harus dicek setiap kali selesai digunakan, bagian dan menimbang harus dibersihkan dengan menggunakan sikat, kain halus atau kertas (tissue) dan membersihkan timbangan secara keseluruhan timbangan harus dimatikan, kemudian piringan (pan) timbangan dapat diangkat dan seluruh timbangan dapat dibersihkan dengan menggunakan pembersih seperti deterjen yang lunak, campurkan air dan etanol/alkohol.

Sesudah dibersihkan timbangan dihidupkan dan setelah dipanaskan, cek kembali dengan menggunakan anak timbangan. Gambar timbangan

KESALAHAN Kesalahan dalam penggunaan alat ukur massa benda:

3 Kesalahan dalam pengukuran
Kesalahan Dalam Pengukuran Dalam melakukan pengukuran kemungkinan terjadi kesalahan pastilah ada, dimana sumber kesalahan atau permasalahan tersebut, antara lain : a.Kesalahan yang bersumber dari pengukur. Kurangnya ketelitian mata dalam pembacaan alat waterpass, yaitu pembacaan alat. Adanya emosi dari pengukur akibat rasa lapar sehingga tergesa-gesa dalam melakukan pengukuran dan akhirnya terjadi kesalahan mencatat. b.Kesalahan yang bersumber dari alat. Pita ukur yang sering dipakai mempunyai tendensi panjangnya akan berubah, apalagi jika menariknya terlalu kuat. Sehingga panjang pita ukur tidak betul atau tidak memenuhi standar lagi.Patahnya pita ukur akibat terlalu kencangnya menarik pita ukur, sehingga panjang pita ukur bergeser (berkurang) c. Kesalahan yang bersumber dari alam. Adanya angin yang membuat rambu ukur terkena hembusan angin, sehingga tidak dapat berdiri dengan tegak. Angin yang merupakan faktor alam, membuat pita ukur menjadi susah diluruskan, sehingga jarak yang didapatkan menjadi lebih panjang daripada jarak sebenarnya.

Besaran
Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka, misalnya panjang, luas, volume, dan kecepatan. Warna, indah, cantik bukan termasuk besaran karena ketiganya tidak dapat diukur dan dinyatakan dengan angka. Besaran dibagi dua yaitu besaran pokok dan besaran turunan.

Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain. Ada tujuh besaran pokok dalam Satuan Internasional (SI), seperti dalam tabel di bawah ini:
No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Besaran pokok Panjang Massa Waktu Suhu Kuat arus Jumlah molekul Intensitas cahaya Satuan SI meter kilogram sekon kelvin ampere mole candela Singkatan m kg s k a mol cd Alat ukur mistar neraca stopwatch termometer ampermeter

Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok.
No. 1. 2. 3. Besaran turunan Luas Volume Kecepatan Besaran pokok panjang x lebar panjang x lebar x tinggi Jarak / waktu Satuan m2 m3 m/s

BAB III METODELOGI PENELITIAN

3.1 Waktu Dan Tempat Pukul Tempat : 10.00 – 11.45 WIB : Lab. Fisika IAIN Raden Fatah Palembang

3.2 Alat Dan Bahan 1. Neraca O‟Hous 2. Koin 200 3. Koin 500 4. Beban

3.3 PROSEDUR PENELITIAN

Cara pengukuran Neraca O „Hous : 1. Posisikan skala neraca pada posisi nol dengan menggeser penunjuk pada lengan depan dan belakang ke sisi kiri dan lingkaran skala diarahkan pada angka nol 2. Periksa bahwa neraca pada posisi seimbang 3. Meletakkan benda yang akan diukur massanya 4. Menggeser skalanya dimulai dari yang skala besar baru gunakan skala yang kecil. Jika panahnya sudah berada di titik setimbang 0 5. Jika dua garis sejajar sudah seimbang maka baru memulai membaca hasil pengukurannya. 6. Catat hasilnya

BAB IV HASIL DAN PENBAHASAN 4.1 Hasil KOIN 100 No 1 2 3 4 5 Massa (gr) 1,9 gr 1,9 gr 1,9 gr 1,9 gr 1,9 gr No 1 2 3 4 5 KOIN 500 Massa (gr) 5,4 gr 5,4 gr 5,4 gr 5,4 gr 5,4 gr

BEBAN
No Massa (kg)

1

49,4 gr 49,5 gr 49,6 gr 49,6 gr 49,4 gr

2

3

4

5

4.2. Pembahasan KOIN 100 No 1 2 3 4 5 ∑ Massa (x) 1,9 gr 1,9 gr 1,9 gr 1,9 gr 1,9 gr 9,5 0 0 0 0 0 ∑ ̅ ( 0 0 0 0 0 0 ̅)

Nilai rata-rata = ̅

Standar Deviasi = SD = √

(

̅)

KOIN 500 No 1 2 3 4 5 Massa (x) 5,4 gr 5,4 gr 5,4 gr 5,4 gr 5,4 gr ∑ 27 0 0 0 0 0 ∑ ̅ ( 0 0 0 0 0 0 ̅ )2

Nilai rata-rata = ̅

Standar Deviasi =SD = √

(

̅)

=√ BEBAN BEBAN

No 1 2 3 4 5

Massa (x) 49,4 gr 49,5 gr 49,6 gr 49,5 gr 49,4 gr x =247,4 gr

( Xi – X ) 49,48-49,4 = 0,08 49,48-49,5 = -002 49,48-49,6 = -0,12 49,48-49,5 =-0,02 49,48-49,4 = 0,08

( Xi – X )2 0,0064 4 x 10-4 0,0144 4 x 10-4 0,0064 ∑ = 0,028

Nilai rata-rata =

Standar Deviasi = SD =

=

=

=

= 0,04

=

=

=

=

URAIAN Dalam percakapan sehari-hari perbedaan antara massa dan berat tidak begitu penting. Bahkan kita akan ditertawakan apabila mengatakan: “Massa petinju itu 120 kg”. Tetapi di dalam Fisika, massa dan berat adalah besaran-besaran fisika yang berbeda. Oleh karena itu, massa adalah banyaknya zat yang terkandung di dalam suatu benda. Satuan SI-nya adalah kilogram (kg). Sedangkan berat adalah besarnya gaya yang dialmi benda akibat gaya tarik bumi pada benda tersebut. Satuan SI-nya Newton (N). Untuk mengukur massa benda dapat digunakanneraca atau timbangan.Neraca dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti neraca analitis dua lengan, neraca Ohauss, neraca lengan gantung, dan neraca digital. Neraca Analitis Dua Lengan Neraca ini berguna untuk mengukur massa benda, misalnya emas, batu, kristal benda, dan lain-lain. Batas ketelitian neraca analitis dua lengan yaitu 0,1gram. Neraca Ohauss ,Neraca ini berguna untuk mengukur massa benda atau logam dalam praktek laboratorium. Kapasitas beban yang ditimbang dengan menggunakan neraca ini adalah 311 gram. Batas ketelitian neraca Ohauss yaitu 0,1 gram.Neraca Lengan Gantung Neraca ini berguna untuk menentukan massa benda, yang cara kerjanya dengan menggeser beban pemberat di sepanjang batang.Neraca Digital Neraca diigital (neraca elektronik) di dalam penggunaanya sangat praktis, karena besar massa benda yang diukur langsung ditunjuk dan terbaca pada layarnya.Ketelitian neraca digital ini sampai dengan 0,001 gram.

BAB V KESIMPULAN
Kesimpulan dari pratikum yang berjudul Alat ukur Besaran massa neraca Ohaus adalah sebagai berikut: Fungsi neraca Ohaus sebagai alat untuk mengukur massa benda dan prinsip neraca Ohaus adalah sekedar membanding massa benda yang akan dikur dengan anak timbangan atau prinsip kerja tuas; Cara melakukan kalibrasi pada alat ukur besaran massa seperti neraca Ohaus adalah dengan cara memutar skrup yang berada disamping atas piringan neraca ke kiri atau ke kanan posisi dua garis pada neraca sejajar; .Cara membaca hasil pengukuran dari neraca Ohaus adalah Neraca dua lengan: Baca posisi anting ;pada lengan belakang, Baca posisi anting pada lengan depan sebelum ujung lengan depan tepat pada setimbang (masih di atas tanda setimbang),Baca skala utama setelah diputar ke kanan sebelum ujung lengan depan dengan tepat pada posisi setimbang (masih di atas tanda setimbang), Baca skala nonius yang berimpitan dengan salah satu garis skala utama,Neraca tiga lengan: Baca posisi anting pada lengan belakang Baca posisi anting pada lengan tengah Baca posisi anting pada lengan; Menulis hasil pengukuran dengan neraca ohaus dua lengan adalah sebagai berikut: jumlahdari nilai posisi anting lengan belakang dan lengan depan, skala utama dan skala nonius. Sedangkan menulis hasil pengukuran dengan neraca ohaus tiga lengan adalah jumlah dari nilai anting pada lengan belakang, anting pada lengan tengah, anting pada lengan.

DAFTAR PUSTAKA

http://fisikagasing.blogspot.com/ http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080727010947AAZ8rAg http://books.google.co.id/books http://www./prog3.com http://www.anselm.edu/homepage/jpitocch/genbio/slidesother/diffusosmolab.html

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->